Fungsi Jaringan Epitel, Jenis Jaringan Hewan

Pengertian. Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan. Hewan vertebrata mempunyai empat macam jaringan utama yaitu jaringan epitelium, jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

Berdasarkan letaknya pada bagian tubuh, jaringan epitel terbagi menjadi tiga yaitu epidermis, endotelium, dan mesotelium.

Epidermis adalah jaringan epitel yang terletak pada bagian bagian tubuh terluar. Epidermis berfungsi sebagai pelindung paling luar.

Jaringan Endotelium adalah jaringan epitel yang berfungsi membalut organ- organ dalam tubuh. Jaringan mesotelium merupakan jaringan epitel yang berfungsi melapisi bagian- bagian tubuh yang berbentuk rongga.

Jenis – Jenis Jaringan Epitel.

Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan serta kelenjar untuk ekskresi. Berdasarkan fungsinya Epitel dibagi menjadi epitel pelindung, epitel kelenjar, epitel penyerap, dan epitel indra.

fungsi-jaringan-epitel-hewan
fungsi-jaringan-epitel-hewan

Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dapat dikompokkan menjadi epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel silindris berlapis semu, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi.

Fungsi Jaringan Epitel.

Adapun beberapa fungsi epitel di antaranya adalah:

Epitel memiliki fungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contoh epidermis atau kulit.

Epitel mempunyai fungsi sebagai kelenjar sekresi yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Pada Kelenjar eksokrin, hasil sekresinya dialirkan melalui saluran misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah.

Pada kelenjar endokrin, hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran, tetapi langsung ke dalam darah, misalnya pada kelenjar tiroid, kelenjar adrenal dan kelenjar hormone yang lain.

Epitel berperan dalam proses penyerapan. Contohnya epitel usus halus dan epitel nefron ginjal.

Selain itu epitel juga berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar. Epitel ini disebut juga epitel sensori tau neuroepitelium. Contohnya epitel pada alat – alat indra.

Contoh Soal Dan Pembahasan Materi Jaringan Hewan

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari jaringan hewan.

1.. mengatur segala aktivitas tubuh

2.. menerima rangsangan dari luar

3.. melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh

4.. melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya

5.. sebagai alat sekresi

Yang merupakan fungsi dari jaringan epitel adalah:

A.. 1 dan 2.    .B.. 1 dan 4.

.C.. 2 dan 3.    .D.. 3 dan 5.

.E.. 4 dan 5.

Jawaban: E

Pembahasan:

Fungsi jaringa epitel adalah:

  1. Melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contohnya epidermis kulit.
  2. Sebagai alat sekresi, contohnya kelenjar tiroid.
  3. Melakukan penyerapan secara intensif, contohnya epitelium usus halus
  4. Menerima rangsangan dari luar, contohnya epitel pada alat indra.

Daftar Pustaka:

Hukum Proust Perbandingan Tetap Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Contoh Soal Perhitungan,

Pada tahun 1799 seorang ahli kimia bernama Joseph Louis Proust  telah melakukan sejumlah percobaan dalam penelitiannya terkait dengan perbandingan jumlah zat – zat yang bereaksi. Misalnya pada reaksi pembentukan senyawa natrium klorida NaCl dari unsur – unsurnya.

Perbandingan jumlah natrium dan klorida dalam suatu reaksi selalu tetap yaitu 39 % untuk natrium dan 61% untuk klor. Begitu pula untuk reaksi kimia yang lain.

hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia
hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia

Hukum Proust

Hukum Proust menyatakan bahwa Massa unsur – unsur yang membentuk suatu senyawa komposisinya selalu tetap. Dengan kata lain, senyawa tersusun atau terbentuk dari unsur – unsur dengan perbandingan tertentu dan tetap.

Hukum proust tidak berlaku untuk senyawa yang nonstoikiometris. Contohnya besi (II) oksida, mempunyai rumus kimia nominal FeO (dengan 22,27% berat oksigen) tergantung pada teknik pembuatannya.

Contoh Reaksi Kimia Hukum Proust Perbandingan Tetap

Perbandingan Hidrogen dan Oksigen pada pembentukan molekul air H2O dapat dilihat pada persamaan reaksi berikut:

Hydrogen + Oksigen → Air

Pada reaksi kimia tersebut perbandingan atom hydrogen dan atom oksigen yang membentuk molekul air selalu tetap yaitu:

Hydrogen : Oksigen = 1 : 8 atau

Hidrogen = 11,11 % ]dan

Oksigen = 88, 89 %.

Contoh Perbandingan Tetap Hukum Proust Besi Sulfida:

Reaksi pembentukan Besi sulfida adalah sebagai berikut:

Besi + Sulfur (belerang) → Besi Sulfida

Pada reaksi kimia tersebut, perbandingan jumlah besi dan sulfur dalam besi sulfide selalu bernilai tetap yaitu

Besi : Sulfur =  7:4 atau

Besi = 63,64% dan

Sulfur = 36,37%.

Contoh Reaksi Hukum Proust Perbandingan Tetap Karbon Dioksida:

Reaksi Pembakaran karbon oleh oksigen membentuk karbon dioksida seperti berikut:

Karbon + Oksigen → Karbon Dioksida.

Pada reaksi kimia ini perbandingan jumlah karbon dan oksigen dalam karbon dioksida adalah selalu 3 : 8

Karbon = 3

Okigen = 8 atau

Karbon = 27,27% dan

Oksigen = 72,73%.

1). Contoh Soal Reaksi Kimia Perbandigan Tetap Hukum Proust.

Berapa gram ammonia dapat dibuat dari 12,0 gram nitrogen dan 12 gram hydrogen? Diketahui ammonia tersusun dari 82% nitrogen dan 18% hydrogen.

Reaksi Pembentukan Amonia dapat dilihat seperti berikut:

Nitrogen + Hydrogen → Ammonia

Disederhanakan menjadi

m (N) + m (H) → m (NH3)

82 % + 18 % → 100%

m (N) = massa nitrogen

m (H) = massa hydrogen

m (NH3) = massa amonia

Sehingga Persentase tersebut dapat diartikan sebagai perbandingan massa unsur – unsur yang terlibat atau bersenyawa. Sehingga dapat dikatakan bahwa 82 g nitrogen tepat bereaksi dengan 18 gram hydrogen membentuk senyawa ammonia.

82g (N) + 18g (H) → 100g (NH3)

Disederhanakan lagi sesuai dengan Hukum Proust Perbandingan Tetap menjadi seperti ini

8,2g (N) + 1,8g (H) → 10,0g (NH3)

Menghitung Perbandingan Massa Hidrogen Nitrogen Hukum Proust

Jika tersedia 12 gram nitrogen dan 12 hydrogen maka  reaksi massanya seperti berikut:

12g (N) + 12g (H) → m (NH3)

Perbandingan Tetap dari Hukum Proust untuk soal ini dapat dinyatakan seperti berikut:

Perbandingan Massa Nitrogen

(N) = 12/8,2

(N) = 1,46

Perbandingan Massa Hidrogen

(H) = 12/1,8

(H) = 6,66

Perbandingan nitrogen tidak sama dengan perbandingan hydrogen, artinya tidak memenuhi Hukum Perbandingan Tetap Proust.

Perbandingan Massa nitrogen lebih kecil daripada perbandingan massa hydrogen. Nilai perbandingan tidak memenuhi Hukum Proust, artinya ada zat pereaksi yang akan tersisa.

Untuk perhitungan, gunakan nilai perbandingan kecil yaitu nitrogen sebagai basis perhitungan.

Rumus Menghitung Jumlah Massa Hidrogen Yang Bereaksi Sesuai Hukum Proust

Jumlah massa hydrogen yang bereaksi dapat ditentukan dengan perbandingan massa sesuai Hukum Proust seperti beikut:

Perdingan massa hydrogen = Perbandingan massa nitrogen

\mathrm{\frac{m(H)}{1,8g(H)}= \frac{12g(N)}{8,2g(N)}} atau

m (H)/1,8g (H) = 12g (N)/8,2g (N)

m (H) = 1,8g x (12g/8,2g)

 m (H) = 2,63 gram

Jadi hydrogen yang dibutuhan untuk bereaksi dengan 12 gram nitroge adalah 2,63 gram.

Rumus Menghitung Sisa Massa Hidrogen Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Jumlah massa hidrogen yang bereaksi adalah 2,63 gram sehingga ada sisa hydrogen yang tidak bereaksi.

sisa m (H) = 12 – 2,63 gram

sisa m (H) = 9,37 gram

Jadi sisa massa hydrogen yang tidak bereaksi dengan nitrogen adalah 9,37 gram.

Rumus Menghitung Jumlah Massa Amonia Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Perbandingan tatap massa untuk menentukan jumlah produk reaksi ammonia adalah

m (NH3)/100g (NH3) = 12g (N)/82g(N)

m (NH3) = 100g x (12g/82g)

m (NH3) = 14,63

Atau dapat pula dihitung dengan cara berikut:

12g  Nitrogen + 2,6 g Hydrogen →14,6 g Amonia

Dengan demikian, banyaknya senyawa ammonia yang dihasilkan dari reaksi 12 gram nitrogen dan12 gram hydrogen adalah 14,6 gram. Hal ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa berapapun jumlah hydrogen yang ditambahkan dalam campuran itu, hydrogen yang bereaksi tetap 2,6 gram atau sebanyak 18% nya.

Pernadingan Nitrogen (N)

(N) = 12g (N)/8,2g (N)

(N) = 1,463

Perbandingan Hidrogen

(H) = 2,634g (H)/1,8g (H)

(H) = 1,463

Perbandingan Amonia

(NH3) = 14,63g (NH3)/10g (NH3)

(NH3) = 1,463

Kesimpulan:

Perbandingan Nitrogen = Perbandingan Hidrogen = Perbandingan Amonia

2). Contoh Soal Perhitungan Hukum Proust Reaksi Besi Sulfida

Perbandingan massa Fe : massa S yaitu 7 : 4, untuk membentuk senyawa besi sulfida. Apabila 28 gram Fe dan 8 gram S direaksikan untuk dibentuk menjadi senyawa besi sulfida, maka massa besi sulfida yaitu:

Jawab

Perbandingan massa  Besi dan belerang dalam besi belerang (FeS)

m (Fe) : m (S) = 7:4

m (Fe) = massa Besi

m (S) = massa belerang

ambil asumsinya seperti berikut

m (Fe) = 7 gram, maka

m (S) = 4

Dengan demikian massa besi belerang, m (FeS) adalah

7 g (Fe) + 4 (S) = m (FeS)

m (FeS) = 11 gram

Dengan demikian persamaan reaksi massanya adalah

7 g (Fe) + 4 (S) → 11g (FeS)

Rumus Menghitung Perbandingan Massa Besi Sulfida Hukum Proust

Ditanya reaksi 28 g besi dan 8 gr belerang, maka reaksi massa besi belerang adalah:

Jadi tersedia 28 gram besi dan 8 g belerang, maka reaksi massanya seperti berikut:

28g (Fe) + 8g (S) → m (FeS)

Perbandingan Tetap dari Hukum Proust untuk soal ini dapat dinyatakan seperti berikut:

Perbandingan Massa Besi

(Fe) = 28g(Fe)/7g(Fe)

(Fe) = 4

Perbandingan Massa Sulfida

(S) = 8g(S)/4g(S)

(S) = 2

Perbandingan besi tidak sama dengan perbandingan belerang, artinya tidak memenuhi Hukum Perbandingan Tetap Proust.

Perbandingan Massa belerang lebih kecil daripada perbandingan massa besi. Nilai perbandingan tidak memenuhi Hukum Proust, artinya ada zat pereaksi yang akan tersisa.

Untuk perhitungan, gunakan nilai perbandingan kecil yaitu belerang sebagai basis perhitungan.

Rumus Menghitung Jumlah Massa Besi Yang Bereaksi Sesuai Hukum Proust

Jumlah massa besi yang berreaksi dapat ditentukan dengan perbandingan massa sesuai Hukum Proust seperti beikut:

Perdingan massa besi = Perbandingan massa belerang

m (Fe)/7g (Fe) = 8g (S)/4g (S)

m (Fe) = 7g x (8g/4g)

m (Fe) = 14gram

Jadi massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang adalah 14 gram.

Menghitung Sisa Massa Besi Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Jumlah massa besi yang bereaksi adalah 14 gram sehingga ada sisa besi yang tidak bereaksi.

sisa m (Fe) = 28 – 14 gram

sisa m (Fe) = 14 gram

Jadi sisa massa besi yang tidak bereaksi dengan belerang adalah 14 gram.

Rumus Menghitung Jumlah Massa Besi Sulfida Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Perbandingan tetap massa untuk menentukan jumlah produk reaksi besi sulfida sesuai dengan Hukum Proust

Perbandingan Besi Sulfida = Perbandingan Belerang

m (FeS)/11g (FeS) = 8g (S)/4g(S)

m (FeS) = 11g  x  8g/4g

m (FeS) = 22 gram

Atau dapat pula dihitung dengan cara berikut:

14g Besi + 8 g Belerang = 22 Besi Sulfida

Perbandingan Tetap Massa Besi – Belerang – Besi Sulfida Hukum Proust

Pernadingan Besi (Fe)

(Fe) = 14g (Fe)/7g (Fe)

(Fe) = 2

Perbandingan Belerang

(S) = 8g (S)/4g (S)

(S) = 2

Perbandingan Besi Sulfida

(FeS) = 22 (FeS)/11g (FeS)

(FeS ) = 2

Kesimpulan:

Perbandingan Besi = Perbandingan Belarang = Perbandingan Besi Sulfida

3). Contoh Saol Perhtiungan Hukum Proust Perbandingan Tetap Reaksi Kimia

Perbandingan unsur nitrogen dan unsur hidrogen pada pembentukan amonia adalah 14 : 3. Jika 28 gram gas nitrogen dan 9 gram gas hidrogen direaksikan, maka tentukanlah massa amonia yang terbentuk dan jumlah zat yang tersisa

Jawab:

Perbandingan massa nitrogen dan hydrogen pada pembentukan ammonia NH3 adalah 14 : 3

m (N) : m (H) = 14:3

kalau ditulis dalam persamaan reaksi massanya seperti berikut:

m (N) + m (H) → m (NH3)

m (N) = massa nitrogen

m (H) = massa hidrogen

m (NH3) = massa ammonia

Jadi persamaan reaksi sesuai dengan hukum kekekalan massanya yaitu

14g (N) + 3g (H) → 17g (NH3)

Ditanya jumlah massa amonia yang terbentuk jika 28 g nitrogen dan 9 gram hydrogen. atau jika ditulis dalam persamaan reaksi massanya adalah:

28g (N) + 9g (H) → m (NH3)

Sehingga Reaksi perbandingan massanya menjadi seperti berikut:

28g (N)/14g (N) + 9g(H)/3g (H) → m (NH3)/17(NH3) atau

\mathrm{\frac{28g(N)}{14g (N)} + \frac{9g(H)}{3g(H)}\rightarrow \frac{m(NH_{3})}{17g(NH_{3})}}

Perbandingan massa nitrogen adalah

(N) = 28/14 =2

Perbandingan  massa hydrogen adalah

(H) = 9/3 = 3

Dari perhitungan di atas, diketahui bahwa perbanding massa nitrogen lebih kecil daripada dari perbandingan massa hidrogen, sehingga nitrogen yang akan habis selama reaksi menjadi ammonia.

Catatan: Zat yang habis bereaksi yang digunakan untuk basis perhitungan selanjutnya yaitu massa nitrogen.

Rumus Menghitung Jumlah Massa Produk Reaksi Ammonia Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Jumlah massa ammonia dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

m (NH3)/17(NH3) = 28g(N)/14g(N) atau

\mathrm{\frac{m(NH_{3})}{17g(NH_{3})}= \frac{28g(N)}{14g(N)}}

m (NH3) = 17 x (28/14)

m (NH3) = 34 gram

Jadi Jumlah massa ammonia yang terbentuk dari 28 gram nitrogen adalah 34 gram

Rumus Menghitung Jumlah Massa Hidrogen Hukum Proust Perbandingan Tetap.

Jumlah massa hydrogen dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

m (H)/3g(H) = 28g(N)/14g(N)

m (H) = 6 gram

Jadi jumlah massa hidrogen yang bereaksi adalah 6 gram sehingga ada sisa hydrogen yang tidak bereaksi.

Rumus Menghitung Sisa Zat Reaksi Hukum Proust Perbandingan Tetap

Jumlah massa hydrogen yang tidak berreaksi adalah

sisa m (H) = 9 – 6

sisa m (H) = 3 gram

Jadi Perbandingan massa nitrogen, hydrogen dan ammonia adalah seperti berikut:

28g (N)/14g (N) + 6g(H)/3g (H) → 34 (NH3)/17(NH3) atau

Perbandingan Massa Nitrogen

(N) = 28g (N)/14g (N)

(N) = 2

Perbandingan Massa Hidrogen

(H) = 6g(H)/3g (H)

(H) = 2

Perbandingan Massa Amonia

(NH3) = 34 (NH3)/17(NH3)

(NH3) = 2

Kesimpulan:

Perbandingan Nitrogen = Perbandingan Hidrogen = Perbandingan Amonia

4). Contoh Soal Hukum Perbandingan Proust Reaksi Kalsium Oksida

Perbandingan massa kalsium dan massa oksigen membentuk kalsium oksida adalah 5 : 2. Jika 10 gram kalsium direaksikan dengan 5 gram oksigen, kalsium oksida yang terbentuk adalah

Jawab

Perbandingan kalsium dan Oksigen adalah

m (Ca) : m (O) = 5:2

Asumsikan

m (Ca) = 5 gram maka

m (O) = 2 gram

Sehingga persamaan reaksi massanya adalah

5g (Ca) + 2g (O) → 7g (CaO)

Ditanya 10g kalsium dan 5g oksigen direaksikan, maka persamaan reaksi massanya

10g (Ca) + 5g (O) → m (CaO)

Perbandingan massa kalsium

(Ca) = 10g (Ca)/5g (Ca)

(Ca) = 2

Permandingan massa oksigen

(O) = 5g (O)/2g (O)

(O) = 2,5

Perbandingan massa kalsium dan perbandingan massa oksigen tidak sama, Artinya tidak memenuhi Hukum Proust. Sehingg akan  ada sisa zat yang tidak bereaksi.

Untuk perhitungan, diambil zat yang nilai perbandingannya kecil yaitu kalsium (Ca).

Rumus Menghitung Perbandingan Massa Oksigen Hukum Proust

Perbandingan oksigen = perbanding kalsium

m (O)/2g (O) = 10g (Ca)/5g (Ca)

m (O) = 2g (O) x 10g (Ca)/5g (Ca)

m (O) = 2 x 10/5

m (O) = 4 gram

Jadi massa oksigen yang bereaksi adalah 4 gram. Sehingga sisa oksigen adalah

sisa m (O) = 5 – 4

sisa m (O) = 1 gram

Rumus Menghitung Perbandingan Massa Kalsium Oksida Hukum Proust

Perbandingan kalsium oksigen = perbanding kalsium

m (CaO)/7g (CaO)) = 10g (Ca)/5g (Ca)

m (CaO) = 7g (CaO) x 10g (Ca)/5g (Ca)

m (CaO) = 7 x 10/5

m (CaO) = 14 gram

Jadi Massa Kalsium oksida yang terbentuk adalah 14 gram

Persamaan reaksi massanya adalah

5g (Ca) + 2g (O) → 7g (CaO)

10g (Ca) + 4g (O) → 14g (CaO)

Perbandingan Kalsium

(Ca) = 10/5

(Ca) = 2

Perbandingan Oksigen

(O) = 4/2

(O) = 2

Perbandingan Kalsium Oksida

(CaO) = 14/7

(CaO) = 2

Kesimpulan

Perbandingan Kalsium = Perbandingan Oksigen = Perbandingan Kalsium Oksida

Buku Forex Trading

Buku: Simple Concept untuk Forex Online Trading.Lihat Harga KLIK DI SINIDAFTAR ISIBAB I   Landasan PemahamanBAB II  Pemahaman Analisis Te...

Ekonomi

Sejarah Kelahiran Ilmu Ekonomi.  Istilah ekonomi sudah muncul sejak zaman Yunani kuno atau sejak Romawi. Istilah ini mulai digunakan oleh ilmuwan bernama ...

Data Harian Ekonomi-Live Chart Kurs Valas Dan Komoditi

Informasi penting dari pasar internasional yang berlaku pada hari ini, secara realtime dapat dilihat dalam artikel/halaman di bawah. Untuk dapat melihat...

Analisis Harian Harga Emas, Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Harga Emas Dan Minyak Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator untuk beberapa komoditas pada hari ini seperti: harga emas...

Analisis Harian Harga Minyak Mentah Dunia, Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator teknikal untuk harga minyak mentah pada hari ini baik Brent ...

Analisis Harian Kurs Dollar Amerika Terhadap Euro. Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Kurs EUR/USD Rangkuman analisis indikator teknikal untuk Kurs EUR/USD, kurs Dollar Amerika terhadap Euro Eropa dan mata...

Analisis Harian Kurs Rupiah Dollar Amerika, Teknikal Indikator

Tabel di Bawah menampilkan resume dari beberapa indikator teknikal untuk kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang berlaku pada hari ini. Kurs Rupiah terhadap...

Analisis Harian Pergerakan Harga Komoditi Emas, Minyak Mentah,Tembaga, Indikator Teknikal

Rangkuman Analisis Harian Teknikal Komoditi Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator teknikal untuk beberapa komiditi yang berlaku hari ini di pasar internasional ...

Grafik, Kurva Pergerakan Kurs Valuta Asing Dunia Hari Ini

Perubahan beberapa Kurs valuta asing seperti EUR/USD, GBP/USD, EUR/JPY dan USD/JPY dapat dilihat pada tabel di bawah. Data menampilkan kurs dari mata...

Harga Baja Dunia Hari Ini

Harga Baja Cold Rolled Coil Dan Hot Rolled Coil Enam Bulan Terakhir. Grafik di bawah menunjukkan harga baja lembaran dingin, CRC dan Hot Rolled Coil,...

Harga Bijih Besi Dan Pellet Hari Ini

Harga bijih besi untuk iron ore fine dan pellet dapat dilihat pada kurva pergerakan harga di bawah. Data harga akan ter-update secara otomatis sesuai dengan...

Harga Komoditi Hari Ini. Emas, Minyak Mentah, Perak, Tembaga

Data dalam tabel menunjukkan perubahan harga beberapa komoditi di pasar internasional, seperti harga emas, minyak mentah, perak dan tembaga. Data ini adalah...

Harga Minyak Bensin Dunia Hari Ini

Kurva Pergerakan Harga Bensin/Gasoline Dunia Hari Ini Pergerakan Harga bensin dunia yang berlaku pada hari ini dapat dilihat pada tabel di bawah. Data...

Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini

Perubahan Harga Minyak Dunia Hari Ini. Perubahan harga minyak dunia, crude oil dan brent oil yang berlaku hari ini dapat dilihat pada tabel di bawah....

Kalender Berita Ekonomi, Forex Calendar Hari Ini

Beberapa Berita atau laporan yang akan diliris oleh lembaga resmi negara di dunia pada hari ini dapat diluhat pada tabel di bawah. Data akan ter update...

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Versi Lama: Contoh Reaksi Kimia Hukum Proust
  9. Pada reaksi kimia tersebut perbandingan atom hydrogen dan atom oksigen yang membentuk molekul air selalu tetap yaitu: Hydrogen : Oksigen = 1 : 8 atau 11,11 % hydrogen dan 88, 89 % oksigen. Contoh lainnya adalah:
  10. Besi + Sulfur (belerang) → Besi Sulfida
  11. Pada reaksi kimia tersebut, perbandingan jumlah besi dan sulfur dalam besi sulfide selalu bernilai tetap yaitu 7:4 atau 63,64% besi dan 36,37% sulfur. Dan contoh reaksi lainnya yang dapat menjelaskan hukum Proust adalah:
  12. Karbon + Oksigen → Karbon Dioksida.
  13. Pada reaksi kimia ini perbandingan jumlah karbon dan oksigen dalam karbon dioksida adalah selalu 3 : 8 atau 27,27% karbon dan 72,73% oksigen.
  14. Contoh Soal Reaksi Kimia Hukum Proust.
  15. Berapa gram ammonia dapat dibuat dari 12,0 gram nitrogen dan 12 gram hydrogen? Diketahui ammonia tersusun dari 82% nitrogen dan 18% hydrogen.
  16. Jawab/ Penyelesaian dan Pembehasan.
  17. Persentase tersebut dapat diartikan sebagai perbandingan massa unsur – unsur yang terlibat atau bersenyawa. Sehingga dapat dikatakan bahwa 82 g nitrogen tepat bereaksi dengan 18 gram hydrogen membentuk senyawa ammonia.
  18. Dengan demikian, banyaknya senyawa ammonia yang dihasilkan dari reaksi 12 gram nitrogen dan12 gram hydrogen adalah 14,6gram. Hal ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa berapapun jumlah hydrogen yang ditambahkan dalam campuran itu, hydrogen yang bereaksi tetap 2,6 gram atau sebanyak 18%.

Ikatan Kovalen: Pengertian Tunggal Rangkap Dua Dan Tiga Contoh Soal.

Pengertian Ikatan Kimia Atom. Bagian terkecil dari suatu materi baik gas, cairan maupun zat padat adalah atom. Atom-atom tersebut umumnya saling berinteraksi satu dengan yang lainnya menggunakan gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak antar sesamanya.

Ikatan yang paling kuat dimiliki oleh zat padat sehingga letak atom-atomnya selalu tetap. Sedangkan ikatan yang paling lemah dimiliki oleh gas. Akibat lemahnya ikatan pada gas, maka atom-atom gas dapat bergerak dengan energinya sendiri secara bebas.

Salah satu jenis ikatan atom adalah ikatan kovalen yang terdiri dari ikatan  kovalen tunggal dan rangkap.

Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap

Ikatan kovalen terjadi akibat kecenderungan atom – atom bukan logam untuk mencapai konfigurasi electron gas mulia. Senyawa yang terbentuk dinamakan sebagai senyawa kovalen.

Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah suatu ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama sepasang electron. Masing – masing atom memberikan kontribusi satu electron untuk digunakan secara bersama.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal
contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal

Contoh Ikatan Kovalen Tunggal.

Contoh ikatan kovalen tunggal adalah ikatan antara ataom H dan atom Cl membentuk senyawa HCL.

Perhatikan konfigurasi electron atom H dan atom Cl berikut:

1H = 1s2 dan 17Cl = [Ne] 3s2 3p5

Agar electron valensi atom H (1) sama dengan atom He (2), maka diperlukan satu electron. Sedangkan atom Cl, agar electron valensinya sesuai dengan konfigurasi electron Ar: [Ne] 3s2 3p6, maka diperlukan satu electron.

Oleh karena  kedua atom tersebut masing – masing membetuhkan satu electron, maka cara yang paling sesuai adalah kesua atom saling memberikan kontribusi satu electron valensi untuk membentuk sepasang ikatan.

Pada atom klorin, selain pasangan electron yang digunakan untuk membentuk pasangan electron, terdapat juga tiga pasang electron bebas atau lone pair electron. Ketiga pasangan electron tersebut tidak digunakan untuk berikatan.

Ikatan Kovalen Rangkap, Dua.

Ikatan kovalen rangkap dua terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama dua electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua adalah ikatan pada molekul gas oksigen O2 dan gas karbon dioksida CO2. Dalam molekul O2 kedua atom oksigen berikatan dengan cara masing – masing atom memberikan sumbangan dua electron valensi membentuk dua pasang electron ikatan.  Sehingga terbentuk ikatan rangkap dua.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga
contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Ikatan kovalen rangkap tiga terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama tiga electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga adalah ikatan pada molekul N2. Ikatan kovalen rangkap tiga dalam molekul N2 dapat dijelaskan sebagai berikut. Konfigurasi electron atom 7N: 1s2 2s2 2p3. Untuk mencapai konfigurasi oktet diperlukan tiga electron tambahan.

Ketiga electron yang dibutuhkan ini dapat diperoleh dengan cara menggabungkan tiga electron valensi dari masing – masing atom nitrogen N membentuk tiga pasang electron (tiga rangkap electron). Dengan demikian terbentuk ikatan kovalen rangkap tiga.

1). Contoh Soal Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Dua Molekul O2

Gambarkan dan jelaskan bagaimana pembentukan ikatan kovalen rangkap dua molekul O2 dapat terjadi,

Jawab:

Konfigurasi elektron atom oksigen adalah

8O= 2, 6.

Atom O akan stabil jika konfigurasi elektronnya serupa dengan gas mulia yaitu 10Ne=2 8. Agar atom O bisa stabil, maka membutuhkan 2 elektron tambahan. Kedua elektron ini dapat diperoleh dengan cara penggunaan berasama 2 elektron valensi dari masing masing atom O untuk membentuk ikatan kovalen rangkap dua.

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua O2

Lambang Struktur Lewis ikatan antara dua atom O  dalam O2 adalah sebagai berikut

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga O2
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua O2

2). Contoh Soal Ikatan Kovalen Rangkap Dua Molekul CO2

Gambarkan dan jelaskan pembentukan ikatan kovalen rangkap dua dalam molekul CO2.

Jawab

Konfigurasi elektron atom  Karbon adalah

6C = 2, 4

Agar atom karbon bisa stabil, maka atom harus  membentuk konfigurasi electron seperti gas mulia Ne (2 8). Untuk itu, atom karbon membutuhkan  empat elektron tambahan.

Konfigurasi elektron atom oksigen adalah

8O= 2, 6.

Atom oksigen O membutuhkan dua electron tambahan agar stabil. Atom O akan menjadi stabil jika konfigurasi elektronnya serupa dengan gas mulia 10Ne = 2 8.

Agar atom Karbon C dan atom oksigen O menjadi stabil seperti dengan gas mulia, maka atom karbon dan oksigen harus membentuk ikatan kovalen.

Kedua elektron yang diperlukan oleh atom oksigen diperoleh dengan cara penggunaan bersama 2 elektron valensi dengan atom karbon dan membentuk ikatan kovalen rangkap dua.

Hal yang sama, ke-4 elektron yang diperlukan oleh atom karbon akan diperoleh dari atom O. Setiap atom O menyumbang 2 elektron valensi sehingga membentuk dua buah ikatan kovalen rangkap dua.

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua CO2

Lambang struktur Lewis ikatan antara C dengan O  dalam senyawa CO2 dapat dilihat pada gambar berikut:

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua CO2
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua CO2

3). Contoh Soal Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Struktur Lewis N2

Jelaskan bagaimana struktur lewis  pembentukan ikatan kovalen antara 2 atom Nitrogen  saling berikatan membentuk N2.

Jawab:

Konfikgurasi Atom Nitrogen adalah

N = 2, 5

Atom nitrogen akan mencapai kestabilannya seperti gas mulia ketika menerima 3 elektron tambahan. Elektron tambahan yang diperlukan ini dapat diperoleh dari jenis atom yang sama yaitu dari atom nitrogen.

Jika 2 atom N saling berikatan, maka setiap atom N harus menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan secara bersama. Sehingga electron yang digunakan bersama berjumlah 6 elektron.

Ikatan yang terjadi antara dua atom nitrogen membentuk ikatan kovalen tiga rangkap. Ini artinya ada tiga pasang electron yang digunakan oleh kedua atom nitrogen untuk membentuk senyawa yang atomnya stabil.

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga N2

Lambang Struktur Lewis ikatan antara dua atom N  dalam N2 adalah sebagai berikut

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga N2
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga N2

3). Contoh Soal Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Pada Molekul C2H2

Tentukan ikatan apa yang terjadi antara atom karbon dan hodrogen pada senyawa C2H2.

Jawab:

Konfigurasi elektron atom Hidrogen adalah

1H = 1

Agar atom H stabil seperti gas mulia, maka atom H membutuhkan satu electron tambahan sehingga membentuk konfigurasi electron seperti gas mulia He,

Atom H memiliki konfigurasi elektron 1 sehingga elektron valensinya 1. Untuk mencapai kestabilannya, atom H cenderung menerima 1 elektron.

Konfigurasi elektron atom  Karbon

6C = 2, 4

Atom karbon akan stabil jika membentuk konfigurasi electron seperti gas mulia Ne (2 8). Dengan demikian atom karbon membutuhkan 4 elektron tambahan.

Atom hydrogen menyumbangkan satu electron untuk digunakan secara bersama dengan satu atom karbon.

Masing masing atom karbon menerima satu electron dari atom hydrogen yang yang berbeda. Kedua Atom karbon masih membutuhkan tiga electron untuk mencapai kesetabilan seperti gas mulia.

Dengan demikian, untuk memenuhui kekurangan tiga electron, kedua atom karbon tersebut saling menggunakan ketiga elektronnya dengan membentuk ikatan kovalen rangkap tiga.

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga C2H2

Lambang Struktur Lewis ikatan antara dua atom C  dan dua  H adalah sebagai berikut

Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga C2H2
Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga C2H2

Pada struktur Lewis C2H2 terdapat dua ikatan kovalen tunggal dan satu ikatan kovalen rangkap tiga.

Ikatan rangkap tiga dibangun oleh dua atom karbon dengan melibatkan enam electron yang digunakan secara bersama. Sedangan dua ikatan kovalen tunggal dibentuk oleh atom karbon dan hydrogen.

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  4. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  5. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta.
  6. Ringkasan Rangkuman: Unsur-unsur kimia dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu unsur logam, unsur nonlogam, dan unsur gas mulia. Susunan elektron valensi unsur digambarkan dengan struktur Lewis.
  7. Ikatan Ion adalah ikatan kimia antaratom dengan cara serah terima elektron. Contoh senyawa yang berikatan ion adalah NaCl, CaCl, dan KBr.
  8. Ikatan Kovalen adalah ikatan kimia antaratom dengan cara pemakaian elektron bersama. Contoh senyawanya adalah CH4, HCl, H2O, dan NH3.
  9. Ikatan Kovalen dapat dibedakan menjadi ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen rangkap.
  10. Ikatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas. Contoh senyawa yang berikatan kovalen koordinasi adalah NH4OH, HNO2, dan H2SO4.
  11. Kepolaran Senyawa Kovalen dapat ditentukan dari perbedaan keelektronegatifan atom-atom yang berikatan.
  12. Ikatan Logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron oleh atom-atom logam.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Itakan  Atom atau pengertian dan contoh ikatan kovalen serta Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap. Penyebab ikatan kovalen, adalah Ikatan Kovalen Tunggal atau contoh ikatan dengann satu electron valensi.
  14. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  15. Ardra. Biz, 2019, “Contoh Ikatan Kovalen Tunggal yang konfigurasi electron pada ikatan kovalen. Ikatan Kovalen Rangkap Dua. Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua dan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.
  16. Ardra.Biz, 2019, “Untuk contoh ikatan dengan tiga electron valensi dan contoh ikatan dengan dua electron valensi. Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.
  17. Ikatan Kovalen Rangkap Dua Tiga Contoh Soal Rumus Lewis, Pengertian Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Pengertian Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Contoh Gambar Lambang Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua Tiga,
  18. Contoh Gambar Rumus Titik Elektron Ikatan Kovalen Rangkap Dua Tiga, Ikatan Kovalen, Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap, Ikatan Kovalen Tunggal, Contoh Ikatan Kovalen Tunggal, Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Ikatan Kovalen Rangkap Tiga,
  19. Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Contoh Soal Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Dua Molekul O2, Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga O2, Struktur Lewis Ikatan Kovalen O2, Contoh Soal Ikatan Kovalen Rangkap Dua Molekul CO2, Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Dua CO2,
  20. Struktur Lewis Ikatan Kovalen CO2, Contoh Soal Pembentukan Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Struktur Lewis N2, Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga N2, Contoh Soal Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Pada Molekul C2H2, Rumus Titik Elektron Molekul N2,
  21. Lambang Rumus Titik Elektron Struktur Lewis Ikatan Kovalen Rangkap Tiga C2H2, Struktur Lewis C2H2, ,contoh ikatan dengan dua electron valensi, contoh ikatan dengan tiga electron valensi, contoh ikatan dengann satu electron valensi, Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Contoh Ikatan Kovalen Tunggal, Ikatan Kovalen Rangkap Dua,
  22. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Ikatan Kovalen Tunggal, Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap, Konfigurasi Electron Atom Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Konfigurasi Electron Atom Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Konfigurasi Electron Atom Ikatan Kovalen Tunggal, Konfigurasi Electron Atom Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap, konfigurasi electron pada ikatan kovalen,
  23. pengertian dan contoh ikatan kovalen, Pengertian ikatan dengan dua electron valensi, Pengertian ikatan dengan tiga electron valensi, Pengertian ikatan dengann satu electron valensi, Pengertian Ikatan Kovalen Rangkap Dua, Pengertian Ikatan Kovalen Rangkap Tiga, Pengertian Ikatan Kovalen Tunggal, Pengertian Itakan Atom, penyebab ikatan kovalen,

Ikatan Kovalen Polar Non Polar: Pengertian Sifat Contoh Soal Rumus Keelektronegatifan Momen Dipol.

Ikatan Kovalen Polar. Ikatan polar kovalen terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu senyawa akan bertambah besar jika perbedaan keelektronegatifan atom – atom yang berikatan semakin besar.

Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, dan mempunyai momen dipol tidak sama dengan nol (0).

Proses Mekanisme Terjadinya Kepolaran Senyawa Kovalen

Ikatan kovalen polar akan terjadi jika atom – atom yang berikatan adalah heterointi. Sebaran muatan electron di sekitar dua inti yang berikatan tidak homogen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan menarik pasangan electron ikatan tidak sama.

Kepolaran adalah adanya gejala pengkutuban (kelektronegatifan) muatan di antara atom yang berikatan. Atom yang satu lebih bermuatan positif dan atom yang lain lebih bermuatan negatif.

Perbedaan keelektronegatifan dua atom menimbulkan kepolaran senyawa. Adanya perbedaan keelektronegatifan tersebut menyebabkan pasangan elektron ikatan lebih tertarik ke salah satu unsur sehingga membentuk dipol. Adanya dipol inilah yang menyebabkan senyawa menjadi polar.

ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional
ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional

Menentukan Kepolaran Senyawa Molekul

Kepolaran suatu senyawa dapat ditentukan dari perbedaan keelektronegatifan atom- atom yang membentuk suatu senyawa kovalen.

Jika selisih keelektronegatifan nol atau sangat kecil, ikatan yang terbentuk cenderung kovalen murni. Jika selisihnya besar, ikatan yang terbentuk polar. Jika selisihnya sangat besar, berpeluang membentuk ikatan ion.

Rumus Momen Dipol

Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (μ), yaitu hasil kali antara muatan (Q) dengan jarak (r).

μ = q × r

μ = momen dipol dalam satuan Debye (D)

q = muatan dalam satuan elektrostatis (ses)

r = jarak dalam satuan cm

Jika jumlah momen dipol = 0, senyawanya bersifat nonpolar. Jika momen dipol tidak sama dengan 0 maka senyawanya bersifat polar.

Keelektronegatifam Dan Momen Dipol Molekul Ikatan Kovalen Polar

Keelektronegatifam Dan Momen Dipol Senyawa HF, HCL, HBr, HI dapat dilihat pada table berikut:

Keelektronegatifam Dan Momen Dipol Molekul Ikatan Kovalen Polar
Keelektronegatifam Dan Momen Dipol Molekul Ikatan Kovalen Polar

Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D = 3,33 × 10–30 C m. Momen dipol dari beberapa senyawa diberikan dalam table.

Contoh Ikatan Kovalen Polar.

Contoh Senyawa kovalen polar diantaraya adalah HCl, HBr, HI, HF, H2O, NH3. Senyawa HCl merupakan contoh senyawa dibentuk dengan ikatan kovalen polar. Pada ikatan ini pasangan electron ditarik oleh atom Cl.

Ikatan Kovalen Nonpolar.

Ikatan Kovalen Nonpolar terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik ke semua atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi pada atom – atom yang homointi. Kedua inti atom yang menarik electron valensi adalah sama besar. Sehingga sebaran muatan electron di antara kedua inti atom yang berikatan homogen.

Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar.

Contoh Senyawa kovalen nonpolar diantaranya adalah H2, O2, Cl2, N2, CH4, C6H6, BF3. Senyawa H2 merupakan contoh senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen nonpolar. Pada ikatan kovalen ini tidak terjadi pengkutuban karena electron tidak ditarik oleh salah satu atom.

Sifat – sifat Senyawa Kovalen:

Pada temperature kamar umumnya senyawa yang dibentuk melalui ikatan kovalen adalah berupa gas, misalanya H2, O2, N2, Cl2, CO2 atau cair misalnya H2O dan HCl ataupu berupa padatan.

Titik didih dan titik leleh dari senyawa yang berikatan secara kovalen adalah rendah. Hal ini karena gaya Tarik menarik antara molekulnya tidak terlalu kuat seperti pada senyawa – senyawa yang dibentuk dengan ikatan ion.

Senyawa kovalen larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berintegrasi dengan pelarut polar.

Senyawa ikatan kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik.

1). Contoh Soal Menentukan Kepolaran Senyawa Ikatan Kovalen Polar.

Manakah di antara senyawa berikut yang memiliki kepolaran tinggi?

a). CO, b). NO, c). HCl

Diketahui;

Masing masing Keelektronegatifan atom adalah

C = 2,5;

O = 3,5;

N = 3,0;

Cl = 3,0;

H = 2,1

Jawab:

Selisih keelektronegatifan Molekul CO adalah 3,5 – 2,5 = 1,0.

Selisih keelektronegatifan molekul NO adalah 3,5 – 3,0 = 0,5.

Selisih keelektronegatifannya molekul HCl adalah 3,0 – 2,1 = 0,9.

Jadi, kepolaran molekul dapat diurutkan sebagai berikut: CO > HCl > NO.

2). Contoh Soal Perhitunga Kelektronegatifan Ikatan Kovalen Polar HF

Hitung nilai keelektronegatifan senyawa HF

Diketahui

Momen dipol HF = 1,91 Debye

Keelektronegatifan atom Hidrogen adalah = 2,1

Keelektronegatifan atoam Fluor adalah =  4,0

Jawab:

Beda keelektronegatifan HF = 4,0 – 2,1 = 1,9

3). Contoh Soal Perhitunga Kelektronegatifan Ikatan Kovalen Polar Molekul H2O

Hitung nilai keelektronegatifan untuk senyawa H2O

Momen Dipol H2O = 1,85 Debye

Diketahui

Keelektronegatifan atom hydrogen adalah = 2,1

Keelektronegatifan atom oksigen adalah = 3,5

Jawab:

Beda keelektronegatifan H2O = 3,5 – 2,1 = 1,4

4). Contoh Soal Perhitunga Keelektronegatifan Senyawa Polar NH3

Hitung berapa keelektronegatifan senyawa NH3 dengan Bentuk molekul simetri

Diketahui

Momen Dipol NH3 = 1,47 Debye

Keelektronegatifan Nitrogen = 2,1

Keelektronegatifan Hidrogen = 3,0

Jawab:

Beda keelektronegatifan = 3,0 – 2,1 = 0,9

1) H2

H – H

Diketahui

Keelektronegatifan H = 2,1

Jawab:

Beda keelektronegatifan H2 = 2,1 – 2,1 = 0

Momen Dipol = 0 Debye

5). Contoh Soal Perhitungan Keelektronegatifan Ikatan Polar Moleku CH4

Hitung berapa keelektronegatifan senyawa CH4 dengan Bentuk molekul simetri

Diketahui

Keelektronegatifan Hidrogen = 2,1

Keelektronegatifa karbon = 2,5

Jawab

Beda keelektronegatifan CH4 = 2,5 – 2,1 = 0,4

Momen Dipol = 0 Debye

6). Contoh Soal Perhitungan Momen Dipol Ikatan Kovalen Polar HCl

Hitung momen dipol dari molekul HCl jika diketahui Panjang ikatan kesetimbangan antar atom adalah 1,2746 Angstrom (Ao).

Diketahui:

r = 1,2746 Ao atau

r = 1,2746 x 10-10 meter

q = 1,6022 x 10-19 C

Jawab

Besar momen dipol molekul HCl dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

μ = q × r

μ = 1,6022 x 10-19C x 1,2746 x 10-10 m

μ = 1,999 x 10-29 C.m

1 D = 3,33 × 10–30 C m. atau

1 C.m = 1 D /(3,33 × 10–30)

μ = 1,999 x 10-29 C.m x [1D/(3,33 × 10–30)]

μ = 1,999 x 10-29 C.m x 0,30 × 10+30 D

μ = 5,97 D

6). Contoh Soal Perhitungan Momen Dipol Ikatan Kovalen Polar H2O

Hitung muatan ikatan kovalen yang dimiliki oleh molekul H2O jika diketahui Panjang ikatan kesetimbangan antar atom adalah 0,958 Angstrom (Ao) dan momen dipol 1,85 Debye.

Diketahui:

r = 0,958 Ao atau

r = 0,958 x 10-10 meter

Momen dipol H2O = 1,85 Debye

Jawab:

Rumus Menghitung Muatan Ikatan Kovalen Polar H2O

Besarnya Muatan Molekul H2O dapat dinyatakan denga rumus berikut:

μ = q × r atau

q = μ/r

Konversikan dahulu besaran momen dipol 1,85 Debye menjadi satuan C. m (Coulomb meter).

Diketahui

1 Debye = 3,33 x 10-30 C.m, maka

μ = 1,85 D x 3,33 x 10-30 C.m/D

μ = 6,16 x 10-30 C.m

Sehingga besar muatan pada H2O adalah

q = (6,16 x 10-30 C.m)/(0,958 x 10-10m)

q = 6,43 x 10-20 Coulomb

Jadi muatan yang dimiliki oleh molekul H2O dengan membentuk ikatan kovalen polar adalah 6,43 x 10-20 Coulomb.

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Ringkasan Rangkuman: Konfigurasi elektron yang stabil terdiri atas delapan elektron pada kulit terluar (oktet) sebagaimana yang dimiliki oleh atom-atom gas mulia, kecuali helium (dua elektron).
  9. Menurut teori oktet, untuk mencapai keadaan stabil dari unsur-unsur dapat terjadi melalui penerimaan atau pelepasan satu/lebih elektron atau melalui penggunaan bersama pasangan elektron untuk membentuk ikatan suatu senyawa.
  10. Lambang Lewis digunakan untuk menjelaskan ikatan kimia antara atom-atom. Rumus yang disusun menggunakan lambang Lewis dinamakan rumus Lewis atau rumus titik-elektron. Lambang tersebut berguna dalam menerangkan ikatan kimia.
  11. Ikatan ion terbentuk akibat gaya elektrostatik antara ion-ion berlawanan muatan yang terjadi karena adanya serah terima elektron dari satu atom ke atom lain sebagai pasangannya.
  12. Menurut Lewis, ikatan kovalen yang terjadi pada atom yaitu dengan cara membentuk pasangan elektron yang disumbangkan oleh kedua atom dan menjadi milik bersama atom-atom yang berikatan.
  13. Pada umumnya, jumlah ikatan yang dapat dibentuk oleh suatu atom sama dengan jumlah elektron yang tidak berpasangan menurut aturan Lewis atau sama dengan delapan dikurangi nomor golongan.
  14. Ikatan kovalen rangkap melibatkan penggunaan bersama lebih dari sepasang elektron oleh dua atom yang berikatan. Terdapat ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan kovalen rangkap tiga.
  15. Pada ikatan kovalen koordinasi, pasangan electron yang dipakai bersama berasal dari salah satu atom yang berikatan.
  16. Ikatan pada logam diterangkan melalui teori lautan elektron atau teori elektron bebas. Menurut teori ini, dalam kristal logam, inti atom terpateri pada kisi-kisi atom, sedangkan elektron valensi bergerak bebas di seluruh kristal logam.
  17. Teori lautan elektron dapat menerangkan sifat kilap logam, daya hantar listrik, panas, dan dapat ditempa.
  18. Ikatan Kovalen Polar adalah Kepolaran dan keelektronegatifan senyawa. Heterointi ikatan kovalen polar dengan Pengertian Kepolaran dan Contoh Ikatan Kovalen Polar. Ikatan Kovalen Nonpolar adalah homointi ikatan kovalen nonpolar. Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar dan Sifat – sifat Senyawa Kovalen. Sifat kelistrikan senyawa kovalen.
  19. Ikatan Kovalen Polar Non Polar: Pengertian Sifat Contoh Soal Rumus Keelektronegatifan Momen Dipol, Rumus Cara Menentukan Momen Dipol Ikatan Kovalen Polar,
  20. Pengertian Ikatan Kovalen Polar Non Polar, Rumus Perhitungan Keelektronegatifan Ikatan Kovalen Polar, Contoh Ikatan Kovalen Polar Non Polar, Menentukan Keelektronegatifan Molekul Ikatan Kovalen Polar, Rumus Keelektronegatifan Ikatan Kovalen Polar,
  21. Cara Menentukan Arah Momen Dipol, Cara Menentukan Momen Dipol Ikatan Kovalen Polar, Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar, Pengertin Ikatan Kovalen Polar Non Polar, Perbedaan Sifat Pengetian Pembahasan Contoh Soal Ujian Nasional, Ikatan Kovalen Polar,
  22. Momen Dipol Polar, Momen Dipol Non Polar, Proses Mekanisme Terjadinya Kepolaran Senyawa Kovalen, Momen Dipol Ikatan Kovalen Polar Non Polar, Menentukan Kepolaran Senyawa Molekul, Rumus Kepolaran Molekul, Rumus Momen Dipol Ikatan Kovalen,
  23. Pengertian Momen Dipol, Satuan Lambang Momen Dipol Ikatan Kovalen, Keelektronegatifam Dan Momen Dipol, Contoh Ikatan Kovalen Polar, Cara Menentukan Ikatan Kovalen Polar Non Polar, Debye ke Coulomb Meter Momen Dipol, Ikatan Kovalen Nonpolar, Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar, Sifat – sifat Senyawa Kovalen,
  24. Contoh Soal Menentukan Kepolaran Senyawa Ikatan Kovalen, Contoh Soal Perhitunga Kelektronegatifan Molekul HF, Contoh Soal Perhitunga Kelektronegatifan Molekul H2O, Contoh Soal Perhitunga Keelektronegatifan Senyawa NH3, Contoh Soal Perhitungan Keelektronegatifan Moleku CH4, Contoh Soal Perhitungan Momen Dipol HCl,
  25. Contoh Soal Perhitungan Momen Dipol H2O, Rumus Menghitung Muatan Ikatan Kovalen H2O, Polar Non Polar, Beda Polar Non Polar, Menentukan Polar Non Polar, Pengaruh Panjang Ikatan Pada Momen Dipol, Pengaruh Bentuk Molekul Pada Momen Dipol, Pengaruh Bentuk Molekul Pada Kepolaran, Pengaruh Ikatan Pada Momen Dipol, Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar, Perbedaan Sifat Pengetian Pembahasan Contoh Soal Ujian Nasional,

 

 

Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Manfaat Kloroplas Tanaman

Pengertian Kloroplas. Kloroplasplastida yang mengandung klorofil. Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Plastida organel mengandung pigmen. Di dalam kloroplas inilah berlangsungnya proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energy cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air.

Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman yaitu Palisade (sel – sel jaringan tiang) dan spon (sel – sel jaringan bunga karang). Kloroplas tersusun dari stroma, tilakoid, dan grana.

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan
fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

Susunan Kloroplas. 

Stroma.

Stroma adalah struktur kosong di dalam kloroplas yang merupakan tempat glukosa dibentuk dari CO2 dan H2O.

Tilakoid.

Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membrane dalam kloroplas. Membrane tilakoid menangkap energy cahaya dan mengubahnya menjadi energy kimia.’

Grana.

Grana merupakan satu tumpukan tilakoid.

Pada sel tumbuhan, kloroplas umumnya dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter antara 5 – 8 μm dengan tebal 2 – 4 μm. Kloroplas mengandung matriks cair yang dibungkus oleh suatu membrane. Membrane ini disebut dengan stroma.

Klorofil

Di dalam stroma terdapat tilakoid yang mengandung klorofil. Tilakoid mempunyai struktur yang membentuk tumpukan yang disebut dengan granum, kalau jamak disebut grana. Klorofil terletak pada bagian yang disebut dengan kuantosom.

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan.

Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membrane akan memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.

Klorofil menangkap energi matahari yang kemudian digunakan untuk proses fotosintesis zat makanan. Jadi sebenarnya,  kloroplas merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis terjadi reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Sedangkan reaksi terang berlangsung di dalam membrane tilakoid.

Kloroplas mengandung pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dikelomopkan menjadi dua jenis, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini memiliki fungsi dalam penyerapan energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua pigmen ini terletak di membran kloroplas.

Klorofil berfungsi menyerap sinar merah dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna lain.

Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, oranye, merah atau coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu.

Materi Metabolisme, Katabolisme dan Anabolisme dibahas secara lengkap pada artikel artikel berikut

Tahap Reaksi Katabolisme Protein 

Pembongkaran protein menjadi asam amino memerlukan bantuan dari enzim protease dan air untuk melakukan proses hidrolisis pada ikatan- ikatan peptida.    Baca Selanjutnya ….

Reaksi Terang dan Gelap Proses Fotosintesis

Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan, berlangsung melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Gambar berikut dapat memberikan penjelasan yang lebih sederhana.   Baca Selanjutnya ….

Kemosintesis Pada Anabolisme

Kemosintesis dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon di mana reduksi CO2 berlangsung dalam kondisi gelap (yaitu reaksi tanpa cahaya), reaksinya menggunakan energi murni hasil oksidasi.  Baca Selanjutnya …..

Tahap Reaksi Katabolisme Lemak

Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Namun Sebelum digunakan, sel akan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol, kemudian gliserol diubah menjadi 3 fosfogliseraldehid dan memasuki jalur glikolisis.  Baca Selanjutnya ….

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  3. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. fungsi klorofil bagi kehidupan tumbuhan, Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Fungsi Stroma Tilakoid Grana Klorofil, Pengertian Kloroplas. Kloroplas Plastida organel mengandung pigmen, Proses Fotosintesis adalah, Susunan dan Fungsi Kloroplas adalah

Fungsi Pembuluh Limfa Getah Bening

Pengertian Pembuluh Limfa Getah Bening. Selain pembuluh darah, manusia juga memiliki pembuluh limfa. Pembuluh limfa disebut juga pembuluh getah bening. Limfa adalah cairan yang menggenangi jaringan tubuh. Limfa memiliki sistem peredaran sendiri yang dimulai dari jaringan sampai ke vena. Peredaran limfa tidak selalu melalui pembuluh sehingga disebut peredaran terbuka.

Cairan limfa tidak mengandung eritrosit dan trombosit, namun banyak mengandung sel darah putih, yaitu limfosit. Limfa berperan dalam pengangkutan sisa metabolisme, lemak dari usus, dan berperan dalam melawan serangan  kuman.

fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening
fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening

Jenis – Macam – Tipe Kelenjar Limfa

Beberapa getah bening yang besar adalah:

Kelenjar limfa lipat siku, lipat paha, ketiak, lutut, dan leher

Kelenjar selaput lender usus. Pembuluh limfa yang berasal dari selaput lender usus disebut pembuluh kil.

Kelenjar folikel bawah lidah

Kelenjar pada tonsil amandel dan adenoid.

Fungsi Limfa Getah Bening

Beberapa fungsi limfa di antaranya adalah:

Limfa mempunyai fungsi untuk mengabsorpsi lemak di usus halus dan kemudian mengangkutnya ke darah.

Limfa berfungsi mengambil kelebihan cairan jaringan dan mengembalikannya ke sistem peredaran darah.

Selain itu, limfa memiliki fungsi yang sangat penting dalam membantu tubuh untuk mempertahankan dari beragam penyakit.

Cara Kerja Limfa

Peredaran limfa dimulai dari jaringan dan berakhir pada pembuluh balik di bawah selangka. Limfa didistribusikan di dalam tubuh dengan mengandalkan kontraksi otot-otot rangka. Tubuh  manusia memiliki beberapa nodus limfa.

Nodus tersebut terdiri dari sinus-sinus, yaitu ruangan tempat penyaringan bahan-bahan yang sudah diabsorpsi atau dihilangkan dari jaringan oleh sel darah putih (makrofag).

Cairan limfa berasal dari plasma darah dalam kapiler darah yang keluar menuju jaringan tubuh. Kemudian, cairan limfa ini masuk ke dalam dua macam pembuluh getah bening, yaitu duktus limfatikus dekster dan duktus toraksikus sinister.

Duktus limfatikus dekster ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kanan masuk ke pembuluh balik bawah tulang selangka kanan.

Sedangkan, duktus toraksikus sinister ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kiri masuk ke pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri.

Pembuluh limfa dada merupakan tempat bermuaranya pembuluh lemak atau pembuluh kil.  Lemak inilah yang menimbulkan cairan limfa berwarna kuning keputih – putihan. Di sepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar – kelenjar limfa atau nodus. Kelenjar ini berfungsi untuj menyaring kuman.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.

Tahap Proses DNA Rekombinan, Rekayasa Genetika,

Pengertian Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) atau dalam bahasa Indonesia Asam Deoksiribo Nukleat adalah senyawa kimia berupa polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada makhluk keturunannya.

DNA ditemukan pada tahun 1869 oleh seorang dokter muda yaitu Friedrich Miescher yang percaya bahwa rahasia kehidupan dapat diungkap melalui penelitian kimia pada sel – sel makhluk hidup.

DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya.

Model Struktur DNA dibangun berdasarkan pada data kimia dan fisiknya yang kemudian disebut struktur untai-ganda atau double helix. Untai ganda DNA ini dibangun oleh dua rantai yang berpilin.

Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau metoda DNA rekombinan.

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan
Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Komponen DNA Rekombinan

Adapun komponen yang terlibat dalam proses DNA rekombinan adalah DNA donor (insert ), Enzim Endonuklease Restriksi, Enzim Endonuklease Restriksi, Vektor, DNA Ligase, Sel Inang (Host Cell ).

DNA donor (insert )

DNA donor (insert ) merupakan Sumber dari DNA atau gen yang digabungkan atau disisipkan atau disambungkan kepada DNA dari organisme lain.

Enzim Endonuklease Restriksi

Endonuklease restriksi adalah enzim yang digunakan untuk memotong DNA donor dan vector pada lokasi spesifik, sehingga DNA donor dapat disambungkan ke dalam vektor

Vektor

Vektor adalah Plasmid atau bakteriofage yang digunakan untuk mengintroduksi gen agar dapat ditransform ke dalam suatu sel inang yang cocok

DNA Ligase

DNA ligase merupakan Enzim yang digunakan untuk menggabungkan ujung sambungan (splice ) dari vektor dan DNA donor, dan kemudian membentuk suatu vektor rekombinan

Sel Inang (Host Cell )

Sel inang yang umum digunakan Biasanya adalah suatu bakteri atau yeast. Tempat diintroduksikan vektor rekombinan ke dalam sel inang.

Tahap DNA Rekombinan.

Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah mengisolasi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.

Isolasi DNA

Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor maupun organisme vector.

Isolasi Vector plasmid atau DNA donor yang diinginkan bertujuan mengekstrak plasmid atau DNA donor yang diinginkan dan memisahkannya dari berbagai komponen selular bakteri dan Organismes lainnya, seperti protein, lemak, RNA, dan DNA kromosomal.

Prinsip dasar isolasi DNA dari jaringan adalah dengan memecah dan mengekstraksi jaringan tersebut sehingga akan terbentuk ekstrak sel yang terdiri atas sel- sel jaringan dan DNA.

Langkah pertama untuk mendapatkan DNA plasmid adalah dengan menumbuhkan sel- sel bakteri yang mengandung plasmid rekombinan. Setelah itu sel dipanen, dinding serta membran sel dipecah sehingga isi sel (ekstrak sel) keluar. Ekstrak sel ini kemudian dipurifikasi dengan serangkaian perlakuan sehingga diperoleh DNA plasmid yang murni.

Memotong Dan Menyambung DNA

Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi.

DNA insert donor dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen- segmen kecil dengan menggunakan enzim endonuklease restriks. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor.

Vektor ini harus mampu berikatan dengan DNA insert donor, memperbanyak diri, dan mengekspresikan gen tersebut. Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus.

Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. DNA Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor.

Enzim yang digunakan adalah sama dengan enzim untuk memotong DNA Insert donor yang dikehendaki. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.

Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor Vector Plasmids\
Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor, Vector Plasmids.

DNA insert Donor yang telah diisolasi dan dipotong selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid vector. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen atau DNA. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) DNA insert donor yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vector.

Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka plasmid vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing).

Dengan demikian, didapatkan organisme baru yang memiliki rantai DNA gabungan atau kombinasi baru. Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan.

Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase
Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase.

Memasukan Ke Sel Hidup

DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus. Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi.

Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid
Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid

Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Escherichia coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak.

DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.

Daftar Pustaka:

  1. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “DNA Rekombinan, manfaat alkohol, manfaat polimer, Manfaat Tahapan Teknologi DNA Rekombinan Bagi Kehidupan, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Pembahasan, Rekayasa Genetika,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian DNA (Deoxyribonucleic acid), Contoh Soal ujian Materi DNA, Gambar DNA, Susunan DNA, Struktur DNA, Untaian DNA, Perubahan susunan DNA, Cara rekombinan DNA, Tujuan rekombinan DNA, Manfaat Rekombinan DNA,
  9. Ardra.Biz 2019, “Contoh Rekombinan DNA, Teknologi Rekombinan DNA, Tahap DNA Rekombinan, Media Perantara Rekombinan DNA, Proses Isolasi DNA, memilih dan memisahkan DNA, cara mengekstrak kromosom dari organisme donor, Fungsi enzim endonuklease restriksi pada DNA rekombinan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Cara memotong gen uantaian DNA, Memotong Dan Menyambung DNA, Fungsi Vektor pada Rekombinan DNA, Fungsi plasmid atau virus pada rekombinan DNA, plasmid atau virus, Pengertian transplantasi gen, Cara mencangkokkan (atau menyambung) gen,
  11. Ardra.Biz. 2019, “Fungsi enzim ligase pada rekombinan DNA, Memasukan Ke Sel Hidup, Fungsi larutan NaCl pada DNA rekombinan, proses elektroporasi DNA, Escherichia coli, organisme transgenic,  transplantasi gen, prinsip fusi protoplasma, Rekayasa genetika, Cara rekayasa genetika, Fungsi Manfaat rekayasa genetika,

Fungsi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Pengertian Struktur Rumus Kimia,

Pengertian Adenosin Trifosfat (ATP). Di dalam sel terdapat energi bebas yang terkandung dalam molekul kecil dari bahan makanan yang diubah menjadi energi dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat (ATP).

ATP bisa dipakai untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat. Jadi adenosin Trifosfat (ATP) merupakan senyawa kimia yang memiliki energi tinggi.

Struktur Adenosin Trifosfat (ATP)

ATP tersusun dari ikatan adenin purin terikat pada gula yang mengandung 5 atom C, yaitu ribose dan tiga gugus fosfat. Meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi, namun demikian ikatan kimianya labil dan mudah melepaskan gugus fosfatnya.

Adenosine triphosphate (ATP) memiliki struktur adenosin yang terikat dengan tiga gugus fosfat seperti pada Gambar di bawah.

Adenosin adalah nukleosida yang mengandung basa nitrogen adenin dan gula pentosa ribosa. Tiga gugus fosfat yang terikat pada gula pentosa dilabeli dengan nama α, β, dan γ. Gugus fosfat tersebut merupakan gugus konstituen yang kaya dengan energi.

Secara kimiawi, ATP terdiri dari adenosine dan tiga kelompok phosphate. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. Massa molekulernya adalah sebesar  507.18 g mol−1.

Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia
Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia

Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP)

1). Ketika sel memerlukan energi, maka ATP dapat segera dipecah atau dikonversi melalui reaksi hidrolisis (yaitu reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil. Energi yang terbentuk ini dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut.

2). Hidrolisis ATP terjadi dalam metabolisme selular seperti mekanika, transport dan kimia.

3). Ikatan antara gugus-gugus fosfat pada ekor ATP dapat diputuskan melalui hidrolisis. Reaksi hidrolisis melepaskan 2 ikatan fosfat, yaitu antara ikatan fosfat kedua dan ketiga kemudian dihasilkan Adenosin Difosfat (ADP).

4). Ketika ikatan fosfat terminal diputuskan, suatu molekul fosfat anorganik (yang disingkat Pi) meninggalkan ATP yang kemudian menjadi adenosin difosfat atau ADP.

5). Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik atau reversible.

6). Reaksi hidrolisis bersifat eksergonik yaitu reaksi yang menghasilkan energi. Energi yang dilepaskan berasal dari perubahan kimia ke tingkat energi yang lebih rendah. Energy yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai aktivitasnya.

7). Hidrolisis ATP akan menghasilkan adenosine diphosphate (ADP) dan gugus fosfat anorganik (Pi).

8.) Reaksi eksergonik hidrolisis ATP melepasakan energgi sebesar 7,3 kkal energi per mol ATP.

Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP dapat dituliskan sebagai berikut.

ATP + H2O → ADP + Pi + 7,3 kal/mol

∆G = -7,3 kkal/mol (-31 kJ/mol)

Karena fungsi ATP sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal (reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier. Sel mampu menggunakan energi ATP tersebut dengan sangat efektif. Hal ini karena penggunaan energy ini hanya berlangsung satu sistem yaitu dengan hanya mengambil energi dari sumber ATP.

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP)

Proses transformasi energi dalam sistem biologi dapat dibedakan menjadi tiga proses berikut.

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil

Melalui proses fotosintesis, energi radiasi sinar matahari yang diserap oleh klorofil tumbuhan hijau diubah menjadi energi kimia. Energi kimia ini digunakan untuk mengkonversi karbon dioksida CO2 dan molekul air H2O menjadi senyawa kompleks seperti karbohidrat dan glokosa.

Pada proses fotosintesis terjadi transformasi dari energi cahaya yang berupa energi kinetic menjadi energi kimia yang merupakan energi potensial.

Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi kinetik diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya sebagai energi ikatan yang menghubungkan atom-atom bakuny

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria

Energi kimia yang tersimpan dalam karbohidrat dan senyawa organik lainnya akan dipecah melalui proses respirasi di dalam sel organisme.

Proses respirasi ini akan membebaskan sejumlah energi, yang selanjutnya akan digunakan untuk membentuk senyawa dengan ikatan fosfat yang mengandung energi tinggi yang disebut Adenosin Tri Phosfat (ATP).

Pengangkutan energy kimia lainnya di dalam sel adalah melalui proses pengangkutan electron oleh koenzim khusus pembawa elekton, yaitu Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP).

Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel

Energi di dalam ikatan fosfat (ATP) dengan segera dihasilkan ketika akan digunakan oleh sel untuk berbagai aktivitas kehidupan.

Jika sel melakukan kegiatan, maka energi kimiawi dari ikatan fosfat akan terlepas dan berubah menjadi energi bentuk lain seperti energi mekanik untuk kerja kontraksi otot.

Energi kimia akan dikonversi menjadi energi listrik untuk meneruskan impuls saraf, atau dirubah menjadi energi sintesis untuk membangun senyawa pertumbuhan, serta sisanya akan mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai energi panas.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ringkasan Rangkuman: Struktur Adenosin Trifosfat (ATP), ATP, Pengertian ATP, Rumus Kimia Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Empiris Adenosin Trifosfat (ATP), Massa Molekuler Adenosin Trifosfat (ATP), Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Mekanisme Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP),
  8. Produk Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Jenis Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Jumlah Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Sifat Reaksi Hidrolisis, Reaksi Eksergonik Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil,
  9. Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria, Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel, Contoh Penggunaan Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Fungsi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Bangun Struktur Adenosin Trifosfat (ATP),

Fungsi Energi Mekanisme Kontraksi Otot Pengertian Contoh Soal

Otot Manusia. Otot sering disebut juga sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi. Otot dapat menggerakkan tulang- tulang karena adanya kerjasama otot yang menempel pada tulang- tulang tersebut.

Tulang tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Persendian tulang sebagai suatu konstruksi untuk pergerakan, dikelilingi oleh otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena adanya sel otot dan dengan alasan ini maka otot  disebut sebagai alat gerak aktif.

Otot mempunyai tiga karakteristik, yang terdiri dari kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk berkontraksi (mengerut) sehingga otot menjadi lebih pendek. Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula. Sedangkan, elastisitas adalah kemampuan otot untuk dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi.

Fungsi Utama Otot

Fungsi utama otot manusia adalah sebagai alat gerak aktif. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan dari sel – sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi sel – sel otot dikendalikan oleh sel –sel saraf. Otot rangka melekat pada tulang melalui tendon. Tendon ini merupakan jaringan ikat padat.

Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Ukuran Otot dapat berubah sesuai dengan seberapa sering otot dilatih atau digerakan.

Energi Untuk Konstraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.
Energi Untuk Kontraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Otot yang sering dilatih akan membesar dan sebaliknya yang jarang dilatih akan mengecil. Otot yang membesar disebut hipertrofi sedangkan yang mengecil disebut atrofi.

Mekanisme Kontraksi Otot

Mekanisme kontraksi otot dipengaruhi oleh aktivitas protein aktin dan myosin. Pergeseran filament aktin yang tipis pada filament myosin yang tebal menyebabkan otot berkontraksi. Mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam beberapa tahapan.

  • Pusat motoric di otak mengirimkan impul atau rangsangan menuju otot melalui saraf motoric atau saraf kranial dan saraf spinal.
  • Sesampainya di ujung akson saraf motoric, rangsang dilanjutkan oleh neorohumor (atau hormone saraf) berupa asetilkolin atau epinefrin (adrenalin) menuju ke otot (atau reseptor pada otot) yang memiliki aktin.
  • Setelah rangsang sampai di reseptor, energy akan dilepaskan. Aktin akan bergesar. Zona H mengecil bahkan dapat menghilang dan sarkomer memendek. Garis saling mendekat dan otot berkontraksi atau berkerut. Jarak anta garis Z satu dengan garis Z lainnya disebut sarkomer.
  • Setelah kontraksi, ujung saraf motoric mengeluarkan suatu zat yang dapat menetralisasi atau menghambat kerja neurohumor yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu terjadi kolinesterasi untuk menghambat asetil kolin dan mono amina oksida (MAO) serta menghambat epinefrin adrenalin. Sehingga aktin (atau miofilamen tipis) dan myosin (miofilamen tebal) merenggang. Zona H terbuka. Garis Z satu dan Garis Z lainnya saling menjauh. Otot kembali relaksasi.

Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot.

Energy awal yang dibutuhkan untuk berkontraksi berasal dari penguraian ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat) yang tersedia di dalam otot. ATP dan CP yang dapat digunakan adalah ATP dan CP yang memiliki energi tinggi. Energy ini akan menggerakan filament penghubung antara aktin dan myosin.

Adapun proses penguraian ATP- nya adalah sebagai berikuti:

ATP → ADP + P + Energi

ADP → AMP + P + Energi

Proses penguraian kratin fosfatnya adalah sebagai berikut:

Kreatin fosfat → Kreatin + P + Energi

Energy dari penguraian ATP dan Kreatin dalam otot ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan otot selama 15 detik. Jika aktivitas otot berlanjut dan persediaan kreatin habis, maka energinya diperoleh dari penguraian glukogen yang ada di otot.

Selain dari penguraian glukogen, glokosa darah juga dimanfaatkan sebagai sumber energy untuk kontraksi otot.

Jika energy untuk kegiatan otot secara aerob tidak mencukupi, maka proses glukolisis akan dipercepat dan terjadi proses pembentukan asam laktat.  Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:

Asam Piruvat + 2 NADH2 → Asam Laktat + 2 NAD

Asam Laktat + O2 → CO2 + H2O

Asam laktat yang terbentuk dalam otot akan dirubah menjadi karbon dioksida dan air. Penguraian asam laktat ini berlangsung dengan adanya oksigen.

Contoh Soal Ujian Otot

Otot disebut sebagai alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan untuk ….

  1. memecah ATP
  2. berelaksasi
  3. berkontraksi
  4. memanjang

Otot jantung disebut otot istimewa karena ….

  1. bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara sadar
  2. bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara sadar
  3. bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara tak sadar
  4. bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara tak sadar

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Cara Otot Berkontraksi, Energi Untuk Konstraksi Otot, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot, Fungsi Otot Manusia,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Fungsi utama otot, Fungsi sel saraf pada otot, Fungsi Jaringan ikat tendon, Fungsi insersi tendon otot, Tendon otot origo, hipertrofi otot membesar, Otot mengecil atrofi, Mekanisme Kontraksi Otot,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi aktivitas protein aktin dan myosin pada otot, Penyebabkan otot berkontraksi, Tahapan Kontraksi otot, Pusat motoric untuk otot, Fungsi saraf kranial dan saraf spinal pada Gerakan otot, Fungsi neurohumor pada otot,
  10. Ardra.Biz, 2019, “reseptor pada otot, Fungsi asetilkolin atau epinefrin pada otot, sarkomer otot, asetil kolin dan mono amina oksida (MAO), Fungsi kolinesterasi, epinefrin adrenalin, miofilamen, Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat), proses Reaksi penguraian ATP, Proses Reaksi penguraian kratin fosfat, Fungsi Kreatin, penguraian glukogen pada otot,
  12. Ardra.Biz, 2019, “glokosa darah untuk otot,  proses reaksi pembentukan asam laktat, proses glukolisis untuk otot, Fungsi Oksigen pada kontraksi otot,
  13. Ardra.Biz, 2019, “kontraksibilitas otot, ekstensibilitas otot, dan elastisitas otot.

Manfaat Fungsi Ciri Jenis Bakteri Dalam Kehidupan

Pengertian dan Contoh Bakteri. Bakteri merupakan organisme yang inti selnya bersifat prokariotik.

Organisme bersifat prokariotik artinya organisme yang belum memiliki membrane inti atau kariotika.

Inti sel organisme bersifat prokariotik hanya berupa satu molekul ADN. Kebanyakan anggota kelompok monera ini bersifat uniseluler dan mikroskopis.

Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Carl Woese yang mengacu pada analisis variasi RNAr organisme prokariotik.

Secara fundamental dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri
manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri

Ciri _ Ciri Bakteri.

Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama seperti archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri ini antara lain:

Bakteri mempunyai dinding sel yang mengandung peptidoglikan

Bakteri telah memiliki organel sel yaitu berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase.

Bakteri memiliki membran plasma yang mengandung lipid dan ikatan ester.

Bakteri memiliki sel yang mampu mensekresikan lender ke permukaan dinding selnya.

Lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya.

Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul.

Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil – kecil  yang disebut ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN.

Jenis – Jenis Bakteri

Berdasarkan pada cara memperoleh makanannya, bakteri dapat dibagi mencadi dua jenis yaitu autotroph dan juga yang heterotrof.

Berdasarkan pada kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.

Berdasarkan pada alat geraknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang memiliki alat gerak berupa flagel dan bekteri yang tidak berflagel.

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang berbentuk batang, bola, dan spiral.

Fungsi Manfaat Bakteri Bagi Kehidupan Sehari Hari

Selain merugikan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, bakteri juga banyak memberikan keuntungan  bagi kehidupan. Berbagai bakteri yang menguntungkan antara lain:

Bacillus Thuringensis.

Bacillus Thuringensis merupakan bakteri yang berperan sebagai agensia pengendali hayati untuk tanaman kobis, kapas, jagung, tembakau, dan pemberantasan nyamuk vektor penyakit malaria dan demam berdarah.

Agrobacterium Tumefaciens

Agrobacterium tumefaciens merupakan bakteri yang digunakan untuk pembuatan tanaman transgenik, baik untuk tujuan resistensi terhadap hama dan penyakit, daya simpan produk, maupun untuk peningkatan nutrisi.

Rhizobium Leguminosarum

Rhizobium leguminosarum merupakan bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman Leguminoceae.

Bakteri ini mampu mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga dapat menyuburkan tanaman. Jenis lain yang mampu memfiksasi nitrogen adalah Azotobacter.

Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter

Bakteri Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter memiliki bermanfaat dalam menyuburkan tanaman.

Lactobacillus Bulgaricus

Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan youghurt.

Acetobacter Xylinum

Acetobacter xylinum merupakan bakteri yang bermanfaat untuk membuat nata de coco dari air kelapa.

Bacillus Brevis

Bacillus brevis merupakan bakteri yang memiliki manfaat sebagai penghasil antibiotic tirotrisin,

Bacillus Polymyxa

Bacillus polymyxa merupakan bakteri yang dapat menghasilkan polimiksin,

Bacillus substilis

Bacillus substilis merupakan bakteri yang mengasilkan basitrasin.

Methanobacterim

Methanobacterim merupakan bakteri yang berperan dalam pembuatan bio gas sebagai bahan bakar.

Daftar Pustaka.

Pengertian dan Contoh Bakteri dan  organisme inti selnya bersifat prokarioti dengan Inti sel organisme hanya satu molekul AND. Organisme tidak memiliki membrane inti atau kariotika dengan monera   uniseluler dan mikroskopis. Jenis Archaebacteria dan Eubacteria dan Ciri _ Ciri Bakteri atau Eubakteria disebut bakteri sejati. Archaebacteria bersifat prokariotik dengan dinding sel Bakteri.

Peptidoglikan bakteri  dan organel sel ribosom Bakteri atau jenis ARN polymerase Bakteri. Membran plasma Bakteri dengan lipid dan ikatan ester bakteri atau Sitoplasma bakteri.  Kromatofora bakteri dan  organel sel bakteri atau asam nukleat bakteri. Jenis – Jenis Bakteri dengan bakteri aerob dan anaerob dan Bakteri autotroph dan heterotroph.

Alat gerak flagel bakteri dan bekteri tidak berflagel dengan Peran Bakteri Bagi Kehidupan. Fungsi Bakteri untuk kehidupan dengan manfaat bakteri dan Bacillus thuringensis pengendali hayati. Agrobacterium tumefaciens bakteri transgenic atau Rhizobium leguminosarum mengikat nitrogen udara. Bakteri Nitrosococcus  Nitrosomonas dan Nitrobacter penyubur tanaman.

Lactobacillus bulgaricus untuk membuat youghurt. Acetobacter xylinum bakteri   membuat nata de coco. Bacillus brevis  bakteri penghasil antibiotic tirotrisin. Bacillus polymyxa menghasilkan polimiksin. Bacillus substilis mengasilkan basitrasin dan  Methanobacterim   bakteri pembuatan bio gas.

error: Content is protected !!