Alkohol: Pengertian Rumus Menentukan Tatanama IUPAC Struktur Jenis Sifat Isomer Posisi Gugus Fungsi Optik Karbon Asimetrik Kiral Contoh Soal 6

Pengertian  Alkohol. Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon pada suatu rantai alifatis atau siklis.

Dalam molekul alkohol, Gugus fungsi  –OH  berikatan secara kovalen dengan atom karbon.

Alkohol atau alkanol (R–OH) dapat dianggap sebagai turunan alkana (R–H), melalui penggantian gugus –H pada alkana oleh gugus –OH.

R merupakan lambang dari senyawa alkil, yaitu hidrokarbon rantai terbuka.

R = gugus alkil = CnH2n+1

Alkohol memiliki rumus umum CnH2n+1OH atau R-OH. Gugus fungsional -OH pada alkohol bersifat polar, sedangkan gugus -R (alkil) bersifat nonpolar.

Penggolongan alkohol berdasarkan pada adanya gugus hidroksil –OH yang terikat pada atom karbon.

Gugus Fungsi Dan Gugua Alkil Alkohol

Gugus fungsi merupakan bagian molekul yang mempunyai kereaktivan kimia. Senyawa yang mempunyai gugus fungsi sama akan mengalami reaksi kimia yang sama.

Gugus fungsi adalah atom atau gugus atom yang menjadi ciri khas suatu deret homolog. Contoh rumus struktur Etena dan etanol yang menunjukkan gugus alkil dan gugus OH dapat dilihat pada gambar berikut:

Contoh Struktur Gugus Fungsi Dan Gugua Alkil Alkohol Etenol Dan Etena
Contoh Struktur Gugus Fungsi Dan Gugua Alkil Alkohol

Kedua senyawa di atas mempunyai jumlah atom C dan H sama, tetapi mempunyai sifat yang berbeda.

Perbedaan sifat kedua senyawa di atas disebabkan oleh satu atom H pada etana digantikan oleh gugus –OH. Gugus –OH inilah yang menyebabkan perbedaan sifat antara etana dengan etanol. Gugus –OH ini dikenal dengan sebutan gugus fungsi Alkohol

Gugus Alkil

Suatu alkana yang kehilangan satu hidrogen disebut sebagai alkil. Gugus alkil bukan merupakan gugus yang stabil sehingga alkil tidak bisa berdiri sendiri. Alkil merupakan suatu substituen dari molekul lain yang lebih besar.

Jenis Jenis Alkohol

Berdasarkan kedudukan gugus OH dalam rantai atom C, maka alkohol dibagi atas:

1). Alkohol Primer

Alkohol primer adalah alkohol yang gugus OH-nya terikat pada atom C primer. Atom karbon  primer adalah atom C yang hanya mengikat satu atom C lain.

Oksidasi terhadap alkohol primer dapat berlangsung dua tahap, tahap pertama akan terbentuk senyawa alkaloida, sedangkan tahap berikutnya akan membentuk asam karboksilat. Kuat atau lemahnya oksidasi alkohol tergantung pada oksidatornya.

Contoh Alkohol Primer

Contoh alcohol primer diantaranya adalah metanol, etanol dan propanol.

Contoh Rumus Alkohol Primer adalah CH3 – CH2 – OH dan CH3 – CH2 – CH2 – OH

2). Alkohol Sekunder

Alkohol sekunder adalah alcohol yang gugus OH-nya terikat pada atom C sekunder. Atom karbon sekunder adalah atom C yang telah terikat pada dua buah atom C lain.

Contoh Alkohol Sekunder

Contoh alcohol sekunder diantaranya adalah isopropanol, isoamil alkohol. Oksidasi senyawa ini dapat menyebabkan terbentuknya senyawa denngan gugus fungsi keton, dan tidak dapat dioksidasi lebih lanjut.

3). Alkohol Tersier

Alkohol tersier adalah alcohol yang   gugus OH-nya terikat pada atom C tersier. Atom karbon tersier adalah atom C yang telah diikat oleh tiga atom C lain.

Contoh Alkohol Tersier

Contoh alcohol tersier adalah tersier butil alkohol. Senyawa tersier butil alkohol tidak bereaksi terhadap KMnO4 atau oksidator lainnya

Contoh Rumus Struktur Alkohol Primer Alkohol Sekunder Dan Alkohol Tersier

Contoh Rumus Struktur Alkohol Primer Alkohol Sekunder Dan Alkohol Tersier dapat dilihat pada gambar berikut:

Contoh Rumus Struktur Alkohol Primer Alkohol Sekunder Dan Alkohol Tersier
Contoh Rumus Struktur Alkohol Primer Alkohol Sekunder Dan Alkohol Tersier

Perhatikan pada ikatan antara karbon posisi tengah dengan posisi karbon di sekitaranya yang terikat dengan hidrogen. Ikatan karbonnya ditandai dengan garis merah.

Rumus Dan Nama Struktur Senyawa Alkohol

Beberapa nama dan rumus kimia dan stuktur senyawa alcohol diantaranya adalah

Metanol   = CH3OH    = CH3–OH

Etanol      = C2H5OH  = CH3–CH2–OH

Propanol  = C3H7OH  = CH3–CH2–CH2–OH

Butanol   = C4H9OH  = CH3–CH2–CH2–CH2–OH

Pentanol  = C5H11OH = CH3–CH2–CH2–CH2–CH2–OH

Isomer Alkohol

Alkohol memiliki isomer rangka, isomer posisi dan isomer fungsi.

Isomer Posisi Alkohol

Isomer posisi adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, gugus fungsi sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.

Keisomeran alcohol akibat posisi gugus fungsi adalah keisomeran yang terjadi karena perbedaan letak gugus fungsional hidroksil (–OH) dalam molekul alkohol.

Berdasarkan posisi gugus hidroksil, hampir semua alkohol memiliki isomer, yang disebut isomer posisi. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol.

Keisomeran posisi dalam alkohol mulai terdapat pada propanol yang mempunyai dua isomer, yaitu 1–propanol dan 2–propanol.

Contoh Isomer Posisi Alkohol Propanol

CH3– CH3– CH2–OH   dinamakan 1–propanol                                

isomernya adalah

CH3– CH(OH)–CH3 dinamakan  2–propanol

Kalau digambarkan struktur kedua propanol tersebut adalah sebagai berikut

Contoh Rumus Struktur Isomer Posisi Alkohol Propanol
Contoh Rumus Struktur Isomer Posisi Alkohol Propanol

Cara Menentukan Jumlah Isomer Posisi Alkohol

Adapun cara menentukan jumlah isomer posisi alcohol adalah

a). Membuat kemungkinan kerangka atom C.

b). Menentukan kemungkinan letak gugus –OH pada posisi yang berbeda pada setiap bentuk kerangka atom C.

Isomer Fungsi Alkohol

Isomer fungsi adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan gugus fungsi di antara dua senyawa yang mempunyai rumus molekul sama.

Eter dan alcohol yang jumlah atom karbonnya sama merupakan isomer. Ini artinya alcohol memiliki rumus yang sama dengan eter, namun memiliki gugus fungsi yang berbeda. Alkohol memiliki gugus fungsi (–OH) dan eter memiliki gugus fungsi (–O–)

Contoh Isomer Fungsi Pada Alkohol

Contoh alkohol berisomer fungsi dengan eter adalah isomer C4H10O atau C4H9OH adalah seperti berikut

Alkohol yang memiliki rumus C4H10O adalah 1-butanol, 2-butanol, 2-metil-1-propanol, dan 2- metoil-2-propanol dan isomernya sebagai eter adalah metil propil eter, dieter eter, metil isopropyl eter,

Contoh Isomer Gugus Fungsi Pada Alkohol
Contoh Isomer Gugus Fungsi Pada Alkohol Dan Eter

Isomer Optik Alkohol

Keisomeran optik berkaitan dengan sifat optik, yaitu kemampuan suatu senyawa untuk dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi.

Isomer optis dapat terjadi pada senyawa yang mempunyai atom karbon (C) tidak simetris. Senyawa tersebut dapat juga disebut sebagai senyawa kiral.

Senyawa Kiral

Senyawa  kiral adalah benda yang dapat dikenal melalui bayangan cermin. Senyawa tersebut tidak identik atau tidak dapat diimpitkan dengan bendanya sendiri.

Atom Karbon Asimetris

Sedangkan yang dimaksud atom karbon (C) tidak simetris adalah atom C yang mengikat empat gugus yang berbeda. Atom C asimetris diberi tanda asterik (*). Atom C tidak simetris (asimetris) disebut juga pusat kiral.

Banyaknya isomer optik dapat dicari dengan rumus 2n, dengan n = jumlah atom C asimetrik.

2–butanol mempunyai 1 atom C asimetrik, sehingga isomer optic 2–butanol adalah:

Jumlah Isomer 2-batanol = 2(1) = 2

Isomer Optik Alkohol
Isomer Optik Alkohol

Kedua senyawa tersebut mengalami keisomeran optis dan disebut enantiomer. Jadi, dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enantiomer.

Senyawa karbon yang mempunyai struktur geometris berbeda tersebut mempunyai kemampuan untuk memutar bidang cahaya terpolarisasi, sehingga mempunyai sudut tertentu dari aslinya.

Senyawa yang berputar ke kanan disebut (dextro) dan diberi tanda d(+), sebaliknya jika berputar ke kiri disebut levo dan diberi tanda l(–).

Senyawa Optis Aktif

Senyawa yang memiliki isomer optis dapat memutar bidang polarisasi cahaya dan disebut senyawa optis aktif.

Senyawa yang mengandung 1 atom C kiral (misalnya 2 butanol) mempunyai 2 bentuk konfigurasi di mana bentuk yang satu merupakan bayang cermin dari yang lain.

Apabila berkas cahaya terpolarisasi dilewatkan melalui larutan yang mengandung enantiomer 2 butanol, bidang polarisasi akan terputar 13,52° ke kanan dan satu lagi memutar 13,52° ke kiri.

Tatanama Alkohol

Ada dua cara pemberian nama pada alkohol, yaitu secara trivial dan Sistem IUPAC

1). Tata Nama Alkohol Secara Trivial

Penamaan secara trivial, yaitu dimulai dengan menuliskan nama gugus alkil yang terikat pada gugus –OH kemudian diikuti kata alkohol.

Contoh Tata Nama Alkohol Secara Trivial

CH3–CH2-–OH Nama Trivial Alkoholnya adalah Etil alkohol

CH3–CH2–CH2–OH Nama Trivial Alkoholnya adalah Propil alkohol

2). Tata Nama Alkohol Sistem IUPAC

Penamaan untuk senyawa organik menggunakan sistem IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Penamaan sistem IUPAC mengikuti deret homolog.

Penamaan secara sistem IUPAC, yaitu dengan mengganti akhiran “a” pada alkana dengan akhiran “ol” (alkana menjadi alkanol)

Contoh Tata Nama Alkohol Sistem IUPAC

CH3–CH2–OH Nama Sistem IUPAC- nya adalah Etanol

CH3–CH2–CH2–OH Nama Sistem IUPAC-nya adalah Propanol

Cara Menentukan Urutan Nama Senyawa Alkohol

Tatanama alkanol (R-OH; memiliki gugus fungsi –OH, hidroksil) tetap mengacu pada tatanama yang berlaku pada senyawa alkana (hidrokarbon). Adapun urutan penentuan nama senyawa alcohol dari rumus struktur adalah sebagai berikut

1). Menentukan rantai induk yang didasarkan pada rantai C terpanjang yang mengandung gugus–OH dan cabangnya.

2). Memberi nomor pada atom karbon di rantai induk untuk menunjukkan posisi gugus fungsi maupun cabang- cabang rantai induk. Penomoran rantai atom C dimulai dari atom C yang terdekat dengan gugus –OH.

3). Penamaan alkohol (R-OH) menggunakan nama hidrokarbon induk dari deret alkana dengan huruf -a terakhir diubah menjadi –ol.

Urutan penamaan sistem IUPAC untuk senyawa alcohol harus mengandung empat karakter yang terdiri dari lokant, awalan, senyawa induk, dan suatu akhiran, seperti di jelaskan pada gambar berikut

Cara Menentukan Urutan Nama Senyawa Alkohol Lokant Awalan Induk Akhiran IUPAC
Cara Menentukan Urutan Nama Senyawa Alkohol Lokant Awalan Induk Akhiran IUPAC

Pada gambar di atas, senyawa alcohol memiliki nama sebagai 2-metil-1-propanol, maka arti ke empat notasi yang merepresentasikan nama 2-metil-1-propanol dapat dijelaskan seperti berikut

Lokant (Pertama) adalah nomor atom yang mengikat cabang (awalan). Angka ini menyatakan letak atau posisi substituen gugus alkil (metil) sebagai awalan (cabang) yang terikat pada rantai induk yaitu di atom karbon nomor 2.

Awalan adalah nama senyawa cabang. Awalan menyatakan substituent berupa gugus alkil metil yang terikat pada rantai induk.

Lokant (Kedua) adalah nomor atom karbon yang mengikat gugus OH. Angka ini menyatakan letak atau posisi gugus hidroksil (OH) pada rantai induk yaitu di atom karbon nomor 1.

Induk adalah senyawa alcohol. Induk menyatakan rantai induk (terpanjang) yang menjadi senyawa alcohol yaitu propanol

Akhiran adalah bagian dari akhir nama senyawa alcohol yaitu “ol”. Akhiran menyatakan bahwa senyawa dari rantai induk merupakan alcohol.

Sifat Sifat Fisik Alkohol

1). Alkohol rantai pendek berkarbon C1-C4 merupakan cairan yang tak berwarna dan mudah bercampur dengan air.

2). Alkohol berantai karbon C5-C12 merupakan cairan yang menyerupai minyak, sedangkan alkohol dengan karbon yang lebih tinggi merupakan padatan tak- berwarna.

3). Semakin tinggi rantai karbonnya, semakin sulit alkohol untuk bercampur dengan air, dan makin sulit pula disuling.

2). Metanol merupakan zat cair tak berwarna, berbau dan rasanya mirip etanol, mudah larut dalam air, mudah menguap, dan mudah terbakar.

3). Etanol merupakan zat cair tak-berwarna, mudah menguap, mudah bercampur dengan air, dan mudah terbakar. Dalam keseharian dan pasaran etanol sering disebut “alkohol”. Alkohol bebas air disebut “alkohol- absolut”.

4). Spritus merupakan etanol yang telah didenaturasi dengan metanol. Spiritus sebenarnya tak-berwarna; sedangkan warna biru pada spritus yang dijual di pasaran disebabkan oleh zat warna yang ditambahkan dengan tujuan agar tidak sampai terminum.

Sifat Sifat Kimia Reaktivitas Alkohol

Alkohol lebih reaktif dari alkana sehingga dapat bereaksi dengan zat zat lain, di antaranya adalah:

1). Reaksi Alkohol dengan Logam Natrium

Alkohol dapat bereaksi dengan logam reaktif misalnya dengan Na atau K dengan membentuk alkoksida dan gas hidrogen.

Contoh Reaksi Alkohol Dengan Natrium

Reaksi alkohol dengan logam natrium secara umum dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

2 R–OH + 2 Na → 2 R–ONa + H2

Reaksi  dapat dipergunakan sebagai reaksi untuk pengenal alkohol.

2). Reaksi Alkohol dengan Hidrogen Halida

Jika alkohol direaksikan dengan senyawa halida akan terbentuk haloalkana dan air. Reaksi dengan halogen terjadi penggantian -OH oleh halogen.

Contoh Reaksi Alcohol dengan Halida

C2H5OH + PCl5 → C2H5Cl + H3PO4

3). Reaksi Oksidasi Alkohol

Alkohol rantai karbon pendek mudah terbakar atau teroksidasi dengan melepaskan kalor tingggi.

Contoh Reaksi Oksdasi Alkohol

Alkohol + O2 → H2O + CO2 + kalor.

4). Reaksi Oksidasi Alkohol Primer Sekunder Tersier

— Alkohol primer teroksidasi membentuk aldehid dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.

— Contoh Reaksi Oksidasi Alkohol Primer

RCH2−OH + O2 → RCOOH + H2O.

— Alkohol sekunder dioksidasi akan menghasilkan keton.

— Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh KMnO4 maupun K2Cr2O7.

5). Reaksi Esterifikasi – Pembentukan Ester Dari Alkohol

Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester. Jika alkohol direaksikan dengan asam karboksilat, maka akan dihasilkan ester dan air.

Contoh Reaksi Esterifikasi Alkohol

R–OH + R–COOH → R–COOR + H2O

6). Reaksi Dehidrasi Alkohol

Alkohol jika dipanaskan dengan asam kuat, maka akan terjadi alkena dan air.

Contoh Reaksi Dehidrasi Alkohol

2 C2H5OH → C2H5−O−C2H5 + H2O

2 C2H5OH → 2 C2H4 + 2 H2O

Pereaksi Pengenal Gugus Fungsi Alkohol

Beberapa pereaksi pengenal gugus fungsi dicontohkan di bawah ini.

a).  Pereaksi Logam Na

Pereaksi ini penunjuk adanya gugus –OH pada suatu senyawa organik; ditandai oleh timbulnya gelembung gas H2. Sebaliknya, berarti senyawa tidak memiliki gugus –OH.

Reaksi: 2 R–OH + 2 Na → 2 R–ONa + H2

b). Pereaksi Fehling

Pereaksi ini mengandung ion Cu2+ (berwarna biru transparan); penunjuk adanya gugus aldehid (–CHO) oleh timbulnya endapan Cu2O (merah bata). [Gugus aldehid mereduksi ion Cu2+ menjadi ion Cu+]

Dari molekul alcohol dapat dilepaskan molekul air (dehidrasi).Reaksi ini dapat membentuk alkena atau eter bergantung pada kondisi reaksi dengan asam sulfat atau Al2O3 sebagai zat pendehidrasi.

CH3CH2OH → CH2=CH2 + H2O

Polialkohol

Senyawa polialkohol adalah senyawa alcohol yang mempunyai gugus –OH lebih dari satu struktur.

Polialkohol yang mempunyai dua gugus –OH diberi nama alkanadiol. Sedangan Polialkohol yang mempunyai tiga gugus –OH diberi nama alkanatriol.

Polialkohol yang sangat penting ialah 1,2-etanadiol (etilen glikol atau glikol) dan 1,2,3-propanatriol (gliserol atau gliserin).

Polialkohol Etilen Glikol

Etilen Glikol adalah suatu zat cair yang kental, tidak berwarna, mudah larut dalam air, rasanya manis dan bersifat racun.

Etilen glikol mempunyai nama IUPAC 1,2-etanadiol dengan rumus strukturnya seperti berikut:

Etilen glikol mempunyai nama IUPAC 1,2-etanadiol
Etilen glikol mempunyai nama IUPAC 1,2-etanadiol

Etilen glikol dibuat dengan mengoksidasi etena dengan oksigen atau oksidator kuat lain, dilanjutkan dengan proses hidrolisis.

Reaksi pembuatan etilen glikol dilakukan pada suhu 250 °C dengan menggunakan katalisator serbuk Ag.

Etilen glikol digunakan sebagai pelarut, bahan pelembut, bahan baku pembuatan serat, dan sebagai zat antibeku pada radiator mobil.

Polialkohol Gliserol

Gliserol mempunyai sifat yang mirip dengan glikol, yaitu zat cair yang mudah larut dalam air, rasanya manis, wujud-nya agak kental, bersifat higroskopis.

Gliserol diperoleh pada reaksi pembuatan sabun. Nama IUPAC gliserol adalah 1,2,3–propanatriol dengan rumus struktur:

Polialkohol Gliserol 1,2,3–propanatriol
Polialkohol Gliserol 1,2,3–propanatriol

Gliserol digunakan sebagai bahan pemanis untuk penderita diabetes. Selain itu juga digunakan untuk membuat bahan peledak nitrogliserin, bahan baku pembuatan plastik, pelembap pada tembakau, dan bahan kosmetik.

Pembuatan Alkohol Metanol Etanol Glikol Gliserol

a). Reaksi Pembuatan Metanol (CH3OH)

Metanol dibuat dengan melakukan hidrogenasi terhadap gas CO pada temperatur 400°C dan tekanan 200 atm dengan bantuan katalisator Cr2O3 atau ZnO.

Reaksi pembentukannya adalah seperti berikut

CO + 2H2 → CH3OH

b). Reaksi Pembuatan Etanol (C2H5OH)

Dalam bidang industri, etanol dibuat dengan fermentasi tetes tebu yaitu cairan gula yang tidak mengkristal/menghablur menjadi gula.

Reaksi pembentukan etanol seperti berikut

C12H22O11(sukrosa) + H2O → C6H12O6(glukosa)+ C6H12O6(fruktosa)

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2

Untuk memperoleh etanol pekat dilakukan destilasi/penyulingan.

c). Reaksi Pembuatan Glikol (CH2OH-CH2OH)

Glikol dibuat dengan cara mengoksidasi etana dengan oksigen kemudian dilanjutkan hidrolisis. Reaksi dilakukan pada suhu 250°C dengan katalisator serbuk perak.

Reaksi Pembuatan Glikol
Reaksi Pembuatan Glikol

Glikol dibuat dari etena yang dioksidasi kemudian dihidrolisis.

d). Reaksi Pembuatan  Gliserol

Gliserol diperoleh dari hasil samping pada pembuatan sabun.

Reaksi Pembuatan Gliserol
Reaksi Pembuatan Gliserol

Kegunaan Manfaat Dan Dampak Alkohol

Beberapa senyawa alkohol yang luas penggunaannya antara lain adalah

Manfaat Kegunaan Metanol

Metanol adalah sebagai bahan bakar.  Metanol dapat dicampurkan dengan bahan bakar bensin sampai kadar 15 % tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan.

Metanol sebagai pelarut. Metanol digunakan sebagai pelarut untuk membuat polimer dan senyawa organik yang lain seperti ester. Metanol sebagai pelarut untuk minyak, lemak, lak, dll.

Metanol sebagai bahan dasar untuk pembuatan formalin.

Manfaat Kegunaan Etanol

Etanol Umumnya untuk bahan minuman dengan kadar alkohol tertentu, misalnya bir ±4%(volum); anggur (7-15%); dan dalam whisky, brandy, arak (40%-50lebih).

Etanol di bidang industri sebagai pelarut (untuk senyawa organik, zat warna, vernis, lak, kosmetika, obat-obatan) dan bahan dasar untuk pembuatan eter.

Etanol digunakan sebagai cairan untuk thermometer, karena titik bekunya rendah, yaitu sekitar 1190C.

Etanol digunakan sebagai bahan bakar, bahkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan.

Etanol sering dimanfaat untuk antiseptik dengan kadar 70-100% volum.

Manfaat Kegunaan Gliserol

Gliserol atau gliserin adalah zat cair yang kental, tidak berwarna, dan mempunyai rasa manis. Gliserol mudah larut dalam air dengan segala perbandingan.

Senyawa ini digunakan sebagai pelembap pada tembakau dan kembang gula, pelarut obat-obatan, dan membuat nitrogliserin (bahan pembuat peledak).

Gliserol diperoleh sebagai hasil sampingan dari industry sabun. Sabun dibuat dari lemak atau minyak dengan larutan NaOH. Lemak dan minyak adalah ester dari gliserol dengan asam-asam lemak.

Manfaat Kegunaan Glikol

Pada negara atau daerah bermusim dingin, glikol digunakan untuk zat anti beku pada radiator mobil. Glikol juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri serat sintesis dan pelarut

Dampak Negatif Penggunaan Alkohol

Metanol bersifat racun bagi makhluk hidup. Uapnya dapat merusak mata (bahkan dapat mengakibatkan kebutaan).

Metanol jika terminum sampai 15 mL menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan dan jika terminum sampai 50 mL dapat mengakibatkan kematian.

Etanol tidak beracun, tetapi bersifat memabukan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otak atas. Etanol juga bersifat candu.

Minuman beralkohol (minuman keras; miras) dapat mengganggu sistem syaraf. Minum berlebihan berakibat fatal (kematian). Hanya 2% dari alkohol yang diminum terbuang lewat urin, selebihnya mengalami pembakaran dalam tubuh dan terserap dalam darah.

Berada dalam pengaruh minuman keras dapat mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran (mabuk) dan berperilaku menyimpang. Kebiasaan meminum miras dalam jangka lama menyebabkan kerusakan pada hati, menurunkan daya ingat, dan dapat menyebabkan kecanduan berat.

1). Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol C5H12O

Tentukanlah nama senyawa alcohol yang memiliki rumus kimia C5H12O dengan rumus struktur seperti berikut:

Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol C5H12O
Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol C5H12O

Menentukan Rantai Utama Senyawa Alkohol C5H12O

Rantai utama adalah rantai karbon terpanjang yang memiliki gugus hidroksil OH pada karbon dengan nomor terkecil. Posisi atom karbon terdekat dengan gugus OH ditandai dengan nomor 1. Gugus OH terletak pada atom karbon nomor 1.

Dari gambar struktur dketahui bahwa Rantai utama memiliki jumlah karbon sebanyak 4 atom. Sehingga nama alkoholnya adalah butanol. Gugus OH terletak pada karbon nomor 1. Sehingga ditulis 1-butanol.

Pada karbon nomor 2 terdapat cabang yang diisi dengan senyawa karbon yaitu metil. Dengan demikian metil ini ditulis dengan 2-metil

Jadi, secara keseluruhan senyawa alcohol dengan rumus kimia C5H12O diberi nama 2-metil 1-butanol. Angka 1 terkadang tidak dituliskan,

2). Contoh Soal Pembahasan Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Strukturnya

Tentukanlah Nama dari senyawa alcohol yang memiliki rumus struktur seperti berikut

Contoh Soal Pembahasan Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Strukturnya
Contoh Soal Pembahasan Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Strukturnya

Menentukkan Rantai Induk Atau Rantai Karbon Terpanjang Senyawa Alkohol

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil (OH) dengan nomor atom karbon terkecil. Posisi atom karbon terdekat dengan gugus OH ditandai dengan nomor 1. Gugus OH terletak pada atom karbon nomor 2.

Pada gambar diketahui bahwa rantai terpanjang adalah rantai dengan jumlah atom karbon 9. Nama alcohol dengan jumlah karbon 9 adalah nonanol.

Pada rantai terpanjang tersebut, gugus hidroksil terletak pada posisi nomor 2. Sehingga nonanol dituliskan  2-nonanol. Selain itu pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil dan metil ini ditulis 7-metil

Jadi, nama lengkap senyawa alkoholnya adalah 7–metil–2–nonanol.

3). Contoh Soal Cara Menentukan Jumlah Isomer Posisi Pada Alkohol C4H10O

Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya.

Pembahasan

Untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk.

Struktur Isomer Pertama Alkohol C4H10O Dengan Struktur Lurus Linear

H3C—CH2—CH2—CH2—OH  

Rantai utama atau induk terpanjangnya mengandung 4 atom C, sehingga nama alkoholnya  adalah butanol.

Gugus fungsional hidroksil —OH terletak pada atom karbon nomor 1. Struktur alkohol butanol ini dinamakan n–butanol atau normal butanol atau 1-butanol

Struktur Isomer Kedua Alkohol C4H10O Dengan Gugus OH Pada Rantai Karbon Utama

Struktur Isomer Kedua Alkohol C4H10O Dengan Gugus OH Pada Rantai Karbon Utama
Struktur Isomer Kedua Alkohol C4H10O Dengan Gugus OH Pada Rantai Karbon Utama

Rantai utama atau induk terpanjangnya mengandung 4 atom C, sehingga nama alkoholnya adalah butanol.

Gugus fungsi OH terletak pada atom C nomor 2, sehingga butanol ini dinamakan dengan 2-butanol

Struktur Isomer Ketiga Alkohol C4H10O Dengan Cabang Gugus Alkil Metil

Struktur Isomer Alkohol C4H10O Dengan Cabang Gugus Alkil Metil
Struktur Isomer Alkohol C4H10O Dengan Cabang Gugus Alkil Metil

Rantai utama atau induk terpanjangnya mengandung 3 atom C, sehingga nama alkoholnya adalah propanol (bukan butanol),

Gugus OH terletak pada atom karbon C nomor 2 sehingga propanol ditulis 2-propanol. Pada karbon nomor 2 terdapat  metil, kemudian metil ini diberi nama 2-metil.

Sehingga, secara keseluruhan alcohol ini dinamakan 2-metil 2-propanol.

Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 4 buah isomer posisi.

4). Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Struktur Kimia

Tentukanlah nama senyawa alcohol yang memiliki rumus struktur berikut

Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Struktur Kimia
Contoh Soal Menentukan Nama Senyawa Alkohol Dari Rumus Struktur Kimia

Jawab

Dari struktur kimianya, dapat diketahui bahwa senyawa alkohol ini memiliki 4 atom C dengan nama butanol. Gugus –OH-nya berada pada atom C nomor 1 sehingga nama alkoholnya adalah adalah 1-butanol.

5). Contoh Soal Menggambar Rumus Struktur Senyawa Alkohol 2-Butanol

Gambarkanlah rumus struktur senyawa alkohol 2-butanol

Menentukan Rumus Kimia Rantai Karbon Alkohol 2-Butanol

Untuk menuliskan struktur senyawa alkohol, tentukan terlebih dahulu rantai karbonnya. Kemudian, tempatkan gugus – OH.

Rumus umum kimia dari senyawa butanol adalah C4H9—OH. Jumlah atom karbon C pada rantai utama butanol adalah 4 atom.

Menentukan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Butanol

Posisi letak gugus – OH pada alcohol 2-butanol adalah pada atom karbon nomor 2

Jadi, struktur kimia 2-butanol adalah sebagai berikut:

Menentukan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Butanol
Menentukan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Butanol

6). Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkohol 2-Metil-1-Propanol

Gambarkanlah rumus struktur senyawa alkohol 2-metil -1-propanol

Menentukan Rumus Rantai Karbon Dan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Metil-1-Propanol

Rantai utama atau rantai terpanjang dari 2-metil-1-propanol adalah propanol. Rumus umum kimia propanol adalah C3H8O–OH mengandung 3 atom karbon. Letak gugus OH pada 1-propanol adalah pada karbon nomor 1.

Pada rantai propanol ini terdapat senyawa 2-metil. Angka dua menyatakan letak metil pada rantai propanol yaitu pada karbon nomor 2.

Sehingga rumus struktur 2-metil-1-propanol adalah

Menentukan Rumus Rantai Karbon Dan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Metil-1-Propanol
Menentukan Rumus Rantai Karbon Dan Posisi Gugus Karboksil OH Alkohol 2-Metil-1-Propanol

Versi Lama

Alkohol yang memiliki satu gugus –OH disebut dengan monoalkohol, sedangkan yang memiliki lebih dari satu gugus –OH disebut dengan polialkohol. Alkanol merupakan monoalkohol turunan alkana. Rumus umum dari alkohol aalah CnH2n+1 OH atau ditulis R-OH, satu atom H dari alkana diganti oleh gugus OH.

