Faktor Yang Mempengaruhi Transaksi Berjalan

Beberapa factor penting yang mempengaruhi keseimbangan rekening transaksi berjalan suatu Negara adalah inflasi, pendapatan, kurs valuta asing, dan restriksi pemerintahan.

Inflasi Domestic.

Inflasi suatu Negara akan berpengaruh negative terhadap keseimbangan transaksi berjalan. Inflasi domestic yang relative lebih tinggi dari inflasi Negara partner dagangnya akan menyebabkan nilai barang domestik menjadi relative lebih mahal. Konsumen dan perusahaan domestic cenderung memilih barang-barang impor dan jasa yang lebih murah. Kecenderungan impor menjadi tinggi, dan ekspor menjadi rendah.

Pendapatan Domestik.

Negara dengan persentasi pendapatan siap pakainya relative tinggi cenderung akan mengalami penurunan keseimbangan transaksinya. Jika pendapatan naik, maka konsumsi barang dan jasa akan meningkat, termasuk konsumsi barang dan jasa dari luar negeri.

Kurs Valuta Asing.

Negara yang memiliki mata uangnya cenderung apresiasi terhadap mata uang asing cenderung akan mengalami penurunan transkasi berjalannya. Mata uang domestic yang terapresiasi akan menjadi lebih mahal dari mata uang asing. Barang-barang domestic yang diekspor menjadi lebih mahal di luar negeri. Sementara itu, barang dan jasa yang diimpor dari luar negeri menjadi lebih murah. Pada akhirnya, impor cenderung menjadi meningkat.

Restriksi Pemerintah.

Pemerintahan dapat mempengaruhi transaksi berjalannya dengan memberlakukan bea masuk atau pajak barang impor dan kuota. Bea masuk atau pajak ini akan menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal dari barang local. Kuota merupakan pembatasan terhadap jumlah barang impor. Pembatasan ini akan dapat mengurangi deficit dari transaksi berjalan.

Pemerintah juga dapat melakukan kebijakan dengan mengatur nilai mata uangnya atau dengan melakukan subsidi produksi terhadap industry dalam negeri.

Pustaka:

  1. Kuncoro. M., 1996,”Manajemen Keuangan Internasional, Pengantar Ekonomi dan Bisnis Global”, BPFE, Yogyakarta.
  2. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
  3. Hady. H., 2008,”Manajemen Keuangan Internasional”, Yayasan Administrasi Indonesia,  Cetakan Keempat,Jakarta.
  4. Ardiyan. A., 2008, “The Master Traders, Belajar dari Traders Sukses Dunia”, Gramedia Pustaka, Jakarta.
  5. Darmawi.,H, 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial”, Bumi Aksara,