Pengaruh Inflasi Terhadap Pendapatan Masyarakat

Pengertian Inflasi, Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level).

Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam, sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Adapun yang dimaksud laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.

Pengertian Pendapatan Perseorangan, Individu

Pendapatan perseorangan adalah semua jenis pendapatan yang diperoleh anggota masyarakat atau individu penduduk suatu negara. Pendapatan ini termasuk yang diperoleh dari bunga bank, dividen maupun subsidi atau pembayaran pindahan atau pembayaran dari pemerintah kepada masyarakat.

Pendapatan perseorangan atau biasa disebut pendapatan disposibel merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya.

Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pendapatan Masyarakat,

Untuk masyarakat yang berpendapatan tetap, terjadinya inflasi sangat merugikan karena pendapatan riil menurun. Sedangkan bagi masyarakat yang berpendapatan tidak tetap, inflasi bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak merugikan. Untuk masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap, inflasi jelas sangat merugikan mereka.

Sedangkan untuk masyarakat yang berpendapatan cukup tinggi dan tidak tetap seperti para pengusaha besar, inflasi dianggap tidak terlalu merugikan. Terutama jika pendapatan pada masa inflasi mengalami kenaikan yang persentasenya lebih besar dibandingkan persentase kenaikan inflasi.

Contoh Soal Ujian Inflasi Pendapatan Perseorangan dan Hubungannya.

maaf soal soal lagi direvisi

Soal 1. lagi revisi

Soal 2. lagi revisi

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  3. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.
  4. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

Pengaruh Inflasi Terhadap Perdagangan Internasional

Pengertian Inflasi,  Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level). Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam, sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Adapun yang dimaksud laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.

Pengertian Perdagangan Internasional,

Perdagangan internasional merupakan segala kegiatan perdagangan yang melewati batas- batas wilayah suatu negara. Perdagangan internasional menjadi sarana perdaganan antara negara.

Pelaku kegiatan yang terlibat pada perdagangan internasional dapat perseorangan, perusahaan swasta atau pemerintah, atau campuran.

Kegiatan perdagangan atau bisnis internasinal dapat berupa kegiatan ekspor dan impor barang untuk bahan baku, barang setengan jadi, atau produk-produk akhir yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang tidak dimiliki atau tidak diproduksi di dalam negeri.

Kegiatan ekspor impor merupakan transkasi ekonomi yang sangat fundamental dan di sebagian negara menempati posisi sangat penting dan dominan.

Selain itu bisnis internasional dapat pula berupa perdagangan jasa, seperti asuransi, perbankan, hotel, konsultan, travel, dan transportasi. Pada kegiatan perdangan jasa ini, perorangan atau perusahaan dibayar atas pelayanan yang telah diberikan terhadap negara lain atau asing.

Pengaruh  Inflasi Terhadap Bisnis Perdagangan Internasional.

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor.

Jika di dalam negeri terjadi inflasi, ini artinya harga produk dalam negeri menjadi lebih mahal. Dan jika harga produk dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan produk – produk dari luar negeri, maka hal ini akan menyebabkan produk domestik menjadi lebih sulit bersaing dengan produk- produk impor.

Hal ini akan mengakibatkan, nilai ekspor akan lebih kecil daripada nilai impor, sehingga neraca perdagangan mengalami defisit, dan defisit ini dapat menghabiskan cadangan devisa negara.

Masyarakat termotivasi untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Selain itu, Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang dan jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Kegiatan Produksi menjadi berkurang. Sejumlah pengusaha dan perusahaan akan mengurangi total produksi. Pada akhirnya Produksi berkurang, dampak selanjutnya akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan.

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.
  4. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  5. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pengertian Jumlah Uang Beredar. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti sempit M1, jumlah uang beredar meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah), sedangkan dalam arti luas M2, jumlah uang beredar meliputi M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabungan), dan surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak  swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengaruh Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat bagaimana dampak jumlah uang beredar tehadap inflasi dengan menggunakan teori David Ricardo dan teori Irving Fisher.

Teori David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas uang yang beredar akan berpengaruh pada tingkat harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.

Secara matematis, jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga seperti ditunjukkan dengan persamaan yang diberikan oleh David Ricardo:

M = k x P

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

k = konstanta

P = tingkat harga

Persamaan ini berasumsi bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat atau media pertukaran. Oleh sebab itu, setiap pengurangan atau pertambahan uang beredar berhubungan langsung dengan tingkat harga.

Contoh Soal Teori David Ricardo

Diketahui kondisi awal

M = 10

k = ¼

P = M/k = 10 /(¼) = 40

Jika M naik dua kali menjadi 2 x 10 = 20 maka:

P = (2x 10)/( ¼) = 80

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Dari persamaannya dapat disimpulkan bahwa, jika nilai M turun, maka P harus turun, dan sebaliknya jika nilai M naik maka, nilai P harus naik. Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Irving Fisher merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan seperti berikut:

MV = PT

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan

P = harga barang

T = volume barang yang ditransaksikan

Menurut teori ini, perubahan jumlah uang beredar akan mengakibatkan perubahan harga secara proporsional. Artinya, kalau jumlah uang naik dua kali lipat maka tingkat harga naik dua kali. Jika kenaikan harga P terjadi secara umum dan secara terus menerus maka keadaan ini disebut sebagai inflasi.

Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Hubungan proporsional antara jumlah uang beredar dengan harga dapat digambarkan dalam perhitungan berikut.

Diketahui:

M = 250

V = 40

T = 1000

Maka P dapat dihitung =

P = MV/T

P = (250 x 40)/1000

Maka P = 10

Jika M naik 2 kali menjadi 500, maka P juga akan naik 2 kali menjadi

(2 x 250) × 40 = (2 x 10) × 1000.

Pada Contoh tersebut, besaran V dan T adalah konstan. Jika V dan T konstan maka persamaan dari  Teori David Ricardo dan dari Teori Irving Fisher menjadi sama.

Ketika V dan T konstan maka persamaan irving Fisher menjadi seperti berikut:

M x k1 = k2 x P atau

M = (k2/k1) x P sehingga

M = k x P

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Teori David Ricardo, Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang), Dampak Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengertian Inflasi, Pengertian Jumlah Uang Beredar, Teori David Ricardo, Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang),
  9. Ardra.Biz, 2019, Rumus Teori Irving Fisher, Rumus Kuantitas Uang, Tingkat Perputaran Uang, Jumlah uang beredar,  Arti Sempit uang beredar, Pengertian narrow money,  Arti luas uang beredar,  Pengertian broad money,  Asumsi Teori David Ricardo, 

Jenis-Jenis, Sifat, Sebab, Dan Asal Inflasi.

Pengertian Inflasi Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerus. Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level).

Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran memiliki jenis dan jumlah yang beraneka beragam. Sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Jenis-Jenis Inflasi.

Inflasi dapat dibagi dan dibahas dari berbagai sudut pandang mulai dari sifat atau karakternya, atau dari faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi atau dari mana asal inflasi itu datang.

1). Sifat-Sifat Inflasi.

Inflasi Berdasarkan pada sifatnya inflasi dapat dikatagorikan menjadi tiga katagori utama yaitu:

  • Creeping Inflation atau dalam bahasa indonesia disebut dengan inflasi Merayap atau Rendah yaitu inflasi yang besarnya kurang dari sepuluh persen pertahun.
  • Galloping Inflation atau Inflasi menengah yaitu inflasi yang besarnya antara 10 – 30 persen pertahun. Inflasi ini umumnya ditandai dengan naiknnya harga secara cepat dan relatif besar. Dan biasa disebut inflasi dua digit. Misalnya 20 persen, 25 persen atau 30 persen dan sebagainya.
  • High Inflation atau Inflasi berat yaitu inflasi yang besarnya antara 10 sampai 100 persen pertahun. Secara umum harga barang dan jasa naik.
  • Hyper Inflation atau Inflasi sangat tinggi yaitu inflasi yang ditandai dengan naikanaaya harga secara drastis hingga mencapai empat digit atau di atas 100 persen. Pada keadaan ini, masyarakat cenderung tidak berkeinginan menyimpan uang. Nilai uang turun secara drastis. Akan lebih baik jika ditukar dengan barang.

2). Sebab-Sebab Inflasi.

Berdasarkan penyebab terjadinya, inflasi dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  • Demand Full Inflation merupakan inflasi yang timbul karena adanya permintaan keseluruhan yang sangat tinggi, di lain pihak kondisi produksi telah mencapai kesempatan kerja penuh (full employment). Permintaan lebih banyak dari penawaran. Sebagai akibatnya, harga menjadi naik.
  • Cost Push Inflaton merupakan inflasi yang timbul akibat turunnya produksi sebagai respon dari naiknya biaya produksi. Biaya produksi naik akibat nilai kurs, harga bahan baku naik, produksi tidak efesien, upah buruh naik. Hal ini akan menyebabkan harha jadi naik atau turunnya jumlah produksi.

3). Asal Inflasi

Berdasarkan asalnya,inflasi dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  • Domestic Inflation atau Inflasi dari dalam Negeri yaitu inflasi yang timbul karena terjadi defisit dalam pembiayaan dan belanja negara. Dapat diihat dari anggaranbelanja negara. Atau juga dapat terjadi akibat musim seperti gagal panen.
  • Inflasi dari luar negeri yaitu inflasi yang timbul karena negara-negara mitra dagang sedang mengalami inflasi yang tinggi. Barang import dari negara mitra ini akan menjadi sangat tinggi di dalam negeri.

Jenis Inflasi Lainnya

Beberapa istilah inflasi merupakan turunan atau derivasi atau merupakan disagregasi dari beberapa jenis dan akibat inflasi yang telah terjadi. Beberapa jenis inflasi tersebut diantarannya adalah

a). Inflasi Inti, Core Inflation

Inflasi inti merupakan inflasi yang disebabkan oleh perkembangan faktor- faktor fundamental dalam perekonomian suatu negara.

Contoh Faktor fundamental yang mempengaruhi inflasi adalah interaksi permintaan dan penawaran, lingkungan eksternal yaitu nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang, dan ekspektasi inflasi dari perdagangan dan konsumen.

Faktor fundamental ini akan berpengaruh pada perubahan harga- harga secara umum dan lebih bersifat permanen dan persistent.

b). Inflasi Struktural, Structural Inflation

Inflasi struktural merupakan inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya berbagai kendala atau kekakuan struktural yang mengakibatkan sisi penawaran di dalam suatu perekonomian tidak dapat mengimbangi sisi permintaan yang meningkat.

Dengan kata lain, hukum JB Say (say’s law) yang menyatakan bahwa setiap barang yang diproduksi dan ditawarkan selalu ada yang membutuhkannya (supply creates its own demand) tidak berlaku lagi. Karena harga dan penawaran barang bersifat kaku dan sudah tidak fleksibel lagi.

c) Target Inflasi, Targeting Inflation

Targeting inflation adalah tingkat inflasi yang ditargetkan pemerintah melalui kebijakan moneter.

Target inflasi merupakan Jenis inflasi non inti atau merupakan disagragasi inflasi yaitu; jenis inflasi yang dipengaruhi selain oleh faktor fundamental makroekonomi, khususnya inflasi yang dipengaruhi oleh shocks dalam kelompok bahan- bahan makanan, masa panen, ganguan alam serta penyakit dan administered prices.

d). Inflasi Administrasi, Administered Prices Inflation

Administered Prices Inflation merupkan jenis inflasi yang banyak dipengaruhi oleh shicks yang berupa kebijakan dalam mengatur harga seperti pada harga BBM, tarif tistrik, tarif angkutan, tarif telepon, SPP mahasiswa, bea cukai, dan sebagainya.

Administered prices merupakan harga atau biaya administrasi lebih sering ditentukan sepihak oleh pemerintah atau oleh BUMN, sehingga biaya atau harga tersebut sering memicu inflasi di masyarakat.

e). Inflasi Bergejolak, Volatile Goods Prices Inflation

Inflasi bergejolak merupakan inflasi barang dan jasa yang perubahan harganya sangat fluktuatif. Inflasi bergejolak umumnya dipengaruhi oleh shocks yang bersifat sesaat temporer seperti pada saat musim panen, adanya gangguan alam, gangguan penyakit, dan gangguan distribusi. Jadi inflasi ini merupakan inflasi turunan atau disagregasi inflasi dan tidak bersifat inti.

f) Pajak Inflasi, Tax Inflation

Pajak inflasi merupakan inflasi akibat terlalu banyaknya jumlah uang beredar (JUB). Pajak inflasi terjadi karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak untuk membiayai kegiatan perekonomiannya.

Sebagian masalah perekonomian yang sangat kompleks seperti; difisit neraca pembayaran, defisit APBN, pembiayaan kredit diatasi oleh pemerintah dengan mencetak uang baru.

Mencetak uang barn terlalu banyak dapat menimbulkan biaya sosial akibat inflasi tersebut. Dengan demikian, Inflasi tax biasa disebut seigniorage adalah inflasi yang disebabkan karena pemerintah harus mencetak uang baru.

Penerimaan pemerintah melalui penciptaan uang baru tersebut dapat dianggap sebagai Seigniorage, atau merupakan biaya sosial masyarakat karena pemerintah sebenarnya hutang pada masyarakat dengan cara mencetak uang baru tersebut.

g). Inersia Inflasi, Inflation Inertia

Inflasi inersia merupakan inflasi yang terjadi karena adanya inflasi di masa lalu yang mempengaruhi ekspetasi inflasi masa depan. Ekspektasi inflasi mempengaruhi upah serta harga yang ditetapkan.

Jenis Indeks Harga Tertimbang dan Cara Perhitungannya 

Indeks harga yang umum digunakan dalam menilai perubahan tingkat harga diantaranya adalah Indeks Harga Metoda Laspeyres dan Metoda Peasche. Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga.  Baca Selanjutnya….

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Inflasi

Indeks Harga Konsumen IHK untuk beberapa tahun ditunjukkan dalam tabel di bawah. Tentukan tingkat inflasi pada jangka waktu satu bulan dan Satu Tahun.  Baca Selanjutnya….

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang Tunai Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas……….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijak………

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi. Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga………

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Istilah Dan Definisi Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan ja………

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, Contoh Perhitungan

Pengertian Definisi Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi Perubahan harga-harga yang berlaku dari waktu ke waktu tidak menunjukkan adanya konsistensi. Tingkat perubahannya cenderung berbeda. Perubah………

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Pengertian Inflasi. Kenaikan harga-harga umum adalah  Jenis dan Contoh Inflasi dengan Sifat dan Contoh Inflasi. Sedangkan Pengertian Batas nilai Creeping Inflation atau inflasi Merayap adalah Contoh Galloping Inflation atau Inflasi menengah.
  9. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Persentase High Inflation atau Inflasi berat atau Batas Hyper Inflation atau Inflasi sangat tinggi. Sebab dan Contoh Inflasi merupakan Penyebab Demand Full Inflation. Penyebab Cost Push Inflaton Asal Terjadinya Inflasi.
  10. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Oleh Penyebab dan Contoh Domestic Inflation atau Inflasi dari dalam Negeri maka Pengertian dan Contoh Inflasi dari luar negeri,

Tingkat Inflasi Indeks Harga Metoda Laspeyres Peasche Pengertian Tertimbang Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus.

Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengertian Indeks Harga.

Indeks harga merupakan besaran berupa angka yang dapat menggambarkan tingkat perubahan harga- harga barang secara umum dalam perekonomian suatu negara pada jangka waktu tertentu, bulan atau tahun..

Indeks Harga Metoda Tertimbang

Indeks harga tertimbang adalah indeks yang menggambarkan perubahan harga sejumlah komoditi secara umum namun tidak memperhitungkan jumlah komoditi yang diperjual belikan.

Jenis Indeks Harga Tertimbang.

Indeks harga yang umum digunakan dalam menilai perubahan tingkat harga diantaranya adalah Indeks Harga Metoda Laspeyres dan Metoda Peasche

Indeks Harga Metoda Laspeyres

Metoda Laspeyres bertujuan untuk menghitung indeks harga gabungan tertimbang dengan menggunakan kuantitas atau jumlah barang sebagai penimbangnya. Artinya, pada Metoda Laspeyres pengaruh perubahan kuantitas pada tahun berjalan dianggap tetap atau tidak ada. Kuantitas atau jumlah barang yang digunakan untuk perhitungan adalah jumlah barang pada tahun dasar, sedangkan jumlah barang pada tahun dimana indeks akan dihitung tidak diperhitungkan.

Indeks Harga Metoda Laspeyres dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

IL = ∑Pn x Q0/∑P0 x Q0 x 100%

IL = Indeks Laspeyres

Pn = Harga masing masing barang pada tahun n (tahun dimana inflasi akan dihitung)

P0 = harga masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

Qn = Jumlah masing masing barang pada tahun n (tahun dimana inflasi akan dihitung)

Q0 = Jumlah masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Laspeyres

Data ilustrasi harga berbagai barang yang dikonsumsi oleh suatu masyarakat ditunjukkan dalam table berikut

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Laspeyres
Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Laspeyres

Jika tahun dasar perhitungan adalah tahun 2019, maka indeks harga dengan metoda Laspeyres adalah

Menghitung Nilai Transaksi Untuk Indeks Harga Metoda Laspeyres

Tahap pertama adalah Menghitung nilai transaksi masing masing barang untuk harga barang pada tahun 2020 (kolom Pn) dan jumlah barang tahun dasar 2019 (kolom Q0) dengan rumus Pn x Q0 yaitu kolom Pn dikali kolom Q0.

Nilai Transaksi Jenis barang A

Pn x Q0 = 5000 x 100

Pn x Q0 = 500.000

Nilai Transaksi Jenis barang B

Pn x Q0 = 3500 x 200

Pn x Q0 = 700.000 dan seterusnya sampai nilai transaksi Jenis barang E

Tahap kedua menghitung Nilai transaksi masing masing Barang untuk harga tahun dasar 2019 (kolom P0) dan jumlah barang tahun dasar 2019 (kolom Q0) dengan rumus P0 x Q0 yaitu kolom P0 dikali kolom Q0

Nilai Transaksi Jenis barang A

P0 x Q0 = 5000 x 100

P0 x Q0 = 500.000

Nilai Trasaksi Jenis barang B

P0 x Q0 = 3000 x 200

P0 x Q0 = 600.000 dan seterusnya sampai nilai transaksi Jenis barang E

Tabel Hasil Perhitung Untuk Indeks Harga Metoda Laspeyres

Hasil perhitungan secara keseluruhan dapat dilihat pada table berikut

Tabel Hasil Perhitung Untuk Indeks Harga Metoda Laspeyres
Tabel Hasil Perhitung Untuk Indeks Harga Metoda Laspeyres

Dari table diketahui bahwa jumlah kolom P0 x Q0 adalah 1.925.000 Rupiah dan jumlah kolom Pn x Q0 adalah 2.175.000 rupiah

Menghitung Indeks Harga Metoda Laspeyres

Indeks Laspeyres dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

IL = ∑Pn x Q0/∑P0 x Q0 x 100%

IL = (2.175.000/1.925.000) x 100%

IL = 112,99

Jadi indeks harga Laspeyres IL pada tahun 2020 adalah 112,99

Indeks Harga Metoda Peasche

Indeks Harga Metoda Peasche dihitung dengan menggunakan jumlah barang pada tahun berjalan (tahun dimana indeks dihitung) sebagai penibangnya, sedangkan Jumlah atau kuantitas barang pada tahun dasar diabaikan.

Indeks Peasche dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

IP = ∑Pn x Qn/∑P0 x Qn x 100%

IP = Indeks Peasche

Pn = Harga masing masing barang pada tahun n (tahun dimana inflasi akan dihitung)

P0 = harga masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

Qn = Jumlah masing masing barang pada tahun n (tahun dimana inflasi akan dihitung)

Q0 = Jumlah masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Peasche

Data ilustrasi harga sebagian barang yang dikonsumsi oleh suatu masyarakat ditunjukkan dalam table berikut

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Laspeyres
Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Peasche

Jika tahun dasar perhitungan adalah tahun 2019, maka indeks harga dengan metoda Peasche adalah

Menghitung Indeks Harga Metoda Peasche

Tahap pertama adalah Menghitung nilai transaksi masing masing barang untuk harga tahun 2020 (kolom Pn) dan jumlah barang tahun 2020 (kolom Qn) dengan rumus Pn x Qn yaitu kolom Pn dikali kolom Qn.

Nilai transaksi Jenis barang A

Pn x Qn = 5000 x 120

Pn x Qn = 600000

Nilai transaksi Jenis barang B

Pn x Qn = 3500 x 200

Pn x Qn = 700.000 dan seterusnya sampai nilai transaksi Jenis barang E

Tahap kedua menghitung Nilai transaksi masing masing Barang untuk harga barang tahun dasar 2019 (kolom P0) dan jumlah barang pada tahun 2020 (kolom Qn) dengan rumus P0 x Qn yaitu kolom P0 dikali kolom Qn

Nilai transaksi Jenis barang A

P0 x Qn = 5000 x 120

P0 x Qn = 600.000

Nilai transaksi Jenis barang B

P0 x Qn = 3000 x 200

P0 x Qn = 600.000 dan seterusnya sampai nilai transaksi Jenis barang E.

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Peasche

Hasil perhitungan secara keseluruhan dapat dilihat pada table berikut

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Peasche
Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Peasche

Dari table diketahui bahwa jumlah pada kolom Pn x Qn adalah 2.500.000 rupiah dan jumlah pada kolom P0 x Qn adalah 2.225.000 rupiah.

Menghitung Indeks Harga Metoda Peasche

Indeks Peasche dihitung dengan rumus berikut

IP = ∑Pn x Qn/∑P0 x Qn x 100%

IP = (2.500.000/2.225.000) x 100%

IP = 112,36

Jadi indeks harga Peasche IL pada tahun 2020 adalah 112,36

Indeks Harga Metoda Tidak Tertimbang

Perhitungan indeks harga tidak tertimbang merupakan rasio atau perbandingan antara penjumlahan harga harga barang dalam satu kelompok pada tahun ke n dengan penjumlahan harga harga barang dalam kelompok tersebut pada tahun dasar. Indek tak tertimbang tidak memperhitungkan jumlah barangnya.

Indeks Harga tak Tertimbang dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut

IHTT = ∑Pn/∑P0 x 100%

IHTT = Indeks harga tak tertimbang

Pn = Harga masing masing barang pada tahun n (tahun dimana inflasi akan dihitung)

P0 = harga masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

Contoh Perhitungan Indeks Harga Tak Tertimbang,

Data ilustrasi harga sebagian barang yang dikonsumsi oleh suatu masyarakat ditunjukkan dalam table berikut

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Laspeyres
Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang

Jika tahun dasar perhitungan adalah tahun 2019, maka indeks harga dengan metoda tak tertimbang adalah

Menghitung Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang

Tahap pertama adalah menjumlahkan semua harga barang yang pada kolom tahun 2020 yaitu kolom Pn

Tahap kedua adalah menjumlahkan semua harga barang yang pada kolom tahun 2019 yaitu kolom P0

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang

Secara keseluruhan hasil pejumlahan semua harga barang pada tahun dasar 2019 dan tahun ke n yaitu 2020 dapat dilihat pada table berikut

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang
Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang

Dari table diketahui bahwa jumlah harga barang pada tahun dasar 2019 adalah 13.500 rupiah dan pada tahun n 2020 adalah 15.000 rupiah

Mengitung Indeks Harga Metoda Tak Tertimbang

Indeks harga tak tertimbang dapat dinyatakan dengan rumus berikut

IHTT = ∑Pn/∑P0 x 100%

sehingga Indeks harga barangnya adalah

IHTT = 15.000/13500 x 100%

IHTT = 111,11

jadi indek harga barang untuk tahun 2020 dengan metoda tak tertimbang IHTT adalah 111,11

Indeks Harga Konsumen IHK

IHK adalah suatu indeks yang mengukur perubahan harga rata-rata tertimbang dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household) atau masyarakat dalam waktu tertentu. Nilai IHK menunjukkan rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen dari sekelompok barang dan jasa tertentu.

Indeks harga dihitung dengan memilih tahun dasar yang menjadi basis pembanding perubahan harga. Beberapa jenis barang dipilih untuk membentuk indeks harga. Setiap barang yang dipilih diberi nilai kepentingan relative atau weightage yang menunjukkan bobot dari barang tersebut.  Barang yang sangat diperlukan oleh masyarakat diberi bobot yang tinggi.

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Konsumen, IHK

Pada table di bawah ditunjukkan data ilustrasi harga jenis barang kelompok A, B, C, D, dan jenis barang kelompok E. Kelima jenis barang memiliki bobot sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Tahun dasar perhitungan adalah 2017. Hitunglah Indeks harga konsumen IHK dan tingkat inflasinya pada tahun 2020.

Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Konsumen, IHK
Contoh Soal Perhitungan Indeks Harga Konsumen, IHK

Rumus Indeks Harga Komsumen IHK

Indeks harag konsumen dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

IHKn = ∑(Pn x B)/∑(P0 x B)

IHKn = indeks harga konsumen tahun n

Pn = Harga masing masing barang pada tahun n (tahun dimana indeks akan dihitung)

P0 = harga masing masing barang pada tahun 0 (tahun dasar perhitungan)

B = bobot, penimbang, weightage,

Menghitung Harga Tertimbang Jenis Barang

Tahap pertama menghitung harga tertimbang untuk masing masing jenis barang dengan cara mengalikan bobot B dengan harga P untuk tahun dasar 2017.

Nilai tertimbang jenis barang A

P0 x B = 40 x 5000

P0 x B = 200.000

Nilai tertimbang jenis barang B

P0 x B = 15 x 3000

P0 x B = 45000 dan seterusnya sampai harga tertimbang jenis barang E

Tahap kedua menghitung harga tertimbang untuk masing masing jenis barang dengan cara mengalikan bobot B dengan harga P untuk tahun n 2020

Nilai tertimbang jenis barang A

Pn x B = 40 x 5000

Pn x B = 200.000

Nilai tertimbang jenis barang B

Pn x B = 15 x 3500

Pn x B = 52500 dan seterusnya sampai harga tertimbang jenis barang E

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Konsumen IHK

Secara keseluruhan hasil pejumlahan semua harga tertimbang barang pada tahun dasar 2017 dan tahun ke n yaitu 2020 dapat dilihat pada table berikut

Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Konsumen IHK
Tabel Hasil Perhitungan Untuk Indeks Harga Konsumen IHK

Dari table diketahui bahwa jumlah harga tertimbang jenis barang kelompok A sampai E pada tahun dasar 2017 adalah 317.500 rupiah dan pada tahun n 2020 adalah 345.000 rupiah

Mengitung Indeks Harga Konsumen IHK

Indek harga konsumen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

IHKn = ∑(Pn x B)/∑(P0 x B)

IHKn = 345.000/317.500

IHKn = 108,66

Jadi indeks harga konsumen IHK pada tahun 2020 adalah 108,66

Pengertian Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi menunjukkan persentase perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang untuk barang dan jasa dalam perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi  ditentukan dengan formula sebagai berikut:

Tingkat Inflasi ={ (IHKt – IHKt-1)/IHKt-1} x 100

IHKt adalah IHK pada tahun t

IHKt-1  adalah IHK pada tahun t – 1

IHK adalah Indeks Harga Konsumen

Dari formulanya dapat diketahui bahwa tingkat inflasi adalah rasio atau perbandingan perubahan indeks harga suatu periode terhadap indeks harga periode sebelumnya. Indeks Harga Konsumen  dihitung dengan memilih tahun dasar yang menjadi basis pembanding perubahan harga.

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Inflasi

Indeks Harga Konsumen IHK untuk beberapa tahun ditunjukkan dalam tabel di bawah. Tentukan tingkat inflasi pada jangka waktu satu bulan dan Satu Tahun.  Baca Selanjutnya….

Jenis-Jenis, Sifat, Sebab, Dan Asal Inflasi.

Inflasi dapat dibagi dan dibahas dari berbagai sudut pandang mulai dari sifat atau karakternya, atau dari faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi atau dari mana asal inflasi itu datang ……….

Pengertian, Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempe………….

Jenis-Jenis, Sifat, Dan Ciri-Ciri, Pengangguran

Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak sedang memiliki pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan. Pengangguran yang termasuk ke dalam kelompok mencari pekerjaan adalah …………

Faktor  Yang Menyebabkan Terjadinya Pengangguran.

Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Kriteria orang yang menganggur umumnya adalah mereka ya……….

Pengertian Uang Beredar dan Uang Primer.

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama adalah uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (disebut narrow money) yang dinotasikan den………..

Teori Tingkat Bunga Neo Klasik Keynes Hicks.

Perngertian Tingkat Bunga Bunga merupakan suatu bentuk pendapatan bagi pemilik dana yang telah mengorbankan dananya yang dalam beberapa waktu melepaskan kesempatan tidak menggunakan dana………..

Alasan, Motif Orang Menyimpan Atau Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference ……….

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dala……….

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di ………..

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah  lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank ………..

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang. Pada kenyataannya definisi uang selalu berubah sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dalam perekonomian. Namun demikian, para...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian dan Contoh Investasi. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang yang tidak untuk dikonsumsi, namun...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi.  Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan i...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Inflasi.  Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. K...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan.  Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, ...

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Kata dalam artikel. Pengertian Inflasi adalah kenaikan harga secara umum. Inflasi menunjukkan naiknya harga secara umum dan harga naik terus menerus. Rumus  Dan Cara Menghitung Tingkat Inflasi dan pengertian tingkat inflasi.
  9. Contoh soal cara menghitung tingkat inflasi dengan persentase perubahan tingkat harga kemudian harga tertimbang. Indeks harga konsumen beserta cara menghitung indeks harga konsumen.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran, Kurva Phillips

Pengertian Tingkat Inflasi. Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika inflasi meningkat maka harga barang di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang sama dengan turunnya nilai mata uang. Dengan demikian inflasi dapat diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Sedangkan Tingkat inflasi menunjukkan persentase dari perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang untuk barang dan jasa dalam perekonomian suatu negara.

Pengertian Tingkat Pengangguran

Tingkat pengangguran menunjukkan persentase dari individu-individu yang ingin bekerja namun tidak memiliki perkerjaan. Seseorang dianggap menjadi penganggur  jika tidak bekerja namun masih menunggu untuk mendapatkan pekerjaan.

Angkatan kerja didefinisikan sebagai jumlah antara individu yang memiliki pekerjaan dengan pengangguran. Tingkat pengangguran dihitung berdasarkan rasio antara jumlah penganggur dengan angkatan kerja.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran.

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor.

Masyarakat terdorong untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Produksi menjadi dikurangi. Sejumlah pengusaha akan mengurangi produksi. Produksi berkurang akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan.

Para ekonom berpendapat bahwa tingkat inflasi yang terlalu tinggi merupakan indikasi awal memburuknya perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi yang tinggi dapat mendorong Bank Sentral menaikkan tingkat bunga. Hal ini menyebabkan terjadinya kontraksi atau pertumbuhan negatif di sektor riil

Dampak yang lebih jauh adalah pengangguran menjadi semakin tinggi. Dengan demikian, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk mengukur baik buruknya kesehatan ekonomi yang dihadapi suatu negara.

Hubungan antara tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran untuk jangka pendek dapat dijelaskan dengan menggunakan Kurva Phillip yang dikemukakan oleh ekonom bernama A.W. Phillips.

Kurva ini digunakan oleh Phillips ketika melakukan pengamatan terhadap korelasi antara pengangguran dengan upah dan inflasi di negara Inggris. Hubungan tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran yang merepresentasikan Kurva Phillips dapat dilihat pada gambar di bawah.

Hubungan Tingkat Pengangguran Dengan Tingkat Inflasi
Gambar 1. Hubungan Tingkat Inflasi Dengan Tingkat Pengangguran

Dari Gambar 1 diketahui bahwa tingkat inflasi dan tingkat pengangguran memiliki hubungan yang negatif. Artinya jika tingkat inflasi tinggi, maka pengangguran akan menjadi rendah. Atau sebaliknya, penganggguran akan menjadi tinggi jika perekonomian suatu negara mengalami inflasi yang rendah.

Gambar 1 menunjukkan kurva Phillip untuk negara Amerika Serikat pada kurun waktu dari Januari 2008 sampai dengan Oktober 2009. Karena kedua variabel ekonomi ini memiliki hubungan yang negatif, maka usaha untuk menurunkan tingkat inflasi , dapat menimbulkan peningkatan pengangguran.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang. Pada kenyataannya definisi uang selalu berubah sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dalam perekonomian. Namun demikian, para...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian dan Contoh Investasi. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang yang tidak untuk dikonsumsi, namun...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi.  Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan i...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Inflasi.  Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. K...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan.  Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, ...
  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.
  5. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Inflasi dan Tingkat Inflasi dan Pengertian Pengangguran dan Tingkat Pengangguran. Pengertian Angkatan Kerja dengan Cara menghitung tingkat inflasi dan contoh cara menghitung tingkat pengangguran.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran dan Hubungan tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran jangka pendek. Contoh Soal Ujian Kurva Phillip, Manfaat Kurva Phillip,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan contoh Kurva Phillips dan korelasi pengangguran dengan upah dan inflasi atau perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang.