24+ Contoh Soal Ujian Jawaban Pasar Monopoli Oligopoly Oligopsoni Monopsoni Persaingan Sempurna Konkret Abstrak

Berikut contoh contoh Soal Ujian Pasar Monopoli Oligopoly Persaingan Sempurna Konkret Abstrak Oligopsoni Monopsoni,  yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Jawaban Pasar Oligopoli Terdapat Dua – Belasan Penjual,

Pasar di mana terdapat beberapa penjual umumnya antara dua sampai belasan penjual dalam pasar suatu produk tertentu. Pasar tersebut adalah…

a). Pasar monopoli

b). Pasar persaingan sempurna

c). Pasar oligopoli

d). Pasar bebas

e). Pasar monopolistik

Jawaban: c

2). Contoh Soal Ujian Jawaban Ciri Pasar Output Bukan Persaingan, Sempurna,


Di bawah ini adalah ciri -ciri pasar output adalah…

(1). Penjual bebas keluar masuk pasar.

(2). Jumlah penjual dan pembeli banyak.

(3).  Hanya ada satu pembeli.

(4). Terdapat beberapa produsen.

(5). Pasar sulit untuk dimasuki produsen baru.

Ciri di atas yang merupakan ciri pasar bukan persaingan sempurna adalah butir

a).        (1), (2), dan (3)           

b).        (1), (3), dan (5)           

c).        (2), (3), dan (4)

d).        (2), (4), dan (5)

e).        (3), (4), dan (5)

Jawaban: e

3). Contoh Soal Ujian Jawaban: Pasar Satu Penjual Tidak Ada Barang Pengganti,

Pasar yang penjualnya hanya ada satu saja dan produknya tidak ada barang pengganti sehingga konsumen tidak ada pilihan lain adalah …

a). Pasar persaingan sempurna

b). Pasar monopolistik

c). Pasar oligopoli

d). Pasar bebas

e). Pasar monopoli

Jawaban: e

4). Contoh Soal Ujian Jawaban Pembentukan Pasar Tenaga Keja Persaingan Sempurna,

Proses terbentuknya pasar tenaga kerja dalam pasar persaingan sempurna adalah…

a).  tenaga kerja bebas mclakukan penawaran dan tidak terikat oleh organisasi pekerja

b).   penawaran tenaga kerja tidak secara individu, tetapi tergabung dalam organisasi pekerja

c).   permintaan tenaga kerja dilakukan secara kolektif oleh perusahaan yang tergabung dalam serikat pengusaha

d).  tenaga kerja dan pengusaha sama-sama tergabung dalam organisasinya masing- masing

e).   perekrutan tenaga kerja dilakukan dengan mediator pemerintah sehingga tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan

Jawaban: a

5). Contoh Soal Jawaban Pasar Konkret Transkasi Jual Beli Barang Jasa Bertemu Langsung,

Pasar tempat pembeli dan penjual bertemu secara langsung untuk mengadakan transaksi jual beli barang atau jasa adaah . . .

a). Pasar persaingan sempurna

b). Pasar konkret

c). Pasar abstrak

d). Pasar bebas

e). Pasar Monopoli

Jawaban: b

6). Contoh Soal Ujian Pembeli Penjual Bebas Masuk Keluar Pasar Persaingan Sempurna,

Terdapatnya kebebasan pembeli dan penjual untuk keluar masuk pasar merupakan ciri dari pasar….

a). Pasar monopoli

b). Pasar monopolistik

c). Pasar persaingan sempurna

d). Pasar bebas

e). Pasar oligopoli

Jawaban: c

7). Contoh Soal Ujian Pengaruh Kenaikan Harga Parang Pada Jumlah Permintaan,

Pengaruh kenaikan harga suatu barang kenaikan terhadap jumlah permintaan dan penawaran adalah…

a).  jumlah permintaan naik dan jumlah penawaran turun

b).  jumlah permintaan naik dan jumlah penawaran naik

c).  jumlah permintaan turun dan jumlah penawaran turun

d).  jumlah permintaan turun dan jumlah penawaran naik

e).   jumlah permintaan dan jumlah penawaran tctap

Jawaban d

8). Contoh Soal Ujian Pasar Monopolistik Banyak Penjual Produk Dapat Dibedakan,

suatu pasar di mana terdapat banyak penjual (produsen) sehingga ada unsur persaingan tetapi produknya dapat dibedakan (differentiated product) sehingga ada kemampuan penjual untuk mempengaruhi harga.

a). Pasar monopoli

b). Pasar monopolistik

c). Pasar oligopoly

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaba: b

9). Contoh Soal Ujian Ciri Pasar Monopoli Tidak Ada Pada Ciri Persaingan Sempurna,

Ciri pasar monopoli yang tidak terdapat pada pasar persaingan sempurna adalah

a).  harga ditentukan oleh produsen

b).   dalam jangka panjang hanya diperoleh laba normal

c).   pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar

d).  pembeli dan penjual relatif banyak

e).  adanya informasi pasar yang sempurna

Jawaban: a

10). Contoh Soal: Pasar Persaingan Sempurna Penjual Tidak Dapat Pengaruhi Harga,

Penjual tidak bisa mempengaruhi harga secara individual karena kuantitas yang ditawarkan oleh penjual secara individual terlalu kecil dibanding pasar secara keseluruhan. Penjual terebut berada dalam pasar …

a). Pasar monopoli

b). Pasar monopolistik

c). Pasar oligopoly

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaba: d

11). Contoh Soal Pasar Output Perusahaan Produksi Barang Jasa,

Pasar yang memperjualbelikan produk baik barang atau jasa sebagai hasil produksi perusahaan adalah. . .

a). Pasar input

b). Pasar abstrak

c). Pasar output

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaban c

12). Contoh Soal Pasar Input Pasar Menawarkan Faktor Produksi,

Pasar yang menawarkan faktor-faktor produksi.

a). Pasar input

b). Pasar abstrak

c). Pasar output

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaban a

13). Contoh Soal Pasar Menurut Wilayah Lokal Daerah Nasional Internasional,

Berikut ini yang tidak termasuk dalam pasar menurut wilayah pemasarannya adalah ….

a). pasar lokal

b). pasar konkret

c). pasar nasional

d). pasar daerah

e). pasar internasional

Jawaban: b

14). Contoh Soal Jawaban: Pasar Monopoli Produsen Sebagai Price Maker,

Pasar dimana produsennya sebagai price maker atau pembuat harga adalah . . .

a). Pasar monopoli

b). Pasar monopolistik

c). Pasar oligopoly

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaba: a

15). Contoh Soal Pasar Monopsoni Harga Ditentukan Oleh Pembeli,

Suatu pasar yang dikuasai oleh satu orang/ badan/ lembaga sebagai pihak pembeli, sehingga pembentukan harga pada pasar ini akan dikuasai oleh pembeli – pembeli sebagai price maker adalah . . .

a). Pasar Monopsoni

b). Pasar oligopsoni.

c). Pasar oligopoly

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaban: a

16). Conto Soal Pasar Abstrak Transaksi Dengan Membawa Contoh Barang,

Tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan transaksi dilakukan penjual hanya dengan membawa contoh barang adalah pengertian dari ….

a). pasar nyata

b). pasar abstrak

c). pasar persaingan sempurna

d). pasar monopoli

e). pasar oligopoly

Jawaban: b

17). Contoh Soal Pasar Persaingan Sempurna Pembeli Penjual Saling Tahu Informasi Biaya Harga Mutu,

Pembeli dan penjual satu sama lain saling mengetahui dalam hal biaya, harga, mutu, tempat dan waktu produk yang diperjual belikan. Keadaan ini terdapat pada pasar . . .

a). Pasar Monopsoni

b). pasar persaingan sempurna

c). Pasar oligopoly

d). Pasar oligopsoni.

e). pasar bebas

Jawaban: b

18). Contoh Soal Ujian Pasar Monopoli Produsen Menentukan Harga Barang,

Perusahaan produsen mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi dan menentukan harga jual produknya merupakan ciri pasar . . .   

a). Pasar Monopoli

b). Pasar duopoli.

c). Pasar oligopoly

d). pasar persaingan sempurna

e). pasar bebas

Jawaban: a

19). Contoh Soal Jawaban: Pasar Persiangan Sempurna Price Taker,

Pasar dimana para produsennya hanya sebagai price taker,

a). Pasar Monopoli

b). Pasar duopoli.

c). pasar persaingan sempurna

d). Pasar oligopoly

e). pasar bebas

Jawaban: c

20). Contoh Soal Ujian: Ciri Pasar Monopoli Tidak Ada Perusahaan Membuat Barang Substitusi Sempurna,

Berikut adalah Ciri-ciri pasar monopoli kecuali. . .

a). Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli.

b). Banyak perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna.

c). Rintangan cukup kuat untuk masuk ke pasar monopoli, baik dari segi penguasaan sumber daya alam, biaya produksi yang tidak efesiensi hingga peraturan dari pemerintah.

d). Pembeli tidak ada pilihan lain dalam membeli barang.

e). Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.

Jawaban: b

21). Contoh Soa Ujian Ciri Pasar Persangan Sempurna Tidak Ada Campur Tangan Pemerintah,

Yang bukan merupakan ciri- ciri pokok pasar persaingan sempurna adalah . . .

a). Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan) dan pembeli

b). Produk-produk homogen (persis sama)

c). Bebas keluar masuk pasar

d). Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasar secara sempurna

e). Adanya campur tangan pemerintah

Jawaban: e

22). Contoh Soal Ujian Ciri Pasar Oligopoli Terdapat 2 sampai Belasan Penjual,

Berikut ini merupakan Ciri- ciri pasar oligopoli kecuali. . .

a). Terdapat satu penjual /produsen yang menguasai pasar.

b). Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).

c). Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.

d). Satu di antara oligopoli merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.

Jawaban: a

23). Contoh Soal Harga Pasar Persaingan Sempurna Ditentukan Mekanisme Pasar,

Harga ditentukan oleh mekanisme pasar. Bentuk pasar yang dimaksud adalah ….

a). pasar persaingan sempurna

b). monopoli

c). oligopoli

d). monopolistik

e). pasar persaingan tidak sempurna

Jawaban: a

24). Contoh Soal Kurva Permintaan Patah – Kinked Demand Curve – Pasar Oligopoli,

Kurva permintaan pada pasar oligopoli biasanya berbentuk ….

a). naik

b). turun

c). horizontal

d). vertikal

e). patah

Jawaban: e

25+ Contoh Soal Manfaat Ilmu Ekonomi Faktor Masalah Kelangkaan Sumber Daya Skala Proritas Kebutuhan Manusia

Berikut contoh contoh Soal Manfaat Ilmu Ekonomi – Faktor – Masalah Kelangkaan Sumber Daya – Skala Proritas Kebutuhan Manusia, yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Ujian Masalah Kebutuhan Ekonomi,

Masalah ekonomi terjadi karena ….

a). kebutuhan manusia yang tidak terbatas

b). sumber daya alam yang terbatas

c). kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuasnya terbatas

d). cara manusia dalam menghabiskan penghasilan

e). cara manusia dalam memenuhi kebutuhan pokok

Masalah ekonomi adalah kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.

Jawab: c


2). Contoh Soal Aspek Yang Dibahas Ekonomi Mikro,

Berikut ini merupakan aspek yang dibahas dalam ekonomi mikro yaitu

a).   inflasi Indonesia pada tahun 2008

b).   tingkat pengangguran di Indonesia

c).   laba sebuah perusahaan penerbitan

d). tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia

e). harga-harga di pasar seluruh wilayah Indonesia

Jawaban: c

3). Contoh Soal Ujian Faktor Mempengaruhi Kebutuhan Manusia Segi Alam,

Contoh faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan manusia dari segi alam adalah ….

a). umat Kristen membutuhkan pohon natal, sedangkan umat Islam membutuhkan sajadah.

b). orang zaman dahulu membutuhkan kereta, sedangkan orang zaman sekarang membutuhkan kereta api.

c). masyarakat di pulau terpencil membutuhkan kapal, sedangkan masyarakat di gunung membutuhkan helikopter.

d). petani membutuhkan traktor, sedangkan nelayan membutuhkan kapal.

e). karyawan kantor membutuhkan internet, sedangkan karyawan di lapangan membutuhkan telepon selular.

Jawab: d

4). Contoh Soal Ujian Masalah Kelangkaan Sumber Daya,

Berikut ini masalah kelangkaan sumber daya yang dihadapi masyarakat.

(1). Semakin berkurangnya lahan pertanian akibat adanya proyek pembangunan perumahan.

(2). Adanya penebangan liar di hutan mengakibatkan kerusakan hutan dan menimbulkan tanah longsor.

(3). Kemarau yang berkepanjangan, mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan tersebut adalah

a).   melarang pembangunan perumahan di daerah perdesaan

b).   mencari tempat tinggal aman dan tidak menimbulkan bencana

c).   melakukan penghijauan di daerah daerah agar tidak terjadi bencana

d).   menjaga kelestarian alam dan memanfaatkan sumber daya sesuai kebutuhan

e).   melakukan transmigrasi untuk mengembangkan potensi alam di daerah tersebut

Jawaban: d

5). Contoh Soal Kebutuhan Agar Kelangsungan Hidup Manusia Tidak Terganggu,

Sesuatu yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup manusia tidak terganggu disebut ….

a). kelangkaan

b). kebutuhan

c). keinginan

d). kemakmuran

e). kemampuan

Jawab: b

6). Contoh Soal Ujian Membuat Skala Prioritas Kebutuhan, 

Seorang siswa SMA yang mempunyai uang sebesar Rp500 ribu. Dia mempunyai beberapa kebutuhan, antara lain membeli seragam sekolah Rp30 ribu membeli buku pelajaran  Rp200 ribu membeli sepatu futsal Rp300 ribu, dan membeli tas sekolah Rp200 ribu untuk mengganti tas lama yang masih bagus dan layak pakai.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, cara mengatasinya adalah

a).   membeli sepatu futsal dan buku pelajaran

b).   membeli seragam sekolah dan buku pelajaran

c).   membuat skala prioritas kebutuhan

d).   mencari alternatif kebutuhan lain

e). membeli semua kebutuhan dengan cara apa pun

Jawab: c

7). Contoh Soal Penyebab Kelangkaan

Penyebab timbulnya kelangkaan adalah ….

a). ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan yang banyak sementara jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas

b). banyak masyarakat kaya daripada masyarakat yang miskin

c). adanya proteksi dari pemerintah

d). banyak pengusaha yang menguasai perdagangan

e). semakin sempitnya kesempatan kerja

Jawab: a

8). Contoh Soal Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifatnya,

Berikut ini contoh kebutuhan manusia.

(1). Pak Adi lelah, ia beristirahat setelah datang dari tempat kerja.

(2). Setiap umat beragama melakukan ibadah menurut agamanya masing- masing.

(3). Mita sebelum berangkat ke kantor sarapan bubur ayam.

(4).  Agar menjaga tubuh tetap bugar, Pak Tin rajin berolahraga.

(5). Ibu Wati mengantar anaknya nonton film.

Contoh kebutuhan manusia berdasarkan sifatnya adalah

a).        (1), (2), dan (3)

b).        (1), (2), dan (4)

c).        (1), (3), dan (4)

d).        (2), (3), dan (4)

e).        (2), (4), dan (5)

Jawab: d

9). Contoh Soal Penyebab Kebutuhan Sekunder Jadi Kebutuhan Primer,

Kebutuhan sekunder dapat menjadi kebutuhan primer, hal ini dikarenakan ….

a). banyak orang yang berpenghasilan tinggi

b). bertambahnya kebutuhan manusia

c). tergantung status dan kondisi seseorang

d). banyaknya anggota keluarga

e). pengaruh lingkungan

Jawaban: a

10). Contoh Soal Barang Benda Berdasarkan Proses Produksi,

Berdasarkan proses produksi, kain batik yang digunakan untuk membuat kemeja laki-laki merupakan contoh

a).   bahan baku

b).   barang setengah jadi

c). barang komplementer

d). barang konsumsi

e). barang modal

Jawaban: b

11). Contoh Soal Jawaban: Faktor Mempengaruhi Kebutuhan,

Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan, kecuali ….

a). tingkat peradaban

b). agama

d). keadaan politik suatu negara

e). perbedaan keadaan wilayah

Jawaban: d

12). Contoh Soal Jawaban Biaya Peluang Sopir Jadi Karyawan Swasta,

Andi berprofesi sebagai sopir pribadi dengan gaji Rp2.500.000,00/bulan. Andi juga berpeluang menjadi karyawan bengkel dengan gaji Rp3.000.000,00/ bulan, dan berpeluang pula menjadi karyawan di perusahaan swasta dengan gaji Rp3.200.000,00/bulan. Apabila Andi memilih menjadi wiraswasta, maka biaya peluang yang dikorbankan sebesar

a).   sebagai sopir pribadi dengan gaji Rp2.500.000,00/bulan

b).   sebagai karyawann bengkel dengan gaji Rp3.000.000,00Ibulan

c).   sebagai karyawan di perusahaan swasta dengan gaji Rp3.200.000,00/ bulan

d).   sebagai sopir pribadi dan karyawan bengkel dengan gaji Rp5.500.000,00

e).   sebagai sopir pribadi, karyawan bengkel, karyawan swasta dengan gaji Rp8.700.000,00

Jawaban: c

13). Contoh Soal Jawaban Kedudukan Benda Bebas Air Jadi Benda Ekonomi,

Air di sungai merupakan benda bebas, tetapi jika dikemas dalam suatu kemasan, maka kedudukan air berubah menjadi ….

a). benda illith

b). benda substitusi

c). benda ekonomi

d). benda konsumsi

e). benda bergerak

Jawaban: c

14). Contoh Soal Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Produksi,

“Dengan modal usaha tertentu akan memperoleh hasil maksimal”. Prinsip ekonomi tersebut diterapkan dalam kegiatan

a).        konsumsi

b).        distribusi

c).        ekspansi

d).   produksi

e).        investasi

Jawaban: d

15). Contoh Soal Benda Siap Pakai Disebut Benda Jadi,

Benda siap pakai yang langsung digunakan tanpa melalui proses pengolahan lagi disebut ….

a). benda produksi

b). benda konsumsi

c). bahan jadi

d). benda ekonomi

e). benda illith

Jawaban: c

16). Contoh Soal Motf Ekonomi Dapat Kekuasaan,

Bapak Abdul bekerja di sebuah perusahaan leasing sebagai marketing.  Kemudian, ia dipromosikan untuk menjadi  manajer di perusahaan tersebut karena kinerjanya yang memuaskan. Untuk dapat  mencapai posisi tersebut, Bapak Abdul  semakin menunjukkan prestasi kerjanya yang meningkat.

