Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Pengertian Konsumsi Tabungan, Contoh Perhitungan

Pengertian Pendapatan Perseorangan. Pendapatan Perseorangan atau Personal Income biasa dinotasikan dengan PI merupakan bagian pendapatan nasional.

Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Pendapatan perseorangan adalah hak individu – individu yang terlibat dalam perekonomian. Pendapatan ini merupakan balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.

Namun demikian tidak semua pendapatan akan diterima oleh masyarakat. Hal ini disebabkan pendapatan harus dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial, dan ditambah dengan pembayaran pindahan atau transfer (transfer payment) dan pendapatan bunga yang diperoleh dari pemerintah dan konsumen. Secara aljabar Pendapatan perseorangan dapat ditulis dalam rumus berikut.

PI = NNI +TP+ PB – (LT + A + JS)

TP = transfer payment

PB = pendapatan bunga

LT = laba ditahan

A = iuran asuransi

JS = iuran jaminan sosial

NNI atau Net National Income adalah NNP  (Net National Product) dikurangi pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah, atau jika dihitung dari GNP (Gross National Product) dapat dirumuskan seperti berikut:

NNI = GNP – D – PTL.

D = Depresiasi

P = PTL

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi biasa disebut dengan Personal Income Disposable atau Disposable Income biasa dinotasikan dengan DI.

Disposable Income DI adalah pendapatan perseorangan yang siap dipakai oleh individu untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung.

Besarnya pendapatan perseorangan siap konsumsi adalah pendapatan perseorangan dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya.

Pendapatan perseorangan siap konsumsi = Pendapatan perseorangan – Pajak Langsung

DI = PI – PL

PI = Pendapatan perseorangan

PL = Pajak Langsung

Pengertian Konsumsi

Konsumsi  merupakan kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran konsumsi, atau consumption expenditure.

Pengaruh pendapatan terhadap konsumsi dapat ditinjau dari persamaan fungsi konsumsi seperti berikut:

C = C0 + b.Y

C = pengeluaran untuk konsumsi

C0 = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Dari persamaannya dapat dikatakan bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap nilai konsumsi.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi pada umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat diartikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu besaran penting yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh pendapatan dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

C = konsumsi,

I = investasi,

G = pembelian oleh pemerintah,

(X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Dimana Y = GDP

Sehingga  pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

GDP = C + I + G + (X – M)

Untuk membahas pengaruh pendapatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat didekati dengan menggunakan dua persamaan yaitu persamaan fungsi konsumsi dan  persamaan GDP.

Dari fungsi konsumsi diketahui bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap konsumsi, ini artinya, jika pendapatan naik, maka konsumsi cenderung naik. Begitu sebaliknya, jika pendapatan turun maka, konsumsi turun juga.

Persamaan aljabar GDP menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan konsumsi. Artinya jika konsumsi naik maka, pertumbuhan ekonomi juga naik. Begitu sebaliknya, jika konsumsi turun, maka pertumbuhan ekonomi turun.

Dengan dua bahasan tersebut, dapat dikatakan secara sederhana, bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan pendapatan. Ini artinya, jika pendapatan masyarakat naik, maka pertumbuhan ekonomi akan naik. Sebaliknya jika pendapatan turun, maka pertumbuhan ekonomi juga turun.

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Suatu perekonomian masyarakat memliki fungsi konsumsi C = 200 + 0,75Yd, memiliki investasi sebesar I = 200 dan pengeluaran pemerintah sebesar G=  600, sedangkan ekspor impor pada kondisi balance.  Pada tahun n pendapatan disposable sebesar Yd = 2200 dan pada tahun n + 1 pendapatan disposable masyarakat naik menjadi 2400.

Pertanyaan

  • Tentukan besar konsumsi dan tabungan pada tahun n dan n+1
  • Tentukan pendapatan nasional pada tahun n dan n+1. Dan hitung pertumbuhan perekonomian masyarakat tersebut. Satuan uang dalam triliun rupiah.

Jawab

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi

Besar konsumsi pada tahun n dihitung dengan substitusi Yd 2200 ke fungsi konsumsi seperti berikut

C = 200 + 0,75(2200)

C = 1850

Besar konsumsi pada tahun n+1 dihitung dengan substitusi Yd 2400 ke fungsi konsumsi seperti berikut

C = 200 + 0,75(2400)

C = 2000

Dengan demikian, peningkatan pendapatan disposable dari 2200 menjadi 2400 dapat meningkatan konsumsi dari 1850 menjadi 2000 triliun rupiah.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Tabungan

Besar konsumsi pada tahun n dihitung dengan substitusi Yd 2200 ke fungsi tabungan berikut

S = – 200+ 0,25.Yd

sehingg diperoleh

S = – 200+ 0,25(2200)

S = 350

Besar konsumsi pada tahun n + 1 dihitung dengan substitusi Yd 2400 ke fungsi tabungan seperti berikut

S = – 200+ 0,25(2400)

S = 400

Dengan demikian, peningkatan pendapatan disposable dari 2200 menjadi 2400 dapat meningkatan tabungan masyarakat dari 350 menjadi 400 triliun rupiah.

Penagruh Pendapatan  Disposable Terhadap Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dapat ditentukan dengan mensubstitusikan fungsi konsumsi C, investasi I, pemerintah G, ekspor impor X – M dan Yd ke dalam persamaan berikut

Y = C + I + G + (X – M)

Sehingga diperoleh besar Y untuk tahun n adalah

Y = 200 + 0,75(2200) + 200 + 600 + 0

Y = 200 + 1650 + 200 + 600

Yn = 2650

Pada tahun n diperoleh pendapatan nasional sebesar 2650 triliun rupiah

Sedangan besar pendapatan nasional Y untuk tahun n + 1 adalah

Y = 200 + 0,75(2400) + 200 + 600 + 0

Y = 200 + 1800 + 200 + 600

Yn+1 = 2800

Pendapatan nasional pada tahun n + 1 naik menjadi 2800 triliun rupiah.

Pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat atau negara dapat ditentukan dengan menggunakan rumus persamaan pertumbuhan ekonomi seperti berikut

YG = (Yn+1 – Yn)/Yn x 100%

YG = (2800 – 2650)/(2650) x 100%

YG = (150/2650) x 100%

YG = 5,66%

Jadi pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tahun n ke tahun n+1 adalah 5,66 persen. Artinya pendapatan nasional pada tahun n + 1 tumbuh sebesar 5,66 persen dari tahun n. Adapun peningkatan pendapatan nasional pada tahun n+1 adalah

ΔY = 5,66 % x 2650

ΔY = 150

Atau dapat dihitung seperti berikut

ΔY = Yn+1 – Yn

ΔY = 2800 – 2650

ΔY = 150

Peningkatan pendapatan nasional pada tahun n+1 adaah 150 triliun rupiah.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan akan meningkatkan perkonomian suatu negara. Meningkatnya pendapatan disposable dapat meningkatan konsumsi C, tabungan S yang diikuti dengan naiknnya pendapatan nasional Y.

Untuk jelasnya, pengaruh pendapatan terhadap konsumsi dan tabungan dapat dilihat pada gambar berikut.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Konsumsi Tabungan
Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Konsumsi Tabungan

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Pengertian Pendapatan Perseorangan dan Personal Income PI dan pembayaran pindahan atau transfer payment. Rumus Pendapatan Perseorangan dengan NNI atau Net National Income dan NNP  Net National Product. Pendapatan bunga Perseorangan dan GNP Gross National Product atau Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi.
  9. Personal Income Disposable dengan contoh pajak langsung dan Pengertian Konsumsi yang Hubungan Konsumsi dengan Gross Domestic Product GDP. Produk Domestik Bruto PDB dengan Konsumsi dan pengeluaran konsumsi atau consumption expenditure.
  10. Pengaruh Pendapatan terhadap Fungsi Konsumsi dan konsumsi otonom atau Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth. Pertambahan output dengan Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan

Pengertian Konsumsi. Konsumsi  merupakan kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran komsumsi, atau consumption expenditure.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi pada umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat diartikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu besaran penting yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh konsumsi dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

C = konsumsi,

I = investasi,

G = pembelian oleh pemerintah,

(X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Dimana Y = GDP

Jadi pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

GDP = C + I + G + (X – M)

Dari persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi (GDP) berbanding lurus dengan Konsumsi rumah tangga yang dinotasikan dengan huruf C (consumption atau konsumsi). Artinya jika C naik, maka GDP juga akan naik. Begitu sebaliknya, jika konsumsi menurun maka, pertumbuhan ekonomi juga cenderung menurun.

Nilai dari belanja atau pengeluaran yang dilakukan rumah tangga konsumen digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan dalam satu tahun tertentu. Belanja atau pengeluaran ini disebut pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Pendapatan yang diterima oleh rumah tangga akan digunakan untuk membeli kebutuhan seperti makanan, pakaian, membayar jasa angkutan, membiayai pendidikan anak, membeli kendaraan, dan sebagainya.

Namun tidak semua transaksi yang dilakukan oleh rumah tangga dikatagorikan sebagai konsumsi, seperti pengeluaran untuk membeli rumah dikatagorikan sebagai investasi (dinotasikan dengan I).

Konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pendapatan masyarakatnya. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi juga akan dipengaruhi oleh pendapatan masyarakatnya. Artikel lengkap yang membahas pengaruh pendapat terhadap konsumsi rumah tangga adalah:

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung. Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai atau disposible income yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan yang siap dibelanjakan….

Pengertian dan Contoh Konsumsi dengan kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang atau jasa. Konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga dengan pengeluaran komsumsi rumah tangga. Pengertian consumption expenditure dengan Konsumsi Rumah Tangga dalam Gross Domestic Product GDP. Konsumsi dalam Produk Domestik Bruto PDB dan Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara.

Perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara dengan pengertian economic growth dan Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Contoh Pengeluaran Konsumsi rumah tangga dan pemerintah dan Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Perekonomian.

Daftar Pustaka.

Contoh Pengeluaran Konsumsi rumah tangga dan pemerintah dengan kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang atau jasa. Konsumsi dalam Produk Domestik Bruto PDB dan konsumsi pemerintah atau konsumsi rumah tangga. Konsumsi Rumah Tangga dalam Gross Domestic Product GDP dan Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Perekonomian.

Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi atau Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Indonesia sebagai pengeluaran komsumsi rumah tangga. Pengertian consumption expenditure. Pengertian dan Contoh Konsumsi atau Pengertian economic growth. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara dan perubahan fundamental ekonomi jangka panjang suatu Negara.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Pengertian Pendapatan.

Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Personal Income setelah dikurangi pajak langsung disebut disposible income. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pengertian Konsumsi 

Dalam ilmu ekonomi, konsumsi diartikan sebagai semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran komsumsi, atau consumption expenditure.

Consumption Expenditure

Consumption Expenditure didefinisikan sebagai perilaku masyarakat dalam membelanjakan sebagian pendapatannya untuk membeli sesuatu.

Menurut Keynes, pengeluaran untuk konsumsi ditentukan atau dipengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Namun demikian, perubahan antara pendapatan dan konsumsi tidak bersifat proporsional.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi

Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai atau disposible income yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan yang siap dibelanjakan.

Rumus Persamaan Fungsi Konsumsi

Hubungan fungsional antara konsumsi dan pendapatan Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:

C = f(Y)

C = tingkat konsumsi

Y = pendapatan siap pakai, disposible income.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar pengaruh pendapatkan terhadap konsumsi. Pengeluaran konsumsi akan meningkat ketika pendapatan masyarakat juga meningkat.

Apabila perubahan pendapatan Y selalu diikuti oleh perubahan konsumsi C  secara proposional maka fungsi konsumsi menjadi:

C = bY.

Namun demikian, dalam jangka pendek, konsumsi dapat terjadi walaupun tidak ada pendapatan. Artinya, saat pendapatan nol, konsumsi selalu lebih besar daripada nol.

Dalam jangka pendek, masyarakat dapat berkonsumsi dengan menggunakan tabungan yang dimilikinya. Ketika seseorang mengeluarkan dana untuk konsumsi pada saat pendapatan nol disebut melakukan tabungan negatif atau dissaving.

Dengan demikian secara matematis fungsi konsumsi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

C = a + bY

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Nilai a merupakan pengeluaran konsumen otonom atau autonomous consumer expenditure yang menunjukkan pengeluaran konsumen yang bebas atau indenpenden dari pendapatan disposabel.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar masyarakat akan berbelanja untuk konsumsi apabila pendapatan disposabelnya adalah nol. Meskipun pendapatan disposabel nol, namun nilai konsumsi C tidak sama dengan nol. Masyarakat tetap harus mempunyai makanan, pakaian dan perlindungan. Besarnya nilai konsumsi pada saat masyarakat tidak memiliki pendapatan adalah sebesar a (yaitu konsumsi otonom).

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Dalam Perekonomian

Daftar Pustaka:

  1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  2. Prasetyo, P. E., 2011, “ Fundamental  Makro Ekonomi”, Cetakan Kedua, Beta Offset, Jogyakarta.

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pengertian Jumlah Uang Beredar. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti sempit M1, jumlah uang beredar meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah), sedangkan dalam arti luas M2, jumlah uang beredar meliputi M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabungan), dan surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak  swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengaruh Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat bagaimana dampak jumlah uang beredar tehadap inflasi dengan menggunakan teori David Ricardo dan teori Irving Fisher.

Teori David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas uang yang beredar akan berpengaruh pada tingkat harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.

Secara matematis, jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga seperti ditunjukkan dengan persamaan yang diberikan oleh David Ricardo:

M = k x P

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

k = konstanta

P = tingkat harga

Persamaan ini berasumsi bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat atau media pertukaran. Oleh sebab itu, setiap pengurangan atau pertambahan uang beredar berhubungan langsung dengan tingkat harga.

Contoh Soal Teori David Ricardo

Diketahui kondisi awal

M = 10

k = ¼

P = M/k = 10 /(¼) = 40

Jika M naik dua kali menjadi 2 x 10 = 20 maka:

P = (2x 10)/( ¼) = 80

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Dari persamaannya dapat disimpulkan bahwa, jika nilai M turun, maka P harus turun, dan sebaliknya jika nilai M naik maka, nilai P harus naik. Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Irving Fisher merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan seperti berikut:

MV = PT

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan

P = harga barang

T = volume barang yang ditransaksikan

Menurut teori ini, perubahan jumlah uang beredar akan mengakibatkan perubahan harga secara proporsional. Artinya, kalau jumlah uang naik dua kali lipat maka tingkat harga naik dua kali. Jika kenaikan harga P terjadi secara umum dan secara terus menerus maka keadaan ini disebut sebagai inflasi.

Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Hubungan proporsional antara jumlah uang beredar dengan harga dapat digambarkan dalam perhitungan berikut.

Diketahui:

M = 250

V = 40

T = 1000

Maka P dapat dihitung =

P = MV/T

P = (250 x 40)/1000

Maka P = 10

Jika M naik 2 kali menjadi 500, maka P juga akan naik 2 kali menjadi

(2 x 250) × 40 = (2 x 10) × 1000.

Pada Contoh tersebut, besaran V dan T adalah konstan. Jika V dan T konstan maka persamaan dari  Teori David Ricardo dan dari Teori Irving Fisher menjadi sama.

Ketika V dan T konstan maka persamaan irving Fisher menjadi seperti berikut:

M x k1 = k2 x P atau

M = (k2/k1) x P sehingga

M = k x P

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Teori David Ricardo, Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang), Dampak Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengertian Inflasi, Pengertian Jumlah Uang Beredar, Teori David Ricardo, Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang),
  9. Ardra.Biz, 2019, Rumus Teori Irving Fisher, Rumus Kuantitas Uang, Tingkat Perputaran Uang, Jumlah uang beredar,  Arti Sempit uang beredar, Pengertian narrow money,  Arti luas uang beredar,  Pengertian broad money,  Asumsi Teori David Ricardo, 

Unsur Kebudayaan Masyarakat Indonesia

Pengertian Kebudayaan. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang artinya akal. Sehingga, kebudayaan dapat dipandang sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal.

Kebudayaan merupakan keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat bersifat universal, ini artinya masyarakat pada tingkatan atau strata apapun pasti mempunyai struktur budaya tertentu yang merupakan hasil dari pergaulan hidup dan sekaligus sebagai hasil dari proses pembelajaran.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan terdiri dari tiga wujud yang merupakan satu kesatuan sistem, yakni cultural system, social system, dan artifacts.

Cultural System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya. Wujud yang pertama ini disebut juga dengan kebudayaan ideal karena merupakan wujud yang bersifat abstrak karena hanya terdapat di dalam kepala atau hanya dalam pikiran manusia. Wujud ini tidak dapat diamati dan tidak dapat diraba maupun dilukis.

Namun demikian, isi pikiran manusia dapat dituangkan atau diwujudkan dalam bentuk karangan atau tulisan atau buku atau hasil karya lainnya dan dapat disimpan di perpustakaan, disk, koleksi microfilm, dan sebagainya.

Pikiran manusia merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain, dan dikenal dengan istilah sistem budaya atau cultural system. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sesuai dengan istilah adat atau adat-istiadat.

Social System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud yang kedua dikenal juga dengan istilah sistem sosial atau social system. Sistem social merupakan suatu tindakan berpola dari manusia itu sendiri.

Tindakannya terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul satu dengan lainnya. Kegiatannya  berlangsung dari waktu ke waktu. Sistem sosial ini bersifat nyata sehingga dapat dilihat, diamati dan dapat pula didokumentasikan.

Artifacts

Wujud kebudayaan merupakan produk yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut juga dengan kebudayaan fisik (atau artifacts). Artifact menunjukkan seluruh hasil aktivitas, hasil perbuatan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, wujud yang ketiga ini merupakan wujud yang paling nyata yang dapat dilihat, diamati dan dapat pula diraba.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan sekaligus memberi pedoman untuk segala tindakan dan karya manusia. Selanjutnya, gagasan, tindakan, dan karya manusia tersebut akan menghasilkan produk yang berupa benda-benda berbentuk fisik dari kebudayaan itu sendiri.

Sebaliknya, kebudayaan fisik yang telah diciptakan atau dihasilkan akan membentuk lingkungan hidup tersendiri yang mampu mempengaruhi pola berpikir dan pola perilaku masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.

Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia

Daftar Pustaka;

  1. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  4. Bouman, PJ., 1980, “Ilmu Masyarakat Umum”, Penerbit PT Pembangunan, Jakarta.
  5. Bouman, P.J., 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  6. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia, Pengertian Dan Fungsi Cultural System, Pengertian dan Fungsi Social System, Pengertian Fungsi Artifacts, Unsur – Unsur Kebudayaan Indonesia, Wujud – Wujud Kebudayaan Masyarakat Indonesia, kebudayaan ideal,
  8. Ardra.Biz, 2019, “contoh kebudayaan ideal, wujud kebudayaan social system, wujud kebudayaan Artifacts, contoh wujud kebudayaan Artifacts, Contoh Wujud Kebudayaan social System, Contoh Cultural System, Contoh Wujud Kebudayaan Cultural System, Jenis Wujud Kebudayaan, Universal sifat kebudayaan,

Fungsi Nyata dan Laten Lembaga Pendidikan

Pengertian Lembaga Pendidikan. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang agar mencapai taraf kedewasaan sebagaimana yang diinginkan.

Tolak ukur kedewasaan yang ingin dicapai dalam pendidikan adalah keadaan dimana seseorang telah mampu berdiri sendiri, terlepas dari ketergantungan terhadap orang lain.

Fungsi Nyata Lembaga Pendidikan

Fungsi nyata pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Menolong orang untuk mengembangkan potensi mereka supaya bisa memenuhi kebutuhan mereka dan masyarakat.

b). Membantu orang untuk sanggup mencari nafkah bagi kehidupannya kelak.

c). Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan kepada generasi berikutnya. Mengembangkan kemampuan berpikir dan berbicara secara rasional.

d). Meningkatkan cita rasa keindahan para siswa.

e). Meningkatkan taraf kesehatan dengan cara melatih jasmani melalui olahraga dan memberikan ilmu pengetahuan tentang kesehatan.

Fungsi Lembaga Pendidikan Dasar

Pranata pendidikan dasar, yaitu sistem norma untuk mengatur Pendidikan di tingkat dasar, yang meliputi TK, SD, dan SMP. Melalui ketiga lembagalembaga dasar ini, baik secara formal maupun informal hasil-hasil kebudayaan dapat ditanamkan/diajarkan kepada generasi muda.

Fungsi Lembaga Pendidikan Menengah (SMA/SMK)

Pranata pendidikan menengah, yaitu sistem norma untuk mengatur kegiatan pendidikan warga masyarakat di lembaga pendidikan tingkat menengah (SMA/SMK).

Melalui lembaga pendidikan tingkat menengah ini maka kegiatan pendidikan dalam mensosialisasikan kebudayaan kepada warga masyarakat, khususnya generasi muda dapat diselenggarakan.

Fungsi Lembaga Pendidikan Tinggi

Pranata pendidikan tinggi, yaitu sistem norma untuk mengatur kegiatan pendidikan warga masyarakat di lembaga pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi ini banyak jenis dan sifatnya, yakni ada yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, dan akademi. Jenis-jenis perguruan tinggi tersebut tentu saja memenuhi aturan-aturan khusus yang berbeda dengan yang lainnya.

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Fungsi Laten merupakan fungsi yang tidak langsung karena pengaruhanya tidak serta merta dirasakan oleh individu maupun masyarakat.

Fungsi laten pendidikan adalah fungsi yang timbul dari konsekuensi lembaga pendidikan yang tidak dikehendaki dan tidak dapat diramalkan, yaitu:

Periode Ketidakdewasaan

Periode ketidakdewasaan menjadi lebih lama. Sehingga akan menunda peralihan dari tidak dewasa ke periode dewasa. Melanjutkan pendidikan anak berarti menunda masuknya anak dalam dunia kerja, hal ini menyebabkan anak tetap tergantung pada orang tua atau keluarga.

Ketergantungan inilah yang dapat  berdampak atau mempengaruhi proses sosial anak sebagai generasi muda yang memiliki masa depan.

Menurunnya Nilai dan Budaya Hormat

Menurunnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua atau keluarga. Proses sosialisasi yang terjadi pada anak tidak dapat diketahui atau dikontrol atau pengawasan oleh keluarga (di sini kehilangan fungsi kontrol keluarga).

Sebagai Saluran Mobilitas

Menjadi saluran bagi mobilitas sosial dalam masyarakat. Melalui lembaga pendidikan,  Seseorang yang berasal dari struktur social atau kalangan bawah dapat mengejar untuk mewujudkan cita – cita sehingga menjadi seorang yang professional. Selain itu dapat pula menempati posisi kalangan atas, misalnya menjadi pegawai tinggi.

Kurang Pengawasan

Kurangnya pengawasan orang tua. Untuk dapat meneruskan pendidikan anak didik mungkin haris meninggalkan keluarga atau orang tua. Dengan keluar dari daerah atau kota maka akan terpisah dari lingkungan keluarga. Hal ini berakibat akan kehilangan kontrol sosial keluarga dan akan membentuk lingkungan sendiri.

Berkurangnya control atau pengawasan ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan identitas baru pada anak. Anak didik akan mengalami proses penyesuaian diri dengan lingkungan barunya.

Mempertahankan Sistem Kelas Sosial

Mempertahankan sistem kelas sosial. Melalui pendidikan, seseorang atau anak didik dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan status sosianya. Walaupun ini masih tergantung dari sudut penilaian atau sudut pandang masyarakat yang bersangkutan.

Tempat Pendapat Kritis

Tempat bernaungnya beberapa pendapat kritis (di kampus). Sampai sekarang, mahasiswa dianggap sebagai pemeran utama atau ujung tombak dalam kontrol sosial, terutama dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Banyaknya organisasi mahasiswa yang bernaung dalam lembaga pendidikan di perguruan tinggi, maka budaya kritis akan tetap dapat dipertahankan.

Contoh Soal Ujian Fungsi Laten Lembaga Pendidikan,

Perhatikan pernyataan berikut:

  • Menyelenggarakan pembelajaran.
  • Sarana Pendewasaan Anak.
  • Mengembangkan bakat anak.
  • Menghambat kesempatan kerja anak.
  • Memiliki potensi sebagai sarana perkembangan anak.

Dari contoh di atas yang merupakan fungsi laten lembaga pendidikan adalah:

(A).   (1), (2), dan (3)

(B).   (1), (2), dan (4)

(C).   (1), (3), dan (5)

(D).   (2), (4), dan (5)

(E).   (3), (4), dan (5)

Jawaban: D

Pembahasan.

Fungsi laten dari lembaga pendidikan adalah sebagai sarana pembentukan pendewasaan anak, menghambat kesempatan kerja, dan memiliki potensi sebagai sarana untuk perkembangan anak.

Sedangkan menyelenggarakan pembelajaran dan mengembangkan potensi bakat yang dimiliki anak termasuk pada fungsi manifest lembaga pendidikan.

Contoh Soal Fungsi Lembaga Pendidikan

Soal 1. Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan informal adalah … .

a). pendidikan berlangsung dalam lembaga pemerintah

b). terdapat kepemimpinan yang jelas

c). adanya batasan lama studi

d). pendidikan berlangsung terus-menerus

e). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

Soal 2. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan non-formal, kecuali … .

a). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

b). tidak adanya pembatasan usia

c). adanya manajemen yang terpadu dan terarah

d). memiliki kurikulum formal

e). berorientasi pada profesionalitas

Soal 3. Fungsi manifest adalah ….

a). fungsi sampingan yang tidak direncanakan sebelumnya

b). sesuatu yang tidak diharapkan karena merugikan manusia

c). sesuatu yang diharapkan dari keberadaan lembaga sosial

d). harapan seseorang yang dapat dipenuhi oleh orang lain

e). fungsi celaan karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat

Daftar Pustaka:

  1. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Pengertian Pendidikan,  Fungsi Nyata Lembaga Pendidikan,  Fungsi Lembaga Pendidikan Dasar,  Pranata pendidikan dasar,  Conoth pranata pendidikan dasar Fungsi Lembaga Pendidikan Menengah,   Fungsi Lembaga Pendidikan Tinggi, Pranata pendidikan menengah,  Pranata pendidikan tinggi,
  5. Contoh pranata pendidikan menengah, Contoh pranata pendidikan tinggi,  Contoh Soal Ujian Fungsi Laten Lembaga Pendidikan, fungsi kontrol keluarga, Fungsi Laten adalah, Fungsi Laten Lembaga Agama, Fungsi Laten Lembaga Keluarga, Fungsi Laten Lembaga Masyarakat, Fungsi Laten Lembaga Politik, Fungsi Laten Lembaga Sosial,
  6. Fungsi laten pendidikan adalah, fungsi manifes dalam lembaga sosial, fungsi manifes lembaga pendidikan, fungsi manifes lembaga politik, fungsi manifes lembaga sosial, fungsi pranata pendidikan, Kurang Pengawasan social,
  7. Mempertahankan Sistem Kelas Sosial, Menurunnya Nilai dan Budaya Hormat, mobilitas sosial dalam masyarakat, Pengertian Lembaga Pendidikan, Periode Ketidakdewasaan, Sebagai Saluran Mobilitas, Tempat Pendapat Kritis,  Contoh Soal Fungsi Lembaga Pendidikan,

Cara Mencegah Penyimpangan Sosial Masyarakat

Pengertian.

Perilaku menyimpang disebut juga dengan istilah non-konformitas adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam masyarakat untuk tidak mentaati nilai dan norma yang berlaku. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai yang pelanggaran atau penyimpangan.

Penyimpangan sosial Terjadinya diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu; Adanya perubahan nilai atau norma dari suatu periode ke periode lainnya. Tidak ada norma atau aturan yang digunakan untuk menentukan nilai tindakan seseorang yang sifatnya mutlak.

Anggota masyarakat menjadi tidak patuh terhadap norma dapat disebabkan karena meniru orang lain yang tidak mentaati atau karena tidak diajari untuk patuh terhadap peraturan.

Penyimpangan sosial merupakan proses sosial yang tidak selamanya menjadi ancaman yang dapat menghancurkan atau setidaknya merugikan individu atau masyarakat. Namun demikian, perilaku penyimpangan tetap harus memiliki acuan atau standar nilai dan kaidah atau norma yang umum sesuai dengan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan oleh masyarakat.

Jika setiap perilaku penyimpangan mendapatkan toleransi dari masyarakat, maka perilaku penyimpangan yang bersifat negatif  dapat berdampak negative pula terhadap masyarakat.

Oleh karena itu diperlukan cara – cara pencegahan atau preventif untuk menghindari atau setidaknya mengurangi terjadinya perilaku penyimpangan, diantaranya yaitu;

Melalui Fungsi dan Peran Lembaga – Lembaga  Sosial

Lembaga-lembaga sosial yang dimaksud adalah lembaga kepolisian, pengadilan, sistem adat dan tokoh masyarakat. Lembaga-lembaga sosial ini berfungsi mengawasi dan mengontrol setiap tindakan masyarakat agar selalu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Melalui Pendidikan Formal atau Nonformal

Pendidikan formal dapat berbentuk sekolah formal. Sekolah harus menjadi bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup, sekolah harus mempunyai dwifungsi yaitu mampu memberikan pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang berorientasi pada pembangunan dan kemajuan. Dengan demikian sekolah mampu melahirkan generasi yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai bekal hidupnya.

Melalui Pendidikan Moral dan Etika

Pendidikan moral memiliki tujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai dan norma baik yang dianut secara kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan harapan ketika moralitas individu dan masyarakat sangat baik, maka penyimpangan social dapat ditekan serendah mungkin.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka.

Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat

Pengertian Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial yaitu keseluruhan jalinan social antara unsur- unsur sosial yang pokok, seperti kaidah – kaidah sosial, kelompok- kelompok dan lapisan- lapisan sosial.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama manusia (atau individu dengan individu), antara individu dengan kelompok, sifat, perubahan -perubahan, lembaga- lembaga serta ide- ide sosial.

Sosiologi  adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Fungsi Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat.

Sebagai bahan penelitian yaitu dengan mempelajari berbagai fenomena atau gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagai solusi masalah yaitu melalui pengamatan sosiologi maka, masalah – masalah sosial yang timbul di masyarakat dapat carikan solusi yang paling sesuai.

Sebagai bahan perencanaan dan pembangunan social yaitu dengan melakukan pendekatan secara sosiologis dalam proses pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bahan pembuatan keputusan, yaitu pada saat mengatur kehidupan masyarakat, pemerintah membutuhkan batuan sosiologi untuk melakukan penelitian social terhadap perilaku serta kebutuhan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat.

Sosiologi dapat digunakan dalam kajian yang lebih luas yaitu meliputi perencanaan suatu program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut maka fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan….

(A) Penelitian dan control social. (B) Pembangunan dan analisis.   (C) Penelitian dan analsisi. (D) Pembangunan dan control social.   (E) Pembangunan dan Penelitian.

Jawaban: E

Pembahasan:

Manfaat sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mancari jalan keluar yang paling efektif dengan tujuan yaitu:

Untuk Pembangunan.

Memberikan data social yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penulaian pembangunan.

Untuk Penelitian.

Memberikan suatu perencanaan atau pemecahan masalah yang komprehensif sesuai dengan target  yang ingin dicapai.

Jadi, fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan pembangunan dan penelitian.

Daftar Pustaka.

  1. Ardra.biz, 2019, “Arti Sosiologi, ciri ilmu sosiologi, Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat., Fungsi Sosiologi Bagi Pembangunan, Fungsi Sosiologi Bagi Penelitian., Ilmu Sosiologi, Kajian sosiologi, kontrol sosiologi,
  2. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat, materi sosiologi, pendekatan sosiologi, peran sosiologi, perkembangan sosiologi, ruang lingkup sosiologi, sifat hakikat ilmu sosiologi, sifat sosiologi, Sosiologi adalah, sosiologi masyarakat, sosiologi pembangunan

Fungsi Lembaga Pendidikan

Pengertian Lembaga Pendidikan, Pada dasarnya lembaga pendidikan adalah tata cara yang dilakukan agar seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan telah berkembang menjadi tiga bentuk yaitu pendidikan formal, nonformal, informal.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara informal dalam keluarga. Pendidikan informal berlangsung sejak anak dilahirkan. Dalam pendidikan ini seseorang secara sadar maupun tidak, akan memperoleh banyak pengalaman yang berharga untuk pengembangan selanjutnya.

Keluarga harus benar – benar memahami arti penting pendidikan keluarga. Dengan demikian  keluarga dengan secara sadar mendidik anggota keluarganya menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik.

fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia
fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia

Ciri- Ciri Pendidikan Informal,

Pendidikan informal adalah sebagai berikut:

a). Proses pendidikannya tanpa terikat oleh ruang dan waktu. Proses pendidikan tidak diselenggarakan secara teratur, terencana, dan sistematis,

b). Proses pendidikan dapat berlangsung tanpa adanya guru dan murid, namun antara anggota keluarga.

c). Tidak menggunakan metode tertentu sebagaimana dikenal dalam dunia pendidikan formal.

Pendidikan Formal.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang dilaksanakan secara formal dalam suatu lembaga pendidikan formal. Pendidikan bertujuan meneruskan penguasaan anak didik terhadap nilai dan norma yang telah didapat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian anak didik dapat   mengembangkan, meneruskan dan mempertahankan kebudayaan.

Dengan menjalani proses pendidikan formal, anak didik dapat memiliki sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang semuanya merupakan wujud abstrak dari kebudayaan. Proses pendidikan dapat meningkatkan kemampuan dalam penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan sosial yang baru.

Contoh Pendidikan Formal adalah Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

Ciri- Ciri Pendidikan Formal

Beberapa ciri pendidikan formal (sekolah) adalah sebagai berikut:

a). Diselenggarakan secara rapi, terencana, teratur, dan sistematis dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b). Terdapat semacam persyaratan usia serta pengelompokan usia ke dalam kelas-kelas tertentu.

c). Untuk mengendalikan jalannya pelajaran, diatur dengan jadwal yang telah dirancang sebelumnya.

d). Materi pelajaran disusun berdasarkan kurikulum, dan dijabarkan dalam sejumlah silabus.

e). Proses belajar diatur secara tertib, terstruktur serta terkendalikan.

f). Materi pelajaran bersifat akademis intelektualitas, berkelanjutan, serta penyampaiannya menggunakan metode yang sistematis.

g). Ada sistem evaluasi, ada laporan hasil belajar (raport), dan ada semacam penghargaan yang diberikan dalam bentuk sertifikat, ijazah atau surat tanda tamat belajar.

h). Terdapat anggaran pendidikan yang dirancang untuk kurun waktu tertentu serta masa studi siswa dibatasi dalam kurun waktu tertentu

i). Kegiatan belajar mengajar umumnya dilakukan di dalam kelas.

Pendidikan Nonformal.

Pendidikan nonformal berada di antara pendidikan informal dan formal. Pendidikan ini dikenal dengan istilah Pendidikan Luar Sekolah (atau PLS). Kegiatannya secara non-formal dilaksanakan dalam masyarakat dilakukan di luar keluarga maupun di luar sekolah.

Contoh Pendidikan Nonformal adalah tempat kursus seperti kursus  computer, kursus Bahasa asing, dan sebagainya. Semua lembaga berbentuk kursus pada dasarnya dapat dikatagorikan sebagai pendidikan nonformal.

Ciri- Ciri Pendidikan Non Formal:

Beberapa ciri pendidikan non formal adalah sebagai berikut:

a). Program pendidikannya disesuaikan dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan belajar yang sifatnya mendesak.

b). Waktu belajarnya lebih singkat serta tidak terlalu banyak biaya.

c). Materi pelajarannya bersifat praktis-pragmatis dengan maksud dapat segera dimanfaatkan.

d). Masalah usia tidak begitu dipersoalkan, dan tidak mengenal kelas atau jenjang secara ketat.

e). Waktu dan tempat belajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi para peserta didik serta lingkungannya.

f). Tujuan pendidikan mengarah kepada diperolehnya lapangan kerja bagi para peserta didik atau untuk meningkatkan pendapatannya.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang memiliki dua fungsi manifest pendidikan yaitu membantu seseorang agar mempunyai keahlian atau keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat, dan membantu seseorang agar mampu mengembangkan potensi dirinya dan potensi masyarakat.

Dua fungsi utama lembaga pendidikan tersebut dapat diurai menjadi fungsi – fungsi berikut:

  • Meneruskan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi – ke generasi berikutnya.
  • Memotivasi atau Merangsang partisipasi masyarakat melalui peningkatan keterampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas.
  • Memperkaya kehidupan dengan membuat peluang untuk berkembangnya wawasan intelektual dan cita rasa keindahan para siswa.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan bimbingan pribadi.
  • Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat umum dengan melakukan kegiatan olah raga dan pendidikan kesehatan jasmani.
  • Melahirkan warga negara yang memiliki sifat patriotic tinggi agar dapat mencintai tanah airnya.
  • Membangun semangat persatuan dan kesatuan di antara beragam suku, agama, ras dan kelompok social lainnya.
  • Mengadakan kegiatan yang sifatnya hiburan untuk masyarakat umum, seperti pertandingan olah raga, pameran seni budaya, dan pasar hiburan malam.
  • Membentuk kepribadian peserta didik atau siswa sebagai anggota masyarakat yang baik.

Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan.

Soal 1. Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan informal adalah … .

a). pendidikan berlangsung dalam lembaga pemerintah

b). terdapat kepemimpinan yang jelas

c). adanya batasan lama studi

d). pendidikan berlangsung terus-menerus

e). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

Soal 2. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan non-formal, kecuali … .

a). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

b). tidak adanya pembatasan usia

c). adanya manajemen yang terpadu dan terarah

d). memiliki kurikulum formal

e). berorientasi pada profesionalitas

Soal 3. Fungsi manifest adalah ….

a). fungsi sampingan yang tidak direncanakan sebelumnya

b). sesuatu yang tidak diharapkan karena merugikan manusia

c). sesuatu yang diharapkan dari keberadaan lembaga sosial

d). harapan seseorang yang dapat dipenuhi oleh orang lain

e). fungsi celaan karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat

Daftar Pustaka:

  1. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Pendidikan Pada Kemajuan Bangsa,
  5. Bouman, PJ., 1980, “Ilmu Masyarakat Umum”, Penerbit PT Pembangunan, Jakarta.
  6. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  8. Bouman, P.J., 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  9. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Pendidikan Pada Kemajuan Bangsa,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Pendidikan Formal, Pengertian Pendidikan Informal, Pengertian Pendidikan Nonformal, Contoh Pendidikan informal, Fungsi Pendidikan Informal, Fungsi Pendidikan Keluarga, Contoh Pendidikan Keluarga,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Contoh  Pendidikan formal, Fungsi Pendidikan Formal, Tujuan Pendidikan Informal, Tujuan Pendidikan Formal, Pendidikan Wujud Abstrak Kedudayaan, Fungsi Lembaga Pendidikan,
  13. Ardra.Biz, 2019, “fungsi manifest Pendidikan, cara mewariskan kebudayaan antar generasi, sifat patriotic fungsi Lembaga Pendidikan,

Ciri – Ciri Masyarakat Modern di Indonesia

Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyamai kemajuan dunia Barat. Penilaian bahwa suatu Masyarakat lebih modern adalah berdasarkan pada perekonomian yang makmur dan situasi politik yang stabil.

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli

Beberapa Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli diantaranya adalah

a). Modernisasi Menurut Eisenstadt

Modernisasi merupakan proses perubahan menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah maju di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke-17 hingga 19 dan kemudian menyebar ke negara Eropa lain dan dari abad ke-19 dan 20 ke negara Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

b). Modernisasi Menurut Wilbert Moore

Modernisasi adalah transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya makmur dan situasi politiknya stabil.

c). Modernisasi Menurut Chodak

Modernisasi merupakan contoh khusus dan penting dari kemajuan masyarakat, contoh usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai standar kehidupan yang lebih tinggi.

ciri-ciri-masyarakat-modern
ciri-ciri-masyarakat-modern

Syarat Menjadi Masyarakat Modern

Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

Untuk dapat menjalani proses modernisasi dibutuhkan enam syarat yaitu cara berpikir ilmiah, good governance, system informasi yang baik, system komunikasi masa, kesadaran masyarakat berorganisasi, dan pemusatan wewenang dalam perencanaan social.

a). Cara berpikir masyarakat yang ilmiah (scientific thinking) baik kelompok penguasa ataupun masyarakat. Ini menuntut adanya suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik.

b). Adaya Sistem administrasi negara yang baik yaitu sistem yang benar benar mewujudkan birokrasi.

c). Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Ini menuntut adanya penelitian yang berkesinambungan sehingga data selalu kekinian.

d). Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat- alat komunikasi massa.

e). Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.

f). Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing).

Ciri – Ciri Masyarakat Modern

Adapun beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa suatu masyarakat telah menjalani kehidupan secara modern di antaranya adalah:

Ciri Individualisme Masyarakat Modern.

Individu merupakan memegang peran sentral dalam Masyarakat modern, bukan komunitas, kelompok atau bangsa. Seseorang sangat bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari satu kelompok menuju kelompok lain. Bebas pula menentukan tindakannya yang bertanggung jawab secara pribadi atas keberhasilan dan kegagalannya. Individu juga sangat bebas memilih keanggotaan sosialnya.

Ciri Deferensiasi Masyarakat Modern.

Pada masyarakat yang sudah modern akan terjadi spesialisasi pekerjaan dan keahlian. Berbagai bidang keahlian dan keterampilan khusus berkembang pesat di masyarakat modern. Selain itu, bidang konsumsi juga terjadi deferensiasi.

Sebagai akibatnya, deferensiasi pekerjaan dan konsumsi akan memberikan berbagai kesempatan kepada setiap orang untuk memilih perkerjaan, pendidikan, dan gaya hidup sesuai kebutuhannya masing – masing.

Ciri Rasionalitas Masyarakat Modern.

Birokrasi dan manejamen organisasi dalam masyarakat modern dilaksanakan dengan mengacu pada perhitungan atau rasionalitas tinggi dengan menganut prinsip – prinsip efisiensi.

Ciri Ekonomisme Masyarakat Modern.

Aspek kehidupan masyarakat didominasi oleh kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi dan prestasinya diukur secara ekonomi pula. Yang menjadi pusat perhatian masyarakat modern adalah produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Semua kegiatan dalam masyarakat modern diukur dengan uang sebagai alat tukarnya. Bahkan, pada sebagian masyarakat, hubungan kekeluargaan dikesampingkan hanya untuk kepentingan ekonomi.

Ciri Perkembangan Masyarakat Modern.

Proses ke arah kehidupan modern cenderung berkembang meluas ke seluruh bagian dunia. Sehingga perubahan menjadi secara global. Selain itu, modernitas akan menjangkau kehidupan paling pribadi. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan keagamaan, perilaku hidup bebas, perilaku sex bebas, selera konsumtif, hidup berpola hiburan dan sebagainya.

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern.

Soal 1. Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang merupakan pengertian modernisasi menurut ….

a). Koentjaraningrat

b). Soerjono Soekanto

c). Selo Soemardjan

d). Soelaeman Soemardi

e). Abdul Syani

Soal 2. Berikut ini yang termasuk ciri-ciri masyarakat modern adalah ….

a). orientasi a posteriori

b). bersifat sosioreligius

c). realistis dan praktis

d). organisasi bersifat gemeinschaft

e). kekerabatan masih sangat kuat

Soal 3. Proses industrialisasi dan pengembangan produk- produk yang dihasilkan merupakan salah satu wujud modernisasi di bidang ….

a). agama

b). sosial

c). budaya

d). ideologi

e). ekonomi

Soal 4. Modernisasi didefinisikan sebagai upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit penguasa, merupakan pengertian modernisasi dalam konsep … .

a). historis

b). relatif

c). analisis

d). antropologis

e). sosial

Soal 5. Modernisasi tidak selalu berjalan mulus, proses ini kadang-kadang mendapat perlawanan dari sekelompok masyarakat. Salah satu bentuk penghalang modernisasi adalah . . . .

a). kebebasan investasi di negara lain

b). pendidikan dan perkembangan ilmiah yang tertinggal

c). kebebasan melakukan proses bebas

d). adanya peningkatan pendapatan per kapita

e). adanya konflik antarkelompok

Daftar Pustaka:

Ciri – Ciri Masyarakat Modern, Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern., Pengertian Deferensiasi, Pengertian Ekonomisme, Pengertian Individualisme, Pengertian Perkembangan., pengertian Rasionalitas, Proses Modernisasi Masyarakat Indonesia, Syarat Menjadi Masyarakat Modern, Syarat Masyarakat Modernisasi,

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli, Modernisasi Menurut Eisenstadt, Modernisasi Menurut Wilbert Moore, Modernisasi Menurut Chodak,