Katabolisme Karbohidrat Respirasi Selular

Pengertian Katabolisme. Katabolisme adalah proses penguraian atau pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa sederhana untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP ((Adenosin Tri Phosfat)).

Dalam proses katabolisme, terjadi pelepasan energi sebagai hasil pemecahan senyawa- senyawa organik kompleks tersebut. Contoh dari proses katabolisme adalah respirasi selular.

Berdasarkan perubahan energinya, reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi eksergonik dan reaksi endergonik.

Katabolisme merupakan reaksi eksergonik. Jika energi yang dilepaskan berupa panas, maka reaksinya disebut reaksi eksoterm. Adapun pada reaksi endergonik, terjadi penyerapan energi dari lingkungan.

Anabolisme termasuk reaksi endergonik karena memerlukan energi. Jika energi yang digunakan dalam bentuk panas, maka reaksinya disebut reaksi endoterm.

Pengertian Respirasi Selular

Respirasi selular diartikan sebagai reaksi oksidasi molekul berenergi tinggi untuk melepaskan energinya. Respirasi selular terjadi pada semua sel tubuh hewan maupun tumbuhan terutama di mitokondria.

Respirasi termasuk ke dalam kelompok katabolisme karena di dalamnya terjadi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, diikuti dengan pelepasan energi.

Pada respirasi selular, molekul glukosa (karbohidrat) dan bahan makanan lain diuraikan atau dipecah menjadi karbon dioksida (CO2), air (H2O), dan energi dalam bentuk ATP.

Berdasarkan keterlibatan oksigen dalam prosesnya, respirasi selular terbagi menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.

Pengertian Respirasi Aerob

Respirasi aerob adalah respirasi yang membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. Respirasi aerob disebut juga pernapasan, dan terjadi di paru-paru. Sedangkan, pada tingkat sel respirasi terjadi pada organel mitokondria.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi  anaerob adalah respirasi yang tidak membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. Respirasi anaerob juga menggunakan glukosa sebagai substrat. Respirasi anaerob sering disebut juga fermentasi.

Organisme yang melakukan fermentasi di antaranya adalah bakteri dan protista yang hidup di rawa, lumpur, makanan yang diawetkan, atau tempat-tempat lain yang tidak mengandung oksigen.

Tahap Respirasi Selular

Proses Respirasi aerob dapat dibedakan menjadi empat tahap, yaitu: Glikolisis, Dekarboksilasi Oksidatif,  Daur (siklus) Krebs, dan Sistem Transfer Elektron. Gambar berikut dapat menjelaskan dengan lebih sederhana.

Tahap Respirasi Selular, Katabolime Karbohidrat
Tahap Respirasi Selular, Katabolime Karbohidrat

Glikolisis

Glikolisis adalah peristiwa pengubahan molekul glukosa (senyawa dengan 6 atom C) menjadi 2 molekul yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat (senyawa dengan 3 atom C). Tahap ini merupakan awal terjadinya respirasi sel. Molekul glukosa akan masuk ke dalam sel melalui proses difusi. Glikolisis berlangsung dalam sitoplasma sel.

Produk utama dari proses glikolisis adalah dua asam piruvat, dua NADH dan dua ATP. Gambar berikut menjelaskan reaksi pada proses glikolisis secara sederhana dengan meniadakan sebagian reaksinya.

Reaksi Glikolisis Repirasi Selular pada Katabolisma Karbohidrat,
Reaksi Glikolisis Repirasi Selular pada Katabolisma Karbohidrat,

Proses pada gliolisis dapat dibagi menjadi dua tahap utama yaitu tahap yang membutuhkan energi disebut dengan istilah energy investment phase dan tahap yang menghasilkan energi disebut dengan energy payoff phase.

Fase Investasi Energy, Energy Investment Phase

Fasa investasi energi merupakan tahap perubahan glukosa menjadi gliseraldehid-3-fosfat (disingkat dengan PGAL) yang diaktifkan oleh energi ATP dengan bantuan beberapa Enzim. Jadi, reaksi hanya akan berlangsung jika ada energi dalam bentuk ATP.

Agar dapat bereaksi, glukosa diberi energi aktivasi berupa satu ATP. Hal ini mengakibatkan glukosa dalam keadaan terfosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat yang dibantu oleh enzim heksokinase.

Selanjutnya, glukosa-6-fosfat dipecah menjadi 2 buah molekul gliseraldehid-3-fosfat (PGAL) dengan bantuan satu ATP dan enzim fosfoheksokinase.

Fase Pembentukan Energy, Energy Payoff Phase

Pada tahap ini, terjadi pengubahan dua senyawa gliseraldehid 3-fosfat (PGAL) (3 atom C), menjadi dua senyawa asam piruvat (3 atom C). Konversi PGAL ke asam piruvat ini disertai dengan terbentuknya NADH (Nikotinamida Adenin Dinukleotida) dan ATP

Tahap glikolisis tidak membutuhkan oksigen atau reaksinya bersifat anaerob.

Dekarboksilasi Oksidatif dan Dehidrogenasi Asam Piruvat

Reaksi pembentukan asetil Co-A ini sering disebut sebagai reaksi transisi karena menghubungkan proses glikolisis dengan daur siklus Krebs. Reaksi Ini dikenal juga dengan istilah Link Reaction Atau Reaksi penghubung yaitu reakssi yang menghubungkan glikolisis dengan siklus Krebs.

Reaksi ini terjadi dua kali untuk satu molekul glukosa. Untuk dua asam piruvat pada reaksi Dekarboksilasi akan menghasilkan dua asetil Ko-A, dua NADH dan dua CO2.

Pembentukan asetil Co-A pada organisme eukariotik berlangsung dalam matriks mitokondria, sedangkan pada organisme prokariotik berlangsung dalam sitosol.

Gambar berikut dapat menjelaskan proses reaksi transisi pembentukan Aseti Co-A secara lebih sederhana.

Dekarboksilasi Oksidasi, Katabolisme Karbohidrat, Koenzim A
Dekarboksilasi Oksidasi, Katabolisme Karbohidrat, Koenzim A

Setiap asam piruvat tiga karbon akan terurai menjadi gugus asetil dua karbon dan CO2. Gas CO2 ini selanjutnya berdifusi ke luar sel. Gugus asetil bergabung dengan koenzim A (Co-A) membentuk asetil Ko-A. Hidrogen dan electron yang terlepas selama reaksi bergabung dengan koenzim NAD+ (Nikotinamide Adenin Dinukleotida) membentuk NADH. Koenzim A yang terlibat pada pembentukan asetil Ko-A ini merupakan turunan dari vitamin B.

Pada reaksi transisi ini asam piruvat mengalami reaksi dekarboksilasi dan reaksi dehidrogenasi. Akibat Dekarboksilasi asam piruvat mengalami pengurangan satu atom karbon dan akibat reaksi dehidrogenasi atau reaksi oksidasi asam piruvat melepas atom hydrogennya.

Satu karbon dari asam piruvat berubah bentuk menjadi CO2. Sedangan atom hidrogen yang dilepas asam piruvat ditangkap oleh akseptor electron NAD+ membentuk NADH.

Siklus Krebs – Siklus Asam Sitrat.

Siklus Krebs merupakan Tahap ketiga dari rangkaian respirasi aerob. Reaksi siklus Krebs berlangsung di kompartemen bagian dalam mitokondria. Reaksi untuk  dua piruvat pada siklus Krebs menghasikan 2 ATP, 6 NADH dan 2 FADH.

Gambar Berikut menjelaskan reaksi yang berlangsung pada siklus Krebs atau siklus asam sitrat dengan lebih sederhana.

Reaksi Siklus Krebs – Siklus Asam Sitrat Repirasi Selular pada Katabolisma Karbohidrat
Reaksi Siklus Krebs – Siklus Asam Sitrat Repirasi Selular pada Katabolisma Karbohidrat

Tahap ini dimulai dengan atom dua-karbon dari asetil Ko-A ditransfer sehingga bergabung dengan oksaloasetat empat-karbon dan membentuk asam sitrat 6-karbon. Karena reaksi pembentukan asam sitrat ini, siklus Krebs sering disebut sebagai Siklus Asam Sitrat.

Reaksi berikutnya adalah terbentuknya dua CO2 dari dua kali reaksi. Gas CO2 meninggalkan sel, diikuti dengan dua NAD+ menerima ion Hidrogen dan electron untuk membentuk dua NADH. Terbentuknya CO2 berarti telah terjadi pengurangan karbon dari dua senyawa intermediat. Masing senyawa intermediat kehilangan satu karbon.

Selanjutnya, Energi ATP terbentuk dalam fosforilasi tingkat substrat. Kemudian Koenzim FAD dan NAD+ menerima ion hydrogen dan electron membentuk FADH dab NADH.

Tahap akhir Rangkaian siklus Krebs atau Siklus sitrat ini ditandai dengan terbentuknya kembali oksaloasetat empat-karbon.

Catatan: reaksi siklus Krebs atau siklus asam sitrat ini berjalan dua kali untuk tiap molekul glukosa.  Karena Satu glukosa dikonversi menjadi dua asam piruvat. Untuk mempermudah pemahaman, maka beberapa tahap reaksi intermediat tidak dideskripsikan, namun secara keseluruhan masih dapat merepresentasikan siklus Krebs.

Sistem Transpor Atau Transfer Elektron

Tahap terakhir dari respirasi seluler aerob adalah sistem transfer atau transport elektron. Tahap Transfer electron terjadi pada ruang intermembran mitokondria (krista atau membrane dalam mitokrondria). Dan pada tahap transfer electron inilah dihasilkan energi dalam bentuk ATP yang paling banyak.

Selama tiga proses sebelumnya yaitu glikoliis, karboksilasi dan siklus Krebs, dihasilkan beberapa akseptor electron seperti NADH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) dan FADH (Flavin Adenine Dinucleotide) yang bermuatan akibat penambahan ion hydrogen dan elektron.

Akseptor akseptor ini kemudian akan masuk ke system atau rantai transfer elektron untuk membentuk suatu molekul berenergi tinggi, yakni ATP.

Gambar berikut dapat menjelaskan tahap Fosforilasi Transfer Electron

Sistem Transpor - Transfer Elektron, Fosforilasi Transfer Electron Katabolisme Karbohidrat
Sistem Transpor – Transfer Elektron, Fosforilasi Transfer Electron Katabolisme Karbohidrat

Sistem transpor elektron merupakan suatu rantai pembawa elektron yang terdiri atas NAD+, FAD+, koenzim Q, dan sitokrom. Sistem transpor elektron ini berfungsi untuk mengoksidasi senyawa NADH atau NADPH2 dan FADH2 untuk menghasilkan ATP.

Pada tahap ini, Sistem Rantai transpor electron menerima 10 NADH, 2 FADH2 dan 6 O2 yang kemudian dihasilkan 6 molekul air H2O dan 34 energi ATP.

Energi (ATP) dalam sistem transpor electron terbentuk melalui reaksi fosforilasi oksidatif. Energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol NADH atau NADPH2 dapat digunakan untuk membentuk 3 mol ATP. Reaksinya sebagai berikut.

NADH + H+ + 1/2 O2 + 3ADP + 3H3PO4 → NAD+ + 3ATP + 4H2O

Sementara itu, energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol FADH2 dapat menghasilkan 2 mol ATP.

Atom atom Hidrogen yang dilepaskan selama berlangsungnya siklus Krebs akan ditangkap oleh NAD+ dan FAD+ menjadi NADH dan FADH2. Pada saat masuk ke rantai transpor elektron, molekul tersebut mengalami rangkaian reaksi oksidasi-reduksi (Redoks) yang terjadi secara berantai dengan melibatkan beberapa zat perantara untuk menghasilkan ATP dan H2O.

Beberapa zat perantara dalam reaksi redoks, antara lain flavoprotein, koenzim A dan Q serta sitokrom yaitu sitokrom a, a3, b, c, dan c1. Semua zat perantara itu berfungsi sebagai pembawa hydrogen atau pembawa elektron (umumnya disebut juga dengan electron carriers).

Tahap Fosforilasi Transfer Electron

Tahap respirasi aerobic ke empat disebut juga sebagai fosforilasi transfer electron. Proses transfer electron ini terjadi dalam mitokondria. Istilah ini berarti ada aliran atau transpor electron melalui rantai transfer electron mitokondria, terutama untuk menghasilkan ikatan antara fosfat dan ADP sehingga terbentuk ATP.

Tahap fosforilasi dimulai dengan koenzim NADH dan FADH2 yang tereduksi pada dua tahap awal respirasi aerobic. Koenzim ini mendonasikan pasangan electron dan hydrogen ke rantai transfer electron di membrane mitokondria bagian dalam.

Dengan masuknya electron ke rantai transfer, maka electron melepas energinya sedikit demi sedikit. Energi yang dilepaskan electron ketika bergerak melalui rantai digunakan untuk mentransfer ion hydrogen menembus membrane dari kompartemen mitokondria dalam ke kompartemen mitokondria bagian luar.

Hai ini menyebabkan Ion hydrogen terakumulasi di kompartemen luar, sehingga terbentuk gradien konsentrasi hydrogen pada membrane mitokondria dalam.

Adanya Gradien konsentrasi ini akan menarik ion hydrogen kembali ke kompartemen mitokondria dalam. Namum ion hydrogen tidak dapat mengalir menembus membrane tanpa adanya bantuan.

Ion hydrogen dapat menembus membrane mitokrondria bagian dalam dengan bantuan ATP sintase interior. Jadi ATP ini menyebabkan ion hydrogen mengalir ke kompatemen mitokrondria dalam.

Adanya Aliran ion hydrogen yang kembali ke kompartemen dalam menyebabkan terjadinya ikatan antara gugus fosfat (Pi) dengan ADP sehingga terjadi pembentukan ATP.

Pada akhir rantai transfer electron mitokondria, oksigen menerima electron dan bergabung dengan ion hydrogen membentuk air H2O. Pada tahap akhir ini, oksigen berperilaku sebagai akseptor atau penerima electron terakhir pada jalur ini.

Contoh Soal Ujian Katabolisme Karbohidrat.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Katabolisme Karbohidrat, Contoh  katabolisme, Fungsi ATP pada Metabolisme, Fungsi ATP pada Katabolisme, Fungsi ATP pada Respirasi Selular, Pengertian Respirasi Selular, Contoh Respirasi Selular,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Contoh  reaksi eksergonik, Pengertian dan Contoh reaksi endergonik. Pengertian dan Contoh  respirasi aerob, Pengertian dan contoh respirasi anaerob, jenis jenis respirasi,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Tempat Respirasi Aerob, Tempat Respirasi Anaerob, Fungsi Oksigen pada respirasi, Tahap Respirasi Selular, Pengertian Glikolisis, Contoh Glikolisis, Produk Glikolisis Glukosa, Tempat Terjadi Glikolisis,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Sitoplasma pada Glikolisis, Enzim pada glikolisis, koenzim glikolisis, Pengertian fosforilasi, Fungsi enzim fosfoheksokinase, Produk Glikolisis, Fungsi NADH pada Glikolisis, Dekarboksilasi Oksidatif, Dehidrogenasi Asam Piruvat, Fungsi Glikolisis,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Dekarboksilasi Oksidatif, Fungsi Dehidrogenasi Asam, Pengertian reaksi transisi, Contoh reaksi transisi, Contoh reaksi Dekarboksilasi, Tempat Dekarboksilasi Oksidatif, Gugus asetil Ko-A, Fungsi Koenzim A,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Rumus Kimia Koenzim A, Contoh reaksi dehidrogenasi glikolisis,  Gambar glikolisis, gambar Dekarboksilasi Oksidatif,  Contoh Siklus Krebs, Pengertian Siklus Asam Sitrat, Fungsi Siklus Krebs Siklus Sitrat, Jumlah ATP glikolisis, Jumlaj NADH Glikolisis, Produk siklus krebs,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Fungi NAD dan Hidrogen pada siklus krebs, Fungsi Energi ATP fosforilasi tingkat substrat, Fungsi Koenzim FAD dan NAD, Sistem Transpor Elektron, Tempat Rantai Transfer Elektron, Tahap Transfer electron,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Rantai Transfer Elektron, Fungsi krista atau membrane dalam mitokrondria, contoh aksepter glikolisis, contoh akseptor siklus krebs, contoh akseptor rantai transfer electron, Fungsi koenzim Q sitokrom, Jumlah total  NADH FADH2 ATP pada katabolisme karbohidrat,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Jumlah total  NADH FADH2 ATP pada respirasi selular, Fungsi dan contoh akseptor respirasi selular, Fungsi reaksi fosforilasi oksidatif, reaksi oksidasi-reduksi (Redoks) pada rantai transfer electron, tempat reaksi transfer electron, Fungsi zat perantara flavoprotein  koenzim A dan Q,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi dan contoh electron carriers, Fosforilasi Transfer Electron,  Fungsi fosforilasi transfer electron, Tempat reaksi fosforilasi transfer electron, Gradien konsentrasi Hidrogen, Fungsi  ATP sintase interior, Fungsi electron pada rantai transfer electron, Fungsi gugus fosfat (Pi), pengertian dan contoh Link Reaction,

 

Sistem Reproduksi Manusia

Pengertian Gametogenesis. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel -sel gamet di dalam tubuh makhluk hidup. Pada hewan tingkat tinggi dan manusia terjadi proses pembentukan sel gamet pada jaringan organ reproduksinya.

Pembentukan sel kelamin jantan atau sperma yang terjadi di dalam testis disebut spermatogenesis. Sedangkan, di dalam ovarium terjadi pembentukan sel kelamin betina atau ovum yang disebut Oogenesis.

Spermatogenesis dan Oogenesis termasuk pembelahan meiosis, karena terjadi di jaringan organ reproduksi dan menghasilkan 4 sel anak yang haploid

Organ Alat Sistem Reproduski Pria

Alat kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran kelamin wanita.

Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian dalam dan alat kelamin bagian luar.

Alat kelamin bagian dalam terdiri atas sepasang testis, saluran reproduksi, dan beberapa kelenjar kelamin.

Alat kelamin luar hanya terdiri dari satu bagian saja, yaitu dikenal dengan nama penis. Penis ini  berfungsi sebagai alat kopulasi atau organ persetubuhan, yaitu organ atau alat untuk memasukkan cairan semen ke dalam alat kelamin wanita.

Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Pria

Beberapa fungsi dari organ perkembangbiakan pria diantaranya adalah

  • Testis berfungsi sebagai Penghasil spermatozoid dan hormon kelamin pria.
  • Epididymis berfungsi sebagai Tempat pematangan sel spermatozoid.
  • Vas deferens berfungsi sebagi Saluran sperma dari testis ke kantong sperma.
  • Vesikula sminalis berfungsi untuk Menampung sel spermatozoid dari testis.
  • Kelenjar prostat berfungsi sebagai Penghasil cairan basa untuk melindungi spermadari pengaruh luar.
  • Kelenjar cowpery berfungsi sebagai Penghasil lendir untuk melumasi saluran spermake luar (bulbo uretral) tubuh.
  • Penis berfungsi untuk Memasukkan sel sperma ke dalam tubuh wanita.

Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa atau sel kimia jantan yang terjadi di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Proses spermatogenesis berlangsung sebagai berikut.

Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria
Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria

Pada manusia dan hewan tingkat tinggi, spermatogenesis terjadi di dalam testis (buah zakar). Sel- sel primordial diploid di dalam testis membelah secara mitosis berkali- kali dan membentuk spermatogonium (2n).

Testis berfungsi membentuk sperma dan androgen (hormon jantan). Sperma dibentuk dalam epitelium nutfah (Seminiferus tubules) yang terdapat dalam testis. Jaringan epitelium nutfah disusun oleh lapisan-lapisan sel yang memproduksi sperma yang tersusun berdasarkan urutan perkembangan spermatogenesis, mulai spermatogonium pada lapisan dasar sampai sperma pada lumen tubuh.

Spermatogonium tidak langsung bermeiosis membentuk gamet, tetapi melakukan mitosis terlebih dahulu untuk memperbanyak spermatogonium, kemudian membelah secara meiosis.

Spermatogonium mengandung 46 kromosom (2n = diploid), yaitu terdiri atas 44 autosom (kromosom tubuh) dan 2 kromosom sel kelamin. Spermatogonium mengalami perkembangan dan membentuk spermatosit primer (2n).

Setelah itu, membelah secara meiosis menghasilkan dua buah sel spermatosit sekunder haploid (n). Satu spermatosit sekunder mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-X, sedangkan spermatosit sekunder satunya mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-Y.

Selanjutnya, tiap-tiap sel spermatosit sekunder membelah secara meiosis II, menghasilkan empat spermatid (haploid = n). Dua spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom-X (ditulis: 22A + X) dan dua spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom-Y (ditulis: 22A + Y).

Setiap spermatid mengalami pematangan (maturasi) menjadi spermatozoa (sperma) dan terjadi pembentukan akrosom. Bagian ujung (kepala) setiap spermatozoa mengandung akrosom. Akrosom mengandung enzim proteinase dan hialuronidase yang berperan untuk menembus lapisan pelindung sel telur. Dari salah satu sentriolnya terbentuk flagel. Peristiwa ini disebut spermiogenesis.

Dalam proses perkembangan ini, spermatid akan kehilangan hampir seluruh sitoplasmanya, tetapi sperma memperoleh organ berupa ekor yang berfungsi untuk bergerak dalam proses pembuahan sperma mengandung mitokondria yang menyediakan ATP sebagai sumber energi untuk bisa beberapa minggu atau bulan (pada manusia berlangsung 74 hari).

Hormon Pada Pria

Spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon, yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), dan hormon testosterone.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

Follicle Stimulating Hormone dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini memiliki fungsi untuk memacu pertumbuhan sperma. Sedangkan pada wanita, FSH ini memiliki fungsi untuk memacu pertumbuhan sel telur.

Lutenizing Hormone (LH)

LH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini memiliki fungsi untuk merangsang sel- sel interstitial (sel leydig) untuk mensekresi hormon testosteron. Sedangkan pada wanita, sel ini memiliki fungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi.

Hormon Testosteron

Hormon testosteron (androgen) dihasilkan oleh testis. Hormon ini memiliki fungsi untuk merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio dan mendorong spermatogenesis.

Selain itu, hormone testosteon berfungsi untuk mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder, seperti tumbuh bulu atau kumis, dan dada menjadi bidang.

Estrogen

Estrogen disekresi oleh sel sel Sertoli. Estrogen berperan dalam pematangan sperma.

Hormon Pertumbuhan

Hormone pertumbuhan berfugsi untuk mengatur fungsi metabolisma testis dan eningkatkan pembelahn awal pada spermatogenesis.

Organ Alat Sistem Reproduksi Wanita

alat reproduksi pada wanita juga terbagi menjadi alat reproduksi bagian dalam dan bagian luar. Alat reproduksi bagian dalam wanita terdiri atas ovarium (kandung telur), tuba fallopi atau oviduk (saluran telur), dan vagina (saluran kelamin).

Alat reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons pubis, labia minora, organ klitoris, orificium uretra, dan himen (selaput dara).

Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Wanita

Beberapa fungsi dari organ perkembangbiakan wanita diantaranya adalah:

  • Ovarium berfungsi sebagai Penghasil sel telur dan hormon kelamin wanita.
  • Tuba fallopii berfungsi sebagai Saluran tempat keluarnya sel telur dari ovarium menuju ke arah rahim (uterus).
  • Uterus (rahim) berfungsi sebagai Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio.
  • Vagina berfungsi sebagai Alat perkawinan wanita yaitu tempat masuknya sperma ke dalam tubafallopi.

Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita

Pembentukan gamet betina atau oogenesis berlangsung di dalam ovarium organ kelamin betina. Gamet betina atau ovum dibentuk di dalam satu paket sel yang disebut folikel yang terdapat dalam ovarium.

Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita
Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita

Folikel disusun oleh satu sel yang dapat bermeiosis disebut oogonium (sel induk ovum) yang mempunyai kromosom diploid. Oogonium ini dikelilingi satu lapis sel folikel yang akan melindungi dan memberi nutrisi sel telur yang dewasa.

Sel telur berasal dari sel- sel primordial diploid yang terdapat dalam ovarium, yang disebut oogonium. Setelah membelah secara mitosis berkali-kali membentuk oosit primer (diploid). Oosit primer mengandung 44 autosom + 2 romosom-X (atau ditulis: 44A + XX).

Oosit primer membelah secara meiosis I menjadi sebuah sel besar disebut oosit sekunder (n) dan sebuah sel kecil disebut badan kutub (polosit) primer (n).

Badan kutub primer mengalami degenerasi (kemunduran), sedangkan oosit sekunder membelah secara meiosis II. Pembelahan oosit sekunder menghasilkan dua buah sel yang ukurannya tidak sama besar, yang besar disebut ootid dan yang kecil disebut badan kutub (polosit) sekunder.

Selanjutnya, ootid mengalami pemasakan (maturasi) membentuk ovum atau sel telur, sedangkan polosit (badan kutub sekunder) mengalami degenerasi.

Bagian luar ovum diselubungi oleh membran corona radiate dan zona pelucida. Selama pertumbuhan dan perkembangannya, ovum diatur oleh hormon wanita (estrogen dan progresteron). Oogenesis pada manusia berlangsung sejak awal hingga dewasa dan dapat berlangsung sampai usia 40 atau 50 tahun.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian Pembelahan Sel: Mitosis – Meiosis Amitosis  yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Gametogenesis,  Sistem Reproduksi Manusia, Pengertian sel gamet, Jenis Gametogenesis, Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria, Tempat Terjadi Spermatogenesis, Tempat spermatozoa,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi tubulus seminiferous, Pembelahan Sel Spermatogenesis, sel primordial diploid, spermatogonium, Fungsi epitelium nutfah, Jaringan epitelium nutfah, Pembelahan Mitosis Spermatogonium, Pembelahan Spermatosit,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Sifat dan jumlah Kromosom Spermatogonium, jumlah spermatid hasil pembelahan, sel spermatosit sekunder haploid, jumlah autosom spermatosit sekunder, jumlah autosom spermatid, Pematangan spermatid,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Maturasi spermatid, pembentukan akrosom, Fungsi Akrosom, Fungsi enzim proteinase dan hyaluronidase, Pengertian spermiogenesis, fungsi ekor sperma, fungsi mitokondria sperma, Jenis hormone pria, Fungsi Follicle Stimulating Hormone (FSH),
  11. Ardra,Biz, 2019, “Fungsi Luteinizing Hormone (LH), Fungsi hormon testosterone, Fungsi Estrogen, Fungsi Hormon Pertumbuhan, Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Pria, Fungsi Testis, Fungsi Epididymis, Fungsi Vas deferens,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Vesikula sminalis, Fungsi Kelenjar prostat, Fungsi Kelenjar  cowpery, Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita, Tempat Oogenesis, Tempat Pembentukan gamet betina, Pengertian Fungsi Folikel, Jenis kromosom sel induk ovum,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Jumlah kromosom oogonium, sel primordial diploid sel telur, Jumlah Autosom Oosit primer, sifat kromosom oosit primer, Oosit primer membelah secara meiosis, oosit sekunder (n), badan kutub (polosit) primer (n),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Badan kutub primer mengalami degenerasi (kemunduran), Fungsi hormone estrogen dan progresteron, Fungsii membran corona radiate dan zona pelucida, Fungsi Organ Reproduksi, Alat Perkembangbiakan Wanita, Fungsi Ovarium, Fungsi Tuba fallopii, Fungsi Uterus  (rahim), Fungsi Vagina,

Sel Mahkluk Hidup

Struktur organ Mahkluk hidup dimulai dari unit kehidupan kecil yang disebut sebagai sel. Sel- sel yang memiliki struktur dan fungsi sama bergabung membentuk suatu jaringan. Beberapa jenis jaringan membentuk struktur yang disebut dengan organ. Dan Beberapa organ yang saling berkaitan membentuk suatu sistem organ, dan selanjutnya beberapa sistem organ itu menyusun untuk membentuk menjadi suatu organisme.

Pengertian Sel Mahkluk Hidup

Tubuh tersusun oleh bagian atau unit -unit kecil yang sangat banyak dan hanya dapat diamati dengan menggunakan alat bantu seperti mikroskop.

Bagian kecil tersebut dinamakan sel. Sel merupakan satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Satuan terkecil itu meliputi satuan struktural dan fungsional. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665, pada abad Sembilan belas.

Di dalam sel terdapat organel -organel sel. Organel- organel beserta cairan sel disebut protoplasma. Protoplasma merupakan kunci kehidupan suatu sel. Artinya, jika protoplasma tidak ada maka seluruh aktivitas sel berhenti.

Makhluk hidup ada yang tersusun atas satu sel (uniselular) dan ada pula yang tersusun atas banyak sel (multiselular). Makhluk hidup uniselular umumnya berukuran sangat kecil dan cara hidupnya sangat sederhana.

Makhluk hidup yang tersusun oleh satu sel disebut makhluk hidup uniseluler. Contoh makhluk hidup yang termasuk bersel satu antara lain adalah bakteri, Amoeba, Paramecium, Euglena, dan ganggang hijau-biru.

Makhluk hidup yang tersusun oleh sejumlah (banyak) sel yang bergabung Bersama sama disebut makhluk hidup multiseluler di mana segala fungsi kegiatannya dilakukan oleh sel- sel khusus.

Makhluk hidup multiselular susunan selnya lebih kompleks daripada uniselular. Tumbuhan dan hewan termasuk makhluk hidup multiselular.

Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti, contohnya sel bakteri dan alga biru. Eukariotik yaitu sel yang memiliki membrane pelindung material inti.

Sel dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu membran sel/ membran plasma, sitoplasma, dan nukleus atau inti. Plasma yang terdapat di luar inti sel disebut sitoplasma, sedangkan plasma yang terdapat di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Nukleoplasma dan sitoplasma disebut protoplasma.

Protoplasma merupakan cairan kental yang tersusun oleh air, karbohidrat, protein, lemak, garam garam mineral, dan vitamin.

Perbedaan Sel Hewan dengan Tumbuhan

Beberapa perbedaaan sel antara sel hewan dengan sel tumbuhan diantaranya adalah:

  • Sel tumbuhan memiliki organel dinding sel sedangkan sel hewan tidak punya.
  • Sel tumbuhan memiliki organel kloroplas sedangkan sel hewan tidak ada
  • Sel tumbuhan memiliki satu vakuola ukuran besar sedangan sel hewan memiliki banyak vakuola ukuran kecil
  • Sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, sedangkan sel hewan memiliki organel sentriol

Beberapa perbedaan antara sel tembuhan dengan sel hewan dapat dilihat pada table di bawah

Fungsi Sel Hewan Tumbuhan
Perbedaan Sel Tumbuhan Hewan

Membran sel tumbuhan diselaputi oleh dinding sel yang tersusun oleh selulosa sehingga tebal dan kuat. Sementara itu, membran sel pada sel hewan tidak diselaputi oleh dinding sel. Organel sel yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan adalah plastida.

Plastida yang berwarna hijau dan mengandung klorofil disebut kloroplas. Klorofil berperan dalam fotosintesis. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki vakuola, namun vakuola pada sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.

Membran Sel atau Selaput Sel Mahkluk Hidup

Membran sel biasa disebut juga dengan istilah membrane plasma atau selaput plasma. Membran sel merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar, atau bagian terluar dari sel. Membran plasma tersusun atas lemak dan protein.

Membran sel berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel dan melindungi seluruh isi sel (protoplasma). Membran sel bersifat semipermeabel (atau selektif permeable).

Artinya, hanya zat tertentu yang dapat masuk dengan mudah seperti air (atau zat cair)  dan zat- zat tertentu, misalnya cairan, gas, atau zat padat terlarut secara osmosis difusi, sedangkan zat tertentu lainnya tidak dapat atau sulit untuk melewatinya. Oleh karena itulah membran plasma berfungsi mengatur keluar dan masuknya zat ke dalam sel.

Sitoplasma Mahkluk Hidup

Sitoplasma adalah cairan yang mengisi ruang antara membrane sel dan inti sel. Sitoplasma tersusun atas air dan bahan-bahan kimia yang terlarut seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.

Di dalam sitoplasma terdapat struktur- struktur (atau organ – organ) khusus yang disebut organel dan vakuola (rongga sel). Organ -organ tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga mereka disebut organel.

Organel organel inilah yang sebenarnya menjalankan fungsi- fungsi kehidupan sel, seperti mencerna makanan, menguraikan makanan, membentuk sel baru, dan membentuk energi.

Organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, dan mitokondria.

Ribosom adalah partikel yang berbentuk bulat, dan memiliki fungsi sebagai tempat pembentukan protein. Retikulum endoplasma menghubungkan inti sel dengan sitoplasma, dan memiliki fungsi untuk melakukan sekresi protein dan lemak.

Badan golgi memiliki fungsi sebagai alat pengeluaran. Mitokondria memiliki peran untuk melakukan respirasi sel dan melepaskan energi yang diperlukan oleh sel- sel untuk menjalankan fungsinya. Mitokondria banyak terdapat pada sel- sel yang memerlukan energi, misalnya sel hati, otot, dan saraf.

Vakuola merupakan rongga sel yang berisi cairan. Pada sel hewan multiseluler, vakuola jarang ditemukan. Hewan uniseluler, misalnya Paramecium, mempunyai vakuola kecil yang disebut dengan vakuola berdenyut dan vakuola makanan. Vakuola berdenyut mempunyai fungsi sebagai alat pengeluaran, sedangkan vakuola makanan mempunyai fungsi sebagai tempat pencernaan makanan.

Inti Sel (Nukleus) Mahkluk Hidup

Inti sel atau nukleus adalah bagian sel yang berukuran besar. Inti sel berbentuk bulat, bulat telur, atau tak teratur, dikelilingi oleh sitoplasma, dan terletak agak di tengah sel. Umumnya hanya ada satu nukleus di dalam sebuah sel.

Inti sel merupakan bagian terpenting dari sel, karena berfungsi mengatur seluruh kegiatan/aktivitas sel terutama saat terjadi perkembangbiakan. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang di dalamnya mengandung gen. Gen berperan sebagai pembawa sifat keturunan. Di dalam inti terdapat anak inti yang disebut nukleolus.

Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup

Soal 1. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan walaupun secara umum orga nelnya sama. Perbedaannya antara lain ….

  1. sel tumbuhan memiliki kloroplas, sel hewan tidak
  2. sel tumbuhan tidak memiliki kloroplas, sel hewan punya
  3. sel hewan mengandung selulosa, sel tumbuhan tidak
  4. sel hewan tidak memiliki membrane inti, sel tumbuhan punya

Soal 2. Organel yang fungsinya untuk pernapasan sel adalah ….

  1. lisosom
  2. mitokondria
  3. badan golgi
  4. kloroplas

Soal 3. Respirasi di dalam sel terjadi pada organel sel ….

  1. mitokondria
  2. lisosom
  3. badan Golgi
  4. kloroplas

Soal 4. Ilmuwan yang pertama kali melihat sel adalah ….

  1. Carolus Linnaeus
  2. Charles R. Darwin
  3. Robert Hooke
  4. Aristoteles

Soal 5.  Organel sel yang hanya terdapat pada tumbuhan adalah ….

  1. sentrosom
  2. plastida
  3. membran sel
  4. retikulum endoplasma

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Ardra.Biz, 2019, “Sel Mahkluk Hidup, Fungsi dan Penyusun Sel Mahkluk Hidup. Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup, Pengertian Sel Mahkluk Hidup,
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Unit Terkecil Mahkluk Hidup adalah, Alat Mengamati Sel, penemu sel mahkluk hidup, pengertian organel
  7. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  8. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Sel Mahkluk Hidup, Fungsi dan Penyusun Sel Mahkluk Hidup, Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup, Pengertian Sel Mahkluk Hidup, Unit Terkecil Mahkluk Hidup adalah, Alat Mengamati Sel, penemu sel mahkluk hidup,
  10. Ardra.Biz, 2019, “pengertian organel, contoh organel sel, Fungsi protoplasma, Makhluk hidup satu sel (uniselular), mahkluk hidup banyak sel (multiselular), Contoh Makhluk hidup uniselular, Contoh Makhluk hidup banyak sel, prokariotik dan sel eukariotik, Contoh prokariotik dan sel eukariotik, Nukleoplasma dan sitoplasma,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Penyusun Protoplasma, Perbedaan Sel Hewan dengan Tumbuhan, Fungsi Klorofil, Fungsi Plastida, Membran Sel atau Selaput Sel Mahkluk Hidup, membrane plasma atau selaput plasma, penyusun Membran sel,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Membran sel, Fungsi membrane plasma atau selaput plasma, Membran sel bersifat semipermeable, Sitoplasma Mahkluk Hidup, Kandungan Sitoplasma, Fungsi sitoplasma, Jenis organel sitoplasma, contoh organel sitoplasma, Fungi organel sitoplasma,
  13. Ardra.Biz, 2019, “fungsi ribosom, fungsi retikulum endoplasma, fungsi badan golgi, fungsi  mitokondria. Fungsi Vakuola,  Fungsi vakuola berdenyut dan vakuola makanan, Inti Sel (Nukleus) Mahkluk Hidup, Fungsi inti sel mahkluk hidup,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Penyusun inti sel, kandungan inti sel, sel dan kromosom inti sel, fungsi sel dan kromosom, Kandungan Sel Mahkluk Hidup, Fungsi Sel mahkluk Hidup,

Pencemaran Lingkungan

Pengertian Pecemaran Lingkungan. Salah satu dampak yang timbul akibat adanya peningkatan jumlah populasi manusia atau penduduk adalah terjadinya masalah lingkungan, yaitu pencemaran. Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya bahan pencemar ke lingkungan. Zat-zat yang menyebabkan pencemaran disebut polutan.

Berdasrarkan Undang Unadang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Penyebab Pencemar Lingkungan

Berdasarkan aktivitas sumbernya, bahan pencemar lingkungan dapat dibagi dalam dua sumbur yaitu aktivitas alam dan aktivitas manusia.

Pencemaran Akibat Aktivitas Alam

Pencemaran akibat Aktivitas alam seperti meletusnya gunung berapi dimana terjadi peristiwa vulkanis yang dapat menerbangkan abu vulkanik ke atmosfer dan menyebabkan udara tercemar.

Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia.

Pecemaran akibat Aktivitas manusia di antaranya dalam bidang pertanian, perikanan, industri, pertambangan, dan transportasi.

Pencemaran Lingkungan Air

Sumber- sumber pencemaran air dapat berupa limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

Limbah Industri

Limbah industri mengandung logam berat berbahaya, misalnya merkuri, arsenik, dan kadmium. Zat- zat ini dapat merusak organ tubuh manusia. Limbah industri harus diolah dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.

Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga berupa detergen bekas mencuci pakaian, air dari kamar mandi, kakus, dan dapur. Kotoran kotoran itu merupakan campuran dari zat-zat kimia, bahan mineral, dan bahan organik dalam berbagai bentuk.

Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat berasal dari pestisida dan pupuk kimia buatan. Sebagian pestisida dan pupuk hanyut dan terbawa aliran air ke perairan.

Pupuk kaya unsur hara (nutrien). Penimbunan pupuk di suatu perairan dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi suatu perairan yang dipenuhi oleh tumbuhan air atau gulma karena perairan tersebut kaya unsur hara atau nutrien. Kondisi ini akan mengakibatkan pendangkalan perairan tersebut.

Indikator Pencemaran Lingkungan Air

Indikator dasar yang dapat menunjukkan air lingkungan telah Mengalami pencemaran adalah perubahan fisik, perubahan kimia dan perubahan biologis.

Perubahan fisik air adalah terjadinya perubahan pada warna air, bau, rasa, suhu, endapan, koloid, bahan- bahan terlarut.

Perubahan kimia air adalah terjadinya perubahan pada keasaman air, kandungan oksigen, kebutuhan oksigen, kandungan zat- zat kimia berbahaya.

Perubahan biologis air adalah perubahan yang ditandai dengan adanya mikroorganisme indicator seperti populasi bakteri Escheria coli, dan mikroorganisme patogen.

Dampak Pencemaran Lingkungan Air

Air yang telah tercemar mengakibatkan air tidak dapat dimanfaatkan dan menjadi penyebab timbulnya penyakit. Secara garis besar dikenal dua tipe polutan yang masuk ke dalam lingkungan, yaitu zat polutan yang memperkaya atau meningkatkan aktivitas lingkungan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme. Dan zat polutan yang bersifat racun, sehingga membunuh organisme yang hidup dalam perairan.

Polutan Peningkat Aktivitas Mikroorganisme

Polutan yang mampu menunbuhkan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme lingkungan air umumnya berupa limbah organik termasuk sisa- sisa bahan makanan yang dibuang oleh masyarakat. Limbah yang terkandung dalam air tersebut dapat membusuk sehingga menimbulkan rasa dan bau yang tidak sedap pada air.

Proses aktivitas pembusukan limbah oleh dekomposer membutuhkan banyak oksigen, sehingga kadar oksigen dalam air yang diperlukan oleh makhluk hidup lainnya menjadi berkurang.

Limbah organik yang mengalami aktivitas penguraian melepaskan zat kimia berupa nitrat dan fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme lain, seperti ganggang. Proses peningkatan kandungan air dengan zat makanan yang menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme berlebihan tersebut dinamakan eutrofikasi.

Diantara mikroorganisme yang tinggal dalam lingkungan air, ada kemungkinan ikut berkembangnya bakteri patogen yang dapat menimbulkan suatu penyakit.

Polutan Barsifat Racun

Zat polutan yang bersifat racun umumnya dihasilkan oleh industry kimia, seperti pestisida. Pemakaian pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan akumulasi pada tanah maupun bagian tubuh tanaman.

Ketika hujan, maka pestisida tersebut akan terbawa oleh aliran air menuju ke sungai. Bahan kimia pestisida di dalam air sulit untuk dipecahkan atau diurai oleh mikroorganisme, bahkan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dalam pemakaian bahan insektisida, masyarakat sering mencampurnya dengan senyawa minyak bumi, sehingga permukaan air yang terkena bahan buangan insektisida ini tertutup oleh lapisan minyak. Kondisi ini akan menyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air.

Pencemaran Lingkungan Udara

Pencemaran udara adlah menurunnya kualitas udara sampai pada batas yang mengganggu kehidupan. Polutan dapat mencemari lingkungan udara melalui aktivitas manusia dan secara alami. Beberapa gas dan partikel pencemar udara antara lain SO2, NO, CO, CO2, CFCs, H2S, debu tanah, karbon asbes, timbal, asam sulfat, dan lain-lain. Gas H2S berasal dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, serta dari kawasan gunung berapi.

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkan zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam udara normal oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara normal turun (kadarnya berubah) sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara tidak dapat memenuhi fungsinya.

Ketika kandungan  udara mengalami perubahan dari keadaan normal maka udara tersebut sudah tercemar. Pencemaran udara ini dapat disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2, CO hasil pembakaran, debu, SO2, senyawa hidrokarbon (CH4, C4H10), asap rokok dan sebagainya.

Zat- zat pencemar udara tersebut pada dasarnya tidak membahayakan manusia jika tidak melampaui ambang batasnya. Ambang batas adalah ukuran batas atau kadar zat, atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dari unsur pencemaran yang dapat ditolerir atau masih tidak membahayakan keberadaannya dalam kadar udara normal.

Dampak Pencermaran Udara

Beberapa dampak pencemaran udara adalah Hujan Asam, Efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon.

Hujan Asam (Acid Rain)

Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah.

Derajat  keasaman  atau pH normal air hujan adalah 5,6 sifatnya sedikit asam. Kondisi ini terjadi karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti gas SO2 dan NO2 yang terkandung dalam asap pabrik maupun kendaraan bermotor, bereaksi dengan air hujan membentuk asam. Gas ini akan menurunkan pH air hujan. Semakin rendah pH suatu cairan maka sifat asam semakin tinggi.

Ketika air asam terkondensasi (menjadi embun) di udara dan kemudian jatuh bersama air hujan terjadilah apa yang disebut hujan asam.

Penipisan Lapisan Ozon

Ozon adalah gas yang molekulnya terdiri dari tiga atom, kebanyakan terdapat di lapisan stratosfer  dengan ketinggian antara 20 sampai dengan 35 km di atas permukaan bumi. Bagian paling atas dari stratosfer, terdapat ozon terkonsentrasi sebagai suatu lapisan.

Lapisan ozon terbentuk dari interaksi antara radiasi ultraviolet dengan oksigen yang terdapat di stratosfer. Lapisan ozon mempunyai fungsi sebagai pelindung alami bumi yang berperan dalam memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari.

Kerusakan lapisan ozon dapat disebabkan oleh lepasnya sejumlah zat kimia buatan dari permukaan bumi sampai ke lapisan ozon. Di antara bahan kimia buatan tersebut adalah senyawa klrofluorokarbon (CFC) yang mempunyai nama dagang freon.

Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

Atmosfer adalah lapisan gas atau campuran gas yang menyelimuti dan terikat pada bumi oleh gaya gravitasi bumi. Gas- gas atmosfer yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca disebut gas rumah kaca.

Gas-gas tersebut adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), dan yang lainnya.

Efek rumah kaca terjadi karena meningkatnya karbon dioksida atau C02 yang merupakan hasil dari  proses pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Pembakan ini dilakukan atau digunakan oleh industri, transportasi, dan dapat pula disebabkan oleh kebakaran hutan.

Pencemaran Lingkungan Tanah

Pencemaran tanah yaitu penurunan kualitas tanah akibat masuknya zat-z at pencemar ke dalam tanah. Pencemar tanah umumnya adalah limbah padat yang berupa sampah nondegradable (tidak mudah terurai) seperti plastik dan pecahan gelas. Tanah yang tercemar akan berkurang kesuburannya hingga menurun fungsinya sebagai faktor produksi.

Bahan pencemar ada yang dapat atau mudah diurai atau didegradasi oleh mikroorganisme, misalnya sampah organik. Namun, ada pula yang sulit dihancurkan oleh mikroorganisme pengurai, misalnya plastic (PVC).

Dampak Pencemaran Tanah

Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung di antaranya tempat pembuangan limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit seperti pes, kaki gajah, malaria, dan demam berdarah.

Contoh Soal Ujian Pencemaran Lingkungan.

Soal 1. Berdasarkan sejarah peradaban manusia, kelompok masyarakat yang ’menyumbang’ kerusakan lingkungan adalah masyarakat ….

  1. pemburu
  2. industri
  3. petani awal
  4. pemburu lanjut

Soal 2. Suatu zat dikatakan polutan apabila . . . .

  1. keberadaannya di tempat yang tidak tepat
  2. menyebabkan berubahnya keseimbangan ekosistem
  3. kandungannya di bawah batas normal
  4. melindungi lapisan ozon

Soal 3. Pemicu terjadinya eutrofikasi di antaranya . . . .

  1. kandungan pestisida yang tinggi di perairan
  2. penimbunan pupuk di perairan
  3. penebangan hutan
  4. limbah industri di perairan

Soal 4. Efek rumah kaca terjadi karena meningkatnya ….

  1. kelembaban udara
  2. kadar CO2
  3. suhu lingkungan sekitar
  4. bahan pencemar

Soal 5.  Hujan asam dapat terjadi sebagai akibat pembuangan limbah asap dari pabrik maupun kendaraan yang mengandung ….

  1. oksigen
  2. sulfur oksida
  3. karbon dioksida
  4. karbon monoksida

Soal 6.  Populasi tanaman enceng gondok yang terlalu berlebihan di Danau Rawa Pening dapat merupakan polutan bagi air karena ….

  1. meningkatkan kadar oksigen dalam air
  2. meningkatkan kadar karbon dioksida dalam air
  3. mengakibatkan air kekurangan cahaya matahari
  4. terjadi eutrofikasi dan akumulasi pupuk maupun pestisida

Soal 7.  Salah satu usaha untuk menyelamatkan kerusakan hutan adalah ….

  1. melakukan tebang pilih
  2. mengubah hutan menjadi lahan pertanian
  3. mengubah lahan gambut menjadi lahan pertanian
  4. mengatur jarak tanam dan melakukan reboisasi

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pencemaran Lingkungan, Contoh Pecemaran Lingkungan, Penyebab Pencemaran Lingkungan,  Pencemaran Akibat Aktivitas Alam, Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia, Contoh Pencemaran Akibat Aktivitas Alam,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia, Pencemaran Air, Penyebab Pencemaran Air, Dampak Pencemaran Air, Pencemaran Air Limbah Industri, Pencemaran Air Limbah Rumah Tangga, Contoh Limbah Industri, Contoh Limbah Rumah Tangga, Contoh Pencemaran Limbah Pertanian,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian eutrofikasi, Contoh Eutrofikas, Indikator Pencemarata Lingkungan Air Contoh perubahan fisik lingkungan, Contoh perubahan kimia lingkungan, Conoth perubahan biologis lingkungan. Pengetian Perubahan kimia fisik biologis lingkungan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Polutan Peningkat Aktivitas Mikroorganisme, Contoh Polutan Barsifat Racun, Contoh Pencemaran Udara, Penyebab pencemaran udara,  Dampak Pencermaran Udara, Pengertian Hujan Asam (Acid Rain), Penyebab Hujan Asam (Acid Rain), Penipisan Lapisan Ozon, Penyebab Penipisan Lapisan Ozon, Fungsi Lapisan Ozon,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Lapisan Ozon, Penegrtian Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Penyebab Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Dampak Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Dampak Penipisan Lapisan Ozon,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Dampak Hujan Asam (Acid Rain), Atmosfer adalah, Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab  Pencemaran Tanah, Polutan Pencemaran Tanah, Contoh Soal Ujian Pencemaran Lingkungan, dampak pencemaran tanah,

Jaringan Tumbuhan

Pengertian Jaringan Tumbuhan. Sel- sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan berkumpul dan berdiferensiasi atau beralih fungsi menjadi suatu jaringan. Proses diferensiasi ini terjadi selama masa embrio atau pertumbuhan dan perkembangan pembentukan tubuh.

Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur sama. Sekumpulan sel yang sama akan membentuk jaringan. Selanjutnya beberapa jaringan akan membentuk organ. Organ- organ akan membentuk satu tumbuhan utuh (atau membentuk satu individu tumbuhan) yang dapat melakukan berbagai aktivitas sebagai tumbuhan.

Tumbuhan tingkat tinggi tidak memiliki sistem organ, melainkan hanya organ-organ yang berhubungan langsung membentuk tubuh. Tubuh tumbuhan terbentuk oleh tiga organ dasar, yaitu akar, batang dan daun. Masing-masing organ akar, batang dan daun tersebut tersusun oleh jaringan-jaringan.

Sistem organisasi kehidupan pada organisme tingkat rendah gejalanya lebih sederhana. Kesatuan struktur fungsi kehidupannya biasanya hanya pada tingkat organisasi kehidupan sel, baik yang tunggal (uniseluler) maupun yang berkelompok (berkoloni).

Jenis Jaringan Tumbuhan

Secara garis besar, jaringan penyusun tumbuh- tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

  1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem merupakan jaringan muda yang sel selnya selalu aktif membelah diri untuk membentuk struktur primer pada tumbuhan. Jaringan meristem merupakan jaringan yang bersifat embrional dan spesialisasi.

Sel meristem berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, berinti besar, vakuola kecil, dan plastida belum matang.

Jaringan ini terdapat pada bagian ujung batang dan ujung akar sehingga sering disebut dengan meristem apical. Ujung  akar dan batang ini yang mengalami pertumbuhan atau perpanjangan.

  1. Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Secara umum, jaringan ini tidak mengalami pembelahan lagi.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, pengangkut, dan gabus.

Jaringan Epidermis, Pelindung

Jaringan epidermis adalah jaringan paling luar yang menutupi permukaan tumbuhan. Jaringan pelindung disebut juga sebagai epidermis.

Penyusun epidermis merupakan sel- sel yang rapat menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis dapat membentuk lapisan lilin antiair agar dapat mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan. Lapisan lilin ini disebut juga sebagai kutikula.

Contoh lapisan epidermis adalah permukaan akar, batang, daun, buah, maupun biji. Jaringan epidermis biasanya terdiri dari selapis sel yang pipih dan rapat. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai pelindung jaringan di dalamnya dan sebagai tempat terjadinya pertukaran zat.

Jaringan Pengangkut

Sesuai dengan namanya, jaringan pengangkut memiliki fungsi untuk proses pengangkutan zat- zat yang ada dalam tumbuhan. Jaringan ini disebut juga dengan jaringan pembuluh yang terdiri dari floem dan xylem.

Floem memiliki fungsi sebagai pengangkut zat makanan hasil hasil proses fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Adapun xylem mempunyai fungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan bagian tubuh lainnya..

Jaringan Kolenkim, Penyokong

Kolenkim merupakan jaringan penyokong atau penguat pada organ tubuh tumbuhan muda dan tanaman herba. Jaringan ini mempunyai peran sebagai penguat atau penyokong tumbuhan.

Kolenkim merupakan sel hidup dan sifatnya mirip parenkim. Ada sel kolenkim yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintesis. Kolenkim tersusun atas sel -sel hidup dengan protoplasma aktif dan memiliki bentuk memanjang dengan penebalan yang tidak merata.

Jaringan Sklerenkim

Sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri dari sel- sel mati. Dinding sel sklerenkim sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin.

Berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut dan sklereid (sel batu).

Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem, umumnya terdiri dari sel- sel yang panjang dan bergerombol membentuk anyaman atau pita. Contoh jaringannya adalah pelepah daun pisang.

Sedangkan, sklereid merupakan jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel yang mengalami penebalan. Contoh jaringannya adalah pada tempurung kelapa atau kulit biji keras.

Jaringan Parenkim, Dasar

Jaringan parenkim sering disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan ini terletak di sebelah dalam jaringan epidermis.

Jaringan parenkim mengisi ruang antar jaringan. Parenkim terdiri atas sel sel bersegi banyak dan memiliki bentuk bermacam- macam, seperti berbentuk bulat atau berbentuk seperti bintang.

Jaringan ini terdapat pada hampir semua bagian tumbuhan, seperti batang, daun, dan akar. Jaringan parenkim di daun yaitu mesofil (palisade dan spons) banyak mengandung kloroplas dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan sel-  sel parenkim yang memiliki klorofil mampu melakukan proses fotosintesis. Sel parenkim ini disebut klorenkim.

Sel parenkim juga berfungsi untuk menyimpan air dan cadangan makanan. Cadangan makanan ini disimpan di dalam vakuola dalam bentuk larutan.

Jaringan Gabus

Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel- sel gabus yang berbentuk memanjang. Jaringan ini mempunyai fungsi sebagai pelindung jaringan lain yang terdapat di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air. Sel gabus biasanya ditemukan di permukaan luar batang.

Contoh Soal Ujian Jaringan Tumbuhan

Soal 1.  Jaringan yang mempunyai fungsi sebagai penyokong tubuh, melindungi organ, dan menjadi alat gerak pasif adalah jaringan ….

  1. tulang
  2. darah
  3. saraf
  4. membran inti

Soal 2. Jaringan tumbuhan yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan cadangan adalah ….

  1. epidermis
  2. parenkim
  3. floem
  4. xilem

Soal 3.  Pengangkutan hasil fotosintesis menuju ke seluruh bagian tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan ….

  1. meristem
  2. parenkim
  3. floem
  4. xilem

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Jaringan Tumbuhan, Pengertian Jaringan Tumbuhan, Fungsi Jaringan Tumbuhan, pembentuk jaringan tumbuhan,
  3. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  4. Ardra.Biz, 2019, “Pembentuk organ tumbuhan, Jaringan Meristem, Contoh jaringan meristem, Fungsi jaringan meristem, Pembentuk struktur primer tumbuhan, jaringa embrional dan spesialisasi, Jaringan Dewasa,
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Jaringan Tumbuhan, Pengertian Jaringan Tumbuhan, Fungsi Jaringan Tumbuhan, pembentuk jaringan tumbuhan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pembentuk organ tumbuhan, Jaringan Meristem, Contoh jaringan meristem, Fungsi jaringan meristem, Pembentuk struktur primer tumbuhan, jaringan embrional dan spesialisasi, Jaringan Dewasa,
  11. Ardra.Biz, 2019,”Contoh jaringan dewasa tumbuhan, fungsi jaringan dewasa tumbuhan, Jenis jaringan dewasa tumbuhan, Jaringan Epidermis atau Pelindung, Contoh dan Fungsi Jaringan Epidermis atau Pelindung,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Jaringan Pengangkut Tumbuhan, Jenis Jaringan Pengangkut Pembuluh Tumbuhan, Fungsi dan Contoh Jaringan Pengangkut Tumbuhan,  Fungsi dan contoh Jaringan Floem, jaringan xylem, fungsi contoh jaringan xylem, Jaringan Kolenkim, Fungsi dan Contoh jaringan Penyokong Tumbuhan,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Fungsi Jaringan Sklerenkim, Jenis Jaringan Sklerenkim,  Jaringan Parenkim, Jaringan Dasar Tumbuhan, Contoh Fungsi Jaringan Parenkim,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Jaringan Tumbuhan Klorofil, Jaringan Tumbuhan Berfotositesis, Contoh Jaringan Tumbuhan Klorofil, Contoh Jaringan Tumbuhan Berfotositesis, Contoh Fungsi Jaringan Gabus, Contoh Soal Ujian Jaringan Tumbuhan,

Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia

Pengertian. Sel- sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama bergabung menjadi satu membentuk sebuah jaringan. Jaringan ini akan melaksanakan fungsi tertentu. Sel sel epitel yang bergabung menjadi satu akan membentuk jaringan epitel.

Sel- sel otot bergabung membentuk jaringan otot, demikian seterusnya pada sel-sel yang lain. Dengan demikian, jaringan adalah kumpulan dari beberapa sel yang sejenis dan memiliki fungsi yang sama.

Pada hewan Vertebrata dan manusia terdapat empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

Jaringan Epitel

Jaringan epitel merupakan sekumpulan sel yang tersusun sangat rapat. Jaringan epitel ini terdiri dari sel -sel yang tersusun dalam lembaran lembaran. Setiap lembaran terdiri dari satu lapisan atau lebih. Lembaran ini melapisi atau menutupi permukaan luar tubuh untuk membentuk kulit atau melapisi permukaan rongga dalam tubuh.

Jaringan epitel mempunyai fungsi sebagai pelindung jaringan yang berada di bawahnya dari kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet maupun serangan bakteri. Contoh jaringan epitel, adalah jaringan epidermis yaitu bagian terluar kulit.

Sedangkan Fungsi lain dari epitel adalah sebagai penyerap atau absorbsi pada lapisan dinding usus halus dan pengeluaran atau ekskresi pada kelenjar kulit.

Jaringan Penunjang Penyokong

Jaringan penunjang atau penyokong terdiri dari beberapa jenis jaringan di antaranya adalah jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, jaringan ikat, jaringan darah, dan jaringan lemak.

  1. Jaringan Tulang Keras.

Jaringan tulang keras tersusun dari sel- sel tulang keras. Di antara sel- sel tulang terdapat bahan dasar yaitu matriks yang mengandung zat kapur. Zat kapur inilah yang menyebabkan tulang memiliki sifat yang keras. Fungsi jaringan tulang membentuk dan menyokong rangka tubuh serta melindungi bagian tubuh lunak.

  1. Jaringan Tulang Rawan.

Jaringan tulang rawan tersusun oleh sel- sel tulang rawan. Tulang rawan antara lain terdapat pada permukaan persendian dan daun telinga.

  1. Jaringan Ikat

Jaringan ikat memiliki fungsi untuk mengait atau mengikat atau menghungkan organ organ tubuh. Misalnya, tendon menghubungkan otot dengan tulang, ligamen menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain.

  1. Jaringan Darah,

Jaringan darah terdiri dari sel- sel darah dan plasma darah. Sel sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Jaringan ini memiliki tugas melaksanakan transportasi untuk mengedarkan atau mendistribusikan zat- zat yaitu zat makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

  1. Jaringan Lemak.

Jaringan lemak (atau adiposa) terdiri dari sel- sel lemak. Jaringan lemak memiliki fungsi sebagai bantalan lemak yang terdapat di antara alat- alat tubuh.

Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun oleh sel- sel otot. Setiap sel otot tersusun oleh serabut halus yang disebut miofibril. Jaringan otot mampu untuk berkontraksi. Sehingga Fungsi jaringan otot adalah sebagai penggerak tubuh.

Jaringan otot tersusun oleh sel- sel yang mampu berkontraksi (atau memendek).  Gerakan alat- alat tubuh hanya dimungkinkan apabila otot- otot tubuh memendek dan memanjang.  Jaringan otot dibedakan menjadi tiga Jenis Otot, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

  1. Otot Lurik.

Otot lurik atau biasa juga disebut otot rangka, merupakan otot yang terdapat dan melekat pada rangka. Otot lurik menggerakkan tulang- tulang anggota tubuh dengan melakukan kontraksi yang kuat dan cepat. Dalam satu serabut otot lurik terdapat banyak inti yang terletak di bagian pinggir.

Miofibril (serabut halus) otot memiliki garis- garis gelap dan garis- garis terang. Sifat Gerakan otot lurik menurut kehendak manusia atau perintah otak dan tidak tahan kelelahan.

  1. Otot Polos

Otot polos biasa disebut juga dengan otot halus. Otot polos merupakan otot yang terdapat pada organ- organ bagian dalam tubuh, seperti pada saluran pencernaan, kandung kemih, pembuluh nadi, dan pembuluh balik.

Otot polos tersusun dari sel- sel tipis memanjang (tidak bergaris lintang/ polos), masing- masing dengan sebuah inti sel yang terletak di tengah. Sifat Gerakan otot polos tidak menurut kehendak manusia dan tahan kelelahan.

  1. Otot Jantung.

Otot jantung memiliki karakter sifat yang merupakan perpaduan antara otot rangka dan otot halus. Ciri khas otot jantung adalah selnya yang bercabang- cabang dan saling berhubungan melalui ujung -ujungnya.

Otot jantung menghasilkan denyut jantung. Sifat dari gerakan otot jantung adalah tidak menurut kehendak manusia dan tahan terhadap kelelahan.

Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun dari sel- sel saraf yang disebut dengan neuron. Jaringan saraf tersususn oleh sel- sel saraf yang terdiri dari badan sel saraf, dendrit, dan akson.

Jaringan saraf memiliki fungsi sebagai penerima dan penghantar rangsangan beberapa fungsi lain, misalnya berpikir dan mengontrol otot. Contoh jaringan saraf, yaitu jaringan otak dan sumsum tulang belakang.

Contoh Soal Ujian Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia

Soal 1. Jaringan epitel pada hewan dan jaringan epidermis pada tumbuhan memiliki fungsi yang sama yaitu ….

  1. sebagai penyokong (penguat)
  2. sebagai pengangkut zat makanan
  3. sebagai alat penerima rangsang
  4. sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya

Soal 2. Jaringan yang mempunyai fungsi sebagai penyokong tubuh, melindungi organ, dan menjadi alat gerak pasif adalah jaringan ….

  1. tulang
  2. darah
  3. saraf
  4. membran inti

Soal 3. Perbedaan fungsi antara otot polos dengan otot lurik adalah ….

  1. otot lurik ada bagian yang gelap dan terang, sedangkan otot polos tidak ada
  2. otot lurik bekerja di bawah perintah, sedangkan otot polos tidak
  3. otot lurik mempunyai banyak inti dalam satu sel, sedangkan otot polos mempunyai satu inti dalam satu sel
  4. otot lurik melekat pada tulang, sedangkan otot polos banyak pada saluran pencernaan dan pembuluh darah

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Biz, 2019, “Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Fungsi Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Contoh Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia,
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Biz, 2019, “Jenis Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Fungsi jaringan epitel, Fungsi jaringan pengikat, Fungsi jaringan otot, Fungsi jaringan saraf,
  7. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  8. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Fungsi Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Contoh Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh jaringan epitel, Contoh jaringan pengikat, Contoh jaringan otot, Contoh jaringan saraf, Jaringan Penunjang Penyokong, Contoh Jaringan Penunjang Penyokong, Fungsi Jaringan Penunjang Penyokong,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Jaringan Hewan Vertebrata dan Manusia, Fungsi jaringan epitel, Fungsi jaringan pengikat, Fungsi jaringan otot, Fungsi jaringan saraf, Jenis Jaringan Penunjang Penyokong, Fungsi dan contoh jaringan tulang keras, Fungsi dan contoh jaringan tulang rawan,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi dan contoh jaringan ikat, Fungsi dan contoh jaringan darah, Fungsi dan contoh jaringan lemak,  Fungsi dan Contoh Jaringan Otot, Jenis Jaringan Otot, Fungsi otot lurik, Fungsi otot polos, Fungsi otot jantung, Contoh otot lurik, Contoh otot polos, Contoh otot jantung,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi otot rangka, otot melekat pada rangka, Miofibril otot, Contoh otot atas kehendak manusia, Fungsi otot lurik, Fungsi  otot polos, Fungsi  otot jantung, Contoh otot lurik, Contoh  otot polos, Contoh  otot jantung, Jaringan Saraf, Fungsi dan Contoh Jaringan Saraf, Contoh Soal Ujian Nasional Jaringan Hewan dan Manusia,

Ciri Ciri Mahkluk Hidup, Pengertian dan Contoh Soal Ujian.

Makhluk hidup mempunyai ciri- ciri tertentu yang khas dan membedakannya dengan makhluk tidak hidup. Namun demikian Makhluk hidup memiliki ciri- ciri tertentu yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain.

Misalkan, ayam dan burung. Keduanya termasuk makhluk hidup, tetapi keduanya mempunyai ciri khas yang membedakannya. Ayam memiliki sayap, namun tidak dapat terbang. Sedangkan Burung dapat terbang dengan sayap yang dimilikinya.

Makhluk hidup memiliki beberapa ciri, yaitu bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, dan dapat berkembang biak.

Adapun Beberapa Ciri Ciri Mahkluk Hidup diantaranya adalah sebagai berikut:

Bernapas Respirasi Ciri Mahkluk Hidup

Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan. Secara sederhana Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda- beda, tergantung pada tempat hidup dan jenis makhluk hidupnya. Makhluk hidup yang tingga di darat mempunyai sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup yang tingga di dalam air.

Manusia bernapas dengan menghirup oksigen dari udara menggunakan alat pernapasan. Mulai dari hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Ikan bernapas menggunakan insang. Adapun pada burung, selain menggunakan paruparu, pernapasannya dibantu oleh pundi-pundi udara.

Ketika bernapas, makhluk hidup menghirup gas oksigen (atau O2) dan mengembuskan gas karbon dioksida (atau CO2). Gas Oksigen dibutuhkan untuk proses reaksi oksidasi zat makanan dan akan dikonversi agar menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi yang dihasilkan digunakan untuk menjalankan aktivitas hidup seperti bergerak, berreproduksi, tumbuh, berkembang, dan sebagainya.

Makan Ciri Mahkluk Hidup

Salah satu ciri dari mahkluk hidup adalah bahwa makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan digunakan makhluk hidup untuk menghasilkan energi.

Tumbuhan hijau dapat memenuhi kebutuhan makanan dengan membuat makanannya sendiri dari zat anorganik melalui proses fotosintesis. Hal ini membuat tumbuhan disebut sebagai autotrof.

Manusia dan hewan tidak dapat memenuhi makanan dengan membuat makanan dalam tumbuhnya sendiri. Dengan demikian manusia dan hewan harus memperoleh makanan dari makhluk hidup lainnya. Hal ini menyebabkan Manusia dan hewan menjadi mahkluk heterotrof.

Makanan yang diperoleh mahkluk hidup umumnya mengandung zat organik seperti Karbohidrat, gula, protein, lemak vitamin dan mineral. Supaya dapat digunakan, makanan tersebut harus dicerna terlebih dahulu melalui proses dalam system pencernaan.

Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Zat makanan ini terdapat dalam biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan tepung terigu. Selain itu, terdapat dalam umbi- umbian seperti singkong, kentang, dan ketela.

Lemak berguna sebagai cadangan makanan dalam tubuh. Lemak mempunyai kalori paling tinggi dibandingkan dengan zat makanan lainnya. Zat makanan ini terdapat dalam susu dan mentega.

Protein berperan dalam pertumbuhan dan mengganti sel- sel tubuh yang telah rusak. Protein dibagi menjadi dua jenis, yaitu protein hewani dan protein nabati.

Protein hewani adalah protein yang sumbernya berasal dari hewan. Contoh protein hewani adalah telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati adalah protein yang sumbernya berasal dari tumbuhan. Contoh protein nabati adalah kacang kacangan, dan buah-buahan.

Vitamin dan mineral berfungsi mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin dapat diperoleh dari buah- buahan dan sayur sayuran. Contoh tumbuhan sebagai Sumber vitamin dan mineral adalah wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya.

Bergerak Ciri Mahkluk Hidup.

Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Bergerak adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan.

Ada dua macam gerak pada makhluk hidup, yaitu gerak pindah tempat dan gerak tidak pindah tempat. Perpindahan seluruh bagian tubuh terjadi pada manusia dan sebagian besar hewan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi dapat menggerakkan sebagian tubuhnya

Gerak pada manusia dan hewan sangat mudah diamati dan terlihat jelas. Mahkluk hidup, manusia dapat berjalan, berlari, dan menggerakkan tangan. Begitu juga dengan hewan dapat berlari, sebagian terbang, dan lain sebagainya.

Untuk melakukan gerakan tersebut, manusia dan hewan dibantu oleh alat gerak. Pada manusia, misalnya tangan dan kaki. Sedangkan, pada hewan, seperti sayap, sirip, kaki, silia, dan lainnya.

Tumbuhan juga melakukan gerakan, namun gerakannya tidak mudah diamati atau dilihat. Contoh gerakan pada tumbuhan adalah menutupnya daun putri malu ketika disentuh. Daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari.  Gerakan pada tumbuhan disebabkan karena ada rangsangan dari luar.

Iritabilitas Ciri Mahkluk Hidup

Salah satu ciri makhluk hidup adalah respons terhadap rangsangan. Kemampuan makhluk hidup memberi tanggapan terhadap rangsangan disebut dengan iritabilitas. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan menanggapi rangsang dengan cara yang berbeda- beda. Kepekaan terhadap rangsang menunjukkan bahwa di dalam tubuh makhluk terjadi proses pengaturan.

Sentuhan, cahaya, dan perubahan suhu merupakan contoh dari bentuk rangsangan eksternal makhluk hidup.

Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan adalah alat indra. Alat indra ini peka terhadap rangsang. Respon terhadap rangsangan pada manusis Contohnya adalah mata manusia akan mengedip ketika terkena cahaya yang silau.

Pada hewan terdapat alat- alat indra yang sangat peka terhadap rangsangan. Contohnya, burung elang yang peka penglihatannya, kelelawar yang peka pendengarannya, dan anjing yang peka penciumannya

Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Pada tumbuhan, rangsangan yang datang dari luar contohnya adalah sentuhan, cahaya, atau gaya tarik bumi (atau gravitasi). Misalnya, tumbuhan penangkap serangga dengan menutup daunnya dan tumbuhan putri malu yang menutup daunnya karena sentuhan.

Tumbuh Ciri Mahkluk Hidup

Pertumbuhan merupakan proses penambahan ukuran, berat, dan volume tubuh makhluk hidup. Hewan dan tumbuhan mengalami proses pertumbuhan yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Perkembangan merupakan proses kelanjutan dari pertumbuhan yang berupa diferensiasi, yaitu proses pembentukan struktur tubuh yang memiliki fungsi khusus.

Misalnya, suatu biji yang ditanam akan mengalami perkecambahan dan menjadi tumbuhan dewasa. Pada hewan, misalnya katak, pertumbuhan diawali dari telur yang akan berubah menjadi berudu. Berudu tersebut akan berubah menjadi katak muda dan selanjutnya menjadi katak dewasa.

Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) ditunjukkan dengan bertambahnya volume dan ukuran sel. Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) terjadi karena jumlah sel bertambah banyak dan ukuran sel bertambah besar. Sel dapat bertambah banyak karena sel mengalami proses pembelahan.

Berkembang Biak Ciri Mahkluk Hidup

Semua makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak atau reproduksi. Berkembang biak merupakan cara makhluk hidup untuk mempertahankan atau melestarikan keturunannya. Jadi Perkembangbiakan ini berfungsi sebagai cara untuk melestarikan jenisnya

Makhluk hidup dapat melakukan reproduksi (berkembang Biak) dilakukan dengan dua cara, yaitu secara seksual (kawin atau generatif) dan secara aseksual (tak kawin atau vegetatif).. Secara seksual maksudnya berkembang biak melalui peleburan sel telur dan sel kelamin jantan, sedangkan aseksual adalah berkembang biak tanpa melalui peleburan sel kelamin.

Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi dua macam, yaitu secara generatif (kawin) dan secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi umumnya berkembang biak secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah berkembang biak dengan vegetatif (tak kawin).

Perkembangbiakan secara generatif memerlukan alat perkembangbiakan untuk menghasilkan sel kelamin. Pada hewan, testis adalah kelenjar kelamin jantan, sedangkan ovarium adalah kelenjar kelamin betina. Adapun perkembangbiakan secara vegetatif tidak melibatkan alat perkembangbiakan.

Pada tumbuhan, perkembangbiakan secara generatif membutuhkan alat perkembangbiakan. Alat perkembangbiakan tumbuhan dapat berupa bunga dan spora. Pada bunga, terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik).

Tumbuhan dapat berkembang biak secara alami dan buatan. Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu secara kawin menggunakan biji dan secara tidak kawin atau vegetative. Contoh perkembangbiakan vegetative pada tumbuhan, di antaranya adalah cara stek, cangkok, dan tunas.

Adaptasi Ciri Mahkluk Hidup

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Makhluk hidup melakukan adaptasi agar dapat bertahan hidup dan dapat menghasilkan keturunan yang sesuai dengan lingkungan yang baru.

Makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, akan dapat hidup lebih lama dan individu sejenisnya (populasi) cenderung bertambah banyak dan daya hidup yang lebih baik.

Namun, sebaliknya, bagi makhluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap lingkungan akan punah.

Makhluk hidup mempunyai ciri struktur tubuh yang khas atau khusus agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Tumbuhan air beradaptasi dengan membentuk daun yang lebar dan tipis agar mudah menguap. Burung memiliki paruh yang berbeda – beda sesuai dengan jenis makananya mangsanya

Hewan mempertukarkan panas tubuhnya terhadap lingkungan luarnya (eksternal) agar temperatur tubuhnya menjadi stabil. Berdasarkan sumber panas yang diperoleh tubuhnya, hewan dibedakan menjadi hewan ektotermik dan endotermik.

Hewan ektotermik adalah heawan yang mendapatkan sebagian besar panas tubuhnya dari lingkungan sekelilingnya. Kadal merupakan contoh hewan ektotermik, kadal biasanya berjemur di atas bebatuan untuk menghangatkanatau menaikkan temperature tubuhnya. Panas yang diperoleh berasal dari panas yang dihantarkan bebatuan tersebut. Pada saat yang bersamaan hewan ini kehilangan panas tubuhnya.

Hewan endotermik adalah hewan yang mendapatkan sebagian atau semua panas tubuhnya dari hasil metabolisme di dalam tubuhnya. Contoh dari Hewan yang endotermik adalah Kucing dan burung.

Contoh Soal Ujian Ciri Ciri Mahkluk Hidup

Di bawah ini adalah ciri- ciri makhluk hidup, kecuali ….

  1. bergerak
  2. bernapas
  3. ukurannya tetap
  4. respons terhadap rangsang

Daun putri malu akan menguncup bila disentuh. Hal ini membuktikan bahwa makhluk hidup dapat ….

  1. berkembang biak
  2. bernapas
  3. membela diri
  4. merespons rangsang

Agar tidak punah, makhluk hidup memiliki kemampuan untuk ….

  1. berkembang biak
  2. beradaptasi
  3. membela diri
  4. respons terhadap rangsang

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Ardra.Biz, Kata, Artikel, “Ciri Ciri Mahkluk Hidup, Mahkluk Hidup, Contoh Soal Ujian Ciri Mahkluk Hidup, Bernapas Respirasi Ciri Mahkluk Hidup, Pengertian Bernapas,
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  6. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  7. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  8. Ardra.Biz, Kata, Artikel, “Ciri Ciri Mahkluk Hidup, Mahkluk Hidup, Contoh Soal Ujian Ciri Mahkluk Hidup, Bernapas Respirasi Ciri Mahkluk Hidup, Pengertian Bernapas,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Oksigen Saat Bernapas, Cara mahkluk hidup bernapas, Fungsi energi bagi mahkluk hidup, Makan Ciri Mahkluk Hidup, Fungsi makan bagi mahkluk hidup, Fungsi fotosintesis bagi mahkluk hidup, Mahkluk hidup autotroph, Contoh Mahkluk hidup autotroph, Mahkluk Hidup Heterotrof,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Mahkluk Hidup Heterotrof, Pengertian Autotrof dan Heterotrof, Jenis Zat makanan mahkluk hidup, Bergerak Ciri Mahkluk Hidup, Alat gerak manusia dan hewan, Cara Hewan dan tumbuhan mendapatkan makanan,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi makan bagi mahkluk hidup,  Jenis gerak mahkluk hidup, Contoh gerak tumbuhan, Cara tumbuhan dapat makanan, Iritabilitas Ciri Mahkluk Hidup, Contoh ransangan dari luar, pengertian iritabilitas, contoh respon tumbuhan, contoh respon ransangan mahkluk hidup,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Alat respon mahkluk hidup, contoh alat indra hewan, cara tumbuhan merespon lingkungan, Tumbuh Ciri Mahkluk Hidup, pertumbuhan mahkluk hidup bersifat irreversible, Contoh makhluk hidup bersel satu (uniseluler), Contoh makhluk hidup bersel banyak (multi seluler), Berkembang Biak Ciri Mahkluk Hidup, 
  13. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian berkembang biak atau reproduksi mahkluk hidup, reproduksi secara seksual (kawin atau generatif), Reproduksi secara aseksual (tak kawin atau vegetatif), Contoh reproduksi secara seksual (kawin atau generatif),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Reproduksi secara aseksual (tak kawin atau vegetatif), fungsi  kelenjar kelamin jantan, fungsi ovarium kelenjar kelamin betina, Contoh perkembangbiakan vegetative pada tumbuhan, Alat perkembangbiakan tumbuhan,
  15. Ardra.Biz, 2019, “kelamin jantan tumbuhan (benang sari), alat kelamin betina tumbuhan (putik), Jenis reproduksi pada hewan dan tumbuhan, Contoh reproduksi secara seksual, contoh berkembang biak generatif, Reproduksi secara aseksual, contoh berkembang biak vegetative, 
  16. Ardra.Biz, 2019, “Adaptasi Ciri Mahkluk Hidup, Cara hewan dan tumbuhan beradapatasi lingkungan, Contoh adaptasi Hewan, Contoh adaptasi tumbuhan, pengertian adaptasi, Pengertian Hewan ektotermik, Contoh Hewan ektotermik, Pengertian Hewan endotermik, Contoh Hewan endotermik,

Jenis dan Cara Kerja Otot Manusia.

Pengertian Otot. Dalam kehidupan sehari hari, Jaringan otot biasa disebut dengan istilah daging. Otot merupakan suatu jaringan, artinya sel- sel otot bergabung menjadi serabut otot, dan serabut otot membentuk otot.

Jaringan otot mempenyai kemampuan untuk berkontraksi. Fungsi jaringan otot ini adalah melaksanakan gerakan, memelihara postur tubuh, dan memproduksi panas.

Otot disebut juga alat gerak aktif karena dapat berkontraksi. Otot ini dapat menggerakkan tulang- tulang karena adanya kerjasama otot yang menempel pada tulang- tulang tersebut.

Tulang tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Persendian tulang sebagai suatu konstruksi untuk pergerakan, dikelilingi oleh otot. Otot mampu menghasilkan suatu gerak karena adanya sel otot.

Otot memiliki tiga karakteristik, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk berkontraksi (atau mengerut) sehingga otot menjadi lebih pendek. Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula.

Sedangkan, elastisitas adalah kemampuan otot untuk dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi. Saat otot kembali ke bentuk semula, otot disebut dalam keadaan relaksasi.

Jenis Jenis Jaringan Otot

Otot dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

  1. Otot Lurik (Otot Rangka)

Rangka tubuh manusia dapat bergerak karena adanya kontraksi dan relaksasi dari otot lurik. Otot ini bekerja di bawah kendali system saraf sadar atau menurut kehendak manusia. Otot rangka umumnya melekat pada rangka (tulang).

Namun demikian, ada otot lurik yang sama sekali tidak melekat, misalnya otot lidah dan otot mata eksternal. Ujung otot yang melekat pada tulang disebut dengan tendon. Ujung otot yang melekat pada tulang yang cenderung diam disebut dengan origo, sedangkan pada tulang yang relatif aktif disebut insersio.

Otot lurik tersusun atas muscle fiber atau serabut otot. Muscle fiber merupakan sel -sel yang Panjang dan tidak bercabang. Muscle fiber berinti banyak dan menyebar di bagian pinggir. Pada pengamatan menggunakan mikroskop, tampak adanya garis- garis melintang gelap terang.

Otot lurik mempunyai susunan berupa serabut- serabut panjang yang mengandung banyak inti sel dan tampak adanya bagian yang terang diselingi bagian gelap yang melintang. Oleh karena itu, otot lurik disebut juga sebagai otot serat melintang.

Pada Umumnya, otot lurik ini melekat pada rangka. Oleh karenanya sering disebut sebagai otot rangka. Otot lurik terdiri dari serabut- serabut halus yang disebut miofibril, memiliki banyak inti, dan mempunyai warna polos dengan sitoplasma yang bening. Adapun Cara kerjanya otot ini dipengaruhi oleh kesadaran atau saraf sadar dan tidak tahan kelelahanOleh karena dipengaruhi saraf sadar, maka otot ini disebut juga sebagai otot sadar. Hal ini menyebabkan otot lurik dapat bergerak kuat dan cepat.

  1. Otot Polos

Otot polos sangat berbeda dengan otot lurik. Karena Otot polos tidak memiliki serat gelap dan terang. Otot polos memiliki sel- sel berbentuk gelendong karena bagian tengahnya besar. sedangkan ujungnya meruncing serta mempunyai inti sel yang berada di tengah.

Karakteristik otot polos adalah gerakannya di bawah pengaruh saraf tak sadar. Dengan demikian, otot polos bekerja di luar kesadaran manusia. Oleh karenanya otot ini disebut dengan otot tak sadar.

Sifat kerja otot polos adalah bergerak lamban dan dipengaruhi oleh saraf otonom. Namun otot polos ini mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak mudah mengalami kelelahan.

Otot polos terdapat pada saluran alat- alat dalam, seperti saluran pernapasan, dinding usus, saluran pencernaan, pembuluh darah, organ ekskresi, kandung kencing, uterus, ureter, dan getah bening.

  1. Otot Jantung

Otot jantung berbentuk menyerupai otot rangka, namun sifat kerjanya sama dengan otot polos. Otot jantung bercabang- cabang dan memiliki inti di tengah sel. Otot jantung memiliki ciri- ciri seperti otot lurik (otot rangka), yaitu memiliki garis garis melintang berupa serat gelap dan terang.

Otot jantung hanya terdapat pada dinding jantung dan disebut juga sebagai miokardium.

Kerja otot jantung berkaitan erat dengan fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dilihat dari sifat kerjanya, otot jantung bekerja seperti otot polos yaitu dipengaruhi oleh saraf tak sadar sehingga cara kerjanya di luar kesadaran manusia. Hal ini dikarenakan otot polos berada di bawah pengaruh saraf otonom.

Dengan demikian, otot jantung mempunyai ciri khas yaitu bentuknya seperti otot lurik, namun cara kerjanya seperti otot polos.

Gerak Pada Otot, Cara Kerja Otot

Otot dapat bergerak karena adanya kontraksi yang berasal dari rangsangan serabut- serabut saraf. Jika otot rangka berkontraksi, tulang- tulang akan tertarik dan bergerak pada sendinya.

Untuk melakukan atau menghasilkan suatu gerakan, otot tidak bekerja sendiri, tetapi selalu berpasangan atau berkelompok untuk bekerja sama dengan otot – otot lainnya. Dua atau lebih pasangan otot dapat bekerja secara antagonis atau sinergis.

Kontraksi satu macam otot hanya mampu menggerakkan otot ke satu arah saja. Untuk kembali ke keadaan semula, otot yang lain akan berkontraksi kebalikan dari kerja otot pertama.

Gerakan otot dapat dibedakan menjadi gerakan otot yang searah atau sinergis dan gerakan otot yang saling bertolak belakang atau saling berlawanan atau antagonis.

Gerak Otot Sinergis

Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama dengan tujuan yang sama,  sehingga menimbulkan gerakan searah dan tidak saling berlawanan. Artinya, otot- otot ini berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama pula. Contohnya gerak pronasi, gerak ini disebabkan kerja sama otot- otot pronator, yaitu pronator teres dan pronator quadratus yang terletak pada lengan bawah yang dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup.

Contoh lainnya adalah, otot- otot antartulang rusuk yang bekerja sama ketika sedang menarik napas.

Berdasarkan tempat melekatnya, otot dibedakan menjadi dua macam, yaitu origo dan insersi.

Origo adalah ujung otot yang melekat pada tulang- tulang yang tidak bergerak ketika otot berkontraksi.

Sedangkan, insersi adalah bagian ujung otot lain yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.

Gerak  Otot Antagonis

Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang menimbulkan efek Gerakan pada tulang ke arah yang saling berlawanan. Arah gerakan yang ditimbulkan oleh kontraksi otot juga ditentukan oleh persendiannya.

Contoh Gerak otot Antagonis adalah kerja otot bisep dan trisep pada lengan. Otot bisep terletak pada lengan atas bagian depan, sedangkan otot trisep terletak pada lengan atas bagian belakang. Jika otot bisep berkontraksi, lengan bawah akan terangkat. Sebaliknya, jika otot trisep berkontraksi, lengan bawah akan kembali ke kedudukan semula.

Jenis Gerak Otot Antagonis

Berdasarkan arah geraknya, gerakan antagonis dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

Gerak Otot Ekstensi – Fleksi

Ekstensi adalah gerak meluruskan, sedangkan fleksi adalah gerak menekuk. Contohnya, gerak pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari. Gerak kaki melipat ke bawah lalu kembali lurus.

Gerak Otot  Abduksi – adduksi

Abduksi adalah gerakan anggota tubuh menjauhi sumbu tubuh. Contohnya, merentangkan tangan hingga sejajar dengan bahu. Sedangkan, aduksi adalah Gerakan anggota tubuh mendekati sumbu tubuh.

Contohnya, tangan setelah direntangkan. Gerak tangan menjauhi bahu (Gerakan seperti burung terbang) dan kembali ke keadaan semula.

Gerak Otot Depresi – Elevasi

Depresi adalah gerakan menurunkan anggota tubuh. Sedangkan, gerakan elevasi adalah mengangkat anggota tubuh. Contoh: gerak kepala menunduk dan menengadah.

Gerak Otot Supinasi – Pranasi

Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan, sedangkan pronasi adalah gerakan menelungkupkan tangan. Contohnya adalah gerak telapak tangan menengadah dan menelungkup.

Contoh Soal Ujian Nasional Gerak Otot Manusia.

Otot yang melekat pada rangka tubuh manusia dan berfungsi sebagai alat gerak aktif di bawah kendali sistem saraf sadar adalah ….

  1. otot polos
  2. otot rangka
  3. otot jantung
  4. otot polos dan otot lurik

Otot jantung dan otot lurik memiliki perbedaan dalam hal ….

  1. sifat kerja
  2. sifat kerja, bentuk, dan letak
  3. bentuk
  4. letak

Jika suatu kelompok otot berkontraksi untuk menghasilkan gerakan, tetapi kelompok otot lainnya relaksasi maka termasuk kerja otot yang ….

  1. antagonis
  2. sinergis
  3. origo
  4. insersio

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  6. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  7. Ardra.Biz. 2019, “Jenis dan Cara Kerja Otot Manusia, Pengertian Otot, serabut pembentuk otot, Fungsi jaringan otot, gerak aktif Otot, kontraksibilitas otot, ekstensibilitas otot, elastisitas otot, Jenis Jenis Jaringan Otot,  otot polos, otot lurik, otot jantung,
  8. Ardra.biz, 2019, “Fungsi contoh otot polos, Fungsi contoh otot lurik, Fungsi Contoh Otot Rangka, system saraf sadar otot, tendon otot, origo otot, insersio otot, muscle fiber otot, penyusun erabut otot, myofibril otot, Cara kerja otot, Saraf penggerak otot, saraf otonom otot, otot tak sadar, sel   gelendong otot, ciri otot jantung,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Gerak Otot , jenis gerak otot, Gerak Pada Otot, Cara Kerja Otot, Gerak Otot Sinergis, Contoh Otot sinergis , pronator teres dan pronator quadratus, fungsi contoh otot pronator, contoh tendon otot, contoh origo otot, contoh insersio otot,
  10. Ardra.biz, 2019, “Gerak  Otot Antagonis, Contoh Gerak  Otot Antagonis, Jenis Gerak Otot Antagonis, Gerak Otot Ekstensi  Fleksi, contoh Gerak Otot Ekstensi Fleksi, Gerak Otot Ekstensi  Fleksi, Contoh Gerak Otot Ekstensi Fleksi, Gerak Otot  Abduksi adduksi,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Gerak Otot  Abduksi adduksi, Gerak Otot Depresi Elevasi, Contoh Gerak Otot Depresi Elevasi, Gerak Otot Supinasi  Pranasi, Contoh Gerak Otot Supinasi Pranasi, Contoh Soal Ujian Nasional Gerak Otot Manusia, Fungsi otot,

Persendian Antar Tulang, Jenis Fungsi Contoh

Pengertian Persendian Antar Tulang. Persendian adalah jaringan penyambung antara tulang yang satu dengan tulang yang lain untuk membentuk rangka tubuh. Persendian ini merupakan tempat bertemunya tulang yang satu dengan tulang yang lain. Hubungan antartulang ini ada yang dapat mengakibatkan gerak dan ada yang tidak dapat mengakibatkan gerak. Pada system persendian terdapat cairan pelumas yang disebut dengan cairan sinovia.

Berdasarkan sifat geraknya sendi dibagi menjadi tiga macam, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.

Persendian Sinartrosis

Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya pergerakan. Persendian ini tidak dapat digerakan. Sinartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu Sinkondrosis dan Sinfibrosis.

  1. Sinkondrosis adalah sendi yang kedua ujung tulangnya dihubungkan dengan tulang rawan (kartilago). Contohnya, hubungan antara tulang rusuk dengan ruas tulang dada dan hubungan ruas-ruas tulang belakang.
  2. Sinfibrosis adalah sendi yang kedua ujung tulangnya dihubungkan dengan serabut. Contohnya, hubungan antartulang tengkorak. Kemudian, serabut-serabut jaringan ikat ini mengalami osifikasi (penulangan). Hubungan antartulang tengkorak disebut sutura.

Persendian Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah bentuk hubungan antartulang oleh kartilago yang menyebabkan adanya sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu Simfisis dan Sindesmosis.

  1. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih. Contohnya, sendi antara tulang rusuk dengan tulang belakang yang menyebabkan kamu bisa bernapas atau terjadi gerakan inspirasi dan ekspirasi.
  2. Pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya, sendi antara tulang betis dan tulang kering.

Persendian Diartrosis

Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang dapat  bergerak dengan leluasa.

Persendian Diartrosis memungkinkan adanya gerak bebas antara tulang-tulang yang bersendi. Sebagian besar persendian rangka tubuh manusia merupakan diartosis.

Berdasarkan tipe gerakannya, persendian diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Sendi engsel, Pada sendi ini gerak tulang yang dihubungkan hanya bergerak satu arah. Seperti engsel pintu dan jendela yang hanya bergerak satu arah. Jadi Gerakan sendi ini sangat terbatas. Gerakannya berupa gerak mengecilkan sudut (fleksi) atau gerak membesarkan sudut (ekstensi). Contoh sendi engsel adalah hubungan tulang pada lutut, pada siku, dan tulang jari-jari.
  2. Sendi putar, Pada sendi ini, ujung tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Permukaan tulang pertama membulat, meruncing, atau berbentuk kerucut dan bersendi dengan lekuk yang dangkal dari tulang lain. Sendi ini hanya dapat bergerak satu arah (monoaksial) yang memutar. Contoh sendi putar adalah sendi antara tulang tengkorak dengan tulang atlas yang menyebabkan kepala menoleh dan menggeleng, tulang sendi ini juga terdapat pada humerus dengan tulang pengumpil.
  1. Sendi pelana, Pada sendi ini, kedua ujung tulang membentuk sendi seperti pelana. Sendi ini dibentuk oleh tulang dengan permukaan cekung yang masuk ke dalam tulang yang permukaannya cembung. Persendian ini memungkinkan gerak menyamping (kanan-kiri) dan gerak muka belakang. Contoh sendi pelana adalah sendi pada ibu jari dan sendi antara karpal dengan metakarpal.
  1. Sendi peluru, pada sendi peluru, ujung yang satu berbentuk bongkol seperti peluru yang masuk ke ujung tulang lainnya yang berbentuk cekungan. Permukaan sendi tulang pertama berbentuk seperti bola yang masuk ke permukaan cekung atau seperti mangkuk dari tulang kedua. Sendi ini memungkinkan gerakan triaksial, yaitu gerak fleksi-ekstensi, gerak abduksi-aduksi, dan rotasi. Sendi ini menyebabkan Gerakan yang lebih bebas. Contoh sendi peluru adalah hubungan antara tulang paha dengan tulang pinggul.
  1. Sendi ellipsoidal, Sendi ini dibentuk oleh ujung tulang berbentuk oval yang masuk ke cekungan tulang lain yang berbentuk elips. Gerakannya ke arah kanan-kiri dan muka belakang. Contoh sendi ellipsoidal adalah sendi antara tulang radius dan tulang karpal yang memungkinkan telapak tangan ke atas bawah dan ke kanan kiri.

Contoh Soal Ujian Persendian Hubungan Antar Tulang.

Hubungan antartulang yang memungkinkan adanya gerak bebas disebut ….

  1. sinartrosis
  2. amfiartrosis
  3. diartrosis
  4. sindesmosis

Sendi engsel terdapat pada ….

  1. bahu
  2. paha
  3. kepala
  4. siku

Sendi yang tidak dapat digerakkan adalah ….

  1. sinartrosis
  2. amfiartrosis
  3. diartrosis
  4. simfisis

Cairan yang berperilaku sebagai pelumas pada persendian adalah…

  1. sinartrosis
  2. sinovia
  3. diartrosis
  4. sindesmosis

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Persendian Antar Tulang, Hubungan antar tulang, Fungsi persendian, contoh persendian, jenis persendian tulang, cairan pada persendian, cairan sinovia pada persendian, Persendian Sinartrosis, Persendian Sinkondrosis, Persendian Sinfibrosis, Fungsi tulang rawan (kartilago),
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi serabut jaringan ikat persendian, persendian tulang tengkorak sutura, Persendian Amfiartrosis, Persendian Simfisis dan Sindesmosis, Persendian gerakan inspirasi dan ekspirasi, Fungsi jaringan ikat serabut dan ligament pada persendian, Persendian Diartrosis, Persendian bergerak bebas leluasa,  Contoh Sendi engsel,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Persendian untuk gerak mengecilkan sudut (fleksi) dan gerak membesarkan sudut (ekstensi, Gerakan sendi satu arah monoaksial, Sendi menggelengkan kepala, Contoh sendi pelana, gerak abduksi-aduksi sendi, Contoh Sendi peluru, Sendi Gerakan triaksial, Contoh Sendi ellipsoidal, gerak fleksi-ekstensi sendi,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh sendi putar,  Contoh Persendian Sinartrosis, Contoh Persendian Contoh Sinkondrosis, Contoh Persendian Sinfibrosis, Fungsi tulang rawan (kartilago), Fungsi serabut jaringan ikat persendian, persendian tulang tengkorak sutura, Contoh Persendian Amfiartrosis, Contoh Persendian Simfisis dan Sindesmosis,

Kultur Jaringan, Hidroponik, Aeroponik, dan Kloning pada Tanaman,

Bioteknologi telah mampu mengembangkan suatu sistem cara perbanyakan tanaman (cara berkembang biak) secara vegetatif yang lebih cepat jika dibandingkan dengan cara konvensional, dan dengan hasil yang jauh lebih banyak yaitu dengan melalui sistem kultur jaringan.

Selain itu bioteknologi telah mengembangkan juga system pertanian tanpa menggunakan lahan atau tanah yaitu melalui sistem hidroponik dan aeroponik. Produk bioteknologi juga dapat berupa rekayasa genetika

Kultur Jaringan (Tissue Culture)

Kultur jaringan adalah menambahkan bagian tanaman yang ditumbuhkan dalam media buatan sehingga tumbuh menjadi tanaman sempurna. Teknik ini juga dikenal dengan nama kultur in vitro. Pada dasarnya, prinsip kultur jaringan tidak berbeda dengan cara reproduksi vegetatif, yaitu menyetek.

Keuntungan Kultur Jaringan.

Kultur jaringan dimanfaatkan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Dengan diterapkannya kultur jaringan dapat diperoleh beberapa keuntungan seperti berikut :

  • menghasilkan tanaman atau tumbuhan jenis baru dalam jumlah yang banyak dengan waktu relative singkat.
  • menghasilkan tanaman tumbuhan baru yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya. Bila induk memiliki buah yang besar dan manis, maka tanaman hasil kultur jaringan juga memliki buah yang besar dan manis.

Hal ini berbeda dengan reproduksi melalui biji (generatif), tanaman baru mungkin menghasilkan buah yang mutunya lebih rendah dari tanaman induk.

  • menghasilkan jenis tanaman baru yang bebas virus dalam jumlah besar. Contohnya tanaman anggrek yang tercemar virus masih dapat ditanam dengan mengambil jaringan meristem yang bebas virus dan ditanam kembali dengan cara kultur jaringan. Hal serupa juga dapat dilakukan pada tanaman lain.
  • digunakan untuk upaya konservasi tanaman atau tumbuhan langka. Cara kultur jaringan, Tanaman atau tumbuhan yang sudah langka jarang langka dapat dikembang biakkan lebih banyak.

Hidroponik

Hidroponik adalah suatu metoda teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah sebagai tempat menanam tanaman atau tumbuhan. Sumber makanan zat hara Tumbuhan yang ditanam dengan metoda hidroponik diperoleh dari air yang mengandung zat zat anorganik yang diberikan melalui pipa- pipa air,  atau bisa juga dengan cara menyiramkan air yang sudah mengandung zat makanan yang dibutuhkan tumbuhan.

Untuk menancapkan tanaman agar bisa tegak dan tidak mudah roboh, maka diberi media lain sebagai pengganti tanah. Yang Umum digunakan sebagai media tanam pada hidroponik adalah pasir, keri-kil, atau batu apung.

Metoda bercocok tanam dengan media tanah, zat-zat makanan atau zat hara yang dibutuhkan tanaman diperoleh  dari dalam tanah. Sedangkan pada metoda  hidroponik zat makanan diperoleh tanaman dari air yang sudah mengandung zat-zat anorganik.

Keuntungan Metoda Hidroponik.

Beberapa keuntungan bercocok tanam secara hidroponik antara lain sebagai berikut.

  • Bercocok tanam dengan cara hidroponik tidak bergantung pada luas tanah. Pada Tempat atau lahan yang lebih sempit dapat ditanami tumbuhan dalam jumlah yang cukup banyak.
  • Zat Hara atau Mineral atau pupuk yang diberikan atau dibutuhkan oleh tanaman ditentukan dengan cermat sesuai keperluannya. Sehingga penggunaan pupuk atau zat hara menjadi lebih efisien.
  • Sumber atau Bibit penyakit seperti bakteri, jamur, dan cacing yang berasal dari tanah dapat dihindari. Selain itu juga, hama seperti serangga, dapat dicegah karena dikelola secara khusus. Gulma, seperti rumput teki dan alang- alang dapat dihindari keberadaannya.
  • Kualitas buah dan tanaman yang dihasilkan lebih baik sehingga dapat meningkatkan produksi panen dengan kualitas yang terjamin..
  • Metoda hidroponik Tidak tergantung pada musim. Ini artinya baik musim kemarau atau hujan tanaman dapat tumbuh berkembang karena dikelola secara khusus.

Metoda Aeroponik

Metoda Aeroponik merupakan modifikasi dari sistem tanam metoda hidroponik. Pada metoda hidroponik, media yang digunakan adalah air dan ditambah dengan media lain seperti kerikil atau pasir. Sedangkan pada aeroponik tidak menggunakan media sama sekali. Akar tanaman diletakkan menggantung dalam suatu wadah yang dijaga kelembabannya.

Zat makanan pada metoda aeroponic diperoleh melalui larutan nutrien yang disemprotkan ke bagian akar tanaman.

Keuntungan Metoda Aeroponik.

Sistem aeroponik memiliki kelebihan dibandingkan sistem hidroponik. Pada sistem aeroponik, akar yang menggantung akan lebih banyak menyerap oksigen sehingga meningkatkan metabolisme. Peningkatan metabolisme dapar miningkatkan kecepatan pertumbuhan tanaman. Selain itu tidak ada air yang hilang akibat penguapan.

Kloning

Pengertian kloning merupakan cara memperbanyak sel maupun individu secara vegetative (aseksual) sehingga menghasilkan individu yang identik sama dan seragam dengan induknya.

Kloning dapat dilakukan pada tumbuhan maupun hewan. Kloning Pada tumbuhan misalnya pada ketela rambat, pisang, jahe, tebu, nanas, teh, kopi, mangga, dan kunyit. Contoh Kegiatan lain yang termasuk kloning seperti menyetek, menyangkok, dan menyambung secara kovensional atau cara sederhana.

Kloning dapat juga dilakukan dengan cara modern. Teknologi kloning modern dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Kultur jaringan adalah pengembangbiakan tanaman secara vegetatif dari bagian-bagian jaringan badan (somatie) tanaman di dalam kultur aseptik (bebas kuman) dengan lingkungan yang terkontrol.

Contoh tumbuhan yang sering digunakan untuk kultur jaringan (invitro) misalnya ubi batang dan tanaman anggrek. Umumnya bagian tanaman yang akan dikultur masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem seperti daun muda, ujung akar, ujung batang, atau keping biji.

Cara Membuat Kultur Jaringan Sederhana.

Langkah -langkah atau tahapan sederhana membuat kultur jaringan invitro adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah bagian meristem tanaman yang akan dikultur.
  2. Potonglah kecil- kecil bagian tanaman yang dikultur, dan ini menjadi bagian tanaman yang disebut eksplan. Dan tentunya dalam keadaan aseptik,
  3. Letakkan potongan kecil eksplan tersebut ke dalam medium botol atau cawan yang sudah berisi nutrisi dan hormone, dan tentunya dalam keadaan steril.
  4. Setelah beberapa waktu bagian permukaan akan terjadi pembelahan dan membentuk gumpalan seragam (ini biasa disebut dengan kalus).
  5. Setelah terbentuk kalus kemudian pindahkan ke medium yang cocok dan selanjutnya kalus akan menjadi tanaman kecil yang lengkap (ini biasaya disebut dengan planet).
  6. tahap terakhir, Tanaman kecil ini siap ditanam di medium tanah.

Contoh Soal Ujian Bioteknologi Terapan

Usaha manusia untuk memperbaiki kualitas lahan dari pencemaran menggunakan mikroorganisme tertentu dipelajari dalam ….

  1. bioteknologi
  2. bioremediasi
  3. biokimia
  4. biofisika

Suatu cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat menanam tanaman, disebut ….

  1. hidroponik
  2. aeroponik
  3. kultur jaringan
  4. kepulasi

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  3. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  4. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  8. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  9. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  10. Biz, 2019, “Produk Bioteknologi Modern, Contoh Produk Bioteknologi Modern,  Pengertian Kultur Jaringan, Hidroponik, Aeroponik, Kloning, Contoh Kultur Jaringan (Tissue Culture), prinsip kultur jaringan, Keuntungan Kultur Jaringan, Manfaat Kultur jaringan, Contoh Tanaman kultur jaringan,
  11. Biz, 2019, “Produk hasil kultur jaringan, sifat fisiologi dan morfologi kultur jaringan, Contoh Hidroponik, Pengertian Hidroponik, Media Hidroponik, Contoh tumbuhan untuk hidroponik, manfaat hidroponik, fungsi hidroponik, keuntungan hidroponik, media tanam hidroponik,
  12. Biz, 2019, “Metoda Aeroponik, Contoh tanaman aeroponic, keuntungan aeroponic, manfaat aeroponic, Cara memelihara aeroponic, membuat aeroponic, cara tanam hidroponik, cara tanam kultur jaringan, jenis kultur jaringan, cara tanam aeroponic, kelebihan kultur jaringan, kelebihan hidroponik,
  13. Biz, 2019, “kelebihan aeroponic, pengertian cloning tumbuhan, cloning tumbuhan, cara cloning tanaman, manfaat cloning tumbuhan, contoh cloning tumbuhan, kembang biak aseksual vegetative, contoh kultur jaringan invitro, meristem tumbuhan,
error: Content is protected !!