Sifat Halogen: Pengertian Sifat Fisis Kimia Reaksi Pembentukan Kegunaan Senyawa Halogen Flour Klor Brom Iodium

Pengertian Halogen: Halogen berasal dari bahasa Yunani yaitu dari halos dan genes. Kata halos berarti garam sedangkan genes artinya pembentuk atau pencipta. Halogen berarti pembentuk garam karena unsur- unsur halogen jika bereaksi dengan logam membentuk garam.

Berdasarkan konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur halogen dalam sistem periodic, menempati golongan VIIA. Unsur unsur halogen terdiri dari unsur Fluor (F), Klor (Cl), Brom (Br), Yod (I), dan Astatin (At).

Halogen mempunyai 7 elektron valensi yang menyebabkan atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi, sehingga mudah menerima elektron untuk memenuhi konfigurasi elektron gas mulia dengan membentuk ion negatif.

Hal ini menyebabkan halogen sangat reaktif, sehingga tidak ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam tetapi selalu ditemukan sebagai suatu persenyawaan.

Sumber Halogen Di Alam

Sumber halogen di alam umumnya berupa  garam- garam, misal klor diperoleh dari NaCl dalam air laut. Brom dan iod juga didapatkan dalam air laut tetapi sangat sedikit dibandingkan klor. Iod ditemukan dalam bentuk NaIO3 yang tercampur dengan NaNO3.

Sifat Sifat Fisis Dan Kimia  Halogen

Sifat sifat unsur halogen dapat dibagi menjadi sifat fisis dan sifat kimia. Beberapa sifat Fisis dan kimia unsur halogen diantaranya dapat dilihat pada table berikut

Sifat Sifat Fisis Dan Kimia Halogen Titik Didih Leleh Keelektronegatifan Afinitas Elektron,
Sifat Sifat Fisis Dan Kimia Halogen Titik Didih Leleh Keelektronegatifan Afinitas Elektron,

1). Sifat Wujud Halogen

Pada suhu kamar, fluor dan klor berupa gas, brom berupa zat cair yang mudah menguap, sedangkan iod berupa zat padat yang mudah menyublim. Begitu juga iodium, mudah sekali menyublim. Pada pemanasan, iod padat tidak mencair melainkan langsung menguap atau menyublim.

Unsur halogen sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan. Walaupun brom berwujud cair, tetapi brom mudah sekali menguap.

2). Sifat Warna dan Bau Unsur Halogen

Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Halogen umumnya berbau menyengat, terutama klorin dan bromin (bromos, artinya pesing). Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat, ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.

Molekul halogen berwarna, karena menyerap sinar tampak sebagai hasil eksitasi elektron ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Fluor berwarna kuning muda; klor berwarna hijau kekuningan, brom berwarna merah kecokelatan; dan iod berwarna hitam dan mudah menguap membentuk uap berwarna ungu. Uap halogen sangat beracun dan berbahaya bagi pernapasan, mata, dan kulit.

Brom cair merupakan salah satu reagensia yang paling berbahaya, karena efek uapnya terhadap mata dan saluran hidung serta menimbulkan luka bakar jika mengenai kulit. Unsur halogen berbau menusuk.

3). Sifat Titik Didih, Titik Leleh, dan Energi Ikatan Halogen

Titik didih dan titik leleh akan bertambah, jika nomor atom bertambah.  Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam table periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan.

Energi ikatan “X2“ (kalor disosiasi) berkurang, jika nomor atom bertambah besar.  Kecenderungan ini hanya dapat diamati pada Cl2, Br2, dan I2. Namun energi ikatan F2 paling rendah karena terjadi tolak-menolak antara elektron tak terikat, hal ini menyebabkan F2 sangat reaktif.

4). Sifat Jari Jari Atom Halogen

Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya. Dari atas ke bawah, jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah. Akibatnya, kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang.

Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil (perhatikan data). Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Begitu juga titik didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil.

Sifat Sifat Kimia Halogen

Beberapa sifat kimia halogen diantaranya adalah

1). Sifat Elektronegativitas Halogen

Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar. Unsur yang paling elektronegatif dibanding unsur lain dalam sistem periodic adalah fluor (perhatikan data keelektronegatifan).

Unsur-unsur halogen mempunyai konfigurasi elektron ns2 np5 dan merupakan unsur yang paling elektronegatif, karena mempunyai bilangan oksidasi (–1). Kecuali fluor yang selalu univalen, unsur halogen juga dapat mempunyai bilangan oksidasi (+1), (+3), (+5), dan (+7). Bilangan oksidasi (+4) dan (+6) merupakan anomali yang terdapat dalam oksida ClO2, Cl2O6, dan BrO3.

2). Sifat Afinitas Elektron Halogen

Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari afinitas elektron. Makin besar afinitas elektron, makin reaktif unsur tersebut. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik, afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I.

Unsur-unsur halogen cenderung menangkap elektron untuk membentuk ion negatif. Afinitas elektron dari klor lebih besar dari afinitas fluor, tetapi F2 adalah oksidator kuat dibandingkan dengan Cl2, karena molekul fluor lebih mudah terurai menjadi atom.

3). Sifat Daya Oksidasi Halogen

Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin kuat.

Urutan kekuatan oksidator halogen dapat dilihat dari data potensial reduksinya:

F2 + 2 e →2 F    E° = +2,87 V

Cl2 + 2 e →2 Cl E° = +1,36 V

Br2 + 2 e →2 Br E° = +1,07 V

I2 +  2 e → 2 I    E° = +0,54 V

Berdasarkan data potensial reduksi standar tersebut, makin ke atas, daya oksidasinya (oksidator) makin kuat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat.

Unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam table periodik, tetapi reaksi kembalikannya tidak terjadi.

Data ini dapat digunakan untuk memperkirakan apakah reaksi halogen dengan senyawa halida dapat berlangsung atau tidak.

Caranya dengan menghitung potensial sel, jika harga potensial sel positif berarti reaksi berlangsung dan jika harga potensial sel negatif berarti reaksi tidak berlangsung.

Halogen yang bebas atau diatomic yang berada di atas dapat bereaksi dengan halida senyawa atau ion halide yang berada di bawahnya.

Contoh reaksi yang dapat berlangsung:

F2 + 2 Cl → 2 F + Cl2

Cl2 + 2 I → 2 Cl + I2

F2 + 2 Br → 2 F + Br2

Cl2 + 2 NaBr → 2 NaCl + Br2

Br2 + 2 KI → 2 KBr + I2

Jika halogen yang bebas berada di bawah senyawa atau ion halida, maka reaksi tidak dapat berlangsung.

Contoh reaksi tidak berlangsung:

Cl2 + 2 F reaksi tidak berlangsung

I2 + 2 Clreaksi tidak berlangsung

Br2 + CaF2 reaksi tidak berlangsung

I2 + 2 KBr reaksi tidak berlangsung

Secara sederhana halogen yang di atas dapat mendesak atau mengusir halida yang di bawahnya. Sebaliknya Halogen di bawah tidak dapat mendesak atau mengusir halida yang di atasnya.

4) Sifat Bilangan Oksidasi Halogen Lebih Dari Satu

Halogen mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali fluor. Asam oksihalida bersifat sebagai zat pengoksidasi (oksidator). Makin banyak atom O yang diikat, oksidator makin kuat. Sifat asam dari oksihalida akan bertambah kuat dengan bertambahnya jumlah atom O.  Jadi, urutan kekuatan asam: HClO < HClO2 < HClO3 < HClO4.

Reaksi Halogen

Reaksi-reaksi halogen sebagai berikut.

1). Reaksi Halogen Dengan Logam

Halogen bereaksi dengan semua logam dalam sistem periodik unsur membentuk halida logam. Jika bereaksi dengan logam alkali dan alkali tanah, hasilnya adalah halida logam yang dapat dengan mudah diperkirakan,

Sedangkan bila bereaksi dengan logam transisi, produk halida logam yang terbentuk tergantung pada kondisi reaksi dan jumlah reaktannya.

Contoh Reaksi Halogen Dengan Logam

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

2 M + n X2 → 2 MXn,

M = logam

X = F, Cl, Br, I

Halogen dapat bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan halida.

2Na (s) + Cl2 (g) → 2 NaCl (s)

Mg (s) + Cl2 (g) → MgCl2 (s)

Sn (s) + 2 Cl2 (g) → SnCl4 (s)

Zn (s) + F2 (g) → ZnF2 (s)

Semakin ke bawah halogen menjadi kurang reaktif karena afinitas elektronnya semakin berkurang, atau dengan kata lain F2 > Cl2 > Br2 > I2

2). Reaksi Halogen Dengan Hidrogen

Halogen dapat bereaksi dengan gas hidrogen dengan membentuk senyawa hidrogen halide (HX). Hidrogen halida yang dihasilkan sangat berharga karena bersifat asam ketika dilarutkan dalam air. Kecuali hidrogen fluorida, semua hidrogen halide yang lain merupakan asam kuat jika dimasukkan ke dalam larutan

Contoh Reaksi Halogen Dengan Hidrogen

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

H2 (g) + X2 → 2 HX (g),

X = F, Cl, Br, I

Halogen dapat bereaksi dengan hidrogen menghasilkan asam halide seperti peramaan reaksi berikut

H2 (g) + Cl2 (g) → 2 HCl (g)

H2 (g) + Br2 (g) → 2 HBr (g)

H2 (g) + F2 (g) → 2 HF (g)

3). Reaksi Halogen Dengan Air

Kelarutan halogen dari fluor sampai yod dalam air semakin berkurang. Fluor selain larut juga bereaksi dengan air.

2 F2 (g) + 2 H2O (l) →  4 HF (aq) + O2 (g)

Yod sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam larutan yang mengandung ion Ikarena membentuk ion poliiodida I3, misalnya I2 larut dalam larutan KI.

I2 (s) + KI (aq) →  KI3 (aq)

Karena molekul halogen nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar, misalnya CCl4, aseton, kloroform, dan sebagainya.

4). Reaksi Halogen Dengan Halogen Lain

Halogen mempunyai molekul diatomik, sehingga tidak mudah terjadi reaksi antarunsur dalam golongan halogen.

Reaksi antara halogen dengan halogen dapat disamakan dengan reaksi redoks. Unsur yang lebih reaktif bertindak sebagai oksidator, sedangkan unsur yang kurang reaktif menjadi reduktor.

Contoh Reaksi Halogen Dengan Halogen

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

X2 + nY2 → 2 XYn

X, Y = F, Cl, Br, I

Y adalah halogen yang lebih elektronegatif dan n adalah bilangan ganjil (1, 3, 5, . . .).

Halogen dapat bereaksi dengan halogen lainnya seperti persamaan reaksi berikut

Cl2 (g) + F2 (g) → 2 ClF (g)

Cl2 (g) + 3 F2 (g) → 2 ClF3(g)

Br2 (g) + Cl2 (g) → 2BrCl (g)

Br2 (g) + 3 F2 → 2 BrF3 (l)

Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen

Halogen dapat dibuat dengan cara elektrolisis atau dengan cara mengoksidasi senyawa halida (X). Unsur- unsur halogen (X2) pada umumnya dibuat di laboratorium dengan cara mengoksidasi senyawa halida.

Namun, gas fluorin (F2) jarang dibuat di laboratorium karena tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi senyawa fluorida (F).

Fluorin mempunyai daya oksidasi tinggi dibanding halogen yang lain. Unsur halogen klorin, bromin, dan iodin dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO4 dalam lingkungan asam

1). Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2

Salah satu sifat gas F2 adalah oksidator kuat, sehingga gas F2 hanya dapat dibuat melalui proses elektrolisis dari garamnya yaitu KHF2. Gas F2 dibuat dengan cara melarutkan KHF2 ke dalam HF cair.

Pada proses elektrolisi tersebut ditambahkan LiF 3% yang berfungsi untuk menurunkan suhu sampai ±100 oC.

Proses elektrolisis garam KHF2 dilakukan pada tempat yang terbuat dari bahan baja. Sebagai katodenya adalah baja dan anodanya adalah karbon atau grafit.

Reaksi Elektrolisis Pembuatan Gas Flour F2

Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode seperti persamaan reaksi berikut

KHF2 → K+ + HF2-

HF2- → H+ + 2 F

Anoda: 2 F → F2 + 2 e

Katode: 2H+ + 2e → H2

Pada proses elektrolisis ini digunakan sebuah diafragma yaitu pemisah berupa monel yang berfungsi untuk mencegah terjadinya reaksi antara H2 dan F2. Dengan demikian gas F2 yang terbentuk dapat ditampung dalam wadah yang terbuat dari campuran Cu dengan Ni

Kegunaan Senyawa Klorin

Beberapa kegunaan senyawa fluorin antara lain adalah

a). Secara komersial pada skale industry, gas F2 diproduksi untuk bahan bakar nuklir uranium. Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih sehingga menghasilkan uranium heksafluorida UF6 berupa padatan berwarna putih dengan sifat  mudah menguap.

  1. NaF, dapat digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium, yaitu bahan bakar reaksi nuklir.

c). Na2SiF6, digunakan untuk penguat gigi yang dicampur dalam pasta gigi

d). Teflon atau Politetrafluoroetilena digunakan sebagai bahan plastik pelapis yang tahan panas.

e). Asam fluoride digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan kaca.

f). CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.

2). Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas Klorin Cl2

Air laut dan garam batu merupakan sumber utama unsur Cl. Untuk mendapatkan Cl dapat dilakukan elektrolisis leburan NaCl atau elektrolisis larutan NaCl.

Proses Downs Elektrolisis Lelehan NaCl

Pada elekrolisis lelehan NaCl digunakan katoda dari besi (baja) dengan anoda yang terbuat dari karbon. Pada proses elektrolisis ini ditambahkan sedikit NaF untuk menurunkan titik lebur dari 800 oC menjadi 600oC.

Reaksi Elektrolisis Lelehan NaCl Pembeuatan Gas Klorin Cl2

Reaksi elektrolisis lelehan NaCl untuk membentuk Cl2 dapat dituliskan sesuai dengan persamaan berikut

Anode: Cl (l) → Cl2 (g) +  e

Katode: Na+ (l) + e → Na(s)

Dari reaksinya dapat diketahui bahwa gas Cl2 terbentuk pada anoda sedangkan pada katoda terbentuk natrium.

Kegunaan Senyawa Klorin

Beberapa kegunaan senyawa klori diantaranya adalah

a). Klor digunakan dalam pembuatan zat intermediat yaitu zat kimia yang digunakan untuk membuat zat kimia lainnya. Klor biasa digunakan untuk pemurnian air minum untuk masyarakat.

b). Gas Cl2 pada umumnya digunakan untuk bahan dasar industri dalam pembuatan plastic. Jenis platik yang dihasilkan misalkan vinil klorida, CH2=CHCl digunakan untuk PVC, CCl4 digunakan untuk fluorokarbon, dan CH3Cl digunakan untuk silikon dan TEL.

c). Selain itu, klorin digunakan dalam jumlah yang cukup besar dalam pembuatan desinfektan, pemutih, pulp kertas, dan tekstil.

d). KCl banyak digunakan sebagai bahan pupuk.

e). NH4Cl digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai.

f). Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai disinfektan pada air.

g). ZnCl2, sebagai bahan pematri atau solder.

h). Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.

I). NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga dapat digunakan sebagai bleaching agent, yaitu pengoksidasi zat warna.

3). Pembuatan Dan Kegunaan Bromin Br2

Air laut merupaka sumber utama dari unsur Br. Setiap 1 m3 air laut terkandung 3 kg bromin (Br2 ). Bromin dihasilkan dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat dalam air laut dengan oksidatornya klor.

Reaksi Pembentukan Bromin Cara Oksidasi

Reaksi oksidasi bromin oleh klor dapat dinyatakan dengan persamaan berikut;

Cl2 (g) + 2Br (aq) → 2Cl (aq) + Br2(g)

Prosesnya diawali dengan melarutkan klor ke dalam air dan kemudian mengoksidasi ion Bromida menjadi brom Br2.

Br2 dalam air akan mengalami hidrolisis seperti persamaan reaksi berikut

Br2(g) + H2O(l) → 2H+ (aq) + Br (aq) + BrO (aq)

Reaksi hidrolisis Br2 dapat dicegah dengan menambahkan H2SO4 pada air laut sampai pHnya menjadi 3,5. Setelah mencapai pH 3,5, air laut dapat dialiri gas Cl2 dan udara. Gas Br2 yang diperoleh dimurnikan dari Cl2 dengan cara destilasi.

Kegunaan Senyawa Bromin

Beberapa kegunaan senyawa bromin diantaranya adalah

a). C2H4Br2, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.

b). AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci dengan larutan Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan tertinggal pada film sebagai bayangan hitam.

c). CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.

d). NaBr, sebagai obat penenang saraf.

4). Pembuatan Dan Kegunaan Iodin (I2 )

Iodium di alam hanya terdapat dalam bentuk chili saltpeter NaNO3 (sodium nitrate) yang mengandung natrium Iodat (NaIO3). Iodium dibuat dengan cara mereduksi natrium iodat sehingga membentuk natrium hydrogen sulfat NaHSO4 (dikenal juga dengan nama Sodium bisulfat).

Dalam skala industri, iodium diperoleh dengan mereaksikan NaIO3 dengan natrium bisulfit (NaHSO3). Endapan I2 yang dihasilkan kemudian disaring dan dimurnikan.

Reaksi Reduksi Ion Iodat Pembuatan Iodin – Iodium

Reaksi Reduksi iodat dengan reduktor natrium bisulfit NaHSO3 (dikenal juga dengan nama Sodium hydrogen sulfite) dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

2 IO3(aq)+ 5 HSO3→ 5 SO42- (aq) + H2O + 3 H+ (aq) + I2

2 NaIO3 + 5 NaHSO3 → 2 Na2SO4 + 3 NaHSO4 + H2O + I2

Sumber lain iodium adalah air laut. Ion iodium yang terkandung dalam air laut sedikit sekali, namun, ekstrak ganggang laut mengandung cukup banyak ion iodium.

Secara komersial iodium diperoleh dari abu hasil pembakaran ganggang laut yang mengandung iodium 1%. Ion Iodium dioksidasi menjadi I2 menggunakan klor atau oksidator lainnya

Ganggang laut yang mengandung KI dikeringkan, kemudian abu dari ganggan laut dicampur dengan air panas dan disaring.

Larutan yang terbentuk kemudaian diuapkan, sementara zat-zat yang kurang larut akan mengkristal. Sisa larutan kemudian dialiri gas Cl2.

2KI (aq) + Cl2(g) → 2 KCl( aq) + I2 (g)

Pembuatan iodium cukup mahal dan penggunaannya sebagai unsur murni juga sangat terbatas. Umumnya iodium digunakan untuk membuat obat seperti iodium tincture dan peral iodide yang juga digunakan dalam film fotografi.

Kegunaan Senyawa Iodin – Iodium

Beberapa kegunaan senyawa iodin antara lain adalah

a). I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.

b). Umumnya iodium digunakan untuk membuat obat seperti iodium tincture dan peral iodide yang juga digunakan dalam film fotografi.

c). I2, digunakan untuk mengetes amilum dalam industri tepung.

d). NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan iodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.

e). Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.

f). KIO3, sebagai tambahaniodium dalam garam dapur.

5). Pembuatan Astatin (At)

Astatin diperoleh dari penembakan Bi dengan partikel α (He). Astatin bersifat radioaktif dan mempunyai waktu paropendek (8,1 jam)

    Daftar Pustaka:

    1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
    2. Hiskia Achmad,  1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
    3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
    4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
    5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
    6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
    7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
    8. Sifat Halogen: Pengertian Sifat Fisis Kimia Reaksi Pembentukan Kegunaan Senyawa Halogen Flour Klor Brom Iodium, Contoh Sifat Fisis Halogen Warna Bau Titik Didih Leleh Energi Ikat Atom Jari Jari Atom Halogen,
    9. Contoh Sifat Kimia Halogen Sifat Elektronegativitas Afinitas Elektron Halogen Sifat Daya Oksidasi Bilangan Oksidasi Halogen Lebih Dari Satu,
    10. Contoh Reaksi Halogen Dengan Logam Reaksi Halogen Dengan Hidrogen Dengan Air Reaksi Elektrolisis Pembuatan Gas Flour F2 Reaksi Elektrolisis Lelehan NaCl Pembuatan Gas Klorin Cl2 Contoh Reaksi Pembentukan Bromin Cara Oksidasi Contoh Reaksi Reduksi Ion Iodat Pembuatan Iodin – Iodium,

    Titrasi Asam Basa: Pengertian Titik Akhir Ekivalen Fungsi Indikator Kurva Reaksi Titrasi Contoh Soal Rumus Perhitungan 9

    Pengertian Titrasi:Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan konsentrasi suatu zat di dalam larutan. Titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.

    Untuk mengetahui konsentrasi larutan asam, maka larutan asam direaksikan dengan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya. Sebaliknya, untuk mengetahui konsentrasi basa, maka larutan basa tersebut direaksikan dengan larutan asam yang sudah diketahui konsentrasiya.

    Indikator Titrasi Asam Basa

    Penambahan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya ke dalam larutan lain dibantu dengan indikator untuk mengetahui titik ekuivalen reaksi.

    Untuk reaksi titrasi, indicator yang digunakan adalah indicator yang berubah warna pada pH netral atau mendekati netral

    Contoh Indikator Titrasi Asam Basa

    Indikator yand sering digunakan dalam titrasi adalah fenolftalein. Indikator lainnya adalah metil merah dan bromotimol biru.

    Jika indikator PP digunakan pada titrasi HCl–NaOH maka pada saat titik setara tercapai yaitu pH = 7,  indikator PP belum berubah warna dan akan berubah warna ketika larutan mencapai pH 8.

    Jadi, pada keadaan seperti ini, penghentian titrasi (titik akhir titrasi) dapat dilakuka ketika warna larutan berubah agak merah jambu, adapun titik setara sudah dilampaui. Dengan kata lain, titik akhir titrasi tidak sama dengan titik stoikiometri.

    Jika dalam titrasi HCl–NaOH menggunakan indikator brom timol biru (BTB), dimana trayek pH indikator ini adalah 6 (kuning) dan 8 (biru) maka pada saat titik setara tercapai (pH =7) warna larutan campuran menjadi hijau.

    Kekurangan yang utama dari indikator BTB adalah mengamati warna hijau tepat pada pH = 7 sangat sukar, mungkin lebih atau kurang dari 7.

    Fungsi Indikator Titrasi Asam Basa

    Fungsi indikator adalah untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya pada titik akhir titrasi.

    Titik Ekivalen Reaksi Titrasi

    Titik ekivalen titrasi adalah saat dimana jumlah mol ion H+ dari asam setara dengan jumlah mol ion OH dari basa. Pada titik ekivalen, larutan bersifat netral atau dengan kata lain sudah terbentuk air dimana asam dan basa tepat habis bereaksi.

    Titik Akhir Titrasi

    Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna. Saat perubahan warna indicator disebut titik akhir titrasi.

    Hubungan Titik Akhir Titrasi Dengan Titik Ekivalen Titrasi

    Titik akhir titrasi yaitu pada saat indikator berubah warna diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa.

    Indikator yang digunakan harus tepat (sesuai) agar titik akhir dan titik ekivalen terjadi saat yang sama atau tepat. Jika indikator yang digunakan berubah warna pada saat titik ekuivalen, maka titik akhir titrasi akan sama dengan titik ekuivalen.

    Akan tetapi, jika perubahan warna indikator terletak pada pH di mana zat penitrasi sedikit berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen.

    Jika indikator yang dipakai memiliki trayek pH 6 – 8 seperi indikator bromtimol biru BTB, kemungkinan titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen.

    Apabila indikator yang digunakan adalah fenolftalein, pH pada titik akhir titrasi lebih besar dari pH titik ekuivalen sebab pada saat titik ekuivalen tercapai, larutan belum berubah warna.

    Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

    Titrasi asam kuat oleh  basa kuat pada dasarnya adalah reaksi penetralan asam oleh basa atau sebaliknya. Reaksi asam kuat HCl dan basa kuat NaOH adalah seperti berikut

    HCl + NaOH → NaCl + H2O atau

    Persamaan ion bersihnya adalah seperti berikut

    H+ (aq) + OH (aq) → H2O (l)

    Ketika campuran berubah warna, itu menunjukkan ion H+ dalam larutan HCl telah dinetralkan seluruhnya oleh ion OH dari NaOH.

    Jika larutan NaOH ditambahkan terus, dalam campuran akan kelebihan ion OH (ditunjukkan oleh warna larutan merah jambu).

    Contoh Asam Kuat Berbasa Satu Dan Basa Kuat Berasam Satu

    – Asam kuat berbasa satu dengan basa kuat berasam satu adalah HCI dengan KOH.

    Contoh Asam Kuat Berbasa Dua Dan Basa Kuat Berasam Dua

    – Asam kuat berbasa dua dengan basa kuat berasam dua adalah H2SO4 dengan Ba(OH)2.

    Acidimetri Dan Alkalimetri

    Acidimetri dan alkalimetri adalah analisis kuantitatif volumetri berdasarkan reaksi netralisasi.

    Acidimetri

    Acidimetri adalah reaksi netralisasi (titrasi) larutan basa dengan larutan standar asam.