Berdasarkan ilustrasi  tersebut, motif ekonomi Bapak Abdul -adalah

a),  memenuhi kebutuhan

b).  memperoleh keuntungan

c).   mendapatkan kekuasaan

d).   meningkatkan laba perusahaan

e). mendapatkan kepuasan pribadi

Jawaban: c

17). Contoh Soal Benda Komplementer Bolpoint – Tinta,

Bolpoint dan tinta disebut ….

a). benda komplementer

b). benda substitusi

c). benda konsumsi

d). benda illith

e). benda produksi

Jawaban: a

18). Contoh Soal Ilmu Ekonomi Pelajari Perilaku Manusia,

Ilmu ekonomi pada dasarnya dipelajari untuk mengetahui perilaku manusia dalam rangka

a).   meningkatkan status sosial

b).   mengatasi masalah kehidupan

c).   menghasilkan pendapatan yang lebih besar

d).   memperoleh keuntungan sebesar- besarnya

e). melakukan tindakan pemilihan terhadap berbagai alternatif yang ada

Jawaban: e

19). Contoh Soal Ujian Jawaban Ciri Ekonomi Syariah,

Berikut ini yang tidak termasuk ciri  ekonomi syariah yaitu

a).        kesatuan

b).        keseimbangan

c).        kebebasan

d).        tanggung jawab

e).        kebersamaan

Jawaban: e

20). Contoh Soal Ujian Masalah Pokok Ilmu Ekonomi,

Hal pokok yang menjadi masalah dalam ilmu ekonomi adalah

a).   biaya dan basil

b).   pendapatan dan konsumsi

c).   kesejahteraan dan kemiskinan

d).   kebutuhan barang/jasa dan pendapatan

e). kelangkaan sumber daya ekonomi dan kebutuhan terhadap barang/jasa

Jawaban: e

21). Contoh Soal Hal Tidak Penting Dalam Ilmu Ekonomi,

Hal berikut yang tidak penting bagi keberadaan ilmu ekonomi adalah

a).        ketidakterbatasan kebutuhan manusia

b).        kelangkaan sumber daya ekonomi

c).        perilaku manusia yang rasional

d).        kesetiakawanan yang tinggi

e).        optimalisasi tujuan

Jawaban: d

22). Contoh Soal Sebab Timbunya Ilmu Ekonomi,

Timbulnya ilmu ekonomi disebabkan oleh adanya

a).   golongan masyarakat kaya dan miskin

b).   kebutuhan manusia yang mendesak

c).   kebutuhan manusia yang terbatas

d).   alat-alat pemuas kebutuhan yang sangat terbatas

e). kebutuhan manusia yang tak terbatas, sedangkan barang dan jasa terbatas

Jawaban: e

23). Contoh Soal Ilmu Ekonomi Perilaku Manusia Milih Sumber Daya Langka,

Ilmu ekonomi mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihan untuk menggunakan berbagai sumber daya yang langka. Berdasarkan hal tersebut, ekonomi disebut juga sebagai

a).        study of choice

b).        study of price

c).        study of scarcity

d).        study of welfare

e).        study of the organization of work

Jawaban: a

24). Contoh Soal Pernyataan Tidak Benar Ilmu Ekonomi,

Berikut ini pernyataan yang tidak benar tentang ilmu ekonomi adalah

a).   ilmu ekonomi merupakan ilmu tentang pilihan

b).   ilmu ekonomi mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya

c).   hadirnya ilmu ekonomi berawal dari masalah keterbatasan dan kelangkaan

d).   ilmu ekonomi hanya dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi negara

e). ilmu ekonomi mempelajari tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas

Jawaban: d

25). Contoh Soal Manfaat Ilmu Ekonomi,

Berikut ini yang tidak termasuk manfaat mempelajari ilmu ekonomi adalah

a).   memilih alat pemuas kebutuhan yang efektif dan efisien

b).   mempelajari perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya

c).   menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas

d).   dipergunakan dalam pemilihan alternatif yang ada untuk memenuhi kebutuhan

e). membantu individu maupun perusahaan dalam membentuk prioritas kebutuhan

Jawaban: c

25+ Contoh Soal Ujian: Masalah Pokok Ekonomi Sistem Ekonomi – Sistem Ekonomi Trandisional Komando Pasar Campuran Pancasila Syariah

Berikut contoh contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi dan Sistem Ekonomi, yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Ujian: Masalah Pokok Ekonomi Pengusahan Tambah Mesin Tenaga Kerja,

Seorang pengrajin mainan dari logam ingin mengembangkan produk, sehingga banyak  permintaan di pasaran. Untuk memenuhi permintaan tersebut, pengrajin menambah mesin dan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Berdasarkan cerita  di atas, masalah pokok ekonomi dari pengrajin adalah

a). untuk siapa barang diproduksi

b). barang apa yang akan diproduksi

c). bagaimana barang akan diproduksi

d). siapa yang akan memproduksi

e). di mana barang diproduksi

Jawab: c


2). Contoh Soal Ujian Masalah Pokok Membuka Usaha,

Masalah pokok ekonomi yang dihadapi Bapak Drajat untuk membuka usaha:

(1). Apa dan berapa jumlah barang yang akan  diproduksi

(2).  Bagaimana cara barang    tersebut diproduksi.

(3). Ditujukan  kepada  siapa  barang  akan diproduksi.

(4).  Di mana proses produksi dilakukan.

(5).  Mengapa barang harus diproduksi.

Yang  termasuk  masalah  pokok  ekonomi modern adalah

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (3), dan (5)

c). (2), (3), dan (4)

d). (2), (4), dan (5)

e). (3), (4), dan (5)

Jawab: a

3). Contoh Soal Ujian Sistem Ekonomi: Pemerintah Ikut Campur Awasi Ekonomi Negara,

Di dalam negara B, pembangunan ekonomi dilakukan bersama- sama antara pemerintah dan swasta. Kegiatan ekonomi dilakukan oleh masyarakat di bawah pengawasan pemerintah. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi masyarakat
dikembangkan sepanjang tidak merugikan kepentingan umum, namun masih adanya pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu.

Dari cerita di atas, peran pemerintah  dalam sistem ekonomi di atas adalah

a). pemerintah ikut mengatur dan mengawasi perekonomian suatu negara

b). pemerintah membatasi munculnya kreativitas warga negara

c). pemerintah berperan dominan di bidang ekonomi

d). pemerintah memiliki monopoli dalam perekonomian

e). pemerintah memberi kebebasan melakukan kegiatan ekonomi

Jawab: a

4). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi Modern,

Pak Wandi   mendapatkan   warisan   dari orang tuanya berupa uang deposito senilai Rp200 Juta. Keinginan Pak Wandi uang tersebut digunakan untuk membuka usaha. la memutuskan untuk membuka usaha kolam pemancingan ikan. Kegiatan yang dilakukan ilustrasi di atas berdasarkan masalah pokok ekonomi modern adalah

a).  Untuk siapa usaha dibuka

b).  Usaha apa yang dilakukan

c).  Berapa hasil usaha tersebut

d).  Bagaimana cara membuka usaha

e). Di mana memasarkan ikan

Jawab: b

5). Contoh Soal Ujia Ciri Sistem Ekonomi Pancasila,

Berikut ini yang bukan merupakan ciri sistem ekonomi Pancasila adalah

a).  sistem ekonomi tidak dikuasai oleh buruh

b).   peranan swasta penting, tetapi tidak dominan

c).   negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya

d). sistem ekonomi berdasar atas asas kekeluargaan

e). peranan negara penting dan tidak dominan

Jawab: e

6). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi Apa Yang Diproduksi – What,

Pak Badu akan memasuki masa pensiun. Dari  uang yang dia miliki, Pak Badu ingin membuka  usaha. Namun, sampai sekarang belum dapat  gambaran jenis produk yang akan dijadikan  usaha.

Masalah pokok ekonomi yang dilandasi Pak Badu adalah

a).   Apa yang akan diproduksi

b).  Bagaimana cara memproduksi

c). Untuk siapa barang diproduksi

d).   Berapa banyak barang yang diproduksi

e).  Kapan barang akan diproduksi

Jawaban: a

7). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi Untuk Siapa Barang Diproduksi – For Whom,

Pak Karta memiliki lahan seluas 1 hektar. Dia  memiliki keinginan untuk membuka usaha. Akan  tetapi  ada  masalah  yang  dihadapi  sebelum   memulai   usaha,   yaitu   sasaran
masyarakat yang akan dijadikan konsumen  apakah Iaki-Iaki, perempuan, anak-anak, atau
dewasa.

Masalah   pokok   ekonomi   modern   yang  dihadapi Pak Karta adalah

a). Bagaimana cara memproduksi

b). Kapan barang akan diproduksi

c). Untuk siapa barang diproduksi

d). Di mana barang akan diproduksi

e). Barang apa yang akan diproduksi

Jawab c

8). Contoh Soal Ujian Masalah Pokok Ekonomi Produkse Minyak Goreng – For Whom,

Pak Santoso sebagai produsen minyak goreng melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki daya beli. la berusaha menekan biaya produksinya agar dapat menghasilkan minyak goreng dengan harga murah dan berkualitas sehingga masyarakat mampu membelinya.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, yang  merupakan masalah pokok ekonomi  adalah

a). untuk siapa barang diproduksi

b). berapa barang yang akan diproduksi

c). barang apa yang akan diproduksi

d). mengapa barang diproduksi

e). bagaimana cara memproduksi

Jawaban: a

9). Contoh Soal Ujian Kegiatan Produksi Barang Jasa Wirausaha,

Seorang wirausaha akan melakukan kegiatan yang terkait dengan produksi, baik berupa barang maupun jasa. Berikut ini kegiatan yang dilakukan seorang wirausaha.

(1). Bagaimana distribusi yang paling efektif.

(2). Jenis barang apa yang akan diproduksi.

(3). Jumlah modal sangat menentukan tingkat produksi.

(4).  Bagaimana teknik produksi yang digunakan.

(5). Target dan sasaran akhir dari barang yang diproduksi.

Berdasarkan kegiatan tersebut, yang merupakan masalah pokok ekonomi modern adalah

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (3), dan (5)

c). (2), (3), dan (4)

d). (2), (4), dan (5)

e). (3), (4), dan (5)

 Jawaban. d

10). Contoh Soal Ujian Jawaban Masalah Pokok Penyedia Peralatan Atlet Asian Games,

Sebuah perusahaan penyediaan peralatan atlet pada saat Asian Games 2014 di
Incheon, Korea Selatan, menerima banyak pesanan peralatan yang akan digunakan
oleh atlet Indonesia. Perusahaan berencana meningkatkan kualitas  peralatan atlet dengan menggunakan mesin yang lebih canggih. Berdasarkan  ilustrasi tersebut, yang berkaitan dengan  masalah pokok ekonomi modern adalah

a). untuk siapa barang diproduksi

b). berapa barang akan diproduksi

c). barang apa yang akan diproduksi

d). mengapa barang diproduksi

e). bagaimana cara memproduksi

Jawab: e

11). Contoh Soal Jawaban Masalah Pokok Ekonomi Cara Memproduksi Barang,

Permasalahan pokok ekonomi tentang bagaimana cara memproduksi barang adalah

a).  hasil pertanian dari desa banyak  dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan

b).  hasil produksi industri perkotaan banyak dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan

c).   sektor pertanian diolah menggunakan teknologi canggih agar basil panen lebih berkualitas

d).  produksi jaket kulit diekspor ke  negara -negara Eropa

e).   produksi pakaian branded untuk kalangan atas (kaya)

Jawaban: c

12). Contoh Soal Jawaban Masalah Pokok  Ekonomi Usaha Jaket Kulit Isakuiki,

Perusahaan jaket kulit “Isakuiki” di daerah “Y” berproduksi untuk memenuhi permintaan pangsa pasar Eropa karena kualitasnya berstandar internasional (ISO) dan harganya yang bersaing sehingga produk dibuat sesuai dengan ukuran
badan orang Eropa. Jika dilihat dari pokok permasalahan ekonomi, pemenuhan  kebutuhan produk tersebut memecahkan permasalahan

a). di mana produk jaket dibuat

b). untuk siapa jaket diproduksi

c). siapa yang membuat produk jaket

d). bagaimana cara membuat jaket

e). kapan produk jaket digunakan

Jawaban: b

13). Contoh Soal Ujia Masalah Pokok Ekonomi Akan Diproduksi,

Penyebab permasalahan pokok ekonomi  tentang barang apa yang akan diproduksi adalah

a).  hasil pertanian dari desa banyak  dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan

b). pengumuman teknologi tepat guna di desa banyak dibantu oleh LSM

c). kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat

d). kemampuan sumber daya manusia yang belum memadai dan terbatas

e). setiap menjelang hari raya Idul Fitri permintaan akan pakaian meningkat

Jawab: d

14). Contoh Soal Ujian Ciri Ciri System Ekonomi,

Di bawah ini merupakan ciri-ciri system ekonomi.

(1). Produksi yang menguasai hajat hidup rakyat dikuasai oleh negara.

(2). Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih jenis usaha.

(3). Kebijakan perekonomian sepenuhnya ditentukan pemerintah.

(4). Modal memegang peranan yang sangat penting.

(5). Pembagian pekerjaan ditentukan pemerintah.

(6). Alat-alat produksi dimiliki oleh perorangan/swasta.

Berdasarkan pernyataan di atas, yang merupakan ciri sistem ekonomi pasar ditunjukkan oleh nomor

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (3), dan (4)

c). (2), (3), dan (5)

d). (3), (4), dan (5)

e). (2), (4), dan (6)

Jawaban: e

15). Contoh Soal Ujian Dampak Positif Negatif Sistem Ekonomi,

Dampak positif dan negatif dari penerapan sistem ekonomi.

(1). Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.

(2). Kebebasan memiliki sumber daya produksi mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

(3). Pemilik sumber daya produksi adalah individu sehingga dapat  mengeksploitasi golongan pekerja.

(4).  Setiap tindakan didasarkan atas motif mencari keuntungan sehingga  menimbulkan efisiensi dan efektivitas.

(5). Kesalahan alokasi sumber daya oleh individu sering menimbulkan gejolak yang merugikan masyarakat.

(6). Perekonomian diatur negara, sehingga jarang terjadi krisis ekonomi.

Dampak positif dari penerapan sistem ekonomi pasar adalah

a).        (1), (2), dan (4)

b).        (1), (3), dan (5)

c).        (2), (4), dan (5)

d).        (2), (4), dan (6)

e).        (3), (5), dan (6)

Jawab: a

16). Soal Ujian Nasional Kebaikan Kelemahan Sistem Ekonomi,

Berikut  ini  kebaikan  dan  kelemahan  dari  berbagai sistem ekonomi:

(1). Menimbulkan inisiatif  dan kreasi masyarakat dalam mengatur ekonomi

(2). Terjadi gejolak dalam kegiatan ekonomi

(3). Setiap individu bebas memiliki sumber daya produksi

(4). Sulitnya    melakukan       pemerataan pendapatan

(5) Timbul  persaingan  untuk  maju  karena  kegiatan ekonomi oleh masyarakat

Yang merupakan  kebaikan sistem ekonomi pasar adalah

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (3), dan (5)

c). (2), (3), dan (4)

d). (2), (4), dan (5)

e). (3), (4), dan (5)

Jawab: b

17). Contoh Soal Ujian Ciri Sistem Ekonomi Pasar Era Globalisasi,

Pada era globalisasi ekonomi, sistem perekonomian yang cocok adalah system ekonomi pasar yang memiliki ciri antara  lain

a).        perekonomian atas dasar tradisi

b).        produksi disesuaikan kebutuhan

c).        perekonomian diatur oleh negara

d).        hak milik perorangan dibatasi

e).        berlakunya persaingan secara bebas

Jawab: e

18). Contoh Soal Ciri Sistem Ekonomi Komando,

Di bawah ini ciri-ciri sistem perekonomian komando:

(1). Timbul   persaingan   untuk   maju   dan berkembang

(2). Peran pemerintah dalam perekonomian sangat dominan

(3). Pendapatan  masyarakat  kaya  semakin meningkat

(4).  Pemerintah membuat rencana pembangunan nasional

(5). Semua sumber daya  produksi dikuasai oleh negara

Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah

a).        (1), (2), dan (3)

b).        (1), (3), dan (5)

c).        (2), (3), dan (4)

d).        (2), (4), dan (5)

e).        (3), (4), dan (5)

Jawaban: d

19). Contoh Soal Ujian Kebaikan Sistem Ekonomi,

Persaingan antarmasyarakat sebagai pelaku kegiatan ekonomi menghasilkan produk yang bermutu. Hal tersebut merupakan kebaikan dari sistem ekonomi.

a). pasar        

b). terpusat

c). campuran

d).   kerakyatan

e). keadilan

Jawab: a

20). Contoh Soal Ujia Indikator Sistem Ekonomi Indonesia,

Sistem ekonomi Indonesia saat ini  tergolong sistem ekonomi campuran. Salah satu indikatornya adalah

a).   rendahnya pendapatan per kapita dan timpangnya distribusi pendapatan

b).   dominannya sektor informal dan maraknya pasar gelap (black market)

c).   berkembangnya sektor modern dan sektor tradisional secara berdampingan

d).   dikuasainya berbagai kegiatan hajat hidup orang banyak oleh negara

e).   selarasnya kehidupan masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan

Jawab: d

21). Contoh Soal Ujian Sistem Ekonomi Pasar Tidak Merata Barang Persaingan Tidak Sehat,

Pak Zazuli tinggal di suatu negara maju yang sistem   ekonominya   memberi   kebebasan
kepada rakyat untuk   memiliki faktor- faktor   produksi   namun   berdampak  pada tidak  meratanya  distribusi   barang-barang, adanya   persaingan   tidak   sehat   karena  terjadi  eksploitasi  pemilik  modal  sehingga  perekonomian   menjadi  tidak  stabil.

Dari permasalahan tersebut sistem ekonomi yang  digunakan adalah

a), Pasar

b). Komando

c). Campuran

d). Demokrasi

e). Tradisional

Jawab: a

22). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi – Barang Apa Diproduksi,

Setiap masyarakat di semua negara selalu dihadapkan dengan masalah pemenuhan kebutuhan. Dalam ilmu ekonomi, hal tersebut berkaitan dengan pertanyaan

a). kepada siapa produksi itu dijual

b). barang apa yang akan diproduksi

c). bagaimana cara menjual produksi yang dihasilkan

d). untuk apa barang itu diproduksi

e). bagaimana cara mengemas produksi yang dihasilkan

Jawab: b

23). Contoh Soal Ujian Jawaban Kebaikan Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar,

Perhatikan pernyataan pernyataan berikut,

(1). Kreativitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat berkembang pesat.

(2). Barang yang diproduksi bermutu tinggi agar dapat diminati masyarakat.

(3). Adanya kebebasan masyarakat secara individual untuk memiliki kekayaan dan sumber produksi.

(4). Sering terjadi gejolak dalam perekonomian, karena individu menguasai sumber produksi.

(5). Distribusi pendapatan masyarakat relatif lebih merata.

Berdasarkan pernyataan pernyataan tersebut, yang merupakan kebaikan sistem ekonomi pasar ditunjukkan oleh nomor

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (2), dan (4)

c). (1), (3), dan (5)

d). (2), (3), dan (4)

e). (3), (4), dan (5)

Jawab: a

24). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi Buka Usaha,

Bapak Harun akan membuka usaha yang mempunyai beberapa masalah pokok ekonomi sebagai berikut.

(1). Membuat roti dalam beberapa bentuk dan rasa agar para konsumen tertarik.

(2). Mencari di mana lokasi usaha yang akan didirikan.

(3). Berusaha menggunakan mesin produksi untuk hasil yang maksimal.

(4). Membuka usaha waralaba lain di dekat usahanya.

(5). Roti yang dibuat untuk semua umur, baik anak-anak maupun orang tua.

Masalah ekonomi modern yang dihadapi  Bapak Harun ditunjukkan oleh nomor

a). (1), (2), dan (3)

b). (1), (3), dan (5)

c). (2), (3), dan (4)

d). (2), (3), dan (5)

e). (3), (4), dan (5)

Jawaban: b

25). Contoh Soal Masalah Pokok Ekonomi Buka Usaha Minuman,

Ibu Tati akan membuka usaha minuman  dalam berbagai rasa dari buah-buahan segar. la memakai gelas dengan corak yang lucu-lucu agar konsumen tertarik dengan minuman dengan kemasan yang bagus. Berdasarkan ilustrasi di atas, masalah  pokok ekonomi yang dihadapi Ibu Tati  adalah

a). barang apa yang diproduksi

b). di mana barang akan diproduksi

c). kapan barang akan diproduksi

d). bagaimana cara memproduksi

e). untuk siapa barang diproduksi

Jawaban: d

26). Contoh Soal Ujian Peran Pemerintah Pada Sistem Ekonomi Pasar,

Dalam sistem ekonomi pasar, peran pemerintah dalam memecahkan masalah ekonomi adalah

a).   semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah

b).   alat-alat produksi sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah

c).   terbatas pada pembuatan peraturan dan kebijakan ekonomi propasar

d).   masyarakat tidak bebas untuk berinovasi dan berimprovisasi

e). pemerintah mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi

Jawaban: c

27). Contoh Soal Ujian Faktor Menentukan Barang Jasa Diproduksi Sistem Ekonomi Pasar Bebas,

Apa saja barang dan jasa yang diproduksi sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi.

Dalam sistem ekonomi pasar bebas, barang dan jasa yang akan diproduksi ditentukan oleh

a).   BUMN

b).   Badan Perencanaan Pemerintah

c).   mekanisme pasar

d).   pemilik modal

e).   penawaran

Jawaban; c

28). Contoh Soal Ujian Ciri Utama Sistem Ekonomi Nasional,

Ciri utama sistem ekonomi nasional (demokrasi ekonomi Indonesia) adalah

a).   sektor swasta menguasai perekonomian dengan bantuan dari pemerintah

b).   pemerintah menguasai sektor- sektor ekonomi penting bersama koperasi

c).   sektor usaha koperasi dan sector swasta sebagai kekuatan ekonomi rakyat

d).   pemerintah mendominasi penuh semua kegiatan ekonomi agar tidak dimonopoli swasta

e).   rakyat memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemerintah sebagai perencana, pembimbing, dan pengawas

Jawab e

Rasio Indeks Gini Kurva Lorenz: Contoh Soal Rumus Perhitungan Membuat Grafik Kurva Lorenz

Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan diantaranya adalah sebagai berikut

Rasio Indeks Koefisien Gini

Indikator yang digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat ketimpangan distribusi pendapatan nasional dalam suatu negara atau daerah adalah Indeks Gini (Gini Index).

Rasio Gini atau koefisien Gini atau indeks Gini adalah besaran yang digunakan untuk mengukur derajat ketidakmerataan atau ketimpangan distribusi pendapatan terhadap jumlah penduduk.

Konsep Rasio Gini

Konsep ini didasarkan pada sebuah kuva berbentuk garis lengkung yang disebut dengan Kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva yang menyatakan hubungan tidak linear antara persentase kumulatif pendapatan dengan persentase kumulatif penduduk.

Contoh Gambar Kurva Lorenz

Gambar berikut akan memberikan penjelasan yang lebih sederhana.

Contoh Gambar Kurva Lorenz Ketimpangan Pendapatan
Contoh Gambar Kurva Lorenz Ketimpangan Pendapatan

Sumbu horisontal merepresentasikan persentase kumulatif penduduk, sedangkan sumbu vertikalnya menyatakan persentase kumulatif pendapatan.

Garis diagonal 0-G menunjukkan hubungan linear antara persentase kumulatif pendapatan dan persentase kumulatif penduduk. Garis lurus diagonal ini disebut sebagai “garis kemerataan sempurna”.


Sepanjang garis linear ini, perbandingan kumulatif antara pendapatan dengan penduduk nilainya adalah satu.

Nilai Persentase kumulatif pendapatan sama dengan persentase kumulatif penduduk. Titik -titik pada garis ini menunjukkan distribusi pendapatan yang merata pada semua penduduk.

Kurva Lorenz menunjukkan hubungan tidak linear antara  nilai pendapatan yang dimiliki oleh jumlah penduduk tertentu. Titi – titik pada kurva Lorenz menunjukkan ketimpangan distribusi pendapatan yang diterima oleh penduduk.

Rumus Gini Ratio = Indeks Gini

Luas A merupakan luas daerah yang dibatasi oleh kurva Lorenz (garis lengkung) dengan garis diagonal lurus 0 – G. Sedangkan Luas B merupakan luas daerah di bawah Kurva Lorenz.

Nilai Gini Rasio atau Koefesien Gini atai Indeks Gini dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

Gini Rasio = Luas A/(Luas A + Luas B)

Nilai Gini Rasio akan berkisar antara nol sampai dengan satu. Nilai Gini Rasio akan nol ketika luas A sama dengan Nol. Yaitu ketika kurva Lorent sama dengan garis lurus 0-G. Nilai Gini Rasio akan satu ketika luas A sama dengan Luas A + Luas B. Yaitu ketika Luas B sama dengan luas nol.

Jadi Koefisien Gini atau Gini Ratio digunakan untuk mengukur tingkat ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) memiliki nilai antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna).

Semakin jauh jarak kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin tinggi tingkat ketimpangannya. Sebaliknya semakin dekat jarak kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin tinggi tingkat pemerataan distribusi pendapatannya.

Nilai Gini Rasio sama dengan 0, ini artinya distribusi pendapatan merata sempurna. artinya setiap orang menerima pendapatan yang sama persis dengan yang lainnya.

Nilai Gini Rasio sama dengan 1 artinya distribusi pendapatan timpang sempurna atau pendapatan yang diterima oleh satu orang atau satu kelompok penduduk berbeda dengan satu orang atau kelompok lainnya..

Titik G1 berada pada garis linear yang menunjukkan distribusi pendapatan merata sempurna. Pada titik G1 dapat dikatakan bahwa 40% dari total pendapatan terdistribusi terhadap 40 % penduduk.

Dan sisanya 60 % dari total pendapatan terdistribusi terhadap 60% penduduknya. Ini artinya pendapatan yang diterima oleh 40% penduduk sama besar dengan pendapatan yang diterima oleh 60% penduduk yang lainnya.

Titik G3 berada pada Kurva Lorenz yang menunjukkan distribusi pendapatan timpang atau tidak merata. Pada titik G3 dapat dikatakan bahwa 20 % dari total pendapatan terdistribusi untuk 40% penduduk.

Dan sisanya 80% dari total pendapatan terdistribusi untuk 60% penduduk. Ini artinya 40% penduduk memiliki pendapatan yang lebih rendah dari 60% penduduk lainnya. Pada titik G3 terdapat ketimpangan distribusi pendapatan untuk kelompok penduduk 40% dengan kelompok penduduk yang 60% -nya.

Titik G2 berada pada kurva Lorenz, ini artinya distribusi pendapatan timpang. Pada titik G2 terlihat bahwa 40% dar total pendapatan terdistribusi untuk 62% jumlah penduduk.

Dan 60% dari total pendapatan terdistribuksi terhadap 38 % penduduk. Ada ketimpangan pendapatan antara kelompok 62% penduduk dengan 38% penduduknya.

Dimana 38% penduduk menerima 60% bagian dari total pendapatan. 38% penduduk memiliki pendapatan yang lebih tinggi dati 62% penduduk lainnya.

Tabel Indikator Ketimpanagn Distribusi Pendapatan Rasio Gini

Tabel berikut ini memperlihatkan patokan yang mengatagorikan ketimpangan distribusi berdasarkan nilai Rasio Gini.

Tabel Nilai Rasio Gini
Tabel Nilai Rasio Gini

Indikator Ketimpangan Pendapatan Menurut Bank Dunia

Bank Dunia mengukur ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara dengan melihat besarnya kontribusi dari 40% kelompok penduduk termiskin terhadap total pengeluarannya.

Dalam hal ini, pendapatan yang diterima masyarakat didekati oleh pengeluaran yang dilakukan masyarakat. Argumennya bahwa pengeluaran menunjukkan pendapatan.

Kriterianya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel Distribusi dan Tingkat Ketimpangan Pendapatan oleh Bank Dunia

Tabel Ketimpangan Pendapatan Bank Dunia
Tabel Ketimpangan Pendapatan Bank Dunia

Dari table diketahui, jika pengeluaran yang dilakukan oleh 40% penduduk kurang 12% dari total pengeluaran seluruh penduduknya, maka tingkat ketimpangannya dikatakan sangat tinggi.

Contoh Soal Perhitungan Rasio Indeks Gini Dan Membuat Kurva Lorenz

Pada sebuah kota diketahui jumlah penduduknya adalah 350.000 jiwa dengan distribusi pendapatan tiap bulannya seperti ditunjukkan dalam table berikut:

10 Contoh Soal Perhitungan Rasio Indeks Gini Dan Membuat Kurva Lorenz
Contoh Soal Perhitungan Rasio Indeks Gini Dan Membuat Kurva Lorenz

Pada table di atas dapat diketahui bahwa nilai pendapatan rata rata terkecil adalah 2 juta rupiah yang tiap bulannya diperoleh 150.000 jiwa penduduk kota.

Sedangkan nilai pendapatan rata rata tertinggi adalah 100 juta rupiah yang diperoleh 10.000 jiwa penduduk, yang merupakan Sebagian kecil dari penduduk kota. Seberapa besar ketimpangan pendapatan penduduk tersebut ?

Untuk menjawabnya, maka buatlah kurva Lorenz dari distribusi pendapatan penduduk kota tesebut dan hitung Rasio Gini penduduk kota tersebut.

Cara Membuat Kurva Lorenz ,

Kurva Lorenz dibangun oleh Sumbu horisontal yang merepresentasikan prosentase kumulatif penduduk dan sumbu vertical yang menyatakan persentase kumulatif pendapatan.

Tabel Membuat Persentase Kumulatif Penduduk Rasio Gino Kurva Lorenz,

Persentase kumulatif penduduk dapat dihitung dengan menggunakan excel atau manual dengan cara seperti berikut:

20. Membuat Persentase Kumulatif Penduduk Rasio Gino Kurva Lorenz,
 Tabel Membuat Persentase Kumulatif Penduduk Rasio Gino Kurva Lorenz,

Kolom (a) merupakan jumlah kelompok penduduk (kelas) berdasarkan pendapatan. Baris pertama ( i = 1) adalah jumlah penduduk yang memiliki pendapatan rata rata Rp 2 juta per bulan yaitu 150.000 jiwa.

Baris kedua ( i = 2) merupakan jumlah penduduk 100.000 jiwa dengan pendapatan peruan 5 juta rupiah, dan seterusnya sampai baris kelima (i = 5).

Notasi huruf (i) menunjukkan urutan berdasarkan pendapatan rata rata penduduk dari yang terendah sampai tertinggi.

Menghitung Persentase Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Kolom (a) dijumlahkan dari baris pertama (i=1) hingga baris kelima (i=5), sehingga diperoleh total penduduk adalah 350.000 jiwa.

Kolom (b) merupakan persentasi kolompok penduduk (i) dari total penduduk yang dihitung seperti berikut.

Baris pertama (i=1), merupakan persentase kelompok penduduk berpengahasilan 2 juta rupiah dari total penduduk yaitu

(150.000/350.000)x100% = 42,86%

Baris kedua (i=2), merupakan persentase kelompok penduduk berpengahasilan 5 juta rupiah dari total penduduk yaitu

(100.000)/(350.000)x100% = 28,57%

Baris ketiga (i =3) merupakan persentase kelompok penduduk berpengahasilan 10 juta rupiah dari total penduduk yaitu.

(75.000/350.000)x100% = 21,43%

dan seterusnya sampai baris kelima (i=5), sehingga totalnya adalah 100%.

Menghitung Persentase Kumulatif Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Kolom (c) merupakan persentase kumulatif jumlah penduduk yang dihitung dengan cara seperti berikut:

Baris pertama (i =1) merupakan persentase kumulatif kelompok penduduk berpengahasilan 2 juta rupiah yaitu

42,86%

Baris kedua (i =2) merupakan persentase kumulatif kelompok penduduk berpengahasilan 2 juta rupiah dan 5 juta rupiah yaitu

42,86% + 28,57% = 71,43%

Baris ketiga (i =3) merupakan persentase kumulatif kelompok penduduk berpengahasilan 2 juta rupiah, 5 juta rupiah dan 10 juta rupiah yaitu:

42,86% + 28,57% + 21,43% = 92,86%

dan seterusnya sampai baris kelima (i=5)

Menghitung Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Persentase kumulatif pendapatan rata rata penduduk dapat dihitung dengan menggunakan excel atau manual dengan cara seperti berikut

30. Menghitung Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,
Tabel Menghitung Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Kolom (a) sama dengan penjelasan sebelumnya, merupakan jumlah kelompok penduduk (kelas i) berdasarkan pendapatan. Baris pertama ( i = 1) adalah jumlah penduduk yang memiliki pendapatan rata rata Rp 2 juta per bulan yaitu 150.000 jiwa, dan seterusnya.

Kolom (d) merupakan pendapatan rata rata untuk tiap kolompok penduduk (kelas, i) yang diterima tiap bulannya.

Menghitung Total Pendapatan Kelompok Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Total pendapatan kelompok penduduk dihitung dengan cara berikut:

Kolom (a x d) merupakan total pendapat untuk tiap kolompok penduduk (kelas i) yang dihitung dengan cara mengkalikan kolom (a) dan kolom (d).

Baris pertama (i=1) merupakan pendapatan total kelompok penduduk yang pendapatannya 2 juta rupiah yaitu

150.000 x 2.000.000 = Rp 300. miliar

Baris kedua (i=2) meupakan pandapatan total kelompok penduduk yang pendapatannya 5 juta rupiah yaitu

100.000 x 5.000.000 = RP 500 miliar

dan seterusnya sampai baris kelima (i=5). kemudian dijumlahkan sehingga diperoleh total pendapata seluruh penduduk (350.000 jiwa) yaitu Rp 2.850 miliar atau 2,85 triliun rupiah.

Menghitung Persentase Pendapatan Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Persentase pendapatan kelompok penduduk ditunjukkan pada kolom (e) yang dihitung dengan cara sebagi berikut:

Baris pertama (i=1), merupakan persentase pendapata total kelompok penduduk berpendapatan 2 juta rupiah dari seluruh pandapatan penduduk  yaitu

(300 M)/(2,850 T)x 100% = 10,53%

M = miliar rupiah

T = triliun rupiah

Baris kedua (i=2), merupakan persentasi pendapatan total kelompok penduduk yang berpendapatan 5 juta rupiah dari seluruh pendapatan penduduk yaitu

(100 M)/(2,850 T) x100% = 17,54 %

dan seterusnya sampai baris kelima (i=5)

Cara Menghitung Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk Rasio Gini Kurva Lorenz,

Persentase pendapatan kumulatif penduduk ditunjukkan dalam kolom (f) yang dihitung dengan cara sebagai berikut:

Baris pertama (i=1) merupakan persentase pendapatan kumulatif dari kelompok penduduk berpendapatan 2 juta rupiah yaitu

10,53 %

Baris kedua (i=2), merupakan persentase pendapatan kumulatif kelompok penduduk yang berpendapatan 2 juta dan 5 juta rupiah yaitu

10,53% + 17,54% = 28,07 %

Baris ketiga (1=3) merupakan persentase pendapatan kumulatif kelompok penduduk yang berpendapatan 2 juta, 5 juta dan 10 juta rupiah yaitu

10,53% + 17,54% + 26,32% = 54,39%

dan seterusnya sampai baris (i=5)                     

Cara Membuat Tabel Excel Kurva Lorenz – Tabel Excel Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,

Sebagai sumbu horisotalnya adalah persentase kumulatif penduduk (kolom c) dan sumbu vertikalnya adalah persentase kumulaitf perdapatan penduduk (kolom f) yang disajikan dalam table berikut:

40. Cara Membuat Tabel Excel Kurva Lorenz – Tabel Excel Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,
Cara Membuat Tabel Excel Kurva Lorenz – Tabel Excel Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,

Cara Membuat Grafik Kurva Lorenz,

Data persentase kumulatif penduduk kolom (c) untuk sumbu horisotal dan persentase kumulatif pendapatan penduduk kolom (f) untuk sumbu vertical kemudian diplot pada sumbu sumbunya seperti berikut:

50. Cara Membuat Grafik Kurva Lorenz,
Cara Membuat Grafik Kurva Lorenz,

Dari gravik kurva Lorenz tersebut dapat dikatakan bahwa pendapatan penduduk sangat timpang. Perhatikan titik (3) pada kurva Lorenz tersebut…

Tampak, bahwa 92,86% dari total penduduk hanya memperoleh 54,39 persen dari seluruh pendapatan penduduk. Ini Artinya, 54,39% dari total pendapatan penduduk terditribusikan terhadap 92,86% penduduknya.

Sisanya, 7,14% penduduk memperoleh pendapatan 45,61 persen dari keseluruhan pendapatan penduduk. Artinya 45,61 persen pendapatan penduduk tersebut terdistribusi kepada 7,14% penduduk saja.

Rumus Menghitung Indeks Rasio Koefisien Gini,

Besarnya Rasio – Koefisien – Indeks Gini (GR) dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

GR = 1 – ∑ PPi (PPKi + PPKi-1)

GR = Rasio Gini, Indeks Gini, Koefesien Gini

PPi = Persentase Kelompok Penduduk Kelas i

PPKi = Persentase Kumulatif Pendapatan Kelompok Penduduk Kelas i

PPKi-1 = Persentase Kumulatif Pendapatan Kelompok Penduduk Kelas i-1

Untuk mempermudah penyelesaian perhitungan maka dibuatkan table excel dari perhitungan sebelumnya kecuali kolom (g), kolom (f+g) dan kolom b x (f+g) yang dihitung seperti berikut:

60. Rumus Tabel Menghitung Indeks Rasio Koefisien Gini,
Rumus Tabel Menghitung Indeks Rasio Koefisien Gini,

Kolom (b) adalah persentase kelompok penduduk kelas i = PPi

Kolom (f) adalah Persentase Kumulatif Pendapatan Kelompok Penduduk Kelas i = PPKi

Kolom (g) adalah Persentase Kumulatif Pendapatan Kelompok Penduduk Kelas i-1 = PPKi-1

Perhitungannya dengan rumus GR seperti berikut

\mathrm{GR = 1- \sum_{i=1}^{n}PP_{i} x (PPK_{i}+ PPK_{i-1})}

yang disesuaikan dengan notasi yang ada dalam table, sehingga rumus Rasio Gini GR menjadi seperti ini:

\mathrm{GR = 1- \sum_{i=1}^{5} b \: x \: (f + g) }

Dari tabel diperoleh bahwa

\mathrm{ \sum_{i=1}^{5} b \: x \: (f + g)}= 0,43

Sehingga nilai GR adalah…

GR = 1 – 0,43

GR = 0,57

Nilai Gini Rasio dari penduduk  adalah 0,57 yang artinya terjadi ketimpangan pendapatan yang tinggi pada penduduk tersebut.

Contoh Soal Menghitung Rasio Indeks Koefesien Gini Dari Kurva Lorenz,

Suatu kota memiliki distribusi pendapatan yang dinyatakan dengan Kurva Lorenz seperti berikut..

70 Contoh Soal Menghitung Rasio Indeks Koefesien Gini Dari Kurva Lorenz,
Contoh Soal Menghitung Rasio Indeks Koefesien Gini Dari Kurva Lorenz,

Hitunglah Rasio – Indeks – Koefisien -Gini Kota Tersebut..

Rumus Menghitung Rasio Gini Dari Kurva Lorenz

Rumus yang digunakan untuk menghitung Rasio Gini dari kurva Lorenz adalah

\mathrm{GR = 1- \sum_{i=1}^{n}PP_{i} x (PPK_{i}+ PPK_{i-1})}

Dari persamaannya dapat diketahui, data yang diperlukan adalah persentase kelompok penduduk PPi dan persentase kumulatif pendapatan PPKi sedangkan PPKi-1  diambil dari data PPKi.

Untuk dapat menghitung Rasio Gini (GR) maka pada grafik Kurva Lorenz diberi indentitas titik titik seperti berikut:

80. Rumus Menghitung Rasio Gini Dari Kurva Lorenz
Rumus Menghitung Rasio Gini Dari Kurva Lorenz

Titik dinotasikan sebagai (i),  sehingga diperoleh i=0, i=2,  sampai i=6, semakin banyak titik yang diambil semakin baik perhitungannya.

Setiap titik (i) diurai menjadi komponen sumbu horisontal dan komponen sumbu vertical kemudian dibuatkan table seperti berikut:

90 Tabel Titik Persen Kumulatif Pendapatan Penduduk Dari Kurva Lorenz
Tabel Titik Persen Kumulatif Pendapatan Penduduk Dari Kurva Lorenz

Untuk dapat menghitung Gini Rasio GR, maka harus dihitung dulu nilai persentase kelompok penduduk dari total penduduk. Agar memudahkan perhitungannya, maka dibuat dalam table seperti berikut:

11 Tabel Titik Persen Jumlah Penduduk Persen Pendapatan Dari Kurva Lorenz
Tabel Titik Persen Jumlah Penduduk Persen Pendapatan Dari Kurva Lorenz

Kolom (a) merupakan persentase kelompok penduduk (PPi) yang dihitung dengan cara seperti berikut:

Baris kedua (i=1) merupakan persentase kelompok penduduk (kelas i=1) yaitu

(% Kum i=1 ) – (% Kum i=0)

20% – 0 = 20%

Baris ketiga (i=2) merupakan persentase kelompok penduduk (kelas i=2) yaitu

(% Kum i=2 ) – (% Kum i=2)

40% – 20% = 20% dan seterusnya sampai baris ketujuh (i=6)

Baris ketujuh (i=6) merupakan persentase kelompok penduduk (kelas i=6) yaitu

(% Kum i=6 ) – (% Kum i=5)

100% – 90% = 10%

Menentukan Nilai Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,

Tahap berikutnya menentukan persentase kumulatif pendapatan kelompok penduduk kelas i-1 (PPKi-1) sedangkan PPKi adalah data pada kolom (c) yaitu persentase kumulatif pendapatan kelompok penduduk kelas i (% Kum i).

Untuk mempermudah perhitungannya maka disajikan dalam bentuk table seperti berikut:

22 Menentukan Nilai Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,
Menentukan Nilai Persentase Kumulatif Pendapatan Penduduk,

Data persentase kumulatif pendapatan kelompok penduduk kelas i-1 (% kum i-1) atau (PPKi-1) ditempatkan pada kolom (d) yang ditentukan dengan menggunakan data kolom (c.) yaitu diambil dari baris di atasnya atau data i-1 seperti berikut:

Baris pertama i=0, nilia PPKi-1 adalah 0.  karena tidak ada nilai sebelum i=0 pada kolom (c)

Baris kedua (i=1),  nilai PPKi-1 adalah 0, yang merupakan nilai pada baris sebelumnya atau baris pertama kolom (c) atau baris i=0

Baris ketiga (i=2), nilai PPKi-1 adalah 10, yang merupakan nilai pada baris sebelumnya atau baris kedua kolom (c) atau baris i=1

dan seterusnya sampai baris ke 7 (i=6).

Baris ketujuh (i=6), nilai PPKi-1 adalah 80, yang merupakan nilai pada baris sebelumnya atau baris keenam kolom (c) atau baris i=5

Menghitung Rasio Gini Indeks Gini Koefisien Gini Dari Tabel Kurva Lorenz

Nilai Rasio Gini (GR) dihitung seperti contoh perhitungan sebelumnya dengan notasi disesuaikan seperti pada table berikut:

33 Menghitung Rasio Gini Indeks Gini Koefisien Gini Dari Tabel Kurva Lorenz
Menghitung Rasio Gini Indeks Gini Koefisien Gini Dari Tabel Kurva Lorenz

Kolom (c+d) merupakan penjumlahan kolom (c) dan kolom (d).

Kolom a x (c+d) merupakan perkalian kolom (a) dengan kolom (c+d)

PPi = kolom (a)

PPKi = kolom (c)

PPKi-1 = kolom (d)

Rumus yang digunakan untuk menghitung Rasio Gini dari kurva Lorenz adalah

\mathrm{GR = 1- \sum_{i=1}^{n}PP_{i} x (PPK_{i}+ PPK_{i-1})}

Rumus perhitungan Gini Ratio dapat disesuaikan dengan notasi yang ada pada table menjadi seperti ini..

\mathrm{GR = 1- \sum_{i=1}^{6} a \: x \: (c + d)}

Dari table dapat diketahui bahwa

\mathrm{ \sum_{i=1}^{6} a \: x \: (c + d)}= 0,72

sehingga Gini Rasio GR penduduk kota adalah

GR = 1 – 0,72

GR = 0,28

Nilai Gini Rasio dari penduduk  adalah 0,28 yang artinya terjadi ketimpangan pendapatan yang rendah pada penduduk tersebut.

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan motivasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikut https://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Perekonomian Empat Sektor: Pengertian Keseimbangan Contoh Soal Perhitungan

Pengertian   Perekonomian Empat Sektor. Perekonomian empat sektor disebut sebagai perekonomian bersifat terbuka atau open economy. Sifat terbuka ini, ditunjukkan oleh adanya hubungan internasional dengan negara negara asing dalam bentuk transaksi perdagangan ekspor impor.

Dengan adanya perdagangan internasional ini, maka ada dua komponen atau sektor ekonomi baru yang ikut dalam perhitungan pendapatan nasional suatu negara yaitu ekspor dan impor.

Ekspor adalah kegiatan suatu negara mengirim atau menjual produk nasionalnya ke luar negeri. Sedangkan impor adalah kegiatan negara menerima atau membeli produk dari negara lain.

Fungsi Ekspor

Funsgi ekspor dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

X = X0

X = besar nilai ekspor

X0 = ekspor nilainya konstan tidak tergantung pada variabel apapun

Fungsi Impor

Impor otonom merupakan impor yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain. Impor otonom dapat terjadi karena tidak semua negara mampu menghasilkan produk barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya.


Fungsi impor yang didak dipengaruhi oleh variabel lain dinyatakan dengan persamaan berikut

M = M0

Impor dapat juga dipengaruhi pendapatan, sehingga jika pendapatan berubah, impor ikut berubah, Jika pendapatan naik, maka impor naik, dan jika pendapatan turun, maka impor juga turun.

Fungsi impor yang dipengaruhi oleh pendapatan nasional dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

M = M0 + m.Y

M = besarnya impor

M0 = impor otonom (nilai impor pada pendapatan Y = nol

m = marginal propensity to impor

Y = pendapatan nasional

Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor

Keseimbangan ekonomi akan tercapai jika Aggregate Demand AD sama dengan Aggregate Supply AS.  AD merupakan total pengeluaran masyarakat yang digunakan untuk mendapatkan produk nasional. Pengeluaran masyarakat terdiri dari pengeluaran rumah tangga C, pengeluaran rumah tangga produsen I, pengeluaran rumah tangga pemerintah G dan pengeluran rumah tangga luar negeri X – M.

Sedangkan, Aggregate supply AS merupakan total produk yang dihasilkan dalam suatu perekonomian untuk ditawarkan kepada masyarakat.

Keseimbangan perekonomian empat sektor dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

Y = C + I + G + X – M

Y = Pendapatan nasional

C = konsumsi

I = Investasi

G = Pemerintah

X = ekspor

M = impor

Contoh Soal Perhitungan Pendapatan Nasional Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor

Besar konsumsi masyarakat pada perekonomian suata negara dapat dinyatakan dengan C = 60 + 0,6Yd. Sedangkan besarnya pengeluaran pemerintah dinyatakan dengan G sebesar 40. Pengeluaran investasi I perusahaan adalah sebesar 20. Pada perekonomian empat sektor ini sudah ada kegiatan ekspor sebesar 30 dan sudah melakukan impor sebesar 80. Satuan uang dalam triliun rupiah.

Perhitungan Pendapatan Nasional Keseimbangan Sebelum ada Ekspor Impor

Diketahui

C = 60 + 0,6Yd

Yd = Y + Tr – Tx

Dalam kasus ini tidak ada pajak dan transfer payment

Tr = 0

Tx = 0

Fungsi konsumsinya menjadi

C = 60 + 0,6(Y + Tr – Tx)

C = 60 + 0,6(Y + 0 – 0)

C = 60 + 0,6Y

Diketahui

I = 20

G = 40

Sebelum ada ekspor impor

X = 0

M = 0

Substitusikan, C, I, G, X dan M pada persamaan keseimbangan pendapatan nasional berikut

Y = C + I + G + X – M

Besar pendapatan nasional keseimbangannya adalah

Y = 60 + 0,6Y + I + G + (X – M)

Y = 60 + 0,6Y + 20 + 40 + 0 – 0

Y = 60 + 06 Y + 60

Y = 120 + 0,6Y

Y = 120/0,4

YE = 300

Pendapatan nasional keseimbangan sebelum ada ekspor impor adalah YE = 300

Perhitungan Pendapatan Nasional Keseimbangan Setelah Ekspor Impor

Pendapatan nasional keseimbangan nasional setelah ekspor impor dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Y = C + I + G + (X – M)

diketahui Besar ekspor X, dan impor I adalah

X = 30

M = 80

dan sektor ekonomi lainnya adalah

C = 60 + 0,6Y

I = 20

G = 40

Substitusikan X, M, C, I, dan G pada persamaan

Y = C + I + G + (X – M)

Y = 60 + 0,6Y + 20 + 40 + (30 – 80)

Y = 120 + 0,6Y – 50

Y = 70 + 0,6 Y

Y = 70/0,4

YXE = 175

Pendapatan nasional keseimbangan setelah ada ekspor impor adalah YE = 175

Pengaruh Ekspor Impor Pendapatan Nasional Pada Perekonomian Empat Sektor

Kegiatan ekspor impor akan berpengaruh terhadap perekonomian empat sektor dan dapat dijelaskan seperti berikut

Sebelum ada kegiatan ekspor impor, pendapatan nasional keseimbangannya adalah

YE = 300

Setelah melakukan kegiatan ekspor impor, pendapatan nasional keseimbangannya adalah

YXE = 175

Selisih setelah dan sebelum ada ekspor impor

DY = YXE – YE

DY = 175 – 300

DY = – 125 trilun rupiah

Pada kasus ini, pengaruh ekspor impor adalah turunnya pendapatan nasional dari 300 menjadi 175 triliun rupiah. Pendapatan nasional berkurang 125 triliun rupiah. Hal ini, menunjukkan bahwa nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor atau nilai net export adalah negative.

Marginal Propensity to Import

Marginal Propensity to Import merupakan besaran yang menunjukkan perubahan impor DM sebagai akibat terjadinya perubahan pendapatan nasional DY.

Besarnya perubahan impor sebagai akibat adanya perubahan pendapatan nasional dapat dinyatakan dengan  persamaan berikut

MPM = DM/DY

MPM = marginal propensity to import

DM = perubahan impor

DY = perubahan pendapatan nasional

Perhitungan Marginal Propensity to Import MPM Perekonomian Empat Sektor

Dari data sebelumya diketahui bahwa

DY = YXE – YE

YE = 300

YXE = 175

Perubahan pendapatan nasionalnya adalah

DY = 175 – 300

DY = – 125 trilun rupiah

Sedangkan perubahan impornya adalah

DM = M2 – M1

M2 = 80

M1 = 0 (sebelum ada ekspor impor)

DM = 80 – 0

DM = 80

Besar marginal propensity to import adalah

MPM = 80/-125

MPM = – 0,64

Membuat Grafik, Kurva Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor

Grafik keseimbangan perekonomian empat sektor dibangun oleh sumbu datar yang menunjukkan pendapatan nasional Y dengan sumbu vertical yang merepresentasikan besaran konsumsi C, Insvestasi I, Pemeritah G, dan ekspor impor X – M.

Grafik yang menunjukkan keseimbangan pada perekonomian empat sektor sebelum dan setelah melakukan transaksi perdagangan internasional ditunjukkan pada gambar berikut.

Contoh Membuat Grafik, Kurva Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor
Contoh Membuat Grafik, Kurva Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor

Besarnya pendapatan nasional keseimbangan sebelum adanya kegiatan ekspor impor dinyatakan dengan YE dan titik keseimbangnya ditunjukkan oleh titik E1. Sedangkan setelah melakukan perdagangan internasional dalam bentuk ekspor impor, titik keseimbangannya ditunjukkan oleh titik E2 dengan besar pendapatan nasional keseimbangannya dinyatakan oleh YXE.

Kegiatan ekspor impor mengakibatkan turunnya pendapatan nasional keseimbangan dari 300 manjadi 175 triliun rupiah. Hal ini diperlihatkan oleh bergesernya titik E1 menjadi titik E2 yang posisinya lebih ke kiri.

Penurunan pendapatan nasioanal ini disebabkan nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya.

Pengaruh Ekspor Impor Terhadap Konsumsi

Fungsi konsumsi dalam contoh soal perekonomian empat sektor dapat dinyatakan dengan peramaan berikut;

C = 60 + 0,6Y

Pada kasus ini, tidak ada pajak dan transfer payment. Konsumsi sebelum dan Setelah Ekspor Impor fungsinya tidah berubah. (sudah dijelaskan di atas)

Perhitungan Konsumsi Sebelum ada Ekspor Impor

Dari perhitungan sebelumnya diketahui bahwa pandapatan nasional keseimbangan sebelum   ada ekspor impor adalah.

YE = 300

Besarnya konsumsi C sebelum ada impor ketika pendapatan nasional dalam kondisi keseimbangan adalah

CE = 60 + 0,6 YE

substitusikan nilai YE = 300

CE = 60 + 0,6(300)

CE = 60 + 180

CE = 240

Besarnya konsumsi C sebelum ekspor ketika pendapatan nasional dalam keseimbangan adalah CE = 240 triliun rupiah.

Perhitungan Konsumsi Setelah ada Ekspor Impor

Pandapatan nasional keseimbangan setelah ada ekspor impor adalah.

YXE = 175

Besarnya konsumsi C setelah ada ekspor impor ketika pendapatan nasional dalam kondisi keseimbangan adalah

CXE = 60 + 0,6YE

substitusikan nilai YE = 175

CXE = 60 + 0,6(175)

CXE = 60 + 105

CXE = 165

Besarnya konsumsi C setelah ada ekspor impor ketika pendapatan nasional dalam keseimbangan adalah CXE = 165 triliun rupiah.

Perhitungan Pengaruh Ekspor Impor Pada Konsumsi Perekonomian Empat Sektor

Besar konsumsi sebelum ada ekspor impor adalah

CE = 240

Besar konsumsi setelah ada ekspor impor adalah

CXE = 165

Perubahan konsumsi setelah ada ekspor impor dapat dinyatakan dengan rumus berikut

DC = CXE – CE

DC = 165 – 240

DC = -75 triliun rupiah

Membuat Grafik, Kurva Fungsi Konsumsi Perkonomian Empat Sektor

Sama dengan grafik sebelumnya, Grafik keseimbangan perekonomian empat sektor dibangun oleh sumbu datar yang menunjukkan pendapatan nasional Y dan sumbu vertical yang merepresentasikan besaran konsumsi C, Insvestasi I, Pemeritah G, dan ekspor impor X – M.

Grafik yang menunjukkan fungsi konsumsi C keseimbangan pada perekonomian empat sektor sebelum dan setelah melakukan transaksi perdagangan internasional ditunjukkan pada gambar berikut.

Contoh Membuat Grafik, Kurva Fungsi Konsumsi Perkonomian Empat Sektor
Contoh Membuat Grafik, Kurva Fungsi Konsumsi Perkonomian Empat Sektor

Besarnya konsumsi keseimbangan sebelum adanya kegiatan ekspor impor dinyatakan dengan CE dan titik keseimbangnya ditunjukkan oleh titik E1. Sedangkan setelah melakukan perdagangan internasional dalam bentuk ekspor impor, titik keseimbangannya ditunjukkan oleh titik E2 dengan besar konsumsi keseimbangannya dinyatakan oleh CXE.

Kegiatan ekspor impor mengakibatkan turunnya konsumsi keseimbangan dari 240 manjadi 165 triliun rupiah. Hal ini diperlihatkan oleh bergesernya titik E1 menjadi titik E2 yang posisinya lebih ke kiri.

Penurunan konsumsi ini disebabkan nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya.

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Perekonomian Tiga Sektor: Pengertian Keseimbangan Contoh Rumus Perhitungan Fungsi Multiplier Government Expenditure

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung

Perekonomian Tiga Sektor: Pengertian Keseimbangan Contoh Rumus Perhitungan Fungsi Multiplier Government Expenditure

Pengertian Perekonomian TIga Sektor: Perekonomian tiga sektor adalah perekonomian yang melibatkan tiga sektor ekonomi yang terdiri dari rumah tangga konsumen C, rumah tangga produsen I, dan rumah tangga pemerintah G. Perekonomian tiga sektor masih bersifat perekonomian tertutup.

Perekonomian Tertutup berarti tidak melakukan aktivitas transaksi perdagangan ekspor impor dengan negara asing.

Pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor sudah melibatkan campur tangan pemerintah dalam aktivitas perekonomiannya. Peran pemerintah G diwujudkan dalam bentuk pengeluaran (Government Expenditure), Government Transfer dan penerimaan sebagai pajak.

Government Expenditure G

Government Expenditure G adalah pengeluran pemerintah dan dari pengeluaran terebut pemerintah mendapatkan hasil secara langsung dalam bentuk kinerja dari para pegawainya.

Pengeluaran pemeritah G merupakan variabel yang bersifat eksogen (exogeneus variable) dan dinyatakan dengan menggunakan persamaann rumus berikut

G = Go

Contoh Government Expenditure

Contoh Government Expenditure adalah pembayaran pegawai, belanja barang untuk peralatan kerja, belanja daerah untuk dana perimbangan dan dana otonomi khusus.

Government Transfer Tr


Government Transfer adalah pengeluaran pemerintah namun dari pengeluaran tersebut, pemerintah tidak mendapatkan hasil secara langsung pada tahun anggaran dikeluarkan.

Tranfer payment merupakan bentuk pengeluaran pemerintah yang diberikan pada masyarkat untuk tujuan tertentu. Masyarakat tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana yang telah diterimannya.

Transfer payment yang diterima masyarakat atau konsumen akan menaikkan pendapatan yang secara langsung juga menambah besarnya konsumsi.

Fungsi Transfer Payment

Transfer payment merupakan variable yang bersifat eksogen dan dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut

Tr = Tro

Contoh Government Transfer,

Contoh Government Transfer adalah pembayaran untuk beasiswa, pensiunan, dan sejumlah subsidi dan hibah.

Penerimaan Pajak, Tax, Tx

Pajak adalah pungutan wajib yang harus dibayarkan kepada negara oleh orang pribadi atau badan. Pajak sifatnya memaksa berdasarkan undang undang dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung.

Pajak merupakan beban biaya yang harus dibayar oleh rumah tangga konsumen. Pajak pada dasarnya merupakan daya beli masyarakat berupa uang yang diserahkan kepada negara.

Berdasarkan tarifnya, pajak dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pajak tetap atau Lump-Sum Tax dan pajak proposional atau Built-in Stabilizer.

Lump Sum Tax Pajak Tetap,

Pajak tetap adalah pajak yang besarnya tidak tergangtung pada besarnya pendapatan. Sehingga, berapapun besarnya pendapatan masyarakat, baik kecil maupun besar, pajaknya selalu sama atau bersifat lump sum.

Contoh Pajak Lump Sum adalah bea materai yaitu sebesar 6000 atau 3000 rupiah.

Fungsi Pajak Tetap

Pajak tetap dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Tx = To

Pajak Proposional Built-in Stabilizer,

Pajak proposional atau Built-in Stabilizer adalah pajak denga proposi tertentu terhadap tingkat pendapatan. Semakin besar pendapatan, maka semakin besar proposi pendapatan yang dikenai pajaknya.

Fungsi Pajak Proposional

Pajak proposionl dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut

Tx = To + t Y

Contoh Pajak Proposional adalah penerapan PPh pasal 21 yang dikenakan untuk pegawai dengan jumlah gaji di atas pendapatan tidak kena pajak atau PTKP.

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional

Pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah G dalam perekonomian tiga sektor akan mempengaruhi pengeluaran secara keseluruhan Aggregate Demand AD. Ketika pengeluaran pemerintah masih belum diikutkan dalam kegiatan ekonomi, besarnya aggregate demand AD hanya dipengaruhi oleh dua komponen yaitu konsumsi C dan investasti I, yaitu C + I

Kontribusi pemerintah dalam bentuk pengeluaran merubah aggregate demand menjadi tiga kompenen yaitu konsumsi C, investasi I dan pemerintah G, yaitu C + I + G.

Multiplier Government Expenditure

Perubahan pendapatan nasional ΔY akibat perubahan pengeluaran pemerintah ΔG dapat dinyatakan dengan multiplier government expenditure seperti berikut

kG = ΔY/ΔG

kG = 1/(1 – MPC)

kG = koefisien multiplier G

MPC = marginal propensity to consume

Substitusikan kedua persamaan menjadi

ΔY/ΔG = 1/(1 – MPC) atau

ΔY = 1/(1 – MPC) x ΔG atau

ΔY = kG x ΔG

Multiplier Tax

Multiplier tax adalah suatu proses terjadinya perubahan pendapatan nasional ΔY secara berlipat sebagai akibat adanya perubahan pajak ΔTx. Besaran yang menunjukkan Multiplier tax adalah koefisien multiplier tax.

Koefisien Multiplier Tax

Koefisien multiplier tax merupakan rasio perubahan pendapatan nasional terhadap perubahan pajak dan dinyatakan dengan persamaan berikut.

kTx = ΔY/ΔTx atau

kTx = -MPC/MPS atau

kTx = -b/(1 – b)

kTx bernilai negative karena penerapan pajak berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat.

Pengaruh Pajak Pada Pendapatan Nasional

Besar pengaruh pajak terhadap pedapatan nasional dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

ΔY = -b/(1 – b) x ΔTx atau

ΔY = kTx x ΔTx

Pengaruh Pajak Pada Konsumsi dan Tabungan

Pajak secara langsung mempengaruhi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.

Pengaruh Pajak Pada Konsumsi

Pungutan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat. Sebagai akibatnya, konsumsi masyarakat cenderung turun.

Pengaruh pajak menyebabkan kurva fungsi konsumsi bergeser ke bawah sebesar

-b x ΔTx

Pengaruh Pajak Pada Tabungan

Pajak mempunyai pengaruh terhadap kecenderungan masyarakat menahan diri untuk tidak membelanjakan pendapatannya. Sebagai akibatnya, tabungan masyarakat cenderung meningkat.

Pengaruh pajak menyebabkan kurva fugsi tabungan saving mengalami kenaikan dan bergeser ke atas sebesar

b x ΔTx

Multipiler Transfer Payment

Multiplier Transfer Payment adalah suatu proses yang menyebabkan terjadinya perubahan pendapatan nasional ΔY secara berlipat sebagai akibat adanya perubahan transfer payment ΔTr. Besaran yang menunjukkan Multiplier transfer payment adalah koefisien multiplier transfer payment.

kTr = ΔY/ΔTr atau

kTr = MPC/MPS atau

kTr = +b/(1 – b)

kTr bernilai positif karena penerimaan transfer payment berdampak terhadap naiknya daya beli masyarakat.

Pengaruh Transfer Payment Pada Pendapatan Nasional

Besar pengaruh transfer payment terhadap pedapatan nasional dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

ΔY = +b/(1 – b) x ΔTr atau

ΔY = kTr x ΔTr

Pengaruh Transfer Payment Pada Konsumsi dan Tabungan

Selain pajak, Transfer payment juga mempengaruhi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.

Pengaruh Transfer Payment Pada Konsumsi

Pembayaran transfer payment akan menaikkan daya beli masyarakat. Sebagai akibatnya, konsumsi masyarakat cenderung naik.

Pengaruh transfer payment akan menyebabkan kurva fungsi konsumsi bergeser ke atas sebesar

b x ΔTr

Pengaruh Transfer Payment Pada Tabungan

Transfer payment mempunyai pengaruh terhadap kecenderungan masyarakat untuk membelanjakan pendapatannya. Sebagai akibatnya, tabungan masyarakat cenderung menurun.

Pengaruh transfer payment menyebabkan naiknya konsumsi dan menurunkan tabungan. Kurva fungsi tabungan saving mengalami penurunan dan bergeser ke bawah sebesar

-b x ΔTr

Keseimbangan Perekonomian Tiga Sektor

Perekonomian akan seimbang jika aggregate demand AD sama dengan aggregate supply AS. AD merupakan keseluruhan pengeluaran masyarakat perekonomian yang terdiri dari rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen dan rumah tangga pemerinta untuk mendapatkan produk nasional. AS merupakan keseluruhan produk nasional ditawarkan kepada masyarakat.

Keseimbangan perekonomian tiga sektor akan tercapai apabila nilai produk nasional yang ditawarkan sama dengan jumlah permintaan masyarakat secara keseluruhan.

Keseimbangan ekonomi tiga sektor berdasarkan Income – Expediture Approach dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Y = C + I + G

Y = pendaatan nasional

C = konsumsi

G = pemerintah

Contoh Soal Perhitungan Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional

Diketahui data perekonomian tiga sektor suatu negara adalah konsumsi memenuhi Fungsi Konsumsi C = 40 + 0,75Y, sedangkan besarnya pengeluaran perusahaan swasta dalam bentuk investasi I adalah sebasar 60. Pemerintah G melakukan pengeluaran sebesar 100.

Hitung pengaruh pengeluaran pemerintah dalam perekonomian tiga sektor tersebut. Satuan nilai uang dalam triliun rupiah.

Perhitungan Keseimbangan Pendapatan Nasional Sebelum Ada Pemerintah

Pendapatan nasional keseimbangan dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

Y = C + I

C = 40 + 0,75Y

I = 60

G = 0

Substitusikan C dan I, Sehingga nilai Y adalah

Y = 40 + 0,75Y + 60

Y = 100 +0,75 Y

Y – 0,75Y = 100

Y = 100/0,25

YI = 400

Jadi besar pendapatan nasional keseimbangan sebelum ada campur tangan pemerintah adalah YI = 400 triliun rupiah

Perhitungan Keseimbangan Pendapatan Nasional Setelah Ada Pemerintah G

Keseimbangan pendapatan nasional dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

Y = C + I + G

diketahui

C = 40 + 0,75Y

I = 60

G = 100

Substitusikan C, I dan G, sehingga nilai pendapatan nasional keseimbangannya adalah

Y = 40 + 0,75Y + 60 + 100

Y = 200 + 0,75 Y

Y – 0,75Y = 200

Y = 200/0,25

YG = 800

Besar pendapatan nasional setelah ada keterlibatan pemerintah adalah YG = 800 triliun rupiah

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional

Pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap perubahan pendapatan nasional ΔY adalah

ΔY = YG – YI

ΔY = 800 – 400

ΔY = 400

Pengeluaran pemerintah G sebasar 100 mampu meningkatkan pendapatan nasional keseimbangan dari 400 menjadi 800. Ini artinya pendapatan nasional bertambah 4 kali dari nilai pengeluaran pemerintah, seperti penjelasan berikut

ΔY = 400

G = 100

Kenaikan pendapatan nasional

400/100 = 4 kali dari nilai G

Perhitungan Koefisiensi Multiplier Government Expenditure kG

Nilai koefisien multiplier kG dapat dinyatakan dengan rumus berikut

kG = 1/(1 – MPC)

diketahui

MPC = 0,75 diperoleh dari fungsi konsumsi yaitu

Nilai koefisien multiplier kG adalah

kG = 1/(1 – 0,75)

kG = 4

Perhitungan Pengaruh Pengeluaran Pemerintah G Terhadap Pendapatan Nasional Y

Pengaruh perubahan pengerluaran pemerintah ΔG terhadap perubahan Pendapatan nasional ΔY dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

ΔY = kG x ΔG

diketahui

kG = 4

ΔG = G1 – G2

G1 = 0 (sebelumnya tidak ada pemerintah G)

G2 = 100 (pengeluaran pemerintah G)

ΔG = 100 – 0

ΔG = 100

Perubahan pendapatan setelah adanya pengaruh pemerintah G adalah

ΔY = 4 x 100

ΔY = 400

Jadi pengaruh pengeluaran pemerintah G sebesar 100 triliun adalah terjadinya kenaikan pendapatan nasional sebesar 4 kali dari nilai pengeluaran pemerintahan.

Membuat Kurva Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Perekonomian Tiga Sektor

Grafik yang menjelaskan kurva hubungan antara konsumsi C, investasi I dan pemerintah G dengan pendapatan nasional dibangun oleh sumbu datar yang mewakili pendapatan nasional Y dan sumbu vertical yang mewakili konsumsi C, investasi I dan peeritah G.

Secara keseluruhan kurva kurva yang menunjukkan hubungan investasi I dan pemerintah G terhadap pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor dapat dilihat pada gambar berikut

Contoh Gambar Grafik, Kurva Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional
Gambar Contoh Grafik, Kurva Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional

Dari gambar dapat diketahui hal hal berikut.

Keseimbangan pendapatan nasional sebelum adanya pengaruh dari pemerintah G adalah 400 triliun rupiah ditunjukkan oleh titik E1.

Setelah ada peran pemerintahan G, titik keseimbangan berubah naik, dari titik E1 menjadi titik E2.

Pendapatan nasional keseimbangan naik sebesar ΔY= 400 yaitu dari YI = 400 menjadi YG = 800 triliun rupiah.

Pendapatan Disposable, Perekonomian Tiga Sektor

Pada Perekonomian tiga sektor, pendapatan masyarakat yang benar benar siap dibelanjakan atau disposable income Yd akan mempengaruhi nilai konsumsi C dan tabungan S.

Dua komponen yang mempengaruhi disposable income Yd adalah pajak Tx dan transfer payment Tr, sehingga disposable income dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

Yd = Y + Tr + Tx

dengan keterangan

Yd = disposable income

Y = pendapatan nasional

Tr = transfer payment (subsidi)

Tx = pajak

Fungsi Konsumsi Perekonomian Tiga Sektor

Akibat adanya pajak Tx dan transfer payment Tr, maka konsumsi C dalam perekonomian tiga sektor dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

C = a + b.Yd

C = a + b (Y + Tr – Tx)

Substitusikan Yd ke fungsi konsumsi C

C = a + b (Y + Tr – Tx)

Fungsi Tabungan Perekonomian Tiga Sektor

Selain konsumsi, Tabungan dalam perekonomian tiga sektor juga dipengaruhi oleh pajak dan transfer payment, dan Fungsi tabungannya dapat dinyatakan dengan rumus berikut

Yd = C + S

S = Yd – C

Substitusikan fungsi C ke persamaan Tabungan S

S = Yd – (-a + b.Yd)

S = Yd + a – b Yd

S = Yd (1 – b) + a

S = a + (1 – b) (Y + Tr – Tx)

Dengan adanya komponen pajak Tx dan transfer payment Tr, maka besar pendapatan nasional akan berubah sesuai dengan perubahan pajak dan transfer payment melalui proses multiplier tax dan multiplier transfer payment.

Contoh Soal Perhitungan Perekonomian Tiga Sektor

Besar konsumsi masyarakat pada perekonomian suata negara dinyatakan dengan C = 60 + 0,6Yd. Sedangkan besarnya pengeluaran pemerintah dinyatakan dengan G sebesar 40. Pengeluaran investasi I perushaan adalah sebesar 20. Pada perekonomian tiga sektor ini sudah ada transfer payment Tr sebesar 30 dan sudah ada pungutan pajak Tx oleh pemerintah sebesar 80. Satuan uang dalam triliun rupiah.

Perhitungan Fungsi Konsumsi C Sebelum Pajak Tx Pada Perekonomian Tiga Sektor

Fungsi konsumsi sebelum pajak Tx dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

C = 60 + 0,6 Yd dan

Yd = Y + Tr– Tx

Sebelum ada pajak Tx dan transfer payment

Tx = 0

Tr = 0

Fungsi konsumsi sebelum pajak dan transfer payment pada perekonomian tiga sektor  adalah

C = 60 + 0,6 (Y + 0 – 0)

C = 60 + 0,6 Y

Pendapatan Nasional PN Keseimbangan Sebelum Ada Pajak Dan Transfer Payment pada Perekonomian Tiga Sektor,

Besarnya nilai Pendapatan nasional PN sebelum ada pajak dan transfer payment dalam keandaan keseimbangan dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

Y = C + I + G

Diketahui

C= 60 + 0,60 Y

I = 20

G = 40

Substitusikan C, I, dan G sehingga diperoleh Y seperti berikut

Y = 60 + 0,6 Y + 20 + 40

Y = 120 + 0,6 Y

Y – 0,6 Y = 120

Y = 120/0,4

YE = 300

Pendapatan nasional keseimbangan sebelum ada pajak dan transfer payment adalah YE = 300

Pengaruh Pajak Terhadap Pedapatan Nasional Perekonomian Tiga Sektor

Pajak yang dipungut oleh Pemerintah akan mempengaruhi konsumsi, tabungan dan pendapatan nasional. Sehingga fungsi konsumsi C, Tabungan S dan Pendapatan nasional Y juga berubah.

Perhitungan Fungsi Konsumsi C Setelah Pajak Pada Perekonomian Tiga Sektor

Fungsi konsumsi setelah Pajak Tx Namun belum ada transfer payment dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

C = 60 + 0,6 Yd dan

Yd = Y + Tr – Tx

Setelah ada Pajak Tx, namun belum ada Transfer Payment Tr

Tx = 80

Tr = 0

Fungsi konsumsi setelah pajak pada perekonomian tiga sektornya  adalah

CT = 60 + 0,60 (Y + Tr – 80)

CT = 60 + 0,60 (Y + 0 – 80)

CT = 60 + 0,60Y – 48

CT = 12 + 0,60Y

Pendapatan Nasional PN Keseimbangan Perekonomian Tiga Sektor Setelah Pajak Tidak Ada Transfer Payment

Besarnya pendapatan nasional PN dalam keandaan keseimbangan setelah adanya pajak namun belum ada transfer payment dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

Y = CT + I + G

CT = 12 + 0,6Y

I = 20

G = 40

Substitusikan I, G, Dan CT

Y = 12 + 0,6Y + 20 + 40

Y = 72 + 0,6Y

Y – 0,6 Y = 72

Y = 72/0,4

YTE = 180

 Pendapatan nasional keseimbangan setelah pajak dan sebelum transfer payment  adalah YTE = 180

Perhitungan Multiplier Tax Pada Perekonomian Tiga Sektor

Nilai koefisien multiplier tax kTx dapat dinyatakan dengan rumus berikut

kTx = -b/(1 – b)

diketahui

b = 0,6 diperoleh dari fungsi konsumsi

Nilai koefisien multiplier kTx adalah

kTx = -0,6/(1 – 0,6)

kTx = -1,5

Perhitungan Pengaruh Pajak Terhadap Pendapatan Nasional Y

Pengaruh pungutan pajak Tx terhadap Pendapatan nasional Y dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

ΔY = kTx x ΔTx atau

ΔY = -b/(1 – b) x ΔTx

diketahui

b = 0,6

ΔTx = 80 – 0

ΔTx = 80

Perubahan pendapatan nasional keseimbangan perekonomian tiga sektor setelah ada pajak namun belum ada transfer payment adalah

ΔY = -0,6/(1 – 0,6) x 80

ΔY = -0,6/(0,4) x 80

ΔY = -1,5 x 80

ΔY = -120

Besarnya perubahan pendapatan nasional setalah ada pajak Tx = 80 triliun rupiah  adalah 120 triliun rupiah. Tanda negative menunjukkan perubahannya adalah penurunan. Jadi pendapatan nasional turun 120 triliun rupiah akibat masyarakat dipungut pajak 80 triliun.

Sebelum ada pajak pendapatan nasional keseimbanagan adalah

YE = 300

Setelah ada pajak, pendapatan nasional adalah

YTE = 180

Perubahan pendapatan nasionalnya

ΔY = YTE – YE

ΔY = 180 – 300

ΔY = -120

Dimana, pernurunan pendapatan nasionalnya sama dengan 1,5 kali dari nilai pajak yang dipungut.

Pengaruh Pajak dan Transfer Payment Terhadap Pendapatan Nasional Perekonomian Tiga Sektor.

Perhitungan Fungsi Konsumsi Setelah Pajak dan Transfer Payment

Fungsi konsumsi C sebelum ada pajak dan transfer payment

C = 60 + 0,60 Yd dan

Yd = Y + Tr – Tx

Besarnya pajak dan transfer payment adalah

Tx = 80

Tr = 30

Substitusikan Tx dan Tr ke fungsi Yd dan selanjutnya substitusikan Yd ke fungsi C

Dengan demikian, Fungsi Konsumsi C setelah ada pajak dan transfer payment adalah

C = 60 + 0,6 (Y + 30 – 80)

C = 60 + 0,6 Y – 50

CTT = 30 + 0,6 Y

Perhitungan Pendapatan Nasional Keseimbangan Setelah Pajak dan Transfer Payment

Keseimbangan Pendapatan Nasional setelah ada pungutan pajak dan penerimaan transfer payment dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Y = CTT + I + G

Diketahui

CTT = 30 + 0,6 Y

I = 20

G = 40

Substitusikan C, I dan G, sehingga diperoleh keseimbangan pendapatan nasional

Y = 30 + 0,6 Y + 20 + 40

Y = 90 + 0,6 Y

Y – 0,6 Y = 90

Y = 90/0,4

YTTE = 225 triliun rupiah

Besar pendapatan nasional keseimbangan setelah ada pungutan pajak dan transfer payment dari pemerintah adalah YTTE= 225 triliun rupiah

Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak Dan Transfer Payment Pada Perekonomian Tiga Sektor.

Grafik dibangun oleh sumbu datar yang merepresentasikan pendapatan nasional, dan sumbu tegak atau vertical yang menunjukkan besar komsumsi C, investasi I dan pemerintah G.

Secara keseluruhan kurva kurva yang menunjukkan fungsi pendapatan nasional Y baik sebelum atau setelah dipengaruhi oleh pajak dan transfert payment dapat dilihat pada gambar berikut.

Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak Dan Transfer Payment Pada Perekonomian Tiga Sektor.
Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak Dan Transfer Payment Pada Perekonomian Tiga Sektor.

Pendapatan nasional keseimbangan sebelum ada pajak dan transfer payment dinyatakan dengan YE. Titik keseimbangnya ditunjukkan oleh titik E1. Sebelum pajak diterapkan dan transfer payment dikeluarkan oleh pemerintah, nilai keseimbangan pendapatan nasionalnya adalah 300 triliun rupiah.

Ketika pungutan pajak diberlakukan, maka pendapatan nasional keseimbangan turun dari 300 menjadi 180 triliun rupiah. Titik keseimbangannya ditunjukkan oleh titik E2 dengan nilai kesimbangan pendapatan nasionalnya dinyatakan oleh YTE.

Pengaruh pajak secara nyata berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan nasional kesimbangan.

Transfer payment yang dikeluarkan pemerintah berkorelasi terhadap pendapatan nasional kesimbangan setelah pajak. Keseimbangannya ditunjukkan oleh titik E3, sedangkan nilai pendapatan keseimbangannya dinyatakan dengan YTTE

Pendapatan nasional keseimbangan naik dari 180 menjadi 225 triliun rupiah setelah  pemerintah membuat kebijakan untuk mengeluarkan transfer payment kepada masyarakat.

Contoh Perhitungan Pengaruh Pajak dan Transfer Terhadap Konsumsi

Pada contoh perhitungan ini, semua data merupakan hasil dari perhitungan contoh soal di atas, jadi perlu usaha untuk mengingatnya.

Konsumsi Sebelum Pajak dan Transfer Payment Perekonomian Tiga Sektor

Dari data sebelumnya diketahui

Fungsi konsumsi sebelum pajak dan transfer payment adalah

C = 60 + 0,6Y

Pendapatan nasional keseimbangan sebeum pajak dan transfer payment adalah

YE = 300

Besar konsumsi keseimbangan sebelum pajak da tranfer payment adalah

CE = 60 + 0,6(300)

CE = 60 + 180

CE = 240

Fungsi konsumsi setelah pajak dan sebelum transfer payment adalah

CT = 12 + 0,6Y

Pendapatan nasional keseimbangan setelah pajak dan sebelum transfer payment adalah

YTE = 180

Besar konsumsi keseimbangannya adalah

CTE = 12 + 0,6(180)

CTE = 12 + 108

CTE = 120

Fungsi konsumsi setelah pajak dan setelah transfer payment adalah

CTT = 30 + 0,6Y

Pendapatan nasional keseimbangan setelah pajak dan setelah transfer payment adalah

YTTE = 225

Besar konsumsi keseimbangannya adalah

CTTE = 30 + 0,6(225)

CTTE = 30 + 135

CTTE = 165

Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak dan Transfer Payment Terhadap Konsumsi

Secara keseluruhan kurva kurva yang menunjukkan fungsi konsumsi C baik sebelum atau setelah dipengaruhi oleh pajak dan transfert payment dapat dilihat pada gambar berikut.

Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak dan Transfer Payment Terhadap Konsumsi
Membuat Grafik, Kurva Pengaruh Pajak dan Transfer Payment Terhadap Konsumsi

Besar konsumsi keseimbangan sebelum adanya pajak dan transfer payment adalah 240 triliun rupiah yang ditunjukkan dengan CE. Konsumsi keseimbangan ini diperoleh pada saat pendapatan nasional keseimbangan YE sebesar 300 triliun rupiah.

Besarnya konsumsi turun dari 240 menjadi 120 triliun rupiah setelah pemerintah memungut pajak yang ditunjukkan oleh CT.

Penurunan konsumsi merupakan dampak penurunan pendapatan nasional keseimbangan dari YE = 300 menjadi YTE = 180 triliun rupiah.

Namun, setelah pemerintah membayarkan transfer payment, besar konsumsi naik dari 120 triliun menjadi 165 triliun rupiah yang ditunjukkan oleh CTT. Kenaikkan ini, disebabkan adanya kenaikan pendapatan nasional keseimbangan dari YTE = 180 menjadi YTTE = 225 triliun rupiah.

Perhitungan Ekonomi Empat Sektor Dan Pengaruh Ekspor Impor Terhadap pendapatan nasional dapat dibaca pada artikel berikut

Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor, Pengertian Contoh Soal dan Perhitungannya

Perekonomian Empat Sektor: Pengertian Keseimbangan Contoh Soal Perhitungan

Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor, Pengertian Contoh Soal

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Keseimbangan Pasar Barang dan Uang: Analisis Kurva IS-LM, Rumus Cara Perhitungan Contoh Soal.

Pengertian Keseimbangan Pasar Barang dan Jasa.  Pasar barang dikatakan dalam keadaan keseimbangan apabila penawaran pada pasar barang sama dengan penerimaan pada pasar barang tersebut. Atau dengan kata lain pendapatan sama dengan pengeluaran, Keseimbangan pasar barang ditunjukkan oleh suatu kurva yang disebut Kurva I-S.

Kurva I-S adalah suatu kurva yang menjelaskan hubungan antara berbagai tingkat bunga r dengan pendapatan nasional keseimbangan Y di mana pasar barang pada posisi keseimbangan.  Dengan demikian kurva IS menunjukkan keseimbangan di pasar barang.

Suatu Perekonomian dikatakan dalam kondisi keseimbangan pasar barang dan jasa apabila pendapatan sama dengan konsumsi ditambah investasi Y = C + I atau  investasi I sama dengan tabungan S, atau S = I.

Fungsi Konsumsi

C = C0 + b.Y

dengan keterangan

C = konsumsi

C0 = Konsumsi otonom, saat Y = 0

b = MPC (marginal propensity to consume)

Y = Pendapatan nasional


Fungsi Investasi I

I = I0 + e.r

dengan keterangan

I0 = Investasi saat I = 0

e = marginal propensity to invest, MPI

e = Δl/ΔI, nilai e < 0

r = tingkat bunga

Fungsi Tabungan, Saving S adalah

S = – C0 + (1 – b) Y

dengan keterangan

S = tabungan

C0 = Tabungan S saat Y = 0

1 – b = nilai MPS (marginal propensity to save)

Y = pendapatan nasional

Pengaruh Pendapatan Nasional Terhadap Konsumsi dan Tabungan

Fungsi konsumsi dinyatakan sebagai C = f(Y) dan tabungan yang dinyatakan sebagai S=f(Y), hal ini menunjukkan bahwa konsumsi dan tabungan merupakan komponen atau besaran yang dipengaruhi oleh pendapatan nasional Y.

Berdasarkan persamaannya diketahui bahwa semakin tinggi pendapatan suatu masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan tabungan masyarakat tersebut. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan masyarakat, maka konsumsi dan tabungan masyarakat juga semakin rendah.

Pengaruh Tingat Bunga Terhadap Investasi

Fungsi investasi dinyatakan dengan I = f(r), hal ini menunjukkan bahwa investasi dipengaruhi oleh besar kecilnya tingkat suku bunga r.

Berdasarkan persamaannya diketahui investasi dengan tingkat suku bunga berkorelasi negative. Ini artinya, jika tingkat suku bunga tinggi, maka investasi akan rendah. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga rendah, maka investasi akan tinggi.

Fungsi Keseimbangan Pasar Barang I-S

Keseimbangan pasar barang terjadi ketika kondisi pendapatan sama dengan nilai konsumsi ditambah investasi dan dinyatakan dengan persamaan keseimbangan berikut

Y = C + I

sehingga

Y = C0 + b.Y + I0 + e.r

Y – b.Y = C0 + I0 + e.r

(1 – b)Y = C0 + I0 + e.r atau

Y = 1/(1 – b) x (C0 + I0 + e.r)

Fungsi Keseimbangan pasar barang juga terjadi ketika kondisi tabungan sama dengan investasi yang dapat  dinyatakan dengan persamaan berikut

S = I

sehingga

– C0 + (1 – b) Y = I0 + e.r

(1 – b) Y = C0 + I0 + e.r

Y = 1/(1 – b) x ( C0 + I0 + e.r)

Dengan demikian fungsi I-S nya adalah

Fungsi I-S

Y = 1/(1 – b) x (C0 + I0 + e.r)

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Pendapatan Nasional

Berdasarkan pada persamaan fungsi I-S dapat diketahui bahwa pendapatan nasional dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.

Pendapatan nasional dan suku bunga berkorelasi negative, artinya semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin rendah pendapatan nasionalnya. Sebaliknya semakin rendah tingkat suku bunga, maka semakin tinggi pendapatan nasionalnya.

Contoh Soal Perhintungan Keseimbangan Pasar Barang Persamaan Fungsi I-S

Jika perekonomian suatu masyarakat  memiliki Fungsi konsumsi C = 400 + 0,5Y dan Fungsi investasinya adalah  I = 150 – 1000r, maka tentukanlah keseimbangan di pasar barang perkonomian tersebut, turunkan fungsi I-S dan gambarkan kurva fungsi I-S nya. Satuan uang dalam trillium rupiah.

Jawab

a). Keseimbangan pasar barang

Y = C + I

substitusikan fungsi konsumsi dan investasi berikut

C = 400 + 0,5Y dan

I = 150 – 1000r

sehingga diperoleh

Y = (400 + 0,5Y) + (150 – 1000r)

Y – 0,5Y = 400 + 150 – 1000r

0,5Y = 550 – 1000r

Y = 1100  – 2000r

b). Jadi Persamaan yang menggambarkan keseimbangan pasar barang adalah fungsi I-S, yaitu Y = 1100  – 2000r

Gambar berikut menunjukkan kurva I-S yang menjelaskan bagaimana tingkat suku bunga berpengaruh terhadap kesimbangan pendapatan nasional. Dari kurvanya diketahui, bahwa kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan turunnya pendapatan nasional keseimbangan. Pendapatan nasional keseimbangan akan naik jika tingkat suku bunga diturunkan.

Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Barang Persamaan Fungsi I-S
Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Barang Persamaan Fungsi I-S

Pada tingkat suku Bunga 5 persen, pendapatan nasional keseimbangan adalah 1000 triliun rupiah.

Y = 1100 – (2000x 0,05)

Y = 1000

Ketika tingkat suku bunga 15 persen, maka pendapatan nasional keseimbangan adalah 800 triliun rupiah

Y = 1100 – (2000x 0,15)

Y = 800

Jadi, ketika tingkat suku bunga dinaikkan dari 5 persen menjadi 15 pesen, maka pendapatan nasional keseimbangan turun dari 1000 menjadi 800 triliun rupiah

Keseimbangan Pasar Uang

Keseimbangan pasar uang atau money market equilibrium adalah keseimbangan antara uang yang diminta oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang beredar atau penawaran uang pada masyarakat tersebut. Keseimbangan pasar uang ditunjukkan oleh suatu kurva yang disebut Kurva L-M.

Kurva L-M adalah sebuah garis (kurva) yang menunjukkan berbagai hibungan antara tingkat suku bunga dengan pendapatan nasional dalam kondisi keseimbangan di pasar uang. Keseimbangan pasar uang terjadi pada kondisi fungsi permintaan uang sama dengan fungsi penawaran uang.

Permintaan Uang

Permintaan uang biasa disebut liquidity preference dinotasikan dengan huruf besar L adalah keseluruhan jumlah uang yang ingin dipegang oleh masayarakat. Permintaan uang oleh masyarakat didasarkan oleh tiga motif yaitu motif transaksi, motif berjaga jaga dan motif spekulasi.

Permintaan uang untuk motif transaksi dan berjaga jaga sangat dipengaruhi oleh besarnya pendapatan yang diterima masyarakat Y atau pendapatan nasional). Sedangkan permintaan uang untuk motif spekulasi sangat ditentukan oleh besarnya tingkat suku bunga.

Fungsi Permintaan Uang

Fungsi permintaan uang motif transaksi dan berjaga jaga dapat dinyatakan dengan persamaan berbentuk linear seperti berikut.

L1 = k . Y

Fungsi permintaan uang motif spekulasi dapat dinyatakan dengan persamaan berbentuk linear seperti berikut:

L2 = M0 + m.r

Berdasarkan dua fungsi uang tersebut, maka fungsi uang secara keseluruhan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

L = L1 + L2

L = k. Y + M0 + m.r

Dengan keterangan

k = ΔL1/ΔY

m = ΔL2/Δr, m < 0

r = tingkat suku bunga

M0 = permintaan uang saat r = 0

Y = pendapatan nasional.

Penawaran Uang

Penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian dan dapat digunakan untuk membiayai semua transaksi yang dilakukan oleh masyarakat.  Penawaran uang disebut juga sebagai jumlah uang beredar dan dinotasikan dengan huruf Ms.

Dalam jangka waktu tertentu atau jangka pendek, jumlah uang beredar dapat diasumsikan tetap jumlahnya dan bersifat eksogen karena ditentukan oleh pemerintah dan system perbankan melalui kegiatan penciptaan uang.

Secara grafis, Ms merupakan kurva berbentuk garis lurus vertical ke atas. Hal ini berarti bahwa jumlah uang beredar akan tetap berapapun tingkat suku bunga yang ditawarkan. Dengan kata lain, jumlah uang beredar tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.

Fungsi Penawaran Uang

Ms = M1 + Near Money

Ms = Tetap

Fungsi Keseimbangan Pasar Uang L-M

Keseimbangan pasar uang terjadi ketika kondisi permintaan uang sama dengan penawaran uang dan dinyatakan dengan persamaan berikut

L = Ms sehingga

k.Y + M0 + m.r = Ms

k.Y = Ms –  M0  – m.r  atau

Y = (1/k) x (Ms –  M0  – m.r)

Dengan demikian fungsi L-M nya adalah

Fungsi Keseimbangan  L-M

Y = (1/k) x (Ms – M0 – m.r)

nilai m lebih kecil dari nol sehingga fungsi keseimbangan L-M menjadi

Y = (1/k) x (Ms – M0 – (-m).r))

Contoh Soal Perhitungan Persamaan Fungsi Keseimbangan Pasar Uang L-M

Permintaan uang untuk transaksi dan jaga jaga dalam perekonomian masyarakat memenuhi fungsi L1 = 0,25Y dan permintaan uang untuk berspekulasi adalah L2 = 400 – 500r. Sedangkan jumlah uang bersedar Ms tetap yaitu 600. Tentukanlah keseimbangan di pasar uang dan gambarkan kurva fungsi L-M nya. Satuan uang dalam trillium rupiah.

a). Keseimbangan pasar uang

L = L1 + L2

L = 0,25Y + 400 – 500r

L = Ms

sehingga

0,25Y + 400 – 500r = 600

0,25Y = 600 – 400 + 500r

0,25Y = 200 + 500r

Y = 800 + 2000r

b). jadi keseimbangan pasar uang ditunjukkan oleh fungsi keseimbangan L-M yaitu

Y = 800 + 2000r

Kurva Keseimbangan Pasar Uang L-M

Y = 800 + 2000r

Gambar berikut menunjukkan kurva L-M yang menjelaskan bagaimana tingkat suku bunga berpengaruh terhadap kesimbangan pendapatan nasional. Dari kurvanya diketahui, bahwa kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan naiknya pendapatan nasional keseimbangan. Pendapatan nasional keseimbangan akan naik jika tingkat suku bunga dinaikkan.

Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Uang Persamaan Fungsi L-M
Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Uang Persamaan Fungsi L-M

Pada tingkat suku Bunga 5 persen, pendapatan nasional keseimbangan adalah 900 triliun rupiah.

Y = 800 + (2000x 0,05)

Y = 900

Ketika tingkat suku bunga 15 persen, maka pendapatan nasional keseimbangan adalah 1100 triliun rupiah.

Y = 800 + (2000x 0,15)

Y = 1100

Jadi, ketika tingkat suku bunga dinaikkan dari 5 persen menjadi 15 pesen, maka pendapatan nasional keseimbangan naik dari 900 menjadi 1100 triliun rupiah.

Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang.

Keseimbangan IS-LM merupakan keseimbangan antara pasar barang dan pasar uang. Keseimbangan IS-LM disebut juga sebagai keseimbangan perekonomian secara general antara sector riil dengan sector keuangan suatu negara.

Keseimbangan umum atau general equilibrium terjadi ketika besarnya pendapatan nasional Y dan tingkat suku bunga r mencerminkan keseimbangan yang berlaku di dua pasar yaitu keseimbangan di pasar barang dan di pasar uang.

Secara gtafis, keseimbangan umum akan tercapai ketika kurva fungsi I-S berpotongan dengan kurva fungsi L-M.

Contoh Soal Perhitungan keseimbangan Pasar Barang Dan Pasar Uang

Suatu perekonomian negara memenuhi fungsi keseimbangan pasar barang sesuai fungsi I-S yaitu Y = 1100 – 2000r dan memenuhi fungsi keseimbagan pasar uang sesuai fungsi L-M yaitu Y = 800 + 2000r. Tentukan keseimbangan umum IS-LM perekonomian negara tersebut.

Jawab.

Keseimbangan Umum Pasar barang dan pasar uang tercapai jika Fungsi I-S sama dengan Fungsu L-M yaitu:

Fungsi I-S yaitu

Y = 1100 – 2000r

fungsi L-M yaitu

Y = 800 + 2000r.

Syarat keseimbangan

1100 – 2000r = 800 + 2000r

1100 – 800 =2000r + 2000r

300 = 4000r

r = 300/4000=0,075

r = 7,5persen

jadi tingkat suku bunga keseimbangan umum adalah 7,5 persen

Pendapatan Keseimbangan Umum

substitusikan tingkat suku bunga keseimbangan 7,5 persen ke fungsi I-S berikut

Y = 1100 – 2000(0,075)

Y = 1100 – 150

Y = 950

jadi Pendapatan nasional keseimbangan umum nya pada tingkat suku bunga kesimbangan 7,5 persen adalah 950 triliun rupiah,

Kurva Keseimbangan Umum Pasar Barang Dan Pasar Uang.

Gambar berikut menunjukkan kurva IS dan kurva LM yang saling perpotongan membentuk keseimbangan umum pada titik E yaitu pada tingkat suku bunga 75 persen dan pendapatan nasional 950 triiun rupiah.

Gamabr Grafik Fungsi Keseimbangan Umum Pasar Barang Dan Pasar Uang Kurva IS-LM
Gamabr Grafik Fungsi Keseimbangan Umum Pasar Barang Dan Pasar Uang Kurva IS-LM

Dari gambar diketahui bahwa Tingkat suku bunga menunjukkan perilaku yang berbeda pada pendapatan nasional Y. Pendapatan nasional yang ditentukan dari konsumsi C dan investasi I akan turun ketika tingkat suku Bunga naik, sedangan pendapatan nasional yang ditentukan dari  permintaan uang masyarakat akan naik ketika tingkat suku Bunga naik.

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, CV, Bandung.
  8.  

Konsep Isoquant Isocost: Fungsi Produksi Dua Input Variabel, Pengertian, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Teori Fungsi Produksi Dengan Dua Input Variabel. Jika factor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Q = f(L, K)

Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah dengan merubah factor tenaga kerja dan atau jumlah modal. Karena menggunakan dua factor produksi yang dapat diubah ubah, maka disebut fungsi produksi dua input variabel.

Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Tingkat Output Produksi.

Perusahaan mempunyai dua alternative jika berkeinginan untuk menambah tingkat produksinya. Perusahaan dapat meningkatkan produksi dengan menambah tenaga kerja, atau menambah modal atau menambah tenaga kerja dan modal.

Konsep Isoquant.

Kurva isokuan adalah garis atau grafik yang menggambarkan atau menjelaskan barbagai kombinasi penggunaan dua input variabel factor produksi untuk mendapatkan tingkat output yang sama.

Konsep isoquant ditunjukkan dalam bentuk table dan kurva atau grafik yang menggambarkan hubungan berbagai titik kombinasi dua input factor produksi yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan jumlah output yang sama.

Asumsi Kurva Isoquant

Kurva isokuan mempunyai asumsi bahwa kedua input factor prduksi antara tenaga kerja dan modal K dapat saling dipertukarkan penggunaannya. Misal sejumlah tenaga kerja L dapat diganti oleh sejumlah modal K, demikian sebaliknya, K dapat diganti oleh L.


Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)

Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) merupakan perbandingan antara MPL dengan MPK. MRTS adalah suatu kondisi di mana perusahaan dapat mengganti satu unit tenaga kerja dengan sejumah unit input lainnya untuk mendapat tingkat output yang sama.

Penurunan ouput akibat penurunan penggunaan jumlah modal dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut

MPK = -ΔTP/ΔK atau

ΔTP = -ΔK x MPK

Peningkatan ouput akibat penambahan penggunaan jumlah tenaga kerja dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut

MPL = ΔTP/ΔL atau

ΔTP = ΔL x MPL

Supaya output selalu sama ketika ada penambahan tenaga kerja dan pengurangan jumlah modal, maka penurunan output akibat berkurangnya input modal ΔK, harus sama dengan peningkatan output akibat penambahan tenaga kerja ΔL.

Penurunan ouput (modal) = kenaikan output (tenaga kerja)

-ΔK x MPK = ΔL x MPL atau

-ΔK/DL = MPL/MPK

Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

MRTSLK = -ΔK/ΔL

MRTSLK = MPL/MPK

Contoh Perhitungan Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)

Perusahaan yang bergerak pada bidang pertanian semula mempunyai enam tenaga kerja dan jumlah modal sebanyak 14. Kemudian perusahaan akan menambah dua tenaga kerja dengan mengurangi jumlah modal sebanyak 6, tanpa ada perubahan pada total produksi. Hitung Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) peruahaan tersebut.

Jawab

ΔL = 2

ΔK = – 6

MRTSLK = -ΔK/ΔL

MRTSLK = -(-6)/(2)

MRTSLK = 3

Jadi MRTSLK perusahaan tersebut adalah 3. Angka 3 menunjukkan laju pertukaran antara modal terhadap tenaga kerja. Artinya, perusahaan dapat mengganti atau menukar atau mengurangi 3 modal K dengan menambah satu tenaga kerja L.

Table Isokuan

Table berikut menunjukkan contoh gabungan atau kombinasi antara tenaga kerja L dan modal K untuk menghasilkan output Q 200 unit produk.

Tabel Fungsi Produksi Dua Input Variabel Faktor Produksi Konsep Isoquant
Tabel Fungsi Produksi Dua Input Variabel Faktor Produksi Konsep Isoquant

Pada table dapat dilihat penggantian atau pertukaran antara input tenaga kerja L dengan modal K untuk dapat menghasilkan output Q 200 unit produk.

Saat produksi menggunakan kombinasi B, output 200 unit produk dapat dihasilkan dengan menggunakan 6 tenaga kerja dan 14 modal. Namun demikian Produsen dapat mengurangi jumlah modal menjadi 10 dengan menambah 2 tenaga kerja menjadi 8 tenaga kerja (seperti kombinasi C).

MRTS kombinasi B lebih tinggi dari MRTS kombinasi C, ini artinya dengan kombinasi B, produsen dapat mengurangi modal lebih banyak setiap kali menambah satu tenaga kerja.

Pada kombinasi B, satu tenaga kerja dapat mengurangi 3 modal, sedangkan pada kombinasi C, satu tenaga kerja hanya mampu mengurangi 2 modal.

Kurva Grafik Isokuan

Gambar berikut menunjukkan kurva grafik isokuant yang merepresentasikan table di atas. Kurva grafik isokuan dibangun oleh sumbu horizontal sebagai tenaga kerja L dan oleh sumbu vertical sebagai modal K.

Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isoquant
Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isoquant

Pada gabungan atau kombinasi A, untuk menghasilkan output Q 200 unit diperlukan 4 tenaga kerja dengan 20 modal. Kombinasi B, untuk menghasilkan jumlah produk yang sama perusahaan dapat menambah dua tenaga kerja menjadi 6 tenaga kerja dengan mengurangi jumlah modal sebanyak 6 dari 20 menjadi 14 modal. Begitu seterusnya sesuai dengan grafiknya.

Dengan demikian, untuk mendapatkan output Q yang sama, perusahaan dapat menambah penggunaan tenaga kerja dengan mengurangi jumlah modal yang digunakan. Garis yang menghubungkan titik titik kombinasi A, B, C, D, E dan F disebut kurva atau grafik Isoquant atau Isokuan.

Konsep Isocost

Kurva Isocost atau garis batas biaya adalah suatu garis atau kurva yang menggambarkan atau menjelaskan gabungan atau kombinasi penggunaan input factor produksi dengan biaya yang dikeluarkan sama.

Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah harga input dikalikan dengan unit input yang digunakan. Harga input terdiri dari  harga tenaga kerja PL dan harga modal PK.

Besarnya biaya input pada fungsi isocost dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

C = PL x L + PK x K

Dengan keterangan

C = biaya untuk mendapatkan input

PL = upah tenaga kerja

L = jumlah tenaga kerja

PK = harga modal

K = jumlah modal

Jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

L = C/PL – (PK/PL) x K

Jumlah modal K yang digunakan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

K = C/PK – (PL/PK) x L

Contoh Soal Perhitungan Fungsi Produksi Isocost

Upah tenaga kerja pada sebuah perusahaan adalah Rp 4 juta per tenaga kerja dan biaya modal sebesar Rp 8 juta per unit. Sedangkan jumlah dana uang yang tersedia adalah Rp 160 juta. Buatkan fungsi dan kurva isocost- nya.

Jawab.

Diketahui

C = 160 jt

PL = 4 jt

PK = 8 jt

Menentukan Fungsi Isocost

C = PL x L + PK x K

160 = 4 L + 8 K

Menentukan jumlah tenaga kerja L Fungsi Isocost

4 L = 160 – 8 K

L = (160/4) – 8/4) K

L = 40 – 2 K

Menentukan jumlah modal K Fungsi Isocost

160= 4 L + 8 K

8 K = 160 – 4 L

K = 160/8 – (4/8) L

K = 20 – (0,5) L

Membuat Kurva Fungsi Isocost

Cara membuat kurva isocost dengan menentukan titik akhir kurva (curve end point) untuk titik akhir 1 pada K = 0 dan titik akhir 2 pada L = 0

Buat titik 1 dengan K = 0

160= 4 L + 8 K

160= 4 L + 8(0)

L = 40

Jadi Titik akhir 1 adalah (40, 0)

Buat titik 2 dengan L = 0

160= 4 L + 8 K

160= 4(0) + 8 K

K = 20

Jadi titik akhir 2 adalah (0, 20)

Buat kurva garis dengan menghubungkan titik 1 (40, 0) dan titik 2 (0, 20)

Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isocost
Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isocost

Sepanjang kurva isocost yaitu dari titik A sampai titik E merupakan titik titik kemungkinan kombinasi antara tenaga kerja L dan modal K dengan biaya yang dikeluarkan produsen tetap sama yaitu Rp 160 juta.

Pada Kombinasi A, Produsen mengeluarkan biaya sebesar Rp 160 juta untuk penggunaan 40 tenaga kerja L dan 0 modal K.  Dengan biaya yang sama Rp 160 juta, produsen dapat mengurangi tenaga kerja menjadi 30 tenaga kerja dengan menambah modal  menjadi 5 modal K (seperti pada kombinasi titik B).

Kombinasi lainnya yaitu C, D, dan E merupakan alternatif penggunaan tenaga kerja dan modal yang berbeda dengan biaya yang sama.

Jika dana yang tersedia lebih besar dari Rp 160 juta, maka kurva bergesar ke kanan, dan jika dana yang tersedia lebih kecil dari Rp 160 juta, maka kurva bergeser ke kiri.

Contoh Soal Pergeseran Kurva Fungsi Isocost

Gunakan data soal di atas untuk soal berikut. Jika dana yang tersedia untuk tenaga kerja dan modal menjadi Rp 240 juta, buatkan kurva isocost-nya.

Jawab

Diketahui

C = 240 jt

PL = 4 jt

PK = 8 jt

Menentukan Fungsi Isocost

C = PL x L + PK x K

240= 4 L + 8 K

Menentukan jumlah tenaga kerja L Fungsi Isocost

4 L = 240 – 8 K

L = (240/4) – (8/4) K

L = 60 – 2 K

Menentukan jumlah modal K Fungsi Isocost

240 = 4 L + 8 K

8 K = 240 – 4 L

K = 240/8 – (4/8) L

K = 30 – (0,5) L

Membuat Kurva Fungsi Isocost

Cara membuat kurva isocost dengan menentukan titik akhir kurva (curve end point) untuk titik akhir 1 pada K = 0 dan titik akhir 2 pada L = 0

Buat titik 1 dengan K = 0

240 = 4 L + 8 K

240 = 4 L + 8 (0)

L = 60

Jadi Titik akhir 1 adalah (60, 0)

Buat titik 2 dengan L = 0

240 = 4 L + 8 K

240 = 4 (0) + 8 K

K = 30

Jadi titik akhir 2 adalah (0, 30)

Buat kurva garis dengan menghubungkan titik 1 (60, 0) dan titik 2 (0, 30)

Pergeseran Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isocost
Pergeseran Kurva Grafik Fungsi Produksi Dua Input Faktor Variabel Konsep Isocost

Pada gambar dapat diketahui, bahwa jika biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja dan modal dinaikan menjadi Rp 240 juta, maka kurva grafik fungsi isocost bergesar ke arah kanan, menjauh dari titik nol.

Dengan bergesernya kurva fungsi isocost, maka produsen memiliki kombinasi tenaga kerja dan modal yang baru yaitu titik titik pada kurva isocost C = Rp 240 jt

Keseimbangan Produsen

Keseimbangan produsen adalah suatu kondisi dimana produsen atau perusahaan dapat melakukan kegiatan produksinya secara efisien. Kondisi efisien dilakukan dengan mengoptimalkan jumlah produk pada biaya tertentu atau meminimalkan biaya produksi pada jumlah produksi tertentu.

Keseimbangan produsen dapat terjadi apabila produsen mampu mengkombinasikan penggunaan factor factor produksi yang menghasilkan produk maksimum pada biaya tertentu atau produksi pada biaya minimum untuk menghasilkan produk pada jumlah tertentu dan kondisi ini disebut Least Cost Combination (LCC).

Kurva Grafik Keseimbangan Produsen

Secara grafis, keseimbangan produsen atau least cost combination LLC tercapai ketika kuva fungsi produksi isocost bersinggungan dengan kurva fungsi produksi isoquant. Ini atinya kurva fungsi isokos dan kurva fungsi isokuan mempunyai slope atau kemiringan yang sama.

Contoh Perhitungan Keseimbangan Produsen, Keseimbangan Fungsi Produksi Isocost – Isoquant,

Suatu perusahaan memiliki data kombinasi factor produksi tenaga kerja L dan modal mesin K untuk menghasikan produk Q sebanyak 1000 unit seperti ditunjukkan dalam table di berikut.

Tabel Kombinasi Tenaga Kerja Dan Modal Fungsi Isoquant
Tabel Kombinasi Tenaga Kerja Dan Modal Fungsi Isoquant

Upah tenaga kerja per orang per jam adalah 200 ribu rupiah dan biaya mesin per jam adalah 300 ribu rupiah.

Tentukan jumlah tenaga kerja L dan mesin K yang harus digunakan agar perusahaan beroperasi pada kondisi optimum atau pada kondisi least cost combination LLC.

Menghitung Biaya Produksi Kombinasi Tenaga Kerja L dan Modal Mesin K,

Biaya produksi untuk menghasilkan produk 1000 unit dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan fungsi isocost sebagai berikut.

C = (PL x L) + ( PK x K)

C = biaya produksi

PL = upah tenaga kerja

PL = 200 ribu = 0,2 juta rupiah

L = jumah tenaga kerja

PK = biaya mesin

PK = 300 ribu = 0,3 juta rupiah

K = jumlah modal atau mesin

Pada kombinasi A diketahui

L = 20

K = 25

Maka besar biaya kombinasi A adalah

C = (0,2 x 20) + (0,3 x 25)

C = 9,5 juta rupiah

Pada  kombinasi B diketahui

L = 15

K = 14

Maka besar biaya kombinasi A adalah

C = (0,2 x 15) + ( 0,3 x 14)

C = 7,2 juta rupiah

Dan seterusnya sampai kombinasi E.

Tabel Hasil Perhitungan Biaya Produksi Kombinasi Tenaga Kerja dan Modal Mesin

Hasil perhitungan kemudian dibuat dalam table seperti berikut

Tabel Hasil Perhitungan Biaya Produksi Kombinasi Tenaga Kerja dan Modal Fungsi Isocost
Tabel Hasil Perhitungan Biaya Produksi Kombinasi Tenaga Kerja dan Modal Fungsi Isocost

Dari table hasil perhitungan diketahui bahwa biaya produksi paling rendah atau minimum adalah 7 juta rupiah yaitu pad saat preusahaan menggunakan 20 tenaga kerja L dan 10 mesin (modal).

Jadi biaya yang dikeluarkan untuk mencapai kondisi least cost combinastion LCC adalah 7 juta rupiah.

Menentukan Fungsi Produksi Isocost

Fungsi isocost ditentukan pada saat biaya produksi paling rendah yaitu pada kondisi least cost combinastion LCC seperti berikut

C = (PL x L) + ( PK x K)

Diketahui bahwa

C = 7 juta rupiah

PL = 0,2 juta

PK = 0,3 juta

Jadi fungsi isocost nya adalah sebagai berikut

7 = 0,2L + 0,3K

Membuat Kombinasi Tenaga Kerja L dan Modal Mesin

Untuk membuat kombinasi tenaga kerja L dan Modal Mesin K, dapat digunakan persamaan fungsi isocost dengan mengambil nilai tenaga kerja L yang ditentukan terlebih dahulu.

Fungsu isicost nya adalah

7 = 0,2L + 0,3K

Contoh nilai yang ditetapkan adalah L, maka nilai K dapat dihitung seperti berikut

K = (7 – 0,2L)/0,3

Untuk tenaga kerja L = 2

Maka jumlah modal mesin K adalah

K = (7 – 0,2(2))/0,3

K = (7 – 0,4)/0,3

K = 22

Untul tenaga kerja L = 20

Maka jumlah modal mesin K adalah

K = (7 – 0,2(20))/0,3

K = (7 – 4)/0,3

K = 10

Untuk tenaga kerja L =35

Maka jumlah modal mesin K adalah

K = (7 – 0,2(35))/0,3

K = (7 – 7)/0,3

K = 0 dan dan seterusnya

Tabel Hasil Perhitungan Kombinasi Tenaga Kerja L dan Modal Mesin K Fungsi Isocost

Hasil perhitungannya kemudian dibuat dalam table seperti berikut

Tabel Hasil Perhitungan Kombinasi Tenaga Kerja L dan Modal Mesin K Fungsi Isocost
Tabel Hasil Perhitungan Kombinasi Tenaga Kerja L dan Modal Mesin K Fungsi Isocost

Data pada table di atas menunjukkan berbagai kombinasi antara jumlah tenaga kerja L dengan jumlah  mesin K yang dapat digunakan oleh perusahaan dimana biaya produksinya tetap 7 juta rupiah.

