Sistem Gerak Manusia: Fungsi Jenis Bentuk Tulang Rawan Rangka

Pengertian. Gerak merupakan tanggapan atau reaksi tubuh terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Gerak dapat berupa gerakan sebagian dari anggota tubuh maupun seluruh tubuh.


Gerak merupakan hasil kerja kerja sama antara dua komponen, yaitu tulang dan otot. Tulang disebut sebagai alat gerak pasif sedangkan otot disebut alat gerak aktif.

Tulang disebut sebagai alat gerak pasif karena tulang tidak dapat bergerak sendiri, namun harus digerakkan oleh otot. Otot harus berkontraksi agar tulang dapat bergerak.

Fungsi Tulang

Berikut adalah beberapa fungsi tulang pada manusia.

  1. Sebagai pelindung alat- alat organ vital tubuh
  2. Sebagai penyusun rangka tubuh
  3. Sebagai penunjang dan pemberi bentuk tubuh
  4. Sebagai tempat melekatnya otot
  5. Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
  6. Sebagai empat penyimpanan cadangan zat mineral (yaitu kalsium dan fosfor)
  7. Sebagai alat gerak bersama dengan otot;

 Jenis Tulang.

Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (sejati).

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan terdiri dari sel -sel tulang rawan (atau kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel- sel tulang rawan yang disebut kondroblas. Sel-sel kondroblas ini berfungsi mengeluarkan matriks yang disebut kondrin.

Dengan berjalannya waktu, kondroblas akan terlapisi oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang rawan).

Lacuna berfungsi sebagai tempat kondroblas tidak aktif, sedangkan Kondrosit berfungsi sebagai sel tulang rawan.

Tulang Rawan Anak Anak

Tulang rawan pada embrio dan anak- anak berasal dari sel- sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan terdapat rongga rongga yang berisi sel- sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.

Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya.

Tulang Rawan Orang Dewasa

Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas.

Tulang rawan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriksnya dari pada sel tulang rawannya.

Jenis Tulang Rawan

Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu Tulang rawan hialin, Tulang rawan elastis, Tulang rawan fibrosa,

Tulang Rawan Hialin,

Tulang rawan hialin merupakan tulang rawan yang mempunyai serabut tersebar dalam anyaman yang halus dan rapat. Tulang rawan hialin terdapat di ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada

Tulang Rawan Elastis,

Tulang rawan elastis merupakan tulang rawan yang susunan sel dan matriksnya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus dan serapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis terdapat di daun telinga, laring, dan epiglotis

Tulang Rawan Fibrosa,

Tulang rawan fibrosa merupakan tulang rawan yang matriksnya tersusun kasar dan tidak beraturan. Tulang rawan fibrosa terdapat di cakram antartulang belakang dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan)

Tulang Keras (Osteon)

Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras.

Pengerasan Tulang Osifikasi,

Tulang terbentuk dari tulang rawan yang telah mengalami penulangan (atau osifikasi). Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau osifkasi. Jenis osifkasi terdiri dari desmal dan kondral. Kondral meliputi perikondral dan enkondral. Desmal merupakan penulangan pada tulang keras, sedangkan kondral adalah penulangan pada tulang rawan.

Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk, rongga- rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda. Osteoblas berasal dari monosit. Osteoblas berfungsi untuk merawat dan memperbaiki tulang serta berperan pada proses perkembangan

Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Zat kapur ini akan melapisi osteoblast. Kemudian osteoblast mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras). Osteosit ini merupakan sel-sel tulang yang telah dewasa.

Antara sel tulang yang satu dan sel tulang yang lain dihubungkan oleh juluran- juluran sitoplasma yang disebut kanalikuli. Fungsi kanalikuli adalah sebagai penghubung antar sel tulang.

Setiap satuan sel osteosit akan mengelilingi suatu sistem saraf dan pembuluh darah sehingga membentuk suatu sistem Havers.

Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi untuk mengangkut sari makanan dan oksigen pada sel tulang.

Jenis Tulang Keras Osteon

Berdasarkan matriksnya, bagian tulang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

Tulang Kompak

Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang pipa.

Tulang Spons

Tulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan pendek.

Bentuk Bentuk Tulang

Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

Tulang Pipa

Tulang pipa terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian ujung disebut epifisis, bagian tengah disebut diafisis tersusun atas tulang keras. Bagian antara epifisis dan diafisis disebut cakraepifisis atau metafisis yang terdiri dari tulang rawan dan mengandung banyak osteoblas.

Bagian cakraepifisis merupakan bagian yang dapat bertambah panjang terutama dalam usia pertumbuhan.

Cakraepifisis orang dewasa tidak tumbuh lagi karena sudah menulang semua. Sebaliknya, bagian tengah tulang pipa terdapat sel-sel osteoblas yang merusak tulang sehingga tulang menjadi berongga, kemudian rongga tersebut terisi sumsum tulang.

Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tungkai bawah, dan tungkai atas.

Tulang Pipih

Disebut tulang pipih karena tulangnya berbentuk pipih atau gepeng yang di dalamnya berongga seperti spons.

Tulang pipih ini tersusun atas dua lempengan tulang, yaitu lempengan tulang kompak dan tulang spons. Tulang pipih banyak ditemukan sebagai bagian dari penyusun dinding rongga, sehingga fungsi tulang pipih sangat cocok sebagai pelindung atau memperkuat bagian tubuh.

Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe.

Contoh tulang pipih adalah tulang belikat, tulang tengkorak, dan tulang rusuk.

Tulang Pendek

Disebut Tulang pendek karena bentuknya yang bulat dan pendek. Di dalam tulang pendek terdapat sumsum merah yang cukup banyak. Contoh tulang pendek adalah Pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang punggung.

Jenis Rangka Tubuh Skeleton

Tulang- tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan system tertentu disebut rangka. Rangka tubuh dibedakan menjadi tiga jenis yaitu rangka hidrosttik, rangka eksoskleton, dan endoskeleton.

Rangka Hidrostatik

Rangka Hidrostatik merupakan Rangka yang terdapat pada hewan yang tubuhnya lunak, misalnya cacing tanah.

Rangka Luar (Eksoskeleton)

Rangka Luar atau Eksoskeleton merupakan Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin.

Rangka Dalam (Endoskeleton)

Rangka Dalam atau Endoskeleton adalah rangka hewan vertebrata yang merupakan kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian menurut aturan tertentu.

Tulang-tulang pembentuk kerangka (skeleton) tubuh pada manusia, dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler.

Skeleton aksial

Skeleton aksial merupakan rangka penyusun tubuh yang terdiri dari tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.

Kelompok tulang tengkorak

Tengkorak disebut pula tulang kepala (cranium) memiliki hubungan antartulang yang disebut suture, artinya tidak dapat digerakkan. Tengkorak memiliki fungsi utama sebagai pelindung organ otak.

Ruas tulang belakang

Tulang belakang memiliki ruas-ruas tulang belakang yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai jenis posisi dan gerakan, seperti berdiri, duduk, atau berlari

Hioid

Rangka tulang hioid dibentuk oleh tulang yang berbentuk huruf U, terletak pada laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot, yaitu otot mulut dan lidah.

Tulang dada dan rusuk

Fungsi tulang dada dan rusuk adalah ber-samasama tulang dada dan rusuk membentuk rongga dada sebagai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dalam rongga dada, seperti paru-paru dan jantung.

skeleton apendikuler

Sedangkan, skeleton apendikuler (anggota tubuh) terdiri atas tungkai atas dan anggota gerak atas, serta tungkai bawah dan anggota gerak bawah.

Rangka apendiks dibedakan menjadi rangka anggota tubuh bagian atas dan rangka anggota tubuh bagian bawah.

Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas

Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas tersusun oleh beberapa tulang yang terdiri dari tulang selangka, tulang belikat, tulang lengan atas, tulang pengumpil, dan tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang jari tangan, serta tulang telapak tangan.

Tulang apendiks bagian bawah

Tulang apendiks bagian bawah adalah tulang-tulang yang membentuk anggota gerak bagian bawah, yaitu kaki. Bagian-bagian kaki terdiri dari tulang-tulang pembentuk kaki dan tulang-tulang pembentuk telapak kaki.

Tulang kaki tersusun oleh tulang paha, tempurung lutut, tulang kering, dan tulang betis, sedangkan tulangtulang telapak kaki tersusun oleh tulang tumit, kalkanaeus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari-jari.

Contoh Soal Ujian Fungsi Sistem Gerak Manusia Tulang dan Rangka

Soal 1. Proses pembentukan tulang disebut ….

  1. kalsifikasi
  2. osteoklas
  3. osifikasi
  4. osteoblas
  5. osteosit

Soal 2. Tulang yang berfungsi melindungi organ dalam adalah ….

  1. tulang dada dan tengkorak
  2. tulang dada dan tulang rusuk
  3. tulang rusuk dan tengkorak
  4. tengkorak dan tulang belakang
  5. tulang belakang dan tulang rusuk

Soal 3. Yang tidak termasuk fungsi rangka tubuh adalah ….

  1. tempat melekatnya otot/daging
  2. sebagai pelindung organ-organ tubuh yang penting
  3. pemberi bentuk tubuh
  4. sebagai alat gerak aktif
  5. menahan dan menegakkan tubuh

Daftar Pustaka

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “============

Seni Batik: Pengertian dan Membuat Karya

Pengertian, Definisi Seni Batik. Batik Indonesia, yang secara keseluruhan meliputi teknik atau metoda, termasuk teknologinya, serta pengembangan motif  atau corak yang memperkaya budaya beserta  nilai yang terkait didalamnya, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2 Oktober, 2009.


Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa yaitu “amba”, yang memiliki arti “menulis” dan kata “titik” yang artinya “titik”. Jadi gampangannya, batik adalah membuat titik pada sebagian kain dengan cara menuliskan atau menggambarkan objek berupa titik.

Teknik Wax Resist Dyeing Batik

Batik merupakan bagian dari seni dan budaya yang secara khusus dimiliki oleh bangsa Indonesia. Secara khusus Batik mengacu pada  metoda pewarnaan kain dengan menggunakan malam atau lilin untuk mencegah terjadinya pewarnaan pada bagian kain tertentu.

Teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Batik juga mengacu kepada busana atau kain yang dibuat dengan metoda penutupan sebagian kain dengan lilin untuk mendapatkan corak  atau motif tertentu.

Fungsi Batik Sehari Hari

Batik dalam kesehariannya lebih banyak digunakan sebagai busana yang memberikan pesona yang akrab dengan nuansa tradisi local.

Pesona yang dimilikinya telah membuat Busana dengan dasar atau motif batik ini dapat digunakan dalam setiap kesempatan, baik resmi atau formal, atau religious atau kantoran, bahkan sebagai seragam sekolah sekalipun.

Setidaknya batik dapat menjadi pilihan untuk kegiatan atau acara apapun yang akan dilakukan, tanpa harus merasa salah berbusana atau malbusana.

Contoh Gambar Motif Karya Seni Batik
Contoh Gambar Motif Karya Seni Batik

Proses Pembuatan Batik

Yang dimaksud dengan membuat batik adalah proses proses pekerjaan dari tahap persiapan kain sampai menjadi kain batik. Pekerjaan persiapan meliputi segala pekerjaan pada kain mori hingga siap dibuat batik seperti nggirah/ ngetel (mencuci), nganji (menganji), ngemplong (seterika, kalendering.

Sedangkan proses membuat batik meliputi pekerjaan pembuatan batik yang sebenarnya terdiri dari pelekatan lilin batik pada kain untuk membuat motif, pewarnaan batik (celup, colet, lukis/ painting, printing), yang terakhir adalah penghilangan lilin dari kain

Membuat atau membatik adalah menutupi bagian kain dengan cara menuliskan atau menempelkan malam cair (semacam lilin) dengan menggunakan canting atau dengan menggunakan alat cap/ cetak.

Bagian kain yang tidak ditertutupi oleh malam akan terwarnai oleh cairan pewarna ketika kain dicelup untuk proses pewarnaan.

Proses menutupi atau menuliskan malam cair dapat dilakukan dengan cara tradisional seperti tulis dan cap, atau dengan cara yang lebih modern yaitu dengan cetak atau sablon.

Bahan Untuk Pembuatan Batik

Dalam pembuatan batik dibutuhkan beberapa bahan utama seperti, kain, malam dan pewarna,

1). Kain Mori atau Kain Putih Untuk Batik

Kain yang digunakan dalam seni membatik adalah kain yang terbuat dari kapas seperti katun dan mori atau sutra. Pada perkembangannya jenis kain boleh apa saja, artinya pembatik tidak harus patuh pada kebiasaan atau ketentuan pendahulunya.

Kain Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Selain mori atau kain putih juga bisa menggunakan sutera.

Ukuran Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan. Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional.

Jenis Kain Mori Batik

Kain mori memiliki ukuran lebar, Panjang dan kualitas kerapatan benang yang berbeda.

a). Kain Batik Mori Primisima

Mori Primisima adalah kain mori yang paling halus dengan kualitas paling tinggi. Mori Primisima digunakan untuk batik tulis, dan sangat jarang sekali digunakan untuk batik cap. Mori Primisima diperdagangkan dalam bentuk piece (gulungan) lebar 106 cm dan Panjang 16 m.

Kerapatan benang arah lungsi antara 42-50 helai benang per cm, dan untuk arah pakan antara 40-48 helai benang per cm.

Kain mori Primisima mengandung kanji sekitar 4% dan kanjinya mudah dihilangkan selama  proses pencucian.

Contoh Gambar Arah Benang Lungsin Dan Pakan Kain Batik
Contoh Gambar Arah Benang Lungsin Dan Pakan Kain Batik

Sumber: id.wikipedia.org

Keterangan gambar (1) adalah benang arah lungsi (benang merah) dan (2) adalah benang arah pakan (benang biru).

b). Kain Batik Mori Prima 

Mori prima merupakan kain mori kualitas sedang. Mori prima digunakan untuk batik tulis maupun cap. Mori prima diperdagangkan dalam bentuk piece ataugulungan dengan lebar 105 cm dan Panjang 16 meter.

Susunan kain rata-rata mempunyai kerapatan benang arah lungsin antara 33 hingga 42 helai benang per cm dan kerapatan arah pakan antara 27 hingga 36 helai per cm. Kain mori prima memiliki kandungan kanji rata-rata 10,57%.

c). Kain Batik Mori Biru

Mori biru adalah kain mori kualitas ketiga. Mori biru digunakan untuk batik kasar atau sedang, tidak untuk batik tulis halus. Mori biru juga diperdagangkan dalam bentuk piece (gulungan) lebar 100 cm dan panjang 15, 27, 36, dan 41meter.

Kain mori biru memiliki etiketnya atau label yang dicetak dengan tinta berwarna biru. Susunan benang mori biru memiliki kerapatan benang arah lungsi antara 25 hingga 34 helai benang per cm dan kerapatan benang arah pakan adalah 23 hingga 28 helai benang per cm.

2). Malam atau Lilin Batik

Lilin malam batik berfungsi sebagai penutup kain yang tidak akan diberi warna. Lilin diperoleh dari haris ekskresi tumbuh-tumbuhan berupa dammar atau resin.  Lilin juga berasal dari sarang tawon atau lebah.

Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain.

Contoh Malam Lilin Batik

Gambar Contoh Jenis Malam Lilin Batik
Gambar Contoh Jenis Malam Lilin Batik

Sumber: tokopedia.com

Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.

Jenis Malam Lilin Batik

Malam semacam lilin yang tidak mengandung zat pembakar. Beberapa jenis Malam yang biasa digunakan adalah malam kuning, malam coklat, malam putih atau paraffin.

a). Malam Carikan

Warna agak kuning. Mempunyai sifatnya lentur, tidak mudah retak, merekat kuat. Digunakan untuk nglowongi atau ngrengreng dan membuat isen.

b).  Malam Tembokan

Warna agak kecoklatan. Sifatnya kental, mudah mencair dan mengering, daya rekat sangat kuat. Fungsinya adalah untuk menutup bidang yang luas, biasanya pada latar atau background

c).  Malam Remukan

Warnanya putih susu. Memiliki sifat mudah retak, mudah patah. Fungsinya untuk membuat efek remukan/retak, sering disebut lilin parafin

d). Malam Biron

Warnanya Coklat gelap. Bersifat hampir sama dengan malam tembokan. Fungsinya adalah untuk menutup pola yang telah dibironi/diberi warna biru.

3). Pewarna Kain Batik

Pewarna kain batik adalah bahan yang berfungsi untuk memberikan corak warna pada kain. Penguunaan warna paling sedikit menggunakan tiga warna. Pewarna kain dibagi menjadi pewarna alami dan pewarna sintetis atau buatan. Pewarna alami bahannya dari alam, sedangkan yang buatan terbuat dari bahan kimia.

Contoh Pewarna Batik

Gambar Contoh Jenis Pewarna Batik
Gambar Contoh Jenis Pewarna Batik

Sumber : tokopedia.com

Jenis Pewarna Batik

a). Pewarna Sintetis

Pewarna sintetis berbentuk bubuk, penggunaannya harus dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Contoh Pewarna Sintetis untuk batik antara lain adalah napthol, indigosol, remasol, ergansol, rapidosol, procion, indhantreen.

Pewarna yang digunakan biasanya dihasilkan dari campuran berbagai jenis napthol sebagai dasar dan garam diazo sebagai pembangkit warna (developer).

Contoh Komposisi Pewarna Sintetis Batik
Contoh Komposisi Pewarna Sintetis Batik

b). Pewarna Alami

Sedangkan pewarna alami berbentuk padat yang direbus dalam beberapa jam, hingga menghasilkan ekstrak zat warna alamnya. Contoh Pewarna Alami di antaranya kayu secang, kulit manggis, daun indigo, dan jelawe.

Peralatan Untuk Membuat Batik.

Peralatan dalam pembuat batik masih menggunakan secara tradisional yang hampir keseluruhannya menggunkan tangan. Peralatan tersebut antara lain:

1). Canting Untuk Pembuatan Batik

Canting merupakan alat khusus untuk menuliskan pola batik atau menempelkan malam cair ke permukaan kain. Jadi Canting berfungsi untuk memindahkan atau mengambil lelehan malam atau lilin yang akan digunakan untuk membuat batik tulis.

Canting digunakan seperti saat menulis memakai pena. Nyamplung atau mangkuk diisi dengan lelehan malam dari wajan yang panas. Lelehan malam panas akan keluar melalui carat.

Pengrajin biasanya meniup lelehan malam panas dalam nyamplung agar temperatur malam turun.  Malam yang keluar dari carat tersebut dilukiskan pada kain mengikuti  motif  batik yang sebelumnya telah dibuat dengan pensil

Canting tradisional yang digunakan untuk membatik umumnya berukuran kecil dan terbuat dari tembaga sedangkan pegangannya terbuat dari  bambu atau kayu. Saat ini sudah ada canting yang terbuat dari bahan Teflon,

Jenis canting ditentukan oleh besar lubang aliran atau carat. Canting cecek atau kecil. Canting klowong atau sedang dan canting tembok atau besar. Selain itu, masih ada juga canting yang mempunyai dua atau tiga carat untuk variasi pengerjaan.

Bagian Konstruksi-Desain Canting Batik

Bagian dari Bentuk dan desain canting batik tulis dapat dilihat pada Gambar di bawah. Canting tulis terdiri dari nyamplung, carat, dan pegangan.

a). Nyamplung Canting

Nyamplung merupakan Mangkuk kecil tempat lelehan malam panas, mangkuk ini umumnya terbuat dari tembaga.

b). Carat – Cucuk Canting

Carat atau cucuk adalah saluran berupa pipa kecil tempat keluarnya lelehan malam panas saat menulis batik. Terletak diujung mangkuk.

c). Gagang Canting

Gagang Canting merupakan pegangan canting, umumnya terbuat dari bambu atau kayu.

Gambar Contoh Nyamplung, Cucuk, Gagang Canting Tulis
Gambar Contoh Nyamplung, Cucuk, Gagang Canting Tulis

Gambar Contoh Nyamplung, Cucuk, Gagang Canting Tulis

2). Wajan Untuk Pembuatan Batik

Wajan adalah perkakas atau alat yang digunakan untuk mencairan /memasak malam (lilin). Wajan terbuat dari logam baja atau tanah liat yang berukuran kecil.

Wajan sebaiknya bertangkai untuk pegangan, supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

3). Anglo atau Kompor Untuk Pembuatan Batik

Kompor adalah alat untuk membuat api yang dipakai untuk memanaskan wajan. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, atau  anglo yang menggunakan arang. Namun sekarang sudah banyak kompor pemanas yang menggunakan arus listrik sebagai sumber energinya.

Contoh Gambar Anglo atau Kompor Untuk Pembuatan Batik
Contoh Gambar Anglo atau Kompor Untuk Pembuatan Batik

Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.

4). Taplak Pada Pembatan Batik

Taplak adalah kain yang berfungsi untuk menutupi paha kaki pembuatan batik ketika duduk agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik. Tidak ada Batasan tertentu, yang penting kuat nahan panas tetesan lilin.

5). Saringan Malam Pembuatan Batik

Saringan adalah alat berfungsi untuk menyaring malam keadaan panas / cair dari kororan sehingga lilin menjadi bersih dan kotoran tidak menyumbat canting.

Kotoran yang terdapat dalam lilin dapat mengganggu aliran malam pada saluran ujung canting. Ada beberapa bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.

6). Gawangan Pembuatan Batik

Gawangan adalah perkakas yang berfungsi untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.

Contoh Gawangan Batik

Contoh Gambar Gawangan Batik
Contoh Gambar Gawangan Batik

Sebenarnya bentuk gawangan mirip dengan tempat jemuran pakaian basah sehabis cuci

7). Bandul Pembuatan Batik

Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Bandul berfungsi untuk menahan kain pada gawangan. Fungsi utama bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.

8). Dhingklik (Tempat Duduk) Untuk Membatik

Dhingklik (tempat duduk) adalah alat yang berfungsi untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.

Jenis Batik Berdasarkan Teknik/ Metoda Pembuatan

Batik yang menggunakan lilin pada saat pembuatannya dapat dibagi dalam dua katagori yaitu batik tulis dan batik cap. Sedangkan batik printing dalam proses pemunculan warna  untuk corak atau motifnya tidak menggunakan  malam  atau lilin.

1). Batik Tulis

Batik tulis adalah batik yang dibuat dengan menggunakan canting tulis dan dikerjakan secara manual menggunakan tangan. Penyelesaian batik dengan metoda ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

Batik Tulis dihasilkan dengan cara menggunakan canting tulis sebagai alat bantu dalam melekatkan cairan malam pada kain. Kain batik tulis dahulu sering digunakan oleh raja dan para pembesar keraton.

Contoh Batik Tulis

Gambar Contoh Teknik Batik Tulis
Gambar Contoh Teknik Batik Tulis

Sumber: tokopedia.com

Ciri khas dari batik tulis adalah bentuk yang tidak sama untuk setiap kainnya, karena dilakukan manual dengan tangan. Sehingga sulit dijumpai pola ulang yang dikerjakan persis sama

Batik Tulis dianggap paling baik yang masih tradisional yang pembuatannya dimulai dari tahap persiapan, pemolaan, pembatikan,  pewarnaan, pelorodan dan penyempurnaan.

Batik tulis menjadi sangat eksklusif karena dibuat dengan tangan sehingga sangat khas dan dapat dibuat sesuai pesanan

Batik tulis memerlukan keahlian serta pengalaman, ketelitian, kesabaran, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan relative lebih lama.

Batik tulis dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu untuk desain motif yang umum dan tidak terlalu rumit.

2). Batik Cap

Batik Cap adalah batik yang dibuat dengan menggunakan canting cap. Canting cap bentuknya mirip seperti stempel dan sudah memiliki pola atau corak batik. Canting cap umumnya terbuat dari logam tembaga, atau campuran tembaga dan besi. Cap berfungsi sebagai pengganti canting.

Canting cap umumnya memiliki dimensi rata-rata 20cm X 20cm. Pembuatan  batik dengan metoda  ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 hari. Membuat batik dengan canting cap dapat menghemat tenaga dan waktu. Pembuat tidak perlu selalu menggambar pola atau desain di atas kain, cukup sekali saat mendesain landasan canting cap.

Contoh Canting Cap Batik

Gambar Contoh Canting Cap Batik
Gambar Contoh Canting Cap Batik

Sumber: tokopedia.com

Teknik membatik dengan cap dapat menghasilkan satu helai kain batik dalam waktu yang singkat dan memiliki pola motif yang berulang persis sama.

Contoh Batik Cap

Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Cap
Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Cap

Sumber: tokopedia.com

Walaupun dapat menghasilkan kain batik dalam waktu yang singkat dan jumlah yang banyak, batik cap ini kurang mempunyai nilai seni karena pada setiap helainya corak dan motifnya sama. Kemudahan dalam membuat batik cap menyebabkan harganya menjadi relative lebh murah

3). Batik Celup Ikat

Batik celup ikat adalah cara pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.

Contoh Batik Celup Ikat

Gambar Contoh Teknik Batik Celup Ikat
Gambar Contoh Teknik Batik Celup Ikat

Sumber: tokopedia.com

4). Batik Lukis

Batik lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis pada kain putih. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Pembuatannya menggunakan bahan malam yang kemudian diberi warna sesuai kehendak seniman tersebut.

Contoh Batik Lukis

Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Lukis
Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Lukis

Sumber: tokopedia.com

Batik lukis merupakan pengembangan dari batik tulis dan batik cap. Batik lukis  dihargai cukup mahal seperti dengan batik tulis, karena dibuat dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai cirri tersendiri. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia adalah Amri Yahya.

5). Batik Printing

Batik printing adalah cara membuat batik yang tidak menggunakan teknik batik, namun dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai untuk kain seragam sekolah.

Contoh Batik Printing

Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Printing
Gambar Contoh Teknik Metoda Batik Printing

Sumber: tokopedia.com

Motif batik telah di buat dan desain diprint diatas alat offset/sablon, sehingga dapat sangat memudahkan pengerjaan batik khususnya pewarnaan dapat langsung dilakukan dengan alat ini

6). Batik Modern

Batik modern adalah batik yang dalam proses pewarnaan dan pencelupannya telah menggunakan sistem baru. Sistem baru dapat berupa gradasi, urat kayu, maupun rintang broklat.

Batik Modern tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk memilih motif dan warna. Batik modern tidak memiliki motif, bentuk, komposisi, dan warna yang sama di setiap produknya.

Motif-motif  baru merupakan motif yang berhubungan dengan estetika dengan komposisi gaya bebas. Batik ini sangat populer pada tahun 1980 dan hingga sekarang masih banyak diminati.

Batik modern menjadi perndorong perkembangan batik di Indonesia karena lebih ekspresif, lebih bebas, dan dimodifikasi dengan berbagai macam tekstil yang dapat digunakan oleh kalangan anak muda.

6). Batik Kontemporer

Batik komtemporer terlihat tidak lazim untuk disebut batik, namun demikian proses pembuatannya sama seperti membuat batik. Warna dan coraknya cenderung seperti kain pantai khas Bali atau kadang warna dan coraknya seperti kain sasirangan.

Batik kontemporer banyak dikembangkan oleh desainer batik untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam mengembangkan batik dan mode pakaian yang didesain.

Jenis Kain Untuk Batik

Beberapa Kain yang dapat digunakan untuk membatik adalah kain berbahan sutra, katun prima, primisima, polisima, dobi, paris, atau shantung. Jenis kain dapat berbeda tekstur maupun bahan dasarnya.

a). Kain Katun (Kain Batik)

Katun merupakan kain yang paling umum digunakan untuk membuat batik. Ada beberapa tingkatan dalam kain katun. Kain katun primisima lebih bagus dari katun prima, dan kain polisima merupakan yang paling bagus.

Masing-masing katun tersebut memiliki beberapa tingkatan pula. Ada yang kasar dan tipis, lebih halus, tebal, paling tebal, dan halus. Semua bergantung dari campuran serat kapas yang digunakan dalam pembuatan kain tersebut.

b). Kain Shantung (Kain Batik)

Tekstur kain shantung adalah halus dan dingin. Kain shantung terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari yang tipis hingga tebal. Serat kain katun lebih kuat daripada kain shantung.

c). Kain Dobi (Kain Batik)

Dobi merupakan kain yang memiliki kualitas setengah sutra. Ada beberapa tingkatan dalam kain dobi. Ciri khas kain dobi terletak pada tekstur kasarnya. Kain dobi yang paling halus sekalipun serat-seratnya masih terasa menonjol sehingga cenderung kasar.

d). Kain Paris (Kain Batik)

Kain paris memiliki Tekstur yang lembut dan jatuh. Kain paris terbuat dari bahan yang tipis dengan serat kain yang kuat. Kain paris memiliki tingkatan-tingkatan seperti kain-kain yang lain.

e). Kain Sutra (Kain Batik)

Kain sutra merupakan bahan dasar yang sangat mahal. Kain sutra memiliki tekstur yang lembut dan jatuh serta mengkilap. Sangat nyaman digunakan dan terlihat sangat eksklusif.

f). Kain Serat Nanas (Kain Batik)

Kain serat nanas memiliki tekstur serat nanas kasar mirip dengan dobi. Kain serat nanas mengkilap dan biasanya terlihat sulur-sulur.

Macam Macam Canting Batik Tulis

Canting tulis terdiri dari berbagai jenis dan ukuran yang disesuaikan dengan fungsinya, seperti canting reng-rengan dan canting isen-isen.

Canting reng-rengan berfungsi untuk menutup bagian yang akan diberi warna cokelat, kecuali cecek pada awal pemalaman di kain, sedang canting isen-isen dipakai untuk mengisi bagian dalam dari pola.

Terdapat pula canting dengan jumlah cucuk yang berbeda, seperti; canting klowong kecil untuk membuat garis kecil; canting lorong, bercucuk ganda digunakan untuk membuat garis rangkap; canting token, canting bercucuk tiga; canting prapatan, bercucuk empat; canting liman, bercucuk lima; dan canting byok, bercucuk tujuh untuk membuat lingkaran yang berbentuk titik-titik.

Jenis Canting Batik Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, canting dapat dibedakan menjadi canting klowong,, canting isen, , dan canting tembok.

a). Canting Klowong

Canting klowong digunakan untuk membatik bagian kerangka motif sebelah luar dari motif batik atau disebut klowong. Kerangka motif biasanya dibuat lebih besar dan lebih mendominasi dari sebuah motif batik.

Canting klowong memiliki lubang paruh atau cucuk yang lebih besar dari pada canting isen atau cecek. Canting ini bercucuk sedang dan tunggal.

(b) Canting Isen

Isen dalam bahasa jawa artinya isi. Canting isen digunakan untuk membatik bagian dalam dari motif batik atau isen-isen. Misalnya sawut, cacah gori, uceng dan lain-lain.  Canting isen memiliki cucuk beukuran kecil, baik pada cucuk tunggal maupun cucuk rangkap.

Canting isen digunakan untuk memberikan motif tambahan atau isenan pada bidang batik. Canting isen umumnya memiliki cucuk tunggal atau rangkap yang berdiameter antara 0,5 hingga 1.5 mm.

(c) Canting Blok atau Canting Tembok

Canting blok adalah canting yang digunakan untuk ngeblok atau nembok. Canting tembok disebut juga dengan canting blok, yang umumnya memiliki lubang cucuk cukup lebar atau besar. Canting blok memiliki ukuran cucuk yang paling besar dari canting lainnya.

Canting tembok digunakan untuk menutup bidang motif yang gambarnya relatif besar. Cucuk berdiameter besar akan mempermudah proses membatik ketika mengeblok atau menembok suatu motif yang berukuran besar.

Gambar Contoh Jenis Canting Batik Klowong, Isen, Tembok Blok
Gambar Contoh Jenis Canting Batik Klowong, Isen, Tembok Blok

Jenis Canting Batik Berdasarkan Ukuran dan Jumlah Cucuk Carat

Selain dibedakan menurut fungsinya, canting yang biasa digunakan untuk membatik dapat diklasifikasikan menurut ukuran dan juga banyaknya cucuk atau carat.

a). Canting Cecekan

Canting cecekan adalah canting bercucuk satu yang biasanya memiliki ujung cucuk berukuran kecil. Canting cecekan berfungsi untuk nyeceki (membuat titik-ttik kecil). Proses nyeceki ini biasa digunakan untuk isen yakni mengisi bidang kosong ataupun menghias pola batik dengan titik-titik.

Selain untuk membuat cecek, canting ini juga digunakan untuk membuat garis-garis yang kecil.

b). Canting Loron atau Carat Dua

Kata loron berasal dari bahasa jawa loro yang artinya dua. Cantik loron bercucuk dua dua yang bentuknya berjajar atas dan bawah.

Canting loron yang digunakan untuk membuat garis rangkap duan sejajar pada pola batik. Canting loron sering juga digunakan untuk membuat pinggiran (pola di ujung kain).

c). Canting Telon,

Telon dalam bahasa jawa adalah telu yang artinya tiga. Canting telon adalah canting bercucuk tiga yang membentuk segitiga sama sisi. Canting telon berfungsi untuk membuat isen titik yang berbentuk segitiga sama sisi.

d). Canting Prapatan,

Prapat dalam bahasa jawa adalah papat yang artinya empat. Canting prapatan bercucuk empat yang membentuk bujur sangar.

Canting prapatan berfungsi untuk membuat isen titik yang berbentuk segi empat sama sisi.

e). Canting Liman,

Canting liman memiliki cucuk lima yang berbentuk bujur sangkar dengan satu titik di tengahnya. Canting liman berfungsi untuk membuat isen.

f). Canting Byok,

Canting byok adalah canting yang memiliki cucuk berjumlah tujuh atau lebih dan ganjil. Biasanya membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik.

Canting byok berfungsi untuk membentuk lingkaran dari titik-titik dengan satu titik di tengahnya.

g). Canting Renteng atau Galaran,

Galaran berasal dari kata galar yang artinya tempat tidur dari bambu yang bentuknya membujur.

Canting galaran biasanya memiliki ujung cucuk berjumlah genap empat atau enam disusun secara berderet sejajar dari atas ke bawah.

Contoh Canting Cecekan Loron Telon Prapatan Liman Byok Renteng Galaran

Gambar Contoh Canting Cecekan Loron Telon Prapatan Liman Byok Renteng Galaran
Gambar Contoh Canting Cecekan Loron Telon Prapatan Liman Byok Renteng Galaran

Tahap Pembuatan Batik Tulis

Proses pembuatan batik tulis tergantung pada kebiasaan, kebutuhan perajin dan asal daerah. Istilah yang digunakan dalam pembatikan biasanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Namun demikian, secara umum proses pembuatan batik adalah:

 1). Nganji: Merupakan tahap pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan.

2). Ngemplong: Tahap penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna.

3). Nyungging: Tahap membuat pola motif batik di atas kertas.

4). Njaplak: Tahap Menjiplak pola dari kertas ke kain, atau memindahakan motif dari kertas ke kain.

5). Nglowong: Adalah tahap memberi lilin /malam pada kain sesuai dengan pola sudah dibuat.

6). Ngiseni: Merupakan tahap dengan memberi isian motif ke dalam pola besar.

7). Nembok: Tahap penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot.

8). Nyolet: Adalah tahap memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon.

9). Nyelup: Tahap memberi warna pada kain dengan pencelupan.

10). Mopok: Tahap Memberi isian pada latar belakang pola.

11). Nglorod: Tahap melepaskan atau membuang lilin/ malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.

12). Nanahi: Merupakan tahap memberi isian dengan malam pada latar belakang pola.

13). Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.

Galeri Ardra Gemilang

Potong Rambut Gaya Modern Anak TK  

Cara Menaman Sayuran Cabai Di Lahan Tambang Batu Kapur

Sayuran Cabai rawit dapat tumbuh subur walaupun ditanam dikawasan pertambangan batu kapur. Lahan yang digunakan merupakan batu kapur dengan sedikit tanah...

Gaya Potong Rambut Modern Anak TK

Berapun usia seseorang pasti akan mengalami pertumbuhan rambut. Rambut makin panjang. Mesti dipotong dengan berbagai alasan. Dipotong dengan alasan peraturan...

Kuda Siang dan Kuda Malam

Berkuda pada siang Hari di jalan raya, di sampaing gedung Sate Bandung. Naik Kuda Dimalam Hari Di Restoraunt. ketika malam hari tuh kuda berubuah,...

Menanam Sayuran Jagung Di Tambang Batu Kapur

Sayuran buah Jagung dapat tumbuh dengan subur walaupun ditanam dikawasan pertambangan batu kapur. Lahan yang digunakan merupakan lahan yang terdiri dari...

Modifikasi Sedan Toyota Vios Generasi II, 2008

Modifikasi Mobil Sedan Toyota Vios Sebuah kendaraan dirancang oleh para Insinyur handal dengan mengelaborasi seni untuk membuat kendaraan tampil memikau....

Seni Batik: Pengertian dan Membuat Karya

Pengertian, Definisi Seni Batik.  Batik Indonesia, yang secara keseluruhan meliputi teknik atau metoda, termasuk teknologinya, serta pengembangan motif ...

Revisi Lama

Pengertian, Definisi Seni Batik. Batik Indonesia, yang secara keseluruhan meliputi teknik atau metoda, termasuk teknologinya, serta pengembangan motif  atau corak yang memperkaya budaya beserta  nilai yang terkait didalamnya, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2 Oktober, 2009.

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa yaitu “amba”, yang memiliki arti “menulis” dan kata “titik” yang artinya “titik”. Jadi gampangannya, batik adalah membuat titik pada sebagian kain dengan cara menuliskan atau menggambarkan objek berupa titik.

Batik merupakan bagian dari seni dan budaya yang secara khusus dimiliki oleh bangsa Indonesia. Secara khusus Batik mengacu pada  metoda pewarnaan kain dengan menggunakan malam atau lilin untuk mencegah terjadinya pewarnaan pada bagian kain tertentu. Teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Batik juga mengacu kepada busana atau kain yang dibuat dengan metoda penutupan sebagian kain dengan lilin untuk mendapatkan corak  atau motif tertentu.

Batik dalam kesehariannya lebih banyak digunakan sebagai busana yang memberikan pesona yang akrab dengan nuansa tradisi local. Pesona yang dimilikinya telah membuat Busana dengan dasar atau motif  batik ini dapat digunakan dalam setiap kesempatan, baik resmi atau formal, atau religious atau kantoran, bahkan sebagai seragam sekolah sekalipun. Setidaknya batik dapat menjadi pilihan untuk kegiatan atau acara apapun yang akan dilakukan, tanpa harus merasa salah berbusana atau malbusana.

Kain Batik
Gambar 1. Kain Batik

Membuat atau membatik adalah menutupi bagian kain dengan cara menuliskan atau menempelkan malam cair (semacam lilin) dengan menggunakan canting atau dengan menggunakan alat cap/cetak. Bagian kain yang tidak ditertutupi oleh malam akan terwarnai oleh cairan pewarna ketika kain dicelup untuk proses pewarnaan. Proses menutupi atau menuliskan malam cair dapat dilakukan dengan cara tradisional seperti tulis dan cap, atau dengan cara yang lebih modern yaitu dengan cetak atau sablon.

Bahan Untuk Pembuatan Batik

Dalam pembuatan batik dibutuhkan bahan- bahan seperti, kain, malam, pewarna dan canting atau cap.

Kain

Kain yang digunakan dalam seni membatik adalah kain yang terbuat dari kapas seperti katun dan mori atau sutra. Pada perkembangannya jenis kain boleh apa saja, artinya pembatik tidak harus patuh pada kebiasaan atau ketentuan pendahulunya.

Malam

Malam semacam lilin yang tidak mengandung zat pembakar. Beberapa jenis Malam yang biasa digunakan adalah malam kuning dengan sifatnya yang agak liat atau ulet, malam coklat yang memiliki sifatnya mudah retak, dan malam putih atau parafin dengan sifatnya yang rapuh.

Pewarna

Pewarna yang digunakan biasanya dihasilkan dari campuran berbagai jenis napthol sebagai dasar  dan garam diazo sebagai pembangkit warna (developer).

Canting

Canting merupakan alat khusus untuk menuliskan atau menempelkan malam cair ke permukaan kain. Jadi Canting dipakai untuk memindahkan atau mengambil lelehan malam atau lilin yang akan digunakan untuk membuat batik tulis. Canting tradisional yang  digunakan untuk membatik umumnya berukuran kecil dan terbuat dari tembaga sedangkan pegangannya terbuat dari  bambu atau kayu.

Jenis canting ditentukan oleh besar lubang aliran atau carat. Canting cecek atau kecil. Canting klowong atau sedang dan canting tembok atau besar. Selain itu, masih ada juga canting yang mempunyai dua atau tiga carat untuk variasi pengerjaan.

Konstruksi-Desain Canting

Bentuk dan desain dari canting batik tulis dapat dilihat pada Gambar 2. Canting tulis terdiri dari nyamplung, carat, dan pegangan.

  1. Nyamplung merupakan Mangkuk kecil tempat lelehan malam panas, mangkuk ini umumnya terbuat dari tembaga.
  2. Carat adalah saluran berupa pipa kecil tempat keluarnya lelehan malam panas saat menulis batik. Terletak diujung mangkuk.
  3. Gagang merupakan pegangan canting, umumnya terbuat dari bambu atau kayu.

Canting digunakan seperti saat menulis memakai pena. Nyamplung atau mangkuk diisi dengan lelehan malam dari wajan yang panas. Lelehan malam panas akan keluar melalui carat. Pengrajin biasanya meniup lelehan malam panas dalam nyamplung agar temperatur malam turun.  Malam yang keluar dari carat tersebut dilukiskan pada kain mengikuti  motif  batik yang sebelumnya telah dibuat dengan pensil.

canting tulis
Gambar 2. Canting Tulis

Jenis Batik Berdasarkan Teknik/Metoda Pembuatan

Jenis batik yang ada pada saat ini dapat dibagi dalam dua katagori yaitu batik tulis dan batik cap. Sedangkan batik printing tidak dikategorikan sebagai batik, hal ini karena proses pemunculan warna  untuk corak atau motif  tidak menggunakan  malam  atau lilin.

  • Batik tulis adalah batik yang dibuat dengan menggunakan canting tulis dan dikerjakan secara manual menggunakan tangan. Penyelesaian batik dengan metoda ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik Cap adalah batik yang dibuat dengan menggunakan canting cap. Canting cap bentuknya mirip seperti stempel dan sudah memiliki pola atau corak batik. Canting cap umumnya terbuat dari logam tembaga, atau campuran tembaga dan besi. Canting ini umumnya memiliki dimensi rata-rata 20cm X 20cm. Pembuatan  batik dengan metoda  ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 hari. Membuat batik dengan canting cap dapat menghemat tenaga dan waktu. Pembuat tidak perlu selalu menggambar pola atau desain di atas kain, cukup sekali saat mendesain landasan canting cap.

Galeri Ardra Gemilang

Potong Rambut Gaya Modern Anak TK  

Cara Menaman Sayuran Cabai Di Lahan Tambang Batu Kapur

Sayuran Cabai rawit dapat tumbuh subur walaupun ditanam dikawasan pertambangan batu kapur. Lahan yang digunakan merupakan batu kapur dengan sedikit tanah...

Gaya Potong Rambut Modern Anak TK

Berapun usia seseorang pasti akan mengalami pertumbuhan rambut. Rambut makin panjang. Mesti dipotong dengan berbagai alasan. Dipotong dengan alasan peraturan...

Kuda Siang dan Kuda Malam

Berkuda pada siang Hari di jalan raya, di sampaing gedung Sate Bandung. Naik Kuda Dimalam Hari Di Restoraunt. ketika malam hari tuh kuda berubuah,...

Menanam Sayuran Jagung Di Tambang Batu Kapur

Sayuran buah Jagung dapat tumbuh dengan subur walaupun ditanam dikawasan pertambangan batu kapur. Lahan yang digunakan merupakan lahan yang terdiri dari...

Modifikasi Sedan Toyota Vios Generasi II, 2008

Modifikasi Mobil Sedan Toyota Vios Sebuah kendaraan dirancang oleh para Insinyur handal dengan mengelaborasi seni untuk membuat kendaraan tampil memikau....

Seni Batik: Pengertian dan Membuat Karya

Pengertian, Definisi Seni Batik.  Batik Indonesia, yang secara keseluruhan meliputi teknik atau metoda, termasuk teknologinya, serta pengembangan motif ...

Gambar:

  1. http://www.batikcintaku.com/node/122

Pengertian dan contoh Seni Batik dengan Batik Indonesia dan motif  atau corak batik Indonesia. Arti kata batik dan Teknik batik wax-resist dyeing atau busana atau kain batik. Cara membuat batik tradisional dan cara membuat batik modern dengan malam cair (semacam lilin) untuk batik. Alat cap/cetak untuk batik serta bahan membuat batik dan Kain bahan batik.

Bahan Malam lilin batik dengan Pewarna bahan batik dan jenis napthol batik dan garam diazo batik. Sedangkan pembangkit warna (developer) batik dan Canting batik atau Canting tradisional batik. Bahan canting batik untuk membuat batik tulis dengan lubang aliran atau carat canting batik. Canting cecek atau kecil atau Canting klowong atau sedang atau canting tembok atau besar.

Konstruksi-Desain Canting batik yang nyamplung carat  dan pegangan canting batik dengan contoh gambar batik. Sedangkan contoh gambar canting dengan bahan lilin malam batik untuk membuat batik cetak. Bahan canting cetak dan canting cap dengan bahan canting cap.