Cara Menentukan Persediaan Barang

Pengertian Persediaan Barang. Persediaan merupakan asset atau aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau penyediaan jasa.

Fungsi Manfaat Persediaan Barang

Adapun Beberapa Ffungsi dari persediaan diantaranya adalah:

a). Mengurangi risiko terjadinya keterlambatan datangnya barang atau bahan -bahan yang dibutuhkan oleh perusahaan

b). Mengurangi risiko akibat adanya barang yang rusak

c). Memastikan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin keberlangsungan proses produksi

d). Memastikan penggunaan mesin selalu dalam keadaan yang optimal

e). Agar dapaat memberikan pelayanan yang sebaik- baiknya bagi para konsumen.

Jenis Jenis Persediaan Barang

a). Persediaan Usaha Perusahaan Dagang

Untuk usaha dagang, persediaan atau inventory adalah aktiva lancar berupa barang dagangan yang dimiliki perusahaan, tersedia untuk dijual, bisa berupa bahan mentah (bake) dan pembantu, barang setengah jadi atau barang jadi.

b). Persediaan Usaha Perudahaan Jasa

Untuk  usaha   jasa,  persediaan  dapat  berbentuk  bahan  atau perlengkapan yang digunakan dalam proses pemberian jasa.

c). Peusahaan Manufaktur atau Industry

Perusahaan manufaktur atau industri memiliki jenis persediaan berupa persediaan bahan baku, persedian barang dalam proses atau setengah jadi, dan persediaan barang jadi.

Cara Strategi Penyiapan Pengadaan Persediaan Barang

a). Lot Size Inventory (Bath Stock)

Lot size inventory adalah pengadaan persediaan barang dagang dalam jumlah yang cukup besar dan bahkan melebihi perencaan kebutuhan yang ada. Hal ini umumnya terjadi karena adanya potongan harga atau potongan ongkos pengiriman barang dagang.

Biasanya penjual memberikan potongan harga dan ongkos pengiriman per unit yang cukup tinggi apabila pembelian barang dilakukan dalam jumlah yang besar.

b). Fluctuation Stock (Stok Fluktuasi)

Fuctuation stock adalah pembelian persediaan barang yang bertujuan untuk menghadapai kemungkinan terjadinya fluktuasi permintaan dari pelanggan yang sulit diperkirakan. Pengadaan lebih bersifat untuk berjaga- jaga terhadap permintaan konsumen yang datangnya tiba tiba melonjak secara drastis dan tidak terprediksi sebelumnya.

Saat permintaan meningkat namun stok persediaan tidak mencukupi, hal ini dianggap sebagai kerugian bagi perusahaan

c). Anticipation Stock (Persediaan Antisipasi)

Anticipation stock adalah pembelian persediaan barang bertujuan untuk menghadapi naiknya permintaan dari konsumen yang sudah diramalkan  atau telah diperkirakan.

Pada dasarnya, pedagang menggunakan perkiraan dari pola konsumsi masyarakat pada kurun waktu yang lalu.

Misalnya sebulan atau dua bulan sebelum hari raya idul fitri, pedagang pakaian umumnya telah membeli persediaan dalam jumlah besar karena sudah bisa diprediksi bahwa mendekati lebaran permintaan pakaian akan melonjak secara drastis. Maka pedagang akan menyetok pakaian untuk berjaga jaga agar tidak kekurangan barang.

d). Persediaan Konsinyasi

Barang konsinyasi adalah persediaan yang ditempatkan atau dititipkan ditempat lain untuk dijual. Bisa ditempatkan di tempat agen, cabang, atau mitra usaha. Dengan kata lain Titip barang untuk dijualkan. Konsinyasi merupakan satu strategi penjualan yang banyak dilakukan dan tempat yang dititipi barang akan mendapatkan komisi apabila barang tersebut laku terjual.

Sistem Pencatatan Persediaan Barang

a). Sistem   Pencatatan   Persediaan   Perpektual (Perpectual System)

Metode pencatatan persediaan perpetual adalah metode yang mencatat atau menjurnal persediaan barang dagang apabila terjadi transaksi yang berhubungan dengan persediaan. Jika terjadi transaksi yang menyebabkan jumlah persediaan berubah, maka rekening persediaan juga akan turut dicatat.

Perubahan   ini   secara langsung mempengaruhi nilai  persediaan  yang  dicatat dalam akun persediaan. Ini artinya  setiap terjadi penambahan (pembelian) akan menambah nilai persedian dan  setiap  pengurangan  persediaan (penjualan)  akan mengurangi   nilai   persediaan.  Jadi nilai persediaan dapat diketahui langsung dari akun persediaan barang.

b). Sistem  Pencatatan  Persediaan  Periodik Atau Fisik (Periodic System)

Pada sistem pencatatan persediaan periodik penentuan kuantitas dan nilai persediaan   dicatat secara periodik, misalnya satu bulan sekali atau satu periode akuntansi.

Nilai persediaan yang diperoleh dengan cara pemeriksaan fisik tersebut dicatat sebagai persediaan akhir pada akun persediaan barang.

Pada saat transaksi perolehan persediaan didebit pada rekening pembelian. Pada saat pengurangan persediaan karena penjualan, dikredit pada rekening penjualan.

Metode pencatatan ini juga mengharuskan perhitungan barang secara fisik di gudang untuk mengetahui jumlah persediaan barang. Ketika terjadi sebuah transaksi yang berhubungan dengan persediaan, maka persediaan tidak langsung dicatat atau dijurnal.

Hanya transaksinya yang dijurnal. Misalnya transaksi pembelian atau penjualan, maka yang dicatat adalah transaksi pembelian atau penjualan tersebut. Walaupun jumlah persediaan di gudang bertambah atau berkurang, pos persediaan tidak perlu dicatat.

Cara Menentukan Nilai Persediaan barang

Barang persediaan dapat ditentukan nilanya berdasarkan pada metoda First In First Out FIFO, Last In First Out LIFO, Metode Rata Rata, Metoda Identifikasi Khusus seperti penjelasan berikut.

a).  Metode Masuk Pertama Keluar Pertama First In First Out

Metode First In Fisrt Out FIFO mengasumsikan barang dalam persediaan yang pertama dibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu. Dengan demikian, barang yang tertinggal dalam persediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian.

Hal ini mengandung arti bahwa barang yang keluar baik karena adanya penjualan atau pemakaian bahan Baku penilaian harganya berdasarkan urutan masuknya. Dengan demikian setiap barang yang masuk pada waktu dan harga tertentu baru boleh digunakan atau diperhitungkan sebagai barang keluar setelah barang yang masuk sebelumnya telah habis terpakai terlebih dahulu.

Metode First In Fisrt Out mengharuskan setiap pengeluaran dipenuhi terlebih dahulu dari sisa stok yang masuknya lebih dahulu dan bila belum mencukupi baru dipenuhi dari barang yang masuk berikutnya. Begitu seterusnya.

Persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli). Metode  ini  cenderung  menghasilkan  persediaan  yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli.

b). Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama Last In First Out)

Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama LIFO mengasumsikan bahwa barang yang dibeli atau diproduksi terakhir dijual atau digunakan terlebih dahulu. Dengan demikian barang yang termasuk dalam persediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi terdahulu.

Ini berarti metode LIFO menghitung nilai persediaan yang keluar atau terpakai akan dipenuhi terlebih dahulu oleh barang yang masuknya belakangan. Dihitung dari  yang paling baru atau paling akhir disusul oleh yang masuk sebelumnya.

Persediaan akhir dinilai dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan yang pertama masuk atau dibeli. Metode ini cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah dan berdampak pada nilai aktiva  perusahaan yang  rendah.

Metode Rata Rata

Dengan metode rata- rata, nilai setiap barang atau persediaan ditentukan berdasarkan nilai rata-rata tertimbang dari barang atau persediaan serupa pada awal periode dan nilai barang atau persediaan serupa yang dibeli atau diproduksi selama satu periode.

Perhitungan rata-rata dapat dilakukan secara berkala, atau pada setiap penerimaan kiriman, tergantung pada keadaan perusahaan.

Penentuan arga persediaan didasarkan harga rata-rata yang dibayarkan untuk barang tersebut, yang ditimbang menurut junnlah yang dibeli.

Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai  persediaan  LIFO.

Metode Identifikasi Khusus

Metode identifikasi khusus dilakukan dengan mengidentifikasikan tiap- tiap barang yang terjual dengan nilai persediaan dari barang terjual tersebut. Metoda identifikasi khusus umumnya digunakan perusahaan yang jumah transaksinya relatif sedikit tapi dengan nilai transaksi yang cukup besar, misalnya perusahaan dealer mobil sepeda motor, perhiasan berharga, dan sebagainya.

Contoh: toko sepatu, dealer sepeda motor, mobil, sepeda.

Contoh Soal Perhitungan Persediaan Barang

Selama satu bulan perusahaan dagang PT Ardra Biz melakukan transaksi yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan seperti ditunjukkan pada table di bawah, satuan uang barang dalam juta rupiah.

Contoh Soal Rumus Perhitungan Persediaan Barang
Contoh Soal Rumus Perhitungan Persediaan Barang

a). Contoh Perhitungan Persedian Barang Metode FIFO

Perusahaan PT Ardra Biz dalam penetapan persediaan menggunakan metode FIFO dan pencatatannya menggunakan metode fisik.

Perusahaan melakukan perhitungan fisik barang dagangan pada akhir bulan sebesar 30 unit. Total barang dagangan yang siap dijual adalah sebesar 100 unit untuk satu bulan dan sisa barang dagangan pada akhir bulan adalah sebesar 30 unit, maka jumlah barang yang terjual adalah 70 unit.

Perhitungan Persediaan Akhir Metoda FIFO

Nilai persedian barang dagangan pada akhir bulan yaitu barang dagangan yang belum terjual sebesar 30 unit adalah:

Contoh Soal Rumus Cara Perhitungan Persediaan Akhir Metoda FIFO
Contoh Soal Rumus Cara Perhitungan Persediaan Akhir Metoda FIFO

Dari table dapat diketahui bahwa nilai persediaan barang dagangan pada akhir bulan untuk 30 unit adalah sebesar 110 juta rupiah.

Barang yang dibeli pertama harus dijual pertama, sehingga barang yang dijual dimulai dari tanggal 1 yang merupakan persediaan awal sebanyak 20 unit, kemudian barang yang dibeli pada tanggal 10 sebanyak 40 unit dan barang yang dibeli pada tanggal 25 sebanyak 10 unit.

Total barang yang dijual adalah

20 + 40 + 10 = 70 unit

Sedangkan sisa barang yang dibeli pada tanggal 25 adalah

30 – 10 = 20 unit

Dengan demikian, sisa persediaan barang dagangan adalah barang yang dibeli pada tanggal 25 dan tanggal 30.

Sisa barang yang dibeli pada tanggal 25 adalah sebanyak 20 unit dengan harga Rp. 3.5 juta dengan nilai sebesar:

20 x 3,5 = 70 juta rupiah

dan barang yang dibeli pada tanggal 30 adalah sebanyak 10 unit dengan Rp. 4.0 juta dengan nilai sebesar:

10 x 4 = 40 juta rupiah

Sehingga persediaan akhir PAK adalah

PAK = 70 + 40

PAK = 110 juta rupiah

Jadi persediaan barang akhir atau persediaan akhir PAK adalah 110 juta rupiah

Perhitungan Harga Pokok Penjualan HPP

Harga pokok penjualan barang yang sudah terjual untuk 70 unit dapat ditentukan sebagai berikut (satuan uang dalam jutaan rupiah)

Contoh Soal Rumus Cara Perhitungan Harga Pokok Penjualan HPP
Contoh Soal Rumus Cara Perhitungan Harga Pokok Penjualan HPP

Dari table dapat diketahui bahwa harga pokok penjualan untuk 70 unit adalah 205 juta rupiah.

Barang yang dibeli pertama harus dijual pertama, sedangkan barang yang tersisa pada akhir bulan atau persediaan akhir adalah 30 unit.

Rincian barang dagangan yang dijual adalah:

barang dari persediaan awal pada tanggal 1 sebanyak 20 unit dengan harga Rp 2.5 juta dengan nilai sebesar

20 x 2,5 = 50 juta rupiah

barang dari pembelian pada tanggal 10 sebanyak 40 unit dengan harga Rp 3.0 juta dengan nilai

40 x 3,0 = 120 juta

barang dari pembelian pada tanggal 25 sebanyak 10 unit dengan harga Rp 3.5 juta dengan nilai

10 x 3,5 = 350juta

Jadi harga pokok pokok penjualan HPP adalah

HPP = 50 + 120 + 35

HPP = 205 juta rupiah

Besarnya harga pokok penjualan dapat juga dihitung dengan menggunakan rumus persamaan sebagai berikut

HPP = PAW + PB – PAK

HPP = harga pokok penjualan

PAW = Persediaan awal

PAK = Persediaan akhir

PB = pembelian bersih

PB = 120 + 105 + 40

PB = 265 juta rupiah

PAW = 50 juta rupiah

PAK = 110 juta rupiah

maka harga pokok penjualannya adalah

HPP = (50 + 265) – (110)

HPP = 205 juta rupiah

b). Contoh Perhitungan Persediaan Barang Metode LIFO

Perusahaan PT Ardra Biz dalam penetapan persediaan menggunakan metode LIFO dan pencatatan menggunakan metode fisik. Berdasarkan hasil perhitungan fisik barang dagangan pada akhir bulan tanggal 31 adalah sebesar 30 unit.

Barang dagangan yang siap dijual adalah 100 unit dan sisa barang dagangan pada akhir bulan tangga 31 adalah 30 unit,

maka barang yang terjual adalah

100 – 30 = 70 unit.

Perhitungan Nilai Persediaan Akhir Barang Metoda LIFO

Nilai persediaan barang dagangan pada akhir bulan tanggal 31 yaitu barang dagangan yang belum terjual sebesar 30 unit adalah:

Contoh Soal Rumus Perhitungan Persediaan Barang Metode LIFO
Contoh Soal Rumus Perhitungan Persediaan Barang Metode LIFO

Pada Metode LIFO, barang yang dibeli pertama harus dijual terakhir, sehingga barang yang dijual sebanyak 70 unit merupakan barang yang dibeli pada tanggal 30 sebanyak 10 unit, kemudian barang yang dibeli pada tanggal 25 sebanyak 30 unit dan barang yang dibeli pada tanggal 10 sebanyak 30 unit.

Total barang yang dijual adalah

10 + 30 + 30 = 70 unit

Sedangkan Sisa barang yang dibeli pada tanggal 10 adalah 40 – 30 = 10 unit.

Maka persediaan barang dagangan akhir atau persediaan akhir PAK adalah barang yang dibeli pada tanggal tanggal berikut.

Barang dari persediaan awal pada tanggal 1 sebanyak 20 unit dengan harga Rp. 2.5 juta atau

20 x 2,5 = 50 juta ruiah

dan dari pembelian tanggal 10 sebanyak 10 unit dengan harga Rp. 3,0 juta atau

10 x 3 = 30 juta rupiah

Jadi total persediaan akhir PAK adalah

PAK = 50 + 30

PAK = 80 juta rupiah

Jadi persediaan barang pada akhir bulan atau persediaan akhir PAK adalah 80 juta rupiah

Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan untuk 70 unit terdiri dari harga perolehan yang berasal dari pembelian sebagai berikut

Perhitungan Harga Pokok Penjualan Persediaan LIFO
Perhitungan Harga Pokok Penjualan Persediaan LIFO

Barang yang dibeli pertama harus dijual terakhir, sedangkan barang yang tersisa pada akhir bulan atau persediaan akhir adalah 30 unit.

Rincian barang dagangan yang dijual adalah:

Barang yang dibeli tanggal 30 sebanyak 10 unit dengan harga Rp 4 juta dengan nilai sebesar

10 x 4 = 40 juta rupiah

Barang dari pembelian pada tanggal 25 sebanyak 30 unit dengan harga Rp 3,5 juta dengan nilai

30 x 3,5= 105 juta

barang dari pembelian pada tanggal 10 sebanyak 30 unit dengan harga Rp 3 juta dengan nilai

30 x 3 = 90 juta

Jadi harga pokok pokok penjualan HPP adalah

HPP = 40 + 105 + 90

HPP = 235 juta rupiah

Besarnya harga pokok penjualan dapat juga dihitung dengan menggunakan rumus persamaan sebagai berikut

HPP = PAW + PB – PAK

HPP = harga pokok penjualan

PAW = Persediaan awal

PAK = Persediaan akhir

PB = pembelian bersih

PB = 120 + 105 + 40

PB = 265 juta rupiah

PAW = 50 juta rupiah

PAK = 80 juta rupiah

maka harga pokok penjualannya adalah

HPP = (50 + 265) – (80)

HPP = 235 juta rupiah

Daftar Pustaka:

  1. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  3. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  4. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  5. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  6. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  7. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.

Characteristics of the Monopoly Market

Understanding Monopoly Market . A monopoly market is a form or type of market that has only one power or one seller or one company that controls all of its supplies. In this market no other party can compete with it, so it becomes a pure monopoly or pure monopoly.

Monopoly companies produce products that are not produced by other companies, there are no similar substitutes. Examples of monopoly markets are state-owned companies, oil and natural gas companies and others. From the type of company, what products can be found in the monopoly market.

Characteristics of the Monopoly Market

The monopoly market has characteristics that are very contrary to the characteristics possessed by perfect competition. The characteristics of the monopoly market are as follows:

1) There is only one seller in the monopoly market. The goods or services produced can only be purchased on the monopoly market, not available elsewhere.

2) There are no substitute items for the type of goods produced or sold, similar to non-substitute institutions. The goods produced are the only one and the type of goods cannot be replaced by other items.

3) There are barriers or barriers for new companies that will enter the monopoly market. This obstacle is a strong factor why the monopoly market is formed. Obstacles can be in the form of legality, which is limited by law, technological barriers, namely technology that is used so high that goods are difficult to replicate, or capital constraints, namely the need for large capital in producing similar goods.

4) Monopolistic market players can determine the price of goods according to their wishes. However, this Seller does not affect the price and output of other products offered or offered in the economy.

5) Its monopolistic nature causes the Company not to require promotions or advertisements in marketing its products. There is no alternative item or substitute causes the buyer to be forced to buy the product from the monopolist.

Factors Causing the occurrence of the Monopoly Market.

From the characteristics of the monopoly market can be known the reasons or factors that cause the monopoly. Monopoly arises because there is only one company. This can be caused by goods not being replaced, because of legal obstacles, technological obstacles, the need for very large capital.

    Words in Articles Understanding and Examples of Monopoly Markets and Monopolistic Market Offers. But pure monopoly or pure monopoly with Samples of Products and Characteristics of the Monopoly Market. Number of Market Sellers Monopoly and Type of goods Monopoly market and monopoly market obstacle barriers The legality of monopoly market law and the way of monopoly market pricing or monopoly market advertising promotion.

    keyword

    monopoly market pricing methods, Samples of Products and Characteristics of Monopoly Markets, barriers to monopoly market barriers, Types of goods Monopoly market, Number of sellers of the monopoly market, legality of monopoly market laws, Monopoly Market Offers, Understanding and Examples of Monopoly Markets, monopoly market advertising promotions , pure monopoly or pure monopoly

    Kemosintesis Pada Anabolisme: Pengertian Contoh Reaksi Bakteri Nitrifikasi Belerang Besi Hidrogen Metana

    Pengertian Anabolisme. Anabolisme adalah peristiwa penyusunan pembentukan zat dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Penyusunan senyawa kimia umumnya memerlukan energi, misalnya energi cahaya dalam fotosintesis dan energi kimia dalam kemosintesis.

    Pengertian Kemosintesis.

    Karbohidrat dapat dibentuk dari CO2 dan H2O menggunakan energi kimia yang dihasilkan selama oksidasi biologi terhadap substansi kimia tertentu. Bakteri yang tidak berklorofil juga dapat menghasilkan karbohidrat menggunakan energi kimia.

    Kemosintesis dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon di mana reduksi CO2 berlangsung dalam kondisi gelap (yaitu reaksi tanpa cahaya), reaksinya menggunakan energi murni hasil oksidasi.

    Salah satu bagian penting dari kemosintesis adalah energi hasil reaksi oksidasi digunakan oleh bakteri dalam fosforilasi dan selanjutnya melakukan reduksi CO2 menjadi senyawa organik.

    Kemosintesis terjadi pada organisme autotrof, tepatnya kemo-autotrof, yang mampu menghasilkan senyawa organic dari zat- zat anorganik dengan bantuan energi kimia.

    Energi kimia adalah energi yang diperoleh dari suatu reaksi kimia yang berasal dari reaksi oksidasi. Kemampuan melakukan proses kemosintesis ini, terdapat pada mikroorganisme dan bakteri autotrof.

    Contoh Reaksi Anabolisme Kemosintesis

    Kemosintesis terjadi pada bakteri nitrifikasi, bakteri belerang, bakteri besi, serta bakteri hidrogen dan bakteri metan.

    1. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi

    Beberapa bakteri nitrifikasi antaranya adalah: bakteri Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter, dan Bactoderma. Nitrosococcus dan Nitrosomonas (bakteri nitrat) mengoksidasi amonia menjadi nitrit.

    2NH2 + 3O2 –>HNO2 + 2H2O + energi (158 kkal)

    Bactoderma dan Nitrobacter (bakteri nitrat) mengoksidasi nitrit menjadi nitrat dalam keadaan aerob.

    2HNO2 + O2 –>2HNO3 + energi (43 kkal)

    1. Kemosintesis oleh Bakteri Belerang

    Berdasarkan aspek kemosintesis, bakteri belerang dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut. Bakteri belerang ototrofik tanpa pigmen, contoh Beggiatoa dan Thiospirillum.

    Beggiatoa dan Thiospirillum ditemukan pada sumber mata air panas yang mengandung hidrogen sulfida. Kelompok bakteri ini mengoksidasi logam sulfida menjadi sulfur menurut reaksi berikut.

    2H2S + O2 –>2S + 2H2O + energi (122,2 kkal)

    Ketika cadangan sulfida habis, endapan sulfur akan dioksidasi menjadi sulfat.

    2S + 2H2 + 3O2 –>2H2SO4 + energi (284,4 kkal)

    1. Kemosintesis oleh Bakteri Besi

    Beberapa bakteri besi pada umumnya, misalnya Leptothrix, Crenothrix, Cladothrix, Galionella, Spiruphyllum, dan Ferrobacillus mengoksidasi ion ferro menjadi ion ferri.

    2Fe(HCO3)2 + H2O + O2 –>Fe(OH)3 + 4CO2 + energi (29 kkal)

    4FeCO3 + O2 + 6H2O –>4Fe(OH)3 + 4 CO2 + energi (81 kkal)

    1. Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana

    1) Bakteri Hidrogen

    Salah satu jenis bakteri hidrogen, yaitu Bacillus panctotrophus dapat tumbuh dalam medium anorganik yang mengandung hidrogen, CO2, dan O2 serta dapat mengoksidasi hidrogen dengan membebaskan energi.

    Energi ini dapat digunakan dalam proses kemosintesis berikut.

    2H2 + CO2 + energi (115 kkal) –>(CH2O) + H2O

    2) Bakteri Metana

    Methanonas merupakan salah satu contoh bakteri metana yang mampu mengoksidasi metana menjadi CO2. Metana menyediakan karbon dan energi bagi bakteri aerob ini. Perhatikan reaksi berikut.

    CH4 + 2O2 –>CO2 + 2H2O + energi

    Energi yang diperoleh pada kemosintesis digunakan untuk proses fosforilasi dan reduksi CO2 menjadi karbohidat.

    25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

    Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme – Katabolisme – Fotosintesis yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

    25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

    Daftar Pustaka:

    1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
    2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
    3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
    5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
    6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
    7. Ardra.Biz, 2019, “Kemosintesis Pada Anabolisme dengan Pengertian dan Contoh Kemosintesis. Pengertian Anabolisme dan Pengertian Kemosintesis serta Fungsi Kemosintesis dan Fungsi Energi Kimia pada Kemosintesis.
    8. Ardra.Biz, 2019, “Proses asimilasi karbon pada kemosintesis dengan Fungsi Energi reaksi oksidasi kemosintesis bakteri. Kemosintesis pada organisme autotroph serta Pengertian Energi kimia adalah Yang Mampu melakukan kemosintesis.
    9. Ardra.Biz, 2019, “Kemosintesis mikroorganisme dan bakteri autotroph dengan Contoh Reaksi Anabolisme Kemosintesis dan Jenis bakteri yang melakukan kemosintesis. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi
    10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi dan Kemosintesis oleh Bakteri Belerang. Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Belerang adalah Kemosintesis oleh Bakteri Besi dengan Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Besi.
    11. Ardra.Biz. 2019, “Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana dengan Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana. Kemosintesis Bakteri Hidrogen dan  Kemosintesis Bakteri Metana sebagai Contoh reaksi Kemosintesis Bakteri Metana dan Proses fosforilasi.

    Cara Mengukur Kualitas Air Limbah, Cara Biologi – Kimia, BOD – COD – DO – TSS – MLSS – MLVSS,

    Pengertian Pengukuran Indikator Air Limbah. Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah sudah terjadi kerusakan atau pencemaran lingkungan adalah baku mutu lingkungan hidup atau ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai sumber lingkungan hidup (UU RI No. 23 Tahun 1997).

    Jenis Pengukuran Pencemaran Air,

    Pengukuran pencemaran air dapat ditentukan dengan pengukuran secara biologis dan kimia.

    Pengukuran Pencemaran Air secara Biologis

    Pengukuran pencemaran air secara biologis merupakan pengukuran kualitatif (mutu) air tercemar. Pengukuran pencemaran air secara biologis tersebut hanya untuk menentukan besar dan tingkat pencemaran air.

    Indikator biologi yang sering digunakan biasanya adalah makhluk hidup yang ada di dalam air itu misalnya dengan menggunakan cacing planaria.

    Pengukuran Pencemaran Air secara Kimia

    Pengukuran pencemaran air secara kimia merupakan pengukuran dengan menggunakan bahan kimia.

    Jenis Pengukuran Pencemaran Kimia,

    Pengukuran pencemaran secara kimia dapat dilakukan dengan pengukuran kadar CO2, pengukuran pH air, dan pengukuran Biological Oxygen Demand (BOD).

    Indikator Biochemical Oxygen Demand (BOD520)

    Biochemical Oxygen Demand menunjukkan banyaknya oksigen dalam satuan mg/l yang diperlukan oleh mikroba untuk menguraikan bahan organic pada temperatur 20 Celcius selama lima hari.

    Pengukuran BOD dilakukan dengan cara menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut pada air sampel yang telah disimpan selama 5 hari pada temperature 20 Celcius.

    Kadar oksigen yang terlarut dalam air alami berkisar antara 5 sampai 7 ppm. Satu ppm adalah satu mg oksigen yang terlarut dalam satu liter air.

    Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air adalah akibat terjadinya proses oksidasi bahan organik, reduksi zat hasil aktivitas bakteri anaerob, dan respirasi makhluk hidup air terutama pada malam hari.

    Limbah bahan organik yang masuk ke dalam air diurai oleh mikroba, mikroba membutuhkan oksigen terlarut untuk mengoksidasi bahan organik. Semakin banyak limbah organik, semakin banyak mikroba yang hidup.

    Untuk dapat hidup, mikroba memerlukan oksigen. Semakin banyak mikroba, semakin rendah kadar oksigen terlarut dalam air. Hal ini dapat mengganggu kehidupan di dalam air.

    BOD dapat menggambarkan oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan organik yang dapat didekomposisikan secara biologis (biodegradable).

    Indikator Chemical Oxygen Demand (COD)

    Chemical Oxygen Demand menunjukkan total jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk proses oksidasi bahan organik secara kimiawi baik yang biodegradable maupun yang nonbiodegradable.

    Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen = DO)

    Dissolved Oxygen menunjukkan jumlah kandungan oksigen di dalam air yang diukur dalam 1 mg/1 lt.

    DO dapat digunakan sebagai indikasi seberapa besar jumlah pengotoran limbah. Semakin tinggi oksigen terlarut, semakin kecil tingkat pencemarannya.

    Total Suspended Solid (TSS), Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS), dan Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS)

    TSS, MLSS, dan MLVSS menunjukkan jumlah berat dalam mg/1 kering lumpur yang ada di dalam air limbah setelah dilakukan penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron.

    MLSS menunjukkan jumlah TSS yang berasal dari bak pengendap lumpur aktif sesudah dipanaskan pada suhu 103 °C – 105 °C, sedangkan MLVSS merupakan kandungan organic matter yang terdapat pada MLSS sesudah dipanaskan pada suhu 600 °C. Benda volatie yang menguap inilah yang disebut dengan MLVSS.

    Indikator Kekeruhan (Turbidity)

    Kekeruhan air dapat ditentukan dengan menggunakan efek cahaya. Kekeruhan air disebabkan oleh tercampurnya air dengan bahan organic di dalam air.

    Indikator Keasaman pH Air

    Keasaman atau pH air dapat dijadikan sebagai indikasi apakah air tersebut tercemar atau tidak dan seberapa besar tingkat pencemarannya. pH air alami berkisar antara 6,5 – 8,5. Pencemaran air dapat menyebabkan naik atau turunnya pH air.

    Jika banyak tercemar oleh zat yang bersifat asam (bahan organik), maka pH air akan lebih kecil dari 6,5.

    Namun demikian, jika air tercemar oleh zat yang bersifat basa (kapur), pH air akan lebih besar dari 8,5. Setiap kenaikan 1 angka pada skala pH menunjukkan kenaikan kebasaan sebesar 10 kali.

    Demikian juga sebaliknya, penurunan 1 angka pada skala pH menunjukkan penurunan keasaman sebesar 10 kali.

    Indikator Biologi

    Indikator biologi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kualitas air atau seberapa besar tingkat pencemarannya.

    Makhluk hidup atau organisme yang ada di dalam perairan tersebut dapat dijadikan indicator ada tidaknya pencemaran di dalam perairan tersebut.

    Makhluk hidup ini mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi dengan perubahan lingkungan yang terjadi, termasuk adanya zat asing dalam lingkungannya.

    Sebagai contoh, cacing Planaria yang biasa hidup di air jernih akan sangat sensitive dengan pencemaran.

    Ada tidaknya Planaria di dalam perairan itu dapat menunjukkan ada tidaknya pencemaran di perairan tersebut. Semakin tinggi tingkat pencemaran, semakin sulit Planaria itu ditemukan.

    Selain Planaria, hewan lain yang dapat dijadikan indikator biologi adalah Tubifex (indikator pencemaran bahan organik), serangga air, ikan mikro invertebrata, ganggang, dan bentos.

    Daftar Pustaka:

    1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
    2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    3. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
    4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
    5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
    6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
    7. Ardra.Biz 2019, “Pengukuran Kualitas Air Limbah dan Parameter Kualitas Air Limbah dengan Cara Pengukuran Kualitas Air Limbah. Indikator Kualitas Air Limbah dan Indikator Air Limbah serta Contoh Indikator Air Limbah.
    8. Ardra.Biz, 2019, “Nomor dan Tahun Undang Undang Lingkungan Hidup atau UU RI No. 23 Tahun 1997 dan Jenis Pengukuran Pencemaran air limbah dengan Pengukuran Pencemaran Air secara Biologis.
    9. Indikator cacing planaria sebagai Indikator biologi dengan Contoh Indikator biologi dan Indikator Kimia. Contoh pengukuran indicator kimia dengan pengukuran Pencemaran Air secara Kimia dan Contoh Indikator Pencemaran air secara kimia.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Biochemical Oxygen Demand (BOD520) dan Indikator Oksigen dalam air dengan Kadar oksigen dalam air limbah dengan Fungsi mikroba dalam air limbah dan Chemical Oxygen Demand (COD).
    11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian biodegradable  dan nonbiodegradable dengan Oksigen Terlarut dalam air  (Dissolved Oxygen = DO) serta Total Suspended Solid (TSS) atau Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS). Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS) dengan Contoh Kekeruhan (Turbidity).
    12. Ardra.Biz, 2019, “Indikator air limbah Kekeruhan (Turbidity sebagai Indikator air limbah Keasaman pH. Keasaman air yang baik dan sehat sebagai indikator pencemaran bahan organic dengan Contoh makhluk hidup Indikator air limbah.

    Bangsa Negara: Pengertian Teori Unsur Fungsi Tujuan Sifat Bentuk Negara

    Pengertian Bangsa: Bangsa merupakan terjemahan dari kata nation dari bahasa Inggris. Kata nation berasal dari bahasa latin yaitu natio, yang berarti sesuatu telah lahir. Kata natio bermakna keturunan, kelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan.

    Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli – Tokoh

    Pengertian bangsa menurut  para ahli atau tokoh-tokoh adalah sebagai berikut.

    Pengertian Bangsa Menurut Lothrop Stoddard

    Bangsa, nation, natie adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sejumlah orang yang cukup banyak, bahwa mereka merupakan suatu bangsa. Ia merupakan suatu perasaan memiliki secara bersama sebagai suatu bangsa.

    Pengertian Bangsa Menurut Ernest Renan

    Bangsa adalah kelompok yang memiliki kemauan untuk berada dalam satu himpunan (le desir d’etre ensemble).

    Pengertian Bangsa Menurut Ir. Soekarno

    Bangsa adalah segerombolan manusia yang besar, keras ia mempunyai keinginan bersatu, le desir d’etre ensemble, keras ia mempunyai character gemeinschaft, persamaan watak, tetapi yang hidup di atas satu wilayah yang nyata satu unit.

    Pengertian Bangsa Menurut Otto Bauer

    Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai suatu persamaan, satu persatuan karakter, watak, di mana karakter atau watak ini tumbuh dan lahir serta terjadi karena adanya persatuan pengalaman.

    Pengertian Bangsa Menurut Jalobsen dan Lipman

    Bangsa adalah suatu kesatuan budaya – cultural unity dan satu kesatuan politik political unity.

    Pengertian Bangsa Menurut Hans Kohn

    Bangsa merupakn suatu hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah dan karena itu selalu bergelombang dan tidak pernah membeku.

    Unsur – Unsur Bangsa

    Unsur unsur terbentuknya suatu bangsa adalah sebagai unsur- unsur objektif dan unsur unsur subjektif.

    Unsur Objektif  Bangsa

    Unsur objektif adalah unsur yang terjadi karena adanya kesamaan faktor- faktor objektif yang dimiliki oleh persekutuan hidup manusia di wilayah itu.

    Contoh Unsur Objektif Terbentuknya Bangsa

    Contoh unsur objektif adalah kesamaan ras, bahasa, keturunan, adat kebudayaan atau kesamaan agama. Contohnya, bangsa Moro, dan bangsa Kurdi.

    Unsur Subjektif Bangsa

    Unsur subjektif adalah unsur yang terjadi karena kesamaan faktor- faktor subjektif yang dimiliki oleh persekutuan hidup manusia di wilayah itu.

    Contoh Unsur Subjektif Terbentuknya Bangsa

    Contoh unsur subjektif adalah unsur yang terjadi karena kesamaan nasib dan kesamaan cita- cita. Meskipun mereka berbeda latar belakangnya, tetapi karena memiliki nasib yang sama maka mereka bersedia bersatu sebagai satu bangsa, misal bangsa Indonesia.

    Pengertian Negara

    Istilah negara dalam bahasa asing adalah de staat (Belanda), state (Inggris), dan Le’etat (Prancis). Kata -kata tersebut diambil dari bahasa Latin, status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak serta tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak serta tetap.

    Pengertian Negara Menurut Para Ahli

    Berbagai pengertian negara menurut para ahli dintaranya adalah sebagai berikut.

    a). Pengertian Negara Menurut Aristoteles,

    Negara – polis adalah suatu persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaikbaiknya.

    b). Pengertian Negara Menurut Jean Bodin,

    Negara adalah persekutuan dari berbagai keluarga dengan segala kepentingannya yang dipimpin oleh atau dari suatu lembaga yang berdaulat.

    c). Pengertian Negara Menurut Marsilius,

    Negara adalah suatu badan atau organisme yang mempunyai dasar-dasar hidup dan mempunyai tujuan tertinggi, yaitu menyelenggarakan dan mempertahankan perdamaian.

    d). Pengertian Negara Menurut Franz Magnis-Suseno:

    Negara adalah satu kesatuan masyarakat politik. Fungsinya ialah membuat, menerapkan, serta menjamin berlakunya norma kelakuan untuk seluruh masyarakat.

    e). Pengertian Negara Menurut Hans Kelsen:

    Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa (dalam Rudolf Aladar,

    f). Pengertian Negara Menurut Legemann

    Negara adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang bertujuan dengan kekuasaannya mengatur serta menyelenggarakan sesuatu masyarakat.

    g). Pengertian Negara Menurut Prof. Miriam Budiardjo:

    Negara adalah organisasi dalam dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah serta ditaati oleh rakyatnya

    Unsur – Unsur Negara

    Unsur-unsur negara adalah bagian yang penting untuk membentuk suatu negara, sehingga negara memiliki pengertian yang utuh. Jika salah satu unsur tidak terpenuhi, maka tidak sempurnalah negara itu.

    Berdasarkan konvensi terdapat empat unsur negara yang secara garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu Unsur konstitutif negara dan unsur deklaratif.

    a). Unsur Konstitutif Negara

    Unsur konstitutif adalah unsur pembentuk yang mutlak ada untuk terjadinya negara, Unsur konstitutif negara mencakup wilayah yang meliputi rakyat atau masyarakat, darat, udara, perairan, serta pemerintahan yang berdaulat.

    • Wilayah Negara

    Wilayah ialah bagian tertentu dari permukaan bumi di mana penduduk suatu negara bertempat tinggal secara tetap.

    • Penduduk Negara

    Penduduk suatu negara digolongkan menjadi dua, yaitu warga negara dan orang asing. Warga negara ialah orang orang yang memiliki kedudukan resmi sebagai anggota penuh suatu negara.

    • Kedaulatan Negara

    Kedaulatan adalah kekuasaan yang tertinggi dalam suatu negara untuk membuat suatu undang- undang serta melaksanakannya dengan semua cara yang tersedia, termasuk dengan paksaan.

    • Pemerintah Berdaulat

    Setiap negara mempunyai pemerintah yang berwenang untuk merumuskan serta melaksanakan berbagai keputusan yang mengikat seluruh penduduk di dalam wilayahnya.

    Unsur- Unsur Deklaratif Negara

    Unsur deklaratif adalah unsur yang sifatnya penyataan dan bersifat melengkapi unsur konstitutif.

    Unsur-unsur deklaratif mencakup tujuan negara, undang -undang dasar, pengakuan dari negara lain secara de jure ataupun secara de facto, serta masuknya negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa (PBB).

    Jenis Pengakuan Negara

    Macam-macam bentuk pengakuan terhdap suatu negara ialah sebagai berikut.

    a). Pengakuan De Facto

    Pengakuan de facto adalah pengakuan menurut kenyataan. Suatu negara diakui karena memang secara nyata telah memenuhi unsur- unsurnya sebagai negara.

    b). Pengakuan De Jure

    Pengakuan de jure, artinya pengakuan berdasarkan hukum. Dalam hal ini, suatu negara diakui secara formal memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh hukum internasional untuk dapat berpartisipasi aktif dalam tata pergaulan internasional.

    Sifat Negara

    Adapun negara mempunyai sifat sifat sifat seperti berikut.

    a). Sifat Memaksa,

    Memaksa merupakan sifat yang dimiliki negara untuk memaksa secara fisik secara sah yang tujuannya agar peraturan perundang undangan ditaati, seingga ketertiban dalam masyarakat tercapai, serta anarki (kekacauan) alam masyarakat dapat dicegah.

    Alat pemaksanya seperti polisi, tentara, dan berbagai persenjataan lainnya. Contohnya, setiap warga negara harus membayar pajak. Orang yang menghindari kewajiban ini dapat dikenakan denda atau harta miliknya disita, bahkan dapat dikenakan hukuman kurungan.

    b). Monopoli,

    Monopoli merupakan sifat yang dimiliki negara yang digunakan untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan tujuan bersama dari masyarakat. Contohnya, menjatuhkan hukuman kepada setiap warga negara yang melanggar peraturan,.

    c). Mencakup Semua,

    Mencakup semuanya artinya setiap peraturan perundang- undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali

    Fungsi Negara

    Negara dengan alat perlengkapannya berusaha untuk melayani segala keperluan warga negaranya, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Pada dasarnya negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tujuan negara tercapai.

    a). Fungsi Diplomatik Negara – Diplomatic

    Fungsi diplomatik (diplomatic) adalah fungsi negara yang bertugas untuk mengadakan diplomasi- diplomasi dengan negara lain yang bermanfaat bagi kemajuan negara.

    b). Fungsi Pertahanan Negara – Defencie

    Fungsi pertahanan (defencie) adalah fungsi negara yang bertugas membuat suatu pertahanan untuk menjamin kedaulatannya sendiri.

    c). Fungsi Penyediaan Negara – Financie

    Fungsi penyediaan (financie) fungsi negara bertugas untuk menyediakan segala keperluan, baik sarana maupun prasarana untuk kepentingan warga negaranya.

    d). Fungsi Keadilian Negara – Justicie

    Fungsi keadilan (justicie) adalah fungsi negara yang  bertugas menegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan.

    e). Fungsi Pengawasan Negara – Policie

    Fungsi pengawasan (policie) adalah fungsi negara yang bertugas mengawasi rakyatnya terhadap kemungkinan pelanggaran hukum. Tujuan pengawasan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tertib dan damai.

    Tujuan Negara

    Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya.  Tujuan negara secara umum ditetapkan dalam konstitusi hukum dasar negara.

    a). Tujuan Negara Menurut Plato

    Tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sosial.

    b). Tujuan Negara Menurut Roger H. Soltau

    Tujuan negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta mengungkapkan daya cipta yang sebebas-bebasnya.

    c). Tujuan Negara Menurut Harold J. Laski

    Tujuan negara adalah menciptakan keadaan yang di dalamnya, rakyat dapat mencapai keinginankeinginannya secara maksimal.

    d). Tujuan Negara Menurut Aristoteles

    Tujuan dari negara adalah kesempurnaan warganya yang berdasarkan atas keadilan. Keadilan memerintah harus menjelma di dalam negara, dan hukum berfungsi memberi kepada setiap manusia apa sebenarnya yang berhak ia terima.

    e). Tujuan Negara Menurut Socrates

    Tujuan negara adalah untuk menciptakan hukum, yang harus dilakukan oleh para pemimpin, atau para penguasa yang dipilah secara saksama oleh rakyat.

    f). Tujuan Negara Menurut John Locke

    Tujuan negara adalah untuk memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak azasi manusia.yang tertuang dalam perjanjian masyarakat.

    g). Tujuan Negara Menurut Niccollo Machiavelli

    Tujuan negara adalah untuk mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan dan ketentraman.

    Asal Mula Terjadinya Negara

    Proses terjadinya negara dibedakan menjadi dua, yaitu proses primer dan sekunder.

    a). Negara Secara Primer

    Negara secara primer adalah negara yang asal mula terjadinya diawali dengan adanya keluarga yang memiliki kebutuhan masing- masing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka harus berhubungan dengan orang lain.

    b). Negara Secara Sekunder

    Negara secara sekunder adalah negara yang proses terjadinya tidak membicarakan bagaimana negara yang pertama lahir, tetapi bagaimana lahirnya negara baru.

    Menurut terjadinya negara secara sekunder, suatu kelompok dapat dikatakan sebagai negara apabila telah mendapatkan pengakuan negara lain.

    Teori Terbentuknya Negara – Teoritis

    Pendekatan teoretis dilakukan karena sulit mendapatkan bukti-bukti sejarah.

    Teori tentang asal mula terbentuknya negara dengan pendekatan teoritis diantaranya adalah sebagai berikut

    Teori Hukum Alam – Negara

    Teori hukum alam menyatakan bahwa negara adalah sesuatu yang alamiah. Artinya Negara terjadi secara alamiah dengan bersumber dari manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki kecenderungan berkumpul dan saling berhubungan untuk mencapai kebutuhan hidupnya.

    • Tokoh Teori Hukum Alam – Negara

    Tokoh- tokoh Penganut teori Teori Hukum Alam adalah Plato dan Aristoteles, Agustinus, dan Thomas Aquino.

    Teori Ketuhanan -Teokrasi – Negara

    Teori ketuhanan memiliki pengertian bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Demikian juga negara terjadi atas kehendak Tuhan. Bukti nyata teori ini dapat dilihat dalam kalimat ”by the Greece of God” pada undang-undang dasar suatu negara.

    Teori ketuhanan dikenal sebagai doktrin teokrasi asal mula negara. Pada abad pertengahan, teori ketuhanan dipakai untuk membenarkan kekuasaan raja yang mutlak.

    Berdasarkan teori ketuhanan, raja bertakhta karena kehendak Tuhan. Kekuasaan dan hak-hak raja untuk memerintah dan bertakhta berasal dari Tuhan.

    • Tokoh Teori Ketuhanan -Teokrasi – Negara

    Penganut teori ketuhuanan diantaranya adalah Agustinus, F.J. Stahl, Thomas Aquinas, Ludwig Von Halfer, serta F. Hegel, Haller, Kranenburg

    Teori Kekuasaan – Negara

    Teori kekuasaan menyatakan bahwa negara terjadi atas dasar kekuasaan. Kekuasaan berarti perjuangan hidup yang terkuat memaksakan kemauannya kepada yang lemah.

    Negara terbentuk karena orang-orang kuat menaklukkan orang-orang lemah. Untuk dapat menguasai orang-orang lemah, maka didirikanlah organisasi, yaitu negara.

    Teori kekuasaan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kekuasaan fisik dan kekuasaan ekonomi.

    • Tokoh Teori Kekuasaan – Negara

    Penganut teori ini adalah Harold J. Laski, Leon Duguit, Karl Marx, Oppenheiner, dan Koelikles, Frederick Engels,

    Teori Perjanjian – Masyarakat

    Teori perjanjian menyatakan bahwa kehidupan manusia dipisahkan dalam dua zaman, yakni zaman sebelum ada negara serta zaman sesudahnya. Keadaan tidak bernegara (pranegara) disebut keadaan alamiah.

    Menurut teori perjanjian, negara terbentuk karena adanya perjanjian masyarakat atau kontrak sosial. Negara dibentuk melalui suatu perjanjian di mana individu-individu merupakan pesertanya.

    • Tokoh Teori Perjanjian – Negara

    Tokoh pelopor – penganut  teori perjanjian diantaanya  adalah Plato, Aristoteles, Thomas Hobbes, John Locke, dan J.J. Rousseau, Montesquieu.

    Teori Kedaulatan – Negara

    Teori kedaulatan terdiri dari teori kedaulatan negara dan teori kedaulatan hukum,

    Teori Kedaulatan Negara,

    Teori kedaulatan negara menyatakan bahwa negara memegang kekuasaan tertinggi untuk menciptakan hukum demi mengatur kepentingan rakyat.

    • Tokoh Penganut Teori Kedauatan Negara

    Penganut teori ini adalah Paul Laband dan Jellinek.

    Teori Kedaulatan Hukum,

    Teori kedaulatan hukum menyatakan bahwa hukum memegang peranan tertinggi dan kedudukannya lebih tinggi dari negara.

    • Tokoh Penganut Teori Kedauata Hukum

    Tokoh Penganut teori kedaulatan hukum  adalah Krabbe.

    Terbentuknya Negara Secara Faktual

    Negara yang terbentuk berdasar pada kenyataan atau fakta empiris disebut terjadinya negara menurut pendekatan faktual. Secara faktual, negara dapat terjadi karena peristiwa-peristiwa berikut.

    a). Negara Penaklukan – Occopatie,

    Penaklukan atau occopatie berarti suatu daerah yang tidak dimiliki seseorang atau bangsa, kemudian diambil alih dan didirikan negara di wilayah itu.

    Contoh Negara Penaklukan

    Contoh Negara yang terbentuk dengan penaklukan adalah Liberia yang merupakan daerah kosong yang dijadikan negara oleh para budak Negro yang telah dimerdekakan orang Amerika. Liberia dimerdekakan pada tahun 1847.

    b). Negara Peleburan (Fusi)

    Negara Peleburan (fusi) adalah suatu penggabungan dua atau lebih negara menjadi negara baru.

    Contoh Negara Peleburan

    Contoh negara yang terbentuk dengan peleburan adalah Jerman Barat dan Jerman Timur bergabung menjadi negara Jerman.

    c). Negara Pemecahan

    Negara pemecahan adalah terbentuknya negara-negara baru akibat terpecahnya negara lama sehingga negara sebelumnya menjadi tidak ada lagi.

    Contoh Negara Pemecahan

    Negara pemecahan contohnya adalah  Yugoslavia terpecah menjadi negara Serbia, Bosnia, dan Montenegro; Uni Soviet terpecah menjadi banyak negara baru; Cekoslovakia terpecah menjadi negara Ceko dan Slovakia.

    d). Negara Pemisahan Diri

    Negara pemisahan diri adalah memisahnya suatu bagian wilayah negara, kemudian terbentuk negara baru. Pemisahan berbeda dengan pemecahan, artinya negara lama masih ada.

    Contoh Negara Pemisahan Diri

    Contoh negara pemisahan diri adalah wilayah India yang memisahkan diri menjadi negara Pakistan dan Bangladesh.

    e). Negara Perjuangan

    Negara Perjuangan merupakan hasil dari rakyat suatu wilayah yang umumnya dijajah negara lain, kemudian memerdekakan diri.

    Contoh Negara Perjuangan

    Negara perjuangan contohnya adalah Indonesia yang melakukan perjuangan revolusi sehingga mampu membentuk negara merdeka. Kebanyakan negara Asia Afrika yang merdeka setelah Perang Dunia II adalah hasil perjuangan rakyatnya.

    f). Negara Penyerahan

    Negara penyerahan atau pemberian adalah pemberian kemerdekaan kepada suatu koloni oleh negara lain yang umumnya adalah bekas jajahannya.

    Contoh Negara Penerahan

    Contoh negara penyerahan adalah: Contohnya, Kongo dimerdekakan oleh Prancis.

    g). Negara Pendudukan

    Negara pendudukan adalah pendudukan terhadap wilayah yang ada penduduknya, tetapi tidak berpemerintahan.

    Contoh Negara Pendudukan

    Contoh negara pendudukan adalah Australia merupakan daerah baru yang ditemukan Inggris meskipun di sana terdapat suku Aborigin. Daerah Australia selanjutnya dibuat koloni-koloni. Penduduknya didatangkan dari daratan Eropa. Australia dimerdekakan tahun 1901 oleh Inggris.

    Bentuk Bentuk  Negara

    Bentuk- bentuk negara yang dikenal sampai saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu negara konfederasi, kesatuan, dan federal. Meskipun demikian, bentuk negara konfederasi jarang diterapkan di dalam bentuk- bentuk negara pada masa kini.

    Negara Berbentuk Kesatuan

    Negara kesatuan Negara yang merdeka serta berdaulat di mana di seluruh wilayah negara yang berkuasa hanyalah satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah disebut dengan negara kesatuan.

    Pada negara kesatuan pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi dan memiliki kekuasaan penuh dalam  menjalani pemerintahan sehari- hari. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan- satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini, pemerintah daerah atau provinsi).

    Contoh Negara Kesatuan

    Contoh Negara Kesatuan adalah Republik Rakyat Cina. Pemerintahan di negara ini berpaham sentralistik, di mana pemerintah pusat yang dikuasai Partai Komunis Cina mengatur semua yang berkaitan dengan pemerintahan.

    Negara Berbentuk Konfederasi

    Konfederasi adalah negara yang terdiri atas persatuan beberapa negara yang berdaulat. Persatuan tersebut di antaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam konfederasi tersebut.

    Contoh Negara Konfederasi

    Contoh Negara Konfederasi. Pada tahun 1963, Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu konfederasi, yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Malaysia dan Singapura mendirikan konfederasi lebih karena alasan pertahanan .

    Bentuk Negara Serikat/Federasi

    Negara serikat ialah negara yang susunan negaranya jamak, terdiri dari negara-negara bagian. Urusan negara dibagi menjadi dua, yaitu yang secara terperinci (limitatif) diberikan kepada pemerintah federal (delegated powers) serta sisanya menjadi urusan negara bagian.

    Dalam hal ini ada serikat negara (konfederasi) dan negara serikat (federasi). G. Jellinek membedakannya berdasarkan kriteria di manakah letak kedaulatan itu. Jika terletak pada negara-negara bagiannya, maka itu merupakan serikat negara.

    Akan tetapi, jika terletak pada gabungannya, maka itu merupakan negara serikat. Sementara, Kranenburg membedakannya berdasarkan kriteria dapat atau tidaknya pemerintah gabungan itu membuat peraturan- peraturan hukum yang langsung mengikat atau berlaku terhadap warga negara dari negara- negara bagiannya. Jika ya, maka itu adalah negara serikat. Jika tidak, maka itu adalah serikat negara.

    Contoh Negara Serikat – Ferderasi

    Contoh Negara dengan bentuk serikat atau disebut juga negara federasi adalah Amerika Serikat. Pemerintah pusat di Amerika Serikat hanya mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan militer dan urusan- urusan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.Adapun kekuasaan sisanya diberikan kepada tiap- tiap negara bagian.

    Negara Berbentuk Uni

    Disebut uni apabila dua negara atau lebih yang masing- masing merdeka dan berdaulat hanya mempunyai satu kepala negara yang sama. Uni dibedakan menjadi dua kategori, yaitu uni riel dan uni peronal.

    Negara Uni Riel

    Uni riel (uni nyata), yaitu jika negara- negara tersebut mempunyai alat untuk mengurus kepentingan bersama,

    Contoh Negara Uni Riel

    Contoh negara uni riel adalah seperti Uni Austria- Hongaria tahun 1857–1918 dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815–1905;

    Negara Uni Personal

    Uni personal, yaitu jika mempunyai kepala negara yang sama.

    Contoh Negara Uni Personal

    Uni Belanda-Luxemburg tahun 1839–1890 dan Uni Inggris- Skotlandia tahun 1603–1707.

    Negara Uni Generalis

    Negara bentuk uni generalis dapat terbentuk apabila gabungan negara tersebut tidak mempunyai alat perlengkapan bersama. Terbentuknya negara ini bertujuan untuk bekerja sama dalam hubungan luar negeri

    Contoh Negara Uni Generalis

    Bentuk ini dapat terbentuk setelah ada kesepakatan melalui perjanjian. Contohnya, Uni Indonesia-Belanda setelah Konferensi Meja Bundar.

    Bentuk Negara Dominion

    Negara -negara yang pada awalnya merupakan bekas jajahan Inggris, kemudian setelah negara negara tersebut merdeka dan berdaulat tetap mengakui raja atau ratu Inggris sebagai pemimpin negara dan lambang persatuan mereka, membentuk semacam organisasi yang dinamakan British Commonwealth of Nations.

    Contoh Negara Dominion

    Contoh Negara Dominion. Negara negara ini bebas keluar dari ikatan bersama itu serta berhak mengurus politik dalam dan luar negerinya sendiri. Termasuk dalam kelompok negara ini adalah Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Kepulauan Polynesia, dan Malaysia.

    Negara Koloni atau Jajahan

    Negara koloni atau jajahan adalah suatu daerah yang dijajah oleh bangsa lain. Koloni biasanya merupakan bagian dari wilayah negara penjajah. Hampir semua hal penting negara koloni diatur oleh pemerintah negara penjajah.

    Contoh Negara Koloni/ Penjajahan

    Contoh Negara Koloni/ Penjajahan. Oleh karena terjajah, daerah atau negara jajahan tidak berhak menentukan nasibnya sendiri. Dewasa ini tidak ada lagi koloni dalam arti sesungguhnya. Contohnya, negara Indonesia selama 350 tahun menjadi koloni Belanda.

    Bentuk Negara Protektorat

    Protektorat adalah negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang lebih kuat. Dalam hal ini negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, hubungan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan kepada negara yang melindunginya.

    Negara protektorat dibedakan menjadi dua macam, yaitu protektorat kolonial dan internasional.

    Negara Protektorat Kolonial

    Dalam negara protektorat kolonial, urusan hubungan luar negeri, pertahanan, dan urusan dalam negeri yang penting diserahkan kepada negara pelindung.

    Contoh Negara Protektorat Kolonial

    Contoh negara  protektorat kolonila adalah Brunei Darussalam sebelum merdeka adalah negara protektorat Inggris.

    Negara Protektorat Internasional

    Negara protektorat merupakan subjek hukum internasional.

    Contoh Negara Protektorat Internasional

    Contoh negara protektorat international adalah Mesir sebagai negara protektorat Turki (1917), Zanzibar sebagai neagra protektorat Inggris (1890), dan Albania sebagai negara protektorat Italia (1936).

    Daftar Pustaka,

    Jenis Pencemar Lingkungan Air

    Pengertian Pencemaran Lingkungan. Pencemaran Lingkungan atau environmental pollution adalah masuknya bahan atau zat atau benda asing ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu atau mempengaruhi  dan mengotori kehidupan makhluk hidup yang berada di dalamnya.

    Pencemaran lingkungan terjadi akibat dari adanya sejumlah kegiatan manusia atau populasi atau masyarakat dan bukan akibat kegiatan perorangan atau individu, selain itu pencemaran dapat diakibatkan oleh faktor alam seperti gunung meletus yang mengeluarkan abu vulkanik, gas panas dan gas beracun.

    Zat yang dapat mencemari atau mengotori lingkungan dan dapat mengganggu atau mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup disebut sebagai polutan. Jenis Polutan yang dapat mempengaruhi lingkungan adalah zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas. Contoh Polutan di antaranya adalah  racun, kuman penyakit, radioaktif, dan bersifat mudah larut.

    Berdasarkan UU RI No.23 tahun 1997, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

    Zat, energi, dan makhluk hidup yang dimasukkan ke dalam lingkungan hidup biasanya berupa sisa usaha atau kegiatan manusia yang disebut dengan limbah. Sebagian besar pencemaran lingkungan disebabkan oleh adanya limbah yang dibuang ke lingkungan hingga daya dukungnya terlampaui.

    Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah sudah terjadi kerusakan atau pencemaran lingkungan adalah baku mutu lingkungan hidup atau ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai sumber lingkungan hidup. Batasan ini merujuk pada UU RI No. 23 Tahun 1997.

    Baku mutu yang dikenal di Indonesia adalah baku mutu air, baku mutu air limbah, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi, dan baku mutu air laut. Untuk mencegah terjadinya pencemaran, komponen-komponen limbah yang dibuang ke lingkungan tidak diizinkan melebihi ketentuan dalam baku mutu lingkungan hidup.

    Pencemaran Air.

    Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau terjadinya berubah tatanan atau kualitas air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Definisi ini merujuk pada PP RI No. 82 tahun 2001.

    Polutan yang mencemari air dapat berupa cairan (zat cair) atau padatan (zat padat) yang berasal dari limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sebagainya. Jika dilihat di daerah perkotaan, parit dan sungai sungainya sudah berubah warna, berwarna tidak jernih lagi, tetapi telah berubah menjadi warna cokelat, hitam, dan sangat berbau.

    Sumber Utama Pencemaran Air

    Secara umum, pencemaran air dapat dikategorikan sebagai berikut.

    Sumber Pencemar Air Infection Agent

    Infection agent merupakan bahan pencemar yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia (sumber penyakit). Bahan pencemar ini terdiri dari mikroorganisme patogen yang berasal dari excreta manusia dan hewan yang tidak dikelola dengan baik.

    Untuk mengetahui atau mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen di dalam air, dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri Coliform sebagai bakteri penunjuk (indicator organism). Jika dalam sampel air itu ditemui indicator organism, air tersebut sudah tercemar oleh tinja (mikroorganisme patogen). Akan tetapi, jika di dalam air tidak ditemukan indicator organism, air tersebut tidak tercemar oleh tinja (mikroorganisme patogen).

    Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen

    Dissolved Oxygen atau jumlah oksigen terlarut merupakan indicator yang cukup baik untuk menentukan kualitas air. Kandungan oksigen dalam air lebih dari 6 ppm dapat mendukung kehidupan tumbuhan, ikan, dan makhluk hidup dalam air.

    Sedangkan Kandungan oksigen kurang dari 2 ppm hanya dapat mendukung kehidupan cacing, bakteri, jamur, dan mikroorganisme pengurai. Oksigen yang terlarut dalam air berasal dari difusi oksigen dan proses fotosintesis fitoplankton. Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi makhluk hidup air dan proses kimia dalam air.

    Sumber Pencemar Air Sedimen

    Sedimen terdiri dari tanah dan pasir yang masuk ke air akibat terjadi erosi atau banjir. Sedimen menyebabkan pendangkalan aliran sungai. Selain itu, proses sedimentasi dapat menyebabkan kekeruhan air yang menghalangi masuknya cahaya matahari, sehingga mengganggu proses fotosintesis fitoplankton, hal ini berarti berkurangnya pasokan oksigen dalam air.

    Sumber Pencemaran Air Nutrisi atau Unsur Hara (Nitrat dan Posfat)

    Nutrisi atau unsur hara dapat menyebabkan terjadinya peningkatan produktivitas primer yang ditimbulkan oleh adanya penyaringan air dengan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan (Eutrofikasi).

    Keadaan ini dapat meningkatkan populasi ganggang dan bakteri dalam perairan tersebut. Akibatnya, air menjadi keruh dan bau. Selain itu, juga menghambat proses masuknya oksigen ke perairan yang secara tidak langsung dapat menurunkan kadar oksigen di dalam air.

    Sumber Pencemar Air Anorganik

    Yang Termasuk dalam Bahan pencemar anorganik adalah logam, garam, asam, dan basa. Merkuri, kadmium, timbel, dan nikel merupakan logam dengan kadar yang relatif kecil sudah dapat mengakibatkan pencemaran. Asam dapat masuk ke dalam air dari produk samping proses industri dan pelapisan logam.

    Asam dan basa ini dapat menyebabkan perubahan pH air yang dapat mengganggu kehidupan di dalam air. Contoh lain, kasus keracunan kobalt yang terjadi di Nebraska merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh kontaminasi kobalt di dalam air. Akibat keracunan ini timbul penyakit jantung, kerusakan kelenjar gondok, darah tinggi, dan kaki bengkak.

    Sumber Pencemar Air Zat Kimia Organik

    Banyak zat kimia organik yang mempunyai toksisitas yang tinggi. Kontaminasi antara zat kimia organik dengan air dapat mengancam kesehatan makhluk hidup. Zat kimia organik digunakan dalam industri kimia, misalnya, untuk pembuatan pestisida, plastik, produk farmasi, pigmen, dan produk lainnya.

    Sumber Pencemar Air Energi Panas

    Kualitas air akan turun jika terjadi perubahan temperatur. Pembuangan air limbah yang mengandung panas mengakibatkan kenaikan temperatur yang menyebabkan turunnya kadar oksigen dalam air. Air yang panas pada permukaan air dapat menghambat masuknya oksigen ke dalam air di level bawah.

    Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif

    Zat radioaktif yang teraplikasi dalam teknologi nuklir yang digunakan pada berbagai bidang dapat menimbulkan sisa pembuangan. Dapat saja sisa zat radioaktif tersebut terbawa ke dalam lingkungan air. Pengaruh radioaktif ini dapat mengakibatkan gangguan pada proses pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem reproduksi dan sel tubuh.

    Daftar Pustaka:

    1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
    2. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
    3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
    4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
    5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
    7. Ardra.Biz, 2019, “Pencemaran Lingkungan Air dengan Pengertian Pencemaran Lingkungan serta environmental pollution. Pengertian Polutan dengan Contoh Polutan dan Pengertian Limbah. Contoh Limbah dengan Jenis Polutan dan Jenis Limbah.
    8. Ardra.Biz, 2019, “Baku Mutu dan baku mutu air dan baku mutu air limbah dan baku mutu udara ambien dan baku mutu udara emisi serta   baku mutu air laut.
    9. Jenis Baku Mutu dengan Contoh Baku Mutu dan Sumber Utama Pencemaran Air. Sumber Pencemar Air Infection Agent dengan Contoh Pencemar Air Infection Agent seperti mikroorganisme pathogen dan  bakteri Coliform.  Indicator organism dengan Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen. Dissolved Oxygen dengan Batas Kandungan Oksigen dalam Air. Sumber Pencemar Air Sedimen denganContoh Sumber Pencemar Air Sedimen dan Sumber Pencemaran Air Nutrisi atau Unsur Hara (Nitrat dan Posfat).
    11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian tumbuhan Eutrofikasi dan Sumber Pencemar Air Anorganik dengan Contoh Sumber Pencemar Air Anorganik. Sumber Pencemar Air Zat Kimia Organik dengan Contoh Sumber Pencemar Air Zat Kimia.
    12. Ardra.Biz, 2019, “Sumber Pencemar Air Energi Panas dengan Contoh Sumber Pencemar Air Energi Panas dan Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif serta Contoh Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif,
    13.  

    Tujuan Misi Visi Negara Indonesia: Pengertian Fungsi Sistem Pemerintahan Diplomatik Pertahanan Penyediaan Keadilan Pengawasan Cita Cita Negara

    Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan. Berdasarkan  Pasal 1 UUD RI Tahun 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.

    Definisi tersebut diperkuat lagi oleh Pasal 18 UUD RI Tahun 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah- daerah provinsi yang dibagi lagi atas kabupaten dan kota. Tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintah daerah yang diatur oleh undang-undang.

    Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

    Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem desentralisasi. Secara etimologis, istilah tersebut berasal dari bahasa latin, de, artinya lepas, dan centrum, yang berarti pusat, sehingga dapat diartikan lepas dari pusat.

    Dalam undang-undang disebutkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Artinya, daerah diberi kewenangan dan hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kesempatan tersebut dilaksanakan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

    Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali dalam urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.

    Penerapan asas desentraslisasi secara teoritis didasari oleh keinginan untuk menciptakan demokrasi, pemerataan, dan efisiensi. Melalui partisipasi masyarakat lokal diharapkan desentralisasi akan menciptakan demokrasi.

    Sistem demokratis ini diharapkan mampu mendorong tercapainya pemerataan pembangunan, terutama di daerah pedesaan yang merupakan tempat terbesar masyarakat tinggal.

    Efisiensi kerja pemerintahan dapat meningkat karena jarak antara pemerintah lokal dengan masyarakat menjadi lebih dekat.

    Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

    Pada dasarnya negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tujuan negara tercapai.

    Fungsi negara merepresentasika yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannnya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas negara. Negara sebagai organisasi kekuasaan dibentuk untuk menjalankan tugas tugas negara.

    Pada dasarnya, negara dibentuk agar dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia, baik pribadi maupun kelompok. Dengan membentuk suatu negara diharapkan keinginan dan kebutuhan hidup manusia dapat lebih mudah dicapai.

    Setidaknya ada lima fungsi negara yang dikenalkan oleh para ahli kenegaraan Prancis pada abad XVI sebagai berikut.

    1). Fungsi Diplomatik (Diplomatic) Negara,

    Fungsi diplomatik (diplomatic), yaitu negara harus mampu mengadakan diplomasi-diplomasi dengan negara lain yang bermanfaat bagi kemajuan negara.

    2). Fungsi Pertahanan (Defencie) Negara,

    Fungsi pertahanan (defencie), yaitu negara bertugas membuat suatu pertahanan untuk menjamin kedaulatannya sendiri.

    3). Fungsi Penyediaan (Financie) Negara,

    Fungsi penyediaan (financie), yaitu negara bertugas menyediakan segala keperluan, baik sarana maupun prasarana untuk kepentingan warga negaranya.

    4). Fungsi Keadilan (Justicie) Negara,

    Fungsi keadilan (justicie), yaitu negara bertugas menegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan.

    5). Fungsi Pengawasan (Policie) Negara,

    Fungsi pengawasan (policie), yaitu negara bertugas mengawasi rakyatnya terhadap kemungkinan pelanggaran hukum. Tujuan pengawasan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tertib dan damai.

    Fungsi Mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia

    Adapun Fungsi mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

    • Negara memberikan perlindungan pada para penduduk dalam wilayah tertentu.
    • Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dlam bidang social, ekonomi, dan kebudayaan.
    • Negara menjadi penengah yang tidak memihak antara pihak yang bersengketa di masyarakat dan menyediakan suatu system peradilan bebas da independent yang menjamin keadilan dalam hubungan social masyarakat.
    • Negara wajib Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,
    • Negara Menegakkan keadilan dan menciptakan supremacy of law melalui badan badan peradilannya,
    • Negara Melaksanakan penertiban (law and order) sehingga terjadi kestabilan dan mencapai tujuan bersama, dan
    • Negara wajib melakukan Pertahanan untuk menjaga kemungkinan timbulnya serangan dari luar.

    Tujuan Negara Replublik Indonesia

    Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya. Tujuan negara merupakan pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.

    Tujuan dari tiap-tiap negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan.

    Beberapa pendapat mengenai tujuan negara dari ahli kenegaraan sebagai berikut.

    1) Menciptakan keadaan agar rakyat dapat mencapai keinginan keinginannya secara maksimal.

    2) Memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.

    3) Mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tenteram dengan taat kepada Tuhan. Pemimpin negara dalam menjalankan kekuasaannya berdasarkan kekuasaan Tuhan.

    4) Mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketenteraman agar tercapai tujuan negara yang tertinggi, yaitu kemakmuran bersama.

    5) Memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak asasi manusia. Kekuasaan penguasa dibatasi oleh hak-hak asasi manusia.

    Berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945, negara Indonesia bercita- cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD RI Tahun 1945 alinea IV adalah :

    “ melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” .

    Visi Negara Replublik Indonesia

    Mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin merupakan visi bangsa Indonesia.

    Misi Negara Republik Indonesia

    Misi untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia di masa depan tersebut, antara lain, sebagai berikut.

    • Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermanfaat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
    • Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, dan
    • berketrampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
    • Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
    • Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    • Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    • Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, dengan mengembangkan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang proaktif, mandiri, maju, berdaya saing, serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
    • Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
    • Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas, dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.
    • Penjaminan kondisi aman, damai, tertib, dan ketenteraman masyarakat.
    • Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai.
    • Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.
    • Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

    Daftar Pustaka:

    1. Ditjen Dikti, 2001, “Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegeraan”, Penerbit Dikti, Jakarta.
    2. Kaelan, 2002, “ Pendidikan Pancasila”, Penerbit Nagatirta, Yogyakata.
    3. Kansil, Prof CST., 2002, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Pradnya Paramita, Jakarta.
    4. Musanef,1989, “Sistem Pemerintahan Indonesia”, Penerbit CV Mas Agung, Jakarta.
    5. Chamim, Asykuri Ibn, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban”, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Yogyakarta.
    6. Pasha, Musthafa, Kamal, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta.
    7. Bakry, Noor Ms, 2009, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Penerbit, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
    8. Rangkuman Ringkasan: Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Pengertian sistem pemerintahan desentralisasi dengan Sistem Demokratis dan Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan Negara Replublik Indonesia dengan Cita cita negara republic Indonesia dan Visi Negara Replublik Indonesia beserta Misi Negara Republik Indonesia.

    Prinsip Seni Rupa: Pengertian Penataan Unsur Keselarasan, Komposisi, Kesatuan, Irama, Harmoni

    Pengertian Seni Rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang bentuk perwujudannya dapat dilihat dan diraba atau biasa disebut juga dengan visual art. Seni rupa merupakan ungkapan perasaan dan pengalaman artistik dari seniman, desainer, dan pengrajin yang dapat diwujudkan melalui berbagai media, bahan, teknik, bentuk, dan sifat sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seni.

    Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.

    Seni Rupa Dua Dimensi

    Bentuk karya seni rupa terdiri dari bentuk dua dimensi atau dwimatra dan tiga dimensi atau trimatra. Bentuk dua dimensi memiliki ukuran panjang dan lebar atau hanya dapat dinikmati dari satu sudut pandang. Contoh seni rupa dua dimensi adalah lukisan, batik, dan ilustrasi.

    Contoh Gambar Seni Rupa Dua Dimensi
    Contoh Gambar Seni Rupa Dua Dimensi

    Seni Rupa Tiga Dimensi

    Adapun bentuk karya seni rupa tiga dimensi memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah patung, arsitektur, wayang golek, diorama, meja, dan kursi.

    Contoh Gambar Seni Rupa Tiga Dimensi
    Contoh Gambar Seni Rupa Tiga Dimensi

    Pengertian Seni Rupa Murni

    Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni.

    Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. Kelompok seni ini terdiri atas seni lukis dan seni patung.

    Prinsip Asas Seni Rupa Murni

    Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

    Penataan unsur-unsur rupa dilakukan dengan menggunakan berbagai Teknik dan bahan pada berbagai medium membentuk obyek-obyek yang unik pada karya seni rupa 2 dimensi.

    Prinsip-prinsip seni rupa adalah unsur non fisik dalam karya seni rupa berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh beberapa seniman secara konvensional dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

    Asas- asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa. Asas -asas tersebut meliputi komposisi dan proporsi. Karya seni yang baik selalu dibuat berdasarkan pada kaidah komposisi dan proporsi tersebut.

    Asas Prinsip Komposisi Seni Rupa

    Komposisi adalah tata susunan yang meliputi keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

    Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis, apabila tersusun sesuai prinsip- prinsip seni rupa. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.

    Komposisi merupakan organisasi dari unsur-unsur seni rupa yang disusun menjadi teratur, serasi, dan menarik.

    Asas Prinsip Keseimbangan Balance Seni Rupa

    Keseimbangan atau balans adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.

    Keseimbangan atau balance merupakan kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan unsur- unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain).

    Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip keseimbangan akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.

    Tipe keseimbangan ada dua, yaitu keseimbangan formal atau simetris dan keseimbangan informal atau asimetris.

    Kesimbangan Simetris atau Formal merupakan keseimbangan yang menunjukkan atau menggambarkan beberapa unsur yang sama diletakkan dalam susunan yang sama (kiri-kanan, atas-bawah, dll.)

    Keseimbangan Asimetris atau Informal adalah keseimbangan dengan penyusunan unsurnya tidak ditempatkan secara sama namun tetap menunjukkan kesan keseimbangan

    Asas Prinsip Kesatuan Unity Seni Rupa

    Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.

    Kesatuan atau unity adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Dengan kesatuan, elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.

    Kesatuan yang dicapai dalam suatu komposisi akan menciptakan suatu hubungan yang kuat antar unsur yang disusun.

    Kesatuan dapat saja tercapai karena setiap unsur saling sentuh satu dengan lainnya atau berdialog satu dengan lainnya, dapat juga karena adanya ketegangan saling tarik menarik antar bagian.

    Asas Prinsip Irama Rhythm

    Irama atau biasa disebut ritme adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.

    Irama atau rhythm adalah uraian kesan gerak yang ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang.

    Kesan gerak dalam irama dapat bersifat harmoni dan kontras, pengulangan (repetisi) atau variasi

    Pengulangan yang dilakukan secara bervariasi akan menghasilkan irama harmonis yang dapat meningkatkan nilai estetika karya seni.

    Unsur-unsur visual seperti garis, bentuk dan warna dapat diulang, dikelompokkan, dibe-sarkan dikecilkan disusun dalam suatu bidang dapat memberi kesan irama. Irama mempengaruhi ukuran bidang menjadi lebih besar karena sifatnya yang dinanis.

    Contoh Gambar Asas Prinsip Irama Rhythm
    Contoh Gambar Asas Prinsip Irama Rhythm

    Penerapan garis lengkung lebih mudah untuk mendapatkan kesan irama, diban-dingkan unsur-unsur lainnya. Irama dapat juga dicapai dengan unsur bentuk dan ruang. Gerakan irama dapat ke berbagai arah dapat dimulai dari pinggir maupun tengah.

    Asas Prinsip Keselarasan Harmony Seni Rupa

    Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah alpukat yang ukurannya lebih besar daripada buah kelapa, hal ini menunjukkan kestidak selarasan.

    Harmoni merupakan suatu perasaan kesepakatan, kelegaan suasana hati, suatu yang menyenangkan dari kombinasi unsur dan prinsip yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam beberapa unsurnya.

    Semua unsur, semua bagian dikompromikan, bekerja sama satu dengan lainnya dalam suatu susunan yang memiliki keselarasan.

    Asas/ Prinsip Proporsi Seni Rupa

    Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni.

    Proporsi merupakan hasil dari hubungan perbandingan antara jarak, jurnlah, tingkatan, dan bagian disebut sebagai proporsi atau hubungan satu bagian dengan bagian lain dan keseluruhan dalam suatu susunan.

    Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa. Penggambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan terlihat janggal. Misalnya, gambar kaki manusia yang ukurannya lebih pendek dari ukuran tangannya.

    Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

    Asas/ Prinsip Gradasi Seni Rupa

    Gradasi adalah susunan warna yang didasari pada tingkatan tertentu pada sebuah karya seni. Gradasi paling sering diterapkan dalam pembuatan mozaik, karikatur, lukisan, dan karya seni rupa lainnya. Gradasi membuat sebuah karya menjadi lebih hidup.

    Asaa Prinsip Penekanan Seni Rupa

    Penekanan (kontras) adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari dua unsur yang berlawanan dan saling berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah karya seni tidak monoton. Dengan memberikan perbedaan yang mencolok pada bentuk, warna, dan ukuran sebuah karya seni akan terlihat lebih menarik.

    Prinsip ini sering juga disebut sebagai prinsip dominan atau prinsip subordinasi, yang mana ada satu aspek yang mendominasi lainnya. Apabila dalam suatu komposisi ada lebih dari satu focus perhatian harus diperhatikan kekuatannya jangan membuat focus perhatian dengan kekuatan sama, karena hal tersebut dapat membuat kekacauan.

    Prinsip Radiasi Seni Rupa

    Prinsip radiasi mengikuti sifat pancaran sinar atau cahaya misal pancaran sinar matahari. Sifat pancaran dapat pula ditunjukkan oleh bunga yang berhelai daun lancip

    Dalarn menyusun unsur-unsur seni rupa penampilannya menyampaikan kesan gerakan memancar dari suatu titik pusat ke segala arah. Titik pusat dapat nampak secara nyata maupun tidak kelihatan, dan dapat dimulai dari setiap sisi atau dari tengah.

    Contoh Gambar Prinsip Radiasi Seni Rupa
    Contoh Gambar Prinsip Radiasi Seni Rupa

    Prinsip radiasi sangat kuat mengarahkan perhatian jika penerapannya tepat. Misalnya bentuk-bentuk yang kecil diletakkan dekat dengan titik pusat pancaran dan bentuk-bentuk yang besar menjauh dari titik pusat. Begitu pula value warna terang dekat titik pusat dan yang gelap jauh dari titik pusat.

    Prinsip Konsentrasi Seni Rupa

    Prinsip konsentrasi merupakan susunan dari perkembangan satu bentuk yang memiliki satu pusat. Prinsip konsentrasi  mirip prinsip radiasi. Jika radiasi memancar dari satu titik pusat, sedangkan konsentrasi membesar dari satu bentuk atau bentuk-bentuk ber-putar mengarah kepada satu titik.

    Contoh Gambar Prinsip Konsentrasi Seni Rupa
    Contoh Gambar Prinsip Konsentrasi Seni Rupa

    Bentuk-bentuk itu dapat geometris atau organis. Konsentrasi sangat kuat memfokuskan perhatian, sehingga penerapannya harus dipertimbangkan dengan matang.

    Unsur-unsur yang dapat diterapkan dengan prinsip ini hanya garis, ruang dan bentuk, sedangkan tekstur dan warna hanya mendukung efektifitasnya.

    Prinsip Kontras Seni Rupa

    Kontras adalah suatu perasaan tentang perbedaan sesuatu. Dalam seni rupa, kontras justru digunakan untuk memperlihatkan hal-hal yang tidak sama atau untuk tujuan fokus perhatian. Jika kontras digunakan secara bijaksana akan menghasilkan susunan unsur yang menarik.

    Namun sebaliknya, jika terlalu banyak kontras akan menyebabkan susunan menjadi kurang baik. Kontras juga dapat digunakan untuk menimbulkan ilusi mengurangi ukuran, apabila bentuk terlihat terlalu tinggi, garis horizontal ditempatkan pada pada bentuk itu dapat mengurangi kesan yang tinggi.

    Contoh Gambar Prinsip Kontras Seni Rupa
    Contoh Gambar Prinsip Kontras Seni Rupa

    Kontras juga dapat memberikan keseimbangan, misalnya dalam suatu komposisi jika terlalu berat ke kanan dapat diseimbangkan dengan menempatkan sesuatu di sebelah kiri dengan posisi mengarah ke luar sebelah kiri.

    Daftar Pustaka:

    1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
    2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
    3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
    4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
    5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
    6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
    7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
    8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
    9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Asas Seni Rupa Murni dengan Contoh Asas Seni Rupa Murni dan Prinsip Seni Rupa Murni sebagai Contoh Prinsip Seni Rupa Murni. Pengertian Seni Rupa dengan Contoh karya seni rupa danJenis macam seni rupa.
    11. Ardra.Biz, 2019, “Seni Rupa Dua Dimensi dengan Contoh karya seni rupa dua dimensi. Seni Rupa Tiga Dimensi dengan Contoh karya Seni Rupa Tiga Dimensi. Pengertian Seni Rupa Murni dengan Contoh Karya seni rupa murni.
    12. Ardra.Biz, 2019, “Asas Komposisi seni rupa dengan contoh asas komposisi karya seni rupa dan prinsip Keseimbangan Balance seni rupa beserta Contoh asas Keseimbangan Balance seni rupa. Asas Prinsip Kesatuan Unity dengan Contoh Asas Prinsip Kesatuan Unity.
    13. Ardra.Biz 2019, “Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa serta Contoh Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa. Asas Keselarasan Harmony seni rupa dengan Contoh Asas Keselarasan Harmony seni rupa. Prinsip asas Proporsi seni rupa dengan Contoh Prinsip asas Proporsi seni rupa.
    14. Rangkuman Versi Lama: 
    15. Pengertian Seni Rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang bentuk perwujudannya dapat dilihat dan diraba atau biasa disebut juga dengan visual art.
    16. Seni Rupa Dua Dimensi: Bentuk karya seni rupa terdiri dari bentuk dua dimensi atau dwimatra dan tiga dimensi atau trimatra. Bentuk dua dimensi memiliki ukuran panjang dan lebar atau hanya dapat dinikmati dari satu sudut pandang.
    17. Seni Rupa Tiga Dimensi: Adapun bentuk karya seni rupa tiga dimensi memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai arah.
    18. Pengertian Seni Rupa Murni: Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni.
    19. Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu.
    20. Prinsip Asas Seni Rupa Murni: Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.
    21. Asas Prinsip Komposisi Seni Rupa: Komposisi adalah tata susunan yang meliputi keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.
    22. Asas Prinsip Keseimbangan Balance Seni Rupa: Keseimbangan atau balans adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.
    23. Asas Prinsip Kesatuan Unity Seni Rupa: Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.
    24. Asas Prinsip Irama Rhythm: Irama atau biasa disebut ritme adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.
    25. Asas Prinsip Keselarasan Harmony Seni Rupa: Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan.
    26. Asas/ Prinsip Proporsi Seni Rupa: Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni.

    Unsur Seni Rupa: Pengertian, Titik, Garis, Raut Bidang, Ruang, Tekstur, Warna Gelap Terang,

    Pengertian Unsur Seni Rupa. Unsur -unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

    Seorang perupa seperti seniman, desainer, kriyawan, perajin, dan sebagainya. mengolah unsur- unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan atau kemampuan atau keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni.

    Unsur Seni Rupa Fisik Non Fisik

    Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba, sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah- kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.

    Unsur- unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur -unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-  benda yang ada di sekeliling.

    Unsur Unsur Seni Rupa

    Unsur seni rupa adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelapterang, dan ruang.

    Penataan unsur- unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip- prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

    Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip- prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.

    1). Unsur Seni Rupa Titik /Bintik

    Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.

    Bintik yang membesar akan menjadi lingkaran (oval) atau bola atau bulat berdiameter tertentu.

    Sumber cahaya dilukiskan dengan sebuah titik dan diletakan dalam ruang kosong gelap akan memancarkan cahaya ke bidang datar dan membentuk bayangan berupa oval yang merepresentasikan lingkaran dalam seni dua dimensi.

    Contoh Gambar Unsur Seni Rupa Titik Bintik
    Contoh Gambar Unsur Seni Rupa Titik Bintik

    Sekelompok titik titik yang tersebar random dalam bidang dua dimensi yang memiliki degradasi warna atau tint dan shade dari warna biru memberikan kesan ruang atau langit pada malam hari.

    2). Unsur Seni Rupa Garis (Line)

    Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Artinya, garis menjadi batas dari berbagai bentuk dan bidang.

    Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Garis merupakan unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa.

    Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat -sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya.

    Jenis Garis Unsur Seni Rupa

    Secara garis besar, garis dibagi menjadi dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung seperti ditujukkan pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Jenis Garis Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Jenis Garis Unsur Seni Rupa

    Kesan Unsur Seni Rupa Garis

    Dalam sebuah karya seni rupa garis dapat juga digunakan sebagai simbol ekspresi. Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

    Karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas, akan menghasilkan kesan karakter yang berbeda.

    Garis digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan kelembutan, keluwesan, lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

    3). Unsur Seni Rupa Raut (Bidang dan Bentuk)

    Bidang berupa permukaan yang datar. Raut dapat terbentuk dari garis yang mencakup ukuran luas tertentu yang membentuk bidang. Artinya, suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk suatu bidang. Bidang mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

    Raut berarti perwujudan dari sebuah objek atau sering disebut bidang. Raut dalam pengertian yang luas dapat berarti bidang atau bangun.

    Bidang dapat diartikan sebagai bentuk yang cenderung pipih atau datar. Dengan demikian bidang diartikan sebagai unsur seni rupa yang terbentuk dari pertemuan ujung sebuah garis atau perpotongan beberapa buah garis. Bidang dapat pula ditimbulkan dan dibentuk oleh pulasan warna atau nada gelap-terang.

    Bentuk atau Bangun merujuk kepada wujud benda yang memiliki volume (mass). Dengan kata lai, bentuk atau bangun, yaitu unsur yang selalu berkaitan dengan benda, baik benda alami maupun buatan. Bantuk atau bangun benda dapat berupa bangun beraturan seperti lingkaran, segi empat segi tiga atau tidak beraturan.

    Sifat Kesan Unsur Seni Rupa Bidang Bentuk Raut

    Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus.

    Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form).

    Bangun (Shape) adalah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya.

    Bentuk Plastis adalah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

    Jenis Jenis Bentuk Bidang Raut Unsur Seni Rupa.

    Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya

    Unsur seni rupa Bentuk dikelompokan menjadi bentuk geometrik seperti segitiga, persegi, dan persegi panjang) dan  bentuk organik sperti lengkung bebas.

    Bentuk Geometris Unsur Seni Rupa

    Bentuk geometris adalah bentuk-bentuk yang dikenal dalam ilmu ukur atau keteknikan, yang dibuat secara beraturan dengan suatu acuan. Contoh Bentuk geometris ditunjukkan pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Jenis Bentuk Geometris
    Contoh Gambar Jenis Bentuk Geometris

    Bentuk Organis Unsur Seni Rupa

    Bentuk organis adalah bentuk bentuk natural yang dikenal ada di alam semesta, seperti bentuk manusia, hewan dan tumbuh tumbuhan dan sebagainya. Conttoh bentuk organic ditunjukkan pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Jenis Bentuk Organis Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Jenis Bentuk Organis Unsur Seni Rupa

    4). Unsur Seni Rupa Ruang

    Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Unsur keruangan dari sebuah karya seni rupa menunjukan dimensi dari karya seni rupa tersebut.

    Unsur ruang pada karya seni rupa merupakan bentuk tiga dimensi karena adanya volume yang memberikan kesan kedalaman. Walaupun demikian, seniman lukis atau grafis yang membuat karya dua dimensi dapat juga menghadirkan kesan tiga dimensi atau kesan ruang pada karyanya dengan mengakomodasi unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang-gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

    Jenis Ruang Positif Negatif Unsur Seni Rupa

    Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

    Secara sederhana contoh ruang positif dan negative pada sebuah hasil karya seni ditunjukkan pada gambar seperti berikut:

    Contoh Gambar Jenis Ruang Positif Negatif Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Jenis Ruang Positif Negatif Unsur Seni Rupa

    Ruang positif ditunjukkan oleh bagian yang diisi oleh objek burung, sedangkan ruang negative ditunjukkan oleh bagian yang lainnya, yaitu bagian yang tidak ada objeknya yang berwarna kuning muda.

    Kesan Ruang Unsur Seni Rupa

    Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut.

    Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang gelap, atau menggunakan Teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

    Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak.

    Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).

    5). Unsur Seni Rupa Tekstur

    Tekstur atau barik merupakan unsur rupa yang menunjukan kualitas taktil dari suatu permukaan atau penggambaran keadaan struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa.

    Jenis Tekstur Unsur Seni Rupa

    Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan dan biasa disebut rasa bahan, baik itu nyata maupun semu. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan.

    Tekstur Asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba.

    Contoh barik asli adalah barik pada kulit kayu, barik permukaan tanah sawah yang kekeringan sehingga pecah-pecah, barik kulit durian, kulit nangka, barik pada batu, dan sebagainya. Barik-barik alami tersebut ada yang kasar ada yang halus.

    Tekstur Buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap. Barik buatan contohnya dibuat dibuat dari bahan seperti pasir, kertas, semen, logam, kayu, dan sebagainya.

    Contoh Gambar Sifat Kesan Tekstur Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Sifat Kesan Tekstur Unsur Seni Rupa

    Sifat Kesan Tekstur Unsur Seni Rupa

    Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas.

    Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

    Berdasarkan pada sifatnya, barik dapat digolongkan atas:  barik nyata, barik semu, barik kasar, dan barik halus.

    Barik Nyata adalah barik yang bila dilihat dan diraba kesannya sama, maksudnya bila dilihat kasar maka pada saat diraba juga terasa kasar.

    Barik Semu adalah barik yang bila dilihat kesannya berbeda dengan pada saat diraba. Contoh Barik Semu adalah barik yang terlihat kasar namun bila diraba terasa halus, atau bila dilihat terkesan halus tapi bila diraba terasa kasar.

    Barik Kasar adalah keadaan permukaan sesuatu benda yang tampilan dan atau nilai-rabanya kasar. Contoh Baik Kasar adalah benda yang berbarik kasar yaitu antara lain: kertas gosok, tikar daun lontar, karung goni, kulit buah salak, dan sebagainya.

    Barik Halus adalah keadaan permukaan sesuatu benda yang tampilan dan atau nilai-rabanya halus. Contoh Barik Halus adalah benda yang berbarik halus antara lain: kain halus, cermin/ kaca, plastik kaca, dan sebagainya.

    6). Unsur Seni Rupa Gelap-Terang

    Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda.

    Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap. Suatu garis atau benda akan mempunyai nilai gelap atau terang, hitam, putih atau abu-abu.

    Perbedaan tingkat gelap ke terang ditunjukkan pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Unsur Seni Rupa Gelap-Terang
    Contoh Gambar Unsur Seni Rupa Gelap-Terang

    Sifat Kesan Gelap Terang Unsur Seni Rupa

    Untuk sifat gelap digunakan warna hitam dan untuk sifat terang digunakan warna putih. Antara hitam dan putih, terjadi tujuh tingkatan abu-abu, sedangkan tingkatan kelima adalah abu-abu netral.

    Perbedaan unsur nada gelap terang memberikan kesan permukaan yang sempit, lebar, arah dan efek keruangan. Ruang yang gelap seringkali memberikan kesan sempit dan berat sedangkan ruang yang terang memberikan kesan ringan, luas dan lapang.

    Contoh Gambar Sifat Kesan Gelap Terang Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Sifat Kesan Gelap Terang Unsur Seni Rupa

    7). Unsur Seni Rupa Warna

    Warna pada dasarnya merupakan kesan yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya yang mengenai permukaan suatu benda. Pada karya seni rupa, warna dapat berwujud garis, bidang, ruang dan nada gelap terang.

    Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya seni rupa. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

    Sifat Kesan Warna Unsur Seni Rupa

    Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

    Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat

    Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru.

    Makna atau Kesan Merah adalah cinta, nafsu, kekuatan, semangat, tenaga, ketertarikan, bahaya, kemarahan.

    Makna atau Kesan Kuning adalah terang, pintar, bijaksana, hangat.

    Makna atau Kesan Biru adalah damai, setia, tertahan, konservatif, pasif hormat, kesedihan, kelembutan.

    Warna Primer Unsur Seni Rupa

    Warna primer adalah warna-warna yang tidak dapat dihasilkan dari percampuran warna-warna lain.

    Dengan kata lain, warna primer adalah warna dasar yaitu: merah, kuning, dan biru seperti ditunjukkan pada gambar lingkaran warna berikut:

    Contoh Gambar Warna Primer Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Warna Primer Unsur Seni Rupa

    Warna Sekunder Unsur Seni Rupa

    Warna sekunder adalah warna-warna yang dihasilkan dari percampuran dua warna primer, dengan perbandingan yang sama.

    Warna sekunder yang terbentuk dari campuran dua lingkarang warna dapat dilihat pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Warna Sekunder Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Warna Sekunder Unsur Seni Rupa

    a). Warna oranye merupakan hasil dari percampuran antara warna merah dan kuning.

    b). Warna hijau merupakan hasil dari percampuran antara warna kuning dan biru.

    c). Warna ungu merupakan hasil dari percampuran antara warna merah dan biru.

    Warna Tersier Unsur Seni Rupa

    Warna tersier adalah warna-warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer dengan warna sekunder. Macam-macam warna tersier yang dibentuk dari warna primer dengan warna sekunder dapat dilihat pada gambar berikut yaitu.

    Contoh Gambar Warna Tersier Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Warna Tersier Unsur Seni Rupa

    a). Warna tersier violet adalah campuran warna biru dan ungu (purple).

    b). Warna tersier magenta adalah campuran warna merah dan ungu (purple).

    c). Warna tersier teal adalah campuran warna biru dan hijau. dan seterusnya

    Warna Tint dan Shade Unsur Seni Rupa

    Tint adalah suatu warna tertentu (merah, hijau, biru, dan sebagainya) yang dicampur warna putih dengan tingkatan (porsi) tertentu, sehingga dihasilkan warna yang lebih muda. Contoh Warna Tint untuk warna primer dapat dilihat pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Warna Tint Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Warna Tint Unsur Seni Rupa

    Shade adalah suatu warna tertentu (merah, biru, hijau, dan sebagainya) yang dicampur warna hitam dengan porsi (tingkatan) tertentu, sehingga dihasilkan warna yang lebih tua. Contoh Warna Shade untuk warna primer dapat dilihat pada gambar berikut:

    Contoh Gambar Warna Shade Unsur Seni Rupa
    Contoh Gambar Warna Shade Unsur Seni Rupa

    Unsur Warna Seni Rupa Harmonis, Heraldis Simbolis, Murni

    Dalam karya seni rupa terdapat beberapa macam penggunaan warna, yaitu harmonis, heraldis dan murni. Penggunaan warna disebut harmonis jika penerapannya sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

    Sedangkan heraldis atau simbolis adalah pengunaan warna untuk menunjukkan tanda atau simbol tertentu, seperti hitam untuk melambangkan duka cita, merah untuk melambangkan amarah, hijau untuk melambangkan kesuburan dan sebagainya.

    Adapun penggunaan warna secara murni adalah penerapan warna yang tidak terikat pada kenyataan objek atau simbol tertentu.

    Skema Unsur Warna Monokromatik Polikromatik

    Dalam pewarnaan sebuah karya seni dikenal juga istilah polikromatik dan monokromatik.

    Unsur Warna Monokromatik

    Metoda pewarnaan atau penggunaan secara monokromatik menunjukkan kecenderungan penggunaan satu jenis warna. Untuk menampilkan efek kedalaman pada pewarnaan secara monokromatik dilakukan dengan mengurangi atau menambahkan intensitas warna tersebut.

    Unsur Warna Polikromatik

    Metoda Polikromatik menunjukkan penggunaan lebih dari satu jenis warna. Dengan kata lain polikromatik merupakan kebalikan dari monokromatik.

    Contoh Soal Ujian Unsur Unsur Seni Rupa

    1). Unsur fisik adalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau di raba dalam sebuah karya seni rupa seperti…

    a). garis

    b). bentuk

    c). tekstur

    d). semuanya benar

    2). Prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni diesbut:

    a). unsur non fisik

    b). unsur penempatan

    c). unsur penataan

    d). semuanya benar

    3). Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi …

    a). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah karya

    b). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah ruang

    c). semua unsur fisik yang terdapat pada gambar

    d). semua unsur fisik yang terdapat pada lagu

    Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

    Daftar Pustaka:

    1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
    2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
    3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
    4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
    5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
    6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
    7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
    8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
    9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Unsur Unsur Seni Rupa, dengan Contoh Unsur Seni Rupa dan Pengertian Seni Rupa. Unsur Fisik Seni Rupa dan Unsur Visual Benda Seni Rupa sebagai Unsur Non Fisik Seni Rupa. Jenis Unsur Seni rupa dengan Unsur Titik /Bintik Karya Seni Rupa dan Unsur Seni rupa Garis (Line).
    11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Unsur seni rupa beserta Kesan makna unsur garis seni rupa dan Karakter unsur seni rupa. Unsur seni rupa Raut (Bidang dan Bentuk) dengan Contoh Unsur seni rupa bidang atau bentuk dan Unsur seni rupa Ruang beserta contoh unsur seni rupa ruang.
    12. Ardra.Biz, 2019, “Unsur seni rupa Tekstur dengan contoh unsur seni rupa tekstur dan Unsur seni rupa barik sebagai contoh unsur seni rupa barik.
    13. Ardra.Biz, 2019, “Tekstur asli  dan tekstur buatan adalah Kesan permukaan objek dengan unsur seni rupa warna. contoh unsur seni rupa warna dengan Unsur seni rupa Gelap-Terang dan Contoh unsur seni rupa terang gelap.

    Benzena: Pengertian Sifat Fungsi Rumus Struktur Reaksi Pembentukan Turunan Benzena Halogenasi Nitrasi Asilasi Alkilasi Sulfonasi

    Pengertian Struktur Benzene. Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825, dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang.

    Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.

    Rumus Struktur Benzena

    Benzena adalah senyawa organik siklik (berbentuk cincin) dengan enam atom karbon yang bergabung membentuk cincin segi enam.

    Benzena memiliki rumus molekul C6H6 yang merupakan senyawa dengan enam atom karbon. Keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°.

    Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi). Setiap atom C pada cincin benzena memiliki sifat yang sama.

    Pengukuran spektroskopik menunjukkan bahwa molekul benzene adalah planar dan semua ikatan karbon-karbonnya sama panjang yaitu 1,39 À (Angstrom).

    Ikatan karbon-karbon pada benzena panjangnya di antara ikatan karbon- karbon tunggal (1,47 Á ) dan ikatan karbon -karbon rangkap (1,33 Â ).

    Pada  tahun 1872 Friedrich August Kekule mengusulkan bahwa benzena mengandung tiga ikatan tunggal dan tiga ikatan rangkap yang berselang-seling.

    Struktur Benzena dan Fungsinya
    Struktur Benzena dan Fungsinya

    Ikatan karbon- karbon pada benzena mengalami resonansi (berpindah- pindah). Inilah sebabnya mengapa benzena sukar mengalami adisi.

    Ikatan karbon-  pada benzena terdiri atas ikatan sigma (σ) dan ikatan phi ( π ). Menurut teori ini ikatan valensi orbital molekul terbentuk dari tumpang tindih orbital-orbital atom.

    Ikatan kovalen yang terbentuk dari tumpang tindih ujung dengan ujung disebut ikatan sigma (σ ), sedangkan ikatan kovalen yang terbentuk dari tumpang tindih sisi dengan sisi disebut ikatan phi ( π ).

    Tata Nama Trivial Turunan Benzena

    Pemberian nama untuk senyawa turunan benzena sama seperti tata nama pada senyawa alifatik yaitu tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran pada atom karbon.

    Beberapa nama yang umum (Trivial) digunakan untuk senyawa turunan benzene dapat dilihat pada table berikut:

    Tata Nama Trivial Rumus Struktur Senyawa Turunan Benzena
    Tata Nama Trivial Rumus Struktur Senyawa Turunan Benzena

    Misalkan: toluena merupakan nama trivialnya dan nama IUPAC-nya adalah metil-benzena

    Fenol merupakan nama trivialnya dan nama IUPAC-nya adalah hidroksi-benzena atau fenil alcohol.

    Tata Nama Turunan Benzena Menurut IUPAC

    Senyawa senyawa yang mengandung cincin benzena dikatagorikan sebagai senyawa turunan benzena. Nama turunan benzena dinyatakan dengan menggabungkan nama substituen sebagai awalan yang diikuti dengan kata benzena.

    Dengan tata nama IUPAC, atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil.

    1). Menurut IUPAC, benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. Benzena pada umumnya dinytakan sebagai induk dan gugus yang terikat dituliskan lebih dulu kemudian diikuti dengan benzena.

    Tata Nama IUPAC Senyawa Turunan Benzena
    Tata Nama IUPAC Senyawa Turunan Benzena

    Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen, diklasifikasikan sebagai golongan arena. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil.

    Untuk gugus alkil yang memiliki jumlah atom karbon C < 6, maka gugus alkil dijadikan sebagai substituen sedangkan benzena menjadi induknya.

    Contoh Alkil Sebagai Substituen Benzena

    Contoh Alkil Sebagai Substituen Benzena – Butilbenzena – Isopropil Benzena
    Contoh Alkil Sebagai Substituen Benzena – Butilbenzena – Isopropil Benzena

    Untuk gugus alkil yang mengandung atom karbon  C > 6, maka benzena dinyatakan sebagai substituen sedangkan alkil menjadi rantai induknya.

    Benzena sebagai substituen diberi nama IUPAC fenil– atau C6H5– dan disingkat menjadi –ph. Gugus fenil adalah gugus bervalensi satu yang diturunkan dari benzena.

    Contoh Benzena Sebagai Substituen Alkil Rantai Induk

    Contoh Benzena Sebagai Substituen Alkil Rantai Induk 3 Fenil Oktana
    Contoh Benzena Sebagai Substituen Alkil Rantai Induk 3 Fenil Oktana

    2). Untuk turunan benzene yang memiliki dua jenis substituen, maka posisi substituen dapat dinyatakan dengan awalan o–(orto), m–(meta), atau p–(para).

    Orto diterapkan pada substituen yang letak posisinya berdampingan yaitu posisi 1 dan 2, meta digunakan untuk substituent dengan posisi pada karbon nomor 1 dan 3, sedangkan  para  dipakai Ketika  substituen terletak pada posisi karbon nomor 1 dan 4.

    Rumus Struktur O-Dibromo-Benzena m-Kloro-Anilina p-Kloro Fenol
    Rumus Struktur O-Dibromo-Benzena m-Kloro-Anilina p-Kloro Fenol

    Pada Struktur o-dibromo-benzena, atom brom menempati posisi karbon nomor 1 dan 2. Pada struktur m-kloro-anilina-benzena NH2 dan Cl menempati nomor 1 dan 3. Sedangkan pada struktur p-kloro-fenol, gugus OH menempati nomor 1 dan Cl nomor 4.

    3). Terunan benzena yang memiliki tiga substituen atau lebih pada sebuah cincin benzena, system o–, m–, p– tidak dapat diterapkan.

    Tata nama untuk tiga substituen menggunakan penomoran atau angka pada atom karbon. Nomor 1 diberikan pada gugus yang memiliki prioritas tata nama tertinggi.

    Urutan prioritas penomoran dari prioritas tinggi ke rendah untuk berbagai substituent adalah sebagai berikut.

    –COOH, –SO3H, –CHO, –CN, –OH, –NH2, −OR, –R, –X, –NO2

    –COOH prioritas tertinggi dan –X prioritas tersendah (X adalah F, Cl, Br, I)

    Rumus Struktur 1,2,4 tribromo-benzena dan Rumus Struktur 2-kloro-4-nitroanilina,
    Rumus Struktur 1,2,4 tribromo-benzena dan Rumus Struktur 2-kloro-4-nitroanilina,

    Pada struktur 1,2,4-tribromo-benzena, atom Br menempati nomor 1, 2 dan 4, sedangkan pada struktur 2-kloro-4-nitroanilina, gugus NH2 menempati nomor 1 dan NO2 nomor 4. Hal ini sesuai dengan prioritas tertinggi penomoran substituent pada benzene.

    Reaksi Pembuatan Pembentukan Benzena

    Benzena dapat dibuat dengan beberapa cara ,yaitu:

    1). Polimerisasi asetilena, yaitu dengan mengalirkan asetilena melalui pipa kaca yang pijar. Reaksi pembentukan benzene dari asetilena adalah seperti berikut

    3C2H2 → C6H6

    2). Benzena dapat dibentuk dengan meraksikan kalsium benzoat dengan kalsium hidroksida. Persamaan reaksi pembentukan benzene dari kalsium benzoate adalah seperti berikut:

     Ca(C6H5COO)2 + Ca2(OH) → 2 C6H6 + 2 CaCO3

    3). Benzena dapat dibuat dengan cara destilasi bertingkat dari tir batu bara. Pada destilasi bertingkat tir batu bara selain dihasilkan benzena juga diperoleh zat-zat lain, misalnya tokrena, xilena, naftalena, antrosena, fenantrena, fenol, dan kresol.

    4). Benzena dapat dihasilkan dengan proses reforming nafta pada industri petrokimia.

    Sifat Fisik Benzena

    1). Benzena bersifat nonpolar yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik, seperti dietil eter, karbon tetraklorida, atau heksana.

    2). Benzena membeku pada suhu 5,5 °C dan mendidih pada suhu 80,1 °C.

    3). Benzena merupakan cairan tak berwarna, mudah terbakar. Uap benzena bersifat racun, berbau tak enak.

    Sifat Sifat Kimia Benzena

    Reaksi Substitusi Benzena

    Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi, walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi. Macam-macam substitusi benzene di antaranya halogenasi benzena, nitrasi benzena, dan reaksi riedel-crafts.

    1). Reaksi Halogenasi Benzena

    Benzena bereaksi langsung dengan halogen menggunakan katalisator besi(III) halida seperti FeCl3 atau FeBr3. Reaksi halogenasi menghasilkan senyawa halida – benzena. Pada reaksi halogenasi, atom H digantikan oleh atom halogen, seperti Br, Cl, dan I. Pereaksi yang digunakan adalah gas Br2, Cl2, dan I2.

    Contoh Reaksi Halogenasi Benzena

    Persamaan reaksi pembuatan kloro benzena yaitu :

    Contoh Reaksi Halogenasi Benzena - Kloro Benzena
    Contoh Reaksi Halogenasi Benzena – Kloro Benzena

     C6H6 + Cl2 → C6H5-Cl + HCl

    Jika gas yang digunakan dalam reaksi halogenasi adalah klor dan katalisatornya FeCl3 maka akan menghasilkan kloro benzena yang memiliki rumus kimia C6H4-Cl2

    2). Reaksi Nitrasi Benzena

    Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Jika campuran nitrasi ditambahkan ke dalam benzena, maka akan terjadi reaksi eksotermal.

    Contoh Reaksi Nitrasi Benzena

    Contoh Reaksi Nitrasi Benzena - Nitro Benzena
    Contoh Reaksi Nitrasi Benzena – Nitro Benzena

    C6H6 + HNO3 ──> C6H5NO2 + H2O

    Pada reaksi nitrasi, atom H digantikan oleh gugus nitro (NO2). Pereaksi yang digunakan adalah asam nitrat pekat (HNO3) dengan katalisator asam sulfat pekat (H2SO4). Pada temperatur 55°C akan dihasilkan nitrobenzene dengan rumus molekul (kimia) C6H5–NO2

    3). Reaksi Sulfonasi Benzena

    Pada reaksi sulfonasi, atom H digantikan oleh gugus sulfonat (SO3H).

    Contoh Reaksi Sulfonasi Benzena

    Pereaksi yang digunakan adalah asam sulfat berasap (H2SO4 + SO3) pada temperatur 40 °C. Persamaan reaksi pembuatan benzena sulfonat yaitu

    C6H6 + H2SO4 → C6H5SO3H + H2O

    Contoh Reaksi Sulfonasi Benzena - Benzena Sulfonat
    Contoh Reaksi Sulfonasi Benzena – Benzena Sulfonat

    Reaksi antara benzene dan asam sufat dengan bantuan SO3 akan menghasilkan benzoate sulfonate dengan rumus molekul C6H5SO3H.

    Asam benzena sulfonat digunakan untuk membuat zat-zat karena mudah larut dalam air, dan pembuatan obat-obat sulfa. Turunan asam benzena sulfonat yang terkenal adalah sakarin.

    1. Reaksi Alkilasi BenzenaAlkilasi Benzena Friedel-Crafts

    Pada reaksi alkilasi, atom H digantikan oleh gugus alkil (CnH2n+1). Pereaksi yang digunakan adalah alkil halida dengan katalisator aluminium klorida (AlCl3).

    Alkilasi benzena dengan alkil halida menggunakan katalisator aluminium klorida, AlCl3 membentuk alkil benzena sering disebut dengan Alkilasi Friedel-Crafts.

    Nama reaksi ini diambil dari nama ahli kimia Perancis yaitu Charles Friedel dan ahli kimia dari Amerika yaitu James Crafts, yang mengembangkan reaksi ini pada tahun 1877.

    Reaksi benzena dan haloalkana dengan bantuan katalis AlCl3 anhidrat akan terbentuk alkilbenzena disertai pelepasan kalor.

    Contoh Reaksi Reaksi Alkilasi Benzena Pembentukan Toluena

    C6H6 + CH3Cl ──> C6H5CH3 + HCL

    Contoh Reaksi Reaksi Alkilasi Benzena Pembentukan Toluena Metil Benzena
    Contoh Reaksi Reaksi Alkilasi Benzena Pembentukan Toluena Metil Benzena

    Nama senyawa yang terbentuk bergantung pada gugus alkil yang mensubstitusi atom H.

    Reaksi antara Benzena C6H6 dan Metil klorida CH3Cl atau klorometana dengan katalis AlCl3 akan menghasilkan metil benzena yang memiliki rumus molekul C7H8 dan dikenal dengan nama toluena.

    5). Reaksi Asilasi Benzena – Reaksi Asilasi Aromatik – Asilasi Friedel-Crafts

    Asilasi benzena dengan senyawa halida asam yang mengandung gugus asil, R–CO– atau Ar–CO– disebut reaksi asilasi aromatik atau asilasi Friedel-Crafts. Pada reaksi asilasi, atom H digantikan oleh gugus asil (CH3C=O).

    Contoh Reaksi Asilasi Benzena

    Pereaksi yang digunakan adalah halida asam, seperti CH3COCl (asetil klorida) dan CH3CH2C=OCl (propanoil klorida) dengan katalisator aluminium klorida (AlCl3).

    C6H6 + CH3COCl ──> C6H5COCH3 + HCL

    Contoh Reaksi Asilasi Benzena - Asetofenon
    Contoh Reaksi Asilasi Benzena – Asetofenon

    Nama senyawa yang terbentuk bergantung pada gugus asil yang mensubstitusi atom H.

    Reaksi benzene C6H6 dan asetil klorida CH3COCl akan menghasilkan asetofenon yang memiliki rumus molekul C6H5COCH3 atau C8H8O.

    Reaksi Senyawa Turanan Benzena

    Beberapa senyawa turunan benzene diantaranya adalah asam benzoate, anilin, fenol, nitro benzene,

    Reaksi Pembentukan Asam Benzoat

    Asam Benzoat dibuat dengan cara mengoksidasi toulena atau metil benzene dengan bantuan katalis cobalt naphthenate CoC22H14O4. Temperatur  reaksi berkisar antara 150-250 ˚C dan tekanan antara 5-50 atm.

    Reaksi Pembentukan Asam Benzoat Dari Toluen Metil Benzena
    Reaksi Pembentukan Asam Benzoat Dari Toluen Metil Benzena

    Asam benzoat memiliki rumus kimia C7H6O2 (atau C6H5COOH) banyak digunakan sebagai bahan pengawet dan pembuatan zat warna.

    Selain itu, asam benzoate digunakan sebagai bahan tambahan dalam alkyd resin coating, sebagai bahan baku pembuatan Benzyl Benzoat dan sebagai bahan baku pembuatan fenol

    Reaksi Pembentukan Fenol

    Dibuat dengan cara memanaskan senyawa asam benzena sulfonat dalam alkali atau memanaskan halogen benzena dalam alkali. Senyawa fenol memiliki rumus kimia C6H5OH.

    C6H5SO3H + NaOH ──> C6H5OH + NaHSO3

    Reaksi Pembentukan Fenol, Benzena Sulfonat - Fenol
    Reaksi Pembentukan Fenol, Benzena Sulfonat – Fenol

    Fenol digunakan untuk desinfektan (larutan fenol dalam air disebut karbol), untuk pembuatan obat-obatan, bahan peledak, dan plastik.

    Reaksi Pembentukan Anilin

    Senyawa fenon dihasilkan dari reduksi nitro benzena atau dari halogen benzene dengan menggunakan gas hydrogen. Anilin memiliki rumus kimia molekul C6H5NH2.

    C6H5NO2 + 3H2 ──> C6H5NH2 + 2 H2O

    Reaksi Pembentukan Anilin Dari Nitro Benzena
    Reaksi Pembentukan Anilin Dari Nitro Benzena

    Anilin bersifat basa lemah, tidak berwarna dan jika terkena udara menjadi cokelat. Anilin digunakan sebagai bahan dasar pembuatan warna dan obat-obatan serta bahan peledak.

    Reaksi Pembentukan Benzaldehid

    Senyawa benzaldehid dihasilkan dari oksidasi toluene (metil benzene dengan menggunakan gas oksigen dibantu oleh kataliator besi oksida (Fe2O3). Benzaldehida memiliki rumus kimia molekul C6 H5COH.

    C6H5CH3 + O2 ──> C6H5COH + H2O

    Reaksi Pembentukan Benzaldehid Dari Metil Benzena
    Reaksi Pembentukan Benzaldehid Dari Metil Benzena

    Benzaldehid digunakan untuk parfum, zat warna, perasa dan aroma makanan, Bahan kosmetik, obat dan sabun,

    Fungsi Kegunaan Benzena

    Sifat yang dimiliki senyawa turunan benzena sangat beragam bergantung pada jenis substituennya. Sifat-sifat khas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Senyawa benzena dan turunannya banyak digunakan di bidang kesehatan, industri, pertanian, dan sebagai bahan peledak.

    Beberapa pabrik di Indonesia, seperti yang ada di kota Bekasi dan Surabaya telah memproduksi bahan kimia turunan benzena seperti alkil benzena sulfonat yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan detergen.

    Berikut ini beberapa sifat dan kegunaan atau manfaat dari senyawa benzena dan turunannya.

    Manfaat Benzena

    Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu benzena juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena. Stirena merupakan bahan untuk membuat sejenis karet sintetis dan nilon–66.

    Benzena merupakan zat kimia yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan berwujud cair. Benzena digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan plastik dan bahan kimia lainnya, seperti detergen dan bahan bakar kendaraan.

    Namun, benzena juga diketahui dapat menyebabkan kanker sel darah putih (leukimia) bagi manusia. Jika mengisap benzena dengan kadar yang cukup tinggi, dapat menyebabkan kematian.

    Meminum atau memakan makanan yang mengandung benzena dalam jumlah cukup tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari muntah-muntah, iritasi lambung, kepala pusing, hingga kematian.

    Kegunaan Aspirin

    Aspirin atau asam asetilsalisilat memiliki sifat analgesik, antipiretik, antiradang, dan antikoagulan. Sehingga aspirin umumnya digunakan untuk obat sakit gigi dan obat pusing. Aspirin  memiliki titik didih 140 °C dan titik leleh 136 °C.

    Mengonsumsi aspirin secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Di antaranya gangguan pencernaan pada lambung, seperti sakit maag dan pendarahan lambung.

    Fungsi Anilina

    Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.

    Anilina mempunyai rumus kimia C6H5NH2 dan dikenal dengan nama fenilamina atau aminobenzena. Senyawa turunan benzena ini mengandung gugus amina.

    Anilina memiliki wujud cair pada suhu kamar dan tidak berwarna (colorless). Titik didihnya 184 °C, sedangkan titik lelehnya –6 °C. Senyawa anilina mudah menguap dan menimbulkan bau tak sedap, seperti ikan yang membusuk.

    Anilina banyak digunakan sebagai zat warna. Bukan hanya itu, anilina juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai obat, seperti antipirina dan antifebrin.

    Manfaat Klorobenzena

    Klorobenzena adalah senyawa turunan benzena dengan rumus kimia C6H5Cl. Senyawa Klorobenzena memiliki warna bening (colorless) dan mudah terbakar.

    Klorobenzena dapat diperoleh dengan cara mereaksikan fenol dan fosfor pentaklorida. Klorobenzena tidak larut di dalam air serta memiliki titik leleh –45 °C dan titik didih 131 °C.

    Klorobenzena banyak digunakan dalam pembuatan pestisida, seperti DDT yang penggunaannya telah dilarang di seluruh dunia. Senyawa Klorobenzena juga digunakan dalam pembuatan fenol.

    Klorobenzena dapat digunakan sebagai produk antara pada pembuatan nitroklorobenzena dan difeniloksida.

    Nitroklorobenzena dan difeniloksida merupakan bahan baku pembuatan herbisida, zat pewarna, dan karet. Klorobenzena juga digunakan sebagai pelarut dalam kimia organik, di antaranya pelarut untuk cat.

    Fungsi Asam Benzoat

    Asam benzoat adalah senyawa turunan benzena yang memiliki rumus kimia C6H6CO2. Asam benzoat memiliki sifat fisis di antaranya titik leleh 122 °C

    (252 °F) dan titik didih 249 °C (480 °F). Penggunaan utama dari asam benzoate adalah sebagai pengawet makanan.

    Kegunaan Nitrobenzena

    Nitrobenzena memiliki rumus kimia C6H5NO2. Turunan benzena ini dikenal juga dengan nama nitrobenzol atau minyak mirbane. Nitrobenzena memiliki aroma almond, namun bersifat racun.

    Kelarutan nitrobenzena dalam air sekitar 0,19 g/100 mL pada 20 °C, titik lelehnya 5,85 °C, sedangkan titik didihnya 210,9 °C. Nitrobenzena dapat digunakan sebagai pelarut dan bahan baku pembuatan anilina serta digunakan juga dalam produk semir dan senyawa insulator.

    Fungsi Parasetamol

    Parasetamol atau asetaminofen merupakan zat analgesik dan antipiretik yang paling populer. Parasetamol sering digunakan untuk mengobati pusing dan sakit kepala.

    Sifat dari parasetamol antara lain titik leleh 169 °C, kelarutan dalam air 1,4 g/100 mL (20 °C), serta larut di dalam etanol. Kata asetaminofen dan parasetamol  berasal dari nama kimia kedua senyawa, yaitu Nacetylparaaminophenol dan paraacetylaminophenol.

    Terlalu banyak mengonsumsi parasetamol dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

    Kegunaan Fenol

    Fenol dikenal juga dengan nama asam karbolat. Turunan benzena ini merupakan padatan kristalin yang tidak berwarna. Rumus kimianya adalah C6H5OH.

    Dari nama dan rumus kimianya, dapat diduga bahwa senyawa fenol mengandung gugus hidroksil (–OH) yang terikat pada cincin benzena.

    Sifat-sifat fenol di antaranya, kelarutannya di dalam air 9,8 g/100 mL, titik leleh 40,5 °C, dan titik didih 181,7 °C.

    Fenol memiliki sifat antiseptik sehingga digunakan di dalam bidang pembedahan untuk mensterilkan alat-alat. Fenol juga banyak digunakan dalam pembuatan obat, resin sintetik, dan polimer. Fenol dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

    Fungsi Asam Salisilat

    Asam salisilat adalah nama lazim dari asam o–hidroksibenzoat.  Asam salisilat merupakan turunan benzena yang tergolong asam karboksilat sehingga asam salisilat memiliki gugus karboksil (–COOH). Adanya gugus karboksil menyebabkan asam salisilat dapat bereaksi dengan alcohol membentuk ester.

    Misalnya, reaksi asam salisilat dengan metanol akan menghasilkan metil salisilat. Asam salisilat bersifat racun jika digunakan dalam jumlah besar, tetapi dalam jumlah sedikit asam salisilat digunakan sebagai pengawet makanan dan antiseptik pada pasta gigi.

    Manfaat TNT (Trinitrotoluene)

    TNT (Trinitrotoluene) merupakan senyawa turunan benzena yang bersifat mudah meledak. Senyawa TNT diperoleh melalui reaksi nitrasi toluena. TNT digunakan sebagai bahan peledak untuk kepentingan militer dan pertambangan.

    Senyawa TNT (Trinitrotoluene) dibuat dengan cara mereaksikan toluene dan asam nitrat pekat, serta dibantu katalis asam sulfat pekat.

    Daftar Pustaka:

    1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
    2. Hiskia Achmad,  1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
    3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
    4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
    5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
    6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
    7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
    8. Rangkuman Ringkasan: Benzena dan turunannya dikenal dengan golongan senyawa aromatis.
    9. Ikatan rangkap pada benzena lebih stabil daripada ikatan rangkap pada elkena.
    10. Resonansi adalah proses perputaran ikatan rangkap pada benzena.
    11. Bila satu atau lebih atom H pada benzena diganti dengan gugus lain dihasilkan senyawa turunan benzena.
    12. Benzena dan turunannya banyak kegunaannya dalam bidang industri.
    13. Benzena: Pengertian Rumus Struktur Reaksi Pembentukan Turunan Benzena Halogenasi Nitrasi Asilasi Alkilasi Sulfonasi,  Pengertian: Contoh Rumus Struktur Benzena Nitro Benzena Asam Benzena Sulfonat Toluena Metil Benzena  Asetofenon,  Reaksi Pembentukan Turunan Benzena Anilina Fenol Aspirin Anilina  Kloro Benzena Asam Benzoat  Nitro Benzena Parasetamol,
    14. Pengertian Fungsi Kegunaan Turunan Benzena Aspirin Anilina Klorobenzena Asam Benzoat Nitrobenzena Parasetamol Fenol,  Tata Nama Trivial UIPAC Turunan Benzena Anilina Fenol Aspirin Anilina  Kloro Benzena Asam Benzoat  Nitro Benzena Parasetamol,
    error: Content is protected !!