Interaksi Kota: Teori Konsentrik Teori Sektoral Teori Inti Ganda Teori Poros Teori Historis

Pengertian Kota: Pada zaman peradaban batu (Paleolitikum), istilah kota diartikan sebagai gua- gua atau lembah yang digunakan manusia purba sebagai tempat tinggal dan berlindung dari pengaruh cuaca dan gangguan atau ancaman binatang buas.

Kota secara universal merupakan sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.

Kota merupakan suatu wilayah sebagian besar arealnya  terdiri atas benda -benda hasil rekayasa dan budaya manusia, serta tempat pemusatan penduduk yang tinggi dengan sumber mata pencaharian di luar sektor pertanian.

Jadi, kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Pengertian Kota Menurut Grunfeld

Kota adalah suatu permukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih besar daripada kepadatan wilayah nasional, dengan struktur mata pencarian non-agraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi oleh gedung- gedung tinggi yang lokasinya sangat berdekatan.

Pengertian Kota Menurut Burkhad Hofmeister

Kota adalah suatu pemusatan keruangan tempat tinggal dan tempat kerja sama manusia yang sebagian besar sumber kehidupannya ada pada sektor sekunder (industri dan perdagangan) dan sektor tersier (jasa dan pelayanan masyarakat), dengan pembagian kerja yang khusus, pertumbuhan penduduknya sebagian besar disebabkan oleh tambahan kaum pendatang, serta mampu melayani kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang jauh letaknya.

Pengertian Kota Menurut Burkhard Hofmeister

Kota adalah suatu pemusatan keruangan dari tempat tinggal dan tempat kerja manusia. Kegiatan utamanya bergerak di sektor sekunder (industri dan perdagangan) dan tersier (jasa dan pelayanan masyarakat), pembagian kerja yang khusus, pertumbuhan penduduknya sebagian besar disebabkan tambahan kaum pendatang, serta mampu melayani kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang jauh letaknya.

Pengertian Kota Menurut Dickinson,

Kota adalah suatu pemukiman yang bangunan rumahnya rapat dan penduduknya bermata pencaharian tidak dari pertanian

Pengertian Kota Menurut Louis Wirth

Kota adalah permukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Pengertian Kota Menurut Arnold Toynbee

Kota merupakan permukiman dan juga merupakan suatu kekompleksan yang khusus dan tiap kota menunjukkan pribadinya masing-masing.

Pengertian Kota Menurut Ray Northam, R.,

Kota adalah suatu lokasi yang kepadatan penduduknya lebih tinggi dibandingkan dengan populasi, sebagian besar penduduk tidak bergantung pada sektor pertanian atau aktivitas ekonomi primer lainnya, dan sebagai pusat kebudayaan, administratif, dan ekonomi bagi wilayah di sekitarnya.

Pengertian Kota Menurut R. Bintarto,

Kota adalah sebuah bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alamiah dan non alami dengan gejala- gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya.

Pengertian Kota Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1980

Pertama, kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrative sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Kedua, kota adalan suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris, misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, dan berfungsi sebagai pusat pertumbuhan dan pemukiman.

Pengertian Kota Menurut UU No 22 tahun 1999

Kota adalah Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Ciri – Ciri Karakteristik Kota

Kota mempunyai ciri ciri fisik dan ciri ciri Sosial sperti berikut

1). Ciri – Ciri Fisik Kota

Ciri ciri fisik wilayah kota adalah:

a). Memiliki sarana Kawasan perekonomian seperti pasar atau supermarket .

b). Mempunyai sarana untuk tempat parkir yang memadai.

c).  Memiliki sarana untuk kegiatan rekreasi dan olahraga secara khusus.

d). Memiliki tempat berkumpul khusus seperti Alun-alun.

e). Mempunyai sejumlah Gedung-gedung pemerintahan.

2). Ciri-Ciri Sosial Kota

Ciri – ciri sosial di wilayah kota diantaranya adalah

a). Masyarakat kota merupakan peduduk yang heterogen.

b). Masyarakat kota cenderung bersifat individualistis dan materialistis.

c). Mata pencaharian penduduknya non-agraris.

d). Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar).

e). Adanya kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin.

f). Norma -norma agama cenderung lebih longgar.

g). Gaya hidup dan pandangan hidup lebih rasional atau realistis.

  1. h) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas.

Unsur – Unsur Wilayah Kota

Unsur unusr perkotaan diantaranya adalah unsur fisik, ekonomi, sosial, Unsur budaya

a). Unsur Unsur Fisik Kota

 Unsur unsur fisik yang dimiliki oleh kota adalah topagrafi, kesuburan tanah, dan iklim yang dapat memberikan ruang tempat msyarakat kota.

b). Unsur – Unsur Sosial KOta

Unsur unsur kota terdiri dari sesuatu yang dapat menimbulkan kesersian dan ketenangan hidup peduduk kota

c). Unsur – Unsur Ekonomi Kota

Perkotaan memiliki berbagai fasilitas ekonomi yaitu  fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat perkotaan.

d). Unsur – Unsur Budaya Kota

Merupakan seni dan budaya yang dapt memberikan motivasi dan girah hidup masyarakat perkotaan

Potensi – Potensi Kota

Adapun beberapa potensi yang melekat pada perkotaan diantaranya adalah

a). Potensi Ekonomi Kota:

Kota memiliki sarana perekonomian seperti pasar, bank, stasiun, dan Kawasan pertokoan yang menunjung system perekonomian kota.

b). Potensi Sosial Kota:

Perkotaan memiliki badan Lembaga Yayasan sosial organisasi pemuda dan lainny yang dapat mendorong kemajuan kota.

c). Potensi Politik Kota

Kota memiliki aparatur kota yang bertugas menjalankan kegiatan aparatur sipil maupun militer.

d). Potensi Budaya Kota

Kota memiliki bentuk budaya seperti bidang Pendidikan yang secara fisik terdapat Gedung sekolah, kampus, dan bidang kesenian dengan Gedung seninnta dan kegiatan lainnya yang dapat menghidupkan kota

Struktur Kegiatan Ekonomi Kota

Kota sebagai pusat kegiatan dinamakan inti kota atau pusat kota (core of city) yang merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, kegiatan politik, kegiatan pendidikan, kegiatan pemerintahan, kegiatan kebudayaan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Karena itu, daerah seperti ini dinamakan Pusat Daerah Kegiatan (PDK) atau Central Business Districts (CBD). PDK berkembang dari waktu ke waktu, sehingga meluas ke arah daerah di luarnya, daerah ini disebut Selaput Inti Kota (SIK).

Jenis Struktur Kegiatan Ekonomi Kota

Adapun jenis kegiatan ekonomi di kota pada dasarnya terdiri atas:

a). Kegiatan Ekonomi Dasar – Basic Activities Kota

Kegiatan ekonomi dasar (basic activities) merupakan kegiatan membuat dan menyalurkan barang dan jasa untuk keperluan luar kota atau ekspor. Barang dan jasa tersebut berasal dari industri, perdagangan, rekreasi, dan sebagainya.

b). Kegiatan Ekonomi Bukan Dasar Non Basic Activity Kota

Kegiatan ekonomi bukan dasar (non basic activities) merupakan kegiatan memproduksi dan mendistribusi barang dan jasa untuk keperluan penduduk kota sendiri.

Fungsi Kota Sebagai Pusat Kegiatan

Adapun fungsi-fungsi kota itu ialah sebagai berikut.

a). Kota berfungsi sebagai pusat produksi, baik barang setengah jadi maupun barang jadi. Contohnya Karawan.

b). Kota berfungsi sebagai pusat perdagangan, yakni melayani daerah sekitarnya. Contohnya: Rotterdam, Singapura, dan Hamburg.

c). Kota berfungsi sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota negara. Contohnya: Jakarta, London, Kairo.

d). Kota berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Contohnya: Mekah, Yerusalem, dan Vatikan.

e). Kota sebagai pusat pengobatan dan rekreasi. Contohnya: Lembang-Bandung, Monaco, Palm Beach, Florida, dan Puncak- Bogor

f). Kota yang berfungsi ganda. Merupakan kota yang memiliki lebih ari satu fungsi. Contohnya: Jakarta, Tokyo, dan Surabaya yang mencanangkan diri sebagai kota industri, perdagangan, maritim, dan pendidikan, di samping sebagai pusat pemerintahan.

Pola Keruangan Kota

Kota berkembang membentuk pola pola seperti berikut:

a). Pola Sentralisasi  Kota

Pola Sentralisasi merupakan pola dimana kota pola persebaran kegiatan kota yang cenderung mengelompok pada satu wilayah utama.

b). Pola Desentralisasi Kota

Pola desentralisasi Merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota.

c). Pola Nukleasi Kota

Pola nukleasi Merupakan pola persebaran kegiatan kota yang menyerupai pola sentralisasi, tetapi skala ukuran lebih kecil. Inti kegiatan perkotaan berada di daerah utama

d). Pola Segresi Kota

Pola segresi Merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Teori Struktur – Sistem Tata Ruang – Kota

Struktur ruang kota mengatur pemanfaatan ruang atau lahan untuk keperluan tertentu sehingga tidak terjadi pemanfaatan yang tumpang tindih.

Pola penggunaan lahan merupakan salah satu bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungan sebagai tempat hidupnya.

Secara umum struktur penggunaan lahan kota dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Konsentrik

Teori konsentrik dikembangkan oleh E.W. Burgess (1920). Teori konsentrik menjelaskan pola penggunaan lahan kota memperlihatkan zona- zona konsentrik (melingkar).

Pusat dari zona tersebut merupakan inti kota, tempat paling ramai sebagai pusat kegiatan ekonomi. Semakin ke tepi, zona kegiatan ekonomi semakin sedikit. Sebaliknya, wilayah permukiman semakin banyak.

Menurut teori Konsentrik ini, daerah perkotaan dibagi menjadi lima wilayah, yaitu sebagai berikut.

a). Pusat Daerah Kegiatan (PDK) sering juga disebut Central Business District (CBD), dicirikan dengan adanya pusat pertokoan, kantor pos, bank, bioskop, dan pasar.

b). Wilayah transisi, ditandai dengan industri manufaktur, pabrik, dan pola penggunaan lahan yang merupakan pola campuran.

c). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan rendah.

d). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan menengah.

e). Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan tinggi.

Contoh Kota Pola Konsentrik

Contoh kota yang berpola konsentrik, antara lain London, Chicago, Kalkuta, Adelaide, dan sebagian besar kota-kota di Indonesia.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Sektoral

Teori ini dikemukakan oleh Homer Hoyt. Menurut teori ini, unit-unit kegiatan di perkotaan tidak mengikuti zona-zona teratur secara konsentris, tetapi membentuk sektor-sektor yang sifatnya lebih bebas.

Menurut teori sektoral Hoyt, sebuah kota tersusun dari 5 sektor berikut:

a). Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.

b). Sektor kawasan industri kecil dan perdagangan  Zone of wholesale light manufacturing.

c). Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.

d). Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.

e). Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.

Contoh Kota Struktur Pola Sektoral

Contoh kota-kota yang berstruktur sektoral antara lain California, Calgary, Alberta, dan Boston.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Inti Ganda

Teori inti Ganda dikemukakan oleh Harris dan Ullman, yaitu keadaan tata ruang kota dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut.

a). Inti Kota (Core of City), yaitu wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan, ekonomi, pemerintahan, dan kebudayaan.

b). Selaput Inti Kota, yaitu wilayah yang terletak di luar inti kota sebagai akibat dari tidak tertampungnya kegiatan dalam kota.

c). Kota Satelit, yaitu suatu daerah yang memilki sifat perkotaan dan pusat kegiatan industri.

d). Suburban, yaitu daerah sekitar kota yang berfungsi sebagai daerah permukiman.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Poros

Teori poros dikemukakan oleh Babcock (1932), yang menekankan pada peranan transportasi dalam memengaruhi struktur keruangan kota. Teori poros terdiri dari 4 zona berikut

Zona 1 merupakan daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business District (CBD).

Zona 2 merupakan zona peralihan

Zona 3 merupakan perumahan dengan pendapatan rendah atau kelas menengah ke bawah.

Zona 4 merupakan perumahan dengan pendapatan menengah.

Teori Pola Penggunaan Lahan: Teori Historis

Dalam teori historis, Alonso mendasarkan analisisnya pada kenyataan historis yang berkaitan dengan perubahan tempat tinggal penduduk di dalam kota.

Zona 1 merupakan daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business District (CBD).

Zona 2 merupakan daerah peralihan (zone of transition).

Zona 3 merupakan daerah kelas rendah (zone of low status).

Zona 4 merupakan daerah kelas menengah (zone of middle status).

Zona 5 merupakann daerah kelas tinggi (zone of high status).

Teori Interaksi Wilayah – Desa – Kota

Interaksi merupakan  hubungan timbal balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, ketampakan, ataupun permasalahan baru.

Teori Interaksi Gravitasi

Teori gravitasi dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1687) dalam hukum fisika. Teori gravitasi berkaitan dengan hukum gaya tarik menarik antara dua buah benda. Kekuatan tarik-menarik besarnya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

Hukum Newton diterapkan oleh W.J. Reilly (1929) untuk menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah dengan memperhitungkan jumlah penduduk tiap-tiap wilayah dan jarak antarkedua wilayah tersebut.

Rumus Kekuatan Interaksi Wilayah W.J. Reilly

Kekuatan interaksi antara dua wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

IAB = k (PA x PB)/(dAB)2

Keterangan:

IA.B = kekuatan interaksi antara region A dan region B

k = nilai konstanta empiris, biasanya 1

PA = jumlah penduduk region A

PB = jumlah penduduk region B

JA.B = jarak mutlak yang menghubungkan region A dan B

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Wilayah (Desa – Kota)

Jumlah penduduk kota A 500 ribu jiwa. Jumlah penduduk kota B 100 ribu jiwa. Jarak kedua daerah 100 km. Berapakah kekuatan interaksinya?

Diketahui

k = 1

PA = 500.000 jiwa

PB = 100,000 jiwa

JA.B = 100 km

Menghitung Kekuatan Interaksi Antar Kota

Kekuatan interaksi antar kota A dan B dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

IAB = k (PA x PB)/(dAB)2

IAB = 1 (500.000 x 100.000)/(100)2

IAB = 5.000.000

Jadi, kekeuatan interaksi antar kota A dan B adalah 5.000.000

Syarat Penerapan Rumus Interaksi W.J. Reilly

Rumus Reilly dapat diterapkan jika:

– kondisi penduduk/tingkat ekonomi tiap-tiap wilayah relatif sama,

– kondisi alam/relief kedua wilayah relief sama,

– keadaan sarana dan prasarana transportasi kedua wilayah relatif sama

Teori Interaksi Carrothers

Menurut teori ini, kekuatan hubungan ekonomis antara dua tempat, berbanding lurus dengan besarnya penduduk dan berbanding terbalik dengan jarak antaranya.

Jadi, makin banyak jumlah penduduk di dua tempat, makin besarlah interaksi ekonominya, tetapi makin jauh jarak antaranya makin kecillah interaksinya.

Rumus Interaksi Carrothers

IAB = (PA x PB)/(JAB)

PA = jumlah penduduk region A

PB = jumlah penduduk region B

JA.B = jarak mutlak yang menghubungkan region A dan B

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah

Tiga buah kota yaitu kota A berpenduduk 25.000 jiwa, Kota B (10.000 jiwa), dan C (50.000 jiwa). Posisi kota B jaraknya 25 km dari kota A dan 50 km dari C.

Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah Carrothers
Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Interaksi Antar Daerah Carrothers

Tentukan kekuatan inieraksi antara kota A-B dan antara kota B-C, mana yang lebih besar?

PA = 25.000 jiwa

PB = 10.000 jiwa

PC = 50.000 jiwa

JA.B = 25 km

JB.C = 50 km

Menentukan Kekuatan Interaksi Antar Daerah

Kekuatan interaksi ekonomi antara kota A-B

IAB = (PA x PB)/(JAB)

IAB = (25.000 x 10.000)/(25)

IAB = 10.000.000

Kekuatan interaksi ekonomi antara kota B-C

IBC = (PB x PC)/(JBC)

IBC = (10.000 x 50.000)/(50)

IBC = 10.000.000

Teori Interaksi – Teori Grafik – K.J. Kansky

Menurut Kansky, kekuatan interaksi ditentukan dengan Indeks Konektivitas. Semakin tinggi nilai indeks, semakin banyak jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota atau wilayah yang sedang dikaji.

Semakin tinggi indeks konektivitas suatu wilayah, maka semakin tinggi potensi interaksi antarkota di wilayah tersebut.

Rumus Indeks Konektivitas – Interaksi Teori Grafik

Besarnya indeks konektivitas yang dikemukakan oleh K.J Kansky dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

β = e/v

Keterangan:

β = indeks konektivitas

e = jumlah jaringan jalan

v = jumlah kota

Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,

Tentukanlah indeks konektivitas suatu wilayah yang terdiri dari beberapa 6 kota yang melakukan pembangunan sarana transportasi dari kondisi 1 menjadi kondisi 2 seperti ditunjukkan pada gambar berikut

Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,
Contoh Soal Perhitungan Indeks Konektivitas Interaksi Wilayah Teori Grafik K.J Kansky,

Diketahui

Konidisi 1

e = 8 jaringan jalan (1 s/d 8)

v = 6 kota ( A s/d F)

β = e/v

β = 8/6

β = 1,33

Konidisi 2

e = 10 jaringan jalan (1 s/d 10)

v = 6 kota ( A s/d F)

β = e/v

β = 10/6

β = 1,67

Indeks konektivitas meningkat setelah pembangunan sarana transportasi dilakukan.

Teori Interaksi – Titik Henti – Breaking Point Theory

Teori titik henti dimanfaatkan untuk memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukurannya.

Dengan teori ini, dapat diperkirakan penempatan lokasi industri atau pelayanan-pelayanan sosial antara dua wilayah sehingga dapat dijangkau oleh penduduk kedua daerah tersebut.

Rumus Teori Interaksi Titik Henti

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PB/PK)] atau

\mathrm{D_{AB}=\frac{d_{AB}}{1+\sqrt{\frac{P_{B}}{P_{K}}}}}

Keterangan:

DAB= jarak lokasi titik henti

dAB= jarak antara kota A dan B

PB = jumlah penduduk kota yang lebih besar

PK = jumlah penduduk kota yang lebih kecil

Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Antara Wilayah Daerah Kota,

Ada tiga kota P, Q, R, penduduk P sebesar 60.000 orang, penduduk Q sebesar 20.000 orang, penduduk R sebesar 40.000 orang. Jarak P – Q adalah 100 km, jarak Q – R adalah 50 km. Tentukan lokasi titik henti antara P dan Q serta Q dan R!

Diketahui:

dPQ = 100 km

dQR = 50 km

PP = 60.000

PQ = 20.000

PR = 40.000

Lokasi Titik Henti Antara P – Q

DPQ = (dPQ)/[(1 + Ö(PP/PQ)] atau

DPQ = (100)/[(1 + Ö(60.000/20.000)]

DPQ = 36,63 km

Jadi jarak titik henti antara P dan Q adalah 36,63 km diukur dari kota Q (yang penduduknya lebih kecil).

Lokasi Titik Henti Antara Q – R

DQR = (dQR)/[(1 + Ö(PR/PQ)] atau

DQR = (50)/[(1 + Ö(40.000/20.000)]

DQR = 20,75 km

Jadi, lokasi titik henti antara Q dan R adalah 20,75 km diukur dari kota Q (yang penduduknya lebih kecil).

Zona Interaksi Desa dan Kota

Wilayah – zona interaksi desa – kota adalah sebagai berikut.

a). Zona – City

City adalah sebagai pusat kota.

b). Zona – Suburban

Suburban (subdaerah perkotaan) adalah suatu wilayah yang lokasinya dekat dengan pusat kota, dan merupakan tempat tinggal para penglaju. Penglaju adalah penduduk yang melakukan mobilitas harian (tanpa menginap) di kota.

c). Zona – Suburban Fringe

Suburban fringe (jalur tepi subdaerah perkotaan) merupakan suatu wilayah yang melingkari suburban dan merupakan peralihan antara desa dan kota.

d). Zona – Urban Fringe

Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar) merupakan suatu wilayah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota kecuali pusat kota.

e). Zona – Rural Urban Fringe

Rural urban fringe (jalur batas desa – kota) adalah suatu wilayah yang terletak antara desa dan kota yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan nonpertanian.

f). Zona – Rural

Rural merupakan daerah pedesaan.

1). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Jarak Mendirikan Usaha Pabrik

Jumlah penduduk kota X = 8 juta jiwa dan jumlah penduduk kota Y = 2 juta jiwa, sedangkan jarak antar ke kota tersebut 60 km, maka seorang pengusaha akan membangun pabrikya sejauh …

a). 40 km dari Y

b). 40 km dari X

c). 20 km dari Y

d). 20 km dari X

e). 10 km dari Y

Diketahui

dXY = 60 k

PX = 8 juta jiwa

PY = 2 juta jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pabrik Dari Wilayah Kota

DXY = (dXY)/[(1 + Ö(PX/PY)] atau

DXY = (60)/[(1 + Ö(8 juta/2juta)]

DXY = 20 km dari kota Y (jumlah penduduk lebih sedikit)

2). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Membangun Sekolah

Jumlah penduduk di Kota A berjumlah 1,8 juta jiwa, penduduk Kota B berjumlah 200 ribu jiwa. Jarak Kota A ke Kota B 40 km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi yang paling baik berdasarkan titik henti adalah … .

a). 4 km dari Kota A

b). 10 km dari Kota B

c). 10 km dari Kota A

d). 16 km dari Kota A

e). 18 km dari Kota B

Diketahui

dAB = 40 k

PA = 1,8 juta jiwa

PB = 200 ribu = 0,2 juta jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pembangunan Sekolah Dari Wilayah Kota

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PA/PB)] atau

DAB = (40)/[(1 + Ö(1,8juta/0,2juta)]

DAB = 10 km dari kota B (jumlah penduduk lebih sedikit)

3). Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Menentukan Pusat Perbelanjaan

Penduduk kota A = 1juta jiwa, kota B = 40 ribu jiwa. Jarak kota A ke kota B = 30 Km. Jika antar kota A dan kota B akan didirikan pusat perbelanjaan, maka lokasi ideal ada pada jarak…

a). 3 Km dari kota A

b). 3 Km dari kota B

c). 3 Km dari kota B

d). 2,5 Km dari kota A

e). 5 Km dari kota B

Diketahui

dAB = 30 k

PA = 1 juta jiwa

PB = 40 ribu jiwa

Menghitung Titik Henti Jarak Pusat Perbelanjaan Dari Wilayah Kota

DAB = (dAB)/[(1 + Ö(PA/PB)] atau

DAB = (30)/[(1 + Ö(1juta/40ribu)]

DAB = 5 km dari kota B (jumlah penduduk lebih sedikit)

4). Contoh Soal Ujian Perhitungan Titik Henti Menentukan Letak Rumah Sakit

Penduduk kota A = 2,5 juta jiwa, kota B = 100 ribu Jiwa. Sedangkan jarak kota A ke kota B = 60 km. Jika antara kota A dan Kota B didirikan rumah sakit, maka lokasi ideal yang tepat adalah … .

a). 10 km dari A

b). 10 km dari B

c). 20 km dari B

d). 25 km dari B

e). 40 km dari B

Jawab B

5).  Contoh Soal Perhitungan Titik Henti Membangun Sekolah

Penduduk kota A berjumlah 2,7 juta jiwa, kota B = 300 ribu jiwa. Jarak kota A ke kota B adalah 20 Km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi ideal yang baik berdasarkan teori titik henti adalah…

a). 4 Km dari kota A

b). 5 Km dari kota B

c). 10 Km dari kota A

d). 16 Km dari kota A

e). 18 Km dari kota B

Jawab B

Contoh Soal Ujian Teori Pola Lahan Konsentrik

1). Pada teori konsentris terdapat Central Bussines District, yaitu ….

a). merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik kota, sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

b). daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman, terdapat pemukiman kumuh dan kriminalitas tinggi

c). zona yang banyak ditempati oleh pekerja yang bekerja di pusat kegiatan maupun pada zona dua dan pemukiman lebih baik

d). zona yang dihuni oleh penduduk yang status ekonominya menengah ke atas, dengan kondisi ekonomi pada zona ini lebih stabil bila dibandng dengan zona lainnya.

e). daerah ini merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab A

Daerah pusat kegiatan (central business district) merupakan pusat kehidupan soaial, ekonomi, budaya, dan politik sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Jaringan transportasi semuanya memusat ke zona ini, sehingga zona ini memiliki aksesibilitas yang tinggi

2). Pada teori sektor terdapat Zone of wholesale light manufacturing, yaitu ….

a). merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik kota, sehingga pada zona ini terdapat bangunan utama untuk kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

b). daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman, terdapat pemukiman kumuh dan kriminalitas tinggi

c). terdiri atas industri kecil dan perdagangan

d). zona yang dihuni oleh penduduk yang status ekonominya menengah ke atas, dengan kondisi ekonomi pada zona ini lebih stabil bila dibandng dengan zona lainnya.

e). daerah ini merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab C

Zone of wholesale light manufacturing terdiri atas industri kecil dan perdagangan

3). Pada pola keruangan kota terdapat pola segresi, yaitu ….

a). merupakan pola dimana kota pola persebaran kegiatan kota yang cenderung mengelompok pada satu wilayah utama.

b). merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota

c). merupakan pola persebaran kegiatan kota yang menyerupai pola sentralisasi, tetapi skala ukuran lebih kecil

d). merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dsb

e). merupakan pusat dari semua kegiatan manusia di kota dan Sebagian penduduknya merupakan penglaju.

Jawab D

Pola Segresi merupakan pola persebaran kota yang terpisah-pisah berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, budaya, dsb

4). Kegiatan ekonomi yang menggunakan lahan perkotaan antara lain, kecuali ….

a). perumahan

b). industri

c). pendidikan

d). kesehatan

e). pertanian

Jawan E

Kegiatan ekonomi yang menggunakan lahan perkotaan antara lain, a. Perumahan b. Industri c. Pendidikan d. Kesehatan

5). Pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti adalah …

a). sentralisasi

b). desentralisasi

c). nukleasi

d). segresi

e). agresi

Jawab B

Pola desentralisasi merupakan pola persebaran yang cenderung menjauhi pusat atau inti kota

Daftar Pustaka:

Pengertian Desa: Unsur Fungsi Ciri Potensi Non Fisik Struktur Pola Swadaya Swakarsa Swasembada

Pengertian Desa: Kata desa berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu deshi yang artinya ‘tanah tempat kelahiran’ atau ‘tanah tumpah darah’. Desa menjadi suatu istilah yang merujuk pada suatu wilayah hukum di daerah Jawa pada umumnya.

Istilah desa di berbagai daerah berbeda-beda misalnya di Jawa Tengah, desa dinamakan dusun. Di daerah Sunda disebut kampung, sedangkan di Padang dinamakan nagari. Di daerah Aceh dinamakan gampong, masyarakat Batak di Sumatra Utara menyebutnya huta dan di Sulawesi Utara masyarakat menyebutnya wanus.

Pengertian Desa dalam UU No. 32 Tahun 2004 termasuk diantaranya adalah Nagari di Sumatra Barat, Gampong di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Lembang di Sulawesi Selatan, Kampung di Kalimantan Selatan dan Papua, Negeri di Maluku.

Pengertian Desa Menurut Para Ahli

Pengertian Desa Menurut Sutardjo Kartohadikusumo (1953),

Secara administratif desa adalah suatu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Pengertian Desa Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1979,

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat yang di dalamnya merupakan kesatuan hukum yang memiliki organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat, dan berhak menyeleng garakan rumah tangganya sendiri (otonomi) dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia.

Pengertian Desa Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten.

Kawasan perdesaan adalah kawasan yang memiliki kegiatan utama pertanian, pengelolaan sumber daya alam, Kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Pengertian Desa Menurut R. Bintarto

Desa merupakan bentuk atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang tinggal di suatu daerah yang memiliki hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.

Pengertian Desa Menurut Paul H. Landis

Desa adalah suatu wilayah yang memiliki penduduk kurang dari 2.500 jiwa, dan memiliki ciri-ciri saling nengenal satu sama lain (kekeluargaan), ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, serta mata pencahariannya bersifat agraris dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, seperti iklim, keadaan alam, dan kekayaan alam.

Pengertian Desa Menurut William Ogburn dan M.F. Nimkoff

Desa merupakan keseluruhan organisasi yang berkehidupan sosial dan tinggal di dalam daerah yang terbatas

Pengertian Desa Menurut S.D. Misra

Desa adalah Kawasan yang menjadi tempat tinggal dan Kawasan yang menjadi daerah pertanian dengan batas- batas tertentu yang luasnya antara 50 sampai 1.000 are.

Pengertian Desa Menurut Daldjoeni (2003),

Desa merupakan permukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya bekerja dan memiliki berpengasilan sebagai agraris

Unsur – Unsur Desa

Unsur unsur desa merupakan satu kesatuan hidup atau living unit yang berpengaruh terhadap kemajuan desa yang didukung oleh faktor usaha manusia atau human efforts dan tata geografi atau geographical setting.

Adapun unsur-unsur desa adalah unsur daerah, unsur penduduk dan unsur tata kehidupan

a). Unsur Daerah Desa

Daerah merupakan daerah yang terdiri atas tanah- tanah produktif dan non produktif serta penggunaannya, lokasi, luas wilayah, bentuk lahan, kondisi tata air dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat.

b). Unsur Penduduk Desa

Penduduk dengan sifat demografis masyarakatnya, seperti jumlah penduduk, tingkat ke lahiran, kematian, persebaran dan kepadatan, rasio jenis kelamin, komposisi penduduk, serta kualitas penduduknya.

c). Unsur Tata Kehidupan Desa

Tata pergaulan berkaitan dengan selukbeluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Tata kehidupan merupakan kebiasaan perilaku atau adat istiadat yang meliputi pola tata pergaulan, norma, budaya dan ikatan- ikatan pergaulan penduduk desa.

Ciri Ciri Khas Desa

Suatu daerah dikatakan sebagai desa, karena mempunyai beberapa ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan pada pengertian Dirjen Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes),

Ciri-ciri desa diantaranya adalah  sebagai berikut:

a). Perbandingan antara lahan dengan penduduknya atau mand land ratio- nya  cukup besar

b). Lapangan kerja penduduknya lebih banyak pada sektor pertanian atau agraris

c). Hubungan antara penduduknya masih sangat erat

d). Sifat-sifat masyarakatnya masih sangat memegang teguh tradisi atau adat yang berlaku.

  1. e) Pada umumnya sebagian masyarakat masih memegang normanorma agama yang cukup kuat.

f). Sifat gotong royong masih cukup tampak dalam kehidupan sehari-hari penduduk desa.

Fungsi Desa

Desa memiliki berkontribusi terhadap perkembangan daerah sekitarnya. Adapun fungsi desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Desa berfungsi sebagai daerah pendukung (hinterland) atau daerah penyuplai bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging hewan.

b). Desa berfungsi sebagai penyumbang bahan mentah (raw material) sumber alam mineral, hasil hutan, perkebunan dan tenaga kerja (man power) yang memiliki nilai ekonomi.

c). Besa dapat berfungsi sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa nelayan sebagai daerah untuk kegiatan kerja (occupation).

Pengertian Potensi Desa

Potensi adalah segala sesuatu yang dimiliki tetapi belum dimanfaatkan. Selama belum dimanfaatkan maka potensi suatu wilayah tidak akan memberi manfaat apapun bagi masyarakat.

Potensi Fisik Non Fisik Desa

Potensi fisik yang dimikili sebuah desa merupakan sumber daya alam dan potensi non fisiknya berupa sumber daya manusia

Potensi fisik dan potensi nonfisik diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan dan perkembangan desa.

Potensi Fisik Desa

Potensi- potensi fisik yang dimiliki perdesaan adalah lahan tanah air iklim fauna flora

a). Potensi Fisik Lahan -Tanah Desa

Lahan – Tanah memiliki potensi sebagai sumber tambang dan mineral, lahan untuk tumbuhnya tanaman pembangunan infrastruktur rumah jalan dsb.

b). Potensi Fisik Air Desa

Air memberikan potensi sebagai sumber air dapat digunakan untuk energi, sumber air minum, irigasi, pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari.

c). Potensi Fisik Iklim Desa

Iklim memiliki potensi memberian peran penting bagi desa yang bersifat agraris. Iklim dipengaruhi oleh ketinggian tempat.

Desa dengan ketinggian tertentu memiliki potensi untuk maju karena kecocokan iklimnya bagi pengembangan tanaman dan pemanfaatan tertentu. Seperti perkebunan buah, tempat rekreasi, dan tempat peristirahatan.

d). Potensi Flora dan Fauna Desa

Potensi flora dan fauna desa dapat dikembangkan untuk usaha di bidang pertanian. Beragam tanaman pangan dan hewan ternak banyak dihasilkan dari perdesaan. Hal itu merupakan potensi untuk pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perdesaan maupun di perkotaan

e). Potensi Fisik Manusia

Manusia merupakan potensi sumber tenaga kerja (potential man power), baik pengolah tanah, dan produsen dalam bidang pertanian, maupun tenaga kerja industri di kota.

Potensi Non Fisik Desa

Potensi-potensi non fisik yang dimiliki perdesaan adalah diantarnya adalah.

a). Potensi nonfisik masyarakat desa timbul karean hidupnya dilandasi gotong-royong. Gotong- royong menjadi potensi kekuatan untuk produksi atau kekuatan membangun berdasarkan kerja sama yang saling pengertian dan menguntungkan.

b). Lembaga- lembaga sosial seperti Lembaga pendidikan dan organisasi sosial memiliki potensi yang dapat memberikan bantuan sosial dan bimbingan terhadap masyarakat.

c). Aparatur atau pamong desa memiliki potensi untuk menjaga ketertiban dan keamanan demi kelancaran jalannya pemerintahan desa.

Potensi Ekonimi Desa

Berdasarkan potensi terhadap ekonominya, perdesaan dapat dikelompokkan menjadi tiga.

a). Desa Potensi Ekonomi Tinggi,

Desa potensi tinggi adalah desa dengan lahan pertanian yang subur di daerah topografi datar atau agak miring. Desa sudah memiliki fasilitas teknis irigasi yang sangat memadai sehingga memiliki potensi cukup besar untuk maju dan berkembang lebih lanjut.

b). Desa Potensi Ekonomi Sedang

Desa berpotensi sedang adalah desa dengan lahan pertanian relatif subur dan topografinya tidak rata. Fasilitas teknis irigasi yang kurang memadai. Kondisi ini menyebabkan potensi desa kurang dapat berkembang dengan cepat.

c). Desa Potensi Ekonomi Rendah

Desa berpotensi rendah adalah desa dengan lahan pertanian yang tidak subur dan topografinya berbukit. Sumber air sulit diperoleh. Pertanian bergantung pada curah hujan. Kondisi ini menyebabkan potensi desa menjadi rendah sehingga kesulitan untuk maju dan berkembang.

Faktor Menentukan Kemajuan Desa

Faktor-faktor yang menentukan kemajuan desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Potensi Desa

Potensi desa mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk desa dan pamong (aparatur) desa merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan kemajuan desa.

b). Interaksi Dengan Daerah Lain

Interaksi dapat terjadi antara desa dengan desa, serta desa dengan kota. Perkembangan komunikasi dan transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain sehingga desa semakin maju.

c). Lokasi Desa

Lokasi desa berkaitan dengan letak desa terhadap daerah di sekitarnya. Desa akan lebih berkembang apabila lokasinya berdekatan dengan daerah yang lebih maju.

Klasifikasi Desa

Berdasarkan pada tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi- potensi yang dimilikinya, maka desa dapat diklasifikasikan menjadi desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada

a). Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa terbelakang yang sebagian besar masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhannya dengan cara mandiri. Desa swadaya dicirikan dengan kehidupan penduduknya yang masih memiliki ikatan yang kuat terhadap adat istiadat.

Penduduknya sebagian besar  berpendidikan rendah dan mata pencahariannya sebagai petani yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri

Umumnya desa terpencil di pegunungan atau perbukitan dan masyarakatnya kurang berinteraksi dengan masyarakat sekitar atau bahkan tidak sama sekali. Proses kemajuan desanya menjadi sangat lambat.

Ciri Ciri Desa Swadaya

Ciri-ciri pokok desa swadaya antara lain:

–  Lokasinya terpencil;

–  Penduduknya jarang;

–  Produktivitas tanah rendah;

–  Daerah berupa bukit atau bergunung-gunung;

–  Sebagian besar penduduk hidup bertani;

–  Tingkat pendidikan masyarakat rendah;

–  Masih terikat oleh kebiasaan kebudayaan adat;

–  Kegiatan ekonomi masyarakat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri;

–  Memiliki lembaga-lembaga yang sangat sederhana.

b). Desa Swakarya

Desa swakarya adalah desa sedang berkembang yang keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya.

Pada desa ini pennduduknya dalam masa transisi dan adanya pengaruh dari luar desa. Mata pencaharian penduduknya mulai bervariasi dan roda pemerintah sudah mulai berkembang baik.

Warga desa sudah menjual hasil produksi ke daerah lain, di samping untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Warga sudah melakukan interaksi dengan lingkungan seputar, walaupun intensitasnya belum terlalu sering.

Ciri – Ciri Desa Swakarya

Ciri-ciri desa swakarya diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak mengikat penuh sehingga memungkinkan penduduk untuk mencoba cara-cara baru dalam mengatasi kesulitan.
  • Sudah mulai mempergunakan alat-alat dan teknologi.
  • Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walaupun letaknya masih jauh dari pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.
  • Telah memiliki tingkat perekonomian, sarana pendidikan, jalur lalu lintas, dan prasarana lain yang agak maju.

c). Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa yang sudah maju sudah memiliki kemampuan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. Kemajuan ditunjukkan dengan adanya interaksi dengan masyarakat luar.

Penduduk desa memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam di bidang perdagangan dan jasa, serta memiliki tingkat Pendidikan yang tinggi sehingga pola pikirnya lebih maju.

Penduduk melakukan interaksi untuk tukar- menukar barang dengan wilayah lain sebagai fungsi perdaganagan. Warga desa memiliki kemampuan untuk saling mempengaruhi dengan penduduk di wilayah lain.

Hasil interaksi ditunjukkan masyarakat dengan menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumber dayanya sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik.

Ciri – Ciri Desa Swasembada

Ciri-ciri pokok desa swasembada adalah sebagai berikut.

  • Banyak berlokasi di ibu kota kecamatan, sekitar ibu kota kabupaten, atau di sekitar ibu kota provinsi yang tidak termasuk wilayah kelurahan.
  • Memiliki tingkat perekonomian yang lebih maju, administrasi pemerintahan desa teratur, lembaga-lembaga desa telah berfungsi, dan pemerintahan desa berjalan lancar.
  • Memiliki fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Misalnya, jalur transportasi, teknik produksi, pemasaran hasil produksi, prasarana pengairan, sarana pendidikan, kesehatan, dan penerangan.
  • Memiliki ikatan adat dan kebiasaan adat yang kurang berpengaruh lagi pada kehidupan masyarakat.
  • Memiliki lembaga sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang sudah dapat menjaga kelangsungan hidupnya.
  • Memiliki alat-alat teknis yang digunakan penduduk untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sudah lebih modern
  • Memiliki jumlah penduduk yang padat dengan mata pencarian yang bermacam macam.

Struktur- Pola – Bentuk – Pemukiman Desa

Secara garis besar, pola persebaran dan pemukiman desa dapat dibedakan menjadi pola linear, pola menyusur, dan pola konsentris (memusat).

a). Bentuk – Pola  Pemukiman Desa Linear

Pola desa linear dapat dijumpai pada daerah dataran, terutama dataran rendah yang dilintasi oleh aliran sungai atau wilayah yang dilintasi jalan raya.

Rumah- rumah penduduk umumnya berderet, memanjang linear mengikuti jalur sungai atau jalan raya. Pola tata guna lahan seperti ini bertujuan untuk memudahkan transportasi penduduk, barang dan jasa.

b). Bentuk – Pola Pemukiman Desa Menyusur – Memanjang

Pola desa menyusur dapat dijumpai di daerah- daerah pantai. Persebaran atau perluasan desa biasanya memanjang mengikuti arah garis pantai.

Desa berpola sepanjang pantai merupakan desa nelayan yang mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di laut.

c). Bentuk – Pola Pemukiman Desa TerpusatKonsentris

Bentuk pola desa semacam ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan. Wilayah pegunungan biasanya dihuni oleh penduduk yang berasal dari keturunan yang sama sehingga antara sesama warga masih merupakan saudara atau kerabat.

Kebanyakan pola lokasi desa adalah berbentuk konsentris, dengan kantor kepala desa sebagai pusatnya. Di sekitarnya adalah tempat tinggal penduduk,

Pola terpusat umumnya memiliki fasilitas- fasilitas umum yang dibutuhkan penduduk setempat, seperti mata air, danau, ataupun fasilitas fasilitas lainnya.

d). Bentuk – Pola – Pemukiman Desa  Terpencar

Pola desa terpencar-pencar, biasanya dikarenakan keadaan alam yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan mencari tempat yang dekat dengan air, tanah yang subur, kaya mineral, iklim yang cocok, dan daerah yang aman.

Pola persebaran desa tersebar umumnya terdapat di daerah yang homogen dengan kesuburan yang tidak merata, seperti di pegunungan kapur (karst). Desa satu dengan yang lain dihubungkan oleh jalan setapak.

Bentuk perdesaan yang terpencar cenderung menyendiri (disseminated rural settelment). Biasanya perdesaan seperti ini hanya merupakan farm stead, yaitu sebuah rumah petani yang terpencil, tetapi lengkap dengan gudang alat mesin, penggilingan gandum, lumbung, kendang ternak, dan rumah petani.

e). Bentuk – Pola Pemukiman Desa Mengelilingi Fasilitas Tertentu.

Bentuk atau pola  umumnya banyak dijumpai di wilayah dataran rendah dan memiliki fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat, seperti mata air, danau, waduk, dan fasilitas- fasilitas lainnya.

Klasifikasi Desa Berdasarkan Lingkup Alamnya

Berdasarkan lingkup bentang alamnya, wilayah desa di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu sebagai berikut.

a). Desa pantai

Desa pantai adalah desa yang terletak di daerah pantai. Walaupun kehidupannya tidak selalu sama, baik dalam pola pengaturan lahannya maupun dalam corak kehidupan penduduknya. Tergantung kepada kondisi wilayahnya.

Pola pengaturan lahan atau juga corak kehidupan penduduk di pantai yang landai akan berbeda dengan pantai yang di perbukitan.

b). Desa Dataran Rendah

Desa  di dataran rendah bervariasi sesuai dengan sejarah dan perkembangannya masing- masing. Desa dataran rendah memiliki keleluasaan dalam mengatur pola lahan atau teritorialnya dibandingkan dengan desa- desa di pantai atau di pegunungan.

c). Desa Pegunungan

Desa pegunungan sangat bergantung pada keadaan alamnya. Rumah- rumah penduduk desa pegunungan sering terlihat bersaf-saf secara hierarkis, yaitu di celah-celah perbukitan, di lembah-lembah pegunungan, atau di kanan- kiri sungai.

d). Desa Pedalaman

Desa pedalaman adalah desa yang berada jauh dari kota dan terisolir. Desa desa pedalaman masih banyak dijumpai di pulau Papua dan Kalimantan.

e). Desa Sekitar Kota

Desa di sekitar perkotaan merupakan desa yang sudah termasuk wilayah perkotaan, dan bila telah memenuhi syarat -syarat tertentu bisa pula disebut kota.

Tujuan Pembangunan Desa

Adapun tujuan pembangunan desa diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Menghargai kesamaan kedudukan warga desa dengan penduduk kota. Artinya, tidak ada perbedaan status antara penduduk desa dengan penduduk kota.

b). Mendorong  peningkatan kehidupan penduduk desa yang sejahtera atas dasar keadilan dan rasional.

c). Mendorong meningkatkan kreativitas penduduk desa dalam menghadapi masalah dan kesulitan hidup.

Faktor Penghambat Pembangunan Desa

Faktor-faktor yang dapat menghambat pembangunan desa diantaranya adalah  sebagai berikut.

a). Penyebaran penduduk di Indonesia belum merata (65% bermukim di Pulau Jawa yang luasnya ± 7% dari luas seluruh Indonesia). Hal ini mengakibatkan daerah yang padat penduduknya kurang memiliki tanah garapan.

b). Adanya perbedaan kultur atau adat kebiasaan dan perbedaan tingkat sosial ekonomi di setiap desa.

c). Kebanyakan penduduk desa adalah petani dan buruh tani. Apabila laju perkembangan penduduknya tinggi dan lapangan kerja di desa semakin sempit akan mengakibatkan terjadinya urbanisasi.

d). Struktur desa bersifat dualistis, yaitu sebagian sudah mengalami pengaruh kehidupan kota dan sebagian lagi masih tradisional.

  1. e) . Tingkat kehidupan masyarakat desa masih sangat rendah.

Daftar Pustaka

Rumus Perhitungan Angka Kelahiran-Kematian-Proyeksi Penduduk Eksponensial-Geometris-Migrasi Neto-Bruto

Pengertian Antroposfer: Antroposfer berasal dari kata latin antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lapisan atau lingkungan.  Antroposfer merupakan lapisan yang dihuni oleh manusia yang secara garis besar merupakan bagian dari permukaan bumi yang berhubungan dengan kehidupan manusia (penduduk).

Pengertian Demografi

Demografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu, demos yang berarti penduduk dan graphien yang artinya menulis. Jadi, demografi adalah tulisan tulisan tentang penduduk.

Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentangg struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur wilayah meliputi jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk.

Struktur pendudul selalu berubah ubah sesuai dengan perubahan yang terjadi akibat proses demografi yaitu kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.

Pengertian Dinamikia Demografi

Dinamika demografi adalah peristiwa- peristiwa yang terjadi secara terus- menerus dan saling berkaitan mengenai perubahan jumlah penduduk.

Pengertian Penduduk

Penduduk dapat didefinisikan sebagai sejumlah manusia baik secara individu maupun kelompok yang menempati wilayah atau negara tertentu minimal dalam jangka waktu satu tahun pada saat dilaksanakan pendataan atau sensus penduduk.

Indikator Kuantitas Penduduk

Indikator untuk mengukur kuantitas sumber daya manusia adalah jumlah penduduk, pertumbuhan, penyebaran, dan kepadatan serta komposisi.

Jumlah Penduduk

Keadaan atau banyaknya orang yang mendiami suatu tempat disebut jumlah penduduk. Jumlah penduduk suatu negara diketahui dengan berbagai cara, yaitu dengan sensus penduduk, registrasi, dan survei.

Pengertian Sensus

Sensus merupakan perhitungan resmi dari penduduk suatu negara, bersama-sama dengan pengumpulan statistiknya dan yang menangani adalah Biro Pusat Statistik di Jakarta, sedangkan yang menyangkut masalah kependudukan ditangani oleh Lembaga Demografi.

Sensus atau cacah jiwa adalah proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan.

Perhitungan jumlah penduduk melalui sensus yang dilakukan secara berkala. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Tujuan Manfaat Dilaksanakannya Sensus

Tujuan utama diselenggarakan sensus penduduk antara lain adalah

a). Mengetahui jumlah dan perkembangan dan pertumbuhan penduduk dalam periode waktu tertentu,

b). Mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk di berbagai wilayah,

c). Mengetahui kondisi demografis lainnya, seperti tingkat kelahiran, kematian, komposisi, dan migrasi.

d). Mengetahui golongan penduduk menurut jenis kelamin, umur, dan banyaknya kesempatan kerja.

e). Mengetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya.

f). Mengetahui persebaran penduduk, daerah yang terlalu padat, dan daerah yang masih jarang penduduknya.

g). Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat perpindahan.

h). Merencanakan pembangunan bidang kependudukan.

Metode Pelaksanaan Sensus

Pelaksanaan sensus dapat dilkukan dengan dua metoda yaitu metoda house holder dan metoda canvasser.

a). Sensus Metoda House Holder

Metoda house sensus adalah pelaksanaa sensus dengan cara memberikan satu daftar isian kepda kepala rumah tangga yang dissensus, untuk diisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanyaan yang termuat dalam daftar tersebut.

Sensus dengan metoda house holder dilakasanakan di negara negara yang sudah bebas buta huruf.

b). Sensus Metoda Canvasser

Sensus dengan metoda canvasser adalah sensus yang dilakukan dengan cara pencacahan, dimana pertugas sensus yang mengisi daftar pencacahan sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh tiap penduduk yang dissensus.

Jenis Jenis Sensus

Di dalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

a). Sensus De Jure,

Sensus de jure adalah proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap setiap orang yang benar- benar tercatat bertempat tinggal di suatu wilayah atau negara, yang umumnya  dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

b). Sensus De Facto

Sensus de facto adalah proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus di wilayah tersebut..

Pengertian Survei

Survei adalah proses pencacahan terhadap sampel penduduk di beberapa wilayah yang dapat mewakili karakter wilayah secara keseluruhan. Pelaksanaan survei dilakukan kapan saja dan tidak memiliki periodisasi seperti sensus.

Pelaksanaan survei hampir sama dengan sensus. Perbedaan dari kedua proses pencacahan tersebut terletak pada waktu pelaksanaan, wilayah, dan jumlah penduduk yang di data.

Proses pendataan survei hanya dilakukan terhadap sampel (contoh) penduduk di beberapa wilayah yang dianggap dapat mewakili karakteristik semua penduduk di sekitar wilayah sampel.

Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk adalah proses pengumpulan keterangan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa kependudukan harian dan kejadian-kejadian yang mengubah status seseorang, seperti peristiwa kelahiran, perkawinan, perceraian, perpindahan tempat tinggal, dan kematian.

Registrasi merupakan pencatatan jumlah penduduk melalui data data tertulis yang telah.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk dalam setiap kurun waktu tertentu, melalui proses perhitungan.

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk adalah fenomena bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk dari waktu ke waktu dalam suatu wilayah tertentu.

Gejala dinamika penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran (fertilitas atau natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Jenis Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total.

a). Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami merupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran dan kematian.

Jadi, pertumbuhan penduduk alami hanya menggambarkan perkembangan penduduk yang disebabkan oleh selisih jumlah angka kelahiran dan jumlah angka kematian.

Rumus Pertumbuhan Penduduk Alami

Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk alami digunakan rumus sebagai berikut.

Pa = L – M

Pa = pertumbuhan penduduk alami

L =  angka lahiran

M = angka kematian

Rumus Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk untuk tahun tertentu dapat dihitung dengan rumus berikut

Pt = P0 + (L – M )

Pt = jumlah penduduk tahun akhir perhitungan

P0 = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

Rumus Persentase Pertumbuhan Penduduk

Adapun persentase pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

% = (L – M)/P0

% = persentase pertumbuhan penduduk alami

Contoh Soal Perhitungan Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk Kota A pada tahun 2021 adalah 2,5 juta jiwa. Selama satu tahun, dari 2021 sampai dengan 2022 terjadi kelahiran sebanyak 30.000 bayi, pada tahun yang sama jumlah penduduk yang meninggal dunia adalah 5000 jiwa.

Hitunglah jumlah penduduk Kota A pada akhir tahun 2022 dan hitung juga berapa persentase pertumbuhan penduduk alaminya

Diketahui:

Po = 2,5 juta jiwa

L = 30.000 jiwa

M = 5000 jiwa

Menghitung Pertumbuhan Penduduk Alami Di Akhir Tahun

Perumbuhan atau Pertambahan penduduk secara alami dihitung dengan rumus berikut:

Pa = (L – M)

Pa = 30000 – 5000

Pa = 25000 jiwa

Menghitung Jumlah Penduduk Akibat Pertumbuhun Alami

Jumlah penduduk Kota A 2022 dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

Pt = P0 + Pa atau

Pt = P0 + (L – M )

Pt = 2.500.000 + (30000 – 5000)

Pt = 2.525.000

Persentase Pertumbuhan Penduduk Alami

Persentase pertumbuhan penduduk dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

% = (L – M)/P0

% = (30000 – 5000)/(2.500.000)

% = 1,0 %

Jadi, pertambahan penduduk alami selama periode 2021– 2022adalah 25000 jiwa sehingga jumlah penduduk Kota A 2022 menjadi 2.525.000 jiwa.  Sedangkan persentase pertumbuhan penduduknya adalah 1,0%.

b). Pertumbuhan Penduduk Migrasi Atau Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total adalah kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).

Rumus Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total yang memperhitungkan angka kelahiran, kematian dan angka imigran dan emigran dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

P = Pa + (I – E)

P = Pertumbuhan penduduk total

Pa = pertumbuhan penduduk alami

I = jumlah imigrasi (penduduk yang masuk ke suatu wilayah)

E = jumlah emigrasi (penduduk yang keluar atau meninggalkan suatu wilayah)

Rumus Menghitung Jumlah Penduduk Akibat Pertumbuhan Penduduk Total

Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk total digunakan rumus sebagai berikut.

Pt = Po + (L – M ) + ( I – E )

Rumus Persentase Pertumbuhan Penduduk Total

Adapun persentase pertumbuhan penduduk total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

% = [(L – M ) + ( I – E )]/Po

% = persentase pertumbuhan penduduk total.

Contoh Soal Perhitungan Pertumbuhan Penduduk Total

Jumlah penduduk Kota A pada 2021 adalah 3,0 juta jiwa. Selama 2021–2022 terjadi kelahiran sebanyak 150.000 bayi, sedangkan jumlah penduduk yang meninggal dunia adalah 70.000 jiwa.

Penduduk yang datang dari luar yang kemudian menetap di daerah tersebut berjumlah 5000 jiwa, sedangkan yang pindah ke daerah lain adalah 2500 jiwa. Hitunglah jumlah penduduk Kota A 2022 dan hitung juga berapa persentase pertumbuhan penduduk totalnya.

Diketahui:

Po = 3.000.000

L = 150.000

I = 5.000

M = 70.000

E = 2.500

Menghitung Pertumbuhan Penduduk Total

P = Pa + (I – E) atau

P = (L – M) + (I – E)

P = (150.000 – 70.000) + (5.000 – 2.500)

P = 80.000 + 2.500

P = 82.500

Menghitung Jumlah Penduduk Total

Jumlah penduduk kota setelah satu tahun dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Pt = Po + (L – M) + (I – E) atau

Pt = Po + P

Pt = 3.000.000 + 82.500

Pt = 3.082.500

Pt = 3.082.500 jiwa

Menghitung Persentase Pertumbuhan Penduduk Total

Persentase pertumbuhan penduduk total selama satu tahun dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

% = [(L – M ) + ( I – E )]/Po atau

% = P/Po

P = 82.500

Po = 3.000.000

% = (82.500)/(3000.000) x 100%

% = 2,75 %

Jadi, pertumbuhan penduduk total selama 2021–2022 adalah 82.500 jiwa, sehingga jumlah penduduk Kota A 2022 menjadi 3.082.500 jiwa jiwa. Adapun persentase pertumbuhan penduduk totalnya adalah 2,75%.

Proyeksi Jumlah Penduduk  

Proyeksi penduduk merupakan perhitungan perkiraan jumlah penduduk pada masa yang akan datang berdasarkan dengan asumsi perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Kegunaan – Manfaat Proyeksi Jumlah Penduduk

Beberapa Manfaat dari proyeksi jumlah penduduk diantaranya adalah

a). Bidang Kesehatan

Jumlah penduduk digunakan untuk perencanaan pengembangan fasilitas kesehatan seperti jumlah dokter, paramedis, obat obatan, rumah sakit fasilitas kesehetan lainnya sesuai standar Pendidikan nasional.

b). Bidang Pendidikan

Digunakan untuk memperkirakan jumlah usia sekolah dan perencanaan pengembangan fasiltas Pendidikan seperti jumlah guru, jumlah kelas, buku, biaya Pendidikan dan fasilitas lainnya sesuai standar kesehatan.

c). Bidang Pangan

Digunakan untuk perencanaan pengembangan kebutuhan bahan pangan seperti lahan persawahan, air bersih, dan lainnya sesuai dengan standar gizi serta susunan penduduk menurut umur.

d). Bidang Produksi dan Tenaga Kerja

Digunakan untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja dan perencanaan pengembangan peningkatan lapanan kerja dengan membuka fasilitas produksi baru (investasi).

e). Bidang Perumuhan.

Digunakan untuk memperkirakan jumlah keluarga baru dan perencanaan pengembangan fasilitas perumahan, kredit, lahan dan fasilitas lainnya.

f). Bidang Energi

Digunakan untuk perencanaan kebutuhan energi seperti listrik, bahan bakar minyak, perencanaan pengembangan fasilitas penyedian energi dan bahan bakar.

Rumus Perhitungan Proyeksi Jumlah Penduduk

Proyeksi jumlah penduduk suatu wilayah – negara dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan Pertumbuhan Penduduk Eksponensial dan  Pertumbuhan Penduduk Geometris seperti berikut:

a). Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Pertumbuhan penduduk eksponensial adalah pertumbuhan penduduk suatu wilayah – negara yang mengikuti persamaan eksponensial.

Rumus Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Pertumbuhan penduduk eksponensial dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Pn= Po x er.n

Pn = jumlah penduduk tahun ke n)

Po = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

e = bilangan eksponensial, nilainya 2,7182819

r = rata-rata tingkat pertumbuhan pertahun (%)

n = lama waktu perhitungan (tahun)

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Jumlah penduduk suatu negara pada tahun 2012 adalah 180 juta jiwa, sedangkan tahun 2022 adalah 216 juta jiwa. Hitunglah rata rata tingkat pertumbuhan penduduk negara tersebut pertahun selama periode 2012 – 2022

Diketahui:

Pn= 216 juta

Po = 180 juta

n = 10 tahun

Menghitung Tingkat Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Tingkat pertumbuhan rata penduduk suatu negara yang memenuhi pertumbuhan eksponensial dapat dinyatakan denga persamaan berikut

Pn = Po x er.n atau

Pn/Po = er.n

216/180 = (e)r.(10)

1,2 = (e)r.(10)

ln(1,2) = ln(e)r.(10)

ln(1,2) = r x (10) ln(e)

0,1823 = r x 10 x (1)

r = 0,1823/10

r = 0,0182

r = 1.82%

Jadi, pertumbuhan penduduk rata rata selama 10 tahun periode 2012 – 2022 adalah 1,82%

b). Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Pertumbuhan penduduk gometris adalah pertumbuhan penduduk suatu wilayah – negara yang memenuhi persamaan geometris

Rumus Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Pertumbuhan penduduk geometris dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Pn = Po (1 + r)n

Pn = jumlah penduduk pada tahun ke n

Po = jumlah penduduk tahun awal perhitungan

1 = bilangan konstanta geometris

r = rata-rata tingkat pertumbuhan pertahun (%)

n = lama waktu perhitungan (tahun)

Contoh Soal Perhitungan Tingkat (Laju) Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Jumlah penduduk suatu negara pada tahun 2012 adalah 180 juta jiwa, sedangkan tahun 2022 adalah 216 juta jiwa. Hitunglah rata rata tingkat pertumbuhan penduduk negara tersebut pertahun selama periode 2012 – 2022

Diketahui:

Pn = 216 juta

Po = 180 juta

n = 10 tahun

Menghitung – Tingkat (Laju ) Pertumbuhan Jumlah Penduduk Geometris

Tingkat pertumbuhan rata penduduk suatu negara yang memenuhi pertumbuhan geometris dapat dinyatakan denga persamaan berikut

Pn = Po (1 + r)n atau

Pn/Po = (1 + r)n

216/180 = (1 + r)10

log (1,2) = 10 log (1 + r)

0,07918/10 = log (1 + r)

0,007918 = log (1 + r) (anti log)

10(0,007918) = 1 + r

1,0184 = 1 + r

r = 1,0184 – 1

r = 0,0184

r = 1,84 %

Jadi, pertumbuhan penduduk rata rata selama 10 tahun periode 2012 – 2022 dengan persamaan geometris adalah 1,84%

Contoh Soal Proyeksi Jumlah Penduduk

Misalkan pada tahun 2012 jumlah penduduk suatu negara tercatat 180 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk per tahun adalah 1,84%. Berapakah proyeksi penduduk negara tersebut pada tahun 2022

Diketahui

Po = 180 juta

r = 1,84 %

n = 2022 – 2012 = 10 tahun

Rumus Menghitung Proyeksi Jumlah Penduduk Negara

Proyeksi jumlah penduduk suatu negara dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan pertumbuhan penduduk seperti berikut

Pn = Po (1 + r)n

P10 = 180 jt (1 + 0,0184)10

P10 = 180 jt (1,0184)10

P10 = 180 jt x (1,2)

P10 = 216 juta

Jadi, sepuluh tahun kemudian, jumlah penduduk negara tersebut diproyeksikan menjadi 216 juta jiwa.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah dipengaruhi oleh tiga faktor utama dinamika penduduk, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi.

Angka Kelahiran Atau Fertilitas – Natalitas

Kelahiran ialah kemampuan seseorang wanita untuk melahirkan yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan.

Fertilitas merupakan gambaran mengenai jumlah kelahiran hidup dalam suatu wilayah pada periode waktu tertentu. Fertilitas atau angka kelahiran disebut juga natalitas.

Faktor Yang Mempengaruhi Fertalitas Natalitas

Ada beberapa faktor yang mendukung kelahiran (pronatalitas) dan yang menghambat (antinatalitas).

1). Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran – Pronatalitas

Faktor-faktor pronatalitas antara lain sebagai berikut.

a). Pernikahan usia muda atau di bawah umur. Seorang wanita sudah nikah di usia muda, kesempatan reproduksi (melahirkan) lebih lama. Jadi, kesempatan mempunyai anak lebih banyak.

b). Rendahnya tingkat kesehatan. Banyaknya bayi yang meninggal menyebabkan orang tua ada kecenderungan mempunyai banyak anak. Jadi, bila ada yang meninggal masih ada anak lainnya.

c). Jaminan untuk hari tua ada yang merawat.

d). Masa-masa damai.

2). Faktor- Faktor Penghambat Kelahiran – Antinatalitas

Faktor-faktor antinatalitas antara lain sebagai berikut.

a). Adanya ketentuan batas umur minimal dapat menikah. Di Indonesia, untuk wanita ditetapkan minimal umur 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki batas minimal 19 tahun.

b). Adanya program pemerintah yang membatasi kelahiran. Di Indonesia, dengan program KB yang mulai dicanangkan pada tahun 1970, dengan semboyan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS), 2 anak cukup.

  1. c) Adanya pembatasan tunjangan anak, terutama bagi pegawai negeri.
  2. d) Masa-masa perang.

Jenis Jenis Angka Kelahiran

Secara umum angka kelahiran atau fertilitas diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu angka kelahiran kasar, kelahiran umum, dan kelahiran menurut kelompok-kelompok usia.

a). Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR) adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari 1.000 penduduk selama periode satu tahun.

Angka ini menjadi kasar, karena tidak memperhatikan penduduk laki laki, wanita, anak anak dan usia di atas 50 tahun.

Rumus Angka Kelahiran Kasar

Untuk mencari angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut.

CBR = (L/P) x 1000

CBR = angka kelahiran kasar

L = jumlah kelahiran bayi hidup selama satu tahun

P = jumlah penduduk tahun

Angka kelahiran kasar digolongkan menjadi tiga, yaitu:

–  Golongan tinggi, apabila jumlah kelahiran lebih dari 30.

–  Golongan sedang, apabila jumlah kelahiran antara 20 – 30.

–  Golongan rendah, apabila jumlah kelahiran kurang dari 20.

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Kasar – Crude Birth Rate (CBR)

Pada tahun 2021, jumlah penduduk di Kota A sebanyak 200.000 jiwa dan jumlah bayi yang lahir tercatat 800 anak. Berapa angka kelahiran kasarnya?

Diketahui

L = 8000 jiwa

P = 200.000 jiwa

Menghitung Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

CBR = (L/P) x 1000

CBR = (800/200.000) x1000

CBR = 4

Angka kelahiran kasar adalah 4, ini artinya, dari 1.000 penduduk kota A dalam satu tahun telah terjadi kelahiran sebanyak 4 bayi.

b). Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum atau General Fertility Rate (GFR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran dari 1.000 wanita yang berusia reproduksi pada periode satu tahun.

Usia reproduksi adalah usia di mana wanita sudah berpotensi untuk melahirkan, yaitu antara umur 15–49 tahun.

Rumus Menghitung Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

GFR = (L)/(W15-49) x1000

GFR = angka kelahiran umum

L = jumlah bayi yang lahir hidup selama periode satu tahun

W15-49  = jumlah penduduk wanita usia reproduksi

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Umum

Di kota X banyaknya wanita berumur 15 – 49 tahun pada tahun 2021 adalah 90.000 orang, sedangkan jumlah bayi yang lahir hidup adalah 900 anak. Berapakah angka kelahiran umumnya?

Diketahui

L = 900 bayi

W15-49 = 90.000 jiwa:

Menghitung Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum di suatu kota wliyah dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

GFR = (L)/(W15-49) x1000

GFR = (900)/(90.000) x 1000

GFR = 10

Angka kelahiran umum sama dengan 10, artinya dari 1.000 wanita berusia antara 15 – 49 tahun selama satu tahun terlahirkan 10 bayi

c). Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia – Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran menurut kelompok usia adalah angka yang menunjukkan jumlahnya bayi lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita perkelompok umur pada usia reproduksi dalam periode tahun tertentu.

Dalam demografi, interval usia yang biasa digunakan adalah lima tahun. Pembagian kelompok umur reproduksi wanita adalah 15–19, 20–24, 25–29, 30–34, 35–39, 40–44, dan 45–49 tahun.

Rumus Menghitung Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia – Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran menurut kelompok wanita usia tertentu dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASFRx = (Lx)/(Wx) x1000

ASFRx = Age Specific Fertility Rate angka kelahiran menurut kelompok usia wanita tertentu

Lx = jumlah bayi yang lahir hidup dari penduduk wanita kelompok usia tertentu

Wx = jumlah penduduk wanita usia subur (reproduksi) pada kelompok umur tertentu

Istilah Age Specific Fertility Rate – ASFR terkadang disebut juga sebagai Age Spesific Birth Rate (ASBR)

Contoh Soal Perhitungan Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia Age Specific Fertility Rate – ASFR

Di kota A terdapat wanita usia 20 – 24 tahun sebanyak 100.000 jiwa. Banyaknya bayi yang lahir pada tahun tersebut sebanyak 200 anak. Berapa angka kelahiran khususnya?

Diketahui

W20-24 = 100.000 jiwa

L(20-24) = 200 jiwa

Menghitung Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia Age Specific Fertility Rate – ASFR

Angka kelahiran dari usia wanita antara 20 tahun sampai dengan 24 tahun dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASFR(20-24) = (L20-24)/(W20-24) x1000

ASFR(20-24) = (200)/(100.000) x1000

ASFR(20-24) = 2

ASFR(20-24) sama dengan 2, berarti dari 1.000 orang wanita yang berusia 20 – 24 tahun telah lahir 10 bayi dalam setahun.

2). Angka Kematian – Mortalitas

Angka kematian adalah jumlah kematian tiap seribu orang penduduk. Kematian adalah salah satu variabel dalam demografi yang mengurangi kuantitas penduduk.

Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kematian

Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat kematian, yaitu factor yang mendukung atau promortalitas dan menghambat kematian atau antimortalitas

a). Faktor Pendukung Kematian – Promortalitas

– Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Perilaku kesehatan dalam kehidupan sehari-hari masih rendah.

– Fasilitas kesehatan masih kurang memadai. Di daerah tertentu masih ada yang belum memiliki fasilitas kesehatan setingkat Puskesmas, sehingga masyarakat sulit untuk berobat.

– Faktor kecelakaaan. Faktor ini insidental, tapi sering terjadi, seperti kecelakaan lalu lintas darat, laut, atau udara.

– Bencana alam. Bencana alam memberikan pengaruh yang besar dalam menambah angka kematian. Kejadian-kejadian yang sering menimpa seperti longsor, banjir, gunung meletus, dan gempa bumi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.

b). Faktor Penghambat Kematian – Antimortalitas

Beberapa yang dapat menghambat lajunya angka kematian, di antaranya sebagai berikut.

  • Fasilitas kesehatan lengkap. Setiap daerah yang memiliki fasilitas Kesehatan lengkap akan menghambat lajunya penambahan angka kematian di Kawasan itu.
  • Lingkungan yang bersih dan teratur. Wabah penyakit akan jauh dari lingkungan yang bersih dan teratur, karena penyakit tidak bisa hidup di lingkungan yang bersih.
  • Adanya larangan agama. Setiap agama melarang umatnya saling membunuh dan saling berperang, kecuali hanya untuk mempertahankan diri.

Jenis Angka Kematian

Angka kematian dalam demografi dikenal dua jenis, yaitu angka kematian kasar dan angka kematian khusus menurut umur.

a). Angka Kematian Kasar – Crude Death Rate – CDR

Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah orang yang meninggal dunia dari tiap 1.000 orang penduduk dalam satu tahun.

Rumus Menghitung Angka Kematian Kasar Crude Death Rate – CDR

Angka kematian kasar dapat dihitung denga menggunakan rumusnya sebagai berikut.

CDR = (D/P) x 1000

Keterangan:

D = jumlah kematian pada tahun tertentu

P = jumlah penduduk pada periode satu tahun

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Kasar Crude Death Rate – CDR

Pada suatu kota  diketahui bahwa jumlah penduduk pada tahun 2021 tahun adalah 2 juta jiwa sedangkan jumlah kematiannya adalah 100.000 jiwa. Hitunglah angka kematian kasarnya!

Diketahui:

D = 100.000 jiwa

P = 2000.000

CDR = (100.000/2000.000) x 1000

1000 = 50 jiwa

Jadi pada kota tersebut dalam setahun terdapat kematian 50 orang dari 1000 penduduknya

b). Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian menurut umur adalah angka yang menunjukkan banyak kematian dari 1000 penduduk dengan usia tertentu dalam periode satu tahun.

Rumus Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian berdasarkan usia dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

ASDR = (Dx/Px) x 1000

Keterangan

ASDR = angka kematian menurut kelompok usia

Dx = jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok usia tertentu

Px = jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Pada tahun 2021, penduduk di Kota A berjumlah 200.000 orang. Jumlah penduduk yang berumur 35–39 tahun sebanyak 20.000 orang dengan angka kematian pada kelompok umur itu sebesar 100 orang. Hitung tingkat kematian pada kelompok umur 35–39 tahun di kota A tersebut

Diketahui

D35-39 = 100 jiwa

P35-39 = 20.000 jiwa

Menghitung Angka Kematian Menurut Umur – Age Specific Death Rate – ASDR

Angka kematian pada kelompok penduduk berusia 35 – 39 tahun dapat dinyatakan dengan rumus berikut

ASDR = (D35-39)(P35-39) x 10000

ASDR = (100/20.000) x 1000

ASDR = 5

Angka tersebut menunjukkan pada 2021 jumlah penduduk yang meninggal dunia pada kelompok usia 35–39 tahun adalah 5 orang setiap 1.000 penduduk kelompok usia tersebut.

c). Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi yang meninggal dunia dari seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu.

Infant mortality merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kualitas penduduk, yaitu tingkat kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi keluarga, dan kesiapan fisik saat proses persalinan.

Rumus Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

IMR = (D0/B) x 1000

Keterangan:

IMR = angka kematian bayi dalam setahun

Do = jumlah kematian bayi

B = jumlah kelahiran hidup

Contoh Soal Perhitungan Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Pada Tahun 2021 di kota A telah terjadi kelahiran bayi sebanyak 2500 jiwa. Dari proses kelahiran tersebut 25 bayi meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun. Tentukan nilai infant mortality kota A tersebut

Diketahui:

Do = 25 bayi

B = 2500 jiwa

Menghitung Angka Kematian Bayi – Infant Mortality Rate – IMR

Angka kematian bayi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

IMR = (D0/B) x 1000

IMR = (25/2500) x 1000

IMR = = 10 orang.

Angka IMR 10 artinya telah terjadi kematian bayi sebanyak 10 jiwa dari setiap 1.000 kelahiran bayi di kota A.

3). Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk disebut juga dengan gerakan penduduk yaitu suatu gerakan perpindahan penduduk dari tempat satu ke tempat yang lain. Mobilitas penduduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

a). Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah administrasi pemerintahan ke daerah administrasi pemerintahan yang lain. Migrasi dapat terjadi untuk sementara waktu atau untuk selamanya.

Migrasi dibagi menjadi dua yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional.

1). Migrasi Internasional – Migrasi Ekstern

Migrasi intenasional atau migrasi ekstern dalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Adapun migrasi internasional terdiri dari imigrasi dan emigrasi

a). Imigrasi

Imigrasi yaitu migrasi yang merupakan masuknya penduduk ke suatu negara. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.

Contoh Imigrasi adalah bangsa kulit putih yang menetap di Benua Amerika Sebagian merupakan pendatang dari benua Eropa.

b). Emigrasi

Emigrasi yaitu migrasi yang merupakan keluarnya penduduk suatu negara. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Contoh Emigrasi adalah beberapa penduduk dari Indonesia pindah ke negara Jepang atau ke negara China.

c). Remigrasi

Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk Kembali ke tanah airnya Kembali. Contoh Remigrasi adalah orang  orang Indonesia di Filipina ingin Kembali ke tanah air karena kondisi tidak aman, alasan fisik dan karena sudah tua, ingin Kembali ke kampung halamannya.

2). Migrasi Nasional – Migrasi Intern

Migrasi nasional atau migrasi intern yaitu perpindahan yang terjadi di dalam satu negara misalnya antarpropinsi atau antarkota dalam propinsi. Adapun migrasi nasional terdiri dari urbanisasi dan transmigrasi

a). Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban.

b). Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.

Jenis-Jenis Transmigrasi

Jenis-jenis transmigrasi yang dilakukan di Indonesia adalah:

  • Transmigrasi Umum

Transmigrasi umum adalah ransmigrasi yang dalam pelaksanaan dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah. Biaya yang timbul pada transmigrasi meliputi biaya perjalanan, biaya hidup, perumahan, lahan pertanian, bibit, dan alat-alat pertanian.

  • Transimigrasi Swakarsa

Transmigrasi swakarsa adalah transmigrasi yang pembiayaannya ditanggung oleh transmigran. Pemerintah hanya menyediakan fasilitas seperti tanah pertanian seluas dua hektar setiap keluarga.

  • Transmigrasi Bedol Desa

Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa termasuk dengan aparatur pemerintah desanya.

  • Transmigrasi Sektoral,

Transmigrasi sectoral adalah  jenis transmigrasi yang dilaksanakan antardepartemen. Pembiayaannya dikelola bersama antara pemerintah pusat dan daerah, atau pemerintah daerah yang satu dangan daerah lain, atau pemertintah pusat dengan badan swasta, atau badan – badan swasta.

  • Transmigrasi Lokal,

Transmigrasi local adalah jenis transmigrasi yang pelaksanaannya masih dalam satu kawasan provinsi.

  • Transmigrasi Musim

Transmigrasi musim adalah transmigrasi selama musim musim tertentu, sesudah musim selesai, meraka Kembali ke kampung halamannya.

Angka Migrasi Penduduk

Angka migrasi adalah angka yang menunjukkan jumlah orang bermigrasi masuk atau keluar per 1000 penduduk suatu wilayah tertentu. Angka migrasi terdiri dari angka migrasi masum dan angka migrasi keluar.

a). Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk adalah angka yang menunjukkan jumlah migran yang masuk persebu peduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun

Rumus Menghitung Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut

mi = (Mi/P) x 1000

mi = tingkat migrasi masuk

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

P = jumlah penduduk

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Masuk

Pada tahun terakhir jumlah migran yang masuk ke kota A adalah 1500 orang, sedangkan jumlah penduduk kota A adalah 750.000 orang. Hitunglah angka tingkat migrasi masuk untuk kota A tersebut.

Diketahui

Mi = 1500 orang

P = 750.000 orang

Menghitung Angka Migrasi Masuk

Angka migrasi masuk suatu kota dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

mi = (Mi/P) x 1000

mi = (1500/750.000) x 1000

mi = 2 orang

Jadi, tingkat migrasi pada satu tahun terakhir di kota A adalah 2 orang dalam seribu penduduk kota A.

b). Angka Migrasi Keluar

Angka migrasi keluar adalah angka yang menunjukkan jumlah migran yang keluar per 1000 penduduk daerah asal dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Keluar

Angka migrasi keluar untuk suatu wilayah tertentu dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

mo = (Mo/P) x 1000

mo = tingkat migrasi keluar suatu wilayah

Mo = jumlah migran yang keluar dari suatu wilayah

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Keluar

Pada satu tahun terakhir, jumlah migran yang keluar dari kota A adalah 1200 orang, sedangkan jumlah penduduk kota A adalah 600.000 orang. Hitunglah angka migrasi keluar untuk kota A tersebut

Diketahui

Mo = 1200 orang

P = 600.000 orang

Menghitung Angka Migrasi Keluar Kota

Angka migrasi keluar suatu kota dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut

mo = (1200/600.000) x 1000

mo = 2 orang

Jadi, tingkat migrasi keluar dari kota A adalag 2 orang dari 1000 penduduk kota A.

c). Angka Migrasi Neto

Angka migrasi neto adalah selisih jumlah migran masuk dan keluar pada suatu daerah per 1000 penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Neto.

Angka migras neto suatu wilayah dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut

mn = (Mi – Mo)/(P) x 10000

mn = angka migrasi neto

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

Mo = jumlah migran keluar satu tahun tertentu

P = jumlah penduduk

Pada satu tahun terakhir di kota A kedatangan migran sebanyak 1500 orang, pada tahun yang sama ada 1000 penduduk yang meninggalkan kota A. Jumlah penduduk kota A adalah 500.000 orang. Hitunglah angka migrasi neto kota A.

Diketahui;

Mi = 1500 orang

Mo = 1000 orang

P = 500.000

Menghitung Angka Migrasi Neto

Angka migrasi neto pada suatu wilayah dapat dihitung dengan persamaan berikut

mn = (Mi – Mo)/(P) x 10000

mn = (1500 – 1000)/(500.000) x 1000

mn = 1 orang

Jadi, tingkat migrasi pada satu tahun terakhir di kota A adalah 1 orang dari 1000 penduduk kota A.

d). Angka Migrasi Broto

Angka migrsi bruto adalah angka yang menunjukkan jumlah perpindahan penduduk baik yang masuk maupun yang keluar per seribu penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

Rumus Angka Migrasi Bruto

Angka migrasi suatu wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut

mb = (Mi + Mo)/(Pt + Pa) x 1000

mb = angka migrasi bruto

Mi = jumlah migran masuk pada satu tahun tertentu

Mo = jumlah migran keluar satu tahun tertentu

Pt = jumlah penduduk tempat tujuan

Pa = jumlah peduduk tempat asal

Contoh Soal Perhitungan Angka Migrasi Bruto

Migrasi keluar dari kota A satu tahun terakhir adalah 450 orang, dan migrasi masuk dari kota B ke Kota A pada tahun yang sama adalah 300 orang. Penduduk kota A adalah 140.000 dan penduduk kota B 110.000. Hitunglah angka migrasi brutonya.

Diketahui

Mi = 300

Mo = 450

Pt = 140.000

Pa = 110.000

Menghitung Angka Migrasi Bruto

Besarnya angka migrasi bruto di kota A dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikur

mb = (Mi + Mo)/(Pt + Pa) x 1000

mb = (300 + 450)/(140.000 + 110.000) x 1000

mb = (750)/(250)

mb = 3

Angka migrasi bruto 3 yang menunjukkan bahwa dari seribu penduduk kota A ada 3 orang  total migran yang keluar dari kota A dan masuk dari kota B.

Pameran Seni: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Apresiasi Aktif Pasif Unsur Persyaratan Perlengkapan Penyelenggaraan Laporan

Pengertian Pameran Seni: Pameran adalah aktivitas yang dilakukan oleh seniman untuk menyampaikan hasil perwujudan dari ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni.

Pada kegiatan pameran diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.

Tujuan dan Manfaat Pameran Karya Seni

Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya adalah tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.

Tujuan Sosial Pameran Karya Seni

Tujuan sosial berarti kegiatan pameran baik skala luas di masyarakat maupun skala terbatas di kalangan tertentu yang dipergunakan untuk kepentingan sosial.

Hasil penjualan karya seni yang dipamerkan disumbangkan kepada pihak piha yang membutuhkan bantuan dana seperti yayasan yatim piatu, pendidikan anak cacat, dan membantu orang yang membutuhkan bantuan lainnya.

Tujuan Komersial Pameran Karya Seni

Tujuan komersial pameran adalah kegiatan pameran seni yang berorientasi untuk menghasilkan profit atau keuntungan baik bagi seniman maupan untuk penyelenggara pameran.

Dengan kegiatan pameran, seniman dapat menjual karyanya kepada masyarakat atau apresiator dan kolektor karya seni. Sedangkan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran

Tujuan Kemanusiaan Pameran

Tujuan kemanusiaan pameran adalah untuk kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, dan pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat.

Manfaat Penyelengaraan Pameran

Penyelenggaraan pameran memiliki manfaat di antaranya adalah

1).  Menumbuhkan dan menambah kemampuan masyarakat secara umum dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain;

2). Menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif;

3). Membangkitkan motivasi dalam berkarya seni; dan

4). Sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat luas

Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara seniman sebagai pencipta seni dengan apresiator sebagai pengamat seni dan masyarakat pada umumnya.

Pameran seni rupa pada hakekatnya dapat menumbuhkembangkan apresiasi seni pada masyarakat dan sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat.

Fungsi pameran dibagi menjadi empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

Fungsi Apresiasi Pameran Karya Seni

Fungsi apresiasi merupakan kegiatan untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap hasil karya seni.

Kegiatan pameran dapat menumbuhkan sikap menghargai dari para pengamat atau apresiator terhadap suatu karya seni.

Pameran karya dapat melahirkan dua apresiasi yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.

  • Apresiasi Aktif Pameran Seni Rupa

Apresiasi aktif merupakan sikap yang timbul pada seniman seteleh menyaksikan pameran termotivasi terdorong untuk mencipa karya seni.

  • Apresiasi Pasif Pameran Seni Rupa

Apresiasi pasif meruakan sikap terjadi pada orang awam setelah menyaksikan pameran umumnya dapat menghayati, memahami dan menilai serta menghargai karya seni.

Fungsi Edukasi Pameran Karya Seni

Fungsi edukasi atau Pendidikan merupakan kegiatan pameran karya seni yang dapat memberikan nilai- nilai yang bersifat pembelajaran terhadap masyarakat terutama apresiator, seperti nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya.

Pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Fungsi Rekreasi Pameran Karya Seni

Fungsi rekreasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan spiritual terutama hiburan terhadap masyarakat.

Melalui pameran karya seni, para apresiator menjadi senang, tenang dan memberikan pencerahan. Menyaksikan sebuah pameran karya akan memperoleh fungsi seni lain yaitu katarsis atau pengobat jiwa.

Fungsi Prestasi Pameran Karya Seni

Fungsi prestasi merupakan kegiatan pameran yang dapat memberikan penilaian atas kemampuan para seniman. Kemampuan para seniman dapat disaksikan dinilai dari bentuk-bentuk kreasi yang ditampilkan.

Apresiator dapat memberi penilaian terhadap seniman yang menciptakan karya seni kreatif atau kurang kreatif.

Jenis Pameran Karya Seni Rupa

Pemeran dapat dibagi menjadi beberapa jenis pameran yaitu Pameran Tetap (Permanent Exhibition), Pameran Temporer (Temporary Exhibition), dan Pameran Keliling (Traveling Exhibition)

Pameran Tetap Karya Seni Rupa Permanent Exhibition

Pameran tetap seni rupa dilakukan oleh lembaga profesional atau pemerintah seperti pameran untuk menyajikan karya- karya koleksi oleh galeri, museum, dan sebagainya. Waktu penyelenggarannya dilakukan secara periodik misalnya satu tahun sekali.

Pameran Temporer Karya Seni Rupa, Temporary Exhibition

Pameran temporer dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara dan pihak- pihak terkait lainnya. Adapun Pola Pameran Temporer adalah:

a). Pameran Tunggal – Pameran Bersama Karya Seni Rupa

Pameran tunggal merupakan pameran yang dilakukan perorangan dengan menampilkan karya seni sendiri.

Pameran Bersama merupakan pameran dengan materi yang dipamerkan  adalah karya- karya seni lebih dari satu seniman.

Biaya pameran Bersama ditanggung secara Bersama oleh seniman yang ikut dalam pameran. Pelaksanaan pameran dapat dilakukan antara 1 sampai 3 minggu.

b). Pameran Kerja Sama Karya Seni Rupa

Pameran kerja sama merupakan pameran yang  dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara dua pihak atau lebih.

Kegiatan kerja sama dapat dilakukan antar lembaga pemerintah, antarlembaga pemerintah dengan swasta, atau pihak pemerintah dengan negara lain.

Pihak yang dapat melaukan kerjasama dapat berupa lembaga/ organisasi kebudayaan/ kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Pusat Kebudayaan negara sahabat.

Waktu penyelenggaraan pameran kerja sama ini umumnya dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 bulan. Biaya penyelenggaraan pameran ditanggung bersama.

c). Pameran Khusus Karya Seni Rupa

Pameran khusus merupakan pameran yang biaya peleksanaannya ditanggung oleh lembaga tertentu misalnya oleh Galeri Nasional Indonesia, museum dan lembaga lain.

Adapun karya seni yang dipamerkan dapat merupakan koleksi lembaga tersebut atau milik seniman atau kolektor lainnya. Waktu penyelenggaraan pameran khusus dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali dalam setahun.

Pameran Keliling Karya Seni Rupa, Traveling Exhibition,

Pameran keliling merupakan pameran yang dilakukan dengan cara menampilkan karya- karya seni dari satu tempat ke tempat lain atau berpindah pindah tempat.

Karya seni yang dipamerkan adalah karya seni yang menjadi koleksi lembaga profesional atau pemerintah seperti Galeri Nasional Indonesia, musium, maupun karya seniman di luar instansi tersebut ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar berbagai pihak. Waktu penyelenggaraan pameran minimal berlangsung selama 10 hari.

Unsur-Unsur Persyaratan Perlengkapan Pameran Karya Seni rupa

Penyelenggaraan pameran memerlukan beberapa persyaratan dan perlengkapan yaitu sarana dan prasarana seperti: materi, ruangan, waktu, peserta, panitia, curator, peralatan pendukung.

Materi Pameran Karya Seni Rupa

Materi pameran adalah karya seni yang akan dipertunjukan atau dipamerkan seperti gambar, lukisan, patung, kriya, seni grafis, seni tapestri dan seni instalasi atau hasil karya seni lainnya.

Menurut wujudnya karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi.

Menurut jenisnya, karya yang dapat dipamerkan dapat berupa karya seni murni seperti patung, lukisan, seni grafis dan karya seni terapan seperti seni kerajinan, desain, dll.

Ruang Tempat Pameran Karya Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

  • Galeri Pameran Seni

Galeri merupakan gedung atau ruangan tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.

  • Museum Pameran Seni

Museum merupakan tempat menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berasal dari berbagai kurun waktu. Biasanya memiliki ruangan untuk dipakai tempat kegiatan seni.

  • Sanggar Pameran Seni

Sanggar:tempat berlatih atau berkarya seni dan sekaligus sebagai tempat menggelar dan memajang karya.

  • Hotel Pameran Seni

Hotel merupakan tempat kegiatan umum yang memiliki fasilitas tertentu, termasuk ruangan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk pameran.

  • Gedung Kesenian

Gedung kesenian merupakan tempat khusus untuk kegiatan-kegiatan kesenian.

  • Gedung Sekolah Pendidikan Dan Lainnya

Sekolah dapat digunakan untuk pameran baik dikelas atau ruang kesenian atau aula dan tempat yang disiapkan secara khusus untuk pameran.

Waktu Pameran Karya Seni Rupa

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

Peserta Pameran Karya Seni Rupa

Peserta yang ikut dalam pameran akan memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat terutama kalangan masyarakat yang menggemari karya- karya yang dibuat oleh seniman tertentu.

Panitia Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran memerlukan sejumlah orang yang terkoordianasi secara baik. Kegiatan pameran akan lebih mudah dilaksanakan jika dibentuk kepanitiaan atau diselenggarakan khusus oleh even organiser.

Kurator Pameran Karya Seni Rupa

Kurator merupakan orang yang tugasnya memelihara, mengoleksi, menyeleksi dan menyajikan berbagai karya atau artefak seni.

Namun dalam perkembangannya tugas kurator menjadi lebih luas fungsinya yaitu sebagai perancang, menentukan tema, memilih seniman dan karya, memberikan pengantar pemaknaan bagi karya yang dipamerkan dan lainnya.

Alat Penunjang Pameran Karya Seni Rupa

  • Panel Pameran Seni Rupa

Panel adalah Papan peraga berbentuk persegi panjang terbuat dari lembaran papan, logam, atau bahan lain digunakan untuk menempelkan foto, gambar, dan teks.

  • Standar Display Pameran Seni Rupa

Standar display adalah penopang untuk menyimpan benda tiga dimensi yang berbentuk kotak atau kubus, terbuat dari papan atau lembaran lain.

  • Katalog Pameran Seni Rupa

Katalog adalah  buku yang berisikan nama pelukis, lukisan dan informasi lainnya yang ingin disampaikan secara teratur, berurutan dan alfabetis.

  • Alat lain Pameran Seni Rupa

Beberapa alat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran seni adalah lampu, undangan, dan fasilitas gedung lainnya.

Contoh Pameran Karya Seni Rupa

Pameran Seni Rupa: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Unsur Perencanaan Pelaksanaan
Gambar Contoh Pameran Seni Rupa Manfaat Jenis Tujuan

Perencanaan Pameran Seni Rupa

Perencanaan yang sistematis sebuah pameran bertujuan agar pameran berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapum  tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa adalah menentukan tujuan, Menyusun panitia, menentukan waktu dan tampat, Menyusun kegiatan, membuat proposal.

1). Menentukan Tujuan Pameran Seni Rupa

Langkah awal dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran tersebut.

2). Menentukan Tema Pameran Seni Rupa

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran ditentukan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan.

3). Menyusun Kepanitiaan

Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksi- seksi.

  • Ketua Panitia Pameran

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.

Ketua harus  memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi garapannya.

Ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

  • Wakil Ketua Panitia Pameran

Wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan.

Wakil ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

  • Sekretaris Panitia Pameran

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Mengurus surat perizinan kegiatan.

Sekretaris juga bertugas mengarsipkan surat-surat penting pelaksanaan dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur.

Sekretaris bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

  • Bendahara Panitia Pameran

Bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran.

Bendahara harus menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.

Bendahara harus  memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros.

  • Seksi Kesekretariatan Panitia Pameran

Seksi Kesekretariatan bertugas membantu sekretaris dalam membuat dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

  • Seksi Usaha Panitia Pameran

Seksi usaha bertugas membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran.

Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan tersebut.

  • Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pameran

Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat- surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.

  • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang Panitia Pameran

Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran, mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

  • Seksi Stand Panitia Pameran

Seksi stand atau petugas stand bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur, mengarahkan pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran.

Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya Penitia Pameran

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan.

Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

  • Seksi Perlengkapan Panitia Pameran

Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan seperti alat dan fasilitas lain yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran.

Seksi perlengkapan bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

  • Seksi Keamanan Panitia Pemeran

Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Konsumsi

Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

Seksi konsumsi bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

4). Menentukan Waktu dan Tempat Pameran Seni Rupa

Ruangan untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

Waktu pameran adalah waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada even tertentu, dan lain sebagainya.

5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Seni Rupa

Agenda kegiatan merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran.

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu umumya dalam bulan, minggu dan tanggal.

6). Menyusun Proposal Kegiatan Pameran Seni Rupa

Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Proposal  digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak(sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran.

Proposal berisi latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

Penyelenggaraan Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan.

1). Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Seni Rupa

Pelaksanaan pameran merupakan kegiatan utama dari rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2). Penataan Ruang Pameran Seni Rupa

Panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi.

3). Evaluasi Pelaksanaan Pameran Seni Rupa

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara perencannaan dengan actual pelaksanaan dari semua aspek yang sudah direncanakan.

4). Laporan Kegiatan Pameran Seni Rupa

Laporan kegiatan pameran merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan.

Secara singkat, isi laporan pertanggungjawaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut: Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Manfaat, Susunan Kepanitiaan, Materi Pameran, Waktu dan Tempat Penyelenggaraan, Pemasukan dan Pengeluaran Dana, Kesan dan Pesan Pengunjung, Hambatan dan Kendala, Penutup

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Sachari. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  1. Rangkuman Ringkasan: Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan maupun kelompok untuk menyampaikan ide atau gagasannya ke pada publik melalui media karya seni sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.
  2. Fungsi pameran terdiri empat kategori, yaitu fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.
  3. Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya: tujuan sosial, tujuan komersial, dan tujuan kemanusian.
  4. Menurut jenisnya, penyelenggaraan pameran seni rupa dibagi menjadi Pameran Tetap, Pameran Temporer (yang termasuk jenis pameran ini adalah pameran tunggal/bersama, pameran kerjasama, dan pameran khusus) dan Pameran Keliling
  5. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pameran di antaranya: 1) karya seni yang akan dipamerkan; 2) pihak panitia penyelenggara pameran; 3) pengunjung pameran; dan 4) tempat pameran.

Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif, Tujuan Jenis Unsur Dasar Contoh Teknik Kering Basah

Pengertian Gambar Ilustrasi: Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang artnya menjelaskan. Dalam bahasa Inggris adalah illustration yang artinya menghiasi dengan gambar- gambar.

Sehingga Gambar Ilustrasi dapat didefiniskan sebagai gambar yang berfungsi untuk penghias dan membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, iklan, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.

Menggambar ilustrasi adalah cara menggambar yang lebih mengutamakan fungsi gambar itu sendiri sebagai bahasa, untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hal atau keadaan. Menjelaskan berarti menguatkan apa yang akan dijelaskan, namun menjelaskan juga dapat berarti memberi keterangan agar lebih lengkap.

Ilustrasi dapat juga didefinisikan sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

Pengertian Gambar Ilustrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Ilustrasi Menurut Baldinger

Menurut Baldinger ilustrasi adalah seni membuat gambar yang berfungsi untuk memperjelas dan menerangkan naskah.

Pengertian Ilustrasi Menurut Jan D. White

Menurut Jan D. White ilustrasi adalah sebuah tanda yang tampak di atas kertas, yang mampu mengkomunikasikan permasalahan tanpa menggunakan kata. Ilustrasi tersebut mampu menggambarkan suasana, seseorang, dan bahkan objek tertentu.

Pengertian Ilustrasi Menurut Rohidi

Menurut Rohidi gambar ilustrasi merupakan suatu gambar yang dibuat dengan elemen rupa yang bertujuan memperjelas, menerangkan dan memerindah sebuah teks, sehingga pembacanya ikut merasakan secara langsung tentang kesan dari isi cerita utamannya.

Tokoh Dan Contoh Ilustrasi

Seni ilustrasi modern Indonesia berkembang saat masa penjajahan Belanda sejak 1917, yang bekerja di Penerbit Balai Pustaka seperti Ardisoma, Abdul Salam, Kasidi, dan Nasroen.

Ilustrator Pada masa pendudukan Jepang diantaranya Karjono, Norman Kamil, dan Soerono yang bekerja pada Majalah Asia Raya.

Pada masa orde lama. dinatranya Oesman Effendi dan Abdul Salam.

Pada masa orde baru di antaranya adalah Henk Ngantung, Delsy Syamsumar, G. M. Sidharta,Teguh Santoso, S. Prinka, MAN, dan Jan Mintaraga.

Masing-masing illustrator memiliki ciri khas sendiri, baik tampilan gambar maupun tematema yang dibuat. Misalnya, Jan Mintaraga banyak menghasilkan cerita yang berlatar belakang tradisional, seperti kisah kisah pewayangan dan cerita klasik lainnya.

Contoh ilustrasi adalah wayang beber. Wayang beber merupakan gambar wayang dua dimensi yang dibeber (dibentang), yang ceritanya dituturkan oleh dalang.

Fungsi Ilustrasi

Berdasarkan fungsinya, gambar ilustrasi dapat dikelompokan menjadi seperti berikut

Fungsi Deskriptif Ilustrasi

Fungsi deskripsi ilustrasi adalah sebuah atau atau beberapa gambar yang  menggantikan uraian sebuah teks atau cerita atau tulisan. Dengan menggunakan ilustrasi deskriptif, sebuah teks deskriptif yang Panjang dapat dilukiskan oleh gambar dengan lebih ringkas, menyenangkan sehingga  uraian lebih singkat dan mudah untuk dipahami.

Gambar ilustrasi berfungsi menggantikan Sebagian kalimat atau  tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Ekspresi Ilustrasi

Fungsi Ekspresi ilustrasi adalah sebuah ilustrasi yang menunjukkan suatu perasaan, situasi, atau konsep yang abstrak dan kurang jelas di dalam sebuah teks agar menjadi lebih jelas , tepat sasaran, dan berbentuk konkret.

Gambar ilustrasi berfungsi mengekspresikan rangkaian kalimat atau tulisas sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Analitis atau Sruktural Ilustrasi

Fungsi Analitis atau Sruktural adalah ilustrasi yang menunjukkan gambar secara rinci dari sebuah teks sehingga dapat dianalisis dan dipahami dengan lebih cermat dan mudah.

Gambar ilustrasi berfungsi menjelaskan secara detail kalimat atau tulisan sebuah cerita atau konsep bacaan.

Fungsi Kualitatif Ilustrasi

Fungsi Kualitatif adalah gambar ilustrasi yang menunjukkan data- data statistik berupa grafik, diagram, tabel, foto untuk mempermudah pembaca dalam mencarmati data kualitatif yang didapatkan dari survey, observasi, eksperimen dan berbagai penelitian lainnya.

Gambar ilustrasi berfungsi menerjemahkan data data kuantitaif menjadi suatu daftar, tabel, grafik, foto, gambar, sketsa, kartun, dan simbol.

Tujuan Gambar Ilustrasi

Beberapa tujuan penggunaan ilustrasi pada suatu tulisan teks atau bacaan adalah.

1). Mempertegas dan memperjelas alur atau isi pesan atau informasi yang terkandung dalam sebuah teks sehingga mudah dipahami,

2). Memberikan atau menambah nilai artistik atau keindahan atau hiasan atau variasi lain dari informasi yang ingin disampaikan, sehingga terasa lebih menarik dan menyenangkan.

3). Memudahkan pemahaman terhadap informasi yang ingin disampaikan sehingga akan mudah untuk diingat

4). Mengisi kekosongan ruangan yang terdapat dalam suatu layout (tata letak) suatu tulisan atau teks sehingga dapat menjelaskan dan menghiasi, tulisan, puisi atau informasi lainnya.

5). Mendorong imajinasi pembaca akibat kesan yang dimiliki oleh informasi dalam teks

6). Memberikan gambaran atau representasi informasi yang berisfat abstrak dan tidak dapat disampaikan dalam bentuk tulisan.

Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Adapun yang menjadi dasar pembuatan gambar ilustrasi diantaranya adalah:

1). Penguasaan Teknik Pembuatannya

Gambar ilustrasi yang dihasilkan akan sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi diwujudkan dengan penguasaan Teknik menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara keahlian pembuat dengan gambar yang dihasilkannya.

2). Pesan Yang Tercantum Di Dalamnya

Gambar ilustrasi yang ditampilkan harus sesuai atau relevan atau menjadi satu kesatuan dengan isi cerita. Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita harus dapat divisualkan secara tepat melalui gambar.

Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita.

3). Gambar Ilutrasi Harus Mudah Dipahami

Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis. Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan.

Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya. Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca.

Jenis – Jenis Gambar Ilustrasi

Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya.

1). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya

Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya dapat dibedakan sebagai berikut.

a). Corak Realistis Gambar Ilustrasi

Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang diwujudkan menyerupai bentuk aslinya, secara natural sesuai dengan anatomi dan proporsinya.

b). Corak Dekoratif Gambar Ilustrasi

Corak dekoratif adalah gambar yang telah mengalami pengubahan corak atau bentuk, namun tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.

c). Corak Karikaturis Gambar Ilustrasi    

Corak karikaturis adalah suatu gambar ilustrasi yang memiliki bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat karakter aslinya.

d). Corak Ekspresionis Gambar Ilustrasi

Corak ekspresionis adalah gambar ilustrasi yang membentuk sebuah gambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud aslinya walaupun tidak tampak nyata.

g). Corak Lowbrow Gambar Ilustrasi

Ilustrasi lowbrow adalah ilustrasi yang digunakan untuk menamakan karya ilustrasi yang ingin berperan sebagai penghias atau decorative ornamen.

Namun, isi lowbrow bukan hanya gubahan motif daun, hewan maupun manusia dan benda-benda aneh tidak beraturan saja melainkan juga karya yang berfungsi menghias dan menyindir (karikaturisme dan kartunisme).

Low brow bersifat bebas dapat diisi dengan bentuk figur, dan huruf atau tipografi. Sebagian orang menyebutkan low brow merupakan perkembangan dari grafiti.

2). Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya

Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya dapat dibedakan sebagai berikut.

a). Gambar Ilustrasi Cerita

Ilustrasi cerita adalah gambar ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring atau pelengkap dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat pada buku, majalah, surat kabar, dan tabloid.

b). Gambar Ilustrasi Komik atau Cerita Bergambar

Komik berasal dari kata comic yang berarti lucu atau jenaka. Dalam penyajiannya, komik terdiri dari rangkaian gambar yang satu dengan lainnya saling melengkapi dan mengandung suatu cerita atau disebut comic strip.

Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang disusun secara berurutan dan terpadu sehingga menjadi  suatu rangkaian cerita bersambung.

Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Komik Cerita Bergambar

Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya- karya komik umumnya berupa cerita- cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.

c). Gambar Ilustrasi Rubrik

Ilustrasi rubrik adalah gambar ilustrasi yang berfungsi sebagai hiasan suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak.

d). Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah adalah gambar ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya.

Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Sampul atau Cover Buku

e). Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

Istilah Karikatur berasal dari kata bahasa Italia (caricature) yang mempunyai pesan melebih-lebihkan (lebay) dengan cara mengubah bentuk atau deformasi.

Kartun atau Cartoon, dalam bahasa Itali cartoone yang berarti berarti kertas. Seniman menggambar skets gedung, permadani, ataupun mozaik di atas kertas. Gambar di atas kertas ini kemudian digayakan sesuai dengan minat seniman (kartunis).

Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
Pengertian Contoh Gambar Ilustrasi Karikatur dan Kartun

Ilutrasi karikatur dan kartun adalah gambar karikatur yang umumnya sarat dengan kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon.

Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri penggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan.

Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,
Pengertian Contoh Ilustrasi sampul atau cover buku atau majalah

f). Gambar Ilustrasi Periklanan

Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yang menghiasi iklan produk- produk tertentu. Iklan tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan.

Tahapan Menggambar Ilustrasi

Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk.

Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar.

Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan narasi.

Untuk menghasilkan sebuah gambar ilustrasi yang baik, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator, yaitu sebagai berikut.

1). Persiapan Bahan dan Alat Gambar Ilutrasi

Sebelum menyiapkan bahan dan alat, sebaiknya tentukan dahulu jenis teknik yang akan digunakan, yaitu teknik basah atau teknik kering. Setelah itu, persiapkan alat dan bahannya.

2). Gagasan atau Ide atau Tema Gambar Ilustrasi

Sebelum menggambar ilustrasi, harus dipahami betul tuntutan atau pesan yang terkandung dalam teks cerita atau sejenisnya.

Misalnya, ilustrasi cerpen tentang cerita rakyat Malin Kundang. Setelah membaca dengan saksama teks cerita dari awal hingga akhir, maka yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

a). Memilih adegan yang paling menonjol atau dominan yang terdapat dalam suatu teks atau ceritanya.

b). Menentukan atau membayangkan objek yang akan divisualkan dalam gambar. Misalnya, Malin Kundang dan ibunya, dengan latar belakang kapal besar dan beberapa orang anak buahnya.

c). Memahami perwatakan tokoh- tokoh ceritanya, mana yang perlu ditampilkan dengan wajah jahat, congkak, kejam, dan lain-lain, dan mana yang ditampilkan sebagai orang yang sedih, prihatin, miskin, dan lain-lain. Penggambaran yang penuh ekspresi akan memberikan kesan gambar lebih memikat.

3). Membuat Sketsa Gambar Ilustrasi

Sketsa adalah seni lukis yang belum sempurna. Seni lukis yang hanya terdiri dari goresan dan kekuatan warna yang tidak seimbang dengan pernyataan ideologinya.

Sketsa kadang juga dinamakan seni lukis jika memanfaatkan teknik cat minyak dan terdiri atas goresan warna.

Proses pengerjaan gambar ilustrasi diawali dengan membuat sketsa dengan menggunakan pensil. Sketsa umumya dibuat secara sederhana. Penekanan pensil tidak perlu terlalu tegas.

Perlu diperhatikan pula unsur-unsur keseimbangan, komposisi, perspektif, dan lain-lain.

3). Pewarnaan Gambar Ilustrasi

Dalam pewarnaan gambar, baik dengan teknik hitamputih maupun pembagian warna, perlu diperhitungkan unsur-unsur yang merupakan efek dari kesan pencahayaan.

Gambar yang menarik selalu dipengaruhi oleh kesan pencahayaan yang tepat. Artinya, mana yang mendapat kesan gelap dan mana yang terang, serta dapat menentukan dari mana sinar itu datang dan ke mana jatuhnya bayangan. Pewarnaan yang disertai penempatan bayangan yang baik dapat memberikan kesan tiga dimensi pada gambar tersebut.

Bahan dan Alat Menggambar Ilustrasi

Ilustrasi umumnya dibuat di atas kertas. Kertas yang baik untuk menggambar adalah yang memiliki permukaan halus dan berwarna putih dengan ketebalan cukup. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar maupun melukis.

Namun pada umumnya peralatan yang digunakan, antara lain drawing pen, spidol dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.

Pewarnaan ilustrasi bisa dibuat hitam-putih atau beragam warna. Media pewarna bermacam-macam, misalnya pensil warna, cat air, cat poster, krayon, dan lain-lain.

Selain meng-gambar dengan cara manual, teknologi digital sekarang telah memungkinkan membuat gambar ilustrasi berikut pewarnaannya dengan menggunakan komputer.

Teknik Menggambar Ilustrasi

Menggambar ilustrasi dapat dilakukan dengan Teknik kering dan teknik basah.

Alat dan bahan untuk menggambar ilustrasi dengan teknik kering seperti pensil, arang, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air.

Sedangkan pada teknik basah media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik dan cat minyak yang menggunakan air atau minyak sebagai pengencer.

1). Menggambar Ilustrasi Teknik Kering

Menggambar ilustrasi dengan teknik kering yaitu cara menggambar yang tidak perlu menggunakan pengencer air atau minyak.

Ilustrasi dibuat langsung pada bidang dua dimensi berupa kertas gambar kemudian dibuat sketsa untuk selanjutnya diberi aksen garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan.

Beberapa contoh media kering dapat dijelaskan sebagai berikut:

a). Pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi ukuran pensil 2B-6B.

b). Arang yang digunakan untuk menggambar ilustrasi adalah yang terbuat dari bahan dasar kayu. Menggambar dengan arang akan meninggalkan debu pada kertas.

c). Krayon atau pastel colour banyak ragam variasi warnanya, digunakan dalam menggambar ilustrasi yang menginginkan variasi pewarnaan.

d). Charcoal berbentuk seperti pensil warna dengan lapisan kertas sebagai pembungkusnya. Charcoal memiliki warna tajam/jelas.

e). Pulpen digunakan sebagai alat untuk menggambar ilustrasi dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya.

2). Menggambar Ilustrasi Teknik Basah

Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer.

Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan.

Unsur Utama Gambar Ilustrasi

Di dalam gambar ilustrasi terdapat penggambaran bentuk objek tertentu yang menjadi pilihan utama.

Pemilihan bentuk gambar tersebut tergantung tuntutan pada naskah atau teks. Objek gambar yang dipilih bisa dari unsur gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda.

1). Gambar Ilustrasi  Manusia

Agar dapat menggambar bentuk manusia dengan hasil yang baik dan memuaskan, perlu mempelajari dengan tekun unsur proporsi dan anatomi.

– Proporsi artinya perbandingan ukuran pada bagian bagian tubuh manusia. Penggambaran proporsi disesuaikan dengan tingkat atau golongan usia, yaitu proporsi anak hingga dewasa. – – Anatomi merupakan bentuk dari bagian-bagian tubuh. Prinsip proporsi dan anatomi ini juga berlaku dalam menggambar makhluk hidup lainnya.

2). Gambar Ilustrasi Binatang

Proporsi dan bentuk tiap jenis binatang tentu berbeda. Misalnya, ada perbedaan antara kuda dan lembu, kambing, kerbau, singa, jerapah, dan sebagainya. Demikian pula dengan bentuk-bentuk binatang air dan binatang-binatang yang bersayap.

3). Gambar Ilustrasi Tumbuhan

Tumbuhan juga beragam jenisnya dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Pohon mangga mempunyai bentuk khas, lain dengan pohon jeruk atau nangka.

Pohon kelapa mempunyai bentuk khas yang berbeda dengan pohon jati dan sebagainya. Perbedaan perbedaan itu, antara lain pada proporsi secara keseluruhan bentuk, bentuk cabang dan ranting, bentuk batang, dan bentuk helaian daun.

4.) Gambar Ilustrasi Benda

Terdapat beragam benda di sekitar kita, baik benda benda alam maupun benda-benda buatan manusia.

Masing-masing benda pun memiliki karakter yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya, bentuk kain berbeda dengan kertas, permukaan kayu berbeda dengan kaca, dan lain-lain.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ringkasan Rangkuman: Gambar ilustrasi adalah gambar yang berfungsi sebagai penghiasan serta membantu memperjelas suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, koran, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.
  11. Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman prasejarah, dengan ditemukannya bukti berupa gambar-gambar pada dinding gua di daerah Sulawesi Selatan, Papua, dan Maluku.
  12. Fungsi gambar ilustrasi antara lain untuk memperjelas alur cerita, memperjelas pesan dalam promosi, menarik perhatian, dan menambah nilai artistic tampilan buku pelajaran.
  13. Dasar-dasar pembuatan gambar ilustrasi harus memperhatikan penguasaan teknik dalam pembuatannya, pesan yang tercantum di dalamnya, dan mudah dipahami.
  14. Jenis gambar ilustrasi jika ditinjau dari segi corak dan bentuk terdiri atas gambar bercorak realistis, dekoratif, karikaturis, dan ekspresionis.
  15. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya terdiri atas ilustrasi cerita, ilustrasi komik atau cerita bergambar, ilustrasi rubrik, ilustrasi sampul buku, karikatur dan kartun, serta ilustrasi periklanan.
  16. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang ilustrator dalam menggambar ilustrasi, yaitu gagasan atau ide, sketsa, dan pewarnaan gambar.
  17. Pada prinsipnya, tidak ada batasan, baik media atau teknik dalam menggambar ilustrasi atau melukis. Peralatan yang digunakan, antara lain spidol, drawing pen dengan beragam ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.
  18. Unsur utama gambar ilustrasi adalah gambar manusia, gambar binatang, gambar tumbuhan, dan gambar benda.
  19. Menggambar dengan teknik kering ialah menggambar menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer.
  20. Langkah-langkah dalam menggambar ilustrasi yaitu menyiapkan bahan dan alat, menentukan tema, membuat sketsa, serta menggambar/mewarnai.
  21. Mengggambar dengan teknik basah ialah menggambar menggunakan media cat, tinta, atau media lain yang memerlukan pengencer.
  22. Gambar Ilustrasi: Pengertian Fungsi Tujuan Tokoh Jenis Unsur Dasar Contoh Tahap Buat Teknik Kering Basah,
  23. Fungsi Ilustrasi Deskriptif Ekspresi Analitis Struktural Kualitatif,
  24. Jenis Gambar Ilustrasi Berdasarkan Corak dan Bentuknya Dekoratif Karikaturis Ekspresionis Lowbrow,
  25. Gambar Ilustrasi Berdasarkan Penempatannya Cerita Komik Rubrik Cover Sampul Majalah Karikatur Kartun Iklan,
  26. Tahap Menggambar Ilustrasi Gagasan Ide Tema Sketsa Pewarnaan,

Dasar Negara: Pengertian Fungsi Jenis Ciri Nilai Asas Ideologi Pancasila Contoh Soal 8

Pengertian Dasar Negara: Dasar negara adalah pedoman dasar dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara dalam berbagai bidang kehidupan.

Dasar negara merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

Dalam bahasa Belanda istilah dasar negara disebut dengan philosophiesche grondslag yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat.

Dalam Bahasa Jerman istilah dasar negara disebut dengan weltanschauung yang artinya pandangan mendasar tentang dunia.

Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.

Di Indonesia, istilah dasar negara diterjemahkan sebagai ideologi. Sedangkan dalam Ensiklopedia Indonesia, kata dasar memiliki arti “asal yang pertama”. Sehingga jika dikaitkan dengan kata negara, maka menjadi dasar negara yang bermakna suatu ajaran/pedoman untuk mengatur kehidupan dalam konteks penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan.

Pengertian Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ideologi mempunyai tiga arti.

Arti Pertama Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Arti Kedua Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

Arti Ketiga Ideologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ,

Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

Ideologi adalah nilai-nilai dasar (hasil konsensus) yang ingin diwujudkan di dalam negara yang bersangkutan. Ideologi selalu berupa gagasan- gagasan yang memiliki sifat- sifat pokok.

Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi ideologi menurut para ahli :

Pengertian Ideologi Menurut Karl Marx

Menurut Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Machiavelli

Menurut Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Descartes

Menurut Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Francis Bacon

Menurut Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa (paduan berbagai pengertian agar semuanya menjadi selaras, cara mencari hukum yang umum dari hukum-hukum yang khusus) pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.

Pengertian Ideologi Menurut Menurut Dr. Hafidh Shaleh

Menurut Dr. Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang memiliki ide konsepsi rasional, yang terdiri dari akidah dan solusi terhadap seluruh permasalaham kehidupan manusia.

Pemikiran tersebut harus didukung dengan adanya metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.

Fungsi Dasar Negara

Beberapa fungsi ideologi atau dasar negara diantaranya adalah:.

1). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Berdirinya  Kedaulatan Negara.

Setiap negara yang akan berdiri dan berdaulat harus memenuhi persyaratan konstitutif dan persyaratan deklaratif. Salah satu pernyataan mendasar yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah dasar negara.

2). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Kegiatan Penyelenggaraan Negara.

Para penyelenggara negara di dalam mewujudkan segala cita-cita dan tujuan nasional harus berdasarkan pada dasar negara, yaitu di dalam melaksanakan segala kegiatan ketatanegaraan.

3). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar dan Sumber Hukum Negara.

Kedudukan dasar negara dalam suatu negara merupakan suatu norma dasar bagi negara yang besangkutan.

Dasar negara menjadi sumber bagi undang undang negara serta norma tertinggi dalam suatu negara sehingga semua kegiatan negara harus berdasarkan pada hukum yang berlaku.

4) Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hubungan Antarwarga Negara.

Semua aktivitas warga negara harus didasarkan pada dasar negara. Sehingga kebebasan individu tidak merusak semangat kerja sama antara warga danbegitu pula sebaliknya, kerja sama antarwarga tidak merusak kebebasan individu.

5). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Hak Kewajiban Warga Negara.

Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mempertahankan negara dan berpartisipasi dalam upaya bersama mencapai tujuan bangsa.

6). Fungsi Idelogi Sebagai Dasar Sikap Bangsa Berpolitik

Dasar negara menjadi arah sikap dan tingkah laku politik para elite dan warganya. Konsep dasar negara yang tertanam dalam diri para penyelenggara negara dan warga negaranya akan membentuk sikap dan perilaku politik

7). Fungsi Ideologi Sebagai Dasar Persatuan dan Kesatuan Negara.

Dasar negara adalah perekat dari keragaman yang ada dalam masyarakat. Biasanya dasar negara sengaja disusun dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan budaya masyarakat.

Jenis Macam Dasar Negara

Macam-macam dasar negara atau ideologi yang dikenal di dunia diantaranya adalah Sosialisme, Liberalisme, Marxisme – Komunisme dan Fasisme.

1). Dasar Negara Ideologi Sosialisme,

Sosilalisme adalah ideologi yang berpandangan adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup. Dalam ideologi sosialisme, persamaan merupakan konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

Paham Sosialisme yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.

Ciri Ciri Ideologi Sosialisme

Ciri-ciri paham sosialisme diantaranya menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

Contoh Negara Sosialisme

Negara yang menganut paham sosialisme adalah negara-negara di Eropa Barat serta Kuba dan Venezuela,

2). Dasar Negara Ideologi Liberalisme,

Liberalisne merupakan ideologi yang berlandaskan pada kebebasan. Kebebasan yang pengakuan hak-hak individual yang harus dilindungi dari campur tangan negara dan badan-badan yang lain.

Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas dan rasional. Pemerintahan harus didasarkan pada persetujuan rakyat.

Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas, sedangkan rakyat dapat membuat keputusan untuk diri sendiri.

Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah.

Contoh Negara Liberalisme

Beberapa contoh liberalisme adalah Amerika, Argentina, Kanada, Jerman, Francis, Itali, Jepang, Singapura.

3). Dasar Negara Ideologi Marxisme-Komunisme,

Marxisme-Komunisme merupakan salah satu jenis sosialisme yang mengajarkan tentang teori pertentangan kelas.

Dalam konsep marxisme, negara hendaknya dipimpin dan lebih mengutamakan kelas pekerja (buruh) atau diktaktor proletariat. Marxisme berawal dari konsep- konsep politik, ekonomi, dan sosial Karl Marx dan selanjutnya diteruskan oleh Lenin, Stalin, dan Mao Tze Tung (Mao Zedong) menjadi paham komunisme.

Menurut ajaran ini, suatu tujuan dapat dicapai dengan cara menghalalkan semua jalan.

Ideologi komunisme lebih cenderung meniadakan kehadiran Tuhan dan lebih berdasarkan pada materialism. Sehingga paham ini menindas kebebasan dalam beragama dan kebebasan individual.

Ciri Ciri Ideologi  Komunisme

Monoisme, yaitu suatu prinsip yang menolak keberadaan golongan golongan (strata) dalam suatu masyarakat;

Kekerasan dianggap sebagai cara atau alat yang sah untuk mencapai suatu tujuan (menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan),

Semua alat negara (polisi, tentara, birokrasi, media massa, intelektual, dan perundang-undangan) dipergunakan untuk mewujudkan tujuan komunisme.

Ateisme, artinya penganut ini tidak percaya adanya Tuhan. Agama dianggap sebagai penghalang kemajuan.

Dogmatisme, tidak mempercayai pikiran orang lain, artinya ajaran-ajaranyang baku berdasarkan atas pikiran Marx-Engel harus diterima begitu saja.

Otoritas, pelaksanaan politik berdasarkan kekerasan.  Pengkhianatan terhadap HAM, artinya tidak mengakui adanya hak-hak asasimanusia.

Contoh Negata Komunisme

Beberapa contoh Negara yang masih menganut ideologi komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea utara, dan Laos.

4). Dasar Negara Ideologi Fasisme,

Fasisme merupakan ideologi dilandasi dengan kediktatoran yang dapat dipersamakan dengan otoritarian.

Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

Ciri Ciri Ideologi Fasisme

Di dalam ideologi fasisme terdapat unsure- unsur kekerasan dan hal- hal lain yang bersifat mengerikan seperti pembantaian, diskriminasi ras, ekspansi ke negara lain, penghilangan hak-hak asasi manusia.

Fasisme sangat pengabaian hak-hak asasi warga negara. Fasisme ini menitikberatkan pada pola khusus aksi dan sangat tergantung pada pemimpin yang kharismatik.

Contoh Negara Ideologi Fasisme

Beberapa negara yang pernah mengunakan ideologi fasisme adalag Jerman Itali dan Jepang

5). Dasar Negara Ideologi Fundamentalisme,

Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama tertentu sebagai suatu sistem politik dalam negara.

Ciri Ciri Ideologi Fundamentalisme

Paham fundamentalisme menganggap dirinya lebih murni dan lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agama yang lain

Agama menjadi basis ideologinya dan agama dipakai sebagai pusat pemerintahannya. Pemimpin tertinggi negara tersebut haruslah seorang petinggi agama.

Segala kegiatan pemerintahan dan hukum- hukumnya diambil dari kitab suci.  Dasar negara sendiri memakai ideologi agama.

Contoh Negara Ideologi Fundamentalisme

Beberapa negara yang menganut faham atau ideologi fungamentalisme adalah, Afganistan pada masa pemerintahan Taliban dan Iran sekarang setelah Revolusi Islam Iran). Negara-negara ini menerapkan hukum Islam secara keras kepada warga negaranya.

Nilai Asas Dasar Ideologi Pancasila

Dasar negara bangsa Indonesia disusun sesuai dengan nilai- nilai budaya, sosial, dan nasionalisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara adalah Pancasila.

Adapun nilai-nilai atau asas yang terkandung di dalam Pancasila adalah

1). Nilai Asas Gotong Royong Pancasila

Asas gotong royong menunjukkan adanya kekuatan dalam kebersamaan. Ini artinya bekerja secara bersama- sama untuk kepentingan bersama dan hasilnya untuk dinikmati secara bersama;

2). Nilai Asas Kekeluargaan Pancasila

Asas kekeluargaan menunjukkan bahwa semua warga adalah keluarga yang sama. Ini berarti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap hak dan kewajiban anggota masyarakat;

3). Nilai Asas Musyawarah Pancasila

Asas musyawarah menunjukkan adanya pemahaman dan menerima pendapat pikiran orang lain. Adanya nilai kekeluargan dalam menentukan keputusan yang menyangkut orang banyak atau rakyat;

4) Nilai Asas Keseimbangan Keselarasan Pancasila

Asas keseimbangan dan keselarasan, berarti adanya keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan masyarakat, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan alam sekitarnya;

5). Nilai Asas Bhineka Tungga Ika Pancasila

Asas Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan saling menghormati keragaman. Adanya toleransi kehidupan antara suku-suku bangsa yang berbeda dan antarumat beragama;

6). Nilai Asas Kebersamaan Hidup Pancasila

Asas kebersamaan hidup menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial. Seseorang tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus hidup dengan orang lain secara bersama- sama dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan gotong royong.

Peran Dasar Negara Pancasila

Dasar Negara Pancasila digunakan sebagai dasar unutk mengatur pemerintahan negara. Artinya, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Adapun peran Pancasila sebagai dasar negara, antara lain, sebagai berikut.

1). Pancasila berperan mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku bangsa dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

2). Pancasila berperan mengarahkan dan membimbing terwujudnya cita-cita dan tujuan bangsa.

3). Pnacasila berperan memberikan motivasi, mengembangkan dan memelihara identitas diri bangsa Indonesia.

4). Pancasila berperan memberikan pandangan unutk mewujudkan cita- cita yang terkandung dalam Pancasila.

Fungsi Kedudukan Pancasila Negara Indonesia

Adapun Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah sebagai berikut.

1). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dasar negara, merupakan sumber hukum dasar nasional seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki pengertian sebagai cita-cita hukum bangsa Indonesia dan cita-cita moral bangsa Indonesia.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Artinya negara harus tunduk, membela, dan melaksanakannya dalam seluruh perundang undangan.

2). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Kepibadian Bangsa

Kepribadian bangsa Indonesia, merupakan tatanan kehidupan seluruh bangsa Indonesia yang secara menyeluruh terpola pada nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia.

Seluruh perilaku, sikap dan kepribadian dalam berbangsa berdasarkan pada nilai nilai Pancasila. Sehingga jika perilaku sikap dan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila berarti bukan perilaku sikap dan kepribadian masyarakat Indonesia.

Pancasila memberikan corak yang khas bagi bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa -bangsa lain.

3). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pandangan hidup, merupakan pemersatu bangsa dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin dalam bangsa Indonesia yang memiliki keanegaraman suku bangsa.

Pancasila sebagai pandangan hiduk way of life berarti semua aktivitas bangsa Indonesia harus sesuai dengan nilai Pancasila.

Kristalisasi Nilai Pancasila

. Nilai dan jiwa ktuhan / keagamaan

. Nilai dan jiwa kemanusiaan

. Nilai dan jiwa persatuan

. Nilai dan jiwa kerakyatan dan demokrasi

. Nilai dan jiwa keadilan sosial

4). Fungsi Kedudukan Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa

Perjanjian luhur bangsa Indonesia, merupakan perjanjian antarrakyat Indonesia menjelang proklamasi kemerdekaan dan telah mampu membuktikan kebenarannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Contoh Soal Dan Jawaban Dan Pmbahasan Ideologi Dasar Negara

1). Istilah lain dari dasar negara yang berasal dari bahasa Jerman adalah ….

a). ideology

b). weltanschauung

c). philosophisce grondslag

d). gronwet

e). ideologi

Jawab: B

2). Suatu ideologi yang memiliki pandangan tentang adanya persamaan dan kesamaan dalam menjalani hidup disebut sebagai ideologi ….

a). liberalisme

b). komunisme

c). marxisme-komunisme

d_. sosialisme

e). fundamentalisme

Jawab: D

3). Prinsip-prinsip dasar dalam suatu negara yang merupakan sumber hukum bagi peraturan perundang-undangan yang ada, yaitu ….

a). undang-undang dasar

b). hukum tata negara

c). konstitusi

d). dasar negara

e). undang-undang

Jawab: A

4). Dibawah ini adalah kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali ….

a). pandangan hidup

b). dasar negara

c). kepribadian bangsa Indonesia

d). perjanjian luhur bangsa Indonesia

e). lambang negara

Jawab: E

5). Dalam penyelenggaraan ketatanegaraan, Pancasila memiliki arti sebagai ….

a). dasar negara

b). pandangan hidup

c). pedoman dasar

d). orientasi pembangunan

e). dasar moral bangsa

Jawab: A

Contoh Soal Uraian dan Penjelasan

1). Jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar negara dan Berikanlah contohnya

Jawab:

Dasar Negara adalah merupakan suatu norma tertinggi yang merupakan sumber bagi pembentukan tata hukum dan peraturan perundangan di suatu negara.

Contoh Dasar Negara: sosialisme, liberalisme, marxisme-komunisme, fasisme, fundamentalisme.

2). Sebutkan dan jelaskan fungsi dasar negara

Jawab:

– Sebagai Dasar untuk berdirinya kedaulatan negara.

– Sebagai Dasar untuk kegiatan dalam penyelenggaraan negara.

– Sebagi  Dasar  dan sumber hukum nasional.

– Sebagai Dasar bagi hubungan antarwarga negara

3). Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara

Jawab:

– Pancasilai Sebagai Dasar negara.

– Pancasila Sebagai Kepribadian bangsa Indonesia.

– Pancasila seagai Pandangan hidup.

– Pancasila sebagai  Perjanjian luhur bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka:

  1. Ditjen Dikti, 2001, “Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegeraan”, Penerbit Dikti, Jakarta.
  2. Kaelan, 2002, “ Pendidikan Pancasila”, Penerbit Nagatirta, Yogyakata.
  3. Kansil, Prof CST., 2002, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Pradnya Paramita, Jakarta.
  4. Musanef,1989, “Sistem Pemerintahan Indonesia”, Penerbit CV Mas Agung, Jakarta.
  5. Chamim, Asykuri Ibn, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban”, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Yogyakarta.
  6. Pasha, Musthafa, Kamal, 2003, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta.
  7. Bakry, Noor Ms, 2009, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Penerbit, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
  8. Rangkuman Ringkasan: Dasar negara atau ideologi negara ialah suatu pedoman untuk dipakai dalam mengatur kehidupan dan penyelenggaraan ketatanegaraan di suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan).
  9. Istilah dasar negara dapat disamakan dengan philosophiesche grondslag (Bahasa Belanda) yang berarti norma dasar yang memiliki sifat filsafat. Istilah dasar negara juga dapat disejajarkan dengan weltanschauung (bahasa Jerman) yang artinya pandangan mendasar tentang dunia. Kedua istilah itu memiliki kesamaan makna, yaitu ajaran atau teori sebagai hasil pemikiran yang mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia.
  10. Beberapa macam dasar negara (ideologi negara) besar yang dianut di berbagai belahan dunia antara lain, liberalisme, sosialisme, marxisme-komunisme, fasisme, dan fundamentalisme.
  11. Fungsi dasar negara adalah sebagai Dasar berdiri dan tegaknya suatu negara. Dasar kegiatan penyelenggaraan negara. Dasar partisipasi warga negara. Dasar pergaulan antarwarga negara. Dasar dan sumber hukum nasional. Dasar sikap dan tingkah laku bangsa. Dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
  12. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ideologi negara, yaitu Pancasila, yang berkedudukan sebagai dasar negara, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup, dan perjanjian luhur bangsa Indonesia.
  13. Hubungan dasar negara dan konstitusi Pokok pikiran dalam dasar negara terjabar dalam konstitusi. Konstitusi merupakan realisasi dari dasar negara. Hubungan secara formal antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai satu kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Konstitusi lahir sebagai usaha untuk melaksanakan dasar negara. Dasar negara, pembukaan, dan pasal-pasal UUD 1945.

Reklame – Iklan: Pengertian Contoh Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Unsur Prinsip

Pengertian Reklame: Reklame merupakan alat atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragam untuk tujuan komersial dipergunakan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa, atau orang atau badan untuk menarik perhatian umum kepada suatu tempat atau yang dapat dilihat, dibaca dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum.

Reklame berasal dari bahasa Spanyol, yaitu dari kata Re dan Clamo. Kata re mengandung arti berulang-ulang, sedangkan clamo memiliki arti seruan.

Dalam bahasa latin, Re dan Clame, Re artinya berulang-ulang sedangkan Clame atau Clamos artinya berteriak,

Jadi Reklame adalah seruan dengan berteriak yang dilakukam secara berulang dalam rangka menawarkan barang dagangan atau jasa kepada konsumen. Para pedagang atau penjual di masa lalu melakukan cara seperti ini untuk menjual barang dagangannya.

Menurut kamus umum bahasa indonesia reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan, dengan pujian atau gambar dan sebagainya, dengan tujuan agar barang dagangan tersebut lebih laku.

Dalam kegiatan promosi suatu barang ada dua istilah yang umum digunakan yaitu reklame dan iklan. Antara reklame dengan iklan memiliki perbedaan dan persamaan.

Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian reklame menurut para ahli dinataranya adalah.

1). Pengertian Reklame Menutur Kriyantono

Menurut Kriyantono reklame adalah bentuk komunikasi non personal yang bertujuan untuk menyampaikan pesan suatu produk yang dijual dan mengharapkan konsumen dapat membeli produk yang dijual dan membayar media yang digunakan.

2). Pengertian Reklame Menurut Durianto

Menurut Durianto reklame adalah proses komunikasi dengan tujuan untuk merayu atau membujuk masyarakat untuk membeli dan menggunakan yang direklamekan dan menjadi promosi untuk meningkatkan daya jual terhadap produk tersebut.

3). Pengertian Reklame Menurut Berhouwer

Menurut Berhouwer reklame adalah pernyataan yang secara sadar ditujukan kepada publik yang disampaikan dalam bentuk apapun dan dilakukan oleh seorang peserta perdagangan, dan diarahkan kepada sasaran (pangsa pasar) untuk memperbesar penjualan barang- barang atau jasa yang dimasukkan.

4). Pengertian Reklame Menurut Panji

Reklame menurut Panji adalah setiap kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan suatu barang atau jasa atau hal lainnya dengan maksud untuk menarik perhatian khalayak ramai.

5). Pengertian Reklame Menurut Barata

Menurut Barata, reklame adalah kegiatan yang bertujuan memberikan informasi atau memberikan suatu ide, barang atau jasa, dengan maksud untuk menarik perhatian orang-orang terhadap ide, barang atau jasa yang diinformasikan tersebut.

6). Pengertian Reklame Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder

Menurut W.H Van Baarle dan F.E Holannder Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Seni reklame adalah suatu kekuatan yang menarik dan ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya.

Syarat Ciri Reklame

Beberapa syarat yang menjadi ciri dan terkandung dalam reklame diantaranya adalah

a). Isi reklame relatif singkat, padat dan jelas sehingga mudah dimengerti.

b). Menggunkan kata dan gambar yang menarik atau Unik atau Mencolok. Umumnya dilakukan dengan memasang gambar, menebalkan huruf atau hal-hal desain grafis lainnya yang mengundang perhatian. Bisa juga berbentuk visual, biasanya yang menggunakan bentuk visual adalah papan iklan atau billboard.

c). Infomasi yang dismpaikan jujur, informasi produk atau lainnya harus benar dan dapat dibuktikan.

d). Dilakukan berulang yang bertujuan agar konsumen mau membeli barang tersebut atau semakin banyak masyarakat selalu waspada terhadap himbauan yang diberikan.

Perbedaan Reklame dan Iklan

Iklan pada umumnya berupa kalimat yang cukup Panjang, bahkan bisa juga dalam bentuk sebuah artikel.

Sedangkan reklame hanya berupa kalimat singkat yang disertai dengan gambar yang mencolok.

Persamaan Reklame Dan Iklan

Reklame dan iklan memiliki fungsi dan tujunnya yang hampir sama. Umumnya iklan lebih banyak dipasang pada media cetak seperti koran dan majalah dan media elektronik seperti televisi, radio, film, internet.

