Jenis Bioma Ekosistem Darat

Pengertian Bioma. Istilah bioma dapat diartikan sebagai unit- unit geografis besar yang perbedaannya didasarkan atas tipe- tipe klimaks atau vegetasi dominan (tumbuhan) atau bentuk kehidupan binatang.

Secara sederhana Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu di permukaan bumi.

Adanya variasi bioma di permukaan bumi disebabkan oleh adanya variasi iklim. Pola iklim dipengaruhi oleh energi cahaya matahari yang masuk ke permukaan bumi.

Pada umumnya, sistem penamaan bioma didasarkan atas vegetasi utama yang mendominasi suatu wilayah di bawah pengaruh iklim.

Bioma Padang Rumput

Padang rumput merupakan habitat dari berbagai jenis binatang, karena padang rumput menyediakan segala yang dibutuhkan oleh hewan-hewan pemakan rumput (herbivora).

Jenis hewan yang hidup di padang rumput antara lain kuda, zebra, bison, dan kanguru (yang hidup di padang rumput Australia). Selain hewan herbivora, di daerah ini juga terdapat hewan predator seperti singa, harimau, serigala, dan binatang karnivora lainnya.

Bioma pada rumput memiliki curah hujan yang tidak teratur, hal ini akan menyebabkan penyerapan air dan aliran air menjadi tidak baik, sehingga tumbuhan kesulitan untuk menyerap air. Hanya tumbuhan jenis rumput yang mampu beradaptasi untuk tumbuh daerah ini, sehingga disebut dengan bioma padang rumput.

Jenis Tmbuhan Vegetasi yang hidup di bioma Padang rumput: di daerah basah (rumputnya dapat mencapai ketinggian 3 cm, misalnya Blustem dan Indian grasses), di daerah kering, (rumputnya pendek, misalnya Grama dan Buffalo grasses).

Jenis hewan bioma Padang rumput, yaitu yang merupakan konsumen primer herbivora dan bertubuh besar, misalnya bison di Amerika, zebra di Afrika, serta kanguru di Australia; sebagai predator herbivora, seperti singa dan anjing liar; dan hewan jenis lain: ular, belalang, rodentina, dan bermacam-macam burung.

Ciri-ciri Bioma Padang Rumput

1). Daerah padang rumput terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika.

2). Curah hujan pada padang rumput umumnya antara 25 – 50 cm per tahun.

3). Curah Hujan tidak teratur, porosito, dan drainase mengakibatkan tumbuhan sulit mengambil air.

4). Daerah padang rumput relatif basah,

Bioma Gurun

Gurun terdapat di daerah tropis. Gurun identik dengan daerah yang kering, sehingga binatang yang berada di daerah ini biasanya mampu beradaptasi dan bertahan hidup dalam kondisi cuaca yang panas dan kering.

Binatang yang hidup di daerah kering dicirikan dengan pencarian mangsa pada pagi hari atau malam hari dan hidupnya di lubang-lubang untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari pada siang hari, dan cuaca dingin pada malam hari.

Binatang yang hidup di gurun biasanya berukuran kecil, seperti kadal, ular, dan tikus. Binatang yang berukuran besar biasanya jarang ditemui di daerah ini, karena adaptasinya yang sulit.

Contoh, binatang besar yang mampu beradaptasi dan bertahan hidup di daerah gurun adalah unta dan kuda..

Bioma gurun merupakan bioma dengan keadaan lingkungan yang sangat gersang, memiliki curah hujan rendah sehingga lingkungan menjadi kering, serta terdapat tumbuhan xerofita seperti kaktus yang tahan terhadap keadaan kurang air.

Kaktus mempunyai akar yang panjang ke arah dalam tanah. Akar yang Panjang ini berfungsi agar dapat mencapai sumber air yang dalam.

Contoh Hewan bioma khas gurun adalah unta yang tahan terhadap kondisi yang kekurangan air. Unta memiliki punuk sebagai tempat persediaan air.

Ciri- Ciri Bioma Gurun

1). Daerah gurun banyak terdapat di daerah tropika dan berbatasan dengan padang rumput.

2). Curah hujan rendah kira- kira 25 cm per tahun atau kurang dari 25 cm per tahun.

3). Pancaran matahari sangat terik, penguapan tinggi, suhu siang hari sangat tinggi yang bisa mencapai 40oC atau lebih pada musim panas.

4). Suhu malam hari biasanya rendah.

5). Perbedaan kondisi siang dan malam hari sangat besar.

Bioma Hutan Basah

Bioma hutan basah memiliki suhu yang cukup tinggi karena intensitas cahaya yang cukup tinggi.

Bioma hutan basah merupakan jenis hutan yang paling subur. Bioma hutan basah terdapat di daerah tropis yang basah dengan curah hujan yang tinggi dan tersebar sepanjang tahun, serta mendapatkan sinar matahari yang cukup seperti di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Australia Timur Laut.

Jenis Tumbuhan Vegetasi Bioma hutan basah, yaitu tumbuhan berkayu, tingginya 20 – 40 m dengan cabang dan daun yang lebat, dan membentuk suatu tudung yang menyebabkan hutan menjadi gelap; tumbuhan perdu, rotan, tumbuhan epifit, dan higrofit.

Jenis hewan Bioma hutan basah yaitu, yang hidup di atas tumbuhan, seperti kera, tupai, dan aneka burung; yang hidup di bawah, seperti babi, kucing hutan, dan lain-lain; hewan karnivora, seperti macan tutul di Asia/ Afrika dan jaguar di Amerika.

Ciri- Ciri Bioma Hutan Basah

1). Daerah hutan basah tropika terdapat banyak spesies pepohonan, yang berlainan satu dengan lainnya.

2). Hutan-hutan basah tropika di seluruh dunia mempunyai persamaan, terutama tentang keadaan ekologinya dan banyaknya spesies.

3). Ketersedian air sangat Cukup sepanjang tahun, sehingga komunitas hutan tersebut menjadi kompleks.

4). Jenis pohon relatif tinggi, ketinggian antara 20 – 40 m dengan cabang- cabang pohon yang berdaun lebat sehingga hutan menjadi gelap.

5). Terdapat perubahan- perubahan iklim mikro dari tudung hutan ke bawah sampai ke dasar hutan.

6). Terdapat tumbuhan yang khas, yaitu liana dan epifit. Misalnya: rotan dan anggrek.

Bioma Tundra

Tundra artinya dataran tanpa pohon, sehingga yang tumbuh hanyalah jenis rumput dan lumut kerak.

Tundra merupakan daerah yang mempunyai iklim kutub, oleh karena itu daerah ini merupakan daerah dingin (beku). Fauna di daerah tundra dicirikan mempunyai bulu-bulu yang tebal, yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca dingin di daerah tersebut.

Daerah tundra yang beriklim kutub yang dingin memiliki jenis fauna lebih sedikit dibandingkan daerah gurun.

Jenis Tumbuhan Vegetasi Bioma Tundra umumnya berupa lumut dari jenis Sphagnum dan Lichenes (lumut kerak).

Jenis hewan Bioma Tundra umumnya berbulu dan berambut tebal, seperti beruang, reider, walrus, seal, dan pinguin. Jenis hewan mamalia yang mampu bertahan di daerah tundra antara lain beruang kutub, serigala kutub, dan kelinci kutub. jenis hewan herbivora (pemakan jenis lumut) antara lain pendeer dan muskox

Ciri Ciri Bioma Tundra

1). Daerah tundra terletak di belahan bumi utara dan terletak di.daerah lingkaran kutub utara.

2). Daerahnya beriklim kutub, dengan musim dingin yang relative lama disertai suasana gelap, dan memiliki  musim panas yang lama disertai dengan kondisi terang terus menerus.

3). Daerah tundra di kutub ini dapat mengalami gelap berbulan- bulan. karena matahari hanya mencapai 23,50 LU/LS

4). Pada daerah tundra tidak memiliki pohon yang tinggi. Pohon yang tumbuh cukup pendek seperti semak dan di daerah ini banyak terdapat lumut, terutama sphagnum dan tichens.

5). Tumbuhan di daerah ini dapat beradaptasi terhadap keadaan dingin, sehingga tumbuhan akan tetap hidup meskipun dalam keadaan beku.

Bioma Taiga

Daerah bioma taiga terdapat di belahan bumi utara dan di pegunungan daerah topis.  Salah satu ciri bioma tiga adalah perbedaan antara musim panas dan musim dingin sangat mencolok.

Pada saat musim panas temperatur udara sangat tinggi sehingga lingkungan menjadi sangat panas. Sebaliknya, jika musim dingin, temperature udara sangat rendah sehingga lingkungan menjadi dingin.

Biasanya bioma taiga tersusun atas satu spesies khas seperti pinus atau konifer. Hewan khas yang berada pada bioma ini adalah beruang hitam.

Jenis Tumbuhan Vegetasi Bioma Taiga umumnya berupa tumbuhan konifer, misalnya: picea, alnus, betula, dan juniperus.

Jenis hewan Bioma Taiga, misalnya moose, beruang hitam, ajag, dan marten.

Ciri- Ciri Bioma Taiga

1). Tumbuhan atau Pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya konifer, spruce,.alder, dan juniper.

2). Daerah taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi bagian utara.

3). Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri atas satu spesies pohon.

4). Masa pertumbuhan flora dan musim panas berlangsung antara 3.sampai 6 bulan. Temperature pada musim dingin sangat rendah.

Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim kontinen sedang dengan musim dingin yang keras, seperti di ujung selatan Benua Amerika, Amerika Serikat bagian Timur, kepulauan Inggris, dan Australia.

Jumlah tumbuhan di bioma hutan gugur jumlahnya sedikit dan tidak terlalu rapat. Pohon-pohon yang dominan adalah pohon -pohon yang berdaun lebar yang menggugurkan daunnya pada musim dingin ketika temperatur terlalu rendah untuk melakukan fotosintesis.

Pada temperature rendah akan kehilangan air melalui transpirasi, sementara tidak dengan mudah digantikan dari tanah yang beku.

Jenis Tumbuhan Vegetasi bioma hutan gugur yaitu tumbuhan tropis yang dapat beradaptasi dengan musim dan tumbuhan yang tumbuhnya tidak terlalu rapat.

Jenis hewan bioma hutan gugur, seperti serigala, rusa, beruang, rubah, bajing, dan burung pelatuk.

Ciri-ciri hutan gugur yang khas di daerah yang beriklim sedang, yaitu sebagai berikut.

1). Curah hujan cukup merata sepanjang tahun yaitu antara 75 – 100 cm per tahun disertai dengn musim dingin dan musim panas.

2). Musim yang mendahului musim dingin disebut musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan yang menahun pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim mati pada musim dingin, yang ada tinggal bijinya.

3). Perbedaan hutan gugur dan hutan basah, yaitu dalam kepadatan pohonnya. Untuk hutan gugur pohon-pohonnya tidak terlalu rapat dan jumlah spesiesnya sedikit.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” ===============”,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Bioma Ekosistem Darat, Pengertian Bioma, Contoh Bioma, Bioma Padang Rumput, Ciri Bioma Padang Rumput, Contoh Tumubuhan Bioma Padang Rumput, Contoh Flora Bioma Padang Rumput, Contoh Jenis Hewan Bioma Padang Rumput, Contoh Fauna Bioma Padang Rumput, Iklim bioma padang rumput, Daerah padang rumput,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Curah hujan padang rumput, Temperatur Bioma Padang Rumput,  Pengertian Bioma Gurun, Ciri Bioma Gurun, Hewan Bioma Gurun, Tumbuhan Bioma Gurun, Contoh Flora Bioma Gurun, Contoh Fauna Bioma Gurun, Daerah Bioma Gurun, Curah hujan Bioma Gurun, Temperatur Bioma Gurun,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fauna Flora  Bioma Gurun, Pengertian Bioma Hutan Basah, Contoh Bioma Hutan Basah, Ciri Bioma Hutan Basah, Hewan Bioma Hutan Basah, Tumbuhan Bioma Hutan Basah, Iklim Bioma Hutan Basah, Daerah Bioma Hutan Basah, Temperatur Bioma Hutan Basah, intensitas cahaya bioma hutan basah, Fauna Flora  Bioma Hutan Basah, Pengertian Bioma Tundra, Ciri Bioma Tundra,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Bioma Tundra, Hewan Bioma Tundra, Tumbuhan Bioma Tundra, Iklim Bioma Tundra, Temperatur Bioma Tundra, Daerah Bioma Tundra,  Pengertian Bioma Taiga, Ciri Bioma Taiga, Hewan Bioma Taiga, Tumbuhan Bioma Taiga, Iklim Bioma Taiga, Temperatur Bioma Taiga, Contoh Bioma Taiga,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Daerah Bioma Taiga, Fauna Flora  Bioma Taiga, Pengertian Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Ciri Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Flora Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Fauna Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Hewan Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Tumbuhan Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest),
  13. Ardra,Biz, 2019, “Curah Hujan Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Iklim Musaim Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest), Temperatur Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest),

Fungsi Jaringan Meristem Tumbuhan.

Pengertian Jaringan Meristem Tumbuhan. Jaringan meristem merupakan kumpulan sel yang selalu aktif membelah. Sel meristem membelah secara mitosis untuk menghasilkan sel baru bagi pertumbuhan dan perkembangan.

Jaringan meristem merupakan jaringan yang tetap bersifat embrional, yaitu memiliki kemampuan untuk terus membelah diri tak terbatas. Sel-sel penyusunnya berdinding tipis, penuh dengan protoplasma, dan vakuola relatif kecil.

Berdasarkan asalnya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer adalah jaringan meristem yang sel selnya berkembang dari sel- sel embrional. Oleh karena itu, meristem primer merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio, misalnya, ujung akar, ujung batang, dan kuncup yang menyebabkan pertumbuhan primer.

Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi, tetapi aktif membelah (bersifat meristematis), misalnya kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.

Struktur Sifat Ciri Jaringan Meristem Tumbuhan

Jaringan meristem mempunyai sifat atau ciri  antara lain, terdiri atas sel- sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan. Pada jaringan meristem, biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel.

Sel-sel meristem berbentuk bulat, lonjong atau poligonal dengan dinding sel yang tipis. Masing-masing selnya mengandung banyak sitoplasma dan mengandung satu atau lebih inti sel. Vakuola sel pada sel-sel meristem sangat kecil dan kadang-kadang tidak ada.

Letak Jaringan Meristem,

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi Meristem Ujung, meristem interkalar dan meristem lateral.

Jenis Jaringan Meristem Ujung Apikal, Interkalar, Lateral Pada Tumbuhan
Jenis Jaringan Meristem Ujung Apikal, Interkalar, Lateral Pada Tumbuhan

Meristem Ujung (Apikal)

Meristem ujung atau biasa disebut dengan meristem apikal adalah jaringan muda yang terbentuk dari sel- sel initial yang berada pada ujung- ujung dari organ atau alat tumbuhan. Dengan adanya meristem ini, tumbuhan dapat tumbuh yang ditunjukkan dengan bertambah tinggi dan panjang.

Meristem pada ujung akar disebut meristem ujung akar, sedangkan meristem yang terletak di ujung batang disebut meristem pucuk.

Secara keseluruhan Aktivitas meristem ujung akan menyebabkan pemanjangan pada akar dan batang, pembentukan cabang batang dan akar, serta pembentukan organ reproduksi (yaitu organ bunga).

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer dan semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

Menurut Hanstein, pada bagian ujung akar, Meristem dibagi menjadi tiga daerah, yaitu dermatogen, periblem, plerom

Zona Meristem dermatogen, periblem, plerom, Menurut Hanstein
Zona Meristem dermatogen, periblem, plerom, Menurut Hanstein

1). dermatogen terletak pada bagian terluar dari ujung akar. Dermatogen ini yang akan berkembang menjadi epidermis;

2). periblem terletak setelah dermatogen, antara plerom dan dermatogen. Periblem akan berkembang menjadi korteks;

3). plerom terletak di bagian tengah pada ujung akar. Plerom akan berkembang menjadi stele.

Meristem pada ujung batang menurut Schmidt dibagi menjadi dua bagian yaitu korpus dan tunika.

1). Korpus

Bagian ini merupakan bagian pusat dari titik tumbuh, yang memiliki area yang luas dan sel-selnya relatif besar. Sel-sel pada bagian korpus ini akan membelah secara tak beraturan.

2). Tunika

Bagian ini merupakan bagian paling luar dari titik tumbuh. Tunika terdiri atas satu atau beberapa lapis sel, dengan sel-sel yang relatif kecil dan mengalami pembelahan ke samping (ke arah lateral).

Meristem Samping (Lateral)

Meristem lateral merupakan jaringan muda yang terbentuk oleh sel sel initial yang terletak antara bagian alat- alat tumbuhan yaitu antara jaringan jaringan dewasa. Lapisan jaringan meristem ditemukan pada batang.

Jaringan meristem lateral ini merupakan sel kambium yang membentuk pembuluh batang, terkadang disebut juga vascular cambium (cambium pembuluh). Kambium merupakan lapisan sel bersifat meristematis (sel yang terus membelah) yang berfungsi dalam memperbesar batang tumbuhan.

Dengan adanya aktivitas meristem ini, tumbuhan akan mengalami penambahan besar ke samping. Aktivitas meristem lateral ini akan menyebabkan batang dan akar bertambah diameternya.

Contoh Meristem Lateral Tumbuhan, Pada umumnya Meristem lateral terdapat pada tumbuhan dikotil, seperti pohon jati, mangga, dan rambutan.

c). Meristem Interkalar

Meristem interkalar (intercalary meristem) atau meristem antara, terdapat di antara ruas- ruas batang. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem interkalar menyebabkan pertambahan panjang pada ruas- ruas batang.

Jaringan yang terbentuk oleh meristem interkalar ini serupa dengan jaringan yang berasal dari meristem apikal, sehingga digolongkan ke dalam jaringan primer.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.

Promeristem

Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contoh promeristem adalah pada lembaga biji tumbuhan.

Meristem Primer

Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari sel- sel initial yang disebut promeristem. Berdasarkan teori dari Haberlandt, promeristem akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Meristem primer terletak pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan.

Protoderm akan berdeferensiasi menjadi jaringan epidermis. Protoderma merupakan asal- usul jaringan kulit (epidermis).

Prokambium akan berdeferensiasi menjadi system jaringan pengangkut. Prokambium merupakan bagian yang  akan membentuk jaringan ikat pembuluh primer (xilem primer dan floem primer) dan kambium.

Sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar). Meristem dasar merupakan bagian yang akan membentuk jaringan dasar (parenkim) tumbuhan.

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

Meristem Sekunder

Meristem ini berasal dari jaringan dewasa dan selanjutnya berubah menjadi meristematis. Sel- sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma yang di bagian tengahnya terdapat vakuola. Contohnya, kambium dan kambium gabus.

Kambium dijumpai di dalam batang dan akar dari tumbuhan golongan dikotil dan Gymnospermae, serta beberapa tumbuhan dari golongan monokotil (seperti Agave, Aloe, Jucca, dan Draceana).

Kambium gabus terdapat pada kulit batang tumbuhan dan dapat membentuk jaringan gabus yang sukar dilalui air.

Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder.

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.

Jaringan kambium ditemukan pada batang tumbuhan anggota kelas Dicotyledoneae. Sementara itu, tumbuhan kelas Monocotyledoneae tidak memiliki jaringan cambium (meristem sekunder) sehingga batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. ==================
  8. Ardra.Biz, 2019, Jaringan Meristem Tumbuhan, Pengertian Jaringan Meristem, Fungsi Jaringan meristem, Jaringan tumbuhan selalu aktif membelah, Pengertian jaringan embryonal, struktur jaringan meristem, Jenis Jaringan Meristem,  Pengertian meristem primer, Pengertian meristem, sekunder, Contoh Jaringan Meristem primer,
  9. Ardra.Biz, 2019, ‘Gambar jaringan meristem, Fungsi meristem primer, Pengertian Meristem sekunder, Contoh jaringan meristem sekunder, Fungsi jaringan meristem sekunder, Pengertian jaringan dewasa terdiferensiasi, Contoh jaringan bersifat meristematic, Struktur Sifat Ciri Jaringan Meristem,  Sel meristem, Letak Jaringan Meristem,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Meristem Ujung, Pengertian meristem interkalar, Pengertian meristem lateral, Contoh Gambar Meristem Ujung, Contoh Gambar meristem interkalar, Caantoh Gambar meristem lateral, Fungsi Meristem Ujung, Fungsi meristem interkalar, Fungsi meristem lateral, Ciri Meristem Ujung, Ciri meristem interkalar,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Ciri meristem lateral, Pengertian Meristem Apikal, Fungsi Meristem Apikal, Pengertian jaringan muda, Contoh gambar jaringan meristem apical, Pengertian meristem ujung akar, jaringan meristem pucuk,  Fungsi meristem ujung akar, Fungsi jaringan meristem pucuk, Akibat aktivitas meristem ujung, akibat aktivitas meristem apical, akibat aktivitas meristem pucuk,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Jaringan Ujung Akar Meristem Menurut Hanstein, Jenis meristem ujung akar, pengertian dermatogen, pengertian periblem, pengertian plerom, Fungsi dermatogen, Fungsi periblem, Fungsi plerom, Meristem ujung batang menurut Schmidt,  pengertian korpus, pengertian tunika, Gambar korpus, gambar tunika, fungsi korpus, fungsi tunika,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Meristem Samping (Lateral), Kandungan Jaringan meristem lateral, Fungsi sel cambium, Fungsi vascular cambium, fungsi vascular cambium, fungsi cambium pembuluh, Akibat  Aktivitas meristem lateral, Contoh Meristem Lateral Tumbuhan, Fungsi Meristem lateral, Pengertian Meristem Interkalar,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Meristem interkalar, Pengertian intercalary meristem, Fungsi meristem antara,  Pengertian promeristem, Pengertian jaringan meristem primer, Pengertian jaringan meristem sekunder. Pengertian Promeristem, Fungsi Promeristem, Contoh promeristem,  Meristem Primer, Teori Meristem primer Haberlandt,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi protoderm, Fungsi prokambium, Fungsi meristem dasar, Asal- usul jaringan kulit (epidermis), Fungsi Prokambium, Pengertian Prokambium, Pengertian meristem dasar, system jaringan pengangkutm, Fungsi meristem dasar, Meristem Sekunder, Letak Kambium, Contoh tumbuhan berkambium,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Letak cambium gabus, fungsi cambium gabus, contoh tumbuhan cambium gabus, Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan  pembentuk xilem sekunder, arah xylem sekunder, arah floem sekunder, Pembentuk floem sekunder,
  17. Ardra.Bzi, 2019, “Pertumbuhan akibat aktivitas jaringan meristem sekunder, Pengertian pertumbuhan sekunder, Jaringan cambium, tumbuhan jaringan cambium,

Metabolisme Protein dan Lemak Tubuh

Pengertian Metabolisme Protein. Jika tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak, maka sebagai penggantinya, protein akan dioksidasi untuk menghasilkan energi. Setiap satu gram protein akan menghasilkan empat kilo kalori energi.

Fungsi Enzim Protease Pada Metabolisme Protein

Pembongkaran protein menjadi asam amino memerlukan bantuan dari enzim protease dan air untuk melakukan proses hidrolisis pada ikatan- ikatan peptida.

Hidrolisis juga dapat terjadi, jika protein dipanaskan, diberi basa, atau diberi asam.

Jenis Asam Amino

Asam amino dapat dikelompokkan menjadi asam amino esensial dan asam amino nonesensial.

Asam Amino Esensial

Asam amino esensial atau asam amino utama adalah asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh dan harus didatangkan dari luar tubuh manusia karena sel-sel tubuh manusia tidak dapat mensintesis sendiri. Asam amino esensial hanya dapat disintesis oleh sel-sel tumbuhan.

Contoh Asam Amino

Contoh asam amino esensial, adalah leusin, lisin, histidin, arginin, valin, treonin, fenilalanin, triptofan, isoleusin, dan metionin.

Asam Amino Nonesensial

Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh manusia.

Contoh Asam Amino Nonesensial

Contoh Asam amino nonesensial adalah: tirosin, glisin, alanin, dan prolin.

Metabolisme Katabolisme Protein

Sebelum Protein dapat digunakan sebagai sumber energi, maka protein tersebut harus dipecah berdasarkan asam amino pembentuknya. Asam amino- asam amino diurai  oleh enzim sehingga gugus karboksil (–COOH) dari asam amino tersebut dapat menjadi asam piruvat, asetil KoA, atau langsung masuk dalam siklus Krebs.

Namun Sebelumnya, gugus amin (–NH2) dari asam amino tersebut dipisahkan untuk kemudian diubah menjadi amoniak (NH3) dan dikeluarkan melalui urine.

Mekanisme  Metabolisme Katabolisme Protein

Asam amino dapat dimanfaat menjadi energi ATP yang dibutuhkan tubuh melalui tiga jalur katabolisme protein yang berbeda seperti berikut:

Katabolisme Protein – Asam Amino – Asam Piruvat

Jalur katabolisme protein yang pertama diawali dengan konversi asam amino menjadi asam piruvat. Kemudian asam amino dirubah lagi menjadi asetil Ko-A. Dan yang Terakhir asetil Ko-A memasuki siklus Krebs untuk mendapatkan energi ATP.

Katabolisme Protein – Asetil Ko-A – Siklus Krebs

Jalur katabolisme protein yang kedua adalah asam amino dimanfaatkan melalui pembentukan Asetil Ko-A terlebih dahulu. Kemudian asetil Ko-A memasuki siklus Krebs untuk pembentukan energinya.

Katabolisme Protein – Siklus Krebs

Jalur katabolisme protein ketiga adalah asam amino dimanfaatkan dengan cara langsung memasiki siklus Krebs untuk menghasilkan energi ATP.

Ketiga jalur Katabolisme protein dapat dilihat pada gambar berikut.

Metabolisme Katabolisme Protein dan Asam Lemak Tubuh.png
Gambar Metabolisme – Katabolisme Protein dan Asam Lemak Tubuh

Metabolisme Katabolisme Lemak

Lipid atau yang umum disebut dengan lemak terdapat dalam semua bagian tubuh manusia terutama dalam otak. Lipid (lemak) memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses metabolisme secara umum.

Lipid terdapat sebagai bagian dari makanan hewan merupakan campuran lipid yang sederhana (terpena dan steorida) dan yang kompleks (triasilgliserol, fosfolipid, sfingolipid, dan lilin) berasal dari tanaman maupun jaringan hewan.

Tahap Metabolisme Katabolisme Lemak

Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Namun Sebelum digunakan, sel akan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol, kemudian gliserol diubah menjadi 3 fosfogliseraldehid dan memasuki jalur glikolisis.

Mekanisme Katabolisme Lemak secara sederhana dapat dilihat pada gambar berikut.

Metabolisme Katabolisme Asam Lemak Tubuh
Metabolisme Katabolisme Asam Lemak Tubuh

Fungsi Enzim Lipase Pada Katabolisme Lemak

Dalam mulut dan lambung, lipid tadi belum mengalami pemecahan yang berarti. Setelah berada dalam intestin, lipid kompleks terutama triasilgliserolnya dihidrolisis oleh lipase menjadi asam lemak bebas, gliserol dan sisa.

Enzim lipase diaktifkan oleh hormon epineprin. Enzim ini dibantu oleh garam asam empedu (terutama asam kholat dan taurokholat) yang disekresikan oleh hati.

