Belajar Indikator Teknikal Forex Online Trading

Para palaku pasar valuta asing menggunakan diagram atau chart sebagai alat utama dalam melakukan analisis pergerakan kurs. Selain itu, para pelaku juga menggunakan alat bantu yang dikenal dengan sebutan indikator teknikal. Indikator merupakan metoda pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi atau mengidentifikasi pergerakan kurs di masa lalu dengan menggunakan formula atau rumus matematika tertentu.

Pengertian Indikator Forex

Pada prinsipnya, Indikator adalah sebuah tool yang merepresentasikan pergerakan kurs sesuai dengan formula dan asumsinya. Jadi, data yang ditunjukkan oleh indikator merupakan modifikasi dari data kurs dalam bentuk data yang lain. Data kuatitatif yang diindikasikan oleh indikator pada umumnya divisualisasikan dalam bentuk kurva atau garis. Hasil perhitungan dalam bentuk kurva ini kemudian digunakan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan kurs di masa akan datang.

Para trader biasa menyebut acuan yang diberikan oleh indikator teknikal sebagai signal. Para trader kawakan akan menyarankan untuk membuka transaksi setelah titik acuan benar-benar terjadi.

Data yang digunakan dalam perhitungan indikator adalah kurs pembukaan, tertinggi, terrendah, atau penutupan. Dalam perhitungannya, indikator dapat menggunakan satu atau lebih data-data tersebut. Umumnya data yang digunakan adalah kurs penutupan saja. Namun beberapa indikator menggunakan kombinasi antara kurs penutupan dengan tertinggi dan terrendah atau kombinasi lainnya. Penyelesaian perhitungan pada indikator teknikal dilakukan dengan software komputer. Untuk itu metoda ini biasa disebut dengan computerized techinical analysis.

Pada trading platform metatrader, indikator dibuat dalam bahasa program MetaQuotes Language, MQL, yaitu software program khusus untuk menyelesaikan perhitungan sesuai dengan model matematikanya.

Nilai yang ditunjukkan oleh sebuah indikator ditentukan oleh formula dan periode atau variabel lain yang terdapat di dalamnya. Sehingga interpretasinya akan berbeda jika formula, periode dan variabel lain berbeda. Hal ini merupakan suatu kelemahan dari indikator teknikal. Beberapa trader kawakan menyebutnya sebagai ketidakkonsistenan indikator. Trader lain lebih mempercayai trading-nya dengan hanya melihat chart dan informasi ekonomi secara keseluruhan. Atau memposisikan indikator hanya untuk melihat posisi kurs terhadap nilai indikasinya, tidak digunakan dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi jual atau beli.

Ketidakkonsistenan indikator menyebabkan para trader selalu mengkonfirmasi satu indikator dengan indikator lainnya. Para senior menyebutnya dengan istilah multiple-indicator. Namun beberapa trader menyarankan bahwa keputusan tergantung pada gaya/style trader itu sendiri. Sebuah saran yang sangat tidak menguntungkan, terutama bagi para pemula. Hal ini pula yang dianggap oleh para pemula bahwa pergerakan kurs menjadi sangat tidak jelas atau sulit untuk diprediksi. Yang pada akhirnya menjadi pemicu kerugian saat pemula mulai melakukan trading valuta asing.

Indikator teknikal yang biasa digunakan dalam analisis pergerakan kurs dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

Trend following Indicator, metoda yang dapat mengikuti kecenderungan atau arah pergerakan kurs pada kondisi pembentukan suatu trend yang sangat kuat. Adapun metoda yang masuk katagori ini adalah: metoda Moving Average (MA), Moving Average Convergence/Divergence (MACD), dan sebagainya.

Oscillator atau Momentum Indicator, metoda yang dapat mengindetifikasi kemungkinan terjadinya perubahan arah atau titik balik atau revesal dari pergerakan sebelumnya. Metoda oscillator dapat memberikan indikasi terhadap batas minimum atau maksimum dari pergerakan kurs yang membentuk pola osilasi atau sideway. Metoda yang masuk dalam kelompok ini adalah: Relative Strenght Index (RSI), Stochastic Oscillator (Stochastic), Williams’ Percent Range (Williams’ % R), dan lain sebagainya.