Fungsi Pengendalian Sosial Masyarakat

Pengertian

Pengendalian social sebenarnya merupakan gambaran dari langkah dan proses yang ditempuh oleh kelompok atau masyarakat agar para anggotanya mampu bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya.

Pengendalian sosial merupakan istilah yang sifatnya kolektif dan mengacu pada proses terrencana ataupun tidak, yang mengajarkan, mengajak, membujuk, atau bahkan memaksa setiap anggota masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan dan nilai dalam kehidupan berkelompok.

Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat dikatakan bahwa pada prinsipnya pengendalian sosial merupakan usaha yang dilakukan dengan cara mendidik, mengajak, dan bahkan memaksa kepada setiap individu dari masyarakat untuk dapat mematuhi aturan permainan yang mengatur hubungan antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok di dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun fungsi atau manfaat dari pengendalian sosial di antaranya adalah:

  1. Menjaga dan mengawasi pelaksanaan sistem nilai dan norma yang berlaku pada kehidupan masyarakat,
  2. Mencegah agar terhindar dari penyimpangan terhadap sistem nilai dan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat
  3. Memulihkan keadaan yang disebabkan oleh adanya penyimpangan terhadap sistem yang berlaku di kehidupan masyarakat

nilai dan sistem norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Contoh Soal Ujian Manfaat Pengendalian Sosial

Daftar Pustaka:

Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat Indonesia

Pengertian

Pengendalian social sebenarnya merupakan gambaran dari langkah dan proses yang ditempuh oleh kelompok atau masyarakat agar para anggotanya mampu bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya.

Pengendalian sosial sebagai sebuah proses sosial memerlukan teknik – teknik yang mampu mencapai tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat yang tertib, aman dan teratur.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh suatu kelompok atau masyarakat agar para anggotanya berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pengendalian Sosial Melalui Sosialisasi

Sosialisasi mampu membentuk kebiasaan, keinginan dan adat istiadat yang sekarang berlaku. Tatanan nilai atau tata cara atau kebiasaan yang sama di antara anggota masyarakat akan menghasilkan perilaku yang sama pula pada anggota masyarakatnya.

Kebiasaan dan nilai yang sudah berlaku pada suatu masyarakat akan mengundang anggota masyarakat lainnya untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan nilai tersebut. Penyesuaian ini dilakukan oleh masyarakat lain tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang melaksanakan penyesuaian.

Dengan melakukan sosialisasi seseorang akan mampu untuk memahami dan menghayati atau menginternalisasikan norma dan nilai yang dianggap penting dalam masyarakatnya. Dengan proses internalisasi ini secara pasti anggota masyarakat dapat berperilaku tanpa berfikir bahwa apa yang dilakukannya adalah dikendalikan.

Pengendalian Sosial Melalui Tekanan Sosial

Tiap – tiap individu merupakan bagian dari sebuah kelompok social. Hal ini merupakan konsekuensi bahwa dalam setiap individu memiliki kecenderungan untuk berkelompok dan berusaha untuk menyesuaikan atau beradaptasi dengan kelompoknya. Ini artinya, bahwa pengendalian sosial merupakan suatu proses yang datangnya dari kebutuhan individu untuk membentuk suatu kelompok.

Keberadaan suatu kelompok akan sangat berperan ketika para anggota kelompok itu senantiasa akrab dan selalu berusaha untuk mempertahankan keberadaan kelompoknya. Tekanan keinginan kelompok adalah suatu proses yang berkesinambungan dan berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang.

Individu atau anggota masyarakat tidak akan menyadari bahwa dirinya dapat berubah setelah menjadi anggota sebuah kelompok. Hal ini dapat terjadi karena setiap individu cenderung mengekspresikan dirinya sesuai dengan sifat – sifat kelompoknya.

Pendatang atau anggota baru dari suatu kelompok masyarakat akan berusaha untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kelompok barunya. Bahkan anggota baru akan cukup mampu mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan dapat pula menyatakan kesetiaannya terhadap kelompok barunya.