Fungsi Garam Asam Empedu Pada Katabolisme Lemak

Fungsi garam asam empedu adalah unttuk mengemulsi makanan berlemak sehingga terbentuklah emulsi partikel lipid yang sangat kecil.

Metabolisme Gliserol

Metabolisme gliserol memiliki cara sama dengan metabolisme karbohidrat, yaitu melalui glikolisis. Gliserol akan diubah menjadi senyawa fosfogliseraldehid (atau G3P) (atau glyceraldehyde phosphate) agar dapat memasuki reaksi glikolisis. Pada Proses glikolisis terjadi pembentukan senyawa asam piruvat.

Asam piruvat sebagai hasil akhir metabolisme gliserol, dan asetil Ko-A bersama- sama akhirnya memasuki siklus asam trikarboksilat yang merupakan langkah terakhir dari metabolisme dalam tubuh.

Metabolisme Asam Lemak

Sedangkan Untuk metabolisma lemak atau asam lemak diperlukan suatu ko-enzim A yang berfungsi memutuskan atau memecahkan dua bagian atom C (karbon)nya untuk membentuk asetil Ko-A.

Asam lemak akan memasuki siklus Krebs setelah diubah menjadi asetil Co-A melalui reaksi beta-oksidasi.

Karena pemutusan rantai karbonnya terjadi pada karbon (C) kedua pada mata rantai asam lemak, maka reaksinya dinamakan beta oksidasi.

Beta Oksidasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berulang- ulang sehingga semua atom karbon (C) pada rantai lemak berubah menjadi asetil Ko-A.

Asetil Ko-A juga dapat diubah kembali menjadi asam lemak sehingga reaksi beta oksidasi disebut pula sebagai reaksi reversible (yang dapat di balik).

Oksigen yang diperlukan tubuh lebih banyak pada proses oksidasi lemak untuk menghasilkan energi dibandingkan dengan proses oksidasi karbohidrat.

Hal ini dimungkinkan karena perbandingan C : H : O molekul lemak jauh lebih besar dibandingkan dengan molekul karbohidrat. Misalnya, perbandingan C : H : O pada molekul tristearin adalah 57 : 110 : 6,

Sedangkan molekul glukosa juga memiliki enam atom oksigen, tetapi perbandingan C : H : O pada glukosa jauh lebih rendah, yaitu 6 : 12 : 6.

Perbedaan ini mengakibatkan nilai pembakaran yang jauh berbeda. Satu gram lemak menghasilkan 9,3 kalori, sedangkan satu gram karbohidrat hanya menghasilkan 4,1 kalori saja.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Metabolisme Protein dan Lemak Pada Tubuh,  Pengertian Metabolisme Protein, Jumlah Kalori Hasil Metabolisme Protein, Enzim metabolisme protein, Fungsi enzim protease, Hidrolisis protein, Fungsi hidrolisis pada metabolisme protein, Pengertian asam amino esensial, Pengertian asam amino utama, Contoh asam amino esensial,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Asam amino nonesensial, Contoh Asam amino nonesensial, Tahap Metabolisme Protein, Gambar tahapan metabolisme protein, Produk yang dihasilkan dari metabolisme protein,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Enzim Ko-A pada metabilisme protein, Jumlah energi ATP metabolisme protein, Fungsi Siklus Krebs pada metabolisme protein, Pengertian Metabolisme Asam Lemak, Fungsi lemak pada tubuh, Contoh Lemak sederhana, contoh lemak kompolek, Tahap metabolisme lemak,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi glikolisis pada metabolisme lemak, Gambar tahapan metabolisme lemak, Enzim metabolisme lemak, Fungsi enzim lipase, reaksi hidrolisis asam lemak, Fungsi garam asam empedu pada metabolisme lemak, Fungsi hormone epineprin, Fungsi asam kholat dan taurokholat,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh garam asam empedu, Metabilisme gliserol, fungsi metabolisme gliserol, Fungsi enzim Ko-A pada metabolisme asam lemak, Fungsi siklus Krebs metabolisme asam lemak, Pengertian beta oksidasi, Contoh reaksi beta oksidasi, Fungsi beta oksidasi, reaksi reversible beta oksidasi, siklus asam trikarboksilat, produk metabolisme asam lemak,

Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel. Sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar dari suatu makhluk hidup. Secara struktural, sel dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Penamaan eukariot dan prokariot ini didasari oleh ada tidaknya membran pada nukleus.

Organisme yang tidak memiliki membran nucleus disebut organisme prokariot, sedangkan organisme yang memiliki membran nucleus disebut organisme eukariot.

Kata prokariot berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro dan karyon. Pro artinya sebelum dan karyon artinya inti sel. Demikian pula istilah eukariot berasal dari kata eu dan karyon. Eu artinya sebenarnya dan karyon artinya inti sel.

Pada sel eukariotik yang memiliki membran nukleus, cairan dalam intinya (nukleoplasma) terpisah dengan cairan yang berada di luar nukleus (sitoplasma).

Fungsi Struktur Susunan Sel
Fungsi Struktur Susunan Sel

Membran Plasma-Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 1×109 m). Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapis lapis.

Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol.

Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar.

Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis.

Protein membrane sel dibedakan menjadi Protein Ekstrinsik (Perifer) dan Protein Intrinsik (Integral).

Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.

Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.

Sifat hidrofilik pada kedua sisi membran plasma menyebabkan membran plasma bersifat selektif permeabel sehingga ada molekul-molekul yang hanya dapat melewati membran dari luar ke dalam sel, atau hanya dapat melewati membran dari dalam ke luar sel saja. Namun, ada pula molekul yang dapat melewati membran dari dalam ke luar sel maupun sebaliknya.

Jadi Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.

Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid.

Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Fungsi Membran Sel Membran Plasma

Membran sel memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah sebagai pelindung sel, mengendalikan pertukaran zat, dan tempat berlangsunya reaksi kimia.

Fungsi utama membran plasma, yaitu sebagai pengatur lalu lintas berbagai zat yang keluar dan zat yang masuk dari dan ke dalam sel secara selektif permeabel.

Membran plasma berfungsi juga sebagai pembatas yang memisahkan bagiam dalam sel dengan cairan ekstraseluler yang mengelilinginya untuk memelihara homeostatis sehingga dapat melindungi sel.

Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan organel terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Nukleus dibatasi oleh dua lapisan membran yang disebut membrane inti.

Membran inti memiliki fungsi sebagai pelindung inti sel dan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma. Inti sel memiliki bagian-bagian di dalamnya, seperti berikut ini.

Fungsi Nukleus

Nukleus merupakan organel sel yang berfungsi mengendalikan atau mengatur seluruh aktivitas yang terjadi di dalam sel.

Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti)

Nukleoplsma adalah plasma yang terdapat di dalam nucleus. Nukleoplasma atau Cairan inti merupakan suatu cairan kental berbentuk jeli. Cairan inti ini mengandung senyawa kimia yang sangat kompleks.

Nukeloplasma tersusun dari asam inti yaitu DNA dan RNA, Protein inti yaitu nucleoprotein, dan enzim. Di dalam nukleoplama terdapat benang benang kromatin.

Anak Inti (Nukleolus)

Nukleolus atau Anak inti adalah suatu struktur berbentuk bulat yang tersusun atas filamen-filamen dan butiran-butiran. Nukleolus berukuran antara 3 – 5 milimikron.. Secara kimiawi, anak inti mengandung DNA, RNA, dan protein. Nukleolus berperan dalam pembentukan RNA ribosom.

Kromatin

Kromatin adalah struktur berupa benang- benang halus yang mengandung DNA (deoxyribonucleic acid) yang terikat pada protein dasar yang disebut Histon. DNA merupakan bahan atau substansi genetik dari suatu organisme. Pada saat pembelahan sel, kromatin akan memendek dan melingkar membentuk kromosom.

Sitoplasma

Sel memiliki suatu cairan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Cairan tersebut dinamakan dengan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan koloid kompleks tempat terletaknya organel- organel sel dan substansi sel yang tidak hidup.

Di dalam sitoplasma terlarut molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di sitoplasma.

Di dalam sitoplasma berlangsung beberapa proses metabolisme sel, seperti sintesis protein dan respirasi sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel- organel, seperti mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol.

Organel Sel

Organel sel terdapat di dalam sitoplasma diantaranya adalah mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol

Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membrane di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Retikulum endoplasma tersusun dari lipoprotein.

Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.

Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. Ribosom merupakan tempat sintesis protein.

Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula.

Retikulum Endoplasma Halus (REH)

Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.

Fungsi retikulum endoplasma antara lain:

Penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma, berfungsi sebagai Transport protein yang disintesis dalam ribosom; dan Biosintesis  fosfolipid, glikolipid, dan sterol.

Ribosom

Ribosom tersusun dari RNA (tRNA) dan protein. Ribosom merupakan butiran halus yang tersebar dalam sitoplasma atau melekat pada reticulum endoplasma kasar. Fungsi ribosom adalah untuk sintesis protein.

Lisosom

Lososom merupakan organel berbentuk kantong yang terbungkus oleh selapis membrane. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Lososom banyak terdapat pada sel sel yang melakukan fagositosis, seperti leukosit, monosit, dan limfosit. Fungsi lisosom adalah mencerna materi yang diambil secara endositosis. Menghancurkam selnya sendiri dengan melepaskan semua isi lisosom dalam sel (autolisis). Menghancurkan organel sel yang sudah tidak berfungsi lagi (autofage).

Sentrosom

Sentrosom adalah suatu daerah yang agak padat di dalam protoplasma, terletak di dekat inti sel. Di bagian tengah sentrosom terdapat dua buah benda kecil seperti titik, berbentuk tongkat, atau benda-benda seperti huruf V yang disebut sentriol. Fungsi memegang peranan penting dalam pembelahan sel.

Mitokondria

Mitokondria merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria

Mitokondria disusun oleh bahan- bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan pada membran luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukan- lekukan ke dalam yang disebut krista. Lekukan- lekukan ini akan memperluas bidang permukaannya.

Krista berfungsi dalam penyerapan oksigen untuk respirasi. Proses respirasi akan menghasilkan energi. Mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai tempat pengahasil energi.

Di dalam krista terdapat enzim untuk sistem transmite electron yang sangat penting dalam mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang disimpan di dalam ATP.

ATP sebagai bahan bakar yang merupakan sumber energi untuk melakukan proses kegiatan pada  makhluk  hidup.

Plastida

Salah satu organel yang khas pada tumbuhan adalah plastida. Plastida merupakan organel menyerupai kantung yang dibatasi oleh dua lapis membran. Plastida terdapat beberapa macam, yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

Kloroplas

Kloroplas memiliki pigmen- pigmen fotosintesis, di antaranya klorofil (zat hijau daun) dan karotenoid (zat warna kuning atau oranye). Pigmen pigmen tersebut berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu sebagai penangkap gelombang cahaya.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas

Klorofil beserta enzim- enzim yang berperan dalam reaksi terang (satu dari dua reaksi pada fotosintesis) berada di dalam struktur membran yang disebut grana (tunggal: granum). Granum terbentuk dari tilakoid, yang merupakan kantung- kantung pipih yang bertumpuk.

Sementara itu, stroma adalah matriks cairan di bagian luar sistem membran grana. Pada stroma terdapat enzim-enzim yang berperan dalam reaksi gelap pada fotosintesis.

Kromoplas

Kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen warna selain hijau. Biasanya kromoplas berwarna kuning, merah, oranye, atau cokelat.

Sejauh ini, masih belum ditemukan fungsi yang pasti dari kromoplas, terutama pada tanaman tinggi. Diperkirakan, kromoplas yang banyak terdapat di bunga dapat menarik serangga untuk mendatangi bunga dan menyerbukinya.

Sementara itu pada tumbuhan rendah, seperti alga, pigmen pada kromoplas berfungsi sebagai pigmen fotosintetik.

Leukoplas

Leukoplas merupakan plastida yang tidak memiliki zat warna. Berbeda dengan dua tipe plastida yang lain, leukoplas tidak menyimpan pigmen, tetapi menyimpan bahan-bahan makanan cadangan.

Umumnya, berupa pati (karbohidrat) atau minyak. Leukoplas banyak terdapat di bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya, seperti akar dan umbi.

Vakuola.

Vakuola merupakan organel yang terdapat di tumbuhan. Vakuola berisi air yang mengandung berbagai mineral, gula, asam- asam organik dan bahan- bahan lain. Sel sel muda memiliki beberapa vakuola yang berukuran kecil.

Namun, pada sel dewasa satu vakuola yang berukuran besar terkadang mendominasi sel. Pada umumnya, sel- sel hewan tidak memiliki vakuola. Akan tetapi, protozoa dapat membentuk vakuola makanan, tempat makanan diperoleh dan dicerna. Sisa makanan ditampung dalam vakuola kontraktil untuk dibuang.

Dinding Sel

Salah satu struktur yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berada di bagian luar membran sel. Ketika sel menyerap air, dinding sel berfungsi mencegah sel menggembung melewati batas maksimum.

Umumnya dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan lamela tengah yang dapat terisi oleh zat- zat penguat seperti lignin, kitin, pektin, suberin, dan lain-lain.

Tidak seperti membran sel, dinding sel memiliki pori yang dapat melewatkan berbagai jenis zat. Pada beberapa jenis tumbuhan dewasa, selnya membentuk dinding sekunder.

Selain itu, pada dinding sel tumbuhan kadang- kadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada noktah atau pit sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut plasmodesma yang berfungsi menghubungkan sel satu dengan yang lain.

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah pipa- pipa yang panjang dan halus yang telah ditemukan pada berbagai jenis sel, baik tumbuh- tumbuhan maupun hewan. Mikrotubulus terdiri dari protein.

Fungsi Mikrotubulus untuk mempertahankan bentuk sel hewan dan mengarahkan gerakan komponen- komponen sel, selain itu juga membantu dalam pembelahan sel mitosis.

Badan Golgi

Badan golgi terdiri dari suatu jaringan tak teratur dari benda- benda seperti batang, bulat, atau berbutir- butir pada sel- sel hewan, yang sering terpusat di sekitar nucleus.

Badan golgi banyak terdapat pada sel -sel kelenjar dan saraf, tetapi hanya sedikit pada sel -sel otot.

Fungsi badan golgi adalah untuk ekskresi sel, pembentukan dinding sel, dan pembentukan lisosom.

Secara garis besar, perbedaan antara struktur hewan dengan tumbuhan bisa dilihat pada Tabel berikut.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Struktur dan Fungsi Sel, Beda sel prokariotik dan sel eukariotik, Fungsi eukariot, Fungsi prokariot, Contoh Organisme tidak punya membran nucleus, Fungsi Membran Plasma, Susunan Struktur Membran Sel, Ukuran Membran sel, Fungsi Struktur plasmalemma pada sel,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Bahan penyusun membran sel, Jenis Protein membrane sel, Protein Ekstrinsik (Perifer), Protein Intrinsik (Integral), Pengertian Membran Sel selektif permeable, Yang menyebabkan membran selektif permeable, Fungsi Protein Ekstrinsik (Perifer), Fungsi Protein Intrinsik (Integral),Pengertian Sifat Hidrofilik Hidrofobik Fosfolipid, Fungsi Membran Sel Membran Plasma, cairan ekstraseluler,
  9. Ardra.Biz, 2019, “homeostatis, Fungsi Inti Sel (Nukleus), Ukuran inti sel  Nukleus, Fungsi membrane inti, Susunan Struktur Inti Sel, Fungsi Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti), Penyusun Nukleoplasma, Anak Inti (Nukleolus), ukuran Nukleolus atau Anak inti, Penyusun Anak Inti, Kandungan anak inti,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Kromatin, Fungsi Kromatin, Struktur Penyusun kromatin, Pengertian Histon kromatin, Pengertian Sitoplasma, Fungsi sitoplasma, Struktur penyusun sitoplasma, kandungan sitoplasma, Pengertian sitosol, Fungsi sitosol, Pengertian Organel Sel, Contoh Organel sel, Retikulum Endoplasma (RE), Fungsi Retikulum endoplasma,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Susunan Retikulum Endoplasma, Jenis Retikulum Endoplasma, Fungsi retikulum endoplasma kasar, Fungsi retikulum endoplasma halus, Pengertian Retikulum Endoplasma Kasar (REK), Fungsi  vesikula, Pengertian Retikulum Endoplasma Halus (REH), Enzim Retikulum Endoplasma, Fungsi Ribosom,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Susunan Ribosom,  Fungsi Lisosom, Struktur susunan lisosom, Kandungan lisosom, Pengertian endositosis autolisis autofage, Pengertian Sentrosom, Fungsi sentrosom, penyusun sentrosom, Fungsi Mitokondria, Struktur penyusun Mitokondria, ukuran mitokrondria,
  13. Ardra.Biz, 2019, “kandungan mitokrondria, Fungsi krista mitokrondria, enzim sistem transmite electron, Pengertian Plastida,  fungsi plastida, Jenis Plastida, Fungsi kloroplas, Fungsi kromoplas, Fungsi  leukoplas, Penyusun Kloroplas, Fungsi klorofil zat hijau daun, Fungsi karotenoid (zat warna kuning atau oranye), Fungsi pigmen- pigmen kloroplas,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Fungsi grana, Penyusun Granum, Fungsi tilakoid, Fungsi Granum, Fungsi stroma, Pengertian dan Fungsi Stroma, Pengertian Fungsi Kromoplas, Warna kromoplas, Pengertian dan Fungsi Leukoplas, Kandungan leukoplas, penyususn Leukoplas, Pengertian dan Fnngsi Vakuola, Kandungan Penyusun Vakuola, Pengertian dan Fungsi Dinding Sel,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Struktur penyusun dinding sel, kandungan dinding sel, Fungsi noktah pada dinding sel, Fungsi plasmodesma, Fungsi Mikrotubulus, Fungsi Badan Golgi,

Fermentasi Alkohol dan Asam Laktat

Pengertian Respirasi Anaerob. Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen.

Respirasi anaerob juga menggunakan glukosa sebagai substrat. Respirasi anaerob sering disebut juga fermentasi.

Pada fermentasi, glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH, dan terbentuk 2 ATP. Tetapi, fermentasi tidak bereaksi secara sempurna memecah glukosa menjadi karbon dioksida dan air, serta ATP yang dihasilkan pun tidak sebesar ATP yang dihasilkan dari glikolisis.

Contoh Mahkluk Hidup Yang Melakukan Fermentasi (Respirasi Anaerob)

Organisme yang melakukan fermentasi di antaranya adalah bakteri dan protista yang hidup di rawa, lumpur, makanan yang diawetkan, atau tempat- tempat lain yang tidak mengandung oksigen.

Beberapa organisme dapat berespirasi menggunakan oksigen, tetapi dapat juga melakukan fermentasi. Organisme seperti ini melakukan fermentasi jika lingkungannya miskin oksigen. Sebagai contoh, sel- sel otot dapat melakukan respirasi anaerob jika kekurangan oksigen.

Sel otot akan melakukan fermentasi asam laktat ketika tubuh membutuhkan energi yang besar dalam waktu singkat namun tubuh kekurangan pasokan oksigen. Seperti ketika seseorang sedang berlari akan membutuhkan energi cukup banyak namum pasokan oksigen kurang.

Pada saat oksigen tidak mencukupi untuk respirasi namun tubuh membutuhkan energi, maka akan terjadi penimbunan asam laktat di dalam sel dan akan menimbulkan kelelahan. Sedangkan proses fermentasi ini hanya menghasilkan energi ATP yang relative kecil. Asam laktat akan terakumulasi dalam otot sehingga otot menjadi kejang.

Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat merupakan salah satu contoh proses respirasi anaerob. Produk akhir fermentasi ini ialah asam laktat yang disebut juga sebagai asam susu. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai  asam laktat atau sebagai asam kelelahan.

Fermentasi asam laktat adalah fermentasi glukosa yang menghasilkan asam laktat. Fermentasi asam laktat dimulai dengan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat, kemudian berlanjut dengan dehidrogenasi yang merubah asam piruvat menjadi asam laktat.

Adapun tahapan reaksi pada glikolisis dan dehidrogenasi pada fermentasi asam laktat adalah sebagai berikut:

Proses Glikolisis

Glukosa –>  Asam Piruvat

C6H12O6  –> 2 C2H3OCOOH + Energi

Proses Dehidrogenasi

Asam Piruvat –> Asam Laktat.

2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 –>2 C2H5OCOOH + 2 NAD

Pada proses fermentasi tidak ada oksigen yang merupakan reseptor terakhir, sehingga asam piruvat langsung diubah menjadi asam laktat.

Kejadian ini berakibat pada elektron yang tidak meneruskan perjalanannya, tidak lagi menerima elektron dari NADH dan FAD. Karena tidak terjadi penyaluran elektron, berarti pula NAD+ dan FAD yang diperlukan dalam siklus krebs juga tidak terbentuk.

Akibatnya, reaksi siklus krebs pun tidak terjadi atau terhenti. Di dalam tubuh sebenarnya Asam laktat merupakan zat kimia yang merugikan, karena bersifat racun atau toksis.

Tahap Fermentasi Respirasi Anaerob Asam Laktak

Gambar berikut menjelaskan tahapan reaksi pada proses respirasi anaerob atau fermentasi pembentukan asam laktak dari glukosa.

Fermentasi Asam Laktat, Respirasi Anaerob
Fermentasi Asam Laktat, Respirasi Anaerob

Fermentasi asam laktat diawali proses glikolisis yang mengkonversi Glukosa menjadi 2 molekul asam piruvat dengan menghasilkan 2 ATP dan 2 NADH. Kemudian NADH diubah kembali menjadi NAD+ saat pembentukan asam laktat dari asam piruvat.

Fermentasi asam laktat tidak menghasilkan CO2, dan tidak ada tahap intermediat pembentuk asetaldehid seperti halnya fermentasi alkohol.

Fermentasi Alkohol

Fermentasi alkohol merupakan jenis fermentasi yang banyak digunakan manusia selama ribuan tahun dalam pengolahan bahan makanan.

Khamir (yeast) merupakan salah satu contoh organisme yang menghasilkan alkohol dan CO2. Khamir banyak digunakan dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol.

Yeast digunakan dalam pembuatan roti. CO2 yang dihasilkan mengakibatkan roti mengembang.

Yeast juga digunakan untuk memfermentasikan gula dalam pembuatan anggur, dalam hal ini dihasilkan etilalkohol.

Fermentasi pembentukan alcohol dari glukosa melibatkan tiga tahap yaitu glikolisis, dekarboksilasi dan dehidogenasi.

Proses Glikolisis Fermentasi

Glukosa –>  Asam Piruvat

C6H12O6  –> 2 C2H3OCOOH + Energi

Dekarboksilasi Asam Piruvat.

Asam Piruvat –> Asetaldehid + Karbon Dioksida.

2 C2H3OCOOH –>  2 CH3CHO + 2 CO2.

Dehidrogenasi Asetaldehid

Asetaldehid –> Alkohol

2 CH3CHO + 2 NADH2 –> 2 C2H5OH + 2 NAD.

Tahap Fermentasi Respirasi Anaerob Alkohol

Gambar berikut menjelaskan tahapan pada proses respirasi anaerob atau fermentasi pembentukan alcohol dari glukosa.

Fermentasi Alkohol, Respirasi Anaerob
Fermentasi Alkohol, Respirasi Anaerob

Fermentasi alcohol diawali dengan proses glikolisis yang pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. Pada proses glikolisis ini, dihasilkan 2 ATP dan 2 NADH.

Selanjutnya asam piruvat diubah menjadi etanol atau etil alkohol melalui dua langkah reaksi. Langkah pertama adalah pembebasan CO2 dari asam piruvat tiga karbon yang kemudian diubah menjadi asetaldehida dua karbon.

Langkah kedua adalah electron dan ion hydrogen ditransfer dari NADH ke asetaldelhid membentuk NAD+ dan alcohol etanol. NAD+ yang terbentuk akan digunakan kembali untuk glikolisis berikutnya.

Dengan terbentuknya NAD+, glikolisis dapat terjadi kembali. Sehingga, asam piruvat selalu tersedia, yang kemudian diubah menjadi energi lagi.

Tanpa suplai NAD+ yang memadai, proses glikolisis pada respirasi anaerob dapat terhenti. Oleh karena itu, organisme yang melakukan respirasi anaerob harus mampu mengoksidasi NADH menjadi NAD+ kembali.

Pada fermentasi ini, energi ATP yang dihasilkan dari satu molekul glukosa hanya dua molekul ATP, berbeda dengan proses respirasi aerob yang mampu mengkorversi satu molekul glukosa menjadi 34 energi ATP.

Fermentasi Asam Cuka

Asam asetat atau asam etanoat atau asam cuka merupakan senyawa kimia asam organic yang umum digunakan masyarakat sebagai pemberi rasa asam maupun aroma pada makanan. Rumus empiris  Asam cuka adalah  C2H4O2. Rumus ini biasa ditulis dalam bentuk CH3–COOH atau CH3COOH.

Fermentasi asam cuka merupakan fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter aceti) dengan substrat etanol.

Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.

C6H12O6 à2 C2H5OH  –> 2 CH3COOH + H2O + 116 kal

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Fermentasi Pada Respirasi Anaerob, Respirasi anaerob, Contoh Respirasi anaerob, Reaksi anaerob karbohidrat, Fermentasi karbohidrat, Produk reaksi fermentasi glokosa, j
  8. Ardra.Biz, 2019, “ jumlah energi ATP fermentasi laktat dan alcohol, jumlah energi ATP hasil glikolisis, Contoh Mahkluk Hidup Yang Melakukan Fermentasi (Respirasi Anaerob), Fermentasi oleh bakteri dan protista, Reaksi Fermentasi pada otot, Produk fermentasi pada otot,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Produk reaksi resipirasi anaerob pada otot, penyebeb kejang otot, Penyebab respirasi anaerob otot, Fermentasi Asam Laktat, Tahap Reaksi Fermentasi asam laktat, Contoh respirasi anaerob,
  10. Ardra.Biz, 2019, “pengertian asam susu, pengertian asam kelelahan, Fungsi respirasi anaerob otot, fungsi dehidrogenasi fermentasi, fungsi asam piruvat, fungsi glokilisis pada fermentasi, reaksi dehidrogenasi fermentasi, Rumus kimia asam piruvat, rumus kimia asam laktat, fungsi NADH pada fermentasi laktat,
  11. Ardra.Biz, 2019, “pengaruh asam laktat pada tubuh, Tahap Fermentasi Respirasi Anaerob Asam Laktak, Gambar tahap fermentasi asam laktat, Fermentasi Alkohol, penngertian fermentasi alcohol, contoh reaksi fermentasi alcohol, jumlah energi ATP fermentasi alcohol, Fungsi Asetaldehid pada fermentasi alcohol,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Dekarboksilasi Asam Piruvat pada Fermentasi Alkohol, Tahap Reaksi Dehidrogenasi Asetaldehid, Tahap Fermentasi Respirasi Anaerob Alkohol, Gambar Tahap Fermentasi Alkohol, Fungsi Acetobacter aceti, Fermentasi Asam Cuka,  Reaksi fermentasi asam cuka, bakteri fermentasi asam cuka, rumus asam cuka, rumus kimia asam asetat,

Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Pengertian Pertumbuhan Tanaman atau Tumbuhan.  Secara harfiah, pertumbuhan diartikan sebagai perubahan yang dapat diketahui atau ditentukan berdasarkan sejumlah ukuran atau kuantitasnya. Pertumbuhan meliputi bertambah besar dan bertambah banyaknya sel- sel pada jaringan.

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya massa dan volume yang sifatnya irreversibel (tidak dapat kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut.

Selama pertumbuhan berlangsung akan terjadi peningkatan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur dan dapat  dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk data angka angka seperti Panjang, lebar, tinggi diukur dalam meter atau centimetre dan massa diukur dalam kilogram.

Kecepatan pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut busur tumbuh atau auksanometer.

Pengertian Perkembangan Tanaman atau Tumbuhan

Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dan diukur secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan secara bersamaan dengan pertumbuhan.

Pertumbuhan pada tanaman atau tumbuhan terutama terjadi pada jaringan meristem yaitu pada ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup. Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai cambium. Sedangkan pada tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi akibat adanya aktivitas kambium.

Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke arah dalam membentuk xilem (kayu), dan tumbuh ke arah luar membentuk floem. Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel.

Diferensiasi dapat diartikan sebagai perubahan sel menjadi bentuk lainnya yang berbeda baik secara fungsi, ukuran, maupun bentuk. Contoh diferensiasi dapat ditemukan pada pembentukan bunga.

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Adapun Tahapan- tahapan pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut:

Perkecambahan

Perkecambahan terjadi karena adanya pertumbuhan dari akar embrionik, batang embrionik, dan daun embrionik. Pertumbuhan akar embrionik menyebabkan radikula atau calon akar tumbuh memanjang. Batang embrionik akan tumbuh membentuk batang, dan  embrionik yaitu plumula  atau calon daun akan tumbuh menjadi daun pertama sempurna.

Adapun Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.

Perkecambahan Epigeal

Pada perkecambahan epigeal, cotyledon berada di atas permukaan tanah. Pertumbuhannya diawali dengan memanjangnya Hipokotil ke arah permukaan tanah. Pertumbuhan hipokotil ini mengakibatkan plumula dan kotiledon terdorong keluar permukaan tanah. Selanjutnya epicotyl tumbuh memanjang bersamaan dengan munculnya daun pertama.

Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael
Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael

Kotiledon berfungsi untuk memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan fotosintesis. Kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk

Contoh perkecambahan epigeal adalah perkecambahan kacang hijau.

Perkecambahan Hipogeal

Pada perkecambahan hypogeal, posisi cotyledon tetap berada dalam tanah. Epicotile tumbuh memanjang ke arah permukaan tanah. Pertumbuhan epicotlie ini mengakibatkan plumula keluar sampai di atas permukaan tanah. Selanjutnya epicotile tumbuh memanjang ke arah atas bersamaan dengan munculnya daun pertama.

Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael
Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael

Pucuk daun pertama akan muncul dengan cara menerobos Epicotile. Sedangkan Biji cotyledon masih tetap berada di dalam tanah. Cotyledon berfungsi untuk memberi sumber makanan kepada kecambah yang sedang tumbuh.

Contoh perkecambahan hypogeal adalah: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum).

Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer adalah Pertumbuhan yang terjadi selama fase embrio sampai perkecambahan.

Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang terjadi akibat adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya aktivitas dari titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.

Struktur embrio terdiri atas batang embrionik yang akan membentuk batang, daun embrionik yang akan tumbuh membentuk daun, dan akar embrionik yang akan tumbuh menjadi akar. Sedangkan kotiledon berfungsi sebagai penyuplai sumber makanan selama belum tumbuh daun.

Struktur Embrionik Pada Biji Tumbuhan
Struktur Embrionik Pada Biji Tumbuhan

Pada biji berkecambah, struktur yang pertama muncul adalah radikula yang merupakan bakal akar primer. Radikula adalah bagian bawah dari hipokotil dan merupakan struktur yang berasal dari akar embrionik. Sedangkan Hipokotil merupakan bakal batang bawah.

Struktur Biji Tumbuhan Pada Tahap Perkecambahan
Struktur Biji Tumbuhan Pada Tahap Perkecambahan

Pada bagian ujung atas, terdapat epikotil, yakni bakal batang atas yang berasal dari batang embrionik. Sedangkan plumula berasal dari daun embrionik yang akan tumbuh menjadi daun pertama.

Pada ujung pucuk dan ujung akar, terdapat jaringan yang bersifat meristematik. Jaringan meristem yang terletak di ujung akar menyebabkan pemanjangan akar.

Ujung akar akan menghasilkan tudung akar. Tudung akar akan menghasilkan lendir yang dapat mempermudah akar menembus tanah.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya aktivitas kambium yang bersifat meristematik kembali.

Ciri Jaringan Meristematik

Ciri-ciri jaringan meristematik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, sitoplasma pekat dan selselnya belum berspesialisasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif sel-sel meristem membelah membentuk sel-sel baru.

Sel- sel baru yang terbentuk itu pada awalnya adalah sama, tetapi setelah dewasa, sel- sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.

Jenis Jaringan Meristem 

Jaringan Meristem Apex

Jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang, yang berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan primer.

Jaringan Meristem Lateral

Jaringan ini berfungsi dalam pembentukan pertumbuhan sekunder. Contoh jaringan meristem lateral adalah cambium. jaringan ini dapat menumbuhkan pertumbuhan lateral atau menambah diameter dari bagian tumbuhan.

Kambium didapatkan pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Contoh cambium yang lain adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dan akar tumbuhan berkayu atau pada bagian tumbuhan yang kena luka.

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder, yang meliputi:

Kambium Gabus (Felogen)

Pertumbuhan felogen menghasilkan jaringan gabus. Jaringan gabus berperan sebagai pelindung, yaitu menggantikan fungsi epidermis yang mati dan terkelupas. Kambium gabus juga merupakan bagian dari jaringan sekunder yang disebut periderm.

Kambium Fasis

Kambium fasis berfungsi membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan berfungsi membentuk floem sekunder ke arah luar. Selain itu, kambium fasis menghasilkan sel- sel hidup yang berderet- deret menurut arah jari- jari dari bagian xilem ke bagian floem yang disebut jari- jari empulur.

Bagian xilem lebih tebal dari pada bagian floem. Hal ini disebabkan oleh kegiatan kambium ke arah dalam lebih besar daripada kegiatan ke arah luar.

Kambium Interfasis

Kambium interfasis Merupakan kambium yang membentuk jari- jari empulur. Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai kambium, tumbuh dengan cara penebalan. Tetapi pada umumnya, pertumbuhan terjadi karena adanya peningkatan jumlah dan ukuran sel.

Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil yang berkayu mengalami aktivitas peningkatan jumlah dan ukuran sel. Bertambahanya sel sel baru yang kecil yang dihasilkan kambium dan meristem apikal, selanjutnya sel- sel ini ukurannya membesar dan kemudian berdifferensiasi.

Pertumbuhan Terminal

Pertumbuhan terminal terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat tiga daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan.

Daerah Pembelahan atau Daerah Meristematik

Zona Meristematik adalah daerah yang paling ujung dan merupakan tempat terbentuknya sel- sel baru. Sel- sel pada zona daerah ini mempunyai inti sel yang relatif besar, berdinding tipis, dan aktif membelah diri.

Sel-sel di daerah pembelahan akan membelah secara mitosis sehingga selnya bertambah banyak.

Daerah Pemanjangan

Zona Daerah Pemanjangan adalah daerah hasil pembelahan sel- sel meristem. Sel- sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga menjadi bagian dari zona daerah perpanjangan.

Ukuran selnya bertambah beberapa puluh kali dibandingkan sel- sel meristematik. Daerah pemanjangan akan membentuk bakal epidermis ke arah luar.

Daerah Diferensiasi

Zona Daerah Diferensiasi adalah zona yang terletak di bawah daerah pemanjangan. Sel sel di daerah ini pada umumnya memiki dinding yang menebal dan beberapa di antaranya mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, dan empulur.

Sedangkan Sel yang lain berdiferensiasi menjadi jaringan parenkim, jaringan penunjang, dan jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan.

Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan.

Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.

Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu factor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan.

Fungsi Hormon Pada Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan.

Terdapat lima kelompok hormon tumbuhan, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan gas etilen. Kelima jenis hormon tersebut memiliki kelebihan dan pengaruh yang berbeda-beda terhadap sel-sel pada jaringan.

Hormon tumbuhan tidak spesifik seperti hormon hewan. Bahkan mungkin tidak ada satu fase pertumbuhan tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh satu jenis hormon. Pengaruh hormon tumbuhan tidak spesifik dan dipengaruhi oleh hormon lain dan molekul lain.

Fungsi Hormon Auksin

Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis.

– merangsang Pembentangan sel

– merangsang Pembelahan sel

– Merangsang pembentukan buah dan bunga

– dapat memicu pembelahan sel dan pemanjangan sel;

– memengaruhi dalam pembentukan pucuk atau tunas baru dan jaringan yang luka.

– merangsang perkembangan buah tanpa biji.

– merangsang pembentukan akar liar yang tumbuh dari batang atau daun pada banyak spesies

Fungsi Hormon Giberelin

Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa peranan, antara lain:

– Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.

– Perkecambahan biji

– mobilisasi cadangan makanan

– Perkembangan bunga dan buah.

– Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.

– Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.

– Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya

– Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi

– Memacu aktivitas kambium

– Menghasilkan buah yang tidak berbiji

– Membantu perkecambahan biji

Fungsi Hormon Sitokinin.

Sitokinin mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

– Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik.

– Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem.

– Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun.

– Menunda penuaan daun.

– Merangsang pembentukan pucuk

– mampu memecah masa istirahat biji (breaking dormancy).

– Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih cepat memanjang

– Mempercepat pelebaran daun

– Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman

– Merangsang aktivitas pembelahan sel

– Membantu perkecambahan biji

Fungsi Asam Absisat

Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:

– Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.

– Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji

– mendorong sintesis protein simpanan.

– Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.

– Mengurangi kecepatan pembelahan

– Mengurangi pemanjangan sel

– Membantu pengguguran bunga

– Menyebabkan dormansi

Fungsi Etilen

Beberapa fungsi Etilen diantaranya adalah

– Mempercepat pemasakan buah

– Mempertebal pertumbuhan batang

– Pengguguran bunga

– memacu perkecambahan biji,

– menebalkan batang,

– mendorong gugurnya daun,

– menghambat pemanjangan batang kecambah. .

– menunda pembungaan,

– menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar,

– menghambat pemanjangan batang kecambah.

Contoh Soal Ujian Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Soal 1. Pertumbuhan suatu tumbuhan dapat dinyatakan dengan hal berikut, kecuali

a). bertambah banyaknya sel-sel

b). sel semakin membesar

c). penambahan substansi sel

d). penambahan panjang sel-sel tubuh

e). merupakan proses bersifat reversibel

Soal 2. Pertumbuhan yang terjadi karena adanya kegiatan titik tumbuh yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang disebut . . .

a). pertumbuhan primer

b). pertumbuhan sekunder

c). kambium fasis

d). kambium interfasis

e). felogen

Soal 3. Pengertian pertumbuhan yang benar, adalah . . .

a). pertambahan jumlah individu

b). pertambahan massa dan volume yang bersifat reversibel

c). pertambahan massa dan volume yang bersifat irreversibel

d). perkembangan menuju tingkat kedewasaan

e). kemampuan tumbuhan untuk menghasilkan alat perkembangbiakan

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan motivasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. ================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, Pengertian Pertumbuhan Tanaman atau Tumbuhan, Beda Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan, Penegrtian Pertumbuhan, Pengertian Perkembangan, Sifat irreversible pertumbuhan, Alat ukur pertumbuhan tanaman, perngertian auksanometer,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Cara mengukur pertumbuhan, Pengrtian Perkembangan Tanaman atau Tumbuhan, Fungsi Kambium pada Pertumbuhan Tanaman, Arah pertumbuhan cambium, pengertian xylem, Pengertian floem, arah pertumbuhan xylem dan floem, Pengertian diferensiasi sel, Pengertian Perkecambahan tumbuhan, Pengertian akar embrionik, Pengertian batang embrionik,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian daun embrionik, Fungsi akar embrionik, Fungsi batang embrionik, Fungsi daun embrionik, Fungsi radikula, Pengertian radikula, Fungsi plumula, Pengertian plumula, Perkecambahan Epigeal, gambar perkecambahan epigeal, Pengertian cotyledon, Fungsi Hipokotil, Pengertian epicotyl, Fungsi epikotil, Pengertian kotiledon,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi kotiledon pada pertumbuhan tumbuhan, Contoh perkecambahan epigeal, Perkecambahan Hipogeal, Contoh Gambar perkecambahan hypogeal, Contoh gambar perkecambahan epigeal,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Letak kotiledon pada epigeal, letak posisi kotiledon pada hypogeal, Contoh perkecambahan hypogeal, Pengertian Pertumbuhan Primer, Pengertian fase embrio, Tahap Pertumbuhan Primer, Fungsi tudung akar, Pengertian Pertumbuhan Sekunder, Fungsi Meristem Sekunder, Ciri Jaringan Meristematik, Jenis Jaringan Meristem, Jaringan Meristem Apex, Fungsi jaringan meristem apex,
  13. Ardra.biz, 2019, “Jaringan Meristem Lateral, Fungsi jaringan meristem lateral, contoh jaringan meristem lateral, contoh jaringan meristem apex, Fungsi Kambium Gabus (Felogen), Fungsi Kambium Fasis, jari- jari empulur, Fungsi Kambium Interfasis, Perumbuhan pada tumbuhan monokotil, Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil, Pertumbuhan Terminal,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Contoh Daerah Pembelahan atau Daerah Meristematik, Pengertian Daerah Pemanjangan, Fungsi Daerah Pemanjangan Tumbuhan, Daerah Diferensiasi, Fungsi Daerah Diferensiasi, Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Pengaruh Faktor dalam pada pertumbuhan tanaman, Pengaruh gen pada pertumbuhan tanaman, Pengaruh Faktor luar pada tumbuhan, Fungsi Hormon Pada Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan, Jenis hormone tumbuhan, Fungsi Hormon Auksin, Letak hormone auksin pada tumbuhan, Fungsi Hormon Giberelin,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Letak Hormon Giberelin, Fungsi Hormon Sitokinin, Letak Hormon Sitokinin pada Tumbuhan, Fungsi Asam Absisat, Letak Asam Absisat pada Tumbuhan, Fungsi Etilen, Letak  Etilen pada tumbuhan, contoh soal ujian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,

Pembelahan Sel Meiosis Hewan Tumbuhan Manusia

Pengertian Pembelahan Meiosis. Meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom induknya. Pembelahan meiosis disebut juga sebagai pembelahan reduksi. Hal ini karena dalam proses pembelahannya terjadi pengurangan atau reduksi jumlah kromosom akibat pembagian.

Pada sel tumbuhan dan hewan, meiosis terjadi di dalam alat- alat reproduksi, yaitu pada pembentukan sel kelamin atau sel gamet. Pada tumbuhan berbiji, meiosis terjadi pada putik dan kepala sari, sedangkan pada manusia dan hewan terjadi pada testis dan ovarium.

Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada meiosis I terjadi reduksi (pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses sama dengan pembelahan mitosis.

Tahap Meiosis I

Meiosis I

Meiosis I terdiri atas empat tahap yaitu profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Pada awal meiosis I, nukleus membesar sehingga penyerapan air dari sitoplasma oleh inti mencapai 3 kali lipat.

Profase I

Profase I terdiri atas beberapa tahap, yaitu Leptonema (Leptoten), Zigonema (Zigoten), Pakinema (Pakiten), Diplonema (Diploten), dan Diakinesis.

Gambar Berikut menjelaskan tahap profase I pada pembelahan sel meiosis I secara sederhana.

Tahap Profase I Pada Pembelahan Sel Meiosis I ppt
Tahap Profase I Pada Pembelahan Sel Meiosis I

Leptonema (Leptoten)

Pada tahap leptotene Terlihat benang- benang halus di bagian inti sel dan mulai terbentuknya kromosom.

Zigonema (Zigoten)

Pada tahap zigoten terjadi Pembentukan kembaran kromosom yang disebut geminus. Kromosom homolog yang berpasangan disebut bivalen, sedangkan peristiwa berpasangannya antar kromosom homolog dinamakan sinapsis.

Pakinema (Pakiten)

Pada tahap Pakiten, Geminus atau kembaran kromosom terbentuk secara sempurna. Kromosom makin pendek karena makin berpilin. Pasangan dua  kromosom homolog disebut bivalen. Masing-masing bivalen menjadi dua dan terlihat empat benang yang disebut tetrad. Pasangan 3 atau 4 kromosom homolog disebut trivalen atau tetravalen.

Diplonema (Diploten)

Pada tahap diploten, Kromosom membelah membujur sehingga setiap kelompok sinapsis terbentuk empat kromatid dan letaknya saling menjauh.

Kromatid pada kromosom homolog dapat saling melilit dan bertukar ruas satu dengan yang lain, disebut pindah silang. Dua kromatid yang disatukan oleh satu sentromer disebut kromatid bersaudara. Kontak antar kromatid bersaudara disebut kiasma.

Adanya kiasma ini memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing over). Kemudian Pasangan kromosom homolog memisahkan diri.

Diakinesis

Pada tahap diakineis Kromosom semakin tebal dan Geminus menyebar di sepanjang inti. Diikuti dengan menghilangnya nucleolus dan membran nucleus.

Metafase I

Metafase I dimulai dengan Benang gelendong spindle menjadi teratur dan beberapa benang melekat pada sentromer. Tetrad berjajar di bidang pembelahan dengan posisi saling berhadapan menuju kutub masing-masing. Posisi kromatid masih tetap tertahan di sentromernya.

Gambar Berikut menjelaskan tahap Metafase I pada pembelahan sel meiosis I secara sederhana.

Tahap Metafase I Pada Pembelahan Sel Meiosis I ppt
Tahap Metafase I Pada Pembelahan Sel Meiosis I

Anafase I

Pada tahap anafase I, tetrad (dua kromosom homolog) ini kemudian akan terpisah, namun kromatid masih melekat pada benang spindel di sentromer.

Tiap anak kromosom bergerak menuju kutub yang belawanan. Pada tahap ini terjadi pengurangan atau reduksi jumlah kromosom akibat pemisahan kromosom homolog.

Telofase I

Dua kelompok gugus kromosom tiba di dua kutub yang berlawanan dan masing- masing memiliki separuh jumlah gugus kromosom sel induk.

Setiap kutub kini memiliki kromosom haploid dengan dua kromatid. Nukleolus tampak kembali dan dalam satu sel terbentuk 2 inti yang lengkap. Selaput inti mulai terbentuk dan sel-sel anakan memisah.

Sitokinesis I

Tahap sitokinesis, yaitu pembentukan plasma membran untuk memisahkan sitoplasma sehingga terbentuk 2 sel anak yang haploid.

Interkinsis

Interkinesis adlah tahap di antara dua pembelahan meiosis. Pada interkinesis tidak terjadi replikasi DNA.

Meiosis II

Pembelahan meiosis II adalah pembelahan mitosis, yakni dari satu sel yang haploid menjadi 2 sel anak yang haploid.

Profase II

Profase II diawali dengan pembelahan dua buah sentriol menjadi 2 pasang sentriol baru. Setiap pasang sentriol akan bergerak menuju kutub yang berlawanan. Benang spindel dan membran inti dibentuk, sementara nucleus lenyap. Pada tahap ini kromosom berubah menjadi kromatid.

Metafase II

Pasangan kromatid dari kromosom haploid berada di bidang pembelahan. Kinetokor dari setiap kromatid ini akan menghadap kutub yang berlawanan. Benang spindel menghubungkan sentromer dengan kutub pembelah.

Anafase II

Sentromer akan membelah sehingga kromatid bergerak menuju kutub yang berlawanan.

Telofase II

Pada tahap ini, masing-masing kutub telah memiliki sebuah kromosom haploid. Benang spindel akan menghilang dan diikuti dengan sitokinesis II.

Sitokinesis II

Tiap inti mulai dipisah oleh sekat sel. Tahap ini menghasilkan 4 sel anak yang haploid.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian Pembelahan Sel: Mitosis – Meiosis Amitosis  yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Pembelahan Sel Meiosis, Pengertian Meiosis, Contoh Meiosis, Conoth Mahkluk Hidup Melakukan Meiosis, Contoh Hewan  Melakukan Meiosis, Tumbuhan Melakukan Meiosis, Pengertian Pembelahan Reduksi, Jumlah Kromososm Pembelahan Meiosis, pembentukan sel kelamin atau sel gamet,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Tempat Terjadinya Meiosis Pada Hewan Tumbuhan,  Tampat terjadi meiosisi pada manusia, Tahap Meiosis, Beda Meiosis I dan Meiosis II, Tahap Profase I Meiosis,  Tahap Leptonema (Leptoten), Tahap Zigonema (Zigoten), Tahap Pakinema (Pakiten), Tahap Diplonema (Diploten), Tahap Diakinesis, Pengertian Leptonema (Leptoten),
  9. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Zigonema (Zigoten), Pengertian geminus,  Pengertian Kromosom homolog, Pengertian sinapsis, Pakinema (Pakiten), Contoh kromosom homolog, Pengertian kromosom bivalen, Pengertian Kromososm tetrad, Pengertian kromosom homolog trivalen atau tetravalent,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Akibat Pindah silang (crossing over) pada Meiosis, Fungsi kiasma pada Meiosis, Fungsi sentromer pada meiosis, Jumlah Kromosom hasil meiosis, jumlah sel hasil meiosis, Tahap Metafase I, Fungsi spindle pada meiosis, Tahap Anafase I, Jenis kromosom hasil meiosis, pengertian kromosom haploid, pengertian kromosom diploid,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Tahap Telofase I, Pengertian Sitokinesis I, Pengertian Interkinsis, Meiosis II, Jumlah kromosom hasil meiosis II, Jenis kromosom hasil meiosis, Tahap Profase II, Jumlah kromati pada meiosis II, Tahap Metafase II,  Pengertian Kinetokor, Tahap Anafase II, Telofase II, Tahap Sitokinesis II, Fungsi Leptonema (Leptoten), Fungsi Zigonema (Zigoten),
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Pakinema (Pakiten), Fungsi Diplonema (Diploten), Fungsi Diakinesis, Fungsi Meiosis, Gambar Meiosis, Gambar pembelahan sel meiosis, Contoh Pembelahan reduksi, Pengertian sentriol, Fungsi sentriol pada pembelahan Meiosis, Pengertian kromatid bersaudara,

Tahap Pembelahan Sel Mitosis, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Pembelahan Sel Mitosis. Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama seperti induknya, yaitu 2n.  Pembelahan mitosis terjadi selama pertumbuhan dan saat reproduksi aseksual.

Pada hewan dan manusia, Pembelahan Sel Mitosis terjadi pada sel meristem somatis yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya adalah sel telur yang telah dibuahi sperma menjadi zigot. Zigot membelah secara mitosis membentuk embrio.

Pada tumbuhan berbunga terjadi pada sel meristem. Contohnya adalah pertumbuhan terbesar terjadi pada ujung akar dan ujung tunas batang.

Siklus Sel

Siklus sel adalah peristiwa pertumbuhan sel menurut tahapan tertentu, dan setelah melalui semua tahapan akan kembali kepada tahapan semula. Siklus sel dapat dibagi menjadi dua tahapan, yaitu tahapan interfase dan tahapan mitotik (fase pembelahan inti).

Tahap Interfase,

Interfase sering disebut tahap istirahat. Hal ini tidak tepat, karena dalam tahap ini sel dalam keadaan aktif melakukan metabolisme, termasuk mempersiapkan diri sebelum pembelahan.

Pada tahap ini, di dalam sel terdapat membrane yang membungkus inti sel. Kromosom tidak tampak karena kromosom dalam bentuk rantai molekul DNA yang halus dan tidak menggulung sehingga tidak dapat dilihat di bawah mikroskop cahaya.

Tahap Interfase dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Fase Gap-1 atau G1, Fase Sintesis atau S dan Fase Gap-2 atau G2.

Gambar berikut menjelaskan tahapan yang berlangsung selama siklus sel dengan lebih sederhana.

Tapahan Pada Siklus Sel,
Tapahan Pada Siklus Sel,

Pada Fase Gap-1 atau G1, Sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru dan terus menerus melakukan pembelahan organel. Sel masih belum mengadakan replikasi DNA sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan dan diploid (1c, 2n). selama periode G1, sebagian besar sel melakukan aktivitas metabolic. Fase G1 biasa disebut fase pertumbuhan primer.

Pada Fase Sintesis atau S DNA dalam ini mengalami proses replikasi DNA sebagai materi genetik yang akan diturunkan. Sehingga DNA berjumlah 2 salinan dan diploid (2c, 2n)

Pada Fase Gap-2 atau G2, Replikasi DNA selesai.  Sel tumbuh membesar dan menyiapkan segala keperluan untuk berlangsungnya pembelahan sel. Selama G2 sel membentuk protein yang akan mendorong terjadinya mitosis. Fase G2 biasa disebut fase pertumbuhan sekunder.

Tahap Kariokinesis, Fase Pembelahan Inti

Fase ini disebut juga fase mitotik. Pada fase ini terjadi proses pembelahan sel. Tahap Kariokinesis terbagai menjadi empat tahap yaitu tahap profase, Metafase, Anafase, dan Telofase.

Tahap Profase

Tahap profase adalah tahap awal berlangsungnya poses pembelahan sel. Tahap Profase ditandai dengan mulai menghilangnya membran inti sel, sedangkan benang kromatin mulai mengalami penebalan dan pemendekan yang kemudian membentuk kromosom.

Gambar berikut menjelaskan tahap profase pada pembelahan sel mitosis dengan lebih sederhana.

Tahap Profase Pembelahan Sel Mitosis
Tahap Profase Pembelahan Sel Mitosis

Tiap -tiap kromosom menggandakan diri yang kemudian membentuk struktur simetris yang disebut kromatid. Kedua kromatid masih disatukan pada satu titik yang disebut sentromer.

Pada sel hewan terdapat sepasang sentriol yang memisahkan diri dengan bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Pergerakan sentriol disertai dengan pembentukan benang gelendong (atau spindle) yang berasal dari mikrotubulus di sitoplasma.

Setelah sampai di kutub, Benang spindel ini akan membentang dari kutub- kutubnya sampai ke bidang pembelahan sel dan nantinya berfungsi untuk memegang sentromer dari setiap kromosom. Benang spindel akan menarik kromosom menuju bidang pembelahan yaitu bidang ekuator.

Tahap Metafase

Pada tahap metafase, pasangan kromatid bergerak ke arah bidang pembelahan yang terletak  di tengah tengah sel. Bidang di tengah sel ini disebut bidang equator. Sehingga Kromosom terletak pada bidang di tengah sel dengan sentromer menempel atau terikat pada benang spindel. Bagian sentromer yang berikatan dengan spindel ini disebut kinetokor yang merupakan bagian dari protein sentromer.

Gambar berikut menjelaskan tahap metafase pada pembelahan sel mitosis dengan lebih sederhana.

Tahap Metafase Pada Pembelahan Sel Mitosis
Tahap Metafase Pada Pembelahan Sel Mitosis

Posisi kromosom yang tersebar pada bidang equator ini menyebabkan jumlah kromosom dapat dihitung dengan tepat dan bentuk kromosom dapat dipelajari. Setelah kromatid tiba di bidang pembelahan, kinetokor akan memisah.

Tahap Anafase

Daya tarik benang- benang spindel akan menyebabkan kedua kromatid terlepas dari ikatan sentromernya. Selanjutnya sentromer mulai berpisah dan bergerak ke arah berlawanan menuju kutub masing- masing.

Benang spindel menggerakan atau menarik kedua kromosom yang telah berpisah menuju kutub berlawanan meninggalkan bidang pembelahan dan membentuk dua kromosom baru.

Gambar berikut menjelaskan tahap Anafase pada pembelahan sel mitosis dengan lebih sederhana.

Jumlah kromosom yang menuju ke kutub yang satu sama dengan kromosom yang menuju ke kutub yang lain.

Tahap Anafase Pembelahan Sel Mitosis
Tahap Anafase Pembelahan Sel Mitosis

Tahap Telofase

Pada telophase Kromosom telah berkumpul di kutub masing- masing. Kemudian Membran inti muncul dan membungkus dua kelompok kromosom yang telah terpisah tersebut menjadi dua inti baru.

Gambar berikut menjelaskan tahap Telofase pada pembelahan sel mitosis dengan lebih sederhana.

Tahap Telofase Pembelahan Sel Mitosis
Tahap Telofase Pembelahan Sel Mitosis

Kromosom makin lama makin menipis, kemudian menjadi benang- benang kromatin kembali. Sehingga, tidak dapat di lihat. Terakhir terbentuknya Nukleolus sehingga dapat dilihat kembali.

Tahap Sitokinesis, Fase Pembelahan Sitoplasma

Tahap sitokinesis merupakan fase pembelahan sitoplasma. Setelah terbentuk dua inti sel, kemudian akan terjadi perpisahan sitoplasma dengan pembentukan dinding atau sekat pemisah. Pemisahan sitoplasma dimulai dari pinggir sel menuju ke tengah. Sekat ini memisahkan kedua inti menjadi dua sel baru.

Gambar berikut menjelaskan tahap Sitokinesis pada pembelahan sel mitosis dengan lebih sederhana.

Tahap Sitokinesis Pembelahan Sel Mitosis
Tahap Sitokinesis Pembelahan Sel Mitosis. Sumber: Youtube.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian Pembelahan Sel: Mitosis – Meiosis Amitosis  yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Pembelahan Sel Amitosis Mitosis Meiosis,

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pembelahan Sel Mitosis, Jumlah kromosom hasil mitosis, Jenis kromosom hasil mitosis diploid 2n,  Fungsi Pembelahan mitosis selama pertumbuhan dan reproduksi aseksual, Contoh Pembelahan Sel Mitosis Hewan, Contoh Pembelahan Sel Mitosis pada tumbuhan,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Siklus Sel, Contoh siklus sel, Gambar siklus sel, Tahapan siklus sel, Tahap interfase siklus sel, tahapan mitotic siklus sel,  fase pembelahan inti mitosis, Pengertian dan Contoh Tahap Interfase, Fungsi tahap inferfase, Kromosom tidak tampak pada Tahap Interfase, Tahapan interfase mitosis,
  9. Ardra.Biz, 2019, “fungsi interfase mitosis, Fase Gap-1 atau G1 Tahap Interfase, Fase Sintesis atau S Tahap Interfase, Fase Gap-2 atau G2 Tahap Interfase, Fungsi Fase Gap-1 atau G1 Tahap Interfase, Fungsi Fase Sintesis atau S Tahap Interfase,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Fase Gap-2 atau G2 Tahap Interfase,  fase pertumbuhan sekunder mitosis,  fase pertumbuhan primer mitosis, Tahap Kariokinesis, Fase Pembelahan Inti, Tahap Profase, Fungsi benang krmatin pada mitosis, Jumlah kromatid pada mitosis, Fungsi sentromer pada mitosis,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi sentriol pada mitosis, Unsur pembentuk spindle, fungsi spindle pada mitosis, Fungsi mikrotubulus mitosis, Pembentuk benang gelendong, Tahap Metafase, Fungsi bidang equator, Fungsi kinetokor, Fungsi bidang pembelahan mitosis, letak bidang equator mitosis, letak bidang pembelahan mitosis,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Tahap Anafase, Fungsi tahap anafase, Tahap Telofase, Fungsi tahap telophase, Tahap Sitokinesis, Fase Pembelahan Sitoplasma,

Sistem Endokrin Sistem Hormon

Pengrtian Sistem Endokrin. Sistem endokrin merupakan pengaturan fisiologi tubuh oleh hormone hormon, misalnya, pengaturan kadar gula dalam darah, pembebasan energi melalui proses metabolisme, dan produksi air susu pada perempuan yang sedang hamil.

Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Sistem endokrin manusia tersusun dari sejumlah kelenjar endokrin yang tersebar di tempat- tempat tertentu dalam tubuh. Sistem endokrin bekerja dengan cara menghasilkan hormon.

Selain kelenjar endokrin, terdapat kelenjar lain yang berfungsi menyekresikan senyawa kimia. Kelenjar tersebut adalah kelenjar eksokrin. Kelenjar eksokrin menyekresikan senyawa kimia yang akan dikeluarkan melalui suatu saluran menuju rongga tubuh atau kulit. Contoh kelenjar eksokrin adalah kelenjar keringat.

Kelenjar endokrin biasa disebut dengan kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran khusus yang menghasilkan hormon. Kelenjar ini menghasilkan satu atau beberapa hormon yang bermuara langsung ke dalam pembuluh darah.

Hormon merupakan senyawa organik yang diproduksi di dalam tubuh oleh sel- sel tertentu dan dibebaskan oleh kelenjar endokrin. Hormon hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, namun hormon memiliki kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh (seperti homeostatis, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku).

Hormon berasal dari kata homein yang artinya memacu. Pada umumnya hormon bekerja pada bagian tubuh tertentu yang disebut dengan organ sasaran.

Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia

Kelenjar Hipotalamus

Hipotalamus berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus terletak di bawah otak besar (cerebrum). Hipotalamus bekerja dengan cara mengeluarkan hormone yang mengontrol kerja kelenjar hipofisis (pituitari).

Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon.

Misalnya, jika tekanan darah turun, hipotalamus mengirimkan implus saraf ke kelenjar hipofisis bagian depan. Akbatnya, hipofisis menyekresikan ADH (antidiuretic hormone) yang menyebabkan tekanan darah naik.

Hipotalamus juga dapat mengeluarkan hormon yang disebut releasing hormone dan inhibiting hormone. Releasing hormone merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormone tertentu. Inhibiting hormone menekan kelenjar hipofisis sehingga tidak menyekresikan hormon tertentu.

Selain dengan hormon, hipotalamus bekerja sama melalui impuls saraf karena hipotalamus tersusun atas sel-sel neurosekretori.

Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Kelenjar hipofisis yang terletak di otak besar. Kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus. Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland, karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.

Kelenjar hipofisis bekerja sama dengan hipotalamus mengendalikan organ-organ tubuh. Kelenjar hipofisis terdiri atas hipofisis posterior dan hipofisis anterior.

Hipofisis Anterior

Hipofisis anterior menghasilkan beberapa hormon seperti growth hormone (GH), prolaktin (PRL), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), thyroid stimulating hormone (TSH), adrencarticotropic hormone (ACTH), melanocyte stimulating hormone (MSH), dan endorphin.

Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

GH (growth hormone),

GH (growth hormone) merupakan hormone yang merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.

LH (lutenizing hormone),

LH (lutenizing hormone) merupakan hormon yang berfungsi dalam pematangan sel gonad pada wanita.

ACTH (adrenocorticotropic hormone),

ACTH (adrenocorticotropic hormone) adalah hormon yang berperan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.

TSH (tyroid stimulating hormone),

TSH (tyroid stimulating hormone) adalah hormone yang memiliki fungs merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroksin.

Prolaktin

Prolaktin adalah hormon yang mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.

FSH (folikel stimulating hormone)

FSH (folikel stimulating hormone) merupakan hormone yang berfungsi merangsang pematangan folikel de Graaf tempa t sel telur berada.

Endorfin

Endorfin merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.

Hipofisis Bagian Tengah

Hipofisis bagian tengah menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Apabila hormon ini terlalu banyak dihasilkan, maka akan menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis Posterior

Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

ADH (antidiuretic hormone),

ADH (antidiuretic hormone) adalah hormone yang mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui mekanisme pengeluaran urine.

Oxytocin

Oxytocin merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot Rahim pada saat seorang wanita melahirkan.

Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

Kelenjar tiroid dan paratiroid berada di daerah leher. Kelenjar tirois Sering disebut sebagai kelenjar gondok dan kelenjar paratiroid disebut juga dengan kelenjar anak gondok. Kedua Kelenjar ini berfungsi mengatur kesetimbangan kadar kalsium serta laju metabolisme tubuh.

Tiroid, Kelenjar Gondok

Kelenjar tiroid berada di daerah leher bagian bawah jakun. Terdapat dua lobus menyamping dan dihubungkan oleh bagian yang disebut isthmus. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin dan kalsitonin.

Tiroksin

Hormon Tiroksin berfungsi mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Meningkatnya jumlah hormon tiroksin di dalam darah akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam tubuh.

Kelebihan hormon tiroksin akan menyebabkan hipertiroidisme. Seseorang yang menderita hipertiroidisme akan memiliki detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat.

Fungsi penting lainnya dari hormone tiroksin adalah berperan ketika proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan menjadi faktor penting dalam proses perkembangan otak pada anak.

Adapun kekurangan hormon tiroksin menyebabkan hipotiroidisme. Apabila hal ini terjadi sejak masa kanak-kanak, akan menyebabkan penyakit kekerdilan (kretinisme).

Hormon tiroksin akan aktif ketika mendapat perintah dari TSH yang berada di hipofisis. Kerja dari hormon tiroksin ini banyak dipengaruhi oleh kadar iodin di dalam darah.

Kalsitonin

Kalsitonin berperan dalam mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.

Paratiroid, Kelenjar Anak Gondok,

Kelenjar paratiroid berada di bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat empat buah kelenjar paratiroid, dua terletak di sebelah kanan dan dua lainnya terletak di sebelah kiri. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid atau parathormon (PTH).

Parathormon adalah hormon yang bekerja sama dengan kalsitonin mengatur kadar kalsium tubuh. Unsur Kalsium diperlukan tubuh untuk kerja saraf dan otot.

Jika kadar kalsium dalam darah berkurang karena nutrisi makanan kurang kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambil dari tulang oleh parathormon.

Dan Jika kadar kalsium sudah cukup atau bahkan sudah terlalu tinggi, Maka hormon kalsitonin akan menghambat pelepasan kalsium dari tulang.

Kelenjar Pankreas

Pankreas merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan.

Sementara itu, sebagai kelenjar endokrin, pankreas menghasilkan hormon. Hormon tersebut diproduksi di bagian pulau Langerhans. Di dalam pulau-pulau Langerhans terdapat sel beta yang menyekresikan insulin dan sel alfa yang menyekresikan glukagon.

Insulin

Insulin berfungsi dalam mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan glukosa tubuh menjadi glikogen di dalam hati. Selain itu, Isnsulin juga berfungsi untuk mengatur metabolisme lemak.

Pada seseorang yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus memiliki ciri-ciri glukosa dalam urine tinggi, mudah haus, dan mudah lelah.

Glukagon

Bekerja sama dengan insulin, glukagon berfungsi mengatur kadar gula dalam darah dengan cara merombak glikogen menjadi glukosa.

Jika tubuh dalam kondisi kurang asupan nutrisi atau berpuasa atau beraktivitas berat tanpa didahului oleh asupan nutrisi, glukagon akan memecah glikogen menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Selain itu, glukagon juga dapat memecah lemak menjadi asam lemak yang siap digunakan dalam pembentukan energi.

Kelenjar Anak Ginjal, Adrenal,

Kelenjar ini menempel pada bagian atas ginjal. Pada satu ginjal terdapat satu kelenjar adrenal yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis anterior.

Korteks

Pada kortek adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu glucocorticoid, mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid.

Glucocorticoid

Glucocorticoid berfungsi sama dengan glukagon sehingga berpengaruh dalam pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja pada saat tubuh dalam kondisi stres.

Mineralocorticoid

Hormon ini mengatur kadar garam dalam darah dengan cara pengaturan ekskresi urine dan keringat.

Gonadocarticoid

Hormon ini merupkan hormon sex, terdiri atas androge, entrogen, dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen berperan dalam pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

Medula

Medulla menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norephinefrin (noreadrenalin). Ketika tubuh dalam kondisi tertekan atau stres, kedua hormone tersebut akan mengakibatkan tubuh dalam keadaan siaga atau darurat, sehingga meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan detak jantung, dan menaikkan kadar glukosa tubuh.

Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk. Respons tubuh terhadap adrenalin membuat seseorang dapat menghadapi bahaya atau meninggalkannya.

Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak.

Kerja hormon ini dapat dirasakan saat sedang melakukan kegiatan- kegiatan menegangkan, seperti berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Kelenjar Kelamin, Kelenjar Gonad, Kelenjar Reproduksi,

Kelenjar kelamin (gonad) menghasilkan hormon kelamin. Pada wanita, gonad terletak pada ovarium, sedangkan pada pria terletak pada testis.

Testis dan ovarium mensekresikan hormon seks yang berperan dalam produksi sel-sel kelamin. Produksi hormon dari kedua kelenjar tersebut dirangsang oleh FSH dan LH yang diproduksi oleh hipofise. Hipofise memproduksi FSH dan LH yang disebabkan oleh rangsangan dari GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus.

Gonadotropin, yaitu nama umum untuk hormon yang dilepaskan oleh hipofise. Gonadotropin adalah FSH dan LH.

Ovarium

Ovarium menghasilkan hormon Estrogen dan Progesteron. Aktivitas ovarium ini berlangsung pada saat anak perempuan beranjak remaja atau pada masa pubertas. Sebelum masa tersebut, ovarium dalam keadaan inaktif.

Hormon Estrogen dan Progesteron bekerja sama mengatur ciri seks sekunder dan mengatur masa reproduksi (menstruasi) dan masa kehamilan.

Ovarium ada dua buah, masing-masing mengandung sekitar 200.000 buah bakal sel telur. Setiap bakal sel telur terdapat di dalam kantung yang disebut folikel.

Testis

Testis merupakan organ reproduksi khusus pria. Testis menghasilkan spermatozoid dan hormon androgen yaitu testosteron. Spermatozoid pembentukannya dirangsang oleh FSH, dan pembentukan hormone testosteron dirangsang oleh LH. Homon testosteron menyebabkan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki. Misalnya, dada menjadi bidang, tumbuh kumis, dan suara menjadi lebih berat.

Kelenjar Kacangan (Glandula Timus)

Kelenjar kacangan terletak dalam rongga dada dan melekat di belakang tulang dada. Kelenjar timus ikut berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormon somatotropin.

Jika kekurangan hormon ini pada waktu muda, akan menghentikan proses pertumbuhan badan, kemudian menunjukkan gejala kretinisme (kekerdilan).

Sebaliknya, jika waktu muda kelebihan hormon ini, akan menunjukkan gejala gigantisme (tumbuh raksasa).

Selain itu Kelenjar timus juga menghasilkan hormon timosin yang berfungsi mengatur pematangan limfosit T. Limfosit T merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi dalam kekebalan atau pertahanan tubuh.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah.  Kelenjar pineal terletak di tengah otak. Kelenjar pineal menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh sehari-hari, seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Fungsi lain  Kelenjar pineal masih belum diketahui.

Kelenjar Usus dan Lambung

Kelenjar usus menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin. Sekretin merangsang pengeluaran getah pankreas, sedangkan kolesistokinin merangsang pengeluaran empedu. Hormon gastrin berperan dalam merangsang sekresi getah lambung.

Selain di usus halus, lambung juga dapat menghasilkan hormon yang membantu pencernaan makanan, yaitu hormon gastrin. Hormon ini merangsang pengeluaran getah lambung.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sistem endokrin, Fungsi Kelenjar Endokrin, Pengertian dan Fungsi Hormon, Struktur system endokrin, Pengertian dan Fungsi kelenjar eksokrin, Contoh Kelenjar Eksokrin, Kelenjar Buntu, Contoh Kelenjar Endokrin,
  8. Ardra.biz, 2019, “Saluran Kelenjar Endokrin, Kemampuan kerja hormone, jumlah kebutuhan hormone, Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia, Kelenjar Hipotalamus, Fungsi Hipotalamus, letak kelenjar Hipotalamus, cara kerja Hipotalamus, Fungsi implus saraf pada Hipotalamus,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi releasing hormone dan inhibiting hormone, Fungsi  Hormon ADH (antidiuretic hormone), Sel  neurosekretori hipotalamus,  Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari), Hormon master of gland, Fungsi Kelenjar hipofisis, Jenis Bagian Kelenjar hipofisis, Hipofisis Anterior, Fungsi Hipofisis anterior, Fungsi GH (growth hormone),
  10. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan GH (growth hormone), Fungsi LH (lutenizing hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan LH (lutenizing hormone), Fungsi ACTH (adrenocorticotropic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ACTH (adrenocorticotropic hormone), Fungsi TSH (tyroid stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan TSH (tyroid stimulating hormone),
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Hormon  Prolaktin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon  Prolaktin, Fungsi FSH (folikel stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan FSH (folikel stimulating hormone), Fungsi Hormon Endorfin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Endorfin, Fungsi Hipofisis Bagian Tengah, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Bagian Tengah,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Akibat Kekurangan Kelebihan Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Hipofisis Posterior, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Posterior, Fungsi ADH (antidiuretic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ADH (antidiuretic hormone), Fungsi Hormon Oxytocin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Oxytocin,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Fungsi Tiroid atau Kelenjar Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Tiroid atau Kelenjar Gondok,  Fungsi Hormon Tiroksin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Tiroksin,  Penyebab kekerdilan (kretinisme),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Faktor yang mempengaruhi kerja hormone tiroksin,  Fungsi Hormon Kalsitonin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Kalsitonin, Fungsi Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Paratiroid, Fungsi Kelenjar Anak Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Gondok, Fungsi Hormon parathormon (PTH),
  15. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan Fungsi Kelenjar Pankreas, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Pankreas, Tempat hormone insulin diproduksi, Fungsi Hormone Insulin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormone Insulin, Ciri glukosa dalam urine tinggi, Fungsi Hormon Glukagon, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Glukagon,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Anak Ginjal, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Ginjal, Fungsi Hormon Adrenal, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Adrenal, Fungsi Korteks, Fungsi Glucocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Glucocorticoid, Fungsi Mineralocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Mineralocorticoid,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Gonadocarticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Gonadocarticoid, Fungsi Medula, Fungsi hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi norephinefrin (noreadrenalin), Akibat Kekurangan Kelebihan hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi Kelenjar Kelamin,  Fungsi Kelenjar Gonad, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Gonad,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Reproduksi, Fungsi Testis dan ovarium, Fungsi  GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone),Fungsi Ovarium, Fungsi hormon Estrogen dan Progesteron, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon Estrogen dan Progesteron, Fungsi  spermatozoid,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan spermatozoid, Fungsi hormon androgen, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon androgen, Fungsi testosterone, Akibat Kekurangan Kelebihan testosterone, Fungsi Kelenjar Kacangan (Glandula Timus), Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Kacangan (Glandula Timus),
  20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi  hormon somatotropin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon somatotropin, Fungsi Kelenjar Pineal, Fungsi hormon melatonin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon melatonin, Fungsi Kelenjar Usus dan Lambung, Fungsi hormon sekretin dan kolesistokinin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon sekretin dan kolesistokinin, Fungsi hormon gastrin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon gastrin,

Fungsi Organ Tumbuhan

Pegertian Organ Tumbuhan. Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melakukan fungsi khusus. Organ pokok tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.

Organ Tumbuhan Akar (Radix)

Fungsi Akar Tumbuhan

Adapun beberapan fungsi akar tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut.

1) Sebagai tempat melekatnya tumbuhan pada media atau tanah. Akar mempunyai kemampuan untuk menerobos masuk ke dalam lapisan- lapisan tanah.

2) Akar berfungsi sebagai organ penyerap garam mineral dan air melalui bulu- bulu akar.

3) Pada beberapa jenis tanaman, akar memiliki fugsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.

4) Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (Rhizopora sp.) akar berfungsi untuk pernapasan.

Jaringan Penyusun Akar

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (atau tudung akar). Meristem apikal senantiasa membelah diri untuk menghasilkan sel-sel baru. Sel- sel baru ini terbentuk pada bagian tudung akar atau bagian dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, yang disebut zona perpanjangan sel.

Di bagian belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel- sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim.

Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan,

Struktur anatomi akar dari luar ke dalam terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele).

Epidermis,

Epidermis merupakan lapisan penutup luar yang terdiri  dari satu lapis sel. Dinding selnya tipis dan tersusun rapat. Pada lapisan ini, sel-sel berdiferensiasi membentuk rambut- rambut akar yang tersusun dari satu sel yang memanjang. Rambut akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar.

Rambut akar ini berfungsi untuk memperluas permukaan bidang penyerapan dan juga berfungsi untuk pegangan akar pada tanah. Rambut akar merupakan organ yang sangat sesuai untuk pengambilan air dan garam mineral.

Pada spesies tertentu, rambut akar berkembang dari sel khusus di daerah epidermis. Sel ini disebut trikoblast.

Epidermis akar umumnya ditemui pada akar yang masih muda. Jika akarnya sudah dewasa, epidermisnya telah mengalami kerusakan dan fungsinya digantikan oleh lapisan terluar dari korteks yang disebut eksodermis.

Pada tanaman anggrek terdapat akar yang disebut akar gantung (akar udara). Akar udara ini dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas beberapa lapis sel.

Korteks

Korteks adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk beberapa lapisan. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel yang berfungsi untuk pertukaran gas.

Bentuk sel korteks relatif bulat (isodiametris) dengan ruang interseluler yang jelas. Ruang interselular berfungsi untuk saluran transportasi Air dan garam- garam mineral yang diserap oleh bulu akar. Peristiwa ini disebut transportasi ekstra vasikuler secara apoplas.

Sel-sel korteks mengandung cadangan makanan berupa amilum dan substansi lain. Bagian sebelah dalam korteks terdapat jaringan endodermis yang terdiri atas satu lapis sel dengan dinding sel yang tebal dan mengandung lilin. Endodermis berada di antara silinder pusat dengan korteks

Jaringan jaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Sel-sel parenkim tersusun dalam bentuk silinder. Lapisan sklerenkim biasanya dijumpai pada akar tumbuhan monokotil. Kolenkim sangat jarang dijumpai pada akar.

Endodermis

Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis merupakan satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Lapisan endodermis disebut juga lapisan floeterma atau sarung amilum karena mengandung butiran-butiran amilum. Sel-sel ini membentuk silinder yang membungkus jaringan pembuluh

Pada arah radial dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat penebalan yang dihasilkan dari endapan zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus) memiliki sifat kedap air sehingga sulit untuk ditembus air.

Penebalan pada dinding sel jaringan endodermis berupa titik- titik yang disebut dengan titik caspary. Deretan titik caspary selanjutnya membentuk pita caspary. Dinamakan pita caspary karena sesuai nama penemunya, yaitu Caspary.

Penebalan oleh lapisan gabus menyebabkan dinding selnya sulit untuk dilewati oleh air, sedangkan air harus melalui lapisan endodermis agar mencapai silinder pusat.

Sehingga, air mengambil jalur lain, yaitu melalui lapisan endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis yang dinding selnya tidak mengalami penebalan ini disebut sel penerus.

Dengan adanya sel penerus, maka air dapat mencapai silinder pusat tanpa harus mengalami hambatan.

Stele, Silinder Pusat

Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Silinder pusat terbentuk oleh berkas-berkas pengangkut dan beberapa jaringan lain. Berkas pengangkut yang membentuk silinder pusat, yaitu xilem, floem, dan perisikel.

Pada akar monokotil antara xilem dan floem tidak terdapat kambium, sedangkan pada akar dikotil antara xilem dan floem terdapat cambium. Fungsi lapisan kambium ke arah luar yaitu untuk membentuk bagian kulit, sedangkan ke arah dalam untuk membentuk bagian kayu.

Pada tumbuhan dikotil, xilemnya terletak di pusat akar dan floemnya mengelilingi xilem. Oleh karena itulah, lapisan ini disebut silinder pusat. Lapisan paling tepi dari silinder pusat disebut perisikel atau perikambium.

Perisikel ini merupakan jaringan khusus yang berfungsi untuk membentuk percabangan pada akar.

Struktur Akar Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.

1). Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dicotyledoneae

Akar tumbuhan Dicotyledoneae tersusun oleh bermacam- macam jaringan dengan fungsi tertentu.

Xilem dan floem pada tumbuhan Dicotyledoneae tersusun radial atau membentuk jari-jari. Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah dalam membentuk unsur kayu.

2) Struktur Jaringan Penyusun Akar Monocotyledoneae

Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monocotyledoneae sebagai berikut.

  1. a) Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar tanaman Dicotyledoneae.
  2. b) Fungsi xilem dan floem sama seperti pada tanaman Dicotyledoneae, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium.
  3. c) Empulur, terletak di bagian tengah serta dikelilingi xylem dan floem yang berselang-seling.

Organ Tumbuhan Batang

Fungsi Batang

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi yang diantaranya sebagai berikut.

1) Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.

3) sebagai Tempat tumbuhnya organ- organ generatif.

4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.

5) Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga

5) Pada tumbuhan tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya berupa umbi atau rimpang.

7) Menyimpan cadangan makanan

8) Alat perkembangbiakan vegetatif

9) Menyimpan cadangan makanan

Struktur Batang

Struktur batang dari luar ke dalam sebagai berikut:

Epidermis

Terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Epidermis yang terdapat di atas permukaan sering dilapisi kutikula.

Jika pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lapisan gabus yang sering kali juga pecah sehingga membentuk lentisel.

Korteks

Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak ruang antarsel yang penting untuk pertukaran gas.

Endodermis

Tersusun atas selapis sel yang mempunyai bentuk khas. Pada Angiospermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang sering disebut sebagai sarung tepung.

Stele (Silinder Pusat)

Di dalam stele terdapat jaringan partikel empulur, dan pembuluh angkut.

Daun

Fungsi daun

Fungsi daun, yaitu:

1) Tempat berlangsungnya fotosintesis

2) Tempat menyimpan bahan makanan

3) Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegetatif

4) Alat evaporasi (penguapan)

5) Respirasi (melalui stomata)

6) Menyerap energi cahaya matahari

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Fungsi Organ Tumbuhan, Fungsi Akar Batang Daun Buah Bunga, Organ Tumbuhan Akar (Radix), Fungsi Akar Tumbuhan, Jenis Organ Tumbuhan, Jaringan Penyusun Akar, Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Struktur anatomi akar, Fungsi Epidermis Akar, trikoblast, eksodermis, Fungsi Korteks akar, Fungsi Endodermis Akar, Fungsi Stele Akar, Fungsi Silinder Pusat Akar, Struktur Akar Dicotyledoneae, Struktur Akar Monocotyledoneae, Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dicotyledoneae,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Jaringan Penyusun Akar Monocotyledoneae, Organ Tumbuhan Batang, Fungsi Batang, Struktur Batang, Fungsi Epidermis Batang tumbuhan, Fungsi Korteks Batang Tumbuhan, Fungsi Endodermis Batang Tumbuhan, Fungsi Stele (Silinder Pusat) Batang Tumbuhan, Fungsi daun tumbuhan,
error: Content is protected !!