Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Reaksi Kimia

Pengertian

Hasil kali kelarutan adalah hasil kali konsentrasi ion – ion dalam larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air. Nilai hasil kelarutan dinotasikan dengan Ksp. Untuk elektrolit sejenis, Nilai Ksp yang semakin besar menunjukkan semakin mudah larut.

Perhatikan contoh reaksi berikut:

Ax + By(s) = xAm+(aq) + yBn-(aq)

Hasil kali kelarutannya dapat ditulis

Ksp = [Am+]x  [Bn-]y

Memperkirakan Terjadinya Proses Pengendapan Zat Elektrolit

Pengendapan zat elektrolit dalam suatu larutan dapat diperkirakan dengan membandingkan nilai Ksp terhadap nilai Q. Nilai Q adalah hasil kali konsentrasi molar awal dai ion – ion dalam larutan dengan asumsi zat terionisasi sempurna.

Q < Ksp, nilai Q lebih kecil daripada Ksp ini artinya tidak terjadi pengendapan

Q = Ksp, nilai Q sama dengan nilai Ksp, maka larutan sudah jenuh, namun demikian masih belum menunjukkan terjadinya proses pengendapan

Q > Ksp, nilai Q lebih besar daripada nilai Ksp, ini artinya reaksi sudah terjadi proses pengendapan.

Pengaruh Ion Sejenis Terhadap Kelarutan.

Kehadiran ion sejenis dalam larutan akan mempengaruhi kelarutan. Ion – ion sejenis akan memperkecil atau mengurangi kelarutan suatu senyawa elektrolit.  Ini artinya, semakin tinggi konsentrasi ion sejenis, maka semakin kecil kelarutan elektrolitnya.

hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia
hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan.

Hitung berapa kelarutan Mg(OH)2 jika berada dalam NaOH 0,1 M dengan Ksp Mg(OH)2 = 1,8 x 10-11 mol3 L-3

Jawab.

Persamaan reaksinya adalah

Mg(OH)2 → Mg2+ + 2OH-1

Dengan demikian, Hasil Kali kelaruran Ksp nya dapat ditulis seperti berikut:

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

1,8 x 10-11 = [Mg2+] (1. 10-1)2

[Mg2+]  =  (1,8 x 10-11)/ (10-2)

[Mg2+]  = 1,8 x 10-9

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan

Jika Dalam 100 cm3 air dapat larut 1,16 mg Mg(OH)2 dengan Mr = 58. Hitung Berapa Harga Ksp untuk Mg(OH)2 tersebut?

Jawab:

Hitung dulu konsentrasi, M untuk 1,16 mg Mg(OH)2 yang berada dalam air.

M = [massa/Mr] x [1000/V(ml)]

M = [1,16 . 10-3 gram / 58 ] x [1000/100]

M  = 2 x 10-4 M

Reaksinya dapat dituliskan seperti berikut

Mg(OH)2 →Mg2+     + 2OH-1

2 x 10-4   → 2 x 10-4 + 2 x (2 x 10-4)

Dengan demikian hasil kali kelarutan Ksp nya adalah

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

Ksp = [2 x 10-4] [4 x 10-4]2

Ksp = [2 x 10-4] [16 x 10-8]

Ksp = 32 x 10-12

Ksp = 3,2 x 10-11

Daftar Pustaka

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit.

Pengertian. Sifat koligatif adalah sifat – sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarut, bukan karena jenisnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.

Pada konsentrasi yang sama, Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan karena larutan elektrolit mempunyai jumlah pertikel yang lebih banyak.

sifat-koligatif-larutan-elektrolit
sifat-koligatif-larutan-elektrolit

Tekanan Uap

Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat tersebut. Semakin tinggi temperature, maka semakin tinggi tekanan uapnya. Apabila zat terlarut tidak menguap, maka tekanan uap larutan akan menjadi lebih rendah daripada tekanan uap pelarutnya.

Selisih tekanan uap antara uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan disebut sebagai penurunan tekanan uap larutan. Kondisi ini dapat ditulis dalam persamaan matematika sebagai berikut:

∆P = P0 – P

∆P = penurunan tekanan uap larutan

P0 = tekanan uap pelarut murni

P  = tekanan uap larutan

Berdasarkan Raoult, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol zat terlarut. Sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut.

P = Xp . P0

∆P = Xt . P0

Xp = fraksi mol pelaarut

Xt  = fraksi mol terlarut

Adanya zat terlarut akan menurunkan tekanan uap pelarut.

Kenaikkan Titik Didih

Larutan memiliki titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah daripada pelarutnya. Selisih titik didih antara larutan dengan pelarut disebut kenaikkan titik didih.

∆Tb = Kb . m

∆Tb = Tblarutan  . Tbpelarut

∆Tb = kenaikkan titik didih larutan

Kb = tetapan kenaikkan titik didih molal

m = molalitas

Tb = titik didih

Penurunan Titik Beku

Titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarutnya. Penurunan titik beku dinyatakan dalam persamaan berikut:

∆Tf = Kf . m

∆Tf = Tfpelarut  . Tflarutan

∆Tf = penurunan titik beku larutan

Kf = tetapan penurunan titik beku molal

m = molalitas

Tf = titik beku

Tekanan Osmotik

Osmotic adalah perpindahan air melalui membrane semipermeable dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat

Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Besarnya tekanan osmotic dapat ditulis sebagai berikut

P = M . R . T

M = molalitas larutan (mol/L)

R = 0,082 L atm mol-1 K-1

T = temperature Kelvin

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada konsentrasi yang sama, jumlah partikel larutan elektrolit lebih besar dibandingkan dengan larutan nonelektrolit.

Pada larutan elektrolit terdapat perbandingan antara nilai sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan nilai sifat koligatif yang diharapkan dari suatu larutan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama.

Perbandingan tersebut biasa disebut dengan factor van’t hoff dan dinotasikan dengan huruf “i”. nilai dari factor van’t hoff dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

i = 1 + (n – 1). α

i = factor van’t hoff

n = jumlah total koefisien

α = derajat ionisasi

Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dinyatakan dalam persamaan – persamaan berikut. Nilai sifat koligatif merupakan nilai sifat koligatif dikali dengan factor van’t hoff. Sehingga persamaan untuk larutan elektrolit menjadi seperti berikut:

∆P = Xt . P0 . i

∆Tb = Kb . m . i

∆Tf = Kf . m . i

P = M . R . T . I

Daftar Pustaka

Pengertian Sifat koligatif,  sifat fisik larutan dan sifat koligatif larutan elektrolit.  Sifat koligatif larutan nonelektrolit dan Rumus Penurunan Tekanan Uap Larutan. Persamaan Tekanan Uap Larutan dengan tekanan uap pelarut murni dan Rumus Persamaan Hubungan tekanan uap larutan dengan fraksi mol pelarut.

Kenaikkan Titik Didih dan Rumus kenaikkan titik didih larutan atau tetapan kenaikkan titik didih molal. Rumus Cara Hitung Penurunan Titik Beku Larutan atau tetapan penurunan titik beku molal. Tekanan Osmotik permukaan larutan dan rumus persamaan Cara Menghitung Tekanan Osmotik Permukaan larutan. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan nilai perbandingan sifat kologatif factor van’t hoff atau derajat ionisasi kologatif larutan. Persamaan nilai sifat  kologatif  larutan elektrolit.

Teori Sifat Larutan Asam Basa

Teori Arrhenius

Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ sebagai satu satunya ion positf (+). Sedangnkan basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH sebagai satu satunya ion negative (-). Contohnya adalah:

Basa  : H2SO4 → 2H+ + SO42-

Asam : KOH → K+ + OH

Teori Bronsted – Lowry

Asam adalah senyawa yang memberikan atau mendonor proton (H+). Sedangkan basa adalah senyawa yang menerima atau akseptor proton (H+). Contoh larutan asam basa dari teori Bronsted – Lowry  adalah

NH3 + H2O → NH4+ + OH

Basa I + Asam II →Asam I + Basa II

Pasangan asam I dengan basa I dan asam II dengan basa II disebut sebagai pasangan asam basa konjugasi.

Teori Lewis

Teori asam basa yang dikemukakan oleh Lewis didasarkan pada transfer pasangan electron. Asam adalah senyawa yang menerima atau akseptor pasangan electron bebas. Sedangkan basa adalah senyawa yang memberikan atau donor pasangan elekron bebas.

teori-sifat-larutan-asam-basa
teori-sifat-larutan-asam-basa

Derajat Keasaman Larutan. pH

Derajat keasaman merupakan konsentrasi ion H+ dalam larutan. Konsentrasi pH diajukan oleh Sorensen dan dinotasikan dengan pasangan huruf kecil ‘p’ dan huruf besar ‘H’ ditulis pH. Huruf p berasal dari kata potenz yang berarti pangkat dan H menyatakan atam hydrogen.

Untuk menentukan nilai pH dapat menggunakan persamaan berikut:

pH = – log [H+]

sedangkan untuk menghitung pOH dapat menggunakan persamaan berikut:

pOH = – log [OH] atau

pOH = 14 – pH

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan

Hitung nilai pH dari 100 ml Ca(OH)2 0,02M ?

Untuk dapat menjawab soal ini, maka tulis lebih dahulu persamaan reaksi kimianya agar dapat diketahui valensi yang terlibat.

Persamaan reaksi dari Ca(OH)2 adalah:

Ca(OH)2 → Ca+2  + 2OH-1

Untuk menghitung pH larutan basa bisa menggunakan rumus – rumus  berikut

[OH] = b . Mb

b = valensi basa = 2

Mb = konsentrasi asam = 0,02M

[OH] = 2 . 0,02 M

[OH] = 4. 10-2M

pOH = – log [OH]

pOH = – log [4. 10-2]

pOH = 2 – log 4

pH = 14 – pOH

pH = 14 – (2 – log4)

pH = 12 + log 4

Daftar Pustaka

 

Peran Virus Bagi Kehidupan Manusia.

Pengertian

Virus adalah partikel penginfeksi yang mengandung molekul asam nukleat yaitu berupa DNA atau RNA. Virus terbungkus  di dalam kapsid yang merupakan lapisan pelindung protein.

Virus bukan makhluk hidup jika berbentuk virion. Virion adalah Kristal berupa mineral yang merupakan bentuk virus jika hidup soliter  atau sendiri. Virus dikatakan makhluk hidup jika ada pada sel  atau jaringan hidup dan mampu berproduksi.

peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup
peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Peran Virus Dalam Kehidupan

Virus Yang Menguntungkan

  • Penyerang bakteri pathogen, contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri yang sangat berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya jika disisipi profage dalam DNA-nya.
  • Membuat Vaksin, Sejumlah vaksin dibuat dari jenis virus tertentu yang sudah dijinakkan, dilemahkan, atau dimatikan.
  • Alat diagnosis, Fage – fage virulen dapat digunakan untuk mengenali dan mengindentifikasi bakteri – bakteri pathogen yang dimanfaatkan untuk mengetahui penyebaran penyakit di masyarakat.
  • Penghasil Antitoksin, Virus dapat Menghasilkan antitoksin untuk melawan penyakit yang diderita oleh manusia

Virus Yang Merugikan

  • Virus dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit baik pada manusia maupun pada hewan dan tumbuhan. Contohnya adalah:
  • Virus Polio (virus RNA) menyebabkan penyakit polio, virus ini menyerang susunan saraf pada system gerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan di kaki.
  • Virus trachoom virus (virus DNA). Virus ini menyerang organ mata dengan cara menularkan melalui atau lewat dan udara menyebabkan penyakit trachoma mata.

Daftar Pustaka

Fungsi Sistem Pelaku Distribusi Barang dan Jasa

Pengertian Distribusi. Distribusi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian atau penyaluran barang – barang dan jasa dari produsen sebagai yang memproduksi barang ke pihak konsumen sebagai pembeli dana tau pengguna barang.

Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari rumah tangga produksi ke rumah tangga konsumsi. Oleh karena hasil produksi dari produsen belum memiliki kegunaan (utility) sebelum dikonsumsi oleh konsumen, maka perlu didistribusikan  dan sampai di konsumen.

fungsi-pelaku-sistem-distribusi-barang-dan-jasa
fungsi-pelaku-sistem-distribusi-barang-dan-jasa

Agar hasil produksi dapat dikonsumsi , maka perlu adanya perantara dalam menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen. Kegiatan perantara inilah yang disebut dengan distribusi.

Kegiatan distribusi biasanya membutuhkan saluran distribusi. Saluran distribusi adalah seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan atau fungsi yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen.

Sistem Distribusi.

  • Distribusi secara langsung merupakan penyaluran barang – barang hasil produksi yang dilaksanakan langsung dari produsen ke konsumen.
  • Distribusi secara tidak langsung merupakan penyaluran barang – barang hasil produksi yang dilaksanakan produsen untuk disalurkan ke tangan konsumen melalui perantara.

Fungsi Distribusi

Beberapa fungsi dari kegiatan penyaluran barang dan jasa ini adalah:

  • Fungsi Pembelian
  • Fungsi Penjualan
  • Fungsi Transportasi Pengangkutan Fungsi Standarisasi
  • Fungsi Penyimpanan
  • Fungsi Penanggungan Resiko
  • Fungsi Informasi

Pelaku Saluran Distribusi.

Penyaluran barang hasil produksi ini dilakukan oleh distributor yang berfungsi sebagai perantara dan terdiri dari lembaga seperti berikut:

Pedagang

Pedagang adalah perantara yang usahanya membeli dan menjual barang atas kemauan sendiri dan resiko yang terjadi ditanggung sendiri pula.

  • Pedagang besar atau wholesaler adalah pedagang – pedagang dari produsen dalam partai besar yang kemudian menjualnya kembali ke pedagang kecil. Contohnya distributor dan grosir.
  • Pedagang eceran atau retailer adalah pedagang yang secara langsung melayani untuk bertransaksi dengan konsumen atau pembeli seperti toko kelontong dan warung.

Perantaran Khusus.

Perantara khusus adalah perantara antara produsen dengan konsumen dalam menyalurkan hasil produksinya.

  • Agen adalah perantara yang menjual barang hasil produksi perusahaan tertentu. Untuk ini agen mendapat upah sebanding dengan nilai barang yang dijualnya. Contohnya agen telephon genggam.
  • Makelar adalah perantara perdagangan atas nama orang lain untuk menjualkan atau membelikan barang dengan menerima balas jasa yang disebut dengan provisi atau kurtasi.
  • Komisioner adalah perantara atas namanya sendiri dan ikut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan dalam mengadakan perjanjian jual beli dengan menerima balas jasa yang disebut dengan komisi.
  • Dealer adalah perantara dari perusahaan untuk menyalurkan atau menjualkan hasil produksinya. Dealer juga menyediakan suku cadang dan pelayanan purna jual.
  • Eksportir adalah pedagang perantara yang membeli barang dalam negeri dari para pedagang atau produsen kemudian dijual ke luar negeri.
  • Importir adalah pedagang perantara yang membeli barang luar negeri kemudian dijual kembali di dalam negeri
  • Lembaga – lembaga penjualan barang contoh supermarket dan koperasi.

Contoh Soal Ujian Fungsi Sistem Pelaku Distribusi Barang dan Jasa

Daftar Pustaka:

Kata dalam artikel Pengertian Contoh Distribusi penyaluran barang jasa Distribusi barang produsen ke  konsumen. Fungsi pelaku system distribusi barang jasa dan Pengertian Sistem Distribusi. Jenis distribusi barang jasa dan Distribusi secara langsung.

Distribusi secara tidak langsung dengan Fungsi perantara dalam system distribusi beda Fungsi Distribusi barang dan jasa. Fungsi Pembelian Fungsi Penjualan dan Fungsi Penyimpanan atau Fungsi Transportasi Pengangkutan Fungsi Standarisasi.  Fungsi Penanggungan Resiko dan Fungsi Informasi yang Pelaku Saluran Distribusi.

Fungsi Pedagang pada system distribusi adalah Fungsi perantara khusus pada system distribusi dengan Pengertian pedagang besar wholesaler. Pengertian pedagang eceran dan Jenis Perantaran Khusus. Pengertian Agen Makelar Komisioner Dealer Eksportir Importir.

Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Contoh

Pengertian Teori Sewa Tanah. Sewa tanah adalah balas jasa yang dibayarkan akibat penggunaan lahan tanah atau sumber daya alam lainnya yang jumlah penawarannya tetap dan tak dapat ditambah. Ada Beberapa teori sewa tanah yang akan disampaikan pada materi ini diantaranya adalah:

Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat

Teori sewa tanah ini menjelaskan tentang tinggi rendahnya sewa tanah menurut kaum fisiokrat. Para fisioktrat menjelaskan bahwa nilai sewa disebabkan oleh perbedaan tingkat kesuburan  tanah.

Tanah yang subur memiliki nilai sewa yang lebih tinggi daripada tanah yang kurang subur atau tandus. Dalam masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pada persaingan, sewa tanah ditentukan oleh hasil yang mampu diberikan tanah yang disewakan.

Selain itu, harga sewa ditentukan juga oleh seberapa tinggi penawaran dari calon penyewa tanah lainnya. Di sini ada kompetisi dari sisi permintaan akan sewa tanah.

teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan
teori-sewa-tanah-pengertian-penjelasan

Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo

Teori sewa ini membahas tentang tinggi rendahnya nilai sewa tanah yang didasarkan pada perbedaan tingkat kesuburan tanah dan letak tanah yang dipergunakan untuk berproduksi. Tanah yang subur akan memiliki nilai sewa yang tinggi dibandingkan dengan nilai sewa dari tanah yang kurang subur.

Teori ini berasumsi pada lahan yang pemanfaatannya sebagai lahan untuk pertanian. Menurut Ricardo, sewa terjadi karena tanah yang subur diolah lebih dulu, baru kemudian tanah yang kurang subur.

Hasil pertanian dari tanah yang subur dan kurang subur akan dijual dengan harga yang sama jika produknya sama. Namun demikian biaya produksi untuk tanah yang kurang subur lebih mahal dibanding tanah yang subur. Para penyewa tanah yang kurang subur akan mendapat keuntungan lebih kecil daripada penyewa tanah subur.

Tanah yang subur akan menghasilkan produk pertanian lebih banyak dengan biaya lebih kecil. Akhirnya biaya produksi persatuan produk pertaniannya menjadi lebih kecil. Akibatnya, tanah yang kurang subur akan dihargai sewanya dengan harga yang lebih rendah dibanding harga sewa tanah yang subur.

Teori Letak Johann Heinrich von Thunen

Teori ini dikembangkan dengan melakukan penyempurnaan dari teori David Ricardo. Teori menjelaskan bahwa, perbedaan nilai sewa tanah bukan hanya dipengaruhi oleh kesuburan tanah, namun dipengaruhi juga oleh letak tanah.

Letak tanah merujuk pada posisi atau lokasi tanah tersebut dikaitkan dengan biaya yang ditimbulkan ketika hasil produksi dari tanah tersebut harus didistribusikan untuk dipasarkan. Tanah yang berlokasi lebih jauh terhadap pasar atau kota akan memiliki biaya transportasi lebih tinggi. Sehingga penyewa akan mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dibanding penyewa tanah yang berlokasi dekat dari pasar atau kota.

Akibatnya, tanah yang lokasinya jauh dari pasar atau kota akan dihargai lebih rendah oleh calon penyewa. Hal sebaliknya, tanah yang berdekatan dengan pasar dan kota akan dihargai lebih mahal.

Teori Harga Sewa Derivasi

Teori ini menjelaskan bahwa harga sewa tidak semata mata ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah tersebut, namun lebih didasarkan pada harga jual produk hasil dari tanah tersebut. Ketika harga produk hasil tanah tersebut naik, maka harga sewanya menjadi naik. Harga sewa menjadi naik akibat adanya peningkatan kebutuhan sewa tanah untuk meningkatkan produk hasil pertanian yang sama.

Adanya peningkatan permintaan terhadap produk pertanian tertentu akan mengakibatkan para penyewa untuk meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi dapat dinaikkan dengan memperluas sewa tanah.  Peningkatan permintaan sewa tanah mengakibatkan kenaikan harga sewanya.

Teori  Sewa Tanah Modern

Teori sewa tanah modern bertitik tolak pada hukum permintaan dan penawaran terhadap tanah. Setiap ada perubahan dari penawaran atau permintaan maka, harga sewa akan berubah.

  • Penawaran Tanah

Penawaran sangat inelastis. Hal ini mengakibatkan sewa tanah sangat ditentukan oleh jumlah permintaan tanah. Setiap ada perubahan jumlah permintaan, maka harga sewa tanah akan berubah.

  • Permintaan Tanah

Permintaan tanah dipengaruhi oleh harga produk yang dihasilkan, produktivitas dari tanahnya, lokasi tanah, tujuan penggunaan tanah. Harga sewa tanah ditentukan oleh  jumlah permintaannya.

Kata dalam artikel Teori Harga Sewa Derivasi Teori Letak Johann Heinrich von Thunen Teori Sewa Tanah Diferensial Dari David Ricardo. Teori Sewa Tanah Kaum Fisiokrat dan Teori Sewa Tanah Modern. Teori Sewa Tanah Pengertian Penjelasan Penawaran dan Permintaan Tanah.

Jenis Keuntungan Koperasi Simpan Pinjam, Sumber Dana

Pengertian.

Koperasi adalah suatu kumpulan dari orang – orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama. Artinya, koperasi dibentuk atau didirikan oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama.

Kelompok orang – orang ini kemudian secara otomatis menjadi anggota koperasi yang didirikannya. Asas pendirian koperasi adalah kekeluargaan dan gotong royong dalam membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk pinjaman dana.

Arti Lambang Koperasi Indonesia dan Maknanya

Lambang Koperasi Indonesia berupa gambar bunga yang memberikan kesan terhadap perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia. Gambar bunga mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi yang selalu berubah.

jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana
lambang jenis-keuntungan-koperasi-simpan-pinjam-sumber-dana

Sumber Dana Koporasi

Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah dana sebagai sumbangan pokok anggota, disamping itu, ditetapkan juga sumbangan wajib kepada para anggotannya. Sumber dana lain umumnya diperoleh dari berbagai lembaga keuangan atau non keuangan baik pemerintah ataupun swasta. Adapun Secara umum sumber – sumber dana koperasi adalah:

Dari anggota

  • Iuran Wajib
  • Iuran Pokok
  • Iuran Sukarela

Dari luar anggota

  • Badan pemeriantah
  • Perbankan
  • Lembaga swasta lainnya

Pembagian keuntungan diberikan kepada anggota tergantung pada keaktifan para anggotannya dalam meminjam dana.

Contoh, seorang anggota yang sering meminjam dana atau membeli barang dari koprasi akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang kurang aktif dalam meminjam dana atau membeli barang dari koperasi.

Jenis – Jenis Koperasi

Yang membedakan jenis koperasi adalah perbedaab usaha yang mereka lakukan. Kegiatan usahannya disesuaikan dengan tujuan pendirian koperasinya. Perbedaan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan anggotannya.

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi diutamakan untuk para anggotanya yang memiliki usaha produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Produksi dapat dilakukan dalam beragam bidang industri seperti industri rumah tangga, pengolahan hasil pertanian, perikanan, ternak dan jasa layanan lainnya.

  • Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi utamanya melakukan kegiatan usaha dalam penyediaan kebutuhan akan barang – barang pokok sehari – hari. Contoh koperasi sandang, papan dan kebutuhan yang berbentuk barang lain seperti barang elektronik.

Koperasi konsumsi banyak didirikan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

  • Koperasi Simpan Pinjam.

Koperasi simpan pinjam melakukan kegiatan usahanya dengan memberikan fasilitas pinjaman sejumlah dana atau uang untuk keperluan para anggotanya.

Koperasi ini disebut juga koperasi kredit yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang membutuhkannya dengan biaya lebih murah dibanding lembaga keuangan lain.

  • Koperasi Serbaguna

Koperasi serbaguna memberikan produk layanan yang lebih beragam, mulai dari konsumsi, pinjaman dana / kredit dan lainnya.

Keuntungan Koperasi

Keuntungan koperasi adalah bunga (untuk simpan pinjam dan produksi) atau selisih harga (untuk konsumsi) yang dibebankan kepada anggota yang memanfaatkan fasilitas atau menggunakan membeli produk koperasi.

Keuntungan lain adalah biaya administrasi yang dibebankan kepada anggotanya setiap yang menggunakan fasilitas dan produk koperasi. Koperasi juga mendapatkan bunga bank untuk dana yang disetor / didepositkan di bank.

Keuntungan anggota diberikan kepada anggota yang tidak pernah lalai dalam memenuhi kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai dengan jumlah atau keaktifan anggota dalam melakukan transaksi atau menggunakan fasilitas dan produk dari koperasi.

Semakin aktif anggota dalam melakukan transaksi dengan koperasi, maka semakin besar anggota tersebut mendapatkan keuntungan dari koperasi.

Daftar Pustaka

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Barang Dan Jasa

Pengertian

Nilai guna (atau utility) atau manfaat barang atau jasa adalah kemampuan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai guna merujuk pada kepuasan seseorang dari mengkonsumsi barang – barang atau menikmati jasa.

Kalau kepuasan konsumen semakin tinggi, maka semakin tinggi pula nilai guna atau manfaat dari barang tersebut. Suatu barang dapat dikatakan berguna apabila dapat memberikan kepuasan atau dapat memenuhi kebutuhan.

faktor-nilai-guna-barang-dan-jasa-contoh
faktor-nilai-guna-barang-dan-jasa-contoh

Ada dua pengertian terkait dengan nilai guna dari suatu barang atau jasa yaitu nilai guna total dan nilia guna marginal.

Nilai guna total adalah jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marginal adalah pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.

Contoh Soal Nilai Guna Total dan Marginal Barang.

Nilai guna total dari lima buah jeruk meliputi seluruh kepuasan yang diperoleh dari memakan semua (lima) jeruk tersebut. Sedangkan nilai guna marginal dari jeruk yang kelima adalah pertambahan kepuasan yang diperoleh dari memakan buah jeruk yang kelima.

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Guna Barang

Adapun Factor – factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu barang atau jasa di antaranya adalah:

  • Tingkat kegunaan barang dan jasa tersebut bagi konsumen. Hal ini biasa disebut dengan tingkat utility
  • Ada atau tidaknya suku cadang serta jangka waktu pemakaiannya, hal ini disebut scarcity in supply. Barang harus dapat diperbaiki, atau diganti suku cadangnya dan tahan lama.
  • Selalu mengikuti perkembangan dan nilainya tidak mudah berkurang atau menurun (susut) biasa disebut dengan appropriable.

Jenis – Jenis Nilai Guna Barang dan Jasa;

  1. Kegunaan Wakru (time utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah datang waktu yang tepat untuk menggunakannya. Konsumen tidak menggunakan barang yang dimilikinya setiap saat. Artinya Barang hanya berguna pada saat saat tertentu atau pada waktu tertentu.

Contohnya adalah payung dan jas hujan akan berguna ketika waktu musim hujan. Contoh lainnya adalah piring dan sendok akan berguna ketika digunakan saat makan.

  1. Kegunaan Tempat (place utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah dipindahkan tempatnya, atau berguna pada tempat tertentu.

Contohnya adalah pasir dan batu akan berguna ketika dipindahkan dari sungai ke darat untuk dijadikan landasan jalan atau bagunan dan gedung lainnya.

  1. Kegunaan Bentuk (form utility)

Suatu barang akan berguna apabila telah diubah menjadi bentuk lain atau bentuk tertentu.

Contohnya adalah tanah liat akan berguna ketika sudah menjadi bata merah untuk bangunan. Kayu baru berguna setelah dibentuk menjadi lemari atau meja.

  1. Kegunaan Hak Milik (Ownership Utility)

Suatu barang akan menjadi berguna apabila telah dipindah tangankan hak kepemilikannya. Atau menjadi berguna ketika menjadi hak milik.

Contohnya adalah telephon genggam baru dapat berguna ketika sudah menjadi milik sendiri.

  1. Kegunaan Pelayanan (service utility)

Suatu barang akan menjadi berguna apabila ada jasa yang melayaninya.

Contohnya adalah telivisi baru akan berguna apabila ada program yang ditayangkan oleh stasiun televise. Ketika tidak ada tayangan apapun, maka televise menjadi tidak berguna.

 

Nilai Pakai Dan Nilai Tukar Barang Jasa

Pengertian Nilai Pakai dan Tukar Barang/Jasa. Barang – barang hasil produksi dan jasa akan memiliki nilai apabila barang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani. Setiap orang mungkin memberikan nilai yang berbeda terhadap suatu barang, karena memiliki tujuan yang berbeda terhadap penggunaannya.

Sebagian orang memberikan nilai terhadap barang karena barang tersebut digunakannya, namun sebagian lagi memberikan nilai untuk barang yang akan ditukar dengan barang lain atau dijualnya kembali.

Nilai Pakai

Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai pakai dapat dikelompokkan menjadi  dua macam yaitu.

  • Nilai Pakai Objektif.

Nilai pakai objektif adalah nilai yang diberikan terhadap suatu barang atau benda atau suatu jasa yang ditinjau dari penggunaannya secara umum.

Contohnya adalah pakaian, kendaraan, perhiasan dan pakaian.

  • Nilai Pakai Subjektif

Nilai pakai subjektif adalah nilai yang diberikan pada suatu barang/ benda atau jasa yang ditinjau dari orang dan individu yang memanfaatkan atau memakai barang atau jasa tersebut.

Contohnya adalah computer bagi para pegawai dan pelajar, buku pelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, kamera untuk para wartawan atau fotografer dan sebagainya.

Nilai Tukar

Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk dapat dipertukarkan dengan barang dan jasa lain. Nilai tukar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai tukar objektif dan nilai tukar subjektif.

  • Nilai Tukar Objektif

Nilai tukar objektif adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk dapat dipertukarkan dengan barang dan jasa lain.

Contohnya adalah emas, berlian, computer, kursi, dan meja.

  • Nilai Tukar Subjektif

Nilai tukar subjektif adalah kemampuan barang dan jasa bagi orang atau individu bila dipertukarkan dengan barang dan jasa lain.

nilai-pakai-dan-nilai-tukar-barang dan Jasa
nilai-pakai-dan-nilai-tukar-barang dan Jasa

Contohnya Ardra dapat menukarkan computer laptop dengan telephon genggam. Sedangkan Temannya Ardra dapat menukarkan laptop dengan sejumlah Compact Disc berisi lagu. Ini artinya, Nilai tukar barang sangat tergantung pada kemampuan orang yang menukarkan barang tersebut.

Daftra Pustaka:

Kata dalam artikel Pengertian Nilai Pakai dan Tukar Barang/Jasa Pengertian Nilai Pakai barang  jasa. Nilai Pakai Objektif dan Nilai Pakai Subjektif dengan contoh nilai pakai barang jasa. Sedangkan contoh nilai tukar barang jasa atau contoh nilai pakai subjektif dan objektif barang jasa. Nilai Tukar barang jasa yang Nilai Tukar Objektif barang jasa, Nilai Tukar Subjektif barang jasa tapi Contoh nilai tukar objektif dan subjektif barang jasa.

Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga

Pengertian Konsumsi. Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Konsumsi rumah tangga dipengaruhi dua factor utama yaitu factor dari dalam konsumsi rumah tangga (atau factor intern)  dan factor dari luar konsumsi rumah tangga (atau factor ekstern).

faktor-yang-mempengeruhi-konsumsi-rumah-tangga
faktor-yang-mempengeruhi-konsumsi-rumah-tangga

Factor Internal

Factor intern merupakan factor- factor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga yang berasal dari dalam individu yang bersangkutan. Factor – factor tersebut adalah:

  • Motivasi

Motivasi merupakan dorongan untuk mengatur atau mengelola pembelanjaan rumah tangga agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Motivasi bersifat alamiah, dan kegiatannya bisa berdasarkan perencanaan atau sifatnya kebulan atau tanpa rencana,

  • Kepribadian

Kepribadian merupakan sifat dasar manusia yang langsung atau tidak langsung ikut bertanggung jawab atas pola konsumsi masyarakat, seperti sikap hemat atau boros.

  • Sikap Hidup.

Sikap hidup merupakan kebiasaan atau perilaku yang berkembang di lingkungan keluarga yang merupakan hasil didikan sejak dini, seperti kebiasaan memasak atau membeli makanan siap saji.

Factor Ekstern

Factor ekstern merupakan factor – factor yang mempengaruhi kegiatan transaksi konsumsi rumah tangga yang berasal dari luar rumah tangga atau datang dari lingkungan tempat rumah tangga berada atau lingkungan lainnya. Factor – factor tersebut adalah:

  • Pendapatan

konsumsi memerlukan pengorbanan berupa uang yang diperoleh dari penghasilan atau pendapatan. Besarnya pendapatan berpengaruh terhadap besarnya nilai konsumsi yang dilakukan. Secara umum, semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak pula barang dan jasa yang dapat dikonsumsi. Sebaliknya, konsumen dengan pendapatan rendah atau daya belinya rendah biasanya tidak bisa melakukan banyak kegiatan konsumsi.

  • Tingkat Harga

Jika  harga barang dan jasa kebutuhan hidup meningkat, maka konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak. Sebagian konsumen dapat secara cermat mengantisipasinya dengan mengurangi jumlah pembelian. Hal ini dilakukan jika kenaikan harga tersebut tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan. Dengan kata lain, kenaikan harga barang cenderung menurunkan tingkat konsumsi masyarakat. Dan apabila harga barang menurun, maka tingkat konsumsi masayarakat akan naik.

  • Keterangan Barang dan Jasa

Masyarakat sebagai konsumen tidak selalu dapat mengkonsumsi barang dan jasa yang diinginkan. Hal ini disebabkan barang dan jasa tidak selalu tersedia di pasar. Jadi, meskipun konsumen memiliki banyak uang untuk membeli, konsumen tidak dapat mengkonsumsi barang yang diinginkan. Misalnya, ketika pasokan gas elpiji terhambat, jumlah gas elpiji yang tersedia di pasaran berkurang sehingga banyak konsumen yang tidak dapat mengkonsumsinya.

  • Prakiraan Harga di Masa Datang

Prakiraan harga barang di masa datang akan memengaruhi keputusan untuk pengeluaran konsumsi saat ini atau tidak. Jika konsumen memprakirakan bahwa harga barang akan naik di masa yang akan datang, maka konsumen akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik.

Misalnya, ketika pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM, maka masyarakat akan membeli bahkan menimbun BBM sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya, apabila konsumen memprakirakan harga akan turun, ia akan menunda konsumsi sampai harga benar-benar turun.

  • Kebudayaan

Kebudayaan adalah adat istiadat dan kebiasaan atau tata nilai yang berlaku atau dianut oleh lingkungan masyarakat tertentu, seperti upacara adat, pernikahan, atau perayaan atas kesuksesan hasil panen dan sebagainya.

  • Kondisi Sosial Masyarakat

Kondisi social masyarakat adalah sikap dan perilaku konsumsi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan rumah tangga.

Contoh Soal Ujian Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga

1. Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk . . . .
a. mengganti barang yang rusak
b. memenuhi kebutuhan hidup
c. menghasilkan barang dan jasa
d. menambah nilai guna suatu barang
e. memperoleh keuntungan

2. Andi membeli buku di toko buku. Dalam hal ini, buku memiliki kegunaan . . . .
a. bentuk
b. tempat
c. waktu
d. dasar
e. kepemilikan

Daftar Pustaka: