Reklame – Iklan: Pengertian Contoh Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Unsur Prinsip

Pengertian Reklame: Reklame merupakan alat atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragam untuk tujuan komersial dipergunakan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa, atau orang atau badan untuk menarik perhatian umum kepada suatu tempat atau yang dapat dilihat, dibaca dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum.

Reklame berasal dari bahasa Spanyol, yaitu dari kata Re dan Clamo. Kata re mengandung arti berulang-ulang, sedangkan clamo memiliki arti seruan.

Dalam bahasa latin, Re dan Clame, Re artinya berulang-ulang sedangkan Clame atau Clamos artinya berteriak,

Jadi Reklame adalah seruan dengan berteriak yang dilakukam secara berulang dalam rangka menawarkan barang dagangan atau jasa kepada konsumen. Para pedagang atau penjual di masa lalu melakukan cara seperti ini untuk menjual barang dagangannya.

Menurut kamus umum bahasa indonesia reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan, dengan pujian atau gambar dan sebagainya, dengan tujuan agar barang dagangan tersebut lebih laku.

Dalam kegiatan promosi suatu barang ada dua istilah yang umum digunakan yaitu reklame dan iklan. Antara reklame dengan iklan memiliki perbedaan dan persamaan.

Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian reklame menurut para ahli dinataranya adalah.

1). Pengertian Reklame Menutur Kriyantono

Menurut Kriyantono reklame adalah bentuk komunikasi non personal yang bertujuan untuk menyampaikan pesan suatu produk yang dijual dan mengharapkan konsumen dapat membeli produk yang dijual dan membayar media yang digunakan.

2). Pengertian Reklame Menurut Durianto

Menurut Durianto reklame adalah proses komunikasi dengan tujuan untuk merayu atau membujuk masyarakat untuk membeli dan menggunakan yang direklamekan dan menjadi promosi untuk meningkatkan daya jual terhadap produk tersebut.

3). Pengertian Reklame Menurut Berhouwer

Menurut Berhouwer reklame adalah pernyataan yang secara sadar ditujukan kepada publik yang disampaikan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh seorang peserta perdagangan, dan diarahkan kepada sasaran (pangsa pasar) untuk memperbesar penjualan barang- barang atau jasa yang dimasukkan.

4). Pengertian Reklame Menurut Panji

Reklame menurut Panji adalah setiap kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan suatu barang atau jasa atau hal lainnya dengan maksud untuk menarik perhatian khalayak ramai.

5). Pengertian Reklame Menurut Barata

Menurut Barata, reklame adalah kegiatan yang bertujuan memberikan informasi atau memberikan suatu ide, barang atau jasa, dengan maksud untuk menarik perhatian orang-orang terhadap ide, barang atau jasa yang diinformasikan tersebut.

6). Pengertian Reklame Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder

Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Syarat Ciri Reklame

Beberapa syarat yang menjadi ciri dan terkandung dalam reklame diantaranya adalah

a). Isi reklame relatif singkat, padat dan jelas sehingga mudah dimengerti.

b). Menggunkan kata dan gambar yang menarik atau Unik atau Mencolok. Umumnya dilakukan dengan memasang gambar, menebalkan huruf atau hal-hal desain grafis lainnya yang mengundang perhatian. Bisa juga berbentuk visual, biasanya yang menggunakan bentuk visual adalah papan iklan atau billboard.

c). Infomasi yang dismpaikan jujur, informasi produk atau lainnya harus benar dan dapat dibuktikan.

d). Dilakukan berulang yang bertujuan agar konsumen mau membeli barang tersebut atau semakin banyak masyarakat selalu waspada terhadap himbauan yang diberikan.

Perbedaan Reklame dan Iklan

Iklan pada umumnya berupa kalimat yang cukup Panjang, bahkan bisa juga dalam bentuk sebuah artikel.

Sedangkan reklame hanya berupa kalimat singkat yang disertai dengan gambar yang mencolok.

Persamaan Reklame Dan Iklan

Reklame dan iklan memiliki fungsi dan tujunnya yang hampir sama. Umumnya iklan lebih banyak dipasang pada media cetak seperti koran dan majalah dan media elektronik seperti televisi, radio, film, internet.

Reklame pada umumnya dipasang dengan menggunakan papan, spanduk, poster, leaflet, baliho, papan nama, brosur, dan tempat- tempat terbuka atau umum seperti di pinggir jalan, toko, mall dan sebagainya.

Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,

Beberapa tujuan dan manfaat reklame adalah

  • Mengenalkan produk  kepada masyarakat luas.
  • Membuat identitas dan ciri khas dari suatu produk atau perusahaan.
  • Memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa tertarik dengan produk kita.
  • Menawarkan dan memperkenalkan produk anda kepada konsumen,investor dan lainnya.
  • Memburu pasar atau konsumen di regional tertentu.
  • Meningkatkan reputasi dari sebuah perusahaan.
  • Konsumen akan mencari tahu tentang produk anda setelah melihat reklame.
Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,
Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Reklame,

Jenis Reklame

Jenis reklame dapat dibagi berdalasarkan tujuan, sifat, tempat dan medianya

Jenis Reklame Menurut Tujuan Pengadaannya

Berdasarkan tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi dua jenia, yaitu reklame komersial dan reklame nonkomersial.

a). Reklame Komersial

Reklame komersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan bisnis. Tujuan pembuatan pemasangan reklame komersial adalah untuk dapat menarik para pembeli sebanyak banyak sehingga mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Contoh Reklame Komersial

Contoh reklame komersial diantaranya adalah Papan reklame atau baliho penjualan rumah, mobil atau barang dagangan lainnya yang dipasang di pinggir jalan tol, toko, mall dan tempat tempat umum lainnya.

b). Reklame Nonkomersial

Reklame nonkomersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan nonkomersial, yakni mengajak, menghimbau, dan menyampaikan informasi agar bersedia atau mengikuti pesan yang disampaikan. Keuntungan yang diperoleh biasanya bukan materi secara langsung.

Contoh Reklame Nonkomersial

Contoh reklame nonkomersial diantaranya adalah poster PIN (Pekan Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih, poster peringatan bahaya demam berdarah, himbauan untuk tertib berlalu lintas, membayar pajak, donor darah, dan lain sebagainya.

2). Jenis Reklame Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, reklame dibedakan menjadi 3, yaitu reklame penerangan, reklame peringatan, dan reklame permintaan atau ajakan atau himbauan.

a). Reklame Penerangan

Reklame penerangan adalah bentuk reklame yang bersifat informatif. Reklame penerangan bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar lebih jelas.

Contoh Reklame Penerangan

Contoh reklame penerangan misalnya tentang cara pengurusan KTP, SIM, pendaftaran masuk sekolah, cara membasmi nyamuk, dan sebagainya.

b). Reklame Peringatan

Reklame Peringatan adalah bentuk reklame yang bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat.

Contoh Reklame Peringatan

Contoh reklame peringatan adalah peringatan terhadap pengguna jalan melalui suatu gambar pada papan, baliho. Reklame bertujuan untuk mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dengan tulisan “Hati-hati sering terjadi kecelakaan” atau awas jalan licin dan sebagainya.

c). Reklame Permintaan atau Ajakan

Reklame permintaan atau ajakan atau himbauan adalah reklame yang bertujuan meminta atau mengajak atau menghimbau warga masyarakat agar bersedia memenuhi permintaan atau ajakan tersebut, mengajak masyarakat untuk peduli dengan sesamanya melalui gambar reklame.

Contoh Reklame Permintaan

Contoh reklame permintaan adalah papan reklame bertuliskan “Setetes darah anda menyelamatkan jiwa sesama.” atau baliho bertuliskan  “Bantulah korban bencana alam.”

3). Reklame Menurut Tempat Pemasangannya

Menurut tempat pemasangannya, reklame dapat dibedakan menjadi 2, yaitu reklame indoor, dan reklame outdoor.

a). Reklame Indoor

Reklame indoor adalah bentuk reklame yang dipasang di dalam ruangan bangunan dengan sasaran penyelenggaraannya eye catcher di dalam bangunan itu sendiri.. Gambar reklame indoor memiliki ukuran yang kecil atau sedang dengan bahan yang tidak perlu tahan air dan sengatan matahari, seperti mobile, hanger, dan bahan kertas.

Contoh Reklame Indoor

Contoh reklame indoor adalah: brosur, etiket, dan leaflet yang berisi informasi yang bersifat komersial atau nonkomersial tergantung tujuannya.

b). Reklame Outdoor

Reklame outdoor adalah bentuk reklame yang ditempatkan pada lokasi di luar gedung bangunan, atau reklame yang terletak did alam bangunan akan tetapi sasaran penyelenggaraannya berisfat eye catchierberada diluar bangunan.

Gambar reklame outdoor berukuran besar dengan menggunakan bahan tahan lama terhadap air dan sengatan matahari.

Contoh Reklame Outdoor

Contohnya reklame outdoor : spanduk, baliho, papan nama, dan logo baik bersifat komersial maupun nonkomersial.

Reklame Berdasarkan Izinnya

Reklame berdasarkan izin yang terdiri dari reklame insidentil dan reklame tetap

a). Reklame Insidentil

Reklame insidentil adalah reklame yang masa izinnya kurang dari satu tahun. Reklame yang masuk dalam kategori reklame insidentil adalah reklame yang diselenggarakan untuk masa-masa tertentu/ insidentil.

Contoh Reklame Insidentil

Jenisjenis reklame ini yaitu berupa baliho, spanduk/ umbul- umbul/ poster, selembaran/ brosur/ leaflet, stiker/ melekat, slide/ film, baik dengan suara maupun tanpa suara, reklame udara, reklame suara, reklame peragaan luar ruang maupun bersifat permanen dan tidak permanen.

b). Reklame Tetap

Reklame tetap adalah reklame yang masa izinnya hanya berlaku satu tahun.

Contoh Reklame Tetap

Jenis-jenis reklame tetap adalah reklame megatron/ videotron/ led, billboard tiang dengan peragaan, billboard tiang menempel pada penerangan, billboard menempel pada peragaan, billboard menempel pada penerangan kendaraan berjalan/ transit.

4). Reklame Menurut Media

Menurut medianya, reklame dibedakan menjadi reklame audio, dan reklame visual.

a). Reklame Audio

Reklame audio adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan menggunakan medis suara, baik secara langsung maupun tidak langsung yang diterima dengan indra pendengaran

Reklame Audio diselenggarakan dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan atau dengan suara yang ditimbulkan dari atau perantaraan alat.

b). Reklame Visual

Reklame visual adalah reklame yang diwujudkan dalam bentuk gambar yang dapat diterima dengan indra penglihatan. Reklame visual terdiri dari :

  • Poster

Poster adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf.

  • Spanduk

Spanduk adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf yang dibuat diatas kain mamanjang.

  • Plakat

Plakat adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau jasa dari gambar huruf yng dibuat pada kertas.

  • Etiket

Etiket adalah ragam gambar reklame yang berupa nama suatu produk barang dagangan dan disertai dengan keterangan.

  • Leaflet

Leaflet adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf sebagai keterangannya.

  • Brosur

Brosur adalah ragam gambar reklame yang menggunakan huruf sebagai unsur utamanya.

  • Logo

Logo adalah ragam gambar reklame yang berupa simbol atau lambang suatu badan usaha milik negara maupun swasta.

  • Papan Nama

Papan nama adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf dan gambar logo.

  • Baliho

Baliho adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan menggunakan gambar dan huruf yang berukuran besar.

Reklame baliho terbuat dari papan kayu atau bahan lain dan dipasang pada konstruksi yang tidak permanen dan tujuan materinya mempromosikan suatu eventatau kegiatan yang bersifat insidentil.

  • Reklame Audiovisual

Reklame audiovisual adalah bentuk reklame yang dibuat dengan menggunakan media suara dan gambar secara bersamaan.

Beberapa jenis reklame yang sering dijumpai di jalan. Masing-masing jenis reklame mempunyai karakteristik yang berbeda untuk bahan maupun penempatannya. beberapa jenis reklame yang sering diketahui: Billboard, Baliho, Spanduk, Poster, Plakat, Mobile, Neonbox, Videotron, Megatron

  • Reklame Papan Billboard

Reklame papan/ billboard merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak dapat dipindahkan) terbuat dari papan, kayu, seng, tenplate, collbrite, vynil, aluminium, fiberglas, kaca, batu, tembok atau beton, logam atau bahan lain yang sejenis,

Reklame papan billboard dipasang pada tempat yang disediakan (berdiri sendiri) atau digantung atau ditempel atau dibuat pada bangunan tembok, dinding, pagar, tiang, dan sebagainya baik bersinar, disinari maupun yang tidak disinari.

  • Reklame Berjalan

Reklame berjalan merupakan reklame yang ditempatkan pada kendaraan atau benda yang dapat bergerak, yang diselenggarakan dengan menggunakan kendaraan atau dengan cara dibawa/didorong/ditarik oleh orang.

Termasuk didalamnya reklame dalam gerobak atau rombong, kendaraan baik bermotor maupun tidak.

  • Reklame Megatron

Reklame megatron merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak bisa dipindahkan) menggunakan layar monitor maupun tidak dengan gambar dan/atau tulisan yang dapat diubah-ubah, terprogram dan menggunakan tenaga listrik.

Termasuk didalamnya videotron dan large electronic display (LED).

  • Reklame Peragaan

Reklame peragaan merupakan reklame yang diselenggarakan dengan cara memperagakan dengan atau tanpa disertai suara.

  • Reklame Udara

Reklame udara merupakan reklame yang diselenggarakan di udara dengan menggunakan balon, gas, laser, pesawat atau alat lain yang sejenis.

  • Reklame Film Slide

Reklame film atau slide merupakan reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan klise (celluloide) berupa kaca atau film, ataupun benda-benda lain yang sejenis, sebagai alat untuk diproyeksikan dan atau dipancarkan.

  • Reklame Stiker Melekat

Reklame stiker/melekat merupakan reklame yang berbentuk lembaran lepas diselenggarakan dengan cara ditempelkan, dilekatkan, dipasang atau digantung pada suatu benda.

Bagian Bagian Iklan

1). Bagian Unsur Headline Iklan,

Bagian Headline iklan merupakan kepala iklan, biasanya berupa rangkaian kalimat atau kata-kata pendek, dan seringkali berupa slogan.

Ciri-Ciri Headline Iklan

Ciri ciri headline iklan antara lain adalah tulisan cukup menonjol, umumnya berisi kalimat pendek, terkadang hanya satu kata saja, berisi kalimat atau kata yang memiliki kesan kuat sehingga menarik minat perhatian masyarakat

2). Bagian Subjudul Iklan

Subjudul iklan merupakan bagian iklan yang bertugas mendiskripsikan, menjelasakan atau menjabarkan lebih detail tetang pesan yang terdapat pada judul.

Ciri Ciri Subjudul Iklan

Ciri-ciri subjudul iklan antara lain adalah ukuran huruf lebih kecil dari headline, kadang di tulis dengan warna yang berbeda, letak subjudul berdekatan dengan headline.

3). Bagian Teks Naskah Iklan

 Teks iklan atau naskah iklan umumnya dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang lebih kecil.

4). Harga Barang Yang Diiklankan

Pada iklan Harga barang produk yang akan di tawarkan atau dijual paling tidak dicantumkan dengan harga yang terendah untuk menarik perhatian calon pembeli.

5). Nama dan Alamat Pengiklan Penjual

Nama dan Alamat, ada yang mencantumkan alamat dan nama pengiklan atau penjual pemasaran dengan jelas, agar pembaca calon pembeli mengenali dengan jelas.

6). Signature Slogan Atau Strapline

Signature slogan atau strapline, merupakan baris kalimat penutup, hal ini dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan citra perusahaan.

Unsur – Unsur Iklan

1). Unsur Perhatian Attention Iklan

Perhatian (Attention), suatu iklan harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.

2). Unsur Minat Interest Iklan

Minat (Interest), suatu iklan juga harus mampu membangkitkan minat, rasa penasaran, dan rasa ingin tahu.

3). Unsur Iklan Keinginan Desire

Keinginan (Desire), Suatu iklan juga harus mampu menggerakkan keinginan konsumen

4). Unsur Rasa Percaya Conviction Iklan

Rasa percaya (Conviction), iklan juga harus mampu meyakinkan masyarakat, misalnya dilakukan dengan kegiatan peragaan seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.

5). Unsur Tindakan Action Iklan

Tindakan (Action). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

Prinsip -Prinsip Membuat Reklame

Berikut merupakan prinsip-prinsip dalam membuat reklame.

Prinsip Komunikatif Reklame

Komunikatif adalah sifat reklame yang harus mampu berkomunikasi antara dua belah pihak yakni produsen serta konsumen atau penjual dan pembeli.

Reklame sebaiknya mudah di terima oleh masyarakat, mengena untuk itu gambar atau huruf hendaknya jelas, singkat, padat sedangkan bentuk objek menarik, jelas dan kontras warnanya.

Prinsip Komposisi Aransemen Reklame

Reklame harus memiliki konfigurasi yaitu letak gambar bentuk barang ataupun objek dengan melakukan penataan yang sangat baik.

Penataan gambar dan huruf sebaiknya di tata dengan harmonis sehingga memudahkan masyarakat untuk membaca infomasinya

Prinsip Kesatuan Reklame

Kesatuan adalah saling menolong serta saling melengkapi semua unsur reklame harus menjadi kesatuan yang utuh sehingga reklame menjadi sangat menarik perhatian umum.

Antara gambar dan hurufnya tidak boleh lepas dan saling terkait/ mendukung maksud yang akan di sampaikan

Prinsip Pusat Perhatian Reklame

Reklame harus mampu menjadi pusat perhatian dengan memasang unsur yang mempunyai peran dominan dan diwujudkan melalui perwarnaan yang kontras.

Gambar reklame harus menarik perhatian dengan adanya pusat perhatian pada gambar reklame dan ada unsur yang dominan yang dapat di ciptakan dengan warna yang kontras, objek yang unik dan kalimat yang tidak biasa.

Prinsip Huruf Reklame

Reklame disusun menggunakan pemilihan huruf yang mudah dibaca, jelas, dan terang.

Bentuk dasar huruf reklame dibedakan menjadi

  • Huruf yang digayakan adalah huruf yang proporsinya menyimpang dari proporsi dan bentuk huruf baku.
  • Huruf sans serif, disebut juga dengan huruf gundul atau huruf yang terdiri dari huruf kapital dan huruf minuskul.
  • Spasi huruf adalah jarak huruf yang satu dengan yang lainnya harus sesuai dan seimbang.

Tahap Langkah Membuat Reklame

Berikut adalah langkah atau tahapan membuat reklame.

1). Menyiapkan Bahan dan Alat yang akan digunakan untuk reklame seperti; kertas gambar, pensil warna, cat poster, cat air, dan sebagainya.

2). Pengaturan komposisi yaitu tata letak atau konfigurasi dari tekstur, bentuk barang ataupun objek yang menjadi objek reklame.
3). Menggambar Bentuk produk maupun Objek Reklame yang menjadi objek reklame yang akan dibuat.

4). Memberikan warna reklame yang mampu membuat orang tertarik dengan pesan yang disampaikan. Memberi warna yang unit menarik mencolok serta bisa menarik perhatian orang.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Ringkasan Rangkuman: Dengan berkembangnya media dan teknologi maka jenis reklame juga mengalami perkembangan.
  11. Reklame sebagai media promosi mempunyai beberapa jenis dan bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  12. Menurut tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu reklame komersial, dan non komersial.
  13. Sedangkan menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan. Bila dilihat menurut pemasangannya ada reklame yang dipasang dalam ruangan (indoor) dan reklame yang dipasang di luar ruangan (outdoor).
  14. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk, yaitu bentuk audio bentuk visual, dan bentuk campuran antara audio dan visual, atau disebut audio visual.
  15. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.
  16. Bentuk yang ke tiga adalah bentuk media campuran, yaitu audio visual.
  17. Reklame mempunyai beberapa bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  18. Menurut tujuan pengadaannya, reklame menjadi reklame komersial, dan non komersial.
  19. Menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan.
  20. Menurut pemasangannya reklame dapat dipasang dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).
  21. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk: audio, visual, dan audio visual.
  22. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.