Pengertian Budaya: Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah yaitu bentuk jamak dari buddi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
Beberapa pengertian kebuadayaan menurut para ahli diantaranya adalah
Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah hasil dari keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
Pengertian Kebudayaan Menurut Sir Edward Burnett Tylor
Kebudayaan adalah hasil dari keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan serta lain lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Pengertian Kebudayaan MenurutSelo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Kebudayaan adalah hasil semua karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya diwujudkan menjadi teknologi dan kebudayaan kebendaan yang dibutuhkan masyarakat untuk menguasai alam di sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat.
Pengertian Kebudayaan Menurut A.L Kroeber dan Clyde Cluckhohn
Kebudayaan adalah hasil keseluruhan pola-pola tingkah laku dan pola-pola bertingkah laku, baik eksplisit maupun implisit yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.
Pengertian Kebudayaan Menurut E.B Taylor
Kebudayaan adalah semua hasil yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Wujud Budaya
Koentjaraningrat membagi kebudayaan dalam tiga wujud, yaitu ideas (sistem ide), activities (sistem aktivitas), dan artifacts (system artefak).
a). Wujud Kebudayaan Sistem Ide
Wujud kebudayaan sebagai sistem ide adalah system yang bersifat sangat abstrak yang tidak bisa diraba atau difoto atau diliht dan terdapat dalam alam pikiran, ide-ide, gagasan -gagasan, nilai- nilai, norma- norma, peraturan dan sebagainya.
Contoh Wujud Kebudayaan Sistem Ide
Wujud kebudayaan sebagai system ide hanya bisa dirasakan dalam kehidupan sehari- hari yang berwujud dalam bentuk norma, adat istiadat, agama, dan hukum atau undang undang
Contoh system ide adalah aturan atau norma sopan santun, aturan bertamu di rumah orang lain. Kebudayaan sebagai sistem ide secara nyata dituangkan dalam bentuk undang- undang atau suatu peraturan tertulis.
b). Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Aktivitas
Wujud kebudayaan sebagai sistem aktivitas merupakan sebuah aktivitas atau kegiatan sosial yang berpola dari individu dalam suatu masyarakat.
Contoh Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Aktivitas
Wujud kebudayaan system aktivitas bersifat konkret, bisa difoto, dan bisa dilihat. Cantoh system aktivitas adalah, upacara perkawinan atau proses pemilihan umum, Kampanye partai menjelang pemilu
c). Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Artefak
Wujud kebudayaan sebagai sistem artefak adalah wujud kebudayaan yang paling konkret, bisa dilihat, dan diraba secara langsung oleh pancaindra.
Wujud kebudayaan system artefak berupa kebudayaan fisik berupa tataran sistem ide atau pemikiran ataupun aktivitas manusia yang berpola.
Contoh Wujud Kebudayaan sebagai Sistem Artefak
Contoh system artefak adalah kain ulos dari Batak atau wayang golek dari Jawa. Di dalam upacara adat perkawinan Jawa, berbagai mahar berupa barang yang harus diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan.
Dalam upacara selamatan, terdapat berbagai sesaji atau peralatan yang dibutuhkan atau digunakan dalam aktivitas tersebut. Di dalam suatu kampanye partai politik dibuat berbagai macam lambang partai berupa bendera yang menyimbolkan keberadaan atau kebesaran partai tersebut.
Unsur Unsur Budaya
Unsur kebudayaan terkenal dengan sebutan Universal Categories of Culture dibagi menjadi tujuh unsur yang yaitu:
a). Unsur Budaya Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya dalam berinteraksi atau berhubungan sesamanya.
Bahasa menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah suatu sistem tanda bunyi yang secara sukarela dipergunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri.
Contoh Unsur Budaya Bahasa
Unsur budaya Bahasa contohnya adalah Bahasa lisan dan Bahasa tulisan
b). Unsur Budaya Kesenian
Kesenian adalah suatu ekspresi manusia akan keindahan dengan latar belakang tradisi atau sistem budaya masyarakat pemilik karya seni tersebut.
Dalam karya seni tersirat pesan dari masyarakatnya yang berupa pengetahuan, gagasan, kepercayaan, nilai, dan norma.
Contoh Unsur Budaya Kesenian
Unsur budaya kesenian contohnya adalah seni rupa, seni suara, seni gerak, Seni batik, kriya seni teater dan lain-lain.
c). Unsur Budaya Sistem Pengetahuan.
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui melalui indra yang dimiliki oleh manusia. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengamatan, logika berpikir, intuisi, dan juga wahyu Tuhan.
Perkembangan pengetahuan yang logis, sistematis, dan metodik melahirkan ilmu pengetahuan.
Contoh Unsur Budaya Sistem Pengetahuan.
Contoh unsur budaya system pengetahuan adalah pengetauan alam sekitarnya, pengetahuan tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya, binatang yang hidup di daerah tempat tinggalny, zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya, tubuh manusia, sifat-sifat dan tingkah laku manusia, ruang dan waktu.
d). Unsur Budaya Sistem Peralatan (Teknologi)
Sistem teknologi adalah jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh anggota masyarakat yang meliputi cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan mentah dari lingkungannya.
Teknologi adalah cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya.
Contoh Unsur Budaya Sistem Peralatan (Teknologi)
Contoh sistem peralatan diantaranya adalah alat- alat untuk produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, makanan – minuman – bahan pembangkit gairah – dan jamu jamuan, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan, alat-alat transportasi
e). Unsur Budaya Sistem Mata Pencarian
Mata pencarian adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, khususnya kebutuhan pokok – utama yaitu pangan.
Manusia melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan makanan dan minuman.
ContohUnsur Budaya Sistem Mata Pencarian
Contoh Sistem mata pencarian di antaranya adalah berburu dan meramu, berternak, bercocok tanam di ladang, menangkap ikan, bercocok tanam dengan sistem irigasi, nelayan, system produksi, system komunikasi, dll
f). Unsur Budaya Sistem Religi – Kepercayaan
Religi umumnya dipersamakan dengan agama. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, agama adalah aturan/ tata cara kehidupan manusia dalam berhubungan dengan Tuhan dan sesamanya.
Agama meliputi semua tata tertib upacara yang menjadi tata cara agar dapat secara langsung berkomuniksi dengan Tuhan.
Agama juga disebut sebagai pedoman atau aturan hidup umat manusia, pedoman tentang manusia bertingkah laku, bertindak dan berpikir, sehingga menghasilkan suatu hubungan yang serasi antara manusia dan dengan Tuhannya.
Contoh Budaya Sisitem Religi – Kepercayaan
Contoh unsur system Kepercayaan adalah system kepercayaan kepada satu dewa saja (monotheism) dan lahirnya konsepsi agama wahyu, seperti Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen.
g). Unsur Budaya Sistem Organisasi Sosial
Kesatuan atau organisasi sosial yang paling dekat adalah kekerabatan dan kesatuan- kesatuan di luar kerabat, tetapi masih dalam lingkungan komunitas.
Sistem organisasi sosial meliputi sistem kekerabatan (keluarga) sampai organisasi sosial yang lebih luas, seperti asosiasi, perkumpulan, dan akhirnya sampai pada negara.
Sistem organisasi sosial termasuk system organisasi kenegaraan dan sistem pemerintahannya.
Contoh Unsur Budaya Sistem Organisasi Sosial
Contoh Unsur budaya system organisasi sosial adalah system perkawinan, organisasi politik, sistem kekerabatan, sistem hukum, dan lain-lain.
Ringkasan Rangkuman Unsur Unsur Budaya: Unsur-unsur kebudayaan universal yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia, antara lain sebagai berikut.
Bahasa, Sistem pengetahuan, Organisasi sosial, Sistem peralatan hidup dan teknologi, Sistem mata pencaharian hidup, Sistem religi, Kesenian.
Bahasa merupakan alat komunikasi antarsuku bangsa.
Seni adalah produk jenis perilaku manusia yang khusus, yaitu penggunaan imajinasi dan kreativitas untuk menerangkan, memahami dan menikmati hidup.
Agama/religi/kepercayaan merupakan pandangan manusia sebagai kepercayaan dan pola perilaku yang diusahakan oleh manusia untuk menangani masalah- masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi yang diketahuinya.
Pengertian Agama: Agama dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata religion, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah religie, dan dalam bahasa Arab dipergunakan kata ad din.
Di Indonisia kata agama berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri atas tiga suku kata, yaitu: a, gam, dan a.
Suku kata pertama: a = sebagai awalan kata yang memiliki arti: tidak,
Suku kata kedua: gam = sebagai akar kata kerja yang berarti pergi,
Suku kata ketiga: a = sebagai akhiran kata yang tidak mengandung makna apapun.
Dengan demikian istilah agama dalam bahasa Sanskerta berarti tidak pergi, tetapdi tempat, langgeng, abadi. Dalam bahasa Sanskerta agama diartikan sebagai suatu doktrin, atau aturan tradisional yang suci.
Pengertian Agama Menurut Para Ahli
Beberapa Pengertian Agama menurut para ahli di antaranya adalah
Pengertian Agama Menurut Clifford Geertz,
Agama adalah sebuah system simbol yang berperan membangun suasana hati dan motivasi yang kuat, pervasif, dan tahan lama di dalam diri manusia dengan cara merumuskan konsepsi tatanan kehidupan yang umum dan membungkus konsepsi konsepsi itu dengan suatu aura faktualitas sehingga suasana hati dan motivasi tampak realistik secara unik.
Pengertian Agama Menurut Max Weber
Agama merupakan tahap perkembangan rasionalitas dari pemikiran manusia
Pengertian Agama Menurut Edward Burnett Tylor
Agama adalah kepercayaan pada makhluk- makhluk spiritual.
Pengertian Agama Menurut Freud dan Marx,
Agama adalah kepercayaan yang dimiliki manusia kepada para dewa.
Pengertian Agama Menurut Evan Pritchard dan Geertz
Agama adalah hubungan yang benar dengan dunia mistik yang terletak di balik dan di luar kehidupan biasa.
Pengertian Agama Menurut Anthony FC Wallace,
Agama adalah seperangkat upacara dengan rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan- kekuatan supranatural yang bermaksud untuk mencapai atau untuk menghindari suatu perubahan keadaan pada manusia atau alam
Pengertian Agama Menurut Ogburn dan Nimkoff
Agama adalah suatu pola akidah- akidah atau kepercayaan- kepercayaan, sikap emosional dan praktik- praktik yang dipakai oleh himpunan manusia untuk mencoba memecahkan persoalan – persoalan “ultimate“ dalam kehidupan manusia.
Pengertian Agama Menurut Emile Durkheim,
Agama adalah suatu keseluruhan yang bagian- bagiannya saling bersandar satu sama lain, dan terdiri dari akidah- akidah (kepercayaan) dan ibadat- ibadat yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mengikat penganutya dalam suatu masyarakat religious
Pengertian Agama Menurut Haviland,
Agama adalah kepercayaan dan pola perilaku yang diusahakan oleh manusia untuk menangani masalah-masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi sehingga akhirnya berpaling kepada manipulasi makhluk dan kekuatan supranatural
Pengertian Agama Menurut Koentjaraningrat
Agama adalah kepercayaan – keyakinan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai kehidupan yang nyaman secara spiritual dan jasmanai.
Pengertian Agama Menurut Evan J. Milton Yinger
Agama adalah sistem kepercayaan dan praktek suatu masyarakat atau kelompok manusia yang berjaga-jaga menghadapi masalah terakhir dari kehidupan
Pengertian Agama Menurut Knight Dunlop
Agama adalah sarana terakhir yang sanggup menolong manusia bilamana instansi lainnya gagal tak berdaya.
Ciri Ciri Agama
Adapun ciri-ciri sebuah agama adalah
Agama memiliki rutinitas yang terdiri atas ritual.
Agama memiliki kegiatan berupa doa, nyanyian, tarian, sesaji, dan kurban.
Agama mendorong manusia untuk memanipulasi makhluk dan kekuatan supernatural untuk kepentingannya sendiri; seperti dewa, dewi, arwah leluhur, roh, kekuatan impersonal.
Agama melahirkan orang tertentu yang memiliki pengetahuan khusus untuk berhubungan dengan makhluk dan kekuatan gaib.
Unsur Unsur Agama
Religi merupakan suatu sistem yang terdiri atas empat komponen, yaitu emosi keagamaan, sistem keyakinan, system ritus dan upacara, peralatan ritus dn upacara, umat beragama
1). Emosi Keagamaan
Emosi keagamaan adalah emosi yang menyebabkan manusia memiliki sikap serba religi yang meliputi proses psikologis seperti sikap takut bercampur percaya kepada hal yang gaib serta keramat namun berada di luar jangkauan pikiran manusia.
2). Sistem Keyakinan
Sistem keyakinan adalah pikiran dan gagasan manusia terhadap keyakinan dan konsepsi manusia terhadap sifat-sifat Tuhan, wujud dari alam gaib, roh nenek moyang, roh alam, dewa-dewa, terjadinya alam dan dunia, zaman akhirat, wujud dan ciri-ciri kekuatan sakti, roh jahat, hantu, dan makhluk halus lainnya.
Keyakinan juga menyangkut sistem nilai dan sistem norma keagamaan, ajaran kesusilaan dan ajaran doktrin religi lainnya yang mengatur tingkah laku manusia.
3). Sistem Ritus dan Upacara
Sistem ritus dan upacara adalah aktivitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap Tuhan, dewa-dewa, roh halus, nenek moyang sebagai bentuk komunikasi dengan hal yang dianggap Tuhan.
Aktivitas ritus dan upacara dilakukan secara rutin – berulang- ulang bisa setiap hari atau seminggu sekali dan melalui mekanisme tertentu seperti duduk, sila, bersujud dan lain sebagainya.
4). Peralatan Ritus dan Upacara
Peralatan ritus dan upcara berbagai macam peralatan dan sarana seperti tempat atau gedung pemujaan, patung dewa atau patung yang dianggap suci, alat bunyi-bunyian dan para pelaku upacara seringkali harus memakai pakaian tertentu.
e). Umat Agama
Umat agama adalah kesatuan sosial – kelompok religi – yang menganut sistem keyakinan dan melaksanakan sistem ritus serta upacara tersebut.
Fungsi Agama- Religi – Kepercayaan
Agama -religi – kepercayaan memiliki fungsi fungsi berikut
1). Fungsi Psikologis Agama
Sebagau fungsi psikologis, agama dapat memberikan ketenangan dan dapat mengurangi kegelisahan karena dipercaya akan ada bantuan supranatural yang dapat diharapkan saat terjadi bencana.
2). Fungsi Sosial Agama
Agama mengatur hubungan antara umatnya dengan Tuhan dan juga berfungs untuk mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.
Dengan fungsi sosialnya, agama membina rasa kasih sayang, tolong-menolong dengan keikhlasan, hidup rukun, ikut meringankan beban bagi yang lemah, dan membina hubungan dengan sesama manusia secara harmonis.
3). Fungsi Pengendalian Diri Agama
Agama berfungsi untuk menanamkan kesadaran akan eksistensi diri manusia sebagai makhluk yang lemah dengan segala keterbatasan.
Agama akan menyadarkan manusia tentang kehidupannya, kedudukan, popularitas, pemilikan harta benda, kecerdasan, dan sebagainya, sehingga manusia tidak menyombongkan dirinya.
4). Fungsi Pendidikan Agama
Agama berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam menjalani hidup di dunia yang dapat memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umatnya untuk mengenal tindakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk.
Fungsi Perlindungan Agama
Agama dapat berfungsi sebagai perlindungak ketika menyadari keberadaannya di dunia tidak lepas dari kekuasaan Tuhan.
Dengan keyakinannya, manusia percaya bahwa usaha dalam mencari rezeki, meraih cita-cita, tidak lepas dari kekuasaan Tuhan. Sehingga, manusia akan selalu merasa hidup dalam ketenangan dan ketenteraman.
Jenis Jenis Agama
Agama yang berkembang dalam kehidupan masyarakat ada dua macam yaitu Agama Alam dan Agama Wahyu
Agama Bumi atau Agama Alam
Agama bumi atau agama alam – natural religion adalah agama yang diciptakan oleh manusia yang pada awalnya merupakan sebuah filsafat hidup atau sebagai hasil pengalaman manusia yang diperoleh dari alam lingkungannya.
Agama bumi yang berkembang di masyarakat lebih dekat dengan kebudayaan masyarakat yang bersumber pada kekuatan alam dan bumi. Agama bumi tidak mengenal surga dan neraka, yang ada hanyalah hidup dan mati.
Agama bumi/ alam atau agama tradisional menurut Weber lebih merupakan karakteristik orang- orang primitif yang kehidupannya berada dalam animisme atau politeisme.
Ciri Ciri Agama Bumi – Alam
Agama bumi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1). Penganut agama bumi memiliki kepercayaan terhadap benda- benda yang memiliki kekuatan diluar batas kemampuan manusia.
2). Penganut agama bumi adalah masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih memiliki pola berpikir yang sederhana.
3). Dasar kepercayaan terhadap agama bumi adalah ajaran turun menurun dari para nenek moyang pendahulunya.
4). Ajaran agama bumi tidak terlepas dari adat istiadat dan kebudayaan yang dimiliki oleh penduduknya.
5). Sesuatu yang disembah adalah dewa-dewi, roh-roh, ataupun kekuatan alam lainnya.
Jenis Bentuk Agama Bumi – Alam
Agama alam – natural religion- diwujudkan dalam bentuk Fetishisme ,Animisme Animatisme, Pre animism, Totemisme dan lainnya seperti penjelasan berikut:
1). Fetishisme
Fetishisme adalah bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan akan adanya jiwa atau roh dalam benda benda tertentu.
Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius berupa pemujaan terhadap benda- benda tersebut. Para penganutnya akan memuja kepada binatang atau barang tak bernyawa yang dijadikan dewa.
2). Animisme
Kata Animisme berasal dari kata anima yang artinya jiwa atau nyawa.
Animisme adalah bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan bahwa alam sekitar tempat tinggal manusia terdapat berbagai macam roh.
Penganut animisme percaya bahwa segala sesuatu yang ada di bumi memiliki jiwa atau “soul”, termasuk binatang, tumbuhan, karang, gunung, sungai, bintang dan sebagainya.
Sesuatu yang mempunyai jiwa ini dipercayai memiliki kekuatan, spiritual yang dapat melindungi atau bahkan mencelakakan mereka termasuk juga roh-roh nenek moyang.
Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius berupa pemujaan terhadap roh- roh tersebut.
Animatisme
Animatisme adalah bukan merupakan bentuk religi namun merupakan sistem kepercayaan bahwa benda- benda dan tumbuh- tumbuhan di sekeliling manusia itu memiliki jiwa dan bisa berpikir seperti manusia.
Kepercayaan ini tidak memunculkan pemujaan terhadap benda dan tumbuhan di sekitarnya, tetapi menjiwai religi lain.
4). Pre animisme – Dinamisme
Pre animisme sering disebut sebagai dinamisme adalah suatu kepercayaan yang menganggap benda- benda tertentu di alam semesta ini mengandung kekuatan gaib atau istilah antropologinya mana, sehingga kepercayaan ini sering juga disebut manaisme.
Contoh Pre animisme – Dinamisme
Contohnya: pada kalangan masyarakat terdapat kepercayaan terhadap benda- benda tertentu seperti keris atau senjata-senjata tajam yang kuno, percaya terhdap cincin yang dapat membuat pemiliknya kebal.
Perlakuan terhadap benda- benda tersebut dilakukan waktu tertentu atau secara berulang dengan jalan dibersihkan dan dimandikan seperti keris- keris pusaka pada waktu jum’at kliwon.
5). Totemisme
Totemisme adalah bentuk religi yang ada dalam masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok kekerabatan yang unilineal, dan berdasarkan kepercayaan bahwa kelompok kelompok unilineal tadi masing-masing berasal dari dewa dewa nenek moyang mereka.
Guna mempererat kesatuan dalam kelompok unilineal, masing- masing kelompok tersebut mempergunakan benda- benda yang melambangkan dewa- dewa nenek moyang mereka.
Namun demikian, penganut totemisme dapat pula menganggap bahwa diri mereka adalah keturunan dari suatu jenis binatang atau tumbuhan tertentu, sehingga mereka memuja binatang atau tumbuh- tumbuhan totemnya serta membangun tiang totem sebagai tempat pemujaan.
6). Polytheisme
Polytheisme dalah bentuk religi yang berdasarkan kepercayaan kepada satu sistem yang luas dari dewa- dewa dan terdiri atas upacara-upacara guna memuja dewa -dewa tadi.
Penganut polytheisme percaya bahwa setiap dewa mempunyai tugas tertentu. Sehingga penganut polytheisme memiliki banyak dewa dengan tugas yang berbda beda.
7). Monoteisme
Kepercayaan monoteisme adalah percaya dengan satu Tuhan yaitu Tuhan yang Maha Esa. Kepercayaan ini menganggap bahwa Tuhan itu ada dan tidak ada yang menyamai.
Tuhan yang berkuasa dari segala kehidupan manusia. Ritual keagamaan yang dilakukan yaitu penyembahan terhadap satu Tuhan, Dewa, ataupun Dewi.
8). Urmonotheisme
Kepercayaan Urmonotheisme adalah kepercayaan monoteisme yang terdapat pada masyarakat yang masih sederhana atau primitive.
Masyarakat suku bangsa asli Australia dalam kepercayaannya tidak memuja roh- roh, tetapi mereka mempercayai adanya kekuatan supranatural, yaitu suatu wujud tertinggi yang mengawasi perilaku manusia dalam hidupnya
9). Panteisme
Kepercayaan penteisme adalah kepercayaan yang menyakini bahwa Tuhan adalah alam itu sendiri.
Pemikiran ini menyangkal kehadiran Yang maha tinggi yang trasenden dan yang bukan merupakan bagian dari alam.
10). Sinkretisme
Sinkretisme adalah sebuah peleburan atau pencampuran antara agama asli manusia dengan unsur-unsur kebudayaan setempat.
Unsur kebudayaan yang lebih kuat menyatu dengan unsur agama sebagai unsur baru yang masuk dalam suatu komunitas.
ContohSinkretisme
Contohnya adalah pengajian dan yasinan ketika orang meninggal dan mengadakan makan-makan merupakan pencampuran kebudayaan Jawa dengan agama Islam pada konsep orang meninggal.
Jenis Agama Wahyu
Agama wahyu disebut juga sebagai agama universal yaitu agama yang hampir sebagian masyarakat di dunia mengikutinya.
Agama wahyu adalah agama yang bersumber dari wahyu Tuhan yang dikabarkan oleh manusia yang dipercaya sebagai utusan Tuhan.
Utusan Tuhan disebut sebagai Nabi. Wahyu yang dimaksud adalah perkataan tuhan yang disampaikan kepada manusia untuk disampaikan ke umat manusia agar tercipta ketenangan hidup.
Sebagai wahyu Tuhan, agama wahyu tidak dapat diubah dan kebenarannya bersifat mutlak. Tujuan agama wahyu adalah sebagai landasan, pegangan, dan tuntunan dalam menghadapi segala macam persoalan hidup.
Contoh Agama Wahyu,
Agama wahyu yang berkembang dan dianut di dunia adalah, Islam, Kristen, Katolik, dan Yahudi.
Ciri Ciri Agama Wahyu
Agama wahyu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Percaya adanya Tuhan yang menciptakan dan menguasai alam semesta.
Adanya pedoman untuk menjalani keagamaan yaitu kitab suci.
Kebenaran yang dinyakini adalah mutlak.
Isi ajarannya adalah perintah keagamaan dan larangan keagamaan.
Teori Teori Religi
Adapun beberapa teori religi di antaranya adalah sebagai berikut
1). Teori Roh E.B. Tylor
Teori roh dikemukakan oleh E.B. Tylor. Menurut teori roh Tylor, religi timbul akibat adanya kesadaran manusia tentang konsep roh. Hal itu terjadi karena dua sebab yaitu
Perbedaan yang tampak antara benda hidup dan benda yang mati. Dalam alam hidup gerak disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di samping tubuh jasmaninya, yakni jiwa yang kemudian secara khusus disebut roh.
Pengalaman bermimpi. Dalam mimpinya manusia melihat dirinya berada di tempat-tempat lain selain tempat untuk tertidur. Manusia mulai membedakan antara tubuh jasmaninya yang berada di tempat tidur, dan bagian lain dari dirinya, yaitu jiwanya -rohnya, yang pergi ke tempat lain.
2). Teori Batas Akal J.G. Fraser
Teori ini dikemukakan oleh J.G. Fraser. Teori batas akal menyatakan bahwa manusia memecahkan masalah masalah hidupnya dengan akal dan sistem pengetahuannya, tetapi akal dan sistem pengetahuan manusia terbatas.
Masalah masalah kehidupan yang tidak dapat di pecahkan dengan akal, maka akan dipecahkan dengan magic, atau ilmu gaib.
3). Teori Masa Krisis dalam Hidup Individu M. Crawley dan A. van Gennep
Teori Masa Krisis dalam Hidup Individu dikemukakan oleh M. Crawley dan A. van Gennep
Teori ini menyatakan bahwa selama hidupnya, manusia mengalami berbagai krisis yang sangat ditakuti oleh manusia, sehingga menjadi objek perhatiannya.
Ketika krisis terjadi, contohnya bencana sakit dan maut, segala kepandaian, kekuasaan, dan harta benda yang dimilikinya, manusia tidak berdaya.
4). Teori Kekuatan Luar BiasaR.R. Marret
Teori Kekuatan Luar Biasa dikemukakan oleh R.R. Marret. Menurut teori ini kesadaran terhadp roh terlalu kompleks bagi pikiran makhluk manusia yang baru berada pada tingkat tingkat awal dari kehidupannya
Awal dari segala perilaku keagamaan ditimbulkan oleh perasaan tidak berdaya dalam menghadapi gejala- gejala dan peristiwa- peristiwa yang dianggap luar biasa dalam kehidupannya.
5). Teori Elementer Mengenai Hidup BeragamaE. Durkheim
Teori elemnter dikemukakan oleh E. Durkheim. Teori ini menyatakan bahwa sejak awal keberadaannya di muka bumi, manusia mengembangkan religi karena adanya getaran jiwa, yaitu suatu emos keagamaan.
Emosi keagamaan timbul dalam jiwanya karena adanya emosi terhadap keagamaannya, dan bukan karena dalam pikirannya manusia membayangkan adanya roh yang abstrak, berupa kekuatan yang menyebabkan hidup dan gerak dalam alam semesta ini.
Dampak Positif Religi
Adanya keyakinan kepada agama, dan mempercayai kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, akan menciptakan masyarakat yang religius karena masyarakat merasa sebagai hamba atau makhluk Tuhan yang hanya dapat bergantung pada kemurahan atau rahmat Tuhan.
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menciptakan masyarakat yang tenang dan tenteram.
Dampak Negatif Religi
Adanya kepercayaan sebagian masyarakat yang masih mempercayai roh atau cousin leluhur, dan hantu yang dapat mendatangkan kekuatan, keselamatan, penyakit, bencana, dan kematian akan memyebabkan turunnya keimanan.
Kepercayaan terhadap kekuatan roh akan menimbulkan pelanggaran- pelanggaran yang sebenarnya merupakan hal-hal yang dilarang oleh Tuhan dan melahirkan mental negatif. Hal ini akan menimbulkan keresahan pada masyarakat.
Pengertian Gunung Api, Gunung api adalah sutau tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma.
Jenis Pergerakan Magma,
Gerakan magma untuk mencapat permukaan dibagi menjadi yaitu intrusi dan ekstrusi magma.
Intrusi Magma,
Intrusi magma adalah magma bergerak menerobos ke dalam lapisan- lapisan litosfer tetapi tidak sampai ke permukaan bumi.
Jenis Intrusi Magma,
Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
1). Intrusi Datar – Sill atau Lempeng Intrusi,
Intrusi datar – sill atau lempeng adalah magma yang menyusup di antara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
2). Lakolit,
Lakolit adalah magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
3). Gang – Korok,
Gang – Korok adalah batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela- sela lipatan (korok).
4). Diaterma,
Diaterma adalah lubang berbentuk pipa di antara dapur magma dan kepundan gunung api, bentuknya seperti silinder memanjang.
5). Batolit,
Batolit ialah magma yang menembus lapisan-lapisan batuan dan membeku di tengah jalan.
Ekstrusi Magma,
Ekstrusi magma adalah gerakan keluarnya magma dari dalam bumi sampai kepermukaan bumi.
Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:
1). Lava,
Lava adalah magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir di permukaan bumi.
2). Lahar,
Lahar adalah material berupa campuran antara lava dengan materi- materi yang ada di permukaan bumi seperti pasir, kerikil, debu, dan lain-lain dengan air sehingga membentuk lumpur.
3). Eflata dan Piroklastika,
Eflata dan Piroklastika adalah material padat yang berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik.
4). Ekhalasi,
Ekhalasi – gas adalah material yang mengandung gas asam arang seperti fumarole (sumber uap air dan zat lemas), solfatar (sumber gas belereng), dan mofel (gas asam arang).
Jenis Bentuk Proses Terjadinya Gunung Api ,
Ditinjau dari bentuk dan proses terjadinya, gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.
Gunung Api Kerucut – Strato,
Gunungapi api kerucut adalah gunung api yang berbentuk kerucut dan badannya berlapis-lapis hasil dari adanya letusan dan lelehan (efusi), yang terjadi secara bergantian.
Gunung api kerucut disebut lava gunung api strato karena bahannya berlapis-lapis merupakan Jenis gunung api yang banyak terdapat di Indonesia.
Contoh Gunung Api Kerucut – Strato,
Contoh gunung api kerucut misalnya sebagian besar gunung api di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku seperti Gunung Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, Tangkuban Perahu, dan Gunung Fujiyama di Jepang, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, dan Gunung Tambora.
Gunung Api Corong – Maar,
Gunung api corong – maar adalah gunung api yang menyerupai danau kecil (danau lava gas kawah).
Gunung api corong terbentuk dari hasil letusan lava padat (erupsi eksplosif) yang tidak terlalu kuat dan hanya sekali saja.
Letusan eksplosif yang terjadi membentuk lubang besar pada bagian puncak (kawah). Letusan gunung api seperti ini terjadi karena ukuran dapur magma kecil dan letaknya dangkal, sehingga letusan hanya terjadi satu kali kemudian mati.
Contoh Gunung Api Corong – Maar,
Contoh gunung api corong maar misalnya Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya Klakah, Danau Eifel di Prancis, dan di dataran tinggi Prancis Tengah, Gunung Pinacate (Sonora, Mexico), dan Gunung Monte Nuovo (Naples, Italia).
Gunung Api Perisai – Tameng,
Gunung api perisai – tameng adalah gunung api yang terbentuk karena sifat magma yang keluar sangat encer dengan tekanan yang rendah, hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbentuk menjadi sangat landai.
Gunung api ini terbentuk karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali.
Contoh Gunung Api Perisai – Tameng,
Contoh gunung api perisai – tameng Misalnya: Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawaii.
Jenis Gunung Api Menurut Aktivitas,
Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu gunung api aktif, gunung api mati, gunung api iatirahat.
1). Gunung Api Aktif,
Gunung aktif adalah gunung api yang masih active dan dari kawahnya selalu mengeluarkan asap, menimbulkan gempa, dan letusan.
Contoh Gunung Api Aktiv,
Contoh gunung api aktiv misalnya Gunung Merapi dan Gunung Stromboli.
2). Gunung Api Mati,
Gunung mati adalaj gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak Meletus lagi.
Contoh Gunung Api Mati,
Contoh gunung api mati misalnya Gunung Patuha, Gunung Sumbing, dan sebagainya.
3). Gunung Api Istirahat,
Gunung istirahat adalah gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali.
Contoh Gunung Api Istirahat,
Contoh gunung api istirahat misalnya Gunung Ciremai, Gunung Kelud, dan sebagainya.
Erupsi – Letusan Gunung Api,
Erupsi adalah Proses keluarnya magma dari kulit bumi sampai kepermukaan.
Media ke luarnya dapat melalui retakan-retakan pada tubuh gunung api, cerobong gunung api (diatrema) ataupun dengan men desak tubuh gunung api sehingga sebagian badan gunung api tersebut hancur.
Jenis Sifat Kekuatan Erupsi,
Berdasarkan sifat dan kekuatannya, erupsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu efusif an eksplosif.
Efusif,
Efusif adalah proses erupsi berupa lelehan lava melalui retakan retakan yang terdapat pada tubuh gunung api.
Efusif umumnya terjadi ketika magma yang terkandung dalam gunung api bersifat encer serta kandungan gasnya relatif kecil.
Eksplosif,
Eksplosif adalah erupsi gunungapi berupa ledakan yang memuntahkan bahan- bahan piroklastik di samping lelehan lava.
Eksplosif dapat terjadi ketika magma yang terdapat dalam tubuh gunung api sifatnya kental dengan kandungan gas yang tinggi sehingga tekanannya sangat kuat.
Jenis Erupsi Berdasarkan Bentuk Lubang Kepundan Tempat Keluarnya Magma,
Berdasarkan tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi empat, yaitu erupsi linear, erupsi linear,
Erupsi Linear,
Erupsi linear adalah peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan yang memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.
Contoh Erupsi Linear,
Contoh Erupsi Linear misalnya seperti terdapat di Laki Spleet (Islandia) dengan panjang rekahan mencapai 30 kilometer.
Erupsi Areal,
Erupsi areal adalah letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan permukaan bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisan batuan yang berada di atasnya sehingga membentuk lubang yang besar di permukaan bumi.
Contoh Erupsi Areal,
Contoh erupsi areal misalnya wilayah antara Argentina sampai Paraguay di Amerika Selatan.
Erupsi Sentral,
Erupsi sentral adalah jenis erupsi ketika material gunungapi keluar melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunungapi yang berdiri sendiri (single volcano).
Erupsi sentral merupakan tipe letusan yang paling banyak dijumpai di muka bumi. Hampir semua gunung api yang ada di Indonesia merupakan hasil erupsi sentral
Contoh Erupsi Sentral,
Contoh erupsi sentral misalnya, Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya Klakah.
Jenis Letusan Gunung Api – Erupsi,
Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi
1). Letusan Gunung Api Tipe Hawaii,
Letusan gunung api Tipe hawaii adalah letusan yan terjadi karena lava yang keluar dari kawah sangat cair, sehingga mudah mengalir ke segala arah.
Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti perisai atau tameng.
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Hawaii,
Contoh letusan gunung api tipe Hawaii misalnya Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
2). Letusan Gunung Api Tipe Stromboli,
Letusan gunung api tipe Stromboli adalah Letusan gunung api yang bersifat spesifik dimana letusan- letusannya terjadi dengan interval atau tenggang waktu yang hampir sama.
Letusan Gunung api tipe stromboli di Kepulauan Lipari terjadi dengan tenggang waktu letusannya ± 12 menit. Setiap ±12 menit terjadi letusan yang menyemburkan material, bom, lapili, dan abu.
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Stromboli,
Contoh letusan gunung api bertipe stromboli misalnya Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).
3). Letusan Gunung Api Tipe Vulkano,
Letusan gunung api tipe vulkano adalah letusan yang mengeluarkan material padat, seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan padat dan cair atau lava.
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Vulkano,
Contoh letusan Gunung api tipe vulkano misalnya gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
4). Letusan Gunung Api Tipe Merapi
Letusan gunung tipe Merapi adalah letusan yang mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.
Sumbatan menyebabkan tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava dan mendorong terdorong ke atas dan terlempar keluar.
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Merapi
Contoh letusan gunung api tipe Merapi adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah, gunung galunggung jawa barat,
5). Letusan Gunung Api Tipe Perret atau Plinian,
Letusan gunung api tipe perret – Plinian adalah letusan gunung yang sangat dasyat dan sangat merusak lingkungan.
Letusan gunung api tipe perret – Plinian dapat melempar material mencapai ketinggian sekitar 80 km.
ContohLetusan Gunung Api Tipe Perret atau Plinian,
Contoh letusan gunung api tipr perret – Plinian misalnya Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.
6). Letusan Gunung Api Tipe Pelee,
Letusan gunung api tipe pelee adalah letusan yang terjadi ketika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar.
Gunung akan Meletus ketikan penyumbatan kawah tidak kuat,
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Pelee,
Contoh letusan gunung api tipe pelee misalnya gunung Pelee di Amerika Tengah, gunung kelud di jawa timur,
7). Letusan Gunung Api Tipe Sint Vincent
Letusan gunung api tipe sint vincent adalah letusan yang menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava.
Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya.
Contoh Letusan Gunung Api Tipe Sint Vincent
Contoh letusan gunung api tipe Sint Vincent misalnya Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.
Jenis Bahan Yang Keluar Dari Gunung Api – Vulkanisme,
Bahan bahan – material yang keluar dari aktivitas vulkanisme – gunung api di antaranya adalah
1). Material Padat – Efflata,
Menurut asalnya Efflata terdapat dua jenis yaitu eflata allogen dan efflata antigen
– Efflata Allogen,
Efflata allogen adalah efflata yang berasal dari batu-batuan sekitar pipa kawah yang
ikut terlempar,
– Efflata Antogen,
Efflata antigen adalah efflata berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroclastic.
Menurut ukuran, efflata dibedakan atas: bom (batubatu besar), lapili (batu sebesar kacang/kerikil), pasir, debu, dan batu apung (batu yang penuh dengan pori-pori udara).
2). Material Cair
Material cair dari aktivitas gunung api terdiri atas lava, lahar panas, dan lahar dingin.
– Lava,
Lava adalah yaitu magma yang telah sampai di luar.
– Lahar Panas,
Lahar panas adalah material berupa lumpur panas mengalir yang terbentuk dari magma bercampur air.
– Lahar Dingin,
Lahar dingin adalah batu, pasir, dan debu di puncak gunung. Bercampur dengan debu dan pasir yang merupakan bubur kental ketika ada hujan lebat.
3). Material Gas – Ekshalasi,
Maetrial gas terdiri atas solfatara, fumarol, dan mofet.
– Solfatara material berupa gas (H2S) yang keluar dari lubang.
– Fumarol adalah tempat yang mengeluarkan uap air.
– Mofet adalah tempat yang mengeluarkan CO2 seperti Pegunungan Dieng.
Tanda Gunung Api Akan Erupsi Meletus,
Berikut tanda- tanda gunung api yang akan meletus.
1). Adanya suara gemuruh disertai gempa.
2). Sering terjadi gempa.
3). Suhu di sekitar kawah gunung api terasa lebih panas.
4). Tumbuhan atau pohon- pohon di sekitar gunung mengering.
5). Sumber atau mata air di sekitar gunung api mengering.
6). Banyak binatang liar di lereng gunung yang turun ke lembah
Tanda Paska Gunung Api – Paskavulkanis,
Tanda- tanda alamiah yang dapat diamati sebagai indikasi gejala pasca vulkanik antara lain sebagai berikut.
1). Makdani
Makdani adalah sumber mata air bermineral tinggi (belerang) yang biasanya panas dan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan khususnya penyakit kulit.
Contoh Makdani,
Contohnya mata air Maribaya (Jawa Barat), Ciater (Jawa Barat), dan Batu Raden (Jawa Tengah).
2). Geyser
Geyser adalah semburan air panas yang keluar secara berkala dari celah-celah atau retakan lapisan batuan. Tinggi pancarannya dapat mencapai 10 sampai 100 meter.
Contoh Geyser
Contoh Geyser adalah geyser yang terdapat di Cisolok (Jawa Barat) dan di Selandia Baru, Pulau Islandia, dan Yellowstone National Park (Amerika).
3). Fumarol
Fumarol adalah sumber gas yang dapat berupa mofet, solfatara, sumber uap air:
(1). mofet, adalah sumber gas asam arang (CO2), contohnya: Gunung Tangkuban Perahu;
(2). sumber uap air, contohnya: fumarol gunung-gunung yang terdapat di Italia dan Islandia;
(3). solfatar, adalah sumber gas belerang (H2S), contohnya: Gunung Papandayan, Kawah Manuk, dan Gunung Welirang.
4). Sumber Air Panas,
Ditemukan sumber air panas seperti yang ditemukan pada sumber air Cimelati (Jawa Barat), Pablengan (Jawa Tengah), dan Toleho (Ambon).
Kerugian Akibat Aktivitas Gunung Api,
Kerugian yang dapat timbul akibat kegiatan gunung api antara lain sebagai berikut.
1). Erupsi gunung api mengakibatkan rusaknya daerah permukiman dan fasilitas sosial masyarakat, lahan pertanian, kerusakan hutan, bahkan merenggut jiwa penduduk.
2). Polusi udara akibat Awan panas dan abu vulkanik ke atmosfer
3). Aliran lahar dapat membendung daerah aliran sungai sehingga banjir bandang dengan kandungan lumpur tinggi saat hujan turun dengan intensitas relatif tinggi.
4). Bahan ekshalasi gas beracun dapat membunuh hewan dan manusia yang tinggal di sekitar gunungapi.
Keuntungan Aktivitas Gunung Api,
Aktivitas gunung api membawa dampak positif berupa manfaat bagi kehidupan manusia diantaranya adalah,
1). Gunung api menjadi sumber energi karena sumber panas dari gunungapi dapat difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), seperti yang terdapat di Gunung Kamojang Jawa Barat dan Gunung Dieng di Jawa Tengah.
2). Gunung api menjadi sumber mineral dan bahan galian, seperti intan, timah, tembaga, belerang, dan batu apung.
3). Gunung api dapat menjadi objek wisata dan olahraga, misalnya hiking, climbing, laying gantung, dan bersepeda gunung.
4). Dapat dimanfaatkan sebagai daerah pertanian yang subur. Material yang dikeluarkan gunung api mengandung unsur dan mineral yang dapat menyuburkan tanah
5). Daerah gunung api berberfungsi hidrologis unutk daerah sekitarnya (pengatur tata air tanah).
6). Gunung api dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah karena variasi ketinggian secara vertical dari gunung api dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi.
7). Dapat dimanfaatkan sebagai sanatorium bagi penderita penyakit tertentu karena gunung ataupun pegunungan memiliki udara yang sejuk dan segar.
Penyusun Virus : Virus tersusun atas asam nukleat, yakni asam deoksiribonukleat (DNA) saja atau asam ribonukleat (RNA) saja.
Asam nukleat tersebut dibungkus oleh selaput protein yang disebut kapsid. Kapsid terdiri atas sejumlah subunit kapsomer yang tersusun atas asam nukleat berulir yang disebut heliks.
Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein disebut partikel virus atau virion.
Morfologi Struktur Virus – Bakteriofage
Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat. Tubuh virus (bakteriofage) tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor.
Kepala Virus
Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja.
Ekor Virus
Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang dinamakan sebagai ekor virus. Ekor merupakan alat untuk kontak ke tubuh organisme yang diserangnya.
Fungsi Ekor Serabut Ekor Virus,
Ekor virus bertugas sebagai alat penginfeksi. Pada bagian ujung ekor ditumbuhi serabut-serabut ekor yang berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor.
Kapsid
Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein, dan disebut sebagai selubung protein atau pembungkus protein.
Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Bentuk kapsomer sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal.
Fungsi Kapsid
Fungsi kapsid adalah sebagai pelindung asam nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati. Kapsid membungkus bagian kepala sehingga pemberi bentuk tubuh virus
Ukuran Virus
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
Ukuran virus sekitar 20 – 300 milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron
Jenis Virus Berdasarkan Asam Nukleat,
Berdasarkan jenis asam nukleatnya, virus dibagi menjadi dua kelompok, yakni virus yang mengandung RNA dan virus yang mengandung DNA.
Jenis Virus RNA,
RNA virus menginfeksi sel inang, lalu melakukan penerjemahan balik membentuk RNA-DNA baru dan membentuk DNA virus.
Selanjutnya, DNA virus masuk ke dalam inti sel inang yang menyebabkan DNA inang mengandung DNA virus. DNA virus membentuk mRNA dari inti.
Contoh Virus RNA
Virus yang mengandung RNA disebut juga ribovirus. Contoh virus RNA adalah virus toga penyebab demam kuning; retrovirus penyebab AIDS; dan virus rhabdo penyebab rabies.
Jenis Virus DNA,
Virus yang mengandung DNA disebut deoksiribovirus/ Virus asam inti DNA menginfeksi sel inang dan memperbanyak diri menjadi beberapa DNA.
Beberapa DNA virus mengalami transkripsi menjadi mRNA penghasil selubung protein virus. mRNA menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan dinding sel inang.
Hancurnya sel inang menjadikan virus-virus baru berhamburan keluar dan virus-virus baru ini siap menginfeksi sel-sel inang lain.
Contoh Virus DNA
Contoh virus berasam inti DNA adalah virus virus POX penyebab cacar, virus herpes, dan bakteriofag dan virus mosaic penyebab bercak pada daun tembakau.
Jenis Virus Berdasarkan Tempat Tinggalnya,
1). Virus Bakteri – Bakteriofage
Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri.
Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup.
Bentuk luar bakteriofage terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor.
Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya.
2). Virus Tumbuhan
Virus tumbuhan adalah Virus yang bersifat parasit pada sel tumbuhan. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA.
Virus pada hewan dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun.
Contoh Virus Tumbuhan.
Contoh virus yang parasite pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
3). Virus Hewan,
Virus hewan adalah Virus yang bersifat sebagai parasit pada sel hewan. Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal.
Virus dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga.
Contoh Virus Hewan,
Contoh virus hewan adalah virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.
4). Virus Pada Manusia,
Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung.
Contoh Virus Pada Manusia,
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI.
Perkembangbiakan Virus
Beberapa virus DNA untai ganda dapat bereproduksi dengan menggunakan dua mekanisme alternatif, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.
Siklus lisis
Siklus lisis adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel inang. I
stilah lisis mengacu pada tahapan akhir dari infeksi, yaitu saat sel inang bakteri lisis atau pecah dan melepaskan faga yang dihasilkan di dalam sel inang tersebut.
Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus lisis disebut dengan virus virulen.
1). Fase Tahap Adsorbsi – Penempelan
Reseptor pada ujung-ujung serabut ekor menempel pada permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus.
Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
2). Fase Tahap Injeksi
Proses injeksi DNA ke dalam sel inang terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri.
Pada tahap injeksi ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap di luar sel bakteri.
Setelah menginjeksi selesai, selubung protein akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
3). Fase Tahap Sintesis,
DNA virus yang diinjeksikan mengandung enzim lisozim yang akan menghancurkan DNA bakteri, Selanjutnya DNA virus mengendalikan metabolisme bakteri.
Kemudian virus melakukan sintesis protein dari ribosom bakteri yang akan diubah manjadi bagian- bagian kapsid seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
4). Fase Perakitan,
Bagian- bagian kapsid yang terrdiri dari kepala, ekor, dan rambut ekor yang awalnya terpisah kemudian dirakit menjadi kapsid virus, diikuti dengan DNA virus masuk ke dalamnya untuk membentuk tubuh virus yang utuh.
5). Fase Tahap Litik,
Setelah selesai perakitan yang ditandai terbentuknya virus baru yang utuh. Akhirnya gen dalam DNA virus memerintahkan metabolisme sel inang untuk memproduksi enzim (lisozim) yang dapat merusak dinding sel bakteri.
Enzim tersebut menyebabkan dinding sel lisis (pecah) sehingga sekitar 100 hingga 200 virus akan dikeluarkan dari dalam sel bakteri.
Keseluruhan tahapan tersebut memerlukan waktu kurang dari 1 jam.Vurus baru akan keluar untuk mencari dan menginfeksi bakteri- bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya.
Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik adalah siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inangnya. Dalam hal ini, faga berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, integrasi ini disebut profaga.
Istilah lisogenik menunjukkan bahwa profaga pada kondisi tertentu dapat menghasilkan faga aktif mampu melisis inangnya.
Lisis inang dipicu oleh lingkungan seperti radiasi atau adanya beberapa zat kimia tertentu, sehingga virus mengubah mekanisme reproduksinya dari cara lisogenik menjadi cara lisis.
Pada daur ini juga mengalami
1). Fase Adsorbsi seperti pada daur litik. dan
2). Fase Injeksi seperti pada daur litik
Selanjutnya, akan mengalami fase-fase berikut.
3). FasePenggabungan,
DNA bakteri terinfeksi oleh DNA virus. Infeksi mengakibatkan benang ganda berpilin DNA bakteri menjadi putus.
Selanjutnya DNA virus menyisip di antara putusan dan bergabung dengan benang bakteri. Sehingga bakteri yang terinfeksi memiliki DNA virus.
4). Tahap Pembelahan
Setelah penggabungan DNA virus dan DNA bakteri. DNA virus tidak aktif, tidak dapat bergerak atau disebut sebagai profag.
Dengan demikian, jika DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melakukan replikasi secara otomatis dan identic.
Jumlah profage DNA virus hasil pembelahan akan mengikuti jumlah sel bakteri inangnya.
5). Fase Tahap Sintesis,
Pada kondisi lingkungan tertentu, seperti terkena zat kimia tertentu atau terkena radiasi tinggi, maka DNA virus akan menjadi aktif kemudian menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri.
Kemudian DNA virus menggantikan peran DNA bakteri. DNA virus melakukan sistesis protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan replikasi DNA.
6). Fase Tahap Perakitan:
Kapsid-kapsid kemudian dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, sehingga berfungsi sebagai selubung virus. Kapsid baru virus terbentuk.
Selanjutnya, DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus-virus baru.
7). Fase Tahap Litik
Tahap litik ligosenok sama dengan tahap litik siklus litik. Saat dinding bakteri pecah maka virus baru berhamburan keluar.
Virus baru ini selanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus akan mengalami siklus litik atau lisogenik.
Pengertian Bioteknologi, Bioteknologi berasal dari bahasa latin, yaitu kata bio yang artinya hidup, teknos yang berarti teknologi = terapan dan logos yang artinya ilmu, yang secara keseluruhan berarti ilmu yang menerapkan prinsip prinsip biologi.
Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa kimia secara terpadu dengan tujuan untuk penerapan teknologi dari kapasitas mikroba dan sel-sel jaringan yang dibiakkan.
Bioteknologi merupakan ilmu terapan yang mempelajari prinsip- prinsip ilmu biologi yang digunakan oleh manusia untuk tujuan tertentu.
Prinsip Prinsip Bioteknologi
Prinsip dasar dari bioteknologi adalah memanipulasi atau merekayasa bahan hayati dengan unsur teknologi untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang dapat dipergunakan bagi kebutuhan manusia.
Ciri – Ciri Bioteknologi
Beberapa ciri dari suatu proses bioteknologi adalah sebagai berikut.
1). Adanya agen biologi yang dipergunakan dalam bentuk fisik, metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan.
2). Penggunaan agen biologi dilakukan dengan suatu cara atau metode tertentu.
3). Adanya produk turunan atau jasa yang dipakai dari proses penggunaan agen biologi tersebut.
Jenis Bioteknologi Konvensional – Modern
Secara umum bioteknologi dapat dikatagorikan menjadi bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern.
Bioteknologi konvensional umumnya dilakukan denga cara sederhana. Diptoduksi dalam jumlah kecil atau tidak diproduksi secara terbatas. Selain itu tidak menggunakan prinsip -prinsip keilmiahan.
Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern
Pengertian Bioteknologi Konvensional,
Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk baru – lain, yang sesuai dengan kebutuhan manusia melalui proses fermentasi.
Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dalam pelaksanaannya memanfaatkan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu produk seperti senyawa kimia atau produk lainnya dengan memanfaatkan aktivitas- aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.
2). Dilakukan secara turun menurun dan tradisional
3). Menggunakan mikroorganisme secara langsung
4). Dimanfaat untuk kebutuhan pangan sehari hari
5). Peralatan yang digunakan relative sederhana dengan fermentasi.
6). Mikroorganisme yang digunakan relative terbatas.
Contoh Produk Bioteknologi Konvensional
Contoh produk bioteknologi konvensional yang telah lama ada diantaranya pembuatan tempe, oncom, tape, tuak, dan kecap. Dalam bioteknologi konvensional biasanya hanya memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
Jenis mikroorganime dan produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi dapat dilihat pada table berikut:
Contoh Produk Bioteknologi Konvensional2
Produk tradisional tape dihasilkan dengan bantuan jenis mikroorganisme Saccharomyces cerviseae. Mikroorgnisme Rhizopus oryzae digunakan dalam pembuatan tempe.
Kelebihan Kekurangan Bioteknologi Konvensional
Beberapa kelebihan dan kekuragan bioteknologi konvensional adalah sebagai berikut
Kelebihan Bioteknologi Konvensionl
1). Relatif mudah untuk dilakukan
2). Teknologi relative sederhana
3). Pengaruh atau dampak jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya sudah mapan.
Kekurangan Bioteknologi Konvensionl
1). Perbaikan sifat genetis kurang – tidak terarah
2). Tidak dapat mengatasi masalah ketidaksesuaian – inkompatibilitas genetik
3). Hasil yang akan diperolah tidak dapat diperkirakan sebelumnya
Butuh waktu yang relatif lebih lama untuk mendapatkan alur baru
4). Kurang dapat mengatasi masalah atau kendala alam dalam sistem budidaya tanaman, misalnya masalah hama.
Pengertian Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern umumnya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang lebih modern atau canggih. Diproduksi dalam jumlah besar dan menggunakan prinsip- prinsip ilmiah.
Selain menggunakan mikroorganisme, Bioteknologi modern juga dapat menggunakan bagian- bagian tubuh organisme seperti tumbuhan dan hewan.
Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang menggunakan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berlandaskan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia.
Rekayasa genetika adalah metoda atau teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang mempunyai keunggulan atau kelebihan secara genetik.
Sedangkan, rekayasa biokimia seperti penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme untuk proses biologis tertentu agar tidak terpengaruh atau terkontaminasi oleh mikroorganisme lain.
Ciri – Ciri Bioteknologi Modern:
Adapun Ciri -ciri bioteknologi modern diantaranya adalah:
1). Bioteknologi modern Mulai berkembang sejak ditemukan DNA.
2). Mikroorganisme atau Organisme digunakan dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja genetik suatu organisme yang berguna bagi manusia
3). Umumnya digunakan untuk kebutuhan industry skala menengah dan besar
4). Peralatan – peralatan yang digunakan lebih modern.
5). Pemanfaatan mikroorganisme menggunakan teknologi yang modern.
6). Melibatkan beragam Teknik dan pegetahuan yang saling mendukung
Contoh Produk Bioteknologi Modern
Contoh produk bioteknologi modern misalnya produksi vaksin, antibody, hormone pertumbuhan, protein set tunggal, microprotein, kultur jaringan, asam amino, obat, pengolahan limbah, pembasmi hama tanaman, dan penghasil logam.
Kelebihan Kekurangan Bioteknologi Modern
Beberapa kelebihan dan kekuragan bioteknologi modern adalah sebagai berikut
Kelebihan Bioteknologi Modern
1). Perbaikan sifat – sifat genetis dapat dilakukan dengan terarah.
2). Dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetik
3). Hasil – atau produk dapat diperhitungkan sebelumnya
4). Dapat menghasilkan jasad baru dengan sifat baru yang tidak ada pada jasad alami
5). Dapat memperpendek jangka waktu pengembangan galur jasad tanaman baru
6). Dapat meningkatkan kualitas dan mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman.
KekuranganBioteknologi Modern
1). Membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal
2). Memerlukan perangkat mesin alat teknologi yang lebih maju rumit
3). Pengaruh jangka Panjang masih sulit atau belum diketahui dengan sempurna
Fungsi – Manfaat Mikroorganime Pada Bioteknologi
Beberapa fungsi – manfaat – peran mikroorganisme dalam bidang bioteknologi adalah sebagai berikut.
1). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Makanan atau Minuman
2). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Protein Sel Tunggal (PST)
3). Mikroorganisme berfungsi dalam pembuatan Zat- Zat Organik
4). Mikroorganisme berfungsi dalam menghasilkan Obat – Vaksin – Hormon
5). Mikroorganisme berfungsi dalam pemisahan Logam dari Bijihnya
6). Mikroorganisme berfungsi dalam menghasilkan Energi
7). Mikroorganisme berfungsi dalam mengurai Limbah
Manfaat Bioteknologi Dalam Kehidupan Sehari Hari
Bioteknologi dalam kehidupan sehari hari dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti: bidang perternakan, Kesehatan, kedokteran, pertanian, pengolahan limbah, makanan dan minuman. Energi, Industri,
Bioteknologi dalam Bidang Peternakan
Bioteknologi dapat digunakan untuk memproduksi dan mengembangkan produk -produk yang digunakan dalam bidang peternakan, seperti vaksin dan antibodi. Selain itu, bioteknologi dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit hewan dan hormone pertumbuhan untuk merangsang pertumbuhan hewan ternak melalui rekombinasi DNA.
Contoh Bioteknologi Bidang Peternakan
Contoh bioteknologi peternakan adalah vaksin untuk ternak yang digunakan untuk penyakit mulut, kuku dan lidah pada mamalia, vaksin NCD – New Castle Disease untuk mengobati penyakit tetelo pada unggas, dan vaksin untuk penyakit flu burung.
Kegiatan bioteknologi telah mengembangkan hormon pertumbuhan yang diberikan pada ternak untuk meningkatkan produksi daging, susu, atau telur.
Bovine Growth Hormone – BGH yang diberikan pada sapi perah dapat meningkatkan produksi susu dan daging hingga 20%.
Selain itu, bioteknologi melakukan kegiatan rekayasa genetika yang bertujuan untuk manipulasi sifat makhluk hidup agar menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan.
Manipulasi sifat genetik ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. DNA rekombinan merupakan proses menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda.
Bioteknologi juga mengembangkan organisme transgenetik, yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain.
Organisme transgenetik dilakukan dengan cara menyuntikkan DNA asing ke dalam sel -sel telur atau sel- sel embrio awal sehingga dihasilkan organisme yang baru dengan kualitas sesuai yang diharapkan.
Kloning Reproduksi
Contoh lain penerapan bioteknologi modern dalam bidang peternakan adalah kloning. Kloning adalah proses untuk membuat salinan molekul, elektron atau organisme multiseluler yang identik.
Cloning reproduksi dilakukan untuk menghasilkan individu yang sama dengan induknya. Kloning reproduksi pada peterakan digunakan untuk menghasilkan turunan ternak yang identik dengan induknya.
Bioteknologi dalam Bidang Pertanian
Bioteknologi bidang pertanian digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan mengembangkan bioteknologi modern.
Contoh Bioteknologi Bidang Pertanian
Contoh produk bioteknologi bidang pertanian adalah tanaman transgenic, kultur jaringan, biopestisida, dan sebagainya. Tanaman transgenic adalah tanaman yang gennya telah dimodifikasi -direkayasa
Rekayasa genetika merupakan bioteknologi yang menerapkan perubahan sifat suatu makhluk hidup, misalnya perubahan sifat dari padi pada jagung.
Kultur jaringan dikembangkan untuk memperoleh jenis bibit tumbuhan baru dalam jumlah besar dan seragam sifat genetikny dalam wktu realtif singkat. misalnya bibit jati, anggrek, dan kelapa sawit.
Kultur jaringan dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman tahan hama sehingga dapat meningkatakan produktivitas pertanian.
Kultur jaringan memanfaatkan sifat totipotensi sel, yaitu setiap sel membawa informasi genetik yang lengkap sehingga berpotensi untuk berkembang menjadi individu baru yang lengkap.
Pengembangan tanaman dilakukan dengan menggunakan media selain tanah yang dikenal dengan nama istilah hidroponik. Penerapan hidroponik dilakukan dengan menggunakan media air atau pasir.
Hidroponik dengan media air, Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.
Hidroponik dengan media pasir. Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan. Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur -unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya supaya tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengann baik.
Bioteknologi dalam Bidang Kesehatann – Kedokteran
Bioteknologi bidang Kesehatan atau kedokteran bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari manusia dengan memanfaatkan alam.
Contoh Bioteknologi Bidang Kesehatan – Kedokteran
Bioteknologi di bidang kesehatan dan bidang kedokteran dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya adalah pembuatan antibody monoclonal, terapi gen manusia, dan pembuatan obat dan vaksin,
Pembuatan Antibodi Monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi sejenis yang dihasilkan oleh plasma klon sel-sel yang sejenis. Antibodi monoklonal dihasilkan dari sel sel hibridoma atau sel hasil penggabungan dari dua sel yang berbeda.
Bioteknologi dibidang Kesehatan telah mengembangkan antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T yang digunakan untuk melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Pada dasaranya tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi. Fusi atau penggabungan antara sel limfosit B dan sel myeloma menghasilkan sel hibridoma. Sel ini berfungsi untuk mengatasi penyakit kanker.
Insulin
Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Hormon ini berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah (glukosa).
Insulin digunakan untuk menderita penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Penderita diabetes akan mengalami kekurangan hormone insulin. Sehingga pasien diabetes memerlukan suntikan insulin tambahan.
Interferon
Interferon adalah jenis antibodi yang digunakan untuk melawan virus. Walaupun secara alami Tubuh mampu membentuk antibodi, namun sangat lambat dibandingkan kecepatan virus dalam berkembang biak.
Oleh karena itu, dibuatkan digunakan interferon dihasilkan melalui rekayasa genetika.
Terapi Gen Manusia
Proses terapi gen adalah porses pengobatan penyakit yang bersifat menurun dengan cara menyisipkan gen normal dalam sel yang memiliki gen penyebab sakit.
Rekayasa genetik melalui bioteknologi mempunyai potensi untuk memperbaiki kelainan genetik secara individual. Terapi gen merupakan perbaikan kelainan genetik dengan memperbaiki gen.
Untuk kelainan genetik yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya satu alela, secara teoritis dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal dengan menggunakan teknik rekombinasi DNA.
Alela yang baru dapat disisipkan ke dalam sel- sel somatis pada anak- anak dan dewasa, sel-sel germ (se l-sel yang memproduksi gamet), atau sel- sel embrio.
Pembuatan Obat dan Vaksin
Bioteknologi dimanfaatkan terhadap beberapa jenis mikroorganisme untuk penghasilkan beragam obat obatan. Obat- obatan yang dihasilkan digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Beberapa jenis mikroorganisme mampu menghasilkan antibiotika.
Antibiotika
Antibiotika adalah suatu senyawa organik yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat memperlabat atau mematikan mikroorganisme lain atau bakteri penyebab penyakit.
Vaksin
Vaksin adalah mikroorganisme atau bagian dari suatu mikroorganisme yang telah dilemahkan sehingga tidak membahayakan.
Contoh Antibiotika – Vaksin Bioteknologi
Beberapa antibiotik diantaranya adalah pinisilin, streptomisin, sefalosporin, tetrasiklin, tetramisin, pasitrosin, neomisin, dan amfisilin.
Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan vaksin.
Vaksin bisa berasal dari mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan bahkan berasal dari zat yang dihasilkan mikroorganisme tersebut kemudian dilemahkan
Ada dua jenis vaksin tradisional untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu Partikel virus dan virus aktf,. Kedua virus tersebut dapat merangsang tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit.
Bioteknologi telah mengembangkan dan melakukan modifikasi terhadap vaksin sehingga diperoleh vaksin yang lebih efektif melalui DNA rekombinan dan Rekayasa genetika.
DNA rekombinan dapat menstimulasi pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri, dan mikroba lain. Protein ini dapat memicu terbentuknya respon kekebalan untuk melawan penyakit.
Rekayasa genetika dapat digunakan untuk memodifikasi genom patogen sehingga menjadi lemah. Vaksinasi dengan makhluk hidup yang lemah lebih efektif dari protein vaksin karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respon kekebalan yang besar.
Bioteknologi dalam Bidang Industri
Dalam bidang industry, bioteknologi seperti Proses fermentasi digunakan untuk pembuatan anggur, antibiotik dan senyawa lain dapat ditingkatkan dan dikembangkan dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan.
Contoh Bioteknologi bIdang Industri
Contoh bioteknologi bidang industri adalah penambahan gen pada sintetis amilase ke dalam ragi Saccharomyces. Penambahan gen ini memungkinkan mikroorganisme Saccharomyces dapat mengkonversi tepung menjadi alkohol.
Mikroba hasil pengembangan mampu melakukan penguraian selulose atau lignin, pembuatan bahan bakar, membersihkan lingkungan dari polutan, menambang logam dari bijih yang berkadar rendah.
Strain bakteri Pseudomonas putida telah dikenal sebagai bakteri yang dapat mendegradasi komponen – komponen minyak yang tumpah di laut.
Pada industry logam, teknik leaching atau ekstraksi logam mulai dari bijih tembaga sampai ke uranium telah dilakukan dengan menggunakan bakteri tertentu dari genus Thiobacillus.
Bioteknologi dalam Bidang Energi
Melalui pemanfaatan bioteknologi, mikroorganisme dapat digunakan untuk mengkonversi kotoran hewan, sampah, dan limbah pertanian menjadi energi dalam bentuk gas.
Prinsip pembuatan energi dalam bentuk gas adalah fermentasi dari kotoran yang berisi serat dari rumput yang bercampur air diubah oleh bakteri menjadi asam organik. Kemudian asam organik dirubah menjadi gas metan dan karbon dioksida dengan bantuan mikroorganisme.
Mikroorganisme yang terlibat dalam pembentukan biogas diataranaya adalah jenis Bacterioides, Clostridium butyrinum, Methanobacterium,Methanobacillus, dan Eschericia coli.
Contoh Bioteknologi Di Bidang Energi
Contoh energi yang dihasilkan dari kotoran hewan atau sampah adalah biogas. Gas bio atau biogas adalah hasil fermentasi berbagai mikroorganisme yang banyak mengandung karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Metana ini merupakan sumber energi yang kemudian disebut sebagai gas bio.
Dengan menggunakan metoda atau teknik sederhana, limbah pertanian atau limbah peternakan dan sampah – sampah yang mengandung selulosa dapat difermentasikan menggunakan bakteri pengurai berubah menjadi gas bio.
Gas bio dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor. Adapun sisa limbahnya dapat digunakan untuk pupuk. Bakteri pengurai tersebut terdapat melimpah dan ditemukan di mana- mana.
Bioteknologi dalam Bidang Pangan – Makanan dan Minuman
Berbagai mikroorganisme dapat mengubah makanan tertentu menjadi bentuk makanan lain melalui proses fermentasi.
Fermentasi memanfaatkan proses metabolisme suatu mikroorganisme tertentu atau campuran dari berbagai spesies mikroorganisme
Contoh Makanan – Minuman Hasil Bioteknologi – Fermentasi
Berbagai jenis makanan dan minuman fermentasi antara lain tempe, kecap, tauco, asinan, tape, brem, cuka, keju, mentega, yoghurt, nata de coco, roti, produk bir, dan anggur.
Contoh Mikroorganisme Pengubah Bahan Pangan
Beberapa mikroorganisme yang dapat mengubah bahan makanan diantaranya adalah
1). Mikroorganisme untuk fermentasi pada pembuatan kecap adalah Aspergillus oryzae atau Aspergillus soyae bersama Saccharomyces rouxii atau Pediococcus soyae atau Torulapissp.
Mikroorganisme tersebut mengubah campuran kedelai dan padi-padian menjadi kecap (Indonesia), Shoyu (Jepang), Chiang-Yu (Cina), dan Soy-Sauce (Eropa).
2). Aspergillus wentii digunakan untuk memfermentasikan serelia, kedelai dan garam menjadi tauco.
3). Rhizopus oryzae, R. oligosporus, R. stolonifer, R. chlamydosporus dimanfaatkan untuk fermentasi kedelai yang sudah dikupas kulitnya.
Miselium jamur tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai membentuk produk yang disebut tempe.
4) Mikroorganisme lainnya yang digunakan melalui proses fermentasi adalah
– Acetobacter xylinum dimanfaat dalam pembuatan nata de coco
– Saccharomyces cerevisiae berperan dalam pembuatan roti dan tapai
– Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti (keju)
– Lactobacillus bulgaricus digunkan dalam pembuatan keju dan yoghur
– Neurospora digunakan untuk pembuatan oncom
Contoh Produk dari Mikroorganisme Jadi Bahan Pangan
Beberapa mikroorgnisme dapat dikonversi menjadi sumber bahan pangan dengan kandungan protein tinggi seperti protein sel tunggal PST dan Mikroprotein.
Istilah protein sel tunggal digunakan untuk menyatakan protein mikroba dan membedakannya dengan protein yang berasal dari hewan dan tumbuhan.
1). Protein Sel Tunggal (PST). I
Protein Sel Tunggal PST mengacu kepada sel mikrobia yang dikeringkan seperti bakteri, alga, dan jamur yang sebelumnya ditumbuhkan di dalam sistem biakan yang berskala besar.
Protein Sel Tunggal (PST) disebut juga dengan Single Coll Protein (SCP) mempunyai kadar protein yang lebih tinggi bila dibandingkan kadar protein kedelai.
Contoh Mikroorganisme yang Dijadikan Bahan Pangan
Beberapa contoh mikroorganisme untuk pembuatan protein sel tunggal misalnya Spirullina, Chlorella, dan Saccharomycescereviceae.
Spirulina
Spirulina adalah mikroorganisme termasuk jenis Cyanobacteria atau ganggang biru yang dapat melakukan fotosintesis. Mikroorganisme Spirulina telah dikembangkan menjadi sumber bahan makanan di beberapa negara, seperti Perancis, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Chlorella
Chlorella adalah ganggang hijau bersel tunggal yang mengandung sekitar 50% berat protein dalam keadaan kering. Chlorella digunakan sebagai bahan makanan suplemen yang biasanya dikemas dalam bentuk tablet.
Saccharomyces Cerevicae – Ragi dan Candida Utilus
Saccharomyces cerevicae (ragi) dan Candida utilus merupakan dua jenis mikroorganisme yang dapat menghasilkan protein dengan kandungan asam nukleat tinggi.
2). Mikroprotein.
Mikoprotein adalah bahan makanan sumber protein yang dihasilkan melalui proses fermentasi secara berkesinambungan dari miselium jamur Fusarium graminearum.
Jamur Fusarium graminearum ditumbuhkan pada substrat yang mengandung glukosa dan zat hara lain. Jamur Fusarium graminearum juga membutuhkan gas amonia serta garam amonia sebagai sumber nitrogen
Dalam skala pabrik mikroprotein dihasilkan melalui fermentasi berkesinambungan, menggunakan glukosa sebagai substrat dan zat hara lain serta gas amoniak dan garam amoniak sebagai sumber nitrogen.
Mikoprotein mempunyai nilai gizi yang tinggi dengan kandungan 47% protein, 14% lemak, 25% serat untuk diet, 10% karbohidrat, 1% RNA, dan 3% abu.
Dampak Positif – Negatif Bioteknologi
Bioteknologi memiliki dampak positif maupun negative yang diantaranya adalah sebagai berikut
Dampak Positif Bioteknologi
1). Dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.
2). Dapat membantu mengatasi masalah- masalah lingkungan terutama pencemaran lingkungan
3). Dapat meningkatan produksi dan kesehatan hasil pertanian – peternakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
4). Meningkatan Kesehatan manusia dengan penemuaan obat, vaksin, antibody
5). Mendapat bahan dan sumber bahan pangan yang sehat dalam jumlah banyak
6). Mendapatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan
Dampak Negatif Bioteknologi
1). Menjadi kontroversi dalam masyarakat.
2). Dalam bidang kesehatan, timbulnya alergi yang diakibatkan karena mengonsumsi produk tanaman transgenik.
3). Adanya ketergantungan pada teknologi.
4). Terdesaknya atau bahkan menyebabkan kepunahan sebagian plasma nutfah asli karena yang dikembangkan sekarang hanyalah produk hasil rekayasa genetika saja.
5). Budidaya organisme cenderung seragam, sehingga sangat mempengaruhi mekanisme keberagaman alam.
6). Pembudidayaan makhluk transgenik dalam jumlah melimpah dan seragam (sama) dapat menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem.
7). Terjadinya pergeseran- pergeseran kelangsungan makhluk hidup, lingkungan, dan ekosistem
8). Pproduk- produk hasil rekayasa genetika akan menggusur penghasilan petani maupun peternak kecil
9). Produksi besar – besaran hasil varietas baru akan membuat terpuruknya nasib petani
10). Buah hasil rekayasa genetika dapat mengandung gen yang resistan terhadap antibiotik
Tempe kedelai adalah bahan makanan yang dihasilkan dari fermentasi biji kedelai oleh kapang (jamur).
Jenis jamur yang digunakan umumnua adalah jenis Rhizopus oligosporus, karena memiliki aktivitas enzim proteolitik (pengurai protein) tinggi.
Langkah Pembuatan Tempe Cara Tradisional – Konvensional
Secara tradisional tempe dibuat dengan tahapan berikut.
1). Penyortiran – Pemisahan – Biji Kedelai
Tujuannya penyortiran dan pemisaham adalah untuk memilih biji yang baik dan memisahkan kotoran – benda asing yang tidak diinginkan dari kedelai
Caranya, biji kedelai diletakkan pada tampah nyiru kemudian ditampi.
2). Pencucian Tahap I – Pembuatan Tempe Biji Kedelai
Cuci biji kedelai dengan cara dimasukkan ke dalam ember berisi air, dan sebaiknya pada air yang mengalir. Tujuan pencucian ini adalah menghilangkan kotoran yang melekat atau bercampur dengan biji kedelai.
3). Perebusan Tahap I – Pembuatan Tempe Biji Kedelai
Biji kedelai selanjutnya direbus selama kurang- lebih 30 menit, sehingga diperoleh biji kedelai setengah matang.
4). Perendaman – Biji Kedelai Setengah Matang
Biji kedelai setengah matang kemudian diredam semalam atau kurang lebih 8 jam hingga menghasilkan kondisi asam.
Tujuan perendaman adalah selain untuk melunakkan kedelai juga untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk selama fermentasi.
5). Pengupasan Kulit – Kedelai Hasil Peredaman
Kedelai yang sudah direndam keesokan harinya dikupas kulitnya. Caranya, kedelai diremas- remas dalam air sampai kulitnya terkelupas. Tujuan pengupasan kulit ini adalah agar ragi tumbuh dengan baik.
6). PencucianTahap II – Kedelai Hasil Kupas Kulit
Kedelai yang sudah dikupas kulitnya dicuci. Caranya, pencucian seperti mencuci beras yang akan dimasak.
Tujuan pencucian tahap du aini adalah untuk menghilangkan kotoran yang masih ada dan kulit kedelai yang terkelupas
7). Perebusan Tahap II – Kedelai Hasil Cucian Tahap 2
Kedelai hasil cucian kedua kemudian direbus hingga kedelai sampai matang. Tujuannya adalah agar kedelai lebih lunak, menghilangkan bau, menambah rasa, dan membunuh bakteri yang mungkin tumbuh selama perendaman.
8). Penirisan dan Pendinginan – Kedelai Matang
Kedelai yang sudah masak dituang ke tampah/ nyiru dan diratakan tipis- tipis. Kemudian diiarkan dingin dan permukaan kedelai tampak kering agar terhindar dari pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
Tampah yang dipakai untuk penirisan dan pendinginan harus benar- benar bersih dan bebas dari kotoran dan zat yang akan menghambat pertumbuhan ragi, seperti garam.
9). Peragian – Kedelai Masak
Tahap peragian merupakan tahap utama yang menentukan keberhasilan dalam membuat tempe kedelai.
Taburkan ragi pada kedelai dan aduk sampai rata. kemudian, diangin- anginkan sebentar. Fungsi ragi adalah untuk fermenter, dan sebagai pengikat biji kedelai oleh miselium.
10). Pembungkusan – Kedelai Sudah Diragi
Adonan kedelai dan ragi dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang bagian luarnya dilapisi kertas atau dibungkus menggunakan plastik dengan ukuran tertentu.
Tujuan pembungkusan adalah untuk menciptakan kondisi anaerob. Jamur Rhizopus akan bekerja dengan baik ketika menguraikan kedelai dalam keadaan anaerob (tanpa oksigen).
11). Pemeraman – Kedelai Terbungkus
Jika kedelai dibungkus daun, maka pemeraman dilakukan dalam bakul bambu yang ditutup karung goni dengan suhu kurang lebih 30°C.
Namun jika dibungkus oleh plastik, maka pemeramannya diletakkan di rak- rak bambu.
Kedelai diperam selama semalam, jika pembungkusnya plastik, maka plastik pembungkus tersebut dilubangi dengan cara ditusuk- tusuk dengan lidi.
Tujuan dilubangi adalah agar udara segar dapat masuk dalam bahan tempe, setelah itu tempe diperam satu malam lagi.
Ringkasan Rangkuman Bioteknologi: Prinsip dasar dari bioteknologi adalah adanya penggunaan agen biologi, menggunakan metoda tertentu, dihasilkannya suatu produk turunan, dan melibatkan banyak disiplin ilmu.
Mikroorganisme banyak digunakan dalam proses bioteknologi karena perkembangbiakannya yang relatif cepat, mudah dimodifikasi, dan mampu memproses bahan baku lebih cepat.
Bioteknologi dapat diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya bidang pengolahan makanan, bidang kesehatan, bidang pertaniaan dan perkebunan, serta bidang lingkungan.
Bioteknologi memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Bioteknologi memberikan harapan baru bagi penyembuhan penyakit serta peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dalam bidang lainnya.
Produk bioteknologi dapat menyebabkan perdebatan di masyarakat. Berbagai produk bioteknologi, seperti kloning menimbulkan perdebatan besar terutama jika teknologi tersebut dilakukan pada manusia.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam Artikel aplikasi penerapan bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern. Ciri bioteknologi konvensional tradisional dan modern dan Contoh produk bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan.
Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
Ardra.Biz, 2019, “Contoh produk bioteknologi kesehatan dan kedokteran. Contoh produk bioteknologi konvensional tradisional dan modern. Contoh produk bioteknologi pangan makanan dan pertanian.
Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Ardra.Biz, 3Mikroorganisme dalam bioteknologi serta Pengertian antibodi monoklonal adalah peran bakteri dalam bioteknologi dan peran bioteknologi bidang pangan makanan dan pertanian.
Ardra.Biz, 2019, “Peran bioteknologi dalam bidang kedokteran dan kesehatan atau peran bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan
Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen: Tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi terdiri atas tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen dan eksogen sangat berpengaruh terhadap bentuk muka bumi.
1). Tenaga Endogen,
Tenaga endogen, adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Bentuk relief di permukaan bumi dapat dibentuk dari tenaga ini. Tenaga endogen meliputi tektonik dan vulkanik.
Pada umumnya, gaya- gaya endogen bersifat membangun atau konstruktif (memperbesar atau membentuk relief-relief).
2). Tenaga Eksogen,
Tenaga eksogen, adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, bersifat merusak bentuk- bentuk permukaan bumi. Tenaga eksogen meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).
Contoh Tenaga Endogen,
Contoh Tenaga Endogen adalah gaya- atau tenaga gunung api (vulkanisme), gaya gempa bumi, dan gaya-gaya pembentuk pegunungan karena pergerakan lempeng (tektonisme).
Jenis Tenaga Energi Endogen,
Tenaga endogen terbagi atas 3 bagian, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa.
1). Tektonisme,
Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi.
Tektonisme yang bekerja di dalam litosfer berupa tekanan dengan arah vertikal maupun tekanan arah mendatar.
Gerak Tektonik,
Gerak tektonik adalah semua gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi.
Jenis Gerak Tektonik,
Gerak tektonik dikelompokan menjadi gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.
Gerak Epirogenetik,
Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang sangat lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas.
Jenis Epirogenetik,
Gerak epirogenetik ada dua macam, yaitu epirogenetik positif dan epirogenetik negatif.
1). Gerak Epirogenetik Positif,
Epirogenetik positif adalah gerak yang menghasilkan turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik.
ContohGerak Epirogenetik Positif,
Geral epirogenetik positif misalnya Pulau-pulau Indonesia bagian timur (Maluku – Banda), turunnya muara Sungai Hudson (Amerika) ± 1700 meter, turunnya lembah Sungai Kongo sampai 2000 meter.
2). Gerak Epirogenetik Negatif,
Epirogenetik negatif adalah gerak yang menghasilkan naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun.
Contoh Gerak Epirogenetik Negatif,
Geral epirogenetik negatif Misalnya, naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton, naiknya dataran tinggi Colorado di Amerika Serikat.
Gerak Orogenetik
Gerak orogenetik adalaj gerak lapisan kulit bumi yang cepat berupa gerakan atau tekanan vertikal dan horizontal sehingga menimbulkan peristiwa dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit bumi yang elastis.
Gerak orogenetic menimbulkan lipatan dan patahan yang menyebabkan terbentuknya pegunungan. Gerak orogenetic berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit.
Gerak orogenetic menimbulkan lipatan dan patahan.
Lipatan – Kerutan,
Lipatan atau kerutan adalah bentuk atau relief muka Bumi yang terjadi sebagai akibat dari adanya tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya mendatar dari dua arah yang berhadapan dalam waktu yang relatif lama.
Tenaga endogen ini menyebabkan lapisan- lapisan batuan dalam litosfer membentuk pelipatan, yang memiliki puncak – punggung – antiklin dan lembah lipatan – sinklin.
Jenis Jenis Lipatan,
Lipatan terdiri dari tiga jenis yaitu: lipatan tegak, lipatan condong, dan lipatan rebah.
Lipatan Tegak – Symmetrical Fold,
Lipatan Tegak adalah lipatan yang memiliki Antiklin dan sinklin terletak simetris, relatif terhadap sumbu lipatan yang berada di sampingnya.
Lipatan tegak dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi dengan seimbang.
Lipatan Miring – Asymmetrical Fold,
Lipatan condong adalah lipatan yang salah satu unsur pembentuk lipatannya lebih terjal daripada lipatan lainnya.
Lipatan miring terbentuk ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satunya sisi lebih kuat, maka akan menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih curam.
Lipatan Rebah – Recumbent Fold,
Lipatan rebah adalah lipatan yang terbentuk ketika bagian dasar unsur pembentuk lipatan mengalami lipatan sangat kuat sehingga rebah – horizontal,
Lipatan rebah terbentuk ketika tekanan atau tenaga horizontal bekerja pada salah satu sisi dengan lebih kuat. Tenaga berasal dari satu arah. Sisi tersebut akan terlipat sesuai arah lipatan.
Jenis Jenis Lipatan Lipatan Tegak – Symmetrical Fold Lipatan Miring – Asymmetrical Fold Lipatan Rebah – Recumbent Fold,
Sumber: Encyclopedia Britannica, Inc
Patahan – Sesar – Faoult,
Patahan – sesar – faoult adalah kulit bumi yang patah atau retak yang disebabkan adanya pengaruh tenaga endogen arah horizontal dan vertical pada kulit bumi yang tidak elastis.
Bidang Patahan,
Bidang patahan adalah bidang yang mengalami keretakan atau patahan kulit bumi.
Faoult – Sesar,
Sesar atau faoult adalah Bidang patahan yang telah mengalami pergeseran yang terjadi secara vertical atau horizontal.
Jenis Jenis Patahan,
Patahan Horst,
Horst adalah bidang patahan yang bagian atap sesarnya bergeser naik terhadap alas sesar
Patahan Slenk – Graben,
Graben atau slenk adalah bidang patahan yang bagian atas sesarnya bergeser turun terhadap alas sesar.
Patahan Fleksur Patahan Naik Bungkuk,
Flsksur atau patahan naik bungkuk adalah bidang patahan yang mengalami pergeseran sampai beberapa kilometer dan bagian yang satu menutupi bagian yang lain.
Jenis Jenis Patahan Patahan Horst Patahan Slenk – Graben Patahan Fleksur Patahan Naik Bungkuk Contoh Patahan,
Contoh Patahan,
Ciri adanya patahan dapat dikenali dari adanya perbedaan ketinggian yang mencolok. Di Indonesia, beberapa patahan dapat kamu jumpai di Semangko (Sumatra) dan Piyungan (Yogyakarta).
2). Vulkanisme,
Vulkanisme adalah Peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi sampai keluar permukaan bumi.
Magma,
Magma adalah campuran berbagai batuan dalam bentuk cair, padat dan gas bertemperatur sangat tinggi yaitu antara 900° C – 1.200° C.
Batholit – Dapur Magma – Kantong Magma,
Dapur magma – kantong magma adalah tempat berupa kantong yang berisi material magma.
Kandungan Komposisi Magma,
Magma mengandung bahan silikat cair pijar, terdiri atas bahan-bahan padat (batuan dan logam), cairan, dan gas, antara lain uap air (H2O), oksida belerang (SO2), asam khlorida (HCl), dan asam sulfat (H2SO4).
Material Magma dapat berupa material padat – efflata, material – material cair – effusive, dan gas – ekshalasi.
Efflata – Material Magma Padat,
Efflata adalah material magma berupa padatan yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme seperti debu, pasir, lapilli – batu kerikil, batu batu besar – bom dan batu apung,
Effusive – Materila Magma Cair,
Effusive adalah material magma berupa bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panasm dan lahar dingin,
Ekshalasi – Material Magma Gas,
Ekshalasi adalah material magma berupa bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme.
Contoh Material Ekshalasi adalah solfatara (H2S), fumarole (uap air panas) dan mofet (gas asam arang CO2 ) pada gunung Tangkubang Perahu dan Dataran Tinggi Dieng.
Jenis Jenis Magma,
Berdasarkan kandungan silikanya, dikenal magma asam (granitis), intermediet (andesitis), dan basa (basaltis).
Erupsi – Letusan Gunung Api,
Proses keluarnya magma dari dalam perut bumi – lapisan kulit bumi dinamakan erupsi atau letusan gunungapi.
Lava,
Lava adalah magma yang keluar melalui letusan gunung api sampai ke permukaan bumi,
Lahar Panas Gunung Berapi,
Lahar panas adalah lahar yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah (kaldera).
Contoh Kaldera.
Contoh Kaldera adalah kawah pada gunung Bromo
Lahar Dingin Gunung Berapi,
Lahar dinging adalah lahar yang dikeluarkan gunung berapi yang mengendap yang kemudian mengalir turun ke lereng gunung.
3). Gempa Bumi,
Gempa bumi adalah Getaran permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi,
Gempa bumi menimbulkan sentakan nyata pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara lokal.
Pengertian Hypocentre – Epicentrum,
1). Pusat Gempa – Hypocentre,
Pusat gempa atau hiposentrum adalah tempat – lokasi asal terjadinya gempa bumi.
2). Episentrum,
Episentrum adalah tempat atau lokasi di permukaan bumi yang tepat di atasnya hipisentrum.
Jenis Getaran Gempa Bumi,
Getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat merambat melalui tiga cara yaitu getaran primer, getaran sekunder, dan getaran Panjang.
1). Getaran Longitudinal – Gelombang Primer,
Getaran longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui litosfer.
Getaran merambat secara merata ke segala arah dengan kecepatan antara 7 – 14 km per detik dan mempunyai periode 5 – 7 detik. Gelombang primer ini yang pertama kali dicatat oleh seismograf.
2). Getaran Transversal – Gelombang Sekunder,
Getaran transversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang bersama- sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah di dalam lapisan bumi.
Gelombang transversal dirambatkan dengan kecepatan 4 – 7 km per detik dan mempunyai periode antara 11 – 13 detik.
Kecepatan transversal lebih lambat, maka gelombang ini dicatat oleh seismograf setelah gelombang primer.
3). Getaran Gelombang Panjang,
Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang yang merambat dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan. Gelombang Panjang merupakan gelombang perusak.
Gelombang Panjang merambant dengan kecepatan antara 3,5 – 3,9 km per detik dan periode gelombang relatif lama.
Jenis Intensitas Gempa Bumi,
Berdasarkan intensitas yang ditimbulkannya, terdapat dua macam gempa, yaitu:
1). Gempa Bumi Makroseisme,
Makroseisme adalah gempa yang intensitasnya besar dan dapat dirasakan tanpa menggunakan alat
2). Gempa Bumi Mikroseisme,
Mikroseisme adalah gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.
Jenis Gempa Bumi,
Berdasarkan jenisnya, gempa bumi dibagi menjadi gempa tektonik, vulkanis, dan runtuhan atau terban.
1). Gempa Bumi Tektonik,
Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh gerakan atau pergeseran kulit bumi untuk mencapai keseimbangannya.
Gempa jenis tektonik memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang luas. Sekitar 93% dari total gempa bumi, adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tektonik.
2). Gempa Bumi Vulkanis,
Gempa bumi vulkanis adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi.
Gempa bumi vulkanis terjadi sebelum gunung api meletus, pada saat meletus, dan sesudah gunung api meletus.
3). Gempa Bumi Runtuhan atau Gempa Bumi Terban,
Gempa bumi runtuhan atau gempa bumi terban adalah gempa bumi yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas rongga di dalam bumi, misalnya, di gua, di daerah tambang, dan di daerah kapur.
Seismologi,
Seismologi adalah Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang gelombang seismik, serta perambatannya.
Seismograf,
Seismograf alat yang digunakan untuk mencatat – merekam getaran – gelombang gempa adalah.
Jenis Jenis Seismograf,
Ada dua macam seismograf, yaitu seismograf vertical dan seismgraf horiszontal,
Seismograf Vertikal,
Seismograf vertical adalah seismograf yang mencatat – merekam getaran- gelombang gempa bumi pada arah vertikal;
Seismograf Horizontal,
Seismograf horizontal adalah seismograf yang mencatat – merakam getaran gelombang gempa bumi pada arah horizontal.
Magnitudo,
Magnitudo adalah Besaran gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dicatat oleh sismograf dengan menggunakan skala Richter.
Jenis Skala Intensitas Getaran Gempa Bumi,
1). Skala Mercalli,
Skala Mercalli adalah satuan yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 skala yaitu skala I hingga skala XII
Skala Mercalli didasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Tabel Pembagian Skala Mercalli,
I). Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang
II). Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III). Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV). Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V). Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI). Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII). Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII). Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX). Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X). Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI). Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII). Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
2). Skala Omori,
Pengukuran gempa dengan Skala Omori disebut Shindo. Skala Omori digunakan untuk derajat gempa yang kuat.
Skala Omori menggunakan skala sampai skala I hingga VII yang setara dengan skala XII Mercalli,
Skala Omori di kenal juga dengan Hukum Omori. Hukum Omori adalah rumus empiris yang menghitung skala gempa susulan.
Tabel Pembagian Skala Omori,
I). Getaran-getaran lunak dirasakan oleh banyak orang II). Getaran Sedang, semua orang terbangun karena bunyi jendela, pintu dan barang-barang yang pecah. III). Getaran Agak Kuat, jam dinding berhenti, pintu dan jendela terbuka. IV). Getaran Kuat, gambar dinding berjatuhan, dinding tembok retak-retak. V). Getaran Sangat Kuat, dinding dan atap rumah roboh. VI). Rumah yang kuat roboh VII). Kerusakan menyeluruh.
3). Skala Richter,
Skala ini diperkenalkan oleh seorang ahli Geologi Amerika bernama Charles F. Richter pada tahun 1934.
Skala Richter adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa atau magnitudo gempa.
Skala Richter mempunyai satuan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang merupakan magnitudo gempa yang dibuat atas dasar kerusakan yang diakibatkan oleh gempa.
Skala ini memakai bilangan 1 sampai 9. Skala ini di gunakan di Negara Indonesia.
Tabel Pembagian Skala Richter,
Berdasarkan skala Richter, kekuatan gempa bumi dapat dibagi menjadi:
1). Skala > 3,5 terekam, namun biasanya tidak terasa;
2). Skala 3,5 – 5,4 sering terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan;
3). Skala < 6,0 berpotensi menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang kurang kuat;
4). Skala 6.1- 6.9 berpotensi menyebabkan kerusakan fisik dan memakan korban jiwa sampai radius 100 km;
5). Skala 7.0 – 7.9 tergolong gempa besar, berpotensi menyebabkan kerusakan serius dengan cakupan wilayah yang luas;
6). Skala > 8 gempa bumi besar, berpotensi menyebabkan kerusakan serius, dengan cakupan wilayah beberapa ratus kilometer.
Pengertian Erosi, Erosi atau Pengikisan adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi,
3 Tahapan Erosi,
Erosi terdiri atas tiga tahapan antara lain sebagai berikut:
1). Tahap Erosi Detachment,
Detachment adalah pelepasan Sebagian massa batuan dari massa induknya,
2). Tahap Erosi Transportasi
Transpotasi adalah terjadinya perpindahan batuan atau tanah yang terkikis dari suatu tempat ke tempat lain,
3). Tahap Erosi Sedimentasi,
Sedimentasi adalah proses terjadinya pengendapan massa batuan yang terkikis setelah berpindah.
Jenis Jenis Erosi Air – Ablasi,
Ablasi adalah erosi oleh air yang mengalir. Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut…
1). Erosi Percik – Splash Erosion
Erosi Percik – Splash Erosion adalah proses pengikisan tanah atau batuan yang terjadi oleh percikan air atau air hujan. Percikan tersebut berupa partikel tanah dalam jumlah yang kecil dan kemudian diendapkan di tempat lain.
Erosi percikan menyebabkan material atau batuan yang terkena tetesan air hujan menjadi lapuk dan akhirnya hancur.
2). Erosi Lembar – Sheet Erosion,
Erosi Lembar – Sheet Erosion atau erosi permukaan adalah proses pengikisan tanah yang tebalnya sama dan merata dalam suatu permukaan tanah.
Erosi permukaan menyebabkan hilangnya kesuburan tanah karena hilangnya lapisam humus yang ada dalam tanah,
3). Erosi Alur – Rill Erosion,
Erosi Alur – Rill Erosion adalah erosi yang terjadi karena air yang mengalir berkumpul dalam suatu cekungan atau alur alur sehingga di alur alur tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar.
Alur-alur erosi ini merupakan tempat air mengalir dan mengikis tanah.
4). Erosi Parit – Gully Erosion,
Erosi Parit – Gully Erosion adalah proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran-saluran yang terbentuk telah dalam.
Alur- alur erosi berkembang menjadi parit-parit atau lembah yang dalam berbentuk huruf U atau V. Erosi parit merupakan bentuk lebih lanjut dari erosi alur.
Jenis Erosi Air Sungai,
Di sepanjang aliran sungai terjadi pula proses erosi oleh arus air. Proses pengikisan yang mungkin terjadi sepanjang aliran sungai antara lain sebagai berikut.
1). Erosi Tebing Sungai – Stream Bank Erosion,
Erosi tebing sungai adalah erosi yang terjadi pada dinding badan sungai sehingga lembah sungai bertambah lebar.
2). Erosi Mudik, Waterfall Erosion – Erosi Air Terjun,
Erosi mudik adalah erosi yang terjadi pada dinding air terjun air jeram. Akibat erosi mudik, semakin lama lokasi air terjun akan mundur ke arah hulu.
3). Erosi Badan Sungai,
Erosi badan sungai adalah erosi yang berlangsung ke arah dasar sungai (atau badan sungai) sehingga lembah sungai menjadi semakin dalam.
Jika erosi badan sungai ini berlangsung dalam waktu geologi yang sangat lama maka akan terbentuk ngarai-ngarai yang sangat dalam.
Contoh Erosi Badan Sungai,
Contoh erosi badan sungai seperti Grand Canyon di Sungai Colorado (Amerika Serikat).
Erosi Marine – Abrasi,
Abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya erosi akibat air laut dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang.
Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus terhadap dinding pantai.
Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.
2). Eksarasi,
Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. Jenis erosi ini hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegunungan tinggi.
Proses terjadinya erosi diawali oleh turunnya salju di suatu lembah pada lereng atau perbukitan.
Lama kelamaan salju tersebut akan menumpuk pada lembah sehingga menjadi padat dan terbentuklah massa es yang berat.
Dengan gaya gravitasi massa es tersebut akan merayap menuruni lereng pegunungan atau perbukitan.
Erosi Angin – Deflasi,
Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Pada awalnya angin hanya menerbangkan pasir dan debu. Akan tetapi, kedua benda tersebut dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang jauh lebih besar sehingga akan mengikis batuan tersebut.
Erosi Es – Gletser,
Erosi es atau gletser adalah Gerakan lapisan es yang mengalir turun dari pegunungan es yang menyebabkan pengikisan disebut dengan erosi es (gletser).
Aliran es yang mencair itu akan membawa atau menyeret batu-batuan ke bawah atau disebut moraine, seperti Pantai Fyord di Skandinavia.
Faktor Penyebab Erosi Tanah,
Sebab terjadinya erosi tanah antara lain adalah..
1). kondisi tanah yang tidak ada tanamanya
2). tanah tidak memiliki tanggul pasangan sebagai penahan erosi
3). tanah miring tidak dibuatkan teras teras dan guludan sebagai penyangga air dan tanah yang larut
4). tanah berumput digunakan untuk gembala liar sehingga tanah semakin rusak
5). penebangan hutan secara liar, hutan jadi gundul
Cara Mencegah Erosi,
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya erosi, antara lain sebagai berikut:
1). Terasering: bercocol tanam dengan membuat terasering yaitu membuat tanah lereng menjadi bertingkat-tingkat, sehingga jika terjadi hujan, kecepatan air dari bagian atas akan berkurang;
2). Strip – Cropping: melakukan strip-cropping atau metode tanam berseling yang waktu panennya tidak sama;.
3). Counter Farming: menanam lahan menurut garis kontur kemiringan, agar akar dapat menahan tanah.
4). Reboisasi: menerapkan sistem reboisasi atau penanaman hutan kembali, terutama dilakukan pada hutan-hutan lindung yang mulai gundul;
5). Counter – Plowing: menerapakn contour-plowing dengan melakukan pembajakan yang searah dengan kontur.
6). Crop Rotation: mengganti jenis tanaman agar tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.
Pengendapan – Sedimentasi,
Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.
Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen.
Jenis Jenis Sedimen,
Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut dan tempat pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas berikut.
Sedimen Berdasarkan Tenaga Alam Yang Mengangkutnya,
(1) sedimen akuatis oleh air;
(2) sedimen marine oleh air laut;
(3) sedimen glasial oleh gletser (es);
(4) sedimen aeolis (aeris) oleh angin.
Sedimen Berdasarkan Tempat Pengendapan,
(1) sedimen fluvial, di sungai;
(2) sedimen marine, di laut;
(3) sedimen limnis, di danau atau rawa;
(4) sedimen terestris, di darat;
(5) sedimen glasial, di daerah es.
Pengendapan oleh Air
Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain, meander, dataran banjir, tanggul alam, dan delta.
Meander,
Meander adalah sungai yang bentuknya berkelok- kelok akibat adanya pengendapan. Proses pembentukan meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar.
Oxbow Lake,
Oxbox lake atau sungai mati.terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus sehingga menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai.
Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander.
Delta,
Delta adalah Endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau ataupun laut. Delta merupakan tempat pertemuan sungai dengan laut.
Delta dapat terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus air tidak terlalu cepat.
Tanggul Alam Sungai,
Tanggul alam adalah tanggul yang terbentuk di tepi sungai akibat adanya material yang terbawa oleh luapan air sungai saat banjir dan mengendap di bibir kiri kanannya.
Tanggul Pantai,
Tanggul Pantai adalah tanggul yang tebentuk di bibir pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh air laut.
Kipas Aluvial,
Kipas Aluvial terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan
Dataran Banjir,
Dataran banjir adalah dataran rendah yang terdapat di kanan kiri sungai yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran sungai.
Pengendapan oleh Air Laut
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain, pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.
Tombolo dan Spit,
Tombolo adalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil,
Spit adalah endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung.
Pengendapan oleh Angin,
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pasir dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir
Gumuk Pasir,
Gumuk pasir Terbentuk karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir terangkut dan kemudian terendapkan membentuk tumpukan pasir yang disebut gumuk pasir.
Pengendapan oleh Gletser,
Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glasial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U.
Pengertian Lingkungan Hidup: Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai keseluruhan unsur atau komponen maka tentu saja setiap lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan lingkung an sosial.
Pengertian Lingkungan Hidup MenurutEmil Salim,
Menurut Emil Salim, lingkungan hidup adalah benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf,
Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf, Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengaruhi kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Ahmad,
Menurut Ahmad lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.
Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Jonny Purba,
Menurut Jonny Purba, Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Munadjat Danusaputro,
Menurut Munadjat Danusaputro, Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Soedjono,
Menutur Soedjono, lingkungan hidup adalah lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh- tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Sambas Wirakusumah,
Menurut Sambas Wirakusumah, Lingkungan hidup adalah semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Otto Sumarwoto,
Menurut Otto Sumarwoto lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengeruhi kelamgsungan perikehidupannya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Sri Haryati,
Menurut Sri Haryati, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,
Menurut undang- undang Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur Unsur Lingkungan Hidup,
Unsur lingkungan hidup terdiri dari unsur fisik, unsur hayati, dan unsur budaya.
1). Unsur Fisik,
Unsur fisik lingkungan hidup adalah unsur yang berupa benda mati yang mendukung kehidupan makhluk untuk kelangsungan hidupnya.
Fungsi Unsur Fisik Lingkungan Hidup,
Adapu fungsi unsur fisik lingkungan hidup adalah sebagai media untuk berlangsungannya kehidupan.
Contoh Unsur Fisik Lingkungan Hidup,
Contoh unsur fisik lingkungan hidup adalah air tanah udara sinar matahari, senyawa kimia dan sebagainya.
2). Unsur Hayati,
Unsur hayati adalah unusr yang berupa benda hidup atau makhluk hidup yang menghuni disekitar unsur fisik lingkungan hidup,
Contoh Unsur Hayati Lingkungan Hidup,
Contoh unsur hayati lingkungan hidup adalah mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Fungsi Unsur Hayati Lingkungan Hidup,
Fungsi unsur hayati adalah membentuk jaringan dengan cara saling berhubungan dari mulai jaringan sederhana hingga ke jaringan yang sangat rumit,
Unsur Budaya.
Unsur budaya Lingkungan Hidup adalah system nilai, gagasan, keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilaku sebagai makhluk sosial.
Contoh Unsur Budaya Lingkungan Hidup,
Contoh unsur budaya lingkungan hidup adalah menciptakan baju ketika musin dingin, Mencipta alat pertanian untuk bercocol tanam dan sebagainya.
Fungsi Unsur Budaya Lingkungan Hidup,
Adapun fungsi unsur budaya pada lingkungan hidup adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempermudah hidup. Selai itu untuk menentuka keseimbagan tatanan lingkungan dimana manusia sebagai pemegang kendali.
Jenis Lingkungan Hidup,
Pada dasarnya, lingkungan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu lingkungan biotik dan lingkungan nonbiotik (fisik).
1). Lingkungan Biotik,
Lingkungan biotik ialah semua benda hidup atau makhluk hidup yang menempati lingkungan dan Tiap unsur ini berinteraksi satu sama lainnya. Lingkungan biotik biasa disebut juga dengan istilah Lingkungan organic,
Contoh Lingkungan Biotik,
Contoh Lingkungan biotik adalah semua tumbuhan, semua hewan, mikroorganisme dan manusia,
2.) Lingkungan Nonbiotik – Fisik,
Lingkungan nonbiotik adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di dalam lingkungan, Lingkungan nonbiotik atau abiotic dinamakan juga lingkungan anorganik.
Contoh Lingkungan Nonbiotik – Abiotik– Fisik,
Contoh lingkungan nonbiotik misalnya sinar matahari, suhu dan kelembapan, batu-batuan, tanah mineral, air, udara dan lain-lain.
Jenis Lingkungan Hidup Campur Tangan Manusia,
Berdasarkan campur tangan manusia, lingkungan terbagi menjadi tiga, yaitu:
1), Lingkungan Hidup Alami,
Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang belum terkena campur tangan manusia atau mengalami modifikasi oleh manusia.
Contoh Lingkungan Hidup Alami,
Contoh lingkungan hidup alami misalnya hutan, laut, hutan lindung. Dalam lingkungan seperti ini, manusialah yang melakukan adaptasi sepenuhnya, disesuaikan dengan keadaan alam.
2), Lingkungan Hidup Binaan,
Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup yang dikelola, dimodifikasi, dibentuk dan ditentukan keadaannya oleh manusia dengan menggunakan daya nalar, akar, budi, ilmu dan teknologi serta sistem sosial, budaya, dan ekonomi.
Contoh Lingkungan Hidup Binaan,
Contoh lingkungan hidup binaan adalah daerah pertanian, dan peternakan.
Tujuan Lingkungan Hidup Binaan,
Tujuan dibentuknya lingkungan hidup binaan adalah efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan oleh manusia.
3). Lingkungan Hidup Sosial
Lingkungan hidup sosial adalah kesatuan ruang dengan sejumlah manusia yang hidup berkelompok sesuai dengan suatu keteraturan sosial dan kebudayaan bersama.
Lingkungan sosial merupakan lingkungan manusia dalam masyarakat yang berada di sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, dan orang lain.
Manfaat Unsur Lingkungan Hidup,
Secara umum beberapa manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia antara lain sebagai berikut.
1). Unsur abiotic Ruang muka bumi sebagai tempat hidup dan beraktivitas sehari-hari.
2). Unsur abiotic Tanah dapat dijadikan areal lahan untuk kegiatan ekonomi, seperti lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan, aktivitas sosial lainnya.
3). Unsur abiotic udara (oksigen) sangat bermanfaat untuk bernafas manusia dan hewan.
4). Unsur biotik seperti hewan dan tumbuhan merupakan sumber bahan makanan bagi manusia.
5). Sumber daya alam (biotik dan abiotic) yang terkandung dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seharihari.
6). Unsur biotik seperti Mikroorganisme atau jasad renik sangat berperan dalam proses penguraian sisa-sisa jasad hidup yang telah mati sehingga tidak terjadi penumpukan bangkai makhluk hidup, tetapi hancur dan kembali menjadi unsur-unsur tanah.
7). Unsur biotik Air merupakan kebutuhan vital dan esensial bagi makhluk hidup. Tanpa adanya air, mustahil akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di bumi ini.
Jika disederhana manfaat lingkungan hidup adalah menjadi seperti ini
1). Tempat hidup manusia dan melakukan kegiatannya.
2). Tempat hidup hewan dan tumbuhan.
3). Sumber bahan pangan.
4). Sumber bahan baku atau bahan mentah.
5). Sumber bahan tambang dan mineral.
6). Sumber energi atau bahan bakar.
Contoh Soal Ujian Jawaban Lingkungan Hidup,
1). Manusia sebagai komponen dari suatu lingkungan akan selalu berinteraksi dengan komponen lingkungan yang lainnya, sehingga akan membentuk suatu sistem ekologi, yang dinamakan…
a). bioma
b). ekosistem
c). lingkungan
d). kaidah alam
e). rantai kehidupan
Jawaban: b
2). Manusia dan tanah merupakan jenis lingkungan yang bersifat?
a). biotik-biotik
b). biotik-nonfisik
c). nonfisik-nonbiotik
d). biotik-nonbiotik
e). fisik-nonfisik
Jawaban: d
3). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat nonfisik (biotik) adalah …
a). batu, tanah, air
b). manusia, air, dan tanah
c). manusia, hewan, dan tumbuhan
d). hewan, air, dan tumbuhan
e). suhu, air dan batu
Jawaban: c
4). Batu, tanah, air termasuk komponen lingkungan yang bersifat…
a). nonfisik
b). organic
c). biotik
d). abiotic
e). buatan
Jawaban: d
5). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat fisik (abiotik) adalah …
a). batu, tanah, hewan
b). manusia, air, dan tanah
c). manusia, hewan, dan tumbuhan
d). hewan, air, dan tumbuhan
e). suhu, air dan batu
Jawaban: e
6). Satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut…
a). ekologi b). lingkungan c). ekosistem d). populasi e). sumber daya
Jawaban: c
7). Eksosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk ke dalam komponen abiotik adalah ….
a). herbivora
b). iklim
c). bakteri dan jamur
d). karnivora
e). omnivore
Jawaban: b
8). Patung dan lukisan termasuk pada jenis lingkungan ….
a). alam
b). sosial
c). budaya
d). ekonomi
e). politik
Jawaban: c
9). Lingkungan terdiri atas biotik dan abiotik. Lingkungan biotik sering dinamakan pula dengan lingkungan ….
a). anorganik
b). aerob
c). organik
d). anaerob
e). suburban
Jawaban: c
10). Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk lingkungan
biotik adalah ….
a). udara
b). mineral
c). tanah
d). hewan
e). air
Jawaban: d
11). Undang-undang No. 23 Tahun 1997 berisi tentang pengelolaan ….
a). sumber daya
b). alam
c). lingkungan hidup
d). region
e). habitat
Jawaban: c
12). Lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi ….
a). produsen, konsumen, mineral
b). produsen, konsumen, pengurai
c). batuan, udara, mineral
d). mineral, pengurai, konsumen
e). udara, tanah pengurai
Jawaban b
13). Ilmu yang mempelajari dan menganalisis interaksi dan interelasi antara manusia dan lingkungannya dinamakan ….
a). ekonomi
b). sosial budaya
c). sosiologi
d). ekologi manusia
e). antropologi manusia
Jawaban d
15). Perkebunan teh merupakan contoh dari jenis lingkungan…
a). lingkungan abiotic
b). lingkungan alami
c). lingkungan budaya
d). lingkungan sosial
e). lingkungan binaan
Jawaban: e
16). Candi Borobudur merupakan contoh unsur lingkungan hidup dari…
Ilmu lingkungan mempelajari hubungn antarmakhluk hidup atau biotis, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan beserta segala sesuatu dengan yang berada di sekitanya baik unsur fisik, seperti : batu-batuan, air, udara, angin, dan sebagainya, yang membentuk suatu kesatuan atau system (ekosistem) serta hubungannya yang bersifat timbal balik.
Pembagian jenis lingkungan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu lingkungan biotik dan nonbiotik.
Di bawah ini terdapat contoh dari maraknya kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkannya, seperti: Perubahan keragaman jenis (biodiversitas), kerusakan hutan, erosi dan sedimentasi, hujan asam.
Pemanfaatan lingkungan yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui bidang pertanian, pariwisata, industri dan pertambangan.
Contoh upaya penanganan dalam pengendalian DAS dapat dilakukan dengan cara seperti berikut. 1. Reboisasi atau penghijauan di sekitar hulu DAS, fungsinya ialah selain untuk mencegah terjadinya erosi juga dapat menyimpan air. 2. Penanganan pembuatan rumah disekitar bantaran sungai. 3. Tindakan tegas terhadap pelanggar sesuai peraturan dan undangundang yang berlaku
Berikut contoh contoh soal ujian: Pembentukan Jagad Raya Tata Surya Teori Pasang Surut Bintang Kembaryang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.
1). Contoh Soal Ujian Jawaban: Ciri Khas Teori Pasang Surut Gravitasi Bintang Lain,
Ciri khas Teori Pasang Surut dalam pembentukan tata surya adalah adanya
a). ledakan besar
b). gravitasi bintang lain
c). Proses pendinginan kabut
d). Tabrakan dua bintang besar
e). Gaya sentrifugal partikel jagat raya
Jawab: b
2). Contoh Soal Ujian Jawaban: Teori Bintang Kembar – Awal Matahari,
Teori yang menjelaskan bahwa pada mulanya matahari adalah bintang kembar yang saling mengelilingi, lalu salah satunya meledak karena ditabrak bintang lain yaitu..
Pada teori pembentukan tata surya, Hipotesis Kabut dikemukakan oleh ….
a). Chamberlain–Moulton
b). Kant–Laplace
c). Aristoteles
d). Weizsacker dan Gerald P. Kuiper
e). James–Jeffreys
Jawab: b
13). Contoh Soal Ujian: Fenomena Muka Bumi Aspek Antroposfer
Peristiwa yang terjadi di muka bumi seperti kemiskinan, pengangguran, serta tawuran pelajar banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena tersebut termasuk aspek geosfer dari unsur
Pemanasan global terjadi akibat pengelolaan lingkungan kurang balk, seperti penebangan hutan tak terkendali, penggunaan bahan bakar fosil yang terus bertambah, dan perkembangan industri yang menyebabkan peningkatan polusi.
Prinsip geografi untuk mengkaji fenomena tersebut adalah:
a). Prinsip korologi
b). Prinsip interelasi
c). Prinsip deskripsi
d). Prinsip temporal
e). Prinsip persebaran
Jawab: b
15). Contoh Soal Ujian: Pendekatan Keruangan – Atasi Banjir Jakarta,
Di kota besar seperti Jakarta, banyak terdapat permukiman kumuh, gelandangan, dan pengemis memanfaatkan daerah aliran sungai untuk permukiman sehingga pada musim hujan terjadi banjir. Untuk mengatasi terjadinya banjir dibangun Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat.
Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji kasus itu adalah
a). Pendekatan regional
b). Pendekatan kewilayahan
c). Pendekatan keruangan
d). Pendekatan kelingkungan
e). Pendekatan kompleks wilayah
Jawab: c
16). Contoh Soal Ujian: Konsep Lokasi Wilayah Indonesia – Antara Samudra,
Wilayah Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia, dan Benua Asia dengan Benua Australia, serta pada 61U — 11°LS dan 95°BT — 141°BT.
Konsep geografi yang berkaitan dengan informasi tersebut adalah
a). Konsep sating ketergantungan
b). Konsep perbedaan wilayah
c). Konsep pola keruangan
d). Konsep lokasi
e). Konsep aglomerasi
Jawab: d
17). Contoh Soal Ujian: Ledakan Besar Mengembang Big Bang Jagat Raya,
Pembentukan jagat raya menurut teori Big Bang menyatakan bahwa jagat raya diawali dengan
a). Zat baru diciptakan dan menggantikan zat yang hilang
b). Adanya ledakan besar dan mengembang
c). Planet sudah ada sejak dulu dan ada selamanya
d). Bintang mengembang dan terjadi pembaruan
e). Adanya siklus materi dan diawali dengan masa ekspansi
Jawab: b
18). Contoh Soal Ujian: Bintang Hancur Tabrakan Dua Bintang,
Pembentukan matahari dan planet menurut teori bintang kembar adalah terbentuk dari
a). Filamen panas yang berkobar mendekati matahari
b). Bintang yang hancur akibat tabrakan dua bintang
c). Planetesimal yang berputar mengelilingi Matahari
d). Debu panas berpijar yang memadat menjadi planet
e). Percikan gas Matahari akibat gravitasi bintang
Dampak tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo – Australia bagi kehidupan adalah…
a). Terbentuk tanggul dan gunung
b). Aktivitas vulkanisme dan seisme
c). Terbentuk palung dan basin
d). Terbentuk danau dan laguna
e). Sering terjadi bencana banjir
Jawab: d
21). Contoh Soal Ujian: Klimatik Faktor Persebaran Hewan Bulu Tebal Bison Beruang Amerika Utara Kanada,
Hewan berbulu tebal seperti bison, beruang kutub, dan panda memiliki habitat di wilayah Amerika Utara, Kanada, dan Siberia. Faktor yang paling berpengaruh terhadap persebaran hewan tersebut adalah….
Batuan Pembetuk Permukaan Kulit Bumi: Batuan yang terkandung dalam kulit bumi dapat dikelompokan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan dan natuan meramorf.
Batuan Beku – Igneous Rock,
Batuan beku atau Igneous Rock berasal dari bahasa latin Inis yang artinya api (fire).
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar (cair) yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan.
Tekstur batuan beku – igneous rock yang terbentuk sangat tergantung pada kondisi proses pembekuannya.
Jenis Batuan Beku – Igneous Rock,
Berdasarkan tempat terjadinya pembekuan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu batuan beku dalam – batuan tubir, batuan beku luar – batuan leleran, batu beku gang – batuan korok,
Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir – Plutonik – Abisik,
Batuan beku dalam atau batuan tubir atau plutonik atau abis adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan ketika masih berada di dalam kulit bumi,
Batuan beku dalam – batuan tubir hanya terdiri dari bongkahan kristal akibat pendinginan yang berjalan sangat lambat,
Contoh Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir – Plutonik,
Contoh Batuan beku dalam – batuan tubir – plutonik – abisik adalah granit, diotit dan gabbro,
Batuan Beku Luar – Batuan Lelehan – Effusif,
Batuan beku luar – batuan lelehan – effusive adalah batuan beku yang Pembekuannya terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat.
Jadi batuan beku luar atau batuan beku lelehan terjadi ketika Sebagian magma yang membeku setelah sampai di permukaan bumi.
Batuan beku luar – epusif dapat membentuk kristal- kristal kecil, kristal besar dan bahan amorf.
Contoh Batuan Luar – Batuan Lelehan – Effusif,
Contoh batuan luar atai effusif adalah batuan basalt, diorite, andesit, scoria dan batu apung atau bumice. Indonesia banyak dijumpai terutama di daerah gunung api.
Batuan Beku Gang – Batuan Korok – Porfirik,
Batuan beku gang atau sela atau batuan beku korok adalah batuan yang terbentuk ketika magma bertekanan bergerak ke atas atau keluar melalui sela- sela atau celah -celah (korok -korok) dalam kulit bumi mengalami proses pendinginan.
Batuan beku gang memiliki struktur kristal- kristal kecil yang di sana-sini tersebar kristal kristal agak besar,
Contoh Batuan Beku Gang – Batuan Korok– Porfirik,
Contoh batuan beku sela – gang adalah granit fosfir,
Batuan Sedimen – Batuan Endapan,
Batuan sedimen adalah batuan hasil pengendapan dari batuan beku yang lapuk yang terbawa oleh air, angin, atau cairan es – gletser.
Jenis Tempat Batuan Sedimen – Batuan Endapan,
Berdasarkan tempat pengendapannya, batuan sedimen dibagi menjadi sebagai berikut.
Batuan Sedimen Terisentris,
Batuan sedimen terisentris adalah batuan sedimen yang diendapkan di daratan yang dipengaruhi oleh tenaga air, es, dan angin.
Contoh Batuan Sedimen Terisentris,
Hasil dari proses ini akan menghasilkan sebuah bentukan lahan baru.
Batuan Sedimen Marine,
Batuan sedimen marine adalah batuan yang diendapkan di laut, yang pada umumnya banyak mengandung mineral karbonat (kapur).
Batuan sedimen marine terbentuk dari sisa-sisa cangkang hewan laut, seperti moluska, alga, dan foraminifera.
ContohBatuan Sedimen Marine,
Contoh sedimen marine adalah batuan karbonat yang antara lain batu gamping, dolomit, dan kalkarenit.
Batuan Sedimen Limnis,
Batuan sedimen limnus aadalah Batuan sedimen yang diendapkan di danau atau rawa yang banyak mengandung unsur-unsur organik.
BatuanSedimen Fluvial,
Batuan sedimen fluvial adalah Batuan sedimen yang diendapkan di sekitar wilayah sungai dan merupakan akumulasi dari berbagai pengerjaan air sungai.
Batuan Sedimen fluvial banyak ditemukan di wilayah hilir atau muara sungai, di mana aliran air sudah melambat,
Contoh Batuan Sedimen Fluvial,
Contoh batuan batuan sedimen fluvial adalah delta.
Batuan Sedimen Glasial,
Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan di ujung pengerjaan sebuah massa es.
Contoh Batuan Sedimen Glasial,
Contoh batuan sedimen glasial adalah iceberg. Iceberg adalah bongkahan es besar di ujung gletser dan mengapung di laut. Bongkahan Es yang pecah tersebut disebut pemahatan.
Jenis Proses Batuan Sedimen,
Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas batuan sedimen klastik, batuan sedimen kimiawi, dan batuan sedimen organik.
Batuan Sedimen Klastik,
Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang memiliki susunan kimia sama dengan susunan kimia batuan asal.
Contoh Batuan Sedimen Klastik,
Batuan sedimen klastik hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil ketika penganngkutan dan pengendapan contohnya batuan pasir dan batu lempung shale,
Batuan Sedimen Kimiawi,
Batuan sedimen kimiawi adalah batuan sedimen yang saat pengendapan terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya, hasilnya dinamakan batuan sedimen kimiawi,
ContohBatuan Sedimen Kimiawi,
Contoh batuan sedimen kimiawi adalah stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua
Batuan Sedimen Organik,
Batuan sedimen organic adalah batuan sedimen yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme.
Contoh Batuan Sedimen Organik,
Contoh batuan sedimen organic adalah batuan yang terbentuk dari sisa rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung guano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan sebagainya.
Jenis Energi Batuan Sedimen,
Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu sebagai berikut.
Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,
Batuan sedimen aerik atau aeolis adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dibantu oleh angin.
Contoh Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,
Contoh batuan sedimen aerik atau aeolis adalah tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
Batuan Sedimen Glasial,
Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang pengangkutannya dan pengendapannya dibantu oleh es.
Contoh Batuan Sedimen Glasial,
Contoh batuan sedimen glasial adalah: moraine dan gletser,
Batuan Sedimen Aquatic,
Batuan sedimen aquatic adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dilakukan oleh air yang mengalir.
Contoh Batuan Sedimen Aquatic,
Contoh batuan sedimen aquatic adalah delta,
Batuan Sedimen Marine,
Batuan sedimen marin adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya oleh tenaga (gelombang) air laut.
Contoh Batuan Sedimen Marine,
Contoh sedimen marine adalah pasir pantai seperti pasir putih, pasir besi sepanjang pantai selatan pula jawa.
Batuan Malihan – Metamorf,
Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan) akibat proses metamorfosis.
Proses metamorphosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang sama- sama meningkat.
Jenis Pembentukan Batuan Metamorf.
Berdasarkan faktor pembentuknya, batuan metamorf dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
Batuan Metamorf Kontak – Termik,
Batuan metamor Temik – Kontak adalah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya kenaikan suhu yang cukup tinggi untuk merubah batuan asal.
Contoh Batuan Metamorf Kontak – Termik,
Contoh batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer di Tulung Agung, Jawa Timur, dan batubara di Bukit Asam, Sumatra.
Batuan Metamorf Dinamik – Metamorfosis Regional,
Batuan metamorf dinamik adalah batuan malihan yang terbentuk karena faktor tekanan dan waktu yang cukup lama. Batuan metamorf dinamo disebut juga batuan metamorf kinetis.
Contoh batuan metamorf dinamo adalah batuan sabak yang terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama.
Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis,
Batuan metamorf kontak – pneumatalitis adalah adalah batuan malihan yang pembentukan batuan akibat adanya penambahan suhu disertai masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu.
Contoh Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis
Contoh batuan metamorf kontak pneumatalitis adalah kwarsa yang mengandung fluorium akan menjadi topaz, batu permata berwarna kuning. azurit mineral (pembawa tembaga), dan turmalin (batu permata)