Sifat Periodik Unusr Kimia.

Pengertian Sifat Periodik Unsur Kimia. Sifat periodik unsur merupakan sifat unsur yang berhubungan dengan letak unsur dalam tabel periodik (periode dan golongan). Unsur -unsur dalam golongan yang sama memiliki elektron valensi yang sama. Demikian pula unsur -unsur pada periode yang sama, electron valensinya menghuni orbit yang sama.

Oleh karena sifat -sifat unsur ada hubungannya dengan konfigurasi elektron maka unsur -unsur dalam golongan yang sama akan memiliki sifat yang mirip dan dalam periode yang sama akan menunjukkan sifat yang khas secara berkala (periodik) dari logam ke nonlogam.

Beberapa sifat periodik unsur di antaranya adalah jari -jari atom, afinitas elektron, energi ionisasi, dan keelektronegatifan.

Jari- jari Atom

Jari -jari atom sangat kecil, diduga diameternya sekitar 10–10 m. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan jari -jari atom adalah angstrom (Å). Satu angstrom sama dengan 10–10 m.

Jari -jari atom didefinisikan sebagai setengah jarak antara dua inti atom yang berikatan dalam bentuk padat. Atau Jari-jari atom adalah jarak antara inti atom dan electron terluar. Hasil pengukuran metunjukkan bahwa jari jari atom memiliki keteraturan, baik dalam golongan yang sama maupun dalam periode yang sama.

Jari -jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama bertambah besar.  Bertambahnya jari -jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama disebabkan bertambahnya orbit (lintasan) elektron.

Bertambahnya orbit menyebabkan volume atom mengembang sehingga jari -jari atom meningkat.

Jari -jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama menjadi lebih kecil. Mengecilnya jari- jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama disebabkan bertambahnya jumlah proton di dalam inti atom, sedangkan jumlah orbitnya sama.

Dengan bertambahnya jumlah proton, maka tarikan inti terhadap elektron valensi semakin kuat dan ini menyebabkan terjadi pengerutan volume atom. Hal ini mengakibatkan, jari -jari atom dari kiri ke kanan mengecil.


Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimal yang dibutuhkan untuk melepaskan 1 elektron terluar dari atom berbentuk gas pada keadaan dasarnya. Energi ionisasi ini dinyatakan dalam satuan kJ mol–1.

Unsur- unsur dalam satu golongan yang sama, energi ionisasinya semakin ke bawah semakin kecil. Hal ini disebabkan elektron terluar semakin jauh dari inti, sehingga gaya Tarik inti makin lemah. Dengan demikian elektron terluar makin mudah dilepaskan.

Sedangkan unsur -unsur  dalam satu periode yang sama, gaya tarik inti semakin ke kanan semakin kuat. Sehingga energi ionisasi pada umumnya semakin ke kanan semakin besar.

Ada beberapa perkecualian yang harus diperhatikan. Golongan IIA, VA, dan VIIIA memiliki energi ionisasi yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan VIA. Hal ini terjadi karena unsur- unsur golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang terlibat (dilepas atau diserap) ketika satu elektron diterima oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas.

Dalam satu golongan yang sama, afinitas elektron unsur dari atas ke bawah semakin berkurang. Muatan inti bertambah positif, jari-jari atom makin besar, dan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin lemah. Akibatnya afinitas elektron berkurang.

Dalam satu periode yang sama, afinitas elektron unsur dari kiri ke kanan cenderung bertambah. Muatan inti bertambah positif sedang jumlah kulit tetap menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin kuat. Akibatnya afinitas elektron cenderung bertambah.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan/kemampuan atom untuk menarik elektron dalam suatu ikatan kimia. Semakin besar keelektronegatifan suatu atom berarti dalam ikatan kimia atom tersebut cenderung menarik elektron dari atom yang lain.

Dalam satu golongan yang sama, keelektronegatifan unsur dari atas ke bawah semakin berkurang. Jumlah muatan inti bertambah positif jumlah kulit bertambah maka kemampuan inti untuk menarik electron menjadi lemah. Akibatnya keelektronegatifan unsur semakin lemah.

Dalam satu periode yang sama, keelektronegatifan unsur dari kiri ke kanan cenderung naik. Muatan inti bertambah positif jumlah kulit tetap, menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron makin kuat. Akibatnya kemampuan atom untuk menarik electron makin besar.

Sifat Logam.

Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).

Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:

Dalam satu golongan yang sama, sifat logam unsur bertambah dari atas ke bawah. Dari atas ke bawah energi ionisasi unsur berkurang sehingga makin mudah melepas elektron, sifat logam bertambah.

Demikian juga nilai afinitas elektron makin berkurang sehingga makin sulit bagi unsur untuk menangkap elektron. Sifat nonlogam berkurang.

Dalam satu periode yang sama, sifat logam berkurang dari kiri ke kanan. Energi ionisasi unsur bertambah dari kiri ke kanan, sehingga makin sulit bagi unsur untuk melepas elektron. Berarti sifat logam makin berkurang.

Nilai afinitas elektron bertambah dari kiri ke kanan, sehingga makin mudah bagi unsur untuk menarik elektron. Akibatnya sifat nonlogam makin berkurang. Kecenderungan ini tidak berlaku bagi unsur-unsur transisi.

Titik Leleh dan Titik Didih

Berdasarkan titik leleh dan titik didih dapat disimpulkan sebagai berikut.

Dalam satu periode yang sama, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.

Dalam satu golongan yang sama, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsur unsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur- unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.

Contoh Soal Ujian Sifat Periodik Unsur Kimia

Urutkan atom-atom berikut: Na, Mg, K, dan Ca menurut kenaikan energi ionisasinya, kemudian jelaskan alasannya.

Jawab

Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan energi ionisasi bertambah akibat bertambahnya muatan inti. Jadi, energi ionisasi Mg lebih besar dari Na. Demikian pula energi ionisasi Ca lebih besar dari K.

Dalam golongan yang sama, dari atas ke bawah energi ionisasi berkurang akibat orbit elektron makin jauh dari inti. Jadi, energi ionisasi Na lebih besar dari K dan energi ionisasi Mg lebih besar dari Ca.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa urutan energi ionisasi adalah K < Na < Ca < Mg.

Soal 1. Diketahui unsur-unsur: 3Li, 4Be, 5B, 9F. Tentukan:

  1. unsur yang paling elektropositif
  2. unsur yang paling elektronegatif
  3. unsur yang mempunyai energi ionisasi terbesar
  4. unsur yang mempunyai jari-jari atom terbesar
  5. unsur yang terletak pada golongan IIIA

Soal 2. Keperiodikan unsur meliputi:

  1. jari-jari atom;
  2. energi ionisasi;
  3. afinitas elektron;
  4. keelektronegatifan;
  5. sifat logam.

Daftar Pustaka

Sifat Periodik Unusr Kimia dengan Pengertian Sifat Periodik Unsur Kimia dan golongan elektron valensi serta periode unsur orbit yang sama. Konfigurasi electron dengan Sifat periodic Jari- jari Atom dan Pengertian Jari jari atom. Sifat periodic Energi Ionisasi unsur kimia dengan pengertian energi ionisasi dan Sifat periodic Afinitas Elektron unsur kimia.

Pengertian Afinitas electron dengan Sifat periodic Keelektronegatifan unsur kimia dan Pengertian Keelektronegatifan unsur serta Sifat periodic Logam non logam. Pengertian sifat logam unsur dengan Sifat periodic Titik Leleh dan Titik Didih. Pengertian titik leleh dan titik didih unsur dengan Contoh Soal Ujian Sifat Periodik Unsur Kimia.

Pengertian Energi Ionisasi Atom

Pengertian Ionisasi. Pada keadaan netral, jumlah muatan positif suatu atom sama dengan jumlah muatan negatifnya. Suatu atom dapat membentuk ion positif  dengan cara melepas elektron atau ion negatif dengan cara menerima elektron pada kulit terluarnya. Peristiwa atom membentuk ion dengan melepas atau menerima elektron dari keadaan netralnya dikenal sebagai ionisasi.

Pengertian Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan oleh atom netral dalam keadaan gas agar dapat melepaskan satu buah elektron pada kulit terluarnya.  Energi ionisasi umumnya dinyatakan dalam satuan kJ mol–1.

Energi Ionisasi, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Dan Pembahasan
Energi Ionisasi, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Dan Pembahasan

Unsur-unsur yang terdapat dalam satu golongan dalam Tabel Priodik Unsur, energi ionisasinya makin ke bawah semakin kecil. Elektron terluar semakin jauh jaraknya dari inti. Gaya tarik inti semakin lemah. Hal ini mengakibatkan elektron yang terluar makin mudah untuk dilepaskan.

Sedangkan unsur-unsur yang terdapat dalam satu periode, gaya tarik inti makin ke kanan makin kuat, sehingga energi ionisasi pada umumnya makin ke kanan makin besar. Dalam satu periode, semakin ke kana, jari-jari atom semakain kecil. Gaya tarik-menarik antara proton pada inti atom dengan elektron pada kulit terluarnya semakin besar.

Semakin besar gaya tarik antara proton pada inti atom dengan elektron menyebabkan elektron pada kulit terluar menjadi sulit untuk dilepas. Sehingga, energi ionisasinya semakin besar pula.

Beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan adalah Golongan IIA, VA, dan VIIIA ternyata mempunyai energi ionisasi yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi untuk unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan VIA. Hal ini terjadi karena unsur-unsur dalam golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif lebih stabil, sehingga elektron terluarnya relatif lebih sulit dilepaskan.

Alkohol: Pengertian Rumus Menentukan Tatanama IUPAC Struktur Jenis Sifat Isomer Posisi Gugus Fungsi Optik Karbon Asimetrik Kiral Contoh Soal 6

Pengertian  Alkohol. Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon pada ...

Cara Menghitung Energi Kalor Reaksi Bahan Bakar: LPG, Bensin, Metanol, Etanol, Metana, Arang Kayu, Contoh Soal.

Pengertian Pembakaran: Reaksi pembakaran adalah reaksi antara bahan bakar dengan oksigen yang akan menghasilkan panas (kalor) dan gas hasil pembakaran...

Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

1). Contoh Soal Perhitungan Kalor Pembakaran Karbon Perhatikan reaksi pembakaran karbon menjadi gas karbon dioksida seperti ditunjukan dengan persamaan...

Elektron, Proton, Neutron: Partikel Dasar Struktur Atom Pengertian Rumus Perhitungan Contoh Soal.

Pengertian Atom: Atom dibangun oleh partikel- partikel subatom yaitu elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom, sedangkan...

Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.

Pengetian Gaya Van de Waals.   Gaya van der waals adalah  gaya tarik listrik yang terjadi antara partikel – partikel yang memiliki muatan. Partikel – pa...

Hipotesis Hukum Tetapan Avogadro: Pengertian Rumus Volume Molar Standar STP RTP Non Standar Contoh Soal Perhitungan 14

Pengertian Hukum Avogadro.  Hukum Avogadro menyatakan, bahwa  pada temperatur dan tekanan yang sama, gas- gas dengan volume yang sama, akan mempunyai j...

Hukum 1 Termodinamika: Pengertian Perubahan Energi Internal Usaha Kalor Sistem Lingkungan Contoh Soal Rumus Perhitungan 12

Pengertian Sistem Pada Termokimia: Sistem adalah bagian dari semesta, baik nyata maupun konseptual yang dibatasi oleh batas batas fisik  tertentu atau ...

Hukum Faraday: Pengertian, Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis, Contoh Soal Rumus Perhitungan.

Pengertian Hukum Faraday: Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan...

Hukum Gas Boyle Charles Gay Lussac: Pengertian Tekanan Volume Suhu Contoh Soal Perhitungan 11

Hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari tiga hukum yang menjelaskan tentang perilaku variabel gas, yaitu hukum Boyle, Hukum Charles, dan hukum G...

Hukum Hess: Rumus Contoh Perhitungan Kalor Perubahan Entalpi Reaksi Kimia.

Pengertian Hukum Hess.  Hukum Hess menyatakan bahwa kalor (dalam hal ini entalpi) yang menyertai suatu reaksi kimia tidak bergantung pada jalan yang d...

Hukum Kekekalan Massa Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Perhitungan Contoh Soal

Pengertian Kekekalan Massa: Awalnya hukum kekekalan massa diajukan oleh ilmuwann bernama Mikhail Lomonosov (1748) setelah dapat membuktikannya melalui...

Hukum Termodinamika Kedua.

Pengertian.  Hukum kedua termodinamika kimia menyatakan arah suatu proses dan kespontanan suatu reaksi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa, walaupun ...

Ikatan Hidrogen. Pengertian, Penjelasan Contohnya

Pengertian Ikatan Hidrogen.  Ikatan hidrogen adalah ikatan tambahan berupa daya tarik listrik antara atom hidrogen dengan unsur elektronegtif, sedangkan ...

Isotop, Isobar, Isoton: Pengertian Contoh Rumus Perhitungan Soal Ujian

Pengertian Atom: Atom tersusun dari partikel pertikel subatom yaitu proton, neutron, electron. Proton dan neutron terletak di dalam inti atom. Sedangkan...

Jenis Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan

Pengertian Bahan Pewarna Alami Makanan.  Berdasarkan pada fungsinya, zat aditif atau bahan yang ditambahkan pada makanan dapat digolongkan menjadi bahan ...