Hukum Proust, Hukum Perbandingan Tetap Reaksi Kimia

Pada tahun 1799 seorang ahli kimia bernama Joseph Louis Proust  telah melakukan sejumlah percobaan dalam penelitiannya terkait dengan perbandingan jumlah zat – zat yang bereaksi. Misalnya pada reaksi pembentukan senyawa natrium klorida NaCl dari unsur – unsurnya.

Perbandingan jumlah natrium dan klorida dalam suatu reaksi selalu tetap yaitu 39 % untuk natrium dan 61% untuk klor. Begitu pula untuk reaksi kimia yang lain.

hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia
hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia

Hukum Proust

Hukum Proust menyatakan bahwa Massa unsur – unsur yang membentuk suatu senyawa komposisinya selalu tetap. Dengan kata lain, senyawa tersusun atau terbentuk dari unsur – unsur dengan perbandingan tertentu dan tetap.

Hukum proust tidak berlaku untuk senyawa yang nonstoikiometris. Contohnya besi (II) oksida, mempunyai rumus kimia nominal FeO (dengan 22,27% berat oksigen) tergantung pada teknik pembuatannya.

Contoh Reaksi Kimia Hukum Proust

Hydrogen + Oksigen → Air

Pada reaksi kimia tersebut perbandingan atom hydrogen dan atom oksigen yang membentuk molekul air selalu tetap yaitu: Hydrogen : Oksigen = 1 : 8 atau 11,11 % hydrogen dan 88, 89 % oksigen. Contoh lainnya adalah:

Besi + Sulfur (belerang) → Besi Sulfida

Pada reaksi kimia tersebut, perbandingan jumlah besi dan sulfur dalam besi sulfide selalu bernilai tetap yaitu 7:4 atau 63,64% besi dan 36,37% sulfur. Dan contoh reaksi lainnya yang dapat menjelaskan hukum Proust adalah:

Karbon + Oksigen → Karbon Dioksida.

Pada reaksi kimia ini perbandingan jumlah karbon dan oksigen dalam karbon dioksida adalah selalu 3 : 8 atau 27,27% karbon dan 72,73% oksigen.

Contoh Soal Reaksi Kimia Hukum Proust.

Berapa gram ammonia dapat dibuat dari 12,0 gram nitrogen dan 12 gram hydrogen? Diketahui ammonia tersusun dari 82% nitrogen dan 18% hydrogen.

Jawab/ Penyelesaian dan Pembehasan.

Nitrogen + Hydrogen → Ammonia

82 % + 18 % → 100%

Persentase tersebut dapat diartikan sebagai perbandingan massa unsur – unsur yang terlibat atau bersenyawa. Sehingga dapat dikatakan bahwa 82 g nitrogen tepat bereaksi dengan 18 gram hydrogen membentuk senyawa ammonia.

Jika tersedia 12 gram nitrogen, maka hydrogen yang dibutuhkan adalah:

(12 gram/82 gram) x 18 gram Hydrogen = 2,6 gram Hydrogen.

Jadi berat senyawa Ammonia adalah:

12 gram Nitrogen + 2,6 gram Hydrogen →14,6 gram

Dengan demikian, banyaknya senyawa ammonia yang dihasilkan dari reaksi 12 gram nitrogen dan12 gram hydrogen adalah 14,6gram. Hal ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa berapapun jumlah hydrogen yang ditambahkan dalam campuran itu, hydrogen yang bereaksi tetap 2,6 gram atau sebanyak 18%.

Daftar Pustaka.

Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap Dua Dan Tiga

Pengertian Itakan  Atom. Bagian terkecil dari suatu materi baik gas, cairan maupun zat padat adalah atom. Atom-atom tersebut umumnya saling berinteraksi satu dengan yang lainnya menggunakan gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak antar sesamanya.

Ikatan yang paling kuat dimiliki oleh zat padat sehingga letak atom-atomnya selalu tetap. Sedangkan ikatan yang paling lemah dimiliki oleh gas. Akibat lemahnya ikatan pada gas, maka atom-atom gas dapat bergerak dengan energinya sendiri secara bebas.

Salah satu jenis ikatan atom adalah ikatan kovalen yang terdiri dari ikatan  kovalen tunggal dan rangkap.

Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap

Ikatan kovalen terjadi akibat kecenderungan atom – atom bukan logam untuk mencapai konfigurasi electron gas mulia. Senyawa yang terbentuk dinamakan sebagai senyawa kovalen.

Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah suatu ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama sepasang electron. Masing – masing atom memberikan kontribusi satu electron untuk digunakan secara bersama.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal
contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal

Contoh Ikatan Kovalen Tunggal.

Contoh ikatan kovalen tunggal adalah ikatan antara ataom H dan atom Cl membentuk senyawa HCL.

Perhatikan konfigurasi electron atom H dan atom Cl berikut:

1H = 1s2 dan 17Cl = [Ne] 3s2 3p5

Agar electron valensi atom H (1) sama dengan atom He (2), maka diperlukan satu electron. Sedangkan atom Cl, agar electron valensinya sesuai dengan konfigurasi electron Ar: [Ne] 3s2 3p6, maka diperlukan satu electron.

Oleh karena  kedua atom tersebut masing – masing membetuhkan satu electron, maka cara yang paling sesuai adalah kesua atom saling memberikan kontribusi satu electron valensi untuk membentuk sepasang ikatan.

Pada atom klorin, selain pasangan electron yang digunakan untuk membentuk pasangan electron, terdapat juga tiga pasang electron bebas atau lone pair electron. Ketiga pasangan electron tersebut tidak digunakan untuk berikatan.

Ikatan Kovalen Rangkap, Dua.

Ikatan kovalen rangkap dua terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama dua electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua adalah ikatan pada molekul gas oksigen O2 dan gas karbon dioksida CO2. Dalam molekul O2 kedua atom oksigen berikatan dengan cara masing – masing atom memberikan sumbangan dua electron valensi membentuk dua pasang electron ikatan.  Sehingga terbentuk ikatan rangkap dua.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga
contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Ikatan kovalen rangkap tiga terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama tiga electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga adalah ikatan pada molekul N2. Ikatan kovalen rangkap tiga dalam molekul N2 dapat dijelaskan sebagai berikut. Konfigurasi electron atom 7N: 1s2 2s2 2p3. Untuk mencapai konfigurasi oktet diperlukan tiga electron tambahan.

Ketiga electron yang dibutuhkan ini dapat diperoleh dengan cara menggabungkan tiga electron valensi dari masing – masing atom nitrogen N membentuk tiga pasang electron (tiga rangkap electron). Dengan demikian terbentuk ikatan kovalen rangkap tiga.

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  4. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  5. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Itakan  Atom atau pengertian dan contoh ikatan kovalen serta Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap. Penyebab ikatan kovalen, adalah Ikatan Kovalen Tunggal atau contoh ikatan dengann satu electron valensi.
  7. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  8. Ardra. Biz, 2019, “Contoh Ikatan Kovalen Tunggal yang konfigurasi electron pada ikatan kovalen. Ikatan Kovalen Rangkap Dua. Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua dan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Untuk contoh ikatan dengan tiga electron valensi dan contoh ikatan dengan dua electron valensi. Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar, Pengetian Perbedaan Sifat

Ikatan Kovalen Polar. Ikatan polar kovalen terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu senyawa akan bertambah besar jika perbedaan keelektronegatifan atom – atom yang berikatan semakin besar.

Ikatan kovalen polar akan terjadi jika atom – atom yang berikatan adalah heterointi. Sebaran muatan electron di sekitar dua inti yang berikatan tidak homogen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan menarik pasangan electron ikatan tidak sama.

Kepolaran adalah adanya gejala pengkutuban (kelektronegatifan) muatan di antara atom yang berikatan. Atom yang satu lebih bermuatan positif dan atom yang lain lebih bermuatan negatif.

ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional
ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional

Contoh Ikatan Kovalen Polar.

Senyawa HCl merupakan contoh senyawa dibentuk dengan ikatan kovalen polar. Pada ikatan ini pasangan electron ditarik oleh atom Cl.

Ikatan Kovalen Nonpolar.

Ikatan Kovalen Nonpolar terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik ke semua atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi pada atom – atom yang homointi. Kedua inti atom yang menarik electron valensi adalah sama besar. Sehingga sebaran muatan electron di antara kedua inti atom yang berikatan homogen.

Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar.

Senyawa H2 merupakan contoh senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen nonpolar. Pada ikatan kovalen ini tidak terjadi pengkutuban karena electron tidak ditarik oleh salah satu atom.

Sifat – sifat Senyawa Kovalen:

Pada temperature kamar umumnya senyawa yang dibentuk melalui ikatan kovalen adalah berupa gas, misalanya H2, O2, N2, Cl2, CO2 atau cair misalnya H2O dan HCl ataupu berupa padatan.

Titik didih dan titik leleh dari senyawa yang berikatan secara kovalen adalah rendah. Hal ini karena gaya Tarik menarik antara molekulnya tidak terlalu kuat seperti pada senyawa – senyawa yang dibentuk dengan ikatan ion.

Senyawa kovalen larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berintegrasi dengan pelarut polar.

Senyawa ikatan kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik.

Kata dalam artikel Ikatan Kovalen Polar adalah Kepolaran dan keelektronegatifan senyawa. Heterointi ikatan kovalen polar dengan Pengertian Kepolaran dan Contoh Ikatan Kovalen Polar. Ikatan Kovalen Nonpolar adalah homointi ikatan kovalen nonpolar. Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar dan Sifat – sifat Senyawa Kovalen. Sifat kelistrikan senyawa kovalen.

Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Manfaat Kloroplas Tanaman

Pengertian Kloroplas. Kloroplasplastida yang mengandung klorofil. Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Plastida organel mengandung pigmen. Di dalam kloroplas inilah berlangsungnya proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energy cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air.

Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman yaitu Palisade (sel – sel jaringan tiang) dan spon (sel – sel jaringan bunga karang). Kloroplas tersusun dari stroma, tilakoid, dan grana.

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan
fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

Susunan Kloroplas. 

Stroma.

Stroma adalah struktur kosong di dalam kloroplas yang merupakan tempat glukosa dibentuk dari CO2 dan H2O.

Tilakoid.

Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membrane dalam kloroplas. Membrane tilakoid menangkap energy cahaya dan mengubahnya menjadi energy kimia.’

Grana.

Grana merupakan satu tumpukan tilakoid.

Pada sel tumbuhan, kloroplas umumnya dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter antara 5 – 8 μm dengan tebal 2 – 4 μm. Kloroplas mengandung matriks cair yang dibungkus oleh suatu membrane. Membrane ini disebut dengan stroma.

Klorofil

Di dalam stroma terdapat tilakoid yang mengandung klorofil. Tilakoid mempunyai struktur yang membentuk tumpukan yang disebut dengan granum, kalau jamak disebut grana. Klorofil terletak pada bagian yang disebut dengan kuantosom.

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan.

Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membrane akan memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.

Klorofil menangkap energi matahari yang kemudian digunakan untuk proses fotosintesis zat makanan. Jadi sebenarnya,  kloroplas merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis terjadi reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Sedangkan reaksi terang berlangsung di dalam membrane tilakoid.

Kloroplas mengandung pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dikelomopkan menjadi dua jenis, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini memiliki fungsi dalam penyerapan energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua pigmen ini terletak di membran kloroplas.

Klorofil berfungsi menyerap sinar merah dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna lain.

Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, oranye, merah atau coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu.

Materi Metabolisme, Katabolisme dan Anabolisme dibahas secara lengkap pada artikel artikel berikut

Tahap Reaksi Katabolisme Protein 

Pembongkaran protein menjadi asam amino memerlukan bantuan dari enzim protease dan air untuk melakukan proses hidrolisis pada ikatan- ikatan peptida.    Baca Selanjutnya ….

Reaksi Terang dan Gelap Proses Fotosintesis

Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan, berlangsung melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Gambar berikut dapat memberikan penjelasan yang lebih sederhana.   Baca Selanjutnya ….

Kemosintesis Pada Anabolisme

Kemosintesis dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon di mana reduksi CO2 berlangsung dalam kondisi gelap (yaitu reaksi tanpa cahaya), reaksinya menggunakan energi murni hasil oksidasi.  Baca Selanjutnya …..

Tahap Reaksi Katabolisme Lemak

Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Namun Sebelum digunakan, sel akan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol, kemudian gliserol diubah menjadi 3 fosfogliseraldehid dan memasuki jalur glikolisis.  Baca Selanjutnya ….

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  3. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. fungsi klorofil bagi kehidupan tumbuhan, Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Fungsi Stroma Tilakoid Grana Klorofil, Pengertian Kloroplas. Kloroplas Plastida organel mengandung pigmen, Proses Fotosintesis adalah, Susunan dan Fungsi Kloroplas adalah

Fungsi Pembuluh Limfa Getah Bening

Pengertian Pembuluh Limfa Getah Bening. Selain pembuluh darah, manusia juga memiliki pembuluh limfa. Pembuluh limfa disebut juga pembuluh getah bening. Limfa adalah cairan yang menggenangi jaringan tubuh. Limfa memiliki sistem peredaran sendiri yang dimulai dari jaringan sampai ke vena. Peredaran limfa tidak selalu melalui pembuluh sehingga disebut peredaran terbuka.

Cairan limfa tidak mengandung eritrosit dan trombosit, namun banyak mengandung sel darah putih, yaitu limfosit. Limfa berperan dalam pengangkutan sisa metabolisme, lemak dari usus, dan berperan dalam melawan serangan  kuman.

fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening
fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening

Jenis – Macam – Tipe Kelenjar Limfa

Beberapa getah bening yang besar adalah:

Kelenjar limfa lipat siku, lipat paha, ketiak, lutut, dan leher

Kelenjar selaput lender usus. Pembuluh limfa yang berasal dari selaput lender usus disebut pembuluh kil.

Kelenjar folikel bawah lidah

Kelenjar pada tonsil amandel dan adenoid.

Fungsi Limfa Getah Bening

Beberapa fungsi limfa di antaranya adalah:

Limfa mempunyai fungsi untuk mengabsorpsi lemak di usus halus dan kemudian mengangkutnya ke darah.

Limfa berfungsi mengambil kelebihan cairan jaringan dan mengembalikannya ke sistem peredaran darah.

Selain itu, limfa memiliki fungsi yang sangat penting dalam membantu tubuh untuk mempertahankan dari beragam penyakit.

Cara Kerja Limfa

Peredaran limfa dimulai dari jaringan dan berakhir pada pembuluh balik di bawah selangka. Limfa didistribusikan di dalam tubuh dengan mengandalkan kontraksi otot-otot rangka. Tubuh  manusia memiliki beberapa nodus limfa.

Nodus tersebut terdiri dari sinus-sinus, yaitu ruangan tempat penyaringan bahan-bahan yang sudah diabsorpsi atau dihilangkan dari jaringan oleh sel darah putih (makrofag).

Cairan limfa berasal dari plasma darah dalam kapiler darah yang keluar menuju jaringan tubuh. Kemudian, cairan limfa ini masuk ke dalam dua macam pembuluh getah bening, yaitu duktus limfatikus dekster dan duktus toraksikus sinister.

Duktus limfatikus dekster ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kanan masuk ke pembuluh balik bawah tulang selangka kanan.

Sedangkan, duktus toraksikus sinister ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kiri masuk ke pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri.

Pembuluh limfa dada merupakan tempat bermuaranya pembuluh lemak atau pembuluh kil.  Lemak inilah yang menimbulkan cairan limfa berwarna kuning keputih – putihan. Di sepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar – kelenjar limfa atau nodus. Kelenjar ini berfungsi untuj menyaring kuman.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.

Tahap Proses DNA Rekombinan, Rekayasa Genetika,

Pengertian Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) atau dalam bahasa Indonesia Asam Deoksiribo Nukleat adalah senyawa kimia berupa polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada makhluk keturunannya.

DNA ditemukan pada tahun 1869 oleh seorang dokter muda yaitu Friedrich Miescher yang percaya bahwa rahasia kehidupan dapat diungkap melalui penelitian kimia pada sel – sel makhluk hidup.

DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya.

Model Struktur DNA dibangun berdasarkan pada data kimia dan fisiknya yang kemudian disebut struktur untai-ganda atau double helix. Untai ganda DNA ini dibangun oleh dua rantai yang berpilin.

Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau metoda DNA rekombinan.

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan
Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Komponen DNA Rekombinan

Adapun komponen yang terlibat dalam proses DNA rekombinan adalah DNA donor (insert ), Enzim Endonuklease Restriksi, Enzim Endonuklease Restriksi, Vektor, DNA Ligase, Sel Inang (Host Cell ).

DNA donor (insert )

DNA donor (insert ) merupakan Sumber dari DNA atau gen yang digabungkan atau disisipkan atau disambungkan kepada DNA dari organisme lain.

Enzim Endonuklease Restriksi

Endonuklease restriksi adalah enzim yang digunakan untuk memotong DNA donor dan vector pada lokasi spesifik, sehingga DNA donor dapat disambungkan ke dalam vektor

Vektor

Vektor adalah Plasmid atau bakteriofage yang digunakan untuk mengintroduksi gen agar dapat ditransform ke dalam suatu sel inang yang cocok

DNA Ligase

DNA ligase merupakan Enzim yang digunakan untuk menggabungkan ujung sambungan (splice ) dari vektor dan DNA donor, dan kemudian membentuk suatu vektor rekombinan

Sel Inang (Host Cell )

Sel inang yang umum digunakan Biasanya adalah suatu bakteri atau yeast. Tempat diintroduksikan vektor rekombinan ke dalam sel inang.

Tahap DNA Rekombinan.

Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah mengisolasi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.

Isolasi DNA

Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor maupun organisme vector.

Isolasi Vector plasmid atau DNA donor yang diinginkan bertujuan mengekstrak plasmid atau DNA donor yang diinginkan dan memisahkannya dari berbagai komponen selular bakteri dan Organismes lainnya, seperti protein, lemak, RNA, dan DNA kromosomal.

Prinsip dasar isolasi DNA dari jaringan adalah dengan memecah dan mengekstraksi jaringan tersebut sehingga akan terbentuk ekstrak sel yang terdiri atas sel- sel jaringan dan DNA.

Langkah pertama untuk mendapatkan DNA plasmid adalah dengan menumbuhkan sel- sel bakteri yang mengandung plasmid rekombinan. Setelah itu sel dipanen, dinding serta membran sel dipecah sehingga isi sel (ekstrak sel) keluar. Ekstrak sel ini kemudian dipurifikasi dengan serangkaian perlakuan sehingga diperoleh DNA plasmid yang murni.

Memotong Dan Menyambung DNA

Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi.

DNA insert donor dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen- segmen kecil dengan menggunakan enzim endonuklease restriks. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor.

Vektor ini harus mampu berikatan dengan DNA insert donor, memperbanyak diri, dan mengekspresikan gen tersebut. Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus.

Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. DNA Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor.

Enzim yang digunakan adalah sama dengan enzim untuk memotong DNA Insert donor yang dikehendaki. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.

Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor Vector Plasmids\
Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor, Vector Plasmids.

DNA insert Donor yang telah diisolasi dan dipotong selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid vector. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen atau DNA. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) DNA insert donor yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vector.

Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka plasmid vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing).

Dengan demikian, didapatkan organisme baru yang memiliki rantai DNA gabungan atau kombinasi baru. Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan.

Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase
Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase.

Memasukan Ke Sel Hidup

DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus. Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi.

Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid
Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid

Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Escherichia coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak.

DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.

Daftar Pustaka:

  1. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “DNA Rekombinan, manfaat alkohol, manfaat polimer, Manfaat Tahapan Teknologi DNA Rekombinan Bagi Kehidupan, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Pembahasan, Rekayasa Genetika,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian DNA (Deoxyribonucleic acid), Contoh Soal ujian Materi DNA, Gambar DNA, Susunan DNA, Struktur DNA, Untaian DNA, Perubahan susunan DNA, Cara rekombinan DNA, Tujuan rekombinan DNA, Manfaat Rekombinan DNA,
  9. Ardra.Biz 2019, “Contoh Rekombinan DNA, Teknologi Rekombinan DNA, Tahap DNA Rekombinan, Media Perantara Rekombinan DNA, Proses Isolasi DNA, memilih dan memisahkan DNA, cara mengekstrak kromosom dari organisme donor, Fungsi enzim endonuklease restriksi pada DNA rekombinan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Cara memotong gen uantaian DNA, Memotong Dan Menyambung DNA, Fungsi Vektor pada Rekombinan DNA, Fungsi plasmid atau virus pada rekombinan DNA, plasmid atau virus, Pengertian transplantasi gen, Cara mencangkokkan (atau menyambung) gen,
  11. Ardra.Biz. 2019, “Fungsi enzim ligase pada rekombinan DNA, Memasukan Ke Sel Hidup, Fungsi larutan NaCl pada DNA rekombinan, proses elektroporasi DNA, Escherichia coli, organisme transgenic,  transplantasi gen, prinsip fusi protoplasma, Rekayasa genetika, Cara rekayasa genetika, Fungsi Manfaat rekayasa genetika,

Fungsi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Pengertian Struktur Rumus Kimia,

Pengertian Adenosin Trifosfat (ATP). Di dalam sel terdapat energi bebas yang terkandung dalam molekul kecil dari bahan makanan yang diubah menjadi energi dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat (ATP).

ATP bisa dipakai untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat. Jadi adenosin Trifosfat (ATP) merupakan senyawa kimia yang memiliki energi tinggi.

Struktur Adenosin Trifosfat (ATP)

ATP tersusun dari ikatan adenin purin terikat pada gula yang mengandung 5 atom C, yaitu ribose dan tiga gugus fosfat. Meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi, namun demikian ikatan kimianya labil dan mudah melepaskan gugus fosfatnya.

Adenosine triphosphate (ATP) memiliki struktur adenosin yang terikat dengan tiga gugus fosfat seperti pada Gambar di bawah.

Adenosin adalah nukleosida yang mengandung basa nitrogen adenin dan gula pentosa ribosa. Tiga gugus fosfat yang terikat pada gula pentosa dilabeli dengan nama α, β, dan γ. Gugus fosfat tersebut merupakan gugus konstituen yang kaya dengan energi.

Secara kimiawi, ATP terdiri dari adenosine dan tiga kelompok phosphate. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. Massa molekulernya adalah sebesar  507.18 g mol−1.

Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia
Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia

Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP)

1). Ketika sel memerlukan energi, maka ATP dapat segera dipecah atau dikonversi melalui reaksi hidrolisis (yaitu reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil. Energi yang terbentuk ini dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut.

2). Hidrolisis ATP terjadi dalam metabolisme selular seperti mekanika, transport dan kimia.

3). Ikatan antara gugus-gugus fosfat pada ekor ATP dapat diputuskan melalui hidrolisis. Reaksi hidrolisis melepaskan 2 ikatan fosfat, yaitu antara ikatan fosfat kedua dan ketiga kemudian dihasilkan Adenosin Difosfat (ADP).

4). Ketika ikatan fosfat terminal diputuskan, suatu molekul fosfat anorganik (yang disingkat Pi) meninggalkan ATP yang kemudian menjadi adenosin difosfat atau ADP.

5). Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik atau reversible.

6). Reaksi hidrolisis bersifat eksergonik yaitu reaksi yang menghasilkan energi. Energi yang dilepaskan berasal dari perubahan kimia ke tingkat energi yang lebih rendah. Energy yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai aktivitasnya.

7). Hidrolisis ATP akan menghasilkan adenosine diphosphate (ADP) dan gugus fosfat anorganik (Pi).

8.) Reaksi eksergonik hidrolisis ATP melepasakan energgi sebesar 7,3 kkal energi per mol ATP.

Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP dapat dituliskan sebagai berikut.

ATP + H2O → ADP + Pi + 7,3 kal/mol

∆G = -7,3 kkal/mol (-31 kJ/mol)

Karena fungsi ATP sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal (reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier. Sel mampu menggunakan energi ATP tersebut dengan sangat efektif. Hal ini karena penggunaan energy ini hanya berlangsung satu sistem yaitu dengan hanya mengambil energi dari sumber ATP.

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP)

Proses transformasi energi dalam sistem biologi dapat dibedakan menjadi tiga proses berikut.

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil

Melalui proses fotosintesis, energi radiasi sinar matahari yang diserap oleh klorofil tumbuhan hijau diubah menjadi energi kimia. Energi kimia ini digunakan untuk mengkonversi karbon dioksida CO2 dan molekul air H2O menjadi senyawa kompleks seperti karbohidrat dan glokosa.

Pada proses fotosintesis terjadi transformasi dari energi cahaya yang berupa energi kinetic menjadi energi kimia yang merupakan energi potensial.

Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi kinetik diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya sebagai energi ikatan yang menghubungkan atom-atom bakuny

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria

Energi kimia yang tersimpan dalam karbohidrat dan senyawa organik lainnya akan dipecah melalui proses respirasi di dalam sel organisme.