Pengendalian Sosial Melalui Kekuatan

Masyarakat dengan jumlah penduduk dan kebudayaannya masih sederhana dapat mengendalikan perilaku anggotanya dengan menggunakan nilai – nilai adat. Pengendaliannya ditunjang pula oleh pengendalian informal yang dilakukan oleh kelompok primer. Oleh karena itu pada masyarakat yang masih sederhana tidak diperlukan hukum formal dalam pelaksanaan hukumannya.

Namun pada masyarakat yang jumlah penduduknya sangat besar dengan kebudayaan yang lebih kompleks, untuk pengendalian sosialnya diperlukan hukum formal, peraturan hukum dan pelaksanaan hukum. Masyarakat yang sangat kompleks dengan banyak kelompok memiliki potensi yang lebih besar untuk terjadinya pertentangan antar kelompok. Oleh karena itu, pada masyarakat yang kompleks diperlukan kekuatan dalam bentuk hukum formal dan peraturan hukum demi terciptanya masyarakat yang teratur, aman dan tertib.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka:

 

 

 

Bentuk Kerja Sama Dalam Interaksi Sosial Masyarakat

Pengertian. Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara individu dengan individu, antara beberapa kelompok atau masyarakat, maupun antara individu dengan kelompok atau masyarakat. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial.

Interaksi yang mendorong terbentuknya keteraturan sosial adalah interaksi yang bersifat asosiasif, yakni interaksi yang mengarah pada bentuk – bentuk asosiasi, seperti kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

Bekerja sama (Cooperation)

Kerja sama muncul ketika masing-masing pihak memiliki kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat bersamaan mereka mempunyai kesadaran untuk bekerja sama dalam mencapai kepentingan-kepentingan tersebut.

Ada beberapa bentuk interaksi yang berupa kerja sama, yakni bargaining, cooptation, coalition, dan joint venture.

Bargaining

Merupakan suatu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua orang atau dua organisasi atau lebih.

Pengertian Co-optation Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu proses penerimaan unsur – unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam organisasi yang bersangkutan.

Pengertian Coalition Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi sifatnya kooperatif.

Pengertian Joint – Venture Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu kerja sama dalam pengusahaan proyek – proyek tertentu, dengan perjanjian proporsi keuntungan tertentu pula.

Contoh Soal Ujian Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia.

Dalam acara penggalangan dana untuk bantuan bencana alam, banyak terkumpul sumbangan yang diberikan pada undangan sesuai kemampuan masing –masing. Suasana dalam acara tersebut menunjukkan bentuk interaksi social bersifat….

(A) Akomodatif.   (B) Disosiatif.   (C) Integratif.   (D) Asimilatif.   (E) Asosiatif.

Jawaban: E

Pembahasan:

Interasksi social asosiatif adalah bentuk interaksi yang menghasilkan kerja sama. Ada beberapa bentuk interaksi social asosiatif, yaitu

Bargaining merupakan pelaksanaan perjanjian dilakukan untuk pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

Cooptation (kooptasi) merupakan suatu proses penerimaan unsur – unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari goncangan yang terjadi pada organisasi tersebut.

Coalition (koalisi) merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dua atau lebih organisasi (atau kelompok) yang memiliki tujuan yang sama.

Join Venture merupakan kerja sama dengan pengusaha proyek tertentu untuk menghasilkan keuntungan yang akan dibagi berdasarkan proporsi tertentu.

Jadi, penggalangan dana untuk bantuan bencana alam merupakan kegiatan interaksi social yang sifatnya asosiatif koalisi.

Daftar Pustaka:

Cara Mencegah Penyimpangan Sosial Masyarakat

Pengertian.

Perilaku menyimpang disebut juga dengan istilah non-konformitas adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam masyarakat untuk tidak mentaati nilai dan norma yang berlaku. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai yang pelanggaran atau penyimpangan.

Penyimpangan sosial Terjadinya diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu; Adanya perubahan nilai atau norma dari suatu periode ke periode lainnya. Tidak ada norma atau aturan yang digunakan untuk menentukan nilai tindakan seseorang yang sifatnya mutlak.

Anggota masyarakat menjadi tidak patuh terhadap norma dapat disebabkan karena meniru orang lain yang tidak mentaati atau karena tidak diajari untuk patuh terhadap peraturan.

Penyimpangan sosial merupakan proses sosial yang tidak selamanya menjadi ancaman yang dapat menghancurkan atau setidaknya merugikan individu atau masyarakat. Namun demikian, perilaku penyimpangan tetap harus memiliki acuan atau standar nilai dan kaidah atau norma yang umum sesuai dengan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan oleh masyarakat.

Jika setiap perilaku penyimpangan mendapatkan toleransi dari masyarakat, maka perilaku penyimpangan yang bersifat negatif  dapat berdampak negative pula terhadap masyarakat.

Oleh karena itu diperlukan cara – cara pencegahan atau preventif untuk menghindari atau setidaknya mengurangi terjadinya perilaku penyimpangan, diantaranya yaitu;

Melalui Fungsi dan Peran Lembaga – Lembaga  Sosial

Lembaga-lembaga sosial yang dimaksud adalah lembaga kepolisian, pengadilan, sistem adat dan tokoh masyarakat. Lembaga-lembaga sosial ini berfungsi mengawasi dan mengontrol setiap tindakan masyarakat agar selalu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Melalui Pendidikan Formal atau Nonformal

Pendidikan formal dapat berbentuk sekolah formal. Sekolah harus menjadi bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup, sekolah harus mempunyai dwifungsi yaitu mampu memberikan pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang berorientasi pada pembangunan dan kemajuan. Dengan demikian sekolah mampu melahirkan generasi yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai bekal hidupnya.

Melalui Pendidikan Moral dan Etika

Pendidikan moral memiliki tujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai dan norma baik yang dianut secara kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan harapan ketika moralitas individu dan masyarakat sangat baik, maka penyimpangan social dapat ditekan serendah mungkin.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka.

Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat

Pengertian Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial yaitu keseluruhan jalinan social antara unsur- unsur sosial yang pokok, seperti kaidah – kaidah sosial, kelompok- kelompok dan lapisan- lapisan sosial.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama manusia (atau individu dengan individu), antara individu dengan kelompok, sifat, perubahan -perubahan, lembaga- lembaga serta ide- ide sosial.

Sosiologi  adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Fungsi Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat.

Sebagai bahan penelitian yaitu dengan mempelajari berbagai fenomena atau gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagai solusi masalah yaitu melalui pengamatan sosiologi maka, masalah – masalah sosial yang timbul di masyarakat dapat carikan solusi yang paling sesuai.

Sebagai bahan perencanaan dan pembangunan social yaitu dengan melakukan pendekatan secara sosiologis dalam proses pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bahan pembuatan keputusan, yaitu pada saat mengatur kehidupan masyarakat, pemerintah membutuhkan batuan sosiologi untuk melakukan penelitian social terhadap perilaku serta kebutuhan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat.

Sosiologi dapat digunakan dalam kajian yang lebih luas yaitu meliputi perencanaan suatu program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut maka fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan….

(A) Penelitian dan control social. (B) Pembangunan dan analisis.   (C) Penelitian dan analsisi. (D) Pembangunan dan control social.   (E) Pembangunan dan Penelitian.

Jawaban: E

Pembahasan:

Manfaat sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mancari jalan keluar yang paling efektif dengan tujuan yaitu:

Untuk Pembangunan.

Memberikan data social yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penulaian pembangunan.

Untuk Penelitian.

Memberikan suatu perencanaan atau pemecahan masalah yang komprehensif sesuai dengan target  yang ingin dicapai.

Jadi, fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan pembangunan dan penelitian.

Daftar Pustaka.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Pada dasarnya lembaga pendidikan adalah tata cara yang dilakukan agar seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan telah berkembang menjadi tiga bentuk yaitu pendidikan formal, nonformal, informal.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara informal dalam keluarga. Pendidikan informal berlangsung sejak anak dilahirkan. Dalam pendidikan ini seseorang secara sadar maupun tidak, akan memperoleh banyak pengalaman yang berharga untuk pengembangan selanjutnya.

Keluarga harus benar – benar memahami arti penting pendidikan keluarga. Dengan demikian  keluarga dengan secara sadar mendidik anggota keluarganya menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik.

fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia
fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia

Pendidikan Formal.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang dilaksanakan secara formal dalam suatu lembaga pendidikan formal. Pendidikan bertujuan meneruskan penguasaan anak didik terhadap nilai dan norma yang telah didapat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian anak didik dapat   mengembangkan, meneruskan dan mempertahankan kebudayaan.

Dengan menjalani proses pendidikan formal, anak didik dapat memiliki sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang semuanya merupakan wujud abstrak dari kebudayaan. Proses pendidikan dapat meningkatkan kemampuan dalam penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan sosial yang baru.

Contoh Pendidikan Formal adalah Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

Pendidikan Nonformal.

Pendidikan nonformal berada di antara pendidikan informal dan formal. Pendidikan ini dikenal dengan istilah Pendidikan Luar Sekolah (atau PLS). Kegiatannya secara non-formal dilaksanakan dalam masyarakat dilakukan di luar keluarga maupun di luar sekolah.

Contoh Pendidikan Nonformal adalah tempat kursus seperti kursus  computer, kursus Bahasa asing, dan sebagainya. Semua lembaga berbentuk kursus pada dasarnya dapat dikatagorikan sebagai pendidikan nonformal.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang memiliki dua fungsi manifest pendidikan yaitu membantu seseorang agar mempunyai keahlian atau keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat, dan membantu seseorang agar mampu mengembangkan potensi dirinya dan potensi masyarakat.

Dua fungsi utama lembaga pendidikan tersebut dapat diurai menjadi fungsi – fungsi berikut:

  • Meneruskan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi – ke generasi berikutnya.
  • Memotivasi atau Merangsang partisipasi masyarakat melalui peningkatan keterampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas.
  • Memperkaya kehidupan dengan membuat peluang untuk berkembangnya wawasan intelektual dan cita rasa keindahan para siswa.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan bimbingan pribadi.
  • Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat umum dengan melakukan kegiatan olah raga dan pendidikan kesehatan jasmani.
  • Melahirkan warga negara yang memiliki sifat patriotic tinggi agar dapat mencintai tanah airnya.
  • Membangun semangat persatuan dan kesatuan di antara beragam suku, agama, ras dan kelompok social lainnya.
  • Mengadakan kegiatan yang sifatnya hiburan untuk masyarakat umum, seperti pertandingan olah raga, pameran seni budaya, dan pasar hiburan malam.
  • Membentuk kepribadian peserta didik atau siswa sebagai anggota masyarakat yang baik.

Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan.

Daftar Pustaka:

Cara Mengatasi Konflik Masyarakat

Pengertian dan Pembahasan

Konflik  merupakan suatu perselisihan atau pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah atau dihindari. Konflik ini memiliki potensi yang memberikan dampak atau pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia.

Konflik akan menyebabkan gagalnya pencapaian tujuan dari masing – masing pihak yang bersengketa. Konflik umumnya disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing – masing pihak.

Konflik merupakan fenomena kemasyarakatan yang selalu menyertai kehidupan masyarakat dan hampir tidak mungkin dihilangkan. Konflik hanya akan hilang ketika masyarakatnya juga hilang.

Adanya perbedaan kepentingan yang berlawanan antarkelompok membuat kelompok-kelompok tersebut senantiasa dalam situasi konflik.

Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah mengendalikan atau mengontrol atau mengatur konflik yang ada dalam masyarakat. Pengendalian ini bertujuan agar konflik tidak mengarah ke bentuk atau situasi yang lebih buruk bahkan kekerasan. Adapun cara – cara yang dapat dilakukan untuk pengendalian konflik di masyarakat, antara lain adalah:

Konsiliasi (Conciliation)

Konsiliasi adalah cara untuk mempertemukan tujuan atau keinginan – keinginan dari pihak – pihak yang sedang mengalami konflik agar mencapai tujuan bersama. Konsiliasi akan berhasil dan terwujud jika disertai dukungan dan peran dari lembaga – lembaga tertentu dalam masyarakat.

Dukungan Lembaga tersebut harus benar – benar berfungsi secara efektif sebagai pengendali konflik. Untuk itu lembaga – lembaga tersebut harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut.

Lembaga harus otonom dalam kewenangannay. Lembaga kedudukannya harus monopolitis. Lembaga harus mampu menjadi pemersatu.  Lembaga harus demokratis.

Namun demikian, kehadiran lembaga tersebut tidak akan memiliki arti apa pun tanpa adanya niatan atau keinginan dari pihak – pihak untuk menyelesaikan konfliknya. Untuk itu, kelompok yang terlibat konflik harus berada dalam kondisi berikut:

Para pihak yang sedang konflik tahu benar bahwa mereka dalam kondisi konflik. Para pihak yang sedang konflik harus terorginisir dengan jelas. Para pihak yang terlibat dalam konflik harus mematuhi aturan – aturan permainan tertentu.

Mediasi (Mediation)

Mediasi merupakan metoda pengendalian konflik dengan cara meminta bantuan pihak ketiga sebagai penasehat. Disini mediasi merupan usaha untuk kompromi yang tidak dilakukan sendiri secara langsung. Mediasi dilakukan dengan bantuan pihak ketiga yang independen tidak memihak.

Pihak ketiga atau mediator hanya mencoba mempertemukan dan mendamaikan par pihak yang sedang konflik atas dasar kompromi. Pihak ketiga dalam mediasi sifatnya harus netral. Tugas utama pihak ketiga adalah mengusahakan tercapainya penyelesaian secara damai.

Pihak ketiga hanya berperan sebagai penasihat atau pemberi saran dan tidak memiliki kewenangan untuk memberi keputusan terhadap penyelesaian konflik tersebut. Sekalipun saran atau nasihat dari pihak ketiga tersebut tidak mengikat pihak – pihak yang terlibat konflik. Namun demikian proses mediasi sering menghasilkan penyelesaian yang cukup efektif. Hal itu karena mediasi mampu mengurangi tindakan – tindakan irasional yang mungkin terjadi dalam sebuah konflik.

Arbitrasi (Arbitration)

Arbitrasi merupakan teknik penyelesaian konflik yang menggunakan jasa penengah. Arbitrasi adalah suatu usaha penyelesaian konflik yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga. Seperti dalam mediasi, pihak ketiga yang digunakan dalam arbitrasi dipilih oleh para pihak yang terlibat konflik.

Perbedaannya adalah dalam mediasi pihak ketiga hanya mempertemukan pihak yang terlibat konflik. Sedangkan dalam proses arbitrasi, pihak ketiga berfungsi sebagai perantara yang mempertemukan keinginan yang kompromistis dari pihak yang terlibat konflik. Penyelesaian konflik dilakukan oleh penengah dengan mengambil dan membuat keputusan – keputusan penyelesaian atas dasar ketentuan yang berlaku.

Dampak Positif atau Negatif Akibat Konflik.

Konflik akan membawa pengaruh positif atau negative terhadap masyarakat. Hal itu tergantung pada permasalahan yang diperselihkan dan struktur sosial masyarakatnya karena konflik menyangkut tujuan, nilai, atau kepentingan.

Konflik akan bersifat positif apabila konflik tersebut tidak berlawanan dengan pola – pola hubungan social dalam struktur social tertentu. Sebaliknya, konflik akan berakibat negatif ketika berlawanan dengan pola – pola hubungan social.

Salah satu faktor yang dapat mengurangi atau membatasi dampak negative dari suatu konflik adalah sikap toleran. Pada masyarakat yang anggotanya melakukan interaksi dengan frekuensi yang tinggi, konflik lebih mudah dikendalikan atau ditekan daripada dalam masyarakat yang kurang atau tidak saling berinteraksi.

Contoh Soal Ujian Cara Menanggulangi Konflik Masyarakat

Daftar Pustaka:

Ciri – Ciri Masyarakat Modern di Indonesia

Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyamai kemajuan dunia Barat. Penilaian bahwa suatu Masyarakat lebih modern adalah berdasarkan pada perekonomian yang makmur dan situasi politik yang stabil.

ciri-ciri-masyarakat-modern
ciri-ciri-masyarakat-modern

Syarat Menjadi Masyarakat Modern

Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

Untuk dapat menjalani proses modernisasi dibutuhkan enam syarat yaitu cara berpikir ilmiah, good governance, system informasi yang baik, system komunikasi masa, kesadaran masyarakat berorganisasi, dan pemusatan wewenang dalam perencanaan social.

Ciri – Ciri Masyarakat Modern

Adapun beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa suatu masyarakat telah menjalani kehidupan secara modern di antaranya adalah:

Individualisme.

Individu merupakan memegang peran sentral dalam Masyarakat modern, bukan komunitas, kelompok atau bangsa. Seseorang sangat bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari satu kelompok menuju kelompok lain. Bebas pula menentukan tindakannya yang bertanggung jawab secara pribadi atas keberhasilan dan kegagalannya. Individu juga sangat bebas memilih keanggotaan sosialnya.

Deferensiasi.

Pada masyarakat yang sudah modern akan terjadi spesialisasi pekerjaan dan keahlian. Berbagai bidang keahlian dan keterampilan khusus berkembang pesat di masyarakat modern. Selain itu, bidang konsumsi juga terjadi deferensiasi.

Sebagai akibatnya, deferensiasi pekerjaan dan konsumsi akan memberikan berbagai kesempatan kepada setiap orang untuk memilih perkerjaan, pendidikan, dan gaya hidup sesuai kebutuhannya masing – masing.

Rasionalitas

Birokrasi dan manejamen organisasi dalam masyarakat modern dilaksanakan dengan mengacu pada perhitungan atau rasionalitas tinggi dengan menganut prinsip – prinsip efisiensi.

Ekonomisme

Aspek kehidupan masyarakat didominasi oleh kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi dan prestasinya diukur secara ekonomi pula. Yang menjadi pusat perhatian masyarakat modern adalah produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Semua kegiatan dalam masyarakat modern diukur dengan uang sebagai alat tukarnya. Bahkan, pada sebagian masyarakat, hubungan kekeluargaan dikesampingkan hanya untuk kepentingan ekonomi.

Perkembangan.

Proses ke arah kehidupan modern cenderung berkembang meluas ke seluruh bagian dunia. Sehingga perubahan menjadi secara global. Selain itu, modernitas akan menjangkau kehidupan paling pribadi. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan keagamaan, perilaku hidup bebas, perilaku sex bebas, selera konsumtif, hidup berpola hiburan dan sebagainya.

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern.

Daftar Pustaka:

Dampak Positf Negatif Modernisasi dan Globalisasi

Pengertian.

Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi sebagai gejala perubahan sosial memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat dalam tatanan baru. Ada dua dampak modernisasi dan globalisasi bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif.

dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia
dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia

Dampak Positif Modernisasi dan Globalisasi

Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi sebenarnya mengarah pada kemajuan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal ini dijadikan sebagai harapan masyarakat. Dengan adanya manfaat yang positif dari modernisasi maka masyarakat dapat mewujudkan harapan dan tujuan dalam hidupnya.

Dampak positif dari perubahan sosial budaya yang timbul akibat modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut:

Adanya kemudahan dalam berkomunikasi. Globalisasi mampu menembus batas antar daerah bahkan antar negara menjadi hilang. Contohnya seperti fasilitas handphone yang bisa dengan mudah dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. masyarakat dapat berkomunikasi ke seluruh dunia tanpa hambatan daerah maupun negara.

Kemajuan teknologi di berbagai bidang. Kemajuan teknologi mampu menyelesaikan kegiatan yang sulit atau lama menjadi mudah dan cepat. Bahkan sebagian teknologi mampu menggantikan tenaga manusia.

Hal-hal positif yang berkaitan dengan teknologi sebaiknya diadopsi untuk kepentingan yang bersifat positif. Meskipun tidak bisa dipungkiri di samping dampak positif juga selalu disertai dengan dampak negatifnya.

Dampak Negatif  Modernisasi dan Globalisasi

Dampak negative cenderung mengarah pada kemunduran. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tindak kriminalitas, kesenjangan sosial, konflik sosial, dan berbagai masalah sosial lainnya. Hal – hal seperti inilah yang membuat masyarakat merasakan adanya titik jenuh dari perubahan social.

Adapun dampak negatif dari perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi yang dapat dijumpai saat ini di antaranya adalah:

Bergesernya selera dan kebiasaan masyarakat. sebelumnya biasa makan nasi di rumah, namun sekarang ini lebih menyukai makanan siap saji (fast food), seperti Mc. Donald dan KFC atau yang lainnya.

Masyarakat cenderung tidak lagi makan hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa lapar yang dialaminya. Namun saat ini lebih didasari oleh adanya rasa gengsi atau prestise. Masyarakat merasa pretisenya lebih tinggi apabila makan di restoran terkenal dibandingkan makan di rumah.

Dari cara berpakaian, pengaruh modernisasi dan globalisasi juga tampak jelas. Sebagian masyarakat lebih menyukai berpakaian dan atributnya dengan meniru atau bahkan membeli dari luar negeri atau impor.

Cara bergaul pun menunjukkan perubahan dari kebiasaan lamanya. Sebagian masyarakat mengadopsi cara pergaulan dari luar negeri seperti pergaulan bebas dan seks bebas. Mereka sudah tidak malu lagi bila hidup bersama tanpa menikah.

Keadaan ini membuktikan bahwa budaya malu telah bergeser akibat adanya perilaku hedonisme (kesenangan duniawi). Hedonimes menyebabkan kontrol social menjadi hilang atau kalaupun masih ada, perannya sangat lemah sekali.

Perubahan  sosial dan budaya yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi tidak jarang berdampak terhadap beberapa gejala sosial lainnya seperti anomie, culture shock dan culture lag.

Anomie

Anomie adalah keadaan dimana seseorang atau masyarakat sudah tidak lagi mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupannya. Nilai-nilai yang ada sudah mulai berkurang atau luntur bahkan hilang sama sekali. Sebagai contoh, maraknya pornografi dan pornoaksi serta timbulnya berbagai kasus bunuh diri pada anak – anak atau remaja.

Culture Shock

Culture shock atau goncangan budaya merupakan keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang datangnya secara tiba-tiba. Misalnya, ketika seseorang datang dari desa melakukan urbanisasi ke kota, maka banyak hal baru yang membuatnya terpana atau terperangah oleh kehidupan kota yang memiliki berbagai budaya yang berbeda.

Perbedaan mulai dari cara berpakaian, berbahasa, bekerja, dan seterusnya. Ketika hal ini tidak diantisipasi sebelumnya, maka orang atau masyarakat tersebut akan mengalami kegoncangan jiwa atau mental dalam menyikapi pola hidup yang berbeda tersebut.

Culture Lag.

Culture lag atau ketertinggalan budaya merupakan kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa merokok di sembarang tempat, akan sulit untuk tidak merokok di tempat yang dilarang untuk merokok. Kota Jakarta mempunyai aturan tidak boleh merokok di tempat umum, dan apabila melanggar maka akan dikenai denda atau hukuman.

Ketika orang yang biasa merokok disembarang tempat dan tidak bisa mematuhinya karena tidak terbiasa atau tidak mampu beradaptasi di Jakarta, maka akan terkena sanksi peraturan tersebut.

Contoh Soal Ujian Dampak Modernisasi Dan Globalisasi.

Daftar Pustaka:

Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

Pengertian Mobilitas

Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

Konflik Antarsosial

Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

Konflik Kelompok Sosial

Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

Konflik Antargenerasi

Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

Penyesuaian Pasca Konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.
  2. Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.
  3. Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

Daftar Pustaka: