Hukum Pascal: Pengertian Rumus Penerapan Contoh Soal Perhitungan Gaya Piston Hidrolik 8

Pengertian Hukum Pascal.  Ilmuwan Perancis yaitu Blaise Pascal (1623-1662) telah memberikan sumbangsih pengetahuan terkait sifat -sifat fluida statis yang kemudian dikenal dengan sebutan Hukum Pascal.

Bunyi Hukum Pascal

Secara konsep, Bunyi hukum Pascal dapat dijelaskan sebagai berikut.

“Jika suatu fluida diberikan tekanan pada suatu tempat, maka tekanan itu akan diteruskan ke segala arah dengan nilai sama besar.

Prinsip Hukum Paskal

Apabila piston-1 yang memiliki luas penampang A1 ditekan dengan gaya sebesar F1, maka zat cair di bawahnya akan memiliki tekanan yang besarnya P1. Tekanan ini akan diteruskan ke Piston-2 dengan luas penampang A2 yang besarnya P2, dan tekanan ini akan menghasilkan gaya sebesar F2. Secara matematis Hukum Pascal dapat diformusikan dengan Rumus sebagai berikut.

P1 = P2

Prinsip Hukum Pascal, Tekanan Sama Besar Pada Segala Arah, Pada Pesawat Hidrolik
Prinsip Hukum Pascal, Tekanan Sama Besar Pada Segala Arah, Pada Pesawat Hidrolik

Rumus Hukum Pascal

Sesuai dengan prinsip hukum pascal yaitu Tekanan pada piston-1 (P1 ) sama dengan tekanan pada piston-2 (P2). Sehingga besarnya tekanan dan Gaya piston dapat ditentukan dengan menggunakan formulasi rumus berikut:

P1 = F1/A1

F1 = gaya pada piston-1

A1 = Luas penampang piston-1

P2 = F2/A2

F2 = gaya pada piston-2

A2 = Luas penampang piston-2

(F1/A1) = (F2/A2)

F1 = A1 x (F2/A2) atau

F1 = (A1 /A2) x F2

Berdasarkan pada hukum Pascal ini diketahui bahwa dengan memanfaatkan gaya yang relative kecil akan diperoleh suatu gaya yang cukup besar.

Contoh Aplikasi Penerapan Hukum Pascal Sehari Hari

Prinsip-prinsip hukum Pascal ini kemudian diterapkan pada peralatan seperti pompa hidrolik, alat pengangkat air, alat pengepres, alat pengukur tekanan darah (tensimeter), rem hidrolik, dongkrak hidrolik, dan dump truk.

1). Contoh Soal Perhitungan Rumus Hukum Pascal Gaya Bejana.

Bejana berhubungan digunakan untuk mengangkat sebuah beban. Beban 1000 kg diletakkan di atas penampang besar 2000 cm2. Berapakah gaya yang harus diberikan pada bejana kecil 10 cm2 agar beban terangkat?

Diketahui:

g = konstanta gravitasi = 10 m/s2

F2 = m x g = 1000 . 10 = 10.000 N

A2 = 2000 cm2

A1 = 10 cm2

F1 = ?

Rumus Hukum Pascal Menghitung Gaya Pada Bejana Kecil

Sesuai dengan prinsip dari hukum Pascal, maka besarnya nilai gaya F1 dapat ditentukan sebagai berikut.

(F1/A1) = (F2/A2)

F1 = A1 x (F2/A2)

F1 = 10 cm2 x (10.000 N/2000cm2)

F1 = 10 x 5 N

F1 = 50 N

Dari contoh ini dapat diketahui bahwa gaya F1 jauh lebih kecil dibandingkan gaya F2 yang ditimbulkan dari tekanan P1. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip Hukum Pascal dapat digunakan untuk melipatgandakan suatu gaya. Dengan gaya F1 sebesar 50 N dapat digunakan untuk menghasilkan gaya sebesar 10.000 N, atau 200 kali lebih besar.

2). Contoh Soal Perhitungan Gaya Penghisap Kecil Alat Pengangkat Mobil Hukum Pascal

Alat pengangkat mobil yang memiliki luas pengisap masing-masing sebesar 0,20 m2 dan 8 x 10–4 m2 digunakan untuk mengangkat mobil seberat 4 x 104 N. Berapakah besar gaya yang harus diberikan pada pengisap yang kecil

Diketahui:

A1 = 8 x 10–4 m2,

A2 = 0,2 m2, dan

F2 = 4 x 104 N.

Rumus Hukum Pascal Menghitung Gaya Alat Pengangkat Mobil

Besar gaya yang diberikan pada penghisap kecil alat pengangkat mobil dapat dinyatakan dengam menggunakan Hukum Pascal berikut:

P1 = P2 atau

F1/A1 = F2/A2

F1 = F2 (A1/A2)

F1 = 4 × 104(8 x 10–4/0,2)

F1 = 160 N

Dengan demikian, gaya yang harus diberikan pada pengisap yang kecil adalah 160 N.

3). Contoh Soal Menghitung Gaya Penghisap Pompa Hidrolik Saat Setimbang

Sebuah pompa hidrolik memiliki perbandingan jari jari piston penghisap kecil dan besar 1 : 8. Pada penampang piston kecil diberi gaya sebesar 100 N. Hitung gaya angkat pada piston penampang besar saat kedua penghisap dalam keadaan setimbang

Diketahui:

r1 : r2 = 1 : 8 atau

r2 = 8r1

F1 = 100 N

Rumus Hukum Pascal Gaya Angkat Hudrolik Keadaan Setimbang

Besar gaya angkat pada piston penghisap penampang besar dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

P1 = P2 atau

F1/A1 = F2/A2

F1 = F2 (A1/A2) atau

F2 = F1 (r2 /r1)2

F2 = 100 (8r1 /r1)2

F2 = 100 x 64

F2 = 6400

Jadi gaya angkat pada piston penghisap besar dalam keadaan setimbang adalah 6400 N

4). Contoh Soal Menghitung Luas Penampang Piston Dongkrak Hidrolik

Dongkrak hidrolik di sebuah bengkel digunakan untuk menaikkan mobil seperti pada gambar. Berat mobil menyebabkan tekanan 10 N/cm2 pada piston besar. Jika gaya pada piston kecil adalah 150 N, hitung berapa luas panampang piston kecil.

Diketahui:

P2 = 10 N/cm2

F1 = 150 N

Hukum Pascal: Pengertian Rumus Penerapan Contoh Soal Perhitungan Gaya Piston Hidrolik, Contoh Soal Menghitung Luas Penampang Piston Dongkrak Hidrolik,
Rumus Hukum Pascal Menghitung Luas Penampang Piston Kecil Dongkrak Hidrolik

Rumus Pascal Menghitung Luas Penampang Piston Kecil Dongkrak Hidrolik

Luas penampang psiton kecil dongkrak hidrolik dapat dihitung dengan rumus berikut:

P1 = P2 atau

F1/A1 = P2 atau

A1 = F1/P2

A1 = 150/10

A1 = 15 cm2

jadi, luas penampang piston kecil adalah 15 cm2

5). Contoh Soal Perhitungan Luas Penampang Torak Penghisap Dongkrak Hidrolik

Sebuah dongkrak hidrolik mempunyai torak penghisap kecil dengan luas penampangnya 50 cm2 yang diberi gaya sebesar 400 N ke bawah, sehingga timbul gaya yang bekerja pada torak besar 720 N. Hitung luas penampang torak penghisap besar

Diketahui:

A1 = 50 cm2

F1 = 400 N

F2 = 720 N

Rumus Hukum Pascal Menghitung Luas Penampang Torak Besar Dongkrak Hidrolik

Besar luas penampang  torak besar dongkrak hidrolik dapat dinyatakan dengan menggunakan Hukum Pascal berikut:

P1 = P2 atau

F1/A1 = F2/A2 atau

A2 = (F2 A1)/F1

A2 = (720 x 50)/400

A2 = 90 cm2

Jadi luas penampang torak penghisap besar dongkrak hidrolik adalah 90 cm2.

6). Contoh Soal Hukum Pascal Menghtiung Gaya Dongkrak Hidrolik Mobil

Sebuah mobil hendak diangkat dengan menggunakan dongkrak hidrolik. Bila pipa besar memiliki jari-jari 25 cm dan pipa kecil memilki jari-jari 5 cm. Berapa gaya yang harus diberikan pada pipa kecil bila berat mobil adalah 16.000 N

Diketahui :

r1 = 5 cm,

r2 = 25 cm,

F2 = 16.000 N

Rumus Hukum Pascal Dongkrak Hidrolik Mobil

Besar gaya yang harus diberikan pada pipa kecil dongkrak hidrolik agar dapat mengangkat mobil dapat dinyatakan dengan rumus Hukum Pascal seperti berikut:

P1 = P2 atau

F1/A1 = F2/A2

F1 = F2 (A1/A2) atau

F1 = F2 (r12 /r22)

F1 = 16000 (52 / 252)

F1 = 16000((0,04)

F1 = 640 N

7). Contoh Soal Perhitungan Gaya Minimum Torak Pompa Hidrolik

Sebuah mesin Kempa hidrolik dengan jari-jari penampang torak kecil dan besar berbanding 1: 5. Jika pada torak besar diletakkan beban seberat 1000 N, maka berapakah gaya minimum yang harus diberikan pada torak kecil agar benda itu dapat terangkat

Diketahui:

r1: r2 = 1: 5 atau

r2 = 5r1

F2 = 1000 N

Rumus Hukum Pascal Menghitung Gaya Minimum Torak Pompa Hidrolik

Besar gaya minimum yang harus diberikan pada torak kecil kempa hidrolik dapat dirumuskan seperti berikut

P1 = P2 atau

F1/A1 = F2/A2

F1 = F2 (A1/A2) atau

F1 = F2 (r1/r2)2

F1 = 1000 (r1/5r1)2

F1 = 1000 (1/5)2

F1 = 1000 (0,04)

F1 = 40 N

Jadi besar gaya minimum yang harus diberikan pada torak kecil kempa hidrolik adalah 40 N

8). Contoh Soal Perhitungan Jarak Tempuh Torak Penghisap Pompa Hidrolik

Sebua pompa hidrolik memiliki pipa kecil berjari jari 5 cm sedangkan pipa besar berjari jari 25 cm. Agar beban yang besarnya 5000 N naik setinggi 4 cm, tentukan jarak ditempuh penghisap pipa kecil

Diketahui:

r1 = 5 cm

r2 = 25 cm

F2 = 5000 N

h2 = 4 cm

Rumus Hukum Pascal Menghitung Jarak Torak Penghisap Pompa Hidrolik

Besar gaya yang bekerja pada pipa kecil hidrolik adalah

F1 = F2 (A1/A2) atau

F1 = F2 (r12 /r22)  atau

F1 = F2 (r1 /r2)2

F1 = 5000 (5/25)2

F1 = 5000 (0,04)

F1 = 200 N

Rumus Menghitung Jarak Tempuk Torak Kecil Pompa Hidrolik

Jarak yang ditempuh torak penghisap pada pipa kecil dapat dirumuskan seperti berikut:

W1 = W2

F1 x h1 = F2 x h2

h1 = (F2 x h2)/F1

h1 = (5000 x 4)/200

h2 = 100 cm

Jadi dibutuhkan gaya sebesar 200 N dengan jarak penghisap 100 cm pada pipa kecil.

    Daftar Pustaka:

    1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
    2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
    3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
    4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
    5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
    6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
    7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

    Energi Potensial dan Energi Kinetik

    Penegrtian Energi Potensial. Energi potensial dapat diartikan sebagai energi yang dimiliki oleh sebuah benda karena keadaan atau kedudukan atau posisinya. Contoh energi potensial Misalnya, energi pada system pegas (per), energi ketapel, energi busur, dan energi pada air terjun.

    Namun demikian Energi potensial juga dapat diartikan sebagai energi yang dimiliki dan tersimpan dalam suatu benda. Contoh energi potenisal ini Misalnya energi kimia dan energi listrik. Contoh energi kimia adalah energi minyak bumi, energi dalam batubara dan energi nuklir.

    Pengertian Energi Potensial Gravitasi

    Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukan atau perbedaan ketinggian dari benda lain. Energi ini disebabkan oleh adanya perbedaan relative ketinggian. Yang Secara matematis energi potensial gravitasi diformulasikan dengan rumus seperti berikut:

    Ep = m g h

    Keterangan:

    Ep = energi potensial gravitasi (N)

    m =  massa benda (kg)

    g = percepatan gravitasi (m/s2)

    h = ketinggian terhadap acuan (m)

    Energi potensial gravitasi dalam rumus tersebut adalah energi potensial benda terhadap bidang acuan yang terletak pada jarak ketinggian h di bawah benda. Energi potensial gravitasi terhadap bidang acuan lain yang ketinggiannya berbeda, tentu saja nilai energinya berbeda juga. Misalnya, terhadap bidang acuan yang jaraknya h1, di bawah kedudukan benda, maka energi potensial gravitasinya adalah m g h1. Sedangkan terhadap bidang acuan lain yang meiliki ketinggian h2, maka energi potensialnya menjadi m g h2.

    Energi Potensial yang dimiliki Benda Pada Posisi Kedudukan
    Energi Potensial yang dimiliki Benda Pada Posisi Kedudukan

    Bidang acuan tidak harus berada di bawah kedudukan benda. Namun dapat saja dipilih bidang acuan yang letaknya di atas kedudukan benda. Dalam hal ini, energi potensial gravitasi yang dimiliki oleh benda menjadi negatif. Namun demikian, umumya bidang acuan dipilih di bawah kedudukan benda, Nilai energy potensial positif.

    Contoh Soal Perhitungan Rumus Potenial Gravitasi 

    Sebuah bola bermassa 0,1 kg dilempar vertikal ke atas hingga mencapai ketinggian 10 m. Bila g = 10 m/s2, hitunglah energi potensial benda pada ketinggian tersebut!

    Diketahui :

    m = 0,1 kg

    h = 10 m

    g = 10 m/s2

    Ditanyakan : Ep = …. ?

    Jawab :

    Ep = m g h = 0,1 · 10 · 10

    Ep = 10 J

    Jadi, energi potensial yang dimiliki oleh benda ketika berada pada ketinggian 10 meter dari permukaan tanah adalah 10 Joule.

    Pengertian Energi Kinetik

    Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena geraknya. Dengan kata lain, benda bermassa yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan memiliki energi kinetic. Secara umum energi kinetik suatu benda yang memiliki massa m dan bergerak dengan kecepatan v dirumuskan oleh persamaan berikut.

    Ek = ½ m v2

    dengan :

    Ek = energi kinetik (joule)

    m = massa benda (kg)

    v = kecepatan benda (m/s)

    Dari persamaan di atas diketahui bahwa Energi kinetik sebuah benda dipengaruhi oleh massa dan kecepatannya. Energi itu sebanding dengan massa benda m dan kuadrat kecepatan pergerakan benda (v2).

    Contoh Soal Perhitungan Rumus Energi Kinetika

    Seekor burung terbang melintasi gunung dengan kelajuan atau kecepatan 25 m/s. Bila massa burung tersebut adalah 100 gram, maka besar energi kinetic yang dimiliki burung tersebut adalah?

    Diketahui:

    v = 10 m/s

    m = 100 g = 0,1 kg

    Ditanyakan: Ek = …. ?

    Jawab :

    Ek =1/2  m v2

    Ek = 1/2 (0,1) x (10)2

    Ek = 5 J

    Jadi, energi kinetik yang dimiliki burung ketikan terbang melintasi gunung adalah 5 Joule.

    Daftar Pustaka:

    Pengertian dan Contoh Teori Energi Petensial dengan Pengertian teori Energi potensial gravitasi dan contoh energi potensial gravitasi. Contoh gambar energi potensial dan contoh soal ujian energi pontensial dengan rumus energi potensial. Contoh soal perhitungan energi potensial dan contoh penggunaan energi potensial dengan factor yang mempengarui energi potensial gravitasi.

    Pengertian dan Contoh Teori Energi Kinetik dengan Pengertian teori Energi Kinetik dan contoh energi kinetik. Contoh gambar energi kinetik dan contoh soal ujian energi kinetik dengan rumus energi kinetik. Contoh soal perhitungan energi kinetik dan contoh penggunaan energi kinetik dengan factor yang mempengaruhi energi kinetic.

    Bioteknologi Konvensional Modern: Pengertian Prinsip Ciri Contoh Jenis Fungsi Dampak Mikroorganisme

    Pengertian Bioteknologi,  Bioteknologi berasal dari bahasa latin, yaitu kata bio yang artinya hidup, tehnos yang berarti teknologi = terapan dan logos yang artinya ilmu,  yang secara keseluruhan berarti ilmu yang menerapkan prinsip prinsip biologi.

    Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa kimia secara terpadu dengan tujuan untuk penerapan teknologi dari kapasitas mikroba dan sel-sel jaringan yang dibiakkan.

    Bioteknologi merupakan ilmu terapan yang mempelajari prinsip- prinsip ilmu biologi yang digunakan oleh manusia untuk tujuan tertentu.

    Prinsip Prinsip Bioteknologi

    Prinsip dasar dari bioteknologi adalah memanipulasi atau merekayasa bahan hayati dengan unsur teknologi untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang dapat dipergunakan bagi kebutuhan manusia.

    Jenis Bioteknologi Konvensional – Modern

    Secara umum bioteknologi dapat dikatagorikan menjadi bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern.

    Bioteknologi konvensional umumnya dilakukan denga cara sederhana. Diptoduksi dalam jumlah kecil atau tidak diproduksi secara terbatas. Selain itu tidak menggunakan prinsip -prinsip keilmiahan.

    Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern

    Pengertian Bioteknologi Konvensional,

    Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk baru lain, yang sesuai dengan kebutuhan manusia melalui proses fermentasi.

    Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dalam pelaksanaannya memanfaatkan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu produk seperti senyawa kimia atau produk lainnya dengan memanfaatkan aktivitas- aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.

    Ciri CIri Bioteknologi Konvensional

    Adapun Ciri -ciri bioteknologi konvensional diantaranya adalah:

    1. Sudah dikenal sejak awal peradaban manusia.
    2. Dilakukan secara turun menurun dan tradisional
    3. Menggunakan mikroorganisme secara langsung
    4. Dimanfaat untuk kebutuhan pangan sehari hari
    5. Peralatan yang digunakan relative sederhana dengan fermentasi.
    6. Mikroorganisme yang digunakan relative terbatas.

    Contoh Produk Bioteknologi Konvensional

    Contoh Produk Bioteknologi Konvensional

    Contoh produk bioteknologi konvensional yang telah lama ada diantaranya pembuatan tempe, oncom, tape, tuak, dan kecap. Dalam bioteknologi konvensional biasanya hanya memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

    Pengertian Bioteknologi Modern

    Bioteknologi modern umumnya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang lebih modern atau canggih. Diproduksi dalam jumlah besar dan menggunakan prinsip- prinsip ilmiah.

    Selain menggunakan mikroorganisme, Bioteknologi modern juga dapat menggunakan bagian- bagian tubuh organisme seperti tumbuhan dan hewan.

    Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang menggunakan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berlandaskan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia.

    Rekayasa genetika adalah metoda atau teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang mempunyai keunggulan atau kelebihan secara genetik.

    Sedangkan, rekayasa biokimia seperti penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme untuk proses biologis tertentu agar tidak terpengaruh atau terkontaminasi oleh mikroorganisme lain.

    Ciri – Ciri Bioteknologi Modern:

    Adapun Ciri -ciri bioteknologi modern diantaranya adalah:

    1. Bioteknologi modern Mulai berkembang sejak ditemukan DNA.
    2. Mikroorganisme digunakan dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja genetik suatu organisme yang berguna bagi manusia
    3. Umumnya digunakan untuk kebutuhan industry skala menengah dan besar
    4. Peralatan – peralatan yang digunakan lebih modern.
    5. Pemanfaatan mikroorganisme menggunakan teknologi yang modern.
    6. Melibatkan beragam Teknik dan pegetahuan yang saling mendukung

    Contoh Produk Bioteknologi Modern

    Contoh produk bioteknologi modern misalnya produksi vaksin, antibody, hormone pertumbuhan, protein set tunggal, microprotein, kultur jaringan, asam amino, obat, pengolahan limbah, pembasmi hama tanaman, dan penghasil logam.

    Fungsi – Manfaat Mikroorganime Pada Bioteknologi

    Beberapa fungsi – manfaat – peran  mikroorganisme dalam bidang bioteknologi adalah sebagai berikut.

    a). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Makanan atau Minuman

    b). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Protein Sel Tunggal (PST)

    c). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Zat- Zat Organik

    d). Mikroorganisme berfungsi dalam menghasilkan Obat – Vaksin – Hormon

    e). Mikroorganisme berfungsi dalam pemisahan Logam dari Bijihnya

    f). Mikroorganisme berfungsi dalam menghasilkan Energi

    g). Mikroorganisme berfungsi dalam mengurai Limbah

    Bioteknologi dalam Bidang Peternakan

    Bioteknologi dapat digunakan untuk memproduks dan mengembangkan produk -produk yang digunakan dalam bidang peternakan, seperti vaksin dan antibodi.

    Selain itu, dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit hewan dan hormone pertumbuhan untuk merangsang pertumbuhan hewan ternak melalui rekombinasi DNA.

    Rekayasa genetika merupakan kegiatan manipulasi sifat makhluk hidup agar menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan.

    Manipulasi sifat genetik ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. DNA rekombinan merupakan proses menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda.

    Dikembangkan juga organisme transgenetik, yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain.

    Organisme transgenetik dilakukan dengan cara menyuntikkan DNA asing ke dalam sel -sel telur atau sel- sel embrio awal sehingga dihasilkan organisme yang baru dengan kualitas sesuai yang  diharapkan.

    Bioteknologi dalam Bidang Pertanian

    Bioteknologi yang dikembangankan dan diterapkan di bidang pertanian diantaranya adalah kultur jaringan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman tahan hama dan pengembangan tanaman denganmenggunakan media selain tanah yang dikenal dengan nama hidroponik.

    Kultur jaringan tumbuhan dilakukan dengan mengambil beberapa milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang dikultur ini disebut sebagai eksplan.

    Dalam bidang pertanian, bioteknologi dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam media selain tanah, yang disebut hidroponik.

    Hidroponik adalah teknik menanam tanaman dalam media selain tanah. Penerapannya dilakukan dengan menggunakan media air atau pasir.

    Hidroponik dengan media air. Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.

    Hidroponik dengan media pasir. Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan.

    Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur -unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya supaya tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengann baik.

    Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran

    Bioteknologi di bidang kedokteran dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya adalah pembuatan antibody monoclonal, terapi gen manusia, pembuatan obet dan vaksin,

    Pembuatan Antibodi Monoklonal

    Antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T untuk melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Secara alami, tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi.

    Fusi atau penggabungan antara sel limfosit B dan sel myeloma menghasilkan sel hibridoma. Sel ini berfungsi untuk mengatasi penyakit kanker.

    Terapi Gen Manusia

    Rekayasa genetik mempunyai potensi untuk memperbaiki kelainan genetik secara individual. Terapi gen merupakan perbaikan kelainan genetik dengan memperbaiki gen.

    Untuk kelainan genetik yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya satu alela, secara teoritis dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal dengan menggunakan teknik rekombinasi DNA.

    Alela yang baru dapat disisipkan ke dalam sel- sel somatis pada anak- anak dan dewasa, sel-sel germ (se l-sel yang memproduksi gamet), atau sel- sel embrio.

    Pembuatan Obat dan Vaksin

    Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan vaksin.

    Ada dua jenis vaksin tradisional untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu Partikel virus dan virus aktf,. Kedua virus tersebut dapat merangsang tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit.

    Bioteknologi telah mengembangkan dan melakukan modifikasi terhadap vaksin sehingga diperoleh vaksin yang lebih efektif melalui DNA rekombinan dan Rekayasa genetika.

    DNA rekombinan dapat menstimulasi pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri, dan mikroba lain. Protein ini dapat memicu terbentuknya respon kekebalan untuk melawan penyakit.

    Rekayasa genetika dapat digunakan untuk memodifikasi genom patogen sehingga menjadi lemah.

    Vaksinasi dengan makhluk hidup yang lemah lebih efektif dari protein vaksin karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respon kekebalan yang besar.

    Bioteknologi dalam Bidang Industri

    Dalam bidang industry, bioteknologi seperti Proses fermentasi digunakan untuk pembuatan anggur, antibiotik dan senyawa lain dapat ditingkatkan dan dikembangkan dengan menggunakan teknologi DNA rekombian.

    Sebagai contohnya adalah penambahan gen pada sintetis amilase ke dalam ragi Saccharomyces memungkinkan mikroorganisme ini untuk mengkonversi tepung menjadi alkohol.

    Kegunaan lain adalah mikroba akan mampu melakukan penguraian selulose atau lignin, pembuatan bahan bakar, membersihkan lingkungan dari polutan, menambang logam dari bijih yang berkadar rendah.

    Strain bakteri Pseudomonas putida misalnya telah dikenal sebagai bakteri yang dapat mendegradasi komponen – komponen minyak yang tumpah di laut.

    Pada industry logam, teknik leaching atau ekstraksi logam mulai dari bijih tembaga sampai ke uranium telah dilakukan dengan menggunakan bakteri tertentu dari genus Thiobacillus.

    Bioteknologi dalam Bidang Energi

    Bakteri yang berfungsi sebagai pengurai, seperti yang hidup di lambung sapi atau hewan memamah biak lainnya, dapat menghasilkan enzim selulosa yang mampu merombak selulosa menjadi karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Metana ini merupakan sumber energi yang kemudian disebut sebagai gas bio.

    Dengan menggunakan metoda atau teknik sederhana, limbah pertanian atau limbah peternakan dan sampah – sampah yang mengandung selulosa dapat difermentasikan menggunakan bakteri pengurai berubah menjadi gas bio.

    Gas bio dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor. Adapun sisa limbahnya dapat digunakan untuk pupuk. Bakteri pengurai tersebut terdapat melimpah dan ditemukan di mana- mana.

    Contoh Soal Ujian Dan Jawaban  Bioteknologi

    Beberapa Contoh Soal Ujian Bioteknologi yang merupakan soal soal yang pernah diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk peguruan tinggi negeri pada halaman berikut.

    Contoh Soal Ujian Dan Jawaban  Bioteknologi

    Daftar Pustaka:

    1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
    3. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam Artikel aplikasi penerapan bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern. Ciri bioteknologi konvensional tradisional dan modern dan Contoh produk bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan.
    4. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
    5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
    6. Ardra.Biz, 2019, “Contoh produk bioteknologi kesehatan dan kedokteran. Contoh produk bioteknologi konvensional tradisional dan modern. Contoh produk bioteknologi pangan makanan dan pertanian.
    7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
    8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
    9. Ardra.Biz, 3Mikroorganisme dalam bioteknologi serta Pengertian antibodi monoklonal adalah peran bakteri dalam bioteknologi dan peran bioteknologi bidang pangan makanan dan pertanian.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Peran bioteknologi dalam bidang kedokteran dan kesehatan atau peran bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan

    Mikroskop Optik Cahaya

    Pengertian – Dasar Teori Mikroskop . Mikroskop adalah alat yang biasa digunakan untuk mengamati objek (berupa sampel) yang ukurannya sangat kecil yang tidak dapat diamati oleh mata biasa. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek. Dengan ditemukannya  mikroskop, pengamatan, penelitian terhadap objek yang sangat kecil seperti sel makhluk hidup atau mikroorganisme atau mikro struktur logam dapat diobservasi atau diteliti dengan mudah..

    Jenis Macam Mikroskop

    Berdasarkan sumber cahaya dan kemampuan pembesarannya, mikroskop dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu mikroskop cahaya atau optik dan mikroskop elektron.

    Mikroskop Cahaya atau Mikroskop Optik

    Mikroskop optic menggunakan cahaya sebagai sumber cahayanya. Yang menjadi sumber cahaya adalah matahari atau lampu. Mikroskop ini menggunakan lensa yang terbuat dari kaca atau glass.

    Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop merupakan perkalian antara perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif dan perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler. Secara matematis, perbesaran total yang dihasilkan mikroskop ditulis sebagai berikut.

    M = Mob × Mok

    M = perbesaran total yang dihasilkan mikroskop,

    Mob = perbesaran yang dihasilkan lensa objektif, dan

    Mok = perbesaran sudut yang dihasilkan lensa okuler.

    Mikroskop Elektron

    Keterbatasan mikroskop optic adalah daya tembus cahaya dan sulitnya membuat lensa yang sangat tipis, dengan demikian sulit untuk mendapatkan pembesaran yang lebih tinggi agar dapat digunakan untuk objek yang sangat kecil. Pembesaran mikroskop optic biasa tidak lebih dari 1000 kali.

    Untuk mengamati objek yang sangat kecil yang tidak bisa diamati oleh mikroskop optic maka, digunakan mikroskop electron. Mikroskop elektron menggunakan magnet sebagai pengganti lensa dan elektron sebagai pengganti sumber cahayanya. Elektron mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek daripada cahaya putih sehingga mempunyai daya tembus yang lebih besar.

    Bagian – Bagian Utama Pada Mikroskop Optik.

    Mikroskop yang biasa atau umum digunakan dalam pengamatan sederhana ialah mikroskop cahaya atau mikroskop optik. Pada dasarnya mikroskop optic dapat dibagi dalam dua bagian utama yaitu bagian Optik dan bagian mekanik (non Optik). Keterangan dari bagian – bagian mikroskop  beserta fungsinya dapat dilihat pada gambar di bawah.

    Fungsi Utama dan Cara Kerja Mikroskop Optik- Cahaya
    Gambar Mikroskop, Fungsi Utama dan Cara Kerja Mikroskop Optik- Cahaya

    Bagian Optik

    1) Lensa okuler, biasanya terdiri dari dua buah lensa dengan pembesaran masing- masing 5 kali dan 10 kali. Lensa ini merupakan tempat mata mengamati bayangan dari objek. Fungsi lensa okuler ini sama seperti fungsi dari lup, atau kaca pembesar.

    Lup atau kaca pembesar atau sebagian orang menyebutnya sebagai suryakanta adalah lensa cembung yang berfungsi untuk melihat benda-benda kecil sehingga tampak lebih jelas dan lebih besar.

    2) Lensa objektif, biasanya terdiri dari tiga buah lensa dengan pembesaran masing- masing 10 kali, 50 kali, dan 100 kali. Lensa ini yang berhadapan langsung dengan objek yang diamati, tepat di atas permukaan objeknya.

    3) Cermin pada mikroskop berfungsi sebagai penangkap dan pengarah cahaya.

    4) Kondensor, digunakan sebagai pengarah cahaya yang dipatulkan oleh cemin dan difokuskan ke objek.

    5) Diafragma, berfungsi sebagai pengatur banyaknya cahaya yang mengenai objek.

    Bagian Mekanik Non Optik

    1) Revolver, digunakan untuk memutar pegangan lensa objektif sehingga pembesaran lensa yang diinginkan berada pada posisi yang siap digunakan.

    2) Makrometer atau Pengatur kasar dan mikrometer atau pengatur halus digunakan untuk mengatur jarak antara lensa objektif dengan permukaan objek untuk mendapatkan fokus.

    3) Tabung pada mikroskop berbentuk semacam teropong yang mana lensa- lensanya terletak pada okuler dan revolver.

    4) Kaki dan pegangan atau lengan Mikroskop, bagian yang berfungsi sebagai penyangga bagian optik.

    5) Meja preparat atau meja objek, merupakan tempat untuk objek yang akan diamati.

    Contoh  Gambar Hasil Pengamatan Mikroskop Cahaya.

    Salah satu pemanfaatan mikroskop optik di bidang teknik adalah pada bidang metalografi yang mengamati struktur logam. Sampel logam yang telah melalui tahap preparasi kemudian diamati di bawah mikroskop dan gambarnya diambil menggunakan camera khusus mikroskop. Contoh Foto mikro Struktur logam baja low carbon hasil pengamatan seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.

    Struktur Mikro Sebelum Dan Setelah Pengerjaan Dingin, Cold Rolling
    Struktur Mikro Sebelum Dan Setelah Pengerjaan Dingin, Cold Rolling

    Foto diambil pada pembesaran 500x. Baja sebelum mengalami deformasi (0%) den setelah mengalami deformasi 64% reduksi tebal. Dalam hal ini, Mikroskop optik cukup mampu mengidentifikasi perubahan struktur baja dengan sangat jelas.

    Contoh Soal Ujian Dan Pembahasan Perhitungan Mikroskop

    Sebuah mikroskop memiliki lensa okuler dengan pembesaran 5 sampai 10 kali dan lensa objektif dari 10 sampai 100 kali. Berapa pembesaran maksimum yang dapat dicapai oleh mikroskop tersebut:

    Jawaban Soal Ujian

    Pembesaran total mikroskop maksimum yang dapat dicapai adalah ketika pembesar lensa objektif dan lensa okuler pada posisi maksimum yaitu:

    Mmak = Mob × Mok

    Mob = 10 x (pembesarann maksimum)

    Mok = 100 x (pembesaran maksimum)

    Mmak = 10 x 100 = 1000x

    Jadi pembesaran maksimum mikroskop adalah 1000 kali.

    Kata dalam artikel. Cara menggunakan mikroskop OPTIK ATAU cahaya dan ELEKTRON adalah FUNGSI lensa objektif DAN lensa okuler dan gambar BAGIAN mikroskop OPTIK ATAU CAHAYA beserta KETERANGAN dan fungsinya. Gambar mikroskop monokuler atau jenis macam dan manfaat/fungsi mikroskop OPTIK atau CAHAYA.

    Materi artikel cara kerja mikroskop OPTIK atau CAHAYA dan ELEKTRON. Mikroskop terbuat dari PENGERTIAN dasar teori mikroskop OPTIK ATAU CAHAYA DAN ELEKTRON. Pengertian mikroskop monokuler, penggunaan mikroskop OPTIK atau CAHAYA dan ELEKTRON. Perbesaran  mikroskop OPTIK ATAU CAHAYA DAN ELEKTRON atau prinsip kerja mikroskop OPTIK ATAU CAHAYA DAN ELEKTRON dengan rumus mikroskop, sketsa mikroskop

    Sifat Kutub Magnet, dan Kegunaan Magnet

    Benda Magnetik dan Nonmagnetik. Magnet merupakan bahan yang dapat menarik benda lain yang memiliki sifat magnet. Pada prinsipnya benda dapat dikatagorikan menjadi benda magnetik dan nonmagnetik.

    Bahan Magnetik. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik, misalnya besi, nikel, baja, dan kobalt.

    Bahan Nonmagntik. Bahan-bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan nonmagnetik, misalnya kayu, plastik, kertas, dan karet.

    Berdasarkan kuat atau tidaknya magnet menarik benda, sifat bahan magnet dibedakan menjadi tiga, yaitu ferromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

    Bahan Ferromagnetik. Bahan ferromagnetik adalah bahan yang sangat kuat ditarik magnet, misalnya besi, baja, nikel, dan kobalt.

    Bahan Paramagnetik. Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat ditarik oleh magnet, tetapi tarikannya sangat lemah. Bahan yang tergolong paramagnetik adalah aluminium, tembaga, dan kaca..

    Bahan Diamagnetic. Bahan diamagnetic adalah bahan yang apabila didekatkan dengan magnet, maka magnet akan menolaknya atau menjauhinya. Logam mineral yang tergolong bahan diamagnetik di antaranya emas dan timah hitam bismuth.

    Sifat kemagnetan yang dimiliki oleh benda dapat dihilangkan dengan cara pemanasan atau pemukulan. Perlakuan tersebut mengganggu atau merubah atau merusak susunan magnet elementer sehingga susunannya kembali tidak teratur dan sifat magnetnya hilang.

    Kutub Magnet

    Kutub-kutub magnet adalah bagian ujung magnet yang memiliki kekuatan paling kuat untuk menarik partikel besi dibandingkan bagian magnet yang lainnay. Setiap magnet memiliki dua buah kutub, yaitu kutub selatan dan kutub utara.  Garis lurus yang menghubungkan kedua kedua kutub magnet ini disebut sebagai sumbu magnet.

    Kutub -kutub magnet memiliki sifat yang unik, yaitu: jika Dua kutub magnet yang sejenis saling didekatkan, maka akan saling tolak menolak atau menjauh. Kutuk magnet selatan dan kutub magnet utara jika didekatkan akan saling Tarik dan mendekat.

    Namun jika kedua  kutub magnet yang berlawanan jenis  didekatkan akan saling tarik -menarik. Ketika kutub selatan didekatkan dengan kutub magnet selatan, maka akan saling menjauh.

    Sifat-Sifat Magnet

    • Magnet hanya menarik benda yang memiliki sifat magnet yang ada di sekitarnya.
    • Gaya magnet dapat menembus benda.
    • Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
    • Kutub magnet yang sejenis akan saling tolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik.
    • Medan magnet membentuk gaya magnet.
    • Sifat kemagnetan dapat dihilangkan atau dilemahkan.

    Medan Magnet

    Medan magnet adalah daerah sekitar magnet yang pada daerah itu magnet lain masih dipengaruhi oleh gaya magnetic. Jika di daerah tersebut ditaburkan serbuk besi, maka serbuk besi akan ditarik oleh kutub magnet dan membentuk pola garis, disebut garis gaya magnet.

    Garis – garis gaya magnet ini memiliki sifat sifat berikut:

    • garis – garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan,
    • garis – garis gaya magnet tidak pernah berpotongan,
    • tempat dengan garis gaya magnet rapat menunjukkan medan magnet kuat. Sebaliknya, tempat dengan garis gaya magnet renggang menunjukkan medan magnet lemah.
    • Induksi Medan Magnet, Pembahasan Contoh Soal Ujian
      Sifat dan Arah garis garis gaya magnet 

    Jenis atau Macan Magnet.

    Bentuk magnet yang dinamai karena bentuknya yaitu:

    • Magnet batang berbentuk seperti batang atau pensil atau balok atau kubus kecil.
    • Magnet silinder berbentuk seperti pipa atau tabung panjang.
    • Magnet jarum berbentuk seperti jarum kompas dengan kedua ujung membentuk kutub magnet yang runcing.
    • Magnet U berbentuk huruf U atau tapal kuda dan biasa disebut magnet ladam.
    • Magnet cincin berbentuk menyerupai cincin.
    • Magnet keeping berbetuk koin atau kepingan uang logam.

    Jenis atau Macam Magnet yang dinamai karena sifat ketahanannya yaitu magnet tetap atau permanen dan magnet sementara atau buatan.

    Cara Membuat Magnet.

    Cara membuat benda menjadi bermagnet yaitu dengan digosok digosok oleh sebuah magnet permanen, atau dengan induksi yaitu dengan mendekatkan benda tak bermagnet ke salah satu ujung kutub magnet permanen. Selain itu, benda tidak bermagnet dapat dibuat menjadi bermagnet dengan cara listrik yaitu dengan cara melilitkan kawat berarus pada benda tersebut. Cara listrik ini biasa disebut dengan  cara elektromagnetik.

    Kegunaan Magnet

    Magnet banyak digunakan dalam peralatan yang bekerja dengan listrik seperti loadspeaker pada radio atau televisi,  pada pintu lemari pendingin atau lemari pakaian agar pintu tertutup rapat, selain itu magnet digunakan pada dynamo sepeda untuk lampu.

    Contoh Penggunaan Magnet Batang Dan Silinder

    Magnet Batang dan silinder pada Kunci Pintu lemari kaca dan kayu.

    Manfaat Kegunaan Fungsi Magnet Batang Silinder Lemari Kaca
    Manfaat Kegunaan Fungsi Magnet Batang Silinder Lemari Kaca

    Contoh Penggunaan Manfaat Fungsi Magnet U Ladam Tapal Kuda

    Magnet U Ladam digunakan pada motor listrik untuk mainan dan motor pompa bensin kendaraan.

    Manfaat Kegunaan Fungsi Magnet U Pada Motor Listrik
    Manfaat Kegunaan Fungsi Magnet U Pada Motor Listrik

    Contoh Penggunaan Manfaat Fungsi Magnet Cincin Ring

    Magnet Cincin Ring pada loadspeaker sistem audio rumah dan bioskop.

    Penggunaan Manfaat Fungsi Magnet Cincin Ring Pada Loadspeker
    Penggunaan Manfaat Fungsi Magnet Cincin Ring Pada Loadspeker

    Contoh Penggunaan Manfaat Fungsi Magnet Jarum

    Magnet jarum banyak digunakan pada kompas petunjuk arah angin

    Kegunaan Manfaat Fungsi Magnet Jarum Kompas Petunjuk Arah Angin
    Kegunaan Manfaat Fungsi Magnet Jarum Kompas Petunjuk Arah Angin

    Pada industry berat, magnet digunakan untuk menarik besi tua dari benda lainnya. Pada indutri pengolahan mineral dan makanan atau air, magnet digunakan untuk pemurnian memisahkan besi dari bahan olahan.

      Kata dalam artikel Bahan Diamagnetic adalah Bahan Magnetik dan Bahan Nonmagntik atau Bahan Paramagnetik. Benda Magnetik adalah bentuk magnet serta Cara Membuat Magnet kemudian diamagnetic. Bahan Ferromagnetik, ferromagnetic dan Garis – Garis Gaya Magnet serta gaya magnet atau Jenis atau Macan Magnet.

      Kegunaan magnet adalah kutub magnet atau kutub selatan dan kutub utara magnet serta magnet batang. Magnet buatan  adalah Magnet cincin atau Magnet jarum atau Magnet keeping dan magnet ladam serta magnet permanen. Sedangkan  magnet sementara adalah Magnet silinder atau Magnet tapal kuda dan magnet tetap. Magnet U adalah manfaat magnet atau Medan Magnet dan Nonmagnetik serta paramagnetic.

      Pola garis sifat elektromagnetik Sifat kemagnetan dan Sifat Kutub Magnet yang Sifat-Sifat Magnet. Fungsi magnet cincin dan batang dengan fungsi magnet jarum dan contoh magnet cincin batang dan keping. Cara membuat magnet cincin batang dan cara membuat magnet permanen dan sementara. Fungsi magnet permanen sementara.

      Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

      Pengertian Perusahaan Dagang. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembelian barang dagangan atau produk jadi atau produk akhir atau finished goods dan kemudian menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan atau pengolahan terlebih dahulu. Sama halnya dengan perusahaan lain, tujuan perusahaan dagang adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba.

      Sedangkan yang dimaksud dengan barang dagangan atau merchandise inventory adalah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan, bahwa kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa mengubah bentuk.

      Ciri -Ciri Perusahaan Dagang

      Dari keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan dagang yang berbeda dengan ciri-ciri perusahaan jasa. Adapun ciri-ciri perusahaan dagang di antaranya sebagai berikut.

      • Aktivitasnya adalah pembelian dan penjualan barang dagangan.
      • Pendapatannya diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan.
      • Terdapat perhitungan harga pokok penjualan, HPP, untuk menentukan nilar laba atau rugi.
      • Beban biaya untuk operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum.

      Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

      Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri atas kegiatan – kegiatan sebagai berikut:

      Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang

      Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus ada buktinya. Dalam melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau memperoleh bukti transaksi. Adapan langkah kegiatannya adalah Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, Pencatatan dalam jurnal, dan Pemindahbukuan ke buku

      Tahap Pengikhtisaran Akuntansi Perusahaan Dagang

      Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa.

      Adapun langkah kegiatannya adalah Pembuatan neraca saldo, Pembuatan jurnal penyesuaian, dan Pembuatan neraca lajur

      Tahap Pelaporan Akuntansi Perusahaan Dagang

      Penghitungan harga pokok penjualan, Pembuatan laporan keuangan, Pembuatan jurnal pembalik,  Pembuatan jurnal penutup, dan Pembuatan neraca saldo setelah penutup besar.

      Penentuan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

      Pada perusahaan dagang, akun-akun yang dilaporkan dalam laba rugi adalah penghasilan dan beban. Penghasilan atau revenues diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan dan pendapatan lain di luar usaha pokok. Beban – beban terdiri atas harga pokok penjualan atau cost of goods sold, beban penjualan, dan beban di luar usaha.

      HPP = persediaan awal + pembelian – persediaan akhir

      Persediaan Awal Perusahaan Dagang

      Persediaan awal merupakan barang dagangan yang tersedia di awal periode atau tahun buku berjalan. Nilai saldo persediaan awal barang dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.

      Persediaan Akhir Perusahaan Dagang

      Persediaan akhir merupakan barang dagangan yang tersedia di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan. Nilai saldo persediaan terdapat pada data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

      Pembelian Perusahaan Dagang

      Pembelian merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan, baik pembelian barang secara tunai maupun kredit. Nilai pembelian termasuk dengan biaya angkut pembelian barang namun dikurangi potongan dan retur pembelian.

      Harga pokok penjualan, HPP adalah harga jual dasar dari barang dagangan sebelum ditambah keuntungan yang diinginkan perusahaan.

      Harga pokok penjualan dibentuk dari nilai barang yang dimiliki atau persediaan awal ditambah nilai seluruh pembelian bersih dan dikurangi dengan nilai persediaan akhir.

      Harga pokok penjualan dipergunakan untuk menentukan laba atau rugi. Ketika harga jual barang lebih besar daripada harga pokok penjualan maka perusahaan mendapatkan keuntungan laba. Sebaliknya, jika harga jual lebih rendah daripada harga pokok penjualan maka perusahaan menjadi rugi.

      Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

      Contoh laporan keuangan Laba Rugi Perusahaan Dagang dapat dilihat pada gambar di bawah.

      Contoh Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
      Contoh  Laporan Akuntansi Keuangan Perusahaan Dagang

      Dari hasil laporan laba rugi di atas dapat diketahui bahwa keuntungan PT Ardra.biz adalah Rp109.824.000,00.

        Daftar Pustaka:

        1. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
        2. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
        3. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
        4. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
        5. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
        6. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
        7. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
        8. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
        9. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta

        Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi

        Pengetian Akuntansi.

        Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi, yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Akuntansi merupakan suatu proses yang mengolah data-data atau dokumen ekonomi dengan tujuan menghasilkan informasi

        Masukan atau input dari akuntansi adalah berupa data-data atau dokumen ekonomi dari berbagai kegiatan transaksi organisasi ataupun perusahaan. Kemudian data – data tersebut diolah melalui proses identifikasi, pengukuran, pelaporan untuk menghasilkan suatu keluaran atau output berupa informasi yaitu laporan keuangan. Output berupa laporan tersebut kemudian digunakan sebagai argumen atau sebagai landasan pengambilan keputusan bisnis oleh pengguna informasi tersebut.

        Pemakai Informasi Akuntansi.

        Informasi akuntansi digunakan oleh pihak – pihak yang membutuhkan atau yang berkepentingan, sebagai acuan atau landasan untuk membuat penilaian dan keputusan. Pemakai informasi akuntansi tersebut dapat kita bedakan menjadi dua pihak, yaitu pihak intern dan pihak ekstern.

        Pemakai Internal.

        Pemakai internal adalah pihak yang pelaku usaha, seperti rumah tangga konsumsi  dan rumah tangga produksi. Dalam hal ini adalah pimpinan dan para pengelola perusahaan seperti manajer yang bertanggung jawab dalam pengambilan suatu keputusan.

        Pemakai Eksternal.

        Pihak eksternal adalah pihak – pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak di luar perusahaan. Misalnya bank yang memberikan fasilitas kredit atau pinjaman. Bank harus memastikan apakah debiturnya (perusahaan yang pinjam uang) dapat melunasi seluruh pinjamannya pada waktu yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar bank terhindar dari permasalahan kredit macet.

        Sistem Akuntansi

        Sistem akuntansi adalah metode atau tata laksana dan prosedur (aturan) untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan untuk suatu organisasi bisnis atau perusahaan. Sistem akuntansi yang diterapkan pada suatu perusahaan tergantung pada kompleksitas kegiatan bisnisnya. Perusahaan besar dengan kompleksitas besar maka, sistem yang digunakan juga lebih kompleks. Hal ini disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh para pengelola perusahaannya.

        Sistem akuntansi merupakan Bidang akuntansi khusus yang berkaitan dengan perencanaan dan pembuatan prosedur akuntansi dan peralatannya dan disertai dengan penentuan langkah – langkah pengumpulan data dan pelaporan data keuangan suatu keuangan.

        Sistem akuntansi terdiri dari dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:

        Tahap Pencatatan.

        Mengidentifikasi dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.

        Pada tahap ini, transaksi keuangan yang terjadi dicatat dalam suatu formulir pencatatan yang disebut jurnal. Pencatatan dilakukan secara kronologis (berurutan) sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi seperti yang tertera dalam bukti transaksi. Selanjutnya jurnal tersebut dipindahbukukan atau diposting ke buku besar.

        Tahap Pengikhtisaran atau Ringkasan

        Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca percobaan/neraca saldo/neraca sisa serta kertas kerja/neraca lajur.

        Pada tahap ini, transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal dipindahkan ke buku besar sehingga transaksi yang terjadi selama periode tersebut diringkas dan tergambar dalam saldo masing-masing akun yang disusun dalam neraca saldo. Pada tahap ini, juga dibuat jurnal penyesuaian, kertas kerja, jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik.

        Tahap Pelaporan

        Meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

        Tahap penyusunan laporan keuangan, meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas.

         

        Pustaka:

        1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
        2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
        3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.

        Aktiva Total dalam Neraca, Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Terbuka

        Penegrtian Aktiva atau Aset Perusahaan. Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan pemerintah atau swasta maupun terbuka sebagai akibat dari kegiatan masa lalu dan mendapatkan manfaat atau keuntungan di masa depan.

        Aktiva merupakan sumber – sumber ekonomi yang dimilik peusahaan yang pada umumnya dinyatakan dalam satuan uang. Sumber sumber ekonomi ini disebut sebagai harta atau aset atau aktiva.

        Harta perusahaan dapat berasal dari pemilik perusahaan yang disebut modal, dan juga berasal dari pinjaman (dari luar perusahaan) yang disebut kewajiban. Hubungan antara aktiva atau harta perusahaan dengan kewajiban dan modal dinnyatakan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

        Aktiva = Kewajiban + Modal

        Persamaan akuntansi menjelaskan bahwa nilai aktiva selalu sama dengan penjumlahan nilai kewajiban dan modal. Artinya, aktiva dipengeruhi oleh dua variabel, yaitu kewajiban dan modal.

        Kewajiban

        Kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada saat tertentu di masa yang akan datang atau saat jatuh tempo. Kewajiban ini merupakan tagihan para kreditur yang memberikan pinjaman pada perusahaan.

        Karena utang menimbulkan suatu kewajiban untuk mengembalikan pinjamannya maka disebut kewajiban.

        Modal

        Modal pada hakikatnya adalah hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan sebagai akibat adanya modal pokok yang diserahkan untuk memulai usaha. Besarnya hak pemilik sama dengan aktiva bersih perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban.

        Aktiva pada Laporan Keuangan Neraca.

        Dalam akuntansi keuangan, ketiga komponen ini tercatat dalam laporan posisi keuangan yaitu neraca. Neraca ini dibuat dengan maksud untuk menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Dengan demikian Neraca berisi suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki suatu perusahaan.

        Contoh cara membuat laporan posisi keuangan atau neraca suatu perusahaan terbuka dapat dilihat pada gambar di berikut. Pada ilustrasi aktiva dinyatakan sebagai “aset”. Format laporan keuangan ini mengacu pada keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-347/BL/2012 Tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Terbuka atau Publik atau Go Public.

         

        Total aktiva atau Aset Perusahaan
        Aktiva Total dalam Neraca, Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Terbuka

        Dalam laporan posisi keuangan perusahaan terbuka tersebut dapat diketahui bahawa Aktiva atau aset terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.

        Aktiva Lancar atau Aset Lancar.

        Aktiva lancar adalah aset yang berupa uang tunai atau aktiva yang mudah dijual dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Aktiva lancar merupakan harta yang dalam satu masa perputaran kegiatan usaha umumnya satu tahun dapat dicairkan atau dijual atau dipakai habis.

        Yang termasuk dalam katagori aktiva lancar adalah kas dan setara kas, piutang usaha pihak ketiga, piutang pihak berelasi. Aset lancar lainnya seperti persedian, pajak dibayar dimuka, biaya dibayar dimuka, aset tidak lancar atau kelompok lepasan dimiliki untuk dijual. Jumlah dari Semua komponen ini menjadi total aset lancar perusahaan.

        Aktiva Tidak Lancar atau Aset Tidak Lancar.

        Aset tidak lancar yang dalam Bahasa Inggris disebut long-term asset atau disebut juga sebagai aset jangka Panjang merupakan jenis aset yang diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu tahun.

        Komponen aset tidak lancar terdiri dari Piutang pihak berelasi non-usaha, Aset keuangan tidak lancar lainnya, Investasi pada entitas asosiasi, Properti Investasi, Aset Tetap. Aset Takberwujud dan aset pajak tangguhan.

        Aset – aset dalam katagori ini merupakan harta kekayaan milik perusahaan yang dapat dilihat dan diukur dengan jelas atau tangible dan memiliki sifat tahan lama biasanya lebih dari satu tahun.

        Total Akitva atau Total Aset.

        Pada laporan posisi keuangan suatu perusahaan dapat diketahui Total harta atau aset yang dimiliki perusahaan yaitu dengan cara menjumlahkan total aktiva lancar dengan total aktiva tidak lancar.

        1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
        2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
        3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.

        Fluks Magnetic: GGL Induksi Kawat Konduktor, Rumus Dan Cara Menghitungnya.

        Pengertian Fluks Magnetik. Konsep tentang fluks magnetik pertama kali dikemukaan oleh ilmuwan Fisika yang bernama Michael Faraday untuk menggambarkan medan magnet.

        Medan magnet ini digambarkan dengan menggunakan garis-garis gaya. Medan magnet kuat digambarkan oleh garis gaya yang rapat sedangkan yang kurang kuat digambarkan dengan garis gaya yang kurang rapat. Sedangkan untuk daerah yang memiliki kuat medan yang homogen digambarkan garis-garis gaya yang sejajar. Garis gaya magnet  dilukiskan dari kutub utara magnet dan berakhir di kutub selatan magnet.

        Kuat medan magnetik dinyatakan dengan lambang B yang disebut dengan induksi magnet. Sebenarnya Induksi magnetik ini menyatakan kerapatan garis gaya magnet.

        Pengertian Fluks Magnetik dan Rumus dan Contoh Perhitungannya.

        Fluks magnetik menyatakan banyaknya jumlah garis gaya yang menembus permukaan bidang secara tegak lurus, yang dapat dinyatakan dalam persamaan, sebagai berikut.

        Φm = B A

        Jika arah B tidak tegak lurus terhadap permukaan bidang atau membentuk sudut tertentu sebesar θ, maka persamaannya menjadi:

        Φm = B A cos

        dengan :

        Φm  =  fluks magnetik (weber atau Wb)

        B  =  induksi magnetik )(T atau Wb/m2)

        A  =  luas penampang (m2)

        θ  =  sudut yang dibentuk antara arah B dengan garis normal (radian atau derajat)

        Cara Menhitung Fluks Magnetic
        Fluks Magnetik, Cara Menghitung

        Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa perubahan fluks magnet sangat dipengruhi oleh tiga variable berikut. Yang pertama, terjadi karena perubahan medan magnet B. Kedua, terjadi karena perubahan luas penampang yang dilaluinya. Ketiga, terjadi karena perubahan sudut θ.

        Fluks magnetik dapat diukur dengan menggunakan fluksmeter. Alat ini terdiri dari kumparan dan rangkaian yang mampu menghitung fluks magnetik berdasarkan perubahan tegangan yang disebabkan oleh perubahan medan magnet yang melalui kumparan di dalam alat ini.

        1). Cotnoh Soal Menentukan Fluks Magnetik Dalam Medan Magnet

        Sebuah bidang seluas 400 cm2 berada dalam medan magnet yang mempunyai kuat medan magnet sebesar 10 x 10-2 T. Tentukan fluks magnetik pada bidang tersebut apabila garis normal bidang dengan garis gaya magnet membentuk sudut 30o

        Diketahui

        B = 10 x 10-2 T

        A = 400 cm2 = 0,04 m2

        A = 4 x 10-2 m2

        θ = 300

        Rumus Menghitung Fluks Magnet Bidang Dalam Medan Magnet

        Besar fluks magnet yang dialami oleh bidang di dalam suatu medan magnet dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

        ΦB = B.A cos θ

        ΦB = (10×10-2)(4 x10-2)cos 300

        ΦB = 40 x 10-4 (0,87)

        ΦB = 3,48 x 10-4 Weber

        2). Contoh Soal Menentukan Gaya Gerak Listrik GGL Ujung Solenoida

        Sebuah solenoida memiliki 2000 lilitan berada dalam medan magnetik sehingga solenoida dipengaruhi fluks magnetik sebesar 8×10-3 Wb. Jika fluks magnetiknya berubah menjadi 6×10-3 Wb dalam 4 detik, tentukan besar ggl induksi yang timbul pada ujung-ujung solenoida tersebut

        Diketahui:

        N = 2000

        ΔΦB = 6×10-3 – 8×10-3

        ΔΦB = −2×10-3 Wb

        Δt = 4 s

        Rumus Menentukan GGL Ujung Solenoida

        Gaya gerak listrik, GGL induksi yang timbul pada ujung -ujung solenoida memenuhi hukum Faraday dan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

        ε = -N (ΔΦB/Δt)

        ε = -2000(-2×10-3)/(4)

        ε = 1,0 volt

        3). Contoh Soal Perhitungan GGL Induksi Kumparan

        Fluks magnet sebuah kumparan yang memiliki 200 lilitan berubah sebesar 2 x 10-3 Weber dalam selang wakti 0,2 detik. Hitung GGL induksi rata rata pada kumparan tersebut:

        Diketahui:

        ΔΦB = 2×10-3 Weber

        N = 200 lilitan

        t = 0,2 detik

        Cara Menentukan GGL Induksi Kumparan

        GGL induksi magnet kumparan dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

        ε = -N (ΔΦB/Δt)

        ε = -200(2×10-3)/(0,2)

        ε = – 2 volt

        4). Contoh Soal Perhitungan GGL Kawat Konduktor Dalam Induksi Magnet

        Jika kawat PQ panjangnya 50 cm digerakkan ke kanan dengan kecepatan 5 m/s. Hambatan R = 10 Ω dan induksi magnet sebesar 2 T dengan arah tembus ke dalam bidang gambar. Tentukan besarnya ggl induksi yang timbul dan kuat arus yang mengalir dalam rangkaian. Hitung gaya Lorentz yang timbul pada kawat.

        Perhitungan GGL Kawat Konduktor Dalam Induksi Magnet
        Perhitungan GGL Kawat Konduktor Dalam Induksi Magnet

        Diketahui:

        L = 50 cm = 0,5 m

        B = 2 T

        θ = 900

        R = 10 Ω

        v = 5 m/s

        Menghitung GGL Induksi  Kawat Konduktor

        ε = B.L.v sin θ

        ε = 2 × 0,5 × 5 sin 90o

        ε = 5 x 1 Volt

        ε = 5 Volt

        Jadi, besarnya ggl induksi yang terjadi adalah 5 Volt.

        Menghitung Kuat Arus Rangkaian GGL Induksi Magnetik

        I = ε/R

        I = 5/5

        I = 1 A

        Jadi, besarnya kuat arus yang mengalir adalah 1 A.

        Menghitung Gaya Lorentz  Rangkaian GGL Induksi Magnetik Kawat Konduktor

        Gaya Lorentz yang timbul pada kawat dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

        F = B.I.L

        F = (2)(1)(0,5)

        F = 1 N

        Jadi Gaya Lorentz yang timbul pada kawat adalah 1 N

        5). Contoh Soal Menentukan Induksi Magnet Kawat Tegak Lurus Medan Magnetik

        Sebuah kawat yang panjangnya 2 m bergerak tegak lurus pada medan magnetic dengan kecepatan 10 m/s, pada ujung-ujung kawat timbul beda potensial 4V. Tentukan besarnya induksi magnetik

        Diketahui:

        L = 2 m;

        v = 10 m/s;

        ε = 4volt

        Menghitung Induksi Magnetic Kawat Yang Bergerak Dalam Medan Magnet

        Induksi magnetic yang terjadi pada kawat yang bergerak tegak lurus medan magnet dapat dinyatakan dengan persamaan seperti berikut.

        ε = B.L.v sin θ

        Karena v ⊥ B, maka besar induksi magnetiknya adalah:

        4 = B × 2 × 10 sin 900

        4 = 20 B

        B =  4/20

        B = 0,2 T

        Contoh Soal Ujian Materi Medan Magnet dan Induksi Magnet

        Jika Sebuah Kawat dialiri arus sebesar 2 amper, tentukan besar medan magnet pada titik yang berjarak 5 cm dari kawat tersebut. Dan tentukan berapa besar medan magnet pada titik yang berjarak 10 cm dari kawat.

        Jawaban dan Pembahasan.

        Diketahui:

        i = 2 amper

        Menghitung Besar Magnet Kawat Berjarak

        Besar medan magnet pada jarak a = 5 cm = 5 x 10-2 dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

        B = μ0 i / 2π a      

        B = (4π ×107 WbA-1m-1 x 2 A) / (2π ×5 x102 m)

        B = 8 x 10-6T

        Besar medan magnet pada jarak a  = 10 cm dari kawat adalah;

        B = μ0 i / 2π a    

        Jarak 10 cm sama dengan 2 kali dari a = 5cm. Sementara nilai medan magnet berbanding terbalik dengan jarak. Jadi Nilai B setengah kalinya.

        B = μ0 i / [2π a (10cm/5cm)]

        B = 8 x 10-6T / 2

        B = 4 x 10-6T

          Daftar Pustaka:

          1. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
          2. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
          4. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
          5. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
          6. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
          7. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
          8. Ringkasan Rangkuman: Induksi elektromagnetik yaitu peristiwa timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan karena adanya perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan tersebut.
          9. Fluks magnetik yaitu banyaknya jumlah garis gaya magnet yang menembus permukaan bidang tiap satu satuan luas secara tegak lurus.
          10. Hukum Faraday berbunyi: besarnya ggl induksi yang terjadi pada ujung-ujung kumparan berbading lurus dengan jumlah lilitan kawat pada kumparan dan kecepatan perubahan fluks magnetiknya.
          11. Kecepatan perubahan fluks magnetic dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : Perubahan luas penampang, Perubahan induksi magnetiknya, Perubahan sudut antara garis normal dan arah induksi magnet.
          12. Hukum Lenz berbunyi: jika ggl induksi timbul pada suatu rangkaian, maka arah arus induksi yang dihasilkan sedemikian rupa menimbulkan medan magnet induksi yang menentang perubahan medan magnet.
          13. Besarnya ggl induksi diri yang timbul pada ujung-ujung kumparan yang disebabkan adanya perubahan arus listrik di dalam kumparan
          14. Energi yang tersimpan pada sebuah induktor yang dialiri arus listrik akan berupa energi medan magnet
          15. Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri sebesar 1 henry apabila pada kumparan tersebut timbul perubahan arus 1 ampere tiap detiknya, maka pada ujungujung kumparan timbul ggl sebesar 1 Volt.
          16. ardra.biz, 2019, “Pengertian Fluks Magnetik dan Contoh Fluks Magnet dengan  garis-garis gaya medan magnet. Lambang Simbol Kuat medan magnetic dan Lambang Induksi Magnet. Pengertian kuat medan magnet dengan kerapatan garis gaya magnet dan kuat medan magnet homogen.
          17. Ardra.Biz, 2019, “Garis gaya sejajar dan garis gaya magnet utara selatan. Pengertian garis gaya magnet dengan Pengertian Fluks Magnetik dan Contoh Rumus Perhitungannya.
          18. Ardra.Biz, 2019, “Rumus kuat medan magnet dengan contoh soal perhitungan fluks magnet serta contoh soal perhitungan kuat medan magnet. Rumus fluks magnet dan rumus fluks magnet tidak tegak lurus. Satuan  fluks magnetik (weber atau Wb) dan satuan  induksi magnetik (T atau Wb/m2).
          19. Ardra.Biz, 2019, “Pengaruh kuat medan magnet terhadap fluks magnet dan pengaruh sudut terhadap fluks magnet. Alat ukur fluks magnet dengan prinsip kerja fluksmeter dan pengaruh luas penampang terhadap fluks magnet.

          Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka

          Pengertian Laporan Keuangan  Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah dokumen yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

          Laporan keuangan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap perusahaan baik perusahaan dagang, jasa maupun terbuka untuk membuat dan melaporkan kondisi keuangannnya pada periode tertentu. Dokumen keuangan ini menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

          Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuanga. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk pelaporan laba rugi.

          Perusahaan terbuka mempunyai kewajiban untuk melaporkan kondisi keuangannya kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban atas pengelolaan selama periode sebelumnya. Laporan Keuangan perusahaan dapat diakses oleh masyarakat umum melalui situs resmi perrusahaan berssangkutan atau media masa termasuk dapat diperoleh di situs Bursa Efek Indonesia.

          Berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-347/BL/2012 terkait Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Terbuka atau Publik atau Go Public,

          Peraturan ini memberikan pedoman mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang harus disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, baik kepada masyarakat maupun Bapepam dan LK (Lembaga Keuangan).

          Peraturan ini merupakan pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan secara umum yang wajib diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam menyusun laporan keuangan.

          Hal-hal mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian laporan keuangan dan pengungkapan yang tidak diatur dalam Peraturan ini, harus mengikuti SAK (Standar Akuntansi Keuangan) dan praktik akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.

          Dalam hal terdapat perubahan dalam SAK setelah berlakunya Peraturan ini, Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengikuti ketentuan SAK terkini, sepanjang tidak dinyatakan lain oleh Bapepam dan LK.

          Penyajian Laporan Keuangan  Perusahaan Terbuka

          Laporan Posisi Keuangan.

          Laporan posisi keuangan merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan Aset, Liabilitas, dan ekuitas dari suatu Emiten atau Perusahaan Publik pada tanggal tertentu.

          Dalam laporan posisi keuangan, aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang disajikan sebagai klasifikasi yang terpisah, kecuali untuk industri tertentu dimungkinkan penyajian berdasarkan likuiditas apabila hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Dalam hal pengecualian tersebut diterapkan, maka Emiten atau Perusahaan Publik menyajikan seluruh Aset dan Liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.

          Laporan Laba Rugi Komprehensif.

          Laporan laba rugi komprehensif merupakan laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode. Laporan laba rugi komprehensif terdiri dari dua komponen yaitu: laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

          Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan seluruh pendapatan dan beban yang diakui dalam suatu periode dalam satu laporan laba rugi komprehensif.

          Laporan Perubahan Ekuitas.

          Pengertian Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas Emiten atau Perusahaan Publik yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aset neto atau kekayaan bersih selama periode pelaporan.

          Laporan Arus Kas.

          Pengertian Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran Kas dalam aktivitas Emiten atau Perusahaan Publik selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

          Catatan Atas Laporan Keuangan.

          Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

          Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan penjelasan atau rincian dari pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi mengenai pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

          Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka.

          Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.
          Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.
          error: Content is protected !!