Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai massa Merkurius kecuali

Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai massa Merkurius kecuali ….

a). 27 kali massa bumi

b). 0,514 kali massa mars

c). 0,0038 kali massa uranus

d). 0,00027 kali massa Jupiter

Jawaban: a

Planet merkurius merupakan planet yang bergerak paling cepat dibandingkan dengan planet-planet lain.

Selain itu merkurius merupakan planet yang jaraknya paling dekat dari matahari.

Diameter Merkurius adalah 4.862 km. Sekitar 1/3 kali dari diameter bumi.

Massa Merkurius adalah 3,285 x 1023 kg sedangkan massa bumi adalah 5,9742 × 10²⁴ kg atau sekitar 0,055 kali massa bumi.

Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai massa Merkurius kecuali

Unsur Wujud Budaya 1). Wujud Kebudayaan Sistem Ide 2 ). Wujud Kebudayaan Sistem Aktivitas 3). Wujud Kebudayaan Sistem Artefak

Pengertian Budaya:   Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah yaitu bentuk jamak dari buddi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian kebuadayaan menurut para ahli diantaranya adalah

Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat

Kebudayaan adalah hasil dari keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Pengertian Kebudayaan Menurut Sir Edward Burnett Tylor

Kebudayaan adalah hasil dari keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan serta lain lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Pengertian Kebudayaan Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi

Kebudayaan adalah hasil semua karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya diwujudkan menjadi teknologi dan kebudayaan kebendaan yang dibutuhkan masyarakat untuk menguasai alam di sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat.

Pengertian Kebudayaan Menurut A.L Kroeber dan Clyde Cluckhohn

Kebudayaan adalah hasil keseluruhan pola-pola tingkah laku dan pola-pola bertingkah laku, baik eksplisit maupun implisit yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.

Pengertian Kebudayaan Menurut E.B Taylor

Kebudayaan adalah semua hasil yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Wujud Budaya

Koentjaraningrat membagi kebudayaan dalam tiga wujud, yaitu ideas (sistem ide), activities (sistem aktivitas), dan artifacts (system artefak).

a). Wujud Kebudayaan Sistem Ide

Wujud kebudayaan sebagai sistem ide adalah system yang bersifat sangat abstrak yang tidak bisa diraba atau difoto atau diliht dan terdapat dalam alam pikiran, ide-ide, gagasan -gagasan, nilai- nilai, norma- norma, peraturan dan sebagainya.

Contoh Wujud Kebudayaan Sistem Ide

Wujud kebudayaan sebagai system ide hanya bisa dirasakan dalam kehidupan sehari- hari yang berwujud dalam bentuk norma, adat istiadat, agama, dan hukum atau undang undang

Contoh system ide adalah aturan atau norma sopan santun, aturan bertamu di rumah orang lain. Kebudayaan sebagai sistem ide secara nyata dituangkan dalam bentuk undang- undang atau suatu peraturan tertulis.

b). Wujud Kebudayaan sebagai  Sistem Aktivitas

Wujud kebudayaan sebagai sistem aktivitas merupakan sebuah aktivitas atau kegiatan sosial yang berpola dari individu dalam suatu masyarakat.

Contoh Wujud Kebudayaan sebagai  Sistem Aktivitas

Wujud kebudayaan system aktivitas bersifat konkret, bisa difoto, dan bisa dilihat. Cantoh system aktivitas adalah, upacara perkawinan atau proses pemilihan umum, Kampanye partai menjelang pemilu

c). Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Artefak

Wujud kebudayaan sebagai sistem artefak adalah wujud kebudayaan yang paling konkret, bisa dilihat, dan diraba secara langsung oleh pancaindra.

Wujud kebudayaan system artefak berupa kebudayaan fisik berupa tataran sistem ide atau pemikiran ataupun aktivitas manusia yang berpola.

Contoh Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Artefak

Contoh system artefak adalah kain ulos dari Batak atau wayang golek dari Jawa. Di dalam upacara adat perkawinan Jawa, berbagai mahar berupa barang yang harus diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan.

Dalam upacara selamatan, terdapat berbagai sesaji atau peralatan yang dibutuhkan atau digunakan dalam aktivitas tersebut. Di dalam suatu kampanye partai politik dibuat berbagai macam lambang partai berupa bendera yang menyimbolkan keberadaan atau kebesaran partai tersebut.

Unsur Unsur Budaya

Unsur kebudayaan terkenal dengan sebutan Universal Categories of Culture dibagi menjadi tujuh unsur yang yaitu:

a). Unsur Budaya Sistem Bahasa

Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya dalam berinteraksi atau berhubungan sesamanya.

Bahasa menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah suatu sistem tanda bunyi yang secara sukarela dipergunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri.

Contoh Unsur Budaya Bahasa

Unsur budaya Bahasa contohnya adalah Bahasa lisan dan Bahasa tulisan

b). Unsur Budaya Kesenian

Kesenian adalah suatu ekspresi manusia akan keindahan dengan latar belakang tradisi atau sistem budaya masyarakat pemilik karya seni tersebut.

Dalam karya seni tersirat pesan dari masyarakatnya yang berupa pengetahuan, gagasan, kepercayaan, nilai, dan norma.

Contoh Unsur Budaya Kesenian

Unsur budaya kesenian contohnya adalah seni rupa, seni suara, seni gerak, Seni batik, kriya seni teater dan lain-lain.

c). Unsur Budaya Sistem Pengetahuan.

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui melalui indra yang dimiliki oleh manusia. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengamatan, logika berpikir, intuisi, dan juga wahyu Tuhan.

Perkembangan pengetahuan yang logis, sistematis, dan metodik melahirkan ilmu pengetahuan.

Contoh Unsur Budaya Sistem Pengetahuan.

Contoh unsur budaya system pengetahuan adalah pengetauan alam sekitarnya, pengetahuan tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya, binatang yang hidup di daerah tempat tinggalny, zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya, tubuh manusia, sifat-sifat dan tingkah laku manusia, ruang dan waktu.

d).  Unsur Budaya Sistem Peralatan (Teknologi)

Sistem teknologi adalah jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh anggota masyarakat yang meliputi cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan mentah dari lingkungannya.

Teknologi adalah cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya.

Contoh Unsur Budaya Sistem Peralatan (Teknologi)

Contoh sistem peralatan diantaranya adalah alat- alat untuk produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, makanan – minuman – bahan pembangkit gairah – dan jamu jamuan, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan, alat-alat transportasi

e). Unsur Budaya Sistem Mata Pencarian

Mata pencarian adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, khususnya kebutuhan pokok – utama yaitu pangan.

Manusia melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan makanan dan minuman.

Contoh Unsur Budaya Sistem Mata Pencarian

Contoh Sistem mata pencarian di antaranya adalah berburu dan meramu, berternak, bercocok tanam di ladang, menangkap ikan, bercocok tanam dengan sistem irigasi, nelayan,  system produksi, system komunikasi, dll

f). Unsur Budaya Sistem Religi – Kepercayaan

Religi umumnya dipersamakan dengan agama. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, agama adalah aturan/ tata cara kehidupan manusia dalam berhubungan dengan Tuhan dan sesamanya.

Agama meliputi semua tata tertib upacara yang menjadi tata cara agar dapat secara langsung berkomuniksi  dengan Tuhan.

Agama juga disebut sebagai pedoman atau aturan hidup umat manusia, pedoman tentang manusia  bertingkah laku, bertindak dan berpikir, sehingga menghasilkan suatu hubungan yang serasi antara manusia dan dengan Tuhannya.

Contoh Budaya Sisitem Religi – Kepercayaan

Contoh unsur system Kepercayaan adalah system kepercayaan kepada satu dewa saja (monotheism) dan lahirnya konsepsi agama wahyu, seperti Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen.

g). Unsur Budaya Sistem Organisasi Sosial

Kesatuan atau organisasi sosial yang paling dekat adalah kekerabatan dan kesatuan- kesatuan di luar kerabat, tetapi masih dalam lingkungan komunitas.

Sistem organisasi sosial meliputi sistem kekerabatan (keluarga) sampai organisasi sosial yang lebih luas, seperti asosiasi, perkumpulan, dan akhirnya sampai pada negara.

Sistem organisasi sosial termasuk system organisasi kenegaraan dan sistem pemerintahannya.

Contoh Unsur Budaya Sistem Organisasi Sosial

Contoh Unsur budaya system organisasi sosial adalah system perkawinan, organisasi politik,  sistem kekerabatan, sistem hukum, dan lain-lain.

Ringkasan Rangkuman Unsur Unsur Budaya:  Unsur-unsur kebudayaan universal yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia, antara lain sebagai berikut.

Bahasa, Sistem pengetahuan, Organisasi sosial, Sistem peralatan hidup dan teknologi, Sistem mata pencaharian hidup, Sistem religi, Kesenian.

Bahasa merupakan alat komunikasi antarsuku bangsa.

Seni adalah produk jenis perilaku manusia yang khusus, yaitu penggunaan imajinasi dan kreativitas untuk menerangkan, memahami dan menikmati hidup.

Agama/religi/kepercayaan merupakan pandangan manusia sebagai kepercayaan dan pola perilaku yang diusahakan oleh manusia untuk menangani masalah- masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi yang diketahuinya.

Agama: Pengertian Ciri Jenis Fungsi Unsur Agama Bumi Alam Wahyu Universal,

Pengertian Agama: Agama dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata religion, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah religie, dan dalam bahasa Arab dipergunakan kata ad din.

Di Indonisia kata agama berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri atas tiga suku kata, yaitu: a, gam, dan a.

Suku kata pertama: a = sebagai awalan kata yang memiliki arti: tidak,

Suku kata kedua: gam = sebagai akar kata kerja yang  berarti pergi,

Suku kata ketiga: a = sebagai akhiran kata yang tidak mengandung makna apapun.

Dengan demikian istilah agama dalam bahasa Sanskerta berarti tidak pergi, tetap di tempat, langgeng, abadi. Dalam bahasa Sanskerta agama diartikan sebagai suatu doktrin, atau aturan tradisional yang suci.

Pengertian Agama Menurut Para Ahli

Beberapa Pengertian Agama menurut para ahli di antaranya adalah

Pengertian Agama Menurut Clifford Geertz,

Agama adalah sebuah system simbol yang berperan membangun suasana hati dan motivasi yang kuat, pervasif, dan tahan lama di dalam diri manusia dengan cara merumuskan konsepsi tatanan kehidupan yang umum dan membungkus konsepsi konsepsi itu dengan suatu aura faktualitas sehingga suasana hati dan motivasi tampak realistik secara unik.

Pengertian Agama Menurut Max Weber

Agama merupakan tahap perkembangan rasionalitas dari pemikiran manusia

Pengertian Agama Menurut Edward Burnett Tylor

Agama adalah kepercayaan pada makhluk- makhluk spiritual.

Pengertian Agama Menurut Freud dan Marx,

Agama adalah kepercayaan yang dimiliki manusia kepada para dewa.

Pengertian Agama Menurut Evan Pritchard dan Geertz

Agama adalah hubungan yang benar dengan dunia mistik yang terletak di balik dan di luar kehidupan biasa.

Pengertian Agama Menurut Anthony FC Wallace,

Agama adalah seperangkat upacara dengan rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan- kekuatan supranatural yang bermaksud untuk mencapai atau untuk menghindari suatu perubahan keadaan pada manusia atau alam

Pengertian Agama Menurut Ogburn dan Nimkoff

Agama adalah suatu pola akidah- akidah atau kepercayaan- kepercayaan, sikap emosional dan praktik- praktik yang dipakai oleh himpunan manusia untuk mencoba memecahkan persoalan – persoalan “ultimate“ dalam kehidupan manusia.

Pengertian Agama Menurut Emile Durkheim,

Agama adalah suatu keseluruhan yang bagian- bagiannya saling bersandar satu sama lain, dan terdiri dari akidah- akidah (kepercayaan) dan ibadat- ibadat yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mengikat penganutya dalam suatu masyarakat religious

Pengertian Agama Menurut Haviland,

Agama adalah kepercayaan dan pola perilaku yang diusahakan oleh manusia untuk menangani masalah-masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi sehingga akhirnya berpaling kepada manipulasi makhluk dan kekuatan supranatural

Pengertian Agama Menurut Koentjaraningrat

Agama adalah kepercayaan – keyakinan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai kehidupan yang nyaman secara spiritual dan jasmanai.

Pengertian Agama Menurut Evan J. Milton Yinger

Agama adalah sistem kepercayaan dan praktek suatu masyarakat atau kelompok manusia yang berjaga-jaga menghadapi masalah terakhir dari kehidupan

Pengertian Agama Menurut Knight Dunlop

Agama adalah sarana terakhir yang sanggup menolong manusia bilamana instansi lainnya gagal tak berdaya.

Ciri Ciri Agama

Adapun ciri-ciri sebuah agama adalah

  • Agama memiliki rutinitas yang terdiri atas ritual.
  • Agama memiliki kegiatan berupa doa, nyanyian, tarian, sesaji, dan kurban.
  • Agama mendorong manusia untuk memanipulasi makhluk dan kekuatan supernatural untuk kepentingannya sendiri; seperti dewa, dewi, arwah leluhur, roh, kekuatan impersonal.
  • Agama melahirkan orang tertentu yang memiliki pengetahuan khusus untuk berhubungan dengan makhluk dan kekuatan gaib.

Unsur Unsur Agama

Religi merupakan suatu sistem yang terdiri atas empat komponen, yaitu emosi keagamaan, sistem keyakinan, system ritus dan upacara, peralatan ritus dn upacara, umat beragama

1). Emosi Keagamaan

Emosi keagamaan adalah emosi yang menyebabkan manusia memiliki sikap serba religi yang meliputi proses psikologis seperti sikap takut bercampur percaya kepada hal yang gaib serta keramat namun berada di luar jangkauan pikiran manusia.

2).  Sistem Keyakinan

Sistem keyakinan adalah pikiran dan gagasan manusia terhadap keyakinan dan konsepsi manusia terhadap sifat-sifat Tuhan, wujud dari alam gaib, roh nenek moyang, roh alam, dewa-dewa, terjadinya alam dan dunia, zaman akhirat, wujud dan ciri-ciri kekuatan sakti, roh jahat, hantu, dan makhluk halus lainnya.

Keyakinan juga menyangkut sistem nilai dan sistem norma keagamaan, ajaran kesusilaan dan ajaran doktrin religi lainnya yang mengatur tingkah laku manusia.

3). Sistem Ritus dan Upacara

Sistem ritus dan upacara adalah aktivitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap Tuhan, dewa-dewa, roh halus, nenek moyang sebagai bentuk komunikasi dengan hal yang dianggap Tuhan.

Aktivitas ritus dan upacara dilakukan secara rutin – berulang- ulang bisa setiap hari atau seminggu sekali dan melalui mekanisme tertentu seperti duduk, sila, bersujud dan lain sebagainya.

4). Peralatan Ritus dan Upacara

Peralatan ritus dan upcara berbagai macam peralatan dan sarana seperti tempat atau gedung pemujaan, patung dewa atau patung yang dianggap suci, alat bunyi-bunyian dan para pelaku upacara seringkali harus memakai pakaian tertentu.

e). Umat Agama

Umat agama adalah kesatuan sosial – kelompok religi – yang menganut sistem keyakinan dan melaksanakan sistem ritus serta upacara tersebut.

Fungsi Agama- Religi – Kepercayaan

Agama -religi – kepercayaan memiliki fungsi fungsi berikut

1).  Fungsi Psikologis Agama

Sebagau fungsi psikologis, agama dapat memberikan ketenangan dan dapat mengurangi kegelisahan karena dipercaya akan ada bantuan supranatural yang dapat diharapkan saat terjadi bencana.

2). Fungsi Sosial Agama

Agama mengatur hubungan antara umatnya dengan Tuhan dan juga berfungs untuk mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.

Dengan fungsi sosialnya, agama membina rasa kasih sayang, tolong-menolong dengan keikhlasan, hidup rukun, ikut meringankan beban bagi yang lemah, dan membina hubungan dengan sesama manusia secara harmonis.

3). Fungsi Pengendalian Diri Agama

Agama berfungsi untuk menanamkan kesadaran akan eksistensi diri manusia sebagai makhluk yang lemah dengan segala keterbatasan.

Agama akan menyadarkan manusia tentang kehidupannya, kedudukan, popularitas, pemilikan harta benda, kecerdasan, dan sebagainya, sehingga manusia tidak menyombongkan dirinya.

4). Fungsi Pendidikan Agama

Agama berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam menjalani hidup di dunia yang dapat memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umatnya untuk mengenal tindakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk.

Fungsi Perlindungan Agama

Agama dapat berfungsi sebagai perlindungak ketika menyadari keberadaannya di dunia tidak lepas dari kekuasaan Tuhan.

Dengan keyakinannya, manusia percaya bahwa usaha dalam mencari rezeki, meraih cita-cita, tidak lepas dari kekuasaan Tuhan. Sehingga, manusia akan selalu merasa hidup dalam ketenangan dan ketenteraman.

Jenis Jenis Agama

Agama yang berkembang dalam kehidupan masyarakat ada dua macam yaitu Agama Alam dan Agama Wahyu

Agama Bumi atau Agama Alam

Agama bumi atau agama alam – natural religion adalah agama yang diciptakan oleh manusia yang pada awalnya merupakan sebuah filsafat hidup atau sebagai hasil pengalaman manusia yang diperoleh dari alam lingkungannya.

Agama bumi yang berkembang di masyarakat lebih dekat dengan kebudayaan masyarakat yang bersumber pada kekuatan alam dan bumi. Agama bumi tidak mengenal surga dan neraka, yang ada hanyalah hidup dan mati.

Agama bumi/ alam atau agama tradisional menurut Weber lebih merupakan karakteristik orang- orang primitif yang kehidupannya berada dalam animisme atau politeisme.

Ciri Ciri Agama Bumi – Alam

Agama bumi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1). Penganut agama bumi memiliki kepercayaan terhadap benda- benda yang memiliki kekuatan diluar batas kemampuan manusia.

2). Penganut agama bumi adalah masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih memiliki pola berpikir yang sederhana.

3). Dasar kepercayaan terhadap agama bumi adalah ajaran turun menurun dari para nenek moyang pendahulunya.

4). Ajaran agama bumi tidak terlepas dari adat istiadat dan kebudayaan yang dimiliki oleh penduduknya.

5). Sesuatu yang disembah adalah dewa-dewi, roh-roh, ataupun kekuatan alam lainnya.

Jenis Bentuk Agama Bumi – Alam

Agama alam – natural religion- diwujudkan dalam bentuk Fetishisme ,Animisme Animatisme, Pre animism, Totemisme dan lainnya seperti penjelasan berikut:

1). Fetishisme

Fetishisme adalah bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan akan adanya jiwa atau roh dalam benda benda tertentu.

Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius berupa pemujaan terhadap benda- benda tersebut. Para penganutnya akan memuja kepada binatang atau barang tak bernyawa yang dijadikan dewa.

2). Animisme

Kata Animisme berasal dari kata anima yang artinya jiwa atau nyawa.

Animisme adalah bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan bahwa alam sekitar tempat tinggal manusia terdapat berbagai macam roh.

Penganut animisme percaya bahwa segala sesuatu yang ada di bumi memiliki jiwa atau “soul”, termasuk binatang, tumbuhan, karang, gunung, sungai, bintang dan sebagainya.

Sesuatu yang mempunyai jiwa ini dipercayai memiliki kekuatan, spiritual yang dapat melindungi atau bahkan mencelakakan mereka termasuk juga roh-roh nenek moyang.

Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius berupa pemujaan terhadap roh- roh tersebut.

  1. Animatisme

Animatisme adalah bukan merupakan bentuk religi namun merupakan sistem kepercayaan bahwa benda- benda dan tumbuh- tumbuhan di sekeliling manusia itu memiliki jiwa dan bisa berpikir seperti manusia.

Kepercayaan ini tidak memunculkan pemujaan terhadap benda dan tumbuhan di sekitarnya, tetapi menjiwai religi lain.

4). Pre animisme – Dinamisme

Pre animisme sering disebut sebagai dinamisme adalah suatu kepercayaan yang menganggap benda- benda tertentu di alam semesta ini mengandung kekuatan gaib atau istilah antropologinya mana, sehingga kepercayaan ini sering juga disebut manaisme.

Contoh Pre animisme – Dinamisme

Contohnya: pada kalangan masyarakat  terdapat kepercayaan terhadap benda- benda tertentu seperti keris atau senjata-senjata tajam yang kuno, percaya terhdap  cincin yang dapat membuat pemiliknya kebal.

Perlakuan terhadap benda- benda tersebut dilakukan waktu tertentu atau secara berulang dengan jalan dibersihkan dan dimandikan seperti keris- keris pusaka pada waktu jum’at kliwon.

5). Totemisme

Totemisme adalah bentuk religi yang ada dalam masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok kekerabatan yang unilineal, dan berdasarkan kepercayaan bahwa kelompok kelompok unilineal tadi masing-masing berasal dari dewa dewa nenek moyang mereka.

Guna mempererat kesatuan dalam kelompok unilineal, masing- masing kelompok tersebut mempergunakan benda- benda yang melambangkan dewa- dewa nenek moyang mereka.

Namun demikian, penganut totemisme dapat pula menganggap bahwa diri mereka adalah keturunan dari suatu jenis binatang atau tumbuhan tertentu, sehingga mereka memuja binatang atau tumbuh- tumbuhan totemnya serta membangun tiang totem sebagai tempat pemujaan.

6). Polytheisme

Polytheisme dalah bentuk religi yang berdasarkan kepercayaan kepada satu sistem yang luas dari dewa- dewa dan terdiri atas upacara-upacara guna memuja dewa -dewa tadi.

Penganut polytheisme percaya bahwa setiap dewa mempunyai tugas tertentu. Sehingga penganut polytheisme memiliki banyak dewa dengan tugas yang berbda beda.

7). Monoteisme

Kepercayaan monoteisme adalah percaya dengan satu Tuhan yaitu Tuhan yang Maha Esa. Kepercayaan ini menganggap bahwa Tuhan itu ada dan tidak ada yang menyamai.

Tuhan yang berkuasa dari segala kehidupan manusia. Ritual keagamaan yang dilakukan yaitu penyembahan terhadap satu Tuhan, Dewa, ataupun Dewi.

8). Urmonotheisme

Kepercayaan Urmonotheisme adalah kepercayaan monoteisme yang terdapat pada masyarakat yang masih sederhana atau primitive.

Masyarakat suku bangsa asli Australia dalam kepercayaannya tidak memuja roh- roh, tetapi mereka mempercayai adanya kekuatan supranatural, yaitu suatu wujud tertinggi yang mengawasi perilaku manusia dalam hidupnya

9). Panteisme

Kepercayaan penteisme adalah kepercayaan yang  menyakini bahwa Tuhan adalah alam itu sendiri.

Pemikiran ini menyangkal kehadiran Yang maha tinggi yang trasenden dan yang bukan merupakan bagian dari alam.

10). Sinkretisme

Sinkretisme adalah sebuah peleburan atau pencampuran antara agama asli manusia dengan unsur-unsur kebudayaan setempat.

Unsur kebudayaan yang lebih kuat menyatu dengan unsur agama sebagai unsur baru yang masuk dalam suatu komunitas.

Contoh Sinkretisme

Contohnya adalah pengajian dan yasinan ketika orang meninggal dan mengadakan makan-makan merupakan pencampuran kebudayaan Jawa dengan agama Islam pada konsep orang meninggal.

Jenis Agama Wahyu

Agama wahyu disebut juga sebagai agama universal yaitu agama yang hampir sebagian masyarakat di dunia mengikutinya.

Agama wahyu adalah agama yang bersumber dari wahyu Tuhan yang dikabarkan oleh manusia yang dipercaya sebagai utusan Tuhan.

Utusan Tuhan disebut sebagai Nabi. Wahyu yang dimaksud adalah perkataan tuhan yang disampaikan kepada manusia untuk disampaikan ke umat manusia agar tercipta ketenangan hidup.

Sebagai wahyu Tuhan, agama wahyu tidak dapat diubah dan kebenarannya bersifat mutlak. Tujuan agama wahyu adalah sebagai landasan, pegangan, dan tuntunan dalam menghadapi segala macam persoalan hidup.

Contoh Agama Wahyu,

Agama wahyu yang berkembang dan dianut di dunia adalah, Islam, Kristen, Katolik, dan Yahudi.

Ciri Ciri Agama Wahyu

Agama wahyu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Percaya adanya Tuhan yang menciptakan dan menguasai alam semesta.
  • Adanya pedoman untuk menjalani keagamaan yaitu kitab suci.
  • Kebenaran yang dinyakini adalah mutlak.
  • Isi ajarannya adalah perintah keagamaan dan larangan keagamaan.

Teori Teori Religi

Adapun beberapa teori religi  di antaranya adalah sebagai berikut

1). Teori Roh  E.B. Tylor

Teori roh dikemukakan oleh E.B. Tylor. Menurut teori roh Tylor, religi timbul akibat adanya kesadaran manusia tentang konsep roh. Hal itu terjadi karena dua sebab yaitu

  • Perbedaan yang tampak antara benda hidup dan benda yang mati. Dalam alam hidup gerak disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di samping tubuh jasmaninya, yakni jiwa yang kemudian secara khusus disebut roh.
  • Pengalaman bermimpi. Dalam mimpinya manusia melihat dirinya berada di tempat-tempat lain selain tempat untuk tertidur. Manusia mulai membedakan antara tubuh jasmaninya yang berada di tempat tidur, dan bagian lain dari dirinya, yaitu jiwanya -rohnya, yang pergi ke tempat lain.

2). Teori Batas Akal J.G. Fraser

Teori ini dikemukakan oleh J.G. Fraser. Teori batas akal menyatakan bahwa manusia memecahkan masalah masalah hidupnya dengan akal dan sistem pengetahuannya, tetapi akal dan sistem pengetahuan manusia terbatas.

Masalah masalah kehidupan yang tidak dapat di pecahkan dengan akal, maka akan dipecahkan dengan magic, atau ilmu gaib.

3). Teori Masa Krisis dalam Hidup Individu   M. Crawley dan A. van Gennep

Teori Masa Krisis dalam Hidup Individu dikemukakan oleh M. Crawley dan A. van Gennep

Teori ini menyatakan bahwa selama hidupnya, manusia mengalami berbagai krisis yang sangat ditakuti oleh manusia, sehingga menjadi objek perhatiannya.

Ketika krisis terjadi, contohnya bencana sakit dan maut, segala kepandaian, kekuasaan, dan harta benda yang dimilikinya, manusia tidak berdaya.

4). Teori Kekuatan Luar Biasa R.R. Marret

Teori Kekuatan Luar Biasa dikemukakan oleh R.R. Marret. Menurut teori ini kesadaran terhadp roh terlalu kompleks bagi pikiran makhluk manusia yang baru berada pada tingkat tingkat awal dari kehidupannya

Awal  dari segala perilaku keagamaan ditimbulkan oleh perasaan tidak berdaya dalam menghadapi gejala- gejala dan peristiwa- peristiwa yang dianggap luar biasa dalam kehidupannya.

5). Teori Elementer Mengenai Hidup Beragama E. Durkheim

Teori elemnter dikemukakan oleh E. Durkheim. Teori ini menyatakan bahwa sejak awal keberadaannya di muka bumi, manusia mengembangkan religi karena adanya getaran jiwa, yaitu suatu emos keagamaan.

Emosi keagamaan timbul dalam jiwanya karena adanya emosi terhadap keagamaannya, dan bukan karena dalam pikirannya manusia membayangkan adanya roh yang abstrak, berupa kekuatan yang menyebabkan hidup dan gerak dalam alam semesta ini.

Dampak Positif Religi

Adanya keyakinan kepada agama, dan mempercayai kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, akan menciptakan masyarakat yang religius karena masyarakat merasa sebagai hamba atau makhluk Tuhan yang hanya dapat bergantung pada kemurahan atau rahmat Tuhan.

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menciptakan masyarakat yang tenang dan tenteram.

Dampak Negatif Religi

Adanya kepercayaan sebagian masyarakat yang masih mempercayai roh atau cousin leluhur, dan hantu yang dapat mendatangkan kekuatan, keselamatan, penyakit, bencana, dan kematian akan memyebabkan turunnya keimanan.

Kepercayaan terhadap kekuatan roh akan menimbulkan pelanggaran- pelanggaran yang sebenarnya merupakan hal-hal yang dilarang oleh Tuhan dan melahirkan mental negatif. Hal ini akan menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Gunung Api: Jenis Erupsi Intrusi Ekstrusi Magma 1). Lava 2). Lahar 3). Eflata dan Piroklastika 4). Ekhalasi

Pengertian Gunung Api,  Gunung api adalah sutau tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma.

Jenis Pergerakan Magma,

Gerakan magma untuk mencapat permukaan dibagi menjadi yaitu intrusi dan ekstrusi magma.

Intrusi Magma,

Intrusi magma adalah magma bergerak menerobos ke dalam lapisan- lapisan litosfer tetapi tidak sampai ke permukaan bumi.

Jenis Intrusi Magma,

Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

1). Intrusi Datar – Sill atau Lempeng Intrusi,

Intrusi datar – sill atau lempeng adalah magma yang menyusup di antara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.

2). Lakolit,

Lakolit adalah magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.

3). Gang – Korok,

Gang – Korok adalah batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela- sela lipatan (korok).

4). Diaterma,

Diaterma adalah lubang berbentuk pipa di antara dapur magma dan kepundan gunung api, bentuknya seperti silinder memanjang.

5). Batolit,

Batolit ialah magma yang menembus lapisan-lapisan batuan dan membeku di tengah jalan.

Ekstrusi Magma,

Ekstrusi magma adalah gerakan keluarnya magma dari dalam bumi sampai kepermukaan bumi.

Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:

1). Lava,

 Lava adalah magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir di permukaan bumi.

2). Lahar,

Lahar adalah material berupa campuran antara lava dengan materi- materi yang ada di permukaan bumi seperti pasir, kerikil, debu, dan lain-lain dengan air sehingga membentuk lumpur.

3). Eflata dan Piroklastika,

Eflata dan Piroklastika adalah material padat yang berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik.

4). Ekhalasi,

Ekhalasi – gas adalah material yang mengandung gas asam arang seperti fumarole (sumber uap air dan zat lemas), solfatar (sumber gas belereng), dan mofel (gas asam arang).

Jenis Bentuk Proses Terjadinya Gunung Api ,

Ditinjau dari bentuk dan proses terjadinya, gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.

Gunung Api Kerucut – Strato,

Gunungapi api kerucut adalah gunung api yang berbentuk kerucut dan badannya berlapis-lapis hasil dari adanya letusan dan lelehan (efusi), yang terjadi secara bergantian.

Gunung api kerucut disebut lava gunung api strato karena bahannya berlapis-lapis merupakan Jenis gunung api yang banyak terdapat di Indonesia.

Contoh Gunung Api Kerucut – Strato,

Contoh gunung api kerucut misalnya sebagian besar gunung api di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku seperti  Gunung Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, Tangkuban Perahu, dan Gunung Fujiyama di Jepang, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, dan Gunung Tambora.

Gunung Api Corong – Maar,

Gunung api corong – maar adalah gunung api yang menyerupai danau kecil (danau lava gas kawah).

Gunung api corong terbentuk dari hasil letusan lava padat (erupsi eksplosif) yang tidak terlalu kuat dan hanya sekali saja.

Letusan eksplosif yang terjadi membentuk lubang besar pada bagian puncak (kawah). Letusan gunung api seperti ini terjadi karena ukuran dapur magma kecil dan letaknya dangkal, sehingga letusan hanya terjadi satu kali kemudian mati.

Contoh Gunung Api Corong – Maar,

Contoh gunung api corong maar misalnya Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya Klakah, Danau Eifel di Prancis, dan di dataran tinggi Prancis Tengah, Gunung Pinacate (Sonora, Mexico), dan Gunung Monte Nuovo (Naples, Italia).

Gunung Api Perisai – Tameng,

Gunung api perisai – tameng adalah gunung api yang terbentuk karena sifat magma yang keluar sangat encer dengan tekanan yang rendah, hampir tanpa letusan.  Lereng gunung yang terbentuk menjadi sangat landai.

Gunung api ini terbentuk karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali.

Contoh Gunung Api Perisai – Tameng,

Contoh gunung api perisai – tameng Misalnya: Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawaii.

Jenis Gunung Api Menurut Aktivitas,

Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu gunung api aktif, gunung api mati, gunung api iatirahat.

1). Gunung Api Aktif,

 Gunung aktif  adalah gunung api yang masih active dan dari kawahnya selalu mengeluarkan asap, menimbulkan gempa, dan letusan.

Contoh Gunung Api Aktiv,

Contoh gunung api aktiv misalnya Gunung Merapi dan  Gunung Stromboli.

2). Gunung Api Mati,

Gunung mati adalaj gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak Meletus lagi.

Contoh Gunung Api Mati,

Contoh gunung api mati misalnya Gunung Patuha, Gunung Sumbing, dan sebagainya.

3). Gunung Api Istirahat,

Gunung istirahat adalah gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali.

Contoh Gunung Api Istirahat,

Contoh gunung api istirahat misalnya Gunung Ciremai, Gunung Kelud, dan sebagainya.

Erupsi – Letusan Gunung Api,

Erupsi adalah Proses keluarnya magma dari kulit bumi sampai kepermukaan.

Media ke luarnya dapat melalui retakan-retakan pada tubuh gunung api, cerobong gunung api (diatrema) ataupun dengan men desak tubuh gunung api sehingga sebagian badan gunung api tersebut hancur.

Jenis Sifat Kekuatan Erupsi,

Berdasarkan sifat dan kekuatannya, erupsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu efusif an eksplosif.

Efusif,

Efusif adalah proses erupsi berupa lelehan lava melalui retakan retakan yang terdapat pada tubuh gunung api.

Efusif umumnya terjadi ketika magma yang terkandung dalam gunung api bersifat encer serta kandungan gasnya relatif kecil.

Eksplosif,

Eksplosif adalah erupsi gunungapi berupa ledakan yang memuntahkan bahan- bahan piroklastik di samping lelehan lava.

Eksplosif dapat terjadi ketika magma yang terdapat dalam tubuh gunung api sifatnya kental dengan kandungan gas yang tinggi sehingga tekanannya sangat kuat.

Jenis Erupsi Berdasarkan Bentuk Lubang Kepundan Tempat Keluarnya Magma,

Berdasarkan tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi empat, yaitu erupsi linear, erupsi linear,

Erupsi Linear,

Erupsi linear adalah peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan yang memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.

Contoh Erupsi Linear,

Contoh Erupsi Linear misalnya seperti terdapat di Laki Spleet (Islandia) dengan panjang rekahan mencapai 30 kilometer.

Erupsi Areal,

Erupsi areal adalah letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan permukaan bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisan batuan yang berada di atasnya sehingga membentuk lubang yang besar di permukaan bumi.

Contoh Erupsi Areal,

Contoh erupsi areal misalnya wilayah antara Argentina sampai Paraguay di Amerika Selatan.

Erupsi Sentral,

Erupsi sentral adalah jenis erupsi ketika material gunungapi keluar melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunungapi yang berdiri sendiri (single volcano).

Erupsi sentral merupakan tipe letusan yang paling banyak dijumpai di muka bumi. Hampir semua gunung api yang ada di Indonesia merupakan hasil erupsi sentral

Contoh Erupsi Sentral,

Contoh erupsi sentral misalnya, Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya Klakah.

Jenis Letusan Gunung Api – Erupsi,

Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi

1). Letusan Gunung Api Tipe Hawaii,

Letusan gunung api Tipe hawaii adalah letusan yan terjadi karena lava yang keluar dari kawah sangat cair, sehingga mudah mengalir ke segala arah.

Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti perisai atau tameng.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Hawaii,

Contoh letusan gunung api tipe Hawaii misalnya Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.

2). Letusan Gunung Api Tipe Stromboli,

Letusan gunung api tipe Stromboli adalah Letusan gunung api yang bersifat spesifik dimana letusan- letusannya terjadi dengan interval atau tenggang waktu yang hampir sama.

Letusan Gunung api tipe stromboli di Kepulauan Lipari terjadi dengan tenggang waktu letusannya ± 12 menit.  Setiap ±12 menit terjadi letusan yang menyemburkan material, bom, lapili, dan abu.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Stromboli,

Contoh letusan gunung api bertipe stromboli misalnya Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).

3). Letusan Gunung Api Tipe Vulkano,

Letusan gunung api tipe vulkano adalah letusan yang mengeluarkan material padat, seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan padat dan cair atau lava.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Vulkano,

Contoh letusan Gunung api tipe vulkano misalnya gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

4). Letusan Gunung Api Tipe Merapi

Letusan gunung tipe Merapi adalah letusan yang mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.

Sumbatan menyebabkan tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava dan mendorong terdorong ke atas dan terlempar keluar.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Merapi

Contoh letusan gunung api tipe Merapi adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah, gunung galunggung jawa barat,

5). Letusan Gunung Api Tipe Perret atau Plinian,

Letusan gunung api tipe perret – Plinian adalah letusan gunung yang sangat dasyat dan sangat merusak lingkungan.

Letusan gunung api tipe perret – Plinian dapat melempar material mencapai ketinggian sekitar 80 km.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Perret atau Plinian,

Contoh letusan gunung api tipr perret – Plinian misalnya Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.

6). Letusan Gunung Api Tipe Pelee,

Letusan gunung api tipe pelee adalah letusan yang terjadi ketika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar.

Gunung akan Meletus ketikan penyumbatan kawah tidak kuat,

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Pelee,

Contoh letusan gunung api tipe pelee misalnya gunung Pelee di Amerika Tengah, gunung kelud di jawa timur,

7). Letusan Gunung Api Tipe Sint Vincent

Letusan gunung api tipe sint vincent adalah letusan yang menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava.

Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya.

Contoh Letusan Gunung Api Tipe Sint Vincent

Contoh letusan gunung api tipe  Sint Vincent misalnya Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.

Jenis Bahan Yang Keluar Dari Gunung Api – Vulkanisme,

Bahan bahan – material yang keluar dari aktivitas vulkanisme – gunung api di antaranya adalah

1). Material Padat – Efflata,

Menurut asalnya Efflata terdapat dua jenis yaitu eflata allogen dan efflata antigen

– Efflata Allogen,

Efflata allogen adalah efflata yang berasal dari batu-batuan sekitar pipa kawah yang

ikut terlempar,

– Efflata Antogen,

Efflata antigen adalah efflata berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroclastic.

Menurut ukuran, efflata dibedakan atas: bom (batubatu besar), lapili (batu sebesar kacang/kerikil), pasir, debu, dan batu apung (batu yang penuh dengan pori-pori udara).

2). Material Cair

Material cair dari aktivitas gunung api terdiri atas lava, lahar panas, dan lahar dingin.

– Lava,

Lava adalah yaitu magma yang telah sampai di luar.

– Lahar Panas,

Lahar panas adalah material berupa lumpur panas mengalir yang terbentuk dari magma bercampur air.

– Lahar Dingin,

Lahar dingin adalah batu, pasir, dan debu di puncak gunung. Bercampur dengan debu dan pasir yang merupakan bubur kental ketika ada hujan lebat.

3). Material Gas – Ekshalasi,

Maetrial gas terdiri atas solfatara, fumarol, dan mofet.

– Solfatara material berupa gas (H2S) yang keluar dari lubang.

– Fumarol adalah  tempat yang mengeluarkan uap air.

– Mofet adalah tempat yang mengeluarkan CO2 seperti Pegunungan Dieng.

Tanda Gunung Api Akan Erupsi Meletus,

Berikut tanda- tanda gunung api yang akan meletus.

1). Adanya suara gemuruh disertai gempa.

2). Sering terjadi gempa.

3). Suhu di sekitar kawah gunung api terasa lebih panas.

4). Tumbuhan atau pohon- pohon di sekitar gunung mengering.

5). Sumber atau mata air di sekitar gunung api mengering.

6). Banyak binatang liar di lereng gunung yang turun ke lembah

Tanda Paska Gunung Api – Paskavulkanis,

Tanda- tanda alamiah yang dapat diamati sebagai indikasi gejala pasca vulkanik antara lain sebagai berikut.

1). Makdani

Makdani adalah sumber mata air bermineral tinggi (belerang) yang biasanya panas dan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan khususnya penyakit kulit.

Contoh Makdani,

Contohnya mata air Maribaya (Jawa Barat), Ciater (Jawa Barat), dan Batu Raden (Jawa Tengah).

2). Geyser

Geyser adalah semburan air panas yang keluar secara berkala dari celah-celah atau retakan lapisan batuan. Tinggi pancarannya dapat mencapai 10 sampai 100 meter.

Contoh Geyser

Contoh Geyser adalah geyser yang terdapat di Cisolok (Jawa Barat) dan di Selandia Baru, Pulau Islandia, dan Yellowstone National Park (Amerika).

3). Fumarol

Fumarol adalah sumber gas yang dapat berupa mofet, solfatara, sumber uap air:

(1). mofet, adalah sumber gas asam arang (CO2), contohnya: Gunung Tangkuban Perahu;

(2). sumber uap air, contohnya: fumarol gunung-gunung yang terdapat di Italia dan Islandia;

(3). solfatar, adalah sumber gas belerang (H2S), contohnya: Gunung Papandayan, Kawah Manuk, dan Gunung Welirang.

4). Sumber Air Panas,

Ditemukan sumber air panas seperti yang ditemukan pada sumber air Cimelati (Jawa Barat), Pablengan (Jawa Tengah), dan Toleho (Ambon).

Kerugian Akibat Aktivitas Gunung Api,

Kerugian yang dapat timbul akibat kegiatan gunung api antara lain sebagai berikut.

1). Erupsi gunung api  mengakibatkan rusaknya daerah permukiman dan fasilitas sosial masyarakat, lahan pertanian, kerusakan hutan, bahkan merenggut jiwa penduduk.

2). Polusi udara akibat Awan panas dan abu vulkanik ke atmosfer

3). Aliran lahar dapat membendung daerah aliran sungai sehingga banjir bandang dengan kandungan lumpur tinggi saat hujan turun dengan intensitas relatif tinggi.

4). Bahan ekshalasi gas beracun dapat membunuh hewan dan manusia yang tinggal di sekitar gunungapi.

Keuntungan Aktivitas Gunung Api,

Aktivitas gunung api membawa dampak positif berupa manfaat bagi kehidupan manusia diantaranya adalah,

1). Gunung api menjadi sumber energi karena sumber panas dari gunungapi dapat difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), seperti yang terdapat di Gunung Kamojang Jawa Barat dan Gunung Dieng di Jawa Tengah.

2). Gunung api menjadi sumber mineral dan bahan galian, seperti intan, timah, tembaga, belerang, dan batu apung.

3). Gunung api dapat menjadi objek wisata dan olahraga, misalnya hiking, climbing, laying gantung, dan bersepeda gunung.

4). Dapat dimanfaatkan sebagai daerah pertanian yang subur. Material yang dikeluarkan gunung api mengandung unsur dan mineral yang dapat menyuburkan tanah

5). Daerah gunung api berberfungsi hidrologis unutk daerah sekitarnya (pengatur tata air tanah).

6). Gunung api dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah karena variasi ketinggian secara vertical dari gunung api dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi.

7). Dapat dimanfaatkan sebagai sanatorium bagi penderita penyakit tertentu karena gunung ataupun pegunungan memiliki udara yang sejuk dan segar.

Jenis Getaran Gempa Bumi Lipatan Patahan Gerak Tektonik Epirogenetik Gerak Orogenetik,

Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen: Tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi terdiri atas tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen dan eksogen sangat berpengaruh terhadap bentuk muka bumi.

1). Tenaga Endogen,

Tenaga endogen, adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Bentuk relief di permukaan bumi dapat dibentuk dari tenaga ini. Tenaga endogen meliputi tektonik dan vulkanik.

Pada umumnya, gaya- gaya endogen bersifat membangun atau konstruktif (memperbesar atau membentuk relief-relief).

2). Tenaga Eksogen,

Tenaga eksogen, adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, bersifat merusak bentuk- bentuk permukaan bumi. Tenaga eksogen meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).

Contoh Tenaga Endogen,

Contoh Tenaga Endogen adalah gaya- atau tenaga gunung api (vulkanisme), gaya gempa bumi, dan gaya-gaya pembentuk pegunungan karena pergerakan lempeng (tektonisme).

Jenis Tenaga Energi Endogen,

Tenaga endogen terbagi atas 3 bagian, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa.

1). Tektonisme,

Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi.

Tektonisme yang bekerja di dalam litosfer berupa tekanan dengan arah vertikal maupun tekanan arah mendatar.

Gerak Tektonik,

Gerak tektonik adalah semua gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi.

Jenis Gerak Tektonik,

Gerak tektonik dikelompokan menjadi gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

Gerak Epirogenetik,

Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang sangat lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas.

Jenis Epirogenetik,

Gerak epirogenetik ada dua macam, yaitu epirogenetik positif dan epirogenetik negatif.

1). Gerak Epirogenetik Positif,

Epirogenetik positif adalah gerak yang menghasilkan turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik.

Contoh Gerak Epirogenetik Positif,

Geral epirogenetik positif misalnya Pulau-pulau Indonesia bagian timur (Maluku – Banda), turunnya muara Sungai Hudson (Amerika) ± 1700 meter, turunnya lembah Sungai Kongo sampai 2000 meter.

2). Gerak Epirogenetik Negatif,

Epirogenetik negatif adalah gerak yang menghasilkan naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun.

Contoh Gerak Epirogenetik Negatif,

Geral epirogenetik negatif Misalnya, naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton, naiknya dataran tinggi Colorado di Amerika Serikat.

Gerak Orogenetik

Gerak orogenetik adalaj gerak lapisan kulit bumi yang cepat berupa gerakan atau tekanan vertikal dan horizontal sehingga menimbulkan peristiwa dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit bumi yang elastis.

Gerak orogenetic menimbulkan lipatan dan patahan yang menyebabkan terbentuknya pegunungan. Gerak orogenetic berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit.

Gerak orogenetic menimbulkan lipatan dan patahan.

Lipatan – Kerutan,

Lipatan atau kerutan adalah bentuk atau relief muka Bumi yang terjadi sebagai akibat dari adanya tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya mendatar dari dua arah yang berhadapan dalam waktu yang relatif lama.

Tenaga endogen ini menyebabkan lapisan- lapisan batuan dalam litosfer membentuk pelipatan, yang memiliki puncak – punggung – antiklin dan lembah lipatan – sinklin.

Jenis Jenis Lipatan,

Lipatan terdiri dari tiga jenis yaitu: lipatan tegak, lipatan condong, dan lipatan rebah.

Lipatan Tegak – Symmetrical Fold,

Lipatan Tegak adalah lipatan yang memiliki Antiklin dan sinklin terletak simetris, relatif terhadap sumbu lipatan yang berada di sampingnya.

Lipatan tegak dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi dengan seimbang.

Lipatan Miring – Asymmetrical Fold,

Lipatan condong adalah lipatan yang salah satu unsur pembentuk lipatannya lebih terjal daripada lipatan lainnya.

Lipatan miring terbentuk ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satunya sisi lebih kuat, maka akan menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih curam.

Lipatan Rebah – Recumbent Fold,

Lipatan rebah adalah lipatan yang terbentuk ketika bagian dasar unsur pembentuk lipatan mengalami lipatan sangat kuat sehingga rebah – horizontal,

Lipatan rebah terbentuk ketika tekanan atau tenaga horizontal bekerja pada salah satu sisi dengan lebih kuat. Tenaga berasal dari satu arah.  Sisi tersebut akan terlipat sesuai arah lipatan.

Jenis Jenis Lipatan Lipatan Tegak – Symmetrical Fold Lipatan Miring – Asymmetrical Fold Lipatan Rebah – Recumbent Fold,
Jenis Jenis Lipatan Lipatan Tegak – Symmetrical Fold Lipatan Miring – Asymmetrical Fold Lipatan Rebah – Recumbent Fold,

Sumber: Encyclopedia Britannica, Inc

Patahan – Sesar – Faoult,

Patahan – sesar – faoult adalah kulit bumi yang patah atau retak yang disebabkan adanya pengaruh tenaga endogen arah horizontal dan vertical pada kulit bumi yang tidak elastis.

Bidang Patahan,

Bidang patahan adalah bidang yang mengalami keretakan atau patahan kulit bumi.

Faoult – Sesar,

Sesar atau faoult adalah Bidang patahan yang telah mengalami pergeseran yang terjadi secara vertical atau horizontal.

Jenis Jenis Patahan,

Patahan Horst,

Horst adalah bidang patahan yang bagian atap sesarnya bergeser naik terhadap alas sesar

Patahan Slenk – Graben,

Graben atau slenk adalah bidang patahan yang bagian atas sesarnya bergeser turun terhadap alas sesar.

Patahan Fleksur Patahan Naik Bungkuk,

Flsksur atau patahan naik bungkuk adalah bidang patahan yang mengalami pergeseran sampai beberapa kilometer dan bagian yang satu menutupi bagian yang lain.

Jenis Jenis Patahan Patahan Horst Patahan Slenk – Graben Patahan Fleksur Patahan Naik Bungkuk Contoh Patahan,
Jenis Jenis Patahan Patahan Horst Patahan Slenk – Graben Patahan Fleksur Patahan Naik Bungkuk Contoh Patahan,

Contoh Patahan,

Ciri adanya patahan dapat dikenali dari adanya perbedaan ketinggian yang mencolok. Di Indonesia, beberapa patahan dapat kamu jumpai di Semangko (Sumatra) dan Piyungan (Yogyakarta).

2). Vulkanisme,

Vulkanisme adalah Peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi sampai keluar permukaan bumi.

Magma,

Magma adalah campuran berbagai batuan dalam bentuk cair, padat dan gas bertemperatur sangat tinggi yaitu antara 900° C – 1.200° C.

BatholitDapur Magma – Kantong Magma,

Dapur magma – kantong magma adalah tempat berupa kantong yang berisi material magma.

Kandungan Komposisi Magma,

Magma mengandung  bahan silikat cair pijar, terdiri atas bahan-bahan padat (batuan dan logam), cairan, dan gas, antara lain uap air (H2O), oksida belerang (SO2), asam khlorida (HCl), dan asam sulfat (H2SO4).

Material Magma dapat berupa material padat – efflata, material – material cair – effusive, dan gas – ekshalasi.

Efflata – Material Magma Padat,  

Efflata adalah material magma berupa padatan yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme seperti debu, pasir, lapilli – batu kerikil, batu batu besar – bom dan batu apung,

Effusive – Materila Magma Cair,

Effusive adalah material magma berupa bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panasm dan lahar dingin,

Ekshalasi – Material Magma Gas,

Ekshalasi adalah material magma berupa bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme.

Contoh Material Ekshalasi adalah solfatara (H2S), fumarole (uap air panas) dan mofet (gas asam arang CO2 ) pada gunung Tangkubang Perahu dan Dataran Tinggi Dieng.

Jenis Jenis Magma,

Berdasarkan kandungan silikanya, dikenal magma asam (granitis), intermediet (andesitis), dan basa (basaltis).

Erupsi – Letusan Gunung Api,

Proses keluarnya magma dari dalam perut bumi – lapisan kulit bumi dinamakan erupsi atau letusan gunungapi.

Lava,

Lava adalah magma yang keluar melalui letusan gunung api sampai ke permukaan bumi,

Lahar Panas Gunung Berapi,

Lahar panas adalah lahar yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah (kaldera).

Contoh Kaldera.

Contoh Kaldera adalah kawah pada gunung Bromo

Lahar Dingin Gunung Berapi,

Lahar dinging adalah lahar yang dikeluarkan gunung berapi yang mengendap yang kemudian mengalir turun ke lereng gunung.

3). Gempa Bumi,

Gempa bumi adalah Getaran permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi,

Gempa bumi menimbulkan sentakan nyata pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara lokal.

Pengertian Hypocentre – Epicentrum,

1). Pusat Gempa – Hypocentre,

Pusat gempa atau hiposentrum adalah tempat – lokasi asal terjadinya gempa bumi.

2). Episentrum,

Episentrum adalah tempat atau lokasi di permukaan bumi yang tepat di atasnya  hipisentrum.

Jenis Getaran Gempa Bumi,

Getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat merambat melalui tiga cara yaitu getaran primer, getaran sekunder, dan getaran Panjang.

1). Getaran Longitudinal – Gelombang Primer,

Getaran longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui litosfer.

Getaran merambat secara merata ke segala arah dengan kecepatan antara 7 – 14 km per detik dan mempunyai periode 5 – 7 detik. Gelombang primer ini yang pertama kali dicatat oleh seismograf.

2). Getaran Transversal – Gelombang Sekunder,

Getaran transversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang bersama- sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah di dalam lapisan bumi.

Gelombang transversal dirambatkan dengan kecepatan 4 – 7 km per detik dan mempunyai periode antara 11 – 13 detik.

Kecepatan transversal lebih lambat, maka gelombang ini dicatat oleh seismograf setelah gelombang primer.

3). Getaran Gelombang Panjang,

Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang yang merambat dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan. Gelombang Panjang merupakan gelombang perusak.

Gelombang Panjang merambant dengan kecepatan antara 3,5 – 3,9 km per detik dan periode gelombang relatif lama.

Jenis Intensitas Gempa Bumi,

Berdasarkan intensitas yang ditimbulkannya, terdapat dua macam gempa, yaitu:

1). Gempa Bumi Makroseisme,

Makroseisme adalah gempa yang intensitasnya besar dan dapat dirasakan tanpa menggunakan alat

2). Gempa Bumi Mikroseisme,

Mikroseisme adalah gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.

Jenis Gempa Bumi,

Berdasarkan jenisnya, gempa bumi dibagi menjadi gempa tektonik, vulkanis, dan runtuhan atau terban.

1). Gempa Bumi Tektonik,

Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh gerakan atau pergeseran kulit bumi untuk mencapai keseimbangannya.

Gempa jenis tektonik memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang luas. Sekitar 93% dari total gempa bumi, adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tektonik.

2). Gempa Bumi Vulkanis,

Gempa bumi vulkanis adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi.

Gempa bumi vulkanis terjadi sebelum gunung api meletus, pada saat meletus, dan sesudah gunung api meletus.

3). Gempa Bumi Runtuhan atau Gempa Bumi Terban,

Gempa bumi runtuhan atau gempa bumi terban adalah gempa bumi yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas rongga di dalam bumi, misalnya, di gua, di daerah tambang, dan di daerah kapur.

Seismologi,

Seismologi adalah Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang gelombang seismik, serta perambatannya.

Seismograf,

Seismograf alat yang digunakan untuk mencatat – merekam getaran – gelombang gempa adalah.

Jenis Jenis Seismograf,

Ada dua macam seismograf, yaitu seismograf vertical dan seismgraf horiszontal,

Seismograf Vertikal,

Seismograf vertical adalah seismograf yang mencatat – merekam getaran- gelombang gempa bumi pada arah vertikal;

Seismograf Horizontal,

Seismograf horizontal adalah seismograf yang mencatat – merakam getaran gelombang gempa bumi pada arah horizontal.

Magnitudo,

Magnitudo adalah Besaran gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dicatat oleh sismograf dengan menggunakan skala Richter.

Jenis Skala Intensitas Getaran Gempa Bumi,

1). Skala Mercalli,

Skala Mercalli adalah satuan yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 skala yaitu skala I hingga skala XII

Skala Mercalli didasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Tabel Pembagian Skala Mercalli,

I). Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II). Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III). Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV). Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V). Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI). Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII). Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII). Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX). Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X). Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI). Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII). Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

2). Skala Omori,

Pengukuran gempa dengan Skala Omori disebut Shindo. Skala Omori digunakan untuk derajat gempa yang kuat.

Skala Omori menggunakan skala sampai skala I hingga VII yang setara dengan skala XII Mercalli,

Skala Omori di kenal juga dengan Hukum Omori. Hukum Omori adalah rumus empiris yang menghitung skala gempa susulan.

Tabel Pembagian Skala Omori,

I).  Getaran-getaran lunak dirasakan oleh banyak orang
II). Getaran Sedang, semua orang terbangun karena bunyi jendela, pintu dan barang-barang yang pecah.
III).  Getaran Agak Kuat, jam dinding berhenti, pintu dan jendela terbuka.
IV). Getaran Kuat, gambar dinding berjatuhan, dinding tembok retak-retak.
V).  Getaran Sangat Kuat, dinding dan atap rumah roboh.
VI).  Rumah yang kuat roboh
VII). Kerusakan menyeluruh.

3). Skala Richter,

Skala ini diperkenalkan oleh seorang ahli Geologi Amerika bernama Charles F. Richter pada tahun 1934.

Skala Richter adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa atau magnitudo gempa.

Skala Richter mempunyai satuan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang merupakan magnitudo gempa yang dibuat atas dasar kerusakan yang diakibatkan oleh gempa.

Skala ini memakai bilangan 1 sampai 9. Skala ini di gunakan di Negara Indonesia.

Tabel Pembagian Skala Richter,

Berdasarkan skala Richter, kekuatan gempa bumi dapat dibagi menjadi:

1). Skala > 3,5 terekam, namun biasanya tidak terasa;

2). Skala 3,5 – 5,4 sering terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan;

3). Skala < 6,0 berpotensi menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang kurang kuat;

4). Skala 6.1- 6.9 berpotensi menyebabkan kerusakan fisik dan memakan korban jiwa sampai radius 100 km;

5). Skala 7.0 – 7.9 tergolong gempa besar, berpotensi menyebabkan kerusakan serius dengan cakupan wilayah yang luas;

6). Skala > 8 gempa bumi besar, berpotensi menyebabkan kerusakan serius, dengan cakupan wilayah beberapa ratus kilometer.

3 Tahap Erosi Detachment Transportasi Sedimentasi Jenis Erosi Stream Bank Erosion Waterfall Erosion Erosi Badan Sungai

Pengertian Erosi, Erosi atau Pengikisan adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi,

3 Tahapan Erosi,

Erosi terdiri atas tiga tahapan antara lain sebagai berikut:

1). Tahap Erosi Detachment,

Detachment adalah pelepasan Sebagian massa batuan dari massa induknya,

2). Tahap Erosi Transportasi

Transpotasi adalah terjadinya perpindahan batuan atau tanah yang terkikis dari suatu tempat ke tempat lain,

3). Tahap Erosi Sedimentasi,

Sedimentasi adalah proses terjadinya pengendapan massa batuan yang terkikis setelah berpindah.

Jenis Jenis Erosi Air – Ablasi,

Ablasi adalah erosi oleh air yang mengalir. Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut…

1). Erosi Percik – Splash Erosion

Erosi Percik – Splash Erosion  adalah  proses pengikisan tanah atau batuan yang terjadi oleh percikan air atau air hujan. Percikan tersebut berupa partikel tanah dalam jumlah yang kecil dan kemudian diendapkan di tempat lain.

Erosi percikan menyebabkan material atau batuan yang terkena tetesan air hujan menjadi lapuk dan akhirnya hancur.

2). Erosi Lembar – Sheet Erosion,

Erosi Lembar – Sheet Erosion atau erosi permukaan adalah proses pengikisan tanah yang tebalnya sama dan merata dalam suatu permukaan tanah.

Erosi permukaan menyebabkan hilangnya kesuburan tanah karena hilangnya lapisam humus yang ada dalam tanah,

3). Erosi Alur – Rill Erosion,

Erosi Alur – Rill Erosion adalah erosi yang terjadi karena air yang mengalir berkumpul dalam suatu cekungan atau alur alur sehingga di alur alur tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar.

Alur-alur erosi ini merupakan tempat air mengalir dan mengikis tanah.

4). Erosi Parit – Gully Erosion,

Erosi Parit – Gully Erosion adalah proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran-saluran yang terbentuk telah dalam.

Alur- alur erosi berkembang menjadi parit-parit atau lembah yang dalam berbentuk huruf U atau V. Erosi parit merupakan bentuk lebih lanjut dari erosi alur.

Jenis Erosi Air Sungai,

Di sepanjang aliran sungai terjadi pula proses erosi oleh arus air. Proses pengikisan yang mungkin terjadi sepanjang aliran sungai antara lain sebagai berikut.

1). Erosi Tebing Sungai – Stream Bank Erosion,

Erosi tebing sungai adalah erosi yang terjadi pada dinding badan sungai sehingga lembah sungai bertambah lebar.

2). Erosi Mudik, Waterfall Erosion – Erosi Air Terjun,

Erosi mudik adalah erosi yang terjadi pada dinding air terjun air jeram. Akibat erosi mudik, semakin lama lokasi air terjun akan mundur ke arah hulu.

3). Erosi Badan Sungai,

Erosi badan sungai adalah erosi yang berlangsung ke arah dasar sungai (atau badan sungai) sehingga lembah sungai menjadi semakin dalam.

Jika erosi badan sungai ini berlangsung dalam waktu geologi yang sangat lama maka akan terbentuk ngarai-ngarai yang sangat dalam.

Contoh Erosi Badan Sungai,

Contoh erosi badan sungai seperti Grand Canyon di Sungai Colorado (Amerika Serikat).

Erosi Marine – Abrasi,

Abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya erosi akibat air laut dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang.

Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus terhadap dinding pantai.

Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.

2). Eksarasi,

Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. Jenis erosi ini hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegunungan tinggi.

Proses terjadinya erosi diawali oleh turunnya salju di suatu lembah pada lereng atau perbukitan.

Lama kelamaan salju tersebut akan menumpuk pada lembah sehingga menjadi padat dan terbentuklah massa es yang berat.

Dengan gaya gravitasi massa es tersebut akan merayap menuruni lereng pegunungan atau perbukitan.

Erosi Angin – Deflasi,

Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Pada awalnya angin hanya menerbangkan pasir dan debu. Akan tetapi, kedua benda tersebut dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang jauh lebih besar sehingga akan mengikis batuan tersebut.

Erosi Es – Gletser,

Erosi es atau gletser adalah Gerakan lapisan es yang mengalir turun dari pegunungan es yang menyebabkan pengikisan disebut dengan erosi es (gletser).

Aliran es yang mencair itu akan membawa atau menyeret batu-batuan ke bawah atau disebut moraine, seperti Pantai Fyord di Skandinavia.

Faktor Penyebab Erosi Tanah,

Sebab terjadinya erosi tanah antara lain adalah..

1). kondisi tanah yang tidak ada tanamanya

2). tanah tidak memiliki tanggul pasangan sebagai penahan erosi

3). tanah miring tidak dibuatkan teras teras dan guludan sebagai penyangga air dan tanah yang larut

4). tanah berumput digunakan untuk gembala liar sehingga tanah semakin rusak

5). penebangan hutan secara liar, hutan jadi gundul

Cara Mencegah Erosi,

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya erosi, antara lain sebagai berikut:

1). Terasering: bercocol tanam dengan membuat terasering yaitu membuat tanah lereng menjadi bertingkat-tingkat, sehingga jika terjadi hujan, kecepatan air dari bagian atas akan berkurang;

2). Strip – Cropping: melakukan strip-cropping atau metode tanam berseling yang waktu panennya tidak sama;.

3). Counter Farming: menanam lahan menurut garis kontur kemiringan, agar akar dapat menahan tanah.

4). Reboisasi: menerapkan sistem reboisasi atau penanaman hutan kembali, terutama dilakukan pada hutan-hutan lindung yang mulai gundul;

5). Counter – Plowing: menerapakn contour-plowing dengan melakukan pembajakan yang searah dengan kontur.

6). Crop Rotation: mengganti jenis tanaman agar tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.

Pengendapan – Sedimentasi, 

Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.

Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen.

Jenis Jenis Sedimen,

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut dan tempat pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas berikut.

Sedimen Berdasarkan Tenaga Alam Yang Mengangkutnya,

(1) sedimen akuatis oleh air;

(2) sedimen marine oleh air laut;

(3) sedimen glasial oleh gletser (es);

(4) sedimen aeolis (aeris) oleh angin.

Sedimen Berdasarkan Tempat Pengendapan,

(1) sedimen fluvial, di sungai;

(2) sedimen marine, di laut;

(3) sedimen limnis, di danau atau rawa;

(4) sedimen terestris, di darat;

(5) sedimen glasial, di daerah es.

Pengendapan oleh Air

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain, meander, dataran banjir, tanggul alam, dan delta.

Meander,

Meander adalah sungai yang bentuknya berkelok- kelok akibat adanya pengendapan. Proses pembentukan meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar.

Oxbow Lake,

Oxbox lake atau sungai mati.terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus sehingga menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai.

Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander.

Delta,

Delta adalah Endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau ataupun laut. Delta merupakan tempat pertemuan sungai dengan laut.

Delta dapat terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus air tidak terlalu cepat.

Tanggul Alam Sungai,

Tanggul alam adalah tanggul yang terbentuk di tepi sungai akibat adanya material yang terbawa oleh luapan air sungai saat banjir dan mengendap di bibir kiri kanannya.

Tanggul Pantai,

Tanggul  Pantai adalah tanggul yang tebentuk di bibir pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh air laut.

Kipas Aluvial,

Kipas Aluvial  terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan

Dataran Banjir,

Dataran banjir adalah dataran rendah yang terdapat di kanan kiri sungai yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran sungai.

Pengendapan oleh Air Laut

Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain, pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

Tombolo dan Spit,

Tombolo adalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil,

Spit adalah endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung.

Pengendapan oleh Angin,

Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pasir dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir

Gumuk Pasir,

Gumuk pasir Terbentuk karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir terangkut dan kemudian terendapkan membentuk tumpukan pasir yang disebut gumuk pasir.

Pengendapan oleh Gletser,

Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glasial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U.

3 Unsur Tujuan Manfaat Lingkungan Hidup 1). Unsur Fisik 2). Unsur Hayati 3). Unsur Budaya

Pengertian Lingkungan Hidup: Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai keseluruhan unsur atau komponen maka tentu saja setiap lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan lingkung an sosial.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Emil Salim,

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup adalah benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf,

Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf, Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengaruhi kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Ahmad,

Menurut Ahmad lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.

Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Jonny Purba,

Menurut Jonny Purba, Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Munadjat Danusaputro,

Menurut Munadjat Danusaputro, Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Soedjono,

Menutur Soedjono, lingkungan hidup adalah lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh- tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Sambas Wirakusumah,

Menurut Sambas Wirakusumah, Lingkungan hidup adalah semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Otto Sumarwoto,

Menurut Otto Sumarwoto lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengeruhi kelamgsungan perikehidupannya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Sri Haryati,

Menurut Sri Haryati, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,

Menurut undang- undang Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur Unsur Lingkungan Hidup,

Unsur lingkungan hidup terdiri dari unsur fisik, unsur hayati, dan unsur budaya.

1). Unsur Fisik,

Unsur fisik lingkungan hidup adalah unsur yang berupa benda mati yang mendukung kehidupan makhluk untuk kelangsungan hidupnya.

Fungsi Unsur Fisik Lingkungan Hidup,

Adapu fungsi unsur fisik lingkungan hidup adalah sebagai media untuk berlangsungannya kehidupan.

Contoh Unsur Fisik Lingkungan Hidup,

Contoh unsur fisik lingkungan hidup adalah air tanah udara sinar matahari, senyawa kimia dan sebagainya.

2). Unsur Hayati,

Unsur hayati adalah unusr yang berupa benda hidup atau makhluk hidup yang menghuni disekitar unsur fisik lingkungan hidup,

Contoh Unsur Hayati Lingkungan Hidup,

Contoh unsur hayati lingkungan hidup adalah mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Fungsi Unsur Hayati Lingkungan Hidup,

Fungsi unsur hayati adalah membentuk jaringan dengan cara saling berhubungan dari mulai jaringan sederhana hingga ke jaringan yang sangat rumit,

 

 

 

 

 

 

 

Unsur Budaya.

Unsur budaya Lingkungan Hidup adalah system nilai, gagasan, keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilaku sebagai makhluk sosial.

Contoh Unsur Budaya Lingkungan Hidup,

Contoh unsur budaya lingkungan hidup adalah menciptakan baju ketika musin dingin, Mencipta alat pertanian untuk bercocol tanam dan sebagainya.

Fungsi Unsur Budaya Lingkungan Hidup,

Adapun fungsi unsur budaya pada lingkungan hidup adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempermudah hidup. Selai itu untuk menentuka keseimbagan tatanan lingkungan dimana manusia sebagai pemegang kendali.

Jenis Lingkungan Hidup,

Pada dasarnya, lingkungan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu lingkungan biotik dan lingkungan nonbiotik (fisik).

1). Lingkungan Biotik,

Lingkungan biotik ialah semua benda hidup atau makhluk hidup yang menempati lingkungan dan Tiap unsur ini berinteraksi satu sama lainnya. Lingkungan biotik biasa disebut juga dengan istilah Lingkungan organic,

Contoh Lingkungan Biotik,

Contoh Lingkungan biotik adalah semua tumbuhan, semua hewan, mikroorganisme dan manusia,

2.) Lingkungan Nonbiotik – Fisik,

Lingkungan nonbiotik adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di dalam lingkungan, Lingkungan nonbiotik atau abiotic dinamakan juga lingkungan anorganik.

Contoh Lingkungan Nonbiotik – Abiotik– Fisik,

Contoh lingkungan nonbiotik misalnya sinar matahari, suhu dan kelembapan, batu-batuan, tanah mineral, air, udara dan lain-lain.

Jenis Lingkungan Hidup Campur Tangan Manusia,

Berdasarkan campur tangan manusia, lingkungan terbagi menjadi tiga, yaitu:

1), Lingkungan Hidup Alami,

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang belum terkena campur tangan manusia atau mengalami modifikasi oleh manusia.

Contoh Lingkungan Hidup Alami,

Contoh lingkungan hidup alami misalnya hutan, laut, hutan lindung. Dalam lingkungan seperti ini, manusialah yang melakukan adaptasi sepenuhnya, disesuaikan dengan keadaan alam.

2), Lingkungan Hidup Binaan,

Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup yang dikelola, dimodifikasi, dibentuk dan ditentukan keadaannya oleh manusia dengan menggunakan daya nalar, akar, budi, ilmu dan teknologi serta sistem sosial, budaya, dan ekonomi.

Contoh Lingkungan Hidup Binaan,

Contoh lingkungan hidup binaan adalah daerah pertanian, dan peternakan.

Tujuan Lingkungan Hidup Binaan,

Tujuan dibentuknya lingkungan hidup binaan adalah efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan oleh manusia.

3). Lingkungan Hidup Sosial

Lingkungan hidup sosial adalah kesatuan ruang dengan sejumlah manusia yang hidup berkelompok sesuai dengan suatu keteraturan sosial dan kebudayaan bersama.

Lingkungan sosial merupakan lingkungan manusia dalam masyarakat yang berada di sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, dan orang lain.

Manfaat Unsur Lingkungan Hidup,

Secara umum beberapa manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia antara lain sebagai berikut.

1). Unsur abiotic Ruang muka bumi sebagai tempat hidup dan beraktivitas sehari-hari.

2). Unsur abiotic Tanah dapat dijadikan areal lahan untuk kegiatan ekonomi, seperti lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan, aktivitas sosial lainnya.

3). Unsur abiotic udara (oksigen) sangat bermanfaat untuk bernafas manusia dan hewan.

4). Unsur biotik seperti hewan dan tumbuhan merupakan sumber bahan makanan bagi manusia.

5). Sumber daya alam (biotik dan abiotic) yang terkandung dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seharihari.

6). Unsur biotik seperti Mikroorganisme atau jasad renik sangat berperan dalam proses penguraian sisa-sisa jasad hidup yang telah mati sehingga tidak terjadi penumpukan bangkai makhluk hidup, tetapi hancur dan kembali menjadi unsur-unsur tanah.

7). Unsur biotik Air merupakan kebutuhan vital dan esensial bagi makhluk hidup. Tanpa adanya air, mustahil akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di bumi ini.

Jika disederhana manfaat lingkungan hidup adalah menjadi seperti ini

1). Tempat hidup manusia dan melakukan kegiatannya.

2). Tempat hidup hewan dan tumbuhan.

3). Sumber bahan pangan.

4). Sumber bahan baku atau bahan mentah.

5). Sumber bahan tambang dan mineral.

6). Sumber energi atau bahan bakar.

Contoh Soal Ujian Jawaban Lingkungan Hidup,

1). Manusia sebagai komponen dari suatu lingkungan akan selalu berinteraksi dengan komponen lingkungan yang lainnya, sehingga akan membentuk suatu sistem ekologi, yang dinamakan…

a). bioma

b). ekosistem

c). lingkungan

d). kaidah alam

e). rantai kehidupan

Jawaban: b

2). Manusia dan tanah merupakan jenis lingkungan yang bersifat?

a). biotik-biotik

b). biotik-nonfisik

c). nonfisik-nonbiotik

d). biotik-nonbiotik

e). fisik-nonfisik

Jawaban:  d

3). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat nonfisik (biotik) adalah …

a). batu, tanah, air

b). manusia, air, dan tanah

c). manusia, hewan, dan tumbuhan

d). hewan, air, dan tumbuhan

e). suhu, air dan batu

Jawaban: c

4). Batu, tanah, air termasuk  komponen lingkungan yang bersifat…

a). nonfisik

b). organic

c). biotik

d). abiotic

e). buatan

Jawaban: d

5). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat fisik (abiotik) adalah …

a). batu, tanah, hewan

b). manusia, air, dan tanah

c). manusia, hewan, dan tumbuhan

d). hewan, air, dan tumbuhan

e). suhu, air dan batu

Jawaban: e

6). Satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut…

a). ekologi
b). lingkungan
c). ekosistem
d). populasi
e). sumber daya

Jawaban: c

7). Eksosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk ke dalam komponen abiotik adalah ….

a). herbivora

b). iklim

c). bakteri dan jamur

d). karnivora

e). omnivore

Jawaban: b

8). Patung dan lukisan termasuk pada jenis lingkungan ….

a). alam

b). sosial

c). budaya

d). ekonomi

e). politik

Jawaban: c

9). Lingkungan terdiri atas biotik dan abiotik. Lingkungan biotik sering dinamakan pula dengan lingkungan ….

a). anorganik

b). aerob

c). organik

d). anaerob

e). suburban

Jawaban: c

10). Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk lingkungan

biotik adalah ….

a). udara

b). mineral

c). tanah

d). hewan

e). air

Jawaban: d

11). Undang-undang No. 23 Tahun 1997 berisi tentang pengelolaan ….

a). sumber daya

b). alam

c). lingkungan hidup

d). region

e). habitat

Jawaban: c

12). Lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi ….

a). produsen, konsumen, mineral

b). produsen, konsumen, pengurai

c). batuan, udara, mineral

d). mineral, pengurai, konsumen

e). udara, tanah pengurai

Jawaban b

13). Ilmu yang mempelajari dan menganalisis interaksi dan interelasi antara manusia dan lingkungannya dinamakan ….

a). ekonomi

b). sosial budaya

c). sosiologi

d). ekologi manusia

e). antropologi manusia

Jawaban d

15). Perkebunan teh merupakan contoh dari jenis lingkungan…

a). lingkungan abiotic

b). lingkungan alami

c). lingkungan budaya

d). lingkungan sosial

e). lingkungan binaan

Jawaban: e

16). Candi Borobudur merupakan contoh unsur lingkungan hidup dari…

a). lingkungan biotik

b). lingkungan alami

c). lingkungan budaya

d). lingkungan organik

e). lingkungan binaan

Jawaban: c

Ringkasan Rangkuman Lingkungan Hidup,

Ilmu lingkungan mempelajari hubungn antarmakhluk hidup atau biotis, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan beserta segala sesuatu dengan yang berada di sekitanya baik unsur fisik, seperti : batu-batuan, air, udara, angin, dan sebagainya, yang membentuk suatu kesatuan atau system (ekosistem) serta hubungannya yang bersifat timbal balik.

Pembagian jenis lingkungan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu lingkungan biotik dan nonbiotik.

Di bawah ini terdapat contoh dari maraknya kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkannya, seperti: Perubahan keragaman jenis (biodiversitas), kerusakan hutan, erosi dan sedimentasi, hujan asam.

Pemanfaatan lingkungan yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui bidang pertanian, pariwisata, industri dan pertambangan.

Contoh upaya penanganan dalam pengendalian DAS dapat dilakukan dengan cara seperti berikut. 1. Reboisasi atau penghijauan di sekitar hulu DAS, fungsinya ialah selain untuk mencegah terjadinya erosi juga dapat menyimpan air. 2. Penanganan pembuatan rumah disekitar bantaran sungai. 3. Tindakan tegas terhadap pelanggar sesuai peraturan dan undangundang yang berlaku

21+ Soal Ujian: Pembentukan Jagad Raya Tata Surya Teori Pasang Surut Bintang Kembar

Berikut contoh contoh soal ujian: Pembentukan Jagad Raya Tata Surya Teori Pasang Surut Bintang Kembar yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Ujian Jawaban: Ciri Khas Teori Pasang Surut Gravitasi Bintang Lain,

Ciri khas Teori Pasang Surut dalam pembentukan tata surya adalah adanya

a). ledakan besar

b). gravitasi bintang lain

c). Proses pendinginan kabut

d). Tabrakan dua bintang besar

e). Gaya sentrifugal partikel jagat raya

Jawab: b

2). Contoh Soal Ujian Jawaban: Teori Bintang Kembar – Awal Matahari,

Teori yang menjelaskan bahwa pada mulanya matahari adalah bintang kembar yang saling mengelilingi, lalu salah satunya meledak karena ditabrak bintang lain yaitu..

a). Big bang

b). Planetesimal

c). Bintang kembar

d). Nebula

e). Awan debu

Jawaban: c

3). Contoh Soal Ujian Jawaban: Bentuk Galaksi Bima Sakti (Milky Way) Galaksi Spiral,

Galaksi Bima Sakti – Milky Way berdasarkan bentuknya termasuk

a). Galaksi elips

b). Galaksi Spiral

c). Galaksi awan debu

d). Galaksi nebular

e). Galaksi tidak berarturan

Jawab: b

4). Contoh Soal Ujian Jawaban: Teori Pembentukan Bumi Jagad Raya Big Bang ,

Teori tentang pembentukan bumi dan jagat raya yang paling terkenal diantara berbagai teori yang lain adalah..

a). Planetesimal

b). Kabut/ nebula

c). Awan debu

d). Big bang

e). Bintang kembar

Jawaban: d

5). Soal Ujian Jawaban: Ciri Ciri Planet,

Ciri ciri planet adalah

1). memiliki 2 satelit

2). masa rotasi 24 jam 37 menit

3). masa rotasi 23 jam 56 menit

4). termasuk  eksterior planet

5). tampak sebagai bintang pagi

Yang termasuk sebagai ciri ciri planet Mars adalah

a). (1) (2) dan (3)

b). (1) (2) dan (4)

c). (1) (4) dan (5)

d). (2) (3) dan (4)

e). (3) (4) dan (5)

Jawab b

6). Contoh Soal Ujian: Teori Pasang Surut Jeans Dan Jeffreys,

Teori pasang surut merupakan pendapat dari …

a). Weizsaecker dan Kuiper

b). Jeans dan Jeffreys

c). Moulton dan Chamberlain

d). Lyttleton

e). Immanuel kant

Jawaban: b

7). Contoh Soal Ujian Kekurangan Teori Keadaan Tetap,

Kekurangan dari teori keadaan tetap yaitu …

a). Jagad raya diibaratkan dengan atom maka atom yg mengelilingi inti atom itu jatuh ke pusat.

b). Kurang bisa menjelaskan kenapa jagat raya memapat

c). Kurang bisa menjelaskan perbedaan dengan teori osilasi

d). Kurang bisa menjelaskan kenapa jagat raya mengembang

e). Seharusnya terdapat sisa radiasi ledakan yang melingkupi seluruh alam semesta dalam bentuk alam.

Jawaban: e

8). Contoh Soal Ujian: Teori Dentuman Besar William Lane Craig,

Teori yang dikemukakan oleh William Lane Craig dinamakan …

a). Konveksi

b). Quantum

c). Pasang surut

d). Dentuman besar

e). Awan debu

Jawaban: d

9). Contoh Soal Ujian: Teori Pembentukan Jagat Raya Teori Steady State,

Pernyataan teori Steady State tentang Pembentukan jagat raya adalah…

a). Alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir tetapi keadaanya tetap

b). Terdapat keseimbangan materi penyusun yang selalu tetap dan tidak berubah

c). Alam semesta selalu berkembang dari waktu ke waktu dan keadaan berubah

d). Alam semesta diciptakan dari ketiadaan kemudian menjadi ada dan berkembang

e). Terdapat interaksi antarruang di dalam raya dan memungkinkan terbentuknya planet baru

Jawab: b.

10). Contoh Soal Ujian Jawaban: Asumsi Teori Big Bang Ledakan Dahsyat Semesta Keadaan Panas Padat,

Pembentukan jagat raya menurut Teori Big Bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami….

a). Gaya gravitasi antara materi dan planet

b). Perubahan materi secara terus-menerus dan statis

c). Ledakan dahsyat dan mengembang

d). Pembentukan atom-atom hidrogen dan helium

e). Pergeseran bintang-bintang di alam raya dan planet

Jawab: c

11). Contoh Soal Ujian: Hipotesis Tidal James Jeans Harold Jeffreys,

Hipotesa yang dikemukakan James Jeans dan Harold Jeffries adalah hipotesa ….

a). Kabut

b). Planetisimal

c). Tidal

d). Apungan

e). Kontraksi

Jawab: c

12). Contoh Soal Ujian: Hipotesis Kabut Kant – Laplace – Teori Pembentukan Tata Surya,

Pada teori pembentukan tata surya, Hipotesis Kabut dikemukakan oleh ….

a). Chamberlain–Moulton

b). Kant–Laplace

c). Aristoteles

d). Weizsacker dan Gerald P. Kuiper

e). James–Jeffreys

Jawab: b

13). Contoh Soal Ujian: Fenomena Muka Bumi Aspek Antroposfer

Peristiwa yang terjadi di muka bumi seperti kemiskinan, pengangguran,  serta  tawuran pelajar banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena tersebut termasuk aspek geosfer dari unsur

a). Hidrosfer

b). Antroposfer         

c). Litosfer

d). Atmosfer

e). Biosfer

Jawab: b

14). Contoh Soal Ujian: Prinsip Interelasi – Fenomena Pemanasan Global Prinsip Geografi,

Pemanasan global terjadi akibat pengelolaan lingkungan kurang balk, seperti penebangan hutan  tak  terkendali,  penggunaan  bahan  bakar  fosil  yang  terus  bertambah,   dan  perkembangan  industri yang menyebabkan  peningkatan polusi.

Prinsip geografi  untuk mengkaji fenomena  tersebut adalah:

a). Prinsip korologi

b). Prinsip interelasi

c). Prinsip deskripsi

d). Prinsip temporal

e). Prinsip persebaran

Jawab: b

15). Contoh Soal Ujian: Pendekatan Keruangan – Atasi Banjir Jakarta,

Di kota besar seperti Jakarta, banyak terdapat permukiman   kumuh,   gelandangan,   dan
pengemis   memanfaatkan   daerah   aliran  sungai  untuk  permukiman  sehingga  pada
musim hujan terjadi banjir. Untuk mengatasi terjadinya banjir dibangun Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat.

Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji kasus itu adalah

a). Pendekatan regional

b). Pendekatan kewilayahan

c). Pendekatan keruangan

d). Pendekatan kelingkungan

e). Pendekatan kompleks wilayah

Jawab: c

16). Contoh Soal Ujian: Konsep Lokasi Wilayah Indonesia – Antara Samudra,

Wilayah Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia, dan Benua  Asia dengan Benua Australia, serta pada 61U — 11°LS dan 95°BT — 141°BT.

Konsep   geografi   yang   berkaitan   dengan informasi tersebut adalah

a). Konsep sating ketergantungan

b). Konsep perbedaan wilayah

c). Konsep pola keruangan

d). Konsep lokasi

e). Konsep aglomerasi

Jawab: d

17). Contoh Soal Ujian: Ledakan Besar Mengembang Big Bang Jagat Raya,

Pembentukan jagat raya menurut teori Big Bang menyatakan bahwa jagat raya diawali
dengan

a). Zat baru diciptakan dan menggantikan zat yang hilang

b). Adanya ledakan besar dan mengembang

c). Planet sudah  ada sejak dulu dan ada selamanya

d). Bintang mengembang dan terjadi pembaruan

e).  Adanya siklus materi dan diawali dengan masa ekspansi

Jawab: b

18). Contoh Soal Ujian: Bintang Hancur Tabrakan Dua Bintang,

Pembentukan matahari dan planet menurut teori bintang kembar adalah terbentuk dari

a). Filamen panas yang berkobar mendekati matahari

b). Bintang yang hancur akibat tabrakan dua bintang

c). Planetesimal yang berputar mengelilingi Matahari

d). Debu panas berpijar yang memadat menjadi planet

e). Percikan gas Matahari  akibat gravitasi bintang

Jawab: b

19). Contoh Soal Ujian: Gempa Tektonik Bukti Bumi Alami Pergeseran Lempeng,

Salah satu bukti bahwa Bumi sampai saat ini masih  mengalami  pergeseran  lempeng
adalah

a). Keluar lumpur panas Sidoarjo

b). Dasar laut semakin dangkal

c). Terjadi gempa tektonik

d). Hilangnya beberapa kepulauan

e). Terjadinya tanah longsor di beberapa tempat

Jawab: c

20). Contoh Soal Ujian: Terbentuk Danau Laguna Tumbukan Lempeng Eurasia Lempeng Indi- Australia,

Dampak tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo – Australia bagi kehidupan adalah…

a). Terbentuk tanggul dan gunung

b). Aktivitas vulkanisme dan seisme

c). Terbentuk palung dan basin

d). Terbentuk danau dan laguna

e). Sering terjadi bencana banjir

Jawab: d

21). Contoh Soal Ujian: Klimatik Faktor Persebaran Hewan Bulu Tebal Bison Beruang Amerika Utara Kanada,

Hewan berbulu tebal seperti bison, beruang kutub, dan panda memiliki habitat di wilayah Amerika Utara, Kanada, dan Siberia. Faktor yang paling berpengaruh  terhadap persebaran hewan tersebut adalah….

a). Biotik

b). Edafik

c). Klimatik

d). Geografik

e). Fisiografik

Jawab: c

Batuan Beku Sedimen Matamorf: Pengertian Jenis Batuan Pembetuk Kulit Bumi,

Batuan Pembetuk Permukaan Kulit Bumi: Batuan yang terkandung dalam kulit bumi dapat dikelompokan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan dan natuan meramorf.

Batuan Beku – Igneous Rock,

Batuan beku atau Igneous Rock berasal dari bahasa latin Inis yang artinya api (fire).

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar (cair) yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan.

Tekstur batuan beku – igneous rock yang terbentuk sangat tergantung pada kondisi proses pembekuannya.

Jenis Batuan Beku – Igneous Rock,

Berdasarkan tempat terjadinya pembekuan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu batuan beku dalam – batuan tubir, batuan beku luar – batuan leleran, batu beku gang – batuan korok,

Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir –  Plutonik – Abisik,

Batuan beku dalam atau batuan tubir atau plutonik atau abis adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan ketika masih berada di dalam kulit bumi,

Batuan beku dalam – batuan tubir hanya terdiri dari bongkahan kristal akibat pendinginan yang berjalan sangat lambat,

Contoh Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir – Plutonik,

Contoh Batuan beku dalam – batuan tubir – plutonik – abisik adalah granit, diotit dan gabbro,

Batuan Beku Luar – Batuan Lelehan – Effusif,

Batuan beku luar – batuan lelehan – effusive adalah batuan beku yang Pembekuannya terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat.

Jadi batuan beku luar atau batuan beku lelehan terjadi ketika Sebagian magma yang membeku setelah sampai di permukaan bumi.

Batuan beku luar – epusif  dapat membentuk kristal- kristal kecil, kristal besar dan bahan amorf.

Contoh Batuan Luar – Batuan Lelehan – Effusif,

Contoh batuan luar atai effusif adalah batuan basalt, diorite, andesit, scoria dan batu apung atau bumice. Indonesia banyak dijumpai terutama di daerah gunung api.

Batuan Beku Gang – Batuan Korok – Porfirik,

Batuan beku gang atau sela atau batuan beku korok adalah batuan yang terbentuk ketika magma bertekanan bergerak ke atas atau keluar melalui sela- sela atau celah -celah (korok -korok) dalam kulit bumi mengalami proses pendinginan.

Batuan beku gang memiliki struktur kristal- kristal kecil yang di sana-sini tersebar kristal kristal agak besar,

Contoh Batuan Beku Gang – Batuan Korok– Porfirik,

Contoh batuan beku sela – gang adalah granit fosfir,

Batuan Sedimen – Batuan Endapan,

Batuan sedimen adalah batuan hasil pengendapan dari batuan beku yang lapuk yang terbawa oleh air, angin, atau cairan es – gletser.

Jenis Tempat Batuan Sedimen – Batuan Endapan,

Berdasarkan tempat pengendapannya, batuan sedimen dibagi menjadi sebagai berikut.

Batuan Sedimen Terisentris,

Batuan sedimen terisentris adalah batuan sedimen yang diendapkan di daratan yang dipengaruhi oleh tenaga air, es, dan angin.

Contoh Batuan Sedimen Terisentris,

Hasil dari proses ini akan menghasilkan sebuah bentukan lahan baru.

Batuan Sedimen Marine,

Batuan sedimen marine adalah batuan yang diendapkan di laut, yang pada umumnya banyak mengandung mineral karbonat (kapur).

Batuan sedimen marine terbentuk dari sisa-sisa cangkang hewan laut, seperti moluska, alga, dan foraminifera.

Contoh Batuan Sedimen Marine,

Contoh sedimen marine adalah batuan karbonat yang antara lain batu gamping, dolomit, dan kalkarenit.

Batuan Sedimen Limnis,

Batuan sedimen limnus aadalah Batuan sedimen yang diendapkan di danau atau rawa yang banyak mengandung unsur-unsur organik.

Batuan Sedimen Fluvial,

Batuan sedimen fluvial adalah Batuan sedimen yang diendapkan di sekitar wilayah sungai dan merupakan akumulasi dari berbagai pengerjaan air sungai.

Batuan Sedimen fluvial banyak ditemukan di wilayah hilir atau muara sungai, di mana aliran air sudah melambat,

Contoh Batuan Sedimen Fluvial,

Contoh batuan batuan sedimen fluvial adalah delta.

Batuan Sedimen Glasial,

Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan di ujung pengerjaan sebuah massa es.

Contoh Batuan Sedimen Glasial,

Contoh batuan sedimen glasial adalah iceberg. Iceberg adalah bongkahan es besar di ujung gletser dan mengapung di laut. Bongkahan Es yang pecah tersebut disebut pemahatan.

Jenis Proses Batuan Sedimen,

Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas batuan sedimen klastik, batuan sedimen kimiawi, dan batuan sedimen organik.

Batuan Sedimen Klastik,

Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang memiliki susunan kimia sama dengan susunan kimia batuan asal.

Contoh Batuan Sedimen Klastik,

Batuan sedimen klastik hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil ketika penganngkutan dan pengendapan contohnya batuan pasir dan batu lempung shale,

Batuan Sedimen Kimiawi,

Batuan sedimen kimiawi adalah batuan sedimen yang saat pengendapan terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya, hasilnya dinamakan batuan sedimen kimiawi,

Contoh Batuan Sedimen Kimiawi,

Contoh batuan sedimen kimiawi adalah stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua

Batuan Sedimen Organik,

Batuan sedimen organic adalah batuan sedimen yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme.

Contoh Batuan Sedimen Organik,

Contoh batuan sedimen organic adalah batuan yang terbentuk dari sisa rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung guano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan sebagainya.

Jenis Energi Batuan Sedimen,

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu sebagai berikut.

Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,

Batuan sedimen aerik atau aeolis adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dibantu oleh angin.

Contoh Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,

Contoh batuan sedimen aerik atau aeolis adalah  tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.

Batuan Sedimen Glasial,

Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang pengangkutannya dan pengendapannya dibantu oleh es.

Contoh Batuan Sedimen Glasial,

Contoh batuan sedimen glasial adalah: moraine dan gletser,

Batuan Sedimen Aquatic,

Batuan sedimen aquatic adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dilakukan oleh air yang mengalir.

Contoh Batuan Sedimen Aquatic,

Contoh batuan sedimen aquatic adalah delta,

Batuan Sedimen Marine,

Batuan sedimen marin adalah batuan sedimen yang  pengangkutan dan pengendapannya oleh tenaga (gelombang) air laut.

Contoh Batuan Sedimen Marine,

Contoh sedimen marine adalah pasir pantai seperti pasir putih, pasir besi sepanjang pantai selatan pula jawa.

Batuan Malihan – Metamorf,

Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan) akibat proses metamorfosis.

Proses metamorphosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang sama- sama meningkat.

Jenis Pembentukan Batuan Metamorf.

Berdasarkan faktor pembentuknya, batuan metamorf dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

Batuan Metamorf Kontak – Termik,

Batuan metamor Temik – Kontak adalah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya kenaikan suhu yang cukup tinggi untuk merubah batuan asal.

Contoh Batuan Metamorf Kontak – Termik,

Contoh batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer di Tulung Agung, Jawa Timur, dan batubara di Bukit Asam, Sumatra.

Batuan Metamorf Dinamik – Metamorfosis Regional,

Batuan metamorf dinamik adalah batuan malihan yang terbentuk karena faktor tekanan dan waktu yang cukup lama. Batuan metamorf dinamo disebut juga batuan metamorf kinetis.

Contoh Batuan Metamorf Dinamo – Metamorfosis Regional,

Contoh batuan metamorf dinamo adalah batuan sabak yang terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama.

Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis,

Batuan metamorf kontak – pneumatalitis adalah adalah batuan malihan yang pembentukan batuan akibat adanya penambahan suhu disertai masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu.

Contoh Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis

Contoh batuan metamorf kontak pneumatalitis adalah kwarsa yang mengandung fluorium akan menjadi topaz, batu permata berwarna kuning. azurit mineral (pembawa tembaga), dan turmalin (batu permata)

 

Jenis Rumus Kepadatan Piramida Penduduk Aritmatik Fisiologis Agraris

Pengertian Kepadatan Penduduk: Kepadatan penduduk atau densitas penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah.

Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.

Rumus Kepadatan Penduduk,

Kepadatan penduduk yang bertempat tinggal di suatu daerah dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut…

KP = JPW/ LW

KP = kepadatan penduduk (jiwa/km2)

JPW = jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)

LW = luas wilayah (km2)

Jenis Pengukuran Kepadatan Penduduk,

Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi empat, yaitu kepadatan penduduk aritmetik, kepadatan penduduk fisiologis, kepadatan penduduk agraris, kepadatan penduduk ekonomi.

Kepadatan penduduk ialah perbandingan rata -rata antara jumlah penduduk di suatu daerah dengan luasnya daerah tersebut dihitung setiap km2, sedangkan kepadatan penduduk agraris, yang dihitung hanya penduduk petaninya saja dan tanah yang dihitung hanya tanah yang produktif. Jadi, lahan tidur, lapangan udara, dan sungai tidak dihitung.

Kepadatan Penduduk Aritmatik

Kepadatan penduduk aritmatik (kasar) adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam satuan wilayah tertentu. Satuan yang biasa digunakan untuk menggambarkan angka kepadatan adalah orang/hektar atau orang/km2.

Kepadatan penduduk aritmetika menunjukkan kepadatan penduduk secara umum yang dihitung per km2 dengan tanpa mempedulikan apakah lahan tersebut daerah permukiman, perkantoran, pertanian sawah, kebun, kolam, atau tambak. Pokoknya dihitung per satuan luas kawasan tersebut.

Rumus Kepadatan Penduduk Kasar,

Besarnya Kepadatan penduduk kasar dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut…

KPK = JP/LW

Keterangan:

KPK = kepadatan penduduk aritmatik kasar (orang/ha atau orang/km2)

JP = jumlah penduduk

LW = luas wilayah

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kasar,

Satu tahun terakhir, suatu daerah yang memiliki luas 100 km2 ditempati oleh 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk kasar wilayah tersebut…

dikatahui

JP = 40.000 jiwa

LW = 100 km2

Kepadatan penduduk kasar dihitung dengan rumus berikut

KPK = JP/LW

KPK = 40.000/100

KPK = 400 jiwa/km2

Jadi. untuk tiap satu kilometer persegi dari daerah tersebut ditempati oleh 400 jiwa.

Contoh Soal Ujian Jawaban Rumus Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kabupaten,

Sebuah Kabupaten memiliki jumlah penduduk sebanyak 300.000 jiwa dengan luas wilayah permukiman 80 km2. Areal pertanian seluas 160 km2 dan areal bangunan lainnya di luar permukiman, termasuk yang digunakan untuk jalan raya, sebesar 60 km2. Hitung kepadatan aritmetikanya.

Diketahui

JP = 300.000

JW = 80 + 160 + 60

JW = 300 km2

KPK = 300.000/300

KPK = 1000 jiwa/km2

Jadi, setiap satu km2 lahan pada kabupaten tersebut dihuni oleh 1000 jiwa orang. Tanpa membedakan jenis kawasannya.

Kepadatan penduduk aritmatik kurang spesifik, karena ada kawasan yang bukan permukiman juga dihitung, seperti tambak, kolam, perkantoran, atau sawah.

Kepadatan Penduduk Fisiologis,

Kepadatan penduduk fisiologis adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk dengan luas lahan pertanian.

Rumus Kepadatan Penduduk Fisiologis

Besarnya Kepadatan penduduk fisiologis dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut.

KPF = KP

Keterangan:

KPF = kepadatan penduduk fisiologis (orang/ha atau orang/km2)

JP = jumlah penduduk

LT = luas lahan pertanian

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologi,

Satu tahun terakhir, suatu daerah memiliki total lahan seluas 100 km2  dari luas lahan tersebut digunakan untuk pertanian sebesar 80 km2.. Daerah tersebut ditempati oleh penduduk sebanyak 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk fisiologis wilayah tersebut…

Diketahui

JP = 40.000 jiwa

LT = 80 km2

KPF = 40.000/80

KPF = 500 jiwa/km2

Jadi, kepadatan penduduk fisiologia daerah tersebut adalah 500 jiwa untuk tiap satu kilometer persegi lahan pertanian.

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologis Kabupaten Kota Provinsi,

Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.100.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk fisiogi kabupaten tersebut…

JP = 2100.000 jiwa

LT = 7000 km2

KPF = 2100.000/7000

KPF = 300 jiwa/km2

Jadi. setiap satu km2 lahan pertanian kabupaten tersebut digunakan untuk 300 jiwa penduduk.

Kepadatan Penduduk Agraris,

Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk petani dengan luas lahan pertanian.

Rumus Kepadatan Penduduk Agraris,

Kepadatan penduduk agraris dapat dihitung dengan menggunakan rumus  sebagai berikut.

KPA=JPT/LT

Keterangan:

KPA = kepadatan penduduk agraris (orang/ha atau orang/km2)

JPT= jumlah penduduk petani

LT = luas lahan pertanian.

Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Agraris,

Suatu daerah berpenduduk 40.000 jiwa. Sebanyak 16.000 jiwa diantaraya adalah petani. Penduduk tersebut menempati lahan seluas 100 km2 dengan luas lahan pertaniaannya sebesar 80 km2. Hitunglah kepadatan penduduk agraris daerah tersebut.

Diketahui

JPT = 16.000 jiwa

LT = 80 km2

Kepadatan penduduk agraris dihitung dengan cara seperti ini.

KPA = 16.000/80

KPA = 200 jiwa/km2

Jadi, kepadatan penduduk agraris daerah tersebut adalah 200 jiwa untuk tiap km persegi-nya

Contoh Soal Ujian Menentukan Kepadatan Penduduk Agraris Kabupaten Kota Provinsi,

Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.000.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk agraris kabupaten tersebut…

Diketahui

JPT = 1400.000 jiwa

LT = 7000 km2

Besarnya kepadatan penduduk agraris kabupaten kota dapat dihitung dengan cara berikut…

KPA = 1400.000/7000

KPA = 200 jiwa/km2

Jadi, kabupaten tersebut memiliki kepadatan penduduk agraris sebesar 200 jiwa/km2.

Kepadatan Penduduk Ekonomi,

Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan pada kemampuan penduduk wilayah yang bersangkutan..

Kemampuan wilayah yang dimaksud adalah kapasitas produksi wilayah tersebut. Pengukuran kapasitas produksi suatu wilayah relatif sulit ditentukan sehingga pengukuran kepadatan ini sangat jarang digunakan.

Selain instilah di atas, ada Beberapa pengertian tentang kepadatan penduduk seperti Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, Kekurangan penduduk, dan Kepadatan penduduk optimum,

1). Kepadatan Penduduk Absolut – Mutlak,

Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, ialah keadaan negara/daerah yang sebagian besar penduduknya masih sulit mencukupi kebutuhan pokoknya, biasanya melanda negara yang sedang berkembang dan negara miskin.

2). Kekurangan Penduduk,

Kekurangan penduduk, terjadi bila suatu negara jumlah penduduk sedemikian kecilnya sehingga sulit untuk mengolah kekayaan alam guna mencukupi kebutuhan hidupnya.

Jadi, baik kepadatan penduduk dan kekurangan penduduk sama-sama kurang menguntungkan bagi negara.

3). Kepadatan Penduduk Optimum,

Kepadatan penduduk optimum, yaitu kepadatan penduduk yang sebaikbaiknya. Jumlah penduduk yang ada di negara itu cukup untuk mengolah kekayaan alam yang ada di negaranya guna mencukupi kebutuhan hidup.

Piramida Penduduk – Piramida Umur

Piramida penduduk – piramida umur adalah grafik susunan penduduk menurut umur pada saat tertentu yang berbentuk piramid

Piramida penduduk mencerminkan apakah suatu wilayah mempunyai penduduk usia tua atau muda.

Cara Membuat Piramida Penduduk,

Cara menyusun piramida penduduk sebagai berikut.

1). Penduduk dibagi menurut jenis kelamin (dari hasil sensus), golongan pria (laki -laki) ada di sebelah kiri garis umur, golongan Wanita (perempuan) ada di sebelah kanan.

2). Tiap-tiap golongan (L dan P) dibagi menurut umur, misalnya dengan periode 5 tahunan (dalam contoh tersebut periode 4 tahunan), diwujudkan pada garis tegak lurus.

Manfaat Piramida Penduduk,

Adapun manfaat piramida penduduk diantaranya adalah…

1). Mengetahui laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah negara atau daerah

2). Mengetahui jumlah penduduk laki laki dan perempuan

3). Mengetahui kelompok penduduk yang  produktif dan tidak prduktif

4). Memperkirakan jumlah penduduk suatu wilayah di masa depan

Macam Jenis Piramida Penduduk,

Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,
1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,

1).  Piramida Penduduk Muda – Ekspansif

Grafik – piramida muda merepresntasikan penduduk yang tumbuh. Jadi, jumlah pertambahannya masih terus meningkat, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.

2). Piramida Penduduk Stasioner,

Grafik – Piramida penduduk stasioner menunjukkan penduduk yang tidak berubah- ubah. Jumlah kelahiran relative sama  dengan jumlah kematian.

3). Piramida Penduduk Tua – Konstruktif, 

Piramida penduduk tua mencermikan penurunan angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan angka kematian.

Bila hal ini terjadi terus-menerus, akan menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk daerah – negara yang bersangkutan.

2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif
2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif

Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR,

Rasio jenis kelamin merupakan angka perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan.

Rumus Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR

SR = L/P x 100

SR = rasia jenis kelamin

L = jumlah pemduduk laki laki

P = jumlah penduduk perempuan

Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

Rasio ketergantungan (depedency ratio) atau angka beban ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung oleh kelompok usia produktif atas penduduk usia nonproduktif.

Rumus Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

Untuk mengetahui berapa besar angka ketergantungan, secara umum digunakan rumus sebagai berikut.

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

Usia Produktif,

Usia produktif adalah usia penduduk antara 15 tahun sampai 64 tahun. Disebut produktif karena pada usia ini diperkirakan orang ada pada rentang usia masih bisa bekerja, baik di sektor swasta maupun sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Usia Tidak Produktif,

Usia nonproduktif adalah penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Pertimbangannya, bahwa pada usia ini penduduk dipandang tidak produktif untuk bekerja atau tidak diperkenankan untuk bekerja, baik di sektor swasta ataupun sebagai pegawai negeri.

Contoh Soal Ujian Perhitungan Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,  

Suatu wilayah pada  tahun 2021 memiliki  penduduk umur muda (0 – 14 tahun) sebanyak 50.000 jiwa,  penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun) sebanyak 100.000 jiwa dan penduduk umur tua (65 tahun ke atas) sebanyak 5.000 jiwa. Hitunglah berapa beban ketergantungan wilayah tersebut…

Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

P14 = 50.000.

P65 = 5.000

P15-64 = 100.000

DR = (50.000 + 5000)/(100.000) x 100

DR = 55

Setiap 100 orang penduduk produktif harus menanggung 55 orang dari kelompok yang tidak produktif.

Contoh Soal Cara Menghitung Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR Suatu Wilayah Negara,

Data penduduk negara tahun 2021, jumlah anak nonproduktif 40%, jumlah nonproduktif tua 10 %, dan jumlah usia produktif 50%. Hitunglah rasio ketergantungan negara tersebut,

Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

P14 = anak non produktif = penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

P15-64 =  usia produktif = penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

P65 = usia nonproduktif  = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

P14 = 50 %

P65 = 10%

P15-64 = 40%

DR = (40+10)/50 x100

DR = 100

Ini berarti setiap 100 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 100 orang penduduk nonproduktif.

Ini berarti setiap 1 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 1 orang penduduk nonproduktif.

Jadi, semakin besar pembilang (orang-orang yang tidak menghasilkan) makin besarlah angka ketergantungan ini. Makin besar angka ketergantungan, makin besar pula beban tanggungan suatu negara.

Komposisi Penduduk,

Komposisi penduduk merupakan gambaran penggolongan atau pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Contoh Komposisi Penduduk,

Beberapa contoh dasar penggolongan penduduk antara lain umur dan jenis kelamin, status perkawinan, tempat tinggal (desa atau kota), jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan, dan agama.

Jenis Ciri Komposisi Penduduk,

Berdasarkan kecenderungan bentuknya, komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1). Komposisi Penduduk Muda – Ekspansif,

Memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai kerucut.

Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut.

a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.

b). Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.

c). Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.

d). Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

2). Komposisi Penduduk Dewasa – Stasioner,

Komposisi penduduk dewasa (Stasioner) memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai batu nisan.

Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

a). Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.

b). Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.

c). Pertumbuhan penduduk kecil.

d). Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

3). Komposisi Penduduk Tua – Konstruktif,

Komposisi penduduk tua (Konstruktif), memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai guci terbalik.

Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut.

a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.

b). Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.

c). Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.

d). Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.

e). Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.

f). Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.

Komposisi Penduduk Biologis,

Komposisi penduduk biologis adalah pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin dan usia.

Berdasarkan jenis kelamin berarti melihat penduduk dari jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Sedang berdasarkan usia, berarti mengelompokkan penduduk berdasarkan rentang usia tertentu, misalkan per dua tahun, per lima tahun, dan seterusnya.

Komposisi Penduduk Geografis,

Komposisi penduduk geografis artinya susunan penduduk berdasakan area tempat tinggalnya. Perbedaan area tempat tinggal ini bisa dilihat dari garis batas teritorialnya, seperti garis batas desa, kota, kecamatan, kabupaten, provinsi, atau antarnegara.

Komposisi Penduduk Menurut Sosial

Komposisi penduduk dari sisi sosial memiliki karakter yang cukup luas, di antaranya dilihat dari tingkat pendidikan, strata ekonomi, status perkawinan, agama, dan banyak lagi.

 

 

 

error: Content is protected !!