Rotasi Revolusi Bulan Bumi – Matahari: Pengertian Pengaruh Gerak Semu Fase Bulan: Contoh Soal Ujian

Pengertian Planet Bumi: Planet bumi adalah planet yang berpenghuni. Di bumi terdapat atmosfir dan air dengan suhu udaranya sedang.

Bumi juga terdapat gas oksigen yang memungkinkan makhluk hidup untuk hidup dan berkembang.

Jarak bumi dari matahari adalah sekitar 149.600.000 km. Sedangkan Diameter Bumi adalah 12.756 km. Permukaan bumi terdiri dari 70% air dan 30% daratan.

Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet dan tidak memiliki cahaya sendiri.

Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari dan waktu rotasinya 23 jam 56 menit atau 24 jam.

Rotasi Bumi – Bulan Revolusi Bumi Bulan,

Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Waktu (kala) rotasi bumi adalah 23 jam lebih 56 menit 3 detik (dibulatkan 24 jam), dan dibulatkan 24 jam.

Bumi berputar dari Barat ke Timur. Akibatnya, matahari selalu terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

Bagian timur lebih dahulu mengalami siang. Bagian bumi yang terkena matahari akan mengalami siang. Sedangkan bagian bumi yang tidak terkena matahari akan mengalami malam.

Pengaruh Rotasi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,


Akibatnya rotasi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

1). Pergantian siang dan malam hari

2). Adanya perbedaan waktu dari tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya

3). Adanya gerak semu harian dari matahari dan benda- benda langit yang seakan -akan bergerak dari timur ke barat

4). Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi

5). Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi

Revolusi Bumi,

Revolusi bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Bumi melakukan rotasi bersamaan dengan melakukan revolusi. Arah gerak revolusi bumi sama dengan arah gerak rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.

Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau satu tahun untuk sekali berevolusi. Ketika berevolusi, sumbu bumi miring dengan arah yang sama yaitu 23,5o dari garis tegak lurus pada bidang edar (ekliptika).

Pengaruh Revolusi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,

Akibatnya revolusi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

a). Terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan,

b). Terjadi perbedaan lamanya waktu malam dan siang,

c). Perubahan kedudukan matahari.

Gerak Semu Tahunan Matahari,

Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.

Gerakan semu matahari menyababkan seolah- olah matahari  bergerak dari timur ke barat mengitari bumi, seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

Gambar berikut menunjukkan gerak semu tahunan Matahari.

Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,
Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,

Tanggal 21 Maret – 21 Juni,

Pada tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni, belahan bumi utara mengalami siang lebih lama dibanding malam. Hal ini disebabkan kutub utara mendekati ke matahari, sebaliknya kutub selatan menjauhi matahari.

Selama periode tiga bulan tersebut, belahan bumi utara mengalami musim semi dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.

Tangal 21 Juni – 23 September,

Pada tanggal 21 Juni sampai 23 September, kutub utara mulai menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan mendekati matahari.

Pada periode tiga bulan ini belahan bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

Tanggal 23 September – 22 Desember,

Pada tanggal 23 September sampai tanggal 22 Desember belahan bumi utara menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi selatan mendekati matahari.

Hal ini akan mengakibatkan belahan bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.

Tanggal 22 Desember – 21 Maret,

Pada tanggal 22 Desember sampai 21 Maret, belahan bumi selatan bergerak menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi utara bergerak mendekati matahari.

Pada periode tersebut belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin.

Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

Secara singkat, pergerakan semu matahari dan pengaruhnya terhadap musin di bumi dapat dilihat pada table berikut

Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,
Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

Bulan Satelit Bumi,

Bulan adalah satelit bumi. Bulan melakukan tiga Gerakan sekaligus, yaitu berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi beredar mengelilingi matahari.

Periode revolusi bulan mengelilingi Bumi ternyata sama dengan periode rotasinya. Artinya, kecepatan bulan mengitari bumi sama dengan rotasi pada porosnya. Akibatnya, permukaan bulan terlihat dari bumi selalu sama.

Rotasi Bulan

Rotasi bulan adalah gerak perputaran Bulan pada porosnya.  Untuk satu kali bergerak berputar mengelilingi bumi, bulan memerlukan waktu selama 27,32  hari yang disebut satu bulan sideris.

Sebenarnya, pada saat tersebut bumi telah bergerak mengitari matahari sejauh 27º. Jadi, bulan harus menempuh selisih jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relative terhadap matahari.

Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan adalah 29½ hari yang disebut satu bulan sinodis (komariah).

Jadi Waktu yang diperlukan Bulan untuk sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan.

Bulan berotasi dari Barat ke Timur. Oleh karena itu, kita selalu melihat sisi yang sama setiap kali melihat Bulan.

Pengaruh Rotasi Bulan Terhadap Kehidupan Sehari Hari Bumi,

Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

Revolusi Bulan

Revolusi bulan adalah gerak perputaran Bulan dalam mengelilingi Bumi. Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang berbentuk elips.

Oleh karena Bulan terus beredar mengelilingi Bumi maka tampak perubahan pada bagian Bulan yang terkena sinar matahari.

Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari.

Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari.

Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Akibatnya, Bulan sering terlihat berubah bentuk.

Perubahan Fase Bulan,

Perubahan bentuk bulan selama revolusi disebut perubahan fase bulan. Satu daur penuh fase bulan terjadi selama 29,5 hari atau satu bulan.

Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata- rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.

Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan
Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan

a). Fase Bulan Baru – Hari Pertama

Bulan berada pada posisi 0°. Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari (Sisi bulan yang gelap) menghadap ke Bumi.  Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.

b). Fase Bulan Sabit – Hari Keempat

Bulan berada pada posisi 45°. Seminggu kemudian, setelah bulan baru, bulan yang berbentuk sabit terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Bulan tampak melengkung seperti sabit.

Fase ini disebut Bulan sabit. Bentuk  Sabitnya menjadi semakin lebar hari demi hari hingga menjadi bulan separuh.

c). Fase Bulan Separuh – Hari Kedelapan

Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari.

Oleh karena itu, Bulan hanya terlihat separuhnya saja. Fase ini disebut Bulan paruh.

d). Fase Bulan Purnama – Hari Keempat Belas

Hari keempat belas Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Pada posisi ini Bumi berada di antara Bulan dan Matahari.

Pada saat ini, Seluruh sisi bulan yang terkena cahaya matahari akan terlihat. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.

Setelah bulan purnama, Penampakan Bulan mulai mengecil kembali, mulai dari fase bulan separuh, dan akhirnya kembali ke fase bulan baru.

Bulan separuh dikatakan mengembang bila kenampakan Bulan semakin besar. Dan, Bulan separuh dikatakan menyusut bila kenampakannya menciut atau menjadi lebih kecil.

Pengaruh Gaya Gravitasi Bulan – Pasang Surut Air Laut,

Ukuran Bulan lebih kecil daripada bumi dan Gaya gravitasinya pun lebih kecil. Namun demikian, pengaruh bulan pada bumi cukup besar, khususnya tarikan gravitasinya.

Air laut mengalami pasang surut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan. Pasang surut ialah naik dan turunnya permukaan air laut secara berulang ulang dengan waktu beraturan.

Pada waktu malam hari, jarak antara bulan  bumi relative dekat, air laut tertarik oleh gravitasi bulan maka permukaan air laut naik atau terjadi pasang.

Sebaliknya pada saat yang sama, bagian bumi yang mengalami waktu siang hari, posisi bulan dari bumi relatf jauh. Akibat pengaruh gaya gravitasi bulan relative kecil pada permukaan bumi sehingga di daerah ini permukaan air laut turun atau terjadi surut.

Pasang atau air laut naik yang paling tinggi terjadi pada saat fase bulan utuh atau bulan purnama.

1). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,

Peristiwa yang terjadi akibat rotasi Bumi adalah . . . .

a). pergantian siang dan malam

b). pasang surut air laut

c). pergantian musim

d). pergeseran posisi Matahari

Jawaban: a

2). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,

Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .

a). registrasi

b). rotasi

c). revolusi

d). resolusi

Jawaban: c

3). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,

Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

a). rotasi Bumi

b). revolusi Bumi

c). rotasi Bulan

d). revolusi Bulan

Jawaban: b

4). Contoh Soal Gerhana Matahari,

Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .

a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris

b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris

c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris

d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku

Jawaban: a

5). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,

Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

a). perbani

b). purnama

c). paruh

d). maksimal

Jawaban: b

6). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,

Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .

a). bagian Bumi terkena umbra Bulan

b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan

c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi

d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan

Jawaban: a

7). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,

Gerak bumi pada porosnya disebut ….

a). revolusi

b). rotasi

c). radial

d). orbital

Jawaban: b

8). Contoh Soal Waktu Bumi Rotasi,

Bumi sekali berotasi selama ….

a). 12 jam

b). 24 jam

c). 36 jam

d). 1 tahun

Jawaban: b

9). Contoh Soal Ujian Bulan Matahari Bumi,

Berikut bukan gerakan yang dilakukan bulan adalah ….

a). berputar pada porosnya

b). berputar vertikal

c). mengelilingi bumi

d). mengelilingi matahari

Jawaban: b

10). Contoh Soal Tahun Kabisat,

Tahun berikut yang bukan tahun kabisat adalah ….

a). 1988

b). 1995

c). 2000

d). 2004

Jawaban: b

11). Contoh Soal Ujian Gerhana Bulan,

Pada saat kedudukan bumi berada di antara matahari dan bulan, maka terjadi ….

a). gerhana bulan

b). penumbra

c). gerhana matahari

d). umbra

Jawaban: a

Rangkuman – Ringkasan Rotasi – Revolusi Bumi Bulan,

Bumi memerlukan waktu sehari untuk satu kali rotasi dan setahun untuk satu kali revolusi.

Rotasi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian siang dan malam, b). gerak semu harian Matahari, c). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, dan d). perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi.

Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian musim dan b). gerak semu tahunan Matahari.

Bulan melakukan rotasi dan revolusi dalam waktu yang sama, yaitu 29½ hari.

Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu perbedaan bentuk revolusi, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari.

Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan, yaitu perbedaan bentuk permukaan bulan yang terang dari hari ke hari.

Gerhana Bulan terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi.

Gerhana Matahari terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.

Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan baru. Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh.

Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.

Peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Hijriah atau tahun Komariyah.