Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

Daftar Pustaka:

  1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,

Seni Kriya: Pengertian, Contoh, Fungsi, Jenis, Teknik Rancang

Pengertian Seni kriya: Pengertian Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni.

Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan.

Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

Syarat Cipta Seni Kriya

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menciptakan karya yang layak dan bermutu, yaitu syarat kegunaan dan syarat keindahan.

1). Syarat Kegunaan Seni Kriya

Tujuan pembuatan seni kriya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari haruslah mengutamakan nilai praktis benda kriya tersebut. Agar hal tersebut terpenuhi, proses penciptaan karya seni kriya harus mempertimbangkan beberapa factor yaitu  kenyamanan, keluwesan, dan keamanan.

a). Syarat Kenyamanan Hasil Seni Kriya

Kenyamanan merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh karya benda kriya. Dalam hal desain, kenyamanan dari penggunaan karya seni kriya disebut ergonomis. Jika tidak terpenuhi, maka benda hasil kriya dapat dikatakan tidak memiliki fungsi dan nilai praktis.

Setiap benda kriya yang dibuat sebaiknya dapat memberi kenyamanan bagi pemakainya. Sebuah cangkir harus memperhitungkan bentuk yang sesuai dengan mulut dan tangan pemakainya.

Contoh lainnya adalah kursi, pembuat kursi harus memperhitungkan orang yang akan menggunakannya.

b). Syarat Keluwesan Hasil Seni Kriya

Keluwesan hasil kriya terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk benda dengan nilai gunanya.

Contoh nilai keluwesan dalam hasil seni kriya misalnya dapat dilihat dari sepatu. Bentuk sepatu yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan si penggunanya. Misalnya, sepatu olahraga digunakan untuk berolahraga, sedangkan sepatu pesta digunakan untuk berpesta.

c). Syarat Keamanan Hasil Seni Kriya

Keamanan merupakan syarat hasil kriya yang dapat menjamin penggunannya tidak akan mendapat resiko apapun.

Contoh, ketajaman sebuah pisau harus diimbangi dengan faktor keselamatan kerja pengguna pisau tersebut.

2). Syarat Keindahan atau Estetika Seni Kriya

Beberapa syarat estetika yang harus dipenuhi dalam membuat kriya adalah aspek bahan, aspek teknik, aspek kriya, aspek alat, dan aspek fungsi.

a). Aspek Estetika Bahan Seni Kriya

Sifat dasar bahan berpengaruh terhadap teknik dan bentuk karya seni terapan yang diinginkan. Pemahaman terhadap karakteristik bahan menjadi perlu untuk dapat memenuhi kualitas benda yang diproduksi.

Seni terapan seni kriya dapat menggunakan bahan-bahan alami. Kekayaan flora dan fauna memberikan banyak pemilihan yang dapat digunakan sebagai bahan kriya.

b). Aspek Teknik Seni Kriya

Aspek teknik harus disesuaikan dengan karakteristik bahan dan keterampilan yang dimiliki seorang pengrajin. Hal untuk menjadi kualitas produk yang ingin dicapai.

Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam seni terapan dengan menyesuaikan bahan dan alat adalah mengukir, menuang, menenun, menempa, menganyam, dan membentuk.

c). Aspek Kriya

Salah satu peran seniman karya seni kriya adalah lahirnya bentuk- bentuk ungkapan baru sebagai wujud kreativitas berkesenian yang tak pernah surut.

Peniruan karya sebagian merupakan hal yang lumrah dalam seni kriya. Hal ini justru mendorong lahirnya ekspresi baru yang lebih menarik.

d). Aspek Alat

Alat adalah perkakas yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan. Pemilihan alat menjadi bagian yang akan menentukan kualitas dalam aspek estetika.

e). Aspek Fungsi

Fungsi yang paling umum dalam seni kriya adalah fungsi pakai. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya untuk kerajinan jenis tertentu adalah fungsi dekorasi atau hias.

Fungsi Seni Kriya,

Adapun Fungsi seni kriya secara garis besar dapat dibagi fungsi hiasan, fungsi terapan dan

Fungsi Hiasan (Dekorasi) Seni Kriya,

Beberapa produk seni kriya memiliki fungsi sebagai benda pajangan bersifat hiasan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada aspek fungsinya sehingga bentuk bentuknya mengalami perkembangan.

Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai hiasan di sebuah ruangan seperti ruangan kantor atau rumah.

Contoh Fungsi Dekorasi Seni Kriya,

Beberapa hasil karya seni kriya adalah karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

Seni kriya sebenarnya adalah seni menghasil karya yang lebih mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Benda-benda tersebut dapat dipakai langsung sesuai dengan fungsinya.

Contoh Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

Beberapa hasil karya seni kriya diantaranya adalah senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

Fungsi Produk Benda Mainan Seni Kriya

Produk karya seni kriya sering diciptakan untuk memenuhi fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak.

Contoh Fungsi Benda Mainan Seni Kriya

Beberapa contoh hasil karya seni kriya yang merupakan produk sebagai mainan adalah boneka, dakon, dan kipas kertas, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan lego. dan lain lain.

Jenis Seni Kriya

Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.

a). Seni Kriya Dua Dimensi

Karya seni kriya dua dimensi terdiri dari sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Bordir

Kriya bordir adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Bordir biasanya ditempatkan pada ujung-ujung kain yang berfungsi sebagai hiasan dan mempercantik tampilan kain. Sebutan lain untuk bordir adalah sulam.

Kriya bordir banyak dilakukan dengan mesin bordir. Selain lebih cepat dalam pengerjaannya, pembuat bordir lebih leluasa dalam membuat motif sesuai dengan kreativitasnya.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

Pada awalnya, border diperuntukkan untuk penghias kain saja, namun sekarang border digunakan pada pakaian (baju), tas, kerudung, taplak, dan mukena.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

Sumber: tokopedia.com

Motif yang dipakai biasanya berupa motif tumpal dan rosetta (setengah lingkaran) dengan variasi motif lain. Daerah penghasil bordir yang terkenal adalah Tasikmalaya (Jawa Barat

  • Seni Kriya Dua Dimensi Lukis

Lukisan, selain sebagai bentuk hasil ekspresi juga berfungsi sebagai hiasan. Dalam hal ini bentuk lukisan yang dibuat secara massal dan dalam jumlah yang banyak. Karya lukisannya dibuat secara berulang-ulang sehingga gambar pada lukisan sama.

Bahannya terbuat dari kain kanvas dengan kualitas rendah atau menggunakan kain beludru berwarna hitam, kaca, dan kulit kayu.

Daerah penghasil lukisan dengan media kanvas terdapat di Jelekong (Jawa Barat), Sokaraja–Banyumas (Jawa Tengah), dan Ubud (Bali).

Lukisan dengan media kaca terdapat di daerah Trusmi–Cirebon (Jawa Barat). Adapun lukisan dengan media kulit dapat ditemukan di Papua dan Kalimantan.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Kriya ukiran merupakan jenis karya seni yang dilakukan dengan mengolah permukaan suatu benda sehingga dihasilkan suatu bentuk yang indah.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Sumber: tokopedia.com

Bahan dasar kriya ukiran sangat beragam seperti kayu, gading, tulang, kulit, logam, dan batu. Daerah penghasil ukiran adalah Jepara (Jawa Tengah), Papua, dan Bali.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Batu

Batu memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk. Namun masih dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah.

Contoh Seni  Kriya Dua Dimensi Batu

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu

Sumber: tokopedia.com

Di daerah Sukabumi dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akik, jesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.

b). Seni Kriya Tiga Dimensi

Karya seni kriya tiga dimensi terdiri dari kerajinan keramik, logam, kulit, kayu, anyaman dan sebagainya.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik

Istilah keramik berasal dari keramos, yang berarti lempung yang dibakar. Kerajinan keramik adalah seni kriya yang bahan dasarnya menggunakan tanah liat dan kemudian dibakar.

Tanah liat untuk seni kriya keramik umumnya telah mengalami proses pengolahan dengan ditambah unsur pelengkap seperti kaolin sehingga siap dibentuk.

Kerajinan keramik membutuhkan teknik tertentu seperti teknik lempeng (slab), teknik putar (throwing), teknik pilin (coiling), teknik pijat (pinching), dan teknik cetak tuang.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

Produk yang dihasilkan, Contohnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga dan lain lain.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

Sumber: tokopedia.com

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Kerajinan logam adalah seni kriya yang menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan.

Kriya logam dilakukan dengan mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Kerajinan logam umumnya dilakukan dengan mengecor logam panas ke dalam cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.

Teknik kriya logam terdiri dari dua, yaitu teknik a cire perdue dan Teknik bivalve.

Teknik A Cire Perdue Cetakan Lilin

Teknik a cire perdue atau cetakan lilin adalah Teknik dengan membuat pola atau model bentuk benda yang dikehendaki dengan bahan lilin. Setelah membuat model dari lilin, model tersebut ditutup dengan menggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah.

Setelah itu, cetakan dibakar sehingga lilin akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Kemudian melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu.  Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga diperoleh  benda yang diinginkan.

Teknik Bivalve Setangkap,

Teknik bivalve atau setangkap adalah Teknik dengan menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka diperoleh benda yang dikehendaki.  Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Produk yang dihasilkan, contohnya adalah perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Pada saat ini, kerajinan logam memiliki variasi bentuk yang lebih beragam. Hasilnya bisa berupa alat rumah tangga, alat musik (kenong dan goong), perhiasan (cincin dan gelang), serta senjata.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Kerajinan Kulit adalah seni kriya yang menggunakan bahan kulit untuk mewujudkan karyanya.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Bahan Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, contohnya adalah wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana dan lainnya

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Sumber: tokopedia.com

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

Kerajinan Kaya adalah seni kriya yang menggunakan kayu sebagai bahan karyanya.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

Produk kriya yang menggunakan Kayu sebagai benda kerajinan contohnya adalah topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Anyaman

Kriya anyaman pada prinsipnya adalah teknik berkarya dengan cara mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk tindih-menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat.

Prinsip ini memanfaatkan jalur horizontal (pakan) dan jalur vertical (lungsin) yang disusun dengan pola tertentu.  Ada pula yang menggunakan pola miring (diagonal) dan melingkar.

Kerajinan anyaman adalah seni kriya yang biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastic, rotan, pandan, lontar, jaksi, , panama, dan eceng gondok.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan anyaman

Kerajinan anyaman digunakan untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.

  • Kerajinan Lainnya

Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat dijumpai di beberapa daerah, yang  antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias dan lain lain.

Teknik dan Corak Seni Kriya

Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya.

Corak karya seni kriya umumnya didasari dengan mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak karya seni kriya lebih bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

Contoh Soal Ujian Seni Kriya

1). Karya seni kriya termasuk karya seni rupa yang diciptakan untuk tujuan ….

a). fungsional dan seni

b). keindahan

c). desain

d). kebutuhan hidup

2). Corak karya seni kriya umumnya bersifat dekoratif, artinya ….

a). kontras

b). klasik

c). menggunakan ragam hias

d). terkesan halus dan lembut

3). Karya seni berikut yang dapat digolongkan sebagai hasil karya seni kriya daerah setempat adalah ….

a). lukisan abstrak

b). gambar poster

c). wayang golek

d). seni fotografi

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ringkasan Rangkuman: Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik).
  11. Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan.
  12. Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.
  13. Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan.
  14. Rancangan dan pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni.
  15. Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana dengan menggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional.
  16. Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.
  17. Seni Kriya: Pengertian Contoh Fungsi Jenis Teknik Rancang, Syarat Kegunaan Seni Kriya, Fungsi Teknik Seni Kriya, Pengertian Contoh Seni Kriya, Jenis Seni Kriya, Seni Kriya: Pengertian Contoh Fungsi Jenis Teknik Rancang, Pengertian Seni kriya,
  18. Hand Skill, Pengertian Hand Skill Seni Kriya, Pengertian Hand Made Seni Kriya, Hand Made, Aspek Fungsional Seni Kriya, Syarat Cipta Seni Kriya, Syarat Kegunaan, Syarat Kenyamanan Hasil Seni Kriya, Syarat Keluwesan Hasil Seni Kriya, Syarat Keamanan Hasil Seni Kriya,
  19. Syarat Keindahan atau Estetika Seni Kriya, Aspek Estetika Bahan Seni Kriya, Aspek Teknik Seni Kriya, Aspek Kriya, Aspek Alat Seni Kriya, Aspek Fungsi Seni Kriya, Fungsi Seni Kriya, Fungsi Hiasan (Dekorasi) Seni Kriya, Contoh Fungsi Dekorasi Seni Kriya, Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,
  20. Contoh Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya, Fungsi Produk Benda Mainan Seni Kriya, Contoh Fungsi Benda Mainan Seni Kriya, Jenis Seni Kriya, Seni Kriya Dua Dimensi, Seni Kriya Dua Dimensi Bordir, Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir, Seni Kriya Dua Dimensi Lukis, Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran, Seni Kriya Dua Dimensi Batu, Seni Kriya Tiga Dimensi,
  21. Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik, Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik, Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam, Teknik kriya logam, Teknik a cire perdue, Teknik bivalve, Teknik A Cire Perdue Cetakan Lilin, Teknik Bivalve Setangkap,
  22. Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam, Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit, Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit, Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu,
  23. Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Anyaman, Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan anyaman, Kerajinan Lainnya, Teknik dan Corak Seni Kriya, Contoh Soal Ujian Seni Kriya,

Seni Karya Patung: Pengertian, Contoh, Jenis, Teknik Subtraktif Aditif, Imitatif, Nonfiguratif ,Deformatif.

Pengertian Patung: Seni patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan nilai keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau volume.

Seni patung diwujudkan dengan metode subtraktif atau  adiktif  yang bersifat tiga dimensi atau benda bervolume sehingga dapat dilihat dari berbagai arah.

Metoda Subtraktif Karya Seni Patung

Metoda subtraktif adalah metoda dengan cara mengurangi bahan, seperti memotong atau  menatah  dan  lain-lain. Dengan kata lain, patung terwujud akibat adanya bagian lain dari bahan yang dibuang. Metode subtraktif menggunakan  media antara lain semen cor, batu- batuan, dan kayu serta media keras lainya,

Metoda Adiktif Karya Seni Patung

Sedangkan metoda adiktif adalah metoda dengan cara membentuk model lebih dahulu seperti mengecor, dan mencetak. Metode additive menggunakan media lilin, tanah liat atau media lunak lainnya.

Bentuk Patung

Berdasarkan bentuk atau corak karya patung dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

a). Patung Corak Imitatif atau Figuratif,

Patung corak imitated atau figurative adalah patung yang dibentuk dengan meniru bentuk yang ada dalam alam kehidupan nyata. Contoh patung corak imitative figurative adalah patung berbentuk manusia, bentuk hewan, atau bentuk tumbuhan yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk aslinya.

b). Patung Corak Deformatif (Dekoratif)

Patung deformatif adalah patung yang berbentuk alam yang diolah atau digubah menurut gagasan dan imajinasi pematung

c). Patung Corak Nonfigurative (Abstrak)

Patung corak non figuratif (abstrak) adalah jenis patung yang bentuknya tidak menyerupai bentuk aslinya. Patung dibuat dengan daya khayal pencipta dan tidak meniru bentuk yang ada di alam.

Arti bentuk dan fungsinya patung nonfiguratif hanya diketahui secara pasti oleh pematungnya. Patung jenis ini biasanya hanya menampilkan garis, lekukan atau bagian tertentu dari suatu objek.

Jenis Patung

Berdasarkan jenisnya, karya patung dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu patung Zonde Bosse dan relief.

a). Patung Zonde Bosse

Patung jenis Zonde Bosse merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri (kanan kirinya lepas) dan tidak menempel pada satu sisi.

b). Patung Relief

Patung jenis relief merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung relief ini menceritakan adegan penting yang terdapat dalam suatu cerita.

Contoh Karya Seni Patung Relief

Contoh Karya Seni Patung Relief
Contoh Karya Seni Patung Relief

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Fungsi Patung

Berdasarkan fungsinya karya patung dapat dikelompokkan menjadi enam fungsi, yaitu

a).Patung Religi,

Patung Religi adalah patung yang dibuat untuk tujuan sebagai sarana peribadatan dan bermakna religius bagi sebagian umat beragama.

Patung religi, selain memiliki nilai estetika tujuan,  patung religi dibuat untuk sarana beribadah, atau bermakna relijius.

Contoh Patung Religi

Patung pada zaman dahulu, patung di buat untuk menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang yang diagungkan misalnya raja atau pimpinan mereka. Patung juga dianggap memiliki sejarah tinggi atau bahkan yang dianggap sebagai dewa.

Contoh Fungsi Patung Religi
Contoh Fungsi Patung Religi

Arca Prajnaparamita, salah satu arca Jawa kuno terindah di Indonesia.

Sumber: id.wikipedia.org

Patung juga menjadi simbol orang-orang yang di teladani dan dimoyangkan kebaikannya. Bahkan patung dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga patung dijadikan sebagai Simbol Tuhan.

b). Patung Monumen,

Patung monument adalah patung yang dibuat untuk memperingati atau mengenang suatu peristiwa dan kejadian, atau jasa untuk seseorang pahlawan di masa lampau.

Contoh Patung Monumen

Monumen Nasional, Sumber: id.wikipedia.org

c). Patung Arsitektur,

Patung arsitektur adalah patung yang dibuat untuk menunjang suatu konstruksi bangunan dan mempunyai nilai estetika atau keindahan.

d). Patung Dekorasi,

Patung dekorasi adalah patung yang dibuat dengan tujuan untuk menghiasi suatu bangunan atau lingkungan taman, baik taman rumah, taman kota, ataupun taman bermain.

Contoh Patung Dekorasi

Contoh Fungsi Patung Dekorasi
Contoh Fungsi Patung Dekorasi

Patung Hias taman rumah, Sumber: tokopedia.com

e). Patung Seni,

Patung seni adalah patung yang dibuat sebagai karya seni murni untuk estetika, yaitu karya yang patung yang hanya dinikmati keindahan bentuknya.

f). Patung Kerajinan,

Patung Kerajinan yaitu patung yang dibuat sebagai hasil kerajinan, biasanya berupa souvenir dalam berbagai bahan dan ukuran yang dijual di tempat tempat wisata atau toko cindera mata, patung jenis ini biasanya dibuat oleh para pengrajin.

Contoh Patung Kerajinan

Contoh Fungsi Patung Kerajinan
Contoh Fungsi Patung Kerajinan

Sumber: tokopedia.com

Alat, Bahan, dan Teknik Membuat Patung

Alat yang digunakan untuk membuat patung tergantung pada bahan dan tekniknya. Alat-alat yang digunakan dalam mematung terdiri dari :

a). Butsir Patung

Butsit adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari kayu dan kawat, jenisnya ada butsir kayu dan butsir kawat.

Contoh Butsir Kawat Kayu Karya Patung

b). Meja Putar Karya Patung

Meja putar, adalah meja untuk membuat patung dan dapat di Gerakan denagan cara diputar, fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.

Contoh Meja Putar Karya Patung

c). Pahat dan Palu Kayu Patung

Pahat dan palu kayu adalah alat untuk memahat agar dapat mengurangi atau membentuk bahan seperti batu atau kayu menjadi patung.

Contoh Pahat Palu Kayu Patung

d). Cetakan Patung

 Cetakan berfungsi untuk mencetak bahan menjadi patung.

e). Sendok Adukan Patung

Sendok Adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkan pada kerangka patung.

f). Bahan Patung

Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya.

Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi.

  • Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta menghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.
  • Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau tatah, kapak, martil, gergaji serta ampelas.
  • Patung yang dibuat dari bahan batu memerlukan alat berupa pahat baja, martil besi, dan gerinda.
  • Patung cetak dari bahan logam memerlukan alat pemanas logam berupa kompor, pengecor, alat cetak dan gerinda.
  • Patung pahat dari bahan logam berupa pelat memerlukan alat berupa martil, tatah patah dan gerinda.
  • Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, cetok, tatah.

Teknik Membuat Karya Seni Patung

Beberapa Teknik karya seni patung diantaranya adalah:

a). Teknik Pahat

Teknik pahat adalah Teknik membuat karya patung dengan cara mengurangi bahan menggunakan sebuah alat yang disebut pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan adalah pahat dan palu

b). Teknik Butsir

Teknik butsir adalah Teknik membuat patung dengan cara dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat.  Alat yang digunakan adalah sudip atau butsir.

c). Teknik Cor

Teknik cor adalah Teknik membuat karya seni patung dengan membuat alat cetakan terlebih dahulu, kemudian adonan berupa semen, gips, dan sebagainya dituang ke dalam cetakan. Bentuk Patung yang dihasikan sesuai dengan rongga cetakan. Alat yang digunakan adalah cetakan.

d). Teknik Las

Teknik las adalah Teknik membuat karya seni patung dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misanya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam, atau besi. Alat yang digunakan adalah mesin las.

e). Teknik Cetak

Teknik cetak adalah Teknik membuat karya seni patung dengan gara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

Kadang, walaupun sangat jarang, digunakan pula bahan berharga seperti  emas,  perak,  jade,  dan  gading.  Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luas, termasuk kayu, keramik, dan logam.

Membuat Karya Seni Patung

Tahap Membuat Patung Bahan Lunak

Teknik yang digunakan adalah teknik menekan, atau pijat dan langkah- langkah pengerjaanya adalah sebagai berikut:

a). Membuat model patung dengan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada

b). Menyiapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, dan meja putar,

c). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, meja putar dipakai untuk memudahkan dalam membentuk sedikit demi sedikit sambil meja di putar.

d). Menekan nekan  bahan hingga mendekati bahan yang diinginkan, agar 1ebih mudah dengan cara di basahi air sedikit demi sedikit. Jika bahan dianggap kurang dapat di tambah, dan sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.

e). Setelah terbentuk secara globa1, Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir dan sempurnakan dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.

Tahap Membuat Patung Bahan Keras

Teknik ini dengan cara di pahat atau di ukir, langkah langkahnya sebagai berikut:

a). Membuat model patung dcngan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada di majalah atau dari Koran

b). Menyiapakan balok kayu sesuai ukuran dan rencana yang diinginkan, setelah itu pindahkan gambar/ pola di atas permukaan balok kayu.

c). Lakukan pemotongan dengan gergaji untuk mengurangi kalau masih terlau besar, dan lakukan pembentukan sedikit demi sedikit dengan alat hingga mendekati bentuk global.

d). Buatlah bentuk global yang lebih detail, bandingkan dengan gambar rencana.

e). Lanjutkan dengan membuat yang lebih detail /sempurna dan haluskan dengan amplas.

f). Di finishing dengan cat melamin atau akrilik

Tahap Membuat Patung Teknik Butsir

Teknik butsir merupakan teknik membuat patung yang sederhana dengan menggunakan bahan lunak, seperti tanah liat, plastisin, dan lainnya. Bahan tersebut bersifat plastis dan mudah dibentuk sesuai keinginan.

Tahapan proses pembuatan patung dengan teknik butsir adalah :

a). Menyiapkan bahan tanah liat atau plastisin

b). Menyiapkan alat utama butsir kawat dan butsir kayu, tali pemotong, pisau, dan alat pendukung lainnya

c). Menyiapkan meja putar (bila ada)

d). Menyiapkan gambar rancangan patung

e). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja/ meja putar secara bertahap, sedikit demi sedikit

f). Membuat bentuk global (mengglobal) patung yang akan dibuat, misalnya bentuk binatang. Dalam proses ini bahan dapat ditambahkan dan dikurangi sambil membentuk secara global

g). Menyempurnakan bentuk

h). Memberikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail hingga bentuknya selesai

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rinkasan Rangkuman Seni Tiga Dimensi Karya Patung
  11. Patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume), sehingga bentuknya dapat dinikmati dari segala arah.
  12. Berdasarkan bentuknya, patung terbagi menjadi dua jenis yaitu Patung Figuratif dan Patung Non Figuratif.
  13. Berdasarkan jenisnya, patung terbagi menjadi dua kelompok yaitu Patung Zonde Bosse dan Patung Relief.
  14. Berdasar teknik pembuatannya patung dapat dibuat dengan beberapa teknik, yaitu Teknik Butsir, Teknik Modeling, Teknik Merakit, Teknik Cor, Teknik Las, Teknik Cetak, dan Teknik Pahat.
  15. Berdasar fungsinya patung dibedakan dalam beberapa fungsi, yaitu Patung Religi, Patung Monumen, Patung Arsitektur, Patung Dekorasi, Patung Seni, dan Patung Kerajinan.
  16. Secara umum tahap pembuatan patung meliputi tahapan awal, berupa penemuan gagasan atau mencari sumber gagasan; tahap pravisual, yaitu tahap pemberian bentuk nyata; dan tahap visualisasi, yaitu tahap mewujudkan bentuk.
  17. Seni Karya Patung: Pengertian Contoh Jenis Teknik Subtraktif Aditif Imitatif Nonfiguratif Deformatif, Pengertian Contoh Patung Metoda Subtractif Aditif, Pengertian Contoh Patung Corak Imitatif atau Figuratif, Pengertian Contoh Patung Corak Deformatif (Dekoratif),
  18. Pengertian Contoh Patung Corak Nonfigurative (Abstrak), Patung Metoda Subtraktif Aditif Imitatif Figuratif Deformatif, Pengertian Bentuk Jenis Fungsi Alat Bahan Contoh, Metoda Subtraktif Karya Seni Patung, Pengertian Contoh Patung Metoda Subtraktif Metoda Adiktif Karya Seni Patung, Pengertian Contoh Metoda Adiktif, Bentuk Patung , Patung Corak Imitatif atau Figuratif, Patung Corak Deformatif (Dekoratif) ,
  19. Patung Corak Nonfigurative (Abstrak), Pengertian Contoh Patung Corak Imitatif atau Figuratif, Pengertian Contoh Patung Corak Deformatif (Dekoratif) , Pengertian Contoh Patung Corak Nonfigurative (Abstrak),
  20. Jenis Patung , Patung Zonde Bosse, Pengertian Contoh Patung Zonde Bosse, Patung Relief, Pengertian Contoh Karya Seni Patung Relief , Fungsi Patung, Patung Religi, Pengertian Contoh Patung Religi, Patung Monumen, Pengertian Contoh Patung Monumen, Pengertian Contoh Patung Arsitektur,
  21. Pengertian Contoh Patung Dekorasi, Patung Arsitektur, Patung Dekorasi, Pengertian Contoh Patung Dekorasi, Patung Seni, Patung Kerajinan, Pengertian Contoh Patung Kerajinan, Alat, Bahan, dan Teknik Membuat Patung, Butsir, Pengertian Fungsi Contoh Butsir,
  22. Pengertian Contoh Butsir Kawat Kayu Karya Patung Meja Putar Karya Patung, Pengertian Contoh Meja Putar Karya Patung, Pahat dan Palu Kayu, Pengertian Fungsi Contoh Pahat Palu Kayu Patung, Cetakan Patung, Sendok Adukan Patung,
  23. Bahan Membuat Patung, Pengertian Fungsi Contoh Cetakan Patung, Pengertian Fungsi Contoh Sendok Adukan, Bahan Membuat Patung, Patung, Seni Patung, Seni Rupa Karya Patung, Pengertian Patung, Teknik Membuat Karya Seni Patung, Patung Teknik Pahat, Patung Teknik Butsir, Patung Teknik Cor, Patung Teknik Las, Patung Teknik Cetak,
  24. Pengertian Fungsi Contoh Patung Teknik Pahat, Pengertian Fungsi Contoh Patung Teknik Butsir, Pengertian Fungsi Contoh Patung Teknik Cor, Pengertian Fungsi Contoh Patung Teknik Las, Pengertian Fungsi Contoh Patung Teknik Cetak Membuat Karya Seni Patung, Tahap Membuat Patung Bahan Lunak, Tahap Membuat Patung Bahan Keras, Tahap Membuat Patung Teknik Butsir,

Seni Rupa Tiga Dimensi: Pengertian, Fungsi Ekspresi Pakai, Nilai Estetis Objektif Subjektif, Simbol Unsur, Teknik, Contoh Karya,

Pengertian Seni Rupa Tiga Dimensi: Konsep tiga dimensi atau 3D merujuk pada sebuah objek atau ruang yang memiliki tiga dimensi yang secara geometris terdiri dari: panjang, lebar dan tinggi. Contoh tiga dimensi suatu objek / benda adalah kubus atau kotak, bola, piramida atau benda spesial seperti kotak kemasan.

Seni rupa tiga dimensi berbentuk atau berujud secara plastis. Plastis yang dimaksudkan adalah dapat dilihat diraba dan dinikmati melalui pandangan mata secara fisik. Karya seni rupa ini termasuk kategori seni rupa yang memanfaatkan benda berujud dan dibentuk menjadi fungsi baru.

Seni rupa 3D atau karya 3 dimensi adalah jenis seni rupa yang memiliki tiga sisi, yaitu sisi panjang, lebar, dan tinggi. Seni rupa berbentuk sebuah bangun ruang yang memiliki volume.

Dalam bahasa sederhananya, seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai volume dan menempati sebuah ruang. Sehingga unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi.

Seni tiga dimensi terus mengalami perubahan, baik dari sudut pandang, model ruang, pola berkarya hingga jenisnya

Fungsi Karya Seni Tiga Dimensi

Karya seni rupa 3 dimensi memiliki fungsi pakai dan fungsi ekspresi seperti berikut:

a). Fungsi Pakai Seni Tiga Dimensi

Fungsi pakai merupakan fungsi dari seni rupa terapan. Karya seni rupa tiga dimensi terapan  diwujudkan dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis atau terapan. Pembuatan karya tiga dimensi diharapkan dapat digunakan sesuai fungsi dan tujuan pembuatan tanpa menghilangkan sisi estetika (keindahan).

Contoh berikut menjelaskan fungsi pakai seni tiga dimensi diantaranya adalah, kursi yang berfungsi untuk diduduki, telepon genggam berfungsi alat komunikasi, dan banyak benda kebutuhan sehari- hari yang juga karya seni rupa tiga dimensi.

b). Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi

Fungsi ekspresi merupakan fungsi dari seni rupa murni.  Sifat seni tiga dimensi murni memiliki karakteristik natural dan alami yang dibuat untuk pemenuhan hasrat estetis serta ekspresi dari senimannya.

Karya seni murni fungsi ekspresi diwujudkan dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.

Contoh Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi adalah seni lukis, grafis/ cetak, dan patung.

Pengertian Simbol Seni Rupa Tiga Dimensi

Kata simbol dalam bahasa Inggris adalah symbol, sedangkan dalah Bahasa Latin adalah symbolium, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan.

Simbol Karya Seni Rupa TIga Dimensi

Secara konseptual, kata simbol memiliki beberapa pengertian yang diantaranya adalah:

  • Simbol merupakan tanda yang kelihatan yang mewakili gagasan atau objek tertentu.
  • Simbol adalah kata atau tanda atau isyarat yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti mewakili arti, kualitas, abstraksi, gagasan, dan objek.
  • Simbol adalah sesuatu ketentuan, peraturam yang disetujui secara umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
  • Simbol adalah tanda konvensional, yaitu sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu- individu yang memiliki arti tertentu seperti standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.

Contoh Simbol Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Contoh simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi diantaranya adalah:

a). Tugu Proklamasi di Jakarta menjadi simbol perjuangan rakyat dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

b). Monumen Bandung Lautan Api, kota Bandung untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumi hangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

c). Manumen Pancasila Sakti, Monumen yang memberi symbol tentang perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

d). Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat merupakan symbol yang menunjukkan tempat yang dilewati oleh garis khatulistiwa

e). Tugu Jogja merupakan symbol persatuan antara pemimpin dan rakyatnya dalam perjuangan melawan musuh dan menjalankan pemerintahan suatu negara.

Simbol Objek Seni Rupa Tiga Dimensi

Simbol yang ditunjukkan langsung oleh objek karya seni. Contohnya patung pahlawan atau orang yang berjasa, dibuat untuk menghormatinya. Patung tersebut juga memiliki simbol kekuatan, kepahlawanan, dan perjuangan.

Simbol Unsur- Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

Unsur- unsur seni rupa  tiga dimensi memiliki simbol dengan makna yang berbeda. Misalnya unsur warna hitam digunakan untuk melambangkan duka cita,

Nilai Estetis Seni Rupa Tiga Dimensi

Nilai estetis karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.

Nilai Estetis Objektif

Nilai estetis obyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri.  Artinya keindahan dari objek seni adalah tampak kasat mata.

Keindahan sebuah karya seni rupa terbentuk dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur- unsur visual ini yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Nilai Estetis Subjektif

Nilai estetis bersifat subyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan tidak hanya pada unsur- unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, namun ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya.

Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, Seseorang akan dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya meskipun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya itu.

Namun, orang lain mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

Unsur Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa digunakan untuk memperindah bentuknya atau untuk memberikan makna simbolik.

Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbeda beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

Prinsip-prinsip Seni Rupa

Adapun prinsip-prinsip Seni Rupa meliputi

Prinsip Kesatuan (Unity) merupakan bahan awal komposisi karya seni. Dengan adanya kesatuan maka unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik.

Keseimbangan (Balance) merupakan pengaturan unsur unusr rupa sehingga karya seni mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya.

Balance bisa dibuat secara formal /simetris dan dengan informal /asimetris serta keseimbangan radial /memancar.

Irama (Rythme) merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak.

Pengulanga berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna. Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika yang unik.

Komposisi merupakan penyusunan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur.

Komposisi akan membentuk dasar keindahan dari sebuah karya seni sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik dan dapat bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

Proporsi (Kesebandingan) merupakan prinsip yang bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang.

Keselarasan (Harmoni) merupakan prinsip yang menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan.

Keselarasan diwujudkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

Jenis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Berikut beberapa contoh karya seni rupa 3D:

1). Seni Kriya Tiga Dimensi

Seni Kriya merupakan satu cabang seni rupa yang mengandalkan keterampilan tangan atau hand skill dengan memperhatikan segi keindahan serta kebutuhan dalam membuat karya seni.

Jenis seni rupa kriya tiga dimeni sering dimanfaatkan sebagai dekorasi, atau benda terapan seperti mainan, furniture, dan lain-lain.

Beberapa jenis seni kriya diantaranya adalah seni kriya kayu, seni kriya keramik, seni kriya tekstil, seni kriya batu, serta seni kriya kulit.

2). Patung Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung merupakan salah satu seni rupa 3D yang paling terkenal sehingga mudah dijumpai dan memiliki nilai seni yang tinggi. Seni rupa patung telah mengalami banyak perkembangan dari bahan pembuatnya, cara membuatnya dan teksturnya.

Biasanya seniman membuat patung dalam bentuk seperti manusia, binatang, atau bentuk-bentuk lainnya.

3). Keramik Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya seni keramik merupakan karya seni rupa yang bersifat tradisional hingga kontemporer atau modern.

Seni keramik lebih berfungsi sebagai kerajinan yang memanfaatkan bahan dari tanah liat sebagai bahan utama dengan melalui beberapa tahapan. Seni keramik melipiti proses pijit, butsir, pilin hingga pada tahap pembakaran dan glasir. Kualitas sebuah keramik ditentukan oleh proses dan bahan yang digunakan.

4). Arsitektur Seni Rupa Tiga Dimensi

Arsitektur merupakan jenis seni terpakai yang dapat dikategorikan juga sebagai seni rupa tiga dimensi. Seni rupa arsitektur lebih menekankan pada kesatuan, keseimbangan, keserasian, dan irama sebagai jenis seni rupa yang utuh mencakup dalam berbagai aspek.

Arsitektur, tidak hanya diperhatikan wujud bangunannya, namun juga mempertimbangkan aspek berat, volume tampung, kekokohan bangunan, dan sebagainya.

Teknik-teknik Seni Rupa Tiga Dimensi

Beberapa teknik seni rupa tiga dimensi  diantaranya adalah:

  1. Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik seni rupa aplikasi adalah teknik karya hias yang dimanfaatkan dalam seni menjahit, yakni dengan cara menempelkan beberapa macam potongan kain yang telah di gunting, seperti bentuk bunga, bintang, bulan, atau bentukbentuk lainnya dalam sebuah kain. Tujuannya adalah sebagai hiasan untuk memperindah pakaian.

Contoh Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya hias tiga dimensi yang digunakan untuk menutupi gallon air minum.

Sumber: tokopedia.com

  1. Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik mozaik adalah teknik membuat karya dengan menggunakan bentuk potongan potongan bahan tertentu.

Tujuan menggunakan potongan bahan adalah sebagai pengganti bahan utama pewarna. Dengan adanya mozaik, media seni tidak terlihat polos, nampak lebih indah, dan lebih memiliki corak tertentu.

Contoh Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya mozaik tiga dimensi bentuk kubus susun berbahan keramik. Keramik mozaik hexagonal ini terbuat dari bahan granit. Granit dipotong kecil kecil dan kemudian disusun menjadi bentuk hexagon.

Sumber: indonesian.alibaba.com

  1. Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik merakit dilakukan dengan cara menyambungkan potongan -potongan bahan tertentu agar menjadi suatu karya seni yang utuh.

Cara menyambung nyambung tersebut dinamakan merakit, sedangkan rakitan ialah hasil karyanya. Merakit dapat diterapkan pada benda- benda yang kompleks, seperti miniatur kapal, pesawat, atau alat transportasi lainnya.

Contoh Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya tiga dimensi Rakitan Model Rumah berbahan Kayu

Sumber: tokopedia.com

  1. Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik memahat yakni teknik karya seni dengan membuang atau menyisihkan bahan- bahan yang tidak perlu digunakan. Alat yang biasa digunakan adalah martil, pahat, kikir, dan sebagainya. Biasanya teknik pahat digunakan pada beberapa karya seni seperti patung dan miniatur tertentu.

Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung Ganesha tiga dimensi terbuat dari kayu suar bergaya bali

Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi
Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Sumber: indonesian.alibaba.com

Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik cor ialah sebuah teknik karya seni yang diaplikasikan dengan cara menuang zat cair tertentu pada sebuah alat cetakan khusus. Bahan cair yang sering digunakan ialah bahan-bahan yang terbuat dari karet, semen, logam, dan lain-lain.

Contoh Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung cor tiga dimensi model Kubera Kuwera Kuvera Jambala berbahan perungu

Sumber: tokopedia.com

Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi

Bentuk karya tiga dimensi antara lain adalah karya seni bangun, seni patung, seni keramik, seni instalansi (termsuk seni kontemporer) dan lain sebagainya.

Untuk membuat karya tiga dimensi maka perlu mengenal bahan bahan yang digunakan dalam berkreasi dengan karya tiga  dimensi. Adapun bahan-bahan berkreasi karya rupa 3 dimensi setidaknya dapat dikategorikan menjadi tiga  bagian yaitu:

1). Bahan Lunak Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan lunak yang digunakan dapat berupa kertas, karton, gabus dan styroform. Bahan- bahan ini mudah didapatkan dan membentuknya dengan alat-alat yang sederhana seperti gunting, silet, cutter, pisau.

Bahkan karya berbahan kertaspun bisa dibentuk tanpa menggunakan alat, misalnya dengan cara dilipat.

2). Bahan Liat Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan liat yang digunakan dalam berkarya tiga dimensi seperti tanah liat, gips, plastisin dan lilin. Bahan inipun juga mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.

3). Bahan Keras Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan keras yang dapat digunakan contohnya adalah kayu, batu danl ogam. Ketiganya merupakan bahan yang sering digunakan oleh perupa sejak zaman dahulu.

Batu dan logam merupakan bahan yang keras namun dapat tahan lama. Karena sifatnya yang keras, maka pengerjaan karya 3 dimensi berbahan batu dan logam memerlukan teknik dan peralatan khusus.

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan Seni Rupa Tga Dimensi: Karya tiga dimensi terwujud dari berbagai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai alat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
  11. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa tiga dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis.
  12. Karya seni rupa tiga dimensi ada yang berfungsi sebagai benda pakai yang biasa disebut karya seni terapan (applied art) dan ada yang dibuat dengan tujuan ekspresi semata yang biasa disebut seni murni (pure art)
  13. Nilai estetis karya seni rupa tiga dimensi tampak secara visual dari wujud karya seni rupa tersebut. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi wujud karya yang unik dan menarik.
  14. Nilai estetis karya seni rupa bersifat obyektif dan subyektif. Nilai obyektif terdapat pada karya seni rupa itu sendiri sedangkan nilai subyektif berada pada penikmatnya.
  15. Karya seni rupa ada yang memiliki makna simbolik. Unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi dapat menunjukkan atau menjadi simbol dari sesuatu.
  16. Berkarya seni rupa tiga dimensi dimulai dengan mencari ide gagasan atau model karya yang akan dibuat. Kegiatan ini dapat diawali dengan membuat rancangan berupa sketsa, dilanjutkan dengan memilih medium, bahan, alat dan teknik yang akan digunakan. Alasan-alasan pemilihan gagasan, model hingga teknik berkarya dapat disebut sebagai konsep berkarya seni rupa.
  17. Seni Rupa Tiga Dimensi Pengertian Fungsi Simbol Jenis Nilai Estetis Unsur Teknik Contoh Karya, Pengertian Contoh Fungsi Ekspresi Pakai, Pengertian Contoh Nilai Estetis Objektif Subjektif, Jenis dan Contoh Karya Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Tiga Dimensi, Seni Rupa Tiga Dimensi: Pengertian, Fungsi, Simbol,
  18. Jenis Nilai Estetis, Unsur, Teknik, Contoh Karya, Konsep tiga dimensi atau 3D, Fungsi Karya Seni Tiga Dimensi, Fungsi Pakai Seni Tiga Dimensi, Contoh Fungsi Pakai Seni Tiga Dimensi, Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Fungsi Ekspresi Pakai, Contoh Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi, . Pengertian Contoh Simbol Seni Rupa Tiga Dimensi,
  19. Simbol Karya Seni Rupa TIga Dimensi, Nilai Estetis Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Nilai Estetis Seni Rupa Tiga Dimensi, Nilai Estetis Objektif, Pengertian dan Contoh Nilai Estetis Objektif, Pengertian Contoh Nilai Estetis Objektif Subjektif, Nilai Estetis Subjektif,
  20. Pengertian dan Contoh Nilai Estetis Subjektif, Unsur Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi, Prinsip-prinsip Seni Rupa Tiga Dimensi Jenis dan Contoh Karya Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Patung Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Keramik Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Arsitektur Seni Rupa Tiga Dimensi, Teknik-teknik Seni Rupa Tiga Dimensi,
  21. Pengertian Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi,.
  22. Contoh Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertaian Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi, Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Bahan Lunak Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Bahan Liat Seni Rupa Tiga Dimensi, Contoh Bahan Keras Seni Rupa Tiga Dimensi,

Seni Grafis: Pengertian Relief, Intaglio, Planography, Screen Print, Prinsip, Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi, Dalam, Datar, Saring,

Pengertian Seni Grafis: Kata grafis dalam bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Grafis dalam bahasa Yunani adalah graphein berarti menulis atau menggambar.

Seni grafis termasuk karya seni rupa dwimatra, dua dimensi  yang dibuat untuk mencurahkan ide atau gagasan dan emosi seseorang  dengan menggunakan teknik cetak.

Istilah  seni  grafis  dikenal  juga  dengan  seni mencetak.  Cetakan grafis adalah berupa negatif film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, warna ataupun ragam yang sama.

Teknik cetak memungkinkan membuat karya dalam jumlah banyak sekaligus. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal.

Seni grafis diciptakan diatas permukaan yang disebut dengan plat. Plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, plat logam, 1embaran kaga akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis lain yang disebut dengan senigrafi atau cetak saring (screen-printing)  menggunakan  lembaran  kain berpori yang direntang pada sebuah kerangka.

Teknik Prinsip Karya Seni Grafis

Prinsip kerja seni grafis adalah melalui proses pencetakan. Ini artinya, dalam pembuatannya, diperlukan suatu acuan cetak yang disebut klise yang terbuat dari berbagai material.

Klise akan dibubuhi tinta atau pigmen untuk selanjutnya dicetakkan pada bidang permukaan tertentu.

Jenis Teknik seni grafis dapat dibedakan menjadi: cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), dan cetak saring (serigrafi, screen printing)

A). Teknik Cetak Tinggi (Relief Print) Seni Grafis

Disebut cetak tinggi karena bagian dari permukaan acuan cetak yang terkena tinta dan nantinya akan tercetak adalah bagian permukaan yang tinggi atau menonjol. Bagian yang tinggi ini dicapai dengan melakukan menempel atau dengan mencukil bagian yang tidak akan dicetak, dengan menggunakan pisau cukil khusus.

Disebut pula relief print atau cetak tinggi atau cetak timbul karena bagian permukaan acuan cetak ada yang tinggi dan ada yang rendah sehingga serupa dengan relief. Stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi.

Acuan permukaan yang timbul atau meninggi berfungsi sebagai penghantar tinta, baik monokrom maupun polikrom.

Bagian dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedang bagian yang terkena tinta disebut bagian positif.

Apabila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol akan menerima tinta. Jika klise/ alat cetak itu ditempelkan pada kertas   kemudian   diangkat,   maka  tinta pindah ke kertas dan tampaklah   gambar   pada kertas tersebut.

Cetak Tinggi memanfaatkan bentuk /permukaan yang paling tinggi dari suatu plat klise. Pada gap/ stempel tersebut dapat dilihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan  suatu  gambar  atau  tulisan  pada  benda  yang diberi warna.

Untuk mendapatkan bentuk acuan yang timbul dilakukan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan untuk menghantarkan tinta. Dengan demikian  tertinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta.

Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukanlah satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul, teknik lain dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak.

Jenis Teknik Cetak Tinggi 

 Adapun Teknik cetak tinggi relief print dapat dibagi menjadi wood cut, wood engraving dan kolase.

a). Teknik Relief Print Woodcut Seni Grafis

Dikenal dengan cukil kayu karena pada awalnya klise acuan cetak yang dipakai menggunakan potongan papan kayu.

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya adalah dengan menggambar pola gambar atau desain, kemudian mencukil atau membuang bagian yang tidak diperlukan untuk dicetak dengan menggunakan pisau/pahat cukil khusus untuk cukil kayu (woodcut knife).

Teknik lain yang sama prosesnya namun hanya berbeda materialnya adalah yang disebut linocut karena menggunakan material karet linoleum.

b). Teknik Relief Print Wood Engraving Seni  Grafis

Teknik ini secara proses pengerjaannya hampir sama dengan woodcut, hanya saja yang membedakan adalah pada teknik woodcut papan klise menggunakan kayu yang dipotong secara vertikal sehingga memanfaatkan serat kayu yang membujur.

Sedangkan pada wood engraving papan klise menggunakan kayu yang dipotong horisontal sehingga memanfaatkan serat kayu yang melintang. Dengan perbedaan serat kayu ini maka peralatan yang digunakan juga berbeda, akan tetapi tahapan proses pengerjaannya sama.

c). Teknik Relief Print Kolase Seni Grafis

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya dengan menempelkan materialmaterial tertentu pada suatu bidang material dengan permukaan datar. Material yang ditempel bisa berupa potongan-potongan atau pola dari karton, benang, kain, dan lain sebagainya.

Bahan Alat Seni Grafis Cetak Tinggi Seni Grafis

Adapun bahan dan alat yang digunakan untuk Teknik cetak tinggi diantaranya adalah :

a). Plat atau Acuan Cetak. Plat cetak yang dapat digunakan diantaranya adalah papan kayu (MDF), linoleum, hardboard  permukaan halus, dan karet vinyl.

Contoh Plat Cetak,  Acuan Cetak, Plat Klise  Seni Grafis

Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis
Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

b).   Pisau Pahat Cukil. Pahat atau pisau cukil berfungsi untuk membentuk gambar pada acuan cetak. Pisau Pahat Cukil digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta.

Mata pisau pahat terbuat dari besi baja dan tangkainya terbuat dari kayu, plastik, atau besi.

Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen seperti layaknya menggambar, bukan dipukul seperti pahat ukir. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Bentuk mata pisau pahat cukil antara lain adalah bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar.

Bentuk U (lengkung) berfungsi untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berfungsi untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berfungsi untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar.

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis
Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

c). Pensil: Digunakan untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak atau plat. Selain itu juga digunakan untuk menandai ukuran serta memindahkan modul gambar yang dibuat di kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak.

Pensil untu kertas memiliki jenis ukuran, kekerasan tertentu, contohnya 2B, 4B, 6B dan Pensil untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak dari bahan karet vinyl (karena permukaannya berwarna hitam), agar modul gambar terlihat jelas, dapat menggunakan pensil dermatograph atau pensil warna putih.

Contoh Pensil Seni Grafis

Contoh Pensil Seni Grafis
Contoh Pensil Seni Grafis

d). Tinta Cetak: Sebagai bahan pewarna untuk mencetak plat atau acuan cetak ke bidang kertas. Tinta cetak yang biasa digunakan di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin. Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.

Contoh Tinta Warna Seni Grafis Cetak Tinggi, Seni Grafis

Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,
Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,

e). Rol Karet: Berfungsi untuk menghantarkan cat atau tinta dari kaca setelah mengalami proses pengolahan, ke permukaan plat yang timbul atau yang akan dicetak. Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan plastik, kayu, ada pula yang besi.

Contoh Rol Karet Cetak Tinggi,

Contoh Rol Karet Seni Grafis
Contoh Rol Karet Seni Grafis

f). Lem: Digunakan untuk menempelkan modul gambar pada kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak yang akan dicukil, agar modul gambar tesebut tidak lepas pada saat proses cukil berlangsung.

g). Kaca: Digunakan sebagai media untuk mengolah tinta sebelum dihantarkan ke plat atau acuan cetak. . Tinta ditorehkan pada kaca untuk diproses.

Proses Pembuatan Karya Seni Grafis Teknik Cetak Tinggi

Secara garis bear, Proses pembuatan cetak tinggi terdiri dari 3 (tiga) tahap, dimulai dari pembuatan sketsa gambar di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maupun pembuatan rancangan modul gambar langsung pada plat atau acuan cetak, kemudian proses cukil dan yang terakhir adalah proses cetak.

Tahapan proses pembuatan cetak tinggi adalah sebagai berikut.

a). Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak. Proses menggambar dapat dilakukan di atas kertas transparan atau kalkir terlebih dahulu, baru direkatkan pada plat atau acuan cetak, ataupun langsung Digambar pada plat atau acuan cetak.

Teknik menggambar dapat dilakukan secara manual, menggunakan pensil atau dermatograph putih, atau berupa hasil print-out komputer, baru kemudian dijiplak atau ditempelkan pada plat atau acuan cetak yang diinginkan.

Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.
Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.

b). Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret. Bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang dengan cara dicukil.

Jika pembuatan sketsa gambar dilakukan di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maka kertas tersebut harus direkatkan terlebih dahulu ke permukaan plat atau acuan cetak yang akan dicukil.

Material yang digunakan untuk mencukil adalah pisau cukil. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat papan kayu (MDF). Mata pisau yang tajam akan membuat bekas cukilan menjadi bersih dan jelas.

Bagian yang tidak akan dicetak atau tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) akan dicukil dengan menggunakan pisau cukil, sedangkan bagian yang akan dicetak (bagian positif) akan tetap sejajar dengan permukaan plat atau acuan cetak.

Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.
Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.

c). Meratakan tinta di atas kaca. Ambil tinta secukupnya dengan alat bantu yang misalnya kape.

Letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang berfungsi sebagai landasan untuk mengolah tinta. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk diproses dengan menggunakan rol karet.

Meratakan tinta di atas kaca
Meratakan tinta di atas kaca

d). Memberi tinta pada permukaan acuan cetak. Caranya adalah pindahkan tinta tersebut pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol karet. Pastikan tinta tersebut merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak.

Memberi tinta pada permukaan acuan cetak
Memberi tinta pada permukaan acuan cetak

e). Apabila tinta telah merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas dengan posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas
Meletakkan acuan cetak di atas kertas

f). Untuk memperoleh hasil yang baik, tekanlah permukaan kertas dengan menggunakan rol.

Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol
Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol

g). Mengangkat kertas secara perlahan dari permukaan acuan cetak.

Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak
Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak

h). Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Supaya tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada figura.

Tempatkan karya pada Figura.
Tempatkan karya pada Figura.

B). Teknik Cetak Dalam (Intaglio Print) Seni Grafis

Cetak  dalam  adalah  seni  cetak  yang  menggunakan  klise dalam,  artinya  bagian  dalam  menyerap  tinta  dan  akan membekas pada kertas. Jenis-jenis cetak dalam antara lain: etsamezzo  tintdrypoint, dan lain sebagainya.

Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium atau kuningan yang  permukaannya  ditoreh  hingga  menghasilkan  goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan, diratakan atau dirolkan pada bagian yang dalam tersebut.

Kertas yang sudah dibasahi dengan  air  lalu  diletakkan  di  atasnya.  Tinta  akan  melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, jarum, burin atau logam runging.

C). Teknik Cetak Datar (Planography Print ) Seni Grafis

Cetak  datar  adalah  teknik  cetak  yang  menggunakan  klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara tinta dan air. Cetak datar adalah memperbanyak hasil cetakan dengan media permukaan yang datar. Teknik ini ditemukan pada abad ke – 16 di Eropa. Klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) . Selain batu, sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam (seng) untuk memperingan proses kerja.

Planography   (Cetak  Datar)  dimana  matrix  permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk mengiptakan image/gambar. teknik ini meliputi : litografi, monotype dan teknik digital.

Cetak datar salah satunya terdapat pada teknik fotografi yaitu proses mengetak foto hasil jepretan kamera. Teknik cetak bisa menggunakan bahan film, kertas foto, dan bahan gugi film. Kemudian dengan teknik cetak digital menggunakan kamera digital, komputer,dan printer.

D). Teknik Cetak Saring Screen Printing Seni Grafis

Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan  layar  (screen)  dengan  kerapatan  serat  tertentu. Cetak saring dilakukan dengan menggunakan kain gasa atau kasa yang dibingkai yang disebut screen.

Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil. 

Cetak saring di Indonesia lebih dikenal dengan istilah cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon, di Indonesiakan menjadi sablon. Cetak sablon dilakukan dengan menggunakan model cetakan atau mal.

Sablon  banyak  digunakan  untuk  mencetak  tulisan maupun gambar pada permukaan datar atau rata. Contohnya adalah untuk mengetak tulisan atau gambar pada kertas,  kaos,  kain  span-duk,  undangan,  plastik,  dan  media lainnya. Kain screen ini direntangkan  dengan  kuat  agar  menghasilkan  layar  dan  hasil  cetakan yang datar.

Pembuatan Teknik Cetak Saring Seni Grafis

1). Alat Bahan Teknik Cetak Saring Seni grfis

Adapun Alat dan Bahan yang digunakan dalam proses cetak saring diantarannya adalah:

a). Kerangka Screen Cetak Saring Sablon, Seni Grafis

Bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium dan  Screen terbuat dari kain kasa atau Monyl  merupakan kain berserat yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan pada benda-benda yang akan disablon.

Kain screen berpori-pori dan bertekstur sangat halus menyerupai kain sutera. Lubang pori-pori pada screen ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah zat warna yang keluar.

Ada bermacam-macam jenis kain screen, jenis kain screen terbagi atas kualitas, bahan dasar serat, warna dan besar kecilnya lubang.

Contoh Screen Cetak Saring Sablon

Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis
Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis

Sumber: tokopedia.com

b). Meja Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Meja cetak berfungsi sebagai alas atau landasan atau tempat untuk melakukan penyablonan.

c). Pelapis Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Pelapis digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.

d). Rakel Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Rakel merupakan alat yang digunakan untuk menyaput zat warna ke atas permukaan kain atau media cetak. Rakel berfungsi untuk meratakan tinta di screen.

Terbuat dari karet yang dijepit pada kayu atau alumunium. Ada 5 jenis rakel: rakel tumpul, bulat, lancip, miring dan persegi.

Contoh Karet Rakel Cetak Saring

Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis
Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Proses afdruk dapat menggunakan sinar matahari dan dapat juga menggunakan meja yang dilengkapi dengan lampu neon / TL agar hemat energi jika cuaca mendung atau hujan.

Waktu penyinaran jika menggunakan lampu neon 6 x 20 watt, pada jarak 20 cm adalah 4 menit atau waktu menyesuaikan dengan jenis film diapositif yang akan diafdruk.

Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis
Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

e). Rak Jemuran Cetak Saring Sablon

Rak jemuran berfungsi untuk mengeringkan benda/ kain hasil sablonan.

f). Obat Sablon: Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring Seni Grafis

Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya. Obat peka cahaya merupakan larutan pokok dalam proses afdruk screen. Obat peka cahaya atau obat sablon merupakan campuran antara emulsi dan sensitizer (cairan peka cahaya).

Dipasaran bahan ini terdapat dalam satu kemasan dus kecil yang berisi dua buah botol. Botol besar berisi cairan emulsi, botol kecil berisi cairan sensitizer (larutan Kromatin). Digunakan untuk melapisi screen pada proses afdruk, pelapisan dilakukan pada ruang gelap atau ada cahaya lampu merah.

Penghapus Screen Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Apabila Screen sudah tidak digunakan, untuk menghapus obat peka cahaya pada screen digunakan ulano 5 atau kaporit. Sedangkan Ulano 8 untuk menghapus bayangan pada screen.

g). Tinta Zat Warna Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Hampir semua jenis zat warna yang digunakan dalam industri tekstil dapat digunakan untuk proses cetak saring sablon.

Namun demiian zat warna pigmen banyak digunakan adalah sandy colour walaupun sifatnya hanya menempel pada permukaan serat tekstil atau kain, tetapi penggunaannya sangat mudah, seperti untuk warna pokok Merah, Biru, Kuning dan Hitam atau CMYK (Cian, Magenta, Yellow dan Hitam).

Industri besar dan kecil banyak menggunakan zat warna Reaktif (Remazol, Procion dan Cibacron) dan Zat warna Dispersi untuk kain sintetis.

h). Pengental dan Obat Bantu Seni Grafis

Soda Abu: Soda Ash (Na2CO3) termasuk alkali kuat berfungsi sebagai pengikat dalam pewarnaan zat warna reaktif.

Soda kue: Sodium bikarbonat (NaHCO3), termasuk alkali lemah berfungsi sebagai fiksasi zat warna reaktif, untuk membuat suasana alkali.

i). Kodatrace Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Kodatrace digunakan sebagai film diapositif yaitu untuk memisah motif tiap warna sebelum diafdruk.

2). Proses Pembuatan Klise (Negative Film) Seni Grafis

Bahan untuk klise harus transparan agar pada saat penyinaran (pengeksposan) bagian yang seharusnya tidak tembus oleh tinta akan terkena sinar secara utuh. Bahan yang digunakan untuk klise adalah kertas kalkir, film dan mika film.

Teknik Membuat Klise Film Negatif

Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah:

  • Teknik Langsung Buat Film Negatif Pada Seni Grafis

Pada teknik ini setelah screen (kain kasa) diberi tulisan atau  gambar corak.  Untuk  area  yang  diinginkan  tidak tembus oleh tinta diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer kemudian dijemur/ penyinaran, setelah kering siap untuk dipergunakan mencetak.

  • Teknik Manual Buat Klise Film Negatif Seni Grafis

Teknik manual dilakukan dengan menggambar di  kertas putih. Untuk mendapatkan tulisan/ gambar yang jelas dapat digunakan tinta jenis rapido atau drawing pen.

Kemudian, kertas tersebut kemudian dibasahi dengan menggunakan minyak goreng/ minyak tanah, sehingga menjadi trasnparan. Setelah kertas tersebut kering dapat dilakukan pengeksposan gambar.

  • Setting Komputer Seni Grafis

Teknik pembuatan klise melalui komputer dilakukan dengan cara membuat gambar /tulisan pada komputer. Terus dicetak dengan menggunakan printer jenis lasser agar tulisan/ gambar hasil cetakan lebih jelas. Kemudian dilumuri minyak goreng /minyak tanah, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk pengekposan gambar (negatif film)

3). Proses Afdruk Pengekposan Seni Grafis

Afdruk/ pengeksposan/ penyinaran adalah proses memindahkan gambar berupa selembaran kertas yang akan menjadi model/ desain ke screen dengan bantuan bahan yang disebut emulsi sablon. Berikut ini tahapan afdruk, antara 1ain

  • Pelapisan (Coating) Seni Grafis

Meliputi proses pencampuran emulsi dengan sensitilizer (obat afdruk siap pakai) dan dioleskan ke screen dengan menggunakan alat yang disebut dengan  coater  (pelapis)  bisa  juga  dipakai  pengaris,  tahap pengolesan ini dilakukan di dalam ruang yang gelap.

  • Pengeringan Awal Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan bantuan dryer seperti hair dryer.  Namun dapat juga didiamkan sampai kering sendiri atau menggunakan kipas angin. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung sinar ultra violet seperti neon. Hal ini untuk mencegah agar cahaya tidak mengenai emulsi yang akan mengakibatkan tidak bisa digunakan untuk proses berikutnya

  • Penyinaran Screen Oleh Panas Matahari, Seni Grafis

Screen yang sudah kering dari larutan emulsi, lalu bagian  bawah  di  alas  dengan  busa  hitam,  sedangkan  dibagian atas diletakkan klise negatif/ kertas yang siap diekpose.

Selanjutnya ditutup dengan kaca untuk mengekpos klise supaya menempel rapat ke ke screen. Laksanakan penyinaran sekitar 20 detik untuk cahaya terik dan 50 detik pada cahaya matahari yang redup

  • Pembuatan Klise Seni Grafis

Semprot dengan air untuk menghilangkan bagian yang bukan desain sehingga tersisa bagian screen yang kita desain, gunakan semprotan yang sesuai

  • Pengeringan Klise  Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan dryer atau hair dryer atau dapat juga dengan panas sinar matahari

4).  Proses Pencetakan Seni Grafis

Scceen kering yang sudah melalui proses pengekposan gambar siap untuk dicetak. Letakan kertas atau media yang akan dicetak  Tuangkan  warna  yang  diinginkan  dan  ratakan  dengan rakel. Proses cetak saring selesai

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Seni Grafis Pengertian Relief Intaglio Planography Screen Print Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi Dalam Datar Saring, Pengertian Relief Print Cetak Tinggi, Pengertian Intaglio Print, Pengertian Screen Print Sablon, Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi, Pengertian Planography Print, Pengertian Seni Grafis,
  11. Seni Grafis: Pengertian Relief Intaglio Planography Screen Print, Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi Dalam Datar Saring, Teknik Prinsip Karya Seni Grafis, Jenis Teknik seni grafis, cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), cetak saring serigrafi, screen printing, Teknik Cetak Tinggi (Relief Print),
  12. Jenis Teknik Cetak Tinggi, Teknik Relief Print Woodcut, Teknik Relief Print Wood Engraving, Teknik Relief Print Kolase, Bahan Alat Seni Grafis Cetak Tinggi, Plat atau Acuan Cetak, Fungsi Plat Klise, Fungsi Acuan Cetak Seni Grafis, linoleum, hardboard cetak tinggi, karet vinyl cetak tinggi, Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis, Pisau Pahat Cukil, Fungsi Pahat Cukil Seni Grafis Cetak Tinggi,
  13. Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis, Contoh Tinta Cetak Tinggi, Contoh Rol Karet Seni Grafis, Proses Pembuatan Karya Seni Grafis Teknik Cetak Tinggi,. Tahapan proses pembuatan cetak tinggi, Teknik Cetak Dalam (Intaglio Print), Jenis-jenis cetak dalam, etsa, mezzo tint, drypoint, Teknik Cetak Datar (Planography Print ),
  14. Planography, litografi, monotype, Teknik Cetak Saring Screen Printing, Pembuatan Teknik Cetak Saring, Alat Bahan Teknik Cetak Saring, Kerangka Screen Cetak Saring Sablon, Contoh Screen Cetak Saring Sablon, Meja Cetak Saring Sablon, Pelapis Cetak Saring Sablon, Rakel Cetak Saring Sablon, . Contoh Karet Rakel Cetak Saring, Meja Afdruk Cetak Saring Sablon, Rak Jemuran Cetak Saring Sablon, Obat Sablon: Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring, Fungsi Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring, Contoh Obat Sablon, Contoh Obat Afdruk Sablon, Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya, Penghapus Screen Cetak Saring Sablon,
  15. Fungsi Klise Film Cetak Saring Sablon, Tinta Zat Warna Cetak Saring Sablon, Pengental dan Obat Bantu Afdruk, Kodatrace Saring Sablon, Fungsi Kodatrace, Proses Pembuatan Klise (Negative Film), Teknik Membuat Klise Film Negatif, Teknik Langsung Buat Film Negatif Pada Screen, Teknik Manual Buat Klise Film Negatif,
  16. Proses Afdruk Pengekposan, Bahan Pelapisan (Coating) Cetak Saring Grafis, Penyinaran Screen Oleh Panas Matahari, Waktu Penyinaran Afdruk Seni Grafis, Alat Bahan Pembuatan Klise Cetak Saring Seni Grafis, Alat Pengeringan Cetak Saring Sablon Grafis, Tahap Proses Pencetakan Seni Grafis, 

Aliran Gaya Seni Rupa Lukis: Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri Tokoh, Contoh Soal.

Pengertian Seni Rupa Lukis. Seni lukis merupakan karya seni yang diciptakan dengan menggunakan unsur unsur seni lukis yang tersusun secara harmony sebagai ungkapan ekspresi dari ide, emosi, pengalaman yang dituangkan pada bidang dua dimensi.

Pegertian Menurut Para Ahli Seni Rupa Lukis

Beberapa pengertian seni rupa menurut beberapa ahli seni rupa diantaranya adalah:

Pengertian Seni Lukis Menurut Aristoteles

Sebuah lukisan adalah sesuatu karya yang memiliki nilai kebaikan dan juga menyenangkan.

Pengertian Seni Lukis Menurut Herbert Read,

Karya lukis adalah sebuah kegiatan rohani yang direfleksikan kepada jasmani, dan memiliki sebuah daya yang dapat membangkitkan jiwa.

Pengertian Seni Lukis Menurut S. Sundoro

Seni Lukis adalah suatu pengucapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang pengucapan dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna.

Pengertian Seni Luki Menurut Ensiklopedia

Ensiklopedia Indonesia mendefinisikan lukisan sebagai hasil karya seorang pelukis yang berupa penerapan pigmen warna pada permukaan yang datar (kanvas, panel, tembok, kertas) untuk menghasilkan ilusi tentang ruang, gerak, susunan dan bentuk visual dihasilkan oleh kombinasi dari unsur- unsur tersebut.

Pengertian Seni Lukis Menurut B.S. Myers

Melukis adalah membubuhkan cat yang kental maupun yang cair diatas permukaan yang datar, yang ketebalannya tidak ikut diperhitungkan, sehingga lukisan itu sering dilihat sebagai karya dua dimensional.

Pengertian Seni Lukis Menurut Marianto

Seni lukis adalah suatu kegiatan yang didukung oleh ekspresi maupun pengucapan pengalaman artistik, dituangkan di atas bidang datar dengan menggunakan garis dan warna.

Pengertian Seni Lukis Menurut Slamet Riyanto

Seni lukis merupakan salah satu bagian dari sebuah ilmu desain grafis.

Pengertian Seni Lukis Menurut Jim Supangat,

Sebuah karya seni lukis merupakan suatu hal yang menegaskan kembali sebuah pengalaman masa lampau pada konteks sekarang.

Pengertian Seni Lukis Menurut Herry Sulastiono,

Seni lukis adalah sebuah cabang karya seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi, umumnya di buat diatas kanvas menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

Fungsi Seni Rupa Lukis

Seni lukis berfungsi sebagai media komunikasi secara sosial dan ekspresi seseorang atau seminan secara individual dalam upaya merespon berbagai aspek yang ada di lingkungannya.

Unsur Unsur Seni Lukis

Seni lukis ini memiliki dua unsur seni yaitu unsur visual dan unsur

Unsur Seni Lukis Visual

Unsur yang mendukung seni lukis yang pertama adalah unsur visual. Berikut ini bentuk-bentuk dari unsur visual.

  • Garis (line)
  • Bidang (field)
  • Ruang (space)
  • Tekstur (teksture)
  • Warna (color)

Unsur Seni Lukis Non Visual.

Unsur non visual seni lukis terdiri dari:

  • Pandangan hidup dan pengalaman.
  • Konsep dari lukisan
  • Sikap estetik dan artistik

Pengertian Aliran Seni Rupa Lukis

Aliran seni lukis adalah Gaya lukisan seseorang atau kelompok yang memiliki kesamaan pandangan dalam pengungkapan ide, gagasan, tema dan bentuk ungkapan.

Jenis Aliran Seni Rupa Lukis

Aliran seni rupa lukis berkembang atau lahir bersamaan dengan karya seni bangunan, seni patung dan relief. Hal tersebut terutama setelah dibangkitkannya nilai-nilai klasik Yunani-Romawi (renaisance).

Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme

Naturalisme adalah aliran seni rupa yang mewujudkan sebuah objek lukisan yang sama persis dengan keadaan alaminya. Aliran ini memberikan sentuhan tambahan sehingga menjadi lebih indah dari[ada aliran realisme.

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme

Ciri aliran seni Lukis Naturalisme adalah wujudnya yang sama persis dengan sesuatu yang dilihat oleh mata dan biasanya bertemakan alam. Proporsi, perspektif, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip seni rupa lainnya terwujud lebih tepat sesuai pemandangan sebenarnya.

  • Tokoh Seni Rupa Lukis

Beberapa tokoh seni rupa yang mengikuti aliran ini antara lain Basuki Abdullah, Gambir Anom, Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, William Hogarth dan Frans Hall, Trubus,

Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

Aliran Realisme adalah aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan nyata seperti apa adanya tanpa ada tambahan unsur lain. Gaya Lukis Realisme mengungkapkan kenyataan alam dan kehidupan sehari hari apa adanya terutama kaum miskin.

Aliran Realisme lahir sebagai sanggahan atas aliran klasisisme yang statis dan romantisme yang dianggap berlebihan dan mengada- ngada. Alirian realisme terutama didukung oleh bangkitnya sosialis.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

Contoh karya realisme oleh Gustave Courbet, Bonjour, Monsieur Courbet, 1854. A Realist painting.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

Ciri aliran seni realisme adalah tema yang mengungkapkan kehidupan sehari-hari seperti rakyat jelata/ kaum miskin lebih terlihat nyata. Penekanannya lebih pada suasana dibanding objek dari kenyataan tersebut. Lukisan yang dibuat lebih terlihat menyatu dengan objek.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

Beberapa seniman atau tokoh yang memilih aliran seni ini antara lain Francisco de Goya, Gustave Courbet, dan Honore Daumier, Jean-Baptiste Camille, Corot, Millet,

Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

Aliran Romantisme adalah aliran seni rupa yang lebih menampilkan nilai-nilai fantastis, indah, irasional, dan absurd. Umumnya menceritakan kisah-kisah romantis atau dramatis atau sejarah.

Aliran seni lukis Romantisme mengungkapkan kejadian, kegetiran dan hal-hal yang dianggap istimewa.

Romantismen lahir sebagai sanggahan terhadap Klasisisme dan Neo Klasisisme yang cenderung statis dan kaku dan istana sentris.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

Contoh karya romantisme oleh Eugène Delacroix, Liberty Leading the People, (1830)

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

Beberapa ciri karya seni yang menganut aliran romantisme antara lain permainan warna yang lebih meriah cenderung cerah, objek lebih sedikit, adanya objek pria gagah atau wanita yang lembut. Ungkapan penuh gerak dan cenderung dramatisasi atau kesan dinamis.

Aliran romatisme lebih emosional yang menyentuh perasaan penikmat lukisan. Lukisan romantisme mempunyai kemewahan yang lebih dari kenyataan.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

Tokoh atau seniman yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Caspar David Friedrich.

Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

Ekspresionisme adalah aliran lukisan yang memandang kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan.

Ekspresionisme merupakan sebuah aliran yang berusaha melukiskan aktualitas yang sudah didistorsi kearah suasana kesedihan, kekerasan atau tekanan batin yang berat.

Alira Ekspresionisme lahir sebagai reaksi terhadap impressionisme dan kecenderungan objektif  kubisme Paul Cezanne dan politisme George Seurat yang berkembang pada akhir abad ke-19.

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

Contoh karya ekspresionisme oleh Franz Marc, Rehe im Walde (Deer in Woods), 1914

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme
Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

Karya karya ekspressionisme umumnya bertendensi kearah individualisme dan fragmentasi, pada pribadi pribadi tidak ditumbuhkan nilai nilai sosialnya melainkan justru dikembangkan kesadarannya akan isolasi dan keterpisahannya.

Ekspresionisme lebih mengungkap emosional dari seorang seniman yang berwujud gambaran dari sebuah angan-angan.

Namun batasan yang paling khusus dari ekspressionisme ialah suatu aliran yang berkembang di Jerman sekitar abad ke-20.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

Gerakan ekspressionisme yang menonjol muncul di Jerman dan dipelopori oleh kelompok Die Brucke dan kelompok Der Blaue Reite, Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Ernst Ludwig, Affandi, Zaini, Popo Iskandar.

Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

Aliran seni lukis Impresionisme adalah aliran seni rupa yang lebih mengutamakan kesan dan pesan pada suatu obyek yang tampilkan dalam dilukiskan. Impresionisme memiliki gambar yang sedikit kabur dan kurang detail.

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

Contoh karya impresionisme oleh Claude Monet, Woman with a Parasol – Madame Monet and Her Son (Camille and Jean Monet), 1875, National Gallery of Art, Washington, D.C.

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme
Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

Ciri aliran seni rupa ini yang paling menonjol adalah objek yang digambarkan tidak mendetil atau agak kabur. Warna yang didapat karena pencampuran pegmen dari beberapa cat. Adanya gradasi cahaya dan sifat cahaya untuk menambah keindahan dari lukisan tersebut.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Impresionisme

Beberapa seniman yang menganut aliran impreionisme antara lain Camile Pissarro, Claude Monet, Aguste Renoir, Sisley, Kusnadi, Solichin, Edward Degas, Mary Cassatt, dan Afandi.

Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

Kubisme merupakan aliran yang terinspirasi dari patung -patung primitive Afrika dan Liberia yang merupakan hasil penyederhanaan bentuk bentuk alam secara geometris. Begitu pun dengan kubisme yang menyederhanakan objek lukisan menjadi bentuk geometris.

Aliran kubisme lahir sebagai sanggahan kepada kelompok realis yang semu. Lahirnya kubisme mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang terhadap suatu keindahan seni.

Kubisme cenderung menunjukan nilai abstraksi suatu objek ke dalam bentuk geometri tertentu untuk mendapatkan sensasi dan nilai seni.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

Contoh karya aliran kubisme oleh Pablo Picasso, 1910, Girl with a Mandolin (Fanny Tellier), oil on canvas, 100.3 × 73.6 cm, Museum of Modern Art, New York

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

Corak yang menjadi ciri utama aliran ini adalah adanya gambaran yang bentuknya menyerupai bidang-bidang seperti segiempat, segitiga, silinder, lingkaran, bola, kubus, kerucut, dan kotak-kotak. Lukisan berbentuk geometri dengan memperpadukan warna yang sangat perspektif.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

Tokoh-tokoh yang memilih aliran musik ini misalnya Pablo Picasso, Cezanne, Albert Glazes, Braque, Fernand Leger, Francis Picabia, Robert Delaunay, dan Juan Gris.

Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

Aliran abstrak merupakan aliran seni yang menggambarkan sebuah bentuk yang tidak berwujud, non figuratif, niskala.

Seni Abstrak dalam arti murni adalah ciptaan-ciptaan yang tediri dari susunan garis, bentuk dan warna yang sama sekali terbebas dari ilusi atas bentuk-bentuk di alam,

Ada dua jenis aliran abstaksionisme, yaitu aliran abstrak kubistis yang mengungkapkan bentuk geometri murni, dan aliran abstrak nonfiguratif yang mengungkapkan perasaan melalui garis dan warna.

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

Abstraksionime lahir dan berkembang untuk melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek dan objek.

Abstraksionisme tetap menggunakan warna serta bentuk dalam cara non-representasional. Penggunaan garis, warna, serta bentuk yang ditampilkan tidak mengindahkan dari bentuk asli. Abstraksionisme memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.

Bentuk-bentuk alam tidak lagi berfungsi sebagai objek ataupun tema yang harus dibawakan, melainkan sebagai motif saja.

Aliran seni lukis abstrak termasuk kesenian kontemporer yang gambar yang di lukisan tidak menggambarkan objek dunia yang sebenarnya. Abstrakisme memiliki bentuk yang tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

Contoh Karya aliran Abstrakisme oleh Wassily Kandinsky, tanpa judul (studi untuk Komposisi VII, abstraksi Première), cat air, tahun 1913.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

Beberapa Tokoh aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme antara lain adalah Wassily Kandinsky, dan Naum Gabo, Adolph Gottlieb, Mark Rothko, Clyfford Still, Robert Motherwell.

Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

Dadaisme dalam seni rupa berusaha menolak hubungan logis antara pikiran dan ekspresi. Nama dadaisme diambil begitu saja dari sebuah kamus Jerman- Perancis yang berarti bahasa anak anak untuk menyebut kuda mainan.

Aliran ini menentang semua syarat yang berlaku bagi keindahan yang telah ada, bersikap nihilistic, mendukung surealisme dan aliran-aliran yang belakangan lahir.

Aliran Dadaisme dianggap antiseni dan anti perasaan karena lebih merefleksi kekerasan dan kekasaran.  Aliran dadaisme menyampaikan sebuah karya seni artistik dari bentuk yang menyeramkan, aneh, mengerikan, magic, dan juga kekanak-kanakan.

Prinsip seni rupa dan ciri-ciri karya yang menggunakan aliran ini antara lain tergambarnya sifat dan karakter aneh dari suatu objek misalnya lukisan Ratu Monalisa yang diberi kumis, WC aneh diberi judul dan dipamerkan.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

Contoh karya aliran dadaisme oleh Raoul Hausmann, ABCD (self-portrait), a photomontage tahun 1923–24

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

Dadaisme dalam menciptakan hasil seni memilih bentuk yang spontan dan pencurahan perasaan sepuasnya. Aliran dadaisme lahir sebagai penolakan terhadap semua kode moral, social, maupun estetika.

Pandangan estetika Dadaisme adalah tidak ada estetika, karena estetika dihasilkan oleh pikiran, sedang dunia telah terbukti tanpa pikiran. Dadaisme menggambarkan karakter yang aneh dengan warna yang kontras dan tajam.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

Aliran ini lahir sekitar bulan Pebruari 1916 di Cabaret Voltaire, Zurich. Karya-karya yang dilahirkan cukup sinis, seperti lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci yang diberi kumis, dan lain-lain.

Beberapa tokoh yang menggunakan aliran seni rupa satu ini diantaranya Max Ernst, Juan Gross, Marcel Duchamp, Hans Arp, dan Picabia, Roull Haussmann, Duchamp.

Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

Pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra. Surealisme berdasarkan pada keyakinan tentang realitas yang superior dari kebebasan asosiasi yang telah lama ditinggalkan.

Surealisme merupakan aliran seni rupa yang bertujuan untuk menggambarkan objek yang sering dijumpai dalam mimpi.  Lukisan surealisme sangat dekat dan erat dengan dunia imajinasi atau fantasi.

Penampilan yang di sajikan seolah-olah seperti di alam mimpi. Bentuk lukisan aliran surealisme biasanya mempunyai bentuk yang aneh dan tidak logis seperti halnya hanya khayalan saja.

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

Contoh karya aliran Surrealisme oleh Daria Shcherba, Close the Light, We’re eating Pasta, tahun 2019

Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme
Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

Sumber: id.wikipedia.org

  • Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

Ciri objek dalam aliran ini adalah keanehan dan kontrol di bawah sadar dari bentuk objek tersebut. Lukisan yang dibuat terkesan aneh dengan gambar penuh dengan imajinasi yang unik.

Surealisme menunjukkan gagasan dan citra yang tidak saling berhubungan namun ditempatkan bersama-sama dalam suatu ruang tertentu dan cara tertentu sehingga melahirkan absurditas yang tidak sama dan sebangun.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

Beberapa tokoh dalam aliran ini antara lain Salvador Dali, Andre Masson. Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman. Salvador Dali, Daria Shcherba,

Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

Futurisme adalah aliran seni rupa yang menggambarkan keindahan dan menjadi aliran pendobrak Kubisme yang dibilang statis.

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

Objek dalam aliran ini memiliki ciri yang cenderung lebih mengabadikan gerak, misalnya lukisan kucing yang berkaki > 4.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

Adapun beberapa tokoh seni dunia yang menggunakan aliran ini misalnya Severini, Boccioni, Umberto, Carlo Cara, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Russalo.

Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

Neo klasik adalah aliran seni rupa yang muncul setelah pecahnya revolusi Perancis. Objek dalam aliran ini bersifat rasional, obyektif, dan klasik.

Aliran seni lukis melanjutkan klasissme yang dipengaruhi oleh hadirnya seniman akademis.

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

Contoh karya noe klasik adalah Belisarius Begging for Alms; by Jacques-Louis David; 1781; oil on canvas; 288 x 312 cm; Palais des Beaux-Arts de Lille (Lille, France)

Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik
Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

Adapun beberapa ciri-ciri antara lain adalah objek lukisan terikat pada norma intelektual akademis, bentuknya selalu seimbang, Batasan-batasan warna bersih dan statis, hiperbolis, raut wajah tenang dan terkesan agung, serta mengandung cerita lingkungan istana.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

Adapun tokoh dalam aliran Neo-Klasik ini adalah Jean-Auguste-Dominique Ingres, Jacques-Louis David,

Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

Fauvisme adalah sebuah aliran seni rupa yang muncul sekitar abad XX Masehi. Aliran fauisme memberikan sebuah kebebasan berkekspresi, sehingga menghasilkan objek lukisan menjadi kontras dengan lukisan yang aslinya.

Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme

Contoh karya aliran Fauvisme oleh Henri Matisse. Woman with a Hat, 1905. San Francisco Museum of Modern Art

Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme
Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme

Sumber: en.wikipedia.org

  • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

Pelukis-pelukis muda yang lahir di masa itu menghasilkan karya dengan ciri warna yang liar, Aliran Fauvisme memakai unsur garis yang di sederhanakan sehingga penikmat dapat melihat dengan jelas. Penggunaan campuran warna dilakukan hingga tidak menunjukan warna aslinya.

  • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

Beberapa tokoh dalam aliran ini antara lain Andre Derain, Henry Matisse, Raoul Dufy, Maurice de Vlaminck, dan Kees van Dongen, Henry Matisse.

Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Lukis

Secara umum dalam melukis dibagi dalam dua teknik yang berkaitan dengan material atau bahan, sebagai media untuk melukis adalah Tehnik Aquarel, Teknik Plakat, Teknik Spray, Teknik Pointilis, Teknik Tempera, Teknik basah dan Teknik kering.

Tehnik Seni Lukis Aquarel

Teknik aquarel merupakan sebuah teknik melukis menggunakan bahan dasar cat air (aquarelle) dengan menggunakan sapuan warna yang tipis dan halus. Teknik aquarel akam menghasilkan gambar atau lukisan yang bernuansa transparan dan ringan.

Teknik Seni Lukis Plakat

Teknik plakat ini merupakan sebuah Teknik melukis dengan menggunakan cat air, cat akrilik, ataupun cat minyak dengan sapuan tebal serta komposisi cat yang kental. Teknik plakat akan memberikan sebuah kesan colorfull pada sebuah karya lukisan.

Teknik lukis plakat lebih sering digunakan oleh seniman lukis profesional untuk menghasilkan sebuah lukisan indah dan menawan yang  mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Teknik Seni Lukis Spray

Spray atau teknik semprot merupakan sebuah teknik lukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis.

Penyemprotan bertujuan untuk menghasilkan sebuah lukisan yang lebih halus dan tampak lebih nyata dalam segi visualnya.

Teknik spray ering digunakan untuk melukis sebuah graffiti di tembok- tembok jalanan ataupun di sebuah gedung atau rumah yang tak terpaikai.

Teknik Seni Lukis Pointilis

Teknik seni lukis pointilis merupakan salah satu teknik yang membutuhkan kesabaran tinggia dalam mewujudkan karyanya.

Tekinik pointilis diwujudkan dengan menggunakan unsur rupa titik hingga menjadi sebuah lukisan yang indah dan menawan.

Teknik pointilisi terkadang menggunakan beberapa warna sekaligus untuk menciptakan gradasi warna yang indah untuk mengatur gelap terang dari lukisan tersebut.

Teknik Seni Lukis Tempera

Teknik lukis tempera merupakan teknik seni lukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat.

Teknik tempera dapat menggunakan kayu sebagai kanvasnya atau dapat juga langsung melukiskan ke tembok.

Teknik Seni Lukis Basah

Teknik basah adalah sebuah teknik dalam menggambar atau melukis yang menggunakan media yang bersifat basah atau memakai media air dan minyak cair, seperti cat air, cat minyak, tempera, tinta, rapido gram dan lain-lain.

Teknik basah diwujudkan dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat encer dalam kekentalan tertentu, kemudian di poleskan di atas permukaan kanvas dengan kuas berbulu bulu panjang.

Jenis karya yang dihasilkan dengan menggunakan Teknik basah diantaranya adalah sketsa tinta cina atau di Jepang disebut sumi.

Teknik Seni Lukis Kering

Teknik kering kebalikan dari teknik basah, menggambar atau melukis dengan bahan kering seperti charcoal (arang gambar), pensil, orang dan lain-lain.

Jika menggunakan cat, maka kuas yang digunakan haruslah dalam keadaan kering serta tidak berminyak. Untuk teknik ini disarankan menggunakan cat yang baru keluar dari dalam tube.

Teknik kering sudah berusia tua yaitu sejak zaman Paleolitikum sekitar tahun 15.000 SM, dengan menggoreskan warna alam ke dinding gua. Jenis gambar yang dihasilkan dengan teknik kering adalah stippling dan scartcboard.

Teknik kering cocok digunakan untuk melukis dengan kesan volume serta keruangan, seperti naturalisme, realisme dan surelisme.

Contoh Soal Ujian Seni Rupa Lukis

Soal 1. Aliran realisme adalah sebuah aliran yang menyampaikan sebuah karya seni lukis dengan apa adanya seperti tampilan dalam kehidupan nyata sehari-hari. ciri dari lukisan beraliran realisme adalah….

a). komposisi seimbang

b). Lukisan yang dibuat lebih terlihat menyatu dengan objek.

c). Pembuatan gambar penuh dengan imajinasi dan unik.

d). Lukisan tidak begitu penuh gerak.

e). Mempunyai sebuah kemewahan yang lebih dari kenyataan.

Soal 2. Teknik aquarel merupakan sebuah teknik melukis menggunakan bahan dasar cat air (aquarelle) dengan menggunakan sapuan warna yang….

a). Tebal dan halus

b). Tipis dan halus

c). Tipis

d). Halus

e). Banyak air

Soal 3. Tokoh seniman Indonesia yang mempopulerkan aliran ekspresionisme adalah….

a). Affandi

b). Raden Saleh

c). Basuki Abdullah

d). Sudiarjo

e). Amang Rahman

Soal 4. Unsur yang mendukung seni lukis yang pertama adalah unsur visual. Berikut ini bentuk-bentuk dari unsur visual adalah…

a). Titik, Tekstur dan imajinasi

b). Titik, garis, bidang, tekstur dan warna

c). Warna dan Imajinasi

d). Konsep dan nilai artistik

e). Warna dan nilai estetik

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Aliran Gaya Seni Rupa Lukis: Pengertian Fungsi Jenis Ciri Tokoh Contoh Soal, Pegertian Menurut Para Ahli Seni Rupa Lukis, Pengertian Contoh Jenis Aliran Seni Lukis, Tokoh dan Ciri Ciri Aliran Seni Lukis, Unsur dan Prinsip Seni Lukis, Pengertian Seni Rupa Lukis,
  11. Pegertian Menurut Para Ahli Seni Rupa Lukis, Pengertian Seni Lukis Menurut Aristoteles, Pengertian Seni Lukis Menurut Herbert Read, Pengertian Seni Lukis Menurut S. Sundoro, Pengertian Seni Luki Menurut Ensiklopedia, Pengertian Seni Lukis Menurut B.S. Myers, Pengertian Seni Lukis Menurut Marianto, Pengertian Seni Lukis Menurut Slamet Riyanto,
  12. Pengertian Seni Lukis Menurut Jim Supangat, Pengertian Seni Lukis Menurut Herry Sulastiono, Fungsi Seni Rupa Lukis, Unsur Unsur Seni Lukis, Unsur Seni Lukis Visual, Unsur Seni Lukis Non Visual, Pengertian Aliran Seni Rupa Lukis, Jenis Aliran Seni Rupa Lukis, Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme, Pengertian Contoh Aliran Naturalisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme, – Tokoh Seni Rupa Lukis Naturalisme,
  13. Aliran Seni Rupa Lukis Realisme, Pengertian Contoh Aliran Realisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Realisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Realisme, Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme, Pengertian Contoh Karya Aliran Romantisme, –
  14. Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme, Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme, Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme, Pengertian Contoh Aliran Ekspresionisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme, –
  15. Tokoh Aliran Seni Rupa Ekspresionisme, Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme, Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme, Pengertian Contoh Aliran Impresionisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Impresionisme, Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme, Pengertian Contoh Karya Aliran Kubisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme, –
  16. Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme, Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme,. – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme, Pengertian Contoh Karya Aliran Abstrakisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme, Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme,
  17. Pengertian Contoh Karya Aliran Dadaisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme, Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme, Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme, Pengertian Contoh Karya Aliran Surrealisme, –
  18. Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme, Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme,. – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme, Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik, Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik, Pengertian Contoh Aliran Neo-Klasik, Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik, –
  19. Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme, Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme, Pengertian Contoh Karya Aliran Fauvisme, – Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme, – Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Lukis, Tehnik Seni Lukis Aquarel, Teknik Seni Lukis Plakat, Teknik Seni Lukis Spray, Teknik Seni Lukis Pointilis, Teknik Seni Lukis Tempera, Teknik Seni Lukis Basah,.
  20. Teknik Seni Lukis Kering, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Lukis, Pengertian Contoh Tehnik Seni Lukis Aquarel, Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Plakat, Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Spray, Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Pointilis, Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Tempera, Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Basah,. Pengertian Contoh Teknik Seni Lukis Kering, Contoh Soal Ujian Seni Rupa Lukis,

Seni Rupa Dua Dimensi: Pengertian, Unsur, Prinsip, Bahan Alat Teknik, Contoh Soal,

A.. Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi: Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki batas dua sisi, yaitu sisi panjang dan sisi lebar. Seni rupa dua dimensi tidak memiliki ruang karena tidak memiliki ketebalan atau ketinggian.

Contoh Seni Rupa Dua Dimensi

Dalam kehidupan sehari-hari contoh karya seni rupa dua  dimensi mudah ditemui contohnya adalah lukisan, poster, foto, banner, logo, kaligrafi, mozaik, batik, karikatur, dan lainnya.

B.. Unsur Unsur Seni Rupa Dua Dimensi

Unsur seni rupa dua dimensi adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelap terang, dan ruang.

Titik: Titik atau noktah atau spot adalah unsur-unsur rupa yang paling sederhana dalam suatu karya seni.

Titik merupakan unsur yang terkecil yang menjadi dasar dari berbagai ide karya seni yang akan di ciptakan. Titik dapat dibuat dengan variasi jarak yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.  Titik yang satu dengan yang lainnya dapat berjarak dekat, lebar, dan sebagainya.

Titik yang diciptakan dapat dipadukan dengan berbagai variasi warna. Kombinasi titik yang bervariasi akan menghasilkan suatu karya seni yang disebut teknik pointilisme.

Garis: Garis merupakan rangkaian titik titik yang sambungkan. Untuk membuat garis sedikitnya butuh dua titik. Titik berupa tanda atau markah yang memanjang yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah.

Garis merupakan unsur seni rupa (visual element) yang paling sederhana setelah titik.  Garis terdiri dari garis nyata (konkret) dan garis maya (imajinatif).

Garis menjadi batas suatu bidang atau permukaan, bentuk atau warna. Garis memiliki sifat kualitas yang melekat pada obyek lanjar/ memanjang.

Garis yang dibentuk dapat menghasilkan banyak bentuknya seperti lurus, panjang, pendek, vertikal, horizontal, dan lain sebagainya.

Raut: raut merupakan unsur seni rupa yang menampilan bentuk suatu objek. Bentuk suatu objek dapat dikenali dari rautnya. Raut suatu bangun dapat pipih datar, menggumpal padat atau berongga bervolume, lonjong, bulat, persegi, dan sebagainya. Raut dapat ditampilkan dengan kontur.

Warna: Warna merupakan unsur visual yang penting, warna menjadikan mata kita melihat berbagai macam benda. Warna mempunyai tiga aspek yaitu jenis (hue), nilai (value), dan kekuatan (intensity). Jenis warna yaitu kualitas warna yang membedakan antara warna primer, sekunder, tersier, dan lain sebagainya.

Tekstur: Tekstur (texture) atau barik, ialah sifat permukaan.Sifat permukaan dapat halus, polos, kasap, licin, mengkilap, berkerut, lunak, keras, dan sebagainya.Setiap material atau bahan memiliki teksturnya masing-masing. Permukaan kulit kayu,batu atau marmer, kaca, tekstil, anyaman bambu, dan lain-lain, memiliki tekstur masing-masing yang khusus

Gelap Terang: Ungkapan gelap terang sebagai hubungan pencahayaan dan bayangan dinyatakan dengan gradasi mulai dari yang paling putih untuk menyatakan sangat terang, sampai kepada yang paling hitam untuk bagian yang gelap.

Cahaya selalu dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis dengan tujuan untuk memperjelas unsur-unsur seni rupa lainnya.

Gelap terang dapat memperkuat kesan trimatra suatu bentuk dan mengilusikan kedalaman atau ruang. Selain itu, unsur gelap terang dapat menciptakan kontras atau suasana tertentu.

Ruang: Ruang (space) memiliki arti sesuatu yang kosong yang memungkinkan untuk ditempati atau diisi dengan sebuah bentuk.

Ruang terkait dengan raut dan bentuk. Ruang pictorial adalah ruang yang bersifat maya atau ilusif karena dalam karya dua dimensi ruang tersebut kenyataannya tidak ada, sedangkan ruang fisik adalah ruang actual yang letaknya berdampingan dengan bentuk-bentuk tiga dimensional.

C.. Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi

Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

Prinsip seni rupa terdiri dari kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, kesebandingan, komposisi, keseimbangan. Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip-prinsip seni rupa akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.

Komposisi dalam seni rupa terdiri dari kesatuan, keserasian, dominasi, keseimbangan, kesebandingan.

Kesatuan Unity: berarti setiap unsur dalam sebuah karya seni menyatu padu membentuk terciptanya nilai karya seni. Kesatuan karya tidak memuat unsur-unsur yang tidak perlu. Namun unsur yang hadir harus saling mendukung, saling membutuhkan, saling menanggapi, dan saling menuntut setiap unsur yang lainnya.

Kesatuan merupakan prinsip pengorganisasian atau penataan atau pengaturan unsur-unsur rupa yang paling mendasar. Tujuan akhir dari penerapan prinsip- prinsip unsur seni yang lain, seperti keseimbangan, kesebandingan, irama, dan lainnya adalah agar terciptanya kesatuan yang padu atau keseutuhan.

Keserasian Harmony:  merupakan prinsip seni rupa yang mempertimbangkan keselarasan dan keserasian antar unsur seni secara keseluruhan, sehingga cocok satu dengan yang lain, serta terdapat keterpaduan yang tidak saling bertentangan.

Susunan harmonis menunjukkan adanya keserasian dalam bentuk raut dan garis, ukuran, warna, dan tekstur. Semuanya berada pada kesatupaduan untuk memperoleh suatu tujuan atau makna.

Irama (ritme): merupakan pengaturan unsur -unsur seni rupa secara berulang dan berkelanjutan, sehingga tercipta kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian- bagiannya.

Dominasi: merupakan pengaturan unsur seni rupa dalam suatu susunan sehingga menjadi pusat perhatian dan tekanan. Dominasi menjadi bagian yang penting atau utama dalam suatu susunan secara keseluruhan.

Dominasi disebut juga center of interest/ pusat perhatian. Dominasi adalah pengaturan peran atau penonjolan suatu bagian terhadap bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dengan peran menonjol pada bagian itu maka terjadi pusat perhatian (center of interest) dan merupakan tekanan, Bagian yang tidak mengambil peran dominasi disebut subordinasi.

Keseimbangan Balance merupakan pengaturan unsur-unsur visual seni rupa agar terjadi suasana yang seimbang.

Komposisi unsur seni yang tidak seimbang akan membuat kesan tak tenang dan komposisi menjadi tidak utuh atau terganggu. Namun demikian, keseimbangan yang baik akan memberikan kesan yang tenang dan menarik, serta menjaga keutuhan komposisi.

Proporsi: adalah aspek kesebandingan yaitu hubungan ukuran antar bagian satu dengan bagian lainnya yang membentuk kesatuan secara keseluruhannya.

D.. Bahan Seni Rupa Dua Dimensi

Berdasarkan sumber dan proses pengolahannya, bahan yang digunakan untuk kerya seni rupa dibagi menjadi bahan alami dan bahan sintetis.

Bahan Alami adalah bahan yang berasal dari alam tanpa melalui pengolahan.

Bahan Sintetis adalah bahan yang diperoleh melalui pengolahan atau melalui proses pabrikasi.

Berdasarkan sifat materialnya, bahan dikatagorikan ke dalam bahan keras, bahan lunak, cair, dan padat.

Beberapa bahan atau alat yang umum di gunakan untuk menghasilkan sebuah karya seni adalah pensil, conte, pensil warna, crayon, canvas, kuas, palet, dan lainnya.

a). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pensil

Pensil dibuat dengan campuran grafit dan tanah liat. Pensil merupakan alat yang fundamental dalam banyak penciptaan karya seni rupa. Contoh Karya seni yang dihasilkan dengan menggunakan pensil adalah sketsa atau lukisan.

Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Pensil Konte Warna Krayon Pena
Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Pensil Konte Warna Krayon Pena

b). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Konte

Konte merupakan sejenis pensil dari bahan lunak bertesktur halus dan berwarna hitam pekat. Konte umum digunakan untuk membuat gambar gradasi atau benda- benda bertekstur halus.

Konte terbuat dari bahan dasar bubuk grafit atau arang, dicampur lilin atau tanah liat dengan komposisi tertentu.

c). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pensil warna

Pensil warna adalah pensil yang dapat memberikan warna jika digoreskan pada bahan kertas atau bahan lukis. Pensil memiliki tekstur yang halus dengan banyak jenis warnanya. Umumnya satu pensil satu warna.

Pensil warna merupakan alat melukis yang dikenal banyak kalangan karena penggunaanya terbilang mudah tersedia cukup banyak.

d). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Krayon

Krayon adalah peralatan gambar berbentuk seperti pensil yang terbuat dari lilin berwana, air, dan talk atau kapur.

Krayon memiliki beragam jenis warna dan penggunaanya terbilang mudah. Krayon sangat akrab bagi pelukis pemula, sehingga sangat biasa digunakan untuk membuat karya seni 2 dimensi. Salah satu merk krayon yang populer adalah Crayola.

e). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pena

Pena umumnya digunakan untuk menulis. Namun pena sering digunakan adalah alat digunakan untuk menunjang sebuah karya seni rupa 2 dimensi. Pena berbentuk seperti pensil yang bahanya terbuat dari tinta.  dimana tinta yang ada dalam pena sering hanya didominasi tiga warna yaitu warna hitam, biru, dan merah.

f). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Cat Air

Cat air atau aquarel adalah cat yang yang pewarnaannya dengan sapuan yang tipis, sehingga hasil warna hampir transparan dan mudah larut. Cat air bisa juga diartikan sebagai cat basah. Cat air membutuhkan kuas untuk mengusapkan catnya pada media lukis.

Cat air merupakan bahan yang umum digunakan para pelukis. Para pelukis pemula, cat air sangat digemari karena penggunaanya yang mudah dan menimbulkan hasil karya yang cenderung bersifat lukisan klasik.

Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air Minyak Kanvas Kuas Palet
Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air Minyak Kanvas Kuas Palet

g). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Cat Minyak

Cat minyak merupakan salah satu alat yang digunakan seorang seniman lukis untuk membuat karyanya diatas media kanvas. Penggunaan Cat minyak membutuhkan alat bantu sapuan atau usap yaitu kuas.

Cat minyak terdiri partikel- partikel pigmen warna yang diikat atau direkat oleh media minyak pengikat. Minyak digunakan seagai pengikat pigmen warna adalah minyak linen, atau dapat juga dengan minyak papaver dalam bentuk pasta.

Cat minyak diencerkan terlebih dahulu sebelum digunkan dengan campuran terpentin dan minyak linen.

Penggunaan Cat minyak memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Untuk dapay melihat hasil karyanya dibutuhkan waktu beberapa hari. Cat minyak membutuhkan waktu relative lebih lama untuk dapat mengering.

Cat minyak lebih disukai karena pelukis dapat menggambarkan imajinasinya lewat perpaduan warna yang didapatnya secara ekslusif.

h). Media Seni Rupa Dua Dimensi : Kanvas

Kanvas merupakan salah satu media lukis yang banyak digunakan oleh seniman untuk membuat karya seni 2 dimensi nya.

Kanvas adalah kain yang dilapisi campuran cat dasar dan lem agar pori porinya tertutup. Kanvas umumnya berwarna putih dan memiliki ukuran yang beragam. Kanvas tersedia dari ukuran kecil sampai ukuran yang besar.

Kanvas lebih sering digunakan untuk melukis dengan cat minyak karena cat minyak butuh ketebalan dalam pewarnaannya.

i). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Kuas

Kuas adalah alat yang digunakan dalam pengerjaan sebuah karya seni rupa 2 dimensi lukisan.

Kuas berfungsi untuk menggoreskan atau menempelkan baik itu cat minyak, maupun cat air atau bahan-bahan lainnya kedalam media lukis untuk menghasilkan sebuah gambar.

Kuas terbuat dari kayu kecil dengan bulu halus diatasnya yg biasanya digunakan untuk melukis.

j). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Palet

Palet adalah wadah atau media yang digunakan sebagai alat bantu untuk menaruh cat, palet juga berguna untuk mencampurkan warna-warna cat sesuai dengan keinginan dari pelukis, palet sangat berguna untuk menambah keberagaman warna dalam sebuah karyas seni.

k). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Komputer

Komputer merupakan alat pendukung dalam membuat karya-karya seni 2 dimensi yang menggunakan teknik teknik tertentu seperti gambar-gambar digital. Komputer bisa menjadi media sekaligus alat yang digunakan sebagai pembuat karya.

Teknik Seni Rupa Dua Dimensi

Seni rupa memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan sebuah karya seni yang diantaranya adalah:

a). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Plakat

Teknik plakat adalah teknik melukis yanng menggunakan cat minyak, cat poster atau cat akrelik. Teknik plakat dilakukan dengan sapuan goresan warna yang kental dan tebal, sehingga lukisan akan terlihat tebal dan pekat.

Hasil lukisan akan menutupi seluruh bagian media kanvas dengan kombinasi dan paduan warna yang bervariasi.

b). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Transparan

Teknik transparan adalah teknik untuk melukis seni rupa menggambar dengan menggunakan cat cair. Teknik ini biasa disebut dengan aquarel. Sapuan sapuan warna untuk melukis harus tipis agar hasilnya juga tampak bernuasa atau terkesan transparan.

Teknik transaparan dapat dilakukan menggunakan cat yang lebih encer dengan sapuan kuas yang tipis dan ringan.

c). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Kolase

Teknik kolase adalah teknik yang akan memberikan hasil lukisan yang realis atau abstrak karena terbuat dari potongan – potongan kertas yang di tempel dengan menggunakan lem.

Kolase dibuat dengan menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru. Dengan demikian, kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan bahan apa saja ke dalam satu komposisi yang serasi sehingga menjadi satu kesatuan karya.

d). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi 3 M (Melipat, Menggunting, Menempel)

Teknik 3M adalah teknik dari seni rupa yang juga merupakan proses manipulasi lembaran kertas yang akan menjadi suatu bentuk 3 dimensi.

Melipat, menggunting dan menempel merupakan suatu karya seni yang melibatkan gerak motorik halus manusia.

Teknik 3M banyak diterapkan dalam pengembangan gerak motorik halus anak- anak. Teknik 3M membutuhan ketelitian dan keuletan yang dapat meningkatkan gerak motoric halus.

e). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Linear

Teknik linear adalah teknik untuk menggambar objek yang dengan menggunakan pola garis dari pensil atau pena.

Teknik linear menggunakan garis lurus atau lengkung atau perpaduannya sebagai unsur utama seni rupa dua dimensinya. Perpaduan garis lurus atau garis lengkung dengan ketebalan dan kerapatan tertentu akan membentuk permukaan objek gambar.

f). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Blok

Teknik blok adalah teknik yang di gunakan untuk menutupi objek lukis dengan menggunakan satu warna.

Seni rupa dua dimensi dengan Teknik blok menghsilkan lukisan dimana yang tampak adalah bentuk globalnya yaitu siluet.

g). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Arsir

Teknik arsir adalah teknik yang di gunakan untuk menutupi objek lukis yang dengan pulasan garis sejajar atau garis menyilang dengan menggunakan pensil atau pena.

Garis-garis sejajar atau menyilang dapat membentuk unsur gelap terang pada objek gambar sehingga menghasilkan kesan bahwa objek tampak seperti tiga dimensi.

h). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Dussel

Teknik dussel adalah teknik yang di gunakan untuk membuat gelap terang pada objek lukis dengan goresan miring yang menggunakan pensil atau dengan gosokan kapas secara berulag ulang.

Teknik dusel menggunakan unsur seni rupa dua dimensi gelap terang dengan cara menggosokan pensil, konte, atau krayon pada objek dengan posisi miring. Goresan posisi miring pensil atau gosokan kapas yang dilakukan secara berulang akan menimbulkan perbedaan tingkatan warna dari gelap sampai terang, sehingga memberikan kesan adanya cahaya, bayangan dan objek tiga dimensi.

i). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Pointilis

Pointilisme adalah teknik lukisan di mana tersusun atau terbentuk dari titik kecil yang memiliki perbedaan tingkatan warna.

Teknik pointilis menggunakan unsur seni rupa titik sebagai unsur utamanya untuk membentuk suatu objek lukisan. Pada Teknik pointilis tidak digunakan unsur garis yang utuh, namun Menyusun titik berdasarkan ukuran dan ketebalan yang berbeda.

j). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Aquarel

Teknik aquarel adalah teknik yang di gunakan untuk menutup objek lukis yang dilakukan dengan menyapu cat cair secara tipis.

Teknik ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Peralatan yang digunakanpun adalah kuas dan cat berbasis air seperti cat air, tinta, dan cat akrilik.

k). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Mozaik

Teknik mozaik adalah teknik yang di gunakan untuk melukis dengan cara menempelkan benda – benda 3 dimensi.

Montase dibuat dengan cara memotong objek- objek gambar dari berbagai sumber kemudian ditempelkan pada suatu bidang sehingga menjadi satu kesatuan karya dan tema. Istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada karya montase adalah rakitan gambar.

l). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Menganyam

Teknik menganyam adalah teknik yang di gunakan untuk menumpang tindih dan juga untuk menyilangkan bahan – bahan yang ada sehingga menghasilkan karya seni anyaman

 Teknik menganyam adalah Suatu proses menyilangkan atau menjaringan suatu bahan bahan dari berbagai serat menjadi satu bentuk yang khas dan dapat digunakan.

Contoh Soal Ujian Seni Rupa Dua Dimensi

1). Seni rupa yang memiliki dimensi ukuran panjang dan lebar disebut …

a). Seni rupa 2 dimensi

b). Seni rupa 3 dimensi

c). Seni rupa 4 dimensi

d). Seni rupa murni

2). Yang Termasik dalam unsur dasar seni rupa adalah …

a). Lukisan

b). Banner

c). Batik

d). Bidang

3). Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung, disebut…

a). Warna

b). Volume

c). Garis

d). Tekstur

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki batas dua sisi, yaitu sisi panjang dan sisi lebar.
  11. Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi adalah titik, garis, bidang, warna, bentuk, tekstur, ruang.
  12. Prinsip seni rupa sedikitnya ada 8, yaitu: kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, kesebandingan, komposisi, keseimbangan. Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip-prinsip seni rupa akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.
  13. Bahan untuk berkarya seni rupa antara lain, pensil, conte, crayon, canvas, kuas, palet, dan lainnya.
  14. Seni Rupa Dua Dimensi Pengertian Unsur Prinsip Bahan Alat Teknik Contoh Soal, Unsur Unsur Seni Rupa Dua Dimensi, Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi, Teknik Karya Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi,
  15. Contoh Seni Rupa Dua Dimensi, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Gelap Terang, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Garis, Pengertian Contoh Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Garis, Pengertian Contoh Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Tekstur, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Tekstur,
  16. Pengertian Contoh Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Warna, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Warna, Pengertian Contoh Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Ruang, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Ruang, Pengertian Contoh Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Titik, Unsur Seni Rupa Dua Dimensi Titik,
  17. Unsur Unsur Seni Rupa Dua Dimensi, Ruang Pictorial Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Ruang Pictorial Seni Rupa Dua Dimensi, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Kesatuan Unity,
  18. Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Kesatuan Unity, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Keserasian Harmony, Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Keserasian Harmony, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Irama (ritme), Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Irama (ritme), Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Dominasi,
  19. Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Dominasi, Pengertian center of interest seni rupa dua dimensi, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Keseimbangan Balance, Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Proporsi, Pengertian Contoh Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Proporsi, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi,
  20. Bahan Alami, Pengertian Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Alami Bahan Sintetis, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Sintetis, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Pensil, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Konte, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Konte,
  21. Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Pensil warna, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Pensil warna, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Krayon, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Krayon, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Pena, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Pena, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air,
  22. Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air, Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Cat Minyak, Pengertian Contoh Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Cat Minyak, Media Seni Rupa Dua Dimensi Kanvas, Pengertian Contoh Media Seni Rupa Dua Dimensi Kanvas, Alat Seni Rupa Dua Dimensi Kuas, Pengertian Alat Seni Rupa Dua Dimensi Kuas,
  23. Alat Seni Rupa Dua Dimensi Palet, Pengertian Contoh Alat Seni Rupa Dua Dimensi Palet, Alat Seni Rupa Dua Dimensi Komputer, Pengertian Contoh Alat Seni Rupa Dua Dimensi Komputer, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Plakat,
  24. Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Plakat, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Transparan, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Transparan, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Kolase, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Kolase,
  25. Teknik Seni Rupa Dua Dimensi 3 M Melipat Menggunting Menempel, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi 3 M Melipat Menggunting Menempel, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Linear, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Linear, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Blok, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Blok,
  26. Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Arsir, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Arsir, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Dussel, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Dussel, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Pointilis, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Pointilis, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Aquarel,
  27. Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Aquarel, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Mozaik, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Mozaik, Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Menganyam, Pengertian Contoh Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Menganyam, Contoh Soal Ujian Seni Rupa Dua Dimensi,

Wawasan dan Hakikat Seni: Pengertian Ahli, Sifat Dasar, Fungsi, Jenis Macam, Contoh Karya,

Pengertian Seni: Definisi yang paling pas dan sering terdengar adalah seni merupakan segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia. Dengan kata lain, seni merupakan produk keindahan, suatu usaha manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah- indah yang dapat mendatangkan kenikmatan.

Seni adalah fenomena yang kompleks yang batasan atau maknanya ditentukan oleh banyak faktor, seperti kurator, kritikus, pasar, pranata-pranata, paradigma akademis, kosmologi kultural, perubahan zaman, aliran filsafat, dan sebagainya.

Seni memiliki konsep majemuk, dinamis, bergerak bebas, dan mampu mengakomodasi berbagai kecenderungan-kecenderungan individual yang khas, tidak lagi patuh pada klasifikasi historis dalam penciptaan karya seni secara kronologis, ataupun klasifikasi seni berdasarkan aliran seni tertentu.

Konsep seni terus berkembang sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Adapun beberapa pengertian seni menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut:

Pengertian Seni Menurut Ki Hajar Dewantara

Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa perasaan manusia

Pengertian Seni Menurut Aristoteles

Seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.

Pengertian Seni Menurut Plato dan Rousseau

seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.

Pengertian Seni Menurut Enslikopedia Indonesia

Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihatnya atau mendengarnya.

Pengertian Seni Menurut Schopenhauer

Seni adalah segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Menurut tiap orang senang dengan seni music meskipun seni musik adalah seni yang paling abstrak

Pengertian Seni Menurut Drs Popo Iskandar

Seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.

Pengertian Seni Menurut Kottak

Seni sebagai kualitas, hasil ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria estetis

Pengertian Seni Menurut Ahdian Karta Miharja

Seni adalah kegiatan rohani yang mereflesikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya.

Pengertian Seni Menurut Drs. Sudarmaji

Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang,garis,warna,tekstur,volume dan gelap terang.

Pengertian Seni Menurut J.J Hogman

Kesenian adalah sesuatu yang mempunyai unsur ideas, activities, dan artifacts

Pengertian Seni Menurut Prof. Drs. Suwaji bastomi

Seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.

Perkembangan Pengertian Seni

Pengertian seni berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun perkembangan menjadi seni sebagai karya seni (work of art), seni sebagai kemahiran (skill), dan seni sebagai kegiatan manusia (human activity).

Arti Seni Sebagai Benda Karya Seni, Work of Art

Pengertian seni sebagai benda atau karya seni atau hasil kegiatan ini berarti seni sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekadar rasa gembira karena mempunyai unsur transendental atau spiritual.

Namun, seni dapat diartikan sebagai artefak yang berhubungan dengan pemahaman tentang posisi benda seni dalam budaya material, yakni klasifikasi benda buatan manusia secara kultural. Sifat fisik benda seni mengandung nilai-nilai untuk diapresiasi.

Karya seni pada hakikatnya mewadahi nilai-nilai personal manusia dan nilai-nilai sosial dengan berbagai ragam wujudnya.

Contoh seni sebagai benda karya seni adalah lukisan prasejarah, karya lukis abstrak dan sebagainya.

Arti Seni Sebagai Kemahiran, Skill

Seni dipandang sebagai kemahiran, ini artinya seni menunjukkan kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu yang berhubungan dengan upaya mencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh rasio atau logika atau gagasan tertentu.

Contoh Seni Sebagai Kemahiran Skill

Contoh seni sebagai kemahiran ditunjukkan oleh pematung pematung asal Bali dan Jepara yang mahir dan terampil dalam memahat beragam bentuk patung dan ukiran kayu yang memiliki nilai seni atau fungsional.

Seniman Idris Sardi dikenal sebagai pemusik yang memiliki kemahiran dalam memainkan alat musik biola dengan improvisasi-improvisasi nada kreatif.

Ki Manteb Sudarsono merupakan seniman sebagai dalang yang mahir dalam menganimasi wayang-wayangnya secara inovatif sehingga pergelaran wayang kulitnya menjadi atraktif dan mengesankan.

Arti Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity

Seni sebagai kegiatan manusia, ini berarti seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan tanda- tanda lahiriah tertentu untuk menyampaikan perasaan- perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain.

Seni sebagai kegiatan manusia akam membawa penikmat seni kejangkitan perasaan yang sama dan juga mengalaminya.

Contoh Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity

Ekspresi wajah dan gerakan yang lucu dan konyol dari aktor komedi mampu membawa gelak tawa para penonton.

Pelukis melalui sapuan kuasnya yang lembut dan warna-warni yang indah mampu membangkitkan rasa keindahan dan kedamaian dalam diri para penikmat/publik seni.

Koreografer dan penari yang memiliki kemampuan besar dalam mengungkapkan getaran perasaannya yang meluap-luap melalui gerakan Tari yang lembut mengalir serta dipadukan dengan iringan music.

Sifat Dasar Seni

Seni memiliki sedikitnya lima ciri menjadi sifat dasarnya. Beberapa sifat dasar seni adalah sebagai berikut:

a). Sifat Kreatif Seni: Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru.

Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta realitas baru yang tadinya belum ada atau belum pernah muncul dalam gagasan seseorang.

b). Sifat Individualitas Seni: Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal, Subyektif dan individual. Walaupun dalam perkembangannya, seni dapat pula merupakan karya bersama atau kolaborasi yang merefleksikan gagasan bersama.

c). Sifat Ekspresi atau Perasaan Seni: Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis.

Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya dan akan ditransfer ke penikmat seni (apresiator) sehingga dapat dihayati, dipahami dan dapat mengapresiasi karya tersebut melalui perasaannya.

d). Sifat Keabadian Seni: sifat keabadian  timbul karena seni dapat hidup sepanjang masa. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu.

e). Sifat Semesta atau Universal Seni: Sifat universal tercipta karena seni selalu berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya selalu hadir sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.

Fungsi Seni Individual dan Sosial

Seni memiliki fungsi individual dan fungsi sosial yang sangat nyata.

Seni Sebagai Fungsi Individual

Fungsi Individual Seni dipahami sebagai ungkapan pikiran dan pengalaman jiwa terdalam yang diekspresikan dan dikomunikasikan melalui medium tertentu serta di dalamnya terkandung nilai estetis, etis, dan kemanusiaan.

Fungsi individual seni bersifat subjektif, individual, spiritual, dan kreatif yang diungkapkan dalam wujud lukisan, patung, tari, musik, wayang, teater/drama, opera, puisi, prosa, dan sebagainya.

Seni Sebagai Fungsi Sosial

Fungsi sosial seni dipahami sebagai aktivitas berkesenian yang berakar kuat dalam kehidupan kolektif atau masyarakat. Seni selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia.

Contoh Fungsi Sosial Seni adalah seni tari dan musik yang diadakan dalam upacara kelahiran, perkawinan, ruwatan, bersih desa, khitanan, kematian, dan sebagainya.

Seni juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, olah raga, sarana promosi, hiburan, Pendidikan, terapi dan acara sosial lainnya.

Fungsi Seni Dalam Masyarakat Tradisional

Secara tradisional seni sering diartikan sebagai hiburan dalam bentuk pertunjukkan. Namun dalam pemahaman yang lebih kompleks, seni merupakan sarana legitimasi, ketika seni itu berada di lingkungan kenegaraan atau istana atau kraton.

Fungsi utama seni dalam pertunjukan adalah untuk kepentingan upacara ritual, sebagai hiburan pribadi, dan sebagai penyajian estetis atau tontonan.

Sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi, maka seni berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, media terapi, atau sebagai sarana komunikasi.

Fungi seni dalam pertunjukkan dan Pendidikan berkembang secara terpisah tanpa mengurangi makna dan tujuan penciptaannya. Secara tradisional fungsi seni dibagai menjadi fungsi ritual atau pemujaan, tutunan dan tontonan atau pertunjukkan.

Fungsi Seni Sebagai Pemujaan Ritual

Seni digunakan sebagai pemujaan berlangsung ketika peradaban manusia masih sangat terbelakang. Ketika kesenian digunakan untuk pemujaan masih belum ada instrumen musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lain-lainnya, seperti kesenian pada masa kini.

Seni ritual lebih cenderung menekankan pada misi daripada fisik ataupun bentuk. Bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana, baik dari aspek musik iringan, busana (kostum) serta rias, gerak, maupun penggunaan dekorasi sebagai setting pertunjukan.

Fungsi Seni Sebagai Tuntunan

Fungsi seni sebagai tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal dituangkan dalam karya seni. Pelaku seni dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang akan dicapai. Sebagai contoh seorang harus mampu memerankan semua tokoh yang ada di dalam kotak wayangnya sesuai dengan karakternya.

Fungsi Seni Sebagai Tontonan Pertunjukkan

Fungsi seni sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan. Seni untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu.

Seni yang berfungsi menghibur adalah seni yang mampu memberi hiburan berupa kesenangan pada seseorang atau kelompok orang yang berada di sekitar pertunjukan seni tersebut.

Fungsi Seni Bagi Kehidupan Masyarakat Modern

Fungsi seni dalam masyarakat modern terus berkembang menyesuaikan keragaman kebutuhan masyarakat yang sangat kompleks. Beberapa fungsi seni dalam masyarakat modern diantaranya adalah:

a). Fungsi Seni Sebagai Ekspresi Aktualisasi Diri

Fungsi ekspresi atau aktualisasi diri ini merupakan perwujudan dari semboyan seni untuk seni atau l’art pour l’art. Tidak ada orang yang dapat mengganggu gugat ekspresi dalam sebuah hasil karya seni. Kebebasan di sini lebih menekankan pada pencapaian tujuan tertentu yang diperjuangkan. Contohnya adalah seni instalasi, happening art, dan sejenisnya.

b). Fungi Seni Sebagai Pendidikan

Seni sebagai media pendidikan merupakan elemen mendasar yang perlu dipahami. Hal ini karena esensi seni sebenarnya tidak dapat dipisah dari sifat edukatifnya. Dengan kata lain, konsep yang dituangkan ke dalam berbagai cabang seni merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan agar terbentuk budi pekerti seseorang.

c). Fungsi Seni Sebagai Industri

Fungsi seni sebagai industri lebih mengarah pada tujuan atau kepentingan tertentu untuk mendukung satu produk tertentu. Seni untuk industri adalah sesuatu yang mampu memberi daya tarik pada produk yang ditawarkan.

Misalnya, sebuah gambar dibuat untuk kepentingan iklan suatu produk. Atau ketika seorang penata tari membuat koreografi untuk menggambarkan sesuatu yang terkait dengan keperkasaan seseorang lewat iklan rokok.

d). Fungsi Seni Sebagai Terapi

Seni untuk terapi digunakan secara khusus untuk memberi ketenangan batin seseorang yang sedang menderita secara psikis. Masalah kejiwaan yang sering dihadapi manusia membutuhkan media untuk penyelesaian.

Dengan berolah seni diharapkan seseorang yang memiliki permasalahan kejiwaan, akan terobati. Dengan demikian orang belajar seni untuk terapi hanya sebagai media untuk memberi siraman estetis melalui kegiatan seni yang ia gemari.

e). Fungsi Seni Sebagai Komersial Instant

Seni dapat juga digunakan sebagai alat mendapatkan keuntungan entertainment. Keuntungan komersial karya seni ini dibuat berdasarkan keperluan dan keinginan penikmat seni. Fungsi Seni komersial terjadi akibat adanya permintaan yang makin banyak.

Pada prinsipnya, bentuk dan wujud seni apapun bentuk dapt diciptakan untuk komersial, selama mampu memenuhi keinginan pembeli. Walaupun, terkadang para seniman harus menyimpang dari norma estetis yang berlaku.

Jenis Ragam Macam Karya Seni

Secara umum seni dapat dikelompokan berdasarkan pada bentuk, medium, teknik, dan fungsi. Berdasarkan pada bentuk dan mediumnya, seni dapat dibagi menjadi tiga jenis kelompok, yaitu kelompok seni rupa, seni pertunjukan, dan seni sastra.

Jenis Ragam Macam Karya Seni
Jenis Ragam Macam Karya Seni

Seni rupa menurut fungsinya terdiri dari seni murni dan seni terapan. Sedangkan seni pertunjukan terdiri dari seni tari, seni musik, seni drama/teater, dan film. Seni sastra meliputi prosa, puisi, dan jenis seni sastra lainnya.

Ketiga jenis seni tersebut mempunyai medium dan bentuk yang berbeda satu dengan lainnya. Namun demikian ada kaidah- kaidah estetis yang dapat diterapkan bagi semua ragam seni tersebut.

Dalam seni rupa, terdapat unsur irama dan komposisi, yang juga terkandung dalam penciptaan karya seni rupa, seni musik, serta seni sastra.

a). Seni Rupa

Seni rupa adalah suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan fungsi ekspresi dan fungsi terapan seperti pakai dan hias. Seni rupa diciptakan melalui berbagai medium dalam wujud dua dimensi, tiga dimensi, atau multidimensi yang dapat direspons secara indrawi oleh publik seni.

Contoh Seni Rupa

Contoh seni rupa adalah karya lukis, patung, dan seni grafis dapat digolongkan sebagai karya seni murni karena dalam penciptaannya mengutamakan unsur gagasan dan kebebasan ekspresi, perasaan/emosi, dan imajinasi dari seniman.

Desain grafis, desain tekstil, dan desain perhiasan dapat digolongkan sebagai karya seni terapan yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang berkaitan dengan fungsi komunikasi, fungsi pakai, dan fungsi hias.

b). Seni Pertunjukan

Seni pertunjukan adalah suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan oleh seorang seniman yang kemudian dipentaskan di hadapan penonton di sebuah panggung atau daerah pertunjukan oleh seorang atau sekumpulan orang sebagai seniman pelaku.

Pelaksanaan seni pertunjukan didukung oleh media intrinsik yang berupa busana, make-up, properti, dan instrumen musik pengiring serta media ekstrinsik yang berupa bakat dan keterampilan.

Seni pertunjukan mencakup beberapa jenis seni, yaitu seni tari, musik, drama, dan film.

Contoh Seni Pertunjukan

Contoh seni pertunjukkan adalah pementasan sendratari yang menampilkan sejumlah penari di sebuah panggung terbuka atau tertutup.  Kelompok vokal atau vocal group, music adalah sekelompok orang yang bergabung menyanyikan nyanyian bersama- sama, baik berupa nyanyian satu suara maupun beberapa suara.

c). Seni Sastra

Seni sastra adalah suatu konsep atau bentuk seni yang menunjukkan ekspresi penghayatan dan pengalaman batin si penutur atau si pengarang terhadap masyarakat dalam suatu situasi dan waktu tertentu.

Seni sastra melukiskan keadaan kehidupan sosial suatu masyarakat, ide-ide, nilai-nilai, dan kejadian- kejadian yang membangun cerita yang bahasanya mencerminkan kehidupan suatu masyarakat pada suatu masa tertentu. Dengan demikian seni sastra berguna dalam mengenali kehidupan masyarakat dan zamannya

Contoh Seni Sastra

Contoh seni sastra adalah, lirik- lirik puisi ― Hampa karya Chairil Anwar ini pendek-pendek, singkat, dan padat kata-katanya, tetapi hidup dan berjiwa sehingga berkesan estetis.

Unsur Unusr Karya Seni

Nilai-nilai yang terdapat pada suatu karya seni dapat dinikmati dan diapresiasi melalui unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Adapun unsur unsur karya adalah sebagai berikut.

a). Unsur Struktur Karya Seni

Struktur seni merupakan perpaduan sejumlah unsur dan media yang dapat membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh.

Unsur-unsur pembentuk struktur seni dapat berupa unsur- unsur rupa, unsur- unsur musik, dan unsur-unsur tari atau gabungan dari unsur- unsur tersebut. Karakteristik dan jenis karya seni ditentukan oleh jenis unsur yang terdapat di dalamnya.

  • Unsur pembentuk karya seni rupa adalah unsur-unsur rupa seperti titik, garis, bentuk, warna, tekstur, volume, cahaya, dan lain-lain.
  • Unsur pembentuk seni musik adalah berupa unsur-unsur musik, seperti irama, melodi, harmoni, dan ekspresi.
  • Unsur pembentuk Seni tari adalah berupa unsur-unsur tari seperti gerak ruang, dan waktu.

b). Unsur Tema Karya Seni

Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenali melalui pemilihan subject matter atau pokok soal dan judul karya seninya.

Pokok soal dapat berhubungan dengan nilai estetis atau nilai kehidupan yang berupa objek alam, alam kebendaan, suasana atau peristiwa, dan metafora atau alegori.

Suatu karya seni tidak selalu menyajikan tema-tema yang menyenangkan, dan tidak semua karya memiliki tema atau pokok soal, seperti karya lukis bergaya abstrak dalam seni rupa.

Unsur-unsur rupa yang paling dominan pada karya lukis jenis abstrak, adalah garis, warna, bidang, dan bentuk yang tidak dikenali wujudnya atau nonrepresentational. Karya seni abstrak mengutamakan prinsip komposisi atau penataan unsur-unsur rupa yang mengekspresikan emosi, perasaan, atau pikiran  seniman.

c). Unsur Medium Karya Seni

Medium adalah sarana yang berupa bahan dan alat serta keterampilan Teknik yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni. Tanpa adanya medium, maka sebuah karya seni tidak dapat diciptakan.

Medium karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi, karya seni tiga dimensi, media baru. Medium karya seni rupa dua dimensi berupa lukisan cat air, sketsa, cukil kayu dan lainnya.

Medium seni rupa tiga dimensi berupa patung batu, relief kayu atau logam dan sebagainya. Medium seni rupa dapat pula medium baru seperti video art, instalasi, performance art, digital art dan lainnya. Sedangkan untuk Medium untuk seni tari berupa Gerakan anggota badan sang penari.

Medum seni music adalah bunyi atau susunan nada-nada yang bersumber dari vocal atau suara manusia atau instrumen music seperti piano, keyboard, angklung, gong, calung, batu, dan lain-lain.

d). Unsur Gaya atau Style Karya Seni

Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri, kepribadian, atau gaya personal yang khas dari seorang seniman.  Gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada karya seni.

Seni tari tradisional Indonesia memiliki tari gaya Yogyakarta, tari gaya Melayu, tari gaya Minang, dan sebagainya.

Seni lukis memiliki bermacam gaya dan aliran, seperti naturalisme, realisme, ekspresionisme, surealisme, impresionisme, kubisme, abstraksionisme, minimalisme, dadaisme, pop art, dan sebagainya.

Seni batik tradisional Indonesia mempunyai batik gaya Yogyakarta dan batik gaya Surakarta.

Seni musik memiliki gaya musik abad pertengahan, gaya musik klasik, gaya musik modern, dan lain-lain.

Contoh Soal Ujian Pengertian Fungsi Sifat Dasar dan Contoh Seni Rupa

1).Berikut ini adalah contoh fungsi sosial seni dalam kehidupan manusia, kecuali ….
a). poster kampanye lingkungan hidup
b). seni tari, seni musik, dan seni rupa dapat digunakan sebagai sarana terapi
c). seorang pematung menuangkan gagasan kreatifnya melalui botol-botol bekas yang dirakit menjadi sebuah patung yang unik
d). pertunjukan musik untuk malam dana para korban HIV

2). Ekspresi wajah dan gerakan yang lucu dan konyol dari aktor komedi Mandra mengundang gelak tawa para penonton, adalah salah satu contoh seni sebagai ….

a). benda

b). kemahiran

c). kegiatan

d). karya

3). Seni adalah semua perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia, adalah pendapat dari….

a). K.H. Dewantara

b). Akhdiat K. Miharja

c). Joganatha

d). Tolstoy

4). Unsur fisik adalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau di raba dalam sebuah karya seni rupa seperti…

a). garis

b). bentuk

c). tekstur

d). semuanya benar

5). Prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni diesbut:

a). unsur non fisik

b). unsur penempatan

c). unsur penataan

d). semuanya benar

6). Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi …

a). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah karya

b). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah ruang

c). semua unsur fisik yang terdapat pada gambar

d). semua unsur fisik yang terdapat pada lagu

7). Patung yang terdapat pada sebuah gapura sebuah rumah kolektor benda-benda antik termasuk karya seni ….

a). rupa

b). antik

c). murni

d). terapan

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Pengertian Seni Menurut Para Ahli, Sifat Dasar Karya Seni, Fungsi Karya Seni Dalam Kehidupan Masyarakat Tradisional Modern. Jenis Ragam Macam Karya Seni, Contoh Soal Ujian Pengertian Fungsi Sifat Dasar dan Contoh Seni Rupa, Pengertian Seni,
  11. Pengertian Seni Menurut Ki Hajar Dewantara, Pengertian Seni Menurut Aristoteles, Pengertian Seni Menurut Plato dan Rousseau, Pengertian Seni Menurut Enslikopedia Indonesia, Pengertian Seni Menurut Schopenhauer, Pengertian Seni Menurut Drs Popo Iskanda, . Pengertian Seni Menurut Kottak, Pengertian Seni Menurut Ahdian Karta Miharja, Pengertian Seni Menurut Drs. Sudarmaji, Pengertian Seni Menurut J.J Hogman,
  12. Pengertian Seni Menurut Prof. Drs. Suwaji bastomi, Perkembangan Pengertian Seni, Arti Seni Sebagai Benda Karya Seni, Work of Art, Contoh Seni Sebagai Benda Karya Seni, Work of Art, Arti Seni Sebagai Kemahiran Skill, . Contoh Seni Sebagai Kemahiran Skill, Pengertian Contoh Seni Sebagai Kemahiran Skill, Arti Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity,
  13. Pengertian Contoh Arti Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity, Contoh Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity, Sifat Dasar Seni, Pengertian Contoh Jenis Sifat Dasar Seni, Sifat Kreatif Seni, Pengertian Contoh Sifat Kreatif Seni, Sifat Individualitas Seni, Pengertian Contoh Sifat Individualitas Seni, Sifat Ekspresi atau Perasaan Seni,
  14. Pengertian Contoh Sifat Ekspresi atau Perasaan Seni, Sifat Keabadian Seni, Pengertian Contoh Sifat Keabadian Seni, Sifat Semesta atau Universal Seni, Pegertian Contoh Sifat Semesta atau Universal Seni, Fungsi Seni Individual dan Sosial , Pengertian Contoh Fungsi Seni Individual dan Sosial , Seni Sebagai Fungsi Individual, Pengertian Contoh Seni Sebagai Fungsi Individual, Seni Sebagai Fungsi Sosial, Pengertian Contoh Seni Sebagai Fungsi Sosial, Fungsi Seni Dalam Masyarakat Tradisional,
  15. Pengertian Contoh Fungsi Seni Dalam Masyarakat Tradisional, Fungsi Seni Sebagai Pemujaan Ritual, Pengertian Contoh Fungsi Seni Sebagai Pemujaan Ritual, Fungsi Seni Sebagai Tuntunan, Contoh Fungsi Seni Sebagai Tuntunan, Fungsi Seni Sebagai Tontonan Pertunjukkan, Contoh Fungsi Seni Sebagai Tontonan Pertunjukkan, Fungsi Seni Bagi Kehidupan Masyarakat Modern, Jenis Fungsi Seni Bagi Kehidupan Masyarakat Modern,
  16. Fungsi Seni Sebagai Ekspresi Aktualisasi Diri , Fungi Seni Sebagai Pendidikan,Contoh Fungi Seni Sebagai Pendidikan, Fungsi Seni Sebagai Industri, Contoh Fungsi Seni Sebagai Industri, Fungsi Seni Sebagai Terapi, Contoh Fungsi Seni Sebagai Terapi, Fungsi Seni Sebagai Komersial Instant , Contoh Fungsi Seni Sebagai Komersial Instant ,
  17. Jenis Ragam Macam Karya Seni, Contoh Soal Ujia Seni Rupa, Contoh Seni Rupa, Contoh seni rupa adalah , Seni Pertunjukan, Contoh Seni Pertunjukan, Seni Sastra, Contoh Seni Sastra, Unsur Unusr Karya Seni, Pengertian Jenis Contoh Unsur Unusr Karya Seni, Unsur Struktur Karya Seni, Pengertian Contoh Unsur Struktur Karya Seni, Unsur Tema Karya Seni, Pengertian Contoh Unsur Tema Karya Seni, Unsur Medium Karya Seni, Pengertian Contoh Unsur Medium Karya Seni, Unsur Gaya atau Style Karya Seni,
  18. Pengertian Contoh Unsur Gaya atau Style Karya Seni, Pengertian Seni Rupa, Jenis Macam Seni Rupa, Seni Rupa Berdasarkan Wujudnya, Pengertian Contoh Jenis Seni Rupa Berdasarkan Wujudnya, Seni Rupa Dua Dimensi, Pengertian Jenis Contoh Seni Rupa Dua Dimensi, Seni Rupa Tiga Dimensi, Pengertian Contoh Seni Rupa Tiga Dimensi, Seni Rupa Berdasarkan Massanya, Pengertian Contoh Seni Rupa Berdasarkan Massanya, Seni Rupa Trasdisional,
  19. Pengertian Jenis Contoh Seni Rupa Trasdisional, Seni Rupa Modern, Pengertian Jenis Contoh Seni Rupa Modern, Seni Rupa Kontemporer, Pengertian Jenis Contoh Seni Rupa Kontemporer, Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya, Pengertian Contoh Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya, Seni Rupa Terapan, Pengertian Contoh Seni Rupa Terapan, Jenis Seni Rupa Terapan, Seni Terapan Bangunan Arsitektur, Pengertian Contoh Seni Terapan Bangunan Arsitektur,
  20. Seni Terapan Kain, Pengertian Contoh Seni Terapan Kain, Seni Terapan Ilustrasi, Pengertian Contoh Seni Terapan Ilustrasi, Seni Terapan Kerajinan Tangan, Pengertian Contoh Seni Terapan Kerajinan Tangan, Seni Terapan Dekorasi, Pengertian Contoh Seni Terapan Dekorasi,
  21. Seni Rupa Murni, Pengertian Jenis Contoh Seni Murni, Seni Murni Lukisan, Pengertian Contoh Seni Murni Lukisan , Seni Murni Patung, Pengertian Contoh Seni Murni Patung, Seni Murni Grafis, Pengertian Contoh Seni Murni Grafis, Contoh Soal Ujian Pengertian Fungsi Sifat Dasar dan Contoh Seni Rupa,

Kolase Montase Mozaik Origami: Pengertian, Cara Membuat Bahan Alat, Contoh Soal

A). Pengertian Karya Seni Kolase. Kata kolase dalam  bahasa Inggris disebut ‘collage’ berasal dari kata ‘coller’ dalam bahasa Prancis, yang berarti merekat atau menempel. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kolase dapat diartikan sebagai komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan seperti kain, kertas, kayu yang ditempelkan pada permukaan gambar.

Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi, yang dibuat dengan menggunakan bahan yang beragam dan dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh.

Kolase dibuat dengan menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru. Dengan demikian, kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan bahan apa saja ke dalam satu komposisi yang serasi sehingga menjadi satu kesatuan karya.

Kata kunci yang menjadi esensi dari kolase adalah “menempel atau merekatkan” bahan apa saja yang serasi dan ditempelkan pada benda lain seperti kertas, kotak bekas kemasan, vas bunga, kendi, kaleng bekas minuman dan lainnya

Unsur dekorasi kolase sangat sulit menggambarkan dengan gaya naturalis karena materialnya terdiri dari bahan – bahan yang beraneka dan berbentuk benda utuh, sehingga untuk menggambarkan bentuk elastis naturlis sangat sulit.

Seni kolase memiliki sifat yang berlawanan dengan seni lukis, pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asal material yang dipakai. Pada seni lukis, misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang berwarna-warni.

Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan bahan dari kerang- kerangan atau potongan potongan foto, maka bahan bahan itu wajib masih dapat dikenali bentuk aslinya meskipun sudah dirakit menjadi satu kesatuan.

Artinya, pada karya kolase bahan kerang harus terlihat sebagai kerang, potongan foto harus terlihat potongan foto dan seterusnya.

Pemanfaatan bahan baku kolase yang bermacam- macam akan menghasilkan karakter bentuk kolase yang unik dan menarik yang dapat dibedakan menjadi: kolase dua dimensi dan kolase tiga dimensi dengan fungsi yang berbeda.

Contoh Karya Kolase

Kolase dapat dibuat dengan bahan hanya satu jenis seperti foto utuh atau potongan batu kerikil yang ditata sedemikian sehingga membentuk wujud dua dimensi yang sangat unik, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Contoh Gambar Buat Karya Seni Kolase
Contoh Gambar Buat Karya Seni Kolase

Sumber: id.pinterest.com

Unsur Unsur Seni Rupa Kolase

Kolase memiliki unsur- unsur seni rupa seperti unsur seni lukis dari bentuk dua dimensi yang datar yang menggambarkan suatu bentuk namun diwakili oleh benda atau bahan yang beragam sebagi pengganti titik, garis, bidang, tekstur, dan warnanya.

a). Unsur Titik dan bintik Kolase.

Titik adalah unit unsur rupa terkecil yang tidak memiliki ukuran panjang dan lebar. Sedangkan bintik adalah titik yang sedikit lebih besar.

Unsur titik pada kolase dapat diwujudkan dengan bahan seperti butiran pasir yang kecil. Sedangkan bintik dapat diwujudkan dengan bahan seperti kerikil kecil atau biji bijian yang berukuran sedikit lebih besar dan sejenisnya.

b). Unsur Garis Kolase

Merupakan perpanjangan dari titik yang memiliki ukuran panjang namun relative tidak memiliki lebar. Ditinjau dari jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, dan garis spiral.

Unsur garis pada kolase dapat diwuujdkan dengan potongan kawat, lidi, batang korek api, benang, dan sebagainya. Garis dapat pula terbentuk dari batas warna yang berdempetan antara bahan kolase.

c). Unsur Bidang Kolase

Unsur bidang adalah area yang merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan beberapa garis dan memiliki dimensi panjang dan lebar. Bidang dapat dibedakan menjadi bidang horizontal, vertical, dan diagonal. Dapat pula dibedakan menjadi bidang geometris dan non geometris.

Yang termasuk bidang geometris adalah lingkaran, segitiga, segi empat, elips, setengah lingkaran, dan sebagainya. Bidang geometris memiliki kesan formal sedangkan non geometris bentuknya tidak beraturan, memiliki kesan tidak formal, santai, dan dinamis.

Unsur bidang pada kolase diwujudkan dengan potongan bahan kolase yang berbentuk bidang datar (dua dimensi) dan bidang bervolume (tiga dimensi).

d). Unsur Warna Kolase

Warna merupakan unsur rupa yang terpenting dan salah satu wujud keindahan yang dapat diserap oleh indra penglihatan manusia. Warna secara nyata dapat dibedakan menjadi warna primer, sekunder, dan tensier.

Unsur warna pada kolase dapat diwujudkan dari unsur cat, pita warna, kertas warna, kain warna warni dan sebagainya.

e). Unsur Bentuk Kolase

Bentuk dapat diartikan bangun, rupa, wujud. Bentuk dalam pengertian dua dimensi akan berupa gambar yang tak bervolume, sedang dalam pengertian tiga dimensi memiliki ruang dan volume. Bentuk juga bisa dibagi menjadi bentuk geometris dan non-geometris.

Dalam karya kolase, bentuk diwujudkan dengan bahan kolase yang memang dibuat berbentuk seperti bentuk kubus, bola, balok, kerucut dan sebagainya.

f). Unsur Gelap Terang Kolase

Gelap-terang adalah tingkatan value yang terjadi antara hitam dan putih atau antara warna gelap dan warna terang.

Dalam membuat karya kolase, unsur visual gelap-terang diwujudkan dengan membentuk penonjolan pada unsur tertentu atau untuk memberikan kesan jauh-dekat, dan kesan volume atau gempal.

g). Unsur Tekstur Kolase

Tekstur merupakan nilai, sifat, atau karakter dari permukaan suatu benda, seperti halus, kasar, bergelombang, lembut, lunak, keras, dan sebagainya.

Tekstur secara visual, dapat dibedakan menjadi tekstur nta (terlihat kasar, atau kalau diraba kasar) dan tekstur semu (terlihat kasar, namun diraba halus).

Unsur tekstur nyata pada kolase dapat berupa kapas, karung goni, kain sutra, amplas, sabut kelapa, karet busa, dan lain-lain. Sedangkan tekstur semu dapt berupa hasil cetakan irisan belimbing, tekstur koin di kertas, dan sebagainya.

Prinsip Dasar Karya Seni Kolase

Prinsip menata komposisi suatu kolase, ditentukan oleh ketepatan dalam mengolah beragam unsur rupa sesuai prinsip dasar seni rupa. Beberapa prinsip dasar karya seni kolase, diantaranya adalah:

a). Prinsip Irama Kolase.

Pengulangan unsur-unsur kolase yang diatur sedemikian rupa. Jenis pengulangan antara lain: pengulangan sejenis (repetitive), pengulangan alternatif, dan pengulangan progesif.

b). Prinsip Keseimbangan Kolase.

Keseimbangan atau kesamaan bobot dari berbagai unsur kolase yang dipadukan mungkin tidak sama, namun memiliki nilai bobot yang seimbang. Keseimbangan ada beberapa jenis, antara lain: keseimbangan sentral/terpusat, keseimbangan diagonal, simetris, dan keseimbangan asimetris.

c). Prinsip Kesatuan Kolase.

Unsur-unsur kolase harus disusun yang saling bertautan dan membentuk komposisi yang harmoni dan utuh, sehingga tidak ada bagian yang berdiri sendiri. Untuk menciptakan kesatuan, unsur kolase yang digunakan tidak harus seragam, tetapi dapat bervariasi dalam bentuk, warna, tekstur, dan bahan.

d). Prinsip Pusat Perhatian Kolase.

Untuk memberi puasat perhatian, maka harus digunakan unsur yang sangat menonjol, atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada disekitarnya. Untuk menciptakan pusat perhatian dalam kolase, perlu menempatkan unsur yang paling dominan atau kontras di sekitar unsur lainnya dengan cara memberikan perbedaan dari segi tekstur bentuk, ukuran, ataupun warna.

Fungsi Karya Kolase

Beberapa fungsi dan manfaat karya kolase diantaranya adalah:

1). Fungsi kolase sebagai karya seni murni, dibuat untuk ditampilkan keindahan atau nilai estetisnya tanpa ada pertimbangan fungsi praktis. Karya kolase mungkin hanya digunakan sebagai pejangan pada dinding atau hiasan dalam ruangan.

2). Kolase sebagai seni terapan berarti dibuat pada benda pakai yang mempunyai fungsi praktis.

3). Aplikasi kolase sebagai seni terapan umumnya lebih menampilkan komposisi dengan kualitas artistic yang bersifat dekoratif.

4). Aplikasi kolase yang lebih bebas, sebagai seni murni, tampak lebih berani dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif, bahan, dan teknik untuk menghasilkan karya kolase yang unik.

Teknik Membuat Karya Seni Kolase

Karya kolase dapat dibuat dengan beberapa cara seperti: teknik sobek, teknik gunting, teknik potong, teknik rakit, teknik rekat, teknik jahit, teknik ikat, dan sebagainya. Dua atau lebih teknik dapat dikombinasikan untuk membuat sebuah karya kolase.

Beberapa cara yang dapat dipilih untuk membuat sebuah karya kolase diantarannya adalah:

a). Tumpang tindih atau saling tutup (overlapping)

b). Penataan ruang (satial arrangement)

c). Repetisi/ pengulangan (repetition)

d). Komposisi/ kombinasi beragam jenis tekstur dari berbagai material.

Alat Bahan Karya Seni Kolase

Pada prinsipnya, bahan apa pun dapat digunakan untuk membuat kolase, yang terpenting dapat ditata menjadi komposisi yang menarik atau unik. Berbagai bahan kolase dapat ditempelkan pada beragam jenis permukaan, seperti kayu, plastic, kertas, kaca, keramik, gerabah, karton, dan sebagainya asalkan relative rata atau memungkinkan untuk ditempeli.

Secara umum, jenis bahan baku kolase dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu bahan alam dan bahan bekas sintetis.

1). Bahan alam diantaranya adalah daun, ranting, bunga kering, kerang, biji-bijian, kulit, batu-batuan dan lain-lain.

2). Bahan bekas sintetis adalah plastic, serat sintetis, logam, kertas bekas, tutp botol, bungkus permen/coklat, kain perca dan lain-lain.

Peralatan Membuat Karya Seni Kolase

Peralatan dan teknik yang digunakan untuk membuat kolase perlu disesuaikan dengan karakter bahan baku yang dipilih untuk digunakan.

Jenis peralatan dan teknik yang digunakan untuk membuat kolase berbahan alam berbeda dengan yang digunakan untuk membuat kolase berbahan sintesis.

Secara umum, peralatan utama yang dibutuhkan untuk membuat kolase adalah sebagai berikut:

a). Alat potong: gunting, tang, pisau, dan sebagainya.

b). Bahan perekat: lem kertas, perekat vinyl, lem putih, lem plastik, jarum dan benang jahit, serta jenis perekat lainnya (disesuaikan dengan jenis bahan).

B). Pengertian Karya Seni Montase

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, montase (montage) dapat diartikan sebagai komposisi gambar- gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur dari beberapa sumber.

Montase dibuat dengan cara memotong objek- objek gambar dari berbagai sumber kemudian ditempelkan pada suatu bidang sehingga menjadi satu kesatuan karya dan tema. Istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada karya montase adalah rakitan gambar.

Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi.

Karya montase kurang dikenal oleh masyarakat umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung sehingga jenis karya ini dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut.

Karya montase dihasilkan dari menata letakan (mengkomposisikan) kembali beberapa gambar yang sudah jadi.

Montase dua dimensi sering dianggap sebagai karya lukisan karena bahannya terdiri dari gambar- gambar yang sudah jadi, kemudian dipotong- potong dan dipadukan Kembali membentuk satu kesatuan karya ilustrasi.

Contoh Karya Montase

Montase dapat dibuat dengan bahan yang diambil dari beberapa gambar secara individu atau kolektif seperti foto utuh atau potongan gambar bendera yang ditata sedemikian sehingga membentuk karya tempelan objek objek binatang seperti gambar berikut:

Contoh Gambar Buat Karya Seni Montase
Contoh Gambar Buat Karya Seni Montase

Sumber: lookandlearn.com.

Fungsi dan Manfaat Montase

Beberapa fungsi dan manfaat karya montase diantaranya adalah:

a). Fungsi Praktis Montase, yaitu fungsi pada benda sehari-hari, karya tersebut dapat digunakan sebagai bahan dekorasi.

b). Fungsi Edukatif Montase , yaitu dapat membantu mengembangkan daya piker, daya serap, emosi, estetika, dan kreativitas.

c). Fungsi Ekspresi Montase, yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan ekspresi.

d). Fungsi Psikologis Montase, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikologis.

e). Fungsi Sosial Montase, yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan model kreativitas.

Teknik Pembuatan Karya Montase

Karya montase dihasilkan dari menata letakan (mengkomposisikan) kembali beberapa gambar yang sudah jadi. Artinya karya montase adalah cara menggambar dengan menempel potongan gambar.

Tahapan Membuat Karya Montase

Bahannya berupa gambar sudah jadi atau gambar bekas, gambar- gambar yang dipilih digunting rapi, beberapa gambar lalu disusun dan dipadukan letak gambar ditandai dengan pensil gambar diolesi lem dan ditempel.

a). Siapkan beberapa gambar (majalah, foto, koran dan lainnya)

b). Siapkan media atau alas gambar (kertas, papan, atau lainnya)

c). Gunting beberapa gambar dari majalah, poster, Koran, dan lainnya yang akan digunakan.

d). Beri lem pada permukaan belakang dari potongan gambar yang akan ditempel

e). Tempelkan potongan gambar pada alas yang sudah disediakan dan susunlah potongan gambar satu dengan yang lainnya sehingga membentuk susunan gambar yang memiliki tema atau cerita.

Alat Bahan Seni Montase

Adapun Alat dan Bahan yang digunakan untuk membuat Seni Montase adalah sebagai berikut:

a). Majalah, Koran, buku, poster dan macam-macam media gambar

b). Gunting

c). Lem

d). Kertas atau alas yang digunakan untuk ditempel oleh bahan montase

C). Pengertian Karya Mozaik (Mosaic)

Secara terminologi Mozaik berasal dari kata Yunani yaitu Mouseios yang berarti kepunyaan para Muse (yaitu sekelompok dewi yang melambangkan seni).

Dalam dunia seni, mozaik dapat diartikan sebagai pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan- kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan dengan menggunakan lem perekat.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat.

Karya Mosaic dibuat dengan cara menempelkan potongan bahan tertentu yang ukurannya kecil-kecil pada media kertas, kanvas, bisa juga lantai atau dinding atau yang lainnya.

Bahan kepingan kecil kecil untuk karya mosaic adalah benda- benda berukuran kecil yang buat dari bahan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas, potongan daun, potongan kayu.

Unutk sebuah tema gambar mosaic menggunakan satu jenis material. Contohnya, jika menggunakan pecahan keramik, maka dalam satu tema gambar tersebut menggunakan pecahan keramik semua, dengan warna yang mungkin berbeda beda.

Fungsi dan Tujuan Teknik Mozaik

Beberapa fungsi mosaic di antaranya adalah fungsi praktis,  fungsi edukatif,  fungsi ekspresi,  fungsi psikologis, fungsi sosial:

a). Fungsi Praktis Mozaik. Mozaik bersifat individual dimana media untuk mengekspresikan ide, karena manusia dalam kehidupannya secara naluri menyukai keindahan dan berusaha membuat suatu keindahan dalam aspek kehidupannya. Manusia juga memiliki sifat praktis sebagai benda-benda kebutuhan sehari-hari.Sehingga kecintaan manusia pada keindahan disalurkan pada pembuatan dan penikmatan pembuat dan benda-benda pakai yang indah.

b). Fungsi Edukatif Mozaik. Mozaik membantu mengembangkan berbagai fungsi perkembangan dalam diri seseorang, yang meliputi kemampuan fisik motorik (khususnya motorik halus), daya fikir, daya serap, emosi, cita rasa keindahan, kreatifitas.

c). Fungsi Ekspresi Mozaik. Mozaik dapat digunakan seseorang untuk kepentingan seni. Saat membuat karya seni seseorang dapat secara bebas mengekspresikan idenya dan tidak terikat pada kepentingan lainnya.

Fungsi Ekspresi Mozaik dibuat dengan menampilkan ide kreatif dari pembuatnya. Mozaik dibuat bukan untuk benda hias atau benda pakai, tetapi untuk sebuah karya yang memiliki keindahan.

d). Fungsi Psikologis Mozaik. Mosaic dapat digunakan sebagai sublimasi, relaksasi, yaitu sebagai penyaluran berbagai permasalahan psikologis yang dialami seseorang. Melalui seni mosaic, seseorang dapat memperoleh kesimbangan emosi dan mencapai ketenangan.

e). Fungsi Sosial Karya Mozaik. Moazik diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan social. Adanya seni mosaic dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan industry pembuatan kriya.

f). Fungsi Hias Mozaik pada umumnya menggunakan bahan yang memiliki kualitas artistic yang memiliki sifat dekoratif.

Contoh Karya Mosaic, Mozaik

Karya Mozaik dapat dibentuk dengan menggunakan pecahan kaca, keramik atau yang lainnya dengan ukuran yang sama, atau hampir sama seperti bentuk persegi, segi tiga, dan sebagainya. Namun dapat pula menggunakan pecahan yang tidak sama atau tidak beraturan. 

Contoh karya mozaik yang menggunakan keramik dengan bentuk persegi dan ukuran relative sama dapat dilihat pada gambar sebelah kiri.

Sedangkan contoh gambar karya mosaic yang mengunakan pecahan yang beragam bentuk seperti persegi, segitiga, lingkaran, oval dan sebagainya dapat dilihat pada gambar sebelah kanan.

Contoh Gambar Karya Mosaic, Mozaik
Contoh Gambar Karya Mosaic, Mozaik

Sumber: amazon.com, dan id.pinterest.com.

Teknik Membuat Karya Mozaik

Tahapan dalam membuat karya mosaic adalah sebagai berikut:

a). Siapkan media gambar seperti kertas, kanvas, atau lainya.

b). Buat atau siapkan gambar atau pola yang akan ditempeli oleh percahan kecil (media gambar dapat kertas, kanvas, dan lainnya).

c). Olesi lem pada permukaan pecahan bahan (keramik, kaca, dll) yang sudah siap untuk digunakan

d). Tempel bahan yang sudah disiapkan pada pola (media gambar kertas, kanvas, dll)

e). Susun sedemikian rupa warna yang ada sehingga menutupi seluruh permukaan, kombinasikan warna yang serasi agar menarik.

Alat Bahan Membuat Karya Mosaic

a). Siapkan bahan potongan bisa kerikil, kaca,keramik  atau yang lainnya

b). Siapkan alas media gambar, kertas, papan, kanvas atau yang lainnya

c). Gunting

d). Lem kayu, atau lem kertas

Contoh Soal Kolase Montase dan Mosaic

1). Apa yang dimaksud dengan karya kolase? Jelaskan

Jawaban:

Kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam- macam potongan  beragam bahan.

2). Apa perbedaan karya kolase dengan montase? Jelaskan

Jawaban:

Kolase terbuat dari potongan atau susunan beberapa bahan yang berbeda, sedangkan montase dibuat dari beberapa gambar atau potongan gambar jadi yang berbeda.

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman: Pengertian Kolase Montase Mozaik Contoh Cara Buat Bahan Alat, Pengertian Contoh Kolase, Pengertian Contoh Montase, Pengertian Contoh Mozaik, Fungsi Contoh Kolase Montase Mosaic, Pengertian Karya Seni Kolase, Contoh Karya Kolase, Fungsi Karya Kolase,
  11. Teknik Membuat Karya Seni Kolase, Alat Bahan Karya Seni Kolase, Tahap Buat Kolase, Peralatan Membuat Karya Seni Kolase, Pengertian Karya Seni Montase, Pengertian Montase, Contoh Karya Montase, Alat Bahan Montase, Fungsi dan Manfaat Montase, Alat Bahan Mozaik,
  12. Fungsi Praktis Montase, Fungsi Edukatif Montase , Fungsi Ekspresi Montase, Fungsi Psikologis Montase, Fungsi Sosial Montase, Teknik Pembuatan Karya Montase, Tahapan Membuat Karya Montase, Alat Bahan Seni Montase, Pengertian Karya Mozaik (Mosaic),
  13. Pengertian Mozaik (Mosaic), Fungsi dan Tujuan Teknik Mozaik, Fungsi Praktis Mozaik, Fungsi Edukatif Mozaik, Fungsi Ekspresi Mozaik, Fungsi Ekspresi Mozaik, Fungsi Psikologis Mozaik, Fungsi Sosial Karya Mozaik, Fungsi Hias Mozaik, Contoh Karya Mosaic, Mozaik , Mosaic, Teknik Membuat Karya Mozaik, Tahapan Membuat Mozaik, Alat Bahan Membuat Karya Mosaic, Contoh Soal Kolase Montase dan Mosaic,

Perhitungan Eksposur Nilai Tukar Akuntansi Transaksi Operasi Pengertian Contoh Soal,

Pengertian Foreign Exchange Exposure. Eksposur Nilai Tukar (Foreign exchange exposure) dapat diartikan sebagai suatu risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan yang timbul akibat dari fluktuasi kurs mata uang.

Risiko valuta asing memberikan pengaruh pada arus kas perusahaan dan pada akhirnya berpengaruh pada nilai perusahaan.

Jenis Eksposur Nilai Tukar

Pengaruh fluktuasi valuta asing terhadap perusahaan atau disebut foreign exchange exposure dapat dikelompokkan dalam 3 bentuk eksposur, yaitu transaction exposure, operating exposure, dan translation exposure.

Accounting Exposure, Eksposur Akuntansi

Accounting exposure biasa juga disebut dengan translation exposure yaitu eksposur yang terjadi karena adanya perubahan dalam laporan akuntansi yang disebabkan oleh perbeadaan nilai kurs.

Terjadinya eksposur translasi dikarenakan perusahaan multinasional melakukan perubahan laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya.

Artinya laporan keuangan yang beroperasi di negara local yang menggunakan mata uang local harus dikonversikan ke dalam mata uang negara dimana perusahaan induk berada.

Transaction Exposure, Eksposur Transaksi

Transaction exposure adalah mengukur perubahan nilai transaksi akibat adanya perbedaaan antara nilai kurs pada saat transaksi terjadi dengan saat transaksi diselesaikan. Jadi eksposur transaksi terkait dengan transaksi yang sudah dilakukan namun belum jatuh tempo seperti utang dan piutang,

Eksposur transaksi terjadi adanya  kontrak transaksi yang mengikat arus kas masuk dan keluar yang didenominasi oleh mata uang asing.

Jika terjadi perubahan nilai tukar antara saat penerimaan atau pengeluaran uang dengan saat transaksi terjadi, maka nilai uang yang diharapkan diterima atau dikeluarkan pada saat transaksi menjadi tidak sama dengan kenyataannya sehingga akan menimbulkan keuntungan dan kerugian.

Operating Exposure

Operating exposure atau disebut juga economic exposure, competitive exposure juga strategic exposure adalah mengukur seberapa besar perubahan present value perusahaan akibat perubahan arus kas operasional di masa datang akibat fluktuasi nilai tukar yang tidak diharapkan.

Artinya setiap adanya pergerakan kurs akan menyebabkan perubahan pendapatan dan pengeluaran dan berpengaruh langsung terhadap keuntungan aliran kas saat ini.

Setiap perusahaan yang memiliki pendapatan dan pengeluaran dalam mata uang asing akan memiliki operating exposure.

Pengukuran operating exposure dari perusahaan membutuhkan peramalan dan analisis seluruh transaction exposure perusahaan di masa yang akan datang bersamaan dengan seluruh eksposur yang timbul dari kompetitor dan potensi competitor.

Operating exposure tidak hanya merupakan tingkat sensitifitas arus kas perusahaan di masa depan terhadap perubahan nilai tukar, tetapi juga tingkat sensifitas terhadap variabel makroekonomi lain yang disebut dengan ketidakpastian makroekonomi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Economic Exposure

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi economic exposure diantaranya adalah

a). Orientasi penjualan produk perusahaan, dalam negeri atau luar negeri.

b). Pesaing utama perusahaan, perusahaan dalam negeri atau luar negeri.

c). Elastisitas permintaan barang terhadap harga.

d). Lokasi produksi perusahaan, dalam negeri atau luar negeri.

e). Penggunaan bahan baku dan pembantunya apakah iimpor atau tidak.

f). Mata uang yang digunakan untuk penetapan harga input atau outputnya, harga pasar yang digunakan apakah harga dunia atau pasar domestik

g). Multi National Company MNC atau bukan MNC.

h). Mata uang yang digunakan dalam memenuhi kewajiban utang

i). Melakukan lindung nilai Hedging atau tidak.

j). Mata uang yang digunakan dalam pelaporan transakasi akuntansi

Lindung Nilai Hedging Instrumen Derivatif

Untuk mengantisipasi terjadinya risiko dari fluktuasi nilai tukar mata uang  terhadap aliran kas atau cash flow, maka perusahaan dapat menempuh strategi pemagaran risiko yang disebut hedging.

Hedging merupakan suatu Tindakan melindungi perusahaan untuk menghindari atau mengurangi risiko kerugian atas valuta asing sebagai akibat dari terjadinya transaksi bisnis. Prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrument hedging.

Hedging merupakan salah satu fungsi ekonomi dari perdagangan berjangka, yaitu transfer of risk. Hedging merupakan suatu strategi untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh turun-naiknya harga mata uang.

Lindung nilai Hedging untuk risiko valuta asing biasanya dilakukan dengan membentuk portofolio melalui instrumen derivatif.

Derivatif merupakan kontrak perjanjian dilakukan oleh dua pihak untuk menjual dan membeli sejumlah barang (baik komoditas, maupun sekuritas) pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dengan harga yang telah disepakati pada saat ini.

Perusahaan dapat melakukan penjualan atau pembelian sejumlah mata uang, untuk menghindari risiko kerugian akibat selisih kurs yang terjadi karena adanya transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan tersebut.

Instrumen Derivatif Valuta Asing Hedging

Perusahaan dapat melakukan hedging atau lindung niali dengan instrumen derivatif valuta asing yaitu melalui kontrak berjangka (futures contract), kontrak forward, opsi, dan swap.

1). Futures Valuta Asing

Kontrak Futures mata uang adalah perjanjian kontrak berstandar dimana dua pihak berjanji untuk menukar suatu mata uang dengan mata uang yang lain dengan rate terntentu dan jumlah tertentu pada tanggal yang sudah ditentukan di masa yang akan datang.

Kontrak futures memungkinkan perusahaan membeli dan menjual dengan standar dan kualitas tertentu, kualitas dan waktu penyerahan akan datang melalui agen perdagangan (trader) yang dapat ditukar kemudian (futures exchange).

Tujuan dari kontrak futures adalah untuk mengalihkan risiko dari satu pihak ke pihak lain di dalam kontrak tersebut.

2). Forward Valuta Asing

Kontrak forward adalah kontrak yang tidak berstandar yang dilakukan oleh dua atau lebih pihak dimana mereka berkewajiban untuk bertukar satu mata uang dengan mata uang yang lain pada rate tertentu dengan kuantitas tertentu yang akan di eksekusi pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.

Beberapa kontrak forward diperdagangkan seperti kontrak future, tetapi perdagangan dengan cara ini lebih mengandung risiko karena tidak liquid dan tidak mendapat jaminan penuh dari agen perdagangan resmi.

Pada perdangan ini terjadi penyerahan secara fisik kendati harus melalui berbagai agen penjualan sebelum diterima pembeli akhir. Tanggal di mana kontrak forward jatuh tempo untuk di eksekusi disebut expiration date

3). Opsi (Option) Valuta Asing

Opsi valuta asing adalah kontrak yang memberi hak kepada pembeli opsi (buyer), namun bukan kewajiban untuk membeli atau menjual sejumlah valuta asing tertentu dengan harga per unit tertentu dalam periode waktu tertentu (sampai tanggal jatuh tempo).

Pada kontrak opsi, pemegang opsi (buyer) tidak memiliki kewajiban untuk mengeksekusi kontrak tersebut selama masa sebelum jatuh tempo, pemegang opsi dapat memilih untuk mengeksekusi kontrak tersebut atau tidak sama sekali.

Namun untuk mendapatkan hak untuk memilih tersebut pembeli opsi harus membayarkan sejumlah premium kepada pihak yang memiliki wewenang atas kontrak opsi tersebut (broker, perusahaan, atau individu).

Premium adalah biaya dimuka yang harus dibayarkan pemegang opsi untuk memiliki hak untuk memilih baik kontrak tersebut dieksekusi maupun tidak (Nguyen, 2012). Tetapi penjual opsi (writer) harus memenuhi kewajibannya apabila pemegang opsi memilih untuk mengeksekusi kontrak opsi sebelum masa jatuh tempo.

Kontrak opsi atau option memungkinkan perusahaan memastikan harga maksimal dan minimal dari penjualan untuk waktu yang akan datang.

Kontrak ini dapat dilaksanakan melalui agen perdagangan seperti dalam pasar future, yaitu hak untuk membeli kembali kontrak future dengan tingkat harga tertentu dan waktu penyerahan yang disepakati.

 Kontrak juga dapat dilaksanakan secara langsung tanpa agen perdagan antara pihak yang terlibat dalam pasar Over the Counter (OTC).

Jenis Jenis Opsi Valuta Asing Hedging

Ada dua jenis kontrak opsi utama, yaitu opsi call dan opsi put :

a). Opsi Beli (Call Option) adalah instrumen negosiasi yang berbentuk suatu kontrak opsi untuk membeli atau “call” selembar saham pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.

Opsi beli (Call Option) adalah suatu instrumen negosiasi yang memungkinkan pemiliknya untuk membeli suatu efek tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu

b). Opsi Jual (Put Option) adalah instrumen negosiasi berupa suatu opsi yang memungkinkan pemiliknya untuk menjual suatu efek tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

4). Swap Valuta Asing

Kontrak swap merupakan instrumen keuangan yang digunakan untuk memindahkan risiko antara dua belah pihak. Secara sederhana dapat dikatakan pembeli swap akan menukarkan risiko yang berfluktuasi dengan yang pasti dijamin oleh pemberi swap.

Harga atau suku bunga yang ditetapkan dapat dinegosiasikan antara pembeli dan pemberi swap dengan memperhatikan kualitas komoditi yang diperdagangkan, di samping penerapan indeks harga atau suku bunga selama jangka waktu perdagangan.

Kontrak meliputi kuantitas yang diperdagangkan, namun tidak diperlukan penyerahan fisik dan kesepakatannya dapat berupa transaksi tunai.

Kontrak swap mata uang biasanya terjadi antara perusahan di satu negara dengan negara yang lainnya dan diperantarai oleh bank. Kontrak swap biasanya memiliki jangka waktu maksimal sampai 10 tahun.

Contoh Soal Perhitungan Hedging Forward Valuta Asing,

Contoh Soal Perhitungan Hedging Futures Valuta Asing,

Contoh Soal Perhitungan Hedging Opsi Valuta Asing,

Contoh Soal Perhitungan Hedging Swap Valuta Asing,

Daftar Pustaka:

  1. Amalia, Lia, 2007, “Ekonomi Internasional”, Edisi Pertma, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  2. Hady, Hamdy, 2004, “Ekonomi Internasional”, Cetakan Kedua, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
  3. Hanafi, M., Mamduh, 2004, “Manajemen Keuangan Internasionl”,Edisi 2003/2004, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Hanafi, Mamduh, 2005, “Manajemen Keuangan Internasional”, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  5. Kuncoro, Mudrajad, 1996, “Manajemen Keuangan Internsional”, Edisi Pertama, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Hady, Hamdy, 2008, “Manajemen Keuangan Internasional”, Cetakan Keempat, Penerbit Yayasan Adminitrasi Indonesia, Jakarta.
  7. Prasetyo, Handoyo. Yuliati, Handaru, Sri, 2005, “Dasar Dasar Manajemen Keuangan Internasional”, Edisi Kedua, Penerbit CV ANDI OFFSET, Yogyakarta.
  8. Jamli, Ajmad, 2001, “Dasar Dasar Keuangan Internasional, Edisi Pertama, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
  9. Krugman, R. Paul. Obstfeld, Maurice, 2005, “Ekonomi Internasionl, Teori dan Kebijakan”, Edisi Kelima, PT Indeks, Jakarta.
  10. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  11. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  12. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  13. Berlianta, C. H.,2006, “Mengenal Valuta Asing”, Cetakan Ketiga, Gajah Maada University Press, Yogyakarta.
  14. Rangkuman Ringkasan: Perhitungan Eksposur Nilai Tukar Akuntansi Transaksi Operasi Pengertian Contoh Soal,  Accounting Exposure Transaction Exposure Operating Exposure,  Jenis Eksposur Nilai Tukar, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Economic Exposure,  Instrumen Derivatif Lindung Nilai Hedging,    Accounting Exposure, Transaction Exposure, Operating Exposure, competitive exposure, strategic exposure,   Accounting Exposure Transaction Exposure Operating Exposure competitive exposure strategic exposure,
  15. Accounting Exposure Transaction Exposure Operating Exposure,   Pengertian Accounting Exposure, Pengertian Transaction Exposure, Pengertian Operating Exposure, Pengertian competitive exposure, Pengertian strategic exposure,   Pengertian Eksposur Ekonomi, Pengertian Eksposur Akuntansi, Pengertian Eksposur Operasi, Pengertian Eksposur Tranlasi,  Pengertian Foreign Exchange Exposure,  Eksposur Nilai Tukar (Foreign exchange exposure),
  16. Foreign exchange exposure,  Jenis Eksposur Nilai Tukar, Accounting Exposure, Eksposur Akuntansi,  Accounting exposure, translation exposure , Transaction Exposure, Eksposur Transaksi, Transaction exposure , Operating Exposure,  Operating exposure, economic exposure, competitive exposure,  strategic exposure,   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Economic Exposure,  Lindung Nilai Hedging Instrumen Derivatif, Instrumen Derivatif Lindung Nilai Hedging,
  17. Lindung nilai Hedging, instrumen derivative Hedging,   Derivatif Hedging,  Instrumen Derivatif Valuta Asing,  Futures Valuta Asing,  Tujuan dari kontrak futures,   Forward Valuta Asing,  Opsi (Option) Valuta Asing,  Premium Opsi (Option) Valuta Asing,   Over the Counter (OTC) Opsi (Option) Valuta Asing,
  18. Jenis Jenis Opsi Hedging Opsi Beli (Call Option), Opsi beli (Call Option), Opsi Jual (Put Option, Swap Valuta Asing,  Contoh Soal Perhitungan Hedging Forward Valuta Asing,  Contoh Soal Perhitungan Hedging Futures Valuta Asing,  Contoh Soal Perhitungan Hedging Opsi Valuta Asing,  Contoh Soal Perhitungan Hedging Swap Valuta Asing,

Cara Menentukan Harga  Teoritis Wajar Intrinsik Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan,

Cara Menentukan Harga  Saham Pengertian Contoh Soal Rumus Perhitungan

Pengertian Saham. Saham sebagai surat yang menyatakan bukti kepemilikan perusahaan. Aaham juga dapat diartikan sebagai tanda bukti penyertaan modal yang dikeluarkan oleh badan usaha dalam bentuk surat berharga.

Jenis-jenis Saham

Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, maka saham terbagi atas:

1). Saham Biasa Common stocks

Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.

Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.

Imbalan yang akan diperoleh dengan kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan. Bila perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemungkinan para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula.

Secara normal risiko potensial yang akan dihadapi pemilik saham ada dua, yaitu tidak menerima pembayaran dividen dan menderita capital loss.

2). Saham Preferen (Preferred Stocks)

Merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Biasanya saham preferen memberikan pilihan tertentu atas hak pembagian dividen.

Ada pembeli saham preferen yang menghendaki penerimaan dividen yang besarnya tetap setiap tahun, ada pula yang menghendaki didahulukan dalam pembagian dividen, dan lain sebagainya.

Jenis Metoda Penentuan Nilai Saham.

Model valuasi penilaian saham terdapat tiga jenis nilai, yaitu: nilai buku, nilai pasar dan nilai intrinsik.

1). Nilai Buku Saham

Nilai buku adalah nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten).

Harga saham berdasar nilai dari buku tergambar dari Total Assets/ jumlah dari seluruh kekayaan perusahaan dikurang Total Liabilities/ jumlah dari seluruh hutang perusahaan dibagi dengan Number of Common Stock Outsatnding/ jumlah saham yang beredar.

2). Nilai Pasar Saham

Nilai pasar adalah nilai saham di dalam pasar modal yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut dipasar modal.

Harga saham berdasar nilai dari pasar merupakan harga jual beli yang sedang berlaku di pasar efek yang ditentukan oleh kekuatan pasar dalam arti tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran.

Harga pasar saham juga menunjukkan nilai dari perusahaan itu sendiri. Semakin tinggi nilai dari harga pasar sahamsuatu perusahaan, hal itu merefleksikan penghargaan investor pada bagusnya kinerja perusahaan tersebut.

3). Nilai Intrinsik Saham

Nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau yang seharusnya terjadi. Nilai ini yang biasanya disebut sebagai nilai wajar suatu saham.

Harga saham berdasar nilai intrinsik atau teoritis, merupakan nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi. Dalam hal ini investor dan analis sekuritas menghubungkan antara nilai intrinsik saham dan nilai pasar saham saat ini untuk menilai apakah harga saham yang ditawarkan emiten sesuai dengan harga yang wajar, murah/undervalued, atau mahal/overvalued.

Analisis Investasi Saham

Ada dua analisis investasi atas saham yang paling umum diketahui, yaitu analisis Teknikal (technical analysis) dan analisis Fundamental (fundamental analysis).

1). Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal “the use of spesific market-generated data for the technical analysis of both aggregate stock prices (market indices or industry average) and individual stocks”. Yang secara bebas dapat artinya “Analisis teknikal merupakan analisis yang didasarkan pada informasi berbasis pasar dalam memprediksi pergerakan harga saham individual atau pasar secara keseluruhan”.

2). Analisis Fundamental Saham

Analisis fundamental adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan nilai dari suatu sekurtitas seperti saham dengan menganalisis data keuangan yang secara khusus dianggap sebagai unsur fundamental perusahaan.

Analisis fundamental sering diidentikan dengan nilai intrinsik saham. Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham berdasarkan analisis Fundamental. Kedua pendekatan tersebut adalah Pendekatan nilai sekarang (Present Value Approach) Saham dan Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham

Pendekatan nilai sekarang (Present Value Approach) Saham

a). Nilai suatu aset adalah nilai sekarang (present value) dari arus kas imbal- hasil yang diharapkan (expected cash flows). Artinya, suatu aset dapat memberikan aliran cash flows selama investor memiliki saham perusahaan tersebut.

Untuk mengkonversi aliran cash flows menjadi sebuah nilai saham, investor harus mendiskontokan aliran tersebut dengan tingkat bunga yang diinginkan investor (required rate of return).

b). Nilai intrinsik atau disebut juga nilai teoritis suatu saham nantinya akan sama dengan nilai diskonto semua aliran kas yang akan diterima investor di masa datang.

c). Tingkat return yang disyaratkan merupakan tingkat return minimum yang diharapkan atas pembelian suatu saham. Tingkat return yang diinginkan (required rate of return) atas sebuah investasi. Selain faktor inflasi, tingkat return yang diharapkan (required rate of return) yang akan menimbulkan ketidakpastian imbal-hasil (uncertainly of returns).

Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham

Pendekatan PER dalam penentuan nilai suatu saham dilakukan dengan menghitung berapa rupiah uang yang diinvestasikan kedalam suatu saham untuk memperoleh satu rupiah pendapatan (earning) dari saham tersebut.

PER menunjukkan rasio harga saham terhadap earning atau dengan kata lain menunjukkan berapa besar pemodal menilai harga saham terhadap kelipatan dari earnings, sehingga dapat disimpulkan bahwa PER menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

PER merupakan variabel yang digunakan dalam estimasi nilai intrinsik saham yaitu dengan mengalikannya dengan Earning Per Share (EPS) yang diharapkan. EPS atau laba per saham adalah rasio yang mengukur pendapatan bersih perusahaan pada suatu periode dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Nilai EPS dapat juga digunakan untuk menilai sebuah saham. Semakin tinggi nilai EPS Earning Per Share, maka semakin tinggi pula tingkat return yang diharapkan.

Tingkat keuntungan yang dihasilkan per lembar saham yang dimiliki oleh investor akan mempengaruhi penilaian investor terhadap suatu kinerja perusahan emiten.

Cara Membuat Keputusan Investasi Saham,

Nilai intrinsik ditentukan dengan mendiskontokan dividen dengan harga pasar sekarang. Adapun pedoman dalam pengambilan keputusan investasi dapat disimpulkan sebagai berikut:

1). Ketika nilai intrinsik NI lebih besar dari harga pasar sekarang saat ini NP (NI > NP),maka  aktiva atau saham dinyatakan undervalued (harga terlalu rendah) dan seharusnya dibeli dan ditahan kalau sudah memiliki.

2). Ketika nilai intrinsik NI lebih kecil dari harga pasar sekarang NP saat ini (NI < NP), maka aktiva atau saham dinyatakan overvalued (harga terlalu mahal) dan seharusnya dihindari membeli atau sebaiknya segera dijual atau ditahan tetapi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

3). Ketika  nilai intrinsik NI sama dengan nilai pasar sekarang NP saat ini (NI = NP), maka aktiva atau saham tersebut dinilai secara benar (correctly valued).

Metoda Penentuan Valuasi Penilaian Saham,

Expected Return, ER Saham, Tingkat Keuntungan Yang Diharapkan Required Rate of Return

Tingkat keuntungan yang diprediksi investor dari investasi spesifik pada suatu periode waktu tertentu. Expected return seringkali disebut sebagai market capitalization rate atau required rate of return.

Rumus Expected Return Dari Tingkat Keuntungan Saham Diinginkan, Required Rate of Return.

Besarnya required rate of return atau tingkat keuntungan yang diinginkan dari sebuah saham yang dinyatakan oleh besaran expected return dapat dirumuskan seperti berikut:

\mathrm{ER=\frac{D}{NS_{0}}+\frac{NS - NS_{0}}{NS_{0}}} atau

ER = r = D/NS0 + (NS – NS0)/NS0

ER = r = Dividend Yield + Capital Appreciation

Dividend Yield = D/NS0

Capital Appreciation = (NS – NS0)/NS0

Contoh Soal Perhitungan Penilaian Harga Saham Biasa

Jika suatu saham dijual dengan harga 1000 rupiah per lembar hari ini dan diharapkan dapat dijual lagi seharga 1100 rupiah satu tahun ke depan, berapa tingkat expected return jika dividen  satu tahun kedepan diperkirakan sebesar 50 rupiah

ER = r = expected return

NS0 = harga saham beli (harga sekarang)

NS = harga saham jual (harga masa depan)

ER = (D + NS – NS0)/NS0

ER = (50 + 1100 – 1000)/1000

ER = 150/1000

ER = 15%

Dividend Discount Model Saham, Model Diskonto Dividen Saham,

Metode penentuan harga saham hari ini yang menunjukkan bahwa nilai saham adalah present value dari semua dividen yang diharapkan diterima dimasa datang.

Model ini untuk menentukan estimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima di masa datang.

Rumus Dividend Discount Model Saham,

\mathrm{NS_{0}=\sum_{t=1}^{n}\frac{D_{t}}{(1+r)^{t}}+\frac{D_{n}+NS}{(1+r)^{n}}}.

NS0 = Nilai intrinsik saham dengan model diskonto dividen

D1, D2, …Dn = Dividen yang akan diterima di masa datang

r = tingkat return yang disyaratkan

NS = nilai jual saham pada tahun n. masa depan

t = 1, … n

Dt = dividen

r = expected return, persen

n = waktu dari investasi.

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Dividend Discount Model

Berikut ini data prediksi PT Ardra Biz yang akan membayar dividen sebesar 50, 60 dan 70 rupiah tiap tahun selama tiga tahun mendatang. Pada akhir tahun ketiga, diperkirakan dapat menjual saham pada harga 1000 rupiah. Berapa perkiraan harga saham sekarang bila diketahui expected return 10%

\mathrm{NS_{0}=\frac{50}{(1+0,10)^{1}}+\frac{60}{(1+0,10)^{2}}+\frac{70}{(1+0,10)^{3}}+\frac{1000}{(1+0,10)^{3}}}.

NS0 = 45,45 + 49,59 + 53,59 + 751,31

NS0 = 898,95 rupiah

Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham

Hasil keseluruhan perhitungan present value dari soal di atas dapat dilihat pada table berikut

Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham
Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham

Kolom (a) menunjukkan periode dividen dibayarkan, t = tahun, mulai tahun ke satu sampai tahun ke tiga.

D1 sampai D3 merupakan dividen yang diterima oleh pemegang saham dari tahun ke satu sampai tahun ke tiga, NS merupakan harga jual saham, harga masa depan saham.

Kolom (b). Total dana yang diterima dari pembelian saham selama tiga tahun adalah 1180 rupiah, ini adalah dana yang akan diterima di masa depan selama tiga tahun, bukan hari ini atau sekarang.

DF = discounted factor yang dihitung dengan rumus seperti berikut

DF = 1/(1+r)t

t = periode pembayaran dividen tahunan

r = expected return = ER

DF merupakan factor yang mengkonversi nilai uang masa depan dari dividen D dan Harga Saham NS1 menjadi dana saat ini atau present value PV pada kolom e. Present Value dihitung dengan cara berikut

Tahun ke 1, t =1 nilai present value dividen adalah

PV = Dt x DFt

PV1 = 50 x 0,909

PV1 = 45,45 rupiah dan seterusnya sampai tahun ke tiga, t = 3.

Meskipun seorang pemodal bisa memiliki saham selama n tahun, tetapi sewaktu saham tersebut dijual, akhirnya periode kepemilikan akan menjadi tidak terhingga. Dengan demikian, Dalam persamaan tersebut n = ∞ menjadi tidak terhingga.

\mathrm{NS=\sum_{t=1}^{n}\frac{D_{t}}{(1+r)^{t}}}

Penilaian Saham Tanpa Pertumbuhan

Jika investor memperkirakan bahwa harga saham tidak memiliki pertumbuhan atau g = 0 dan investor berencana memegangnya sampai jangka waktu yang tidak terbatas, maka investor akan menilai harga sahamnya sebagai sebuah perpetuity yaitu perhitungan nilai saham untuk waktu yang tidak terbatas.

NS0 = D/r

NS0 = nilai sekarang saham.

D = dividen

r = rate of return,

Contoh Soal Perhitungan Penilaian Saham Perpetuity Tanpa Pertumbuhan

Bila diperkirakan dividen akan dibayarkan tahun depan sebesar 50 rupiah dan saham akan ditahan /dimiliki untuk jangka waktu tak terbatas maka dengan rate of return 10%, perkiraan harga saham sekarang.

NS0 = D/r

D = 50 rupiah

r = 10%

substitusikan ke dalam rumus seperti berikut

NS0 = 50/10%

NS0 = 500 rupiah

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Zero Growth, Dividen Tidak Tumbuh

Saham perusahaan PT Ardra Biz diprediksi memberikan dividen sebesar Rp 100 per lembar setahun mendatang. Calon pembeli saham tersebut mensyaratkan suatu tingkat keuntungan pada saham sebesar 10 % per tahun dan dividen diperkirakan tidak bertumbuh (g = 0) atau tetap sebesar Rp 100.  Berapa harga saham yang bersedia dibayar calon pembeli tersebut

Jawab

Menghitung Harga Sekarang  Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen

Harga sekarang saham yang tidak memiliki pertumbuhan dividen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

NS0 = D/r

D = 100

r = 10 %

NS0 = 100/10%

NS0 = 1000

Penilaian Saham Dengan Tingkat Pertumbuhan  Konstan (Constant Growth Dividend Discount  Model )-

Model pertumbuhan dividen  dimana dividen tumbuh dengan tingkat yang  konstan (Gordon Growth Model).

Nilai saham sekarang dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus peramaan berikut

NS0 = D/(r – g)

keteragan

D = dividen

r = rate of return

g = pertumbuhan dividen (dividend rate)

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Pada Pertumbuhan Dividen Konstan

Saham PT Ardra Biz diharapkan akan membagikan dividen sebesar 50 tahun depan. Dividen  diharapkan akan tumbuh sebesar 5% per tahun.

Bila investor mengharapkan tingkat pengembalian 10%, berapa perkiraan harga saham PT Ardra Biz?

Jawab

Menghitung Harga Saham Dengan Pertumbuhan Dividen Konstan

Harga sekarang saham yang memiliki pertumbuhan dividen dapat dinyatatakan dengan persamaan berikut

NS0 = D/(r – g)

D = 50 rupiah

g = 5%

r = 10 %

NS0 = 50/(10% – 5%)

NS0 = 50/(5%)

NS0 = 1000 rupiah

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Saham

Investor berharap dividen yang akan dibayarkan tahun depan 50 rupiah, berapa tingkat pertumbuhan saham tersebut bila investor memperkirakan harga saham saat ini 1000 rupiah dengan tingkat pengembalian 10%

Jawab

Menghitung Tingkat Pertumbuhan Saham

Tingkat pertumbuhan tetap saham dapat dinyatatakan dengan persamaan berikut

g = [(NS0 x r) – D]/NS0

NS0 = 1000

D = 50 rupiah

r = 10 %

g = [(1000 x 10%) – 50]/1000

g = [100 – 50]/1000

g = 50/1000

g = 0,05

g = 5%

Penilaian (Valuasi) Saham Preferen

Harga wajar saham preferen dihitung dengan mendiskontokan (discounting) dividen ke nilai sekarang (present value) dengan required rate of return selama periode waktu yang tidak terhingga (infinite) atau selama memiliki saham preferen tersebut.

Pemiliki saham referen menerima dividen tetap atau g = 0. Pada umumnya saham preferen tidak memiliki waktu jatuh tempo

Harga Saham Preferen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

NS0 = D/r

Keterangan

NS0 = Nilai intrinsik (nilai wajar) saham saat ini

D = Dividen tetap saham preferen

r = required rate of return atau discount rate

Contoh Perhitungan Penilaian Harga Saham Preferen

Saham preferen PT Ardra Biz memberikan dividen tetap setiap periode sebesar 500 rupiah per lembar saham. Discount rate yang disyaratkan sebesar 10 persen. Hitung harga saat ini saham preferen tersebut

Jawab

Menghitung Harga Saham Preferent

Harga saham preferen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut

NS0 = D/r

D = 500 rupiah

r = 10 %

NS0 = 500/10%

NS0 = 5000 rupiah per lembar

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  2. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  5. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  6. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.

Rangkuman Ringkasan: Cara Menentukan Harga  Teoritis Wajar Intrinsik Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan, , Cara Menentukan Nilai Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan Harga Saham, Pengertian Saham, Jenis-jenis Saham, Saham Biasa Common stocks, Common stocks,

Saham Preferen (preferred stocks), preferred stocks, Pengertian Saham Biasa Common stocks, Pengertian Common stocks, Pengertian Saham Preferen (preferred stocks), Pengertian preferred stocks, Jenis Metoda Penentuan Nilai Saham, Nilai Buku Saham, Pengertian nilai buku saham,

Nilai Pasar Saham, Pengertian Nilai Pasar Saham, Nilai Intrinsik Saham, Pengertian Nilai Intrinsik Saham, Nilai saham teoritis, Nilai saham wajar, Pengertian Nilai saham teoritis, Pengertian Nilai saham wajar, Analisis Investasi Saham, Analisis Teknikal Saham, Analisis Fundamental Saham, Jenis Analisis Fundamental Saham, Pendekatan Nilai Sekarang (Present Value Approach) Saham, Present Value Approach Saham, Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham,

Price Earning Ratio, PER, Earning Per Share (EPS), Nilai EPS, EPS, Cara Membuat Keputusan Investasi Saham, Pengertian NI > NP , Pengertian NI < NP, Pengertian NI = NP, undervalued saham, overvalued saham, correctly valued Saham, Metoda Penentuan Valuasi Penilaian Saham, Expected Return ER Saham, Tingkat Keuntungan Saham Yang Diharapkan, Required Rate of Return Saham, Expected return, market capitalization rate ,

required rate of return, Rumus Expected Return Dari Tingkat Keuntungan Saham Diinginkan, Required Rate of Return, Contoh Soal Perhitungan Penilaian Harga Saham Biasa, Dividend Discount Model Saham, Model Diskonto Dividen Saham, Rumus Dividend Discount Model Saham, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Dividend Discount Model, Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham,

Penilaian Saham Tanpa Pertumbuhan, Rums Perhitungan Saham Tanpa Pertumbuhan, Contoh Soal Perhitungan Penilaian Saham Perpetuity Tanpa Pertumbuhan, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Zero Growth, Dividen Saham Tidak Tumbuh, Menghitung Harga Sekarang Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen, Penilaian Saham Dengan Tingkat Pertumbuhan Konstan (Constant Growth Dividend Discount Model ),

Constant Growth Dividend Discount Model, Rumus Menghitung Harga Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen, Gordon Growth Model, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Pada Pertumbuhan Dividen Konstan Menghitung Harga Saham Dengan Pertumbuhan Dividen Konstan, Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Saham, Rumus Menghitung Tingkat Pertumbuhan Saham, Penilaian (Valuasi) Saham Preferen, Contoh Perhitungan Penilaian Harga Saham Preferen, Rumus Menghitung Harga Saham Preferent,