Pengertian Ikatan Hidrogen. Ikatan hidrogen adalah ikatan tambahan berupa daya tarik listrik antara atom hidrogen dengan unsur elektronegtif, sedangkan kedua atom ini sedang berikatan kovalen dengan atom lain.
Ikatan hidrogen terbentuk pada senyawa – senyawa polar yang mengandung atom H dan atom yang memiliki keelektronegatifan tinggi seperti F, O, N, dan Cl. Senyawa yang mengandung hidrogen dan unsur yang memiliki kelektronegatifan tinggi dapat membentuk senyawa polar.
Hal ini disebabkan pasangan elektron ikatan yang digunakan bersama lebih tertarik ke arah atom yang memiliki keelektronegatifan tinggi. Akibatnya, atom hidrogen yang tidak memiliki kulit bagian dalam, selain yang digunakan untuk berikatan menjasi lebih bermuatan positif.
Hidrogen merupakan unsur bukan logam yang memiliki keelektronegatifan relatif kecil. Ketika hidrogen berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti flour, oksigen, dan nitrogen, maka pasangan elektron yang dipakai bersama akan lebih tertarik ke unsur tersebut, sehingga bermuatan agak negatif, sedangkan hidrogen muatannya lebih positif.
Dalam keadaan tersebut, hidrogen dapat membentuk ikatan tambahan dengan atom elektronegatif lain yang berada di dekatnya atau sekitarnya. Ikatan tambahan inilah yang kemudian disebut sebagai ikatan hidrogen. Contohnya adalah ikatan pada HF, H2O, NH3 dan salisilaldehida.
Pada contoh- contoh tersebut, hidrogen memiliki dua ikatan, yaitu ikatan kovalen yang terbentuk melalui pemekaian sepasang elektron, dan ikatan hidrogen yang terjadi karena daya tarik listrik antara hidrogen dengan atom lain.

Pada gambar dapat dilihat bahwa pada HF dan molekul air, hidrogen membentuk dua ikatan yang dilambangkan dengan garis warna hitam dan garis putus warna merah.
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang lemah, ≤ 20 kJ mol-1 walaupun demikian, ikatan ini mempengaruhi sifat- sifat fisika seperti titik didih dan titik lebur senyawa. Hal ini mudah dipahami, mengingat mendidih dan melebur merupakan proses pemutusan ikatan antara partikel.
Alkohol: Pengertian Rumus Menentukan Tatanama IUPAC Struktur Jenis Sifat Isomer Posisi Gugus Fungsi Optik Karbon Asimetrik Kiral Contoh Soal 6
Cara Menghitung Energi Kalor Reaksi Bahan Bakar: LPG, Bensin, Metanol, Etanol, Metana, Arang Kayu, Contoh Soal.
Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.
Elektron - Proton - Neutron: Partikel Dasar Struktur Atom - Pengertian - Rumus Perhitungan Contoh Soal.
Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.
Hipotesis Hukum Tetapan Avogadro: Pengertian Rumus Volume Molar Standar STP RTP Non Standar Contoh Soal Perhitungan 14
Hukum 1 Termodinamika: Pengertian Perubahan Energi Internal Usaha Kalor Sistem Lingkungan Contoh Soal Rumus Perhitungan 12
Hukum Faraday: Pengertian, Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis, Contoh Soal Rumus Perhitungan.
Hukum Gas Boyle Charles Gay Lussac: Pengertian Tekanan Volume Suhu Contoh Soal Perhitungan 11
Hukum Hess: Rumus Contoh Perhitungan Kalor Perubahan Entalpi Reaksi Kimia.
Hukum Kekekalan Massa Reaksi Kimia: Pengertian Rumus Perhitungan Contoh Soal
Hukum Termodinamika Kedua.
Ikatan Hidrogen. Pengertian, Penjelasan Contohnya
Isotop, Isobar, Isoton: Pengertian Contoh Rumus Perhitungan Soal Ujian
Jenis Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan
Jenis Sumber Bahan Pengawet Alami Untuk Makanan
Katalis Raaksi Kimia: Pengetian, Jenis, Fungsi, Contoh, Komponen,
Komposisi, Komponen Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak
Konsep Redoks: Pengertian Menentukan Reaksi Reduksi Melepas Menerima Elektron Oksigen Bilangan Oksidasi Reaksi Autoredoks Disproporsionasi Contoh Soal Perhitungan 6
Massa Atom Molekul Relatif, Konsep Mol, Massa Volume Molar: Pengertian, Contoh Soal Rumus Perhitungan.