Manfaat Alkohol Bagi Manusia
Manfaat Alkohol Bagi Manusia

Sifat-Sifat Senyawa Alkohol

Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus hidroksil yang polar. Senyawa alkohol memiliki sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia sebagai berikut:

  1. Alkohol memiliki sifat yang mudah terbakar
  2. Alkohol memiliki sifat yang mudah tercampur, terlarut dengan air, kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH).
  3. Alkohol dengan jumlah atom karbon sebanyak satu sampai empat berupa gas atau cair. Alkohol dengan jumlah atom lima sampai sembilan berupa cairan kental seperti minyak, sedangkan yang memiliki atom sepuluh atau lebih berupa zat padat.
  4. Alkohol bersifat heterepolar. Memiliki sifat polar dari gugus –OH dan nonpolar dari gugus –R (alkil). Sifat polarnya tergantung dari panjang rantai alkilnya. Semakin panjang rantai alkilnya, maka sifat kepolarannya berkurang. Hal ini menyebabkan berkurangnya sifat kelarutannya. Alkohol dengan suku rendah seperti metanol dan etanol lebih mudah larut dalam pelarut-pelarut yang polar seperti air.
  5. Titik didih alkohol lebih tinggi daripada titik didih alkana. Hal ini disebabkan oleh gugus fungsi –OH yang sangat polar, sehingga gaya tarik-menarik antarmolekul alkohol mejadi sangat kuat.

Manfaat, Kegunaan Alkohol.

Pada umumnya alkohol digunakan sebagai senyawa pelarut, dan sebagai bahan minuman beralkohol. Adapun Beberapa senyawa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

Manfaat Alkohol Metanol

Metanol merupakan jenis alkohol yang banyak digunakan sebagai pelarut getah dan resin. Alkohol dapat dibuat menjadi senyawa lain seperti senyawa ester. Digunakan untuk membuat polimer jenis plastik, dengan merubah metanol menjadi metanal atau formaldehid.

Di industri, metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan antibeku, dan pelarut, seperti vernish. Pada kendaraan bermotor, metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula.

Manfaat Alkohol Etanol

Etanol merupakan jenis alkohol yang sudah dikenal dan digunakan sejak zaman dahulu, baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur), kosmetikam maupun sebagi bahan  minuman, seperti bir, anggur, dan whiskey.

Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi, yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida, seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim (ragi).

Etanol merupakan jenis alkohol yang sering digunakan sebagai bahan bakar, untuk membuat senyawa organik lain, dan dapat dikonversi menjadi etanal atau asetaldehid untuk digunakan sebagi bahan pelarut.

Manfaat Alkohol Etilen Glikol

Etilen Glikol merupakan jenis alkohol yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan antibeku pada radiator mobil. Digunakan juga sebagai bahan baku industri serat sintetik seperti dacron. Alkohol jenis ini banyak digunakan juga sebagai pelarut dan bahan pelunak atau pelembut.

Manfaat Alkohol Gliserol

Gliserol merupakan jenis alkohol yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pelembab pada tembakau dan kembang gula. Etanol digunakan juga sebagai pelarut berbagai obat-obatan. Digunakan juga untuk membuat nitrogliserin (gliserin trinitrat) yaitu bahan untuk peledak atau dinamit.

Alkohol: Pengertian Rumus Menentukan Tatanama IUPAC Struktur Jenis Sifat Isomer Posisi Gugus Fungsi Optik Karbon Asimetrik Kiral Contoh Soal 6

Pengertian  Alkohol. Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon pada ...

Cara Menghitung Energi Kalor Reaksi Bahan Bakar: LPG, Bensin, Metanol, Etanol, Metana, Arang Kayu, Contoh Soal.

Pengertian Pembakaran: Reaksi pembakaran adalah reaksi antara bahan bakar dengan oksigen yang akan menghasilkan panas (kalor) dan gas hasil pembakaran...

Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

1). Contoh Soal Perhitungan Kalor Pembakaran Karbon Perhatikan reaksi pembakaran karbon menjadi gas karbon dioksida seperti ditunjukan dengan persamaan...

Elektron - Proton - Neutron: Partikel Dasar Struktur Atom - Pengertian - Rumus Perhitungan Contoh Soal.

Pengertian Atom: Atom dibangun oleh partikel- partikel subatom yaitu elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom, sedangkan...

Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.

Pengetian Gaya Van de Waals.   Gaya van der waals adalah  gaya tarik listrik yang terjadi antara partikel – partikel yang memiliki muatan. Partikel – pa...

Hipotesis Hukum Tetapan Avogadro: Pengertian Rumus Volume Molar Standar STP RTP Non Standar Contoh Soal Perhitungan 14

Pengertian Hukum Avogadro.  Hukum Avogadro menyatakan, bahwa  pada temperatur dan tekanan yang sama, gas- gas dengan volume yang sama, akan mempunyai j...

Hukum 1 Termodinamika: Pengertian Perubahan Energi Internal Usaha Kalor Sistem Lingkungan Contoh Soal Rumus Perhitungan 12

Pengertian Sistem Pada Termokimia: Sistem adalah bagian dari semesta, baik nyata maupun konseptual yang dibatasi oleh batas batas fisik  tertentu atau ...

Hukum Faraday: Pengertian, Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis, Contoh Soal Rumus Perhitungan.

Pengertian Hukum Faraday: Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan...

Hukum Gas Boyle Charles Gay Lussac: Pengertian Tekanan Volume Suhu Contoh Soal Perhitungan 11

Hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari tiga hukum yang menjelaskan tentang perilaku variabel gas, yaitu hukum Boyle, Hukum Charles, dan hukum G...

Hukum Hess: Rumus Contoh Perhitungan Kalor Perubahan Entalpi Reaksi Kimia.

Pengertian Hukum Hess.  Hukum Hess menyatakan bahwa kalor (dalam hal ini entalpi) yang menyertai suatu reaksi kimia tidak bergantung pada jalan yang d...

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  3. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  4. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  5. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  6. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  7. Alkohol: Pengertian Rumus Menentukan Tatanama IUPAC Struktur Jenis Sifat Isomer Posisi Fungsi Optik Karbon Asimetrik Kiral, Pengertian Contoh Jenis Struktur Alkohol Primer Sekunder Tersier Monoalkohol Polialkohol, Pengertian Contoh Tatanama Alkohol Trivial Substitif IUPAC, Cara Penamaan Sistem IUPAC Alcohol Empat Karakter Locant Awalan Induk dan Akhiran, Sifat Fisik Kimia Reaksi Oksidasi Esterifikasi Dehidrasi Alkohol,

Hidrokarbon: Pengertian Tatanama Jenis Sifat Rumus Struktur Isomer Kegunaan Deret Homolog Alkana Alkena Alkuna Kegunaan Contoh Soal Pembahasan

Pengertian Senyawa Hidrokarbon. Senyawa organik pada umumnya memiliki kandungan unsur karbon, sehingga senyawa organik sering juga disebut sebagai senyawa karbon. Salah satu contoh senyawa karbon misalnya hidrokarbon.

Hidrokarbon adalah senyawa organic yang memiliki kandungan unsur karbon dan hydrogen.

Jenis Jenis  Hidrokarbon

Struktur hidrokarbon terdiri dari bentuk rantai karbon yaitu rantai terbuka atau rantai tertutup dan jenis ikatan kovalen antaratom karbon yaitu ikatan tunggal (membentuk hidrokarbon jenuh) atau ikatan rangkap (membentuk hidrokarbon tak jenuh)

Senyawa karbon dapat dikelompokan menjadi senyawa hidrokarbon dan turunannya.

