Seni Grafis: Pengertian Relief, Intaglio, Planography, Screen Print, Prinsip, Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi, Dalam, Datar, Saring,

Pengertian Seni Grafis: Kata grafis dalam bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Grafis dalam bahasa Yunani adalah graphein berarti menulis atau menggambar.

Seni grafis termasuk karya seni rupa dwimatra, dua dimensi  yang dibuat untuk mencurahkan ide atau gagasan dan emosi seseorang  dengan menggunakan teknik cetak.

Istilah  seni  grafis  dikenal  juga  dengan  seni mencetak.  Cetakan grafis adalah berupa negatif film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, warna ataupun ragam yang sama.

Teknik cetak memungkinkan membuat karya dalam jumlah banyak sekaligus. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal.

Seni grafis diciptakan diatas permukaan yang disebut dengan plat. Plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, plat logam, 1embaran kaga akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis lain yang disebut dengan senigrafi atau cetak saring (screen-printing)  menggunakan  lembaran  kain berpori yang direntang pada sebuah kerangka.

Teknik Prinsip Karya Seni Grafis

Prinsip kerja seni grafis adalah melalui proses pencetakan. Ini artinya, dalam pembuatannya, diperlukan suatu acuan cetak yang disebut klise yang terbuat dari berbagai material.

Klise akan dibubuhi tinta atau pigmen untuk selanjutnya dicetakkan pada bidang permukaan tertentu.

Jenis Teknik seni grafis dapat dibedakan menjadi: cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), dan cetak saring (serigrafi, screen printing)

A). Teknik Cetak Tinggi (Relief Print) Seni Grafis

Disebut cetak tinggi karena bagian dari permukaan acuan cetak yang terkena tinta dan nantinya akan tercetak adalah bagian permukaan yang tinggi atau menonjol. Bagian yang tinggi ini dicapai dengan melakukan menempel atau dengan mencukil bagian yang tidak akan dicetak, dengan menggunakan pisau cukil khusus.

Disebut pula relief print atau cetak tinggi atau cetak timbul karena bagian permukaan acuan cetak ada yang tinggi dan ada yang rendah sehingga serupa dengan relief. Stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi.

Acuan permukaan yang timbul atau meninggi berfungsi sebagai penghantar tinta, baik monokrom maupun polikrom.

Bagian dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedang bagian yang terkena tinta disebut bagian positif.

Apabila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol akan menerima tinta. Jika klise/ alat cetak itu ditempelkan pada kertas   kemudian   diangkat,   maka  tinta pindah ke kertas dan tampaklah   gambar   pada kertas tersebut.

Cetak Tinggi memanfaatkan bentuk /permukaan yang paling tinggi dari suatu plat klise. Pada gap/ stempel tersebut dapat dilihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan  suatu  gambar  atau  tulisan  pada  benda  yang diberi warna.

Untuk mendapatkan bentuk acuan yang timbul dilakukan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan untuk menghantarkan tinta. Dengan demikian  tertinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta.

Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukanlah satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul, teknik lain dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak.

Jenis Teknik Cetak Tinggi 

 Adapun Teknik cetak tinggi relief print dapat dibagi menjadi wood cut, wood engraving dan kolase.

a). Teknik Relief Print Woodcut Seni Grafis

Dikenal dengan cukil kayu karena pada awalnya klise acuan cetak yang dipakai menggunakan potongan papan kayu.

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya adalah dengan menggambar pola gambar atau desain, kemudian mencukil atau membuang bagian yang tidak diperlukan untuk dicetak dengan menggunakan pisau/pahat cukil khusus untuk cukil kayu (woodcut knife).

Teknik lain yang sama prosesnya namun hanya berbeda materialnya adalah yang disebut linocut karena menggunakan material karet linoleum.

b). Teknik Relief Print Wood Engraving Seni  Grafis

Teknik ini secara proses pengerjaannya hampir sama dengan woodcut, hanya saja yang membedakan adalah pada teknik woodcut papan klise menggunakan kayu yang dipotong secara vertikal sehingga memanfaatkan serat kayu yang membujur.

Sedangkan pada wood engraving papan klise menggunakan kayu yang dipotong horisontal sehingga memanfaatkan serat kayu yang melintang. Dengan perbedaan serat kayu ini maka peralatan yang digunakan juga berbeda, akan tetapi tahapan proses pengerjaannya sama.

c). Teknik Relief Print Kolase Seni Grafis

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya dengan menempelkan materialmaterial tertentu pada suatu bidang material dengan permukaan datar. Material yang ditempel bisa berupa potongan-potongan atau pola dari karton, benang, kain, dan lain sebagainya.

Bahan Alat Seni Grafis Cetak Tinggi Seni Grafis

Adapun bahan dan alat yang digunakan untuk Teknik cetak tinggi diantaranya adalah :

a). Plat atau Acuan Cetak. Plat cetak yang dapat digunakan diantaranya adalah papan kayu (MDF), linoleum, hardboard  permukaan halus, dan karet vinyl.

Contoh Plat Cetak,  Acuan Cetak, Plat Klise  Seni Grafis

Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis
Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

b).   Pisau Pahat Cukil. Pahat atau pisau cukil berfungsi untuk membentuk gambar pada acuan cetak. Pisau Pahat Cukil digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta.

Mata pisau pahat terbuat dari besi baja dan tangkainya terbuat dari kayu, plastik, atau besi.

Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen seperti layaknya menggambar, bukan dipukul seperti pahat ukir. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Bentuk mata pisau pahat cukil antara lain adalah bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar.

Bentuk U (lengkung) berfungsi untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berfungsi untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berfungsi untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar.

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis
Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

c). Pensil: Digunakan untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak atau plat. Selain itu juga digunakan untuk menandai ukuran serta memindahkan modul gambar yang dibuat di kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak.

Pensil untu kertas memiliki jenis ukuran, kekerasan tertentu, contohnya 2B, 4B, 6B dan Pensil untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak dari bahan karet vinyl (karena permukaannya berwarna hitam), agar modul gambar terlihat jelas, dapat menggunakan pensil dermatograph atau pensil warna putih.

Contoh Pensil Seni Grafis

Contoh Pensil Seni Grafis
Contoh Pensil Seni Grafis

d). Tinta Cetak: Sebagai bahan pewarna untuk mencetak plat atau acuan cetak ke bidang kertas. Tinta cetak yang biasa digunakan di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin. Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.

Contoh Tinta Warna Seni Grafis Cetak Tinggi, Seni Grafis

Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,
Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,

e). Rol Karet: Berfungsi untuk menghantarkan cat atau tinta dari kaca setelah mengalami proses pengolahan, ke permukaan plat yang timbul atau yang akan dicetak. Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan plastik, kayu, ada pula yang besi.

Contoh Rol Karet Cetak Tinggi,

Contoh Rol Karet Seni Grafis
Contoh Rol Karet Seni Grafis

f). Lem: Digunakan untuk menempelkan modul gambar pada kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak yang akan dicukil, agar modul gambar tesebut tidak lepas pada saat proses cukil berlangsung.

g). Kaca: Digunakan sebagai media untuk mengolah tinta sebelum dihantarkan ke plat atau acuan cetak. . Tinta ditorehkan pada kaca untuk diproses.

Proses Pembuatan Karya Seni Grafis Teknik Cetak Tinggi

Secara garis bear, Proses pembuatan cetak tinggi terdiri dari 3 (tiga) tahap, dimulai dari pembuatan sketsa gambar di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maupun pembuatan rancangan modul gambar langsung pada plat atau acuan cetak, kemudian proses cukil dan yang terakhir adalah proses cetak.

Tahapan proses pembuatan cetak tinggi adalah sebagai berikut.

a). Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak. Proses menggambar dapat dilakukan di atas kertas transparan atau kalkir terlebih dahulu, baru direkatkan pada plat atau acuan cetak, ataupun langsung Digambar pada plat atau acuan cetak.

Teknik menggambar dapat dilakukan secara manual, menggunakan pensil atau dermatograph putih, atau berupa hasil print-out komputer, baru kemudian dijiplak atau ditempelkan pada plat atau acuan cetak yang diinginkan.

Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.
Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.

b). Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret. Bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang dengan cara dicukil.

Jika pembuatan sketsa gambar dilakukan di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maka kertas tersebut harus direkatkan terlebih dahulu ke permukaan plat atau acuan cetak yang akan dicukil.

Material yang digunakan untuk mencukil adalah pisau cukil. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat papan kayu (MDF). Mata pisau yang tajam akan membuat bekas cukilan menjadi bersih dan jelas.

Bagian yang tidak akan dicetak atau tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) akan dicukil dengan menggunakan pisau cukil, sedangkan bagian yang akan dicetak (bagian positif) akan tetap sejajar dengan permukaan plat atau acuan cetak.

Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.
Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.

c). Meratakan tinta di atas kaca. Ambil tinta secukupnya dengan alat bantu yang misalnya kape.

Letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang berfungsi sebagai landasan untuk mengolah tinta. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk diproses dengan menggunakan rol karet.

Meratakan tinta di atas kaca
Meratakan tinta di atas kaca

d). Memberi tinta pada permukaan acuan cetak. Caranya adalah pindahkan tinta tersebut pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol karet. Pastikan tinta tersebut merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak.

Memberi tinta pada permukaan acuan cetak
Memberi tinta pada permukaan acuan cetak

e). Apabila tinta telah merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas dengan posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas
Meletakkan acuan cetak di atas kertas

f). Untuk memperoleh hasil yang baik, tekanlah permukaan kertas dengan menggunakan rol.

Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol
Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol

g). Mengangkat kertas secara perlahan dari permukaan acuan cetak.

Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak
Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak

h). Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Supaya tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada figura.

Tempatkan karya pada Figura.
Tempatkan karya pada Figura.

B). Teknik Cetak Dalam (Intaglio Print) Seni Grafis

Cetak  dalam  adalah  seni  cetak  yang  menggunakan  klise dalam,  artinya  bagian  dalam  menyerap  tinta  dan  akan membekas pada kertas. Jenis-jenis cetak dalam antara lain: etsamezzo  tintdrypoint, dan lain sebagainya.

Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium atau kuningan yang  permukaannya  ditoreh  hingga  menghasilkan  goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan, diratakan atau dirolkan pada bagian yang dalam tersebut.

Kertas yang sudah dibasahi dengan  air  lalu  diletakkan  di  atasnya.  Tinta  akan  melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, jarum, burin atau logam runging.

C). Teknik Cetak Datar (Planography Print ) Seni Grafis

Cetak  datar  adalah  teknik  cetak  yang  menggunakan  klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara tinta dan air. Cetak datar adalah memperbanyak hasil cetakan dengan media permukaan yang datar. Teknik ini ditemukan pada abad ke – 16 di Eropa. Klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) . Selain batu, sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam (seng) untuk memperingan proses kerja.

Planography   (Cetak  Datar)  dimana  matrix  permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk mengiptakan image/gambar. teknik ini meliputi : litografi, monotype dan teknik digital.

Cetak datar salah satunya terdapat pada teknik fotografi yaitu proses mengetak foto hasil jepretan kamera. Teknik cetak bisa menggunakan bahan film, kertas foto, dan bahan gugi film. Kemudian dengan teknik cetak digital menggunakan kamera digital, komputer,dan printer.

D). Teknik Cetak Saring Screen Printing Seni Grafis

Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan  layar  (screen)  dengan  kerapatan  serat  tertentu. Cetak saring dilakukan dengan menggunakan kain gasa atau kasa yang dibingkai yang disebut screen.

Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil. 

Cetak saring di Indonesia lebih dikenal dengan istilah cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon, di Indonesiakan menjadi sablon. Cetak sablon dilakukan dengan menggunakan model cetakan atau mal.

Sablon  banyak  digunakan  untuk  mencetak  tulisan maupun gambar pada permukaan datar atau rata. Contohnya adalah untuk mengetak tulisan atau gambar pada kertas,  kaos,  kain  span-duk,  undangan,  plastik,  dan  media lainnya. Kain screen ini direntangkan  dengan  kuat  agar  menghasilkan  layar  dan  hasil  cetakan yang datar.

Pembuatan Teknik Cetak Saring Seni Grafis

1). Alat Bahan Teknik Cetak Saring Seni grfis

Adapun Alat dan Bahan yang digunakan dalam proses cetak saring diantarannya adalah:

a). Kerangka Screen Cetak Saring Sablon, Seni Grafis

Bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium dan  Screen terbuat dari kain kasa atau Monyl  merupakan kain berserat yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan pada benda-benda yang akan disablon.

Kain screen berpori-pori dan bertekstur sangat halus menyerupai kain sutera. Lubang pori-pori pada screen ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah zat warna yang keluar.

Ada bermacam-macam jenis kain screen, jenis kain screen terbagi atas kualitas, bahan dasar serat, warna dan besar kecilnya lubang.

Contoh Screen Cetak Saring Sablon

Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis
Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis

Sumber: tokopedia.com

b). Meja Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Meja cetak berfungsi sebagai alas atau landasan atau tempat untuk melakukan penyablonan.

c). Pelapis Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Pelapis digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.

d). Rakel Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Rakel merupakan alat yang digunakan untuk menyaput zat warna ke atas permukaan kain atau media cetak. Rakel berfungsi untuk meratakan tinta di screen.

Terbuat dari karet yang dijepit pada kayu atau alumunium. Ada 5 jenis rakel: rakel tumpul, bulat, lancip, miring dan persegi.

Contoh Karet Rakel Cetak Saring

Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis
Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Proses afdruk dapat menggunakan sinar matahari dan dapat juga menggunakan meja yang dilengkapi dengan lampu neon / TL agar hemat energi jika cuaca mendung atau hujan.

Waktu penyinaran jika menggunakan lampu neon 6 x 20 watt, pada jarak 20 cm adalah 4 menit atau waktu menyesuaikan dengan jenis film diapositif yang akan diafdruk.

Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis
Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

e). Rak Jemuran Cetak Saring Sablon

Rak jemuran berfungsi untuk mengeringkan benda/ kain hasil sablonan.

f). Obat Sablon: Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring Seni Grafis

Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya. Obat peka cahaya merupakan larutan pokok dalam proses afdruk screen. Obat peka cahaya atau obat sablon merupakan campuran antara emulsi dan sensitizer (cairan peka cahaya).

Dipasaran bahan ini terdapat dalam satu kemasan dus kecil yang berisi dua buah botol. Botol besar berisi cairan emulsi, botol kecil berisi cairan sensitizer (larutan Kromatin). Digunakan untuk melapisi screen pada proses afdruk, pelapisan dilakukan pada ruang gelap atau ada cahaya lampu merah.

Penghapus Screen Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Apabila Screen sudah tidak digunakan, untuk menghapus obat peka cahaya pada screen digunakan ulano 5 atau kaporit. Sedangkan Ulano 8 untuk menghapus bayangan pada screen.

g). Tinta Zat Warna Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Hampir semua jenis zat warna yang digunakan dalam industri tekstil dapat digunakan untuk proses cetak saring sablon.

Namun demiian zat warna pigmen banyak digunakan adalah sandy colour walaupun sifatnya hanya menempel pada permukaan serat tekstil atau kain, tetapi penggunaannya sangat mudah, seperti untuk warna pokok Merah, Biru, Kuning dan Hitam atau CMYK (Cian, Magenta, Yellow dan Hitam).

Industri besar dan kecil banyak menggunakan zat warna Reaktif (Remazol, Procion dan Cibacron) dan Zat warna Dispersi untuk kain sintetis.

h). Pengental dan Obat Bantu Seni Grafis

Soda Abu: Soda Ash (Na2CO3) termasuk alkali kuat berfungsi sebagai pengikat dalam pewarnaan zat warna reaktif.

Soda kue: Sodium bikarbonat (NaHCO3), termasuk alkali lemah berfungsi sebagai fiksasi zat warna reaktif, untuk membuat suasana alkali.

i). Kodatrace Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Kodatrace digunakan sebagai film diapositif yaitu untuk memisah motif tiap warna sebelum diafdruk.

2). Proses Pembuatan Klise (Negative Film) Seni Grafis

Bahan untuk klise harus transparan agar pada saat penyinaran (pengeksposan) bagian yang seharusnya tidak tembus oleh tinta akan terkena sinar secara utuh. Bahan yang digunakan untuk klise adalah kertas kalkir, film dan mika film.

Teknik Membuat Klise Film Negatif

Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah:

  • Teknik Langsung Buat Film Negatif Pada Seni Grafis

Pada teknik ini setelah screen (kain kasa) diberi tulisan atau  gambar corak.  Untuk  area  yang  diinginkan  tidak tembus oleh tinta diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer kemudian dijemur/ penyinaran, setelah kering siap untuk dipergunakan mencetak.

  • Teknik Manual Buat Klise Film Negatif Seni Grafis

Teknik manual dilakukan dengan menggambar di  kertas putih. Untuk mendapatkan tulisan/ gambar yang jelas dapat digunakan tinta jenis rapido atau drawing pen.

Kemudian, kertas tersebut kemudian dibasahi dengan menggunakan minyak goreng/ minyak tanah, sehingga menjadi trasnparan. Setelah kertas tersebut kering dapat dilakukan pengeksposan gambar.

  • Setting Komputer Seni Grafis

Teknik pembuatan klise melalui komputer dilakukan dengan cara membuat gambar /tulisan pada komputer. Terus dicetak dengan menggunakan printer jenis lasser agar tulisan/ gambar hasil cetakan lebih jelas. Kemudian dilumuri minyak goreng /minyak tanah, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk pengekposan gambar (negatif film)

3). Proses Afdruk Pengekposan Seni Grafis

Afdruk/ pengeksposan/ penyinaran adalah proses memindahkan gambar berupa selembaran kertas yang akan menjadi model/ desain ke screen dengan bantuan bahan yang disebut emulsi sablon. Berikut ini tahapan afdruk, antara 1ain

  • Pelapisan (Coating) Seni Grafis

Meliputi proses pencampuran emulsi dengan sensitilizer (obat afdruk siap pakai) dan dioleskan ke screen dengan menggunakan alat yang disebut dengan  coater  (pelapis)  bisa  juga  dipakai  pengaris,  tahap pengolesan ini dilakukan di dalam ruang yang gelap.

  • Pengeringan Awal Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan bantuan dryer seperti hair dryer.  Namun dapat juga didiamkan sampai kering sendiri atau menggunakan kipas angin. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung sinar ultra violet seperti neon. Hal ini untuk mencegah agar cahaya tidak mengenai emulsi yang akan mengakibatkan tidak bisa digunakan untuk proses berikutnya

  • Penyinaran Screen Oleh Panas Matahari, Seni Grafis

Screen yang sudah kering dari larutan emulsi, lalu bagian  bawah  di  alas  dengan  busa  hitam,  sedangkan  dibagian atas diletakkan klise negatif/ kertas yang siap diekpose.

Selanjutnya ditutup dengan kaca untuk mengekpos klise supaya menempel rapat ke ke screen. Laksanakan penyinaran sekitar 20 detik untuk cahaya terik dan 50 detik pada cahaya matahari yang redup

  • Pembuatan Klise Seni Grafis

Semprot dengan air untuk menghilangkan bagian yang bukan desain sehingga tersisa bagian screen yang kita desain, gunakan semprotan yang sesuai

  • Pengeringan Klise  Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan dryer atau hair dryer atau dapat juga dengan panas sinar matahari

4).  Proses Pencetakan Seni Grafis

Scceen kering yang sudah melalui proses pengekposan gambar siap untuk dicetak. Letakan kertas atau media yang akan dicetak  Tuangkan  warna  yang  diinginkan  dan  ratakan  dengan rakel. Proses cetak saring selesai

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Seni Grafis Pengertian Relief Intaglio Planography Screen Print Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi Dalam Datar Saring, Pengertian Relief Print Cetak Tinggi, Pengertian Intaglio Print, Pengertian Screen Print Sablon, Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi, Pengertian Planography Print, Pengertian Seni Grafis,
  11. Seni Grafis: Pengertian Relief Intaglio Planography Screen Print, Prinsip Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi Dalam Datar Saring, Teknik Prinsip Karya Seni Grafis, Jenis Teknik seni grafis, cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), cetak saring serigrafi, screen printing, Teknik Cetak Tinggi (Relief Print),
  12. Jenis Teknik Cetak Tinggi, Teknik Relief Print Woodcut, Teknik Relief Print Wood Engraving, Teknik Relief Print Kolase, Bahan Alat Seni Grafis Cetak Tinggi, Plat atau Acuan Cetak, Fungsi Plat Klise, Fungsi Acuan Cetak Seni Grafis, linoleum, hardboard cetak tinggi, karet vinyl cetak tinggi, Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis, Pisau Pahat Cukil, Fungsi Pahat Cukil Seni Grafis Cetak Tinggi,
  13. Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis, Contoh Tinta Cetak Tinggi, Contoh Rol Karet Seni Grafis, Proses Pembuatan Karya Seni Grafis Teknik Cetak Tinggi,. Tahapan proses pembuatan cetak tinggi, Teknik Cetak Dalam (Intaglio Print), Jenis-jenis cetak dalam, etsa, mezzo tint, drypoint, Teknik Cetak Datar (Planography Print ),
  14. Planography, litografi, monotype, Teknik Cetak Saring Screen Printing, Pembuatan Teknik Cetak Saring, Alat Bahan Teknik Cetak Saring, Kerangka Screen Cetak Saring Sablon, Contoh Screen Cetak Saring Sablon, Meja Cetak Saring Sablon, Pelapis Cetak Saring Sablon, Rakel Cetak Saring Sablon, . Contoh Karet Rakel Cetak Saring, Meja Afdruk Cetak Saring Sablon, Rak Jemuran Cetak Saring Sablon, Obat Sablon: Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring, Fungsi Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring, Contoh Obat Sablon, Contoh Obat Afdruk Sablon, Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya, Penghapus Screen Cetak Saring Sablon,
  15. Fungsi Klise Film Cetak Saring Sablon, Tinta Zat Warna Cetak Saring Sablon, Pengental dan Obat Bantu Afdruk, Kodatrace Saring Sablon, Fungsi Kodatrace, Proses Pembuatan Klise (Negative Film), Teknik Membuat Klise Film Negatif, Teknik Langsung Buat Film Negatif Pada Screen, Teknik Manual Buat Klise Film Negatif,
  16. Proses Afdruk Pengekposan, Bahan Pelapisan (Coating) Cetak Saring Grafis, Penyinaran Screen Oleh Panas Matahari, Waktu Penyinaran Afdruk Seni Grafis, Alat Bahan Pembuatan Klise Cetak Saring Seni Grafis, Alat Pengeringan Cetak Saring Sablon Grafis, Tahap Proses Pencetakan Seni Grafis,