Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.


Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

Daftar Pustaka:

  1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,

Asam Karboksilat: Pengertian Sifat Fisis Kimia Tata Nama Isomer Rumus Struktur Reaksi Pembuatan Kegunaan Sehari Indistri

Pengertian Asam Karboksilat: Asam karboksilat adalah senyawa karbon alkana yang memiliki gugus fungsi (–COOH) yang disebut gugus karboksil. Dengan demikian asam karboksilat atau alkanoat dapat dianggap sebagai turunan alkana dengan mengganti 1 atom H dari alkana dengan gugus karboksil (–COOH).


Gugus Fungsi Karboksil, Gugus Karbonil, Gugus Hidroksil

Gugus karboksil merupakan gabungan gugus karbonil (–COH) dan gugus hidroksil (–OH). Atom H pada gugus karbonil diganti oleh gugus hidroksil. Adapun rumus gugus karbonil dan gugus  hidroksil yang membentuk gugus karboksil adalah seperti berikut

Gugus Fungsi Karboksil, Gugus Karbonil, Gugus Hidroksil
Gugus Fungsi Karboksil, Gugus Karbonil, Gugus Hidroksil

Rumus Umum Asam Karboksilat (R–COOH)

Rumus umum asam karboksilat adalah R–COOH, dengan R merupakan  senyawa alkil yaitu senyawa alkana yang kehilangan satu atom hydrogen H. Rumus umum strukturnya adalah seperti berikut:

Rumus Umum Asam Karboksilat (R–COOH)
Rumus Umum Asam Karboksilat (R–COOH)

Sumber Alam Asam Karboksilat

Asam karboksilat banyak terdapat di alam, misalnya pada semut, cuka, apel, dan jeruk. Sehingga nama lazim asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumber alami asam yang bersangkutan.

Misal asam butanoat disebut asam butirat karena terdapat dalam santan kelapa (butyrum) atau mentega (butter). Asam format dengan nama IUPAC-nya asam metanoat banyak ditemukan pada semut dan diperoleh dengan cara distilasi semut, dalam Bahasa Latin semut adalah formica.

Asam asetat atau acetum yang artinya cuka diperoleh dari hasil distilasi cuka. Sedangka asam kaproat atau caper yang artinya domba diperoleh dari lemak domba.

Tata Nama Asam Karboksilat Trivial IUPAC

Ada dua cara pemberian nama pada asam karboksilat, yaitu nama Trivial (nama lazim) dan nama IUPAC.

Tata Nama Asam Karboksilat Trivial IUPAC
Tata Nama Asam Karboksilat Trivial IUPAC

Tata Nama Trivial Asam Karboksilat

Nama trivial asam karboksilat biasanya didasarkan pada nama sumber atau bahan asam tersebit di alam. Nama trivial atau lazim bukan berdasarkan pada strukturnya. Hal ini dikarenakan banyaknya asam karboksilat yang telah dikenal orang sejak lama.

Contoh Nama Trivial Asam Karboksilat

Beberapa nama trivial yang lazim dari senyawa asam karboksilat berdasarkan pada sumber alaminya.

a). Asam Format HCOOH

Asam format merupakan nama lazim atau trivial untuk asam karboksilat dengan rumus HCOOH.  Dinamai dengan asam format atau asam formiat atau asam semut atau karena ditemukan pada semut (arti kata formika adalah semut).

b). Asam Asetat CH3COOH

Asam Asetet atau asam cuka  merupakan nama trivial untuk asam karboksilat yang memiliki rumus kimia CH3COOH.  Disebut asam cuka atau asam asetat karena asam ini ditemukan dalam cuka. Kata asetat berasal dari asetum yang artinya  cuka.

c). Asam Protopion C2H5COOH

 Nama trivila dari rumus kimia C2H5COOH adalah asam propionat yang berasal dari kata protopion yang artinya  lemak awal atau pertama.

d). Asam Butirat C3H7COOH

 Asam butirat memiliki rumus C3H7COOH dan memiliki nama trivial asam butirat. Kata butirat berasal dari butyrum yang artinya mentega.

e). Asam Valerat C4H9COOH

Asam valerat memiliki rumus molekul C4H9COOH dan disebut asam valerat. Kata valerat berasal dari kata valere yang merupakan nama sejenis tanaman dan ditemukan pada bagian akarnya.

Tata Nama IUPAC Asam Karboksilat

Menurut sistem IUPAC, penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana, di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat.

Untuk senyawa yang mempunyai isomer, tata Namanya sama seperti pada aldehid karena gugus fungsinya sama-sama berada pada ujung rantai karbon.

Cara Penamaan Asam Karboksilat Menurut IUPAC

Adapun cara peberian nama pada asam karboksilat adalah sebagai berikut

a). Menentukan rantai induk atau rantai pokok. Rantai induk adalah rantai yang paling panjang yang mengandung gugus fungsi karboksil (— COOH). Nama karboksilat sesuai nama rantai pokok (panjang) diberi akhiran oat.

b). Penomoran atom karbon pada rantai pokok (panjang) dimulai dari gugus fungsinya.

c). Penulisan nama dimulai dengan nama cabang cabang atau gugus lain yang disusun menurut abjad kemudian diikuti dengan nama rantai pokok. Karena gugus fungsi pasti nomor satu, jadi nomor gugus fungsi tidak perlu disebutkan.

d). Urutan Pemberian Nama Asam Karboksilat

Adapun urutan pemberian nama asam karboksilat adalah sebagai berikut

Asam (nomor cabang)-(nama cabang)-(alkanoat)

Contoh Penamaan Asam Karboksilat Propanoat,

Tentukan nama IUPAC Asam karboksilat yang diyatakan dengan rumus struktur berikut

Contoh Penamaan Rumus Struktur Asam Karboksilat Propanoat,
Contoh Penamaan Rumus Struktur Asam Karboksilat Propanoat,

Pada rantai induk karbon nomor satu selalu milik gugus karboksil, jadi penomoran selalu dari atom karbon gugus fungsinya. Rantai induk terpanjang mengandung 3 atom karbon, Senyawa asam karboksilat dengan tiga atom karbon adalah propanoate.

Pada rumus struktur tidak ada cabang, sehingga asam korboksilat tersebut diberi nama sebagai: “Asam Propanoat”

Contoh Penamaan Rumus Struktur Asam 3-Metil-Butanoat

Tentukan nama IUPAC untuk rumus struktur asam karboksilat yang dinyatakan dengan struktur berikut;

Contoh Penamaan Rumus Struktur Asam 3-Metil-Butanoat
Contoh Penamaan Rumus Struktur Asam 3-Metil-Butanoat

Rantai induk atau rantai terpanjang pada rumus struktur tersebut mengandung 4 atom karbon. Senyawa karboksilat yang mengandung  4 karbon adalah butanoate. Cabang yang mengikat gugus alkil terdapat pada atom karbon nomor 3. Rumus gugus alkil yang diikat adalah CH3 yaitu metil

Dengan demikian nama rumus struktur asam karboksilat tersebut adalah: “Asam 3-metil-butanoat”

Sifat Fisis Asam Karboksilat

Beberapa Sifat fisis asam karboksilat diantranya adalah

a). Wujud Asam Karboksilat

Suku-suku rendah berupa zat cair, sedangkan suku-suku yang lebih tinggi berupa zat padat.

b). Sifat Fisis Kelarutan Asam Karboksilat Dalam Air

Suku- suku rendah yaitu senyawa yang memiliki karbon C1–C4 lebih mudah larut dalam air, namun makin banyak atom karbon dalam molekul, maka  kelarutan dalam air semakin berkurang, dan senyawa yang berwujud padat tidak dapat larut.

c). Sifat Fisis Titik Didih dan Titik Lelehnya

Asam karboksilat memiliki titik didih dan leleh yang tinggi dikarenakan molekulnya terdapat ikatan hidrogen.

d). Sifat Keasaman Asam Karboksilat

Semua asam karboksilat merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah kekuatan asamnya. Jadi ssam alkanoat yang paling kuat adalah asam metanoat.

Sifat Kimia Asam Karboksilat

Asam karboksilat dapat mengalami reaksi- reaksi sebagai berikut.

a). Reaksi Asam Karboksilat Dengan Basa

Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa dan membentuk garam sesuai dengan persamaan reaksi berikut:

Reaksi Asam Karboksilat Dengan Basa NaOH
Reaksi Asam Karboksilat Dengan Basa NaOH

Garam natrium dan garam kalium dari asam alkanoat rantai panjang disebut sabun. Wujud garam natrium lebih keras daripada garam kalium. Garam natrium disebut sabun keras, sedangkan garam kalium disebut sabun lunak.

Larutan garam-garam alkanoat bersifat basa karena mengalami hidrolisis seperti reaksi berikut

R–COONa+ H2O → R–COOH + Na+ + OH

b). Reaksi Esterifikasi Dari Asam Karboksilat Dengan Alkohol

Asam karboksilat dapat bereaksi dengan alkohol untuk menghasilkan ester. Reaksi ini dikenal dengan nama reaksi esterifikasi, dan reaksinya mengikuti persamaan reaksi berikut

Reaksi Esterifikasi Dari Asam Karboksilat Asam Asetat Dengan Alkohol Metanol
Reaksi Esterifikasi Dari Asam Asetat Dengan Metanol

c). Dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air sehingga pada umumnya mempunyai titik didih tinggi.

d). Mulai dari rantai dengan jumlah satu karbon  sampai dengan empat karbon mudah larut dalam air. Makin panjang rantai karbonnya makin sukar larut dalam air.

e). Adanya cabang akan mempengaruhi derajat keasaman. Cabang alkil akan mengurangi keasaman, sedangkan jika cabangnya atom -atom halogen akan menambah keasaman.

Isomer Struktur Asam Karboksilat

Isomer asam karboksilat terjadi akibat adanya cabang, letak atau posisi cabang dan asam karboksilat juga berisomer gugus fungsi dengan senyawa ester.

Contoh Isomer Asam Karboksilat Asam Butanoat C3H7COOH

Contoh Isomer dari senyawa Asam Karboksilat yang memiliki rumus kimia C4H8O2 diantaranya adalah:

Isomer struktur dari butanoate adalah n-butanoat dan 2-metil-propanoat
Isomer struktur dari butanoate adalah n-butanoat dan 2-metil-propanoat

Isomer struktur dari butanoate adalah n-butanoat dan 2-metil-propanoat. Kedua senyawa Isomer butanoate tersebut sama sama memiliki rumus C4H8O2 atau C3H7COOH. Namun kedua senyawa tersebut memiliki rumus struktur yang berbeda.

Senyawa n-butanoat membentuk struktur rantai induk karbon lurus dengan 4 atom karbon (butanoate).

Sedangkan 2-metil-propanoat memiliki struktur bercabang dengan rantai induk memiliki 3 atom karbon. Asam karboksilat dengan 3 atom karbon adalah propanoate.

Satu atom karbon membentuk gugus metil sebagai cabang. Cabang gugus metil ini terikat pada rantai induk di atom karbon nomor 2.

Isomer Gugus Fungsi Asam Karboksilat C4H8O2

Asam karboksilat dan Ester merupakan isomer gugus fungsi karena keduanya memiliki rumus molekul yang sama, yaitu CnH2nO2.

Contoh Isomer Gugus Fungsi Asam Karboksilat C4H8O2

Isomer gugus fungsi asam karboksilat yang mempunyai rumus kimia C4H8O2 diantaranya:

Contoh Isomer Gugus Fungsi Asam Karboksilat C4H8O2
Contoh Isomer Gugus Fungsi Asam Karboksilat C4H8O2

Rumus struktur etil etanoat dibangun oleh rantai induk etanoat (yaitu rantai dengan 2 atom karbon) dan gugus fungsi etil C2H5 yang terikat pada atom karbon pertama.

Sedangkan rumus struktur metil propanoate dibangun oleh rantai induk yang memiliki 3 atom karbon yaitu propanat dengan gugus fungsi metil yang terikat pada atom karbon pertama.

Cara Pembuatan Asam Karboksilat

Asam karboksilat dapat dibuat dengan beberapa cara, diantaranya dengan oksidasi alkohol atau aldehida dan hidrolisis alkana nitril.

1). Oksidasi Alkohol Primer Dengan Oksidator Natrium Dikromat

Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat, seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Reaksi okiadasi alcohol oleh oksidator natrium dikromat memenuhi persamaan reaksi berikut

3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ → 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O

2). Oksidasi Alkohol Primer Dengan Gas Oksigen

Asam karboksilat dapat juga dibuat melalui oksidasi alkohol primer dengan gas okisgen dengan dua tahapan reaksi.

Reaksi tahap pertama adalah mengoksidasi alcohol primer dengan gas oksigen menghasilkan senyawa aldehid dan air seperti berikut

R–CH2OH + 1/2 O2 → R–COH + 11 H2O

Reaksi tahap kedua adalah mengoksidasi aldehid hasil reaksi pertama dengan gas oksigen menghasilkan asam karboksilat dengan reaksi kimianya seperti berikut:

R–COH + ½ O2 → R–COOH

2). Hidrolisis Senyawa Alkana Nitril (Sianida Organik)

Pembuatan asam karboksilat dengan hidrolisis senyawa alkana nitril dilakukan pada suhu tinggi dan asam kuat.

Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. Pada reaksi hidrolisis nitril ini terbentuk ammonia seperti persamaan reaksi berikut

R–CN + 2H2O + HCl → R–COOH + NH3 + HCl

3). Pembuatan Asam Format (Asam Semut – Asam Metanoat)

Asam formiat dibuat dengan mereaksikan gas karbon monoksida dengan uap air, dengan katalisator oksida logam pada suhu sekitar 200°C dan tekanan tinggi. Pembuatan asam format mengikuti persamaan reaksi berikut:

CO + H2O → H–COOH

Kegunaan Manfaat Asam Karboksilat Sehari Hari Industri

Asam karboksilat banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari hari baik untuk keperluaan masyarakat umum maupun untuk industry yang di antaranya sebagai berikut:

1). Kegunaan Dan Sifat Asam Format (Asam Semut – Asam Metanoat)

Asam formiat  atau asam semut banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit, dan di perkebunan karet untuk menggumpalkan lateks atau getah pohon karet.

Asam format adalah cairan tak berwarna , berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol, dan eter.

Dalam jumlah sedikit terdapat dalam keringat, oleh karena itu keringat baunya asam. Asam ini juga menyebabkan lecet atau lepuh pada kulit.

Sifat khusus yang dimiliki asam formiat yaitu dapat mereduksi, karena mempunyai gugus aldehid. Asam format mereduksi perak nitrat dalam suasana larutan netral, larutan KMnO4 dalam suasana basa, dan mereduksi H2SO4 pekat.

2). Kegunaan Manfaat Sifat Asam Asetat (Asam Cuka – Asam Etanoat)

Asam asetat mempunyai banyak kesamaan sifat dengan asam formiat yaitu: berwujud cair, tidak berwarna, mudah larut dalam air, dan berbau tajam.

Asam asetat murni disebut asam asetat glasial merupakan cairan bening tak berwarna, berbau sangat tajam, membeku pada 16,6 oC, dan membentuk kristal yang menyerupai es atau gelas. Asam asetat murni digunakan untuk membuat selulosa asetat dalam industri rayon.

Asam asetat yang lebih umum disebut asam cuka sering digunakan sebagai pemberi rasa asam dan sebagai pengawet makanan.

Larutan cuka yang digunakan sebagai bahan makanan yang umum digunakan sehari-hari mempunyai kadar 20 – 25% volume asam asetat.

3). Kegunaan Asam Karboksilat

Asam karboksilat sering digunakan sebagai bahan pembuatan ester dengan cara mereaksikannya dengan alkohol.

4). Kegunaan Asam Karboksilat Suku Tinggi

Asam karboksilat suku tinggi dipergunakan untuk pembuatan sabun jika direaksikan dengan basa, misalnya asam stearat, asam palmitat, dan lain-lain.

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Asam Karboksilat: Pengertian Sifat Fisis Kimia Tata Nama Isomer Rumus Struktur Reaksi Pembuatan Kegunaan Sehari Indistri, Contoh Tata Nama Trivial IUPAC Asam Karboksilat,
  9. Sumber Alam Asam Karboksilat Asam Format Asam Asetat Asam Protopion Asam Butirat Asam Valerat , Contoh Isomer Struktur Gugus Fungsi Asam Karboksilat, Contoh Reaksi Pembuatan Asam Karboksilat,

Sifat Halogen: Pengertian Sifat Fisis Kimia Reaksi Pembentukan Kegunaan Senyawa Halogen Flour Klor Brom Iodium

Pengertian Halogen: Halogen berasal dari bahasa Yunani yaitu dari halos dan genes. Kata halos berarti garam sedangkan genes artinya pembentuk atau pencipta. Halogen berarti pembentuk garam karena unsur- unsur halogen jika bereaksi dengan logam membentuk garam.


Berdasarkan konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur halogen dalam sistem periodic, menempati golongan VIIA. Unsur unsur halogen terdiri dari unsur Fluor (F), Klor (Cl), Brom (Br), Yod (I), dan Astatin (At).

Halogen mempunyai 7 elektron valensi yang menyebabkan atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi, sehingga mudah menerima elektron untuk memenuhi konfigurasi elektron gas mulia dengan membentuk ion negatif.

Hal ini menyebabkan halogen sangat reaktif, sehingga tidak ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam tetapi selalu ditemukan sebagai suatu persenyawaan.

Sumber Halogen Di Alam

Sumber halogen di alam umumnya berupa  garam- garam, misal klor diperoleh dari NaCl dalam air laut. Brom dan iod juga didapatkan dalam air laut tetapi sangat sedikit dibandingkan klor. Iod ditemukan dalam bentuk NaIO3 yang tercampur dengan NaNO3.

Sifat Sifat Fisis Dan Kimia  Halogen

Sifat sifat unsur halogen dapat dibagi menjadi sifat fisis dan sifat kimia. Beberapa sifat Fisis dan kimia unsur halogen diantaranya dapat dilihat pada table berikut

Sifat Sifat Fisis Dan Kimia Halogen Titik Didih Leleh Keelektronegatifan Afinitas Elektron,
Sifat Sifat Fisis Dan Kimia Halogen Titik Didih Leleh Keelektronegatifan Afinitas Elektron,

1). Sifat Wujud Halogen

Pada suhu kamar, fluor dan klor berupa gas, brom berupa zat cair yang mudah menguap, sedangkan iod berupa zat padat yang mudah menyublim. Begitu juga iodium, mudah sekali menyublim. Pada pemanasan, iod padat tidak mencair melainkan langsung menguap atau menyublim.

Unsur halogen sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan. Walaupun brom berwujud cair, tetapi brom mudah sekali menguap.

2). Sifat Warna dan Bau Unsur Halogen

Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Halogen umumnya berbau menyengat, terutama klorin dan bromin (bromos, artinya pesing). Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat, ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.

Molekul halogen berwarna, karena menyerap sinar tampak sebagai hasil eksitasi elektron ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Fluor berwarna kuning muda; klor berwarna hijau kekuningan, brom berwarna merah kecokelatan; dan iod berwarna hitam dan mudah menguap membentuk uap berwarna ungu. Uap halogen sangat beracun dan berbahaya bagi pernapasan, mata, dan kulit.

Brom cair merupakan salah satu reagensia yang paling berbahaya, karena efek uapnya terhadap mata dan saluran hidung serta menimbulkan luka bakar jika mengenai kulit. Unsur halogen berbau menusuk.

3). Sifat Titik Didih, Titik Leleh, dan Energi Ikatan Halogen

Titik didih dan titik leleh akan bertambah, jika nomor atom bertambah.  Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam table periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan.

Energi ikatan “X2“ (kalor disosiasi) berkurang, jika nomor atom bertambah besar.  Kecenderungan ini hanya dapat diamati pada Cl2, Br2, dan I2. Namun energi ikatan F2 paling rendah karena terjadi tolak-menolak antara elektron tak terikat, hal ini menyebabkan F2 sangat reaktif.

4). Sifat Jari Jari Atom Halogen

Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya. Dari atas ke bawah, jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah. Akibatnya, kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang.

Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil (perhatikan data). Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Begitu juga titik didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil.

Sifat Sifat Kimia Halogen

Beberapa sifat kimia halogen diantaranya adalah

1). Sifat Elektronegativitas Halogen

Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar. Unsur yang paling elektronegatif dibanding unsur lain dalam sistem periodic adalah fluor (perhatikan data keelektronegatifan).

Unsur-unsur halogen mempunyai konfigurasi elektron ns2 np5 dan merupakan unsur yang paling elektronegatif, karena mempunyai bilangan oksidasi (–1). Kecuali fluor yang selalu univalen, unsur halogen juga dapat mempunyai bilangan oksidasi (+1), (+3), (+5), dan (+7). Bilangan oksidasi (+4) dan (+6) merupakan anomali yang terdapat dalam oksida ClO2, Cl2O6, dan BrO3.

2). Sifat Afinitas Elektron Halogen

Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari afinitas elektron. Makin besar afinitas elektron, makin reaktif unsur tersebut. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik, afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I.

Unsur-unsur halogen cenderung menangkap elektron untuk membentuk ion negatif. Afinitas elektron dari klor lebih besar dari afinitas fluor, tetapi F2 adalah oksidator kuat dibandingkan dengan Cl2, karena molekul fluor lebih mudah terurai menjadi atom.

3). Sifat Daya Oksidasi Halogen

Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin kuat.

Urutan kekuatan oksidator halogen dapat dilihat dari data potensial reduksinya:

F2 + 2 e →2 F    E° = +2,87 V

Cl2 + 2 e →2 Cl E° = +1,36 V

Br2 + 2 e →2 Br E° = +1,07 V

I2 +  2 e → 2 I    E° = +0,54 V

Berdasarkan data potensial reduksi standar tersebut, makin ke atas, daya oksidasinya (oksidator) makin kuat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat.

Unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam table periodik, tetapi reaksi kembalikannya tidak terjadi.

Data ini dapat digunakan untuk memperkirakan apakah reaksi halogen dengan senyawa halida dapat berlangsung atau tidak.

Caranya dengan menghitung potensial sel, jika harga potensial sel positif berarti reaksi berlangsung dan jika harga potensial sel negatif berarti reaksi tidak berlangsung.

Halogen yang bebas atau diatomic yang berada di atas dapat bereaksi dengan halida senyawa atau ion halide yang berada di bawahnya.

Contoh reaksi yang dapat berlangsung:

F2 + 2 Cl → 2 F + Cl2

Cl2 + 2 I → 2 Cl + I2

F2 + 2 Br → 2 F + Br2

Cl2 + 2 NaBr → 2 NaCl + Br2

Br2 + 2 KI → 2 KBr + I2

Jika halogen yang bebas berada di bawah senyawa atau ion halida, maka reaksi tidak dapat berlangsung.

Contoh reaksi tidak berlangsung:

Cl2 + 2 F reaksi tidak berlangsung

I2 + 2 Clreaksi tidak berlangsung

Br2 + CaF2 reaksi tidak berlangsung

I2 + 2 KBr reaksi tidak berlangsung

Secara sederhana halogen yang di atas dapat mendesak atau mengusir halida yang di bawahnya. Sebaliknya Halogen di bawah tidak dapat mendesak atau mengusir halida yang di atasnya.

4) Sifat Bilangan Oksidasi Halogen Lebih Dari Satu

Halogen mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali fluor. Asam oksihalida bersifat sebagai zat pengoksidasi (oksidator). Makin banyak atom O yang diikat, oksidator makin kuat. Sifat asam dari oksihalida akan bertambah kuat dengan bertambahnya jumlah atom O.  Jadi, urutan kekuatan asam: HClO < HClO2 < HClO3 < HClO4.

Reaksi Halogen

Reaksi-reaksi halogen sebagai berikut.

1). Reaksi Halogen Dengan Logam

Halogen bereaksi dengan semua logam dalam sistem periodik unsur membentuk halida logam. Jika bereaksi dengan logam alkali dan alkali tanah, hasilnya adalah halida logam yang dapat dengan mudah diperkirakan,

Sedangkan bila bereaksi dengan logam transisi, produk halida logam yang terbentuk tergantung pada kondisi reaksi dan jumlah reaktannya.

Contoh Reaksi Halogen Dengan Logam

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

2 M + n X2 → 2 MXn,

M = logam

X = F, Cl, Br, I

Halogen dapat bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan halida.

2Na (s) + Cl2 (g) → 2 NaCl (s)

Mg (s) + Cl2 (g) → MgCl2 (s)

Sn (s) + 2 Cl2 (g) → SnCl4 (s)

Zn (s) + F2 (g) → ZnF2 (s)

Semakin ke bawah halogen menjadi kurang reaktif karena afinitas elektronnya semakin berkurang, atau dengan kata lain F2 > Cl2 > Br2 > I2

2). Reaksi Halogen Dengan Hidrogen

Halogen dapat bereaksi dengan gas hidrogen dengan membentuk senyawa hidrogen halide (HX). Hidrogen halida yang dihasilkan sangat berharga karena bersifat asam ketika dilarutkan dalam air. Kecuali hidrogen fluorida, semua hidrogen halide yang lain merupakan asam kuat jika dimasukkan ke dalam larutan

Contoh Reaksi Halogen Dengan Hidrogen

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

H2 (g) + X2 → 2 HX (g),

X = F, Cl, Br, I

Halogen dapat bereaksi dengan hidrogen menghasilkan asam halide seperti peramaan reaksi berikut

H2 (g) + Cl2 (g) → 2 HCl (g)

H2 (g) + Br2 (g) → 2 HBr (g)

H2 (g) + F2 (g) → 2 HF (g)

3). Reaksi Halogen Dengan Air

Kelarutan halogen dari fluor sampai yod dalam air semakin berkurang. Fluor selain larut juga bereaksi dengan air.

2 F2 (g) + 2 H2O (l) →  4 HF (aq) + O2 (g)

Yod sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam larutan yang mengandung ion Ikarena membentuk ion poliiodida I3, misalnya I2 larut dalam larutan KI.

I2 (s) + KI (aq) →  KI3 (aq)

Karena molekul halogen nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar, misalnya CCl4, aseton, kloroform, dan sebagainya.

4). Reaksi Halogen Dengan Halogen Lain

Halogen mempunyai molekul diatomik, sehingga tidak mudah terjadi reaksi antarunsur dalam golongan halogen.

Reaksi antara halogen dengan halogen dapat disamakan dengan reaksi redoks. Unsur yang lebih reaktif bertindak sebagai oksidator, sedangkan unsur yang kurang reaktif menjadi reduktor.

Contoh Reaksi Halogen Dengan Halogen

Secara umum reaksi halogen dengan hydrogen dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

X2 + nY2 → 2 XYn

X, Y = F, Cl, Br, I

Y adalah halogen yang lebih elektronegatif dan n adalah bilangan ganjil (1, 3, 5, . . .).

Halogen dapat bereaksi dengan halogen lainnya seperti persamaan reaksi berikut

Cl2 (g) + F2 (g) → 2 ClF (g)

Cl2 (g) + 3 F2 (g) → 2 ClF3(g)

Br2 (g) + Cl2 (g) → 2BrCl (g)

Br2 (g) + 3 F2 → 2 BrF3 (l)

Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen

Halogen dapat dibuat dengan cara elektrolisis atau dengan cara mengoksidasi senyawa halida (X). Unsur- unsur halogen (X2) pada umumnya dibuat di laboratorium dengan cara mengoksidasi senyawa halida.

Namun, gas fluorin (F2) jarang dibuat di laboratorium karena tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi senyawa fluorida (F).

Fluorin mempunyai daya oksidasi tinggi dibanding halogen yang lain. Unsur halogen klorin, bromin, dan iodin dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO4 dalam lingkungan asam

1). Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2

Salah satu sifat gas F2 adalah oksidator kuat, sehingga gas F2 hanya dapat dibuat melalui proses elektrolisis dari garamnya yaitu KHF2. Gas F2 dibuat dengan cara melarutkan KHF2 ke dalam HF cair.

Pada proses elektrolisi tersebut ditambahkan LiF 3% yang berfungsi untuk menurunkan suhu sampai ±100 oC.

Proses elektrolisis garam KHF2 dilakukan pada tempat yang terbuat dari bahan baja. Sebagai katodenya adalah baja dan anodanya adalah karbon atau grafit.

Reaksi Elektrolisis Pembuatan Gas Flour F2

Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode seperti persamaan reaksi berikut

KHF2 → K+ + HF2-

HF2- → H+ + 2 F

Anoda: 2 F → F2 + 2 e

Katode: 2H+ + 2e → H2

Pada proses elektrolisis ini digunakan sebuah diafragma yaitu pemisah berupa monel yang berfungsi untuk mencegah terjadinya reaksi antara H2 dan F2. Dengan demikian gas F2 yang terbentuk dapat ditampung dalam wadah yang terbuat dari campuran Cu dengan Ni

Kegunaan Senyawa Klorin

Beberapa kegunaan senyawa fluorin antara lain adalah

a). Secara komersial pada skale industry, gas F2 diproduksi untuk bahan bakar nuklir uranium. Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih sehingga menghasilkan uranium heksafluorida UF6 berupa padatan berwarna putih dengan sifat  mudah menguap.

  1. NaF, dapat digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium, yaitu bahan bakar reaksi nuklir.

c). Na2SiF6, digunakan untuk penguat gigi yang dicampur dalam pasta gigi

d). Teflon atau Politetrafluoroetilena digunakan sebagai bahan plastik pelapis yang tahan panas.

e). Asam fluoride digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan kaca.

f). CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.

2). Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas Klorin Cl2

Air laut dan garam batu merupakan sumber utama unsur Cl. Untuk mendapatkan Cl dapat dilakukan elektrolisis leburan NaCl atau elektrolisis larutan NaCl.

Proses Downs Elektrolisis Lelehan NaCl

Pada elekrolisis lelehan NaCl digunakan katoda dari besi (baja) dengan anoda yang terbuat dari karbon. Pada proses elektrolisis ini ditambahkan sedikit NaF untuk menurunkan titik lebur dari 800 oC menjadi 600oC.

Reaksi Elektrolisis Lelehan NaCl Pembeuatan Gas Klorin Cl2

Reaksi elektrolisis lelehan NaCl untuk membentuk Cl2 dapat dituliskan sesuai dengan persamaan berikut

Anode: Cl (l) → Cl2 (g) +  e

Katode: Na+ (l) + e → Na(s)

Dari reaksinya dapat diketahui bahwa gas Cl2 terbentuk pada anoda sedangkan pada katoda terbentuk natrium.

Kegunaan Senyawa Klorin

Beberapa kegunaan senyawa klori diantaranya adalah

a). Klor digunakan dalam pembuatan zat intermediat yaitu zat kimia yang digunakan untuk membuat zat kimia lainnya. Klor biasa digunakan untuk pemurnian air minum untuk masyarakat.

b). Gas Cl2 pada umumnya digunakan untuk bahan dasar industri dalam pembuatan plastic. Jenis platik yang dihasilkan misalkan vinil klorida, CH2=CHCl digunakan untuk PVC, CCl4 digunakan untuk fluorokarbon, dan CH3Cl digunakan untuk silikon dan TEL.

c). Selain itu, klorin digunakan dalam jumlah yang cukup besar dalam pembuatan desinfektan, pemutih, pulp kertas, dan tekstil.

d). KCl banyak digunakan sebagai bahan pupuk.

e). NH4Cl digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai.

f). Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai disinfektan pada air.

g). ZnCl2, sebagai bahan pematri atau solder.

h). Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.

I). NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga dapat digunakan sebagai bleaching agent, yaitu pengoksidasi zat warna.

3). Pembuatan Dan Kegunaan Bromin Br2

Air laut merupaka sumber utama dari unsur Br. Setiap 1 m3 air laut terkandung 3 kg bromin (Br2 ). Bromin dihasilkan dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat dalam air laut dengan oksidatornya klor.

Reaksi Pembentukan Bromin Cara Oksidasi

Reaksi oksidasi bromin oleh klor dapat dinyatakan dengan persamaan berikut;

Cl2 (g) + 2Br (aq) → 2Cl (aq) + Br2(g)

Prosesnya diawali dengan melarutkan klor ke dalam air dan kemudian mengoksidasi ion Bromida menjadi brom Br2.

Br2 dalam air akan mengalami hidrolisis seperti persamaan reaksi berikut

Br2(g) + H2O(l) → 2H+ (aq) + Br (aq) + BrO (aq)

Reaksi hidrolisis Br2 dapat dicegah dengan menambahkan H2SO4 pada air laut sampai pHnya menjadi 3,5. Setelah mencapai pH 3,5, air laut dapat dialiri gas Cl2 dan udara. Gas Br2 yang diperoleh dimurnikan dari Cl2 dengan cara destilasi.

Kegunaan Senyawa Bromin

Beberapa kegunaan senyawa bromin diantaranya adalah

a). C2H4Br2, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.

b). AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci dengan larutan Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan tertinggal pada film sebagai bayangan hitam.

c). CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.

d). NaBr, sebagai obat penenang saraf.

4). Pembuatan Dan Kegunaan Iodin (I2 )

Iodium di alam hanya terdapat dalam bentuk chili saltpeter NaNO3 (sodium nitrate) yang mengandung natrium Iodat (NaIO3). Iodium dibuat dengan cara mereduksi natrium iodat sehingga membentuk natrium hydrogen sulfat NaHSO4 (dikenal juga dengan nama Sodium bisulfat).

Dalam skala industri, iodium diperoleh dengan mereaksikan NaIO3 dengan natrium bisulfit (NaHSO3). Endapan I2 yang dihasilkan kemudian disaring dan dimurnikan.

Reaksi Reduksi Ion Iodat Pembuatan Iodin – Iodium

Reaksi Reduksi iodat dengan reduktor natrium bisulfit NaHSO3 (dikenal juga dengan nama Sodium hydrogen sulfite) dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

2 IO3(aq)+ 5 HSO3→ 5 SO42- (aq) + H2O + 3 H+ (aq) + I2

2 NaIO3 + 5 NaHSO3 → 2 Na2SO4 + 3 NaHSO4 + H2O + I2

Sumber lain iodium adalah air laut. Ion iodium yang terkandung dalam air laut sedikit sekali, namun, ekstrak ganggang laut mengandung cukup banyak ion iodium.

Secara komersial iodium diperoleh dari abu hasil pembakaran ganggang laut yang mengandung iodium 1%. Ion Iodium dioksidasi menjadi I2 menggunakan klor atau oksidator lainnya

Ganggang laut yang mengandung KI dikeringkan, kemudian abu dari ganggan laut dicampur dengan air panas dan disaring.

Larutan yang terbentuk kemudaian diuapkan, sementara zat-zat yang kurang larut akan mengkristal. Sisa larutan kemudian dialiri gas Cl2.

2KI (aq) + Cl2(g) → 2 KCl( aq) + I2 (g)

Pembuatan iodium cukup mahal dan penggunaannya sebagai unsur murni juga sangat terbatas. Umumnya iodium digunakan untuk membuat obat seperti iodium tincture dan peral iodide yang juga digunakan dalam film fotografi.

Kegunaan Senyawa Iodin – Iodium

Beberapa kegunaan senyawa iodin antara lain adalah

a). I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.

b). Umumnya iodium digunakan untuk membuat obat seperti iodium tincture dan peral iodide yang juga digunakan dalam film fotografi.

c). I2, digunakan untuk mengetes amilum dalam industri tepung.

d). NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan iodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.

e). Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.

f). KIO3, sebagai tambahaniodium dalam garam dapur.

5). Pembuatan Astatin (At)

Astatin diperoleh dari penembakan Bi dengan partikel α (He). Astatin bersifat radioaktif dan mempunyai waktu paropendek (8,1 jam)

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.

Titrasi Asam Basa: Pengertian Titik Akhir Ekivalen Fungsi Indikator Kurva Reaksi Titrasi Contoh Soal Rumus Perhitungan 9

Pengertian Titrasi:Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan konsentrasi suatu zat di dalam larutan. Titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.


Untuk mengetahui konsentrasi larutan asam, maka larutan asam direaksikan dengan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya. Sebaliknya, untuk mengetahui konsentrasi basa, maka larutan basa tersebut direaksikan dengan larutan asam yang sudah diketahui konsentrasiya.

Indikator Titrasi Asam Basa

Penambahan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya ke dalam larutan lain dibantu dengan indikator untuk mengetahui titik ekuivalen reaksi.

Untuk reaksi titrasi, indicator yang digunakan adalah indicator yang berubah warna pada pH netral atau mendekati netral

Contoh Indikator Titrasi Asam Basa

Indikator yand sering digunakan dalam titrasi adalah fenolftalein. Indikator lainnya adalah metil merah dan bromotimol biru.

Jika indikator PP digunakan pada titrasi HCl–NaOH maka pada saat titik setara tercapai yaitu pH = 7,  indikator PP belum berubah warna dan akan berubah warna ketika larutan mencapai pH 8.

Jadi, pada keadaan seperti ini, penghentian titrasi (titik akhir titrasi) dapat dilakuka ketika warna larutan berubah agak merah jambu, adapun titik setara sudah dilampaui. Dengan kata lain, titik akhir titrasi tidak sama dengan titik stoikiometri.

Jika dalam titrasi HCl–NaOH menggunakan indikator brom timol biru (BTB), dimana trayek pH indikator ini adalah 6 (kuning) dan 8 (biru) maka pada saat titik setara tercapai (pH =7) warna larutan campuran menjadi hijau.

Kekurangan yang utama dari indikator BTB adalah mengamati warna hijau tepat pada pH = 7 sangat sukar, mungkin lebih atau kurang dari 7.

Fungsi Indikator Titrasi Asam Basa

Fungsi indikator adalah untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya pada titik akhir titrasi.

Titik Ekivalen Reaksi Titrasi

Titik ekivalen titrasi adalah saat dimana jumlah mol ion H+ dari asam setara dengan jumlah mol ion OH dari basa. Pada titik ekivalen, larutan bersifat netral atau dengan kata lain sudah terbentuk air dimana asam dan basa tepat habis bereaksi.

Titik Akhir Titrasi

Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna. Saat perubahan warna indicator disebut titik akhir titrasi.

Hubungan Titik Akhir Titrasi Dengan Titik Ekivalen Titrasi

Titik akhir titrasi yaitu pada saat indikator berubah warna diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa.

Indikator yang digunakan harus tepat (sesuai) agar titik akhir dan titik ekivalen terjadi saat yang sama atau tepat. Jika indikator yang digunakan berubah warna pada saat titik ekuivalen, maka titik akhir titrasi akan sama dengan titik ekuivalen.

Akan tetapi, jika perubahan warna indikator terletak pada pH di mana zat penitrasi sedikit berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen.

Jika indikator yang dipakai memiliki trayek pH 6 – 8 seperi indikator bromtimol biru BTB, kemungkinan titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen.

Apabila indikator yang digunakan adalah fenolftalein, pH pada titik akhir titrasi lebih besar dari pH titik ekuivalen sebab pada saat titik ekuivalen tercapai, larutan belum berubah warna.

Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

Titrasi asam kuat oleh  basa kuat pada dasarnya adalah reaksi penetralan asam oleh basa atau sebaliknya. Reaksi asam kuat HCl dan basa kuat NaOH adalah seperti berikut

HCl + NaOH → NaCl + H2O atau

Persamaan ion bersihnya adalah seperti berikut

H+ (aq) + OH (aq) → H2O (l)

Ketika campuran berubah warna, itu menunjukkan ion H+ dalam larutan HCl telah dinetralkan seluruhnya oleh ion OH dari NaOH.

Jika larutan NaOH ditambahkan terus, dalam campuran akan kelebihan ion OH (ditunjukkan oleh warna larutan merah jambu).

Contoh Asam Kuat Berbasa Satu Dan Basa Kuat Berasam Satu

– Asam kuat berbasa satu dengan basa kuat berasam satu adalah HCI dengan KOH.

Contoh Asam Kuat Berbasa Dua Dan Basa Kuat Berasam Dua

– Asam kuat berbasa dua dengan basa kuat berasam dua adalah H2SO4 dengan Ba(OH)2.

Acidimetri Dan Alkalimetri

Acidimetri dan alkalimetri adalah analisis kuantitatif volumetri berdasarkan reaksi netralisasi.

Acidimetri

Acidimetri adalah reaksi netralisasi (titrasi) larutan basa dengan larutan standar asam.

Alkalimetri

Alkalimetri adalah reaksi netralisasi (titrasi) larutan asam dengan larutan standar basa. Jadi, keduanya dibedakan pada larutan standarnya.

Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

Untuk menyatakan perubahan pH pada saat titrasi digunakan grafik yang disebut kurva titrasi.

Kurva titrasi yaitu grafik yang menyatakan hubungan perubahan pH dan jumlah larutan standar yang ditambah.

Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

Contoh kurva hasil percobaan titrasi larutan asam kuat HCl  oleh larutan basa kuat NaOH ditunjukkan pada gambar berikut:

Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat
Contoh Kurva Titrasi Asam Kuat Oleh Basa Kuat

Pada gambar ditunjukkan bahwa titik ekivalen titrasi terjadi Ketika pH larutan dalam Erlenmeyer (larutan asam) adalah 7 dan total jumlah larutan basa yang telah ditembahkan adalah 50 ml.

Pemberian larutan basa dihentikan Ketika terjadi perubahan warna larutan asam (dalam labu Erlenmeyer) dan keadaan ini disebut sebagai titik akhir titrasi.

Pada awal awal titrasi, penambahan basa menimbulkan perubahan pH yang sangat kecil, namun ketika mendekati titik ekuivalen perubahannya cukup drastis.

Gejala ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada awal titrasi, jumlah ion H+ sangat banyak dalam larutan asam. Sehingga penambahan sedikit ion OH hanya mampu merubah pH yang kecil.

Namun, Ketika mendekati titik ekuivalen, konsentrasi H+ sudah relatif sedikit, sehingga penambahan sejumlah kecil OH dapat menimbulkan perubahan pH yang sangat besar.

Fungsi Kurva Titrasi Asam Basa

Kurva titrasi digunakan untuk memudahkan penentuan titik ekivalen titrasi yang bentuk kurva titrasinya tergantung pada jenis asam dan basa yang digunakan.

Titrasi Asam Lemah Oleh Basa Kuat

Penetralan asam lemah oleh basa kuat Contohnya adalah asam lemah CH3COOH 0,1 M dititrasi oleh NaOH 0,1 M.

Untuk penetralan CH3COOH oleh NaOH, persamaan ion bersihnya adalah sebagai berikut

CH3COOH (aq) + OH (aq)  → H2O (l) + CH3COO(aq)

Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat

Kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat
Contoh Kurva Titrasi Asam Lemah Basa Kuat

pH awal dan titik ekivalen terjadi pada pH yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan titrasi asam kuat dan basa kuat. Hal ini disebabkan asam lemah CH3COOH menghasilkan ion H+ dalam jumlah yang sedikit atau hanya mengion sebagian.

Titik ekivalen terjadi pada pH 8,72 lebih tinggi dari pH 7 (netral). Pada campuran terdapat pula natrium asetat yang bersifat basa lemah yang meningkatkan pH, akibat hidrolisis oleh CH3COO.

Setelah titik ekivalen kedua grafik sama Kembali karena pH hanya bergantung pada ion hidroksida yang ditambahkan saja.

Pemilihan indikator yang cocok untuk titrasi asam lemah oleh basa kuat lebih terbatas, yaitu indikator yang mempunyai trayek pH antara 7 sampai 10. Indikator yang dipakai adalah fenolftalein

Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

Titrasi basa lemah oleh asam kuat contohnya adalah larutan NH4OH 0,1 M (basa lemah) dititrasi dengan HCl 0,1 M (asam kuat).

NH4OH + HCL → NH4Cl + H2O

Titrasi basa lemah oleh asam kuat mirip dengan titrasi asam lemah dengan basa kuat, tetapi kurva yang terjadi kebalikannya, cenderung turun.

Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

Kurva titrasi basa lemah oleh basa kuat digambarkan seperti berikut

Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat
Contoh Kurva Titrasi Basa Lemah Oleh Asam Kuat

Pada titrasi basa lemah oleh basa kuat nilai pH turun sedikit demi sedikit, kemudian mengalami penurunan drastis pada pH antara 8 sampai 3.

Pada kurva di atas terlihat bahwa titik ekivalen pada saat pH di bawah 7 yaitu pada pH 5,28. Oleh sebab itu, indikator yang paling cocok adalah indikator metil merah. Indikator metil merah memiliki trayek pH = 4,2 – 6,3

Alat Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

Alat dan bahan untuk percobaan titrasi asam basa adalah sebagai berikut

Alat Percobaan Titrasi Asam Basa

– Statif

– Buret

– Erlenmeyer

– Tabung reaksi

– Gelas ukur

– Pipet volume

Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

– Larutan Asam (HCl)

– Larutan Basa (NaOH 0,1 M)

– Indikator fenoftalein

Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

Rangkaian alat percobaan yang digunakan dalam titrasi asam basa dapat dilihat pada gambar berikut

Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa
Gambar Alat Dan Bahan Percobaan Titrasi Asam Basa

Dalam melakukan titrasi, larutan yang dititrasi, disebut titrat dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer (biasanya larutan asam), sedangkan larutan pentitrasi, disebut titran (biasanya larutan basa) dimasukkan ke dalam buret.

Buret adalah alat yang digunakan untuk menambahkan larutan standar  ke dalam larutan yang akan ditentukan molaritasnya. Larutan standar adalah larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.

Titran dituangkan dari buret tetes demi tetes ke dalam larutan titrat sampai titik stoikiometri tercapai.

Cara Kerja Titrasi Asam Basa

1). Masukkan 20 mL larutan HCl dan 3 tetes indicator fenolftalein dalam Erlenmeyer. Larutan yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam erlenmeyer dengan mengukur volumenya terlebih dahulu memakai pipet gondok.

2). Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga garis 0 mL. Larutan yang akan diteteskan dimasukkan ke dalam buret (pipa Panjang berskala). Larutan dalam buret disebut penitrasi.

3). Memberikan beberapa tetes indikator pada larutan yang dititrasi (dalam erlenmeyer) menggunakan pipet tetes. Indikator yang dipakai adalah yang perubahan warnanya sekitar titik ekuivalen.

4). Tetesi larutan HCl dengan NaOH. Proses titrasi, yaitu larutan yang berada dalam buret diteteskan secara perlahan-lahan melalui kran ke dalam erlenmeyer.

Erlenmeyer digoyang- goyang sehingga larutan penitrasi dapat larut dengan larutan yang berada dalam erlenmeyer.

4). Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap (merah muda). Penambahan larutan penitrasi ke dalam erlenmeyer dihentikan ketika sudah terjadi perubahan warna dalam erlenmeyer. Perubahan warna ini menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (titik ekuivalen).

5). Mencatat volume yang dibutuhkan larutan penitrasi dengan melihat volume yang berkurang pada buret setelah dilakukan proses titrasi.

6). Ulangi percobaan hingga diperoleh data yang hampir sama.

Menentukan Titik Akhir Titrasi

Kurva titrasi dapat dibuat dengan menghitung pH larutan asam/basa pada beberapa titik berikut.

1). Titik awal sebelum penambahan asam/basa.

2). Titik-titik setelah ditambah asam/basa sehingga larutan mengandung garam yang terbentuk dan asam/basa yang berlebih.

3). Titik ekivalen, yaitu saat larutan hanya mengandung garam, tanpa ada kelebihan asam atau basa.

Pada saat kondisi titik ekivalen terjadi, maka berlaku rumus berikut:

Na x Va = Nb x Vb

Keterangan:

Na = normalitas larutan yang dititrasi (titran)

Va = volume titran

Nb = normalitas larutan yang menitrasi (penitran)

Vb = volume penitran

N = n x M

n = valensi asam/basa

M = molaritas larutan

Daerah lewat ekivalen, yaitu larutan yang mengandung garam dan kelebihan asam/basa.

1). Contoh Soal Menghitung pH Sebelum Setelah Titrasi Asam HCl Basa NaOH

Sebanyak 25 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Hitung pH larutan:

a). sebelum penambahan NaOH

b). setelah penambahan NaOH 25 mL

Reaksi Ionisasi Asam Klorida HCL Sebelum Titrasii Asam Basa

HCL → H+ + Cl

0,1M     0,1M

Menentukan Konsentrasi Ion H+ Sebelum Titrasi Asam Basa

Nilai pH ditentukan oleh jumlah H+ dari HCl. Konsentrasi awal HCl= 0,1 M, maka larutan akan mengandung 0,1 M H+.

[H+] = 0,1 M.

Rumus Menentukan pH Larutan HCl Sebelum Titrasi Asam Basa

pH = – log [H+]

pH = -log 0,1

pH = 1

Menentukan Jumlah Larutan NaOH Pada Titrasi

Jumlah larutan NaOH yang digunakan dalam titrasi dapat dihitung dengan rumus persamaan berikut

Na x Va = Nb x Vb atau

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

na = valensi HCL

Ma = Konsentrasi HCl

Va = Volume HCl

 nb = valensi NaOH

Mb = Konsentrasik NaOH

Vb = volume NaOH

Sehingga jumlah NaOH adalah

Vb = (na x Ma x Va)/(nb x Mb)

Vb = (1 x 0,1 x 25)/(1 x 0,1)

Vb = 25 mL

Menentukan pH Larutan Setelah Titrasi

Jumlah NaOH yang ditambahkan adalah 25 mL sehingga konsentrasi NaOH adalah

[NaOH] = 25 ml × 0,1 M = 2,5 mmol.

Jumlah asam klorida mula- mula adalah

[HCl] = 25 mL × 0,1 M = 2,5 mmol.

Ion OH yang ditambahkan bereaksi tepat sama dengan H+, saat [H+] = [OH]. Pada titik ini dinamakan titik ekuivalen titrasi.

Pada titik ekuivalen, konsentrasi H+ yang terdapat dalam larutan sama dengan reaksi ionisasi air. Jadi, keasaman setelah titrasi adalah pH = 7.

2). Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi Asam Sulfat Dengan Titrasi

Sebanyak 40 mL larutan H2SO4 belum diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein PP. Pada saat volume NaOH tepat 60 mL warna indikator mulai berubah.Tentukan konsentrasi H2SO4 tersebut!

Reaksi Asam Sulfat dan Basa Natrium Hidroksida Pada Titrasi Asam Basa

Reaksi titrasi asam sulfat dan basa natrium hidroksida memenuhi persamaan reaksi kimia berikut

H2SO4 (aq) + 2NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + 2H2O (aq)

Diketahui

na = 2

Ma = ….

Va = 40 ml

nb = 1

Mb = 0,1 M

Vb = 60 ml

Indikator pH = fenolftalein

Rumus Menentukan Konsentrasi Asam Sulfat Titrasi Natrium Hidrosida

Konsentrasi Asam sulfat dapat dinyatakan dengan rumus berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

Ma = (nb x Mb x Vb)/(na x Va)

Ma = (1 x 0,1 x 60)/(2 x 40)

Ma = 0,075 M

Jadi konsentrasi asam sulfat adalah = 0,075M

3). Contoh Soal Perhitungan Molaritas Larutan KOH Titrasi Asam Basa

Pada larutan 40 mL larutan KOH dititrasi dengan HCI 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein (PP). Ternyata dibutuhkan 50 mL HCl 0,1 M. Berapa molaritas larutan KOH dan berapa [OH]

Reaksi Titrasi Asam HCL Dan Basa KOH

Reaksi asam HCl dan basa KOH memenuhi persamaan reaksi berikut

HCl + KOH → KCl + H2O

Diketahui

na = 1

Ma = 0,1 M

Va = 50 ml

nb = 1

Mb = — M

Vb = 40

Indikator pH = fenolftalein

Rumus Menentukan Konsentrasi Basa KOH Titrasi Asam HCl

Konsentrasi basa KOH  dapat dinyatakan dengan rumus berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

Mb = (na x Ma x Va)/(nb x Vb)

Mb = (1 x 0,1 x 50)/(1 x 40)

Mb = 0,125 M

jadi molaritas KOH adalah 0,125 M

Reaksi Ionisasi KOH Pada Titrasi  Dengan Asam HCL

 KOH    → K+ + OH

0,125M                0,125M

[OH] = 0,125 M

Jadi konsentrasi ion OH adalah 0,125 M

4). Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida

Data hasil percobaan titrasi ditunjukkan dalam table berikut

Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida
Contoh Soal Perhitungan Hasil Percobaan Titrasi Asam Sulfat Dan Natrium Hidroksida

Konsentrasi NaOH adalah 0,2 M. Hitungan berapa kadar (%) H2SO4 yang terdapat dalam 20 mL larutan asam sulfat tersebut jika diketahui massa jenisnya 1,8 gam/mL.

Diketahui

Mb = 0,2 M

Vb = (23,8 + 24 + 24,2)/3

Vb = 24 mL

nb = 1

Ma = —M

na = 2

Va = 20 mL

Rumus Menghitung Konsentrasi Asam Sulfat H2SO4

Konsentrasi asam sulfat dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb

 Ma = (nb x Mb x Vb)/ (na x Va)

Ma = (1 x 0,2 x 24)/(2 x 20)

Ma = 0,12 M

Jadi konsentrasi asam sulfat adalah 0,12 M

Menghitung Kadar H2SO4 Dalam Larutan Asam Sulfat

Kadar H2SO4 dalam larutan asam sulfat dapat dinyatakan dengan rumus persamaan berikut:

mol = m/Mr

m = massa H2SO4

M = mol/liter atau

M = (m/Mr)/liter,  sehingga massa H2SO4 dalam satu liter adalah

m = M x Mr = 0,12 x 98

m = 11,76 gram per liter

Massa Larutan Asam Sulfat

ρ = ml/volume

ml = massa larutan asam sulfat

ρ = 1,8 g/mL atau

ρ = 1800 gram/liter

ml = ρ x volume

m1 = 1800 x 1

m1 = 1800 gram

Persentase H2SO4 = (11,76/1800) x 100%

Persentase H2SO4 = 0,65 %

Jadi, persentasi H2SO4 dalam larutan asam sulfat adalah 0,65 %

5). Contoh Soal Perhitungan Persentase Asam Asestat Titrasi Natrium Hidroksida NaOH

Untuk mengetahui persentase CH3COOH dalam larutan asam asetat maka dilakukan titrasi 20 mL larutan asam asetat dengan larutan NaOH. Titrasi asam asetat memerlukan 30 mL larutan NaOH 0,1 M. Massa jenis larutan asam asetat adalah 0,900 kg /L.

a). Tentukan kemolaran asam asetat

b). Berapa % kadar asam asetat tersebut

Menghitung Konsentrasi CH3COOH Hasil Titrasi NaOH

Konsentrasi CH3COOH dapat dinyatakan dengan rumus berikut

 na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

Ma = (nb x Mb x Vb)/(na x Va)

Ma = (1 x 0,1 x 30)/(1 x 20)

Ma = 0,15 M

Menghitung Massa CH3COOH Dalam Larutan Asam Asetat

Massa CH3COOH dapat ditentukan dengan rumus berikut

m = M. Mr

m = 0,15 x 60

m = 9 gram dalam 1 liter

Menghitung Massa Larutan Asam Asetat

Massa satu liter larutan asam asetat dapat dihitung dengan rumus berikut

ml = ρ x Vl

ml = 0,90 x 1

m1 = 0,90 kg

m1 = 900 gram

Menghitung Persentasi Asam Asetat Dalam Larutan

Persentase CH3COOH dihitung dengan rumus berikut

Persentase CH3COOH = (9/900) x 100%

Persentase CH3COOH = 1,0  %

Jadi persentasi asam asetat dalam larutan adalah 1,0 %

6). Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2

Larutan Asam Klorida HCl yang tidak diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan barium hidroksida Ba(OH)2 0,2 M. Berapa konsentrasi larutan  HCl tersebut. Jika hasil titrasi ditunjukkan seperti pada table berikut:

Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2
Contoh Soal Perhitungan Konentrasi Larutan HCl Dengan Titrasi Larutan Barium Hidrokida Ba(OH)2

Vb = (25 + 24 + 26)/3

Vb = 25 ml

Mb = 0,2 M

 Va = 20 ml

Menghitung Konsentrasi Larutan Asam Klorida Melalui Titrasi Barium Hidroksida

Kosentrasi HCl dapat dihitung dengan persamaan berikut:

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

Ma  = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

Ma = (2 x 0,2 x 25)/(1 x 20)

Ma = 0,5 M

Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,5 M

7). Contoh Soal Menghitung Massa Asam Cuka Yang Terlarut Dengan Titrasi

Jika pada titrasi 50 mL larutan asam cuka membutuhkan 60 mL larutan KOH 0,1 M dengan indicator PP. Berapa gram asam cuka yang terlarut dalam 200 mL larutan.

Diketahui:

na = 1

Ma = — M

Va = 50 ml

nb = 1

Mb = 0,1 M

Vb = 60 ml

Persamaan Reaksi Titrasi Asam Cuka Dan KOH

KOH (aq) + CH3COOH (aq) → CH3COOH (aq) + H2O (l)

0,1 M           Ma

Rumus Menghitung Konsentrasi Asam Cuka Tittrasi KOH

Konsentrasi asam cuka dapat dihitung dengan rumus berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

Ma  = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

Ma = (1 x 0,1 x 60)/(1 x 50)

Ma = 0,12 M

Rumus Menghitung Massa Asam Cuka Dalam Larutan

Massa asam cuka dalam larutan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

M = mol/L

M = (m/Mr)/1L

m = M. Mr

m = 0,12 x 60

m = 7,2 gram/L

massa asam asetat dalam 200 ml adalah

m = 7,2 x 200mL/1000mL

m = 1,44 gram

Jadi, massa asam asetat dalam larutan adalah 1,44 gram

8). Contoh Soal Perhitungan Kemolaran Larutan NaOH Pada Titik Akhir Titrasi

Larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH. Ternyata titik akhir titrasi tercapai ketika 40 mL larutan NaOH telah diteteskan ke dalam 20 mL larutan HCl. Tentukan kemolaran larutan NaOH yang digunakan.

Diketahui

na = 1

Ma = 0,1 M

Va = 20 ml

nb = 1

Mb = — M

Vb = 40 ml

Persamaan Reaksi Kimia Titrasi Larutan HCl Dengan Larutan NaOH

Reaksi titrasi antara HCl dengan NaOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

HCL + NaOH  → NaCl + H2O

Menentukan Kemolaran Larutan NaOH Pada Titik Akhir Titrasi

Kemolaran larutan NaOH dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

Mb   = (na x Ma x Va)/(nb x Vb)

Mb = 1 x 0,1 x 20)/(1 x 40)

Mb = 0,05 M

Jadi, kemolaran NaOH adalah 0,05 M

9). Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi

Hasil percobaan titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,01 M ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi
Contoh Soal Perhitungan Konsentrasi pH Asam Klorida Pada Titik Akhir Titrasi

Jumlah larutan HCl yang dititrasi adalah 100 mL dan indicator yang digunakan adalah fenolftalien PP yang memiliki trayek pH 8 – 10. Tentukan konsentrasi larutan HCl  dan pH larutan ketika terjadi pada titik akhir titrasi.

Diketahui

na = 1

Ma = —M

Va = 100 ml

nb = 1

Mb = 0,01 M

Vb = 50 mL (titik ekovalen)

Rumus Menentukan Kemolaran HCl Pada Titik Ekivalen Titrasi NaOH

Konsentrasi HCl pada titik ekivalen dapat ditentukuan dengan menggunakan rumus berikut

na x Ma x Va = nb x Mb x Vb atau

Ma = (nb x Mb x Vb)/( na x Va)

Ma = (1 x 0,01 x 50)/(1 x 100)

Ma = 0,005 M

Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,005 M

Menentukan Konsentrasi Ion Hidroksida Pada Titik Akhir Titrasi

Titik akhir titrasi terjadi setelah titik ekivalen yaitu di atas pH 7. Artinya larutan bersifat basa yaitu ada kelehihan ion OH. Sehingga yang dicari lebih dahulu adalah kelebihan ion OH dan nilai pOH-nya.

Pada titik akhir titrasi jumlah mol HCl dan NaOH adalah

mol HCl = 100 x 0,005 = 0,5 mmol

mol NaOH = 53 x 0,01 = 0,53 mmol

Kemolaran ion hidroksida pada titil akhir titrasi dapat dirumuskan dengan persamaan reaksi berikut

HCL   +    NaOH → NaCl + H2O

0,5mmol   0,53 mmol

atau dalam bentuk ion ionnya

Reaksi Ion HCl dan NaOH

0,5 mmol H+ + 0,53 mmol OH → 0,5 mmol H2O

Jumlah OH yang bereaksi dengan H+ adalah 0,5 mmol sehingga ada kelebihan OH dalam larutan

Kelebihan OH dalam larutan = 0,53 – 0,5

OH = 0,03 mmol

sehingga konsentrasi [OH[ adalah

[OH] = 0,03/(100+53)

[OH] = 0,000196 M

Keasaaman Larutan HCL Di Titik Akhir Titrasi

Keasaman atau pH larutan HCl pada titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan rumus berikut

pH = 14 – pOH

pOH = -log (0,000196)

pOH = 3,707

pH = 14 – pOH

pH = 14 – 3,707

pH = 10,29

Jadi, pH larutan saat terjadi titik akhir titrasi adalah 10,29

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Rangkuman Ringkasan: 1. Stoikiometri larutan melibatkan konsep mol dalam menentukan konsentrasi zat-zat di dalam larutan.
  9. Reaksi asam dan basa merupakan reaksi penetralan ion H+ oleh OH. Reaksi asam basa juga dinamakan reaksi penggaraman.
  10. Indikator asam basa adalah asam-asam lemah organic yang dapat berubah warna pada rentang pH tertentu.
  11. Rentang pH pada saat indikator berubah warna dinamakan trayek pH indikator.
  12. Titrasi asam basa adalah suatu teknik untuk menentukan konsentrasi asam atau basa dengan cara titrasi.
  13. Titik setara atau titik stoikiometri adalah titik pada saat titrasi, asam dan basa tepat ternetralkan. Titik akhir titrasi dapat sama atau berbeda dengan titik setara.

pH Indikator Asam Basa: Pengertian Jenis Fungsi Trayek pH Indikator Menentukan Keasaman pH Contoh Soal Pembahasan 7 Metil Merah Jingga Bromtimol Fenolftalein

Pengertian Indikator Asam Basa: Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat memberikan warna tertentu dalam lingkungan asam atau basa.


Fungsi Indikator Asam Basa

Indikator asam basa berfungsi menentukan sifat keasaman suatu larutan kedalam larutan asam, netral, dan basa yang dinyatakan dengan satuan pH mulai dari 0 – 14.

Jenis Jenis Indikator Asam Basa

Ada beberapa jenis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan larutan yang bersifat asam dari larutan yang bersifat basa, antara lain kertas lakmus, larutan indikator, indikator universal, dan indikator alami.

Indikator Asam Basa Kerta Lakmus

Fungsi Indikator asam basa yag sangat umum digunakan di laboratorium adalah kertas lakmus. Kertas terdiri dari kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.

Pengertian Kertas Lakmus

Kertas lakmus adalah suatu indikator (petunjuk) yang dapat membedakan sifat asam dan basa suatu larutan. Pada kertas lakmus terdapat senyawa organik yang dapat berubah warna pada kondisi asam atau basa.

Contoh Kertas Lakmus Merah Biru

Contoh Kertas Lakmus Merah Biru
Contoh Kertas Lakmus Merah Biru

Ciri Sifat Kertas Lakmus Merah

Kertas lakmus merah akan berubah warnanya menjadi biru Ketika dicelupkan dalam larutan basa. Pada larutan asam atau netral warnanya tidak berubah (tetap merah).

Ciri Sifat Kertas Lakmus Biru

Kertas lakmus biru berubah warnanya menjadi merah ketikan dicelupkan dalam larutan asam. Pada larutan basa atau netral warnanya tidak berubah (tetap biru).

Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

Nilai pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator.  Penentuan pH digunakan dengaa beberapa larutan indikator yang mampu menunjukkan perubahan warna berbeda jika pH atau kekuatan asamnya berbeda.

Larutan indikator adalah larutan kimia yang disintesis dari larutan lainnya sehingga dapat memberi perubahan warna berbeda pada trayek pH tertentu.

Pengertian Trayek pH Indikator

Rentang nilai pH yang menyebabkan indikator berubah warna disebut dengan trayek pH.
Bila pH < trayek pH (di bawah trayek pH) maka indikator akan menunjukkan warna asamnya.
Bila pH > trayek pH (di atas trayek pH) maka indikator akan menunjukkan warna basa

Contoh Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

Beberapa zat atau seyawa yang dapat digunakan sebagai trayek pH Indikator misalnya methyl orange (metil jingga) yang akan berwarna kuning jika pH lebih besar dari 4,4 sehingga dapat mendeteksi asam lemah dan asam kuat dan fenolftalein yang berwarna merah jika berada dalam lingkungan basa kuat. Trayek pH beberapa indikator diantaranya

Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

Beberapa contoh zat indicator beserta perubahan warna dan rentang trayek pH nya dapat dilihat pada table berikut

Contoh Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa
Contoh Tabel Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

Diagram Trayek pH Indikator Asam Basa

Contoh diagram yang menggambarkan rentang daerah trayek pH indicator dapat dilihat pada gambar berikut

Diagram Grafik Trayek pH Indikator Asam Basa
Diagram Grafik Trayek pH Indikator Asam Basa

Indikator metil merah MM memiliki rentang pH antara 4,2 – 6,2. Jika indicator MM ditambahkan dalam larutan yang memiliki pH lebih rendah dari 4,2  maka larutan akan berubah warnanya menjadi merah dan Ketika ditambahkan dalam larutan ber-pH lebih dari 6,2, maka warna larutan menjadi kuning.

Namun Ketika indicator MM ditambahkan pada larutan ber-pH 5, maka larutan akan berwarna jingga atau orange (atau warna campuran antara merah dan kuning)

Indikator Universal pH Larutan Asam Basa

pH suatu larutan juga dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal. Indikator universal merupakan campuran berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.

Indikator universal akan memberikan perubahan warna berbeda pada setiap pH suatu larutan. Indikator universal disebut juga kertas indikator universal karena indikator universal berbentuk kertas.

Contoh Kertas Indikator Universal

Contoh kertas indikator universal yang banyak dijual dipasaran dan umum digunakan oleh para praktisi kimia ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Kertas Indikator Universal Asam Basa
Contoh Kertas Indikator Universal Asam Basa

Indikator Alami pH Larutan Asam Basa

Indikator alami adalah indikator untuk larutan asam basa yang dibuat dari estrak tumbuhan atau tanaman yang berasal dari alam.

Beberapa tumbuhan tanaman yang mampu memberikan perubahan warna berbeda pada kondisi asam dan kondisi basa diantaranya adalah sebagai berikut:

Contoh Indikator Alami pH Larutan Asam Basa
Contoh Indikator Bahan Alami pH Larutan Asam Basa

pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

pH-meter merupakan suatu rangkaian elektronik yang dilengkapi suatu elektrode yang dirancang khusus untuk dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur.

Bila eklektrode kaca ini dimasukkan ke dalam larutan akan timbul beda potensial yang diakibatkan oleh adanya ion H+ dalam larutan. Besar beda potensial ini menunjukkan angka yang menyatakan pH larutan tersebut.

Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan
Contoh pH Meter Alat Ukur Keasaman Larutan

1). Contoh Soal Penggunaan Trayek pH Indikator

Suatu larutan memiliki pH 2, tentukanlah warna larutan Ketika ditambakan tetesan larutan indicator Metil Jingga (MO) dan Metil Merah MM.

Diketahui:

pH larutan = 2

Indikator MO dan MM

Menentukan Warna Larutan Ketika Ditambah Zat Trayek pH Indikator

Diagram trayek pH indicator MO dan MM serta pH larutan dapat dilihat pada gambar berikut

Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Jingga (MO)
Cara Menentukan Warna Larutan Ketika Ditambah Zat Trayek pH Indikator

pH larutan digambarkan dengan garis vertical putu putus biru yaitu pH = 2

Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Jingga (MO)

Larutan memiliki pH = 2 yang lebih rendah dari batas minimum trayek pH MO  3,1, sehingga warna larutan menjadi jingga (orange) ketika ditambah larutan MO

pH larutan (2) < pH minimum trayek MO (3,1)

Garis vertical (pH = 2) berada dalam daerah warna jingga. Jadi warna larutan berubah menjadi jingga Ketika ditambah indicator Metil jingga.

Warna Larutan Ditambah pH Indikator Metil Merah

Larutan memiliki pH = 2 yang lebih rendah dari batas minimum trayek pH MM 4,2, sehingga warna larutan menjadi merah saat ditambahkan larutan indicator MM

pH larutan (2) < pH minimum trayek MM (4,2)

Garsi vertical (pH = 2) berada dalam daerah warna merah. Jadi, warna larutan menjadi merah Ketika ditambah indicator metil merah.

2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator

Tentukan warna larutan yang memiliki keasaman pH 5 jika ditambahkan tetesan indikator metil jingga (MO) dan bromotimol biru (BTB)

Diketahui

pH larutan 5

Indikator MO dan BTB

Menentukan Warna Larutan Dengan Penambahan Trayek pH Indikator

Diagram trayek pH indicator MO dan BTB serta pH larutan ditunjukkan pada gambar berikut

2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator
2). Contoh Soal Menentukan Warna Larutan Trayek pH Indikator

Garis merah vertikal putus putus merupakan pH larutan (5)

Warna Larutan Saat Ditambah Metil Jingga MO

pH larutan (5) > pH maksimum Trayek MO (4,4), sehingga warna larutan jadi kuning

Warna Larutan Ditambah Bromtimol Biru  BTB

pH larutan (5) < pH minimum trayek BTB (6,), sehingga warna larutan jadi kuning.

3). Contoh Menentukan Perkiraan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

Perkirakan berapa pH larutan jika larutan berubah warna menjadi kuning Ketika ditambahkan indikator metil jingga MO dan warna larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambahkan indicator bromtimol biru BTB.

Diketahui

MO =  merah – kuning = 3,1 – 4,4

BTB =  kuning – biru  = 6,0 – 7,6

Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB

Rentang trayek pH indicator dan pH larutan dapat dilihat pada gambar berikut

Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB
Diagram Trayek pH Metil Jingga MO dan Bromtimol Biru BTB

Warna Larutan Ditambah Indikator pH Metil Orange (MO)

Warna larutan menjadi kuning Ketika ditambah indicator MO. Artinynya pH larutan lebih tinggi atau sama dengan pH maksimum trayek indicator MO

pH larutan 4,4

Garis vertical putus putus merah meurpakan batasnya

Warna Larutan Ditambah Indikator pH Bromotimol Biru

Ketika ditambahkan indicator BTB, warna larutan menjadi kuning. Artinya, pH larutan lebih rendah atau sama dengan pH minimum trayek indicator BTB

pH larutan 6,0

Garis vertical putus putus merah merupakan batas daerah dimana pH perkiraan larutan.

Jadi, perkiraan pH larutan adalah daerah yang dibatasi oleh dua garis vertical yaitu antara 4,4 dan 6,0.

4). Contoh Soal Menentukan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

Perhatikan data hasil percobaan terhadap pH larutan sebagai berikut:

  • larutan berubah warna menjadi merah Ketika ditambah metil merah
  • Ketika ditambahkan indicator brimtimol biru, larutan menjadi kuning
  • larutan tak berwarna saat ditambahkan fenolftalein

Diketahui indicator trayek pH sebagai berikut .

1). Metil merah = MM = pH 4,2 – 6,3 = Merah – Kuning.

2).  Bromtimol biru = BTB= pH 6,0 – 7,6 = Kuning – Biru

3).  Fenolftalein = PP = pH 8,3 – 10,0 = Tak berwarna – Merah

Tentukan perkiraan pH larutan tersebut

Menentukan Rentang pH Larutan

Ditambah MM menjadi merah, ini artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH metil merah

pH larutan ≤ 4,2 (batas minimum trayek pH MM)

Ditambah BTB menjadi kuning, artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH BTB

 pH larutan ≤ 6,0

Ditambah PP manjadi tak berwarna, artinya larutan cenderung asam, maka pH larutan lebih kecil atau sama dengan batas minimum trayek pH PP

pH larutan ≤ 8,3

Menggambar Diagram Trayek  pH Indikator

Diagram Rentang Perkiraan pH larutan dari indicator metil merah MM, bromotimol biru BTB dan fenolftalein PP dapat dilihat pada gambar berikut

Cara Menggambar Diagram Grafik Trayek pH Indikator
Cara Menggambar Diagram Grafik Trayek pH Indikator

Garis MM menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 4,2 ke arah kiri

Garis BTB menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 6,0 ke arah kiri

Garis PP menunjukkan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 8,3 ke arah kiri

Nilai pH yang masuk dalam rentang ketiga garis pH tersebut adalah pH ≤ 4,2 yang dibatasi oleh garis vertical.

Sebelah kanan garis vertical, nilai pH berada dalam dua garis yaitu garis BTB dan garis PP. Sedangkan, sebelah kiri garis vertical nilai pH berada dalam tiga garis yaitu garis MM, BTB dan PP.

Sehingga perkiraan pH larutan adalah pH yang masuk kedalam tiga garis yaitu pH ≤ 4,2

5). Contoh Soal Menentukan pH Larutan Dengan Trayek pH Indikator

Perhatikan data hasil percobaan terhadap pH larutan sebagai berikut:

  • larutan berubah warna menjadi kuning Ketika ditambah metil merah
  • Ketika ditambahkan indicator brimtimol biru, larutan menjadi biru
  • larutan berwarna merah saat ditambahkan fenolftalein

Diketahui indicator trayek pH sebagai berikut.

1). Metil merah = MM = pH 4,2 – 6,3 = Merah – Kuning.

2).  Bromtimol biru = BTB= pH 6,0 – 7,6 = Kuning – Biru.

3).  Fenolftalein = PP = pH 8,3 – 10,0 = Tak berwarna – Merah

Tentukan perkiraan pH larutan tersebut

Menentukan Rentang pH Larutan

Ditambah MM menjadi kuning, ini artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH MM

pH larutan ≥ 6,3

Ditanbah BTB menjadi biru , artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH BTB

pH larutan  ≥ 7,6

Ditambah PP manjadi merah, artinya larutan cenderung basa, maka pH larutan lebih tinggi atau sama dengan batas maksimum trayek pH PP

 pH larutan 10,0

Menggambar Diagram Trayek  pH Indikator

Rentang Trayek pH Indikator metil merah MM, bromotimol biru BTB, dan Phenolphthalein PP dapat dilihat pada gambar berikut:

Menggambar Diagram Trayek pH Indikator MM BTB PP
Menggambar Diagram Trayek pH Indikator MM BTB PP

Garis MM merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 6,3 ke arah kanan

Garis BTB merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 7,6 ke arah kanan

Garis PP merupakan rentang pH yang dibuat dari titik pH = 10,0 ke arah kanan

Nilai pH yang masuk dalam rentang ketiga garis pH tersebut adalah pH 10,0 yang dibatasi oleh garis vertical.

Sebelah kiri garis vertical, nilai pH berada dalam dua garis yaitu garis BTB dan garis MM. Sedangkan, sebelah kanan garis vertical, nilai pH berada dalam tiga garis yaitu garis MM, BTB dan PP.

Sehingga perkiraan pH larutan adalah pH yang masuk kedalam tiga garis yaitu pH 10,0

6). Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa  Dengan Trayek pH Indikator

Suatu senyawa ketika dicoba dengan beberapa indikator pH menunjukkan data sebagai berikut, phenol red berwarna kuning, metil merah berwarna kuning, Fenolftalein tak berwarna, dan metil jingga berwarna kuning. Tentukanlah berapa perkiraan pH larutan tersebut.

Cara Membuat Diagram Grafik Trayek pH Indikator Larutan Asam Basa

Diagram berikut menjelasan rentan trayek pH indicator phenol red (PR), Metil merah MM, Phenolphthalein PP, dan metil jingg MO serta batas perkiraan pH larutan.

Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa  Dengan Trayek pH Indikator
Contoh Soal Menentukan Keasaman Larutan Asam Basa Dengan Trayek pH Indikator

Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenol Red Metil Merah Phenolphthalein dan Metil Orange,

Larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambahkan indicator phenol red dan digambarkan dengan garis PR. Ini artinya larutan memiliki pH 6,4 (kurang atau sama dengan 6,4)

pH latutan pH 6,4

Larutan menjadi kuning ketikan ditambahkan metil merah, dan digambarkan oleh garis MM. Berarti larutan memiliki pH 6,2 (lebih atau sama dengan 6,2).

pH larutan pH 6,2

Ketika larutan ditambahkan indicator Phenolphthalein, warnanya tidak berubah (tak berwarna) yang digambarkan oleh garis PP. Hal ini menunjukkan larutan memiliki pH   8,0

pH latutan pH 8,0

Warna larutan berubah menjadi kuning Ketika ditambah indicator metil jingga dan digambarkan dengan garis MO. Berarti pH larutan 4,4 (lebih besar atau sama dengan 4,4)

pH larutan 4,4

Dari dari gambar dapat diketahui, nilai pH yang masuk dalam rentang dari garis yang mengarah ke pH rendah (warna merah) adalah 6,4. Sedangkan nilai pH yang masuk dalam rentang garis yang mengarah ke pH tinggi (warna biru) adalah 6,2

Nilai pH yang masuk dalam rentang keempat garis tersebut adalah 6,2 – 6,4 yang dibatasi oleh dua garis putus putus vertical.

Jadi, larutan memiliki pH antara 6,2 – 6,4.

7). Contoh Soal Penentuan Keasaman Larutan Dengan Trayek pH Indikator

Berdasarkan percobaan terhadap larutan A diperoleh data:

1). Dengan fenolftalein Phenolphthalein PP larutan tak berwarna

2). dengan metil merah MM larutan berwarna merah

3). dengan brom timol biru BTB larutan berwarna kuning

4). dengan Metil jingga MO larutan berwarna kuning

Tentukanlah perkiraan pH larutan A tersebut

Diketahui indikator perubahan warna trayek pH indicator

PP = tak berwarna – merah = 8,0 – 9,6

MM = merah – kuning = 4,2 – 6,2

MO =  merah – kuning = 3,1 – 4,4

BTB =  kuning – biru  = 6,0 – 7,6

Cara Membuat Diagram Trayek pH Indikator

Diagram trayek pH indicator dapat dilihat pada gambar berikut

Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange
Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange

Perubahan Warna Larutan Ditambah Trayek pH Indikator Phenolphthalein Metil Merah dan Bromothymol Blue dan Metil Orange

Larutan A tidak berwarna ketika ditambahkan Indikator PP, ini artinya pH larutan kurang atau sama dengan 8,0 dan digambarkan oleh garis PP.

Larutan A berwarna merah Ketika ditambahkan indicator MM, ini artinya pH larutan kurang atau sama dengan 4,2 dan digambarkan oleh garis MM

Ketika ditambahkan indicator BTB, larutan A berubah menjadi warna kuning. Berarti larutan memiliki pH kurang atau sama dengan 6,0 dan digambarkan oleh garis BTB.

Namun ketika menggunakan indicator MO, larutan A berubah warnanya menjadi kuning. Larutan A memiliki pH lebih atau sama dengan 4,4.

Dari dari gambar dapat diketahui, nilai pH yang masuk dalam rentang dari garis garis yang mengarah ke pH rendah (warna merah) adalah 4,2. Sedangkan nilai pH yang masuk dalam rentang garis yang mengarah ke pH tinggi (warna biru) adalah 4,4. (hanya satu garis, jadi garis ini merupakan harga rentang pH-nya). Batas rentang pH ini digambarkan dengan garis vertical putus putus.

pH larutan merupakan rentang pH yang masuk kedalam empat garis, namun dari gambar tidak terdapat pH yang masuk dalam rentang keempat garis, sehingga pH diambil antara 4,2 sampai dengan 4,4.

Sifat pH Indiktor Bromothymol Blue

Bromotimol biru  dikenal sebagai Bromotimol sulfonftalein atau ringkasnya BTB adalah suatu indikator pH untuk memperkirakan keasaman suatu larutan.

Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH antara 6,0 – 7,6. Dengan perubahan warna dari kuning ke biru. Warna Kuning dalam larutan suasana asam dan biru dalam suasana basa.

Rumus Kimia Bromothymol Blue

Rumus Kimia Bromotimol Biru = C27H28Br2O5S

Perubahan Warna = Kuning – Biru

Massa Jenis Dan Titik Lebur pH Indikator Bromothymol Blue

Massa Jenis Bromotimol Biru = 1.25 g/cm³

Titik Lebur  = 202 °C = 396 °F = 475 K

Trayek pH Indikator = 6,0 – 7,6

Sifat Rumus Kimia pH Indikator Metil Merah

Rumus Kimia Metil Merah = C15H15N3O2

Perubahan Warna = Merah – Kuning

Trayek pH Indikator = 4.4-6.3

Massa Jenis = 791 kg/m³

Titik Lebur  = 179–182 °C = 354–360 °F =  452–455 K

Sifat Rumus Kimia pH Indikator Methyl Orange (Metil Jingga)

Rumus Kimia Metil Jingga =  C14H14N3NaO3S

Perubahan Warna = Jingga – Kuning

Trayek pH Indikator = 3,1 – 4,4

Massa Jenis = 1.28 g/cm3

Massa Molar = 327,33 g/mol

Titik Lebur >   300°C (572°F; 573 K)

Sifat Rumus Kimia pH Indikator Phenolphthalein

Rumus Kimia Phenolphthalein = C20H14O4

Perubahan warna = Tak berwarna – merag ungu

Trayek indicator = 8,0 – 9,6

Titik Lebur = 260 °C

Massa Jenis = 1,277 g/cm3

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. pH Indikator Asam Basa: Pengertian Jenis Fungsi Trayek pH Indikator Menentukan Keasaman pH Contoh Soal Pembahasan 7 Metil Merah Jingga Bromtimol Fenolftalein

Konfigurasi Elektron: Pengertian Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Ion Positif Negatif Prinsip Aufbau Hund Pauli Contoh Rumus Perhitungan 10

Pengertian Konfigurasi Elektron: Konfigurasi electron merupakan suatu cara penulisan yang menunjukkan distribusi elektron dalam orbitalorbital pada kulit utama dan subkulit.


Konfigurasi elektron dalam atom menggambarkan lokasi semua elektron menurut orbital-orbital yang ditempati.

Konfigurasi elektron menggambarkan susunan elektron dalam orbital- orbital atom dengan yang mengikuti aturan atau asas  dari  prinsip Aufbau, kaidah aturan Hund dan asas larangan Pauli.

Konfigurasi Elekton Prinsip Aufbau

Aturan pengisian elektron ke dalam orbital- orbital dikenal dengan prinsip Aufbau, dalam bahasa Jerman, Aufbau artinya kontruksi.

Menurut prinsip Aufbau, pada kondisi normal atau pada tingkat dasar, elektron akan mengisi orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru kemudian mengisi orbital atom yang tingkat energinya lebih tinggi.

Keadaan Ketika elektron mengisi kulit dengan energi terendah disebut keadaan dasar (ground state).

Penulisan konfigurasi elektron berdasarkan kenaikan tingkat energi dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar Menentukan Konfigurasi Elektron Prinsip Aufbau
Gambar Menentukan Konfigurasi Elektron Prinsip Aufbau

Arah anak panah menyatakan urutan pengisian orbital. Huruf kecil n menunjukkan omor kulit.

Dengan demikian urutan pengisian elektron berdasarkan gambar tersebut berturut turut

1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, dan seterusnya.

Dari urutan tersebut terlihat bahwa tingkat energi 3d lebih besar dibandingkan tingkat energi 4s. Jadi, setelah 3p penuh, elektron akan mengisi subkulit 4s terlebih dahulu sebelum subkulit 3d.

Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Skandium Sc Berdasarkan Prinsip Aufbau

Buatlah konfigurasi elektron dari unsur 21Sc (nomor atom Sc = 21) berdasarkan prinsip Aufbau

21Sc = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1

Setelah 3p penuh, elektron akan mengisi subkulit 4s terlebih dahulu sebelum subkulit 3d.

Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Natrium Na Berdasarkan Prinsip Aufbau

Konfigurasi elektron unsur ₁₁Na  (nomor atom Na = 11) berdasarkan prinsip Aufbau adalah

₁₁Na = 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹

Contoh Konfigurasi Elektron Unsur Besi Fe Berdasarkan Prinsip Aufbau

Konfigurasi elektron dari atom besi yang memiliki nomor atom 26 adalah sebagai berikut:

₂₆Fe = 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d⁶

Penyederhanaan Penulisan Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron dapat ditulis dengan cara singkat dengan menggantikan urutan dari pengisian orbital oleh lambang atom unsur gas mulia yang memiliki kulit terlengkap paling dekat sebelum unsur tersebut.

Contoh Menyederhanakan Konfigurasi Elektron Natrium Na

Konfigurasi elektron

11Na =  1s2 2s2 2p6 3s1

Unsur gas mulia terdekat sebelum unsur Na adalah unsur Ne dengan konfigurasi

10 Ne = 1s2 2s2 2p6 sehingga konfigurasi electron Natrium adalah

11Na = [Ne] 3s1

Contoh Penyederhanaan Konfigurasi Eleketron Kalsium Ca

Konfigurasi electron kalsium

20Ca = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

Unsur gas mulia yang paling dekat dengan unsur kalsium dan memiliki nomor atom lebih kecik adalah argon Ar dengan konfigurasi sebagai berikut

18Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

Sehingga konfigurasi electron kalsium adalah

20Ca = [Ar] 4s2

Contoh Menyederhanakan Penulisan Konfigurasi Elektron Unsur Mangan Mn

Konfigurasi electron unsur mangan Mn adalah

25Mn = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5

Unsur gas mulia yang paling dekat dan memiliki nomor atom lebih kecil dari  dengan mangan adalah unsur Argon Ar dengan konfigirasi elektronnya adalah

18Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

Sehingga konfigurasi electron mangan dapat ditulis seperti berikut

25Mn = [Ar] 4s2 3d5

Konfigurasi Elekton Aturan Kaidah Hund

Kaidah Hund menyatakan: bahwa elektron- elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan. Elektron- elektron akan berpasangan apabila pada subkulit itu sudah tidak ada lagi orbital kosong.

Susunan elektron dalam subkulit yang paling stabil adalah susunan dengan jumlah spin parallel atau arah sama terbanyak. Ini arttnya, elekron harus menempati orbital sendiri sendiri sebelum berpasangan dalam orbital.

Suatu orbital dilambangkan atau digambarkan dengan segi empat. Sedangkan dua elektron yang menempati satu orbital dilambangkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah. Jika orbital hanya mengandung satu elektron, maka anak panah dituliskan mengarah ke atas.

Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium

Konfigurasi electron dan diagram orbital unsur natrium dengan nomor atom 11 ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium
Contoh Diagram Orbital Unsur Natrium

Orbital pada subkulit 3s hanya terisi oleh satu elektron atau setengan penuh.

Penyimpangan Konfigurasi Elektron

Pengisian electron pada subkulit d cenderung penuh yaitu berisi 10 elektron atau setengah penuh yaitu berisi 5 elektron.

Berdasarkan eksperimen, terdapat penyimpangan konfigurasi elektron dalam pengisian elektron. Penyimpangan pengisian elektron ditemui pada elektron yang terdapat pada orbital subkulit d dan f.

Penyimpangan pada orbital subkulit d dikarenakan orbital yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) bersifat lebih stabil dibandingkan dengan orbital yang hampir setengah penuh (d4) atau hampir penuh (d8 atau d9).

Jika electron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9, maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang berada pada tingkat energi yang lebih rendah dari d) pindah ke orbital subkulit d.

Akibat keadaan ini, maka struktur electron menjadi:

ns2 (n – 1)d9 tidak ada/ tidak ditemukan, dan yang ada adalah

ns1 (n – 1)d10

Struktur electron

ns2 (n – 1)d4 tidak ada/ tidak ditemukan, dan yang ada adalah

ns1 (n – 1)d5

Pengisian orbital penuh atau setengah penuh relatif lebih stabil. Hal ini diebabkan perbedaan tingkat energi yang sangat kecil antara subkulit 3d dan 4s serta antara 4d dan 5s pada masing-masing atom tersebut. Subkulit d lebih stabil pada keadaan tepat terisi penuh atau tepat setengah penuh.

Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron

Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron
Contoh Penyimpangan Konfigurasi Elektron Elektron

Contoh Konfigurasi Elektron Aturan Hund Unsur Kromium Cr

Konfigurasi electron unsur krom adalah

24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

24Cr = [Ar] 4s2 3d4

konfigurasi electron tersebut relative kurang stabil sehingga konfigurasi electron Krom tersebut tidak ditemukan.

Konfigurasi electron yang benar untuk krom Cr adalah konfigurasi electron yang lebih stabil seperti berikut

24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

24Cr = [Ar] 4s1 3d5

Diagram Orbital Unsur Kromium Cr

Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur kromium yang tidak stabil ditunjukkan pada gambar berikut

Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Tidak Stabil
Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Tidak Stabil

Pada subkulit 3d terdapat satu orbital yang kosong yang menyebabkan ketidakstabilan electron.

Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur kromium yang lebih stabil ditunjukkan pada gambar berikut

Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Stabil
Diagram Orbital Unsur Kromium Cr Konfigurasi ELektron Stabil

Semua orbital 3d terisi oleh satu electron sehingga menjadi setengah penuh. Satu electron yang mengisi kekosongan orbital subkulit 3d diambil dari subkulit 4s, sehingga electron pada subkulit 4s (penuh) menjadi satu electron (setengah penuh). Atom 24Cr lebih stabil dengan subkulit d terisi tepat setengah penuh.

Contoh Konfigurasi Elektron Aturan Hund Unsur Tembaga Cu

Konfigurasi electron tembaga Cu

29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9

29Cu = [Ar] 4s2 3d9

Konfigurasi electron 29Cu yaitu untuk subkulit  4s2 3d9 kurang stabil.

Konfigurasi yang lebih stabil untuk unsur tembaga Cu adalah sebagai berikut

29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10

29Cu = [Ar] 4s1 3d10

Struktur elektron pada subkulit  4s1 3d10  merupakan konfigurasi lebih stabil

Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu

Diagram orbital subkulit 3d dan 4s untuk unsur tembaga yang tidak stabil ditunjukkan pada gambar berikut

Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Tidak Stabil
Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Tidak Stabil

Pada subkulit 3d terdapat satu orbital yang terisi satu elektron (setengah penuh) sedangkan 4 orbital lainnya terisi punuh oleh 2 pasang electron. Satu orbital 3d yang setengah penuh menyebabkan ketidakstabilan electron subkulit 3d.

Diagram orbital subkulit 3d dan 4s unsur tembaga yang lebih stabil ditunjukkan pada gambar berikut

Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Stabil
Diagram Orbital Unsur Tembaga Cu Konfigurasi Elektron Stabil

Semua orbital 3d terisi oleh sepasang electron sehingga menjadi penuh. Satu electron yang mengisi kekosongan orbital subkulit 3d diambil dari subkulit 4s, sehingga electron pada subkulit 4s (penuh) menjadi satu electron (setengah penuh). Atom 29Cu menjadi lebih stabil dengan subkulit d yang terisi oleh dua elektron penuh.

Konfigurasi Elekton Asas Larangan Pauli

Menurut asas larangan Pauli dalam suatu atom tidak boleh ada 2 elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama harganya. Jika 3 bilangan kuantum sudah sama, maka bilangan kuantum yang keempat harus berbeda.

Bila dua elektro dalam orbital memiliki nilai n, l, dan m yang sama, maka nilai s harus berbeda. Artinya, bahwa arah rotasi dua electron tersebut harus berlawanan.

Elektron – elektrom denga spin berlawanan disebut electron berpasangan dan dinyatakan dalam diagram orbital dengan tanda panah berlawanan, satu arah ke atas dan satu arah ke bawah.

Prinsip larangan Pauli menjelaskan, bahwa setiap orbital hanya boleh ditempati oleh dua electron. Sehingga maksimum elektrom pada tiap subkulit adalah dua kali jumlah orbitalnya.

Jumlah Elektron Subkulit

Subkulit s terdiri 1 orbital, maksimum ditempati 2 elektron

Subkulit p terdiri 3 orbital, maksimum ditempati 6 elektron

Subkulit d terdiri 5 orbital, maksimum ditempati 10 elektron

Subkulit f terdiri 7 orbital, maksimum ditempati 14 elektron

Rumus Jumlah Maksimum Elektron Kulit Atom

Jumlah maksimum electron yang ada dalam setiap kulit dinyatakan dengan rumus persamaan berikut

e = 2n2

e = jumlah electron

n = nomor kulit

Contoh Perhitungan Jumlah Maksimum Elektron Kulit K

Jumlah electron pada kulit K adalah

nomor kulit n untuk K adalah 1 atau

n = 1

sehingga jumlah maksimum electron pada kulit K

e = 2(1)2

e = 2 elektron

Jadi, jumlah maksimum electron pada kulit K adalah 2 elektron

Contoh Perhitungan Jumlah Elektron Maksimum Pada Kulit L dan M

Nomor kulit L

n = 2 sehingga

e = 2(2)3 = 8 elektron

Nomor Kulit M

n = 3 sehingga

e = 2(3)2 = 18 elektron

Jadi, jumlah maksimum electron pada kulit L adalah 8 elektron dan pada kulit M adalah 18 elektron.

Rumus Jumlah Orbital Pada Kulit

Kulit terdiri atas subkulit yang berisi orbital-orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama. Jumlah orbital dalam setiap kulit dinyatakan dengan rumus

Jumlah Orbital = n2

Contoh Menghitungan Jumlah Orbital Kulit

Berapa jumlah orbital dan jumlah maksimum elektron dalam kulit M

Diketahuui

n = Bilangan Kuatum Kulit M

n = 3

Rumus Menghitung Jumlah Orbital Kulit M

Jumlah orbital dalam kulit M dapat dihitung dengan rumus berikut

Jumlah Orbital = n2

Jumlah Orbital = (3)2 = 9 orbital

Rumus Menghitung Jumlah Maksimum Elektron Pada Kulit M

Jumlah maksimum electron pada kulit M dapat dihitung dengan rumus berikut;

e = 2n2

e = jumlah electron

e = 2(3)2 = 18 elektron

Konfigurasi Elektron Ion Positif Negatif

Penulisan konfigurasi elektron yang dijelaskan di atas berlaku pada atom netral. Penulisan konfigurasi elektron pada ion yang bermuatan pada dasarnya sama dengan penulisan konfigurasi elektron pada atom netral setelah ditambah atau dikurangi elektronya.

Atom bermuatan positif, misalnya M+x terbentuk karena atom netral melepaskan elektron pada kulit terluarnya sebanyak x. Sedangkan ion negative, misalnya M–y terbentuk karena menarik elektron sebanyak y.

Penulisan konfigurasi elektronnya hanya menambah atau mengurangi elektron yang dilepas atau ditambah sesuai dengan aturan penulisan konfigurasi elektron. Ini berlaku untuk semua unsur yang membentuk ion, termasuk unsur transisi.

Contoh Konfigurasi Elektron Ion Alumunium Al3+

Diketahui konfigurasi elektron Al

12Al = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1

Tuliskan konfigurasi electron untuk ion Al3+

Ion Al3+ berarti 3 elektron terluar telah dilepas seperti reaksi berikut

Al → Al3+ + 3e

Ketiga electron terluar yang dilepas adalah 2 elektron dilepas dari subkulit 3s dan 1 elektron dari subkulit 3p. Sehingga konfigurasi elektronnya adalah

Ion Al3+ = 1s2 2s2 2p6

Jadi, konfigurasi ion Al3+ = 1s2 2s2 2p6

Contoh Konfigurasi Elektron Ion Besi Fe2+

Diketahui konfigurasi elektron Fe

26Fe =  [Ar] 3d6 4s2

Tuliskan konfigurasi electron untuk ion Fe2+

Ion Fe2+ = 2 elektron terluar telah dilepas seperti reaksi berikut

Fe → Fe2+ + 2e

Dua electron terluar yang dilepas oleh atom Fe adalah dari subkulit 4s. Sehingga konfigurasi electron Fe menjadi seperti berikut:

Ion Fe2+ = [Ar] 3d6.

Jadi, konfigurasi electron Fe2+= [Ar] 3d6.

Contoh Soal Menentukan Konfigurasi Elektron Ion Besi Fe3+

Diketahui nomor atom Fe adalah 26. Tuliskan konfigurasi electron Fe3+

Konfigurasi Elektron 26Fe

26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6

Ion Fe3+ berarti atom melepaskan 3 elektron di kulit terluar

Ketiga electron terluar adalah 2 elektron dari subklit 4s dan 1 dari 3d. Sehingga kofigurasi electronnya adalah

Ion 26Fe3+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5

Contoh Soal Pembahasan Konfigurasi Elektron Ion Sulfur S2-

Diketahui nomor atom S adalah 16. Tuliskan konfigurasi electron dari ion 16S2-

Konfigurasi Elektron 16S

16S = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

Ion S2- berarti atom menerima 2 elektron pada kulit terluarnya

Kedua electron yang diterimi akan menempati subkulit 3p. Sehingga kofigurasi electronnya adalah

Ion 16S2- = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6

Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Perpasangan Ion Besi (III) Fe3+

Tetukan jumlah electron yang tidak berpasangan pada konfigurasi electron ion Besi (III) Fe3+.

Konfigurasi Elektron Fe

26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6

Konfigurasi Elektron Ion Fe3+

Ion Fe3+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5

Diagram Orbital Ion Fe3+

Untuk dapat menentukan electron yang tidak perpasangan harus dibuatkan diagram orbital. Orbital cukup dari subkulit yang elektronnya tidak penuh. Untuk ion besi Fe3+ subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang hanya diisi 5 elektron.

Subkulit d memiliki 5 orbital dengan jumlah maksimum electron yang dapat ditampung adalah 10 elektron.

Diagram orbital ion besi (III) dapat dilihat pada gambar berikut

Diagram Orbital Ion Fe3+ Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan
Diagram Orbital Ion Fe3+ Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan

Jadi, jumlah electron tidak berpasangan adalah 5 elektron.

Contoh Soal Perhitungan Jumlah Elektron Tidak Perpasangan Atom Nikel

Tetukan jumlah electron yang tidak berpasangan pada konfigurasi electron atom nikel yang bernomor atom 28.

Konfigurasi Elektron Nikel 28Ni

28Ni= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 atau

28Ni= [Ar] 4s2 3d8

Diagram Orbital Atom Nikel

Untuk menentukan electron yang tidak berpasangan cukup membuat diagram orbital dari subkulit yang diisi electron tidak penuh yaitu 3d yang terisi 8 elektron.

Subkulit d terdiri 5 orbital yang dapat ditempati oleh 10 elektron maksimum. Jumlah elektron tidak berpasangan pada subkulit 3d dapat dilihat pada gambar berikut

Diagram Orbital Atom Nikel Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan
Diagram Orbital Atom Nikel Perhitungan Elektron Tidak Berpasangan

Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom Nikel adalah 2 elektron.

Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Atom Titan,

Diketahui bahwa Titan mempunyai nomor atom 22. Tentukan jumlah electron tidak berpasangan pada ion Titan Ti3+

Konfigurasi Elektron Atom Titan 22Ti

22Ti= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2 atau

22Ti= [Ar] 4s2 3d2

Konfigurasi Elektron Ion Ti3+

Ion Ti3+ = [Ar] 3d1

Diagram Ordinal Ion Titan

Untuk ion Titam Ti3+ subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang hanya diisi 1 elektron.

Subkulit d memiliki 5 orbital dengan jumlah maksimum electron yang dapat ditampung adalah 10 elektron. Jumlah elektron tidak berpasangan pada subkulit 3d dapat dilihat pada gambar berikut

Diagram Ordinal Ion Titan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan
Diagram Ordinal Ion Titan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan

Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom ion Ti3+  adalah 1 elektron.

Contoh Soal Menentukan Jumlah Elektron Tidak Berpasangan Atom Krom Cr

Diketahui bahwa Krom  mempunyai nomor atom 24. Tentukan jumlah electron tidak berpasangan pada atom krom tersebut

Konfigurasi Elektron Atom Krom 24Cr

24Cr= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5 atau

24Ti= [Ar] 4s1 3d5

Diagram Ordinal Atom Krom Cr

Untuk atom krom subkulit yang tidak penuh adalah subkulit 3d yang diisi 5 elektron dan subkulit 4s yang diisi 1 elektron.

Diagram Ordinal Atom Krom Cr Menghitung Jumlah Elektron Tidak Berpasangan
Diagram Ordinal Atom Krom Cr Menghitung Jumlah Elektron Tidak Berpasangan

Jadi, jumlah electron yang tidak berpasangan pada atom krom  adalah 6 elektron

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Ringkasan Rangkuman: Konfigurasi elektron adalah gambaran yang menunjukkan penempatan elektron dalam orbital-orbitalnya dalam suatu atom.
  9. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas), yaitu prinsip Aufbau, asas larangan Pauli, dan kaidah Hund.
  10. Asas Aufbau menyatakan pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang paling rendah.
  11. Kaidah Hund menyatakan jika terdapat orbital-orbital yang peringkat energinya sama, maka setiap orbital hanya berisi elektron tunggal lebih dahulu, sebelum diisi oleh pasangan elektron.
  12. Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang mempunyai empat bilangan kuantum yang sama. Dua elektron yang menempati orbital yang sama harus mempunyai arah rotasi yang berlawanan.
  13. Sistem periodik unsur modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.
  14. Periode adalah lajur-lajur horizontal dalam SPU. Dalam SPU modern, periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Nomor periode suatu unsur sama dengan jumlah kulit unsur itu.

Jenis Alat Optik: Lup Kamera Mikroskop Teleskop Rumus Perbesaran Lensa Objektif Okuler Jarak Fokus 13

Pengertian Lup: Lup atau kaca pembesar atau sebagian orang menyebutnya sebagai suryakanta merupakan alat optik yang berupa lensa cembung atau lensa positif.


Fungsi Lup

Alat optik Lup umumnya digunakan untuk melihat benda- benda yang berukuran kecil, biasanya tulisan kecil atau komponen- komponen kecil sehingga tampak besar. Pada saat menggunakan Lup terjadi perbesaran sudut lihat.

Jenis Alat Optik: Pengertian Fungsi Lup Kamera Mikroskop Teleskop Kacamata Contoh Soal Rumus Perhitungan Lensa Objektif Okuler Perbesaran Jarak Fokus,
Contoh Soal Lup Perhitungan Jarak Benda Dengan Jarak Fokus Lup Tanpa Akomodasi

Perbesaran Sudut Lup

Perbandingan sudut pandangan mata ketika menggunakan lup β dan sudut pandangan mata ketika tidak menggunakan lup α disebut perbesaran sudut (anguler) lup.

Pengertian Fungsi Jarak Fokus Lensa Lup Contoh Soal Rumus Perhitungan Objektif Okuler Perbesaran Lup,
Pengertian Fungsi Jarak Fokus Lensa Lup Contoh Soal Rumus Perhitungan Objektif Okuler Perbesaran Lup,

Rumus Perbesaran Bayangan LUP

Pada penggunaan lup dapat ditentukan perbesaran bayangannya. Perbesarannya sering digunakan perbesaran sudut (anguler).

M= β/α

M = perbesaran anguler

β = sudut penglihatan setelah ada lup

α = sudut penglihatan awal

Dua Cara Menggunakan Lup

Pengamatan dengan lup memiliki dua keadaan akomodasi yang penting yaitu akomodasi maksimum dan akomodasi minimum.

Penggunaan Lup Dengan Akomodasi Maksimum

Pengamatan akomodasi maksimum dengan lup berarti bayangan oleh lensa lup harus berada pada titik dekat mata.

Untuk mata berakomodasi maksimum, objek yang akan dilihat menggunakan lup harus diletakkan di depan lup pada jarak yang lebih kecil daripada jarak fokus lup atau

S ≤ f

f = jarak fokus lup

Jarak Bayangan Benda Pada Lup Berakomodasi Maksimum

Apabila mata berakomodasi maksimum mengamati bayangan dengan menggunakan lup, bayangan tersebut akan berada di titik dekat mata atau

S’ = – Sn (tanda negatif karena bayangannya maya).

Jarak Bayangan Benda Oleh Lup untuk mata berakomodasi dapat dinyatakan dengan persamaa berikut

1/S + 1/-Sn = 1/f

Perbesaran Sudut Anguler Lup Dengan Akomodasi Maksimum

Perbesaran sudut anguler lup untuk mata berakomodasi maksimum dinyatakan dengan persamaan berikut:

M = (Sn/f) + 1

M = perbesaran anguler

Sn = jarak baca normal

f = jarak fokus lup

Penggunaan Lup Dengan Mata Tanpa Akomodasi Atau Minimum

Pengamatan tanpa akomodasi (akomodasi minimum) dengan lup berarti bayangan oleh lup harus di jauh tak hingga. Bayangan ini terjadi jika benda ditempatkan pada fokus lensa

S = f

Perbesaran Sudut Anguler Lup Tanpa Akomodasi

Perbesaran sudut anguler lup untuk mata tanpa akomodasi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

M = (Sn/f)

Contoh Soal Perhitungan Jarak Benda Dengan Jarak Fokus Lup Tanpa Akomodasi

Sebuah benda diletakkan di depan lup pada jarak 10 cm. Jika jarak titik fokus lup 10 cm, tentukanlah perbesaran sudut lup.

Diketahui

Sn= PP = titik dekat mata (25 cm untuk mata normal), dan

S = letak objek di depan lup.

S = 10 cm

Rumus Mencari Pembesaran Lup Pada Mata Tanpa Akomodasi

Karena S = f = 10 cm, maka mata akan melihat bayangan dengan menggunakan lup tanpa akomodasi. Dengan demikian, perbesaran sudut lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

M = Sn/f

M = 25/10

M = 2,5 kali

Jadi perbesaran lup pada jarak benda sama jarak focus adalah 2,5 kali

Contoh Soal Lainya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

Alat Optik Kamera

Kamera merupakan alat optik yang menyerupai mata yang mampu merekam gambar dari suatu objek berupa tempat atau peristiwa. Elemen-elemen dasar kamera adalah sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif).

Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan film berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa.

Film terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia yang sensitive terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan tersebut). Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyerupai lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film).

Prinsip Kerja Kamera Film (bukan digital)

Prinsip kerja kamera secara umum sebagai berikut. Objek yang hendak difoto harus berada di depan lensa. Ketika diafragma dibuka, cahaya yang melewati objek masuk melalui celah diafragma menuju lensa mata.

Lensa mata akan membentuk bayangan benda. Supaya bayangan benda tepat jatuh pada film dengan jelas maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau menjauhi film.

Mengeser-geser lensa pada kamera, seperti mengatur jarak fokus lensa pada mata (akomodasi).

Contoh Soal Perhitungan Jarak Film Dan Lensa Kamera

Panjang fokus lensa kamera adalah 50 mm dan kamera diatur untuk memotret benda yang jaraknya jauh. Jika ingin menggunakan kamera untuk memotret benda yang jaraknya 1,5 m dari kamera, maka tentukan jarak lensa dan film agar bayangan tetap terbentuk pada film tersebut.

Diketahui:

f = 50 mm

S = 1,5m = 1500 mm

Rumus Menghitung Jarak Antara Film Dan Lensa Kamera

Jarak antara film dengan lensa kamera agar bayangan terbentuk pada film dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

1/f = 1/S + 1/S’ atau

1/S’ = 1/f – 1/S

1/S’ = 1/50 – 1/1500

1/S’ = 30/1500 – 1/1500

1/S” = 29/1500

S’ = 1500/29

S’ = 51.72 mm

Jadi, lensa dan film harus berjarak 51,72 mm agar bayangan terbentuk tepat pada film.

Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

Alat Optik Teleskop Atau Teropong

Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk mjelihat objek-objek yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.

Fungsi Teleskop Teropong

Teleskop berfungsi sebagai alat yang mampu membawa bayangan benda yang terbentuk menjadi lebih dekat sehingga tampak benda lebih besar.

Bagian Bagian Teleskop Teropong

Teleskop terdiri atas dua lensa positif yaitu lensa objektif dan lensa okuler

Lensa Objektif Teleskop Teropong

Lensa positif yang dekat dengan benda disebut lensa objektif, yang berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda sejati dan terbalik.

Lensa Okuler Teropog Teleskop

Lensa yang dekat dengan mata disebut lensa mata atau lensa okuler yang berfungsi sebagai kaca pembesar sederhana untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.

Letak benda sangat jauh sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif berada pada titik fokus lensa objektif, dan jarak bayangan sama dengan panjang fokus lensa objektif.

Kekuatan Perbesaran Lensa Teleskop Teropong

Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan seperti berikut:

M = – fob/fok

fok = jarak fokus lensa mata atau okuler, dan

fob = jarak fokus lensa objektif.

Jenis Jenis Teleskop Teropong

Secara umum ada dua jenis teropong, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Perbedaan antara keduanya terletak pada objektifnya. Pada teropong bias, objektifnya menggunakan lensa, yakni lensa objektif, sedangkan pada teropong pantul objektifnya menggunakan cermin.

Teleskop Pantul

Dalam pengembangan selanjutnya, lensa objektif diganti dengan sebuah cermin cekung besar yang berfungsi sebagai pemantul cahaya. Teleskop ini disebut teleskop pantul.

Bagian Bagia Teleskop Pantul

Teleskop pantul terdiri atas satu cermin cekung besar, satu cermin datar kecil dan satu lensa cembung untuk mengamati benda.

Teropong jenis pantul menggunakan cermin cekung besar sebagai objektif untuk memantulkan cahaya, cermin datar kecil yang diletakkan sedikit di depan titik fokus cermin cekung F, dan sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai okuler.

Teleskop Hubble

Teleskop Hubble pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 oleh NASA.  Teleskop Habble merupakan pengembangan sari teleskop pantul yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit.

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Perbesaran Teleskop Teropong

Suatu teleskop mempunyai lensa objektif dengan panjang fokusnya 20 m. Jika panjang fokus lensa mata 5 cm maka hitunglah kekuatan perbesaran teleskop ini.

Diketahui:

fok= jarak fokus lensa mata atau okuler, dan

fok= 5 cm

fob = jarak fokus lensa objektif.

fob = 20 m = 2000

Rumus Menghitung Kekuatan Perbesaran Lensa Teleskop Teropong

Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan seperti berikut:

M = – fob/fok

M = – 2000/5

M = – 400

Jadi perbesaran teleskop tersebut adalah 400 kali dan tanda negative menunjukkan bayangan terbalik.

Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

Teropong – Teleskop Bumi

Teleskop – Teropong Bumi menggunakan tiga jenis lensa cembung yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa pembalik.

Lensa pembalik berada di antara lensa objektif dan lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi untuk membalikan bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.

Perbesaran Dan Panjang Teleskop Teropong Bumi

Perbesaran teropong bumi untuk mata tanpa akomodasi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

M = fob/fok

Panjang teropong bumi untuk mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut

d = fob + fok + 4fp

fp = jarak fokus lensa pembalik.

Contoh Soal Teleskop Teropong Bumi Menghitunga Jarak Antara Lensa Objektif Dan Lensa Okuler.

Teropong bumi dengan jarak fokus lensa objektif  60 cm, jarak fokus lensa pembalik 7,5 cm, dan jarak fokus lensa okulernya 15 cm. Supaya mata melihat bayangan tanpa akomodasi, berapakah jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut

Diketahui

fob = 60 cm

fok = 15 cm

fp = 7,5 cm

Rumus Menentukan Jarak Lensa Objektif Dan Lensa Okuler Teleskop Bumi

Jarak antara lensa objektif dan lensa okuler pada teropong bumi dapat dihitung dengan rumus berikut

d = fob + fok + 4fp

d  = 60 + 15 + 4(7,5)

d = 105 cm

Jadi jarak antara lensa objektif dan lensa okuler adalah 105 cm

Teleskop Galileo – Teropong Panggung

Teropong panggung atau teropong Galileo atau teropong Belanda menggunakan sebuah lensa cembung sebagai objektif dan sebuah lensa cekung sebagai okuler.

Lensa cekung berfungsi sebagai pembalik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif dan sekaligus sebagai lup.

Sifat bayangan yang dibentuk maya, tegak, dan diperbesar daripada bayangan yang dibentuk lensa objektif.

Perbesaran Dan Panjang Teleskop Galileo Teropong Pangung

Perbesaran teropong Galileo untuk mata tanpa akomodasi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

M = fob/fok

Panjang teropong Galileo atau panggung untuk mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan rumus seperti berikut

d = fob + (-fok) atau

d = fob – fok

Oleh karena lensa okulernya adalah lensa cekung maka fok bertanda negatif.

Contoh Soal Menentukan Jarak Fokus Lensa Okuler Teropong Panggung Galileo

Sebuah teropong Galileo atau panggung dipakai untuk melihat bintang yang menghasilkan perbesaran 8 kali. Jarak lensa objektif dan okulernya 35 cm. Teropong tersebut digunakan dengan mata tanpa akomodasi. Tentukanlah jarak fokus lensa okuler teropong tersebut.

Diketahui

M = 8 kali

d = 35 cm.

fok = … (lensa cekung bertanda negatif)

Rumus Menghitung Jarak Fokus Lensa Okuler Teleskop Teropong Galilea

Jarak focus lensa okuler teropong panggung dapat dihitung dengan rumus berikut

d = fob – fok

Perlu mencari nilai jarak focus lensa objektif fob dahulu

Rumus Menghitung Jarak Focus Lensa Objektif Teleskop

Jarak focus lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

M = fob/fok

fob = M.fok

fob = 8 fok

Sehingga jarak focus lensa okuler adalah

d = fob + fok

d = 8 fok – fok

d = 7fok

fok = 35/7

fok = – 5 cm (lensa cekung tanda negative)

Dengan demikian, jarak fokus lensa okulernya adalah 5 cm.

Contoh Soal Lainnya Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

Alat Optik Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda- benda kecil agar tampak jelas dan besar. Mikroskop sering digunakan untuk mengamati sel darah, hewan bersel satu, amuba, mata serangga dan sebagainya.

Objek yang akan diamati harus diletakkan di depan lensa objektif pada jarak antara fob dan 2fob sehingga bayangannya akan terbentuk pada jarak lebih besar dari 2fob di belakang lensa objektif dengan sifat nyata dan terbalik.

Kemudian bayangan oleh lensa objektif diteruskan pada lensa okuler. Lensa okuler mikroskop bertindak sebagai lup berarti bayangannya adalah maya, tegak diperbesar.

Agar bayangan pada lensa okuler dapat dilihat atau diamati oleh mata, bayangan ini harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya.

Hal ini dapat terjadi jika bayangan pada lensa objektif jatuh pada jarak kurang dari fok dari lensa okuler. Bayangan akhir oleh mikroskop adalah maya, terbalik, diperbesar.

Rumus Panjang Mikroskop – Jarak Antara Lensa Objektif Dan Lensa Okuler

Panjang mikroskop atau jarak antara lensa objektif dan lensa okuler adalah penjumlahan jarak bayangan objektif ke lensa objektif dengan jarak bayangan objektif ke lensa okuler atau dapat dirumuskan seperti berikut:

d = S’ob + Sok

d = panjang mikroskop,

S’ob = jarak bayangan lensa objektif ke lensa objektif, dan

Sok = jarak bayangan objektif ke lensa okuler.

Rumus Perbesaran Sudut Total Mikroskop

Perbesaran total yang dihasilkan oleh sebuah mikroskop merupakan perkalian antara perbesaran dari lensa objektif dan perbesaran dari lensa okuler. Perbesaran mikroskop dirumuskan seperti berikut

M = Mob x Mok

M = perbesaran total yang dihasilkan mikroskop,

Mob = perbesaran yang dihasilkan lensa objektif, dan

Mok = perbesaran sudut yang dihasilkan lensa okuler.

Perbesaran Anguler Lensa Okuler Mikroskop Tanpa Akomodasi

Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler mikroskop mirip dengan perbesaran sudut lup yaitu untuk pengamatan tanpa akomodasi dan dirumuskan seperti berikut

Mok = Sn/fok

fok = panjang fokus lensa okuler.

Rumus Perbesaran Anguler Lensa Okuler Mikroskop Dengan Akomodasi

Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler mikroskop dengan mata yang terakomodasi dirumuskan seperti berikut

Mok = (Sn/fok) + 1

Rumus Perbesaran Anguler Lensa Objektif Mikroskop

Perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa objektif mikroskop dapat dirumuskan seperti berikut

Mob = S’ob/Sob

Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Mikroskop Pengamatan Tanpa Akomodasi

Sebuah mikroskop memiliki jarak fokus lensa objektif dan lensa okuler masing masing 20 mm dan 10 cm. Sebuah benda ditempatkan 22 mm di depan lensa objektif. Tentukan perbesaran mikroskop pada pengamatan: (a) tanpa akomodasi, (b) berakomodasi maksimum, dan (c) berakomodasi pada jarak 50 cm.

Diketahui:

fob = 20 mm

fok = 10 cm

Sob = 22 mm

Sn = 25 cm (jarak baca normal)

Untuk dapat menentukan perbesaran mikroskop harus dihitung dahulu jarak bayangan lensa objektif dan lensa okuler.

Rumus Menentukan Perbesaran Mikroskop Mata Tanpa Akomodasi

Perbesaran total mikroskop tanpa berakomodasi dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

M = Mob x Mok

Mok = Sn/fok

Mob = S’ob/Sob

dari rumusnya diketahui bahwa untuk dapat menentukan perbesaran mikroskop harus dihitung dahulu jarak bayangan dan perbesaran oleh lensa objektif dan okuler.

Rumus Menentukan Jarak Bayangan Dan Perbesaran Oleh Lensa Objektif

Jarak bayangan yang ditimbulkan oleh lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

1/S’ob = 1/fob – 1/Sob

1/S’ob = 1/20 – 1/22

1/S’ob = 11/220 – 10/220

1/S’ob = 1/220

S’ob = 220

Jadi diperoleh Sob = 220 mm. Dengan demikian, perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif adalah

Rumus Perhitungan Perbesaran Oleh Lensa Objektif

Perbesaran oleh lensa objetif

Mob = S’ob/Sob

Mob = 220/22

 Mob = 10 kali

Rumus Menentukan Jarak Bayangan Dan Perbesaran Oleh Lensa Okuler

Jarak bayangan yang ditimbulkan oleh lensa okuler adalah

S’ = Sn

Rumus Perhitungan Perbesaran Oleh Lensa Okuler Tanpa Akomodasi

Perbesaran oleh lensa okuler tanpa akomodasi dihitung dengan rumus berikut

Mok = Sn/fok

Mok = 25/10

Mok = 2,5 kali

Rumus Perbesaran Total Mikroskop Pada Mata Tanpa Akomodasi

Perbesaran total mikrokop untuk mata tanpa akomodasi adalah

M = Mob x Mok

M = 10 x 2,5

M = 25 kali

Jadi perbesaran mikroskop adalah 25 kali

Contoh Contoh Soal Perhtiungan Alat Optik

1). Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Anguler Lup Pada Mata Tanpa Akomodasi

Berapakah perbesaran anguler lup yang memiliki fokus 5 cm dengan mata tak berakomodasi

Diketahui:

f = 8 cm

Sn = PP = Punctum Proximum

Sn = 25 cm

M = …

Rumus Menentukan Perbesaran Anguler Lup Tanpa Akomodasi

Perbesaran anguler lup tanpa akomodasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

M = Sn/f

M = 25/5

M = 5 kali

Jadi perbesaran lup tanpa akomodasi adalah 5 kali

2). Contoh Soal Perhitungan Jarak Benda Dari Lup Dengan Mata Berakomodasi Maksimum

Sesorang yang memiliki mata normal menggunakan lup yang berkekuatan 25 dioptri. Tentukan jarak benda ke lup dan perbesaran angulernya jika pemgamatannya dengan mata berakomodasi maksimum,

Diketahui

P = 25 dioptri

S = – Sn = – 25 cm

Rumus Perhitungan Jarak Benda Dari Lup Berakomodasi Maksimum

Rumus jarak benda dari lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dinyatakan dengan rumus berikut

1/f = 1/S + 1/S

Perlu menentukan jarak focus f terlebih dahulu

Rumus Menentukan Jarak Fokus Lup

Jarak focus lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

P = 1/f ( f dalam m) atau

P = 100/f (f dalam cm) sehingga jarak focus

f = 100/25

f = 4 cm

Rumus Menentukan Jarak Benda Dari Lup

Jarak benda dari lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah

1/f = 1/S + 1/S

1/S = 1/f – 1/S

1/S = 1/4 – 1/(-25)

1/S = 25/100 + 4/100

1/S = 29/100

S = 100/29

S = 3,45 cm

Jadi jarak benda dari lup adalah 3,45 cm

3). Contoh Soal Perhitungan Panjang Bayangan Benda Dengan Lup Tanpa Akomodasi

Sebuah lup berfokus 10 cm digunakan untuk mengamati benda yang panjangnya 1 mm. Tentukan panjang bayangan benda apabila mata tak berakomodasi

Diketahui :

f = 10 cm,

h = 1 mm = 0,1 cm

Rumus Menentukan Panjang Bayangan Benda Dengan Lup Tanpa Akomodasi

Panjang bayangan benda yang diamati oleh lup dapat dinyatakan dengan rumus berikut

h’ = M x h

perlu mencari perbesaran lup M dahulu

Menentukan Perbesaran Anguler Lup Tanpa Akomodasi

Perbesaran anguler lup tanpa akomodasi dapat rumuskan dengan persamaan berikut

M = 25/f

M = 25/10

M= 2,5 kali

Sehingga Panjang bayangan benda adalah

h’ = 2,5 x 0,1 cm

h’ = 0,25 cm atau

h’ = 2,5 mm

jadi bayangan benda adalah 2,5 mm

4). Contoh Soal Menentukan Panjang Bayangan Benda Pada Lup Dengan Mata Berakomodasi Maksimum

Seorang siswa sedang mengamati benda yang panjangnya 5 mm dengan menggunakan sebuah lup berfokus 5 cm Tentukan panjang bayangan benda apabila mata berakomodasi maksumum

Diketahui

f = 5 cm

h = 5 mm = 0,5 cm

Rumus Menentukan Panjang Bayangan Benda Pada Lup Mata Berakomodasi Maksimum

Panjang bayangan benda yang diamati oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dinyatakan dengan rumus berikut

h’ = M x h

perlu mencari nilai M dahulu

Rumus Menentukan Perbesaran Anguler Lup Mata Berakomodasi Maksimum

Perbesaran anguler lup dengan mata berakomodasi maksimum dapat dirumuskan dengan persaaan berikut

M = 25/f + 1

M = 25/5 + 1

M = 6 kali

Sehingga Panjang bayangan benda oleh lup adalah

M = 6 x 2,5

M = 15 mm

jadi Panjang bayangan benda oleh lup adalah 15 mm

5). Contoh Soal Perhitungan Geser Lensa Kamera Agar Fokus Bayangan Benda

Jarak fokus lensa sebuah kamera adalah 60 mm. Kamera tersebut diatur untuk memfokuskan bayangan benda pada jauh tak terhingga. Berapa jauh lensa kamera harus digeser agar dapat memfokuskan bayangan benda yang terletak pada jarak 1,8 m

Dikehaui:

S = 1,8 m = 1800 mm

S’ = f = 60 mm kondisi mula mula

S’ = …. kondisi untuk 1,8 m

Rumus Menghitung Jarak Lensa Kamera Agar Bayangan Benda Fokus

Ketika digunakan untuk memfokuskan benda yang letaknya jauh di tak terhingga, bayangan benda tersebut akan tepat berada di titik fokus lensa. Dengan kata lain, S’ = f = 60 mm.

Namun ketika jarak benda ke lensa, S = 1,8 = 1800  mm, maka jarak bayangannya berubah dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

1/f = 1/S + 1/S’

1/S’ = 1/f – 1/S

1/S’ = 1/60 – 1/1800

1/S’ = 30/1800 – 1/1800

1/S’ = 19/1800

S’ = 1800/29

S’ = 62,07mm

Jarak bayangan dari lensa adalah 62,07 mm sehingga agar bayangan focus maka lensa harus digeser sejauh:

62,07 mm – 60 mm = 2,07 mm.

Jadi lensa harus digeser sejauh 2,07 mm

6). Contoh Soal Teleskop Teropong Menentukan Kekuatan Perbesaran Dari Kekuatan Daya Lensa Objetif Dioptri.

Suatu teleskop mempunyai lensa objektif dengan kekuatan daya lensa 0,025 D (dioptri). Jika panjang fokus lensa mata 20 cm maka hitunglah kekuatan perbesaran teleskop ini.

Diketahui:

Daya lensa objektif P = 0,025 dioptri

fok = 20 cm

Rumus Menghitung Perbesaran Teleskop

Perbesaran teleskop M dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

M = – fob/fok

harus mencari nilai jarak focus lensa objektif dahulu fo

Rumus Menentukan Jarak Fokus Lensa Objektif Teleskop Teropong

Jarak focus lensa objektif teleskop dapat dinyatakan dengan rumus berikut

P = 1/fob  (fob dalam m)

fob = 1/P

fob = 1/0,025

fob = 40 m = 4000 cm

Sehiingga perbesaran teleskopnya adalah

M = 4000/20

M = -200 kali

Jadi perbesaran teleskop M adalah 200 kali

Hal yang perlu diperhatikan dalam hal teleskop astronomis adalah kekuatan pengumpulan cahayanya bukan pada kekuatan perbesaran teleskop. Hal ini disebabkan semakin besar objektifnya maka akan semakin terang bayangannya.

7). Contoh Soal Perhitungan Perbesaran Dan Panjang Teleskop Teropong Bintang

Sebuah teropong bintang memiliki lensa objektif dengan jarak fokus 120 cm dan lensa okuler dengan jarak fokus 40 cm. Teropong bintang tersebut dipakai untuk melihat benda-benda langit dengan mata tak berakomodasi. Tentukanlah

a). Perbesaran teropong – teleskop

b). Ranjang teropong – teleskop

Diketahui:

fok= 40 cm

fob = 120 cm

Rumus Menghitung Perbesaran Teleskop Bintang

Perbesaran dari teropong bintang dapat dihitung dengan rumus berikut

M = – fob/fok

M = – 120/40

M = 3 kali

Rumus Perhitungan Panjang Teropong Bintang

Panjang teropong untuk mata tak berakomodasi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

d = fob + fok

d = 120 + 40

d = 160 cm

Jadi Panjang teropong teleskop bintang adalah 160 cm

8). Contoh Soal Perhitungan Panjang Teleskop Galileo

Sebuah teleskop Galileo memiliki perbesaran anguler 15 kali dan memiliki jarqak fokus objeltif 150 cm. Teleskop digunakan untuk menyelidiki sebuah benda langit. Hitunglah Panjang teleskop Galilei tersebut.

Diketahui:

fob = 160 cm

M = 16 kali

Rumus Menghitung Jarak Focus Lensa Okuler Teleskop Galileo

Jarak focus lensa objektif dapat dihitung dengan rumus berikut

M = fob/fok

fok =fob/M.

fok  = 150/15

fok = -10 cm

Lensa okuler Teleskop Galileo merupakan lensa cekung sehingg jarak fokusnya bertanda negative.

Menentukan Panjang Teleskop Galileo

Panjang teleskop Galileo dapat dirumuskan dengan menggunakan rumus berikut:

d = fob + fok

d = 150 + (-10)

d = 140 cm

Jadi panjag teleskop Galileo adalah 140 cm

Daftar Pustaka:

  1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
  2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
  3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
  4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
  5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
  6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
  7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  8. Ringkasan Rangkuman: Alat optik adalah alat bantu penglihatan yang berguna untuk mengamati benda-benda yang tidak jelas dilihat oleh mata.
  9. Alat optik antara lain mata, kamera, lup, mikroskop dan teleskop.
  10. Lup adalah alat optik yang hanya mempunyai satu lensa. Lup digunakan untuk melihat benda yang kecil agar tampak lebih besar.
  11. Kamera adalah alat yang digunakan untuk merekam gambar. Kamera terdiri atas kamera dengan menggunakan film dan tidak menggunakan film.
  12. Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda yang sangat kecil pada jarak yang sangat dekat.
  13. Lensa objektif adalah lensa yang berada terdekat dengan benda.
  14. Lensa okuler adalah lensa yang berada terdekat dengan mata.
  15. Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat bendabenda besar yang letaknya sangat jauh.
  16. Jenis Alat Optik: Pengertian Fungsi Lup Kamera Mikroskop Teleskop Kacamata Contoh Soal Rumus Perhitungan Lensa Objektif Okuler Perbesaran Jarak Fokus,

 

Pameran Seni: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Apresiasi Aktif Pasif Unsur Persyaratan Perlengkapan Penyelenggaraan Laporan

Pengertian Pameran Seni: Pameran adalah aktivitas yang dilakukan oleh seniman untuk menyampaikan hasil perwujudan dari ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni.


Pada kegiatan pameran diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.

Tujuan dan Manfaat Pameran Karya Seni

Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya adalah tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.

Tujuan Sosial Pameran Karya Seni

Tujuan sosial berarti kegiatan pameran baik skala luas di masyarakat maupun skala terbatas di kalangan tertentu yang dipergunakan untuk kepentingan sosial.

Hasil penjualan karya seni yang dipamerkan disumbangkan kepada pihak piha yang membutuhkan bantuan dana seperti yayasan yatim piatu, pendidikan anak cacat, dan membantu orang yang membutuhkan bantuan lainnya.

Tujuan Komersial Pameran Karya Seni

Tujuan komersial pameran adalah kegiatan pameran seni yang berorientasi untuk menghasilkan profit atau keuntungan baik bagi seniman maupan untuk penyelenggara pameran.

Dengan kegiatan pameran, seniman dapat menjual karyanya kepada masyarakat atau apresiator dan kolektor karya seni. Sedangkan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran

Tujuan Kemanusiaan Pameran

Tujuan kemanusiaan pameran adalah untuk kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, dan pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat.

Manfaat Penyelengaraan Pameran

Penyelenggaraan pameran memiliki manfaat di antaranya adalah

1).  Menumbuhkan dan menambah kemampuan masyarakat secara umum dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain;

2). Menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif;

3). Membangkitkan motivasi dalam berkarya seni; dan

4). Sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat luas

Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara seniman sebagai pencipta seni dengan apresiator sebagai pengamat seni dan masyarakat pada umumnya.

Pameran seni rupa pada hakekatnya dapat menumbuhkembangkan apresiasi seni pada masyarakat dan sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat.

Fungsi pameran dibagi menjadi empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

Fungsi Apresiasi Pameran Karya Seni

Fungsi apresiasi merupakan kegiatan untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap hasil karya seni.

Kegiatan pameran dapat menumbuhkan sikap menghargai dari para pengamat atau apresiator terhadap suatu karya seni.

Pameran karya dapat melahirkan dua apresiasi yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

  • Apresiasi Aktif Pameran Seni Rupa

Apresiasi aktif merupakan sikap yang timbul pada seniman seteleh menyaksikan pameran termotivasi terdorong untuk mencipa karya seni.

  • Apresiasi Pasif Pameran Seni Rupa

Apresiasi pasif meruakan sikap terjadi pada orang awam setelah menyaksikan pameran umumnya dapat menghayati, memahami dan menilai serta menghargai karya seni.

Fungsi Edukasi Pameran Karya Seni

Fungsi edukasi atau Pendidikan merupakan kegiatan pameran karya seni yang dapat memberikan nilai- nilai yang bersifat pembelajaran terhadap masyarakat terutama apresiator, seperti nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya.

Pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Fungsi Rekreasi Pameran Karya Seni

Fungsi rekreasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan spiritual terutama hiburan terhadap masyarakat.

Melalui pameran karya seni, para apresiator menjadi senang, tenang dan memberikan pencerahan. Menyaksikan sebuah pameran karya akan memperoleh fungsi seni lain yaitu katarsis atau pengobat jiwa.

Fungsi Prestasi Pameran Karya Seni

Fungsi prestasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan penilaian atas kemampuan para seniman. Kemampuan para seniman dapat disaksikan dinilai dari bentuk-bentuk kreasi yang ditampilkan.

Apresiator dapat memberi penilaian terhadap seniman yang menciptakan karya seni kreatif atau kurang kreatif.

Jenis Pameran Karya Seni Rupa

Pemeran dapat dibagi menjadi beberapa jenis pameran yaitu Pameran Tetap (Permanent Exhibition), Pameran Temporer (Temporary Exhibition), dan Pameran Keliling (Traveling Exhibition)

Pameran Tetap Karya Seni Rupa Permanent Exhibition

Pameran tetap seni rupa dilakukan oleh lembaga profesional atau pemerintah seperti pameran untuk menyajikan karya- karya koleksi oleh galeri, museum, dan sebagainya. Waktu penyelenggarannya dilakukan secara periodik misalnya satu tahun sekali.

Pameran Temporer Karya Seni Rupa, Temporary Exhibition

Pameran temporer dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara dan pihak- pihak terkait lainnya. Adapun Pola Pameran Temporer adalah:

a). Pameran Tunggal – Pameran Bersama Karya Seni Rupa

Pameran tunggal merupakan pameran yang dilakukan perorangan dengan menampilkan karya seni sendiri.

Pameran Bersama merupakan pameran dengan materi yang dipamerkan  adalah karya- karya seni lebih dari satu seniman.

Biaya pameran Bersama ditanggung secara Bersama oleh seniman yang ikut dalam pameran. Pelaksanaan pameran dapat dilakukan antara 1 sampai 3 minggu.

b). Pameran Kerja Sama Karya Seni Rupa

Pameran kerja sama merupakan pameran yang  dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara dua pihak atau lebih.

Kegiatan kerja sama dapat dilakukan antar lembaga pemerintah, antarlembaga pemerintah dengan swasta, atau pihak pemerintah dengan negara lain.

Pihak yang dapat melaukan kerjasama dapat berupa lembaga/ organisasi kebudayaan/ kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Pusat Kebudayaan negara sahabat.

Waktu penyelenggaraan pameran kerja sama ini umumnya dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 bulan. Biaya penyelenggaraan pameran ditanggung bersama.

c). Pameran Khusus Karya Seni Rupa

Pameran khusus merupakan pameran yang biaya peleksanaannya ditanggung oleh lembaga tertentu misalnya oleh Galeri Nasional Indonesia, museum dan lembaga lain.

Adapun karya seni yang dipamerkan dapat merupakan koleksi lembaga tersebut atau milik seniman atau kolektor lainnya. Waktu penyelenggaraan pameran khusus dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali dalam setahun.

Pameran Keliling Karya Seni Rupa, Traveling Exhibition,

Pameran keliling merupakan pameran yang dilakukan dengan cara menampilkan karya- karya seni dari satu tempat ke tempat lain atau berpindah pindah tempat.

Karya seni yang dipamerkan adalah karya seni yang menjadi koleksi lembaga profesional atau pemerintah seperti Galeri Nasional Indonesia, musium, maupun karya seniman di luar instansi tersebut ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar berbagai pihak. Waktu penyelenggaraan pameran minimal berlangsung selama 10 hari.

Unsur-Unsur Persyaratan Perlengkapan Pameran Karya Seni rupa

Penyelenggaraan pameran memerlukan beberapa persyaratan dan perlengkapan yaitu sarana dan prasarana seperti: materi, ruangan, waktu, peserta, panitia, curator, peralatan pendukung.

Materi Pameran Karya Seni Rupa

Materi pameran adalah karya seni yang akan dipertunjukan atau dipamerkan seperti gambar, lukisan, patung, kriya, seni grafis, seni tapestri dan seni instalasi atau hasil karya seni lainnya.

Menurut wujudnya karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi.

Menurut jenisnya, karya yang dapat dipamerkan dapat berupa karya seni murni seperti patung, lukisan, seni grafis dan karya seni terapan seperti seni kerajinan, desain, dll.

Ruang Tempat Pameran Karya Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

  • Galeri Pameran Seni

Galeri merupakan gedung atau ruangan tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.

  • Museum Pameran Seni

Museum merupakan tempat menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berasal dari berbagai kurun waktu. Biasanya memiliki ruangan untuk dipakai tempat kegiatan seni.

  • Sanggar Pameran Seni

Sanggar:tempat berlatih atau berkarya seni dan sekaligus sebagai tempat menggelar dan memajang karya.

  • Hotel Pameran Seni

Hotel merupakan tempat kegiatan umum yang memiliki fasilitas tertentu, termasuk ruangan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk pameran.

  • Gedung Kesenian

Gedung kesenian merupakan tempat khusus untuk kegiatan-kegiatan kesenian.

  • Gedung Sekolah Pendidikan Dan Lainnya

Sekolah dapat digunakan untuk pameran baik dikelas atau ruang kesenian atau aula dan tempat yang disiapkan secara khusus untuk pameran.

Waktu Pameran Karya Seni Rupa

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

Peserta Pameran Karya Seni Rupa

Peserta yang ikut dalam pameran akan memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat terutama kalangan masyarakat yang menggemari karya- karya yang dibuat oleh seniman tertentu.

Panitia Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran memerlukan sejumlah orang yang terkoordianasi secara baik. Kegiatan pameran akan lebih mudah dilaksanakan jika dibentuk kepanitiaan atau diselenggarakan khusus oleh even organiser.

Kurator Pameran Karya Seni Rupa

Kurator merupakan orang yang tugasnya memelihara, mengoleksi, menyeleksi dan menyajikan berbagai karya atau artefak seni.

Namun dalam perkembangannya tugas kurator menjadi lebih luas fungsinya yaitu sebagai perancang, menentukan tema, memilih seniman dan karya, memberikan pengantar pemaknaan bagi karya yang dipamerkan dan lainnya.

Alat Penunjang Pameran Karya Seni Rupa

  • Panel Pameran Seni Rupa

Panel adalah Papan peraga berbentuk persegi panjang terbuat dari lembaran papan, logam, atau bahan lain digunakan untuk menempelkan foto, gambar, dan teks.

  • Standar Display Pameran Seni Rupa

Standar display adalah penopang untuk menyimpan benda tiga dimensi yang berbentuk kotak atau kubus, terbuat dari papan atau lembaran lain.

  • Katalog Pameran Seni Rupa

Katalog adalah  buku yang berisikan nama pelukis, lukisan dan informasi lainnya yang ingin disampaikan secara teratur, berurutan dan alfabetis.

  • Alat lain Pameran Seni Rupa

Beberapa alat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran seni adalah lampu, undangan, dan fasilitas gedung lainnya.

Contoh Pameran Karya Seni Rupa

Pameran Seni Rupa: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Unsur Perencanaan Pelaksanaan
Gambar Contoh Pameran Seni Rupa Manfaat Jenis Tujuan

Perencanaan Pameran Seni Rupa

Perencanaan yang sistematis sebuah pameran bertujuan agar pameran berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapum  tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa adalah menentukan tujuan, Menyusun panitia, menentukan waktu dan tampat, Menyusun kegiatan, membuat proposal.

1). Menentukan Tujuan Pameran Seni Rupa

Langkah awal dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran tersebut.

2). Menentukan Tema Pameran Seni Rupa

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran ditentukan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan.

3). Menyusun Kepanitiaan

Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksi- seksi.

  • Ketua Panitia Pameran

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.

Ketua harus  memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi garapannya.

Ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

  • Wakil Ketua Panitia Pameran

Wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan.

Wakil ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

  • Sekretaris Panitia Pameran

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Mengurus surat perizinan kegiatan.

Sekretaris juga bertugas mengarsipkan surat-surat penting pelaksanaan dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur.

Sekretaris bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

  • Bendahara Panitia Pameran

Bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran.

Bendahara harus menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.

Bendahara harus  memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros.

  • Seksi Kesekretariatan Panitia Pameran

Seksi Kesekretariatan bertugas membantu sekretaris dalam membuat dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

  • Seksi Usaha Panitia Pameran

Seksi usaha bertugas membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran.

Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan tersebut.

  • Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pameran

Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat- surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.

  • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang Panitia Pameran

Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran, mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

  • Seksi Stand Panitia Pameran

Seksi stand atau petugas stand bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur, mengarahkan pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran.

Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya Penitia Pameran

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan.

Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

  • Seksi Perlengkapan Panitia Pameran

Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan seperti alat dan fasilitas lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran.

Seksi perlengkapan bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

  • Seksi Keamanan Panitia Pemeran

Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Konsumsi

Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

Seksi konsumsi bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

4). Menentukan Waktu dan Tempat Pameran Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Seni Rupa

Agenda kegiatan merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran.

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu umumya dalam bulan, minggu dan tanggal.

6). Menyusun Proposal Kegiatan Pameran Seni Rupa

Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Proposal  digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak(sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran.

Proposal berisi latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

Penyelenggaraan Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan.

1). Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Seni Rupa

Pelaksanaan pameran merupakan kegiatan utama dari rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2). Penataan Ruang Pameran Seni Rupa

Panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi.

3). Evaluasi Pelaksanaan Pameran Seni Rupa

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara perencannaan dengan actual pelaksanaan dari semua aspek yang sudah direncanakan.

4). Laporan Kegiatan Pameran Seni Rupa

Laporan kegiatan pameran merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan.

Secara singkat, isi laporan pertanggungjawaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut: Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Manfaat, Susunan Kepanitiaan, Materi Pameran, Waktu dan Tempat Penyelenggaraan, Pemasukan dan Pengeluaran Dana, Kesan dan Pesan Pengunjung, Hambatan dan Kendala, Penutup

    Daftar Pustaka:

    1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
    2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
    3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
    4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
    5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
    6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
    7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
    8. Sachari. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
    9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
    1. Rangkuman Ringkasan: Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan maupun kelompok untuk menyampaikan ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.
    2. Fungsi pameran terdiri empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.
    3. Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya: tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.
    4. Menurut jenisnya, penyelenggaraan pameran seni rupa dibagi menjadi Pameran Tetap, Pameran Temporer (yang termasuk jenis pameran ini adalah pameran tunggal/bersama, pameran kerjasama, dan pameran khusus) dan Pameran Keliling
    5. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pameran di antaranya: 1) karya seni yang akan dipamerkan; 2) pihak panitia penyelenggara pameran; 3) pengunjung pameran; dan 4) tempat pameran.

     

     

     

    Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif, Tujuan Jenis Unsur Dasar Contoh Teknik Kering Basah

    Pengertian Gambar Ilustrasi: Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang artnya menjelaskan. Dalam bahasa Inggris adalah illustration yang artinya menghiasi dengan gambar- gambar.


    Sehingga Gambar Ilustrasi dapat didefiniskan sebagai gambar yang berfungsi untuk penghias dan membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, iklan, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.

    Menggambar ilustrasi adalah cara menggambar yang lebih mengutamakan fungsi gambar itu sendiri sebagai bahasa, untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hal atau keadaan. Menjelaskan berarti menguatkan apa yang akan dijelaskan, namun menjelaskan juga dapat berarti memberi keterangan agar lebih lengkap.

    Ilustrasi dapat juga didefinisikan sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

    Pengertian Gambar Ilustrasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Ilustrasi Menurut Baldinger

    Menurut Baldinger ilustrasi adalah seni membuat gambar yang berfungsi untuk memperjelas dan menerangkan naskah.

    Pengertian Ilustrasi Menurut Jan D. White

    Menurut Jan D. White ilustrasi adalah sebuah tanda yang tampak di atas kertas, yang mampu mengkomunikasikan permasalahan tanpa menggunakan kata. Ilustrasi tersebut mampu menggambarkan suasana, seseorang, dan bahkan objek tertentu.

    Pengertian Ilustrasi Menurut Rohidi

    Menurut Rohidi gambar ilustrasi merupakan suatu gambar yang dibuat dengan elemen rupa yang bertujuan memperjelas, menerangkan dan memerindah sebuah teks, sehingga pembacanya ikut merasakan secara langsung tentang kesan dari isi cerita utamannya.

    Tokoh Dan Contoh Ilustrasi

    Seni ilustrasi modern Indonesia berkembang saat masa penjajahan Belanda sejak 1917, yang bekerja di Penerbit Balai Pustaka seperti Ardisoma, Abdul Salam, Kasidi, dan Nasroen.

    Ilustrator Pada masa pendudukan Jepang diantaranya Karjono, Norman Kamil, dan Soerono yang bekerja pada Majalah Asia Raya.

    Pada masa orde lama. dinatranya Oesman Effendi dan Abdul Salam.

    Pada masa orde baru di antaranya adalah Henk Ngantung, Delsy Syamsumar, G. M. Sidharta,Teguh Santoso, S. Prinka, MAN, dan Jan Mintaraga.

    Masing-masing illustrator memiliki ciri khas sendiri, baik tampilan gambar maupun tematema yang dibuat. Misalnya, Jan Mintaraga banyak menghasilkan cerita yang berlatar belakang tradisional, seperti kisah kisah pewayangan dan cerita klasik lainnya.

    Contoh ilustrasi adalah wayang beber. Wayang beber merupakan gambar wayang dua dimensi yang dibeber (dibentang), yang ceritanya dituturkan oleh dalang.

    Fungsi Ilustrasi

    Berdasarkan fungsinya, gambar ilustrasi dapat dikelompokan menjadi seperti berikut

    Fungsi Deskriptif Ilustrasi

    Fungsi deskripsi ilustrasi adalah sebuah atau atau beberapa gambar yang  menggantikan uraian sebuah teks atau cerita atau tulisan. Dengan menggunakan ilustrasi deskriptif, sebuah teks deskriptif yang Panjang dapat dilukiskan oleh gambar dengan lebih ringkas, menyenangkan sehingga  uraian lebih singkat dan mudah untuk dipahami.

    Gambar ilustrasi berfungsi menggantikan Sebagian kalimat atau  tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

    Fungsi Ekspresi Ilustrasi

    Fungsi Ekspresi ilustrasi adalah sebuah ilustrasi yang menunjukkan suatu perasaan, situasi, atau konsep yang abstrak dan kurang jelas di dalam sebuah teks agar menjadi lebih jelas , tepat sasaran, dan berbentuk konkret.

    Gambar ilustrasi berfungsi mengekspresikan rangkaian kalimat atau tulisas sebuah cerita atau konsep bacaan.

    Fungsi Analitis atau Sruktural Ilustrasi

    Fungsi Analitis atau Sruktural adalah ilustrasi yang menunjukkan gambar secara rinci dari sebuah teks sehingga dapat dianalisis dan dipahami dengan lebih cermat dan mudah.

    Gambar ilustrasi berfungsi menjelaskan secara detail kalimat atau tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

    Fungsi Kualitatif Ilustrasi

    Fungsi Kualitatif adalah gambar ilustrasi yang menunjukkan data- data statistik berupa grafik, diagram, tabel, foto untuk mempermudah pembaca dalam mencarmati data kualitatif yang didapatkan dari survey, observasi, eksperimen dan berbagai penelitian lainnya.

    Gambar ilustrasi berfungsi menerjemahkan data data kuantitaif menjadi suatu daftar, tabel, grafik, foto, gambar, sketsa, kartun, dan simbol.

    Tujuan Gambar Ilustrasi

    Beberapa tujuan penggunaan ilustrasi pada suatu tulisan teks atau bacaan adalah.

    1). Mempertegas dan memperjelas alur atau isi pesan atau informasi yang terkandung dalam sebuah teks sehingga mudah dipahami,

    2). Memberikan atau menambah nilai artistik atau keindahan atau hiasan atau variasi lain dari informasi yang ingin disampaikan, sehingga terasa lebih menarik dan menyenangkan.

    3). Memudahkan pemahaman terhadap informasi yang ingin disampaikan sehingga akan mudah untuk diingat

    4). Mengisi kekosongan ruangan yang terdapat dalam suatu layout (tata letak) suatu tulisan atau teks sehingga dapat menjelaskan dan menghiasi, tulisan, puisi atau informasi lainnya.

    5). Mendorong imajinasi pembaca akibat kesan yang dimiliki oleh informasi dalam teks

    6). Memberikan gambaran atau representasi informasi yang berisfat abstrak dan tidak dapat disampaikan dalam bentuk tulisan.

    Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

    Adapun yang menjadi dasar pembuatan gambar ilustrasi diantaranya adalah:

    1). Penguasaan Teknik Pembuatannya

    Gambar ilustrasi yang dihasilkan akan sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi diwujudkan dengan penguasaan Teknik menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara keahlian pembuat dengan gambar yang dihasilkannya.

    2). Pesan Yang Tercantum Di Dalamnya

    Gambar ilustrasi yang ditampilkan harus sesuai atau relevan atau menjadi satu kesatuan dengan isi cerita. Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita harus dapat divisualkan secara tepat melalui gambar.

    Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita.

    3). Gambar Ilutrasi Harus Mudah Dipahami

    Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis. Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan.

    Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya. Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca.

    Jenis – Jenis Gambar Ilustrasi

    Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya.

    1). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya

    Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya dapat dibedakan sebagai berikut.

    a). Corak Realistis Gambar Ilustrasi

    Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang diwujudkan menyerupai bentuk aslinya, secara natural sesuai dengan anatomi dan proporsinya.

    b). Corak Dekoratif Gambar Ilustrasi

    Corak dekoratif adalah gambar yang telah mengalami pengubahan corak atau bentuk, namun tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.

    c). Corak Karikaturis Gambar Ilustrasi    

    Corak karikaturis adalah suatu gambar ilustrasi yang memiliki bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat karakter aslinya.

    d). Corak Ekspresionis Gambar Ilustrasi

    Corak ekspresionis adalah gambar ilustrasi yang membentuk sebuah gambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud aslinya walaupun tidak tampak nyata.

    g). Corak Lowbrow Gambar Ilustrasi

    Ilustrasi lowbrow adalah ilustrasi yang digunakan untuk menamakan karya ilustrasi yang ingin berperan sebagai penghias atau decorative ornamen.

    Namun, isi lowbrow bukan hanya gubahan motif daun, hewan maupun manusia dan benda-benda aneh tidak beraturan saja melainkan juga karya yang berfungsi menghias dan menyindir (karikaturisme dan kartunisme).

    Low brow bersifat bebas dapat diisi dengan bentuk figur, dan huruf atau tipografi. Sebagian orang menyebutkan low brow merupakan perkembangan dari grafiti.

    2). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya

    Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya dapat dibedakan sebagai berikut.

    a). Gambar Ilustrasi Cerita

    Ilustrasi cerita adalah gambar ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring atau pelengkap dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat pada buku, majalah, surat kabar, dan tabloid.

    b). Gambar Ilustrasi Komik atau Cerita Bergambar

    Komik berasal dari kata comic yang berarti lucu atau jenaka. Dalam penyajiannya, komik terdiri dari rangkaian gambar yang satu dengan lainnya saling melengkapi dan mengandung suatu cerita atau disebut comic strip.

    Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang disusun secara berurutan dan terpadu sehingga menjadi  suatu rangkaian cerita bersambung.

    Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
    Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Komik Cerita Bergambar

    Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya- karya komik umumnya berupa cerita- cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.

    c). Gambar Ilustrasi Rubrik

    Ilustrasi rubrik adalah gambar ilustrasi yang berfungsi sebagai hiasan suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak.

    d). Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

    Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah adalah gambar ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya.

    Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
    Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

    e). Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

    Istilah Karikatur berasal dari kata bahasa Italia (caricature) yang mempunyai pesan melebih-lebihkan (lebay) dengan cara mengubah bentuk atau deformasi.

    Kartun atau Cartoon, dalam bahasa Itali cartoone yang berarti berarti kertas. Seniman menggambar skets gedung, permadani, ataupun mozaik di atas kertas. Gambar di atas kertas ini kemudian digayakan sesuai dengan minat seniman (kartunis).

    Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
    Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

    Ilutrasi karikatur dan kartun adalah gambar karikatur yang umumnya sarat dengan kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon.

    Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri penggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan.

    Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
    Pengertian Contoh Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah

    f). Gambar Ilustrasi Periklanan

    Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yang menghiasi iklan produk- produk tertentu. Iklan tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan.

    Tahapan Menggambar Ilustrasi

    Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk.

    Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar.

    Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan narasi.

    Untuk menghasilkan sebuah gambar ilustrasi yang baik, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator, yaitu sebagai berikut.

    1). Persiapan Bahan dan Alat Gambar Ilutrasi

    Sebelum menyiapkan bahan dan alat, sebaiknya tentukan dahulu jenis teknik yang akan digunakan, yaitu teknik basah atau teknik kering. Setelah itu, persiapkan alat dan bahannya.

    2). Gagasan atau Ide atau Tema Gambar Ilustrasi

    Sebelum menggambar ilustrasi, harus dipahami betul tuntutan atau pesan yang terkandung dalam teks cerita atau sejenisnya.

    Misalnya, ilustrasi cerpen tentang cerita rakyat Malin Kundang. Setelah membaca dengan saksama teks cerita dari awal hingga akhir, maka yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

    a). Memilih adegan yang paling menonjol atau dominan yang terdapat dalam suatu teks atau ceritanya.

    b). Menentukan atau membayangkan objek yang akan divisualkan dalam gambar. Misalnya, Malin Kundang dan ibunya, dengan latar belakang kapal besar dan beberapa orang anak buahnya.

    c). Memahami perwatakan tokoh- tokoh ceritanya, mana yang perlu ditampilkan dengan wajah jahat, congkak, kejam, dan lain-lain, dan mana yang ditampilkan sebagai orang yang sedih, prihatin, miskin, dan lain-lain. Penggambaran yang penuh ekspresi akan memberikan kesan gambar lebih memikat.

    3). Membuat Sketsa Gambar Ilustrasi

    Sketsa adalah seni lukis yang belum sempurna. Seni lukis yang hanya terdiri dari goresan dan kekuatan warna yang tidak seimbang dengan pernyataan ideologinya.

    Sketsa kadang juga dinamakan seni lukis jika memanfaatkan teknik cat minyak dan terdiri atas goresan warna.

    Proses pengerjaan gambar ilustrasi diawali dengan membuat sketsa dengan menggunakan pensil. Sketsa umumya dibuat secara sederhana. Penekanan pensil tidak perlu terlalu tegas.

    Perlu diperhatikan pula unsur-unsur keseimbangan, komposisi, perspektif, dan lain-lain.

    3). Pewarnaan Gambar Ilustrasi

    Dalam pewarnaan gambar, baik dengan teknik hitamputih maupun pembagian warna, perlu diperhitungkan unsur-unsur yang merupakan efek dari kesan pencahayaan.

    Gambar yang menarik selalu dipengaruhi oleh kesan pencahayaan yang tepat. Artinya, mana yang mendapat kesan gelap dan mana yang terang, serta dapat menentukan dari mana sinar itu datang dan ke mana jatuhnya bayangan. Pewarnaan yang disertai penempatan bayangan yang baik dapat memberikan kesan tiga dimensi pada gambar tersebut.

    Bahan dan Alat Menggambar Ilustrasi

    Ilustrasi umumnya dibuat di atas kertas. Kertas yang baik untuk menggambar adalah yang memiliki permukaan halus dan berwarna putih dengan ketebalan cukup. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar maupun melukis.

    Namun pada umumnya peralatan yang digunakan, antara lain drawing pen, spidol dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.

    Pewarnaan ilustrasi bisa dibuat hitam-putih atau beragam warna. Media pewarna bermacam-macam, misalnya pensil warna, cat air, cat poster, krayon, dan lain-lain.

    Selain meng-gambar dengan cara manual, teknologi digital sekarang telah memungkinkan membuat gambar ilustrasi berikut pewarnaannya dengan menggunakan komputer.

    Teknik Menggambar Ilustrasi

    Menggambar ilustrasi dapat dilakukan dengan Teknik kering dan teknik basah.

    Alat dan bahan untuk menggambar ilustrasi dengan teknik kering seperti pensil, arang, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air.

    Sedangkan pada teknik basah media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik dan cat minyak yang menggunakan air atau minyak sebagai pengencer.

    1). Menggambar Ilustrasi Teknik Kering

    Menggambar ilustrasi dengan teknik kering yaitu cara menggambar yang tidak perlu menggunakan pengencer air atau minyak.

    Ilustrasi dibuat langsung pada bidang dua dimensi berupa kertas gambar kemudian dibuat sketsa untuk selanjutnya diberi aksen garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan.

    Beberapa contoh media kering dapat dijelaskan sebagai berikut:

    a). Pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi ukuran pensil 2B-6B.

    b). Arang yang digunakan untuk menggambar ilustrasi adalah yang terbuat dari bahan dasar kayu. Menggambar dengan arang akan meninggalkan debu pada kertas.

    c). Krayon atau pastel colour banyak ragam variasi warnanya, digunakan dalam menggambar ilustrasi yang menginginkan variasi pewarnaan.

    d). Charcoal berbentuk seperti pensil warna dengan lapisan kertas sebagai pembungkusnya. Charcoal memiliki warna tajam/jelas.

    e). Pulpen digunakan sebagai alat untuk menggambar ilustrasi dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya.

    2). Menggambar Ilustrasi Teknik Basah

    Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer.

    Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan.

    Unsur Utama Gambar Ilustrasi

    Di dalam gambar ilustrasi terdapat penggambaran bentuk objek tertentu yang menjadi pilihan utama.

    Pemilihan bentuk gambar tersebut tergantung tuntutan pada naskah atau teks. Objek gambar yang dipilih bisa dari unsur gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda.

    1). Gambar Ilustrasi  Manusia

    Agar dapat menggambar bentuk manusia dengan hasil yang baik dan memuaskan, perlu mempelajari dengan tekun unsur proporsi dan anatomi.

    – Proporsi artinya perbandingan ukuran pada bagian bagian tubuh manusia. Penggambaran proporsi disesuaikan dengan tingkat atau golongan usia, yaitu proporsi anak hingga dewasa. – – Anatomi merupakan bentuk dari bagian-bagian tubuh. Prinsip proporsi dan anatomi ini juga berlaku dalam menggambar makhluk hidup lainnya.

    2). Gambar Ilustrasi Binatang

    Proporsi dan bentuk tiap jenis binatang tentu berbeda. Misalnya, ada perbedaan antara kuda dan lembu, kambing, kerbau, singa, jerapah, dan sebagainya. Demikian pula dengan bentuk-bentuk binatang air dan binatang-binatang yang bersayap.

    3). Gambar Ilustrasi Tumbuhan

    Tumbuhan juga beragam jenisnya dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Pohon mangga mempunyai bentuk khas, lain dengan pohon jeruk atau nangka.

    Pohon kelapa mempunyai bentuk khas yang berbeda dengan pohon jati dan sebagainya. Perbedaan perbedaan itu, antara lain pada proporsi secara keseluruhan bentuk, bentuk cabang dan ranting, bentuk batang, dan bentuk helaian daun.

    4.) Gambar Ilustrasi Benda

    Terdapat beragam benda di sekitar kita, baik benda benda alam maupun benda-benda buatan manusia.

    Masing-masing benda pun memiliki karakter yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya, bentuk kain berbeda dengan kertas, permukaan kayu berbeda dengan kaca, dan lain-lain.

      Daftar Pustaka:

      1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
      2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
      3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
      1. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
      1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
      2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
      3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
      4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
      5. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
      6. Ringkasan Rangkuman: Gambar ilustrasi adalah gambar yang berfungsi sebagai penghiasan serta membantu memperjelas suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, koran, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.
      7. Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman prasejarah, dengan ditemukannya bukti berupa gambar-gambar pada dinding gua di daerah Sulawesi Selatan, Papua, dan Maluku.
      8. Fungsi gambar ilustrasi antara lain untuk memperjelas alur cerita, memperjelas pesan dalam promosi, menarik perhatian, dan menambah nilai artistic tampilan buku pelajaran.
      9. Dasar-dasar pembuatan gambar ilustrasi harus memperhatikan penguasaan teknik dalam pembuatannya, pesan yang tercantum di dalamnya, dan mudah dipahami.
      10. Jenis gambar ilustrasi jika ditinjau dari segi corak dan bentuk terdiri atas gambar bercorak realistis, dekoratif, karikaturis, dan ekspresionis.
      11. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya terdiri atas ilustrasi cerita, ilustrasi komik atau cerita bergambar, ilustrasi rubrik, ilustrasi sampul buku, karikatur dan kartun, serta ilustrasi periklanan.
      12. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator dalam menggambar ilustrasi, yaitu gagasan atau ide, sketsa, dan pewarnaan gambar.
      13. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar ilustrasi atau melukis. Peralatan yang digunakan, antara lain spidol, drawing pen dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.
      14. Unsur utama gambar ilustrasi adalah gambar manusia, gambar binatang, gambar tumbuhan, dan gambar benda.
      15. Menggambar dengan teknik kering ialah menggambar menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer.
      16. Langkah-langkah dalam menggambar ilustrasi yaitu menyiapkan bahan dan alat, menentukan tema, membuat sketsa, serta menggambar/mewarnai.
      17. Mengggambar dengan teknik basah ialah menggambar menggunakan media cat, tinta, atau media lain yang memerlukan pengencer.
      18. Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Tujuan Tokoh Jenis Unsur Dasar Contoh Tahap Buat Teknik Kering Basah,
      19. Fungsi Ilustrasi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif,
      20. Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
      21. Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
      22. Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,

      Dasar Negara: Pengertian Fungsi Jenis Ciri Nilai Asas Ideologi Pancasila Contoh Soal 8

      Pengertian Dasar Negara: Dasar negara adalah pedoman dasar dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam berbagai bidang kehidupan.


      Dasar negara merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

      Dalam bahasa Belanda istilah dasar negara disebut dengan philosophiesche grondslag yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat.

      Dalam Bahasa Jerman istilah dasar negara disebut dengan weltanschauung yang artinya pandangan mendasar tentang dunia.

      Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.

      Di Indonesia, istilah dasar negara diterjemahkan sebagai ideologi. Sedangkan dalam Ensiklopedia Indonesia, kata dasar memiliki arti “asal yang pertama”. Sehingga jika dikaitkan dengan kata negara, maka menjadi dasar negara yang bermakna suatu ajaran/pedoman untuk mengatur kehidupan dalam konteks penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan.

      Pengertian Ideologi

      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ideologi mempunyai tiga arti.

      Arti Pertama Ideologi:

      Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

      Arti Kedua Ideologi,

      Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

      Arti Ketiga Ideologi,

      Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

      Ideologi adalah nilai-nilai dasar (hasil konsensus) yang ingin diwujudkan di dalam negara yang bersangkutan. Ideologi selalu berupa gagasan- gagasan yang memiliki sifat- sifat pokok.

      Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

      Berikut adalah definisi ideologi menurut para ahli :

      Pengertian Ideologi Menurut Karl Marx

      Menurut Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

      Pengertian Ideologi Menurut Menurut Machiavelli

      Menurut Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

      Pengertian Ideologi Menurut Menurut Descartes

      Menurut Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.

      Pengertian Ideologi Menurut Menurut Francis Bacon

      Menurut Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa (paduan berbagai pengertian agar semuanya menjadi selaras, cara mencari hukum yang umum dari hukum-hukum yang khusus) pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.

      Pengertian Ideologi Menurut Menurut Dr. Hafidh Shaleh

      Menurut Dr. Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang memiliki ide konsepsi rasional, yang terdiri dari akidah dan solusi terhadap seluruh permasalaham kehidupan manusia.

      Pemikiran tersebut harus didukung dengan adanya metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.

      Fungsi Dasar Negara

      Beberapa fungsi ideologi atau dasar negara diantaranya adalah:.

      1). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Berdirinya  Kedaulatan Negara.

      Setiap negara yang akan berdiri dan berdaulat harus memenuhi persyaratan konstitutif dan persyaratan deklaratif. Salah satu pernyataan mendasar yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah dasar negara.

      2). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Kegiatan Penyelenggaraan Negara.

      Para penyelenggara negara di dalam mewujudkan segala cita-cita dan tujuan nasional harus berdasarkan pada dasar negara, yaitu di dalam melaksanakan segala kegiatan ketatanegaraan.

      3). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar dan Sumber Hukum Negara.

      Kedudukan dasar negara dalam suatu negara merupakan suatu norma dasar bagi negara yang besangkutan.

      Dasar negara menjadi sumber bagi undang undang negara serta norma tertinggi dalam suatu negara sehingga semua kegiatan negara harus berdasarkan pada hukum yang berlaku.

      4) Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hubungan Antarwarga Negara.

      Semua aktivitas warga negara harus didasarkan pada dasar negara. Sehingga kebebasan individu tidak merusak semangat kerja sama antara warga danbegitu pula sebaliknya, kerja sama antarwarga tidak merusak kebebasan individu.

      5). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hak Kewajiban Warga Negara.

      Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mempertahankan negara dan berpartisipasi dalam upaya bersama mencapai tujuan bangsa.

      6). Fungsi Idelogi Sebagai Dasar Sikap Bangsa Berpolitik

      Dasar negara menjadi arah sikap dan tingkah laku politik para elite dan warganya. Konsep dasar negara yang tertanam dalam diri para penyelenggara negara dan warga negaranya akan membentuk sikap dan perilaku politik

      7). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Persatuan dan Kesatuan Negara.

      Dasar negara adalah perekat dari keragaman yang ada dalam masyarakat. Biasanya dasar negara sengaja disusun dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan budaya masyarakat.

      Jenis Macam Dasar Negara

      Macam-macam dasar negara atau ideologi yang dikenal di dunia diantaranya adalah Sosialisme, Liberalisme, Marxisme – Komunisme dan Fasisme.

      1). Dasar Negara Ideologi Sosialisme,

      Sosilalisme adalah ideologi yang berpandangan adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup. Dalam ideologi sosialisme, persamaan merupakan konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

      Paham Sosialisme yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.

      Ciri Ciri Ideologi Sosialisme

      Ciri-ciri paham sosialisme diantaranya menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

      Contoh Negara Sosialisme

      Negara yang menganut paham sosialisme adalah negara-negara di Eropa Barat serta Kuba dan Venezuela,

      2). Dasar Negara Ideologi Liberalisme,

      Liberalisne merupakan ideologi yang berlandaskan pada kebebasan. Kebebasan yang pengakuan hak-hak individual yang harus dilindungi dari campur tangan negara dan badan-badan yang lain.

      Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas dan rasional. Pemerintahan harus didasarkan pada persetujuan rakyat.

      Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

      Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas, sedangkan rakyat dapat membuat keputusan untuk diri sendiri.

      Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah.

      Contoh Negara Liberalisme

      Beberapa contoh liberalisme adalah Amerika, Argentina, Kanada, Jerman, Francis, Itali, Jepang, Singapura.

      3). Dasar Negara Ideologi Marxisme-Komunisme,

      Marxisme-Komunisme merupakan salah satu jenis sosialisme yang mengajarkan tentang teori pertentangan kelas.

      Dalam konsep marxisme, negara hendaknya dipimpin dan lebih mengutamakan kelas pekerja (buruh) atau diktaktor proletariat. Marxisme berawal dari konsep- konsep politik, ekonomi, dan sosial Karl Marx dan selanjutnya diteruskan oleh Lenin, Stalin, dan Mao Tze Tung (Mao Zedong) menjadi paham komunisme.

      Menurut ajaran ini, suatu tujuan dapat dicapai dengan cara menghalalkan semua jalan.

      Ideologi komunisme lebih cenderung meniadakan kehadiran Tuhan dan lebih berdasarkan pada materialism. Sehingga paham ini menindas kebebasan dalam beragama dan kebebasan individual.

      Ciri Ciri Ideologi  Komunisme

      Monoisme, yaitu suatu prinsip yang menolak keberadaan golongan golongan (strata) dalam suatu masyarakat;

      Kekerasan dianggap sebagai cara atau alat yang sah untuk mencapai suatu tujuan (menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan),

      Semua alat negara (polisi, tentara, birokrasi, media massa, intelektual, dan perundang-undangan) dipergunakan untuk mewujudkan tujuan komunisme.

      Ateisme, artinya penganut ini tidak percaya adanya Tuhan. Agama dianggap sebagai penghalang kemajuan.

      Dogmatisme, tidak mempercayai pikiran orang lain, artinya ajaran-ajaranyang baku berdasarkan atas pikiran Marx-Engel harus diterima begitu saja.

      Otoritas, pelaksanaan politik berdasarkan kekerasan.  Pengkhianatan terhadap HAM, artinya tidak mengakui adanya hak-hak asasimanusia.

      Contoh Negata Komunisme

      Beberapa contoh Negara yang masih menganut ideologi komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea utara, dan Laos.

      4). Dasar Negara Ideologi Fasisme,

      Fasisme merupakan ideologi dilandasi dengan kediktatoran yang dapat dipersamakan dengan otoritarian.

      Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

      Ciri Ciri Ideologi Fasisme

      Di dalam ideologi fasisme terdapat unsure- unsur kekerasan dan hal- hal lain yang bersifat mengerikan seperti pembantaian, diskriminasi ras, ekspansi ke negara lain, penghilangan hak-hak asasi manusia.

      Fasisme sangat pengabaian hak-hak asasi warga negara. Fasisme ini menitikberatkan pada pola khusus aksi dan sangat tergantung pada pemimpin yang kharismatik.

      Contoh Negara Ideologi Fasisme

      Beberapa negara yang pernah mengunakan ideologi fasisme adalag Jerman Itali dan Jepang

      5). Dasar Negara Ideologi Fundamentalisme,

      Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama tertentu sebagai suatu sistem politik dalam negara.

      Ciri Ciri Ideologi Fundamentalisme

      Paham fundamentalisme menganggap dirinya lebih murni dan lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agama yang lain

      Agama menjadi basis ideologinya dan agama dipakai sebagai pusat pemerintahannya. Pemimpin tertinggi negara tersebut haruslah seorang petinggi agama.

      Segala kegiatan pemerintahan dan hukum- hukumnya diambil dari kitab suci.  Dasar negara sendiri memakai ideologi agama.

      Contoh Negara Ideologi Fundamentalisme

      Beberapa negara yang menganut faham atau ideologi fungamentalisme adalah, Afganistan pada masa pemerintahan Taliban dan Iran sekarang setelah Revolusi Islam Iran). Negara-negara ini menerapkan hukum Islam secara keras kepada warga negaranya.

      Nilai Asas Dasar Ideologi Pancasila

      Dasar negara bangsa Indonesia disusun sesuai dengan nilai- nilai budaya, sosial, dan nasionalisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara adalah Pancasila.

      Adapun nilai-nilai atau asas yang terkandung di dalam Pancasila adalah

      1). Nilai Asas Gotong Royong Pancasila

      Asas gotong royong menunjukkan adanya kekuatan dalam kebersamaan. Ini artinya bekerja secara bersama- sama untuk kepentingan bersama dan hasilnya untuk dinikmati secara bersama;

      2). Nilai Asas Kekeluargaan Pancasila

      Asas kekeluargaan menunjukkan bahwa semua warga adalah keluarga yang sama. Ini berarti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap hak dan kewajiban anggota masyarakat;

      3). Nilai Asas Musyawarah Pancasila

      Asas musyawarah menunjukkan adanya pemahaman dan menerima pendapat pikiran orang lain. Adanya nilai kekeluargan dalam menentukan keputusan yang menyangkut orang banyak atau rakyat;

      4) Nilai Asas Keseimbangan Keselarasan Pancasila

      Asas keseimbangan dan keselarasan, berarti adanya keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan masyarakat, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan alam sekitarnya;

      5). Nilai Asas Bhineka Tungga Ika Pancasila

      Asas Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan saling menghormati keragaman. Adanya toleransi kehidupan antara suku-suku bangsa yang berbeda dan antarumat beragama;

      6). Nilai Asas Kebersamaan Hidup Pancasila

      Asas kebersamaan hidup menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial. Seseorang tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus hidup dengan orang lain secara bersama- sama dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan gotong royong.

      Peran Dasar Negara Pancasila

      Dasar Negara Pancasila digunakan sebagai dasar unutk mengatur pemerintahan negara. Artinya, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

      Adapun peran Pancasila sebagai dasar negara, antara lain, sebagai berikut.

      1). Pancasila berperan mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku bangsa dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

      2). Pancasila berperan mengarahkan dan membimbing terwujudnya cita-cita dan tujuan bangsa.

      3). Pnacasila berperan memberikan motivasi, mengembangkan dan memelihara identitas diri bangsa Indonesia.

      4). Pancasila berperan memberikan pandangan unutk mewujudkan cita- cita yang terkandung dalam Pancasila.

      Fungsi Kedudukan Pancasila Negara Indonesia

      Adapun Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah sebagai berikut.

      1). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

      Dasar negara, merupakan sumber hukum dasar nasional seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki pengertian sebagai cita-cita hukum bangsa Indonesia dan cita-cita moral bangsa Indonesia.

      Penetapan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Artinya negara harus tunduk, membela, dan melaksanakannya dalam seluruh perundang undangan.

      2). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Kepibadian Bangsa

      Kepribadian bangsa Indonesia, merupakan tatanan kehidupan seluruh bangsa Indonesia yang secara menyeluruh terpola pada nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia.

      Seluruh perilaku, sikap dan kepribadian dalam berbangsa berdasarkan pada nilai nilai Pancasila. Sehingga jika perilaku sikap dan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila berarti bukan perilaku sikap dan kepribadian masyarakat Indonesia.

      Pancasila memberikan corak yang khas bagi bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa -bangsa lain.

      3). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

      Pandangan hidup, merupakan pemersatu bangsa dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin dalam bangsa Indonesia yang memiliki keanegaraman suku bangsa.

      Pancasila sebagai pandangan hiduk way of life berarti semua aktivitas bangsa Indonesia harus sesuai dengan nilai Pancasila.

      Kristalisasi Nilai Pancasila

      . Nilai dan jiwa ktuhan / keagamaan

      . Nilai dan jiwa kemanusiaan

      . Nilai dan jiwa persatuan

      . Nilai dan jiwa kerakyatan dan demokrasi

      . Nilai dan jiwa keadilan sosial

      4). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa

      Perjanjian luhur bangsa Indonesia, merupakan perjanjian antarrakyat Indonesia menjelang proklamasi kemerdekaan dan telah mampu membuktikan kebenarannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

      Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara.

      Contoh Soal Dan Jawaban Dan Pmbahasan Ideologi Dasar Negara

      1). Istilah lain dari dasar negara yang berasal dari bahasa Jerman adalah ….

      a). ideology

      b). weltanschauung

      c). philosophisce grondslag

      d). gronwet

      e). ideologi

      Jawab: B

      2). Suatu ideologi yang memiliki pandangan tentang adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup disebut sebagai ideologi ….

      a). liberalisme

      b). komunisme

      c). marxisme-komunisme

      d_. sosialisme

      e). fundamentalisme

      Jawab: D

      3). Prinsip-prinsip dasar dalam suatu negara yang merupakan sumber hukum bagi peraturan perundang-undangan yang ada, yaitu ….

      a). undang-undang dasar

      b). hukum tata negara

      c). konstitusi

      d). dasar negara

      e). undang-undang

      Jawab: A

      4). Dibawah ini adalah kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali ….

      a). pandangan hidup

      b). dasar negara

      c). kepribadian bangsa Indonesia

      d). perjanjian luhur bangsa Indonesia

      e). lambang negara

      Jawab: E

      5). Dalam penyelenggaraan ketatanegaraan, Pancasila memiliki arti sebagai ….

      a). dasar negara

      b). pandangan hidup

      c). pedoman dasar

      d). orientasi pembangunan

      e). dasar moral bangsa

      Jawab: A

      Contoh Soal Uraian dan Penjelasan

      1). Jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar negara dan Berikanlah contohnya

      Jawab:

      Dasar Negara adalah merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

      Contoh Dasar Negara: sosialisme, liberalisme, marxisme-komunisme, fasisme, fundamentalisme.

      2). Sebutkan dan jelaskan fungsi dasar negara

      Jawab:

      – Sebagai Dasar untuk berdirinya kedaulatan negara.

      – Sebagai Dasar untuk kegiatan dalam penyelenggaraan negara.

      – Sebagi  Dasar  dan sumber hukum nasional.

      – Sebagai Dasar bagi hubungan antarwarga negara

      3). Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara

      Jawab:

      – Pancasilai Sebagai Dasar negara.

      – Pancasila Sebagai Kepribadian bangsa Indonesia.

      – Pancasila seagai Pandangan hidup.

      – Pancasila sebagai  Perjanjian luhur bangsa Indonesia.

        Daftar Pustaka:

        1. Ditjen Dikti, 2001, “Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegeraan”, Penerbit Dikti, Jakarta.
        2. Kaelan, 2002, “ Pendidikan Pancasila”, Penerbit Nagatirta, Yogyakata.
        3. Kansil, Prof CST., 2002, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Pradnya Paramita, Jakarta.
        4. Musanef,1989, “Sistem Pemerintahan Indonesia”, Penerbit CV Mas Agung, Jakarta.
        5. Chamim, Asykuri Ibn, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban”, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Yogyakarta.
        6. Pasha, Musthafa, Kamal, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta.
        7. Bakry, Noor Ms, 2009, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Penerbit, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
        8. Rangkuman Ringkasan: Dasar negara atau ideologi negara ialah suatu pedoman untuk dipakai dalam mengatur kehidupan dan penyelenggaraan ketatanegaraan di suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan).
        9. Istilah dasar negara dapat disamakan dengan philosophiesche grondslag (Bahasa Belanda) yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat. Istilah dasar negara juga dapat disejajarkan dengan weltanschauung (bahasa Jerman) yang artinya pandangan mendasar tentang dunia. Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna, yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.
        10. Beberapa macam dasar negara (ideologi negara) besar yang dianut di berbagai belahan dunia antara lain, liberalisme, sosialisme, marxisme-komunisme, fasisme, dan fundamentalisme.
        11. Fungsi dasar negara adalah sebagai Dasar berdiri dan tegaknya suatu negara. Dasar kegiatan penyelenggaraan negara. Dasar partisipasi warga negara. Dasar pergaulan antarwarga negara. Dasar dan sumber hukum nasional. Dasar sikap dan tingkah laku bangsa. Dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
        12. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ideologi negara, yaitu Pancasila, yang berkedudukan sebagai dasar negara, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup, dan perjanjian luhur bangsa Indonesia.
        13. Hubungan dasar negara dan konstitusi Pokok pikiran dalam dasar negara terjabar dalam konstitusi. Konstitusi merupakan realisasi dari dasar negara. Hubungan secara formal antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai satu kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Konstitusi lahir sebagai usaha untuk melaksanakan dasar negara. Dasar negara, pembukaan, dan pasal-pasal UUD 1945.

        GGL Induksi Diri Induktansi Silang: Pengertian Energi Kumparan Induktor Contoh Soal Rumus Perhitungan 9

        Pengertian Induktasi: Induktansi merupakan sifat yang dimiliki sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian (self inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual inductance).


        Pada keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian menghasilkan ggl.

        Gaya Gerak Listrik GGL Induksi Diri,

        Kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik yang besarnya selalu berubah- ubah akan menimbulkan fluks magnetik yang berubah-ubah terhadap waktu.

        Perubahan fluks magnetik ini akan menginduksi kumparan dalam rangkaian itu sendiri sehingga timbul ggl induksi.

        Ggl induksi yang terjadi karena adanya perubahan fluks magnetik yang ditimbulkan oleh rangkaian itu sendiri disebut ggl induksi diri.

        GGL Induksi Diri  Kumparan,

        Sesuai hukum Lenz, timbulnya perubahan fluks magnetik akan menyebabkan timbulnya ggl induksi yang arahnya selalu berlawanan yang menyebabkan terjadinya perubahan fluks magnetik.

        Ggl induksi diri tergantung pada kecepatan perubahan kuat arus listrik yang terjadi. Arah arus induksi yang terjadi sedemikian rupa sehingga menimbulkan medan magnet yang berlawanan dengan medan magnet yang menyebabkan timbulnya perubahan fluks magnetik.

        Rumus GGL Induksi Diri Kumparan,

        Besarnya ggl induksi diri yang terjadi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

        ε = dI/dt

        Keterangan

        L = induktansi diri satuan Henry (H).

        Jika perubahan kuat arus yang terjadi dI/dt konstan, maka persamaan dapat dinyatakan:

        ε = -L(ΔI/Δt)

        ε = -L(I2 – I1)/(t2 – t1)

        ε = ggl induksi diri (Volt)

        L = induktansi diri (Henry)

        I1 = kuat arus pada keadaan mula-mula (Ampere)

        I2 = kuat arus pada keadaan akhir (Ampere)

        Δt = selang waktu perubahan kuat arus (sekon)

        Tanda negative menunjukkan bahwa ggl yang dihasilkan berlawanan dengan perubahan arus.

        Definisi Satuan Henry,

        Sebuah kumparan memiliki induktansi diri sebesar satu henry apabila pada kumparan tersebut terjadi perubahan arus sebesar 1 ampere tiap detiknya, maka pada ujung-ujung kumparan tersebut timbul ggl induksi sebesar 1 volt.

        Induksi Diri Solenoida Dan Toroida,

        Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu.

        Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi berbentuk lingkaran.

        Energi Tersimpan Dalam Kumparan Induktor,

        Induktor berupa kumparan mampu menyimpan energi dalam bentuk medan magnet. Kumparan yang dialiri arus listrik akan menyebabkan timbulnya medan magnet di dalam kumparan itu.

        Apabila arus yang mengalir diputus tiba-tiba, maka terjadi perubahan fluks magnetik yang menyebabkan timbulnya ggl induksi diri. GGL induksi diri akan menimbulkan arus induksi diri pada kumparan yang menghasilan energi tersimpan.

        Rumus Energi Tersimpan Dalam Kumparan Induktor,

        Besarnya energi yang tersimpan dalam kumparan sama dengan usaha yang dilakukan untuk mengalirkan arus listrik dalam kumparan dari nilai nol sampai nilai tertentu yang tetap sebesar I, dan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        W = ½ L.I2

        Dengan keterangan:

        W = energi yang tersimpan dalam kumparan (Joule)

        L = induktansi diri kumparan (Henry)

        I = kuat arus yang mengalir dalam kumparan (Ampere)

        Contoh Soal Pembahasan Di Akhir Artikel

        Induktansi Timbal Balik (Induktansi Silang) Bersama,

        Induktansi timbal balik atau induktnsi silang atau induktansi bersama adalah induktansi akibat adanya perubahan arus pada kumparan ke 1 (atau primer) yang menyebabkan timbulnya ggl induksi pada kumparan ke 2 ( atau sekunder) atau sebaliknya.

        Sebaliknya, perubahan arus pada kumparan ke dua akan menginduksi ggl atau arus kumparan pertama.

        Besar ggl induksi tergantung pada laju perubahan fluks magnetik atau laju perubahan arus dalam kumparan.

        GGL induksi pada kumparan kedua akibat perubahan arus pada kumparan pertama adalah

        ε2 = M(ΔI1/Δt)

        ε2 = GGL induksi kumparan kedua

        ΔI1 = perubahan arus kumparan pertama

        Δt = selng waktu perubahan arus

        M = Induktansi silang

        GGL induksi pada kumparan pertama akibat perubahan arus pada kumparan kedua adalah

        ε1 = M(ΔI2/Δt)

        ε1 = GGL induksi kumparan pertama

        ΔI2 = perubahan arus kumparan kedua

        Besarnya induktansi timbal balik atau induktansi silang antara kumparan primer dan kumparan sekunder dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        M = (m0.N1.N2.A)/d

        M = induktansi silang/timbal balik (H)

        m0 = permeabilitas ruang hampa/udara

        m0 = 4p×10-7 Wb A-1m-1

        N1 = Jumlah lilitan kumparan pertama

        N2 = jumlah lilitan kumparan kedua

        A = luas bidang kumparan (m2)

        d = panjang kumparan (m)

        Satuan Induktansi Timbal Balik Silang,

        Satuan induktansi memiliki satuan henry (H) dan notasinya  di lambangkan M  dengan huruf.

        Definisi 1 Henry,

        Sepasang kumparan memiliki induktansi silang sebesar 1 henry apabila terjadi perubahan arus sebesar 1 ampere tiap detik pada kumparan yang satu akan menyebabkan timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan yang lainnya sebesar 1 volt.

        1). Contoh Soal Menentukan GGL Induksi Diri Kumparan,

        Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 4 H. Kumparan tersebut dialiri arus searah yang besarnya 100 mA. Berapakah besar ggl induksi diri kumparan apabila dalam selang waktu 0,8 sekon kuat arus menjadi nol.

        Diketahui:

        L = 4 H

        Δt = 0,8 s

        I1 = 100 mA = 0,1 A

        I2 = 0

        ΔI = I2 – I1

        Menghitung GGL Induksi Diri Kumparan,

        Besar ggl induksi diri sebuah kumparan akibat perubahan arus listrik yang melewatinya dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        ε = -L(ΔI/Δt)

        ε = -(4)(0 – 0,1)/(0,8)

        ε = -(4)(-0,125)

        ε = 0,5 volt

        Jadi GGL induksi diri yang dialami kumparan adalah 0,5 volt

        2). Contoh Soal Perhtiungan GGL Induksi Diri Kumparan,

        Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri 0,5 H dialiri arus sebagai fungsi waktu I = 20 – 8t2. Arus I dalam ampere dan waktu t dalam detik. Tentukanlah ggl induksi diri yang terjadi pada kumparan ketika t = 3 detik.

        Jawab:

        Diketahui:

        L = 0,5 H

        I = 20 – 8t2 A

        Menentukan GGL Induksi  Diri Kumparan,

        GGL induksi diri yang terjadi pada kumparan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        ε = -L dI/dt = -L(20 – 8t2)

        ε = – L (– 2x8t)

        ε = – L (– 16t)

        ε = (-0,5)(-16.t)

        ε = (-0,5)(-16)(3)

        ε = 24 volt

        Jadi, ggl induksi diri yang terjadi pada kumparan saat t = 3 detik adalah 24 Volt

        3). Contoh Soal Menghitung Induktansi Dan Energi Induktor Kumparan Berarus,

        Sebuah induktor yang terbuat dari kumparan kawat dengan 1000 lilitan dan Panjang kumparan 3 cm serta luas penampang 5 cm2. Hitunglah:

        a). Induktansi induktor,

        b). Energi yang tersimpan dalam induktor bila kuat arus yang mengalir 3 A

        Diketahui:

        N = 1000 lilitan

        d= 3 cm = 0,03 m

        A = 5 cm2 = 5 x10-4 m2

        m0 = 4 p×10-7 Wb A-1 m-1

        I = 3   A

        Jawab:

        Menghtiung Indukstansi Induktor Kumparan Kawat,

        Nilai Induktansi induktor (L) kumparan kawat dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        L = (m0.N2.A)/(d)

        L = (4p×10-7)(1000)2(5×10-4)/(0,03)

        L = 2,1 x10-2 H

        Jadi induktansi kumparan kawat berarus adalah 2,1 x10-2 H

        Menghtiung Energi Tersimpan Induktor Kumparan Kawat Berarus I,    

        Energi yang tersimpan dalam inductor kumparan jika I = 3 A dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        W = ½ LI2

        W = ½ (2,1 x10-2)(3)2

        W = 9,45 10-2 joule

        Jadi energi yang tersimpan dalam kumparan kawat berarus 3 ampere adalah 9,45 10-2 joule

        4). Contoh Soal Perhitungan Induktansi Dan Beda Potensial Solenoida,

        Solenoida memiliki panjang 10p cm dan lilitan 4000. Luas penampang 5 cm2. Solenoida dialiri arus yang berubah dari 16 A menjadi 12 A dalam waktu 0,1 detik maka tentukan beda potensial yang timbul pada ujung-ujung solenoida ?

        Diketahui

        d = 10 p cm = 0,1p m

        N = 4000 lilitan

        A = 5 cm2 = 5×10-4 m2

        ΔI = 12 – 16 = – 4 A

        Δt = 0,1 detik

        Menghitung Induktansi Induktor Solenoida ,

        Induktansi induktor solenoida dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        L = (m0.N2.A)/(d)

        L = (4p×10-7)(4000)2(5×10-4)/(0,1p)

        L = 3,2 x10-3 H

        Menghitung Beda Potensial Di Ujung Induktor Solenoida,

        ε = -L(ΔI/Δt)

        ε = -(3,20 x10-3 )(-4)/(0,1)

        ε = 0,128 A

        5). Contoh Soal Perhitungan Energi Tersimpan Kumparan Berinduktansi,

        Sebuah induktor mempunyai induktansi diri sebesar 0,5 H, apabila pada induktor tersebut dialiri kuat arus listrik sebesar 20 A, berapakah besarnya energi listrik yang tersimpan pada induktor tersebut?

        Diketahui:

        L = 0,5 H

        I = 20 A

         

        Menentukan Energi Tersimpan Kumparan Induktor,

        Energi yang tersimpan dalam kumparan yang memiliki induktansi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        W = 1/2 L.I2

        W = ½ x(0,5)(20)2

        W = 100 Joule

        Jadi besarnya energi yang tersimpan dalam inductor adalah 100 joule

        6). Contoh Soal Perhitungan Induktansi Silang Induktor Kumparan,

        Sepasang kumparan/ induktor saling berdekatan, dan pada kumparan pertama terjadi perubahan kuat arus listrik sebesar 20 A/s yang menyebabkan timbulnya ggl induksi pada kumparan kedua sebesar 5 volt. Tentukan berapa H besarnya induktansi timbal balik kumparan tersebut

        Diketahui:

        ΔI1/Δt = 20 A/s

        ε2 = 5 volt

        Jadi besar gaya gerak listrik ggl induksi pada kumparan kedua adalah 5 volt

        Rumus Mengitung Induktansi Silang Kumparan,

        Besar induktansi silang yang terjadi pada kedua  kumparan dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

        ε2 = M ΔI1/Δt

        M = ε2/(ΔI1/Δt)

        M = 5/20

        M = 0,25 H

        Jadi, induktansi timbal balik kumparan adalah 0,25 H.

        7). Contoh Soal Menghitung Induktansi Silang Dan GGL Induktansi Induktor Solenoida,

        Sebuah kumparan solenoida memiliki Panjang d = 100 cm dengan luas penampang A = 5 x10-3 m2 dan jumlah lilitan kumparan solenoida pertama 3000 lilitan. Di sekitar pusat solenoia dililitkan kumparan kedua dengan banyak lilitan 1000 lilitan. Tentukan

        a). Induktansi silang kedua kumparan

        b). GGL yang timbul pada kumparan kedua jika kumparan pertama mengalir arus sebesar 3 A yang berbalik arah dalam waktu 0,5 detik

        diketahui:

        N1 = 3000 lilitan

        N2 = 1000 lilitan

        A = 5 x10-3 m2

        d = 100 cm = 1,0 m

        Menentukan Induktansi Timbal Balik Silang  Pada Kedua Kumparan,

        Besar induktansi silang yang terjadi pada dua kumparan yang terletak berdekatan dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

        M = (m0.N1.N2.A)/d

        M = (4p×10-7)(3000)(1000)(5×10-3)/(1,0)

        M = 6p x 10-3 H

        Jadi besar induktansi silang yang terjadi pada kumparan adalah 6p x 10-3 H.

        Menghtiung Gaya Gerak Listrik GGL Induksi Kumparan Kedua,

        Besar ggl induksi yang timbul pada kumparan kedua akibat perubahan kuar arus yang berbalik arah dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

        ε2 = M (ΔI1/Δt)

        Pada kumparan pertama untuk selang waktu 0,5 detik, kuat arus berbali arah sehingga perubahan arusnya adalah

        ΔI1 = (3A) + (3A)

        ΔI1 = 6 A

        Sehingga ggl induksi pada kumparan kedua adalah

        ε2 = M (ΔI1/Δt)

        ε2 = (6p x 10-3)(6/0,5)

        ε2 = 7,2p x 10-2 Volt

        Jadi gaya gerak listrik induksi pada kumparan kedua adalah 7,2p x 10-2 Volt

        8). Contoh Soal Menentukan GGL Induksi Diri Kumparan,

        Sebuah kumparan memiliki induktansi diri 4H dan mengalami ggl induksi diri sebesar 0,5 volt ketika ada perubahan arus listrik di dalam kumparannya selama 0,8 detik. Hitung berapa perubahan arus yang terjadi pada kumparan tersebut.

        Diketahui:

        L = 4 H

        Δt = 0,8 s

        ε = 0,5 volt

        Menghitung Perubahan Arus Pada GGL Induksi Diri Kumparan,

        Besar perubahan arus dalam sebuah kumparan yang mengakibatkan terjadi ggl induksi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        ε = -L(ΔI/Δt) atau

        ΔI = -(ε Δt)/L

        ΔI = – (0,5×0,8)/4

        ΔI = – 0,1 A

        Jadi perubahan arus dalam kumparan adalah 0,1 A,

        Tanda negative menunjukkan telah terjadi  pengurangan arus.

        9). Contoh Soal Menentukan Induktansi Diri Toroida,

        Sebuah toroida memiliki luas penampang 4 cm2 dan panjangnya 80 cm memiliki 800 lilitan. Tentukan induktasi diri toroida tersebut:

        Diketahui:

        A = 4 cm2 = 4 x 10-4 m2

        N = 800 lilitan

        d = 80 cm = 0,8 m

        m0 = 4p×10-7 Wb A-1m-1

        Menentukan Induktansi Diri Toroida,

        Besar induktansi diri yang dialami oleh toroida dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

        L = (m0.N2.A)/(d)

        L = (4p×10-7)(800)2(4 x 10-4)/(0,8)

        L = 1,3p x 10-4 H

        Jadi besarnya induktansi diri toroida adalah 1,3p x 10-4 H

        Daftar Pustaka:

        1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
        2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
        3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
        4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
        5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
        6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
        7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
        8. Rangkuman RIngkasan: