Persamaan Reaksi Kimia: Pengertian Aturan Membuat Setara Koefisien Wujud Zat Rumus Reaksi Contoh Soal 10

Pengertian Persamaan Reaksi Kimia. Persamaan reaksi menunjukkan reaksi kimia, yang terdiri dari rumus kimia zat- zat pereaksi dan zat- zat hasil reaksi disertai dengan koefisien dan fasa masing- masing. Reaksi kimia mengubah zat- zat asal yaitu pereaksi menjadi zat baru yaitu produk.

Persamaan reaksi adalah persamaan yang menunjukkan hubungan zat- zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia. Persamaan reaksi dinyatakan dengan rumus kimia zat- zat yang bereaksi dan hasil reaksi, angka koefisien, dan fase atau wujud zat.

Penulisan Persamaan Reaksi Kimia

Zat- zat yang bereaksi disebut pereaksi atau reaktan dituliskan di sebelah kiri tanda anak panah, sedangkan zat- zat hasil reaksi atau produk reaksi dituliskan di sebelah kanan tanda anak panah.

Perubahan dari pereaksi menjadi hasil reaksi digambarkan dengan tanda anak panah.


Angka koefisien menyatakan jumlah partikel atau zat dari setiap pereaksi dan hasil reaksi. Angka koefisien dituliskan di depan rumus kimia zat, agar reaksi menjadi setara.

Reaksi dikatakan setara jika jumlah atom di sebelah kiri tanda panah sama dengan jumlah atom di sebelah  kanan tanda anak panah. Dengan demikian reaksi sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.

Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. Atom- atom ditata ulang membentuk produk reaksi.

Perubahan yang terjadi dapat dipaparkan dengan menggunakan rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi.

Rumus Kimia Zat Persamaan Reaksi

Zat- zat yang terlibat dalam reaksi kimia dinyatakan oleh rumus kimianya.

Zat Pereaksi – Reaktan

Zat zat pereaksi atau yang akan direaksikan diletakkan di ruas kiri (sebelah kiri) tanda panah

Zat Produk Hasil Reaksi

Zat zat yang merupakan hasil reaksi diletakkan di ruas kanan  (sebelah kanan tanda panah).

Tanda Panah Peramaan Reaksi Kimia

Kedua ruas dihubungkan oleh tanda panah yang menyatakan arah reaksi.

Koefisien Persamaan Reaksi Kimia

Koefisien reaksi menyatakan jumlah partikel dari setiap pereaksi dan produk reaksi. Contoh persamaan reaksi kimia adalah

2Na(s) + Cl2(g) –> 2NaCl(s)

Koefisien reaksi Na = 2

Koefisien reaksi Cl = 1

Koefisien reaksi NaCl = 2

Pada contoh di atas, 2 molekul Na bereaksi dengan 1 molekul Cl2 menghasilkan 2 molekul NaCl. Koefisien reaksi 1 umumnya tidak ditulis.

Koefisien reaksi diberikan agar persamaan reaksi sesuai dengan Hukum Kekekalam Massa dari Lavoisier, yang menyatakan bahwa: “ Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”

Wujud Zat Persamaan Reaksi Kimia

Selain menggambarkan rumus kimia, persamaan reaksi yang sempurna juga menunjukkan wujud zat yang terlibat dalam reaksi. Wujud zat dalam persamaan reaksi dinotasikan atau disimbolkan dengan:

s =solid (zat padat)

l = liquid (zat cair)

aq = aqueous (larutan dalam air)

g = gas

Syarat Persamaan Reaksi Kimia Setara

Persamaan reaksi yang sempurna disebut juga persamaan reaksi yang telah setara. Syarat syarat persamaan reaksi setara adalah sebagai berikut.

  1. Jenis unsur- unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.
  2. Jumlah masing- masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama, sehingga memenuhi hukum kekekalan massa.
  3. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol. Khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume dengan suhu dan tekanannya sama.
  4. Pereaksi dan hasil reaksi dinyatakan dengan rumus kimia yang benar.
  5. Wujud zat- zat yang terlibat reaksi harus dinyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia.

Untuk membuat persamaan reaksi menjadi setara diperbolehkan mengubah jumlah rumus kimia (jumlah molekul atau satuan rumus), tetapi tidak boleh mengubah rumus kimia zat-zat yang terlibat persamaan reaksi.

Contoh Persamaan Reaksi Kimia

Contoh: natrium hidroksida direaksikan dengan asam klorida menghasilkan natrium klorida dan air.

Maka persamaan reaksinya:

natrium hidroksida + asam klorida → natrium klorida + air

NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(aq)

NaOH dan HCl disebut pereaksi atau reaktan

NaCl dan H2O disebut hasil reaksi

Dalam persamaan reaksi berlaku jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Pada reaksi tersebut:

Atom Na di kiri 1 dan di kanan 1

Atom O di kiri 1 dan di kanan 1

Atom H di kiri 2 dan di kanan 2

Atom Cl di kiri 1 dan di kanan 1

Jumlah atom di kiri 5 atom sedang di kanan juga 5 atom, maka persamaan tersebut telah setara. Jika jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi tidak sama, maka persamaan reaksi tersebut belum setara.

Contoh  Membuat Persamaan Reaksi Kimia  Mg(OH)2 dengan HCl

Persamaan reaksi kimia yang belum setara antara Mg(OH)2 dengan HCl dapat dituliskan berikiut

Mg(OH)2(aq) + HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2O(l)

Jumlah Atom Ruas Kiri Dan Kanan

jumlah atom Mg di kiri = 1, di kanan = 1 (sudah sama)

jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 1 (belum sama)

jumlah atom H di kiri = 2 + 1 = 3, di kanan = 2 (belum sama)

jumlah atom Cl di kiri = 1, di kanan = 2 (belum sama)

Menyetarakan Atom Khlor Cl

atom Cl dalam HCl dikalikan 2

Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) –> MgCl2(aq) + H2O(l)

Menyetarkan Atom Oksigen O

atom O dalam H2O dikalikan 2

Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) –> MgCl2(aq) + 2 H2O(l)

Menuliskan Persamaan Reaksi Setara

Jumlah atom Mg di kiri = 1, di kanan = 1 (sudah sama)

Jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)

Jumlah atom H di kiri = 2 + 2 = 4, di kanan = 4 (sudah sama)

Jumlah atom Cl di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)

Jadi, Persamaan reaksi kimia dalam keadaan setara adalah

Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) –> MgCl2(aq) + 2 H2O(l).

1). Contoh Soal Menyetarakan Persamaan Reaksi Oksidasi Besi Fe

Tuliskan dan setarakan persamaan reaksi proses okidasi besi Fe dengan  oksigen yang menghasilkan besi (III) oksida.

Langkah Pertama: Cara Menuliskan Persamaan Rumus Kimia

Secara umum persamaan reaksi oksidasi besi dengan gas oksigen dapat dituliskan seperti berikut

a Fe (s) + b O2 (g) → c Fe2O3 (g)

a, b, dan c adalah koefisien reaksi kimia

Persamaan Reaksi di atas masih belum setara

Jumlah Atom Ruas Kiri dan Kanan

Ruas Kiri       Ruas Kanan

Fe = 1            Fe = 2

O = 2             O = 3

Jumlah Fe dan O pada ruas kiri dan kanan belum setara

Langkah Kedua: Cara Menyetarakan Koefisien Atom Besi Reaksi

Jumlah atom Besi ruas kanan adalah 2/1 = 2 kali atom besi ruas kiri. Agar menjadi setara, maka atom besi ruas kiri dikali 2 atau menggunakan koefisien a = 2. Dan ini mengakibatkan koefisien reaksi c = 1

2 Fe + b O2 → 1 Fe2O3

Langkah Ketiga: Menyetarakan Atom Oksigen Koefisien Reaksi

Ruas Kiri       Ruas Kanan

Fe = 2            Fe = 2

O = 2             O = 3

Jumlah atom O ruas kanan adalah 3/2 = 1,5 kali dari atom O ruas kiri, dan agar dapat setara, maka atom O ruas kiri dikali 3/2 atau koefisien b = 3/2

