Energi Yang Dibutuhkan Untuk Kontraksi Otot

Fungsi Otot Manusia

Fungsi utama otot manusia adalah sebagai alat gerak aktif. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan dari sel – sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi sel – sel otot dikendalikan oleh sel –sel saraf. Otot rangka melekat pada tulang melalui tendon. Tendon ini merupakan jaringan ikat padat.

Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Ukuran Otot dapat berubah sesuai dengan seberapa sering otot dilatih atau digerakan.

Energi Untuk Konstraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Energi Untuk Kontraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Otot yang sering dilatih akan membesar dan sebaliknya yang jarang dilatih akan mengecil. Otot yang membesar disebut hipertrofi sedangkan yang mengecil disebut atrofi.

Mekanisme Kontraksi Otot

Mekanisme kontraksi otot dipengaruhi oleh aktivitas protein aktin dan myosin. Pergeseran filament aktin yang tipis pada filament myosin yang tebal menyebabkan otot berkontraksi. Mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam beberapa tahapan.

  • Pusat motoric di otak mengirimkan impul atau rangsangan menuju otot melalui saraf motoric atau saraf kranial dan saraf spinal.
  • Sesampainya di ujung akson saraf motoric, rangsang dilanjutkan oleh neorohumor (atau hormone saraf) berupa asetilkolin atau epinefrin (adrenalin) menuju ke otot (atau reseptor pada otot) yang memiliki aktin.
  • Setelah rangsang sampai di reseptor, energy akan dilepaskan. Aktin akan bergesar. Zona H mengecil bahkan dapat menghilang dan sarkomer memendek. Garis saling mendekat dan otot berkontraksi atau berkerut. Jarak anta garis Z satu dengan garis Z lainnya disebut sarkomer.
  • Setelah kontraksi, ujung saraf motoric mengeluarkan suatu zat yang dapat menetralisasi atau menghambat kerja neurohumor yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu terjadi kolinesterasi untuk menghambat asetil kolin dan mono amina oksida (MAO) serta menghambat epinefrin adrenalin. Sehingga aktin (atau miofilamen tipis) dan myosin (miofilamen tebal) merenggang. Zona H terbuka. Garis Z satu dan Garis Z lainnya saling menjauh. Otot kembali relaksasi.

Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot.

Energy awal yang dibutuhkan untuk berkontraksi berasal dari penguraian ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat) yang tersedia di dalam otot. ATP dan CP yang dapat digunakan adalah ATP dan CP yang memiliki energi tinggi. Energy ini akan menggerakan filament penghubung antara aktin dan myosin.

Adapun proses penguraian ATP- nya adalah sebagai berikuti:

ATP → ADP + P + Energi

ADP → AMP + P + Energi

Proses penguraian kratin fosfatnya adalah sebagai berikut:

Kreatin fosfat → Kreatin + P + Energi

Energy dari penguraian ATP dan Kreatin dalam otot ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan otot selama 15 detik. Jika aktivitas otot berlanjut dan persediaan kreatin habis, maka energinya diperoleh dari penguraian glukogen yang ada di otot.

Selain dari penguraian glukogen, glokosa darah juga dimanfaatkan sebagai sumber energy untuk kontraksi otot.

Jika energy untuk kegiatan otot secara aerob tidak mencukupi, maka proses glukolisis akan dipercepat dan terjadi proses pembentukan asam laktat.  Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:

Asam Piruvat + 2 NADH2 → Asam Laktat + 2 NAD

Asam Laktat + O2 → CO2 + H2O

Asam laktat yang terbentuk dalam otot akan dirubah menjadi karbon dioksida dan air. Penguraian asam laktat ini berlangsung dengan adanya oksigen.

Daftar Pustaka: