Teori Sistem Pemberian Upah, Penjelasan Contoh Soal

Pengertian Teori Upah Normal

Teori ini disebut juga teori upah alami atau natural wages. Pada teori ini dinyatakan bahwa besarnya tingkat upah yang diberikan kepada pekerja didasarkan pada biaya yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup pekerja beserta keluarganya dan tentu saja tingkat upah ini akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Teori upah ini merepresentasikan bahwa besarnya tingkat upah akan selalu mengalami perubahan, baik naik maupun turun. Perubahan upah ini dipengaruhi oleh jumlah penawaran tenaga kerja.

teori-sistem-pemberian-upah

teori-sistem-pemberian-upah

Jika upah rendah, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi kurang terjamin. Kondisi ini akan menimbulkan pertambahan penduduk rendah. Pengaruh selanjutnya adalah jumlah penawaran tenaga kerja menjadi kurang. Sehingga mengakibatkan upah cenderung naik.

Demikian puka sebaliknya, jika upah tinggi, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya akan terjamin. Pertambuahan penduduk meningkat. Pengaruh selanjutnya, penawaran tenaga kerja ikut naik. Akibatnya melimpahnya tenaga kerja maka, upah cenderung turun. Teori ini dikemukakan oleh ilmuwan David Ricardo.

Teori Upah Besi

Teori upah ini menjelaskan adanya tingkat upah yang ditetapkan oleh perusahaan. Penetapan bertujuan agar tingkat upah menjadi rendah. Hal ini dilakukan agar perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Pada tingkat upah yang rendah, pekerja hanya dapat menerima kenyataan dan tidak dapat mempengaruhi tingkat upah. Konsekuensinya adalah para pekerja hanya dapat memenuhi hidupnya pada tingkat yang sangat minimal.

Pekerja terpaksa menerima pekerjaan dengan tingkat upah yang rendah karena kedudukan pekerja di mata perusahaan sangat lemah. Teori ini disampaikan oleh Ferdinand Lasalle.

Teori Upah Etika.

Teori upah ini menjelaskan tentang tingginya upah yang diterima para pekerja agar dapat menjamin kehidupan pekerja yang bersangkutan beserta keluarganya secara layak atau baik.

Tingkat upah ini merupakan upah yang seharusnya diterima olah para pekerja. Teori ini tidak semata – mata hanya memperhatikan pekerja saja, namun juga memperhatikan keluarganya.

Teori Upah Produktivitas Batas Kerja           

Teori upah ini termasuk sebagai teori upah modern. Tinggi rendahnya tingkat upah tergantung dari kemampuan atau produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Untuk membatasi agar  produktivitas tenaga kerja tidak berlebihan, maka ditetapkan batas produktivitas tenaga kerja yang biasa disebut dengan marginal productivity.

Teori upah ini awalnya dikemukakan oleh Von Thunen dan disempurnakan oleh J.B Clark

Sistem Pemberian Upah

Pada dasarnya upah dapat dibedakan menjadi upah nominal dan upah riil.

Upah nominal adalah besarnya uang yang diterima para pekerja sebagai balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja yang mereka serahkan.

Upah rill adalah besarnya barang dan jasa yang dapat diperoleh atau dibeli dengan jumlah upah yang mereka terima.

Jenis – Jenis sistem pemberian upah dapat dibagi sebagai berikut:

  • Sistem Pemberian upah Menurut waktu, berdasarkan lamanya waktu bekerja.
  • Sistem Pemberian upah per satuan, berdasarkan banyaknya, jumlah satuan hasil pekerjaan
  • System Pemberian upah Borongan, berdasarkan pada prestasi kerja sampai dengan selesainya pekerjaan yang diserahkan.
  • System pemberian upah Bonus, berdasarkan perpaduan antara upah menurut waktu dan upah per satuan.
  • System pemberian upah Indeks, berdasarkan indeks harga kebutuhan pokok sehari – hari.
  • System pemberian upah mitra kerja atau mitra usaha, pekerja mendapat upah dan bagian laba usaha dari perusahaan tempat pekerja bekerja.
  • System pemberian upah skala, berdasarkan pada perhitungan skala hasil penjualan perusahaan
  • System pemberian upah secara partisipasi (profit sharing), berdasarkan ketentuan perusahaan yang berlaku dan ditambah dengan bagian keuntungan perusahaan.