    Alkalimetri

    Alkalimetri adalah reaksi netralisasi (titrasi) larutan asam dengan larutan standar basa. Jadi, keduanya dibedakan pada larutan standarnya.

    Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

    Untuk menyatakan perubahan pH pada saat titrasi digunakan grafik yang disebut kurva titrasi.

    Kurva titrasi yaitu grafik yang menyatakan hubungan perubahan pH dan jumlah larutan standar yang ditambah.

    Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

    Contoh kurva hasil percobaan titrasi larutan asam kuat HCl  oleh larutan basa kuat NaOH ditunjukkan pada gambar berikut:

    Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat
    Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

    Pada gambar ditunjukkan bahwa titik ekivalen titrasi terjadi Ketika pH larutan dalam Erlenmeyer (larutan asam) adalah 7 dan total jumlah larutan basa yang telah ditembahkan adalah 50 ml.

    Pemberian larutan basa dihentikan Ketika terjadi perubahan warna larutan asam (dalam labu Erlenmeyer) dan keadaan ini disebut sebagai titik akhir titrasi.

    Pada awal awal titrasi, penambahan basa menimbulkan perubahan pH yang sangat kecil, namun ketika mendekati titik ekuivalen perubahannya cukup drastis.

    Gejala ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada awal titrasi, jumlah ion H+ sangat banyak dalam larutan asam. Sehingga penambahan sedikit ion OH hanya mampu merubah pH yang kecil.

    Namun, Ketika mendekati titik ekuivalen, konsentrasi H+ sudah relatif sedikit, sehingga penambahan sejumlah kecil OH dapat menimbulkan perubahan pH yang sangat besar.

    Fungsi Kurva Titrasi Asam Basa

    Kurva titrasi digunakan untuk memudahkan penentuan titik ekivalen titrasi yang bentuk kurva titrasinya tergantung pada jenis asam dan basa yang digunakan.

    Titrasi Asam Lemah Oleh Basa Kuat

    Penetralan asam lemah oleh basa kuat Contohnya adalah asam lemah CH3COOH 0,1 M dititrasi oleh NaOH 0,1 M.

    Untuk penetralan CH3COOH oleh NaOH, persamaan ion bersihnya adalah sebagai berikut

    CH3COOH (aq) + OH (aq)  → H2O (l) + CH3COO(aq)

    Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat

    Kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat ditunjukkan pada gambar berikut

    Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat
    Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat

    pH awal dan titik ekivalen terjadi pada pH yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan titrasi asam kuat dan basa kuat. Hal ini disebabkan asam lemah CH3COOH menghasilkan ion H+ dalam jumlah yang sedikit atau hanya mengion sebagian.

    Titik ekivalen terjadi pada pH 8,72 lebih tinggi dari pH 7 (netral). Pada campuran terdapat pula natrium asetat yang bersifat basa lemah yang meningkatkan pH, akibat hidrolisis oleh CH3COO.

    Setelah titik ekivalen kedua grafik sama Kembali karena pH hanya bergantung pada ion hidroksida yang ditambahkan saja.

    Pemilihan indikator yang cocok untuk titrasi asam lemah oleh basa kuat lebih terbatas, yaitu indikator yang mempunyai trayek pH antara 7 sampai 10. Indikator yang dipakai adalah fenolftalein

    Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

    Titrasi basa lemah oleh asam kuat contohnya adalah larutan NH4OH 0,1 M (basa lemah) dititrasi dengan HCl 0,1 M (asam kuat).

    NH4OH + HCL → NH4Cl + H2O

    Titrasi basa lemah oleh asam kuat mirip dengan titrasi asam lemah dengan basa kuat, tetapi kurva yang terjadi kebalikannya, cenderung turun.

    Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

    Kurva titrasi basa lemah oleh basa kuat digambarkan seperti berikut

    Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat
    Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

    Pada titrasi basa lemah oleh basa kuat nilai pH turun sedikit demi sedikit, kemudian mengalami penurunan drastis pada pH antara 8 sampai 3.

    Pada kurva di atas terlihat bahwa titik ekivalen pada saat pH di bawah 7 yaitu pada pH 5,28. Oleh sebab itu, indikator yang paling cocok adalah indikator metil merah. Indikator metil merah memiliki trayek pH = 4,2 – 6,3

    Alat Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

    Alat dan bahan untuk percobaan titrasi asam basa adalah sebagai berikut

    Alat Percobaan Titrasi Asam Basa

    – Statif

    – Buret

    – Erlenmeyer

    – Tabung reaksi

    – Gelas ukur

    – Pipet volume

    Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

    – Larutan Asam (HCl)

    – Larutan Basa (NaOH 0,1 M)

    – Indikator fenoftalein

    Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

    Rangkaian alat percobaan yang digunakan dalam titrasi asam basa dapat dilihat pada gambar berikut

    Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa
    Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

    Dalam melakukan titrasi, larutan yang dititrasi, disebut titrat dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer (biasanya larutan asam), sedangkan larutan pentitrasi, disebut titran (biasanya larutan basa) dimasukkan ke dalam buret.

    Buret adalah alat yang digunakan untuk menambahkan larutan standar  ke dalam larutan yang akan ditentukan molaritasnya. Larutan standar adalah larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.

    Titran dituangkan dari buret tetes demi tetes ke dalam larutan titrat sampai titik stoikiometri tercapai.

    Cara Kerja Titrasi Asam Basa

    1). Masukkan 20 mL larutan HCl dan 3 tetes indicator fenolftalein dalam Erlenmeyer. Larutan yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam erlenmeyer dengan mengukur volumenya terlebih dahulu memakai pipet gondok.

    2). Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga garis 0 mL. Larutan yang akan diteteskan dimasukkan ke dalam buret (pipa Panjang berskala). Larutan dalam buret disebut penitrasi.

    3). Memberikan beberapa tetes indikator pada larutan yang dititrasi (dalam erlenmeyer) menggunakan pipet tetes. Indikator yang dipakai adalah yang perubahan warnanya sekitar titik ekuivalen.

    4). Tetesi larutan HCl dengan NaOH. Proses titrasi, yaitu larutan yang berada dalam buret diteteskan secara perlahan-lahan melalui kran ke dalam erlenmeyer.

    Erlenmeyer digoyang- goyang sehingga larutan penitrasi dapat larut dengan larutan yang berada dalam erlenmeyer.

    4). Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap (merah muda). Penambahan larutan penitrasi ke dalam erlenmeyer dihentikan ketika sudah terjadi perubahan warna dalam erlenmeyer. Perubahan warna ini menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (titik ekuivalen).

    5). Mencatat volume yang dibutuhkan larutan penitrasi dengan melihat volume yang berkurang pada buret setelah dilakukan proses titrasi.

    6). Ulangi percobaan hingga diperoleh data yang hampir sama.

    Menentukan Titik Akhir Titrasi

    Kurva titrasi dapat dibuat dengan menghitung pH larutan asam/basa pada beberapa titik berikut.

    1). Titik awal sebelum penambahan asam/basa.

    2). Titik-titik setelah ditambah asam/basa sehingga larutan mengandung garam yang terbentuk dan asam/basa yang berlebih.

    3). Titik ekivalen, yaitu saat larutan hanya mengandung garam, tanpa ada kelebihan asam atau basa.

    Pada saat kondisi titik ekivalen terjadi, maka berlaku rumus berikut:

    Na x Va = Nb x Vb

    Keterangan:

    Na = normalitas larutan yang dititrasi (titran)

    Va = volume titran

    Nb = normalitas larutan yang menitrasi (penitran)

    Vb = volume penitran

    N = n x M

    n = valensi asam/basa

    M = molaritas larutan

    Daerah lewat ekivalen, yaitu larutan yang mengandung garam dan kelebihan asam/basa.

    1). Contoh Soal Menghitung pH Sebelum Setelah Titrasi Asam HCl Basa NaOH

    Sebanyak 25 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Hitung pH larutan:

    a). sebelum penambahan NaOH

    b). setelah penambahan NaOH 25 mL

    Reaksi Ionisasi Asam Klorida HCL Sebelum Titrasii Asam Basa

    HCL → H+ + Cl

    0,1M     0,1M

    Menentukan Konsentrasi Ion H+ Sebelum Titrasi Asam Basa

    Nilai pH ditentukan oleh jumlah H+ dari HCl. Konsentrasi awal HCl= 0,1 M, maka larutan akan mengandung 0,1 M H+.

    [H+] = 0,1 M.

    Rumus Menentukan pH Larutan HCl Sebelum Titrasi Asam Basa

    pH = – log [H+]

    pH = -log 0,1

    pH = 1

    Menentukan Jumlah Larutan NaOH Pada Titrasi

    Jumlah larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dapat dihitung dengan rumus persamaan berikut

    Na x Va = Nb x Vb atau

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

    na = valensi HCL

    Ma = Konsentrasi HCl

    Va = Volume HCl

     nb = valensi NaOH

    Mb = Konsentrasik NaOH

    Vb = volume NaOH

    Sehingga jumlah NaOH adalah

    Vb = (na x Ma x Va)/(nb x Mb)

    Vb = (1 x 0,1 x 25)/(1 x 0,1)

    Vb = 25 mL

    Menentukan pH Larutan Setelah Titrasi

    Jumlah NaOH yang ditambahkan adalah 25 mL sehingga konsentrasi NaOH adalah

    [NaOH] = 25 ml × 0,1 M = 2,5 mmol.

    Jumlah asam klorida mula- mula adalah

    [HCl] = 25 mL × 0,1 M = 2,5 mmol.

    Ion OH yang ditambahkan bereaksi tepat sama dengan H+, saat [H+] = [OH]. Pada titik ini dinamakan titik ekuivalen titrasi.

    Pada titik ekuivalen, konsentrasi H+ yang terdapat dalam larutan sama dengan reaksi ionisasi air. Jadi, keasaman setelah titrasi adalah pH = 7.

    2). Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi Asam Sulfat Dengan Titrasi

    Sebanyak 40 mL larutan H2SO4 belum diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein PP. Pada saat volume NaOH tepat 60 mL warna indikator mulai berubah.Tentukan konsentrasi H2SO4 tersebut!

    Reaksi Asam Sulfat dan Basa Natrium Hidroksida Pada Titrasi Asam Basa

    Reaksi titrasi asam sulfat dan basa natrium hidroksida memenuhi persamaan reaksi kimia berikut

    H2SO4 (aq) + 2NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + 2H2O (aq)

    Diketahui

    na = 2

    Ma = ….

    Va = 40 ml

    nb = 1

    Mb = 0,1 M

    Vb = 60 ml

    Indikator pH = fenolftalein

    Rumus Menentukan Konsentrasi Asam Sulfat Titrasi Natrium Hidrosida

    Konsentrasi Asam sulfat dapat dinyatakan dengan rumus berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

    Ma = (nb x Mb x Vb)/(na x Va)

    Ma = (1 x 0,1 x 60)/(2 x 40)

    Ma = 0,075 M

    Jadi konsentrasi asam sulfat adalah = 0,075M

    3). Contoh Soal Perhitungan Molaritas Larutan KOH Titrasi Asam Basa

    Pada larutan 40 mL larutan KOH dititrasi dengan HCI 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein (PP). Ternyata dibutuhkan 50 mL HCl 0,1 M. Berapa molaritas larutan KOH dan berapa [OH]

    Reaksi Titrasi Asam HCL Dan Basa KOH

    Reaksi asam HCl dan basa KOH memenuhi persamaan reaksi berikut

    HCl + KOH → KCl + H2O

    Diketahui

    na = 1

    Ma = 0,1 M

    Va = 50 ml

    nb = 1

    Mb = — M

    Vb = 40

    Indikator pH = fenolftalein

    Rumus Menentukan Konsentrasi Basa KOH Titrasi Asam HCl

    Konsentrasi basa KOH  dapat dinyatakan dengan rumus berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

    Mb = (na x Ma x Va)/(nb x Vb)

    Mb = (1 x 0,1 x 50)/(1 x 40)

    Mb = 0,125 M

    jadi molaritas KOH adalah 0,125 M

    Reaksi Ionisasi KOH Pada Titrasi  Dengan Asam HCL

     KOH    → K+ + OH

    0,125M                0,125M

    [OH] = 0,125 M

    Jadi konsentrasi ion OH adalah 0,125 M

    4). Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida

    Data hasil percobaan titrasi ditunjukkan dalam table berikut

    Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida
    Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida

    Konsentrasi NaOH adalah 0,2 M. Hitungan berapa kadar (%) H2SO4 yang terdapat dalam 20 mL larutan asam sulfat tersebut jika diketahui massa jenisnya 1,8 gam/mL.

    Diketahui

    Mb = 0,2 M

    Vb = (23,8 + 24 + 24,2)/3

    Vb = 24 mL

    nb = 1

    Ma = —M

    na = 2

    Va = 20 mL

    Rumus Menghitung Konsentrasi Asam Sulfat H2SO4

    Konsentrasi asam sulfat dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

     Ma = (nb x Mb x Vb)/ (na x Va)

    Ma = (1 x 0,2 x 24)/(2 x 20)

    Ma = 0,12 M

    Jadi konsentrasi asam sulfat adalah 0,12 M

    Menghitung Kadar H2SO4 Dalam Larutan Asam Sulfat

    Kadar H2SO4 dalam larutan asam sulfat dapat dinyatakan dengan rumus persamaan berikut:

    mol = m/Mr

    m = massa H2SO4

    M = mol/liter atau

    M = (m/Mr)/liter,  sehingga massa H2SO4 dalam satu liter adalah

    m = M x Mr = 0,12 x 98

    m = 11,76 gram per liter

    Massa Larutan Asam Sulfat

    ρ = ml/volume

    ml = massa larutan asam sulfat

    ρ = 1,8 g/mL atau

    ρ = 1800 gram/liter

    ml = ρ x volume

    m1 = 1800 x 1

    m1 = 1800 gram

    Persentase H2SO4 = (11,76/1800) x 100%

    Persentase H2SO4 = 0,65 %

    Jadi, persentasi H2SO4 dalam larutan asam sulfat adalah 0,65 %

    5). Contoh Soal Perhitungan Persentase Asam Asestat Titrasi Natrium Hidroksida NaOH

    Untuk mengetahui persentase CH3COOH dalam larutan asam asetat maka dilakukan titrasi 20 mL larutan asam asetat dengan larutan NaOH. Titrasi asam asetat memerlukan 30 mL larutan NaOH 0,1 M. Massa jenis larutan asam asetat adalah 0,900 kg /L.

    a). Tentukan kemolaran asam asetat

    b). Berapa % kadar asam asetat tersebut

    Menghitung Konsentrasi CH3COOH Hasil Titrasi NaOH

    Konsentrasi CH3COOH dapat dinyatakan dengan rumus berikut

     na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

    Ma = (nb x Mb x Vb)/(na x Va)

    Ma = (1 x 0,1 x 30)/(1 x 20)

    Ma = 0,15 M

    Menghitung Massa CH3COOH Dalam Larutan Asam Asetat

    Massa CH3COOH dapat ditentukan dengan rumus berikut

    m = M. Mr

    m = 0,15 x 60

    m = 9 gram dalam 1 liter

    Menghitung Massa Larutan Asam Asetat

    Massa satu liter larutan asam asetat dapat dihitung dengan rumus berikut

    ml = ρ x Vl

    ml = 0,90 x 1

    m1 = 0,90 kg

    m1 = 900 gram

    Menghitung Persentasi Asam Asetat Dalam Larutan

    Persentase CH3COOH dihitung dengan rumus berikut

    Persentase CH3COOH = (9/900) x 100%

    Persentase CH3COOH = 1,0  %

    Jadi persentasi asam asetat dalam larutan adalah 1,0 %

    6). Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2

    Larutan Asam Klorida HCl yang tidak diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan barium hidroksida Ba(OH)2 0,2 M. Berapa konsentrasi larutan  HCl tersebut. Jika hasil titrasi ditunjukkan seperti pada table berikut:

    Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2
    Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2

    Vb = (25 + 24 + 26)/3

    Vb = 25 ml

    Mb = 0,2 M

     Va = 20 ml

    Menghitung Konsentrasi Larutan Asam Klorida Melalui Titrasi Barium Hidroksida

    Kosentrasi HCl dapat dihitung dengan persamaan berikut:

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

    Ma  = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

    Ma = (2 x 0,2 x 25)/(1 x 20)

    Ma = 0,5 M

    Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,5 M

    7). Contoh Soal Menghitung Massa Asam Cuka Yang Terlarut Dengan Titrasi

    Jika pada titrasi 50 mL larutan asam cuka membutuhkan 60 mL larutan KOH 0,1 M dengan indicator PP. Berapa gram asam cuka yang terlarut dalam 200 mL larutan.

    Diketahui:

    na = 1

    Ma = — M

    Va = 50 ml

    nb = 1

    Mb = 0,1 M

    Vb = 60 ml

    Persamaan Reaksi Titrasi Asam Cuka Dan KOH

    KOH (aq) + CH3COOH (aq) → CH3COOH (aq) + H2O (l)

    0,1 M           Ma

    Rumus Menghitung Konsentrasi Asam Cuka Tittrasi KOH

    Konsentrasi asam cuka dapat dihitung dengan rumus berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

    Ma  = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

    Ma = (1 x 0,1 x 60)/(1 x 50)

    Ma = 0,12 M

    Rumus Menghitung Massa Asam Cuka Dalam Larutan

    Massa asam cuka dalam larutan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

    M = mol/L

    M = (m/Mr)/1L

    m = M. Mr

    m = 0,12 x 60

    m = 7,2 gram/L

    massa asam asetat dalam 200 ml adalah

    m = 7,2 x 200mL/1000mL

    m = 1,44 gram

    Jadi, massa asam asetat dalam larutan adalah 1,44 gram

    8). Contoh Soal Perhitungan Kemolaran Larutan NaOH Pada Titik Akhir Titrasi

    Larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH. Ternyata titik akhir titrasi tercapai ketika 40 mL larutan NaOH telah diteteskan ke dalam 20 mL larutan HCl. Tentukan kemolaran larutan NaOH yang digunakan.

    Diketahui

    na = 1

    Ma = 0,1 M

    Va = 20 ml

    nb = 1

    Mb = — M

    Vb = 40 ml

    Persamaan Reaksi Kimia Titrasi Larutan HCl Dengan Larutan NaOH

    Reaksi titrasi antara HCl dengan NaOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

    HCL + NaOH  → NaCl + H2O

    Menentukan Kemolaran Larutan NaOH Pada Titik Akhir Titrasi

    Kemolaran larutan NaOH dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

    Mb   = (na x Ma x Va)/(nb x Vb)

    Mb = 1 x 0,1 x 20)/(1 x 40)

    Mb = 0,05 M

    Jadi, kemolaran NaOH adalah 0,05 M

    9). Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi

    Hasil percobaan titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,01 M ditunjukkan pada gambar berikut

    Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi
    Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi

    Jumlah larutan HCl yang dititrasi adalah 100 mL dan indicator yang digunakan adalah fenolftalien PP yang memiliki trayek pH 8 – 10. Tentukan konsentrasi larutan HCl  dan pH larutan ketika terjadi pada titik akhir titrasi.

    Diketahui

    na = 1

    Ma = —M

    Va = 100 ml

    nb = 1

    Mb = 0,01 M

    Vb = 50 mL (titik ekovalen)

    Rumus Menentukan Kemolaran HCl Pada Titik Ekivalen Titrasi NaOH

    Konsentrasi HCl pada titik ekivalen dapat ditentukuan dengan menggunakan rumus berikut

    na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

    Ma = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

    Ma = (1 x 0,01 x 50)/(1 x 100)

    Ma = 0,005 M

    Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,005 M

    Menentukan Konsentrasi Ion Hidroksida Pada Titik Akhir Titrasi

    Titik akhir titrasi terjadi setelah titik ekivalen yaitu di atas pH 7. Artinya larutan bersifat basa yaitu ada kelehihan ion OH. Sehingga yang dicari lebih dahulu adalah kelebihan ion OH dan nilai pOH-nya.

    Pada titik akhir titrasi jumlah mol HCl dan NaOH adalah

    mol HCl = 100 x 0,005 = 0,5 mmol

    mol NaOH = 53 x 0,01 = 0,53 mmol

    Kemolaran ion hidroksida pada titil akhir titrasi dapat dirumuskan dengan persamaan reaksi berikut

    HCL   +    NaOH → NaCl + H2O

    0,5mmol   0,53 mmol

    atau dalam bentuk ion ionnya

    Reaksi Ion HCl dan NaOH

    0,5 mmol H+ + 0,53 mmol OH → 0,5 mmol H2O

    Jumlah OH yang bereaksi dengan H+ adalah 0,5 mmol sehingga ada kelebihan OH dalam larutan

    Kelebihan OH dalam larutan = 0,53 – 0,5

    OH = 0,03 mmol

    sehingga konsentrasi [OH[ adalah

    [OH] = 0,03/(100+53)

    [OH] = 0,000196 M

    Keasaaman Larutan HCL Di Titik Akhir Titrasi

    Keasaman atau pH larutan HCl pada titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan rumus berikut

    pH = 14 – pOH

    pOH = -log (0,000196)

    pOH = 3,707

    pH = 14 – pOH

    pH = 14 – 3,707

    pH = 10,29

    Jadi, pH larutan saat terjadi titik akhir titrasi adalah 10,29

      Daftar Pustaka:

      1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
      2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
      3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
      4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
      5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
      6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
      7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
      8. Rangkuman Ringkasan: 1. Stoikiometri larutan melibatkan konsep mol dalam menentukan konsentrasi zat-zat di dalam larutan.
      9. Reaksi asam dan basa merupakan reaksi penetralan ion H+ oleh OH. Reaksi asam basa juga dinamakan reaksi penggaraman.
      10. Indikator asam basa adalah asam-asam lemah organic yang dapat berubah warna pada rentang pH tertentu.
      11. Rentang pH pada saat indikator berubah warna dinamakan trayek pH indikator.
      12. Titrasi asam basa adalah suatu teknik untuk menentukan konsentrasi asam atau basa dengan cara titrasi.
      13. Titik setara atau titik stoikiometri adalah titik pada saat titrasi, asam dan basa tepat ternetralkan. Titik akhir titrasi dapat sama atau berbeda dengan titik setara.

      pH Indikator Asam Basa: Pengertian Jenis Fungsi Trayek pH Indikator Menentukan Keasaman pH Contoh Soal Pembahasan 7 Metil Merah Jingga Bromtimol Fenolftalein

      Pengertian Indikator Asam Basa: Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat memberikan warna tertentu dalam lingkungan asam atau basa.

      Fungsi Indikator Asam Basa

      Indikator asam basa berfungsi menentukan sifat keasaman suatu larutan kedalam larutan asam, netral, dan basa yang dinyatakan dengan satuan pH mulai dari 0 – 14.

      Jenis Jenis Indikator Asam Basa

      Ada beberapa jenis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan larutan yang bersifat asam dari larutan yang bersifat basa, antara lain kertas lakmus, larutan indikator, indikator universal, dan indikator alami.

      Indikator Asam Basa Kerta Lakmus

      Fungsi Indikator asam basa yag sangat umum digunakan di laboratorium adalah kertas lakmus. Kertas terdiri dari kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.

      Pengertian Kertas Lakmus

      Kertas lakmus adalah suatu indikator (petunjuk) yang dapat membedakan sifat asam dan basa suatu larutan. Pada kertas lakmus terdapat senyawa organik yang dapat berubah warna pada kondisi asam atau basa.

      Contoh Kertas Lakmus Merah Biru

      Contoh Kertas Lakmus Merah Biru
      Contoh Kertas Lakmus Merah Biru

      Ciri Sifat Kertas Lakmus Merah

      Kertas lakmus merah akan berubah warnanya menjadi biru Ketika dicelupkan dalam larutan basa. Pada larutan asam atau netral warnanya tidak berubah (tetap merah).

      Ciri Sifat Kertas Lakmus Biru

      Kertas lakmus biru berubah warnanya menjadi merah ketikan dicelupkan dalam larutan asam. Pada larutan basa atau netral warnanya tidak berubah (tetap biru).

      Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

      Nilai pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator.  Penentuan pH digunakan dengaa beberapa larutan indikator yang mampu menunjukkan perubahan warna berbeda jika pH atau kekuatan asamnya berbeda.

      Larutan indikator adalah larutan kimia yang disintesis dari larutan lainnya sehingga dapat memberi perubahan warna berbeda pada trayek pH tertentu.

      Pengertian Trayek pH Indikator

      Rentang nilai pH yang menyebabkan indikator berubah warna disebut dengan trayek pH.
      Bila pH < trayek pH (di bawah trayek pH) maka indikator akan menunjukkan warna asamnya.
      Bila pH > trayek pH (di atas trayek pH) maka indikator akan menunjukkan warna basa

      Contoh Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

      Beberapa zat atau seyawa yang dapat digunakan sebagai trayek pH Indikator misalnya methyl orange (metil jingga) yang akan berwarna kuning jika pH lebih besar dari 4,4 sehingga dapat mendeteksi asam lemah dan asam kuat dan fenolftalein yang berwarna merah jika berada dalam lingkungan basa kuat. Trayek pH beberapa indikator diantaranya

      Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

      Beberapa contoh zat indicator beserta perubahan warna dan rentang trayek pH nya dapat dilihat pada table berikut

      Contoh Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa
      Contoh Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

      Diagram Trayek pH Indikator Asam Basa

      Contoh diagram yang menggambarkan rentang daerah trayek pH indicator dapat dilihat pada gambar berikut

      Diagram Grafik Trayek pH Indikator Asam Basa
      Diagram Grafik Trayek pH Indikator Asam Basa

      Indikator metil merah MM memiliki rentang pH antara 4,2 – 6,2. Jika indicator MM ditambahkan dalam larutan yang memiliki pH lebih rendah dari 4,2  maka larutan akan berubah warnanya menjadi merah dan Ketika ditambahkan dalam larutan ber-pH lebih dari 6,2, maka warna larutan menjadi kuning.

