Jenis Rumus Kepadatan Piramida Penduduk Aritmatik Fisiologis Agraris

Pengertian Kepadatan Penduduk: Kepadatan penduduk atau densitas penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah.

Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.

Rumus Kepadatan Penduduk,

Kepadatan penduduk yang bertempat tinggal di suatu daerah dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut…

KP = JPW/ LW

KP = kepadatan penduduk (jiwa/km2)

JPW = jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)

LW = luas wilayah (km2)

Jenis Pengukuran Kepadatan Penduduk,

Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi empat, yaitu kepadatan penduduk aritmetik, kepadatan penduduk fisiologis, kepadatan penduduk agraris, kepadatan penduduk ekonomi.

Kepadatan penduduk ialah perbandingan rata -rata antara jumlah penduduk di suatu daerah dengan luasnya daerah tersebut dihitung setiap km2, sedangkan kepadatan penduduk agraris, yang dihitung hanya penduduk petaninya saja dan tanah yang dihitung hanya tanah yang produktif. Jadi, lahan tidur, lapangan udara, dan sungai tidak dihitung.

Kepadatan Penduduk Aritmatik

Kepadatan penduduk aritmatik (kasar) adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam satuan wilayah tertentu. Satuan yang biasa digunakan untuk menggambarkan angka kepadatan adalah orang/hektar atau orang/km2.

Kepadatan penduduk aritmetika menunjukkan kepadatan penduduk secara umum yang dihitung per km2 dengan tanpa mempedulikan apakah lahan tersebut daerah permukiman, perkantoran, pertanian sawah, kebun, kolam, atau tambak. Pokoknya dihitung per satuan luas kawasan tersebut.

Rumus Kepadatan Penduduk Kasar,

Besarnya Kepadatan penduduk kasar dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut…

KPK = JP/LW

Keterangan:

KPK = kepadatan penduduk aritmatik kasar (orang/ha atau orang/km2)

JP = jumlah penduduk

LW = luas wilayah

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kasar,

Satu tahun terakhir, suatu daerah yang memiliki luas 100 km2 ditempati oleh 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk kasar wilayah tersebut…

dikatahui

JP = 40.000 jiwa

LW = 100 km2

Kepadatan penduduk kasar dihitung dengan rumus berikut

KPK = JP/LW

KPK = 40.000/100

KPK = 400 jiwa/km2

Jadi. untuk tiap satu kilometer persegi dari daerah tersebut ditempati oleh 400 jiwa.

Contoh Soal Ujian Jawaban Rumus Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kabupaten,

Sebuah Kabupaten memiliki jumlah penduduk sebanyak 300.000 jiwa dengan luas wilayah permukiman 80 km2. Areal pertanian seluas 160 km2 dan areal bangunan lainnya di luar permukiman, termasuk yang digunakan untuk jalan raya, sebesar 60 km2. Hitung kepadatan aritmetikanya.

Diketahui

JP = 300.000

JW = 80 + 160 + 60

JW = 300 km2

KPK = 300.000/300

KPK = 1000 jiwa/km2

Jadi, setiap satu km2 lahan pada kabupaten tersebut dihuni oleh 1000 jiwa orang. Tanpa membedakan jenis kawasannya.

Kepadatan penduduk aritmatik kurang spesifik, karena ada kawasan yang bukan permukiman juga dihitung, seperti tambak, kolam, perkantoran, atau sawah.

Kepadatan Penduduk Fisiologis,

Kepadatan penduduk fisiologis adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk dengan luas lahan pertanian.

Rumus Kepadatan Penduduk Fisiologis

Besarnya Kepadatan penduduk fisiologis dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut.

KPF = KP

Keterangan:

KPF = kepadatan penduduk fisiologis (orang/ha atau orang/km2)

JP = jumlah penduduk

LT = luas lahan pertanian

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologi,

Satu tahun terakhir, suatu daerah memiliki total lahan seluas 100 km2  dari luas lahan tersebut digunakan untuk pertanian sebesar 80 km2.. Daerah tersebut ditempati oleh penduduk sebanyak 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk fisiologis wilayah tersebut…

Diketahui

JP = 40.000 jiwa

LT = 80 km2

KPF = 40.000/80

KPF = 500 jiwa/km2

Jadi, kepadatan penduduk fisiologia daerah tersebut adalah 500 jiwa untuk tiap satu kilometer persegi lahan pertanian.

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologis Kabupaten Kota Provinsi,

Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.100.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk fisiogi kabupaten tersebut…

JP = 2100.000 jiwa

LT = 7000 km2

KPF = 2100.000/7000

KPF = 300 jiwa/km2

Jadi. setiap satu km2 lahan pertanian kabupaten tersebut digunakan untuk 300 jiwa penduduk.

Kepadatan Penduduk Agraris,

Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk petani dengan luas lahan pertanian.

Rumus Kepadatan Penduduk Agraris,

Kepadatan penduduk agraris dapat dihitung dengan menggunakan rumus  sebagai berikut.

KPA=JPT/LT

Keterangan:

KPA = kepadatan penduduk agraris (orang/ha atau orang/km2)

JPT= jumlah penduduk petani

LT = luas lahan pertanian.

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Agraris,

Suatu daerah berpenduduk 40.000 jiwa. Sebanyak 16.000 jiwa diantaraya adalah petani. Penduduk tersebut menempati lahan seluas 100 km2 dengan luas lahan pertaniaannya sebesar 80 km2. Hitunglah kepadatan penduduk agraris daerah tersebut.

Diketahui

JPT = 16.000 jiwa

LT = 80 km2

Kepadatan penduduk agraris dihitung dengan cara seperti ini.

KPA = 16.000/80

KPA = 200 jiwa/km2

Jadi, kepadatan penduduk agraris daerah tersebut adalah 200 jiwa untuk tiap km persegi-nya

Contoh Soal Ujian Menentukan Kepadatan Penduduk Agraris Kabupaten Kota Provinsi,

Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.000.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk agraris kabupaten tersebut…

Diketahui

JPT = 1400.000 jiwa

LT = 7000 km2

Besarnya kepadatan penduduk agraris kabupaten kota dapat dihitung dengan cara berikut…

KPA = 1400.000/7000

KPA = 200 jiwa/km2

Jadi, kabupaten tersebut memiliki kepadatan penduduk agraris sebesar 200 jiwa/km2.

Kepadatan Penduduk Ekonomi,

Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan pada kemampuan penduduk wilayah yang bersangkutan..

Kemampuan wilayah yang dimaksud adalah kapasitas produksi wilayah tersebut. Pengukuran kapasitas produksi suatu wilayah relatif sulit ditentukan sehingga pengukuran kepadatan ini sangat jarang digunakan.

Selain instilah di atas, ada Beberapa pengertian tentang kepadatan penduduk seperti Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, Kekurangan penduduk, dan Kepadatan penduduk optimum,

1). Kepadatan Penduduk Absolut – Mutlak,

Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, ialah keadaan negara/daerah yang sebagian besar penduduknya masih sulit mencukupi kebutuhan pokoknya, biasanya melanda negara yang sedang berkembang dan negara miskin.

2). Kekurangan Penduduk,

Kekurangan penduduk, terjadi bila suatu negara jumlah penduduk sedemikian kecilnya sehingga sulit untuk mengolah kekayaan alam guna mencukupi kebutuhan hidupnya.

Jadi, baik kepadatan penduduk dan kekurangan penduduk sama-sama kurang menguntungkan bagi negara.

3). Kepadatan Penduduk Optimum,

Kepadatan penduduk optimum, yaitu kepadatan penduduk yang sebaikbaiknya. Jumlah penduduk yang ada di negara itu cukup untuk mengolah kekayaan alam yang ada di negaranya guna mencukupi kebutuhan hidup.

Piramida Penduduk – Piramida Umur

Piramida penduduk – piramida umur adalah grafik susunan penduduk menurut umur pada saat tertentu yang berbentuk piramid

Piramida penduduk mencerminkan apakah suatu wilayah mempunyai penduduk usia tua atau muda.

Cara Membuat Piramida Penduduk,

Cara menyusun piramida penduduk sebagai berikut.

1). Penduduk dibagi menurut jenis kelamin (dari hasil sensus), golongan pria (laki -laki) ada di sebelah kiri garis umur, golongan Wanita (perempuan) ada di sebelah kanan.

2). Tiap-tiap golongan (L dan P) dibagi menurut umur, misalnya dengan periode 5 tahunan (dalam contoh tersebut periode 4 tahunan), diwujudkan pada garis tegak lurus.

Manfaat Piramida Penduduk,

Adapun manfaat piramida penduduk diantaranya adalah…

1). Mengetahui laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah negara atau daerah

2). Mengetahui jumlah penduduk laki laki dan perempuan

3). Mengetahui kelompok penduduk yang  produktif dan tidak prduktif

4). Memperkirakan jumlah penduduk suatu wilayah di masa depan

Macam Jenis Piramida Penduduk,

Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,
1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,

1).  Piramida Penduduk Muda – Ekspansif

Grafik – piramida muda merepresntasikan penduduk yang tumbuh. Jadi, jumlah pertambahannya masih terus meningkat, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.

2). Piramida Penduduk Stasioner,

Grafik – Piramida penduduk stasioner menunjukkan penduduk yang tidak berubah- ubah. Jumlah kelahiran relative sama  dengan jumlah kematian.

3). Piramida Penduduk Tua – Konstruktif, 

Piramida penduduk tua mencermikan penurunan angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan angka kematian.

Bila hal ini terjadi terus-menerus, akan menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk daerah – negara yang bersangkutan.

2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif
2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif

Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR,

Rasio jenis kelamin merupakan angka perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan.

Rumus Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR

SR = L/P x 100

SR = rasia jenis kelamin

L = jumlah pemduduk laki laki

P = jumlah penduduk perempuan

Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

Rasio ketergantungan (depedency ratio) atau angka beban ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung oleh kelompok usia produktif atas penduduk usia nonproduktif.

Rumus Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

Untuk mengetahui berapa besar angka ketergantungan, secara umum digunakan rumus sebagai berikut.

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

Usia Produktif,

Usia produktif adalah usia penduduk antara 15 tahun sampai 64 tahun. Disebut produktif karena pada usia ini diperkirakan orang ada pada rentang usia masih bisa bekerja, baik di sektor swasta maupun sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Usia Tidak Produktif,

Usia nonproduktif adalah penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Pertimbangannya, bahwa pada usia ini penduduk dipandang tidak produktif untuk bekerja atau tidak diperkenankan untuk bekerja, baik di sektor swasta ataupun sebagai pegawai negeri.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,  

Suatu wilayah pada  tahun 2021 memiliki  penduduk umur muda (0 – 14 tahun) sebanyak 50.000 jiwa,  penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun) sebanyak 100.000 jiwa dan penduduk umur tua (65 tahun ke atas) sebanyak 5.000 jiwa. Hitunglah berapa beban ketergantungan wilayah tersebut…

Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

P14 = 50.000.

P65 = 5.000

P15-64 = 100.000

DR = (50.000 + 5000)/(100.000) x 100

DR = 55

Setiap 100 orang penduduk produktif harus menanggung 55 orang dari kelompok yang tidak produktif.

Contoh Soal Cara Menghitung Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR Suatu Wilayah Negara,

Data penduduk negara tahun 2021, jumlah anak nonproduktif 40%, jumlah nonproduktif tua 10 %, dan jumlah usia produktif 50%. Hitunglah rasio ketergantungan negara tersebut,

Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 = anak non produktif = penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =  usia produktif = penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = usia nonproduktif  = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

P14 = 50 %

P65 = 10%

P15-64 = 40%

DR = (40+10)/50 x100

DR = 100

Ini berarti setiap 100 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 100 orang penduduk nonproduktif.

Ini berarti setiap 1 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 1 orang penduduk nonproduktif.

Jadi, semakin besar pembilang (orang-orang yang tidak menghasilkan) makin besarlah angka ketergantungan ini. Makin besar angka ketergantungan, makin besar pula beban tanggungan suatu negara.

Komposisi Penduduk,

Komposisi penduduk merupakan gambaran penggolongan atau pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Contoh Komposisi Penduduk,

Beberapa contoh dasar penggolongan penduduk antara lain umur dan jenis kelamin, status perkawinan, tempat tinggal (desa atau kota), jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan, dan agama.

Jenis Ciri Komposisi Penduduk,

Berdasarkan kecenderungan bentuknya, komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1). Komposisi Penduduk Muda – Ekspansif,

Memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai kerucut.

Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut.

a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.

b). Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.

c). Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.

d). Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

2). Komposisi Penduduk Dewasa – Stasioner,

Komposisi penduduk dewasa (Stasioner) memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai batu nisan.

Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

a). Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.

b). Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.

c). Pertumbuhan penduduk kecil.

d). Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

3). Komposisi Penduduk Tua – Konstruktif,

Komposisi penduduk tua (Konstruktif), memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai guci terbalik.

Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut.

a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.

b). Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.

c). Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.

d). Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.

e). Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.

f). Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.

Komposisi Penduduk Biologis,

Komposisi penduduk biologis adalah pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin dan usia.

Berdasarkan jenis kelamin berarti melihat penduduk dari jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Sedang berdasarkan usia, berarti mengelompokkan penduduk berdasarkan rentang usia tertentu, misalkan per dua tahun, per lima tahun, dan seterusnya.

Komposisi Penduduk Geografis,

Komposisi penduduk geografis artinya susunan penduduk berdasakan area tempat tinggalnya. Perbedaan area tempat tinggal ini bisa dilihat dari garis batas teritorialnya, seperti garis batas desa, kota, kecamatan, kabupaten, provinsi, atau antarnegara.

Komposisi Penduduk Menurut Sosial

Komposisi penduduk dari sisi sosial memiliki karakter yang cukup luas, di antaranya dilihat dari tingkat pendidikan, strata ekonomi, status perkawinan, agama, dan banyak lagi.

 

 

 

Contoh Soal Ciri Planet Akibat Rotasi Revolusi Bulan Bumi Matahari

Berikut contoh soal Ciri ciri planet, Gerhana Bumi Bulan Matahari, Rotasi Revolusi Bumi Bulan yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Ciri Planet Saturnus,

Perhatikan ciri ciri planet berikut…

1). planet terbesar kedua

2). memiliki satelit titan

Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah

a). yupiter

b). saturnus

c). Uranus

d). venus

Jawaban: b

2). Contoh Soal Dasar Perhitungan 354 – 355 Hari Revolusi Bulan,

Umur satu tahun dalam kalender 354 – 355 hari. Dasar perhitungan kalender tersebut adalah…

a). rotasi bulan

b). rotasi bumi

c), revolusi bulan

d). revolusi bumi

Jawaban: c

3). Contoh Soal Pergantian Siang Malam Akibat Rotasi Bumi,

Akibat rotasi bumi adalah…

a). gerak semu tahunan matahari

b). pergantian siang malam

c). perubahan musin

d). perubahan fase fase bulan

jawaban: b

4). Contoh Soal Ciri Planet Uranus,

Planet yang sumbu rotasinya miring 97,770 sehingga seperti sebuah bola yang menggelinding adalah…

a). Jupiter

b). saturnus

c). neptunus

d). Uranus

Jawaban: d

5). Contoh Soal Revolusi Bumi Perhitungan Kalender Syamsiah,

Perhitungan penanggalan syamsiah di dasarkan pada…

a). revolusi bulan terhadap  bumi selama 29,5 hari

b). revolusi bumi terhadap matahari selama 364,25 hari

c). revolusi bulan terhadap matahari selama 366 hari,

d). revolusi bumi terhadap matahari selama 356 hari.

Jawaban: b

6). Contoh Soal Ciri Planet Jupiter,

Perhatikan ciri ciri planet berikut…

1). dapat dilihat secara langsung dari bumi

2). planet raksasa dengan kandungan gas terbesar

3). kala rotasi paling cepat

Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah…

a). saturnus

b). Jupiter

c). venus

d). mars

Jawaban: b

7). Contoh Soal Urutan Letak Planet Setelah Bumi,

Urutan letak tiga planet setelah bumi adalah…

a). mars, jupter, saturnus

b). merkurius, venus, mars

c). mars, Uranus, neptunus,

d). Jupiter, saturus, Uranus,

jawaban a

8). Contoh Soal Waktu Edar Terlama Planet,

waktu edar terlama dimiliki oleh planet…

a). pluto

b). Uranus,

c). yupiter

d). saturnus

jawaban a

9). Contoh Soal Akibat Rovolusi Bumi,

salah satu akibat dari revolusi bumi adalah terjadinya…

a). perbedaan waktu

b). pergentian musin

c). pergantian siang dan malam

d). gerak semu matahari,

Jawaban b

10). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,

Perhatikan peristiwa peristiwa berikut ini…

1). pergantian musim

2). pergantian siang dan malam

3). perbedaan lama siang dan malam

4). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia

5). matahari seolah olah bergerak dari timur ke barat

6). matahari seolah olah mengalami pergeseran dari khatulistiwa

Peristiwa yang terjadi akibat rotasi bumi adalah…

a). 1,3 dan 5

b). 1,3 dan 6

c). 2,4 dan 5

d). 2,4 dan 6

Jawaban: c

11). Contoh Soal Akibat Peredaran Bumi,

Akibat dari peredaran bumi mengitari matahar antara lain adalah…

a). Pergantian musim

b). perbedaan waktu di bumi

c). pergantian siang dan malam

d). gerak semu harian matahari

Jawaban: a

12). Contoh Soal Tahun Kabisat 355 Hari,

Tahun kabisat berumur 355 hari, penanggalan ini berdasarkan pada Gerakan…

a). bumi berputar pada porosnya

b). bulan mengitari matahari

c). bumi mengitari matahari

d). bulan mengitari bumi

Jawaban: d

13). Contoh Soal Planet Terpanas,

Planet dalam tata surya dikenal dengan sebutan bintang fajar dan bintang senja, Nama planet tersebut adalah…

a). merkurius

b). Jupiter

c). venus

d). mars

Jawaban; c

14). Contoh Soal Planet Merah,

Planet yang memiliki dua satelit dan dikenal dengan sebutan planet merah, Nama planet tersebut adalah…

a). merkurius

b). Jupiter

c). venus

d). mars

Jawaban; d

15). Contoh Soal: Planet Terkecil dan Terkecil,

Planet terdekat dengan matahari dan terkcil adalah…

a). merkurius

b). Jupiter

c). venus

d). mars

Jawaban; a

16). Contoh Soal: Planet Venus Bintang Kejora Bintang Barat Bintang Timur,

Planet yang dikenal dengan nama bintang kejora adalah,..

a). merkurius

b). Jupiter

c). venus

d). mars

Jawaban; c

16). Contoh Soal: Planet Terluar Neptunus 4 Cincin 11 Satelit,

Planet terluar dan memiliki 4 cincin dan 11 satelit adalah

a). merkurius

b). Jupiter

c). Neptunus

d). mars

Jawaban; c

17). Contoh Soal Phobos dan Deimos Satelit Mars,

Planet yang mempunyai satelit phobos dan deimos adalah…

a). merkurius

b). Jupiter

c). Saturnus

d). mars

Jawaban; d

18). Contoh Soal Satelit Benda Langit Mengelilingi Planet,

Benda ruang angkasa yang mengelilingi sebuah planet disebut dengan…

a). komet

b). meteorid

c). asteroid

d). satelit

Jawaban; d

18). Contoh Soal Meteorid Benda Ruang Angkasa Bebatuan Kecil,

Kumpulan bebatuan kecil yang mengapung di ruang angkasa adalah..

a). komet

b). meteorid

c). asteroid

d). satelit

Jawaban; b

19). Contoh Soal Revolusi Bulan Kalender Komariah,

Pernyataan di bawah ini yang benar adalah…

a). kalender hijriah didasarkan pada lamanya bumi mengelilingi matahari,

b). kalender syamsiah didasarkan pada lamanya bulan mengelilingi bumi,

c). kalender komariah didasarkan pada kala revolusi bulan

d). kalender masehi didasarkan pada kala revolusi bulan

Jawaban: c

20). Contoh Soal Dasar Perhitungan Tahun Hijriah,

Perhitungan tahun hijriah didasarkan pada…

a). kala revolusi bulan terhadap bumi,

b). kala revolusi bulan terhadap matahari,

c). kala revolusi bumi terhadap matahari,

d). kala revolusi bulan dan kala revolusi bumi,

Jawaban: a

21). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,

Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .

a). registrasi

b). rotasi

c). revolusi

d). resolusi

Jawaban: c

22). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,

Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

a). rotasi Bumi

b). revolusi Bumi

c). rotasi Bulan

d). revolusi Bulan

Jawaban: b

23). Contoh Soal Gerhana Matahari,

Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .

a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris

b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris

c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris

d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku

Jawaban: a

24). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,

Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

a). perbani

b). purnama

c). paruh

d). maksimal

Jawaban: b

25). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,

Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .

a). bagian Bumi terkena umbra Bulan

b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan

c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi

d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan

Jawaban: a

26). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,

Gerak bumi pada porosnya disebut ….

a). revolusi

b). rotasi

c). radial

d). orbital

Jawaban: b

27). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah….

27). Contoh Soal Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
27). Contoh Soal Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: c

28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa alam yaitu

28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,
28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: a

Rotasi Revolusi Bulan Bumi – Matahari: Pengertian Pengaruh Gerak Semu Fase Bulan: Contoh Soal Ujian

Pengertian Planet Bumi: Planet bumi adalah planet yang berpenghuni. Di bumi terdapat atmosfir dan air dengan suhu udaranya sedang.

Bumi juga terdapat gas oksigen yang memungkinkan makhluk hidup untuk hidup dan berkembang.

Jarak bumi dari matahari adalah sekitar 149.600.000 km. Sedangkan Diameter Bumi adalah 12.756 km. Permukaan bumi terdiri dari 70% air dan 30% daratan.

Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet dan tidak memiliki cahaya sendiri.

Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari dan waktu rotasinya 23 jam 56 menit atau 24 jam.

Rotasi Bumi – Bulan Revolusi Bumi Bulan,

Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Waktu (kala) rotasi bumi adalah 23 jam lebih 56 menit 3 detik (dibulatkan 24 jam), dan dibulatkan 24 jam.

Bumi berputar dari Barat ke Timur. Akibatnya, matahari selalu terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

Bagian timur lebih dahulu mengalami siang. Bagian bumi yang terkena matahari akan mengalami siang. Sedangkan bagian bumi yang tidak terkena matahari akan mengalami malam.

Pengaruh Rotasi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,

Akibatnya rotasi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

1). Pergantian siang dan malam hari

2). Adanya perbedaan waktu dari tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya

3). Adanya gerak semu harian dari matahari dan benda- benda langit yang seakan -akan bergerak dari timur ke barat

4). Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi

5). Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi

Revolusi Bumi,

Revolusi bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Bumi melakukan rotasi bersamaan dengan melakukan revolusi. Arah gerak revolusi bumi sama dengan arah gerak rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.

Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau satu tahun untuk sekali berevolusi. Ketika berevolusi, sumbu bumi miring dengan arah yang sama yaitu 23,5o dari garis tegak lurus pada bidang edar (ekliptika).

Pengaruh Revolusi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,

Akibatnya revolusi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

a). Terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan,

b). Terjadi perbedaan lamanya waktu malam dan siang,

c). Perubahan kedudukan matahari.

Gerak Semu Tahunan Matahari,

Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.

Gerakan semu matahari menyababkan seolah- olah matahari  bergerak dari timur ke barat mengitari bumi, seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

Gambar berikut menunjukkan gerak semu tahunan Matahari.

Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,
Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,

Tanggal 21 Maret – 21 Juni,

Pada tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni, belahan bumi utara mengalami siang lebih lama dibanding malam. Hal ini disebabkan kutub utara mendekati ke matahari, sebaliknya kutub selatan menjauhi matahari.

Selama periode tiga bulan tersebut, belahan bumi utara mengalami musim semi dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.

Tangal 21 Juni – 23 September,

Pada tanggal 21 Juni sampai 23 September, kutub utara mulai menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan mendekati matahari.

Pada periode tiga bulan ini belahan bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

Tanggal 23 September – 22 Desember,

Pada tanggal 23 September sampai tanggal 22 Desember belahan bumi utara menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi selatan mendekati matahari.

Hal ini akan mengakibatkan belahan bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.

Tanggal 22 Desember – 21 Maret,

Pada tanggal 22 Desember sampai 21 Maret, belahan bumi selatan bergerak menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi utara bergerak mendekati matahari.

Pada periode tersebut belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin.

Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

Secara singkat, pergerakan semu matahari dan pengaruhnya terhadap musin di bumi dapat dilihat pada table berikut

Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,
Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

Bulan Satelit Bumi,

Bulan adalah satelit bumi. Bulan melakukan tiga Gerakan sekaligus, yaitu berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi beredar mengelilingi matahari.

Periode revolusi bulan mengelilingi Bumi ternyata sama dengan periode rotasinya. Artinya, kecepatan bulan mengitari bumi sama dengan rotasi pada porosnya. Akibatnya, permukaan bulan terlihat dari bumi selalu sama.

Rotasi Bulan

Rotasi bulan adalah gerak perputaran Bulan pada porosnya.  Untuk satu kali bergerak berputar mengelilingi bumi, bulan memerlukan waktu selama 27,32  hari yang disebut satu bulan sideris.

Sebenarnya, pada saat tersebut bumi telah bergerak mengitari matahari sejauh 27º. Jadi, bulan harus menempuh selisih jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relative terhadap matahari.

Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan adalah 29½ hari yang disebut satu bulan sinodis (komariah).

Jadi Waktu yang diperlukan Bulan untuk sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan.

Bulan berotasi dari Barat ke Timur. Oleh karena itu, kita selalu melihat sisi yang sama setiap kali melihat Bulan.

Pengaruh Rotasi Bulan Terhadap Kehidupan Sehari Hari Bumi,

Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

Revolusi Bulan

Revolusi bulan adalah gerak perputaran Bulan dalam mengelilingi Bumi. Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang berbentuk elips.

Oleh karena Bulan terus beredar mengelilingi Bumi maka tampak perubahan pada bagian Bulan yang terkena sinar matahari.

Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari.

Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari.

Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Akibatnya, Bulan sering terlihat berubah bentuk.

Perubahan Fase Bulan,

Perubahan bentuk bulan selama revolusi disebut perubahan fase bulan. Satu daur penuh fase bulan terjadi selama 29,5 hari atau satu bulan.

Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata- rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.

Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan
Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan

a). Fase Bulan Baru – Hari Pertama

Bulan berada pada posisi 0°. Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari (Sisi bulan yang gelap) menghadap ke Bumi.  Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.

b). Fase Bulan Sabit – Hari Keempat

Bulan berada pada posisi 45°. Seminggu kemudian, setelah bulan baru, bulan yang berbentuk sabit terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Bulan tampak melengkung seperti sabit.

Fase ini disebut Bulan sabit. Bentuk  Sabitnya menjadi semakin lebar hari demi hari hingga menjadi bulan separuh.

c). Fase Bulan Separuh – Hari Kedelapan

Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari.

Oleh karena itu, Bulan hanya terlihat separuhnya saja. Fase ini disebut Bulan paruh.

d). Fase Bulan Purnama – Hari Keempat Belas

Hari keempat belas Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Pada posisi ini Bumi berada di antara Bulan dan Matahari.

Pada saat ini, Seluruh sisi bulan yang terkena cahaya matahari akan terlihat. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.

Setelah bulan purnama, Penampakan Bulan mulai mengecil kembali, mulai dari fase bulan separuh, dan akhirnya kembali ke fase bulan baru.

Bulan separuh dikatakan mengembang bila kenampakan Bulan semakin besar. Dan, Bulan separuh dikatakan menyusut bila kenampakannya menciut atau menjadi lebih kecil.

Pengaruh Gaya Gravitasi Bulan – Pasang Surut Air Laut,

Ukuran Bulan lebih kecil daripada bumi dan Gaya gravitasinya pun lebih kecil. Namun demikian, pengaruh bulan pada bumi cukup besar, khususnya tarikan gravitasinya.

Air laut mengalami pasang surut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan. Pasang surut ialah naik dan turunnya permukaan air laut secara berulang ulang dengan waktu beraturan.

Pada waktu malam hari, jarak antara bulan  bumi relative dekat, air laut tertarik oleh gravitasi bulan maka permukaan air laut naik atau terjadi pasang.

Sebaliknya pada saat yang sama, bagian bumi yang mengalami waktu siang hari, posisi bulan dari bumi relatf jauh. Akibat pengaruh gaya gravitasi bulan relative kecil pada permukaan bumi sehingga di daerah ini permukaan air laut turun atau terjadi surut.

Pasang atau air laut naik yang paling tinggi terjadi pada saat fase bulan utuh atau bulan purnama.

1). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,

Peristiwa yang terjadi akibat rotasi Bumi adalah . . . .

a). pergantian siang dan malam

b). pasang surut air laut

c). pergantian musim

d). pergeseran posisi Matahari

Jawaban: a

2). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,

Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .

a). registrasi

b). rotasi

c). revolusi

d). resolusi

Jawaban: c

3). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,

Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

a). rotasi Bumi

b). revolusi Bumi

c). rotasi Bulan

d). revolusi Bulan

Jawaban: b

4). Contoh Soal Gerhana Matahari,

Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .

a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris

b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris

c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris

d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku

Jawaban: a

5). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,

Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

a). perbani

b). purnama

c). paruh

d). maksimal

Jawaban: b

6). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,

Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .

a). bagian Bumi terkena umbra Bulan

b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan

c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi

d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan

Jawaban: a

7). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,

Gerak bumi pada porosnya disebut ….

a). revolusi

b). rotasi

c). radial

d). orbital

Jawaban: b

8). Contoh Soal Waktu Bumi Rotasi,

Bumi sekali berotasi selama ….

a). 12 jam

b). 24 jam

c). 36 jam

d). 1 tahun

Jawaban: b

9). Contoh Soal Ujian Bulan Matahari Bumi,

Berikut bukan gerakan yang dilakukan bulan adalah ….

a). berputar pada porosnya

b). berputar vertikal

c). mengelilingi bumi

d). mengelilingi matahari

Jawaban: b

10). Contoh Soal Tahun Kabisat,

Tahun berikut yang bukan tahun kabisat adalah ….

a). 1988

b). 1995

c). 2000

d). 2004

Jawaban: b

11). Contoh Soal Ujian Gerhana Bulan,

Pada saat kedudukan bumi berada di antara matahari dan bulan, maka terjadi ….

a). gerhana bulan

b). penumbra

c). gerhana matahari

d). umbra

Jawaban: a

Rangkuman – Ringkasan Rotasi – Revolusi Bumi Bulan,

Bumi memerlukan waktu sehari untuk satu kali rotasi dan setahun untuk satu kali revolusi.

Rotasi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian siang dan malam, b). gerak semu harian Matahari, c). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, dan d). perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi.

Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian musim dan b). gerak semu tahunan Matahari.

Bulan melakukan rotasi dan revolusi dalam waktu yang sama, yaitu 29½ hari.

Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu perbedaan bentuk revolusi, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari.

Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan, yaitu perbedaan bentuk permukaan bulan yang terang dari hari ke hari.

Gerhana Bulan terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi.

Gerhana Matahari terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.

Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan baru. Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh.

Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.

Peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Hijriah atau tahun Komariyah.

 

Gerhana Bulan Matahari – Kalender Masehi Hijriah – Umbra Penumbra Bumi – Contoh Soal Jawaban

Pengertian Gerhana Matahari: Gerhana matahari adalah gerhana yang terjadi ketika posisi bulan terletak diantara bumi dan matahari sehingga matahari tertutup dan bumi menjadi gelap karna terhadang oleh bulan.

Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi terletak pada satu garis. Cahaya matahari tidak sampai ke Bumi karena terhalang Bulan.

Gerhana matahari terjadi ketika bulan sedang berada dalam fase bulan baru, ketika Bulan diapit oleh Matahari dan Bumi

1 Gambar Gerhana Matahari,
1 Gambar Gerhana Matahari,

Jenis Gerhana Matahari,

Gerhana matahari terdiri dari 3 jenis yaitu; gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari hibrida dan cincin.

2 Gambar Gerhana Matahari Total Sebagian Cincin.
2 Gambar Gerhana Matahari Total Sebagian Cincin.

1). Gerhana Matahari Total,

Gerhana matahari total adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian bumi berada pada umbra bulan. Sehingga cahaya matahari tertutup seluruhnya. Bagian Bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.

Gerhana matahari total dapat berlangsung selama 7 menit, namun rata-rata hanya sekitar 2,5 menit.

Gerhana matahari total dapat diamati oleh pendudukan bumi yang berada di daerah bayangan umbra.

2). Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari Sebagian adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian Bumi berada pada bagian penumbra Bulan.

Sehingga sinar matahari hanya Sebagian yang masuk ke bumi. Peristiwa gerhana matahari sebagian dialami oleh pengamat di Bumi yang berada di daerah penumbra.

3). Gerhana Matahari Cincin,

Gerhana matahari cincin adalah gerhana yang terjadi apabila bulan tidak cukup untuk menutup sinar matahari. Sinar Matahari masih terlihat di sekeliling bayangan Bulan.

Gerhana matahari cincin terjadi pada saat Bulan berada pada posisi terjauh dari Bumi ketika gerhana matahari total terjadi.

Pengertian Gerhana Bulan,

Gerhana bulan adalan gerhana yang terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus.

Cahaya matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang oleh Bumi sehingga bayangan bumi menutupi sebagian atau keseluruhan bulan.

3 Gambar Gerhana Bulan
3 Gambar Gerhana Bulan

Jenis Gerhana Bulan,

Gerhana bulan dibedakan menjadi tiga yaitu, gerhana bulam total, gerhana bulan Sebagian dan gerhana bulan penumbra,

1). Gerhana Bulan Total,

Gerhana bulan total adalah gerhana bulan yang terjadi ketika bulan terletak di daerah umbra Bumi.

Gerhana bulan total terjadi jika seluruh bagian bula berada dalam umbra bumi. Warna bulan menjadi suram kemerahan.

2). Gerhana Bulan Sebagian,

Gerhana bulan Sebagian adalah gerhana dimana Sebagian bulan berada terletak di daerah umbra bumi dan Sebagian lainnya berada pada daerah penumbra bumi.  Gerhana bulan sebaian bulan menyebabkan sinar buan terlihat Sebagian.

3). Gerhana Bulan Penumbra Bumi,

Gerhana bulan penumbra bumi adalah gerhana yang terjadi ketika seluruh bagian bulan berada pada daerah penumbra bumi. Warna bulan hampir sama dengan bulam yang cerah.

Jenis Bayangan Bumi,

Ada dua jenis bayangan bumi, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan kabur (penumbra).

Pengertian Umbra – Bayangan Inti,

Umbra adalah daerah bayangan jelas bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari.

Bayangan inti atau bayangan umbra sama sekali tidak dilalui cahaya matahari, sehingga Daerah ini benar -benar gelap.

Pengertian Penumbra,

Penumbra adalah daerah bayangan kabur ( semu ) bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari yang sedikit.

Bayangan kabur (penumbra) masih dilalui oleh cahaya matahari. Bayangan penumbra mengelilingi bayangan umbra.

1). Contoh Soal Ujian: Bulan Keluar Dari Daerah Umbra,

Apa yang terjadi ketika bulan telah keluar dari daerah umbra bumi…

Jawaban,

Jika bulan keluar dari umbra bumi maka gerhana bulan total akan berakhir dan menjadi gerhana bulan Sebagian. Jika bulan telah keluar dari umbra bumi akan masuk ke penumbra.

2). Contoh Soal Ujian: Bulan Tepat Di Daerah Umbra,

Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi terjadi gerhana…

Jawaban:

Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi akan terjadi gerhana bulan total. Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra

3). Contoh Soal Perbedaan Umbra Penumbra Bumi,

Sebutkan perbedaan daerah Umbra dan penumbra bumi​

Jawaban:

Umbra adalah bayangan gelap/ bayangan inti bumi.

Penumbra adalah bayangan samar-samar/kabur bumi.

4). Contoh Soal Gerhana Bulan Terletak Dalam Umbra Bumi,

Peristiwa gerhana bulan ketika bulan berada dalam daerah Umbra bumi disebut​

Jawaban:

Gerhana bulan dan bulan berada dalam daerah umbra Bumi, Maka terjadi gerhana bulan total,

5). Contoh Soal: Ciri Gerhana Matahari,

Perhatikan Pernyataan berikut:

(1). bulan berada pada daerah umbra bumi

(2). terjadi pada siang hari

(3). posisi matahari bulan dan bumi berada pada satu garis lurus

(4). sinar matahari terhalang bumi

Pernyataan yang benar tentang gerhana matahari total ditunjukkan oleh nomor

a). 1 dan 2

b). 2 dan 3

c). 2 dan 4

d). 3 dan 4

Jawaban: b

6). Contoh Soal Ujian: Posisi Gerhana Bulan Sebagian,

Perhatikan gambar berikut

6). Contoh Soal Ujian Posisi Gerhana Bulan Sebagian
6). Contoh Soal Ujian Posisi Gerhana Bulan Sebagian

Posisi Bulan terhadap Matahari pada saat terjadi gerhana bulan Sebagian ditunjukkan oleh nomor…

a). 1

b). 2  

c). 3

d). 4

Jawaban. b

7). Contoh Soal: Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,

Perhatikan gambar berikut

7). Contoh Soal Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,
7). Contoh Soal Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,

Posisi bulan terhadap matahari dan bumi pada awal dan akhir gerhana bulan ditunjukkan oleh nomor…

a). 1  dan 2

b). 2 dan 3

c). 3 dan 4

d). 2 dan 4

Jawaban. d

8). Contoh Soal: Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,

Perhatikan gambar dibawah ini

8). Contoh Soal Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,
8). Contoh Soal Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,

Posisi bulan nomor 2 pada gambar tersebut menunjukkan peristiwa…

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawaban: c

9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah….

9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: c

10). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa alam yaitu

10). Contoh Soal Gambar Gerhana Matahari Total,
10). Contoh Soal Gambar Gerhana Matahari Total,

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: a

11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,

Perhatikan gambar berikut

11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,
11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,

Daerah yang mengalami gerhana matahari sebagian ditunjukkan pada nomor…

a). 1

b). 2 

c). 3

d). 4

Jawaban. b

12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,

Perhatikan gambar berikut

12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,
12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,

Gerhana yang dialami oleh penduduk di daerah yang ditunjukkan oleh nomor 2 adalah.

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana bulan Sebagian

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: a

13). Contoh Soal: Gerhana Bulan – Bumi Antara Bulan Matahari

Gerhana bulan terjadi jika … .

a). Bumi berada di antara Bulan dan Matahari

b). Bulan berada di antara Matahari dan Bumi

c). Matahari berada di antara Bumi dan Bulan

d). Bulan diapit Bumi dan Matahari

Jawaban: a

System Penanggalan – Kalender Masehi – Hijriah,

Kalender adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam hari, minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua system kalender, yaitu Masehi dan Hijriah.

Kalender Masehi – Syamsiah,

Kalender masehi ditentukan berdasarkan  perhitungan peredaran Bumi mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi.

Satu tahun kalender masehi sama dengan waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari.

Waktu yang dibutuhkan bumi mengelilingi matahari adalah 365 hari 5 jam, 48 menit, 46 detik. Atau dapat diringkas menjadi 365,25 hari.

Tahun Kabisat Masehi – Syamsiah,

Sistem penanggalan Masehi – Syamsiah menetapkan bahwa dalam satu tahun terdapat 365 hari.

Sementara itu, sisa seperempat hari dari setiap tahun dikumpulkan menjadi satu hari, setelah empat tahun.

Yang 0,25 atau ¼ hari digabung menjadi 4 x ¼ = 1 hari diperoleh selama empat tahun. Yang satu hari ini ditambahkan ke tahun yang ke empat. Sehingga jumlah hari pada tahun ke empat adalah 366 hari.

Oleh karena itu, setiap 4 tahun sekali, dalam setahun ada 366 hari. Dan tahun yang jumlah harinya 366 disebut tahun k  abisat.

Satu hari hasil gabungan 4 x ¼ hari ini di letakan pada bulan Februari. Pada tahun tahun biasa (tahun bukan kabisat), jumlah hari dalam bulan Februari adalah 28 hari. Pada tahun kabisat, jumlah hari pada bula Februari menjadi 29 hari.

Cara Menentukan Tahun Kabisat Masehi,

Tahun kabisat dapat ditentukan dengan cara seperti berikut…

a). Tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4, misalnya tahun 2012, 2016, 2020 dan seterusnya.

b). Untuk tahun pergantian abad yaitu angka tahun kelipatan 100, tahun kabisat adalah tahun yang  angkanya habis dibagi 400. misalnya tahun 1600, 2000, 2400 dan seterusnya.

Kalender Hijriah – Komariyah,

Kalender hijriah adalah kalender yang ditentukan berdasarkan pada revolusi bulan. Bulan mengelilingi bumi selama 29,5 hari.

Dalam satu tahun ada 12 bulan, sehingga jumlah hari dalam satu tahun adalah…

29,5 x 12 = 354 hari

Jadi satu tahun Hijriah adalah 354 hari.

Angka setengah dari 29,5 hari digabungkan sehingga jumlah hari pada bulan bulan Hijriah adalah 29 dan 30 hari. Penentuan awal hari dalam kalender Hijriah dihitung sejak matahari tenggelam.

Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,

Tahun kabisat Hijriah memiliki jumlah hari sebayak 355 hari. Satu hari tambahannya diletakkan pada bulan Zulhijah. Dalam periode 30 tahun, kalender Hijriah mengalami 11 kali tahun Hijriah.

13). Contoh Soal: Dasar Perhitungan Syamsiah Bumi Mengelilingi Matahari,

Dasar perhitungan kalender Syamsiah adalah…

a). perputaran bumi pada porosnya selama 23,5 jam

b). perputaran bulan terhadap bumi selama 29,5 hari

c). perputaran bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hari

d). perputaran bulan mengelilingi matahari selama 354 hari

Jawab: c

14). Contoh Soal: Kalender Hijriah Berdasarkan Revolusi Bulan Terhadap Bumi,

Satu Tahun pada kalender Hijriah terdiri dari 354 hari, Hal ini didasarkan pada perhitungan

a), kala rotasi Bulan

b). kala rotasi bumi

c). kala revolusi bulan

d). kala revolusi bumi

Jawab: c

15). Contoh Soal: Tahun Syamsiah,

Dasar perhitungan tahun Syamsiah adalah….

a).  rotasi Bulan

b). rotasi bumi

c). revolusi bulan

d). revolusi bumi

Jawab: d

16). Contoh Soal: Tahun Kabisat 4 Tahun Sekali,

Setiap 4 tahun sekali, jumlah hari dalam satu tahun menjadi 366 hari. Tahun tersebut disebut…

a). tahan syamsiah

b). tahun hijriah

c). tahun masehi

d). tahun kabisat

Jawab: d

17). Contoh Soal: Kalender Berdasarkan Bulan Mengelilingi Bumi,

Kalender atau penanggalan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi adalah…

a). tahan syamsiah

b). tahun hijriah

c). tahun masehi

d). tahun kabisat

Jawab: b

18). Contoh Soal: Rovolusi Bumi Terhadap Matahari 365.25 Hari,

Bumi berevolusi mengelilingi matahari selama…

a). 366 hari

b). 365 hari

c). 354 hari

d). 365.25 hari

Jawab: d

19). Contoh Soal: Kalender Masehi,

Kalender Masehi dibuat berdasarkan…

a). perputaran bulan mengelilingi bumi

b). perputaran bumi mengelilingi matahari

c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari

d). perputaran matahari mengelilingi bumi

Jawab: b

20). Comtoh Soal: Kalender Hijriah,

Kalender Hijriah dibuat berdasarkan…

a). perputaran bulan mengelilingi bumi

b). perputaran bumi mengelilingi matahari

c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari

d). perputaran matahari mengelilingi bumi

Jawab: a

21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,

Perhatikan gambar di bawah berikut.

21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,
21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,

Gambar tersebut menunjukkan bentuk gerhana…

a). Gerhana matahari total

b). Gerhana bulan total

c). Gerhana matahari cincin

d). Gerhana matahari Sebagian

Jawab: c

22). Contoh Soal: Bulan Pada Bayangan Inti Bumi,

Gerhana bulan total terjadi jika…

a). bulan tertutup oleh bayangan penumbra bumi.

b). bulan berada di antara matahari dan bumi

c). bulan berada di bayangan inti bumi

d). bulan segaris lurus dengan matahari dan bumi

Jawab: c

23). Contoh Soal: Akibat Rotasi Bumi,

Akibat rotasi bumi, antara lain terjadi

a). perbedaan waktu

b). perbedaan tempat

c). pergantian musim

d). perbedaan iklim

Jawaban: a

24). Contoh Soal: Akibat Revolusi Bumi,

Salah satu akibat revolusi bumi adalah terjadinya

a). perbedaan waktu

b). pergantian musim

c). pergatian siang malam

d). gerak semu matahari

Jawaban: b

25). Contoh Soal: Akibat Bulan Mengelilingi Matahari,

Perputaran bulan mengelilingi matahari mengakibatkan…

a). bagian yang menghadap bumi selalu sama

b). bagian bulan yang menghadap bumi berubah ubah

c). luas bagian bulan yang terkena sinar matahari berbeda

d). luas bagian  bulan yang terkena sinar matahari selalu sama,

Jawaban: c

Contoh Soal: Penanggalan Satu Tahun 12 Bulan Januari Desember,

Sistem penanggalan yang membagi tahun ke dalam dua belas bulan yaitu bulan Januari hingga bulan Desember adalah penanggalan menggunakan tahun … .

a). Hijriah

b). Komariyah

c). Masehi

d). kabisat

Jawab: c

Contoh Soal: Revolusi Bumi Dasar Perhitungan Syamsiah,

Revolusi bumi dijadikan dasar dalam perhitungan tahun … .

a). Komariyah

b). Hijriah

c). kabisat

d). Syamsiah,

Jawaban: d

Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,

Kalender Hijriah mengenal tahun kabisat yang lamanya … .

a). 364,25 hari

b). 365 hari

c). 355 hari

d). 354 hari

Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Syamsiah Masehi,

Kalender Masehi mengenal tahun kabisat yang lamanya … .

a). 364,25 hari

b). 365 hari

c). 366 hari

d). 354 hari

Jawaban: c

Pengindraan Jauh: Pengertian Manfaat Jenis Komponen Citra Foto Wahana Sensor

Pemgertiam Pengindraan Jauh: Di negara Inggris, pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing, di negara Prancis dikenal dengan teledection, di negara Spanyol disebut sensoria remote, di negara Jerman disebut femerkundung, dan di negara Rusia disebut distansionaya. Di Indonesia pengindraan jauh lebih dikenal dengan istilah indraja yang merupakan singkatan dari pengindraan jauh atau remote sensing.

Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lillesand dan Kiefer,

Menurut Lillesand dan Kiefer, Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, atau gejala yang dikaji.

Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Curran,

Menurut Curran, Pengindraan jauh (remote sensing) adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna

Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lindgren,

Menurut Lindgren Pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.

Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Everett dan Simonett

Menurut Everett dan Simonett, penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, karena terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi tentang permukaan bumi. Ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan, dan sebagainya.

Pengertian  Pengindraan Jauh Menurut American Society of Photogrametry,

Menurut American Society of Photogrametry Pengindraan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.

Manfaat Pengindraan Jauh Bidang Hidrologi,

1). pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai,

2). pemantauan luas daerah dan intensitas banjir, dan

3). pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.

Manfaar Pengindraan Jauh Ilmu-ilmu kebumian

1). pemetaan permukaan bumi,

2). menentukan struktur geologi,

3). pemantauan distribusi sumber daya alam,

4). pemantauan lokasi, kerusakan dan jenis vegetasi hutan,

5). pemantauan adanya bahan tambang antara lain uranium, emas, minyak bumi, batubara, timah, dan kekayaan laut,

6). pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut, dan

7). pemantauan di bidang pertahanan dan bidang militer

Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Kelautan

1). pengamatan fisis laut,

2). pengamatan pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah, dan frekuensi),

3). mencari lokasi upwelling dan distribusi suhu permukaan, dan

4). studi perubahan pantai, erosi sedimentasi (Landsat dan SPOT).

Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Meteorologi

1). untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan jenis awan dan kandungan air dan udara,

2). untuk membantu menganalisis cuaca dan peramalan atau prediksi dengan menentukan daerah tekanan tinggi dan daerah tekanan rendah, daerah hujan, serta badai siklon, dan

3). mengamati sistem atau pola angin permukaan.

Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Tata Guna Lahan

Dapat memberikan informasi tentang keadaan lahan, citra dapat digunakan untuk membantu perencanaan tata guna tanah, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, areal pertanian, dan areal hutan.

Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Geografi

1). Bagi para peneliti bidang geografi, citra mampu memberikan data geografi, sehingga memudahkan untuk melihat hubungan antara fenomena yang satu dan fenomena yang lain serta dalam pengambilan suatu keputusan.

2). Selain itu citra juga dapat digunakan untuk menjelaskan pola keruangan baik secara parsial maupun secara kompleks

Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Tata Ruang dan Pemetaan Daerah Bencana

1). Citra dapat memberi petunjuk untuk pemetaan daerah bencana alam secara cepat pada saat terjadi bencana. Misalnya pemetaan daerah gempa bumi, daerah banjir, daerah yang terkena angin ribut, atau letusan gunung berapi.

2). Citra merupakan alat yang baik untuk memantau perubahan yang terjadi di suatu daerah, seperti pembukaan hutan, pemekaran kota, perubahan kualitas lingkungan, dan sebagainya.

3). Citra juga dapat digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dan sekaligus untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan kejadian di masa yang akan datang.

Kelebihan – Keunggulan Citra Pengindraan Jauh

Citra mempunyai beberapa kelebihan atau keunggulan yang diantaranya adalah  sebagai berikut.

1). Citra dapat dibuat secara cepat walaupun untuk daerah yang sulit dijelajahi.

2). Ketelitian citra dapat diandalkan, khususnya untuk daerah teritorial atau daratan.

3). Daerah jangkauan citra sangat luas.

4). Pemakaian citra dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya

Kekurangan – Keterbatasan Citra Pengindraan Jauh

Kekurangan atau keterbatasan utama dari citra pengindraan jauh adalah sebagai berikut.

1). Tidak semua data dapat disadap. Data yang diperoleh terbatas pada data objek atau gejala yang tampak langsung pada citra.

2). Ketelitian hasil interpretasi citra sangat tergantung pada kejelasan wujud objek atau gejala pada citra dan tergantung pula pada karakteristik yang digunakan untuk menyidiknya.

Citra Penginderaan Jauh,

Citra adalah gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau.

Contoh Citra,

Contoh citra adalah memotret tanaman bunga di sebuah taman rumuah. Citra taman di halaman rumah yang berhasil dibuat merupakan citra taman tersebut.

Pengertian Citra Menurut Hornby,

Menurut Hornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat sensor lain.

Pengertian Citra Menurut Simonett dan Kawan-kawan,

Menurut Simonett dan Kawan-kawan, citra adalah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang diperoleh dengan cara optik, elektroptik, optik-mekanik, atau elektromekanik.

Jenis Jenis Citra Pengindraan Jauh,

1). Citra Foto – Foto Udara,

Citra foto – foto udara adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft) ketinggian antara 1.000–9.000 meter dari permukaan bumi.

2). Citra Udara dan Multispectral Scanner Data,

Citra Udara dan Multispectral Scanner Data adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft) dengan ketinggian sekitar 18.000 meter dari permukaan bumi.

3). Citra Satelit,

Citra satelit adalah citra yang diperoleh melalui Satelit dengan ketinggian antara 400–900 km dari permukaan bumi.

Jenis Citra Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,

Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto ultraviolet, foto orthokromatik, foto pankomatrik,

1). Foto Ultraviolet

Foto Ultraviolet adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.

Cirinya adalah mudah untuk mengenali beberapa objek karena perbedaan warna yang sangat kontras. Kelemahan dari citra foto ini adalah tidak banyak informasi yang dapat disadap.

Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, batuan kapur, juga untuk mengetahui, mendeteksi, dan memantau sumber daya air.

2). Foto Pankromatik Hitam Putih

Panjang gelombang yang digunakan 0,4–0,7 mm. Wujud objek pada foto ini tampak seperti wujud aslinya. Perbedaan vegetasi sulit ditangkap dari foto jenis ini karena perbedaan nilai pantulan kecil.

3). Foto Pankromatik Berwarna,

Sifat-sifat foto ini hampir sama dengan foto pankromatik hitam putih. Tetapi pengenalan objek pada foto ini lebih mudah karena warna serupa dengan warna asli objek yang direkam.

Proses pembentukan warna pada foto udara ini melalui proses aditif maupun substraktif. Proses aditif dilakukan dengan memadukan warna aditif primer, yaitu warna biru, hijau, dan merah. Seperti proses pembentukan warna pada televisi warna.

Berbeda dengan aditif, proses substraktif dilakukan dengan memadukan warna kuning, cyan, dan magenta.

4). Foto Ortokromatik

Foto Ortokromatik adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer).

Cirinya banyak objek yang bisa tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.

5). Foto Inframerah Hitam Putih,

Panjang gelombang yang digunakan 0,7–0,9 mm. Pantulan vegetasi bersifat unik karena berasal dari bagian dalam vegetasi. Sehingga baik untuk membedakan jenis vegetasi sehat dan tidak sehat.

6). Foto Inframerah Berwarna,

Mempunyai karakteristik yang sama dengan foto inframerah hitam putih. Tetapi pada foto ini lebih mudah membedakan vegetasi dengan objek lain, karena vegetasi tampak dengan warna merah.

7). Foto Multispektral,

Foto jamak yang menggambarkan suatu daerah dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda.

Umumnya digunakan empat saluran, yaitu: biru, hijau, merah, dan inframerah dekat, dengan panjang gelombang 0,4–0,5 mm, 0,5–0,6 mm, 0,6–0,7 mm, 0,6–0,7 mm, dan 0,7–0,9 mm.

Pada foto ini objek lebih mudah dibedakan satu sama lain pada saluran/pita sempit sehingga pengenalannya lebih mudah.

Jenis  Citra Foto Berdasarkan Arah Sumbu Kamera ke Permukaan Bumi,

Berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi, citra foto dapat dibedakan menjadi 2, yaitu foto vertikal (tegak) dan foto condong (miring).

1). Foto Vertikal – Foto Tegak – Otro Photograph,

Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph) adalah foto yang menggunakan arah sumbunya tegak luruh dengan objek. Foto dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.

2). Foto Agak Condong,

Foto agak condong adalah foto yang menggunakan sumbu kamera yang menghasilkan foto yang agak condong.

Foto Condong – Miring – Oblique Photograph,

Foto condong atau miring (oblique photograph) adalah foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi.

Sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar, tetapi bila sudut condongnya masih berkisar antara 1 – 4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal

Jenis Citra Foto Berdasarkan Jenis Kamera,

Berdasarkan jenis kamera yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto tunggal dan foto jamak.

1). Foto Tunggal,

Foto tunggal adalah foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar satu lembar foto.

2). Foto Jamak,

Foto jamak adalah beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.

Jenis Citra Foto Berdasarkan Warna,

Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi dua, yaitu foto berwarna semu dan foto berwarna asli.

1). Foto Berwarna Semu – False Color – Foto Infra Merah,

Foto berwarna semu (false color) atau foto infra merah berwarna adalah  foto yang menggunakan bukan warna sebenarnya. Pada foto ini warna objek tidak sama dengan warna foto.

Contoh Foto Berwarna Misalnya pada foto suatu vegetasi berwarna merah sedangkan warna aslinya adalah hijau.

2). Foto Warna Asli – True Color,

Foto warna asli (true color) adalah foto pankromatik berwarna yang menggunakan warna asli atau sesuai dengan warna objek.

Dalam foto berwarna asli lebih mudah penggunaannya karena foto yang tergambar mirip dengan objek aslinya.

Jenis Citra Foto Berdasarkan Wahana yang Digunakan

Berdasarkan wahana yang digunakan, citra foto dapat dibagi menjadi foto udara dan foto satelit.

1). Foto Udara,

Foto udara adalah foto yang dibuat dari pesawat/balon udara.

2). Foto Satelit – Foto Orbital,

Foto satelit atau foto orbital adalah foto yang dibuat dari satelit.

Jenis Citra Non-Foto,

Citra non-foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan kamera. Citra non-foto juga dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik, sumber sensor, dan sistem wahana yang digunakan.

Citrs Non – Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,

1).  Citra Inframerah Termal,

Citra inframerah termal adalah citra yang dibuat berdasarkan spektrum inframerah termal.

2). Citra Radar – Citra Gelombang,

Citra radar dan citra gelombang mikro adalah  citra yang dibuat dengan sistem gelombang mikro.

Jenis Citra Non – Foto Berdasarkan Sumber Sensor

1). Citra Tunggal,

Citra tunggal adalah citra yang dibuat dengan sensor tunggal yang salurannya lebar.

2). Citra Non Foto Multispectral,

Citra multispectral adalah citra yang dibuat dengan sensor jamak yang salurannya sempit.

Jenis Citra  Non – Foto Berdasarkan Wahana

1). Citra Dirgantara,

Citra dirgantara adalah citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara.

2). Citra Satelit,

Citra satelit adalah citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar

Jenis Sensor Pengindraan Jauh,

Sensor berfungsi sebagai alat perekam objek yang sedang diselidiki. Setiap sensor mempunyai tingkat kepekaan yang berbeda-beda.

Sensor dalam pengindraan jauh dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sensor aktif dan sensor pasif.

1). Sensor Aktif,

Sensor aktif adalah suatu alat yang dilengkapi dengan pemancar dan alat penerima pantulan gelombang.

Contoh Sensor Aktif Pengindraan Jauh,

Contoh pengindraan jauh radar dan pengindraan jauh sonar.

2). Sensor Pasif,

Sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima berupa pantulan gelombang elektromegnetik

Jenis Sensor Berdasarkan Rekamannya,

Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan ke dalam sensor fotografik dan sensor elektronik.

1). Sensor Fotografik,

Proses perekamannya berlangsung secara kimiawi. Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada emulsi film yang bila diproses akan menghasilkan foto.

Apabila pemotretan dilakukan dari pesawat udara atau wahana lainnya, fotonya disebut foto udara. Tapi bila pemotretan dilakukan dari antariksa atau menggunakan satelit, fotonya disebut citra satelit atau foto satelit.

2). Sensor Elektronik

Sensor ini menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik. Alat penerima dan perekamannya berupa pita magnetik atau detektor lainnya.

Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini kemudian diproses menjadi data visual maupun data digital yang siap dikomputerkan

Wahana

Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau. Wahana sering pula dinamakan mediator.

Komponen Pengindraan Jauh,

Langkah- Langkah Interpretasi Citra,

Untuk mendapatkan data geografi dari hasil pengindraan jauh harus dilakukan beberapa langkah terlebih dahulu.

1). Deteksi

Deteksi adalah upaya mengetahui benda dan gejala di sekitar lingkungan dengan menggunakan alat pengindera (sensor).

2). Identifikasi

Objek yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor. Terdapat tiga ciri-ciri utama yang dapat dikenali, yaitu spektral, spasial, dan temporal.

Ciri Spektral,

Spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek yang dinyatakan dengan rona dan warna.

Ciri Spatial,

Spatial adalah ciri yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, situs, dan asosiasi.

Ciri Temporal,

Ciri temporal adalah ciri yang  terkait dengan kondisi benda pada saat perekaman.

3). Pengenalan

Pengenalan adalah proses klasifikasi terhadap objek secara langsung yang tampak didasarkan pengetahuan lokal atau pengetahuan tertentu.

4). Analisis

Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai citra yang sama dengan identitas objek.

5). Deduksi

Deduksi adalah pemrosesan berdasarkan pada bukti yang mengarah kearah yang lebih khusus. Bukti ini diperoleh dari objek yang tampak langsung.

6). Klasifikasi

Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal ini merupakan interpretasi citra karena pada tahap inilah kesimpulan dan hipotesis dapat diambil.

7). Idealisasi

Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil interpretasi citra kedalam bentuk peta yang siap pakai.

Rangkuman – Ringkasan

1). Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji.

2). Komponen sistem pengindraan jauh terdiri atas sumber tenaga, atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, sensor, perolehan data, dan pengguna data.

3). Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil pengindraan yang telah dicetak.

4). Citra hasil pengindraan jauh dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto.

5). Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau.

6). Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu ciri spasial, ciri spektral, dan ciri temporal.

7). Sensor adalah alat yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu.

8). Alat untuk menginterpretasi citra dibagi menjadi dua, yaitu stereoskopis dan nonstereoskopis.

9 Pengenalan objek pada citra dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu deteksi, identifikasi, dan pengenalan akhir.

10). Dalam menginterpretasi citra, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu rona, bentuk, ukuran, tekstur, pola, atau susunan keruangan, situs, bayangan, dan asosiasi.

11). Citra hasil pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang, antara lain bidang hidrologi, geologi, oceanografi, meteorologi,dan sebagainya.

 

Peta: Pengertian – Jenis – Fungsi Skala Proyeksi Komponen Simbol Warna Lettering Orientasi Legenda

Pengertian Peta, Istilah peta diambil dari bahasa Inggris yaitu map. Kata itu berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Secara sederhana Peta dapat diartikan sebagai gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas.

1). Pengertian Peta Menurut ICA (International Cartographic Association),

Menurut ICA (International Cartographic Association), Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

2). Pengertian Peta Menurut Aryono Prihandito,

Menurut Aryono Prihanndito, Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

3). Pengertian Peta Menurut Erwin Raisz,

Menurut  Erwin Raisz, Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

4). Pengertian Peta Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional – Bakosurtanal,

Menurut badan koordinasi survey dan pemetaan nasional, Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Fungsi Peta,

Beberapa fungsi peta diantaranya adalah…

1). Peta menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi atau letak suatu daerah terhadap daerah lain yang berada di permukaan bumi

2). Peta berfungsi menyajikan data tentang potensi yang dimiliki suatu daerah (sebagai sumber data);

3). Menunjukkan ketinggian tempat atau sudut elevasi berbagai wilayah dan objek geografi lainnya.

4). Peta sebagai tempat menyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;

5). Memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.

Tujuan Pembuatan Peta,

Tujuan pembuatan peta antara lain adalah sebagai berikut:

1). Membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,

2). analisis data spasial, misalnya perhitungan volume,

3). menyimpan informasi,

4). membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan

5). komunikasi informasi ruang.

Komponen Peta,

Komponen peta terdiri dari judul peta,  skala peta, garis tepi, sumber peta, garis astronomi, warna dan symbol,insert,

1). Judul Peta,

Judul peta merupakan identitas yang menggambarkan isi dan karakteristik peta yang Digambar,

Contoh Judul Peta,

Contoh judul peta adalah Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa., Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali, Peta Indonesia, dan lainnya.

2). Garis Astronomis Peta,

Garis lintang adalah garis khayal yang sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. Garis astronomis berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat.

Contoh  Garis Astronomis,

Contoh  garis Astronomis adalah garis lintang dan garis bujur.

3). Inset Peta,

Inset adalah peta berukuran kecil yang disisipkan pada peta utama. Peta inset dapat diletakkan pada bagian sisi kiri, kanan, atau bawah peta. Kegunaannya untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan.

4). Skala Peta,

Skala peta merupakan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sesungguhnya. Penulisan skala dapat berbentuk angka (numerik) dan garis (grafis).

5). Garis Tepi (Border) Peta,

Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.

6). Tata Warna Peta,

Penggunaan warna pada peta bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.

7). Simbol Peta,

Merupakan tanda-tanda konvensional yang umum dipakai untuk mewakili keadaan yang sesungguhnya ke dalam peta.

8). Lettering Peta,

Lettering ialah semua tulisan atau pun angka yang lebih mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada.

9). Tahun Pembuatan Peta,

Tahun pembuatan atau reproduksi berlainan dengan tahun keadaan peta.

10).  Tanda Orientasi – Arah Mata Angin Peta,

Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara.

11). Legenda Peta,

Legenda merupakan informasi yang disampaikan oleh peta, berguna untuk menjelaskan simbol-simbol yang terdapat dalam peta.

Jenis Peta Berdasarkan Skala,

Berdasarkan skalanya, peta dapat dikelompokan Peta Kadaster – Peta Teknik, Peta Skala Besar, Peta Skala Sedang,  Peta Skala Kecil, Peta Geografi – Peta Dunia.

1). Peta Kadaster – Peta Teknik,

Peta Kadaster -atau Peta Teknik mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis.

Contoh Peta Kadaster – Peta Teknik,

Contoh peta kadaster atau peta Teknik misalnya peta untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, Peta hak milik tanah dan sebagainya.

2). Peta Skala Besar,

Peta Skala Besar mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.

Contoh Skala Peta Skala Besar,

Contoh Peta skala besar adalah: Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah, Peta kota, Peta topografi.

3). Peta Skala Sedang,

Peta skala sedang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.

Contoh Peta Skala Sedang,

Contoh peta sedang adalah peta menggambarkan suatu provinsi,

4). Peta Skala Kecil,

Peta skala kecil mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.

Contoh Peta Skala Kecil,

Contoh peta kecil adalah peta menggambarkan suatu negara,

5). Peta Geografi – Peta Dunia,

Peta geografi atau peta dunia mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

Contoh Peta Geografi – Peta Dunia,

Contoh peta geografi adalah peta digunakan untuk menggambar benua atau dunia.

Peta Umum,

Peta umum adalah peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.

Jenis Peta Umum,

Peta umum dibagi menjadi peta topografi, peta chorografi, peta dunia,

1). Peta Topografi,

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur.

Garis Kontur,

Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.

Ciri – Ciri Garis Kontur,

Sifat  garis kontur pada peta topografi antara lain adalah sebagai berikut.

  • Semakin rapat jarak antargaris kontur, maka semakin curam daerah tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin renggang jarak antargaris, maka semakin landai daerah tersebut
  • Bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, hal tersebut menunjukkan di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah

2). Peta Chorografi,

Peta chorografi adalah sebuah peta yang menggambarkan seluruh atau Sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas.

3). Peta Dunia,

Peta dunia adalah peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

Jenis Peta Tematik,

Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.

1). Peta Kepadatan Pendudukan,

Peta kepadatan penduduk: peta yang memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah.

2). Peta Lokasi,

Peta lokasi: peta yang menggambarkan letak suatu tempat.

3). Peta Tanah,

Peta tanah: peta yang menggambarkan jenis tanah pada daerah tertentu.

4). Peta Irigasi,

Peta irigasi: peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, saluran irigasi, bendungan, dan sebagainya.

5). Peta Arkeologi,

Peta arkeologi: peta yang menggambarkan persebaran benda-benda purbakala.

6). Peta Kriminalitas,

Peta kriminalitas: peta yang menggambarkan persebaran tingkat maupun jenis kejahatan di suatu daerah.

7). Peta Geologi,

Peta geologi: peta yang menggambarkan struktur dan jenis batuan pada suatu wilayah.

8). Peta Transportasi,

Peta transportasi: peta yang menggambarkan jalur-jalur lalu lintas, baik di darat, di air, maupun di udara.

9). Peta Air Tanah,

Peta air tanah: peta yang menggambarkan lokasi sebaran air tanah di suatu daerah.

10). Peta Isohiet,

Peta isohiet: peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu daerah.

Simbol Peta,

Simbol pada sebuah peta, secara garis besar dapat digolongkan menjadi simbol warna, simbol titik, symbol garis, dan simbol wilayah.

Adapun wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan dapat dibedakan atas wujud piktorial, geometrik, dan huruf.

Simbol warna

Berikut ini dijelaskan secara singkat penggunaan warna pada peta:

1). Warna Coklat – Kenampakan Hipsografi atau Relief Muka Bumi,

Kenampakan hipsografi atau relief muka bumi, menggunakan warna dasar coklat, dari coklat muda sampai coklat tua. Makin tua warna coklat makin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut. Lihat pada contoh peta di atas, warna coklat tua digunakan untuk daerah pegunungan.

2). Warna Biru – Kenampakan Hidrografi atau Wilayah Perairan,

Kenampakan hidrografi atau wilayah perairan (sungai, danau, laut), menggunakan warna dasar biru, dari biru muda (hampir putih) sampai biru tua (kehitaman). Makin tua warna biru makin dalam letak suatu tempat dari permukaan air laut. Perhatikan contoh peta, warna biru muda digunakan untuk laut dangkal dan warna biru tua untuk laut dalam.

3). Warna Hijau – Kenampakan Vegetasi – Hutan, Perkebunan,

Kenampakan vegetasi (hutan, perkebunan), menggunakan warna dasar hijau. Warna hijau juga digunakan untuk menggambarkan wilayah dataran rendah.

4). Warna Merah – Hitam – Kenampakan Hasil Budaya Manusia,

Kenampakan hasil budaya manusia (misal; jalan, kota, pemukiman, batas wilayah, pelabuhan udara), menggunakan warna merah dan hitam. Jalan raya dan kota biasanya digambarkan dengan simbol berwarna merah.

Jalan kereta api, batas wilayah dan pemukiman, biasanya digambarkan dengan simbol berwarna hitam.

5). Warna Putih – Kenampakan Es,

Warna putih pada peta juga digunakan untuk menggambarkan kenampakan es di permukaan bumi, misalnya es di kutub utara dan selatan pada Peta Dunia.

Simbol Titik – Peta,

Simbol titik digunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang mengutamakan aspek letak.

Contoh Simbol Titik Peta,

Kenampakan- kenampakan yang menggunakan symbol titik  misalnya; gunung api, kota, danau, Pelabuhan udara, dan lain-lain.

Jenis Simbol Titik Peta,

Simbol titik pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni: symbol piktorial dan simbol geometrik.

1). Simbol Piktorial – Peta,

Simbol piktorial adalah simbol yang menggambarkan kenampakan geografis, khususnya kenampakan budaya (buatan manusia) yang mirip dengan keadaan sebenarnya.

Contoh Simbol Piktorial,

Contoh symbol pictorial Misalnya untuk menggambarkan Pelabuhan laut (menggunakan gambar jangkar), pelabuhan udara menggunakan gambar pesawat terbang, masjid (menggunakan gambar bulan bintang), rel kereta api, taman, dan lain-lain.

Contoh Simbol Piktorial Peta 1
Contoh Simbol Piktorial Peta 1

2). Simbol Geometrik – Peta,

Simbol geometrik adalah simbol yang menggunakan gambar- gambar berbentuk bangun geometrik,

Contoh Simbol Geometrik,

Contoh symbol geometric misalnya lingkaran, segitiga, persegi panjang, atau gabungannya.

Contoh Simbol Geometrik Peta 2
Contoh Simbol Geometrik Peta 2

Simbol Huruf – Peta,

Simbol huruf  merupakan symbol yang menggunakan huruf dan dipergunakan bersama- sama dengan simbol lain dan sifatnya melengkapi.

Simbol huruf, umumnya menggunakan huruf awal atau inisial dari kata yang akan ditampilkan, bahkan terkadang menggunakan angka.

Contoh Simbol Huruf – Peta,

Contoh symbol huruf adalah huruf H = untuk hotel, S = untuk sekolah, P = pemukiman dan lainnya.

Contoh Simbol Huruf – Peta 3
Contoh Simbol Huruf – Peta 3

Simbol Garis – Peta,

Simbol garis dipergunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang bentuknya memanjang.

Contoh Simbol Garis – Peta,

Contoh symbol garis peta adalah sungai, garis pantai, jalan raya, jalan kereta api, dan batas wilayah.

Contoh Simbol Garis – Peta 4
Contoh Simbol Garis – Peta 4

Jenis Simbol Garis Peta,

Isolines – Simbol Garis,

Isoline merupakan Simbol garis yang digunakan untuk menyatakan kuantitas. Isolines adalah garis garis di peta yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kesamaan dalam gejala geografis yang ditonjolkannya.

Isopleth – Simbol Garis Peta,

Isopleth adalah garis- garis di peta yang menghubungkan tempat dengan nilai distribusi yang sama. Isopleth dapat berupa sebagai berikut

1). Isohipse – Simbol Garis Peta,

Isohipse adalah garis -garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan laut.

2). Isobar – Simbol Garis Peta,

Isobar adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.

3). Isotherm – Simbol Garis Peta,

Isotherm adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki suhu udara yang sama.

4). Isohyet – Simbol Garis Peta,

Isohyet adalah garis -garis yang menghubungkan tempat -tempat yang memiliki curah hujan yang sama.

5). IsoseistaSimbol Garis Peta,

Isoseista adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kerusakan fisik yang sama akibat gempa bumi.

Simbol Wilayah – Peta,

Simbol wilayah disebut juga dengan simbol bidang atau simbol area. Simbol wilayah dipergunakan untuk menggambarkan kenampakan geografis berbentuk area.

Contoh Simbol Wilayah – Peta,

Contoh symbol wilayah adalah: kawasan pemukiman, areal persawahan, areal perkebunan, pulau, benua, dan lain-lain.

Contoh Simbol Wilayah – Peta 5
Contoh Simbol Wilayah – Peta 5

Peta inset (peta sisipan),

Peta inset merupakan peta yang disisipkan karena wilayah yang digambar

merupakan bagian dari peta utama atau peta yang menggambarkan wilayah

yang lebih luas daripada wilayah yang digambarkan.

Sumber dan tahun pembuatan peta,

Sumber memberikan kepastian pada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah dapat dipercaya dan akurat, dan bukan data fiktif atau hasil rekaan.

Tahun pembuatan memberikan informasi apakah informasi dalam peta masih sesuai dengan keadaan sebenanya atau sudah ada perubahan.

Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.

Toponim – Peta,

Toponim merupakan penamaan objek geografi di permukaan bumi. Setiap objek di permukaan bumi memiliki sejarah dan cerita. Oleh karena itu, penamaan objek tersebut harus menggunakan bahasa daerah setempat atau lokal.

Proyeksi Peta,

Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta

Pengertian Proyeksi Peta Menurut Arthur H. Robbinson,

Menurut Arthur H. Robbinson esensi proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung ke bidang datar atau bidang konvensional.

Jenis Proyeksi Peta,

Metode proyeksi peta dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu  proyeksi langsung dan proyeksi double,

1). Proyeksi Langsung (Direct Projection),

Proyeksi langsung – direct projection adalah metode transformasi atau penggambaran obyek geografis secara langsung dari bidang elipsoida bidang proyeksi, seperti kertas (bidang datar), silinder, atau kerucut.

2). Proyeksi Double,

Proyeksi double adalah transformasi atau penggambaran obyek geografis secara bertingkat, dari bidang elipsoida bidang bola kemudian bidang bola ke bidang proyeksi.

Bentuk-bentuk Proyeksi Peta,

Menurut bidang proyeksinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.

A). Proyeksi Azimuthal,

Proyeksi azimuthal adalah  proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi bentuk ini terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1). Proyeksi Gnomonik,

Proyeksi gnomonic adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.

2). Proyeksi Stereografik,

Proyeksi stereografik adalah proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan bidang proyeksi.

3). Proyeksi Orthografik,

Proyeksi orthografik adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar lingkaran.

B). Proyeksi Kerucut

Proyeksi kerucut adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan.

C). Proyeksi Silinder

Proyeksi silinder adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan, kemudian direntangkan.

D). Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)

Proyeksi UTM merupakan proyeksi silinder yang mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform.

Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala1.

Proyeksi Peta Modifikasi Gubahan (Proyeksi Arbitrary)

diperoleh melalui perhitungannya.

1). Proyeksi Bonne (Equal Area)

Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)merupakan proyeksi yang baik untuk menggambarkan wilayah Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.

Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)menggambarkan sudut dan jarak yang benar pada meridian tengah dan pada paralel standar, terdapat distorsi yang cukup besar apabila menjauhi meridian tengah.

2). Proyeksi Mollweide

Pada proyeksi Mollweide, tiap bagian mempunyai ukuran yang sama luas hingga ke wilayah pinggir proyeksi. Semakin mendekati kutub, ukuran berubah semakin kecil.

3). Proyeksi Sinusoidal

Proyeksi Sinusoidal menggambarkan sudut dan jarak yang tepat untuk wilayah meridian tengah. Sedangkan untuk wilayah khatulistiwa bisa digambarkan dengan luasan yang sesuai.

Proyeksi Sinusoidal lebih dikenal oleh orang-orang di wilayah Amerika Selatan, Australia, dan Afrika, karena sesuai untuk menggambar wilayah tersebut.

4). Proyeksi Mercator

Proyeksi Mercator melukiskan Bumi di bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola Bumi, kemudian seolah-olah silindernya dibuka menjadi bidang datar.

5). Proyeksi Homolografik (Goode)

Proyeksi Homolografik (Goode) merupakan proyeksi perbaikan kesalahan pada proyeksi Mollweide.

6). Proyeksi Gall

Ciri khas yang dimiliki proyeksi ini adalah bentuk yang berbeda pada wilayah lintang yang mendekati kutub.

Proyeksi Berdasarkan Sifat Asli yang Dipertahankan

Ditinjau dari klasifikasi ini, proyeksi dibagi menjadi tiga, yaitu:

1). Proyeksi Equivalent

Proyeksi equivalent  mempertahankan luas daerah. Artinya luas daerah sebenarnya sama dengan luas daerah pada peta setelah dikalikan skala.

2). Proyeksi Konform

Proyeksi konform mempertahankan sudut-sudut sesuai dengan kenampakan di permukaan Bumi. Artinya skala yang dipertahankan adalah ketepatan sudut.

3). Proyeksi Equidistant

Proyeksi equidistant mempertahankan jarak sehingga jarak di atas muka Bumi sama dengan jarak di atas peta apabila dikalikan skala.

Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetri

Berdasarkan pembagian ini, proyeksi dibedakan menjadi:

1). Proyeksi Normal

Pada proyeksi normal adalah proyeksi dimana sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi.

2). Proyeksi Miring

Pada proyeksi miring adalah proyeksi dimana sumbu simetri membentuk sudut miring dengan sumbu Bumi.

3). Proyeksi Transversal

Sumbu simetri pada proyeksi ini tegak lurus sumbu Bumi atau terletak pada bidang ekuator (disebut juga proyeksi equatorial).

Skala Peta,

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik peta dengan jarak yang sebenarnya di lapangan secara mendatar.

Skala peta berfungsi sebaik memberi keterangan mengenai besarnya pengecilan atau redusi peta tersebut dari yang sesungguhnya.

Jenis  Skala Peta

Skala peta dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1). Skala Pecahan (Numeral Scale)

Skala pecahan dinyatakan dalam rumus:

Skala = (jarak pada peta)/(jarak sesungguhnya)

Contoh Skala Pecahan – Numeric Scale

Pada suatu peta tertulis skala = 1 : 1.000.000.

Ini berarti jarak 1 cm dalam peta mewakili 1.000.000 cm atau 10 km dalam lokasi sesungguhnya.

2). Skala Inci – Inci to Mile Scale

Skala inci adalah  skala yang menunjukkan jarak 1 inci di peta sama dengan sekian mil di lapangan.

Contoh Skala Inci – Inci to Mile Scale

Pada suatu peta tertulis skala = 1 inc – 4 miles.

Ini berarti 1 inci di dalam peta mewakili 4 mil di lapangan.

3). Skala Grafik – Graphic Scale

Skala grafik adalah skala yang ditunjukkan dengan garis lurus, yang dibagi menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama. Pada setiap bagian menunjukkan satuan panjang yang sama pula.

Contoh Skala Grafik – Graphic Scale

5 cm = 50 km

Ini artinya jarak 1 cm dalam peta sama panjangnya dengan 10 km dalam lokasi sesungguhnya.

Contoh Skala Grafik – Graphic Scale Peta 6
Contoh Skala Grafik – Graphic Scale Peta 6

Rangkuman – Ringkasan Peta,

1). Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

2). Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang dipetakan, dan informasi/isinya,

3). Fungsi peta:

a). menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi/letak suatu daerah terhadap daerah lain di permukaan bumi ke dalam bidang datar;

b). sebagai sumber data yang dapat memberikan data tentang potensi suatu daerah;

c). sebagai alat bantu analisis;

d). sebagai alat penyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;

e). sebagai suatu hasil karya seni.

4). Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya

5). Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala dapat dibedakan menjadi:

a). skala verbal/inci,

b). skala angka/pecahan, dan

c). skala garis.

6). Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset, garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin (orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.

7). Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.

8). Syarat-syarat pembuatan peta adalah

a). arahnya benar dan tepat,

b). jarak, bentuk, serta luasnya mendekati yang sebenarnya, dan

c). memiliki keterangan mengenai keadaan peta tersebut.

8). Langkah utama pembuatan peta, yaitu

a). pengumpulan data,

b). perancangan peta berdasarkan data,

c). pencetakan.

9). Mengatur peta dengan benar yaitu menyejajarkan antara utara peta dan utara kompas.

10). Resection, digunakan bila mengatur peta dengan benar, memilih dua buah titik yang sudah dikenal benar, bidik dengan kompas dan catat sudut-sudut yang didapat, tentukan arah utara peta, hitung dan gambar, buat perpanjangan garis hingga titik A dan B memotong di suatu titik dan perpotongan itu sebagai titik pengamat.

11). Intersection yaitu menentukan letak suatu titik (sasaran) di medan atau di peta. Kegunaan intersection adalah untuk mengetahui posisi seseorang di peta, mengetahui secara tepat pesawat yang jatuh, atau lokasi kebakaran di suatu tempat di hutan.

15+ Contoh Soal: Jenis Skala Numerik Verbal Grafik Peta Diperbesar Diperkecil

Berikut contoh contoh soal Jenis, Skala, Peta, yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal: Skala Numerik Perbandingan Jarak Peta Dan Sebenarnya,

Skala yang menyatakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan yang dinyatakan dalam bentuk angka adalah pengertian dari ….

a). skala verbal

b). skala garis

c). skala inci

d). skala numerik

e). skala grafik

Jawab; d

2). Contoh Soal: Skala Garis Berupa Garis Lurus Satuan Panjang Sama,

Skala yang ditunjukkan dengan garis lurus, yang dibagi menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama. Pada setiap bagian menunjukkan satuan panjang yang sama pula.

a). skala verbal

b). skala garis

c). skala inci

d). skala numerik

e). skala grafik

jawab : b

3). Contoh Soal: Skala Kata (Verbal),

Yang merupakan merupakan contoh penulisan skala verbal yaitu

a).  skala: satu sentimeter pada peta berbanding dengan lima ratus meter di muka bumi.

b). skala 1 : 10.000

c). skala 1 cm : 1 km

d). skala 500.000 : 1

e). skala 1 cm : 10.000 cm

jawab a

4). Contoh Soal: Pengertian Skala Verbal,

Skala pada peta yang dinyatakan dalam bentuk kalimat lengkap adalah…

a). skala verbal

b). skala garis

c). skala inci

d). skala numerik

e). skala grafik

jawab : b

5). Contoh Soal Ujian Menentukan Arti Skala Peta,

Suatu peta tertulis skala 1 : 500.000. Hal tersebut berarti ….

a). setiap 1 cm di peta sama dengan 500.000 km di lapangan

b). setiap 1 cm di peta sama denan 500.000 cm di lapangan

c). setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 cm di lapangan

d). setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 km di lapangan

e). setiap 1 cm di peta sama dengan 500 km di lapangan

Jawab : b

6). Contoh Soal Ujian Mengitung Jarak Antar Kota Pada Peta Skala Numerik Angka,

Diketahui jarak Kota X ke Kota Y pada peta dengan skala 1: 50.000 adalah 5 cm. Berapakah jarak Kota X ke Kota Y sebenarnya.

Diketahui:

Skala = 1 : 50.000

Jarak pada peta 5 cm

Rumus Menentukan Jarak Sebenarnya Antar Kota Dari Peta Skala Numerik,

Jarak antar kota yang ditentukan dari peta berskala dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut…

JS = JP x S

JS = Jarak sebernarnya

JP = jarak pada peta

S = skala

JS = 5 x 50.000

JS = 250.000 cm atau

JS = 2500 m atau

JS = 2,5 km

Jadi jarak sebenarnya Kota X ke Kota Y adalah 2,5 km.

7). Contoh Soal: Menentukan Skala Peta Dari Jarak Peta Dan Sebenarnya,

Jika jarak dua titik di peta 5 cm dan jarak sebenarnya di muka bumi 5 km, maka skala petanya adalah ….

a). 1: 1.000

b). 1: 10.000

c). 1: 100.000

d). 1 : 50.000

e). 1: 1.000.000

Jawab: c

Diketahui

Jarak sebenarnya = JS

JS = 5 km = 500.000 cm

Jaral pada peta = JP

JP = 5 cm

Menentukan Skala Peta,

Skala peta dapat ditentukan dengan rumus seperti berikut

JS = JP x S atau

S = Skala

S = JS/JP

S = 500.000/5

S = 100.000 cm

Jadi, skala peta adalah 1 : 100.000

8). Contoh Soal: Peta Kontur Tinggi Rendah Permukaan Bumi,

Peta yang menggambarkan tinggi rendahnya permukaan bumi disebut peta ….

a). kontur

b). arkeologi

c). geologi

d). geomorfologi

e). isohyet

Jawab: a

9). Contoh Soal: Pengertian Ukuran Skala Peta Kadaster,

Peta yang berskala 1 : 100 sampai 1 : 5.000 disebut peta ….

a). skala kecil

b). kadaster

c). skala sedang

d). skala besar

e). geografi

Jawab: b

10). Contoh Soal: Peta Sertifikat Hak Milik Tanah ,

Peta yang berguna untuk menggambarkan peta tanah dalam sertifikat hak milik tanah adalah…

a). skala kecil

b). kadaster

c). skala sedang

d). skala besar

e). geografi

Jawab: b

11). Contoh Soal: Pengertian Peta Skala Geografi,

Peta yang memiliki Skala kurang dari 1 : 1.000.000 disebut peta…

a). skala kecil

b). kadaster

c). skala sedang

d). skala besar

e). geografi

Jawab: e

12). Contoh Soal Fungsi Peta Skala Geografi Untuk Gambar Peta Benua Dunia,

Peta yang digunakan untuk menggambar benua atau dunia.

a). skala kecil

b). kadaster

c). skala sedang

d). skala besar

e). geografi

Jawab: e

13). Contoh Soal: Peta Geologi Peta Struktur Batuan,

Peta yang menggambarkan struktur batuan disebut peta ….

a). geografi

b). geologi

c). arkeologi

d). geomorfologi

e). tanah

Jawab: b

14). Contoh Soal: Peta Topografi Konfigurasi Kontur Permukaan Bumi,

Peta yang menggambarkan konfigurasi permukaan bumi. Peta ini dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi).

a). geografi

b). geologi

c). arkeologi

d). geomorfologi

e). topografi

Jawab: e

15). Contoh Soal Ujian Menentukan Ketinggian Tempat Peta Kontur Topografi,

Titik x pada peta adalah 75 m, maka titik Y terletak di keringgian …. dan dimanfaatkan untuk….

Contoh Soal Ujian Menentukan Ketinggian Tempat Peta Kontur Topografi,
Contoh Soal Ujian Menentukan Ketinggian Tempat Peta Kontur Topografi,

a). 125 m, perkebunan jagung

b). 100 m, pertanian padi

c). 75 m, perkebunan the

d). 50 m, tumbuhan bunga

e). 15 m, tanaman sayuran

Jawab : a

Diketahui.

Skala peta 1 : 50.000

Menentukan Interval Kontur Pada Peta Topografi,

Jarak Interval garis kontur dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut:

CI =(1/2000)  x PS

CI = counter interval

PS = penyebut skala

CI = (1/2000) x 50.000

CI = 25 m

Menentukan Ketinggian Tempat Peta Topografii,

Ketinggian titik Y pada peta topografi dapat rumuskan dengan cara berikut…

Y = 75 + 2 (25)

Y = 75 + 50

Y = 125 m

Jadi, ketinggian titik Y adalah 125 meter, pada ketinggian 125 m, lahat dapat dimanfaatkan untuk perkebunan jagung.

16). Contoh Soal Jawaban Menentukan Skala Peta Dengan Contour Interval,

Suatu peta wilayah mempunyai Ci = 20 meter. Hitung Berapa skala peta tersebut?

Diketahui

Ci = 20 m

Menentukan Skala Pada Peta Topografi,

Skala pada peta topografi dapat ditentukan dengan rumus  contour interval seperti berikut:

CI =(1/2000)  x PS atau

PS = CI x 2000

CI = counter interval

PS = penyebut skala

PS = 20 x 2000

PS = 40.000 m

Jadi, penyebut skala adalah 40.000, Ini Artinya peta tersebut memiiki skala 1 : 40.000.

17). Contoh Soal Menentukan Ketinggian Tempat Gambar Peta Kontur,

Jika jarak titik X ke Z pada gambar peta kontur adalah 12 cm, sedangkan jarak titi Y ke Z adalah 3 cm, maka ketinggian titik Y adalah…. dan tanah cocok untuk…

Contoh Soal Menentukan Ketinggian Tempat Gambar Peta Kontur,
Contoh Soal Menentukan Ketinggian Tempat Gambar Peta Kontur,

a). 710 m , perkebunan sawit

b). 720 m, tanaman jeruk,

c). 730 m, perkebunan coklat,

d). 740 m, tanaman kopi,

e), 750 m, pertambangan

Jawab: d

Ketinggian Z = Z = 770 m

Ketinggian X = X = 650 m

Menentukan Ketinggian Titik / Tempat Y Pada Peta Kontur

Ketinggian suatu tempat titik pada peta kontur dapat dihitung dengan cara berikut

CI = Z – X

CI = 770 – 650

CI = 120 m

d2 = jarak X – Z = 12 cm

d3= jarak Y – Z = 3 cm

d1 = jarak X – Y

d1  = d2 – d3

d1 = 12 – 3

d1 = 9 cm

Maka ketinggian pada titik Y adalah

Y = [(d1/d2) x CI]+ X

Y = [(9/12) x 120] + 650

Y = 90 + 650

Y = 740 m

Jadi, ketinggian titik Y adalah 740 dan cocok untuk perkebunan kopi

18). Contoh Soal: Proyeksi Azimuthal Proyeksi Bidang Datar,

Proyeksi azimuthal ialah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya.

a). Proyeksi Azimuthal

b). Proyeksi Kerucut

c). Proyeksi Silinder

d). Proyeksi Universal Transverse Mercator

e). Proyeksi normal

Jawab: a

Contoh Soal: Warna Dasar Biru Penampakan Hidrografi, 

Warna dasar biru pada peta biasaya digunakan untuk menggambarkan ….

a). hipsografi

b). warna dasar peta

c). hidrografi

d). vegetasi

e). budaya

Jawab: c

Contoh Soal: Pembesaran Pengecilan Peta Skala Grafik Batang Garis,

Pembesaran dan pengecilan peta dapat dilakukan dengan mesin potokopi agar mudah menghitung perubahan skala peta hasil pembesaran atau pengecilan, sebaiknya peta asli menggunakan skala

a). angka.

b). numerik.

c). grafik

d). verbal

e). sebenarnya

Jawab. c

Contoh Soal: Menentukan Skala Hasil Pembesaran Dengan Fotocopy,

Apabila sebuah peta berskala 1:2.000.000 diperbesar 5 kali, maka berapa skala perubahannya?

Rumus Menentukan Skala Peta Sebelum – Setelah Pembesaran,

Rumus untuk peta sebelum dibesarkan

JS1 = JP1 x S1

JP1 = jarak pada peta sebelum dibesarkan (Peta awal)

S1 = skala sebelum dibesarkan

Rumus untuk peta setelah dibesarkan

JS2 = JP2 x S2

JP2 = jarak pada peta setelah dibesarkan (peta hasil perbesaran)

S2 = skala setelah dipebesarkan,

Rumus Menentukan Besar Skala Setelah Diperbesar

Besar skala setelah diperbesar dapat dinyatakan dengan rumus berikut

JS1 = JS2

JP2 x S2 = JP1 x S1

S2 = (JP1/JP2) x S1

anggap saja JP1 = 1

pembesaran 5 kali, sehingga JP2

JP2 = 5 x 1 = 5

maka skala setelah peta diperbesar adalah

S2 = (1/5) x 2000.000

S2 = 400.000

Jadi, skala peta setelah diperbesar 5 kali adalah 1: 400.000

Contoh Soal: Menentukan Skala Peta Yang Tidak Diketahui,

Jarak antar kota A dan B pada peta berskala 1: 100.000 adalah 5 cm, jika peta diperbesar 4 kali, tentukan skala peta dan jarak kota A dan B setelah diperbesar,

Diketahui

S1 = 100.000

JP1 = 5 cm

Perbesaran = 4 kali

Rumus untuk peta sebelum dibesarkan

JS1 = JP1 x S1

JP1 = jarak pada peta sebelum dibesarkan (Peta awal)

S1 = skala sebelum dibesarkan

Rumus untuk peta setelah dibesarkan

JS2 = JP2 x S2

JP2 = jarak pada peta setelah dibesarkan (peta hasil perbesaran)

S2 = skala setelah dipebesarkan,

Rumus Menentukan Jarak Antar Kota Pada Peta Setelah Diperbesar

Jarak antar kota A da B setelah peta diperbesar 4 kali dapat dinyatakan dengan rumus berikut

JP2 = 4 x JP1

JP2 = 4 x 5 = 20 cm

Jadi jarak antar Kota A dan B pada peta yang diperbesar adalah 20 cm

Rumus Menentukan Skala Peta Diperbesar,

JS2 = JS1 maka

JP2 x S2 = JP2 x S2    atau

S2 = (JP1/JP2) x S1

maka skala setelah peta diperbesar adalah

S2 = (5/20) x 100.000

S2 = 25.000

Jadi, skala peta setelah diperbesar adalah 1: 25.000

Contoh Soal: Skala Peta Setelah Diperkecil Dua Kali,

Jika terdapat sebuah peta dengan skala 1:50.000 diperkecil 2 kali, maka skalanya akan berubah menjadi ….

a). 1:12.500

b). 1:25.000

c). 1:100.000

d). 1:125.000

e). 1:150.000

Diketahui

S1 = 50.000

diperkecil 2 kali sama dengan diperbesar ½  kali.

Rumus Menentukan Skala Peta Diperkecil,

Skala peta yang diperkecil dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

S2 = (JP1/JP2) x S1

anggap saja  JP1 = 1 sehingga

diperkecil 2 kali sama dengan diperbesar ½ kali

JP2 = (½) x 1

JP2 = (½)

maka skala peta yang diperbesar adalah

S2 = (JP1/JP2) x S1

S2 = (1/½) x 50.000

S2 = 2 x 50.000

S2 = 100.000

Jadi skala peta setelah diperkecil 2 kali menjadi 1:100.000

Ringkasan Materi Peta

Pengertian Peta,

Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang digambarkan pada bidang mendatar dengan menggunakan skala.

Jenis Peta

Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang dipetakan, dan informasi/isinya,

Fungsi Peta,

Fungsi peta antara lain untuk menyajikan data tentang potensi suatu daerah, membantu dalam pembuatan suatu desain misalnya desain jalan, sebagai penunjuk arah suatu lokasi atau posisi, untuk memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak di permukaan bumi, untuk memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.

Tujuan Pembuatan Peta,

Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya

Komponen – Peta,

Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset, garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin (orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.

Analisis Lokasi Industri,

Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.

Ciri Lokasi Industri,

Berdasarkan teori lokasi industri maka lokasi industri memiliki kecenderungan untuk didirikan dekat dengan tenaga kerja, sumber tenaga, bahan mentah, dan pasar.

Analisis Lokasi Pertanian,

Analisis lokasi pertanian terdiri atas dua tahap. Pertama pengumpulan data. Ke dua tahap penentuan kelas lahan.

Data Analisis Lokasi Pertanian,

Data yang perlu dikumpulkan dalam analisis lokasi pertanian adalah iklim, topografi, proses geomorfik, tanah, dan tata air.

Klasifikasi Lahan Pertanian,

Kelas lahan pertanian di bagi menjadi 8 kelas lahan pertanian, yaitu kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, dan kelas VIII.

Investasi: Tujuan Jenis Contoh Risiko Instrumen Investasi Riil Finansial Direct Investing Indirect Investing

Pergertian Investasi: investasi adalah setiap tindakan menunda penggunaan dana untuk konsumsi pada saat ini ke masa yang akan datang dengan tujuan memperoleh peningkatan keuntungan dalam bentuk kesejahteraan dan/atau kekayaan dengan ukuran keuangan.

Pengertian Investasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Pengertian Investasi Menurut Jones,

Menurut  Jones, Investasi didefinisikan sebagai komitmen pendanaan ke dalam satu atau lebih aset yang dipegang untuk beberapa periode waktu mendatang.

Pengertian Investasi Menurut Jogiyanto,

Menurut Jogiyanto, investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang efesien selam periode waktu tertentu.

Pengertian Investasi Menurut Hartono,

Menurut Hartono, investasi didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aset produktif selama periode waktu tertentu.

Pengertian Investasi Menurut Sumanto,

Menurut Sumanto, investasi merupakan komitmen sejumlah dana suatu periode untuk mendapatkan pendapatan yang diharapkan di masa yang akan datang sebagai kompensasi unit yang diinvestasikan.

Pengertian Investasi Menurut Myers,

Menurut Myers, invetasi adalah konsumsi yang ditunda dengan harapan konsumsi lebih besar di masa mendatang.

Pengertian Investasi Menurut Sutha,

Menurut Sutha, Investasi adalah penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai, atau memberikan return yang positif

Pengertian Investasi Menurut Webster,

Menurut Webster, Investasi adalah penanaman uang dengan harapan mendapat hasil dan nilai tambah.

Pengertian Investasi Menurut Mankiw,

Menurut Mankiw, Investasi didefinisikan sebagai barang-barang yang dibeli oleh individu ataupun perusahaan untuk menambah persediaan modal mereka

Pengertian Investor,

Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi biasanya disebut investor.  Investor adalah orang perseorangan atau Lembaga baik doestik atau nondomestic yang melakukan suatu investasi baik dala jangka pendek atau jangka Panjang.

Jenis Jenis Investor,

Investor pada umumnya dapat dikelompokan menjadi investor individual – individual/ retail investors, investor institusional – institutional investors, Investor Risk Averse, Investor Risk Taker, dan Investor risk neutral,

Investor Individual,

Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi.

Contoh Investor Individual,

Contoh investor individual adalah seseorang yang menginvestasikan dananya dalam bentuk saham akan disebut sebagai investor individual.

Investor Institusional,

Investor institusional adalah investor yang biasanya terdiri dari perusahaan- perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana.

Contoh Investor Institusional,

Contoh investor institusional misalanya bank dan lembaga simpan- pinjam, lembaga dana pensiun maupun perusahaan investasi.

Lembaga seperti ini biasanya mengumpulkan uang dari para anggotanya (nasabahnya) dan selanjutnya menggunakan uang tersebut sebagai modal untuk investasi pada reksadana tertentu ataupun bisa juga dibelikan saham atau obligasi.

Investor Risk Averse,

Investor risk averse adalah investor yang mengambil keputusan invesatasinya berdasarkan kriteria maximin. Investasi dengan risiko paling rendah dan imbal hasil yang terbaik namun rendah.

Investor Risk Taker,

Investor risk taker adalah investor yang mengambil keputusan investasinya berdasarkan kriteria maximax. Investasi dengan imbal hasil yang terbaik dan tinggi dengan risiko yang juga tinggi,

Investor Risk Neutral,

Investor risk neutral adalah investor yang mengambil keputusan investasi berdasarkan pada kriteria realsism. Investor risk neutral berada ditengah- tengah investor risk averse dengan risk taker

Investor bersedia menanggung sejumlah risiko pada tingkat tertentu dengan imbal hasil yang juga tertentu.

Tujuan Investasi

Secara khusus, tujuan investasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan (welfare) dalam bentuk kesejahteraan moneter (monetary welfare) untuk masa kini, maupun mendatang. Tujuan investasi yang lebih luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor

Adapun Beberapa tujuan investasi diantaranya adalah…

a). Mendapat Tingkat Kehidupan Yang Lebih Baik

Investasi dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik/sejahtera di masa yang akan datang. Nilai kekayaan saat ini dapat ditingkatkan atau sekurang-kurangnya dapat dipertahankan di masa mendatang.

b). Antisipasi Inflasi

Inflasi pada dasarnya merupakan penurunan terhadap nilai kekayaan di masa yang akan datang. Aktivitas investasi mampu mempertahankan nilai kekayaan akibat inflasi serta mampu pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa yang akan datang,

c). Mengurangi Ketidakpastian – Uncertainty

Masa depan adalah masa yang tidak pasti. Dengan melakukan investasi maka investor berpeluang untuk mengurangi ketidakpastian atau perubahan arah yang dapat menurunkan kekayan/kesejahteraannya yang lebih besar. Sekurang-kurangnya risiko kerugian yang muncul dapat ditekan.

d). Peluang   Penghematan Pembayaran Pajak

Di Banyak negara ada sejumlah insentif dalam bentuk pengurangan atau penghematan pembayaran pajak yang diberikan kepada investor yang mau memberikan kekayaan atau dana yang dimilikinya pada bidang investasi tertentu. Khususnya pada sektor-sektor yang mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar.

Manfaat Investasi

Manfaat yang ditimbulkan dengan dilakukannya investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut

1). Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik)

Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik) seperti investasi di bidang infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan, pasar dan seterusnya), investasi di bidang konversi alam, bidang pengelolaan sampah, bidang tekonogi, bidang penelitian dan pengembangan, bidang olahraga, pertahanan dan keamanan, dan investasi lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

2). Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu

Investasi yang mendatangkan manfaat untuk kelompok masyarakat tertentu, dan lingkungan tertentu seperti investasi di bidang keagamaan, membangun sarana ibadah dan sarana keagamaan lainnya, bidang pendidikan dan sumberdaya manusia, bidang olehraga tertentu, bidang infrastruktur tertentu, bidang konversi alam/lingkungan tertentu, bidang pengelolaan sampah di lingkunga tertentu, dan investasi lainnya yang bermanfaat.

3). Investasi yang bermanfaat untuk pribadi dan rumah tangga

Investasi yang mendatangkan manfaat bagi pribadi atau rumah tangga, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya di mas mendatang, seperti investasi untuk perumahan pribadi maupun keluarga, investasi untuk pendidikan pribadi atau keluarga, investasi di bidang keagamaan, investas untuk usaha, serta investasi lainnya yang bermanfaat.

Instrumen Investasi,

Instrumen dapat dikelompokkan menjadu dua kelompok besar yaitu instrumen investasi riil dan instrumen investasi finansial.

Instrumen Investasi Riil

Investasi ini dilakukan pada aktiva yang bisa terlihat dan dapat diukur secara jelas. Instrumen investasi riil merupakan investasi kepada barang fisik seperti pembelian rumah, gudang, dan barang fisik tidak bergerak serta barang fisik bergerak lainnya.

Instrumen investasi dapat juga dikelompokkan menjadi instrumen berpendapatan tetap (Fixed Income Securities) dan tidak berpendapatan tetap.

Instrumen Investasi Berpendapaan Tetap

Instrumen berpendapatan tetap adalah instrumen yang memberikan penghasilan tetap selama periode instrumen tersebut, tetapi harga pokok instrumen tersebut dapat berubah- ubah.

Harga pokok dapat di atas atau di bawah harga nominal sesuai dengan perubahan tingkat bunga yang berlaku.

Contoh Investasi Riil,

Contoh investasi riil adalah membeli property seperti membeli tanah, membeli bangunan, rumah, ruko, apartemen, emas, perhiasan dan sebagainya

Instrumen Investasi Finansial,

Finacial Investment adalah investasi terhadap produk produk keuangan atau aktiva bersifat keuangan

Contoh Investasi Finansial,

Adapun contoh instrumen investasi aset finansial diantaranya adalah sebagai berikut…

1). Instrumen Investasi Finansial – Rekening Koran,

Rekening koran adalah sebuah rekening yang dimiliki investor di bank di mana digunakan investor untuk menyimpan dananya sementara. Investor mendapatkan keuntungan dari tingkat bunga.

2). Instrumen Investasi Finansial – Desposito,

Deposito dalah sebuah surat hutang yang hanya diterbitkan oleh bank untuk mendapatkan dana dengan jangka waktu tertentu dan tingkat bunga tertentu.

Investor yang melakukan investasi pada deposito akan mendapatkan dananya yaitu prinsipal dan pokoknya pada saat jatuh tempo.

3). Instrumen Investasi Finansial – Negotiable Certificate Deposits – NCD,

Negotiable Certificate Deposits – NCD adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh bank ketika tingkat bunga dan periode waktu dinegosiasikan antara bank dan investor.

Nilai investasi pada NCD dimulai dengan nilai yang tidak sama dengan deposito dan nilainya minimum Rp500 juta.

4). Instrumen Investasi Finansial – Promisorry Notes – PN,  

Promisorry Notes (PN) adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau seseorang untuk mendapatkan dana dan mempunyai kewajiban yang harus dibayar ketika jatuh tempo.

Investor membeli Promisorry Notes PN pada harga diskon dan menerima pada saat jatuh tempo sebesar nilai prinsipalnya.

5). Instrumen Investasi Finansial – Commercial Papers – CP,

Commercial Papers – CP  adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau seseorang untuk mendapatkan dana dan mempunyai kewajiban yang harus dibayar ketika jatuh tempo.

Penerbit surat hutang ini harus mengajukan rating (peringkat) kepada perusahaan pemeringkat ketika menerbitkan surat hutang ini.

6). Instrumen Investasi Finansial – Repurchases Agreement – REPOs,

Repurchases Agreement – REPOs  adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh penerbit untuk mendapatkan dana dari pihak pemilik dana manakala adanya jaminan instrumen keuangan dan dibeli kembali oleh penerbit pada jatuh tempo dan jika tidak dibeli kembali maka menjadi milik pembeli instrumen tersebut.

REPOs merupakan tindakan pihak tertentu yang menggadaikan instrumen aset finansialnya untuk mendapatkan dana.

Karena konsep menggadaikan maka pihak tersebut harus menebus aset finansial yang digadaikan pada saat jatuh tempo dan bila tidak ditebus maka menjadi milik dari pemegang barang gadai atau pembeli REPOs.

7). Instrumen Investasi Finansial – Medium Term Notes – MTN,

Medium Term Notes – MTN adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan uang periode di atas satu tahun sampai dengan kurang 5 tahun dan membayar bunga secara berkala.

Surat utang ini diterbitkan dalam rangka mengisi kekosongan instrumen ketika ada investor yang ingin melakukan investasi dalam periode yang disebutkan serta tidak memerlukan peringkat.

Surat utang ini sangat berisiko dibandingkan dengan obligasi karena tidak adanya peringkat tersebut. Akibatnya, surat utang ini sangat cocok bagi investor yang sudah mengenal perusahaan yang menerbitkan surat utang tersebut.

8). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi,

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dalam rangka mendapatkan dana dan adanya pembayaran bunga secara berkala yang dikenal dengan kupon dan mempunyai umur manakala penerbit harus membayar prinsipalnya pada saat jatuh tempo.

Obligasi ini selalu ditawarkan secara publik dan Pemerintah mensyaratkan dilakukan peringkat oleh perusahaan pemeringkat. Adapun umur dari surat utang ini dimulai dari lebih satu tahun.

9). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi Konversi – Convertible Bond,  

Obligasi konversi adalah obligasi yang pada periode tertentu dapat dikonversikan dengan saham dari penerbit obligasi tersebut.

Obligasi konversi sama dengan obligasi biasa, tetapi obligasi ini mempunyai opsi bagi pembelinya untuk mengonversikannya kepada saham penerbit dengan harga dan ketentuan yang telah disepakati pada awal sebelum obligasi diterbitkan.

10). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi Tukar – Exchangeable Bond,

Obligasi tukar adalah sebuah obligasi konversi, tetapi konversi sahamnya bukan kepada penerbit obligasi melainkan kepada perusahaan afiliasi penerbit obligasi.

11). Instrumen Investasi Finansial –  Saham,

Saham adalah bukti kepemilikan atas perusahaan dan tidak mempunyai jatuh tempo serta tidak mempunyai hak mendapatkan pendapatan secara berkala.

Bila perusahaan dilikuidasi maka pemegang saham ini akan mendapatkan pembagian aset paling akhir dan bila tidak ada lagi yang tersisa maka pemegang saham ini tidak mendapatkan apa-apa.

12). Instrumen Investasi Finansial –  Reksa Dana,

Reksa dana adalah kumpulan dana dari investor yang diinvestasikan pada instrumen efek dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Investor manaruh dana pada Reksa Dana kemudian Reksa Dana melakukan investasi pada instrumen efek.  

13). Instrumen Investasi Finansial –   Opsi ,

Opsi adalah hak yang dimiliki oleh pemegangnya untuk membeli atau menjual undelying aset pada harga tertentu untuk periode tertentu pula. Hak tersebut dapat dieksekusi dan juga tidak usaha dieksekusi oleh pemegang (pembeli) opsi tersebut.

14). Instrumen Investasi Finansial –  Warran,

Warran adalah instrumen investasi yang mempunyai keharusan membeli saham perusahaan pada periode tertentu dan memiliki jatuh tempo.

Warran ditukarkan kepada saham yang diterbitkan perusahaan dan diperdagangkan di Bursa di mana harga tergantung kepada harga saham.

Warran ini diterbitkan ketika perusahaan melakukan offering saham pada saat IPO dan penawaran obligasi secara cuma-cuma dengan maksud sebagai pemanis dari IPO saham dan obligasi tersebut.

15). Instrumen Investasi Finansial –  Rights,

Rights adalah hak yang harus dimiliki pemegang saham untuk membeli saham yang akan dikeluarkan perusahaan di mana perusahaan sedang melakukan right issue.

Right ini mempunyai periode perdagangan yang singkat dan tercantum nilai harga saham dibeli pada peridoe right issue tersebut.

16). Instrumen Investasi Finansial –  Futures ,

Futures adalah instrumen investasi yang diperdagangkan di Bursa ketika pembeli berhak membeli atau menjual instrumen aset finansial atau komoditi pada harga tertentu dan periode tertentu.

Pasar yang mentransaksikan futures ini adalah PT Bursa Berjangka Jakarta untuk komoditi dan PT Bursa Efek Jakarta untuk aset finansial.  

17). Instrumen Investasi Finansial – Forward,

Forward adalah instrumen investasi yang ditransaksikan di luar Bursa yang merupakan kesepakatan dua pihak di mana pembeli dan penjual sepakat melakukan transaksi jual beli instrumen aset finansial atau komoditi pada harga tertentu dan periode tertentu.

Transaksi forward dikenal juga dengan transaksi over-the-counter – OTC.

18). Instrumen Investasi Finansial –  SWAP,

Swap adalah kesepakatan antara dua pihak atau melalui bank untuk mempertukarkan arus kas yang dimiliki masing- masing sehingga masing-masing merasa diuntungkan dengan transaksi tersebut.

Transaksi yang dipertukarkan yaitu tingkat bunga dan valuta asing dan instrumen ini akan dijelaskan pada bab tersendiri.

Metoda Cara Investasi Intrumen Keuangan

Ada 2 cara dalam berinvestasi pada asset finansiil – financial assets yaitu investasi secara langsung dan investasi secara tidak langsung,

1). Investasi Secara Langsung,

Investasi langsung adalah invetasi yang dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjual belikan di pasar uang, pasar modal, atau pasar turunan. Investasi yang dilakukan tanpa bantuan prantara.

Investasi langsung juga dapat dilakukan dengan membeli aktiva yang tidak diperjual belikan, biasanya diperoleh dari bank komersial.

Contoh Investasi Langsung,

Contoh investasi langsung adalah membeli saham di bursa saham, deposito dan sertifikat deposito.

2). Investasi Secara Tidak Langsung,

Invetasi secara tidak langsung adalah investasi yang dilakukan dengan menggunakan prantara atau investasi yang dilakukan melalui perusahaan investasi.

Pada Investasi secara tidak langsung, pengelolaan surat berharga diwakilkan kepada suatu badan atau lembaga yang mengelola investasi para pemegang surat berharganya.

Contoh Investasi Secara Tidak Langsung,

Kepemilikan aset secara tidak langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan yang terdaftar, yang bertindak sebagai perantara. Contohnya membeli Reksadana.

Proses Manajemen Keputusan Investasi,

Proses investasi merupakan manajemen seorang investor dalam melakukan investasi. Proses manajemen investasi adalah  Menetapkan sasaran investasi,  Membuat kebijakan investasi, Memilih strategi portofolio, Memilih aktiva atau asset, Mengukur dan mengevaluasi kinerja

a). Menetapkan Sasaran Tujuan Investasi,

Sasaran investasi yang paling umum adalh memperoleh pengembalian dari dana yang diinvestasikan yang jumlahnya lebih besar dari dana yang dikeluarkan.

b). Membuat Kebijakan Investasi,

Kebijakan investasi investor, yaitu bagaimana dana sebaiknya didistribusikan terhadap kelompok- kelompok aktiva utama yang ada. Kelompok aktiva umumnya meliputi saham, obligasi, real estat dan sekuritas-sekuritas lain.

c). Memilih Strategi Portofolio,

Strategi portofolio dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif.

Strategi Portofolio Aktif,

Strategi portofolio aktif menggunakan informasi-informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan untuk memperoleh kinerja terbaik.

Strategi Portofolio Pasif,

Strategi portofolio pasif adalah strategi yang mendasarkan kinerja pasar – strategi pasif mengasumsikan bahwa pasar akan merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada harga sekuritas.

d). Memilih Aktiva,

Dalam memilih aktiva meliputi usaha untuk mengidentifikasi kesalahan penetapan harga sekuritas, dimana pada tahap ini investor berusaha merancang portofolio yang efisien.

e). Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja,

Dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja mendasarkan pada patokan (benchmark) secara relatif dari portofolio sekuritas yang telah ditentukan dengan portofolio lain yang sesuai.

Dasar Keputusan Investasi,

Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko.

a). Return – Dasar Keputusan Investasi,

Tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Investor akan menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya.

Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi.

b). Risiko – Dasar Keputusan Investasi,

Risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return yang diharapkan.

Investor mengharapkan return yang setinggi tingginya dari investasi yang dilakukannya. Namun demikian investasi selalu memiliki risiko. Umumnya semakin besar risiko maka semakin besar pula tingkat return yang diharapkan.

c). Hubungan Tingkat Risiko dan Return Dasar Keputusan Investasi,

Hubungan antara risiko dan return yang diharapkan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linear. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return yang diharapkan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.

Risiko Investasi,

Risiko adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari kehidupan, yang dapat terjadi tetapi tidak dapat selalu dihindari (part of business which could be unavoidable).

1). Risiko Likuiditas – Marketability – Liquidity,

Risiko yang berkaitan dengan  tingkat kemudahan sebuah investasi untuk dapat dicairkan atau diuangkan kembali

2). Risiko Investasi – Investment Risk,

Risiko yang berhubungan dengan kemungkinan memperoleh hasil investasi yang rendah atau malah minus terhadap produk tanpa risiko (risk free asset)

3). Risiko Gagal – Wanprestasi – Default,

Risiko yang disebabkan peminjam/penerbit instrumen investasi tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan yang dijanjikan/ disepakati pada waktunya. (Risiko yang membuat suatu investasi tidak ada harganya lagi)

4). Risiko Kredit – Credit,

Risiko yang berkaitan dengan kredibilitas dalam pelunasan utang. Risiko kredit tinggi berarti stabilitas keuangan investasi tsb menurun

5). Risiko pajak – Tax,

Risiko yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan yang timbul dari aktivitas investasi yang dilakukan.

6). Risiko Inflasi – Inflation Risk,

Risikko yang berkaitan dengan adanya potensi penurunan riil nilai pokok investasi dan hasil investasi di masa depan.

7). Risiko Bunga – Interest Rate Risk,

Risiko yang berkaitan dengan tingkat suku bunga (Suku bunga menurun : tabungan dan deposito turun; suku bunga naik : harga obligasi turun)

8). Risiko Mata Uang – Currency,

Risiko yang berkaitan dengan nilai mata uang negara lain dalam hubungannya dengan mata uang dalam negeri (Indonesia)

9). Risiko Politik Politic Risk,

berkaitan dengan kondisi politik suatu negara (misalnya pemberontakan, kerusuhan, dll)

10). Risiko Pasar – Market,

Risiko yang berkaitan dengan mekanisme pasar dimana investasi kita berada.  Mis. jika permintaan atas US$ tinggi, maka nilai US$ akan meningkat

11). Risiko Karena Suatu Hal – Event Risk,

Risiko yang berkaitan dengan keadaan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dari sudut pandang ekonomi. Contohnya peledakan bom di BEJ secara langsung mempengaruhi pasar saham. Atau contoh lain, adanya penemuan yang mengubah standar regulasi suatu produk

12). Risiko Investasi Dibayar Lebih Cepat – Prepayment Risk,

Risiko yang dihadapi investor dalam kemungkinan mendapatkan pengembalian pokok investasi lebih awal dari jangka jatuh tempo, sehingga nilai yang diterima lebih rendah

13). Risiko Investasi Dibayar Lebih Lambat

Risiko yang terjadi ketika investasi dikembalikan/ dibayar lebih lama dari jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya

14). Risiko Kesempatan  – Opportunity Risk,

Risiko yang terjadi ketika suatu investasi pada satu jenis investasi tertentu dilakukan, maka kehilangan kesempatan untuk menginvestasikannya pada jenis investasi lainnya.

    Reksa Dana: Jenis Reksa Dana Pasar Uang Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Campuran Reksa Dana Indeks

    Reksa Dana adalah kumpulan dana yang diperoleh dari masyarakat dan diinvestasikan ke dalam instrumen efek serta dikelola oleh Manajer Investasi.

    Reksa dana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksadana, untuk digunakan sebagai modal berinvestasi baik di pasar modal maupun di pasar uang.

    Pengertian Reksa Dana Menurut UU No 8 Tahun 1995 Tentang Pasae Modal,

    Menurut UU No 8 Tahun 1995 Tentang Pasae Modal, Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk mengimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek olhe manajer Investasi.

    Pengertian Reksa Dana Menurut Sunariyah,

    Menurut Sunariyah, reksa dana adalah kumpulan saham saham dan obligasi obligasi atau sekuritas lainnya yang dimiliki sekelompok pemodal dan dikelola perusahaan investasi professional.

    Manfaat Reksa Dana,

    Beberapa manfaat yang dapat diperoleh invetor jika melakukan investasi dalam reksa dana antara lain…

    1). Investor walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko.

    2). Terkumpulnya dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang,

    3). Reksa dana mempermudah investor untuk melakukan investasi di pasar modal.

    4). Efisiensi waktu. investasi dikelola oleh manajer investasi profesional, maka investor tidak perlu membuang-buang waktu dan pikiran untuk memantau kinerja investasinya.

    5). Diversifikasi yang terwujud dalam bentuk portofolio akan menurunkan tingkat resiko.

    6). Transparansi informasi dalam perkembangan portofolio,

    7). Likuiditas cukup tinggi, kemudahan dalam mencairkan saham atau unit penyertaannya setiap saat.

    Jenis Risiko Reksa Dana,

    Risiko yang terdapat dalam reksa dana meliputi tiga jenis risiko berikut

    a). Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan- Reksa Dana,

    Turun naiknya nilai unit penyertaan tidak terlepas dari kenaikan atau penurunan

    harga efek ekuitas dan/atau efek utang yang menjadi alat investasi reksa

    dana tersebut.

    b). Risiko Likuiditas – Reksa Dana,

    Risiko likuiditas muncul jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya.

    Risiko Wanprestasi – Reksa Dana,

    Risiko wanprestasi merupakan risiko yang timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

    Jenis Reksa Dana,

    Reksa Dana dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu Reksa Dana Tertutup (Closed-end Fund) dan Reksa Dana Terbuka (Open-end Fund).

    Reksa Dana Tertutup,

    Reksa Dana Tertutup adalah Reksa Dana yang jumlah unit penyertaannya tetap dan pemegang unit hanya bisa membeli di Bursa sama seperti transaksi saham di Bursa.

    Pada reksadana tertutup, setelah dana yang terhimpun mencapai jumlah tertentu maka reksadana tersebut akan ditutup. Dengan demikian, investor tidak dapat menarik kembali dana yang telah diinvestasikan.

    Reksa Dana ini kurang terjamin likuiditasnya dan harganya selalu ditransaksikan di bawah NAV, dikarenakan Reksa Dana ketika membeli masih mempunyai biaya dan ketika dijual juga harus membayar biaya, akibatnya investor tidak mau rugi atas investasinya pada Reksa Dana ini.

    Reksa Dana Terbuka,

    Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana yang pembelian dan penjualan unit penyertaannya dilakukan kepada Manajer Investasi sehingga likuiditasnya sangat terjamin.

    Pada reksadana terbuka, investor dapat menginvestasikan dananya dan/ atau menarik dananya setiap saat dari reksadana tersebut selama reksadana tersebut masih aktif.

    Dengan demikian, investor dapat menjual kembali reksadana yang telah dibeli atau perusahaan reksadana dapat membeli kembali reksadana yang telah dijual.

    Investor membeli sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih yang diumumkan pada hari itu juga sehingga investor tidak dapat melakukan arbitrase.

    Reksa Dana dikelola profesional yang telah berpengalaman dan selalu mempunyai horizon waktu (time horizone) yang panjang karena investor menginvestasikan dananya untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi.

    Reksa Dana diregulasikan oleh Pemerintah sehingga Reksa Dana terdaftar di Lembaga Pengawas Pasar Modal dari negara yang bersangkutan.

    Jenis Reksa Dana – Berdasarkan Investasi,

    Berdasarkan investasinya, Reksa dana dapat dikelompokkan menjadi Reksa Dana Saham, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Pasar Uang, dan Reksa Dana Instrumen Berpendapatan Tetap

    1). Reksa Dana Pasar Uang,

    Reksa Dana Pasar Uang yaitu Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek yang bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu ) tahun.

    Reksa Dana yang Dana investasinya 100 persen diinvestasikan di produk Pasar Uang, yaitu Deposito Bank dan Surat Berharga yang masa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.

    Ciri – Ciri Reksa Dana Pasar Uang,

    – Tingkat risiko rendah

    – Tingkat pengembaliannya dapat lebih tinggi dari deposito

    – Sesuai untuk investor yang tingkat toleransi risikonya rendah dan jangka waktu investasinya pendek tidak dikenakan biaya pembelian (entry fee) dan biaya penjualan kembali (redemption fee)

    Contoh Reksa Dana Pasar Uang,

    Reksa Dana jenis ini biasanya menggunakan instrumen Pasar Uang seperti SBI dan Certificate Deposit yang tingkat risikonya dianggap rendah .

    2). Reksa Dana Pendapatan Tetap,

    Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang 80 persen dana investasinya dialokasikan pada produk investasi Obligasi atau Efek Utang yang jatuh temponya diatas 1 tahun.

    Contoh Reksa Dana Pendapatan Tetap,

    Secara umum obligasi yang beredar di Indonesai dan lazim digunakan oleh Manajer Investasi adalah Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi.

    Ciri Ciri Reksa Dana Pendapatan Tetap,

    Karakteristik dari Reksa Dana Pendapatan Tetap

    – Tingkat risiko relatif rendah

    – Memberikan tingkat pengembalian yang relatif pasti

    – Cocok untuk investor jangka menengah dan menginginkan hasil investasi yang relatif stabil.

    Reksa Dana Saham,

    Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80 % dari aktivanya dalam bentuk Efek Bersifat Ekuitas.

    Contoh Reksa Dana Saham,

    Reksa Dana ini umumnya berisi sebagian besar saham-saham terpilih yang dianggap memberikan tingkat pengembalian yang tinggi dan likuid

    Ciri Ciri Reksa Dana Saham,

    Karakteristik dari Reksa Dana ini :

    – Tingkat risiko cukup tinggi (tertinggi dari keempat jenis Reksadana)

    – Bertujuan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi

    – Cocok untuk investor jangka panjang dan menginginkan pertumbuhan dana jangka panjang.

    Reksa Dana Campuran,

    Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang yang perbandingannya tidak termasuk pada yang disebutkan diatas.

    Contoh Reksa Dana Campuran,

    Reksa Dana ini merupakan campuran dari instrumen obligasi dan saham yang perbandingannya tertentu sesuai dengan kebijakan Manajer Investasi.

    Ciri – Ciri Reksa Dana Campuran,

    Adapun ciri ciri dari reksa dana Campuran adalah :

    – Tingkat risikonya lebih moderat dibanding Reksa Dana Saham

    – Tingkat pengembaliannya relatif lebih tinggi dari Reksa Dana Pendapatan Tetap

    – Cocok untuk investor yang toleransi risikonya moderat tetapi menginginkan pertumbuhan juga pada investasinya.

    Reksa Dana Indeks

    Reksa Dana Indeks adalah Reksa Dana yang kinerjanya mengikuti indeks saham tertentu. Kemudahan Reksa Dana Indeks adalah performanya mengikuti indeks yang telah ditentukan, dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan Bursa, Biaya lebih rendah, transparansi atas pilihan produk indeks tersebut.

    Contoh Reksa dana Indeks

    Contoh indeks SRI Kehati, LQ45,SMinfra18, MSCI Indonesia dan banyak lagi.

    Pengelolaan Reksa Dana

    Berdasarkan cara pengelolanya, reksadana dapat berbentuk Perseroan atau Kontrak Investasi Kolektif.

    Reksa Dana Perseroaan,

    Reksadana berbentuk Perseroan merupakan suatu Perseroan yang dibentuk untuk mengelola dana dan investor membeli saham dari Perseroan tersebut. Reksadana ini dapat berbentuk terbuka atau tertutup

    Reksadana Kontrak Investasi Kolektif

    Reksadana Kontrak Investasi Kolektif adalah Kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang mengikat Pemegang Unit Penyertaan, dimana manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

    Manajer Investasi Reksa Dana

    Manajer Investasi adalah Perusahaan yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio investasi kolektif untuk beberapa nasabah kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan- perundangan yang berlaku.

    Bank Kustodian – Reksa Dana

    Bank Kustodian adalah Bank yang melakukan jasa penitipan kolektif dari reksadana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi.

    Contoh Soal Perhitungan Laba Hasil Investasi Reksadana,

    Perhitungan pendapatan atau laba investasi dari reksadana diperoleh dari prosentase perubahan NAB/unit pada saat membeli hingga  saat dijual kembali.

    Nilai aktiva bersih NAB dihitung oleh bank kustodian didasarkan harga pasar harian dari portofolio reksadana  setelah dikurangi kewajiban.

    Rumus Laba Investasi Reksa Dana,

    Perhitungan laba hasil investasi dari satu kali pembelian dan satu  kali penjualan dapat dinyatakan dengan dengan menggunakan rumus seperti berikut:

    L = (NJ – NB)/NB x 100%

    L = Laba

    NJ = NAB/unit saat jual

    NB= NAB/unit saat beli

    Investor membeli reksadana pada nilai NAB/unit = Rp. 5.000  dan menjualnya kembali  pada harga NAB/unit = Rp. 6000, hitung laba investasi yang diperoleh oleh investor:

    L = (6.000 – 5000)/5000 x 100%

    L = (1000/5000) x 100%

    L = 20%

    Jadi laba investasi reksadana yang diperoleh investor adalah 20%

    Rumus Laba Bersih Investasi Reksa Dana,

    Jika waktu membeli dikenakan biaya pembelian (BB), dan dikenakan biaya penjualan kembali (BJ) ketika menjual, hasil investasi bersihnya dihitung dengan rumus:

    Jenis Reksa Dana: Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Reksa Dana Campuran Reksa Dana Indeks, Jenis Risiko Reksa Dana: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan- Reksa Dana Risiko Likuiditas – Reksa Dana Risiko Wanprestasi – Reksa Dana, Pengelolaan Reksa Dana Reksa Dana Perseroaan Reksadana Kontrak Investasi Kolektif,
Jenis Reksa Dana: Closed-end Fund Open-end Fund Reksa Dana Tertutup Reksa Dana Terbuka, Fungsi Manajer Investasi Reksa Dana Fungsi Bank Kustodian – Reksa Dana, Reksa Dana: Jenis Reksa Dana Pasar Uang Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Campuran Reksa Dana Indeks

    \mathrm{LB = \frac{N_{J}(1 - BJ) - N_{B}(1 + BB)}{N_{B}(1 + BB)} x 100%}

    LB = laba bersih

    BJ = biaya jual Kembali

    BB = biaya beli

    LB = [(NJ (1- BPK)– NB (1 + BP)/[NB (1 + BP)] x 100%

    Jika biaya pembelian sebesar 1% dan biaya penjualan kembali sebesar 1%, maka laba bersih yang diperoleh investor adalah:

    Jenis Reksa Dana: Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Reksa Dana Campuran Reksa Dana Indeks, Jenis Risiko Reksa Dana: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan- Reksa Dana Risiko Likuiditas – Reksa Dana Risiko Wanprestasi – Reksa Dana, Pengelolaan Reksa Dana Reksa Dana Perseroaan Reksadana Kontrak Investasi Kolektif,
Jenis Reksa Dana: Closed-end Fund Open-end Fund Reksa Dana Tertutup Reksa Dana Terbuka, Fungsi Manajer Investasi Reksa Dana Fungsi Bank Kustodian – Reksa Dana, Reksa Dana: Jenis Reksa Dana Pasar Uang Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Campuran Reksa Dana Indeks

    \mathrm{LB = \frac{6000(1 - 0,01) -  5000(1 + 0,01)}{5000(1 + 0,01} x 100%}

    Jenis Reksa Dana: Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Reksa Dana Campuran Reksa Dana Indeks, Jenis Risiko Reksa Dana: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan- Reksa Dana Risiko Likuiditas – Reksa Dana Risiko Wanprestasi – Reksa Dana, Pengelolaan Reksa Dana Reksa Dana Perseroaan Reksadana Kontrak Investasi Kolektif,
Jenis Reksa Dana: Closed-end Fund Open-end Fund Reksa Dana Tertutup Reksa Dana Terbuka, Fungsi Manajer Investasi Reksa Dana Fungsi Bank Kustodian – Reksa Dana, Reksa Dana: Jenis Reksa Dana Pasar Uang Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Campuran Reksa Dana Indeks

    \mathrm{LB = \frac{5940 -  5050}{5050} x 100%}

    LB = 17,62%

    Jadi, laba bersih yang diterima oleh investor dari investasi di reksa dana  adalah 17,62%

      Pegadaian: Tujuan Fungsi Peran Manfaat Ciri Prinsip Kerja Produk Jasa Layanan Usaha Gadai

      Pengertian Pegadaian: Pegadaian adalah Lembaga keuangan bukan bank yang memberikan kredit kepada masyarakat yang berdasarkan hukum gadai.

      Menurut hukum gadai, nasabah berkewajiban untuk menyerahkan hartanya sebagai jaminan kepada pihak pegadaian.

      Selain itu, nasabah memberikan hak kepada Pihak pegadaian untuk melakukan penjualan atau lelang atas jaminan apabila batas waktu pemberian pinjaman sudah jatuh tempo dan nasabah tidak menebus jaminannya.

      Dengan kata lain, usaha gadai adalah kegiatan menjaminkan barang- barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antar nasabah dengan lembaga gadai.

      Nasabah yang ingin mendapatkan uang pinjaman harus menggadaikan (menyerahkan) barang sebagai jaminan. Kemudian pihak pegadaian memberikan pinjaman uang sebanding dengan nilai jaminan barangnya.

      Ciri – Ciri Usaha Gadai,

      Dari pengertian gadai dan usaha gadai di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha gadai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

      1). Terdapat barang-barang berharga yang digadaikan.

      2). Nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan,

      3). Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali.

      Tujuan Pegadaian,

      Pegadaian mempunai tujuan sebagai berikut:

      1). Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai.

      2). Mencegah terjadinya praktik praktik pinjaman yang bersifat ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.

      Fungsi Pegadaian

      Beberapa fungsi dari pegadaian adalah:

      a).  Mengelola penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara yang mudah, cepat, aman, dan hemat.

      b). Menciptakan dan mengembangkan usaha- usaha lain yang memberikan keuntungan terhadap pegadaian maupun masyarakat pada umumnya.

      c). Mengelola keuangan,- perlengkapan, kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan pegadaian.

      d). Mengelola organisasi, tata kerja, dan tata laksana pegadaian.

      e). Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian.

      Peran Pegadaian

      Beberapa peran yang diemban oleh Pegadaian adalah sebagai berikut.

      a). Pegadaian sebagai usaha yang unik,  artinya sejak didirikannya hingga saat ini, pegadaian tetap setia rnelayani lapisan masyarakat yang paling bawah.

      b). Pegadaian di antara lembaga perkreditan lain, artinya karakteristik penerima kredit yang disediakan pegadaian adalah calon peminjam harus mempunyai kebutuhan, agunan yang memenuhi syarat, harapan pendapatan yang akan datang, dan rasa sayang terhadap agunannya. Perbedaan karakteristik inilah yang membedakan pegadaian dengan lembaga keuangan yang lain.

      c). Pegadaian sebagai jaring pengaman sosial, artinya kehadiran pegadaian dapat membantu golongan masyarakat yang kurang mampu dalam menghadapi persaingan pasar. Salah satu kelemahan utama masyarakat kecil adalah lemahnya kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan perbankan.

      d). Pegadaian menggalang ekonomi kerakyatan.

      Visi – Pegadaian

      Sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah kebawah.

      Misi Pegadaian

      1). Memberikan pembiayaan yang tercepat, termudah, aman dan selalu memberikan pembinaan terhadap usaha golongan menengah kebawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

      2). Memastikan pemerataan pelayanan dan infrastruktur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan di seluruh Pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi pemain regional dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

      3). Membantu Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah dan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan.

      Macam- Jenis Barang yang Dapat Digadaikan,  

      Barang-barang yang dapat digadaikan meliputi :

      a). Barang Perhiasan – Digadaikan,

      Barang perhiasan yang dapat digadaikan adalah perhiasan yang terbuat dari emas, perak, platina, intan, mutiara, dan batu mulia.

      b). Kendaraan – Digadaikan ,

      Kendaraaan yang dapat digadaikan diantaranya adalah Mobil, sepeda motor, sepedda, dan lain-lain

      c). Barang Elektronik – Digadaikan,

      Barang elektronik yang dapat digadaikan adalah Kamera, refrigerator, freezer, radio, tape recorder, video player, televisi, dan lain-lain.

      d). Barang Rumah Tangga – Digadaikan,

      Barang rimah tangga yang dapat digadaikan adalah Perlengkapan dapur, perlengkapan makan, dan lain-lain.

      e). Mesin-mesin

      f). Tekstil

      g). Barang lain yang dianggap bernilai oleh Perum pegadaian.

      Jenis Pegadaian

      Secara garis besar, pegadaian mempunyai dua jenis yaitu pegadaian konvensional dan pagadaian Syariah,

      a).   Pegadaian Konvensional

      Pegadaian konvensional adalah suatu lembaga keuangan nonbank yang memberikan uang pinjaman kepada peminjam berdasarkan hukum gadai.

      Jasa layanan pegadaian konvensional memberikan kemudahan kepada nasabah dalam  memenuhi kebutuhan secara mudah  dan cepat tanpa membuka rekening.

      b).  Pegadaian Syariah

      Pegadaian syariah adalah suatu lembaga keuangan nonbank yang memberikan pinjaman kepada peminjam berdasarkan pada prinsip- prinsip syariah Islam.

      Gadai syariah disebut juga rahn, yaitu perjanjian penyerahan harta yang
      oleh pemiliknya dijadikan jaminan utang yang nantinya dapat dijadikan  sebagai pembayar hak piutang tersebut.

      Prinsip Kegiatan Usaha Pegadaian

      Kegiatan yang dilakukan oleh Perum Pegadaian sebagai satu- satunya lembaga
      pembiayaan berdasarkan hukum gadai adalah melakukan aktivitas pembiayaan dan menawarkan produk berupa sejumlah jasa nongadai.

      Pembiayaan pada pegadaian adalah aktivitas penyaluran dana yang berasal dari modal perusahaan atau dana- dana yang berhasil dihimpun oleh Perum Pegadaian.

      Pegadaian memiliki misi utama yang bersifat sosial, yaitu membantu masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah, dengan bantuan  keuangan untuk tujuan yang mendesak.

      Kegiatan Usaha Pegadaian

      Kegiatan pegadaian meliputi 3 hal yaitu menghimpun dana, penggunaan dana, dan kegiatan usaha lainnya:

      a). Penghimpunan Dana (Funding Product) Pegadaian

      Pegadaian sebagai lembaga keuangan tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan misalnya giro, tabungan, dan deposito sebagaimana perbankan.

      Untuk memenuhi kebutuhan dananya dalam melakukan kegiatan usahanya, maka pegadaian memiliki sumber-sumber dana, sebagai berikut:

      1). Modal Sendiri

      Modal sendiri yang dimiliki oleh perum pegadaian berasal dari modal awal, penyertaan dari pemerintah, dan laba ditahan yang berasal dari akumulasi laba sejak masa pemerintah Hindia Belanda

      2). Pinjaman Jangka Pendek dari Perbankan

      Pinjaman jangka pendek diperoleh dari perbankan. Pinjaman merupakan sumber dana yang paling dominan dibandingkan dengan sumber dana lainnya.

      Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya seperti utang kepada rekan, utang kepada nasabah, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, pendapatan diterima dimuka, dan lain – lain.

      3). Penerbitan Obligasi

      Obligasi atau instrumen surat utang diterbitkan dengan tujuan menghimpun dana dari masyarakat. Masyarakat akan memperoleh imbalan bunga dari obligasi yang dibelinya.

      b). Penggunaan Dana Pegadaian

      Dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk mendanai kegiatan perum pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk hal-hal berikut:

      – Uang Kas dan Dana Likuid Lain

      Perum pegadaian memerlukan dana likuid yang siap digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

      – Pendanaan Kegiatan Operasional

      Kegiatan operasional perum pegadaian memerlukan dana yang tidak kecil.

      – Pembelian dan Pengadaan Aktiva Tetap dan Inventaris

      Aktiva tetap berupa tanah dan bangunan sedangkan inventaris ini tidak secara langsung dapat menghasilkan penerimaan perum pegadaian namun sangat penting agar kegiatannya dapat dijalankan dengan baik.

      – Penyaluran Dana   

      Penggunaan dana yang utama adalah untuk disalurkan dalam bentuk pembiayaan atas dasar hukum gadai.

      Penyuluhan dana ini diharapkan akan dapat menghasilkan penerimaan dari bunga yang dibayarkan oleh nasabah.

      Penerimaan inilah yang merupakan penerimaan utama bagi perum pegadaian dalam menghasilkan keuntungan.

      – Investasi Lain

      Kelebihan dana atau idle-fund, yang belum diperlukan untuk mendanai kegiatan operasional maupun belum dapat disalurkan kepada masyarakat, dapat ditanamkan dalam berbagai macam bentuk investasi jangka pendek dan menengah.

      – Pinjaman Pegawai,

      Pinjaman pegawai merpakan Kredit yang diberikan kepada pegawai yang berpenghasilan tetap.

      c). Kegiatan Usaha Lainnya Pegadaian

      Usaha lain yang dilakukan oleh Perum Pegadaian adalah:

      1). Melayani Jasa Taksiran,

      Melayani jasa taksiran adalah layansan yang diberikan pada masyarakat yang ingin mengetahui berapa nilai riil barang-barang berharga miliknya bisa dilakukan penaksiran di pegadaian seperti emas, intan, berlian, mobil, dan barang-barang lainnya.

      Hal ini berguna bagi masyarakat yang ingin menjual barang tersebut atau hanya sekedar ingin mengetahui jumlah kekayaannya.

      2). Melayani Jasa Penitipan Barang,

      Melayani jasa titipan barang adalah layanan untuk masyarakat yang ingin menitipkan barang-barang berharganya bisa dilakukan di pegadaian.

      Jasa penitipan ini diberikan untuk memberikan rasa aman kepada pemiliknya dari kehilangan, kebakaran, atau kecurian.

      Produk Pegadaian

      Secara umum produk- produk yang dikeluarkan oleh pegagaian diantaranya:

      a).  Penyaluran Kredit

      1). Gadai konvensional.

      2). Kredit berbasis fidusia konvensional.

      Sistem Fidusia

      Sistem fidusia berarti agunan untuk pinjaman cukup dengan BPKB sehingga kendaraan masih bisa digunakan untuk usaha.

      b). Penyaluran Pembiayaan

      1). Gadai syariah.

      2). Pembiayaan berbasis fidusia syariah.

      c). Investasi Emas

      1). Secara tunai.

      2). Secara angsuran.

      d). Aneka Jasa

      1). Jasa taksiran.

      2). Jasa titipan.

      3). Jasa sertifikasi batu mulia (Gemology Lab Pegadaian).

      4). Jasa lain-lain (multipayment online (MPO) dan jasa kiriman uang (remittance)).

      Perum pegadaian memiliki produk dan layanan sebagai berikut :

      a). Kredit Cepat Aman (KCA)

      Kredit KCA adalah produk pegadaian berupa pinjaman yang didasarkan pada hukum gadai yang dapat dipeoleh dengan prosedur pelayanan secara mudah, aman dan cepat.

      Dengan layanan prouk ini, Pemerintah dapat melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam perbankan.

      b). Kredit Angsuran Sistem Fidusia (KREASI)

      Kredit Kreasi adalah kredit yang dimaksudkan untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) serta menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang diemban Pegadaian sebagai sebuah BUMN.

      c). Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA)

      Produk jasa KRASIDA merupakan pinjaman kepada yang ditujukan untuk pengusaha Mikro dan Kecil sebagai pendorong untuk pengembangan usahanya atas dasar gadai dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme angsuran.

      d). Gadai Syariah (AR-RAHN)

      Produk RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip Syariah, dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan).

      e). Jasa Taksiran

      Jasa Taksiran adalah suatu layanan pegadaian terhadap masyarakat yang peduli akan harga atau nilai harta benda miliknya.

      f). Jasa Titipan

      Produk Layanan ini dikenal secara umum sebagai safe deposit box. Jasa titipan pegadaian digunakan untuk menyimpan Harta dan surat berharga agar terjamin keamanannya dari kerusakan dan hilang atau di salahgunakan orang lain.

      g). Produk KRISTA

      KRISTA adalah kredit Usaha Rumah Tangga, yang diberikan kepada Usaha Rumah Tangga agar dapat pengembangkan usahanya.

      h). AR-RAHN Untuk Usaha Mikro Kecil (ARRUM)

      Produk ARRUM ditujukan untuk para pengusaha mikro kecil, yang dapat digunakan untuk Pembiayaan dan pengembangan usaha yang berlandaskan atau berprinsip syariah.

        error: Content is protected !!