3 Tahap Erosi Detachment Transportasi Sedimentasi Jenis Erosi Stream Bank Erosion Waterfall Erosion Erosi Badan Sungai

Pengertian Erosi, Erosi atau Pengikisan adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi,

3 Tahapan Erosi,

Erosi terdiri atas tiga tahapan antara lain sebagai berikut:

1). Tahap Erosi Detachment,

Detachment adalah pelepasan Sebagian massa batuan dari massa induknya,

2). Tahap Erosi Transportasi

Transpotasi adalah terjadinya perpindahan batuan atau tanah yang terkikis dari suatu tempat ke tempat lain,

3). Tahap Erosi Sedimentasi,

Sedimentasi adalah proses terjadinya pengendapan massa batuan yang terkikis setelah berpindah.

Jenis Jenis Erosi Air – Ablasi,


Ablasi adalah erosi oleh air yang mengalir. Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut…

1). Erosi Percik – Splash Erosion

Erosi Percik – Splash Erosion  adalah  proses pengikisan tanah atau batuan yang terjadi oleh percikan air atau air hujan. Percikan tersebut berupa partikel tanah dalam jumlah yang kecil dan kemudian diendapkan di tempat lain.

Erosi percikan menyebabkan material atau batuan yang terkena tetesan air hujan menjadi lapuk dan akhirnya hancur.

2). Erosi Lembar – Sheet Erosion,

Erosi Lembar – Sheet Erosion atau erosi permukaan adalah proses pengikisan tanah yang tebalnya sama dan merata dalam suatu permukaan tanah.

Erosi permukaan menyebabkan hilangnya kesuburan tanah karena hilangnya lapisam humus yang ada dalam tanah,

3). Erosi Alur – Rill Erosion,

Erosi Alur – Rill Erosion adalah erosi yang terjadi karena air yang mengalir berkumpul dalam suatu cekungan atau alur alur sehingga di alur alur tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar.

Alur-alur erosi ini merupakan tempat air mengalir dan mengikis tanah.

4). Erosi Parit – Gully Erosion,

Erosi Parit – Gully Erosion adalah proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran-saluran yang terbentuk telah dalam.

Alur- alur erosi berkembang menjadi parit-parit atau lembah yang dalam berbentuk huruf U atau V. Erosi parit merupakan bentuk lebih lanjut dari erosi alur.

Jenis Erosi Air Sungai,

Di sepanjang aliran sungai terjadi pula proses erosi oleh arus air. Proses pengikisan yang mungkin terjadi sepanjang aliran sungai antara lain sebagai berikut.

1). Erosi Tebing Sungai – Stream Bank Erosion,

Erosi tebing sungai adalah erosi yang terjadi pada dinding badan sungai sehingga lembah sungai bertambah lebar.

2). Erosi Mudik, Waterfall Erosion – Erosi Air Terjun,

Erosi mudik adalah erosi yang terjadi pada dinding air terjun air jeram. Akibat erosi mudik, semakin lama lokasi air terjun akan mundur ke arah hulu.

3). Erosi Badan Sungai,

Erosi badan sungai adalah erosi yang berlangsung ke arah dasar sungai (atau badan sungai) sehingga lembah sungai menjadi semakin dalam.

Jika erosi badan sungai ini berlangsung dalam waktu geologi yang sangat lama maka akan terbentuk ngarai-ngarai yang sangat dalam.

Contoh Erosi Badan Sungai,

Contoh erosi badan sungai seperti Grand Canyon di Sungai Colorado (Amerika Serikat).

Erosi Marine – Abrasi,

Abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya erosi akibat air laut dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang.

Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus terhadap dinding pantai.

Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.

2). Eksarasi,

Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. Jenis erosi ini hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegunungan tinggi.

Proses terjadinya erosi diawali oleh turunnya salju di suatu lembah pada lereng atau perbukitan.

Lama kelamaan salju tersebut akan menumpuk pada lembah sehingga menjadi padat dan terbentuklah massa es yang berat.

Dengan gaya gravitasi massa es tersebut akan merayap menuruni lereng pegunungan atau perbukitan.

Erosi Angin – Deflasi,

Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Pada awalnya angin hanya menerbangkan pasir dan debu. Akan tetapi, kedua benda tersebut dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang jauh lebih besar sehingga akan mengikis batuan tersebut.

Erosi Es – Gletser,

Erosi es atau gletser adalah Gerakan lapisan es yang mengalir turun dari pegunungan es yang menyebabkan pengikisan disebut dengan erosi es (gletser).

Aliran es yang mencair itu akan membawa atau menyeret batu-batuan ke bawah atau disebut moraine, seperti Pantai Fyord di Skandinavia.

Faktor Penyebab Erosi Tanah,

Sebab terjadinya erosi tanah antara lain adalah..

1). kondisi tanah yang tidak ada tanamanya

2). tanah tidak memiliki tanggul pasangan sebagai penahan erosi

3). tanah miring tidak dibuatkan teras teras dan guludan sebagai penyangga air dan tanah yang larut

4). tanah berumput digunakan untuk gembala liar sehingga tanah semakin rusak

5). penebangan hutan secara liar, hutan jadi gundul

Cara Mencegah Erosi,

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya erosi, antara lain sebagai berikut:

1). Terasering: bercocol tanam dengan membuat terasering yaitu membuat tanah lereng menjadi bertingkat-tingkat, sehingga jika terjadi hujan, kecepatan air dari bagian atas akan berkurang;

2). Strip – Cropping: melakukan strip-cropping atau metode tanam berseling yang waktu panennya tidak sama;.

3). Counter Farming: menanam lahan menurut garis kontur kemiringan, agar akar dapat menahan tanah.

4). Reboisasi: menerapkan sistem reboisasi atau penanaman hutan kembali, terutama dilakukan pada hutan-hutan lindung yang mulai gundul;

5). Counter – Plowing: menerapakn contour-plowing dengan melakukan pembajakan yang searah dengan kontur.

6). Crop Rotation: mengganti jenis tanaman agar tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.

Pengendapan – Sedimentasi, 

Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.

Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen.

Jenis Jenis Sedimen,

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut dan tempat pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas berikut.

Sedimen Berdasarkan Tenaga Alam Yang Mengangkutnya,

(1) sedimen akuatis oleh air;

(2) sedimen marine oleh air laut;

(3) sedimen glasial oleh gletser (es);

(4) sedimen aeolis (aeris) oleh angin.

Sedimen Berdasarkan Tempat Pengendapan,

(1) sedimen fluvial, di sungai;

(2) sedimen marine, di laut;

(3) sedimen limnis, di danau atau rawa;

(4) sedimen terestris, di darat;

(5) sedimen glasial, di daerah es.

Pengendapan oleh Air

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain, meander, dataran banjir, tanggul alam, dan delta.

Meander,

Meander adalah sungai yang bentuknya berkelok- kelok akibat adanya pengendapan. Proses pembentukan meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar.

Oxbow Lake,

Oxbox lake atau sungai mati.terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus sehingga menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai.

Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander.

Delta,

Delta adalah Endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau ataupun laut. Delta merupakan tempat pertemuan sungai dengan laut.

Delta dapat terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus air tidak terlalu cepat.

Tanggul Alam Sungai,

Tanggul alam adalah tanggul yang terbentuk di tepi sungai akibat adanya material yang terbawa oleh luapan air sungai saat banjir dan mengendap di bibir kiri kanannya.

Tanggul Pantai,

Tanggul  Pantai adalah tanggul yang tebentuk di bibir pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh air laut.

Kipas Aluvial,

Kipas Aluvial  terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan

Dataran Banjir,

Dataran banjir adalah dataran rendah yang terdapat di kanan kiri sungai yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran sungai.

Pengendapan oleh Air Laut

Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain, pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

Tombolo dan Spit,

Tombolo adalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil,

Spit adalah endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung.

Pengendapan oleh Angin,

Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pasir dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir

Gumuk Pasir,

Gumuk pasir Terbentuk karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir terangkut dan kemudian terendapkan membentuk tumpukan pasir yang disebut gumuk pasir.

Pengendapan oleh Gletser,

Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glasial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U.