Circular Flow Diagram: Peran Fungsi Pelaku Ekonomi Rumah Tangga Konsumsi Produsen Pemerintah Luar Negeri.

Pengertian. Pelaku ekonomi adalah subjek baik perorangan maupun badan (organisasi) atau pemerintah yang melakukan kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi).

Pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari empat kelompok atau komponen atau sector yaitu rumah tangga komsumsi biasa disebut konsumen, rumah tangga produksi disebut produsen, pemerintah dan masyarakat luar negeri.

Peran Fungsi Pelaku Ekonomi

Rumah Tangga Konsumsi sebagai Komsumen

Rumah tangga konsumsi merupakan konsumen yang terdiri dari perorangan (individu) atau kelompok.

Rumah tangga konsumsi akan melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri atau keluarga atau kelompok.

Rumah tangga juga merupakan kelompok masyarakat sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha). Factor factor produksi yang dimiliki rumah tangga konsumsi merupakan sumber pendapatnya.

Jenis Pendapatan Rumah Tangga Konsumsi

Bentuk Pendapatan rumah tangga konsumsi diperoleh dari perusahaan adalah sewa, upah, bunga, dan laba.

1). Sewa (rent), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan.

2). Upah (wage), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.

3). Bunga (interest), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari perusahaan karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.

4). Laba (profit), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari rumah tangga produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Peran Fungsi Pelaku Rumah Tangga Komsumsi

1). Sebagai penyediakan factor factor produksi yang digunakan olah produsen

2). Mendapatkan imbalan atau balas jasa atas factor factor produksi disediakannya.

3). Sebagai konsumen atau pengguna barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen

4). Membayar pajak kepada pemerintah

Rumah Tangga Produksi sebagai Produsen

Rumah tangga produksi merupakan produsen yang terdiri dari perusahaan perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Adapau tujuan produksi adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba.

Peran dan Fungsi Rumah Tangga Produksi atau Produsen

1). Sebagai pengguna factor factor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumsi untuk menghasilkan barang dan jasa

2). Memberikan atau membayar balas jasa atas semua factor factor produksi yang telah digunakan untuk produksinya.

3). Mendistribusikan dan menjual barang dan jasa hasil produksinya ke pasar output baik rumah tangga konsumsi, pemerintah atau masyarakat luar negeri.

4). Mendapatkan atau menerima hasil penjualan atas barang dan jasa yang diproduksinya.

5). Sebagai agen pembangunan, perusahaan dapat meningkatkan produksi melalui penelitian dan pengembangan. Setiap perusahaan selalu berusaha supaya tidak ketinggalan ilmu dan teknologi serta dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan zaman.

Rumah Tangga Pemerintah.

Pemerintah  bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negara dapat tumbuh dan berkembang sehingga rakyat dapat hidup layak dan damai.

Dalam kegiatan perekonomian suatu negara, pemerintah berperilaku sebagai produsen dan juga konsumen.

Rumah tangga pemerintah berperan sebagai produsen untuk menyediakan dasilitas fasilitas umum. Memonopoli sector sector produksi seperti air, naha bakar, dan makanan.

Rumah tangga pemerintah berperan sebagai konsumen dengan melakukan konsumsi dengan belanja rutin yang terdiri dari pembayaran  gaji pegawai pemerintah. Pemerintah penyediaan anggaran untuk pelaksanaan harian di instansi instansi peemerintah. Pemerintah juga melakukan konsumsi dengan belanja untuk infrastruktur berupa pembangunan fasilitas umum seperti jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan, bendungan dan sebagainya.

Peran Fungsi Pemerintah

1). mengatur kegiatan ekonomi melalui peraturan dan perundang-undangan disertai berbagai tindakan nyata. Pemerintah dapat melaksanakannya sebab memiliki alat-alat untuk melaksanakannya baik alat pengendali, pengatur, maupun pemaksa.

2). mengontrol kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyai bank sentral yang berfungsi mengawasi lalu lintas keuangan, antara lain jumlah uang yang beredar, tinggi rendahnya suku bunga, lalu lintas kredit, dan sebagainya.

Pemerintah juga satu-satunya yang mempunyai hak untuk mencetak uang serta mengedarkannya di masyarakat.

3). Pemerintah sebagai Penguasa yang memiliki alat pemaksa bagi terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat, yaitu polisi. Pemerintah juga memiliki alat peradilan bagi terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat.

Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat luar negeri merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi perekonomian internasional. Contoh transaksi ekonomi internasional adalah perdagangan ekspor impor, penaman modal, pertukaran tenaga kerja, dan sebagainya.

Masyarakat luar negeri menempati posisi yang cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat disediakan atau dihasilkan di dalam negeri.

Peran Fungsi Masyarakat Luar Negeri

Adapun Peranan masyarakat luar negeri adalah sebagai berikut.

a). Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen dari produk barang dan jasa yang dihasilkan dari dalam negeri. Masyarakat luar negeri dapat mengimpor barang jasa ke negara mereka.

b). Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen dapat menjual dengan mengekspor  produk barang dan jasa yang mereka hasilkan untuk digunakan di dalam negeri.

c). Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor dapat menanamkan modalnya di dalam negeri untuk kebutuhan produksi dalam negeri.

d). Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang dibutuhkan di dalam negeri. Dengan demikian, masyarakat luar negeri sebagai tenaga ahli dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja khusus di dalam negeri.

Circular Flow Diagram.

Kegiatan perekonomian suatu negara dan pelaku pelaku ekonomi yang terlibat dalam perekonomian dapat dilihat dalam circular flow diagram. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran atau arus uang dan arus barang atau circular flow diagram.

Siklus aliran uang adalah siklus yang menunjukan aliran uang yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

Siklus aliran barang dan jasa adalah siklus yang menunujukkan aliran barang dan jasa yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor

Kegiatan ekonomi dua sector yang melibatkan dua pelaku ekonomi yaitu rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen.

Kegiatan ekonomi dua sector terdiri dari corak kegiatan ekonomi subsistem dan corak perekonomian modern.

Kegiatan Ekonomi Subsistem

Dalam kegiatan ekonomi subsistem, penerima pendapatan (yaitu rumah tangga konsumsi) tidak menabung dan para produen yaitu pengusaha atau perusahaan tidak menanamkan modal.

Sector produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian. Pengeluaran sektor rumah tangga konsumsi akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian.

Kegiatan ekonomi subsistem dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Subsistem Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Subsistem Circular Flow Diagram

Sector rumah tangga konsumsi menjual faktor produksi kepada sektor perusahaan (rumah tangga produksi) agar memperoleh pendapatan berupa balas jasa.

Sector rumah tangga konsumsi memberikan faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal atau keahlian pada perusahaan (pada gambar ditunjukkan oleh garis a).

Garis a menunjukkan aliran factor factor produksi dari rumah tangga konsumsi sebagai penyedia kepada rumah tangga produksi sebagai pengguna.

Sebagai balas jasa atas faktor produksi yang telah diberikan oleh sektor rumah tangga konsumsi, maka produsen sebagai sektor perusahaan akan memberikan balas jasa berupa sewa untuk tanah, upah atau gaji bagi tenaga kerja, bunga atau sewa untuk modal dan keuntungan bagi keahlian (ditunjukkan garis b).

Garis b menunjukkan aliran uang dari rumah tangga produksi sebagai produsen ke rumah tangga konsumsi sebagai konsumen.

Kegiatan transaksi factor factor produksi antara rumah tangga konsumsi dan produksi terjadi di pasar factor produksi yang disebut pasar input.

Pasar Input adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli terhadap factor factor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi.

Setelah sektor rumah tangga memperoleh balas jasa atas factor produksi yang mereka jual kepada perusahaan, maka sektor rumah tangga konsumsi memiliki pendapatan yang siap untuk dibelanjakan  pada sector perusahaan, berupa pembelian barang dan jasa (ditunjukkan garis c).

Garis c menunjukkan aliran uang dari rumah tangga konsumsi ke rumah tangga produksi atas segala transaksi barang dan jasa.

kemudian sektor rumah tangga produsi akan menyerahkan barang dan jasa tersebut kepada sektor rumah tangga konsumsi (ditunjukkan garis d).

Garis c menunjukkan aliran barang dan jasa dari rumah tangga produksi ke atas rumah tangga konsumsi. Kegiatan transaksi ekonomi ini terjadi di pasar barang dan jasa yang disebut pasar output.

Pasar output adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli produk barang dan jasa sebagai hasil produksi perusahaan.

Kegiatan Ekonomi Modern

Pada kegiatan ekonomi modern, konsumen sebagai penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan yang diterimanya untuk ditabung. Tabungan para pemerima pendapatan ini akan dipinjam oleh para produsen untuk digunakan sebagai investasi seperti melakukan pembelian barang barang modal.

Kegiatan ekonomi modern dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Modern Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Modern Circular Flow Diagram

Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor

Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.

Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor Circular Flow Diagram

Peran pemerintah pada kegiatan ekonomi tiga sektor adalah menarik pajak dari rumah tangga konsumsi dan produsen. Dan sebaliknya, konsumen dan produsen mendapat subsidi dari pemerintah.

Pemerintah membelajakan angggarannya untuk bertransaksi di pasar faktor produksi dan pasar barang jasa.

Kegiatan Ekonomi Empat Sektor

Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga melibatkan masyarakat ekonomi di luar negeri.

Kegiatan Ekonomi Empat Sektor Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Empat Sektor Circular Flow Diagram

Masyarakat luar negeri dapat bertransaksi ekspor impor terhadap pasar faktor produksi maupun pasar barang dan jasa yang ada di dalam negeri.

Contoh Soal Ujian Pelaku Ekonomi Circular Flow Diagram.

Soal 1. Di bawah ini yang bukan merupakan peran pemerintah dalam perekonomian adalah ….

  1. pengatur
  2. penguasa
  3. konsumen
  4. produsen
  5. distributor

Soal 2. Di bawah ini yang bukan merupakan pendapatan rumah tangga adalah ….

  1. bunga
  2. laba
  3. sewa
  4. upah
  5. pajak

Soal 3. Subjek yang melakukan kegiatan ekonomi disebut ….

  1. produsen
  2. konsumen
  3. distributor
  4. eksportir
  5. pelaku-pelaku ekonomi

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti penjualan, penagihan piutang, pengelolaan persediaan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan dari seluruh aktiva.

Tujuan dan Manfaat Rasio Keuangan Aktivitas

Beberapa tujuan penggunaan rasio aktivitas antara lain adalah

1). Mengetahui berapa lama penagihan piutang selama saw periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode;

2). Mengetahui hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable), di mana basil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih;

3). Mengetahui berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang;

4). Mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalan satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan (working capital turn over);

5). Mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode;

6). Mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan

Manfaat Rasio Aktivitas

Manfaat yang diperoleh dari rasio aktivitas adalah sebagai berikut.

1). Dapat mengetahui berapa lama piutang  mampu  ditagih  selama  satu  periode.  Kemudian, manajemen j uga dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu  periode.

2). Dapat mengetahui jumlah hari dalam rata- rata penagihan  piutang (days of receivable)  sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.

3). Dapat  mengetahui  hari   rata-rata   sediaan tersimpan dalam gudang. Hasil ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan atau rata-rata industri.

4). Dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode

Jenis Rasio  Untuk Menghitung Aktivitas Perusahaan  

Perputaran Piutang, Receivable Turnover

Pada dasarnya Perputaran Piutang merupakan Rasio yang menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan kredit terhadap nilai rata-rata piutang. Penjualan kredit merupakan nilai penjualan dari barang dan atau jasa yang dikreditkan atau diangsur, atau dibayar dengan tempo tertentu.

Sedangkan piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain dalam jangka waktu kurang daripada satu tahun.

Rumus Perputaran Piutang, Receivable Turnover

Formula untuk menghitung Perputaran Piutang adalah sebagai berikut:

Receivable Turnover = Penjualan Kredit/Piutang

Dari formulanya dapat diketahui bahwa rasio ini menunujukkan pengulangan dana yang digunakan untuk piutang dalam setahun. Atau berapa kali dalam satu tahun dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang menjadi uang tunai.

Nilai rasio 12 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar dua belas kali dalam setahun. Artinya juga, nilai penjualan dalam satu tahun adalah dua belas kali dari nilai piutang.

Semakin tinggi rasio turnover ini menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya jika rasio ini rendah, artinya ada over investment dalam piutang.

Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio antara penjualan dengan aktiva tetap neto. Rasio ini menunjukkan bagaimana penjualan perusahaan dikaitkan dengan penggunaan aktiva tetapnya, seperti gedung, kendaraan, mesin-mesin, dan perlengkapan kantor.

Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover

Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Tetap adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan/ Total Aktiva Tetap

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva tetap menunjukkan sebarapa besar nilai penjualan yang diperoleh perusahan untuk setiap aktiva tetap yang dimilikinya.

Nilai rasio tiga menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapatkan penjualan yang nilainya tiga kali nilai aktiva tetapnya.

Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover

Perputaran Total Aktiva adalah rasio keuangan yang mereprentasikan kemampuan perusahaan untuk menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini juga memperlihatkan efektivitas perusahaan dalam mengelola perputaran komponen atau elemen aktiva itu sendiri.

Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover

Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Total  adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Total  = Penjualan/ Aktiva Total

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva total menunjukkan seberapa besar perusahaan telah melakukan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini memberikan informasi seberapa besar kontribusi setiap aktiva  untuk menciptakan penjualan.

Nilai Rasio 1,5 menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang nilainya 1,5 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliknya.

Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover

Perputaran Modal Kerja merupakan rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mandaya-gunakan modal kerja untuk menciptakan penjualan. Rasio ini merepresentasikan seberapa banyak modal kerja berputar dalam satu tahun.

Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover

Formula untuk menghitung Perputaran Modal Kerja adalah sebagai berikut:

Perputaran Modal Kerja = Penjualan Bersih/Modal Kerja

Dari formulanya diketahui bahwa perputaran modal kerja menjelaskan besarnya kontribusi modal kerja dalam mendapatkan penjualan bersih. Rasio ini menunjukkan berapa kali modal kerja berputar dalam satu tahun.

Nilai rasio 4 menginformasikan bahwa modal kerja berputar empat kali dalam setahun. Ini juga berarti bahwa nilai penjualan bersih yang diperoleh adalah empat kali modal kerjannya.

rasio yang tinggi dapat diperoleh dengan meningkatnya penjualan atau dengan turunnya modal kerja. Sedangkan rendahnya rasio dapat diperoleh dengan turunnya penjualan atau naiknya modal kerja.

Contoh Menghitung Rasio Aktivitas Perusahaan

Hasil usaha atau kinerja Perusahaan PT Ardra Dot Biz dalam satu tahun ditunjukkan dalam laporan neraca dan laba rugi seperti terlampir berikut. Hitunglah rasio rasio aktivitas perusahaannya.

Laporan Keuangan Neraca PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhitungan Modal Kerja Kotor Bersih Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Perhitungan  Rasio Aktivitas Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Laporan Keuangan Laba Rugi PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhtungan Analisis Rasio Solvabilitas Laporan Laba Rugi
Contoh Perhtungan Analisis Rasio Aktivitas Laporan Laba Rugi

Menghitung Rasio Perputaran Piutang, Receivable Turnover RTO

Rasio Perputaran Piutang dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

RTO = PB/P

RTO = Receivable Turnover atau perputaran piutang

PB = Penjualan Bersih

P = Piutang

RTO = 11.100/720

RTO = 15,417 dibulatkan menjadi 15,4

Jadi rasio perputaran piutang RTO untuk PT Ardra Dot Biz dalam jangka waktu satu tahun adalah 15,4 kali

Nilai rasio 15,4 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar 15,4  kali dalam setahun. Artinya juga, nilai penjualan dalam satu tahun PT Ardra Dot BiZ adalah 15,4 kali dari nilai piutangnya.

