Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

Pengertian Mobilitas

Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

Konflik Antarsosial

Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

Konflik Kelompok Sosial

Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

Konflik Antargenerasi

Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

Penyesuaian Pasca Konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.
  2. Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.
  3. Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

Daftar Pustaka:

Ciri Pasar Persaingan Monopolistik

Pengertian Pasar Monopolisitk. Bentuk pasar monopoli dan bentuk pasar persaingan murni merupakan dua bentuk pasar yang ekstrem. Namun pada kenyataannya, bentuk pasar baik untuk barang maupun untuk jasa, kebanyakan berada di tengah – tengah kedua sisi ekstrem tersebut.

Kebanyakan pasar berada di antara bentuk pasar monopoli dan pasar persaingan murni. Bentuk pasar yang berada di antara kedua pasar ekstrem tersebut dikenal dengan istilah pasar persaingan monopolisitk.

ciri-pasar-persaingan-monopolisitk
ciri-pasar-persaingan-monopolisitk

Pasar Persaingan monopolistik sering disebut juga sebagai pasar monopolistik atau pasar monopolistis yaitu salah satu jenis pasar yang memiliki banyak produsen yang menghasilkan barang sejenis atau serupa namun mempunyai perbedaan dalam beberapa aspek.

Penjual dalam pasar monopolistic tidak terbatas jumlahnya, namun demikian produk- produk yang dihasilkan memiliki karakter sendiri – sendiri, sehingga terdapat perbedaan antara satu produk dengan produk lainnya.

Ciri – Ciri Pasar Persaingan Monopolistik.

Di dalam pasar monopolistic barang yang diperjualbelikan hanya satu jenis, namun memiliki perbedaan – perbedaan dalam hal tertentu. Perbedaan bisa karena bentuknya, mutunya, atau ukuran dan sebagainya. Struktur pasar persaingan monopolistic mempunyai ciri utama sebagai berikut:

  • Banyak Perusahaan dan Banyak Pembeli

Ciri ini merupakan ciri dari pasar persaingan sempurna. Ini artinya struktur pasar persaingan monopolistic terdapat banyak perusahaan dan pembeli yang dapat bertindak secara bebas dalam bertransaksi.

  • Produk Yang Dibedakan

Produk yang ditawarkan di pasar mempunyai perbedaan dalam satu hal atau lebih (barang diferensiasi). Perbedaan ini terjadi akibat adanya promosi penjualan dan iklan. Perbedaan mungkin saja dari segi fisik, seperti kemasan produk, dan juga bias dalam bentuk image konsumen terhadap produk tersebut.

  • Bebas Masuk dan Bebas Keluar.

Hal ini berbeda dengan pasar monopoli atau duopoly, pasar persaingan monopolistic tidak mempunyai hambatan untuk dimasuki oleh para pelaku, sehingga perusahaan dapat keluar dan masuk pasar secara bebas.

Dalam jangka pendek, perusahaan yang berada dalam pasar persaingan monopolistic biasanya mendapatkan laba super normal. Laba super normal ini diperoleh dari kombinasi harga dan output ketika biaya marginal sama dengan pendapatan marginal

Dalam jangka panjang, laba super normal yang diperoleh pelaku pasar persaingan monopolistic akan menyebabkan datangnya pesaing – pesaing baru di pasar. Para pesaing baru ini akan berlangsung terus sampai menyebabkan laba super normal menjadi tidak ada lagi.

Contoh Pasar Monopolistik.

Contoh pasar monopolistic adalah: pasar produk – produk untuk peralatan mandi seperti shampoo, pasta gigi, sabun mandi dan sebagainya. Meskipun fungsi semua produk – produk tersebut adalah  sama yaitu untuk keperluan saat mandi, tetapi setiap produk memiliki ciri khusus sesuai dengan produsennya. Misalnya perbedaan kemasan, aroma, komposisi bahan, warna, dan sebagainya.

Contoh lainnya adalah pasar kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Produk sepeda motor cenderung bersifat homogen, namun demikian masing – masing memiliki ciri yang khas sendiri. Ciri khususnya misalkan pemakaian bahan bakar yang irit. Atau bisa saja memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan untuk jarak jauh. Karena setiap merek mempunyai ciri khas maka, tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia tersendiri.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukan merupakan faktor utama untuk meningkatkan nilai penjualan. Namun lebih kepada kemampuan perusahaan dalam menciptakan citra yang baik pada masyarakat.

Citra yang baik mampu membuat masyaratakat untuk membeli produk atau barang produksi dari suatu perusahaan walaupun dengan harga mahal. Oleh karena itu, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif berinovasi dalam mempromosikan produk yang disertai dengan peningkatan citra perusahaan.

Daftar Pustaka:

Kata dalam artikel Pengertian Pasar Monopolisitk atau Bentuk antara pasar monopoli dan pasar persaingan murni. Pasar Persaingan monopolistic, adalah pasar memiliki banyak produsen. Ciri – Ciri Pasar Persaingan Monopolistik, atau contoh produk pasar monopolistic yaitu Pasar Banyak Perusahaan dan Pembeli,.

Produk Yang Dibedakan barang diferensiasi yang Pasar yang Bebas Masuk maupun Keluar. Pengertian laba super normal pada monopilstik dan Pasar tanpa hambatan. Contoh Pasar Monopolistik maupun factor yang menyebabkan timbulnya pasar monopolistic.

Faktor Yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang biasa disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok dengan menghidar dari nilai dan atau norma yang berlaku atau dianut dalam suatu masyarakat.

Perilaku menyimpang bukanlah kualitas yang dilakukan seseorang, melainkan konsekuensi atau akibat adanya peraturan dan penerapan sangsi yang dilakukan oleh pihak lain (atau masyarakat) terhadap pelaku tindakan tersebut.

Penyimpangan terjadi ketika tindakan yang dilakukan diluar batas norma – norma yang berlaku dalam suatu sistem social. Penyimpangan ini menyebabkan adanya usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku pelakunya.

Penyimpangan dianggap oleh sejumlah orang sebagai perilaku yang tercela dan di luar batas toleransi. Dengan demikian dapat disederhanakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma – norma kelompok atau masyarakat.

Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang.

Terjadinya penyimpangan sosial dapat diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah:

  1. Penyimpangan terjadi akibat adanya perubahan nilai dan norma dari suatu periode ke periode waktu lain.
  2. Penyimpangan terjadi karena tidak ada norma atau aturan yang bersifat mutlak yang bisa diberlakukan atau digunakan untuk menentukan benar tidaknya perilaku seseorang sepanjang waktu.
  3. Individu atau anggota masyarakat yang tidak mematuhi norma disebabkan karena mengamati pihak lain yang tidak mematuhi atau karena mereka tidak diajarkan untuk mentaatinya.
  4. Adanya individu atau anggota masyarakat yang belum memahami dan mendalami norma atau belum menyadari kenapa suatu norma itu harus dipatuhi. Hal ini dapat disebabkan karena proses sosialisasi yang belum sampai atau utuh pada seseorang.
  5. Adanya individu atau anggota masyarakat yang kurang atau tidak yakin dengan kebenaran atau kebaikan norma. Atau individu dihadapkan dengan situasi di mana terdapat norma – norma yang tidak sesuai.
  6. Penyimpangan terjadi akibat adanya konflik peran dalam seorang individu karena menjalankan beberapa peran dengan tuntutan perilaku yang berbeda.
  7. Penyimpangan terjadi akibat lemahnya ikatan dengan lembaga – lembaga sosial di masyarakat, seperti keluarga, sekolah dan pekerjaan.
  8. Penyimpangan terjadi akibat adanya masyarakat kompleks yang cenderung menjadi masyarakat tanpa norma. Pada masyarakat kompleks tidak ada pedoman atau aturan jelas yang dapat dipelajari dan dipatuhi.
  9. Penyimpangan dapat terjadi akibat ketidakmampuan individu atau anggota masyarakat dalam menyesuaikan diri secara psikologis.

Daftar Pustaka:

Dampak Negatif Perubahan Sosial Pada Kehidupan Masyarakat

Pengertian Perubahan Sosial.

Pada dasarnya perubahan sosial merupakan alternatif dari cara-cara atau tatanan hidup yang sudah ada dan diterima. Perubahan – perubahan yang terjadi dapat berupa kebudayaan, kondisi geografis, material, ideologi, komposisi penduduk. Perubahan juga mungkin akibat adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru dalam masyarakat.

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan – perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa yang mengalami perubahan adalah struktur sosial dan sistem sosialnya.

Perubahan sosial sebagai bentuk nyata adanya perubahan pada lembaga – lembaga  kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem social, nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat. Penekanan definisi ini tertumpu pada lembaga – lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

Dampak Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat.

Dampak negative perubahan social terhadap kehidupan masyarakat antara lain adalah:

  • Disorientasi pada nilai dan norma yang ada pada masyarakat.
  • Akan terjadi perubahan yang nyata pada perilaku dan budaya masyarakat.
  • Lunturnya jadi diri bangsa menjadi seperti konsumtif, kebarat – baratan, hedonis, individualis, sekuler, cultural lag, cultural shock dan degradasi moral seperti pergaulan dan sek bebas.
  • Dapat menimbulkan konflik social secara vertical dan horizontal
  • Lembaga social yang ada tidak berfungsi maksimal
  • Kehilangan kesempatan kerja sehingga terjadi peningkatan pengangguran.

Daftar Pustaka:

Pengaruh Perubahan Sosial Tehadap Perilaku Masyarakat.

Pengertian Perubahan Sosial.

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan – perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa yang mengalami perubahan adalah struktur sosial dan sistem sosialnya.

Perubahan – perubahan sosial merupakan alternatif dari cara-cara atau tatanan hidup yang sudah ada dan diterima. Perubahan – perubahan yang terjadi dapat berupa kebudayaan, kondisi geografis, material, ideologi, komposisi penduduk. Perubahan juga mungkin akibat adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru dalam masyarakat.

Perubahan sosial sebagai bentuk nyata adanya perubahan pada lembaga – lembaga  kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem social, nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat. Penekanan definisi ini tertumpu pada lembaga – lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

Perubahan sosial merupakan segala bentuk perubahan yang terjadi pada masyarakat. Perubahan ini mempengaruhi sistem social yang berlaku seperti nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok – kelompok yang ada dalam masyarakat. Perubahan social ini secara langsung berpengaruh terhadap masyarakat yang bersangkutan baik secara materiil maupun immateriil.

Pengertian Modernisasi.

Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya dinilai makmur dan situasi politik yang stabil.

Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

Pengertian Globalisasi.

Globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan (atau menduniakan) atau penyatuan seluruh aspek kehidupan di dunia ini. Penyatuan ini dilakukan melalui upaya penyeragaman yang mendunia meliputi seluruh negara yang ada.

Globalisasi merupakan suatu proses hubungan sosial secara relatif yang tidak dibatasi jarak dengan menghilangkan batasan – batasan secara nyata. Sehingga ruang lingkup kehidupan manusia menjadi semakin besar dengan memainkan peran yang lebih luas di dunia sebagai satu kesatuan.

Globalisasi menciptakan perpindahan barang dan jasa antar – negara di seluruh dunia dapat bergerak secara  bebas tanpa halangan apapun.

Dampak Perubahan Sosial  Akibat Modernisasi dan Globalisasi

Gejala modernisasi dapat diamati dari berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, politik, ideologi, agama, dan lain sebagainya. Adapun perubahan sosial budaya dapat berdampak positif maupun negatif. Sedangkan gejala-gejala sosial sebagai akibat perubahan sosial yang dapat diamati berupa anomie, culture shock, dan culture lag.

Perilaku masyarakat akibat dampak dari perubahan sosial budaya, dapat berupa penyesuaian atau adjusment dan ketidakpenyesuaian atau maladjusment. Penyesuaian dapat dibedakan menjadi dua kriteria, yakni penyesuaian lembaga-lembaga kemasyarakatan dan penyesuaian individual.

Proses perubahan sosial budaya terjadi melalui saluran atau saran proses perubahan dalam masyarakat. Sarana perubahan ini pada umumnya adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, politik, dan lain sebagainya.

Pada kenyataannya, tidak semua perubahan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, melainkan ada pula yang ditolak.

Menurut beberapa ahli, suatu perubahan akan mengalami penolakan jika perubahan tersebut diterapkan secara paksa. Atau perubahan sosial yang tidak dipahami oleh masyarakat. Atau  perubahan sosial budaya tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Dampak sosial akibat perubahan sosial budaya setidaknya dapat dikelompokkan menjadi dampak beruntun dari sebuah perubahan mekanik dan dampak sosial budaya lanjutan dari sebuah perubahan. Ini berarti sebuah perubahan menciptakan perubahan baru, lalu perubahan tersebut mengakibatkan perubahan baru selanjutnya, kemudian munculnya beberapa pengaruh dari beberapa perubahan secara bersamaan.

Daftar Pustaka:

Jenis Sanksi Dan Norma Yang Berlaku di Masyarakat Indonesia

Pengertian Norma.

Norma merupakan kaidah atau ketentuan yang mengatur tata kelakuan seluruh anggota masyarakat. Norma sangat berkaitan dengan nilai, karena norma adalah bentuk nyata dari nilai. Norma merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh nilai.

Jenis dan Sanksi Norma

Perwujudan norma sosial yang berlaku pada suatu masyarakat dapat berbentuk tertulis dan tidak tertulis. Berdasar kekuatan yang mengikat sistem nilai dalam kehidupan masyarakat, norma sosial dapat digolongkan dalam beberapa macam, yaitu cara (usage), kebiasaan (folkways), tata susila (mores), adat istiadat (customs), hukum (laws), dan agama (religion).

norma-dan-sanksi-yang-berlaku-pada-masyarakat
norma-dan-sanksi-yang-berlaku-pada-masyarakat

Usage (cara)

Cara atau Usage adalah norma yang memiliki sanksi sangat lemah dan tidak mengakibatkan adanya hukuman. Usage (cara) merupakan suatu bentuk kegiatan yang sering digunakan pada hubungan individu dalam masyarakat, yang apabila dilanggar tidak akan mendapat hukuman yang berat, apabila dilanggar hanya akan mendapat celaan atau predikat tidak sopan. Contoh mengambil makanan dengan tangan kiri atau mengeluarkan bunyi karena kenyang setelah makan.

Folkways (kebiasaan)

Folkway adalah bentuk perbuatan yang dilakukan secara berulang oleh banyak orang menjadi bentuk kebiasaan. Norma ini diakui keberadaannya di tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu standar dalam interaksi sosial. Bila terjadi pelanggaran si pelaku bisa dicemooh atau digunjingkan. Contohnya adalah  memberi hormat kepada orang tua, memberi salam atau menegur sapa ketika bertemu dengan teman.

Mores (Tata Kelakuan).

Mores adalah norma yang mendapat penekanan keras. Tata kelakuan mencerminkan sikap-sikap yang dianut kelompok masyarakat yang dilaksanakan sebagai alat pengawasan, baik secara sadar atau tidak bagi para anggotanya. Anggota masyarakat yang melakukan penyimpangan akan dianggap jahat atau jelek.

Custom (adat istiadat)

Custom adalah ide-ide atau gagasan dari orang banyak yang tinggal bersama dalam suatu kelompok masyarakat atau suku tertentu. Custom memberi jiwa dan pedoman untuk bertingkah laku pada masyarakat setempat yang asli dan belum ada unsur campur tangan dari tata aturan atau norma modern. Anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi adat. Pelanggar dikenakan sanksi yang cukup berat, seperti dikucilkan dari masyarakat karena dianggap sebagai pangkal masalah dalam tata kehidupan masyarakat tersebut.

Laws (hukum)

Laws adalah norma hukum yang pada umumnya sangat tegas, dan tidak hanya diketahui oleh sekelompok kecil masyarakat. Hukum diundangkan atau diumumkan dan tertulis, walaupun ada juga yang tidak tertulis. Misalnya kebiasaan kenegaraan yang tidak tertulis (biasa disebut dengan konvensi). Pelanggarnya akan dikenakan sanksi melalui sarana hukum pengadilan.

Contoh Soal Ujian dan Pembahasan.

Di perempatan jalan biasanya dipasang lampu pengatur lalu lintas. Pemasangan lampu tersebut dimaksudkan agar lalu lintas berjalan teratur. Jika norma tersebut dilanggar oleh warga pengguna jalan, polisi dapat memberikan surat bukti pelanggran atau tilang. Perilaku yang dipatuhi tersebut termasuk jenis norma….

(A). Mores.   (B). Folkway.   (C). Customs.   (D). Laws.   (E). Usage.

Jawaban: D

Pembahasan:

Pemasangan lampu pengatur lalu lintas bertujuan agar lalu lintas berjalan teratur. Oleh karena itu, pelanggar tata tertib berlalu lintas akan ditilang. Aturan untuk mematuhi rambu – rambu lalu lintas.

Daftar Pustaka:

Cara Memilih Kartu Kredit Yang Benar

Pengertian Kartu Kredit. Kartu kredit merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga non bank. Kartu kredit diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat seperti supermarket, hotel, restoran, pasar swalayan, dan tempat lainnya.

Pihak Yang Terlibat

Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit melibatkan berbagai pihak. Masing – masing pihak terikat dengan perjanjian mengenai hak dan kewajibanya. Dalam system kerja kartu kredit ada tiga pihak yang terlibat yaitu bank atau perusahaan yang menerbitkan kartu kredit, pedagang atau merchant tempat belanja dimana kartu kredit dapat digunakan, dan pemegang kartu itu sendiri.

cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian
cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian

Untung Rugi Kartu Kredit

Nasabah pemegang atau pemilik kartu kredit selalu berharap mendapatkan beragam kemudahan dan keuntungan selama memegang kartunya. Hal ini sesuai dengan tujuan penggunaan kartu kredit tersebut. Untuk menghindari berbagai masalah yang bisa ditimbulkan akibat memegang kartu kredit, maka pemilihan untuk memegang kartu kredit perlu berhati – hati.

Untuk mendapatkan jenis kartu kredit yang baik dapat dilihat dari berbagai hal. Ada beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik. Tentu saja hal ini lebih banyak disesuaikan dengan keinginan dan tujuan nasabah. Setiap jenis kartu memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Memilih Kartu Kredit

Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila memenuhi kreteria berikut:

  • Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit harus relative ringan.
  • Proses mendapatkan harus cepat dan mudah, tidak berbelit atau bertele – tele
  • Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat digunakan diberbagai tempat yang diinginkan
  • Biaya penggunaan yang relative rendah seperti biaya iuran tahunan, bunga yang dibebankan ke kartu kredit, dan biaya lainnya.
  • Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi.
  • Penggunaan kartu kredit harus memberikan rasa bangga kepada pemakainya

Daftar Pustaka.

Fungsi Lembaga Sosial Bagi Kehidupan Masyarakat

Pengertian Lembaga Sosial.

Beberapa arti dari kata lembaga social yang disampaikan oleh para ilmuwan di antaranya adalah:

Lembaga social adalah suatu sistem norma yang bertujuan untuk mencapai harapan kemasyarakatan yang berguna bagi kehidupan manusia. Lembaga sosial dapat pula diartikan sebagai keseluruhan tata kelakuan atau kebiasaan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia.

Lembaga sosial adalah suatu sistem sosial yang tersusun secara rapi dan bersifat permanen, memuat perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu dalam rangka memuaskan atau memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam kehidupannya.

Lembaga  sosial adalah suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupannya.

Namun secara sederhana dapat diartikan bahwa Lembaga sosial merupakan sistem norma yang berhubungan dengan segala aktivitas masyarakat yang bersifat terarah dalam rangka melangsungkan kehidupan bermasyarakat dan memenuhi segala kebutuhan pokok manusia.

Fungsi Lembaga Sosial Bagi Masyarakat.

Secara umum tujuan dari lembaga sosial adalah untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup manusia agar dapat melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Lembaga sosial memiliki beberapa fungsi yang sangat mendasar atau fundamental dan di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Lembaga sosial dapat berfungsi sebagai pemberi arahan dan pedoman kepada warga masyarakat agar dapat menyelaraskan diri dengan norma yang berlaku. Dengan demikian dapat tercapai dan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.
  2. Lembaga sosial beperan sebagai stabilisator dan dinamisator dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan peran ini diharapkan dapat mengembangkan kualitas proses sosial.
  3. Lembaga sosial mempunyai fungsi kontrol atau social control terhadap aktivitas – aktivitas yang dilakukan dalam masyarakat.
  4. Lembaga sosial berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, dan menjaga integritas kepribadian bangsa.
  5. Lembaga sosial berfungsi sebagai dinamisator dalam mengembangkan kehidupan bermasyarakat.

Contoh Soal Ujian Dan Pembahasan.

Dalam keluarga diperlukan kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk bermoral. Apabila anak tidak mendapatkannya, dia akan menjadi pribadi yang sulit untuk dikendalikan, nakal, bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka keluarga tersebut telah menjalankan fungsi….

(A). Reproduksi,   (B). Sosialisai,   (C). Afeksi,   (D). Pemberian status,   (E). Proteksi

Jawaban: C

Pembahasan.

Keluarga berfungsi memberikan kasih sayang kepada anggota keluarganya. Fungsi memberi kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian adalah sangat diperlukan untuk seorang anak agar tidak terjerumus dalam perilaku yang mengarah pada kejahatan dan lain – lain. Karena pada dasarnya setiap manusia sangat butuh dengan kasih sayang. Hal ini merupakan fungsi keluarga dalam hal fungsi afeksi.

Daftar Pustaka:

Pengaruh Sosialisasi Terhadap Pembentukan Kepribadian,

Pengertian Sosialisasi. Sosialisasi adalah proses mewariskan, menurunkan atau mentransfer nilai, norma, kebiasaan dan aturan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi merujuk pada semua faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian sistem. Istilah “sistem kecenderungan” menunjukkan bahwa setiap orang mempunyai cara berprilaku yang khas (mungkin berbeda dengan orang lain) dan bertindak sama setiap hari.

pembentukan-kepribadian-fungsi-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian-tujuan-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian
fungsi-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian-tujuan-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian

Fungsi Sosialisasi Dalam Pembentukan Kepribadian

Secara individu sosialisasi merupakan sarana yang dapat digunakan untuk pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diri terhadap nilai – nalai, norma – norma, dan strukut social. Sedangkan secara umum masyarakat menilai bahwa sosialisasi merupakan sarana yang dapat digunakan untuk pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisan nilai serta norma – norma social.

Dengan demikian, pembentukan kepribadian seseorang akan dipengaruhi oleh interaksi dari aktivitas social individu dengan masyarakat sejak lahir sampai tua. Dengan melakukan sosialisasi akan diperoleh proses pewarisan nilai dan norma kepada generasi berikutnya.

Tujuan Sosialisasi

Aktivitas sosialisasi dapat membantu individu – individu untuk mengenal, berinteraksi, atau beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Proses sosialisasi ini akan memberikan pengetahuan yang berhubungan dengan nilai dan norma yang harus dipelajari, diinternalisasi, dan dilakukan oleh individu.

Melalui proses sosialisasi akan terjaga hubungan social yang ditunjukan dengan adanya integrasi  dalam masyarakat. Selain itu, melalui sosialisasi akan terhindar dari gangguan perilaku menyimpang. Sosialisasi dapat berperan sebagai pengendali social.

Tahapan Sosialisasi Untuk Pembentukan Kepribadian

Tahapan – tahapan sosialisasi yang dilalui seseorang dalam membentuk kepribadiannya semasa hidupnya adalah: preparatory stage, play stage, game stage, generalized other.

Preparatory Stage

Preparatory stage atau tahap persiapan adalah tahap awal yang dimulai sejak manusia dilahirkan di muka bumi. Tahap ini merupakan tahap dimana seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya,

Play Stage

Play Stage atau tahap meniru adalah tahap anak – anak mulai belajar meniru dan memainkan peran orang – orang yang berada di sekelilingnya. Pada tahap ini seorang anak semakin sempurna dalam menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.

Game Stage

Game Stage atau tahap siap bertindak adalah tahap anak – anak yang telah mengetahui, memahami, dan menjalankan peranannya ketika berinteraksi dengan peran orang lain. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.

Generalized Other

Generalized other atau tahap menerima norma kolektif adalah tahap manusia telah menjadi warga masyarakat yang sesungguhnya dalam menjalankan status dan perannya ketika berada dan berinteraksi dengan masyarakat. Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa dan sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas.

Contoh Soal Ujian Dan Pembahasan.

Ketika seorang anak menginjak usia remaja, ia akan mencari sosok figure yang dijadikan patokan. Sosialisasi tersebut menunjukkan anak telah mampu mengambil peran orang lain dan menentukan sikap yang lebih luas, sehingga menjadi individu yang mandiri. Hal ini menempatkan sosialisasi anak berada pada tahapan….

(A).Play stage.   (B).Game stage.   (C).Significant stage.

(D).Preparatory stage.   (E).Generalizied other.

Jawaban: E

Pembahasan:

Generalized stage merupakan tahapan seorang anak yang telah mampu mengambil peran dalam masyarakat. Pada soal terdapat kata kunci telah mampu mengambil peran orang lain dan menentukan sikap yang lebih luas sehingga menjadi mandiri.

Daftar Pustaka:

Kata dalam artikel Fungsi Tujuan Sosialisasi Dalam Pembentukan Kepribadian. Membentuk Kepribadian Melalui Tahap Sosialisasi pengertian game stage. Pengertian generalized other dan pengertian play stage. Pengertian preparatory stage dan Tahapan Sosialisasi Pembentukan Kepribadian. Tujuan Sosialisasi Dalam Pembentukan Kepribadian.