Investasi: Tujuan Jenis Contoh Risiko Instrumen Investasi Riil Finansial Direct Investing Indirect Investing

Pergertian Investasi: investasi adalah setiap tindakan menunda penggunaan dana untuk konsumsi pada saat ini ke masa yang akan datang dengan tujuan memperoleh peningkatan keuntungan dalam bentuk kesejahteraan dan/atau kekayaan dengan ukuran keuangan.

Pengertian Investasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Pengertian Investasi Menurut Jones,

Menurut  Jones, Investasi didefinisikan sebagai komitmen pendanaan ke dalam satu atau lebih aset yang dipegang untuk beberapa periode waktu mendatang.


Pengertian Investasi Menurut Jogiyanto,

Menurut Jogiyanto, investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang efesien selam periode waktu tertentu.

Pengertian Investasi Menurut Hartono,

Menurut Hartono, investasi didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aset produktif selama periode waktu tertentu.

Pengertian Investasi Menurut Sumanto,

Menurut Sumanto, investasi merupakan komitmen sejumlah dana suatu periode untuk mendapatkan pendapatan yang diharapkan di masa yang akan datang sebagai kompensasi unit yang diinvestasikan.

Pengertian Investasi Menurut Myers,

Menurut Myers, invetasi adalah konsumsi yang ditunda dengan harapan konsumsi lebih besar di masa mendatang.

Pengertian Investasi Menurut Sutha,

Menurut Sutha, Investasi adalah penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai, atau memberikan return yang positif

Pengertian Investasi Menurut Webster,

Menurut Webster, Investasi adalah penanaman uang dengan harapan mendapat hasil dan nilai tambah.

Pengertian Investasi Menurut Mankiw,

Menurut Mankiw, Investasi didefinisikan sebagai barang-barang yang dibeli oleh individu ataupun perusahaan untuk menambah persediaan modal mereka

Pengertian Investor,

Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi biasanya disebut investor.  Investor adalah orang perseorangan atau Lembaga baik doestik atau nondomestic yang melakukan suatu investasi baik dala jangka pendek atau jangka Panjang.

Jenis Jenis Investor,

Investor pada umumnya dapat dikelompokan menjadi investor individual – individual/ retail investors, investor institusional – institutional investors, Investor Risk Averse, Investor Risk Taker, dan Investor risk neutral,

Investor Individual,

Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi.

Contoh Investor Individual,

Contoh investor individual adalah seseorang yang menginvestasikan dananya dalam bentuk saham akan disebut sebagai investor individual.

Investor Institusional,

Investor institusional adalah investor yang biasanya terdiri dari perusahaan- perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana.

Contoh Investor Institusional,

Contoh investor institusional misalanya bank dan lembaga simpan- pinjam, lembaga dana pensiun maupun perusahaan investasi.

Lembaga seperti ini biasanya mengumpulkan uang dari para anggotanya (nasabahnya) dan selanjutnya menggunakan uang tersebut sebagai modal untuk investasi pada reksadana tertentu ataupun bisa juga dibelikan saham atau obligasi.

Investor Risk Averse,

Investor risk averse adalah investor yang mengambil keputusan invesatasinya berdasarkan kriteria maximin. Investasi dengan risiko paling rendah dan imbal hasil yang terbaik namun rendah.

Investor Risk Taker,

Investor risk taker adalah investor yang mengambil keputusan investasinya berdasarkan kriteria maximax. Investasi dengan imbal hasil yang terbaik dan tinggi dengan risiko yang juga tinggi,

Investor Risk Neutral,

Investor risk neutral adalah investor yang mengambil keputusan investasi berdasarkan pada kriteria realsism. Investor risk neutral berada ditengah- tengah investor risk averse dengan risk taker

Investor bersedia menanggung sejumlah risiko pada tingkat tertentu dengan imbal hasil yang juga tertentu.

Tujuan Investasi

Secara khusus, tujuan investasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan (welfare) dalam bentuk kesejahteraan moneter (monetary welfare) untuk masa kini, maupun mendatang. Tujuan investasi yang lebih luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor

Adapun Beberapa tujuan investasi diantaranya adalah…

a). Mendapat Tingkat Kehidupan Yang Lebih Baik

Investasi dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik/sejahtera di masa yang akan datang. Nilai kekayaan saat ini dapat ditingkatkan atau sekurang-kurangnya dapat dipertahankan di masa mendatang.

b). Antisipasi Inflasi

Inflasi pada dasarnya merupakan penurunan terhadap nilai kekayaan di masa yang akan datang. Aktivitas investasi mampu mempertahankan nilai kekayaan akibat inflasi serta mampu pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa yang akan datang,

c). Mengurangi Ketidakpastian – Uncertainty

Masa depan adalah masa yang tidak pasti. Dengan melakukan investasi maka investor berpeluang untuk mengurangi ketidakpastian atau perubahan arah yang dapat menurunkan kekayan/kesejahteraannya yang lebih besar. Sekurang-kurangnya risiko kerugian yang muncul dapat ditekan.

d). Peluang   Penghematan Pembayaran Pajak

Di Banyak negara ada sejumlah insentif dalam bentuk pengurangan atau penghematan pembayaran pajak yang diberikan kepada investor yang mau memberikan kekayaan atau dana yang dimilikinya pada bidang investasi tertentu. Khususnya pada sektor-sektor yang mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar.

Manfaat Investasi

Manfaat yang ditimbulkan dengan dilakukannya investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut

1). Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik)

Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik) seperti investasi di bidang infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan, pasar dan seterusnya), investasi di bidang konversi alam, bidang pengelolaan sampah, bidang tekonogi, bidang penelitian dan pengembangan, bidang olahraga, pertahanan dan keamanan, dan investasi lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

2). Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu

Investasi yang mendatangkan manfaat untuk kelompok masyarakat tertentu, dan lingkungan tertentu seperti investasi di bidang keagamaan, membangun sarana ibadah dan sarana keagamaan lainnya, bidang pendidikan dan sumberdaya manusia, bidang olehraga tertentu, bidang infrastruktur tertentu, bidang konversi alam/lingkungan tertentu, bidang pengelolaan sampah di lingkunga tertentu, dan investasi lainnya yang bermanfaat.

3). Investasi yang bermanfaat untuk pribadi dan rumah tangga

Investasi yang mendatangkan manfaat bagi pribadi atau rumah tangga, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya di mas mendatang, seperti investasi untuk perumahan pribadi maupun keluarga, investasi untuk pendidikan pribadi atau keluarga, investasi di bidang keagamaan, investas untuk usaha, serta investasi lainnya yang bermanfaat.

Instrumen Investasi,

Instrumen dapat dikelompokkan menjadu dua kelompok besar yaitu instrumen investasi riil dan instrumen investasi finansial.

Instrumen Investasi Riil

Investasi ini dilakukan pada aktiva yang bisa terlihat dan dapat diukur secara jelas. Instrumen investasi riil merupakan investasi kepada barang fisik seperti pembelian rumah, gudang, dan barang fisik tidak bergerak serta barang fisik bergerak lainnya.

Instrumen investasi dapat juga dikelompokkan menjadi instrumen berpendapatan tetap (Fixed Income Securities) dan tidak berpendapatan tetap.

Instrumen Investasi Berpendapaan Tetap

Instrumen berpendapatan tetap adalah instrumen yang memberikan penghasilan tetap selama periode instrumen tersebut, tetapi harga pokok instrumen tersebut dapat berubah- ubah.

Harga pokok dapat di atas atau di bawah harga nominal sesuai dengan perubahan tingkat bunga yang berlaku.

Contoh Investasi Riil,

Contoh investasi riil adalah membeli property seperti membeli tanah, membeli bangunan, rumah, ruko, apartemen, emas, perhiasan dan sebagainya

Instrumen Investasi Finansial,

Finacial Investment adalah investasi terhadap produk produk keuangan atau aktiva bersifat keuangan

Contoh Investasi Finansial,

Adapun contoh instrumen investasi aset finansial diantaranya adalah sebagai berikut…

1). Instrumen Investasi Finansial – Rekening Koran,

Rekening koran adalah sebuah rekening yang dimiliki investor di bank di mana digunakan investor untuk menyimpan dananya sementara. Investor mendapatkan keuntungan dari tingkat bunga.

2). Instrumen Investasi Finansial – Desposito,

Deposito dalah sebuah surat hutang yang hanya diterbitkan oleh bank untuk mendapatkan dana dengan jangka waktu tertentu dan tingkat bunga tertentu.

Investor yang melakukan investasi pada deposito akan mendapatkan dananya yaitu prinsipal dan pokoknya pada saat jatuh tempo.

3). Instrumen Investasi Finansial – Negotiable Certificate Deposits – NCD,

Negotiable Certificate Deposits – NCD adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh bank ketika tingkat bunga dan periode waktu dinegosiasikan antara bank dan investor.

Nilai investasi pada NCD dimulai dengan nilai yang tidak sama dengan deposito dan nilainya minimum Rp500 juta.

4). Instrumen Investasi Finansial – Promisorry Notes – PN,  

Promisorry Notes (PN) adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau seseorang untuk mendapatkan dana dan mempunyai kewajiban yang harus dibayar ketika jatuh tempo.

Investor membeli Promisorry Notes PN pada harga diskon dan menerima pada saat jatuh tempo sebesar nilai prinsipalnya.

5). Instrumen Investasi Finansial – Commercial Papers – CP,

Commercial Papers – CP  adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau seseorang untuk mendapatkan dana dan mempunyai kewajiban yang harus dibayar ketika jatuh tempo.

Penerbit surat hutang ini harus mengajukan rating (peringkat) kepada perusahaan pemeringkat ketika menerbitkan surat hutang ini.

6). Instrumen Investasi Finansial – Repurchases Agreement – REPOs,

Repurchases Agreement – REPOs  adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh penerbit untuk mendapatkan dana dari pihak pemilik dana manakala adanya jaminan instrumen keuangan dan dibeli kembali oleh penerbit pada jatuh tempo dan jika tidak dibeli kembali maka menjadi milik pembeli instrumen tersebut.

REPOs merupakan tindakan pihak tertentu yang menggadaikan instrumen aset finansialnya untuk mendapatkan dana.

Karena konsep menggadaikan maka pihak tersebut harus menebus aset finansial yang digadaikan pada saat jatuh tempo dan bila tidak ditebus maka menjadi milik dari pemegang barang gadai atau pembeli REPOs.

7). Instrumen Investasi Finansial – Medium Term Notes – MTN,

Medium Term Notes – MTN adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan uang periode di atas satu tahun sampai dengan kurang 5 tahun dan membayar bunga secara berkala.

Surat utang ini diterbitkan dalam rangka mengisi kekosongan instrumen ketika ada investor yang ingin melakukan investasi dalam periode yang disebutkan serta tidak memerlukan peringkat.

Surat utang ini sangat berisiko dibandingkan dengan obligasi karena tidak adanya peringkat tersebut. Akibatnya, surat utang ini sangat cocok bagi investor yang sudah mengenal perusahaan yang menerbitkan surat utang tersebut.

8). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi,

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dalam rangka mendapatkan dana dan adanya pembayaran bunga secara berkala yang dikenal dengan kupon dan mempunyai umur manakala penerbit harus membayar prinsipalnya pada saat jatuh tempo.

Obligasi ini selalu ditawarkan secara publik dan Pemerintah mensyaratkan dilakukan peringkat oleh perusahaan pemeringkat. Adapun umur dari surat utang ini dimulai dari lebih satu tahun.

9). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi Konversi – Convertible Bond,  

Obligasi konversi adalah obligasi yang pada periode tertentu dapat dikonversikan dengan saham dari penerbit obligasi tersebut.

Obligasi konversi sama dengan obligasi biasa, tetapi obligasi ini mempunyai opsi bagi pembelinya untuk mengonversikannya kepada saham penerbit dengan harga dan ketentuan yang telah disepakati pada awal sebelum obligasi diterbitkan.

10). Instrumen Investasi Finansial – Obligasi Tukar – Exchangeable Bond,

Obligasi tukar adalah sebuah obligasi konversi, tetapi konversi sahamnya bukan kepada penerbit obligasi melainkan kepada perusahaan afiliasi penerbit obligasi.

11). Instrumen Investasi Finansial –  Saham,

Saham adalah bukti kepemilikan atas perusahaan dan tidak mempunyai jatuh tempo serta tidak mempunyai hak mendapatkan pendapatan secara berkala.

Bila perusahaan dilikuidasi maka pemegang saham ini akan mendapatkan pembagian aset paling akhir dan bila tidak ada lagi yang tersisa maka pemegang saham ini tidak mendapatkan apa-apa.

12). Instrumen Investasi Finansial –  Reksa Dana,

Reksa dana adalah kumpulan dana dari investor yang diinvestasikan pada instrumen efek dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Investor manaruh dana pada Reksa Dana kemudian Reksa Dana melakukan investasi pada instrumen efek.  

13). Instrumen Investasi Finansial –   Opsi ,

Opsi adalah hak yang dimiliki oleh pemegangnya untuk membeli atau menjual undelying aset pada harga tertentu untuk periode tertentu pula. Hak tersebut dapat dieksekusi dan juga tidak usaha dieksekusi oleh pemegang (pembeli) opsi tersebut.

14). Instrumen Investasi Finansial –  Warran,

Warran adalah instrumen investasi yang mempunyai keharusan membeli saham perusahaan pada periode tertentu dan memiliki jatuh tempo.

Warran ditukarkan kepada saham yang diterbitkan perusahaan dan diperdagangkan di Bursa di mana harga tergantung kepada harga saham.

Warran ini diterbitkan ketika perusahaan melakukan offering saham pada saat IPO dan penawaran obligasi secara cuma-cuma dengan maksud sebagai pemanis dari IPO saham dan obligasi tersebut.

15). Instrumen Investasi Finansial –  Rights,

Rights adalah hak yang harus dimiliki pemegang saham untuk membeli saham yang akan dikeluarkan perusahaan di mana perusahaan sedang melakukan right issue.

Right ini mempunyai periode perdagangan yang singkat dan tercantum nilai harga saham dibeli pada peridoe right issue tersebut.

16). Instrumen Investasi Finansial –  Futures ,

Futures adalah instrumen investasi yang diperdagangkan di Bursa ketika pembeli berhak membeli atau menjual instrumen aset finansial atau komoditi pada harga tertentu dan periode tertentu.

Pasar yang mentransaksikan futures ini adalah PT Bursa Berjangka Jakarta untuk komoditi dan PT Bursa Efek Jakarta untuk aset finansial.  

17). Instrumen Investasi Finansial – Forward,

Forward adalah instrumen investasi yang ditransaksikan di luar Bursa yang merupakan kesepakatan dua pihak di mana pembeli dan penjual sepakat melakukan transaksi jual beli instrumen aset finansial atau komoditi pada harga tertentu dan periode tertentu.

Transaksi forward dikenal juga dengan transaksi over-the-counter – OTC.

18). Instrumen Investasi Finansial –  SWAP,

Swap adalah kesepakatan antara dua pihak atau melalui bank untuk mempertukarkan arus kas yang dimiliki masing- masing sehingga masing-masing merasa diuntungkan dengan transaksi tersebut.

Transaksi yang dipertukarkan yaitu tingkat bunga dan valuta asing dan instrumen ini akan dijelaskan pada bab tersendiri.

Metoda Cara Investasi Intrumen Keuangan

Ada 2 cara dalam berinvestasi pada asset finansiil – financial assets yaitu investasi secara langsung dan investasi secara tidak langsung,

1). Investasi Secara Langsung,

Investasi langsung adalah invetasi yang dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjual belikan di pasar uang, pasar modal, atau pasar turunan. Investasi yang dilakukan tanpa bantuan prantara.

Investasi langsung juga dapat dilakukan dengan membeli aktiva yang tidak diperjual belikan, biasanya diperoleh dari bank komersial.

Contoh Investasi Langsung,

Contoh investasi langsung adalah membeli saham di bursa saham, deposito dan sertifikat deposito.

2). Investasi Secara Tidak Langsung,

Invetasi secara tidak langsung adalah investasi yang dilakukan dengan menggunakan prantara atau investasi yang dilakukan melalui perusahaan investasi.

Pada Investasi secara tidak langsung, pengelolaan surat berharga diwakilkan kepada suatu badan atau lembaga yang mengelola investasi para pemegang surat berharganya.

Contoh Investasi Secara Tidak Langsung,

Kepemilikan aset secara tidak langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan yang terdaftar, yang bertindak sebagai perantara. Contohnya membeli Reksadana.

Proses Manajemen Keputusan Investasi,

Proses investasi merupakan manajemen seorang investor dalam melakukan investasi. Proses manajemen investasi adalah  Menetapkan sasaran investasi,  Membuat kebijakan investasi, Memilih strategi portofolio, Memilih aktiva atau asset, Mengukur dan mengevaluasi kinerja

a). Menetapkan Sasaran Tujuan Investasi,

Sasaran investasi yang paling umum adalh memperoleh pengembalian dari dana yang diinvestasikan yang jumlahnya lebih besar dari dana yang dikeluarkan.

b). Membuat Kebijakan Investasi,

Kebijakan investasi investor, yaitu bagaimana dana sebaiknya didistribusikan terhadap kelompok- kelompok aktiva utama yang ada. Kelompok aktiva umumnya meliputi saham, obligasi, real estat dan sekuritas-sekuritas lain.

c). Memilih Strategi Portofolio,

Strategi portofolio dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif.

Strategi Portofolio Aktif,

Strategi portofolio aktif menggunakan informasi-informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan untuk memperoleh kinerja terbaik.

Strategi Portofolio Pasif,

Strategi portofolio pasif adalah strategi yang mendasarkan kinerja pasar – strategi pasif mengasumsikan bahwa pasar akan merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada harga sekuritas.

d). Memilih Aktiva,

Dalam memilih aktiva meliputi usaha untuk mengidentifikasi kesalahan penetapan harga sekuritas, dimana pada tahap ini investor berusaha merancang portofolio yang efisien.

e). Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja,

Dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja mendasarkan pada patokan (benchmark) secara relatif dari portofolio sekuritas yang telah ditentukan dengan portofolio lain yang sesuai.

Dasar Keputusan Investasi,

Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko.

a). Return – Dasar Keputusan Investasi,

Tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Investor akan menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya.

Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi.

b). Risiko – Dasar Keputusan Investasi,

Risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return yang diharapkan.

Investor mengharapkan return yang setinggi tingginya dari investasi yang dilakukannya. Namun demikian investasi selalu memiliki risiko. Umumnya semakin besar risiko maka semakin besar pula tingkat return yang diharapkan.

c). Hubungan Tingkat Risiko dan Return Dasar Keputusan Investasi,

Hubungan antara risiko dan return yang diharapkan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linear. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return yang diharapkan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.

Risiko Investasi,

Risiko adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari kehidupan, yang dapat terjadi tetapi tidak dapat selalu dihindari (part of business which could be unavoidable).

1). Risiko Likuiditas – Marketability – Liquidity,

Risiko yang berkaitan dengan  tingkat kemudahan sebuah investasi untuk dapat dicairkan atau diuangkan kembali

2). Risiko Investasi – Investment Risk,

Risiko yang berhubungan dengan kemungkinan memperoleh hasil investasi yang rendah atau malah minus terhadap produk tanpa risiko (risk free asset)

3). Risiko Gagal – Wanprestasi – Default,

Risiko yang disebabkan peminjam/penerbit instrumen investasi tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan yang dijanjikan/ disepakati pada waktunya. (Risiko yang membuat suatu investasi tidak ada harganya lagi)

4). Risiko Kredit – Credit,

Risiko yang berkaitan dengan kredibilitas dalam pelunasan utang. Risiko kredit tinggi berarti stabilitas keuangan investasi tsb menurun

5). Risiko pajak – Tax,

Risiko yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan yang timbul dari aktivitas investasi yang dilakukan.

6). Risiko Inflasi – Inflation Risk,

Risikko yang berkaitan dengan adanya potensi penurunan riil nilai pokok investasi dan hasil investasi di masa depan.

7). Risiko Bunga – Interest Rate Risk,

Risiko yang berkaitan dengan tingkat suku bunga (Suku bunga menurun : tabungan dan deposito turun; suku bunga naik : harga obligasi turun)

8). Risiko Mata Uang – Currency,

Risiko yang berkaitan dengan nilai mata uang negara lain dalam hubungannya dengan mata uang dalam negeri (Indonesia)

9). Risiko Politik Politic Risk,

berkaitan dengan kondisi politik suatu negara (misalnya pemberontakan, kerusuhan, dll)

10). Risiko Pasar – Market,

Risiko yang berkaitan dengan mekanisme pasar dimana investasi kita berada.  Mis. jika permintaan atas US$ tinggi, maka nilai US$ akan meningkat

11). Risiko Karena Suatu Hal – Event Risk,

Risiko yang berkaitan dengan keadaan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dari sudut pandang ekonomi. Contohnya peledakan bom di BEJ secara langsung mempengaruhi pasar saham. Atau contoh lain, adanya penemuan yang mengubah standar regulasi suatu produk

12). Risiko Investasi Dibayar Lebih Cepat – Prepayment Risk,

Risiko yang dihadapi investor dalam kemungkinan mendapatkan pengembalian pokok investasi lebih awal dari jangka jatuh tempo, sehingga nilai yang diterima lebih rendah

13). Risiko Investasi Dibayar Lebih Lambat

Risiko yang terjadi ketika investasi dikembalikan/ dibayar lebih lama dari jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya

14). Risiko Kesempatan  – Opportunity Risk,

Risiko yang terjadi ketika suatu investasi pada satu jenis investasi tertentu dilakukan, maka kehilangan kesempatan untuk menginvestasikannya pada jenis investasi lainnya.