Menghitung Rasio Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover FATO

Rasio perputaran aktiva tetap dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

FATO = PB/TAT

FATO = Fixed Assets Turnover atau Perputaran Aktiva Tetap

PB = Penjualan Bersih

TAT = Total Aktiva Tetap

FATO = 11.100/5.100

FATO = 2,176 dibulatkan menjadi 2,2

Jadi perusahaan PT Ardra Dot Biz memiliki rasio perputaran aktiva tetap FATO selama periode satu tahun sebesar 2,2.

Nilai rasio 2,2 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapatkan penjualan yang nilainya 2,2 kali nilai aktiva tetapnya.

Menghitung Rasio Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover TATO

Besarnya rasio perputaran total aktiva dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut

TATO = PB/TA

TATO = Total Assets Turnover atau perputaran total aktiva

TA = Total Aktiva

TATO = 11.100/8000

TATO= 1,387 dibulatkan menjadi 1,4

Jadi rasio perputaran total aktiva TATO untuk PT Ardra Dot Biz dalam jangka waktu satu tahun adalah 1,4

Nilai Rasio 1,4 menunjukkan bahwa perusahaan PT Ardra Dot Biz memperoleh penjualan yang nilainya 1,4 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliknya.

Mengitung Rasio Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover WCTO

Nilai rasion Perputaran Modal Kerja dapat ditentukan dengan menggunakan rumus persamaan seperti berikut

WCTO = PB/MK

WCTO = Working Capital Turnover atau  Perputaran Modal Kerja

PB = Penjualan Bersih

MK = Modal Kerja

WCTO = 11.100 /2680

WCTO = 4,141 dibulatkan menjadi 4,1

Jadi rasio perputaran modal kerja WCTO untuk PT Ardra Dot Biz selama satu tahun adalah 4,1

Nilai rasio 4,1 menginformasikan bahwa modal kerja PT Ardra Dot Biz berputar 4,1 kali dalam setahun. Ini juga berarti bahwa nilai penjualan bersih yang diperoleh adalah 4,1 kali dari modal kerjannya.

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan...

Daftar Pustaka:

  1. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta,
  3. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  4. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  5. Yogyakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  8. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  9. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta
  10. Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Rasio Keuangan Aktivitas, rumus Menghitung Rasio Aktivitas Perusahaan Terbuka tbk, Perputaran Piutang, Receivable Turnover, Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover,
  12. Ardra,Biz, 2019, “Perputaran Aktiva Tetap adalah, Penjualan, Aktiva Tetap, Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover, Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover, rumus total aset, total aset, Aktiva harta, Aktiva Lancar, aktiva non-moneter,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Aktiva Tak Berwujud, Aktiva Tetap, Aktiva tetap seperti mesin, aktiva tidak lancar, aset lancar, aset tidak lancar, bangunan, bank, bentuk penyusutan, cara membuat laporan keuangan, Contoh aktiva tetap hak paten, deposito jangka pendek,
  14. depreciation expense, format laporan keuangan, goodwill, ingtangible asset, jangka waktu kurang dari satu tahun, kas, kekayaan fisik, kendaraan, merek dagang, operasi perusahaan, Pengertian Aktiva,
  15. Ardra.Biz, 2019, “periode akuntansi, persediaan, piutang lain, piutang usaha, satu tahun, sumber daya, surat-surat berharga, tanah, Total Aktiva, Total Aset, Total Harta Perusahaan, trade mark, wesel tagih, wujud fisik
  16. Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4.