Contoh Produk Menggunakan Baja Tahan Karat, Jenis Stainless Steel

Pengertian Baja Tahan Karat

Baja tahan karat merupakan baja paduan yang mempunyai sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari baja tahan karat adalah kandungan kromium (Cr) yang tinggi, tidak kurang dari 12 persen. Pada baja, unsur Kromium dengan besi (Fe) membentuk suatu larutan padat atau biasa disebut dengan solid solution.

Sifat paling utama dari baja tahan karat adalah memiliki ketahanan terhadap korosi yang sangat tinggi. Selain itu, baja tahan karat memiliki sifat ketangguhan yang tinggi, mudah di mesin, mudah dibentuk dan juga mampu las tinggi.

Selain unsure kromium, dan unsure unsure yang biasa ditambahkan dalam baja tahan karat seperti nikel, titanium, molybdenum, tembaga, niobium, terdapat juga unsure-unsur lain seperti karbon, silicon, alumunium, dan mangan.

Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi

Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi.

Mo,  W, Si, V, Al, Ti dan Nb merupakan unsur-unsur penstabil ferit. Sedangkan C, Ni, Cu, Co dan Mn merupakan unsure-unsur yang menyebabkan ferit menjadi tidak stabil. Unsure-unsur ini menghambat transformasi austenite ke martensit, sehingga baja paduan tinggi dengan karbon tinggipun dapat tetap memiliki struktur austenite pada temperature ruang.

Jenis klasifikasi-Baja-Tahan Korosi, Stainless Steel

Baja Tahan Karat Feritik

Baja Tahan Karat Feritik mempunyai paduan utama kromium antara 12 sampai dengan 30 persen. Kadar karbonnya relative rendah. Baja tahan karat ini umumnya tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas, namun dapat dikeraskan dengan pengerjaan dingin.

Baja Tahan Karat Austenitik

Baja tahan karat austenitik terjadi jika pada sistem larutan padat Fe-Cr ditambahkan unsur penstabil Austenite seperi nikel atau mangan. Kedua unsur ini berperah sebagai unsur yang menstabilkan Austenite dan menambah luas daerah fasa Austenite dan mempersempit daerah ferit.

Baja Tahan Karat Martensitik

Baja tahan karat martensitik mengandung kromium 11,5 sampai dengan 18 persen. Kadar karbon dalam baja tahan karat ini relatif tinggi, yaitu antara 0,12 sampai 1,20 persen.

Baja Tahan Karat Pengerasan Pengendapan.

Baja tahan karat pengerasan pengendapan, PH, precipitation hardening, mempunyai struktur martensit atau austenite dengan penambahan unsure Tembaga, Titanium, Alumunium, Molibdenum, Niobium, atau Nitrogen

Contoh Produk Yang Menggunakan Baja Tahan Karat,

Baja tahan karat digunakan mulai dari peralatan rumah tangga, automotif, sampai industry penerbangan. Produk – produk yang umum digunakan pada rumah tangga misalnya peralatan dapur seperti sendok, garpu, mug (cangkir besar), pisau, panci dan sebagainya. Untuk automotif biasaya digunakan pada baut dan mur, bagian asesoris grill depan, handle pintu, dan sebagainya.

Pada industry umumnya baja taham karat digunakan pada mesin atau peralatan yang operasinya menuntut ketahanan korosi dan temperature relative tinggi. Baja tahan karat Biasa digunakan untuk larutan dengan tingkat keasaman atau pH rendah. Beberapa contoh produk yang menggunakan baja tahan karat dapat dilihat pada gambar.