Sistem ekonomi Suatu Negara

Pengertian Sistem Ekonomi. System ekonomi adalah seperangkat mekanisme atau tata cara dan lembaga – lembaga yang paling berkaitan agar perekonomian negara dapat berjalan.

Sistem Ekonomi Tradisional

System ekonomi tradisional adalah system ekonomi dimana kegiatan perekonomiannya dilakukan secara sederhana dan dipengaruhi oleh tradisi yang berlaku di masyarakat.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Tradisional

  • Hanya memiliki sedikit modal.
  • Belum mengenal pembagian kerja atau spesialisasi.
  • Teknik produksi dipelajari secara turun menurun dan bersifat sederhana.
  • Tidak mengenal alat transsksi, sehingga transaksi dilakukan secara barter yaitu barang tukar dengan barang.
  • Kegiatan perekonomian masih terkait dengan tradisi.
  • Tanah merupakan sumber daya kemakmuran.
sistem-perekonomian-suatu-negara
sistem-perekonomian-suatu-negara

Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat.

System ekonomi komando atau terpusat adalah system ekonomi dimana jalannya perekonomian negara dikelola atau diatur atau dikomandoi oleh pemerintah. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian. Masyarakat hanya menjalankan aturan atau kebijakan yang telah ditetapkan.

Pemerintah memegang kekuasaan mutlak dalam mengatur ekonomi negara. Semua persoalan pokok ekonomi sepenuhnya direncanakan oleh pemerintah.

Prinsip Keadilan pada system ekonomi terpusat adalah bahwa setiap individu masyarakat mendapatkan imbalan yang sama. Imbalan yang diberikan berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan jasa yang diberikannya.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat.

  • kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah. Peran pemerintahan sangat dominan sekali.
  • semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah sehingga hak milik perorangan tidak diakui.
  • masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki pekerjaan.
  • perekonomian berjalan teratur karena pemerintah sebagai regulator dan penentu kebijakan.

Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar

System ekonomi liberal adalah system ekonomi dimana perekonomian diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam perekonomian. Pemerintah memberikan pengakuan yang sangat luas terhadap kegiatan perekonomian perorangan.

Pengaturan ekonomi didasarkan pada mekanisme pasar melalui mekanisme permintaan dan penawaran. Sehingga kedudukan pemerintah sangat minim. Pemerintah hanya sebagai pengamat atau pengawas dan pelindung dalam perekonomian.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar

  • Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat.
  • Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
  • Masyarakat terbagi menjadi dua golongan yaitu golongan pemberi kerja dan golongan pencari kerja.
  • Timbul persaingan untuk kemajuan perekonomian, masyarakat berlomba – lomba atau berkompetisi untuk menghasilkan produk bermutu tinggi.
  • Setiap tindakan ekonomi didasarkan pada motif mencari keuntungan.

System Ekonomi Campuran

System ekonomi campuran adalah system ekonomi dimana perekonomian menganut satu atau lebih system ekonomi yang ada. Sebuah negara dapat saja menjalankan perekonomian berdasarkan ekonomi terpusat dan ekonomi liberal secara bersamaan.

Ciri – ciri System Ekonomi Campuran

  • Pemerintah dan masyarakat saling berinteraksi dalam menyelesaikan masalah perekonomian.
  • Kegiatan perekonomian diserahkan kepada kekuatan pasar, namun pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan.
  • Sumber daya dimiliki oleh swasta dan pemerintah.

Daftar Pustaka.

  1. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  2. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  3. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  4. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Pengertian Sistem Ekonomi dan System ekonomi Indonesia. Sistem Ekonomi Tradisional dengan Ciri – ciri Sistem Ekonomi Tradisional dan Contoh system ekonomi Tradisional serta Contoh Negara dengan system ekonomi tradisional. System ekonomi secara barter.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat dengan system ekonomi diatur pemerintah dan Contoh negara dengan ekonomi terpusat serta Prinsip keadilan system ekonomi terpusat. Ciri – ciri Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar dengan Contoh negara dengan system ekonomi liberal dan Sistem ekonomi pada mekanisme pasar. Ciri – ciri Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar. System Ekonomi Campuran dengan Contoh Negara system campuran dan Ciri – ciri System Ekonomi Campuran. Contoh soal ujian system ekonomi,

Konsep Hidrolisis Garam Asam Basa

Pengertian Hidrolisis. Hidrolisis merupakan istilah yang yang berasal dari kata Hydro artinya air dan lysis artinya penguraian. Hidrolisis adalah reaksi kation atau anion dari suatu garam dengan molekul air. Istilah Hydrolysis digunakan untuk reaksi zat dengan air. Hidrolisis kation menghasilkan H3O+ (H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan OH.

Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah akan mengalami reaksi hidrolisis kation, sehingga larutannya bersifat asam dengan pH kurang daripada tujuh. Sebagai contoh adalah Amonium klorida, NH4Cl.

Amonium klorida, NH4Cl terdiri dari kation NH4+  dan anion Cl

Ion NH4+ berasal dari basa lemah yaitu NH3

Ion Cl berasal dari asam kuat HCl

NH4Cl (aq) → NH4+ (aq)  +  Cl (aq)

Ketika ion – ion dari garam amonium ini bereaksi dengan air maka yang terjadi adalah:

NH4+ + H2O (l) → NH3(aq) + H3O+(aq)

Pada Reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion H3O+, sehingga sifat larutan menjadi asam.

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa
konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa

Asam Lemah dan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat akan mengalami hidrolisis anion, sehingga larutannya bersifat basa dengan pH lebih daripada tujuh. Sebagai contoh adalah Natrium Asetat, NaCH3COO dan KCN.

Natrium asetat terdiri dari kation Na+ dan anion CH3COO

Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH,

Ion CH3COO berasal dari asam lemah CH3COOH

NaCH3COO (aq) →Na+ (aq) + CH3COO(aq)

CH3COO(aq) + H2O (l) →CH3COOH(aq) + OH(aq)

Pada reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion OH, sehingga sifat larutan menjadi basa.

Na+ + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

Asam Kuat dan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami hidrolisis. Baik kation maupun anion dari garam ini tidak dapat bereaksi dengan air. Sehingga perbandingan konsentrasi ion H3O+ dan ion OH akan tetap sama. Kondisi ini menghasilkan larutan yang bersifat netral.

Sebagai contoh adalah NaCl yang terdiri dari kation Na+ dan anion Cl.

Ion Na+ berasal dari basa kuat

Ion  Cl berasal dari larutan asam kuat.

Kedua ion ini tidak mengalami hidrolisis, tidak bereaksi dengan air.

NaCl (aq) →Na+(aq) + Cl(aq)

Na+(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

NaCl tidak merubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH dalam air, sehingga larutan NaCl bersifat netral.

Daftar Pustaka:

  1. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  2. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  6. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, Kata dalam artikel, 2019, ” Contoh reaksi hidrolisis garam dan Contoh reaksi Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat. Sedangkan Contoh reaksi Hidrolisis Garam
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal ujian Nasional Hidrolisis garam. Anion dan kation penyusun garam dengan Contoh garam bersifat asam dan contoh garam bersifat basa atau Contoh Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Sebagai Contoh garam dari asam kuat dan basa lemah dan Contoh Hidrolisis serta Contoh Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah.Definisi dan Contoh Hidrolisis Garam dengan Membuat garam dan Pengertian Garam.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian hidrolisis serta Pengertian Hidrolisis Garam pada pH larutan asam. Asam Lemah dan Basa Lemah dengan Contoh senyawa garam dan Contoh Soal Ujian Hidrolisis Garam. Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat dengan Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah
  11. Ardra.Biz, 2019, “garam dari asam lemah dan basa kuat. Garam dari asam lemah dan basa lemah dengan Hidrolisis adalah Jenis – Garam yang Mengalami Hidrolisis.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Kation dan Anion Garam dalam keasaman larutan hidrolisis garam serta Komponen Garam adalah larutan elektrolit Garam. Larutan Ion Garam dengan Air dengan pH larutan basa.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Produk Hidrolisis garam dengan Reaksi kesetimbangan hidrolisis garam dengan Syarat Hidrolisis Garam. Contoh garam yang tidak terhidrolisis,

Teori Sifat Fungsi Larutan Penyangga Buffer Asam Basa

Pengertian Larutan Penyangga. Larutan penyangga atau buffer solution adalah larutan yang berfungsi untuk mempertahankan pH meskipun ditambahkan sedikit asam, basa ataupun pengenceran. Larutan penyangga terdiri dari dua jenis buffer yaitu buffer asam dan buffer basa.

Larutan Buffer Asam

Buffer asam merupakan campuran asam lemah dengan garam atau basa konjugasi yang berasal dari basa kuat. Nilai konsentrasi [H+] dalam larutan dapat ditentukan dengan menggunakan formala sebagai berikut,

[H+] = Ka x (mol asam/ mol garam)

Sedangkan pH larutannya dapat diperoleh dengan rumus yang diformulakan seperti berikut:

pH = – log[H+]

Larutan Buffer Basa

Buffer Basa  merupakan campuran antara basa lemah dengan garam atau asam konjugasi yang berasal dari asam kuat. Besar Konsentrasi [OH] dalam larutannya dapat ditentukan dengan menggunakan rumus yang diformulasikan seperti berikut.

[OH] = Kb x (mol basa/ mol garam)

Sedangkan pOH larutan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus yang diformulasikan sebagai berikut:

pOH = – log[OH]

pH = 14 – pOH

sifat-larutan-penyangga
sifat-larutan-penyangga

Fungsi Larutan Penyangga

Larutan penyangga Buffer memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari hari maupun keperluan industri. Addapun manfaat atau fungsi dari larutan penyangga diantarannya adalah:

  • Di dalam tubuh manusia, larutan penyangga berfungsi untuk menjaga pH darah, sehingga darah memiliki keasaman yang sesuai dengan karakteristik reaksi enzim.
  • Dalam kehidupan sehari – hari, larutan penyangga digunakan untuk menjaga pH makanan yang dikemas menggunakan kaleng. Sehingga makanan tidak mudah rusak oleh serangan bakteri.

Contoh Soal Ujian Perhitungan dan Pembahasan

Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan 50 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 ml NaCH3COO  0,1M. Dengan Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5, maka pH larutan tersebut adalah:

Pembahasan Jawaban Soal

Hitung jumlah mol masing – masing larutan.

50 ml CH3COOH 0,1 M + 50 ml NaCH3COO  0,1M

Jumlah mol CH3COOH adalah:

mol CH3COOH = 50 ml x 0,1 mmol/ml

mol CH3COOH = 5 mmol/ml

jumlah mol NaCH3COO  adalah

mol NaCH3COO  = 50 ml x 0,1 mmol/ml

mol NaCH3COO =  5 mmol

substitusi nilai-nilai yang ada dari soal maupun dari hasil perhitungan ke persamaan berikut:

[H+] = Ka x (mol asam/ mol garam)

[H+] = 1,8 x 10-5 x (5 mmol/ 5 mmol)

[H+] = 1,8 x 10-5

pH = – log [H+]

pH = – log (1,8 x 10-5)

pH = 5 – log1,8

Daftar Pustaka

  1. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  2. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  3. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  4. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  5. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  6. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Larutan Penyangga atau Buffer Solution adalah dengan larutan berfungsi mempertahankan pH. Larutan Buffer Asam atau Pengertian larutan buffer asam dengan Contoh
  8. Ardra.Biz, 2019, “Larutan Penyangga Buffer Asam. Contoh Larutan Buffer Basa dan Contoh Larutan Buffer serta basa konjugasi. Rumus Hitung pH larutan Buffer dengan  asam konjugasi dan Rumus Hitung pOH larutan Buffer basa.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh soal ujian Perhitungan dan pembahasan larutan buffer serta Fungsi Larutan Penyangga Buffer dan Fungsi Larutan Penyangga Buffer bagi manusia. Fungsi Larutan Penyangga Buffer Pada Makanan Industri dan Teori Larutan Penyangga Buffer.

Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Reaksi Kimia

Pengertian. Hasil kali kelarutan adalah hasil kali konsentrasi ion – ion dalam larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air. Nilai hasil kelarutan dinotasikan dengan Ksp. Untuk elektrolit sejenis, Nilai Ksp yang semakin besar menunjukkan semakin mudah larut.

Perhatikan contoh reaksi berikut:

Ax + By(s) = xAm+(aq) + yBn-(aq)

Hasil kali kelarutannya dapat ditulis

Ksp = [Am+]x  [Bn-]y

Memperkirakan Terjadinya Proses Pengendapan Zat Elektrolit

Pengendapan zat elektrolit dalam suatu larutan dapat diperkirakan dengan membandingkan nilai Ksp terhadap nilai Q. Nilai Q adalah hasil kali konsentrasi molar awal dai ion – ion dalam larutan dengan asumsi zat terionisasi sempurna.

Q < Ksp, nilai Q lebih kecil daripada Ksp ini artinya tidak terjadi pengendapan

Q = Ksp, nilai Q sama dengan nilai Ksp, maka larutan sudah jenuh, namun demikian masih belum menunjukkan terjadinya proses pengendapan

Q > Ksp, nilai Q lebih besar daripada nilai Ksp, ini artinya reaksi sudah terjadi proses pengendapan.

Pengaruh Ion Sejenis Terhadap Kelarutan.

Kehadiran ion sejenis dalam larutan akan mempengaruhi kelarutan. Ion – ion sejenis akan memperkecil atau mengurangi kelarutan suatu senyawa elektrolit.  Ini artinya, semakin tinggi konsentrasi ion sejenis, maka semakin kecil kelarutan elektrolitnya.

hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia
hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia

Contoh Soal Ujian Perhitungan dan Pembahasan.

Hitung berapa kelarutan Mg(OH)2 jika berada dalam NaOH 0,1 M dengan Ksp Mg(OH)2 = 1,8 x 10-11 mol3 L-3

Jawab.

Persamaan reaksinya adalah

Mg(OH)2 → Mg2+ + 2OH-1

Dengan demikian, Hasil Kali kelaruran Ksp nya dapat ditulis seperti berikut:

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

1,8 x 10-11 = [Mg2+] (1. 10-1)2

[Mg2+]  =  (1,8 x 10-11)/ (10-2)

[Mg2+]  = 1,8 x 10-9

Contoh Soal Perhitungan dan Pembahasan

Jika Dalam 100 cm3 air dapat larut 1,16 mg Mg(OH)2 dengan Mr = 58. Hitung Berapa Harga Ksp untuk Mg(OH)2 tersebut?

Jawab:

Hitung dulu konsentrasi, M untuk 1,16 mg Mg(OH)2 yang berada dalam air.

M = [massa/Mr] x [1000/V(ml)]

M = [1,16 . 10-3 gram / 58 ] x [1000/100]

M  = 2 x 10-4 M

Reaksinya dapat dituliskan seperti berikut

Mg(OH)2 →Mg2+     + 2OH-1

2 x 10-4   → 2 x 10-4 + 2 x (2 x 10-4)

Dengan demikian hasil kali kelarutan Ksp nya adalah

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

Ksp = [2 x 10-4] [4 x 10-4]2

Ksp = [2 x 10-4] [16 x 10-8]

Ksp = 32 x 10-12

Ksp = 3,2 x 10-11

Daftar Pustaka:

  1. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  2. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  3. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  6. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Pengertian Kelarutan dan Pengertian Hasil kali kelarutan serta Konsentrsi ion larutan jenuh garam. Rumus hasil kali kelarutan dengan Lambang Hasil Kali Kelarutan Ksp.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Memperkirakan Terjadinya Proses Pengendapan Zat Elektrolit melalui Contoh reaksi hasil kali kelarutan dengan elektrolit sejenis.Hasil kali kelarutan molar Q dengan Perbandingan Nilai Ksp dengan nilai Q.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Nilai Q dengan asumsi zat terionisasi sempurna serta nilai Q lebih kecil dari Ksp atau nilai Q sama dengan Ksp atau nilai Q lebih besar dari Ksp. Perkiraan pengendapan dengan Ksp dengan Pengaruh Ion Sejenis Terhadap Kelarutan. Contoh Soal Perhitungan dan Pembahasan Hasil Kali Kelarutan.

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit.

Pengertian. Sifat koligatif adalah sifat – sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarut, bukan karena jenisnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.

Pada konsentrasi yang sama, Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan karena larutan elektrolit mempunyai jumlah pertikel yang lebih banyak.

sifat-koligatif-larutan-elektrolit
sifat-koligatif-larutan-elektrolit

Tekanan Uap

Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat tersebut. Semakin tinggi temperature, maka semakin tinggi tekanan uapnya. Apabila zat terlarut tidak menguap, maka tekanan uap larutan akan menjadi lebih rendah daripada tekanan uap pelarutnya.

Selisih tekanan uap antara uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan disebut sebagai penurunan tekanan uap larutan. Kondisi ini dapat ditulis dalam persamaan matematika sebagai berikut:

∆P = P0 – P

∆P = penurunan tekanan uap larutan

P0 = tekanan uap pelarut murni

P  = tekanan uap larutan

Berdasarkan Raoult, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol zat terlarut. Sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut.

P = Xp . P0

∆P = Xt . P0

Xp = fraksi mol pelaarut

Xt  = fraksi mol terlarut

Adanya zat terlarut akan menurunkan tekanan uap pelarut.

Kenaikkan Titik Didih

Larutan memiliki titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah daripada pelarutnya. Selisih titik didih antara larutan dengan pelarut disebut kenaikkan titik didih.

∆Tb = Kb . m

∆Tb = Tblarutan  . Tbpelarut

∆Tb = kenaikkan titik didih larutan

Kb = tetapan kenaikkan titik didih molal

m = molalitas

Tb = titik didih

Penurunan Titik Beku

Titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarutnya. Penurunan titik beku dinyatakan dalam persamaan berikut:

∆Tf = Kf . m

∆Tf = Tfpelarut  . Tflarutan

∆Tf = penurunan titik beku larutan

Kf = tetapan penurunan titik beku molal

m = molalitas

Tf = titik beku

Tekanan Osmotik

Osmotic adalah perpindahan air melalui membrane semipermeable dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat

Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Besarnya tekanan osmotic dapat ditulis sebagai berikut

P = M . R . T

M = molalitas larutan (mol/L)

R = 0,082 L atm mol-1 K-1

T = temperature Kelvin

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada konsentrasi yang sama, jumlah partikel larutan elektrolit lebih besar dibandingkan dengan larutan nonelektrolit.

Pada larutan elektrolit terdapat perbandingan antara nilai sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan nilai sifat koligatif yang diharapkan dari suatu larutan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama.

Perbandingan tersebut biasa disebut dengan factor van’t hoff dan dinotasikan dengan huruf “i”. nilai dari factor van’t hoff dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

i = 1 + (n – 1). α

i = factor van’t hoff

n = jumlah total koefisien

α = derajat ionisasi

Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dinyatakan dalam persamaan – persamaan berikut. Nilai sifat koligatif merupakan nilai sifat koligatif dikali dengan factor van’t hoff. Sehingga persamaan untuk larutan elektrolit menjadi seperti berikut:

∆P = Xt . P0 . i

∆Tb = Kb . m . i

∆Tf = Kf . m . i

P = M . R . T . I

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  3. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Tekanan Osmotik permukaan larutan dan rumus persamaan Cara Menghitung Tekanan Osmotik Permukaan larutan.
  6. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam Artikel Pengertian Sifat koligatif,  sifat fisik larutan dan sifat koligatif larutan elektrolit.  Sifat koligatif larutan nonelektrolit dan Rumus Penurunan Tekanan Uap Larutan. Persamaan Tekanan Uap Larutan dengan tekanan uap pelarut murni
  9. Ardra.Biz, 2019, “Rumus Persamaan Hubungan tekanan uap larutan dengan fraksi mol pelarut. Kenaikkan Titik Didih dan Rumus kenaikkan titik didih larutan atau tetapan kenaikkan titik didih molal. Rumus Cara Hitung Penurunan Titik Beku Larutan atau tetapan penurunan titik beku molal.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan nilai perbandingan sifat kologatif factor van’t hoff atau derajat ionisasi kologatif larutan. Persamaan nilai sifat  kologatif  larutan elektrolit.

Teori Sifat Larutan Asam Basa

Teori Arrhenius

Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ sebagai satu satunya ion positf (+). Sedangnkan basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH sebagai satu satunya ion negative (-). Contohnya adalah:

Basa  : H2SO4 → 2H+ + SO42-

Asam : KOH → K+ + OH

Teori Bronsted – Lowry

Asam adalah senyawa yang memberikan atau mendonor proton (H+). Sedangkan basa adalah senyawa yang menerima atau akseptor proton (H+). Contoh larutan asam basa dari teori Bronsted – Lowry  adalah

NH3 + H2O → NH4+ + OH

Basa I + Asam II →Asam I + Basa II

Pasangan asam I dengan basa I dan asam II dengan basa II disebut sebagai pasangan asam basa konjugasi.

Teori Lewis

Teori asam basa yang dikemukakan oleh Lewis didasarkan pada transfer pasangan electron. Asam adalah senyawa yang menerima atau akseptor pasangan electron bebas. Sedangkan basa adalah senyawa yang memberikan atau donor pasangan elekron bebas.

teori-sifat-larutan-asam-basa
teori-sifat-larutan-asam-basa

Derajat Keasaman Larutan. pH

Derajat keasaman merupakan konsentrasi ion H+ dalam larutan. Konsentrasi pH diajukan oleh Sorensen dan dinotasikan dengan pasangan huruf kecil ‘p’ dan huruf besar ‘H’ ditulis pH. Huruf p berasal dari kata potenz yang berarti pangkat dan H menyatakan atam hydrogen.

Untuk menentukan nilai pH dapat menggunakan persamaan berikut:

pH = – log [H+]

sedangkan untuk menghitung pOH dapat menggunakan persamaan berikut:

pOH = – log [OH] atau

pOH = 14 – pH

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan

Hitung nilai pH dari 100 ml Ca(OH)2 0,02M ?

Untuk dapat menjawab soal ini, maka tulis lebih dahulu persamaan reaksi kimianya agar dapat diketahui valensi yang terlibat.

Persamaan reaksi dari Ca(OH)2 adalah:

Ca(OH)2 → Ca+2  + 2OH-1

Untuk menghitung pH larutan basa bisa menggunakan rumus – rumus  berikut

[OH] = b . Mb

b = valensi basa = 2

Mb = konsentrasi asam = 0,02M

[OH] = 2 . 0,02 M

[OH] = 4. 10-2M

pOH = – log [OH]

pOH = – log [4. 10-2]

pOH = 2 – log 4

pH = 14 – pOH

pH = 14 – (2 – log4)

pH = 12 + log 4

Daftar Pustaka:

  1. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  2. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  3. Ardra.biz, 2019, “Konfigurasi oktet teori asam Lewis dengan Keunggulan Teori  Asam Basa Lewis dan sifat basa zat organic DNA dan RNA.
  4. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  5. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  6. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Teori Asam Basa Arrhenius dengan Pengertian Senyawa asam dan basa sebagai contoh senyawa asam dan Contoh senyawa basa. Konsep teori asam basa Arrhenius dengan Pengertian Asam Kuat dan Pengertian asam lemah sebagai contoh asam kuat.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh asam lemah dengan Jumlah ion Hsebagai pengertian valensi asam. Pengaruh jumlah ion H terhadap keasaman larutan senyawa dan Jenis Jenis Senyawa Asam.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Asam Monoprotik sebagai Contoh Asam monoprotic dan Asam Diprotik dengan Contoh asam diprotic. Asam Triprotik dengan Contoh asam tripotik dengan Senyawa Basa beserta Contoh Senyawa Basa. Pengaruh jumlah Ion OH terhadap keasaman senyawa dan senyawa basa lemah.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh basa lemah dengan Jenis Jenis Senyawa Basa dan Senyawa Basa Monohidroksi sebagai Contoh Senyawa Basa Monohidroksi. Basa  Polihidroksi dengan contoh Basa polihidroksi. Basa Dihidroksi dengan Contoh Senyawa Basa Dihidroksi dan Basa Trihidroksi sebagai Contoh Senyawa Basa Trihidroksi.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Teori Asam Basa Lewis dengan Pengertian Asam Basa Lewis dan Teori asam basa beradasarkan serah terima pasangan elektron bebas. Senyawa Asam Lewis menerima pasangan electron dan Senyawa Basa Lewis memberikan pasangan electron.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Senyawa Asam sebagai akseptor pasangan electron sedangkan senyawa basa donor pasangan electron. Contoh Asam Basa Teori Lewis sebagai Contoh gambar teori asam basa Lewis.

Peran Virus Bagi Kehidupan Manusia.

Pengertian Virus.  Virus adalah partikel penginfeksi yang mengandung molekul asam nukleat yaitu berupa DNA atau RNA. Virus terbungkus  di dalam kapsid yang merupakan lapisan pelindung protein.

Virus bukan makhluk hidup jika berbentuk virion. Virion adalah Kristal berupa mineral yang merupakan bentuk virus jika hidup soliter  atau sendiri. Virus dikatakan makhluk hidup jika ada pada sel  atau jaringan hidup dan mampu berproduksi.

peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup
peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Peran Virus Dalam Kehidupan

Virus Yang Menguntungkan

  • Penyerang bakteri pathogen, contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri yang sangat berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya jika disisipi profage dalam DNA-nya.
  • Membuat Vaksin, Sejumlah vaksin dibuat dari jenis virus tertentu yang sudah dijinakkan, dilemahkan, atau dimatikan.
  • Alat diagnosis, Fage – fage virulen dapat digunakan untuk mengenali dan mengindentifikasi bakteri – bakteri pathogen yang dimanfaatkan untuk mengetahui penyebaran penyakit di masyarakat.
  • Penghasil Antitoksin, Virus dapat Menghasilkan antitoksin untuk melawan penyakit yang diderita oleh manusia

Virus Yang Merugikan

  • Virus dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit baik pada manusia maupun pada hewan dan tumbuhan. Contohnya adalah:
  • Virus Polio (virus RNA) menyebabkan penyakit polio, virus ini menyerang susunan saraf pada system gerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan di kaki.
  • Virus trachoom virus (virus DNA). Virus ini menyerang organ mata dengan cara menularkan melalui atau lewat dan udara menyebabkan penyakit trachoma mata.

Bagaimana virus berkembang biak dan mempertahankan hidupnya dapat dibaca pada artikel berikut

Cara Virus Mempertahankan Hidup Dan Berkembang Biak.

Ciri Ciri dan Struktur Virus dapat dibaca pada artikel berikut

Ciri dan Struktur Virus

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Virus dengan Virus berbentuk virion atau Virion adalah sebagai Peran Fungsi Virus Dalam Kehidupan. Contoh Virus Yang Menguntungkan dan Virus Penyerang bakteri pathogen atau contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri.
  8. Ardra.Biz, 2019,” Fungsi profage dalam DNA dan Virus untuk Vaksin atau Virus Alat diagnosis. Fungsi Fage – fage virulen dengan Virus Penghasil Antitoksin atau  Contoh Virus Yang Merugikan.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Virus Polio (virus RNA) sebagai Virus menyebabkan penyakit polio atau virus menyerang susunan saraf pada system gerak atau Virus trachoom virus (virus DNA) dengan  Virus menyerang organ mata dan Virus penyakit trachoma mata.

Fungsi Sistem Pelaku Distribusi Barang dan Jasa

Pengertian Distribusi. Distribusi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian atau penyaluran barang – barang dan jasa dari produsen sebagai yang memproduksi barang ke pihak konsumen sebagai pembeli dana tau pengguna barang.

Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari rumah tangga produksi ke rumah tangga konsumsi. Oleh karena hasil produksi dari produsen belum memiliki kegunaan (utility) sebelum dikonsumsi oleh konsumen, maka perlu didistribusikan  dan sampai di konsumen.

fungsi-pelaku-sistem-distribusi-barang-dan-jasa
fungsi-pelaku-sistem-distribusi-barang-dan-jasa

Agar hasil produksi dapat dikonsumsi , maka perlu adanya perantara dalam menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen. Kegiatan perantara inilah yang disebut dengan distribusi.

Kegiatan distribusi biasanya membutuhkan saluran distribusi. Saluran distribusi adalah seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan atau fungsi yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen.

Sistem Distribusi.

  • Distribusi secara langsung merupakan penyaluran barang – barang hasil produksi yang dilaksanakan langsung dari produsen ke konsumen.
  • Distribusi secara tidak langsung merupakan penyaluran barang – barang hasil produksi yang dilaksanakan produsen untuk disalurkan ke tangan konsumen melalui perantara.

Fungsi Distribusi

Beberapa fungsi dari kegiatan penyaluran barang dan jasa ini adalah:

  • Fungsi Pembelian
  • Fungsi Penjualan
  • Fungsi Transportasi Pengangkutan Fungsi Standarisasi
  • Fungsi Penyimpanan
  • Fungsi Penanggungan Resiko
  • Fungsi Informasi

Pelaku Saluran Distribusi.

Penyaluran barang hasil produksi ini dilakukan oleh distributor yang berfungsi sebagai perantara dan terdiri dari lembaga seperti berikut:

Pedagang

Pedagang adalah perantara yang usahanya membeli dan menjual barang atas kemauan sendiri dan resiko yang terjadi ditanggung sendiri pula.

  • Pedagang besar atau wholesaler adalah pedagang – pedagang dari produsen dalam partai besar yang kemudian menjualnya kembali ke pedagang kecil. Contohnya distributor dan grosir.
  • Pedagang eceran atau retailer adalah pedagang yang secara langsung melayani untuk bertransaksi dengan konsumen atau pembeli seperti toko kelontong dan warung.

Perantaran Khusus.

Perantara khusus adalah perantara antara produsen dengan konsumen dalam menyalurkan hasil produksinya.

  • Agen adalah perantara yang menjual barang hasil produksi perusahaan tertentu. Untuk ini agen mendapat upah sebanding dengan nilai barang yang dijualnya. Contohnya agen telephon genggam.
  • Makelar adalah perantara perdagangan atas nama orang lain untuk menjualkan atau membelikan barang dengan menerima balas jasa yang disebut dengan provisi atau kurtasi.
  • Komisioner adalah perantara atas namanya sendiri dan ikut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan dalam mengadakan perjanjian jual beli dengan menerima balas jasa yang disebut dengan komisi.
  • Dealer adalah perantara dari perusahaan untuk menyalurkan atau menjualkan hasil produksinya. Dealer juga menyediakan suku cadang dan pelayanan purna jual.
  • Eksportir adalah pedagang perantara yang membeli barang dalam negeri dari para pedagang atau produsen kemudian dijual ke luar negeri.
  • Importir adalah pedagang perantara yang membeli barang luar negeri kemudian dijual kembali di dalam negeri
  • Lembaga – lembaga penjualan barang contoh supermarket dan koperasi.

Contoh Soal Ujian Fungsi Sistem Pelaku Distribusi Barang dan Jasa

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  2. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  3. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  4. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  5. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Contoh Distribusi penyaluran barang jasa Distribusi barang produsen ke  konsumen. Fungsi pelaku system distribusi barang jasa dan Pengertian Sistem Distribusi.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis distribusi barang jasa dan Distribusi secara langsung. Distribusi secara tidak langsung dengan Fungsi perantara dalam system distribusi beda Fungsi Distribusi barang dan jasa.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Pembelian Fungsi Penjualan dan Fungsi Penyimpanan atau Fungsi Transportasi Pengangkutan Fungsi Standarisasi.  Fungsi Penanggungan Resiko dan Fungsi Informasi yang Pelaku Saluran Distribusi.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Pedagang pada system distribusi adalah Fungsi perantara khusus pada system distribusi dengan Pengertian pedagang besar wholesaler. Pengertian pedagang eceran dan Jenis Perantaran Khusus. Pengertian Agen Makelar Komisioner Dealer Eksportir Importir.

Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Contoh

Pengertian Teori Sewa Tanah. Sewa tanah adalah balas jasa yang dibayarkan akibat penggunaan lahan tanah atau sumber daya alam lainnya yang jumlah penawarannya tetap dan tak dapat ditambah. Ada Beberapa teori sewa tanah yang akan disampaikan pada materi ini diantaranya adalah:

Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat

Teori sewa tanah ini menjelaskan tentang tinggi rendahnya sewa tanah menurut kaum fisiokrat. Para fisioktrat menjelaskan bahwa nilai sewa disebabkan oleh perbedaan tingkat kesuburan  tanah.

Tanah yang subur memiliki nilai sewa yang lebih tinggi daripada tanah yang kurang subur atau tandus. Dalam masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pada persaingan, sewa tanah ditentukan oleh hasil yang mampu diberikan tanah yang disewakan.

Selain itu, harga sewa ditentukan juga oleh seberapa tinggi penawaran dari calon penyewa tanah lainnya. Di sini ada kompetisi dari sisi permintaan akan sewa tanah.

teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan
teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan

Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo

Teori sewa ini membahas tentang tinggi rendahnya nilai sewa tanah yang didasarkan pada perbedaan tingkat kesuburan tanah dan letak tanah yang dipergunakan untuk berproduksi. Tanah yang subur akan memiliki nilai sewa yang tinggi dibandingkan dengan nilai sewa dari tanah yang kurang subur.

Teori ini berasumsi pada lahan yang pemanfaatannya sebagai lahan untuk pertanian. Menurut Ricardo, sewa terjadi karena tanah yang subur diolah lebih dulu, baru kemudian tanah yang kurang subur.

Hasil pertanian dari tanah yang subur dan kurang subur akan dijual dengan harga yang sama jika produknya sama. Namun demikian biaya produksi untuk tanah yang kurang subur lebih mahal dibanding tanah yang subur. Para penyewa tanah yang kurang subur akan mendapat keuntungan lebih kecil daripada penyewa tanah subur.

Tanah yang subur akan menghasilkan produk pertanian lebih banyak dengan biaya lebih kecil. Akhirnya biaya produksi persatuan produk pertaniannya menjadi lebih kecil. Akibatnya, tanah yang kurang subur akan dihargai sewanya dengan harga yang lebih rendah dibanding harga sewa tanah yang subur.

Teori Letak Johann Heinrich von Thunen

Teori ini dikembangkan dengan melakukan penyempurnaan dari teori David Ricardo. Teori menjelaskan bahwa, perbedaan nilai sewa tanah bukan hanya dipengaruhi oleh kesuburan tanah, namun dipengaruhi juga oleh letak tanah.

Letak tanah merujuk pada posisi atau lokasi tanah tersebut dikaitkan dengan biaya yang ditimbulkan ketika hasil produksi dari tanah tersebut harus didistribusikan untuk dipasarkan. Tanah yang berlokasi lebih jauh terhadap pasar atau kota akan memiliki biaya transportasi lebih tinggi. Sehingga penyewa akan mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dibanding penyewa tanah yang berlokasi dekat dari pasar atau kota.

Akibatnya, tanah yang lokasinya jauh dari pasar atau kota akan dihargai lebih rendah oleh calon penyewa. Hal sebaliknya, tanah yang berdekatan dengan pasar dan kota akan dihargai lebih mahal.

Teori Harga Sewa Derivasi

Teori ini menjelaskan bahwa harga sewa tidak semata mata ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah tersebut, namun lebih didasarkan pada harga jual produk hasil dari tanah tersebut. Ketika harga produk hasil tanah tersebut naik, maka harga sewanya menjadi naik. Harga sewa menjadi naik akibat adanya peningkatan kebutuhan sewa tanah untuk meningkatkan produk hasil pertanian yang sama.

Adanya peningkatan permintaan terhadap produk pertanian tertentu akan mengakibatkan para penyewa untuk meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi dapat dinaikkan dengan memperluas sewa tanah.  Peningkatan permintaan sewa tanah mengakibatkan kenaikan harga sewanya.

Teori  Sewa Tanah Modern

Teori sewa tanah modern bertitik tolak pada hukum permintaan dan penawaran terhadap tanah. Setiap ada perubahan dari penawaran atau permintaan maka, harga sewa akan berubah.

  • Penawaran Tanah

Penawaran sangat inelastis. Hal ini mengakibatkan sewa tanah sangat ditentukan oleh jumlah permintaan tanah. Setiap ada perubahan jumlah permintaan, maka harga sewa tanah akan berubah.

  • Permintaan Tanah

Permintaan tanah dipengaruhi oleh harga produk yang dihasilkan, produktivitas dari tanahnya, lokasi tanah, tujuan penggunaan tanah. Harga sewa tanah ditentukan oleh  jumlah permintaannya.

Daftar Pustaka:

  1. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  4. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Teori Harga Sewa Derivasi Teori Letak Johann Heinrich von Thunen Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo. Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat dan Teori Sewa Tanah Modern.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Penawaran dan Permintaan Tanah. Faktor yang mempengaruhi harga tanah dan yang mempengaruhi penawaran dan permintaan tanah.

Jenis, Keuntungan Sumber Dana Menghitung SHU Koperasi

Pengertian Koperasi dan Sumber Dananya. Koperasi adalah suatu kumpulan dari orang – orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama. Artinya, koperasi dibentuk atau didirikan oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama.

Kelompok orang – orang ini kemudian secara otomatis menjadi anggota koperasi yang didirikannya. Asas pendirian koperasi adalah kekeluargaan dan gotong royong dalam membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk pinjaman dana.

Arti Lambang Koperasi Indonesia dan Maknanya

Lambang Koperasi Indonesia berupa gambar bunga yang memberikan kesan terhadap perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia. Gambar bunga mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi yang selalu berubah.

jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana
lambang jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana

Landasan Koperasi Indonesia,

Menurut Undang- Undang No. 25 tahun 1992, landasan koperasi Indonesia adalah sebagai berikut.

1). Landasan Idiil Koperasi

Landasan idiil koperasi adalah Pancasila. Artinya, koperasi Indonesia harus mendasarkan dirinya kepada Pancasila dalam mencapai cita-citanya, dan menjadi landasan moral bagi seluruh anggota koperasi di Indonesia.

2). Landasan Struktural Koperasi

Landasan Struktural koperasi adalah UUD 1945Koperasi berlandaskan UUD 1945 khususnya Pasal 33 ayat (1) yang mengandung pengertian sebagai berikut.

– Segala kegiatan koperasi adalah usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

– Mengutamakan kesejahteraan seluruh anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dan bukan kemakmuran perseorangan.

3). Landasan Mental Koperasi

Landasan Mental koperasi berupa Kesetiakawanan dan Kesadaran Berpribadi Artinya di antara sesama anggota koperasi harus ada rasa kesetiakawanan, kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan masing masing anggota tidak tergantung pada orang lain.

4). Landasan Operasional Koperasi

Landasan operasional merupakan tata aturan kerja yang harus diikuti dan ditaati oleh semua anggota, pengurus, badan pemeriksa, manajer, dan karyawan koperasi dalam melaksanakan tugas masing- masing.

Tujuan Koperasi

Tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan dan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.

Prinsip Koperasi

Prinsip- prinsip koperasi, antara lain sebagai berikut.

1). Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

2). Pengawasan demokratis oleh anggota.

3). Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.

4). Otonomi dan kemandirian.

5). Pendidikan, pelatihan, dan penerangan.

6). Kerjasama antarkoperasi.

7). Kepedulian terhadap masyarakat.

Fungsi Koperasi

1). Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat.

2). Alat pendemokrasian ekonomi nasional sebab koperasi merupakan salah satu wadah untuk menghimpun kekuatan ekonomi yang lemah.

3). Sebagai salah satu urat nadi perekonomian Indonesia.

4). Sebagai alat pembina masyarakat untuk memperkokoh kehidupan dan kedudukan ekonomi bangsa Indonesia.

Sumber Dana Modal Koporasi

Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah dana atau modal sebagai sumbangan pokok anggota, disamping itu, ditetapkan juga sumbangan wajib kepada para anggotannya. Sumber dana lain umumnya diperoleh dari berbagai lembaga keuangan atau non keuangan baik pemerintah ataupun swasta. Adapun Secara umum sumber – sumber dana koperasi adalah:

Sumber atau jenis dana yang diperoleh koperasi Dari para anggotanya diantaranya adalah:

  • Modal Dana dari Iuran Wajib Koperasi

Iuran pokok merupakan setoran dalam bentuk  uang tunai yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota kepada koperasi ketika menjadi anggota. Iuran pokok ini tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Iuran pokok nilainya sama untuk setiap anggota. Iuran ini hanya dibayarkan satu kali selama menjadi anggota.

  • Modal Dan dari Iuran Pokok Koperasi

Iuran pokok merupakan setoran dalam bentuk  uang tunai yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota kepada koperasi ketika menjadi anggota. Iuran pokok ini tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Iuran pokok nilainya sama untuk setiap anggota. Iuran ini hanya dibayarkan satu kali selama menjadi anggota.

  • Modal Dana dari Iuran Sukarela Koperasi

Iuran sukarela merupakan setoran yang besarannya tidak ditentukan, tetapi tergantung kepada kemampuan anggotanya. Iuran  ini dapat disetorkan dan diambil setiap saat sesuai kebutuhan anggota.

Sumber atau jenis dana yang diperoleh koperasi Dari luar anggotanya dapat berupa sebagai berikut:

  • Modal Dana dari Badan pemerintah
  • Modal Dana dari Perbankan
  • Modal Dana dari Lembaga swasta lainnya

Pembagian keuntungan diberikan kepada anggota tergantung pada keaktifan para anggotannya dalam meminjam dana.

Contoh, seorang anggota yang sering meminjam dana atau membeli barang dari koprasi akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang kurang aktif dalam meminjam dana atau membeli barang dari koperasi.

Jenis – Jenis Koperasi

Yang membedakan jenis koperasi adalah perbedaan usaha yang mereka lakukan. Kegiatan usahannya disesuaikan dengan tujuan pendirian koperasinya. Perbedaan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan anggotannya.

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi diutamakan untuk para anggotanya yang memiliki usaha produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Produksi dapat dilakukan dalam beragam bidang industri seperti industri rumah tangga, pengolahan hasil pertanian, perikanan, ternak dan jasa layanan lainnya.

Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama- sama. Terdapat berbagai jenis koperasi produksi, misalnya koperasi produksi untuk para petani, koperasi peternak sapi, koperasi pengrajin, dan seterusnya.

Koperasi produksi atau Koperasi Produsen dapat diartikan sebagai koperasi yang para anggotanya merupakan pengusaha kecil menengah (UKM). Koperasi yang menjalankan kegiatan pengadaan atau penyediaan bahan baku untuk membantu para anggotanya.

Secara sederhananya dapat definisikan sebagai organisasi koperasi yang menghasilkan atau membuat atau menciptakan barang dan jasa ataupun produk yang dibutuhkan  oleh anggota koperasi tersebut pada khususnya serta masyarakat luas pada umumnya.

Koperasi  produsen dapat membantu para petani dalam mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi atau tanaman lainnya. Para pelaku usaha yang tergabung didalamnya dapat berdiskusi dengan koperasi untuk mencari jalan terbaik dari permasalahan yang timbul secara bersama-sama.

Koperasi  dapat   membantu untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi dapat menampung seluruh hasil produksi dari para anggotanya dan menjual barang hasil usahanya kepada yang membutuhkannya.

  • Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi utamanya melakukan kegiatan usaha dalam penyediaan kebutuhan akan barang – barang pokok sehari – hari. Contoh koperasi sandang, papan dan kebutuhan yang berbentuk barang lain seperti barang elektronik.

Koperasi konsumsi banyak didirikan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

  • Koperasi Simpan Pinjam.

Koperasi simpan pinjam melakukan kegiatan usahanya dengan memberikan fasilitas pinjaman sejumlah dana atau uang untuk keperluan para anggotanya.

Koperasi ini disebut juga Koperasi Kredit. Koperasi yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang membutuhkannya dengan biaya lebih murah dibanding lembaga keuangan lain.

Pinjaman Jangka Pendek Koperasi.

Pinjaman jangka pendek merupakan pinjaman yang berjangka waktu satu bulan dan batas maksimal pengembaliannya adalah satu bulan. Pinjaman jangka pendek ini dapat dicicil secara harian atau mingguan atau dua mingguan, sesuai kemampuan anggota atas kesepakatan. Biaya pinjaman atau suku Bunga pinjaman relative rendah sehingga tidak akan memberatkan para anggotanya atau peminjam.

Pinjaman Jangka Panjang Koperasi

Pinjaman koperasi jangka panjang merupakan pinjaman yang berjangka waktu lebih dari satu bulan. Kewajiban Cicilannya dibayarkan atau disetor setiap satu bulan sekali, dan jangka waktu peminjaman adalah tiga bulan hingga satu tahun atau lebih sesuai dengan kesepakatan dengan suku bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga pinjaman jangka pendek, namun tidak terlalu tinggi.

  • Koperasi Serbaguna

Koperasi serbaguna memberikan produk layanan yang lebih beragam, mulai dari konsumsi, pinjaman dana / kredit dan lainnya.

Keuntungan Koperasi

Keuntungan koperasi adalah bunga (untuk simpan pinjam dan produksi) atau selisih harga (untuk konsumsi) yang dibebankan kepada anggota yang memanfaatkan fasilitas atau menggunakan membeli produk koperasi.

Keuntungan lain adalah biaya administrasi yang dibebankan kepada anggotanya setiap yang menggunakan fasilitas dan produk koperasi. Koperasi juga mendapatkan bunga bank untuk dana yang disetor / didepositkan di bank.

Keuntungan anggota diberikan kepada anggota yang tidak pernah lalai dalam memenuhi kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai dengan jumlah atau keaktifan anggota dalam melakukan transaksi atau menggunakan fasilitas dan produk dari koperasi.

Semakin aktif anggota dalam melakukan transaksi dengan koperasi, maka semakin besar anggota tersebut mendapatkan keuntungan dari koperasi.

Sisa Hasil Usaha Koperasi SHU,

Sisa hasil usaha koperasi, SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Penggunaan SHU, Sisa Hasil Usaha,

Penggunaan SHU antara lain adalah digunakan sebagai dana cadangan, untuk biaya pendidikan koperasi, untuk dana sosial, dan dibagikan kepada anggota koperasi berdasarkan jasa yang telah disumbangkannya.

Secara lengkap, penggunaan SHU ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi yang diputuskan melalui rapat anggota koperasi.

Pada umumnya, pembagian SHU terdiri atas pos- pos sebagai berikut.

a). Cadangan

b). Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal

c). Jasa anggota berdasarkan pinjaman

d). Dana pengurus

e). Pengelola koperasi

f). Dana pendidikan pegawai

g). Dana pengembangan koperasi

h). Dana sosial

Persentase besarnya alokasi pembagian sisa hasil usaha SHU tersebut ditentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART koperasi yang diputuskan dalam rapat anggota.

Berikut disajikan beberapa contoh perhitungan sisa hasil usaha SHU koperasi yang merupakan soal ujian nasional pada tahun yang berbeda.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi.

Diketahui Sisa hasil usaha SHU Koperasi “Ardra.Biz” pada tahun lalu adalah 36 juta rupiah. Berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi, SHU tersebut akan dibagikan kepada anggotanya dengan ketentuan seperti berikut:

Jasa Modal JM = 25 persen

Jasa Usaha JA = 30 persen

Dana Pengurus DP = 10 persen

Dana Sosial DS = 10 persen

Dana Pendidikan DPK = 15 persen

Cadangan C = 10 persen

Jumlah simpanan anggota adalah 60 juta rupiah, Penjualan 100 juta rupiah. Jika tuan Gemilang sebagai anggota koperasi memiliki simpanan pokok 200 ribu rupiah dan simpanan wajib 500 ribu rupiah serta berbelanja sebesar 1,5 juta rupiah. Hitung SHU yang diterima tuan Gemilang.

Jawab

SHU koperasi = 36 juta

Jasa Modal = 36 x 25%

Jasa Modal = 9 juta

Jasa Usaha  = 36 x 30%

Jasa Usaha = 10,8 juta

Jumlah Pinjaman = 60 juta

Penjualan = 100 juta

Simpanan pokok Gemilang = 200 ribu = 0,2 juta

Simpanan wajib Gemilang = 500 ribu = 0,5 juta

Belanja Gemilang = 1,5 juta

Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Modal Koperasi

Jasa Modal yang diterima Gemilang dari Sisa Hasil Usaha dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

JM.G = SG/JS x JM

JM.G = jasa modal yang diterima Gemilang

SG = simpanan Gemilang

JS = Jumlah Simpanan koperasi

JM = Jasa modal koperasi

Dengan demikian SHU jasa modal yang diterima Gemilang adalah

JM.G = [(0,2 + 0,5)/60] x 9

JM.G = 0,105 juta rupiah atau

JM.G= 105 ribu rupiah

Jadi jasa modal yang diterima tuan Gemilang adalah 105 ribu rupiah

Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Usaha Koperasi

Besarnya jasa usaha yang diterima tuan Gemilang dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

JU.G= (PG/P) x JU

JU.G = jasa usaha Gemilang

PG = Belanja atau Pembelian Gemilang

P = Penjualan koperasi

JU = Jasa usaha koperasi

JU.G = (1,5/100) x 10.8

JU.G = 0,162 juta atau

JU.G = 162 ribu rupiah

Jadi jasa usaha yang diterima tuan Gemilang adalah 162 ribu rupiah

Dengan demikian, sisa hasil usaha SHU yang diterima tuan Gemilang adalah

SHU.G = JM.G + JU.G

SHU.G = SHU yang diterima Gemilang

SHU.G = 105rb + 162rb

SHU.G = 267 ribu rupiah

Jadi sisa hasil usaha SHU yang diterima tuan Gemilang adalah 267 ribu rupiah.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi

Koperasi simpan pinjam Ardra.Biz pada akhir tahun tutup buku memiliki data keuangan seperti berikut

SHU = 72 juta

Simpanan pokok = 3 juta

Simpanan wajib = 11,4 juta

Simpanan sukarela = 4,8 juta

Jasa Simpanan atau Modal = 20%

Jasa pinjaman = 25%

Cadangan = 25%

Total piutang koperasi ke anggota = 380 juta

Jika Gemilang merupakan anggita koperasi Ardra.Biz tersebut memiliki simpann pokok 50 ribu rupiah dan simpanan wajib 400 ribu rupiah serta angsuran yang telah dibayarkan selama satu tahun sebasar 9,5 juta rupiah. Hitung SHU yang diterima tuan Gemilang.

Jawab.

Menghitung Jasa Modal Atau Jasa Simpanan Koperasi

Besar jasa modal atau jasa simpanan yang diterima tuan Gemilang dapat dihitung seperti berikut

JS.G = (SG/JMLS) x JS

JS.G = jasa simpanan Gemilang

SG = simpanan total Gemilang

SG = 40rb + 450rb

SG = 450 ribu atau 0,45 juta

JMLS = Jumlah simpanan anggota koperasi

JMLS = simpanan pokok + Simpanan wajib

JMLS = 3 + 11,4

JMLS = 14,4 juta

JS = jasa simpanan/ modal koperasi

JS = jasa simpanan x SHU

JS = 20% x 72 juta

JS = 14,4 juta rupiah

Jadi jasa simpanan atau modal yang diterima Gemilang dari total simpanannya adalah

JS.G = (0,45/14,4) x 14,4

JS.G = 0,45 juta atau 450 ribu rupiah.

Besar angsuran atau pinjaman tuan Gemilang yang sudah dibauyarkan adalah 9,5 juta rupiah, maka besar jasa pinjaman Gemilang adalah

JP.G = PG/TP x JP

JP.G = jasa pinjaman Gemilang

PG = pinjaman Gemilang

TP = total piutang koperasi

JP = jasa pinjaman koperasi

JP = 25% x 72 juta

JP = 18 juta rupiah

maka jasa pinjaman yang diterima oleh Gemilang

JP.G = (9,5/380) x 18

JP.G = 0,45 juta = 450 ribu rupiah

Dengan demikian, besar SHU yang diterima tuan Gemilang adalah

SHU.G = JS.G + JP.G

SHU.G = 450 + 450

SHU.G = 900 ribu rupiah.

Jadi sisa hasil usaha yang diterima oleh tuan Gemilang adalah 900 ribu rupiah.

Contoh Soal Ujian materi Koperasi.

Sebutkan Jenis jenis koparasi dan keuntungan yang diperoleh masyarakat ketika menjadi anggota koperasi.

Contoh Soal Koperasi dan Pembahasan

Sebutkan perbedaan antara koperasi Konsumsi dengan koperasi simpan pinjam.

Pembahasan:

Koperasi konsumsi tugas utamanya melakukan usaha dalam penyediaan kebutuhan akan barang pokok sehari – hari. Koperasi konsumsi lebih banyak didirikan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

Sedangkan Koperasi simpan pinjam melakukan usahanya dengan memberikan sejumlah fasilitas pinjaman sejumlah uang atau dana yang diperlukan para anggotanya.

Koperasi ini biasa disebut juga dengan koperasi kredit. Koperasi yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang membutuhkannya. Adapun biaya lebih murah dibanding lembaga keuangan lain seperti bank.

Daftar Pustaka

  1. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi 2014, Rajawali Pers, Jakarta.
  2. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi
  4. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Koperasi adalah Manfaat koperasi dengan Arti Lambang Koperasi Indonesia dan Maknanya serta Fungsi Koperasi Bagi Perekonomian dan Jenis – Jenis Koperasi. Jenis Keuntungan Koperasi Simpan Pinjam dengan Keuntungan Koperasi dan Koperasi Konsumsi.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Koperasi Produksi, Koperasi Serbaguna, Koperasi Simpan Pinjam dengan Sumber Dana koperasi Yang menjadi anggota koperasi. Contoh soal ujian koperasi atau Contoh soal ujian nasional koperasi dengan Bapak Koperasi Indonesia.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Koperasi Sekolah dan Contoh koperasi perusahaan serta  Pengaruh koperasi pada perkonomian.
  7. Sisa Hasil Usaha Koperasi SHU, Pengertian Sisa Hasil Usaha SHU, Penggunaan SHU, Rumus pembagian SHU koperasi, Pembagian SHU terdiri atas pos- pos keuangan, Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi, Menghitung Jasa Modal Koperasi, Menghitung Jasa Simpanan,
  8. Menghitung Jasa Usaha, Pengertian jasa modal koperasi, Pengertian jasa usaha koperasi, Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Anggota Koperasi, Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Usaha Koperasi, Contoh Soal Ujian Perhitungan Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi, Menghitung Jasa Modal Atau Jasa Simpanan Koperasi,