Manfaat Keanekaragaman Hayati, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Pengertian

Sumber daya alam merupakan kekayaan yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Sumber daya alam dapat berupa biotik maupun abiotik. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati.

Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan pengelolaan yang baik dengan pemeliharaan dan pelestarian. Pengelolaan ini menjadi sangat perlu mengingat sumber daya alam bersifat terbatas. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan kelangsungan kehidupan. Beberapa manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut.

manfaat-keanekaragaman-hayati
manfaat-keanekaragaman-hayati
  1. Manfaat Ekonomi

Secara ekonomi keanekaragaman hayati menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan devisa negara. Misalnya untuk bahan baku industri, mebel dan peralatan rumah tangga, bahan obat, bahan makanan, rempah-rempah, tanaman hias, dan perkebunan. Bahan-bahan tersebut dapat diperdagangkan baik di dalam negeri maupun untuk ekspor sebagai bentuk kegiatan ekonomi.

  1. Manfaat Biologis

Secara biologis, keanekaragaman hayati memiliki manfaat sebagai penunjang kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan gas oksigen pada proses fotosintesisnya. Gas oksigen kemudian digunakan oleh hewan dan manusia untuk bernapas. Tumbuhan merupakan produsen yang menghasilkan bahan organik seperti biji, buah, umbi, dan dedaunan sebagai bahan makanan makhluk hidup lain.

Hewan dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sandang, dan hiburan oleh manusia. Jasad renik dapat berperan sebagai dekompser yang mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik. Nilai biologis yang lain adalah sebagai sumber plasma nutfah untuk keperluan pemuliaan guna memperoleh jenis-jenis unggul.

  1. Manfaat Ekologis

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan alam. Setiap komponen ekosistem saling berinteraksi secara harmonis, sehingga gangguan terhadap salah satu komponen dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis yang penting bagi bumi.  Hutan hujan tropis berfungsi sebagai paru-paru bumi, menjaga kestabilan iklim global, dan membantu menurunkan tingkat pencemaran udara, serta mengurangi efek rumah kaca.

  1. Manfaat Sosial

Keanekaragaman hayati secara alami merupakan bagian sistem sosial dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan masyarakat sangat terkait dengan keanekaragaman hayati dilingkungannya. Hal itu dapat diamati dari pola hidup suku-suku di pedalaman yang lebih mengandalkan potensi alam dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan atau kawasan industri. Keanekaragaman hayati juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi, olah raga, hiburan, dan pendidikan.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sumber Daya Alam dan Jenis Sumber daya alam beserta Pengertian Sumber daya alam dan Contoh sumber daya alam biotik dan abiotic. Pengertian Biotik dan Abiotik dan Contoh sumber alam hayati serta Contoh sumber alam nonhayati.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Adapun  Pengertian sumber alam hayati dan nonhayati dan Manfaat Sumber alam secara Ekonomis dan Manfaat sumber alam secara Biologis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat sumber alam secara Ekologis dan Manfaat sumber alam secara Sosial beserta Contoh soal dan pembahasan sumber daya alam. Contoh soal ujian nasional sumber daya alam.

Hukum Mendel Dasar Pewarisan

Dasar – dasar Pewarisan Mendel.  Gregor Johann Mendel merupakan seorang peneliti yang cukup popular yang melakukan penelitian di bidang hereditas. Pada tahun 1842, Mendel melakukan penelitian dan menetapkan dasar- dasar hereditas.

Setiap sel gamet akan memperoleh satu gen dari pasangan tersebut. Selanjutnya Mendel membuat kesimpulan seperti berikut.

Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel
Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel

– Setiap sifat suatu organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan yang dinamakan gen (pada saat itu Mendel masih belum mengenal tentang gen); yaitu satu faktor dari induk jantan dan satu faktor dari induk betina.

– Setiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misalnya bulat atau kisut. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel.

– Apabila pasangan faktor keturunan terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, faktor dominan akan menutup faktor resesif.

– Pada saat pembentukan gamet, yaitu pada proses meiosis, pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisahkan diri secara bebas.

– Individu galur murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama, yaitu dominan atau resesif saja.

Mendel melakukan penelitian  mengenai penurunan sifat dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum). Beberapa alasan penggunaan kacang ercis sebagai bahan penelitiannya adalah:

  • Ercis tanaman berumur pendek dan dengan cepat dapat menghasilkan anakan
  • Tanaman ercis mempunyai bunga yang sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri
  • Tanaman ercis mempunyai perbedaan sifat yang cukup mencolok
  • Ercis merupakan tanaman yang mudah dalam pemeliharaannya.

Sifat Tanaman Ercis

Beberapa sifat yang dimiliki oleh tanaman ercis adalah bentuk biji bulat dan keriput. Warna biji kuning dan hijau. Bentuk buah Mengembung dan keriput. Warna buah hijau dan kuning.

Hukum Mendel 1.

Hukum Mendel 1 dikenal juga sebagai hukum segregasi. Hukum Mendel 1 menyatakan bahwa pasangan alel pada proses pembentukan gamet dapat memisah secara bebas.

Mendel melakukan pembuktian dengan melakukan persilangan monohybrid dengan satu sifat yang berbeda. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya.

Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis berbiji bulat dan tanaman ercis berbiji kisut menghasilkan keturunan pertama yaitu F1 berbiji bulat semua (100% bulat)
  • Biji F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan biji bulat dan kisut dengan perbandingan 3:1
  • Percobaan yang sama dengan perbedaan sifat yang lain, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 3:1

Hukum Mendel 2.

Hukum mendel 2 biasa disebut sebagai hukum asortasi atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas (The Law Independent Assortment of Genes). Hukum  Mendel 2 menyatakan  bahwa “Bila individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkan sifat yang sepasang tak tergantung dari pasangan sifat yang lain”.

Mendel melakukan persialangan dihybrid atau persilangan dengan dua sifat yang berbeda untuk membuktikan hukum ini.

Contoh Persilangan Mendel 2.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis dengan biji bulat berwarna kuning dengan tanaman ercis berbiji keriput warna hijau akan menghasilkan keturunan F1 100% berbiji bulat berwarna kuning. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa warna kuning dominan terhadap keriput dan hijau.
  • F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan tanaman dengan biji bulat kuning, bulat hijau, keriput kunig dan keriput hijau dengan perbandingan 9:3:3:1.
  • Percobaan yang sama dengan perbedaa sifat lainnya, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 9:3:3:1

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Dasar Pewarisan Mendel atau Dasar Hereditas Gregor Johann Mendel dengan Satu sel gamet satu gen. Alel faktor keturunan bentuk alternative dengan Faktor dominan menutup faktor resesif.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Pembentukan gamet pada proses meiosis dan Individu galur murni.  Pasangan sifat (alel) yang sama dengan Beberapa alasan penggunaan kacang ercis. Penyilangan tanaman ercis Pisum sativum dengan Sifat Tanaman Ercis dan Hukum Mendel 1 dengan Persilangan monohybrid.
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1 dengan Hukum Mendel 2 atau Hukum asortasi. Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas atau The Law Independent Assortment of Genes dengan Contoh Persilangan Mendel 2.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Soal dan Pembahasan Persilangan dan Contoh Soal dan Pembahasan dasar pewarisan mendel.

Osmosis, Difusi Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran Plasma

Pengertian Difusi dan Osmosis, Gerakan atau mekanisme transpor zat melalui membrane dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gerakan  pasif yang tidak memerlukan energy dan gerakan aktif yang melibatkan energy. Gerakan pasif meliputi difusi dan osmosis, sedangkan yang termasuk katagori gerakan aktif adalah transport aktif, endositosis dan eksositosis.

Pengertian Difusi.

Difusi adalah proses perpindahan zat dari lauratan berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke larutan yang berkonsestrasi rendah (atau hipotonis) baik melalui selaput pemisah maupun tidak. Perbedaan konsentrasi dalam suatu larutan disebut dengan gradien konsentrasi

Perpindahan zat dengan cara Difusi tidak melibatkan energy.  Dengan demikian difusi akan menghasilkan konsentrasi molekul menjadi sama pada semua bagian. Konsentrasi larutan menjadi homogeny.

proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah
proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah

Contoh Peristiwa Difusi

  • Maksudnya gas CO2 ke dalam tubuh tumbuhan dan keluarnya gas O2 dari tubuh tumbuhan.
  • Maksudnya air ke dalam akar, kemudian bergerak dari sel ke se, dan akhirnya meninggalkan tubuh tumbuhan dalam bentuk uap air.

Pengertian Osmosis

Osmosis adalah perpindahan molekul atau zat dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui suatu membran selektif permeable (semipermeable). Larutan berkonsentrasi rendah biasa disebut larutan encer dan larutan berkonsentrasi tinggi disebut larutan pekat.

Contoh Peristiwa Osmosis

Membrane selektif permeable adalah selaput pemisah yang hanya dilewati oleh air dan molekul tertentu yang terlarut di dalamnya. Molekul – molekul yang mampu melewati membrane semipermeable adalah molekul – molekul gliserol, asam lemak, asam amino, gula sederhana, zat – zat tertentu yang larut dalam lemak, dan air.

Molekul yang memiliki ukuran cukup besar, misalnya polisakarida atau pati dan protein tidak mampu melewati membrane semipermeable. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi memiliki tekanan osmosis yang tinggi, dan sebaliknya. Setiap sel hidup merupakan system osmosis yang mengatur keseimbangan air di dalamnya.

Daftar Pustaka.

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7.  Pengertian Difusi dan Osmosis dengan gerakan  pasif tidak memerlukan energy dan gerakan aktif yang melibatkan energy. Gerakan pasif difusi dan osmosis dengan gerakan aktif endositosis dan eksositosis.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian dan comtoh Difusi dengan proses perpindahan zat berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke berkonsestrasi rendah dan Difusi perbedaan kosentarsi zat.
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Difusi tidak perlu energi dengan Proses perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsestrasi rendah dan Contoh Peristiwa Difusi. Difusi gas CO2 ke dalam tumbuhan dan Difusi gas O2 keluar tumbuhan atau Difusi air ke dalam akar.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian dan Contoh Osmosis dengan perpindahan zat konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Membrane selektif permeable dengan contoh molekul yang mampu lewat membrane semipermeable dan selaput pemisah. Membrane semipermeable dan contoh peristiwa osmosis.

Pemurnian Logam Cara Listrik, Electrowinning.

Pengertian. Prinsip pemurnian logam cara listrik adalah dengan mengunakan dua elektroda dalam suatu larutan elektrolit. Elektrodanya adalah katoda dan anoda. Anoda adalah logam yang masih kotor yang akan dimurnikan.

Sedangkan Katoda adalah logam murni. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan yang mengandung kation logam yang akan dimurnikan, dalam hal ini larutan yang mengandung kation logam.

MIsal pemurnian logam tembaga, maka larutan yang digunakan adalah tembaga sulfat CuSO4.

Proses pemurnian logam atau refining cara listrik atau elecktrowinning banyak diaplikasikan dalam industri- industri logam, misal pada industri pengolahan logam tembaga. Beberapa aplikasi yang menggunakan bahan dasar logam tembaga mensyaratkan kemurnian tinggi.

Beberapa unsur pengotor yang umum terdapat pada logam tembaga sebelum dimurnikan adalah, besi, seng, timbal, silikon, alumunium, perak, platina dan emas. Unsur –unsur ini merupakan pengotor yang terdapat dalam bijih tembaga.

Kabel listrik merupakan salah satu contoh aplikasi tembaga sebagai konduktor yang mensyaratkan kemurnian yang tinggi. Argumennya adalah, semakin tinggi kemurnian logamnya, maka logam tersebut semakin konduktor.

Contoh Reaksi Proses Pemurnian Logam Tembaga

Reaksi yang terjadi selama proses pemurniannya pada katoda dan anoda adalah sebagai berikut:

CuSO4 (l) → Cu2+ (l) + SO42- (l)

Katoda : Cu2+ (l) + 2e → Cu (s)

Anoda : Cu(s) → Cu2+ (l) + 2 e

Skematika proses pemurnian logam tembaga dapat dilihat pada gambar di bawah.

pemurnian-logam-tembaga-cara-elektrowinning
pemurnian-logam-tembaga-cara-elektrowinning

Logam tembaga kotor pada anoda mengalami reaksi oksidasi. Tembaga Cu larut menjadi ion Cu2+   kemudian masuk ke dalam larutan elektrolit CuSO4 (tembaga sulfat). Pada katoda terjadi reaksi reduksi ion tembaga dari larutan menjadi tembaga solid   yang terendapkan di permukaan katoda.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah pengaturan tegangan dan arus yang tepat selama proses sehingga pengotor – pengotor tidak ikut terlarut menjadi ion, melainkan mengendap di landasan bak. Atau kalaupun secara kimia pasti terlarut, maka ion- ion pengotor harus diusahakan tidak ikut terendapkan di permukaan katoda.

Daftar Pustaka

  1. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  2. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  3. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  4. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  5. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  6. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian pemurnian logam cara listrik dan Prinsip pemurnian logam cara listrik. Pengertian electrowinning dengan Contoh pemurnian cara listril serta Contoh Reaksi pada pemurnian logam cara listrik.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh reaksi pemurnian logam dan Katoda yang digunakan pada pemurnian logam dengan Larutan elektrolit pada pemurnian logam cara listrik.Tujuan proses electrowinning dan Contoh produk dari pemurnian logam cara listrik
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Reaksi Proses Pemurnian Logam Tembaga cara Electrowinning. Pemurnian Logam Cara Listrik dan refining cara listrik atau elecktrowinning.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Reaksi pada katoda pemurnian logam dan Reaksi pada anoda serta Contoh larutan elektrolit pemurnian logam. Contoh Soal Ujian Pemurnian logam.

Jenis, Penyebab, Dampak Mutasi Gen, Kromosom

Pengertian Mutasi.  Mutasi merupakan suatu perubahan sifat pada keturunan (F1) sehingga menghasilkan sifat keturunan yang berbeda dengan induknya (P). individu F1 tersebut akan menghasilkan keturunan yang sifatnya sama dengannya. Makhluk hidup atau Individu yang mengalami mutasi disebut dengan mutan.

Pada dasarnya mutasi merupakan perubahan struktur susunan materi genetic dalam hal ini DNA yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Terjadinya perubahan susunan materi genetik akan mengakibatkan perubahan gen sehingga dapat menimbulkan perubahan fenotipenya.

jenis-penyebab-dampak-mutasi-gen-kromosom
jenis-penyebab-dampak-mutasi-gen-kromosom

Sedangkan penyebab terjadinya mutasi disebut sebagai mutagen. Berdasarkan besar atau kecilnya perubahan yang terjadi pada substansi genetika, mutasi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu mutasi gen dan mutasi kromosom (aberasi kromosom).

Mutasi Gen.

Mutasi gen biasa disebut juga sebagai mutasi titik atau point mutation. Mutasi ini terjadi akibat adanya perubahan pada satu pasang DNA pada suatu gen. Tipe Mutasi gen di antaranya adalah:

  • Mutasi tidak bermakna atau nonsense mutation, yaitu perubahan pada triple basa (kodon) tetapi perubahannya tidak menyebabkan kesalahan terhadap pembentukan protein.
  • Mutasi ganda (triple mutation) yaitu terjadi pengurangan atau penambahan tiga basa secara bersama – sama.
  • Mutasi bingkai (frame shift mutation) yaitu penambahan atau pengurangan basa nitrogen. Mutasi ini terdiri dari delesi (pengurangan basa nitrogen) dan duplikasi (penambahan basa nitrogen).
  • Mutasi penggantian basa, mutasi yang terdiri dari transisi dan transversi.

Mutasi Kromosom atau Aberasi Kromosom

Mutasi kromosom disebut juga mutasi besar atau aberasi. Mutasi kromosom merupakan mutasi yang terjadi karena adanya perubahan struktur dan jumlah pada kromosom.

Efek mutasi  kromosom lebih besar daripada mutasi gen, sehingga tampak ada fenotip individu yang mengalami mutasi tersebut.

Mutasi kromosom dapat dikelompokan menjadi dua yaitu mutasi kromosom yang diakibatkan terjadinya perubahan struktur kromosom atau aberasi dan mutasi kromosom akibat terjadinya perubahan jumlah kromosom.

Mutasi karena perubahan jumlah kromosom diantaranya:

  • Euploidi apabila pengurangan atau penambahan perangkat kromosm

Contoh: 2n → 4n, 2n →n

  • Aneuploidi apabila terjadi perubahan kromosom hanya pada salah satu atau lebih dari satu genom.

Mutasi karena perubahan struktur Kromosom diantaranya:

  • Delesi terjadi karena adanya fragmen kromosom yang patah dan hilang sehingga menyebabkan susunan kromosom mengalami perubahan.
  • Duplikasi karena adanya peristiwa penambahan suatu fragmen kromosom yang sama berasal dari homolog, sehingga mengakibatka perubahan susunan kromosom.
  • Inversi terjadi apabila fragmen pada suatu kromosom patah dan akan kembali lagi pada kromosom tersebut akan tetapi susunan fragmen kromosomnya terbalik, sehingga dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan kromosom.
  • Translokasi terjadi apabila terdapat dua

Penyebab Terjadinya Mutasi.

Beberapa penyebab terjadinya mutasi diantaranya adalah:

Mutasi Spontan atau mutasi alami. Mutasi ini terjadi secara alami. Diperkirakan akibat factor ama, seperti sinar uktraviolet, sinar kosmik, sinar radioaktif dan kesalahan DNA.

Mutasi Buatan. Mutasi ini merupakan mutasi yang sengaja dibuat oleh manusia. Mutasi ini melibatkan mutagen biologi seperti virus dan bakteri. Asam inti virus dapat menyebabkan mutasi.

Mutagen kimia yang sering digunakan adalah bahan kimia alami seperti asam nitrit, kolkisin, streptomisin. Bahan kimia sintesis seperti DDT, fumigant, formaldehid, gliserol.

Mutagen fisika yang dapat menyebabkan mutasi berupa temperature, sinar dan radiasi.

Dampak Mutasi.

Dampak Positif dari adanya mutasi di antaranya poliploid pada tanaman yaitu:

  • Dapat menghasilkan tanaman bibit yang sangat unggul.
  • Dapat menghasilkan tanaman dengan buah besar, tidak berbiji dan produksinya tinggi.
  • Dapat meningkatkan produksi antibody
  • Menambah keanekaragaman tanaman atau hayati

Dampak Negatif.

Selain dampak positif, mutasi juga dapat menimbulkan berbagai masalah yang merugikan, misalkan.

  • Memicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan sindrom
  • Dapat menghasilkan perubahan sifat yang menjadikan mahluk hidup rentan terhadap berbagai serangan hama atau penyakit

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  3. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  4. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Mutasi dengan Contoh Mutasi Pengertian Mutan dan contoh Mutan. Perubahan struktur susunan materi genetic DNA dengan Contoh Perubahan struktur susunan materi genetic DNA dan perubahan gen fenotipe.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Tipe Mutasi dan Pengertian Mutasi Gen dengan Contoh Mutasi Gen dan Mutasi tidak bermakna. Contoh Mutasi tidak bermakna dan nonsense mutation serta Contoh nonsense mutation. Mutasi ganda dan Contoh Mutasi ganda serta Contoh triple mutation dan triple mutation.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Mutasi bingkai dengan Contoh Mutasi bingkai dan  frame shift mutation dengan Contoh frame shift mutation. Mutasi delesi dengan  Contoh Mutasi delesi.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Mutasi duplikasi dengan Contoh Mutasi duplikasi dan Mutasi dengan pengurangan basa nitrogen. Mutasi dengan penambahan basa nitrogen atau Mutasi penggantian basa yang mutasi transisi. Mutase transversi dengan Contoh mutasi transisi atau Contoh mutase transversi.
  11. Ardra.Biz. 2019, “Pengertian Mutasi Kromosom dan Aberasi Kromosom dengan Contoh mutase kromosom. Penyebab mutase gen dan penyebab mutase kromosom dengan Mutasi karena perubahan jumlah kromosom.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Mutasi Kromosom Euploidi dan Mutasi kromosom Aneuploidi adalah Contoh mutase kromosom.  Perubahan kromosom lebih dari satu genom dengan Mutasi karena perubahan struktur Kromosom dan Mutasi kromosom Inversi.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Mutasi kromoom Translokasi dengan  Penyebab Terjadinya Mutasi. Dampak Mutasi dan Dampak Positif Mutasi Dampak Negatif mutase.

Konsep Kesetimbangan Reaksi Kimia

Pengertian Kesetimbangan Reaksi Kimia.  Keadaan setimbang adalah keadaan di mana laju reaksi pembentukan produk atau laju reaksi maju sama dengan laju pembetukan reaktannya atau reaksi balik. Walaupun secara makroskopis tidak dapat diamati, namun Secara mikroskopis keadaan setimbang menunjukkan reaksi maju dan reaksi balik memiliki kecepatan yang sama.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keadaan setimbang adalah reaksi merupakan reaksi reversible (reaksi dua arah), bersifat dinamis yaitu reaksi berjalan secara terus menerus dalam dua arah dengan laju yang sama. Reaksi dilakukan dalam system tertutup.

teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan
teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan

Reaksi reversible adalah reaksi yang terjadi pada dua arah atau reaksi yang terjadi secara bolak balik, yaitu reaksi yang terjadi dari zat reaktan membentuk zat produk disebut sebagai reaksi maju dan reaksi yang terjadi dari produk membentuk zat reaktan disebut reaksi balik. Zat – zat hasil reaksi selalu dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi.

Contoh Reaksi Reversibel atau Dua Arah.

Reaksi antara hydrogen dengan nitrogen. Gas hydrogen dan nitrogen yang dipanaskan dalam suatu wadah akan menghasilkan gas ammonia seperti reaksi berikut:

Contoh kesetimbangan reaksi dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) → 2NH3(g)

Arah sebaliknya, gas ammonia yang dipanaskan akan terurai menjadi gas nitrogen dan gas hydrogen seperti persamaan reaksi berikut:

2NH3(g) → N2(g) +  3H2(g)

Dan jika digabungkan kedua reaksi tersebut menjadi seperti berikut:

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Jenis Reaksi Kesetimbangan.

Kesetimbagan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Perbedaan kedua kesetimbangan ini didasarkan kepada fasa – fasa tiap komponen yang terlibat pada reaksinya.

Reaksi Kesetimbangan Homogen.

Reaksi kesetimbangan homogen merupakan reaksi kesetimbangan dengan komponen reaksi berfase sama dapat berupa system gas atau larutan

Contoh kesetimbangan reaksi homogen dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Semua komponen baik reaktan maupun produk reaksi adalah berfase gas.

Reaksi Kesetimbangan Heterogen

Reaksi kesetimbangan heterogen merupakan reaksi dengan komponen reaksinya terdiri dari fase yang berbeda dapat dua atau lebih fase yang berbeda.

Contoh kesetimbangan reaksi heterogen adalah sebagai berikut

CaCO3(s) = CaO(s) + CO2(g)

Reaksi tersebut terdiri dari dua fase yaitu padatan dan gas. Reaktan terdiri dari senyawa yang berfase padat, sedangkan produk terdiri dari senyawa padat yaitu CaO dan fase gas yaitu CO2.

Daftar Pustaka:

  1. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  2. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  4. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  5. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  6. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  7. ArdraBiz, 2019, “Pengertian Kesetimbangan Reaksi Kimia dengan Keadaan setimbang adalah laju reaksi pembentukan produk dan laju pembetukan reaktan.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Reaksi dalam system tertutup serta Syarat keadaan setimbang. Pengertian Reaksi reversible dengan Contoh reaksi reversible atau Contoh  reaksi dua arah.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh reaksi  terjadi secara bolak balik dan Contoh kesetimbangan reaksi serta Jenis Reaksi Kesetimbangan. Reaksi kesetimbangan homogen dan Reaksi kesetimbangan heterogen.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen dengan Contoh kesetimbangan reaksi homogen atau Contoh kesetimbangan reaksi heterogen. Contoh Soal ujian Kesetimbangan reaksi kimia.

Tahapan Proses Sintesis Protein. Penjelasan Contoh Soal

Pengertian Sintesis Protein. Sintesis protein adalah proses penerjemahan kode genetic di dalam gen menjadi urutan asam amino. Proses tersebut dikenal dengan ekspresi gen yang berlangsung melalui dua tahap yaitu transkripsi dan translasi.

Dalam proses sintesis protein diperlukan 20 macam asam amino, mRNA dan tRNA sebagai pelaksana, ATP sebagai sumber energi serta enzim RNA polimerase.

Secara garis besar, sintesis protein berlangsung dalam dua tahap, yaitu tahap transkripsi dan tahap translasi.

Transkripsi Sintesis Protein

Transkripsi merupakan proses pencetakan mRNA oleh DNA di dalam nucleus. Saat transkripsi berlangsung terjadi pemindahan informasi genetic dari DNA ke RNA. Transkripsi terjadi dengan bantuan enzim polymerase.

Proses transkripsi, sesuai namanya merupakan proses pencetakan atau penulisan ulang atau menyalin ulang DNA ke dalam mRNA. Proses ini terjadi di dalam nukleus.

Pada tahap ini, setiap basa nitrogen DNA dikodekan ke dalam basa nitrogen RNA. Misalnya, jika urutan basa nitrogen DNA adalah TAC, GGC, ATG dan seterusnya, maka urutan mRNA hasil transkripsi adalah AUG, CCG, UAC, dan seterusnya. Urutan tiga basa nitrogen ini disebut kodon.

Tahap Transkripsi RNA Sintesis Protein
Tahap Transkripsi RNA Sintesis Protein

Tahapan Transkipsi RNA Sintesis Protein

Tahap transkripsi dapat dibagi lagi menjadi tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Tahap Inisiasi Transkipsi RNA Sintesis Protein

Tahap ini diawali oleh melekatnya enzim RNA polimerase pada rantai atau pita DNA pada titik awal. Daerah ini dinamakan dengan promoter, yakni tempat dimulainya sintesis pasangan DNA oleh mRNA. Pembacaan DNA oleh RNA polimerase ini dimulai dari ujung 5′ menuju ujung 3′ dan tidak pernah sebaliknya.

Tahap Transkripsi RNA Sintesis Protein
Tahap Transkripsi RNA Sintesis Protein

Rantai DNA akan terbuka, akibatnya basa nitrogen pada rantai tersebut menjadi bebas. Basa nitrogen pada salah satu rantai DNA tersebut akan menjadi cetakan mRNA. Rantai DNA ini disebut rantai bermakna atau rantai sense atau sering disebut juga dengan daerah atau rantai templete.

Jadi Rantai sense adalah Rantai DNA yang kodenya disalin. Adapun rantai DNA yang tidak ditranskripsi atau tidak disalin disebut rantai tak bermakna atau antisense.

Tahap Elongasi (pemanjangan) Transkipsi Sintesis Protein

RNA polimerase akan membuka ikatan double helix pada bagian gen yang dikenali dan kemudian akan menyalin urutan basa yang ada pada DNA sense (template) sehingga terbentuk RNA baru.

Enzim RNA polimerase akan terus membentuk mRNA hingga terbentuk rantai mRNA. Rantai mRNA ini akan terus memanjang. Oleh karena itu, tahap ini disebut tahap elongasi.

Translasi Sintesis Protein.

Tahap translasi adalah tahap penerjemahan kode mRNA oleh tRNA ke dalam urutan asam amino. Tahap ini terjadi di dalam sitoplasma dengan bantuan ribosom.

Ribosom merupakan salah satu organel dalam sitoplasma yang berperan dalam sintesis protein. Ribosom terdiri atas dua bagian, yaitu subunit besar dan subunit kecil. Ribosom mengandung protein dan rRNA.

Pada tahap translasi kode genetik atau kodon dari mRNA diterjemahkan menjadi rangkaian asam amino. Kodon merupakan urutan tiga basa nitrogen pada mRNA.

Setiap urutan tiga basa tersebut memiliki arti khusus yang dapat diterjemahkan dalam proses translasi. Urutan tiga basa tersebut dikenal sebagai triplet. Misalnya, AUG CCG dan UAC dan seterusnya.

Kodon pada mRNA dikenali oleh antikodon pada tRNA. Jika urutan triplet pada mRNA adalah AUG CCG dan UAC danseterunya,  maka urutan antikodonya adalah UAC GGC AUG dan seterusnya. Triplet antikodon terletak pada salah satu sisi tRNA. Pada sisi yang lain, tRNA membawa asam amino yang sesuai dengan pesanan kodon.

Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein

Tahap Translasi dimulai dengan terjadinya ikatan antara mRNA, tRNA inisiator dan ribosom subunit kecil. Molekul tRNA inisiator membawa asam amino pertama. Dalam gambar asam amino yang dibawa adalah metionin.

Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein
Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein

Molekul tRNA inisiator ini memiliki anticodon UAC yang merupakan komplemen kodon pertama mRNA yaitu AUG. Gamber berikut menjelaskan awal terjadinya translasi dengan lebih sederhana.

Kodon pertama adalah urutan tiga basa nitrogen pertama yang dimiliki mRNA yang akan berikatan anticodon tRNA inisiator. Kodon Pertama mRNA sering disebut juga dengan kodon star (atau start codon).

Molekul tRNA inisiator adalah tRNA pertama yang akan berikatan dengan mRNA.

Anticodon tRNA adalah urutan tiga basa nitrogen yang dimiliki tRNA yang akan berikatan dengan kodon pertama mRNA.

Tahap berikutnya adalah ribosom subunit besar berikatan dengan ribosom subunit kecil membentuk kompleks translasi. Fase inisiasi ini menjadi sempurna setelah terbentuknya ribosom yang fungsional.

Tahap Inisiasi Translasi Sempurna Sintesis Protein
Tahap Inisiasi Translasi Sempurna Sintesis Protein

Gambar berikut menjelasan dengan cara sederhana tentang tahapan inisiasi translasi sintesis protein.

Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein
Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein

Tahap Elongasi Translasi Sintesis Protein

Tahap Elongasi terjadi setelah ikatan antara anticodon tRNA inisiator dengan kodon pertama mRNA selesai. Kemudian tRNA kedua akan berikatan dengan mRNA di kodon kedua.

Misalnya, kodon kedua mRNA adalah CCG, maka mRNA akan berikatan dengan tRNA yang memiliki antikodon komplementernya yaitu GGC. Molekul tRNA ini membawa asam amino Prolin.

Setelah tRNA kedua dan mRNA berikatan, maka Kedua asam amino, yaitu metionin dan prolin, akan berikatan dengan bantuan enzim peptidil transferase.

Setelah metionin dan prolin berikatan, tRNAmet yang awalnya membawa metionin, meninggalkan ribosom. Kemudian, ribosom bergeser pada molekul mRNA sepanjang satu kodon.  Pergerakan ini membuat tRNAprolinl bergerak ke tempat yang ditinggalkan tRNAmet.

Tahap Elongasi Translasi Sintesis Protein
Tahap Elongasi Translasi Sintesis Protein

Molekul tRNA ketiga berikatan dengan kodon ketiga mRNA dan membawa asam amino yang ketiga. Proses elongasi ini terus berlangsung untuk mengikatkan asam amino hingga terbentuk rantai polipeptida.

Terminasi Translasi Sintesis Protein

Tahap Translasi selesai ketika ribosom mencapai kodon stop pada mRNA. Kodon stop tidak berikatan dengan tRNA, namun berikatan dengan protein khusus yang disebut release factors (faktor pelepas).

Tahap Terminasi Translasi Sintesis Protein1
Tahap Terminasi Translasi Sintesis Protein1

Faktor Pelepas menghentikan translasi dan menghidrolisis ikatan antara asam amino terakhir pada rantai polipeptida baru dan tRNA-nya

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019,  “Fungsi rna polymerase sebagai enzim polymerase dalam sintesis protein. Adapaun fungsi trna dalam asam amino dan protein selama tahapan proses sintesis protein.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Urutan sintesis protein dan tahapan serta mekanisme beserta tahap tahap transkripsi dna, Proses transkripsi dan langkah langkah sintesis protein serta penjelaskan proses tempat sintesis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Bagan dan bagaimana mekanisme sintesis protein dalam sel. Biosintesis  protein, mekanisme replikasi dna, anabolisme protein, urutan proses pembentukan protein. peran dna, pembentukan protein, sintesis dna,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Proses terjadinya sintesis protein, biosintesis asam amino, sintesis polipeptida, proses transkripsi pada tempat terjadinya sintesis dan berjalannya proses transkripsi dna dengan 5 tahapan sintesis protein, replikasi dna terjadi pada tahap
  11. Ardra.Biz, 2019 “Mekanisme Sintesis Protein, Jenis Asam Amino Sintesis Protein, Jenis RNA sintesis protein, Energi Sintesis Protein, Enzim Sintesis Protein, Tahap Sintesis Protein, tahap transkripsi sintesis protein,  tahap translasi,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Tahap Transkripsi Sintesis Protein, tempat terjadi sintesis protein, Tempat terjadi tahap transkripsi RNA, Pengertian dan Contoh basa nitrogen DNA, Fungsi mRNA, Pengertian dan Contoh kodon mRNA, Pengertian anticodon, urutan tiga basa nitrogen tRNA,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Transkipsi RNA Sintesis Protein, Tahap Inisiasi Transkipsi RNA Sintesis Protein, Fungsi promoter mRNA, Fungsi enzim RNA polymerase, Anzim transkripsi RNA sintesis protein,  Gambar Transkripsi RNA, Pengertian Contoh rantai sense,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Rantai antisense DNA, rantai templete DNA, Rantai cetakan mRNA, Antikodon tRNA, Tahap Elongasi (pemanjangan) Transkipsi Sintesis Protein, Enzim Yang buka ikatan double helix, Tahap Terminasi Transkipsi Sintesis Protein, Fungsi terminator mRNA, Tahap Translasi Sintesis Protein,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Ribosom, Kandungan ribosom, Fungsi tRNA, Fungsi tRNA inisiator, Fungsi ribosom subunit kecil, Pembawa asam amino sintesis protein,  Tahap Inisiasi Translasi Sintesis Protein, Asam amino metionin, anticodon tRNA inisiator,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi kodon pertama mRNA, Pengertian kodon star (atau start codon), Kodon pertama mRNA, Tahap Elongasi Translasi Sintesis Protein, Fungsi enzim peptidil transferase, Ikatan metionin dan prolin, rantai polipeptida sintesis protein,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Terminasi Translasi Sintesis Protein, Kodon stop mRNA, Fungsi dan Contoh Kodon Stop, Fungsi  release factors (faktor pelepas), Enzim Stop Terminasi,

Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

Daftar Pustaka:

  1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,