Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Contoh

Pengertian Teori Sewa Tanah. Sewa tanah adalah balas jasa yang dibayarkan akibat penggunaan lahan tanah atau sumber daya alam lainnya yang jumlah penawarannya tetap dan tak dapat ditambah. Ada Beberapa teori sewa tanah yang akan disampaikan pada materi ini diantaranya adalah:


Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat

Teori sewa tanah ini menjelaskan tentang tinggi rendahnya sewa tanah menurut kaum fisiokrat. Para fisioktrat menjelaskan bahwa nilai sewa disebabkan oleh perbedaan tingkat kesuburan  tanah.

Tanah yang subur memiliki nilai sewa yang lebih tinggi daripada tanah yang kurang subur atau tandus. Dalam masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pada persaingan, sewa tanah ditentukan oleh hasil yang mampu diberikan tanah yang disewakan.

Selain itu, harga sewa ditentukan juga oleh seberapa tinggi penawaran dari calon penyewa tanah lainnya. Di sini ada kompetisi dari sisi permintaan akan sewa tanah.

teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan
teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan

Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo

Teori sewa ini membahas tentang tinggi rendahnya nilai sewa tanah yang didasarkan pada perbedaan tingkat kesuburan tanah dan letak tanah yang dipergunakan untuk berproduksi. Tanah yang subur akan memiliki nilai sewa yang tinggi dibandingkan dengan nilai sewa dari tanah yang kurang subur.

Teori ini berasumsi pada lahan yang pemanfaatannya sebagai lahan untuk pertanian. Menurut Ricardo, sewa terjadi karena tanah yang subur diolah lebih dulu, baru kemudian tanah yang kurang subur.

Hasil pertanian dari tanah yang subur dan kurang subur akan dijual dengan harga yang sama jika produknya sama. Namun demikian biaya produksi untuk tanah yang kurang subur lebih mahal dibanding tanah yang subur. Para penyewa tanah yang kurang subur akan mendapat keuntungan lebih kecil daripada penyewa tanah subur.

Tanah yang subur akan menghasilkan produk pertanian lebih banyak dengan biaya lebih kecil. Akhirnya biaya produksi persatuan produk pertaniannya menjadi lebih kecil. Akibatnya, tanah yang kurang subur akan dihargai sewanya dengan harga yang lebih rendah dibanding harga sewa tanah yang subur.

Teori Letak Johann Heinrich von Thunen

Teori ini dikembangkan dengan melakukan penyempurnaan dari teori David Ricardo. Teori menjelaskan bahwa, perbedaan nilai sewa tanah bukan hanya dipengaruhi oleh kesuburan tanah, namun dipengaruhi juga oleh letak tanah.

Letak tanah merujuk pada posisi atau lokasi tanah tersebut dikaitkan dengan biaya yang ditimbulkan ketika hasil produksi dari tanah tersebut harus didistribusikan untuk dipasarkan. Tanah yang berlokasi lebih jauh terhadap pasar atau kota akan memiliki biaya transportasi lebih tinggi. Sehingga penyewa akan mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dibanding penyewa tanah yang berlokasi dekat dari pasar atau kota.

Akibatnya, tanah yang lokasinya jauh dari pasar atau kota akan dihargai lebih rendah oleh calon penyewa. Hal sebaliknya, tanah yang berdekatan dengan pasar dan kota akan dihargai lebih mahal.

Teori Harga Sewa Derivasi

Teori ini menjelaskan bahwa harga sewa tidak semata mata ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah tersebut, namun lebih didasarkan pada harga jual produk hasil dari tanah tersebut. Ketika harga produk hasil tanah tersebut naik, maka harga sewanya menjadi naik. Harga sewa menjadi naik akibat adanya peningkatan kebutuhan sewa tanah untuk meningkatkan produk hasil pertanian yang sama.

Adanya peningkatan permintaan terhadap produk pertanian tertentu akan mengakibatkan para penyewa untuk meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi dapat dinaikkan dengan memperluas sewa tanah.  Peningkatan permintaan sewa tanah mengakibatkan kenaikan harga sewanya.

Teori  Sewa Tanah Modern

Teori sewa tanah modern bertitik tolak pada hukum permintaan dan penawaran terhadap tanah. Setiap ada perubahan dari penawaran atau permintaan maka, harga sewa akan berubah.

  • Penawaran Tanah

Penawaran sangat inelastis. Hal ini mengakibatkan sewa tanah sangat ditentukan oleh jumlah permintaan tanah. Setiap ada perubahan jumlah permintaan, maka harga sewa tanah akan berubah.

  • Permintaan Tanah

Permintaan tanah dipengaruhi oleh harga produk yang dihasilkan, produktivitas dari tanahnya, lokasi tanah, tujuan penggunaan tanah. Harga sewa tanah ditentukan oleh  jumlah permintaannya.

Daftar Pustaka:

  1. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  4. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Teori Harga Sewa Derivasi Teori Letak Johann Heinrich von Thunen Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo. Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat dan Teori Sewa Tanah Modern.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Penawaran dan Permintaan Tanah. Faktor yang mempengaruhi harga tanah dan yang mempengaruhi penawaran dan permintaan tanah.

Jenis, Keuntungan Sumber Dana Menghitung SHU Koperasi

Pengertian Koperasi dan Sumber Dananya. Koperasi adalah suatu kumpulan dari orang – orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama. Artinya, koperasi dibentuk atau didirikan oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama.


Kelompok orang – orang ini kemudian secara otomatis menjadi anggota koperasi yang didirikannya. Asas pendirian koperasi adalah kekeluargaan dan gotong royong dalam membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk pinjaman dana.

Arti Lambang Koperasi Indonesia dan Maknanya

Lambang Koperasi Indonesia berupa gambar bunga yang memberikan kesan terhadap perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia. Gambar bunga mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi yang selalu berubah.

jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana
lambang jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana

Landasan Koperasi Indonesia,

Menurut Undang- Undang No. 25 tahun 1992, landasan koperasi Indonesia adalah sebagai berikut.

1). Landasan Idiil Koperasi

Landasan idiil koperasi adalah Pancasila. Artinya, koperasi Indonesia harus mendasarkan dirinya kepada Pancasila dalam mencapai cita-citanya, dan menjadi landasan moral bagi seluruh anggota koperasi di Indonesia.

2). Landasan Struktural Koperasi

Landasan Struktural koperasi adalah UUD 1945Koperasi berlandaskan UUD 1945 khususnya Pasal 33 ayat (1) yang mengandung pengertian sebagai berikut.

– Segala kegiatan koperasi adalah usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

– Mengutamakan kesejahteraan seluruh anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dan bukan kemakmuran perseorangan.

3). Landasan Mental Koperasi

Landasan Mental koperasi berupa Kesetiakawanan dan Kesadaran Berpribadi Artinya di antara sesama anggota koperasi harus ada rasa kesetiakawanan, kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan masing masing anggota tidak tergantung pada orang lain.

4). Landasan Operasional Koperasi

Landasan operasional merupakan tata aturan kerja yang harus diikuti dan ditaati oleh semua anggota, pengurus, badan pemeriksa, manajer, dan karyawan koperasi dalam melaksanakan tugas masing- masing.

Tujuan Koperasi

Tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan dan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.

Prinsip Koperasi

Prinsip- prinsip koperasi, antara lain sebagai berikut.

1). Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

2). Pengawasan demokratis oleh anggota.

3). Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.

4). Otonomi dan kemandirian.

5). Pendidikan, pelatihan, dan penerangan.

6). Kerjasama antarkoperasi.

7). Kepedulian terhadap masyarakat.

Fungsi Koperasi

1). Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat.

2). Alat pendemokrasian ekonomi nasional sebab koperasi merupakan salah satu wadah untuk menghimpun kekuatan ekonomi yang lemah.

3). Sebagai salah satu urat nadi perekonomian Indonesia.

4). Sebagai alat pembina masyarakat untuk memperkokoh kehidupan dan kedudukan ekonomi bangsa Indonesia.

Sumber Dana Modal Koporasi

Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah dana atau modal sebagai sumbangan pokok anggota, disamping itu, ditetapkan juga sumbangan wajib kepada para anggotannya. Sumber dana lain umumnya diperoleh dari berbagai lembaga keuangan atau non keuangan baik pemerintah ataupun swasta. Adapun Secara umum sumber – sumber dana koperasi adalah:

Sumber atau jenis dana yang diperoleh koperasi Dari para anggotanya diantaranya adalah:

  • Modal Dana dari Iuran Wajib Koperasi

Iuran pokok merupakan setoran dalam bentuk  uang tunai yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota kepada koperasi ketika menjadi anggota. Iuran pokok ini tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Iuran pokok nilainya sama untuk setiap anggota. Iuran ini hanya dibayarkan satu kali selama menjadi anggota.

  • Modal Dan dari Iuran Pokok Koperasi

Iuran pokok merupakan setoran dalam bentuk  uang tunai yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota kepada koperasi ketika menjadi anggota. Iuran pokok ini tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Iuran pokok nilainya sama untuk setiap anggota. Iuran ini hanya dibayarkan satu kali selama menjadi anggota.

  • Modal Dana dari Iuran Sukarela Koperasi

Iuran sukarela merupakan setoran yang besarannya tidak ditentukan, tetapi tergantung kepada kemampuan anggotanya. Iuran  ini dapat disetorkan dan diambil setiap saat sesuai kebutuhan anggota.

Sumber atau jenis dana yang diperoleh koperasi Dari luar anggotanya dapat berupa sebagai berikut:

  • Modal Dana dari Badan pemerintah
  • Modal Dana dari Perbankan
  • Modal Dana dari Lembaga swasta lainnya

Pembagian keuntungan diberikan kepada anggota tergantung pada keaktifan para anggotannya dalam meminjam dana.

Contoh, seorang anggota yang sering meminjam dana atau membeli barang dari koprasi akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang kurang aktif dalam meminjam dana atau membeli barang dari koperasi.

Jenis – Jenis Koperasi

Yang membedakan jenis koperasi adalah perbedaan usaha yang mereka lakukan. Kegiatan usahannya disesuaikan dengan tujuan pendirian koperasinya. Perbedaan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan anggotannya.

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi diutamakan untuk para anggotanya yang memiliki usaha produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Produksi dapat dilakukan dalam beragam bidang industri seperti industri rumah tangga, pengolahan hasil pertanian, perikanan, ternak dan jasa layanan lainnya.

Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan usaha secara bersama- sama. Terdapat berbagai jenis koperasi produksi, misalnya koperasi produksi untuk para petani, koperasi peternak sapi, koperasi pengrajin, dan seterusnya.

Koperasi produksi atau Koperasi Produsen dapat diartikan sebagai koperasi yang para anggotanya merupakan pengusaha kecil menengah (UKM). Koperasi yang menjalankan kegiatan pengadaan atau penyediaan bahan baku untuk membantu para anggotanya.

Secara sederhananya dapat definisikan sebagai organisasi koperasi yang menghasilkan atau membuat atau menciptakan barang dan jasa ataupun produk yang dibutuhkan  oleh anggota koperasi tersebut pada khususnya serta masyarakat luas pada umumnya.

Koperasi  produsen dapat membantu para petani dalam mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi atau tanaman lainnya. Para pelaku usaha yang tergabung didalamnya dapat berdiskusi dengan koperasi untuk mencari jalan terbaik dari permasalahan yang timbul secara bersama-sama.

Koperasi  dapat   membantu untuk menjual barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi dapat menampung seluruh hasil produksi dari para anggotanya dan menjual barang hasil usahanya kepada yang membutuhkannya.

  • Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi utamanya melakukan kegiatan usaha dalam penyediaan kebutuhan akan barang – barang pokok sehari – hari. Contoh koperasi sandang, papan dan kebutuhan yang berbentuk barang lain seperti barang elektronik.

Koperasi konsumsi banyak didirikan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

  • Koperasi Simpan Pinjam.

Koperasi simpan pinjam melakukan kegiatan usahanya dengan memberikan fasilitas pinjaman sejumlah dana atau uang untuk keperluan para anggotanya.

Koperasi ini disebut juga Koperasi Kredit. Koperasi yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang membutuhkannya dengan biaya lebih murah dibanding lembaga keuangan lain.

Pinjaman Jangka Pendek Koperasi.

Pinjaman jangka pendek merupakan pinjaman yang berjangka waktu satu bulan dan batas maksimal pengembaliannya adalah satu bulan. Pinjaman jangka pendek ini dapat dicicil secara harian atau mingguan atau dua mingguan, sesuai kemampuan anggota atas kesepakatan. Biaya pinjaman atau suku Bunga pinjaman relative rendah sehingga tidak akan memberatkan para anggotanya atau peminjam.

Pinjaman Jangka Panjang Koperasi

Pinjaman koperasi jangka panjang merupakan pinjaman yang berjangka waktu lebih dari satu bulan. Kewajiban Cicilannya dibayarkan atau disetor setiap satu bulan sekali, dan jangka waktu peminjaman adalah tiga bulan hingga satu tahun atau lebih sesuai dengan kesepakatan dengan suku bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga pinjaman jangka pendek, namun tidak terlalu tinggi.

  • Koperasi Serbaguna

Koperasi serbaguna memberikan produk layanan yang lebih beragam, mulai dari konsumsi, pinjaman dana / kredit dan lainnya.

Keuntungan Koperasi

Keuntungan koperasi adalah bunga (untuk simpan pinjam dan produksi) atau selisih harga (untuk konsumsi) yang dibebankan kepada anggota yang memanfaatkan fasilitas atau menggunakan membeli produk koperasi.

Keuntungan lain adalah biaya administrasi yang dibebankan kepada anggotanya setiap yang menggunakan fasilitas dan produk koperasi. Koperasi juga mendapatkan bunga bank untuk dana yang disetor / didepositkan di bank.

Keuntungan anggota diberikan kepada anggota yang tidak pernah lalai dalam memenuhi kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai dengan jumlah atau keaktifan anggota dalam melakukan transaksi atau menggunakan fasilitas dan produk dari koperasi.

Semakin aktif anggota dalam melakukan transaksi dengan koperasi, maka semakin besar anggota tersebut mendapatkan keuntungan dari koperasi.

Sisa Hasil Usaha Koperasi SHU,

Sisa hasil usaha koperasi, SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Penggunaan SHU, Sisa Hasil Usaha,

Penggunaan SHU antara lain adalah digunakan sebagai dana cadangan, untuk biaya pendidikan koperasi, untuk dana sosial, dan dibagikan kepada anggota koperasi berdasarkan jasa yang telah disumbangkannya.

Secara lengkap, penggunaan SHU ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi yang diputuskan melalui rapat anggota koperasi.

Pada umumnya, pembagian SHU terdiri atas pos- pos sebagai berikut.

a). Cadangan

b). Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal

c). Jasa anggota berdasarkan pinjaman

d). Dana pengurus

e). Pengelola koperasi

f). Dana pendidikan pegawai

g). Dana pengembangan koperasi

h). Dana sosial

Persentase besarnya alokasi pembagian sisa hasil usaha SHU tersebut ditentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART koperasi yang diputuskan dalam rapat anggota.

Berikut disajikan beberapa contoh perhitungan sisa hasil usaha SHU koperasi yang merupakan soal ujian nasional pada tahun yang berbeda.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi.

Diketahui Sisa hasil usaha SHU Koperasi “Ardra.Biz” pada tahun lalu adalah 36 juta rupiah. Berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi, SHU tersebut akan dibagikan kepada anggotanya dengan ketentuan seperti berikut:

Jasa Modal JM = 25 persen

Jasa Usaha JA = 30 persen

Dana Pengurus DP = 10 persen

Dana Sosial DS = 10 persen

Dana Pendidikan DPK = 15 persen

Cadangan C = 10 persen

Jumlah simpanan anggota adalah 60 juta rupiah, Penjualan 100 juta rupiah. Jika tuan Gemilang sebagai anggota koperasi memiliki simpanan pokok 200 ribu rupiah dan simpanan wajib 500 ribu rupiah serta berbelanja sebesar 1,5 juta rupiah. Hitung SHU yang diterima tuan Gemilang.

Jawab

SHU koperasi = 36 juta

Jasa Modal = 36 x 25%

Jasa Modal = 9 juta

Jasa Usaha  = 36 x 30%

Jasa Usaha = 10,8 juta

Jumlah Pinjaman = 60 juta

Penjualan = 100 juta

Simpanan pokok Gemilang = 200 ribu = 0,2 juta

Simpanan wajib Gemilang = 500 ribu = 0,5 juta

Belanja Gemilang = 1,5 juta

Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Modal Koperasi

Jasa Modal yang diterima Gemilang dari Sisa Hasil Usaha dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

JM.G = SG/JS x JM

JM.G = jasa modal yang diterima Gemilang

SG = simpanan Gemilang

JS = Jumlah Simpanan koperasi

JM = Jasa modal koperasi

Dengan demikian SHU jasa modal yang diterima Gemilang adalah

JM.G = [(0,2 + 0,5)/60] x 9

JM.G = 0,105 juta rupiah atau

JM.G= 105 ribu rupiah

Jadi jasa modal yang diterima tuan Gemilang adalah 105 ribu rupiah

Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Usaha Koperasi

Besarnya jasa usaha yang diterima tuan Gemilang dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

JU.G= (PG/P) x JU

JU.G = jasa usaha Gemilang

PG = Belanja atau Pembelian Gemilang

P = Penjualan koperasi

JU = Jasa usaha koperasi

JU.G = (1,5/100) x 10.8

JU.G = 0,162 juta atau

JU.G = 162 ribu rupiah

Jadi jasa usaha yang diterima tuan Gemilang adalah 162 ribu rupiah

Dengan demikian, sisa hasil usaha SHU yang diterima tuan Gemilang adalah

SHU.G = JM.G + JU.G

SHU.G = SHU yang diterima Gemilang

SHU.G = 105rb + 162rb

SHU.G = 267 ribu rupiah

Jadi sisa hasil usaha SHU yang diterima tuan Gemilang adalah 267 ribu rupiah.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi

Koperasi simpan pinjam Ardra.Biz pada akhir tahun tutup buku memiliki data keuangan seperti berikut

SHU = 72 juta

Simpanan pokok = 3 juta

Simpanan wajib = 11,4 juta

Simpanan sukarela = 4,8 juta

Jasa Simpanan atau Modal = 20%

Jasa pinjaman = 25%

Cadangan = 25%

Total piutang koperasi ke anggota = 380 juta

Jika Gemilang merupakan anggita koperasi Ardra.Biz tersebut memiliki simpann pokok 50 ribu rupiah dan simpanan wajib 400 ribu rupiah serta angsuran yang telah dibayarkan selama satu tahun sebasar 9,5 juta rupiah. Hitung SHU yang diterima tuan Gemilang.

Jawab.

Menghitung Jasa Modal Atau Jasa Simpanan Koperasi

Besar jasa modal atau jasa simpanan yang diterima tuan Gemilang dapat dihitung seperti berikut

JS.G = (SG/JMLS) x JS

JS.G = jasa simpanan Gemilang

SG = simpanan total Gemilang

SG = 40rb + 450rb

SG = 450 ribu atau 0,45 juta

JMLS = Jumlah simpanan anggota koperasi

JMLS = simpanan pokok + Simpanan wajib

JMLS = 3 + 11,4

JMLS = 14,4 juta

JS = jasa simpanan/ modal koperasi

JS = jasa simpanan x SHU

JS = 20% x 72 juta

JS = 14,4 juta rupiah

Jadi jasa simpanan atau modal yang diterima Gemilang dari total simpanannya adalah

JS.G = (0,45/14,4) x 14,4

JS.G = 0,45 juta atau 450 ribu rupiah.

Besar angsuran atau pinjaman tuan Gemilang yang sudah dibauyarkan adalah 9,5 juta rupiah, maka besar jasa pinjaman Gemilang adalah

JP.G = PG/TP x JP

JP.G = jasa pinjaman Gemilang

PG = pinjaman Gemilang

TP = total piutang koperasi

JP = jasa pinjaman koperasi

JP = 25% x 72 juta

JP = 18 juta rupiah

maka jasa pinjaman yang diterima oleh Gemilang

JP.G = (9,5/380) x 18

JP.G = 0,45 juta = 450 ribu rupiah

Dengan demikian, besar SHU yang diterima tuan Gemilang adalah

SHU.G = JS.G + JP.G

SHU.G = 450 + 450

SHU.G = 900 ribu rupiah.

Jadi sisa hasil usaha yang diterima oleh tuan Gemilang adalah 900 ribu rupiah.

Contoh Soal Ujian materi Koperasi.

Sebutkan Jenis jenis koparasi dan keuntungan yang diperoleh masyarakat ketika menjadi anggota koperasi.

Contoh Soal Koperasi dan Pembahasan

Sebutkan perbedaan antara koperasi Konsumsi dengan koperasi simpan pinjam.

Pembahasan:

Koperasi konsumsi tugas utamanya melakukan usaha dalam penyediaan kebutuhan akan barang pokok sehari – hari. Koperasi konsumsi lebih banyak didirikan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

Sedangkan Koperasi simpan pinjam melakukan usahanya dengan memberikan sejumlah fasilitas pinjaman sejumlah uang atau dana yang diperlukan para anggotanya.

Koperasi ini biasa disebut juga dengan koperasi kredit. Koperasi yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang membutuhkannya. Adapun biaya lebih murah dibanding lembaga keuangan lain seperti bank.

Daftar Pustaka

  1. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi 2014, Rajawali Pers, Jakarta.
  2. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi
  4. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Koperasi adalah Manfaat koperasi dengan Arti Lambang Koperasi Indonesia dan Maknanya serta Fungsi Koperasi Bagi Perekonomian dan Jenis – Jenis Koperasi. Jenis Keuntungan Koperasi Simpan Pinjam dengan Keuntungan Koperasi dan Koperasi Konsumsi.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Koperasi Produksi, Koperasi Serbaguna, Koperasi Simpan Pinjam dengan Sumber Dana koperasi Yang menjadi anggota koperasi. Contoh soal ujian koperasi atau Contoh soal ujian nasional koperasi dengan Bapak Koperasi Indonesia.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Koperasi Sekolah dan Contoh koperasi perusahaan serta  Pengaruh koperasi pada perkonomian.
  7. Sisa Hasil Usaha Koperasi SHU, Pengertian Sisa Hasil Usaha SHU, Penggunaan SHU, Rumus pembagian SHU koperasi, Pembagian SHU terdiri atas pos- pos keuangan, Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi, Menghitung Jasa Modal Koperasi, Menghitung Jasa Simpanan,
  8. Menghitung Jasa Usaha, Pengertian jasa modal koperasi, Pengertian jasa usaha koperasi, Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Anggota Koperasi, Menghitung Sisa Hasil Usaha SHU Jasa Usaha Koperasi, Contoh Soal Ujian Perhitungan Sisa Hasil Usaha SHU Koperasi, Menghitung Jasa Modal Atau Jasa Simpanan Koperasi,

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Marginal Barang Dan Jasa Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Pengertian Nilai Guna Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal. Nilai guna (atau utility) atau manfaat barang atau jasa adalah kemampuan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai guna merujuk pada kepuasan seseorang dari mengkonsumsi barang – barang atau menikmati jasa.


Kalau kepuasan konsumen semakin tinggi, maka semakin tinggi pula nilai guna atau manfaat dari barang tersebut. Suatu barang dapat dikatakan berguna apabila dapat memberikan kepuasan atau dapat memenuhi kebutuhan.

faktor-nilai-guna-barang-dan-jasa-contoh
faktor-nilai-guna-barang-dan-jasa-contoh

Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal, Pendekatan Utilitas

Pendekatan kardinal berasumsi bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari kegiatan konsumsi barang dan atau jasa dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Hal ini Artinya kepuasan konsumen dapat diukur dan dinyatakan dengan angka sebagaimana mengukur berat benda, tinggi benda dan seterusnya.

Kepuasan konsumen yang didapat dari hasil kegiatan konsumsi barang dan jasa disebut dengan istilah utilitas (atau utility). Pendekatan kardinal dikenal juga dengan istilah lain yaitu pendekatan utilitas (atau utility approach).

Adapun asumsi dari Pendekatan ini adalah:

  1. Tingkat utilitas total yang dicapai konsumen merupakan fungsi dari kuantitas barang yang dikonsumsi. Artinya tingkat kepuasan total konsumen dipengaruhi oleh jumlah berbagai barang. Hal ini sesuai dengan hukum Gossen bahwa tingkat kepuasan konsumen dipengaruhi oleh jumlah dan variasi barang yang dikonsumsinya
  2. Konsumen akan cenderung berusaha untuk mendapatkan kepuasannya yang maksimal sesuai dengan anggaran yang dimiliki atau dikeluarkannya. Hal ini mencerminkan bahwa anggaran yang dimiliki konsumen merupakan faktor penentu bagi pencapaian tingkat kepuasannya.
  3. Konsumen tidak mudah untuk mendapat tingkat kepuasan yang setinggi-tingginya sesuai dengan yang diinginkan namun tergantung dari jumlah anggaran yang dimilikinya. Konsumen akan berusaha untuk mengalokasikan jumlah anggaran yang dimiliki tersebut untuk membeli berbagai jumlah barang yang memang mampu menghasilkan kepuasan yang maksimal.
  4. Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur secara kuantitatif.
  5. Tambahan kepuasan dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun.

Ada dua pengertian terkait dengan nilai guna dari suatu barang atau jasa yaitu nilai guna total dan nilia guna marginal.

Nilai Guna Total, Total Utility TU

Nilai guna total adalah jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu.

Hukum Increasing Total Utility Pada Periliku Konsumen Pendekatan Kardinal

Semakin banyak barang yang dikonsumsi persatuan waktu, semakin tinggi nilai guna total atau total utility TU yang dapat dinikmati, sampai pada satu titik tertentu yaitu titik kepuasan maksimum. Setelah titik maksimum tercapai, maka penambahan barang yang dikonsumsi tidak lagi meningkatkan nilai guna total, namun akan menyebabkan nilai guna total TU berkurang.

Nilai Guna Marginal, Marginal Utility

Nilai guna marginal adalah pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.

Hukum Law of Diminishing Marginal Utility Pada Perilaku Konsumen Pedekatan Kardinal 

Semakin banyak barang yang dikonsumsi, maka pertambahan nilai guna atau kepuasan yang diperoleh dari setiap penambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan bekurang.

Contoh Nilai Guna Total dan Marginal Barang.

Nilai guna total dari lima buah jeruk meliputi seluruh kepuasan yang diperoleh dari memakan semua (lima) jeruk tersebut. Sedangkan nilai guna marginal dari jeruk yang kelima adalah pertambahan kepuasan yang diperoleh dari memakan buah jeruk yang kelima.

Nilai Marginal Utility dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

MU = ΔTU/ΔQ

MU = (TUn – TUn-1)/(Qn – Qn-1)

MU = Marginal utility, nilai guna marginal

ΔTU = perubahan total utility, nilai guna total

ΔQ = perubahan jumlah unit barang yang dikonsumsi

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Barang Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal 

Adapun Factor – factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu barang atau jasa di antaranya adalah:

  • Tingkat kegunaan barang dan jasa tersebut bagi konsumen. Hal ini biasa disebut dengan tingkat utility
  • Ada atau tidaknya suku cadang serta jangka waktu pemakaiannya, hal ini disebut scarcity in supply. Barang harus dapat diperbaiki, atau diganti suku cadangnya dan tahan lama.
  • Selalu mengikuti perkembangan dan nilainya tidak mudah berkurang atau menurun (susut) biasa disebut dengan appropriable.

Jenis – Jenis Nilai Guna Barang dan Jasa Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal.

Adapun Jenis Nilai Guna barang dan Jasa  diantaranya adalah

1). Kegunaan Wakru (Time Utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah datang waktu yang tepat untuk menggunakannya. Konsumen tidak menggunakan barang yang dimilikinya setiap saat. Artinya Barang hanya berguna pada saat saat tertentu atau pada waktu tertentu.

Contoh Time Utility

Contoh Time Utility adalah payung dan jas hujan akan berguna ketika waktu musim hujan. Contoh lainnya adalah piring dan sendok akan berguna ketika digunakan saat makan.

2). Kegunaan Tempat (Place Utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah dipindahkan tempatnya, atau berguna pada tempat tertentu.

Contoh Place Utility

Contoh Place Utility adalah pasir dan batu akan berguna ketika dipindahkan dari sungai ke darat untuk dijadikan landasan jalan atau bagunan dan gedung lainnya.

3). Kegunaan Bentuk (Form Utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah diubah menjadi bentuk lain atau bentuk tertentu.

Contoh Form Utility

Contoh Form Utilityadalah tanah liat akan berguna ketika sudah menjadi bata merah untuk bangunan. Kayu baru berguna setelah dibentuk menjadi lemari atau meja.

4). Kegunaan Hak Milik (Ownership Utility)

Suatu barang akan menjadi berguna apabila telah dipindah tangankan hak kepemilikannya. Atau menjadi berguna ketika menjadi hak milik.

Contoh Ownership Utility

Contoh Ownership Utility adalah telephon genggam baru dapat berguna ketika sudah menjadi milik sendiri.

5). Kegunaan Pelayanan (Service Utility)

Suatu barang akan menjadi berguna apabila ada jasa yang melayaninya.

Contoh Service Utility

Contoh Service Utility adalah telivisi baru akan berguna apabila ada program yang ditayangkan oleh stasiun televise. Ketika tidak ada tayangan apapun, maka televise menjadi tidak berguna.

Contoh Soal Perhitungan Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Nilai Guna Kardinal,

Pada table di bawah ditunjukkan nilai guna total TU (total utility) dari barang yang dikonsumsi pada jumlah barang Q unit tertentu. Lengkapilah nilai guna marginal MU (marginal utility) dari jumlah barang yang dikonsumsi tersebut. Berapa jumlah barang yang dikonsumsi agar dicapai kepuasan maksimum dan buatkan Kurva TU dan MU nya.

Contoh Soal Perhitungan Perilaku Konsumen Pendekatan Nilai Guna Kardinal,
Contoh Soal Perhitungan Perilaku Konsumen Pendekatan Nilai Guna Kardinal,

Contoh Perhitungan Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Dari table diketahui, ketika jumlah barang yang dikonsumsi Q adalah satu unit, maka nilai guna total TU yang diperoleh adalah 10. Dan ketika konsumen menambah jumlah barang yang dikonsumsi sebanyak satu unit, maka nilai marginal utility MU dapat dicari dengan cara berikut

Diketahui

Q1 = 1

TU1 = 10

Q2 = 2

Dari table diketahui, bahwa nilai guna total TU yang diperoleh ketika mengkonsumsi dua unit barang adalah

TU2 = 18

Sehingga, Nilai Marginal Utility MU dapat dihitung dengan rumus berikut

MU = ΔTU/ΔQ

MU2 = (TU2 – TU1)/(Q2 – Q1)

MU2 = (18 – 10)/(2 – 1)

MU2 = 8/1

MU2 = 8

Jadi nilai guna marginal MU akibat penambahan barang yang dikonsumsi dari satu unit menjadi dua unit adalah MU = 8.

Nilai guna marginal MU akibat penambahan barang konsumsi satu unit berikutnya dapat dihitung dengan cara yang sama, seperti berikut

Q2= 2

Q3 = 3

TU2 = 18

TU3 = 24

Nilai Marginal Utility dapat dihitung dengan rumus berikut

MU3 = (TU3 – TU2)/(Q3 – Q2)

MU3 = (24 – 18)/(3 – 2)

MU3 = 6/1

MU3 = 6

Jadi nilai guna marginal MU yang diperoleh dengan mengkonsumsi tiga unit barang adalah MU = 6.

Untuk penambahan satu barang konsumsi sehingga barang yang dikonsumsi menjad1 empat unit barang, maka nilai guna marginalnya adalah

Q3= 3

Q4 = 4

TU3 = 24

TU4 = 88

Nilai Marginal Utility pada Q4 = 4 dihitung dengan rumus berikut

MU4 = (TU4 – TU2)/(Q4 – Q3)

MU4 = (28 – 24)/(4 – 3)

MU4 = 4/1

MU4 = 4

Jadi nilai guna marginal MU yang diperoleh dengan mengkonsumsi empat unit barang adalah MU = 4.

Tabel Hasil Perhitungan Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Hasil perhitung nilai guna marginal MU pendekatan kardinal secara keseluruhan ditunjukkan pada table berikut

Tabel Hasil Perhitungan Nilai Guna Marginal, Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal
Tabel Hasil Perhitungan Nilai Guna Marginal, Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Dari table dapat dikatakan, bahwa penambahan jumlah barang yang dikonsumsi menyebabkan peningkatan kepuasan yang ditunjukkan dengan nilai guna total naik. Pada saat belum mengkonsumsi apapun yaitu pada Q = 0, tentunya belum mendapatkan kepuasan dengan nilai guna total TU sama dengan nol.

Kepuasan pertama diperoleh ketika mengkonsumsi barang Q satu unit yang direpresentasikan dengan total utility TU sebesar 10. Hal ini berarti dengan mengkonsumsi satu barang mendapat kepuasan dengan nilai guna marginal MU sebesar 10.

Penambahan satu barang yang dikonsumsi dapat meningkatkan nilai guna total yang semula 10 menjadi 18. Peningkatan kepuasan ini terus naik seiring dengan penambahan barang yang dikonsumsi. Namun demikian Nilai guna marginal MU akibat penambahan satu unit barang ini turun yang semula 10 menjadi 8.

Setiap peningkatan barang yang dikonsumsi akan meningkatkan nilai guna total yang diikuti dengan menurunnya nilai guna marginalnya, sampai akhirnya nilai guna total tidak dapat naik lagi dan setelah itu nilai guna total akan turun akibat penambahan barang yang dikonsumsinya.

Pengertian Niai Guna Total Maksimum

Ketika barang yang dikonsumsi sudah mencapai enam barang, maka penambahan barang berikutnya tidak lagi meningkatkan kepuasan yang ditunjukkan dengan nilai guna TU yang turun. Nilai guna total TU mencapai maksimum pada jumlah barang Q sama dengan 6 unit.

Pada table terlihat, Ketika Q = 6, nilai guna marginal MU adalah nol, MU = 0. Ini artinya syarat kepuasan maksimum atau nilai guna total TU maksimum tercapai ketika nilai guna marginal MU sama dengan nol.

Membuat Grafik Kurva Nilai Guna Total TU  dan Nilai Guna Marginal MU Pada Pendekatan Kardinal

Grafik total utility TU dan marginal utility MU dibangun oleh sumbu horisontal yang menunjukkan jumlah barang Q yang dikonsumsi, dan sumbu vertikal yang menujukkan nilai guna total TU dan nilai guna marginal MU.

Dengan memplot data data dari table di atas, akan diperoleh grafik yang menunjukkan kurva TU dan MU seperti gambar berikut

Membuat Grafik Kurva Nilai Guna Total TU dan Nilai Guna Marginal MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal
Membuat Grafik Kurva Nilai Guna Total TU dan Nilai Guna Marginal MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa, kurva nilai guna total TU meningkat dengan meningkatnya barang yang dikonsumsi sampai pada jumlah barang Q = 6. dan setelah itu kurva TU turun.

Sedangkan kurva nilai guna marginal MU menurun dengan penambahan barang yang dikonsumsi, dan nilai guna marginal menjadi nol saat nilai guna total TU mencapai maksimumnya. Nilai TU maksimum merupakan kepuasan maksimum yang diperoleh dari mengkonsumsi barang Q.

Nilai guna marginal MU menjadi negative jika barang yang dikonsumsi lebih dari enam unit yang diiringi dengan penurunan nilai guna totalnya.

Indifference Curve Budget Line Teori Perilaku Konsumen Pendekatan Ordinal, Contoh Perhitungan

Daftar Pustaka:

  1. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  2. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  4. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Nilai Guna Total dan Marginal Barang atauFaktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Barang dan Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Barang Dan Jasa.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Nilai Guna Barang dan Jasa dengan Nilai Kegunaan Wakru (time utility) atau Nilai Kegunaan Tempat (place utility) dan Kegunaan Bentuk (form utility).
  9. Ardra.Biz 2019, “Nilai Kegunaan Hak Milik (Ownership Utility) dan Kegunaan Pelayanan (service utility) dengan Contoh Nilai guna barang dan jasa. Nilai Guna Total dan Nilai Guna Marginal dengan Contoh nilai guna total dan Contoh nilai guna marginal.
  10. Hukum Increasing Total Utility Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kaedinal, Hukum Law of Diminishing Marginal Utility Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kaedinal, Rumus Perhitungan Nilai Marginal Utility, Rumus Cara menghitung Nilai Guna Marginal, Contoh Soal Perhitungan Perilaku Konsumen Pendekatan Nilai Guna Kardinal, Contoh Perhitungan Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kaedinal,
  11. Tabel Hasil Perhitungan Nilai Guna Marginal, Marginal Utility MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kaedinal, Membuat Grafik Kurva Nilai Guna Total TU dan Nilai Guna Marginal MU Pada Perilaku Konsumen Pendekatan Kaedinal, Gambar Grafik total utility TU dan marginal utility MU, Nilai Guna Total Maksimum, Cara Mengnitung Nilai Guna Total Maksimum, Syarat Nilai Guna Total Maksimum,

Nilai Pakai Dan Nilai Tukar Barang Jasa

Pengertian Nilai Pakai dan Tukar Barang/Jasa. Barang – barang hasil produksi dan jasa akan memiliki nilai apabila barang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani. Setiap orang mungkin memberikan nilai yang berbeda terhadap suatu barang, karena memiliki tujuan yang berbeda terhadap penggunaannya.


Sebagian orang memberikan nilai terhadap barang karena barang tersebut digunakannya, namun sebagian lagi memberikan nilai untuk barang yang akan ditukar dengan barang lain atau dijualnya kembali.

Nilai Pakai

Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai pakai dapat dikelompokkan menjadi  dua macam yaitu.

  • Nilai Pakai Objektif.

Nilai pakai objektif adalah nilai yang diberikan terhadap suatu barang atau benda atau suatu jasa yang ditinjau dari penggunaannya secara umum.

Contohnya adalah pakaian, kendaraan, perhiasan dan pakaian.

  • Nilai Pakai Subjektif

Nilai pakai subjektif adalah nilai yang diberikan pada suatu barang/ benda atau jasa yang ditinjau dari orang dan individu yang memanfaatkan atau memakai barang atau jasa tersebut.

Contohnya adalah computer bagi para pegawai dan pelajar, buku pelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, kamera untuk para wartawan atau fotografer dan sebagainya.

Nilai Tukar

Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk dapat dipertukarkan dengan barang dan jasa lain. Nilai tukar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai tukar objektif dan nilai tukar subjektif.

  • Nilai Tukar Objektif

Nilai tukar objektif adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk dapat dipertukarkan dengan barang dan jasa lain.

Contohnya adalah emas, berlian, computer, kursi, dan meja.

  • Nilai Tukar Subjektif

Nilai tukar subjektif adalah kemampuan barang dan jasa bagi orang atau individu bila dipertukarkan dengan barang dan jasa lain.

nilai-pakai-dan-nilai-tukar-barang dan Jasa
nilai-pakai-dan-nilai-tukar-barang dan Jasa

Contohnya Ardra dapat menukarkan computer laptop dengan telephon genggam. Sedangkan Temannya Ardra dapat menukarkan laptop dengan sejumlah Compact Disc berisi lagu. Ini artinya, Nilai tukar barang sangat tergantung pada kemampuan orang yang menukarkan barang tersebut.

Daftar Pustaka:

  1. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  2. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  4. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  5. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Nilai Pakai dan Tukar Barang/Jasa Pengertian Nilai Pakai barang  jasa. Nilai Pakai Objektif dan Nilai Pakai Subjektif dengan contoh nilai pakai barang jasa.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh nilai tukar barang jasa atau contoh nilai pakai subjektif dan objektif barang jasa. Nilai Tukar barang jasa yang Nilai Tukar Objektif barang jasa.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Nilai Tukar Subjektif barang jasa tapi Contoh nilai tukar objektif dan subjektif barang jasa. Contoh Soal Ujian Nilai Pakai dan Tukar Barang Jasa

Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga

Pengertian Konsumsi. Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.


Konsumsi rumah tangga dipengaruhi dua factor utama yaitu factor dari dalam konsumsi rumah tangga (atau factor intern) dan factor dari luar konsumsi rumah tangga (atau factor ekstern).

faktor-yang-mempengeruhi-konsumsi-rumah-tangga
faktor-yang-mempengeruhi-konsumsi-rumah-tangga

Factor Internal

Factor intern merupakan factor- factor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga yang berasal dari dalam individu yang bersangkutan. Factor – factor tersebut adalah:

  • Motivasi

Motivasi merupakan dorongan untuk mengatur atau mengelola pembelanjaan rumah tangga agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Motivasi bersifat alamiah, dan kegiatannya bisa berdasarkan perencanaan atau sifatnya kebulan atau tanpa rencana,

  • Kepribadian

Kepribadian merupakan sifat dasar manusia yang langsung atau tidak langsung ikut bertanggung jawab atas pola konsumsi masyarakat, seperti sikap hemat atau boros.

  • Sikap Hidup.

Sikap hidup merupakan kebiasaan atau perilaku yang berkembang di lingkungan keluarga yang merupakan hasil didikan sejak dini, seperti kebiasaan memasak atau membeli makanan siap saji.

Factor Ekstern

Factor ekstern merupakan factor – factor yang mempengaruhi kegiatan transaksi konsumsi rumah tangga yang berasal dari luar rumah tangga atau datang dari lingkungan tempat rumah tangga berada atau lingkungan lainnya. Factor – factor tersebut adalah:

  • Pendapatan

konsumsi memerlukan pengorbanan berupa uang yang diperoleh dari penghasilan atau pendapatan. Besarnya pendapatan berpengaruh terhadap besarnya nilai konsumsi yang dilakukan. Secara umum, semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak pula barang dan jasa yang dapat dikonsumsi. Sebaliknya, konsumen dengan pendapatan rendah atau daya belinya rendah biasanya tidak bisa melakukan banyak kegiatan konsumsi.

  • Tingkat Harga

Jika  harga barang dan jasa kebutuhan hidup meningkat, maka konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak. Sebagian konsumen dapat secara cermat mengantisipasinya dengan mengurangi jumlah pembelian. Hal ini dilakukan jika kenaikan harga tersebut tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan. Dengan kata lain, kenaikan harga barang cenderung menurunkan tingkat konsumsi masyarakat. Dan apabila harga barang menurun, maka tingkat konsumsi masayarakat akan naik.

  • Keterangan Barang dan Jasa

Masyarakat sebagai konsumen tidak selalu dapat mengkonsumsi barang dan jasa yang diinginkan. Hal ini disebabkan barang dan jasa tidak selalu tersedia di pasar. Jadi, meskipun konsumen memiliki banyak uang untuk membeli, konsumen tidak dapat mengkonsumsi barang yang diinginkan. Misalnya, ketika pasokan gas elpiji terhambat, jumlah gas elpiji yang tersedia di pasaran berkurang sehingga banyak konsumen yang tidak dapat mengkonsumsinya.

  • Prakiraan Harga di Masa Datang

Prakiraan harga barang di masa datang akan memengaruhi keputusan untuk pengeluaran konsumsi saat ini atau tidak. Jika konsumen memprakirakan bahwa harga barang akan naik di masa yang akan datang, maka konsumen akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik.

Misalnya, ketika pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM, maka masyarakat akan membeli bahkan menimbun BBM sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya, apabila konsumen memprakirakan harga akan turun, ia akan menunda konsumsi sampai harga benar-benar turun.

  • Kebudayaan

Kebudayaan adalah adat istiadat dan kebiasaan atau tata nilai yang berlaku atau dianut oleh lingkungan masyarakat tertentu, seperti upacara adat, pernikahan, atau perayaan atas kesuksesan hasil panen dan sebagainya.

  • Kondisi Sosial Masyarakat

Kondisi social masyarakat adalah sikap dan perilaku konsumsi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan rumah tangga.

Contoh Soal Ujian Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga

1. Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk . . . .
a. mengganti barang yang rusak
b. memenuhi kebutuhan hidup
c. menghasilkan barang dan jasa
d. menambah nilai guna suatu barang
e. memperoleh keuntungan

2. Andi membeli buku di toko buku. Dalam hal ini, buku memiliki kegunaan . . . .
a. bentuk
b. tempat
c. waktu
d. dasar
e. kepemilikan

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  2. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  3. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  5. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  6. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  7. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga dengan Factor Ekstern dan Faktor Ekstern. Kebudayaan Kondisi Sosial Masyrakat sebagai Faktor Internal Kepribadian Sikap Hidup.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga dengan Keterangan Barang dan Jasa. Kondisi Sosial Mayarakat dan Pengertian Motivasi atau Prakiraan Harga di Masa Datang.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Faktor motivasi konsumsi rumah tangga dan Faktor budaya terhadap konsumsi rumah tangga. Sedangkan Faktor harga pada konsumsi rumah tangga dan Faktor pendapatan pada konsumsi atau Faktor sikap hidup pada konsumsi.

Teori Sistem Pemberian Upah, Penjelasan Kebijakan Upah Minimum dan Contoh Soal

Pengertian Upah.  Pada prinsipnya upah merupakan hak harus diterima bagi pekerja atau karyawan yang dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.


Pengertian Upah Menurut Padar Ahli

Beberapa Pengertian Upah Menurut Para Ahli diantaranya adalah:

Upah Menurut Edwin B. Flippo

Edwin B. Flippo dalam Principles of Personal Management menyatakan, bahwa upah adalah Harga untuk jasa yang telah diterima atau diberikan oleh orang lain bagi kepentingan seseorang atau badan hukum.

Upah Menurut Iman Soepomo

Iman Soepomo mendefinisikan, bahwa upah adalah Pembayaran yang diterima buruh selama ini melakukan pekerjaan atau dipandang melakukan pekerjaan.

Upah Menurut Gunawi Kartasapoetra

Gunawi Kartasapoetra menyatakan bahwa upah adalah Pembayaran atau imbalan yang wujudnya dapat bermacam-macam yang dilakukan atau diberikan oleh seseorang/suatu kelembagaan atau instansi terhadap orang lain atas usaha, kerja dan prestasi kerja atau pelayanan (servicing) yang telah dilakukannya.

Upah Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo

Siswanto Sastrohadiwiryo, menyatakan bahwa upah adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para tenaga kerja, karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Upah Menurut Konvesni ILO

Pasal 1 Konvensi ILO Nomor 100 yang telah diratifikasi oleh Undang-Undang Nomor 80 Tahun 1957 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 100.

Menurut konvensi ILO, pengupahan meliputi upah atau gaji biasa, pokok atau minimum dan pendapatan-pendapatan tambahan apapun juga yang secara tunai atau dengan barang oleh pengusaha kepada pekerja berhubungan dengan pekerjaan pekerja

Upah Menurut UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Pasal 1 angka 30 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 disebutkan bahwa upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/ buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk bagi pekerja/ buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Upah Menurut PP RI No 8 Tahun 1981 Tentang Perlindungan Upah

Berdasarkan Peraturan Permirintah Tentang Perlindungan Upah, dinyatakan bahwa upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada pekerja/ buruh untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan pekerja/buruh termasuk tunjangan, baik untuk sendiri maupun keluarga.

Pengertian Teori Upah Normal. 

Teori ini disebut juga teori upah alami atau natural wages. Pada teori ini dinyatakan bahwa besarnya tingkat upah yang diberikan kepada pekerja didasarkan pada biaya yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup pekerja beserta keluarganya dan tentu saja tingkat upah ini akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Teori upah ini merepresentasikan bahwa besarnya tingkat upah akan selalu mengalami perubahan, baik naik maupun turun. Perubahan upah ini dipengaruhi oleh jumlah penawaran tenaga kerja.

teori-sistem-pemberian-upah
teori-sistem-pemberian-upah

Jika upah rendah, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi kurang terjamin. Kondisi ini akan menimbulkan pertambahan penduduk rendah. Pengaruh selanjutnya adalah jumlah penawaran tenaga kerja menjadi kurang. Sehingga mengakibatkan upah cenderung naik.

Demikian puka sebaliknya, jika upah tinggi, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya akan terjamin. Pertambuahan penduduk meningkat. Pengaruh selanjutnya, penawaran tenaga kerja ikut naik. Akibatnya melimpahnya tenaga kerja maka, upah cenderung turun. Teori ini dikemukakan oleh ilmuwan David Ricardo.

Teori Upah Besi

Teori upah ini menjelaskan adanya tingkat upah yang ditetapkan oleh perusahaan. Penetapan bertujuan agar tingkat upah menjadi rendah. Hal ini dilakukan agar perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Pada tingkat upah yang rendah, pekerja hanya dapat menerima kenyataan dan tidak dapat mempengaruhi tingkat upah. Konsekuensinya adalah para pekerja hanya dapat memenuhi hidupnya pada tingkat yang sangat minimal.

Pekerja terpaksa menerima pekerjaan dengan tingkat upah yang rendah karena kedudukan pekerja di mata perusahaan sangat lemah. Teori ini disampaikan oleh Ferdinand Lasalle.

Teori Upah Etika.

Teori upah ini menjelaskan tentang tingginya upah yang diterima para pekerja agar dapat menjamin kehidupan pekerja yang bersangkutan beserta keluarganya secara layak atau baik.

Tingkat upah ini merupakan upah yang seharusnya diterima olah para pekerja. Teori ini tidak semata – mata hanya memperhatikan pekerja saja, namun juga memperhatikan keluarganya.

Teori Upah Produktivitas Batas Kerja           

Teori upah ini termasuk sebagai teori upah modern. Tinggi rendahnya tingkat upah tergantung dari kemampuan atau produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Untuk membatasi agar  produktivitas tenaga kerja tidak berlebihan, maka ditetapkan batas produktivitas tenaga kerja yang biasa disebut dengan marginal productivity.

Teori upah ini awalnya dikemukakan oleh Von Thunen dan disempurnakan oleh J.B Clark

Sistem Pemberian Upah

Pada dasarnya upah dapat dibedakan menjadi upah nominal dan upah riil.

Upah Nominal

Upah nominal adalah besarnya uang yang diterima para pekerja sebagai balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja yang mereka serahkan.

Upah nominal adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan atau pekerja yang berhak secara tunai sebagai imbalan atas pengerahan jasa- jasa atau pelayanannya sesuai dengan ketentuan- ketentuan yang terdapat dalam perjanjian kerja dengan perusahaan atau suatu organisasi kerja.

Dalam upah nominal tidak ada tambahan atau keuntungan yang lain yang diberikan kepadanya.

Upah nominal ini sering disebut sebagai upah uang (money woges) karena dibayarkan uang uang secara keseluruhannya.

Upah Riil (riil wage)

Upah rill adalah besarnya barang dan jasa yang dapat diperoleh atau dibeli dengan jumlah upah yang mereka terima.

Upah nyata atau riil adalah upah uang yang nyata yang benar- benar harus diterima oleh pekerja karyawan yang berhak. Upah riil atau nyata ini ditentukan oleh daya beli upah tersebut yang akan banyak tergantung pada besar atau kecilnya jumlah uang yang diterima dan besar atau kecilnya biaya hidup yang diperlukan.

Upah riil dapat diterima dalam bentuk uang dan fasilitas atau lainnya, sehingga upah nyata riil yang diterimanya merupakan jumlah upah uang dan nilai rupiah dari fasilitas tersebut.

 Jenis Jenis Sistem Pemberian Upah

Beberapa sistem pemberian upah dapat dibagi sebagai berikut:

Sistem Upah Jangka Waktu.

Sistem Pemberian upah Menurut waktu, berdasarkan lamanya waktu bekerja.

Menurut sistem pengupahan ini upah ditetapkan menurut jangka waktu buruh melakukan pekerjaan. Untuk tiap jam diberi upah jam-jaman, untuk bekerja harian diberi upah harian, untuk seminggu bekerja diberi upah mingguan, untuk sebulan bekerja dibari upah bulanan dan sebagainya.

Cara ini memungkinkan mutu pekerjaan yang baik karena karyawan tidak tergesaa-gesa, tetapi perlu pengawasan dan regulasi untuk memastikan karyawan benar-benar bekerja selama jam kerja.

Sistem Upah Borongan

System Pemberian upah Borongan, berdasarkan pada prestasi kerja sampai dengan selesainya pekerjaan yang diserahkan.

Sistem upah borongan adalah balas jasa yang dibayar untuk suatu pekerjaan yang diborongkan. Cara memperhitungkan upah ini kerap kali dipakai pada suatu pekerjaan yang diselesaikan oleh suatu kelompok pekerja.

Untuk seluruh pekerjaan ditentukan suatu balas jasa, yang kemudian dibagi-bagi antara para pelaksanan. Misalnya untuk peembangunan gedung, pembuatan sumur dan lainnya.

Sistem Upah Prestasi, Potongan

Sistem upah prestasi, pemberian upah per satuan, berdasarkan banyaknya, jumlah satuan hasil pekerjaan

Sistem upah potongan atau prestasi sering digunakan untuk mengganti sistem upah jangka waktu, ketika hasil pekerjaan tidak memuaskan. Karena upah ini hanya dapat ditetapkan jika hasil pekerjaan dapat diukur menurut ukuran tertentu, misalnya jumlah banyaknya, jumlah beratnya, jumlah luasnya dari apa yang dikerjakan, maka sistem pengupahan ini tidak dapat digunakan di semua perusahaan.

Sistem  Upah Premi Atau Bonus

System pemberian upah Bonus, berdasarkan perpaduan antara upah menurut waktu dan upah per satuan.

 Upah dasar untuk prestasi normal berdasarkan waktu atau jumlah hasil. Apabila seorang karyawan mencapai prestasi yang lebih dari itu, ia diberi premi.

Premi dapat juga diberikan misalnya untuk penghematan waktu dan bahan baku, kualitas produk yang baik dan lain sebagainya.

Sistem Upah Bagi Hasil

Sistem ini banyak dipakai di bidang pertanian dan dalam usaha keluarga, namun juga di kenal di luar kalangan itu, yang mana karyawan ikut menerima bagian dari keuntungan bersih perusahaan, bahkan diberi saham perusahaan tempat mereka bekerja sehingga ikut menjadi pemilik dan mendapat bagi hasil.

Sistem Upah Permupakatan

Sistem pengupahan ini pada dasarnya adalah upah potongan, yaitu upah untuk hasil pekerjaan tertentu, misalnya pada pembuatan jalan, pekerjaan memuat, membongkar dan mengangkut barang dan sebagainya, tetapi upah itu bukanlah diberikan kepada buruh masing-masing, melainkan kepada sekumpulan buruh yang bersama-sama melakukan pekerjaan.

Sistem Pemberian Upah Indeks

System pemberian upah Indeks, berdasarkan indeks harga kebutuhan pokok sehari – hari.

Sistem Pemberian Upaj Mitra Kerja

System pemberian upah mitra kerja atau mitra usaha, pekerja mendapat upah dan bagian laba usaha dari perusahaan tempat pekerja bekerja.

Sistem Pemberian Upah Skala

System pemberian upah skala, berdasarkan pada perhitungan skala hasil penjualan perusahaan

Sistem Pemberian Upah Partisipatif

System pemberian upah secara partisipasi (profit sharing), berdasarkan ketentuan perusahaan yang berlaku dan ditambah dengan bagian keuntungan perusahaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Nilai Upah

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya upah diantaranya adalah

1). Penawaran dan Permintaan

Suatu penawaran dari tenaga kerja tinggi karena mempunyai keahlian/ skill, sedang permintaan untuk rekrutannya sedikit maka upah yang ditawarkan cenderung tinggi, tetapi apabila penawaran rendah/under skill sedang permintaan banyak upah cenderung rendah.

2). Organisasi Serikat Pekerja

Lemah dan kuatnya serikat pekerja di dalam melakukan bargaining akan mempengaruhi tinggi rendahnya upah.

3). Kemampuan Membayar

Meskipun ada tuntutan dari pekerja kalau tidak ada kemampuan membayar maka upah belum tentu naik, hal ini dikarenakan upah merupakan salah satu komponen harga produksi yang sangat diperhitungkan oleh seorang pengusaha.

4). Produktivitas

Upah sebenarnya merupakan imbalan atas prestasi kerja, semakin tinggi prestasi yang diberikan upah cenderung naik.

5). Biaya Hidup

Lingkungan tempat tinggal akan mempengaruhi kebutuhan hidup seseorang, dengan biaya hidup tinggi seperti yang terjadi di kota-kota besar upah cenderung tinggi, tetapi apabila di daerah terpencil upah cenderung rendah.

6). Pemerintah

Kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan peraturan ketenagakerjaan juga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya upah. Misalnya dengan penetapan upah minimum provinsi.

Kebijaksanaan Pemerintah Tentang Upah

Kebijakan pemerintah tentang upah yang bertujuan untuk melindungi para pekerja atau buruh dituangkan dalam Undang Undang Ketenagakerjaan Pasal 88 ayat 3 yang meliputi:

a). Upah minimum;

b). Upah kerja lembur;

c). Upah tidak masuk kerja karena berhalangan;

d). Upah tidak masuk kerja melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya;

e). Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya;

f). Bentuk dan cara pembayaran upah;

g). Hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;

h). Struktur dan skala pengupahan yang proposional;

i). Upah untuk pembayaran pesangon;

j). Upah untuk perlindungan pajak penghasilan

Kebijakan Upah Minimum

Upah minimum bisa ditetapkan jika pihak pemerintah menetapkan upah paling rendah yang mungkin bisa dibayar kepada seorang pekerja untuk satu jangka waktu tertentu.

Hal ini dilakukan pemerintah untuk mengontrol para majikan yang memperalat pekerja untuk mendapatkan keuntungan maksimum dengan cara menyeimbangkan antara upah dan hasil produksi.

Ketentuan mengenai upah minimum diatur dalam pasal Pasal 88 sampai dengan 92 Undang-undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi No 7 Tahun 2013 tentang Upah minimum.

Upah minimum menurut Pasal 1 angka 1 Permenakertrans No 7 Tahun 2013 adalah upah terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap oleh Gubernur sebagai jarring pengaman.

Tujuan Penentuan Upah Minimum

Tujuan utama penentuan upah minimum adalah untuk mengontrol kesewenang-wenangan majikan dalam menentukan upah. Oleh sebab itu, majikan tidak dapat membayar upah pekerja kurang dari upah yang telah ditentukan kadar minimumnya.

Upah minimum telah digunakan untuk melindungi dan menjamin jerih payah serta keringat para buruh dibayar sesuai dengan ketentuan. Aturan tersebut merupakan tinjauan moral bukan tinjauan ekonomi.

Contoh Soal Ujian Teori Sistem Pemberian Upah, Penjelasan Contoh Soal.

Soal 1. revisi

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  2. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  5. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  6. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Pemberian Upah, Teori Sistem Pemberian Upah dan Teori Upah Besi atau Teori Upah Etika. Teori Upah Produktivitas Batas Kerja dengan Contoh Upah Besi. 
  8. Ardra.Buz, 2019, “Teori Upah Besi Ferdinand Lasalle dengan Contoh Teori Upah Etika dan Contoh Teori Upah Produktivitas Batas Kerja. Teori upah modern dan Teori upah Von Thunen serta Teori Upah JB Clark dengan Contoh Sistem Pemberian Upah.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian upah nominal dan upah riil dengan Contoh upah nominal dan upah riil. Jenis sistem pemberian upah dengan Sistem Pemberian upah Menurut waktu dan berdasarkan lamanya waktu bekerja
  10. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Pemberian upah per satuan dengan System Pemberian upah Borongan dan System pemberian upah Bonus.
  11. Ardra.Biz, 2019, “System pemberian upah Indeks dengan System pemberian upah mitra kerja atau mitra usaha atau System pemberian upah skala. System pemberian upah secara partisipasi (profit sharing).

Teori Laju Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Menentukan Konstanta Persamaan Kecepatan Orde Satu Dua Contoh Soal Percobaan Perhitungan 10

Pengertian Kecepatan Reaksi. Laju reaksi merupakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Laju reaksi ditentukan melalui percobaan dengan cara mengukur banyaknya pereaksi yang dihabiskan atau dengan mengukur banyaknya produk yang dihasilkan pada selang waktu tertentu.


Pada system homogen, laju reaksi umumnya dinyatakan sebagai laju pengurangan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk dalam waktu tertentu.

Grafik Laju Reaksi Konsentrasi Waktu

Jumlah suatu zat yang dihabiskan dalam reaksi maupun yang dihasilkan dalam reaksi dapat dinyatakan dengan berbagai macam satuan, misalnya gram, mol, atau konsentrasi, sedangkan satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari ataupun tahun.

konsep-laju-reaksi-kimia-persamaan
konsep-laju-reaksi-kimia-persamaan

Apabila reaksi seperti berikut

R → P, maka laju reaksinya adalah

vR = – ∆[R]/∆t = laju pengurangan konsentrasi molar reaktan dalam waktu tertentu

vP = +∆[P]/∆t = laju pertambahan konsentrasi molar produk dalam waktu tertentu

1). Contoh Soal Perhitungan Laju Reaksi

Pada reaksi zat A menjadi zat B diketahui bahwa konsentrasi zat A mula-mula 8 M, setelah 3 detik menjadi 2 M. Tentukan laju reaksinya?

Jawab:

∆c = Perubahan konsentrasi

∆c = (8 – 2) M = 6 M

∆t = Perubahan waktu

∆t = 3 detik

Dengan demikian, laju reaksi dari zat A menjadi Zat B adalah:

v=∆c/∆t

v= 6/3

v = 2 M/detik

Contoh Soal dan Pembahasan Di Akhir Artikel

Untuk system reaksi yang lebih kompleks, maka laju reaksi akan sama dengan berkurangnya konsentrasi masing – masing reaktan atau bertambahnya konsentrasi setiap produknya.

Apabila reaksi seperti berikut:

aA + bB → cC + dD

Maka Laju reaksinya adalah:

vA = – ∆[A]/∆t

vB = – ∆[B]/∆t

vD = + ∆[C]/∆t

vD = + ∆[D]/∆t.

Perbandingan laju reaksi zat – zat dalam reaksi sama dengan perhitungan koefiensi reaksinya

vA : vB : vc : vD = a : b : c : d

Persamaan Laju Reaksi Kimia Hukum Laju Reaksi

Persamaan laju reaksi kimia menyatakan hubungan antara konsentrasi reaktan dengan laju reaksi. Secara umum, persamaan laju reaksi dituliskan sebagai berikut:

aA + bB → cC + dD

Rumus Persamaan Laju Reaksi

Persamaan laju reaksi kimianya adalah:

v = k [A]m [B]n

Dengan

v = laju reaksi

[A] = konsentrasi zat A

[B] = konsentrasi zat B

m = order reaksi zat A

n = order reaksi zat B

k = konstanta laju reaksi

Persamaan laju reaksi di atas disebut persamaan laju reaksi atau hukum laju reaksi. Persamaan laju reaksi seperti itu menyatakan hubungan antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi. Bilangan pangkat pada persamaan di atas disebut sebagai orde reaksi atau tingkat reaksi pada reaksi yang bersangkutan.

Nilai Orde reaksi hanya dapat ditentukan dari percobaan atau eksperimen. Orde reaksi pada reaksi secara keseluruhan disebut seaagai orde reaksi total. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi. Sehingga, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut di atas adalah m + n.

Contoh Penentuan Orde Reaksi

Perhatikan Contoh  reaksi berikut

2H2(g) + 2NO(g) → H2O(g) + N2(g)

Persamaan laju reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:

v = k . [H2] [NO2]2,

Reaksi tersebut mempunyai tingkat (atau orde) pertama terhadap H2 dan tingkat (atau orde) kedua terhadap NO. Sehingga secara keseluruhan reaksi tersebut merupakan tingkat (atau orde) ketiga.

Contoh Soal dan Pembahasan Di Akhir Artikel

Tetapan kesetaraan (k) bergantung pada macam pereaksi dan suhu reaksi. Untuk reaksi yang sama, harga k tetap selama suhu reaksi tidak berubah. Jika suhu atau pereaksi berubah, harga k juga berubah.

Pengertian Orde Reaksi Kimia

Pada dasarnya Orde reaksi merupakan suatu bilangan pangkat dan faktor konsentrasi dalam persamaan laju reaksi  seperti berikut

v = k [A]m [B]n

Konsentrasi [A] berpangkat m atau m merupakan orde reaksi terhadap konsentrasi [A]

konsentrasi [B] berpangkat n atau n merupakan orde reaksi terhadap konsentrasi [B].

Penentuan Orde Laju Reaksi

Orde reaksi  ditentukan dari hasil eksperimen. Orde reaksi tidak dapat ditentukan dari bentuk persamaan reaksinya.

Penentuan orde reaksi memerlukan beberapa eksperimen dengan cara merubah – ubah variabel tekanan khusus untuk reaksi berwujud gas atau merubah molaritas untuk reaksi berupa larutan atau dapat pula gas.

Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut orde reaksi total. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi. Jadi, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut adalah m + n.

Reaksi Kimia Orde Nol

Laju reaksi tetap walaupun ada penambahan konsentrasi reaktan.

Contoh Reaksi Kimia Orde Nol

Contoh reaksi kimia orde nol adalah reaksi pada proes fotosintetis, reaksi penguraian ammonia

Reaksi Kimia Orde Satu

Kenaikan laju reaksi akan sebanding dengan penambahan konsentrasi reaktan

Contoh Reaksi Kimia Orde Satu

Contoh reaksi kimia orde satu adalah reaksi penguraian gas N2O4

Reaksi Kimia Orde Dua

Kenaikan laju reaksi sebanding dengan kuadrat penambahan konsentrasi reaktan

Contoh Reaksi Kimia Orde Dua adalah reaksi pembetukan gas Nitrogen dioksida NO2 dari reaksi nitogen monoksida dengan oksigen.

2). Contoh Soal Perhitungan Laju Reaksi Kimia CH4 Dan Br2

Reaki kimia CH4 Dan Br2 memenuhi persamaan reaksi berikut:

CH4 (g) + Br2 (g) → CH3Br (g) + HBr (g)

Pada keadaan tertentu laju pengurangan terhadap gas CH4 adalah 2 M/s, maka tentukanlah laju penambahan gas CH3Br

Diketahui:

v(CH4) = 2 M/s

Rumus Menghtiung Laju Penambahan Produk Hasil Reaksi

Untuk reaksi yang setara, Laju penambahan gas CH3Br dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti berikut:

Perbandingn laju = perbandingan koefisien

v(CH4) : v(CH3Br)  = coef (CH4) : coef (CH3Br)

2 : v(CH3Br) = 1: 1 atau dapat pula ditulis

2/v(CH3Br) = 1/1

v(CH3Br) = 2 M/s

Jadi, Laju penambahan gas CH3Br adalah 2 M/s

3). Contoh Soal Perhitungan Kecepatan Reaksi Penguraian Batu Kapur Kalsium Karbonat CaCO3

Persamaan reaksi penguraian kalsium karbonat memenuhi persamaan reaksi berikut

CaCO3 → CaO + CO2

Bila 30 gram CaCO3 (Mr 100) pada temperature dan tekanan tertentu terurai secara sempurna seluruhnya menjadi CaO dan gas CO2 dalam waktu 5 menit, maka hitunglah kecepatan pengurainya.

Diketahui

m(CaCO3) = 30 gram atau

mol(CaCO3) = 30/100

mol(CaCO3) = 0,3 mol

t = 5 x 60 = 300 detik

Rumus Menentukan Kecepatan Reaksi Penguraian

Kecepatan reaksi penguraian kalsium karbonat dapat dinyatakan dengan rumus seperti berikut

v(CaCO3) = Δmol/Δt

v(CaCO3) = 0,3/300

v(CaCO3) = 1,0 x 10-3 mol/detik

Jadi, kecepatan reaksi penguraian batu kapur kalsium karbonat adalah 1,0 x 10-3 mol/detik

4). Contoh Soal Perhitungan Kecepatan Pembentukan Nitrogen Dioksida NO2

Reaksi pembentukan nitrogen dioksida NO2 dari Dinitrogen pentoksida N2O5 memenuhi persamaan reaksi berikut;

N2O5 → 2 NO2 + ½ O2

Tentukan laju pembentukan NO2 jika laju penguraian senyawa N2O5 adalah 2 x 10-6 mol/L.detik

Diketahui.

v(N2O5) = 2 x 10-6 mol/L.detik

Rumus Menghitung Laju Pembentukan Nitrogen Dioksida NO2

Kecepatan reaksi pembentukan Nitrogen Dioksida NO2 dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

v(N2O5)/v(NO2) =  koef (N2O5)/koef (NO2) atau

(2 x 10-6)/v(NO2) = 1/(2)

(2 x 10-6)/v(NO2) = 1/2

v(NO2) = 2 x (2 x 10-6)

v(NO2) = 4 x 10-6 mol/L.detik

Jadi, kecepatan reaksi pembentukan Nitrogen Dioksida NO2 adalah v(NO2) = 4 x 10-6 mol/L.detik

5). Contoh Soal Perhitungan Kecepatan Reaksi Pembakaran Gas Amonia NH3

Reaksi pembakaran gas ammonia NH3 sesuai dengan reaksi seperti berikut

4 NH3 + 5 O2 → 4 NO + 6 H2O

Jika laju reaksi ammonia NH3 adalah 0,4 mol/Ldetik, berapakah kebutuhan gas oksigen setiap detiknya pada pembakaran ammonia tersebut

diketahui:

v(NH3) = Kecepatan reaksi NH3

v(NH3) = 0,4 mol/L.detik

Rumus Menentukan Kebutuhan Gas Oksigen Pada Pembakaran Amonia NH3

Kebutuhan gas oksigen per detik dalam pembakaran ammonia sama dengan laju reaksi gas oksigen yang dapat dihitung dengan persamaan berikut

v(O2)/v(NH3) = koef (O2)/koef (NH3) atau

v(O2) = v(NH3) x koef (O2)/koef (NH3)

v(O2) = 0,4 x (5/4)

v(O2) = 0,5 mol/L.detik

Jadi kebutuhan gas oksigen adalah 0,5 mol/L.detik

6). Contoh Soal Perhitungan Kecepatan Reaksi Dekomposisi Nitrogen Dioksida NO2

Reaksi dekomposisi Nitrogen Dioksida NO2 merupakan reaksi elementer dan dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

2 NO2 → 2 NO + O2

Pada awal reaksi [NO2] adalah 0,01 M dan laju reaksinya adalah 5 x 10-4 M/detik,  tentukan laju reaksi ketika [NO2] sudah terurai 90% nya.

Diketahui

[NO2] = 0,01 M

v1(NO2) = 5 x 10-4 M/detik,

Rumus Menghitung Kecepatan Reaksi Dekomposisi Nitrogen Dioksida NO2

Kecepatan reaksi Dekomposisi Nitrogen Dioksida NO2 dapat dinyatakan dengan rumus berikut;

konsentrasi awal NO2

[NO2]1 = 0,01 M  sehingga v1 adalah

v1 = k [0,01]2 = 5 x 10-4 M/detik

konsentrasi NO2 yang tersisa setelah 90% terurai adalah

[NO2]2 = 0,01 – (90% x 0,01)

[NO2]2 = 0,001 M sehingga v2 adalah

v2 = k [0,001]2

Dengan demikian, kecepatan setelah 90% NO2 terurai adalah

v1/v2 = (k [0,01]2)/(k [0,001]2) atau

v2 = v1 x (0,001/0,01)2

v2 = 5 x 10-4 (0,01)

v2 = 5 x 10-6 M/detik

Jadi Kecepatan reaksi Dekomposisi Nitrogen Dioksida NO2 adalah 5 x 10-6 M/detik

7). Contoh Soal Perhitungan Kecepatan Penguraian Dinitrogen Pentoksida N2O5

Reaksi penguraian Dinitrogen Pentoksida N2O5 menjadi Nitrogen dioksida NO2 dan gas oksigen memenuhi persamaan reaksi berikut;

N2O5 → 2 NO2 + ½ O2

Pada reaksi diketahui bahwa N2O5 berkurang dari 4 mol/liter menjadi 1 mol/liter dalam waktu 20 detik. Hitung Berapakah laju reaksi berkurang konsentarsi N2O5

Rumus Menghitung Laju Penguraian Dinitrogen Pentoksida N2O5

Laju pengurangan konsentrasi Dinitrogen Pentoksida N2O5 dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut:

v(N2O5) =∆c/∆t atau

v(N2O5) =∆[N2O5]/∆t

v(N2O5) = (4 – 1)/20

v(N2O5) = 0,15 M/detik

Jadi laju pengurangan konsentrasi N2O5 adalah 0,15 M/detik

8). Contoh Soal Penentuan Persamaan Laju Reaksi Kimia Brom dan Nitrogen Monoksida

Percobaan penentuan laju reaksi, gas brom dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi:

NO + Br2 →  NOBr2

Dari percobaan reaksi tersebut diperoleh data seperti ditunjukkan pada table

Contoh Soal Penentuan Persamaan Laju Reaksi Kimia Brom dan Nitrogen Monoksida
Contoh Soal Penentuan Persamaan Laju Reaksi Kimia Brom dan Nitrogen Monoksida

Tentukan persamaan laju reaksi tersebut

Rumus Menentukan Persamaan Laju Reaksi Kimia

Persamaan laju reaksi kimia secara umum dapat dinyatakan denga persamaan berikut

v = k [NO]m [Br2]n

Menentukan Orde Reaksi Kimia Brom dan Nitrogen Monoksida

Untuk mencari orde m, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [NO] yang berbeda, namun konsentrasi [Br2] sama, yaitu pada percobaan 2 dan 3, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v2= k [0,1]m [0,2]n

v3 = k [0,2]m [0,2]n

Orde m dapat dicari cara seperti ini

v3/v2 = (k [0,2]m [0,2]n)/(k [0,1]m [0,2]n)

8/4 = [0,2]m/[0,1]m

2 = [2]m

m = 1

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [NO] adalah 1

Untuk mencari orde n, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [NO] yang sama, namun konsentrasi [Br2] yang berbeda, yaitu pada percobaan 1 dan 2, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v1= k [0,1]m [0,1]n

v2 =k [0,1]m [0,2]n

Orde n dapat dicari cara seperti ini

v2/v1 = (k [0,1]m [0,2]n)/(k [0,1]m [0,1]n)

4/2 = [0,2]n/[0,1]n

2 = [2]n

n = 1

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [Br2] adalah 1

Dengan demikian persamaan laju reaksinya adalah

v = k [NO]1 [Br2]1 atau

v = k [NO] [Br2]

9). Contoh Soal Perhitungan Konstanta Persamaan Laju Reaksi Kimia Hidrogen Nitrogen Monoksida

Dari percobaan untuk penentuan laju reaksi, gas hidrogen dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi:

2 H2 + 2 NO → 2 H2O + N2

Dari percobaan reaksi tersebut diperoleh data seperti ditunjukkan pada table berikut

Contoh Soal Perhitungan Konstanta Persamaan Laju Reaksi Kimia Hidrogen Nitrogen Monoksida
Contoh Soal Perhitungan Konstanta Persamaan Laju Reaksi Kimia Hidrogen Nitrogen Monoksida

Tentukanlah orde reaksi, persamaan laju reaksi dan konstanta laju reaksi

Rumus Menentukan Persamaan Laju Reaksi Kimia

Persamaan laju reaksi kimia secara umum dapat dinyatakan denga persamaan berikut

v = k [H2]m [NO]n

Menentukan Orde Reaksi Kimia Hidrogen dan Nitrogen Monoksida

Untuk mencari orde m, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [H2] yang berbeda, namun konsentrasi [NO] sama, yaitu pada percobaan 1 dan 2, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v1= k [0,01]m [0,02]n

v2 = k [0,02]m [0,02]n

Orde m dapat dicari dengan cara seperti ini

v2/v1 = (k [0,02]m [0,02]n)/(k [0,01]m [0,02]n)

8/4 = [0,02]m/[0,01]m

2 = [2]m

m = 1

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [H2] adalah 1

Untuk mencari orde n, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [H2] yang sama, namun konsentrasi [NO] yang berbeda, yaitu pada percobaan 2 dan 3, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v2= k [0,02]m [0,02]n

v3 =k [0,02]m [0,04]n

Orde n dapat dicari cara seperti ini

v3/v2 = (k [0,02]m [0,04]n)/(k [0,02]m [0,02]n)

32/8 = [0,04]n/[0,02]n

4 = [2]n

n = 2

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [NO] adalah 2

Dengan demikian persamaan laju reaksinya adalah

v = k [H2] [NO]2

Rumus Cara Menentukan Konstanta Laju Persamaan Reaksi Hidrogen dan Nitrogen Monoksida

Konstanta laju persamaan reaksi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut

v = k [H2] [NO]2

k = v/([H2] [NO]2)

nilai nilai v, [H2] dan [NO] dapat menggunakan salah satu data percobaan, misal data dari percobaan nomor 2,

v = 8 M/detik

[H2] = 0,02 M

[NO] = 0,02 M

Sehingga nilai k dapat dicari seperti berikut

k = 8/(0,02 x (0,02)2)

k = 1 x 106 M/detik

Jadi, konstanta persamaan laju reaksinya adalah 1 x 106 M/detik

10). Contoh Soal Perhitungan Laju Reaksi Volume Diperkecil

Laju reaksi suatu gas memenuhi Hukum laju reaksi berikut

v = k [A]2[B]

Bila volume diperkecil menjadi ¼ kali volume mula mula, tentukan laju reaksi jika dibandngkan dengan laju reaksi mula mula

Diketahui

Vol2 = ¼ Vol1

Rumus Menentukan Laju Reaksi Volume Diperkecil

Laju reakis Ketika volume diperkecil menjadi ¼ volume semula dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

v1 = k [A]2[B]

v2 = k [A/(¼)]2[B/(1¼)]

v2/v1 = (k [A/(¼)]2[B/(¼)])/(k [A]2[B])

v2/v1 = ([4A]2[4B])/([A]2[B])

v2/v1 = ([4]2[4])/([1]2[1])

v2/v1 = (16 x4)

v2/v1 = 64

v2 = 64 v1

Dengan demikian, laju reaksi menjadi 64 kali laju reaksi mula mula

11). Contoh Soal Menentuka Persamaan Laju Reaksi Dari Data Percobaan

Reaksi fase gas memenuhi persamaan reaksi berikut:

2 NO + Br2 → 2NOB2

dilakukan dalam kondisi tertutup dengan konsentrasi awal reaktan yang berbeda beda. Pada table waktu reaksi adalah waktu dari awal reaksi sampai hilangnya warna Br2.

Teori Laju Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Menentukan Konstanta Persamaan Kecepatan Orde Satu Dua Contoh Soal Percobaan Perhitungan 10,
Contoh Soal Menentuka Persamaan Laju Reaksi Dari Data Percobaan

Tentukanlah orde reaksi dan laju reaksi fase gas tersebut

Rumus Menentukan Persamaan Laju Reaksi Kimia

Persamaan laju reaksi kimia secara umum dapat dinyatakan denga persamaan berikut

v = k [NO]m [Br2]n

Menentukan Orde Reaksi Kimia Dari Data Percobaan

Untuk mencari orde m, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [NO] yang berbeda, namun konsentrasi [Br2] sama, yaitu pada percobaan 1 dan 3, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v1= k [0,1]m [0,05]n

v3 = k [0,2]m [0,05]n

Perlu diingat bahwa laju reaksi berbanding terbalik dengan waktunya. Sehingga

v3/v1 = t1/t3

Orde m dapat dicari dengan cara seperti ini

t1/t3 = (k [0,2]m [0,05]n)/(k [0,1]m [0,05]n)

4/1 = [0,2]m/[0,1]m

4 = [2]m

m = 2

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [NO] adalah 2

Untuk mencari orde n, dapat gunakan nilai konsentrasi awal [NO] yang sama, namun konsentrasi [Br2] yang berbeda, yaitu pada percobaan 1 dan 2, dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

v1= k [0,1]m [0,05]n

v2 =k [0,1]m [0,1]n

Perlu diingat bahwa laju reaksi berbanding terbalik dengan waktunya. Sehingga

v2/v1 = t1/t2

Orde n dapat dicari cara seperti ini

t1/t2 = (k [0,1]m [0,1]n)/(k [0,1]m [0,05]n)

4/2 = [0,1]n/[0,05]n

2 = [2]n

n = 1

Jadi orde reaksi terhadap konsentrasi [Br2] adalah 1

Dengan demikian persamaan laju reaksinya adalah

v = k [NO]2 [Br2]

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  3. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  6. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  7. Teori Laju Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Menentukan Konstanta Persamaan Kecepatan Orde Satu Dua Contoh Soal Percobaan Perhitungan 10,

Tetapan Kesetimbangan Reaksi: Pengertian Hukum Rumus Hubungan Kc – Kp Contoh Soal Perhitungan 10

Pengertian Persamaan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Kimia. Pada tahun 1864 Cato Gulberg dan Peter Wage menemukan adanya suatu hubungan yang tetap antara konsentrasi komponen dalam kesetimbangan, hubungan yang tetap ini disebut dengan hukum kesetimbangan atau hukum massa.


Pada dasarnya Tetapan kesetimbangan menunjukkan komposisi pereaksi dan hasil reaksi dalam keadaan setimbang pada temperature tertentu.

Hukum Kesetimbangan Reaksi Kimia

Hukum kesetimbangan menyatakan bahwa: “Hasil kali konsentrasi setimbang zat di ruas kanan dibagi dengan hasil kali konsentrasi setimbang zat ruas kiri, masing – masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya, mempunyai nilai tetap pada temperature tetap”

Hukum kesetimbangan tersebut merupakan persamaan tetapan kesetimbangan sesuai stoikiometri reaksinya.

Rumus Tetapan Kesetimbangan Reaksi Kimia

Tetapan kesetimbangan kimia dapat dinyatakan dengan notasi sebagai berikut.

Kc = tetapan kesetimbangan kimia yang dinayatakan dalam konsentrasi molar. Tetapan ini hanya berlaku untuk zat- zat dengan fase gas dan larutan (aqueous), sedangkan zat yang berfase padat (atau solid) dan cair (atau liquid) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangannya.

Kp = tetapan kesetimbangan yang dinyatakan dalam tekanan parsial dan hanya berlaku untuk fase gas.

Kx = tetapan kesetimbangan yang dinyatakan dalam fraksi mol

Secara umum untuk reaksi seperti ditunjukkan berikut,

Aa + Bb = Cc + Dd

maka nilai tetapan kesetimbangan adalah:

tetapan-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh

Hubungan Tetapan Kesetimbangan Kimia Kc dengan Kp

Tetapan parsial gas bergantung pada konsentrasi gas dalam ruangan, maka tetapan kesetimbangan parsial Kp dari gas dapat dihubungkan dengan tetapan kesetimbangan konentrasi Kc dari gas tersebut.

Hal ini sesuai dengan persamaan gas ideal, yaitu

P. V = n. R. T

Karena n/V = C

Maka P = C.R.T, sehingga persamaan menjadi

Kp = Kc (RT)∆n

Dengan

∆n = jumlah koefisien kanan – jumlah koefisien kiri

R = tetapan gas = 0,0826 L,atm.mol-1.K-1

T = temperature (K) = (Celcius + 273)

Contoh Tetapan Kesetimbangan Kc

Perhatikan reaksi berikut yang hanya berfase gas dan tetapan kesetimbangan Kc dihitung berdasarkan konsentrasinya.

2SO2(g) + O2(g) = 2SO3(g)

Tetapan Kesetimbangan reaksi kimianya dapat dituliskan sebagai berikut:

tetapan-kesetimbangan-reaksi-kimia-kc-contoh

Contoh Tetapan Kesetimbangan Kc

Berikut contoh reaksi dengan Senyawa atau zat yang terlibat berfase aqueous dan solid, sedangkan yang ikut dihitung hanya yang berfase aqueous saja.

AgNO3(aq) + NaCl(aq) = AgCl(s) + NaNO3(aq)

Dengan demikian, maka tetapan kesetimbangan Kc adalah:

tetapan-kesetimbangan-reaksi-kimia-kc2-contoh

Konsentrasi senyawa AgCl tidak ikut dihitung karena berfase padat / solid

Contoh Tetapan Kesetimbangan Kp

Perhatikan reaksi di bawah yang hanya melibatkan zat berfase gas, baik reaktan maupun produk reaksi. Tetapan kesetimbangan Kp dihitung dari tekanannya seperti berikut:

P = (mol gas tersebut/mol total) x Ptotal

2SO2(g) + O2(g) = 2SO3(g)

tetapan-kesetimbangan-reaksi-kimia-kp-contoh

Meramalkan Arah Reaksi Dan Tetapan Kesetimbangan Qc Kc

Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan, zat- zat hasil reaksi dan zat-zat pereaksi yang dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang, maka harga yang diperoleh disebut kuotion reaksi (Qc).

Pengertian Kuotion Reaksi Qc

Kuotion reaksi merupakan perbandingan konsentrasi- konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc.

Ketentuannya:

  • Jika Qc < Kc, berarti reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai dengan tercapai keadaan setimbang
  • Jika Qc > Kc, berarti reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai dengan tercapai keadaan setimbang
  • Jika Qc = Kc, berarti reaksi dalam keadaan setimbang

Contoh Soal dan Pembahasan Kesetimbangan Reaksi Kimia

1). Contoh Soal Perhitungan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Kp Penguraian IBr

Gas IBr terurai sesuai dengan kesetimbangan reaksi berikut:

2 IBr (g) = Br2 (g) + I2 (g)

Dalam bejana 10 liter dimasukan 0,4 mol gas IBr. Setelah tercapai kesetimbangan, diperoleh 0,1 mol gas Br2. Tentukanlah ketetapan kesetimbangan Kp reaksi tersebut;

Diketahui

[IBr] = 0,4 mol (konsentrasi mula mula)

[Br2] = 0,1 mol (konsentrasi kesetimbangan)

Volume = 10 L

Menentukan Konsntrasi Mol Kesetimbangan Reaksi  Penguraian IBr

Konsentrasi mol kesetimbangan reaksi dapat ditentukan dengan cara seperti berikut

2 IBr (g) = Br2 (g) + I2 (g)

m : 0,4          –            –

r   : 0,2         0,1         0,1

s   : 0,2         0,1         0,1

Keterangan

Untuk Reaktan

s = m – r

Untuk Produk Reaksi

s = m + r

m = konsentrasi mula mula

[IBr] = 0,4 mol/10L atau

[IBr] = 0,04 M (Molaritas = mol/liter)

r = konsentrasi yang bereaksi

[Br2] = 0,1 mol/10L = 0,01 M

[I2] = 0,1mol/10L = 0,01 M

[IBr] = 0,2 mol/10L = 0,02 M

s =  konsentrasi kesetimbangan

[Br2] = 0,1 mol/10L = 0,01 M

[ I2] = 0,1mol/10L = 0,01 M

[IBr] = 0,2 mol/10L = 0,02M

Dengan menggunakan data baris s yaitu jumlah mol kesetimbangan, maka tetapan kesetimbangannya dapat dirumus dengan persamaa berikut

Kp = [Br2][ I2]/[IBr]2

Kp = [0,01][0,01]/[0,02]2

Kp = 0,25

Jadi tetapan kesetimbangan reaksinya adalah 0,25

2). Contoh Soal Perhitungan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Penguraian PCl5

Sebanyak 5 mol PCl5 dimasukkan dalam bejana tertutup sehingga tercapai reaksi kesetimbangan seperti berikut;

PCl5 (g) = PCl3 (g) + Cl2 (g)

Jika pada keadaan setimbang terdapat 2 mol gas klor dan tekanan total adalah 2 atm, tentukanlah tetapan kesetimbangan reaksi tersebut:

Diketahui

[Cl2] = 2 mol (keadaan setimbang)

P(tot) = 2 atm

Cara Mencari Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi Penguraian PCl5

Jumlah mol pada reaksi kesetimbangan PCl5 dapat ditentukan dengan cara seperti berikut

PCl5 (g) = PCl3 (g) + Cl2 (g)

m : 5         –                –

r   : 2           2                2

s   : 3           2                2

Menentukan Tekanan Parsial Reaksi Kesetimbangan PCl5

Tekanan parsial gas reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

P = (mol/mol tot) x Ptot

mol total = 3 + 2 + 2 = 7 mol

Tekanan Parsial P(PCl5)

P(PCl5) = 3/(3+2+2) x (2 atm)

P(PCl5) = (3/7) x (2 atm)

P(PCl5) = 6/7 atm

Tekanan Parsial P(PCl3)

P(PCl3) = 2/(3+2+2) x (2 atm)

P(PCl3) = (2/7) x (2 atm)

P(PCl3) = 4/7 atm

Tekanan Parsial P(Cl2)

P(Cl2) = 2/(3+2+2) x (2 atm)

P(Cl2) = 4/7 atm

Rumus Cara Menghitung Tetapan Kesetimbangan Reaksi Penguraian PCL5

Tetapan kesetimbangan reaksi Kp dapat dirumuskan dengan persamaan seperti berikut

Kp = [P(PCl3) x P(Cl2)]/[P(PCl5)]

Kp = (4/7 x 4/7)/(6/7)

Kp = 8/21

Jadi Tetapan kesetimbang reaksinya adalah 8/21

3). Contoh Soal Perhitungan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Sintesis Oksigen Difluorida OF2

Gas oksigen difluoride OF2 disintesis dari reaksi antara gas F2 dengan gas O2 sesuai reaksi berikut;

2 F2 (g) +  O2 (g) =  2 OF2 (g)

Reaksi dilakukan dalam bejana dengan volume tertentu. Tekanan awal gas F2 dan gas O2 diketahui masing masing 1 atm.

Jika pada kesetimbangan tekanan total gas adalah 1,75 atm, tentukan nilai ketetapan kesetimbangan Kp reaksi tersebut

Diketahui:

P(F2) = 1 atm

P(O2) = 1 atm

Ptot = 1,75 atm

Cara Menghitung Tekanan Parsial Kesetimbangan Reaksi Sintesis OF2

Tekanan parsial pada kesetimbangan reaksi OF2 dapat ditentukan dengan cara seperti berikut

2 F2 (g)   +  O2 (g) =  2 OF2 (g)

m : 1           1               –

r   : 2x         x               2x

s   : 1-2x     1-x            2x

x = tekanan pada saat reaksi terjadi

m = tekanan mula mula

r = tekanan saat reaksi

s = tekanan kesetimbangan

P(F2) = 1 – 2(x)  

P(O2) = 1 – x

P(OF2) = 2(x)

Ptot = (1-2x) + (1-x) + (2x)

Ptot = 2 – x

1,75 = 2 – x

x = 2 – 1,75

x = 0,25 atm

Sehingga tekanan parsial pada keadaan setimbang dapat dihitung dengan cara berikut

P(F2) = 1 – 2(0,25) = 0,5 atm

P(O2) = 1 – 0,25 = 0,75 atm

P(OF2) = 2(0,25) = 0,5 atm

Rumus Menentukan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Sintesis Oksigen Difluorida OF2

Tetapan kesetimbangan reaksi sintesis OF2 dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

Kp = (P.OF2)2/[(P.F2)2 (P.O2)]

Kp = (0,5)2/[(0,5)2 x (0,75)]

Kp = 1,333

Jadi, tetapan kesetimbangan reaksi sistesis adalah 1,333

4). Contoah Soal Perhitungan Tetapan Kesetimbangan Reaksi Nitrogen Monoksida NO dan Gas Hidrogen H2.

Campuran 0,08 mol NO, 0,06 mol H2, 0,12 mol N2 dan 0,36 mol H2O dimasukkan dalam bejana 2 L sehingga membentuk reaksi kesetimbangan berikut

2NO(g) + 2H2(g) = N2(g) + 2H2O(g)

Pada keadaan kesetimbangan konsentrasi NO adalah 0,02 M, tentukan nilai Kc untuk reaksi tersebut:

diketahui:

volume = 2 L

[NO] = 0,02 M (kesetimbangan) atau

[NO] = 0,02 M x 2 L = 0,04 mol

Menghitung Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi Nitrogen Monoksida dan Gas Hidrogen.

Konsentrasi pada keadaan kesetimbangan dapat dihitung dengan cara seperti berikut:

2NO(g) + 2H2(g) = N2(g) + 2H2O(g)

m: 0,08     0,06        0,12      0,36

r  : 0,04     0,04        0,02      0,04

s  : 0,04     0,02        0,14      0,40

Konsentrasi keadaan setimbangnya adalah

[NO] = 0,04 mol/2L = 0,02 M

[H2] = 0,02 mol/2L = 0,01 M

[N2] = 0,14 mol/2L = 0,07 M

[H2O] = 0,40 ol/2L = 0,20 M

Rumus Menghitung Tetapan Kesetimbangan Reaksi Nitrogen Monoksida dan Gas Hidrogen.

Tetapan kesetimbangan reaksi Kc dapat dihitung seperti berikut

Kc = [N2] H2O]2/[NO]2[H2]2

Kc = [0,07 x (0,20)2]/[(0,02)2 x (0,01)2]

Kc = (0,0028)/(4 x 10-8)

Kc = 7 x 104

Jadi, tetapan kesetimbangan reaksinya adalah 7 x 104

5). Contoh Soal Perhitungan Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi Disosiasi Hidrogen Sulfida H2S

Reaksi kesetimbangan disosiasi hydrogen sulfida H2S mengikuti reaksi berikut

2H2S(g) = 2H2(g) + S2(g)

Reaksi kesetimbangan memiliki tetapan Kc = 1 x 10-4 pada temperature 450 0C. Bila pada kondisi kesetimbangan dalam bejana bervolume 10 liter secara tertutup diperoleh 0,2 mol H2 dan 0,1 mol S2, maka tentukanlah jumlah H2S pada saat reaksi dalam keadaan setimbang tersebut.

Diketahui:

Konsentrasi dalam keadaan kesetimbangan

[H2] = 0,2 mol

[S2] = 0,1 mol

Kc = 1 x 10-4

Menentukan Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi Hidrogen Sulfida H2S

Konsentrasi pada keadaan kesetimbangan dapat dihitung dengan cara seperti berikut:

2H2S(g) = 2H2(g) + S2(g)

m: a           –              –

r  : 0,2       0,2          0,1

s  : a-0,2    0,2          0,1

Dimisalkan  a = konsentrasi mula mula H2S

Konsentrasi keadaan setimbangnya adalah

[H2S] = a – 0,2 mol atau

[H2S] = (a – 0,2)mol/10L  

[H2S] = 0,1a – 0,02 M

[H2] = 0,2 mol/10L = 0,02 M

[S2] = 0,1 mol/10L = 0,01 M

Rumus Menghitung Tetapan Kesetimbangan Reaksi Reaksi Hidrogen Sulfida H2S

Tetapan kesetimbangan reaksi Kc dapat dihitung seperti berikut

2H2S(g) = 2H2(g) + S2(g)

Kc = [H2]2 [S2]/[H2S]2

Kc = [(0,02)2 (0,01)]/(0,1a – 0,02)2

10-4 = (4 x 10-6)/(0,1a – 0,02)2

(0,1a – 0,02)2 = (4 x 10-6)/10-4

(0,1a – 0,02)2 = 4 x 10-2

(0,1a – 0,02) = 0,2

0,1a = 0,2 + 0,02

0,1a = 0,22

a = 2,2 mol

Jumlah H2S mula mula  adalah 2,2 mol

Jumlah H2S dalam keadaan kesetimbangan adalah

mol H2S = a – 0,2

mol H2S = 2,2 – 0,2 = 2,0 mol

Jadi, konsentrasi H2S mula mula adalah 2,0 mol

6). Contoh Soal Perhitungan Jumlah Massa Kesetimbangan Isobutana

Tetapan kesetimbangan butana dan isobutana pada temperature 299 K adalah Kc = 9,0 dengan reaksi kesetimbangan mengikuti reaksi berikut:

CH3CH2CH2CH3 (g)= CH3CH(CH3)CH3 (g)

Sebanyak 5,8gram butana dimasukkan ke dalam 10 Liter bejana pada temperature 299 K, Hitunglah massa isobutana saat tercapai kesetimbangan

Diketahui:

Konsentrasi mula mula butana

massa CH3CH2CH2CH3 = 5,8 gram

mol CH3CH2CH2CH3 = 5,8/58 = 0,1 mol

Menentukan Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi Butana – Isobutana

Jumlah mol yang terlibat pada reaksi kesetimbangan butana – isobutana dapat dicari seperti berikut:

CH3CH2CH2CH3 (g) = CH3CH(CH3)CH3 (g)

m : 0,1                           –

r   : a                              a

s   : 0,1 – a                     a

a = konsentrasi butana yang bereaksi

Konsentrasi Kesetimbangan Butana

[CH3CH2CH2CH3] = (0.1 – a)/10

[CH3CH2CH2CH3] = (0.01 – 0,1a)

Konsentrasi Kesetimbangan Isobutana

[CH3CH(CH3)CH3] = a/10 = 0,1a

Rumus Menghitung Tetapan Kesetimbangan Reaksi Kc Butana – Isobutana

Tetapan kesetimbangan reaksi Butana – Isobutana dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

Kc = [CH3CH(CH3)CH3]/ [CH3CH2CH2CH3]

9 = 0,1a/(0.01 – 0,1a)

9 x (0.01 – 0,1a) = 0,1a

0,1a = 0,09 – 0,9a

a = 0,09 mol

jumlah konsentrasi isobutana dalam kesetimbangan adalah 0,09 mol atau

mol CH3CH(CH3)CH3 = 0,09 mol

Massa Isobutana dalam kesetimbangan dapat dihitung dengan rumus berikut

massa CH3CH(CH3)CH3 = 0,09 (58)

massa CH3CH(CH3)CH3 = 5,22 gram

Jadi, massa isobutana dalam kesetimbangan adalah 5,22 gram

7). Contoh Soal Perhitungan Ramalan Arah Kesetimbangan Reaksi

Pada suatu bejana bervolume 50 liter dan bertemperatur 410 0C terjadi reaksi sesuai persamaan berikut

N2 (g) + 3H2 (g) = 2 NH3 (g)

Pada bejana tersebut terlarut campuran 1 mol N2, 3 mol H2 dan 0,5 mol NH3. Ramalkan ke arah mana reaksi harus berlangsung untuk mencapi kesetimbangan jika diketahui Kc pada temperature 510 0C adalah 1,0

Menentukan Konsentrasi Molaritas Campuran Sebelum Reaksi Kesetimbangan

Konsentrasi molaritas zat dapat dihitung dengan rumus berikut

[N2] = 1 mol/50L = 0,02 M

[H2] = 3 mol/50L = 0,06 M

[NH3] =0,5 mol/50L = 0,01 M

Cara Menentukan Meramalkan Arah Reaksi Kesetimbangan

Untuk dapat meramalkan arah suatu reaksi kimia, maka yang harus dikehatui terlebih dahulu adalah nilai Qc yang dirumuskan eperti berikut

Qc = [NH3]2/[N2][H2]3

Qc = (0,01)2/(0,02)(0,06)3

Qc = 23.15

diketahui bahwa Kc = 1,0  sehingga

Qc > Kc

Agar kesetimbangan reaksi dapat tercapai, maka reaksi harus berlangsung ke arah kiri.

8). Contoh Soal Perhitungan Hubungan Tetapan Kesetimbangan Kc Kp

Reaksi gas nitrogen dan hydrogen membentuk gas ammonia mengikut persamaan reaksi berikut

N2 (g) + 3 H2 (g) → 2 NH3 (g)

Pada temperature 298 K harga tetapan kesetimbangan Kp = 6,02 x 105. Tentukan harga tetapan kesetimbangan Kc pada termperatur tersebut

Diketahui:

Selisih koefisien reaksi Δn

Δn = 2 – (3 +1) = -2

Kp = 6,02 x 105

T = 298 K

R = 0,08206 L atm mol-1 K-1

Rumus Menghitung Kc dari Harga Kp

Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Kp = Kc (RT)Δn

Kc = Kp/(RT)Δn

Kc = (6,02 x 105)/(0,082 x 298)-2

Kc = (6,02 x 105) x(0,082 x 298)2

Kc = (6,02 x 105) x 597,1181

Kc = 3,594 x 108

Jadi harga tetapan kesetimbangan Kc adalah 3,594 x 108

9). Contoh Soal Perhitungan Tetapan Kesetimbangan Kp Dari Tetapan Kesetimbangan Kc

Reaksi gas karbon dioksida dengan karbon solid menhasilkan gas karbon monoksida memenuhi persamaan reaksi berikut:

CO2 (g) + C (s) → 2 CO (g)

Pada suhu 27 °C, diperoleh harga tetapan kesetimbangan Kc = 3,2 × 10–2. Hitunglah tetapan kesetimbangan Kp – nya

Diketahui:

T = 27 + 273 = 300 K

R = 0,08206 L atm mol-1 K-1

Kc = 3,2 × 10–2

Cara Menghitung Koefisien Reaksi Kesetimbangan Δn

Selisih jumlah koefisien gas kanan dan jumlah koefisien gas kiri dihitung hanya koefisien gas (koefsien zat padat tidak dihitung).

Koefisien kanan = 2

Koefisien kiri = 1

Δn = 2 – 1 = 1

Rumus Menghitung Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial Gas Kp,

Tetapan kesetimbagan tekanan parsial gas dapat dirumuskan dengan persamaan seperti berikut

Kp = Kc (RT)Δn

Kp = (3,2 x 10–2) (0,082 x 300)1

Kp = 0,787

Jadi tetapan kesetimbangan Kp adalah 0,787

10). Contoh Soal Perhitungan Penambanhan Jumlah Mol Pada Reaksi Setimbanga

Sebanyak 3,2 mol HCL (g) dimasukkan pada bejana bervolume 4 liter dan mengalami reaksi kesetimbangan menurut persamaan reaksi berikut

2 HCl (g) = H2 (g) + Cl2 (g)

Pada saat terjadi kesetimbangan terdapat 0,8 mol Cl2, tentukan

a). Harga Kc

b). Pada kedaan setimbang dimasukkan 1,2 mol gas HCL, tentukan zat zat pada saat keadaan kesetimbangan yang baru.

Menentukan Konsentrasi Jumlah Mol Kesetimbangan Reaksi HCl

Jumlah mol yang terlibat pada reaksi kesetimbangan asam klorida dapat dicari seperti berikut:

2 HCl (g) = H2 (g) + Cl2 (g)

m: 3,2         –              –

r  :1,6         0,8          0,8

s  :1,6         0,8          0,8

Konsentrasi Kesetimbangan

[H2] = 0,8 mol/4L = 0,2 M

[Cl2] = 0,8 mol/4L = 0,2 M

[HCl] = 1,6 mol/4L = 0,4 M

Rumus Menghitung Tetapan Kesetimbangan Reaksi Asam Klorida

Tetapan kesetimbangan reaksi Kc dapat dihitung seperti berikut

Kc = [H2][Cl2]/[HCL]2

Kc = (0,2)(0,2)/(0,4)2

Kc = (0,04)/(0,16)

Kc = 0,25

Menentukan Konsentrasi Kesetimbangan Baru Ketika Ditambah Sejumlah Mol Zat

Pada keadaan setimbang dimasukkan 1,2 mol gas HCL maka konsentrasi mula mula setelah ditambah sejumlah mol HCL menjadi

mol HCL= 1,6 + 1,2 = 2,8 mol

mol H2 = 0,8 mol

mol Cl2 = 0,8 mol

Reaksi bergeser ke kanan dan misalkan HCL yang bereaksi sebesar  a mol, sedangkan harga Kc tidak berubah oleh perubahan konsentrasi

2 HCl (g) = H2 (g) + Cl2 (g)

m: 2,8        0,8            0,8        

r  : x           0,5x          0,5x

s  : 2,8-x    0,8+0,5x   0,8+0,5x

Konsentrasi Kesetimbangan Reaksi

[H2] = 0,8+0,5x  

[Cl2] = 0,8+0,5x  

[HCL] = 2,8-x  

Rumus Menentukan Konsentrasi Kesetimbangan Baru Setaleh Ditambah Sejumlah Mol Zat

Konsentrasi kesetimbangan baru setelah penambahan sejumlah mol HCL dapat dinyatakan dengan rumus berikut

Kc = [H2][Cl2]/[HCL]2

Kc = (0,8+0,5x)(0,8+0,5x)/(2,8-x)2

0,25 = (0,8+0,5x)2/(2,8-x)2

0,5 = (0,8+0,5x)/(2,8-x)

1,4 – 0,5x = 0,8 + 0,5x

1,4 – 0,8 = 0,5x + 0,5x

x = 0,6

Konsentrasi kesetimbangan yang baru tercapai adalah

[H2] = 0,8 + 0,5(0,6)

[H2] = 0,3 mol

[Cl2] = 0,8 + 0,5(0,6)

[Cl2] = 0,3 mol

[HCL] = 2,8 – 0,6

[HCL] = 2,2 mol

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  3. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  4. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  5. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  6. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  7. Rangkuman Ringkasan: Reaksi-reaksi kimia pada umumnya berlangsung satu arah atau reaksi ireversibel. Tetapi ada juga reaksi yang dapat berlangsung dua arah atau dapat balik. disebut dengan reaksi reversibel
  8. Kesetimbangan homogen adalah sistem kesetimbangan yang ada pada reaksi dimana semua zat yang terlibat memiliki fasa yang sama. Kesetimbangan heterogen adalah sistem kesetimbangan yang komponennya lebih dari satu jenis fasa.
  9. Hukum Kesetimbangan Reaksi Kimia berbunyi “Pada reaksi kesetimbangan, hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang dipangkatkan koefisiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat pereaksi yang dipangkatkan koefisiennya akan tetap, pada suhu tetap.”
  10. Kesetimbangan berdasarkan tekanan dinyatakan dengan notasi Kp, yaitu hasil kali tekanan parsial gas-gas hasil reaksi dibagi dengan hasil kali tekanan parsial gas-gas pereaksi, setelah masing-masing gas dipangkatkan dengan koefisiennya menurut persamaan reaksi
  11. Pergeseran kesetimbangan akibat perubahan konsentrasi, suhu, tekanan dan volume terjadi sesuai dengan azas Le Chatalier yang berbunyi: “Jika suatu sistem kesetimbangan menerima suatu aksi maka sistem tersebut akan mengadakan reaksi, sehingga pengaruh aksi menjadi sekecil-kecilnya.”

Manfaat Keanekaragaman Hayati, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Pengertian


Sumber daya alam merupakan kekayaan yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Sumber daya alam dapat berupa biotik maupun abiotik. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati.

Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan pengelolaan yang baik dengan pemeliharaan dan pelestarian. Pengelolaan ini menjadi sangat perlu mengingat sumber daya alam bersifat terbatas. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan kelangsungan kehidupan. Beberapa manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut.

manfaat-keanekaragaman-hayati
manfaat-keanekaragaman-hayati

  1. Manfaat Ekonomi

Secara ekonomi keanekaragaman hayati menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan devisa negara. Misalnya untuk bahan baku industri, mebel dan peralatan rumah tangga, bahan obat, bahan makanan, rempah-rempah, tanaman hias, dan perkebunan. Bahan-bahan tersebut dapat diperdagangkan baik di dalam negeri maupun untuk ekspor sebagai bentuk kegiatan ekonomi.

  1. Manfaat Biologis

Secara biologis, keanekaragaman hayati memiliki manfaat sebagai penunjang kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan gas oksigen pada proses fotosintesisnya. Gas oksigen kemudian digunakan oleh hewan dan manusia untuk bernapas. Tumbuhan merupakan produsen yang menghasilkan bahan organik seperti biji, buah, umbi, dan dedaunan sebagai bahan makanan makhluk hidup lain.

Hewan dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sandang, dan hiburan oleh manusia. Jasad renik dapat berperan sebagai dekompser yang mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik. Nilai biologis yang lain adalah sebagai sumber plasma nutfah untuk keperluan pemuliaan guna memperoleh jenis-jenis unggul.

  1. Manfaat Ekologis

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan alam. Setiap komponen ekosistem saling berinteraksi secara harmonis, sehingga gangguan terhadap salah satu komponen dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis yang penting bagi bumi.  Hutan hujan tropis berfungsi sebagai paru-paru bumi, menjaga kestabilan iklim global, dan membantu menurunkan tingkat pencemaran udara, serta mengurangi efek rumah kaca.

  1. Manfaat Sosial

Keanekaragaman hayati secara alami merupakan bagian sistem sosial dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan masyarakat sangat terkait dengan keanekaragaman hayati dilingkungannya. Hal itu dapat diamati dari pola hidup suku-suku di pedalaman yang lebih mengandalkan potensi alam dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan atau kawasan industri. Keanekaragaman hayati juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi, olah raga, hiburan, dan pendidikan.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sumber Daya Alam dan Jenis Sumber daya alam beserta Pengertian Sumber daya alam dan Contoh sumber daya alam biotik dan abiotic. Pengertian Biotik dan Abiotik dan Contoh sumber alam hayati serta Contoh sumber alam nonhayati.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Adapun  Pengertian sumber alam hayati dan nonhayati dan Manfaat Sumber alam secara Ekonomis dan Manfaat sumber alam secara Biologis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat sumber alam secara Ekologis dan Manfaat sumber alam secara Sosial beserta Contoh soal dan pembahasan sumber daya alam. Contoh soal ujian nasional sumber daya alam.

Hukum Mendel Dasar Pewarisan

Dasar – dasar Pewarisan Mendel.  Gregor Johann Mendel merupakan seorang peneliti yang cukup popular yang melakukan penelitian di bidang hereditas. Pada tahun 1842, Mendel melakukan penelitian dan menetapkan dasar- dasar hereditas.


Setiap sel gamet akan memperoleh satu gen dari pasangan tersebut. Selanjutnya Mendel membuat kesimpulan seperti berikut.

Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel
Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel

– Setiap sifat suatu organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan yang dinamakan gen (pada saat itu Mendel masih belum mengenal tentang gen); yaitu satu faktor dari induk jantan dan satu faktor dari induk betina.

– Setiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misalnya bulat atau kisut. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel.

– Apabila pasangan faktor keturunan terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, faktor dominan akan menutup faktor resesif.

– Pada saat pembentukan gamet, yaitu pada proses meiosis, pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisahkan diri secara bebas.

– Individu galur murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama, yaitu dominan atau resesif saja.

Mendel melakukan penelitian  mengenai penurunan sifat dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum). Beberapa alasan penggunaan kacang ercis sebagai bahan penelitiannya adalah:

  • Ercis tanaman berumur pendek dan dengan cepat dapat menghasilkan anakan
  • Tanaman ercis mempunyai bunga yang sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri
  • Tanaman ercis mempunyai perbedaan sifat yang cukup mencolok
  • Ercis merupakan tanaman yang mudah dalam pemeliharaannya.

Sifat Tanaman Ercis

Beberapa sifat yang dimiliki oleh tanaman ercis adalah bentuk biji bulat dan keriput. Warna biji kuning dan hijau. Bentuk buah Mengembung dan keriput. Warna buah hijau dan kuning.

Hukum Mendel 1.

Hukum Mendel 1 dikenal juga sebagai hukum segregasi. Hukum Mendel 1 menyatakan bahwa pasangan alel pada proses pembentukan gamet dapat memisah secara bebas.

Mendel melakukan pembuktian dengan melakukan persilangan monohybrid dengan satu sifat yang berbeda. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya.

Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis berbiji bulat dan tanaman ercis berbiji kisut menghasilkan keturunan pertama yaitu F1 berbiji bulat semua (100% bulat)
  • Biji F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan biji bulat dan kisut dengan perbandingan 3:1
  • Percobaan yang sama dengan perbedaan sifat yang lain, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 3:1

Hukum Mendel 2.

Hukum mendel 2 biasa disebut sebagai hukum asortasi atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas (The Law Independent Assortment of Genes). Hukum  Mendel 2 menyatakan  bahwa “Bila individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkan sifat yang sepasang tak tergantung dari pasangan sifat yang lain”.

Mendel melakukan persialangan dihybrid atau persilangan dengan dua sifat yang berbeda untuk membuktikan hukum ini.

Contoh Persilangan Mendel 2.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis dengan biji bulat berwarna kuning dengan tanaman ercis berbiji keriput warna hijau akan menghasilkan keturunan F1 100% berbiji bulat berwarna kuning. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa warna kuning dominan terhadap keriput dan hijau.
  • F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan tanaman dengan biji bulat kuning, bulat hijau, keriput kunig dan keriput hijau dengan perbandingan 9:3:3:1.
  • Percobaan yang sama dengan perbedaa sifat lainnya, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 9:3:3:1

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Dasar Pewarisan Mendel atau Dasar Hereditas Gregor Johann Mendel dengan Satu sel gamet satu gen. Alel faktor keturunan bentuk alternative dengan Faktor dominan menutup faktor resesif.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Pembentukan gamet pada proses meiosis dan Individu galur murni.  Pasangan sifat (alel) yang sama dengan Beberapa alasan penggunaan kacang ercis. Penyilangan tanaman ercis Pisum sativum dengan Sifat Tanaman Ercis dan Hukum Mendel 1 dengan Persilangan monohybrid.
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1 dengan Hukum Mendel 2 atau Hukum asortasi. Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas atau The Law Independent Assortment of Genes dengan Contoh Persilangan Mendel 2.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Soal dan Pembahasan Persilangan dan Contoh Soal dan Pembahasan dasar pewarisan mendel.