Pameran Seni: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Apresiasi Aktif Pasif Unsur Persyaratan Perlengkapan Penyelenggaraan Laporan

Pengertian Pameran Seni: Pameran adalah aktivitas yang dilakukan oleh seniman untuk menyampaikan hasil perwujudan dari ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni.

Pada kegiatan pameran diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.

Tujuan dan Manfaat Pameran Karya Seni

Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya adalah tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.

Tujuan Sosial Pameran Karya Seni

Tujuan sosial berarti kegiatan pameran baik skala luas di masyarakat maupun skala terbatas di kalangan tertentu yang dipergunakan untuk kepentingan sosial.

Hasil penjualan karya seni yang dipamerkan disumbangkan kepada pihak piha yang membutuhkan bantuan dana seperti yayasan yatim piatu, pendidikan anak cacat, dan membantu orang yang membutuhkan bantuan lainnya.

Tujuan Komersial Pameran Karya Seni

Tujuan komersial pameran adalah kegiatan pameran seni yang berorientasi untuk menghasilkan profit atau keuntungan baik bagi seniman maupan untuk penyelenggara pameran.

Dengan kegiatan pameran, seniman dapat menjual karyanya kepada masyarakat atau apresiator dan kolektor karya seni. Sedangkan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran

Tujuan Kemanusiaan Pameran

Tujuan kemanusiaan pameran adalah untuk kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, dan pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat.

Manfaat Penyelengaraan Pameran

Penyelenggaraan pameran memiliki manfaat di antaranya adalah

1).  Menumbuhkan dan menambah kemampuan masyarakat secara umum dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain;

2). Menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif;

3). Membangkitkan motivasi dalam berkarya seni; dan

4). Sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat luas

Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara seniman sebagai pencipta seni dengan apresiator sebagai pengamat seni dan masyarakat pada umumnya.

Pameran seni rupa pada hakekatnya dapat menumbuhkembangkan apresiasi seni pada masyarakat dan sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat.

Fungsi pameran dibagi menjadi empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

Fungsi Apresiasi Pameran Karya Seni

Fungsi apresiasi merupakan kegiatan untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap hasil karya seni.

Kegiatan pameran dapat menumbuhkan sikap menghargai dari para pengamat atau apresiator terhadap suatu karya seni.

Pameran karya dapat melahirkan dua apresiasi yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

  • Apresiasi Aktif Pameran Seni Rupa

Apresiasi aktif merupakan sikap yang timbul pada seniman seteleh menyaksikan pameran termotivasi terdorong untuk mencipa karya seni.

  • Apresiasi Pasif Pameran Seni Rupa

Apresiasi pasif meruakan sikap terjadi pada orang awam setelah menyaksikan pameran umumnya dapat menghayati, memahami dan menilai serta menghargai karya seni.

Fungsi Edukasi Pameran Karya Seni

Fungsi edukasi atau Pendidikan merupakan kegiatan pameran karya seni yang dapat memberikan nilai- nilai yang bersifat pembelajaran terhadap masyarakat terutama apresiator, seperti nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya.

Pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Fungsi Rekreasi Pameran Karya Seni

Fungsi rekreasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan spiritual terutama hiburan terhadap masyarakat.

Melalui pameran karya seni, para apresiator menjadi senang, tenang dan memberikan pencerahan. Menyaksikan sebuah pameran karya akan memperoleh fungsi seni lain yaitu katarsis atau pengobat jiwa.

Fungsi Prestasi Pameran Karya Seni

Fungsi prestasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan penilaian atas kemampuan para seniman. Kemampuan para seniman dapat disaksikan dinilai dari bentuk-bentuk kreasi yang ditampilkan.

Apresiator dapat memberi penilaian terhadap seniman yang menciptakan karya seni kreatif atau kurang kreatif.

Jenis Pameran Karya Seni Rupa

Pemeran dapat dibagi menjadi beberapa jenis pameran yaitu Pameran Tetap (Permanent Exhibition), Pameran Temporer (Temporary Exhibition), dan Pameran Keliling (Traveling Exhibition)

Pameran Tetap Karya Seni Rupa Permanent Exhibition

Pameran tetap seni rupa dilakukan oleh lembaga profesional atau pemerintah seperti pameran untuk menyajikan karya- karya koleksi oleh galeri, museum, dan sebagainya. Waktu penyelenggarannya dilakukan secara periodik misalnya satu tahun sekali.

Pameran Temporer Karya Seni Rupa, Temporary Exhibition

Pameran temporer dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara dan pihak- pihak terkait lainnya. Adapun Pola Pameran Temporer adalah:

a). Pameran Tunggal – Pameran Bersama Karya Seni Rupa

Pameran tunggal merupakan pameran yang dilakukan perorangan dengan menampilkan karya seni sendiri.

Pameran Bersama merupakan pameran dengan materi yang dipamerkan  adalah karya- karya seni lebih dari satu seniman.

Biaya pameran Bersama ditanggung secara Bersama oleh seniman yang ikut dalam pameran. Pelaksanaan pameran dapat dilakukan antara 1 sampai 3 minggu.

b). Pameran Kerja Sama Karya Seni Rupa

Pameran kerja sama merupakan pameran yang  dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara dua pihak atau lebih.

Kegiatan kerja sama dapat dilakukan antar lembaga pemerintah, antarlembaga pemerintah dengan swasta, atau pihak pemerintah dengan negara lain.

Pihak yang dapat melaukan kerjasama dapat berupa lembaga/ organisasi kebudayaan/ kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Pusat Kebudayaan negara sahabat.

Waktu penyelenggaraan pameran kerja sama ini umumnya dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 bulan. Biaya penyelenggaraan pameran ditanggung bersama.

c). Pameran Khusus Karya Seni Rupa

Pameran khusus merupakan pameran yang biaya peleksanaannya ditanggung oleh lembaga tertentu misalnya oleh Galeri Nasional Indonesia, museum dan lembaga lain.

Adapun karya seni yang dipamerkan dapat merupakan koleksi lembaga tersebut atau milik seniman atau kolektor lainnya. Waktu penyelenggaraan pameran khusus dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali dalam setahun.

Pameran Keliling Karya Seni Rupa, Traveling Exhibition,

Pameran keliling merupakan pameran yang dilakukan dengan cara menampilkan karya- karya seni dari satu tempat ke tempat lain atau berpindah pindah tempat.

Karya seni yang dipamerkan adalah karya seni yang menjadi koleksi lembaga profesional atau pemerintah seperti Galeri Nasional Indonesia, musium, maupun karya seniman di luar instansi tersebut ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar berbagai pihak. Waktu penyelenggaraan pameran minimal berlangsung selama 10 hari.

Unsur-Unsur Persyaratan Perlengkapan Pameran Karya Seni rupa

Penyelenggaraan pameran memerlukan beberapa persyaratan dan perlengkapan yaitu sarana dan prasarana seperti: materi, ruangan, waktu, peserta, panitia, curator, peralatan pendukung.

Materi Pameran Karya Seni Rupa

Materi pameran adalah karya seni yang akan dipertunjukan atau dipamerkan seperti gambar, lukisan, patung, kriya, seni grafis, seni tapestri dan seni instalasi atau hasil karya seni lainnya.

Menurut wujudnya karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi.

Menurut jenisnya, karya yang dapat dipamerkan dapat berupa karya seni murni seperti patung, lukisan, seni grafis dan karya seni terapan seperti seni kerajinan, desain, dll.

Ruang Tempat Pameran Karya Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

  • Galeri Pameran Seni

Galeri merupakan gedung atau ruangan tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.

  • Museum Pameran Seni

Museum merupakan tempat menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berasal dari berbagai kurun waktu. Biasanya memiliki ruangan untuk dipakai tempat kegiatan seni.

  • Sanggar Pameran Seni

Sanggar:tempat berlatih atau berkarya seni dan sekaligus sebagai tempat menggelar dan memajang karya.

  • Hotel Pameran Seni

Hotel merupakan tempat kegiatan umum yang memiliki fasilitas tertentu, termasuk ruangan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk pameran.

  • Gedung Kesenian

Gedung kesenian merupakan tempat khusus untuk kegiatan-kegiatan kesenian.

  • Gedung Sekolah Pendidikan Dan Lainnya

Sekolah dapat digunakan untuk pameran baik dikelas atau ruang kesenian atau aula dan tempat yang disiapkan secara khusus untuk pameran.

Waktu Pameran Karya Seni Rupa

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

Peserta Pameran Karya Seni Rupa

Peserta yang ikut dalam pameran akan memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat terutama kalangan masyarakat yang menggemari karya- karya yang dibuat oleh seniman tertentu.

Panitia Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran memerlukan sejumlah orang yang terkoordianasi secara baik. Kegiatan pameran akan lebih mudah dilaksanakan jika dibentuk kepanitiaan atau diselenggarakan khusus oleh even organiser.

Kurator Pameran Karya Seni Rupa

Kurator merupakan orang yang tugasnya memelihara, mengoleksi, menyeleksi dan menyajikan berbagai karya atau artefak seni.

Namun dalam perkembangannya tugas kurator menjadi lebih luas fungsinya yaitu sebagai perancang, menentukan tema, memilih seniman dan karya, memberikan pengantar pemaknaan bagi karya yang dipamerkan dan lainnya.

Alat Penunjang Pameran Karya Seni Rupa

  • Panel Pameran Seni Rupa

Panel adalah Papan peraga berbentuk persegi panjang terbuat dari lembaran papan, logam, atau bahan lain digunakan untuk menempelkan foto, gambar, dan teks.

  • Standar Display Pameran Seni Rupa

Standar display adalah penopang untuk menyimpan benda tiga dimensi yang berbentuk kotak atau kubus, terbuat dari papan atau lembaran lain.

  • Katalog Pameran Seni Rupa

Katalog adalah  buku yang berisikan nama pelukis, lukisan dan informasi lainnya yang ingin disampaikan secara teratur, berurutan dan alfabetis.

  • Alat lain Pameran Seni Rupa

Beberapa alat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran seni adalah lampu, undangan, dan fasilitas gedung lainnya.

Contoh Pameran Karya Seni Rupa

Pameran Seni Rupa: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Unsur Perencanaan Pelaksanaan
Gambar Contoh Pameran Seni Rupa Manfaat Jenis Tujuan

Perencanaan Pameran Seni Rupa

Perencanaan yang sistematis sebuah pameran bertujuan agar pameran berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapum  tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa adalah menentukan tujuan, Menyusun panitia, menentukan waktu dan tampat, Menyusun kegiatan, membuat proposal.

1). Menentukan Tujuan Pameran Seni Rupa

Langkah awal dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran tersebut.

2). Menentukan Tema Pameran Seni Rupa

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran ditentukan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan.

3). Menyusun Kepanitiaan

Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksi- seksi.

  • Ketua Panitia Pameran

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.

Ketua harus  memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi garapannya.

Ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

  • Wakil Ketua Panitia Pameran

Wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan.

Wakil ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

  • Sekretaris Panitia Pameran

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Mengurus surat perizinan kegiatan.

Sekretaris juga bertugas mengarsipkan surat-surat penting pelaksanaan dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur.

Sekretaris bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

  • Bendahara Panitia Pameran

Bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran.

Bendahara harus menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.

Bendahara harus  memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros.

  • Seksi Kesekretariatan Panitia Pameran

Seksi Kesekretariatan bertugas membantu sekretaris dalam membuat dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

  • Seksi Usaha Panitia Pameran

Seksi usaha bertugas membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran.

Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan tersebut.

  • Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pameran

Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat- surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.

  • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang Panitia Pameran

Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran, mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

  • Seksi Stand Panitia Pameran

Seksi stand atau petugas stand bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur, mengarahkan pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran.

Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya Penitia Pameran

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan.

Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

  • Seksi Perlengkapan Panitia Pameran

Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan seperti alat dan fasilitas lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran.

Seksi perlengkapan bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

  • Seksi Keamanan Panitia Pemeran

Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Konsumsi

Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

Seksi konsumsi bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

4). Menentukan Waktu dan Tempat Pameran Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Seni Rupa

Agenda kegiatan merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran.

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu umumya dalam bulan, minggu dan tanggal.

6). Menyusun Proposal Kegiatan Pameran Seni Rupa

Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Proposal  digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak(sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran.

Proposal berisi latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

Penyelenggaraan Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan.

1). Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Seni Rupa

Pelaksanaan pameran merupakan kegiatan utama dari rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2). Penataan Ruang Pameran Seni Rupa

Panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi.

3). Evaluasi Pelaksanaan Pameran Seni Rupa

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara perencannaan dengan actual pelaksanaan dari semua aspek yang sudah direncanakan.

4). Laporan Kegiatan Pameran Seni Rupa

Laporan kegiatan pameran merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan.

Secara singkat, isi laporan pertanggungjawaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut: Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Manfaat, Susunan Kepanitiaan, Materi Pameran, Waktu dan Tempat Penyelenggaraan, Pemasukan dan Pengeluaran Dana, Kesan dan Pesan Pengunjung, Hambatan dan Kendala, Penutup

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Sachari. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  1. Rangkuman Ringkasan: Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan maupun kelompok untuk menyampaikan ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.
  2. Fungsi pameran terdiri empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.
  3. Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya: tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.
  4. Menurut jenisnya, penyelenggaraan pameran seni rupa dibagi menjadi Pameran Tetap, Pameran Temporer (yang termasuk jenis pameran ini adalah pameran tunggal/bersama, pameran kerjasama, dan pameran khusus) dan Pameran Keliling
  5. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pameran di antaranya: 1) karya seni yang akan dipamerkan; 2) pihak panitia penyelenggara pameran; 3) pengunjung pameran; dan 4) tempat pameran.

 

 

 

Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif, Tujuan Jenis Unsur Dasar Contoh Teknik Kering Basah

Pengertian Gambar Ilustrasi: Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang artnya menjelaskan. Dalam bahasa Inggris adalah illustration yang artinya menghiasi dengan gambar- gambar.

Sehingga Gambar Ilustrasi dapat didefiniskan sebagai gambar yang berfungsi untuk penghias dan membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, iklan, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.

Menggambar ilustrasi adalah cara menggambar yang lebih mengutamakan fungsi gambar itu sendiri sebagai bahasa, untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hal atau keadaan. Menjelaskan berarti menguatkan apa yang akan dijelaskan, namun menjelaskan juga dapat berarti memberi keterangan agar lebih lengkap.

Ilustrasi dapat juga didefinisikan sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

Pengertian Gambar Ilustrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Ilustrasi Menurut Baldinger

Menurut Baldinger ilustrasi adalah seni membuat gambar yang berfungsi untuk memperjelas dan menerangkan naskah.

Pengertian Ilustrasi Menurut Jan D. White

Menurut Jan D. White ilustrasi adalah sebuah tanda yang tampak di atas kertas, yang mampu mengkomunikasikan permasalahan tanpa menggunakan kata. Ilustrasi tersebut mampu menggambarkan suasana, seseorang, dan bahkan objek tertentu.

Pengertian Ilustrasi Menurut Rohidi

Menurut Rohidi gambar ilustrasi merupakan suatu gambar yang dibuat dengan elemen rupa yang bertujuan memperjelas, menerangkan dan memerindah sebuah teks, sehingga pembacanya ikut merasakan secara langsung tentang kesan dari isi cerita utamannya.

Tokoh Dan Contoh Ilustrasi

Seni ilustrasi modern Indonesia berkembang saat masa penjajahan Belanda sejak 1917, yang bekerja di Penerbit Balai Pustaka seperti Ardisoma, Abdul Salam, Kasidi, dan Nasroen.

Ilustrator Pada masa pendudukan Jepang diantaranya Karjono, Norman Kamil, dan Soerono yang bekerja pada Majalah Asia Raya.

Pada masa orde lama. dinatranya Oesman Effendi dan Abdul Salam.

Pada masa orde baru di antaranya adalah Henk Ngantung, Delsy Syamsumar, G. M. Sidharta,Teguh Santoso, S. Prinka, MAN, dan Jan Mintaraga.

Masing-masing illustrator memiliki ciri khas sendiri, baik tampilan gambar maupun tematema yang dibuat. Misalnya, Jan Mintaraga banyak menghasilkan cerita yang berlatar belakang tradisional, seperti kisah kisah pewayangan dan cerita klasik lainnya.

Contoh ilustrasi adalah wayang beber. Wayang beber merupakan gambar wayang dua dimensi yang dibeber (dibentang), yang ceritanya dituturkan oleh dalang.

Fungsi Ilustrasi

Berdasarkan fungsinya, gambar ilustrasi dapat dikelompokan menjadi seperti berikut

Fungsi Deskriptif Ilustrasi

Fungsi deskripsi ilustrasi adalah sebuah atau atau beberapa gambar yang  menggantikan uraian sebuah teks atau cerita atau tulisan. Dengan menggunakan ilustrasi deskriptif, sebuah teks deskriptif yang Panjang dapat dilukiskan oleh gambar dengan lebih ringkas, menyenangkan sehingga  uraian lebih singkat dan mudah untuk dipahami.

Gambar ilustrasi berfungsi menggantikan Sebagian kalimat atau  tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Ekspresi Ilustrasi

Fungsi Ekspresi ilustrasi adalah sebuah ilustrasi yang menunjukkan suatu perasaan, situasi, atau konsep yang abstrak dan kurang jelas di dalam sebuah teks agar menjadi lebih jelas , tepat sasaran, dan berbentuk konkret.

Gambar ilustrasi berfungsi mengekspresikan rangkaian kalimat atau tulisas sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Analitis atau Sruktural Ilustrasi

Fungsi Analitis atau Sruktural adalah ilustrasi yang menunjukkan gambar secara rinci dari sebuah teks sehingga dapat dianalisis dan dipahami dengan lebih cermat dan mudah.

Gambar ilustrasi berfungsi menjelaskan secara detail kalimat atau tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Kualitatif Ilustrasi

Fungsi Kualitatif adalah gambar ilustrasi yang menunjukkan data- data statistik berupa grafik, diagram, tabel, foto untuk mempermudah pembaca dalam mencarmati data kualitatif yang didapatkan dari survey, observasi, eksperimen dan berbagai penelitian lainnya.

Gambar ilustrasi berfungsi menerjemahkan data data kuantitaif menjadi suatu daftar, tabel, grafik, foto, gambar, sketsa, kartun, dan simbol.

Tujuan Gambar Ilustrasi

Beberapa tujuan penggunaan ilustrasi pada suatu tulisan teks atau bacaan adalah.

1). Mempertegas dan memperjelas alur atau isi pesan atau informasi yang terkandung dalam sebuah teks sehingga mudah dipahami,

2). Memberikan atau menambah nilai artistik atau keindahan atau hiasan atau variasi lain dari informasi yang ingin disampaikan, sehingga terasa lebih menarik dan menyenangkan.

3). Memudahkan pemahaman terhadap informasi yang ingin disampaikan sehingga akan mudah untuk diingat

4). Mengisi kekosongan ruangan yang terdapat dalam suatu layout (tata letak) suatu tulisan atau teks sehingga dapat menjelaskan dan menghiasi, tulisan, puisi atau informasi lainnya.

5). Mendorong imajinasi pembaca akibat kesan yang dimiliki oleh informasi dalam teks

6). Memberikan gambaran atau representasi informasi yang berisfat abstrak dan tidak dapat disampaikan dalam bentuk tulisan.

Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Adapun yang menjadi dasar pembuatan gambar ilustrasi diantaranya adalah:

1). Penguasaan Teknik Pembuatannya

Gambar ilustrasi yang dihasilkan akan sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi diwujudkan dengan penguasaan Teknik menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara keahlian pembuat dengan gambar yang dihasilkannya.

2). Pesan Yang Tercantum Di Dalamnya

Gambar ilustrasi yang ditampilkan harus sesuai atau relevan atau menjadi satu kesatuan dengan isi cerita. Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita harus dapat divisualkan secara tepat melalui gambar.

Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita.

3). Gambar Ilutrasi Harus Mudah Dipahami

Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis. Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan.

Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya. Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca.

Jenis – Jenis Gambar Ilustrasi

Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya.

1). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya

Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya dapat dibedakan sebagai berikut.

a). Corak Realistis Gambar Ilustrasi

Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang diwujudkan menyerupai bentuk aslinya, secara natural sesuai dengan anatomi dan proporsinya.

b). Corak Dekoratif Gambar Ilustrasi

Corak dekoratif adalah gambar yang telah mengalami pengubahan corak atau bentuk, namun tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.

c). Corak Karikaturis Gambar Ilustrasi    

Corak karikaturis adalah suatu gambar ilustrasi yang memiliki bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat karakter aslinya.

d). Corak Ekspresionis Gambar Ilustrasi

Corak ekspresionis adalah gambar ilustrasi yang membentuk sebuah gambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud aslinya walaupun tidak tampak nyata.

g). Corak Lowbrow Gambar Ilustrasi

Ilustrasi lowbrow adalah ilustrasi yang digunakan untuk menamakan karya ilustrasi yang ingin berperan sebagai penghias atau decorative ornamen.

Namun, isi lowbrow bukan hanya gubahan motif daun, hewan maupun manusia dan benda-benda aneh tidak beraturan saja melainkan juga karya yang berfungsi menghias dan menyindir (karikaturisme dan kartunisme).

Low brow bersifat bebas dapat diisi dengan bentuk figur, dan huruf atau tipografi. Sebagian orang menyebutkan low brow merupakan perkembangan dari grafiti.

2). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya

Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya dapat dibedakan sebagai berikut.

a). Gambar Ilustrasi Cerita

Ilustrasi cerita adalah gambar ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring atau pelengkap dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat pada buku, majalah, surat kabar, dan tabloid.

b). Gambar Ilustrasi Komik atau Cerita Bergambar

Komik berasal dari kata comic yang berarti lucu atau jenaka. Dalam penyajiannya, komik terdiri dari rangkaian gambar yang satu dengan lainnya saling melengkapi dan mengandung suatu cerita atau disebut comic strip.

Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang disusun secara berurutan dan terpadu sehingga menjadi  suatu rangkaian cerita bersambung.

Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Komik Cerita Bergambar

Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya- karya komik umumnya berupa cerita- cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.

c). Gambar Ilustrasi Rubrik

Ilustrasi rubrik adalah gambar ilustrasi yang berfungsi sebagai hiasan suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak.

d). Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah adalah gambar ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya.

Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

e). Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

Istilah Karikatur berasal dari kata bahasa Italia (caricature) yang mempunyai pesan melebih-lebihkan (lebay) dengan cara mengubah bentuk atau deformasi.

Kartun atau Cartoon, dalam bahasa Itali cartoone yang berarti berarti kertas. Seniman menggambar skets gedung, permadani, ataupun mozaik di atas kertas. Gambar di atas kertas ini kemudian digayakan sesuai dengan minat seniman (kartunis).

Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

Ilutrasi karikatur dan kartun adalah gambar karikatur yang umumnya sarat dengan kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon.

Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri penggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan.

Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
Pengertian Contoh Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah

f). Gambar Ilustrasi Periklanan

Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yang menghiasi iklan produk- produk tertentu. Iklan tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan.

Tahapan Menggambar Ilustrasi

Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk.

Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar.

Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan narasi.

Untuk menghasilkan sebuah gambar ilustrasi yang baik, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator, yaitu sebagai berikut.

1). Persiapan Bahan dan Alat Gambar Ilutrasi

Sebelum menyiapkan bahan dan alat, sebaiknya tentukan dahulu jenis teknik yang akan digunakan, yaitu teknik basah atau teknik kering. Setelah itu, persiapkan alat dan bahannya.

2). Gagasan atau Ide atau Tema Gambar Ilustrasi

Sebelum menggambar ilustrasi, harus dipahami betul tuntutan atau pesan yang terkandung dalam teks cerita atau sejenisnya.

Misalnya, ilustrasi cerpen tentang cerita rakyat Malin Kundang. Setelah membaca dengan saksama teks cerita dari awal hingga akhir, maka yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

a). Memilih adegan yang paling menonjol atau dominan yang terdapat dalam suatu teks atau ceritanya.

b). Menentukan atau membayangkan objek yang akan divisualkan dalam gambar. Misalnya, Malin Kundang dan ibunya, dengan latar belakang kapal besar dan beberapa orang anak buahnya.

c). Memahami perwatakan tokoh- tokoh ceritanya, mana yang perlu ditampilkan dengan wajah jahat, congkak, kejam, dan lain-lain, dan mana yang ditampilkan sebagai orang yang sedih, prihatin, miskin, dan lain-lain. Penggambaran yang penuh ekspresi akan memberikan kesan gambar lebih memikat.

3). Membuat Sketsa Gambar Ilustrasi

Sketsa adalah seni lukis yang belum sempurna. Seni lukis yang hanya terdiri dari goresan dan kekuatan warna yang tidak seimbang dengan pernyataan ideologinya.

Sketsa kadang juga dinamakan seni lukis jika memanfaatkan teknik cat minyak dan terdiri atas goresan warna.

Proses pengerjaan gambar ilustrasi diawali dengan membuat sketsa dengan menggunakan pensil. Sketsa umumya dibuat secara sederhana. Penekanan pensil tidak perlu terlalu tegas.

Perlu diperhatikan pula unsur-unsur keseimbangan, komposisi, perspektif, dan lain-lain.

3). Pewarnaan Gambar Ilustrasi

Dalam pewarnaan gambar, baik dengan teknik hitamputih maupun pembagian warna, perlu diperhitungkan unsur-unsur yang merupakan efek dari kesan pencahayaan.

Gambar yang menarik selalu dipengaruhi oleh kesan pencahayaan yang tepat. Artinya, mana yang mendapat kesan gelap dan mana yang terang, serta dapat menentukan dari mana sinar itu datang dan ke mana jatuhnya bayangan. Pewarnaan yang disertai penempatan bayangan yang baik dapat memberikan kesan tiga dimensi pada gambar tersebut.

Bahan dan Alat Menggambar Ilustrasi

Ilustrasi umumnya dibuat di atas kertas. Kertas yang baik untuk menggambar adalah yang memiliki permukaan halus dan berwarna putih dengan ketebalan cukup. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar maupun melukis.

Namun pada umumnya peralatan yang digunakan, antara lain drawing pen, spidol dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.

Pewarnaan ilustrasi bisa dibuat hitam-putih atau beragam warna. Media pewarna bermacam-macam, misalnya pensil warna, cat air, cat poster, krayon, dan lain-lain.

Selain meng-gambar dengan cara manual, teknologi digital sekarang telah memungkinkan membuat gambar ilustrasi berikut pewarnaannya dengan menggunakan komputer.

Teknik Menggambar Ilustrasi

Menggambar ilustrasi dapat dilakukan dengan Teknik kering dan teknik basah.

Alat dan bahan untuk menggambar ilustrasi dengan teknik kering seperti pensil, arang, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air.

Sedangkan pada teknik basah media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik dan cat minyak yang menggunakan air atau minyak sebagai pengencer.

1). Menggambar Ilustrasi Teknik Kering

Menggambar ilustrasi dengan teknik kering yaitu cara menggambar yang tidak perlu menggunakan pengencer air atau minyak.

Ilustrasi dibuat langsung pada bidang dua dimensi berupa kertas gambar kemudian dibuat sketsa untuk selanjutnya diberi aksen garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan.

Beberapa contoh media kering dapat dijelaskan sebagai berikut:

a). Pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi ukuran pensil 2B-6B.

b). Arang yang digunakan untuk menggambar ilustrasi adalah yang terbuat dari bahan dasar kayu. Menggambar dengan arang akan meninggalkan debu pada kertas.

c). Krayon atau pastel colour banyak ragam variasi warnanya, digunakan dalam menggambar ilustrasi yang menginginkan variasi pewarnaan.

d). Charcoal berbentuk seperti pensil warna dengan lapisan kertas sebagai pembungkusnya. Charcoal memiliki warna tajam/jelas.

e). Pulpen digunakan sebagai alat untuk menggambar ilustrasi dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya.

2). Menggambar Ilustrasi Teknik Basah

Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer.

Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan.

Unsur Utama Gambar Ilustrasi

Di dalam gambar ilustrasi terdapat penggambaran bentuk objek tertentu yang menjadi pilihan utama.

Pemilihan bentuk gambar tersebut tergantung tuntutan pada naskah atau teks. Objek gambar yang dipilih bisa dari unsur gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda.

1). Gambar Ilustrasi  Manusia

Agar dapat menggambar bentuk manusia dengan hasil yang baik dan memuaskan, perlu mempelajari dengan tekun unsur proporsi dan anatomi.

– Proporsi artinya perbandingan ukuran pada bagian bagian tubuh manusia. Penggambaran proporsi disesuaikan dengan tingkat atau golongan usia, yaitu proporsi anak hingga dewasa. – – Anatomi merupakan bentuk dari bagian-bagian tubuh. Prinsip proporsi dan anatomi ini juga berlaku dalam menggambar makhluk hidup lainnya.

2). Gambar Ilustrasi Binatang

Proporsi dan bentuk tiap jenis binatang tentu berbeda. Misalnya, ada perbedaan antara kuda dan lembu, kambing, kerbau, singa, jerapah, dan sebagainya. Demikian pula dengan bentuk-bentuk binatang air dan binatang-binatang yang bersayap.

3). Gambar Ilustrasi Tumbuhan

Tumbuhan juga beragam jenisnya dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Pohon mangga mempunyai bentuk khas, lain dengan pohon jeruk atau nangka.

Pohon kelapa mempunyai bentuk khas yang berbeda dengan pohon jati dan sebagainya. Perbedaan perbedaan itu, antara lain pada proporsi secara keseluruhan bentuk, bentuk cabang dan ranting, bentuk batang, dan bentuk helaian daun.

4.) Gambar Ilustrasi Benda

Terdapat beragam benda di sekitar kita, baik benda benda alam maupun benda-benda buatan manusia.

Masing-masing benda pun memiliki karakter yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya, bentuk kain berbeda dengan kertas, permukaan kayu berbeda dengan kaca, dan lain-lain.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  1. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  6. Ringkasan Rangkuman: Gambar ilustrasi adalah gambar yang berfungsi sebagai penghiasan serta membantu memperjelas suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, koran, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.
  7. Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman prasejarah, dengan ditemukannya bukti berupa gambar-gambar pada dinding gua di daerah Sulawesi Selatan, Papua, dan Maluku.
  8. Fungsi gambar ilustrasi antara lain untuk memperjelas alur cerita, memperjelas pesan dalam promosi, menarik perhatian, dan menambah nilai artistic tampilan buku pelajaran.
  9. Dasar-dasar pembuatan gambar ilustrasi harus memperhatikan penguasaan teknik dalam pembuatannya, pesan yang tercantum di dalamnya, dan mudah dipahami.
  10. Jenis gambar ilustrasi jika ditinjau dari segi corak dan bentuk terdiri atas gambar bercorak realistis, dekoratif, karikaturis, dan ekspresionis.
  11. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya terdiri atas ilustrasi cerita, ilustrasi komik atau cerita bergambar, ilustrasi rubrik, ilustrasi sampul buku, karikatur dan kartun, serta ilustrasi periklanan.
  12. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator dalam menggambar ilustrasi, yaitu gagasan atau ide, sketsa, dan pewarnaan gambar.
  13. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar ilustrasi atau melukis. Peralatan yang digunakan, antara lain spidol, drawing pen dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.
  14. Unsur utama gambar ilustrasi adalah gambar manusia, gambar binatang, gambar tumbuhan, dan gambar benda.
  15. Menggambar dengan teknik kering ialah menggambar menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer.
  16. Langkah-langkah dalam menggambar ilustrasi yaitu menyiapkan bahan dan alat, menentukan tema, membuat sketsa, serta menggambar/mewarnai.
  17. Mengggambar dengan teknik basah ialah menggambar menggunakan media cat, tinta, atau media lain yang memerlukan pengencer.
  18. Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Tujuan Tokoh Jenis Unsur Dasar Contoh Tahap Buat Teknik Kering Basah,
  19. Fungsi Ilustrasi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif,
  20. Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
  21. Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
  22. Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,

Dasar Negara: Pengertian Fungsi Jenis Ciri Nilai Asas Ideologi Pancasila Contoh Soal 8

Pengertian Dasar Negara: Dasar negara adalah pedoman dasar dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam berbagai bidang kehidupan.

Dasar negara merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

Dalam bahasa Belanda istilah dasar negara disebut dengan philosophiesche grondslag yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat.

Dalam Bahasa Jerman istilah dasar negara disebut dengan weltanschauung yang artinya pandangan mendasar tentang dunia.

Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.

Di Indonesia, istilah dasar negara diterjemahkan sebagai ideologi. Sedangkan dalam Ensiklopedia Indonesia, kata dasar memiliki arti “asal yang pertama”. Sehingga jika dikaitkan dengan kata negara, maka menjadi dasar negara yang bermakna suatu ajaran/pedoman untuk mengatur kehidupan dalam konteks penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan.

Pengertian Ideologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ideologi mempunyai tiga arti.

Arti Pertama Ideologi:

Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Arti Kedua Ideologi,

Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

Arti Ketiga Ideologi,

Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

Ideologi adalah nilai-nilai dasar (hasil konsensus) yang ingin diwujudkan di dalam negara yang bersangkutan. Ideologi selalu berupa gagasan- gagasan yang memiliki sifat- sifat pokok.

Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi ideologi menurut para ahli :

Pengertian Ideologi Menurut Karl Marx

Menurut Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Machiavelli

Menurut Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Descartes

Menurut Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Francis Bacon

Menurut Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa (paduan berbagai pengertian agar semuanya menjadi selaras, cara mencari hukum yang umum dari hukum-hukum yang khusus) pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Dr. Hafidh Shaleh

Menurut Dr. Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang memiliki ide konsepsi rasional, yang terdiri dari akidah dan solusi terhadap seluruh permasalaham kehidupan manusia.

Pemikiran tersebut harus didukung dengan adanya metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.

Fungsi Dasar Negara

Beberapa fungsi ideologi atau dasar negara diantaranya adalah:.

1). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Berdirinya  Kedaulatan Negara.

Setiap negara yang akan berdiri dan berdaulat harus memenuhi persyaratan konstitutif dan persyaratan deklaratif. Salah satu pernyataan mendasar yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah dasar negara.

2). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Kegiatan Penyelenggaraan Negara.

Para penyelenggara negara di dalam mewujudkan segala cita-cita dan tujuan nasional harus berdasarkan pada dasar negara, yaitu di dalam melaksanakan segala kegiatan ketatanegaraan.

3). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar dan Sumber Hukum Negara.

Kedudukan dasar negara dalam suatu negara merupakan suatu norma dasar bagi negara yang besangkutan.

Dasar negara menjadi sumber bagi undang undang negara serta norma tertinggi dalam suatu negara sehingga semua kegiatan negara harus berdasarkan pada hukum yang berlaku.

4) Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hubungan Antarwarga Negara.

Semua aktivitas warga negara harus didasarkan pada dasar negara. Sehingga kebebasan individu tidak merusak semangat kerja sama antara warga danbegitu pula sebaliknya, kerja sama antarwarga tidak merusak kebebasan individu.

5). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hak Kewajiban Warga Negara.

Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mempertahankan negara dan berpartisipasi dalam upaya bersama mencapai tujuan bangsa.

6). Fungsi Idelogi Sebagai Dasar Sikap Bangsa Berpolitik

Dasar negara menjadi arah sikap dan tingkah laku politik para elite dan warganya. Konsep dasar negara yang tertanam dalam diri para penyelenggara negara dan warga negaranya akan membentuk sikap dan perilaku politik

7). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Persatuan dan Kesatuan Negara.

Dasar negara adalah perekat dari keragaman yang ada dalam masyarakat. Biasanya dasar negara sengaja disusun dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan budaya masyarakat.

Jenis Macam Dasar Negara

Macam-macam dasar negara atau ideologi yang dikenal di dunia diantaranya adalah Sosialisme, Liberalisme, Marxisme – Komunisme dan Fasisme.

1). Dasar Negara Ideologi Sosialisme,

Sosilalisme adalah ideologi yang berpandangan adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup. Dalam ideologi sosialisme, persamaan merupakan konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

Paham Sosialisme yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.

Ciri Ciri Ideologi Sosialisme

Ciri-ciri paham sosialisme diantaranya menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

Contoh Negara Sosialisme

Negara yang menganut paham sosialisme adalah negara-negara di Eropa Barat serta Kuba dan Venezuela,

2). Dasar Negara Ideologi Liberalisme,

Liberalisne merupakan ideologi yang berlandaskan pada kebebasan. Kebebasan yang pengakuan hak-hak individual yang harus dilindungi dari campur tangan negara dan badan-badan yang lain.

Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas dan rasional. Pemerintahan harus didasarkan pada persetujuan rakyat.

Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas, sedangkan rakyat dapat membuat keputusan untuk diri sendiri.

Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah.

Contoh Negara Liberalisme

Beberapa contoh liberalisme adalah Amerika, Argentina, Kanada, Jerman, Francis, Itali, Jepang, Singapura.

3). Dasar Negara Ideologi Marxisme-Komunisme,

Marxisme-Komunisme merupakan salah satu jenis sosialisme yang mengajarkan tentang teori pertentangan kelas.

Dalam konsep marxisme, negara hendaknya dipimpin dan lebih mengutamakan kelas pekerja (buruh) atau diktaktor proletariat. Marxisme berawal dari konsep- konsep politik, ekonomi, dan sosial Karl Marx dan selanjutnya diteruskan oleh Lenin, Stalin, dan Mao Tze Tung (Mao Zedong) menjadi paham komunisme.

Menurut ajaran ini, suatu tujuan dapat dicapai dengan cara menghalalkan semua jalan.

Ideologi komunisme lebih cenderung meniadakan kehadiran Tuhan dan lebih berdasarkan pada materialism. Sehingga paham ini menindas kebebasan dalam beragama dan kebebasan individual.

Ciri Ciri Ideologi  Komunisme

Monoisme, yaitu suatu prinsip yang menolak keberadaan golongan golongan (strata) dalam suatu masyarakat;

Kekerasan dianggap sebagai cara atau alat yang sah untuk mencapai suatu tujuan (menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan),

Semua alat negara (polisi, tentara, birokrasi, media massa, intelektual, dan perundang-undangan) dipergunakan untuk mewujudkan tujuan komunisme.

Ateisme, artinya penganut ini tidak percaya adanya Tuhan. Agama dianggap sebagai penghalang kemajuan.

Dogmatisme, tidak mempercayai pikiran orang lain, artinya ajaran-ajaranyang baku berdasarkan atas pikiran Marx-Engel harus diterima begitu saja.

Otoritas, pelaksanaan politik berdasarkan kekerasan.  Pengkhianatan terhadap HAM, artinya tidak mengakui adanya hak-hak asasimanusia.

Contoh Negata Komunisme

Beberapa contoh Negara yang masih menganut ideologi komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea utara, dan Laos.

4). Dasar Negara Ideologi Fasisme,

Fasisme merupakan ideologi dilandasi dengan kediktatoran yang dapat dipersamakan dengan otoritarian.

Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

Ciri Ciri Ideologi Fasisme

Di dalam ideologi fasisme terdapat unsure- unsur kekerasan dan hal- hal lain yang bersifat mengerikan seperti pembantaian, diskriminasi ras, ekspansi ke negara lain, penghilangan hak-hak asasi manusia.

Fasisme sangat pengabaian hak-hak asasi warga negara. Fasisme ini menitikberatkan pada pola khusus aksi dan sangat tergantung pada pemimpin yang kharismatik.

Contoh Negara Ideologi Fasisme

Beberapa negara yang pernah mengunakan ideologi fasisme adalag Jerman Itali dan Jepang

5). Dasar Negara Ideologi Fundamentalisme,

Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama tertentu sebagai suatu sistem politik dalam negara.

Ciri Ciri Ideologi Fundamentalisme

Paham fundamentalisme menganggap dirinya lebih murni dan lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agama yang lain

Agama menjadi basis ideologinya dan agama dipakai sebagai pusat pemerintahannya. Pemimpin tertinggi negara tersebut haruslah seorang petinggi agama.

Segala kegiatan pemerintahan dan hukum- hukumnya diambil dari kitab suci.  Dasar negara sendiri memakai ideologi agama.

Contoh Negara Ideologi Fundamentalisme

Beberapa negara yang menganut faham atau ideologi fungamentalisme adalah, Afganistan pada masa pemerintahan Taliban dan Iran sekarang setelah Revolusi Islam Iran). Negara-negara ini menerapkan hukum Islam secara keras kepada warga negaranya.

Nilai Asas Dasar Ideologi Pancasila

Dasar negara bangsa Indonesia disusun sesuai dengan nilai- nilai budaya, sosial, dan nasionalisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara adalah Pancasila.

Adapun nilai-nilai atau asas yang terkandung di dalam Pancasila adalah

1). Nilai Asas Gotong Royong Pancasila

Asas gotong royong menunjukkan adanya kekuatan dalam kebersamaan. Ini artinya bekerja secara bersama- sama untuk kepentingan bersama dan hasilnya untuk dinikmati secara bersama;

2). Nilai Asas Kekeluargaan Pancasila

Asas kekeluargaan menunjukkan bahwa semua warga adalah keluarga yang sama. Ini berarti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap hak dan kewajiban anggota masyarakat;

3). Nilai Asas Musyawarah Pancasila

Asas musyawarah menunjukkan adanya pemahaman dan menerima pendapat pikiran orang lain. Adanya nilai kekeluargan dalam menentukan keputusan yang menyangkut orang banyak atau rakyat;

4) Nilai Asas Keseimbangan Keselarasan Pancasila

Asas keseimbangan dan keselarasan, berarti adanya keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan masyarakat, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan alam sekitarnya;

5). Nilai Asas Bhineka Tungga Ika Pancasila

Asas Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan saling menghormati keragaman. Adanya toleransi kehidupan antara suku-suku bangsa yang berbeda dan antarumat beragama;

6). Nilai Asas Kebersamaan Hidup Pancasila

Asas kebersamaan hidup menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial. Seseorang tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus hidup dengan orang lain secara bersama- sama dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan gotong royong.

Peran Dasar Negara Pancasila

Dasar Negara Pancasila digunakan sebagai dasar unutk mengatur pemerintahan negara. Artinya, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Adapun peran Pancasila sebagai dasar negara, antara lain, sebagai berikut.

1). Pancasila berperan mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku bangsa dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

2). Pancasila berperan mengarahkan dan membimbing terwujudnya cita-cita dan tujuan bangsa.

3). Pnacasila berperan memberikan motivasi, mengembangkan dan memelihara identitas diri bangsa Indonesia.

4). Pancasila berperan memberikan pandangan unutk mewujudkan cita- cita yang terkandung dalam Pancasila.

Fungsi Kedudukan Pancasila Negara Indonesia

Adapun Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah sebagai berikut.

1). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dasar negara, merupakan sumber hukum dasar nasional seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki pengertian sebagai cita-cita hukum bangsa Indonesia dan cita-cita moral bangsa Indonesia.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Artinya negara harus tunduk, membela, dan melaksanakannya dalam seluruh perundang undangan.

2). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Kepibadian Bangsa

Kepribadian bangsa Indonesia, merupakan tatanan kehidupan seluruh bangsa Indonesia yang secara menyeluruh terpola pada nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia.

Seluruh perilaku, sikap dan kepribadian dalam berbangsa berdasarkan pada nilai nilai Pancasila. Sehingga jika perilaku sikap dan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila berarti bukan perilaku sikap dan kepribadian masyarakat Indonesia.

Pancasila memberikan corak yang khas bagi bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa -bangsa lain.

3). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pandangan hidup, merupakan pemersatu bangsa dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin dalam bangsa Indonesia yang memiliki keanegaraman suku bangsa.

Pancasila sebagai pandangan hiduk way of life berarti semua aktivitas bangsa Indonesia harus sesuai dengan nilai Pancasila.

Kristalisasi Nilai Pancasila

. Nilai dan jiwa ktuhan / keagamaan

. Nilai dan jiwa kemanusiaan

. Nilai dan jiwa persatuan

. Nilai dan jiwa kerakyatan dan demokrasi

. Nilai dan jiwa keadilan sosial

4). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa

Perjanjian luhur bangsa Indonesia, merupakan perjanjian antarrakyat Indonesia menjelang proklamasi kemerdekaan dan telah mampu membuktikan kebenarannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Contoh Soal Dan Jawaban Dan Pmbahasan Ideologi Dasar Negara

1). Istilah lain dari dasar negara yang berasal dari bahasa Jerman adalah ….

a). ideology

b). weltanschauung

c). philosophisce grondslag

d). gronwet

e). ideologi

Jawab: B

2). Suatu ideologi yang memiliki pandangan tentang adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup disebut sebagai ideologi ….

a). liberalisme

b). komunisme

c). marxisme-komunisme

d_. sosialisme

e). fundamentalisme

Jawab: D

3). Prinsip-prinsip dasar dalam suatu negara yang merupakan sumber hukum bagi peraturan perundang-undangan yang ada, yaitu ….

a). undang-undang dasar

b). hukum tata negara

c). konstitusi

d). dasar negara

e). undang-undang

Jawab: A

4). Dibawah ini adalah kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali ….

a). pandangan hidup

b). dasar negara

c). kepribadian bangsa Indonesia

d). perjanjian luhur bangsa Indonesia

e). lambang negara

Jawab: E

5). Dalam penyelenggaraan ketatanegaraan, Pancasila memiliki arti sebagai ….

a). dasar negara

b). pandangan hidup

c). pedoman dasar

d). orientasi pembangunan

e). dasar moral bangsa

Jawab: A

Contoh Soal Uraian dan Penjelasan

1). Jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar negara dan Berikanlah contohnya

Jawab:

Dasar Negara adalah merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

Contoh Dasar Negara: sosialisme, liberalisme, marxisme-komunisme, fasisme, fundamentalisme.

2). Sebutkan dan jelaskan fungsi dasar negara

Jawab:

– Sebagai Dasar untuk berdirinya kedaulatan negara.

– Sebagai Dasar untuk kegiatan dalam penyelenggaraan negara.

– Sebagi  Dasar  dan sumber hukum nasional.

– Sebagai Dasar bagi hubungan antarwarga negara

3). Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara

Jawab:

– Pancasilai Sebagai Dasar negara.

– Pancasila Sebagai Kepribadian bangsa Indonesia.

– Pancasila seagai Pandangan hidup.

– Pancasila sebagai  Perjanjian luhur bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka:

  1. Ditjen Dikti, 2001, “Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegeraan”, Penerbit Dikti, Jakarta.
  2. Kaelan, 2002, “ Pendidikan Pancasila”, Penerbit Nagatirta, Yogyakata.
  3. Kansil, Prof CST., 2002, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Pradnya Paramita, Jakarta.
  4. Musanef,1989, “Sistem Pemerintahan Indonesia”, Penerbit CV Mas Agung, Jakarta.
  5. Chamim, Asykuri Ibn, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban”, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Yogyakarta.
  6. Pasha, Musthafa, Kamal, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta.
  7. Bakry, Noor Ms, 2009, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Penerbit, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
  8. Rangkuman Ringkasan: Dasar negara atau ideologi negara ialah suatu pedoman untuk dipakai dalam mengatur kehidupan dan penyelenggaraan ketatanegaraan di suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan).
  9. Istilah dasar negara dapat disamakan dengan philosophiesche grondslag (Bahasa Belanda) yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat. Istilah dasar negara juga dapat disejajarkan dengan weltanschauung (bahasa Jerman) yang artinya pandangan mendasar tentang dunia. Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna, yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.
  10. Beberapa macam dasar negara (ideologi negara) besar yang dianut di berbagai belahan dunia antara lain, liberalisme, sosialisme, marxisme-komunisme, fasisme, dan fundamentalisme.
  11. Fungsi dasar negara adalah sebagai Dasar berdiri dan tegaknya suatu negara. Dasar kegiatan penyelenggaraan negara. Dasar partisipasi warga negara. Dasar pergaulan antarwarga negara. Dasar dan sumber hukum nasional. Dasar sikap dan tingkah laku bangsa. Dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
  12. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ideologi negara, yaitu Pancasila, yang berkedudukan sebagai dasar negara, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup, dan perjanjian luhur bangsa Indonesia.
  13. Hubungan dasar negara dan konstitusi Pokok pikiran dalam dasar negara terjabar dalam konstitusi. Konstitusi merupakan realisasi dari dasar negara. Hubungan secara formal antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai satu kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Konstitusi lahir sebagai usaha untuk melaksanakan dasar negara. Dasar negara, pembukaan, dan pasal-pasal UUD 1945.

Reklame – Iklan: Pengertian Contoh Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Unsur Prinsip

Pengertian Reklame: Reklame merupakan alat atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragam untuk tujuan komersial dipergunakan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa, atau orang atau badan untuk menarik perhatian umum kepada suatu tempat atau yang dapat dilihat, dibaca dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum.

Reklame berasal dari bahasa Spanyol, yaitu dari kata Re dan Clamo. Kata re mengandung arti berulang-ulang, sedangkan clamo memiliki arti seruan.

Dalam bahasa latin, Re dan Clame, Re artinya berulang-ulang sedangkan Clame atau Clamos artinya berteriak,

Jadi Reklame adalah seruan dengan berteriak yang dilakukam secara berulang dalam rangka menawarkan barang dagangan atau jasa kepada konsumen. Para pedagang atau penjual di masa lalu melakukan cara seperti ini untuk menjual barang dagangannya.

Menurut kamus umum bahasa indonesia reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan, dengan pujian atau gambar dan sebagainya, dengan tujuan agar barang dagangan tersebut lebih laku.

Dalam kegiatan promosi suatu barang ada dua istilah yang umum digunakan yaitu reklame dan iklan. Antara reklame dengan iklan memiliki perbedaan dan persamaan.

Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian reklame menurut para ahli dinataranya adalah.

1). Pengertian Reklame Menutur Kriyantono

Menurut Kriyantono reklame adalah bentuk komunikasi non personal yang bertujuan untuk menyampaikan pesan suatu produk yang dijual dan mengharapkan konsumen dapat membeli produk yang dijual dan membayar media yang digunakan.

2). Pengertian Reklame Menurut Durianto

Menurut Durianto reklame adalah proses komunikasi dengan tujuan untuk merayu atau membujuk masyarakat untuk membeli dan menggunakan yang direklamekan dan menjadi promosi untuk meningkatkan daya jual terhadap produk tersebut.

3). Pengertian Reklame Menurut Berhouwer

Menurut Berhouwer reklame adalah pernyataan yang secara sadar ditujukan kepada publik yang disampaikan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh seorang peserta perdagangan, dan diarahkan kepada sasaran (pangsa pasar) untuk memperbesar penjualan barang- barang atau jasa yang dimasukkan.

4). Pengertian Reklame Menurut Panji

Reklame menurut Panji adalah setiap kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan suatu barang atau jasa atau hal lainnya dengan maksud untuk menarik perhatian khalayak ramai.

5). Pengertian Reklame Menurut Barata

Menurut Barata, reklame adalah kegiatan yang bertujuan memberikan informasi atau memberikan suatu ide, barang atau jasa, dengan maksud untuk menarik perhatian orang-orang terhadap ide, barang atau jasa yang diinformasikan tersebut.

6). Pengertian Reklame Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder

Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Syarat Ciri Reklame

Beberapa syarat yang menjadi ciri dan terkandung dalam reklame diantaranya adalah

a). Isi reklame relatif singkat, padat dan jelas sehingga mudah dimengerti.

b). Menggunkan kata dan gambar yang menarik atau Unik atau Mencolok. Umumnya dilakukan dengan memasang gambar, menebalkan huruf atau hal-hal desain grafis lainnya yang mengundang perhatian. Bisa juga berbentuk visual, biasanya yang menggunakan bentuk visual adalah papan iklan atau billboard.

c). Infomasi yang dismpaikan jujur, informasi produk atau lainnya harus benar dan dapat dibuktikan.

d). Dilakukan berulang yang bertujuan agar konsumen mau membeli barang tersebut atau semakin banyak masyarakat selalu waspada terhadap himbauan yang diberikan.

Perbedaan Reklame dan Iklan

Iklan pada umumnya berupa kalimat yang cukup Panjang, bahkan bisa juga dalam bentuk sebuah artikel.

Sedangkan reklame hanya berupa kalimat singkat yang disertai dengan gambar yang mencolok.

Persamaan Reklame Dan Iklan

Reklame dan iklan memiliki fungsi dan tujunnya yang hampir sama. Umumnya iklan lebih banyak dipasang pada media cetak seperti koran dan majalah dan media elektronik seperti televisi, radio, film, internet.

Reklame pada umumnya dipasang dengan menggunakan papan, spanduk, poster, leaflet, baliho, papan nama, brosur, dan tempat- tempat terbuka atau umum seperti di pinggir jalan, toko, mall dan sebagainya.

Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,

Beberapa tujuan dan manfaat reklame adalah

  • Mengenalkan produk  kepada masyarakat luas.
  • Membuat identitas dan ciri khas dari suatu produk atau perusahaan.
  • Memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa tertarik dengan produk kita.
  • Menawarkan dan memperkenalkan produk anda kepada konsumen,investor dan lainnya.
  • Memburu pasar atau konsumen di regional tertentu.
  • Meningkatkan reputasi dari sebuah perusahaan.
  • Konsumen akan mencari tahu tentang produk anda setelah melihat reklame.

Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,
Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Reklame,

Jenis Reklame

Jenis reklame dapat dibagi berdalasarkan tujuan, sifat, tempat dan medianya

Jenis Reklame Menurut Tujuan Pengadaannya

Berdasarkan tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi dua jenia, yaitu reklame komersial dan reklame nonkomersial.

a). Reklame Komersial

Reklame komersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan bisnis. Tujuan pembuatan pemasangan reklame komersial adalah untuk dapat menarik para pembeli sebanyak banyak sehingga mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Contoh Reklame Komersial

Contoh reklame komersial diantaranya adalah Papan reklame atau baliho penjualan rumah, mobil atau barang dagangan lainnya yang dipasang di pinggir jalan tol, toko, mall dan tempat tempat umum lainnya.

b). Reklame Nonkomersial

Reklame nonkomersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan nonkomersial, yakni mengajak, menghimbau, dan menyampaikan informasi agar bersedia atau mengikuti pesan yang disampaikan. Keuntungan yang diperoleh biasanya bukan materi secara langsung.

Contoh Reklame Nonkomersial

Contoh reklame nonkomersial diantaranya adalah poster PIN (Pekan Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih, poster peringatan bahaya demam berdarah, himbauan untuk tertib berlalu lintas, membayar pajak, donor darah, dan lain sebagainya.

2). Jenis Reklame Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, reklame dibedakan menjadi 3, yaitu reklame penerangan, reklame peringatan, dan reklame permintaan atau ajakan atau himbauan.

a). Reklame Penerangan

Reklame penerangan adalah bentuk reklame yang bersifat informatif. Reklame penerangan bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar lebih jelas.

Contoh Reklame Penerangan

Contoh reklame penerangan misalnya tentang cara pengurusan KTP, SIM, pendaftaran masuk sekolah, cara membasmi nyamuk, dan sebagainya.

b). Reklame Peringatan

Reklame Peringatan adalah bentuk reklame yang bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat.

Contoh Reklame Peringatan

Contoh reklame peringatan adalah peringatan terhadap pengguna jalan melalui suatu gambar pada papan, baliho. Reklame bertujuan untuk mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dengan tulisan “Hati-hati sering terjadi kecelakaan” atau awas jalan licin dan sebagainya.

c). Reklame Permintaan atau Ajakan

Reklame permintaan atau ajakan atau himbauan adalah reklame yang bertujuan meminta atau mengajak atau menghimbau warga masyarakat agar bersedia memenuhi permintaan atau ajakan tersebut, mengajak masyarakat untuk peduli dengan sesamanya melalui gambar reklame.

Contoh Reklame Permintaan

Contoh reklame permintaan adalah papan reklame bertuliskan “Setetes darah anda menyelamatkan jiwa sesama.” atau baliho bertuliskan  “Bantulah korban bencana alam.”

3). Reklame Menurut Tempat Pemasangannya

Menurut tempat pemasangannya, reklame dapat dibedakan menjadi 2, yaitu reklame indoor, dan reklame outdoor.

a). Reklame Indoor

Reklame indoor adalah bentuk reklame yang dipasang di dalam ruangan bangunan dengan sasaran penyelenggaraannya eye catcher di dalam bangunan itu sendiri.. Gambar reklame indoor memiliki ukuran yang kecil atau sedang dengan bahan yang tidak perlu tahan air dan sengatan matahari, seperti mobile, hanger, dan bahan kertas.

Contoh Reklame Indoor

Contoh reklame indoor adalah: brosur, etiket, dan leaflet yang berisi informasi yang bersifat komersial atau nonkomersial tergantung tujuannya.

b). Reklame Outdoor

Reklame outdoor adalah bentuk reklame yang ditempatkan pada lokasi di luar gedung bangunan, atau reklame yang terletak did alam bangunan akan tetapi sasaran penyelenggaraannya berisfat eye catchierberada diluar bangunan.

Gambar reklame outdoor berukuran besar dengan menggunakan bahan tahan lama terhadap air dan sengatan matahari.

Contoh Reklame Outdoor

Contohnya reklame outdoor : spanduk, baliho, papan nama, dan logo baik bersifat komersial maupun nonkomersial.

Reklame Berdasarkan Izinnya

Reklame berdasarkan izin yang terdiri dari reklame insidentil dan reklame tetap

a). Reklame Insidentil

Reklame insidentil adalah reklame yang masa izinnya kurang dari satu tahun. Reklame yang masuk dalam kategori reklame insidentil adalah reklame yang diselenggarakan untuk masa-masa tertentu/ insidentil.

Contoh Reklame Insidentil

Jenisjenis reklame ini yaitu berupa baliho, spanduk/ umbul- umbul/ poster, selembaran/ brosur/ leaflet, stiker/ melekat, slide/ film, baik dengan suara maupun tanpa suara, reklame udara, reklame suara, reklame peragaan luar ruang maupun bersifat permanen dan tidak permanen.

b). Reklame Tetap

Reklame tetap adalah reklame yang masa izinnya hanya berlaku satu tahun.

Contoh Reklame Tetap

Jenis-jenis reklame tetap adalah reklame megatron/ videotron/ led, billboard tiang dengan peragaan, billboard tiang menempel pada penerangan, billboard menempel pada peragaan, billboard menempel pada penerangan kendaraan berjalan/ transit.

4). Reklame Menurut Media

Menurut medianya, reklame dibedakan menjadi reklame audio, dan reklame visual.

a). Reklame Audio

Reklame audio adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan menggunakan medis suara, baik secara langsung maupun tidak langsung yang diterima dengan indra pendengaran

Reklame Audio diselenggarakan dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan atau dengan suara yang ditimbulkan dari atau perantaraan alat.

b). Reklame Visual

Reklame visual adalah reklame yang diwujudkan dalam bentuk gambar yang dapat diterima dengan indra penglihatan. Reklame visual terdiri dari :

  • Poster

Poster adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf.

  • Spanduk

Spanduk adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf yang dibuat diatas kain mamanjang.

  • Plakat

Plakat adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau jasa dari gambar huruf yng dibuat pada kertas.

  • Etiket

Etiket adalah ragam gambar reklame yang berupa nama suatu produk barang dagangan dan disertai dengan keterangan.

  • Leaflet

Leaflet adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf sebagai keterangannya.

  • Brosur

Brosur adalah ragam gambar reklame yang menggunakan huruf sebagai unsur utamanya.

  • Logo

Logo adalah ragam gambar reklame yang berupa simbol atau lambang suatu badan usaha milik negara maupun swasta.

  • Papan Nama

Papan nama adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf dan gambar logo.

  • Baliho

Baliho adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan menggunakan gambar dan huruf yang berukuran besar.

Reklame baliho terbuat dari papan kayu atau bahan lain dan dipasang pada konstruksi yang tidak permanen dan tujuan materinya mempromosikan suatu eventatau kegiatan yang bersifat insidentil.

  • Reklame Audiovisual

Reklame audiovisual adalah bentuk reklame yang dibuat dengan menggunakan media suara dan gambar secara bersamaan.

Beberapa jenis reklame yang sering dijumpai di jalan. Masing-masing jenis reklame mempunyai karakteristik yang berbeda untuk bahan maupun penempatannya. beberapa jenis reklame yang sering diketahui: Billboard, Baliho, Spanduk, Poster, Plakat, Mobile, Neonbox, Videotron, Megatron

  • Reklame Papan Billboard

Reklame papan/ billboard merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak dapat dipindahkan) terbuat dari papan, kayu, seng, tenplate, collbrite, vynil, aluminium, fiberglas, kaca, batu, tembok atau beton, logam atau bahan lain yang sejenis,

Reklame papan billboard dipasang pada tempat yang disediakan (berdiri sendiri) atau digantung atau ditempel atau dibuat pada bangunan tembok, dinding, pagar, tiang, dan sebagainya baik bersinar, disinari maupun yang tidak disinari.

  • Reklame Berjalan

Reklame berjalan merupakan reklame yang ditempatkan pada kendaraan atau benda yang dapat bergerak, yang diselenggarakan dengan menggunakan kendaraan atau dengan cara dibawa/didorong/ditarik oleh orang.

Termasuk didalamnya reklame dalam gerobak atau rombong, kendaraan baik bermotor maupun tidak.

  • Reklame Megatron

Reklame megatron merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak bisa dipindahkan) menggunakan layar monitor maupun tidak dengan gambar dan/atau tulisan yang dapat diubah-ubah, terprogram dan menggunakan tenaga listrik.

Termasuk didalamnya videotron dan large electronic display (LED).

  • Reklame Peragaan

Reklame peragaan merupakan reklame yang diselenggarakan dengan cara memperagakan dengan atau tanpa disertai suara.

  • Reklame Udara

Reklame udara merupakan reklame yang diselenggarakan di udara dengan menggunakan balon, gas, laser, pesawat atau alat lain yang sejenis.

  • Reklame Film Slide

Reklame film atau slide merupakan reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan klise (celluloide) berupa kaca atau film, ataupun benda-benda lain yang sejenis, sebagai alat untuk diproyeksikan dan atau dipancarkan.

  • Reklame Stiker Melekat

Reklame stiker/melekat merupakan reklame yang berbentuk lembaran lepas diselenggarakan dengan cara ditempelkan, dilekatkan, dipasang atau digantung pada suatu benda.

Bagian Bagian Iklan

1). Bagian Unsur Headline Iklan,

Bagian Headline iklan merupakan kepala iklan, biasanya berupa rangkaian kalimat atau kata-kata pendek, dan seringkali berupa slogan.

Ciri-Ciri Headline Iklan

Ciri ciri headline iklan antara lain adalah tulisan cukup menonjol, umumnya berisi kalimat pendek, terkadang hanya satu kata saja, berisi kalimat atau kata yang memiliki kesan kuat sehingga menarik minat perhatian masyarakat

2). Bagian Subjudul Iklan

Subjudul iklan merupakan bagian iklan yang bertugas mendiskripsikan, menjelasakan atau menjabarkan lebih detail tetang pesan yang terdapat pada judul.

Ciri Ciri Subjudul Iklan

Ciri-ciri subjudul iklan antara lain adalah ukuran huruf lebih kecil dari headline, kadang di tulis dengan warna yang berbeda, letak subjudul berdekatan dengan headline.

3). Bagian Teks Naskah Iklan

 Teks iklan atau naskah iklan umumnya dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang lebih kecil.

4). Harga Barang Yang Diiklankan

Pada iklan Harga barang produk yang akan di tawarkan atau dijual paling tidak dicantumkan dengan harga yang terendah untuk menarik perhatian calon pembeli.

5). Nama dan Alamat Pengiklan Penjual

Nama dan Alamat, ada yang mencantumkan alamat dan nama pengiklan atau penjual pemasaran dengan jelas, agar pembaca calon pembeli mengenali dengan jelas.

6). Signature Slogan Atau Strapline

Signature slogan atau strapline, merupakan baris kalimat penutup, hal ini dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan citra perusahaan.

Unsur – Unsur Iklan

1). Unsur Perhatian Attention Iklan

Perhatian (Attention), suatu iklan harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.

2). Unsur Minat Interest Iklan

Minat (Interest), suatu iklan juga harus mampu membangkitkan minat, rasa penasaran, dan rasa ingin tahu.

3). Unsur Iklan Keinginan Desire

Keinginan (Desire), Suatu iklan juga harus mampu menggerakkan keinginan konsumen

4). Unsur Rasa Percaya Conviction Iklan

Rasa percaya (Conviction), iklan juga harus mampu meyakinkan masyarakat, misalnya dilakukan dengan kegiatan peragaan seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.

5). Unsur Tindakan Action Iklan

Tindakan (Action). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

Prinsip -Prinsip Membuat Reklame

Berikut merupakan prinsip-prinsip dalam membuat reklame.

Prinsip Komunikatif Reklame

Komunikatif adalah sifat reklame yang harus mampu berkomunikasi antara dua belah pihak yakni produsen serta konsumen atau penjual dan pembeli.

Reklame sebaiknya mudah di terima oleh masyarakat, mengena untuk itu gambar atau huruf hendaknya jelas, singkat, padat sedangkan bentuk objek menarik, jelas dan kontras warnanya.

Prinsip Komposisi Aransemen Reklame

Reklame harus memiliki konfigurasi yaitu letak gambar bentuk barang ataupun objek dengan melakukan penataan yang sangat baik.

Penataan gambar dan huruf sebaiknya di tata dengan harmonis sehingga memudahkan masyarakat untuk membaca infomasinya

Prinsip Kesatuan Reklame

Kesatuan adalah saling menolong serta saling melengkapi semua unsur reklame harus menjadi kesatuan yang utuh sehingga reklame menjadi sangat menarik perhatian umum.

Antara gambar dan hurufnya tidak boleh lepas dan saling terkait/ mendukung maksud yang akan di sampaikan

Prinsip Pusat Perhatian Reklame

Reklame harus mampu menjadi pusat perhatian dengan memasang unsur yang mempunyai peran dominan dan diwujudkan melalui perwarnaan yang kontras.

Gambar reklame harus menarik perhatian dengan adanya pusat perhatian pada gambar reklame dan ada unsur yang dominan yang dapat di ciptakan dengan warna yang kontras, objek yang unik dan kalimat yang tidak biasa.

Prinsip Huruf Reklame

Reklame disusun menggunakan pemilihan huruf yang mudah dibaca, jelas, dan terang.

Bentuk dasar huruf reklame dibedakan menjadi

  • Huruf yang digayakan adalah huruf yang proporsinya menyimpang dari proporsi dan bentuk huruf baku.
  • Huruf sans serif, disebut juga dengan huruf gundul atau huruf yang terdiri dari huruf kapital dan huruf minuskul.
  • Spasi huruf adalah jarak huruf yang satu dengan yang lainnya harus sesuai dan seimbang.

Tahap Langkah Membuat Reklame

Berikut adalah langkah atau tahapan membuat reklame.

1). Menyiapkan Bahan dan Alat yang akan digunakan untuk reklame seperti; kertas gambar, pensil warna, cat poster, cat air, dan sebagainya.

2). Pengaturan komposisi yaitu tata letak atau konfigurasi dari tekstur, bentuk barang ataupun objek yang menjadi objek reklame.
3). Menggambar Bentuk produk maupun Objek Reklame yang menjadi objek reklame yang akan dibuat.

4). Memberikan warna reklame yang mampu membuat orang tertarik dengan pesan yang disampaikan. Memberi warna yang unit menarik mencolok serta bisa menarik perhatian orang.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Ringkasan Rangkuman: Dengan berkembangnya media dan teknologi maka jenis reklame juga mengalami perkembangan.
  11. Reklame sebagai media promosi mempunyai beberapa jenis dan bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  12. Menurut tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu reklame komersial, dan non komersial.
  13. Sedangkan menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan. Bila dilihat menurut pemasangannya ada reklame yang dipasang dalam ruangan (indoor) dan reklame yang dipasang di luar ruangan (outdoor).
  14. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk, yaitu bentuk audio bentuk visual, dan bentuk campuran antara audio dan visual, atau disebut audio visual.
  15. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.
  16. Bentuk yang ke tiga adalah bentuk media campuran, yaitu audio visual.
  17. Reklame mempunyai beberapa bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  18. Menurut tujuan pengadaannya, reklame menjadi reklame komersial, dan non komersial.
  19. Menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan.
  20. Menurut pemasangannya reklame dapat dipasang dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).
  21. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk: audio, visual, dan audio visual.
  22. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.

Apresiasi Karya Seni: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Pendekatan Kritik, Analitik Kognitif, Aplikatif, Kesejarahan Problematik, Semiotik

Pengertian Apresiasi Karya Seni: Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris to appreciate yang berarti menghargai, menilai, menyadari, mengerti. Namun dalam New Webster’s Encyclopedic Dictionary diartikan sebagai the act of valuing or estimating – awareness of aesthetic value.

Jadi pengertian apresiasi seni adalah suatu kegiatan dengan melakukan penafsiran terhadap nilai karya seni khususnya seni rupa, sehingga menyadari dan dapat menghargai terhadap nilai yang terkandung di dalamnya.

Pada dasarnya kegiatan apresiasi pada seni adalah suatu proses penghayatan pada seni, kemudian diikuti dengan penghargaan pada seni itu serta pada senimannya.

Secara umum apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya sehingga dapat mengadakan penilaian atau penghargaan terhadapnya.

Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni menjadi lebih baik lagi jika diiringi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya.

Tujuan Apresiasi Karya Seni

Tujuan apresiasi karya seni rupa diantaranya ialah sebagai berikut ini :

  • Apresiasi bertujuan Untuk mengevaluasi dan mengembangkan nilai estetika karya seni
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berkreasi dan berimajinasi
  • Untuk menyempurnakan keindahan karya seni

Fungsi Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa fungsi apresiasi karya seni adalah

  • Apresiasi karya seni berfungsi sebagai sarana meningkatkan rasa cinta terhadap karya seni .
  • Berfungsi untuk memberikan edukasi, penilaian, empati terhadap karya seni .
  • Apreiasi karya seni sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam berkarya

Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa manfaat apresiasi karya seni adalah:

  • Dapat menimbulkan hubungan timbal balik positif antara penikmat karya seni rupa dan seniman.
  • Dapat meningkatkan kecintaan terhadap suatu karya seni.
  • Apresiasi digunakan untuk sarana melakukan hiburan, penilaian dan edukasi.
  • Apresiasi Karya seni akan meberikan pengalaman dan ilmu untuk bekal meciptakan dan mengembangkan karya seni yang lebih baik.

Aspek Apresiasi Karya Seni

Aspek seni rupa yang diapresiasi difokuskan terhadap 1). masalah yang diungkapkan, b). teknik garapan, c). unsur dan pengorganisasiannya, d). gagasan kreatif, e). ekspresi.

a). Aspek Apresiasi Karya Seni: Tema Permasalahan

Tema yang diangkat oleh seniman sangat luas cakupan areanya, oleh karena itu banyak seniman dalam memilih tema dibatasi sesuai dengan preferensi senimannya.

Tema dapat dijadikan sebagai fokus pembahasan dalam berkarya dan dapat membentuk gaya dalam tampilan karya seorang seniman.

b). Aspek Apresiasi Karya Seni: Teknik Garapan

Teknik garapan dalam membuat karya seni rupa sangat pokok dan menentukan karena dapat mempengaruhi nilai estetik karya seni yaitu baik dan buruknya.

Kemahiran menggunakan alat dan bahan menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang seniman. Dalam seni lukis misalnya alat dan bahan yang digunakan akan menentukan Teknik yang dilakukan.

c). Aspek Apresiasi Karya Seni: Unsur dan Pengorganisasian

Aspek yang juga menjadi perhatian dalam melakukan apresiasi adalah kualitas unsur rupa dan kemampuan seniman dalam mengorganisasikan unsur tersebut menjadi suatu komposisi.

Aspek pengorganisasian unsur menjadi sangat menentukan seorang seniman setelah memiliki kemahiran teknik garapan. Aspek Unsur dan Pengorganisasian mencerminkan kepekaan estetik seniman dalam menggunakan unsur tersebut sebagai bahasa rupa untuk dapat menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Kualitas unsur menunjukkan bagaimana kualitas garis, ruang, bentuk, warna, dan tekstur digunakan dalam mewujudkan karya seni.

Kemampuan mengungkapkan rasa yang ingin disampaikan oleh sang seniman tergantung dari kemampuannya mengelola unsur seni rupa serta menguasai penggunaan bahannya.

Mengelola unsur seni rupa maksudnya adalah bagaimana sang seniman mampu menggunakan karakter unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur untuk mewakili persaannya.

d). Aspek Apresiasi Karya Seni: Kreativitas

Tahapan kreativitas yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk melihat kemampuan seniman dalam membuat karya seninya adalah penguasaan teknik, meniru model, melakukan inovasi dan akhirnya kreasi.

Kreasi adalah kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan orisinal dan hal ini berbeda dengan inovasi yang sifatnya mengubah yang telah ada menjadi kelihatan baru.

Dalam melakukan apresiasi ada beberapa tataran yang dilihat yaitu: rasa (feeling), pendapat kritikus terhadap seniman sebagai pencipta karya seni yang diapresiasi, kemampuan teknik, ide atau yang ditampilkan dalam karya seni, sejarah atau periodesasi senimannya. Sering tanpa disadari, perasaan kita tersentuh ketika menyasikan karya seni.

Pendekatan Apresiasi Karya Seni

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam apresiasi seni rupa adalah pendekatan kritik seni, analitik, dan kognitif.

Apresiasi Karya Seni Pendekatan Kritik

Pendekatan kritik adalah apresiasi yang dilakukan apresiasi dengan cara kritis. Cara kritis terhadap karya seni ada empat jenis dan tiga gaya dalam melakukannya.

a). Jenis Kritik Karya Seni,

Empat jenis kritik seni yaitu: Kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer.

  • Kritik Karya Seni Jurnalistik,

Kritik Jurnalistik merupakan upaya mengulas suatu karya seni biasanya ketika ada pameran. Ciri- Ciri Kritik Jurnalistik bahasanya mudah dimengerti namun ulasannya tidak mendalam tetapi singkat dan padat.

Kritik jurnalistik semacam berita dengan ulasan ringan ditujukan kepada pembaca berita surat kabar dan majalah sebagai informasi tentang peristiwa seni yang sedang berlangsung dengan tambahan ringkasan tentang tema yang diungkap dalam karya yang dipamerkan.

  • Kritik Karya Seni Pedagogik,

Kritik pedagogik merupakan kritik yang dilakukan oleh guru seni terhadap siswanya yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan teknik dan estetik siswanya.

Ulasan yang diberikan tidak keras dengan kriteria yang tidak terlalu berat. Kritik pedagogic dapat mendorong semangat siswa untuk bekerja dan belajar meningkatkan prestasinya.

Tujuan utama kritik pedagogik adalah untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan siswa dalam hal teknis dan estetiknya. Dengan demikian mampu mengarahkan siswa berdasarkan bakat dan kemampuannya yang tepat.

Kritik pedagogik menuntut seorang guru untuk memiliki kepekaan estetik yang lebih dibanding siswanya sehingga dapat memberikan bimbingan selama dalam proses berkarya dan memberi kesimpulan pada akhirnya.

  • Kritik Karya Seni Ilmiah atau Akademis,

Kritik ilmiah atau akademis merupakan pendekatan apresiasi kritis dengan melakukan analisis yang mendalam dengan data- data lengkap dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Pendekatan Kritik akademis merupakan pendekatan apresiasi seni yang paling mendekati dengan apa yang dimaksud oleh senimannya terhadap gagasan- gagasannya.

Kritik ilmiah akademik merupakan pendekatan analitik dengan tahapan-tahapan yang harus dilaluinya. Kegunaan kritik ilmiah akademis adalah penyelidikannya terhadap prestasi artitistik baik seni tradisional maupun kontemporer.

  • Kritik Karya Seni Populer,

 Kritik popular merupakan pendekatan apresiasai seni rupa yang dilakukan oleh setiap orang yang tertarik dalam bidang seni.

Hasil apresisi pendekatan kritik popular berbeda-beda sesuai dengan perhatian dan intensitas lingkungan individu masing-masing. Namun kecendrungan secara keseluruhan populasi dalam menentukan kualitas seni ditentukan oleh pendapat mayoritas.

Jenis Gaya Kritik Karya Seni,

Beberapa tipe atau gaya kritik seni adalah kontekstual, Intrinsik, dan komparatif.

  • Gaya Kritik Seni Kontekstual,

Gaya kritik seni kotekstual merupakan  kritik yang disampaikan secara kontekstual yang berarti tidak hanya menggunakan kriteria estetik, namun dipertimbangkan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang berhubungan dengan moral, psikologi, sosiologi, dan religi.

Kritik kontekstual mempertimbangkan apakah sebuah karya seni pantas di pamerkan di depan umum sementara masyarakatnya sangat religious. Jadi kritik dilakukan dari beberapa sudut pandang yang terkait dengan seni.

  • Gaya Kritik Seni Intrinsik,

Gaya kritik Intrinsik merupakan kritis yang murni untuk kepentingan estetik, dengan ulasan yang  terfokus pada nilai estetikanya tanpa dibebani dengan hal lain.

Nilai-nilai estetiknya meliputi kemahiran teknik dalam menggunakan alat dan bahan, kemahiran dalam menyusun elemen-elemen estetik yang menjadi harmoni dan kesatuan dalam sebuah karya yang utuh.

  • Gaya Kritik Seni Komparatif,

Gaya Kritik Seni Komparatif merupakan kritik yang dilakukan dengan membandingkan karya seorang seniman dengan seniman lain. Gaya komparatif membandingkan karya seniman dengan daerah asalnya, dengan teman sejawatnya atau dengan karya seni suatu kelompok masyarakat.

Apresiasi Seni Pendekatan Analitik

Pendekatan analitik dikembangkan oleh Feldman dan Plummer. Pendekatan analitik  merupakan suatu cara melakukan apresiasi dengan melakukan analisis terhadap sebuah karya seni rupa dilihat dari beberapa sudut pandang dan tahapan deskripsi, Analisis dan interpretasi

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Deskripsi

Deskripsi merupakan kegiatan awal dari apresiasi, yaitu mengenal dan menemukan segala informasi tentang karya yang akan diapresiasi.

Apresiasi dimulai dari identitas senimannya, keterampilan teknik dan bahan yang digunakan, konsep penciptaan, tema yang ditampilkan yang tidak nampak secara kasat mata.

Untuk mendapatkan identitas seniman dilakukan dengan wawancara langsung jika memungkinkan, jika sudah meninggal dunia dilakukan studi literatur atau dokumen saat seniman tersebut masih hidup. Salain itu dapat juaga dengan melakukan wawancara terhadap keluarga terdekat dan teman-teman dekatnya

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analisis

Pendekatan analisis merupakan apresiasi seni untuk menemukan kualitas estetik unsur-unsur yang digunakan, hubungan antar unsur yang disusun, kesesuaian konsep dengan ungkapan visualnya.

Pendekatan apresiasi analisis akan mengetahui bagaimana kualitas dari unsur unsur seni seperti garis, bentuk, warna dan tekstur disusun untuk menjadi suatu susunan kesatuan yang harmonis.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Interpretasi

Pendekatan interpretasi merupakan apresiasi yang mengungkap makna yang terkandung dalam sebuah karya seni.

Makna dalam seni terdiri dari makna fisik (fisikoplastis) dan makna yang ada di balik penampilan fisik tersebut (ideoplastis) sebagai hal yang sulit jika tidak dapat data yang lengkap.

Makna yang terkandung dalam karya memerlukan interpretasi dari ungkapan kualitas fisiknya jika tidak ada data tentang latar belakang penciptaannya.

Makna dibalik penampilan fisiknya (ideoplastisnya) dapat mengacu kepada judulnya, yang diungkap. Contoh seorang pemain biola dapat diinterpretasika bahwa seniman senang memainkan biola atau mengagumi pemain biola dalam suatu pertunjukkan.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Judgement

Apresiasi pendekatan judgement umumnya dilakukan setelah kegiatan interpretasi telah dicapai. Apresiasi Judgement merupakan suatu kegiatan dalam menentukan tingkat nilai baik dan buruk sebuah karya seni.

Apresiasi pendekatan Judgement memerlukan informasi dari kegiatan sebelumnya. Dua hal yang penting dalam menentukan kualitas karya seni yaitu tujuan seniman dalam membuat karya dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut.

Dengan demikian yang menentukan judgement adalah aspek teknik dalam mengungkapkan gagasannya secara estetik, perbandingan secara historis dengan seni yang sejenis, dan keaslian atau originalitas.

Apresiasi Seni Pendekatan Kognitif

Apresiasi seni Pendekatan kognitif dikembangkan oleh Michael Parson. Menurut penjelasan Michael Parson setiap orang berbeda dalam memberikan respon terhadap karya seni karena tergantung dari perkembangan kognitifnya yang berhubungan dengan karya seni.

Ada lima tingkat kemampuan untuk dapat melakukan apresiasi dan kadang masing-masing tingkat overlaping satu dengan lainnya sehingga menjadi sangat rumit. tetapi

  • Pendekatan Kognitif Tinkat Favoritisme

Tahap ini disebut pula tahap pertama, karakteristik utama tahap ini adalah refleksi intuitif yang sifatnya subyektif sangat kuat terhadap karya seni.

Secara psikologis tahap ini tidak mempedulikan pendapat orang orang lain. Dalam hal estetik karya seni terutama lukisan merupakan obyek yang menyenangkan baik figuratif maupun non-figuratif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Keindahan dan Realisme

Tahap ini adalah tahap kedua, yang menonjol cirinya adalah tentang subyek dalam karya seni, representasi yang ditampilkannya.

Karya seni yang baik adalah jika merepresentasikan sesuatu dan realistik yang menampilkan emosi subyeknya seperti tersenyum, sedih, dan gerakan.

Secara psikologis tahap ini menghargai pendapat orang lain, dan secara estetik tahap ini menyadari adanya sesuatu yang dilukiskan pada karya seni secara realistik.

Tahap ini menyangkut tentang karya seni sebagai suatu yang dapat dinikmati oleh wujudnya yang menyenangkan perasaan.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Ekspresi

Tahap ekspresi adalah tahap yang memiliki kesadaran tentang ekspresi yang diungkapkan dalam karya seni yaitu adanya perasaan senimannya atau pengalaman rasa apresiatornya.

Tahap ekspresi beranggapan bahwa tujuan karya seni adalah untuk mengekspresikan pengalaman seseorang, keindahan subyeknya menjadi yang kedua.

Kreativitas, keaslian, kedalaman rasa adalah sangat dihargai. Secara psikologis tahap ini lebih maju dalam mengalami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Secara estetik tahap ekpresi menyadari adanya hal yang tidak relevan dengan keindahan subyek karena yang dicari adalah kualitas ekspresi karya yang ditampilkan.

Contoh Ungkapan Tahap Ekspresi

Ungkapan-ungkapan yang sering terdengar pada tahap ekpresi adalah “lihat distorsi bentuknya sangat kuat mengungkapkan perasaan senimannya” atau “sapuan kuasnya sangat tepat mengekspresikan gerak subyeknya”.

Pada hakekatnya tahap ini menyangkut tiga hal yaitu: pertama tentang subyektivitas, bahwa karya seni harus dipahami secara mental karena karya seni mengandung pemikiran, emosi yang sifatnya subyektif.

Kedua adalah ekspresi individu, oleh karena itu karya seni dipahami secara individual agar mengetahui apa yang dikasud oleh senimannya.

Ketiga adalah interpretasi, yaitu hubungan timbal balik seniman dan apresiatornya dengan media karya seni. Apresiator mengalami apa yang dialami oleh senimannya berupa ekspresi yang ada dalam karya seni.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Gaya dan Bentuk

Tahap gaya dan bentuk merupakan pendekatan apresiasi dimana karya seni bukan lagi bersifat individual, namun lebih bersifat sosial.

Tahap gaya dan bentuk membicarakan karya seni dari segala aspeknya, bisa apresiasi tekniknya, dan bisa juga bentuk-bentuknya atau aspek yang lainnya.

Makna karya seni terangkat oleh perbincangan antar apresiator yang melebihi makna yang diinterpretasikan oleh individual.

Secara psikologis, makna kelompok lebih rumit dibandingkan mendapatkan makna secara individual. Terkadang individu mendapatkan makna dari membaca beberapa interpretasi tentang karya yang dinikmati dan melihat bagaimana masing masing interpretasi memaknainya.

Secara estetik apresiator mendapatkan makna karya seni dari media yang digunakan, bentuk dan gayanya.

Pada tahap gaya dan bentuk, apresiator mampu membedakan makna literal yang ada pada subyek karya seni dengan makna apa yang dicapai dalam karya tersebut. Apresiator akan mengidentifikasi gayanya dengan menghubungkan secara historis.

Tahap gaya dan bentuk menganggap ulasan karya seni dapat menuntun persepsi dan melihat evaluasi karya seni sebagai hal yang obyektif.

Contoh Ungkapan Apresiasi Pendekatan Kognitif Tahao  Gaya dan Bentuk

Beberapa contoh ungkapan yang sering terlontar pada tahap gaya dan bentuk adalah: “ Lihat kesedihan dalam ungkapan warna dan tarikan garisnya” atau “bentuk-bentuk dan warna lukisan ini mengingatkan kepada kaum kubisme”

Kebenaran interpretasi dapat dilakukan melalui dialog dan membandingkannya dengan pendapat orang lain dan karya seni yang diapresiasi, kualitas karya seni tidak dilihat secara subyektif tetapi melalui pendapat kolektif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Otonomi

Tahap otonom merupakan tahap dimana apresiator secara mandiri membuat judgement terhadap karya seni dan menyesuaikan kriterianya dengan perkembangan zaman.

4). Apresiasi Seni Pendekatan Aplikatif

Apresiasi melalui pendekatan aplikatif ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung, di studio, di kampus, di rumah atau di mana saja.

Melalui praktek berkarya, apresiasi tumbuh dengan serta merta akibat dari pertimbangan dan penghayatan terhadap proses berkarya dalam hal keunikan teknik, bahan, dsb.

Pendekatan aplikatif bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman karya seni melalui keterlibatan langsung membuat karya seni.

Apresiasi pendekatan aplikatif sangat efektif karena sang apresiator dapat menghayati langsung dan mendalam bagaimana seluk beluk penciptaan karya seni.

Apresiator dapar mengetahui secara langsung kesulitan menggunakan alat dan bahan, bagaimana mendapatkan warna dan bentuk yang harmonis seorang seniman dalam mewujudkan karya seninya.

Pendekatan applikatif merupakan metode learning by doing yang memberi kesempatan kepada apresiator secara aktif mengalami hingga menghayati proses penciptaan karya seni.

  1. Apresiasi Seni Pendekatan Kesejarahan

Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah perkembangan seni. Apresiasi dimulai dengan meneliti asal usul sebuah karya seni rupa dengan bertanya kepada orang terdekat, seperti ayah, ibu, paman atau siapa saja yang mengertahui tentang riwayat sebuah karya seni.

Pendekatan kesejarahan merupakan pengembangan apresiasi seni melalui penelusuran sejarah perkembangan seni, dari periode ke periode mengikuti perkembangan masyarakat.

Apresiasi pendekatan sejarah akan lebih memahami suatu karya seni misalnya tentang cerita wayang lakonnya diambil dari mana dan apa isi ceritanya.

Dengan mengetahui proses perkembangan sejarah seni akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya seni.

Pendekatan kesejarahan tidak terlepas dari pendekatan sosiologis jika ingin mengetahui perkembangan seni suatu kelompok masyarakat.  Dalam tataran kehidupan individu tidak dapat lepas dari pendekatan psikologis dan biografis.

Apresiasi Seni Pendekatan Problematik

Apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmati secara semestinya. Apresiasi melalui pendekatan ini dimulai dengan mengenali unsur-unsur fisik dan non fisik (unsur- unsur dan prinsip-prinsip seni rupa) yang terdapat dalam sebuah karya seni.

Pendekatan problematik seni merupkan apresiasi yang dipahami melalui pemahaman makna dan pencarian jawaban seputar seni; seperti makna seni, hubungan seni dengan keindahan, seni dan ekspresi, seni dengan alam, fungsi seni rupa bagi kehidupan manusia, jenis seni rupa, gaya dalam seni rupa dan sebagainya.

Pada pendekatan problematic, apresiator dapat lebih holistic, utuh dan luas dalam memahami seni.

Kelemahan apresiasi pendekatan problematik terlalu teoritis, namun demikian untuk mengurangi kejenuhan teori dapat dilakukan variasi dengan alat peraga visual dan variasi tugas untuk didiskusikan

Apresiaai Seni Pendekatan Semiotik

Istilah semiotika berasal dari Bahasa Yunani semion yang berarti tanda, yang saat ini menjadi cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda.

Semiotika sangat kental dengan masalah bahasa verbal sebagai media komunikasi, namun dalam perkembangannya penggunaannya merambah ke berbagai bidang ilmu termasuk seni rupa.

Oleh karena seni rupa pada dasarnya berupa tanda dan media komunikasi non-verbal, maka pendekatan semiotika dapat digunakan untuk keperluan analisis bahasa visual yang ada pada seni rupa.

Tokoh Pendekatan Semiotika

Tokoh semiotika adalah Ferdinand de Sausure dari Perancis dan Charles Sanders Peirce dari Amerika.

Teori semiotika Sausure berangkat dari bahasa sedangkan Peirce memulainya dari logika. Dalam pembahasan ini semiotika Peirce digunakan untuk melakukan analisis seni rupa melalui identifikasi klasifikasi tanda dengan ciri-cirinya.

Penggunaan tanda dalam seni rupa menurut analisisnya Peirce meliputi ide, objek, dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan makna adalah beban yangterdapat dalam lambang yang mengacu kepada objek tertentu.

Tandamerupakan kajian pokok dalam semiotika. Sesuatu agar dapat berfungsi sebagai tanda memiliki beberapa ciri, yaitu harus dapat diamati, dapat difahami, representatif, interpretatif, dan memiliki latar (ground) berupa perjanjian, peraturan, dan kebiasaan yang dilembagakan yang disebut dengan kode.

Tahapan Kegiatan Apresiasi Seni

Kegiatan apresiasi meliputi :

a). Tahap Persepsi Apresiasi Seni

Kegiatan persepsi mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.

b). Tahap Pengetahuan Apresiasi Seni

Pada tahap pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.

c). Tahap Pengertian Apresiasi Seni

Pada tingkat pengertian, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik.

d). Tahap Analisis Apresiasi Seni

Pada tahap analisis, dimulai dengan mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.

e). Tahap Penilaian Apresiasi Seni

Pada tahap penilaian, apresiasi lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya- karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.

f). Tahap Apresiasi Seni

Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni yang terdiri dari tiga hal; value, empathy dan feeling.

Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat.

Empathy merupakan kegiatan untuk memahami, dan menghargai.

Feeling merupakan kegiatan dengan cara menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Secara umum apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni berarti, mengerti sepenuhnya seluk beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetika.
  11. Apresiasi dapat juga diartikan berbagi pengalaman antara penikmat dan seniman, bahkan ada yang menambahkan menikmati sama artinya dengan menciptakan kembali.
  12. Tujuan pokok penyelenggaran apresiasi seni adalah menjadikan masyarakat “melek seni” sehingga dapat menerima seni sebagai mestinya .
  13. Apresiasi seni dapat dilakukan dengan berbagai metode atau pendekatan sebagai berikut:
  14. a). Pendekatan aplikatif Melalui apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung.
  15. b). Pendekatan kesejarahan Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah/ perkembangan seni
  16. c).Pendekatan problematik Melalui pendekatan ini apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmatinya secara semestinya

Seni Musik: Pengertian, Fungsi Simbol, Nilai Estetika, Unsur Dasar, Jenis Bentuk Ekpresi, Aliran Genre Alat Musik

Pengertian Seni Musik: Musik adalah hasil olahan dari suara atau bunyi yang diberikan irama, sehingga memiliki nilai keselarasan.

Musik merupakan seni yang timbul dari perasaan atau pikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri, yang diolah dari suatu nada-nada atau suara-suara yang diatur dengan irama atau hitungan, dan mengandung unsur harmonis atau keselarasan.

Pengertian Musik Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian music menurut para ahli di antaranya  sebagai berikut :

a). Pengertian Musik Menurut Koentjaraningrat,

Menurut Koentjaraningrat, musik merupakan bagian dari kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan manusia.

b). Pengertian Musik Menurut Goethe

Menurut Goethe: musik adalah mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya

c). Pengertian Musik Menurut Jamalus

Menurut Jamalus: Musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.

d). Pengertian Musik Menurut Pythagoras

Menurut Pythagoras: musik bukan sekedar hadiah atu bakat dari para dewa- dewi, namun musik terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori.

e). Pengertian Musik Menurut Djohan,

Menurut Djohan: Musik adalah produk pikiran. Maka elemen vibrasi dalam bentuk frekuensi, amplitudo, dan durasi belum menjadi musik, sampai semua itu di tranformasi secara neurologis dan di interpretasikan melalui otak menjadi pitch (nada-harmoni), timbre (warna suara), dinamika (keras-lembut), dan tempo (cepat-lambat).

f). Pengertian Musik Menurut Soeharto M,

Menurut pendapat Soeharto. M musik adalah pengungkapan melalui gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa gagasan, sifat dan warna bunyi.

g). Pengertian Musik Menurut Klapinglelang

Menurut Klapinglelang: musik adalah bunyi yang tersusun rapi dan mengandung beberapa unsur utama. Nada, harmoni, tempo, dinamika, dan warna suara itulah yang termasuk warna music.

Fungsi Seni Musik

Beberapa fungsi seni music diantarannya adalah:

a). Fungsi Musik Sebagai Pengungkapan Emosional,

Musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Pelaku musik dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui musik.

Para pencipta musik menggunakan kebebasannya untuk mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-nada sesuai dengan suasana hatinya.

b). Fungsi Musik Sebagai Penghayatan Estetis,

Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik akan dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi ataupun dinamikanya.

Untuk menikmati rasa indah (estetis), maka seseorang perlu belajar dengan cara membiasakan diri mendengarkan musik-musik kesukaannya sendiri. Kemudian mulai mencoba mendengarkan musik-musik jenis lain yang baru didengarnya dan kemudian akan menyukainya.

c). Fungsi Musik Sebagai Media Hiburan,

Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur- unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.

Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya.

Kini music bahkan ditengarai lebih berfungsi hiburan karena industri music berkembang dengan sangat cepat.

d). Fungsi Musik Sebagai Media Komunikasi,

Musik memiliki fungsi komunikasi yang berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi music tersebut.

e). Fungsi Musik Sebagai Perlambangan Atau Simbol

Musik mempunyai fungsi sebagai lambang atau simbol suatu keadaan. Misalmya tempo sebuah music yang lambat, akan mencerminkan hal- hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan

Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara upacara.

f). Fungsi Musik Sebagai Reaksi Jasmani

Musik dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan penikmat menjadi cepat, demikian juga sebaliknya.

g). Fungsi Musik Sebagai Media Norma Sosial,

Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma- norma atau peraturan- peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks nyanyian yang berisi aturan aturan.

Sebagian para pencipta music dan lagu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada pemerintah malalui music.

h). Fungsi Musik Sebagai Pengesahan Lembaga Sosial,

Musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam sebuah upacara, dan tidak sebagai pengiring saja,

i). Fungsi Musik Untuk Kesinambungan Pelestarian Budaya

Musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan kepada generasi selanjutnya.

Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas.

j). Fungsi Musik Sebagai Pemersatu Bangsa

Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili citarasa estetik, semangat kebangsaan, dan watak dari budaya masing-masing.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil.

k). Fungsi Musik Sebagai Promosi Dagang

Musik dikreasi untuk kepentingan promosi dagang yang banyak berkembang seiring dengan laju pertumbuhan iklan yang disiarkan melalui radio-radio siaran dan televisi-televisi swasta terutama kota-kota besar di Indonesia.

Musik- musik iklan bisa saja dirancang oleh penciptanya secara baru, tetapi juga ada yang berbentuk penggalan lagu yang sudah ada, sudah populer, dan digemari segmen pasar yang dituju.

Simbol Seni Musik

Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur music dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi.

Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nadanada.

Melalui notasi dapat ditunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Simbol musik adalah berupa notasi dan tanda-tanda musik.

Nilai Estetika Seni Musik

Seni musik merupakan pengejawantahan rasa estetis manusia sebagai tuntutan rohaniah akan keindahan.

Seni musik dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan estetis, selain dapat dipergunakan dalam berbagai kepentingan budaya mulai dari kegiatan ritual keagamaan sampai kepada propaganda politik dan kegiatan pendidikan.

Nilai Estetis dalam seni yang merupakan untaian mutiara nilai estetis yang artistik, dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai keindahan.

Keindahan yang identik dengan estetis, dapat terlukiskan dalam bentuk karya seni musik. Keindahan yang mau dicapai dalam seni musik didukung oleh unsur pokok musik dan unsur penunjangnya, seperti sastra lagu dan media ungkapnya.

Unsur- Unsur Seni Musik

Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersama merupakan satu kesatuan membentuk suatu lagu atau komposisi musik.

Pada dasarnya unsur musik dapat dikelompokkan menjadi unsur-unsur pokok dan unsur-unsur ekspresi. Unsur-unsur pokok meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau stuktur lagu. Sedangkan  Unsur-unsur ekspresi meliputi: tempo, dinamik dan warna nada

Unsur Unsur Pokok Utama Musik

Adapun unusr unsur pokok music adalah suara

a). Unsur Seni Musik: Suara

Suara merupakan perubahan getaran udara yang memiliki panjang gelombang, periode dan frekuensi. Aspek-aspek dasar suara dalam musik adalah tala (tinggi nada), durasi (beberapa lama suara ada), intensitas dan timbre (warna bunyi).

b). Unsur Seni Musik Nada

Suara dibagi menjadi nada berdasarkan tinggi nada atau tala tertentu. Tinggi nada atau tala disusun menurut frekuensinya ataupun jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval.

Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling umum adalah tangga nada mayor, minor, dan pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.

Tangga Nada: adalah susunan berjenjang nada- nada pokok sebuah sistem nada, dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya.3

c).Unsur Seni Musik Ritme atau Irama

Irama adalah suatu ketertiban terhadap gerakan melodi dan harmoni atau suatu ketertiban terhadap tinggi rendahnya nada-nada.

d). Unsur Seni Musik Melodi

Melodi adalah rangkaian nada-nada dalam sebuah musik yang dinyanyikan secara berurutan. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendiri yaitu tanpa iringan atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu

e). Unsur Seni Musik Harmoni

Harmoni adalah kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan.

Harmoni merupakan kombinasi dan hubungan antara melodi utama dan unsur akor, yang di dalamnya terdapat interval atau jarak-jarak nada yang sudah ditentukan.

Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akor. 

f). Unsur Seni Musi Notasi

Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu digambarkan secara horizontal.

Kedua unsur tersebut membentuk paranada, disamping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

g). Unsur Seni Musik Akor

Akor merupakan susunan harmoni nada yang interval atau susunan nadanya sudah diatur sedemikian rupa. Pola Liau pun tidak akan lepas dari pengaruh pergerakan akor.

Unsur Unsur Ekspresi Seni Musik

Unsur- unsur ekspresi dalam musik terdiri dari tempo atau tingkat kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya suara dan warna nada yang tergantung dari bahan, sumber serta cara memproduksi suaranya.

Ekspresi seni musik adalah ungkapan pemikiran dan perasaan yang mencakup semua suasana dari tempo, dinamika, dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam penyampaian yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi kepada pendengarnya.

a). Unsur Ekspresi Musik: Tempo

Tempo adalah kecepatan lagu yang dituliskan berupa kata- kata dan berlaku untuk seluruh lagu dan istilah itu ditulis pada awal tulisan lagu.

Fungsi Tempo: tempo berfungsi untuk mempermudah dalam menyanyikan lagu yang ada.

b). Unsur Ekspresi Seni Musik: Dinamik

Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi.

Fungsi Dinamik: Dinamik berfungs untuk menciptakan ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik, maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya.

c). Unsur Ekpresi Seni Musik: Warna Nada

Warna nada merupakan ciri khas bunyi yang terdengar bermacam- macam, yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda- beda, dan yang dihasilkan oleh cara memproduksi nada yang berbeda pula.

Struktur Seni Musik

Struktu musik terdiri dari beberapa bentuk komponen, antara lain motif, tema, frase, dan kalimat.

a). Bentuk Struktur Motif Seni Musik

Motif adalah unit terkecil dari struktur lagu yang mengandung suatu unsur musikal. Tetapi harus didukung dengan semua unsur-unsur musik seperti melodi, ritmis, dan harmoni.

Meskipun unsur terkecil dalam musik adalah nada, tetapi nada yang berdiri sendiri belum merupakan suatu musik.

b). Bentuk Struktur Tema Seni Musik

Tema merupakan ide-ide pokok yang mempunyai unsur-unsur musikal utama pada sebuah komposisi, yang masih harus dikembangkan lagi, hingga terbentuknya sebuah komposisi secara utuh.

Dalam sebuah karya bisa mempunyai lebih dari satu tema pokok dimana masing-masing akan mengalami pengembangan.

c). Bentuk Struktur Frase Seni Musik

Frase adalah satu kesatuan unit yang secara konvensional terdiri dari 4 birama panjangnya dan ditandai dengan sebuah kadens.

Frase dibagi menjadi dua yaitu frase antesenden, dan frase konsekuen. Berikut dijelaskan pengertian frase antesenden dan konsekuen.

  • Frase Anteseden Seni Musik

Frase anteseden adalah frase tanya atau frase depan dalam suatu kalimat lagu yang merupakan suatu pembuka kalimat dan biasanya diakhiri dalam kadens setengah dan pada umumnya jatuh pada akord dominan.

  • Frase Konsekuen Seni Musik

Frase konsekuen adalah frase jawab atau frase belakang dalam suatu kalimat dalam lagu dan pada umumnya jatuh pada akord tonika.

d). Bentuk Struktur Kadens Seni Musik

Kadens merupakan sejenis fungtuasi dan untuk mencapai efeknya menggunakan rangkaian akord-akord tertentu pada tempat tertentu dalam struktur musik. Terdapat beberapa macam kadens, antara lain:

– Kadens Authentic:  progresi akor V – I

– Kadens Plagal:  progresi akor IV –I

– Deceptif Kadens: progresi akor V – VI

– Kadens Setengah: progresi akor I – V – I – IV

e). Bentuk Struktur Periode atau Kalimat Seni Musik

Periode adalah gabungan dua frase atau lebih dalam sebuah wujud yang bersambung sehingga bersama-sama membentuk sebuah unit seksional. Dalam kalimat atau periode, frase yang terdapat didalamnya bisa dibentuk dari frase antesedenanteseden, ataupun frase anteseden-konsekuen.

Jenis Fungsi Alat Musik

Sesuai dengan fungsi dan perannya, maka alat musik musik dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:

a). Fungsi Alat Musik Melodis

Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi untuk memainkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi dari sebuah lagu.

Fungsi ini berarti bahwa alat musik yang disajikan dalam pertunjukan musik hanya memainkan melodi sebagai susunan dari notasi nada yang dimainkan oleh musik vokal dalam bentuk lagunya.

Contoh Alat Musik Melodis:

Beberapa contoh alat musuk melodis adalah biola,, pianika, dan gitar, serta saron dalam gamelan, bonang pada gamelan degung, angklung melodi, suling, recorder dan lain-lain.

Contoh Alat Musik Melodis Biola
Contoh Alat Musik Melodis Biola

Sumber: tokopedia.com

b). Fungsi Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis berfungsi untuk menghidupkan irama atau ritme dalam penyajian musik. Jenis alat musik Ritmis merupakan bentuk alat musik yang tidak bernada.

Selain memberikan irama (ritme/ritmis), alat musik ritmis mampu memberikan warna terhadap suasana pertunjukan. Melalui bunyi ritmis yang ditimbulkan dalam sajian komposisi musik, biasanya suasana atau karakter pertunjukan akan lebih terasa berbeda.

Contoh Alat Musik Ritmis

Beberpa contoh alat musik yang sering dimainkan sebagai ritmis diantaranya adalah triangle, tamborin dan timpani, waditra kendang, drum, tamburin, dog-dog, terbang, bongo, tifa, bedug, genjring, dan tam-tam.

Contoh Alat Musik Ritmis
Contoh Alat Musik Ritmis

Sumber: tokopedia.com

c). Fungsi Alat Musik Harmonis

Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi untuk mengiringi perjalanan melodi (dengan menggunakan akord-akord tertentu).

Dalam pertunjukan musik terdapat alat musik yang dimainkan untuk mengharmoniskan atau menyelaraskan antara melodi dan ritme.

Fungsi harmoni diperankan oleh alat bantu musik lain, atau bisa disebutkan sebagai alat musik penyelaras dari alat musik yang lain.

Contoh Alat Musik Harmonis

Beberapa Contoh Alat music sebagai alat hamornis adalah Contoh: piano dan gitar. keyboard atau piano, dan gitar, serta alat musik daerah misalnya kacapi, saron, suling yang difungsikan selain sebagai melodi juga sebagai harmoni.

Contoh Alat Musik Harmonis Piano
Contoh Alat Musik Harmonis Piano

Sumber: tokopedia.com

Aliran- Aliran Musik

Aliran utama dalam musik sering disebut genre. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi sub-genre. Pengelompokan musik merupakan hal yang subyektif, namun merupakan bagian dari satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

a). Aliran Genre Musik Klasik

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra. Mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

b). Aliran Genre Musik Keagamaan

Musik ini dapat berupa musik gambus, kasidah, hadrah dan nasyid. Bentuk musik ini sering dipentaskan dalam berbagai upacara keagamaan. Misalnya perkawinan, menyambut kelahiran bayi dan sebagainya.

c). Aliran Genre Musik Blues

Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak afrika di AS.

d). Aliran Genre Musik Jazz

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

e). Aliran Genre Musik Rock

Rock adalah salah satu aliran musik yang berirama keras. Aliran-aliran dalam rock adalah Progressive Rock, Alternative Rock, Punk Rock, Heavy Metal.

f). Aliran Genre Musik Populer

Musik populer adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyakan bersifat komersial. Musik populer memiliki aliran seperti Aliran R & B, Pop, Reggae, Musik Elektronik.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Musik adalah suatu hasil karya seni melalui media bunyi atau suara dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik.
  11. Unsur musik terdiri dari: irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur, dan ekspresi sebagai satu kesatuan yang utuh.
  12. Musik yang bersifat auditif merupakan seni pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa irama, melodi, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa bentuk ekspresi yang mengungkapkan gagasan, sifat, tempo, dinamik, timbre atau warna bunyi.
  13. Seni suara yang sifatnya auditif adalah bentuk-bentuk panyampaian isi hati manusia melalui suara yang indah. Suara dapat dibedakan atas desah dan nada.
  14. Media dari jenis seni suara atau bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagailagu atau nyanyian. Unsur-unsur lagu adalah nada, irama, syair/lirik.
  15. Karya seni musik yang tumbuh dan berkembang di Indonesia terdiri dari karya musik vokal dan karya musik instrumen.
  16. Musik yang lahir di wilayah Indonesia ini memiliki hasil karya seni yang beraneka ragam, baik berupa musik vokal maupun musik instrumen. Kedua rumpun bentuk musik ini sebagai cerminan seni budaya daerah masing-masing di Indonesia.
  17. Media seni musik adalah suara atau bunyi alat, nada, dan kata syair. Medium dari jenis bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagai lagu, nyanyian, dan instrumentalia. Berdasarkan karakteristik dan asalnya, ragam seni music instrumen dapat dibedakan atas instrumen musik barat (Internasional), musik nusantara (Nasional) dan musik daerah.
  18. Jika dipandang dari sudut seniman, seni berfungsi sebagai: (1) Alat ekspresi yaitu sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan isi hati sang seniman pencipta, (2) Mata pencaharian yang dapat menghasilkan materi, dan bisa membiayai hidupnya.
  19. Adapun jika dilihat dari sudut pandang sosial sebagai apresiator, seni dapat berfungsi sebagai (1) Alat hiburan dan mampu memenuhi kebutuhan estetik, (2) Alat pendidikan untuk mengajak masyarakat berbuat sesuatu dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak biasa menjadi biasa, dari yang sukar menjadi mudah, artinya melalui pendidikan seni masyarakat dapat berubah dan berkembang positif, (3) Alat komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Seni Tari: Pengertian Fungsi Unsur Dasar Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

Pengertian Seni Tari: Seni Tari adalah ungkapan perasaan jiwa seseorang yang disajikan dengan bentuk dan gerak tubuh sesorang. Unsur utama tari adalah gerak, Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Tari merupakan bentuk gerak yang indah, lahir dari tubuh yang bergerak, berirama dan berjiwa sesuai dengan maksud dan tujuan tari. Tari menunjukkan aktivitas alamiah dari berbagai bentuk yang telah berkembang di dunia bergantung pada pola budaya dan ritual.

Gerak tari diperagakan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota tubuh manusia. Unsur-unsur anggota tubuh tersebut di dalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri ataupun bersambungan.

Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografi.

Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Gerak seni tari diiringi musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan pesan yang dimaksud.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

a). Pengertian Tari Menurut Aristoteles

Tari merupakan gerakan ritmis yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter dan kehidupan manusia sebagaimana mereka berperilaku ataupun menderita.

b). Pengertian Tari Menurut Bagong Sudito

Menurut Bagong, seni tari ialah gerak ritmis yang sesuai dengan irama dan bertujuan mengekspresikan perasaan.

c). Pengertian Tari Menurut Cooric Harting

Seni tari menurut Cooric adalah serangkaian gerakan ritmis disertai irama yang dilakukan dalam satu waktu dan ruang.

d). Pengertian Tari Menurut Soedarsono

Seni tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh yang indah dan ritmis.

e). Pengertian Tari Menurut Yulianti Parani

Tari merupakan gerak ritmis seluruh atau sebagiannya dari tubuh yang baik secara individu ataupun berkelompok yang disertai ekspresi tertentu.

Fungsi Seni Tari

Beberapa fungsi tari diantaranya adalah sarana upacara, hiburan, terapi, media Pendidikan, dan pertunjukkan.

a). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Upacara

Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat. Tari upacara sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi yang berfungsi sebagai sarana ritual.

Tari keagamaan tujuannya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan biasanya bersifat sacral dan tidak terlalu memperhatikan faktor keindahan. Tari upacara lebih mengutamakaan kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya.

Tari yang dijadikan sebagai sarana upacara sangat mempertimbangkan pemilihan tempat, waktu, penari, dan sesajian yang tepat.

  • Fungsi Tari Upacara Keagamaan

Upacara keagamaan yaitu jenis tari-tarian yang digunakan dalam peristiwa keagamaan. Jenis tarian semacam ini masih bisa dilihat di pulau Bali sebagai pusat perkembangan agama Hindu. Jenis tarian ini diselenggarakan di Pura-Pura pada waktu tertentu dan merupakan tarian sesaji yang bersifat religius.

  • Fungsi Tari Upacara Adat

Upacara adat yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat di lingkungannya selama adat masih dipergunakan. Upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia seperti kelahiran, perkawinan, penobatan, dan kematian.

Contoh Tari Upacara adalah: tari Kecak di Bali yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya.

b). Fungsi Seni Tari Sebagai Hiburan

Tari sebagai hiburan memiliki tujuan untuk memberikan hiburan dengan lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan.

Tari yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan memiliki gerak spontan. Selain itu, jenis tari ini menggunakan tema dan iringan lagu yang sederhana.

Tari hiburan sering disebut tari gembira yang pada dasarnya tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi cenderung untuk kepuasan para penarinya sendiri. Keindahan bukan yang diutamakan, tetapi lebih kepada kepuasan individual yang bersifat spontanitas dan improvisasi.

Tarian hiburan yang bertujuan untuk konsumsi public terkait dengan berbagai kepentingan terutama aspek hiburan atau untuk kegiatan amal.

c). Fungsi Seni Tari Sebagai Terapi

Seni sebagai terapai biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental.

d). Fungsi Seni Tari Sebagai Media Pendidikan

Seni tari dapat dijadikan sebagai media pendidikan, seperti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang dari nilai – nilai keindahan dan keluhuran karena seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.

e). Fungsi Seni Tari Sebagai Pertunjukan

Tari sebagai pertunjukkan merupakan bentuk komunikasi untuk menyampaikan pesan dan penerima pesan. Tari sebagai pertunjukkan lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya.

Tarian pertunjukkan diwujudkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Tarian pertunjukkan disusun untuk dipertontonkan.

Tari sebagai pertunjukkan menitikberatkan pada segi artistik, konsep, ide, interpretasi, tema dan juga tujuan. Contoh tari yang ditampilkan sebagai pertunjukan ialah tari Pendet dari Bali

f). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Kominikasi

Seni tari bersifat kolektif yang melibatkan beberapa orang. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan interaksi dengan individu. Oleh karena itu, seni tari dapat dijadikan salah satu wadah bagi manusia untuk berkomunikasi.

g). Fungsi Sei Tari Sebagai Katarsis

Katarsis artinya pembersihan jiwa. Fungsi seni tari sebagai katarsis biasanya dilakukan oleh seniman yang memiliki penghayatan terhadap seni tari yang mendalam.

Pengertian Komposisi  Seni Tari

Secara terminologi komposisi atau compocition berasal daribahasa Inggris dan asal katanya adalah to compose yang artinya susunan: gabungan dan kombinasi. Sedangkan kerjanya adalah menyusun, menggabung dari beberapa bagian atau mengkombinasi.

Elemen-elemen komposisi tari meliputi berbagai hal; gerak, desain lantai, desain atas, tema, musik, komposisi kelompok, penataan panggung, cahaya dan sebagainya.

Unsur – Unsur Dasar Tari

Unusr tari memiliki unsur utama dan unsur pendukung. Beberapa unsur utama diantaranya adalah sebagai berikut :

1). Unsur Unsur Utama Tari

Unsur unsur utama tari adalah gerak yaitu gerak nyata dan gerak maknawi, Unsur ruang, unusr waktu.

a). Unsur Utama Tari: Gerak

Gerak adalah proses perpindahan dari posisi satu ke posisi berikutnya secara utuh dan berkesinambungan.

Gerak tari terjadi karena adanya suatu tenaga. Dua jenis gerak, yaitu gerak nyata (representasional) dan gerak maknawi.

  • Gerak Nyata

Gerak Nyata adalah gerak yang menirukan aktivitas yang berasal kehidupana sehari – hari

  • Gerak Maknawi

Gerak maknawi adalah gerak yang mengandung makna, biasanya gerak dasarnya dari gerak sehari – hari lalu diperhalus atau dirombak sehingga terlihat tidak seperti gerak nyata.

b). Unsur Utama Seni Tari: Tenaga

Tanpa tenaga tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik karena tenaga merupakan kekuatan yang mengawali, mengendalikan, dan menghentikan gerak.

Tenaga tari adalah kualitas estetis dari gerak tari ditentukan oleh mengalirnya dan terkontrolnya energi, energi atau kekuatan adalah sumber gerak, dan gerak juga merupakan unsur-unsur dasar dalam tari.

Gerak Estetis itu ditentukan oleh terkontrolnya energi secara baik karena bagian tubuh yang digerakkan dengan berbagai cara sangatlah ditentukan oleh banyaknya energi dan tingkatan kekuatan yang digunakan.

c). Unsur Utama Tari: Ruang

Ruang adalah tempat dimana seni tari dapat diperagakan dana bergerak. Tempat untuk bergerak dalam pengertian harfiah adalah panggung atau pentas tempat untuk menari, baik panggung tertutup maupun panggung terbuka.

Namun di dalam tari dikenal pula tempat untuk bergerak yang bersifat imajinatif.

Ruang tari dibedakan dari ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari untuk melakukan gerak, yaitu:

  • Ruang Diciptakan Penari

Ruang yang diciptakan oleh penari, adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak berpindah tempat.

  • Ruang Pentas

Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak, adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan Gerakan tari.

d). Unsur Utama Tari: Waktu

Pengertian waktu dalam tari adalah waktu yang diperlukan oleh penari dalam melakukan gerak. Elemen waktu sangat berkaitan dengan ritme lingkungan Waktu dalam tari sangat tergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerak, panjang pendeknya ketukan (ritme) dalam melakukan gerak, dan lamanya (durasi) penari dalam melakukan gerak.

  • Unsur Waktu: Tempo

Tempo meliputi kecepatan atau lambatnya dari gerak tubuh kita, yang dapat dilihat dari panjang pendeknya waktu yang diperlukan.

  • Unsur Waktu: Ritme

Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. Oleh sebab itu ritme lebih mengarah pada pengaturan pola-pola gerak yang terdiri dari serangkaian permulaan, perkembangan, dan akhir. Ketiga pola gerak merupakan suatu struktur yaitu awal-klimak-akhir yang hadir dalam gerak tari melalui tegangan otot.

2). Unsur Pendukung Tari

Unsur pendukung tari adalah desain lantai,

a). Unsur Pendukung Tari: Desain Lantai

Desain lantai adalah garis – garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis – garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Jenis garis di lantai ada dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

  • Garis Lurus Desain Lantai

Garis lurus dapat menghasilkan bentuk V, V terbalik, segitiga, T, T terbalik dan diagonal. Garis lurus mempunyai kesan sederhana tetapi kuat. Desain lantai garis lurus banyak digunakan pada tari traditional,

  • Garis Lengkung Desain Lantai

Sementara itu, garis lengkung dapat dibuat bentuk lingkaran, lengkung setengah lingkaran, spiral, angka delapan dan lengkung ular. Desain garis lengkung memberi kesan lembut, teapi juga lemah.

Desain lantai garis lengkung banyak digunakan pada tari primitif. Penggabugan garis lurus dan garis lengkung bayak digunakan pada tari kreasi.

b). Unsur Pedukung Tari: Desain atas

Desain atas adalah desain yang tampak terlukis pada ruang yang berada di atas lantai dan dapat dilihat oleh penonton

Desain atas dapat ditata atau dibuat yang bertitik tolak pada gerak tradisi maupun gerak baru Desain atas ada bermacam – macam bentuknya. Masing – masing desain menimbulkan kesan sendiri – sendiri bagi penonton yang melihatnya.

Contoh gerak desain atas misalnya bentuk loncatan, menggambarkan gerakan terbang, berputar dengan tumpuan satu ujung kaki, dan lain sebagainya.

c). Unsur Pendukung Tari: Desain Musik

Desain musik adalah pola ritmis dalam sebuah tari. Pola ritmis dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frasa musik.

Fungsi musik dalam tari dapat dibedakan menjadi tiga yaitu musik sebagai pengiring tari, musik sebagai pemberi suasana adegan tari, dan musik sebagai ilustrasi yang membantu penciptaan suasana.

Sebagai pengiring atau iringan tari, musik/karawitan disini tidak menentukan suasana dan dinamika gerak tari. Sebagai pemberi suasana setiap adegan cerita yang ditampilkan dalam tari. Sebagai penghantar sebuah karya tari dengan tempo sesuai gerakan dalam komposisi yang diinginkan.

d). Unusr Pendukung Tari: Desain Dramatis

Desain dramatis adalah tahapan – tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap emosional akan menghasilkan tarian menjadi menarik dan tarian itu tidak terkesan monoton.

Melalui tahapan dramatis penonton dapat merasakan perbedaan tari bagian awal, kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik dan merupakan inti dari tarian itu.

Klimaks dalam tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari dan menambah dinamika gerak.

Jenis Desain Dramatik dalam garapan tari yaitu desain dramatik berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda.

Desain Kercut Tunggal adalah desain dramatik yang berbentuk segi tiga dalam pencapaian puncak atau klimaks dilakukan secara pelan seperti orang mendaki sebuah gunung. Setelah sampai dipuncak kemudian diadakan penurunan kembali. Penurunan ini bisa dilakukan dengan cepat dan langsung kembali ke dasar, yang berarti cerita tersebut berakhir atau telah selesai.

Desain Dramatik Kerucut ganda adalah desain dramatik yang dalam pencapaian puncak/klimaks, melalui beberapa tanjakan atau pentahapan. Setiap tnjakan merupakan pencapaian puncak yang kemudian mengendor atau disebut penurunan. Setelah itu dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya yang lebih tinggi, pengendoran kembali, dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya dan pengendoran lagi.

e). Unsur Pendukung Tari: Dinamika

Dinamika tari merupakan segala perubahan yang terdapat dalam tari yang disebabkan adanya variasi – variasi dalam tari tersebut. Dinamika tari dapat menjadikan tarian menjadi sangat menarik.

Dinamika tari tercapai dengan adanya variasi dalam penggunaan tenaga gerak, adanya variasi tempo gerak, adanya variasi tinggi rendah (level) gerak, pergantian posisi atau tempat penari dan perubahan suasana.

Unsur Dinamika menghasilkan tarian menjadi tidak membosankan dan tidak terkesan mon Beberapa faktor dalam mlakukan gerak ialah

Intensitas atau banyak sedikitnya tenaga yang digunakan dalam melakukan gerak

Tekanan atau aksen, yaitu penggunaan tenaga yang tidak merata , ada bagian gerak yang hanya memerlukan tenaga sedikit, tetapi ada pula bagian gerak yang memerlukan tenaga besar

Kualitas atau cara menyalurkan tenaga untuk menghasilkan gerak, misalnya bergetar, mengayun, menusuk dan sebagainya

Beberapa teknik gerak agar mencapai dinamika antara lain:

Accelerando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan mempercepat gerak

Ritardando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

Crescendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperkuat/memperkeras gerak

Decresendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

Piano, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalir

Forte, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang menggunakan tekanan

Staccato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak patah-patah

Legato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalun

f). Unsur Pendukung Tari: Tema

Tema adalah ide persoalan dalam tari yang merupakan pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar.

Sumber tema tari dapat dari benda – benda yang ada di sekitar kita, peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi, kegiatan kerja, perilaku binatang, cerita rakyat, cerita kepahlawanan, dan legenda.

g). Unsur Pendukung Tari: Tata Rias Tata Rambut Tata Busana,

Tata rias diri adalah pengetahuan cara merawat, mengatur, menghias dan mempercantik diri. Tujuan dari tata rias adalah untuk menghilangkan atau mengurangi atau menutupi cacat pada wajah sehingga kelihatan cantik dan menarik.

Tata Rias wajah dan pakaian untuk tujuan menari biasanya dibuat khusus untuk mendukung penampilan penari di atas pentas.

Tata rias dan tata rambut harus tetap aman dan nyaman. Aman artinya bahan – bahan yang dipakai tidak membahayakan bagi penari, sedangkan nyaman artinya penari tidak terganggu ketika memakai tata rias ataupun tata rambut tersebut. Ada 3 jenis tata rias wajah yaitu rias korektif, rias fantasi dan rias karakter.

h). Unsur Pendukung Tari: Tata Pentas

Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. Di atas pentas, biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda – benda alat yang berhubungan dengan tari. Seperangkat benda – benda atau alat itu disebut setting.  Bentuk pentas sebagai tempat pertunjukan yaitu pentas terbuka dan pentas tertutup.

  • Bentuk Pentas Terbuka

Bentuk pentas terbuka adalah tempat pertunjukan yang berada di luar gedung atau bagunan rumah. Contoh bentuk pentas terbuka, misalnya di halaman rumah, lapangan, pendepo.

  • Bentuk Pentas Tertutup

Bentuk pentas tertutup, misalnya bentuk pentas proscenium, yaitu suatu bentuk pentas yang menggunakan bingkai panggung, yang dirancang khusus untuk pertunjukan, baik pertunjukan tari, musik, dan drama.

i). Unsur Pendukung Tari: Tata Cahaya

Tata cahaya adalah seperangkat penataan cahaya di pentas. Penataan cahaya dalam pergelaran tari dibuat untuk penerangan, memperkuat suasana tari, dan jika dalam drama tari, hal itu untuk memperjelas peristiwa dari suatu adegan tarian.

j). Unsur Pendukung Tari: Tata Suara

Tata suara adalah seperangkat alat sumber bunyi yang bertujuan sebagai pengaturan musik untuk iringan tari. Apabila suatu tarian diiringi dengan alat musik yang langsung dimainkan, dapat dikatakan bahwa tarian itu tidak memerlukan tata suara.

Namun, apabila musik iringan tarian itu dengan media rekaman, tata suara menjadi penting sebab memerlukan pengaturan yang khusus dari alat – alat pemutar suara.

Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

Tari tersusun oleh rangkaian beberapa gerak yang satu ke gerak yang lainnya. Gerak tersusun atas motif- motif gerak yang berbeda-beda.

Gerak juga memiliki jenis tersendiri. Ada gerak yang tidak mendapat sentuhan stilisasi tetapi ada juga gerak yang diberi stilisasi.

Kedua jenis gerak ini menyatu dalam sebuah tari. perpaduan antara bentuk dan jenis gerak inilah nilai-nilai estetika pada tari dinikmati selain pendukung tari seperti tata rias dan tata busana serta properti

a). Bentuk Gerak Tari

Bentuk gera tari terdiri dari bentuk gerak tari represesntasional dan gerak tari non representasional.

Tari Representasional

Tari representasional adalah tari yang menggambarkan sesuatu dengan jelas (wantah). Contoh representsional adalah tari tani yang menggambarkan seorang petani, tari nelayan yang menggambarkan nelayan dan tari Bondan yang menggambarkan kasih sayang ibu kepada anaknya.

Tari Non Representasional

Tari non representasional yaitu tari yang melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya menggunakan gerak-gerak maknawi. Contoh tari non representasional tari Topeng Klana, tari Srimpi, tari Bedaya.

b). Jenis Gerak Tari

Gerak tari yang indah berasal dari proses pengolahan yang telah mengalami stilasi (digayakan) dan distorsi (pengubahan) sehingga lahirlah dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi

Gerak Tari Murni

Gerak murni, adalah gerak tanpa arti atau gerak yang tak bermakna, misalnya gerak berlenggang, merentangkan tangan, jinjit dan sebagainya. Adapun gerak murni adalah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu.

Gerak Tari Maknawi

Gerak maknawi (gesture) atau gerak tidak wantah adalah gerak yang yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi, misalnya gerak menirukan orang bersisir, berbedak, dan mengencangkan ikat pinggang

Contoh gerak tari maknawi, Misalnya gerak ulap-ulap (dalam tari jawa) merupakan stilasi dari orang yang sedang melihat sesuatu yang jauh letaknya.

c). Nilai Esteika Gerak Seni Tari

Nilai estetika tari dapat diperoleh melalui penglihatan atau visual dan pendengaran atau auditif.

Nilsi Estetika Visual Gerak Seni Tari

Nilai estetika secara visual berdasarkan dari gerak yang dilakukan

Nilai Estetika Auditif Gerak Seni Tari

Nilai estetika secara auditif berdasarkan iringan tarinya.

Nilai estetika bersifat subjektif. Gerak bagi orang tertentu mungkin memiliki nilai estetika baik tetapi bagi orang lain mungkin kurang baik. Penilaian ini tidak berarti tari yang ditampilkan baik atau kurang baik.

Contoh Nilai Estetika Gerak Seni Tari

Gerak pada tari merak misalnya, merupakan ungkapan keindahan dari gerak gerik kehidupan burung merak keindahan tersebut dituangkan dari gerak satu ke gerak lain sehingga menjadi satu kesatuan utuh.

Demikian juga tari yang berkembang di daerah Dayak terinspirasi dari keindahan burung Enggang. Kepak sayap Enggang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang gemulai tetapi cekatan dan tangkas.

Nilai Estetika Persepsi Dan Impresi Seni Tari

Nilai estetika dapat pula dikatakan sebagai persepsi dan impresi. Persepsi adalah tahap di mana sensasi itu telah berkesan.

Persepsi menggerakkan proses asosiasi -asosiasi dan mekanisme lain seperti komparasi (perbandingan), diferensiasi (pembedaan), analogi (persamaan), sintesis (penyimpulan).

Kesemuanya menghasilkan pengertian yang lebih luas dan mendalam dan menjadi sebuah keyakinan yang disebut impresi.

Impresi merupakan kesan pertama terhadap gerak yang dilihat dan persepsi merupakan interpretasi terhadap gerak tersebut.

Pada nilai estetika impresi dan persepsi merupakan dua sisi yang saling melengkapi. Nilai estetika juga dipengaruhi oleh emosi penikmat tari.

Emosi merupakan perasaan yang perlu digugah dan harus ada untuk dapat menikmati kesenian dan keindahan, serta merupakan perasaan (misalnya: sedih, senang, dan lainlain) yang dapat dikendalikan.

Emosi dapat terjadi antara penari dengan penikmat ketika gerak sebagai Bahasa komunikasi nonverbal dapat menghadirkan makna sesuai yang ingin disampaikan.

Jenis-Jenis Tari      

Beberapa jenis-jenis tari diantarannya adalah sebagai berikut :    

Jenis Tari Menurut Koreografi     

Istilah koreogafi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari. Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer. Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :        

a). Tari Rakyat     

Tari rakyat merupakan seni tari yang hidup dan berkembang di linkungan masyarakat tertentu sejak kehidupan primitif sampai saat sekarang.

Ciri-Ciri Tari Rakyat

Adapun ciri tari rakyat adalah:       

  • Sederhana dalam pakaian, rias, gerak dan ringan
  • Tidak memperhatikan norma- norma keindahan
  • Memiliki kekuatan magis

Contoh Tarik Rakyat

Beberapa contoh tari rakyat: Tari Lengger, Tari Tayub, Tari Orek-orek, Tari Kubrasiwa, Tari Buncis, Tari Ndulalak, Tari Sintren, Tari Angguk, Tari Rodat.

b). Tari Klasik

Tari klasik adalah seni tari yang telah mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman feudal. Tari klasik umumnya hidup dilingkungan keraton.

Ciri Ciri Tari Klasik

Ciri-ciri tari Klasik adalah sebagai berikut :

  • Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
  • Hidup di kalangan raja-raja
  • Adanya standarisasi

Contoh Tari Klasik

Contoh tari klasik diantaranya adalah bedaya srimpi, lawung ageng, lawung alit, Gathotkaca Gandrung, Bondabaya, Bandayuda, Palguna-palgunandi, Retna Tinanding

c). Tari Kreasi Baru atau Tari Modern

Tari kreasi baru atau tari modern adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai perkembangan lingkungan zaman setempat termasuk juga di Indonesia.

Tari modern adalah seni tari yang mengekspresikan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar.

Contoh Tari Kreasi Modern

Contoh tari kreasi  baru adalah Tari kupu-kupu, Tari Merak, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis, dan lain-lain. Contoh tari modern adalah : Caca, Break Dance, Penari Latar, Samba.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Ringkasan Rangkuman:  Tari adalah ungkapan seseorang atau sekelompok orang yang dilahirkan atau diproyeksikan melalui gerak-gerak yang indah, ritmis dan dapat dinikmati oleh penonton/penikmat.
  11. Ada beberapa aspek terpenting dalam pengertian tari yaitu; Bentuk ekspresif, jiwa manusia, gerak, indah dan ritmis.
  12. Hasil gerak stilirisasi adalah gerak maknawi dan murni.
  13. Unsur gerak adalah ruang, waktu dan tenaga
  14. Jenis tari berdasarkan pola garapan yakni tari tradisi dan tari kreasi.
  15. Jenis tari berdasarkan bentuk koreografi adalah tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
  16. Jenis tari berdasarkan tema adalah tari dramatik (bercerita), tari non-dramatik (tidak bercerita/gerak yang estetis).
  17. Jenis tari berdasarkan fungsi yakni tari upacara agama dan adapt, pergaulan dan tari pertunjukan/tontonan.
  18. Tari kreasi merupakan tari yang timbul kesadaran untuk mengolah, mencipta ataupun mengubah tarian yang menjadi dasarnya.

Seni Kriya: Pengertian, Contoh, Fungsi, Jenis, Teknik Rancang

Pengertian Seni kriya: Pengertian Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni.

Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan.

Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

Syarat Cipta Seni Kriya

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menciptakan karya yang layak dan bermutu, yaitu syarat kegunaan dan syarat keindahan.

1). Syarat Kegunaan Seni Kriya

Tujuan pembuatan seni kriya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari haruslah mengutamakan nilai praktis benda kriya tersebut. Agar hal tersebut terpenuhi, proses penciptaan karya seni kriya harus mempertimbangkan beberapa factor yaitu  kenyamanan, keluwesan, dan keamanan.

a). Syarat Kenyamanan Hasil Seni Kriya

Kenyamanan merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh karya benda kriya. Dalam hal desain, kenyamanan dari penggunaan karya seni kriya disebut ergonomis. Jika tidak terpenuhi, maka benda hasil kriya dapat dikatakan tidak memiliki fungsi dan nilai praktis.

Setiap benda kriya yang dibuat sebaiknya dapat memberi kenyamanan bagi pemakainya. Sebuah cangkir harus memperhitungkan bentuk yang sesuai dengan mulut dan tangan pemakainya.

Contoh lainnya adalah kursi, pembuat kursi harus memperhitungkan orang yang akan menggunakannya.

b). Syarat Keluwesan Hasil Seni Kriya

Keluwesan hasil kriya terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk benda dengan nilai gunanya.

Contoh nilai keluwesan dalam hasil seni kriya misalnya dapat dilihat dari sepatu. Bentuk sepatu yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan si penggunanya. Misalnya, sepatu olahraga digunakan untuk berolahraga, sedangkan sepatu pesta digunakan untuk berpesta.

c). Syarat Keamanan Hasil Seni Kriya

Keamanan merupakan syarat hasil kriya yang dapat menjamin penggunannya tidak akan mendapat resiko apapun.

Contoh, ketajaman sebuah pisau harus diimbangi dengan faktor keselamatan kerja pengguna pisau tersebut.

2). Syarat Keindahan atau Estetika Seni Kriya

Beberapa syarat estetika yang harus dipenuhi dalam membuat kriya adalah aspek bahan, aspek teknik, aspek kriya, aspek alat, dan aspek fungsi.

a). Aspek Estetika Bahan Seni Kriya

Sifat dasar bahan berpengaruh terhadap teknik dan bentuk karya seni terapan yang diinginkan. Pemahaman terhadap karakteristik bahan menjadi perlu untuk dapat memenuhi kualitas benda yang diproduksi.

Seni terapan seni kriya dapat menggunakan bahan-bahan alami. Kekayaan flora dan fauna memberikan banyak pemilihan yang dapat digunakan sebagai bahan kriya.

b). Aspek Teknik Seni Kriya

Aspek teknik harus disesuaikan dengan karakteristik bahan dan keterampilan yang dimiliki seorang pengrajin. Hal untuk menjadi kualitas produk yang ingin dicapai.

Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam seni terapan dengan menyesuaikan bahan dan alat adalah mengukir, menuang, menenun, menempa, menganyam, dan membentuk.

c). Aspek Kriya

Salah satu peran seniman karya seni kriya adalah lahirnya bentuk- bentuk ungkapan baru sebagai wujud kreativitas berkesenian yang tak pernah surut.

Peniruan karya sebagian merupakan hal yang lumrah dalam seni kriya. Hal ini justru mendorong lahirnya ekspresi baru yang lebih menarik.

d). Aspek Alat

Alat adalah perkakas yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan. Pemilihan alat menjadi bagian yang akan menentukan kualitas dalam aspek estetika.

e). Aspek Fungsi

Fungsi yang paling umum dalam seni kriya adalah fungsi pakai. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya untuk kerajinan jenis tertentu adalah fungsi dekorasi atau hias.

Fungsi Seni Kriya,

Adapun Fungsi seni kriya secara garis besar dapat dibagi fungsi hiasan, fungsi terapan dan

Fungsi Hiasan (Dekorasi) Seni Kriya,

Beberapa produk seni kriya memiliki fungsi sebagai benda pajangan bersifat hiasan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada aspek fungsinya sehingga bentuk bentuknya mengalami perkembangan.

Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai hiasan di sebuah ruangan seperti ruangan kantor atau rumah.

Contoh Fungsi Dekorasi Seni Kriya,

Beberapa hasil karya seni kriya adalah karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

Seni kriya sebenarnya adalah seni menghasil karya yang lebih mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Benda-benda tersebut dapat dipakai langsung sesuai dengan fungsinya.

Contoh Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

Beberapa hasil karya seni kriya diantaranya adalah senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

Fungsi Produk Benda Mainan Seni Kriya

Produk karya seni kriya sering diciptakan untuk memenuhi fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak.

Contoh Fungsi Benda Mainan Seni Kriya

Beberapa contoh hasil karya seni kriya yang merupakan produk sebagai mainan adalah boneka, dakon, dan kipas kertas, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan lego. dan lain lain.

Jenis Seni Kriya

Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.

a). Seni Kriya Dua Dimensi

Karya seni kriya dua dimensi terdiri dari sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Bordir

Kriya bordir adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Bordir biasanya ditempatkan pada ujung-ujung kain yang berfungsi sebagai hiasan dan mempercantik tampilan kain. Sebutan lain untuk bordir adalah sulam.

Kriya bordir banyak dilakukan dengan mesin bordir. Selain lebih cepat dalam pengerjaannya, pembuat bordir lebih leluasa dalam membuat motif sesuai dengan kreativitasnya.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

Pada awalnya, border diperuntukkan untuk penghias kain saja, namun sekarang border digunakan pada pakaian (baju), tas, kerudung, taplak, dan mukena.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

Sumber: tokopedia.com

Motif yang dipakai biasanya berupa motif tumpal dan rosetta (setengah lingkaran) dengan variasi motif lain. Daerah penghasil bordir yang terkenal adalah Tasikmalaya (Jawa Barat

  • Seni Kriya Dua Dimensi Lukis

Lukisan, selain sebagai bentuk hasil ekspresi juga berfungsi sebagai hiasan. Dalam hal ini bentuk lukisan yang dibuat secara massal dan dalam jumlah yang banyak. Karya lukisannya dibuat secara berulang-ulang sehingga gambar pada lukisan sama.

Bahannya terbuat dari kain kanvas dengan kualitas rendah atau menggunakan kain beludru berwarna hitam, kaca, dan kulit kayu.

Daerah penghasil lukisan dengan media kanvas terdapat di Jelekong (Jawa Barat), Sokaraja–Banyumas (Jawa Tengah), dan Ubud (Bali).

Lukisan dengan media kaca terdapat di daerah Trusmi–Cirebon (Jawa Barat). Adapun lukisan dengan media kulit dapat ditemukan di Papua dan Kalimantan.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Kriya ukiran merupakan jenis karya seni yang dilakukan dengan mengolah permukaan suatu benda sehingga dihasilkan suatu bentuk yang indah.

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

Sumber: tokopedia.com

Bahan dasar kriya ukiran sangat beragam seperti kayu, gading, tulang, kulit, logam, dan batu. Daerah penghasil ukiran adalah Jepara (Jawa Tengah), Papua, dan Bali.

  • Seni Kriya Dua Dimensi Batu

Batu memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk. Namun masih dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah.

Contoh Seni  Kriya Dua Dimensi Batu

Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu
Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu

Sumber: tokopedia.com

Di daerah Sukabumi dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akik, jesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.

b). Seni Kriya Tiga Dimensi

Karya seni kriya tiga dimensi terdiri dari kerajinan keramik, logam, kulit, kayu, anyaman dan sebagainya.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik

Istilah keramik berasal dari keramos, yang berarti lempung yang dibakar. Kerajinan keramik adalah seni kriya yang bahan dasarnya menggunakan tanah liat dan kemudian dibakar.

Tanah liat untuk seni kriya keramik umumnya telah mengalami proses pengolahan dengan ditambah unsur pelengkap seperti kaolin sehingga siap dibentuk.

Kerajinan keramik membutuhkan teknik tertentu seperti teknik lempeng (slab), teknik putar (throwing), teknik pilin (coiling), teknik pijat (pinching), dan teknik cetak tuang.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

Produk yang dihasilkan, Contohnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga dan lain lain.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

Sumber: tokopedia.com

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Kerajinan logam adalah seni kriya yang menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan.

Kriya logam dilakukan dengan mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Kerajinan logam umumnya dilakukan dengan mengecor logam panas ke dalam cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.

Teknik kriya logam terdiri dari dua, yaitu teknik a cire perdue dan Teknik bivalve.

Teknik A Cire Perdue Cetakan Lilin

Teknik a cire perdue atau cetakan lilin adalah Teknik dengan membuat pola atau model bentuk benda yang dikehendaki dengan bahan lilin. Setelah membuat model dari lilin, model tersebut ditutup dengan menggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah.

Setelah itu, cetakan dibakar sehingga lilin akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Kemudian melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu.  Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga diperoleh  benda yang diinginkan.

Teknik Bivalve Setangkap,

Teknik bivalve atau setangkap adalah Teknik dengan menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka diperoleh benda yang dikehendaki.  Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Produk yang dihasilkan, contohnya adalah perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

Pada saat ini, kerajinan logam memiliki variasi bentuk yang lebih beragam. Hasilnya bisa berupa alat rumah tangga, alat musik (kenong dan goong), perhiasan (cincin dan gelang), serta senjata.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Kerajinan Kulit adalah seni kriya yang menggunakan bahan kulit untuk mewujudkan karyanya.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Bahan Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, contohnya adalah wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana dan lainnya

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit
Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

Sumber: tokopedia.com

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

Kerajinan Kaya adalah seni kriya yang menggunakan kayu sebagai bahan karyanya.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

Produk kriya yang menggunakan Kayu sebagai benda kerajinan contohnya adalah topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.

  • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Anyaman

Kriya anyaman pada prinsipnya adalah teknik berkarya dengan cara mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk tindih-menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat.

Prinsip ini memanfaatkan jalur horizontal (pakan) dan jalur vertical (lungsin) yang disusun dengan pola tertentu.  Ada pula yang menggunakan pola miring (diagonal) dan melingkar.

Kerajinan anyaman adalah seni kriya yang biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastic, rotan, pandan, lontar, jaksi, , panama, dan eceng gondok.

Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan anyaman

Kerajinan anyaman digunakan untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.

  • Kerajinan Lainnya

Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat dijumpai di beberapa daerah, yang  antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias dan lain lain.

Teknik dan Corak Seni Kriya

Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya.

Corak karya seni kriya umumnya didasari dengan mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak karya seni kriya lebih bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

Contoh Soal Ujian Seni Kriya

1). Karya seni kriya termasuk karya seni rupa yang diciptakan untuk tujuan ….

a). fungsional dan seni

b). keindahan

c). desain

d). kebutuhan hidup

2). Corak karya seni kriya umumnya bersifat dekoratif, artinya ….

a). kontras

b). klasik

c). menggunakan ragam hias

d). terkesan halus dan lembut

3). Karya seni berikut yang dapat digolongkan sebagai hasil karya seni kriya daerah setempat adalah ….

a). lukisan abstrak

b). gambar poster

c). wayang golek

d). seni fotografi

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ringkasan Rangkuman: Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik).
  11. Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan.
  12. Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.
  13. Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan.
  14. Rancangan dan pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni.
  15. Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana dengan menggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional.
  16. Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.
  17.  

Seni Karya Patung: Pengertian, Contoh, Jenis, Teknik Subtraktif Aditif, Imitatif, Nonfiguratif ,Deformatif.

Pengertian Patung: Seni patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan nilai keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau volume.

Seni patung diwujudkan dengan metode subtraktif atau  adiktif  yang bersifat tiga dimensi atau benda bervolume sehingga dapat dilihat dari berbagai arah.

Metoda Subtraktif Karya Seni Patung

Metoda subtraktif adalah metoda dengan cara mengurangi bahan, seperti memotong atau  menatah  dan  lain-lain. Dengan kata lain, patung terwujud akibat adanya bagian lain dari bahan yang dibuang. Metode subtraktif menggunakan  media antara lain semen cor, batu- batuan, dan kayu serta media keras lainya,

Metoda Adiktif Karya Seni Patung

Sedangkan metoda adiktif adalah metoda dengan cara membentuk model lebih dahulu seperti mengecor, dan mencetak. Metode additive menggunakan media lilin, tanah liat atau media lunak lainnya.

Bentuk Patung

Berdasarkan bentuk atau corak karya patung dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

a). Patung Corak Imitatif atau Figuratif,

Patung corak imitated atau figurative adalah patung yang dibentuk dengan meniru bentuk yang ada dalam alam kehidupan nyata. Contoh patung corak imitative figurative adalah patung berbentuk manusia, bentuk hewan, atau bentuk tumbuhan yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk aslinya.

b). Patung Corak Deformatif (Dekoratif)

Patung deformatif adalah patung yang berbentuk alam yang diolah atau digubah menurut gagasan dan imajinasi pematung

c). Patung Corak Nonfigurative (Abstrak)

Patung corak non figuratif (abstrak) adalah jenis patung yang bentuknya tidak menyerupai bentuk aslinya. Patung dibuat dengan daya khayal pencipta dan tidak meniru bentuk yang ada di alam.

Arti bentuk dan fungsinya patung nonfiguratif hanya diketahui secara pasti oleh pematungnya. Patung jenis ini biasanya hanya menampilkan garis, lekukan atau bagian tertentu dari suatu objek.

Jenis Patung

Berdasarkan jenisnya, karya patung dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu patung Zonde Bosse dan relief.

a). Patung Zonde Bosse

Patung jenis Zonde Bosse merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri (kanan kirinya lepas) dan tidak menempel pada satu sisi.

b). Patung Relief

Patung jenis relief merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung relief ini menceritakan adegan penting yang terdapat dalam suatu cerita.

Contoh Karya Seni Patung Relief

Contoh Karya Seni Patung Relief
Contoh Karya Seni Patung Relief

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Fungsi Patung

Berdasarkan fungsinya karya patung dapat dikelompokkan menjadi enam fungsi, yaitu

a).Patung Religi,

Patung Religi adalah patung yang dibuat untuk tujuan sebagai sarana peribadatan dan bermakna religius bagi sebagian umat beragama.

Patung religi, selain memiliki nilai estetika tujuan,  patung religi dibuat untuk sarana beribadah, atau bermakna relijius.

Contoh Patung Religi

Patung pada zaman dahulu, patung di buat untuk menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang yang diagungkan misalnya raja atau pimpinan mereka. Patung juga dianggap memiliki sejarah tinggi atau bahkan yang dianggap sebagai dewa.

Contoh Fungsi Patung Religi
Contoh Fungsi Patung Religi

Arca Prajnaparamita, salah satu arca Jawa kuno terindah di Indonesia.

Sumber: id.wikipedia.org

Patung juga menjadi simbol orang-orang yang di teladani dan dimoyangkan kebaikannya. Bahkan patung dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga patung dijadikan sebagai Simbol Tuhan.

b). Patung Monumen,

Patung monument adalah patung yang dibuat untuk memperingati atau mengenang suatu peristiwa dan kejadian, atau jasa untuk seseorang pahlawan di masa lampau.

Contoh Patung Monumen

Monumen Nasional, Sumber: id.wikipedia.org

c). Patung Arsitektur,

Patung arsitektur adalah patung yang dibuat untuk menunjang suatu konstruksi bangunan dan mempunyai nilai estetika atau keindahan.

d). Patung Dekorasi,

Patung dekorasi adalah patung yang dibuat dengan tujuan untuk menghiasi suatu bangunan atau lingkungan taman, baik taman rumah, taman kota, ataupun taman bermain.

Contoh Patung Dekorasi

Contoh Fungsi Patung Dekorasi
Contoh Fungsi Patung Dekorasi

Patung Hias taman rumah, Sumber: tokopedia.com

e). Patung Seni,

Patung seni adalah patung yang dibuat sebagai karya seni murni untuk estetika, yaitu karya yang patung yang hanya dinikmati keindahan bentuknya.

f). Patung Kerajinan,

Patung Kerajinan yaitu patung yang dibuat sebagai hasil kerajinan, biasanya berupa souvenir dalam berbagai bahan dan ukuran yang dijual di tempat tempat wisata atau toko cindera mata, patung jenis ini biasanya dibuat oleh para pengrajin.

Contoh Patung Kerajinan

Contoh Fungsi Patung Kerajinan
Contoh Fungsi Patung Kerajinan

Sumber: tokopedia.com

Alat, Bahan, dan Teknik Membuat Patung

Alat yang digunakan untuk membuat patung tergantung pada bahan dan tekniknya. Alat-alat yang digunakan dalam mematung terdiri dari :

a). Butsir Patung

Butsit adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari kayu dan kawat, jenisnya ada butsir kayu dan butsir kawat.

Contoh Butsir Kawat Kayu Karya Patung

b). Meja Putar Karya Patung

Meja putar, adalah meja untuk membuat patung dan dapat di Gerakan denagan cara diputar, fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.

Contoh Meja Putar Karya Patung

c). Pahat dan Palu Kayu Patung

Pahat dan palu kayu adalah alat untuk memahat agar dapat mengurangi atau membentuk bahan seperti batu atau kayu menjadi patung.

Contoh Pahat Palu Kayu Patung

d). Cetakan Patung

 Cetakan berfungsi untuk mencetak bahan menjadi patung.

e). Sendok Adukan Patung

Sendok Adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkan pada kerangka patung.

f). Bahan Patung

Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya.

Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi.

  • Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta menghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.
  • Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau tatah, kapak, martil, gergaji serta ampelas.
  • Patung yang dibuat dari bahan batu memerlukan alat berupa pahat baja, martil besi, dan gerinda.
  • Patung cetak dari bahan logam memerlukan alat pemanas logam berupa kompor, pengecor, alat cetak dan gerinda.
  • Patung pahat dari bahan logam berupa pelat memerlukan alat berupa martil, tatah patah dan gerinda.
  • Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, cetok, tatah.

Teknik Membuat Karya Seni Patung

Beberapa Teknik karya seni patung diantaranya adalah:

a). Teknik Pahat

Teknik pahat adalah Teknik membuat karya patung dengan cara mengurangi bahan menggunakan sebuah alat yang disebut pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan adalah pahat dan palu

b). Teknik Butsir

Teknik butsir adalah Teknik membuat patung dengan cara dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat.  Alat yang digunakan adalah sudip atau butsir.

c). Teknik Cor

Teknik cor adalah Teknik membuat karya seni patung dengan membuat alat cetakan terlebih dahulu, kemudian adonan berupa semen, gips, dan sebagainya dituang ke dalam cetakan. Bentuk Patung yang dihasikan sesuai dengan rongga cetakan. Alat yang digunakan adalah cetakan.

d). Teknik Las

Teknik las adalah Teknik membuat karya seni patung dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misanya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam, atau besi. Alat yang digunakan adalah mesin las.

e). Teknik Cetak

Teknik cetak adalah Teknik membuat karya seni patung dengan gara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

Kadang, walaupun sangat jarang, digunakan pula bahan berharga seperti  emas,  perak,  jade,  dan  gading.  Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luas, termasuk kayu, keramik, dan logam.

Membuat Karya Seni Patung

Tahap Membuat Patung Bahan Lunak

Teknik yang digunakan adalah teknik menekan, atau pijat dan langkah- langkah pengerjaanya adalah sebagai berikut:

a). Membuat model patung dengan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada

b). Menyiapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, dan meja putar,

c). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, meja putar dipakai untuk memudahkan dalam membentuk sedikit demi sedikit sambil meja di putar.

d). Menekan nekan  bahan hingga mendekati bahan yang diinginkan, agar 1ebih mudah dengan cara di basahi air sedikit demi sedikit. Jika bahan dianggap kurang dapat di tambah, dan sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.

e). Setelah terbentuk secara globa1, Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir dan sempurnakan dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.

Tahap Membuat Patung Bahan Keras

Teknik ini dengan cara di pahat atau di ukir, langkah langkahnya sebagai berikut:

a). Membuat model patung dcngan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada di majalah atau dari Koran

b). Menyiapakan balok kayu sesuai ukuran dan rencana yang diinginkan, setelah itu pindahkan gambar/ pola di atas permukaan balok kayu.

c). Lakukan pemotongan dengan gergaji untuk mengurangi kalau masih terlau besar, dan lakukan pembentukan sedikit demi sedikit dengan alat hingga mendekati bentuk global.

d). Buatlah bentuk global yang lebih detail, bandingkan dengan gambar rencana.

e). Lanjutkan dengan membuat yang lebih detail /sempurna dan haluskan dengan amplas.

f). Di finishing dengan cat melamin atau akrilik

Tahap Membuat Patung Teknik Butsir

Teknik butsir merupakan teknik membuat patung yang sederhana dengan menggunakan bahan lunak, seperti tanah liat, plastisin, dan lainnya. Bahan tersebut bersifat plastis dan mudah dibentuk sesuai keinginan.

Tahapan proses pembuatan patung dengan teknik butsir adalah :

a). Menyiapkan bahan tanah liat atau plastisin

b). Menyiapkan alat utama butsir kawat dan butsir kayu, tali pemotong, pisau, dan alat pendukung lainnya

c). Menyiapkan meja putar (bila ada)

d). Menyiapkan gambar rancangan patung

e). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja/ meja putar secara bertahap, sedikit demi sedikit

f). Membuat bentuk global (mengglobal) patung yang akan dibuat, misalnya bentuk binatang. Dalam proses ini bahan dapat ditambahkan dan dikurangi sambil membentuk secara global

g). Menyempurnakan bentuk

h). Memberikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail hingga bentuknya selesai

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rinkasan Rangkuman Seni Tiga Dimensi Karya Patung
  11. Patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume), sehingga bentuknya dapat dinikmati dari segala arah.
  12. Berdasarkan bentuknya, patung terbagi menjadi dua jenis yaitu Patung Figuratif dan Patung Non Figuratif.
  13. Berdasarkan jenisnya, patung terbagi menjadi dua kelompok yaitu Patung Zonde Bosse dan Patung Relief.
  14. Berdasar teknik pembuatannya patung dapat dibuat dengan beberapa teknik, yaitu Teknik Butsir, Teknik Modeling, Teknik Merakit, Teknik Cor, Teknik Las, Teknik Cetak, dan Teknik Pahat.
  15. Berdasar fungsinya patung dibedakan dalam beberapa fungsi, yaitu Patung Religi, Patung Monumen, Patung Arsitektur, Patung Dekorasi, Patung Seni, dan Patung Kerajinan.
  16. Secara umum tahap pembuatan patung meliputi tahapan awal, berupa penemuan gagasan atau mencari sumber gagasan; tahap pravisual, yaitu tahap pemberian bentuk nyata; dan tahap visualisasi, yaitu tahap mewujudkan bentuk.

Seni Rupa Tiga Dimensi: Pengertian, Fungsi Ekspresi Pakai, Nilai Estetis Objektif Subjektif, Simbol Unsur, Teknik, Contoh Karya,

Pengertian Seni Rupa Tiga Dimensi: Konsep tiga dimensi atau 3D merujuk pada sebuah objek atau ruang yang memiliki tiga dimensi yang secara geometris terdiri dari: panjang, lebar dan tinggi. Contoh tiga dimensi suatu objek / benda adalah kubus atau kotak, bola, piramida atau benda spesial seperti kotak kemasan.

Seni rupa tiga dimensi berbentuk atau berujud secara plastis. Plastis yang dimaksudkan adalah dapat dilihat diraba dan dinikmati melalui pandangan mata secara fisik. Karya seni rupa ini termasuk kategori seni rupa yang memanfaatkan benda berujud dan dibentuk menjadi fungsi baru.

Seni rupa 3D atau karya 3 dimensi adalah jenis seni rupa yang memiliki tiga sisi, yaitu sisi panjang, lebar, dan tinggi. Seni rupa berbentuk sebuah bangun ruang yang memiliki volume.

Dalam bahasa sederhananya, seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai volume dan menempati sebuah ruang. Sehingga unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi.

Seni tiga dimensi terus mengalami perubahan, baik dari sudut pandang, model ruang, pola berkarya hingga jenisnya

Fungsi Karya Seni Tiga Dimensi

Karya seni rupa 3 dimensi memiliki fungsi pakai dan fungsi ekspresi seperti berikut:

a). Fungsi Pakai Seni Tiga Dimensi

Fungsi pakai merupakan fungsi dari seni rupa terapan. Karya seni rupa tiga dimensi terapan  diwujudkan dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis atau terapan. Pembuatan karya tiga dimensi diharapkan dapat digunakan sesuai fungsi dan tujuan pembuatan tanpa menghilangkan sisi estetika (keindahan).

Contoh berikut menjelaskan fungsi pakai seni tiga dimensi diantaranya adalah, kursi yang berfungsi untuk diduduki, telepon genggam berfungsi alat komunikasi, dan banyak benda kebutuhan sehari- hari yang juga karya seni rupa tiga dimensi.

b). Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi

Fungsi ekspresi merupakan fungsi dari seni rupa murni.  Sifat seni tiga dimensi murni memiliki karakteristik natural dan alami yang dibuat untuk pemenuhan hasrat estetis serta ekspresi dari senimannya.

Karya seni murni fungsi ekspresi diwujudkan dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.

Contoh Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi adalah seni lukis, grafis/ cetak, dan patung.

Pengertian Simbol Seni Rupa Tiga Dimensi

Kata simbol dalam bahasa Inggris adalah symbol, sedangkan dalah Bahasa Latin adalah symbolium, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan.

Simbol Karya Seni Rupa TIga Dimensi

Secara konseptual, kata simbol memiliki beberapa pengertian yang diantaranya adalah:

  • Simbol merupakan tanda yang kelihatan yang mewakili gagasan atau objek tertentu.
  • Simbol adalah kata atau tanda atau isyarat yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti mewakili arti, kualitas, abstraksi, gagasan, dan objek.
  • Simbol adalah sesuatu ketentuan, peraturam yang disetujui secara umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
  • Simbol adalah tanda konvensional, yaitu sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu- individu yang memiliki arti tertentu seperti standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.

Contoh Simbol Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Contoh simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi diantaranya adalah:

a). Tugu Proklamasi di Jakarta menjadi simbol perjuangan rakyat dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

b). Monumen Bandung Lautan Api, kota Bandung untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumi hangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

c). Manumen Pancasila Sakti, Monumen yang memberi symbol tentang perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

d). Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat merupakan symbol yang menunjukkan tempat yang dilewati oleh garis khatulistiwa

e). Tugu Jogja merupakan symbol persatuan antara pemimpin dan rakyatnya dalam perjuangan melawan musuh dan menjalankan pemerintahan suatu negara.

Simbol Objek Seni Rupa Tiga Dimensi

Simbol yang ditunjukkan langsung oleh objek karya seni. Contohnya patung pahlawan atau orang yang berjasa, dibuat untuk menghormatinya. Patung tersebut juga memiliki simbol kekuatan, kepahlawanan, dan perjuangan.

Simbol Unsur- Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

Unsur- unsur seni rupa  tiga dimensi memiliki simbol dengan makna yang berbeda. Misalnya unsur warna hitam digunakan untuk melambangkan duka cita,

Nilai Estetis Seni Rupa Tiga Dimensi

Nilai estetis karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.

Nilai Estetis Objektif

Nilai estetis obyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri.  Artinya keindahan dari objek seni adalah tampak kasat mata.

Keindahan sebuah karya seni rupa terbentuk dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur- unsur visual ini yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Nilai Estetis Subjektif

Nilai estetis bersifat subyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan tidak hanya pada unsur- unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, namun ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya.

Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, Seseorang akan dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya meskipun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya itu.

Namun, orang lain mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

Unsur Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa digunakan untuk memperindah bentuknya atau untuk memberikan makna simbolik.

Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbeda beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

Prinsip-prinsip Seni Rupa

Adapun prinsip-prinsip Seni Rupa meliputi

Prinsip Kesatuan (Unity) merupakan bahan awal komposisi karya seni. Dengan adanya kesatuan maka unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik.

Keseimbangan (Balance) merupakan pengaturan unsur unusr rupa sehingga karya seni mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya.

Balance bisa dibuat secara formal /simetris dan dengan informal /asimetris serta keseimbangan radial /memancar.

Irama (Rythme) merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak.

Pengulanga berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna. Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika yang unik.

Komposisi merupakan penyusunan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur.

Komposisi akan membentuk dasar keindahan dari sebuah karya seni sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik dan dapat bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

Proporsi (Kesebandingan) merupakan prinsip yang bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang.

Keselarasan (Harmoni) merupakan prinsip yang menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan.

Keselarasan diwujudkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

Jenis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Berikut beberapa contoh karya seni rupa 3D:

1). Seni Kriya Tiga Dimensi

Seni Kriya merupakan satu cabang seni rupa yang mengandalkan keterampilan tangan atau hand skill dengan memperhatikan segi keindahan serta kebutuhan dalam membuat karya seni.

Jenis seni rupa kriya tiga dimeni sering dimanfaatkan sebagai dekorasi, atau benda terapan seperti mainan, furniture, dan lain-lain.

Beberapa jenis seni kriya diantaranya adalah seni kriya kayu, seni kriya keramik, seni kriya tekstil, seni kriya batu, serta seni kriya kulit.

2). Patung Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung merupakan salah satu seni rupa 3D yang paling terkenal sehingga mudah dijumpai dan memiliki nilai seni yang tinggi. Seni rupa patung telah mengalami banyak perkembangan dari bahan pembuatnya, cara membuatnya dan teksturnya.

Biasanya seniman membuat patung dalam bentuk seperti manusia, binatang, atau bentuk-bentuk lainnya.

3). Keramik Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya seni keramik merupakan karya seni rupa yang bersifat tradisional hingga kontemporer atau modern.

Seni keramik lebih berfungsi sebagai kerajinan yang memanfaatkan bahan dari tanah liat sebagai bahan utama dengan melalui beberapa tahapan. Seni keramik melipiti proses pijit, butsir, pilin hingga pada tahap pembakaran dan glasir. Kualitas sebuah keramik ditentukan oleh proses dan bahan yang digunakan.

4). Arsitektur Seni Rupa Tiga Dimensi

Arsitektur merupakan jenis seni terpakai yang dapat dikategorikan juga sebagai seni rupa tiga dimensi. Seni rupa arsitektur lebih menekankan pada kesatuan, keseimbangan, keserasian, dan irama sebagai jenis seni rupa yang utuh mencakup dalam berbagai aspek.

Arsitektur, tidak hanya diperhatikan wujud bangunannya, namun juga mempertimbangkan aspek berat, volume tampung, kekokohan bangunan, dan sebagainya.

Teknik-teknik Seni Rupa Tiga Dimensi

Beberapa teknik seni rupa tiga dimensi  diantaranya adalah:

  1. Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik seni rupa aplikasi adalah teknik karya hias yang dimanfaatkan dalam seni menjahit, yakni dengan cara menempelkan beberapa macam potongan kain yang telah di gunting, seperti bentuk bunga, bintang, bulan, atau bentukbentuk lainnya dalam sebuah kain. Tujuannya adalah sebagai hiasan untuk memperindah pakaian.

Contoh Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya hias tiga dimensi yang digunakan untuk menutupi gallon air minum.

Sumber: tokopedia.com

  1. Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik mozaik adalah teknik membuat karya dengan menggunakan bentuk potongan potongan bahan tertentu.

Tujuan menggunakan potongan bahan adalah sebagai pengganti bahan utama pewarna. Dengan adanya mozaik, media seni tidak terlihat polos, nampak lebih indah, dan lebih memiliki corak tertentu.

Contoh Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya mozaik tiga dimensi bentuk kubus susun berbahan keramik. Keramik mozaik hexagonal ini terbuat dari bahan granit. Granit dipotong kecil kecil dan kemudian disusun menjadi bentuk hexagon.

Sumber: indonesian.alibaba.com

  1. Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik merakit dilakukan dengan cara menyambungkan potongan -potongan bahan tertentu agar menjadi suatu karya seni yang utuh.

Cara menyambung nyambung tersebut dinamakan merakit, sedangkan rakitan ialah hasil karyanya. Merakit dapat diterapkan pada benda- benda yang kompleks, seperti miniatur kapal, pesawat, atau alat transportasi lainnya.

Contoh Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

Karya tiga dimensi Rakitan Model Rumah berbahan Kayu

Sumber: tokopedia.com

  1. Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik memahat yakni teknik karya seni dengan membuang atau menyisihkan bahan- bahan yang tidak perlu digunakan. Alat yang biasa digunakan adalah martil, pahat, kikir, dan sebagainya. Biasanya teknik pahat digunakan pada beberapa karya seni seperti patung dan miniatur tertentu.

Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung Ganesha tiga dimensi terbuat dari kayu suar bergaya bali

Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi
Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

Sumber: indonesian.alibaba.com

Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

Teknik cor ialah sebuah teknik karya seni yang diaplikasikan dengan cara menuang zat cair tertentu pada sebuah alat cetakan khusus. Bahan cair yang sering digunakan ialah bahan-bahan yang terbuat dari karet, semen, logam, dan lain-lain.

Contoh Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

Patung cor tiga dimensi model Kubera Kuwera Kuvera Jambala berbahan perungu

Sumber: tokopedia.com

Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi

Bentuk karya tiga dimensi antara lain adalah karya seni bangun, seni patung, seni keramik, seni instalansi (termsuk seni kontemporer) dan lain sebagainya.

Untuk membuat karya tiga dimensi maka perlu mengenal bahan bahan yang digunakan dalam berkreasi dengan karya tiga  dimensi. Adapun bahan-bahan berkreasi karya rupa 3 dimensi setidaknya dapat dikategorikan menjadi tiga  bagian yaitu:

1). Bahan Lunak Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan lunak yang digunakan dapat berupa kertas, karton, gabus dan styroform. Bahan- bahan ini mudah didapatkan dan membentuknya dengan alat-alat yang sederhana seperti gunting, silet, cutter, pisau.

Bahkan karya berbahan kertaspun bisa dibentuk tanpa menggunakan alat, misalnya dengan cara dilipat.

2). Bahan Liat Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan liat yang digunakan dalam berkarya tiga dimensi seperti tanah liat, gips, plastisin dan lilin. Bahan inipun juga mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.

3). Bahan Keras Seni Rupa Tiga Dimensi

Bahan keras yang dapat digunakan contohnya adalah kayu, batu danl ogam. Ketiganya merupakan bahan yang sering digunakan oleh perupa sejak zaman dahulu.

Batu dan logam merupakan bahan yang keras namun dapat tahan lama. Karena sifatnya yang keras, maka pengerjaan karya 3 dimensi berbahan batu dan logam memerlukan teknik dan peralatan khusus.

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan Seni Rupa Tga Dimensi: Karya tiga dimensi terwujud dari berbagai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai alat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
  11. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa tiga dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis.
  12. Karya seni rupa tiga dimensi ada yang berfungsi sebagai benda pakai yang biasa disebut karya seni terapan (applied art) dan ada yang dibuat dengan tujuan ekspresi semata yang biasa disebut seni murni (pure art)
  13. Nilai estetis karya seni rupa tiga dimensi tampak secara visual dari wujud karya seni rupa tersebut. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi wujud karya yang unik dan menarik.
  14. Nilai estetis karya seni rupa bersifat obyektif dan subyektif. Nilai obyektif terdapat pada karya seni rupa itu sendiri sedangkan nilai subyektif berada pada penikmatnya.
  15. Karya seni rupa ada yang memiliki makna simbolik. Unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi dapat menunjukkan atau menjadi simbol dari sesuatu.
  16. Berkarya seni rupa tiga dimensi dimulai dengan mencari ide gagasan atau model karya yang akan dibuat. Kegiatan ini dapat diawali dengan membuat rancangan berupa sketsa, dilanjutkan dengan memilih medium, bahan, alat dan teknik yang akan digunakan. Alasan-alasan pemilihan gagasan, model hingga teknik berkarya dapat disebut sebagai konsep berkarya seni rupa.