Senyawa Turunan Hidrokarbon

Senyawa turunan hidrokarbon adalah senyawa karbon yang mengandung atom-atom lain selain atom karbon dan hydrogen. Contohnya seperti alkohol, aldehida, protein, dan karbohidrat.

Hidrokarbon Berdasarkan Ikatan Karbonnya

Berdasarkan pada ikatan karbon karbonnya, senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon siklis.

Pengertian Contoh Jenis Hidrokarbon Alifatik Siklik Alisiklik Aromatic Jenuh Tak Jenuh,
Pengertian Contoh Jenis Hidrokarbon Alifatik Siklik Alisiklik Aromatic Jenuh Tak Jenuh,

1). Hidrokarbon Alifatik

Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon yang membentuk rantai karbon dengan ujung terbuka. Hidrokarbon alifatis ini bisa lurus dan bisa juga bercabang.

Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.

  • Hidrokarbon Alifatk Jenuh

Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Pada alifatik jenuh, atom karbon dapat mengikat atom hidrogen secara maksimal.

Contoh Senyawa Hidrokarbon Alifatk Jenuh

Contoh senyawa hidrokarbon jenuh adalah senyawa- senyawa dari deret alkana seperti metana, etana, propane, butana,

  • Hidrokarbon Alifatk Tak Jenuh

Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya.

Contoh Hidrokarbon Tak Jenuh Alifatk Ikatan Rangkap Dua (2)

Adapun contoh contoh hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan kovalen rangkap dua adalah senyawa senyawa seri alkena seperti etena, propena, 1-butena,

Contoh Hidrokarbon Alifatk Tak Jenuh Ikatan Rangkap 3 (Tiga)

Contoh hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan kovalen rangkap tiga adalah senyawa senyawa seri alkuna seperti etuna, propuna, 1-butuna.

2). Hidrokarbon Siklik

Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon dengan ujung rantai karbon tertutup. Senyawa hidrokarbon siklik dibagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatic.

  • Hidrokarbon Alisiklik

Senyawa hidrokarbon alisiklik adalah senyawa golongan alifatik dengan ujung rantai karbon tertutup.

Contoh Hidrokarbon Alisiklik

Beberapa contoh senyawa hidrokabon alisiklik adalah  sikloheksana dan sikloheksena.

  • Hidrokarbon Aromatik

Senyawa hidrokarbon aromatic adalah senyawa benzena dan turunannya.

Contoh Hidrokarbon Aromatik

Beberapa contoh senyawa yang termasuk kelompok  hidrokarbon aromatic adalah benzena, naftalena, toluena, dan sebagainya.

Penamaan Senyawa Hidrokarbon

Penamaan senyawa hidrokarbon bergantung pada jenis ikatan dan jumlah atom karbonnya. Awalan senyawa hidrokarbon ditentukan berdasarkan jumlah atom C-nya.

Penamaan Senyawa Hidrokarbon Berdasarkan Jumlah Atom Karbon
Penamaan Senyawa Hidrokarbon Berdasarkan Jumlah Atom Karbon

Jika sebuah senyawa mengandung satu karbon, maka awalan nama senyawanya adalah Meta–, misal Metana. Jika senyawa hidrokarbon mengandung dua karbon, maka nama senyawanya berawalan Eta–, Misala Etana dan seterusnya.

Jenis Ikatan dan Akhiran Senyawa Karbon

Akhiran nama sebuah senyawa hidrokarbon ditentukan oleh jenis ikatannya. Tabel berikut menjelaskan hubungan antara jenis ikatan dan akhiran nama senyawa hidrokarbon.

Jenis Ikatan dan Akhiran Senyawa Karbon Tunggal Rangkap Dua Tiga,
Jenis Ikatan dan Akhiran Senyawa Karbon Tunggal Rangkap Dua Tiga,

Jika, senyawa hidrokarbon terbentuk dari rantai karbon dengan ikatan tunggal atau tidak memiliki rangkap, maka akhiran nama senyawanya —ana, misalnya Metana, Etana, Butana.

Jika senyawa hidrokarbon terbentuk dengan rantai karbon yang mengandung ikatan rangkap dua, maka akhiran nama senyawanya –ena, misal Etena, Proena, 1-Butena.

Sedangkan untuk hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap 3 pada rantai karbonnya, akhir nama senyawanya adalah –una, misal Etuna, Propuna, 1-Butuna.

Hidrokarbon Alkana

Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal

Rumus Umum Hidrokarbon Alkana

Rumus umum alkana adalah

Alkana = CnH2n+2

Rumus Molekul Dan Rumus Struktur Hidrokarbon Alkana

Senyawa paling sederhana dari hidrokarbon alkana adalah metana yang hanya memiliki satu atom karbon dengan rumus molekul CH4. Satu atom karbon dari metana ini dapat mengikat empat atom hydrogen H.

Rumus Molekul Dan Rumus Struktur Hidrokarbon Alkana
Rumus Molekul Dan Rumus Struktur Hidrokarbon Alkana

Dapat diketahui bahwa dari metana sampai ke dekana secara berurutan terdapat selisih jumlah gugus –CH2–.

Etana kelebihan satu gugus –CH2– dari metana, propana kelebihan satu gugus –CH2– dari etana, dan seterusnya.

Deret Homolog Hidrokarbon Alkana

Deret homolog adalah senyawa- senyawa yang memiliki selisih gugus sebanyak –CH2– dari senyawa sebelumnya. Senyawa senyawa dalam deret homolog memiliki sifat kimia mirip, tetapi sifat sifat fisika berubah sejalan dengan naiknya massa molekul.

Jadi, jika dalam suatu deret senyawa terdapat selisih jumlah gugus sebanyak –CH2– secara berurutan maka senyawa- senyawa tersebut merupakan deret homolog.

Gugus Alkil

Gugus alkil adalah alkana yang telah kehilangan satu atom H. Gugus alkil ini dapat dinyatakana dengan menggunakan rumus seperti berikut:

CnH2n+1

Alkana yang telah kehilangan satu atom H, memiliki nama yang berbeda. Secara umum alkana berubah menjadi alkil. Mengganti akhiran dari nama alkana “ana” menjadi alkil “il”.

Misal metana menjadi metil, etana menjadi etil propane menjadi propil dan seterusnya.

Tatanama Hidrokarbon Alkana Sistematik IUPAC

Tata nama alkana diturunkan berdasar aturan yang disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa atau nama trivial.

Untuk Rantai Karbon Tidak Bercabang

Penamaan alkana rantai lurus tidak bercabang sesuai dengan jumlah atom C yang dimiliki dan terkadang diberi awalan n (n= normal) sebagaimana tercantum dalam tabel di atas.

Contoh Nama Hidrokarbon Alkana Tidak Bercabang Sistematik IUPAC

CH3–CH2–CH –CH3 Nama IUPAC-nya adalah n–butana atau butana

CH3–CH2–CH3 Nama IUPAC-nya adalah n–propane atau propana

Untuk Rantai Karbon Bercabang

Penamaan Hidrokarbon rantai bercabang berdasarkan aturan IUPAC adalah sebagai berikut.

1). Nama alkana yang memiliki cabang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertaman dan bagian kedua.

– Bagian pertama di bagian depan yang menyataan nama cabang (nama gugus alkil) dan posisi nomor karbon.

– Bagian kedua di bagian belakang yang menyatakan nama senyawa rantai induk.

Misal: 2-metil pentana

Tatanama Hidrokarbon Alkana Sistematik IUPAC
Tatanama Hidrokarbon Alkana Sistematik IUPAC

2). Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana, tergantung pada panjang rantai (jumah atom karbon).

3). Cabang diberi nama alkil, yaitu nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi il. Gugus alkil sesuai rumus umum CnH2n+1 dan dinyatakan dengan lambang R.

4). Letak atau posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Sehingga atom karbon rantai induk harus dinomori. Aturan penomorannya adalah dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga letak posisi cabang mendapat nomor terkecil.

5). Jika terdapat cabang (gugus metil) pada atom C nomor 2, nama alkana diberi awalan iso.

6). Jika alkana memiliki cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang digabung menjadi satu dan diberi awalan di- (jumlah cabang ada dua), tri- (jumlah cabang ada 3), tetra- (jumlah cabang ada empat).

7). Cabang- cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad dari nama cabang itu.

Misalnya:

  • Etil ditulis terlebih dahulu daripada metil.
  • Isopropil ditulis terlebih dahulu daripada metil.

Contoh Nama Hidrokarbon Alkana Bercabang Sistematik IUPAC

Nama alkana IUPAC-nya 2-metil-butana atau isobutana

Rumus struktur 2-metil-butana atau isobutana adalah

Contoh Nama Rumus Struktur Alkana Bercabang Sistematik IUPAC 2-Metil-Butana
 Rumus Struktur Alkana Bercabang 2-Metil-Butana

Langkah Penamaan Senyawa Hidrokarbon Alkana

Berdasarkan aturan dari IUPAC, maka penamaan alkana dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut.

1). Menentukan rantai karbon induk yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.

Menentukan rantai karbon induk yaitu rantai terpanjang
Menentukan rantai karbon induk yaitu rantai terpanjang

Rantai karbon yang ditulis dengan warna biru adalah rantai induk atau utama terpajang yang mengandung 5 atom karbon, nama alkana-nya adalah pentana.

Sedangkan rantai cabang ditulis dengan warna merah menjadi nama cabang alkil dengan rumus molekul CH3 yaitu metil

2). Memberi nomor urut yang dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang memiliki nomor terkecil.

Memberi nomor urut dari satu ujung, cabang memiliki nomor terkecil.
Memberi nomor urut dari satu ujung, cabang memiliki nomor terkecil.

Letak cabang (alkil) warna merah pada rantai induk adalah pada karbon nomor 3

3). Menuliskan nama senyawa hidrokarbon dimulai dengan nama cabang yang disusun menurut abjad, kemudian diakhiri dengan nama senyawa rantai induk.

Sehingga, contoh struktur di atas mempunyai nama alkana sesuai IUPAC yaitu 3-metil-propana

Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) sedangkan antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (–).

Contoh Contoh Soal Dan Pembahasan Diakhir Artikel

Isomer Hidrokarbon Alkana

Isomer adalah suatu senyawa yang memiliki rumus molekul sama, namun rumus strukturnya berbeda. Senyawa alkana paling rendah yang dapat memiliki isomer yaitu butana (C4H10).

Contoh Isomer Hidrokarbon Alkana Rumus Molekul C4H10

Isomer yang mungkin dari butana, yang memiliki rumus molekul C4H10.

Isomer pertama untuk C4H10 adalah n-butana dengan rumus struktur seperti berikut

H3C – CH2 – CH2 – CH3 n-butana

Isomer kedua untuk C4H10 adalah 2-metil-propana yang memiliki rumus struktur seperti berikut

Isomer kedua C4H10 adalah 2-metil-propana
Isomer C4H10 adalah 2-metil-propana

Jadi, isomer untuk alkana dengan rumus molekul C4H10 adalah dua yaitu n-butana dan 2-metil-propana.

Contoh Isomer Hidrokarbon Alkana Rumus Molekul C5H12

Isomer pertama untuk C5H12 adalah n-pentana dengan rumus struktur seperti berikut:

H3C – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 n-pentana

Isomer kedua untuk C5H12 adalah isopentana atau 2-metil-butana yang mempunyai rumus struktur seperti berikut

Isomer kedua untuk C5H12 adalah isopentana atau 2-metil-butana 2
Isomer kedua untuk C5H12 adalah isopentana atau 2-metil-butana 2

Isomer ketiga untuk C5H12 adalah  neopentane atau 2,2-dimetil-propana dan rumus strukturnya adalah seperti berikut

Isomer ketiga untuk C5H12 adalah  neopentane atau 2,2-dimetil-propana
Isomer C5H12 adalah neopentane atau 2,2-dimetil-propana

Artinya, senyawa dengan rumus molekul C5H12 memiliki 3 isomer.

Sifat Sifat Fisik Hidrokaron Alkana

Beberapa sifat fisik alkana diantaranya adalah sebagai berikut

1). Semua hidrokarbon merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak larut dalam air. Jika suatu hidrokarbon bercampur dengan air, maka lapisan hidrokarbon selalu di atas sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.

Pelarut yang baik untuk hidrokarbon adalah pelarut nonpolar, seperti CCl4 atau eter.

2). Pada suhu biasa, metana, etana, propana, dan butana berwujud gas; pentena sampai heptadekana (C17H36) berwujud cair; sedangan oktadekana (C18H38) dan seterusnya berwujud padat.

3). Semakin banyak jumlah atom karbon C,  maka massa relative molekul Mr menjadi semakin besar. Massa relative tinggi menyebabkan titik didih dan titik leleh semakin tinggi.

4). Alkana yang memiliki rantai lurus mempunyai titik didih lebih tinggi dibanding alkana yang tersusun dari rantai bercabang untuk jumlah atom C sama. Semakin banyak cabang, titik didih makin rendah.

Sifat Sifat Kimia Hidrokarbon Alkana

Alkana merupakan senyawa yang kurang reaktif atau sukar bereaksi dengan zat lain, sehingga disebut parafin. Namun demikian, alkana masih bisa bereaksi dengan beberapa pereaksi berikut:

1). Reaksi Pembakaran Hidrokarbon Alkana

Pembakaran alkana adalah reaksi oksidasi alkana dengan O2. Proses ini bersifat eksotermik, yaitu menghasilkan CO2 dan H2O yang disetai dengan pelepasan panas (kalor).

Oleh karena itu, alkana merupakan sumber bahan bakar yang paling banyak digunakan di dunia.

Contoh Reaksi Pembakaran Hidrokarbon Alkana

C3H8 + 5O2 →  3CO2 + 4H2O + energi

2). Reaksi Substitusi Hidrokarbon Alkana Oleh Halogen

Alkana dapat bereaksi dengan halogen, salah satu atom H diganti oleh halogen. Reaksi dengan halogen tersebut dinamakan reaksi halogenasi dan menghasilkan alkil halida. Alkana bereaksi dengan halogen pada suhu tinggi atau dengan bantuan cahaya.

Contoh Reaksi Substitusi Hidrokarbon Alkana Oleh Halogen

CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl

3). Reaksi Eliminasi Hidrokarbon Alkana

Senyawa alkana rantai panjang dapat mengalami reaksi eliminasi. Reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan atom atau gugus atom untuk menghasilkan senyawa karbon lebih sederhana. Pada reaksi eliminasi termal minyak bumi dan gas alam yang terjadi pada temperature 800 – 900 Celcius.

Contoh Reaksi Eliminasi Hidrokarbon Alkana

Reaksi eliminasi propana dengan melepaskan gas hydrogen menjadi propena seperti reaksi berikut

CH3-CH2-CH3 → CH3-CH = CH2 + H2

Reaksi eliminasi propana dengan melapaskan metana menjadi etena seperti reaksi berikut

CH3-CH2-CH3 → CH2 = CH2 + CH4

3). Alkana Tidak Reaktif

Alkana dan sikloalkana tidak reaktif, cukup stabil apabila dibandingkan dengan senyawa organik lainnya. Oleh karena kurang reaktif, alkana kadang disebut paraffin (berasal dari bahasa Latin: parum affins, yang artinya “afinitas kecil sekali”.

1). Contoh Soal Penentuan Nama IUPAC Hidrokarbon Alkana

Tentukan nama senyawa hidrokarbon alkana yang memiliki rumus struktur berikut

Contoh Soal Penentuan Nama IUPAC Hidrokarbon Alkana
Contoh Soal Penentuan Nama IUPAC Hidrokarbon Alkana

Menentukan Rantai Induk Terpanjang Senyawa Alkana

Rantai terpanjangnya memiliki jumlah atom karbon sebanyak 6 atom sehingga nama rantai induknya adalah heksana

Menentukan Letak Posisi Rantai Senyawa Cabang  – Gugus Alkil Rantai Induk Alkana

Atom karbon diberi nomor dari sebelah kiri yang dekat dengan rantai cabang. Gugus alkil memiliki rumus molekul CH3 dengan satu atom karbon sehingga nama gugus alkilnya adalah metil dan menempati atom karbon nomor 2.

Menentukan Rantai Induk Terpanjang Senyawa Alkana
Menentukan Rantai Induk Terpanjang Senyawa Alkana

Sehingga nama senyawa alkana-nya adalah 2-metil-heksana

2). Contoh Soal Menentukan Nama Alkana Dari Rumus Struktur

Sebutkan nama IUPAC dari alkana yang memiliki rumus struktur seperti berikut

Contoh Soal Menentukan Nama Alkana Dari Rumus Struktur IUPAC
Contoh Soal Menentukan Nama Alkana Dari Rumus Struktur IUPAC

Menentukan Rantai Induk Terpanjang Dari Struktur Alkana

Dari strukturnya dapat diketahui bahwa rantai terpanjang memiliki karbon sebanyak 6 atom. Nama rantai karbon yang memiliki 6 atom C adalah heksana.

Menentukan Nomor Karbon Rantai Induk Terpanjang Struktur Alkana

Penomoran dimulai dari ujung kiri yang dekat dengan senyawa cabang (gugus Alkil). Gugus etil terikat pada atom karbon nomor 3 dari ujung rantai induk. Gugus alkil memiliki 2 atom karbon, sehingga nama alkilnya adalah etil.

Menentukan Nomor Karbon Rantai Induk Terpanjang Struktur Alkana IUPAC
Menentukan Nomor Karbon Rantai Induk Terpanjang Struktur Alkana IUPAC

Dengan demikian nama senyawa alkana-nya adalah 3-etil-heksana

3). Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur 2-Metil-Butana

Buatkan struktur alkana yang memiliki nama IUPAC 2-metil-butana

Menentukan Jumlah Karbon Rantai Induk Alkana 2-Metil-Butana

Rantai induk dari 2-Metil-Butana adalah butana. Butana memiliki 4 atom karbon, sehingga rantai induknya adalah

H3C – CH2 – CH2 – CH3

Menentukan Letak Posisi Gugus Akli Alkana 2-Metil-Butana

Gugus alkil memiliki nama metil yang memiliki satu karbon, sehingga rumus molekul dan strukturnya adalah CH3.

Angka 2 pada nama alkana 2-Metil-Butana menyatakan karbon nomor 2 pada rantai induk. Sehingga cabang (gugus alkil) terletak pada karbon nomor 2 dari ujung rantai induk.

Dengan demikian, rumus struktur 2-Metil-Butana adalah sebagai berikut

Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur 2-Metil-Butana 3
Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur 2-Metil-Butana

4). Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana

Buatkan rumus struktur senyawa alkana 3-brome-2metil-pentana

Menentukan Jumlah Karbon Rantai Induk Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana

Rantai induk dari 3-Bromo,2-Metil-Pentana adalah pentana. Rantai karbon pentana memiliki 5 atom karbon, sehingga rantai induknya adalah

H3C–CH2–CH2–CH2–CH3

Menentukan Letak Posisi Senyawa Cabang Gugus Alkil dan Bromo Pada Rantai Induk Alkana

Gugus alkil memiliki nama metil yang memiliki satu karbon, sehingga rumus molekul dan strukturnya adalah CH3.

Angka 2 pada 2-Metil-Pentana menyatakan metil terikat pada karbon nomor 2 dari ujung rantai induk.

Angka 3 pada 3-Bromo menyatakan Bromo terikat pada karbon nomor 3 dari ujung rantai induk.

Dengan demikian, rumus struktur 3-Bromo-2-Metil-Pentana adalah sebagai berikut

Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana
Contoh Soal Menentukan Rumus Struktur Alkana 3-Bromo-2-Metil-Pentana

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan motivasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Artikel Versi Lama

Walaupun demikian Hidrokarbon merupakan kelompok besar senyawa.

Selain Atom-atom karbon dapat membentuk rantai karbon, dapat juga membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat berbentuk ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu alifatik dan siklis. Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.

Senyawa hidrokarbon jenuh terdiri dari senyawa alkane, sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh terdiri dari alkena dan alkuma.

Senyawa hidrokarbon siklik terdiri dari senyawa alisiklik dan aromatic. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar.

Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon
Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Senyawa Hidrokarbon Jenuh

Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Contoh senyawa-senyawa alkana.

Senyawa Hidrokarbon Tak Jenuh

Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya. Contoh: alkena dan alkuna.

Contoh Senyawa Hidrokarbon.

Beberapa Senyawa karbon di antaranya adalah CH4, C2H2, C2H4, C2H6, C3H4, dan sebagainya. Jumlah atom karbon dalam satu molekul hydrokarbon alami bisa mencapai lebih dari puluhan. Oleh karena itu, senyawa hidrokarbon dikelompokan berdasarkanstruktur molekul dan kejenuhan ikatan.

Fungsi Senyawa Hidrokarbon Bagi Kehidupan Sehari – Hari.

Hidrokarbon digunakan hampir di segala bidang kegiatan di antaranya:

Bidang Industri

Banyak industry memggunakan senyawa hidrokarbon sebagai pelarut dalam prosesnya. contohnya  adalah benzene. Industry sabun dan detergen memakai marlon (alkil benzene Sulfonat, ABS) sebagai pengganti sabun, dan industry las menggunakan gas asetilena (atau C2H2).

Bidang Pertanian.

Banyak produk hidrokarbon dipakai sebagai zat insektisida dan pembunuh bakteri yang lain. Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, contohnya adalah DDT, metoksi klor, aldrien, dieldrin, endrien, baygon, sevin, dan paralion.

Bidang Tranportasi

Senyawa hidrokarbon sangat diperlukan dalam Sektor transportasi. Senyawa ini diaplikasikan dalam bentuk minyak bumi sebagai bahan bakar seperti bensin, solar minyak diesel dan aspal yang dapa digunakan sebagai pengeras jalan.

Keperluan Rumah Tangga

Senyawa Hidrokarbon juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Contohnya  untuk bahan bakar rumah tangga seperti untuk kompor dapur yang menggunakan minyak tanah dan gas alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon dengan atom C rendah (4 ke bawah). Gas metana dengan jumlah atom C satu digunakan untuk bahan bakar yang dapat menghasilkan api berwarna biru.

Contoh Soal Ujian Senyawa Hidrokarbon.

Pembakaran 7 gram C5H10 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak …

A. 4,4 gram.    B. 7 gram.    C. 11 gram.    D. 22 gram.    E. 44 gram

Jawab.

Pembahasan.

Gas yang terbentuk dari reaksi kalsium karbida (CaC2) dengan air adalah ….
A. C2H2
B. C2H4
C. C2H6
D. C3H6
E. CH4

Jawab.

Pembahasan.

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad, 1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Hidrokarbon: Pengertian Tatanama Jenis Sifat Contoh Manfaat Rumus Struktur Isomer Kegunaan Deret Homolog Alkana Alkena Alkuna Soal Pembahasan, Jenis Isomer Hidrokarbon Alkana Alkena Alkuna, Sifat Fisika Kimia Fungsi Hidrokarbon Alkana, Pengertoa Contoh Jenis Hidrokarbon Alifatik Siklik Alisiklik Aromatic Jenuh Tak Jenis, Contoh Reaksi Pembakaran Hidrokarbon Alkana Reaksi Substitusi Halogen Reaksi Eliminasi ,
error: Content is protected !!