Sistem dan Asas Pemungutan Pajak

Supaya berjalan lancar tanpa mengalami hambatan yang berarti, maka pelaksanaan pemungutan pajak terhadap masyarakat harus menggunakan sistem atau asas yang sudah diberlakukan oleh pemerintah atau negara. Adapun system dan asas pemungatan pajak yang berlaku adalah:

A. Sistem Pemungutan Pajak

Ada empat macam sistem pemungutan pajak yang bisa digunakan, yaitu sebagai berikut.

1) Official Assesment System

Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak. Para wajib pajak dapat langsung membayar sesuai hasil perhitungan yang sudah dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak.

2) Self Assesment System

Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan sendiri oleh wajib pajak dan kemudian pajak dibayarkan sesuai dengan yang sudah dihitungnya.

3) Semi-Self Assesment System

Dalam sistem ini penghitungan pajak dilakukan oleh wajib pajak bersama dengan aparatur pajak. Kemudian wajib pajak dapat membayar pajak yang sudah dihitung secara bersama.

4) With Holding System

Dalam sistem ini penghitungan pajak tidak dilakukan oleh wajib pajak dan aparatur pajak, tetapi dilakukan oleh pihak ke tiga yang ditunjuk. Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan, pemungutan pajak penghasilan menggunakan Self Assesment System dan pemungutan pajak penjualan atas barang mewah menggunakan With Holding System.

B. Asas Pemungutan Pajak

Supaya tercipta keadilan dan tidak memberatkan anggota masyarakat, pemungutan pajak perlu memperhatikan asas- asas atau prinsip- prinsip pemungutan pajak yang sudah diperkenalkan  oleh Adam Smith dengan istilah Smith’s Canon, yang terdiri dari:

1) Prinsip Keadilan/ Kesamaan (Equity)

Pemungutan pajak harus dilakukan seara adil dan sesuai dengan kemampuan masing masing individu wajib pajak.

2) Prinsip Kepastian (Certainly)

Pemungutan pajak harus jelas dan pasti sehingga dapat dipahami atau dimengerti oleh wajib pajak agar mudah dalam perhitungan dan administrasinya.

3) Prinsip Kelayakan (Convenience)

Pemungutan pajak tidakboleh memberatkan wajib pajak sehingga wajib pajak bisa merasa nyaman dan sukarela dalam membayar pajak. Jika ada kelebihan dalam pembayaran pajak, pemerintah wajib mengembalikannya pada wajib pajak dalam jangka waktu satu bulan.

4) Prinsip Ekonomi (Economy)

Pemungutan pajak harus memenuhi syarat ekonomi, yaitu hasil pajak mampu memenuhi kebutuhan negara dan pemungutan pajak tidak menghambat kemajuan ekonomi.

Daftar Pustaka

Pengertian Sistem dan Asas Pemungutan Pajak dengan Sistem Pemungutan Pajak, JenisMacam Sistem Pemungutan Pajak.  Sistem Pemungutan Pajak dan Contoh Sistem Pemungutan Pajak dan Official Assesment System. Self Assesment System dan Semi- Self Assesment System atau penghitungan pajak dilakukan oleh wajib pajak dan aparatur pajak. With Holding System dengan  penghitungan pajak tidak dilakukan oleh wajib pajak dan aparatur pajak.

Sistem Pemungutan Pajak barang mewah dan Sistem Pemungutan Pajak Penghasilan dengan System penghitungan pajak dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak dan System penghitungan pajak dilakukan sendiri oleh wajib Pajak. Asas Pemungutan Pajak dan Pengertian asas Pemungutan Pajak dengan Pengertian Smith’s Canon. Jenis macam asas pemungutan pajak.

Contoh Asas Pemungutan Pajak dengan Prinsip Keadilan/ Kesamaan (Equity) dan Prinsip Kepastian (Certainly). Prinsip Kelayakan (Convenience) atau PrinsipEkonomi (Economy).