Berikut contoh soal Ciri ciri planet, Gerhana Bumi Bulan Matahari, Rotasi Revolusi Bumi Bulan yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.
1). Contoh Soal Ciri Planet Saturnus,
Perhatikan ciri ciri planet berikut…
1). planet terbesar kedua
2). memiliki satelit titan
Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah
a). yupiter
b). saturnus
c). Uranus
d). venus
Jawaban: b
2). Contoh Soal Dasar Perhitungan 354 – 355 Hari Revolusi Bulan,
Umur satu tahun dalam kalender 354 – 355 hari. Dasar perhitungan kalender tersebut adalah…
a). rotasi bulan
b). rotasi bumi
c), revolusi bulan
d). revolusi bumi
Jawaban: c
3). Contoh Soal Pergantian Siang Malam Akibat Rotasi Bumi,
Akibat rotasi bumi adalah…
a). gerak semu tahunan matahari
b). pergantian siang malam
c). perubahan musin
d). perubahan fase fase bulan
jawaban: b
4). Contoh Soal Ciri Planet Uranus,
Planet yang sumbu rotasinya miring 97,770 sehingga seperti sebuah bola yang menggelinding adalah…
a). Jupiter
b). saturnus
c). neptunus
d). Uranus
Jawaban: d
5). Contoh Soal Revolusi Bumi Perhitungan Kalender Syamsiah,
Perhitungan penanggalan syamsiah di dasarkan pada…
a). revolusi bulan terhadap bumi selama 29,5 hari
b). revolusi bumi terhadap matahari selama 364,25 hari
c). revolusi bulan terhadap matahari selama 366 hari,
d). revolusi bumi terhadap matahari selama 356 hari.
Jawaban: b
6). Contoh Soal Ciri Planet Jupiter,
Perhatikan ciri ciri planet berikut…
1). dapat dilihat secara langsung dari bumi
2). planet raksasa dengan kandungan gas terbesar
3). kala rotasi paling cepat
Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah…
a). saturnus
b). Jupiter
c). venus
d). mars
Jawaban: b
7). Contoh Soal Urutan Letak Planet Setelah Bumi,
Urutan letak tiga planet setelah bumi adalah…
a). mars, jupter, saturnus
b). merkurius, venus, mars
c). mars, Uranus, neptunus,
d). Jupiter, saturus, Uranus,
jawaban a
8). Contoh Soal Waktu Edar Terlama Planet,
waktu edar terlama dimiliki oleh planet…
a). pluto
b). Uranus,
c). yupiter
d). saturnus
jawaban a
9). Contoh Soal Akibat Rovolusi Bumi,
salah satu akibat dari revolusi bumi adalah terjadinya…
a). perbedaan waktu
b). pergentian musin
c). pergantian siang dan malam
d). gerak semu matahari,
Jawaban b
10). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,
Perhatikan peristiwa peristiwa berikut ini…
1). pergantian musim
2). pergantian siang dan malam
3). perbedaan lama siang dan malam
4). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia
5). matahari seolah olah bergerak dari timur ke barat
6). matahari seolah olah mengalami pergeseran dari khatulistiwa
Peristiwa yang terjadi akibat rotasi bumi adalah…
a). 1,3 dan 5
b). 1,3 dan 6
c). 2,4 dan 5
d). 2,4 dan 6
Jawaban: c
11). Contoh Soal Akibat Peredaran Bumi,
Akibat dari peredaran bumi mengitari matahar antara lain adalah…
a). Pergantian musim
b). perbedaan waktu di bumi
c). pergantian siang dan malam
d). gerak semu harian matahari
Jawaban: a
12). Contoh Soal Tahun Kabisat 355 Hari,
Tahun kabisat berumur 355 hari, penanggalan ini berdasarkan pada Gerakan…
a). bumi berputar pada porosnya
b). bulan mengitari matahari
c). bumi mengitari matahari
d). bulan mengitari bumi
Jawaban: d
13). Contoh Soal Planet Terpanas,
Planet dalam tata surya dikenal dengan sebutan bintang fajar dan bintang senja, Nama planet tersebut adalah…
a). merkurius
b). Jupiter
c). venus
d). mars
Jawaban; c
14). Contoh Soal Planet Merah,
Planet yang memiliki dua satelit dan dikenal dengan sebutan planet merah, Nama planet tersebut adalah…
a). merkurius
b). Jupiter
c). venus
d). mars
Jawaban; d
15). Contoh Soal: Planet Terkecil dan Terkecil,
Planet terdekat dengan matahari dan terkcil adalah…
a). merkurius
b). Jupiter
c). venus
d). mars
Jawaban; a
16). Contoh Soal: Planet Venus Bintang Kejora Bintang Barat Bintang Timur,
Planet yang dikenal dengan nama bintang kejora adalah,..
Pengertian Planet Bumi: Planet bumi adalah planet yang berpenghuni. Di bumi terdapat atmosfir dan air dengan suhu udaranya sedang.
Bumi juga terdapat gas oksigen yang memungkinkan makhluk hidup untuk hidup dan berkembang.
Jarak bumi dari matahari adalah sekitar 149.600.000 km. Sedangkan Diameter Bumi adalah 12.756 km. Permukaan bumi terdiri dari 70% air dan 30% daratan.
Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet dan tidak memiliki cahaya sendiri.
Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari dan waktu rotasinya 23 jam 56 menit atau 24 jam.
Rotasi Bumi – Bulan Revolusi Bumi Bulan,
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Waktu (kala) rotasi bumi adalah 23 jam lebih 56 menit 3 detik (dibulatkan 24 jam), dan dibulatkan 24 jam.
Bumi berputar dari Barat ke Timur. Akibatnya, matahari selalu terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.
Bagian timur lebih dahulu mengalami siang. Bagian bumi yang terkena matahari akan mengalami siang. Sedangkan bagian bumi yang tidak terkena matahari akan mengalami malam.
Pengaruh Rotasi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,
Akibatnya rotasi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…
1). Pergantian siang dan malam hari
2). Adanya perbedaan waktu dari tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya
3). Adanya gerak semu harian dari matahari dan benda- benda langit yang seakan -akan bergerak dari timur ke barat
4). Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi
5). Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Revolusi Bumi,
Revolusi bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Bumi melakukan rotasi bersamaan dengan melakukan revolusi. Arah gerak revolusi bumi sama dengan arah gerak rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.
Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau satu tahun untuk sekali berevolusi. Ketika berevolusi, sumbu bumi miring dengan arah yang sama yaitu 23,5o dari garis tegak lurus pada bidang edar (ekliptika).
Pengaruh Revolusi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,
Akibatnya revolusi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…
a). Terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan,
b). Terjadi perbedaan lamanya waktu malam dan siang,
c). Perubahan kedudukan matahari.
Gerak Semu Tahunan Matahari,
Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.
Gerakan semu matahari menyababkan seolah- olah matahari bergerak dari timur ke barat mengitari bumi, seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.
Gambar berikut menunjukkan gerak semu tahunan Matahari.
Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,
Tanggal 21 Maret – 21 Juni,
Pada tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni, belahan bumi utara mengalami siang lebih lama dibanding malam. Hal ini disebabkan kutub utara mendekati ke matahari, sebaliknya kutub selatan menjauhi matahari.
Selama periode tiga bulan tersebut, belahan bumi utara mengalami musim semi dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.
Tangal 21 Juni – 23 September,
Pada tanggal 21 Juni sampai 23 September, kutub utara mulai menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan mendekati matahari.
Pada periode tiga bulan ini belahan bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.
Tanggal 23 September – 22 Desember,
Pada tanggal 23 September sampai tanggal 22 Desember belahan bumi utara menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi selatan mendekati matahari.
Hal ini akan mengakibatkan belahan bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.
Tanggal 22 Desember – 21 Maret,
Pada tanggal 22 Desember sampai 21 Maret, belahan bumi selatan bergerak menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi utara bergerak mendekati matahari.
Pada periode tersebut belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin.
Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,
Secara singkat, pergerakan semu matahari dan pengaruhnya terhadap musin di bumi dapat dilihat pada table berikut
Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,
Bulan Satelit Bumi,
Bulan adalah satelit bumi. Bulan melakukan tiga Gerakan sekaligus, yaitu berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi beredar mengelilingi matahari.
Periode revolusi bulan mengelilingi Bumi ternyata sama dengan periode rotasinya. Artinya, kecepatan bulan mengitari bumi sama dengan rotasi pada porosnya. Akibatnya, permukaan bulan terlihat dari bumi selalu sama.
Rotasi Bulan
Rotasi bulan adalah gerak perputaran Bulan pada porosnya. Untuk satu kali bergerak berputar mengelilingi bumi, bulan memerlukan waktu selama 27,32 hari yang disebut satu bulan sideris.
Sebenarnya, pada saat tersebut bumi telah bergerak mengitari matahari sejauh 27º. Jadi, bulan harus menempuh selisih jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relative terhadap matahari.
Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan adalah 29½ hari yang disebut satu bulan sinodis (komariah).
Jadi Waktu yang diperlukan Bulan untuk sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan.
Bulan berotasi dari Barat ke Timur. Oleh karena itu, kita selalu melihat sisi yang sama setiap kali melihat Bulan.
Pengaruh Rotasi Bulan Terhadap Kehidupan Sehari Hari Bumi,
Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
Revolusi Bulan
Revolusi bulan adalah gerak perputaran Bulan dalam mengelilingi Bumi. Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang berbentuk elips.
Oleh karena Bulan terus beredar mengelilingi Bumi maka tampak perubahan pada bagian Bulan yang terkena sinar matahari.
Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari.
Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari.
Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Akibatnya, Bulan sering terlihat berubah bentuk.
Perubahan Fase Bulan,
Perubahan bentuk bulan selama revolusi disebut perubahan fase bulan. Satu daur penuh fase bulan terjadi selama 29,5 hari atau satu bulan.
Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata- rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.
Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan
a). Fase Bulan Baru – Hari Pertama
Bulan berada pada posisi 0°. Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari (Sisi bulan yang gelap) menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
b). Fase Bulan Sabit – Hari Keempat
Bulan berada pada posisi 45°. Seminggu kemudian, setelah bulan baru, bulan yang berbentuk sabit terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Bulan tampak melengkung seperti sabit.
Fase ini disebut Bulan sabit. Bentuk Sabitnya menjadi semakin lebar hari demi hari hingga menjadi bulan separuh.
c). Fase Bulan Separuh – Hari Kedelapan
Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari.
Oleh karena itu, Bulan hanya terlihat separuhnya saja. Fase ini disebut Bulan paruh.
d). Fase Bulan Purnama – Hari Keempat Belas
Hari keempat belas Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Pada posisi ini Bumi berada di antara Bulan dan Matahari.
Pada saat ini, Seluruh sisi bulan yang terkena cahaya matahari akan terlihat. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.
Setelah bulan purnama, Penampakan Bulan mulai mengecil kembali, mulai dari fase bulan separuh, dan akhirnya kembali ke fase bulan baru.
Bulan separuh dikatakan mengembang bila kenampakan Bulan semakin besar. Dan, Bulan separuh dikatakan menyusut bila kenampakannya menciut atau menjadi lebih kecil.
Pengaruh Gaya Gravitasi Bulan – Pasang Surut Air Laut,
Ukuran Bulan lebih kecil daripada bumi dan Gaya gravitasinya pun lebih kecil. Namun demikian, pengaruh bulan pada bumi cukup besar, khususnya tarikan gravitasinya.
Air laut mengalami pasang surut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan. Pasang surut ialah naik dan turunnya permukaan air laut secara berulang ulang dengan waktu beraturan.
Pada waktu malam hari, jarak antara bulan bumi relative dekat, air laut tertarik oleh gravitasi bulan maka permukaan air laut naik atau terjadi pasang.
Sebaliknya pada saat yang sama, bagian bumi yang mengalami waktu siang hari, posisi bulan dari bumi relatf jauh. Akibat pengaruh gaya gravitasi bulan relative kecil pada permukaan bumi sehingga di daerah ini permukaan air laut turun atau terjadi surut.
Pasang atau air laut naik yang paling tinggi terjadi pada saat fase bulan utuh atau bulan purnama.
1). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,
Peristiwa yang terjadi akibat rotasi Bumi adalah . . . .
a). pergantian siang dan malam
b). pasang surut air laut
c). pergantian musim
d). pergeseran posisi Matahari
Jawaban: a
2). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,
Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .
a). registrasi
b). rotasi
c). revolusi
d). resolusi
Jawaban: c
3). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,
Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .
a). rotasi Bumi
b). revolusi Bumi
c). rotasi Bulan
d). revolusi Bulan
Jawaban: b
4). Contoh Soal Gerhana Matahari,
Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .
a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris
b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris
c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris
d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku
Jawaban: a
5). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,
Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .
a). perbani
b). purnama
c). paruh
d). maksimal
Jawaban: b
6). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,
Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .
a). bagian Bumi terkena umbra Bulan
b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan
c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi
d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan
Jawaban: a
7). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,
Gerak bumi pada porosnya disebut ….
a). revolusi
b). rotasi
c). radial
d). orbital
Jawaban: b
8). Contoh Soal Waktu Bumi Rotasi,
Bumi sekali berotasi selama ….
a). 12 jam
b). 24 jam
c). 36 jam
d). 1 tahun
Jawaban: b
9). Contoh Soal Ujian Bulan Matahari Bumi,
Berikut bukan gerakan yang dilakukan bulan adalah ….
a). berputar pada porosnya
b). berputar vertikal
c). mengelilingi bumi
d). mengelilingi matahari
Jawaban: b
10). Contoh Soal Tahun Kabisat,
Tahun berikut yang bukan tahun kabisat adalah ….
a). 1988
b). 1995
c). 2000
d). 2004
Jawaban: b
11). Contoh Soal Ujian Gerhana Bulan,
Pada saat kedudukan bumi berada di antara matahari dan bulan, maka terjadi ….
a). gerhana bulan
b). penumbra
c). gerhana matahari
d). umbra
Jawaban: a
Rangkuman – Ringkasan Rotasi – Revolusi Bumi Bulan,
Bumi memerlukan waktu sehari untuk satu kali rotasi dan setahun untuk satu kali revolusi.
Rotasi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian siang dan malam, b). gerak semu harian Matahari, c). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, dan d). perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi.
Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian musim dan b). gerak semu tahunan Matahari.
Bulan melakukan rotasi dan revolusi dalam waktu yang sama, yaitu 29½ hari.
Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu perbedaan bentuk revolusi, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari.
Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan, yaitu perbedaan bentuk permukaan bulan yang terang dari hari ke hari.
Gerhana Bulan terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi.
Gerhana Matahari terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.
Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan baru. Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh.
Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.
Peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Hijriah atau tahun Komariyah.
Pengertian Gerhana Matahari: Gerhana matahari adalah gerhana yang terjadi ketika posisi bulan terletak diantara bumi dan matahari sehingga matahari tertutup dan bumi menjadi gelap karna terhadang oleh bulan.
Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi terletak pada satu garis. Cahaya matahari tidak sampai ke Bumi karena terhalang Bulan.
Gerhana matahari terjadi ketika bulan sedang berada dalam fase bulan baru, ketika Bulan diapit oleh Matahari dan Bumi
1 Gambar Gerhana Matahari,
Jenis Gerhana Matahari,
Gerhana matahari terdiri dari 3 jenis yaitu; gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari hibrida dan cincin.
2 Gambar Gerhana Matahari Total Sebagian Cincin.
1). Gerhana Matahari Total,
Gerhana matahari total adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian bumi berada pada umbra bulan. Sehingga cahaya matahari tertutup seluruhnya. Bagian Bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.
Gerhana matahari total dapat berlangsung selama 7 menit, namun rata-rata hanya sekitar 2,5 menit.
Gerhana matahari total dapat diamati oleh pendudukan bumi yang berada di daerah bayangan umbra.
2). Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari Sebagian adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian Bumi berada pada bagian penumbra Bulan.
Sehingga sinar matahari hanya Sebagian yang masuk ke bumi. Peristiwa gerhana matahari sebagian dialami oleh pengamat di Bumi yang berada di daerah penumbra.
3). Gerhana Matahari Cincin,
Gerhana matahari cincin adalah gerhana yang terjadi apabila bulan tidak cukup untuk menutup sinar matahari. Sinar Matahari masih terlihat di sekeliling bayangan Bulan.
Gerhana matahari cincin terjadi pada saat Bulan berada pada posisi terjauh dari Bumi ketika gerhana matahari total terjadi.
Pengertian Gerhana Bulan,
Gerhana bulan adalan gerhana yang terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus.
Cahaya matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang oleh Bumi sehingga bayangan bumi menutupi sebagian atau keseluruhan bulan.
3 Gambar Gerhana Bulan
Jenis Gerhana Bulan,
Gerhana bulan dibedakan menjadi tiga yaitu, gerhana bulam total, gerhana bulan Sebagian dan gerhana bulan penumbra,
1). Gerhana Bulan Total,
Gerhana bulan total adalah gerhana bulan yang terjadi ketika bulan terletak di daerah umbra Bumi.
Gerhana bulan total terjadi jika seluruh bagian bula berada dalam umbra bumi. Warna bulan menjadi suram kemerahan.
2). Gerhana Bulan Sebagian,
Gerhana bulan Sebagian adalah gerhana dimana Sebagian bulan berada terletak di daerah umbra bumi dan Sebagian lainnya berada pada daerah penumbra bumi. Gerhana bulan sebaian bulan menyebabkan sinar buan terlihat Sebagian.
3). Gerhana Bulan Penumbra Bumi,
Gerhana bulan penumbra bumi adalah gerhana yang terjadi ketika seluruh bagian bulan berada pada daerah penumbra bumi. Warna bulan hampir sama dengan bulam yang cerah.
Jenis Bayangan Bumi,
Ada dua jenis bayangan bumi, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan kabur (penumbra).
Pengertian Umbra – Bayangan Inti,
Umbra adalah daerah bayangan jelas bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari.
Bayangan inti atau bayangan umbra sama sekali tidak dilalui cahaya matahari, sehingga Daerah ini benar -benar gelap.
Pengertian Penumbra,
Penumbra adalah daerah bayangan kabur ( semu ) bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari yang sedikit.
Bayangan kabur (penumbra) masih dilalui oleh cahaya matahari. Bayangan penumbra mengelilingi bayangan umbra.
1). Contoh Soal Ujian: Bulan Keluar Dari Daerah Umbra,
Apa yang terjadi ketika bulan telah keluar dari daerah umbra bumi…
Jawaban,
Jika bulan keluar dari umbra bumi maka gerhana bulan total akan berakhir dan menjadi gerhana bulan Sebagian. Jika bulan telah keluar dari umbra bumi akan masuk ke penumbra.
2). Contoh Soal Ujian: Bulan Tepat Di Daerah Umbra,
Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi terjadi gerhana…
Jawaban:
Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi akan terjadi gerhana bulan total. Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra
3). Contoh Soal Perbedaan Umbra Penumbra Bumi,
Sebutkan perbedaan daerah Umbra dan penumbra bumi
Jawaban:
Umbra adalah bayangan gelap/ bayangan inti bumi.
Penumbra adalah bayangan samar-samar/kabur bumi.
4). Contoh Soal Gerhana Bulan Terletak Dalam Umbra Bumi,
Peristiwa gerhana bulan ketika bulan berada dalam daerah Umbra bumi disebut
Jawaban:
Gerhana bulan dan bulan berada dalam daerah umbra Bumi, Maka terjadi gerhana bulan total,
5). Contoh Soal: Ciri Gerhana Matahari,
Perhatikan Pernyataan berikut:
(1). bulan berada pada daerah umbra bumi
(2). terjadi pada siang hari
(3). posisi matahari bulan dan bumi berada pada satu garis lurus
(4). sinar matahari terhalang bumi
Pernyataan yang benar tentang gerhana matahari total ditunjukkan oleh nomor
a). 1 dan 2
b). 2 dan 3
c). 2 dan 4
d). 3 dan 4
Jawaban: b
6). Contoh Soal Ujian: Posisi Gerhana Bulan Sebagian,
Perhatikan gambar berikut
6). Contoh Soal Ujian Posisi Gerhana Bulan Sebagian
Posisi Bulan terhadap Matahari pada saat terjadi gerhana bulan Sebagian ditunjukkan oleh nomor…
a). 1
b). 2
c). 3
d). 4
Jawaban. b
7). Contoh Soal: Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,
Perhatikan gambar berikut
7). Contoh Soal Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,
Posisi bulan terhadap matahari dan bumi pada awal dan akhir gerhana bulan ditunjukkan oleh nomor…
a). 1 dan 2
b). 2 dan 3
c). 3 dan 4
d). 2 dan 4
Jawaban. d
8). Contoh Soal: Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,
Perhatikan gambar dibawah ini
8). Contoh Soal Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,
Posisi bulan nomor 2 pada gambar tersebut menunjukkan peristiwa…
a). Gerhana matahari total
b). Gerhana bulan total
c). Gerhana bulan Sebagian
d). Gerhana matahari Sebagian
Jawaban: c
9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah….
9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
a). Gerhana matahari total
b). Gerhana bulan total
c). Gerhana bulan Sebagian
d). Gerhana matahari Sebagian
Jawab: c
10). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,
Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa alam yaitu
10). Contoh Soal Gambar Gerhana Matahari Total,
a). Gerhana matahari total
b). Gerhana bulan total
c). Gerhana bulan Sebagian
d). Gerhana matahari Sebagian
Jawab: a
11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,
Perhatikan gambar berikut
11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,
Daerah yang mengalami gerhana matahari sebagian ditunjukkan pada nomor…
a). 1
b). 2
c). 3
d). 4
Jawaban. b
12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,
Perhatikan gambar berikut
12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,
Gerhana yang dialami oleh penduduk di daerah yang ditunjukkan oleh nomor 2 adalah.
a). Gerhana matahari total
b). Gerhana bulan total
c). Gerhana bulan Sebagian
d). Gerhana matahari Sebagian
Jawab: a
13). Contoh Soal: Gerhana Bulan – Bumi Antara Bulan Matahari
Gerhana bulan terjadi jika … .
a). Bumi berada di antara Bulan dan Matahari
b). Bulan berada di antara Matahari dan Bumi
c). Matahari berada di antara Bumi dan Bulan
d). Bulan diapit Bumi dan Matahari
Jawaban: a
System Penanggalan – Kalender Masehi – Hijriah,
Kalender adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam hari, minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua system kalender, yaitu Masehi dan Hijriah.
Kalender Masehi – Syamsiah,
Kalender masehi ditentukan berdasarkan perhitungan peredaran Bumi mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi.
Satu tahun kalender masehi sama dengan waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari.
Waktu yang dibutuhkan bumi mengelilingi matahari adalah 365 hari 5 jam, 48 menit, 46 detik. Atau dapat diringkas menjadi 365,25 hari.
Tahun Kabisat Masehi – Syamsiah,
Sistem penanggalan Masehi – Syamsiah menetapkan bahwa dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Sementara itu, sisa seperempat hari dari setiap tahun dikumpulkan menjadi satu hari, setelah empat tahun.
Yang 0,25 atau ¼ hari digabung menjadi 4 x ¼ = 1 hari diperoleh selama empat tahun. Yang satu hari ini ditambahkan ke tahun yang ke empat. Sehingga jumlah hari pada tahun ke empat adalah 366 hari.
Oleh karena itu, setiap 4 tahun sekali, dalam setahun ada 366 hari. Dan tahun yang jumlah harinya 366 disebut tahun k abisat.
Satu hari hasil gabungan 4 x ¼ hari ini di letakan pada bulan Februari. Pada tahun tahun biasa (tahun bukan kabisat), jumlah hari dalam bulan Februari adalah 28 hari. Pada tahun kabisat, jumlah hari pada bula Februari menjadi 29 hari.
Cara Menentukan Tahun Kabisat Masehi,
Tahun kabisat dapat ditentukan dengan cara seperti berikut…
a). Tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4, misalnya tahun 2012, 2016, 2020 dan seterusnya.
b). Untuk tahun pergantian abad yaitu angka tahun kelipatan 100, tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 400. misalnya tahun 1600, 2000, 2400 dan seterusnya.
Kalender Hijriah – Komariyah,
Kalender hijriah adalah kalender yang ditentukan berdasarkan pada revolusi bulan. Bulan mengelilingi bumi selama 29,5 hari.
Dalam satu tahun ada 12 bulan, sehingga jumlah hari dalam satu tahun adalah…
29,5 x 12 = 354 hari
Jadi satu tahun Hijriah adalah 354 hari.
Angka setengah dari 29,5 hari digabungkan sehingga jumlah hari pada bulan bulan Hijriah adalah 29 dan 30 hari. Penentuan awal hari dalam kalender Hijriah dihitung sejak matahari tenggelam.
Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,
Tahun kabisat Hijriah memiliki jumlah hari sebayak 355 hari. Satu hari tambahannya diletakkan pada bulan Zulhijah. Dalam periode 30 tahun, kalender Hijriah mengalami 11 kali tahun Hijriah.
13). Contoh Soal: Dasar Perhitungan Syamsiah Bumi Mengelilingi Matahari,
Dasar perhitungan kalender Syamsiah adalah…
a). perputaran bumi pada porosnya selama 23,5 jam
b). perputaran bulan terhadap bumi selama 29,5 hari
c). perputaran bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hari
d). perputaran bulan mengelilingi matahari selama 354 hari
Jawab: c
14). Contoh Soal: Kalender Hijriah Berdasarkan Revolusi Bulan Terhadap Bumi,
Satu Tahun pada kalender Hijriah terdiri dari 354 hari, Hal ini didasarkan pada perhitungan
a), kala rotasi Bulan
b). kala rotasi bumi
c). kala revolusi bulan
d). kala revolusi bumi
Jawab: c
15). Contoh Soal: Tahun Syamsiah,
Dasar perhitungan tahun Syamsiah adalah….
a). rotasi Bulan
b). rotasi bumi
c). revolusi bulan
d). revolusi bumi
Jawab: d
16). Contoh Soal: Tahun Kabisat 4 Tahun Sekali,
Setiap 4 tahun sekali, jumlah hari dalam satu tahun menjadi 366 hari. Tahun tersebut disebut…
a). tahan syamsiah
b). tahun hijriah
c). tahun masehi
d). tahun kabisat
Jawab: d
17). Contoh Soal: Kalender Berdasarkan Bulan Mengelilingi Bumi,
Kalender atau penanggalan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi adalah…
a). tahan syamsiah
b). tahun hijriah
c). tahun masehi
d). tahun kabisat
Jawab: b
18). Contoh Soal: Rovolusi Bumi Terhadap Matahari 365.25 Hari,
Bumi berevolusi mengelilingi matahari selama…
a). 366 hari
b). 365 hari
c). 354 hari
d). 365.25 hari
Jawab: d
19). Contoh Soal: Kalender Masehi,
Kalender Masehi dibuat berdasarkan…
a). perputaran bulan mengelilingi bumi
b). perputaran bumi mengelilingi matahari
c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari
d). perputaran matahari mengelilingi bumi
Jawab: b
20). Comtoh Soal: Kalender Hijriah,
Kalender Hijriah dibuat berdasarkan…
a). perputaran bulan mengelilingi bumi
b). perputaran bumi mengelilingi matahari
c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari
d). perputaran matahari mengelilingi bumi
Jawab: a
21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,
Perhatikan gambar di bawah berikut.
21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,
Gambar tersebut menunjukkan bentuk gerhana…
a). Gerhana matahari total
b). Gerhana bulan total
c). Gerhana matahari cincin
d). Gerhana matahari Sebagian
Jawab: c
22). Contoh Soal: Bulan Pada Bayangan Inti Bumi,
Gerhana bulan total terjadi jika…
a). bulan tertutup oleh bayangan penumbra bumi.
b). bulan berada di antara matahari dan bumi
c). bulan berada di bayangan inti bumi
d). bulan segaris lurus dengan matahari dan bumi
Jawab: c
23). Contoh Soal: Akibat Rotasi Bumi,
Akibat rotasi bumi, antara lain terjadi
a). perbedaan waktu
b). perbedaan tempat
c). pergantian musim
d). perbedaan iklim
Jawaban: a
24). Contoh Soal: Akibat Revolusi Bumi,
Salah satu akibat revolusi bumi adalah terjadinya
a). perbedaan waktu
b). pergantian musim
c). pergatian siang malam
d). gerak semu matahari
Jawaban: b
25). Contoh Soal: Akibat Bulan Mengelilingi Matahari,
Perputaran bulan mengelilingi matahari mengakibatkan…
a). bagian yang menghadap bumi selalu sama
b). bagian bulan yang menghadap bumi berubah ubah
c). luas bagian bulan yang terkena sinar matahari berbeda
d). luas bagian bulan yang terkena sinar matahari selalu sama,
Jawaban: c
Contoh Soal: Penanggalan Satu Tahun 12 Bulan Januari Desember,
Sistem penanggalan yang membagi tahun ke dalam dua belas bulan yaitu bulan Januari hingga bulan Desember adalah penanggalan menggunakan tahun … .
a). Hijriah
b). Komariyah
c). Masehi
d). kabisat
Jawab: c
Contoh Soal: Revolusi Bumi Dasar Perhitungan Syamsiah,
Revolusi bumi dijadikan dasar dalam perhitungan tahun … .
a). Komariyah
b). Hijriah
c). kabisat
d). Syamsiah,
Jawaban: d
Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,
Kalender Hijriah mengenal tahun kabisat yang lamanya … .
a). 364,25 hari
b). 365 hari
c). 355 hari
d). 354 hari
Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Syamsiah Masehi,
Kalender Masehi mengenal tahun kabisat yang lamanya … .
Pemgertiam Pengindraan Jauh: Di negara Inggris, pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing, di negara Prancis dikenal dengan teledection, di negara Spanyol disebut sensoria remote, di negara Jerman disebut femerkundung, dan di negara Rusia disebut distansionaya. Di Indonesia pengindraan jauh lebih dikenal dengan istilah indraja yang merupakan singkatan dari pengindraan jauh atau remote sensing.
Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lillesand dan Kiefer,
Menurut Lillesand dan Kiefer, Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, atau gejala yang dikaji.
Pengertian Pengindraan Jauh MenurutCurran,
MenurutCurran, Pengindraan jauh (remote sensing) adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna
Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lindgren,
Menurut Lindgren Pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.
Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Everett dan Simonett
Menurut Everett dan Simonett, penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, karena terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi tentang permukaan bumi. Ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan, dan sebagainya.
Pengertian Pengindraan Jauh Menurut American Society of Photogrametry,
Menurut American Society of Photogrametry Pengindraan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.
Manfaat Pengindraan Jauh Bidang Hidrologi,
1). pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai,
2). pemantauan luas daerah dan intensitas banjir, dan
3). pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.
Manfaar Pengindraan Jauh Ilmu-ilmu kebumian
1). pemetaan permukaan bumi,
2). menentukan struktur geologi,
3). pemantauan distribusi sumber daya alam,
4). pemantauan lokasi, kerusakan dan jenis vegetasi hutan,
5). pemantauan adanya bahan tambang antara lain uranium, emas, minyak bumi, batubara, timah, dan kekayaan laut,
6). pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut, dan
7). pemantauan di bidang pertahanan dan bidang militer
Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Kelautan
1). pengamatan fisis laut,
2). pengamatan pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah, dan frekuensi),
3). mencari lokasi upwelling dan distribusi suhu permukaan, dan
4). studi perubahan pantai, erosi sedimentasi (Landsat dan SPOT).
Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Meteorologi
1). untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan jenis awan dan kandungan air dan udara,
2). untuk membantu menganalisis cuaca dan peramalan atau prediksi dengan menentukan daerah tekanan tinggi dan daerah tekanan rendah, daerah hujan, serta badai siklon, dan
3). mengamati sistem atau pola angin permukaan.
Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Tata Guna Lahan
Dapat memberikan informasi tentang keadaan lahan, citra dapat digunakan untuk membantu perencanaan tata guna tanah, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, areal pertanian, dan areal hutan.
Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Geografi
1). Bagi para peneliti bidang geografi, citra mampu memberikan data geografi, sehingga memudahkan untuk melihat hubungan antara fenomena yang satu dan fenomena yang lain serta dalam pengambilan suatu keputusan.
2). Selain itu citra juga dapat digunakan untuk menjelaskan pola keruangan baik secara parsial maupun secara kompleks
Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Tata Ruang dan Pemetaan Daerah Bencana
1). Citra dapat memberi petunjuk untuk pemetaan daerah bencana alam secara cepat pada saat terjadi bencana. Misalnya pemetaan daerah gempa bumi, daerah banjir, daerah yang terkena angin ribut, atau letusan gunung berapi.
2). Citra merupakan alat yang baik untuk memantau perubahan yang terjadi di suatu daerah, seperti pembukaan hutan, pemekaran kota, perubahan kualitas lingkungan, dan sebagainya.
3). Citra juga dapat digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dan sekaligus untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan kejadian di masa yang akan datang.
Kelebihan – Keunggulan Citra Pengindraan Jauh
Citra mempunyai beberapa kelebihan atau keunggulan yang diantaranya adalah sebagai berikut.
1). Citra dapat dibuat secara cepat walaupun untuk daerah yang sulit dijelajahi.
2). Ketelitian citra dapat diandalkan, khususnya untuk daerah teritorial atau daratan.
3). Daerah jangkauan citra sangat luas.
4). Pemakaian citra dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya
Kekurangan – Keterbatasan Citra Pengindraan Jauh
Kekurangan atau keterbatasan utama dari citra pengindraan jauh adalah sebagai berikut.
1). Tidak semua data dapat disadap. Data yang diperoleh terbatas pada data objek atau gejala yang tampak langsung pada citra.
2). Ketelitian hasil interpretasi citra sangat tergantung pada kejelasan wujud objek atau gejala pada citra dan tergantung pula pada karakteristik yang digunakan untuk menyidiknya.
Citra Penginderaan Jauh,
Citra adalah gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau.
Contoh Citra,
Contoh citra adalah memotret tanaman bunga di sebuah taman rumuah. Citra taman di halaman rumah yang berhasil dibuat merupakan citra taman tersebut.
Pengertian Citra Menurut Hornby,
Menurut Hornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat sensor lain.
Pengertian Citra Menurut Simonett dan Kawan-kawan,
Menurut Simonett dan Kawan-kawan, citra adalah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang diperoleh dengan cara optik, elektroptik, optik-mekanik, atau elektromekanik.
Jenis Jenis Citra Pengindraan Jauh,
1). Citra Foto – Foto Udara,
Citra foto – foto udara adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft) ketinggian antara 1.000–9.000 meter dari permukaan bumi.
2). Citra Udara dan Multispectral Scanner Data,
Citra Udara dan Multispectral Scanner Data adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft) dengan ketinggian sekitar 18.000 meter dari permukaan bumi.
3). Citra Satelit,
Citra satelit adalah citra yang diperoleh melalui Satelit dengan ketinggian antara 400–900 km dari permukaan bumi.
Jenis Citra Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto ultraviolet, foto orthokromatik, foto pankomatrik,
1). Foto Ultraviolet
Foto Ultraviolet adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.
Cirinya adalah mudah untuk mengenali beberapa objek karena perbedaan warna yang sangat kontras. Kelemahan dari citra foto ini adalah tidak banyak informasi yang dapat disadap.
Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, batuan kapur, juga untuk mengetahui, mendeteksi, dan memantau sumber daya air.
2). Foto Pankromatik Hitam Putih
Panjang gelombang yang digunakan 0,4–0,7 mm. Wujud objek pada foto ini tampak seperti wujud aslinya. Perbedaan vegetasi sulit ditangkap dari foto jenis ini karena perbedaan nilai pantulan kecil.
3). Foto Pankromatik Berwarna,
Sifat-sifat foto ini hampir sama dengan foto pankromatik hitam putih. Tetapi pengenalan objek pada foto ini lebih mudah karena warna serupa dengan warna asli objek yang direkam.
Proses pembentukan warna pada foto udara ini melalui proses aditif maupun substraktif. Proses aditif dilakukan dengan memadukan warna aditif primer, yaitu warna biru, hijau, dan merah. Seperti proses pembentukan warna pada televisi warna.
Berbeda dengan aditif, proses substraktif dilakukan dengan memadukan warna kuning, cyan, dan magenta.
4). Foto Ortokromatik
Foto Ortokromatik adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer).
Cirinya banyak objek yang bisa tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.
5). Foto Inframerah Hitam Putih,
Panjang gelombang yang digunakan 0,7–0,9 mm. Pantulan vegetasi bersifat unik karena berasal dari bagian dalam vegetasi. Sehingga baik untuk membedakan jenis vegetasi sehat dan tidak sehat.
6). Foto Inframerah Berwarna,
Mempunyai karakteristik yang sama dengan foto inframerah hitam putih. Tetapi pada foto ini lebih mudah membedakan vegetasi dengan objek lain, karena vegetasi tampak dengan warna merah.
7). Foto Multispektral,
Foto jamak yang menggambarkan suatu daerah dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda.
Umumnya digunakan empat saluran, yaitu: biru, hijau, merah, dan inframerah dekat, dengan panjang gelombang 0,4–0,5 mm, 0,5–0,6 mm, 0,6–0,7 mm, 0,6–0,7 mm, dan 0,7–0,9 mm.
Pada foto ini objek lebih mudah dibedakan satu sama lain pada saluran/pita sempit sehingga pengenalannya lebih mudah.
Jenis Citra Foto Berdasarkan Arah Sumbu Kamera ke Permukaan Bumi,
Berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi, citra foto dapat dibedakan menjadi 2, yaitu foto vertikal (tegak) dan foto condong (miring).
1). Foto Vertikal – Foto Tegak – Otro Photograph,
Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph) adalah foto yang menggunakan arah sumbunya tegak luruh dengan objek. Foto dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
2). Foto Agak Condong,
Foto agak condong adalah foto yang menggunakan sumbu kamera yang menghasilkan foto yang agak condong.
Foto Condong – Miring – Oblique Photograph,
Foto condong atau miring (oblique photograph) adalah foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi.
Sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar, tetapi bila sudut condongnya masih berkisar antara 1 – 4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal
Jenis Citra Foto Berdasarkan Jenis Kamera,
Berdasarkan jenis kamera yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto tunggal dan foto jamak.
1). Foto Tunggal,
Foto tunggal adalah foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar satu lembar foto.
2). Foto Jamak,
Foto jamak adalah beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.
Jenis Citra Foto Berdasarkan Warna,
Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi dua, yaitu foto berwarna semu dan foto berwarna asli.
1). Foto Berwarna Semu – False Color – Foto Infra Merah,
Foto berwarna semu (false color) atau foto infra merah berwarna adalah foto yang menggunakan bukan warna sebenarnya. Pada foto ini warna objek tidak sama dengan warna foto.
Contoh Foto Berwarna Misalnya pada foto suatu vegetasi berwarna merah sedangkan warna aslinya adalah hijau.
2). Foto Warna Asli – True Color,
Foto warna asli (true color) adalah foto pankromatik berwarna yang menggunakan warna asli atau sesuai dengan warna objek.
Dalam foto berwarna asli lebih mudah penggunaannya karena foto yang tergambar mirip dengan objek aslinya.
Jenis Citra Foto Berdasarkan Wahana yang Digunakan
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra foto dapat dibagi menjadi foto udara dan foto satelit.
1). Foto Udara,
Foto udara adalah foto yang dibuat dari pesawat/balon udara.
2). Foto Satelit – Foto Orbital,
Foto satelit atau foto orbital adalah foto yang dibuat dari satelit.
Jenis Citra Non-Foto,
Citra non-foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan kamera. Citra non-foto juga dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik, sumber sensor, dan sistem wahana yang digunakan.
Citrs Non – Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,
1). Citra Inframerah Termal,
Citra inframerah termal adalah citra yang dibuat berdasarkan spektrum inframerah termal.
2). Citra Radar – Citra Gelombang,
Citra radar dan citra gelombang mikro adalah citra yang dibuat dengan sistem gelombang mikro.
Jenis Citra Non – Foto Berdasarkan Sumber Sensor
1). Citra Tunggal,
Citra tunggal adalah citra yang dibuat dengan sensor tunggal yang salurannya lebar.
2). Citra Non Foto Multispectral,
Citra multispectral adalah citra yang dibuat dengan sensor jamak yang salurannya sempit.
Jenis Citra Non – Foto Berdasarkan Wahana
1). Citra Dirgantara,
Citra dirgantara adalah citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara.
2). Citra Satelit,
Citra satelit adalah citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar
Jenis Sensor Pengindraan Jauh,
Sensor berfungsi sebagai alat perekam objek yang sedang diselidiki. Setiap sensor mempunyai tingkat kepekaan yang berbeda-beda.
Sensor dalam pengindraan jauh dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sensor aktif dan sensor pasif.
1). Sensor Aktif,
Sensor aktif adalah suatu alat yang dilengkapi dengan pemancar dan alat penerima pantulan gelombang.
Contoh Sensor Aktif Pengindraan Jauh,
Contoh pengindraan jauh radar dan pengindraan jauh sonar.
2). Sensor Pasif,
Sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima berupa pantulan gelombang elektromegnetik
Jenis Sensor Berdasarkan Rekamannya,
Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan ke dalam sensor fotografik dan sensor elektronik.
1). Sensor Fotografik,
Proses perekamannya berlangsung secara kimiawi. Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada emulsi film yang bila diproses akan menghasilkan foto.
Apabila pemotretan dilakukan dari pesawat udara atau wahana lainnya, fotonya disebut foto udara. Tapi bila pemotretan dilakukan dari antariksa atau menggunakan satelit, fotonya disebut citra satelit atau foto satelit.
2). Sensor Elektronik
Sensor ini menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik. Alat penerima dan perekamannya berupa pita magnetik atau detektor lainnya.
Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini kemudian diproses menjadi data visual maupun data digital yang siap dikomputerkan
Wahana
Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau. Wahana sering pula dinamakan mediator.
Komponen Pengindraan Jauh,
Langkah- Langkah Interpretasi Citra,
Untuk mendapatkan data geografi dari hasil pengindraan jauh harus dilakukan beberapa langkah terlebih dahulu.
1). Deteksi
Deteksi adalah upaya mengetahui benda dan gejala di sekitar lingkungan dengan menggunakan alat pengindera (sensor).
2). Identifikasi
Objek yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor. Terdapat tiga ciri-ciri utama yang dapat dikenali, yaitu spektral, spasial, dan temporal.
Ciri Spektral,
Spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek yang dinyatakan dengan rona dan warna.
Ciri Spatial,
Spatial adalah ciri yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, situs, dan asosiasi.
Ciri Temporal,
Ciri temporal adalah ciri yang terkait dengan kondisi benda pada saat perekaman.
3). Pengenalan
Pengenalan adalah proses klasifikasi terhadap objek secara langsung yang tampak didasarkan pengetahuan lokal atau pengetahuan tertentu.
4). Analisis
Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai citra yang sama dengan identitas objek.
5). Deduksi
Deduksi adalah pemrosesan berdasarkan pada bukti yang mengarah kearah yang lebih khusus. Bukti ini diperoleh dari objek yang tampak langsung.
6). Klasifikasi
Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal ini merupakan interpretasi citra karena pada tahap inilah kesimpulan dan hipotesis dapat diambil.
7). Idealisasi
Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil interpretasi citra kedalam bentuk peta yang siap pakai.
1). Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji.
2). Komponen sistem pengindraan jauh terdiri atas sumber tenaga, atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, sensor, perolehan data, dan pengguna data.
3). Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil pengindraan yang telah dicetak.
4). Citra hasil pengindraan jauh dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto.
5). Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau.
6). Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu ciri spasial, ciri spektral, dan ciri temporal.
7). Sensor adalah alat yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu.
8). Alat untuk menginterpretasi citra dibagi menjadi dua, yaitu stereoskopis dan nonstereoskopis.
9 Pengenalan objek pada citra dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu deteksi, identifikasi, dan pengenalan akhir.
10). Dalam menginterpretasi citra, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu rona, bentuk, ukuran, tekstur, pola, atau susunan keruangan, situs, bayangan, dan asosiasi.
11). Citra hasil pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang, antara lain bidang hidrologi, geologi, oceanografi, meteorologi,dan sebagainya.
Pengertian Peta, Istilah peta diambil dari bahasa Inggris yaitu map. Kata itu berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Secara sederhana Peta dapat diartikan sebagai gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas.
1). Pengertian Peta Menurut ICA (International Cartographic Association),
Menurut ICA (International Cartographic Association), Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.
2). Pengertian Peta Menurut Aryono Prihandito,
Menurut Aryono Prihanndito, Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.
3). Pengertian Peta Menurut Erwin Raisz,
Menurut Erwin Raisz, Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.
4). Pengertian Peta Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional – Bakosurtanal,
Menurut badan koordinasi survey dan pemetaan nasional, Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.
Fungsi Peta,
Beberapa fungsi peta diantaranya adalah…
1). Peta menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi atau letak suatu daerah terhadap daerah lain yang berada di permukaan bumi
2). Peta berfungsi menyajikan data tentang potensi yang dimiliki suatu daerah (sebagai sumber data);
3). Menunjukkan ketinggian tempat atau sudut elevasi berbagai wilayah dan objek geografi lainnya.
4). Peta sebagai tempat menyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;
5). Memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.
Tujuan Pembuatan Peta,
Tujuan pembuatan peta antara lain adalah sebagai berikut:
1). Membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,
2). analisis data spasial, misalnya perhitungan volume,
3). menyimpan informasi,
4). membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan
5). komunikasi informasi ruang.
Komponen Peta,
Komponen peta terdiri dari judul peta, skala peta, garis tepi, sumber peta, garis astronomi, warna dan symbol,insert,
1). Judul Peta,
Judul peta merupakan identitas yang menggambarkan isi dan karakteristik peta yang Digambar,
Contoh Judul Peta,
Contoh judul peta adalah Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa., Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali, Peta Indonesia, dan lainnya.
2). Garis Astronomis Peta,
Garis lintang adalah garis khayal yang sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. Garis astronomis berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat.
Contoh Garis Astronomis,
Contoh garis Astronomis adalah garis lintang dan garis bujur.
3). Inset Peta,
Inset adalah peta berukuran kecil yang disisipkan pada peta utama. Peta inset dapat diletakkan pada bagian sisi kiri, kanan, atau bawah peta. Kegunaannya untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan.
4). Skala Peta,
Skala peta merupakan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sesungguhnya. Penulisan skala dapat berbentuk angka (numerik) dan garis (grafis).
5). Garis Tepi (Border) Peta,
Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.
6). Tata Warna Peta,
Penggunaan warna pada peta bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.
7). Simbol Peta,
Merupakan tanda-tanda konvensional yang umum dipakai untuk mewakili keadaan yang sesungguhnya ke dalam peta.
8). Lettering Peta,
Lettering ialah semua tulisan atau pun angka yang lebih mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada.
9). Tahun Pembuatan Peta,
Tahun pembuatan atau reproduksi berlainan dengan tahun keadaan peta.
10). Tanda Orientasi – Arah Mata Angin Peta,
Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara.
11). Legenda Peta,
Legenda merupakan informasi yang disampaikan oleh peta, berguna untuk menjelaskan simbol-simbol yang terdapat dalam peta.
Jenis Peta Berdasarkan Skala,
Berdasarkan skalanya, peta dapat dikelompokan Peta Kadaster – Peta Teknik, Peta Skala Besar, Peta Skala Sedang, Peta Skala Kecil, Peta Geografi – Peta Dunia.
1). Peta Kadaster – Peta Teknik,
Peta Kadaster -atau Peta Teknik mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis.
Contoh Peta Kadaster – Peta Teknik,
Contoh peta kadaster atau peta Teknik misalnya peta untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, Peta hak milik tanah dan sebagainya.
2). Peta Skala Besar,
Peta Skala Besar mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.
Contoh Skala Peta Skala Besar,
Contoh Peta skala besar adalah: Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah, Peta kota, Peta topografi.
3). Peta Skala Sedang,
Peta skala sedang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
ContohPeta Skala Sedang,
Contoh peta sedang adalah peta menggambarkan suatu provinsi,
4). Peta Skala Kecil,
Peta skala kecil mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
Contoh Peta Skala Kecil,
Contoh peta kecil adalah peta menggambarkan suatu negara,
5). Peta Geografi – Peta Dunia,
Peta geografi atau peta dunia mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.
Contoh Peta Geografi – Peta Dunia,
Contoh peta geografi adalah peta digunakan untuk menggambar benua atau dunia.
Peta Umum,
Peta umum adalah peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.
Jenis Peta Umum,
Peta umum dibagi menjadi peta topografi, peta chorografi, peta dunia,
1). Peta Topografi,
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur.
Garis Kontur,
Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
Ciri – Ciri Garis Kontur,
Sifat garis kontur pada peta topografi antara lain adalah sebagai berikut.
Semakin rapat jarak antargaris kontur, maka semakin curam daerah tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin renggang jarak antargaris, maka semakin landai daerah tersebut
Bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, hal tersebut menunjukkan di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah
2). Peta Chorografi,
Peta chorografi adalah sebuah peta yang menggambarkan seluruh atau Sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas.
3). Peta Dunia,
Peta dunia adalah peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
Jenis Peta Tematik,
Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.
1). Peta Kepadatan Pendudukan,
Peta kepadatan penduduk: peta yang memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah.
2). Peta Lokasi,
Peta lokasi: peta yang menggambarkan letak suatu tempat.
3). Peta Tanah,
Peta tanah: peta yang menggambarkan jenis tanah pada daerah tertentu.
4). Peta Irigasi,
Peta irigasi: peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, saluran irigasi, bendungan, dan sebagainya.
5). Peta Arkeologi,
Peta arkeologi: peta yang menggambarkan persebaran benda-benda purbakala.
6). Peta Kriminalitas,
Peta kriminalitas: peta yang menggambarkan persebaran tingkat maupun jenis kejahatan di suatu daerah.
7). Peta Geologi,
Peta geologi: peta yang menggambarkan struktur dan jenis batuan pada suatu wilayah.
8). Peta Transportasi,
Peta transportasi: peta yang menggambarkan jalur-jalur lalu lintas, baik di darat, di air, maupun di udara.
9). Peta Air Tanah,
Peta air tanah: peta yang menggambarkan lokasi sebaran air tanah di suatu daerah.
10). Peta Isohiet,
Peta isohiet: peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu daerah.
Simbol Peta,
Simbol pada sebuah peta, secara garis besar dapat digolongkan menjadi simbol warna, simbol titik, symbol garis, dan simbol wilayah.
Adapun wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan dapat dibedakan atas wujud piktorial, geometrik, dan huruf.
Simbol warna
Berikut ini dijelaskan secara singkat penggunaan warna pada peta:
1). Warna Coklat – Kenampakan Hipsografi atau Relief Muka Bumi,
Kenampakan hipsografi atau relief muka bumi, menggunakan warna dasar coklat, dari coklat muda sampai coklat tua. Makin tua warna coklat makin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut. Lihat pada contoh peta di atas, warna coklat tua digunakan untuk daerah pegunungan.
2). Warna Biru – Kenampakan Hidrografi atau Wilayah Perairan,
Kenampakan hidrografi atau wilayah perairan (sungai, danau, laut), menggunakan warna dasar biru, dari biru muda (hampir putih) sampai biru tua (kehitaman). Makin tua warna biru makin dalam letak suatu tempat dari permukaan air laut. Perhatikan contoh peta, warna biru muda digunakan untuk laut dangkal dan warna biru tua untuk laut dalam.
3). Warna Hijau – Kenampakan Vegetasi – Hutan, Perkebunan,
Kenampakan vegetasi (hutan, perkebunan), menggunakan warna dasar hijau. Warna hijau juga digunakan untuk menggambarkan wilayah dataran rendah.
4). Warna Merah – Hitam – Kenampakan Hasil Budaya Manusia,
Kenampakan hasil budaya manusia (misal; jalan, kota, pemukiman, batas wilayah, pelabuhan udara), menggunakan warna merah dan hitam. Jalan raya dan kota biasanya digambarkan dengan simbol berwarna merah.
Jalan kereta api, batas wilayah dan pemukiman, biasanya digambarkan dengan simbol berwarna hitam.
5). Warna Putih – Kenampakan Es,
Warna putih pada peta juga digunakan untuk menggambarkan kenampakan es di permukaan bumi, misalnya es di kutub utara dan selatan pada Peta Dunia.
Simbol Titik – Peta,
Simbol titik digunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang mengutamakan aspek letak.
Contoh Simbol Titik Peta,
Kenampakan- kenampakan yang menggunakan symbol titik misalnya; gunung api, kota, danau, Pelabuhan udara, dan lain-lain.
Jenis Simbol Titik Peta,
Simbol titik pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni: symbol piktorial dan simbol geometrik.
1). Simbol Piktorial – Peta,
Simbol piktorial adalah simbol yang menggambarkan kenampakan geografis, khususnya kenampakan budaya (buatan manusia) yang mirip dengan keadaan sebenarnya.
Contoh Simbol Piktorial,
Contoh symbol pictorial Misalnya untuk menggambarkan Pelabuhan laut (menggunakan gambar jangkar), pelabuhan udara menggunakan gambar pesawat terbang, masjid (menggunakan gambar bulan bintang), rel kereta api, taman, dan lain-lain.
Contoh Simbol Piktorial Peta 1
2). Simbol Geometrik – Peta,
Simbol geometrik adalah simbol yang menggunakan gambar- gambar berbentuk bangun geometrik,
Contoh Simbol Geometrik,
Contoh symbol geometric misalnya lingkaran, segitiga, persegi panjang, atau gabungannya.
Contoh Simbol Geometrik Peta 2
Simbol Huruf – Peta,
Simbol huruf merupakan symbol yang menggunakan huruf dan dipergunakan bersama- sama dengan simbol lain dan sifatnya melengkapi.
Simbol huruf, umumnya menggunakan huruf awal atau inisial dari kata yang akan ditampilkan, bahkan terkadang menggunakan angka.
Contoh Simbol Huruf – Peta,
Contoh symbol huruf adalah huruf H = untuk hotel, S = untuk sekolah, P = pemukiman dan lainnya.
Contoh Simbol Huruf – Peta 3
Simbol Garis – Peta,
Simbol garis dipergunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang bentuknya memanjang.
Contoh Simbol Garis – Peta,
Contoh symbol garis peta adalah sungai, garis pantai, jalan raya, jalan kereta api, dan batas wilayah.
Contoh Simbol Garis – Peta 4
Jenis Simbol Garis Peta,
Isolines – Simbol Garis,
Isoline merupakan Simbol garis yang digunakan untuk menyatakan kuantitas. Isolines adalah garis garis di peta yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kesamaan dalam gejala geografis yang ditonjolkannya.
Isopleth – Simbol Garis Peta,
Isopleth adalah garis- garis di peta yang menghubungkan tempat dengan nilai distribusi yang sama. Isopleth dapat berupa sebagai berikut
1). Isohipse – Simbol Garis Peta,
Isohipse adalah garis -garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan laut.
2). Isobar – Simbol Garis Peta,
Isobar adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.
3). Isotherm – Simbol Garis Peta,
Isotherm adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki suhu udara yang sama.
4). Isohyet– Simbol Garis Peta,
Isohyet adalah garis -garis yang menghubungkan tempat -tempat yang memiliki curah hujan yang sama.
5). Isoseista – Simbol Garis Peta,
Isoseista adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kerusakan fisik yang sama akibat gempa bumi.
Simbol Wilayah – Peta,
Simbol wilayah disebut juga dengan simbol bidang atau simbol area. Simbol wilayah dipergunakan untuk menggambarkan kenampakan geografis berbentuk area.
ContohSimbol Wilayah – Peta,
Contoh symbol wilayah adalah: kawasan pemukiman, areal persawahan, areal perkebunan, pulau, benua, dan lain-lain.
Contoh Simbol Wilayah – Peta 5
Peta inset (peta sisipan),
Peta inset merupakan peta yang disisipkan karena wilayah yang digambar
merupakan bagian dari peta utama atau peta yang menggambarkan wilayah
yang lebih luas daripada wilayah yang digambarkan.
Sumber dan tahun pembuatan peta,
Sumber memberikan kepastian pada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah dapat dipercaya dan akurat, dan bukan data fiktif atau hasil rekaan.
Tahun pembuatan memberikan informasi apakah informasi dalam peta masih sesuai dengan keadaan sebenanya atau sudah ada perubahan.
Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.
Toponim – Peta,
Toponim merupakan penamaan objek geografi di permukaan bumi. Setiap objek di permukaan bumi memiliki sejarah dan cerita. Oleh karena itu, penamaan objek tersebut harus menggunakan bahasa daerah setempat atau lokal.
Proyeksi Peta,
Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta
Pengertian Proyeksi Peta Menurut Arthur H. Robbinson,
Menurut Arthur H. Robbinson esensi proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung ke bidang datar atau bidang konvensional.
Jenis Proyeksi Peta,
Metode proyeksi peta dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu proyeksi langsung dan proyeksi double,
1). Proyeksi Langsung (Direct Projection),
Proyeksi langsung – direct projection adalah metode transformasi atau penggambaran obyek geografis secara langsung dari bidang elipsoida bidang proyeksi, seperti kertas (bidang datar), silinder, atau kerucut.
2). Proyeksi Double,
Proyeksi double adalah transformasi atau penggambaran obyek geografis secara bertingkat, dari bidang elipsoida bidang bola kemudian bidang bola ke bidang proyeksi.
Bentuk-bentuk Proyeksi Peta,
Menurut bidang proyeksinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.
A). Proyeksi Azimuthal,
Proyeksi azimuthal adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi bentuk ini terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1). Proyeksi Gnomonik,
Proyeksi gnomonic adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.
2). Proyeksi Stereografik,
Proyeksi stereografik adalah proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan bidang proyeksi.
3). Proyeksi Orthografik,
Proyeksi orthografik adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar lingkaran.
B). Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan.
C). Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan, kemudian direntangkan.
D). Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)
Proyeksi UTM merupakan proyeksi silinder yang mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform.
Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala1.
Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)merupakan proyeksi yang baik untuk menggambarkan wilayah Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.
Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)menggambarkan sudut dan jarak yang benar pada meridian tengah dan pada paralel standar, terdapat distorsi yang cukup besar apabila menjauhi meridian tengah.
2). Proyeksi Mollweide
Pada proyeksi Mollweide, tiap bagian mempunyai ukuran yang sama luas hingga ke wilayah pinggir proyeksi. Semakin mendekati kutub, ukuran berubah semakin kecil.
3). Proyeksi Sinusoidal
Proyeksi Sinusoidal menggambarkan sudut dan jarak yang tepat untuk wilayah meridian tengah. Sedangkan untuk wilayah khatulistiwa bisa digambarkan dengan luasan yang sesuai.
Proyeksi Sinusoidal lebih dikenal oleh orang-orang di wilayah Amerika Selatan, Australia, dan Afrika, karena sesuai untuk menggambar wilayah tersebut.
4). Proyeksi Mercator
Proyeksi Mercator melukiskan Bumi di bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola Bumi, kemudian seolah-olah silindernya dibuka menjadi bidang datar.
5). Proyeksi Homolografik (Goode)
Proyeksi Homolografik (Goode) merupakan proyeksi perbaikan kesalahan pada proyeksi Mollweide.
6). Proyeksi Gall
Ciri khas yang dimiliki proyeksi ini adalah bentuk yang berbeda pada wilayah lintang yang mendekati kutub.
Proyeksi Berdasarkan Sifat Asli yang Dipertahankan
Ditinjau dari klasifikasi ini, proyeksi dibagi menjadi tiga, yaitu:
1). Proyeksi Equivalent
Proyeksi equivalent mempertahankan luas daerah. Artinya luas daerah sebenarnya sama dengan luas daerah pada peta setelah dikalikan skala.
2). Proyeksi Konform
Proyeksi konform mempertahankan sudut-sudut sesuai dengan kenampakan di permukaan Bumi. Artinya skala yang dipertahankan adalah ketepatan sudut.
3). Proyeksi Equidistant
Proyeksi equidistant mempertahankan jarak sehingga jarak di atas muka Bumi sama dengan jarak di atas peta apabila dikalikan skala.
Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetri
Berdasarkan pembagian ini, proyeksi dibedakan menjadi:
1). Proyeksi Normal
Pada proyeksi normal adalah proyeksi dimana sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi.
2). Proyeksi Miring
Pada proyeksi miring adalah proyeksi dimana sumbu simetri membentuk sudut miring dengan sumbu Bumi.
3). Proyeksi Transversal
Sumbu simetri pada proyeksi ini tegak lurus sumbu Bumi atau terletak pada bidang ekuator (disebut juga proyeksi equatorial).
Skala Peta,
Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik peta dengan jarak yang sebenarnya di lapangan secara mendatar.
Skala peta berfungsi sebaik memberi keterangan mengenai besarnya pengecilan atau redusi peta tersebut dari yang sesungguhnya.
Jenis Skala Peta
Skala peta dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1). Skala Pecahan (Numeral Scale)
Skala pecahan dinyatakan dalam rumus:
Skala = (jarak pada peta)/(jarak sesungguhnya)
Contoh Skala Pecahan – Numeric Scale
Pada suatu peta tertulis skala = 1 : 1.000.000.
Ini berarti jarak 1 cm dalam peta mewakili 1.000.000 cm atau 10 km dalam lokasi sesungguhnya.
2). Skala Inci – Inci to Mile Scale
Skala inci adalah skala yang menunjukkan jarak 1 inci di peta sama dengan sekian mil di lapangan.
Contoh Skala Inci – Inci to Mile Scale
Pada suatu peta tertulis skala = 1 inc – 4 miles.
Ini berarti 1 inci di dalam peta mewakili 4 mil di lapangan.
3). Skala Grafik – Graphic Scale
Skala grafik adalah skala yang ditunjukkan dengan garis lurus, yang dibagi menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama. Pada setiap bagian menunjukkan satuan panjang yang sama pula.
Contoh Skala Grafik – Graphic Scale
5 cm = 50 km
Ini artinya jarak 1 cm dalam peta sama panjangnya dengan 10 km dalam lokasi sesungguhnya.
1). Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.
2). Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang dipetakan, dan informasi/isinya,
3). Fungsi peta:
a). menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi/letak suatu daerah terhadap daerah lain di permukaan bumi ke dalam bidang datar;
b). sebagai sumber data yang dapat memberikan data tentang potensi suatu daerah;
c). sebagai alat bantu analisis;
d). sebagai alat penyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;
e). sebagai suatu hasil karya seni.
4). Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya
5). Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala dapat dibedakan menjadi:
a). skala verbal/inci,
b). skala angka/pecahan, dan
c). skala garis.
6). Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset, garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin (orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.
7). Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.
8). Syarat-syarat pembuatan peta adalah
a). arahnya benar dan tepat,
b). jarak, bentuk, serta luasnya mendekati yang sebenarnya, dan
c). memiliki keterangan mengenai keadaan peta tersebut.
8). Langkah utama pembuatan peta, yaitu
a). pengumpulan data,
b). perancangan peta berdasarkan data,
c). pencetakan.
9). Mengatur peta dengan benar yaitu menyejajarkan antara utara peta dan utara kompas.
10). Resection, digunakan bila mengatur peta dengan benar, memilih dua buah titik yang sudah dikenal benar, bidik dengan kompas dan catat sudut-sudut yang didapat, tentukan arah utara peta, hitung dan gambar, buat perpanjangan garis hingga titik A dan B memotong di suatu titik dan perpotongan itu sebagai titik pengamat.
11). Intersection yaitu menentukan letak suatu titik (sasaran) di medan atau di peta. Kegunaan intersection adalah untuk mengetahui posisi seseorang di peta, mengetahui secara tepat pesawat yang jatuh, atau lokasi kebakaran di suatu tempat di hutan.
Berikut contoh contoh soal Jenis, Skala, Peta, yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.
1). Contoh Soal: Skala Numerik Perbandingan Jarak Peta Dan Sebenarnya,
Skala yang menyatakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan yang dinyatakan dalam bentuk angka adalah pengertian dari ….
a). skala verbal
b). skala garis
c). skala inci
d). skala numerik
e). skala grafik
Jawab; d
2). Contoh Soal: Skala Garis Berupa Garis Lurus Satuan Panjang Sama,
Skala yang ditunjukkan dengan garis lurus, yang dibagi menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama. Pada setiap bagian menunjukkan satuan panjang yang sama pula.
a). skala verbal
b). skala garis
c). skala inci
d). skala numerik
e). skala grafik
jawab : b
3). Contoh Soal: Skala Kata (Verbal),
Yang merupakan merupakan contoh penulisan skala verbal yaitu
a). skala: satu sentimeter pada peta berbanding dengan lima ratus meter di muka bumi.
b). skala 1 : 10.000
c). skala 1 cm : 1 km
d). skala 500.000 : 1
e). skala 1 cm : 10.000 cm
jawab a
4). Contoh Soal: Pengertian Skala Verbal,
Skala pada peta yang dinyatakan dalam bentuk kalimat lengkap adalah…
a). skala verbal
b). skala garis
c). skala inci
d). skala numerik
e). skala grafik
jawab : b
5). Contoh Soal Ujian Menentukan Arti Skala Peta,
Suatu peta tertulis skala 1 : 500.000. Hal tersebut berarti ….
a). setiap 1 cm di peta sama dengan 500.000 km di lapangan
b). setiap 1 cm di peta sama denan 500.000 cm di lapangan
c). setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 cm di lapangan
d). setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 km di lapangan
e). setiap 1 cm di peta sama dengan 500 km di lapangan
Jawab : b
6). Contoh Soal Ujian Mengitung Jarak Antar Kota Pada Peta Skala Numerik Angka,
Diketahui jarak Kota X ke Kota Y pada peta dengan skala 1: 50.000 adalah 5 cm. Berapakah jarak Kota X ke Kota Y sebenarnya.
Diketahui:
Skala = 1 : 50.000
Jarak pada peta 5 cm
Rumus Menentukan Jarak Sebenarnya Antar Kota Dari Peta Skala Numerik,
Jarak antar kota yang ditentukan dari peta berskala dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut…
JS = JP x S
JS = Jarak sebernarnya
JP = jarak pada peta
S = skala
JS = 5 x 50.000
JS = 250.000 cm atau
JS = 2500 m atau
JS = 2,5 km
Jadi jarak sebenarnya Kota X ke Kota Y adalah 2,5 km.
7). Contoh Soal: Menentukan Skala Peta Dari Jarak Peta Dan Sebenarnya,
Jika jarak dua titik di peta 5 cm dan jarak sebenarnya di muka bumi 5 km, maka skala petanya adalah ….
a). 1: 1.000
b). 1: 10.000
c). 1: 100.000
d). 1 : 50.000
e). 1: 1.000.000
Jawab: c
Diketahui
Jarak sebenarnya = JS
JS = 5 km = 500.000 cm
Jaral pada peta = JP
JP = 5 cm
Menentukan Skala Peta,
Skala peta dapat ditentukan dengan rumus seperti berikut
JS = JP x S atau
S = Skala
S = JS/JP
S = 500.000/5
S = 100.000 cm
Jadi, skala peta adalah 1 : 100.000
8). Contoh Soal: Peta Kontur Tinggi Rendah Permukaan Bumi,
Peta yang menggambarkan tinggi rendahnya permukaan bumi disebut peta ….
a). kontur
b). arkeologi
c). geologi
d). geomorfologi
e). isohyet
Jawab: a
9). Contoh Soal: Pengertian Ukuran Skala Peta Kadaster,
Peta yang berskala 1 : 100 sampai 1 : 5.000 disebut peta ….
a). skala kecil
b). kadaster
c). skala sedang
d). skala besar
e). geografi
Jawab: b
10). Contoh Soal: Peta Sertifikat Hak Milik Tanah ,
Peta yang berguna untuk menggambarkan peta tanah dalam sertifikat hak milik tanah adalah…
a). skala kecil
b). kadaster
c). skala sedang
d). skala besar
e). geografi
Jawab: b
11). Contoh Soal: Pengertian Peta Skala Geografi,
Peta yang memiliki Skala kurang dari 1 : 1.000.000 disebut peta…
a). skala kecil
b). kadaster
c). skala sedang
d). skala besar
e). geografi
Jawab: e
12). Contoh Soal Fungsi Peta Skala Geografi Untuk Gambar Peta Benua Dunia,
Peta yang digunakan untuk menggambar benua atau dunia.
a). skala kecil
b). kadaster
c). skala sedang
d). skala besar
e). geografi
Jawab: e
13). Contoh Soal: Peta Geologi Peta Struktur Batuan,
Peta yang menggambarkan struktur batuan disebut peta ….
a). geografi
b). geologi
c). arkeologi
d). geomorfologi
e). tanah
Jawab: b
14). Contoh Soal: Peta Topografi Konfigurasi Kontur Permukaan Bumi,
Peta yang menggambarkan konfigurasi permukaan bumi. Peta ini dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi).
a). geografi
b). geologi
c). arkeologi
d). geomorfologi
e). topografi
Jawab: e
15). Contoh Soal Ujian Menentukan Ketinggian Tempat Peta Kontur Topografi,
Titik x pada peta adalah 75 m, maka titik Y terletak di keringgian …. dan dimanfaatkan untuk….
Contoh Soal Ujian Menentukan Ketinggian Tempat Peta Kontur Topografi,
a). 125 m, perkebunan jagung
b). 100 m, pertanian padi
c). 75 m, perkebunan the
d). 50 m, tumbuhan bunga
e). 15 m, tanaman sayuran
Jawab : a
Diketahui.
Skala peta 1 : 50.000
Menentukan Interval Kontur Pada Peta Topografi,
Jarak Interval garis kontur dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut:
CI =(1/2000) x PS
CI = counter interval
PS = penyebut skala
CI = (1/2000) x 50.000
CI = 25 m
Menentukan Ketinggian Tempat Peta Topografii,
Ketinggian titik Y pada peta topografi dapat rumuskan dengan cara berikut…
Y = 75 + 2 (25)
Y = 75 + 50
Y = 125 m
Jadi, ketinggian titik Y adalah 125 meter, pada ketinggian 125 m, lahat dapat dimanfaatkan untuk perkebunan jagung.
16). Contoh Soal Jawaban Menentukan Skala Peta Dengan Contour Interval,
Suatu peta wilayah mempunyai Ci = 20 meter. Hitung Berapa skala peta tersebut?
Diketahui
Ci = 20 m
Menentukan Skala Pada Peta Topografi,
Skala pada peta topografi dapat ditentukan dengan rumus contour interval seperti berikut:
CI =(1/2000) x PS atau
PS = CI x 2000
CI = counter interval
PS = penyebut skala
PS = 20 x 2000
PS = 40.000 m
Jadi, penyebut skala adalah 40.000, Ini Artinya peta tersebut memiiki skala 1 : 40.000.
17). Contoh Soal Menentukan Ketinggian Tempat Gambar Peta Kontur,
Jika jarak titik X ke Z pada gambar peta kontur adalah 12 cm, sedangkan jarak titi Y ke Z adalah 3 cm, maka ketinggian titik Y adalah…. dan tanah cocok untuk…
Contoh Soal Menentukan Ketinggian Tempat Gambar Peta Kontur,
a). 710 m , perkebunan sawit
b). 720 m, tanaman jeruk,
c). 730 m, perkebunan coklat,
d). 740 m, tanaman kopi,
e), 750 m, pertambangan
Jawab: d
Ketinggian Z = Z = 770 m
Ketinggian X = X = 650 m
Menentukan Ketinggian Titik / Tempat Y Pada Peta Kontur
Ketinggian suatu tempat titik pada peta kontur dapat dihitung dengan cara berikut
CI = Z – X
CI = 770 – 650
CI = 120 m
d2 = jarak X – Z = 12 cm
d3= jarak Y – Z = 3 cm
d1 = jarak X – Y
d1 = d2 – d3
d1 = 12 – 3
d1 = 9 cm
Maka ketinggian pada titik Y adalah
Y = [(d1/d2) x CI]+ X
Y = [(9/12) x 120] + 650
Y = 90 + 650
Y = 740 m
Jadi, ketinggian titik Y adalah 740 dan cocok untuk perkebunan kopi
18). Contoh Soal: Proyeksi Azimuthal Proyeksi Bidang Datar,
Proyeksi azimuthal ialah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya.
a). Proyeksi Azimuthal
b). Proyeksi Kerucut
c). Proyeksi Silinder
d). Proyeksi Universal Transverse Mercator
e). Proyeksi normal
Jawab: a
Contoh Soal: Warna Dasar Biru Penampakan Hidrografi,
Warna dasar biru pada peta biasaya digunakan untuk menggambarkan ….
a). hipsografi
b). warna dasar peta
c). hidrografi
d). vegetasi
e). budaya
Jawab: c
Contoh Soal: Pembesaran Pengecilan Peta Skala Grafik Batang Garis,
Pembesaran dan pengecilan peta dapat dilakukan dengan mesin potokopi agar mudah menghitung perubahan skala peta hasil pembesaran atau pengecilan, sebaiknya peta asli menggunakan skala
a). angka.
b). numerik.
c). grafik
d). verbal
e). sebenarnya
Jawab. c
Contoh Soal: Menentukan Skala Hasil Pembesaran Dengan Fotocopy,
Apabila sebuah peta berskala 1:2.000.000 diperbesar 5 kali, maka berapa skala perubahannya?
Rumus Menentukan Skala Peta Sebelum – Setelah Pembesaran,
Rumus untuk peta sebelum dibesarkan
JS1 = JP1 x S1
JP1 = jarak pada peta sebelum dibesarkan (Peta awal)
S1 = skala sebelum dibesarkan
Rumus untuk peta setelah dibesarkan
JS2 = JP2 x S2
JP2 = jarak pada peta setelah dibesarkan (peta hasil perbesaran)
S2 = skala setelah dipebesarkan,
Rumus Menentukan Besar Skala Setelah Diperbesar
Besar skala setelah diperbesar dapat dinyatakan dengan rumus berikut
JS1 = JS2
JP2 x S2 = JP1 x S1
S2 = (JP1/JP2) x S1
anggap saja JP1 = 1
pembesaran 5 kali, sehingga JP2
JP2 = 5 x 1 = 5
maka skala setelah peta diperbesar adalah
S2 = (1/5) x 2000.000
S2 = 400.000
Jadi, skala peta setelah diperbesar 5 kali adalah 1: 400.000
Contoh Soal: Menentukan Skala Peta Yang Tidak Diketahui,
Jarak antar kota A dan B pada peta berskala 1: 100.000 adalah 5 cm, jika peta diperbesar 4 kali, tentukan skala peta dan jarak kota A dan B setelah diperbesar,
Diketahui
S1 = 100.000
JP1 = 5 cm
Perbesaran = 4 kali
Rumus untuk peta sebelum dibesarkan
JS1 = JP1 x S1
JP1 = jarak pada peta sebelum dibesarkan (Peta awal)
S1 = skala sebelum dibesarkan
Rumus untuk peta setelah dibesarkan
JS2 = JP2 x S2
JP2 = jarak pada peta setelah dibesarkan (peta hasil perbesaran)
S2 = skala setelah dipebesarkan,
Rumus Menentukan Jarak Antar Kota Pada Peta Setelah Diperbesar
Jarak antar kota A da B setelah peta diperbesar 4 kali dapat dinyatakan dengan rumus berikut
JP2 = 4 x JP1
JP2 = 4 x 5 = 20 cm
Jadi jarak antar Kota A dan B pada peta yang diperbesar adalah 20 cm
Rumus Menentukan Skala Peta Diperbesar,
JS2 = JS1 maka
JP2 x S2 = JP2 x S2 atau
S2 = (JP1/JP2) x S1
maka skala setelah peta diperbesar adalah
S2 = (5/20) x 100.000
S2 = 25.000
Jadi, skala peta setelah diperbesar adalah 1: 25.000
Contoh Soal: Skala Peta Setelah Diperkecil Dua Kali,
Jika terdapat sebuah peta dengan skala 1:50.000 diperkecil 2 kali, maka skalanya akan berubah menjadi ….
a). 1:12.500
b). 1:25.000
c). 1:100.000
d). 1:125.000
e). 1:150.000
Diketahui
S1 = 50.000
diperkecil 2 kali sama dengan diperbesar ½ kali.
Rumus Menentukan Skala Peta Diperkecil,
Skala peta yang diperkecil dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut
S2 = (JP1/JP2) x S1
anggap saja JP1 = 1 sehingga
diperkecil 2 kali sama dengan diperbesar ½ kali
JP2 = (½) x 1
JP2 = (½)
maka skala peta yang diperbesar adalah
S2 = (JP1/JP2) x S1
S2 = (1/½) x 50.000
S2 = 2 x 50.000
S2 = 100.000
Jadi skala peta setelah diperkecil 2 kali menjadi 1:100.000
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang digambarkan pada bidang mendatar dengan menggunakan skala.
Jenis Peta
Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang dipetakan, dan informasi/isinya,
Fungsi Peta,
Fungsi peta antara lain untuk menyajikan data tentang potensi suatu daerah, membantu dalam pembuatan suatu desain misalnya desain jalan, sebagai penunjuk arah suatu lokasi atau posisi, untuk memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak di permukaan bumi, untuk memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.
Tujuan Pembuatan Peta,
Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya
Komponen – Peta,
Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset, garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin (orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.
Analisis Lokasi Industri,
Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.
Ciri Lokasi Industri,
Berdasarkan teori lokasi industri maka lokasi industri memiliki kecenderungan untuk didirikan dekat dengan tenaga kerja, sumber tenaga, bahan mentah, dan pasar.
Analisis Lokasi Pertanian,
Analisis lokasi pertanian terdiri atas dua tahap. Pertama pengumpulan data. Ke dua tahap penentuan kelas lahan.
Data Analisis Lokasi Pertanian,
Data yang perlu dikumpulkan dalam analisis lokasi pertanian adalah iklim, topografi, proses geomorfik, tanah, dan tata air.
Klasifikasi Lahan Pertanian,
Kelas lahan pertanian di bagi menjadi 8 kelas lahan pertanian, yaitu kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, dan kelas VIII.
Sistem Informasi Geografi SIG dikenal juga dengan nama Geographycal Information System (GIS) yang diartikan sebagai suatu system informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis, menghasilkan, dan mempublikasikan data bereferensi geografis atau data geospatial untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Demers
Sistem Informasi Geografi SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi.
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Barrough,
Sistem informasi geografis adalah alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan, pengubahan, dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan di permukaan Bumi.
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Berry,
Sistem informasi geografis adalah sistem informasi, referensi internal, otomatisasi, dan keruangan
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Esri
Sistem Informasi Geografi SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, meng-update, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi.
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Chrisman
Sistem Informasi Geografi SIG adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, dan data manusia, organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Prof. Shunji Nurai
Sistem informasi geografis adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan serta pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Guo Bo
Sistem Informasi Geografi SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisis, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun nonspasial
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Rice
Sistem Informasi Geografi SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan bumi
Pengertian SIG Sistem Informasi Geografi Menurut Foote
Sistem Informasi Geografi SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi.
Komponen – Komponen SIG
Komponen SIG terdiri atas pelaksana, perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, dan data. Secara global kelima komponen tersebut dapat disederhanakan menjadi tiga komponen utama yang lebih kompak yaitu: data, sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak), dan manusia (pelaksana).
Sistem Komputer – Sistem Informasi Geografi – SIG
Seperangkat komputer yang diperlukan untuk SIG garis besarnya terdiri atas perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Perangkat Keras Sistem Informasi Geografi – SIG
Perangkat keras SIG meliputi perangkat-perangkat fisik yang digunakan dalam komputer seperti CPU, RAM, Storage, Input device, output device, dan peripheral lainnya.
Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografi – SIG
Perangkat lunak merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan data yang diperlukan
Perangkat lunak dalam SIG digunakan untuk menjalankan tugas-tugas dari SIG. Perangkat lunak tersedia dalam bentuk paket perangkat lunak yang masingmasing terdiri atas multi program yang terintegrasi untuk mendukung kemampuan-kemampuan khusus dalam pemetaan, manajemen, dan analisis data geografi.
Perangkat lunak merupakan program yang digunakan dalam SIG seperti Map Info, Arc View, dan lain-lain.
Komponen Data Sistem Informasi Geografi – SIG
Data Geografis adalah data yang berhubungan dengan kondisi geografi seperti wilayah administrasi negara, jalan raya, topografi, sungai, gedung, dan sebagainya yang dapat dilihat dari foto udara, citra satelit, data statistik, dan sebagainya.
Data geografi yang dapat diproses dalam SIG antara lain sebagai berikut.
– Data statistik berupa catatan dari intansi seperti BPS.
– Data dari peta seperti peta rupa bumi dan peta topografi.
– Data dari citra pengindraan jauh seperti foto udara atau citra radar.
– Data dari lapangan seperti data kemiringan lereng dan ketinggian tempat
Pengguna – Pelaksana Sistem Informasi Geografi – SIG
Pengguna atau pelaksana adalah orang yang mempunyai tugas untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan, dan merencanakan aplikasi.
Jenis Data Sistem Informasi Geografis – SIG
Data Raster Sistem Informasi Geografis – SIG
Pada dasarnya, data SIG dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu data raster dan data vektor. Kedua data ini merupakan data yang esensial dan memiliki kesatuan fungsi dalam SIG.
Model data raster ini menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid.
Data Vektor Sistem Informasi Geografis – SIG
Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garisgaris atau kurva atau poligon beserta atribut- atributnya.
Dalam model data spasial vektor, garis-garis atau kurva (busur atau area) merupakan sekumpulan titik-titik terurut yang dihubungkan. Sedangkan luas atau poligon juga disimpan sebagai sekumpulan lis titik-titik.
Tahapan Cara Kerja Sistem Informasi Geografis – SIG
Tahapan dalam SIG mencakup tiga hal, yaitu masukan data (input), proses data , dan keluaran data (output).
a). Masukan (Input) Data Sistem Informasi Geografis – SIG
Tahapan kerja SIG, dimulai dengan menginput data awal atau database yaitu data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan dalam komputer, atau peta-peta yang telah ada dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam computer.
Ada dua macam data dasar geografi, yaitu data spasial dan data atribut.
Data Spasial (Keruangan)– SIG
Data spasial adalah data yang menunjukkan ruang, lokasi, atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara, dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.
Data Atribut (Deskripsi)– SIG
Data atribut atau deskripsi adalah data yang terdapat pada ruang atau tempat yang menerangkan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan, dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya.
Data atribut dapat dilihat dari segi kualitas, seperti kekuatan pohon, dan dapat dilihat dari segi kuantitas, seperti jumlah pohon.
Data spasial dan data atribut tersimpan dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), poligon (area), dan pixel (grid).
Data dalam bentuk titik (dot), meliputi ketinggian tempat, curah hujan, lokasi, dan topografi.
Data dalam bentuk garis (vektor), meliputi jaringan jalan, pipa air minum, pola aliran sungai, dan garis kontur.
Data dalam bentuk poligon (area), meliputi daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah, dan penggunaan tanah.
Data dalam bentuk pixel (grid), meliputi citra satelit dan foto udara.
b). Proses Data Sistem Informasi Geografis – SIG
Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan dalam komputer.
Ada beberapa macam analisis data, antara lain sebagai berikut.
Analisis Lebar – SIG
Analisis lebar adalah analisis yang dapat menghasilkan gambaran daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara lain untuk perencanaan pembangunan bendungan sebagai penanggulangan banjir.
Analisis Penjumlahan Aritmatika – SIG
Analisis penjumlahan aritmetika analisis yang digunakan untuk menangani peta dengan klasifikasi, hasilnya menunjukkan peta dengan klasifikasi baru.
Analisis Garis dan Bidang – SIG
Analisis garis dan bidang adalah analiasis yang digunakan digunakan untuk menentukan wilayah dalam radius tertentu. Misalnya, daerah rawan banjir, daerah rawan gempa, dan daerah rawan bencana lainnya.
c). Keluaran (Output) Data Sistem Informasi Geografis – SIG
Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman soft copy dan tayangan (display).
Manfaat Fungsi Sistem Informasi Geografis – SIG
Sistem informasi geografi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kegiatan seperti berikut:
a). Kegunaan SIG Pada Bidang Sumber Daya Alam
SIG dapat dimanfaatka dalam Bbidang sumber daya alam untuk inventarisasi dan manajemen sumber daya alam, kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisis daerah rawan bencana, dan potensi laut.
b). Kegunaan SIG Pada Bidang Perencanaan
SIG dalam bidang perencanaan digunakan untuk perencanaan wilayah, perencanaan permukiman transmigran, dan perencanaan lokasi industri.
c). Kegunaan SIG Pada Bidang Pertanahan
SIG pada bidang pertanahan digunakan untuk membuat sistem pertanahan dan manajemen pertanahan.
d). Kegunaan SIG Pada Bidang Kependudukan
Bidang kependudukan dapat memanfaatkan SIG untuk penyusunan data pokok, penyediaan informasi sensus sosial-ekonomi, sistem informasi pemilu, dan lain-lain.
e). Kegunaan SIG Pada Bidang Ekonomi
Bidang ekonomi,bisnis, dan marketing dapar menggunakan SIG untuk penentuan lokasi yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, kantor ATM, dan lain-lain.
f). Kegunaan SIG Pada Bidang Militer
SIG dapat dimanfaatkan dalam bidang militer untuk penyediaan data spasial untuk analisis rute perjalanan, logistik, peralatan perang, dan sebagai tools untuk kebutuhan war game, dan lain-lain.
g). Kegunaan SIG Pada Bidang Pendidikan
Bidang Pendidikan dapat memanfaatkan SIG untuk penentuan lokasi pendidikan, sistem informasi pendidikan/ akademis, dan lain-lain.
h). Kegunaan SIG Pada Bidang Transportasi
SIG dapat digunakan oleh bidang transportasi untuk inventarisasi jalan transportasi, analisis kesesuaian dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, analisis lokasi rawan kemacetan, dan bahaya kecelakaan.
Rangkuman Ringkasan Sistem Informasi Geografis (SIG): Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem yang terdiri atas perangkat keras – hardware, perangkat lunak – software, dan data geografis untuk mendayagunakan sistem penyimpanan, manipulasi (updating), analisis, dan penyajian seluruh bentuk informasi geografi.
Komponen Sistem Informasi Geografis SIG terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak, dan komponen manusia.
Perangkat keras (hardware) merupakan komponen SIG yang berupa perlengkapan fisik sircut elektronik digital utama yang melakukan kerja SIG.
Perangkat lunak (software) merupakan komponen SIG yang berupa program program yang mendukung kerja SIG
Komponen manusia merupakan operator pelaksana yang bertanggung jawab terhadap proses pengumpulan, proses, analisis, dan publikasi data geografis.
Sistem SIG memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer untuk melakukan pengolahan data seperti perolehan dan verifikasi, kompilasi, penyimpanan, pembaruan dan perubahan, manajemen dan pertukaran, manipulasi, penyajian, dan analisis.
Pengertian Bela Negara: Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara dalam mewujudkan cita cita bangsa.
Prinsip Prinsip Bela Negara
Prinsip-prinsip yang menjadi landasan pembelaan negara tercantum secara jelas dalam Pembukaan maupun Batang Tubuh UUD 1945 terutama pasal 27 ayat 3 dan Bab XII pasal 30,
Adapun prinsip – Prinsip bela negara rakyat Indonesia adalah sebagai berikut:
a). Bangsa Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.
b). Pembelaan negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya pertahanan negara merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap warga negara.
c). Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri, sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung
d). TNI terdiri atas TNI-AD, TNI-AL, dan TNI-AL sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara
e). Polri sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum
Komponen Bela Negara
Kekuatan atau komponen masyarakat dalam pembelaan negara adalah sebagai berikut.
a). Komponen Utama Bela Negara
Komponen utama bela negara adalah TNI, baik TNI-AD TNI-AL, TNI-AU maupun Polri. Kekuatan utama ini berada di garis depan dalam usaha pembelaan negara.
Kekuatan TNI sebagai alat negara yang berperan sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan negara.
Kekuatan Kepolisian (Polri) merupakan alat negara yang berperan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, dan memberikan perlindungan masyarakat.
b). Komponen Cadangan Bela Negara
Komponen cadangan bela negara adalah seluruh warga negara, sumber daya alam, serta sarana dan prasarana nasional yang dapat dikerahkan untuk mempertahankan atau memperkuat komponen utama.
c). Komponen Pendukung Bela Negara
Komponen pendukung bela negara adalah keikutsertaan rakyat dalam pembelaan negara dengan cara membentuk Sishankamrata (sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta), seperti:
b). Undang- Undang No. 1 Tahun 1988 tentang Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara RI;
c). Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara
d). Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI;
e). Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.
Alasan Bela Negara
Adapun alasan mengapa penting membela negara adalah sebagai berikut.
a). Kemerdekaan dan kedaulatan negara dapat dipertahankan.
b). Keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dipertahankan.
c). Segenap bangsa dapat terselamatkan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
d). Kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapat terwujud.
e). Negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakat internasional.
f). Negara dan bangsa Indonesia dapat berperan serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Bentuk Usaha Bela Negara
Menurut UU Nomor 3 tahun 2002 pasal 9 ayat (2), keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui:
a). Pendidikan kewarganegaraan,
b). Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib,
c). Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan
d). Pengabdian sesuai dengan profesi.
Sistem Pertahanan Keamanan Negara
Menurut Pasal 30 ayat (2) UUD 1945, “ Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.”
Perwujudan ketahanan nasional meliputi hal-hal berikut:
a). Ketahanan Ideologi
Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional.
Ketahanan ideologi juga menunjukkan kemampuan kondisi negara untuk menangkal penetrasi ideologi asing dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
b). Ketahanan Politik
Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ketahanan politik menunjukkan kemampuan memelihara stabilitas yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif.
c). Ketahanan Ekonomi
Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi berasaskan Pancasila.
Ketahanan ekonomi menunjukkan kondisi negara yang memiliki kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis, serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing yang tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.
d). Ketahanan Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila.
Ketahanan sosia budaya menunjukkan kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman serta bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
e). Ketahanan Pertahanan Keamanan
Ketahanan Pertahanan Keamanan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat.
Ketahanan pertahanan keamanan menunjukkan kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yangdinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya.
Jenis Ancaman Kedaulatan Negara
Ancaman adalah setiap usaha dan aktifitas, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa.
Dilihat dari sifatnya, ancaman terhadap bangsa dan negara ada dua, yaitu ancaman tradisional dan nontradisional.
a). Ancaman Tradisional
Ancaman tradisional dapat berbentuk kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi yang membahayakan keutuhan bangsa dan negara.
b). Ancaman Nontradisional
Ancaman nontradisional dilakukan oleh oknum atau perse orangan berupa aksi teror, perompakan, pembajakan, penye lundupan, imigrasi gelap, perdagangan narkotika, penangkapan ikan secara ilegal, serta pencurian kayu (illegal logging).
Jenis Ancaman Dalam Dan Luar Negeri
Ada dua ancaman dan gangguan terhadap kepentingan pertahanan Indonesia, yaitu ancaman dari dalam negeri dan ancaman dari luar negeri;
Ancaman Dalam Negeri
Ancaman dan gangguan dari dalam negeri, di antaranya adalah
a). Pemberontakan bersenjata dalam negeri.
b). Perang saudara yang terjadi antara kelompok masyarakat.
c). Meningkatnya kriminalitas.
d). Tindakan KKN.
e). Subversi (gerakan atau rencana menjatuhkan kekuasaan yang sah dengan menggunakan cara di luar undang-undang).
f). Kegiatan gerombolan pengacau.
g). Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI.
h). Aksi radikalisme yang berlatar belakang etnis, ras dan agama serta ideologi di luar Pancasila.
i). Konflik antarsuku, agama maupun ras/keturunan dalam skala luas.
j). Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.
Ancaman Luar Negeri
Ancaman dan gangguan dari luar negeri, di antaranya adalah
a). Terorisme internasional.
b). Kejahatan lintas negara.
c). Kegiatan imigran gelap.
d). Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.
e). Pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh negara lain, baik menggunakan kapal maupun pesawat non komersial.
f). Spionase yang dilakukan oleh negara lain untuk mencari dan mendapatkan informasi rahasia militer.
g). Penjajahan oleh bangsa lain.
Bela Negara Dalam Kehidupan Bermasyaratkan Sehari Hari
Bela negara dapat diterapakan dalam kehidupan sehari hari seperti berikut
Contoh Bela Negara Di Lingkungan Sekolah
Di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara berikut.
a). Menaati tata tertib sekolah.
b). Wajib menjaga nama baik sekolah di berbagai tempat pergaulan.
c). Menjaga kerukunan di antara sesama teman atau antarwarga sekolah lainnya.
d). Melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan rasa ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.
e). Ikut menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
f). Menghindari perkelahian antarpelajar maupun antarsekolah.
g). Menciptakan kerukunan dan perdamaian di antara anggota keluarga.
Contoh Bela NegaraDi Lingkungan Keluarga
Di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan cara berikut.
a). Melaksanakan tugas rutin yang telah ditetapkan oleh sendiri bersama orang tua.
b). Menaati perintah orang tua dan melaksanakan dengan penuh kesadaran.
c). Belajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan atau mengingat situasi dan kondisi.
d). Menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga sendiri (lingkungan rumah orang tua).
e). Menjaga keutuhan dalam rumah, termasuk benda yang dapat bergerak maupun yang tidak dapat bergerak.
f). Menjaga nama baik kedua orang tua, meskipun orang tua sudah tiada.
Contoh Bela Negara Di Lingkungan Masyarakat
Di lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan cara berikut.
a). Mematuhi adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat dan ikut menjaga agar perbuatan seseorang tidak merugikan kepentingan warga lain.
b). Wajib menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
c). Dapat memelihara kepentingan orang lain dan menghormati pendapat orang lain.
d). Menerima tugas yang diberikan kepada kita secara ikhlas dan melaksanakannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
e). Ikut kerja bakti membersihkan lingkungan kampung.
f). Ikut melaksanakan ronda malam bagi yang sudah dewasa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
g). Membuang sampah pada tempatnya, dan lain sebagainya.
Ringkasan Rangkuman Bela Negara: Negara adalah organisasi tertinggi dalam suatu masyarakat yang memiliki cita-cita untuk bersatu, hidup di wilayah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.
Bela negara bertujuan untuk mengamankan kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.
Potensi ancaman dari dalam negeri dapat berwujud upaya sekelompok masyarakat yang menginginkan terjadinya disintegrasi bangsa dan terorisme.
Ancaman terhadap kedaulatan NKRI yang datang dari luar misalnya sebagai berikut.
Bahaya perang nuklir yang sangat mudah membumi hanguskan manusia dan alam semesta termasuk di dalamnya negara Indonesia.
Keinginan negara besar untuk mencaplok wilayah Indonesia karena letak wilayah Indonesia yang strategis.
Keinginan negara-negara industri untuk menguasai kekayaan alam Indonesia yang melimpah.
Arus globalisasi yang menimbulkan dampak buruk pada seluruh aspek kehidupan.
Bela negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh rakyat.
Bela negara tidak hanya dapat dilakukan oleh rakyat dalam bidang militer atau pertahanan keamanan, tetapi juga seluruh bidang kehidupan, seperti bidang teknologi, kesenian, dan olahraga.
Pengertian Warga Negara: Warga negara merupakan kata dari Bahasa Inggris yaitu citizen yang artinya warga negara yaitu sesame penduduk serta setanah air. Pada zaman dahulu, istilah warga negara disebut dengan istilah hamba atau kawula negara.
Pengertian Warga Negara Menurut Para Ahli
Pengertian warga negara menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut.
a). Pengertian Warga Negara Menurut A.S. Hikam:
Warga negara adalah anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri
b). Pengertian Warga Negara Menurut Koerniatmanto
Warga negara adalah anggota dari suatu negara
c). Pengertian Warga Negara Menurut Austin Ranney
Warga negara adalah orang- orang yang memiliki kedudukan resmi sebagai anggota penuh suatu negara
d). Pengertian Warga Negara Menurut UUD Negara RI Tahun 1945
UUD 45 Pasal 26 menyatakan bahwa warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara.
e). Pengertian Warga Negara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia – KBBI,
Warga negara adalah penduduk sebuah negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga negara dari negara itu.
f). Pengertian Warga Negara Menurut Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan.
Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia pasal 1 angka (1) pengertian warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan.
Asas Asas Kewarganegaraan
Asas-asas kewarganegaraan adalah sebagai berikut.
Asas Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Penentuan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran meliputi dua asas. yaitu berdasar darah/ keturunan, daerah/tempat kelahiran, dan perwarganegaraan.
a). Asas Ius Sanguinis – Asas Hubungan Darah – Keturunan
Asas ius sanguinis atau law of the blood adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
Contoh Negara Asas Ius Sanguinis
Contoh negara asas ius sanguinis adalah negara RRC. Jika ada warga negara RRC yang melahirkan anak di lua negeri (tidak di RRC), maka secara otomatis anak tersebut menjadi warga negara RRC.
b). Asas Ius Soli – Asas Tempat – Daerah Kelahiran
Asas Ius Soli adalah asas yang menetapkan kewarganegaraan seseorang ditentukan menurut tempat daerah di mana orang tersebut dilahirkan.
Contoh Negara Asas Ius Soli
Contoh negara menganut Asas Ius Soli adalah negara Inggris. Apabila ada warga negara dari luar Inggris yang melahirkan anak di negara Inggris, maka secara otomatis anak tersebut menjadi warga negara Inggris.
Asas Kewarganegaraan Berdasarkan Perkawinan
a). Asas persamaan hukum
Asas persamaan hukum adalah asas yang memiliki pandangan bahwa suami istri merupakan keluarga yang memiliki ikatan kesatuan yang tidak boleh dipisah sebagai inti dari masyarakat. Oleh karena itu, diusahakan status kewarganegaraan suami istri adalah sama.
b). Asas Persamaan Derajat
Asas persamaan derajat adalah asas yang memiliki pandangan bahwa perkawinan tidak menyebabkan salah satu pihak tunduk secara hukum terhadap yang lain.
Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan status kewarganegaraan sendiri. Dengan demikian, mereka tetap memiliki kewarganegaraan masing-masing sebagaimana sebelum terjadi perkawinan.
Status Kewarganegaraan
Penentuan kewarganegaraan yang berbeda- beda pada setiap negara dapat menimbulkan masalah status kewarganegaraan bagi seorang warga. Masalah status kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu apatride dan bipatride.
a). Status Kewarganegaraan Apatride Apatride
Apatride adalah status seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan.
Contoh Status Kewarganegaraan Apatride
Contohnya, seorang anak lahir di negara RRC yang menganut asas ius sanguinis, sementara orang tuanya berkewarganegaraan Amerika Serikat yang menganut asas lus soli.
Anak tersebut tidak memperoleh kewarganegaraan dari negara RRC karena bukan keturunan dari orang RRC dan juga tidak berkewarganegaraan AS karena tidak lahir di wilayah AS.
b). Status Kewarganegaraan Bipatride
Bipatride adalah status seseorang yang memiliki dua kewarganegaraan (kewarganegaraan ganda).
Contoh Status Kewarganegaraan Bipatride
Contohnya, seorang anak lahir di Amerika Serikat yang menganut asas ius soli, sementara orang tuanya berkewarganegaraan RRC yang menganut asas ius sanguinis.
Anak tersebut memperoleh dua kewarganegaraan sekaligus, yaitu dia menjadi warga negara AS karena lahir di wilayah AS dan menjadi warga negara RRC karena orang tuanya adalah warga negara RRC.
c). Status Kewarganegaraan Multipatride
Multipatride adalah status untuk orang orang yang memiliki kewarganegaraan banyak (lebih dari dua).
Pewarganegaraan – Naturalisasi
Menurut pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, pengertian pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.
Prinsip Naturalisasi berlaku jika seseorang tidak dapat memenuhi unsur ius soli ataupun ius sanguinis. Orang tersebut akan memperoleh kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan atau naturalisasi.
Prosedur naturalisasi ini berbeda -beda antara negara satu dengan negara lain. Dalam pewarganegaraan (naturalisasi) ini berlaku dua sifat, yaitu aktif dan pasif.
a). Pewarganegaraan Aktif – Stelsel Aktif
Pewarganegaraan Aktif – Stelsel aktif adalah agar seseorang dapat menjadi warga negara diperlukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif. Stelsel aktif dikenal dengan by registration.
Seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak menjadi warga negara dari suatu negara.
b). Pewarganegaraan Pasif – Stelsel pasif
Pewarganegaraan Pasif – Stelsel pasif adalah seseorang secara otomatis menjadi warga negara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. Stelsel pasif dikenal dengan by operation of law.
Jika seseorang tidak mau diwarganegarakan oleh suatu negara atau tidak mau diberi atau dijadikan warga negara dari suatu negara maka orang tersebut dapat menggunakan hak repudiasi.
Hak repudiasi adalah hak untuk menolak pemberian status kewarganegaraan.
Pengertian Warga Negara Indonesia
Dalam UUD 1945 Pasal 26 disebutkan tentang warga negara Indonesia adalah sebagai berikut.
a). Warga negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
b). Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat di Indonesia.
c). Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang.
Asas dan Sistem Kewarganegaraan Indonesia
Asas kewarganegaraan adalah pedoman dasar bagi suatu negara untuk menentukan warga negara yang menjadi warga negaranya.
Setiap negara mempunyai kebebasan untuk menentukan asas kewarganegaraan yang hendak dipergunakannya.
Asas kewarganegaraan di negara Indonesia ditegaskan dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, sebagai berikut.
a). Asas Ius Sanguinis – Law of the Blood
Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
b). Asas Ius Soli (Law of the Soil)
Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006.
c). Asas Kewarganegaraan Tunggal
Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
d). Asas Keawarganegaraan Ganda
Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.
Prinsip Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia
Prinsip persamaan kedudukan warga negara Indonesia secara eksplisit dinyatakan dalam ketentuan UUD 1945 pasal 27 ayat (1) dan pasal 28 I ayat (2). Berdasarkan ketentuan dalam pasal-pasal UUD 1945 tersebut dapat kita pahami prinsip-prinsip kedudukan warga negara Indonesia seperti berikut.
a). Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia dalam Bidang Politik
Hak warga negara Indonesia di bidang politik yaitu hak yang diakui negara dalam kedudukannya sebagai warga negara yang sederajat. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama di bidang politik.
b). Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia dalam Bidang Hukum
Jaminan persamaan kedudukan warga negara Indonesia dalam bidang hukum telah ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (1).
Setiap warga negara harus diperlakukan sama di depan atau dalam bidang hukum, tanpa melihat penduduk asli atau bukan, berasal dari golongan terdidik atau rakyat jelata yang buta huruf, golongan menengah ke atas atau kaum papa yang bergumul dengan kemiskinan.
c). Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia dalam Bidang Ekonomi
Negara Indonesia menganut sistem demokrasi ekonomi yang disusun berdasarkan pada usaha bersama dengan asas kekeluargaan. Perekonomian Indonesia diharapkan tidak jatuh pada orang tertentu seperti pada orang yang berkuasa.
d). Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia dalam Bidang Sosial Budaya
Persamaan kedudukan warga negara Indonesia dalam bidang sosial budaya meliputi kesamaan hak warga negara dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. Dalam bidang pendidikan, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak mendapat pendidikan.
Pemerintah dituntut untuk membiayai pendidikan dasar bagi setiap warga negara Indonesia. Kesamaan hak dalam bidang pendidikan ini tercermin dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (1) hasil amendemen keempat.
e). Persamaan Kedudukan Warga Negara Indonesia dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Warga negara Indonesia mempunyai persamaan kedudukan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Sistem pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
Hak dan Kewajiban Warga Negara
Hak adalah kepentingan yang dilindungi oleh hukum yang memberikan keleluasaan kepada orang untuk melaksanakannya. Hak warga negara Indonesia sebagaimana dalam UUD Negara RI Tahun 1945 adalah sebagai berikut
a). Pasal 27 Ayat (2) UUD Negara RI Tahun 1945
”Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Pasal ini menunjukkan bahwa warga negara memiliki hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak dan asas keadilan sosial dan kerakyatan.
b). Pasal 27 Ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945
”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaa negara” Pasal ini menunjukkan warga negara memiliki hak untuk membela negara.
c). Pasal 28 UUD Negara RI Tahun 1945
”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.
Pasal ini menunjukkan bahwa warga negara memiliki hak untuk berpendapat berorganisasi.
Kewajiban Warga Negara Indonesia
Kewajiban adalah pembatasan atau beban yang timbul karena hubungan dengan sesama orang atau dengan negara.
Kewajiban warga negara terhadap negara berarti beban yang harus dilakukan oleh warga negara untuk negaranya. Adapun beberapa kewajiban warga negara diantaranya adalah
a). Kewajiban menaaati hukum dan pemerintahan.
b). Kewajiban membela negara .
c). Kewajiban dalam upaya pertahanan negara.
Hak dan Kewajiban di Bidang Hukum dan Pemerintahan
Hak dan kewajiban di bidang hukum dan pemerintahan tertuang dalam peraturan perundang- undangan sebagai berikut
UU No. 18 Tahun 1981 tentang KUHP,
UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,
UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas.
Contoh Hak dan Kewajiban di Bidang Hukum dan Pemerintahan
Contoh hak dan kewajiban di bidang hukum dan pemerintahan yang dimiliki warga negara adalah hak untuk didampingi pembela dalam pemeriksaan di pengadilan, mengajukan banding/ kasasi/ grasi, mendapatkan informasi dari pemerintah, dan kewajiban menaati hukum.
Hak dan Kewajiban di Bidang Politik
Hak dan kewajiban di bidang politik tertuang dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut
UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum,
UU No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik,
UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Anggota DPR, DPD, dan
DPRD, dan
UU No. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Contoh Hak dan Kewajiban di Bidang Politik
Contoh hak dan kewajiban di bidang politik adalah hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilu, menyatakan pendapat, mendirikan organisasi kemasyarakat dan partai politik, ikut berorganisasi, kewajiban mendaftarkan organisasi atau partai politik yang didirikan, dan menaati aturan dalam menyatakan pendapat.
Hak dan Kewajiban di Bidang Ekonomi
Hak dan kewajiban di bidang ekonomi tertuang dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut
UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, dan peraturan perundangan tentang UMR.
Contoh Hak dan Kewajiban di Bidang Ekonomi
Contoh hak dan kewajiban di bidang ekonomi adalah hak mendapatkan upah dan cuti, kewajiban bekerja di perusahaan dengan tepat waktu, dan berkewajiban untuk membayar pajak.
Hak dan Kewajiban di Bidang Sosial Budaya
Hak dan kewajiban di bidang sosial budaya tertuang dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut
UU N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Contoh Hak dan Kewajiban di Bidang Sosial Budaya
Contoh hak dan kewajiban di bidang sosial budaya adalah hak untuk mendapatkan pendidikan, mencantumkan gelar sesuai dengan ilmu yang diperolehnya, mendapat jaminan sosial bagi manula, beribadah sesuai dengan agama dianutnya, berkewajiban mengikuti Pendidikan dasar.
Hak Warga Negara Indonesia
Berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945, ada berbagai bentuk hak warga negara Indonesia. Hak-hak warga negara Indonesia tersebut seperti berikut.
a). Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
b). Hak ikut serta dalam pelaksanaan pembelaan negara.
c). Hak untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dan pendapat dengan lisan atau tulisan.
d). Hak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.
e). Hak untuk ikut serta dalam pelaksanaan pertahanan dan keamanan negara.
f). Hak untuk mendapat pendidikan yang layak
g). Hak kebebasan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada.
Kewajiban Warga Negara Indonesia
Kewajiban- kewajiban warga negara Indonesia dituangkan dalam UUD 1945. Beberapa kewajiban warga negara Indonesia tersebut seperti berikut.
a). Kewajiban untuk menjunjung tinggi hukum atau peraturan perundang- undangan yang berlaku dan pemerintahan Indonesia.
b). Kewajiban untuk ikut serta membela negara dari segala bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
c). Kewajiban untuk ikut serta mempertahankan keamanan, pesatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.
d). Kewajiban dalam mengikuti pendidikan dasar.
e). Kewajiban untuk membayar pajak, bea, dan cukai yang dibebankan oleh negara.
Ringkasan Rangkuman: Warga negara adalah anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.
Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, menjelaskan bahwa kewarganegaraan adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara.
Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.
Asas kewarganegaraan Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 terdiri atas:
Asas ius sanguinis yaitu asas kewarganegaraan yang berdasarkan keturunan,
Asas ius soli yaitu asas kewarganegaraan yang berdasarkan negara tempat kelahiran,
Asas kewarganegaraan tunggal, serta Asas kewarganegaraan ganda.
Pihak-pihak yang bisa memperoleh status resmi sebagai warga negara Indonesia adalah: orang- orang bangsa Indonesia asli, dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang- undang menjadi warga negara Indonesia.
Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh dengan cara keturunan, kelahiran, pengangkatan anak, pewarganegaraan, melalui perkawinan, dan pernyataan memilih.
Pewarganegaraan istimewa artinya pewarganegaraan yang diberikan oleh pemerintah atas persetujuan DPR kepada warga negara asing dengan alasan demi kepentingan negara atau karena yang bersangkutan telah berjasa kepada negara.
Prinsip-prinsip kedudukan warga negara Indonesia sebagai berikut.
Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan yang tidak bersifat diskriminatif.
Persamaan hak warga negara Indonesia dalam bidang politik tercermin dalam kegiatan pemerintahan. Contohya adalah hak warga negara Indonesia untuk menjadi anggota salah satu partai atau mendirikan partai politik dan hak setiap warga negara Indonesia untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum,
Persamaan hak warga negara Indonesia dalam bidang hukum tercermin dalam kegiatan pelayanan secara sama di depan atau dalam hukum.
Persamaan hak warga negara Indonesia dalam bidang ekonomi tercermin dalam pemenuhan hak-hak seperti berikut.
Hak untuk memiliki harta benda. Hak membuka usaha, seperti berdagang dan menjual jasa kegiatan ekonomi lainnya.
Hak mengadakan perjanjian dagang. Hak menggunakan sumber daya bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sesuai dengan kebutuhan.
Persamaan hak warga negara Indonesia dalam bidang sosial budaya terdiri dari kesamaan hak warga negara dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan.
Persamaan hak warga negara Indonesia dalam bidang pertahanan dan keamanan didasarkan pada kesadaran atas persamaan kedudukan warga negara Indonesia dalam upaya bela negara serta usaha pertahanan dan keamanan negara Indonesia.
Untuk upaya peningktan persatuan dan kesatuan di antara semua komponen bangsa, kita harus saling menghormati persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan agama, ras, gender, budaya, suku, dan golongan.
Pegertian Budaya Politik: Budaya politik adalah representai dari nilai- nilai politik yang berlaku dalam masyarakat, bangsa, atau negara yang menjadi pedoman dalam melakukan kegiatan politik kenegaraan.
Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli
Beberapa pendapat para ahli tentang pengertian budaya politik adalah sebagai berikut.
Pengertian Budaya Politik Menurut Samuel Beer
Budaya politik adalah nilai- nilai keyakinan dan sikap- sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Pengertian Budaya Politik MenurutAlmond dan Verba
Budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap system politik dan aneka ragam bagiannya serta sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.
Pengertian Budaya Politik Menurut Lucian Pye
Budaya politik lebih dilihat pada aspek perkembangan politik di negara berkembang dengan sistem pokok menyangkut wawasan politik, bagaimana hubungan antara tujuan dan cara standar untuk penilaian aksiaksi politik, serta nilai-nilai yan menonjol bagi aksi politik.
Pengertian Budaya Politik Menurut Kay Lawson
Budaya politik adalah terdapatnya satu perangkat yang meliputi seluruh nilai politik yang terdapat di seluruh bangsa.
Pengertian Budaya Politik MenurutRoy Macridis
Budaya politik adalah tujuan bersama dan peraturan yang harus diterima bersama.
Pengertian Budaya Politik MenurutGabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.
Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai, dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola
Pengertian Budaya Politik MenurutAlmond dan Powell
Budaya politik adalah suatu konsep yang terdiri dari sikap, keyakinan, nilai- nilai, dan keterampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk pola kecenderungan kecenderungan khusus serta pola- pola kebiasaan yang terdapat pada kelompok kelompok dalam masyarakat
Pengertian Budaya Politik Menurut Rusadi Kantaprawira
Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik
Pengertian Budaya Politik MenurutMochtar Masoed dan Collin MacAndrews
Budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya
Pengertian Budaya Politik Menurut Robert Dahl
Budaya politik adalah salah satu sistem yang menjelaskan pola- pola yang berbeda mengenai pertentangan politik.
Pengertian Budaya Politik Menurut Austin Ranney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama -sama, sebuah pola orientasi terhadap objekobjek politik.
Pengertian Budaya Politik Menurut Alan R. Ball
Budaya politik adalah susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik.
Pengertian Budaya Politik Menurut Larry Diamond
Budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai, ide-ide, sentimen, dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negeri mereka dan peran individu masingmasing dalam sistem itu.
Komponen Orientasi Terhadap Object Sistem Politik
Orientasi seseorang terhadap sistem politik terdiri dari tiga komponen, yaitu orientasi kognitif, afektif, dan evaluatif
a). Komponen Orientasi Kognitif
Komponen orientasi kognitif adalah orientasi terhadap system politik yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepercayaan.
Pengertahuan dan kepercayaan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi sikap terhadap sistem politik, tokoh pemerintah, kebijaksanaan yang diambil atau simbol- simbol yang dimiliki pada sistem politik.
b). Komponen Orientasi Afektif
Komponen Orientasi afektif adalah orientasi akibat adaya aspek perasaan atau ikatan emosional terhadap sistem politik. Orientasi perasaan secara khusus dapat menentukan sikap atau penilaian terhadap sistem politik tertentu.
c). Komponen Orientasi Evaluatif
Komponen orientasi evaluatif adalah orientasi yang dilandasi dengan suatu penilaian dan kriteria terhadap sistem politik. Orientasi evaluasi dapat mempengaruhi keputusan atau sikap yang akan diambil seseorang terhadap system politik tertentu.
Tipe Jenis Budaya Politik
Budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia adalah budaya politik tradisional, budaya politik Islam, dan budaya politik modern.
a). Budaya pPolitik Tradisional
Budaya politik tradisional adalah budaya politik yang mendahulukan salah satu budaya dari etnis tertentu yang terdapat di Indonesia.
Budaya Politik tradisional berkembang khususnya pada masyarakat etnis yang sangat konservatif. Masyarakat tradisional biasanya berafiliasi – bergabung pada partai- partai sekuler (bukan partai agama).
Contoh Budaya Politik Tradisional
Contoh budaya plolitik trdisional adlaah budaya politik yang berasal dari paham masyarakat Jawa yang bersifat patron-klien, seperti hubungan antara tuan dan pelayannya.
b). Budaya Politik Islam
Budaya politik Islam adalah budaya politik yang berdasarkan pada suatu keyakinan dan nilai agama Islam. Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia.
Contoh Budaya Politik Islam
Budaya politik Islam kelompok tradisional biasanya diwakili oleh masyarakat santri yang berasal dari organisasi NU (Nahdlatul Ulama). Sedangkan budaya politik Islam dari kelompok modern diwakili oleh masyarakat santri dari organisasi Muhammadiyah.
c). Budaya Politik Modern
Budaya politik modern adalah budaya politik yang berusaha untuk meninggalkan atau tidak menggunakan karakter etnis tertentu atau latar belakang agama tertentu.
Budaya politik tidak mengedepankan budaya etnis atau agama tertentu dengan tujuan untuk mencapai stabilitas keamanan dan kemajuan dalam keberagaman etnis dan agama.
Contoh Budaya Politik Modern
Contoh budaya politik modern biasanya terdapat beragam subkultur seperti kelompok birokrat, kelompok intelektual kelompok pengusahan dan purnawirawan.
Tipe Jenis Budaya Politik Menurut Almond dan Verba
Budaya politik dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu budaya politik parokial, kaula, dan partisipan.
a). Budaya Politik Parokial – Parochial Political Culture
Budaya politik parokial adalah budaya politik pada satu wilayah atau lingkup yang terbatas denagn sistem politik tradisional dan sederhana. Budaya politik parokial memiliki tingkat partisipasi politik yang rendah yang disebabkan factor kognitif, misalnya tingkat Pendidikan mesayarakat masih relatif rendah.
Contoh Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial umumnya terdapat pada daerah terpecil – pedalaman yang masih menjunjung tinggi adat istiadat.
Ciri – Ciri Budaya Politik Parokial
Ciri-ciri budaya politik parokial adalah sebagai berikut.
Budaya politik masih tradisional dan sederhana.
Belum terlihat ada peran politik yang khusus;
peran politik dilakukan bersamaan dengan peran ekonomi, keagamaan, dan lain-lain.
Kesadaran masyarakat terhadap adanya pusat kewenangan atau kekuasaan dalam masyarakatnya relative
Masyarakat relatif tidak tertarik terhadap objek -objek politik yang lebih luas, kecuali yang ada di sekitarnya.
Warga kurang memiliki harapan dari sistem politik tempat yang ada
b). Budaya Politik Kaula – Subjek – Subject Political Culture
Budaya politik kaula (kawula) – subject political culture adalah budaya politik yang masyarakatnya sudah relative maju baik sosial maupun ekonomi namun masih bersifat pasif terhadap system politiknya.
Contoh Budaya Poltik Kaula – Subjek
Contoh tipe budaya kaula atau subjek diterapkan pada golongan bangsawan Prancis.
Ciri – Ciri Budaya Politik Subjek – Kaula
Adapun ciri- ciri budaya politik subjek adalah sebagai berikut.
– Masyarakat sudah menyadari adanya otoritasi pemerintah.
– Sebagian besar masyarakat pasif baik memberikan masukan atau tuntutan kepada pemerintah.
– Bersikap menerima apapun putusan yang dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak boleh dikoreksi, apalagi ditentang.
– Sikap warga sebagai pelaku politik adalah pasif, warga tidak mampu berbuat lebih banyak untuk berpartisipasi dalam berpolitik.
c). Budaya Politk Partisan – Participant Political Culture
Budaya politik partisipan – participant political culture adalah budaya politik yang terdapat di masyarakat yang memiliki kesadaran politik sangat tinggi.
Contoh Budaya Politik Partisan
Contoh masyarakat atau bangsa yang memiliki tipe budaya politik partisipan, menurut studi Almond dan Verba adalah Inggris dan Amerika Serikat.
Ciri Ciri Budaya Politik Partisan
Ciri-ciri dari budaya politik partisipan adalah sebagai berikut.
Masyarakat menyadari hak dan tanggung jawabnya dan mampu mempergunakan hak itu serta menanggung kewajibannya.
Masyarakat tidak dapat menerima begitu saja keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin namun dapat menilai objek objek politik, baik keseluruhan, input, output maupun posisi dirinya sendiri.
Masyarakat aktif berpatisipasi terhadap objek objek politik, baik yang diterima maupun yang ditolak suatu objek politik.
Masyarakat berperan aktif sebagai aktivis.
Berpolitik dianggap sarana transaksi, seperti penjual dan pembeli. Warga dapat menerima berdasarkan kesadaran dan menolak berdasarkan penilaiannya sendiri.
Pengertian Sosialisasi Politik
Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik masyarakat dalam berpolitik.
Proses sosialisasi berlangsung seumur hidup melalui Pendidikan formal, nonformal, dan informal maupun melalui kontak dan pengalaman sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan masyarakat.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Para Ahli
Berikut beberapa pengertian sosialisasi politik menurut para ahli.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Gabriel A. Almond
Sosialisasi politik adalah proses di mana sikap- sikap politik dan pola- pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan patokan politik dan keyakinan -keyakinan politik kepada generasi berikutnya.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Irvin L. Child
Sosialisasi politik adalah sejumlah proses individu yang dilahirkan dengan banyak jajaran potensi tingkah laku, dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaan dan bisa diterima sesuai dengan standar -standar dari kelompok.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Ramlan Surbakti
Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat.
Pengertian Sosialisasi Politik MenurutKenneth P. Langton
Sosialisasi politik adalah cara masyarakat meneruskan kebudayaan politiknya.
Pengertian Sosialisasi Politik MenurutS.N. Eisentadt
Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain, dengan siapa individu- individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi- relasi umum.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut David F. Aberle
Sosialisasi politik adalah bentuk kegiatan sosial atau aspek- aspek tingkah laku yang diturunkan pada individu- individu dalam bentuk keterampilan, motif, dan sikap -sikap yang perlu ditunjukkan baik sekarang maupun yang akan datang sepanjang kehidupan manusia, dimana peran- peran baru masih harus terus dipelajari.
Pengertian Sosialisasi Politik MenurutRichard E. Dawson
Sosialisasi politik adalah suatu pewarisan pengetahuan, nilai- nilai dan pandangan- pandangan politik dari orang tua, guru, dan saranasarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan merek yang menginjak dewasa.
Pengertian Sosialisasi Politik MenurutDenis Kavanagh
Sosialisasi politik adalah suatu proses yang memperlihatkan seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik.
Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Alfian
Sosialisasi adalah suatu proses yang berjalan terus- menerus yang diwujudkan dengan pengajaran secara langsung melalui komunikasi informasi, nilai -nilai atau perasaan- perasaan mengenai politik secara tegas.
Proses dapat berlangsung dalam keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, kelompok kerja, media massa, atau kontak politik langsung.
Proses Sosialisasi Politik
Proses sosialisasi politik dapat dilakukan melalui berbagai macam sarana atau agen sosialisasi politik.
Beberapa sarana atau agen sosialisasi politik adalah keluarga, kelompok bermain, sekolah, pemerintah, media massa, dan partai politik atau Lembaga politik lainnya.
Mekanisme Proses Sosialisasi Politik Menurut Robert Le Vine
Cara kerja – mekanisme sosialisasi pengembangan budaya politik yang meliputi tiga cara yaitu imitai, intruksi, motivai
a). Proses Sosialisasi Politik Imitasi – Peniruan
Imitasi adalah proses sosialisasi melalui peniruan terhadap perilaku yang ditunjukkam oleh individu lain. Sosialisasi imitasi umumnya pada masa kanak kanak dan ini merupakan hal yang amat penting.
Proses imitasi dikenal sebagai sosialisasi primer, yaitu proses pembentukan identitas seorang anak menjadi pribadi atau diri (self).
b). Proses Sosialisasi Politik – Intruksi
Instruksi adalah proses sosialisasi yang mengacu pada proses proses pembelajaran formal, informal, maupun nonformal.
Intruksi menyampaikan sesuatu yang berisi amar atau keputusan oleh orang atau pihak yang memiliki kekuasaan (ordinat) kepada orang yang tunduk atau dipengaruhi orang yang memiliki kekuasaan (subordinat) untuk dilaksanakan.
c). Proses Sosialisasi Politik – Motivasi
Sosialisasi politik adalah proses sosialisasi untuk membentuk sikap pada tahap perilaku, seseorang atau kelompok orang tentang suatu nilai- nilai, pengetahuan, kepercayaan-kepercayaan, sikap politik, dan harapan politik tertentu.
Melalui cara motivasi, individu langsung belajar dari pengalaman, membandingkan pendapat dan tingkah sendiri dengan tingkah orang lain
Tipe Tipe Sosialisasi Politik
Tipe sosialisasi dapat dikatagorikan menjadi dua tipe sosialisasi politik yaitu sosialasi tidak langsung dan sosialisasi langsung
Sosialisasi Politik Tidak Langsung
Sosialisasi politik tidak langsung adalah sisialisasi yang pada awalnya berorientasi pada hal-hal yang sifatnya bukan politik, kemudian masyarakat dipengaruhi untuk memiliki orientasi politik.
Sosialisasi politik tidak langsung dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut.
a). Sosialisasi Politik Cara– Magang
Magang adalah cara sosialisasi denan bentuk aktivitasnya melalui sarana belajar. Magang di tempat- tempat tertentu atau organisasi nonpolitik dapat memengaruhi orang ketika berhubungan dengan politik.
b). Pengalihan Hubungan Antarindividu
Hubungan antarindividu adalah sosialisasi politik yang pada aalnya tidak terkait dengan politik, namun akhirnya individu akan terpengaruh ketika berhubungan atau berorientasi dengan kehidupan politik.
Contohnya, hubungan anak dengan orang tua nantinya akan membentuk orientasi anak ketika ia bertemu atau berhubungan dengan pihak luar.
c). Generalisasi
Generalisasi adalah sosialisasi politik denagan kepercayaan dan nilai-nilai yang diyakini yang sebenarnya tidak terkait dengan politik namun dapat memengaruhi orang untuk berorientasi pada objek politik tertentu.
Sosialisasi Politik Langsung
Sosialisasi politik langsung adalah sosialisasi politik yang dalam kegiatannya diorientasikan dan disampaikannya hal-hal yang bersifat politik.
Sosialisasi politik langsung dapat dilakukan melalui beberapa cara, yakni sebagai berikut.
a). Pengalaman Politik
Pengalaman politik adalah sosialisasi politik dengan belajar langsung dalam kegiatan-kegiatan politik atau kegiatan yang sifatnya publik.
Contohnya, adalah keterlibatan langsung seseorang dalam kegiatan partai politik.
b). Pendidikan Politik
Sosialisasi politik Pendidikan adalah sosialisasi melalui pendidikan politik yang secara sadar dan sengaja serta direncanakan untuk menyampaikan, menanamkan, dan membelajarkan anak untuk memiliki orientasi-orientasi politik tertentu.
Pendidikan politik dapat dilakukan melalui diskusi politik, kegiatan partai politik, dan pendidikan di sekolah.
c). Peniruan Perilaku
Sosialisasi peniruan prilakuku adalah sosialisasi yang dilakukan dengan proses penyerapan meniru orang lain.
Contohnya, seorang siswa akan mendukung calon presiden tertentu karena kakaknya juga mendukung calon presiden tersebut.
d). Sosialisasi Antisipatori
Sosialisasi antipatori adalah sosialisasi politik dengan cara belajar bersikap dan berperilaku seperti tokoh politik yang diidealkan.
Contohnya, seorang anak belajar bersikap dan cara berbicara seperti presiden karena ia memang mengidealkan peran itu.
Alat atau Sarana Sosialisasi Politik
Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain:
a). Sarana Sosialisasi Politik – Keluarga – Family
Keluarga merupak alat – agen – sarana untuk sosialisasi nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif
b). Sarana Sosialisasi Politik – Sekolah
Sekolah merupakan sarana sosialisasi politik dengan cara memberikan pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan).
Peserta didik dan guru saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis.
c). Sarana Sosialisasi Politik – Kelompok Pertemanan – Peer Groups
Peer group termasuk kategori agen sosialisasi politik primary group. Peer group adalah teman-teman sebaya yang mengelilingi seorang individu.
Pengaruh pertemanan dalam sosialisasi politik sudah berlangsung sejak masa pergerakan nasional.
d). Sarana Sosialisasi Politik – Media Massa
Media massa merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Berita -berita yang dikemas dalam media audio visual (televisi), surat kabar cetak, internet, ataupun radio, mengenai perilaku pemerintah ataupun partai politik banyak memengaruhi masyarakat.
e). Sarana Sosialisasi Politik – Pemerintah
Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Pemerintah merupakan agen yang punya kepentingan langsung atas sosialisasi politik.
Pemerintah melibatkan diri dalam politik pendidikan, melalui beberapa mata pelajaran yang ditujukan untuk memperkenalkan peserta didik kepada sistem politik negara, pemimpin, lagu kebangsaan, dan sejenisnya.
f). Sarana Sosialisasi Politik – Partai politik
Partai politik adalah saran sosialisasi politik yang memainkan peran sangat penting. Partai politik dengan merekrut kader maupun simpatisannya secara periodik maupun pada saat kampanye, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya.