Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan. Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran tenaga kerja lebih besar dari permintaan tenaga kerja. Perusahaan atau bidang usaha yang butuh tenaga kerja terlalu sedikit dibandingkan tenaga kerja yang mencari pekerjaan.

Kesempatan bekerja menjadi lebih rendah lagi ketika pekerjaan yang dibutuhkan mensyaratkan keahlian atau pengalaman tertentu. Pengangguran menjadi lebih tinggi akibat sejumlah alasan lain seperti upah yang rendah, merasa tidak cocok dengan pengalaman dan keahliannya dan sebagainya.

Pengertian Pengangguran.

Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak sedang memiliki pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan. Pengangguran yang termasuk ke dalam kelompok mencari pekerjaan adalah penduduk usia kerja yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha untuk mendapatkan Pekerjaan atau yang sudah pernah bekerja, karena alasan tertentu, mereka berhenti bekerja atau diberhentikan dan sedang berusaha memperoleh pekerjaan kembali.

Secara konseptual, pendekatan yang membahas keterkaitan pengangguran dengan indikator ekonomi lainnya adalah Hukum Okun dan Kurva Philips. Hukum Okun menjelaskan hubungan pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu Gross Domestc Product (GDP) dengan pengangguran. Sedangkan Kurva Philips menjelaskan hubungan inflasi dengan pengangguran.

Jadi, dengan menggunakan pendekatan Hukum Okun dan Kurva Philips dapat dipelajari bagaimana cara mengatasi pengangguran secara konseptual. Peningkatan GDP pada nilai tertentu dapat mengurangi tingkat pengangguran dalam persentase tertentu. Pada perekonomian dengan kondisi tingkat inflasi tertentu dapat mengurangi tingkat pengangguran tertentu

Dengan demikian penanganan pengangguran dapat didekati dengan konsep Hukum Okun yaitu dengan mempengaruhi komponen GDP yang terdiri dari Konsumsi (C), Investasi (I) dan pengeluaran pemerintah (G). Atau menggunakan konsep Kurva Philips dengan cara mempengaruhi tingkat inflasi.

Cara Pemerintah Mengatasi Pengangguran.

Peran pemerintah dalam mengatasi tingginya pengangguran dapat dilihat dari kebijakan yang dikeluarkan dan dilaksanakan sepanjang perekonomian negara berjalan. Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah untuk menangani permasalahan pengangguran antara lain adalah:

1. Kebijakan Belanja Surplus.

Pemerintah melakukan kebijakan belanja surplus atau kebijakan ekspansi untuk membiayai pembangunan infrastruktur dengan proyek padat karya, membangun sarana pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan sebagainya.

Pembangunan sarana fisik ini dapat segera menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran dalam waktu relatif singkat atau jangka pendek. Peningkatan kualitas akan mampu menyediakan tenaga kerja yang sesuai dengan permintaan.

2. Mengatur Laju Investasi.

Mengatur laju investasi dengan memacu laju investasi swasta dan negara dengan cara mengendalikan konsumsi baik yang aktual maupun yang potensial atau menerapkan investasi terencana di sektor publik. Investasi di sektor publik akan mendorong dan meningkatakan volume investasi komersial dari fihak swasta maupun pemerintah.

Kebijakan ini diikuti dengan kebijakan untuk menghambat investasi di bidang produksi konsumtif, investasi yang nilai tambahnya rendah dan hanya untuk kalangan tertentu. Misalnya pembangunan lapangan golf, apatemen atau sejenisnya.

Peningkatan investasi ini dapat menyerap tenaga kerja yang secara langsung mengurangi pengangguran.

3. Investasi Sosial.

Mendorong pemerintah melakukan investasi sosial secara optimal. Kebijakan ini mendorong pemerintah berinvestasi di bidang yang sesuai dengan keinginan masyarakat seperti investasi di bidang transfortasi, perhubungan, konservasi lahan dan investasi overhaead lainnya.

Investasi ini dapat memperluas pasar, meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi dan mampu menyerap tenaga kerja.

4. Pengawasan Pinjaman Secara Terpilih.

Tujuan utama dari pelaksanaan kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa bank perdagangan memberikan pinjaman dan melakukan investasi yang sesuai dengan yang telah digariskan oleh pemerintah.

Pinjaman diarahkan untuk investasi yang dapat mendorong perkembangan sektor pertanian terutama untuk para petani, pengusaha kecil dan industri kecil atau industri rumah tangga. Persyaratan pinjaman dibuat ringan misalkan suku bungan yang rendah. Sehinga dana mudah mengalir ke Masyarakat dan digunakan untuk investasi yang dapat menyerap tenaga kerja.

Adapun cara pemerintah mengatasi pengangguran berdasarkan pada jenisnya adalah

1). Mengatasi Pengangguran Struktural (Teknologi)

Pengangguran struktural terjadi akibat adanya perubahan struktur ekonomi, misalnya dari struktur ekonomi agraris ke industry, dari konvensional atau manual ke digital.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran structural diantaranya adalah:

a). Memindahkan atau mengalokasikan para pengangguran ke daerah yang lebih sesuai atau lebih membutuhkan.

b). Memberikan pendidikan dan pelatihan pada pengangguran supaya dapat mengisi posisi lowongan  pekerjaan yang sedang dibutuhkan.

c). Membangun atau mendirikan usaha, industri dan proyek- proyek padat karya untuk mengakomodasi para penganggur.

d). Meningkatkan mobilitas atau perputaran modal dan tenaga kerja agar mampu menyerap para penganggur.

e). Menyadarkan masyarakat akan pentingnya penguasaan terhadap teknologi modern agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan struktur perekonomian.

2). Mengatasi Pengangguran Konjungtural (Siklikal, Deflatoir)

Pengangguran konjungtural terjadi akibat adanya kenaikan atau penurunan kegiatan perekonomian yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat sehingga turunnya permintaan terhadap barang dan jasa.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran konjungtural, diantaranya adalah sebagai berikut:

a). Meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara membuka dan melaksanakan berbagai proyek- proyek pemerintah.

b). Mendorong masyarakat agar menggunakan pendapatannya untuk konsumsi dengan membeli barang dan jasa sehingga permintaan terhadap barang dan jasa meningkat.

c). Memodifikasi  teknik- teknik pemasaran dan promosi yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar berhasrat membelanjakan pendapatannya untuk konsumsi dengan membeli barang dan jasa.

3). Cara Mengatasi Pengangguran Friksional (Voluntair)

Pengangguran friksional terjadi akibat adanya para pekerja yang ingin mengganti pekerjaan sekarang dengan mencari pekerjaan yang lebih baik dan cocok di perusahaan lain.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran friksional diantaranya adalah

a). Menyediakan sarana informasi lowongan kerja yang lengkap, cepat, mudah dan murah kepada pencari kerja. Misalnya, dengan memasang menempelkan iklan-iklan lowongan kerja di sarana umum secara rutin melalui Teknik konvesional media umumnya dan modern Digital.

b). Memfasilitasi hubungan antara pengangguran dengan perusahaan melalui forum atau Lembaga formal.

4). Cara Mengatasi Pengangguran Musiman

Pengangguran musiman terjadi akibat adanya perubahan musim atau karena perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala.

Beberapa Cara yang dapat dilakukan  untuk mengatasi pengangguran musiman, diantaranya adalah:

a). Memberikan pelatihan keterampilan yang lain sesuai dengan perubahan perubahan selama ini terjadi. Misalnya memberi pelatihan menjahit, mengelas, menyablon dan membordir. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sambil menunggu datangnya musim tertentu.

b). Membetuk Lembaga forum yang dapat segera memberikan informasi jika ada kesempatan kerja di sektor lain.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang. Pada kenyataannya definisi uang selalu berubah sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dalam perekonomian. Namun demikian, para...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian dan Contoh Investasi. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang yang tidak untuk dikonsumsi, namun...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi.  Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan i...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Inflasi.  Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. K...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan.  Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, ...

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Pengertian Sistem Moneter Indonesia.  Sistem moneter Indonesia adalah  lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral d...

Fungsi, Jenis Dan Ciri-Ciri Uang

Pengertian Ciri Ciri Uang.  Uang diciptakan untuk memperlancar kegiatan transaksi ekonomi. Dalam perekonomian, uang merupakan benda yang disetujui atau ...

Gross Domestic Product GDP Nominal Riil, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Gross Domestic Product  (GDP)  . Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) dapat diartikan sebagai nilai barang dan ja...

Incremental Capital Output Ratio ICOR, Pengertian Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Investasi, Dalam ilmu ekonomi, investasi merupakan tambahan terhadap stok kapital. Pengertian kapital secara fisik adalah seluruh barang modal...

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, Contoh Perhitungan

Pengertian Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi.  Perubahan harga-harga yang berlaku dari waktu ke waktu tidak menunjukkan adanya konsistensi. Tingkat ...

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Pengertian Pengangguran adalah angkatan kerja Pengangguran yang aktif mencari pekerjaan. Pengangguaran dalam Hukum Okun dan Kurva Philips dan Hubungan Gross Domestc Product (GDP) dengan pengangguran.
  8. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Kurva Philips hubungan inflasi dengan pengangguran dan Cara Pemerintah Mengatasi Pengangguran atau Cara Pemerintah Menurunkan Pengangguran. Cara Pemerintah Menanggulangi Pengangguran dan Mengatasi Pengangguran.
  9. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Kebijakan Belanja Surplus atau Mengatur Laju Investasi. Investasi Sosial dan Pengawasan Pinjaman Secara Terpilih atau Tujuan Kebijakan Balanja Surplus.
  10. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Tujuan Fungsi Mengatur Laju Investasi dengan Tujuan Fungsi Investasi sosial. Tujuan Pengawasan Pinjaman Secara terpilih dan kebijakan untuk mengatasi dan mengurangi pengangguran.