Konsep Kesetimbangan Reaksi Kimia

Pengertian Kesetimbangan Reaksi Kimia.  Keadaan setimbang adalah keadaan di mana laju reaksi pembentukan produk atau laju reaksi maju sama dengan laju pembetukan reaktannya atau reaksi balik. Walaupun secara makroskopis tidak dapat diamati, namun Secara mikroskopis keadaan setimbang menunjukkan reaksi maju dan reaksi balik memiliki kecepatan yang sama.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keadaan setimbang adalah reaksi merupakan reaksi reversible (reaksi dua arah), bersifat dinamis yaitu reaksi berjalan secara terus menerus dalam dua arah dengan laju yang sama. Reaksi dilakukan dalam system tertutup.

teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan
teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan

Reaksi reversible adalah reaksi yang terjadi pada dua arah atau reaksi yang terjadi secara bolak balik, yaitu reaksi yang terjadi dari zat reaktan membentuk zat produk disebut sebagai reaksi maju dan reaksi yang terjadi dari produk membentuk zat reaktan disebut reaksi balik. Zat – zat hasil reaksi selalu dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi.

Contoh Reaksi Reversibel atau Dua Arah.

Reaksi antara hydrogen dengan nitrogen. Gas hydrogen dan nitrogen yang dipanaskan dalam suatu wadah akan menghasilkan gas ammonia seperti reaksi berikut:

Contoh kesetimbangan reaksi dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) → 2NH3(g)

Arah sebaliknya, gas ammonia yang dipanaskan akan terurai menjadi gas nitrogen dan gas hydrogen seperti persamaan reaksi berikut:

2NH3(g) → N2(g) +  3H2(g)

Dan jika digabungkan kedua reaksi tersebut menjadi seperti berikut:

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Jenis Reaksi Kesetimbangan.

Kesetimbagan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Perbedaan kedua kesetimbangan ini didasarkan kepada fasa – fasa tiap komponen yang terlibat pada reaksinya.

Reaksi Kesetimbangan Homogen.

Reaksi kesetimbangan homogen merupakan reaksi kesetimbangan dengan komponen reaksi berfase sama dapat berupa system gas atau larutan

Contoh kesetimbangan reaksi homogen dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Semua komponen baik reaktan maupun produk reaksi adalah berfase gas.

Reaksi Kesetimbangan Heterogen

Reaksi kesetimbangan heterogen merupakan reaksi dengan komponen reaksinya terdiri dari fase yang berbeda dapat dua atau lebih fase yang berbeda.

Contoh kesetimbangan reaksi heterogen adalah sebagai berikut

CaCO3(s) = CaO(s) + CO2(g)

Reaksi tersebut terdiri dari dua fase yaitu padatan dan gas. Reaktan terdiri dari senyawa yang berfase padat, sedangkan produk terdiri dari senyawa padat yaitu CaO dan fase gas yaitu CO2.

Daftar Pustaka:

  1. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  2. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  6. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  7. ArdraBiz, 2019, “Pengertian Kesetimbangan Reaksi Kimia dengan Keadaan setimbang adalah laju reaksi pembentukan produk dan laju pembetukan reaktan.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Reaksi dalam system tertutup serta Syarat keadaan setimbang. Pengertian Reaksi reversible dengan Contoh reaksi reversible atau Contoh  reaksi dua arah.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh reaksi  terjadi secara bolak balik dan Contoh kesetimbangan reaksi serta Jenis Reaksi Kesetimbangan. Reaksi kesetimbangan homogen dan Reaksi kesetimbangan heterogen.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen dengan Contoh kesetimbangan reaksi homogen atau Contoh kesetimbangan reaksi heterogen. Contoh Soal ujian Kesetimbangan reaksi kimia.

Tahapan Proses Sintesis Protein. Penjelasan Contoh Soal

Pengertian Sintesis Protein. Sintesis protein adalah proses penerjemahan kode genetic di dalam gen menjadi urutan asam amino. Proses tersebut dikenal dengan ekspresi gen yang berlangsung melalui dua tahap yaitu transkripsi dan translasi.

Transkripsi.

Transkripsi merupakan proses pencetakan mRNA oleh DNA di dalam nucleus. Saat transkripsi berlangsung terjadi pemindahan informasi genetic dari DNA ke RNA. Transkripsi terjadi dengan bantuan enzim polymerase.

tahap-proses-sintesis-protein
tahap-proses-sintesis-protein

Tahapan Transkripsi.

Adapun Tahapan Transkripsi untuk sintesis protein adalah sebagai berikut:

  • Enzim polymerase akan membuka double helix
  • Pita RNA dibentuk sepanjang pita DNA pencetak dengan urutan basa nitrogennya komplementer dengan basa nitrogen yang ada pada pita cetakan DNA.
  • Setelah pita RNA selesai menerima kode genetic dari pita DNA pencetak langsung meninggalkan inti nucleus menuju ribosom (tempat sistesis protein dalam sitoplasma). Dan pita RNA menempatkan diri pada leher ribosom.
  • RNA yang berada dalam sitoplasma bersiap –siap untuk berperan dalam proses sintesis protein berikutnya. setiap satu RNA ini, mengikat satu asam amino yang mengandung ATP.

Translasi.

Translasi merupakan penerjemahan kode – kode genetika oleh tRNA yang dibawa oleh mRNA ke dalam urutan asam amino. Asam amino asam amino yang terbentuk akan berikatan dengan triple anticodon membentuk polipeptida.

Tahapan Translasi

  • Setelah mRNA dan tRNA sampai di ribosom, selanjutnya tiga basa nitrogen pada anticodon tRNA berpasangan dengan tiga basa nitrogen pada kodon mRNA. Missal AUG pada kodon mRNA berpasangan dengan UAC pada anticodon tRNA, sehingga asam amino yang aterikat oleh tRNA adalah metionin. Dengan demikian nama asam amino merupakan terjemahan dari basa – basa nitrogen yang ada pada mRNA.
  • Ribosom dengan mRNA bergerak satu dengan yang lainnya
  • Sebuah asam amino ditambahkan pada yang dibentuk.
  • Asam amino yang pertama yaitu metionin segera lepas dari tRNA kembali ke sitoplasma untuk mengulang fungsinya dengan cara yang sama. tRNA berikutnya dating untuk berpasangan dengan kodon mRNA berikutnya.
  • Proses keseluruhan ini berkesinambungan sampai terbentuk polipeptida tertentu yang terdiri dari asam amino dengan urutan basa nitrogen tertentu.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019,  “Fungsi rna polymerase sebagai enzim polymerase dalam sintesis protein. Adapaun fungsi trna dalam asam amino dan protein selama tahapan proses sintesis protein.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Urutan sintesis protein dan tahapan serta mekanisme beserta tahap tahap transkripsi dna, Proses transkripsi dan langkah langkah sintesis protein serta penjelaskan proses tempat sintesis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Bagan dan bagaimana mekanisme sintesis protein dalam sel. Biosintesis  protein, mekanisme replikasi dna, anabolisme protein, urutan proses pembentukan protein. peran dna, pembentukan protein, sintesis dna,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Proses terjadinya sintesis protein, biosintesis asam amino, sintesis polipeptida, proses transkripsi pada tempat terjadinya sintesis dan berjalannya proses transkripsi dna dengan 5 tahapan sintesis protein, replikasi dna terjadi pada tahap

Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

Daftar Pustaka:

  1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,