Proses respirasi ini akan membebaskan sejumlah energi, yang selanjutnya akan digunakan untuk membentuk senyawa dengan ikatan fosfat yang mengandung energi tinggi yang disebut Adenosin Tri Phosfat (ATP).

Pengangkutan energy kimia lainnya di dalam sel adalah melalui proses pengangkutan electron oleh koenzim khusus pembawa elekton, yaitu Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP).

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel

Energi di dalam ikatan fosfat (ATP) dengan segera dihasilkan ketika akan digunakan oleh sel untuk berbagai aktivitas kehidupan.

Jika sel melakukan kegiatan, maka energi kimiawi dari ikatan fosfat akan terlepas dan berubah menjadi energi bentuk lain seperti energi mekanik untuk kerja kontraksi otot.

Energi kimia akan dikonversi menjadi energi listrik untuk meneruskan impuls saraf, atau dirubah menjadi energi sintesis untuk membangun senyawa pertumbuhan, serta sisanya akan mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai energi panas.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ringkasan Rangkuman: Struktur Adenosin Trifosfat (ATP), ATP, Pengertian ATP, Rumus Kimia Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Empiris Adenosin Trifosfat (ATP), Massa Molekuler Adenosin Trifosfat (ATP), Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Mekanisme Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP),
  8. Produk Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Jenis Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Jumlah Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Sifat Reaksi Hidrolisis, Reaksi Eksergonik Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil,
  9. Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria, Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel, Contoh Penggunaan Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Fungsi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Bangun Struktur Adenosin Trifosfat (ATP),

Fungsi Energi Mekanisme Kontraksi Otot Pengertian Contoh Soal

Otot Manusia. Otot sering disebut juga sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi. Otot dapat menggerakkan tulang- tulang karena adanya kerjasama otot yang menempel pada tulang- tulang tersebut.

Tulang tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Persendian tulang sebagai suatu konstruksi untuk pergerakan, dikelilingi oleh otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena adanya sel otot dan dengan alasan ini maka otot  disebut sebagai alat gerak aktif.

Otot mempunyai tiga karakteristik, yang terdiri dari kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk berkontraksi (mengerut) sehingga otot menjadi lebih pendek. Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula. Sedangkan, elastisitas adalah kemampuan otot untuk dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi.

Fungsi Utama Otot

Fungsi utama otot manusia adalah sebagai alat gerak aktif. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan dari sel – sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi sel – sel otot dikendalikan oleh sel –sel saraf. Otot rangka melekat pada tulang melalui tendon. Tendon ini merupakan jaringan ikat padat.

Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Ukuran Otot dapat berubah sesuai dengan seberapa sering otot dilatih atau digerakan.

Energi Untuk Konstraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.
Energi Untuk Kontraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Otot yang sering dilatih akan membesar dan sebaliknya yang jarang dilatih akan mengecil. Otot yang membesar disebut hipertrofi sedangkan yang mengecil disebut atrofi.

Mekanisme Kontraksi Otot

Mekanisme kontraksi otot dipengaruhi oleh aktivitas protein aktin dan myosin. Pergeseran filament aktin yang tipis pada filament myosin yang tebal menyebabkan otot berkontraksi. Mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam beberapa tahapan.

  • Pusat motoric di otak mengirimkan impul atau rangsangan menuju otot melalui saraf motoric atau saraf kranial dan saraf spinal.
  • Sesampainya di ujung akson saraf motoric, rangsang dilanjutkan oleh neorohumor (atau hormone saraf) berupa asetilkolin atau epinefrin (adrenalin) menuju ke otot (atau reseptor pada otot) yang memiliki aktin.
  • Setelah rangsang sampai di reseptor, energy akan dilepaskan. Aktin akan bergesar. Zona H mengecil bahkan dapat menghilang dan sarkomer memendek. Garis saling mendekat dan otot berkontraksi atau berkerut. Jarak anta garis Z satu dengan garis Z lainnya disebut sarkomer.
  • Setelah kontraksi, ujung saraf motoric mengeluarkan suatu zat yang dapat menetralisasi atau menghambat kerja neurohumor yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu terjadi kolinesterasi untuk menghambat asetil kolin dan mono amina oksida (MAO) serta menghambat epinefrin adrenalin. Sehingga aktin (atau miofilamen tipis) dan myosin (miofilamen tebal) merenggang. Zona H terbuka. Garis Z satu dan Garis Z lainnya saling menjauh. Otot kembali relaksasi.

Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot.

Energy awal yang dibutuhkan untuk berkontraksi berasal dari penguraian ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat) yang tersedia di dalam otot. ATP dan CP yang dapat digunakan adalah ATP dan CP yang memiliki energi tinggi. Energy ini akan menggerakan filament penghubung antara aktin dan myosin.

Adapun proses penguraian ATP- nya adalah sebagai berikuti:

ATP → ADP + P + Energi

ADP → AMP + P + Energi

Proses penguraian kratin fosfatnya adalah sebagai berikut:

Kreatin fosfat → Kreatin + P + Energi

Energy dari penguraian ATP dan Kreatin dalam otot ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan otot selama 15 detik. Jika aktivitas otot berlanjut dan persediaan kreatin habis, maka energinya diperoleh dari penguraian glukogen yang ada di otot.

Selain dari penguraian glukogen, glokosa darah juga dimanfaatkan sebagai sumber energy untuk kontraksi otot.

Jika energy untuk kegiatan otot secara aerob tidak mencukupi, maka proses glukolisis akan dipercepat dan terjadi proses pembentukan asam laktat.  Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:

Asam Piruvat + 2 NADH2 → Asam Laktat + 2 NAD

Asam Laktat + O2 → CO2 + H2O

Asam laktat yang terbentuk dalam otot akan dirubah menjadi karbon dioksida dan air. Penguraian asam laktat ini berlangsung dengan adanya oksigen.

Contoh Soal Ujian Otot

Otot disebut sebagai alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan untuk ….

  1. memecah ATP
  2. berelaksasi
  3. berkontraksi
  4. memanjang

Otot jantung disebut otot istimewa karena ….

  1. bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara sadar
  2. bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara sadar
  3. bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara tak sadar
  4. bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara tak sadar

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Cara Otot Berkontraksi, Energi Untuk Konstraksi Otot, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot, Fungsi Otot Manusia,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Fungsi utama otot, Fungsi sel saraf pada otot, Fungsi Jaringan ikat tendon, Fungsi insersi tendon otot, Tendon otot origo, hipertrofi otot membesar, Otot mengecil atrofi, Mekanisme Kontraksi Otot,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi aktivitas protein aktin dan myosin pada otot, Penyebabkan otot berkontraksi, Tahapan Kontraksi otot, Pusat motoric untuk otot, Fungsi saraf kranial dan saraf spinal pada Gerakan otot, Fungsi neurohumor pada otot,
  10. Ardra.Biz, 2019, “reseptor pada otot, Fungsi asetilkolin atau epinefrin pada otot, sarkomer otot, asetil kolin dan mono amina oksida (MAO), Fungsi kolinesterasi, epinefrin adrenalin, miofilamen, Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat), proses Reaksi penguraian ATP, Proses Reaksi penguraian kratin fosfat, Fungsi Kreatin, penguraian glukogen pada otot,
  12. Ardra.Biz, 2019, “glokosa darah untuk otot,  proses reaksi pembentukan asam laktat, proses glukolisis untuk otot, Fungsi Oksigen pada kontraksi otot,
  13. Ardra.Biz, 2019, “kontraksibilitas otot, ekstensibilitas otot, dan elastisitas otot.

Manfaat Bakteri Bagi Kehidupan

Pengertian dan Contoh Bakteri. Bakteri merupakan organisme yang inti selnya bersifat prokariotik. Ini artinya organisme tersebut belum memiliki membrane inti atau kariotika. Inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul ADN. Kebanyakan anggota kelompok monera ini bersifat uniseluler dan mikroskopis.

Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Carl Woese yang mengacu pada analisis variasi RNAr organisme prokariotik. Secara fundamental dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri
manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri

Ciri _ Ciri Bakteri.

Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama seperti archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri ini antara lain:

Bakteri mempunyai dinding sel yang mengandung peptidoglikan

Bakteri telah memiliki organel sel yaitu berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase.

Bakteri memiliki membran plasma yang mengandung lipid dan ikatan ester.

Bakteri memiliki sel yang mampu mensekresikan lender ke permukaan dinding selnya, lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya. Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul.

Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil – kecil  yang disebut ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN.

Jenis – Jenis Bakteri

Berdasarkan pada cara memperoleh makanannya, bakteri dapat dibagi mencadi dua jenis yaitu autotroph dan juga yang heterotrof.

Berdasarkan pada kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.

Berdasarkan pada alat geraknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang memiliki alat gerak berupa flagel dan bekteri yang tidak berflagel.

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang berbentuk batang, bola, dan spiral.

Peran Bakteri Bagi Kehidupan. 

Selain merugikan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, bakteri juga banyak memberikan keuntungan  bagi kehidupan. Berbagai bakteri yang menguntungkan antara lain:

  1. Bacillus thuringensis merupakan bakteri yang berperan sebagai agensia pengendali hayati untuk tanaman kobis, kapas, jagung, tembakau, dan pemberantasan nyamuk vektor penyakit malaria dan demam berdarah.
  2. Agrobacterium tumefaciens merupakan bakteri yang digunakan untuk pembuatan tanaman transgenik, baik untuk tujuan resistensi terhadap hama dan penyakit, daya simpan produk, maupun untuk peningkatan nutrisi.
  3. Rhizobium leguminosarum merupakan bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman Leguminoceae. Bakteri ini mampu mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga dapat menyuburkan tanaman. Jenis lain yang mampu memfiksasi nitrogen adalah Azotobacter.
  4. Bakteri Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter berperan dalam menyuburkan tanaman.
  5. Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri yang digunakan untuk membuat youghurt.
  6. Acetobacter xylinum merupakan bakteri untuk membuat nata de coco dari air kelapa.
  7. Bacillus brevis merupakan bakteri yang berperan untuk menghasilkan antibiotic tirotrisin, Bacillus polymyxa menghasilkan polimiksin, Bacillus substilis, mengasilkan basitrasin.
  8. Methanobacterim merupakan bakteri yang berperan dalam pembuatan bio gas sebagai bahan bakar.

Daftar Pustaka.

Pengertian dan Contoh Bakteri dan  organisme inti selnya bersifat prokarioti dengan Inti sel organisme hanya satu molekul AND. Organisme tidak memiliki membrane inti atau kariotika dengan monera   uniseluler dan mikroskopis. Jenis Archaebacteria dan Eubacteria dan Ciri _ Ciri Bakteri atau Eubakteria disebut bakteri sejati. Archaebacteria bersifat prokariotik dengan dinding sel Bakteri.

Peptidoglikan bakteri  dan organel sel ribosom Bakteri atau jenis ARN polymerase Bakteri. Membran plasma Bakteri dengan lipid dan ikatan ester bakteri atau Sitoplasma bakteri.  Kromatofora bakteri dan  organel sel bakteri atau asam nukleat bakteri. Jenis – Jenis Bakteri dengan bakteri aerob dan anaerob dan Bakteri autotroph dan heterotroph.

Alat gerak flagel bakteri dan bekteri tidak berflagel dengan Peran Bakteri Bagi Kehidupan. Fungsi Bakteri untuk kehidupan dengan manfaat bakteri dan Bacillus thuringensis pengendali hayati. Agrobacterium tumefaciens bakteri transgenic atau Rhizobium leguminosarum mengikat nitrogen udara. Bakteri Nitrosococcus  Nitrosomonas dan Nitrobacter penyubur tanaman.

Lactobacillus bulgaricus untuk membuat youghurt. Acetobacter xylinum bakteri   membuat nata de coco. Bacillus brevis  bakteri penghasil antibiotic tirotrisin. Bacillus polymyxa menghasilkan polimiksin. Bacillus substilis mengasilkan basitrasin dan  Methanobacterim   bakteri pembuatan bio gas.

Manfaat Peran Protozoa Dalam Kehidupan

Pengertian

Protozoa merupakan organisme uniseluler. Kata Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu protos yang artinya pertama dan zoa berarti hewan. Dengan demikian protozoa dapat diartikan sebagai hewan permulaan atau awal.

Protozoa masuk dalam klasifikasi Protista. Protista bersifat heterotroph, dapat bergerak aktif, dan tubuhnya belum terdiferensiasi secara jelas.

peran-manfaat-protozoa-bagi-kehidupan-makhluk-hidup
peran-manfaat-protozoa-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Ciri – Ciri Protozoa.

Protozoa mempunyai bentuk dan ukuran bervariasi. Pada umunmnya Ukuran tubuh protozoa kurang dari 10 mikro. Namun ada yang sampai berukuran 6 mm.

Bentuk tubuh Protozoa ada yang memiliki bentuk tubuh tetap, ada yang berubah ubah, dan ada yang bercabang. Jika lingkungan untuk hidupnya dianggap tidak menguntungkan, maka protozoa melindungi diri dengan membentuk sel tidak aktif yaitu kista. Setelah lingkungan membaik, dinding kista pecah, dan protozoa dapat hidup secara normal.

Struktur tubuh protozoa hanya terdiri dari satu sel atau uniseluler. Protozoa mempunyai organel – organel sel seperti membrane plasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan inti sel.

Habitat protozoa adalah di tanah, di perairan, dan di dalam organisme lain. Protozoa dapat hidup baik secara soliter maupun secara berkelompok.

Klasifikasi atau Jenis Protozoa

Berdasarkan pada alat geraknya, protozoa dibedakan menjadi

Rhizopoda atau Sarcodina

Ciliata

Flagellata atau Mastigophora

Sporozoa

Cara Berkembang Biak Protozoa

Sebagian besar protozoa bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner. Sebagian lagi bereproduksi secara seksual melalui penyatuan materi genetic yang disebut konjugasi.

Dalam kehidupan protozoa memiliki peran atau manfaat yang menguntungkan dan merugikan.

Peran Menguntungkan

Adapun manfaat yang menguntungkan dari protozoa di antara adalah:

Protozoa berperan dalam mengontrol jumlah polpulasi bakteri

Protozoa sebagai komponen penyusun plankton yang merupakan sumber makanan hewan air. Protozoa merupakan konsumen tingkat pertama dalam ekosistem di perairan.

Foraminifera sebagai penunjuk adanya sumber daya minyak bumi

Radiolarian yang telah mati dan mengendap di perairan digunakan sebagai bahan penggosok dan bahan peledak.

Peran Merugikan:

Peran Protozoa yang merugikan di antaranya adalah:

Penyebab beberapa penyakit pada ternak seperti sapi, kembing dan kuda

Penyebab beberapa penyakit pada manusia seperti malaria, diare, dan kala azar.

Penyebab penyakit malaria adalah protozoa jenis plasmodium. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Protozon ini menyerang sel – sel hati serta sel darah merah manusia.

Jenis – Jenis Protozoa Plasmodium Penyebab Malaria:

Plasmodium vivax dan plasmodium ovale menyebabkan penyakit malaria tertian

Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana

Plasmodium falcifarum menyebabkan penyakit malaria tropikana.

Daftar Pustaka: