Pengertian, Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Pengertian Politik Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama-sama dengan instrumen lainnya. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual dan membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah.

Operasi pasar terbuka berarti Bank Indonesia membeli atau menjual sekuritas pemerintah bagi kepentingannya sendiri dalam pasar uang terbuka.  Sekuritas dalam bentuk surat-surat berharga dan obligasi seperti sertifikat Bank Indonesia, wesel, surat pembendaharaan negara, dan SBPU.

Jika pemerintah melakukan kebijakan uang ketat atau Tight Money Policy (TMP) ini artinya pemerintah melakukan penjualan surat-surat berharga kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah.

Mekanisme jual beli surat berharga dari pemerintah ke masyarakat disertain dengan alairan uang dari masyarakat ke pemerintah.  Jumlah uang beredar menjadi berkurang. Keadaan ini dapat memperlambat laju inflasi.

Jika pemerintah melakukan kebijakan Easy Money Policy atau kebijakan uang longgar, maka pemerintah melakukan pembelian surat-surat berharga dari masyarakat. Uang dari pemerintah mengalir ke masyarakat. Jumlah uang beredar bertambah. Tingginya uang beredar dapat meningkatkan jumlah investasi. Dengan adanya investasi tinggi tersebut akan meningkatkan lapangan kerja baru.

Tujuan Kebijakan Politik Operasi Pasar Terbuka.

Beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan dilaksanakannya kebijakan politik operasi pasar terbuka adalah:

  1. Mempengaruhi jumlah uang beredar, baik untuk memperbesar atau ekspansi dan memperkecil atau kontraksi jumah uang beredar. Bank Sentral dapat menambah jumlah uang beredar dengan cara membeli surat berharga yang ada di pasar atau dipegang masyarakat. Sebaliknya, Bank Sentral dapat mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menjual surat berharga ke masyarakat atau ke pasar.
  2. Mencapai dan memelihara kestabilan harga atau nilai rupiah. Perkembangan kegiatan ekonomi suatu negara akan berjalan dengan mulus ketika kestabilan harga dapat dijaga. Ini artinya inflasi dijaga tetap rendah.
  3. Mendorong pertumbuhan investasi. Peningkatan jumlah Investasi dapat meningkatan terbukanya lapangan kerja yang cukup luas dan secara simultan dapat mengurangi jumlah pengangguran. Sehingga, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan perkenomian sesuai dengan yang telah direncanakan.

Daftar Pustaka:

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas preferensi). Secara teoritis, uang diperuntukan a…….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijakan berikut: Kebijakan Moneter Kebijakan moneter …….

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara. Pertumbuhan …….

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setidaknya terdapat dua faktor utama yang cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat investasi, yaitu tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga pinjaman adalah biaya investasi yang menjadi……

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money ) yang…….

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga-harga secara umum nilainya turun dan sebaliknya …….

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan…….

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Definisi Pengertian Faktor Pertumbuhan Ekonomi Beberapa factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya adalah: Tanah Dan Kekayaan Alam Factor Tanah dan kekayaan alam merupakan factor yang……..

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank Indonesia yang ……..

Pustaka:

Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.