Belajar Transaksi Trading Forex, Valuta Asing

Pengertian Valuta Asing, Simbol, ISO Code, dan Nama Khas

Mata uang asing atau valuta asing  atau valas merujuk pada mata uang atau devisa yang dibuat atau dikeluarkan oleh negara lain yang dapat diterima di dalam negeri. Mata uang asing tidak merupakan alat pembayaran yang sah di dalam negeri, namun dapat digunakan untuk membiayai transaksi ekonomi dan …

Mekanisme Perdagangan Pada Bursa Valuta Asing

Bursa atau pasar valuta asing dapat diartikan sebagai suatu tempat atau wadah atau sistem yang disediakan untuk  perusahaan, perorangan dan bank agar dapat melakukan transaksi keuangan internasional dengan cara melakukan pembelian atau permintaan, atau demand dan perjualan atau penawaran, supply atas valuta asing atau forex. Mekanisme Perdagangan Di Bursa/Pasar Valuta Asing…

Contoh Perhitungan Kurs Valuta Asing

Secara sederhana, kurs mata uang asing atau biasa disebut kurs valuta asing adalah rasio nilai antara suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Artinya kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda. Kurs adalah nilai suatu mata uang jika dipertukarkan dengan mata uang lain. Artinya nilai suatu mata …

Devaluasi Dan Revaluasi Mata Uang Negara, Valuta Asing

Devaluasi Devaluasi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintahan suatu Negara dengan menurunkan nilai mata uangnya (domestic currency) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency). Dalam jangka pendek kebijakan devaluasi bertujuan untuk mendorong ekspor dan membatasi impor. Sehingga dapat mendorong penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini akan berdampak pada perbaikan posisi BOP, Balance…

Pengertian, Menghitung Transaksi Forward Valuta Asing

Transaksi Forward Valuta Asing Transaksi forward adalah suatu transaksi pembelian dan penjualan mata uang atau valuta  asing dengan kurs forward yang ditetapkan saat transaksi dilakukan. Kurs forward  berlaku  untuk waktu yang akan datang (future period) antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Artinya penyerahan dana atau mata uang dilakukan di masa yang akan datang…

Perhitungan Arbitrase Valuta Asing

Arbitrase atau arbitrage didefinisikan sebagai aktivitas pembelian atau penjualan suatu komoditi atau produk termasuk valuta asing di suatu tempat pada saat yang sama menjual atau membeli komoditi tersebut di tempat lain dengan tingkat harga yang lebih menguntungkan. Untuk  valuta asing, Arbitrase timbul karena adanya perbedaan tingkat kurs pada mata uang yang…

Pengertian Transaksi Margin Trading Valuta Asing

Margin trading valuta asing atau mata uang asing atau forex dapat diartikan sebagai transaksi jula beli mata uang asing yang tidak melibatkan aliran dana dari mata uang yang ditransaksikannya. Dalam peraturan Bank Indonesia disebutkan bahwa margin trading merupakan transaksi derivatif tanpa pergerakan dana pokok (notional amount) sehingga yang bergerak hanya margin yang merupakan hasil perhitungan…

Contoh Perhitungan Transaksi Margin Trading  Forex, Valuta Asing.

Pada transaksi margin trading, nasabah dapat melakukan transaksi beli maupun jual tanpa harus memperhatikan jenis mata uang yang ada dalam rekening margin-nya. Karakteristik ini merupakan satu ciri dari transaksi pada margin trading. Ketika kurs menguat, maka nasabah dapat membuka posisi dengan melakukan transaksi beli. Dan ketika kurs melemah, maka nasabah dapat membuka transaksi jual. Dalam …

Overview Pasar Valuta Asing Hari Ini

Informasi Transaksi Valuta Asing Hari Ini. Geolokasi Pasar Valuta Asing dunia yang open trading, buka transaksi saat ini dapat dilihat pada gambar di bawah.   Posisi Transaksi Open Saat Ini Besarnya transaksi untuk posisi beli dan jual pada berbagai pasangan valuta asing yang tercatat dari beberapa broker valuta asing dapat dilhat pada grafik dibawah.  Persentase …

Daftar Pustaka:

Ikatan Kovalen Koordinasi, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Ikatan Kovalen Koordinasi,

Ikatan atom secara kovalen terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan electron ikatan (atau disingkat menjadi PEI). Sedangkan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (atau disingkat menjadi PEB).

Ikatan kovalen umumnya terjadi pada atom- atom unsur nonlogam, bisa pada atom sejenis seperti: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2 dan terjadi pada atom – atom berbeda jenis seperti: H2O, CO2, dan lain-lain.

Ciri – Ciri Senyawa Ikatan Kovalen:

Senyawa yang hanya memiliki ikatan kovalen disebut sebagai senyawa kovalen. Senyawa kovalen memiliki sifat – sifat fisi tersendiri di antaranya adalah:

  1. Pada suhu kamar berwujud gas, cair (contohnya Br2), dan ada yang padat (contohnya I2).
  2. Senyawa kovalen padatannya lunak dan tidak rapuh.
  3. Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh rendah;
  4. Senyawa kovalen larut dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air.
  5. Senyawa kovalen umumnya tidak menghantarkan listrik.

Ikatan Kovalen Koordinasi.

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya berasal dari salah satu atom yang berikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi

Contoh Senyawa Yang Membentuk Ikatan Kovalen Koordinasi:

NH4+

NH3 + H+ → NH4+

Pada ion amonium NH3, sepasang elektron yang digunakan secara bersama antara atom nitrogen dan ion H+ berasal dari atom nitrogen. Pada senyawa ini, ion amonium membentuk ikatan kovalen koordinasi.

Contoh Soal Ujian Ikatan Kovalen Koordinasi.

Daftar Pustaka

Sumber Pendapatan Pemerintah Indonesia

Pengertian

Negara memperoleh pendapatan dari dalam negeri maupun luar negeri. Pendapatan atau penerimaan pemerintah tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seluruh proses pembangunan nasional. Adapun sumber- sumber pendapatan pemerintah di antaranya adalah:

Penerimaan Dalam Negeri

Penerimaan pemerintah yang diperoleh dari dalam negeri berasal dari minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas. Penerimaan dari sector tersebut digunakan pemerintah untuk menutup pengeluaran rutin pemerintah. Penerimaan pemerintahan dari sektor nonmigas terdiri atas pajak dan nonpajak.

Penerimaan pajak berasal dari Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Ekspor, Pajak Perdagangan Internasional, Bea Masuk dan Cukai.

Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri dari pengelolaan sumber daya alam, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.

Penerimaan Luar Negeri

Dalam melaksanakan pembangunan dan roda pemerintahan diperlukan dana yang sangat besar. Pemerintah tidak dapat mengandalkan pada hanya satu sumber pendapatan yaitu pendapatan dari dalam negeri saja. Namun demikian, membutuhkan bantuan dari masyarakat internasional. Untuk membiayai proses pembangunan nasional,

Dana Bantuan dari luar negeri ini dapat digunakan untuk pembiayaan belanja pembangunan. Penerimaan yang berasal dari luar negeri terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Pinjaman tersebut dapat berasal dari negara donor atau lembaga keuangan internasional.

Lembaga keuangan atau negara donor yang telah memberi bantuan keuangan ke Indonesia antara lain adalah: ADB (Asean Development Bank), IMF (International Monetary Fund), dan Bank Dunia (World Bank).

Contoh Soal Ujian Sumber Dana APBN.

Sebutkan Sumber Sumber Penerimaan Negara Selain Pajak….

Jawaban:

Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri atas pengelolaan sumber daya alam, Minyak, gas, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara BUMN, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.

Daftar Pustaka:

Tujuan dan Fungsi APBN

Pengertian.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah daftar terinci yang memuat penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka satu tahun. APBN ditetapkan  oleh undang – undang dan menjadi pedoman pelaksanaan perekonomian dan digunakan sebesar – besar untuk kemakmuran rakyat.

Sejak  tahun 2000 pada Era Reformasi, APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 Januari – 31 Desember tahun yang sama. Pada zaman Orde Baru (Orba), APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 April – 31 Maret tahun berikutnya, misalnya mulai 1 April 1990 – 31 Maret 1991.

Landasan Hukum APBN

Landasan hukum yang digunakan dalam pembuatan APBN adalah:

  1. Undang – undang Dasar UUD 1945 Pasal 23 (sesudah diamandemen) yang pada intinya berisi:

. APBN ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang.

. Rancangan APBN dibahas oleh DPR dengan memperhatikan pendapat dari DPD, Dewan Perwakilan Daerah.

.  Apabila DPR tidak menyetujui rancangan anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah memakai APBN tahun sebelumnya.

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pendapatan dan Belanja Negara.
  2. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN.

Tujuan APBN

Adapun tujuan dari APBN adalah:

Memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintah negara dan kemampuan menghimpun pendapatan negara dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional berdasarkan asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, berkeadilan, efisiensi, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan kemandirian guna mencapai Indonesia yang aman, adil, damai, dan demokratis, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

APBN disusun dengan tujuan sebagai pedoman pendapatan dan belanja dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan negara.

Dengan APBN, pemerintah sudah mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa saja yang akan diterima sebagai pendapatan dan pengeluaran apa saja yang harus dilakukan selama satu tahun.

Dengan APBN diharapkan kesalahan, pemborosan, dan penyelewengan yang merugikan dapat dihindari. APBN disusun untuk dilaksanakan sesuai aturan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan kemakmuran bangsa.

Fungsi APBN

Adapun Beberapa Fungsi APBN di antaranya adalah:

Fungsi Alokasi

Fungsi alokasi adalah fungsi penyediaan barang publik (public good provision). Sumber anggaran biaya harus dikeluarkan oleh negara untuk melaksanakan pembangunan. Pemerintah dapat mengalokasikan atau membagikan pendapatan yang diterima sesuai dengan target atau sasaran yang diinginkan. Misalnya, menetapkan besarnya anggaran untuk belanja (atau gaji) pegawai, untuk belanja barang, dan besarnya anggaran untuk proyek.

Fungsi Distribusi

Fungsi distribusi pendapatan adalah fungsi APBN dalam rangka memperbaiki distribusi pendapatan. Penerimaan pemerintah disalurkan kembali kepada masyarakat. Pemerintah dapat mendistribusikan pendapatan yang diterima secara adil dan merata. Fungsi distribusi dilaksanakan dengan tujuan agar dapat memperbaiki distribusi pendapatan di masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang kurang mampu atau miskin dapat dibantu. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan melakukan kebijakan subsidi seperti subsidi BBM dan gas LPG.

Fungsi Stabilisasi

Fungsi APBN ini bersifat kondisional artinya sesuai dengan kondisi perekonomian yang dihadapi. Sumber anggaran digunakan untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Pemerintah  dapat menstabilkan keadaan perekonomian agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, pada saat inflasi (yaitu harga barang dan jasa naik), pemerintah dapat menstabilkan perekonomian dengan cara menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi sehingga harga-harga dapat kembali turun.

Fungsi Otoritas

Sebagai anggaran negara yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan pendapatan dan belanja pada tahun berjalan.

Fungsi Perencanaan

Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun berjalan.

Fungsi Pengawasan

Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman dalam menilai kesesuaian kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.

Contoh Soal Ujian Materi APBN

Berikut ini merupakan fungsi dan tujuan APBN sebagai berikut:

(1) Membangun sarana umum di daerah. (2) Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara.   (3) Meningkatkan produksi barang dan jasa.   (4) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secra nasional.   (5) Pedoman distribusi/ pembagian anggaran untuk tiap daerah/ kementerian.

Yang merupakan fungsi APBN adalah:

A. (1), (2), dan (3).   B. (1), (2), dan (4).   C. (2), (3), dan (4).   D. (2), (4), dan (5).   E. (3), (4), dan (5)

Jawaban: C

Pembahasan:

Fungsi APBN yaitu:

  • Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara (2)
  • Meningkatkan produksi barang dan jasa (3)
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional (4)

Daftar Pustaka:

Ciri – Ciri Negara Berkembang

Pengertian

Negara berkembang merupakan istilah yang umum diberikan kepada negara – negara yang memiliki tingkat kesejahteraan yang relative rendah. Pada umumnya pertumbuhan ekonomi di negara berkembang relative lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di negara maju.

Namun demikian, PDB (Produk Domestik Bruto) negara maju jauh lebih tinggi dibanding negara berkembang. Pada negara – negara maju perekonomiannya relative stabil dan hampir semua sumber daya sudah digunakan secara optimal.

Hal ini berbeda dengan negara berkembang, sesuai dengan namanya yaitu negara berkembang, negara-negara ini masih memiliki potensi untuk terus berkembang,. Negara berkembang memiliki banyak sumber daya yang masih belum dikelola secara optimal. sumber- sumber daya  potensial tersebut bisa dikelola dengan baik agar bisa menambah peningkatan PDB dengan mencolok.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di negara berkembang dapat menjadi lebih tinggi dibanding negara-negara maju.

Ciri – Ciri Negara Berkembang.

Adapun ciri – ciri negara berkembang adalah sebagai berikut:

  • Laju pertumbuhan penduduk relative tinggi
  • Kegiatan ekonomi cenderung agraris
  • Sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan
  • Angka harapan hidup relative rendah
  • Angka kematian bayi relative tinggi
  • Tingkat pendidikan penduduk rata – rata relative rendah
  • Pendapatan rata – rata penduduk relative rendah.

Contoh Negara Berkembang Anatara Lain Adalah:

  • Indonesia
  • Filipina
  • Thailand
  • Mesir
  • Brazil
  • Argentina

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Negara Berkembang.

Mengapa pada umumnya pertumbuhan ekonomi di negara maju lebih rendah dibanding negara berkembang……?

Daftar Pustaka:

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Perseorangan.

Pendapatan Perseorangan atau Personal Income biasa dinotasikan dengan PI merupakan bagian pendapatan nasional. Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Pendapatan perseorangan adalah hak individu – individu yang terlibat dalam perekonomian. Pendapatan ini merupakan balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.

Namun demikian tidak semua pendapatan akan diterima oleh masyarakat. Hal ini disebabkan pendapatan harus dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial, dan ditambah dengan pembayaran pindahan atau transfer (transfer payment) dan pendapatan bunga yang diperoleh dari pemerintah dan konsumen. Secara aljabar Pendapatan perseorangan dapat ditulis dalam rumus berikut.

PI = NNI + transfer payment + pendapatan bunga – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial)

NNI atau Net National Income adalah NNP  (Net National Product) dikurangi pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah, atau jika dihitung dari GNP (Gross National Product) dapat dirumuskan seperti berikut:

NNI = GNP – Depresiasi – Pajak tidak langsung.

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi biasa disebut dengan Personal Income Disposable atau Disposable Income adalah pendapatan perseorangan yang siap dipakai oleh individu untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung.

Besarnya pendapatan perseorangan siap konsumsi adalah pendapatan perseorangan dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya.

Pendapatan perseorangan siap konsumsi = Pendapatan perseorangan – Pajak Langsung

Pengertian Konsumsi

Konsumsi  merupakan kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran konsumsi, atau consumption expenditure.

Pengaruh pendapatan terhadap konsumsi dapat ditinjau dari persamaan fungsi konsumsi seperti berikut:

C = a + bY

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Dari persamaannya dapat dikatakan bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap nilai konsumsi.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi pada umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat diartikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu besaran penting yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh pendapatan dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

C = konsumsi,

I = investasi,

G = pembelian oleh pemerintah,

(X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Dimana Y = GDP

Sehingga  pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

GDP = C + I + G + (X – M)

Untuk membahas pengaruh pendapatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat didekati dengan menggunakan dua persamaan yaitu persamaan fungsi konsumsi dan  persamaan GDP.

Dari fungsi konsumsi diketahui bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap konsumsi, ini artinya, jika pendapatan naik, maka konsumsi cenderung naik. Begitu sebaliknya, jika pendapatan turun maka, konsumsi turun juga.

Persamaan aljabar GDP menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan konsumsi. Artinya jika konsumsi naik maka, pertumbuhan ekonomi juga naik. Begitu sebaliknya, jika konsumsi turun, maka pertumbuhan ekonomi turun.

Dengan dua bahasan tersebut, dapat dikatakan secara sederhana, bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan pendapatan. Ini artinya, jika pendapatan masyarakat naik, maka pertumbuhan ekonomi akan naik. Sebaliknya jika pendapatan turun, maka pertumbuhan ekonomi juga turun.

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Daftar Pustaka:

Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan

Pengertian Konsumsi

Konsumsi  merupakan kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran komsumsi, atau consumption expenditure.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi pada umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat diartikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Pengaruh Konsumsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu besaran penting yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh konsumsi dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

C = konsumsi,

I = investasi,

G = pembelian oleh pemerintah,

(X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Dimana Y = GDP

Jadi pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

GDP = C + I + G + (X – M)

Dari persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi (GDP) berbanding lurus dengan Konsumsi rumah tangga yang dinotasikan dengan huruf C (consumption atau konsumsi). Artinya jika C naik, maka GDP juga akan naik. Begitu sebaliknya, jika konsumsi menurun maka, pertumbuhan ekonomi juga cenderung menurun.

Nilai dari belanja atau pengeluaran yang dilakukan rumah tangga konsumen digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan dalam satu tahun tertentu. Belanja atau pengeluaran ini disebut pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Pendapatan yang diterima oleh rumah tangga akan digunakan untuk membeli kebutuhan seperti makanan, pakaian, membayar jasa angkutan, membiayai pendidikan anak, membeli kendaraan, dan sebagainya.

Namun tidak semua transaksi yang dilakukan oleh rumah tangga dikatagorikan sebagai konsumsi, seperti pengeluaran untuk membeli rumah dikatagorikan sebagai investasi (dinotasikan dengan I).

Konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pendapatan masyarakatnya. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi juga akan dipengaruhi oleh pendapatan masyarakatnya. Artikel lengkap yang membahas pengaruh pendapat terhadap konsumsi rumah tangga adalah:

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung. Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai atau disposible income yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan yang siap dibelanjakan….

Daftar Pustaka:

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Pengertian Pendapatan.

Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Personal Income setelah dikurangi pajak langsung disebut disposible income. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pengertian Konsumsi 

Dalam ilmu ekonomi, konsumsi diartikan sebagai semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran komsumsi, atau consumption expenditure.

Consumption Expenditure

Consumption Expenditure didefinisikan sebagai perilaku masyarakat dalam membelanjakan sebagian pendapatannya untuk membeli sesuatu.

Menurut Keynes, pengeluaran untuk konsumsi ditentukan atau dipengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Namun demikian, perubahan antara pendapatan dan konsumsi tidak bersifat proporsional.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi

Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai atau disposible income yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan yang siap dibelanjakan.

Rumus Persamaan Fungsi Konsumsi

Hubungan fungsional antara konsumsi dan pendapatan Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:

C = f(Y)

C = tingkat konsumsi

Y = pendapatan siap pakai, disposible income.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar pengaruh pendapatkan terhadap konsumsi. Pengeluaran konsumsi akan meningkat ketika pendapatan masyarakat juga meningkat.

Apabila perubahan pendapatan Y selalu diikuti oleh perubahan konsumsi C  secara proposional maka fungsi konsumsi menjadi:

C = bY.

Namun demikian, dalam jangka pendek, konsumsi dapat terjadi walaupun tidak ada pendapatan. Artinya, saat pendapatan nol, konsumsi selalu lebih besar daripada nol.

Dalam jangka pendek, masyarakat dapat berkonsumsi dengan menggunakan tabungan yang dimilikinya. Ketika seseorang mengeluarkan dana untuk konsumsi pada saat pendapatan nol disebut melakukan tabungan negatif atau dissaving.

Dengan demikian secara matematis fungsi konsumsi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

C = a + bY

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Nilai a merupakan pengeluaran konsumen otonom atau autonomous consumer expenditure yang menunjukkan pengeluaran konsumen yang bebas atau indenpenden dari pendapatan disposabel.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar masyarakat akan berbelanja untuk konsumsi apabila pendapatan disposabelnya adalah nol. Meskipun pendapatan disposabel nol, namun nilai konsumsi C tidak sama dengan nol. Masyarakat tetap harus mempunyai makanan, pakaian dan perlindungan. Besarnya nilai konsumsi pada saat masyarakat tidak memiliki pendapatan adalah sebesar a (yaitu konsumsi otonom).

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Dalam Perekonomian

Daftar Pustaka:

  1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  2. Prasetyo, P. E., 2011, “ Fundamental  Makro Ekonomi”, Cetakan Kedua, Beta Offset, Jogyakarta.

 

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pengertian Jumlah Uang Beredar

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti sempit M1, jumlah uang beredar meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah), sedangkan dalam arti luas M2, jumlah uang beredar meliputi M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabungan), dan surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak  swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengaruh Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat bagaimana dampak jumlah uang beredar tehadap inflasi dengan menggunakan teori David Ricardo dan teori Irving Fisher.

Teori David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas uang yang beredar akan berpengaruh pada tingkat harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.

Secara matematis, jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga seperti ditunjukkan dengan persamaan yang diberikan oleh David Ricardo:

M = k x P

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

k = konstanta

P = tingkat harga

Persamaan ini berasumsi bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat atau media pertukaran. Oleh sebab itu, setiap pengurangan atau pertambahan uang beredar berhubungan langsung dengan tingkat harga.

Contoh Soal Teori David Ricardo

Diketahui kondisi awal

M = 10

k = ¼

P = M/k = 10 /(¼) = 40

Jika M naik dua kali menjadi 2 x 10 = 20 maka:

P = (2x 10)/( ¼) = 80

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Dari persamaannya dapat disimpulkan bahwa, jika nilai M turun, maka P harus turun, dan sebaliknya jika nilai M naik maka, nilai P harus naik. Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Irving Fisher merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan seperti berikut:

MV = PT

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan

P = harga barang

T = volume barang yang ditransaksikan

Menurut teori ini, perubahan jumlah uang beredar akan mengakibatkan perubahan harga secara proporsional. Artinya, kalau jumlah uang naik dua kali lipat maka tingkat harga naik dua kali.

Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Hubungan proporsional antara jumlah uang beredar dengan harga dapat digambarkan dalam perhitungan berikut.

Diketahui:

M = 250

V = 40

T = 1000

Maka P dapat dihitung =

P = MV/T

P = (250 x 40)/1000

Maka P = 10

Jika M naik 2 kali menjadi 500, maka P juga akan naik 2 kali menjadi

(2 x 250) × 40 = (2 x 10) × 1000.

Pada Contoh tersebut, besaran V dan T adalah konstan. Jika V dan T konstan maka persamaan dari  Teori David Ricardo dan dari Teori Irving Fisher menjadi sama.

Ketika V dan T konstan maka persamaan irving Fisher menjadi seperti berikut:

M x k1 = k2 x P atau

M = (k2/k1) x P sehingga

M = k x P

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Daftar Pustaka:

Unsur Kebudayaan Masyarakat Indonesia

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang artinya akal. Sehingga, kebudayaan dapat dipandang sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal.

Kebudayaan merupakan keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat bersifat universal, ini artinya masyarakat pada tingkatan atau strata apapun pasti mempunyai struktur budaya tertentu yang merupakan hasil dari pergaulan hidup dan sekaligus sebagai hasil dari proses pembelajaran.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan terdiri dari tiga wujud yang merupakan satu kesatuan sistem, yakni cultural system, social system, dan artifacts.

Cultural System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya. Wujud yang pertama ini disebut juga dengan kebudayaan ideal karena merupakan wujud yang bersifat abstrak karena hanya terdapat di dalam kepala atau hanya dalam pikiran manusia. Wujud ini tidak dapat diamati dan tidak dapat diraba maupun dilukis.

Namun demikian, isi pikiran manusia dapat dituangkan atau diwujudkan dalam bentuk karangan atau tulisan atau buku atau hasil karya lainnya dan dapat disimpan di perpustakaan, disk, koleksi microfilm, dan sebagainya.

Pikiran manusia merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain, dan dikenal dengan istilah sistem budaya atau cultural system. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sesuai dengan istilah adat atau adat-istiadat.

Social System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud yang kedua dikenal juga dengan istilah sistem sosial atau social system. Sistem social merupakan suatu tindakan berpola dari manusia itu sendiri.

Tindakannya terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul satu dengan lainnya. Kegiatannya  berlangsung dari waktu ke waktu. Sistem sosial ini bersifat nyata sehingga dapat dilihat, diamati dan dapat pula didokumentasikan.

Artifacts

Wujud kebudayaan merupakan produk yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut juga dengan kebudayaan fisik (atau artifacts). Artifact menunjukkan seluruh hasil aktivitas, hasil perbuatan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, wujud yang ketiga ini merupakan wujud yang paling nyata yang dapat dilihat, diamati dan dapat pula diraba.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan sekaligus memberi pedoman untuk segala tindakan dan karya manusia. Selanjutnya, gagasan, tindakan, dan karya manusia tersebut akan menghasilkan produk yang berupa benda-benda berbentuk fisik dari kebudayaan itu sendiri.

Sebaliknya, kebudayaan fisik yang telah diciptakan atau dihasilkan akan membentuk lingkungan hidup tersendiri yang mampu mempengaruhi pola berpikir dan pola perilaku masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.

Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia

Daftar Pustakan: