Pencemaran Lingkungan

Pengertian Pecemaran Lingkungan. Salah satu dampak yang timbul akibat adanya peningkatan jumlah populasi manusia atau penduduk adalah terjadinya masalah lingkungan, yaitu pencemaran. Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya bahan pencemar ke lingkungan. Zat-zat yang menyebabkan pencemaran disebut polutan.

Berdasrarkan Undang Unadang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Penyebab Pencemar Lingkungan

Berdasarkan aktivitas sumbernya, bahan pencemar lingkungan dapat dibagi dalam dua sumbur yaitu aktivitas alam dan aktivitas manusia.

Pencemaran Akibat Aktivitas Alam

Pencemaran akibat Aktivitas alam seperti meletusnya gunung berapi dimana terjadi peristiwa vulkanis yang dapat menerbangkan abu vulkanik ke atmosfer dan menyebabkan udara tercemar.

Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia.

Pecemaran akibat Aktivitas manusia di antaranya dalam bidang pertanian, perikanan, industri, pertambangan, dan transportasi.

Pencemaran Lingkungan Air

Sumber- sumber pencemaran air dapat berupa limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

Limbah Industri

Limbah industri mengandung logam berat berbahaya, misalnya merkuri, arsenik, dan kadmium. Zat- zat ini dapat merusak organ tubuh manusia. Limbah industri harus diolah dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.

Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga berupa detergen bekas mencuci pakaian, air dari kamar mandi, kakus, dan dapur. Kotoran kotoran itu merupakan campuran dari zat-zat kimia, bahan mineral, dan bahan organik dalam berbagai bentuk.

Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat berasal dari pestisida dan pupuk kimia buatan. Sebagian pestisida dan pupuk hanyut dan terbawa aliran air ke perairan.

Pupuk kaya unsur hara (nutrien). Penimbunan pupuk di suatu perairan dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi suatu perairan yang dipenuhi oleh tumbuhan air atau gulma karena perairan tersebut kaya unsur hara atau nutrien. Kondisi ini akan mengakibatkan pendangkalan perairan tersebut.

Indikator Pencemaran Lingkungan Air

Indikator dasar yang dapat menunjukkan air lingkungan telah Mengalami pencemaran adalah perubahan fisik, perubahan kimia dan perubahan biologis.

Perubahan fisik air adalah terjadinya perubahan pada warna air, bau, rasa, suhu, endapan, koloid, bahan- bahan terlarut.

Perubahan kimia air adalah terjadinya perubahan pada keasaman air, kandungan oksigen, kebutuhan oksigen, kandungan zat- zat kimia berbahaya.

Perubahan biologis air adalah perubahan yang ditandai dengan adanya mikroorganisme indicator seperti populasi bakteri Escheria coli, dan mikroorganisme patogen.

Dampak Pencemaran Lingkungan Air

Air yang telah tercemar mengakibatkan air tidak dapat dimanfaatkan dan menjadi penyebab timbulnya penyakit. Secara garis besar dikenal dua tipe polutan yang masuk ke dalam lingkungan, yaitu zat polutan yang memperkaya atau meningkatkan aktivitas lingkungan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme. Dan zat polutan yang bersifat racun, sehingga membunuh organisme yang hidup dalam perairan.

Polutan Peningkat Aktivitas Mikroorganisme

Polutan yang mampu menunbuhkan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme lingkungan air umumnya berupa limbah organik termasuk sisa- sisa bahan makanan yang dibuang oleh masyarakat. Limbah yang terkandung dalam air tersebut dapat membusuk sehingga menimbulkan rasa dan bau yang tidak sedap pada air.

Proses aktivitas pembusukan limbah oleh dekomposer membutuhkan banyak oksigen, sehingga kadar oksigen dalam air yang diperlukan oleh makhluk hidup lainnya menjadi berkurang.

Limbah organik yang mengalami aktivitas penguraian melepaskan zat kimia berupa nitrat dan fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme lain, seperti ganggang. Proses peningkatan kandungan air dengan zat makanan yang menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme berlebihan tersebut dinamakan eutrofikasi.

Diantara mikroorganisme yang tinggal dalam lingkungan air, ada kemungkinan ikut berkembangnya bakteri patogen yang dapat menimbulkan suatu penyakit.

Polutan Barsifat Racun

Zat polutan yang bersifat racun umumnya dihasilkan oleh industry kimia, seperti pestisida. Pemakaian pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan akumulasi pada tanah maupun bagian tubuh tanaman.

Ketika hujan, maka pestisida tersebut akan terbawa oleh aliran air menuju ke sungai. Bahan kimia pestisida di dalam air sulit untuk dipecahkan atau diurai oleh mikroorganisme, bahkan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dalam pemakaian bahan insektisida, masyarakat sering mencampurnya dengan senyawa minyak bumi, sehingga permukaan air yang terkena bahan buangan insektisida ini tertutup oleh lapisan minyak. Kondisi ini akan menyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air.

Pencemaran Lingkungan Udara

Pencemaran udara adlah menurunnya kualitas udara sampai pada batas yang mengganggu kehidupan. Polutan dapat mencemari lingkungan udara melalui aktivitas manusia dan secara alami. Beberapa gas dan partikel pencemar udara antara lain SO2, NO, CO, CO2, CFCs, H2S, debu tanah, karbon asbes, timbal, asam sulfat, dan lain-lain. Gas H2S berasal dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, serta dari kawasan gunung berapi.

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkan zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam udara normal oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara normal turun (kadarnya berubah) sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara tidak dapat memenuhi fungsinya.

Ketika kandungan  udara mengalami perubahan dari keadaan normal maka udara tersebut sudah tercemar. Pencemaran udara ini dapat disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2, CO hasil pembakaran, debu, SO2, senyawa hidrokarbon (CH4, C4H10), asap rokok dan sebagainya.

Zat- zat pencemar udara tersebut pada dasarnya tidak membahayakan manusia jika tidak melampaui ambang batasnya. Ambang batas adalah ukuran batas atau kadar zat, atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dari unsur pencemaran yang dapat ditolerir atau masih tidak membahayakan keberadaannya dalam kadar udara normal.

Dampak Pencermaran Udara

Beberapa dampak pencemaran udara adalah Hujan Asam, Efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon.

Hujan Asam (Acid Rain)

Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah.

Derajat  keasaman  atau pH normal air hujan adalah 5,6 sifatnya sedikit asam. Kondisi ini terjadi karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti gas SO2 dan NO2 yang terkandung dalam asap pabrik maupun kendaraan bermotor, bereaksi dengan air hujan membentuk asam. Gas ini akan menurunkan pH air hujan. Semakin rendah pH suatu cairan maka sifat asam semakin tinggi.

Ketika air asam terkondensasi (menjadi embun) di udara dan kemudian jatuh bersama air hujan terjadilah apa yang disebut hujan asam.

Penipisan Lapisan Ozon

Ozon adalah gas yang molekulnya terdiri dari tiga atom, kebanyakan terdapat di lapisan stratosfer  dengan ketinggian antara 20 sampai dengan 35 km di atas permukaan bumi. Bagian paling atas dari stratosfer, terdapat ozon terkonsentrasi sebagai suatu lapisan.

Lapisan ozon terbentuk dari interaksi antara radiasi ultraviolet dengan oksigen yang terdapat di stratosfer. Lapisan ozon mempunyai fungsi sebagai pelindung alami bumi yang berperan dalam memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari.

Kerusakan lapisan ozon dapat disebabkan oleh lepasnya sejumlah zat kimia buatan dari permukaan bumi sampai ke lapisan ozon. Di antara bahan kimia buatan tersebut adalah senyawa klrofluorokarbon (CFC) yang mempunyai nama dagang freon.

Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

Atmosfer adalah lapisan gas atau campuran gas yang menyelimuti dan terikat pada bumi oleh gaya gravitasi bumi. Gas- gas atmosfer yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca disebut gas rumah kaca.

Gas-gas tersebut adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), dan yang lainnya.

Efek rumah kaca terjadi karena meningkatnya karbon dioksida atau C02 yang merupakan hasil dari  proses pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Pembakan ini dilakukan atau digunakan oleh industri, transportasi, dan dapat pula disebabkan oleh kebakaran hutan.

Pencemaran Lingkungan Tanah

Pencemaran tanah yaitu penurunan kualitas tanah akibat masuknya zat-z at pencemar ke dalam tanah. Pencemar tanah umumnya adalah limbah padat yang berupa sampah nondegradable (tidak mudah terurai) seperti plastik dan pecahan gelas. Tanah yang tercemar akan berkurang kesuburannya hingga menurun fungsinya sebagai faktor produksi.

Bahan pencemar ada yang dapat atau mudah diurai atau didegradasi oleh mikroorganisme, misalnya sampah organik. Namun, ada pula yang sulit dihancurkan oleh mikroorganisme pengurai, misalnya plastic (PVC).

Dampak Pencemaran Tanah

Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung di antaranya tempat pembuangan limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit seperti pes, kaki gajah, malaria, dan demam berdarah.

Contoh Soal Ujian Pencemaran Lingkungan.

Soal 1. Berdasarkan sejarah peradaban manusia, kelompok masyarakat yang ’menyumbang’ kerusakan lingkungan adalah masyarakat ….

  1. pemburu
  2. industri
  3. petani awal
  4. pemburu lanjut

Soal 2. Suatu zat dikatakan polutan apabila . . . .

  1. keberadaannya di tempat yang tidak tepat
  2. menyebabkan berubahnya keseimbangan ekosistem
  3. kandungannya di bawah batas normal
  4. melindungi lapisan ozon

Soal 3. Pemicu terjadinya eutrofikasi di antaranya . . . .

  1. kandungan pestisida yang tinggi di perairan
  2. penimbunan pupuk di perairan
  3. penebangan hutan
  4. limbah industri di perairan

Soal 4. Efek rumah kaca terjadi karena meningkatnya ….

  1. kelembaban udara
  2. kadar CO2
  3. suhu lingkungan sekitar
  4. bahan pencemar

Soal 5.  Hujan asam dapat terjadi sebagai akibat pembuangan limbah asap dari pabrik maupun kendaraan yang mengandung ….

  1. oksigen
  2. sulfur oksida
  3. karbon dioksida
  4. karbon monoksida

Soal 6.  Populasi tanaman enceng gondok yang terlalu berlebihan di Danau Rawa Pening dapat merupakan polutan bagi air karena ….

  1. meningkatkan kadar oksigen dalam air
  2. meningkatkan kadar karbon dioksida dalam air
  3. mengakibatkan air kekurangan cahaya matahari
  4. terjadi eutrofikasi dan akumulasi pupuk maupun pestisida

Soal 7.  Salah satu usaha untuk menyelamatkan kerusakan hutan adalah ….

  1. melakukan tebang pilih
  2. mengubah hutan menjadi lahan pertanian
  3. mengubah lahan gambut menjadi lahan pertanian
  4. mengatur jarak tanam dan melakukan reboisasi

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pencemaran Lingkungan, Contoh Pecemaran Lingkungan, Penyebab Pencemaran Lingkungan,  Pencemaran Akibat Aktivitas Alam, Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia, Contoh Pencemaran Akibat Aktivitas Alam,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Pencemaran Akibat Aktivitas Manusia, Pencemaran Air, Penyebab Pencemaran Air, Dampak Pencemaran Air, Pencemaran Air Limbah Industri, Pencemaran Air Limbah Rumah Tangga, Contoh Limbah Industri, Contoh Limbah Rumah Tangga, Contoh Pencemaran Limbah Pertanian,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian eutrofikasi, Contoh Eutrofikas, Indikator Pencemarata Lingkungan Air Contoh perubahan fisik lingkungan, Contoh perubahan kimia lingkungan, Conoth perubahan biologis lingkungan. Pengetian Perubahan kimia fisik biologis lingkungan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Polutan Peningkat Aktivitas Mikroorganisme, Contoh Polutan Barsifat Racun, Contoh Pencemaran Udara, Penyebab pencemaran udara,  Dampak Pencermaran Udara, Pengertian Hujan Asam (Acid Rain), Penyebab Hujan Asam (Acid Rain), Penipisan Lapisan Ozon, Penyebab Penipisan Lapisan Ozon, Fungsi Lapisan Ozon,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Lapisan Ozon, Penegrtian Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Penyebab Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Dampak Efek Rumah Kaca (Green House Effect), Dampak Penipisan Lapisan Ozon,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Dampak Hujan Asam (Acid Rain), Atmosfer adalah, Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab  Pencemaran Tanah, Polutan Pencemaran Tanah, Contoh Soal Ujian Pencemaran Lingkungan, dampak pencemaran tanah,

Litosfer dan Atmosfer

Pengertian. Inti bumi dikelilingi oleh mantel yang tebalnya 2.900 km. Pada mantel bagian atas terdapat lapisan cair, seperti pasta gigi yang disebut astenosfer. Litosfer atau kerak bumi melayang atau mengapung di atas lapisan astenosfer.

Litosfer biasa disebut juga sebagai kulit bumi atau kerak bumi. Litosfer berasal dari kata Lithos dan Sphaira. Lithos yang artinya batu dan sphaira  artinya bola atau bulat. Jadi, litosfer berarti bola bumi yang berupa batuan, yang merupakan lapisan bumi paling luar.

Struktur Permukaan Bumi

Struktur permukaan bumi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Litosfer terdiri atas dua bagian, yaitu litosfer daratan disebut lempeng benua dan litosfer lautan disebut lempengan samudra.

Litosfer  daratan kirakira 35 persen dari seluruh bagian kerak bumi, sedangkan litosfer lautan sekitar 65 persennya..

Ketebalan Litosfer

Ketebalan litosfer bervariasi, antara 8 km di bawah laut sampai 40 km di bawah daratan, temperatur yang paling dalam sekitar 870°C.

Litosfer adalah bagian dari daratan bumi berupa batu- batuan. Pada dasarnya, batu- batuan ini dapat digolongkan ke dalam tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan dalam pengertian litosfer adalah batuan berupa kerikil, pasir, tanah, debu, abu vulkanik, dan lain -lain.

Kandungan Komposisi Litosfer

Kulit bumi atau litosfer tersusun oleh sekitar 90 jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya membentuk persenyawaan yang disebut mineral.

Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan 20 mineral yang terdapat dalam batuan. Beberapa Mineral pembentuk batuan yang penting diantaranya adalah Kuarsa (SiO2), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Dolomit (CaMgCO3), Amphibol, Khlorit, Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Limonit (Fe3OH2O), Magnetik (Fe3O2), Kalsit (CaCO3), Olivin (Mg, Fe), dan Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat).

Jenis Batuan Pembentuk Kerak Bumi

Pada dasarnya Kerak Bumi dibentuk oleh tiga jenis batuan utama yaitu: batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Jenis Batuan Beku Igneous rock

Batuan beku adalah batuan yang pertama kali muncul di permukaan bumi. Batuan ini merupakan hasil letusan gunung berapi atau intrusi magma. Berdasarkan warnanya, batuan ini digolongkan menjadi dua jenis, yaitu batu basalt yang warnanya gelap, dan batu granit yang memiliki warna yang lebih terang dari batu basalt.

Berdasarkan tempat terjadinya pembekuan magma, batuan beku dibagi menjadi tiga, yaitu batuan beku dalam (plutonik), batuan beku korok (porfirik), dan batuan beku luar (leleran).

Batuan Beku Dalam Plutonik

Batuan beku dalam, terletak jauh di dalam bumi, proses pembekuannya lambat, dan bentuk kristalnya besar- besar dan penuh (holokristalin). Contoh batuan beku dalam adalah granit, biorit, dan gabbro. Granit dan diorit berstruktur rata, tetapi diorit tidak mengandung kuarsa. Gabbro adalah batuan yang di dalamnya terdapat mineral berwarna gelap.

Batuan Beku Korok Porfirik

Batuan beku korok, terletak di gang saluran keluarnya magma ke permukaan bumi, proses pembekuannya agak cepat, bentuk kristal beraneka ragam ukuran (forfris).

Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif

Batuan beku luar atau leleran, terletak di permukaan bumi, proses pembekuannya sangat cepat, bentuk kristalnya halus atau tidak berbentuk (alomorf). Contoh batuan beku luar adalah basalt, obsidian, dan purnice (batu apung).

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan endapan yang berasal dari erosi dan pelapukan yang dilakukan oleh air. Contoh jenis batuan sedimen adalah batu pasir dan lempung.

Berdasarkan pada proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga jenis batuan, yaitu batuan sedimen klasik, organik dan kimia:

Batuan Sedimen Klasik

Batuan sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang hanya mengalami pengangkutan dan pengendapan tanpa disertai perubahan zat penyusunnya. Contoh batuan sedimen klasik adalah batu pasir dan batu lempung (atau shale).

Batuan Sedimen Organik

Batuan sedimen organic merupakan batuan sedimen yang dalam pengendapannya dibantu oleh orgnisme. Contoh batuan sedimen organic bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut, kotoran burung yang menggunung, dan humus.

Batuan Sedimen Kimia

Batuan sedimen kimia merupakan batuan sedimen yang dalam pengangkutannya terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimia adalah terjadinya stalaktit dan stalagmit akibat pelarutan dan penguapan air H2O dan gas karbon dioksida CO2 pada saat air kapur menetes. Contoh lainnya garam dapur dan gips sebagai hasil penguapan air laut

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu Batuan sedimen aerik, glasial, aquatic, dan marin.

  1. Batuan sedimen aerik atau aeolis merupakan batuan sedimen pengangkutannya oleh angin. Contoh batuan sedimen aerik adalah tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
  2. Batuan sedimen glasial merupakan batuan sedimen yang pengangkutannya oleh es. Contoh batuan sedimen glasial adalah: moraine.
  3. Batuan sedimen aquatic merupakan batuan sedimen yang pengangkutannya dibantu oleh air yang mengalir.
  4. Batuan sedimen marin merupakan batuan yang pengangkutannya oleh tenaga air laut.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf biasa disebut batuan malihan merupakan batuan yang terkubur pada tekanan dan temperatur yang tinggi. Contoh batuan metamorf adalah batu gamping menjadi marmer, batu sabak menjadi batu tulis, dan batu bara menjadi antrasit, grafit.

Batuan beku maupun batuan sedimen karena pengaruh suhu dan tekanan dapat berubah (atau metamorfose) sehingga disebut batuan malihan.

Batuan malihan dapat dikelompokan menjadi tiga jenis batuan, yaitu sebagai berikut.

Batuan Malihan Termik

Batuan malihan termikmerupakan batuan yang terjadi atau terbentuk akibat pengaruh temperatur yang sangat tinggi. Contoh batuan mailihan termik adalah batu pualam yang umumnya disebut sebagai marmer.

Batuan Malihan Dinamik

Batuan malihan dinamik merupkan batuan yang terjadi dan terbentuk akibat pengaruh tekanan yang tinggi. Contoh batuan malihan dinamik adalah batuan sabak dan batu bara.

Batuan Malihan Fermik  Pneumatolik

Batuan malihan fermik pneumatolitik merupakan batuan yang terjadi akibat pengaruh temperatur dan masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu. Contoh batuan malihan fermik pneumatolik adalah azurit mineral pembawa tembaga, topas, dan turmalin sebagai batu permata.

Siklus Litosfer – Siklus Batuan

Ketiga batuan yaitu batuan beku, sedimen dan metamorf akan membentuk siklus yang disebut dengan siklus Litosfer atau siklus batuan. Magma atau lava yang dikeluarkan dari perut bumi melalui gunung berapi akan membeku dan mengeras membentuk batuan beku.

Batuan beku kemudian mengalami pelapukan dan erosi sehingga berubah menjadi batuan sedimen. Pada Proses berikutnya dengan waktu  yang cukup lama, batuan sedimen kemudian terkubur dan membentuk batuan metamorf.

Pada dasarnya semua jenis batuan yang mengisi lapisan bumi berasal dari magma. Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi dengan berbagai mineral serta gas yang larut di dalamnya. Akibat terjadinya proses pendinginan, akhirnya magma membeku menjadi batuan beku.

Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti atau melingkupi atau menyelubungi permukaan sebuah planet, termasuk bumi,

Salah satu fungsi dari lapisan atmosfer adalah untuk melindungi manusia dari pengaruh buruk sengatan radiasi sinar ultraviolet yang datang dari Matahari dan material lain dari luar angkasa.

Fungsi Atmosfer

Adapun Beberapa manfaat dari lapisan atmosfer adalah sebagai berikut.

  1. Melindungi Bumi dari sinar ultraviolet yang datang dari Matahari.
  2. Melindungi Bumi dari hujan meteor.
  3. Memungkinkan adanya siklus air.
  4. Mengatur suhu di permukaan bumi.

Atmosfer selalu berinteraksi Bersama dengan Bumi dan berputar bersama- sama mengelilingi Matahari.

Tebal Atmosfer

Tebal atmosfer mencapai ketinggian kira kira 3.000 km dari permukaan bumi. Sekitar 97 persen udara terletak antara lapisan paling bawah sampai ketinggian 29 km.

Komposisi Kandungan Udara Atmosfer

Kandungan Atmosfer terdiri atas campuran gas, debu, dan uap air. Kandungan gas terbanyak di atmosfer adalah nitrogen 78 persen dan oksigen 21persen. Sisanya sekitar 1 persen terdiri atas gas lain Neon, Helium, Hidrogen, Metana, dan Karbon monoksida , debu, dan uap air.

Susunan Lapisan Atmosfer

Atmosfer berdasarkan temperaturnya dibagi menjadi enam lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer.

Lapisan Troposfer

Lapisan troposfer adalah lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi. Temperatur pada lapisan troposfer akan berkurang 6,4oC setiap ketinggian naik satu km. Penurunan temperatur akan berhenti pada lapisan tropopause. Lapisan tropopause adalah lapisan batas antara troposfer dan stratosfer. Ketinggian troposfer sekitar 16 km. Lapisan ini digunakan untuk lintasan pesawat terbang.

Lapisan Stratosfer

Letak Lapisan stratosfer adalah di atas lapisan tropofer. Posisinya sekitar 48 km di atas permukaan bumi. Kondisi Pada lapisan stratosfer adalah lembap dan terdapat sedikit awan.

Pesawat udara biasanya akan terbang pada lapisan ini jika pada lapisan troposfer terjadi cuaca kurang baik.

Pada lapisan stratofer terdapat lapisan ozon. Lapisam ozon berfungsi sebagai pelindung bumi dari pengaruh buruk sengatan matahari, khususnya sinar ultraviolet.

Lapisan Mesosfer

Posisi Lapisan mesosfer adalah di atas lapisan stratofer. Jaraknya sekitar 80 km di atas permukaan bumi. Temperatur mesosfer akan turun Bersama naiknya ketinggian. Temperatur di lapisan mesosfer mencapai –109oC.

Pada lapisan mesosfer terjadi angin yang sangat kuat. Angin dingin bertiup dari barat ke timur pada musim dingin dan bergerak dari timur ke barat pada musim panas.

Temperature di lapisan mesosfer merupakan temperatur yang paling rendah dari seluruh lapisan atmosfer bumi.

Lapisan Termosfer

Termosfer merupakan lapisan paling atas dari atmosfer. Mulai dari atas mesopause hingga ke luar angkasa. Udara di termosfer sangat tipis. Komposisi kimia di termosfer berbeda dengan lapisan atmosfer lainnya.

Pada bagian dasar termosfer, terdapat banyak molekul oksigen di udara yang pecah menjadi atom- atom oksigen. Bagian di atasnya terdiri atas hidrogen dan helium.

Temperatur termosfer mencapai 6.000 derajat Celcius pada ketinggian 2.000 kilometer di atas permukaan bumi. Namun demikian, ketika terjadi badai matahari, temperatur lapisan ini dapat mencapai 20.000 derajat Celcius hanya pada ketinggian 400 km saja.

Lapisan Ionosfer

Pada lapisan termosfer terdapat lapisan yang terdiri dari ion ion yang merupakan hasil ionisasi sinar-X, sinar gamma, atau sinar ultraviolet luar angkasa. Oleh karenanya disebut lapisan ionosfer.

Lapisan ionosfer sangat bermanfaat bagi dunia komunikasi karena dapat memantulkan gelombang radio. Batu- batuan yang jatuh ke permukaan bumi akan terbakar pada lapisan ini dan terlihat di Bumi sebagai meteor.

Lapisan Eksosfer

Lapisan eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Lapisan atmosfer merupakan lapisan yang terletak pada ketinggian 500-1000 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas. Lapisan ini disebut juga ruang antarplanet dan geostasioner. Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen.

Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer. Cahaya ini sebenarnya merupakan pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteorit yang jumlahnya banyak dan melayang di angkasa. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.

Gejala Optik di Atmosfer

Ada beberapa gejala optik yang terjadi di atmosfer, antara lain pelangi, halo, dan aurora. gejala gejala tersebut sebenarnya bukan merupakan dinamika cuaca, melainkan sebagai akibat proses- proses alam yang terjadi di atmosfer.

Pelangi

Gejala optik pelangi terjadi akibat proses pembiasan sinar Matahari oleh titik -titik air hujan sehingga terurai menjadi berkas warna atau spektrum warna.

Halo

Halo merupakan lingkaran sinar putih yang terletak di sekeliling Matahari atau bulan, tetapi yang paling sering kita lihat adalah halo yang melingkari bulan karena pada malam hari keadaannya gelap.

Ketampakan alam ini terjadi akibat proses pembiasan sinar bulan oleh kristal-kristal es yang terkonsentrasi dalam jenis awan-awan tinggi seperti Cirrus atau Cirrocumulus. Halo pada umumnya terlihat dengan jelas ketika bulan bersinar terang, setelah sore harinya terjadi hujan.

Aurora

Gejala optik ketiga yang terjadi di atmosfer adalah aurora atau cahaya kutub, yaitu berkas cahaya yang bersinar pada malam hari dan sangat jelas terlihat di wilayah-wilayah sekitar lingkaran kutub. Posisinya antara lintang 66½o – 90o, baik lintang utara maupun lintang selatan.

Aurora yang bersinar di wilayah Kutub Utara dinamakan Aurora Borealis, sedangkan di Kutub Selatan dinamakan Aurora Australis.

Aurora terjadi akibat pemancaran atom dari sinar Matahari yang dipusatkan ke arah kutub karena berada di daerah medan magnet Bumi. Atom-atom dalam sinar Matahari ini akhirnya terurai menjadi molekul -molekul atau atom- atom gas yang bercahaya karena proses ioniasi berenergi tinggi. Pengobaran atau pemijaran partikel- partikel sinar Matahari ini terlihat dari Bumi sebagai cahaya kutub.

Contoh Soal Ujian Litosfer dan Atmosfer

Soal 1. Bagian dalam bumi yang banyak mengandung batu- batuan disebut lapisan ….

  1. stratosfer
  2. atmosfer
  3. litosfer
  4. hidrosfer

Soal 2. Endapan batuan kapur yang berada di atap goa akibat proses kimia disebut ….

  1. stalaktik
  2. stalakmit
  3. gips
  4. langit-langit

Soal 3. Kerusakan batuan karena tertembus oleh akar tumbuhan disebut pelapukan ….

  1. mekanik
  2. kimiawi
  3. fisik
  4. organic

Daftar Pustaka:

  1. Maynard, Christopher., 2000, “ Planet Bumi. Dalam Seri Pustaka Pengetahuan Modern”, Terjemahan 6.A. Latuheru. Planet Earth, Penerbit, PT Widyadara Jakarta.
  2. Ruhimat, Mamat dan Bambang Utoyo., 1994, “ Geografi I”, Penerbit Ganeca Exact, Bandung
  3. Budisantoso, P, 1987, “ Panduan Mengenal Batuan Bekuan. Bandung”, Direktorat Geologi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum
  4. Tanudidjaja, Moh. Ma‘mur, 1995, “Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa”, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
  5. Tisnasomantri, A. 1999, “ Geologi Umum. Bandung”, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS-IKIP Bandung.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Litosfer dan Atmosfer,  Struktur Permukaan Bumi, litosfer daratan lempeng benua, litosfer lautan lempengan Samudra, Ketebalan Litosfer, Kandungan Komposisi Litosfer, Penyusun litosfer, Jenis Batuan Pembentuk Kerak Bumi,
  7. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Batuan Beku Igneous rock, Pengertian Batuan beku, Batuan Beku Dalam Plutonik, Contoh Batuan Beku Dalam Plutonik, Batuan Beku Korok Porfirik, Contoh Batuan Beku Korok Porfirik, Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif, Contoh  Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif, Batuan Sedimen,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh jenis batuan sedimen, Batuan Sedimen Klasik, Contoh batuan sedimen klasik, batu lempung (shale), Batuan Sedimen Organik, Contoh batuan sedimen organic, Batuan Sedimen Kimia, Contoh batuan sedimen kimia, stalaktit dan stalagmite, Batuan sedimen aerik atau aeolis, Contoh batuan sedimen aerik, Batuan sedimen glasial.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh batuan sedimen glasial, Batuan sedimen aquatic, Batuan sedimen marin, Pengertian Batuan Metamorf, jenis batuan Metamorf, Contoh batuan metamorf, Jenis Batuan malihan, Pengertian Batuan Malihan Termik, Contoh batuan mailihan, Pengertian Batuan Malihan Dinamik, Contoh batuan malihan dinamik,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Batuan Malihan Fermik  Pneumatolik,  Contoh batuan malihan fermik pneumatolik, Siklus Litosfer – Siklus Batuan, Contoh Gambar Siklus Litosfer – Siklus Batuan, Pengertian Lapisan Atmosfer, Fungsi Lapisan Atmosfer, Tebal Lapisan Atmosfer, Komposisi Kandungan Udara Atmosfer,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Susunan Lapisan Atmosfer, Jenis Lapisan Atmosfer, Lapisan Troposfer, Temperatur lapisan Troposfer, Lapisan tropopause, lapisan batas troposfer dan stratosfer, Tebal Ketinggian troposfer, lapisan atmosfer lintasan pesawat terbang, Tebal Lapisan Stratosfer, Jarak Lapisan stratosfer, Letak Lapisan Ozon, Fungsi Lapisan Ozon, Tebal Lapisan Mesosfer, Posisi Lapisan mesosfer,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Temperatur mesosfer, Lapisan Termosfer, Temperatur Lapisan Termosfer, Pengertian Lapisan Ionosfer, Lokasi lapisan ionosfer, Fungsi Lapisan ionosfer, Lapisan Eksosfer, Letak Lapisan eksosfer, Ketinggian Lapisan eksosfer, Cahaya redup,  cahaya zodiakal dan gegenschein,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Litosfer dan Atmosfer, Gejala Optik di Atmosfer, Pengertian Pelangi, Jenis warna pelangi, Pengertian gejala sinar Halo, Cirrus atau Cirrocumulus, Pengertian gejala optic Aurora, Letak gejala aurora,
error: Content is protected !!