      Namun Ketika indicator MM ditambahkan pada larutan ber-pH 5, maka larutan akan berwarna jingga atau orange (atau warna campuran antara merah dan kuning)

      Indikator Universal pH Larutan Asam Basa

      pH suatu larutan juga dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal. Indikator universal merupakan campuran berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.

      Indikator universal akan memberikan perubahan warna berbeda pada setiap pH suatu larutan. Indikator universal disebut juga kertas indikator universal karena indikator universal berbentuk kertas.

      Contoh Kertas Indikator Universal

      Contoh kertas indikator universal yang banyak dijual dipasaran dan umum digunakan oleh para praktisi kimia ditunjukkan pada gambar berikut

      Contoh Kertas Indikator Universal Asam Basa
      Contoh Kertas Indikator Universal Asam Basa

      Indikator Alami pH Larutan Asam Basa

      Indikator alami adalah indikator untuk larutan asam basa yang dibuat dari estrak tumbuhan atau tanaman yang berasal dari alam.

      Beberapa tumbuhan tanaman yang mampu memberikan perubahan warna berbeda pada kondisi asam dan kondisi basa diantaranya adalah sebagai berikut:

      Contoh Indikator Alami pH Larutan Asam Basa
      Contoh Indikator Bahan Alami pH Larutan Asam Basa

      pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

      pH-meter merupakan suatu rangkaian elektronik yang dilengkapi suatu elektrode yang dirancang khusus untuk dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur.

      Bila eklektrode kaca ini dimasukkan ke dalam larutan akan timbul beda potensial yang diakibatkan oleh adanya ion H+ dalam larutan. Besar beda potensial ini menunjukkan angka yang menyatakan pH larutan tersebut.

      Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

      Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan
      Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

      1). Contoh Soal Penggunaan Trayek pH Indikator

      Suatu larutan memiliki pH 2, tentukanlah warna larutan Ketika ditambakan tetesan larutan indicator Metil Jingga (MO) dan Metil Merah MM.

      Diketahui:

      pH larutan = 2

      Indikator MO dan MM

      Menentukan Warna Larutan Ketika Ditambah Zat Trayek pH Indikator

      Diagram trayek pH indicator MO dan MM serta pH larutan dapat dilihat pada gambar berikut

      Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Jingga (MO)
      Cara Menentukan Warna Larutan Ketika Ditambah Zat Trayek pH Indikator

      pH larutan digambarkan dengan garis vertical putu putus biru yaitu pH = 2

      Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Jingga (MO)

      Larutan memiliki pH = 2 yang lebih rendah dari batas minimum trayek pH MO  3,1, sehingga warna larutan menjadi jingga (orange) ketika ditambah larutan MO

      pH larutan (2) < pH minimum trayek MO (3,1)

      Garis vertical (pH = 2) berada dalam daerah warna jingga. Jadi warna larutan berubah menjadi jingga Ketika ditambah indicator Metil jingga.

      Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Merah

      Larutan memiliki pH = 2 yang lebih rendah dari batas minimum trayek pH MM 4,2, sehingga warna larutan menjadi merah saat ditambahkan larutan indicator MM

      pH larutan (2) < pH minimum trayek MM (4,2)

      Garsi vertical (pH = 2) berada dalam daerah warna merah. Jadi, warna larutan menjadi merah Ketika ditambah indicator metil merah.

      2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator

      Tentukan warna larutan yang memiliki keasaman pH 5 jika ditambahkan tetesan indikator metil jingga (MO) dan bromotimol biru (BTB)

      Diketahui

      pH larutan 5

      Indikator MO dan BTB

      Menentukan Warna Larutan Dengan Penambahan Trayek pH Indikator

      Diagram trayek pH indicator MO dan BTB serta pH larutan ditunjukkan pada gambar berikut

      2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator
      2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator

      Garis merah vertikal putus putus merupakan pH larutan (5)

      Warna Larutan Saat Ditambah Metil Jingga MO

      pH larutan (5) > pH maksimum Trayek MO (4,4), sehingga warna larutan jadi kuning

      Warna Larutan Ditambah Bromtimol Biru  BTB

      pH larutan (5) < pH minimum trayek BTB (6,), sehingga warna larutan jadi kuning.

      3). Contoh Menentukan Perkiraan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

      Perkirakan berapa pH larutan jika larutan berubah warna menjadi kuning Ketika ditambahkan indikator metil jingga MO dan warna larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambahkan indicator bromtimol biru BTB.

      Diketahui

      MO =  merah – kuning = 3,1 – 4,4

      BTB =  kuning – biru  = 6,0 – 7,6

      Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB

      Rentang trayek pH indicator dan pH larutan dapat dilihat pada gambar berikut

      Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB
      Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB

      Warna Larutan Ditambah Indikator pH Metil Orange (MO)

      Warna larutan menjadi kuning Ketika ditambah indicator MO. Artinynya pH larutan lebih tinggi atau sama dengan pH maksimum trayek indicator MO

      pH larutan 4,4

      Garis vertical putus putus merah meurpakan batasnya

      Warna Larutan Ditambah Indikator pH Bromotimol Biru

      Ketika ditambahkan indicator BTB, warna larutan menjadi kuning. Artinya, pH larutan lebih rendah atau sama dengan pH minimum trayek indicator BTB

      pH larutan 6,0

      Garis vertical putus putus merah merupakan batas daerah dimana pH perkiraan larutan.

      Jadi, perkiraan pH larutan adalah daerah yang dibatasi oleh dua garis vertical yaitu antara 4,4 dan 6,0.

      4). Contoh Soal Menentukan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

      Perhatikan data hasil percobaan terhadap pH larutan sebagai berikut:

      • larutan berubah warna menjadi merah Ketika ditambah metil merah
      • Ketika ditambahkan indicator brimtimol biru, larutan menjadi kuning
      • larutan tak berwarna saat ditambahkan fenolftalein

      Diketahui indicator trayek pH sebagai berikut .

      1). Metil merah = MM = pH 4,2 – 6,3 = Merah – Kuning.

      2).  Bromtimol biru = BTB= pH 6,0 – 7,6 = Kuning – Biru

      3).  Fenolftalein = PP = pH 8,3 – 10,0 = Tak berwarna – Merah

      Tentukan perkiraan pH larutan tersebut

      Menentukan Rentang pH Larutan

      Ditambah MM menjadi merah, ini artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH metil merah

      pH larutan ≤ 4,2 (batas minimum trayek pH MM)

      Ditambah BTB menjadi kuning, artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH BTB

       pH larutan ≤ 6,0

      Ditambah PP manjadi tak berwarna, artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH PP

      pH larutan ≤ 8,3

      Menggambar Diagram Trayek  pH Indikator

      Diagram Rentang Perkiraan pH larutan dari indicator metil merah MM, bromotimol biru BTB dan fenolftalein PP dapat dilihat pada gambar berikut

      Cara Menggambar Diagram Grafik Trayek pH Indikator
      Cara Menggambar Diagram Grafik Trayek pH Indikator

      Garis MM menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 4,2 ke arah kiri

      Garis BTB menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 6,0 ke arah kiri

      Garis PP menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 8,3 ke arah kiri

      Nilai pH yang masuk dalam rentang ketiga garis pH tersebut adalah pH ≤ 4,2 yang dibatasi oleh garis vertical.

      Sebelah kanan garis vertical, nilai pH berada dalam dua garis yaitu garis BTB dan garis PP. Sedangkan, sebelah kiri garis vertical nilai pH berada dalam tiga garis yaitu garis MM, BTB dan PP.

      Sehingga perkiraan pH larutan adalah pH yang masuk kedalam tiga garis yaitu pH ≤ 4,2

      5). Contoh Soal Menentukan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

      Perhatikan data hasil percobaan terhadap pH larutan sebagai berikut:

      • larutan berubah warna menjadi kuning Ketika ditambah metil merah
      • Ketika ditambahkan indicator brimtimol biru, larutan menjadi biru
      • larutan berwarna merah saat ditambahkan fenolftalein

      Diketahui indicator trayek pH sebagai berikut.

      1). Metil merah = MM = pH 4,2 – 6,3 = Merah – Kuning.

      2).  Bromtimol biru = BTB= pH 6,0 – 7,6 = Kuning – Biru.

      3).  Fenolftalein = PP = pH 8,3 – 10,0 = Tak berwarna – Merah

      Tentukan perkiraan pH larutan tersebut

      Menentukan Rentang pH Larutan

      Ditambah MM menjadi kuning, ini artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH MM

      pH larutan ≥ 6,3

      Ditanbah BTB menjadi biru , artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH BTB

      pH larutan  ≥ 7,6

      Ditambah PP manjadi merah, artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH PP

       pH larutan 10,0

      Menggambar Diagram Trayek  pH Indikator

      Rentang Trayek pH Indikator metil merah MM, bromotimol biru BTB, dan Phenolphthalein PP dapat dilihat pada gambar berikut:

      Menggambar Diagram Trayek pH Indikator MM BTB PP
      Menggambar Diagram Trayek pH Indikator MM BTB PP

      Garis MM merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 6,3 ke arah kanan

      Garis BTB merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 7,6 ke arah kanan

      Garis PP merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 10,0 ke arah kanan

      Nilai pH yang masuk dalam rentang ketiga garis pH tersebut adalah pH 10,0 yang dibatasi oleh garis vertical.

      Sebelah kiri garis vertical, nilai pH berada dalam dua garis yaitu garis BTB dan garis MM. Sedangkan, sebelah kanan garis vertical, nilai pH berada dalam tiga garis yaitu garis MM, BTB dan PP.

      Sehingga perkiraan pH larutan adalah pH yang masuk kedalam tiga garis yaitu pH 10,0

      6). Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa  Dengan Trayek pH Indikator

      Suatu senyawa ketika dicoba dengan beberapa indikator pH menunjukkan data sebagai berikut, phenol red berwarna kuning, metil merah berwarna kuning, Fenolftalein tak berwarna, dan metil jingga berwarna kuning. Tentukanlah berapa perkiraan pH larutan tersebut.

      Cara Membuat Diagram Grafik Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

      Diagram berikut menjelasan rentan trayek pH indicator phenol red (PR), Metil merah MM, Phenolphthalein PP, dan metil jingg MO serta batas perkiraan pH larutan.

      Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa  Dengan Trayek pH Indikator
      Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa Dengan Trayek pH Indikator

      Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenol Red Metil Merah Phenolphthalein dan Metil Orange,

      Larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambahkan indicator phenol red dan digambarkan dengan garis PR. Ini artinya larutan memiliki pH 6,4 (kurang atau sama dengan 6,4)

      pH latutan pH 6,4

      Larutan menjadi kuning ketikan ditambahkan metil merah, dan digambarkan oleh garis MM. Berarti larutan memiliki pH 6,2 (lebih atau sama dengan 6,2).

      pH larutan pH 6,2

      Ketika larutan ditambahkan indicator Phenolphthalein, warnanya tidak berubah (tak berwarna) yang digambarkan oleh garis PP. Hal ini menunjukkan larutan memiliki pH   8,0

      pH latutan pH 8,0

      Warna larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambah indicator metil jingga dan digambarkan dengan garis MO. Berarti pH larutan 4,4 (lebih besar atau sama dengan 4,4)

      pH larutan 4,4

      Dari dari gambar dapat diketahui, nilai pH yang masuk dalam rentang dari garis yang mengarah ke pH rendah (warna merah) adalah 6,4. Sedangkan nilai pH yang masuk dalam rentang garis yang mengarah ke pH tinggi (warna biru) adalah 6,2

      Nilai pH yang masuk dalam rentang keempat garis tersebut adalah 6,2 – 6,4 yang dibatasi oleh dua garis putus putus vertical.

      Jadi, larutan memiliki pH antara 6,2 – 6,4.

      7). Contoh Soal Penentuan Keasaman Larutan Dengan Trayek pH Indikator

      Berdasarkan percobaan terhadap larutan A diperoleh data:

      1). Dengan fenolftalein Phenolphthalein PP larutan tak berwarna

      2). dengan metil merah MM larutan berwarna merah

      3). dengan brom timol biru BTB larutan berwarna kuning

      4). dengan Metil jingga MO larutan berwarna kuning

      Tentukanlah perkiraan pH larutan A tersebut

      Diketahui indikator perubahan warna trayek pH indicator

      PP = tak berwarna – merah = 8,0 – 9,6

      MM = merah – kuning = 4,2 – 6,2

      MO =  merah – kuning = 3,1 – 4,4

      BTB =  kuning – biru  = 6,0 – 7,6

      Cara Membuat Diagram Trayek pH Indikator

      Diagram trayek pH indicator dapat dilihat pada gambar berikut

      Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange
      Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange

      Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange

      Larutan A tidak berwarna ketika ditambahkan Indikator PP, ini artinya pH larutan kurang atau sama dengan 8,0 dan digambarkan oleh garis PP.

      Larutan A berwarna merah Ketika ditambahkan indicator MM, ini artinya pH larutan kurang atau sama dengan 4,2 dan digambarkan oleh garis MM

      Ketika ditambahkan indicator BTB, larutan A berubah menjadi warna kuning. Berarti larutan memiliki pH kurang atau sama dengan 6,0 dan digambarkan oleh garis BTB.

      Namun ketika menggunakan indicator MO, larutan A berubah warnanya menjadi kuning. Larutan A memiliki pH lebih atau sama dengan 4,4.

      Dari dari gambar dapat diketahui, nilai pH yang masuk dalam rentang dari garis garis yang mengarah ke pH rendah (warna merah) adalah 4,2. Sedangkan nilai pH yang masuk dalam rentang garis yang mengarah ke pH tinggi (warna biru) adalah 4,4. (hanya satu garis, jadi garis ini merupakan harga rentang pH-nya). Batas rentang pH ini digambarkan dengan garis vertical putus putus.

      pH larutan merupakan rentang pH yang masuk kedalam empat garis, namun dari gambar tidak terdapat pH yang masuk dalam rentang keempat garis, sehingga pH diambil antara 4,2 sampai dengan 4,4.

      Sifat pH Indiktor Bromothymol Blue

      Bromotimol biru  dikenal sebagai Bromotimol sulfonftalein atau ringkasnya BTB adalah suatu indikator pH untuk memperkirakan keasaman suatu larutan.

      Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH antara 6,0 – 7,6. Dengan perubahan warna dari kuning ke biru. Warna Kuning dalam larutan suasana asam dan biru dalam suasana basa.

      Rumus Kimia Bromothymol Blue

      Rumus Kimia Bromotimol Biru = C27H28Br2O5S

      Perubahan Warna = Kuning – Biru

      Massa Jenis Dan Titik Lebur pH Indikator Bromothymol Blue

      Massa Jenis Bromotimol Biru = 1.25 g/cm³

      Titik Lebur  = 202 °C = 396 °F = 475 K

      Trayek pH Indikator = 6,0 – 7,6

      Sifat Rumus Kimia pH Indikator Metil Merah

      Rumus Kimia Metil Merah = C15H15N3O2

      Perubahan Warna = Merah – Kuning

      Trayek pH Indikator = 4.4-6.3

      Massa Jenis = 791 kg/m³

      Titik Lebur  = 179–182 °C = 354–360 °F =  452–455 K

      Sifat Rumus Kimia pH Indikator Methyl Orange (Metil Jingga)

      Rumus Kimia Metil Jingga =  C14H14N3NaO3S

      Perubahan Warna = Jingga – Kuning

      Trayek pH Indikator = 3,1 – 4,4

      Massa Jenis = 1.28 g/cm3

      Massa Molar = 327,33 g/mol

      Titik Lebur >   300°C (572°F; 573 K)

      Sifat Rumus Kimia pH Indikator Phenolphthalein

      Rumus Kimia Phenolphthalein = C20H14O4

      Perubahan warna = Tak berwarna – merag ungu

      Trayek indicator = 8,0 – 9,6

      Titik Lebur = 260 °C

      Massa Jenis = 1,277 g/cm3

        Daftar Pustaka:

        1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
        2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
        3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
        4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
        5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
        6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
        7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
        8. pH Indikator Asam Basa: Pengertian Jenis Fungsi Trayek pH Indikator Menentukan Keasaman pH Contoh Soal Pembahasan 7 Metil Merah Jingga Bromtimol Fenolftalein

        Konfigurasi Elektron: Pengertian Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Ion Positif Negatif Prinsip Aufbau Hund Pauli Contoh Rumus Perhitungan 10

        Pengertian Konfigurasi Elektron: Konfigurasi electron merupakan suatu cara penulisan yang menunjukkan distribusi elektron dalam orbitalorbital pada kulit utama dan subkulit.

        Konfigurasi elektron dalam atom menggambarkan lokasi semua elektron menurut orbital-orbital yang ditempati.

        Konfigurasi elektron menggambarkan susunan elektron dalam orbital- orbital atom dengan yang mengikuti aturan atau asas  dari  prinsip Aufbau, kaidah aturan Hund dan asas larangan Pauli.

        Konfigurasi Elekton Prinsip Aufbau

        Aturan pengisian elektron ke dalam orbital- orbital dikenal dengan prinsip Aufbau, dalam bahasa Jerman, Aufbau artinya kontruksi.

        Menurut prinsip Aufbau, pada kondisi normal atau pada tingkat dasar, elektron akan mengisi orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru kemudian mengisi orbital atom yang tingkat energinya lebih tinggi.

        Keadaan Ketika elektron mengisi kulit dengan energi terendah disebut keadaan dasar (ground state).

        Penulisan konfigurasi elektron berdasarkan kenaikan tingkat energi dapat digambarkan sebagai berikut:

        Gambar Menentukan Konfigurasi Elektron Prinsip Aufbau
        Gambar Menentukan Konfigurasi Elektron Prinsip Aufbau

        Arah anak panah menyatakan urutan pengisian orbital. Huruf kecil n menunjukkan nomor kulit.

        Dengan demikian urutan pengisian elektron berdasarkan gambar tersebut berturut turut

        1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, dan seterusnya.

        Dari urutan tersebut terlihat bahwa tingkat energi 3d lebih besar dibandingkan tingkat energi 4s. Jadi, setelah 3p penuh, elektron akan mengisi subkulit 4s terlebih dahulu sebelum subkulit 3d.

        Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Skandium Sc Berdasarkan Prinsip Aufbau

        Buatlah konfigurasi elektron dari unsur 21Sc (nomor atom Sc = 21) berdasarkan prinsip Aufbau

        21Sc = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1

        Setelah 3p penuh, elektron akan mengisi subkulit 4s terlebih dahulu sebelum subkulit 3d.

        Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Natrium Na Berdasarkan Prinsip Aufbau

        Konfigurasi elektron unsur ₁₁Na  (nomor atom Na = 11) berdasarkan prinsip Aufbau adalah

        ₁₁Na = 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹

        Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Besi Fe Berdasarkan Prinsip Aufbau

        Konfigurasi elektron dari atom besi yang memiliki nomor atom 26 adalah sebagai berikut:

        ₂₆Fe = 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d⁶

        Penyederhanaan Penulisan Konfigurasi Elektron

        Konfigurasi elektron dapat ditulis dengan cara singkat dengan menggantikan urutan dari pengisian orbital oleh lambang atom unsur gas mulia yang memiliki kulit terlengkap paling dekat sebelum unsur tersebut.

        Contoh Menyederhanakan Konfigurasi Elektron Natrium Na

        Konfigurasi elektron

        11Na =  1s2 2s2 2p6 3s1

        Unsur gas mulia terdekat sebelum unsur Na adalah unsur Ne dengan konfigurasi

        10 Ne = 1s2 2s2 2p6 sehingga konfigurasi electron Natrium adalah

        11Na = [Ne] 3s1

        Contoh Penyederhanaan Konfigurasi Eleketron Kalsium Ca

        Konfigurasi electron kalsium

        20Ca = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

        Unsur gas mulia yang paling dekat dengan unsur kalsium dan memiliki nomor atom lebih kecik adalah argon Ar dengan konfigurasi sebagai berikut

        18Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

        Sehingga konfigurasi electron kalsium adalah

        20Ca = [Ar] 4s2

        Contoh Menyederhanakan Penulisan Konfigurasi Elektron Unsur Mangan Mn

        Konfigurasi electron unsur mangan Mn adalah

        25Mn = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5

        Unsur gas mulia yang paling dekat dan memiliki nomor atom lebih kecil dari  dengan mangan adalah unsur Argon Ar dengan konfigirasi elektronnya adalah

        18Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

        Sehingga konfigurasi electron mangan dapat ditulis seperti berikut

        25Mn = [Ar] 4s2 3d5

        Konfigurasi Elekton Aturan Kaidah Hund

        Kaidah Hund menyatakan: bahwa elektron- elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan. Elektron- elektron akan berpasangan apabila pada subkulit itu sudah tidak ada lagi orbital kosong.

        Susunan elektron dalam subkulit yang paling stabil adalah susunan dengan jumlah spin parallel atau arah sama terbanyak. Ini arttnya, elekron harus menempati orbital sendiri sendiri sebelum berpasangan dalam orbital.

        Suatu orbital dilambangkan atau digambarkan dengan segi empat. Sedangkan dua elektron yang menempati satu orbital dilambangkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah. Jika orbital hanya mengandung satu elektron, maka anak panah dituliskan mengarah ke atas.

        Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium

        Konfigurasi electron dan diagram orbital unsur natrium dengan nomor atom 11 ditunjukkan pada gambar berikut

        Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium
        Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium

        Orbital pada subkulit 3s hanya terisi oleh satu elektron atau setengan penuh.

        Penyimpangan Konfigurasi Elektron

        Pengisian electron pada subkulit d cenderung penuh yaitu berisi 10 elektron atau setengah penuh yaitu berisi 5 elektron.

        Berdasarkan eksperimen, terdapat penyimpangan konfigurasi elektron dalam pengisian elektron. Penyimpangan pengisian elektron ditemui pada elektron yang terdapat pada orbital subkulit d dan f.

        Penyimpangan pada orbital subkulit d dikarenakan orbital yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) bersifat lebih stabil dibandingkan dengan orbital yang hampir setengah penuh (d4) atau hampir penuh (d8 atau d9).

        Jika electron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9, maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang berada pada tingkat energi yang lebih rendah dari d) pindah ke orbital subkulit d.

        Akibat keadaan ini, maka struktur electron menjadi:

        ns2 (n – 1)d9 tidak ada/ tidak ditemukan, dan yang ada adalah

        ns1 (n – 1)d10

        Struktur electron

        ns2 (n – 1)d4 tidak ada/ tidak ditemukan, dan yang ada adalah

        ns1 (n – 1)d5

        Pengisian orbital penuh atau setengah penuh relatif lebih stabil. Hal ini diebabkan perbedaan tingkat energi yang sangat kecil antara subkulit 3d dan 4s serta antara 4d dan 5s pada masing-masing atom tersebut. Subkulit d lebih stabil pada keadaan tepat terisi penuh atau tepat setengah penuh.

        Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron

        Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron
        Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron

        Contoh Konfigurasi Elektron Aturan Hund Unsur Kromium Cr

        Konfigurasi electron unsur krom adalah

        24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

        24Cr = [Ar] 4s2 3d4

        konfigurasi electron tersebut relative kurang stabil sehingga konfigurasi electron Krom tersebut tidak ditemukan.

        Konfigurasi electron yang benar untuk krom Cr adalah konfigurasi electron yang lebih stabil seperti berikut

        24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

        24Cr = [Ar] 4s1 3d5

        Diagram Orbital Unsur Kromium Cr

        Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur kromium yang tidak stabil ditunjukkan pada gambar berikut

        Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Tidak Stabil
        Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Tidak Stabil

        Pada subkulit 3d terdapat satu orbital yang kosong yang menyebabkan ketidakstabilan electron.

        Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur kromium yang lebih stabil ditunjukkan pada gambar berikut

        Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Stabil
        Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Stabil

        Semua orbital 3d terisi oleh satu electron sehingga menjadi setengah penuh. Satu electron yang mengisi kekosongan orbital subkulit 3d diambil dari subkulit 4s, sehingga electron pada subkulit 4s (penuh) menjadi satu electron (setengah penuh). Atom 24Cr lebih stabil dengan subkulit d terisi tepat setengah penuh.

        Contoh Konfigurasi Elektron Aturan Hund Unsur Tembaga Cu

        Konfigurasi electron tembaga Cu

        29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9

        29Cu = [Ar] 4s2 3d9

        Konfigurasi electron 29Cu yaitu untuk subkulit  4s2 3d9 kurang stabil.

        Konfigurasi yang lebih stabil untuk unsur tembaga Cu adalah sebagai berikut

        29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10

        29Cu = [Ar] 4s1 3d10

        Struktur elektron pada subkulit  4s1 3d10  merupakan konfigurasi lebih stabil

        Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu

        Diagram orbital subkulit 3d dan 4s untuk unsur tembaga yang tidak stabil ditunjukkan pada gambar berikut

        Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Tidak Stabil
        Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Tidak Stabil

        Pada subkulit 3d terdapat satu orbital yang terisi satu elektron (setengah penuh) sedangkan 4 orbital lainnya terisi punuh oleh 2 pasang electron. Satu orbital 3d yang setengah penuh menyebabkan ketidakstabilan electron subkulit 3d.

        Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur tembaga yang lebih stabil ditunjukkan pada gambar berikut

        Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Stabil
        Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Stabil

        Semua orbital 3d terisi oleh sepasang electron sehingga menjadi penuh. Satu electron yang mengisi kekosongan orbital subkulit 3d diambil dari subkulit 4s, sehingga electron pada subkulit 4s (penuh) menjadi satu electron (setengah penuh). Atom 29Cu menjadi lebih stabil dengan subkulit d yang terisi oleh dua elektron penuh.

        Konfigurasi Elekton Asas Larangan Pauli

        Menurut asas larangan Pauli dalam suatu atom tidak boleh ada 2 elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama harganya. Jika 3 bilangan kuantum sudah sama, maka bilangan kuantum yang keempat harus berbeda.

        Bila dua elektro dalam orbital memiliki nilai n, l, dan m yang sama, maka nilai s harus berbeda. Artinya, bahwa arah rotasi dua electron tersebut harus berlawanan.

        Elektron – elektrom denga spin berlawanan disebut electron berpasangan dan dinyatakan dalam diagram orbital dengan tanda panah berlawanan, satu arah ke atas dan satu arah ke bawah.

        Prinsip larangan Pauli menjelaskan, bahwa setiap orbital hanya boleh ditempati oleh dua electron. Sehingga maksimum elektrom pada tiap subkulit adalah dua kali jumlah orbitalnya.

        Jumlah Elektron Subkulit

        Subkulit s terdiri 1 orbital, maksimum ditempati 2 elektron

        Subkulit p terdiri 3 orbital, maksimum ditempati 6 elektron

        Subkulit d terdiri 5 orbital, maksimum ditempati 10 elektron

        Subkulit f terdiri 7 orbital, maksimum ditempati 14 elektron

        Rumus Jumlah Maksimum Elektron Kulit Atom

        Jumlah maksimum electron yang ada dalam setiap kulit dinyatakan dengan rumus persamaan berikut

        e = 2n2

        e = jumlah electron

        n = nomor kulit

        Contoh Perhitungan Jumlah Maksimum Elektron Kulit K

        Jumlah electron pada kulit K adalah

        nomor kulit n untuk K adalah 1 atau

        n = 1

        sehingga jumlah maksimum electron pada kulit K

        e = 2(1)2

        e = 2 elektron

        Jadi, jumlah maksimum electron pada kulit K adalah 2 elektron

        Contoh Perhitungan Jumlah Elektron Maksimum Pada Kulit L dan M

        Nomor kulit L

        n = 2 sehingga

        e = 2(2)3 = 8 elektron

        Nomor Kulit M

        n = 3 sehingga

        e = 2(3)2 = 18 elektron

        Jadi, jumlah maksimum electron pada kulit L adalah 8 elektron dan pada kulit M adalah 18 elektron.

        Rumus Jumlah Orbital Pada Kulit

        Kulit terdiri atas subkulit yang berisi orbital-orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama. Jumlah orbital dalam setiap kulit dinyatakan dengan rumus

        Jumlah Orbital = n2

        Contoh Menghitungan Jumlah Orbital Kulit

        Berapa jumlah orbital dan jumlah maksimum elektron dalam kulit M

        Diketahuui

        n = Bilangan Kuatum Kulit M

        n = 3

        Rumus Menghitung Jumlah Orbital Kulit M

        Jumlah orbital dalam kulit M dapat dihitung dengan rumus berikut

        Jumlah Orbital = n2

        Jumlah Orbital = (3)2 = 9 orbital

        Rumus Menghitung Jumlah Maksimum Elektron Pada Kulit M

        Jumlah maksimum electron pada kulit M dapat dihitung dengan rumus berikut;

        e = 2n2

        e = jumlah electron

        e = 2(3)2 = 18 elektron

        Konfigurasi Elektron Ion Positif Negatif

        Penulisan konfigurasi elektron yang dijelaskan di atas berlaku pada atom netral. Penulisan konfigurasi elektron pada ion yang bermuatan pada dasarnya sama dengan penulisan konfigurasi elektron pada atom netral setelah ditambah atau dikurangi elektronya.

        Atom bermuatan positif, misalnya M+x terbentuk karena atom netral melepaskan elektron pada kulit terluarnya sebanyak x. Sedangkan ion negative, misalnya M–y terbentuk karena menarik elektron sebanyak y.

        Penulisan konfigurasi elektronnya hanya menambah atau mengurangi elektron yang dilepas atau ditambah sesuai dengan aturan penulisan konfigurasi elektron. Ini berlaku untuk semua unsur yang membentuk ion, termasuk unsur transisi.

        Contoh Konfigurasi Elektron Ion Alumunium Al3+

        Diketahui konfigurasi elektron Al

        12Al = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1

        Tuliskan konfigurasi electron untuk ion Al3+

        Ion Al3+ berarti 3 elektron terluar telah dilepas seperti reaksi berikut

        Al → Al3+ + 3e

        Ketiga electron terluar yang dilepas adalah 2 elektron dilepas dari subkulit 3s dan 1 elektron dari subkulit 3p. Sehingga konfigurasi elektronnya adalah

        Ion Al3+ = 1s2 2s2 2p6

        Jadi, konfigurasi ion Al3+ = 1s2 2s2 2p6

        Contoh Konfigurasi Elektron Ion Besi Fe2+

        Diketahui konfigurasi elektron Fe

        26Fe =  [Ar] 3d6 4s2

        Tuliskan konfigurasi electron untuk ion Fe2+

        Ion Fe2+ = 2 elektron terluar telah dilepas seperti reaksi berikut

        Fe → Fe2+ + 2e

        Dua electron terluar yang dilepas oleh atom Fe adalah dari subkulit 4s. Sehingga konfigurasi electron Fe menjadi seperti berikut:

        Ion Fe2+ = [Ar] 3d6.

        Jadi, konfigurasi electron Fe2+= [Ar] 3d6.

        Contoh Soal Menentukan Konfigurasi Elektron Ion Besi Fe3+

        Diketahui nomor atom Fe adalah 26. Tuliskan konfigurasi electron Fe3+

        Konfigurasi Elektron 26Fe

        26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6

        Ion Fe3+ berarti atom melepaskan 3 elektron di kulit terluar

        Ketiga electron terluar adalah 2 elektron dari subklit 4s dan 1 dari 3d. Sehingga kofigurasi electronnya adalah

        Ion 26Fe3+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5

        Contoh Soal Pembahasan Konfigurasi Elektron Ion Sulfur S2-

        Diketahui nomor atom S adalah 16. Tuliskan konfigurasi electron dari ion 16S2-

        Konfigurasi Elektron 16S

        16S = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

        Ion S2- berarti atom menerima 2 elektron pada kulit terluarnya

        Kedua electron yang diterimi akan menempati subkulit 3p. Sehingga kofigurasi electronnya adalah

        Ion 16S2- = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6

        Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Perpasangan Ion Besi (III) Fe3+

        Tetukan jumlah electron yang tidak berpasangan pada konfigurasi electron ion Besi (III) Fe3+.

        Konfigurasi Elektron Fe

        26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6

        Konfigurasi Elektron Ion Fe3+

        Ion Fe3+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5

        Diagram Orbital Ion Fe3+

        Untuk dapat menentukan electron yang tidak perpasangan harus dibuatkan diagram orbital. Orbital cukup dari subkulit yang elektronnya tidak penuh. Untuk ion besi Fe3+ subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang hanya diisi 5 elektron.

        Subkulit d memiliki 5 orbital dengan jumlah maksimum electron yang dapat ditampung adalah 10 elektron.

        Diagram orbital ion besi (III) dapat dilihat pada gambar berikut

        Diagram Orbital Ion Fe3+ Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan
        Diagram Orbital Ion Fe3+ Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan

        Jadi, jumlah electron tidak berpasangan adalah 5 elektron.

        Contoh Soal Perhitungan Jumlah Elektron Tidak Perpasangan Atom Nikel

        Tetukan jumlah electron yang tidak berpasangan pada konfigurasi electron atom nikel yang bernomor atom 28.

        Konfigurasi Elektron Nikel 28Ni

        28Ni= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 atau

        28Ni= [Ar] 4s2 3d8

        Diagram Orbital Atom Nikel

        Untuk menentukan electron yang tidak berpasangan cukup membuat diagram orbital dari subkulit yang diisi electron tidak penuh yaitu 3d yang terisi 8 elektron.

        Subkulit d terdiri 5 orbital yang dapat ditempati oleh 10 elektron maksimum. Jumlah elektron tidak berpasangan pada subkulit 3d dapat dilihat pada gambar berikut

        Diagram Orbital Atom Nikel Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan
        Diagram Orbital Atom Nikel Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan

        Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom Nikel adalah 2 elektron.

        Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Atom Titan,

        Diketahui bahwa Titan mempunyai nomor atom 22. Tentukan jumlah electron tidak berpasangan pada ion Titan Ti3+

        Konfigurasi Elektron Atom Titan 22Ti

        22Ti= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2 atau

        22Ti= [Ar] 4s2 3d2

        Konfigurasi Elektron Ion Ti3+

        Ion Ti3+ = [Ar] 3d1

        Diagram Ordinal Ion Titan

        Untuk ion Titam Ti3+ subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang hanya diisi 1 elektron.

        Subkulit d memiliki 5 orbital dengan jumlah maksimum electron yang dapat ditampung adalah 10 elektron. Jumlah elektron tidak berpasangan pada subkulit 3d dapat dilihat pada gambar berikut

        Diagram Ordinal Ion Titan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan
        Diagram Ordinal Ion Titan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan

        Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom ion Ti3+  adalah 1 elektron.

        Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Atom Krom Cr

        Diketahui bahwa Krom  mempunyai nomor atom 24. Tentukan jumlah electron tidak berpasangan pada atom krom tersebut

        Konfigurasi Elektron Atom Krom 24Cr

        24Cr= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5 atau

        24Ti= [Ar] 4s1 3d5

        Diagram Ordinal Atom Krom Cr

        Untuk atom krom subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang diisi 5 elektron dan subkulit 4s yang diisi 1 elektron.

        Diagram Ordinal Atom Krom Cr Menghitung Jumlah Elektron Tidak Berpasangan
        Diagram Ordinal Atom Krom Cr Menghitung Jumlah Elektron Tidak Berpasangan

        Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom krom  adalah 6 elektron

          Daftar Pustaka:

          1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
          2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
          3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
          4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
          5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
          6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
          7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
          8. Ringkasan Rangkuman: Konfigurasi elektron adalah gambaran yang menunjukkan penempatan elektron dalam orbital-orbitalnya dalam suatu atom.
          9. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas), yaitu prinsip Aufbau, asas larangan Pauli, dan kaidah Hund.
          10. Asas Aufbau menyatakan pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang paling rendah.
          11. Kaidah Hund menyatakan jika terdapat orbital-orbital yang peringkat energinya sama, maka setiap orbital hanya berisi elektron tunggal lebih dahulu, sebelum diisi oleh pasangan elektron.
          12. Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang mempunyai empat bilangan kuantum yang sama. Dua elektron yang menempati orbital yang sama harus mempunyai arah rotasi yang berlawanan.
          13. Sistem periodik unsur modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.
          14. Periode adalah lajur-lajur horizontal dalam SPU. Dalam SPU modern, periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Nomor periode suatu unsur sama dengan jumlah kulit unsur itu.

          Jenis Alat Optik: Lup Kamera Mikroskop Teleskop Rumus Perbesaran Lensa Objektif Okuler Jarak Fokus 13

          Pengertian Lup: Lup atau kaca pembesar atau sebagian orang menyebutnya sebagai suryakanta merupakan alat optik yang berupa lensa cembung atau lensa positif.

          Fungsi Lup

          Alat optik Lup umumnya digunakan untuk melihat benda- benda yang berukuran kecil, biasanya tulisan kecil atau komponen- komponen kecil sehingga tampak besar. Pada saat menggunakan Lup terjadi perbesaran sudut lihat.

          Jenis Alat Optik: Pengertian Fungsi Lup Kamera Mikroskop Teleskop Kacamata Contoh Soal Rumus Perhitungan Lensa Objektif Okuler Perbesaran Jarak Fokus,
          Contoh Soal Lup Perhitungan Jarak Benda Dengan Jarak Fokus Lup Tanpa Akomodasi

          Perbesaran Sudut Lup

          Perbandingan sudut pandangan mata ketika menggunakan lup β dan sudut pandangan mata ketika tidak menggunakan lup α disebut perbesaran sudut (anguler) lup.

          Pengertian Fungsi Jarak Fokus Lensa Lup Contoh Soal Rumus Perhitungan Objektif Okuler Perbesaran Lup,
          Pengertian Fungsi Jarak Fokus Lensa Lup Contoh Soal Rumus Perhitungan Objektif Okuler Perbesaran Lup,

          Rumus Perbesaran Bayangan LUP

          Pada penggunaan lup dapat ditentukan perbesaran bayangannya. Perbesarannya sering digunakan perbesaran sudut (anguler).

          M= β/α

          M = perbesaran anguler

          β = sudut penglihatan setelah ada lup

          α = sudut penglihatan awal

          Dua Cara Menggunakan Lup

          Pengamatan dengan lup memiliki dua keadaan akomodasi yang penting yaitu akomodasi maksimum dan akomodasi minimum.

          Penggunaan Lup Dengan Akomodasi Maksimum

          Pengamatan akomodasi maksimum dengan lup berarti bayangan oleh lensa lup harus berada pada titik dekat mata.

          Untuk mata berakomodasi maksimum, objek yang akan dilihat menggunakan lup harus diletakkan di depan lup pada jarak yang lebih kecil daripada jarak fokus lup atau

          S ≤ f

          f = jarak fokus lup

          Jarak Bayangan Benda Pada Lup Berakomodasi Maksimum

          Apabila mata berakomodasi maksimum mengamati bayangan dengan menggunakan lup, bayangan tersebut akan berada di titik dekat mata atau

          S’ = – Sn (tanda negatif karena bayangannya maya).

          Jarak Bayangan Benda Oleh Lup untuk mata berakomodasi dapat dinyatakan dengan persamaa berikut

          1/S + 1/-Sn = 1/f

          Perbesaran Sudut Anguler Lup Dengan Akomodasi Maksimum

          Perbesaran sudut anguler lup untuk mata berakomodasi maksimum dinyatakan dengan persamaan berikut:

          M = (Sn/f) + 1

          M = perbesaran anguler

          Sn = jarak baca normal

          f = jarak fokus lup

          Penggunaan Lup Dengan Mata Tanpa Akomodasi Atau Minimum

          Pengamatan tanpa akomodasi (akomodasi minimum) dengan lup berarti bayangan oleh lup harus di jauh tak hingga. Bayangan ini terjadi jika benda ditempatkan pada fokus lensa

          S = f

          Perbesaran Sudut Anguler Lup Tanpa Akomodasi

          Perbesaran sudut anguler lup untuk mata tanpa akomodasi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          M = (Sn/f)

          Contoh Soal Perhitungan Jarak Benda Dengan Jarak Fokus Lup Tanpa Akomodasi

          Sebuah benda diletakkan di depan lup pada jarak 10 cm. Jika jarak titik fokus lup 10 cm, tentukanlah perbesaran sudut lup.

          Diketahui

          Sn= PP = titik dekat mata (25 cm untuk mata normal), dan

          S = letak objek di depan lup.

          S = 10 cm

          Rumus Mencari Pembesaran Lup Pada Mata Tanpa Akomodasi

          Karena S = f = 10 cm, maka mata akan melihat bayangan dengan menggunakan lup tanpa akomodasi. Dengan demikian, perbesaran sudut lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          M = Sn/f

          M = 25/10

          M = 2,5 kali

          Jadi perbesaran lup pada jarak benda sama jarak focus adalah 2,5 kali

          Contoh Soal Lainya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

          Alat Optik Kamera

          Kamera merupakan alat optik yang menyerupai mata yang mampu merekam gambar dari suatu objek berupa tempat atau peristiwa. Elemen-elemen dasar kamera adalah sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif).

          Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan film berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa.

          Film terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia yang sensitive terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan tersebut). Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyerupai lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film).

          Prinsip Kerja Kamera Film (bukan digital)

          Prinsip kerja kamera secara umum sebagai berikut. Objek yang hendak difoto harus berada di depan lensa. Ketika diafragma dibuka, cahaya yang melewati objek masuk melalui celah diafragma menuju lensa mata.

          Lensa mata akan membentuk bayangan benda. Supaya bayangan benda tepat jatuh pada film dengan jelas maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau menjauhi film.

          Mengeser-geser lensa pada kamera, seperti mengatur jarak fokus lensa pada mata (akomodasi).

          Contoh Soal Perhitungan Jarak Film Dan Lensa Kamera

          Panjang fokus lensa kamera adalah 50 mm dan kamera diatur untuk memotret benda yang jaraknya jauh. Jika ingin menggunakan kamera untuk memotret benda yang jaraknya 1,5 m dari kamera, maka tentukan jarak lensa dan film agar bayangan tetap terbentuk pada film tersebut.

          Diketahui:

          f = 50 mm

          S = 1,5m = 1500 mm

          Rumus Menghitung Jarak Antara Film Dan Lensa Kamera

          Jarak antara film dengan lensa kamera agar bayangan terbentuk pada film dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

          1/f = 1/S + 1/S’ atau

          1/S’ = 1/f – 1/S

          1/S’ = 1/50 – 1/1500

          1/S’ = 30/1500 – 1/1500

          1/S” = 29/1500

          S’ = 1500/29

          S’ = 51.72 mm

          Jadi, lensa dan film harus berjarak 51,72 mm agar bayangan terbentuk tepat pada film.

          Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

          Alat Optik Teleskop Atau Teropong

          Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk mjelihat objek-objek yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.

          Fungsi Teleskop Teropong

          Teleskop berfungsi sebagai alat yang mampu membawa bayangan benda yang terbentuk menjadi lebih dekat sehingga tampak benda lebih besar.

          Bagian Bagian Teleskop Teropong

          Teleskop terdiri atas dua lensa positif yaitu lensa objektif dan lensa okuler

          Lensa Objektif Teleskop Teropong

          Lensa positif yang dekat dengan benda disebut lensa objektif, yang berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda sejati dan terbalik.

          Lensa Okuler Teropog Teleskop

          Lensa yang dekat dengan mata disebut lensa mata atau lensa okuler yang berfungsi sebagai kaca pembesar sederhana untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.

          Letak benda sangat jauh sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif berada pada titik fokus lensa objektif, dan jarak bayangan sama dengan panjang fokus lensa objektif.

          Kekuatan Perbesaran Lensa Teleskop Teropong

          Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan seperti berikut:

          M = – fob/fok

          fok = jarak fokus lensa mata atau okuler, dan

          fob = jarak fokus lensa objektif.

          Jenis Jenis Teleskop Teropong

          Secara umum ada dua jenis teropong, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Perbedaan antara keduanya terletak pada objektifnya. Pada teropong bias, objektifnya menggunakan lensa, yakni lensa objektif, sedangkan pada teropong pantul objektifnya menggunakan cermin.

          Teleskop Pantul

          Dalam pengembangan selanjutnya, lensa objektif diganti dengan sebuah cermin cekung besar yang berfungsi sebagai pemantul cahaya. Teleskop ini disebut teleskop pantul.

          Bagian Bagia Teleskop Pantul

          Teleskop pantul terdiri atas satu cermin cekung besar, satu cermin datar kecil dan satu lensa cembung untuk mengamati benda.

          Teropong jenis pantul menggunakan cermin cekung besar sebagai objektif untuk memantulkan cahaya, cermin datar kecil yang diletakkan sedikit di depan titik fokus cermin cekung F, dan sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai okuler.

          Teleskop Hubble

          Teleskop Hubble pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 oleh NASA.  Teleskop Habble merupakan pengembangan sari teleskop pantul yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit.

          Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Perbesaran Teleskop Teropong

          Suatu teleskop mempunyai lensa objektif dengan panjang fokusnya 20 m. Jika panjang fokus lensa mata 5 cm maka hitunglah kekuatan perbesaran teleskop ini.

          Diketahui:

          fok= jarak fokus lensa mata atau okuler, dan

          fok= 5 cm

          fob = jarak fokus lensa objektif.

          fob = 20 m = 2000

          Rumus Menghitung Kekuatan Perbesaran Lensa Teleskop Teropong

          Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan seperti berikut:

          M = – fob/fok

          M = – 2000/5

          M = – 400

          Jadi perbesaran teleskop tersebut adalah 400 kali dan tanda negative menunjukkan bayangan terbalik.

          Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

          Teropong – Teleskop Bumi

          Teleskop – Teropong Bumi menggunakan tiga jenis lensa cembung yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa pembalik.

          Lensa pembalik berada di antara lensa objektif dan lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi untuk membalikan bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.

          Perbesaran Dan Panjang Teleskop Teropong Bumi

          Perbesaran teropong bumi untuk mata tanpa akomodasi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

          M = fob/fok

          Panjang teropong bumi untuk mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut

          d = fob + fok + 4fp

          fp = jarak fokus lensa pembalik.

          Contoh Soal Teleskop Teropong Bumi Menghitunga Jarak Antara Lensa Objektif Dan Lensa Okuler.

          Teropong bumi dengan jarak fokus lensa objektif  60 cm, jarak fokus lensa pembalik 7,5 cm, dan jarak fokus lensa okulernya 15 cm. Supaya mata melihat bayangan tanpa akomodasi, berapakah jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut

          Diketahui

          fob = 60 cm

          fok = 15 cm

          fp = 7,5 cm

          Rumus Menentukan Jarak Lensa Objektif Dan Lensa Okuler Teleskop Bumi

          Jarak antara lensa objektif dan lensa okuler pada teropong bumi dapat dihitung dengan rumus berikut

          d = fob + fok + 4fp

          d  = 60 + 15 + 4(7,5)

          d = 105 cm

          Jadi jarak antara lensa objektif dan lensa okuler adalah 105 cm

          Teleskop Galileo – Teropong Panggung

          Teropong panggung atau teropong Galileo atau teropong Belanda menggunakan sebuah lensa cembung sebagai objektif dan sebuah lensa cekung sebagai okuler.

          Lensa cekung berfungsi sebagai pembalik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif dan sekaligus sebagai lup.

          Sifat bayangan yang dibentuk maya, tegak, dan diperbesar daripada bayangan yang dibentuk lensa objektif.

          Perbesaran Dan Panjang Teleskop Galileo Teropong Pangung

          Perbesaran teropong Galileo untuk mata tanpa akomodasi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

          M = fob/fok

          Panjang teropong Galileo atau panggung untuk mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut

          d = fob + (-fok) atau

          d = fob – fok

          Oleh karena lensa okulernya adalah lensa cekung maka fok bertanda negatif.

          Contoh Soal Menentukan Jarak Fokus Lensa Okuler Teropong Panggung Galileo

          Sebuah teropong Galileo atau panggung dipakai untuk melihat bintang yang menghasilkan perbesaran 8 kali. Jarak lensa objektif dan okulernya 35 cm. Teropong tersebut digunakan dengan mata tanpa akomodasi. Tentukanlah jarak fokus lensa okuler teropong tersebut.

          Diketahui

          M = 8 kali

          d = 35 cm.

          fok = … (lensa cekung bertanda negatif)

          Rumus Menghitung Jarak Fokus Lensa Okuler Teleskop Teropong Galilea

          Jarak focus lensa okuler teropong panggung dapat dihitung dengan rumus berikut

          d = fob – fok

          Perlu mencari nilai jarak focus lensa objektif fob dahulu

          Rumus Menghitung Jarak Focus Lensa Objektif Teleskop

          Jarak focus lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

          M = fob/fok

          fob = M.fok

          fob = 8 fok

          Sehingga jarak focus lensa okuler adalah

          d = fob + fok

          d = 8 fok – fok

          d = 7fok

          fok = 35/7

          fok = – 5 cm (lensa cekung tanda negative)

          Dengan demikian, jarak fokus lensa okulernya adalah 5 cm.

          Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

          Alat Optik Mikroskop

          Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda- benda kecil agar tampak jelas dan besar. Mikroskop sering digunakan untuk mengamati sel darah, hewan bersel satu, amuba, mata serangga dan sebagainya.

          Objek yang akan diamati harus diletakkan di depan lensa objektif pada jarak antara fob dan 2fob sehingga bayangannya akan terbentuk pada jarak lebih besar dari 2fob di belakang lensa objektif dengan sifat nyata dan terbalik.

          Kemudian bayangan oleh lensa objektif diteruskan pada lensa okuler. Lensa okuler mikroskop bertindak sebagai lup berarti bayangannya adalah maya, tegak diperbesar.

          Agar bayangan pada lensa okuler dapat dilihat atau diamati oleh mata, bayangan ini harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya.

          Hal ini dapat terjadi jika bayangan pada lensa objektif jatuh pada jarak kurang dari fok dari lensa okuler. Bayangan akhir oleh mikroskop adalah maya, terbalik, diperbesar.

          Rumus Panjang Mikroskop – Jarak Antara Lensa Objektif Dan Lensa Okuler

          Panjang mikroskop atau jarak antara lensa objektif dan lensa okuler adalah penjumlahan jarak bayangan objektif ke lensa objektif dengan jarak bayangan objektif ke lensa okuler atau dapat dirumuskan seperti berikut:

          d = S’ob + Sok

          d = panjang mikroskop,

          S’ob = jarak bayangan lensa objektif ke lensa objektif, dan

          Sok = jarak bayangan objektif ke lensa okuler.

          Rumus Perbesaran Sudut Total Mikroskop

          Perbesaran total yang dihasilkan oleh sebuah mikroskop merupakan perkalian antara perbesaran dari lensa objektif dan perbesaran dari lensa okuler. Perbesaran mikroskop dirumuskan seperti berikut

          M = Mob x Mok

          M = perbesaran total yang dihasilkan mikroskop,

          Mob = perbesaran yang dihasilkan lensa objektif, dan

          Mok = perbesaran sudut yang dihasilkan lensa okuler.

          Perbesaran Anguler Lensa Okuler Mikroskop Tanpa Akomodasi

          Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler mikroskop mirip dengan perbesaran sudut lup yaitu untuk pengamatan tanpa akomodasi dan dirumuskan seperti berikut

          Mok = Sn/fok

          fok = panjang fokus lensa okuler.

          Rumus Perbesaran Anguler Lensa Okuler Mikroskop Dengan Akomodasi

          Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler mikroskop dengan mata yang terakomodasi dirumuskan seperti berikut

          Mok = (Sn/fok) + 1

          Rumus Perbesaran Anguler Lensa Objektif Mikroskop

          Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa objektif mikroskop dapat dirumuskan seperti berikut

          Mob = S’ob/Sob

          Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Mikroskop Pengamatan Tanpa Akomodasi

          Sebuah mikroskop memiliki jarak fokus lensa objektif dan lensa okuler masing masing 20 mm dan 10 cm. Sebuah benda ditempatkan 22 mm di depan lensa objektif. Tentukan perbesaran mikroskop pada pengamatan: (a) tanpa akomodasi, (b) berakomodasi maksimum, dan (c) berakomodasi pada jarak 50 cm.

          Diketahui:

          fob = 20 mm

          fok = 10 cm

          Sob = 22 mm

          Sn = 25 cm (jarak baca normal)

          Untuk dapat menentukan perbesaran mikroskop harus dihitung dahulu jarak bayangan lensa objektif dan lensa okuler.

          Rumus Menentukan Perbesaran Mikroskop Mata Tanpa Akomodasi

          Perbesaran total mikroskop tanpa berakomodasi dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

          M = Mob x Mok

          Mok = Sn/fok

          Mob = S’ob/Sob

          dari rumusnya diketahui bahwa untuk dapat menentukan perbesaran mikroskop harus dihitung dahulu jarak bayangan dan perbesaran oleh lensa objektif dan okuler.

          Rumus Menentukan Jarak Bayangan Dan Perbesaran Oleh Lensa Objektif

          Jarak bayangan yang ditimbulkan oleh lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

          1/S’ob = 1/fob – 1/Sob

          1/S’ob = 1/20 – 1/22

          1/S’ob = 11/220 – 10/220

          1/S’ob = 1/220

          S’ob = 220

          Jadi diperoleh Sob = 220 mm. Dengan demikian, perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif adalah

          Rumus Perhitungan Perbesaran Oleh Lensa Objektif

          Perbesaran oleh lensa objetif

          Mob = S’ob/Sob

          Mob = 220/22

           Mob = 10 kali

          Rumus Menentukan Jarak Bayangan Dan Perbesaran Oleh Lensa Okuler

          Jarak bayangan yang ditimbulkan oleh lensa okuler adalah

          S’ = Sn

          Rumus Perhitungan Perbesaran Oleh Lensa Okuler Tanpa Akomodasi

          Perbesaran oleh lensa okuler tanpa akomodasi dihitung dengan rumus berikut

          Mok = Sn/fok

          Mok = 25/10

          Mok = 2,5 kali

          Rumus Perbesaran Total Mikroskop Pada Mata Tanpa Akomodasi

          Perbesaran total mikrokop untuk mata tanpa akomodasi adalah

          M = Mob x Mok

          M = 10 x 2,5

          M = 25 kali

          Jadi perbesaran mikroskop adalah 25 kali

          Contoh Contoh Soal Perhtiungan Alat Optik

          1). Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Anguler Lup Pada Mata Tanpa Akomodasi

          Berapakah perbesaran anguler lup yang memiliki fokus 5 cm dengan mata tak berakomodasi

          Diketahui:

          f = 8 cm

          Sn = PP = Punctum Proximum

          Sn = 25 cm

          M = …

          Rumus Menentukan Perbesaran Anguler Lup Tanpa Akomodasi

          Perbesaran anguler lup tanpa akomodasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

          M = Sn/f

          M = 25/5

          M = 5 kali

          Jadi perbesaran lup tanpa akomodasi adalah 5 kali

          2). Contoh Soal Perhitungan Jarak Benda Dari Lup Dengan Mata Berakomodasi Maksimum

          Sesorang yang memiliki mata normal menggunakan lup yang berkekuatan 25 dioptri. Tentukan jarak benda ke lup dan perbesaran angulernya jika pemgamatannya dengan mata berakomodasi maksimum,

          Diketahui

          P = 25 dioptri

          S = – Sn = – 25 cm

          Rumus Perhitungan Jarak Benda Dari Lup Berakomodasi Maksimum

          Rumus jarak benda dari lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          1/f = 1/S + 1/S

          Perlu menentukan jarak focus f terlebih dahulu

          Rumus Menentukan Jarak Fokus Lup

          Jarak focus lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          P = 1/f ( f dalam m) atau

          P = 100/f (f dalam cm) sehingga jarak focus

          f = 100/25

          f = 4 cm

          Rumus Menentukan Jarak Benda Dari Lup

          Jarak benda dari lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah

          1/f = 1/S + 1/S

          1/S = 1/f – 1/S

          1/S = 1/4 – 1/(-25)

          1/S = 25/100 + 4/100

          1/S = 29/100

          S = 100/29

          S = 3,45 cm

          Jadi jarak benda dari lup adalah 3,45 cm

          3). Contoh Soal Perhitungan Panjang Bayangan Benda Dengan Lup Tanpa Akomodasi

          Sebuah lup berfokus 10 cm digunakan untuk mengamati benda yang panjangnya 1 mm. Tentukan panjang bayangan benda apabila mata tak berakomodasi

          Diketahui :

          f = 10 cm,

          h = 1 mm = 0,1 cm

          Rumus Menentukan Panjang Bayangan Benda Dengan Lup Tanpa Akomodasi

          Panjang bayangan benda yang diamati oleh lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          h’ = M x h

          perlu mencari perbesaran lup M dahulu

          Menentukan Perbesaran Anguler Lup Tanpa Akomodasi

          Perbesaran anguler lup tanpa akomodasi dapat rumuskan dengan persamaan berikut

          M = 25/f

          M = 25/10

          M= 2,5 kali

          Sehingga Panjang bayangan benda adalah

          h’ = 2,5 x 0,1 cm

          h’ = 0,25 cm atau

          h’ = 2,5 mm

          jadi bayangan benda adalah 2,5 mm

          4). Contoh Soal Menentukan Panjang Bayangan Benda Pada Lup Dengan Mata Berakomodasi Maksimum

          Seorang siswa sedang mengamati benda yang panjangnya 5 mm dengan menggunakan sebuah lup berfokus 5 cm Tentukan panjang bayangan benda apabila mata berakomodasi maksumum

          Diketahui

          f = 5 cm

          h = 5 mm = 0,5 cm

          Rumus Menentukan Panjang Bayangan Benda Pada Lup Mata Berakomodasi Maksimum

          Panjang bayangan benda yang diamati oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          h’ = M x h

          perlu mencari nilai M dahulu

          Rumus Menentukan Perbesaran Anguler Lup Mata Berakomodasi Maksimum

          Perbesaran anguler lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dirumuskan dengan persaaan berikut

          M = 25/f + 1

          M = 25/5 + 1

          M = 6 kali

          Sehingga Panjang bayangan benda oleh lup adalah

          M = 6 x 2,5

          M = 15 mm

          jadi Panjang bayangan benda oleh lup adalah 15 mm

          5). Contoh Soal Perhitungan Geser Lensa Kamera Agar Fokus Bayangan Benda

          Jarak fokus lensa sebuah kamera adalah 60 mm. Kamera tersebut diatur untuk memfokuskan bayangan benda pada jauh tak terhingga. Berapa jauh lensa kamera harus digeser agar dapat memfokuskan bayangan benda yang terletak pada jarak 1,8 m

          Dikehaui:

          S = 1,8 m = 1800 mm

          S’ = f = 60 mm kondisi mula mula

          S’ = …. kondisi untuk 1,8 m

          Rumus Menghitung Jarak Lensa Kamera Agar Bayangan Benda Fokus

          Ketika digunakan untuk memfokuskan benda yang letaknya jauh di tak terhingga, bayangan benda tersebut akan tepat berada di titik fokus lensa. Dengan kata lain, S’ = f = 60 mm.

          Namun ketika jarak benda ke lensa, S = 1,8 = 1800  mm, maka jarak bayangannya berubah dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

          1/f = 1/S + 1/S’

          1/S’ = 1/f – 1/S

          1/S’ = 1/60 – 1/1800

          1/S’ = 30/1800 – 1/1800

          1/S’ = 19/1800

          S’ = 1800/29

          S’ = 62,07mm

          Jarak bayangan dari lensa adalah 62,07 mm sehingga agar bayangan focus maka lensa harus digeser sejauh:

          62,07 mm – 60 mm = 2,07 mm.

          Jadi lensa harus digeser sejauh 2,07 mm

          6). Contoh Soal Teleskop Teropong Menentukan Kekuatan Perbesaran Dari Kekuatan Daya Lensa Objetif Dioptri.

          Suatu teleskop mempunyai lensa objektif dengan kekuatan daya lensa 0,025 D (dioptri). Jika panjang fokus lensa mata 20 cm maka hitunglah kekuatan perbesaran teleskop ini.

          Diketahui:

          Daya lensa objektif P = 0,025 dioptri

          fok = 20 cm

          Rumus Menghitung Perbesaran Teleskop

          Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

          M = – fob/fok

          harus mencari nilai jarak focus lensa objektif dahulu fo

          Rumus Menentukan Jarak Fokus Lensa Objektif Teleskop Teropong

          Jarak focus lensa objektif teleskop dapat dinyatakan dengan rumus berikut

          P = 1/fob  (fob dalam m)

          fob = 1/P

          fob = 1/0,025

          fob = 40 m = 4000 cm

          Sehiingga perbesaran teleskopnya adalah

          M = 4000/20

          M = -200 kali

          Jadi perbesaran teleskop M adalah 200 kali

          Hal yang perlu diperhatikan dalam hal teleskop astronomis adalah kekuatan pengumpulan cahayanya bukan pada kekuatan perbesaran teleskop. Hal ini disebabkan semakin besar objektifnya maka akan semakin terang bayangannya.

          7). Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Dan Panjang Teleskop Teropong Bintang

          Sebuah teropong bintang memiliki lensa objektif dengan jarak fokus 120 cm dan lensa okuler dengan jarak fokus 40 cm. Teropong bintang tersebut dipakai untuk melihat benda-benda langit dengan mata tak berakomodasi. Tentukanlah

          a). Perbesaran teropong – teleskop

          b). Ranjang teropong – teleskop

          Diketahui:

          fok= 40 cm

          fob = 120 cm

          Rumus Menghitung Perbesaran Teleskop Bintang

          Perbesaran dari teropong bintang dapat dihitung dengan rumus berikut

          M = – fob/fok

          M = – 120/40

          M = 3 kali

          Rumus Perhitungan Panjang Teropong Bintang

          Panjang teropong untuk mata tak berakomodasi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

          d = fob + fok

          d = 120 + 40

          d = 160 cm

          Jadi Panjang teropong teleskop bintang adalah 160 cm

          8). Contoh Soal Perhitungan Panjang Teleskop Galileo

          Sebuah teleskop Galileo memiliki perbesaran anguler 15 kali dan memiliki jarqak fokus objeltif 150 cm. Teleskop digunakan untuk menyelidiki sebuah benda langit. Hitunglah Panjang teleskop Galilei tersebut.

          Diketahui:

          fob = 160 cm

          M = 16 kali

          Rumus Menghitung Jarak Focus Lensa Okuler Teleskop Galileo

          Jarak focus lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

          M = fob/fok

          fok =fob/M.

          fok  = 150/15

          fok = -10 cm

          Lensa okuler Teleskop Galileo merupakan lensa cekung sehingg jarak fokusnya bertanda negative.

          Menentukan Panjang Teleskop Galileo

          Panjang teleskop Galileo dapat dirumuskan dengan menggunakan rumus berikut:

          d = fob + fok

          d = 150 + (-10)

          d = 140 cm

          Jadi panjag teleskop Galileo adalah 140 cm

          Daftar Pustaka:

          1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
          2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
          3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
          4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
          5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
          6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
          7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          8. Ringkasan Rangkuman: Alat optik adalah alat bantu penglihatan yang berguna untuk mengamati benda-benda yang tidak jelas dilihat oleh mata.
          9. Alat optik antara lain mata, kamera, lup, mikroskop dan teleskop.
          10. Lup adalah alat optik yang hanya mempunyai satu lensa. Lup digunakan untuk melihat benda yang kecil agar tampak lebih besar.
          11. Kamera adalah alat yang digunakan untuk merekam gambar. Kamera terdiri atas kamera dengan menggunakan film dan tidak menggunakan film.
          12. Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda yang sangat kecil pada jarak yang sangat dekat.
          13. Lensa objektif adalah lensa yang berada terdekat dengan benda.
          14. Lensa okuler adalah lensa yang berada terdekat dengan mata.
          15. Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat bendabenda besar yang letaknya sangat jauh.
          16. Jenis Alat Optik: Pengertian Fungsi Lup Kamera Mikroskop Teleskop Kacamata Contoh Soal Rumus Perhitungan Lensa Objektif Okuler Perbesaran Jarak Fokus,

           

          Pameran Seni: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Apresiasi Aktif Pasif Unsur Persyaratan Perlengkapan Penyelenggaraan Laporan

          Pengertian Pameran Seni: Pameran adalah aktivitas yang dilakukan oleh seniman untuk menyampaikan hasil perwujudan dari ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni.

          Pada kegiatan pameran diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.

          Tujuan dan Manfaat Pameran Karya Seni

          Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya adalah tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.

          Tujuan Sosial Pameran Karya Seni

          Tujuan sosial berarti kegiatan pameran baik skala luas di masyarakat maupun skala terbatas di kalangan tertentu yang dipergunakan untuk kepentingan sosial.

          Hasil penjualan karya seni yang dipamerkan disumbangkan kepada pihak piha yang membutuhkan bantuan dana seperti yayasan yatim piatu, pendidikan anak cacat, dan membantu orang yang membutuhkan bantuan lainnya.

          Tujuan Komersial Pameran Karya Seni

          Tujuan komersial pameran adalah kegiatan pameran seni yang berorientasi untuk menghasilkan profit atau keuntungan baik bagi seniman maupan untuk penyelenggara pameran.

          Dengan kegiatan pameran, seniman dapat menjual karyanya kepada masyarakat atau apresiator dan kolektor karya seni. Sedangkan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran

          Tujuan Kemanusiaan Pameran

          Tujuan kemanusiaan pameran adalah untuk kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, dan pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat.

          Manfaat Penyelengaraan Pameran

          Penyelenggaraan pameran memiliki manfaat di antaranya adalah

          1).  Menumbuhkan dan menambah kemampuan masyarakat secara umum dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain;

          2). Menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif;

          3). Membangkitkan motivasi dalam berkarya seni; dan

          4). Sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat luas

          Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

          Fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara seniman sebagai pencipta seni dengan apresiator sebagai pengamat seni dan masyarakat pada umumnya.

          Pameran seni rupa pada hakekatnya dapat menumbuhkembangkan apresiasi seni pada masyarakat dan sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat.

          Fungsi pameran dibagi menjadi empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

          Fungsi Apresiasi Pameran Karya Seni

          Fungsi apresiasi merupakan kegiatan untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap hasil karya seni.

          Kegiatan pameran dapat menumbuhkan sikap menghargai dari para pengamat atau apresiator terhadap suatu karya seni.

          Pameran karya dapat melahirkan dua apresiasi yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

          • Apresiasi Aktif Pameran Seni Rupa

          Apresiasi aktif merupakan sikap yang timbul pada seniman seteleh menyaksikan pameran termotivasi terdorong untuk mencipa karya seni.

          • Apresiasi Pasif Pameran Seni Rupa

          Apresiasi pasif meruakan sikap terjadi pada orang awam setelah menyaksikan pameran umumnya dapat menghayati, memahami dan menilai serta menghargai karya seni.

          Fungsi Edukasi Pameran Karya Seni

          Fungsi edukasi atau Pendidikan merupakan kegiatan pameran karya seni yang dapat memberikan nilai- nilai yang bersifat pembelajaran terhadap masyarakat terutama apresiator, seperti nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya.

          Pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

          Fungsi Rekreasi Pameran Karya Seni

          Fungsi rekreasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan spiritual terutama hiburan terhadap masyarakat.

          Melalui pameran karya seni, para apresiator menjadi senang, tenang dan memberikan pencerahan. Menyaksikan sebuah pameran karya akan memperoleh fungsi seni lain yaitu katarsis atau pengobat jiwa.

          Fungsi Prestasi Pameran Karya Seni

          Fungsi prestasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan penilaian atas kemampuan para seniman. Kemampuan para seniman dapat disaksikan dinilai dari bentuk-bentuk kreasi yang ditampilkan.

          Apresiator dapat memberi penilaian terhadap seniman yang menciptakan karya seni kreatif atau kurang kreatif.

          Jenis Pameran Karya Seni Rupa

          Pemeran dapat dibagi menjadi beberapa jenis pameran yaitu Pameran Tetap (Permanent Exhibition), Pameran Temporer (Temporary Exhibition), dan Pameran Keliling (Traveling Exhibition)

          Pameran Tetap Karya Seni Rupa Permanent Exhibition

          Pameran tetap seni rupa dilakukan oleh lembaga profesional atau pemerintah seperti pameran untuk menyajikan karya- karya koleksi oleh galeri, museum, dan sebagainya. Waktu penyelenggarannya dilakukan secara periodik misalnya satu tahun sekali.

          Pameran Temporer Karya Seni Rupa, Temporary Exhibition

          Pameran temporer dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara dan pihak- pihak terkait lainnya. Adapun Pola Pameran Temporer adalah:

          a). Pameran Tunggal – Pameran Bersama Karya Seni Rupa

          Pameran tunggal merupakan pameran yang dilakukan perorangan dengan menampilkan karya seni sendiri.

          Pameran Bersama merupakan pameran dengan materi yang dipamerkan  adalah karya- karya seni lebih dari satu seniman.

          Biaya pameran Bersama ditanggung secara Bersama oleh seniman yang ikut dalam pameran. Pelaksanaan pameran dapat dilakukan antara 1 sampai 3 minggu.

          b). Pameran Kerja Sama Karya Seni Rupa

          Pameran kerja sama merupakan pameran yang  dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara dua pihak atau lebih.

          Kegiatan kerja sama dapat dilakukan antar lembaga pemerintah, antarlembaga pemerintah dengan swasta, atau pihak pemerintah dengan negara lain.

          Pihak yang dapat melaukan kerjasama dapat berupa lembaga/ organisasi kebudayaan/ kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Pusat Kebudayaan negara sahabat.

          Waktu penyelenggaraan pameran kerja sama ini umumnya dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 bulan. Biaya penyelenggaraan pameran ditanggung bersama.

          c). Pameran Khusus Karya Seni Rupa

          Pameran khusus merupakan pameran yang biaya peleksanaannya ditanggung oleh lembaga tertentu misalnya oleh Galeri Nasional Indonesia, museum dan lembaga lain.

          Adapun karya seni yang dipamerkan dapat merupakan koleksi lembaga tersebut atau milik seniman atau kolektor lainnya. Waktu penyelenggaraan pameran khusus dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali dalam setahun.

          Pameran Keliling Karya Seni Rupa, Traveling Exhibition,

          Pameran keliling merupakan pameran yang dilakukan dengan cara menampilkan karya- karya seni dari satu tempat ke tempat lain atau berpindah pindah tempat.

          Karya seni yang dipamerkan adalah karya seni yang menjadi koleksi lembaga profesional atau pemerintah seperti Galeri Nasional Indonesia, musium, maupun karya seniman di luar instansi tersebut ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri.

          Kegiatan ini merupakan kerjasama antar berbagai pihak. Waktu penyelenggaraan pameran minimal berlangsung selama 10 hari.

          Unsur-Unsur Persyaratan Perlengkapan Pameran Karya Seni rupa

          Penyelenggaraan pameran memerlukan beberapa persyaratan dan perlengkapan yaitu sarana dan prasarana seperti: materi, ruangan, waktu, peserta, panitia, curator, peralatan pendukung.

          Materi Pameran Karya Seni Rupa

          Materi pameran adalah karya seni yang akan dipertunjukan atau dipamerkan seperti gambar, lukisan, patung, kriya, seni grafis, seni tapestri dan seni instalasi atau hasil karya seni lainnya.

          Menurut wujudnya karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi.

          Menurut jenisnya, karya yang dapat dipamerkan dapat berupa karya seni murni seperti patung, lukisan, seni grafis dan karya seni terapan seperti seni kerajinan, desain, dll.

          Ruang Tempat Pameran Karya Seni Rupa

          Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

          • Galeri Pameran Seni

          Galeri merupakan gedung atau ruangan tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.

          • Museum Pameran Seni

          Museum merupakan tempat menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berasal dari berbagai kurun waktu. Biasanya memiliki ruangan untuk dipakai tempat kegiatan seni.

          • Sanggar Pameran Seni

          Sanggar:tempat berlatih atau berkarya seni dan sekaligus sebagai tempat menggelar dan memajang karya.

          • Hotel Pameran Seni

          Hotel merupakan tempat kegiatan umum yang memiliki fasilitas tertentu, termasuk ruangan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk pameran.

          • Gedung Kesenian

          Gedung kesenian merupakan tempat khusus untuk kegiatan-kegiatan kesenian.

          • Gedung Sekolah Pendidikan Dan Lainnya

          Sekolah dapat digunakan untuk pameran baik dikelas atau ruang kesenian atau aula dan tempat yang disiapkan secara khusus untuk pameran.

          Waktu Pameran Karya Seni Rupa

          Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

          Peserta Pameran Karya Seni Rupa

          Peserta yang ikut dalam pameran akan memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat terutama kalangan masyarakat yang menggemari karya- karya yang dibuat oleh seniman tertentu.

          Panitia Pameran Karya Seni Rupa

          Pelaksanaan pameran memerlukan sejumlah orang yang terkoordianasi secara baik. Kegiatan pameran akan lebih mudah dilaksanakan jika dibentuk kepanitiaan atau diselenggarakan khusus oleh even organiser.

          Kurator Pameran Karya Seni Rupa

          Kurator merupakan orang yang tugasnya memelihara, mengoleksi, menyeleksi dan menyajikan berbagai karya atau artefak seni.

          Namun dalam perkembangannya tugas kurator menjadi lebih luas fungsinya yaitu sebagai perancang, menentukan tema, memilih seniman dan karya, memberikan pengantar pemaknaan bagi karya yang dipamerkan dan lainnya.

          Alat Penunjang Pameran Karya Seni Rupa

          • Panel Pameran Seni Rupa

          Panel adalah Papan peraga berbentuk persegi panjang terbuat dari lembaran papan, logam, atau bahan lain digunakan untuk menempelkan foto, gambar, dan teks.

          • Standar Display Pameran Seni Rupa

          Standar display adalah penopang untuk menyimpan benda tiga dimensi yang berbentuk kotak atau kubus, terbuat dari papan atau lembaran lain.

          • Katalog Pameran Seni Rupa

          Katalog adalah  buku yang berisikan nama pelukis, lukisan dan informasi lainnya yang ingin disampaikan secara teratur, berurutan dan alfabetis.

          • Alat lain Pameran Seni Rupa

          Beberapa alat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran seni adalah lampu, undangan, dan fasilitas gedung lainnya.

          Contoh Pameran Karya Seni Rupa

          Pameran Seni Rupa: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Unsur Perencanaan Pelaksanaan
          Gambar Contoh Pameran Seni Rupa Manfaat Jenis Tujuan

          Perencanaan Pameran Seni Rupa

          Perencanaan yang sistematis sebuah pameran bertujuan agar pameran berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapum  tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa adalah menentukan tujuan, Menyusun panitia, menentukan waktu dan tampat, Menyusun kegiatan, membuat proposal.

          1). Menentukan Tujuan Pameran Seni Rupa

          Langkah awal dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran tersebut.

          2). Menentukan Tema Pameran Seni Rupa

          Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran ditentukan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan.

          3). Menyusun Kepanitiaan

          Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksi- seksi.

          • Ketua Panitia Pameran

          Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.

          Ketua harus  memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi garapannya.

          Ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

          • Wakil Ketua Panitia Pameran

          Wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan.

          Wakil ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

          • Sekretaris Panitia Pameran

          Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Mengurus surat perizinan kegiatan.

          Sekretaris juga bertugas mengarsipkan surat-surat penting pelaksanaan dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur.

          Sekretaris bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

          • Bendahara Panitia Pameran

          Bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran.

          Bendahara harus menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.

          Bendahara harus  memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros.

          • Seksi Kesekretariatan Panitia Pameran

          Seksi Kesekretariatan bertugas membantu sekretaris dalam membuat dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

          • Seksi Usaha Panitia Pameran

          Seksi usaha bertugas membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran.

          Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan tersebut.

          • Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pameran

          Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat- surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.

          • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang Panitia Pameran

          Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran, mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

          • Seksi Stand Panitia Pameran

          Seksi stand atau petugas stand bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur, mengarahkan pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran.

          Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

          • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya Penitia Pameran

          Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan.

          Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

          • Seksi Perlengkapan Panitia Pameran

          Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan seperti alat dan fasilitas lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran.

          Seksi perlengkapan bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

          • Seksi Keamanan Panitia Pemeran

          Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

          • Seksi Konsumsi

          Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

          Seksi konsumsi bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

          4). Menentukan Waktu dan Tempat Pameran Seni Rupa

          Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

          Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

          5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Seni Rupa

          Agenda kegiatan merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran.

          Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu umumya dalam bulan, minggu dan tanggal.

          6). Menyusun Proposal Kegiatan Pameran Seni Rupa

          Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Proposal  digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak(sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran.

          Proposal berisi latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

          Penyelenggaraan Pameran Karya Seni Rupa

          Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan.

          1). Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Seni Rupa

          Pelaksanaan pameran merupakan kegiatan utama dari rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran.

          Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

          2). Penataan Ruang Pameran Seni Rupa

          Panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi.

          3). Evaluasi Pelaksanaan Pameran Seni Rupa

          Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara perencannaan dengan actual pelaksanaan dari semua aspek yang sudah direncanakan.

          4). Laporan Kegiatan Pameran Seni Rupa

          Laporan kegiatan pameran merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan.

          Secara singkat, isi laporan pertanggungjawaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut: Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Manfaat, Susunan Kepanitiaan, Materi Pameran, Waktu dan Tempat Penyelenggaraan, Pemasukan dan Pengeluaran Dana, Kesan dan Pesan Pengunjung, Hambatan dan Kendala, Penutup

          Daftar Pustaka:

          1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
          2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
          3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
          4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
          5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
          6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
          7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
          8. Sachari. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
          9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
          1. Rangkuman Ringkasan: Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan maupun kelompok untuk menyampaikan ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.
          2. Fungsi pameran terdiri empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.
          3. Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya: tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.
          4. Menurut jenisnya, penyelenggaraan pameran seni rupa dibagi menjadi Pameran Tetap, Pameran Temporer (yang termasuk jenis pameran ini adalah pameran tunggal/bersama, pameran kerjasama, dan pameran khusus) dan Pameran Keliling
          5. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pameran di antaranya: 1) karya seni yang akan dipamerkan; 2) pihak panitia penyelenggara pameran; 3) pengunjung pameran; dan 4) tempat pameran.

          Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif, Tujuan Jenis Unsur Dasar Contoh Teknik Kering Basah

          Pengertian Gambar Ilustrasi: Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang artnya menjelaskan. Dalam bahasa Inggris adalah illustration yang artinya menghiasi dengan gambar- gambar.

          Sehingga Gambar Ilustrasi dapat didefiniskan sebagai gambar yang berfungsi untuk penghias dan membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, iklan, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.

          Menggambar ilustrasi adalah cara menggambar yang lebih mengutamakan fungsi gambar itu sendiri sebagai bahasa, untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hal atau keadaan. Menjelaskan berarti menguatkan apa yang akan dijelaskan, namun menjelaskan juga dapat berarti memberi keterangan agar lebih lengkap.

          Ilustrasi dapat juga didefinisikan sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

          Pengertian Gambar Ilustrasi Menurut Para Ahli

          Pengertian Ilustrasi Menurut Baldinger

          Menurut Baldinger ilustrasi adalah seni membuat gambar yang berfungsi untuk memperjelas dan menerangkan naskah.

          Pengertian Ilustrasi Menurut Jan D. White

          Menurut Jan D. White ilustrasi adalah sebuah tanda yang tampak di atas kertas, yang mampu mengkomunikasikan permasalahan tanpa menggunakan kata. Ilustrasi tersebut mampu menggambarkan suasana, seseorang, dan bahkan objek tertentu.

          Pengertian Ilustrasi Menurut Rohidi

          Menurut Rohidi gambar ilustrasi merupakan suatu gambar yang dibuat dengan elemen rupa yang bertujuan memperjelas, menerangkan dan memerindah sebuah teks, sehingga pembacanya ikut merasakan secara langsung tentang kesan dari isi cerita utamannya.

          Tokoh Dan Contoh Ilustrasi

          Seni ilustrasi modern Indonesia berkembang saat masa penjajahan Belanda sejak 1917, yang bekerja di Penerbit Balai Pustaka seperti Ardisoma, Abdul Salam, Kasidi, dan Nasroen.

          Ilustrator Pada masa pendudukan Jepang diantaranya Karjono, Norman Kamil, dan Soerono yang bekerja pada Majalah Asia Raya.

          Pada masa orde lama. dinatranya Oesman Effendi dan Abdul Salam.

          Pada masa orde baru di antaranya adalah Henk Ngantung, Delsy Syamsumar, G. M. Sidharta,Teguh Santoso, S. Prinka, MAN, dan Jan Mintaraga.

          Masing-masing illustrator memiliki ciri khas sendiri, baik tampilan gambar maupun tematema yang dibuat. Misalnya, Jan Mintaraga banyak menghasilkan cerita yang berlatar belakang tradisional, seperti kisah kisah pewayangan dan cerita klasik lainnya.

          Contoh ilustrasi adalah wayang beber. Wayang beber merupakan gambar wayang dua dimensi yang dibeber (dibentang), yang ceritanya dituturkan oleh dalang.

          Fungsi Ilustrasi

          Berdasarkan fungsinya, gambar ilustrasi dapat dikelompokan menjadi seperti berikut

          Fungsi Deskriptif Ilustrasi

          Fungsi deskripsi ilustrasi adalah sebuah atau atau beberapa gambar yang  menggantikan uraian sebuah teks atau cerita atau tulisan. Dengan menggunakan ilustrasi deskriptif, sebuah teks deskriptif yang Panjang dapat dilukiskan oleh gambar dengan lebih ringkas, menyenangkan sehingga  uraian lebih singkat dan mudah untuk dipahami.

          Gambar ilustrasi berfungsi menggantikan Sebagian kalimat atau  tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

          Fungsi Ekspresi Ilustrasi

          Fungsi Ekspresi ilustrasi adalah sebuah ilustrasi yang menunjukkan suatu perasaan, situasi, atau konsep yang abstrak dan kurang jelas di dalam sebuah teks agar menjadi lebih jelas , tepat sasaran, dan berbentuk konkret.

          Gambar ilustrasi berfungsi mengekspresikan rangkaian kalimat atau tulisas sebuah cerita atau konsep bacaan.

          Fungsi Analitis atau Sruktural Ilustrasi

          Fungsi Analitis atau Sruktural adalah ilustrasi yang menunjukkan gambar secara rinci dari sebuah teks sehingga dapat dianalisis dan dipahami dengan lebih cermat dan mudah.

          Gambar ilustrasi berfungsi menjelaskan secara detail kalimat atau tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

          Fungsi Kualitatif Ilustrasi

          Fungsi Kualitatif adalah gambar ilustrasi yang menunjukkan data- data statistik berupa grafik, diagram, tabel, foto untuk mempermudah pembaca dalam mencarmati data kualitatif yang didapatkan dari survey, observasi, eksperimen dan berbagai penelitian lainnya.

          Gambar ilustrasi berfungsi menerjemahkan data data kuantitaif menjadi suatu daftar, tabel, grafik, foto, gambar, sketsa, kartun, dan simbol.

          Tujuan Gambar Ilustrasi

          Beberapa tujuan penggunaan ilustrasi pada suatu tulisan teks atau bacaan adalah.

          1). Mempertegas dan memperjelas alur atau isi pesan atau informasi yang terkandung dalam sebuah teks sehingga mudah dipahami,

          2). Memberikan atau menambah nilai artistik atau keindahan atau hiasan atau variasi lain dari informasi yang ingin disampaikan, sehingga terasa lebih menarik dan menyenangkan.

          3). Memudahkan pemahaman terhadap informasi yang ingin disampaikan sehingga akan mudah untuk diingat

          4). Mengisi kekosongan ruangan yang terdapat dalam suatu layout (tata letak) suatu tulisan atau teks sehingga dapat menjelaskan dan menghiasi, tulisan, puisi atau informasi lainnya.

          5). Mendorong imajinasi pembaca akibat kesan yang dimiliki oleh informasi dalam teks

          6). Memberikan gambaran atau representasi informasi yang berisfat abstrak dan tidak dapat disampaikan dalam bentuk tulisan.

          Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

          Adapun yang menjadi dasar pembuatan gambar ilustrasi diantaranya adalah:

          1). Penguasaan Teknik Pembuatannya

          Gambar ilustrasi yang dihasilkan akan sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi diwujudkan dengan penguasaan Teknik menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara keahlian pembuat dengan gambar yang dihasilkannya.

          2). Pesan Yang Tercantum Di Dalamnya

          Gambar ilustrasi yang ditampilkan harus sesuai atau relevan atau menjadi satu kesatuan dengan isi cerita. Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita harus dapat divisualkan secara tepat melalui gambar.

          Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita.

          3). Gambar Ilutrasi Harus Mudah Dipahami

          Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis. Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan.

          Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya. Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca.

          Jenis – Jenis Gambar Ilustrasi

          Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya.

          1). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya

          Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya dapat dibedakan sebagai berikut.

          a). Corak Realistis Gambar Ilustrasi

          Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang diwujudkan menyerupai bentuk aslinya, secara natural sesuai dengan anatomi dan proporsinya.

          b). Corak Dekoratif Gambar Ilustrasi

          Corak dekoratif adalah gambar yang telah mengalami pengubahan corak atau bentuk, namun tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.

          c). Corak Karikaturis Gambar Ilustrasi    

          Corak karikaturis adalah suatu gambar ilustrasi yang memiliki bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat karakter aslinya.

          d). Corak Ekspresionis Gambar Ilustrasi

          Corak ekspresionis adalah gambar ilustrasi yang membentuk sebuah gambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud aslinya walaupun tidak tampak nyata.

          g). Corak Lowbrow Gambar Ilustrasi

          Ilustrasi lowbrow adalah ilustrasi yang digunakan untuk menamakan karya ilustrasi yang ingin berperan sebagai penghias atau decorative ornamen.

          Namun, isi lowbrow bukan hanya gubahan motif daun, hewan maupun manusia dan benda-benda aneh tidak beraturan saja melainkan juga karya yang berfungsi menghias dan menyindir (karikaturisme dan kartunisme).

          Low brow bersifat bebas dapat diisi dengan bentuk figur, dan huruf atau tipografi. Sebagian orang menyebutkan low brow merupakan perkembangan dari grafiti.

          2). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya

          Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya dapat dibedakan sebagai berikut.

          a). Gambar Ilustrasi Cerita

          Ilustrasi cerita adalah gambar ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring atau pelengkap dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat pada buku, majalah, surat kabar, dan tabloid.

          b). Gambar Ilustrasi Komik atau Cerita Bergambar

          Komik berasal dari kata comic yang berarti lucu atau jenaka. Dalam penyajiannya, komik terdiri dari rangkaian gambar yang satu dengan lainnya saling melengkapi dan mengandung suatu cerita atau disebut comic strip.

          Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang disusun secara berurutan dan terpadu sehingga menjadi  suatu rangkaian cerita bersambung.

          Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
          Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Komik Cerita Bergambar

          Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya- karya komik umumnya berupa cerita- cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.

          c). Gambar Ilustrasi Rubrik

          Ilustrasi rubrik adalah gambar ilustrasi yang berfungsi sebagai hiasan suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak.

          d). Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

          Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah adalah gambar ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya.

          Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
          Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

          e). Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

          Istilah Karikatur berasal dari kata bahasa Italia (caricature) yang mempunyai pesan melebih-lebihkan (lebay) dengan cara mengubah bentuk atau deformasi.

          Kartun atau Cartoon, dalam bahasa Itali cartoone yang berarti berarti kertas. Seniman menggambar skets gedung, permadani, ataupun mozaik di atas kertas. Gambar di atas kertas ini kemudian digayakan sesuai dengan minat seniman (kartunis).

          Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
          Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

          Ilutrasi karikatur dan kartun adalah gambar karikatur yang umumnya sarat dengan kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon.

          Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri penggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan.

          Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
          Pengertian Contoh Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah

          f). Gambar Ilustrasi Periklanan

          Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yang menghiasi iklan produk- produk tertentu. Iklan tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan.

          Tahapan Menggambar Ilustrasi

          Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk.

          Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar.

          Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan narasi.

          Untuk menghasilkan sebuah gambar ilustrasi yang baik, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator, yaitu sebagai berikut.

          1). Persiapan Bahan dan Alat Gambar Ilutrasi

          Sebelum menyiapkan bahan dan alat, sebaiknya tentukan dahulu jenis teknik yang akan digunakan, yaitu teknik basah atau teknik kering. Setelah itu, persiapkan alat dan bahannya.

          2). Gagasan atau Ide atau Tema Gambar Ilustrasi

          Sebelum menggambar ilustrasi, harus dipahami betul tuntutan atau pesan yang terkandung dalam teks cerita atau sejenisnya.

          Misalnya, ilustrasi cerpen tentang cerita rakyat Malin Kundang. Setelah membaca dengan saksama teks cerita dari awal hingga akhir, maka yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

          a). Memilih adegan yang paling menonjol atau dominan yang terdapat dalam suatu teks atau ceritanya.

          b). Menentukan atau membayangkan objek yang akan divisualkan dalam gambar. Misalnya, Malin Kundang dan ibunya, dengan latar belakang kapal besar dan beberapa orang anak buahnya.

          c). Memahami perwatakan tokoh- tokoh ceritanya, mana yang perlu ditampilkan dengan wajah jahat, congkak, kejam, dan lain-lain, dan mana yang ditampilkan sebagai orang yang sedih, prihatin, miskin, dan lain-lain. Penggambaran yang penuh ekspresi akan memberikan kesan gambar lebih memikat.

          3). Membuat Sketsa Gambar Ilustrasi

          Sketsa adalah seni lukis yang belum sempurna. Seni lukis yang hanya terdiri dari goresan dan kekuatan warna yang tidak seimbang dengan pernyataan ideologinya.

          Sketsa kadang juga dinamakan seni lukis jika memanfaatkan teknik cat minyak dan terdiri atas goresan warna.

          Proses pengerjaan gambar ilustrasi diawali dengan membuat sketsa dengan menggunakan pensil. Sketsa umumya dibuat secara sederhana. Penekanan pensil tidak perlu terlalu tegas.

          Perlu diperhatikan pula unsur-unsur keseimbangan, komposisi, perspektif, dan lain-lain.

          3). Pewarnaan Gambar Ilustrasi

          Dalam pewarnaan gambar, baik dengan teknik hitamputih maupun pembagian warna, perlu diperhitungkan unsur-unsur yang merupakan efek dari kesan pencahayaan.

          Gambar yang menarik selalu dipengaruhi oleh kesan pencahayaan yang tepat. Artinya, mana yang mendapat kesan gelap dan mana yang terang, serta dapat menentukan dari mana sinar itu datang dan ke mana jatuhnya bayangan. Pewarnaan yang disertai penempatan bayangan yang baik dapat memberikan kesan tiga dimensi pada gambar tersebut.

          Bahan dan Alat Menggambar Ilustrasi

          Ilustrasi umumnya dibuat di atas kertas. Kertas yang baik untuk menggambar adalah yang memiliki permukaan halus dan berwarna putih dengan ketebalan cukup. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar maupun melukis.

          Namun pada umumnya peralatan yang digunakan, antara lain drawing pen, spidol dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.

          Pewarnaan ilustrasi bisa dibuat hitam-putih atau beragam warna. Media pewarna bermacam-macam, misalnya pensil warna, cat air, cat poster, krayon, dan lain-lain.

          Selain meng-gambar dengan cara manual, teknologi digital sekarang telah memungkinkan membuat gambar ilustrasi berikut pewarnaannya dengan menggunakan komputer.

          Teknik Menggambar Ilustrasi

          Menggambar ilustrasi dapat dilakukan dengan Teknik kering dan teknik basah.

          Alat dan bahan untuk menggambar ilustrasi dengan teknik kering seperti pensil, arang, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air.

          Sedangkan pada teknik basah media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik dan cat minyak yang menggunakan air atau minyak sebagai pengencer.

          1). Menggambar Ilustrasi Teknik Kering

          Menggambar ilustrasi dengan teknik kering yaitu cara menggambar yang tidak perlu menggunakan pengencer air atau minyak.

          Ilustrasi dibuat langsung pada bidang dua dimensi berupa kertas gambar kemudian dibuat sketsa untuk selanjutnya diberi aksen garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan.

          Beberapa contoh media kering dapat dijelaskan sebagai berikut:

          a). Pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi ukuran pensil 2B-6B.

          b). Arang yang digunakan untuk menggambar ilustrasi adalah yang terbuat dari bahan dasar kayu. Menggambar dengan arang akan meninggalkan debu pada kertas.

          c). Krayon atau pastel colour banyak ragam variasi warnanya, digunakan dalam menggambar ilustrasi yang menginginkan variasi pewarnaan.

          d). Charcoal berbentuk seperti pensil warna dengan lapisan kertas sebagai pembungkusnya. Charcoal memiliki warna tajam/jelas.

          e). Pulpen digunakan sebagai alat untuk menggambar ilustrasi dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya.

          2). Menggambar Ilustrasi Teknik Basah

          Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer.

          Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan.

          Unsur Utama Gambar Ilustrasi

          Di dalam gambar ilustrasi terdapat penggambaran bentuk objek tertentu yang menjadi pilihan utama.

          Pemilihan bentuk gambar tersebut tergantung tuntutan pada naskah atau teks. Objek gambar yang dipilih bisa dari unsur gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda.

          1). Gambar Ilustrasi  Manusia

          Agar dapat menggambar bentuk manusia dengan hasil yang baik dan memuaskan, perlu mempelajari dengan tekun unsur proporsi dan anatomi.

          – Proporsi artinya perbandingan ukuran pada bagian bagian tubuh manusia. Penggambaran proporsi disesuaikan dengan tingkat atau golongan usia, yaitu proporsi anak hingga dewasa. – – Anatomi merupakan bentuk dari bagian-bagian tubuh. Prinsip proporsi dan anatomi ini juga berlaku dalam menggambar makhluk hidup lainnya.

          2). Gambar Ilustrasi Binatang

          Proporsi dan bentuk tiap jenis binatang tentu berbeda. Misalnya, ada perbedaan antara kuda dan lembu, kambing, kerbau, singa, jerapah, dan sebagainya. Demikian pula dengan bentuk-bentuk binatang air dan binatang-binatang yang bersayap.

          3). Gambar Ilustrasi Tumbuhan

          Tumbuhan juga beragam jenisnya dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Pohon mangga mempunyai bentuk khas, lain dengan pohon jeruk atau nangka.

          Pohon kelapa mempunyai bentuk khas yang berbeda dengan pohon jati dan sebagainya. Perbedaan perbedaan itu, antara lain pada proporsi secara keseluruhan bentuk, bentuk cabang dan ranting, bentuk batang, dan bentuk helaian daun.

          4.) Gambar Ilustrasi Benda

          Terdapat beragam benda di sekitar kita, baik benda benda alam maupun benda-benda buatan manusia.

          Masing-masing benda pun memiliki karakter yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya, bentuk kain berbeda dengan kertas, permukaan kayu berbeda dengan kaca, dan lain-lain.

          Daftar Pustaka:

          1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
          2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
          3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
          4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
          5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
          6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
          7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
          8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
          9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
          10. Ringkasan Rangkuman: Gambar ilustrasi adalah gambar yang berfungsi sebagai penghiasan serta membantu memperjelas suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, koran, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.
          11. Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman prasejarah, dengan ditemukannya bukti berupa gambar-gambar pada dinding gua di daerah Sulawesi Selatan, Papua, dan Maluku.
          12. Fungsi gambar ilustrasi antara lain untuk memperjelas alur cerita, memperjelas pesan dalam promosi, menarik perhatian, dan menambah nilai artistic tampilan buku pelajaran.
          13. Dasar-dasar pembuatan gambar ilustrasi harus memperhatikan penguasaan teknik dalam pembuatannya, pesan yang tercantum di dalamnya, dan mudah dipahami.
          14. Jenis gambar ilustrasi jika ditinjau dari segi corak dan bentuk terdiri atas gambar bercorak realistis, dekoratif, karikaturis, dan ekspresionis.
          15. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya terdiri atas ilustrasi cerita, ilustrasi komik atau cerita bergambar, ilustrasi rubrik, ilustrasi sampul buku, karikatur dan kartun, serta ilustrasi periklanan.
          16. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator dalam menggambar ilustrasi, yaitu gagasan atau ide, sketsa, dan pewarnaan gambar.
          17. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar ilustrasi atau melukis. Peralatan yang digunakan, antara lain spidol, drawing pen dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.
          18. Unsur utama gambar ilustrasi adalah gambar manusia, gambar binatang, gambar tumbuhan, dan gambar benda.
          19. Menggambar dengan teknik kering ialah menggambar menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer.
          20. Langkah-langkah dalam menggambar ilustrasi yaitu menyiapkan bahan dan alat, menentukan tema, membuat sketsa, serta menggambar/mewarnai.
          21. Mengggambar dengan teknik basah ialah menggambar menggunakan media cat, tinta, atau media lain yang memerlukan pengencer.
          22. Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Tujuan Tokoh Jenis Unsur Dasar Contoh Tahap Buat Teknik Kering Basah,
          23. Fungsi Ilustrasi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif,
          24. Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
          25. Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
          26. Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,

          Dasar Negara: Pengertian Fungsi Jenis Ciri Nilai Asas Ideologi Pancasila Contoh Soal 8

          Pengertian Dasar Negara: Dasar negara adalah pedoman dasar dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam berbagai bidang kehidupan.

          Dasar negara merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

          Dalam bahasa Belanda istilah dasar negara disebut dengan philosophiesche grondslag yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat.

          Dalam Bahasa Jerman istilah dasar negara disebut dengan weltanschauung yang artinya pandangan mendasar tentang dunia.

          Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.

          Di Indonesia, istilah dasar negara diterjemahkan sebagai ideologi. Sedangkan dalam Ensiklopedia Indonesia, kata dasar memiliki arti “asal yang pertama”. Sehingga jika dikaitkan dengan kata negara, maka menjadi dasar negara yang bermakna suatu ajaran/pedoman untuk mengatur kehidupan dalam konteks penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan.

          Pengertian Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ideologi mempunyai tiga arti.

          Arti Pertama Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

          Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

          Arti Kedua Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

          Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

          Arti Ketiga Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ,

          Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

          Ideologi adalah nilai-nilai dasar (hasil konsensus) yang ingin diwujudkan di dalam negara yang bersangkutan. Ideologi selalu berupa gagasan- gagasan yang memiliki sifat- sifat pokok.

          Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

          Berikut adalah definisi ideologi menurut para ahli :

          Pengertian Ideologi Menurut Karl Marx

          Menurut Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

          Pengertian Ideologi Menurut Menurut Machiavelli

          Menurut Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

          Pengertian Ideologi Menurut Menurut Descartes

          Menurut Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.

          Pengertian Ideologi Menurut Menurut Francis Bacon

          Menurut Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa (paduan berbagai pengertian agar semuanya menjadi selaras, cara mencari hukum yang umum dari hukum-hukum yang khusus) pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.

          Pengertian Ideologi Menurut Menurut Dr. Hafidh Shaleh

          Menurut Dr. Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang memiliki ide konsepsi rasional, yang terdiri dari akidah dan solusi terhadap seluruh permasalaham kehidupan manusia.

          Pemikiran tersebut harus didukung dengan adanya metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.

          Fungsi Dasar Negara

          Beberapa fungsi ideologi atau dasar negara diantaranya adalah:.

          1). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Berdirinya  Kedaulatan Negara.

          Setiap negara yang akan berdiri dan berdaulat harus memenuhi persyaratan konstitutif dan persyaratan deklaratif. Salah satu pernyataan mendasar yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah dasar negara.

          2). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Kegiatan Penyelenggaraan Negara.

          Para penyelenggara negara di dalam mewujudkan segala cita-cita dan tujuan nasional harus berdasarkan pada dasar negara, yaitu di dalam melaksanakan segala kegiatan ketatanegaraan.

          3). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar dan Sumber Hukum Negara.

          Kedudukan dasar negara dalam suatu negara merupakan suatu norma dasar bagi negara yang besangkutan.

          Dasar negara menjadi sumber bagi undang undang negara serta norma tertinggi dalam suatu negara sehingga semua kegiatan negara harus berdasarkan pada hukum yang berlaku.

          4) Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hubungan Antarwarga Negara.

          Semua aktivitas warga negara harus didasarkan pada dasar negara. Sehingga kebebasan individu tidak merusak semangat kerja sama antara warga danbegitu pula sebaliknya, kerja sama antarwarga tidak merusak kebebasan individu.

          5). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hak Kewajiban Warga Negara.

          Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mempertahankan negara dan berpartisipasi dalam upaya bersama mencapai tujuan bangsa.

          6). Fungsi Idelogi Sebagai Dasar Sikap Bangsa Berpolitik

          Dasar negara menjadi arah sikap dan tingkah laku politik para elite dan warganya. Konsep dasar negara yang tertanam dalam diri para penyelenggara negara dan warga negaranya akan membentuk sikap dan perilaku politik

          7). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Persatuan dan Kesatuan Negara.

          Dasar negara adalah perekat dari keragaman yang ada dalam masyarakat. Biasanya dasar negara sengaja disusun dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan budaya masyarakat.

          Jenis Macam Dasar Negara

          Macam-macam dasar negara atau ideologi yang dikenal di dunia diantaranya adalah Sosialisme, Liberalisme, Marxisme – Komunisme dan Fasisme.

          1). Dasar Negara Ideologi Sosialisme,

          Sosilalisme adalah ideologi yang berpandangan adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup. Dalam ideologi sosialisme, persamaan merupakan konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

          Paham Sosialisme yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.

          Ciri Ciri Ideologi Sosialisme

          Ciri-ciri paham sosialisme diantaranya menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

          Contoh Negara Sosialisme

          Negara yang menganut paham sosialisme adalah negara-negara di Eropa Barat serta Kuba dan Venezuela,

          2). Dasar Negara Ideologi Liberalisme,

          Liberalisne merupakan ideologi yang berlandaskan pada kebebasan. Kebebasan yang pengakuan hak-hak individual yang harus dilindungi dari campur tangan negara dan badan-badan yang lain.

          Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas dan rasional. Pemerintahan harus didasarkan pada persetujuan rakyat.

          Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

          Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas, sedangkan rakyat dapat membuat keputusan untuk diri sendiri.

          Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah.

          Contoh Negara Liberalisme

          Beberapa contoh liberalisme adalah Amerika, Argentina, Kanada, Jerman, Francis, Itali, Jepang, Singapura.

          3). Dasar Negara Ideologi Marxisme-Komunisme,

          Marxisme-Komunisme merupakan salah satu jenis sosialisme yang mengajarkan tentang teori pertentangan kelas.

          Dalam konsep marxisme, negara hendaknya dipimpin dan lebih mengutamakan kelas pekerja (buruh) atau diktaktor proletariat. Marxisme berawal dari konsep- konsep politik, ekonomi, dan sosial Karl Marx dan selanjutnya diteruskan oleh Lenin, Stalin, dan Mao Tze Tung (Mao Zedong) menjadi paham komunisme.

          Menurut ajaran ini, suatu tujuan dapat dicapai dengan cara menghalalkan semua jalan.

          Ideologi komunisme lebih cenderung meniadakan kehadiran Tuhan dan lebih berdasarkan pada materialism. Sehingga paham ini menindas kebebasan dalam beragama dan kebebasan individual.

          Ciri Ciri Ideologi  Komunisme

          Monoisme, yaitu suatu prinsip yang menolak keberadaan golongan golongan (strata) dalam suatu masyarakat;

          Kekerasan dianggap sebagai cara atau alat yang sah untuk mencapai suatu tujuan (menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan),

          Semua alat negara (polisi, tentara, birokrasi, media massa, intelektual, dan perundang-undangan) dipergunakan untuk mewujudkan tujuan komunisme.

          Ateisme, artinya penganut ini tidak percaya adanya Tuhan. Agama dianggap sebagai penghalang kemajuan.

          Dogmatisme, tidak mempercayai pikiran orang lain, artinya ajaran-ajaranyang baku berdasarkan atas pikiran Marx-Engel harus diterima begitu saja.

          Otoritas, pelaksanaan politik berdasarkan kekerasan.  Pengkhianatan terhadap HAM, artinya tidak mengakui adanya hak-hak asasimanusia.

          Contoh Negata Komunisme

          Beberapa contoh Negara yang masih menganut ideologi komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea utara, dan Laos.

          4). Dasar Negara Ideologi Fasisme,

          Fasisme merupakan ideologi dilandasi dengan kediktatoran yang dapat dipersamakan dengan otoritarian.

          Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

          Ciri Ciri Ideologi Fasisme

          Di dalam ideologi fasisme terdapat unsure- unsur kekerasan dan hal- hal lain yang bersifat mengerikan seperti pembantaian, diskriminasi ras, ekspansi ke negara lain, penghilangan hak-hak asasi manusia.

          Fasisme sangat pengabaian hak-hak asasi warga negara. Fasisme ini menitikberatkan pada pola khusus aksi dan sangat tergantung pada pemimpin yang kharismatik.

          Contoh Negara Ideologi Fasisme

          Beberapa negara yang pernah mengunakan ideologi fasisme adalag Jerman Itali dan Jepang

          5). Dasar Negara Ideologi Fundamentalisme,

          Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama tertentu sebagai suatu sistem politik dalam negara.

          Ciri Ciri Ideologi Fundamentalisme

          Paham fundamentalisme menganggap dirinya lebih murni dan lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agama yang lain

          Agama menjadi basis ideologinya dan agama dipakai sebagai pusat pemerintahannya. Pemimpin tertinggi negara tersebut haruslah seorang petinggi agama.

          Segala kegiatan pemerintahan dan hukum- hukumnya diambil dari kitab suci.  Dasar negara sendiri memakai ideologi agama.

          Contoh Negara Ideologi Fundamentalisme

          Beberapa negara yang menganut faham atau ideologi fungamentalisme adalah, Afganistan pada masa pemerintahan Taliban dan Iran sekarang setelah Revolusi Islam Iran). Negara-negara ini menerapkan hukum Islam secara keras kepada warga negaranya.

          Nilai Asas Dasar Ideologi Pancasila

          Dasar negara bangsa Indonesia disusun sesuai dengan nilai- nilai budaya, sosial, dan nasionalisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara adalah Pancasila.

          Adapun nilai-nilai atau asas yang terkandung di dalam Pancasila adalah

          1). Nilai Asas Gotong Royong Pancasila

          Asas gotong royong menunjukkan adanya kekuatan dalam kebersamaan. Ini artinya bekerja secara bersama- sama untuk kepentingan bersama dan hasilnya untuk dinikmati secara bersama;

          2). Nilai Asas Kekeluargaan Pancasila

          Asas kekeluargaan menunjukkan bahwa semua warga adalah keluarga yang sama. Ini berarti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap hak dan kewajiban anggota masyarakat;

          3). Nilai Asas Musyawarah Pancasila

          Asas musyawarah menunjukkan adanya pemahaman dan menerima pendapat pikiran orang lain. Adanya nilai kekeluargan dalam menentukan keputusan yang menyangkut orang banyak atau rakyat;

          4) Nilai Asas Keseimbangan Keselarasan Pancasila

          Asas keseimbangan dan keselarasan, berarti adanya keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan masyarakat, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan alam sekitarnya;

          5). Nilai Asas Bhineka Tungga Ika Pancasila

          Asas Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan saling menghormati keragaman. Adanya toleransi kehidupan antara suku-suku bangsa yang berbeda dan antarumat beragama;

          6). Nilai Asas Kebersamaan Hidup Pancasila

          Asas kebersamaan hidup menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial. Seseorang tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus hidup dengan orang lain secara bersama- sama dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan gotong royong.

          Peran Dasar Negara Pancasila

          Dasar Negara Pancasila digunakan sebagai dasar unutk mengatur pemerintahan negara. Artinya, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

          Adapun peran Pancasila sebagai dasar negara, antara lain, sebagai berikut.

          1). Pancasila berperan mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku bangsa dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

          2). Pancasila berperan mengarahkan dan membimbing terwujudnya cita-cita dan tujuan bangsa.

          3). Pnacasila berperan memberikan motivasi, mengembangkan dan memelihara identitas diri bangsa Indonesia.

          4). Pancasila berperan memberikan pandangan unutk mewujudkan cita- cita yang terkandung dalam Pancasila.

          Fungsi Kedudukan Pancasila Negara Indonesia

          Adapun Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah sebagai berikut.

          1). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

          Dasar negara, merupakan sumber hukum dasar nasional seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki pengertian sebagai cita-cita hukum bangsa Indonesia dan cita-cita moral bangsa Indonesia.

          Penetapan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Artinya negara harus tunduk, membela, dan melaksanakannya dalam seluruh perundang undangan.

          2). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Kepibadian Bangsa

          Kepribadian bangsa Indonesia, merupakan tatanan kehidupan seluruh bangsa Indonesia yang secara menyeluruh terpola pada nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia.

          Seluruh perilaku, sikap dan kepribadian dalam berbangsa berdasarkan pada nilai nilai Pancasila. Sehingga jika perilaku sikap dan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila berarti bukan perilaku sikap dan kepribadian masyarakat Indonesia.

          Pancasila memberikan corak yang khas bagi bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa -bangsa lain.

          3). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

          Pandangan hidup, merupakan pemersatu bangsa dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin dalam bangsa Indonesia yang memiliki keanegaraman suku bangsa.

          Pancasila sebagai pandangan hiduk way of life berarti semua aktivitas bangsa Indonesia harus sesuai dengan nilai Pancasila.

          Kristalisasi Nilai Pancasila

          . Nilai dan jiwa ktuhan / keagamaan

          . Nilai dan jiwa kemanusiaan

          . Nilai dan jiwa persatuan

          . Nilai dan jiwa kerakyatan dan demokrasi

          . Nilai dan jiwa keadilan sosial

          4). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa

          Perjanjian luhur bangsa Indonesia, merupakan perjanjian antarrakyat Indonesia menjelang proklamasi kemerdekaan dan telah mampu membuktikan kebenarannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

          Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara.

          Contoh Soal Dan Jawaban Dan Pmbahasan Ideologi Dasar Negara

          1). Istilah lain dari dasar negara yang berasal dari bahasa Jerman adalah ….

          a). ideology

          b). weltanschauung

          c). philosophisce grondslag

          d). gronwet

          e). ideologi

          Jawab: B

          2). Suatu ideologi yang memiliki pandangan tentang adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup disebut sebagai ideologi ….

          a). liberalisme

          b). komunisme

          c). marxisme-komunisme

          d_. sosialisme

          e). fundamentalisme

          Jawab: D

          3). Prinsip-prinsip dasar dalam suatu negara yang merupakan sumber hukum bagi peraturan perundang-undangan yang ada, yaitu ….

          a). undang-undang dasar

          b). hukum tata negara

          c). konstitusi

          d). dasar negara

          e). undang-undang

          Jawab: A

          4). Dibawah ini adalah kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali ….

          a). pandangan hidup

          b). dasar negara

          c). kepribadian bangsa Indonesia

          d). perjanjian luhur bangsa Indonesia

          e). lambang negara

          Jawab: E

          5). Dalam penyelenggaraan ketatanegaraan, Pancasila memiliki arti sebagai ….

          a). dasar negara

          b). pandangan hidup

          c). pedoman dasar

          d). orientasi pembangunan

          e). dasar moral bangsa

          Jawab: A

          Contoh Soal Uraian dan Penjelasan

          1). Jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar negara dan Berikanlah contohnya

          Jawab:

          Dasar Negara adalah merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

          Contoh Dasar Negara: sosialisme, liberalisme, marxisme-komunisme, fasisme, fundamentalisme.

          2). Sebutkan dan jelaskan fungsi dasar negara

          Jawab:

          – Sebagai Dasar untuk berdirinya kedaulatan negara.

          – Sebagai Dasar untuk kegiatan dalam penyelenggaraan negara.

          – Sebagi  Dasar  dan sumber hukum nasional.

          – Sebagai Dasar bagi hubungan antarwarga negara

          3). Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara

          Jawab:

          – Pancasilai Sebagai Dasar negara.

          – Pancasila Sebagai Kepribadian bangsa Indonesia.

          – Pancasila seagai Pandangan hidup.

          – Pancasila sebagai  Perjanjian luhur bangsa Indonesia.

          Daftar Pustaka:

          1. Ditjen Dikti, 2001, “Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegeraan”, Penerbit Dikti, Jakarta.
          2. Kaelan, 2002, “ Pendidikan Pancasila”, Penerbit Nagatirta, Yogyakata.
          3. Kansil, Prof CST., 2002, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Pradnya Paramita, Jakarta.
          4. Musanef,1989, “Sistem Pemerintahan Indonesia”, Penerbit CV Mas Agung, Jakarta.
          5. Chamim, Asykuri Ibn, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban”, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Yogyakarta.
          6. Pasha, Musthafa, Kamal, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta.
          7. Bakry, Noor Ms, 2009, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Penerbit, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
          8. Rangkuman Ringkasan: Dasar negara atau ideologi negara ialah suatu pedoman untuk dipakai dalam mengatur kehidupan dan penyelenggaraan ketatanegaraan di suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan).
          9. Istilah dasar negara dapat disamakan dengan philosophiesche grondslag (Bahasa Belanda) yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat. Istilah dasar negara juga dapat disejajarkan dengan weltanschauung (bahasa Jerman) yang artinya pandangan mendasar tentang dunia. Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna, yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.
          10. Beberapa macam dasar negara (ideologi negara) besar yang dianut di berbagai belahan dunia antara lain, liberalisme, sosialisme, marxisme-komunisme, fasisme, dan fundamentalisme.
          11. Fungsi dasar negara adalah sebagai Dasar berdiri dan tegaknya suatu negara. Dasar kegiatan penyelenggaraan negara. Dasar partisipasi warga negara. Dasar pergaulan antarwarga negara. Dasar dan sumber hukum nasional. Dasar sikap dan tingkah laku bangsa. Dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
          12. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ideologi negara, yaitu Pancasila, yang berkedudukan sebagai dasar negara, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup, dan perjanjian luhur bangsa Indonesia.
          13. Hubungan dasar negara dan konstitusi Pokok pikiran dalam dasar negara terjabar dalam konstitusi. Konstitusi merupakan realisasi dari dasar negara. Hubungan secara formal antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai satu kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Konstitusi lahir sebagai usaha untuk melaksanakan dasar negara. Dasar negara, pembukaan, dan pasal-pasal UUD 1945.

          GGL Induksi Diri Induktansi Silang: Pengertian Energi Kumparan Induktor Contoh Soal Rumus Perhitungan 9

          Pengertian Induktasi: Induktansi merupakan sifat yang dimiliki sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian (self inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual inductance).

          Pada keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian menghasilkan ggl.

          Gaya Gerak Listrik GGL Induksi Diri,

          Kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik yang besarnya selalu berubah- ubah akan menimbulkan fluks magnetik yang berubah-ubah terhadap waktu.

          Perubahan fluks magnetik ini akan menginduksi kumparan dalam rangkaian itu sendiri sehingga timbul ggl induksi.

          Ggl induksi yang terjadi karena adanya perubahan fluks magnetik yang ditimbulkan oleh rangkaian itu sendiri disebut ggl induksi diri.

          GGL Induksi Diri  Kumparan,

          Sesuai hukum Lenz, timbulnya perubahan fluks magnetik akan menyebabkan timbulnya ggl induksi yang arahnya selalu berlawanan yang menyebabkan terjadinya perubahan fluks magnetik.

          Ggl induksi diri tergantung pada kecepatan perubahan kuat arus listrik yang terjadi. Arah arus induksi yang terjadi sedemikian rupa sehingga menimbulkan medan magnet yang berlawanan dengan medan magnet yang menyebabkan timbulnya perubahan fluks magnetik.

          Rumus GGL Induksi Diri Kumparan,

          Besarnya ggl induksi diri yang terjadi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

          ε = dI/dt

          Keterangan

          L = induktansi diri satuan Henry (H).

          Jika perubahan kuat arus yang terjadi dI/dt konstan, maka persamaan dapat dinyatakan:

          ε = -L(ΔI/Δt)

          ε = -L(I2 – I1)/(t2 – t1)

          ε = ggl induksi diri (Volt)

          L = induktansi diri (Henry)

          I1 = kuat arus pada keadaan mula-mula (Ampere)

          I2 = kuat arus pada keadaan akhir (Ampere)

          Δt = selang waktu perubahan kuat arus (sekon)

          Tanda negative menunjukkan bahwa ggl yang dihasilkan berlawanan dengan perubahan arus.

          Definisi Satuan Henry,

          Sebuah kumparan memiliki induktansi diri sebesar satu henry apabila pada kumparan tersebut terjadi perubahan arus sebesar 1 ampere tiap detiknya, maka pada ujung-ujung kumparan tersebut timbul ggl induksi sebesar 1 volt.

          Induksi Diri Solenoida Dan Toroida,

          Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu.

          Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi berbentuk lingkaran.

          Energi Tersimpan Dalam Kumparan Induktor,

          Induktor berupa kumparan mampu menyimpan energi dalam bentuk medan magnet. Kumparan yang dialiri arus listrik akan menyebabkan timbulnya medan magnet di dalam kumparan itu.

          Apabila arus yang mengalir diputus tiba-tiba, maka terjadi perubahan fluks magnetik yang menyebabkan timbulnya ggl induksi diri. GGL induksi diri akan menimbulkan arus induksi diri pada kumparan yang menghasilan energi tersimpan.

          Rumus Energi Tersimpan Dalam Kumparan Induktor,

          Besarnya energi yang tersimpan dalam kumparan sama dengan usaha yang dilakukan untuk mengalirkan arus listrik dalam kumparan dari nilai nol sampai nilai tertentu yang tetap sebesar I, dan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          W = ½ L.I2

          Dengan keterangan:

          W = energi yang tersimpan dalam kumparan (Joule)

          L = induktansi diri kumparan (Henry)

          I = kuat arus yang mengalir dalam kumparan (Ampere)

          Contoh Soal Pembahasan Di Akhir Artikel

          Induktansi Timbal Balik (Induktansi Silang) Bersama,

          Induktansi timbal balik atau induktnsi silang atau induktansi bersama adalah induktansi akibat adanya perubahan arus pada kumparan ke 1 (atau primer) yang menyebabkan timbulnya ggl induksi pada kumparan ke 2 ( atau sekunder) atau sebaliknya.

          Sebaliknya, perubahan arus pada kumparan ke dua akan menginduksi ggl atau arus kumparan pertama.

          Besar ggl induksi tergantung pada laju perubahan fluks magnetik atau laju perubahan arus dalam kumparan.

          GGL induksi pada kumparan kedua akibat perubahan arus pada kumparan pertama adalah

          ε2 = M(ΔI1/Δt)

          ε2 = GGL induksi kumparan kedua

          ΔI1 = perubahan arus kumparan pertama

          Δt = selng waktu perubahan arus

          M = Induktansi silang

          GGL induksi pada kumparan pertama akibat perubahan arus pada kumparan kedua adalah

          ε1 = M(ΔI2/Δt)

          ε1 = GGL induksi kumparan pertama

          ΔI2 = perubahan arus kumparan kedua

          Besarnya induktansi timbal balik atau induktansi silang antara kumparan primer dan kumparan sekunder dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          M = (m0.N1.N2.A)/d

          M = induktansi silang/timbal balik (H)

          m0 = permeabilitas ruang hampa/udara

          m0 = 4p×10-7 Wb A-1m-1

          N1 = Jumlah lilitan kumparan pertama

          N2 = jumlah lilitan kumparan kedua

          A = luas bidang kumparan (m2)

          d = panjang kumparan (m)

          Satuan Induktansi Timbal Balik Silang,

          Satuan induktansi memiliki satuan henry (H) dan notasinya  di lambangkan M  dengan huruf.

          Definisi 1 Henry,

          Sepasang kumparan memiliki induktansi silang sebesar 1 henry apabila terjadi perubahan arus sebesar 1 ampere tiap detik pada kumparan yang satu akan menyebabkan timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan yang lainnya sebesar 1 volt.

          1). Contoh Soal Menentukan GGL Induksi Diri Kumparan,

          Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 4 H. Kumparan tersebut dialiri arus searah yang besarnya 100 mA. Berapakah besar ggl induksi diri kumparan apabila dalam selang waktu 0,8 sekon kuat arus menjadi nol.

          Diketahui:

          L = 4 H

          Δt = 0,8 s

          I1 = 100 mA = 0,1 A

          I2 = 0

          ΔI = I2 – I1

          Menghitung GGL Induksi Diri Kumparan,

          Besar ggl induksi diri sebuah kumparan akibat perubahan arus listrik yang melewatinya dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          ε = -L(ΔI/Δt)

          ε = -(4)(0 – 0,1)/(0,8)

          ε = -(4)(-0,125)

          ε = 0,5 volt

          Jadi GGL induksi diri yang dialami kumparan adalah 0,5 volt

          2). Contoh Soal Perhtiungan GGL Induksi Diri Kumparan,

          Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri 0,5 H dialiri arus sebagai fungsi waktu I = 20 – 8t2. Arus I dalam ampere dan waktu t dalam detik. Tentukanlah ggl induksi diri yang terjadi pada kumparan ketika t = 3 detik.

          Jawab:

          Diketahui:

          L = 0,5 H

          I = 20 – 8t2 A

          Menentukan GGL Induksi  Diri Kumparan,

          GGL induksi diri yang terjadi pada kumparan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          ε = -L dI/dt = -L(20 – 8t2)

          ε = – L (– 2x8t)

          ε = – L (– 16t)

          ε = (-0,5)(-16.t)

          ε = (-0,5)(-16)(3)

          ε = 24 volt

          Jadi, ggl induksi diri yang terjadi pada kumparan saat t = 3 detik adalah 24 Volt

          3). Contoh Soal Menghitung Induktansi Dan Energi Induktor Kumparan Berarus,

          Sebuah induktor yang terbuat dari kumparan kawat dengan 1000 lilitan dan Panjang kumparan 3 cm serta luas penampang 5 cm2. Hitunglah:

          a). Induktansi induktor,

          b). Energi yang tersimpan dalam induktor bila kuat arus yang mengalir 3 A

          Diketahui:

          N = 1000 lilitan

          d= 3 cm = 0,03 m

          A = 5 cm2 = 5 x10-4 m2

          m0 = 4 p×10-7 Wb A-1 m-1

          I = 3   A

          Jawab:

          Menghtiung Indukstansi Induktor Kumparan Kawat,

          Nilai Induktansi induktor (L) kumparan kawat dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          L = (m0.N2.A)/(d)

          L = (4p×10-7)(1000)2(5×10-4)/(0,03)

          L = 2,1 x10-2 H

          Jadi induktansi kumparan kawat berarus adalah 2,1 x10-2 H

          Menghtiung Energi Tersimpan Induktor Kumparan Kawat Berarus I,    

          Energi yang tersimpan dalam inductor kumparan jika I = 3 A dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          W = ½ LI2

          W = ½ (2,1 x10-2)(3)2

          W = 9,45 10-2 joule

          Jadi energi yang tersimpan dalam kumparan kawat berarus 3 ampere adalah 9,45 10-2 joule

          4). Contoh Soal Perhitungan Induktansi Dan Beda Potensial Solenoida,

          Solenoida memiliki panjang 10p cm dan lilitan 4000. Luas penampang 5 cm2. Solenoida dialiri arus yang berubah dari 16 A menjadi 12 A dalam waktu 0,1 detik maka tentukan beda potensial yang timbul pada ujung-ujung solenoida ?

          Diketahui

          d = 10 p cm = 0,1p m

          N = 4000 lilitan

          A = 5 cm2 = 5×10-4 m2

          ΔI = 12 – 16 = – 4 A

          Δt = 0,1 detik

          Menghitung Induktansi Induktor Solenoida ,

          Induktansi induktor solenoida dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          L = (m0.N2.A)/(d)

          L = (4p×10-7)(4000)2(5×10-4)/(0,1p)

          L = 3,2 x10-3 H

          Menghitung Beda Potensial Di Ujung Induktor Solenoida,

          ε = -L(ΔI/Δt)

          ε = -(3,20 x10-3 )(-4)/(0,1)

          ε = 0,128 A

          5). Contoh Soal Perhitungan Energi Tersimpan Kumparan Berinduktansi,

          Sebuah induktor mempunyai induktansi diri sebesar 0,5 H, apabila pada induktor tersebut dialiri kuat arus listrik sebesar 20 A, berapakah besarnya energi listrik yang tersimpan pada induktor tersebut?

          Diketahui:

          L = 0,5 H

          I = 20 A

           

          Menentukan Energi Tersimpan Kumparan Induktor,

          Energi yang tersimpan dalam kumparan yang memiliki induktansi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          W = 1/2 L.I2

          W = ½ x(0,5)(20)2

          W = 100 Joule

          Jadi besarnya energi yang tersimpan dalam inductor adalah 100 joule

          6). Contoh Soal Perhitungan Induktansi Silang Induktor Kumparan,

          Sepasang kumparan/ induktor saling berdekatan, dan pada kumparan pertama terjadi perubahan kuat arus listrik sebesar 20 A/s yang menyebabkan timbulnya ggl induksi pada kumparan kedua sebesar 5 volt. Tentukan berapa H besarnya induktansi timbal balik kumparan tersebut

          Diketahui:

          ΔI1/Δt = 20 A/s

          ε2 = 5 volt

          Jadi besar gaya gerak listrik ggl induksi pada kumparan kedua adalah 5 volt

          Rumus Mengitung Induktansi Silang Kumparan,

          Besar induktansi silang yang terjadi pada kedua  kumparan dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

          ε2 = M ΔI1/Δt

          M = ε2/(ΔI1/Δt)

          M = 5/20

          M = 0,25 H

          Jadi, induktansi timbal balik kumparan adalah 0,25 H.

          7). Contoh Soal Menghitung Induktansi Silang Dan GGL Induktansi Induktor Solenoida,

          Sebuah kumparan solenoida memiliki Panjang d = 100 cm dengan luas penampang A = 5 x10-3 m2 dan jumlah lilitan kumparan solenoida pertama 3000 lilitan. Di sekitar pusat solenoia dililitkan kumparan kedua dengan banyak lilitan 1000 lilitan. Tentukan

          a). Induktansi silang kedua kumparan

          b). GGL yang timbul pada kumparan kedua jika kumparan pertama mengalir arus sebesar 3 A yang berbalik arah dalam waktu 0,5 detik

          diketahui:

          N1 = 3000 lilitan

          N2 = 1000 lilitan

          A = 5 x10-3 m2

          d = 100 cm = 1,0 m

          Menentukan Induktansi Timbal Balik Silang  Pada Kedua Kumparan,

          Besar induktansi silang yang terjadi pada dua kumparan yang terletak berdekatan dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

          M = (m0.N1.N2.A)/d

          M = (4p×10-7)(3000)(1000)(5×10-3)/(1,0)

          M = 6p x 10-3 H

          Jadi besar induktansi silang yang terjadi pada kumparan adalah 6p x 10-3 H.

          Menghtiung Gaya Gerak Listrik GGL Induksi Kumparan Kedua,

          Besar ggl induksi yang timbul pada kumparan kedua akibat perubahan kuar arus yang berbalik arah dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

          ε2 = M (ΔI1/Δt)

          Pada kumparan pertama untuk selang waktu 0,5 detik, kuat arus berbali arah sehingga perubahan arusnya adalah

          ΔI1 = (3A) + (3A)

          ΔI1 = 6 A

          Sehingga ggl induksi pada kumparan kedua adalah

          ε2 = M (ΔI1/Δt)

          ε2 = (6p x 10-3)(6/0,5)

          ε2 = 7,2p x 10-2 Volt

          Jadi gaya gerak listrik induksi pada kumparan kedua adalah 7,2p x 10-2 Volt

          8). Contoh Soal Menentukan GGL Induksi Diri Kumparan,

          Sebuah kumparan memiliki induktansi diri 4H dan mengalami ggl induksi diri sebesar 0,5 volt ketika ada perubahan arus listrik di dalam kumparannya selama 0,8 detik. Hitung berapa perubahan arus yang terjadi pada kumparan tersebut.

          Diketahui:

          L = 4 H

          Δt = 0,8 s

          ε = 0,5 volt

          Menghitung Perubahan Arus Pada GGL Induksi Diri Kumparan,

          Besar perubahan arus dalam sebuah kumparan yang mengakibatkan terjadi ggl induksi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

          ε = -L(ΔI/Δt) atau

          ΔI = -(ε Δt)/L

          ΔI = – (0,5×0,8)/4

          ΔI = – 0,1 A

          Jadi perubahan arus dalam kumparan adalah 0,1 A,

          Tanda negative menunjukkan telah terjadi  pengurangan arus.

          9). Contoh Soal Menentukan Induktansi Diri Toroida,

          Sebuah toroida memiliki luas penampang 4 cm2 dan panjangnya 80 cm memiliki 800 lilitan. Tentukan induktasi diri toroida tersebut:

          Diketahui:

          A = 4 cm2 = 4 x 10-4 m2

          N = 800 lilitan

          d = 80 cm = 0,8 m

          m0 = 4p×10-7 Wb A-1m-1

          Menentukan Induktansi Diri Toroida,

          Besar induktansi diri yang dialami oleh toroida dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

          L = (m0.N2.A)/(d)

          L = (4p×10-7)(800)2(4 x 10-4)/(0,8)

          L = 1,3p x 10-4 H

          Jadi besarnya induktansi diri toroida adalah 1,3p x 10-4 H

          Daftar Pustaka:

          1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
          2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
          3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
          4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
          5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
          6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
          7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          8. Rangkuman RIngkasan:

          Reklame – Iklan: Pengertian Contoh Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Unsur Prinsip

          Pengertian Reklame: Reklame merupakan alat atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragam untuk tujuan komersial dipergunakan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa, atau orang atau badan untuk menarik perhatian umum kepada suatu tempat atau yang dapat dilihat, dibaca dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum.

          Reklame berasal dari bahasa Spanyol, yaitu dari kata Re dan Clamo. Kata re mengandung arti berulang-ulang, sedangkan clamo memiliki arti seruan.

          Dalam bahasa latin, Re dan Clame, Re artinya berulang-ulang sedangkan Clame atau Clamos artinya berteriak,

          Jadi Reklame adalah seruan dengan berteriak yang dilakukam secara berulang dalam rangka menawarkan barang dagangan atau jasa kepada konsumen. Para pedagang atau penjual di masa lalu melakukan cara seperti ini untuk menjual barang dagangannya.

          Menurut kamus umum bahasa indonesia reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan, dengan pujian atau gambar dan sebagainya, dengan tujuan agar barang dagangan tersebut lebih laku.

          Dalam kegiatan promosi suatu barang ada dua istilah yang umum digunakan yaitu reklame dan iklan. Antara reklame dengan iklan memiliki perbedaan dan persamaan.

          Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

          Beberapa pengertian reklame menurut para ahli dinataranya adalah.

          1). Pengertian Reklame Menutur Kriyantono

          Menurut Kriyantono reklame adalah bentuk komunikasi non personal yang bertujuan untuk menyampaikan pesan suatu produk yang dijual dan mengharapkan konsumen dapat membeli produk yang dijual dan membayar media yang digunakan.

          2). Pengertian Reklame Menurut Durianto

          Menurut Durianto reklame adalah proses komunikasi dengan tujuan untuk merayu atau membujuk masyarakat untuk membeli dan menggunakan yang direklamekan dan menjadi promosi untuk meningkatkan daya jual terhadap produk tersebut.

          3). Pengertian Reklame Menurut Berhouwer

          Menurut Berhouwer reklame adalah pernyataan yang secara sadar ditujukan kepada publik yang disampaikan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh seorang peserta perdagangan, dan diarahkan kepada sasaran (pangsa pasar) untuk memperbesar penjualan barang- barang atau jasa yang dimasukkan.

          4). Pengertian Reklame Menurut Panji

          Reklame menurut Panji adalah setiap kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan suatu barang atau jasa atau hal lainnya dengan maksud untuk menarik perhatian khalayak ramai.

          5). Pengertian Reklame Menurut Barata

          Menurut Barata, reklame adalah kegiatan yang bertujuan memberikan informasi atau memberikan suatu ide, barang atau jasa, dengan maksud untuk menarik perhatian orang-orang terhadap ide, barang atau jasa yang diinformasikan tersebut.

          6). Pengertian Reklame Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder

          Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

          Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

          Syarat Ciri Reklame

          Beberapa syarat yang menjadi ciri dan terkandung dalam reklame diantaranya adalah

          a). Isi reklame relatif singkat, padat dan jelas sehingga mudah dimengerti.

          b). Menggunkan kata dan gambar yang menarik atau Unik atau Mencolok. Umumnya dilakukan dengan memasang gambar, menebalkan huruf atau hal-hal desain grafis lainnya yang mengundang perhatian. Bisa juga berbentuk visual, biasanya yang menggunakan bentuk visual adalah papan iklan atau billboard.

          c). Infomasi yang dismpaikan jujur, informasi produk atau lainnya harus benar dan dapat dibuktikan.

          d). Dilakukan berulang yang bertujuan agar konsumen mau membeli barang tersebut atau semakin banyak masyarakat selalu waspada terhadap himbauan yang diberikan.

          Perbedaan Reklame dan Iklan

          Iklan pada umumnya berupa kalimat yang cukup Panjang, bahkan bisa juga dalam bentuk sebuah artikel.

          Sedangkan reklame hanya berupa kalimat singkat yang disertai dengan gambar yang mencolok.

          Persamaan Reklame Dan Iklan

          Reklame dan iklan memiliki fungsi dan tujunnya yang hampir sama. Umumnya iklan lebih banyak dipasang pada media cetak seperti koran dan majalah dan media elektronik seperti televisi, radio, film, internet.

          Reklame pada umumnya dipasang dengan menggunakan papan, spanduk, poster, leaflet, baliho, papan nama, brosur, dan tempat- tempat terbuka atau umum seperti di pinggir jalan, toko, mall dan sebagainya.

          Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,

          Beberapa tujuan dan manfaat reklame adalah

          • Mengenalkan produk  kepada masyarakat luas.
          • Membuat identitas dan ciri khas dari suatu produk atau perusahaan.
          • Memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa tertarik dengan produk kita.
          • Menawarkan dan memperkenalkan produk anda kepada konsumen,investor dan lainnya.
          • Memburu pasar atau konsumen di regional tertentu.
          • Meningkatkan reputasi dari sebuah perusahaan.
          • Konsumen akan mencari tahu tentang produk anda setelah melihat reklame.

          Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,
          Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Reklame,

          Jenis Reklame

          Jenis reklame dapat dibagi berdalasarkan tujuan, sifat, tempat dan medianya

          Jenis Reklame Menurut Tujuan Pengadaannya

          Berdasarkan tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi dua jenia, yaitu reklame komersial dan reklame nonkomersial.

          a). Reklame Komersial

          Reklame komersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan bisnis. Tujuan pembuatan pemasangan reklame komersial adalah untuk dapat menarik para pembeli sebanyak banyak sehingga mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

          Contoh Reklame Komersial

          Contoh reklame komersial diantaranya adalah Papan reklame atau baliho penjualan rumah, mobil atau barang dagangan lainnya yang dipasang di pinggir jalan tol, toko, mall dan tempat tempat umum lainnya.

          b). Reklame Nonkomersial

          Reklame nonkomersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan nonkomersial, yakni mengajak, menghimbau, dan menyampaikan informasi agar bersedia atau mengikuti pesan yang disampaikan. Keuntungan yang diperoleh biasanya bukan materi secara langsung.

          Contoh Reklame Nonkomersial

          Contoh reklame nonkomersial diantaranya adalah poster PIN (Pekan Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih, poster peringatan bahaya demam berdarah, himbauan untuk tertib berlalu lintas, membayar pajak, donor darah, dan lain sebagainya.

          2). Jenis Reklame Menurut Sifatnya

          Menurut sifatnya, reklame dibedakan menjadi 3, yaitu reklame penerangan, reklame peringatan, dan reklame permintaan atau ajakan atau himbauan.

          a). Reklame Penerangan

          Reklame penerangan adalah bentuk reklame yang bersifat informatif. Reklame penerangan bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar lebih jelas.

          Contoh Reklame Penerangan

          Contoh reklame penerangan misalnya tentang cara pengurusan KTP, SIM, pendaftaran masuk sekolah, cara membasmi nyamuk, dan sebagainya.

          b). Reklame Peringatan

          Reklame Peringatan adalah bentuk reklame yang bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat.

          Contoh Reklame Peringatan

          Contoh reklame peringatan adalah peringatan terhadap pengguna jalan melalui suatu gambar pada papan, baliho. Reklame bertujuan untuk mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dengan tulisan “Hati-hati sering terjadi kecelakaan” atau awas jalan licin dan sebagainya.

          c). Reklame Permintaan atau Ajakan

          Reklame permintaan atau ajakan atau himbauan adalah reklame yang bertujuan meminta atau mengajak atau menghimbau warga masyarakat agar bersedia memenuhi permintaan atau ajakan tersebut, mengajak masyarakat untuk peduli dengan sesamanya melalui gambar reklame.

          Contoh Reklame Permintaan

          Contoh reklame permintaan adalah papan reklame bertuliskan “Setetes darah anda menyelamatkan jiwa sesama.” atau baliho bertuliskan  “Bantulah korban bencana alam.”

          3). Reklame Menurut Tempat Pemasangannya

          Menurut tempat pemasangannya, reklame dapat dibedakan menjadi 2, yaitu reklame indoor, dan reklame outdoor.

          a). Reklame Indoor

          Reklame indoor adalah bentuk reklame yang dipasang di dalam ruangan bangunan dengan sasaran penyelenggaraannya eye catcher di dalam bangunan itu sendiri.. Gambar reklame indoor memiliki ukuran yang kecil atau sedang dengan bahan yang tidak perlu tahan air dan sengatan matahari, seperti mobile, hanger, dan bahan kertas.

          Contoh Reklame Indoor

          Contoh reklame indoor adalah: brosur, etiket, dan leaflet yang berisi informasi yang bersifat komersial atau nonkomersial tergantung tujuannya.

          b). Reklame Outdoor

          Reklame outdoor adalah bentuk reklame yang ditempatkan pada lokasi di luar gedung bangunan, atau reklame yang terletak did alam bangunan akan tetapi sasaran penyelenggaraannya berisfat eye catchierberada diluar bangunan.

          Gambar reklame outdoor berukuran besar dengan menggunakan bahan tahan lama terhadap air dan sengatan matahari.

          Contoh Reklame Outdoor

          Contohnya reklame outdoor : spanduk, baliho, papan nama, dan logo baik bersifat komersial maupun nonkomersial.

          Reklame Berdasarkan Izinnya

          Reklame berdasarkan izin yang terdiri dari reklame insidentil dan reklame tetap

          a). Reklame Insidentil

          Reklame insidentil adalah reklame yang masa izinnya kurang dari satu tahun. Reklame yang masuk dalam kategori reklame insidentil adalah reklame yang diselenggarakan untuk masa-masa tertentu/ insidentil.

          Contoh Reklame Insidentil

          Jenisjenis reklame ini yaitu berupa baliho, spanduk/ umbul- umbul/ poster, selembaran/ brosur/ leaflet, stiker/ melekat, slide/ film, baik dengan suara maupun tanpa suara, reklame udara, reklame suara, reklame peragaan luar ruang maupun bersifat permanen dan tidak permanen.

          b). Reklame Tetap

          Reklame tetap adalah reklame yang masa izinnya hanya berlaku satu tahun.

          Contoh Reklame Tetap

          Jenis-jenis reklame tetap adalah reklame megatron/ videotron/ led, billboard tiang dengan peragaan, billboard tiang menempel pada penerangan, billboard menempel pada peragaan, billboard menempel pada penerangan kendaraan berjalan/ transit.

          4). Reklame Menurut Media

          Menurut medianya, reklame dibedakan menjadi reklame audio, dan reklame visual.

          a). Reklame Audio

          Reklame audio adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan menggunakan medis suara, baik secara langsung maupun tidak langsung yang diterima dengan indra pendengaran

          Reklame Audio diselenggarakan dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan atau dengan suara yang ditimbulkan dari atau perantaraan alat.

          b). Reklame Visual

          Reklame visual adalah reklame yang diwujudkan dalam bentuk gambar yang dapat diterima dengan indra penglihatan. Reklame visual terdiri dari :

          • Poster

          Poster adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf.

          • Spanduk

          Spanduk adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf yang dibuat diatas kain mamanjang.

          • Plakat

          Plakat adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau jasa dari gambar huruf yng dibuat pada kertas.

          • Etiket

          Etiket adalah ragam gambar reklame yang berupa nama suatu produk barang dagangan dan disertai dengan keterangan.

          • Leaflet

          Leaflet adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf sebagai keterangannya.

          • Brosur

          Brosur adalah ragam gambar reklame yang menggunakan huruf sebagai unsur utamanya.

          • Logo

          Logo adalah ragam gambar reklame yang berupa simbol atau lambang suatu badan usaha milik negara maupun swasta.

          • Papan Nama

          Papan nama adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf dan gambar logo.

          • Baliho

          Baliho adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan menggunakan gambar dan huruf yang berukuran besar.

          Reklame baliho terbuat dari papan kayu atau bahan lain dan dipasang pada konstruksi yang tidak permanen dan tujuan materinya mempromosikan suatu eventatau kegiatan yang bersifat insidentil.

          • Reklame Audiovisual

          Reklame audiovisual adalah bentuk reklame yang dibuat dengan menggunakan media suara dan gambar secara bersamaan.

          Beberapa jenis reklame yang sering dijumpai di jalan. Masing-masing jenis reklame mempunyai karakteristik yang berbeda untuk bahan maupun penempatannya. beberapa jenis reklame yang sering diketahui: Billboard, Baliho, Spanduk, Poster, Plakat, Mobile, Neonbox, Videotron, Megatron

          • Reklame Papan Billboard

          Reklame papan/ billboard merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak dapat dipindahkan) terbuat dari papan, kayu, seng, tenplate, collbrite, vynil, aluminium, fiberglas, kaca, batu, tembok atau beton, logam atau bahan lain yang sejenis,

          Reklame papan billboard dipasang pada tempat yang disediakan (berdiri sendiri) atau digantung atau ditempel atau dibuat pada bangunan tembok, dinding, pagar, tiang, dan sebagainya baik bersinar, disinari maupun yang tidak disinari.

          • Reklame Berjalan

          Reklame berjalan merupakan reklame yang ditempatkan pada kendaraan atau benda yang dapat bergerak, yang diselenggarakan dengan menggunakan kendaraan atau dengan cara dibawa/didorong/ditarik oleh orang.

          Termasuk didalamnya reklame dalam gerobak atau rombong, kendaraan baik bermotor maupun tidak.

          • Reklame Megatron

          Reklame megatron merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak bisa dipindahkan) menggunakan layar monitor maupun tidak dengan gambar dan/atau tulisan yang dapat diubah-ubah, terprogram dan menggunakan tenaga listrik.

          Termasuk didalamnya videotron dan large electronic display (LED).

          • Reklame Peragaan

          Reklame peragaan merupakan reklame yang diselenggarakan dengan cara memperagakan dengan atau tanpa disertai suara.

          • Reklame Udara

          Reklame udara merupakan reklame yang diselenggarakan di udara dengan menggunakan balon, gas, laser, pesawat atau alat lain yang sejenis.

          • Reklame Film Slide

          Reklame film atau slide merupakan reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan klise (celluloide) berupa kaca atau film, ataupun benda-benda lain yang sejenis, sebagai alat untuk diproyeksikan dan atau dipancarkan.

          • Reklame Stiker Melekat

          Reklame stiker/melekat merupakan reklame yang berbentuk lembaran lepas diselenggarakan dengan cara ditempelkan, dilekatkan, dipasang atau digantung pada suatu benda.

          Bagian Bagian Iklan

          1). Bagian Unsur Headline Iklan,

          Bagian Headline iklan merupakan kepala iklan, biasanya berupa rangkaian kalimat atau kata-kata pendek, dan seringkali berupa slogan.

          Ciri-Ciri Headline Iklan

          Ciri ciri headline iklan antara lain adalah tulisan cukup menonjol, umumnya berisi kalimat pendek, terkadang hanya satu kata saja, berisi kalimat atau kata yang memiliki kesan kuat sehingga menarik minat perhatian masyarakat

          2). Bagian Subjudul Iklan

          Subjudul iklan merupakan bagian iklan yang bertugas mendiskripsikan, menjelasakan atau menjabarkan lebih detail tetang pesan yang terdapat pada judul.

          Ciri Ciri Subjudul Iklan

          Ciri-ciri subjudul iklan antara lain adalah ukuran huruf lebih kecil dari headline, kadang di tulis dengan warna yang berbeda, letak subjudul berdekatan dengan headline.

          3). Bagian Teks Naskah Iklan

           Teks iklan atau naskah iklan umumnya dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang lebih kecil.

          4). Harga Barang Yang Diiklankan

          Pada iklan Harga barang produk yang akan di tawarkan atau dijual paling tidak dicantumkan dengan harga yang terendah untuk menarik perhatian calon pembeli.

          5). Nama dan Alamat Pengiklan Penjual

          Nama dan Alamat, ada yang mencantumkan alamat dan nama pengiklan atau penjual pemasaran dengan jelas, agar pembaca calon pembeli mengenali dengan jelas.

          6). Signature Slogan Atau Strapline

          Signature slogan atau strapline, merupakan baris kalimat penutup, hal ini dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan citra perusahaan.

          Unsur – Unsur Iklan

          1). Unsur Perhatian Attention Iklan

          Perhatian (Attention), suatu iklan harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.

          2). Unsur Minat Interest Iklan

          Minat (Interest), suatu iklan juga harus mampu membangkitkan minat, rasa penasaran, dan rasa ingin tahu.

          3). Unsur Iklan Keinginan Desire

          Keinginan (Desire), Suatu iklan juga harus mampu menggerakkan keinginan konsumen

          4). Unsur Rasa Percaya Conviction Iklan

          Rasa percaya (Conviction), iklan juga harus mampu meyakinkan masyarakat, misalnya dilakukan dengan kegiatan peragaan seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.

          5). Unsur Tindakan Action Iklan

          Tindakan (Action). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

          Prinsip -Prinsip Membuat Reklame

          Berikut merupakan prinsip-prinsip dalam membuat reklame.

          Prinsip Komunikatif Reklame

          Komunikatif adalah sifat reklame yang harus mampu berkomunikasi antara dua belah pihak yakni produsen serta konsumen atau penjual dan pembeli.

          Reklame sebaiknya mudah di terima oleh masyarakat, mengena untuk itu gambar atau huruf hendaknya jelas, singkat, padat sedangkan bentuk objek menarik, jelas dan kontras warnanya.

          Prinsip Komposisi Aransemen Reklame

          Reklame harus memiliki konfigurasi yaitu letak gambar bentuk barang ataupun objek dengan melakukan penataan yang sangat baik.

          Penataan gambar dan huruf sebaiknya di tata dengan harmonis sehingga memudahkan masyarakat untuk membaca infomasinya

          Prinsip Kesatuan Reklame

          Kesatuan adalah saling menolong serta saling melengkapi semua unsur reklame harus menjadi kesatuan yang utuh sehingga reklame menjadi sangat menarik perhatian umum.

          Antara gambar dan hurufnya tidak boleh lepas dan saling terkait/ mendukung maksud yang akan di sampaikan

          Prinsip Pusat Perhatian Reklame

          Reklame harus mampu menjadi pusat perhatian dengan memasang unsur yang mempunyai peran dominan dan diwujudkan melalui perwarnaan yang kontras.

          Gambar reklame harus menarik perhatian dengan adanya pusat perhatian pada gambar reklame dan ada unsur yang dominan yang dapat di ciptakan dengan warna yang kontras, objek yang unik dan kalimat yang tidak biasa.

          Prinsip Huruf Reklame

          Reklame disusun menggunakan pemilihan huruf yang mudah dibaca, jelas, dan terang.

          Bentuk dasar huruf reklame dibedakan menjadi

          • Huruf yang digayakan adalah huruf yang proporsinya menyimpang dari proporsi dan bentuk huruf baku.
          • Huruf sans serif, disebut juga dengan huruf gundul atau huruf yang terdiri dari huruf kapital dan huruf minuskul.
          • Spasi huruf adalah jarak huruf yang satu dengan yang lainnya harus sesuai dan seimbang.

          Tahap Langkah Membuat Reklame

          Berikut adalah langkah atau tahapan membuat reklame.

          1). Menyiapkan Bahan dan Alat yang akan digunakan untuk reklame seperti; kertas gambar, pensil warna, cat poster, cat air, dan sebagainya.

          2). Pengaturan komposisi yaitu tata letak atau konfigurasi dari tekstur, bentuk barang ataupun objek yang menjadi objek reklame.
          3). Menggambar Bentuk produk maupun Objek Reklame yang menjadi objek reklame yang akan dibuat.

          4). Memberikan warna reklame yang mampu membuat orang tertarik dengan pesan yang disampaikan. Memberi warna yang unit menarik mencolok serta bisa menarik perhatian orang.

          Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

          Daftar Pustaka:

          1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
          2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
          3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
          4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
          5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
          6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
          7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
          8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
          9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
          10. Ringkasan Rangkuman: Dengan berkembangnya media dan teknologi maka jenis reklame juga mengalami perkembangan.
          11. Reklame sebagai media promosi mempunyai beberapa jenis dan bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
          12. Menurut tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu reklame komersial, dan non komersial.
          13. Sedangkan menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan. Bila dilihat menurut pemasangannya ada reklame yang dipasang dalam ruangan (indoor) dan reklame yang dipasang di luar ruangan (outdoor).
          14. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk, yaitu bentuk audio bentuk visual, dan bentuk campuran antara audio dan visual, atau disebut audio visual.
          15. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.
          16. Bentuk yang ke tiga adalah bentuk media campuran, yaitu audio visual.
          17. Reklame mempunyai beberapa bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
          18. Menurut tujuan pengadaannya, reklame menjadi reklame komersial, dan non komersial.
          19. Menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan.
          20. Menurut pemasangannya reklame dapat dipasang dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).
          21. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk: audio, visual, dan audio visual.
          22. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.
          error: Content is protected !!