Reklame pada umumnya dipasang dengan menggunakan papan, spanduk, poster, leaflet, baliho, papan nama, brosur, dan tempat- tempat terbuka atau umum seperti di pinggir jalan, toko, mall dan sebagainya.

Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,

Beberapa tujuan dan manfaat reklame adalah

  • Mengenalkan produk  kepada masyarakat luas.
  • Membuat identitas dan ciri khas dari suatu produk atau perusahaan.
  • Memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa tertarik dengan produk kita.
  • Menawarkan dan memperkenalkan produk anda kepada konsumen,investor dan lainnya.
  • Memburu pasar atau konsumen di regional tertentu.
  • Meningkatkan reputasi dari sebuah perusahaan.
  • Konsumen akan mencari tahu tentang produk anda setelah melihat reklame.

Tujuan Fungsi Manfaat Pemasangan Reklame,
Tujuan Fungsi Manfaat Jenis Reklame,

Jenis Reklame

Jenis reklame dapat dibagi berdalasarkan tujuan, sifat, tempat dan medianya

Jenis Reklame Menurut Tujuan Pengadaannya

Berdasarkan tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi dua jenia, yaitu reklame komersial dan reklame nonkomersial.

a). Reklame Komersial

Reklame komersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan bisnis. Tujuan pembuatan pemasangan reklame komersial adalah untuk dapat menarik para pembeli sebanyak banyak sehingga mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Contoh Reklame Komersial

Contoh reklame komersial diantaranya adalah Papan reklame atau baliho penjualan rumah, mobil atau barang dagangan lainnya yang dipasang di pinggir jalan tol, toko, mall dan tempat tempat umum lainnya.

b). Reklame Nonkomersial

Reklame nonkomersial adalah jenis reklame yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk kepentingan nonkomersial, yakni mengajak, menghimbau, dan menyampaikan informasi agar bersedia atau mengikuti pesan yang disampaikan. Keuntungan yang diperoleh biasanya bukan materi secara langsung.

Contoh Reklame Nonkomersial

Contoh reklame nonkomersial diantaranya adalah poster PIN (Pekan Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih, poster peringatan bahaya demam berdarah, himbauan untuk tertib berlalu lintas, membayar pajak, donor darah, dan lain sebagainya.

2). Jenis Reklame Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, reklame dibedakan menjadi 3, yaitu reklame penerangan, reklame peringatan, dan reklame permintaan atau ajakan atau himbauan.

a). Reklame Penerangan

Reklame penerangan adalah bentuk reklame yang bersifat informatif. Reklame penerangan bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar lebih jelas.

Contoh Reklame Penerangan

Contoh reklame penerangan misalnya tentang cara pengurusan KTP, SIM, pendaftaran masuk sekolah, cara membasmi nyamuk, dan sebagainya.

b). Reklame Peringatan

Reklame Peringatan adalah bentuk reklame yang bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat.

Contoh Reklame Peringatan

Contoh reklame peringatan adalah peringatan terhadap pengguna jalan melalui suatu gambar pada papan, baliho. Reklame bertujuan untuk mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dengan tulisan “Hati-hati sering terjadi kecelakaan” atau awas jalan licin dan sebagainya.

c). Reklame Permintaan atau Ajakan

Reklame permintaan atau ajakan atau himbauan adalah reklame yang bertujuan meminta atau mengajak atau menghimbau warga masyarakat agar bersedia memenuhi permintaan atau ajakan tersebut, mengajak masyarakat untuk peduli dengan sesamanya melalui gambar reklame.

Contoh Reklame Permintaan

Contoh reklame permintaan adalah papan reklame bertuliskan “Setetes darah anda menyelamatkan jiwa sesama.” atau baliho bertuliskan  “Bantulah korban bencana alam.”

3). Reklame Menurut Tempat Pemasangannya

Menurut tempat pemasangannya, reklame dapat dibedakan menjadi 2, yaitu reklame indoor, dan reklame outdoor.

a). Reklame Indoor

Reklame indoor adalah bentuk reklame yang dipasang di dalam ruangan bangunan dengan sasaran penyelenggaraannya eye catcher di dalam bangunan itu sendiri.. Gambar reklame indoor memiliki ukuran yang kecil atau sedang dengan bahan yang tidak perlu tahan air dan sengatan matahari, seperti mobile, hanger, dan bahan kertas.

Contoh Reklame Indoor

Contoh reklame indoor adalah: brosur, etiket, dan leaflet yang berisi informasi yang bersifat komersial atau nonkomersial tergantung tujuannya.

b). Reklame Outdoor

Reklame outdoor adalah bentuk reklame yang ditempatkan pada lokasi di luar gedung bangunan, atau reklame yang terletak did alam bangunan akan tetapi sasaran penyelenggaraannya berisfat eye catchierberada diluar bangunan.

Gambar reklame outdoor berukuran besar dengan menggunakan bahan tahan lama terhadap air dan sengatan matahari.

Contoh Reklame Outdoor

Contohnya reklame outdoor : spanduk, baliho, papan nama, dan logo baik bersifat komersial maupun nonkomersial.

Reklame Berdasarkan Izinnya

Reklame berdasarkan izin yang terdiri dari reklame insidentil dan reklame tetap

a). Reklame Insidentil

Reklame insidentil adalah reklame yang masa izinnya kurang dari satu tahun. Reklame yang masuk dalam kategori reklame insidentil adalah reklame yang diselenggarakan untuk masa-masa tertentu/ insidentil.

Contoh Reklame Insidentil

Jenisjenis reklame ini yaitu berupa baliho, spanduk/ umbul- umbul/ poster, selembaran/ brosur/ leaflet, stiker/ melekat, slide/ film, baik dengan suara maupun tanpa suara, reklame udara, reklame suara, reklame peragaan luar ruang maupun bersifat permanen dan tidak permanen.

b). Reklame Tetap

Reklame tetap adalah reklame yang masa izinnya hanya berlaku satu tahun.

Contoh Reklame Tetap

Jenis-jenis reklame tetap adalah reklame megatron/ videotron/ led, billboard tiang dengan peragaan, billboard tiang menempel pada penerangan, billboard menempel pada peragaan, billboard menempel pada penerangan kendaraan berjalan/ transit.

4). Reklame Menurut Media

Menurut medianya, reklame dibedakan menjadi reklame audio, dan reklame visual.

a). Reklame Audio

Reklame audio adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan menggunakan medis suara, baik secara langsung maupun tidak langsung yang diterima dengan indra pendengaran

Reklame Audio diselenggarakan dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan atau dengan suara yang ditimbulkan dari atau perantaraan alat.

b). Reklame Visual

Reklame visual adalah reklame yang diwujudkan dalam bentuk gambar yang dapat diterima dengan indra penglihatan. Reklame visual terdiri dari :

  • Poster

Poster adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf.

  • Spanduk

Spanduk adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf yang dibuat diatas kain mamanjang.

  • Plakat

Plakat adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau jasa dari gambar huruf yng dibuat pada kertas.

  • Etiket

Etiket adalah ragam gambar reklame yang berupa nama suatu produk barang dagangan dan disertai dengan keterangan.

  • Leaflet

Leaflet adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan gambar huruf sebagai keterangannya.

  • Brosur

Brosur adalah ragam gambar reklame yang menggunakan huruf sebagai unsur utamanya.

  • Logo

Logo adalah ragam gambar reklame yang berupa simbol atau lambang suatu badan usaha milik negara maupun swasta.

  • Papan Nama

Papan nama adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar huruf dan gambar logo.

  • Baliho

Baliho adalah ragam gambar reklame yang berupa gambar bentuk barang atau objek dengan menggunakan gambar dan huruf yang berukuran besar.

Reklame baliho terbuat dari papan kayu atau bahan lain dan dipasang pada konstruksi yang tidak permanen dan tujuan materinya mempromosikan suatu eventatau kegiatan yang bersifat insidentil.

  • Reklame Audiovisual

Reklame audiovisual adalah bentuk reklame yang dibuat dengan menggunakan media suara dan gambar secara bersamaan.

Beberapa jenis reklame yang sering dijumpai di jalan. Masing-masing jenis reklame mempunyai karakteristik yang berbeda untuk bahan maupun penempatannya. beberapa jenis reklame yang sering diketahui: Billboard, Baliho, Spanduk, Poster, Plakat, Mobile, Neonbox, Videotron, Megatron

  • Reklame Papan Billboard

Reklame papan/ billboard merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak dapat dipindahkan) terbuat dari papan, kayu, seng, tenplate, collbrite, vynil, aluminium, fiberglas, kaca, batu, tembok atau beton, logam atau bahan lain yang sejenis,

Reklame papan billboard dipasang pada tempat yang disediakan (berdiri sendiri) atau digantung atau ditempel atau dibuat pada bangunan tembok, dinding, pagar, tiang, dan sebagainya baik bersinar, disinari maupun yang tidak disinari.

  • Reklame Berjalan

Reklame berjalan merupakan reklame yang ditempatkan pada kendaraan atau benda yang dapat bergerak, yang diselenggarakan dengan menggunakan kendaraan atau dengan cara dibawa/didorong/ditarik oleh orang.

Termasuk didalamnya reklame dalam gerobak atau rombong, kendaraan baik bermotor maupun tidak.

  • Reklame Megatron

Reklame megatron merupakan reklame yang bersifat tetap (tidak bisa dipindahkan) menggunakan layar monitor maupun tidak dengan gambar dan/atau tulisan yang dapat diubah-ubah, terprogram dan menggunakan tenaga listrik.

Termasuk didalamnya videotron dan large electronic display (LED).

  • Reklame Peragaan

Reklame peragaan merupakan reklame yang diselenggarakan dengan cara memperagakan dengan atau tanpa disertai suara.

  • Reklame Udara

Reklame udara merupakan reklame yang diselenggarakan di udara dengan menggunakan balon, gas, laser, pesawat atau alat lain yang sejenis.

  • Reklame Film Slide

Reklame film atau slide merupakan reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan klise (celluloide) berupa kaca atau film, ataupun benda-benda lain yang sejenis, sebagai alat untuk diproyeksikan dan atau dipancarkan.

  • Reklame Stiker Melekat

Reklame stiker/melekat merupakan reklame yang berbentuk lembaran lepas diselenggarakan dengan cara ditempelkan, dilekatkan, dipasang atau digantung pada suatu benda.

Bagian Bagian Iklan

1). Bagian Unsur Headline Iklan,

Bagian Headline iklan merupakan kepala iklan, biasanya berupa rangkaian kalimat atau kata-kata pendek, dan seringkali berupa slogan.

Ciri-Ciri Headline Iklan

Ciri ciri headline iklan antara lain adalah tulisan cukup menonjol, umumnya berisi kalimat pendek, terkadang hanya satu kata saja, berisi kalimat atau kata yang memiliki kesan kuat sehingga menarik minat perhatian masyarakat

2). Bagian Subjudul Iklan

Subjudul iklan merupakan bagian iklan yang bertugas mendiskripsikan, menjelasakan atau menjabarkan lebih detail tetang pesan yang terdapat pada judul.

Ciri Ciri Subjudul Iklan

Ciri-ciri subjudul iklan antara lain adalah ukuran huruf lebih kecil dari headline, kadang di tulis dengan warna yang berbeda, letak subjudul berdekatan dengan headline.

3). Bagian Teks Naskah Iklan

 Teks iklan atau naskah iklan umumnya dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang lebih kecil.

4). Harga Barang Yang Diiklankan

Pada iklan Harga barang produk yang akan di tawarkan atau dijual paling tidak dicantumkan dengan harga yang terendah untuk menarik perhatian calon pembeli.

5). Nama dan Alamat Pengiklan Penjual

Nama dan Alamat, ada yang mencantumkan alamat dan nama pengiklan atau penjual pemasaran dengan jelas, agar pembaca calon pembeli mengenali dengan jelas.

6). Signature Slogan Atau Strapline

Signature slogan atau strapline, merupakan baris kalimat penutup, hal ini dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan citra perusahaan.

Unsur – Unsur Iklan

1). Unsur Perhatian Attention Iklan

Perhatian (Attention), suatu iklan harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.

2). Unsur Minat Interest Iklan

Minat (Interest), suatu iklan juga harus mampu membangkitkan minat, rasa penasaran, dan rasa ingin tahu.

3). Unsur Iklan Keinginan Desire

Keinginan (Desire), Suatu iklan juga harus mampu menggerakkan keinginan konsumen

4). Unsur Rasa Percaya Conviction Iklan

Rasa percaya (Conviction), iklan juga harus mampu meyakinkan masyarakat, misalnya dilakukan dengan kegiatan peragaan seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.

5). Unsur Tindakan Action Iklan

Tindakan (Action). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

Prinsip -Prinsip Membuat Reklame

Berikut merupakan prinsip-prinsip dalam membuat reklame.

Prinsip Komunikatif Reklame

Komunikatif adalah sifat reklame yang harus mampu berkomunikasi antara dua belah pihak yakni produsen serta konsumen atau penjual dan pembeli.

Reklame sebaiknya mudah di terima oleh masyarakat, mengena untuk itu gambar atau huruf hendaknya jelas, singkat, padat sedangkan bentuk objek menarik, jelas dan kontras warnanya.

Prinsip Komposisi Aransemen Reklame

Reklame harus memiliki konfigurasi yaitu letak gambar bentuk barang ataupun objek dengan melakukan penataan yang sangat baik.

Penataan gambar dan huruf sebaiknya di tata dengan harmonis sehingga memudahkan masyarakat untuk membaca infomasinya

Prinsip Kesatuan Reklame

Kesatuan adalah saling menolong serta saling melengkapi semua unsur reklame harus menjadi kesatuan yang utuh sehingga reklame menjadi sangat menarik perhatian umum.

Antara gambar dan hurufnya tidak boleh lepas dan saling terkait/ mendukung maksud yang akan di sampaikan

Prinsip Pusat Perhatian Reklame

Reklame harus mampu menjadi pusat perhatian dengan memasang unsur yang mempunyai peran dominan dan diwujudkan melalui perwarnaan yang kontras.

Gambar reklame harus menarik perhatian dengan adanya pusat perhatian pada gambar reklame dan ada unsur yang dominan yang dapat di ciptakan dengan warna yang kontras, objek yang unik dan kalimat yang tidak biasa.

Prinsip Huruf Reklame

Reklame disusun menggunakan pemilihan huruf yang mudah dibaca, jelas, dan terang.

Bentuk dasar huruf reklame dibedakan menjadi

  • Huruf yang digayakan adalah huruf yang proporsinya menyimpang dari proporsi dan bentuk huruf baku.
  • Huruf sans serif, disebut juga dengan huruf gundul atau huruf yang terdiri dari huruf kapital dan huruf minuskul.
  • Spasi huruf adalah jarak huruf yang satu dengan yang lainnya harus sesuai dan seimbang.

Tahap Langkah Membuat Reklame

Berikut adalah langkah atau tahapan membuat reklame.

1). Menyiapkan Bahan dan Alat yang akan digunakan untuk reklame seperti; kertas gambar, pensil warna, cat poster, cat air, dan sebagainya.

2). Pengaturan komposisi yaitu tata letak atau konfigurasi dari tekstur, bentuk barang ataupun objek yang menjadi objek reklame.
3). Menggambar Bentuk produk maupun Objek Reklame yang menjadi objek reklame yang akan dibuat.

4). Memberikan warna reklame yang mampu membuat orang tertarik dengan pesan yang disampaikan. Memberi warna yang unit menarik mencolok serta bisa menarik perhatian orang.

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Ringkasan Rangkuman: Dengan berkembangnya media dan teknologi maka jenis reklame juga mengalami perkembangan.
  11. Reklame sebagai media promosi mempunyai beberapa jenis dan bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  12. Menurut tujuan pengadaannya, reklame dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu reklame komersial, dan non komersial.
  13. Sedangkan menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan. Bila dilihat menurut pemasangannya ada reklame yang dipasang dalam ruangan (indoor) dan reklame yang dipasang di luar ruangan (outdoor).
  14. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk, yaitu bentuk audio bentuk visual, dan bentuk campuran antara audio dan visual, atau disebut audio visual.
  15. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.
  16. Bentuk yang ke tiga adalah bentuk media campuran, yaitu audio visual.
  17. Reklame mempunyai beberapa bentuk, yaitu Iklan, Spanduk, Brosur, Embalase, Poster, Baliho, Billboard, Banner, Leaflet, dan Kalender.
  18. Menurut tujuan pengadaannya, reklame menjadi reklame komersial, dan non komersial.
  19. Menurut sifatnya reklame dibagi dalam 3 golongan, yaitu reklame penerangan, peringatan, dan ajakan atau permintaan.
  20. Menurut pemasangannya reklame dapat dipasang dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).
  21. Menurut bentuk medianya reklame dibagi dalam 3 bentuk: audio, visual, dan audio visual.
  22. Bentuk visual dari reklame terdiri dari beberapa jenis, yaitu poster, spanduk, plakat, etiket, leaflet, brosur, logo, papan nama, dan baliho.

Apresiasi Karya Seni: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Pendekatan Kritik, Analitik Kognitif, Aplikatif, Kesejarahan Problematik, Semiotik

Pengertian Apresiasi Karya Seni: Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris to appreciate yang berarti menghargai, menilai, menyadari, mengerti. Namun dalam New Webster’s Encyclopedic Dictionary diartikan sebagai the act of valuing or estimating – awareness of aesthetic value.

Jadi pengertian apresiasi seni adalah suatu kegiatan dengan melakukan penafsiran terhadap nilai karya seni khususnya seni rupa, sehingga menyadari dan dapat menghargai terhadap nilai yang terkandung di dalamnya.

Pada dasarnya kegiatan apresiasi pada seni adalah suatu proses penghayatan pada seni, kemudian diikuti dengan penghargaan pada seni itu serta pada senimannya.

Secara umum apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya sehingga dapat mengadakan penilaian atau penghargaan terhadapnya.

Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni menjadi lebih baik lagi jika diiringi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya.

Tujuan Apresiasi Karya Seni

Tujuan apresiasi karya seni rupa diantaranya ialah sebagai berikut ini :

  • Apresiasi bertujuan Untuk mengevaluasi dan mengembangkan nilai estetika karya seni
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berkreasi dan berimajinasi
  • Untuk menyempurnakan keindahan karya seni

Fungsi Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa fungsi apresiasi karya seni adalah

  • Apresiasi karya seni berfungsi sebagai sarana meningkatkan rasa cinta terhadap karya seni .
  • Berfungsi untuk memberikan edukasi, penilaian, empati terhadap karya seni .
  • Apreiasi karya seni sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam berkarya

Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa manfaat apresiasi karya seni adalah:

  • Dapat menimbulkan hubungan timbal balik positif antara penikmat karya seni rupa dan seniman.
  • Dapat meningkatkan kecintaan terhadap suatu karya seni.
  • Apresiasi digunakan untuk sarana melakukan hiburan, penilaian dan edukasi.
  • Apresiasi Karya seni akan meberikan pengalaman dan ilmu untuk bekal meciptakan dan mengembangkan karya seni yang lebih baik.

Aspek Apresiasi Karya Seni

Aspek seni rupa yang diapresiasi difokuskan terhadap 1). masalah yang diungkapkan, b). teknik garapan, c). unsur dan pengorganisasiannya, d). gagasan kreatif, e). ekspresi.

a). Aspek Apresiasi Karya Seni: Tema Permasalahan

Tema yang diangkat oleh seniman sangat luas cakupan areanya, oleh karena itu banyak seniman dalam memilih tema dibatasi sesuai dengan preferensi senimannya.

Tema dapat dijadikan sebagai fokus pembahasan dalam berkarya dan dapat membentuk gaya dalam tampilan karya seorang seniman.

b). Aspek Apresiasi Karya Seni: Teknik Garapan

Teknik garapan dalam membuat karya seni rupa sangat pokok dan menentukan karena dapat mempengaruhi nilai estetik karya seni yaitu baik dan buruknya.

Kemahiran menggunakan alat dan bahan menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang seniman. Dalam seni lukis misalnya alat dan bahan yang digunakan akan menentukan Teknik yang dilakukan.

c). Aspek Apresiasi Karya Seni: Unsur dan Pengorganisasian

Aspek yang juga menjadi perhatian dalam melakukan apresiasi adalah kualitas unsur rupa dan kemampuan seniman dalam mengorganisasikan unsur tersebut menjadi suatu komposisi.

Aspek pengorganisasian unsur menjadi sangat menentukan seorang seniman setelah memiliki kemahiran teknik garapan. Aspek Unsur dan Pengorganisasian mencerminkan kepekaan estetik seniman dalam menggunakan unsur tersebut sebagai bahasa rupa untuk dapat menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Kualitas unsur menunjukkan bagaimana kualitas garis, ruang, bentuk, warna, dan tekstur digunakan dalam mewujudkan karya seni.

Kemampuan mengungkapkan rasa yang ingin disampaikan oleh sang seniman tergantung dari kemampuannya mengelola unsur seni rupa serta menguasai penggunaan bahannya.

Mengelola unsur seni rupa maksudnya adalah bagaimana sang seniman mampu menggunakan karakter unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur untuk mewakili persaannya.

d). Aspek Apresiasi Karya Seni: Kreativitas

Tahapan kreativitas yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk melihat kemampuan seniman dalam membuat karya seninya adalah penguasaan teknik, meniru model, melakukan inovasi dan akhirnya kreasi.

Kreasi adalah kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan orisinal dan hal ini berbeda dengan inovasi yang sifatnya mengubah yang telah ada menjadi kelihatan baru.

Dalam melakukan apresiasi ada beberapa tataran yang dilihat yaitu: rasa (feeling), pendapat kritikus terhadap seniman sebagai pencipta karya seni yang diapresiasi, kemampuan teknik, ide atau yang ditampilkan dalam karya seni, sejarah atau periodesasi senimannya. Sering tanpa disadari, perasaan kita tersentuh ketika menyasikan karya seni.

Pendekatan Apresiasi Karya Seni

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam apresiasi seni rupa adalah pendekatan kritik seni, analitik, dan kognitif.

Apresiasi Karya Seni Pendekatan Kritik

Pendekatan kritik adalah apresiasi yang dilakukan apresiasi dengan cara kritis. Cara kritis terhadap karya seni ada empat jenis dan tiga gaya dalam melakukannya.

a). Jenis Kritik Karya Seni,

Empat jenis kritik seni yaitu: Kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer.

  • Kritik Karya Seni Jurnalistik,

Kritik Jurnalistik merupakan upaya mengulas suatu karya seni biasanya ketika ada pameran. Ciri- Ciri Kritik Jurnalistik bahasanya mudah dimengerti namun ulasannya tidak mendalam tetapi singkat dan padat.

Kritik jurnalistik semacam berita dengan ulasan ringan ditujukan kepada pembaca berita surat kabar dan majalah sebagai informasi tentang peristiwa seni yang sedang berlangsung dengan tambahan ringkasan tentang tema yang diungkap dalam karya yang dipamerkan.

  • Kritik Karya Seni Pedagogik,

Kritik pedagogik merupakan kritik yang dilakukan oleh guru seni terhadap siswanya yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan teknik dan estetik siswanya.

Ulasan yang diberikan tidak keras dengan kriteria yang tidak terlalu berat. Kritik pedagogic dapat mendorong semangat siswa untuk bekerja dan belajar meningkatkan prestasinya.

Tujuan utama kritik pedagogik adalah untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan siswa dalam hal teknis dan estetiknya. Dengan demikian mampu mengarahkan siswa berdasarkan bakat dan kemampuannya yang tepat.

Kritik pedagogik menuntut seorang guru untuk memiliki kepekaan estetik yang lebih dibanding siswanya sehingga dapat memberikan bimbingan selama dalam proses berkarya dan memberi kesimpulan pada akhirnya.

  • Kritik Karya Seni Ilmiah atau Akademis,

Kritik ilmiah atau akademis merupakan pendekatan apresiasi kritis dengan melakukan analisis yang mendalam dengan data- data lengkap dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Pendekatan Kritik akademis merupakan pendekatan apresiasi seni yang paling mendekati dengan apa yang dimaksud oleh senimannya terhadap gagasan- gagasannya.

Kritik ilmiah akademik merupakan pendekatan analitik dengan tahapan-tahapan yang harus dilaluinya. Kegunaan kritik ilmiah akademis adalah penyelidikannya terhadap prestasi artitistik baik seni tradisional maupun kontemporer.

  • Kritik Karya Seni Populer,

 Kritik popular merupakan pendekatan apresiasai seni rupa yang dilakukan oleh setiap orang yang tertarik dalam bidang seni.

Hasil apresisi pendekatan kritik popular berbeda-beda sesuai dengan perhatian dan intensitas lingkungan individu masing-masing. Namun kecendrungan secara keseluruhan populasi dalam menentukan kualitas seni ditentukan oleh pendapat mayoritas.

Jenis Gaya Kritik Karya Seni,

Beberapa tipe atau gaya kritik seni adalah kontekstual, Intrinsik, dan komparatif.

  • Gaya Kritik Seni Kontekstual,

Gaya kritik seni kotekstual merupakan  kritik yang disampaikan secara kontekstual yang berarti tidak hanya menggunakan kriteria estetik, namun dipertimbangkan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang berhubungan dengan moral, psikologi, sosiologi, dan religi.

Kritik kontekstual mempertimbangkan apakah sebuah karya seni pantas di pamerkan di depan umum sementara masyarakatnya sangat religious. Jadi kritik dilakukan dari beberapa sudut pandang yang terkait dengan seni.

  • Gaya Kritik Seni Intrinsik,

Gaya kritik Intrinsik merupakan kritis yang murni untuk kepentingan estetik, dengan ulasan yang  terfokus pada nilai estetikanya tanpa dibebani dengan hal lain.

Nilai-nilai estetiknya meliputi kemahiran teknik dalam menggunakan alat dan bahan, kemahiran dalam menyusun elemen-elemen estetik yang menjadi harmoni dan kesatuan dalam sebuah karya yang utuh.

  • Gaya Kritik Seni Komparatif,

Gaya Kritik Seni Komparatif merupakan kritik yang dilakukan dengan membandingkan karya seorang seniman dengan seniman lain. Gaya komparatif membandingkan karya seniman dengan daerah asalnya, dengan teman sejawatnya atau dengan karya seni suatu kelompok masyarakat.

Apresiasi Seni Pendekatan Analitik

Pendekatan analitik dikembangkan oleh Feldman dan Plummer. Pendekatan analitik  merupakan suatu cara melakukan apresiasi dengan melakukan analisis terhadap sebuah karya seni rupa dilihat dari beberapa sudut pandang dan tahapan deskripsi, Analisis dan interpretasi

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Deskripsi

Deskripsi merupakan kegiatan awal dari apresiasi, yaitu mengenal dan menemukan segala informasi tentang karya yang akan diapresiasi.

Apresiasi dimulai dari identitas senimannya, keterampilan teknik dan bahan yang digunakan, konsep penciptaan, tema yang ditampilkan yang tidak nampak secara kasat mata.

Untuk mendapatkan identitas seniman dilakukan dengan wawancara langsung jika memungkinkan, jika sudah meninggal dunia dilakukan studi literatur atau dokumen saat seniman tersebut masih hidup. Salain itu dapat juaga dengan melakukan wawancara terhadap keluarga terdekat dan teman-teman dekatnya

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analisis

Pendekatan analisis merupakan apresiasi seni untuk menemukan kualitas estetik unsur-unsur yang digunakan, hubungan antar unsur yang disusun, kesesuaian konsep dengan ungkapan visualnya.

Pendekatan apresiasi analisis akan mengetahui bagaimana kualitas dari unsur unsur seni seperti garis, bentuk, warna dan tekstur disusun untuk menjadi suatu susunan kesatuan yang harmonis.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Interpretasi

Pendekatan interpretasi merupakan apresiasi yang mengungkap makna yang terkandung dalam sebuah karya seni.

Makna dalam seni terdiri dari makna fisik (fisikoplastis) dan makna yang ada di balik penampilan fisik tersebut (ideoplastis) sebagai hal yang sulit jika tidak dapat data yang lengkap.

Makna yang terkandung dalam karya memerlukan interpretasi dari ungkapan kualitas fisiknya jika tidak ada data tentang latar belakang penciptaannya.

Makna dibalik penampilan fisiknya (ideoplastisnya) dapat mengacu kepada judulnya, yang diungkap. Contoh seorang pemain biola dapat diinterpretasika bahwa seniman senang memainkan biola atau mengagumi pemain biola dalam suatu pertunjukkan.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Judgement

Apresiasi pendekatan judgement umumnya dilakukan setelah kegiatan interpretasi telah dicapai. Apresiasi Judgement merupakan suatu kegiatan dalam menentukan tingkat nilai baik dan buruk sebuah karya seni.

Apresiasi pendekatan Judgement memerlukan informasi dari kegiatan sebelumnya. Dua hal yang penting dalam menentukan kualitas karya seni yaitu tujuan seniman dalam membuat karya dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut.

Dengan demikian yang menentukan judgement adalah aspek teknik dalam mengungkapkan gagasannya secara estetik, perbandingan secara historis dengan seni yang sejenis, dan keaslian atau originalitas.

Apresiasi Seni Pendekatan Kognitif

Apresiasi seni Pendekatan kognitif dikembangkan oleh Michael Parson. Menurut penjelasan Michael Parson setiap orang berbeda dalam memberikan respon terhadap karya seni karena tergantung dari perkembangan kognitifnya yang berhubungan dengan karya seni.

Ada lima tingkat kemampuan untuk dapat melakukan apresiasi dan kadang masing-masing tingkat overlaping satu dengan lainnya sehingga menjadi sangat rumit. tetapi

  • Pendekatan Kognitif Tinkat Favoritisme

Tahap ini disebut pula tahap pertama, karakteristik utama tahap ini adalah refleksi intuitif yang sifatnya subyektif sangat kuat terhadap karya seni.

Secara psikologis tahap ini tidak mempedulikan pendapat orang orang lain. Dalam hal estetik karya seni terutama lukisan merupakan obyek yang menyenangkan baik figuratif maupun non-figuratif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Keindahan dan Realisme

Tahap ini adalah tahap kedua, yang menonjol cirinya adalah tentang subyek dalam karya seni, representasi yang ditampilkannya.

Karya seni yang baik adalah jika merepresentasikan sesuatu dan realistik yang menampilkan emosi subyeknya seperti tersenyum, sedih, dan gerakan.

Secara psikologis tahap ini menghargai pendapat orang lain, dan secara estetik tahap ini menyadari adanya sesuatu yang dilukiskan pada karya seni secara realistik.

Tahap ini menyangkut tentang karya seni sebagai suatu yang dapat dinikmati oleh wujudnya yang menyenangkan perasaan.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Ekspresi

Tahap ekspresi adalah tahap yang memiliki kesadaran tentang ekspresi yang diungkapkan dalam karya seni yaitu adanya perasaan senimannya atau pengalaman rasa apresiatornya.

Tahap ekspresi beranggapan bahwa tujuan karya seni adalah untuk mengekspresikan pengalaman seseorang, keindahan subyeknya menjadi yang kedua.

Kreativitas, keaslian, kedalaman rasa adalah sangat dihargai. Secara psikologis tahap ini lebih maju dalam mengalami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Secara estetik tahap ekpresi menyadari adanya hal yang tidak relevan dengan keindahan subyek karena yang dicari adalah kualitas ekspresi karya yang ditampilkan.

Contoh Ungkapan Tahap Ekspresi

Ungkapan-ungkapan yang sering terdengar pada tahap ekpresi adalah “lihat distorsi bentuknya sangat kuat mengungkapkan perasaan senimannya” atau “sapuan kuasnya sangat tepat mengekspresikan gerak subyeknya”.

Pada hakekatnya tahap ini menyangkut tiga hal yaitu: pertama tentang subyektivitas, bahwa karya seni harus dipahami secara mental karena karya seni mengandung pemikiran, emosi yang sifatnya subyektif.

Kedua adalah ekspresi individu, oleh karena itu karya seni dipahami secara individual agar mengetahui apa yang dikasud oleh senimannya.

Ketiga adalah interpretasi, yaitu hubungan timbal balik seniman dan apresiatornya dengan media karya seni. Apresiator mengalami apa yang dialami oleh senimannya berupa ekspresi yang ada dalam karya seni.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Gaya dan Bentuk

Tahap gaya dan bentuk merupakan pendekatan apresiasi dimana karya seni bukan lagi bersifat individual, namun lebih bersifat sosial.

Tahap gaya dan bentuk membicarakan karya seni dari segala aspeknya, bisa apresiasi tekniknya, dan bisa juga bentuk-bentuknya atau aspek yang lainnya.

Makna karya seni terangkat oleh perbincangan antar apresiator yang melebihi makna yang diinterpretasikan oleh individual.

Secara psikologis, makna kelompok lebih rumit dibandingkan mendapatkan makna secara individual. Terkadang individu mendapatkan makna dari membaca beberapa interpretasi tentang karya yang dinikmati dan melihat bagaimana masing masing interpretasi memaknainya.

Secara estetik apresiator mendapatkan makna karya seni dari media yang digunakan, bentuk dan gayanya.

Pada tahap gaya dan bentuk, apresiator mampu membedakan makna literal yang ada pada subyek karya seni dengan makna apa yang dicapai dalam karya tersebut. Apresiator akan mengidentifikasi gayanya dengan menghubungkan secara historis.

Tahap gaya dan bentuk menganggap ulasan karya seni dapat menuntun persepsi dan melihat evaluasi karya seni sebagai hal yang obyektif.

Contoh Ungkapan Apresiasi Pendekatan Kognitif Tahao  Gaya dan Bentuk

Beberapa contoh ungkapan yang sering terlontar pada tahap gaya dan bentuk adalah: “ Lihat kesedihan dalam ungkapan warna dan tarikan garisnya” atau “bentuk-bentuk dan warna lukisan ini mengingatkan kepada kaum kubisme”

Kebenaran interpretasi dapat dilakukan melalui dialog dan membandingkannya dengan pendapat orang lain dan karya seni yang diapresiasi, kualitas karya seni tidak dilihat secara subyektif tetapi melalui pendapat kolektif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Otonomi

Tahap otonom merupakan tahap dimana apresiator secara mandiri membuat judgement terhadap karya seni dan menyesuaikan kriterianya dengan perkembangan zaman.

4). Apresiasi Seni Pendekatan Aplikatif

Apresiasi melalui pendekatan aplikatif ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung, di studio, di kampus, di rumah atau di mana saja.

Melalui praktek berkarya, apresiasi tumbuh dengan serta merta akibat dari pertimbangan dan penghayatan terhadap proses berkarya dalam hal keunikan teknik, bahan, dsb.

Pendekatan aplikatif bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman karya seni melalui keterlibatan langsung membuat karya seni.

Apresiasi pendekatan aplikatif sangat efektif karena sang apresiator dapat menghayati langsung dan mendalam bagaimana seluk beluk penciptaan karya seni.

Apresiator dapar mengetahui secara langsung kesulitan menggunakan alat dan bahan, bagaimana mendapatkan warna dan bentuk yang harmonis seorang seniman dalam mewujudkan karya seninya.

Pendekatan applikatif merupakan metode learning by doing yang memberi kesempatan kepada apresiator secara aktif mengalami hingga menghayati proses penciptaan karya seni.

  1. Apresiasi Seni Pendekatan Kesejarahan

Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah perkembangan seni. Apresiasi dimulai dengan meneliti asal usul sebuah karya seni rupa dengan bertanya kepada orang terdekat, seperti ayah, ibu, paman atau siapa saja yang mengertahui tentang riwayat sebuah karya seni.

Pendekatan kesejarahan merupakan pengembangan apresiasi seni melalui penelusuran sejarah perkembangan seni, dari periode ke periode mengikuti perkembangan masyarakat.

Apresiasi pendekatan sejarah akan lebih memahami suatu karya seni misalnya tentang cerita wayang lakonnya diambil dari mana dan apa isi ceritanya.

Dengan mengetahui proses perkembangan sejarah seni akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya seni.

Pendekatan kesejarahan tidak terlepas dari pendekatan sosiologis jika ingin mengetahui perkembangan seni suatu kelompok masyarakat.  Dalam tataran kehidupan individu tidak dapat lepas dari pendekatan psikologis dan biografis.

Apresiasi Seni Pendekatan Problematik

Apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmati secara semestinya. Apresiasi melalui pendekatan ini dimulai dengan mengenali unsur-unsur fisik dan non fisik (unsur- unsur dan prinsip-prinsip seni rupa) yang terdapat dalam sebuah karya seni.

Pendekatan problematik seni merupkan apresiasi yang dipahami melalui pemahaman makna dan pencarian jawaban seputar seni; seperti makna seni, hubungan seni dengan keindahan, seni dan ekspresi, seni dengan alam, fungsi seni rupa bagi kehidupan manusia, jenis seni rupa, gaya dalam seni rupa dan sebagainya.

Pada pendekatan problematic, apresiator dapat lebih holistic, utuh dan luas dalam memahami seni.

Kelemahan apresiasi pendekatan problematik terlalu teoritis, namun demikian untuk mengurangi kejenuhan teori dapat dilakukan variasi dengan alat peraga visual dan variasi tugas untuk didiskusikan

Apresiaai Seni Pendekatan Semiotik

Istilah semiotika berasal dari Bahasa Yunani semion yang berarti tanda, yang saat ini menjadi cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda.

Semiotika sangat kental dengan masalah bahasa verbal sebagai media komunikasi, namun dalam perkembangannya penggunaannya merambah ke berbagai bidang ilmu termasuk seni rupa.

Oleh karena seni rupa pada dasarnya berupa tanda dan media komunikasi non-verbal, maka pendekatan semiotika dapat digunakan untuk keperluan analisis bahasa visual yang ada pada seni rupa.

Tokoh Pendekatan Semiotika

Tokoh semiotika adalah Ferdinand de Sausure dari Perancis dan Charles Sanders Peirce dari Amerika.

Teori semiotika Sausure berangkat dari bahasa sedangkan Peirce memulainya dari logika. Dalam pembahasan ini semiotika Peirce digunakan untuk melakukan analisis seni rupa melalui identifikasi klasifikasi tanda dengan ciri-cirinya.

Penggunaan tanda dalam seni rupa menurut analisisnya Peirce meliputi ide, objek, dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan makna adalah beban yangterdapat dalam lambang yang mengacu kepada objek tertentu.

Tandamerupakan kajian pokok dalam semiotika. Sesuatu agar dapat berfungsi sebagai tanda memiliki beberapa ciri, yaitu harus dapat diamati, dapat difahami, representatif, interpretatif, dan memiliki latar (ground) berupa perjanjian, peraturan, dan kebiasaan yang dilembagakan yang disebut dengan kode.

Tahapan Kegiatan Apresiasi Seni

Kegiatan apresiasi meliputi :

a). Tahap Persepsi Apresiasi Seni

Kegiatan persepsi mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.

b). Tahap Pengetahuan Apresiasi Seni

Pada tahap pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.

c). Tahap Pengertian Apresiasi Seni

Pada tingkat pengertian, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik.

d). Tahap Analisis Apresiasi Seni

Pada tahap analisis, dimulai dengan mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.

e). Tahap Penilaian Apresiasi Seni

Pada tahap penilaian, apresiasi lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya- karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.

f). Tahap Apresiasi Seni

Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni yang terdiri dari tiga hal; value, empathy dan feeling.

Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat.

Empathy merupakan kegiatan untuk memahami, dan menghargai.

Feeling merupakan kegiatan dengan cara menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Secara umum apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni berarti, mengerti sepenuhnya seluk beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetika.
  11. Apresiasi dapat juga diartikan berbagi pengalaman antara penikmat dan seniman, bahkan ada yang menambahkan menikmati sama artinya dengan menciptakan kembali.
  12. Tujuan pokok penyelenggaran apresiasi seni adalah menjadikan masyarakat “melek seni” sehingga dapat menerima seni sebagai mestinya .
  13. Apresiasi seni dapat dilakukan dengan berbagai metode atau pendekatan sebagai berikut:
  14. a). Pendekatan aplikatif Melalui apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung.
  15. b). Pendekatan kesejarahan Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah/ perkembangan seni
  16. c).Pendekatan problematik Melalui pendekatan ini apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmatinya secara semestinya

Seni Musik: Pengertian, Fungsi Simbol, Nilai Estetika, Unsur Dasar, Jenis Bentuk Ekpresi, Aliran Genre Alat Musik

Pengertian Seni Musik: Musik adalah hasil olahan dari suara atau bunyi yang diberikan irama, sehingga memiliki nilai keselarasan.

Musik merupakan seni yang timbul dari perasaan atau pikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri, yang diolah dari suatu nada-nada atau suara-suara yang diatur dengan irama atau hitungan, dan mengandung unsur harmonis atau keselarasan.

Pengertian Musik Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian music menurut para ahli di antaranya  sebagai berikut :

a). Pengertian Musik Menurut Koentjaraningrat,

Menurut Koentjaraningrat, musik merupakan bagian dari kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan manusia.

b). Pengertian Musik Menurut Goethe

Menurut Goethe: musik adalah mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya

c). Pengertian Musik Menurut Jamalus

Menurut Jamalus: Musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.

d). Pengertian Musik Menurut Pythagoras

Menurut Pythagoras: musik bukan sekedar hadiah atu bakat dari para dewa- dewi, namun musik terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori.

e). Pengertian Musik Menurut Djohan,

Menurut Djohan: Musik adalah produk pikiran. Maka elemen vibrasi dalam bentuk frekuensi, amplitudo, dan durasi belum menjadi musik, sampai semua itu di tranformasi secara neurologis dan di interpretasikan melalui otak menjadi pitch (nada-harmoni), timbre (warna suara), dinamika (keras-lembut), dan tempo (cepat-lambat).

f). Pengertian Musik Menurut Soeharto M,

Menurut pendapat Soeharto. M musik adalah pengungkapan melalui gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa gagasan, sifat dan warna bunyi.

g). Pengertian Musik Menurut Klapinglelang

Menurut Klapinglelang: musik adalah bunyi yang tersusun rapi dan mengandung beberapa unsur utama. Nada, harmoni, tempo, dinamika, dan warna suara itulah yang termasuk warna music.

Fungsi Seni Musik

Beberapa fungsi seni music diantarannya adalah:

a). Fungsi Musik Sebagai Pengungkapan Emosional,

Musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Pelaku musik dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui musik.

Para pencipta musik menggunakan kebebasannya untuk mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-nada sesuai dengan suasana hatinya.

b). Fungsi Musik Sebagai Penghayatan Estetis,

Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik akan dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi ataupun dinamikanya.

Untuk menikmati rasa indah (estetis), maka seseorang perlu belajar dengan cara membiasakan diri mendengarkan musik-musik kesukaannya sendiri. Kemudian mulai mencoba mendengarkan musik-musik jenis lain yang baru didengarnya dan kemudian akan menyukainya.

c). Fungsi Musik Sebagai Media Hiburan,

Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur- unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.

Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya.

Kini music bahkan ditengarai lebih berfungsi hiburan karena industri music berkembang dengan sangat cepat.

d). Fungsi Musik Sebagai Media Komunikasi,

Musik memiliki fungsi komunikasi yang berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi music tersebut.

e). Fungsi Musik Sebagai Perlambangan Atau Simbol

Musik mempunyai fungsi sebagai lambang atau simbol suatu keadaan. Misalmya tempo sebuah music yang lambat, akan mencerminkan hal- hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan

Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara upacara.

f). Fungsi Musik Sebagai Reaksi Jasmani

Musik dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan penikmat menjadi cepat, demikian juga sebaliknya.

g). Fungsi Musik Sebagai Media Norma Sosial,

Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma- norma atau peraturan- peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks nyanyian yang berisi aturan aturan.

Sebagian para pencipta music dan lagu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada pemerintah malalui music.

h). Fungsi Musik Sebagai Pengesahan Lembaga Sosial,

Musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam sebuah upacara, dan tidak sebagai pengiring saja,

i). Fungsi Musik Untuk Kesinambungan Pelestarian Budaya

Musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan kepada generasi selanjutnya.

Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas.

j). Fungsi Musik Sebagai Pemersatu Bangsa

Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili citarasa estetik, semangat kebangsaan, dan watak dari budaya masing-masing.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil.

k). Fungsi Musik Sebagai Promosi Dagang

Musik dikreasi untuk kepentingan promosi dagang yang banyak berkembang seiring dengan laju pertumbuhan iklan yang disiarkan melalui radio-radio siaran dan televisi-televisi swasta terutama kota-kota besar di Indonesia.

Musik- musik iklan bisa saja dirancang oleh penciptanya secara baru, tetapi juga ada yang berbentuk penggalan lagu yang sudah ada, sudah populer, dan digemari segmen pasar yang dituju.

Simbol Seni Musik

Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur music dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi.

Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nadanada.

Melalui notasi dapat ditunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Simbol musik adalah berupa notasi dan tanda-tanda musik.

Nilai Estetika Seni Musik

Seni musik merupakan pengejawantahan rasa estetis manusia sebagai tuntutan rohaniah akan keindahan.

Seni musik dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan estetis, selain dapat dipergunakan dalam berbagai kepentingan budaya mulai dari kegiatan ritual keagamaan sampai kepada propaganda politik dan kegiatan pendidikan.

Nilai Estetis dalam seni yang merupakan untaian mutiara nilai estetis yang artistik, dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai keindahan.

Keindahan yang identik dengan estetis, dapat terlukiskan dalam bentuk karya seni musik. Keindahan yang mau dicapai dalam seni musik didukung oleh unsur pokok musik dan unsur penunjangnya, seperti sastra lagu dan media ungkapnya.

Unsur- Unsur Seni Musik

Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersama merupakan satu kesatuan membentuk suatu lagu atau komposisi musik.

Pada dasarnya unsur musik dapat dikelompokkan menjadi unsur-unsur pokok dan unsur-unsur ekspresi. Unsur-unsur pokok meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau stuktur lagu. Sedangkan  Unsur-unsur ekspresi meliputi: tempo, dinamik dan warna nada

Unsur Unsur Pokok Utama Musik

Adapun unusr unsur pokok music adalah suara

a). Unsur Seni Musik: Suara

Suara merupakan perubahan getaran udara yang memiliki panjang gelombang, periode dan frekuensi. Aspek-aspek dasar suara dalam musik adalah tala (tinggi nada), durasi (beberapa lama suara ada), intensitas dan timbre (warna bunyi).

b). Unsur Seni Musik Nada

Suara dibagi menjadi nada berdasarkan tinggi nada atau tala tertentu. Tinggi nada atau tala disusun menurut frekuensinya ataupun jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval.

Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling umum adalah tangga nada mayor, minor, dan pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.

Tangga Nada: adalah susunan berjenjang nada- nada pokok sebuah sistem nada, dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya.3

c).Unsur Seni Musik Ritme atau Irama

Irama adalah suatu ketertiban terhadap gerakan melodi dan harmoni atau suatu ketertiban terhadap tinggi rendahnya nada-nada.

d). Unsur Seni Musik Melodi

Melodi adalah rangkaian nada-nada dalam sebuah musik yang dinyanyikan secara berurutan. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendiri yaitu tanpa iringan atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu

e). Unsur Seni Musik Harmoni

Harmoni adalah kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan.

Harmoni merupakan kombinasi dan hubungan antara melodi utama dan unsur akor, yang di dalamnya terdapat interval atau jarak-jarak nada yang sudah ditentukan.

Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akor. 

f). Unsur Seni Musi Notasi

Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu digambarkan secara horizontal.

Kedua unsur tersebut membentuk paranada, disamping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

g). Unsur Seni Musik Akor

Akor merupakan susunan harmoni nada yang interval atau susunan nadanya sudah diatur sedemikian rupa. Pola Liau pun tidak akan lepas dari pengaruh pergerakan akor.

Unsur Unsur Ekspresi Seni Musik

Unsur- unsur ekspresi dalam musik terdiri dari tempo atau tingkat kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya suara dan warna nada yang tergantung dari bahan, sumber serta cara memproduksi suaranya.

Ekspresi seni musik adalah ungkapan pemikiran dan perasaan yang mencakup semua suasana dari tempo, dinamika, dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam penyampaian yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi kepada pendengarnya.

a). Unsur Ekspresi Musik: Tempo

Tempo adalah kecepatan lagu yang dituliskan berupa kata- kata dan berlaku untuk seluruh lagu dan istilah itu ditulis pada awal tulisan lagu.

Fungsi Tempo: tempo berfungsi untuk mempermudah dalam menyanyikan lagu yang ada.

b). Unsur Ekspresi Seni Musik: Dinamik

Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi.

Fungsi Dinamik: Dinamik berfungs untuk menciptakan ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik, maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya.

c). Unsur Ekpresi Seni Musik: Warna Nada

Warna nada merupakan ciri khas bunyi yang terdengar bermacam- macam, yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda- beda, dan yang dihasilkan oleh cara memproduksi nada yang berbeda pula.

Struktur Seni Musik

Struktu musik terdiri dari beberapa bentuk komponen, antara lain motif, tema, frase, dan kalimat.

a). Bentuk Struktur Motif Seni Musik

Motif adalah unit terkecil dari struktur lagu yang mengandung suatu unsur musikal. Tetapi harus didukung dengan semua unsur-unsur musik seperti melodi, ritmis, dan harmoni.

Meskipun unsur terkecil dalam musik adalah nada, tetapi nada yang berdiri sendiri belum merupakan suatu musik.

b). Bentuk Struktur Tema Seni Musik

Tema merupakan ide-ide pokok yang mempunyai unsur-unsur musikal utama pada sebuah komposisi, yang masih harus dikembangkan lagi, hingga terbentuknya sebuah komposisi secara utuh.

Dalam sebuah karya bisa mempunyai lebih dari satu tema pokok dimana masing-masing akan mengalami pengembangan.

c). Bentuk Struktur Frase Seni Musik

Frase adalah satu kesatuan unit yang secara konvensional terdiri dari 4 birama panjangnya dan ditandai dengan sebuah kadens.

Frase dibagi menjadi dua yaitu frase antesenden, dan frase konsekuen. Berikut dijelaskan pengertian frase antesenden dan konsekuen.

  • Frase Anteseden Seni Musik

Frase anteseden adalah frase tanya atau frase depan dalam suatu kalimat lagu yang merupakan suatu pembuka kalimat dan biasanya diakhiri dalam kadens setengah dan pada umumnya jatuh pada akord dominan.

  • Frase Konsekuen Seni Musik

Frase konsekuen adalah frase jawab atau frase belakang dalam suatu kalimat dalam lagu dan pada umumnya jatuh pada akord tonika.

d). Bentuk Struktur Kadens Seni Musik

Kadens merupakan sejenis fungtuasi dan untuk mencapai efeknya menggunakan rangkaian akord-akord tertentu pada tempat tertentu dalam struktur musik. Terdapat beberapa macam kadens, antara lain:

– Kadens Authentic:  progresi akor V – I

– Kadens Plagal:  progresi akor IV –I

– Deceptif Kadens: progresi akor V – VI

– Kadens Setengah: progresi akor I – V – I – IV

e). Bentuk Struktur Periode atau Kalimat Seni Musik

Periode adalah gabungan dua frase atau lebih dalam sebuah wujud yang bersambung sehingga bersama-sama membentuk sebuah unit seksional. Dalam kalimat atau periode, frase yang terdapat didalamnya bisa dibentuk dari frase antesedenanteseden, ataupun frase anteseden-konsekuen.

Jenis Fungsi Alat Musik

Sesuai dengan fungsi dan perannya, maka alat musik musik dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:

a). Fungsi Alat Musik Melodis

Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi untuk memainkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi dari sebuah lagu.

Fungsi ini berarti bahwa alat musik yang disajikan dalam pertunjukan musik hanya memainkan melodi sebagai susunan dari notasi nada yang dimainkan oleh musik vokal dalam bentuk lagunya.

Contoh Alat Musik Melodis:

Beberapa contoh alat musuk melodis adalah biola,, pianika, dan gitar, serta saron dalam gamelan, bonang pada gamelan degung, angklung melodi, suling, recorder dan lain-lain.

Contoh Alat Musik Melodis Biola
Contoh Alat Musik Melodis Biola

Sumber: tokopedia.com

b). Fungsi Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis berfungsi untuk menghidupkan irama atau ritme dalam penyajian musik. Jenis alat musik Ritmis merupakan bentuk alat musik yang tidak bernada.

Selain memberikan irama (ritme/ritmis), alat musik ritmis mampu memberikan warna terhadap suasana pertunjukan. Melalui bunyi ritmis yang ditimbulkan dalam sajian komposisi musik, biasanya suasana atau karakter pertunjukan akan lebih terasa berbeda.

Contoh Alat Musik Ritmis

Beberpa contoh alat musik yang sering dimainkan sebagai ritmis diantaranya adalah triangle, tamborin dan timpani, waditra kendang, drum, tamburin, dog-dog, terbang, bongo, tifa, bedug, genjring, dan tam-tam.

Contoh Alat Musik Ritmis
Contoh Alat Musik Ritmis

Sumber: tokopedia.com

c). Fungsi Alat Musik Harmonis

Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi untuk mengiringi perjalanan melodi (dengan menggunakan akord-akord tertentu).

Dalam pertunjukan musik terdapat alat musik yang dimainkan untuk mengharmoniskan atau menyelaraskan antara melodi dan ritme.

Fungsi harmoni diperankan oleh alat bantu musik lain, atau bisa disebutkan sebagai alat musik penyelaras dari alat musik yang lain.

Contoh Alat Musik Harmonis

Beberapa Contoh Alat music sebagai alat hamornis adalah Contoh: piano dan gitar. keyboard atau piano, dan gitar, serta alat musik daerah misalnya kacapi, saron, suling yang difungsikan selain sebagai melodi juga sebagai harmoni.

Contoh Alat Musik Harmonis Piano
Contoh Alat Musik Harmonis Piano

Sumber: tokopedia.com

Aliran- Aliran Musik

Aliran utama dalam musik sering disebut genre. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi sub-genre. Pengelompokan musik merupakan hal yang subyektif, namun merupakan bagian dari satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

a). Aliran Genre Musik Klasik

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra. Mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

b). Aliran Genre Musik Keagamaan

Musik ini dapat berupa musik gambus, kasidah, hadrah dan nasyid. Bentuk musik ini sering dipentaskan dalam berbagai upacara keagamaan. Misalnya perkawinan, menyambut kelahiran bayi dan sebagainya.

c). Aliran Genre Musik Blues

Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak afrika di AS.

d). Aliran Genre Musik Jazz

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

e). Aliran Genre Musik Rock

Rock adalah salah satu aliran musik yang berirama keras. Aliran-aliran dalam rock adalah Progressive Rock, Alternative Rock, Punk Rock, Heavy Metal.

f). Aliran Genre Musik Populer

Musik populer adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyakan bersifat komersial. Musik populer memiliki aliran seperti Aliran R & B, Pop, Reggae, Musik Elektronik.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan: Musik adalah suatu hasil karya seni melalui media bunyi atau suara dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik.
  11. Unsur musik terdiri dari: irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur, dan ekspresi sebagai satu kesatuan yang utuh.
  12. Musik yang bersifat auditif merupakan seni pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa irama, melodi, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa bentuk ekspresi yang mengungkapkan gagasan, sifat, tempo, dinamik, timbre atau warna bunyi.
  13. Seni suara yang sifatnya auditif adalah bentuk-bentuk panyampaian isi hati manusia melalui suara yang indah. Suara dapat dibedakan atas desah dan nada.
  14. Media dari jenis seni suara atau bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagailagu atau nyanyian. Unsur-unsur lagu adalah nada, irama, syair/lirik.
  15. Karya seni musik yang tumbuh dan berkembang di Indonesia terdiri dari karya musik vokal dan karya musik instrumen.
  16. Musik yang lahir di wilayah Indonesia ini memiliki hasil karya seni yang beraneka ragam, baik berupa musik vokal maupun musik instrumen. Kedua rumpun bentuk musik ini sebagai cerminan seni budaya daerah masing-masing di Indonesia.
  17. Media seni musik adalah suara atau bunyi alat, nada, dan kata syair. Medium dari jenis bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagai lagu, nyanyian, dan instrumentalia. Berdasarkan karakteristik dan asalnya, ragam seni music instrumen dapat dibedakan atas instrumen musik barat (Internasional), musik nusantara (Nasional) dan musik daerah.
  18. Jika dipandang dari sudut seniman, seni berfungsi sebagai: (1) Alat ekspresi yaitu sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan isi hati sang seniman pencipta, (2) Mata pencaharian yang dapat menghasilkan materi, dan bisa membiayai hidupnya.
  19. Adapun jika dilihat dari sudut pandang sosial sebagai apresiator, seni dapat berfungsi sebagai (1) Alat hiburan dan mampu memenuhi kebutuhan estetik, (2) Alat pendidikan untuk mengajak masyarakat berbuat sesuatu dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak biasa menjadi biasa, dari yang sukar menjadi mudah, artinya melalui pendidikan seni masyarakat dapat berubah dan berkembang positif, (3) Alat komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Seni Tari: Pengertian Fungsi Unsur Dasar Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

Pengertian Seni Tari: Seni Tari adalah ungkapan perasaan jiwa seseorang yang disajikan dengan bentuk dan gerak tubuh sesorang. Unsur utama tari adalah gerak, Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Tari merupakan bentuk gerak yang indah, lahir dari tubuh yang bergerak, berirama dan berjiwa sesuai dengan maksud dan tujuan tari. Tari menunjukkan aktivitas alamiah dari berbagai bentuk yang telah berkembang di dunia bergantung pada pola budaya dan ritual.

Gerak tari diperagakan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota tubuh manusia. Unsur-unsur anggota tubuh tersebut di dalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri ataupun bersambungan.

Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografi.

Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Gerak seni tari diiringi musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan pesan yang dimaksud.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

a). Pengertian Tari Menurut Aristoteles

Tari merupakan gerakan ritmis yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter dan kehidupan manusia sebagaimana mereka berperilaku ataupun menderita.

b). Pengertian Tari Menurut Bagong Sudito

Menurut Bagong, seni tari ialah gerak ritmis yang sesuai dengan irama dan bertujuan mengekspresikan perasaan.

c). Pengertian Tari Menurut Cooric Harting

Seni tari menurut Cooric adalah serangkaian gerakan ritmis disertai irama yang dilakukan dalam satu waktu dan ruang.

d). Pengertian Tari Menurut Soedarsono

Seni tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh yang indah dan ritmis.

e). Pengertian Tari Menurut Yulianti Parani

Tari merupakan gerak ritmis seluruh atau sebagiannya dari tubuh yang baik secara individu ataupun berkelompok yang disertai ekspresi tertentu.

Fungsi Seni Tari

Beberapa fungsi tari diantaranya adalah sarana upacara, hiburan, terapi, media Pendidikan, dan pertunjukkan.

a). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Upacara

Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat. Tari upacara sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi yang berfungsi sebagai sarana ritual.

Tari keagamaan tujuannya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan biasanya bersifat sacral dan tidak terlalu memperhatikan faktor keindahan. Tari upacara lebih mengutamakaan kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya.

Tari yang dijadikan sebagai sarana upacara sangat mempertimbangkan pemilihan tempat, waktu, penari, dan sesajian yang tepat.

  • Fungsi Tari Upacara Keagamaan

Upacara keagamaan yaitu jenis tari-tarian yang digunakan dalam peristiwa keagamaan. Jenis tarian semacam ini masih bisa dilihat di pulau Bali sebagai pusat perkembangan agama Hindu. Jenis tarian ini diselenggarakan di Pura-Pura pada waktu tertentu dan merupakan tarian sesaji yang bersifat religius.

  • Fungsi Tari Upacara Adat

Upacara adat yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat di lingkungannya selama adat masih dipergunakan. Upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia seperti kelahiran, perkawinan, penobatan, dan kematian.

Contoh Tari Upacara adalah: tari Kecak di Bali yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya.

b). Fungsi Seni Tari Sebagai Hiburan

Tari sebagai hiburan memiliki tujuan untuk memberikan hiburan dengan lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan.

Tari yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan memiliki gerak spontan. Selain itu, jenis tari ini menggunakan tema dan iringan lagu yang sederhana.

Tari hiburan sering disebut tari gembira yang pada dasarnya tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi cenderung untuk kepuasan para penarinya sendiri. Keindahan bukan yang diutamakan, tetapi lebih kepada kepuasan individual yang bersifat spontanitas dan improvisasi.

Tarian hiburan yang bertujuan untuk konsumsi public terkait dengan berbagai kepentingan terutama aspek hiburan atau untuk kegiatan amal.

c). Fungsi Seni Tari Sebagai Terapi

Seni sebagai terapai biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental.

d). Fungsi Seni Tari Sebagai Media Pendidikan

Seni tari dapat dijadikan sebagai media pendidikan, seperti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang dari nilai – nilai keindahan dan keluhuran karena seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.

e). Fungsi Seni Tari Sebagai Pertunjukan

Tari sebagai pertunjukkan merupakan bentuk komunikasi untuk menyampaikan pesan dan penerima pesan. Tari sebagai pertunjukkan lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya.

Tarian pertunjukkan diwujudkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Tarian pertunjukkan disusun untuk dipertontonkan.

Tari sebagai pertunjukkan menitikberatkan pada segi artistik, konsep, ide, interpretasi, tema dan juga tujuan. Contoh tari yang ditampilkan sebagai pertunjukan ialah tari Pendet dari Bali

f). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Kominikasi

Seni tari bersifat kolektif yang melibatkan beberapa orang. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan interaksi dengan individu. Oleh karena itu, seni tari dapat dijadikan salah satu wadah bagi manusia untuk berkomunikasi.

g). Fungsi Sei Tari Sebagai Katarsis

Katarsis artinya pembersihan jiwa. Fungsi seni tari sebagai katarsis biasanya dilakukan oleh seniman yang memiliki penghayatan terhadap seni tari yang mendalam.

Pengertian Komposisi  Seni Tari

Secara terminologi komposisi atau compocition berasal daribahasa Inggris dan asal katanya adalah to compose yang artinya susunan: gabungan dan kombinasi. Sedangkan kerjanya adalah menyusun, menggabung dari beberapa bagian atau mengkombinasi.

Elemen-elemen komposisi tari meliputi berbagai hal; gerak, desain lantai, desain atas, tema, musik, komposisi kelompok, penataan panggung, cahaya dan sebagainya.

Unsur – Unsur Dasar Tari

Unusr tari memiliki unsur utama dan unsur pendukung. Beberapa unsur utama diantaranya adalah sebagai berikut :

1). Unsur Unsur Utama Tari

Unsur unsur utama tari adalah gerak yaitu gerak nyata dan gerak maknawi, Unsur ruang, unusr waktu.

a). Unsur Utama Tari: Gerak

Gerak adalah proses perpindahan dari posisi satu ke posisi berikutnya secara utuh dan berkesinambungan.

Gerak tari terjadi karena adanya suatu tenaga. Dua jenis gerak, yaitu gerak nyata (representasional) dan gerak maknawi.

  • Gerak Nyata

Gerak Nyata adalah gerak yang menirukan aktivitas yang berasal kehidupana sehari – hari

  • Gerak Maknawi

Gerak maknawi adalah gerak yang mengandung makna, biasanya gerak dasarnya dari gerak sehari – hari lalu diperhalus atau dirombak sehingga terlihat tidak seperti gerak nyata.

b). Unsur Utama Seni Tari: Tenaga

Tanpa tenaga tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik karena tenaga merupakan kekuatan yang mengawali, mengendalikan, dan menghentikan gerak.

Tenaga tari adalah kualitas estetis dari gerak tari ditentukan oleh mengalirnya dan terkontrolnya energi, energi atau kekuatan adalah sumber gerak, dan gerak juga merupakan unsur-unsur dasar dalam tari.

Gerak Estetis itu ditentukan oleh terkontrolnya energi secara baik karena bagian tubuh yang digerakkan dengan berbagai cara sangatlah ditentukan oleh banyaknya energi dan tingkatan kekuatan yang digunakan.

c). Unsur Utama Tari: Ruang

Ruang adalah tempat dimana seni tari dapat diperagakan dana bergerak. Tempat untuk bergerak dalam pengertian harfiah adalah panggung atau pentas tempat untuk menari, baik panggung tertutup maupun panggung terbuka.

Namun di dalam tari dikenal pula tempat untuk bergerak yang bersifat imajinatif.

Ruang tari dibedakan dari ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari untuk melakukan gerak, yaitu:

  • Ruang Diciptakan Penari

Ruang yang diciptakan oleh penari, adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak berpindah tempat.

  • Ruang Pentas

Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak, adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan Gerakan tari.

d). Unsur Utama Tari: Waktu

Pengertian waktu dalam tari adalah waktu yang diperlukan oleh penari dalam melakukan gerak. Elemen waktu sangat berkaitan dengan ritme lingkungan Waktu dalam tari sangat tergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerak, panjang pendeknya ketukan (ritme) dalam melakukan gerak, dan lamanya (durasi) penari dalam melakukan gerak.

  • Unsur Waktu: Tempo

Tempo meliputi kecepatan atau lambatnya dari gerak tubuh kita, yang dapat dilihat dari panjang pendeknya waktu yang diperlukan.

  • Unsur Waktu: Ritme

Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. Oleh sebab itu ritme lebih mengarah pada pengaturan pola-pola gerak yang terdiri dari serangkaian permulaan, perkembangan, dan akhir. Ketiga pola gerak merupakan suatu struktur yaitu awal-klimak-akhir yang hadir dalam gerak tari melalui tegangan otot.

2). Unsur Pendukung Tari

Unsur pendukung tari adalah desain lantai,

a). Unsur Pendukung Tari: Desain Lantai

Desain lantai adalah garis – garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis – garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Jenis garis di lantai ada dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

  • Garis Lurus Desain Lantai

Garis lurus dapat menghasilkan bentuk V, V terbalik, segitiga, T, T terbalik dan diagonal. Garis lurus mempunyai kesan sederhana tetapi kuat. Desain lantai garis lurus banyak digunakan pada tari traditional,

  • Garis Lengkung Desain Lantai

Sementara itu, garis lengkung dapat dibuat bentuk lingkaran, lengkung setengah lingkaran, spiral, angka delapan dan lengkung ular. Desain garis lengkung memberi kesan lembut, teapi juga lemah.

Desain lantai garis lengkung banyak digunakan pada tari primitif. Penggabugan garis lurus dan garis lengkung bayak digunakan pada tari kreasi.

b). Unsur Pedukung Tari: Desain atas

Desain atas adalah desain yang tampak terlukis pada ruang yang berada di atas lantai dan dapat dilihat oleh penonton

Desain atas dapat ditata atau dibuat yang bertitik tolak pada gerak tradisi maupun gerak baru Desain atas ada bermacam – macam bentuknya. Masing – masing desain menimbulkan kesan sendiri – sendiri bagi penonton yang melihatnya.

Contoh gerak desain atas misalnya bentuk loncatan, menggambarkan gerakan terbang, berputar dengan tumpuan satu ujung kaki, dan lain sebagainya.

c). Unsur Pendukung Tari: Desain Musik

Desain musik adalah pola ritmis dalam sebuah tari. Pola ritmis dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frasa musik.

Fungsi musik dalam tari dapat dibedakan menjadi tiga yaitu musik sebagai pengiring tari, musik sebagai pemberi suasana adegan tari, dan musik sebagai ilustrasi yang membantu penciptaan suasana.

Sebagai pengiring atau iringan tari, musik/karawitan disini tidak menentukan suasana dan dinamika gerak tari. Sebagai pemberi suasana setiap adegan cerita yang ditampilkan dalam tari. Sebagai penghantar sebuah karya tari dengan tempo sesuai gerakan dalam komposisi yang diinginkan.

d). Unusr Pendukung Tari: Desain Dramatis

Desain dramatis adalah tahapan – tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap emosional akan menghasilkan tarian menjadi menarik dan tarian itu tidak terkesan monoton.

Melalui tahapan dramatis penonton dapat merasakan perbedaan tari bagian awal, kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik dan merupakan inti dari tarian itu.

Klimaks dalam tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari dan menambah dinamika gerak.

Jenis Desain Dramatik dalam garapan tari yaitu desain dramatik berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda.

Desain Kercut Tunggal adalah desain dramatik yang berbentuk segi tiga dalam pencapaian puncak atau klimaks dilakukan secara pelan seperti orang mendaki sebuah gunung. Setelah sampai dipuncak kemudian diadakan penurunan kembali. Penurunan ini bisa dilakukan dengan cepat dan langsung kembali ke dasar, yang berarti cerita tersebut berakhir atau telah selesai.

Desain Dramatik Kerucut ganda adalah desain dramatik yang dalam pencapaian puncak/klimaks, melalui beberapa tanjakan atau pentahapan. Setiap tnjakan merupakan pencapaian puncak yang kemudian mengendor atau disebut penurunan. Setelah itu dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya yang lebih tinggi, pengendoran kembali, dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya dan pengendoran lagi.

e). Unsur Pendukung Tari: Dinamika

Dinamika tari merupakan segala perubahan yang terdapat dalam tari yang disebabkan adanya variasi – variasi dalam tari tersebut. Dinamika tari dapat menjadikan tarian menjadi sangat menarik.

Dinamika tari tercapai dengan adanya variasi dalam penggunaan tenaga gerak, adanya variasi tempo gerak, adanya variasi tinggi rendah (level) gerak, pergantian posisi atau tempat penari dan perubahan suasana.

Unsur Dinamika menghasilkan tarian menjadi tidak membosankan dan tidak terkesan mon Beberapa faktor dalam mlakukan gerak ialah

Intensitas atau banyak sedikitnya tenaga yang digunakan dalam melakukan gerak

Tekanan atau aksen, yaitu penggunaan tenaga yang tidak merata , ada bagian gerak yang hanya memerlukan tenaga sedikit, tetapi ada pula bagian gerak yang memerlukan tenaga besar

Kualitas atau cara menyalurkan tenaga untuk menghasilkan gerak, misalnya bergetar, mengayun, menusuk dan sebagainya

Beberapa teknik gerak agar mencapai dinamika antara lain:

Accelerando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan mempercepat gerak

Ritardando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

Crescendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperkuat/memperkeras gerak

Decresendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

Piano, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalir

Forte, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang menggunakan tekanan

Staccato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak patah-patah

Legato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalun

f). Unsur Pendukung Tari: Tema

Tema adalah ide persoalan dalam tari yang merupakan pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar.

Sumber tema tari dapat dari benda – benda yang ada di sekitar kita, peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi, kegiatan kerja, perilaku binatang, cerita rakyat, cerita kepahlawanan, dan legenda.

g). Unsur Pendukung Tari: Tata Rias Tata Rambut Tata Busana,

Tata rias diri adalah pengetahuan cara merawat, mengatur, menghias dan mempercantik diri. Tujuan dari tata rias adalah untuk menghilangkan atau mengurangi atau menutupi cacat pada wajah sehingga kelihatan cantik dan menarik.

Tata Rias wajah dan pakaian untuk tujuan menari biasanya dibuat khusus untuk mendukung penampilan penari di atas pentas.

Tata rias dan tata rambut harus tetap aman dan nyaman. Aman artinya bahan – bahan yang dipakai tidak membahayakan bagi penari, sedangkan nyaman artinya penari tidak terganggu ketika memakai tata rias ataupun tata rambut tersebut. Ada 3 jenis tata rias wajah yaitu rias korektif, rias fantasi dan rias karakter.

h). Unsur Pendukung Tari: Tata Pentas

Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. Di atas pentas, biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda – benda alat yang berhubungan dengan tari. Seperangkat benda – benda atau alat itu disebut setting.  Bentuk pentas sebagai tempat pertunjukan yaitu pentas terbuka dan pentas tertutup.

  • Bentuk Pentas Terbuka

Bentuk pentas terbuka adalah tempat pertunjukan yang berada di luar gedung atau bagunan rumah. Contoh bentuk pentas terbuka, misalnya di halaman rumah, lapangan, pendepo.

  • Bentuk Pentas Tertutup

Bentuk pentas tertutup, misalnya bentuk pentas proscenium, yaitu suatu bentuk pentas yang menggunakan bingkai panggung, yang dirancang khusus untuk pertunjukan, baik pertunjukan tari, musik, dan drama.

i). Unsur Pendukung Tari: Tata Cahaya

Tata cahaya adalah seperangkat penataan cahaya di pentas. Penataan cahaya dalam pergelaran tari dibuat untuk penerangan, memperkuat suasana tari, dan jika dalam drama tari, hal itu untuk memperjelas peristiwa dari suatu adegan tarian.

j). Unsur Pendukung Tari: Tata Suara

Tata suara adalah seperangkat alat sumber bunyi yang bertujuan sebagai pengaturan musik untuk iringan tari. Apabila suatu tarian diiringi dengan alat musik yang langsung dimainkan, dapat dikatakan bahwa tarian itu tidak memerlukan tata suara.

Namun, apabila musik iringan tarian itu dengan media rekaman, tata suara menjadi penting sebab memerlukan pengaturan yang khusus dari alat – alat pemutar suara.

Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

Tari tersusun oleh rangkaian beberapa gerak yang satu ke gerak yang lainnya. Gerak tersusun atas motif- motif gerak yang berbeda-beda.

Gerak juga memiliki jenis tersendiri. Ada gerak yang tidak mendapat sentuhan stilisasi tetapi ada juga gerak yang diberi stilisasi.

Kedua jenis gerak ini menyatu dalam sebuah tari. perpaduan antara bentuk dan jenis gerak inilah nilai-nilai estetika pada tari dinikmati selain pendukung tari seperti tata rias dan tata busana serta properti

a). Bentuk Gerak Tari

Bentuk gera tari terdiri dari bentuk gerak tari represesntasional dan gerak tari non representasional.

Tari Representasional

Tari representasional adalah tari yang menggambarkan sesuatu dengan jelas (wantah). Contoh representsional adalah tari tani yang menggambarkan seorang petani, tari nelayan yang menggambarkan nelayan dan tari Bondan yang menggambarkan kasih sayang ibu kepada anaknya.

Tari Non Representasional

Tari non representasional yaitu tari yang melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya menggunakan gerak-gerak maknawi. Contoh tari non representasional tari Topeng Klana, tari Srimpi, tari Bedaya.

b). Jenis Gerak Tari

Gerak tari yang indah berasal dari proses pengolahan yang telah mengalami stilasi (digayakan) dan distorsi (pengubahan) sehingga lahirlah dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi

Gerak Tari Murni

Gerak murni, adalah gerak tanpa arti atau gerak yang tak bermakna, misalnya gerak berlenggang, merentangkan tangan, jinjit dan sebagainya. Adapun gerak murni adalah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu.

Gerak Tari Maknawi

Gerak maknawi (gesture) atau gerak tidak wantah adalah gerak yang yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi, misalnya gerak menirukan orang bersisir, berbedak, dan mengencangkan ikat pinggang

Contoh gerak tari maknawi, Misalnya gerak ulap-ulap (dalam tari jawa) merupakan stilasi dari orang yang sedang melihat sesuatu yang jauh letaknya.

c). Nilai Esteika Gerak Seni Tari

Nilai estetika tari dapat diperoleh melalui penglihatan atau visual dan pendengaran atau auditif.

Nilsi Estetika Visual Gerak Seni Tari

Nilai estetika secara visual berdasarkan dari gerak yang dilakukan

Nilai Estetika Auditif Gerak Seni Tari

Nilai estetika secara auditif berdasarkan iringan tarinya.

Nilai estetika bersifat subjektif. Gerak bagi orang tertentu mungkin memiliki nilai estetika baik tetapi bagi orang lain mungkin kurang baik. Penilaian ini tidak berarti tari yang ditampilkan baik atau kurang baik.

Contoh Nilai Estetika Gerak Seni Tari

Gerak pada tari merak misalnya, merupakan ungkapan keindahan dari gerak gerik kehidupan burung merak keindahan tersebut dituangkan dari gerak satu ke gerak lain sehingga menjadi satu kesatuan utuh.

Demikian juga tari yang berkembang di daerah Dayak terinspirasi dari keindahan burung Enggang. Kepak sayap Enggang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang gemulai tetapi cekatan dan tangkas.

Nilai Estetika Persepsi Dan Impresi Seni Tari

Nilai estetika dapat pula dikatakan sebagai persepsi dan impresi. Persepsi adalah tahap di mana sensasi itu telah berkesan.

Persepsi menggerakkan proses asosiasi -asosiasi dan mekanisme lain seperti komparasi (perbandingan), diferensiasi (pembedaan), analogi (persamaan), sintesis (penyimpulan).

Kesemuanya menghasilkan pengertian yang lebih luas dan mendalam dan menjadi sebuah keyakinan yang disebut impresi.

Impresi merupakan kesan pertama terhadap gerak yang dilihat dan persepsi merupakan interpretasi terhadap gerak tersebut.

Pada nilai estetika impresi dan persepsi merupakan dua sisi yang saling melengkapi. Nilai estetika juga dipengaruhi oleh emosi penikmat tari.

Emosi merupakan perasaan yang perlu digugah dan harus ada untuk dapat menikmati kesenian dan keindahan, serta merupakan perasaan (misalnya: sedih, senang, dan lainlain) yang dapat dikendalikan.

Emosi dapat terjadi antara penari dengan penikmat ketika gerak sebagai Bahasa komunikasi nonverbal dapat menghadirkan makna sesuai yang ingin disampaikan.

Jenis-Jenis Tari      

Beberapa jenis-jenis tari diantarannya adalah sebagai berikut :    

Jenis Tari Menurut Koreografi     

Istilah koreogafi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari. Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer. Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :        

a). Tari Rakyat     

Tari rakyat merupakan seni tari yang hidup dan berkembang di linkungan masyarakat tertentu sejak kehidupan primitif sampai saat sekarang.

Ciri-Ciri Tari Rakyat

Adapun ciri tari rakyat adalah:       

  • Sederhana dalam pakaian, rias, gerak dan ringan
  • Tidak memperhatikan norma- norma keindahan
  • Memiliki kekuatan magis

Contoh Tarik Rakyat

Beberapa contoh tari rakyat: Tari Lengger, Tari Tayub, Tari Orek-orek, Tari Kubrasiwa, Tari Buncis, Tari Ndulalak, Tari Sintren, Tari Angguk, Tari Rodat.

b). Tari Klasik

Tari klasik adalah seni tari yang telah mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman feudal. Tari klasik umumnya hidup dilingkungan keraton.

Ciri Ciri Tari Klasik

Ciri-ciri tari Klasik adalah sebagai berikut :

  • Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
  • Hidup di kalangan raja-raja
  • Adanya standarisasi

Contoh Tari Klasik

Contoh tari klasik diantaranya adalah bedaya srimpi, lawung ageng, lawung alit, Gathotkaca Gandrung, Bondabaya, Bandayuda, Palguna-palgunandi, Retna Tinanding

c). Tari Kreasi Baru atau Tari Modern

Tari kreasi baru atau tari modern adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai perkembangan lingkungan zaman setempat termasuk juga di Indonesia.

Tari modern adalah seni tari yang mengekspresikan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar.

Contoh Tari Kreasi Modern

Contoh tari kreasi  baru adalah Tari kupu-kupu, Tari Merak, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis, dan lain-lain. Contoh tari modern adalah : Caca, Break Dance, Penari Latar, Samba.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Ringkasan Rangkuman:  Tari adalah ungkapan seseorang atau sekelompok orang yang dilahirkan atau diproyeksikan melalui gerak-gerak yang indah, ritmis dan dapat dinikmati oleh penonton/penikmat.
  11. Ada beberapa aspek terpenting dalam pengertian tari yaitu; Bentuk ekspresif, jiwa manusia, gerak, indah dan ritmis.
  12. Hasil gerak stilirisasi adalah gerak maknawi dan murni.
  13. Unsur gerak adalah ruang, waktu dan tenaga
  14. Jenis tari berdasarkan pola garapan yakni tari tradisi dan tari kreasi.
  15. Jenis tari berdasarkan bentuk koreografi adalah tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
  16. Jenis tari berdasarkan tema adalah tari dramatik (bercerita), tari non-dramatik (tidak bercerita/gerak yang estetis).
  17. Jenis tari berdasarkan fungsi yakni tari upacara agama dan adapt, pergaulan dan tari pertunjukan/tontonan.
  18. Tari kreasi merupakan tari yang timbul kesadaran untuk mengolah, mencipta ataupun mengubah tarian yang menjadi dasarnya.

error: Content is protected !!