Membuat Kurva Keseimbangan Produsen Fungsi Produksi Isoquant dan Isocost

Fungsi isocost dan fungsi isoquant dapat dibuatkan kurvanya seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar Kurva Keseimbangan Produsen Fungsi Produksi Isoquant dan Isocost
Gambar Kurva Keseimbangan Produsen Fungsi Produksi Isoquant dan Isocost

Titik singgung antara kurva isocost (biru) dengan kurva isoquant (merah) mencerminkan suatu kombinasi penggunaan factor produksi (input) yang paling tepat. Dengan demikian perusahaan dapat meminimumkan biaya produksi maupun memaksimumkan jumlah produksi.

Titik keseimbangan kurva isokuan dengan isokos terjadi pada titik E. Titik Keseimbangan E merupakan kondisi Least Cost Combination LLC. Pada kondisi keseimbangan titik E produksi menjadi efisien ketika perusahaan menggunakan 20 tenaga kerja L dan 10 modal K.

Menghitung Biaya Keseimbangan Fungsi Isocost Isoquant

Pada titik keseimbangan E, nilai biaya produksinya dapat dihitung dengan persamaan berikut

C = (PL x L) + (PK x K)

Diketahui bahwa

PL = 0,2 juta

PK = 0,3 juta

L = 20

K = 10

Maka biaya C adalah

C = (0,2 x 20) + (0,3 x 10)

C = 4 + 3

C = 7 juta rupiah

Jadi biaya produksi perusahaan pada titik keseimbangan E adalah 7 juta rupiah.

Teori Fungsi Produksi Satu Input Variabel

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  2. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.

Circular Flow Diagram: Peran Fungsi Pelaku Ekonomi Rumah Tangga Konsumsi Produsen Pemerintah Luar Negeri.

Pengertian. Pelaku ekonomi adalah subjek baik perorangan maupun badan (organisasi) atau pemerintah yang melakukan kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi).

Pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari empat kelompok atau komponen atau sector yaitu rumah tangga komsumsi biasa disebut konsumen, rumah tangga produksi disebut produsen, pemerintah dan masyarakat luar negeri.

Peran Fungsi Pelaku Ekonomi

Rumah Tangga Konsumsi sebagai Komsumen

Rumah tangga konsumsi merupakan konsumen yang terdiri dari perorangan (individu) atau kelompok.

Rumah tangga konsumsi akan melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri atau keluarga atau kelompok.

Rumah tangga juga merupakan kelompok masyarakat sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha). Factor factor produksi yang dimiliki rumah tangga konsumsi merupakan sumber pendapatnya.

Jenis Pendapatan Rumah Tangga Konsumsi

Bentuk Pendapatan rumah tangga konsumsi diperoleh dari perusahaan adalah sewa, upah, bunga, dan laba.

1). Sewa (rent), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan.


2). Upah (wage), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.

3). Bunga (interest), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari perusahaan karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.

4). Laba (profit), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari rumah tangga produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Peran Fungsi Pelaku Rumah Tangga Komsumsi

1). Sebagai penyediakan factor factor produksi yang digunakan olah produsen

2). Mendapatkan imbalan atau balas jasa atas factor factor produksi disediakannya.

3). Sebagai konsumen atau pengguna barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen

4). Membayar pajak kepada pemerintah

Rumah Tangga Produksi sebagai Produsen

Rumah tangga produksi merupakan produsen yang terdiri dari perusahaan perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Adapau tujuan produksi adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba.

Peran dan Fungsi Rumah Tangga Produksi atau Produsen

1). Sebagai pengguna factor factor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumsi untuk menghasilkan barang dan jasa

2). Memberikan atau membayar balas jasa atas semua factor factor produksi yang telah digunakan untuk produksinya.

3). Mendistribusikan dan menjual barang dan jasa hasil produksinya ke pasar output baik rumah tangga konsumsi, pemerintah atau masyarakat luar negeri.

4). Mendapatkan atau menerima hasil penjualan atas barang dan jasa yang diproduksinya.

5). Sebagai agen pembangunan, perusahaan dapat meningkatkan produksi melalui penelitian dan pengembangan. Setiap perusahaan selalu berusaha supaya tidak ketinggalan ilmu dan teknologi serta dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan zaman.

Rumah Tangga Pemerintah.

Pemerintah  bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negara dapat tumbuh dan berkembang sehingga rakyat dapat hidup layak dan damai.

Dalam kegiatan perekonomian suatu negara, pemerintah berperilaku sebagai produsen dan juga konsumen.

Rumah tangga pemerintah berperan sebagai produsen untuk menyediakan dasilitas fasilitas umum. Memonopoli sector sector produksi seperti air, naha bakar, dan makanan.

Rumah tangga pemerintah berperan sebagai konsumen dengan melakukan konsumsi dengan belanja rutin yang terdiri dari pembayaran  gaji pegawai pemerintah. Pemerintah penyediaan anggaran untuk pelaksanaan harian di instansi instansi peemerintah. Pemerintah juga melakukan konsumsi dengan belanja untuk infrastruktur berupa pembangunan fasilitas umum seperti jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan, bendungan dan sebagainya.

Peran Fungsi Pemerintah

1). mengatur kegiatan ekonomi melalui peraturan dan perundang-undangan disertai berbagai tindakan nyata. Pemerintah dapat melaksanakannya sebab memiliki alat-alat untuk melaksanakannya baik alat pengendali, pengatur, maupun pemaksa.

2). mengontrol kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyai bank sentral yang berfungsi mengawasi lalu lintas keuangan, antara lain jumlah uang yang beredar, tinggi rendahnya suku bunga, lalu lintas kredit, dan sebagainya.

Pemerintah juga satu-satunya yang mempunyai hak untuk mencetak uang serta mengedarkannya di masyarakat.

3). Pemerintah sebagai Penguasa yang memiliki alat pemaksa bagi terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat, yaitu polisi. Pemerintah juga memiliki alat peradilan bagi terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat.

Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat luar negeri merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi perekonomian internasional. Contoh transaksi ekonomi internasional adalah perdagangan ekspor impor, penaman modal, pertukaran tenaga kerja, dan sebagainya.

Masyarakat luar negeri menempati posisi yang cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat disediakan atau dihasilkan di dalam negeri.

Peran Fungsi Masyarakat Luar Negeri

Adapun Peranan masyarakat luar negeri adalah sebagai berikut.

a). Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen dari produk barang dan jasa yang dihasilkan dari dalam negeri. Masyarakat luar negeri dapat mengimpor barang jasa ke negara mereka.

b). Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen dapat menjual dengan mengekspor  produk barang dan jasa yang mereka hasilkan untuk digunakan di dalam negeri.

c). Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor dapat menanamkan modalnya di dalam negeri untuk kebutuhan produksi dalam negeri.

d). Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang dibutuhkan di dalam negeri. Dengan demikian, masyarakat luar negeri sebagai tenaga ahli dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja khusus di dalam negeri.

Circular Flow Diagram.

Kegiatan perekonomian suatu negara dan pelaku pelaku ekonomi yang terlibat dalam perekonomian dapat dilihat dalam circular flow diagram. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran atau arus uang dan arus barang atau circular flow diagram.

Siklus aliran uang adalah siklus yang menunjukan aliran uang yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

Siklus aliran barang dan jasa adalah siklus yang menunujukkan aliran barang dan jasa yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor

Kegiatan ekonomi dua sector yang melibatkan dua pelaku ekonomi yaitu rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen.

Kegiatan ekonomi dua sector terdiri dari corak kegiatan ekonomi subsistem dan corak perekonomian modern.

Kegiatan Ekonomi Subsistem

Dalam kegiatan ekonomi subsistem, penerima pendapatan (yaitu rumah tangga konsumsi) tidak menabung dan para produen yaitu pengusaha atau perusahaan tidak menanamkan modal.

Sector produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian. Pengeluaran sektor rumah tangga konsumsi akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian.

Kegiatan ekonomi subsistem dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Subsistem Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Subsistem Circular Flow Diagram

Sector rumah tangga konsumsi menjual faktor produksi kepada sektor perusahaan (rumah tangga produksi) agar memperoleh pendapatan berupa balas jasa.

Sector rumah tangga konsumsi memberikan faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal atau keahlian pada perusahaan (pada gambar ditunjukkan oleh garis a).

Garis a menunjukkan aliran factor factor produksi dari rumah tangga konsumsi sebagai penyedia kepada rumah tangga produksi sebagai pengguna.

Sebagai balas jasa atas faktor produksi yang telah diberikan oleh sektor rumah tangga konsumsi, maka produsen sebagai sektor perusahaan akan memberikan balas jasa berupa sewa untuk tanah, upah atau gaji bagi tenaga kerja, bunga atau sewa untuk modal dan keuntungan bagi keahlian (ditunjukkan garis b).

Garis b menunjukkan aliran uang dari rumah tangga produksi sebagai produsen ke rumah tangga konsumsi sebagai konsumen.

Kegiatan transaksi factor factor produksi antara rumah tangga konsumsi dan produksi terjadi di pasar factor produksi yang disebut pasar input.

Pasar Input adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli terhadap factor factor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi.

Setelah sektor rumah tangga memperoleh balas jasa atas factor produksi yang mereka jual kepada perusahaan, maka sektor rumah tangga konsumsi memiliki pendapatan yang siap untuk dibelanjakan  pada sector perusahaan, berupa pembelian barang dan jasa (ditunjukkan garis c).

Garis c menunjukkan aliran uang dari rumah tangga konsumsi ke rumah tangga produksi atas segala transaksi barang dan jasa.

kemudian sektor rumah tangga produsi akan menyerahkan barang dan jasa tersebut kepada sektor rumah tangga konsumsi (ditunjukkan garis d).

Garis c menunjukkan aliran barang dan jasa dari rumah tangga produksi ke atas rumah tangga konsumsi. Kegiatan transaksi ekonomi ini terjadi di pasar barang dan jasa yang disebut pasar output.

Pasar output adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli produk barang dan jasa sebagai hasil produksi perusahaan.

Kegiatan Ekonomi Modern

Pada kegiatan ekonomi modern, konsumen sebagai penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan yang diterimanya untuk ditabung. Tabungan para pemerima pendapatan ini akan dipinjam oleh para produsen untuk digunakan sebagai investasi seperti melakukan pembelian barang barang modal.

Kegiatan ekonomi modern dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Modern Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Modern Circular Flow Diagram

Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor

Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.

Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor Circular Flow Diagram

Peran pemerintah pada kegiatan ekonomi tiga sektor adalah menarik pajak dari rumah tangga konsumsi dan produsen. Dan sebaliknya, konsumen dan produsen mendapat subsidi dari pemerintah.

Pemerintah membelajakan angggarannya untuk bertransaksi di pasar faktor produksi dan pasar barang jasa.

Kegiatan Ekonomi Empat Sektor

Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga melibatkan masyarakat ekonomi di luar negeri.

Kegiatan Ekonomi Empat Sektor Circular Flow Diagram
Kegiatan Ekonomi Empat Sektor Circular Flow Diagram

Masyarakat luar negeri dapat bertransaksi ekspor impor terhadap pasar faktor produksi maupun pasar barang dan jasa yang ada di dalam negeri.

Contoh Soal Ujian Pelaku Ekonomi Circular Flow Diagram.

Soal 1. Di bawah ini yang bukan merupakan peran pemerintah dalam perekonomian adalah ….

  1. pengatur
  2. penguasa
  3. konsumen
  4. produsen
  5. distributor

Soal 2. Di bawah ini yang bukan merupakan pendapatan rumah tangga adalah ….

  1. bunga
  2. laba
  3. sewa
  4. upah
  5. pajak

Soal 3. Subjek yang melakukan kegiatan ekonomi disebut ….

  1. produsen
  2. konsumen
  3. distributor
  4. eksportir
  5. pelaku-pelaku ekonomi

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Teori Nilai Barang, Teori Gossen: Nilai Biaya Tukar Subjektif Objektif

Pengertian Nilai Barang. Nilai  barang dapat diartikan sebagai kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ini artinya barang- barang yang memiliki nilai berarti barang itu mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Jenis Nilai Barang

Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu barang berdasarkan nilai pakai dan nilai tukar.

Nilai Pakai (Value in Use)

Suatu barang dikatakan mempunyai nilai pakai apabila barang tersebut mampu memenuhi kebutuhan pemiliknya secara langsung. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  • Nilai Pakai Subjektif,

Nilai pakai subjektif adalah nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhannya secara pribadi (untuk diri sendiri).

Contoh nilai pakai subjuktif adalah kursi roda bagi orang yang tidak dapat berjalan memiliki nilai pakai yang tinggi, tetapi bernilai pakai rendah bagi orang yang sehat. Kursi memiliki nilai subjektif terhadap perorangan. Hanya dibutuhkan oleh orang orang tertentu.

  • Nilai Pakai Objektif,

Nilai pakai objektif adalah kemampuan dari suatu barang untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia pada umumnya.

Contoh nilai pakai objektif adalah air memiliki nilai pakai yang tinggi bagi setiap orang. Sebagai barang atau objek, air memiliki nilai pakai yang sangat tinggi, karena air merupakan sumber kehidupan dan dibutuhkan oleh setiap orang.

Nilai Tukar (Value in Exchange)


Suatu barang dapat dikatakan mempunyai nilai tukar apabila memiliki kemampuan untuk ditukarkan dengan barang lain.

Berdasarkan nilai tukarnya, suatu barang dapat dikatagorikan menjadi nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.

  • Nilai Tukar Subjektif,

Nilai tukar subjektif adalah nilai yang diberikan oleh seseorang (secara pribadi)  terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain.

Contoh nilai tukar subjektif adalah bagi seseorang nilai tukar sebuah lukisan tertentu lebih tinggi dari nilai tukar sebuah mobil baru, tetapi tidak demikian bagi yang lain. Nilai tukar yang dinilai menurut perorangan. Tiap orang akan memberikan nilai tukar yang berbeda untuk barang yang akan ditukarnya.

  • Nilai Tukar Objektif,

Nilai tukar objektif adalah kemampuan dari suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang yang lain.

Contoh nilai tukar objektif adalah semua orang mengakui bahwa berlian memiliki nilai tukar yang tinggi maka berlian akan memiliki harga yang tinggi di setiap tempat. Nilai yang secara umum diberikan pada barang akan sama.

Teori Nilai

Teori Nilai Objektif

Beberapa ahli ekonomi melakukan penelitian tentang bagaimana terjadinya nilai terhadap barang/ jasa melahirkan teori nilai objektif sebagai berikut.

Teori Nilai Biaya Produksi Adam Smith

Adam Smith menyatakan nilai suatu barang dan jasa ditentukan oleh biaya yang dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Semakin tinggi biaya produksi, maka semakin tinggi pula nilai dari barang tersebut.

Jika biaya produksi untuk suatu barang yang dikeluarkan oleh produsen adalah Rp 500.000, maka nilai dari barang tersebut juga sebesar Rp500.000 pula.

Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja David Ricardo

Berdasrkan teori David Ricardo, nilai suatu barang ditentukan oleh biaya tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi barang tersebut.

Yang dimaksud Tenaga kerja adalah meliputi tenaga kerja manusia, mesin, dan peralatan lain yang digunakan.

Teori Nilai Lebih Karl Marx

Berdasarkan teori Karl Marx, barang dinilai berdasarkan pada biaya rata- rata tenaga kerja di masyarakat. Karl Marx juga berpendapat bahwa upah yang diberikan kepada buruh tidak sesuai dengan harga barang yang dijual sehingga timbul pemerasan terhadap buruh.

Laba yang diterima pengusaha didapat dari selisih nilai jual dengan biaya produksi yang rendah. Rendahnya biaya karena adanya pemerasan terhadap buruh disebut nilai lebih. Oleh karena itu, teori ini disebut dengan teori nilai lebih.

Teori Nilai Reproduksi Carey

Berdasarkan teori ini, nilai suatu barang ditentukan oleh biaya pembuatan kembali atau biaya saat barang tersebut direproduksi. Oleh karena itu, nilai barang ditentukan oleh harga- harga bahan pada saat barang tersebut akan dibuat kembali.

Teori Nilai Pasar Hummed and Locke

Berdasarkan teori ini, nilai suatu barang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran yang ada di pasar atau nilai suatu barang ditentukan oleh harga pasar.

Teori Nilai Subjektif

Berdasarkan teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh utilitas dari barang tersebut. Setiap orang akan mempunyai utilitas yang berbeda untuk suatu barang yang sama. Teori nilai subjektif yang terkenal berasal dari Herman Heinrich Gossen dan Carl Menger.

Hukum Gossen I

Hukum Gossen I ini menyatakan tentang gejala tambahan kepuasan yang tidak proporsional yang dikenal dengan The Law of Diminishing Marginal Utility (Hukum Tambahan Kepuasan yang Semakin Menurun).

Hukum Gossen I berbunyi sebagai berikut. ”Jika jumlah suatu barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah maka kepuasan total yang diperolah juga bertambah, akan tetapi kepuasan marjinal (tambahan kepuasan yang diperoleh jika dikonsumi ditambah dengan satu unit) pada titik tertentu akan semakin berkurang.

Bahkan jika konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoleh akan menjadi negatif dan kepuasan total menjadi berkurang.”

Hukum Gossen II

Uraian di atas mengemukakan perilaku konsumen terhadap satu macam barang saja. Pada kenyataannya, konsumen membutuhkan beraneka macam barang. Masalahnya adalah berapa pengorbanan yang harus dilakukan agar bermacam- macam kebutuhannya dapat terpenuhi dengan sebaik- baiknya dan tercapai kepuasan maksimal.

 Hal ini dikemukakan dalam Hukum Gossen II, yaitu sebagai berikut.

”Manusia akan berusaha memuaskan yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama.”

Artinya manusia akan membagi- bagi pengeluaran uangnya sedemikian rupa sehingga kebutuhannya terpenuhi secara seimbang.

Teori Nilai Subjektif Carl Menger

Menurut Menger, nilai ditentukan oleh faktor subjektif dibandingkan faktor objektif. Nilai berasal dari kepuasan manusia.

Karena kebutuhan manusia lebih banyak daripada barang dan jasa yang tersedia maka untuk memuaskan kebutuhannya manusia akan memilih secara rasional di antara barang/jasa alternatif yang tersedia.

Dalam teori ini dikemukakan tentang prinsip- prinsip pengkatagorian barang/jasa menurut tingkat intensitasnya.

Katagori I adalah barang- barang untuk mempertahankan hidup, katagori II barang dan jasa untuk kesehatan, dan katagori III adalah barang/jasa untuk memberikan kesejahteraan individu. Semakin penting barang dan jasa tersebut bagi seorang individu maka nilai barang/jasa tersebut semakin tinggi.

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  2. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==============