Pengertian Hukum Coulomb. Hukum Coloumb merupakan sebuah aturan yang mengemukakan tentang hubungan antara gaya listrik dan besar masing masing muatan listrik.
Hukum Coulomb menyatakan bahwa Gaya tarik – menarik atau tolak – menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dengan muatan- muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut.
Secara matematis hukum Coulomb dapat dinyatakan dengan formulasi menggunakan rumus persamaan berikut.
F = k (q1 x q2)/r2
F = gaya Coulomb, N
q = muatan listrik, Coulomb, C
r = jarak antara kedua muatan, m
k = konstanta kesebandingan, Nm2/C2
Konstanta k merupakan permitivitas listrik ruang hampa yang biasa dinotasikan dengan ε0 dan dinyatakan dengan persamaan berikut:
k = 1/(4πε0)
jika nilai ε0 = 8,85 x 10-12 C2/Nm2, dengan demikian k adalah
k = 9 x109 Nm2/C2
Gaya Coulomb
Gaya Coulomb adalah gaya elektrostatik yang merupakan gaya tolak atau tarik yang ditimbulkan oleh dua muatan listrik pada jarak tertentu.
Gaya Coulomb mirip dengan gaya gravitasi dimana keduanya merupakan gaya yang nilainya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Gaya Coulomb dan gaya gravitasi ini merupakan gaya yang bersifat alamiah. Gaya alamiah lainnya di antaranya adalah gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya lemah, dan gaya kuat.
Gaya Gravitasi.
Gaya gravitasi merupakan gaya yang bekerja pada semua partikel dan menjaga planet- planet selalu tetap pada orbitnya selama mengitari matahari.
Gaya Elektromagnetik.
Gaya elektromagnetik adalah gaya yang bekerja di antara partikel bermuatan dan merupakan gaya yang mengikat atom- atom dan molekul- molekul.
Gaya Lemah (Weak Force).
Gaya lemah (weak force) merupakan gaya yang terjadi dalam peristiwa peluruhan radioaktif.
Gaya Kuat (Strong Force).
Gaya kuat (strong force) merupakan gaya yang berperan dalam menjaga neutron- neutron dan proton- proton bersama- sama dalam sebuah inti atom.
Ketentuan dari hukum Coulomb.
Jika gaya Coulomb F bernilai positif, maka kedua muatan akan saling tolak menolak. Sebaliknya, jika nilai gaya Coulomb F adalah negative, maka kedua muatan akan saling tarik menarik.
Contoh Soal Ujian Hukum Coulomb.
Dua buah muatan listrik masing – masing 20 mC dan -20 mC terpisah pada jarak 30 cm, tentukan besar dan arah gaya pada muatan di setiap muatannya.
Jawab.
q1 = 20 mC = 20 x 10-6 C
q2 = -20 mC = -20 x 10-6C
r = 30 cm = 0,3m
besar gaya F pada setiap muatan adalah:
F = (9 x 109 Nm2/C2) (20 x 10-6 C x – 20 x 10-6 C) / (0,3m) = -40N
Karena kedua muatan saling berlawanan yaitu q1 positif dan q2 negatif maka gaya Coulomb bertanda negative. Ini artinya gaya yang timbul adalah Tarik menarik. Arah gaya pada muatan q1 menuju ke q2, sedangkan arah gaya q2 menuju ke q1.
Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
Ardra. Biz, 2019, “Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Hukum Coulomb dengan Pengertian Gaya Coulomb dengan Gaya Listrik.
Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Ardra. Biz, 2019, “Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Hukum Coulomb, Pengertian Gaya Coulomb dengan Gaya Listrik, Pembahasan Contoh Soal Ujian Hukum Coulomb,
Ardra.Biz, 2019, Pengerian Hukum Coulomb, Pengertian Elektrostatik, Pengertian Gaya Elektromagnetik, Pengertian Gaya Gravitasi, Pengertian Strong Force, Pengertian Weak Force, Satuan Gaya Coulomb, Satuan muatan listrik,
Ardra.Biz, 2019, “Rumus Persamaan Hukum Coulomb, Pengertian permitivitas listrik Hukum Coulomb, Satuan konstanta kesebandingan hukum Coulomb, Pengertian konstanta kesebandingan hukum Coulomb, Bunyi Pernyataan Hukum Coulomb, Contoh Gaya alamiah, Contoh Gaya Strong, Contoh Weak Force,
Pengertian Medan Listrik. Gaya yang timbul di antara dua buah partikel bermuatan yang dipisahkan pada suatu jarak tertentu tanpa kontak antara keduanya disebut action at adistance.
Medan adalah ruang di sekitar benda yang setiap titik dalam ruang tersebut akan terpengaruh oleh gaya yang ditimbulkan benda. Jika partikel menghasilkan gaya listrik, maka medan yang timbul di sekitar partikel itu disebut medan listrik.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa medan listrik adalah daerah di sekitar muatan listrik yang masing – masing dipengaruhi oleh gaya listrik.
Medan listrik merupakan besaran vektor yang arahnya didefinisikan sebagai arah gaya yang dialami oleh suatu benda bermuatan positif.
Medan listrik direpresentasikan dengan garis- garis khayal yang menjauhi (atau keluar) muatan positif dan mendekati (atau masuk) muatan negatif. Kerapatan garis- garis gaya lsitrik menunjukkan besarnya kuat medan listrik.
Gaya Coulomb
Di sekitar muatan sumber q terdapat medan listrik sehingga muatan q yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik ini mendapat gaya Coulomb. Muatan lain q2 yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik ini juga mendapat gaya Coulomb.
Gaya Coulomb yang dialami oleh partikel bermuatan bergantung pada muatan partikel dan muatan sumber q. Untuk mengetahui efek medan listrik dari muatan sumber q, maka diletakkan suatu muatan uji dalam ruang di seitar medan listrik tersebut.
Cara Menghitung Kuat Medan Listrik.
Kuat medan listri E didefinisikan sebagai hasil bagi gaya Coulomb yang bekerja pada muatan uji dengan besar muatan uji tersebut yaitu q0. Jadi kuat medan listrik menyatakan besarnya muatan listrik. Secara matematis kuat medan listrik dapat ditulis sebagai berikut.
E = F/q0
E = kuat medan listrik, N/C
F = gaya yang dialami muatan uji, N
q0 = besar muatan uji, C
Gambar a. Muatan uji positif disimpan pada jarak r dari muatan sumber positif. Muatan uji mendapat gaya tolak dari muatan sumber. Arah gaya pada muatan uji menjauhi muatan sumber. Dan Arah medan listriknya menjauhi muatan sumber.
Cara Menghiting Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik
Gambar b. Muatan sumber negative. Arah gaya pada muatan uji menuju muatan sumber, terjadi Tarik menarik, sehingga arah medan listriknya menuju muatan negative. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa arah medan listrik di sekitar muatan sumber positif selalu menjauhi muatan sumbernya dan sebaliknya, arah medan listrik di sekitar muatan sumber negative selalu menuju ke muatan tersebut.
1). Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik
Titik P berjarak 30 cm dari sebuah muatan yang besarnya q = 25mC.
Hitung besar dan tentukan arah medan listrik di titik P
Jawab dan Pembahasan.
Diketahui:
r = 0,3m
q = 25mC = 2,5 x 10-5 C
kuat medan listrik di titik P adalah:
E = k q/(r2)
E = (9 x 109Nm2/C2) x( 2,5 x 10-5C) / (0,3m)2 = 2,5 x 106 N/C
Dan Arah medan listriknya menjauh muatan q.
2). Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik
Hitung kuat medan listrik pada jarak 1 cm dari sebuah muatan positif 10-6 coulomb dan tentukan arah medan listriknya…
Jawaban dan Pembahasan:
Diketahui:
Muatan sumber q = 10-6 C
Jarak titik A ke muatan sumber r = 1 cm = 10-2 m
Tetapan k = 9×109 Nm2C-2
Besar kuat medan listrik dapat dihitung dengan persamaan berikut:
E = k q/(r2)
E = (9 x109) (10-6)/ (10-2)2
E = 9 x 107 N/C
Arah kuat medan listrik E adalah menjauhi muatan sumber q.
3). Contoh Soal Perhitungan Arah Kuat Medan Titik P
Sebuah titik P berada pada jarak 20 cm dari sebuah muatan q = 16 μC. Hitung besar dan arah medan lisrik di titik P.
Dan hitung percapatan awal jika sebuah muatan q = 5μC yang bermassa 3 gram dilepaskan dari titik P.
Diketahui:
q = 16 μC = 1,6 x 10-5 C
r = 20 cm = 0,2 m
m = 3 gram
Menghitung Kuat Medan Di Titik P
Ep = k q/(r)2
EP = 9×109(1,6×10-5)/(0,2)2
EP = 3,6 x106 N/C
Muatan q adalah positif, jadi Arah Medan Listriknya Menjauhi muatan q
Rumus Menghitung Percepatan Muatan Di Medan Listrik Titik P
Besarnya percepatan sebuah partikel yang berada dalam medan listrik di titik P dapat dihitung dengan Hukum Newton 2 seperti berikut:
F = m.a atau
a = F/m
a = percepatan awal partikel
m = massa partikel
F = Gaya yang diterima partikel dalam medan listrik di titik P.
Menghitung Gaya Elektrostatik Partikel Dalam Medan Listrik Di Titik P
Besar gaya dalam medan listrik di titik P dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
F = q EP
q = 5 μC = 5 x10-6 C
Diketahui dari perhitungan di atas
EP = 3,6 x106 N/C
FP = (5 x10-6)(3,6 x106)
FP = 18 N
Maka Percepatan awal partikel adalah
a = F/m
m = 3 gram = 3 x 10-3 kg
a = 18/(3 x10-3)
a = 6 x10-3 m/s2
Jadi, Ketika partikel berada dalam medan listrik di titik P, maka akan bergerak dengan percepatan awal 6 x10-3 m/s2.
4). Contoh Soal Rumus Kuat Medan Listrik Antara Dua Muatan
Sebuah titik partikel P berada tepat ditengah tengah antara dua muatan yang berjarak 10 cm seperti tampak pada gambar. Muatan partikel q1 = 2×10-6 C dan muatan q2 = 5×10-6 C.
Rumus Perhitungan Kuat Medan Listrik Antara Dua Muatan
a). Hitunglah kuat medan listrik di titik P
b). Hitung gaya listrik yang terjadi pada pertikel yang bermuatan -5 x 10-8 C ketika berada di titik P
Jawab:
Muatan uji P biasanya diasumsikan sebagai muatan positif
E1 = kuat medan listrik akibat q1
E2 = kuat medan listrik akibat q2
Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Akibat Muatan Listrik q1
E1 = k (q1)/(r1)2
E1 = (9×109)(2×10-6)/(0,05)2
E1 = 7,2×106 N/C
Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Akibat Muatan Listrik q2
E2 = k (q2)/(r2)2
E2 = (9×109)(5×10-6)/(0,05)2
E2 = 18 x106 N/C
Rumus Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Antara Dua Muatan Listrik
Kuat Medan Listrik yang dialami oleh titip P yang disebabkan oleh dua muatan q1 dan q2 dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
EP = E1 + E2
EP = 7,2×106 + 18×106 N/C
EP = 25,2 x 106 N/C
Jadi kuat medan listrik yang dialami di titik P adalah EP = 25,2 x 106 N/C
Menghitung Gaya Listrik Muatan Di Titik P
Untuk Menghitung gaya listrik partikel pada titik P yang bermuatan -5 x 10-8 C dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
FP = EP x q
FP = (25,2 x 106) x (-5 x 10-8)
FP = -1,26 N
Tanda negative menunjukkan arah gaya FP adalah ke kiri.
5). Contoh Soal Perhitungan Jarak Muatan Pada Kuat Medan Listrik Nol
Dua buah muatan A dan B memiliki muatan listrik masing masing +4×10-8 C, dan +16×10-8 C yang terpisah pada jarak 6 cm. Tentukan Posisi titik P agar kuat medan listriknya = 0
Perhitungan Jarak Muatan Pada Kuat Medan Listrik Nol
Diketahui:
q1 = +4×10-8 C,
q2 =+16×10-8
r = 6 cm
r = r1 + r2
Rumus Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Antara Dua Muatan Listrik
Kuat Medan Listrik yang dialami oleh titip P yang disebabkan oleh dua muatan q1 dan q2 dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
EP = E1 + E2
Kuat medan dititik P sama dengan nol atau
EP = 0,
karena q1 dan q2 beruatan positif maka arahnya berlawanan, sehingga
E1 + (-E2) = 0 atau
E1 = E2
Jika jarak P dari q1 adalah x, maka jarak P dari q2 adalah 6 – x sehingga
r1 = x
r2 = 6 – x
Menghitung Jarak Pada Kuat Medan Nol
Besar kuat medan di titip P adalah nol akibat E1 dan E2 dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
E1 = E2
E1 = k (q1)/(r1)2
E2 = k (q2)/(r2)2
Substitusikan semua bersaran E1 dan E2 ke dalam persamaan rumus, sehingga diperoleh seperti berikut:
k (q1)/(r1)2 = k (q2)/(r2)2
(q1)/(r1)2 = (q2)/(r2)2
(q1)(r2)2 = (q2)(r1)2
Substitusikan nilai q1, q2, r1 dan r2 ke dalam persamaan, sehingga seperti berikut
(4×10-8)(6-x)2 = (16×10-8)(x)2
4 × (6-x)2 = (16)(x)2
(6-x)2 = (4)(x)2
36 -12x+x2 = 4x2
3x2 +12x – 36= 0
(x + 6)(x – 2) = 0
Akhirnya diperoleh
x = – 6 cm
x = 2 cm
Jarak titik P dari q1 adalah r1
r1 = x
r1 = 2 cm
Jarak titik P dari q2 adalah r2
r2 = 6 – x
r2 = 6 – 2
r2 = 4 cm
Jadi letak titik P berada 2 cm di sebelah kanan q1 atau 4 cm di sebelah kiri q2.
6). Contoh Soal Perhitungan Kuat Medan Nol Antara Dua Muatan.
Dua buah muatan masing masing q1 = 9 μC da q2 = 16 μC terpisah satu dengan lainnya pada jarak 14 cm. Titik P terletak sedemikian, sehingga kuat medan pada titik P sama dengan Nol. Tentukan posisi titik P dari muatan q1.
Diketahui:
q1 = 9 μC = 9 x 10-6 C
q2 = 16 μC = 16 x 10-6 C
r = 14 cm
Catatan:
Kuat medan di titik P merupakan resultan kuat medan listrik yang ditimbulkan oleh kedua muatan q1 dan q2.
Perhitungan Kuat Medan Nol Antara Dua Muatan.
Resultan kuat medan akan sama dengan nol pada titik P jika kedua kuat medan adalah sama namun berlawanan arah, dan titik P berada pada garis lurus antara q1 dan q2. pernyataan ini dapat dirumuskan seperti berikut
E1 = E2
E1 = k (q1)/(r1)2
E2 = k (q2)/(r2)2
Substitusikan semua beraran E1 dan E2 ke dalam persamaan rumus, sehingga diperoleh seperti berikut:
k (q1)/(r1)2 = k (q2)/(r2)2
(q1)/(r1)2 = (q2)/(r2)2
(q1)/(q2) = (r1)2/(r2)2
Substitusikan nilai q1 dan q2 ke dalam persamaan di atas
Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
Ardra.Biz, 2019, “Action At Adistance, Arah medan Listrik, Contoh Cara Menghitung Kuat Medan Listrik Dan Gaya Coulomb,
Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
Ringkasan Rangkuman: Muatan yang sejenis akan tolak-menolak, muatan yang tidak sejenis akan tarik-menarik.
Hukum Coulomb menyatakan bahwa gaya tarik atau tolak antara dua muatan berbanding terbalik dengan besar muatan dan berbanding lurus dengan kuadrat jarak kedua muatan.
Medan listrik E di suatu titik didefinisikan sebagai gaya total pada suatu muatan uji positif qo per satuan muatan qo.
Hukum Gauss menyatakan bahwa pada permukaan tertutup, fluks total yang menembus permukaan adalah 4xk kali muatan total di dalam permukaan tersebut.
Potensial listrik di suatu titik didefinisikan sebagai energi potensial per satuan muatan positif di titik tersebut.
Kapasitansi suatu kapasitor keping sejajar dipengaruhi oleh luas penampang keping, jarak antarkeping, dan permisivitas bahan dielektrik.
Ardra.Bzi, 2019, Action At Adistance, Arah medan Listrik, Contoh Cara Menghitung Kuat Medan Listrik Dan Gaya Coulomb, Contoh Soal Ujian Jawaban dan Pembahasan Kuat Medan Listrik, Garis- Garis Gaya Listrik, Kuat Medan Listrik,
Ardra.Bzi, 2019, “Pengertian Gaya Coulomb, Pengertian Gaya Listrik, Rumus kuat medan listrik, Rumus Gaya Coulomb, Satuan Gaya Coulomb, Satuan Medan Listrik, Satuan Gaya listrik, satuan gaya coulomb, rumus gaya coulomb,
Contoh Soal Perhitungan Arah Kuat Medan Titik P, Menghitung Kuat Medan Di Titik P , Rumus Menghitung Percepatan Muatan Di Medan Listrik Titik P, Menghitung Gaya Elektrostatik Partikel Dalam Medan Listrik Di Titik P,
Menghitung Percepatan awal partikel bermuatan, Contoh Soal Rumus Kuat Medan Listrik Antara Dua Muatan, Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Akibat Muatan Listrik, Rumus Menghitung Kuat Medan Listrik Di Titik P Antara Dua Muatan Listrik,
Rumus Menghitung Gaya Listrik Muatan Di Titik P, Contoh Soal Perhitungan Jarak Muatan Pada Kuat Medan Listrik Nol, Menghitung Jarak Pada Kuat Medan Nol , Contoh Soal Perhitungan Kuat Medan Nol Antara Dua Muatan,
Pengertian. Berdasarkan pada kemampuan atom karbon dalam berikatan dengan atom karbon lainnya, maka timbul istilah atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuartener. Istilah ini merujuk pada jumlah atom karbon yang terikat pada atom karbon tertentu.
Atom Karbon Primer
Atom karbon primer biasanya dilambangkan dengan 10 adalah atom -atom karbon yang mengikat satu atom karbon tetangganya.
Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Primer
Dalam molekul etana (CH3–CH3) masing- masing atom karbon mengikat satu atom karbon tetangganya. Pada molekul senyawa etana ini terdapat dua atom karbon primer.
Atom Karbon Sekunder
Atom karbon sekunder biasa dilambangkan dengan 20 adalah atom-atom karbon yang mengikat dua atom karbon tetangganya.
Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Sekunder.
Dalam molekul propana (CH3–CH2–CH3) atom karbon pada posisi kedua mengikat dua atom karbon tetangganya (kiri dan kanannya). Oleh sebab itu, dalam molekul senyawa propana tersebut terdapat satu atom karbon sekunder.
Atom Karbon Tersier
Atom karbon tersier yang biasa dilambangkan dengan 30 adalah atom- atom karbon yang mengikat tiga atom karbon tetangganya.
Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Tersier.
Dalam molekul isobutana atom karbon pada posisi kedua mengikat tiga atom karbon tetangganya. Oleh sebab itu, dalam molekul senyawa isobutana terdapat satu atom karbon tersier.
Contoh Soal Ujian Atom Primer, Sekunder dan Tersier Senyawa Hidrokarbon
Tentukan Berapa jumlah atom Karbon primer, sekunder, tersier, dan kuartener yang terdapat dalam Senyawa hidrokarbon berikut…
Contoh Soal Ujian Jawaban Dan Pembahasan Atom Primer Dalam Senyawa Hidrokarbon
Jawab:
Pembahasan:
Pada semua gugus CH3, atom karbonnya tergolong pada atom karbon primer, pada gugus CH2 tergolong atom karbon sekunder, dalam gugus CH tergolong atom karbon tersier, dan pada gugus karbon adalah atom kuartener.
Dengan demikian, jumlah atom karbon primer adalah 5 buah, atom karbon sekunder adalah 6 buah, atom karbon tersier adalah 3 buah, dan atom karbon kuartener tidak ada.
Pengertian Isomer. Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama namun mempunyai struktur yang berbeda.
Pengertian Rumus Kimia
Rumus kimia menunjukkan jumlah atom karbon dan setiap unsur yang terdapat dalam satu molekul senyawa. Rumus kimia senyawa butana adalah C4H10, rumus kimia ini menunjukkan bahwa setiap molekul butana terdiri atas empat atom karbon dan sepuluh atom hidrogen.
Pengertian Rumus Struktur
Rumus struktur molekul adalah rumus kimia yang menunjukkan cara atom- atom diikatkan antara satu sama lain dengan ikatan kovalen dalam struktur molekul senyawa tersebut.
Jenis Senyawa Isomer
Secara garis besar isomer dibagi menjadi dua, yaitu isomer struktur, dan isomer geometri.
1). Isomer struktur
Isomer struktur adalah isomer yang terjadi jika rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda. Perbedaan strukturnya terletak pada urutan penggabungan atom- atom yang menyusun molekul.
Isomer struktur dapat dikelompokkan menjadi: isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.
a). Isomer Rangka
Isomer rangka adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun memiliki struktur rangka karbonnya yang berbeda. Contoh isomer rangka adalah senyawa – senyawa alkana, alkena, dan alkuna.
Isomer rangka pada kelompok senyawa alkana misalnya Butana (C4H10), isomernya yaitu n-butana dan 2-metil-propana. Butana memiliki rumus molekul C4H10.
Dua senyawa isomer ini memiliki rumus molekul yang sama dengan butana, tapi memiliki rumus struktur dan nama yang berbeda. Molekul C4H10 dengan rumus struktur yang berbeda dapat dilihat pada rumus struktur berikut:
Perbedaan rumus struktur dapat dilihat dari adanya gugus metil yang terikat pada 2-metil-propane. Adanya gugus metil ini menyebabkan rantai terpanjang pada n-butana berkurang dari 4 atom karbon menjadi 3 atom karbon, sehingga Namanya tidak lagi butana (4 karbon), namun menjadi propane (3 karbon). Satu karbon menjadi gugus metil yang mengikat 3 hidrogen.
Rumus struktur n-butana dibangun oleh rangka karbon yang tersusun dari rantai karbon yang memiliki 4 atom karbon, sedangkan rumus struktur 2-metil-propana dibangun oleh rangka karbon yang tersusun dari rantai karbon yang memiliki 3 atom karbon dengan cabang gugus metil yang terikat pada atom karbon nomor 2.
Perpedaan rumus struktur menyebabkan sifat sifat fisis dari senyawa juga berbeda. Hal ini juga dialami oleh senyawa n-butana dan 2-metil-propana.
Kedua senyawa isomer ini dapat disintesis dan memiliki titik didih maupun titik leleh yang berbeda. Senyawa n-butana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut – turut yaitu –0,5 Celcius dan –135 Celcius.
Adapun senyawa isobutana atau 2-metil-propana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut-turut yaitu –10 Celcius dan –145 Celcius
Isomer rangka pada kelompok alkena misalnya pentena (C5H10), isomernya yaitu 1-pentena dan 3-metil-1-butena dan 2-metil-1-butena. Perbedaan dari isomer pentena C5H10 dapat dilihat pada rumus struktur berikut:
Rumus struktur 1-pentena dibangun oleh rangka karbon lurus yang tersusun dari rantai panjang dengan 5 atom karbon (pentena) dan ikatan rangkap terletak pada karbon nomor 1.
Rumus struktur 3-metil-1-butena dibangun oleh rangka karbon bercabang yang terdiri dari rantai Panjang dengan 4 karbon (butena) dan ikatan rangkap 2 pada karbon nomor 1. Cabang rantai dibentuk oleh gugus metil yang terikat pada karbon nomor tiga.
Sedangkan rumus struktur 2-metil-1-butena dibangun oleh rangka karbon bercabang yang terdiri dari rantai Panjang dengan 4 karbon (butena). Rantai Panjang butena memiliki ikatan rangkap pada karbon pertama. Gugus metil membentuk cabang rantai butena yang diikat pada karbon nomor 2.
Dapat dilihat bahwa rumus struktur 1-pentuna dibangun oleh rantai Panjang dengan 5 karbon (pentuna) dan ikatan rangkap 3 terletak pada atom karbon yang pertama.
Rumus struktur 3-metil-1-butuna dibangun oleh rangka karbon yang tersusun dari rantai panjang dengan 4 karbon dan terdapat satu gugus metil yang terikat pada karbon nomor 3, sehingga jumlah karbon pada rantai panjangnya berkurang 1 karbon menjadi 4 karbon.
Senyawa alkuna yang jumlah karbonnya 4 adalah butuna. Pada rantai butuna ini, ikatan rangkap 3-nya adalah pada karbon yang pertama, sehingga nama senyawa isomer ini menjadi 3-metil-1-butuna.
b). Isomer Posisi.
Isomer posisi adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama, namun memiliki penataan atom yang berbeda. Alkana hanya memiliki satu jenis isomer posisi, namun alkena memiliki dua jenis perubahan penataan atom. Isomer posisi terjadi oleh adanya perubahan posisi dialami oleh ikatan rangkap,
Contoh Isomer Posisi Senyawa Alkena: PentenaC5H10
Contoh Isomer posisi misalnya pada kelompok alkena yaitu pentena yang memiliki rumus kimia C5H10, isomer posisi akibat perbedaan posisi ikatan rangkap adalah 1-pentena dan 2-pentena
Perbedaan isomer posisi pentena ini dapat ditunjukkan dengan rumus struktur seperti berikut
Contoh Isomer Posisi Senyawa Alkena Pentena C5H10
Perbedaan antara 1-pentena dengan 2-pentena adalah pada posisi ikatan rangkap dua dari atom karbonnya. Pada rumus struktur 1-pentena, posisi ikatan rangkap dua terletak pada karbon pertama. Sedangkan pada 2-pentena, posisi ikatan rangkap dua terletak pada karbon nomor 2.
Contoh Isomer Posisi Senyawa Alkuna: Butuna
Isomer posisi pada kelompok senyawa alkuna misalnya Butuna (C4H6), isomernya adalah 1-butuna dan 2-butuna.
Pada rumus struktur 1-butuna, posisi ikatan rangkap 3 terdapat pada atom karbon nomor pertama, sedangkan rumus struktur 2-butuna memiliki ikatan rangkap 3 pada posisi atom karbon nomor 2.
c). Isomer Gusus Fungsi
Isomer gugus fungsi adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun gugus fungsinya berbeda.
Contoh Isomer Gugus Fungsi Etanol (C2H6O) CH3-CH2-OH,
Alkohol dan eter mempunyai rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Oleh karena itu, alkohol dan eter disebut sebagai berisomer fungsi.
Contoh isomer fungsi adalah senyawa etanol dengan rumus struktur CH3-CH2-OH dan senyawa dimetil eter dengan rumus CH3-O-CH3.
Etanol dan dimetil eter mempunyai rumus molekul sama yaitu C2H6O, namun memiliki jenis gugus fungsi berbeda. Etanol adalah senyawa kelompok alkohol, sedangkan dimetil eter termasuk senyawa kelompok eter.
Senyawa- senyawa yang termasuk kelompok alcohol kecuali metanol, CH3OH selalu memiliki isomer dengan senyawa- senyawa dalam kelompok eter.
Contoh Isomer Gugus Fungsi Alkohol Butanol C4H10O – Eter
Senyawa alcohol 1-butanol dan metil-propil-eter mempunyai rumus kimia yang sama yaitu C4H10O. Butanol memiliki gugus [–OH] sedangkan eter memiliki gugus alkoksi [–OR]. Rumus struktur 1-butanol dan metil-propil-eter dapat dituliskan seperti berikut:
Contoh Isomer Gugus Fungsi Alkohol Butanol C4H10O – Eter
Kelompok senyawa lain yang juga selalu ditemukan isomer fungsi adalah alkena dan sikloalkana, seperti 1-heksena dan sikloheksana. Senyawa 1- heksena mempunyai gugus fungsi ikatan rangkap dua, sedangkan sikloheksana merupakan senyawa berikatan jenuh (tunggal).
Kedua senyawa berbeda tersebut mempunyai rumus molekul sama, sehingga merupakan isomer satu sama lainnya. Adapun perbedaan kedua senyawa tersebut terdapat pada jenis gugus fungsionalnya, sehingga keduanya merupakan isomer fungsi satu sama lainnya.
2). Isomer Geometri
Isomeri geometri dikenal juga dengan nama isomer cis- trans. Isomer geometri adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun memiliki struktur ruang yang berbeda. Perbedaan geometrisnya terletak pada cara penataan atom atau gugus yang terikat pada ikatan rangkap, tetapi urutan penggabungan atom atau gugusnya tidak berbeda.
Isomer geometri terjadi karena adanya perbedaan letak suatu gugus fungsi dalam ruangan. Apabila gugus- gugus tersebut berada dalam satu sisi (ruang geometris) disebut kedudukan cis dan bila gugus-gugus tersebut berbeda sisi (ruang geometris) disebut kedudukan trans.
Dua gugus yang terletak pada satu sisi sisi (ruang geometris) yang sama, disebut cis (dari Bahasa Latin, yang artinya pada sisi yang sama), sedangkan dua gugus yang terletak pada sisi-sisi sisi (ruang geometris) yang berlawanan disebut trans (dari Bahasa Latin, artinya bersebrangan).
Isomer geometri menjadikan ikatan rangkap sebagai sumbu. Syarat isomer geometri adalah tiap atom karbon yang terlibat dalam ikatan rangkap harus mengikat dua gugus atom yang berlainan.
Senyawa alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans. Sebagai contoh adalah 2–butena memiliki rumus kimia C4H8 dan memiliki rumus struktur CH3 – CH = CH – CH3.
Senyawa alkena 2-butena mempunyai dua isomer geometri yaitu cis–2–butena dan trans–2–butena.
Rumus struktur dari cis–2–butena dan trans–2–butena dapat digambarkan seperti berikut
Syarat terjadinya isomer geometri adalah apabila masing-masing atom karbon yang berikatan rangkap mengikat 2 atom atau 2 gugus yang berbeda, sehingga jika atom atau gugus yang diikat tersebut bertukar tempat, maka struktur ruangnya akan menjadi berbeda.
Kedua gugus metil pada cis-2-butena terikat oleh karbon dan berada dalam satu sisi (ruang geometris). Sedangkan pada trans-2-butena, gugus metil diikat oleh atom karbon pada sisi (ruang geometris) yang berbeda, yaitu saling berseberangan.
Perbadaan sisi (ruang geometris) tempat dimana gugus metil diikat menjadikan kedua butena ini menjadi memiliki struktur geometris yang berbeda sehingga diberi nama yang beda pula.
Isomer geometri dari 2-pentena yang memiliki rumus kimia C5H10 dan rumus struktur rantai lurus H3C – CH = CH – CH2 – CH3 adalah trans-2-pentena dan cis 2-pentena. Perbedaan kedua isomer geometri ini ditunjukkan dengan rumus struktur ruang berikut:
Dapat dilihat bahwa pada kedua isomer tersebut terjadi perbedaan tempat atau sisi (ruang geometris) yang ditempati oleh gugus etil C2H5 dan metil CH3. Gugus etil C2H5 bertukar tempat atau ruang dengan atom hydrogen H sehingga struktur geometrisnya berbeda.
Gugus etil C2H5 dan metil CH3 pada struktur cis-2-pentena menempati sisi (ruang geometris) yang sama, sedangkan pada trans -2-pentena, gugus etil dan metil menempati ruang yang saling berseberangan.
Senyawa 3-metil-2-pentena memiliki rumus kimia C6H12 dan miliki dua isomer geometri yaitu cis-3-metil-2-pentena dan trans-3-metil-2-pentena seperti ditunjukkan pada gambar berikut:
Perbedaan antara cis dan trans untuk kedua isomer ini dapat dilihat pada rumus struktur geometrisnya.
Pada struktur geometris cis, kedua gugus metil menempati satu sisi (ruang geometris) yang sama. sedangan pada struktur trans, gugus metil menempati sisi (ruang geomtris) yang berlawanan atau saling berseberangan.
“Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasipada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikut”… https://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe
1). Contoh Soal Ujian Senyawa Isomer Hidrokarbon
Pernyataan berikut tentang isomer yang paling tepat adalah ….
A.. isomer memiliki rumus struktur sama
B.. isomer mengandung kumpulan gugus sama
C.. isomer adalah hidrokarbon
D.. isomer menghasilkan zat yang sama jika terbakar sempurna dalam oksigen
Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
Hiskia Achmad, 1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
Rangkuman Ringkasan: Isomer adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa berbeda yang mempunyai rumus molekul sama.
Senyawa-senyawa yang berisomer disebut isomer satu sama lain. Isomer dapat dibagi menjadi isomeri struktur dan stereoisomer.
Isomer struktur adalah isomeri dengan perbedaan terletak pada urutan penggabungan atom-atom, sedangkan stereoisomer adalah isomer dengan perbedaan terletak pada penataan ruang atom-atomnya, sedangkan urutan penggabungan atom-atomnya tidak berbeda.
Isomer struktur terdiri dari isomer rangka isomer posisi dan isomer fungsi.
Isomer stereoisomeri terdiri dari isomer geometri dan isomer konfigurasi.
Isomer rangka adalah isomer struktur dengan perbedaan terletak pada bentuk rangka karbon.
Isomer fungsi adalah isomer struktur dengan perbedaan terletak pada jenis gugus fungsionalnya;
Isomeri posisi, yaitu isomer struktur dengan perbedaan terletak pada posisi gugus fungsionalnya.
Stereoisomer terdapat isomeri geometri dan isomer konfigurasi dengan perbedaan terletak pada penataan ruang di sekitar ikatan rangkap atau rantai siklis,
Isomer konfigurasi adalah stereoisomer dengan perbedaan terletak pada penataan ruang di sekitar atom karbon kiral.
Jenis Isomer: Pengertian Contoh Rumus Isomer Struktur Rangka Posisi Gugus Fungsi Geometri Cis Trans, Pengertian Contoh Rumus Struktur Isomer Rangka Isomer Posisi Isomer Gugus Fungsi, Pengertian Contoh Rumus Struktur Isomer Geometri Cis Trans, Pengertian Contoh Rumus Struktur Isomer Alkana Alkena Alkuna, Pengertian Contoh Rumus Struktur Isomer Alkohol Eter,
Pengertian Senyawa Hidrokarbon. Senyawa organik pada umumnya memiliki kandungan unsur karbon, sehingga senyawa organik sering juga disebut sebagai senyawa karbon. Salah satu contoh senyawa karbon misalnya hidrokarbon.
Hidrokarbon adalah senyawa organic yang memiliki kandungan unsur karbon dan hydrogen.
Jenis Jenis Hidrokarbon
Struktur hidrokarbon terdiri dari bentuk rantai karbon yaitu rantai terbuka atau rantai tertutup dan jenis ikatan kovalen antaratom karbon yaitu ikatan tunggal (membentuk hidrokarbon jenuh) atau ikatan rangkap (membentuk hidrokarbon tak jenuh)
Senyawa karbon dapat dikelompokan menjadi senyawa hidrokarbon dan turunannya.
Senyawa Turunan Hidrokarbon
Senyawa turunan hidrokarbon adalah senyawa karbon yang mengandung atom-atom lain selain atom karbon dan hydrogen. Contohnya seperti alkohol, aldehida, protein, dan karbohidrat.
Hidrokarbon Berdasarkan Ikatan Karbonnya
Berdasarkan pada ikatan karbon karbonnya, senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon siklis.
Pengertian Contoh Jenis Hidrokarbon Alifatik Siklik Alisiklik Aromatic Jenuh Tak Jenuh,
1). Hidrokarbon Alifatik
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon yang membentuk rantai karbon dengan ujung terbuka. Hidrokarbon alifatis ini bisa lurus dan bisa juga bercabang.
Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.
Hidrokarbon Alifatk Jenuh
Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Pada alifatik jenuh, atom karbon dapat mengikat atom hidrogen secara maksimal.
Contoh Senyawa Hidrokarbon Alifatk Jenuh
Contoh senyawa hidrokarbon jenuh adalah senyawa- senyawa dari deret alkana seperti metana, etana, propane, butana,
Hidrokarbon Alifatk Tak Jenuh
Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya.
Contoh Hidrokarbon Tak Jenuh Alifatk Ikatan Rangkap Dua (2)
Adapun contoh contoh hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan kovalen rangkap dua adalah senyawa senyawa seri alkena seperti etena, propena, 1-butena,
Contoh Hidrokarbon Alifatk Tak Jenuh Ikatan Rangkap 3 (Tiga)
Contoh hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan kovalen rangkap tiga adalah senyawa senyawa seri alkuna seperti etuna, propuna, 1-butuna.
2). Hidrokarbon Siklik
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon dengan ujung rantai karbon tertutup. Senyawa hidrokarbon siklik dibagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatic.
Hidrokarbon Alisiklik
Senyawa hidrokarbon alisiklik adalah senyawa golongan alifatik dengan ujung rantai karbon tertutup.
Contoh Hidrokarbon Alisiklik
Beberapa contoh senyawa hidrokabon alisiklik adalah sikloheksana dan sikloheksena.
Hidrokarbon Aromatik
Senyawa hidrokarbon aromatic adalah senyawa benzena dan turunannya.
Contoh Hidrokarbon Aromatik
Beberapa contoh senyawa yang termasuk kelompok hidrokarbon aromatic adalah benzena, naftalena, toluena, dan sebagainya.
Penamaan Senyawa Hidrokarbon
Penamaan senyawa hidrokarbon bergantung pada jenis ikatan dan jumlah atom karbonnya. Awalan senyawa hidrokarbon ditentukan berdasarkan jumlah atom C-nya.
Penamaan Senyawa Hidrokarbon Berdasarkan Jumlah Atom Karbon
Jika sebuah senyawa mengandung satu karbon, maka awalan nama senyawanya adalah Meta–, misal Metana. Jika senyawa hidrokarbon mengandung dua karbon, maka nama senyawanya berawalan Eta–, Misala Etana dan seterusnya.
Jenis Ikatan dan Akhiran Senyawa Karbon
Akhiran nama sebuah senyawa hidrokarbon ditentukan oleh jenis ikatannya. Tabel berikut menjelaskan hubungan antara jenis ikatan dan akhiran nama senyawa hidrokarbon.
Jenis Ikatan dan Akhiran Senyawa Karbon Tunggal Rangkap Dua Tiga,
Jika, senyawa hidrokarbon terbentuk dari rantai karbon dengan ikatan tunggal atau tidak memiliki rangkap, maka akhiran nama senyawanya —ana, misalnya Metana, Etana, Butana.
Jika senyawa hidrokarbon terbentuk dengan rantai karbon yang mengandung ikatan rangkap dua, maka akhiran nama senyawanya –ena, misal Etena, Proena, 1-Butena.
Sedangkan untuk hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap 3 pada rantai karbonnya, akhir nama senyawanya adalah –una, misal Etuna, Propuna, 1-Butuna.
Hidrokarbon Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal
Rumus Umum Hidrokarbon Alkana
Rumus umum alkana adalah
Alkana = CnH2n+2
Rumus Molekul Dan Rumus Struktur Hidrokarbon Alkana
Senyawa paling sederhana dari hidrokarbon alkana adalah metana yang hanya memiliki satu atom karbon dengan rumus molekul CH4. Satu atom karbon dari metana ini dapat mengikat empat atom hydrogen H.
Rumus Molekul Dan Rumus Struktur Hidrokarbon Alkana
Dapat diketahui bahwa dari metana sampai ke dekana secara berurutan terdapat selisih jumlah gugus –CH2–.
Etana kelebihan satu gugus –CH2– dari metana, propana kelebihan satu gugus –CH2– dari etana, dan seterusnya.
Deret Homolog Hidrokarbon Alkana
Deret homolog adalah senyawa- senyawa yang memiliki selisih gugus sebanyak –CH2– dari senyawa sebelumnya. Senyawa senyawa dalam deret homolog memiliki sifat kimia mirip, tetapi sifat sifat fisika berubah sejalan dengan naiknya massa molekul.
Jadi, jika dalam suatu deret senyawa terdapat selisih jumlah gugus sebanyak –CH2– secara berurutan maka senyawa- senyawa tersebut merupakan deret homolog.
Gugus Alkil
Gugus alkil adalah alkana yang telah kehilangan satu atom H. Gugus alkil ini dapat dinyatakana dengan menggunakan rumus seperti berikut:
CnH2n+1
Alkana yang telah kehilangan satu atom H, memiliki nama yang berbeda. Secara umum alkana berubah menjadi alkil. Mengganti akhiran dari nama alkana “ana” menjadi alkil “il”.
Misal metana menjadi metil, etana menjadi etil propane menjadi propil dan seterusnya.
Tatanama Hidrokarbon Alkana Sistematik IUPAC
Tata nama alkana diturunkan berdasar aturan yang disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa atau nama trivial.
Untuk Rantai Karbon Tidak Bercabang
Penamaan alkana rantai lurus tidak bercabang sesuai dengan jumlah atom C yang dimiliki dan terkadang diberi awalan n (n= normal) sebagaimana tercantum dalam tabel di atas.
Contoh Nama Hidrokarbon Alkana Tidak Bercabang Sistematik IUPAC
CH3–CH2–CH –CH3 Nama IUPAC-nya adalah n–butana atau butana
CH3–CH2–CH3 Nama IUPAC-nya adalah n–propane atau propana
Untuk Rantai Karbon Bercabang
Penamaan Hidrokarbon rantai bercabang berdasarkan aturan IUPAC adalah sebagai berikut.
1). Nama alkana yang memiliki cabang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertaman dan bagian kedua.
– Bagian pertama di bagian depan yang menyataan nama cabang (nama gugus alkil) dan posisi nomor karbon.
– Bagian kedua di bagian belakang yang menyatakan nama senyawa rantai induk.
Misal: 2-metil pentana
Tatanama Hidrokarbon Alkana Sistematik IUPAC
2). Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana, tergantung pada panjang rantai (jumah atom karbon).
3). Cabang diberi nama alkil, yaitu nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi il. Gugus alkil sesuai rumus umum CnH2n+1 dan dinyatakan dengan lambang R.
4). Letak atau posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Sehingga atom karbon rantai induk harus dinomori. Aturan penomorannya adalah dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga letak posisi cabang mendapat nomor terkecil.
5). Jika terdapat cabang (gugus metil) pada atom C nomor 2, nama alkana diberi awalan iso.
6). Jika alkana memiliki cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang digabung menjadi satu dan diberi awalan di- (jumlah cabang ada dua), tri- (jumlah cabang ada 3), tetra- (jumlah cabang ada empat).
7). Cabang- cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad dari nama cabang itu.
Misalnya:
Etil ditulis terlebih dahulu daripada metil.
Isopropil ditulis terlebih dahulu daripada metil.
Contoh Nama Hidrokarbon Alkana Bercabang Sistematik IUPAC
Nama alkana IUPAC-nya 2-metil-butana atau isobutana
Rumus struktur 2-metil-butana atau isobutana adalah
Rumus Struktur Alkana Bercabang 2-Metil-Butana
Langkah Penamaan Senyawa Hidrokarbon Alkana
Berdasarkan aturan dari IUPAC, maka penamaan alkana dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut.
1). Menentukan rantai karbon induk yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
Menentukan rantai karbon induk yaitu rantai terpanjang
Rantai karbon yang ditulis dengan warna biru adalah rantai induk atau utama terpajang yang mengandung 5 atom karbon, nama alkana-nya adalah pentana.
Sedangkan rantai cabang ditulis dengan warna merah menjadi nama cabang alkil dengan rumus molekul CH3 yaitu metil
2). Memberi nomor urut yang dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang memiliki nomor terkecil.
Memberi nomor urut dari satu ujung, cabang memiliki nomor terkecil.
Letak cabang (alkil) warna merah pada rantai induk adalah pada karbon nomor 3
3). Menuliskan nama senyawa hidrokarbon dimulai dengan nama cabang yang disusun menurut abjad, kemudian diakhiri dengan nama senyawa rantai induk.
Sehingga, contoh struktur di atas mempunyai nama alkana sesuai IUPAC yaitu 3-metil-propana
Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) sedangkan antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (–).
Contoh Contoh Soal Dan Pembahasan Diakhir Artikel
Isomer Hidrokarbon Alkana
Isomer adalah suatu senyawa yang memiliki rumus molekul sama, namun rumus strukturnya berbeda. Senyawa alkana paling rendah yang dapat memiliki isomer yaitu butana (C4H10).
Contoh Isomer Hidrokarbon Alkana Rumus Molekul C4H10
Isomer yang mungkin dari butana, yang memiliki rumus molekul C4H10.
Isomer pertama untuk C4H10 adalah n-butana dengan rumus struktur seperti berikut
H3C – CH2 – CH2 – CH3 n-butana
Isomer kedua untuk C4H10 adalah 2-metil-propana yang memiliki rumus struktur seperti berikut
Isomer C4H10 adalah 2-metil-propana
Jadi, isomer untuk alkana dengan rumus molekul C4H10 adalah dua yaitu n-butana dan 2-metil-propana.
Contoh Isomer Hidrokarbon Alkana Rumus Molekul C5H12
Isomer pertama untuk C5H12adalah n-pentana dengan rumus struktur seperti berikut:
H3C – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 n-pentana
Isomer kedua untuk C5H12adalah isopentana atau 2-metil-butana yang mempunyai rumus struktur seperti berikut
Isomer kedua untuk C5H12 adalah isopentana atau 2-metil-butana 2
Isomer ketiga untuk C5H12adalah neopentane atau 2,2-dimetil-propana dan rumus strukturnya adalah seperti berikut
Isomer C5H12 adalah neopentane atau 2,2-dimetil-propana
Artinya, senyawa dengan rumus molekul C5H12 memiliki 3 isomer.
Sifat Sifat Fisik Hidrokaron Alkana
Beberapa sifat fisik alkana diantaranya adalah sebagai berikut
1). Semua hidrokarbon merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak larut dalam air. Jika suatu hidrokarbon bercampur dengan air, maka lapisan hidrokarbon selalu di atas sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.
Pelarut yang baik untuk hidrokarbon adalah pelarut nonpolar, seperti CCl4 atau eter.
2). Pada suhu biasa, metana, etana, propana, dan butana berwujud gas; pentena sampai heptadekana (C17H36) berwujud cair; sedangan oktadekana (C18H38) dan seterusnya berwujud padat.
3). Semakin banyak jumlah atom karbon C, maka massa relative molekul Mr menjadi semakin besar. Massa relative tinggi menyebabkan titik didih dan titik leleh semakin tinggi.
4). Alkana yang memiliki rantai lurus mempunyai titik didih lebih tinggi dibanding alkana yang tersusun dari rantai bercabang untuk jumlah atom C sama. Semakin banyak cabang, titik didih makin rendah.
Sifat Sifat Kimia Hidrokarbon Alkana
Alkana merupakan senyawa yang kurang reaktif atau sukar bereaksi dengan zat lain, sehingga disebut parafin. Namun demikian, alkana masih bisa bereaksi dengan beberapa pereaksi berikut:
1). Reaksi Pembakaran Hidrokarbon Alkana
Pembakaran alkana adalah reaksi oksidasi alkana dengan O2. Proses ini bersifat eksotermik, yaitu menghasilkan CO2 dan H2O yang disetai dengan pelepasan panas (kalor).
Oleh karena itu, alkana merupakan sumber bahan bakar yang paling banyak digunakan di dunia.
Contoh Reaksi Pembakaran Hidrokarbon Alkana
C3H8 + 5O2 → 3CO2 + 4H2O + energi
2). Reaksi Substitusi Hidrokarbon Alkana Oleh Halogen
Alkana dapat bereaksi dengan halogen, salah satu atom H diganti oleh halogen. Reaksi dengan halogen tersebut dinamakan reaksi halogenasi dan menghasilkan alkil halida. Alkana bereaksi dengan halogen pada suhu tinggi atau dengan bantuan cahaya.
Contoh Reaksi Substitusi Hidrokarbon Alkana Oleh Halogen
CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl
3). Reaksi Eliminasi Hidrokarbon Alkana
Senyawa alkana rantai panjang dapat mengalami reaksi eliminasi. Reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan atom atau gugus atom untuk menghasilkan senyawa karbon lebih sederhana. Pada reaksi eliminasi termal minyak bumi dan gas alam yang terjadi pada temperature 800 – 900 Celcius.
Contoh Reaksi Eliminasi Hidrokarbon Alkana
Reaksi eliminasi propana dengan melepaskan gas hydrogen menjadi propena seperti reaksi berikut
CH3-CH2-CH3 → CH3-CH = CH2 + H2
Reaksi eliminasi propana dengan melapaskan metana menjadi etena seperti reaksi berikut
CH3-CH2-CH3 → CH2 = CH2 + CH4
3). Alkana Tidak Reaktif
Alkana dan sikloalkana tidak reaktif, cukup stabil apabila dibandingkan dengan senyawa organik lainnya. Oleh karena kurang reaktif, alkana kadang disebut paraffin (berasal dari bahasa Latin: parum affins, yang artinya “afinitas kecil sekali”.
1). Contoh Soal Penentuan Nama IUPAC Hidrokarbon Alkana
Tentukan nama senyawa hidrokarbon alkana yang memiliki rumus struktur berikut
Contoh Soal Penentuan Nama IUPAC Hidrokarbon Alkana
Menentukan Rantai Induk Terpanjang Senyawa Alkana
Rantai terpanjangnya memiliki jumlah atom karbon sebanyak 6 atom sehingga nama rantai induknya adalah heksana
Menentukan Letak Posisi Rantai Senyawa Cabang – Gugus Alkil Rantai Induk Alkana
Atom karbon diberi nomor dari sebelah kiri yang dekat dengan rantai cabang. Gugus alkil memiliki rumus molekul CH3 dengan satu atom karbon sehingga nama gugus alkilnya adalah metil dan menempati atom karbon nomor 2.
Menentukan Rantai Induk Terpanjang Senyawa Alkana
Sehingga nama senyawa alkana-nya adalah 2-metil-heksana
2). Contoh Soal Menentukan Nama Alkana Dari Rumus Struktur
Sebutkan nama IUPAC dari alkana yang memiliki rumus struktur seperti berikut
Contoh Soal Menentukan Nama Alkana Dari Rumus Struktur IUPAC
Menentukan Rantai Induk Terpanjang Dari Struktur Alkana
Dari strukturnya dapat diketahui bahwa rantai terpanjang memiliki karbon sebanyak 6 atom. Nama rantai karbon yang memiliki 6 atom C adalah heksana.
Menentukan Nomor Karbon Rantai Induk Terpanjang Struktur Alkana
Penomoran dimulai dari ujung kiri yang dekat dengan senyawa cabang (gugus Alkil). Gugus etil terikat pada atom karbon nomor 3 dari ujung rantai induk. Gugus alkil memiliki 2 atom karbon, sehingga nama alkilnya adalah etil.
Menentukan Nomor Karbon Rantai Induk Terpanjang Struktur Alkana IUPAC
Dengan demikian nama senyawa alkana-nya adalah 3-etil-heksana
3). Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur 2-Metil-Butana
Buatkan struktur alkana yang memiliki nama IUPAC 2-metil-butana
Menentukan Jumlah Karbon Rantai Induk Alkana 2-Metil-Butana
Rantai induk dari 2-Metil-Butana adalah butana. Butana memiliki 4 atom karbon, sehingga rantai induknya adalah
H3C – CH2 – CH2 – CH3
Menentukan Letak Posisi Gugus Akli Alkana 2-Metil-Butana
Gugus alkil memiliki nama metil yang memiliki satu karbon, sehingga rumus molekul dan strukturnya adalah CH3.
Angka 2 pada nama alkana 2-Metil-Butana menyatakan karbon nomor 2 pada rantai induk. Sehingga cabang (gugus alkil) terletak pada karbon nomor 2 dari ujung rantai induk.
Dengan demikian, rumus struktur 2-Metil-Butana adalah sebagai berikut
Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur 2-Metil-Butana
4). Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana
Buatkan rumus struktur senyawa alkana 3-brome-2metil-pentana
Menentukan Jumlah Karbon Rantai Induk Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana
Rantai induk dari 3-Bromo,2-Metil-Pentana adalah pentana. Rantai karbon pentana memiliki 5 atom karbon, sehingga rantai induknya adalah
H3C–CH2–CH2–CH2–CH3
Menentukan Letak Posisi Senyawa Cabang Gugus Alkil dan Bromo Pada Rantai Induk Alkana
Gugus alkil memiliki nama metil yang memiliki satu karbon, sehingga rumus molekul dan strukturnya adalah CH3.
Angka 2 pada 2-Metil-Pentana menyatakan metil terikat pada karbon nomor 2 dari ujung rantai induk.
Angka 3 pada 3-Bromo menyatakan Bromo terikat pada karbon nomor 3 dari ujung rantai induk.
Dengan demikian, rumus struktur 3-Bromo-2-Metil-Pentana adalah sebagai berikut
Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana
“Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan motivasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikut”… https://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe
Artikel Versi Lama
Walaupun demikian Hidrokarbon merupakan kelompok besar senyawa.
Selain Atom-atom karbon dapat membentuk rantai karbon, dapat juga membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat berbentuk ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu alifatik dan siklis. Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.
Senyawa hidrokarbon jenuh terdiri dari senyawa alkane, sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh terdiri dari alkena dan alkuma.
Senyawa hidrokarbon siklik terdiri dari senyawa alisiklik dan aromatic. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar.
Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon
Senyawa Hidrokarbon Jenuh
Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Contoh senyawa-senyawa alkana.
Senyawa Hidrokarbon Tak Jenuh
Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya. Contoh: alkena dan alkuna.
Contoh Senyawa Hidrokarbon.
Beberapa Senyawa karbon di antaranya adalah CH4, C2H2, C2H4, C2H6, C3H4, dan sebagainya. Jumlah atom karbon dalam satu molekul hydrokarbon alami bisa mencapai lebih dari puluhan. Oleh karena itu, senyawa hidrokarbon dikelompokan berdasarkanstruktur molekul dan kejenuhan ikatan.
Fungsi Senyawa Hidrokarbon Bagi Kehidupan Sehari – Hari.
Hidrokarbon digunakan hampir di segala bidang kegiatan di antaranya:
Bidang Industri
Banyak industry memggunakan senyawa hidrokarbon sebagai pelarut dalam prosesnya. contohnya adalah benzene. Industry sabun dan detergen memakai marlon (alkil benzene Sulfonat, ABS) sebagai pengganti sabun, dan industry las menggunakan gas asetilena (atau C2H2).
Bidang Pertanian.
Banyak produk hidrokarbon dipakai sebagai zat insektisida dan pembunuh bakteri yang lain. Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, contohnya adalah DDT, metoksi klor, aldrien, dieldrin, endrien, baygon, sevin, dan paralion.
Bidang Tranportasi
Senyawa hidrokarbon sangat diperlukan dalam Sektor transportasi. Senyawa ini diaplikasikan dalam bentuk minyak bumi sebagai bahan bakar seperti bensin, solar minyak diesel dan aspal yang dapa digunakan sebagai pengeras jalan.
Keperluan Rumah Tangga
Senyawa Hidrokarbon juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Contohnya untuk bahan bakar rumah tangga seperti untuk kompor dapur yang menggunakan minyak tanah dan gas alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon dengan atom C rendah (4 ke bawah). Gas metana dengan jumlah atom C satu digunakan untuk bahan bakar yang dapat menghasilkan api berwarna biru.
Contoh Soal Ujian Senyawa Hidrokarbon.
Pembakaran 7 gram C5H10 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak …
A. 4,4 gram. B. 7 gram. C. 11 gram. D. 22 gram. E. 44 gram
Jawab.
Pembahasan.
Gas yang terbentuk dari reaksi kalsium karbida (CaC2) dengan air adalah …. A. C2H2 B. C2H4 C. C2H6 D. C3H6 E. CH4
Para palaku pasar valuta asing menggunakan diagram atau chart sebagai alat utama dalam melakukan analisis pergerakan kurs. Selain itu, para pelaku juga menggunakan alat bantu yang dikenal dengan sebutan indikator teknikal. Indikator merupakan metoda pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi atau mengidentifikasi pergerakan kurs di masa lalu dengan menggunakan formula atau rumus matematika tertentu. Pengertian Indikator…
Para peserta perdagangan mata uang asing berupaya melakukan analisis pergerakan kurs sebelum transaksi diputuskan. Analisis merupakan langkah strategi yang sangat penting dalam meraih kesuksesan di pasar mata uang asing. Tujuan analisis ini adalah untuk memprediksi arah pergerakan kurs di masa yang akan datang. Kesalahan prediksi terhadap pergerakan kurs akan …
Data yang digunakan dalam analisis teknikal adalah data kurs yang divisualisasikan dalam bentuk diagram atau grafik. Grafik pergerakan kurs merupakan alat utama yang digunakan oleh para analis atau trader. Grafik terdiri dari dua sumbu yaitu sumbu tegak yang menyatakan nilai kurs dan sumbu horisontal yang menampilkan perubahan waktu. Perubahan kurs dicatat berdasarkan waktu berurutan secara…
Nilai yang ditunjukkan oleh sebuah indikator ditentukan oleh formula dan periode atau variabel lain di dalamnya. Sehingga interpretasinya akan berbeda jika formula, periode dan variabel lain berbeda. Ini merupakan kelemahan utama indikator teknikal. Beberapa trader kawakan menyebutnya sebagai ketidakkonsistenan indikator. Trader lain lebih mempercayai trading-nya dengan hanya melihat chart dan informasi ekonomi …
Metoda Moving Average lebih dikenal sebagai trend following indicator. Fungsi utamanya adalah untuk merata-ratakan nilai kurs yang selalu berubah. Nilai MA dihitung dengan menggunakan sebuah formula yang sederhana. Formula ini akan merata-ratakan nilai kurs yang bergerak sesuai dengan periode yang ditentukan. Data kurs terakhir selalu menggantikan data yang pertama. Sehingga…
Indikator Williams Percent Range, % R ini pertama kali diperkenalkan tahun 1979 oleh seorang trader yang juga penulis buku bernama Larry Williams. Pada awalnya digunakan untuk transaksi pada bursa saham. Metoda Wiliams’ % R tergolong sebagai indikator Oscillator. Nilainya dinyatakan dalam % R yang bergerak pada rentang yang dibatasi antara -100 hingga 0. …
Metoda Moving Average Convergence Divergence diperkenalkan pertama kali oleh Gerald Appel pada tahun 1960-an. Metoda MACD menggunakan formula dari kombinasi dua Moving Average. MACD mempunyai titik netral yang merupakan titik acuan dengan nilai sama dengan nol. Titik netral ini merupakan garis horisontal yang biasa disebut dengan centerline. Nilai nol diperoleh ketika …
Indikator Relative Strength Index, RSI merupakan metoda yang cukup populer dikalangan pelaku perdagangan mata uang asing. Diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder, tahun 1978, pada bukunya “New Concepts in Technical Trading Systems”. Secara default RSI mempunyai nilai mulai 0 sampai 100 dengan periode empat belas. RSI digolongkan sebagai indikator …
Indikator Teknikal Stochastic Oscillator merupakan metoda analisiss teknikal yang diperkenalkan oleh George C Lane pada akhir 1950-an. Stochastic memiliki Rentang (range) nilai antara nol sampai seratus. Sehingga sering disebut pula dengan Stochastic oscillator. Pada dasarnya metoda Stochcastic digunakan untuk mengukur posisi relatif nilai kurs terakhir terhadap rentang pergerakan kurs yang dicapai selama periode yang ditentukan.…
Karakteristik yang berbeda ditunjukkan oleh Simple Moving Average, SMA. Metoda ini memiliki formula yang sederhana dalam perhitungannya. Merata-ratakan sejumlah data kurs sesuai dengan periodenya. Pemakaian periode 6 menunjukkan hanya 6 data kurs terakhir yang dirata-ratakan. Data yang digunakan bisanya kurs penutupan atau kombinasi dari kurs penutupan, tertinggi dan …
Perubahan beberapa Kurs valuta asing seperti EUR/USD, GBP/USD, EUR/JPY dan USD/JPY dapat dilihat pada tabel di bawah. Data menampilkan kurs dari mata uang utama dunia yang paling banyak ditransaksikan oleh para pelaku pasar valuta asing. Data perubahan Kurs Valuta Asing dalam tabel ini adalah kurs realtime atau live, dan akan berubah atau ter-update setiap saat…
Analisis Indikator Teknikal Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini. Rangkuman analisis indikator teknikal untuk harga minyak mentah pada hari ini baik Brent maupun Crude oil dapat dilihat pada tabel di bawah. Data harga ini adalah realtime, dan akan ter-update secara otomatis dengan me-refresh atau membuka ulang halaman webpage. Indicator yang digunakan dalam analisis pergerakan harga …
Analisis Indikator Teknikal Kurs EUR/USD Rangkuman analisis indikator teknikal untuk Kurs EUR/USD, kurs Dollar Amerika terhadap Euro Eropa dan mata uang dunia lainnya seperti mata uang Poundsterling Inggris, Franc Swiss, Dollar Australia, Dollar Kanada, dan Yen Jepan dapat dilihat pada tabel di bawah. Data kurs adalah realtime, dan akan ter-update secara otomatis. Indicator yang digunakan …
Analisis Indikator Teknikal Harga Emas Dan Minyak Hari Ini. Rangkuman analisis indikator untuk beberapa komoditas pada hari ini seperti: harga emas dan minyak dunia dapat dilihat pada tabel di bawah. Data harga adalah realtime, dan akan ter-update secara otomatis dengan me-refresh atau membuka ulang halaman webpage. Indicator yang digunakan dalam analisis pergerakan harga emas dunia …
Rangkuman Analisis Harian Teknikal Komoditi Hari Ini Rangkuman analisis indikator teknikal untuk beberapa komiditi yang berlaku hari ini di pasar internasional seperti: seperti harga emas, minyak mentah, perak dan tembaga, dan gas alam dapat dilihat pada tabel di bawah. Data ringkasan indicator ini adalah realtime, dan akan ter-update secara otomatis dengan me-refresh atau membuka ulang …
Tabel di Bawah menampilkan resume dari beberapa indikator teknikal untuk kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang berlaku pada hari ini. Kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika dinyatakan dengan notasi USD/IDR. Ini artinya menunjukkan jumlah rupiah yang dibutuhkan untuk membeli Satu Dollar Amerika Indikator yang digunakan adalah RSI periode 14, StochRSI periode 14, William %R periode 14, …
Mata uang asing atau valuta asing atau valas merujuk pada mata uang atau devisa yang dibuat atau dikeluarkan oleh negara lain yang dapat diterima di dalam negeri. Mata uang asing tidak merupakan alat pembayaran yang sah di dalam negeri, namun dapat digunakan untuk membiayai transaksi ekonomi dan …
Bursa atau pasar valuta asing dapat diartikan sebagai suatu tempat atau wadah atau sistem yang disediakan untuk perusahaan, perorangan dan bank agar dapat melakukan transaksi keuangan internasional dengan cara melakukan pembelian atau permintaan, atau demand dan perjualan atau penawaran, supply atas valuta asing atau forex. Mekanisme Perdagangan Di Bursa/Pasar Valuta Asing…
Secara sederhana, kurs mata uang asing atau biasa disebut kurs valuta asing adalah rasio nilai antara suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Artinya kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda. Kurs adalah nilai suatu mata uang jika dipertukarkan dengan mata uang lain. Artinya nilai suatu mata …
Devaluasi Devaluasi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintahan suatu Negara dengan menurunkan nilai mata uangnya (domestic currency) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency). Dalam jangka pendek kebijakan devaluasi bertujuan untuk mendorong ekspor dan membatasi impor. Sehingga dapat mendorong penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini akan berdampak pada perbaikan posisi BOP, Balance…
Transaksi Forward Valuta Asing Transaksi forward adalah suatu transaksi pembelian dan penjualan mata uang atau valuta asing dengan kurs forward yang ditetapkan saat transaksi dilakukan. Kurs forward berlaku untuk waktu yang akan datang (future period) antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Artinya penyerahan dana atau mata uang dilakukan di masa yang akan datang…
Arbitrase atau arbitrage didefinisikan sebagai aktivitas pembelian atau penjualan suatu komoditi atau produk termasuk valuta asing di suatu tempat pada saat yang sama menjual atau membeli komoditi tersebut di tempat lain dengan tingkat harga yang lebih menguntungkan. Untuk valuta asing, Arbitrase timbul karena adanya perbedaan tingkat kurs pada mata uang yang…
Margin trading valuta asing atau mata uang asing atau forex dapat diartikan sebagai transaksi jula beli mata uang asing yang tidak melibatkan aliran dana dari mata uang yang ditransaksikannya. Dalam peraturan Bank Indonesia disebutkan bahwa margin trading merupakan transaksi derivatif tanpa pergerakan dana pokok (notional amount) sehingga yang bergerak hanya margin yang merupakan hasil perhitungan…
Pada transaksi margin trading, nasabah dapat melakukan transaksi beli maupun jual tanpa harus memperhatikan jenis mata uang yang ada dalam rekening margin-nya. Karakteristik ini merupakan satu ciri dari transaksi pada margin trading. Ketika kurs menguat, maka nasabah dapat membuka posisi dengan melakukan transaksi beli. Dan ketika kurs melemah, maka nasabah dapat membuka transaksi jual. Dalam …
Informasi Transaksi Valuta Asing Hari Ini. Geolokasi Pasar Valuta Asing dunia yang open trading, buka transaksi saat ini dapat dilihat pada gambar di bawah. Posisi Transaksi Open Saat Ini Besarnya transaksi untuk posisi beli dan jual pada berbagai pasangan valuta asing yang tercatat dari beberapa broker valuta asing dapat dilhat pada grafik dibawah. Persentase …
Kata dalam artikel Pengertian Contoh Perhitungan Transaksi Margin Trading Forex. Nama Khas Valuta Asing yang Contoh Mekanisme Perdagangan Pada Bursa Valuta Asing. Cara Menghitung Transaksi Forward Valuta Asing, dengan Pengertian dan ISO Code. Pengertian Contoh Transaksi Margin Trading Valuta Asing atau Pengertian Contoh Valuta Asing. Contoh Cara Perhitungan Arbitrase Valuta Asing yaitu Contoh Simbol Lambang Valuta Asing.
Pengertian Ikatan Kovalen Koordinasi: Ikatan atom secara kovalen terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan electron ikatan (atau disingkat menjadi PEI). Sedangkan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (atau disingkat menjadi PEB).
Ikatan kovalen umumnya terjadi pada atom- atom unsur nonlogam, bisa pada atom sejenis seperti: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2 dan terjadi pada atom – atom berbeda jenis seperti: H2O, CO2, dan lain-lain.
Ciri – Ciri Senyawa Ikatan Kovalen:
Senyawa yang hanya memiliki ikatan kovalen disebut sebagai senyawa kovalen. Senyawa kovalen memiliki sifat – sifat fisik tersendiri di antaranya adalah:
Pada suhu kamar berwujud gas, cair (contohnya Br2), dan ada yang padat (contohnya I2).
Senyawa kovalen padatannya lunak dan tidak rapuh.
Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh rendah;
Senyawa kovalen larut dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air.
Senyawa kovalen umumnya tidak menghantarkan listrik.
Ikatan Kovalen Koordinasi.
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya berasal dari salah satu atom yang berikatan.
Dengan kata Ikatan kovalen koordinasi merupakan ikatan kovalen di mana pasangan electron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron.
Hal ini artinya ikatan kovalen koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB). Pada ikatan kovalen biasa, pasangan elektron yang digunakan bersama dengan atom lain berasal dari masing-masing atom unsur yang berikatan.
Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi
Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah HNO3, NH4Cl, SO3, dan H2SO4.
1). Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi NH4+
Gambarkan dan Jelaskan Ikatan yang terjadi antara molekul NH3 dan ion hydrogen yang membentuk Ion NH4+. Tentukan ikatan kovalen koordinasi yang merupakan pasangan elektron bebas dari salah satu atom yang dipakai secara bersama- sama pada ion NH4+.
Jawab:
Reaksi pembentukan ion NH4+ dari molekul NH3 dan ion H+ adalah seperti berikut:
NH3 + H+ → NH4+
Ion H+ adalah atom hydrogen yang sudah melepaskan satu electronnya sehingga tidak memiliki electron dan hydrogen membentuk ion positif.
NH3 memiliki satu pasangan electron bebas PEB dan tiga pasangan electron ikatan PEI. Satu pasangann electron bebas PEB ini yang bisa digunakan unutk membentuk ikatan kovalen koordinasi. Sedangkan Tiga pasangan electron ikatan PEI disusun oleh electron nitrogen dan hydrogen membentuk ikatan kovalen.
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewie Ion Amonium NH4+
Strukur Lewis pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada ion amunium dapat dilihat pada reaksi berikut:
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewie Ion Amonium NH4+
Keterangan:
TItik warna hijau adalah lambang electron hydrogen
Titik warna merah adalah lambang electron nitrogen
Pada ion amonium NH4+, terdapat sepasang elektron yang digunakan secara bersama antara atom nitrogen dan ion H+. Dua elektron yang digunakan berasal dari atom nitrogen yang merupakan pasangan electron bebas PEB.
Pasangan electron bebas PEB pada NH3 inilah yang digunakan secara bersama dengan ion H+ unutk membentuk ikatan kovalen koordinasi pada ion ammonium NH4+.
Dalam ion NH4+ terdapat empat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi.
Tuliskan struktur Lewis dari senyawa SO3 dan tunjukkan bagian mana yang merupakan ikatan kovalen koordinasi.
Konfigurasi Atom S adalah
16S = 2,8,6
Konfigurasi atom O adalah
8O = 2, 6
Jawab
Untuk dapat mencapai konfigurasi oktet, atom S dan O membutuhkan 2 elektron tambahan. Salah satu atom O menggunakan 2 pasang elektron dengan atom S membentuk ikatan rangkap dua. Dengan demikian S dan O sudah mencapai octet.
Sedangkan dua atom O yang lain menggunakan pasangan electron bebas PEB dari atom S untuk berikatan membentuk ikatan kovalen koordinasi.
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewie Molekul SO3
Strukur Lewis pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada ion amunium dapat dilihat pada reaksi berikut:
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewie Molekul SO3
Keterangan:
Titik warna merah adalah lambang electron oksigen
TItik warna hijau adalah lambang electron sulfur
Molekul SO3 memiliki tiga ikatan yaiu dua ikatan koordinasi dan satu ikatan rangkap dua. Ikatan kovalen rangkap dua terjadi antara atom oksigen dan sullfur. Elektron yang terlibat pada ikatan rangkap dua adalah empat buah yang terdiri dua electron dari oksigen dan dua electron dari sulfur yang digunakan secara bersama.
Ikatan kovalen koordinasi terbentuk pada dua atom oksigen dan sulfur yang menggunakan masing masing satu pasang electron bebas PEB milik atom sulfur. Pada ikatan koordinasi ini, atom oksigen tidak menyumbangkan electron.
Dalam bentuk garis molekul SO3 dapat dinyatakan sebagai berikut.
bentuk garis molekul SO3
Tanda anak panah merah (→) menyatakan sumber pasangan elektron yang dipakai bersama membentuk ikatan kovalen koordinasi. Arah anak panah yaitu dari atom yang menyediakan pasangan elektron menuju atom yang menggunakan pasangan elektron tersebut.
Sebutkan ikatan yang terdapat Pada senyawa HNO3 seperti ditunjukkan pada rumus struktur Lewis Berikut:
Ikatan Kovalen Koordinasi. HNO3
Keterangan:
Titik warna merah adalah lambang electron oksigen
Titik warna jihau adalah lambang electron nitrogen
Titik warna biru adalah lambang electron hidrogen
Jawab:
Pada molekul HNO3 terdapat empat ikatan. Ikatan Nomor 1 adalah ikatan kovalen dua rangkap yang terbentuk oleh dua pasangan electron yaitu satu pasangan dari atom nitrogen dan satu pasangan electron dari nitrogen.
Ikatan nomor 2 adalah ikatan kovalen tunggal yang terbentuk antara atom nitrogen dan oksigen. Pasangan electron ini terdiri dari satu electron milik oksigen dan satu milik nitrogen yang digunakan secara bersama.
Ikatan nomor 3 adalah ikatan kovalen tunggal yang terbentuk oleh atom hydrogen dan atom oksigen. Pasangan electron yang digunakan secara bersama adalah Satu electron dari hydrogen dan satu electron dari oksigen.
Ikatan nomor 4 adalah ikatan kovalen koordinasi yang terbentuk oleh atom oksigen dan nitrogen. Kedua electron pada ikatan ini merupakan elektron atom nitrogen. Sedangkan sedangkan atom oksigennya tidak ikut menyumbangkan electron untuk digunakan secara bersama.
4). Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi HNO2
Berikut ditunjukkan rumus struktur Lewis asam nitrit (HNO2). Sebutkan jenis ikatan yang terbentuk pada No 1, 2 , dan tiga.
Ikatan Kovalen Koordinasi HNO2
Keterangan
Titik warna merah adalah electron oksigen
Titik warna hijau adalah electron nitrogen
Titik warna biru adalah electron hidrogen
Jawab:
Pada molekul HNO2 terdapat tiga ikatan atom yang berbeda. Ikatan Nomor 1 adalah ikatan kovalen tunggal yang dibentuk oleh satu pasangan electron yang digunakan bersama antara atom hydrogen dan nitrogen. Satu electron dari hydrogen dan satu electron dari nitrogen. Elektro yang terlibat pada ikatan ini adalah dua.
Ikatan nomor dua adalah ikatan kovalen dua rangkap yang terbentuk oleh dua pasangan electron yang digunakan secara bersama yaitu dua electron dari oksigen dan dua electron dari nitrogen. Elektron yang terlibat pada ikatan ini adalah empat electron.
Ikatan Nomor tiga adalah ikatan kovalen koodinasi yang terbentuk oleh sepasang electron yang digunakan bersama antara atom nitrogen dan atom oksigen. Pasangan electron yang digunakan bersama ini merupakan electron dari nitrogen. Sedangan atom oksigen tidak menyediakan electron untuk digunakan secara bersama. Elektron yang terlibat pada ikatan ini adalah dua electron.
Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
Ringkasan Rangkuman: Unsur-unsur stabil dalam sistem periodik terletak pada golongan gas mulia, di mana unsur-unsur pada golongan ini memiliki elektron valensi duplet (He) dan oktet (Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn).
Seluruh unsur yang ada dalam sistem periodik mempunyai keinginan untuk mencapai kestabilan, dengan jalan melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun dengan jalan menggunakan bersama pasangan elektron.
Ikatan ion terjadi bila ada serah terima elektron antara atom yang melepaskan electron (atom unsur logam) dengan atom yang menangkap elektron (atom unsur nonlogam).
Ikatan kovalen terjadi pada atom-atom yang masih memerlukan elektron (kekurangan elektron) untuk menjadi stabil. Untuk mencapai kestabilan, atom-atom ini menggunakan bersama pasangan elektronnya.
Apabila salah satu atom unsur menyumbangkan pasangan elektronnya untuk digunakan bersama dengan atom lain, di mana atom lain ini tidak memiliki elektron, maka ikatan yang terjadi disebut ikatan kovalen koordinasi.
Ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda keelektronegatifannya disebut sebagai ikatan kovalen polar, sedang bila terjadi pada dua atom yang memiliki keelektronegatifan yang sama disebut ikatan kovalen nonpolar.
Dalam atom-atom unsur logam, ikatan yang terjadi antarelektron valensinya disebut sebagai ikatan logam.
Ikatan Kovalen Koordinasi: Pengertian Ciri Contoh Soal Ikatan Kimia, Contoh Rumus Struktur Ikatan Kovalen Koordinasi, Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi, Pengertian Contoh Pasangan Elektron Bebas, Pengertian Contoh Pasangan Elektron Ikatan,
Ciri – Ciri Senyawa Ikatan Kovalen, Ikatan Kovalen Koordinasi, Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi, Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi NH4+, Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewie Ion Amonium NH4+,
Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi Sulfur Trioksida SO3, Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Molekul SO3, Contoh Soal Ujian Ikatan Kovalen Koordinasi. HNO3, Rumus Struktur Lewis Ikatan Kovalen Koordinasi. HNO3,
Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi HNO2, Rumus Struktur Lewis Ikatan Kovalen Koordinasi HNO2 Ciri Ciri Senyawa Ikatan Kovalen, Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi, contoh senyawa dengan ikatan kovalen,
Contoh Soal Ujian Ikatan Kovalen Koordinasi., pasangan elektron bebas, Pengertian Ikatan Kovalen Koordinasi, Pengertian pasangan electron ikatan,
Pengertian. Negara memperoleh pendapatan dari dalam negeri maupun luar negeri. Pendapatan atau penerimaan pemerintah tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seluruh proses pembangunan nasional. Adapun sumber- sumber pendapatan pemerintah di antaranya adalah:
Penerimaan Dalam Negeri
Penerimaan pemerintah yang diperoleh dari dalam negeri berasal dari minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas. Penerimaan dari sector tersebut digunakan pemerintah untuk menutup pengeluaran rutin pemerintah. Penerimaan pemerintahan dari sektor nonmigas terdiri atas pajak dan nonpajak.
Penerimaan pajak berasal dari Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Ekspor, Pajak Perdagangan Internasional, Bea Masuk dan Cukai.
Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri dari pengelolaan sumber daya alam, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.
Penerimaan Luar Negeri
Dalam melaksanakan pembangunan dan roda pemerintahan diperlukan dana yang sangat besar. Pemerintah tidak dapat mengandalkan pada hanya satu sumber pendapatan yaitu pendapatan dari dalam negeri saja. Namun demikian, membutuhkan bantuan dari masyarakat internasional. Untuk membiayai proses pembangunan nasional,
Dana Bantuan dari luar negeri ini dapat digunakan untuk pembiayaan belanja pembangunan. Penerimaan yang berasal dari luar negeri terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Pinjaman tersebut dapat berasal dari negara donor atau lembaga keuangan internasional.
Lembaga keuangan atau negara donor yang telah memberi bantuan keuangan ke Indonesia antara lain adalah: ADB (Asean Development Bank), IMF (International Monetary Fund), dan Bank Dunia (World Bank).
Contoh Soal Ujian Sumber Dana APBN.
Sebutkan Sumber Sumber Penerimaan Negara Selain Pajak….
Jawaban:
Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri atas pengelolaan sumber daya alam, Minyak, gas, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara BUMN, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.
Daftar Pustaka:
Bea Masuk dan Cukai danJenis- Jenis Pembelanjaan Negara dengan Pajak Ekspor. Penerimaan Dalam Negeri dan Penerimaan Luar Negeri serta Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan. Pengertian Pajak Penghasilan dan Pengertian Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pengertian Pajak Pertambahan Nilai dan Sumber-Sumber Pendapatan Negara.
Pengertian Tujuan Fungsi APBN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah daftar terinci yang memuat penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka satu tahun. APBN ditetapkan oleh undang – undang dan menjadi pedoman pelaksanaan perekonomian dan digunakan sebesar – besar untuk kemakmuran rakyat.
Sejak tahun 2000 pada Era Reformasi, APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 Januari – 31 Desember tahun yang sama. Pada zaman Orde Baru (Orba), APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 April – 31 Maret tahun berikutnya, misalnya mulai 1 April 1990 – 31 Maret 1991.
Landasan Hukum APBN
Landasan hukum yang digunakan dalam pembuatan APBN adalah:
Undang – undang Dasar UUD 1945 Pasal 23 (sesudah diamandemen) yang pada intinya berisi:
APBN ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang.
Rancangan APBN dibahas oleh DPR dengan memperhatikan pendapat dari DPD, Dewan Perwakilan Daerah.
Apabila DPR tidak menyetujui rancangan anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah memakai APBN tahun sebelumnya.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pendapatan dan Belanja Negara.
Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN.
Tujuan APBN
Adapun tujuan dari APBN adalah:
Memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintah negara dan kemampuan menghimpun pendapatan negara dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional berdasarkan asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, berkeadilan, efisiensi, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan kemandirian guna mencapai Indonesia yang aman, adil, damai, dan demokratis, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
APBN disusun dengan tujuan sebagai pedoman pendapatan dan belanja dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan negara.
Dengan APBN, pemerintah sudah mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa saja yang akan diterima sebagai pendapatan dan pengeluaran apa saja yang harus dilakukan selama satu tahun.
Dengan APBN diharapkan kesalahan, pemborosan, dan penyelewengan yang merugikan dapat dihindari. APBN disusun untuk dilaksanakan sesuai aturan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan kemakmuran bangsa.
Penyusunan APBN juga memiliki tujuan sebagai berikut
Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR dan masyarakat luas;
Meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah;
Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal;
Memungkinan pemerintah memenuhi prioritas belanja;
Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses yang diprioritaskan.
Fungsi APBN
Adapun Beberapa Fungsi APBN di antaranya adalah:
Fungsi Alokasi APBN
Fungsi alokasi adalah fungsi penyediaan barang publik (public good provision). Sumber anggaran biaya harus dikeluarkan oleh negara untuk melaksanakan pembangunan. Pemerintah dapat mengalokasikan atau membagikan pendapatan yang diterima sesuai dengan target atau sasaran yang diinginkan. Misalnya, menetapkan besarnya anggaran untuk belanja (atau gaji) pegawai, untuk belanja barang, dan besarnya anggaran untuk proyek.
Fungsi Distribusi APBN
Fungsi distribusi pendapatan adalah fungsi APBN dalam rangka memperbaiki distribusi pendapatan. Penerimaan pemerintah disalurkan kembali kepada masyarakat. Pemerintah dapat mendistribusikan pendapatan yang diterima secara adil dan merata. Fungsi distribusi dilaksanakan dengan tujuan agar dapat memperbaiki distribusi pendapatan di masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang kurang mampu atau miskin dapat dibantu. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan melakukan kebijakan subsidi seperti subsidi BBM dan gas LPG.
Fungsi Stabilisasi APBN
Fungsi APBN ini bersifat kondisional artinya sesuai dengan kondisi perekonomian yang dihadapi. Sumber anggaran digunakan untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Pemerintah dapat menstabilkan keadaan perekonomian agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya, pada saat inflasi (yaitu harga barang dan jasa naik), pemerintah dapat menstabilkan perekonomian dengan cara menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi sehingga harga-harga dapat kembali turun.
Fungsi Otoritas APBN
Sebagai anggaran negara yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan pendapatan dan belanja pada tahun berjalan.
Fungsi Perencanaan APBN
Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun berjalan.
Fungsi Pengawasan APBN
Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman dalam menilai kesesuaian kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.
Fungsi Pengorganisasian
Anggaran negara sebagai pedoman untuk menyeimbangkan berbagai pos yang ada agar semua kepentingan dapat dilaksanakan dengan baik.
Pengaruh APBN Terhadap Perekonomian
Pengaruh APBN terhadapa perekonomin negara diantaranya sebagai berikut;
1). Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ditinjau dari pertumbuhan besarnya GNP dari tahun ke tahun.
2). Menciptakan kesetabilan keuangan atau monoter nagara dengan mengatur jumlah uang beredar di dalam masyarakat.
3). Menumbuhkan sektor investasi masyarakat dengan mengembangkan industry industry di berbagai kalangan atau golongan masyarakat.
4). Meningkatkan dan memperlancar distribusi pendapatan dengan mengatur sumber penerimaan dan penggunaan belanja barang dan yang lainnya.
5). Memperluas atau membuka lapangan kerja baru agar dapat mengurangi pengangguran dengan membangun atau mengadakan proyek proyek negara dan investasi negara, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prinsip Penyusunan APBN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara disusun dengan memperhatikan prinsip- prinsip sebagai berikut.
Prinsip Anggaran Berimbang,
Prinsip Anggaran Berimbang yaitu sisi penerimaan sama dengan sisi pengeluaran, defisit anggaran ditutup bukan dengan mencetak uang baru, melainkan dengan pinjaman luar negeri.
Prinsip Dinamis
1). Anggaran Dinamis Absolut, yaitu peningkatan jumlah tabungan pemerintah dari tahun ke tahun sehingga kemampuan menggali sumber dalam negeri bagi pembiayaan pembangunan dapat tercapai.
2).Anggaran Dinamis Relatif, yaitu semakin kecilnya persentase ketergantungan pembiayaan terhadap pinjaman luar negeri.
Prinsip Fungsional,
Prinsip fungsional yaitu pinjaman luar negeri hanya untuk membiayai pengeluaran pembangunan, bukan untuk membiayai pengeluaran rutin. Semakin dinamis anggaran dalam pengertian relatif, semakin baik tingkat fungsionalitas terhadap pinjaman luar negeri.
Asas Penyusunan APBN
Asas penyusunan APBN adalah sebagai berikut:
1). Kemandirian, yang berarti pembiayaan negara didasarkan atas kemampuan negara, sedangkan pinjaman luar negeri hanya sebagai pelengkap.
2). Penghematan atau peningkatan efisiensi dan produktivitas.
3). Penajaman prioritas pembangunan, artinya pembelanjaan dalam APBN harus mengutamakan pembangunan di sektor -sektor yang lebih bermanfaat.
Mekanisme Penyusunan APBN
1). Tahap penyiapan dan penyusunan rencana APBN (atau RAPBN) oleh Pemerintah dalam bentuk nota keuangan melalui rapat dengan departemen dan lembaga teknis
2). Tahap pengajuan Rencana APBN oleh pemerintah kepada DPR
3). Tahap pembahasan RAPBN oleh DPR dalam masa sidang.
4). Tahap persetujuan RAPBN oleh DPR menjadi APBN melalui undang undang. Jika RAPBN tidak disetujui oleh DPR, maka pemerintah menggunakan APBN tahun sebelumnya.
5). Tahap Pelaksanaan APBN yang dikuatkan oleh Keputusan Presiden tentang pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.
6). Tahap pengawasan pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang antara lain Badan Pemeriksa Keuangan;
7). Tahap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.
Gambar berikut menjelasan mekanisme penyusunan APBN
Mekanisme Penyusunan APBN
Struktur Dasar APBN
Format APBN yang sekarang ini sudah disesuaikan dengan format I-Account GFS IMF Standard, yang terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu
Sisi Penerimaan,
Sisi Pengeluaran,
Sisi Pembiayaan.
Gambar berikut menunjukkan format atau struktur APBN yang memuat komponen penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan negara.
Struktur APBN
Penerimaan Negara
Penerimaan negara merupakan pendapatan dan hibah negara yang terdiri atas penerimaan dalam negeri (migas, pajak, dan bukan pajak), dan penerimaan luar negeri atau bantuan luar negeri yang disebut juga penerimaan pem bangunan meliputi bantuan program dan bantuan proyek.
Pengeluaran Negara
Pengeluaran negara merupakan belanja negara yang terdiri atas pengeluaran rutin (antara lain: belanja barang, belanja pegawai, dan subsidi daerah otonom), dan pengeluaran pembangunan yang merupakan biaya pelaksanaan proyek-proyek pemerintah. Penerimaan pembangunan dalam anggaran negara ditujukan untuk menutupi kekurangan penerimaan yang lebih keci
Pembiayaan Negara
Pembiayaan negara terdiri dari pembiayaan dalam negeri dan pembiayaan luar negeri.
Kebijakan Anggaran Negara
Karena Kondisi perekonomian negara setiap tahunnya mengalami perubahan, pemerintah perlu menyusun kebijakan anggaran yang sesuai dengan target dan tujuan pembangunan perekonomian yang ingin dicapai.
Pada dasarnya, terdapat tiga jenis kebijakan anggaran yang mungkin ditetapkan oleh pemerintah. Ketiga Kebijakan anggaran tersebut adalah anggaran surplus, anggaran berimbang dan dinamis serta anggaran defisit:
Anggaran Surplus
Anggaran surplus adalah anggaran di mana jumlah penerimaan lebih besar daripada pengeluarannya.
Anggaran Berimbang dan Dinamis
Anggaran berimbang dan dinamis adalah anggaran yang jumlah penerimaan sama dengan anggaran pengeluaran, dan diusahakan jumlahnya terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui peningkatan tabungan pemerintah.
Anggaran Defisit
Anggaran defisit adalah anggaran yang jumlah penerimaan lebih kecil dari jumlah pengeluarannya.
Contoh Soal Ujian Materi APBN
Soal 1. Berikut ini merupakan fungsi dan tujuan APBN sebagai berikut:
Membangun sarana umum di daerah.
Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara.
Meningkatkan produksi barang dan jasa.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secra nasional.
Pedoman distribusi/ pembagian anggaran untuk tiap daerah/ kementerian.
Yang merupakan fungsi APBN adalah:
A. (1), (2), dan (3). B. (1), (2), dan (4). C. (2), (3), dan (4). D. (2), (4), dan (5). E. (3), (4), dan (5)
Jawaban: C
Pembahasan:
Fungsi APBN yaitu:
Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara (2)
Meningkatkan produksi barang dan jasa (3)
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional (4)