Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.


Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

Daftar Pustaka:

  1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,

Nilai Objektif Subjektif Pancasila: Pengertian Fungsi Pokok Pikiran Dasar Negara Ideologi Pandangan Hidup

Pengertian Pancasila Secara Yuridis: Secara yuridis artinya pengertian menurut hukum. Pancasila adalah dasar negara dari Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV.


Pengertian Pancasila Secara Etimologis

Pengertian secara etimologis artinya pengertian ditinjau dari asal usul kata. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta “panca” berarti lima dan “syila” berarti alas, dasar atau “syiila” berarti peraturan tentang tingkah laku yang baik.

Pengertia Pancasila Secara historis

Makna Pancasila secara historis artinya makna Pancasila ditinjau dari sejarahnya. Pancasila sebagai dasar negara pertama kali dibicarakan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 oleh Jepang dan dilantik pada tanggal 28 Mei 1945.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila. Dan sejak saat itu,  Pancasila berfungsi sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Fungsi Pancasila sebagai Iedologi

  • Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
  • Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.
  • Memberikan kemauan untuk memelihara dan membawakan identitas bangsa Indonesia.
  • Menerangi dan mengawasi keadaan serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.
  • Sebagai pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam upaya menjaga keutuhan negara dan memperbaiki kehidupan dari bangsa Indonesia.

Nilai Objektif Dan Subjektif Pancasila

Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila bersifat objektif dan subjektif.

Nilai Objektif Pancasila

Nilai objektif Pancasila merupakan Nilai- Nilai Pancasila yang diwujudkan dalam rumusan lima sila dari Pancasila dan tercamtum dalam pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.

Contoh Nilai-Nilai Pancasila bersifat objektif diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Rumusan setiap sila pada Pancasila sebenarnya mempunyai sifat umum dan abstrak. Hal ini karena rumusan itu merupakan nilai.

b). Nilai-nilai Pancasila akan tetap berlaku sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia baik dalam adat istiadat, kebudayaan, kegiatan kenegaraan, maupun dalam keagamaan.

c). Nilai pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai pokok kaidah yang fundamental (staats fundamental norm). Sehingga, Pancasila menjadi sumber hukum tertinggi Indonesia yang isi dan kedudukannya tidak dapat diubah.

Nilai Subjektif Pancasila

Nilai subjektif Pancasila merupakan Nilai- Nilai Pancasila yang diwujudkan dalam perilaku berbangsa dan bernegara sesuai dengan semua aturan dan undang undang yang berlaku,

Adapun Contoh nilai-nilai subjektif Pancasila diantaranya adalah  sebagai berikut.

a). Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai-nilai kerohanian, seperti kebenaran, keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, etika, keindahan (estetika), dan agama (religius) yang perwujudannya sesuai hati nurani bangsa Indonesia yang bersumber pada kepribadian bangsa Indonesia.

b). Nilai-nilai dalam Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sebagai hasil pemikiran, penilaian kritis, serta perenungan (refleksi) filosofis bangsa Indonesia.

c). Nilai-nilai dalam Pancasila merupakan filsafat bangsa Indonesia yang menjadi jati diri bangsa dan sumber nilai kebenaran, keadilan, dan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila ditetapkan sebagai dasar nilai serta norma untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara.

Dasar negara adalah dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Dasar negara merupakan falsafah negara yang berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber nilai, norma, dan kaidah bagi segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang dibuat dan berlaku di Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara di jabarkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan termasuk proses informasi dalam segala bidang kehidupan.

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia atau disebut juga dengan dasar falsafah negara atau ideologi negara, menunjukkan bahwa Pancasila digunakan sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan negara dan penyelenggaraan negara.

Empat Pokok Pikiran Panacasila Dalam Pembukaan UUD 1945

Keempat pokok pikiran sila-sila Pancasila adalah

a). Pokok Pikiran Pertama Pancasila

Pokok pikiran pertama menyebutkan bahwa negara Indonesia adalah negara persatuan, yakni negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mengatasi perseorangan dan golongan. Hal ini merupakan penjabaran sila ketiga.

b). Pokok Pikiran Kedua Pancasila

Pokok pikiran kedua menyebutkan bahwa negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini berarti negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh warga negara, mencerdasakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal ini sebagai penjabaran sila kelima.

c). Pokok Pikran Ketiga Pancasila

Pokok pikiran ketiga menyebutkan bahwa negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/ perwakilan. Pokok pikiran ini menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara demokrasi. Hal ini merupakan penjabaran sila keempat.

d). Pokok Pikiran Keempat Pancasila

Pokok pikiran keempat  menyebutkan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Pokok pikiran keempat mengandung pengertian bahwa negara Indonesia menjunjung tinggi nilai -nilai kemanusiaan dan agama dalam pergaulan hidup bermasyarakat dan bernegara. Hal ini merupakan penjabaran sila pertama dan kedua.

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi merupakan gabungan dua kata, yaitu idea dan logos. Idea berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita-cita; sedangkan logos berarti ilmu atau pengetahuan.

Ideologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian- pengertian dasar

Ideologi adalah suatu doktrin, tata pendapat, atau pikiran dari seseorang atau sekelompok manusia berdasarkan pemikiran filsafat yang diyakini kebenarannya.

Ideologi merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh suatu negara sehingga menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Nilai Nilai Ideologi Pancasila

Secara umum Pancasila mengandung dua nilai, yakni nilai dasar dan nilai instrumental.

a). Nilai Dasar Pancasila

Nilai dasar hakikatnya merupakan nilai yang terdapat di dalam kelima sila Pancasila dalam bentuk asli atau pokok yang belum dikaitkan dengan hal lain, yaitu

Ketuhanan (sila pertama), Kemanusiaan (kedua), Persatuan (ketiga), Kerakyatan (keempat), dan Keadilan (kelima).

Nilai-nilai dasar ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945; karena itu, Pembukaan UUD 1945 merupakan norma dasar yang menjadi sumber tertib hukum tertinggi.

b). Nilai Instrumental Pancasila

Nilai Instrumental merupakan nilai nilai Pancasila sebagai arahan, kebijakan, strategi, serta terkait pula dengan lembaga pelaksananya. Nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life, Weltanschauung, Wereldberschouwing, Wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup, pedoman hidup, dan petunjuk hidup.

Hakikat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah semua sila dalam Pancasila merupakan pencerminan atau gambaran dari sikap dan cara pandang rakyat Indonesia terhadap keagamaan (Ketuhanan Yang Maha Esa), terhadap sesama manusia (Kemanusiaan yang adil dan beradab), terhadap bangsa dan negaranya (Persatuan Indonesia), terhadap pemerintahan demokrasi (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan), dan terhadap kepentingan bersama (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, berarti Pancasila merupakan cerminan tertulis dari pola sikap dan perilaku bangsa Indonesia yang khas yang beda dengan bangsa bangsa lain. Ciri -ciri khas kepribadian bangsa Indonesia tercermin dalam sila- sila Pancasila.

Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia

Pancasila dinyatakan sebagai perjanjian luhur seluruh rakyat Indonesia, memiliki arti bahwa Pancasila harus dibela untuk selama-lamanya.

Perjanjian luhur yang dimaksud telah dilakukan pada 18 Agustus 1945, yakni pada saat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (sebagai wakil seluruh rakyat Indonesia) menetapkan dasar negara Pancasila secara konstitusional dalam Pembukaan UUD 1945.

Pancasila Sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia

Dasar negara Pancasila yang dirumuskan dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, juga memuat cita-cita dan tujuan nasional.

Cita-cita dan tujuan nasional dijabarkan dalam tujuan pembangunan nasional. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu:

  • melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
  • memajukan kesejahteraan umum;
  • mencerdaskan kehidupan bangsa;
  • ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai-Nilai Terkandung Dalam Sila  Pancasila

Adapun nilai luhur yang tercermin dalam Pancasila dan merupakan gagasan atau doktrin yang menyatakan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat kita tunjuk, antara lain sebagai berikut.

Nilai Nilai Sila Pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti bahwa bangsa Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Pencipta Alam Semesta beserta isinya.

Ketuhanan berasal dari kata Tuhan, yaitu zat yang maha kuasa, yang menciptakan alam semesta.

Tuhan sering disebut Causa Prima, yaitu penyebab pertama yang tidak disebabkan lagi. Tuhan. sebagai causa prima mempunyai sifat abadi, sempurna, kuasa, tidak berubah, tidak terbatas, dzat yang mutlak yang adanya tidak terbatas, pengatur segala tertib alam.

Yang Maha Esa dapat diartikan yang Mahasatu atau yang Mahatunggal, dan tidak ada yang mempersekutukan-Nya.

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama antara lain sebagai berikut.

a). Keyakinan terhadap adanya Tuhan yang Maha Esa dengan sifat sifatnya yang Mahasempurna

b). Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

c). Kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

d). Mengembangkan sikap hormat- menghormati dan bekerjasama antar pemeluk beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

e). Memberi kebebasan orang lain dalam menjalan-kan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.

f).Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain.

Nilai Nilai Sila Kedua Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan suatu penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur, tanpa membeda- bedakan perbedaan keyakinan hidup, status sosial, politik, ras, warna kulit, keturunan, bahasa, agama, budaya, adat-istiadat maupun suku.

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Adil dalam pengertian yang objektif diartikan sebagai apa adanya Adil berarti memberikan kepada seseorang atau menempatkan seseorang sesuai dengan haknya

Beradab berasal dari kata adab yang diartikan budaya, sedangkan beradab berarti berbudaya. Manusia yang beradab berarti manusia yang tingkah lakunya selalu dijiwai oleh nilai-nilai kebudayaan.

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua antara lain sebagai berikut.

a). Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban di antara sesama manusia.

b).  Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

c). Tidak semena-mena terhadap orang lain.

d). Mencintai sesama manusia.

e). Mengembangkan sikap tenggang rasa.

f). Saling mencintai sesama manusia.

g).  Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

h). Gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan.

i). Berani membela kebenaran dan keadilan.

j). Bangsa Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia.

k). Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Nilai Nilai Sila Ketiga Pancasila: Sila Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia mengandung arti kebangsaan (nasionalisme), yaitu bangsa Indonesia harus memupuk persatuan yang erat antara sesama warga negara, tanpa membeda-bedakan suku atau golongan serta berdasarkan satu tekad yang bulat dan satu cita-cita bersama.

Persatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh, tidak terpecah- belah. Sedangkan persatuan mengandung arti disatukannya berbagai macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kesatuan.

Indonesia dapat diartikan secara geografis, atau dapat dilihat sebagai bangsa. Indonesia dalam pengertian geografis adalah bagian bumi yang membentang dari 95 – 141 derajat Bujur Timm- dan 6 derajat Lintang Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga antara lain sebagai berikut.

a). Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan pribadi dan golongan.

b). Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

c). mencintai bangsa dan negara,

d). menjunjung persatuan dan kesatuan berdasarkan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika”,

e). membina kerja sama dan kerukunan hidup dengan suku lain yang ada di Indonesia.

f). Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

g). Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

h). Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

i). Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan.

Nilai Nilai Sila Keempat Pancasila: Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan mengandung arti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya, dilakukan melalui perwakilan.

Kerakyatan berasal dari kata “rakyat” yang berarti kelompok warga yang mendiami suatu wilayah tertentu. Kerakyatan adalah suatu prinsip yang mengakui bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Kerakyatan sering disebut dengan kedaulatan rakyat.

Hikmat kebijaksanaan artinya suatu sikap yang dilandasi penggunaan akal sehat dan selalu mempertimbangkan kepentingan persatuan dan kesatuan.

Permusyawaratan merupakan suatu tata cara yang khas bagi bangsa Indonesia untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai keputusan berdasarkan mufakat.

Perwakilan adalah tata cara untuk mengusahakan ikut sertanya rakyat mengambil bagian dalam urusan negara. Bentuk keikutsertaan itu ialah badan -badan perwakilan, baik pusat maupun daerah. Keanggotaan

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat antara lain sebagai berikut.

a). Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

b). Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

c). Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

d). Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai dalam musyawarah.

e). Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil putusan musyawarah.

f). Dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

g). Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

h). Keputusan diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

i). Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.

Nilai Nilai Sila Kelima Pancasila: Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung arti bahwa setiap rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik. ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Keadilan Sosial merupakan suatu pengaturan yang tepat dari suatu masyarakat nasional yang bertujuan untuk memupuk dan mendorong perkembangan segenap kemampuan yang setinggi mungkin dari seluruh kepribadian anggota masyarakat.

Seluruh Rakyat Indonesia adalah setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia baik yang mendiaini wilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun warga negara yang berada di negara lain.

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila kelima antara lain sebagai berikut.

a). Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan.

b). Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

c). Dapat Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

d). Menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat;

  1. e) Dapat beersikap adil kepada sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, golongan, jenis kelamin, dan asal-usul lainnya;

f). Tidak melakukan tindakanl yang merugikan kepentingan umum;

g). Selalu bekerja keras dan mencari kemajuan hidup;

h). Berusaha menciptakan kesejahteraan bersama;

i). Berusaha mewujudkan keadilan dalam kehidupan sosial.

Sikap Positif terhadap Pancasila

Dalam kehidupan sehari-hari, seluruh rakyat Indonesia harus berlandaskan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

Pengertian Sikap Positif Terhadap Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Bersikap positif terhadap pancasila adalah berperilaku positif terhadap Pancasila dengan menunjukkan sikap baik dalam bernegara seperti berikut:

a). Menerima Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.

b). Berusaha mempelajari agar memahami makna Pancasila, nilai-nilai Pancasila dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.

c). Berusaha menghayati dan mengamalkan Pancasila.

d). Mempertahankan Pancasila agar tetap lestari.

e). Menolak segala bentuk ideologi, paham, ajaran yang bertentangan dengan Pancasila.

f). Mengawasi penyelenggaraan negara apakah sudah sesuai dengan Pancasila atau belum.

g). Menerapkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

h). Menolak peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan Pancasila.

Sikap Positif Terhadap Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

Bersikap positif terhadap pancasila dalam kehidupan bermasyarakat adalah berperilaku positif dengan menunjukkan sikap baik dalam kehidupan sehari hari di lingkungan masyarakat seperti berikut:

a). Bertekad mematuhi peraturan dalam masyarakat.

b). Menyebarluaskan/mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

c). Menolak semua pengaruh ideologi/ paham yang bertentangan dengan Pancasila.

d). Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila.

e). Mengembangkan sikap kekeluargaan di antara sesama warga masyarakat.

f). Mengembangkan hidup sederhana di dalam masyarakat.

g). Tidak memaksakan agama kepada orang lain (tetangga).

h). Menghormati agama/kepercayaan orang lain.

i). Bersikap adil terhadap sesama warga masyarakat.

j). Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

Rangkuman Ringkasan: Ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea artinya pemikiran, konsep atau gagasan, sedangkan logos berarti pengetahuan.

Secara sederhana, ideologi berarti pengetahuan tentang ide-ide, keyakinan, atau gagasan. Secara lebih luas, ideologi adalah seperangkat prinsip-prinsip yang dijadikan dasar untuk memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan dan mengembangkan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Pancasila merupakan hasil karya yang besar, ide bangsa Indonesia meskipun diilhami oleh ide-ide besar dari bangsa dan negara di dunia. Pancasila itu sendiri benar-benar merupakan kepribadian bangsa Indonesia sekaligus menjadi karakteristik bangsa Indonesia yang membedakannya dengan kepribadian bangsa-bangsa lain.

Secara umum dapat dirumuskan bahwa melaksanakan Pancasila dalam hidup sehari-hari adalah apabila kita mempunyai sikap mental, pola pikir, dan tingkah laku (amal perbuatan) yang dijiwai sila-sila Pancasila secara kebulatan, bersumber kepada pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, tidak bertentangan dengan norma-norma agama, norma-norma kesusilaan, normanorma sopan-santun dan adat kebiasaan, dan tidak bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku.

Upaya untuk mempertahankan ideologi Pancasila dapat dilakukan antara lain sebagai berikut: a. menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila; b. melaksanakan ideologi Pancasila secara konsisten; c. menempatkan Pancasila sebagai sumber hukum dalam pembuatan peraturan perundangan nasional; d. menempatkan Pancasila sebagai moral dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kesadaran untuk melaksanakan Pancasila dapat tumbuh dan melekat pada diri dan menjadi sifat bangsa Indonesia, antara lain didorong oleh hal-hal berikut. a. Adanya kenyataan bahwa negara Indonesia berdiri karena perjuangan panjang dari seluruh rakyat Indonesia. b. Penyelenggaraan kehidupan negara Indonesia didasarkan atas hukum dasar nasional, yaitu Pancasila.

Jalur yang dapat digunakan untuk menyimulasikan dan mempertahankan Pancasila, antara lain melalui jalur pendidikan dan media massa.

 

 

 

 

 

 

Siklus Hidrologi: Pengertian Jenis Sumber Air Tanah Pola Aliran Sungai Danau Rawa Laut

Pengertian Hidrosfer: Hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti ’air’ dan sphere yang berarti ’daerah’ atau ‘bulatan’. Hidrosfer berarti lapisan air yang mengelilingi bumi berupa sungai, danau, rawa, gletser, air tanah, hujan, samudera, dan laut.


Bagian terbesar dari hidrosfer adalah samudera dan laut. Perbandingan antara luas perairan dan daratan adalah 72 : 26.

Siklus Hidrologi – Siklus Air – Daur Hidrologi,

Siklus hidrologi atau siklus air atau daur hidrologi adalah gerakan air dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan dari tanah kembali ke laut.

Siklus air dibedakan menjadi tiga macam, yaitu siklus kecil, sedang, dan panjang.

1). Siklus Hidrologi Kecil

Siklus hidrologi kecil adalah siklus air yang prosesnya dimulai dari air laut menguap, terjadi kondensasi lalu menjadi awan dan akhirnya jatuh hujan di laut juga.

2). Siklus Hidrologi Sedang

Siklus hidrologi sedang adalah siklus air yang prosesnya dimulai dari Air laut menguap, terjadi kondensasi lalu dibawa angin ke daratan, membentuk awan, dan akhirnya jatuh menjadi hujan, masuk ke selokan, tanah, sungai, lalu kembali ke laut.

3). Siklus Hidrologi Besar

Siklus hidrologi besar adalah siklus air yang prosesnya dimulai dari air laut menguap menjadi gas kemudian membentuk kristal-kristal es di atas laut, kristal-kristal es tersebut dibawa angin ke daratan dan jatuh sebagai salju, membentuk gletser, mengalir ke sungai lalu kembali ke laut lagi.

Proses Pendukung Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi didukung oleh proses-proses sebagai berikut.

a). Evaporasi  – Siklus Hidrologi

Evaporasi adalah proses penguapan dari benda- benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi paling besar berasal dari penguapan air laut.

b). Transpirasi – Siklus Hidrologi   

Transpirasi adalah proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan melalui mulut daun dan batangnya.

c). Evapotranspirasi– Siklus Hidrologi

Evapotranspirasi adalah proses evaporasi dan transpirasi secara bersama- sama.

d). Kondensasi – Siklus Hidrologi

Kondensasi adalah proses perubahan wujud dari uap air menjadi titik titik air yang disebabkan proses pendinginan.

e). Adveksi – Siklus Hidrologi   

Adveksi adalah proses transportasi air pada pergerakan horizontal seperti dalam transportasi panas dan uap air dari satu tempat ke tempat lain.

f). Presipitasi – Siklus Hidrologi   

Presipitasi adalah segala bentuk curahan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan, hujan es, dan hujan salju. Presipitasi yang langsung jatuh ke laut sekitar 77% dari seluruh presipitasi. Daerah yang banyak mengalami presipitasi, yaitu sepanjang ekuator yang sering mengalami

Daerah Konvergensi Antar-Tropik (DKAT). Presipitasi yang jatuh ke tanah sebagian dialirkan melalui sungai dan diserap oleh tanah.

g). Run Off – Siklus Hidrologi   

Run off adalah pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui aliran selokan, kanal, sungai, dan anak sungainya.

h). Infiltrasi – Siklus Hidrologi   

Infiltrasi adalah perembesan dan pergerakan air ke dalam tanah.

Jenis Jenis Air Daratan – Siklus Hidrologi   

Perairan darat adalah semua bentuk air yang terdapat di daratan. Air dapat berupa benda cair atau benda padat (es dan salju),

Air yang berada di permukaan bumi disebut air vadas, sedangkan yang di dalam pori-pori tanah disebut air phreatis.

Air Tanah (Ground Water)

Air tanah adalah massa air yang ada di bawah permukaan tanah. Lebih dari 98 % air di daratan berada di bawah permukaan tanah, hanya 2% yang tampak sebagai air di sungai, danau, dan reservoir

Air tanah berasal dari air hujan yang meresap melalui berbagai media peresapan, yaitu sebagai berikut:

Jenis Jenis Air Tanah

Berdasarkan jenisnya, air tanah dapat dikelompokkan ke dalam tujuh bagian, yaitu sebagai berikut:

a). Meteoric Water – Vadose Water

Meteoric water (vadose water) adalah air tanah yang berasal dari air hujan, dan terdapat pada lapisan tanah yang tak jenuh.

b). Connate Water

Connate water atau air tanah tubir  adalah air tanah yang terperangkap dalam rongga-ronggga batuan endapan, sejak pengendapan itu terjadi, termasuk juga air yang terperangkap pada rongga-rongga batuan beku leleran (lelehan) sewaktu magma tersembur ke luar ke permukaan. Asalnya mungkin dari air laut atau air darat.

c). Fossil Water

Fossil water atau air fosil adalah air yang terperangkap dalam rongga- rongga batuan dan tetap tinggal di dalam batuan tersebut sejak penimbunan itu terjadi. Terkadang istilah ini disamakan dengan Connate water.

d). Juvenil Water

Juvenil water atau air magma adalah air yang berasal dari dalam bumi (magma). Air ini bukan dari atmosfer atau air permukaan.

e). Pelliculkar water

Pelliculkar water atau air pelikular/ ari  adalah air yang tersimpan dalam tanah karena tarikan molekul-molekul tanah.

f). Phreatis Water – Air Freatis

Phreatis water atau air freatis adalah air tanah yang berada pada lapisan kulit bumi yang poreus (sarang). Lapisan air tersebut berada di atas lapisan yang tidak tembus air (pejal/kedap) atau di antara dua lapisan yang tidak tembus air.

g). Artesian Water – Air Artesis

Artesian water atau air artesis adalah air yang berada di antara dua lapisan batuan yang kedap (tidak tembus) air sehingga dapat menyebabkan air tersebut dalam keadaan tertekan. Oleh karena itu, air artesis dinamakan juga air tekanan (pressure water).

Apabila air tanah ini memperoleh jalan keluar, baik disengaja maupun tidak, maka akan keluar dengan kekuatan besar ke permukaan bumi dan terjadilah sumber air artesis.

Jenis Jenis Air Sungai

Sungai adalah bagian dari muka bumi yang karena sifatnya menjadi tempat air mengalir. Sifat yang dimaksud adalah bagian permukaan bumi yang paling rendah bila dibandingkan dengan daerah sekitamya.

Air Sungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratan menuju dan bermuara di laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar.

Klasifikasi Sungai Berdasarkan Sumber Air

Berdasarkan sumber air dan kekekalannya, sungai dibedakan menjadi dua macam.

a). Sungai Hujan

Sungai hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan. Indonesia umumnya memiliki jenis sungai ini.

b). Sungai Gletser

Sungai gletser adalah sungai yang sumber airnya berasal dari pencairan gletser. Misalnya sungai-sungai di daerah Swiss, Papua, Italia, dan negara-negara yang mempunyai pegunungan salju.

c). Sungai Campuran

Sungai campuran adalah sungai gletser yang mendapat tambahan pengairan dari air hujan.

d). Sungai Permanen

Sungai permanen adalah sungai yang mengalir sepanjang tahun.

e). Sungai Periodik

Sungai periodik adalah sungai yang pada musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau sedikit, bahkan kering.

Bentuk Sungai

Ada berbagai bentuk atau tipe sungai, yaitu:

a). Sungai Consequent Longitudinal,

Sungai consequent longitudinal adalah sungai yang aliran airnya  sejajar dengan antiklinal;

b). Sungai Consequent Lateral

Sungai consequent lateral adalah sungai yang mempunyai arah aliran airnya menuruni lereng-lereng asli yang ada di permukaan bumi seperti done, blockmountain, atau dataran yang baru terangkat;

c). Sungai Superimposed

Sungai superimposed adalah sungai yang airnya mengalir pada lapisan sedimen datar yang menutupi lapisan batuan di bawahnya;

d). Sungai Subsequent

Sungai subsequent adalah sungai yang terjadi jika di daerah sungai consequent lateral terjadi erosi mundur sampai ke puncak lerengnya.

Sehingga sungai tersebut akan mengadakan erosi ke samping dan memperluas lembahnya, akibatnya akan timbul aliran baru yang mengikuti arah strike (arah patahan);

e). Sungai Resequent

Sungai resequent adalah sungai yang airnya mengalir menuruni dip slope (kemiringan patahan) dari formasi- formasi daerah tersebut dan searah dengan sungai consequent lateral dan sering merupakan anak sungai subsequent;

f). Sungai Antecedent,

Sungai antecedent adalah sungai yang arah aliran airnya tetap karena dapat mengimbangi pengangkatan yang terjadi pada proses yang lambat;

g). Sungai Obsequent

Sungai obsequent adalah sungai yang airnya mengalir menuruni permukaan patahan, jadi berlawanan dengan dip dari formasi-formasi patahan;

h). Sungai Insequent

Sungai insequent adalah sungai yang terjadi tanpa ditentukan oleh sebab sebab yang nyata; sungai ini mengalir dengan arah tidak tertentu sehingga terjadi pola aliran dendrites;

i). Sungai Reverse

Sungai reverse adalah sungai yang arah alirannya berubah  karena sungai ini tidak dapat mempertahankan arah alirannya melawan suatu pengangkatan;

j). Sungai Compound

Sungai compound adalah sungai yang membawa air dari daerah yang berlawanan geomorfologinya;

k). Sungai Composit

Sungai composit adalah sungai yang mengalir dari daerah yang berlainan struktur geologinya;

l.) Sungai Anaclinal

Sungai anaclinal adalah sungai yang mengalir pada permukaan, yang secara lambat terangkat dan arah pengangkatan tersebut berlawanan dengan arah arus sungai.

Pola Aliran Sungai

a). Pola Aliran Radial (Menjari)

Pola aliran ini berbentuk seperti jari. Pola radial adalah pola aliran yang menyebar dari puncak ke lereng lembahnya. Pola radial dibedakan menjadi dua yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal.

Pola Radial Sentrifugal

Pola radial sentrifugal adalah pola aliran pada dome atau gunung berapi pada stadium muda, mengalir melalui lereng-lereng pegunungan.

Pola Radial Sentripetal

Pola radial sentripetal adalah pola aliran yang anak-anak sungainya bermuara di sungai utama dan berbentuk lancip terdapat pada daerah yang curam.

b). Pola Aliran Dendritik

Pola aliran ini tidak teratur dan biasanya terdapat di daerah dataran atau daerah pantai. Pola dendritik merupakan  pola aliran sungai yang mirip cabang atau akar tanaman dan bermuara pada sungai yang tidak teratur.

c). Pola Aliran Trelis

Pola aliran sungai ini menyerupai sirip yang terdapat di daerah pegunungan lipatan.

Pola aliran trellis seperti terali dan mengalir sepanjang lembah dari bentukan antiklinal dan sinklinal.

d). Pola Aliran Rektanguler

Pola aliran sungai ini saling membentuk sudut siku pada daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya berbeda.

Pola rectangular adalah pola aliran pada daerah patahan atau retakan. Pola alirannya siku-siku

e). Pola Aliran Anular

Pola aliran ini merupakan pola aliran yang semula merupakan aliran radial sentrifugal, selanjutnya muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai obsekuen, dan resekuen. Pola aliran ini terdapat di daerah dome stadium dewasa.

f). Pola Paralel

Pola parallel adalah sistem aliran sungai dalam suatu daerah di mana sungai- sungai yang mengalir di wilayah tersebut relative sejajar satu sama lain. Pola pengaliran semacam ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan atau perbukitan yang memanjang dengan kemiringan lereng yang sangat curam.

g). Pola pinnate

Pola pinnate adalah pola aliran yang anak- anak sungainya bermuara di sungai utama dan berbentuk lancip, terdapat pada daerah yang curam.

Air Danau

Danau adalah massa air yang berada di suatu cekungan (ledok/basin) yang terdapat di daratan.

Danau mendapat air dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah, sedangkan pengaliran danau dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran.

Jenis Jenis Danau

Berdasarkan terjadinya danau dibagi menjadi lima macam, yaitu sebagai berikut.

a). Danau Tektonik,

Danau tektonik adalah danau yang terjadi akibat suatu tempat mengalami penurunan (pemerosotan). Akibatnya lembah merosot (slenk) diisi oleh air hujan atau air resapan, sehingga terjadilah sebuah danau. Contohnya: Danau Singkarak (Sumatra) dan Danau Towuti (Sulawesi).

b). Danau Vulkanik

Danau Vulkanik adalah danau yang terjadi akibat adanya letusan gunung api. Letusan ini dapat menghilangkan sebagian kerucut atau dinding kawah. Contohnya: Danau Maninjau dan Danau Kerinci di Sumatra, Danau Poso dan Danau Matana di Sulawesi, Danau Kelud di Jawa, danau Kalimutu di Flores

c). Danau Tektonik Vulkanik,

Danau tektonik vulkanik adalah  danau yang terjadi karena gabungan antara letusan gunungapi dan akibat dari tanah turun (tanah longsor) kemudian pada akhirnya membuat cekungan kemudian tergenang air dan terjadilah danau. Contohnya Danau Toba di Sumatra, Danau Batur di Bali, dan Danau Ranau di Sumatra Selatan.

d). Danau Karst,

Danau karst adalah  danau di daerah bebatuan kapur, akibat proses pelarutan batu kapur oleh air hujan. Ukurannya tidak besar, danau tersebut disebut lokva. Contohnya lokva Bendogede di Kecamatan Ponjong di daerah Gunung Kidul.

e). Danau Glasial,

Danau glasial adalah danau yang terjadi akibat erosi glasial pada zaman pencairan es. Ini terjadi di daerah yang pernah ditimbuni es dalam waktu yang lama seperti di Kanada Utara, Uni Soviet Utara, dan Eropa Utara. Contohnya The Great Lake (di Amerika Utara).

f). Danau Buatan,

Danau buatan adalah danau hasil buatan manusia (bendungan) contohnya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, Waduk Cirata di Jawa Barat, Waduk Sempor, Waduk Cacaban di Jawa Tengah, serta Waduk Karang Kates dan Waduk Selorejo di Jawa Timur.

Air Rawa

Rawa biasanya terdapat di daerah sekitar muara sungai yang cukup besar, merupakan wilayah lumpur dengan kadar air relatif tinggi. Jenis rawa ada dua macam.

a). Rawa Yang Airnya Aelalu Tergenang

Rawa ini airnya selalu tergenang, kondisi air sangat asam sehingga sulit terdapat

bentuk kehidupan (terutama binatang).

b). Rawa Yang Airnya Tidak Selalu Tergenang

Rawa ini airnya tawar, berasal dari sungai pada saat air laut pasang dan relative mengering pada saat air surut. Rawa jenis ini sering dimanfaatkan sebagai areal sawah pasang surut.

Jenis Jenis Air Rawa

Berdasarkan kondisi air dan tumbuh- tumbuhan yang hidup, rawa dibedakan menjadi swamp, marsh, bog, dan rawa pasang surut.

a). Swamp

Swamp adalah rawa dengan lahan basah yang selalu digenangi air dengan jenis tumbuhan yang hidup seperti lumut, rumputrumputan, semak-semak, dan tumbuhan jenis pohon.

b). Marsh

Marsh mirip seperti swamp namun tumbuhannya didominasi oleh jenis lumut-lumutan, rumput-rumputan, dan alangalang.

c). Bog

Bog adalah rawa dengan lahan basah yang permukaan tanahnya relatif kering, sedangkan di dalam tanah bersifat basah dan jenuh air. Genangan yang dangkal hanya terlihat di beberapa tempat.

d). Rawa Pasang Surut

Rawa pasang surut adalah rawa yang sumber airnya berasal dari pasang surut air laut. Tumbuhan yang hidup subur di jenis rawa pasang surut adalah bakau.

Manfaat Hutan Rawa

Maafaat hutan rawa antara lain sebagai berikut.

a). Merupakan sumber cadangan air. Hutan rawa mampu menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah sekitar terutama saat musi hujan. Pada saat musim kemarau datang, hutan rawa akan mengeluarkan cadangan air ke wilayah sekitar.

b). Mencegah terjadinya banjir. Saat curah hujan tinggi, hutan rawa akan berperan sebagai penyimpan air sehingga air hujan tidak seluruhnya mengalir hingga banjir pun bisa dicegah.

c). Mencegah terjadinya intrusi air laut ke dalam air tanah dan air sungai.

d). Sebagai sumber makanan nabati maupun hewani. Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Jenis-jenis flora yang dapat dijumpai pada hutan rawa antara lain yaitu ramin, kayu putih, sagu, rotan, pandan, palem paleman, dan lain sebagainya. Jenis faunanya antara lain harimau, buaya, rusa, babi hutan, badak, gajah, dan berbagai jenis ikan.

e). Sebagai sumber energi. Rawa dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), walaupun daya yang dihasilkan tidak terlalu besar.

Penggolongan Laut

Laut dapat diklasifikasikan dengan berbagai dasar penggolongan, seperti proses kejadiannya, letak dan kedalamannya.

a). Laut Berdasarkan Proses Terjadinya

Dilihat dari proses kejadiannya, laut dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

  • Laut Transgresi

Laut transgresi adalah kawasan laut dangkal yang dahulunya diperkirakan merupakan wilayah daratan (dataran rendah). Akibat adanya kenaikan muka air laut akibat pencairan es di Bumi pada akhir zaman glasial sekitar 2–3 juta tahun yang lalu, wilayah-wilayah dataran rendah tersebut tertutup oleh air laut.

Kedalaman laut transgresi umumnya tidak lebih dari 200 meter. Beberapa contoh laut transgresi di wilayah Indonesia, antara lain Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Laut Arafuru.

  • Laut Ingresi

Laut ingresi adalah kelompok laut-laut yang proses kejadiannya sejalan dengan proses pembentukan Bumi, jadi sejak dahulu sudah merupakan wilayah lautan.

Laut ingresi merupakan cekungan-cekungan laut dengan kedalaman lebih dari 200 meter (wilayah laut dalam). Hampir semua wilayah perairan laut yang terletak di kawasan Indonesia bagian tengah terutama di sekitar Maluku, tergolong pada jenis laut ingresi.

b). Laut Berdasarkan Letaknya

Berdasarkan letaknya, laut dapat dikelaskan ke dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

a). Laut Pedalaman,

Laut pedalaman adalah laut yang letak atau posisinya di tengahtengah benua atau dikelilingi daratan. Contohnya Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Kaspia, dan Laut Mati.

b). Laut Tepi,

Laut tepi adalah laut-laut yang letaknya di tepian benua yang memisahkan benua tersebut dengan Samudra. Contohnya antara lain Laut Jepang, Laut Korea, Laut Arab, Teluk Benggala, dan laut-laut tepi di sekitar pantai Benua Amerika.

c).  Laut Tengah,

Laut tengah adalah laut yang memisahkan dua benua atau dengan kata lain yang terletak di antara dua benua. Contoh laut tengah, antara lain Laut Mediteran, Selat Gibraltar, laut-laut di perairan Indonesia, dan laut-laut di kawasan Karibia.

  1. d) Samudra,

Laut Samudra adalah lautan luas dan dalam yang memisahkan berbagai benua di muka bumi. Terdapat empat Samudra yang menutupi planet Bumi, yaitu Pasifik (179,7 juta km2), Atlantik (93,4 juta km2), Hindia (74,9 juta km2), dan Arktik (13,1 juta km2).

Laut Berdasarkan Kedalamannya

Klasifikasi laut dilihat dari zonasi kedalamannya adalah sebagai berikut.

a). Zone Litoral (Zone PasangSurut)

Zone Litoral (zone pasang–surut) adalah wilayah pantai yang pada saat air laut pasang wilayah ini tertutup air laut, sedangkan saat surut menjadi wilayah daratan.

b). Zone Neritik (Wilayah Laut Dangkal)

Zone Neritik (wilayah laut dangkal adalah  wilayah laut mulai dari zone pasang surut sampai kedalaman sekitar 150 meter.

Zone neritik merupakan wilayah yang paling kaya dengan organisme laut sebab kawasannya masih dapat ditembus oleh sinar matahari.

  1. c) Zone Bathial (Wilayah Laut Dalam)

Zone Bathial (wilayah laut dalam adalah wilayah laut mulai dari kedalaman 150 meter sampai sekitar 1.800 meter.

d). Zone Abyssal (Wilayah Laut Yang Sangat Dalam

 Zone Abyssal (wilayah laut yang sangat dalam) adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1.800 meter.

Zone abyssal umumnya merupakan dasar Samudra atau berupa palung maupun lubuk laut yang sangat dalam. Suhu air di wilayah ini sangat dingin, dan bentuk-bentuk kehidupan sangat sedikit karena sinar matahari sama sekali tidak sampai.

Relief Dasar Laut

Ada bagian-bagian dasar laut berupa cekungan, lereng yang curam, ngarai yang sangat dalam, maupun punggungan atau pegunungan. Bentukan relief dasar laut tersebut tersebar di empat wilayah utama, yaitu Continental Shelf, Continental Slope, Ocean Floor, dan The Deep.

a). Paparan Benua (Continental Shelf)

Landas kontinen atau paparan benua adalah wilayah laut dangkal dengan topografi relatif datar atau landai. Kemiringan lereng paparan benua berkisar antara 0°–1°. Kedalaman landas kontinen umumnya tidak lebih dari 200 meter.

Menurut para ahli oseanografi, landas kontinen sebetulnya merupakan wilayah kelan jutan benua yang tertutup air laut.

Contoh landas kontinen yang terdapat di negara kita, antara lain landas kontinen Asia (Paparan Sunda) dan landas kontinen Australia (Paparan Sahul).

b). Lereng Samudra (Continental Slope)

Lereng samudra adalah zone peralihan antara paparan dan wilayah laut dalam atau dasar Samudra. Topografi continental slope didominasi oleh lereng yang sangat curam dengan kedalaman antara 200–1.800 m. Kemiringan lereng benua umumnya berkisar antara 5° atau lebih.

c). Dasar Samudra (Ocean Floor)

Dasar samudra adalah zone dasar Samudra yang dalam dan merupakan wilayah terluas di muka Bumi, yaitu sekitar 59% dari seluruh permukaan Bumi. Kedalaman dasar Samudra lebih dari 1.800 meter sebagian besar topografi dasar samudra merupakan wilayah yang datar.

d). The Deep

The deep adalah cekungan-cekungan yang sangat dalam di dasar samudra. Pada umumnya, topografi the deep adalah berupa lubuk (basin) dan palung (trench dan trough).

Lubuk Laut

Lubuk laut adalah bentukan dasar samudra berupa cekungan yang relatif hampir bulat, yang terjadi akibat peme rosotan muka Bumi karena adanya tenaga endogen. Contoh lubuk laut di perairan Indonesia antara lain basin Banda, basin Sulu, dan basin Sulawesi.

Palung Laut

Palung adalah bentukan dasar samudra yang bentuknya menyerupai parit memanjang dan sangat dalam. Sebagian besar palung laut terletak pada pertemuan lempeng samudra dan benua (subduction zone).

Perbedaan antara trench dan trough terletak pada bentuk lembahnya. Trench memiliki bentuk lembah yang menyerupai huruf V, sedangkan trough menyerupai huruf U. Beberapa contoh palung laut yang terdapat di muka Bumi antara lain sebagai berikut.

– Palung Jawa, sebagai akibat pertemuan lempeng Benua Eurasia dan Samudra Indo-Australia.

– Palung Mindanao (Palung Filipina), sebagai akibat pertemuan lempeng Benua Eurasia dan samudra Pasifik.

– Palung Tonga-Kermadee di Kepulauan Fiji, sebagai akibat pertemuan lempeng Pasifik bagian Selatan dengan lempeng Fiji.

Punggung Laut

Punggung laut adalah deretan pegunungan di dasar laut yang punggungnya kadang muncul di permukaan laut. Punggung laut ini disebabkan oleh gaya endogen

Daftar Putaka

Klasifikasi Iklim: Pengertian Ciri Negara Iklim Fisis Matahari Koppen Schmidt-Ferguson Oldeman Junghuhn

Pengertian Iklim: Iklim  adalah rata-rata cuaca pada suatu wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama. Cuaca hanya terjadi pada suatu wilayah tertentu pada suatu saat, misalnya, angin, hujan, suhu udara, kelembapan udara, dan keadaan awan.


Klasifikasi Iklim matahari

Iklim matahari adalah iklim yang didasarkan pada banyak atau sedikitnya sinar matahari atau letak matahari dilihat dari bumi.

Iklim Matahari disebut juga iklim pasti karena letak garis lintang sudah pasti tidak berubah-ubah. Iklim Matahari merupakan iklim yang penentuannya berdasarkan banyaknya sinar Matahari yang diterima oleh Bumi.

Berdasarkan iklim matahari, bumi dibagi menjadi empat daerah iklim, yaitu iklim tropis, iklim subtropic, iklim sedang dan iklim dingin

Klasifikasi Iklim matahari Iklim Tropis Subtropis Sedang Dingin
Klasifikasi Iklim matahari Iklim Tropis Subtropis Sedang Dingin

Iklim Tropis

Iklim Tropis adalah iklim yang diterjadi pada daerah di permukaan Bumi yang secara geografis  dibatasi oleh dua garis lintang 23.5 derajat LS dan 23.5 derajat LU (atau 0o – 23,5o LU/LS).

Negara dengan iklim tropis adalah indonesia, malaysia, Laos, brasil, Brunei Darussalam, timor leste, singapura, Kamboja, Filipina dan lain-lain.

Ciri – Ciri Iklim Tropis

– Suhu iklim tropis : 25 – 36 derajat Celcius

– Memiliki dua musim,yaitu musim panas dan musim hujan.

– Mendapat sinar matahari sepanjang tahun.

– Berada dalam garis khatulistiwa

– Tekanan udara rendah dan curah hujan tinggi

– Mempunyai 2 Angin muson, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.

Iklim Subtropis

Iklim Subtropis adalah iklim yang berada pada daerah di permukaan bumi dengan lintang diatas 23,5° LS – 23,5° LU ( atau 23,5o – 35o LU/LS).

Daerah subtropis di belahan bumi utara meliputi: Sebagian besar Eropa, kecuali Skandinavia. Kawasan Asia Tengah, Asia Timur, dan Asia Barat sebelah utara.A merika Serikat dan sekelilingnya. Afrika Utara dan Afrika Bagian Selatan. Contohnya Kanada, Taiwan, Myanmar, Australia, Inggris, dan Belanda

Ciri _ Ciri Iklim Subtropis

– Suhu iklim subtropic  0 – 25 derajat Celcius

– Memiliki 4 musim  yaitu panas dingin gugur dan semi

– Suhunya sedang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

– Bersifat kering sepanjang tahun.

Iklim Sedang:

Iklim sedanag adalah iklim yang berada di bagian permukaan bumi yang berada di atas lintang 35˚ LU/LS sampai 66,5˚ LU/LS, (atau 35o – 66,5o LU/LS)

Negara – negara yang berIklim sedang diantaranya adalah Jepang, Cina, Russia bagian selatan, Iran, Spanyol, USA, Argentina, Chili.

Ciri – Ciri Iklim Sedang

– Suhu pada iklim sedang : 22 – 27 derajat Celcius

– Tekanan udara  sering berubah- ubah.

– Arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu.

– Sering terjadi badai secara tiba-tiba.

– Rentang suhu tahuan besar dan rentang suhu harian lebih kecil.

– Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal.

Iklim Dingin

Iklim dingin adalah iklim yang terjadi di daerah yang berada di atas garis 66,5 derajat Lintang Utara dan Lintang Selatan (atau 66,5o – 90o LU/LS). Iklim dingin merupakan iklim yang terdapat di daerah kutub utara – selatan.

Negara negara yang terletak pada daerah iklim dingin diantaranya adalah Rusia bagian utara, Kanada, Swedia, Finlandia, Norwegia, Islandia, Antartika, Alaska,

Ciri – Ciri Iklim Dingin

  • Suhu iklim dingin : 10 derajat dibawah 0 derajat Celcius
  • Musim dingin berlangsung lama, musim sejuk berlangsung singkat,
  • Udara kering, tanahnya membeku dan tanahnya di tutupi es,
  • Memiliki jenis vegetasi berupa lumut-lumutan dan semak-semak.

Dari pembagian iklim tersebut, Indonesia termasuk iklim tropik (iklim panas). Tiap-tiap daerah iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin keadaan flora dan faunanya berbeda-beda.

Daerah yang paling banyak mendapatkan sinar panas Matahari adalah daerah yang terletak antara 0°–23,5°LU dan 0°–23,5°LS.

Dengan adanya gerak semu Matahari, daerah ini mendapat panas yang tinggi sepanjang tahun. Daerah yang letaknya semakin jauh dari katulistiwa mendapatkan panas Matahari yang semakin sedikit.

Klasifikasi Iklim Koppen

Wladimir Koppen (1918) Seorang ahli klimatologi dari Universitas Graz Austria, menggolongkan iklim dunia berdasarkan unsur- unsur cuaca yaitu intensitas, curah hujan, suhu, dan kelembapan.

Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim dan dinyatakan dengan simbol huruf,

Huruf pertama dalam sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan karakter suhu atau curah hujan yaitu iklim tipe A, B, C, D, dan E.

Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai berikut.

Iklim Tipe A – Iklim Hujan Tropis – Tropical Climate

Wilayah beriklim tipe A memiliki curah hujan tinggi, penguapan tinggi yaitu rata-rata 70 cm3/tahun, dan suhu udara bulan rata-rata di atas 18° C.

Wilayah beriklim tipe A dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut.

– Iklim tipe Af memiliki suhu udara panas dan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Di wilayah beriklim tipe A terdapat banyak hutan hujan tropik. Contoh: wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

– Iklim tipe Am, memiliki suhu udara panas, musim hujan, dan musim kemarau yang kering. Batas antara musim hujan dan kemarau tegas. Wilayah beriklim tipe Am antara lain terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian selatan.

– Iklim tipe Aw, memiliki suhu udara panas, musim hujan, dan musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan dengan musim hujan. Wilayah beriklim tipe Aw terdapat di wilayah Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kepulauan Aru, dan Papua bagian selatan.

Iklim Tipe B – Iklim Kering – Dry Climate

Iklim tipe B adalah iklim dengan penguapan tinggi dengan curah hujan rendah yaitu rata- rata 25,5 mm/tahun, sehingga sepanjang tahun penguapan lebih besar daripada curah hujan. Tidak terdapat surplus air.

Wilayah beriklim tipe B dibedakan menjadi tipe Bs (iklim stepa) dan tipe Bw (iklim gurun).

Iklim Tipe C – Iklim Sedang Hangat – Warm Temperate Climate

Iklim tipe C adalah iklim yang mengalami empat musim, yaitu musim dingin, semi, gugur, dan panas. Suhu udara rata- rata pada bulan terdingin adalah –3°C sampai –8°C. Terdapat sedikitnya satu bulan yang bersuhu udara rata-rata 10° C.

Iklim tipe C dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.

  • Iklim tipe Cw, yaitu iklim sedang basah (humid mesothermal) dengan musim dingin yang kering.
  • Iklim tipe Cs, yaitu iklim sedang basah dengan musim panas yang kering.
  • Iklim tipe Cf, yaitu iklim sedang basah dengan hujan dalam semua bulan.

Iklim Tipe D – Iklim Salju Dingin – Snow Climate

Iklim tipe D adalah iklim hutan salju dengan suhu udara rata-rata bulan terdingin < –3° C dan suhu udara rata-rata pada bulan terpanas > 10° C. Iklim. Iklim tipe D dibedakan menjadi dua:

  • Iklim tipe Df, yaitu iklim hutan salju dingin dengan semua bulan lembap.
  • Wilayah beriklim tipe Dw, yaitu iklim hutan salju dingin dengan musim dingin yang kering.

Iklim Tipe E – Iklim Kutub – Ice Climate

Iklim tipe E adalah iklim yang mempunyai ciri tidak mengenal musim panas, terdapat salju abadi dan padang lumut. Terdapat di derah Arctic dan Antartika.  Suhu udara tidak pernah melebihi 10° C.

Wilayah beriklim tipe E dibedakan atas tipe Et (iklim tundra) dan tipe Ef (iklim kutub dengan salju abadi). Iklim tipe E terdapat di daerah Arktik dan Antartika.

Klasifikasi Iklim Koppen Wilayah Indonesia

Berdasarkan klasifikasi Koppen, sebagian besar wilayah Indonesia beriklim A, di daerah pegunungan beriklim C, dan di Puncak Jaya Wijaya beriklim E.

Iklim Schmidt-Ferguson

Schmidt dan Ferguson membuat penggolongan iklim khusus daerah tropis khusus untuk keperluan dalam bidang pertanian dan perkebunan,

Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan bulan kering.

Bulan Kering

Bulan kering adalah bulan-bulan yang memiliki tebal curah hujan kurang dari 60 mm,

Bulan Lembap

Bulan lembap adalah bulan-bulan yang memiliki tebal curah hujan antara 60 mm–100 mm.

Bulan Basah

Bulan basah adalah bulan-bulan yang memiliki tebal curah hujan lebih dari 100 mm.

Iklim Schmidt dan Ferguson sering disebut juga Q model karena didasarkan atas nilai Q. Nilai Q merupakan perbandingan jumlah rata rata bulan kering dengan jumlah rata-rata bulan basah.

Nilai Q dirumuskan sebagai berikut.

Q = (Jumlah rata rata bulan kering)/(jumlah rata rata bulan basah) x 100%

Nilai Q ditentukan dari perhitungan rata-rata bulan kering dan bulan basah selama periode tertentu, misalnya 30 tahun

Kriteria Bulan Kering Basah Iklim Schmidt-Ferguson

Bulan kering: curah hujan kurang dari 60 mm.

Bulan sedang: curah hujan antara 60 mm – 100 mm (tidak dihitung).

Bulan basah: curah hujan lebih dari 100 mm.

Type Curah Hujan – Nilai Rasio Q –  Iklim Schmidt – Ferguson

Berdasarkan besarnya rasio Q, tipe curah hujan dapat digolongkan sebagai berikut.

– Tipe Iklim A jika Q = 0% – 14,3%

– Tipe Iklim B jika Q = 14,3% – 33,3%

– Tipe Iklim C jika Q = 33,3% – 60%

– Tipe Iklim D jika Q = 60% – 100%

– Tipe Iklim E jika Q = 100% – 167%

– Tipe Iklim F jika Q = 167% – 300%

– Tipe Iklim G jika Q = 300% – 700%

– Tipe Iklim H jika Q = lebih dari 700%

Contoh Soal Perhitungan Nilai Q Iklim Schmidt-Ferguson

Iklim daerah X selama 30 tahun memiliki jumlah rata-rata bulan kering selama 2 bulan dan jumlah rata rata bulan basah adalah 8 bulan. Tentukan nilai Q daerah X tersebut

Q = (∑rata rata bulan kering)/ (∑rata rata bulan basah)

Q = 2/8 = 0,25

Berdasarkan table nilai Q Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt dan Ferguson, daerah X dengan nilai Q = 0,25 termasuk beriklim B atau basah.

Klasifikasi Iklim Fisis

Iklim fisis terjadi karena pengaruh alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, maupun letak geografis. Adapun yang termasuk dalam iklim fisis adalah iklim benua, iklim laut, iklim dataran tinggi, dan iklim gunung.

  • Iklim Benua – Kontinental

Iklim benua terdapat di daerah daratan yang amat luas. Misalnya, Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, dan Nevada. Amplitudo harian dan tahunan besar (siang 52oC, malam -2oC).

Suhu pada musim panas tinggi, sedangkan pada musim dingin rendah. Kadang kala terjadi hujan es, petang hari sering terjadi hujan zenital dan tiupan angin lemah.

  • Iklim Laut

Iklim laut terdapat di daerah tropis dan subtropis. Suhu tahunan dan harian hampir sama, sifatnya banyak hujan.

  • Iklim Dataran Tinggi – Ugahari

Iklim dataran tinggi mengalami perubahan suhu harian dan tahunan, tekanan rendah, sinar matahari terik, dan hanya mengandung sedikit uap air.

  • Iklim Gunung

Perbedaan suhu musim panas dan dingin kecil, di luar daerah tropis iklim menyerupai iklim laut, di pegunungan banyak turun salju dan tiupan angin kencang.

Iklim Junghuhn

Junghuhn mengklasifikasikan iklim berdasarkan ketinggian tempat dan menghubungkan iklim dengan jenis tanaman yang tumbuh dan berproduksi optimal sesuai suhu di habitatnya.

Indikasi tipe iklim adalah jenis tumbuhan yang cocok hidup pada suatu kawasan. Junghuhn membagi lima wilayah iklim berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut sebagai berikut ini

a). Zone Iklim Panas

Zone Iklim Panas adalah iklim pada daerah yang berada antara ketinggian 0–700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan di atas 22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami padi, jagung, tebu, karet, coklat dan kelapa.

b). Zone Iklim Sedang

Zone Iklim Sedang adalah iklim pada daerah di antara ketinggian 700–1.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 15°C–22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami komoditas perkebunan teh, karet, kopi,  coklat, kina dan sayur-sayuran.

c). Zone Iklim Sejuk

Zone Iklim Sejuk adalah iklim pada daerah yang berada antara ketinggian 1.500–2.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 11°C–15°C. Daerah ikli sejuk sangat cocok untuk ditanami komoditas hortikultur seperti sayuran, bunga-bungaan, kopi, teh, kina, dan beberapa jenis buah-buahan.

d). Zone Iklim Dingin

Zone Iklim Dingin adalah iklim pada daerah di antara ketinggian 2.500–4.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan kurang antara -6,2 –  11°C. Pada daerah beriklim digin tidak ada tanaman budidaya namun Tumbuhan yang masih mampu bertahan adalah lumut dan beberapa jenis rumput.

e). Zone Iklim Salju Tropis

Zone Iklim Salju Tropis adalah iklim pada daerah dengan  ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.

Iklim Menurut Oldeman

Oldeman mengklasifikasikan iklim berdasar pada banyaknya bulan basah dan bulan kering dalam penentuan tipe iklimnya yang dikaitkan dengan sistem pertanian di suatu daerah tertentu, yaitu kebutuhan air yang digunakan tanaman pertanian untuk hidup.

Penggolongan iklim tersebut lebih sering disebut zona agroklimat. Dalam metode Iklim Menurut Oldeman, dasar penentuan bulan basah, bulan lembap, dan bulan kering sebagai berikut.

– Bulan basah, apabila curah hujannya > 200 mm.

– Bulan lembap, apabila curah hujannya 100–200 mm.

– Bulan kering, apabila curah hujannya < 100 mm.

Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman

Berdasarkan bulan basah, Oldeman menentukan lima klasifikasi iklim atau daerah agroklimat utama seperti tabel berikut ini.

Type Iklim A:  > 9 bulan basah berurutan

Type Iklim B: 7 – 9 bulan basah berurutan

Type Iklim C: 5 – 6 bulan basah berurutan

Type Iklim D:  3 – 4 bulan basah berurutan

Type Iklim E:  < 3 bulan basah berurutan

Gejala Optik Atmosfer

Gejala gejala optic tersebut sebenarnya bukan merupakan dinamika cuaca, melainkan sebagai akibat proses- proses alam yang terjadi di atmosfer.

Beberapa gejala optik yang terjadi di atmosfer yang diantaranya adalah pelangi, halo, dan aurora kilat, dan guntur.

Gejala Optik Pelangi

Gejala optik pelangi terjadi akibat proses pembiasan sinar Matahari oleh titik -titik air hujan sehingga terurai menjadi berkas warna atau spektrum warna.  Warna Pelangi adalah warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Gejala Optik Halo

Halo adalah lingkaran sinar putih yang terletak di sekeliling Matahari atau bulan, tetapi yang paling sering dapat dilihat adalah halo yang melingkari bulan karena pada malam hari keadaannya gelap.

Ketampakan alam ini terjadi akibat proses pembiasan sinar bulan oleh kristal-kristal es yang terkonsentrasi dalam jenis awan-awan tinggi seperti Cirrus atau Cirrocumulus. Halo pada umumnya terlihat dengan jelas ketika bulan bersinar terang, setelah sore harinya terjadi hujan.

Gejala Optik Aurora

Gejala optik ketiga yang terjadi di atmosfer adalah aurora atau cahaya kutub, yaitu berkas cahaya yang bersinar pada malam hari dan sangat jelas terlihat di wilayah-wilayah sekitar lingkaran kutub. Posisinya antara lintang 66½o – 90o, baik lintang utara maupun lintang selatan.

Aurora Borealis Aurora Australis

Aurora yang bersinar di wilayah Kutub Utara dinamakan Aurora Borealis, sedangkan di Kutub Selatan dinamakan Aurora Australis.

Aurora terjadi akibat pemancaran atom dari sinar Matahari yang dipusatkan ke arah kutub karena berada di daerah medan magnet Bumi. Atom-atom dalam sinar Matahari ini akhirnya terurai menjadi molekul -molekul atau atom- atom gas yang bercahaya karena proses ioniasi berenergi tinggi. Pengobaran atau pemijaran partikel- partikel sinar Matahari ini terlihat dari Bumi sebagai cahaya kutub.

Gejala Optik Kilat Dan Guntur

Kilat terjadi karena bertemunya udara bermuatan listrik yang saling berlawanan. Guntur adalah suara yang menggelegar yang terjadi setelah kilat disebabkan udara yang tiba-tiba memuai karena dipanasi kilat. Guntur terjadi setelah kilat karena cahaya merambat lebih cepat daripada suara.

Gejala Perubahan Iklim Global – El Nino

El Nino adalah terjadinya pemanasan temperatur air laut di pantai barat Peru–Ekuador yang menyebabkan gangguan iklim secara global. El Nino datang mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali

Peristiwa ini diawali dari memanasnya air laut di perairan Indonesia yang kemudian bergerak ke arah timur menyusuri ekuator menuju pantai barat Amerika Selatan sekitar wilayah Peru dan Ekuador.

Angin pasat tenggara berkurang dan membiarkan sebagian besar air hangat yang biasanya hilang di sisi barat Pasifik kembali ke timur, sehingga menimbulkan tumpukan awan tinggi yang bergerak di atas Pasifik bagian timur.

Peristiwa ini mengakibatkan hujan lebat di kawasan pantai barat Amerika Selatan, sebaliknya di kawasan Asia dan Australia mengalami kekeringan

Gejala Perubahan Iklim Global – La Nina

Sifat La Nina berlawanan dengan El Nino. La Nina terjadi apabila arus udara dan arus air laut saling memperkuat sehingga angin pasat bertiup dengan kencang. Angin pasat yang bertiup kencang menyebabkan air laut hangat mengalir ke arah barat.

Akibatnya, wilayah barat, yaitu wilayah bagian Asia, Australia, dan Afrika mengalami musim hujan sangat lebat. Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan hebat.

Daftar Pustaka:

  1. Ringkasan Rangkuman: Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi planet Bumi. Di dalamnya terkandung berbagai gas yaitu Nitrogen, Oksigen, Argon, Karbon dioksida, Neon, Helium, Hidrogen, Hidrogen peroksida, dan Ozon.
  2. Berdasarkan pembagian lapisan atmosfer secara vertikal, atmosfer dapat dibedakan menjadi empat lapisan utama yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer dan thermosfer.
  3. Cuaca adalah rata-rata keadaan atmosfer harian dan meliputi wilayah yang relatif sempit. Iklim adalah rata-rata kondisi cuaca tahunan dan meliputi wilayah yang luas.
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi cuaca dan iklim di suatu wilayah yaitu suhu, tekanan udara, angin, kelembapan udara, dan curah hujan.
  5. Sistem penggolongan iklim Matahari didasarkan atas gerakan suhu tahunan Matahari di antara lintang 23,5°LU–23,5°LS. Atas dasar itu, Bumi digolongkan ke dalam lima zone iklim, yaitu iklim equatorial, tropis, subtropis, sedang, dan iklim kutub.
  6. Klasifikasi iklim Koppen didasarkan atas unsur unsur cuaca yang meliputi intensitas curah hujan, suhu, dan kelembapan.
  7. Dasar klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson adalah jumlah endapan curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan kering.
  8. Klasifikasi iklim Junghuhn berdasarkan garis ketinggian tempat di atas permukaan laut. Junghuhn membagi ketinggian menjadi 5 iklim, yaitu zone iklim panas, sedang, sejuk, dingin, dan salju tropis.

Pengertian Unsur Cuaca: Suhu Udara Jenis Angin Kelembapan Awan Kabut Embun Hujan

Pengertian Cuaca: Cuaca mencerminkan keadaan atmosfer sesaat pada daerah yang sempit. Sedang iklim mencerminkan keadaan atmosfer dalam waktu lama pada daerah yang luas.


Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja.

Pengertian Iklim

Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.

Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut.

Unsur Unsur Cuaca + Iklim

Unsur unsur cuaca dan iklim meliputi suhu udara, tekanan udara, arah angin, kecepatan angin, kelembapan udara, tingkat keawanan, dan curah hujan.

Unsur Cuaca Iklim –  Suhu Udara:

Pengertian Suhu Udara

Suhu Udara adalah keadaan yang menunjukkan tingkat – derajat panas atau dinginnya atmosfer udara.

Alat Pengukur Dan Satuan Suhu Udara

Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut Termometer. Alat pengukur suhu udara ini terdiri atas termometer maksimum dan termometer minimum.

Termometer lain yang dapat digunakan untuk mengukur suhu udara adalah termometer gabungan berbentuk ”U” yang disebut termometer six. Termometer ini berisi alkohol dan air raksa.

Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan semakin ke kutub, semakin dingin.

Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Udara

Beberapa  faktor yang mempengaruhi suhi udara dalah sebagai berikut.

a).  Sudut Datang Sinar Matahari

Sudut datang sinar Matahari adalah sudut yang dibentuk oleh arah datangnya sinar Matahari dengan permukaan bumi.

Semakin tegak arah sinar matahari (siang hari) akan semakin panas. Tempat yang dipanasi sinar matahari yang datangnya miring (pagi dan sora hari) lebih luas daripada yang tegak (siang hari).

b).  Lama Waktu Penyinaran Matahari

Lama waktu penyinaran akan menentukan sushu bumi, semakin lama penyinaran Matahari semakin tinggi suhu udara di suatu tempat.

b). Ketinggian Tempat,

Semakin tinggi suatu daerah dari per mukaan laut, semakin rendah suhu udara.

c). Kondisi Geografis Wilayah.

Sifat permukaan, daratan lebih cepat menyerap dan menerima panas daripada lautan. Keadaan tanah, yaitu tanah yang kasar teksturnya dan berwarna hitam akan banyak menyerap panas dan tanah yang licin (halus teksturnya) dan berwarna putih akan banyak memantulkan panas.

d). Angin dan Arus Laut,

Adanya angin dan arus laut yang berasal dari daerah dingin akan mendinginkan daerah yang dilaluinya.

e). Keadaan Udara,

Banyaknya kandungan awan (uap air) dan gas arang, akan mengurangi panas yang terjadi. Semakin banyak awan suhu udara di permukaan bumi akan lebih dingin karena sinar matahari terhalang oleh keadaan awan.

Cara Perpindahan Perambatan Panas Matahari

Panas yang diterima oleh permukaan bumi akan dipancarkan dan dirambatkan kembali melalui proses-proses berikut.

a). Konduksi Panas Matahari

Konduksi panas matahari adlah proses pemindahan panas matahari melalui molekul- molekul yang zat pengantarnya tidak ikut bergerak.

b). Konveksi Panas Matahari

Konveksi panas matahari adalah  proses pemindahan panas matahari melalui molekul yang zat pengantarnya ikut bergerak.

c). Radiasi Panas Matahari

Radiasi panas matahari adalah proses pemindahan panas matahari melalui pancaran gelombang dari sumber panas matahari.

d). Adveksi Panas Matahari

Adveksi panas matahari adalah penyebaran panas matahari secara horizontal. Hal ini terjadi akibat gerak udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara di dekatnya juga menjadi panas. Di daerah lintang tinggi yang terkena adveksi juga mengurangi kedinginan yang akut.

e). Turbulensi Panas Matahari

Turbulensi panas matahari adalah penyebaran panas atahari secara berputar-putar. Hal ini menyebabkan udara yang sudah panas bercampur dengan udara  dingin sehingga udara yang dingin ini akan menjadi panas pula. Daerah dingin yang terkena turbulensi udaranya akan menjadi hangat.

Pengukuran Suhu Udara

Suhu udara dapat diukur secara harian, bulanan, dan tahunan.

a). Pengukura Suhu Udara Harian

Suhu udara harian menunjukkan suhu dalam satu hari dana dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Rentang Suhu Harian (Diurnal)

Rentang suhu harian atau Diurnal merupakan rentang suhu yang menunjukkan selisih suhu maksimum dan suhu minimum pada hari tertentu.

Contoh Perhitungan Rentang Suhu Harian Diurnal

Suhu terendah kota Bandung dalam satu hari yang lalu adalah 20 °C dan Suhu tertingginya 30 °C, hitunglah rentang suhu atau diurnal-nya kota Bandung tersebut

Rentang suhu harian (diurnal)kota Bandug  = (30 – 20)° C = 10° C.

  • Suhu Harian Rata-rata (SHR)

Suhu harian rata-rata dihitung dengan dua cara berikut

Rumus Suhu Maksimum dan Minimum Rata – Rata 24 jam:

SHR = (T maks+ T Min)/2

SHR = Suhu harian rata rata

T maks = suhu maksimum

T min = suhu minimum

Contoh Soal Perhitungan Suhu Harian Rata Rata (SHR)

Suhu terendah kota Bandung dalam satu hari yang lalu adalah 20 °C dan Suhu tertingginya 30 °C, hitunglah SHR-nya kota Bandung tersenut

SHR = (T maks + T min)/2

SHR = suhu harian rata rata

Smax = suhu maksimum = 30 C

Smin = suhu minimum = 20 C

SHR = (30 + 20)/2

SHR = 25 °C

Rumus Suhu Per Jam Rata Rata 24 Jam

SHR = (Jumlah Suhu Per jam Dalam 24 jam)/24

b). Suhu Bulanan Rata-Rata (SBR)

SBR adalah suhu yang menunjukkan suhu udara harian rata- rata selama sebulan. SBR dihitung dengan rumus seperti berikut:

CBR = (Jumlah Suhu Harian Rata Rata Sebulan)/ Jumlah Hari Sebulan

c).  Suhu Tahunan Rata-Rata (STR)

Suhu tahunan rata rata adalah suhu yang menunjukkan jumlah suhu bulanan rata- rata selama 12 bulan dibagi jumlah bulan. STR dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti berikut.

STR = (Jumlah Suhu Sebulan Rata Rata 12 Bulan)/(Jumlah Bulan)

d). Rentang Suhu Tahunan Rata-Rata (RST)

Rentang suhu tahunan rata – rata adalah suhu yang menunjukkan selisih suhu bulanan rata-rata tertinggi dan terendah dalam setahun, dapat dihitung dengan formula berikut.

RST = (Suhu Belanan Rata RatatTertinggi) – (Suhu Bulanan Rata Rata Terendah)

Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu Udara

Semakin tinggi suatu tempat, maka semakin rendah suhu tempat tersebut.

Rumus Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu Udara

Pengaruh ketinggian suatu tempat terhadap suhu udara dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

T = To – 0,6 (h/100)

T = temperature udara setempat

To =

T = temperatur rata-rata suatu tempat yang dicari (oC).

To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui (oC).

h = tinggi tempat (m dpl dari permukaan laut)

Contoh Soal Perhitungan Suhu Udara Pada Ketinggian

Temperatur daerah Kota Bandung 20°C. Ketinggian tempatnya 700 m di atas permukaan laut. Berapakah temperatur rata-rata kota Bandung?

Diketahui:

To = 20° C

h = 700 m dpl

Menghitung Suhu Udara Kota Bandung

T = 20 – 0,6 × (700/100)

T = 20 – (0,6 × 7)

T = 20 – 4,2

T = 15,8° C

Rumus Perbedaan Suhu Udara Dua Tempat Ketinggian Berbeda

Jika diketahui ketinggian dua tempat maka perbedaan suhu udara kedua tempat tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan dari rumus seperti berikut

ΔT = T1 – T2

ΔT =  0,006 (h2 – h1) × 1°C

ΔT = Selisih suhu udara antara kedua tempat berbeda ketinggian °C

T1 = suhu rata – rata tempat – kota pertama

T2 = suhu rata rata tempat – kota kedua

h1 = Ketinggian tempat – kota pertama, m

h2 = Ketinggian tempat – kota kedua, m

Contoh Soal Perhitungan Perbedaan Suhu Udara Dua Tempat Berbeda

Kota A berada di pinggur pantai (0 m dpl) memiliki rata rata suhu udara 30°C. Berapakah rata-rata suhu udara kota B yang memiliki ketinggian 700  m di atas permukaan laut?

Diketahui:

hA = 0 m

TA = 300C

hB = 700 m

 TB = ?

Menentukan Beda Suhu Udara Pada Beda Ketinggian

Besarnya beda suhu antara dua tempat yang memiliki ketinggian berbeda dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

ΔT = TA – TB

ΔT = 0,006 (hB – hA) x 1°C

ΔT = 0,006 (700 – 0) x 1°C

ΔT =  4,2  °C

ΔT = TA – TB

TB = TA – ΔT

TB = 30 – 4,2

TB = 25,8 °C

Jadi, suhu udara rata rata di kota B adalah 25,8 °C

Unsur Cuaca Iklim – Arah Angin

Pengertian Angin

Secara sederhana, angin dapat diartikan sebagai massa udara yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lain.

Angin menunjukkan fenomena adanya gerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan.

Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah.

Hukum Buys Ballot.

Adapun bunyi hukum tersebut adalah sebagai berikut.

Angin adalah massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.

Di Belahan Bumi Utara (BBU), arah gerakan angin dibelokkan ke kanan, sedangkan di Belahan Bumi Selatan (BBS) arah angin dibelokan ke kiri.

Jenis Jenis Angin

Adapun jenis jenis angin diantaranya adalah:

Angin Passat (Trade Wind)

Angin Passat adalah angin yang bertiup terus menerus  sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Akibat adanya rotasi bumi maka di belahan utara terjadi angin pasat timur laut dan di belahan selatan terjadi angin pasat tenggara.

Sesuai dengan hukum Buys Ballot yaitu karena pengaruh gaya Corriolis (rotasi bumi), angin di belahan bumi utara berbelok ke arah kanan dan di belahan bumi selatan bergerak ke arah kiri.

Angin Passat yang datangnya dari arah timur laut (di daerah iklim tropika di belahan bumi utara) disebut angin Passat Timur. Adapun Angin Passat yang bertiup dari arah tenggara disebut Angin Passat Tenggara.

Angin Antipasat

Angin antipasat adalah kembalinya angin pasat. Udara yang naik ke daerah khatulistiwa, setelah sampai di atas kemudian mengalir ke arah kutub dan turun di daerah subtropik.

Angin Barat dan Angin Timur

Angin barat adalah angin yang bertiup dari wilayah subtropis ke arah lintang 60o, suhunya lebih panas dari angin yang tertiup dari daerah kutub ke daerah lintang 60o.

Di daerah 40o LS, angin ini disebut The Roaring Forties sebab di atas lautan daerah ini terdengar suara gemuruh.

Angin barat merupakan gerakan massa udara panas karena berasal dari daerah subtropis, sedangkan angin timur adalah gerakan massa udara dingin karena berasal dari daerah kutub.

Wilayah pertemuan kedua massa udara yang berbeda temperaturnya ini ditandai dengan adanya badai siklon (angin ribut) disertai dengan jenis hujan frontal yang lebat.

Angin Monsun

Angin monsun adalah angin yang arahnya selalu berganti setiap setengah tahun sekali tergantung pada letak matahari. Perubahan arah gerakan muson biasanya seiring dengan pergantian musim panas dan dingin.

Akibat adanya perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok antara wilayah benua dan samudra, mengalirlah massa udara yang disebut angin muson (monsoon) dari kawasan benua ke samudra atau sebaliknya.

Indonesia mengenal adanya angin monsun karena terletak antara 23o LU dan 23o LS serta terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

Angin Fohn

Angin fohn adalah angin yang terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur pegunungan atau gunung yang tinggi sehingga naik.

Semakin ke atas, suhu semakin dingin dan terjadilah kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air.

Angin fohn memiliki nama yang berbeda-beda di banyak daerah. Beberapa angin fohn yang bertiup di Indonesia sebagai berikut.

–  Angin Brubu terdapat di Sulawesi Selatan.

– Angin Bohorok terdapat di Deli, Sumatra Utara.

–  Angin Kumbang terdapat di Cirebon, Jawa Barat.

–  Angin Gending terdapat di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur.

–  Angin Wambrau terdapat di Papua.

Angin Lokal

Angin lokal adalah angin yang hanya dirasakan di wilayah yang relatif sempit dan pengaruhnya tidak luas. Apa saja jenis angin lokal yang kamu ketahui.

Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin yang biasa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama penduduk yang menetap di daerah pesisir.

Angin darat bertiup dari daratan menuju laut, sedangkan angin laut bergerak dari laut menuju darat.

Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin gunung merupakan jenis angin yang bergerak dari gunung menuju lembah, dan sebaliknya angin lembah bertiup dari lembah menuju gunung. Proses terjadinya angin gunung dan angin lembah tidak jauh berbeda dengan angin darat dan angin laut.

Angin Bersifat Dingin Mistral

Angin mistral adalah angin yang  berasal dari pegunungan menuju ke dataran rendah di pantai. Sebagai contoh angin yang bertiup di pantai Laut Tengah, selatan Prancis.

Angin Bersifat Bora

Angin bora adalah angin yang bertiup di wilayah Balkan. Angin ini turun dari Dataran Tinggi Balkan ke Pantai Istria dan Albania.

Angin Siklon dan Angin Antisiklon

Siklon merupakan angin yang masuk ke daerah pusat tekanan rendah (daerah depresi) yang dikelilingi oleh wilayah-wilayah pusat tekanan tinggi kemudian berputar mengelilingi garis-garis isobar.

Angin Antisiklon adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah ke luar.

Angin siklon di belahan bumi utara adalah angin yang berputar ke dalam dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.

Angin antisiklon di belahan bumi utara adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum searah dengan arah jarum jam.

Angin siklon di belahan bumi selatan adalah angin yang berputar ke dalam dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum searah dengan jarum jam.

Angin antisiklon di belahan bumi selatan adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum berlawanan dengan arah jarum jam

Siklon Trofik

Siklon Tropik adalah siklon yang terjadi di wilayah-wilayah antara lintang 10° LU–10° LS. Sebagian besar siklon tropik terjadi pada akhir musim panas menjelang musim gugur.

Beberapa contoh fenomena siklon tropik, antara lain Hurricane (Samudera Atlantik dan Pasifik Timur), Cathrine (Amerika Serikat), Typhoon (Samudera Atlantik Barat sekitar Kepulauan Jepang), Bagieros (pantai Filipina), Willy-Willies (pantai Australia), dan Lena (Samudra Hindia).

Siklon Ekstra Tropik

Siklon Ekstra Tropik adalah siklon yang  terjadi di daerah iklim sedang antara lintang 35°–65°, baik lintang utara maupun selatan.

Badai ini terjadi akibat pertemuan massa udara panas yang datang dari wilayah subtropik dengan massa udara dingin yang datang dari daerah kutub. Pertemuan kedua massa udara tersebut dinamakan bidang front

Nama Angin Siklon Di Belahan Dunia

Nama Angin siklon di berbagai daerah dunia:

–  Angin siklon di Samudra Atlantik disebut Hurricane.

–  Angin siklon di Laut Cina Selatan disebut Taifun.

–  Angin siklon di Teluk Benggala dan Laut Arab disebut Siklon.

–  Angin siklon di Amerika daerah tropis disebut Tornado.

–  Angin siklon di Asia Barat disebut Sengkejan

Pengukuran Kecepatan Dan Arah Angin

Angin memiliki dua unsur utama, yaitu kecepatan dan arah angin. Keduanya diukur dengan alat yang berbeda.

a). Pengukuran Kecepatan Angin

Kecepatan angin diukur dengan anemometer. Alat ini terdiri atas tiga cangkir (cup) yang dipasang pada ujung tangkai secara horizontal. Bila angin bertiup maka cup – cangkir akan berputar.

Perputaran cangkir menyebabkan bagian tengah juga berputar dan kecepatan angin dapat diketahui.

Kecepatan angin diukur dengan anemometer.
Kecepatan angin diukur dengan anemometer.

sumber: en.wikipedia.org

Kecepatan angin diukur dalam satuan knots atau kilometer/jam, kadang-kadang ditunjukkan dengan skala Beaufort.

b). Pengukuran Arah Angin

Angin selalu diukur sesuai arah tiupannya. Angin utara menunjukkan bahwa angin bertiup dari arah utara ke selatan. Arah angin dapat diketahui dengan menggunakan bendera angin (wind vane).

Contoh Alat Pengukuran Arah Angin
Contoh Alat Pengukuran Arah Angin

sumber: id.wikipedia.org

Alat ini selalu mengarah dari mana angin bertiup.

c). Mawar Angin (Wind Rose)

Angin dapat bertiup dari satu arah secara terus-menerus. Angin ini disebut angin dominan (prevailing wind). Pencatatan arah angin yang dominan bertiup seharian dalam sebulan dapat dilakukan dengan mawar angin.

Alat pencatatan ini membentuk segi delapan (oktagonal) yang mewakili delapan arah mata angin. Setiap lengan menunjukkan tanggal ke mana arah angin bertiup. Angka di tengah-tengah menunjukkan jumlah hari tanpa terjadi angin.

Pencatatan arah angin yang dominan
Pencatatan arah angin yang dominan

sumber: en.wikipedia.org

Kelembapan Udara dan Awan

Kelembapan Udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam sejumlah massa udara. Uap air yang berada di udara berasal dari hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah, atau air yang berasal dari penguapan tumbuh- tumbuhan.

Higrometer Alat Ukur Kelembaban

Untuk mengukur kelembapan udara digunakan alat Higrometer atau Psycometer Asmann

a). Kelengasan Absolut atau Densitas Uap Air.

Kelembapan absolut adalah Angka yang menunjukkan perbandingan kandungan uap air dalam setiap unit volume udara.

Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan kelengasan absolut adalah gram/m3 atau gram/ liter. Sebagai contoh jika dalam 1 m3 udara terkandung uap air sebanyak 25 gram, dikatakan kelengasan absolutnya adalah 25 gram/m .

b). Kelengasan Spesifik

Kelengasan spesifik adalah perbandingan kandungan uap air dalam setiap satuan massa (satuan berat) udara.

Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan kelengasan spesifik adalah gram/kg. Sebagai contoh jika dalam 1 kg udara terkandung uap air sebanyak 100 gram, kelengasan spesifiknya adalah 100 gram/kg.

c).  Kelengasan Relatif atau Kelengasan Nisbi

Nilai Kelengasan relatif atau Kelengasan nisbi dinyatakan dalam persen. Lengas Nisbi (LN) adalah perbandingan tekanan uap yang sebenarnya dengan tekanan maksimum pada suhu yang sama.

Rumus Kelengasan Relatif – Nisbi

Untuk mengukur kelengasan relatif dapat menggunakan rumus seperti berikut

Rh = e/E x 100%

e = Jumlah uap air yang secara nyata terkandung dalam udara sebagai hasil pengukuran (gr/m3), atau tekanan uap yang ada hasil pengukuran (mb atau mm Hg atau atm).

E = Kapasitas maksimal yang mampu dikandung massa udara (gr/m3), atau kapasitas tekanan uap maksimal pada suhu yang sama (mb atau mm Hg atau atm).

Contoh Soal pehitungan Kelengasan Relatif – Nisbi

Pada suhu 25°C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 100 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran langsung ternyata kandungan uap air adalah 60 gr/m3, kelengasan relatfnya adalah:

Rh = (60/100) x 100%

Contoh Soal Perhitungan Kelembapan Kelengasan Relatif

Pada suhu 26°C, kapasitas maksimum tekanan uap adalah 760 mm Hg. Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan, pada saat itu ternyata tekanan uap yang terjadi adalah 600 mm Hg, kelengasan relatifnya adalah:

Diketahui :

e = 600 mm Hg

E = 760 mm Hg

Rh = 600/700

Rh = 85,7 %

Jika tingkat kelembapan relatif telah mencapai 100%, massa udara akan mencapai titik jenuh sehingga dapat terjadi proses kondensasi (pengembunan), di mana uap air akan berubah Kembali menjadi titik-titik air di atmosfer.

Contoh Perhitungan Kelembapan Relatif

Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20° C terdapat 14 gram uap air (basah absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada suhu 20° C = 20 gram.

Jadi Kelembapan Realtifnya adalah

Rh = 14/20 x 100% = 70%

Pengertian Awan Kabut Embun

Awan adalah massa dari butir- butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Udara yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.

Pada saat kelembapan udara mencapai titik jenuh (100%), suhu udara sudah sangat rendah sampai berada di bawah titik beku sehingga uap air tidak lagi mengalami proses kondensasi.

Uap air mengalami terjadi sublimasi di mana uap air berubah menjadi bentuk kristal- kristal es.

Jenis Jenis Awan

Jenis Awan Menurut Bentuknya

a). Awan Cirrus (Awan Bulu)

Awan cirrus adalah Awan yang bentuknya seperti bulu, biasanya letaknya sangat tinggi, dan terjadi dari kristal-kristal es.

b).  Awan Stratus

Awan stratur adalah awan yang bentuknya berlapis-lapis, letaknya rendah, tetapi tidak sampai pada permukaan bumi.

c). Awan Cumulus

Awan Culumus adalah awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan bertumpuk-tumpuk, bagian atas berbentuk kubah dan alasnya horizontal.

d). Awan Nimbus (Awan Hujan)

Awan nimbus adalah awan yang sangat tebal berwarna hitam dengan bentuk tidak menentu dan sering mengakibatkan terjadinya hujan.

Jenis Awal Berdasarkan Ketinggiannya

a). Awan Tinggi (lebih dari 6000 m–9000 m), karena tingginya awan ini selalu berupa kristal-kristal es.

Cirrus (Ci) adalah  awan tipis seperti bulu burung

Cirrostratus (Ci-St) adalah awan putih merata seperti tabir

Cirrocummulus (Ci-Cu) adalah awan yang tampak seperti sisik ikan

b). Awan Sedang (2000 m–6000 m).

Altocummulus (A-Cu) adalah awan yang bergumpal- gumpal tebal

Altostratus (A-St) adalah awan yang berlapis- lapis tebal

c). Awan Rendah (di bawah 200 m).

– Stratocummulus (St-Cu) adalah awan yang tebal, luas, dan ber gumpal gumpal

– Stratus (St) adalah awan merata rendah dan berlapis lapis

– Nimbostratus (No-St) adalah lapisan awan yang luas, Sebagian telah merupakan hujan

d). Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m–1500 m.

Cummulus (Cu) adalah  awan bergumpal- gumpal, dasar nya rata

– Cumulonimbus (Cu-Ni) adalah awan yang bergumpal- gumpal, luas, dan sebagian telah merupakan hujan, serta sering terjadi angin ribut

Pengertian Jenis Kabut

Kabut adalah awan yang rendah pada permukaan bumi. Kabut dibedakan menjadi empat, yaitu kabut sawah, kabut adveksi, kabut pendingin, dan kabut industri.

  1. a) Kabut Sawah

Kabut sawah adalah kabut yang terjadi ketika malam hari udara dingin, tetapi sungai, sawah, telaga, dan rawa-rawa masih lebih panas daripada udara di atasnya.

Oleh karena terkena panas, udara di atas sungai, sawah, telaga, dan rawa-rawa menguap kemudian terjadi kondensasi. Selanjutnya, terbentuklah kabut yang disebut kabut sawah karena banyak terdapat di sawah.

b). Kabut Adveksi

Kabut adveksi adalah kabut yang terjadi ketika udara panas yang mengandung uap air bertemu dengan udara dingin lalu terjadi kondensasi maka terbentuklah kabut.

c). Kabut Pendingin

Kabut pendingin adalah kabut uang terjadi ketika udara terang pada malam hari, lalu terjadi pendinginan sehingga lapisan terbawah lembap maka terbentuklah kabut.

d). Kabut Industri

Kabut industry adalah asap berasal dari pabrik yang menyebabkan jumlah inti kondensasi bertambah sehingga udara yang mengandung uap air akan membentuk kabut.

Curah Hujan

Hujan merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan jatuhnya titik titik air ke permukaan bumi. Terjadinya hujan diawali oleh adanya penyinaran matahari pada air laut, danau, sungai, dan lain-lain sehingga menyebabkan terjadinya penguapan.

Alat Ukur Curah Hujan

Alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya curah hujan adalah  alat yang disebut penakar hujan (rain gauge) atau fluviograf

Alat penakar hujan terdiri atas corong dan penampung air hujan. Corong berfungsi mengumpulkan air hujan dan menyalurkan ke penampung.

Air hujan yang tertampung secara teratur harus dikosongkan dan jumlahnya diukur menggunakan tabung penakar.  Curah hujan biasanya diukur dalam milimeter (mm) atau sentimeter (cm).

Proses Terjadinya Hujan

a). Proses terjadinya hujan dimulai dengan adanya penguapan air dari permukaan Bumi seperti laut, danau, sungai, tanah, dan tanaman.

b). Kemudian pada suhu udara tertentu, uap air mengalami proses pendinginan yang disebut dengan kondensasi.

c). Pada kondensasi,  uap air yang berbentuk gas berubah menjadi titik-titik air kecil tetap berada melayang di angkasa.  Kemudian, titik-titik air akan saling bergabung membentuk awan.

d). Gabungan titik-titik air menjadi besar dan berat, sehingga akan jatuh ke permukaan Bumi. Proses ini disebut dengan presipitasi atau hujan.

Jenis Jenis Hujan

Hujan dapat dikatagorikan menjadi seperti berikut

Hujan Zenital

Hujan zenital adalah hujun yang terjadi oleh arus konveksi yang menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal. Pemanasan air laut terjadi terus- menerus, sehingga akan terjadi kondensasi dan turun depresi frontal.

Hujan Siklon

Hujan siklon adaah hujan yang terjadi apabila udara yang mengandung uap air naik ke atas dibawa oleh angin siklon lalu terjadi kondensasi akhirnya turun sebagai hujan. Hujan siklon ini banyak terjadi di daerah depresi frontal.

Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan yang terjadi apabila udara panas yang mengandung uap air naik ke atas udara dingin, lalu terjadi kondensasi dan akhirnya turun sebagai hujan. Hujan ini banyak terjadi di daerah depresi frontal.

Hujan Naik Pegunungan – Orografis

Hujan naik pegunungan orografis adalah hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Akibat ketinggian lereng maka terjadi kondensasi dan turun hujan.

Konsep Pusat Pertumbuhan Wilayah: Teori Tempat Sentral Teori Polarisasi Ekonomi Teori Kutub Pusat Pertumbuhan

Pengertian Wilayah: Wilayah dalam bahasa Inggris disebut region yang merupakan bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan berbeda dengan wilayah lain.


Wilayah merupakan suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi daerah (area) di muka Bumi untuk berbagai tujuan. Suatu wilayah mempunyai karakteristik tertentu yang memberikan ukuran-ukuran kesamaan dan perbedaan dengan wilayah lain.

Contoh Wilayah

Contoh wilayah adalah wilayah pesisir pantai merupakan bagian dari permukaan bumi yang letaknya di dekat laut. Wilayah pegunungan yang merupakan bagian permukaan bumi yang letaknya di daerah yang tinggi dan bergunung-gunung.

Pengertia Wilayah Menurut R. E. Dickinson

Wilayah adalah suatu area – daerah – tempat yang kondisi fisiknya homogen.

Pengertian Wilayah Menurut A. J. Hertson

Wilayah adalah komplek tanah, air, udara, tumbuhan, hewan dan manusia dengan hubungan khusus sebagai kebersamaan yang kelangsungannya mempunyai karakter khusus dari permukaan bumi.

Pengetian Wilayah Menurut Fannemar

Wilayah adalah area yang digolongkan melalui kenampakan permukaan yang sama dan dapat dibedakan dengan area sekitarnya.

Pengetian Wilayah Menurut Taylor

Wilayah adallah bagian dari permukaan bumi yang berbeda dan ditunjukkan oleh sifat -sifat yang berbeda dan ditunjukkan oleh sifat -sifat yang berbeda dari lainnya

Pengertian Wilayah Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/ aspek fungsional.

Wilayah Formal dan Fungsional

Wilayah dibedakan menjadi dua macam, yaitu wilayah formal dan wilayah fungsional.

a). Wilayah FormalUniform Region

Wilayah formal adalah suatu wilayah yang statis, homogen (seragam), dan pasif, misalnya wilayah desa.

Wilayah formal dicirikan oleh sesuatu yang dimiliki atau melekat pada manusia dan alam secara umum, seperti bahasa tertentu yang digunakan penduduk, agama, kebangsaan, budaya, dan identitas politik serta tipe iklim tertentu, bentuk lahan, dan vegetasi.

Contoh Wilayah Formal – Uniform Region

Contoh wilayah kesatuan ideologi seperti negara, bangsa, provinsi, adalah wilayah formal karena mereka ditentukan oleh identitas politik.

Contoh Wilayah formal iklim seperti daerah hutan hujan tropis, wilayah bentuk lahan seperti daerah karst, Gunung Kidul Yogyakarta.

Contoh wilayah ekonomi seperti daerah perdagangan Glodok, Jakarta

b). Wilayah FungsionalNodal Region – Organic Region

Wilayah fungsional adalah wilayah yang dinamis serta aktif dan selalu berubah, biasanya wilayah seperti ini terdapat di kota atau wilayah sentral.

Wilayah fungsional berada di sekeliling titik pertumbuhan dan terjalin dengan titik pertumbuhan melalui sistem transportasi, system komunikasi, atau kelompok ekonomi, seperti manufaktur serta perdagangan.

Menurut V. B. Stauberry, wilayah fungsional disebut organic region karena di dalam wilayah tersebut terdapat hubungan yang hidup.

Sedangkan menurut J. W. Alexander wilayah fungsional adalah nodal region karena dalam wilayah ini terdapat pusat aktivitas sebagai mata rantai utama dalam sistem ini.

Contoh Wilayah Fungsional Nodal Region – Organic Region

Contoh wilayah fungsional kota adalah kota metropolitan Jakarta yang mendukung perkembangan daerah lain melalui jalur transportasi, jalur perdagangan dan bisnis, serta siaran radio dan televisi.

Kota-kota seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi adalah wilayah fungsional yang terjadi akibat perkembangan kota metropolitan Jakarta.

Contoh Wilayah fungsional skala kecil adalah pusat perbelanjaan yang berbentuk mal atau supermarket, daerah yang dilayani oleh sebuah bank, bandar udara, dan daerah kegiatan yang sibuk.

Klasifikasi Wilayah

Klasifikasi wilayah adalah cara mengelompokkan suatu wilayah secara sistematis menjadi beberapa bagian tertentu.

a). Core Region

Core Region adalah inti wilayah yang biasanya berupa daerah metropolitan yang terdiri atas dua atau lebih kota- kota yang berkelompok saling berdekatan

Contoh Core Region

Contoh core region adalah Kota Jakarta.

b). Development Axes – Poros Pembangunan

Development Axes (poros pembangunan) merupakan daerah yang menghubungkan dua atau lebih core region. Biasanya berupa jalur memanjang di koridor transportasi.

Contoh Development Axes – Poros Pembangunan

Contoh development axes adalah jalur transportasi yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

c). Resource Frontier Region

Resource Frontier Region adalah suatu wilayah baru yang mulai berkembang yang diharapkan menjadi daerah produktif baru. Umumnya daerah ini terletak jauh dari core region.

Contoh Resource Frontier Region

Contoh Resource Frontier Region adalah daerah transmigrasi, kawasan industri, daerah perkebunan, dan lain sebagainya.

d). Depressed Region

Depresed Region atau daerah tertekan adalah suatu daerah yang mengalami kemunduran dalam ekonominya dan sulit untuk berkembang.

Daerah ini biasanya tertekan secara sosial dan ekonomi, sehingga cenderung menjadi daerah yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya.

Contoh Depressed Region

Contoh depressed region adalah daerah perbatasan antara dearah industry dan perkotaan umumnya menjadi daerah yang kumuh dan padat penduduk.

e). Special Problem Region,

Special Problem Region adalah suatu daerah yang terletak pada lokasi yang khusus dengan karakteristik tertentu.

Contoh Special Problem Region,

Contoh Special Problem Region adalah daerah perbatasan, daerah cagar purbakala, perumahan militer, dan lain sebagainya.

Pusat Pertumbuhan Wilayah

Pusat pertumbuhan ialah wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan untuk memengaruhi kawasan- kawasan lain di sekitarnya.

Contoh Pusat Pertumbuhan Wilayah Kawasan

Beberapa contoh kawasan yang merupakan pusat pertumbuhan diantaranya adalah kota Jakarta – Bogor – Tangerang – Bekasi atau Jabotabek, pusat industri Batam, segitiga pertumbuhan Singapura – Johor – Riau atau segitiga SIJORI, dan lainnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Pusat Pertumbuhan Wilayah

Perkembangan pusat pertumbuhan di suatu wilayah ditentukan oleh faktor- faktor sebagai berikut.

a). Sumber Daya Alam

Daerah yang mempunyai kekayaan sumber daya alam berpotensi menjadi pusat pertumbuhan.

b). Sumber Daya Manusia

Pusat pertumbuhan akan berkembang dan pembangunan berjalan lancar apabila tersedia sumber daya manusia yang andal.

c). Kondisi Fisiografi – Lokasi

Lokasi yang strategis memudahkan transportasi dan angkutan barang, sehingga pusat pertumbuhan berkembang cepat.

d). Fasilitas Penunjang

Pusat pertumbuhan akan lebih berkembang apabila didukung oleh fasilitas penunjang yang memadai.

Teori Konsep Pusat Pertumbuhan

Pusat pusat perumbuhan mengacu pada beberapa berikut

1). Teori Tempat Sentral

Teori tempat sentral diajukan oleh Walter Christaller (1933), seorang ahli geografi berasal dari Jerman.

Menurut teori tempat sentral dari Walter Christaller, suatu tempat sentral memiliki batas- batas yang berpengaruh berbentuk melingkar dan komplementer terhadap tempat sentral tersebut.

Daerah atau wilayah yang komplementer adalah daerah yang didukung penuh oleh tempat sentral. Lingkaran batas yang ada pada kawasan pengaruh tempat- tempat sentral disebut batas ambang (threshold level).

Konsep dasar dari teori tempat sentral Walter Christaller adalah sebagai berikut.

a). Population Threshold

Population threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk melancarkan dan kesinambungan dari unit pelayanan.

b). Range (Jangkauan),

Range (jangkauan) adalah jarak maksimum yang harus dijangkau penduduk agar memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkannya dari tempat pusat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

–  Range selalu lebih besar dibanding dengan daerah tempat population threshold.

–  Inner limit (batas dalam) adalah batas wilayah yang ditempati oleh population threshold.

–  Outer limit (batas luar) adalah batas wilayah yang mendapatkan pelayanan terbaik, sehingga di luar batas itu penduduk akan mencari atau pergi ke pusat lain.

2). Teori Polarisasi Ekonomi

Teori polarisasi ekonomi dikemukakan oleh Gunar Myrdal. Menurut Teori polarisasi ekonomi Myrdal, setiap daerah mempunyai pusat pertumbuhan yang menjadi daya tarik bagi tenaga buruh dari pinggiran.

Teori polarisasi ekonomi Myrdal ini menggunakan konsep pusat- pinggiran (coreperiphery). Konsep pusat -pinggiran merugikan daerah pinggiran, sehingga perlu diatasi dengan membatasi migrasi (urbanisasi), mencegah keluarnya modal dari daerah pinggiran, membangun daerah pinggiran, dan membangun wilayah pedesaan.

3). Teori Kutub Pertumbuhan

Konsep kutub pertumbuhan (growth pole concept) dikemukakan oleh Perroux, seorang ahli ekonomi Prancis (1950).

Menurut growth pole concept Perroux,  pembangunan kota atau wilayah di manapun adanya bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi mucul di tempat-tempat tertentu dengna kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda.

Tempat-tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan tersebut dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan.

Dari kutub- kutub tersebut selanjutnya proses pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya, atau ke pusat-pusat yang lebih rendah.

4).  Teori Pusat Pertumbuhan

Teori pusat pertumbuhan dikemukakan oleh Boudeville seorang ahli ekonomi Prancis. Menurut Teori pusat pertumbuhan Boudeville, pusat pertumbuhan adalah sekumpulan fenomena geografis dari semua kegiatan yang ada di permukaan Bumi.

Suatu kota atau wilayah kota yang mempunyai industri populasi yang kompleks, dapat dikatakan sebagai pusat pertumbuhan. Industri populasi merupakan industri yang mempunyai pengaruh yang besar (baik langsung maupun tidak langsung) terhadap kegiatan lainnya.

Pusat Wilayah Pertumbuhan Indonesia

Wilayah pembangunan utama di Indonesia dibagi menjadi empat region utama yaitu:

a). Wilayah Pembangunan Utama A, dengan pusat pertumbuhan utama Kota Medan. Wilayah yang terdiri atas:

– Wilayah Pembangunan I, meliputi daerah-daerah Aceh dan Sumatera Utara.

– Wilayah Pembangunan II, meliputi daerah-daerah di Sumatera Barat dan Riau, dengan pusatnya di Pakanbaru.

b). Wilayah Pembangunan Utama B, dengan pusat pertumbuhan utama Jakarta. Wilayah ini terdiri atas:

–  Wilayah Pembangunan III, meliputi daerah-daerah Jambi, Sumsel dan Bengkulu, dengan pusatnya di Palembang.

– Wilayah Pembangunan IV, meliputi daerah-daerah Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, dan DI Yogyakarta yang pusatnya di Jakarta.

– Wilayah Pembangunan VI, meliputi daerah-daerah di Kalimantan Barat, yang pusatnya di Pontianak.

c). Wilayah Pembangunan Utama C, dengan pusat pertumbuhan utama Surabaya. Wilayah ini terdiri atas:

– Wilayah Pembangunan V, meliputi daerah-daerah di Jawa Timur, dan Bali yang pusatnya di Surabaya.

– Wilayah Pembangunan VII, meliputi daerah-daerah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan yang pusatnya di Balikpapan dan Samarinda.

d). Wilayah Pembangunan Utama D, dengan pusat pertumbuhan utama Ujung Pandang atau Makasar. Wilayah ini terdiri atas:

–  Wilayah Pembangunan VIII, meliputi daerah-daerah di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, yang pusatnya di Makasar

– Wilayah Pembangunan IX, meliputi daerah-daerah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, yang pusatnya di Menado.

– Wilayah Pembangunan X, meliputi daerah-daerah di Maluku (termasuk Maluku Utara dan Irian Jaya (Papua) yang pusatnya di Kota Sorong.

Daftar Pustaka:

  1. Ringasan Rangkuman: Wilayah adalah suatu unit dari geografi yang dibatasi oleh parameter tertentu dan bagian-bagiannya tergantung secara internal.
  2. Jenis-jenis wilayah dapat dibedakan berdasarkan 2 kriteria, yaitu berdasarkan kondisi geografi dan ciri-ciri umum.
  3. Wilayah berdasarkan kondisi geografi dibagi menjadi tiga wilayah yaitu berdasarkan perbedaan waktu, bentuk dasar relief, dan wilayah pembangunan.
  4. Wilayah berdasarkan ciri-ciri umum dibagi menjadi empat, yaitu wilayah homogen, wilayah nodal, wilayah perencanaan, dan wilayah administrasi.
  5. Pusat pertumbuhan adalah suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan bagi daerah sekitarnya.
  6. Teori pusat pertumbuhan di antaranya teori tempat sentral, teori Losch, dan teori kutub pertumbuhan.

Karya Seni Teater: Pengertian Unsur Teater Simbol Karya Teater Nilai Teater Jenis Teater Kritik

Pengertian Seni Teater: Teater berasal dari kata Yunani adalah theatron  sedangkan dalam bahasa Inggris adalah Seeing Place yang artinya tempat  gedung pertunjukan.


Pengertian Seni Teater Menurut Para Ahli

1). Pengertian Seni Teater Menurut Moulton

Menurut Moulton, drama adalah  suatu kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk suatu gerakan (life presented in action).

2). Pengertian Seni Teater Menurut Balthazar Vallhagen

Menurut Balthazar Vallhagen, drama adalah suatu kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan suatu gerakan.

3). Pengertian Seni Teater Menurut Ferdinand Brunetierre

Menurut Ferdinand Bruneterre, drama adalah seni yang harus melahirkan sebuah kehendak dengan suatu action atau gerak.

4). Pengertian Seni Teater Menurut Anne Civardi

Menurut Anne Civardi, drama adalah suatu kisah yang diceritakan lewat sebuah kata-kata dan gerakan.

5). Pengertian Seni Teater Menurut Seni Handayani dan Wildan

Menurut Seni Handayani dan Wildan teater adalah suatu bentuk karangan yang berpijak pada dua jenis kesenian, yaitu seni sastra dan seni pentas.

Fungsi Dan Peran Seni Teater

Adapun beberapa fungsi dan peran seni teater adalah

  • Sebagai sarana untuk meningkatkan apresiasi seni
  • Sebagai sarana untuk mendapatkan suasana hiburan
  • Sebagau sarana untuk memfasilitasi seni pertunjukkan yang merupakan hasil budaya masyarakat
  • Sebagai sarana pertemuan antara buah pikiran seniman dengan masyarakat sehingga terjadi komunikasi dan penilaian.

Unsur Unsur Seni Teater

Unsur unsur seni teater dianataranya adalah

1). Unsur Teater Naskah Lakon Cerita

Lakon atau naskah adalah materi atau bahan baku yang dijadikan bahan pementasan untuk sebuah garapan Teater.

Naskah Lakon adalah karya sastra dengan media Bahasa kata. Mementaskan drama berdasarkan naskah drama berarti memindahkan karya seni dari media bahasa kata ke media Bahasa pentas.

Visualisasi karya sastra kemudian berubah esensinya menjadi karya teater. Pada saat transformasi Bahasa kata menjadi Bahasa pentas, karya sastra bersinggungan dengan komponen- komponen teater, yaitu sutradara, pemain, dan tata artistic.

Struktur Naskah Lakon Teater

Aristoteles yang membagi naskah menjadi lima bagian besar, yaitu eksposisi (pemaparan), komplikasi, klimaks, anti klimaks atau resolusi, dan konklusi (catastrope).

Kelima bagian tersebut pada perkembangan kemudian tidak diterapkan secara kaku, tetapi lebih bersifat fungsionalistik.

2). Unsur Teater Sutradara

Sutradara merupakan pimpinan utama kerja kolektif sebuah teater yang menentukan baik buruknya sebuah pementasan teater.

Sutradara bertanggung jawab terhadap kelangsungan proses terciptanya pementasan juga harus bertanggung jawab terhadap masyarakat atau penonton.

Fungsi Sutradara Teater

Fungsi sutradara dalam karya cipta teater adalah penggagas pertama dalam mewujudkan karya pertunjukan, penafsir pertama terhadap naskah yang akan digarap, serta koordinator dalam melaksanakan kerja kolektif.

Tugas pokok sutradara adalah mengatur laku para pemain teater untuk dapat mewujudkan gagasan gagasan sutradara agar dapat dikomunikasikan langsung kepada penonton.

3). Unsur Teater Pemain

Pemain adalah unsur teater yang memeragakan tokoh di atas panggung. Pemain teater mempunyai wewenang membuat refleksi dari naskah melalui dirinya.

Tugas Pemain Teater

Pemain teater memiliki tugas mentransformasikan naskah agar dapat menghidupkan tokoh yang ada pada naskah lakon menjadi sosok yang nyata. Oemain teater harus mampu menghidupkan bahasa kata atau tulis menjadi bahasa pentas atau lisan.

4). Unsur Teater Tata Artistik – Pentas Panggung

Pentas atau panggung merupakan tempat pelaksanaan pertunjukan teater. Panggung atau pentas ditata oleh seorang seniman penata pentas. Karya seni yang mewujudkan penataan pentas disebut tata pentas.

Pentas pada prinsipnya merupaka karya seni yang ikut menjelaskan gagasan- gagasan yang terdapat dalam ceritera dalam bentuk visual (dapat dilihat).

Unsur artistik meliputi tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata rias, tata suara, tata musik yang dapat membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan.

Tata Panggung Teater

Tata panggung adalah pengaturan pemandangan di panggung selama pementasan berlangsung.

Tujuan Tata Panggung Teater

Tujuan tata panggung adalah agar permainan dapat dilihat penonton dan dapat menghidupkan pemeranan dan suasana panggung.

Tata Cahaya – Lampu Teater

Tata cahaya atau lampu adalah pengaturan pencahayaan di daerah sekitar panggung yang fungsinya untuk menghidupkan permainan dan dan suasana lakon yang dibawakan, sehingga menimbulkan suasana istimewa.

Fungsi Tata Cahaya – Lampu Seni Teater

  • Penerangan: Menyinari semua objek di atas panggung
  • Dimensi: membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung.
  • Pemilihan: Tata cahaya lampu dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari.
  • Atmosfir: Menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton.

Tata Musik Teater

Tata musik adalah pengaturan musik yang mengiringi pementasan teater yang berguna untuk memberi penekanan pada suasana permainan dan mengiringi pergantian babak dan adegan.

Fungsi Tata Musik Teater

  • Sebagai tanda pengenal suatu acara atau musik identitas cara (soundtrack).
  • Menciptakan efek khayalan atau imajinasi dengan menghadirkan suara-suara aneh di luar kelaziman.
  • Sebagai peralihan antara dua adegan, sebagai fungsi perangkai atau pemisah adegan,
  • Sebagai tanda mulai dan menutup suatu adegan atau pertunjukan.

Tata Suara Teater

Tata suara adalah pengaturan keluaran suara yang dihasilkan dari berbagai macam sumber bunyi seperti; suara aktor, efek suasana, dan musik. Tata suara diperlukan untuk menghasilkan harmoni.

Fungsi Tata Suara Teater

  • Menyampaikan pesan tentang keadaan yang sebenarnya kepada pendengar atau penonton.
  • Menentukan tempat dan suasana terentu, keadaan tenang, tegang, gembira maupun sedih
  • Menentukan atau memberikan informasi waktu. Bunyi lonceng jam dinding, ayam berkokok, suara burung hantu, dan lain sebagainya.
  • Untuk menjelaskan datang dan perginya seorang pemain. Ketukan pintu, suara motor menjauh, dan suara langkah kaki, gebrakan meja, dan lain sebagainya.

Tata Busana Teater

Tata busana adalah seni pakaian dan segala perleng-kapan yang menyertai untuk menggambarkan tokoh.

Fungsi Tata Busana Teater

  • Mencitrakan keindahan penampilan
  • Membedakan satu pemain dengan pemain yang lain
  • Menggambarkan karakter tokoh
  • Memberikan efek gerak pemain
  • Memberikan efek dramatic

Tata Rias Teater

Tata rias dan tata busana adalah pengaturan rias dan busana yang dikenakan pemain. Gunanya untuk menonjolkan watak peran yang dimainkan, dan bentuk fisik pemain bisa terlihat jelas penonton.

Fungsi Tata Rias Seni Teater

  • Menyempurnakan penampilan wajah
  • Menggambarkan karakter tokoh
  • Memberi efek gerak pada ekspresi pemain
  • Menegaskan dan menghasilkan garis-garis wajah sesuai dengan tokoh
  • Menambah aspek dramatik.

Tata Rias Usia Seni Teater

Rias Usia merupakan riasan yang digunakan untuk merubah usia atau penampilan seseorang penari menjadi orang tua atau menjadi anak kecil.

Tata Rias Tokoh Seni Teater

Rias Tokoh merupakan riasan yang memberikan penjelasan pada tokoh yang diperankan. Misalnya memerankan tokoh Sinta Ramayana, atau Srikandi.

Tata Rias Watak Seni Teater

Rias Watak merupakan riasan yang digunakan sebagai penjelas watak yang diperankan pemainnya.

Misalnya peran antagonis contohnya tokoh bawang merah atau peran protagonis contohnya tokoh bawang putih.

5). Unsur Teater Properti – Perlengkapan Pentas

Properti adalah perlengkapan yang digunakan di atas panggung untuk membantu menjelaskan maksud yang terkandung dalam naskah.

Perlengkapan teater dapat berupa benda-benda yang dihadirkan di atas panggung, atau juga benda-benda yang dipegang oleh para aktris dan aktor untuk mendukung permainannya.

  • Stageprop

Properti yang diletakan di atas pentas untuk kebutuhan pementasan disebut stageprop atau perlengkapan panggung.

  • Handprop

Properti yang dipegang atau dibawa oleh actor dan aktris selama pementasan teater disebut handprop.

6). Unsur Teater Penonton

Penonton merupakan orang yang menyaksikan atau menonton karena ingin memperoleh kepuasan, kebutuhan, dan harapan terhadap karya seni teater.

Simbol Karya Seni Teater

Pada dasarnya pagelaran teater merupakan kegiatan seni yang mengungkap seperangkat symbol yang dikomunikasikan kepada penonton.

Simbol- simbol yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam teater meliputi symbol visual, symbol verbal, symbol audutif, symbol

1). Simbol Visual Seni Teater

Simbol visual adalah simbol yang nampak dalam penglihatan penonton. Simbol visual berwujud benda- benda, bentuk- bentuk, warna- warna dan barang-barang perkakas pendukung pementasan serta perilaku tubuh para pemain.

2). Simbol Verbal Seni Teater

Simbol verbal merupakan symbol yang berupa kata- kata yang diucapkan dalam dialog dan monolog para pemain, narator, maupun dalang. Kata- kata yang diungkap merupakan teks naskah yang diciptakan oleh pengarang.

3). Simbol Auditif Seni Teater

Simbol auditif adalah simbol yang ditimbulkan oleh bunyi bunyian yang dapat didengar oleh penonton. Bunyi- bunyi tercipta oleh para pemain untuk menghasilkan kesan tertentu, atau bunyi yang dihasilkan dan dibuat sengaja sebagai tataan musik ilustrasi. Pada dasarnya musik adalah symbol.

Fungsi Simbol Teater

Simbol-simbol yang digunakan dalam pertunjukan teater berfungsi untuk memperkuat komunikasi ide-ide yang akan disampaikan kepada penonton.

Nilai Estetis Seni Teater

Nilai estetis atau nilai keindahan dalam pergelaran teater merupakan akumulasi dari nilai-nilai yang digagas dan dikomunikasikan kepada penonton.

Adapun nilai nilai seni teater adalah:

1). Nilai Emosional Seni Teater,

Nilai emosional merupakan nilai yang didasarkan pada seberapa banyak penonton teater yang hanyut dalam suasana yang dibangun oleh struktur emosi.

Suasana pagelaran dapat sedih, gembira, tragis, menyayat hati, tegang, mencekam, dan sebagainya.

2). Nilai Intelektual Seni Teater,

Nilai intelektual merupakan nilai yang didasarkan seberapa besar penonton mendapatkan manfaat dari pertunjukkan. Nilai intelektual yang baik membuat Penonton akan mengalami pencerahan setelah menonton pertunjukan teater.

Pertunjukan tersebut banyak memberikan nilai-nilai informasi tentang kehidupan sosial, spiritual, moral, dan sebagainya.

3). Nilai Visual Seni Teater,

Nilai visual merupakan nilai yang menyebabkan oleh penonton teater kerap merasa takjub melihat peristiwa pentas dengan segala perkakasnya yang speaktakuler hasil tangan-tangan kreatif para pekerja teater.

4). Nilai Verbal Seni Teater,

Nilai verbal merupakan nilai yang mendorong banyak penon ton yang kagum pada ungkapan kata -kata dari para pemain dengan teknik dinamika yang luar biasa, artikulasi yang jelas, serta irama yang dinamis.

Jenis Jenis Teater

1). Teater Boneka

Boneka dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah kisah religius. Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda.

Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah.

Marionette, atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

2). Drama Musikal

Drama musical merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni menyanyi, menari, dan akting. Drama musikal mengedepankan unsur musik, nyanyi, dan gerak daripada dialog para pemainnya.

Disebut drama musikal karena memang latar belakangnya adalah karya musik yang bercerita. Karya musik bercerita kemudian dikombinasi dengan gerak tari, alunan lagu, dan tata pentas.

3). Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater yang unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah serta tubuh pemainnya.

Penggunaan dialog sangat dibatasi atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik.

4). Teater Dramatik

Dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasar pada dramatika lakon yang dipentaskan.

Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan dan situasi cerita serta latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin.

Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter manusia yang sudah jadi, artianya tidak ada proses perkembangan karakter tokoh secara. Teater dramatik mencoba menyajikan cerita seperti halnya kejadian nyata.

5). Teatrikalisasi Puisi

Teatrikalisasi Puisi merupaka Pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi yang biasanya hanya dibacakan dicoba untuk diperankan di atas pentas.

Teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya acting para pemain biasanya teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud.

Teatrikalisasi puisi menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan laku aksi dan tata artistik di atas pentas.

Jenis Jenis Panggung Teater

Beberapa jenis panggung yang sering dipakai untuk pentas teater diantaranya adalah panggung Arena, Proscenium,

Jenis Panggung Teater – Arena

Panggung arena adalah panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung. Penonton sangat dekat sekali dengan pemain.

Karena bentuknya yang dikelilingi oleh penonton, maka penata panggung dituntut kreativitasnya untuk mewujudkan set dekor.

Kedekatan jarak antara pemain dan penonton dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi langsung di tengah-tengah pementasan yang menjadi ciri khas teater tersebut. Aspek kedekatan inilah yang dieksplorasi untuk menimbulkan daya tarik penonton.

Jenis Panggung Teater  – Proscenium

Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung proscenium (proscenium arch).

Bingkai dipasangi layar atau gorden sebagai pemisah wilayah akting pemain dengan penonton, Aktor dapat bermain dengan leluasa seolah- olah tidak ada penonton yang hadir melihatnya.

Pemisahan ini dapat membantu efek artistik yang dinginkan terutama dalam gaya realisme yang menghendaki lakon seolah- olah benar -benar terjadi dalam kehidupan nyata.

Jenis Panggung Teater Thrust

Panggung thrust seperti panggung pro-cenium tetapi dua pertiga bagian depannya menjorok ke arah penonton. Pada bagian depan yang menjorok ini penonton dapat duduk di sisi kanan dan kiri panggung.

Bagian depan diperlakukan seolah panggung arena sehingga tidak ada bangunan tertutup vertikal yang dipasang. Sedangkan panggung belakang diperlakukan seolah panggung proscenium yang dapat menampilan kedalaman objek atau pemandangan secara perspektif.

Kritik Seni Teater

Krtik Seni teater terdiri dari dua model kritik, yakni kritik subjektif dan kritik objektif

  • 1). Kritik Subjektif Seni Teater

Kritik subjektif adalah kritik dari seorang kritikus dengan membuat ulasan berdasarkan pada selera pribadinya.

Ketika dia membuat pernyataan bahwa pergelaran teater itu jelek, alasannya bahwa dia tidak suka. Sesuatu yang bagus menurut dia adalah sesuatu yang dia sukai, bahkan membandingkan dengan karyanya.

Sebaliknya ketika dia mengatakan bahwa pergelaran teater itu bagus, karena memang dia suka garapan seperti itu atau mungkin ada hubungan personal dengan penggarap, karena penggarap itu temannya, saudaranya, atau keluarganya.

Pandangan yang subjektif selalu tidak dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena ketika dia mengatakan jelek, dia tidak mampu menunjukan di mana letak kelemahannya.

Begitu juga sebaliknya ketika mengatakan bagus terlanjur memiliki perasaan kagum sehingga tak mampu berkata-kata. Kritikus yang subjektif kadang-kadang punya kecenderungan berpihak pada seseorang, bukan pada karya yang ditontonnya.

Tidak heran jika kritikus semacam itu akan menutup diri di luar yang dia sukai. Dalam kehidupan zaman sekarang, kritikus semacam itu diperlukan untuk mempopulerkan atau menjatuhkan seseorang dengan cara menggencarkan publikasi di mass media untuk mempengaruhi opini masyarakat tentunya dengan imbalan.

  • 2). Kritik Objektif Seni Teater

Kritik objektif adalah kritik yang selalu mengulas karya seni tidak peduli itu karya siapa. Kritik objektif dapat disebut kritik konstruktif bertanggung  jawab. Oleh karena kritikannya dinyatakan menyatakan jelek, kritikus akan menunjukan di mana letaknya.

Begitu juga ketika dia menyatakan bagus, harus mampu menjelaskan kenapa bagus. Kritikus semacam ini sangat dirindukan oleh kalangan seniman terutama seniman muda yang baru mulai terjun.

Karya kritik yang objektif dapat dijadikan ajang pembelajaran guna kemajuan seniman muda selanjutnya. Dengan demikian kritik objektif dapat juga dikatakan kritik membangun. Artinya dia sangat bertanggung jawab atas kehidupan kekaryaan seni terutama teater di masa datang. Kritikus ini biasanya tidak dapat diintervensi oleh siapapun apalagi disogok, karena dia tidak bertanggung jawab pada siapun kecuali pada profesinya.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Rangkuman Ringkasan: Naskah drama dibuat oleh pengarang (sastrawan) sebagai karya sastra.
  11. Naskah atau teks lakon drama memuat pesan-pesan pengarang tentang pengalamannya untuk mendapat tanggapan dari pembacanya atau penggarapnya. Pesan-pesan itu berupa nilai-nilai yang terhimpun dalam ide-ide.
  12. Sementara tema lakon merupakan seperangkat ide-ide yang dikomunikasikan kepada publik.
  13. Konsep pemilihan pemain akan sangat berpengaruh pada nilai publikasi. Selain konsep pemilihan pemain, pemilihan lakon yang akan digelar juga berpengaruh pada perhatian calon penonton.
  14. Konsep penyutradaraan menentukan juga bahwa pergelaran yang akan dilaksanakan mendapat perhatian masyarakat penonton atau tidak.
  15. Penentuan tempat harus bersesuaian dengan konsep-konsep lainnya dan membuat masyarakat penonton mendapat kemudahan akses untuk menyaksikannya.
  16. Penggunaan properti secara lengkap dan mewah, atau secara sederhana namun efektif akan membuat takjub penonton yang menyaksikannya
  17. Nilai estetis atau nilai keindahan dalam pergelaran teater merupakan akumulasi dari nilai-nilai yang digagas dan dikomunikasikan kepada penonton.
  18. Kritik subjektif adalah cara orang (kritikus) membuat ulasan berdasarkan selera pribadinya. Kritik objektif adalah kritik yang mengulas karya seni tidak peduli itu karya siapa.
  19. Kritik objektif dapat disebut kritik konstruktif bertanggung jawab. Oleh karena kritikannya dinyatakan jelek, dia akan menunjukan di mana letaknya. Begitu juga ketika dia menyatakan bagus, akan mampu menjelaskan kenapa bagus.
  20. Kritikus semacam ini sangat dirindukan oleh kalangan seniman terutama seniman muda yang baru mulai terjun.
  21. Karya kritik yang objektif dapat dijadikan ajang pembelajaran guna kemajuan seniman muda selanjutnya. Dengan demikian kritik objektif dapat juga dikatakan kritik membangun. Artinya dia sangat bertanggung jawab atas kehidupan kekaryaan seni terutama teater di masa datang.
  22. Kritikus ini biasanya tidak dapat diintervensi oleh siapapun apalagi disogok, karena dia tidak bertanggung jawab pada siapun kecuali pada profesinya.

Interaksi Kota: Teori Konsentrik Teori Sektoral Teori Inti Ganda Teori Poros Teori Historis

Pengertian Kota: Pada zaman peradaban batu (Paleolitikum), istilah kota diartikan sebagai gua- gua atau lembah yang digunakan manusia purba sebagai tempat tinggal dan berlindung dari pengaruh cuaca dan gangguan atau ancaman binatang buas.


Kota secara universal merupakan sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.

Kota merupakan suatu wilayah sebagian besar arealnya  terdiri atas benda -benda hasil rekayasa dan budaya manusia, serta tempat pemusatan penduduk yang tinggi dengan sumber mata pencaharian di luar sektor pertanian.

Jadi, kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Pengertian Kota Menurut Grunfeld

Kota adalah suatu permukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih besar daripada kepadatan wilayah nasional, dengan struktur mata pencarian non-agraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi oleh gedung- gedung tinggi yang lokasinya sangat berdekatan.

Pengertian Kota Menurut Burkhad Hofmeister

Kota adalah suatu pemusatan keruangan tempat tinggal dan tempat kerja sama manusia yang sebagian besar sumber kehidupannya ada pada sektor sekunder (industri dan perdagangan) dan sektor tersier (jasa dan pelayanan masyarakat), dengan pembagian kerja yang khusus, pertumbuhan penduduknya sebagian besar disebabkan oleh tambahan kaum pendatang, serta mampu melayani kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang jauh letaknya.

Pengertian Kota Menurut Burkhard Hofmeister

Kota adalah suatu pemusatan keruangan dari tempat tinggal dan tempat kerja manusia. Kegiatan utamanya bergerak di sektor sekunder (industri dan perdagangan) dan tersier (jasa dan pelayanan masyarakat), pembagian kerja yang khusus, pertumbuhan penduduknya sebagian besar disebabkan tambahan kaum pendatang, serta mampu melayani kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang jauh letaknya.

Pengertian Kota Menurut Dickinson,

Kota adalah suatu pemukiman yang bangunan rumahnya rapat dan penduduknya bermata pencaharian tidak dari pertanian

Pengertian Kota Menurut Louis Wirth

Kota adalah permukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Pengertian Kota Menurut Arnold Toynbee

Kota merupakan permukiman dan juga merupakan suatu kekompleksan yang khusus dan tiap kota menunjukkan pribadinya masing-masing.

Pengertian Kota Menurut Ray Northam, R.,

Kota adalah suatu lokasi yang kepadatan penduduknya lebih tinggi dibandingkan dengan populasi, sebagian besar penduduk tidak bergantung pada sektor pertanian atau aktivitas ekonomi primer lainnya, dan sebagai pusat kebudayaan, administratif, dan ekonomi bagi wilayah di sekitarnya.

Pengertian Kota Menurut R. Bintarto,

Kota adalah sebuah bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alamiah dan non alami dengan gejala- gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya.

Pengertian Kota Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1980

Pertama, kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrative sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Kedua, kota adalan suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris, misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, dan berfungsi sebagai pusat pertumbuhan dan pemukiman.

Pengertian Kota Menurut UU No 22 tahun 1999

Kota adalah Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Ciri – Ciri Karakteristik Kota

Kota mempunyai ciri ciri fisik dan ciri ciri Sosial sperti berikut

1). Ciri – Ciri Fisik Kota

Ciri ciri fisik wilayah kota adalah:

a). Memiliki sarana Kawasan perekonomian seperti pasar atau supermarket .

b). Mempunyai sarana untuk tempat parkir yang memadai.

c).  Memiliki sarana untuk kegiatan rekreasi dan olahraga secara khusus.

d). Memiliki tempat berkumpul khusus seperti Alun-alun.

e). Mempunyai sejumlah Gedung-gedung pemerintahan.

2). Ciri-Ciri Sosial Kota

Ciri – ciri sosial di wilayah kota diantaranya adalah

a). Masyarakat kota merupakan peduduk yang heterogen.

b). Masyarakat kota cenderung bersifat individualistis dan materialistis.

c). Mata pencaharian penduduknya non-agraris.

d). Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar).

e). Adanya kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin.

f). Norma -norma agama cenderung lebih longgar.

g). Gaya hidup dan pandangan hidup lebih rasional atau realistis.

  1. h) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas.

Unsur – Unsur Wilayah Kota

Unsur unusr perkotaan diantaranya adalah unsur fisik, ekonomi, sosial, Unsur budaya

a). Unsur Unsur Fisik Kota

 Unsur unsur fisik yang dimiliki oleh kota adalah topagrafi, kesuburan tanah, dan iklim yang dapat memberikan ruang tempat msyarakat kota.

b). Unsur – Unsur Sosial KOta

Unsur unsur kota terdiri dari sesuatu yang dapat menimbulkan kesersian dan ketenangan hidup peduduk kota

c). Unsur – Unsur Ekonomi Kota

Perkotaan memiliki berbagai fasilitas ekonomi yaitu  fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat perkotaan.

d). Unsur – Unsur Budaya Kota

Merupakan seni dan budaya yang dapt memberikan motivasi dan girah hidup masyarakat perkotaan

Potensi – Potensi Kota

Adapun beberapa potensi yang melekat pada perkotaan diantaranya adalah

a). Potensi Ekonomi Kota:

Kota memiliki sarana perekonomian seperti pasar, bank, stasiun, dan Kawasan pertokoan yang menunjung system perekonomian kota.

b). Potensi Sosial Kota:

Perkotaan memiliki badan Lembaga Yayasan sosial organisasi pemuda dan lainny yang dapat mendorong kemajuan kota.

c). Potensi Politik Kota

Kota memiliki aparatur kota yang bertugas menjalankan kegiatan aparatur sipil maupun militer.

d). Potensi Budaya Kota

Kota memiliki bentuk budaya seperti bidang Pendidikan yang secara fisik terdapat Gedung sekolah, kampus, dan bidang kesenian dengan Gedung seninnta dan kegiatan lainnya yang dapat menghidupkan kota

Struktur Kegiatan Ekonomi Kota

Kota sebagai pusat kegiatan dinamakan inti kota atau pusat kota (core of city) yang merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, kegiatan politik, kegiatan pendidikan, kegiatan pemerintahan, kegiatan kebudayaan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Karena itu, daerah seperti ini dinamakan Pusat Daerah Kegiatan (PDK) atau Central Business Districts (CBD). PDK berkembang dari waktu ke waktu, sehingga meluas ke arah daerah di luarnya, daerah ini disebut Selaput Inti Kota (SIK).

Jenis Struktur Kegiatan Ekonomi Kota

Adapun jenis kegiatan ekonomi di kota pada dasarnya terdiri atas:

a). Kegiatan Ekonomi Dasar – Basic Activities Kota

Kegiatan ekonomi dasar (basic activities) merupakan kegiatan membuat dan menyalurkan barang dan jasa untuk keperluan luar kota atau ekspor. Barang dan jasa tersebut berasal dari industri, perdagangan, rekreasi, dan sebagainya.

b). Kegiatan Ekonomi Bukan Dasar Non Basic Activity Kota

Kegiatan ekonomi bukan dasar (non basic activities) merupakan kegiatan memproduksi dan mendistribusi barang dan jasa untuk keperluan penduduk kota sendiri.

Fungsi Kota Sebagai Pusat Kegiatan

Adapun fungsi-fungsi kota itu ialah sebagai berikut.

a). Kota berfungsi sebagai pusat produksi, baik barang setengah jadi maupun barang jadi. Contohnya Karawan.

b). Kota berfungsi sebagai pusat perdagangan, yakni melayani daerah sekitarnya. Contohnya: Rotterdam, Singapura, dan Hamburg.

c). Kota berfungsi sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota negara. Contohnya: Jakarta, London, Kairo.

d). Kota berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Contohnya: Mekah, Yerusalem, dan Vatikan.

e). Kota sebagai pusat pengobatan dan rekreasi. Contohnya: Lembang-Bandung, Monaco, Palm Beach, Florida, dan Puncak- Bogor

f). Kota yang berfungsi ganda. Merupakan kota yang memiliki lebih ari satu fungsi. Contohnya: Jakarta, Tokyo, dan Surabaya yang mencanangkan diri sebagai kota industri, perdagangan, maritim, dan pendidikan, di samping sebagai pusat pemerintahan.

Pola Keruangan Kota

Kota berkembang membentuk pola pola seperti berikut:

a). Pola Sentralisasi  Kota

Pola Sentralisasi merupakan pola dimana kota pola persebaran kegiatan kota yang cenderung mengelompok pada satu wilayah utama.

b). Pola Desentralisasi Kota

Pola desentralisasi Merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota.

c). Pola Nukleasi Kota

Pola nukleasi Merupakan pola persebaran kegiatan kota yang menyerupai pola sentralisasi, tetapi skala ukuran lebih kecil. Inti kegiatan perkotaan berada di daerah utama

d). Pola Segresi Kota

Pola segresi Merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Teori Struktur – Sistem Tata Ruang – Kota

Struktur ruang kota mengatur pemanfaatan ruang atau lahan untuk keperluan tertentu sehingga tidak terjadi pemanfaatan yang tumpang tindih.

Pola penggunaan lahan merupakan salah satu bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungan sebagai tempat hidupnya.

Secara umum struktur penggunaan lahan kota dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Konsentrik

Teori konsentrik dikembangkan oleh E.W. Burgess (1920). Teori konsentrik menjelaskan pola penggunaan lahan kota memperlihatkan zona- zona konsentrik (melingkar).

Pusat dari zona tersebut merupakan inti kota, tempat paling ramai sebagai pusat kegiatan ekonomi. Semakin ke tepi, zona kegiatan ekonomi semakin sedikit. Sebaliknya, wilayah permukiman semakin banyak.

Menurut teori Konsentrik ini, daerah perkotaan dibagi menjadi lima wilayah, yaitu sebagai berikut.

a). Pusat Daerah Kegiatan (PDK) sering juga disebut Central Business District (CBD), dicirikan dengan adanya pusat pertokoan, kantor pos, bank, bioskop, dan pasar.

b). Wilayah transisi, ditandai dengan industri manufaktur, pabrik, dan pola penggunaan lahan yang merupakan pola campuran.

c). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan rendah.

d). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan menengah.

e). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan tinggi.

Contoh Kota Pola Konsentrik

Contoh kota yang berpola konsentrik, antara lain London, Chicago, Kalkuta, Adelaide, dan sebagian besar kota-kota di Indonesia.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Sektoral

Teori ini dikemukakan oleh Homer Hoyt. Menurut teori ini, unit-unit kegiatan di perkotaan tidak mengikuti zona-zona teratur secara konsentris, tetapi membentuk sektor-sektor yang sifatnya lebih bebas.

Menurut teori sektoral Hoyt, sebuah kota tersusun dari 5 sektor berikut:

a). Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.

b). Sektor kawasan industri kecil dan perdagangan  Zone of wholesale light manufacturing.

c). Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.

d). Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.

e). Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.

Contoh Kota Struktur Pola Sektoral

Contoh kota-kota yang berstruktur sektoral antara lain California, Calgary, Alberta, dan Boston.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Inti Ganda

Teori inti Ganda dikemukakan oleh Harris dan Ullman, yaitu keadaan tata ruang kota dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut.

a). Inti Kota (Core of City), yaitu wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan, ekonomi, pemerintahan, dan kebudayaan.

b). Selaput Inti Kota, yaitu wilayah yang terletak di luar inti kota sebagai akibat dari tidak tertampungnya kegiatan dalam kota.

c). Kota Satelit, yaitu suatu daerah yang memilki sifat perkotaan dan pusat kegiatan industri.

d). Suburban, yaitu daerah sekitar kota yang berfungsi sebagai daerah permukiman.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Poros

Teori poros dikemukakan oleh Babcock (1932), yang menekankan pada peranan transportasi dalam memengaruhi struktur keruangan kota. Teori poros terdiri dari 4 zona berikut

Zona 1 merupakan daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business District (CBD).

Zona 2 merupakan zona peralihan

Zona 3 merupakan perumahan dengan pendapatan rendah atau kelas menengah ke bawah.

Zona 4 merupakan perumahan dengan pendapatan menengah.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Historis

Dalam teori historis, Alonso mendasarkan analisisnya pada kenyataan historis yang berkaitan dengan perubahan tempat tinggal penduduk di dalam kota.

Zona 1 merupakan daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business District (CBD).

Zona 2 merupakan daerah peralihan (zone of transition).

Zona 3 merupakan daerah kelas rendah (zone of low status).

Zona 4 merupakan daerah kelas menengah (zone of middle status).

Zona 5 merupakann daerah kelas tinggi (zone of high status).

Teori Interaksi Wilayah – Desa – Kota

Interaksi merupakan  hubungan timbal balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, ketampakan, ataupun permasalahan baru.

Teori Interaksi Gravitasi

Teori gravitasi dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1687) dalam hukum fisika. Teori gravitasi berkaitan dengan hukum gaya tarik menarik antara dua buah benda. Kekuatan tarik-menarik besarnya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

Hukum Newton diterapkan oleh W.J. Reilly (1929) untuk menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah dengan memperhitungkan jumlah penduduk tiap-tiap wilayah dan jarak antarkedua wilayah tersebut.

Rumus Kekuatan Interaksi Wilayah W.J. Reilly

Kekuatan interaksi antara dua wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

IAB = k (PA x PB)/(dAB)2

Keterangan:

IA.B = kekuatan interaksi antara region A dan region B

k = nilai konstanta empiris, biasanya 1

PA = jumlah penduduk region A

PB = jumlah penduduk region B

JA.B = jarak mutlak yang menghubungkan region A dan B

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Wilayah (Desa – Kota)

Jumlah penduduk kota A 500 ribu jiwa. Jumlah penduduk kota B 100 ribu jiwa. Jarak kedua daerah 100 km. Berapakah kekuatan interaksinya?

Diketahui

k = 1

PA = 500.000 jiwa

PB = 100,000 jiwa

JA.B = 100 km

Menghitung Kekuatan Interaksi Antar Kota

Kekuatan interaksi antar kota A dan B dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

IAB = k (PA x PB)/(dAB)2

IAB = 1 (500.000 x 100.000)/(100)2

IAB = 5.000.000

Jadi, kekeuatan interaksi antar kota A dan B adalah 5.000.000

Syarat Penerapan Rumus Interaksi W.J. Reilly

Rumus Reilly dapat diterapkan jika:

– kondisi penduduk/tingkat ekonomi tiap-tiap wilayah relatif sama,

– kondisi alam/relief kedua wilayah relief sama,

– keadaan sarana dan prasarana transportasi kedua wilayah relatif sama

Teori Interaksi Carrothers

Menurut teori ini, kekuatan hubungan ekonomis antara dua tempat, berbanding lurus dengan besarnya penduduk dan berbanding terbalik dengan jarak antaranya.

Jadi, makin banyak jumlah penduduk di dua tempat, makin besarlah interaksi ekonominya, tetapi makin jauh jarak antaranya makin kecillah interaksinya.

Rumus Interaksi Carrothers

IAB = (PA x PB)/(JAB)

PA = jumlah penduduk region A

PB = jumlah penduduk region B

JA.B = jarak mutlak yang menghubungkan region A dan B

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah

Tiga buah kota yaitu kota A berpenduduk 25.000 jiwa, Kota B (10.000 jiwa), dan C (50.000 jiwa). Posisi kota B jaraknya 25 km dari kota A dan 50 km dari C.

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah Carrothers
Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah Carrothers

Tentukan kekuatan inieraksi antara kota A-B dan antara kota B-C, mana yang lebih besar?

PA = 25.000 jiwa

PB = 10.000 jiwa

PC = 50.000 jiwa

JA.B = 25 km

JB.C = 50 km

Menentukan Kekuatan Interaksi Antar Daerah

Kekuatan interaksi ekonomi antara kota A-B

IAB = (PA x PB)/(JAB)

IAB = (25.000 x 10.000)/(25)

IAB = 10.000.000

Kekuatan interaksi ekonomi antara kota B-C

IBC = (PB x PC)/(JBC)

IBC = (10.000 x 50.000)/(50)

IBC = 10.000.000

Teori Interaksi – Teori Grafik – K.J. Kansky

Menurut Kansky, kekuatan interaksi ditentukan dengan Indeks Konektivitas. Semakin tinggi nilai indeks, semakin banyak jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota atau wilayah yang sedang dikaji.

Semakin tinggi indeks konektivitas suatu wilayah, maka semakin tinggi potensi interaksi antarkota di wilayah tersebut.

Rumus Indeks Konektivitas – Interaksi Teori Grafik

Besarnya indeks konektivitas yang dikemukakan oleh K.J Kansky dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

β = e/v

Keterangan:

β = indeks konektivitas

e = jumlah jaringan jalan

v = jumlah kota

Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,

Tentukanlah indeks konektivitas suatu wilayah yang terdiri dari beberapa 6 kota yang melakukan pembangunan sarana transportasi dari kondisi 1 menjadi kondisi 2 seperti ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,
Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,

Diketahui

Konidisi 1

e = 8 jaringan jalan (1 s/d 8)

v = 6 kota ( A s/d F)

β = e/v

β = 8/6

β = 1,33

Konidisi 2

e = 10 jaringan jalan (1 s/d 10)

v = 6 kota ( A s/d F)

β = e/v

β = 10/6

β = 1,67

Indeks konektivitas meningkat setelah pembangunan sarana transportasi dilakukan.

Teori Interaksi – Titik Henti – Breaking Point Theory

Teori titik henti dimanfaatkan untuk memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukurannya.

Dengan teori ini, dapat diperkirakan penempatan lokasi industri atau pelayanan-pelayanan sosial antara dua wilayah sehingga dapat dijangkau oleh penduduk kedua daerah tersebut.

Rumus Teori Interaksi Titik Henti

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PB/PK)] atau

\mathrm{D_{AB}=\frac{d_{AB}}{1+\sqrt{\frac{P_{B}}{P_{K}}}}}

Keterangan:

DAB= jarak lokasi titik henti

dAB= jarak antara kota A dan B

PB = jumlah penduduk kota yang lebih besar

PK = jumlah penduduk kota yang lebih kecil

Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Antara Wilayah Daerah Kota,

Ada tiga kota P, Q, R, penduduk P sebesar 60.000 orang, penduduk Q sebesar 20.000 orang, penduduk R sebesar 40.000 orang. Jarak P – Q adalah 100 km, jarak Q – R adalah 50 km. Tentukan lokasi titik henti antara P dan Q serta Q dan R!

Diketahui:

dPQ = 100 km

dQR = 50 km

PP = 60.000

PQ = 20.000

PR = 40.000

Lokasi Titik Henti Antara P – Q

DPQ = (dPQ)/[(1 + Ö(PP/PQ)] atau

DPQ = (100)/[(1 + Ö(60.000/20.000)]

DPQ = 36,63 km

Jadi jarak titik henti antara P dan Q adalah 36,63 km diukur dari kota Q (yang penduduknya lebih kecil).

Lokasi Titik Henti Antara Q – R

DQR = (dQR)/[(1 + Ö(PR/PQ)] atau

DQR = (50)/[(1 + Ö(40.000/20.000)]

DQR = 20,75 km

Jadi, lokasi titik henti antara Q dan R adalah 20,75 km diukur dari kota Q (yang penduduknya lebih kecil).

Zona Interaksi Desa dan Kota

Wilayah – zona interaksi desa – kota adalah sebagai berikut.

a). Zona – City

City adalah sebagai pusat kota.

b). Zona – Suburban

Suburban (subdaerah perkotaan) adalah suatu wilayah yang lokasinya dekat dengan pusat kota, dan merupakan tempat tinggal para penglaju. Penglaju adalah penduduk yang melakukan mobilitas harian (tanpa menginap) di kota.

c). Zona – Suburban Fringe

Suburban fringe (jalur tepi subdaerah perkotaan) merupakan suatu wilayah yang melingkari suburban dan merupakan peralihan antara desa dan kota.

d). Zona – Urban Fringe

Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar) merupakan suatu wilayah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota kecuali pusat kota.

e). Zona – Rural Urban Fringe

Rural urban fringe (jalur batas desa – kota) adalah suatu wilayah yang terletak antara desa dan kota yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan nonpertanian.

f). Zona – Rural

Rural merupakan daerah pedesaan.

1). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Jarak Mendirikan Usaha Pabrik

Jumlah penduduk kota X = 8 juta jiwa dan jumlah penduduk kota Y = 2 juta jiwa, sedangkan jarak antar ke kota tersebut 60 km, maka seorang pengusaha akan membangun pabrikya sejauh …

a). 40 km dari Y

b). 40 km dari X

c). 20 km dari Y

d). 20 km dari X

e). 10 km dari Y

Diketahui

dXY = 60 k

PX = 8 juta jiwa

PY = 2 juta jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pabrik Dari Wilayah Kota

DXY = (dXY)/[(1 + Ö(PX/PY)] atau

DXY = (60)/[(1 + Ö(8 juta/2juta)]

DXY = 20 km dari kota Y (jumlah penduduk lebih sedikit)

2). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Membangun Sekolah

Jumlah penduduk di Kota A berjumlah 1,8 juta jiwa, penduduk Kota B berjumlah 200 ribu jiwa. Jarak Kota A ke Kota B 40 km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi yang paling baik berdasarkan titik henti adalah … .

a). 4 km dari Kota A

b). 10 km dari Kota B

c). 10 km dari Kota A

d). 16 km dari Kota A

e). 18 km dari Kota B

Diketahui

dAB = 40 k

PA = 1,8 juta jiwa

PB = 200 ribu = 0,2 juta jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pembangunan Sekolah Dari Wilayah Kota

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PA/PB)] atau

DAB = (40)/[(1 + Ö(1,8juta/0,2juta)]

DAB = 10 km dari kota B (jumlah penduduk lebih sedikit)

3). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Menentukan Pusat Perbelanjaan

Penduduk kota A = 1juta jiwa, kota B = 40 ribu jiwa. Jarak kota A ke kota B = 30 Km. Jika antar kota A dan kota B akan didirikan pusat perbelanjaan, maka lokasi ideal ada pada jarak…

a). 3 Km dari kota A

b). 3 Km dari kota B

c). 3 Km dari kota B

d). 2,5 Km dari kota A

e). 5 Km dari kota B

Diketahui

dAB = 30 k

PA = 1 juta jiwa

PB = 40 ribu jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pusat Perbelanjaan Dari Wilayah Kota

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PA/PB)] atau

DAB = (30)/[(1 + Ö(1juta/40ribu)]

DAB = 5 km dari kota B (jumlah penduduk lebih sedikit)

4). Contoh Soal Ujian Perhitungan Titik Henti Menentukan Letak Rumah Sakit

Penduduk kota A = 2,5 juta jiwa, kota B = 100 ribu Jiwa. Sedangkan jarak kota A ke kota B = 60 km. Jika antara kota A dan Kota B didirikan rumah sakit, maka lokasi ideal yang tepat adalah … .

a). 10 km dari A

b). 10 km dari B

c). 20 km dari B

d). 25 km dari B

e). 40 km dari B

Jawab B

5).  Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Membangun Sekolah

Penduduk kota A berjumlah 2,7 juta jiwa, kota B = 300 ribu jiwa. Jarak kota A ke kota B adalah 20 Km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi ideal yang baik berdasarkan teori titik henti adalah…

a). 4 Km dari kota A

b). 5 Km dari kota B

c). 10 Km dari kota A

d). 16 Km dari kota A

e). 18 Km dari kota B

Jawab B

Contoh Soal Ujian Teori Pola Lahan Konsentrik

1). Pada teori konsentris terdapat Central Bussines District, yaitu ….

a). merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik kota, sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

b). daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman, terdapat pemukiman kumuh dan kriminalitas tinggi

c). zona yang banyak ditempati oleh pekerja yang bekerja di pusat kegiatan maupun pada zona dua dan pemukiman lebih baik

d). zona yang dihuni oleh penduduk yang status ekonominya menengah ke atas, dengan kondisi ekonomi pada zona ini lebih stabil bila dibandng dengan zona lainnya.

e). daerah ini merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab A

Daerah pusat kegiatan (central business district) merupakan pusat kehidupan soaial, ekonomi, budaya, dan politik sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Jaringan transportasi semuanya memusat ke zona ini, sehingga zona ini memiliki aksesibilitas yang tinggi

2). Pada teori sektor terdapat Zone of wholesale light manufacturing, yaitu ….

a). merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik kota, sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

b). daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman, terdapat pemukiman kumuh dan kriminalitas tinggi

c). terdiri atas industri kecil dan perdagangan

d). zona yang dihuni oleh penduduk yang status ekonominya menengah ke atas, dengan kondisi ekonomi pada zona ini lebih stabil bila dibandng dengan zona lainnya.

e). daerah ini merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab C

Zone of wholesale light manufacturing terdiri atas industri kecil dan perdagangan

3). Pada pola keruangan kota terdapat pola segresi, yaitu ….

a). merupakan pola dimana kota pola persebaran kegiatan kota yang cenderung mengelompok pada satu wilayah utama.

b). merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota

c). merupakan pola persebaran kegiatan kota yang menyerupai pola sentralisasi, tetapi skala ukuran lebih kecil

d). merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dsb

e). merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan Sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab D

Pola Segresi merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dsb

4). Kegiatan ekonomi yang menggunakan lahan perkotaan antara lain, kecuali ….

a). perumahan

b). industri

c). pendidikan

d). kesehatan

e). pertanian

Jawan E

Kegiatan ekonomi yang menggunakan lahan perkotaan antara lain, a. Perumahan b. Industri c. Pendidikan d. Kesehatan

5). Pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti adalah …

a). sentralisasi

b). desentralisasi

c). nukleasi

d). segresi

e). agresi

Jawab B

Pola desentralisasi merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota

Daftar Pustaka:

Pengertian Desa: Unsur Fungsi Ciri Potensi Non Fisik Struktur Pola Swadaya Swakarsa Swasembada

Pengertian Desa: Kata desa berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu deshi yang artinya ‘tanah tempat kelahiran’ atau ‘tanah tumpah darah’. Desa menjadi suatu istilah yang merujuk pada suatu wilayah hukum di daerah Jawa pada umumnya.


Istilah desa di berbagai daerah berbeda-beda misalnya di Jawa Tengah, desa dinamakan dusun. Di daerah Sunda disebut kampung, sedangkan di Padang dinamakan nagari. Di daerah Aceh dinamakan gampong, masyarakat Batak di Sumatra Utara menyebutnya huta dan di Sulawesi Utara masyarakat menyebutnya wanus.

Pengertian Desa dalam UU No. 32 Tahun 2004 termasuk diantaranya adalah Nagari di Sumatra Barat, Gampong di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Lembang di Sulawesi Selatan, Kampung di Kalimantan Selatan dan Papua, Negeri di Maluku.

Pengertian Desa Menurut Para Ahli

Pengertian Desa Menurut Sutardjo Kartohadikusumo (1953),

Secara administratif desa adalah suatu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Pengertian Desa Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1979,

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat yang di dalamnya merupakan kesatuan hukum yang memiliki organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat, dan berhak menyeleng garakan rumah tangganya sendiri (otonomi) dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia.

Pengertian Desa Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten.

Kawasan perdesaan adalah kawasan yang memiliki kegiatan utama pertanian, pengelolaan sumber daya alam, Kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Pengertian Desa Menurut R. Bintarto

Desa merupakan bentuk atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang tinggal di suatu daerah yang memiliki hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.

Pengertian Desa Menurut Paul H. Landis

Desa adalah suatu wilayah yang memiliki penduduk kurang dari 2.500 jiwa, dan memiliki ciri-ciri saling nengenal satu sama lain (kekeluargaan), ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, serta mata pencahariannya bersifat agraris dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, seperti iklim, keadaan alam, dan kekayaan alam.

Pengertian Desa Menurut William Ogburn dan M.F. Nimkoff

Desa merupakan keseluruhan organisasi yang berkehidupan sosial dan tinggal di dalam daerah yang terbatas

Pengertian Desa Menurut S.D. Misra

Desa adalah Kawasan yang menjadi tempat tinggal dan Kawasan yang menjadi daerah pertanian dengan batas- batas tertentu yang luasnya antara 50 sampai 1.000 are.

Pengertian Desa Menurut Daldjoeni (2003),

Desa merupakan permukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya bekerja dan memiliki berpengasilan sebagai agraris

Unsur – Unsur Desa

Unsur unsur desa merupakan satu kesatuan hidup atau living unit yang berpengaruh terhadap kemajuan desa yang didukung oleh faktor usaha manusia atau human efforts dan tata geografi atau geographical setting.

Adapun unsur-unsur desa adalah unsur daerah, unsur penduduk dan unsur tata kehidupan

a). Unsur Daerah Desa

Daerah merupakan daerah yang terdiri atas tanah- tanah produktif dan non produktif serta penggunaannya, lokasi, luas wilayah, bentuk lahan, kondisi tata air dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat.

b). Unsur Penduduk Desa

Penduduk dengan sifat demografis masyarakatnya, seperti jumlah penduduk, tingkat ke lahiran, kematian, persebaran dan kepadatan, rasio jenis kelamin, komposisi penduduk, serta kualitas penduduknya.

c). Unsur Tata Kehidupan Desa

Tata pergaulan berkaitan dengan selukbeluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Tata kehidupan merupakan kebiasaan perilaku atau adat istiadat yang meliputi pola tata pergaulan, norma, budaya dan ikatan- ikatan pergaulan penduduk desa.

Ciri Ciri Khas Desa

Suatu daerah dikatakan sebagai desa, karena mempunyai beberapa ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan pada pengertian Dirjen Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes),

Ciri-ciri desa diantaranya adalah  sebagai berikut:

a). Perbandingan antara lahan dengan penduduknya atau mand land ratio- nya  cukup besar

b). Lapangan kerja penduduknya lebih banyak pada sektor pertanian atau agraris

c). Hubungan antara penduduknya masih sangat erat

d). Sifat-sifat masyarakatnya masih sangat memegang teguh tradisi atau adat yang berlaku.

  1. e) Pada umumnya sebagian masyarakat masih memegang normanorma agama yang cukup kuat.

f). Sifat gotong royong masih cukup tampak dalam kehidupan sehari-hari penduduk desa.

Fungsi Desa

Desa memiliki berkontribusi terhadap perkembangan daerah sekitarnya. Adapun fungsi desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Desa berfungsi sebagai daerah pendukung (hinterland) atau daerah penyuplai bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging hewan.

b). Desa berfungsi sebagai penyumbang bahan mentah (raw material) sumber alam mineral, hasil hutan, perkebunan dan tenaga kerja (man power) yang memiliki nilai ekonomi.

c). Besa dapat berfungsi sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa nelayan sebagai daerah untuk kegiatan kerja (occupation).

Pengertian Potensi Desa

Potensi adalah segala sesuatu yang dimiliki tetapi belum dimanfaatkan. Selama belum dimanfaatkan maka potensi suatu wilayah tidak akan memberi manfaat apapun bagi masyarakat.

Potensi Fisik Non Fisik Desa

Potensi fisik yang dimikili sebuah desa merupakan sumber daya alam dan potensi non fisiknya berupa sumber daya manusia

Potensi fisik dan potensi nonfisik diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan dan perkembangan desa.

Potensi Fisik Desa

Potensi- potensi fisik yang dimiliki perdesaan adalah lahan tanah air iklim fauna flora

a). Potensi Fisik Lahan -Tanah Desa

Lahan – Tanah memiliki potensi sebagai sumber tambang dan mineral, lahan untuk tumbuhnya tanaman pembangunan infrastruktur rumah jalan dsb.

b). Potensi Fisik Air Desa

Air memberikan potensi sebagai sumber air dapat digunakan untuk energi, sumber air minum, irigasi, pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari.

c). Potensi Fisik Iklim Desa

Iklim memiliki potensi memberian peran penting bagi desa yang bersifat agraris. Iklim dipengaruhi oleh ketinggian tempat.

Desa dengan ketinggian tertentu memiliki potensi untuk maju karena kecocokan iklimnya bagi pengembangan tanaman dan pemanfaatan tertentu. Seperti perkebunan buah, tempat rekreasi, dan tempat peristirahatan.

d). Potensi Flora dan Fauna Desa

Potensi flora dan fauna desa dapat dikembangkan untuk usaha di bidang pertanian. Beragam tanaman pangan dan hewan ternak banyak dihasilkan dari perdesaan. Hal itu merupakan potensi untuk pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perdesaan maupun di perkotaan

e). Potensi Fisik Manusia

Manusia merupakan potensi sumber tenaga kerja (potential man power), baik pengolah tanah, dan produsen dalam bidang pertanian, maupun tenaga kerja industri di kota.

Potensi Non Fisik Desa

Potensi-potensi non fisik yang dimiliki perdesaan adalah diantarnya adalah.

a). Potensi nonfisik masyarakat desa timbul karean hidupnya dilandasi gotong-royong. Gotong- royong menjadi potensi kekuatan untuk produksi atau kekuatan membangun berdasarkan kerja sama yang saling pengertian dan menguntungkan.

b). Lembaga- lembaga sosial seperti Lembaga pendidikan dan organisasi sosial memiliki potensi yang dapat memberikan bantuan sosial dan bimbingan terhadap masyarakat.

c). Aparatur atau pamong desa memiliki potensi untuk menjaga ketertiban dan keamanan demi kelancaran jalannya pemerintahan desa.

Potensi Ekonimi Desa

Berdasarkan potensi terhadap ekonominya, perdesaan dapat dikelompokkan menjadi tiga.

a). Desa Potensi Ekonomi Tinggi,

Desa potensi tinggi adalah desa dengan lahan pertanian yang subur di daerah topografi datar atau agak miring. Desa sudah memiliki fasilitas teknis irigasi yang sangat memadai sehingga memiliki potensi cukup besar untuk maju dan berkembang lebih lanjut.

b). Desa Potensi Ekonomi Sedang

Desa berpotensi sedang adalah desa dengan lahan pertanian relatif subur dan topografinya tidak rata. Fasilitas teknis irigasi yang kurang memadai. Kondisi ini menyebabkan potensi desa kurang dapat berkembang dengan cepat.

c). Desa Potensi Ekonomi Rendah

Desa berpotensi rendah adalah desa dengan lahan pertanian yang tidak subur dan topografinya berbukit. Sumber air sulit diperoleh. Pertanian bergantung pada curah hujan. Kondisi ini menyebabkan potensi desa menjadi rendah sehingga kesulitan untuk maju dan berkembang.

Faktor Menentukan Kemajuan Desa

Faktor-faktor yang menentukan kemajuan desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Potensi Desa

Potensi desa mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk desa dan pamong (aparatur) desa merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan kemajuan desa.

b). Interaksi Dengan Daerah Lain

Interaksi dapat terjadi antara desa dengan desa, serta desa dengan kota. Perkembangan komunikasi dan transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain sehingga desa semakin maju.

c). Lokasi Desa

Lokasi desa berkaitan dengan letak desa terhadap daerah di sekitarnya. Desa akan lebih berkembang apabila lokasinya berdekatan dengan daerah yang lebih maju.

Klasifikasi Desa

Berdasarkan pada tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi- potensi yang dimilikinya, maka desa dapat diklasifikasikan menjadi desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada

a). Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa terbelakang yang sebagian besar masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhannya dengan cara mandiri. Desa swadaya dicirikan dengan kehidupan penduduknya yang masih memiliki ikatan yang kuat terhadap adat istiadat.

Penduduknya sebagian besar  berpendidikan rendah dan mata pencahariannya sebagai petani yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri

Umumnya desa terpencil di pegunungan atau perbukitan dan masyarakatnya kurang berinteraksi dengan masyarakat sekitar atau bahkan tidak sama sekali. Proses kemajuan desanya menjadi sangat lambat.

Ciri Ciri Desa Swadaya

Ciri-ciri pokok desa swadaya antara lain:

–  Lokasinya terpencil;

–  Penduduknya jarang;

–  Produktivitas tanah rendah;

–  Daerah berupa bukit atau bergunung-gunung;

–  Sebagian besar penduduk hidup bertani;

–  Tingkat pendidikan masyarakat rendah;

–  Masih terikat oleh kebiasaan kebudayaan adat;

–  Kegiatan ekonomi masyarakat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri;

–  Memiliki lembaga-lembaga yang sangat sederhana.

b). Desa Swakarya

Desa swakarya adalah desa sedang berkembang yang keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya.

Pada desa ini pennduduknya dalam masa transisi dan adanya pengaruh dari luar desa. Mata pencaharian penduduknya mulai bervariasi dan roda pemerintah sudah mulai berkembang baik.

Warga desa sudah menjual hasil produksi ke daerah lain, di samping untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Warga sudah melakukan interaksi dengan lingkungan seputar, walaupun intensitasnya belum terlalu sering.

Ciri – Ciri Desa Swakarya

Ciri-ciri desa swakarya diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak mengikat penuh sehingga memungkinkan penduduk untuk mencoba cara-cara baru dalam mengatasi kesulitan.
  • Sudah mulai mempergunakan alat-alat dan teknologi.
  • Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walaupun letaknya masih jauh dari pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.
  • Telah memiliki tingkat perekonomian, sarana pendidikan, jalur lalu lintas, dan prasarana lain yang agak maju.

c). Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa yang sudah maju sudah memiliki kemampuan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. Kemajuan ditunjukkan dengan adanya interaksi dengan masyarakat luar.

Penduduk desa memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam di bidang perdagangan dan jasa, serta memiliki tingkat Pendidikan yang tinggi sehingga pola pikirnya lebih maju.

Penduduk melakukan interaksi untuk tukar- menukar barang dengan wilayah lain sebagai fungsi perdaganagan. Warga desa memiliki kemampuan untuk saling mempengaruhi dengan penduduk di wilayah lain.

Hasil interaksi ditunjukkan masyarakat dengan menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumber dayanya sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik.

Ciri – Ciri Desa Swasembada

Ciri-ciri pokok desa swasembada adalah sebagai berikut.

  • Banyak berlokasi di ibu kota kecamatan, sekitar ibu kota kabupaten, atau di sekitar ibu kota provinsi yang tidak termasuk wilayah kelurahan.
  • Memiliki tingkat perekonomian yang lebih maju, administrasi pemerintahan desa teratur, lembaga-lembaga desa telah berfungsi, dan pemerintahan desa berjalan lancar.
  • Memiliki fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Misalnya, jalur transportasi, teknik produksi, pemasaran hasil produksi, prasarana pengairan, sarana pendidikan, kesehatan, dan penerangan.
  • Memiliki ikatan adat dan kebiasaan adat yang kurang berpengaruh lagi pada kehidupan masyarakat.
  • Memiliki lembaga sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang sudah dapat menjaga kelangsungan hidupnya.
  • Memiliki alat-alat teknis yang digunakan penduduk untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sudah lebih modern
  • Memiliki jumlah penduduk yang padat dengan mata pencarian yang bermacam macam.

Struktur- Pola – Bentuk – Pemukiman Desa

Secara garis besar, pola persebaran dan pemukiman desa dapat dibedakan menjadi pola linear, pola menyusur, dan pola konsentris (memusat).

a). Bentuk – Pola  Pemukiman Desa Linear

Pola desa linear dapat dijumpai pada daerah dataran, terutama dataran rendah yang dilintasi oleh aliran sungai atau wilayah yang dilintasi jalan raya.

Rumah- rumah penduduk umumnya berderet, memanjang linear mengikuti jalur sungai atau jalan raya. Pola tata guna lahan seperti ini bertujuan untuk memudahkan transportasi penduduk, barang dan jasa.

b). Bentuk – Pola Pemukiman Desa Menyusur – Memanjang

Pola desa menyusur dapat dijumpai di daerah- daerah pantai. Persebaran atau perluasan desa biasanya memanjang mengikuti arah garis pantai.

Desa berpola sepanjang pantai merupakan desa nelayan yang mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di laut.

c). Bentuk – Pola Pemukiman Desa TerpusatKonsentris

Bentuk pola desa semacam ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan. Wilayah pegunungan biasanya dihuni oleh penduduk yang berasal dari keturunan yang sama sehingga antara sesama warga masih merupakan saudara atau kerabat.

Kebanyakan pola lokasi desa adalah berbentuk konsentris, dengan kantor kepala desa sebagai pusatnya. Di sekitarnya adalah tempat tinggal penduduk,

Pola terpusat umumnya memiliki fasilitas- fasilitas umum yang dibutuhkan penduduk setempat, seperti mata air, danau, ataupun fasilitas fasilitas lainnya.

d). Bentuk – Pola – Pemukiman Desa  Terpencar

Pola desa terpencar-pencar, biasanya dikarenakan keadaan alam yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan mencari tempat yang dekat dengan air, tanah yang subur, kaya mineral, iklim yang cocok, dan daerah yang aman.

Pola persebaran desa tersebar umumnya terdapat di daerah yang homogen dengan kesuburan yang tidak merata, seperti di pegunungan kapur (karst). Desa satu dengan yang lain dihubungkan oleh jalan setapak.

Bentuk perdesaan yang terpencar cenderung menyendiri (disseminated rural settelment). Biasanya perdesaan seperti ini hanya merupakan farm stead, yaitu sebuah rumah petani yang terpencil, tetapi lengkap dengan gudang alat mesin, penggilingan gandum, lumbung, kendang ternak, dan rumah petani.

e). Bentuk – Pola Pemukiman Desa Mengelilingi Fasilitas Tertentu.

Bentuk atau pola  umumnya banyak dijumpai di wilayah dataran rendah dan memiliki fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat, seperti mata air, danau, waduk, dan fasilitas- fasilitas lainnya.

Klasifikasi Desa Berdasarkan Lingkup Alamnya

Berdasarkan lingkup bentang alamnya, wilayah desa di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu sebagai berikut.

a). Desa pantai

Desa pantai adalah desa yang terletak di daerah pantai. Walaupun kehidupannya tidak selalu sama, baik dalam pola pengaturan lahannya maupun dalam corak kehidupan penduduknya. Tergantung kepada kondisi wilayahnya.

Pola pengaturan lahan atau juga corak kehidupan penduduk di pantai yang landai akan berbeda dengan pantai yang di perbukitan.

b). Desa Dataran Rendah

Desa  di dataran rendah bervariasi sesuai dengan sejarah dan perkembangannya masing- masing. Desa dataran rendah memiliki keleluasaan dalam mengatur pola lahan atau teritorialnya dibandingkan dengan desa- desa di pantai atau di pegunungan.

c). Desa Pegunungan

Desa pegunungan sangat bergantung pada keadaan alamnya. Rumah- rumah penduduk desa pegunungan sering terlihat bersaf-saf secara hierarkis, yaitu di celah-celah perbukitan, di lembah-lembah pegunungan, atau di kanan- kiri sungai.

d). Desa Pedalaman

Desa pedalaman adalah desa yang berada jauh dari kota dan terisolir. Desa desa pedalaman masih banyak dijumpai di pulau Papua dan Kalimantan.

e). Desa Sekitar Kota

Desa di sekitar perkotaan merupakan desa yang sudah termasuk wilayah perkotaan, dan bila telah memenuhi syarat -syarat tertentu bisa pula disebut kota.

Tujuan Pembangunan Desa

Adapun tujuan pembangunan desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Menghargai kesamaan kedudukan warga desa dengan penduduk kota. Artinya, tidak ada perbedaan status antara penduduk desa dengan penduduk kota.

b). Mendorong  peningkatan kehidupan penduduk desa yang sejahtera atas dasar keadilan dan rasional.

c). Mendorong meningkatkan kreativitas penduduk desa dalam menghadapi masalah dan kesulitan hidup.

Faktor Penghambat Pembangunan Desa

Faktor-faktor yang dapat menghambat pembangunan desa diantaranya adalah  sebagai berikut.

a). Penyebaran penduduk di Indonesia belum merata (65% bermukim di Pulau Jawa yang luasnya ± 7% dari luas seluruh Indonesia). Hal ini mengakibatkan daerah yang padat penduduknya kurang memiliki tanah garapan.

b). Adanya perbedaan kultur atau adat kebiasaan dan perbedaan tingkat sosial ekonomi di setiap desa.

c). Kebanyakan penduduk desa adalah petani dan buruh tani. Apabila laju perkembangan penduduknya tinggi dan lapangan kerja di desa semakin sempit akan mengakibatkan terjadinya urbanisasi.

d). Struktur desa bersifat dualistis, yaitu sebagian sudah mengalami pengaruh kehidupan kota dan sebagian lagi masih tradisional.

  1. e) . Tingkat kehidupan masyarakat desa masih sangat rendah.

Daftar Pustaka

Rumus Perhitungan Angka Kelahiran-Kematian-Proyeksi Penduduk Eksponensial-Geometris-Migrasi Neto-Bruto

Pengertian Antroposfer: Antroposfer berasal dari kata latin antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lapisan atau lingkungan.  Antroposfer merupakan lapisan yang dihuni oleh manusia yang secara garis besar merupakan bagian dari permukaan bumi yang berhubungan dengan kehidupan manusia (penduduk).


Pengertian Demografi

Demografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu, demos yang berarti penduduk dan graphien yang artinya menulis. Jadi, demografi adalah tulisan tulisan tentang penduduk.

Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentangg struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur wilayah meliputi jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk.

Struktur pendudul selalu berubah ubah sesuai dengan perubahan yang terjadi akibat proses demografi yaitu kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.

Pengertian Dinamikia Demografi

Dinamika demografi adalah peristiwa- peristiwa yang terjadi secara terus- menerus dan saling berkaitan mengenai perubahan jumlah penduduk.

Pengertian Penduduk

Penduduk dapat didefinisikan sebagai sejumlah manusia baik secara individu maupun kelompok yang menempati wilayah atau negara tertentu minimal dalam jangka waktu satu tahun pada saat dilaksanakan pendataan atau sensus penduduk.

Indikator Kuantitas Penduduk

Indikator untuk mengukur kuantitas sumber daya manusia adalah jumlah penduduk, pertumbuhan, penyebaran, dan kepadatan serta komposisi.

Jumlah Penduduk

Keadaan atau banyaknya orang yang mendiami suatu tempat disebut jumlah penduduk. Jumlah penduduk suatu negara diketahui dengan berbagai cara, yaitu dengan sensus penduduk, registrasi, dan survei.

Pengertian Sensus

Sensus merupakan perhitungan resmi dari penduduk suatu negara, bersama-sama dengan pengumpulan statistiknya dan yang menangani adalah Biro Pusat Statistik di Jakarta, sedangkan yang menyangkut masalah kependudukan ditangani oleh Lembaga Demografi.

Sensus atau cacah jiwa adalah proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan.

Perhitungan jumlah penduduk melalui sensus yang dilakukan secara berkala. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Tujuan Manfaat Dilaksanakannya Sensus

Tujuan utama diselenggarakan sensus penduduk antara lain adalah

a). Mengetahui jumlah dan perkembangan dan pertumbuhan penduduk dalam periode waktu tertentu,

b). Mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk di berbagai wilayah,

c). Mengetahui kondisi demografis lainnya, seperti tingkat kelahiran, kematian, komposisi, dan migrasi.

d). Mengetahui golongan penduduk menurut jenis kelamin, umur, dan banyaknya kesempatan kerja.

e). Mengetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya.

f). Mengetahui persebaran penduduk, daerah yang terlalu padat, dan daerah yang masih jarang penduduknya.

g). Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat perpindahan.

h). Merencanakan pembangunan bidang kependudukan.

Metode Pelaksanaan Sensus

Pelaksanaan sensus dapat dilkukan dengan dua metoda yaitu metoda house holder dan metoda canvasser.

a). Sensus Metoda House Holder

Metoda house sensus adalah pelaksanaa sensus dengan cara memberikan satu daftar isian kepda kepala rumah tangga yang dissensus, untuk diisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanyaan yang termuat dalam daftar tersebut.

Sensus dengan metoda house holder dilakasanakan di negara negara yang sudah bebas buta huruf.

b). Sensus Metoda Canvasser

Sensus dengan metoda canvasser adalah sensus yang dilakukan dengan cara pencacahan, dimana pertugas sensus yang mengisi daftar pencacahan sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh tiap penduduk yang dissensus.

Jenis Jenis Sensus

Di dalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

a). Sensus De Jure,

Sensus de jure adalah proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap setiap orang yang benar- benar tercatat bertempat tinggal di suatu wilayah atau negara, yang umumnya  dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

b). Sensus De Facto

Sensus de facto adalah proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus di wilayah tersebut..

Pengertian Survei

Survei adalah proses pencacahan terhadap sampel penduduk di beberapa wilayah yang dapat mewakili karakter wilayah secara keseluruhan. Pelaksanaan survei dilakukan kapan saja dan tidak memiliki periodisasi seperti sensus.

Pelaksanaan survei hampir sama dengan sensus. Perbedaan dari kedua proses pencacahan tersebut terletak pada waktu pelaksanaan, wilayah, dan jumlah penduduk yang di data.

Proses pendataan survei hanya dilakukan terhadap sampel (contoh) penduduk di beberapa wilayah yang dianggap dapat mewakili karakteristik semua penduduk di sekitar wilayah sampel.

Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk adalah proses pengumpulan keterangan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa kependudukan harian dan kejadian-kejadian yang mengubah status seseorang, seperti peristiwa kelahiran, perkawinan, perceraian, perpindahan tempat tinggal, dan kematian.

Registrasi merupakan pencatatan jumlah penduduk melalui data data tertulis yang telah.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk dalam setiap kurun waktu tertentu, melalui proses perhitungan.

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk adalah fenomena bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk dari waktu ke waktu dalam suatu wilayah tertentu.

Gejala dinamika penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran (fertilitas atau natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Jenis Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total.

a). Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami merupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran dan kematian.

Jadi, pertumbuhan penduduk alami hanya menggambarkan perkembangan penduduk yang disebabkan oleh selisih jumlah angka kelahiran dan jumlah angka kematian.

Rumus Pertumbuhan Penduduk Alami

Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk alami digunakan rumus sebagai berikut.

Pa = L – M

Pa = pertumbuhan penduduk alami

L =  angka lahiran

M = angka kematian

Rumus Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk untuk tahun tertentu dapat dihitung dengan rumus berikut

Pt = P0 + (L – M )

Pt = jumlah penduduk tahun akhir perhitungan

P0 = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

Rumus Persentase Pertumbuhan Penduduk

Adapun persentase pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

% = (L – M)/P0

% = persentase pertumbuhan penduduk alami

Contoh Soal Perhitungan Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk Kota A pada tahun 2021 adalah 2,5 juta jiwa. Selama satu tahun, dari 2021 sampai dengan 2022 terjadi kelahiran sebanyak 30.000 bayi, pada tahun yang sama jumlah penduduk yang meninggal dunia adalah 5000 jiwa.

Hitunglah jumlah penduduk Kota A pada akhir tahun 2022 dan hitung juga berapa persentase pertumbuhan penduduk alaminya

Diketahui:

Po = 2,5 juta jiwa

L = 30.000 jiwa

M = 5000 jiwa

Menghitung Pertumbuhan Penduduk Alami Di Akhir Tahun

Perumbuhan atau Pertambahan penduduk secara alami dihitung dengan rumus berikut:

Pa = (L – M)

Pa = 30000 – 5000

Pa = 25000 jiwa

Menghitung Jumlah Penduduk Akibat Pertumbuhun Alami

Jumlah penduduk Kota A 2022 dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

Pt = P0 + Pa atau

Pt = P0 + (L – M )

Pt = 2.500.000 + (30000 – 5000)

Pt = 2.525.000

Persentase Pertumbuhan Penduduk Alami

Persentase pertumbuhan penduduk dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

% = (L – M)/P0

% = (30000 – 5000)/(2.500.000)

% = 1,0 %

Jadi, pertambahan penduduk alami selama periode 2021– 2022adalah 25000 jiwa sehingga jumlah penduduk Kota A 2022 menjadi 2.525.000 jiwa.  Sedangkan persentase pertumbuhan penduduknya adalah 1,0%.

b). Pertumbuhan Penduduk Migrasi Atau Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total adalah kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).

Rumus Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total yang memperhitungkan angka kelahiran, kematian dan angka imigran dan emigran dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

P = Pa + (I – E)

P = Pertumbuhan penduduk total

Pa = pertumbuhan penduduk alami

I = jumlah imigrasi (penduduk yang masuk ke suatu wilayah)

E = jumlah emigrasi (penduduk yang keluar atau meninggalkan suatu wilayah)

Rumus Menghitung Jumlah Penduduk Akibat Pertumbuhan Penduduk Total

Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk total digunakan rumus sebagai berikut.

Pt = Po + (L – M ) + ( I – E )

Rumus Persentase Pertumbuhan Penduduk Total

Adapun persentase pertumbuhan penduduk total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

% = [(L – M ) + ( I – E )]/Po

% = persentase pertumbuhan penduduk total.

Contoh Soal Perhitungan Pertumbuhan Penduduk Total

Jumlah penduduk Kota A pada 2021 adalah 3,0 juta jiwa. Selama 2021–2022 terjadi kelahiran sebanyak 150.000 bayi, sedangkan jumlah penduduk yang meninggal dunia adalah 70.000 jiwa.

Penduduk yang datang dari luar yang kemudian menetap di daerah tersebut berjumlah 5000 jiwa, sedangkan yang pindah ke daerah lain adalah 2500 jiwa. Hitunglah jumlah penduduk Kota A 2022 dan hitung juga berapa persentase pertumbuhan penduduk totalnya.

Diketahui:

Po = 3.000.000

L = 150.000

I = 5.000

M = 70.000

E = 2.500

Menghitung Pertumbuhan Penduduk Total

P = Pa + (I – E) atau

P = (L – M) + (I – E)

P = (150.000 – 70.000) + (5.000 – 2.500)

P = 80.000 + 2.500

P = 82.500

Menghitung Jumlah Penduduk Total

Jumlah penduduk kota setelah satu tahun dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Pt = Po + (L – M) + (I – E) atau

Pt = Po + P

Pt = 3.000.000 + 82.500

Pt = 3.082.500

Pt = 3.082.500 jiwa

Menghitung Persentase Pertumbuhan Penduduk Total

Persentase pertumbuhan penduduk total selama satu tahun dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

% = [(L – M ) + ( I – E )]/Po atau

% = P/Po

P = 82.500

Po = 3.000.000

% = (82.500)/(3000.000) x 100%

% = 2,75 %

Jadi, pertumbuhan penduduk total selama 2021–2022 adalah 82.500 jiwa, sehingga jumlah penduduk Kota A 2022 menjadi 3.082.500 jiwa jiwa. Adapun persentase pertumbuhan penduduk totalnya adalah 2,75%.

Proyeksi Jumlah Penduduk  

Proyeksi penduduk merupakan perhitungan perkiraan jumlah penduduk pada masa yang akan datang berdasarkan dengan asumsi perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Kegunaan – Manfaat Proyeksi Jumlah Penduduk

Beberapa Manfaat dari proyeksi jumlah penduduk diantaranya adalah

a). Bidang Kesehatan

Jumlah penduduk digunakan untuk perencanaan pengembangan fasilitas kesehatan seperti jumlah dokter, paramedis, obat obatan, rumah sakit fasilitas kesehetan lainnya sesuai standar Pendidikan nasional.

b). Bidang Pendidikan

Digunakan untuk memperkirakan jumlah usia sekolah dan perencanaan pengembangan fasiltas Pendidikan seperti jumlah guru, jumlah kelas, buku, biaya Pendidikan dan fasilitas lainnya sesuai standar kesehatan.

c). Bidang Pangan

Digunakan untuk perencanaan pengembangan kebutuhan bahan pangan seperti lahan persawahan, air bersih, dan lainnya sesuai dengan standar gizi serta susunan penduduk menurut umur.

d). Bidang Produksi dan Tenaga Kerja

Digunakan untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja dan perencanaan pengembangan peningkatan lapanan kerja dengan membuka fasilitas produksi baru (investasi).

e). Bidang Perumuhan.

Digunakan untuk memperkirakan jumlah keluarga baru dan perencanaan pengembangan fasilitas perumahan, kredit, lahan dan fasilitas lainnya.

f). Bidang Energi

Digunakan untuk perencanaan kebutuhan energi seperti listrik, bahan bakar minyak, perencanaan pengembangan fasilitas penyedian energi dan bahan bakar.

Rumus Perhitungan Proyeksi Jumlah Penduduk

Proyeksi jumlah penduduk suatu wilayah – negara dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan Pertumbuhan Penduduk Eksponensial dan  Pertumbuhan Penduduk Geometris seperti berikut:

a). Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Pertumbuhan penduduk eksponensial adalah pertumbuhan penduduk suatu wilayah – negara yang mengikuti persamaan eksponensial.

Rumus Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Pertumbuhan penduduk eksponensial dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Pn= Po x er.n

Pn = jumlah penduduk tahun ke n)

Po = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

e = bilangan eksponensial, nilainya 2,7182819

r = rata-rata tingkat pertumbuhan pertahun (%)

n = lama waktu perhitungan (tahun)

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Jumlah penduduk suatu negara pada tahun 2012 adalah 180 juta jiwa, sedangkan tahun 2022 adalah 216 juta jiwa. Hitunglah rata rata tingkat pertumbuhan penduduk negara tersebut pertahun selama periode 2012 – 2022

Diketahui:

Pn= 216 juta

Po = 180 juta

n = 10 tahun

Menghitung Tingkat Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Tingkat pertumbuhan rata penduduk suatu negara yang memenuhi pertumbuhan eksponensial dapat dinyatakan denga persamaan berikut

Pn = Po x er.n atau

Pn/Po = er.n

216/180 = (e)r.(10)

1,2 = (e)r.(10)

ln(1,2) = ln(e)r.(10)

ln(1,2) = r x (10) ln(e)

0,1823 = r x 10 x (1)

r = 0,1823/10

r = 0,0182

r = 1.82%

Jadi, pertumbuhan penduduk rata rata selama 10 tahun periode 2012 – 2022 adalah 1,82%

b). Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Pertumbuhan penduduk gometris adalah pertumbuhan penduduk suatu wilayah – negara yang memenuhi persamaan geometris

Rumus Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Pertumbuhan penduduk geometris dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Pn = Po (1 + r)n

Pn = jumlah penduduk pada tahun ke n

Po = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

1 = bilangan konstanta geometris

r = rata-rata tingkat pertumbuhan pertahun (%)

n = lama waktu perhitungan (tahun)

Contoh Soal Perhitungan Tingkat (Laju) Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Jumlah penduduk suatu negara pada tahun 2012 adalah 180 juta jiwa, sedangkan tahun 2022 adalah 216 juta jiwa. Hitunglah rata rata tingkat pertumbuhan penduduk negara tersebut pertahun selama periode 2012 – 2022

Diketahui:

Pn = 216 juta

Po = 180 juta

n = 10 tahun

Menghitung – Tingkat (Laju ) Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Tingkat pertumbuhan rata penduduk suatu negara yang memenuhi pertumbuhan geometris dapat dinyatakan denga persamaan berikut

Pn = Po (1 + r)n atau

Pn/Po = (1 + r)n

216/180 = (1 + r)10

log (1,2) = 10 log (1 + r)

0,07918/10 = log (1 + r)

0,007918 = log (1 + r) (anti log)

10(0,007918) = 1 + r

1,0184 = 1 + r

r = 1,0184 – 1

r = 0,0184

r = 1,84 %

Jadi, pertumbuhan penduduk rata rata selama 10 tahun periode 2012 – 2022 dengan persamaan geometris adalah 1,84%

Contoh Soal Proyeksi Jumlah Penduduk

Misalkan pada tahun 2012 jumlah penduduk suatu negara tercatat 180 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk per tahun adalah 1,84%. Berapakah proyeksi penduduk negara tersebut pada tahun 2022

Diketahui

Po = 180 juta

r = 1,84 %

n = 2022 – 2012 = 10 tahun

Rumus Menghitung Proyeksi Jumlah Penduduk Negara

Proyeksi jumlah penduduk suatu negara dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan pertumbuhan penduduk seperti berikut

Pn = Po (1 + r)n

P10 = 180 jt (1 + 0,0184)10

P10 = 180 jt (1,0184)10

P10 = 180 jt x (1,2)

P10 = 216 juta

Jadi, sepuluh tahun kemudian, jumlah penduduk negara tersebut diproyeksikan menjadi 216 juta jiwa.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah dipengaruhi oleh tiga faktor utama dinamika penduduk, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi.

Angka Kelahiran Atau Fertilitas – Natalitas

Kelahiran ialah kemampuan seseorang wanita untuk melahirkan yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan.

Fertilitas merupakan gambaran mengenai jumlah kelahiran hidup dalam suatu wilayah pada periode waktu tertentu. Fertilitas atau angka kelahiran disebut juga natalitas.

Faktor Yang Mempengaruhi Fertalitas Natalitas

Ada beberapa faktor yang mendukung kelahiran (pronatalitas) dan yang menghambat (antinatalitas).

1). Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran – Pronatalitas

Faktor-faktor pronatalitas antara lain sebagai berikut.

a). Pernikahan usia muda atau di bawah umur. Seorang wanita sudah nikah di usia muda, kesempatan reproduksi (melahirkan) lebih lama. Jadi, kesempatan mempunyai anak lebih banyak.

b). Rendahnya tingkat kesehatan. Banyaknya bayi yang meninggal menyebabkan orang tua ada kecenderungan mempunyai banyak anak. Jadi, bila ada yang meninggal masih ada anak lainnya.

c). Jaminan untuk hari tua ada yang merawat.

d). Masa-masa damai.

2). Faktor- Faktor Penghambat Kelahiran – Antinatalitas

Faktor-faktor antinatalitas antara lain sebagai berikut.

a). Adanya ketentuan batas umur minimal dapat menikah. Di Indonesia, untuk wanita ditetapkan minimal umur 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki batas minimal 19 tahun.

b). Adanya program pemerintah yang membatasi kelahiran. Di Indonesia, dengan program KB yang mulai dicanangkan pada tahun 1970, dengan semboyan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS), 2 anak cukup.

  1. c) Adanya pembatasan tunjangan anak, terutama bagi pegawai negeri.
  2. d) Masa-masa perang.

Jenis Jenis Angka Kelahiran

Secara umum angka kelahiran atau fertilitas diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu angka kelahiran kasar, kelahiran umum, dan kelahiran menurut kelompok-kelompok usia.

a). Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR) adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari 1.000 penduduk selama periode satu tahun.

Angka ini menjadi kasar, karena tidak memperhatikan penduduk laki laki, wanita, anak anak dan usia di atas 50 tahun.

Rumus Angka Kelahiran Kasar

Untuk mencari angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut.

CBR = (L/P) x 1000

CBR = angka kelahiran kasar

L = jumlah kelahiran bayi hidup selama satu tahun

P = jumlah penduduk tahun

Angka kelahiran kasar digolongkan menjadi tiga, yaitu:

–  Golongan tinggi, apabila jumlah kelahiran lebih dari 30.

–  Golongan sedang, apabila jumlah kelahiran antara 20 – 30.

–  Golongan rendah, apabila jumlah kelahiran kurang dari 20.

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Kasar – Crude Birth Rate (CBR)

Pada tahun 2021, jumlah penduduk di Kota A sebanyak 200.000 jiwa dan jumlah bayi yang lahir tercatat 800 anak. Berapa angka kelahiran kasarnya?

Diketahui

L = 8000 jiwa

P = 200.000 jiwa

Menghitung Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

CBR = (L/P) x 1000

CBR = (800/200.000) x1000

CBR = 4

Angka kelahiran kasar adalah 4, ini artinya, dari 1.000 penduduk kota A dalam satu tahun telah terjadi kelahiran sebanyak 4 bayi.

b). Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum atau General Fertility Rate (GFR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran dari 1.000 wanita yang berusia reproduksi pada periode satu tahun.

Usia reproduksi adalah usia di mana wanita sudah berpotensi untuk melahirkan, yaitu antara umur 15–49 tahun.

Rumus Menghitung Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

GFR = (L)/(W15-49) x1000

GFR = angka kelahiran umum

L = jumlah bayi yang lahir hidup selama periode satu tahun

W15-49  = jumlah penduduk wanita usia reproduksi

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Umum

Di kota X banyaknya wanita berumur 15 – 49 tahun pada tahun 2021 adalah 90.000 orang, sedangkan jumlah bayi yang lahir hidup adalah 900 anak. Berapakah angka kelahiran umumnya?

Diketahui

L = 900 bayi

W15-49 = 90.000 jiwa:

Menghitung Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum di suatu kota wliyah dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

GFR = (L)/(W15-49) x1000

GFR = (900)/(90.000) x 1000

GFR = 10

Angka kelahiran umum sama dengan 10, artinya dari 1.000 wanita berusia antara 15 – 49 tahun selama satu tahun terlahirkan 10 bayi

c). Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia – Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran menurut kelompok usia adalah angka yang menunjukkan jumlahnya bayi lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita perkelompok umur pada usia reproduksi dalam periode tahun tertentu.

Dalam demografi, interval usia yang biasa digunakan adalah lima tahun. Pembagian kelompok umur reproduksi wanita adalah 15–19, 20–24, 25–29, 30–34, 35–39, 40–44, dan 45–49 tahun.

Rumus Menghitung Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia – Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran menurut kelompok wanita usia tertentu dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASFRx = (Lx)/(Wx) x1000

ASFRx = Age Specific Fertility Rate angka kelahiran menurut kelompok usia wanita tertentu

Lx = jumlah bayi yang lahir hidup dari penduduk wanita kelompok usia tertentu

Wx = jumlah penduduk wanita usia subur (reproduksi) pada kelompok umur tertentu

Istilah Age Specific Fertility Rate – ASFR terkadang disebut juga sebagai Age Spesific Birth Rate (ASBR)

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia Age Specific Fertility Rate – ASFR

Di kota A terdapat wanita usia 20 – 24 tahun sebanyak 100.000 jiwa. Banyaknya bayi yang lahir pada tahun tersebut sebanyak 200 anak. Berapa angka kelahiran khususnya?

Diketahui

W20-24 = 100.000 jiwa

L(20-24) = 200 jiwa

Menghitung Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran dari usia wanita antara 20 tahun sampai dengan 24 tahun dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASFR(20-24) = (L20-24)/(W20-24) x1000

ASFR(20-24) = (200)/(100.000) x1000

ASFR(20-24) = 2

ASFR(20-24) sama dengan 2, berarti dari 1.000 orang wanita yang berusia 20 – 24 tahun telah lahir 10 bayi dalam setahun.

2). Angka Kematian – Mortalitas

Angka kematian adalah jumlah kematian tiap seribu orang penduduk. Kematian adalah salah satu variabel dalam demografi yang mengurangi kuantitas penduduk.

Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kematian

Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat kematian, yaitu factor yang mendukung atau promortalitas dan menghambat kematian atau antimortalitas

a). Faktor Pendukung Kematian – Promortalitas

– Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Perilaku kesehatan dalam kehidupan sehari-hari masih rendah.

– Fasilitas kesehatan masih kurang memadai. Di daerah tertentu masih ada yang belum memiliki fasilitas kesehatan setingkat Puskesmas, sehingga masyarakat sulit untuk berobat.

– Faktor kecelakaaan. Faktor ini insidental, tapi sering terjadi, seperti kecelakaan lalu lintas darat, laut, atau udara.

– Bencana alam. Bencana alam memberikan pengaruh yang besar dalam menambah angka kematian. Kejadian-kejadian yang sering menimpa seperti longsor, banjir, gunung meletus, dan gempa bumi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.

b). Faktor Penghambat Kematian – Antimortalitas

Beberapa yang dapat menghambat lajunya angka kematian, di antaranya sebagai berikut.

  • Fasilitas kesehatan lengkap. Setiap daerah yang memiliki fasilitas Kesehatan lengkap akan menghambat lajunya penambahan angka kematian di Kawasan itu.
  • Lingkungan yang bersih dan teratur. Wabah penyakit akan jauh dari lingkungan yang bersih dan teratur, karena penyakit tidak bisa hidup di lingkungan yang bersih.
  • Adanya larangan agama. Setiap agama melarang umatnya saling membunuh dan saling berperang, kecuali hanya untuk mempertahankan diri.

Jenis Angka Kematian

Angka kematian dalam demografi dikenal dua jenis, yaitu angka kematian kasar dan angka kematian khusus menurut umur.

a). Angka Kematian Kasar – Crude Death Rate – CDR

Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah orang yang meninggal dunia dari tiap 1.000 orang penduduk dalam satu tahun.

Rumus Menghitung Angka Kematian Kasar Crude Death Rate – CDR

Angka kematian kasar dapat dihitung denga menggunakan rumusnya sebagai berikut.

CDR = (D/P) x 1000

Keterangan:

D = jumlah kematian pada tahun tertentu

P = jumlah penduduk pada periode satu tahun

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Kasar Crude Death Rate – CDR

Pada suatu kota  diketahui bahwa jumlah penduduk pada tahun 2021 tahun adalah 2 juta jiwa sedangkan jumlah kematiannya adalah 100.000 jiwa. Hitunglah angka kematian kasarnya!

Diketahui:

D = 100.000 jiwa

P = 2000.000

CDR = (100.000/2000.000) x 1000

1000 = 50 jiwa

Jadi pada kota tersebut dalam setahun terdapat kematian 50 orang dari 1000 penduduknya

b). Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian menurut umur adalah angka yang menunjukkan banyak kematian dari 1000 penduduk dengan usia tertentu dalam periode satu tahun.

Rumus Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian berdasarkan usia dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASDR = (Dx/Px) x 1000

Keterangan

ASDR = angka kematian menurut kelompok usia

Dx = jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok usia tertentu

Px = jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Pada tahun 2021, penduduk di Kota A berjumlah 200.000 orang. Jumlah penduduk yang berumur 35–39 tahun sebanyak 20.000 orang dengan angka kematian pada kelompok umur itu sebesar 100 orang. Hitung tingkat kematian pada kelompok umur 35–39 tahun di kota A tersebut

Diketahui

D35-39 = 100 jiwa

P35-39 = 20.000 jiwa

Menghitung Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian pada kelompok penduduk berusia 35 – 39 tahun dapat dinyatakan dengan rumus berikut

ASDR = (D35-39)(P35-39) x 10000

ASDR = (100/20.000) x 1000

ASDR = 5

Angka tersebut menunjukkan pada 2021 jumlah penduduk yang meninggal dunia pada kelompok usia 35–39 tahun adalah 5 orang setiap 1.000 penduduk kelompok usia tersebut.

c). Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi yang meninggal dunia dari seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu.

Infant mortality merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kualitas penduduk, yaitu tingkat kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi keluarga, dan kesiapan fisik saat proses persalinan.

Rumus Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

IMR = (D0/B) x 1000

Keterangan:

IMR = angka kematian bayi dalam setahun

Do = jumlah kematian bayi

B = jumlah kelahiran hidup

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Pada Tahun 2021 di kota A telah terjadi kelahiran bayi sebanyak 2500 jiwa. Dari proses kelahiran tersebut 25 bayi meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun. Tentukan nilai infant mortality kota A tersebut

Diketahui:

Do = 25 bayi

B = 2500 jiwa

Menghitung Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

IMR = (D0/B) x 1000

IMR = (25/2500) x 1000

IMR = = 10 orang.

Angka IMR 10 artinya telah terjadi kematian bayi sebanyak 10 jiwa dari setiap 1.000 kelahiran bayi di kota A.

3). Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk disebut juga dengan gerakan penduduk yaitu suatu gerakan perpindahan penduduk dari tempat satu ke tempat yang lain. Mobilitas penduduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

a). Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah administrasi pemerintahan ke daerah administrasi pemerintahan yang lain. Migrasi dapat terjadi untuk sementara waktu atau untuk selamanya.

Migrasi dibagi menjadi dua yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional.

1). Migrasi Internasional – Migrasi Ekstern

Migrasi intenasional atau migrasi ekstern dalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Adapun migrasi internasional terdiri dari imigrasi dan emigrasi

a). Imigrasi

Imigrasi yaitu migrasi yang merupakan masuknya penduduk ke suatu negara. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.

Contoh Imigrasi adalah bangsa kulit putih yang menetap di Benua Amerika Sebagian merupakan pendatang dari benua Eropa.

b). Emigrasi

Emigrasi yaitu migrasi yang merupakan keluarnya penduduk suatu negara. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Contoh Emigrasi adalah beberapa penduduk dari Indonesia pindah ke negara Jepang atau ke negara China.

c). Remigrasi

Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk Kembali ke tanah airnya Kembali. Contoh Remigrasi adalah orang  orang Indonesia di Filipina ingin Kembali ke tanah air karena kondisi tidak aman, alasan fisik dan karena sudah tua, ingin Kembali ke kampung halamannya.

2). Migrasi Nasional – Migrasi Intern

Migrasi nasional atau migrasi intern yaitu perpindahan yang terjadi di dalam satu negara misalnya antarpropinsi atau antarkota dalam propinsi. Adapun migrasi nasional terdiri dari urbanisasi dan transmigrasi

a). Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban.

b). Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.

Jenis-Jenis Transmigrasi

Jenis-jenis transmigrasi yang dilakukan di Indonesia adalah:

  • Transmigrasi Umum

Transmigrasi umum adalah ransmigrasi yang dalam pelaksanaan dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah. Biaya yang timbul pada transmigrasi meliputi biaya perjalanan, biaya hidup, perumahan, lahan pertanian, bibit, dan alat-alat pertanian.

  • Transimigrasi Swakarsa

Transmigrasi swakarsa adalah transmigrasi yang pembiayaannya ditanggung oleh transmigran. Pemerintah hanya menyediakan fasilitas seperti tanah pertanian seluas dua hektar setiap keluarga.

  • Transmigrasi Bedol Desa

Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa termasuk dengan aparatur pemerintah desanya.

  • Transmigrasi Sektoral,

Transmigrasi sectoral adalah  jenis transmigrasi yang dilaksanakan antardepartemen. Pembiayaannya dikelola bersama antara pemerintah pusat dan daerah, atau pemerintah daerah yang satu dangan daerah lain, atau pemertintah pusat dengan badan swasta, atau badan – badan swasta.

  • Transmigrasi Lokal,

Transmigrasi local adalah jenis transmigrasi yang pelaksanaannya masih dalam satu kawasan provinsi.

  • Transmigrasi Musim

Transmigrasi musim adalah transmigrasi selama musim musim tertentu, sesudah musim selesai, meraka Kembali ke kampung halamannya.

Angka Migrasi Penduduk

Angka migrasi adalah angka yang menunjukkan jumlah orang bermigrasi masuk atau keluar per 1000 penduduk suatu wilayah tertentu. Angka migrasi terdiri dari angka migrasi masum dan angka migrasi keluar.

a). Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk adalah angka yang menunjukkan jumlah migran yang masuk persebu peduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun

Rumus Menghitung Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut

mi = (Mi/P) x 1000

mi = tingkat migrasi masuk

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

P = jumlah penduduk

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Masuk

Pada tahun terakhir jumlah migran yang masuk ke kota A adalah 1500 orang, sedangkan jumlah penduduk kota A adalah 750.000 orang. Hitunglah angka tingkat migrasi masuk untuk kota A tersebut.

Diketahui

Mi = 1500 orang

P = 750.000 orang

Menghitung Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk suatu kota dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

mi = (Mi/P) x 1000

mi = (1500/750.000) x 1000

mi = 2 orang

Jadi, tingkat migrasi pada satu tahun terakhir di kota A adalah 2 orang dalam seribu penduduk kota A.

b). Angka Migrasi Keluar

Angka migrasi keluar adalah angka yang menunjukkan jumlah migran yang keluar per 1000 penduduk daerah asal dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Keluar

Angka migrasi keluar untuk suatu wilayah tertentu dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

mo = (Mo/P) x 1000

mo = tingkat migrasi keluar suatu wilayah

Mo = jumlah migran yang keluar dari suatu wilayah

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Keluar

Pada satu tahun terakhir, jumlah migran yang keluar dari kota A adalah 1200 orang, sedangkan jumlah penduduk kota A adalah 600.000 orang. Hitunglah angka migrasi keluar untuk kota A tersebut

Diketahui

Mo = 1200 orang

P = 600.000 orang

Menghitung Angka Migrasi Keluar Kota

Angka migrasi keluar suatu kota dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut

mo = (1200/600.000) x 1000

mo = 2 orang

Jadi, tingkat migrasi keluar dari kota A adalag 2 orang dari 1000 penduduk kota A.

c). Angka Migrasi Neto

Angka migrasi neto adalah selisih jumlah migran masuk dan keluar pada suatu daerah per 1000 penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Neto.

Angka migras neto suatu wilayah dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut

mn = (Mi – Mo)/(P) x 10000

mn = angka migrasi neto

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

Mo = jumlah migran keluar satu tahun tertentu

P = jumlah penduduk

Pada satu tahun terakhir di kota A kedatangan migran sebanyak 1500 orang, pada tahun yang sama ada 1000 penduduk yang meninggalkan kota A. Jumlah penduduk kota A adalah 500.000 orang. Hitunglah angka migrasi neto kota A.

Diketahui;

Mi = 1500 orang

Mo = 1000 orang

P = 500.000

Menghitung Angka Migrasi Neto

Angka migrasi neto pada suatu wilayah dapat dihitung dengan persamaan berikut

mn = (Mi – Mo)/(P) x 10000

mn = (1500 – 1000)/(500.000) x 1000

mn = 1 orang

Jadi, tingkat migrasi pada satu tahun terakhir di kota A adalah 1 orang dari 1000 penduduk kota A.

d). Angka Migrasi Broto

Angka migrsi bruto adalah angka yang menunjukkan jumlah perpindahan penduduk baik yang masuk maupun yang keluar per seribu penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Bruto

Angka migrasi suatu wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut

mb = (Mi + Mo)/(Pt + Pa) x 1000

mb = angka migrasi bruto

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

Mo = jumlah migran keluar satu tahun tertentu

Pt = jumlah penduduk tempat tujuan

Pa = jumlah peduduk tempat asal

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Bruto

Migrasi keluar dari kota A satu tahun terakhir adalah 450 orang, dan migrasi masuk dari kota B ke Kota A pada tahun yang sama adalah 300 orang. Penduduk kota A adalah 140.000 dan penduduk kota B 110.000. Hitunglah angka migrasi brutonya.

Diketahui

Mi = 300

Mo = 450

Pt = 140.000

Pa = 110.000

Menghitung Angka Migrasi Bruto

Besarnya angka migrasi bruto di kota A dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikur

mb = (Mi + Mo)/(Pt + Pa) x 1000

mb = (300 + 450)/(140.000 + 110.000) x 1000

mb = (750)/(250)

mb = 3

Angka migrasi bruto 3 yang menunjukkan bahwa dari seribu penduduk kota A ada 3 orang  total migran yang keluar dari kota A dan masuk dari kota B.

Mekanisme Inkaso: Pengertian Tujuan Fungsi Jenis Warkat Principal Remitting Presenting Drawee Collecting Bank

Pengertian Inkaso: Inkaso atau Collection adalah jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam rangka penyelesaian tagihan berupa warkat- warkat atau surat berharga yang tidak dapat diambilalih atau dibayarkan segera kepada si pemberi amanat untuk kepentingannya.


Inkaso merupakan jasa bank yang dapat digunakan oleh nasabah untuk menagihkan warkat- warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri.

Contoh Penagihan Inkaso

Contohnya, selembar cek yang diterbitkan oleh Bank di Kota Bandung, maka cek tersebut dapat dicairkan di Semarang melalui jasa inkaso. Bank yang di Semarang yang menagihkannya ke bank di Bandung dan proses penagihan ini disebut inkaso dalam negeri.

Besar biaya penagihan tergantung pada bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak dan pertimbangan lainnya. Proses penagihan lewat inkaso tergantung pada jarak lokasi penagihan dan biasanya memerlukan waktu antara satu minggu sampai satu bulan.

Manfaat – Keuntungan Inkaso  Bagi Nasabah,

Adapun beberapa Manfaat Inkaso diantaranya adalah:

a).  Nasabah yang mempunyai piutang tidak perlu menagih sendiri atau mendatangi sendiri pihak yang ditagih (yang punya utang). Nasabah cukup menyerahkan surat tagihannya kepada bank untuk inkaso.

b). Nasabah dapat menghemat biaya atas penarikan dan atau pembayaran

c). Nasabah mendapat keamanan dalam penarikan dan atau pembayaran

Keuntungan Inkaso Bagi Bank

a). Bank yang melakukan kegiatan inkaso keluar mendapat sumber peningkatan pendapatan bank dalam bentuk komisi dan pendepositan dana,

b). Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pangsa pasar.

c). Mendapat pengendapan (deposit) dana tanpa adan biaya

d). Dapat menarik nasabah dengan menawarkan produk lain, promosi.

Pelaku – Pelaku Inkaso (Collection)

a). Principal – Pelaku Inkaso

Principal adalah pihak yang memberikan amanat (kuasa) kepada bank untuk menagihkan warkat berharga yang dimilikinya kepada tertagih yang telah memberikan warkat ke principal.

b). Remitting Bank – Pelaku Inkaso

Remitting Bank adalah bank yang diberikan amanat oleh nasabah untuk mengirimkan/menagihkan warkat- warkat berharga yang akan diinkasokan.

c). Presenting Bank –  Pelaku Inkaso

Presenting bank yang menerima tagihan inkaso dari remitting bank. Presenting bank merupakan bank yang menerbitkan warkat berharga yang diinkasokan.

d). Drawee – Pelaku Inkaso

Drawee adalah pihak yang tertagih yang mengeluarkan warkat berharga kepada principal atas transaksi yang sudah mereka lakukan.

e). Collecting Bank – Pelaku Inkaso

Collecting Bank adalah bank- bank yang terlibat dalam proses penyelesaian inkaso

Warkat Warkat Inkaso

Warkat yang dapat diinkaso dibedakan atas Financial Documents (warkat inkaso tanpa dokumen) dan Commercial Documents (warkat inkaso berdokumen).

a). Financial Documents (Warkat – Warkat Keuangan).

Finansial Documen adalah warkat yang termasuk dalam warkat- warkat keuangan yang biasanya berupa warkat- warkat yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan, khususnya perbankan.

Finansial Documen merupakan warkat-warkat yang dapat diinkasokan tanpa harus dilampiri (disertai) dengan dokumen- dokumen lain. Sehingga financial documents disebut sebagai warkat inkaso tanpa dokumen

Contoh Financial Dokumen Warkat Inkaso Tanpa Dokumen

Misalnya, cek, Bilyet Giro (hanya berlaku di Indonesia dan Belanda), wesel, surat-surat berharga lainnya.

b). Commercial Documents (Warkat – Warkat Perdagangan).

Commercial documents adalah warkat yang termasuk dalam warkat-warkat perdagangan biasanya berupa warkat -warkat yang diterbitkan oleh perusahaan/lembaga non keuangan.

Commercial documents merupakan adalah warkat- warkat yang dapat diinkasokan dengan dilampiri dokumen- dokumen lain yang yang mewakili barang dagangan, atau produk yang ditransaksikan. Sehingga commercial documents disebut sebagai warkat inkaso berdokumen.

Contoh Commercial Dokumen Warkat Inkaso Berdokumen

Misalnya Bill of Lading (diterbitkan perusahaan perkapalan), Delivery Order, polis asuransi, dan dokumen lainnya.

Objek – Warkat – Warkat Inkaso

Surat-surat berharga yang dapat diinkasokan (objek inkaso) dalam negeri adalah wesel, cek, bilyet giro, surat undian (yang menang), money order, surat aksep, kuitansi, dan nota tagihan lainnya.

a). Warkat Inkaso – Cek

Cek adalah salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau mengambil uang di rekening giro.

Cek merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang penyimpan rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek atau kepada pemegang atau pembawa cek tersebut:

b). Warkat Inkaso – Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada Bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan Namanya, baik pada bank yang sama maupun pada bank yang lainnya.

c). Warkat Inkaso – Wesel

Wesel adalah surat perintah tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada seseorang yang disebut namanya atau kepada orang yang ditunjuknya pada tanggal tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat wesel tersebut.

Jenis Jenis Inkaso

Inkaso dilihat dari kegiatannya, inkaso dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu inkaso masuk dan inkaso keluar.

Baik inkaso masuk maupun inkaso keluar akan menciptakan hubungan antar kantor antara bank pemberi amanat dan cabang pemberi amanat. Untuk inkaso keluar, bank pemberi amanat akan mendebet bank penerima amanat. Sedangkan untuk inkaso masuk, bank penerima amanat akan mengkredit bank pemberi amanat

a). Inkaso Keluar

Inkaso keluar merupakan kegiatan bank pemrakarsa melaksanakan penagihan sesuai dengan amanat yang diterimanya, baik untuk keuntungan nasabah bank sendiri atau pihak lainnya. Kegiatan inkaso keluar yaitu:

  • Penerimaan amanat dan warkat inkaso dari pemberi amanat
  • Meneruskan amanat kepada kantor cabang bank sendiri di kota tempat pihak tertagih
  • Penerimaan hasil inkaso dari kantor cabang pelaksana inkaso
  • Penyerahan (pembayaran) hasil inkaso kepada pihak pemberi amanat.

b), Inkaso Masuk

Inkaso masuk adalah tagihan dari cabang bank sendiri atau bank lain atas warkat yang diterbitkan oleh nasabah sendiri. Kegiatan inkaso masuk meliputi:

  • Penerimaan tagihan masuk dari cabang bank sendiri di kota lain. Dalam hal ini, bank penerima tagihan masuk merupakan bank penerima inkaso.
  • Pelaksana (realisasi) penagihan. Jika pihak tertagih (tertarik) sebagai nasabah sendiri, bank pelaksana membebani rekening nasabah bank yang bersangkutan sejumlah minimal inkaso. Dalam hal pihak tertarik adalah nasabah bank lain, bank pelaksana melakukan penagihan kepada bank tempat rekening tertarik melalui kliring.
  • Pengiriman informasi mengenai hasil inkaso kepada kantor cabang pemrakarsa. Inkaso merupakan pemberian kuasa oleh perusahaan/ perseorangan untuk penagihan piutang maupun pembayaran kepada pihak lain (dalam dan luar negeri), baik dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing. Atas jasa ini, bank mendapat jasa sebesar nota inkaso yang telah disepakati.

Mekanisme Transaksi Inkaso Dalam Negeri

Contoh mekanisme transaksi dengan inkaso ditunjukkan dalam flowchart berikut:

2 Contoh Mekanisme Transaksi Inkaso Dalam Negeri
2 Contoh Mekanisme Transaksi Inkaso Dalam Negeri

a). Tuan Ardra melakukan penjualan barang dagangan kepada Tuan Razen

b). Tuan Razen membayar kepada Tuan Ardra dengan bilyet giro dari Bank XYZ

1). Tuan Ardra (penagih/ principal) mengisi aplikasi permohonan inkaso pada Bank ABC Bandung untuk menagihkan warkat yang diterbitkan oleh Bank XYZ Jakarta kepada Tuan Razen (tertagih/drawee) di Jakarta.

2). Bank ABC Bandung membuat surat pengantar inkaso dan mengirimkan bersama warkat yang akan ditagihkan ke Bank ABC Jakarta melalui pos maupun jasa ekspedisi.

3). Bank ABC Jakarta menerima surat pengantar inkaso dan warkat inkaso dari Bank ABC Bandung. Kemudian menagihkan kepada Bank XYZ Jakarta melalui sarana kliring di Jakarta.

4). Bank XYZ Jakarta menerima tagihan kliring dari Bank ABC Jakarta dan mengecek rekening Razen (tertagih/ drawee) pada Bank XYZ Jakarta.

5). Bank XYZ mendebet rekening Tuan Razen atas tagihan inkaso dari Bank ABC Jakarta

6). Bank XYZ mengirimkan/ mengkreditkan dana kepada Bank ABC Jakarta melalui kliring di Jakarta.

7). Bank ABC Jakarta mengirimkan dana hasil inkaso ke Bank ABC Bandung

8). Bank ABC Bandung menyerakan dana kepada Tuan Ardra (penagih/ principal).

Pengertian Collection

Collection sama dengan inkaso, namun collection menggunakan jasa bank koresponden yang berlokasi di luar negeri untuk menagihkan warkat- warkat yang diterima oleh seksi inkaso untuk ditagihkan.

Collection hanya dapat dilaksanakan oleh bank devisa, hal ini karena Bank devisa memiliki jaringan ke luar negeri.

Jadi, Collection merupakan cara pembayaran dengan mempergunakan jasa bank untuk melakukan penagihan di dua negara berbeda.

Macam Macam Collection

Adapun collection dapat dibagi dalam tiga macam cara, yaitu:

a). Full Collection – Individual Collection

Suatu proses collection dimana setelah hasil collection dikredit oleh bank koresponden ke rekening bank penagih, bank koresponden tidak dapat mendebet kembali rekening bank penerbit tersebut.

b).  Cash Collection

Jumlah hasil collection dikredit ke rekening bank penagih oleh bank koresponden pada waktu bank koresponden menerima warkat dari bank penagih. Bank koresponden tidak dapat mendebet kembali jika jumlah yang dikredit sudah mengendap di rekening bank penagih selama 15 hari kerja.

c). Cash Letter

Cash letter hanya dapat diberikan kepada nasabah tertentu karena bank koresponden berhak mendebit kembali rekening bank penagih dalam waktu 6 tahun.

Objek – Warkat Warkat Collection, 

Sedangkan warkat -warkat yang merupakan objek inkaso collection luar negeri adalah:

a). Draft / Wesel,

Draft / Wesel, yaitu suatu perintah tanpa syarat dari bank penerbit kepada bank lain koresponden untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang/perusahaan yang namanya tercantum di draft/wesel tersebut pada waktu diajukan.

b). Travelers Check,

Travelers Check yaitu sejenis kertas berharga yang dikenal dan dipergunakan oleh masyarakat internasional sebagai alat tukar/alat pembayaran yang sah.

c). Treasury check,

Treasury check yaitu sejenis cek yang dikeluarkan oleh duta besar negara tertentu.

Mekanisme Pembayaran Collection – Inkaso Luar Negeri

Dalam collection, penjual merupakan eksportir yang bertindak sebagai principal yang memberikan kepercayaan kepada bank untuk melakukan penagihan kepada importir yang bertindak sebagai pembeli.

Penagihan tersebut didasarkan pada dokumen- dokumen Bank yang menerima amanat untuk melakukan penagihan. Bank yang menerima amanat dari nasabah disebut remitting bank yang setelah menerima dokumen akan meneruskan collection.

Kemudian dokumen collection dikirim oleh Remitting bank ke collecting bank dengan menggunakan collection instruction. Collection bank adalah bank yang akan meneruskan dokumen kepada pihak yang harus membayar yaitu drawee yang tertagih.

Jika collection bank belum dapat langsung meneruskan dokumen kepada kepada drawee  yang tertagih, maka collection bank bisa meneruskan ke bank lain yang memungkinkan untuk berhubungan langsung dengan drawee. Bank lain yang dimaksud presenting bank.

Sehingga presenting bank yang menerima tagihan inkaso dari remitting bank. Presenting bank merupakan bank yang menerbitkan warkat berharga yang diinkasokan.

Setelah drawee melakukan pembayaran atau melaksanakan amanat kepada collection bank atau presenting bank maka collection bank akan meneruskan kembali kepada remitting bank. Remitting bank inilah yang akan melakukan pembayaran kepada principal.

International Chamber of Commerce (ICC)

Untuk menghindari kesalah pahaman mengenai tata cara pembayaran transaksi dengan mempergunakan collection, International Chamber of Commerce (ICC) menerbitkan Uniform Rules for Collection (URC), yang terakhir direvisi pada tahun 1995 tercatat dengan nomor publikasi 522 (URC 522).

Cara Pembayaran Collection

Berdasarkan URC 522 cara pembayaraan dengan collection dapat terjadi dengan dua kondisi, yaitu: document againt payment dan document againt acceptance.

Docoment Againt Payment

Dalam document againt payment, penjual (eksportir) menahan dokumen dokumen pemilikan barang dan hanya menyerahkan dokumen ekspor setelah adanya pembayaran dari pembeli (importir).

Document Againt Acceptance

Sedangkan dalam document againt acceptance eksportir (penjual) akan menyerahkan dokumen ekspor setelah pembeli (importir) telah melakukan akseptasi.

Daftar Pustaka

  1. Ismail, 2010, “Manajemen Perbankan – Dari Teori Menuju Aplikasi” Edisi Pertama, Catakan 5, Prenadamedia Group, Jakarta
  2. Kasmir, 2000, “Manajemen Perbankan”, Edisi Revisi, Cetakan 13, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
  3. Darmawi, Herman, 2011, “Manajemen Perbankan”, Cetakan 4, PT Bumi Aksara, Jakarta.
  4. Suhardjono, M.K., 2012, “Manajemen Perbankan – Teori dan Aplikasi”, Edisi Kedua, Cetakan 2, BPFE, Yogyakata.
  5. Taswan, 2010, “Manajemen Perbankan – Konsep Teknik dan Aplikasi”, Edisi Kedua, UPP STIM YKPN Yogyakarta.
  6. Kasmir, 2012, “Dasar Dasar Perbankan”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
  7. Djumhana, Muhamad, 2006, “Hukum Perbankan di Indonesia”, Cetakan Kelima, PT Citra Aditya Bakti, Bandung.
  8. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
  9. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  10. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  11. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  12. Djamil, Fathurrakman,  2012, “Penerapan Hukum Perjanjian dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah”, Cetakan Pertama, Sinae Grafika, Jakarta.
  13. Fuady, Munir, 2004, “Hukum Perbankan Modern”, Buku Kedua, Citra Aditya Bakti, Bandung.
  14. Machmud, A. Rukmana, H., 2010, “Bank Syariah, Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  15. Mekanisme Inkaso: Pengertian Tujuan Fungsi Jenis Warkat Pelaku Inkaso Collection, Pelaku Inkaso: Principal Remitting Bank Presenting Bank Drawee Collecting Bank,
  16. Warkat Warkat Inkaso Financial Documents Warkat – Warkat Keuangan Commercial Documents Warkat – Warkat Perdagangan, Jenis Objek Warkat Inkaso Collection: Inkaso Keluar Masuk Cek Bilyet Giro Wesel Draft / Wesel Travelers Check, Mekanisme Transaksi Inkaso Dalam Luar Negeri,