Tipe Grafik Analisis Teknikal Forex

Data yang digunakan dalam analisis teknikal adalah data kurs yang divisualisasikan dalam bentuk diagram atau grafik. Grafik pergerakan kurs merupakan alat utama yang digunakan oleh para analis atau trader. Grafik terdiri dari dua sumbu yaitu sumbu tegak yang menyatakan nilai kurs dan sumbu horisontal yang menampilkan perubahan waktu. Perubahan kurs dicatat berdasarkan waktu berurutan secara teratur. Urutan waktu pencatatan untuk perubahan data kurs adalah: Satu menit, Lima menit, Lima Belas menit, 30 menit, Satu jam, Empat jam, Satu hari, Satu minggu, dan Satu bulan.

Dalam trading software, pengambilan data secara berurutan dalam periode waktu tertentu disebut timeframe. Misal pencatatan data tiap lima menit, artinya waktu untuk pencatatan mulai dari kurs pembukaan, open sampai penutupan, close adalah lima menit.

Line Chart.

Line Chart merupakan grafik yang hanya menampilkan kurs penutupan saja, tanpa melibatkan kurs tertinggi, terrendah dan pembukaan. Satu nilai kurs penutupan mewakili satu periode. Misal periode saju jam, pergerakan kurs selama satu jam diwakili oleh kurs terakhir yaitu kurs penutupan yang merupakan kurs pada menit keenam puluh. Garis dibentuk dengan menghubungkan tiap-tiap kurs penutupan secara berurutan setiap satu jam. Tentu saja grafik ini menjadi grafik yang sangat sederhana dalam tampilannya, karena mengabaikan kejadian acak pembentukan kurs tertinggi, terrendah dan pembukaan. Rentang pergerakan kurs selama satu jam tidak terinformasikan. Namun demikian, dengan kesederhanaannya membuat grafik ini lebih mudah untuk melihat arah pergerakan kurs. Contoh line chart dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Line Chart

Line Chart Pergerakan Kurs EUR/USD, Timeframe H1

Bar Chart.

Bar Chart merupakan grafik yang digambarkan dengan bar atau batang vertikal. Tiap batang memiliki empat informasi kurs yaitu, open, high, low dan close untuk periode tertentu. Misal bar untuk periode satu jam atau timeframe H1. Kurs awal pembentukan batang yaitu open, merupakan kurs pembukaan yang dicatat pertama kali. Selama satu jam, tercapai kurs tertinggi yaitu high dan terendah yaitu low. Diakhiri pada menit ke enam puluh dengan kurs penutupan yaitu close yang merupakan kurs terakhir untuk periode satu jam.

Tentu saja bar chart menjadi lebih informatif terhadap pergerakan kurs selama satu jam. Rentang pergerakan kurs selama satu jam dapat diketahui dari jarak nilai kurs tertinggi dan terrendah. Contoh bar chart dan posisi kurs open, high, low dan close pada bar ditunjukkan pada Gambar di bawah.

Bar Chart

Bar Chart Pergerakan Kurs EUR/USD, Timeframe H1

Candlestick chart.

Candlestick chart adalah grafik yang dibangun dengan candle-candle sebagai penyaji datanya. Candlestick atau lilin merupakan salah satu bentuk representasi dari pergerakan kurs pada periode tertentu. Satu candlestick memuat informasi data kurs open, high, low, dan close. Sama dengan informasi yang diberikan oleh bar type.

Misal candlestick pada timeframe satu jam atau H1. Satu candlestick mewakili pergerakan kurs selama satu jam yang dibangun oleh empat data kurs. Open merupakan kurs awal pembentukan candlestick atau kurs pembukaan, yaitu nilai kurs pada menit ke nol. High merupakan kurs tertinggi yang dicapai selama pergerakan satu jam. Low merupakan kurs terrendah selama periode satu jam. Close  merupakan kurs penutupan setelah satu jam, kurs diakhir pembentukan candlestick, yaitu kurs pada menit ke enam puluh. Contoh bentuk candlestick pada Gambar di bawah.

Candlestick

Candlestick

Bentuk candlestick terdiri dari body yang dibatasi oleh nilai kurs pembukaan dan penutupan. Memiliki dua shadow, yaitu upper shadow yang terletak di atas body, dan lower shadow terletak di bawah body. Untuk mempermudah pengamatan, body candle biasanya diberi warna yang berbeda sesuai dengan arah pergerakannya. Misal jika selama satu jam pergerakan naik, nilai kurs penutupan lebih tinggi dari kurs pembukaan, body candle diberi warna terang atau putih. Sebaliknya jika pergerakan kurs turun, kurs pembukaan lebih tinggi dari penutupan, body candle diberi warna merah atau gelap. Jadi, hanya dengan melihat warnanya, tanpa harus mengetahui berapa nilai kurs pembukaan dan penutupan, sudah dapat menentukan arah pergerakan selama satu jam terakhir. Contoh grafik candlestick ditunjukkan pada Gambar di bawah.

candlestick chart

Candlestick Chart Pergerakan Kurs EUR/USD, Timeframe H1

 

Daftar Artikel Yang Membahas Teknikal Indikator, Klik Judul Yang Sesuai Di Bawah:

1. Analisis Indikator Teknikal Valuta Asing Hari Ini

2. Aplikasi dan Interpretasi Indikator Teknikal Stochastic Dan Williams Percent R

3.  Aplikasi dan Interpretasi Indikator Teknikal Simple Moving Average

Pustaka:

  1. http://www.babypips.com/school/leading-indicators-oscillators.html
  2. ardraviz, 2011, “Simple Comcept Untuk Forex Online Trading”, ardra.biz
  3. http://belajarforex.com/indikator-teknikal.html

Gambar

  1. http://ardra.biz