Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka

Pengertian Laporan Keuangan  Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah dokumen yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap perusahaan baik perusahaan dagang, jasa maupun terbuka untuk membuat dan melaporkan kondisi keuangannnya pada periode tertentu. Dokumen keuangan ini menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuanga. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk pelaporan laba rugi.

Perusahaan terbuka mempunyai kewajiban untuk melaporkan kondisi keuangannya kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban atas pengelolaan selama periode sebelumnya. Laporan Keuangan perusahaan dapat diakses oleh masyarakat umum melalui situs resmi perrusahaan berssangkutan atau media masa termasuk dapat diperoleh di situs Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-347/BL/2012 terkait Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Terbuka atau Publik atau Go Public,

Peraturan ini memberikan pedoman mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang harus disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, baik kepada masyarakat maupun Bapepam dan LK (Lembaga Keuangan).

Peraturan ini merupakan pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan secara umum yang wajib diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam menyusun laporan keuangan.

Hal-hal mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian laporan keuangan dan pengungkapan yang tidak diatur dalam Peraturan ini, harus mengikuti SAK (Standar Akuntansi Keuangan) dan praktik akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.

Dalam hal terdapat perubahan dalam SAK setelah berlakunya Peraturan ini, Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengikuti ketentuan SAK terkini, sepanjang tidak dinyatakan lain oleh Bapepam dan LK.

Penyajian Laporan Keuangan  Perusahaan Terbuka

Laporan Posisi Keuangan.

Laporan posisi keuangan merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan Aset, Liabilitas, dan ekuitas dari suatu Emiten atau Perusahaan Publik pada tanggal tertentu.

Dalam laporan posisi keuangan, aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang disajikan sebagai klasifikasi yang terpisah, kecuali untuk industri tertentu dimungkinkan penyajian berdasarkan likuiditas apabila hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Dalam hal pengecualian tersebut diterapkan, maka Emiten atau Perusahaan Publik menyajikan seluruh Aset dan Liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.

Laporan Laba Rugi Komprehensif.

Laporan laba rugi komprehensif merupakan laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode. Laporan laba rugi komprehensif terdiri dari dua komponen yaitu: laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan seluruh pendapatan dan beban yang diakui dalam suatu periode dalam satu laporan laba rugi komprehensif.

Laporan Perubahan Ekuitas.

Pengertian Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas Emiten atau Perusahaan Publik yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aset neto atau kekayaan bersih selama periode pelaporan.

Laporan Arus Kas.

Pengertian Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran Kas dalam aktivitas Emiten atau Perusahaan Publik selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Catatan Atas Laporan Keuangan.

Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan penjelasan atau rincian dari pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi mengenai pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka.

Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.
Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.

Fungsi Tujuan Azas Sifat Syarat Unsur Laporan Keuangan Akuntansi

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuangan. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi.

Tujuan Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan termasuk pemilik saham (untuk perusahaan terbuka) dan stakeholder, terkait kondisi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada rentang waktu tertentu

Beberapa tujuan pembuatan laporan keuangan diantaranya adalah:

a). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan saat ini.

b). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini.

c). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah pendapatkan yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.

d). Memberikan gambaran atau informasi data tentang jumlah dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu.

e). Memberikan informasi dan penjelasan terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

f). Memberikan gambaran atau informasi terkait dengan kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

g). Memberikan informasi atau gambaran tentang catatan-catatan yang diperlukan untuk laporan keuangan.

h). Memberikan data dan informasi keuangan lainnya.

Sifat Laporan Keuangan Perusahaan 

Dalam pembuatannya, laporan keuangan perusahaan dibuat berdasarkan beberapa sifat berikut:

a). Bersifat historikal, artinya laporan keuangan dibuat dan susun dari data masa lalu dan masa sekarang.

b). Bersifat Menyeluruh, artinya laporan dibuat selengkap mungkin. Dibuat dan disusun dengan standar yang telah ditetapkan.

Fungsi Laporan Keuangan

Beberapa fungsi laporan keuangan diantaranaya adalah

a). Untuk mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dengan membandingkan jumlah pendapatan dan beban. Ini Merupakan fungsi dari laporan keuangan laba rugi

b). Untuk mengetahui perubahan modal yang terjadi dalam perusahaan dengan menganalisa faktor-faktor atau transaksi-transaksi yang memengaruhinya. Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan perubahan modal

c). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan melihat jenis dan jumlah dari harta, kewajiban, dan modal. Fungsi ini merupakan isi dari laporan keuangan neraca

d).  Untuk mengetahui arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan dan melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan arus kas.

Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut.

a). Asas Accrual Basic, Dasar Akrual

Berdasarkan asas ini, perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali arus kas. Menurut dasar ini, aktiva, kewajiban, ekuiti (modal), penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian.

Penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya.

b). Asas Cash Basic, Dasar Tunai

Dasar tunai mempunyai maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas.

Pengggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan yang menjual barang secara angsuran, artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas.

c). Asas Kesatuan Usaha, Konsep Entitas

Konsep entitas atau kesatuan usaha mempunyai pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

d). Asas Going Concern (Kelangsungan Usaha)

Konsep kesinambungan mempunyai arti bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus- menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan.

Oleh sebab itu penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

e). Asas Pembandingan Pengeluaran Beban dengan Penghasilan (Matching Concept)

Pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh.

Hubungan biaya dengan penghasilan (matching concept) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.

Sehingga suatu laporan keuangan yang dis  ajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama.

f). Asas Harga Perolehan (Cost)

Asas ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.

Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan Akuntansi

Unsur  unsur laporan keuangan bergantung pada jenis laporan keuangan yang dibuat.

a).  Unsur Unsur Laba Rugi

Unsur unsur pada laporan laba rugi diantaranya pendapatan dan beban.

1). Pendapatan adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.

2). Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

b). Unsur Unsur Perubahan Modal

Unsur unsur pada laporan perubahan modal sebagai berikut:

1). Modal awal, yakni jumlah modal di awal periode akuntansi.

2). Laba atau rugi, yakni selisih antara pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.

3). Modal tambahan, yakni modal yang ditambahkan selama periode akuntansi berlangsung.

4). Pengambilan pribadi (prive), yakni besarnya kas atau uang perusahaan yang diambil pemilik untuk kepentingan pribadinya.

e). Modal akhir, yakni jumlah modal di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.

c). Unsur Unsur Neraca

Unsur unsur Pada neraca adalah sebagai berikut:

1). Aktiva atau harta, yakni kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat di masa yang akan datang.

2). Kewajiban atau utang, yakni utang perusahaan di masa kini yang timbul akibat peristiwa di masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.

3). Modal atau ekuitas adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

d). Unsur Unsur Laporan Arus Kas

Unsur unsur pada laporan arus kas adalah sebagai berikut:

1). Arus Kas Masuk

Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.

2). Arus Kas Keluar

Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

Syarat Kualitatif Laporan Keuangan Akuntansi

Syarat- syarat kualitatif agar informasi laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan diantaranya adalah

1). Laporan Keuangan Dapat Dipercaya

Suatu laporan keuangan akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut.

a). Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.

b). Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai.

c). Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya.

2). Laporan Keuangan Dapat Dipahami

Laporan keuangan akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.

3). Keandalan (Reliability) Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang andal (reliable), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur (faithful representation).

4). Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Laporan Keuangan

Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai laporan keuangan.

5). Laporan Keuangan Yang Relevan

Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai. Laporan harus dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.

5). Materialitas Laporan Keuangan

Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai.

6). Laporan Keuangan Lengkap (Complete)

Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi.

7). Laporan Keuangan Sebagai Nilai Prediksi

Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan masa depan.

8). Laporan Keuangan Dapat Dibandingkan (Comparable)

Laporan akuntasi harus dapat dibandingkan.  Laporan keuangan harus dapat memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antarperiode sehingga dapat mengidentifiakasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangannya.

Laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain agar dapat dievaluasi baik posisi keuangan, kinerja, maupun perubahan keuangan secara relatif.

9). Laporan Keuangan Tepat Waktu

Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.

10). Laporan Keuangan Sebagai Umpan Balik (Feedback)

Umpan balik artinya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat menumbuhkan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

11). Laporan Keuangan Merupakan Penyajian yang Jujur

Penyajian laporan harus jujur. Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus disampaikan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.

12). Laporan Keuangan Harus Substansial

Substansial artinya Informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.

13). Laporan Keuangan Sebagai Pertimbangan Sehat (Prudence)

Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.

Jenis Laporan Keuangan

Ada beberapa jenis laporan keuangan, yaitu:

a).Laporan Keuangan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan.

b). Laporan Keuangan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal (atau ekuitas) suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.

c). Laporan Keuangan Neraca

Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri atas harta, kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) selama satu periode akuntansi.

d). Laporan Keuangan Arus Kas

Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan selama satu periode akuntansi.

Analisis Laba Kotor: Pengertian SPV SVV CPV CVV Contoh Soal Rumus Cara Menghitung Manfaat Faktor Mempengaruhi

Pengertian Laba Kotor.  Laba atau keuntungan merupakan tujuan atau target utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pencapaian target...

Fungsi Tujuan Azas Sifat Syarat Unsur Laporan Keuangan Akuntansi

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan...

Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan, Pengertian dan Contohnya

Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan...

Kewajiban Ekuitas Laporan Keuangan, Pengertian Contoh

Pengertian Kewajiban dan Ekuitas.  Kewajiban adalah utang yang wajib atau harus dibayar oleh perusahaan  pada saat tertentu di masa akan datang. Kewajiban m...

Pengertian Modal Kerja, Laporan Keuangan

Pengertian Modal Kerja.  Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan supaya usaha berjalan sesuai dengan rencana yang ...

Persamaan Dasar Akuntansi, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi.  Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ...

Prinsip Dasar Etika Profesi Bidang Spesialisasi Akuntansi, Pengertian Berlaku Umum

Pengertian Istilah Prinsip Akuntansi Berlaku Umum.  Untuk mendapatkan objektivitas dari laporan akuntansi, maka laporan akuntansi keuangan harus dibuat ...

Titik Pulang Pokok, Break Even Point BEP: Contoh Soal Rumus Perhitungan Margin of Safety, Fungsi Asumsi

Pengertian Pulang Pokok.  Break even atau kembali pokok atau pulang pokok atau impas merupakan suatu keadaan dimana jumlah hasil penjualan sama dengan ...

Total Aktiva, Aktiva Lancar, Tetap dalam Laporan Keuangan. Contoh Cara Perhitungan

Pengertian Aktiva.  Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai ...

Daftar Pustaka:

  1. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  3. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  4. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  5. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  6. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  7. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  8. Kata, Dalam, Artikel, 2019, ” Fungsi Laporan keuangan dengan harta atau aset dan informasi jumlah modal atau jenis laporan akuntansi. Jenis laporan keuanganngan dan Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka. Kewajiban berupa hutang dan laporan akuntansi keuangan.
  9. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Laporan Arus Kas Perusahaan dan Laporan Atas Laporan Keuangan atau laporan balance sheet. 5 laporan keuangan dengan Arus kas atau setara kas. Audit laporan keuangan dengan contoh Akuntansi Perusahaan Dagang. contoh laporan keuangan akuntansi.
  10. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Contoh laporan keuangan perusahaan dengan contoh laporan keuangan sederhana dan contoh pembukuan akuntansi dan ekuitas dan modal perusahaan. Laporan Perubahan Modal dan multiple step (cara bertahap) atau pendapatan non-operasional.
  11. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Pendapatan operasional dengan posisi laba (untung) dan rugi dan Sifat Laporan Keuangan Perusahaan. Single step (cara langsung), Sistem Akuntansi dan total beban atau biaya laporan keuangan. Laporan Keuangan Neraca dan laporan keuangan perusahaan dagang excel.
  12. Kata, Dalam, Artikel, 2019 “Laporan keuangan perusahaan tbk. Laporan keuangan perusahaan terbuka dengan laporan keuangan tahunan perusahaan tbk. Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Terbuka tbk. Laporan Lab Rugi.

Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan, Pengertian dan Contohnya

Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap perusahaan untuk membuat dan melaporkan kondisi keuangannnya pada periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini. Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuanga. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan Terbuka.

Secara umum laporan keuangan sebuah perusahaan terdiri dari lima jenis laporan yaitu:

  1. Laporan Keuangan Neraca

Neraca biasa disebut balance sheet merupakan laporan yang menunjukkan informasi kondisi atau posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca melaporkan jumlah aktiva yang berupa harta atau aset, kewajiban berupa hutang, dan ekuitas yang merupakan modal perusahaan.

Penyajian laporan neraca untuk harta disusun berdasarkan tingkat likuiditasnya, kewajiban disusun berdasarkan urutan jatuh temponya, sedangkan modal disusun berdasarkan atas tingkat kekekalannya.

Contoh Laporan Keuangan Neraca

Ilustrasi laporan keuangan neraca suatu perusahaan dapat dilihat pada contoh berikut

Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Secara garis besar laporan neraca memuat pos keuangan seperti Aktiva lancar atau harta lancar, aktiva tetap. Utang lancar atau kewajiban lanjar, utang jangka panjang dan ekuitas.

Aktiva atau Harta atau Aset

Aktiva atau harta atau aset  adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh perusahaandi masa depan.

Utang atau Kewajiban

Utang adalah Kewajiban perusahaan di masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Ekuitas atau Modal

Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

Modal atau ekuitas merupakan kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

  1. Laporan Keuangan  Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan informasi kondisi usaha dalam periode tertentu. Laporan ini dibuat dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu. Laporan ini berguna untuk mengetahui jumlah perolehan perndapatan dan biaya yang telah dikeluarkan. Laporan ini menunjukkan perushaan dalam posisi laba (untung) atau rugi.

Jika pendapatan perusahaan lebih besar daripada beban atau biayanya, maka perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil daripada beban atau biayanya, maka perusahaan menderita kerugian.

Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Pada sistem single step, semua pendapatan dijumlahkan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian dikurangi dengan total beban atau biaya dalam periode tersebut.

Sistem multiple step, semua pendapatan dipisahkan menjadi dua, yaitu pendapatan operasional (atau pendapatan dari kegiatan pokok/utama) perusahaan dan pendapatan non-operasional (atau pendapatan di luar kegiatan pokok/utama) perusahaan. Hal tersebut juga berlaku untuk beban atau biaya yang dikelompokkan menjadi beban operasional dan non-operasional

Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi

Ilustrasi laporan keuangan laba rugi suatu perusahaan dapat dilihat pada contoh berikut

Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi Perusahaan
Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi Perusahaan

Secara umum laporan keuangan laba rugi memuat komponen keuangan seperti laba kotor, total biaya operasi, pendapatan bersih operasi, EBIT earning before interest dan tax, total biaya bunga, EBT earning before tax, pajak dan earning per share.

Penghasil/ Pendapatan

Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang bukan berasal dari kontribusi penanam modal.

Pendapatan merupakan penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.

Beban/ Biaya

Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar/ berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

Beban merupakan sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

  1. Laporan Keuangan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menggambarkan informasi jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini. Laporan ini juga menunjukkan besarnya perubahan modal yang telah terjadi beserta penyebab perubahannya. Data yang digunakan untuk menyusun laporan perubahan modal yaitu jumlah modal pada awal periode, jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode yang bersangkutan, dan pengambilan pribadi oleh pemilik untuk tahun yang bersangkutan.

Contoh Laporan Perubahan Modal

Secara umum laporan perubahan modal dapat dilihat pada contoh berikut:

Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal
Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal

Pada laporan perubahan modal dicatat modal awal, laba bersih, prive, penambahan modal, dan modal akhir perusahaan.

Modal Awal

Modal awal merupakan modal pada awal tahun atau awal periode akuntansi

Tambahan/ Pengurangan Modal / Investasi

Tambahan investasi pemilik merupakan setoran modal dari pemilik selama satu periode akuntansi

Laba Rugi

Perolehan laba atau rugi merupakan hasil bersih perusahaan selama satu periode akuntansi. Laba rugi merupakan selisih antara pendapatan dan beban.

Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.

Prive, Pengambilan Pribadi 

Pengambilan pribadi Prive merupakan pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik perusahaan selama satu periode akuntansi.

Modal Akhir

Modal akhir merupakan modal yang terdapat pada akhir tahun atau di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.

  1. Laporan Atas Laporan Keuangan.

Laporan Atas Laporan Keuangan merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memuat informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atau laporan keuangan yang ada atau telah dibuat. Termasuk di dalamnya keterangan sebab atau alasan terkait data keuangan yang disajikannya. Tujuannya adalah agar laporan dapat dengan mudah dipahami dengan jelas oleh penggunanya.

  1. Laporan keuangan Arus Kas Perusahaan 

Laporan Arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan informasi arus kas masuk dan arus keluar di perusahaan. Arus kas masuk merupakan penerimaan atau pendapatan  atau pinjaman dari pihak lain. Arus kas keluar adalah biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan. Arus kas dibuat untuk periode tertentu.

Contoh Laporan Keuangan Arus Kas

Secara umum laporan perubahan modal dapat dilihat pada contoh berikut:

Contoh Laporan Keuangan Arus Kas Perusahaan
Contoh Laporan Keuangan Arus Kas Perusahaan

Secara umum laporan arus kas memuat komponen komponen keuangan seperti arus kas masuk, arus kas keluar, dan totak kas bersih.

Arus Kas Masuk

Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.

Arus Kas Keluar

Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

Jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti pembayaran beban- beban, pembayaran utang, dan pengambilan pribadi.

Jumlah arus kas bersih yang tercantum dalam laporan arus kas harus sama dengan jumlah kas yang tercantum dalam neraca (balance sheet).

Laporan Keuangan Akuntansi Peruhaan Terbuka tbk, Tujuan Dan Sifat-Sifat

Pengetian Laporan Keuangan. Secara sederhana laporan keuanga adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini,…

Faktor Yang Mempengaruhi Laba Kotor.

Pengertian Laba Kotor. Laba atau keuntungan merupakan tujuan atau target utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pencapaian target laba merupakan salah satu ukuran keberhasilan pe……….

Pengertian Aktiva Lancar, Tetap Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka tbk.

Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kegiatan masa lalu dan mendapatkan manfaat atau keuntungan ………………..

Pengertian Kewajiban, Ekuitas Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka tbk.

Kewajiban adalah utang yang wajib atau harus dibayar oleh perusahaan  pada saat tertentu di masa akan datang. Kewajiban merupakan tagihan para kreditur kepada perusahaan.  Kewajiban ini …………

Pengertian Modal Kerja, Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka tbk

Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan supaya usaha berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Modal kerja adalah modal atau dana yang diperlukan untu………….

Pengertian, Definisi, Persamaan Dasar Akuntansi dalam Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi. Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada masa yang akan datang. Ekuitas atau equit………..

Prinsip-Prinsip Akuntansi, Berlaku Umum Pada Perusahaan Terbuka

Untuk mendapatkan objektivitas dari laporan akuntansi, maka laporan akuntansi keuangan harus dibuat dengan berlandaskan pada standar-standar atau pedoman yang telah teruji dan dapat diterima secara………..

Titik Pulang Pokok, Break Even Point. Contoh Perhitungan

Pengertian Pulang Pokok Break even atau kembali pokok atau pulang pokok atau impas merupakan suatu keadaan dimana jumlah hasil penjualan sama dengan jumlah biaya untuk memperoleh hasil …………

Analisis Laba Kotor: Pengertian SPV SVV CPV CVV Contoh Soal Rumus Cara Menghitung Manfaat Faktor Mempengaruhi

Pengertian Laba Kotor.  Laba atau keuntungan merupakan tujuan atau target utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pencapaian target...

Fungsi Tujuan Azas Sifat Syarat Unsur Laporan Keuangan Akuntansi

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan...

Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan, Pengertian dan Contohnya

Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan...

Kewajiban Ekuitas Laporan Keuangan, Pengertian Contoh

Pengertian Kewajiban dan Ekuitas.  Kewajiban adalah utang yang wajib atau harus dibayar oleh perusahaan  pada saat tertentu di masa akan datang. Kewajiban m...

Pengertian Modal Kerja, Laporan Keuangan

Pengertian Modal Kerja.  Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan supaya usaha berjalan sesuai dengan rencana yang ...

Persamaan Dasar Akuntansi, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi.  Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ...

Prinsip Dasar Etika Profesi Bidang Spesialisasi Akuntansi, Pengertian Berlaku Umum

Pengertian Istilah Prinsip Akuntansi Berlaku Umum.  Untuk mendapatkan objektivitas dari laporan akuntansi, maka laporan akuntansi keuangan harus dibuat ...

Titik Pulang Pokok, Break Even Point BEP: Contoh Soal Rumus Perhitungan Margin of Safety, Fungsi Asumsi

Pengertian Pulang Pokok.  Break even atau kembali pokok atau pulang pokok atau impas merupakan suatu keadaan dimana jumlah hasil penjualan sama dengan ...

Total Aktiva, Aktiva Lancar, Tetap dalam Laporan Keuangan. Contoh Cara Perhitungan

Pengertian Aktiva.  Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai ...

Dafar Pustaka:

  1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
  3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.
  4. ,5 laporan keuangan, Arus kas atau setara kas, audit laporan keuangan, contoh Akuntansi Perusahaan Dagang, contoh laporan keuangan akuntansi, contoh laporan keuangan perusahaan, contoh laporan keuangan sederhana, contoh pembukuan akuntansi, ekuitas dan modal perusahaan, Fungsi Laporan keuangan, harta atau aset,
  5. informasi jumlah modal, jenis laporan akuntansi, jenis laporan keuanganngan, Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka, Jurnal Umum, kewajiban berupa hutang, Komponen Laporan Keuangan Laba Rugi, Komponen Laporan Keuangan Neraca, laporan akuntansi keuangan, Laporan Arus Kas Perusahaan, Laporan Atas Laporan Keuangan,
  6. laporan balance sheet, laporan keuangan, Laporan Keuangan Neraca, laporan keuangan perusahaan dagang excel, laporan keuangan perusahaan tbk, laporan keuangan perusahaan terbuka, laporan keuangan tahunan perusahaan tbk, Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Terbuka tbk, Laporan Lab Rugi,
  7. Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, multiple step (cara bertahap), pendapatan non-operasional, pendapatan operasional, posisi laba (untung) dan rugi, single step (cara langsung), Sistem Akuntansi, total beban atau biaya, Komponen Laporan Keuangan Neraca, Komponen Laporan Keuangan Laba Rugi, Contoh Laporan Keuangan Neraca, Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi, Contoh Laporan Keuangan Arus Kas, Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal,

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas. Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode tertentu. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien pengelola perusahaan dapat mencari keuntungan atau laba untuk setiap penjualan yang dilakukan.

Rasio Profitabilitas, Rumus, Contoh Soal Perhitungan
Rasio Profitabilitas, Rumus, Contoh Soal Perhitungan

Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan peningkatan penjualan dan menekan biaya-biaya yang terjadi. Selain itu, rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh dana yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Tujuan dan Manfaat Rasio Profitabilitas

Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan adalah

1). Mengetahui laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu

2). Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang

3). Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu

4). Mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri;

5). Megetahui produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri

6). Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri

Manfaat Rasio Profitabilitas

Beberapa manfaat rasio  Profitabilitas diantarany adalah sebagai berikut:

1). Dapat mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusi-thaan dalam satu periode

2). Dapat mengetahui posisi laba  perusahaan  tahun  sebelumnya dengan tahun sekarang

3). Dapat mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu

4). Dapat mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri

5). Dapat mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri

Jenis Rasio Untuk Menghitung Profitabilitas Perusahaan

Gross Margin on Sales, Margin Laba Kotor atas Penjualan

Gross Margin on Sales biasa juga disebut sebagai Gross Margin ratio, Margin Laba Kotor, atau margin laba kotor atas penjualan. Pada dasarnya Rasio ini menunjukkan nilai relative antara nilai Laba Kotor terhadap nilai penjualan. Laba kotor adalah nilai penjualan dikurangi harga pokok penjualan.  Formula untuk menghitung Gross Profit Margin on Sales adalah sebagai berikut:

Rasio Margin Laba Kotor
Rasio Margin Laba Kotor, Rasio Profitabilitas

Dari formulanya dapat diketahui bahwa rasio ini menunujukkan sebarapa besar laba kotor yang diperoleh perusahaan untuk seluruh penjualannya. Nilai rasio 0.5 atau 50 persen menunjukkan bahwa laba kotor yang diperoleh perusahaan adalah 50 persen dari total penjualan yang telah dilakukan oleh perusahaan.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar laba kotor yang diperoleh perusahaan. Artinya profitabilitas perusahaan semakin tinggi, perusahaan memiliki tingkat keuntungan dalam laba kotor yang tinggi.

Net Profit Margin, Margin Laba Bersih.

Rasio Margin Laba Bersih atau net profit margin ratio menunjukkan nilai relative antara nilai keuntungan setelah bunga dan pajak dengan total penjualan. Rasionya dihitung dengan membagi nilai laba setelah bunga dan pajak dengan total penjualan.  Formula untuk menghitung rasio Margin Laba Bersih adalah sebagai berikut:

Net Profit Margin Ratio = Laba Setelah Bunga Dan Pajak/Penjualan,

atau

Rasio Margin Laba Bersih
Rasio Margin Laba Bersih, Rasio Profitabilitas

Dari formulanya diketahui bahwa Net Profit Margin Ratio menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh penjualannya. Nilai rasio  0,25 atau 25 persen menunjukkan bahwa perusahaan mendapatkan laba bersih yang nilainya 25 persen dari total penjualan.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar profitabilitas yang dimiliki oleh perusahaan. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan.

Contoh Rumus Perhitungan Rasio Likuiditas Perusahaan

Hasil usaha atau kinerja Perusahaan PT Ardra Dot Biz dalam satu tahun ditunjukkan dalam laporan neraca dan laba rugi seperti terlampir. Hitunglah rasio rasio Profitabilitas perusahaannya.

Laporan Keuangan Neraca PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhitungan Modal Kerja Kotor Bersih Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Perhitungan Profitabilitas Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Laporan Keuangan Laba Rugi  PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhtungan Analisis Rasio Solvabilitas Laporan Laba Rugi
Contoh Perhtungan Analisis Rasio Profitabilitas Laporan Laba Rugi

Mengitung Gross Margin on Sales GMONS, Margin Laba Kotor atas Penjualan

Margin laba kotor atas penjualan suatu perusahaan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus seperti berikut

GMONS = (PB – HPP)/PB

GMONS = Gross Margin on Sales

PB = penjualan Bersih

HPP = Harga pokok penjualan

GMONS = (11.100 – 7.700)/11.100

GMONS = 0,3063 atau 30,6 persen

Jadi Rasio Margin Laba Kotor yang diperoleh perusahaan PT Ardra Dot Biz selama jangka satu tahun adalah 30,6 persen.

Nilai rasio 30,6 menunjukkan bahwa laba kotor yang diperoleh selama satu tahun adalah 30,6 persen dari total penjualan bersih perusahaan. Sebenarnya rasio ini menunjukkan persentase laba kotor dari nilai penjualan.

Menghitung Net Profit Margin Rasio, Margin Laba Bersih NPMR

Rasio Margin Laba Bersih atau net profit margin ratio suatu persuhaan selama satu tahun dapat dihitung dengan menggunaan rumus berikut

NPMR = EAIT/PB

NPMR = Net Profit Margin Rasio, Margin Laba Bersih

EAIT =Earning after interest and tax, laba setelah pajak dan bunga

PB = Penjualan bersih

Dengan menggunakan data dari laporan laba rugi, maka NPMR dapat dihitung seperti berikut.

NPMR = 1808/11100

NPMR = 0,16288 atau 16,3 persen

Jadi nilai NPMR yang dimiliki oleh perusahaan PT Ardra Dot Biz untuk jangka waktu satu tahun adalah 16,3 persen.

Nilai 16,3 persen menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh laba bersih 16,3 persen dari seluruh penjualannya.

Return on Invesment ROI, Hasil Pengembalian Investasi

Laba atas Aset merupakan rasio keuangan yang merepresentasikan seberapa efektif aset perusahaan digunakan  untuk menghasilkan laba.  Rasio ini memberikan informasi besarnya laba yang diperoleh dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Laba bersih adalah laba setelah bunga dan pajak, atau earning after interest and tax EAIT.

Return on Invesment ROI atau return on assets ROA adalah rasio yang menunjukkan hasil return atas jumlah aktiva yang digunakan oleh perusahaan. ROI memberikan gambaran seberapa efektif manajemen peusahaan mampu mengelola investasinya.

Menghitung Rasio Return on Invesment,

Rasio Return on Invesment dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti berikut

ROI = EAIT/ TA

EAIT – Earning after interest an tax

TA = total assets, total aktiva, total harta

ROI = 1808/ 8000

ROI = 0,226 atau 22,6 persen

Jadi nilai Rasio Return on Invesment ROI perusahaan PT Ardra Dot Biz selama satu tahun adalah 22,6 persen,

ROI sama dengan 22,6 persen artinya perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar 22,6 persen dari keseluruhan asset atau harta yang dimilikinya.

Return on Equity ROE, Hasil Pengembalian Ekuitas

Laba atas ekuitas, atau Return on Equity, atau ROE merupakan rasio keuangan yang dapat  menunjukkan besarnya laba bersih  yang diperoleh dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Sedangkan equity merupakan modal yang dimiliki perusahaan sendiri, bukan dari pinjaman.

Return on equity menunjukkan seberapa efisien manajemen perusahaan mampu menggunakan modal sendiri ekuitas untuk menghasilkan laba bersih.

Menghitung Return on Equity ROE,

Hasil Pengembalian Ekuitas ROE suatu perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti berikut

ROE = EAIT/TE

ROE = return on equity, pemgembalian atas ekuitas

TE = total ekuitas

ROE = 1808/4200

ROE = 0,4305 atau 43,1 persen

Jadi nilai ROE yang dimiliki oleh PT Ardra Dot Biz selama satu tahun adalah 43,1 persen

ROE sama dengan 43,1 persen artinya perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar 43,1 persen dari keseluruhan nilai ekuitas yang dimilikinya.

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan...

Daftar Pustaka:

  1. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta,
  3. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  4. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  5. Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas dengan Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka atau Profitabilitas Perusahaan rumus Untuk Menghitung Profitabilitas Perusahaan. Gross Margin on Sales dan Margin Laba Kotor atas Penjualan dan Net Profit Margin.
  6. Cara menghitung Margin Laba Bersih dengan rumus profit margin atau rumus net profit margin. Rumus gross profit margin dengan nett profit margin atau net profit margin adalah profit margin adalah dengan gross profit margin adalah. Apa itu profit margin dengan arti Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka.

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas. Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Artinya, seberapa mampu perusahaan untuk membayar kewajiban atau utangnya yang sudah jatuh tempo.

Rasio Liquiditas, Rumus, Contoh Soal Perhitungan
Rasio Liquiditas, Rumus, Contoh Soal Perhitungan

Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang likuid. Sebaliknya, jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang illikuid.

Pada saat jatuh tempo, Perusahaan harus membayar kewajiban kepada pihak luar perusahaan atau likuiditas badan usaha, ataupun di dalam perushaan atau likuiditas perusahaan. Untuk dapat memenuhi kewajibannya perusahaan harus memiliki jumlah kas atau investasi atau aktiva lancar lainnya yang dapat segera dikonversi atau diubah menjadi kas untuk memenuhi kewajibanya seperti membayar pengeluaran, tagihan, dan seluruh kewajiban lainnya yang sudah jatuh tempo.

Tujuan Manfaat Analisis Rasio Likuiditas,

Beberapa tujuan dan manfaat dari analisis rasio likuiditas adalah sebagai berikut

1). Menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih.

2). Menilai kemampuan  perusahaan  dalam membayar kewajiban  jangka  pendek  dengan  aktiva  lancar  secara keseluruhan.

3). Menilai   kemampuan  perusahaan  dalam membayar kewajiban  jangka  pendek  dengan  aktiva  lancar  tanpa memperhitungkan  sediaan atau piutang.

4). Menilai  atau  membandingkan  antara  jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan

5). Menilai seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

6). Mengetahui Tolok ukur perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.

7). Mengetahui kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untiik beberapa periode.

8). Mengetahui kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing- masing komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar.

9). Sebagai motivator untuk manajemen untuk memperbaiki kinerjanya dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

Jenis Rasio Likuiditas, Laporan Keuangan Perusahaan

Rasio Lancar, Current Ratio

Rasio ini menunjukkan nilai relative antara aktiva lancar terhadap utang lancar. Rasionya dihitung dengan membagi nilai aktiva lancar dengan utang lancar.  Formula untuk menghitung rasio lancar adalah sebagai berikut:

Rasio Lancar

Dari formulanya dapat diketahui bahwa rasio ini menunujukkan sebarapa besar kemampuan aktiva yang dimiliki perusahaan dapat digunakan jika kewajiban atau utang harus dibayar pada saat jatuh tempo. Semakini besar nilai rasio semakin lancar perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Jika perusahaan memiliki nilai rasio lancar dua, artinya perusahaan memiliki aktiva lancar yang nilainya dua kali dari utang yang harus dibayar. Nilai rasio lancar dua sudah dianggap cukup baik bagi beberapa perusahaan. Perusahaan sudah berapa pada keadaan yang dianggap aman untuk jangka pendek.

Rasio Cepat, Quick Ratio, Atau Rasio Sangat Cepat, Acid Test Ratio

Rasio cepat menunjukkan nilai relative antara selisih aktiva lancar dengan inventory  terhadap utang lancar. Rasionya dihitung dengan membagi nilai aktiva lancar setelah dikurangi nilai inventory dengan utang lancar.  Formula untuk menghitung rasio cepat adalah sebagai berikut:

Rasio Cepat

Dari formulanya diketahui bahwa rasio cepat tidak memperhitungkan nilai inventori  atau persedian. Hal ini akan menyebabkan nilai rasio ini akan menjadi lebih kecil dari nilai rasio lancar. Komponen inventory dianggap tidak dengan mudah atau lancar dapat digunakan untuk mememenuhi kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo.

Walaupun persediaan termasuk dalam aktiva lancar, namun pesediaan tidak dengan lancar dapat segera digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan.  Mengkonversi nilai persediaan menjadi uang kas membutuhkan waktu relative lebih lama jika dibanding aktiva lainnya.

Semakin besar nilai rasio cepat, maka semakin cepat perusahaan dapat  memenuhi segala kewajibannya.

Rasio Kas, Cash Ratio

Rasio kas menunjukkan nilai relative antara nilai uang kas terhadap utang lancar. Rasionya dihitung dengan membagi nilai kas dengan utang lancar.  Formula untuk menghitung rasio kas adalah sebagai berikut:

Rasio Kas.

Dari formulanya diketahui bahwa rasio kas menunjukkan seberapa besar uang kas atau setara kas seperti rekening giro atau tabungan di bank yang dimiliki perusahaan benar-benar dapat digunakan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek.

Beberapa komponen dalam aktiva lancar seperti inventori, piutang, atau surat berharga tidak dengan mudah segera diuangkan dan digunakan untuk memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo. Semakin besar nilai rasio kas, maka semakin mudah perusahaan dalam membayar utang-utanngnya. Dengan demikian, Rasio kas dapat menunjukkan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio Perputaran Kas, Cash Turnover Ratio

Rasio perputaran kas menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap modal kerja bersih atau net working capital. Modal kerja bersih merupakam seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rasio Perputaran Kas dihitung dengan membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja bersih.  Formula untuk menghitung rasio perputaran kas adalah sebagai berikut:

Rasio Perputaran Kas.

Dari formulanya diketahui bahwa rasio perputaran kas menunjukkan seberapa besar nilai penjualan yang diperoleh untuk modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.

Contoh Rumus Perhitungan Rasio Likuiditas Perusahaan

Hasil usaha atau kinerja Perusahaan PT Ardra Dot Biz dalam satu tahun ditunjukkan dalam laporan neraca dan laba rugi seperti terlampir. Hitunglah rasio rasio Likuiditas perusahaannya.

Laporan Keuangan Neraca PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhitungan Modal Kerja Kotor Bersih Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Perhitungan Rasio Likuiditas Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Laporan Keuangan Laba Rugi PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhtungan Analisis Rasio Solvabilitas Laporan Laba Rugi
Contoh Perhtungan Analisis Rasio Likuiditas Laporan Keuangan  Laba Rugi

Contoh Perhitungan Rasio Lancar, Current Ratio CR

Rasio lancar suatu perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut

CR = TAL/TUL

CR = Current Ratio atau rasio lancar

TAL = total aktiv lancar

TUL = total utang lancar

CR = 2680/1.500

CR = 1,78 dibulatkan menjadi 1,8

Jadi rasio lancar CR perusahaan PT Ardra Dot Biz dalam waktu satu tahun adalah 1,8.

Nilai rasio 1,8 menunjukkan bahwa aktiva lancar PT Ardra Dot Biz adalah 1,8 kali utang yang harus segera dibiayainya. Artinya setiap satu rupiah utang lancar dijamin oleh 1,8 aktiva lancarnya.

Menghitung Rasio Cepat, Quick Ratio QR

Rasio cepat QR dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus sebagai berikut

QR = (TAL – S)/TUL

QR = rasio cepat

TAL = total aktiva lancar

S = sedian inventory

TAL – S = 2.680 – 620

TAL – S = 2060

QR = 2060/1500

QR = 1.373 dibulatkan menjadi 1,4

Jadi rasio cepat QR untuk PT Ardra Dot Biz dalam waktu satu tahun adalah 1,4

Nilai rasio cepat QR 1,4 menujukkan bahwa perusahaan memiliki aktiva yang sangat likuid sebesar 1,4 kali utang lancar yang harus segera diselesaikan. Artinya juga perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar 1,4 kali utang lancarnya.

Menghitung Rasio Kas, Cash Ratio CAR

Rasio kas CAR suatu perusahaan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

CAR = (K + G)/TUL

CAR = Cash Ratio atau rasio kas

K = kas

G =giro (bank)

TUL = total utang lancar

K – G = 520 + 200

K – G = 720

CAR = 720/1.500

CAR = 0,48 atau 48 persen

Nilai rasio kas CAR 0,48 atau 48 persen artinya perusahaan mempunyai dana berupa aktiva dalam bentuk kas dan giro bank yang besarnya 48 persen dari utang lancar. Aktiva lancar ini adalah aktiva yang benar benar siap digunakan secara cepat untuk membayar utang lancarnya yang segera jatuh tempo.

Menghitung Rasio Perputaran Kas, Cash Turnover Ratio CTR

Rasio perputaran kas dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut

CTR = PB/MKB

CTR = Cash Turnover Ratio atau rasio perputaran kas

PB = Penjualan bersih

MKB = modal kerja bersih

MKB = TAL – TUL

MKB = 2.680 – 1500

MKB = 1.180

CTR = 11.100/1180

CTR = 9,407 dibulatkan menjadi 9,4

Jadi nilai rasio perputaran kas yang dimiliki oleh perusahaan PT Ardra Dot Biz adalah 9,4

Nilai rasio CTR 9,4 memiliki pengertian bahwa penjualan bersih perusahaan diperoleh dari putaran modal bersih sebanyak 9,4 kali.

Inventory to Net Working Capital Ratio ITNWCR

Inventory to Net Working Capital Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan antara jumlah sedian atau inventory dengan modal kerja perusahaan. Modal kerja yang dimaksud adalah modal kerja bersih atau net working capital.

Modal kerja bersih diperoleh dari pengurangan antara total aktiva lancar dengan total utang lancar. Rasio inventory to net working capital menunjukkan seberapa besar modal kerja yang tersimpan dalam bentuk sediaan atau inventory.

Rasio inventory to net working capital dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berkut

ITNWCR = S/MKB

ITNWCR = Inventory to Net Working Capital Ratio

S = sediaan Inventory

MKB = modal kerja bersih

MKB = TAL – TUL

MKB = 2.680 – 1500

MKB = 1.180

ITNWCR = 620/1.180

ITNWCR = 0,5254 atau 52,5 persen

Jadi nilai rasio Rasio inventory to net working capital ITNWCR yang dimiliki oleh perusahaan PT Ardra Dot Biz adalah 52,5 persen.

Nilai rasio ITNWCR 52,5 persen menunjukkan bahwa 52,5 persen dari modal kerja bersih perusahaan tersimpan dalam sedian  atau inventory.

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan...

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta.
  2. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  3. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawali Pers, Jakarta.
  4. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  5. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  8. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  9. Daftar Kata Artikel Pengertian Rasio Keuangan Likuiditas adalah, utang jangka pendeknya, Jenis Rasio Likuiditas, Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka, arti tbk, Rasio Lancar, Current Ratio, Rasio Cepat, Quick Ratio, Atau Rasio Sangat Cepat, Acid Test Ratio, cara menghitung Rasio Kas, Cash Ratio, Rasio Perputaran Kas, Cash Turnover Ratio, Apa itu Rasio perputaran kas,  modal kerja bersih, net working capital, rumus Cash Turnover Ratio, rumus Current Ratio,

Analisis Rasio Laporan Keuangan, Pengertian Tujuan Metoda Teknik

Pengertian Analisis laporan keungan adalah suatu proses penguraian data atau informasi yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponen-komponen tersendiri,menelaah setiap komponen, dan memelajari hubungan antara komponen tersebut dengan mengunakan teknik analisis tertentu agar diperoleh pemahaman yang tepat dan gambaran komprehensif tentang informasi tersebut.

Analisis Rasio Keuangan. Analisis Ratio Keuangan adalah suatu cara atau metoda atau proses evaluasi, dianogsis laporan keuangan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu dengan menggunakan parameter atau indeks keuangan yang disebut rasio keuangan.

Rasio Keuangan

Rasio Keuangan merupakan hubungan matematika yang diperoleh dengan membandingkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan atau antarlaporan keuangan. Nilai rasionya diperoleh dengan membagi angka dari satu komponen dengan angka dari komponen lainnya. Angka komponen yang dibandingkan dapat diambil dalam satu periode atau beberapa periode.

Tujuan Dan Manfaat Analisis Rasio Laporan Keuangan, 

a). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

b). Mendapatan informasi tentang kelemahan kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.

c). Mendapatkan informasi kekuatan kekuatan yang dimiliki.

d). Mendapatkan informasi langkah langkah perbaikan apa saja yang dapat dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

e). Menilaian kinerja menajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau tidak.

f). Dapat digunakan juga sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

g). Menilai kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memperdayakan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan

h). Estimasi dan prediksi terhadap kondisi dan kinerja perusahaan untuk masa mendatang.

Pihak Berkepentingan dengan Analisis Laporan Keuangan

a). Manajer

Analisis laporan keuangan bisa memberikan arahan bagi manajer untuk mempertimbangkan perlunya perubahan strategi kegiatan operasi, investasi, dan pendanaannya. Manajer juga perlu melakukan analisis atas perusahaan yang menjadi pesaingnya dalam rangka mengevaluasi profitabilitas dan risiko perusahaan pesaing untuk kemudian melakukan pembandingan.

b). Investor

Investor berkepentingan untuk memastikan investasi yang dilakukannya dalam sebuah perusahaan bisa memberikan pengembalian seperti yang diharapkannya. Oleh karena itu, investor memerlukan analisis laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja dan prospek masa akan datang atas perusahaan tempat investor melakukan investasi.

c). Kreditor

Kreditor memiliki kepentingan untuk bisa memastikan kredit yang diberikan kepada perusahaan bisa dikembalikan tepat waktu. Oleh karena itu, investor memerlukan analisis laporan keuangan untuk mengevaluasi risiko dan prospek masa akan datang perusahaan.

d). Merger, akuisisi, dan divestasi

Analisis laporan keuangan juga dilakukan pada saat akan dilakukannya merger, akuisisi, atau divestasi. Bankir investasi dan analis memerlukan

informasi tentang target perusahaan yang potensial dan menetapkan nilai yang pantas untuk perusahaan tersebut. Untuk menentukan nilai yang pantas, informasi yang harus diketahui adalah nilai intrinsik perusahaan; dan untuk menentukan nilai intrinsik perusahaan diperlukan analisis laporan keuangan.

e). Auditor Eksternal

Output yang dihasilkan oleh auditor adalah opini mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan yang diauditnya. Pada tahap penyelesaian audit, analisis laporan keuangan bisa digunakan untuk melakukan pengecekan akhir atas kewajaran laporan keuangan. Auditor juga memanfaatkan analisis laporan keuangan untuk mempertimbangkan keberlangsungan hidup perusahaan (going concern).

f). Regulator

Kantor pajak bisa memanfaatkan analisis laporan keuangan sebagai alat untuk melakukan pemeriksaan pajak dan menilai kewajaran pajak terutang dari sebuah perusahaan. Pemerintah pun bisa menggunakan analisis laporan keuangan untuk memutuskan peraturan dan kebijakan yang akan diambil. Misalnya, jika sebuah industri dinyatakan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi, maka pemerintah bisa menetapkan untuk meningkatkan pajak yang bisa dipungut dari perusahaan yang bergerak di bidang industri tersebut.

g). Konsumen

Analisis laporan keuangan bisa digunakan oleh konsumen (yang juga merupakan produsen) untuk memastikan keberlangsungan hidup perusahaan yang menjadi pemasoknya. Hal ini dilakukan karena konsumen berkepentingan untuk bisa memastikan pasokan bahan baku yang dibutuhkan bisa terus terpenuhi.

Tahap-Tahap Analisis Laporan Keuangan

Adapun tahap -tahap yang harus dilakukan dalam melakukan analisis laporan keuangan:

a). Analisis Akuntansi

Analisis akuntansi adalah proses evaluasi terhadap pelaporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan apakah  mencerminkan realitas ekonomi yang sebenarnya atau tidak sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan).

Proses ini dilakukan dengan mempelajari transaksi yang terjadi, kebijakan akuntansi yang digunakan, dan melakukan penyesuaian atau menghilangkan distorsi akuntansi laporan keuangan agar laporan tersebut lebih mencerminkan realitas ekonomi.

b). Analisis Keuangan

Analisis keuangan adalah menganalisis posisi dan kinerja keuangan yang telah dicapai perusahaan dan mengevaluasi kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

Dalam tahap ini, secara umum perusahaan melakukan analisis kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan pendanaan yang telah dicapai perusahaan.

Analisis kegiatan operasi dan investasi dilakukan dengan analisis profitabilitas, yaitu evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (kegiatan operasi) dari sumber daya yang dimilikinya (kegiatan investasi).

Analisis kegiatan pendanaan dilakukan dengan analisis risiko, analisis likuiditas dan solvabilitas.yaitu melakukan evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya.

 c). Analisis Prospektif

Analisis prospektif merupakan tahap terakhir dari analisis laporan keuangan. Analisis ini terdiri dari dua bagian: peramalan (forecasting) dan penilaian (valuation).

Metode Analisis Laporan Keuangan

Metode Analisis Laporan Keuangan dapat dikelompokan menjadi dua metode yaitu analisis horisontal dan analisis vertikal.

a). Analisis Horisontal

Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya.

b). Analisis Vertikal

Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara akun yang satu dengan akun yang lain dalam laporan keuangan tersebut sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.

Teknik Analisis Laporan Keuangan

Beberapa teknik analisis laporan keuangan diantaranya adalah sebagai berikut:

1). Analisis Perbandingan Laporan Keuangan,

Analisis Perbandingan Laporan Keuangan adalah metode dan Teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.

2). Trend Percentage Analysis

Trend Percentage Analysis  adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.

3). Common Size Statement

Laporan dengan persentase per komponen atau Common Size Statement adalah suatu metode analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap total asetnya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.

4). Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja,

Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.

5). Cash Flow Statement Analysis

Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.

6). Analisis Rasio,

Analisis Rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari akun-akun tertentu dalam neraca atau laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

7). Gross Profit Analysis

Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari suatu periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.

8). Analisis Break Even,

Analisis Break Even adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.

Bentuk- Jenis Rasio Keuangan Laporan Keuangan 

1.  Rasio Likuiditas,

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek atau jatuh tempo, baik kewajiban pada pihak luar perusahaan maupun pihap dalam perusahaan. Rasio ini ditunjukkan dari besar kecilnya aktiva lancar.

  1. Current Ratio, atau Rasio Lancar,
  2. Quick Ratio, atau Acid Test Ratio atau Rasio Sangat Lancar
  3. Rasio Kas, Cash Ratio,

2. Rasio Solvabilitas, Rasio Leverage

Rasio yang menunjukan besarnya beban utang yang ditanggung dibandingkan dengan aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajibannya. Baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan dibubarkan atau dilikuidasi.

  1. Total Debt to Total Assets,
  2. Debt Equity Ratio,
  3. Time Interest Earned,

3. Rasio Aktivitas, Activity Ratio

Rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya seperti penjualan, persediaan, penagihan piutang dan sebagainya untuk mendapatkan keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola dan menggunakan sumber daya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

  1. Perputaran Piutang, Receivable Turnover
  2. Perputaran Persediaan, Inventory Turnover
  3. Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover.

4. Rasio Profitabilitas, Profitability Ratio.

Rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini mengukur seberapa efekif pengelolaan manajemen perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan.

  1. Profit Margin, Profit Margin on Sales
  2. Return On Investment, ROI
  3. Return On Equity, ROE

5. Rasio Pasar,

Rasio yang digunakan pada perusahaan yang telah go public dan mengukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai terutama pada pemegang saham dan calon investor.

  1. Price Earning Ratio,
  2. Market to Book Value.

Analisis Rasio Laporan Keuangan, Pengertian Tujuan Metoda Teknik

Pengertian Analisis laporan keungan adalah suatu proses penguraian data atau informasi yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponen-komponen...

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Keuangan Aktivitas: Pengertian Analisis Receivable Fixed Assets Working Capital Total Assets Turnover, Tujuan Jenis Manfaat, Contoh Soal Rumus Perhitungan 4

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan...

Cara Mengitung Bunga Bank, Dihitung Lebih Satu Kali

Nilai Kemudian Dengan Bunga Dihitung Lebih dari Satu Kali Dalam Satu Periode.  Beberapa bank memberikan perhitungan nilai kemudian dengan memperhitungkan ...

Konsep Nilai Waktu Uang, Present Future Value, Pengertian Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Konsep Nilai Waktu Uang.  Nilai waktu dari uang menunjukkan perubahan nilai uang akibat berjalannya waktu. Atau nilai uang dapat berubah seiring ...

Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip Asuransi.

Pengertian dan Istilah Asuransi.  Asuransi berasal dari kata insurance yang artinya pertanggungan. Asuransi merupakan suatu perjanjian antara tertanggung ...

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta.
  2. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  3. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawali Pers, Jakarta.
  4. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  5. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  8. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  9. Daftar Kata Istilah: Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Analisis Ratio Keuangan, Rasio Keuangan, Tujuan Analisis Rasio Keuangan, Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka, tbk, Bentuk- Jenis Rasio Keuangan,  Rasio Likuiditas, Current Ratio, atau Rasio Lancar, Quick Ratio, Acid Test Ratio , Rasio Sangat Lancar, Rasio Kas, Cash Ratio, Rasio Solvabilitas, Rasio Leverage,
  10. Total Debt to Total Assets, Debt Equity Ratio, Time Interest Earned, Rasio Aktivitas, Activity Ratio, Perputaran Piutang, Receivable Turnover, Perputaran Persediaan, Inventory Turnover, Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover, Rasio Profitabilitas, Profitability Ratio, Profit Margin, Profit Margin on Sales, Return On Investment, ROI, Return On Equity, ROE, Rasio Pasar, Price Earning Ratio, Market to Book Value,