Sistem Asas Stelsel Pajak: Official Semi Self Assessment System – Riel Fictive Stelsel Campuran Stelsel – Four Canons Taxation Adam Smiths

Pengertian Pajak: menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani: Pajak adalah iuran kepada negara (dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjukkan dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan

Pengertian Pajak Menurut UU No. 16 Tahun 2009,

Definisi pajak menurut UU No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan: Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Cara Pemungutan Pajak

Cara pemungutan pajak meliputi system, asas dan stelsel pajak.

Sistem Pemungutan Pajak

Supaya berjalan lancar tanpa mengalami hambatan yang berarti, maka pelaksanaan pemungutan pajak terhadap masyarakat harus menggunakan sistem yang sudah diberlakukan oleh pemerintah atau negara.

Ada empat macam sistem pemungutan pajak yang bisa digunakan, yaitu sebagai berikut.

1). Official Assesment System,

Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak. Para wajib pajak dapat langsung membayar sesuai hasil perhitungan yang sudah dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak.

2). Self Assesment System,

Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan sendiri oleh wajib pajak dan kemudian pajak dibayarkan sesuai dengan yang sudah dihitungnya.

3). Semi-Self Assesment System,

Dalam sistem ini penghitungan pajak dilakukan oleh wajib pajak bersama dengan aparatur pajak. Kemudian wajib pajak dapat membayar pajak yang sudah dihitung secara bersama.

4). With Holding System,

Dalam sistem ini penghitungan pajak tidak dilakukan oleh wajib pajak dan aparatur pajak, tetapi dilakukan oleh pihak ke tiga yang ditunjuk. Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan, pemungutan pajak penghasilan menggunakan Self Assesment System dan pemungutan pajak penjualan atas barang mewah menggunakan With Holding System.

Asas Pemungutan Pajak – Four Canons Taxation – Adam Smith

Supaya tercipta keadilan dan tidak memberatkan anggota masyarakat, pemungutan pajak perlu memperhatikan asas- asas atau prinsip- prinsip pemungutan pajak yang sudah diperkenalkan  oleh Adam Smith dengan istilah Smith’s Canon, yang terdiri dari:

1). Prinsip Keadilan/ Kesamaan (Equity),

Pemungutan pajak harus dilakukan seara adil dan sesuai dengan kemampuan masing masing individu wajib pajak.

Pembebanan pajak di antara subjek pajak hendaknya seimbang dengan kemampuannya, yaitu seimbang dengan penghasilan yang dinikmatinya dibawah perlindungan pemerintah.

2). Prinsip Kepastian (Certainly),

Pemungutan pajak harus jelas dan pasti sehingga dapat dipahami atau dimengerti oleh wajib pajak agar mudah dalam perhitungan dan administrasinya.

Dalam asas ini kepastian hukum yang diutamakan adalah mengenai subjek pajak, objek pajak, tariff pajak, dan ketentuan mengenai pembayarannya.

3). Prinsip Kelayakan (Convenience of Payment)

Pemungutan pajak tidak boleh memberatkan wajib pajak sehingga wajib pajak bisa merasa nyaman dan sukarela dalam membayar pajak. Jika ada kelebihan dalam pembayaran pajak, pemerintah wajib mengembalikannya pada wajib pajak dalam jangka waktu satu bulan.

Pajak hendaknya dipungut pada saat yang paling baik bagi wajib pajak, yaitu saat sedekat-dekatnya dengan saat diterimanya penghasilan/keuntungan yang dikenakan pajak.

4). Prinsip Ekonomi (Economy of Collections)

Pemungutan pajak harus memenuhi syarat ekonomi, yaitu hasil pajak mampu memenuhi kebutuhan negara dan pemungutan pajak tidak menghambat kemajuan ekonomi.

Pemungutan pajak hendaknya dilakukan sehemat (seefisien) mungkin, jangan sampai biaya pemungutan pajak lebih besar dari penerimaan pajak itu sendiri. Karena tidak ada artinya pemungutan pajak kalau biaya yang dikeluarkan lebih besar dari penerimaan pajak yang akan diperoleh.

Asas Pemungutan Pajak – W.J. de Langen,

W.J. de Langen merupakan seorang ahli pajak berkebangsaan Belanda dan menyebutkan asas pokok dalam pemungutan pajak, yaitu sebagai berikut:

Asas Kesamaan

Asas kesamaan berarti setiap orang dalam keadaan yang sama seharusnya dikenakan pajak yang sama pula. Dalam asas ini tidak boleh ada diskriminasi dalam pemungutan pajak.

Asas Daya Pikul

Asas daya pikul menyatakan bahwa setiap wajib pajak hendaknya dikenakan beban pajak sesuai dengan tingkat pendapatannya. Ini berarti semakin tinggi pendapatan seseorang, maka semakin tinggi pula beban pajak yang harus dibayar.

Asas Keuntungan Istimewa

Asas keuntugan istimewa mengatakan bahwa seseorang yang mendapatkan keuntungan istimewa, maka harus dikenakan pajak yang istimewa pula. Artinya semakin besar keuntungan yang didapatkan maka akan semakin besar pula pajak yang

Asas Manfaat

Asas Manfaat menjelaskan bahwa pajak yang dipungut oleh negara harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum.

Asas Beban Yang Sekecil- Kecilnya,

Asas Beban Yang Sekecil-kecilnya menjelaskan bahwa pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendah- rendahnya) jika dibandingkan dengan nilai obyek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak.

Asas Kesejahteraan

Asas Kesejahteraan mengatakan bahwa pajak yang dipungut oleh negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Asas Keseimbangan

Asas Keseimbangan Asas ini menyatakan bahwa dalam melaksanakan berbagai asas tersebut mungkin saling bertentangan. Akan tetapi hendaknya selalu diusahakan sebaik mungkin. Artinya tidak mengganggu pelaksanaan hukum, perasaan dan kepastian hukum.

Asas Pemungutan Pajak – Adolf Wagner

Adapun Adolf Wagner menjelaskan asas asas pemungutan pajak seperti berikut:

Asas Politik Finansial

Asas Politik Finansial menjelaskan bahwa pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai atau mendorong semua kegiatan negara.

Asas Ekonomi

Asas Ekonomi menyatakan bahwa penentuan obyek pajak harus tepat, misalnya: pajak pendapatan, pajak untuk barang-barang mewah

Asas Keadilan

Asas Keadilan menyatakan bahwa pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi, untuk kondisi yang sama diperlakukan sama pula.

Asas Administrasi

Asas Administrasi menyatakan bahwa menyangkut masalah kepastian perpajakan (kapan, dimana harus membayar pajak), keluwesan penagihan (bagaimana cara membayarnya) dan besarnya biaya pajak.

Asas Yuridis

Asas Yuridis menjelaskan bahwa segala pungutan pajak harus berdasarkan undang-undang.

Stelsel Pajak

Stelsel pajak terdiri dari stelsel nyata, stelsel anggapan dan stelsel campuran dengan penjelasan seperti berikut:

a). Stelsel Nyata – Riel Stelsel

Menurut stelsel nyata pengenaan pajak didasarkan pada objek atau penghasilan atau penghasilan yang sesungguhnya diperoleh, sehingga pemungutannya dilakukan pada akhir tahun pajak setelah penghasilan riel diketahui secara pasti.

Kelebihan stelsel ini adalah pajak yang dipungut lebih realistis, sedangkan kekurangannya adalah pajak dapat dipungut pada akhir periode setelah penghasilan riil diketahui. Sedangkan pemerintah butuh penerimaan pajak di sepanjang tahun

b). Stelsel Anggapan – Fictive Stelsel,

Menurut stelsel anggapan, pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang.

Misalnya, penghasilan tahun ini dianggap sama dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian pada awal tahun pajak sudah dapat ditetapkan untuk tahun pajak berjalan.

Kelebihan stelsel adalah pajak dapat dibayarkan sepanjang tahun berjalan, tanpa menunggu akhir tahun. Dengan demikian penerimaan pajak pemerintah dapat diperoleh sepanjang tahun. Sedangkan kekurangnya adalah pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya atau tidak realistis.

c). Stelsel Campuran

Stelsel campuran merupakan perpaduan antara stelsel nyata dan stelsel anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak ditentukan berdasarkan stelsel anggapan, pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan hitungan stelsel nyata.

Ketika besarnya pajak menurut stelsel nyata lebih besar daripada pajak menurut stelsel anggapan, maka wajib pajak harus menambah. Sebaliknya, jika besar pajak menurut stelsel nyata lebih kecil dari stelsel anggapan maka kelebihannya dapat diminta kembali (restitusi) atau dikompensasi pada periode berikutnya.

Teori Pemungutan Pajak – Teori Asuransi,

Teori Asuransi menyatakan negara bertugas melindungi orang dan/atau warganya dengan segala kepentingannya, yaitu keselamatan dan keamanan jiwa dan harta bendanya.

Teori asuransi menyatakan bahwa pajak seperti premi asuransi, di mana pembayar pajak (wajib pajak) disamakan dengan pembayar premi asuransi, yakni pihak tertanggung.

Sedangkan Negara disamakan dengan perusahaan asuransi yang memberikan perlindungan dan warga negara membayar pajak sebagai premi.

Negara menjadi pihak penanggung dalam perjanjian asuransi. Dalam perjanjian asuransi, hubungan antara prestasi dan kontraprestasi itu terjadi secara langsung.

Adanya pembayar premi yang merupakan kewajiban tertanggung berhubungan langsung dengan haknya untuk menerima ganti rugi bila terjadi evenement.

Sebaliknya, hak sipenanggung untuk menerima pembayaran premi itu diimbangi dengan adanya kewajiban untuk membayar ganti rugi bila terjadi evenement

Teori Pemungutan Pajak – Teori Kepentingan (Aequivalentie),

Teori Kepentingan menekankan pembebanan pajak pada penduduk seluruhnya harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas negara/pemerintah (yang bermanfaat baginya), termasuk juga perlindungan atas jiwa orang-orang itu serta harta bendanya.

Pembayaran pajak dihubungkan dengan kepentingan orang-orang tersebut terhadap negara, maka semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara semakin besar pajak yang harus dibayar.

Teori ini mengatakan bahwa negara mengenakan pajak terhadap rakyat karena negara telah melindungi kepentingan rakyat.

Teori ini menunjukkan bahwa dasar pembenar mengapa negara mengenakan pajak adalah karena negara telah berjasa kepada rakyat selaku wajib pajak, di mana pembayaran pajak itu besarnya ekuivalen (setara) besarnya jasa yang sudah diberikan oleh negara kepadanya.

Teori ini mengukur besarnya pajak sesuai dengan besarnya kepentingan wajib pajak yang dilindungi. Jadi semakin besar kepentingan yang dilindungi maka semakin besar pula pajak yang harus dibayar

Makin banyak individu yang mendapatkan jasa dari pekerjaan pemerintah, maka makin besar pajaknya. Walaupun teori ini masih berlaku, namun sulit untuk dipertahankan karena orang kurang mampu dan pengangguran memperoleh bantuan dari pemerintah namun mereka tidak membayar pajak

Teori Pemungutan Pajak – Teori Kewajiban Pajak Mutlak

Teori ini sering disebut juga Teori Bakti. Teori Pajak Mutlak   pada organ theory dari Otto Von Gierke.

Teori Bakti didasarkan pada paham organisasi negara yang mengajarkan bahwa negara sebagai organisasi mempunyai tugas untuk menyelenggarakan kepentingan umum.

Tanpa ada “organ” atau Lembaga – organisasi, individu tidak mungkin dapat hidup. Karena Lembaga telah memberi hidup kepada warganya, maka Lembaga dapat membebani setiap anggota masyarakatnya dengan kewajiban- kewajiban, yang antara lain kewajiban membayar pajak, kewajiban ikut mempertahankan hidup/negara dengan milisi/wajib militer.

Negara mempunyai hak mutlak untuk memungut pajak dan rakyat harus membayar pajak sebagai tanda baktinya terhadap negara. Dengan demikian, dasar hukum pajak terletak pada hubungan masyarakat dengan negara

Teori Pemungutan Pajak – Teori Daya Pikul

Teori Daya Pikul berkesimpulan bahwa dasar keadilan dalam pemungutan pajak adalah terletak pada jasa jasa yang diberikan oleh negara kepada warganya, yaitu perlindungan atas jiwa dan harta bendanya

Untuk mendapatkan kepentingan tersebut diperlukan biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat yang berbentuk pajak. Pokok teori daya beli adalah asas pajak, yaitu beban pajak itu harus sama beratnya untuk setiap orang.

Pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul seseorang dan untuk mengukur daya pikul dapat dilihat dari penghasilan, kekayaan dan besarnya pengeluaran seseorang dan memperhatikan besar kecilnya jumlah tanggungan keluarga

Teori Pemungutan Pajak – Teori Asas Daya Beli

Teori Asas Daya Beli menjelaskan fungsi pemungutan pajak yaitu memindahkan daya beli dari rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat dengan tujuan untuk memelihara kehidupan masyarakat dan untuk kesejahteraan.

Jadi penyelenggaraan kepentingan masyarakat inilah yang dianggap sebagai dasar keadilan pemungutan pajak, bukan kepentingan individu, juga bukan kepentingan negara, melainkan kepentingan-kepentingan masyarakat yang meliputi keduanya.

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak

Agar pemungutan pajak yang dilaksanakan tidak menimbulkan hambatan atau tentangan dari masyarakat, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat seperti berikut:

Pemungutan Pajak Harus Adil – Syarat Keadilan

Pemungutan pajak harus memenuhi syarat keadilan dalam hak dan kewajiban para wajib pajak. Pajak berlaku bagi setiap warga Negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak, serta memberikan sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan.

Pemungutan Pajak Berdasarkan Undang- Undang – Syarat Yuridis

Pemungutan pajak mengacu kepada undang-undang yang telah dibuat agar dapat menjamin hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi Negara maupun warga negaranya. Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: “Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang”.

Tidak Mengganggu Perekonomian – Syarat Ekonomis

Pemungutan pajak tidak boleh mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi, perdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak tidak boleh merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat sebagai wajib pajak, terlebih masyarakat kecil dan menengah.

Pemungutan Pajak Harus Efisiensi – Syarat Finansial

Biaya- biaya yang timbul dalam pemungutan pajak harus benar- benar efisien. Biaya yang digunakan untuk melakukan pemungutan pajak tidak lebih besar dari jumlah pajak yang diterima.

Sistem Pemungutan Pajak Harus Sederhana

Sistem pemungutan harus sederhana untuk memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai. Sistem yang sederhana akan memberikan dampak positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak.

Contoh Soal Ujian Sistem Asas Teori Pemungutan Pajak,

1). System self-assessment adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan…

a). kebebasan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai kemampuannya

b). kepercayaan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai kemampuannya

c). kepercayaan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai undang-undang perpajakan

d). semua jawaban benar

Jawab: c

2). Keunggulan system self assessment adalah….

a). memberikan kemudahan bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi membayar pajak

b). memberikan kemudahan bagi untuk mendaftar menjadi Wajib Pajak

c). memberikan wewenang bagi anggota masyarakat turut memungut pajak

d). semua jawaban benar

Jawab : a

3). Keberhasilan system self assessment sangat ditentukan oleh…

a). peran dari kejelasan Undang-undang perpajakan

b). peran masyarakat dalam memetuhi undang undang

c). peran administrasi dalam membina dan mengawasi pelaksanaannya

d). semua jawaban benar

Jawab; d

4). Pemberian kepercayaan kepada Wajib Pajak memotong atau memungut pajak pihak lain mempunyai kelemahan, oleh karenanya…

a). kebijakan itu perlu dicabut karena bertentangan dengan hak asasi manusia

b). kebijakan itu efektif sepanjang diikuti dengan pengawasan yang ketat

c). kebijakan itu menguntungkan masyarakat karena kesederhanaannya.

d). semua jawaban salah

Jawab: c

5). Agar system self-assessment bermanfaat bagi masyarakat maka langkah yang perlu dilakukan adalah …

a). administrasi perpajakan meningkatkan pemberian sanksi perpajakan

b). administrasi perpajakan meningkatkan kualitas pelayanan

c). penyuluhan kepada masyarakat ditingkatkan

d). semua jawaban salah

Jawab: b

6). Menurut UU No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang- undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan …

a). Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan Untuk keperluan pribadi

b). Untuk membiayai keperluan pembuat Undang-Undang Perpajakan

c). Untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

d). Untuk keperluan eksekutif dan legislative

Jawab c

7). pemerintah untuk membiayai pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan. Fungsi ini disebut ..…

a). Fungsi distribusi dan alokasi

b). Fungsi budgetair

 c). Fungsi mengatur (Regulerend)

d). Fungsi pengawasan

Jawab b

8). Pengenaan pajak yang tinggi terhadap minuman keras untuk mengurangi konsumsi minuman keras adalah contoh dari …..

a). Fungsi pengawasan

b). Fungsi distribusi dan alokasi

c). Fungsi budgetair

d). Fungsi mengatur (Regulerend)

Jawab d

9). Negara bertugas melindungi orang dan/atau warganya dengan segala kepentingannya, yaitu keselamatan dan keamanan jiwa dan harta bendanya. Teori ini sesuai dengan …….

a). Teori Kepentingan

b). Teori Asuransi

c). Teori Bakti

d). Teori Daya Pikul

Jawab b

10). Pembebanan pajak pada penduduk seluruhnya harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas negara/pemerintah (yang bermanfaat baginya), termasuk juga perlindungan atas jiwa orang-orang itu serta harta bendanya. Hal ini mengacu pada ……

a). Teori Bakti

b). Teori Asuransi

c). Teori Kepentingan

d). Teori Asas Daya Beli

Jawab c

Fungsi Contoh Pajak: Budgeter Regulasi Distribusi Stabilisasi Proteksi – Retribusi Jasa Usaha Umum Perizinan,

Pajak adalah iuran yang wajib dibayar oleh rakyat kepada negara tanpa mendapat balas jasa (kontraprestasi) secara langsung, dan digunakan untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran kolektif negara.

Pajak merupakan kontribusi wajib masyarakat terhadap negara yang berdasarkan undang undang yang bersifat memaksa.

Tujuan Fungsi Peran dan Manfaat Pajak,

Pajak mempunyai tujuan untuk meniningkatkan penerimaan negara, namun juga digunakan sebagai alat untuk kebijakan fiscal dan menjaga perekonomian nasional sehingga tercapai tujuan tujuan tertentu.

Pajak mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi anggaran – budgeter dan fungsi mengatur – regulator

Fungsi Pajak Sebagai Budgeter – Pendapatan Negara,

Sebagai budgeter, pajak adalah salah satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN)

Pada saat ini, pajak merupakan sumber utama pendapatan pemerintah atau negara. Hal ini dapat dilihat dan diamati pada APBN. Sebelumnya, beberapa tahun lalu, Indonesia pernah menggantungkan pendapatan negara dari sector minyak dan gas.

Namun seiring dengan harga minyak dan gas yang menurun dan produksinya yang tidak seimbang dengan jumlah konsumsi di dalam negeri, pemerintah kemudian mengalihkan sumber pendapatan negara kepada sektor pajak.

Hal ini diiringi dengan perbaikan tata cara perpajakan, sehingga saat ini pajak menjadi sumber utama pendapatan negara.

Fungsi Pajak Sebagai Regulasi – Pengatur Kegiatan Ekonomi,

Sebagai regulator, pajak dipergunakan sebagai alat kebijakan pemerintah untuk mencapai tujua tertentu. Sebagai contoh, pajak dapat difungsikan sebagai alat untuk menarik modal luar negeri dan dalam negeri dengan cara memberikan keringan pajak.

Contoh Fungsi Pajak Sebagai Regulasi,

Pajak dapat digunakan oleh pemerintah untuk merekayasa kegiatan ekonomi, contohnya, ketika pemerintah ingin meningkatkan daya saing barang dalam negeri, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan atau regulasi dengan menurunkan tarif pajak ekspor.

Hal ini dilakukan agar barang dalam negeri bisa dijual dengan harga yang lebih murah di luar negeri. Harga yang lebih murah akan lebih menarik atau kompetitif di negara lain.

Masyarakat Negara lain lebih tertarik untuk membeli barang Indonesia. Di sini, pajak digunakan untuk pendorong barang yang diproduksi di dalam negeri untuk diekspor ke luar negeri.

Namun jika pemerintah ingin melindungi industri dalam negeri, pemerintah dapat membuat kebijkan atau regulasi dengan menaikkan tarif pajak impor untuk barang -barang yang sudah diproduksi di dalam negeri.

Sedangkan untuk bahan baku industri yang masih diimpor, pemerintah dapat menetapkan tarif pajak impor yang sangat rendah atau bahkan bila perlu tarif pajak impornya = 0 (tidak ada pajaknya sama sekali walaupun hal ini sangat sulit dilakukan). Dalam hal ini, pajak digunakan untuk memproteksi barang yang diproduksi di dalam negeri.

Fungsi Pajak Sebagai Distribusi – Pemerataan Pendapatan,.

Pajak dapat digunakan oleh negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan. Penggunaan pajak untuk pembangunan dilakukan secara merata di seluruh wilayah tanah air.

Pembangunan secara langsung dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian terjadi pemerataan terhadap lapangan kerja.

Contoh Fungsi Pajak Sebagai Distribusi,

Kegiatan pereonomian yang dibiayai oleh negara tidak terpusat di satu wilayah saja. Pemerintah dapat mensubsidi masyarakat kurang mampu,seperti subsidi pupuk bagi petani atau subsidi dalam bentuk beras untuk rakyat masyarakat kurang mampu agar menghindari ketimpangan pendapatan di masyarakat.

Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan antara yang mampu  dan tidak mampu, pemerintah bisa menaikkan tarif pajak atas penjualan barang barang mewah yang umumnya hanya dibeli oleh orang mampu.

Dalam hal ini, pajak dapat digunakan untuk mendistribusikan iuran wajib dalam bentuk pajak dari orang mampu kepada orang kurang mampu.

Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi – Penstabil Kegiatan Ekonomi,

Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi ekonomi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan. Pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas ekonomi seperti stabilitas harga.

Contoh Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi,

Contoh fungsi pajak sebagai stabilator misalnya pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan pajak yang tinggi, untuk mengatasi inflasi.

Hal ini dapat terjadi karena jumlah uang yang beredar menjadi berkurang. Pajak tinggi berdampak pada pengurangan pendapatan.

Sebaliknya untuk mengatasi deflasi atau kelesuan ekonomi,pemerintah dapat menurunkan nilai pajak. Dengan menurunkan pajak ini, jumlah uang yang beredar dapat ditambah sehingga kelesuan ekonomi dapat diatasi.

Kelesuan ekonomi di antaranya ditandai dengan sulitnya pengusaha memperoleh modal. Penambahan uang beredar akan mampu disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan modal.

Fungsi Pajak Sebagai Proteksi – Pelindung

Pajak dapat digunakan sebagai sarana untuk perlindungan barang barang industry dalam negeri. Perlindungan dilakukan dengan penerapan pajak terhadap barang barang impor. Barang impor dikenai pajak yang relative tinggi. Sehingga harga barang dalam negeri dapat bersaing di dalam negeri.

Contoh Fungsi Pajak Sebagai Proteksi,

Barang seperti televisi dikenai pajak impor sebagai perlindungan terhadap televisi buatan local.

Fungsi dan Peran Pajak Dalam APBN,

Dalam APBN, penerimaan pajak merupakan bagian terbesar dari keseluruhan penerimaan negara. Artinya pajak menjadi sumber penerimaan yang menentukan apakah APBN dapat terlaksana atau tidak.

Alokasi dana dalam APBN digunakan untuk pembiayaan atau pengeluaran termasuk pembangunan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pajak merupakan kontribusi langsung masyarakat dalam pembangunan yang digunakan sebesar besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Pungutan Resmi Selain Pajak,

Dalam kehidupan sehari hari, selain pajak ada pengutan yang didasarkan pada tujuan dan manfaat yang akan dicapai. Jenis pungutan tersebut adalah retribusi dan sumbangan.

Pungutan Retribusi,

Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan / atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

Orang pribadi yang membayar retribusi dapat langsung mendapatkan manfaat dari pembayaran retribusinya.

Jenis Retribusi,

Adapun jenis jenis retribusi diantaranya retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan perizinan tertentu.

Retribusi Jasa Umum,

Retribusi Jasa Umum merupakan pungutan atas pelayanan yang disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan

Contoh Retribusi Jasa Umum,

Contoh retribusi jasa umum adalah: retribusi pelayanan Kesehatan, retribusi pelayanan sampah atau kebersihan, retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil, retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi pelayanan parkir tepi jalan, retribusi pelayanan pasar, retribusi pegujian kendaraan bermotor.

Retribusi Jasa Usaha,

Retribusi Jasa Usaha adalah retribusi yang dikenakan kepada pihak yang menggunakan jasa tertentu yang disediakan daerah untuk melakukan usaha dan memperoleh keuntungan.

Contoh Retribusi Jasa Usaha,

Contoh Retribusi jasa usaha adalah pungutan atas jasa pada tempat layanan umum yang berupa retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pasar grosir dan atau pertokoan, retribusi tempat pelelangan, retribusi terminal, retribusi tempat parkir.

Restribusi Perizinan Tertentu,

Retribusi Perizinan Tertentu adalah restibusi atas pelayanan perizinan tertentu yang diberikan oleh Pemerintah Daerah baik untuk Orang Pribadi atau Badan. Retribusi ini ditujukan untuk pengaturan dan pengawasan atas aktivitas pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.

Contoh Restribusi Tertentu,

Contoh Restribusi perizinan adalah pungutan atas izin tertentu yang dikeluarkan yang berupa retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol, retribusi izin trayek dan retribusi izin usaha perikanan.

Sumbangan,

Sumbangan adalah pungutan yang mengedepankan unsur gotong royong kelompok masyarakat tertentu. Sumbangan tidak mengadung unsur paksaan melainkan bersifat sukarela.

Contoh Sumbangan,

Contoh sumbangan adalah sumbangan kepada korban bencana alam, sumbangan ke panti asuhan dan lainnya.

Daftar Pustaka

Fungsi Pajak Bagi Pemerintan dan Perekonomian dengan Pengaruh pajak pada Pendapatan Negara dan Fungsi Pajak Sebagai Budgeter. Pajak Pengatur Kegiatan Ekonomi dengan Fungsi Pajak Sebagai Regulasi dan Pajak Sektor Minyak dan Gas Migas. Contoh Pajak Sebagai Budgeter dengan Pajak Untuk Pemerataan Pendapatan dan Fungsi Pajak Sebagai Distribusi.

Contoh Pajak Sebagai Distribusi yang Penstabil Kegiatan Ekonomi namun Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi. Contoh pajak sebagai penstabil ekonomi dan Pajak sebagai pelindung barang domestic dalam negeri,

Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah, Pengertian Dan Contoh

Pengertian Penerimaan pemerintah. Penerimaan Pemerintah dapat pula disebut sebagai pendapatan negara adalah semua penerimaan yang berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri.

Penerimaan negara ini digunakan untuk pembiayaan kegiatan kegiatan perekonomian yang tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan rakyat. 

Penerimaan pemerintah secara garis besar adalah penerimaan dalam negeri dan hibah. Secara lengkap sumber penerimaan negara dapat dilihat pada tabel berikut.

Sumber Penerimaan Pendaptan Pemerintah Negara
Sumber Penerimaan Pendaptan Pemerintah Negara

Penerimaan dalam negeri

Penerimaan dalam negeri adalah semua penerimaan yang diterima oleh negara dalam bentuk penerimaan perpajakan dan penerimaan bukan pajak.

Pendapatan Negara dari Pajak.

Pajak merupakan pembayaran iuran oleh rakyat kepada pemerintah yang dapat dipaksakan dengan tanpa balas jasa yang secara langsung dapat ditunjuk.

Penerimaan negara dari pajak terdiri dari penerimaan pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional.

Pajak Dalam Negeri

Pendapatan negara dari pajak dalam negeri meliputi Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Ekspor.

Pajak Perdaganga Internasional

Pajak Perdagangan Internasional meliputi Bea Masuk dan Cukai. Besarnya tarif pajak yang harus dibayarkan kepada negara diatur dalam undang–undang perpajakan.

Bea masuk dipungut atas sejumlah barang yang diimpor, sedangkan penerimaan cukai terdiri dari cukai tembakau, gula, bir dan alcohol sulingan.

Pendapatan Negara dari Non Pajak.

Penerimaan negara bukan pajak terdiri dari pengelolaan sumber daya alam, Keuntungan Badan UsahaMilik Negara, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang.

Pendapatan Negara dari Hibah.

Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan swasta dalam negeri, sumbangan swasta dan pemerintah luar negeri.

Pendapatan negara dari hibah meliputi penerimaan dana bantuan yang bukan bersifat pinjaman namun sifatnya sukarela tanpa ada kontrak atau ikatan atau perjanjian khusus.

Dana bantuan yang diterima digunakan untuk membiayai kegiatan perekonomian dan pembangunan.

Penerimaan hibah dari luar negeri dapat berupa pinjaman program atau pinjaman proyek dengan jangka waktu tertentu.

Lembaga Keuangan Internasional yang pernah memberikan bantuan pada Pemerintah Indonesia diantaranya adalah IMF (International Monetary Fund). ADB (Asean Development Bank), dan Bank Dunia (World Bank).

Pengertian Pengeluaran Pemerintah.

Pengeluaran pemerintah atau Pengeluaran negara adalah semua pengeluaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan- kegiatan pemerintahan suatu negara dalam rangka menjalankan fungsinya agar dapat mewujudkan kesejahteraan pada rakyatnya.

Sumber Pengeluaran Belanja Pemerintah Negara
Sumber Pengeluaran Belanja Pemerintah Negara

Pengeluaran pemerintah terdiri dari belanja pemerintah pusat dan belanja pemerintah daerah.

Belanja Pemerintah Pusat

Pengeluaran pemerintah puast terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja hibah, subsidi BBM dan subsidi non BBM, pembayaran Bunga utang dalam negeri dan utang luar negeri.

Belanja Daerah

Belanja daerah meliputi pengeluaran untuk dana perimbangan dan dana otonomi khusus. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum DAU dan dana alokasi khusus DAK.

Dana Perimbangan

Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Dana perimbangan merupakan bentuk pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal pemerintah pusat di era otonomi daerah.

Dana Alokasi Umum

Dana Alokasi umum (DAU) adalah bantuan umum yang digunakan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah dengan pengawasan pemerintah pusat yang bertujuan mengurangi ketimpangan horizontal antardaerah.

Contoh Dana Alokasi Umum

Contoh dana alokasi umum adalah bantuan blok yang penggunaan dananya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di daerah.

Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dana alokasi khusus adalah bantuan khusus yang digunakan untuk kegiatan pembangunan yang sasarannya telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yang bertujuan mengurangi ketimpangan vertikal antara pusat dan daerah.

Dana alokasi khusus  bertujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Contoh Dana Laokasi Khusus

Contoh dana alokasi khusus adalah dana untuk pembangunan di daerah yang berbatasan dengan negara lain.

Pengeluaran pemerintah atau belanja negara juga dapat dibedakan berdasarkan dua klasifikasi yaitu pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.

Pengeluaran Rutin Pemerintah

Pengeluaran rutin pemerintah adalah pengeluaran digunakan untuk pemeiharaan atau penyelenggaraan pemerintah sehari- hari. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari:

a). Belanja pegawai adalah pengeluaran pemerintah untuk membayar gaji pegawai negeri, gaji pensiunan, tunjangan, biaya perjalanan pegawai, dan sebagainya.

b). Belanja barang adalah pengeluaran pemerintah untuk membeli peralatan atau perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan pemerintahan. Belanja barang terdiri atas belanja barang dalam negeri dan belanja barang luar negeri.

c). Belanja rutin daerah adalah pengeluaran yang digunakan untuk membiayai gaji pegawai daerah.

d). Bunga dan cicilan utang adalah pengeluaran yang digunakan untuk membayar bunga dan cicilan dari pinjaman pokok.

e). Pengeluaran Subsidi adalah pengeluaran negara untuk subsidi BBM dan nonBBM.

Pengeluaran Pembangunan

Pengeluaran pembangunan, yaitu pengeluaran untuk pembangunan, baik fisik seperti jalan, jembatan, gedung-gedung dan pembelian kendaraan dinas, maupun pembangunan nonfisik spritual, seperti penataran dan training atau pelatihan.

Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Pemerintah.

Besarnya pengeluaran pemerintah yang akan dilakukan dalam satu periode tertentu sangat tergantung pada berapa factor. Diantaranya adalah jumlah pajak yang akan diterima, tujuan kegiatan ekonomi jangka pendek dan pembangunan jangka Panjang, serta pertimbangan politik dan keamanan.

Proyeksi Pajak Yang Akan Diterima Oleh Pemerintah.

Salah satu factor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah jumlah pajak yang diproyeksikan. Jadi sebelum menyusun anggaran belanja, pemerintah harus membuat terlebih dahulu prediksi jumlah pajak yang akan diterima. Semakin besar jumlah pajak yang akan diterima, semakin besar pula belanja yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Tujuan Ekonomi yang Ingin Dicapai Pemerintah

Besarnya rencama anggaran pemerintah dipegaruhi juga oleh tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah. Pengeluaran pemerintah dapat memanipulasi atau mengatur kegiatan ekonomi kea rah yang dinginkan oleh pemerintah.

Beberapa tujuan dari kegiatan pengeluaran pemerintah adalah mengatasi masalah penangguran, mengurangi inflasi yang berlebihan, dan mempercapat pembangunan ekonomi dalam jangka Panjang. Untuk tujuan tujuan tersebut, pemerintah dapat mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan dari pedapatan yang diperoleh dari pajak.

Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah dapat melakukan pembiayaan pembangunan infrastruktur seperti membangun jalan, jembatan, irigasi, dan pelabuhan atau fasilitas umum lainnya. Upaya seperti itu, tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, yang terkadang tidak cukup hanya dibiayai oleh pendapatan  dari sector pajak. Namun pemerintah meminjam kepada negara lain atau mencetak uang.

Pertimbangan Politik dan Keamanan.

Pertimbangan politik dan kestabilan negara menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja negara. Pemerintah mengeluarkan pembiayaan untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan lainnya. Hal ini bertujuan agar perekonomian bisa berjalan dengan tujuan pembangunan. Kekacauan akibat perselisihan antara suku pada suatu daerah tentunya membutuhkan biaya untuk penyelesaiannya.

Selainitu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa dilakukan pada suatu daerah atau negara yang memiliki sengketasocial politik suku dll. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa saja melampaui dari pendapatannya hanya untuk mengatasi sengketa tersebut.

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Pengertian Pengeluaran Pemerintah dengan Pendapatan Negara dari Pajak dan Jenis Pendapatan Negara dari Pajak yang Contoh pendapatan negara dari pajak. Pengertian Penerimaan pemerintah dengan Pengertian Pendapatan negara dan Pendapatan negara dari Pajak Penghasilan atau Pendapatan negara dari Pajak Pertambahan Nilai. Pendapatan negara dari PajakPenjualan atas Barang Mewah dengan Pendapatan negara dari Pajak Bumi dan Bangunan dan Pendapatan negara dari Pajak Ekspor.
  9. Pendapatan negara dari PajakPendapatan negara dari Perdagangan Internasional dan Pendapatan negara dari Bea Masuk dan Cukai. PendapatanNegara dari Non Pajak dengan Fungsi Pajak Pada Pemerintah dan Fungsi Pajak Untuk Negara dan Contoh Pendapatan Negara non pajak. Contoh Pendapatan negara dari Hibah dan Pengertian Hibah pada Pemerintah Negara. Jenis Penerimaan negara bukan pajak dengan Contoh Negarayang memberi Hibah pada Indonesia dan Pengertian Pengeluaran Pemerintah serta Contoh BelanjaNegara.
  10. Tujuan Belanja Negara dan Tujuan Pengeluaran Pemerintah atau Faktor yang mempengaruhi pengeluaran pemerintah dengan Faktor yang mempengaruhi belanja negara. Fungsi Belanja negara dan fungsi pengeluaran pemerintah atau Proyeksi Pajak Yang AkanDiterima Oleh Pemerintah dengan  Tujuan Ekonomi yang Ingin Dicapai Pemerintah. PertimbanganPolitik dan Keamanan dan Contoh Pengeluaran untuk politik dengan contoh pengeluaran negarauntuk keamanan.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Pengertian Perusahaan Dagang. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembelian barang dagangan atau produk jadi atau produk akhir atau finished goods dan kemudian menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan atau pengolahan terlebih dahulu. Sama halnya dengan perusahaan lain, tujuan perusahaan dagang adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba.

Sedangkan yang dimaksud dengan barang dagangan atau merchandise inventory adalah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan, bahwa kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa mengubah bentuk.

Ciri -Ciri Perusahaan Dagang

Dari keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan dagang yang berbeda dengan ciri-ciri perusahaan jasa. Adapun ciri-ciri perusahaan dagang di antaranya sebagai berikut.

  • Aktivitasnya adalah pembelian dan penjualan barang dagangan.
  • Pendapatannya diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan.
  • Terdapat perhitungan harga pokok penjualan, HPP, untuk menentukan nilar laba atau rugi.
  • Beban biaya untuk operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri atas kegiatan – kegiatan sebagai berikut:

Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang

Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus ada buktinya. Dalam melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau memperoleh bukti transaksi. Adapan langkah kegiatannya adalah Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, Pencatatan dalam jurnal, dan Pemindahbukuan ke buku

Tahap Pengikhtisaran Akuntansi Perusahaan Dagang

Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa.

Adapun langkah kegiatannya adalah Pembuatan neraca saldo, Pembuatan jurnal penyesuaian, dan Pembuatan neraca lajur

Tahap Pelaporan Akuntansi Perusahaan Dagang

Penghitungan harga pokok penjualan, Pembuatan laporan keuangan, Pembuatan jurnal pembalik,  Pembuatan jurnal penutup, dan Pembuatan neraca saldo setelah penutup besar.

Penentuan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Pada perusahaan dagang, akun-akun yang dilaporkan dalam laba rugi adalah penghasilan dan beban. Penghasilan atau revenues diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan dan pendapatan lain di luar usaha pokok. Beban – beban terdiri atas harga pokok penjualan atau cost of goods sold, beban penjualan, dan beban di luar usaha.

HPP = persediaan awal + pembelian – persediaan akhir

Persediaan Awal Perusahaan Dagang

Persediaan awal merupakan barang dagangan yang tersedia di awal periode atau tahun buku berjalan. Nilai saldo persediaan awal barang dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.

Persediaan Akhir Perusahaan Dagang

Persediaan akhir merupakan barang dagangan yang tersedia di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan. Nilai saldo persediaan terdapat pada data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

Pembelian Perusahaan Dagang

Pembelian merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan, baik pembelian barang secara tunai maupun kredit. Nilai pembelian termasuk dengan biaya angkut pembelian barang namun dikurangi potongan dan retur pembelian.

Harga pokok penjualan, HPP adalah harga jual dasar dari barang dagangan sebelum ditambah keuntungan yang diinginkan perusahaan.

Harga pokok penjualan dibentuk dari nilai barang yang dimiliki atau persediaan awal ditambah nilai seluruh pembelian bersih dan dikurangi dengan nilai persediaan akhir.

Harga pokok penjualan dipergunakan untuk menentukan laba atau rugi. Ketika harga jual barang lebih besar daripada harga pokok penjualan maka perusahaan mendapatkan keuntungan laba. Sebaliknya, jika harga jual lebih rendah daripada harga pokok penjualan maka perusahaan menjadi rugi.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Contoh laporan keuangan Laba Rugi Perusahaan Dagang dapat dilihat pada gambar di bawah.

Contoh Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Contoh  Laporan Akuntansi Keuangan Perusahaan Dagang

Dari hasil laporan laba rugi di atas dapat diketahui bahwa keuntungan PT Ardra.biz adalah Rp109.824.000,00.

Daftar Pustaka:

  1. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  3. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  4. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  5. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  6. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  7. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  8. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  9. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta

Tujuan Kebijakan Uang Ketat Dan Kebijakan Uang Longgar

Tight Money Policy dan Easy Money Policy merupakan instrumen – instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan moneter. Kebijakan ini diterapkan dengan menggunakan fasilitas operasi pasar terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama-sama dengan instrumen lainnya. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual dan membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah.

Operasi pasar terbuka berarti Bank Indonesia membeli atau menjual sekuritas pemerintah bagi kepentingannya sendiri dalam pasar uang terbuka.  Sekuritas dalam bentuk surat-surat berharga dan obligasi seperti sertifikat Bank Indonesia, wesel, surat pembendaharaan negara, dan SBPU.

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah. Instrument ini dapat dilakukan sendiri, atau bersama dengan instrument lain.

Adapun tujuan dilakukannya kebijakan Tight Money Policy dan Easy Money Policy oleh pemerintahan adalah:

Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia
Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia

Tujuan Kebijakan Tight Money Policy,

Tight Money Policy atau dalam Bahasa Indonesianya biasa disebut dengan kebijakan uang ketat adalah kebijakan yang umum diambil oleh pemerintah melalui bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga, menjual Sertifikat Bank Indonesia, menaikan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat atau tigh money policy agar inflasi turun. Ketika masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah, maka jumlah uang beredar berkurang yang diikuti turunnya inflasi.

Tujuan Kebijakan Easy Money Policy,

Easy Money Policy atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut dengan kebijakan uang longgar adalah kebijakan yang biasa diambil oleh pemerintah melalui bank sentral yaitu Bank Indonesia untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Kebikjakan uang longgar ini dilakukan dengan menurunkan tingkat suku bunga (atau kebijakan diskonto), menurunkan cadangan kas (atau kebijakan cash ratio), dan mempermudah pemberian kredit.

Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat untuk melakukan kebijakan easy money policy agar investasi naik. Ketika pemerintah membeli surat-surat berharga dari masyarakat, maka jumlah uang beredar naik dan investasi naik pula. Jika investasi naik, maka dapat diharapkan pertumbuhan ekonomi juga ikut naik.

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank Indonesia yang ……..

Pengertian dan Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama……..

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas preferensi). Secara teoritis, uang diperuntukan a…….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijakan berikut: Kebijakan Moneter Kebijakan moneter …….

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara. Pertumbuhan …….

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setidaknya terdapat dua faktor utama yang cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat investasi, yaitu tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga pinjaman adalah biaya investasi yang menjadi……

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money ) yang…….

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga-harga secara umum nilainya turun dan sebaliknya …….

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan…….

Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.

Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.

Kata Dalam Artikel. Fungsi dan Tujuan Tight Money Policy dan Instrumen Kebijakan Moneter. Kebijakan Cadangan Wajib atau Reserve Requirement Policy, serta Kebijakan Tingkat Suku Bunga Diskonto atau Discount Rate Policy.

Open Market Operation adalah Operasi pasar terbuka dan Pengertian Easy Money Policy. Pengertian Kebijakan Cash Ratio adalah Kebijakan Diskonto, dan Kebijakan Moneter. Adapun Politik Cadangan Minimum adalah Politik Diskonto, dan SBI atau Sertifikat Bank Indonesia. Tujuan Kebijakan Moneter adalah Tujuan Open Market Operation dan Tujuan Operasi pasar terbuka.

Kegunaan Barang, Faktor Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia, Pengertian Contoh Soal

Pada prinsinya kebutuhan manusia dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu barang dan jasa.

Barang merupakan kebutuhan yang berwujud atau tangible , contohnya seperti perumahan,  pakaian, makanan, dan minuman.

Sedangkan jasa merupakan kebutuhan yang tidak berwujud atau intangible contohnya adalah kesehatan, pendidikan, rekreasi atau hiburan.

Kegunaan Barang Kebutuhan,

Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.

a). Kegunaan Bahan Dasar (Elementary Utility)

Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu.

Contoh, Gandum sebagai bahan dasar pembuatan roti. pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.

b). Kegunaan Bentuk (Form Utility), 

Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya.

Contohnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.

c). Kegunaan Waktu (Time Utility)

Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat.

Contohnya, sepeda motor hanya berguna ketika mau bepergian. jas hujan dan payung berguna pada saat musim hujan.

d). Kegunaan Tempat (Place Utility)

Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat.

Contohnya, pesawat berguna ketika di uadara, perahu berguna ketika berada di lautan.

e). Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility)

Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik yang tepat.

Contohnya, obat hanya berguna untuk orang sakit, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.

Faktor Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia,

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingginya kebutuhan manusia di antaranya adalah.

a). Sifat Alami Manusia

Sifat alami manusia tidak cepat puas terhadapa yang sudah dimilikinya, sehingga akan muncul kebutuhan lainnya seiring dengan situasi dan kondisi.

Contohnya. setelah mampu membeli sepeda motor sesorang akan berusaha untuk mendapatkan sepeda motor satu lagi atau mengganti dengan mobil.

b). Tingkat Pendapatan

Kebutuhan manusia sangat tergangtung pada pedapatan. Makin tinggi tingkat pendapatan seseorang semakin banyak kebutuhan hidupnya.

Contohnya, pengusaha memiliki kebutuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan pengawai gaji harian,

c). Lingkungan Alam

Kebutuhan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Manusia berusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan hidupnya sesuai keadaan alam sekitarnya.

Contohnya kebutuhan hidup di daerah dingin akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan hidup di daerah tropis, baik dari segi makanan, pakaian maupun perumahan.

d). Lingkungan Sosial

Manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya.

e). Kemajuan Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan kepada seseorang untuk mendapatkan informasi sekaligus membeli suatu barang. Hal tersebut dapat mendorong bertambahnya kebutuhan seseorang.

Contohnya, perdagangan on line menyebabkan kebutuhan lebih mudah didapat, sehingga menaikkan jumlah kebutuhan yang dipenuhinya.

f). Agama dan Kepercayaan

Perbedaan agama dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan timbulnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda sesuai dengan norma agama yang dianutnya.

Contohnya, setiap agama memerlukan alat-alat tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadahnya. Hal tersebut mendorong tiap-tiap agama mencari barang-barang yang beragam untuk digunakan dalam penyelenggaraan ibadahnya.

g). Akulturasi Budaya

Kebudayaan berpengaruh terhadap kebutuhan hidup seseorang baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan yang datangnya dari luar.

Hal ini menyebabkan terbentuknya perilaku dan kebiasaan yang berbeda yang akan menimbulkan berbagai kebutuhan.

Contohnya, bagi mayoritas masyarakat Indonesia nasi merupakan makanan pokok. Adapun bagi sebagian besar masyarakat Eropa dan Amerika roti merupakan makanan pokok.

h). Perdagangan Internasional

Adanya interaksi dengan negara asing menyebabkan terjadinya transaksi perdagangan internasional yang menimbulkan aliran barang dari luar negeri yang dapat mendorong peningkatan kebutuhan hidup.

Contohnya, Masyarakat Indonesia membutuhkan alat transpotasi udara pesawat yang di impor dari negara asing. Handphone merupakan kebutuhan yang diakibatkan oleh perdagangan internasional.

Manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperoleh dan atau dimilikinya.

Pertumbuhan penduduk dunia yang relatif tinggi. Pada tahun 2011, di Indonesia jumlah bayi yang lahir mencapai 10.000 orang per hari atau sekitar empat juta jiwa per tahun. Sedangkan Di seluruh dunia Setiap tahun diperkirakan 135 juta bayi yang baru terlahir.

Kebutuhan manusia cenderung tidak terbatas, dilain pihak, sumber daya yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa sangat terbatas.

Keterbatasan sumber daya inilah yang kemudian disebut kelangkaan (scarcity). Adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia menyebabkan manusia dihadapkan pada pilihan – pilihan yang bersifat individu maupun kolektif.

Contoh pilihan yang bersifat individu adalah seorang mahasiswa yang dihadapkan pada pilihan untuk membeli buku pelajaran atau pakaian. Sedangkan contoh pilihan kolektif adalah pilihan untuk membangun rumah sakit atau membangun jembatan.

Contoh Soal Ujian Kebutuhan Manusia dan Sumber Daya Alam

Soal 1. Perkembangan kebutuhan manusia, di antaranya disebabkan oleh faktor ….

a). perdagangan internasional

b). terbatasnya faktor produksi

c). banyaknya kebutuhan jasmani

d). terbatasnya pengetahuan manusia

e). banyaknya uang yang beredar

Soal 2. Jumlah sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia sifatnya ….

a). langka atau terbatas dibandingkan dengan kebutuhan

b). bebas dan dapat dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan

c). hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak

d). cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

e). dapat diperbarui dengan cepat

Soal 3. . Suatu keadaan adanya keseimbangan antara kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan disebut ….

a). kaya

b). bahagia

c). subur

d). makmur

e). sejahtera

Soal 4. Kebutuhan yang dapat menenteramkan jiwa manusia termasuk kebutuhan ….

a). tersier

b). individu

c). rohani

d). sosial

e). jasmani

Soal 5. Kelangkaan sumber daya ekonomi menunjukkan bahwa sumber daya ….

a). tidak tersedia

b). kurang banyak

c). tidak terbatas

d). jumlahnya sedikit

e). jumlahnya relatif terbatas

Daftar Pustaka:

  1. Bouman, PJ., 1980, “Ilmu Masyarakat Umum”, Penerbit PT Pembangunan, Jakarta.
  2. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Bouman, P.J., 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  5. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Kebutuhan Manusia dan Sumber Daya Alam, Faktor Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia, pengertian barang tangible, pengertian kebutuhan dasar,
  8. Ardra,Biz, 2019, “pengertian kebutuhan jasmani, pengertian kebutuhan kultural, pengertian kebutuhan mewah, pengertian kebutuhan pelengkap, pengertian kebutuhan primer,
  9. Ardra.Biz, 2019, “pengertian kebutuhan rohani, pengertian kebutuhan sekunder, pengertian kebutuhan tersier, pengertian scarcity, pengetian intangible, Pengertian kebutuhan intangible,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Jenis kebutuhan manusia, Pilihan individu, Pilihan kolektif, Contoh Kebutuhan Manusia, Contoh Sumber Daya Alam, Contoh Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia, Contoh barang tangible,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh kebutuhan dasar, Contoh kebutuhan jasmani, Contoh kebutuhan kultural, Contoh kebutuhan mewah, Contoh kebutuhan pelengkap, Contoh kebutuhan primer, Contoh kebutuhan rohani,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Contoh kebutuhan sekunder, Conoth kebutuhan tersier, Contoh scarcity sumber daya alam, Contoh Kebutuhan intangible,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Kebutuhan kebutuhan intangible, Jenis kebutuhan manusia, Pilihan individu, Pilihan kolektif, Contoh kebutuhan Sekunder, Contoh kebutuhan tersier,

Faktor Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi,

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya .  Kelangkaan dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketika kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas jumlahnya.

Beberapa Sumber daya diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumbe daya modal, dan serta wirausaha (entrepreneur).

Kelangkaan Sumber Daya Alam

Kelangkaan sumber daya alam dapat diartikan terbatasnya persediaan sumber daya yang terkandung di alam, baik sumber daya biotik (hewan dan tumbuhan) maupun sumber daya abiotik (tanah, udara, barang tambang, air, dan iklim).

 Contoh Sumber Daya Alam adalah Barang tambang, batubara, perak, emas, minyak, kayu, rempah, dan sebagainya

Kelangkaan Sumber Daya Manusia

Kelangkaan sumber daya manusia adalah sulitnya ditemukan manusia yang berkualitas, baik dari segi pengetahuan maupun keahlian yang mampu menjalankan kegiatan ekonomi.

Contoh Sumber Daya Manusia adalah Manusia yang memiliki keahlian, keterampilan, akhlak baik, kekuatan fisik baik.

Kelangkaan Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah segala sumber daya hasil buatan manusia yang dapat digunakan untuk mempermudah terlaksananya proses produksi. Jadi Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya.

Kelangkaan sumber daya modal berarti langkanya sumber sumber modal seperti langkanya kemampuan membuat sumber yang dapat digunakan untuk produksi seperti mesin, Gedung tanah dan sebagainya.

Contoh Sumber Daya Modal adalah geding, mesin, saham, hak cipta, dana uang,

Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha

Sumber daya kewirausahaan (entrepreneurship) adalah factor produksi yang tugas dan fungsinya mengelola dan menggabungkan faktor produksi (alam, tenaga kerja, dan modal) untuk menghasilkan barang dan jasa kebutuhan manusia.

Kelangkaan sumber daya wirausaha merupakan sedikitnya orang yang berpikir kreatif dan inovatif. Akibatnya sumber daya-sumber daya ekonomi yang ada tidak dapat dikelola secara maksimal karena kurangnya kemampuan menjalankan gagasan kreatif tersebut.

Contoh Sumber Daya Wirausaha adalah seorang wirausaha yang berhasil adalah Bill Gates penemu DOS (Disc Operating System) dan pendiri Microsoft, perusahaan perangkat lunak komputer yang sangat terkenal. Di Indonesia sendiri banyak ditemukan wirausaha sukses, seperti Bob Sadino (Pengusaha Retail).

Pada dasarnya sumber daya ekonomi yang terdapat dimuka bumi sangat beragam atau memiliki banyak jenisnya. Namun demikian, Sumber daya ekonomi tersebut bersifat langka atau terbatas. Selain itu tiap daerah mungkin memiliki jenis dan jumlah yang tidak sama.

Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam
Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam

Yang menjadi perhatian dalam memenuhi kebutuhan adalah bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan barang untuk pemenuhan kebutuhan terbatas. Keadaan ini akan menjadi sebuah keadaan yang dinamakan dengan kelangkaan.

Dari  kenyataan tersebut, munculah inti persoalan ekonomi, yaitu bagaimana sumber daya yang jumlahnya terbatas tersebut dapat memenihi  kebutuhan manusia yang beraneka ragam.

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumber daya menjadi langka atau terbatas. Sebab – sebabnya antara lain adalah:

Perbedaan Letak Geografis

Sebenarnya, Sumber daya alam yang ada tidak tersebar secara merata di muka bumi. Ada daerah yang memiliki minyak berlimpah, namun daerah lainnya tidak. Ada daerah yang sangat subur, di daerah lainnya begitu gersang.

Perbedaan kondisi ini dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya alam. Sehingga, masyarakat perlu pengorbanan yang lebih besar untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya.

Misalnya, di daerah pegunungan berkapur sumber daya air sulit ditemukan. Pada musim kemarau, penduduknya harus mencari atau membeli air. Hal ini Berbeda dengan masyarakat di dataran rendah yang dengan mudah memperoleh air dari sumur.

Pertumbuhan Penduduk Terlalu Cepat

Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.

Gejala ini sudah lama menjadi perhatian seorang ekonom bernma Thomas Robert Malthus. T. R. Malthus mengamati bahwa pertumbuhan manusia jauh lebih cepat jika dibandingkan laju pertumbuhan produksi pertanian.

Kemampuan Faktor Produksi

Kemampuan faktor produksi untuk proses pembuatan barang dan jasa memiliki beberapa hambatan dan keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja memerlukan waktu untuk istirahat, terkadang  sakit, ataupun sesekali harus cuti.

Selain itu, kerja mesin produksi memiliki keterbatasan dari desain baik kapasitas maupun daya tahan operasionalnya.

Kemajuan Teknologi yang Tidak Sama

Kemajuan dan Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak selalu sama. Di negara – negara maju, perkembangan teknologi terjadi cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perubahan kebutuhan akan barang dan jasa jauh lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan teknologinya. Hal ini diduga akibat adanya kecenderungan masyarakat yang suka menyontek gaya hidup dari negara maju.

Terjadi Bencana Alam

Walaupun  bencana alam merupakan faktor yang berada di luar perkiraan manusia. Namun, demikian, bencana alam sering terjadi karena ulah manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan alam.

Manusia eksploitasi kekayaan alam tanpa mengindahkan masalah kelestariannya. Bencana alam cenderung rusak sumber daya yang ada. Terjadi  korban jiwa dan rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin – mesin produksi.

Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, membutuhkan waktu yang relatif lama dengan modal yang cukup besar.

Eksplorasi Sumber Daya Alam Berlebihan

Adanya eksploitasi manusia terhadap sumber daya alam yang meng akibatkan kerusakan. Misalnya, penebangan hutan yang tidak disertai dengan upaya-upaya perbaikan atau penanaman kembali.

Contoh Soal Ujian Kelangkaan Sumber Daya

Soal 1. Penyebab timbulnya kelangkaan adalah ….

a). ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan yang banyak sementara jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas

b). banyak masyarakat kaya daripada masyarakat yang miskin

c). adanya proteksi dari pemerintah

d). banyak pengusaha yang menguasai perdagangan

e). semakin sempitnya kesempatan kerja

Soal 2. Sesuatu yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup manusia tidak terganggu disebut ….

a). kelangkaan

b). kebutuhan

c). keinginan

d). kemakmuran

e). kemampuan

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Jenis Kelangkaan Sumber Daya,    Pengertian Kelangkaan Sumber Daya,  Kelangkaan Sumber Daya Alam,  Kelangkaan Sumber Daya Manusia, Kelangkaan Sumber Daya Modal,  Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha,  Contoh Soal Ujian Kelangkaan Sumber Daya,   Contoh Kelangkaan Sumber Daya,   Contoh Kelangkaan Sumber Daya Alam,
  9. Contoh Kelangkaan Sumber Daya Manusia, Contoh Kelangkaan Sumber Daya Modal,  Contoh Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha,  Contoh Soal Ujian Kelangkaan Sumber Daya,   Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam,  Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Manusia, Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Modal,  Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha,
  10. Cepatnya Pertumbuhan Penduduk, Faktor Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam, Kemampuan Produksi, Pengertian Bencana Alam, Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam, Pengertian Pertumbuhan Penduduk, Pengertian Sumber Daya, Perbedaan Letak Geografis, Perkembangan Teknologi yang Tidak Sama, Sebab Kelangkaan Sumber Daya,

Sistem Ekonomi Pasar Bebas, Pengertian Contoh Keuntungan Kerugian,

Pengertian Pasar Bebas. Pasar Bebas adalah suatu bentuk pasar yang terdiri dari pasar – pasar barang yang bersifat persaingan sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna, setiap perusahaan akan dapat mencapai efisiensi alokatif dan efisiensi produktif.

Sistem Ekonomi Pasar Bebas
Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Efisiensi Alokatif.

Suatu perusahaan dikatakan telah mencapai efisiensi alokatif apabila tingkat harga sama dengan biaya marginal. Pada periode jangka panjang, setiap perusahaan dalam pasar persaingan sempurna mencapai suata keadaan yaitu Harga sama dengan Biaya Marginal.

Jika efisiensi alokatit terjadi, maka kemakmuran masyarakat dalam pasar persaingan sempurna akan mencapai maksimum. Kemakmuran yang diperoleh para konsumen diukur dengan cara membandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut dengan harga – harga yang ingin dibayar oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.

Efisiensi Produktif.

Suatu perusahaan dapat dikatakan telah mencapai efisiensi produktik apabila biaya  produksinya telah mencapai nilai yang paling minimum. Biaya Operasi perusahaan akan mencapai minimum bila perusahaan berdiri dalam pasar persaingan sempurna.

Perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat keuntungan normal seperti perusahaan dalam pasar persaingan monopolistic, namun biaya operasinya paling rendah dibandingkan perusahaan dalam persaingan monoplistik dan monopoli.

Keuntungan Perekonomian Pasar Bebas.

Para ekonom percaya bahwa system ekonomi pasar bebas mempunyai beberapa kelebihan dan keistimewaan jika dibandingkan dengan system – system ekonomi pasar yang lain. Beberapa keuntungan penerapan system perekonomian pasar bebas adalah:

  • Penggunaan factor – factor produksi menjadi lebih efisien.
  • Kegiatan perekonomian pasar diatur dan diselaraskan seefisien mungkin
  • Tercapainya pertumbuhan perekonomian yang lebih kuat
  • Adanya kebebasan para pelaku kegiatan ekonomi sesuai dengan yang diinginkannya.
  • Dapat menyelaraskan dan melakukan penyesuaian kegiatan ekonomi secara efisien
  • Mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam jangka panjang.
  • Pelaku ekonomi yaitu produsen dan konsumen mempunyai kebebasan dalam memilih kegiatan ekonomi yang ingin dijalaninya dan membeli barang dan jasa yang ingin dinikmatinya.

System ekonomi pasar bebas merupakan system paling mampu dalam mengatur operasi suatu ekonomi dan mewujudkan penyesuaian sebagai akibat perubahan di suatu atau beberapa pasar lainnya. Salah satu keuntungan dari pasar bebas adalah kemampuannya dalam melakukan penyesuaian dengan serta merta tanpa menunggu perintah atau pengaturan dari penguasa pusat. Dalam hal ini, system pasar bebas sangat mampu merespon berbagai perubahan ekonomi yang terjadi di banyak tempat sekalipun.

Kerugian Sistem Pasar Bebas.

Selain keuntungan yang diperoleh dari pernerapan system pasar bebas, sebenarnya ada beberapa kelemahan yang menyebabkan kegagalan dari system pasar bebas. Beberapa kelemahan dari system pasar bebas bersumber dari ketidakmampuan system pasar dalam mengatur kegiatan ekonomi, sehingga pada kenyataannya pasar bebas tidak menjadi lebih efisien. Adapun kegagalan system pasar bebas bersumber dari factor – factor sebagai berikut:

  • Akibat factor ekstern (eksternalitas) yang merugikan
  • Terjadinya kekurangan produksi barang public dan barang merit
  • Kegagalan dalam membuat penyesuaian yang efisien
  • Tidak seimbangnya distribusi pendapatan
  • Terdapatnya kekuasaan monopoli dalam pasar

Pasar perssaingan sempurna di berbagai kegiatan ekonomi adalah ciri dari ekonomi pasar bebas. Dalam prakteknya tidak satu jenis pasar barang pun dapat digolongkan sebagai pasar persaingan sempurna. Ketiadaan pasar persaingan sempurna ini menyebabkan suatu pereknomian tidak dapat mencapai efisiensi alokatif dan efisiensi produktif.

Dengan demikian system pasar bebas yang sebenarnya belum tentu mencapai keadaan yang ideal yang mcerminkan efisiensi yang tinggi dalam kegiatan – kegiatan ekonomi yang dijalankannya.

Dalam system ekonomi pasar bebas, terdapat keadaan – keadaan yang mendorong terjadinya kekuatan monopoli dari perusahaan perusahaan yang memiliki modal dan sumber daya besar. Akan terdapat perusahaan – perusahaan yang tumbuh dan berkembang lebih pesat dari yang lainnya. Pada akhirnya perusahaan ini akan memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi keadaan pasar dan menjadi monopoli

Faktor Produksi Tenaga Kerja, Pengertian, Jenis, Pasar Tenaga Kerja, Contoh Soal Ujian,

Pengertian Produksi. Produksi adalah kegiatan atau usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen.

Contoh Produksi adalah bahan galian ditambang kemudian diolah menjadi logam setengah jadi, kemudian logam ini dibentuk menjadi peralatan rumah tangga seperti peralatan dapur berupa panci, sendok dan lainnya.

Pengertian Faktor Produksi.

Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa.  Faktor produksi terdiri dari factor asli dan factor turunan. Factor produksi asli terdiri dari alam dan tenaga kerja. Sedangkan factor turunan terdiri dari faktor modal dan pengusaha.

Faktor Produksi Tenaga Kerja.

Faktor produksi tenaga kerja, yaitu faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia. Berdasarkan sifatnya, faktor produksi tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja jasmani dan tenaga kerja rohani. Berdasarkan kemampuannya, tenaga kerja dibagi menjadi terdidik, terlatih dan tidak terdidik dan tidak terlatih.

Tenaga Kerja Jasmani

Tenaga kerja jasmani, yaitu kegiatan kerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan jasmani atau fisik. Dalam kesehariannya tenaga kerja ini lebih sering disebut sebagai tenaga kerja kasar atau buruh. Contohnya: tukang, buruh angkut, kuli pelabuhan, buruh bangunan, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Rohani

Tenaga kerja rohani, yaitu kegiatan kerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan pikiran atau otak. Tenaga kerja ini lebih sering disebut tenaga kerja professional. Contohnya adalah guru pengajar, menteri, direktur, dan lain-lain.

Berdasarkan kemampuan, faktor produksi tenaga kerja dibagi menjadi:

Tenaga Kerja Terdidik.

Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus dan teratur. Tenaga kerja ini dihasilkan dari lembaga pendidikan formal dari tingkat dasar sekolah dasar (SD) sampai pendidikan tinggi seperti universitas atau institute, atau sekolah tinggi. Contoh: insinyur, dokter, guru, akuntan, hakim, pengacara, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Terlatih.

Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan latihan-latihan dan pengalaman. Tenaga terka ini disiapkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan atau khursus. Contohnya: montir untuk bengkel kendaraan, operator alat berat, juru masak koki,  juru las, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih.

Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour), yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan. Tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan. Contohnya: kuli, tukang, pemulung, dan lain-lain.

Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja atau bursa tenaga kerja adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja datang dari rumah tangga perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja atau memiliki lowongan kerja atau dari lapangan kerja, sedangkan penawaran tenaga kerja datang dari rumah tangga konsumen yaitu angkatan kerja atau para pencari kerja.

Di Indonesia bursa tenaga kerja ini ditangani oleh Departemen Tenaga Kerja dan Lembaga swasta seperti Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) yang telah mendapat ijin dari Departemen Tenaga Kerja. Adanya bursa tenaga kerja dimasudkan untuk mengkoordinir pertemuan antara pencari kerja dengan organisasi/ lembaga- lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.

Perusahaan atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya kepada Dinas Tenaga Kerja. Kemudian, Dinas tenaga kerja menyampaikan kebutuhan tenaga kerja kepada masyarakat.

Para pencari kerja mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dengan mengirimkan keterangan atau berkas keterangan tentang dirinya.

Contoh Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja sebagai media yang mempertemukan antara pihak yang mencari pekerjaan dengan pihak yang memerlukan tenaga kerja. Di Indonesia banyak pihak yang mencoba menjembatani pertemuan antara dua pihak di atas. Ada Departemen Tenaga Kerja, ada lembaga swasta seperti Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI), ada bursa kerja semua dimaksudkan untuk mengkoordinir pertemuan antara pencari kerja dengan organisasi/lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Kerja

Permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan dipengaruhi beberapa faktor di antaranya sebagai berikut.

1). Kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara.

2). Tingkat produksi barang yang dihasilkan.

3). Tinggi rendahnya laba pengusaha.

4). Adanya investasi dari pengusaha

5). Kualitas tenaga kerja

Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Tenaga Kerja

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penawaran  tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh

1). Jumlah penduduk,

2). Struktur penduduk menurut umur,

3). Tingkat pendidikan,

4). Tingkat upah dan lainnya.

Kurva Pemintaan dan Penawaran Tenaga Kerja

Kurva permintaan tenaga kerja bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Sehingga punya kemiringan negative. Artinya, semakin tinggi tingkat upah tenaga kerja semakin sedikit permintaan terhadap tenaga kerja. Kurva Permintaan tenaga kerja ditunjukkan oleh garis D (dalam gambar garis merah)

Sedangkan kurva penawaran tenaga kerja bergerak naik dari kiri bawah ke kanan atas. Artinya, semakin tinggi upah semakin banyak tenaga kerja yang bersedia menawarkan tenaganya. Kurva penawaran tenaga kerja ditunjukkan oleh garis S (dalam gambar garis biru)

Kurva Pemintaan dan Penawaran Tenaga Kerja, Gambar Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja
Kurva Pemintaan dan Penawaran Tenaga Kerja, Gambar Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja

Perpotongan antara kurva permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja akan membentuk harga tenaga kerja/ tingkat upah pada jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Pada gambar perpotongan kurva permintaan dan penawaran tenaga kerja ditunjukkan oleh titik E.

Fungsi Peran Manfaat Bursa Tenaga Kerja

Pasar atau bursa tenaga kerja akan mempermudah bagi orang yang sedang mencari pekerjaan untuk mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan. Oleh karena itu pasar atau bursa tenaga kerja memiliki banyak manfaat yang di antaranya adalah :

1). Manfaat bagi pemerintah adalah dapat mengurangi pengangguran karena dengan adanya pasar tenaga kerja akan lebih banyak tenaga kerja yang dapat tersalurkan.

2). Manfaat bagi perusahaan atau lembaga-lembaga lain adalah akan lebih memudahkan dalam mencari tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan atau sesuai kebutuhannya.

3). Manfaat bagi pencari kerja adalah menjadi lebih mudah untuk mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan sesuai yang diinginkannya.

Contoh Soal Ujian Faktor Produksi Tenaga Kerja

Soal 1. Akuntan dan dokter adalah contoh tenaga kerja . . . .

a.terlatih.

b. terpenting.

c. terdidik

d. tidak terlatih.

e. tidak terdidik

Soal 2. Hasil produksi yang dibuat untuk menghasilkan barang dan jasa yang lain disebut faktor produksi. . . .

a.. alam.

b.. modal.

c.. tenaga kerja.

d.. pengusaha.

e.. turunan

Soal 3. Mereka yang telah lulus sekolah dan mendapat pelatihan di bidangnya dinamakan.
a. tenaga kerja tidak terampil
b. tenaga kerja terdidik
c. tenaga kerja siap pakai
d. tenaga kerja terampil
e. tenaga kerja yang dibutuhkan

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
error: Content is protected !!