2 Fe + 3/2 O2 → 1 Fe2O3

Ruas Kiri       Ruas Kanan

Fe = 2            Fe = 2

O = 3             O = 3

Langkah Keempat: Menghilang Koefisien Reaksi Bilangan Pecahan

Untuk menghindari koefisien bilangan pecahan, maka persamaan reaksi dikali 2 menjadi seperti berikut

4 Fe + 3 O2 → 2 Fe2O3

Ruas Kiri       Ruas Kanan

Fe = 4            Fe = 4

O = 6             O = 6

2). Contoh Soal Menyetarakan Persamaan Reaksi Pembentukan Air H2O,

Setarakan persamaan reaksi pembentukan air dari gas hydrogen dan gas oksigen

Tahap Pertama: Menuliskan Persamaan Reaksinya (Reaksi Belum Setara)

Persamaan reaksi antara gas hydrogen dan oksigen membentuk air dapat dituliskan seperti berikut

a H2 (g) + b O2 (g) → c H2O (l)

Persamaan reaksi di atas masih belum setara

Menuliskan Jumlah Atom Ruas Kanan dan Kiri

Jumlah atom Hidrogen dan Oksigen ruas kiri dan kanan adalah

Ruas Kiri             Ruas Kanan

H  = 2                  H = 2

O  = 2                  O = 1

Jumlah higrogen H pada ruas kanan sudah sama dengan ruas kiri, Namun jumlah atom Oksigen O masih belum sama. Jadi koefisien untuk H adalah a = 1 dan c = 1

1 H2 (g) + b O2 (g) → 1H2O (l)

Tahap Kedua: Menyetarakan Atom Oksigen

Jumlah oksigen O ruas kanan adalah 1/2 = ½ kali oksigen ruas kiri. Agar bisa setara, maka atom Oksigen ruas kiri dikali ½. Dengan demikian dapat menuliskan koefisien b = ½ pada oksigen ruas kiri

1 H2 (g) + ½ O2 (g) → 1 H2O (l)

Sampai disini jumlah atom ruas kiri dan kanan sudah sama.

Jumlah atom hydrogen ruas kiri dan kanan sudah sama yaitu 2 atom hydrogen. Jumlah oksigen ruas kiri dan kanan sudah sama yaitu 1 atom  Oksigen.

Tahap Ketiga: Menyederhanakan Koefisien Reaksi Kimia

Menghindari koefisien bilangan pecahan. Kalikan semua koefisien reaksi dengan angka 2 sehingga menjadi

2 H2 (g) + O2 (g) → 2 H2O (l)

Pada persamaan reaksi terakhir ini, jumlah atom hydrogen ruas kiri adalah 4 atom dan pada ruas kanan 4 atom hydrogen.

Jumlah atom oksigen pada ruas kiri dan kanan sama yaitu 2 atom oksigen.

3). Contoh Soal Menyetarakan Persamaan Reaksi Gas Metana CH4 Dengan Oksigen O2

Tuliskan dan setarakan persamaan reaksi antara gas metana (CH4) dengan gas oksigen membentuk gas karbon dioksida dan uap air.

Langkah Pertama Menuliskan Persamaan Rumus Kimia

secara umum persamaan reaksi gas metana dengan oksigen dapat dituliskan seperti berikut

a CH4 (g) + b O2 (g) → c CO2 (g) + d H2O (l)

Langkah Kedua: Menyetarakan Koefisien Persamaan Reaksi Gas Metana dan Oksigen

Ruas Kiri      Ruas Kanan

C = 1              C = 1

H = 4             H = 2

O = 2             O = 3

Jumlah atom C ruas kiri dan kanan sudah sama. Sehingga koefisien a = 1 dan koefisien c = 1

Jumlah atom H ruas kiri adalah 4/2 = 2 kali atom H ruas kanan. Agar dapat setara, maka atom H ruas kanan dikali 2 atau koefisien d = 2. Sehingga persamaan reaksi dan koefiseinnya adalah

1 CH4 (g) + b O2 (g) → 1 CO2 (g) + 2 H2O (l)

Langkah Ketiga: Menyetarakan Atom Okesigen

Ruas Kiri              Ruas Kanan

O = 2                     O = 2 + 2 = 4

Jumlah atom oksigen O ruas kanan adalah 4/2 = 2 kali jumlah atom ruas kiri. Agar menjadi setara,  maka jumlah atom O ruas kiri dikali 2 atau koefisien b = 2. Sehingga diperoleh jumlah atom ruas kiri dan kanan menjadi sama yaitu 4 atom O.

Jadi, Persamaan reaksinya adalah

1 CH4 (g) + 2 O2 (g) → 1 CO2 (g) + 2 H2O (l)

Ruas Kiri       Ruas Kanan

C = 1               C = 1

H = 4              H = 4

O = 4              O = 4

4). Contoh Soal Menyetarakan Persamaan Reaksi Alumunium Dengan Asam Sulfat

Tuliskan dan setarakan persamaan reaksi antara logam aluminium yang bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen

Tahap Pertama: Menuliskan Persamaan Reaksinya (Reaksi Belum Setara)

a Al (s) + b H2SO4 (aq) → c Al2(SO4)3 (aq) + d H2 (g)

Persamaan reaksi di atas masih belum setara

Menuliskan Jumlah Atom Ruas Kanan dan Kiri

Ruas Kiri             Ruas Kanan

Al = 1                   Al = 2

H = 2                    H = 2

S = 1                     S = 3

O = 4                    O = 12

Tahap Kedua: Menuliskan Koefisien Reaksi Alumunium Ruas Kiri

Jumlah atom Al ruas kanan adalah 2/1 = 2 kali atom Al ruas kiri, agar menjadi setara, maka jumlah atom Al ruas kiri dikali 2, atau dengan koefisien a = 2.  Sedangkan koefisien  untuk atom Al ruas kanan adalah c = 1

Dengan menggunakan koefisien reaksi a = 2 pada Al ruas kiri, maka jumlah atom Al di ruas kiri menjadi 2 x 1 = 2 atom Al dan menjadi setara dengan jumlah Al di ruas kanan.

2 Al (s) + b H2SO4 (aq) → 1Al2(SO4)3 (aq) + d H2 (g)

Tahap Ketiga: Menyetarakan Atom Oksigen Dan Sulfur

Ruas Kiri             Ruas Kanan

Al = 2                   Al = 2

H = 2                    H = 2

S = 1                     S = 3

O = 4                    O = 12

Jumlah atom O ruas kanan adalah 12/4 = 3 kali atom O ruas kiri dan Jumlah atom S ruas kanan adalah 3/1 = 3 kali atom S ruas kiri. Agar menjadi setara, maka jumlah atom O dan S ruas kiri dikali 3, atau menggunakan koefisien b = 3

2 Al (s) + 3 H2SO4 (aq) → 1Al2(SO4)3 (aq) + d H2 (g)

Jumlah atom S dan O ruas kiri sudah sama dengan ruas kanan, sedangkan atom H ruas kanan masih belum setara dengan ruas kiri.

Tahap Keempat: Menyertarakan Aton Hidrogen

Ruas Kiri             Ruas Kanan

Al = 2                   Al = 2

H = 6                    H = 2

S = 3                     S = 3

O = 12                  O = 12

Jumlah atom H ruas kiri  adalah 6 dan H ruas kanan adalah 2, atau jumlah atom H ruas kiri 6/2 = 3 kali jumlah atom H ruas kanan. Agar setara, maka atom H ruas kanan dikali 3.

Dengan demikian, koefisien reaksi H ruas kanan d = 3, dan jumlah atom H ruas kanan menjadi 6, menjadi setara dengan H ruas kiri.

Persamaan Reaksi Setara

2 Al (s) + 3 H2SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3 H2 (g)

koefisien reaksi Al2(SO4)3 adalah 1 dan umumunya tidak ditulis

5). Contoh Soal Menyetarakan Persamaan Reaksi Pembakaran Propana C3H8,

Tuliskan dan setarakan persamaan reaksi pembakaran Propana (C3H8) dengan   oksigen yang menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air.

Langkah Pertama Menuliskan Persamaan Rumus Kimia

Secara umum persamaan reaksi propana dengan oksigen dapat dituliskan seperti berikut

a C3H8 + b O2 → c CO2 + d H2O

Menuliskan Jumlah Atom Ruas Kanan dan Kiri

Ruas Kiri       Ruas Kanan

C = 3               C = 1

H = 8              H = 2

O = 2              O = 3

Langkah Kedua: Menyetarakan Atom Karbon Koefisien Reaksi

Jumlah atom C ruas kiri adalah 3/1 = 3 kali atom C ruas kanan. Agar dapat setara, maka atom C ruas kanan dikali 3 atau membuat koefisien c = 3 dengan  koefisien a = 1

Persamaaan reaksinya menjadi

1 C3H8 + b O2 → 3 CO2 + d H2O

Langkah Ketiga: Menyetarakan Atom Hidrogen Koefisien Reaksi

Ruas Kiri       Ruas Kanan

C = 3               C = 3

H = 8              H = 2

O = 2              O = 7

Jumlah Atom H ruas kiri adalah 8/2 = 4 kali atom H ruas kanan, agar setara, maka atom H ruas kanan dikali 4, dengan memasang koefisien d = 4 sehingg persamaan reaksinya sebagai berikut

1 C3H8 + b O2 → 3 CO2 + 4 H2O

Langkah Keempat: Menyetarakan Atom Oksigen Koefisien Reaksi

Ruas Kiri       Ruas Kanan

C = 3               C = 3

H = 8              H = 8

O = 2              O = 10

Jumlah atom O ruas kanan adalah 10/2 = 5 kali atom O ruas kiri, maka jumlah atom O ruas kiri dikali 5 atau koefisien b = 5

1 C3H8 + 5 O2 → 3 CO2 + 4 H2O

Ruas Kiri       Ruas Kanan

C = 3               C = 3

H = 8              H = 8

O = 10            O = 10

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad, 1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Rangkuman Ringkasan: Dalam Ilmu Kimia, semua senyawa dituliskan menggunakan rumus (formula) kimia. Rumus kimia adalah ungkapan suatu zat menggunakan lambanglambang unsur pembentuk senyawa dan perbandingan relatif atom-atom unsur yang menyusun senyawa itu.
  9. Rumus kimia senyawa berupa molekul menunjukkan rumus molekul senyawa bersangkutan, yakni rumus yang menggambarkan jumlah dan jenis atom unsur yang membentuk molekul senyawa itu.
  10. Rumus kimia paling sederhana yang ditemukan secara percobaan di laboratorium dinamakan rumus empiris. Rumus kimia sesungguhnya merupakan kelipatan bilangan bulat dari rumus empirisnya.
  11. Persamaan reaksi menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia.
  12. Suatu persamaan reaksi dikatakan setara jika jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi sama, dengan angka koefisien.
  13. Rumus kimia senyawa ionik dinyatakan dengan satuan rumus, yaitu gugusan atom atau ion yang dilambangkan secara eksplisit di dalam rumus kimianya.
  14. Untuk menyatakan reaksi kimia yang terjadi, zat-zat yang terlibat dalam reaksi ditulis dalam bentuk persamaan kimia. Persamaan kimia menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang bereaksi dan jumlah zat-zat hasil reaksi. Penulisan zat tersebut menggunakan lambang unsur atau rumus kimia.
  15. Umumnya reaksi-reaksi kimia digolongkan menurut jenisnya, yaitu: (a) reaksi penggabungan; (b) reaksi penguraian; (c) reaksi pendesakan (reaksi pertukaran tunggal); dan (d) reaksi metatesis (reaksi pertukaran ganda).